<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535</id><updated>2024-11-01T03:36:19.292-07:00</updated><category term="Masalah kependudukan"/><category term="Keluarga Berencana"/><category term="Pertumbuhan Penduduk"/><category term="Teori Kependudukan"/><category term="Perkembangan"/><category term="KTP"/><title type='text'>Duduk Penduduk Indonesia</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-5940923077747351665</id><published>2013-07-03T11:38:00.002-07:00</published><updated>2013-07-03T11:48:02.888-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Masalah kependudukan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perkembangan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pertumbuhan Penduduk"/><title type='text'>Polisi periksa Dinas Kependudukan soal sindikat penjualan bayi</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtB0FnGERJ4UOpGubdiukMGwKGjmdILLNQq5bO_rKSzKlcytm8inod-PqrQKdN_K8YhnlgNkT87SIdnnfgL48ybS10Bd8RUPL_iTlRhsjmZ9hyGzsPS-s28pv7CmAkpgSoX3Ktlw8j0dg/s540/polisi-periksa-dinas-kependudukan-soal-sindikat-penjualan-bayi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtB0FnGERJ4UOpGubdiukMGwKGjmdILLNQq5bO_rKSzKlcytm8inod-PqrQKdN_K8YhnlgNkT87SIdnnfgL48ybS10Bd8RUPL_iTlRhsjmZ9hyGzsPS-s28pv7CmAkpgSoX3Ktlw8j0dg/s400/polisi-periksa-dinas-kependudukan-soal-sindikat-penjualan-bayi.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/02/11/150106/540x270/polisi-periksa-dinas-kependudukan-soal-sindikat-penjualan-bayi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;/a&gt;Kepolisian Polres Metro Jakarta Barat hari ini meminta keterangan 
beberapa petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota
 Administrasi Jakarta Pusat. Permintaan keterangan ini berkaitan dengan 
pemalsuan dokumen akta kelahiran, Kartu Keluarga, dan passport.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hari
 ini empat atau lima. Mungkin kalau tidak hari ini besok, tapi sudah 
kita panggil,&quot; kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Suntana di Mapolres Jakarta Barat, Senin (11/2).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suntana menjelaskan, sampai saat ini polisi masih menelusuri bagaimana sindikat penjulan bayi tersebut mendapatkan surat dan dokumen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sampai
 sekarang kita masih mencari keterangan, apabila di kemudian hari 
terjadi tindak pidana pemalsuan dokumen, akan kita proses,&quot; ujar Suntana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjelaskan, baik yang memalsukan atau yang membantu memalsukan juga akan diproses.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;walaupun itu melibatkan petugas dari instansi yang terkait.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa dokumen yang menjadi barang bukti berupa akta kelahiran, kartu keluarga, dan passport.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ada
 surat-surat asli, tapi data-datanya palsu, seperti passport. 
Passport-nya itu asli. Tapi kan belum tentu, tapi kan dari pihak 
imigrasi ada syarat-syaratnya,&quot; imbuh Suntana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah
 satu petugas Dukcapil yang akan dimintai keterangan adalah Kasudin 
Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Administrasi Jakarta 
Pusat Mohammad Hatta.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/5940923077747351665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/polisi-periksa-dinas-kependudukan-soal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/5940923077747351665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/5940923077747351665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/polisi-periksa-dinas-kependudukan-soal.html' title='Polisi periksa Dinas Kependudukan soal sindikat penjualan bayi'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtB0FnGERJ4UOpGubdiukMGwKGjmdILLNQq5bO_rKSzKlcytm8inod-PqrQKdN_K8YhnlgNkT87SIdnnfgL48ybS10Bd8RUPL_iTlRhsjmZ9hyGzsPS-s28pv7CmAkpgSoX3Ktlw8j0dg/s72-c/polisi-periksa-dinas-kependudukan-soal-sindikat-penjualan-bayi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-7837300953047282772</id><published>2013-07-03T11:18:00.001-07:00</published><updated>2013-07-03T11:18:00.244-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keluarga Berencana"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perkembangan"/><title type='text'>Perempuan Manado Kian Sering Gugat Cerai</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://assets.kompas.com/data/photo/2010/10/06/0753554620X310.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://assets.kompas.com/data/photo/2010/10/06/0753554620X310.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;MANADO, KOMPAS.com-&lt;/strong&gt; Angka perceraian di Kota Manado 
terus meningkat dalam kurun setahun ini. Dinas Catatan Sipil Kota Manado
 mencatat, hingga pertengahan Juli tercatat 148 kasus perceraian, naik 
hampir 40 persen dari angka perceraian tahun 2011.&lt;br /&gt;
Kepala Dinas 
Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Manado, Ventje Pontoh, Sabtu 
(15/9/2012), mengungkap, kenaikan angka perceraian terjadi di kalangan 
keluarga muda berusia 18-35 tahun.&lt;br /&gt;
&quot;Persoalan kecil (rumah tangga)
 dapat memicu perceraian. Banyak pasangan muda yang emosional menyikapi 
hidup berumah tangga,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
Ia menyebut persoalan kecil 
seperti sikap cemburu &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;images-area-img-alt2&quot;&gt;
        
      &lt;/div&gt;
dari masing-masing pasangan, tetapi lebih banyak 
gugatan cerai dilakukan oleh para wanita.&lt;br /&gt;
Data dari Pengadilan 
Agama Manado menyebutkan, selama kurun waktu dua tahun 2009 dan 2010 
terjadi 472 kasus perceraian, berbading lurus dengan data perceraian di 
Pengadilan Negeri Manado sebanyak 479 kasus.&lt;br /&gt;
Novry Oroh, hakim di 
Pengadilan Negeri Manado, menambahkan, sikap cemburu buta dari perempuan
 terhadap pasangannya dominan dalam kasus perceraian. Penyebab lainnya 
seperti perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;
&quot;Bayangkan
 karena sebuah SMS, sang istri langsung menggugat suaminya. Pasangan 
muda (terutama perempuan) yang emosional menyikapi hidup berumah 
tangga,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
Menurut Oroh, semua kasus yang masuk ke 
pengadilan negeri hampir semua berujung perceraian. &quot;Setiap kasus kami 
menawarkan perdamaian (rujuk) tetapi hanya sedikit yang rujuk kembali. 
Dari 20 kasus hanya satu yang berdamai,&quot; katanya.
  </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/7837300953047282772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/perempuan-manado-kian-sering-gugat-cerai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/7837300953047282772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/7837300953047282772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/perempuan-manado-kian-sering-gugat-cerai.html' title='Perempuan Manado Kian Sering Gugat Cerai'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-8705167721525377963</id><published>2013-07-03T11:15:00.001-07:00</published><updated>2013-07-03T11:15:43.066-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Masalah kependudukan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pertumbuhan Penduduk"/><title type='text'>BKKBN Gandeng UNS Tangani Masalah Kependudukan</title><content type='html'>
     &lt;a href=&quot;http://img.okeinfo.net/content/2013/05/20/373/809813/BuK9ocf7DS.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ilustrasi. (Foto: okezone)&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; id=&quot;detailpic&quot; src=&quot;http://img.okeinfo.net/content/2013/05/20/373/809813/BuK9ocf7DS.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;SOLO &lt;/strong&gt;- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana 
(BKKBN) menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk 
berkerjasama dalam penanganan masalah kependudukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama 
dalam penelitian dan penyediaan data kependudukan hingga sosialisasi 
kepada masyarakat. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan 
nota kerjasama antara UNS dengan BKKBN di Gedung Rektorat UNS, Solo, 
Senin (20/5/2013).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNS diwakili oleh Pembantu Rektor II UNS, Prof
 Dr. Jamal Wiwoho, SH dan BKKBN diwakili oleh Deputi Pengendalian 
Penduduk BKKBN Dr. Wendy Hartanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, Jamal 
mengatakan bahwa UNS memiliki struktur dan infrastruktur yang memadai 
untuk melaksanakan penelitian di bidang kependudukan, seperti Pusat 
Pengembangan Kependudukan (PPK) di Lembaga Penelitian dan Pengabdian 
Masyarakat (LPPM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Selain itu, di antara sembilan fakultas di 
UNS ada enam fakultas yang telah menerapkan mata kuliah kependudukan 
sebagai mata kuliah wajib,&quot; jelas Pembantu Rektor II UNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait
 dengan kerjasama itu, Jamal mengatakan bahwa untuk membantu sosialisasi
 kependudukan, saat ini UNS telah menyiapkan sebanyak 5.000 mahasiswa 
peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) saat melaksanakan KKN pada Agustus 2013
 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Wendy Hartanto mengatakan bahwa 
ketersediaan data dan penelitian adalah penting untuk dapat 
menyelesaikan masalah kependudukan. Oleh karena itu, BKKBN mengandeng 
perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya adalah UNS untuk membantu 
menyediakan data dan penelitian, bahkan sekaligus sosialisasi 
kependudukan.           &lt;strong&gt;(ade)&lt;/strong&gt;
         </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/8705167721525377963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/bkkbn-gandeng-uns-tangani-masalah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/8705167721525377963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/8705167721525377963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/bkkbn-gandeng-uns-tangani-masalah.html' title='BKKBN Gandeng UNS Tangani Masalah Kependudukan'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-8075385015002774376</id><published>2013-07-03T11:10:00.001-07:00</published><updated>2013-07-03T11:10:28.919-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keluarga Berencana"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Masalah kependudukan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teori Kependudukan"/><title type='text'>BKKBN Borong Kondom Rp25 M, untuk Siapa?</title><content type='html'>
        &lt;a href=&quot;http://img.okeinfo.net/content/2012/06/27/337/654990/K24CD1ISKH.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Foto: Lamtiur Kristin/Okezone&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;220&quot; id=&quot;detailpic&quot; src=&quot;http://img.okeinfo.net/content/2012/06/27/337/654990/K24CD1ISKH.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;MATARAM &lt;/strong&gt;- Kepala Badan Kependudukan dan 
Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief menegaskan kembali 
bahwa tidak ada pembagian kondom secara massal, seperti yang 
disebut-sebut bakal jadi salah satu program Menteri Kesehatan yang baru,
 Nafsiah Mboi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diungkapkan Sugiri usai temu kader PLKB di
 Mataram, Nusa Tenggara Barat, Menteri Kesehatan tidak pernah mengatakan
 akan membagikan kondom gratis secara massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kalau kondom yang 
dibagikan oleh BKKBN, dibagikan kepada remaja berisiko. Kalau kita 
dikatakan membantu penanggulangan HIV/AIDS, itu bagiannya saja,&quot; 
katanya, Rabu (27/6/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sugiri, pembagian kondom 
kepada remaja berisiko dalam usia subur dilakukan karena belum semua 
remaja sadar akan risiko seks bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Itu perlu, tidak semua kan imannya baik,&quot; sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BKKBN,
 lanjut Sugiri, menganggarkan Rp25 miliar untuk belanja kondom pada 
angaran tahun 2012. Kondom yang dibeli sebanyak 415 ribu gros. &quot;Dan 
ingat, itu produk dalam negeri,&quot; tutupnya.&amp;nbsp;             &lt;b&gt;(sus)&lt;/b&gt;
          </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/8075385015002774376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/bkkbn-borong-kondom-rp25-m-untuk-siapa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/8075385015002774376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/8075385015002774376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/bkkbn-borong-kondom-rp25-m-untuk-siapa.html' title='BKKBN Borong Kondom Rp25 M, untuk Siapa?'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-6914435018323718257</id><published>2013-07-03T11:07:00.002-07:00</published><updated>2013-07-03T11:07:26.371-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keluarga Berencana"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Masalah kependudukan"/><title type='text'>Indonesia Terancam Alami Ledakan Penduduk</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://img.okeinfo.net/content/2012/05/12/337/628614/QTFOKhK9KR.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dokumentasi Okezone&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;detailpic&quot; src=&quot;http://img.okeinfo.net/content/2012/05/12/337/628614/QTFOKhK9KR.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;GRESIK &lt;/strong&gt;- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga 
Berencana Nasional (BKKBN), Sugiri Syarief, mengatakan Indonesia belum 
mengalami ledakan penduduk. Namun, hal itu bisa saja terjadi jika tidak 
diantisipasi sejak saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Di Indonesia sendiri ledakan penduduk belum terjadi tapi tanda-tanda ke
 arah sana ada,&quot; kata Sugiri di Gresik, Jawa Timur, Jumat (11/5/2012).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata dia, tanda itu muncul dari beberapa hal. Pertama, vertilitas 
Indonesia sejak 2002 ke 2007 mengalami stagnasi. Kalau program KB tidak 
direvitalisasi pasti akan berakibat pada peningkatan jumlah penduduk. 
&quot;Itu akan mengakibatkan kenaikan jumlah penduduk yang sangat bermakna,&quot; 
ucapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanda yang kedua, tambahnya, struktur penduduk usia balita di Indonesia 
masih tinggi. &quot;Rasio sudah mengatakan sekitar 20 persen itu adalah cukup
 besar ini sebuah pertanda bahwa pertumbuhan masih tinggi,&quot; cetusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanda terakhir adalah jumlah generasi muda masih cukup besar sekitar 64 
juta. Sugiri khawatir jika 64 generasi muda tak menghiraukan program 
Keluarga Berencana (KB) maka berapa besar anak yang dilahirkan oleh 64 
juta generasi muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ini tentu akan menghasilkan pertumbuhan lebih besar lagi. Oleh karena 
itu kita berusaha jangan sampai ada ledakan penduduk,&quot; paparnya.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/6914435018323718257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/indonesia-terancam-alami-ledakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/6914435018323718257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/6914435018323718257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/indonesia-terancam-alami-ledakan.html' title='Indonesia Terancam Alami Ledakan Penduduk'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-2345680670243764588</id><published>2013-07-03T11:02:00.001-07:00</published><updated>2013-07-03T11:02:25.982-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perkembangan"/><title type='text'>Akta Lahir Elektronik Diluncurkan</title><content type='html'>
        &lt;a href=&quot;http://img.okeinfo.net/content/2010/05/26/338/336399/6ow4tCi8qG.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Akta Lahir (Ist)&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;detailpic&quot; src=&quot;http://img.okeinfo.net/content/2010/05/26/338/336399/6ow4tCi8qG.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil 
(Dukcapil) DKI Jakarta segera meluncurkan program akta kelahiran 
onlineakhir tahun ini, di enam rumah sakit umum daerah (RSUD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala
 Dinas Dukcapil DKI Jakarta Franky Mangatas Panjaitan mengatakan, akta 
kelahiran merupakan urusan administrasi kependudukan yang wajib 
dilakukan oleh seluruh warga DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, dokumen akta 
kelahiran merupakan pengakuan perwujudan kelahiran seseorang terkait 
dengan nama,asal-usul,dan silsilah. Selain itu di akta kelahiran 
memiliki nomor induk kependudukan (NIK) yang tercantum dalam Kartu 
Keluarga orangtua. “Ini untuk memudahkan pendaftaran sehingga semua 
orang yang lahir di Jakarta akan otomatis terdaftar,”ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut
 dia, akta kelahiran merupakan administrasi awal bagi urusan 
administrasi lainnya.Akta kelahiran juga berfungsi sebagai perlindungan 
kepada anak dengan melegalkan secara hukum peristiwa kelahiran anak 
sehingga dapat mencegah pencurian anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pengurusan 
akta kelahiran merupakan penerapan dari Undang-Undang No 23/2006 tentang
 Administrasi Kependudukan dan mengaplikasikan Peraturan Daerah (Perda) 
Provinsi DKI Jakarta No 4/2004 tentang Pendaftaran Penduduk dan 
Pencatatan Sipil di Provinsi DKI Jakarta.Di kedua peraturan tersebut 
dinyatakan setiap orang harus mempunyai NIK dan akta kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami
 akan mulai di rumah sakit umum daerah di DKI Jakarta dan puskesmas yang
 melakukan fungsi pelayanan kelahiran. Mudah-mudahan akhir tahun ini 
bisa di-launching,” paparnya. Sistem ini akan diprogramkan online dengan
 kelurahan sehingga akta kelahiran bisa langsung didapatkan di rumah 
sakit atau puskesmas tanpa mendatangi lagi kelurahan setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem
 integrasi ini secara otomatis membuatkan NIK anak dan data kependudukan
 dan bisa langsung dimasukkan dalam KK orang tuanya. “Dengan demikian, 
pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik lagi. Karena masyarakat 
tidak perlu bolak-balik, cukup di tempat peristiwa kelahiran itu 
terjadi, akta bisa didapatkan.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta 
Ida Mahmudah mendukung rencana Dinas Dukcapil membuat akta online. 
