<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857</atom:id><lastBuildDate>Mon, 09 Sep 2024 05:26:59 +0000</lastBuildDate><category>artikel</category><category>manajemen</category><category>Buletin Jum’at Al-Imu</category><category>Motivasi</category><category>Tulisan ini pernah dimuat di HU.Pikiran Rakyat tanggal 7 Juni 2007</category><category>dunia islam</category><category>dunia pramuka</category><category>sejarah</category><title>Dunia Kita</title><description></description><link>http://abah123.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (biograpi)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-3600630008192659077</guid><pubDate>Tue, 12 Feb 2008 11:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-12T04:05:33.994-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup</title><description>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;“&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh” (John Gray)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p face="arial" style="text-align: justify;"&gt;Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih,hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Tipe pertama, tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada&lt;br /&gt;saat kesulitan terjadi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup. &lt;span id="more-80"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Tipe kedua, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan&lt;br /&gt;tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau&lt;br /&gt;mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi.&lt;br /&gt;Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat&lt;br /&gt;finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance- nya bagus sekali.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Bangun network&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti&lt;br /&gt;rekan sebelumnya di daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho&lt;br /&gt;ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini.&lt;br /&gt;Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi&lt;br /&gt;suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Sumber: 4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup oleh Anthony Dio Martin&lt;/p&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2008/02/4-tipe-manusia-hadapi-tekanan-hidup.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-5587892106095244593</guid><pubDate>Tue, 12 Feb 2008 10:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-12T02:39:54.404-08:00</atom:updated><title>Out Bound Yuuu Bareng MI. Al- FAlah</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinxm8Rg-e9Yb_mq5_C-ovvI97LrnBmyZhhUK5YFh5tjd6SGZy1NrP8qpIuPDTQB1NOzol6HRpz3ucuv4blLibi6ceyVSkDwtio5plubYRbikvXOSd6cye3sQaXFD4Sd6azUqF3TiLT1E0o/s1600-h/09410026.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinxm8Rg-e9Yb_mq5_C-ovvI97LrnBmyZhhUK5YFh5tjd6SGZy1NrP8qpIuPDTQB1NOzol6HRpz3ucuv4blLibi6ceyVSkDwtio5plubYRbikvXOSd6cye3sQaXFD4Sd6azUqF3TiLT1E0o/s400/09410026.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166041151916731586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini Die, guru pembimbingnya, cakep bukan? Hehe&lt;br /&gt;kalau kenalan Hub. aja, ni No Kontaknya 085659532522&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4R_iTQuH-3nusb2APDG8l0EqGj-qGXGIqckoyEHXj5ovS0AFd1rrat1tntEoAlAvDJP4J1vb5bGc3u7OL4HGpxpYpX4pzVMXGD9b4GSeo39TW3rVwVL_wUwG8a60afKjmmY5Xw0qvXegp/s1600-h/DSC00315.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4R_iTQuH-3nusb2APDG8l0EqGj-qGXGIqckoyEHXj5ovS0AFd1rrat1tntEoAlAvDJP4J1vb5bGc3u7OL4HGpxpYpX4pzVMXGD9b4GSeo39TW3rVwVL_wUwG8a60afKjmmY5Xw0qvXegp/s400/DSC00315.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166040559211244722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;A....U..oooooooooooooooooo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqnNqyGXAt7fO64V9Z7598PP7dgitQoPbvRNdQawNHAXo_OIK4YgkkAiEXgPLG47gX2w6HIUq6trGTv0Bq6t9fBstn-0K5FsoQuG1c6y-CAMLTQoRStujC_aIWoSd-b1wp_hG6V7h-UO4H/s1600-h/DSC00325.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqnNqyGXAt7fO64V9Z7598PP7dgitQoPbvRNdQawNHAXo_OIK4YgkkAiEXgPLG47gX2w6HIUq6trGTv0Bq6t9fBstn-0K5FsoQuG1c6y-CAMLTQoRStujC_aIWoSd-b1wp_hG6V7h-UO4H/s400/DSC00325.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166039549893930146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Supaya tubuh tetap Fit, minum Klorofil ok, anda butuh Klolofil&lt;br /&gt;silahkan klik aja, &lt;a href="http://www.k-link.co.id/"&gt;www.k-link.co.id, atau hub. ke No. 085659532522&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjk6QrbROPZpfyJNlVTXlM7gDpgP_t9KYSveef6xD6IRanb39QqkFfe2VZKZddjsSBcGdWnoLH35sY2ZsaqdgMrTobJOp3vO2me42hR6keWtdIFDE1rJvZOGAxIeCIVJAHMOTwkFT7z7S_X/s1600-h/DSC00322.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjk6QrbROPZpfyJNlVTXlM7gDpgP_t9KYSveef6xD6IRanb39QqkFfe2VZKZddjsSBcGdWnoLH35sY2ZsaqdgMrTobJOp3vO2me42hR6keWtdIFDE1rJvZOGAxIeCIVJAHMOTwkFT7z7S_X/s400/DSC00322.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166039086037462162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aw, busyet. pa mau lagi donk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKstxRyaoLIMSSccpfHxDBQGFX8g6ZZOyjVkdLLskF-NJZUP-Om3jwhGEV2WJkQMOS2XrMCm4YrEqBCKLawMfxc-UtMxIn4DL29gOut_eNo_6S_kjt6cCL8RLjkfXzz7xNSH6d8L6FuGuW/s1600-h/DSC00314.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKstxRyaoLIMSSccpfHxDBQGFX8g6ZZOyjVkdLLskF-NJZUP-Om3jwhGEV2WJkQMOS2XrMCm4YrEqBCKLawMfxc-UtMxIn4DL29gOut_eNo_6S_kjt6cCL8RLjkfXzz7xNSH6d8L6FuGuW/s400/DSC00314.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166038682310536322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aa.....a............a......a.....a.....a....h&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioQ1tiOEZlmPkOUhpILoQOfx8sz0CQ594hfAlkq952fi5FBSraKiV7Z2vI1QWnL2tWSi9BTCvmd7qmVP1ozBK7hVE3PkQtn_AfElghKwctCeg3K9NEIl76fyyq5e1LcKTyscTSgmzllyKi/s1600-h/DSC00313.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioQ1tiOEZlmPkOUhpILoQOfx8sz0CQ594hfAlkq952fi5FBSraKiV7Z2vI1QWnL2tWSi9BTCvmd7qmVP1ozBK7hVE3PkQtn_AfElghKwctCeg3K9NEIl76fyyq5e1LcKTyscTSgmzllyKi/s400/DSC00313.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166038265698708594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siap - siap, ayo tangana pegangan yang erat OK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwshMEOziSN8acBS6LtQ-YMzlFsF582IEzui6jkISJ4icjt8EOSDhld4UBTer4ClsyCf6OcsKIZbvPWrudScHt4yLcaO_SPJo-tkoo5SSK7EiHaiCLrJTYwpc_OOCkpUP3ZEF_Nmsv4Twp/s1600-h/DSC00268.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwshMEOziSN8acBS6LtQ-YMzlFsF582IEzui6jkISJ4icjt8EOSDhld4UBTer4ClsyCf6OcsKIZbvPWrudScHt4yLcaO_SPJo-tkoo5SSK7EiHaiCLrJTYwpc_OOCkpUP3ZEF_Nmsv4Twp/s400/DSC00268.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166037836201978978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;makan yuuuuu, cowi ya mataku perih ni,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSL5hhoc3zSlNk6iJ2uO0roAaBO6YBazbis_kMznD6nXipm9_azmHtjwVlC__L34brVOVD8STcWPOZXdUg2wJxij44exE4nqHYNnnn1hOcUhWpOOTXZyJXxDCuTC3HgxPBfG5Q9b4qqeV7/s1600-h/DSC00265.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSL5hhoc3zSlNk6iJ2uO0roAaBO6YBazbis_kMznD6nXipm9_azmHtjwVlC__L34brVOVD8STcWPOZXdUg2wJxij44exE4nqHYNnnn1hOcUhWpOOTXZyJXxDCuTC3HgxPBfG5Q9b4qqeV7/s400/DSC00265.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166037342280739922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pa, aku udah ada di tengah niiii, ta do`anya ya agar selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWe-SLPrNvL_qSlRo_dTWPwH0ak60DKFa1cDjgWvwMrrMZMN1UjpKmdRWGhZ0MznYVDTsP0UMA2MsYvamhjnvRFOPgoHW2jNlNAjUmZ4Mls11gVjsMIY_p5PWQPupCUWhh7hfCWHNhmyKB/s1600-h/DSC00263.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWe-SLPrNvL_qSlRo_dTWPwH0ak60DKFa1cDjgWvwMrrMZMN1UjpKmdRWGhZ0MznYVDTsP0UMA2MsYvamhjnvRFOPgoHW2jNlNAjUmZ4Mls11gVjsMIY_p5PWQPupCUWhh7hfCWHNhmyKB/s400/DSC00263.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166036625021201474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1, 2, 3, ayo..... terus turun kebawah. kata Ka, N`cuy tuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjVQIPfu4Km20eyk2jt2Y3p3CH4OUPuixfuKIdKpPQUwTcfBH7tvchTFSE8Orjr83VUCw0HsYR3Ly1D4AIOEgrkIr5vjl7-A6p1FIUl5DTjUSCsh1pjtqWsdOY0YN5HjiQCJOKOXyVIRg9/s1600-h/DSC00269.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjVQIPfu4Km20eyk2jt2Y3p3CH4OUPuixfuKIdKpPQUwTcfBH7tvchTFSE8Orjr83VUCw0HsYR3Ly1D4AIOEgrkIr5vjl7-A6p1FIUl5DTjUSCsh1pjtqWsdOY0YN5HjiQCJOKOXyVIRg9/s400/DSC00269.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166036023725780018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ciluuk Baaa!Vis aaah,, kenalkan ni nama saya cicih sobariah,&lt;br /&gt;siswi kelas VI MI al-falah tea atuh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2008/02/out-bound-yuuu-bareng-mi-al-falah.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinxm8Rg-e9Yb_mq5_C-ovvI97LrnBmyZhhUK5YFh5tjd6SGZy1NrP8qpIuPDTQB1NOzol6HRpz3ucuv4blLibi6ceyVSkDwtio5plubYRbikvXOSd6cye3sQaXFD4Sd6azUqF3TiLT1E0o/s72-c/09410026.JPG" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-8130070130813059894</guid><pubDate>Tue, 12 Feb 2008 09:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-12T02:14:20.421-08:00</atom:updated><title>Rafling MI. Al- Falah Cikaret - Cianjur</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8LF2Vo7_HgWhDg-1R7DDoOg91_oWoSI8jrEYr_oFd9m1pIh_v4wTUUVMJKfzyb_PCQwU9h2xhONhGkdmlYcx8QqP1aIWPN6sTvbdSSc8RSIn8S2AOCGqiPoJRzlR8VrCxPWzH4alwz3D2/s1600-h/DSC00230.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8LF2Vo7_HgWhDg-1R7DDoOg91_oWoSI8jrEYr_oFd9m1pIh_v4wTUUVMJKfzyb_PCQwU9h2xhONhGkdmlYcx8QqP1aIWPN6sTvbdSSc8RSIn8S2AOCGqiPoJRzlR8VrCxPWzH4alwz3D2/s320/DSC00230.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166034597796637730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1oUXNIcbq7HOPd1TWOCM5moHWvgysh_XE3PW0DINNzgwH8Eh1lQNUYW7qWiIfT0zQTAUTcLAUEtv-aZuOAuBb3hOypcsiWe1gWvXSaWMd9GPDRMOELo92s-KmWmT_efT1MIWxklQ-E7Nc/s1600-h/DSC00255.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1oUXNIcbq7HOPd1TWOCM5moHWvgysh_XE3PW0DINNzgwH8Eh1lQNUYW7qWiIfT0zQTAUTcLAUEtv-aZuOAuBb3hOypcsiWe1gWvXSaWMd9GPDRMOELo92s-KmWmT_efT1MIWxklQ-E7Nc/s320/DSC00255.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166033923486772242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;wah, aku bisaaaaaa,,,, horeeeee&lt;br /&gt;asyiiiiik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0YDPeezLYzAFpD6ZBQ1yUSys5YYgP4y4gt6LRnl8uq1WR1dc9sQQj1PrwN9-Gkp3LEuclAbsTioe-b1vSUJIWgZdcqyBTSepVa0SWpc_jwVZvEVC1lg3C84Inq7usAD2sU5Zkwdo58WNE/s1600-h/DSC00228.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0YDPeezLYzAFpD6ZBQ1yUSys5YYgP4y4gt6LRnl8uq1WR1dc9sQQj1PrwN9-Gkp3LEuclAbsTioe-b1vSUJIWgZdcqyBTSepVa0SWpc_jwVZvEVC1lg3C84Inq7usAD2sU5Zkwdo58WNE/s320/DSC00228.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166033506874944514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wah, lancar yeuh turuna, alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMisAVmnieYp9ufV8CsSZd7p6ZrbnVw3eiLk4p_izkssgewPcJJvUgabtSVB7ifqB6zM4P2l3CPJiNYBrAv-7ZaNujYAzmlRauolUQW6nb4LuNoTNvDKX7O2p_pbmV7cE9DAO5Wc6_CNIW/s1600-h/DSC00224.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMisAVmnieYp9ufV8CsSZd7p6ZrbnVw3eiLk4p_izkssgewPcJJvUgabtSVB7ifqB6zM4P2l3CPJiNYBrAv-7ZaNujYAzmlRauolUQW6nb4LuNoTNvDKX7O2p_pbmV7cE9DAO5Wc6_CNIW/s320/DSC00224.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166030994319076322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;sedang menerima pengarahan dari instruktur&lt;br /&gt;Bpak. endang suryana (Ka N`cuy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhULRYZ21pqjQMuswhou3Rf6HkWx3eYfEJpR4CwqWM8ewL9SXU_hyphenhyphenM5OvJk64p-pvO20fBorY1Okzf8PZELigIjzC-CEhSBTU8qoZGb6sf-U1gTsPZ67vPQvgh2tpkve39D1MRRE7cliXQ/s1600-h/DSC00227.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhULRYZ21pqjQMuswhou3Rf6HkWx3eYfEJpR4CwqWM8ewL9SXU_hyphenhyphenM5OvJk64p-pvO20fBorY1Okzf8PZELigIjzC-CEhSBTU8qoZGb6sf-U1gTsPZ67vPQvgh2tpkve39D1MRRE7cliXQ/s320/DSC00227.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166031956391750642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;pa, bantu donk, please jangan di lepas ya! tuakut nih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6aAuvw_kDz5XFdaNBJRs1f3DzDiarhz18nZzk4AmXiEHT20_I5hVUK82gCvGf-rw6Gzn-tBb6mz3pDoIHaGA5fDSQuMTm1xU-_FNSCV2V1EOTbjwJQfHYrLLIEG8v9OC0ONnBo58ce_Us/s1600-h/DSC00226.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6aAuvw_kDz5XFdaNBJRs1f3DzDiarhz18nZzk4AmXiEHT20_I5hVUK82gCvGf-rw6Gzn-tBb6mz3pDoIHaGA5fDSQuMTm1xU-_FNSCV2V1EOTbjwJQfHYrLLIEG8v9OC0ONnBo58ce_Us/s320/DSC00226.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166030246994766802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nah sebelum keatas belajar dibawah dulu ya anak-anak&lt;br /&gt;agar lancar nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2008/02/rafling-mi-al-falah-cikaret-cianjur.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8LF2Vo7_HgWhDg-1R7DDoOg91_oWoSI8jrEYr_oFd9m1pIh_v4wTUUVMJKfzyb_PCQwU9h2xhONhGkdmlYcx8QqP1aIWPN6sTvbdSSc8RSIn8S2AOCGqiPoJRzlR8VrCxPWzH4alwz3D2/s72-c/DSC00230.JPG" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-5479366574881014207</guid><pubDate>Thu, 07 Feb 2008 08:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-07T00:15:02.450-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>Keajaiban Dalam Rahim Ibu</title><description>&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; font-weight: bold;" class="baslik2"&gt;Awalnya Hanya Bersel Satu&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; Makhluk hidup bersel satu yang tak terhitung jumlahnya mendiami bumi kita. Semua makhluk bersel satu ini berkembang biak dengan membelah diri, dan membentuk salinan yang sama seperti diri mereka sendiri ketika pembelahan ini terjadi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; Embrio yang berkembang dalam rahim ibu juga memulai hidupnya sebagai makhluk bersel satu, dan sel ini memperbanyak diri dengan cara membelah diri, dengan kata lain membuat salinan dirinya sendiri. Dalam kondisi ini, tanpa adanya perencanaan khusus, sel-sel yang akan membentuk bayi yang belum lahir ini akan memiliki bentuk yang sama. Dan apabila ini terjadi, maka yang akhirnya muncul bukanlah wujud manusia, melainkan gumpalan daging tak berbentuk. Tapi ini tidaklah terjadi karena sel-sel tersebut membelah dan memperbanyak diri bukan tanpa pengawasan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; font-weight: bold;" class="baslik2"&gt;Sel yang Sama Membentuk Organ yang Berbeda&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; Sperma dan sel telur bertemu, dan kemudian bersatu membentuk sel tunggal yang disebut zigot. Satu sel tunggal ini merupakan cikal-bakal manusia. Sel tunggal ini kemudian membelah dan memperbanyak diri. Beberapa minggu setelah penyatuan sperma dan telur ini, sel-sel yang terbentuk mulai tumbuh berbeda satu sama lain dengan mengikuti perintah rahasia yang diberikan kepada mereka. Sungguh sebuah keajaiban besar: sel-sel tanpa kecerdasan ini mulai membentuk organ dalam, rangka, dan otak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; Sel-sel otak mulai terbentuk pada dua celah kecil di salah satu ujung embrio. Sel-sel otak akan berkembang biak dengan cepat di sini. Sebagai hasilnya, bayi akan memiliki sekitar sepuluh milyar sel otak. Ketika pembentukan sel-sel otak tengah berlangsung, seratus ribu sel baru ditambahkan pada kumpulan sel ini setiap menitnya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Masing-masing sel baru yang terbentuk berperilaku seolah-olah tahu di mana ia harus menempatkan diri, dan dengan sel mana saja ia harus membuat sambungan. Setiap sel menemukan tempatnya masing-masing. Dari jumlah kemungkinan sambungan yang tak terbatas, ia mampu menyambungkan diri dengan sel yang tepat. Terdapat seratus trilyun sambungan dalam otak manusia. Agar sel-sel otak dapat membuat trilyunan sambungan ini dengan tepat, mereka harus menunjukkan kecerdasan yang jauh melebihi tingkat kecerdasan manusia. Padahal sel tidak memiliki kecerdasan sama sekali. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Bahkan tidak hanya sel otak, setiap sel yang membelah dan memperbanyak diri pada embrio pergi dari tempat pertama kali ia terbentuk, dan langsung menuju ke titik yang harus ia tempati. Setiap sel menemukan tempat yang telah ditetapkan untuknya, dan dengan sel manapun mereka harus membentuk sambungan, mereka akan mengerjakannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; Lalu, siapakah yang menjadikan sel-sel yang tak memiliki akal pikiran tersebut mengikuti rencana cerdas ini? Profesor Cevat Babuna, mantan dekan Fakultas Kedokteran, Ginekologi dan Kebidanan, Universitas Istanbul, Turki, berkomentar:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;          &lt;blockquote&gt;                                 &lt;p&gt; Bagaimana semua sel yang sama persis ini bergerak menuju tempat yang sama sekali berbeda, seolah-olah mereka secara mendadak menerima perintah dari suatu tempat, dan berusaha agar benar-benar terbentuk organ-organ yang sungguh berbeda? Hal ini jelas menunjukkan bahwa sel yang identik ini, yang tidak mengetahui apa yang akan mereka kerjakan, yang memiliki genetika dan DNA yang sama, tiba-tiba menerima perintah dari suatu tempat, sebagian dari mereka membentuk otak, sebagian membentuk hati, dan sebagian yang lain membentuk organ yang lain lagi.&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; Proses pembentukan dalam rahim ibu berlangsung terus tanpa henti. Sejumlah sel yang mengalami perubahan, tiba-tiba saja mulai mengembang dan mengkerut. Setelah itu, ratusan ribu sel ini berdatangan dan kemudian saling bergabung membentuk jantung. Organ ini akan terus-menerus berdenyut seumur hidup.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; Hal yang serupa terjadi pada pembentukan pembuluh darah. Sel-sel pembuluh darah bergabung satu sama lain dan membentuk sambungan di antara mereka. Bagaimana sel-sel ini mengetahui bahwa mereka harus membentuk pembuluh darah, dan bagaimana mereka melakukannya? Ini adalah satu di antara beragam pertanyaan yang belum terpecahkan oleh ilmu pengetahuan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; Sel-sel pembuluh ini akhirnya berhasil membuat sistem tabung yang sempurna, tanpa retakan atau lubang padanya. Permukaan bagian dalam pembuluh darah ini mulus bagaikan dibuat oleh tangan yang ahli. Sistem pembuluh darah yang sempurna tersebut akan mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh bayi. Jaringan pembuluh darah memiliki panjang lebih dari empat puluh ribu kilometer. Ini hampir menyamai panjang keliling bumi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; Perkembangan dalam perut ibu berlangsung tanpa henti. Pada minggu kelima tangan dan kaki embrio mulai terlihat. Benjolan ini sebentar lagi akan menjadi lengan. Beberapa sel kemudian mulai membentuk tangan. Tetapi sebentar lagi, sebagian dari sel-sel pembentuk tangan embrio tersebut akan melakukan sesuatu yang mengejutkan. Ribuan sel ini melakukan bunuh diri massal. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Mengapa sel-sel ini membunuh diri mereka sendiri? Kematian ini memiliki tujuan yang amat penting. Bangkai-bangkai sel yang mati di sepanjang garis tertentu ini diperlukan untuk pembentukan jari-jemari tangan. Sel-sel lain memakan sel-sel mati tersebut, akibatnya celah-celah kosong terbentuk di daerah ini. Celah-celah kosong tersebut adalah celah di antara jari-jari kita.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; Akan tetapi, mengapa ribuan sel mengorbankan dirinya seperti ini? Bagaimana dapat terjadi, sebuah sel membunuh dirinya sendiri agar bayi dapat memiliki jari-jari pada saatnya nanti? Bagaimana sel tersebut tahu bahwa kematiannya adalah untuk tujuan tertentu? Semua ini sekali lagi menunjukkan bahwa semua sel penyusun manusia ini diberi petunjuk oleh Allah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; Pada tahap ini, sejumlah sel mulai membentuk kaki. Sel-sel tersebut tidak mengetahui bahwa embrio akan harus berjalan di dunia luar. Tapi mereka tetap saja membuat kaki dan telapaknya untuk embrio. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Ketika embrio berumur empat minggu, dua lubang terbentuk pada bagian wajahnya, masing-masing terletak pada tiap sisi kepala embrio. Mata akan terbentuk di kedua lubang ini pada minggu keenam. Sel-sel tersebut bekerja dalam sebuah perencanaan yang sulit dipercaya selama beberapa bulan, dan satu demi satu membentuk bagian-bagian berbeda yang menyusun mata. Sebagian sel membentuk kornea, sebagian pupil, dan sebagian yang lain membentuk lensa. Masing-masing sel berhenti ketika mencapai batas akhir dari daerah yang harus dibentuknya. Pada akhirnya, mata, yang mengandung empat puluh komponen yang berbeda, terbentuk dengan sempurna tanpa cacat. Dengan cara demikian, mata yang diakui sebagai kamera paling sempurna di dunia, muncul menjadi ada dari sebuah ketiadaan di dalam perut ibu. Perlu dipahami bahwa manusia yang bakal lahir ini akan membuka matanya ke dunia yang berwarna-warni, dan mata yang sesuai untuk tugas ini telah dibuat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; Suara di dunia luar yang akan didengar oleh bayi yang belum lahir juga telah diperhitungkan dalam pembentukan seorang manusia dalam rahim. Telinga yang akan mendengarkan segala suara tersebut juga dibentuk dalam perut ibu. Sel-sel tersebut membentuk alat penerima suara terbaik di dunia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; Semua uraian ini mengingatkan kita bahwa penglihatan dan pendengaran adalah nikmat besar yang Allah berikan kepada kita. Allah menerangkan hal ini dalam Alquran sebagaimana berikut: &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="AyetBoldAlnti"&gt;Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An-Nahl, 16:78)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; font-weight: bold;" class="baslik2"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Penciptaan Kedua&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; Berbagai peristiwa yang telah dikisahkan dalam tulisan ini dialami oleh semua orang di dunia. Setiap manusia dipancarkan ke rahim sebagai sebuah sel sperma yang kemudian bersatu dengan sel telur, dan kemudian memulai kehidupan sebagai sel tunggal. Semua ini terjadi karena adanya kondisi yang secara khusus diciptakan di tempat tersebut. Bahkan sebelum manusia mulai mengetahui keberadaan dirinya sendiri, Allah telah memberi bentuk pada tubuh mereka, dan menciptakan manusia normal dari sebuah sel tunggal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; Adalah kewajiban bagi setiap orang di dunia untuk merenungkan kenyataan ini. Dan kewajiban Anda adalah untuk memikirkan bagaimana anda lahir ke dunia ini, dan kemudian bersyukur kepada Allah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; Jangan lupa bahwa Tuhan kita, yang telah menciptakan tubuh kita sekali, akan mencipta kita lagi setelah kematian kita, dan akan mempertanyakan segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Hal ini amatlah mudah bagi-Nya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; Mereka yang melupakan penciptaan diri mereka sendiri dan mengingkari kehidupan akhirat, benar-benar telah tertipu. Allah berfirman tentang orang-orang ini dalam Alquran:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; font-weight: bold; font-style: italic;" class="AyetBoldAlnti"&gt;Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata. Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pada kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.” (QS. Yaasiin, 36:77-79)&lt;/p&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2008/02/keajaiban-dalam-rahim-ibu.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-8359663247162804520</guid><pubDate>Thu, 07 Feb 2008 08:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-07T00:10:24.188-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">manajemen</category><title>Manajemen Waktu, Kunci Utama Mencapai Sukses</title><description>&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Betapa seringnya kita mendengar pepatah yang mengatakan ‘Waktu Adalah Uang. Tapi sebenarnya berapa banyak diantara kita yang benar-benar dapat memanfaatkan waktu yang kita miliki dengan sebaik-baiknya?&lt;span id="more-17"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Sebenarnya, jika Anda ingin mengatur kehidupan Anda dan membuatnya menyenangkan, sebagai permulaan yang Anda butuhkan adalah mengatur waktu Anda. Tak perlu dipertanyakan lagi, pengaturan waktu yang efektif merupakan hal mendasar untuk lingkup berbagai wilayah kehidupan. Pada kenyataannya, seringkali terdapat perbedaan antara pencapai kehidupan sejati dan orang-orang yang, meski sibuk, tak pernah sampai pada titik dimanapun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Tak mengejutkan kalau dalam seluruhan industri pengaturan waktu jadi sebuah kebutuhan. Tapi jika Anda meninjau lebih dalam, Anda akan dapat melihat bahwa sebenarnya pengaturan waktu tak jauh beda dengan manajeman diri. Karena pada kenyataanya, Anda tak dapat mengatur waktu, tapi Anda dapat mengatur diri sendiri dan apa yang Anda lakukan dalam setiap kesempatan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Kebanyakan ahli sepakat bahwa sukses merupakan hasil dari kebiasaan. Oleh sebab itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperlancar bagaimana Anda menggunkan waktu, yakni dimulai dengan kebiasaan Anda (kontrol diri). Dan kebiasaan ini dimulai sebagai pembuatan keputusan secara sadar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Sekali Anda bisa, seterusnya kebiasaan bagus ini jadi hal alami. Dalam banyak kasus, sukses bukan dihasilkan dari hal yang tak biasa, tapi lebih sebagai hasil dari kemampuan seseorang untuk ‘menguasai keduniawian’. Dengan konsisten menampilkan seluruh tugas penting yang belum sempurna, sejalan dengan waktu aktivitas ini akan berubah jadi pencapaian besar.Berikut beberapa aturan sederhana yang dapat diikuti untuk melakukan pengaturan waktu yang lebih baik:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;- Jangan Menangguhkan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Lakukan saat ini juga. Saat orang menunda sesuatu, itu berarti membunuh daya gerak pencapaian pada tujuan saat ini dan menghalangi kesempatan di masa mendatang lantaran waktu yang tersumbat. Cara untuk mencegah penundaan adalah dengan merancang deadline untuk tujuan yang harus dicapai. Menghindari deadline terakhir membawa penundaan yang diatur tujuan sebagai perantara untuk mencapai setingkat demi setingkat menuju tujuan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;- Lacak Aktivitas Anda.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Memori adalah penuntun yang payah, jika ini berhubungan dengan menetapkan bagaimana Anda melewatkan waktu Anda. Cara terbaik untuk merekam aktivitas Anda sepanjang hari adalah dengan mendata apa yang Anda lakukan. Kebanyakan orang akan menemukan kalau mereka memiliki tiga jam dalam tiap hari yang sebenarnya dapat digunakan untuk hal yang lebih membangun atau tindakan yang efisiean. Kurangi waktu yang Anda gunakan untuk bertelepon, membolak-balik majalah atau surfing di web yang tak mengahasilkan apapun, dan batasi kegiatan-kegiatan yang tak penting.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;- Berkonsentrasi Pada Hasil.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Banyak orang melewatkan waktu mereka sepanjang hari dengan aktivitas yang hiruk-pikuk, tapi hanya sedikit membuahkan hasil. Itu semua terjadi karena mereka tak berkonsentrasi pada hal yang benar. Jangan terkecoh antara bekerja secara efisien dan bekerja secara efektif. Aktivitas dapat memang kadang dapat membebaskan dari tekanan tapi itu tak mencapai tujuan Anda. Dengan lebih berkonsentrasi pada sedikit preoritas&lt;br /&gt;‘utama’ secara teratur. Anda dapat mencapai lebih banyak hal dalam waktu singkat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;- Ingat Prisip 80/20.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;20% kunci aktivitas Anda akan memberi Anda 80% dalam bentuk hasil. Tujuan Anda adalah mengubah ini untuk memastikan kalau Anda berkonsentrasi sebanyak usaha yang mungkin Anda lakukan untuk hasil tertinggi dari tujuan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;- Gunakan Waktu Perjalanan Dengan Bijaksana.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Sangat mudah untuk mengabaikan waktu yang dilakukan untuk menempuh perjalanan dalam penafsiran manajeman waktu. Pertimbangkan dengan hati-hati apakah ini merupakan waktu yang sesuai dimana Anda dapat juga menggunakannya secara lebih produktif. Sebagai contoh, jika Anda memilih naik bus atau kereta untuk menuju tempat kerja, apakah ini menyediakan kesempatan untuk membuat penggunaan waktu Anda jadi&lt;br /&gt;lebih baik? Atau jika Anda nyetir sendiri, apa Anda bisa mendengarkan rekaman pendidikan atau motivasional yang dapat membuat Anda memperbaiki ketrampilan dan lebih produktif?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;- Bangun Rancangan Aksi.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Sebuah rencana tindakan merupakan daftar pendek dari tugas yang harus dilengkapi untuk mencapai sebuah tujuan. Ini beda dengan To Do list dimana fokus utmanya adalah pencapaian tujuan, (dan langkah untuk mencapainya secara spesifik) dari pada hanya membuat tujuan untuk dicapai dalam periode waktu. Kapanpun Anda ingin mencapai sesuatu, buat gambaran gambalng dari rencana tindakan, ini akan memberi Anda&lt;br /&gt;kesempatan untuk lebih berkonsentrasi pada tahap pencapaian itu, dan memonitor kemajuannya dalam perwujudan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;- Merespon Dengan Cepat.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Sebagai contoh, urus mail Anda begitu Anda menerima surat. Jangan biarkan tagihan dan surat-surat itu membebani Anda. Jika Anda tak bisa membalas sebuah surat saat itu juga, buat file di tempat khusus yang mudah dilihat, dan tuliskan di amplop tindakan yang dibutuhkan serta tanggal dimana Anda dapat menyelesaikannya.Ketika memungkinkan, lakukan tindakan pada hari yang sama saat Anda menerimanya. Jangan biarkan komputer, meja dan pikiran Anda jadi bertumpuk dengan hal yang tak berguna.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;- Bersikap Tegas.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Belajarlah berkata tidak pada orang lain. Waktu Anda sangat berharga. Jadi jangan biarkan orang lain menentukan atau memanfaatkan Anda untuk kepentingan rencana mereka. Batasi gangguan sebisa mungkin. Tutup pintu Anda, matikan nada dering telepon atau minta dengan terus terang agar Anda tidak diganggu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;- Jadwalkan Waktu Untuk Bersantai.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Saat Anda mengatur waktu dan bisnis Anda, pastikan untuk menyisihkan saat untuk bersantai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Tugas pertama Anda untuk dapat mengatur waktu dengan lebih baik adalah membuat mendaftar seberapa banyak waktu yang Anda buang sia-sia selama sehari, dari sana atur ulang aktivitas Anda untuk melakukan yang lebih maksimal dalam setiap menit. Lebih dari segalanya, berpegangteguhlah pada rencana Anda. Jadwal yang Anda buat hanya dapat terlaksana dengan benar hanya jika Anda keukeh dengan itu. Nah, dengan mengikuti tips ini kami harap Anda akan memiliki lebih banyak ruang untuk melakukan hal-hal yang ingin Anda capai dalam hidup Anda.