Namun, dia berharap pembuatan akta online tersebut dapat menyentuh semua
 kalangan. “Karena banyak masyarakat yang justru tidak mengerti dengan 
hal ini sehingga harus menyentuh hingga ke bawah,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia 
melanjutkan, pihaknya juga menyarankan kalau Dukcapil harusnya bisa 
merangkul para bidan yang ada di pelosok kampung. Sebab,masyarakat bawah
 lebih memilih menggunakan jasa bidan untuk melahirkan dibandingkan ke 
puskesmas. “Saya rasa perlu ada kerja sama dengan para bidan, karena di 
perkampungan banyak juga yang lebih memilih bidan dibandingkan ke rumah 
sakit atau puskesmas,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu petugas puskesmas di
 kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Amril Muhammad 
mengatakan,pihaknya sudah mendengar kabar tersebut. Namun, sampai 
kemarin belum ada penambahan perlengkapan terkait penggunaan sistem 
online. “Namun, kalau memang untuk pelayanan, makakami siap,” tandasnya.
             &lt;b&gt;(Koran SI/Koran SI/ram)&lt;/b&gt;
          </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/2345680670243764588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/akta-lahir-elektronik-diluncurkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/2345680670243764588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/2345680670243764588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/akta-lahir-elektronik-diluncurkan.html' title='Akta Lahir Elektronik Diluncurkan'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-5656027344230753522</id><published>2013-07-03T10:56:00.000-07:00</published><updated>2013-07-03T10:56:06.499-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Masalah kependudukan"/><title type='text'>Walah... XXX Masuk Daftar Pemilih Pilgub Jateng</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://img.okeinfo.net/content/2013/02/05/513/757020/47ar4U7ps9.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ilustrasi&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://img.okeinfo.net/content/2013/02/05/513/757020/47ar4U7ps9.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;SRAGEN&lt;/strong&gt;- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten
 Sragen, Jawa Tengah, menemukan banyak nama-nama misterius dalam daftar 
calon pemilih pada Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2013.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnya,
 nama aneh yang ditemukan, seperti Mr X, Mr XX, Mr XXX, Mr Doble, GI, 
SI, TOR, FJT, dan ATK&amp;nbsp;juga memiliki nomor induk kependudukan (NIK). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 &quot;Nama-nama calon pemilih misterius tersebut ditemukan oleh Panitia 
Pengawas Kecamatan (Panwascam) Desa Sepat, Pilang, Sidodadi dan Jati 
Kecamatan Masaran melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap 
DP4. Lebih mengejutkan lagi, nama-nama misterius tersebut seluruhnya 
memiliki NIK,&quot; papar Ketua Panwaslu Sragen, Slamet Basuki, Selasa 
(5/2/2013).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
Untuk itu, sejumlah nama calon pemilih yang masuk DP4 harus 
dilakukan pencocokan dan penelitian. Pihaknya menduga, masih ada temuan 
serupa yang terjadi di kecamatan lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;Atas temuan nama-nama 
misterius itu, panwaslu segera memanggil pihak Dinas Kependudukan dan 
Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sragen untuk mengklarifikasi 
data kependudukan. Kenapa sampai ada nama-nama misterius masuk sebagai 
calon pemilih, apakah ada kesengajaan atau tidak,&quot; ujarnya penuh tanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Hasil dari klarifikasi tersebut akan dijadikan pegangan Panwaslu Sragen
 untuk mengambil langkah setelah melaporkan penemuan tersebut kepada 
Bawaslu.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/5656027344230753522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/walah-xxx-masuk-daftar-pemilih-pilgub.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/5656027344230753522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/5656027344230753522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/walah-xxx-masuk-daftar-pemilih-pilgub.html' title='Walah... XXX Masuk Daftar Pemilih Pilgub Jateng'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-5627571887994318750</id><published>2013-07-03T10:54:00.002-07:00</published><updated>2013-07-03T10:54:11.957-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keluarga Berencana"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Masalah kependudukan"/><title type='text'>BKKBN Minta Peningkatan Status jadi Kementerian</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://img.okeinfo.net/content/2011/12/09/337/540137/mU3OZY7iJT.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ilustrasi&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;detailpic&quot; src=&quot;http://img.okeinfo.net/content/2011/12/09/337/540137/mU3OZY7iJT.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;BATAM&lt;/strong&gt; - Lemahnya koordinasi, informasi, dan 
sinkronisasi antar lembaga yang mengemban pelaksanaan program 
kependudukan dan KB membuat upaya pengendalian penduduk terhambat. 
Selain itu, terkadang usaha untuk menerbitkan peraturan-peraturan 
pemerintah sebagai penunjang Undang-Undang menemui jalan buntu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebut saja peraturan pemerintah untuk mendukung Undang-Undang Nomor 52 
tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga 
yang hingga saat ini masih belum terealisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan soal lambat, tapi karena memang banyak kendala untuk menerbitkan 
PP salah satunya persoalan kelembagaan yang tidak kuat,” kata Sekertaris
 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Sudibyo Alimoeso di
 Batam, Jumat (9/12/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudibyo menambahkan, persoalan kelembagaan ini bisa diselesaikan bila 
ada terobosan, salah satunya dengan meningkatkan status BKKBN menjadi 
setingkat kementerian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, anggota komisi IX DPR Sri Rahayu mengatakan, usulan 
peningkatan status adalah hal yang wajar. &quot;Peningkatan status itu 
tentunya akan membuat BKKBN menjadi baik dan memiliki otonomi yang kuat.
 Tidak tergantung, DPR tentunya akan sangat mendukung hal ini,”kata Sri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Sri mengatakan untuk peningkatan status diperlukan perubahan atas
 Undang-Undang nomor 52 tahun 2009 terlebih dahulu. &quot;Peningkatan status 
memang belum disampailan ke pemerintah. Yang pasti harus diubah dulu 
Undang-Undang nomor 52 yang memuat status BKKBN,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk diketahui, Saat ini berdasarkan Perpres nomor 62 tahun 2010, BKKBN
 berada di bawah Kementerian Kesehatan. Sebelumnya BKKBN merupakan badan
 otonom.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/5627571887994318750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/bkkbn-minta-peningkatan-status-jadi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/5627571887994318750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/5627571887994318750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/bkkbn-minta-peningkatan-status-jadi.html' title='BKKBN Minta Peningkatan Status jadi Kementerian'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-5572219233798432784</id><published>2013-07-03T10:43:00.001-07:00</published><updated>2013-07-03T10:43:48.213-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keluarga Berencana"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Masalah kependudukan"/><title type='text'>Masalah Kependudukan Terhadap Pembangunan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013/06/1371954311412407994.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;1371954311412407994&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;size-full wp-image-269865  &quot; height=&quot;299&quot; src=&quot;http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013/06/1371954311412407994.jpg&quot; title=&quot;1371954311412407994&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Keluarga
 Berencana (KB) akan terlintas image bahwa dalam memiiki anak cukup dua 
saja dan sebisa mungkin menciptakan keluarga kecil agar bahagia 
sejahtera. Tetapi setelah saya mengikuti semiinar selama kurang lebih 2 
jam bersama BKKBN 19/06 lalu, saya menjadi lebih paham bahwa Keluarga 
Berencana itu tak sekadar mempunyai keluarga kecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption aligncenter&quot; id=&quot;attachment_269865&quot; style=&quot;width: 548px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
Ibu Ninuk (Kompas) Prof Fasli (BKKBN) Bang Isjet (Kompasiana)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Dengan
 Narasumber kepala BKKBN Prof.dr.H.Fasli Jalal, Sp.GK, Phd di Tartine 
FX. Kami diberikan pengetahuan luas terkait kependudukan yang terjadi di
 Indonesia. Permasalahan kependudukan ini sangat berdampak terhadap 
kualitas pembangunan bangsa. Karena ditinjau dari perbandingan jumlah 
penduduk yang tinggi terhadap kesempatan masyarakat mengenyam pendidikan
 yang layak akan menjadi masalah jika pemerataannya kurang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Isu kependudukan telah lama menadi perhatian negara, Meskipun baru dimulai pada zaman Orde Baru (1970an).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Pada
 zaman Hindia Belanda, diberlakukan solusi Transmigrasi, yaitu 
perpindahan penduduk dari Jawa ke luar Pulau Jawa. Pada era Soekarno 
program Transmigrasi dilakukan pada Taun 1950an dan mendukung 
pro-natalis yaitu mendukung masyarakat untuk berketurunan banyak agar 
negara cepat berkembang penduduknya. Namun di era Soeharto berlawanan, 
menjadi Antinatalis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kebijakan
 Antinatalis yang menjadikan KB sebagai program Nasional cukup berhasil 
di era kepemimpinan Soeharto. Sebab berhasil menekan angka pertumbuhan 
penduduk. Terbukti dengan melesetkan perkiraan ahli, Widjojo Nitisastro 
yang memperkirakan jumlah penduduk Indonesia akan menjadi 350 Juta pada 
Tahun 2000 dan natanael Iskandar memperkirakan penurunan pada jumlah 280
 Juta jiwa. Nyatanya pada Tahun 2000 tercatat hanya 206 Juta jiwa saja 
atau berhasil dicegah 74 Juta-144 juta kelahiran dalam 30 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kebijakan
 KB banyak dkritik serta menjadi pertentangan hati nurani bagi sebagian 
masyarakat. Karena dianggap menghalangi hak asasi untuk reproduksi. 
Terutama bagi kaum perempuan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Prof.dr.Fasli
 Jalal mengemukakan “ Apa yang sering diungkapkan sebagian masyarakat 
yang memberikan pandangan, bahwa mempunyai anak adalah hak indvidu yang 
bebas dilakukan adalah tidak mempunyai alasan dasar. Sebab orangtua yang
 demikian tak memikirkan bagaimana kesejahteraan anak-anaknya kemudian 
hari dalam kondisi yang serba kekurangan.” Tambahya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Alasan
 yang dikemukakan Prof.dr.Fasli Jalal adalah sangat mendasar. Mengingat 
laju pertumbuhan penduduk yang sedang dialami Bangsa Indonesia sangat 
tidak seimbang dengan kualitas pendidikan, kesehatan, produktivitas dan 
kesejahteraannya. Secara realita masih tidak merata penyebaran penduduk 
untuk Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Masih banyaknya fasilitas 
kesehatan yang tak memadai dan tak dapat melayani masayarakat secara 
maksimal. Angka pengangguran semakin meningkat. Persaingan ketat dan hal
 ini menimbulkan kesenjangan sosial yang berdampak pada pelaksanaan 
pembangunan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sebagian
 masalah yang mengakibatkan terjadinya pertumbuhan penduduk yang tak 
seimbang adalah pernikahan dini. Terutama mindset pada masyarakat 
pedesaan yang masih terpaku pada adat. Juga remaja perkotaan yang 
melakukan pergaulan bebas. Sehingga pada saat mereka menikah belum siap 
secara psikologis dan ekonomi. Hal ini mengakibatkan angka kawin-cerai 
meningkat. Sementara mereka masih punya tanggungan yang terabaikan. 
Begitu menikah lagi punya lagi anak yang semakin menjadi beban 
tanggungan hidupnya. Maka disarankan usia pernikahan ideal bagi 
laki-laki adalah usia 25 Tahun dan bagi perempuan 21 Tahun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Usia
 perempuan 21 Tahun karena dianggap sudah lebih siap dalam rahimnya 
untuk menerima janin, pemikiranpun sudah lebih matang. Sedangkan 
laki-laki 25 Tahun usia idealnya untuk menikah karena laki-laki pada 
usia tersebut sudah bisa melindungi istri dengan rata-rata penghasilan 
dari pekerjaanya sudah layak menghidupi keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Dari
 segi urgensi, saya berpendapat bahwa KB adalah perlu didukung untuk 
menekan pertambahan penduduk yang tak seimbang dengan kualitas 
pendidikan, produktivitas dan kesejahteraannya. Karena dengan demikian, 
kesempatan negara untuk memberi celah pembangunan yang leluasa akan bisa
 dicapai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;BKKBN
 telah melakukan kerjasama dengan pihak-pihak kompeten di berbagai 
daerah. Misalnya penyuluhan KB dengan bagi-bagi alat kntrasepsi gratis, 
konsultasi secara berkala kepada masyarakat. Bukan hanya itu, BKKBN juga
 bekerjasama dengan BNN untuk penyuluhan anti narkoba, memberi pelatihan
 bagaimana mewujudkan sebuah keluarga yang berkualitas dan lain-lain. 
Jadi masalah kependudukan adalah masalah yang luas. Setiap masyarakat 
wajib ambil peran didalamnya agar program ini sukses dan dapat dirasakan
 dengan maksimal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Yang
 perlu digarisbawahi pada saat ini adalah bangsa Indonesia harus bisa 
menumbuhkan sumber daya manusia berkualitas dengan meningkatkan 
pendidikan, memperbanyak skill dan membentuk moral yang luhur bagi 
masyarakatnya. Sebab dengan kondisi demikian, penduduk sebanyak apapun 
pertumbuhannya, akan menjadi seimbang pembangunannya. Dan segala kendala
 dapat di minimalisir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/5572219233798432784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/masalah-kependudukan-terhadap.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/5572219233798432784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/5572219233798432784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/masalah-kependudukan-terhadap.html' title='Masalah Kependudukan Terhadap Pembangunan'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-7810865946109364769</id><published>2013-07-03T10:41:00.001-07:00</published><updated>2013-07-03T10:41:00.988-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keluarga Berencana"/><title type='text'>Program KB Berbasis Pasar Tradisional Diluncurkan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/12/1125464-20121212irekeluarga-berencana-berbasis-pasar-tradisional-diluncurkan-p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;249&quot; src=&quot;http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/12/1125464-20121212irekeluarga-berencana-berbasis-pasar-tradisional-diluncurkan-p.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong&gt;INDRALAYA, KOMPAS.com — &lt;/strong&gt;Program Keluarga Berencana 
(KB) berbasis pasar tradisional diluncurkan di Pasar Tanjung Raja, 
Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (12/12/2012).&lt;br /&gt;
Program 
bertajuk &quot;Gerakan Pemberdayaan Keluarga Pas Sasaran (Gerebek Pasar)&quot; ini
 dimaksudkan untuk menyosialisasikan gerakan KB melalui pasar 
tradisional.&lt;br /&gt;
Acara yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan 
Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) itu dihadiri camat dan lurah di 
seluruh Ogan Ilir. Selain itu, dibuka klinik KB gratis di mobil-mobil 
operasional.&lt;br /&gt;
Sebanyak 15 pria juga mendaftarkan diri untuk 
vasektomi. Selain gratis, para kaum lelaki yang menjalani operasi kecil 
di mobil operasional itu juga memperoleh Rp 150.000 per orang sebagai 
bantuan jatah hidup tiga hari.&lt;br /&gt;
&quot;Ini karena mereka harus istirahat,
 tak bisa kerja tiga hari setelah operasi ini,&quot; kata Evi Siliviani, 
Kasubdit Kesertaan KB Jalur Wilayah dan Sasaran Khusus BKKBN Sumsel.&lt;br /&gt;
Wakil Bupati Ogan Ilir Daud Hasyim mengatakan, gerakan ini diharapkan meningkatkan kemauan masyarakat untuk KB.&lt;br /&gt;
Melalui
 pasar, sosialisasi KB diharap lebih efektif mengingat pasar tradisional
 menjadi lokasi bertemunya masyarakat dari berbagai kalangan.&lt;br /&gt;
Program
 ini juga diharapkan bisa menjadi proyek percontohan untuk Indonesia. 
Saat ini, pertambahan penduduk di Indonesia sekitar empat juta setahun. 
Pertumbuhan penduduk dinilai perlu segera diredam.