&lt;/p&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2008/02/manajemen-waktu-kunci-utama-mencapai.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-3166458633242329796</guid><pubDate>Thu, 07 Feb 2008 08:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-07T00:05:23.972-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">manajemen</category><title>Manajemen Waktu Bagi Orang Sukses</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;pre style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anda yang ingin sukses, ikuti tips manajemen waktu orang-orang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sukses berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Tetapkan tujuan dan cita-cita hidup Anda &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan pada diri sendiri, `Untuk apa saya hidup?' `Apa yang saya&lt;br /&gt;inginkan?','Apa yang harus saya lakukan?'. Lalu tulis semua jawaban&lt;br /&gt;Anda dalam sebuah buku. Ingat, tetapkan tujuan dan cita-cita yang&lt;br /&gt;realistis dan terukur dalam arti sesuai dengan kemampuan Anda.&lt;br /&gt;Karena orang-orang yang sukses dan bahagia adalah orang-orang yang&lt;br /&gt;mengetahui tujuan hidup dan menyadari kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Lakukan perencanaan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Luangkan waktu Anda untuk membuat perencanaan hidup Anda. Tetapkan&lt;br /&gt;rencana apa saja yang akan Anda lakukan untuk mencapai tujuan dan&lt;br /&gt;cita-cita hidup Anda. Buat rencana secara cermat. Misalnya rencana&lt;br /&gt;untuk menyusun proposal, mengadakan presentasi, menemui klien,&lt;br /&gt;memulai bisnis baru, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tetapkan skala prioritas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah membuat perencanaan, buatlah daftar hal-hal yang harus Anda&lt;br /&gt;capai dalam waktu dekat. Misalnya, apa yang harus Anda raih dalam&lt;br /&gt;minggu depan, bulan depan, tahun depan, dan seterusnya. Contohnya&lt;br /&gt;minggu depan Anda harus sudah bisa `menggolkan' tender, bulan depan&lt;br /&gt;Anda sudah menjalankan proyek penting, tahun depan Anda sudah bisa&lt;br /&gt;menikmati hasil kerja Anda, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Batasi rencana Anda &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak rencana juga bukanlah hal yang baik jika Anda sadar&lt;br /&gt;tidak mungkin mengerjakan semuanya. Rencana yang terlalu banyak&lt;br /&gt;hanya akan membuat Anda stres. Bahkan jika Anda gagal mencapainya&lt;br /&gt;Anda bisa frustasi. Buatlah rencana yang Anda yakin dapat&lt;br /&gt;menyelesaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Luangkan waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Walau Anda sudah memiliki sejumlah rencana yang akan segera Anda&lt;br /&gt;kerjakan, jangan lupa luangkan waktu Anda untuk melakukan hal-hal&lt;br /&gt;yang menyenangkan bagi Anda pribadi. Misalnya tidur/beristirahat,&lt;br /&gt;melakukan hobi, berkumpul dengan keluarga dan sahabat, berolahraga,&lt;br /&gt;belanja, dan bermain internet. Tetapi jangan sampai kesenangan itu&lt;br /&gt;menyita waktu Anda sehingga mengesampingkan hal-hal yang lebih&lt;br /&gt;penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian waktu Anda yang berharga akan lebih efektif bukan?&lt;br /&gt;Jika Anda sudah mempraktekkan manajemen waktu ini dengan benar,&lt;br /&gt;semoga kesuksesan akan segera Anda raih. Selamat mencoba.!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Astaga.com (Resonansi)&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2008/02/manajemen-waktu-bagi-orang-sukses.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-5556860116968577771</guid><pubDate>Thu, 07 Feb 2008 07:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-07T00:01:26.855-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">manajemen</category><title>Manajemen Waktu</title><description>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa yang dimaksud dengan manajemen waktu? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita dikejar-kejar dengan waktu,misalnya saja deadline pengumpulan tugas, atau sedang ujian masa kuliah yang waktunya kurang cukup?Ataukah kita sedang mengerjakan suatu project yang waktunya sangat mepet?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti kita semua pernah mengalami hal-hal seperti itu, termasuk juga dengan saya tentunya. Saya sendiri merasa belum bisa mengatur jadwal sesuai dengan apa yang akan kita lakukan.Misalnya saja memakai agenda, sudah tertulis pada hari senin misalnya kita harus mengerjakan sesuatu &amp;amp; harus selesai pada sore harinya ternyata saya sering lelet untuk mencapai target tersebut.Kurang disiplin, kurang motivasi, &amp;amp; kurang gigih untuk mencapainya.Sebetulnya hal-hal tersebutlah pemicu kegagalan untuk mencapai target-target tersebut.Seringnya kita menganggap remeh suatu persoalan atau menunda-nunda pekerjaan tersebut.Sampai kita terlena hingga pada akhirnya pada waktu yang ditentukan kita selalu mengerjakan dengan terburu-buru &amp;amp; hasilnya pasti menjadi tidak maksimal. :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri berpikir bahwa kita kadang-kadang tahu apa yang membuat kita gagal mencapai target waktu yang ditentukan,memang sulit sekali untuk mendisiplinkan diri bagi orang-orang yang sudah terbiasa dengan ritme kerja yang lamban.Ada upaya dari dalam diri kita yang mengatakan kita harus mengerjakan sesuatu dengan cepat tetapi betapa lebih besarnya godaan dari bisikan-bisikan dari dalam diri yang negatif mengatakan sebaliknya :(. Hal-hal itulah yang harus kita hilangkan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan melalui manajemen waktulah kita harus dapat mengatur segala macam hal yang akan kita lakukan &amp;amp; belajar berencana jangka pendek maupun jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sementara ini saya berkesimpulan dalam manajemen waktu yang harus dilakukan adalah :&lt;br /&gt;1. Mengatur jadwal kerja (apalagi orang yang bekerja secara freelance  harus lebih kuat usahanya)&lt;br /&gt;2. Displin dengan jadwal kerja tersebut&lt;br /&gt;3. Memompa, memotivasi diri, &amp;amp; selalu bersemangat dalam menjalankan segala sesuatu&lt;br /&gt;4. Walaupun dikejar deadline namun isi otak kita harus tetap relaks&lt;br /&gt;5. Jangan panik, harus tetap tenang &amp;amp; fokus agar dapat selalu terarah apa target yang akan kita capai&lt;br /&gt;6. Berusahalah sebaik mungkin &amp;amp; jangan menyerah sampai dengan saat-saat akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="color:#000080;"&gt;&lt;b&gt;"Do the best but not prepare for the worst"&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Kita harus siap dengan segala kemungkinan, namun keberhasilan akan lebih mudah diterima dibandingkan dengan kegagalan. Optimislah!setelah berusaha sekuat tenaga kita baru boleh pasrah atas apapun hasil yang terjadi.Semoga tulisan ini menjadi motivasi saya &amp;amp; teman-teman semua dalam mencapai cita-citanya.&lt;/div&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2008/02/manajemen-waktu.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-6262139972680129979</guid><pubDate>Thu, 07 Feb 2008 07:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-06T23:46:20.901-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">manajemen</category><title>Miliki Citra Diri yang Positif</title><description>&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px; font-family: arial;" border="0" cellspacing="0" height="480" width="630"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td id="stcontent" bgcolor="#ffffff" height="174" valign="top"&gt;&lt;p&gt; Percaya nggak, dengan citra diri yang positif Anda terlihat jauh lebih oke ketimbang tidak. Dengan citra diri pula Anda akan lebih mudah meniti karir. Citra positif yang Anda miliki akan memudahkan Anda bergaul, menjalin hubungan dengan klien, memperlancar hubungan kemitraan, dll. Makanya bagi para eksekutif profesional, membangun citra diri yang positif merupakan hal yang sangat penting. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Konon, citra diri merupakan bagian dari kecakapan manajemen yang harus dimiliki oleh karyawan pada level manajer ke atas. Lalu gimana sih yang dimaksud citra diri? Nah Anda yang merasa belum paham mengenai citra diri, ada baiknya Anda simak dulu ciri-ciri orang yang memiliki citra diri positif. Coba intip deh: &lt;/p&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;Memiliki pandangan dan pikiran yang selalu positif. Dalam memandang apapun mereka tidak pernah melihatnya dari sisi negatif melainkan selalu mengambil hal-hal positif sekalipun dalam menghadapi masalah yang cukup pelik. Dalam soal prinsip pun mereka cukup teguh. Namun di saat yang sama mereka juga memiliki kemampuan mendengarkan dan menghargai pandangan orang lain yang berbeda dengannya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersedia berubah bila terbukti bersalah. Sekalipun 'keukeh' dalam soal prinsip, mereka tak menutup diri untuk perubahan. Jika mereka menyadari kesalahannya, mereka tak sungkan-sungkan untuk berubah memperbaiki kesalahan tersebut. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menerima kesalahan sebagai bagian dari proses belajar. Kesalahan yang pernah mereka lakukan selalu mereka jadikan pelajaran untuk mencapai yang lebih baik. Mereka tidak pernah berlarut-larut dalam kesalahan tersebut, dan bertekad menemukan apa penyebab terjadinya kesalahan dengan tujuan perbaikan. Mereka juga mau menerima kritik dengan pikiran positif. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Percaya diri dalam mengambil keputusan. Mereka memiliki pertimbangan yang cukup matang dalam setiap keputusan yang mereka ambil. Mereka tidak pernah ragu-ragu terhadap sesuatu yang dianggapnya benar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak emosional. Tiap manusia emang punya emosi dan itu manusiawi sekali, tapi orang-orang yang bercitra positif tidak mau dikuasai oleh emosi. Mereka jauh dari kesan emosional. Mereka bisa menyelesaikan masalah secara objektif dan realistis. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; Nah apakah Anda sudah menjadi orang dengan citra diri yang positif? Tapi jika Anda merasa tidak sesuai dengan semua ciri-ciri tadi, jangan buru-buru mengklaim bahwa Anda tidak bisa memiliki citra positif. Semua ini bisa dipelajari dan ditumbuhkan, asal Anda memiliki kemauan. Pada intinya, untuk menjadi pribadi dengan citra positif, Anda harus mampu menolak aspek-aspek negatif yang membuat Anda tidak disukai lingkungan. Meskipun Anda hanya karyawan biasa tapi jika citra diri Anda telah terbentuk dengan baik, siapa tau aja besok Anda bisa mencapai level manajer atau CEO sekalipun. Selamat mencoba...! &lt;/td&gt;            &lt;td id="stcontent" bgcolor="#ffffff" height="174" valign="top" width="16"&gt; &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;      &lt;td id="stcontent" bgcolor="#ffffff" height="42" valign="top" width="5"&gt; &lt;/td&gt;     &lt;td id="stcontent" bgcolor="#ffffff" height="42" valign="middle"&gt;        &lt;div align="center"&gt;          &lt;p&gt;&lt;a href="javascript:window.close()"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2008/02/miliki-citra-diri-yang-positif.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-9191204437802388530</guid><pubDate>Fri, 28 Dec 2007 05:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-27T21:47:27.971-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>Sukses Lewat Pola Pikir Kreatif</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buka                mata Anda, carilah hal yang tidak dilihat orang lain. Buang jawaban                yang pertama terpikir, gali terus, cobalah untuk berpikir out of                the box, berpikir kreatif.             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kreatifitas sering di asosiasikan dengan pekerjaan di bidang periklanan,                marketing atau tim bisnis development, padahal kreatif telah menjadi                bagian dari seluruh lini di perusahaan, bahkan untuk menghadapi                pergulatan hidup sehari-hari pun dibutuhkan ide kreatif.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya orang seperti apa yang disebut sebagai orang yang kreatif                ?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Secara sederhana kreatif berarti kemampuan untuk menghubungkan                situasi yang kelihatannya tidak berkaitan, atau kemampuan untuk                mencari inti masalah dalam situasi yang sangat kompleks.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk mencapai kondisi kreatif kita butuh pengalaman-pengalaman                sebelumnya untuk menyelesaikan masalah. Misalnya saat Anda ditunjuk                untuk menyiapkan HUT kantor, lakukan evaluasi dari penyelenggaraan                tahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di level selanjutnya, dibutuhkan pengetahuan teoritis untuk identifikasi                masalah lalu menggunakan ilmu yang sesuai untuk memecahkan masalahnya.              &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam tataran yang lebih tinggi, orang yang kreatif mampu menyederhanakan                masalah yang kompleks dan rumit, bahkan bisa membuat konsep baru                yang tidak dipikirkan orang lain.&lt;br /&gt;              Berimajinasi dengan menempatkan diri pada masalah yang sedang dihadapi                orang lain juga bisa membantu kita berpikir kreatif.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meski kita memiliki tingkat kemampuan yang berbeda tetapi pada                dasarnya setiap orang memiliki kreatifitas. Berpikir secara kreatif                bisa dilatih dalam kehidupan sehari-hari. Tak melulu soal masalah                rumit, menentukan pakaian apa yang akan dipakai ke kantor hari ini                juga butuh kreatifitas lho. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lewat hal-hal kecil kita bisa membiasakan diri untuk mulai memecahkan                masalah yang lebih besar secara kreatif. Salah satu contoh lain                dari orang yang kreatif adalah memutar otak untuk menghasilkan pemasukan                tambahan. Misalnya menyewakan mobil pribadi untuk kendaraan jemputan                atau mengajar bahasa asing di luar jam kantor. &lt;strong&gt;(An)&lt;/strong&gt;              &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2007/12/sukses-lewat-pola-pikir-kreatif.