  </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/7810865946109364769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/program-kb-berbasis-pasar-tradisional.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/7810865946109364769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/7810865946109364769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/program-kb-berbasis-pasar-tradisional.html' title='Program KB Berbasis Pasar Tradisional Diluncurkan'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-8258979441640882018</id><published>2013-07-03T10:36:00.001-07:00</published><updated>2013-07-03T10:37:00.257-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Masalah kependudukan"/><title type='text'>Warga Eks Timtim Minta Akta Kelahiran Digratiskan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://assets.kompas.com/data/photo/2013/06/24/0820136Pertemuan-DPRD-dengan-kelompok-Anak780x390.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;199&quot; src=&quot;http://assets.kompas.com/data/photo/2013/06/24/0820136Pertemuan-DPRD-dengan-kelompok-Anak780x390.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong&gt;KEFAMENANU, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Sejumlah warga eks Timor Timur
 di Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara 
(TTU), Nusa Tenggara Timur, meminta pengurusan akta kelahiran untuk 
anak-anak mereka digratiskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disampaikan 30 warga perbatasan RI-Timor Leste itu, di sela-sela &lt;em&gt;hearing&lt;/em&gt;
 antara anggota DPRD Kabupaten TTU, yang difasilitasi oleh Plan 
Indonesia Program Unit Kefamenanu dengan dukungan dana dari Uni Eropa, 
Minggu (23/6/2013). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi permintaan itu, anggota DPRD 
Kabupaten TTU, Agustinus Talan mengatakan akan mengusulkan hal itu dalam
 sidang paripurna di DPRD. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini permintaan yang memiliki makna 
filosofis dan tentunya kita akan berkomitmen untuk menyampaikan dalam 
sidang paripurna nanti, agar akta kelahiran bagi anak-anak dari penduduk
 eks Timor Leste, dibebaskan dari biaya administrasi,” jelas Talan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talan
 juga menyatakan kesediannya membantu pengurusan akte kelahiran bagi 111
 anak SMPN Napan yang sampai saat ini, belum juga memiliki akta 
kelahiran. &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;images-area-img-alt2&quot;&gt;
        
      &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;“Akta kelahiran sangatlah penting dimiliki oleh semua
 warga negara, karena khusus untuk anak-anak, yang kelak akan melamar 
pekerjaan salah satu persyaratannya harus memiliki akta kelahiran,”kata 
Talan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adik-adik ini kita pacu untuk memiliki akta kelahiran, 
karena apabila mau tes polisi, pegawai negeri sipil atau pekerjaan 
lainnya, harus urus akta Kelahiran. Saya siap bantu telepon Kepala Dinas
 Kependudukan dan Catatan Sipil, urus satu hari saja selesai, apabila 
semua dokumen persyaratan telah lengkap,” papar Talan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Universal Birth Registration Supervisor, Plan Indonesia PU Kefamenanu, Tirza Claudia, mengatakan &lt;em class=&quot;mceContentBody &quot; dir=&quot;ltr&quot; id=&quot;tinymce&quot;&gt;hearing&lt;/em&gt;
 bertujuan untuk membantu anggota DPRD memahami situasi anak-anak dan 
pemuda di desa serta meyakinkan anggota parlemen tentang pentingnya 
pencatatan kelahiran dan advokasi untuk penerapan peraturan daerah 
tentang desentralisasi pelayanan pencatatan kelahiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Plan 
Indonesia sebagai LSM International, sangat fokus terhadap isu rendahnya
 tingkat kepemilikan akte kelahiran di Kabupaten TTU, sehingga pertemuan
 dengan anggota DPRD ini pun masih akan dilakukan di tiga desa lainnya 
di Kecamatan Bikomi Utara pada tanggal 25 sampai 26 Juni 2013 
mendatang,” jelas Claudia.
  </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/8258979441640882018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/warga-eks-timtim-minta-akta-kelahiran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/8258979441640882018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/8258979441640882018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/warga-eks-timtim-minta-akta-kelahiran.html' title='Warga Eks Timtim Minta Akta Kelahiran Digratiskan'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-7308741116496129854</id><published>2013-07-03T10:24:00.001-07:00</published><updated>2013-07-03T10:28:28.044-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pertumbuhan Penduduk"/><title type='text'>Pertumbuhan Penduduk Dunia Lampaui Prediksi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://assets.kompas.com/data/photo/2013/06/14/1846362-jalanan-padat-di-new-delhi-india-620X310.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://assets.kompas.com/data/photo/2013/06/14/1846362-jalanan-padat-di-new-delhi-india-620X310.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong&gt;NEW YORK, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Perserikatan Bangsa-Bangsa 
mengungkapkan, pertumbuhan jumlah penduduk dunia ternyata lebih tinggi 
daripada perkiraan dua tahun lalu. Revisi prediksi pertumbuhan tersebut 
memunculkan &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;images-area-img-alt2&quot;&gt;
        
      &lt;/div&gt;
pertanyaan soal daya dukung alam dan sejumlah masalah lain.&lt;br /&gt;
Dalam
 laporan bertajuk ”Prospek Populasi Dunia: Revisi 2012” yang dirilis di 
Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, Jumat (14/6), disebutkan,
 penduduk dunia akan naik menjadi 8,1 miliar jiwa pada tahun 2025 dari 
jumlah 7,2 miliar jiwa saat ni. Jumlah itu akan terus berkembang menjadi
 9,6 miliar pada tahun 2050. Prediksi sebelumnya, penduduk dunia 
diperkirakan ”hanya” mencapai 9,3 miliar jiwa pada 2050.&lt;br /&gt;
Menurut 
laporan terbaru ini, pertumbuhan penduduk paling tinggi akan terjadi di 
negara-negara berkembang, dan lebih dari setengah penambahan jumlah 
penduduk dunia itu akan terjadi di Afrika. PBB memperkirakan, pada awal 
abad depan, populasi penduduk bumi bisa mencapai 16,6 miliar jiwa. 
Pertumbuhan penduduk terbesar akan terjadi di negara-negara miskin.&lt;br /&gt;
”Meski
 pertumbuhan penduduk di dunia secara keseluruhan telah melambat, 
laporan ini mengingatkan kita bahwa beberapa negara berkembang, terutama
 di Afrika, pertumbuhan penduduknya masih pesat,” kata Asisten 
Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Ekonomi dan Sosial Wu Hongbo, Jumat
 (14/6/2013).&lt;br /&gt;
Menurut laporan itu, populasi Afrika bisa meningkat 
dari 1,1 miliar jiwa pada tahun 2013 menjadi 2,4 miliar jiwa pada tahun 
2050, dan berpotensi menjadi 4,2 miliar jiwa pada tahun 2100. 
Pertumbuhan populasi yang lebih tinggi dari perkiraan semula itu 
memunculkan sejumlah pertanyaan soal daya dukung.&lt;br /&gt;Organisasi World 
Population Balance menyatakan, sumber daya yang dimiliki planet Bumi 
saat ini idealnya hanya mampu mendukung sekitar 2 miliar orang dengan 
standar hidup di Eropa.&lt;br /&gt;
Majalah Scientific American pada 27 
Oktober 2011 menurunkan laporan yang menyebutkan populasi yang semakin 
besar juga membutuhkan sumber daya lebih banyak, mulai dari air, pangan,
 mineral, hingga energi dan ketersediaan lahan untuk pertanian.&lt;br /&gt;
Direktur
 Divisi Populasi pada Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB John 
Wilmoth mengatakan, peningkatan populasi memang diproyeksikan akan 
menimbulkan tantangan. Namun, tantangan terbesar bukan pada ketersediaan
 sumber daya, misalnya bahan pangan.&lt;br /&gt;
”Dunia telah sangat 
berpengalaman dalam menghadapi pertumbuhan penduduk yang cepat. Populasi
 dunia meningkat dua kali lipat antara tahun 1960 dan 2000. (Namun) 
suplai pangan dunia juga meningkat lebih dari dua kali lipat pada 
periode yang sama,” kata Wilmoth.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Dua ekstrem&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Menurut
 dia, yang paling mengkhawatirkan adalah munculnya dua kondisi ekstrem. 
Di satu sisi, pertumbuhan penduduk cepat di negara-negara miskin. 
Sebaliknya, di negara-negara kaya, populasi penduduknya menurun dengan 
penduduk yang makin tua.&lt;br /&gt;
Jumlah penduduk di negara-negara paling 
terbelakang diperkirakan akan naik dua kali lipat dari 898 juta jiwa 
tahun ini menjadi sekitar 1,8 miliar jiwa pada tahun 2050. Adapun 
populasi negara-negara maju diperkirakan hanya bertambah dari 1,25 
miliar pada tahun ini menjadi 1,28 miliar pada tahun 2100.&lt;br /&gt;
Wilmoth
 mengatakan, untuk mencegah timbulnya masalah itu, yang perlu dihindari 
saat ini adalah pertumbuhan cepat karena angka fertilitas terlalu 
tinggi, atau penuaan populasi yang cepat karena angka fertilitas terlalu
 rendah.&lt;br /&gt;
Menurut Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan 
Reproduksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Julianto 
Witjaksono, Jumat, saat ini angka fertilitas total (TFR) Indonesia 2,6 
dan mengalami stagnasi selama 10 tahun. Target menurunkan TFR pada tahun
 2015 menjadi 2,1 tidak tercapai.&lt;br /&gt;
Menurut Julianto, target 
penurunan TFR itu akan disesuaikan secara bertahap, yakni 2,3 pada tahun
 2015; 2,2 pada tahun 2020; dan 2,1 pada tahun 2025. Jika target 
tercapai, penduduk Indonesia diproyeksikan menjadi 281,5 juta pada tahun
 2025 dan 330 juta jiwa pada tahun 2050.&lt;br /&gt;
Jika target tidak 
tercapai, jumlah penduduk Indonesia akan meledak dan menjadi beban 
perekonomian. Anggaran negara akan banyak terserap untuk penyediaan 
pangan dan layanan pendidikan dan kesehatan.&lt;br /&gt;
Terkait ketahanan 
pangan Indonesia, Deputy Country Director Oxfam Aloy Suratin mengatakan,
 Indonesia memiliki potensi untuk bisa memenuhi kebutuhan pangannya 
sendiri secara swasembada.&lt;br /&gt;
Tantangan yang dihadapi Indonesia 
terutama pada ketersediaan lahan dan risiko dalam proses produksi 
pangan. Di samping itu, pangan lokal juga harus menjadi strategi utama 
dari swasembada pangan.(AP/AFP/JOS/ATK/ISW/DHF)</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/7308741116496129854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/pertumbuhan-penduduk-dunia-lampaui.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/7308741116496129854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/7308741116496129854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/07/pertumbuhan-penduduk-dunia-lampaui.html' title='Pertumbuhan Penduduk Dunia Lampaui Prediksi'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-7107511750812810267</id><published>2013-06-19T01:53:00.000-07:00</published><updated>2013-07-03T10:25:22.589-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="KTP"/><title type='text'>Tanpa E-KTP, Warga Kehilangan Status Kependudukan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;img alt=&quot;Tanpa E-KTP, Warga Kehilangan Status Kependudukan&quot; src=&quot;http://statik.tempo.co/data/2013/03/19/id_173061/173061_620.jpg&quot; title=&quot;Tanpa E-KTP, Warga Kehilangan Status Kependudukan&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;strong&gt;TEMPO.CO&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yogyakarta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; - Warga yang belum memproses kartu tanda penduduk elektronik (&lt;em&gt;e-KTP&lt;/em&gt;)  hingga 31 Desember 2013 terancam kehilangan statusnya sebagai penduduk.  Batas waktu itu merupakan akhir berlakunya KTP lawas. “Kalau awal 2014  belum melakukan perekaman biometrik, penduduk akan kehilangan bukti  resmi sebagai penduduk,” kata Kepala Biro Tata Pemerintahan Daerah  Istimewa Yogyakarta, Mudji Raharjo, Rabu, 12 Juni 2013.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian Dalam Negeri kembali memperpanjang pengurusan rekaman biometrik untuk &lt;em&gt;e-KTP&lt;/em&gt; secara reguler hingga 31 Oktober 2013. Daer&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;crop&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;ah diminta mengoptimalkan pelayanan pembuatan &lt;em&gt;e-KTP&lt;/em&gt; dengan melacak keberadaan penduduk wajib KTP yang belum merekam data. Bahkan di Kulon Progo dilakukan &lt;em&gt;shock therapy&lt;/em&gt;.  “Yang tidak melakukan perekaman data hingga Juni ini, KTP-nya akan  dibekukan,” kata Kepala Seksi Data dan Teknologi Informasi Dinas  Kependudukan Kulon Progo, Tri Aryani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data per 23 Mei  2013, penduduk wajib KTP di DIY yang sudah melakukan perekaman  biometrik sebanyak 79,24 persen atau 2.368.375 orang dari pendudukan  wajib KTP 2.988.941 orang. Dengan demikian, potensi penduduk yang belum  terekam 538.006 orang. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tiap wilayah juga harus mendata hingga  ke sekolah, khususnya untuk memperoleh data siswa yang pada 10 Desember  mendatang telah berusia 17 tahun. Berbagai upaya telah dilakukan agar  penduduk wajib&lt;em&gt; e-KTP&lt;/em&gt; segera melakukan perekaman biometrik. Mulai dengan mengerahkan petugas ke rumah hingga pelayanan pada Sabtu dan Ahad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan petugas pun memproses pembuatan &lt;em&gt;e-KTP&lt;/em&gt; untuk penderita gangguan jiwa. Sejumlah kesulitan pun terjadi, seperti  kasus di Kampung Dipowinatan, Mergangsan, Kota Yogyakarta. Warga  penderita gangguan jiwa menolak duduk untuk difoto. “Akhirnya, foto pun  dilakukan sambil berdiri di halaman rumah,” ujar Mahadeva Wahyu  Sugianto, ketua rukun warga setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kepala Bagian  Kependudukan Biro Tata Pemerintahan DIY, Riyadi Mujiarto, warga yang  mengidap gangguan jiwa cukup difoto. Proses foto pun tidak diharuskan  menggunakan latar belakang warna merah dan biru. “Jadi tidak menutup  kemungkinan foto mereka sangat ekspresif,” kata Riyadi.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/7107511750812810267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/06/tanpa-e-ktp-warga-kehilangan-status.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/7107511750812810267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/7107511750812810267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/06/tanpa-e-ktp-warga-kehilangan-status.html' title='Tanpa E-KTP, Warga Kehilangan Status Kependudukan'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-5416372800557898668</id><published>2013-06-19T01:43:00.000-07:00</published><updated>2013-07-03T10:32:52.964-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teori Kependudukan"/><title type='text'>Teori - Teori Kependudukan Part 3 -- END</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://capil.muaraenimkab.go.id/wp-content/uploads/2012/12/Malthus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Teori-Teori Kependudukan&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;single-thumbnail featured&quot; height=&quot;260&quot; src=&quot;http://capil.muaraenimkab.go.id/wp-content/uploads/2012/12/Malthus.jpg&quot; width=&quot;470&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Teori Kependudukan Kontemporer&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Teori Fisiologi dan sosial ekonomi&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a. John Stuart Mill&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;John Stuart Mill, seorang ahli filsafat  dan ahli ekonomi berkebangsaan Inggris dapat menerima pendapat Malthus  mengenai laju pertumbuhan penduduk melampaui laju pertumbuhan bahan  makanan sebagai suatu aksioma. Namun demikian dia berpendapat bahwa pada  situasi tertentu manusia dapat mempengaruhi perilaku demografinya.  Selanjutnya ia mengatakan apabila produktivitas seorang tinggi ia  cenderung ingin memiliki keluarga kecil. Dalam situasi seperti ini  fertilitas akan rendah. Jadi taraf hidup (standard of living) merupakan  determinan fertilitas. Tidaklah benar bahwa kemiskinan tidak dapat  dihindarkan (seperti dikatakn Malthus) atau kemiskinan itu disebabkan  karena sistem kapitalis (seperti pendapat Marx) dengan mengatakan “The  niggardline of nature, not the injustice of society is the cause of the  penalty attached to everpopulation (Week, 1992).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kalau suatu waktu di suatu wilayah  terjadi kekurangan bahan makanan, maka keadaan ini hanyalah bersifat  sementara saja. Pemecahannya ada dua kemungkinan yaitu : mengimpor bahan  makanan, atau memindahkan sebagian penduduk wilayah tersebut ke wilayah  lain.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memperhatikan bahwa tinggi rendahnya  tingkat kelahirann ditentukan oleh manusia itu sendiri, maka Mill  menyarankan untuk meningkatkan tingkat golongan yang tidak mampu. Dengan  meningkatnya pendidikan penduduk maka secara rasional maka mereka  mempertimbangkan perlu tidaknya menambah jumlah anak sesuai dengan  karier dan usaha yang ada. Di sampan itu Mill berpendapat bahwa umumnya  perempuan tidak menghendaki anak yang banya, dan apabila kehendak mereka  diperhatikan maka tingkat kelahiran akan rendah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b. Arsene Dumont&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Arsene Dumont seorang ahli demografi  bangsa Perancis yang hidup pada akhir abad ke-19. Pada tahun 1980 dia  menulis sebuah artikel berjudul Depopulation et Civilization. Ia  melancarkan teori penduduk baru yang disebut dengan teori kapilaritas  sosial (theory of social capilarity). Kapilaritas sosial mengacu kepada  keinginan seseorang untuk mencapai kedudukan yang tinggi di masyarakat,  misalnya: seorang ayah selalu mengharapkan dan berusaha agar anaknya  memperoleh kedudukan sosial ekonomi yang tinggi melebihi apa yang dia  sendiri telah mencapainya. Untuk dapat mencapai kedudukan yang tinggi  dalam masyarakat, keluarga yang besar merupakan beban yang berat dan  perintang. Konsep ini dibuat berdasarkan atas analogi bahwa cairan akan  naik pada sebuah pipa kapiler.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Teori kapilaritas sosial dapat  berkembang dengan baik pada negara demokrasi, dimana tiap-tiap individu  mempunyai kebebasan untuk mencapai kedudukan yang tinggi di masyarakat.  Di negara Perancis pada abad ke-19 misalnya, dimana system demokrasi  sangat baik, tiap-tiap orang berlomba mencapai kedudukan yang tinggi dan  sebagai akibatnya angka kelahiran turun dengan cepat. Di negara  sosialis dimana tidak ada kebebasanuntuk mencapai kedudukan yang tinggi  di masyarakat, system kapilaritas sosial tidak dapat berjalan dengan  baik.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;c. Emili Durkheim&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Emile Durkheim adalah seorang ahli  sosiologis Perancis yang hidup pada akhir abad ke-19. Apabila Dumont  menekankan perhatiannya pada faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan  penduduk, maka Durkheim menekankan perhatiannya pada keadaan akibat  dari adanya pertumbuhan penduduk yang tinggi (Weeks, 1992). Ia  mengatakan, akibat dari tingginya pertumbuhan penduduk, akan timbul  persaingan diantara penduduk untuk dapat mempertahankan hidup. Dalam  memenangkan persaingan tiap-tiap tiap-tiap orang berusaha untuk  meningkatkan pendidikan dan keterampilan, dan mengambil spesialisasi  tertentu, keadaan seperti ini jelas terlihat pada kehidupan masyarakat  perkotaan dengan kehidupan yang kompleks.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apabila dibandingkan antara kehidupan  masyarakat tradisional dan masyarakat perkotaan, akan terlihat bahwa  pada masyarakat tradisional tidak terjadi persaingan dalam memperoleh  pekerjaan, tetapi pada masyarakat industri akan terjadi sebaliknya. Hal  ini disebabkan ada masyarakat industri tingkat pertumbuhan dan kepadatan  penduduknya tinggi. Tesis dari Durkheim ini didasarkan atas teori  evolusi dari Darwin dan juga pemikiran dari Ibn Khaldun.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;d. Michael Thomas Sadler dan Doubleday&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kedua ahli ini adalah penganut teori  fisiologis. Sadler mengemukakan, bahwa daya reproduksi manusia dibatasi  oleh jumlah penduduk yang ada di suatu wilyah atau negara. Jika  kepadatan penduduk tinggi, daya reproduksi manusia akan menurun,  sebaliknya jika kepadatan penduduk rendah, daya reproduksi manusia akan  menungkat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Thomson (1953) meragukan kebenaran teori  ini setelah melihat keadaan di Jawa, India dan Cina dimana penduduknya  sangat padat, tetapi pertumbuhan penduduknya juga tinggi. Dalam hal ini  Malthus lebih konkret argumentasinya dari pada Sadler. Malthus  mengatakan bahwa penduduk disuatu daerah dapat mempunyai tingkat  fertilitas yang tinggi, tetapi dalam pertumbuhan alaminya rendah karena  tingginya tingkat kematian. Namun demikian, penduduk tidak dapat  mempunyai fertilitas tinggi, apabila tidak mempunyai kesuburan  (fecunditas) yang tinggi, tetapi penduduk dengan tingkat kesuburan  tinggi dapat juga tingkat fertilitasnya rendah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Teori Doubleday hamper sama dengan teori  Sadler, hanya titik tolaknya berbeda. Kalau Sadler mengatakan bahwa  daya reproduksi penduduk berbanding terbalik dengan tingkat kepadatan  penduduk, maka Doubleday berpendapat bahwa daya reproduksi penduduk  berbanding terbalik dengan bahan makanan yang tersedia. Jadi kenaikan  kemakmuran menyebabkan turunnya daya reproduksi manusia. Jika suatu  jenis makhluk diancam bahaya, mereka akan mempertahankan diri dengan  segala daya yang mereka miliki. Mereka akan mengimbanginya dengan daya  reproduksi yang lebih besar (Iskandar, 1980).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut Doubleday, kekurangan bahan  makanan akan merupakan perangsang bagiu daya reproduksi manusia, sedang  kelebihan pangan justru merupakan faktor penegkang perkembangan  penduduk. Dalam golongan masyarakat yang berpendapatan rendah,  seringkali terdiri dari penduduk dengan keluarga besar, sebaliknya orang  yang mempunyai kedudukan yang lebih baik biasanya jumlah keluarganya  kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rupa-rupanya teori fisiologis ini banyak  diilhami dari teori aksi an reaksi dalam meninjau perkembangan penduduk  suatu negara atau wilayah. Teori ini dapat menjelaskan bahwa semakin  tinggi tingkat mortalitas penduduk semakin tinggi pula tingkat produksi  manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;e. Herman Khan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pandangan yang suram dan pesimis dari  Mlthus beserta penganut-penganutnya ditentang keras oleh kelompok  teknologi. Mereka beranggapan manusia dengan ilmu pengetahuannya mampu  melipatgandakan produksi pertanian. Mereka mampu mengubah kembali  (recycling) barang-barang yang sudah habis dipakai, sampai akhirnya  dunia ketiga mengakhiri masa transisi demografinya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ahli futurology Herman Kahn (1976)  mengatakan bahwa negara-negara kaya akan membantu negara-negara miskin,  dan akhirnya kekayaan itu akan jatuh kepada orang-orang miskin. Dalam  beberapa decade tidak akan terjadi lagi perbedaan yang mencolok antara  umat manusia di dunia ini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan tingkat teknologi yang ada  sekarang ini mereka memperkirakan bahwa dunia ini mampu menampung 15  milliun orang dengan pendapatan melebihi Amerika Serikat dewasa ini.  Dunia tidak akan kehabisan sumber daya alam, karen seluruh bumi ini  terdiri dari mineral-mineral. Proses pengertian dan recycling akan terus  terjadi dan era ini disebut dengan era substitusi. Mereka mengkritik  bahwa The Limit to Growth bukan memcahkan masalah tetapi memperbesar  permasalahan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kelompok Malthus dan kelompok teknologi  mendapat kritik dari kelompok ekonomi, karena kedua-duanya tidak  memperhatikan masalah-masalah organisasi sosial dimana distribusi  pendapatan tidak merata. Orang-orang miskin yang kelaparan, karena tidak  meratanya distribusi pendapatan di negara-negara tersebut. Kejadian  seperti ini di Brasilia, dimana Pendapatan Nasional (GNP) tidak  dinikmati oleh rakyat banyak adalahsalah satu contoh dari ketimpangan  organisasi sosial tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Teori Teknologi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kelompok ini muncul untuk menolak  pandangan Malthus yang pesimis dalam melihat perkembangan dunia.Teori  ini dimotori oleh Herman Khan, ia berpendapat bahwa kemiskinan yang  terjadi di negara berkembang akan dapat diatasi jika negara maju dapat  membantu daerah miskin, sehingga kekayaan dan kemampuan daerah hidup itu  akan didapatkan oleh orang-orang miskin.Ia beranggapan bahwa teknologi  maju akan mampu melakukan pemutaran ulang terhadap nasib manusia pada  suatu masa yang disebut ‘Era Substitusi’.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Teori Transisi Kependudukan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahap Peralihan keadaan demografis:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tingkat kelahiran dan kematian tinggi. Penduduk tetap/naik sedikit.  anggaran kesehatan meningkat. Penemuan obat obatan semakin maju. Angka  kelahiran tetap tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angka kematian menurun,tingkat kelahiran masih tinggi—pertumbuhan  penduduk meningkat. Adanya Urbanisasi., usia kawin meningkat. ,Pelayanan  KB &amp;gt; Luas., pendidikan meningkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angka kematian terus menurun, angka kelahiran menurun – laju pertumbuhan penduduk menurun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelahiran dan kematian pada tingkat rendah pertumbuhan penduduk  kembali seperti kategori I – mendekati nol. Keempat kategori ini akan  didialami oleh negara yang sedang melaksanakan pembangunan ekonomi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Struktur &amp;amp; persebaran penduduk Membahas :&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Komposisi penduduk&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Persebaran penduduk.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kegunaan pengelompokan penduduk:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mengetahui human resources yg ada menurut umur &amp;amp; jenis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengambil suatu kebijakan yg berhub dengan penduduk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membandingkan kead satu penduduk dengan penduduk lain&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melalui gambaran piramid pddk dapat diket proses demografi yg telah terjadi pada penduduk&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penerapan Transisi kependudukan Yang  mencerminkan kenaikan taraf hidup rakyat di suatu negara adalah besarnya  tabungan dan akumulasi kapital dan laju pertumbuhan penduduknya. Laju  pertumbuhan yang sangat cepat di banyak negara sedang berkembang  nampaknya disebabkan oleh fase atau tahap transisi demografi yang  dialaminya. Negara-negara sedang berkembang mengalami fase transisi  demografi di mana angka kelahiran masih tinggi sementara angka kematian  telah menurun. Kedua hal ini disebabkan karena kemajuan pelayanan  kesehatan yang menurun angka kematian balita dan angka tahun harapan  hidup. Ini terjadi pada fase kedua dan ketiga dalam proses kependudukan.  Umumnya ada empat tahap dalam proses transisi, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahap 1: Masyarakat pra-industri, di  mana angka kelahiran tinggi dan angka kematian tinggi menghasilkan laju  pertambahan penduduk rendah;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahap 2: Tahap pembangunan awal, di mana  kemajuan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik menghasilkan penurunan  angka kelahiran tak terpengaruh karena jumlah penduduk naik.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahap 3: Tahap pembangunan lanjut, di  mana terjadi penurunan angka kematian balita, urbanisasi, dan&amp;nbsp;kemajuan  pendidikan mendorong banyak pasangan muda berumah tangga menginginkan  jumlah anak lebih sedikit hingga menurunkan angka kelahiran. Pada tahap  ini laju pertambahan penduduk mungkin masih tinggi tetapi sudah mulai  menurun;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahap 4: Kemantapan dan stabil, di mana  pasangan-pasangan berumah tangga melaksanakan pembatasan kelahiran dan  mereka cenderung bekerja di luar rumah. Banyaknya anak cenderung hanya 2  atau 3 saja hingga angka pertambahan neto penduduk sangat rendah atau  bahkan mendekati nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;i&gt;christdhawie.blogspot.com&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/5416372800557898668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/06/teori-teori-kependudukan-part-3-end.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/5416372800557898668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/5416372800557898668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/06/teori-teori-kependudukan-part-3-end.html' title='Teori - Teori Kependudukan Part 3 -- END'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-2746711797663664946</id><published>2013-06-19T01:40:00.000-07:00</published><updated>2013-07-03T10:30:33.125-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keluarga Berencana"/><title type='text'>Macam - Macam Alat Kontrasepsi</title><content type='html'>Berikut ini adalah beberapa macam alat-alat kontrasepsi yang dipakai  dan beredar pada saat sekarang ini. Macm-macam alat kontrasepsi tersebut  antara lain adalah :&lt;br /&gt;
• Alat Kontarepsi Berupa Kondom&lt;br /&gt;
• Alat Kontarepsi Berupa Diagfragma&lt;br /&gt;
• Alat Kontarepsi Berupa Susuk KB&lt;br /&gt;
• Alat Kontarepsi Berupa Suntikan KB (KB Suntik)&lt;br /&gt;
• Alat Kontarepsi Berupa Pil KB&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah penjabaran dari macam-macam alat kontarasepsi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;ALAT KONTRASEPSI  BERUPA KONDOM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kondom adalah suatu alat kontrasepsi berupa sarung dari karet yang  diselubungkan ke organ intim lelaki, yang bekerja dengan cara mencegah  sperma bertemu dengan sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan. Kondom  merupakan salah satu metode pencegahan kehamilan yang sering  di-gunakan. Kondom juga bisa digunakan untuk melindungi pasangan dan  diri sendiri dari virus HIV dan penyakit menular seksual. Tapi apakah  pemakaian kondom cukup aman dan efektif untuk melindungi Anda dari  kehamilan yang tidak diinginkan dan penyakit?&lt;br /&gt;
Aman atau efektifnya pemakaian kondom sebagai alat pencegah kehamilan  dan pencegah penyebaran penyakit ternyata tergantung pada cara  pemakaiannya. Jika kondom dipakai secara tepat dan benar, maka kondom  akan dapat melindungi Anda dan pasangan dari hal-hal tersebut. Jika  dipakai secara asal-asalan, ada kemungkinan kegagalan penggunaan kondom,  yakni meski sudah digunakan, tetap saja Anda dapat hamil atau  terinfeksi penyakit menular seksual.&lt;br /&gt;
Penggunaan kondom yang benar adalah memakaikannya pada organ intim pria yang ereksi. &lt;span id=&quot;more-86&quot;&gt;&lt;/span&gt;Sisakan  ruangan di bagian paling ujung kondom untuk menampung sperma, caranya  dengan menjepit bagian paling ujung kondom dengan jari saat memakai  kondom tersebut. Setelah terjadi ejakulasi dan sperma keluar dan  ditampung oleh kondom tersebut, segera tarik penis dari vagina selama  penis masih ereksi. Karena kalau penis sudah tidak dalam keadaan ereksi,  kondom akan menjadi longgar dan sperma yang sudah tertampung tadi bisa  merembes keluar dan dapat membuahi.&lt;br /&gt;
Kesalahan pemakaian kondom yang lain adalah membuat kondom robek,  misalnya karena kena kuku atau ikut robek saat membuka plastiknya.  Kondom yang sobek tidak akan melindungi dengan sempurna, karena itu Anda  dan pasangan harus memperhatikan dengan baik instruksi pemakaiannya.  Selain itu ada kemungkinan juga kondom yang Anda gunakan bersama  pasangan memiliki cacat produksi, maka perhatikan dengan seksama sebelum  digunakan. Kondom yang sudah digunakan harus segera dibuang dan tidak  boleh dipakai lagi. Perhatikan juga tanggal kadaluarsanya, karena  berkaitan dengan elastisitas kondom tersebut. Yang terakhir adalah Anda  lebih baik memilih kondom yang terbuat dari bahan lateks karena dapat  melindungi lebih baik dari bahan-bahan yang lain.&lt;br /&gt;
Menurut penelitian, kondom terbukti memiliki kemungkinan kegagalan  sebesar 2-3%. Berarti dari 100 wanita yang pasangan yang menggunakan  kondom saat bercinta, 2-3 wanitanya terbukti hamil. Karena itu, untuk  meningkatkan efektifitas kondom, lebih baik gunakan bersama-sama dengan  alat kontrasepsi lain, misalnya spermisida. Spermisida adalah senyawa  kimia yang berfungsi membunuh sperma, bentuknya bisa berupa jeli, krem,  sampai busa atau tablet yang harus dimasukkan ke dalam vagina.&lt;br /&gt;