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-1583917531264939716</guid><pubDate>Wed, 26 Dec 2007 12:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-26T04:53:35.888-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>Ayah Juga  Lupa</title><description>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;W Livingstone Larned&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dengar,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nak : Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap dibawah pipimu dan rambutmu yang keriting pirang lengket pada dahimu yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lembap. Ayah menyelinap masuk seorang diri ke kamarmu. Baru beberapa menit yang lalu,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika ayah sedang membaca Koran diruang perpustakaan, satu sapuan sesal yang amat dalam menerpa. Dengan perasaan bersalah Ayah datang masuk menghampiri pembaringanmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; hal-hal yang Ayah pikirkan, Nak ; Ayah selama ini bersikap kasar padamu. Ayah membentakmu ketika kau sedang berpakaian hendak pergi kesekolah karena kau Cuma menyeka mukamu sekilas dengan handuk. Lalu ayah lihat kau tidak membersihkan sepatumu. Ayah berteriak marah ketika kau melempar beberapa barangmu kelantai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Saat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;makan pagi Ayah juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menemukan kesalahan. Kau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meludahkan makananmu. Kau menelan buru-buru makananmu. Kau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meletakan sikumu diatas meja. Kau mengoleskan mentega terlalu tebal di rotimu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan begitu kau baru mulai bermain dan Ayah berangkat mengejar kereta api, kau berpaling dan melambaikan tangan sambil berseru, “ selamat jalan, ayah!’ dan ayah mengerutkan dahi, lalu menjawab, “Tegakkan dahumu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kemudian semua itu berulang lagi sampai sore hari. Begitu Ayah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;muncul dari jalan, Ayah segera mengamati-mu dengan cermat, memandang hingga lutut, memandangmu yang sedang bermain kelereng. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; lubang-lubang pada kaus kakimu. Ayah menghinamu didepan kawan-kawanmu, lalu menggiringmu untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pulang kerumah. Kaus kaki mahal – dan kalau kau yang harus &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;membelinya, kau akan lebih berhati-hati! Bayangkan itu, Nak, itu keluar dari pikiran seorang ayah!.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Apakah kau ingat, nantinya, ketika Ayang sedang membaca di ruang perpustakaan, bagaimana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kau datang dengan perasaan takut, dengan rasa terluka dalam matamu? Ketika ayah terus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memandang Koran, tidak sabar karena gangguanmu, kau jadi ragu-ragu didepan pintu. “kau mau apa?” semprot Ayah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kau tidak berkata sepatahpun, melainkan berlari melintas dan melompat ke arah Ayah, kau melemparkan tanganmu melingkari leher saya dan mencium ayah, tangan-tanganmu yang kecil semakin erat memeluk dengan hangat, kehangatan yang telah Tuhan tetapkan untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mekar di hatimu dan yang bahkan pengabaian sekalipun tidak akan mampu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melemahkannya. Dan kemudian kau pergi, bergegas menaiki tangga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Nah, Nak, sesaat setelah itu kau jatuh dari tangan Ayah, dan satu rasa takut yang menyakitkan menerpa Ayah. Kebiasaan apa yang sudah Ayah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lakukan? Kebiasaan dalam menemukan kesalahan, dalam mencerca – ini adalah hadiah Ayah untukmu sebagai seorang anak lelaki.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bukan berarti ayah tidak mencintaimu; Ayah lakukan ini karena Ayah berharap terlalu banyak dari masa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;muda. Ayah sedang mengukurmu dengan kayu pengukur dari tahun-tahun Ayah sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dan sebenarnya begitu banyak hal yang baik dan benar dalam sifatmu. Hati mungil milikmu sama besarnya dengan fajar yang memayungi bukit-bukit luas. Semua ini kau tunjukan dengan sikap spontanmu saat kau menghambut masuk dan mencium Ayah sambil mengucapkan selamat tidur. Tidak ada masalah lagi malam ini, Nak, Ayah sudah datang ketepi pembaringanmu dalam kegelapan. Dan Ayah sudah berlutut disana, dengan rasa malu!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ini adalah sebuah rasa tobat yang lemah; Ayah tahu kau tidak akan mengerti hal-hal seperti ini Kalau Ayah sampaikan padamu saat kau terjaga. Tapi esok hari Ayah akan menjadi Ayah sejati! Ayah akan bersahabat karib denganmu, dan ikut menderita bila kau menderita, dan tertawa bila kau tertawa. Ayah akan menggigit lidah Ayah kalau kata-kata tidak sabar keluar dari mulut Ayah. Ayah akan terus mengucapkanya kata ini seolah-olah sebuah ritual; “Dia Cuma seorang anak kecil- anak lelaki kecil!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ayah khawatir sudah membayangkanmu sebagai seorang lelaki. Namun, saat Ayah memandangmu sekarang, Nak, meringkuk berbaring dan letih dalam tempat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidurmu, Ayah lihat bahwa kau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih seorang bayi. Kemarin kau masih dalam gendongan ibumu, kepalamu berada di bahu ibumu. Ayah sudah meminta terlalu banyak, sungguh terlalu banyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sebagai ganti dari mencerca orang, mari kita coba untuk mengerti mereka. Mari kita berusaha mengerti mengapa melakukan apa yang mereka lakukan. Hal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu jauh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih bermanfaat dan menarik minat daripada kritik; dan melahirkan simpati, toleransi dan kebaikan hati “Untuk benar-benar mengenal semua, kita harus memanfaatkan semua.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Seperti yang dikatakan Dr. Johson: “Tuhan sendiri tidak menghakimi orang hingga tiba pada akhir hari-harinya.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mengapa saya dan anda harus melakukannya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2007/12/ayah-juga-lupa.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-205176570060555800</guid><pubDate>Wed, 26 Dec 2007 09:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-26T01:32:01.709-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>Mengubah Pola Fikir</title><description>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Sekelompok wisatawan tertahan di suatu tempat asing diluar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Mereka hanya menemukan bahan makanan yang kadaluarsa. Karena lapar, mereka terpaksa menyantapnya, meskipun sebelumnya dicobakan dulu kepada seekor anjing yang ternyata menikmatinya dan tak terlihat efek sampingnya. Keesokan harinya, ketika mendengar anjing itu mati, semua orang menjadi cemas. Banyak yang mulai muntah dan mengeluh badannya panas dan terserang diare. Seorang dokter dipanggil untuk merawat para penderita keracunan makanan. Sang dokter mulai mencari sebab musababnya dari seekor anjing. Ketika hendak dilacak, eh ternyata anjing itu sudah mati karena terlindas mobil. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Apa yang menarik dari cerita diatas? Ternyata kita bereaksi menurut apa yang kita fikirkan, bukan berdasarkan kenyataan itu sendiri, &lt;i style=""&gt;we see the world as we are, not as it is. &lt;/i&gt;Akar segala sesuatu adalah cara kita melihat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Cara kita melihat mempengaruhi apa yang kita lakukan, dan apa yang kita lakukan mempengaruhi apa yang kita dapatkan. Ini disebut sebagai model &lt;i style=""&gt;See-Do-Get. &lt;/i&gt;Perubahan yang mendasar baru akan terjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika ada perubahan cara melihat. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; cerita menarik mengenai sepasang suami - istri yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah bercerai. Suatu hari, Astri, nama wanita itu, datang ke kantor &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Roy&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, mantan suaminya. Saat itu &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Roy&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; sedang melayani seorang pelanggan. Melihat Astri menunggu dengan gelisah, pimpinan kantor menghampirinya dan mengajaknya berbincang-bincang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Si Bos berkata, “Saya begitu senang, suami anda bekerja untuk saya. Dia seorang yang sangat berarti dalam perusahaan kami, begitu penuh perhatian dan baik budinya.” Setelah Astri terpengaruh mendengar pujian si bos. Setelah Astri pergi, ia menjelaskan, “Kami tak hidup bersama lagi sejak 6 bulan lalu, dan sekarang dia hanya datang menemui saya bila membutuhkan tambahan uang untuk putra kami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Bebera minggu kemudian telepon berbunyi untuk &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Roy&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Ia mengankat dan berkata, “Baiklah Ma, kita akan melihat rumah itu bersama setelah jam kerja.” Setelah itu ia menghampiri bosnya dan berkata, “ Astri dan saya telah memutuskan memulai lagi perkawinan kami. Dia melihat saya secara berbeda tak lama setelah Bapak berbicara padanya tempo hari.” Bayangkan, perubahan drastis terjadi semata-mata karena perubahan dalam cara melihat. Awalnya, Astri mungkin melihat suaminya sebagai seorang yang menyebalkan, tapi ternyata dimata orang lain &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Roy&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; sungguh menyenangkan. Astrilah yang mengajak rujuk, dan mereka kembali menikmati rumah tangga yang jauh indah dari sebelumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Segala Sesutu yang kita lakukan berakar dari cara kita melihat masalah. Karena itu, &lt;b style=""&gt;bila ingin mengubah nasib secara drastic, kita memerlukan revolusi cara berfikir. &lt;/b&gt;Stephen Covey pernah mengatakan: “ Kalau anda menginginkan perubahan kecil dalam hidup, garaplah perilaku anda, tapi bila anda menginginkan perubahan-perubahan yang besar dan mendasar, garaplah paradigma anda.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Covey benar, perubahan tidak selalu dimulai dari cara kita melihat (See). Ia juga bisa dimulai dari perilaku anda (Do). Namun, efeknya sangat berbeda. Ini contoh sederhana. Anak saya, Alisa yang berusia empat tahun selalu menolak kalau diberi minyak ikan. Padahal, itu diperlukan untuk meningkatkan perkembangan otak dan daya tahan tubuhnya.betapapun kami membujuknya, ia tetap menolak. Dengan maksud baik, kadang-kadang kami memaksanya menelan minyak ikan. Ia menangis dan meronta-ronta. Kami memang berhasil memaksanya, tapi ini bukan sesuatu yang win-win kami menang, ia kalah. Ini pendekatan yang dimulai dengan Do. Kami sadar harus mencari cara lain. Untungnya, istri saya puny ide menarik. Ia pun mulai dengan mengubah paradigma Alisa. Kami tahu Alisa sangat suka sirup. Karena itu minyak ikan tersebut kami campur dengan air dalam gelas. Ternyata, ia sangat gembira dan menikmati “sirup” minyak ikan itu. Bahkan, sekarang ia tak mau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mandi sebelum minum “sirup” tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Contoh sederhana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini menggambarkan peoses perubahan yang bersifat &lt;i style=""&gt;inside-out &lt;/i&gt;(dari dalam keluar). Perubahan ini bersifat sukarela dan datang dari Alisa sendiri. Jadi, tidak ada keterpaksaan. Inilah perubahan yang diawali dari &lt;i style=""&gt;See.&lt;/i&gt; Perubahan yang dimulai dengan &lt;i style=""&gt;Do, &lt;/i&gt;bersifat sebalikya, yaitu &lt;i style=""&gt;out-side-in. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Orang tidak korupsi karena takut akan hukumannya, bukan karena kesadaran. Pada dasarnya orang tersebut belum berubah, karena itu ia masih mencari selah-selahya yang dapat dimanfaatkannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pendekatan SDM berusaha mengubah cara berfikir orang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Akar korupsi sebenarnya adalah kepada cara orang melihat. Selama jabatan dilihat sebagai kesempatan memupuk kekayaan, bukannya sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan, selama itu pula korupsi tidak akan pernah hilang. Ini lah pendekatan &lt;i style=""&gt;Inside-out. &lt;/i&gt;Memang jauh lebih sulit, tetapi efek yang dihasilkan jauh lebih mendasar. &lt;/p&gt;  &lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Cara kita melihat masalah sesungguhnya adalah masalah itu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Karena itu, untuk mengubah nasib, yang perlu anda lakukan Cuma satu; &lt;b style=""&gt;ubahlah cara anda melihat masalah. Mulailah melihat atasan yang otoriter, bawahan yang tak kooperetif, pelanggan yang cerewet dan pasangan yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mau menang sendiri sebagai tantangan dan rahmat yang terselubung. &lt;/b&gt;Orang-orang ini sangat berjasa karena dapat membuat anda lebih kompeten,lebih professional, lebih arif dan lebih sabar. Saya menyukai apa yang dikatakan John Gray, pengarang buku &lt;i style=""&gt;Men Are From Mars And Women Are From Venus&lt;/i&gt;. Gray melihat masalah dan kesulitan dengan cara yang berbeda. Ujarnya. “Semua kesulitan sesunggunya merupakan kesempatan kita untuk tumbuh&lt;/span&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2007/12/mengubah-pola-fikir.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-7519745213755695887</guid><pubDate>Tue, 25 Dec 2007 05:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-24T21:53:36.799-08:00</atom:updated><title>dunia-kita-sudah-tua-janganlah-ia-terus-didera</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUcPr3FaYydNRb-q_U9fSwxWH6kR6uiSBclzmUoK94rDkEC8mWxK7-QB5nvz6wHtZmxF6Fw8lx_0U5hgNQbVnfLWeGuP1VYxmZg9OffBbLcwY90vqObR9Z7Lqf4D_wU3G8nqDMjtzuZh9P/s1600-h/bumi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 172px; height: 161px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUcPr3FaYydNRb-q_U9fSwxWH6kR6uiSBclzmUoK94rDkEC8mWxK7-QB5nvz6wHtZmxF6Fw8lx_0U5hgNQbVnfLWeGuP1VYxmZg9OffBbLcwY90vqObR9Z7Lqf4D_wU3G8nqDMjtzuZh9P/s200/bumi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5147784542269538514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; PEMANASAN global&lt;/strong&gt; - adakah ia satu andaian, satu teori saintifik, atau adakah ia satu fakta yang sahih, dan kesannya kini sedang kita alami?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Golongan yang berpegang pada sains sudah pasti percaya bahawa fenomena ini memang wujud dan semakin meruncing sehingga merobah corak cuaca dan suhu dunia menjadi tidak menentu.&lt;span id="more-863"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka yang lebih cenderung mentafsir setiap perubahan dunia mengikut kepercayaan agama akan berkata, segala yang dialami manusia sekarang semata-mata atas kehendakNya dan bukan kerana pemanasan dunia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mungkin juga ada segelintir yang berpendapat cuaca ekstrim yang dialami dunia sekarang adalah sesuatu yang tidak boleh disekat kerana ia menepati peredaran semula jadi dunia yang semakin tua.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apapun pendirian kita, yang pasti perubahan ketara cuaca dan suhu kini dirasai di seluruh dunia dan jutaan manusia menderita akibatnya, termasuklah lebih 100 ribu mangsa bah besar di selatan tanah air.