Saat ini terdapat banyak kondom dengan bentuk, tekstur, dan rasa yang  bervariasi yang dirancang untuk menambah kepuasan dan kenyamanan dalam  bercinta. Silakan bereksperimen dengan aneka kondom tersebut, namun  tetap perhatikan cara pemakaiannya, agar Anda dan pasangan terlindungi  dengan maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;ALAT KONTRASEPSI  BERUPA DIAGFRAGMA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kontrasepsi diafragma merupakan hal yang tidak biasa di Indonesia.  Kontrasepsi ini adalah kontrasepsi barier yang tidak mengurangi  kenikamatan berhubungan seksual karena terjadi skin to skin kontak  antara penis dengan vagina dan dapat meningkatkan frekuensi sentuhan  pada G Spot dalam. Sayangnya diafragma memiliki efektifitas yang paling  rendah dibandingkan dengan alat kontrasepsi lainnya, selain itu  pemasangannya harus oleh tenaga kesehatan dan harganya relatif lebih  mahal. Bentuk dan pemasangannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
ALAT KONTRASEPSI  BERUPA SUSUK KB (IMPLAN)&lt;br /&gt;
Susuk: Disebut alat kontrasepsi bawah kulit, karena dipasang di bawah  kulit pada lengan atas, alat kontrasepsi ini disusupkan di bawah kulit  lengan atas sebelah dalam.&lt;br /&gt;
Bentuknya semacam tabung-tabung kecil atau pembungkus plastik  berongga dan ukurannya sebesar batang korek api. Susuk dipasang seperti  kipas dengan enam buah kapsul atau tergantung jenis susuk yang akan  dipakai. Di dalamnya berisi zat aktif berupa hormon. Susuk tersebut akan  mengeluarkan hormon sedikit demi sedikit. Jadi, konsep kerjanya  menghalangi terjadinya ovulasi dan menghalangi migrasi sperma. Pemakaian  susuk dapat diganti setiap 5 tahun, 3 tahun, dan ada juga yang diganti  setiap tahun. Penggunaan kontrasepsi ini biayanya ringan. Pencabutan  bisa dilakukan sebelum waktunya jika memang ingin hamil lagi. Berbentuk  kapsul silastik (lentur), panjangnya sedikit lebih pendek daripada  batang korek api. Jika Implant dicabut kesuburan bisa pulih dan  kehamilan bisa terjadi  Cara pencabutan Implan hampir sama dengan  pemasangannya yaitu dengan penyayatan kecil dan dilakukan oleh petugas  kesehatan yang terlatih.  Sebelum pemasangan Implan sebaiknya kesehatan  Ibu diperiksa terlebih dahulu,dengan tujuan untuk mengetahui apakah Ibu  bisa memakai Implan atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara Kerja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sama dengan pil namun susuk ditanamkan di dalam kulit, biasanya di  lengan atas. Implan mengandung progesteron yang akan terlepas secara  perlahan dalam tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Efektifitas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
• Lendir serviks menjadi kental&lt;br /&gt;
• Menggangu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi&lt;br /&gt;
• Mengurangi transportasi sperma&lt;br /&gt;
• Menekan ovulasi&lt;br /&gt;
• 99 % Sangat efektif (kegagalan 0,2 – 1 kehamilan per 100 perempuan)&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Indikasi Susuk KB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
• Pemakaian KB yang jangka waktu lama&lt;br /&gt;
• Masih berkeinginan punya anak lagi, tapi jarak antara kelahirannya tidak terlalu dekat.&lt;br /&gt;
• Tidak dapat memakai jenis KB yang lain&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Yang Harus Ibu Lakukan Setelah Pemasangan Implan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftarkan diri segera ke Pos KB Desa atau pusat pelayanan kesehatan  lainya, agar  dapat dibantu mengingatkan pada saat jatuh tempo  pencabutannya.  Sesudah pemasangan mungkin Ibu mengalami sedikit nyeri  dibekas tempat pemasangan, Ibu tidak usah khawatir, karena rasa nyeri  akan hilang dalam satu atau dua hari. Untuk mencegah terjadinya Infeksi  dibekas pemasangan Implant harus dijaga supaya tetap kering selama 3  hari, jika ibu akan mandi angkatlah tangan tempat pemasangan Implant  agar luka tidak terkena air, sebab jika luka menjadi basah dapat   menyebabkan Infeksi. Jangan segan untuk membicarakan dengan petugas  lapangan KB dan petugas kesehatan jika ada masalah dengan pemakaian  Implant.  Sesudah 5 Tahun Implan harus dicabut dan apabila Ibu masih  berniat memakai implant kembali maka implant dapat dipasangkan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keuntungan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
• Tahan sampai 5 tahun atau sampai diambil. Kesuburan akan kembali  segera setelah pengangkatan. Pencegahan kehamilan terjadi dalam waktu 24  jam setelah pemasangan.&lt;br /&gt;
• Melindungi wanita dari kanker rahim.&lt;br /&gt;
• Aman digunakan setelah melahirkan dan menyusui.&lt;br /&gt;
• Tidak mengganggu aktivitas seksual.&lt;br /&gt;
• Daya guna tinggi&lt;br /&gt;
• Perlindungan jangka panjang (3 tahun untuk Jadena)&lt;br /&gt;
• Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan&lt;br /&gt;
• Tidak memerlukan pemeriksaan dalam&lt;br /&gt;
• Bebas dari pengaruh estrogen&lt;br /&gt;
• Tidak menggangu kegiatan senggama&lt;br /&gt;
• Klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan&lt;br /&gt;
• Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan&lt;br /&gt;
• Mengurangi nyeri haid&lt;br /&gt;
• Mengurangi jumlah darah haid&lt;br /&gt;
• Mengurangi/memperbaiki anemia&lt;br /&gt;
• Melindungi terjadinya kanker endometrium&lt;br /&gt;
• Menurunkan angka kejadian kelainan jinak payudara&lt;br /&gt;
• Melindungi diri dari beberapa penyebab penyakit radang panggul&lt;br /&gt;
• Menurunkan angka kejadian endometriosis.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kelemahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tidak dianjurkan untuk penderita penyakit hati, kanker payudara,  perdarahan tanpa sebab, penggumpalan darah, penderita tekanan darah  tinggi, penyakit kandung empedu, kolesterol tinggi, siklus menstruasi  tidak teratur, sakit kepala, penyakit jantung. Beberapa jenis susuk,  yang tampak dari luar atau terasa bila diraba. Pada kebanyakan klien  dapat menyebabkan pola haid berupa perdarahan bercak (spotting),  hipermenorea, atau meningkatnya jumlah darah haid, serta amenorea.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Keluhan-Keluhan Yang Dapat Timbul akibat Pemasangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
• Nyeri kepala, peningkatan/penurunan berat badan, nyeri payudara,  mual-mual, pening/pusing kepala, perubahan perasaan (mood) atau  kegelisahan&lt;br /&gt;
• Membutuhkan tindakan pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan&lt;br /&gt;
• Tidak memberikan efek protektif terhadap infeksi menular seksual termasuk AIDS&lt;br /&gt;
• Klien tidak menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi ini sesuai  dengan keinginan, akan tetapi harus pergi ke klinik untuk pencabutan&lt;br /&gt;
• Efektifitasnya menurun bila menggunakan obat-obat tuberkulosis atau obat epilepsy&lt;br /&gt;
• Terjadinya kehamilan ektopik sedikit lebih tinggi (1,3 per 100.000 wanita pertahun)&lt;br /&gt;
•  Keluar bercak-bercak darah atau pendarahan yang lebih banyak selama menstruasi.&lt;br /&gt;
• Hematoma/pembekakan dan nyeri.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Efek Samping&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gangguan pola Haid :&lt;br /&gt;
• Tidak haid&lt;br /&gt;
• Pendarahan yang tidak lama&lt;br /&gt;
• Kemungkinan infeksi pada bekas luka pemasangan&lt;br /&gt;
• Perdarahan&lt;br /&gt;
• Siklus menstruasi lebih panjang&lt;br /&gt;
• Rambut rontok&lt;br /&gt;
• Gairah seksual turín&lt;br /&gt;
• Jerawat dan depresi.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penanggulangan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
• Hubungan Petugas berwenang&lt;br /&gt;
• Hematoma (warna biru dan rasa nyeri) pada deerah pemasangan, kompres  dengan air dingin selama 2 hari, selanjutnya kompres dengan air  panas/hangat sampai warna biru hilang.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kontraindikasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
• Hamil atau diduga hamil, penderita jantung, strok, lever, darah tinggi dan kencing manis.&lt;br /&gt;
• Pendarahan Vagina tanpa sebab.&lt;br /&gt;
• Wanita dalam usia reproduksi&lt;br /&gt;
• Telah atau belum memiliki anak&lt;br /&gt;
• Menginginkan kontrasepsi jangka panjang (3 tahun untuk Jadena)&lt;br /&gt;
• Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi&lt;br /&gt;
• Pascapersalinan dan tidak menyusui&lt;br /&gt;
• Pascakeguguran&lt;br /&gt;
• Tidak menginginkan anak lagi, tetapi menolak kontrasepsi mantap&lt;br /&gt;
• Riwayat kehamilan ektopik&lt;br /&gt;
• Tekanan darah  6 minggu, asal yakin tidak sedang hamil. atau berikan perlindungan ganda sampai haid lalu mulai suntikan.&lt;br /&gt;
Kapan akseptor suntik harus datang untuk kunjungan ulang (follow-up)&lt;br /&gt;
- Pada saat jadual ulangan penyuntikan (1 bulan untuk cyclofem, 2 bulan untuk noristerat dan 3 bulan untuk Depo provera)&lt;br /&gt;
- Bila berhalangan, dapat datang sebelum waktu kunjungan berikutnya&lt;br /&gt;
- Bila tidak dapat datang pada jadual berikutnya, pakai perlindungan  ganda (kondom, spermisida, sampai bisa datang untuk suntikan.&lt;br /&gt;
Keluarga Berencana&lt;br /&gt;
Keluarga Berencana (KB) adalah istilah yang mungkin sudah lama anda  kenal. KB artinya mengatur jumlah anak sesuai kehendak Anda, dan  menentukan sendiri kapan Anda ingin hamil. Bila Anda memutuskan untuk  tidak segera hamil sesudah menikah, Anda bisa ber-KB.Layanan KB di  seluruh Indonesia sudah cukup mudah diperoleh. Ada beberapa metoda  pencegahan kehamilan, atau penjarangan kehamilan, atau kontrasepsi, bisa  Anda pilih sendiri.&lt;br /&gt;
Tak seorang pun boleh memaksa Anda mengikuti program KB. tak seorang  pun bisa menggunakan alat KB tertentu bila itu bukan pilihan Anda.  Tetapi kalau alat yang Anda pilih bisa membahayakan diri Anda sendiri  atau, memperparah penyakit yang sudah anda derita, pekerja kesehatan  mungkin menyarankan alat lain yang mungkin lebih aman. Meskipun tidak  ada paksaan, bila Anda telah mengerti risiko-risiko yang mengancam  kesehatan atau bahkan keselamatan Anda sendiri sehubungan dengan  kehamilan dan persalinan, selayaknya Anda mengikuti program KB atas  kesadaran sendiri. Bacalah penjelasan di bawah ini.&lt;br /&gt;
Manfaat-manfaat KB&lt;br /&gt;
Setiap tahun, ada 500.000 perempuan meninggal akibat berbagai masalah  yang melingkupi kehamilan, persalinan, dan pengguguran kandungan  (aborsi) yang tak aman. KB bisa mencegah sebagian besar kematian itu. Di  masa kehamilan umpamanya, KB dapat mencegah munculnya bahaya-bahaya  akibat :&lt;br /&gt;
1. Kehamilan terlalu dini : Perempuan yang sudah hamil tatkala umurnya  belum mencapai 17 tahun sangat terancam oleh kematian sewaktu  persalinan. Mengapa? karena tubuhnya belum sepenihnya tumbuh; belum  cukup matang dan siap untuk dilewati oleh bayi. Lagipula, bayinya pun  dihadang oleh risiko kematian sebelum usianya mencapai 1 tahun.&lt;br /&gt;
2. Kehamilan terlalu “telat” : Perempuan yang usianya sudah terlalu tua  untuk mengandung dan melahirkan terancam banyak bahaya. Khususnya bila  ia mempunyai problema-problema kesehatan lain, atau sudah terlalu sering  hamil dan melahirkan. Kehamilan-kehamilan terlalu berdesakan jaraknya.  Kehamilan dan persalinan menuntut banyak energi dan kekuatan tubuh  perempuan. Kalau ia belum pulih dari satu persalinan tapi sudah hamil  lagi, tubuhnya tak sempat memulihkan kebugaran, dan berbagai masalah  bahkan juga bahaya kematian, menghadang.&lt;br /&gt;
3. Terlalu sering hamil dan melahirkan : Perempuan yang sudah punya  lebih dari 4 anak dihadang bahaya kematian akibat pendarahan hebat dan  macam-macam kelainan lain, bila ia terus saja hamil dan bersalin lagi.&lt;br /&gt;
Jutaan perempuan di seluruh dunia selama ini sudah menggunakan  metoda-metoda KB yang kami paparkan dalam halaman-halaman berikutnya.  Malahan metoda-metoda itu lebih aman ketimbang hamil dan bersalin.  Bila  Anda memilih untuk tetap ber-KB. Sebagian perempuan menginginkan banyak  anak – khususnya di tengah-tengah masyarakat-masyarakat yang miskin,  tak memperoleh pembagian tanah yang adil, sumberdaya kurang, dan  keuntungan social tipis. anak-anak membantu pekerjaan orangtua  sehari-hari, dan merawat mereka di usia lanjut. di banyak tempat, jumlah  anak yang sedikit dianggap sebagai kemewahan (hanya orangtua yang  berkecukupan saja yang mampu mengurangi jumlah anak).&lt;br /&gt;
Tetapi sebagian perempuan lain menganggap bahwa anyaknya anak justru  makin memiskinkan keluarga, dan mempersualit pengentasan nasib mereka.  banyak orangtua yang sedih dan menyesal karena kebanyakan anak; tidak  mampu memberi mereka penghidupan yang layak; tak mampu menyekolahkan  mereka sampai jenjang yang tinggi, dan akibatnya anak-anak mereka itu  tak mendapat peluang memperbaiki generasi mereka.&lt;br /&gt;
Umumnya perempuan yang menghendaki pembatasan jumlah anak adalah  perempuan yang sudah punya kesempatan belajar dan mencari nafkah  sendiri, serta statusnya cukup setara dengan laki-laki dalam  masyarakatnya.&lt;br /&gt;
Yang jelas, tak peduli di manapun (dalam masyarakat apapun) Anda  berada, Anda akan lebih sehat, dan melahirkan anak-anak yang jauh lebih  sehat, bila Anda memegang kendali atas penentuan berapa banyak anak yang  akan anda miliki, dan kapan akan hamil.&lt;br /&gt;
Mungkin Anda sudah mengalami sendiri desakan-desakan dari segala penjuru  untuk ber-KB atau sebaliknya agar jangan ber-KB. Memang nasihat-nasihat  orang lain bisa diambil manfaatnya, tetapi mau ber-KB atau tidak,  sepenuhnya adalah keputusan Anda sendiri.&lt;br /&gt;
Kalau Anda sudah mengambil keputusan akan ber-KB, kini tiba saatnya  memilih metoda yang paling cocok. Agar Anda mampu memilih dengan tepat,  Anda harus mempelajari&lt;br /&gt;
untung-rugi tiap metoda lebih dahulu. Ada 5 corak metoda KB:&lt;br /&gt;
1. Metoda perintang, yang bekerja dengan cara mengahlangi sperma dari&amp;nbsp;&amp;nbsp; pertemuan dengan sel telur (merintangi pembuahan).&lt;br /&gt;
2. Metoda hormonal, yang mencegah indung telur mengeluarkan sel-sel  telur, mempersulit pembuahan, dan menjaga agar dinding-dinding rahim tak  menyokong terjadinya kehamilan yang tak dikehendaki.&lt;br /&gt;
3. Metoda yang melibatkan alat-alat yang dimasukkan ke dalam rahim  (IUD), gunanya untuk mencegah pembuahan sel telur oleh sperma.&lt;br /&gt;
4. Metoda alamiah, yang membantu Anda mengetahui kapan masa subur Anda,  sehingga Anda dapat menghindari hubungan seks pada masa itu.&lt;br /&gt;
5. Metoda permanen, atau metoda yang menjadikan Anda taua pasangan Anda  tidak bisa lagi memiliki anak untuk selamanya; lewat suatu operasi.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;ALAT KONTRASEPSI  BERUPA PIL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pil Kontrasepsi Kombinasi (OC / Oral Contraception).&lt;br /&gt;
Berupa kombinasi dosis rendah estrogen dan progesteron. Merupakan metode  KB paling efektif karena bekerja dengan beberapa cara sekaligus sbb:&lt;br /&gt;
• Mencegah ovulasi (pematangan dan pelepasan sel telur)&lt;br /&gt;
• Meningkatkan kekentalan lendir leher rahim sehingga menghalangi masuknya sperma&lt;br /&gt;
• Membuat dinding rongga rahim tidak siap menerima hasil pembuahan&lt;br /&gt;
Bila pasien disiplin minum OC-nya, bisa dipastikan perlindungan  kontrasepsi hampir 100%. Selain itu, OC merupakan metode yang paling  reversibel, artinya bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti  minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam 3 bulan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;MANFAAT TAMBAHAN OC&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Selain berfungsi sebagai alat kontrasepsi, OC ternyata juga memberikan  manfaat yang tidak langsung berhubungan dengan efek kontrasepsi  (non-contraceptive benefits) yaitu menyembuhkan atau mengurangi resiko  terjadinya beberapa kelainan atau keluhan tertentu seperti:&lt;br /&gt;
1. Manfaat penyembuhan OC :&lt;br /&gt;
Menyembuhkan kelainan menstruasi. Pil kontrasepsi dapat menyembuhkan beberapa kelainan menstruasi umum antara lain:&lt;br /&gt;
• Siklus menstruasi yang tidak teratur (irregular cycle)&lt;br /&gt;
• Darah yang keluar pada saat menstruasi terlalu banyak (hiper-menore)&lt;br /&gt;
• Sindroma sebelum haid (premenstrual syndrome / PMS)&lt;br /&gt;
• Haid dengan rasa nyeri hebat di perut (dismenore).&lt;br /&gt;
2. Dengan mengkonsumsi OC, siklus haid menjadi teratur dan lebih ringan  sehingga resiko terkena anemia dan defisiensi besi berkurang s/d 50%.&lt;br /&gt;
3. Mengatasi masalah hiper-androgenisme&lt;br /&gt;
Dalam tubuh wanita diproduksi hormon reproduksi estrogen,  progesteron, dan androgen. Hormon androgen (testosteron) yang umum  disebut hormon reproduksi pria dibutuhkan oleh wanita dalam jumlah  sangat sedikit (± 0,5 mg / liter darah) untuk daya tahan tubuh dan  gairah seksual (libido).&lt;br /&gt;
Wanita usia reproduktif (± 15 – 40 tahun) sering mengalami  ketidakseimbangan hormonal dimana produksi hormon androgennya akan  meningkat sehingga terjadi hiper-androgen yang bisa menyebabkan:&lt;br /&gt;
• Masalah pada kulit dan rambut: kulit berminyak, komedo, jerawat,  ketombe (yang bisa menyebabkan kebotakan) atau hirsutisme (pola tumbuh  rambut pada yang wanita yang menyerupai pria / male hair pattern)&lt;br /&gt;
• Masalah ginekologis: gangguan siklus haid, PCOS  (poly-cystic-ovarian-syndrome) yang bisa menyebabkan sulit punya anak,  kegemukan (obesitas) dan abnormalitas metabolisme tubuh.&lt;br /&gt;
OC istimewa mengandung CPA (Siproteron Asetat), zat anti-androgen paling  efektif saat ini yang bekerja khusus mengatasi masalah hiper-androgen  dengan menekan produksi androgen (dalam tubuh) dan minyak (di bawah  permukaan kulit) sehingga mencegah timbulnya komedo dan ketombe bahkan  jerawat.&lt;br /&gt;
Berbeda dengan obat-obatan topikal dan antibiotik yang membunuh  bakteri dan mengobati infeksi di permukaan kulit, CPA langsung bekerja  pada akar masalah yaitu dengan mencegah produksi minyak yang berlebihan.  Tetapi karena obat ini bekerja step-by-step dari dalam tubuh untuk  menormalkan kadar hormon androgen, perbaikan pada kulit wajah baru bisa  dilihat setelah 1-3 bulan pemakaian.&lt;br /&gt;
Manfaat pencegahan, yaitu OC mengurangi resiko terkena:&lt;br /&gt;
• Infeksi pada organ reproduksi internal, s/d 50%&lt;br /&gt;
• Kanker ovarium dan endometrium, s/d 40%&lt;br /&gt;
• Benjolan jinak payudara, s/d 40%&lt;br /&gt;
• Kista ovarium, s/d 80%&lt;br /&gt;
• Infertilitas primer, s/d 40%&lt;br /&gt;
• Kehamilan ektopik (di luar kandungan), s/d 90%&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;CARA MINUM OC&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
OC harus diminum tiap hari dengan cara mengikuti petunjuk nama hari yang  tertera di blisternya. Untuk memulai blister pertama Anda, mulailah  minum pil pada hari pertama haid, misalnya: Anda mendapat haid pada hari  Rabu maka ambil pil yang dibawahnya ada tanda Rabu. Lanjutkan minum pil  setiap hari sampai habis (21 hari) yang pasti jatuh pada hari Selasa.  Kemudian berhenti minum pil selama 7 hari (akan terjadi menstruasi).  Setelah 7 hari bebas pil ini, lanjutkan minum pil dari kemasan yang baru  pada hari Rabu lagi, jadi untuk blister ke-2 dst, selalu ikuti siklus  21 hari minum pil +7 hari bebas tablet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- suryadh.wordpress.com &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/2746711797663664946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/06/macam-macam-alat-kontrasepsi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/2746711797663664946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/2746711797663664946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/06/macam-macam-alat-kontrasepsi.html' title='Macam - Macam Alat Kontrasepsi'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-4728926960285146407</id><published>2013-06-19T01:32:00.000-07:00</published><updated>2013-07-03T10:32:52.962-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teori Kependudukan"/><title type='text'>Teori-Teori Kependudukan Part 2</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://capil.muaraenimkab.go.id/wp-content/uploads/2012/12/Malthus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Teori-Teori Kependudukan&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;single-thumbnail featured&quot; height=&quot;260&quot; src=&quot;http://capil.muaraenimkab.go.id/wp-content/uploads/2012/12/Malthus.jpg&quot; width=&quot;470&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Beberapa Pandangan Terhadap Teori Malthus&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bermacam-macam reaksi timbul terhadap  teori Malthus, baik dari golongan ahli ekonomi, sosial dan agama. Hingga  saat ini teori Malthus masih dipersoalkan. Pada dasarnya  pendapat-pendapat terhadap teori Malthus dapat dikelompokan sebagai  berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Teori Malthus salah sama sekali&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Golongan ini menganggap Malthus  mengabaikan peningkatan teknologi, penanaman modal, perencanaan  produksi. Terhadap golongan yang tidak setuju, Malthus menjawab bahwa :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tingkat pengembangan teknologi tidak sama diseluruh negara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan yang berbeda-beda untuk mengadakan penanaman modal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktor kesehatan rakyat dan pengaruhnya terhadap penghidupan sosio ekonomi kultural.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masalah urbanisasi yang terdapat dimana-mana&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Taraf pendidikan rakyat tidak sama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Proses-proses sosial yang menghambat kemajuan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktor komunikasi dan infrastruktur yang belum sama peningkatannya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktor-faktor sosial ekonomi serta pelaksanaan distribusinya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan sumber alam tidak akan mampu terus menerus ditingkatkan  menurut kemampuan manusia tanpa batas, melainkan akhirnya akan sampai  pada suatu titik, dimana tidak dapat ditingkatkan lagi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masih banyak faktor lagi yang selalu tidak menguntungkan bagi  keseimbangan peningkatan penduduk dengan produksi bahan-bahan sandang  pangan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Teori Malthus tidak berlaku lagi bagi negara-negara barat, tetapi masih berlaku bagi negara-negara Asia.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Teori Malthus memang benar dan berlaku sepanjang masa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penganut golongan ini setuju dengan  Teori Malthus, meskipun ada beberapa tambahan /revisi. Pengikut Malthus  ini disebut Neo Malthusionism. Mereka beranggapan bahwa untuk mencapai  tujuan hanya dengan moral restraint (berpuasa, menunda – perkawinan)  adalah tidak mungkin. Mereka berpendapat bahwa untuk mencegah laju  cepatnya peningkatan cacah jiwa penduduk harus dengan methode birth  control dengan menggunakan alat kontrasepsi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pengikut-pengikut teori Malthus antara lain :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1) Francis Flace (1771 – 1854)&lt;br /&gt;Pada tahun 1882 menulis buku yang berjudul Illustration and Proofs of  the population atau penjelasan dari bukti mengenai asas penduduk. Ia  berpendapat bahwa pemakaian alat kontrasepsi tidak menurunkan martabat  keluarga, tetapi manjur untuk kesehatan. Kemiskinan dan penyakit dapat  dicegah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2) Richard Callihie (1790 – 1843)&lt;br /&gt;Ia menulis buku yang berjudul “What Is Love”, apakah cinta itu menurut  dia – Mereka yang berkeluarga tidak perlu mempunyai jumlah anak yang  lebih banyak dari pada yang dapat dipelihara dengan baik.&lt;br /&gt;- Wanita yang kurang sehat tidak perlu menghadapi bahaya maut karena kehamilan&lt;br /&gt;- Senggama dapat dipisahkan dari ketakutan akan kehamilan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3) Pengikut yang lain antara lain Any C. Besant (1847-1933)&lt;br /&gt;Ia menulis buku yang berjudul “Hukum Penduduk, akibatnya dan artinya terhadap tingkah laku dan moral manusia”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4) Pengikut yang tidak dapat dilupakan  lagi ialah dr. George Drysdale yang hidup tahun 1825 – 1904. Ia  berpendapat bahwa keluarga berencana dapat dilakukan tanpa merugikan  kesehatan dan moral. Menurut anggapannya kontrasepsi adalah untuk  menegakkan moral masyarakat.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Aliran Marxist (Karl Marx dan Fried Engels)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aliran ini tidak sependapat dengan  Malthus (bila tidak dibatasi penduduk akan kekurangan makanan). Karl  Marx dan Friedrich Engels (1834) adalah generasi sesudah Maltus. Paham  Marxist umumnya tidak setuju dengan pandangan Maltus, karena menurutnya  paham Maltus bertentangan dengan nurani manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dasar Pegangan Marxist adalah beranjak  dari pengalaman bahwa manusia sepanjang sejarah akan dapat menyesuaikan  diri dengan perkembangan zaman. Beda pandangan Marxist dan Maltus adalah  pada “Natural Resource” tidak bisa dikembangkan atau mengimbangi  kecepatan pertumbuhan penduduk.Menurut Marxist tekanan penduduk di suatu  negara bukanlah tekanan penduduk terhadap bahan makanan, tetapi tekanan  terhadap kesempatan kerja (misalnya di negara kapitalis). Marxist juga  berpendapat bahwa semakin banyak jumlah manusia semakin tinggi produk  yang dihasilkan, jadi dengan demikian tidak perlu diadakan pembatasan  penduduk.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pendapat Aliran Marxist&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Populasi manusia tidak menekan makanan, tapi mempengaruhi kesempatan kerja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemeralatan bukan terjadi karena cepatnya pertumbuhan penduduk, tapi karena kaum kapitalis mengambil sebagian hak para buruh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semakin tinggi tingkat populasi manusia, semakin tinggi  produktifitasnya, jika teknologi tidak menggantikan tenaga manusia  sehingga tidak perlu menekan jumlah kelahirannya, ini berarti ia menolak  teori Malthus tentang moral restraint untuk menekan angka kelahiran.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Aliran Neo-Malthusian (Garreth Hardin &amp;amp; Paul Ehrlich)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada abad 20 teori Malthus mulai  diperdebatkan kembali. kelompok ini menyokong aliran Malthus, akan  tetapi lebih radikal lagi dan aliran ini sangat menganjurkan untuk  mengurangi jumlah penduduk dengan menggunakan cara-cara “Preventif  Check” yaitu menggunakan alat kontrasepsi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahun 1960an dan 1970an foto-foto telah  diambil dari ruang angkasa dengan menunjukkan bumi terlihat seperti  sebuah kapal yang berlaya dengan persediaan bahan bakar dan bahan  makanan yang terbatas. Pada suatu saat kapal ini akan kehabisan bahan  bakar dan bahan makanan tersebut sehingga akhirnya malapetaka menimpa  kapal tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahun 1871 Ehrlich menulis buku “The Population Bomb” dan kemudian direvisi menjadi “The Population Explotion” yg berisi:&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sudah terlalu banyak manusia di bumi ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keadaan bahan makanan sangat terbatas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lingkungan rusak sebab populasi manusia meningkat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Analisis ini dilengkapi oleh Meadow  (1972), melalui buku “The Limit to Growth” ia menarik hubungan antara  variabel lingkungan (penduduk, produksi pertanian, produksi industri,  sumber daya alam) dan polusi. Tapi walaupun begitu, melapetaka tidak  dapat dihindari, hanya manusia cuma menunggunya, dan membatasi  pertumbuhannya sambil mengelola alam dengan baik.&lt;/div&gt;Kritikan terhadap Meadow umumnya  dilakukan oleh sosiolog yang menyindir Meadow karena tidak mencantumkan  variabel sosial-budaya dalam penelitiannya. Karena itu Mesarovic dan  Pestel (1974) merevisi gagasan Meadow &amp;amp; mencantumkan hubungan  lingkungan antar kawasan. &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/4728926960285146407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/06/teori-teori-kependudukan-part-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/4728926960285146407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/4728926960285146407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/06/teori-teori-kependudukan-part-2.html' title='Teori-Teori Kependudukan Part 2'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-6218443171428604543</id><published>2013-06-19T01:29:00.000-07:00</published><updated>2013-07-03T10:31:47.002-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pertumbuhan Penduduk"/><title type='text'>Masalah Kepandudukan Di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Indonesia  merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar ke 4 setelah  Amerika Serikat. Selain jumlah penduduknya yang besar, luasnya negara  kepulauan dan tidak meratanya penduduk membuat Indonesia semakin banyak  mengalami permasalahan terkait dengan hal &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;kependudukan&lt;/a&gt;.  Tidak hanya itu, faktor geografi, tingkat migrasi, struktur  kependudukan di Indonesia dll membuat masalah kependudukan semakin  kompleks dan juga menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus  guna kepentingan pembangunan manusia Indonesia. Adapun masalah-masalah  kependudukan yang dialami oleh Indonesia antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14.0pt;&quot;&gt;A.&lt;span class=&quot;apple-tab-span&quot;&gt; &lt;/span&gt;Demografis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;1.&lt;span class=&quot;apple-tab-span&quot;&gt; &lt;/span&gt;Besarnya Jumlah Penduduk (Over Population)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Telah  disebutkan sebelumnya di awal bahwa jumlah penduduk Indonesia berada di  urutan ke empat terbesar di dunia setelah berturut-turut China, India,  Amerika Serikat dan keempat adalah Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia  dari hasil Sensus 2010 mencapai angka 237.641.326 (&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;www.bps.go.id&lt;/a&gt;).  Dari tahun ke tahun jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah. Dari  sensus tahun 1971-2010, jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Dari data yang saya ambil  dari Kabupaten Kepulaun Selayar akan mewakili jumlah penduduk  Indonesia, di bawah ini dapat dilihat bagaimana jumlah penduduk di  Kepualuan Kepulauan Selayar dari tahun ke tahun semakin bertambah. Hal  ini tentunya memberikan berbagai dampak baik postif dan negatif. Sebelum  membahas tentang masalah &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;kependudukan&lt;/a&gt;,  ada baiknya kita mengetahui dampak positifnya lebih dahulu antara lain  sebagai penyediaan tenaga kerja dalam masalah sumber daya alam,  mempertahankan keutuhan negara dari ancaman yang berasal dari bangsa  lain, dsb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;583a7e29311a545dbf519e6810008d2a_11&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-81&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;http://hamimincore.blogdetik.com/files/1970/01/583a7e29311a545dbf519e6810008d2a_11-300x150.png&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Akan tetapi permasalahan kependudukan  terkait dengan jumlah penduduk yang besar menjadi sebuah masalah yang  tidak dapat dihindarkan. Indonesia memiliki berbagai potensi terjadinya  konfik. Benturan antara berbagai kepentingan dengan berbagai organisasi  masa lainnya membuat masalah besarnya populasi menjadi hambatan. Selain  itu yang terpenting terkait dengan permasalahan penyediaan sumber daya  alam dan berbagai kebutuhan penting lainnya. Adanya tekanan penduduk  terhadap daya dukung lingkungan menjadi masalah yang sangat rumit.  