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut laporan Pertubuhan Meteorologi Sedunia (WMO) perubahan cuaca dan suhu dunia mula ketara pertengahan tahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kawasan yang sepatutnya kering, disimbahi hujan, kawasan yang sepatutnya sejuk, semakin panas dan begitu juga sebaliknya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Laut beku dan glasier di kutub mencair pada kadar yang membimbangkan, mengakibatkan paras laut semakin tinggi, sementara lubang ozone di Antartika pada akhir tahun lalu dicatatkan sebagai paling luas pernah direkodkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sama ada kita berpegang pada sains, fahaman agama atau peredaran semula jadi, punca kepada fenomena yang kita alami kini adalah sama, iaitu keangkuhan manusia yang tidak tahu menghargai dan menghormati alam sekitar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengikut teori sains, kegiatan manusia mengakibatkan perlepasan gas-gas rumah hijau — karbon dioksida (CO2), metana (CH4) dan nitrus oksida (N2O) — penyumbang besar kepada proses pemanasan dunia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kepercayaan agama pula, secara umumnya, menuntut manusia agar sentiasa bersyukur dengan kurniaanNya, supaya tidak tamak haloba, supaya menghormati dan menghargai segala kejadianNya. Juga, setiap perbuatan itu ada balasannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan inilah balasan yang kita terima daripada Yang Maha Esa kerana keangkuhan kita tidak menghargai alam sekitar yang diwujudkanNya untuk kita nikmati bersama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak cukup itu, udara nyaman kita kotori dengan asap dari jutaan kenderaan yang menggunakan bahan api fosil yang mencemarkan serta pelbagai pelepasan asap industri. Sungai yang bersih kita jadikan tong sampah. Untuk kemudahan manusia, baja bukan organik digunakan secara meluas, mencemar tali air, sungai dan laut dan ini semua menyumbang kepada meningkatnya emisi gas rumah hijau yang memerangkap haba di atmosfera, menjadikan permukaan bumi semakin meluap.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hutan hijau yang membantu menapis gas-gas rumah hijau ini pula kita gondolkan tanpa mengira hari esok dan bukit kita tarah. Pendek kata, tidak ada kejadian Tuhan yang tidak dimusnahkah manusia untuk memuaskan nafsu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kesan daripada sifat tamak manusia itu dunia kini berhadapan masalah besar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh, suhu pada musim sejuk di Eropah bagi 2006 adalah yang tertinggi pernah dicatatkan sehingga banyak pusat peranginan sukan ski tidak dapat dibuka kerana cenuram tidak bersalji.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di beberapa bahagian benua itu, pohon buah-buahan sudah mula berbunga dan berputik walaupun musim sejuk belum berakhir, dan ini membingungkan peladang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beruang kutub pula dilaporkan mula memasuki kawasan penempatan manusia untuk mencari makan kerana pencairan laut beku memusnahkan habitatnya dan menyebabkan haiwan itu sukar memburu untuk mencari makanan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Contoh lebih dekat ialah kekerapan ribut tropika dan taufan yang lebih dari biasa yang melanda beberapa negara jiran.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan terakhir, curahan hujan di beberapa kawasan di negara ini pada kadar ekstrim yang belum pernah dialami sebelum ini, sementara benua terkecil dunia, Australia kini berhadapan masalah kemarau terburuk dalam sejarah modernnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semoga pembalasan balik dari alam semula yang kita rasai dengan amat ketara sejak dua tahun kebelakangan ini akan memberikan kesedaran dan kekuatan politik kepada kerajaan-kerajaan di dunia untuk mengetatkan undang-undang menyekat semua bentuk pencemaran.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setiap individu juga patut belajar peka terhadap masalah ini dan buatlah apa yang termampu untuk memelihara kesihatan dunia kita.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kita perlu ambil maklum bahawa dunia kita telah terlalu tua, dan kerana itu juga mungkin telah menjadi lebih sensitif pada penderaan yang dilakukan manusia ke atasnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Jagalah ia agar tidak merajuk atau lebih buruk lagi bertindak-balas di luar dugaan. Dunia adalah satu-satunya “rumah kita” di alam semesta&lt;/div&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2007/12/dunia-kita-sudah-tua-janganlah-ia-terus.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUcPr3FaYydNRb-q_U9fSwxWH6kR6uiSBclzmUoK94rDkEC8mWxK7-QB5nvz6wHtZmxF6Fw8lx_0U5hgNQbVnfLWeGuP1VYxmZg9OffBbLcwY90vqObR9Z7Lqf4D_wU3G8nqDMjtzuZh9P/s72-c/bumi.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-8840951052385735890</guid><pubDate>Tue, 25 Dec 2007 05:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-24T21:39:45.685-08:00</atom:updated><title>Berbicara di Depan Publik</title><description>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Salah satu hal yang paling kita takuti baik dalam kehidupan pribadi              maupun kehidupan profesional kita adalah ketika kita harus berbicara              di depan banyak orang, baik untuk acara sosial, seminar, kuliah,              presentasi bisnis, pidato perpisahan, bahkan dalam acara reuni              sekolah yang sebagian besar hadirin telah kita kenal dengan baik.              Berbicara di depan publik bagi sebagian besar kita adalah sesuatu              yang menegangkan dan menakutkan, seakan seluruh mata para hadirin              sedang menghakimi kita. Kita seakan-akan menjadi terdakwa yang              sedang diadili oleh para hadirin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Pengelola rubrik: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Aribowo Prijosaksono dan Roy Sembel &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Aribowo Prijosaksono (email:aribowo_ps@hotmail.com) dan Roy Sembel              (http://www.roy-sembel.com) adalah co-founder dan direktur The              Indonesia Learning Institute – &lt;a href="http://www.inline.or.id"&gt;INLINE (http://www.inline.or.id)&lt;/a&gt;,              sebuah lembaga pembelajaran untuk para eksekutif dan profesional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Berbicara di depan publik, suka atau tidak merupakan keterampilan              yang harus kita kuasai, karena pada suatu saat dalam kehidupan kita,              pastilah kita harus berbicara di hadapan sejumlah orang untuk              menyampaikan pesan, pertanyaan, tanggapan atau pendapat kita tentang              sesuatu hal yang kita yakini. Hal yang sederhana misalnya kita harus              berbicara di depan para tamu pada acara ulang tahun anak kita atau              hal yang menentukan karier kita seperti mempresentasikan proposal              proyek atau tentang produk kita di hadapan sejumlah mitra bisnis              atau calon pembeli.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Lima Unsur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Berbicara di depan publik merupakan salah satu seni berkomunikasi.              Dalam edisi Mandiri ke-38 kita telah membahas topik komunikasi.              Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya dalam edisi tersebut, ada              lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita              perhatikan. Kelima unsur tersebut adalah: pengirim pesan (sender),              pesan yang dikirimkan (message), bagaimana pesan tersebut dikirimkan              (delivery channel atau medium), penerima pesan (receiver), dan umpan              balik (feedback). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Hukum Komunikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Selain itu kita juga telah membahas 5 Hukum Komunikasi Yang Efektif              (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication) yang kita              rangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu              sendiri yaitu REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble),              yang berarti merengkuh atau meraih. Karena kita berkeyakinan bahwa              komunikasi itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih              perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan,              maupun respon positif dari orang lain. Berikut kami uraikan kembali              kelima hukum komunikasi efektif tersebut dalam konteks dan sebagai              fondasi bagi kita untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan              publik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Hukum pertama dalam berkomunikasi secara efektif, khususnya dalam              berbicara di depan publik adalah sikap hormat dan sikap menghargai              terhadap khalayak atau hadirin. Hal ini merupakan hukum yang pertama              dalam kita berkomunikasi dengan orang lain, termasuk berbicara di              depan publik. Kita harus memiliki sikap (attitude) menghormati dan              menghargai hadirin kita. Kita harus ingat bahwa pada prinsipnya              manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus              mengkritik seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga              diri dan kebanggaaan orang tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Hukum kedua adalah empati, yaitu kemampuan kita untuk menempatkan              diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain.              Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan              (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan              (receiver) menerimanya. Oleh karena itu dalam berbicara di depan              publik, kita harus terlebih dulu memahami latar belakang, golongan,              lapisan sosial, tingkatan umur, pendidikan, kebutuhan, minat,              harapan dan sebagainya, dari calon hadirin (audiences) kita. Jadi              sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu              mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita.              Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada              halangan psikologis atau penolakan dari penerima. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap              perseptif atau siap menerima masukan atau pun umpan balik apa pun              dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau              mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal              esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah              tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang              merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam              berbicara di depan publik, kita perlu siap untuk menerima masukan              atau umpan balik dengan sikap positif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Hukum ketiga adalah audible. Makna dari audible antara lain: dapat              didengarkan atau dimengerti dengan baik. Audible dalam hal ini              berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima              pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui              medium atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan              baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita              untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu              audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan              dapat diterima dengan baik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Hukum keempat adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan              (clarity). Selain bahwa pesan harus dapat diterima dengan baik, maka              hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan              itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau              berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity juga sangat tergantung              pada kualitas suara kita dan bahasa yang kita gunakan. Penggunaan              bahasa yang tidak dimengerti oleh hadirin, akan membuat pidato atau              presentasi kita tidak dapat mencapai tujuannya. Seringkali orang              menganggap remeh pentingnya Clarity dalam public speaking, sehingga              tidak menaruh perhatian pada suara (voice) dan kata-kata yang              dipilih untuk digunakan dalam presentasi atau pembicaraannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Hukum kelima dalam komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati.              Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk              membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap              rendah hati yang kita miliki. Kerendahan hati juga bisa berarti              tidak sombong dan menganggap diri penting ketika kita berbicara di              depan publik. Justru dengan kerendahan hatilah kita dapat menangkap              perhatian dan respon yang positif dari publik pendengar kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Kelima hukum komunikasi tersebut sangat penting untuk menjadi dasar              dalam melakukan pembicaraan di depan publik. Berikut adalah beberapa              tips atau kiat-kiat untuk public speaking yang kami adaptasi dari              buku Say It Like Shakespeare, karangan Thomas Leech. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Persiapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Hal yang paling penting dalam persiapan kita untuk berbicara di              depan publik adalah membangun rasa percaya diri dan mengendalikan              rasa takut dan emosi kita. Bahkan banyak pakar komunikasi yang              mengatakan bahwa persiapan mental jauh lebih penting daripada              persiapan materi atau bahan pembicaraan. Meskipun demikian,              persiapan materi juga sangat mempengaruhi kesiapan mental kita.              Kesiapan mental yang positif merupakan syarat mutlak bagi kita dalam              berbicara di depan publik. Pastikan juga bahwa anda beristirahat dan              tidur yang cukup menjelang waktu anda berbicara di depan publik dan              majulah dengan sikap optimis dan sukses. Berikut adalah hal-hal yang              perlu kita perhatikan dalam menyampaikan pesan kepada publik:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Kualitas suara kita merupakan faktor kunci yang menentukan apakah              hadirin memperhatikan kita maupun pesan yang kita sampaikan.              Pastikan bahwa suara anda cukup keras dan jelas terdengar bahkan              oleh hadirin yang duduk paling jauh dari anda sekalipun. Jika              tersedia, selalu gunakan pengeras suara (loudspeaker), meskipun anda              merasa suara anda sudah cukup keras. Cobalah dengan berlatih              mendengarkan suara anda sendiri. Caranya dengan menutup mata,              berbicaralah, kemudian perhatikan kualitas, kekuatan dan kejelasan              suara anda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Suara kita merupakan aset kita yang paling berharga dalam              berkomunikasi secara lisan. Oleh karena itu memelihara kualitas              suara dan berlatih secara kontinu merupakan keharusan jika kita              ingin menjadi pembicara publik yang sukses. Jika suara kita kurang              bagus dan sumbang, kita dapat mencari pelatih suara profesional atau              mengikuti kursus atau pendidikan (seperti misalnya di Institut              Kesenian Jakarta) untuk meningkatkan kualitas suara kita. Apalagi              misalnya anda bercita-cita jadi presenter, pembicara publik, MC dan              sebagainya. Anda harus benar-benar memperhatikan kualitas suara              anda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Bahasa dan kata-kata yang kita gunakan merupakan faktor kunci lain              yang menentukan kemampuan komunikasi kita. Bahasa yang baik dan              tepat dapat membantu memperjelas dan meningkatkan kualitas              presentasi atau pembicaraan kita. Oleh karena itu perlu sekali bagi              kita untuk memperhatikan kata-kata dan bahasa yang kita pilih. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Pikirkanlah kata-kata yang akan anda gunakan, karena kemampuan              berbahasa yang buruk akan tercermin pada kualitas penyampaian pesan              kita. Hindari menggunakan kata-kata yang tidak perlu, seperti: apa              itu ….. apa namanya…ehm….you know…. dll. Jangan mengucapkan              kata-kata: maaf…..Jika anda salah mengucap, cukup anda ulangi sekali              lagi kalimat tersebut dengan benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Penampilan adalah kesan pertama. Jadi kita harus pastikan bahwa pada              saat kita maju atau berdiri untuk berbicara, hadirin atau audiens              kita memperoleh kesan yang baik terhadap kita. Pastikan bahwa              penampilan kita membawa pesan yang positif, dan kita kelihatan lebih              baik dan merasa lebih baik. Gunakan pakaian yang sesuai dengan              suasana pertemuan, dan sesuai dengan jenis pakaian yang digunakan              oleh para hadirin lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Komunikasi Non-verbal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Yang dimaksud dengan komunikasi non-verbal adalah: kontak mata,              ekspresi wajah, penampilan fisik, nada suara, gerakan tubuh, pakaian              dan aksesoris yang kita gunakan – semuanya memberikan efek atau              pengaruh yang cukup besar terhadap penyampaian pesan kita. Para              hadirin akan kebingungan ketika bahasa tubuh kita misalnya berbeda              dengan bahasa verbal yang kita ucapkan. Biarkan tubuh kita              berkomunikasi juga dengan audiens kita. Bahasa tubuh kita sebagai              pembicara atau pengirim pesan dan bahasa tubuh pendengar atau              audiens kita dapat membantu atau menghalangi proses komunikasi. Jika              hadirin duduk dengan sikap seperti mau tidur atau menunjukkan wajah              bosan, berarti kita harus mengubah suasana atau cara kita              menyampaikan pesan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Persiapan Mental&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Dalam membangun kesiapan mental kita dalam berbicara di depan              publik, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mengurangi              ketegangan fisik dengan cara melakukan senam ringan (stretching).              Karena kita tidak dapat menurunkan ketegangan mental sebelum kita              mengendorkan otot-otot tubuh kita yang tegang. Seperti yang              dikatakan oleh psikolog Amerika yang terkenal Dr. Richard Gillett,              ”It is almost impossible to go into alpha without considerable              muscular relaxation.” Hampir tidak mungkin masuk ke kondisi alpha              (kondisi gelombang otak atau mental yang relaks) tanpa mengendorkan              otot-otot tubuh. Biasanya saya memegang ujung kaki sambil berdiri              membungkuk selama sepuluh detik. Kemudian tarik napas yang panjang              dan dalam, tahan beberapa detik, kemudian keluarkan napas              pelan-pelan. Selanjutnya anda bisa batuk sekali atau minum segelas              air putih untuk mempersiapkan vokal anda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Cara lain yang efektif untuk membangun kesiapan mental adalah dengan              datang ke tempat pertemuan lebih awal. Dengan demikian kita dapat              mengetahui suasana dan keadaan terlebih dahulu. Selanjutnya kita              bisa mencari dukungan (back up support) dari orang-orang yang kita              kenal maupun kenalan baru serta dari mereka yang mengharapkan kita              sukses dalam presentasi nantinya. Mengobrollah dengan mereka sebelum              presentasi dimulai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Berikut adalah beberapa prinsip dalam mempersiapkan mental kita              sebelum berbicara di depan publik:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             1. Berbicara di depan publik bukanlah hal yang sangat menegangkan.              Dunia tidak runtuh jika anda tidak melakukannya dengan baik. Tidak              akan ada hal yang buruk yang akan terjadi setelah presentasi atau              penyampaian anda. Jadi tenang dan relaks saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             2. Kita tidak perlu menjadi orang yang sempurna, cerdas ataupun              brilian untuk berbicara di depan publik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             3. Siapkan 2-3 poin pembicaraan atau pertanyaan, karena audiens anda              akan sulit untuk mengingat atau memperhatikan lebih dari tiga hal              dalam satu waktu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             4. Kita harus memiliki tujuan atau sasaran yang jelas dan terarah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             5. Kita tidak perlu menganggap diri kita adalah seorang pembicara              publik. Tujuan kita adalah menyampaikan pesan (message) kita kepada              hadirin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             6. Kita tidak perlu harus dapat sepenuhya menguasai seluruh hadirin.              Biarkan saja kalau ada beberapa yang tidak menaruh perhatian.              Fokuskan perhatian kita pada mereka yang tertarik dan mendengarkan              presentasi kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             7. Kita harus ingat bahwa sebagian besar hadirin menginginkan kita              berhasil dalam presentasi atau penyampaian pesan kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Siapkan Pesannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Dalam mempersiapkan public speaking, selain persiapan mental,              persiapan materi juga harus dilakukan dengan baik dan benar. Karena              kesiapan materi atau pesan yang akan kita sampaikan akan sangat              mempengaruhi kesiapan kita secara mental. Hal yang paling penting              adalah kesiapan pendengar atau audiens untuk menerima pesan kita.              Biasanya kita harus menyampaikan pokok-pokok pemikiran atau              ringkasan dari apa yang mau kita sampaikan sehingga audiens juga              memiliki kesiapan mental untuk menerima pesan tersebut. Paling tidak              agenda atau outline bahan pembicaraan kita sudah jauh-jauh hari kita              sampaikan terlebih dulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Hal yang pertama dalam mempersiapkan materi adalah mencari informasi              sebanyak-banyaknya mengenai materi yang akan kita sampaikan baik              dari buku-buku referensi, tulisan atau publikasi lainnya. Kita juga              perlu memperoleh informasi tentang audiens kita, baik tingkatan              umur, maupun pendidikan, pengalaman, bidang keahlian, minat dan              sebagainya. Sehingga kita bisa empati (ingat hukum komunikasi kedua)              dan berbicara dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh audiens kita.              Berikut adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam              mengembangkan topik atau materi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             1. Perkayalah topik dan bacaan yang telah kita lakukan dengan hal              yang uptodate dan riil terjadi dalam kehidupan sehari-hari.              Pengalaman kita, maupun pengalaman orang lain adalah bahan yang              menarik untuk kita angkat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             2. Hilangkan bagian-bagian yang dirasakan membuat kita tidak fokus,              menimbulkan keragu-raguan atau melebihi jadwal waktu yang tersedia              untuk kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Kemudian kita tetapkan terlebih dulu apa tujuan atau sasaran kita.              Apa yang menjadi tujuan seminar, rapat, kuliah atau pertemuan ini?              Apa yang menjadi harapan panitia, kita sebagai pembicara dan seluruh              hadirin yang ada? Penetapan tujuan ini sangat berkaitan dengan              informasi yang kita dapatkan mengenai pendengar atau hadirin kita,              apa yang menjadi tujuan dan harapan mereka? Dapatkan umpan balik              dari teman-teman anda atau mereka yang ahli dalam bidang yang akan              kita presentasikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Setelah itu kemudian barulah kita susun peta pemikiran dari topik              yang dipilih. Mengenai teknik pemetaan pemikiran pernah kita              sampaikan pada edisi Mandiri 40. Teknik ini merupakan cara untuk              meringkas suatu tema atau pokok pikiran yang ada dalam buku.              Pertama, kita awali dengan menuliskan tema pokok di tengah-tengah              halaman kertas kosong. Kemudian seperti pohon dengan cabang dan              ranting kita kembangkan tema pokok menjadi sub-tema di sekelilingnya              dengan dihubungkan memakai garis seperti jari-jari roda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Setelah itu buatlah agenda, outline atau catatan kecil tentang              urutan pembicaraan yang akan kita sampaikan. Sisipkan anekdot, kuis,              cerita ilustrasi, games, dan latihan-latihan untuk menjaga agar              audiens tidak bosan dan mengantuk. Persiapan tersebut termasuk              menyusun makalah, powerpoint presentation, transparent sheets,              handouts, video presentation, dan sebagainya sebagai materi utama              presentasi anda. Ingat pada saat presentasi jangan membacakan              makalah atau terpaku pada bahan utama anda. Berbicaralah seakan anda              sedang berbicara dengan satu-dua orang saja. Gunakan kontak mata dan              fokuskan perhatian pada mereka yang memperhatikan presentasi anda.              Tetapi sebisa mungkin anda memproyeksikan pembicaraan anda ke              seluruh ruangan dan seluruh hadirin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Alat Bantu Visual&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Untuk meningkatkan kualitas penyampaian pesan (hukum ketiga              audible), kita harus menguasai kegunaan dan penggunaan alat bantu              visual seperti misalnya slide, overhead projector, LCD (infocus)              projector yang langsung dihubungkan dengan komputer atau notebook              anda. Sebagian besar orang lebih mudah menangkap informasi yang              berupa gambaran visual daripada mendengarkan. Apalagi jika kita              menggunakan data-data numerikal, akan lebih menarik jika disajikan              dalam bentuk grafik, tabel atau bagan warna-warni. Anda bisa              menggunakan software tertentu misalnya powerpoint, untuk              menggabungkan pointers anda dengan suara, foto, clip art, animasi,              dan video dalam satu file presentasi. Kemampuan menggunakan alat              bantu visual ini akan memberikan kesan pertama kepada audience bahwa              kita siap melakukan presentasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Tetapi sekali lagi jangan terfokus pada alat bantu tersebut. Apalagi              jika terjadi kesalahan atau gangguan teknis, anda harus selalu siap              dengan cara presentasi yang langsung tanpa alat bantu. Atau              sebaiknya ada teknisi yang siap untuk mengatasi gangguan teknis              tersebut. Jangan sampai gara-gara alat bantu visual, anda kehilangan              momentum untuk menyampaikan topik atau materi presentasi anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Jadi dalam penyampaian pesan kepada publik, baik berupa pertanyaan,              pidato, kuliah, seminar, sepatah kata, yang paling penting bagi kita              adalah bahwa pesan kita dapat tersampaikan kepada penerima pesan              dengan baik dan jelas. Berbicara di depan publik bukan ujian atau              pun pengadilan untuk mengadili penampilan, kecerdasan, kecantikan              atau pun keluasan pengetahuan kita. It is simply a process of              conveying your message to the targetted audiences — nothing more              nothing less.n&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2007/12/berbicara-di-depan-publik.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-8810853998278874571</guid><pubDate>Tue, 25 Dec 2007 05:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-24T21:36:50.841-08:00</atom:updated><title>Kemahiran Eksekusi</title><description>&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px; font-family: arial;color:#be7373;" bg border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="87%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr bg style="color:#82aaeb;"&gt;&lt;td colspan="2" align="left" bg valign="top" width="97%" style="color:#82aaeb;"&gt;&lt;p style="margin-top: 6px; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;                          &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000080;"&gt;Oleh                         &lt;/span&gt; &lt;span style=""&gt;&lt;a href="http://www.e-psikologi.com/lain-lain/penulis.htm"&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#800000;"&gt;Ubaydillah,                         AN&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;                         &lt;/b&gt;                         &lt;/p&gt;                       &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr bgcolor="#82aaeb"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;                                                 &lt;/td&gt;                       &lt;td colspan="2" align="left" bg valign="top" width="97%" style="color:#82aaeb;"&gt;                          &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;                                                    &lt;/p&gt;                       &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr bgcolor="#82aaeb"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;                                                 &lt;/td&gt;                       &lt;td colspan="2" align="left" bg valign="top" width="97%" style="color:#82aaeb;"&gt;                          &lt;p style="margin-top: 18px;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#800000;"&gt;&lt;b&gt;Jakarta,                         17 Juni  2003&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr bgcolor="#82aaeb"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;                                                 &lt;/td&gt;                       &lt;td colspan="2" align="left" bg valign="top" width="97%" style="color:#82aaeb;"&gt;                                                  &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr bgcolor="#82aaeb"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;                         &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;                       &lt;/td&gt;                       &lt;td colspan="2" align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="97%"&gt;                          &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;                       &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr bgcolor="#82aaeb"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;                         &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;                       &lt;/td&gt;                       &lt;td colspan="2" align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="97%"&gt;                            &lt;p style="margin-right: 10px;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="IN"&gt;Dalam dunia perang, eksekusi                           adalah maksud yang dibarengi tindakan untuk                           menembakkan peluru ke arah lawan. Eksekusi bukanlah                           keputusan di atas kertas putih atau kertas mental                           tetapi pelaksanaan keputusan.&lt;span style=""&gt;                            &lt;/span&gt;Kalau ada lima ekor burung di hadapan kita                           kemudian kita putuskan untuk menembak satu ekor, maka&lt;span style=""&gt;                            &lt;/span&gt;burung itu masih tetap berjumlah lima ekor                           sebab maksud kita baru berupa keputusan belum eksekusi.                           Seorang tokoh samurai terkenal, Musashi,                           mendefinisikan eksekusi dengan ungkapan: "&lt;i&gt;taking                           proper action in appropriate time"&lt;/i&gt; (bertindak                           pada saat yang tepat). Kemahiran eksekusi menjadi                           keahlian vital untuk mengetahui kapan saat yang tepat                           untuk melepaskan peluru, mendeteksi posisi lawan, dan                           bersembunyi.&lt;/span&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr bgcolor="#82aaeb"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;                         &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td colspan="2" align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="97%"&gt;                            &lt;p style="margin-right: 10px; margin-top: 6px; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="IN"&gt;Pendapat Musashi tentang                           wilayah perang yang sedemikian berkabut sehingga                           menuntut keahlian eksekusi, menurut Jalaluduin Rumi (dalam                           Reynold A. Nicholson: 1993) merupakan hukum usaha yang                           intinya bergelut dengan kemungkinan antara gagal (meleset)                           dan sukses (mengenai sasaran). Dikatakan dalam sebuah                           syairnya yang jika diprosakan mengandung pengertian,                           kalau orang bertindak belum tentu berhasil tetapi                           kalau tidak bertindak pasti rugi karena ia tidak akan                           menemukan apapun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-right: 10px; margin-top: 6px; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="IN"&gt;Dari segi kita sendiri,                           selaku selaku eksekutor gagasan usaha (karir, bisnis,                           dll), sebenarnya apa yang dibutuhkan adalah                           penyiasatan dalam hal menciptakan pembekalan dan                           persiapan mental untuk memperkecil dampak kabut                           kemungkinan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Faktor-faktor                           yang merupakan pembekalan dan persiapan dalam                            meningkatkan kemahiran eksekusi dapat jelaskan sebagai                           berikut:&lt;/span&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#82aaeb" width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td colspan="2" align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="97%"&gt;                            &lt;p style="margin-right: 10px; margin-top: 18px; margin-bottom: 18px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Kompetensi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#82aaeb" width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td colspan="2" align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="97%"&gt;                            &lt;p style="margin-right: 10px;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="IN"&gt;Kalau merujuk pada acuan                           kemiliteran (Army Leadership: 2002), kemahiran                           eksekusi didukung oleh penguasaan empat wilayah                           (domain) keahlian yang terdiri atas: interpersonal                           (Interpersonal), konseptual (conceptual), tekhnis                           (technical), dan taktik (tactics).&lt;span style=""&gt;                            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#82aaeb" width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bg valign="top" width="5%" style="color:#82aaeb;"&gt;                            &lt;p style="margin-top: 12px; margin-bottom: 12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bg valign="top" width="92%" style="color:#82aaeb;"&gt;                            &lt;p style="margin-top: 12px; margin-bottom: 12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Interpersonal &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#82aaeb" width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bg valign="top" width="5%" style="color:#82aaeb;"&gt;                                                    &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bg valign="top" width="92%" style="color:#82aaeb;"&gt;                            &lt;p style="margin-right: 10px; margin-top: 6px; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="IN"&gt;Interpersonal adalah                           kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain &lt;i&gt;(networking                           skill)&lt;/i&gt;. Dalam kaitannya dengan penyelesaian misi                           tidak cukup hanya dengan kenal,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau pertukaran kartu nama melainkan &lt;i&gt;networking&lt;/i&gt; yang                           sudah mencapai level saling memahami: anda mengetahui                           orang yang mengetahui anda dan mengetahui apa yang                           harus dilakukan atas nama misi bersama. Peranan saling                           memahami di sini dimaksudkan dapat mereduksi potensi                           gap komunikasi yang disebabkan oleh perbedaan level                           harapan,  pengetahuan atau status.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p style="margin-right: 10px; margin-top: 6px; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="IN"&gt;Keahlian Interpersonal tidak                           dimiliki hanya dengan mendalami ilmu &lt;i&gt;(the science)&lt;/i&gt;                           tetapi perlu penguasaan terhadap seni dalam menjalin                           hubungan &lt;i&gt;(the art)&lt;/i&gt;. Orang yang telah terasah di                           bidang ini biasanya sudah tahu apa yang tepat                           dilakukan kepada orang lain guna merealisasikan apa                           yang diinginkan dari orang lain untuk memperlakukan                           dirinya. Rata-rata keahlian Interpersonal didukung                           oleh penguasaan senbi berkomunikasi &lt;i&gt;(the art of                           communication)&lt;/i&gt; dengan bahasa tubuh, lisan dan                           tulisan. Dalam praktek, menurut beberapa penelitian                           dan pendapat pakar psikologi sosial, penguasaan bahasa                           tubuh lebih berperan mempengaruhi bobot eksekusi. &lt;i&gt;“Human                           relationships are established and developed MAINLY by                           non verbal signals, although words are also used                           (Winston Fletcher, MT: 2000).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#82aaeb" width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bg valign="top" width="5%" style="color:#82aaeb;"&gt;                            &lt;p style="margin-top: 12px; margin-bottom: 12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bg valign="top" width="92%" style="color:#82aaeb;"&gt;                            &lt;p style="margin-top: 12px; margin-bottom: 12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Konseptual &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#82aaeb" width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bg valign="top" width="5%" style="color:#82aaeb;"&gt;                                                    &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bg valign="top" width="92%" style="color:#82aaeb;"&gt;                            &lt;p style="margin-right: 10px; margin-top: 6px; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="IN"&gt;Konseptual adalah kemampuan                           untuk memahami dan menggunakan doktrin dan ide yang                           berkembang tentang sebuah pekerjaan. Keahlian ini                           berfungsi untuk meramu bahan baku menjadi sebuah                           rumusan pekerjaan yang akan dieksekusi seperti                           layaknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seorang                           arsitektur. Keahlian konseptual yang dikuasai akan                           menentukan bentuk desain bangunan yang akan                           diselesaikan meskipun bahan baku yang digunakan oleh                           arsitektur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketinggalan                           zaman dan arsitektur yang tetap &lt;i&gt;‘in’&lt;/i&gt;                           tidaklah berbeda jauh.&lt;span style=""&gt;                            &lt;/span&gt;Demikian juga dengan pekerjaan di kantor. Bahan                           baku yang akan dijadikan peluang umumnya tidak                           mengalami perbedaan signifikan: orang, informasi,                           perangkat, keadaan, dll, tetapi bagaimana peluang                           tersebut akhirnya dieksekusi sangat tergantung pada                           keahlian konseptual yang kita miliki.&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#82aaeb" width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bg valign="top" width="5%" style="color:#82aaeb;"&gt;                            &lt;p style="margin-top: 12px; margin-bottom: 12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bg valign="top" width="92%" style="color:#82aaeb;"&gt;                            &lt;p style="margin-top: 12px; margin-bottom: 12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tekhnikal &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#82aaeb" width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bg valign="top" width="5%" style="color:#82aaeb;"&gt;                                                    &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bg valign="top" width="92%" style="color:#82aaeb;"&gt;                            &lt;p style="margin-right: 10px; margin-top: 6px; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="IN"&gt;Keahlian tekhnikal atau                           teknis merujuk pada kemampuan seseorang untuk                           mengoperasikan peralatan pekerjaan sesuai dengan                           bidang yang ditekuni. Keahlian tekhnikal berfungsi                           agar proses pengolahan informasi (pekerjaan) menjadi                           lebih cepat, lebih akurat dan lebih berbobot sesuai                           dengan tuntutan pekerjaan. Keahlian teknis yang tidak                           seirama dengan sifat dan jenis pekerjaan membuat                           keahlian itu menjadi mubazir, tidak berguna, bahkan                           pemborosan. Keahlian tehnis erat kaitannya dengan                           penguasaan teknologi yang biasanya memiliki tingkat                           perubahan tertinggi mengalahkan temuan pengetahuan.                           Contoh: teknologi informasi seperti komputer hampir                           bisa dikatakan mengalami perubahan dalam ukuran minggu/bulan.                           Penyiasatan yang dapat dilakukan adalah membuat                           wilayah spesialisasi. Kalau bukan berprofesi sebagai                           IT rasanya tidak diperlukan memahami seluruh kode                           instruksi yang muncul setiap saat. Cukup memahami                           bagaimana menggunakan apa yang kita butuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#82aaeb" width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bg valign="top" width="5%" style="color:#82aaeb;"&gt;                            &lt;p style="margin-top: 12px; margin-bottom: 12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bg valign="top" width="92%" style="color:#82aaeb;"&gt;                            &lt;p style="margin-top: 12px; margin-bottom: 12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Taktik &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#82aaeb" width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="5%"&gt;                                                    &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="92%"&gt;                            &lt;p style="margin-right: 10px; margin-top: 6px; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="IN"&gt;Keahlian taktik merujuk pada                           kemampuan bermain di lapangan &lt;i&gt;(the art of playing)&lt;/i&gt;.                           Kecanggihan gaya bermain dalam menjalani eksekusi di                           lapangan biasanya didukung oleh pemahaman lapangan &lt;i&gt;(intuisi)                           &lt;/i&gt;dan pengetahuan faktual &lt;i&gt;(interpretasi)&lt;/i&gt;.                           Menurut hukum akumulasi keahlian taktik tidak dimiliki                           hanya dengan satu kali menjalani eksekusi tetapi buah                           dari proses pengasahan yang lama. Hukum akumulasi itu                           dapat kita artikan dengan kumpulan pengalaman                           kalah-menang yang kita maknai sebagai pelajaran hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#82aaeb" width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td colspan="2" align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="97%"&gt;                            &lt;p style="margin-right: 10px; margin-top: 18px; margin-bottom: 18px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Karakter&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#82aaeb" width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td colspan="2" align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="97%"&gt;                            &lt;p style="margin-right: 10px;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="IN"&gt;Selain empat keahlian di atas, untuk menjadi                           seorang eksekutor yang jitu dibutuhkan karakter yang                           mendukung penyelesaian misi (tugas). Karakter adalah                           cahaya yang disinarkan dari tindakan kita. Dengan kata                           lain karakter merupakan &lt;i&gt;inner strength&lt;/i&gt; yang                           menjelma dalam sebuah kekuatan bertindak. Kekuatan                           karakter berakar pada kepercayaan atau nilai &lt;i&gt;(core                           of belief)&lt;/i&gt; yang dalam kaitannya dengan melatih                           kemahiran eksekusi ini dapat dijelaskan sebagai                           berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;                           &lt;/o:p&gt;                           &lt;/span&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#82aaeb" width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="5%"&gt;                            &lt;p style="margin-top: 12px; margin-bottom: 12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="92%"&gt;                            &lt;p style="margin-top: 12px; margin-bottom: 12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tidak                           berprasangka buruk &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#82aaeb" width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="5%"&gt;                                                    &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="92%"&gt;                            &lt;p style="margin-right: 10px; margin-top: 6px; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="IN"&gt;Nilai dasar dalam menjalin                           hubungan dengan manusia yang akan menjadi benih keahlian                           interpersonal adalah dengan memiliki prasangka baik                           lebih dahulu. Memang pada prekteknya tidak semua                           manusia pantas menerima predikat baik atau minimalnya                           baik-baik saja tetapi kalau dikalkulasi untung-ruginya,                           lebih untung berprasangka baik  ketimbang                           berprasangka buruk terhadap orang lain. Prasangka                           buruk yang kita jadikan tesis lebih sering menghalangi                           sinar karakter yang sebenarnya kita miliki dan karena                           sinar telah redup maka membuat kita menjadi                           benar-benar tertipu.  