Kepentingan untuk membangun tempat tinggal dan ruang gerak sangatlah  penting namun di sisi lain terdapat kepentingan yang terkait dengan  permasalah lingkungan seperti halnya sebagai daerah aliran sungai,  daerah resapan air, pertanian, penyediaan sumber daya alam, dll. Kedua  hal tersebut tidak dapat dipisahkan dan keduanya perlu mendapatkan  perhatian yang sama demi keseimbangan alam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Selain  itu, masalah yang muncul terkait dengan jumlah penduduk yang besar  adalah dalam penyedian lapangan pekerjaan. Kebutuhan akan bahan pokok  menuntut orang untuk berkerja dan encari nafkah. Namun, penyedia  lapangan kerja sangatlah minim. Yang menjadi masalah adalah penduduk  lebih senang untuk menggantungkan diri terhadap pekerjaan dan cenderung  mencari pekerjaan daripada membuka lapangan pekerjaan. Hal ini  menyebabkan masalah baru yaitu pengangguran. Apabila jumlah pengangguran  ini tinggi, maka rasio ketergantungan tinggi sehingga negara memiliki  tanggungan yang besar untuk penduduknya yang dapat menghambat  pembangunan dan menyebabkan tingkat kemiskinan menjadi tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Jumlah  penduduk yang besar memiliki andil dalam berbagai permasalahan  lingkungan dan aspek lainnya. Jumlah penduduk yang besar tentunya  membutuhkan ruang yang lebih luas dan juga kebutuhan yang lebih banyak  namun lahan dan juga wilayah Indonesia tidaklah bertambah. Oleh karena  itu, perencaan yang matang sangatlah diperlukan guna penentuan kebijakan  terkait dengan besarnya jumlah penduduk Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;2.&lt;span class=&quot;apple-tab-span&quot;&gt; &lt;/span&gt;Tingginya Tingkat Pertumbuhan Penduduk&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Terkait  dengan jumlah penduduk yang tinggi tentunya terdapat faktor yang  mempengaruhinya. Salah satunya adalah tingkat atau laju pertumbuhan  penduduk. Besarnya laju pertumbuhan penduduk membuat pertambahan jumlah  penduduk semakin meningkat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Semakin  besar persentase kenaikannya maka semakin besar jumlah penduduknya.  Kenaikan ini tentunya membawa dampak bagi kependudukan Indonesia. Dalam  penentuan kebijakan semakin banyak yang perlu dipertimbangkan baik dalam  hal penyediaan berbagai sarana dan prasarana, fasilitas-fasilitas umum  dan yang terpenting adalah kebijakan dalam rangka mengurangi laju  pertumbuhan yang ada di Indonesia. Dari situlah muncul &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;program KB&lt;/a&gt; dan kini ditangani oleh &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;BKKBN&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;309c7a657e27733bb2b8b1e28625ed7b_penduduk-indonesia&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-83&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;http://hamimincore.blogdetik.com/files/2013/05/309c7a657e27733bb2b8b1e28625ed7b_penduduk-indonesia-300x225.png&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Jika  melihat grafik di atas, dari tahun ke tahun tingkat pertumbuhan  penduduk Indonesia semakin menurun. Pertambahan yang terjadi tidak  terlalu tinggi daripada tahun sebelumnya. Namun, alangkah lebih baik  apabila persentase pertumbuhannya semakin menurun hingga mencapai angka  dibawah 1%. Dalam penggelompokkan negara-negara, negara-negara maju  selalu memiliki angka pertumbuhan penduduk di bawah 1% atau bahkan 0%.  Melihat dari jumlah penduduk Indonesia yang tinggi, penekanan agar laju  pertumbuhan penduduk dapat menurun merupakan langkah yang baik guna  menjaga kualitas sumber daya manusia Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;apple-tab-span&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Apabila  tingginya tingkat pertumbuhan penduduk terus dibiarkan maka akan  terjadi berbagai masalah baik masalah pengangguran, tingkat kualitas  sumber daya manusia yang menurun, kejahatan, lapangan pekerjaan dll yang  memberikan dampak negatif bagi kelangsungan umat manusia Indonesia  khususnya. Oleh karena itu, usaha untuk menekan laju pertumbuhan  sangatlah penting. Program-program yang ditawarkan pemerintah harus  didukung oleh masyarakat seperti halnya KB, penggunaan alat kontrasepsi,  penundaan usia perkawinan, dll sehingga penurunan laju pertumbuhan  penduduk diharapkan menurun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;3.&lt;span class=&quot;apple-tab-span&quot;&gt; &lt;/span&gt;Persebaran Penduduk Tidak Merata&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kepadatan  penduduk adalah jumlah penduduk disuatu wilayah dibandingkan dengan  luas wilayahnya yang dihitung jiwa per km kuadrat. Berdasarkan &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;sensus penduduk&lt;/a&gt; dan survey penduduk, persebaran penduduk Indonesia antar provinsi yang satu dengan provinsi yang lain tidak merata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Di  Indonesia sendiri terjadi konsentrasi kepadatan penduduk yang berpusat  di Pulau Jawa. Hampir lebih dari 50% jumlah penduduk Indonesia mendiami  Jawa. Hal ini menjadi masalah apabila pusat pemerintahan, informasi,  trasportasi, ekonomi, dan berbagai fasilitas hanya berada di satu  wilayah. Penduduk akan berusaha untuk melakukan migrasi dan akhirnya  akan berdampak pada permasalahan pemerataan pembangunan.&lt;span class=&quot;apple-tab-span&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Faktor  faktor yang menyebabkan terjadinya persebaran penduduk:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol type=&quot;1&quot;&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kesuburan       tanah, daerah atau wilayah yang ditempati banyak penduduk, karena  dapat      dijadikan sebagai lahan bercocok tanam dan sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Iklim,       wilayah yang beriklim terlalu panas, terlalu dingin, dan terlalu  basah      biasanya tidak disenangi sebagai tempat tinggal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Topografi      atau bentuk permukaan tanah pada umumnya masyarakat banyak bertempat      tinggal di daerah datar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Sumber air&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Perhubangan      atau transportasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Fasilitas      dan juga pusat-pusat ekonomi, pemerintahan, dll.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14.0pt;&quot;&gt;B.&lt;span class=&quot;apple-tab-span&quot;&gt; &lt;/span&gt;Non Demografis Bersifat Kualitatif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;1.&lt;span class=&quot;apple-tab-span&quot;&gt; &lt;/span&gt;Tingkat Kesehatan Penduduk yang Rendah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Usaha  untuk terus meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia terus  digalakkan. Namun, kembali lagi permasala itu tetap muncul dan menjadi  PR bagi penentu kebijakan guna meningkatkan kualitas manusia Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Dalam hal &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;kesehatan&lt;/a&gt; yang akan mejadi sorotan bagaimana gambaran tingkat &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;kesehatan&lt;/a&gt; adalah angka kematian bayi. Besarnya kematian yeng terjadi menujukkan bagaimana kondisi lingkungan dan juga &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;kesehatan&lt;/a&gt; pada masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;4787d6fd73f531691d199567c89757c2_kematian-bayi&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-84&quot; height=&quot;196&quot; src=&quot;http://hamimincore.blogdetik.com/files/2013/05/4787d6fd73f531691d199567c89757c2_kematian-bayi-300x196.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Dari data di atas dapat  dilihat bagaimana penurunan yang terjadi pada angka kematian bayi di  Indonesia yang dihitung berdasar jumlah kematian di setiap 1000  kelahiran per tahun. Penurunan ini menujukkan usaha untuk perbaikan  dalam bidang kesehatan terus saja diupayakan guna meningkatkan kualitas  hidup manusia Indonsia. Berbagai layanan kesehata yang dibuka seperti  imunisasi dan juga posyandu tentunya menjadi harapan guna memperbaiki  kondisi kesehatan yang ada saat ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Sebagai  tambahan, terdapat tabel yang menujukkan bagaimana kondisi status gizi  buruk yang ada di Indonesia tahun 1998-2003. Pemenuhan Gizi yang baik  tentunya akan sangat berpengaruh pada kesehatan jika dikaitkan dengan  kemampuan bayi untuk bertahan dari penyakit. Kebutuhan akan gizi yang  terpenuhi akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga lebih kebal  terhadap penyakit. Dari grafik di bawah ini, masih banyak terdapat  balita yang mengalami gizi kurang bahkan gizi buruk. Hal ini menujukkan  bahwa perbaikan dalam hal kesehatan masih perlu dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;cf9d6853e3eec1909c6e1abf5e59ef9d_tabel_bab_iv_09&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-85&quot; height=&quot;159&quot; src=&quot;http://hamimincore.blogdetik.com/files/2013/05/cf9d6853e3eec1909c6e1abf5e59ef9d_tabel_bab_iv_09-300x159.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Selain  indikator tersebut, pengukuran tingkat kesehatan juga dapat dilakukan  dengan melihat usia harapan hidup manusia Indonesia. Dalam Population Da&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;ta  Sheet 2012, usia harapan hidup orang Indonesia adalah 72 tahun  sedangkan tahun 2011 rata-rata usia harapan hidupnya 71. Hal ini  menujukkan usaha peningkatan dan perbaikan kualitas kesehatan manusia  Indonesia. Angka harapan hidup yang tinggi menunjukkan tingkat kesehatan  penduduk yang baik. Kualitas kesehatan penduduk tidak dapat dilepaskan  dari pendapatan penduduk. Semakin tinggi pendapatan penduduk maka  pengeluaran untuk membeli pelayanan kesehatan semakin tinggi. Penduduk  yang pendapatannya tinggi dapat menikmati kualitas makanan yang memenuhi  standar kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;2.&lt;span class=&quot;apple-tab-span&quot;&gt; &lt;/span&gt;Pendidikan Yang Rendah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kesadaran masyarakat akan &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;pendidikan&lt;/a&gt; di Indonesia masih tergolong rendah. Dari UU yang dikeluarkan pun  terlihat bahwa wajib belajar penduduk Indonesia masih terbatas 9 tahun  sementara negara lain bahkan menetapkan angka lebih dari 12 tahun dalam &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;pendidikan&lt;/a&gt;nya.  Namun bagi Indonesia sendiri, angka 9 tahun pun belum semuanya  terlaksana dan tuntas mengingat banyaknya pulau di Indonesia yang masih  belum terjangkau oleh berbagai fasilitas pendidikan. Dari HDI (Human  Development Indeks) tahun 2011 pun rata-rata &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;pendidikan&lt;/a&gt; bangsa Indonesia masih pada angka 5.8 tahun. Dari sini pun sudah terlihat bagaimana tingkat &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;pendidikan&lt;/a&gt; di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Akan tetapi, sebenarnya tingkat &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;pendidikan&lt;/a&gt; bukanlah satu-satunya indikator untuk mengukur kualitas SDM penduduk  suatu negara. Kualitas SDM berhubungan dengan produktivitas kerja. Orang  yang tingkat pendidikannya tinggi diharapkan punya produktivitas yang  tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Namun  kembali pada kenyataan yang terjadi di Indonesia adalah banyak orang  berpendidikan tinggi namun tetap saja menjadi penggangguran. Orang yang  menganggur menjadi beban bagi orang lain. Seperti yang telihat pada  grafik di bawah ini, pengangguran yang di maksud di sini merupakan  pengangguran yang terjadi karena mereka sedang dalam proses mencari  pekerjaan, mempersiapkan usaha, merasa tidak mungkin mendapatkan  pekerjaan, dan atau sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.  Terdapat angka yang menujukkan bahwa tingkat pengangguran tertinggi  berada pada tamatan SMA/Umum. Ini menujukkan bahwa pendidikan setara SMA  belum cukup untuk mengentaskan jumlah pengangguran yang ada di  Indonesia. Lulusan ini masih menjadi pertanda bahwa tingkatan  produktivitas tidak bertambah jika pendidikan hanya sebatas ini.  Perlunya peningkatan &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;pendidikan&lt;/a&gt; serta &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;pendidikan&lt;/a&gt; non formal tentunya akan membantu agar pengangguran tidak menumpuk pada lulusan SMA.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;752bea5e1e3402b89e24215f548d21e2_3&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-86&quot; height=&quot;176&quot; src=&quot;http://hamimincore.blogdetik.com/files/2013/05/752bea5e1e3402b89e24215f548d21e2_3-300x176.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Jika diamati, kondisi ini sangat memprihatinkan. Tingkat pendidikan  diharapkan berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan. Sehingga  pembangunan dalam bidang pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah  membawa dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan penduduk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;3.&lt;span class=&quot;apple-tab-span&quot;&gt; &lt;/span&gt;Banyaknya Jumlah Penduduk Miskin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;b870bfc56e20a3191d19a248551ff631_4&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-87&quot; height=&quot;141&quot; src=&quot;http://hamimincore.blogdetik.com/files/2013/05/b870bfc56e20a3191d19a248551ff631_4-300x141.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kemiskinan juga menjadi salah satu masalah yang melanda Indonesia. Walau Indonesia bukan termasuk negara miskin menurut &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;PBB&lt;/a&gt; namun dalam kenyataannya lebih dari 30 juta rakyat Indonesia hidup di  bawah garis kemiskinan. Yang lebih disayangkan lagi, Indonesia merupkan  negara yang kaya akan sumber daya alam yang tersebar dari Sabang sampai  Merauke. Tapi sungguh memprihatinkan ketika meihat bagaimana kemiskinan  menjadi bagian permasalahan di negeri yang kaya ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Secara  garis besar penurunan jumlah warga miskin memang terlihat signifikan.  Hal ini juga dibenarkan oleh beberapa pakar yang mengamati penurunan  ini. namun, angka 30 juta masih menjadi permasalahan sendiri mengingat  adanya berbagai tujuan global yang akan di capai tahun 2015.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Selain  kemiskinan, masalah lain adalah kesenjangan sosial menjadi terlihat  jelas di Indonesia. Kaum konglomerat menjadi penguasa namun pemerintah  diam saja dengan kemiskinan yang ada. tidak mengherankan apabila negara  Indonesia memiliki jumlah rakyat miskin yang cukup banyak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Yang  manjadi pertanyaan adalah kenapa Indonesia bisa menjadi negara yang  penduduknya miskin padahal kaya sedangkan banyak negara yan miskin  sumber daya namun menjadi negara-negara kaya yang menguasai dunia.  Jawabannya kembali ke sumber daya manusia. Kemakmuran berbanding lurus  dengan kualitas SDM. Semakin tinggi kualitas SDM penduduk, semakin  tinggi pula tingkat kemakmurannya. Ini dibuktikan oleh negara yang  miskin sumber daya alam tetapi tingkat kemakmuran penduduknya tinggi  sperti Jepang. Kurangnya perhatian terhadap SDM Indonesia menjadikan  rakyat banyak yang menderita. Seharusnya kenyataan ini menjadikan dasar  pertimbangan kebenaran UUD pasal 33. Dalam hal ini tetap kemakmuran  rakyat merupakan hal utama yang harus di perhatikan demi terciptanya  Indonesia yang merdeka seutuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14.0pt;&quot;&gt;C. Solusi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Untuk  mencapai pemerataan dan keseimbangan dalam penyebaran penduduk maka  salah satu jalan dalam mengatasi masalah kependudukan ialah dengan  mengadakan &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;transmigrasi&lt;/a&gt;. &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;Transmigrasi &lt;/a&gt;merupakan  perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain dalam wilayah  Indonesia umumnya orang-orang yang mengikuti program transmigrasi  berasal dari Jawa, Madura, dan Bali, mereka biasanya ditempatkan di  Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya, dan di bagian  Nusantara yang masih jarang penduduk.&lt;br /&gt;Pulau Kalimantan yang merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia  dan memilki jumlah penduduk yang relatif sedikit menjadi salah satu  tempat tujuan transmigrasi. Wilayah ini mempunyai potensi yang sangat  besar untuk mengembangkan pertanian, dengan lahan yang masih luas dan  tanah yang subur terbuka peluang untuk memperoleh kehidupan yang lebih  baik bagi para transmigran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
Pemerataan penduduk melalui &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;transmigrasi&lt;/a&gt; dianggap penting mengingat kekayaan alam yang merupakan modal pokok  dalam pembangunan nasional, yang masih terpendam dalam bumi Indonesia  belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Pembangunan di bidang &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;transmigrasi&lt;/a&gt; sangat erat hubungannya dengan pembangunan daerah, baik di daerah asal  maupun daerah penerima. Dari berbagai studi telah didapatkan keterangan  tentang keadaan para &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;transmigran&lt;/a&gt; umum ketika di daerah asal. &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;Transmigrasi &lt;/a&gt;umum  di Kalimantan Selatan misalnya, 61% tidak memiliki tanah ketika di  daerah asal ( hardjosoenarto dalam Friedrich, 1980:94 ). &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;Transmigrasi &lt;/a&gt;adalah  perpindahan tempat, suatu gerakan yang mempunyai motivasi, dengan  berbagai factor yang melatarbelakanginya, ( Suyitno, 1980:116 ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- hamimincore.blogdetik.com &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/6218443171428604543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/06/masalah-kepandudukan-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/6218443171428604543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/6218443171428604543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/06/masalah-kepandudukan-di-indonesia.html' title='Masalah Kepandudukan Di Indonesia'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-6555881718902958511</id><published>2013-06-19T00:53:00.000-07:00</published><updated>2013-07-03T10:32:52.966-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teori Kependudukan"/><title type='text'>Teori-Teori Kependudukan Part 1</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://capil.muaraenimkab.go.id/wp-content/uploads/2012/12/Malthus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Teori-Teori Kependudukan&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;single-thumbnail featured&quot; height=&quot;260&quot; src=&quot;http://capil.muaraenimkab.go.id/wp-content/uploads/2012/12/Malthus.jpg&quot; width=&quot;470&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Orang yang pertama-tama mengemukakan  teori mengenai penduduk adalah Thomas Robert Malthus yang hidup pada  tahun 1776 – 1824. Kemudian timbul bermacam-macam pandangan sebagai  perbaikan teori Malthus. Dalam edisi pertamanya Essay on Population  tahun 1798 Malthus mengemukakan dua pokok pendapatnya yaitu :&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bahan makanan adalah penting untuk kehidupan manusia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nafsu manusia tak dapat ditahan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Malthus juga mengatakan bahwa  pertumbuhan penduduk jauh lebih cepat dari bahan makanan. Akibatnya pada  suatu saat akan terjadi perbedaan yang besar antara penduduk dan  kebutuhan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalil yang dikemukakan Malthus yaitu  bahwa jumlah penduduk cenderung untuk meningkat secara geometris (deret  ukur), sedangkan kebutuhan hidup riil dapat meningkat secara arismatik  (deret hitung). Menurut pendapat Malthus ada faktor-faktor pencegah yang  dapat mengurangi kegoncangan dan kepincangan terhadap perbandingan  antara penduduk dan manusia yaitu dengan jalan :&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Preventive checks&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yaitu faktor-faktor yang dapat  menghambat jumlah kelahiran yang lazimnya dinamakan moral restraint.  Termasuk didalamnya antara lain :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penundaan masa perkawinan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengendalikan hawa nafsu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pantangan kawin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Positive checks&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yaitu faktor-faktor yang menyebabkan bertambahnya kematian, termasuk di dalamnya antara lain :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bencana Alam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wabah penyakit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kejahatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peperangan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Positive checks biasanya dapat menurunkan kelahiran pada negara-negara yang belum maju.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Teori yang dikemukakan Malthus terdapat beberapa kelemahan antara lain :&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Malthus tidak yakin akan hasil preventive cheks.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ia tak yakin bahwa ilmu pengetahan dapat mempertinggi produksi bahan makanan dengan cepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ia tak menyukai adanya orang-orang miskin menjadi beban orang-orang kaya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ia tak membenarkan bahwa perkembangan kota-kota merugikan bagi  kesehatan dan moral dari orang-orang dan mengurangi kekuatan dari negara&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akan tetapi bagaimanapun juga teorinya  menarik perhatian dunia, karena dialah yang mula-mula membahas persoalan  penduduk secara ilmiah. Disamping itu essaynya merupakan methode untuk  menyelesaikan atau perbaikan persoalan penduduk dan merupakan dasar bagi  ilmu-ilmu kependudukan sekarang ini.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/6555881718902958511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/06/teori-teori-kependudukan-part-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/6555881718902958511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/6555881718902958511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/06/teori-teori-kependudukan-part-1.html' title='Teori-Teori Kependudukan Part 1'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-8139227383525544613</id><published>2013-06-19T00:51:00.000-07:00</published><updated>2013-07-03T10:28:28.047-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pertumbuhan Penduduk"/><title type='text'>Permasalahan Ledakan Penduduk di Indonesia</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Indonesia...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sebuah negara kesatuan yang terdiri dari pulau-pulau dan laut merupakan penghubungnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Di Indonesia,  banyak permasalahan yang sulit untuk di hilangkan. Salah satu masalah  itu adalah tentang ledakan penduduk atau yang dikenal juga dengan &quot;&lt;i&gt;Booming Population&quot;&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ledakan  penduduk merupakan masalah besar yang dihadapi oleh dunia, termasuk  Indonesia yang penduduknya sangat banyak. Karena Indonesia masih  merupakan negara berkembang, di negara maju pertambahan penduduk tidak  sebanyak di negara berkembang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pertambahan  penduduk yang begitu cepat bisa mengakibatkan banyak masalah tambahan  yang harus dihadapi, masalah yang akan timbul bila terjadi ledakan  penduduk yang terutama adalah kelaparan. Karena jumlah penduduk yang  banyak tentu saja bahan pangan yang di konsumsi harus banyak juga  jumlahnya, apabila jumlah bahan pangan yang tersedia kurang dari yang  dibutuhkan karena terlalu tinggi tingkat konsumsi penduduk Indonesia  suatu saat nanti saat ledakan penduduk besar terjadi kelaparan akan  melanda Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Masalah yang  kedua bila terjadi ledakan penduduk adalah kurangnya lahan untuk tempat  tinggal. Kenapa? Karena setiap penduduk, terlebih yang sudah menikah  mereka akan membutuhkan rumah untuk keluarganya tinggal dan bernaung,  apabila terjadi ledakan penduduk tentu saja nantinya akan makin banyak  orang yang membutuhkan rumah untuk tempat tinggal, apabila lahan yang  tersedia sudah habis untuk menjadi rumah, akan dimana lagi kita bisa  tinggal?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Masalah yang  ketiga adalah kemacetan, kemacetan bukanlah hal yang luar biasa untuk  orang Indonesia, terlebih mereka yang tinggal di kota besar seperti  Jakarta. Kemacetan merupakan makanan sehari-hari untuk orang yang  tinggal di kota besar, kemacetan terjadi karena banyak penduduk  berurbanisasi masuk ke kota besar untuk mencari pekerjaan dan kebanyakan  orang yang bekerja menggunakan kendaraan pribadi daripada kendaraan  umum yang telah disediakan, semakin banyak penduduk yang berurbanisasi  maka kemacetan semakin rentan terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Solusi pertama  untuk mengatasi ledakan penduduk adalah mengikuti program KB yang  diselenggarakan oleh pemerintah, dengan melakukan KB kita bisa  mengurangi ledakan pendudukan yang terjadi, pikirkan apabila ada sepuluh  keluarga dan tiap satu keluarga mempunyai tiga anak, berarti akan ada  tiga puluh penduduk baru yang akan berjalan di Indonesia, bila ber-KB  dengan hanya mempunyai dua orang anak yang artinya kita bisa mengurangi  sepuluh orang yang berjalan di Indonesia. Lebih baik mempunyai dua orang  anak daripada mempunyai banyak anak tetapi tidak bisa merawat mereka  semua dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Solusi yang  kedua adalah melakukan perataan penduduk yang artinya melakukan  reurbanisasi dan melakukan transmigrasi untuk penduduk yang berasal dari  luar daerah. Dengan melakukan itu kita bisa membuat perataan penduduk  yang akan mengisi lahan lahan yang masih kosong di luar daerah sana dan  akan mengurangin kemacetan serta kurangnya lahan tempat tinggal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Solusi yang  ketiga adalah menambah lapangan kerja di luar daerah, memperbanyak  wiraswastawan di luar daerah yang akan menambah lapangan kerja akan  mencegah terjadinya urbanisasi, jadinya tidak akan terjadi ledakan  penduduk di satu tempat saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;-yafettezw.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/8139227383525544613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/06/permasalahan-ledakan-penduduk-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/8139227383525544613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/8139227383525544613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/06/permasalahan-ledakan-penduduk-di.html' title='Permasalahan Ledakan Penduduk di Indonesia'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3484285317644054535.post-8201427855718140823</id><published>2013-06-19T00:41:00.000-07:00</published><updated>2013-07-03T10:28:28.049-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pertumbuhan Penduduk"/><title type='text'>Tantangan Berat Kependudukan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;mt10 lh16 body_blog c6 lh20&quot;&gt;            Dalam beberapa tahun ke depan Indonesia diperkirakan akan  menghadapi persoalan kependudukan. Bangsa ini diprediksi akan  menghadapi &lt;em&gt;triple burden&lt;/em&gt;, yakni peningkatan jumlah penduduk  balita, remaja, dan lanjut usia (lansia). Hal itu terjadi karena tingkat  kesehatan penduduk semakin baik. Tapi, di sisi lain, jika kondisi  seperti itu tidak diimbangi dengan upaya meredam tingkat kelahiran,  Indonesia tentu akan menghadapi lonjakan jumlah penduduk.&lt;br /&gt; Berbagai persoalan kependudukan itu menjadi tantangan bagi Kepala  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) yang baru, Fasli  Jalal. Fasli memiliki tugas berat untuk bisa meredam jumlah penduduk  dengan membangkitkan kembali program keluarga berencana (KB).&lt;br /&gt; Pada Kamis (13/6), Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi melantik Fasli  sebagai Kepala BKKBN. Dia menggantikan Sugiri Syarief yang pensiun tahun  lalu. Sebagai pejabat baru, Fasli diminta untuk membuat kebijakan  strategis dalam menangani masalah kependudukan dan program KB, yang  hingga kini pencapaiannya belum menggembirakan. Artinya, masih banyak  pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Fasli.&lt;br /&gt; Sebagai seorang dokter, Fasli tentu paham betul tentang masalah  kesehatan. Namun, fungsi dan tugas utama badan itu tidak melulu  persoalan kesehatan. Tantangan utama yang harus diselesaikan kepala  BKKBN yang baru adalah masalah kependudukan, terutama dari segi  kuantitas. Soalnya, selama ini program KB sebagai upaya untuk meredam  laju pertambahan penduduk berjalan stagnan.&lt;br /&gt; Jika dilihat dari piramida penduduk, Indonesia diindikasikan  mengalami lonjakan penduduk di usia balita, remaja, dan lansia. Dari  total 237,6 juta jiwa penduduk Indonesia, sebesar 28 persen atau 64 juta  adalah remaja, dan lansia sebanyak 18 juta. Ledakan penduduk itu  terjadi karena angka kesuburan yang tidak berubah.&lt;br /&gt; Angka kesuburan total (&lt;em&gt;total fertility rate&lt;/em&gt;/TFR) selama 10 tahun terakhir tidak berubah, yaitu 2,6 per wanita usia 14 hingga 49 tahun. Sedangkan, angka fertilitas remaja (&lt;em&gt;age specific fertility rate&lt;/em&gt;/ASFR)  usia 15 hingga 19 tahun menurun sedikit, yakni dari 51 per 1.000  perempuan pada 2011 menjadi 48 per 1.000 perempuan pada 2012. Jadi, jika  laju pertumbuhan penduduk tidak diredam dengan program KB, jumlah  penduduk Indonesia akan tak terkendali.&lt;br /&gt; Ledakan jumlah penduduk itu akan berdampak pada kualitas kesehatan,  lingkungan, dan ketersediaan pangan. Jumlah penduduk yang terus  bertambah akan berdampak pada kebutuhan pangan yang besar pula. Artinya,  beban negara untuk memberi makan rakyatnya akan semakin besar.&lt;br /&gt; Dampak yang paling terlihat jika ledakan penduduk tidak segera  diatasi adalah persoalan sosial. Angka kemiskinan dan pengangguran akan  terus meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, hingga  September 2012 jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 29,13 juta  orang. Sedangkan, angka pengangguran juga sangat besar, di mana pada  Agustus 2012 mencapai 7,2 juta orang.&lt;br /&gt; Ledakan jumlah penduduk juga berdampak pula pada kualitas pendidikan  dan indeks pembangunan manusia. United Nations Development Program  (UNDP) menyebutkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2011  berada pada urutan 124 dari 187 negara dengan skor 0,617. Peringkat ini  turun dari peringkat 108 pada 2010. Di ASEAN, Indonesia hanya unggul  dari Vietnam, yang memiliki nilai IPM 0,593, Laos 0,524, Kamboja 0,523,  dan Myanmar 0,483.&lt;br /&gt; Data itu menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk yang tak  terkendali akan menimbulkan berbagai persoalan yang tidak mudah untuk  diselesaikan. Pemerintah akan semakin sulit untuk memperbaiki masalah  kesehatan, pendidikan, pengangguran, kemiskinan, pangan, dan masalah  lain jika jumlah penduduk terus bertambah tanpa kendali. Jika masalah  kependudukan tidak bisa diatasi dengan baik, bukan tidak mungkin  Indonesia akan menghadapi krisis sosial atau bahkan masalah disintegrasi  bangsa.&lt;br /&gt; Aspek kependudukan juga memiliki peran yang sangat strategis untuk  membangun bangsa yang mandiri. Indonesia dapat dikatakan sebagai bangsa  yang mandiri jika sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara  maksimal untuk kebutuhan dan kemakmuran rakyat. Untuk mencapai itu semua  diperlukan sebuah komitmen dalam mengatur jumlah penduduk.&lt;br /&gt; Kita tentu berharap agar Kepala BKKBN yang baru, Fasli Jalal dapat  bekerja keras dalam menyukseskan kembali program KB sebagai upaya  meredam laju pertumbuhan penduduk. Program KB itu utamanya harus  ditujukan kepada remaja dan keluarga muda, sebagai kelompok masyarakat  yang berpotensi menambah jumlah penduduk. Tentunya, kerja sama semua  pihak diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang  pentingnya mengendalikan angka pertumbuhan penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-BeritaSatu.com &lt;br /&gt;          &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/feeds/8201427855718140823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/06/tantangan-berat-kependudukan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/8201427855718140823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3484285317644054535/posts/default/8201427855718140823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duduk-penduduk.blogspot.com/2013/06/tantangan-berat-kependudukan.html' title='Tantangan Berat Kependudukan'/><author><name>zeratul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07579945385917942786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyyD8GrRmoCv4E74TNH-druxpKyfCF60vnVJcijBUiYDIu5lo-jpmguFtGcEiyUCaNlnOOHJc7cY_NAvK8tfMJxbUL_JrzeZIox9hLwWjq7jO0-rfR6yDN54vN5KsoHQ/s220/195.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>