Padahal kalau mau jujur,                           hukum alam ini sering mendemonstrasikan dirinya, orang                           yang tertipu karena prasangka baik atas orang lain                           lebih enak hidupnya ketimbang orang yang menipu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#82aaeb" width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="5%"&gt;                            &lt;p style="margin-top: 12px; margin-bottom: 12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="92%"&gt;                            &lt;p style="margin-top: 12px; margin-bottom: 12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kecerdasan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#82aaeb" width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="5%"&gt;                                                    &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="92%"&gt;                            &lt;p style="margin-right: 10px; margin-top: 6px; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="IN"&gt;Semua orang memiliki                           kecerdasan yang intinya tidak digunakan secara optimal                           sebanyak yang dimiliki. Terhadap sosok jenius saja                           para ahli berpendapat kecerdasannya baru digunakan                           seperlima, apalagi orang umum. Faktor tunggal yang                           membatasi kecerdasan itu tidak lain adalah pembatas                           yang kita ciptakan sendiri dan kita persempit wilayah                           kerjanya hanya sebatas bangku di sekolah. Padahal                           kecerdasan berguna untuk menyeimbangkan antara                           kecurigaan terhadap orang lain dan prasangka baik                           terhadapnya. Kecerdasan juga berfungsi untuk                           menyeimbangkan antara berpikir global dan bertindak                           lokal; antara keahlian (konseptual dan technical) yang                           sudah kita butuhkan dan belum kita butuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr bgcolor="#82aaeb"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="5%"&gt;                            &lt;p style="margin-top: 12px; margin-bottom: 12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="92%"&gt;                            &lt;p style="margin-top: 12px; margin-bottom: 12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kesetiaan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#82aaeb" width="3%"&gt;                          &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="5%"&gt;                                                    &lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="92%"&gt;                            &lt;p style="margin-right: 10px; margin-top: 6px; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="IN"&gt;Praktek sering mengajarkan,                           kesetiaan tugas yang terbatas pada kepentingan sesaat                           atau perubahan keadaan temporer sering membuat orang                           memiliki mentalitas bongkar-pasang pondasi personal/pekerjaan                           yang didasarkan semata oleh letupan emosi temperamental                           yang menolak, bukan menerima keinginan untuk menjadi                           lebih baik. Kalau praktek demikian terjadi berulang                           kali maka sudah terjadi perlawanan terhadap hukum                           akumulasi, bahwa sosok eksekutor yang ahli dihasilkan                           oleh pemupukan keahlian yang sifatnya kecil dan terus                           menerus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p style="margin-right: 10px; margin-top: 6px; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="IN"&gt;Kesetiaan adalah rangkuman dari&lt;span style=""&gt;                            &lt;/span&gt;nilai hidup berupa kesabaran dan kegigihan                           menjalani proses &lt;i&gt;‘from nothings to everythings’.&lt;/i&gt;                           Tidak salah kalau ajaran kultural kita selalu                           menyarankan agar dalam situasi yang berkabut, kita                           disarankan untuk meminta pertolongan kepada kesabaran                           (kesetiaan pada prinsip) dan harapan menembus batas (optimisme                           nilai). Tanpa landasan nilai demikian,                           kabut-kemungkinan hidup ini bisa menumpulkan kemampuan                           eksekusi yang akan kita jalankan, alias menjadi tidak                           memfokus dan patah di tengah jalan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;                           &lt;/o:p&gt;                           &lt;/span&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr bgcolor="#82aaeb"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt; &lt;/td&gt;                       &lt;td colspan="2" align="left" bgcolor="#82aaeb" valign="top" width="97%"&gt;                          &lt;p style="margin-right: 10px; margin-top: 18px;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="IN"&gt;Mengingat sedemikian luas                         wilayah kabut dan kemungkinan yang kita hadapi dalam                         hidup sehari-hari, uraian di atas&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;hanyalah berperan setetes dari jumlah yang                         sebenarnya kita butuhkan. Untuk mengetahui kapan perlu                         kita tambah, ada baiknya kita mengingat perkataan Witson                         Churchill (Mantan PM Inggris): “Kesuksesan adalah                         kemampuan melangkah dari kegagalan ke kegagalan lain                         tanpa kehilangan semangat berjuang sedikitpun” &lt;i&gt;(Lot                         of tries, lot of failures, but still action).&lt;/i&gt;                         Perasaan paling dalam sering mengajarkan bahwa semua                         yang pernah kita lakukan ternyata tidak berujung pada                         kesia-siaan meskipun saat itu kita memiliki prasangka                         yang salah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semoga                         berguna. &lt;b&gt;(jp)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2007/12/kemahiran-eksekusi.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-3644538405170624322</guid><pubDate>Tue, 25 Dec 2007 05:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-24T21:34:10.864-08:00</atom:updated><title>8 bahasa tubuh yang harus dihindari</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;akinlah                jika diterapkan hal ini akan memberi perbedaan yang amat besar.&lt;/span&gt;             &lt;img src="http://www.kompas.com/wanita/news/0605/12/120bah2.jpg" align="right" height="255" width="200" /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;1.              Menghindari kontak mata&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;             Ini hanya memperlihatkan rasa kurang percaya diri, gugup dan tidak              siap. Luangkan 90 persen atau lebih dari waktu Anda dengan menatap              mata para pendegar atau lawan bicara. Banyak orang yang justru mengambil              sikap menunduk, seolah membaca catatannya.Para pemimpin dan pengusaha              sukses menatap para pendengar/lawan bicaranya secara langsung pada              saat mereka berbicara.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;2.                Bungkuk&lt;br /&gt;              &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;              Kesan yang tertangkap pertama kali Adalah anda termasuk orang yang                tidak percaya diri dan tidak berani. Nah, coba berdiri tegak, posisikan                kaki selebar bahu, dan agak maju sedikit ke depan. Tegakkan bahu.                Kepala dan tulang belakang harus tegak lurus. Jika kebetulan tengah                berbicara di atas panggung/di depan khalayak, jangan gunakan podium                untuk menyandarkan tubuh Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;3.                Tak bisa diam&lt;br /&gt;              &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;              Gugup, tak yakin, serta kurang percaya diri adalah kesan yang tersirat                dari bahasa tubuh yang satu ini. Usahakan agar tubuh tidak bergerak-gerak.                Tubuh yang goyang memperlihatkan sikap tidak bisa diam/tidak dapat                mengendalikan diri, tidak mampu, tidak menguasai topik yang dipresentasikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;4.                Berdiri bak patung&lt;br /&gt;              &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;              Apa yang sampai di benak lawan bicara/pendengar adalah Anda orang                yang kaku, panik, membosankan, tidak menarik dan tidak dinamis.Saat                memberikan presentasi, jangan hanya berdiri seperti patung. Cobalah                berjalan, bergerak. Banyak orang beranggapan, cara tepat memberikan                presentasi adalah dengan tetap berdiri kaku di satu tempat. Mereka                tidak menyadari, sikap tersebut itu justru memperlihatkan sikap                yang dingin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;5.                Tangan masuk disaku&lt;br /&gt;              &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;              Gaya ini menunjukkan sikap tak bersahabat dan merasa "terancam"                . Sebaiknya keluarkan tangan Anda dari saku dan gerakkan tangan                dari waktu ke waktu. Tapi ingat tak perlu melakukan gerakan yang                berlebihan karena Anda bukan sedang main drama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;6.                Meniru gaya&lt;br /&gt;              &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;              Mungkin anda merasa gaya si X atau pejabat anu sangat keren saat                ia pidato dan Anda pun menirunya mati-matian. Yang terjadi justru                sikap Anda terkesan dibuat-buat serta tak alami. Cukup gerakkan                tubuh seadanya, jangan berlebihan, jangan meniru gerakan tokoh yang                Anda kagumi karena Anda akan tampak aneh. Dengan meniru gerak seseorang,                Anda justru akan memperlihatkan kekurangan Anda dan tampak seperti                badut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;7.                Gerakkan berbunyi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              Memainkan kunci mobil yang ada dalam saku celana sambil berbicara,                misalnya hanya menunjukkan sikap seseorang yang panik, tidak sopan,                dan tidak siap dengan apa yang ingin disampaikan. Sebaiknya sebelum                presentasi keluarkan semua kunci atau koin dari saku celana dan                taruh di dalam tas. Tanpa segala macam benda yang memperburuk penampilan                Anda, sikap panik sudah terpencar  dengan sendirinya dari wajah                ataupun dari gerakan tubuh Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;8.                Guyonan berlebihan&lt;br /&gt;              &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;              Tak ada salahnya melontarkan guyonan atau humor saat memberikan                presentasi agar suasana jadi lebih rileks dan tak membosankan. Tapi                ingat, jangan lakukan hal itu secara berlebihan dan keluar dari                topik yang sedang dibicarakan. Apalagi lelucon yang menjurus dari                pornografi. Ingat anda bukan sedang melawak! Anda juga tak ingin                kan dicap "kampungan" dan berselera rendah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2007/12/8-bahasa-tubuh-yang-harus-dihindari.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-779500196963854225</guid><pubDate>Sun, 23 Dec 2007 05:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-22T21:23:56.636-08:00</atom:updated><title>Tantangan Sejarah "Urang" Sunda</title><description>&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Hal itu tidak saja bermakna sebagai media             integrasi komunitas tetapi juga sebagai sarana untuk bisa memproyeksikan perjalanan             komunitas ke arah yang lebih baik, baik hari ini maupun hari depan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Keberadaan identitas sebagai media integrasi komunitas bila dikelola dengan baik tidak             saja akan melahirkan &lt;i&gt;sense of belonging&lt;/i&gt; bagi komunitas tetapi juga bisa jadi &lt;i&gt;sense             of pride&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;sense of obligation&lt;/i&gt;. Dalam konteks inilah, sejarah memainkan peran             yang sangat penting. Karena hanya sejarahlah yang mampu memetakan dengan relatif terang             dan lengkap perjalanan sebuah komunitas di panggung kehidupan. Berpijak pada alur pikir             seperti itu, pengenalan tentang sejarah Sunda bagi komunitas yang bernama etnis Sunda,             termasuk mengenali tantangannya, tidak pelak lagi merupakan suatu &lt;i&gt;qonditio sine qua non&lt;/i&gt;             untuk bisa mengenal dengan baik identitas dan jati dirinya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Keterbatasan sumber&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Untuk bisa mengenali secara utuh sejarah Sunda bukanlah merupakan sesuatu yang mudah.             Hal itu khususnya akan terjadi pada sejarah Sunda dari masa prasejarah dan masa             Hindu-Budha. Dari kedua masa tersebut sumber-sumber yang tersedia dapat dikatakan sangat             terbatas. Oleh karenanya, tidak mengherankan misalnya bila upaya untuk melakukan             rekonstruksi sejarah kerajaan Tarumanegara dan kerajaan Sunda secara relatif lengkap masih             sulit untuk dilakukan. Hal yang sama juga sebenarnya terjadi dengan masa sesudahnya.             Namun, keterbatasan sumber pribumi dari masa pasca. Hindu-Budha seringkali             "terselamatkan" oleh ketersediaan sumber-sumber kolonial, khususnya arsip-arsip             berbahasa Belanda, baik dari masa VOC maupun pemerintah Hindia Belanda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Keterbatasan sumber pribumi dalam sejarah Sunda besar kemungkinan berkorelasi dengan             rendahnya budaya tulis pada masyarakat Sunda. Padahal, sejarah membuktikan bahwa &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt;             Sunda termasuk etnis terdepan yang pertama kali melek huruf. Menjadi sebuah pertanyaan             besar, mengapa hal ini bisa terjadi. Benarkah etnis Sunda miskin akan budaya tulis             sebagaimana terlihat dari sedikitnya sumber-sumber pribumi yang mampu menjelaskan sejarah             Sunda? Ataukah sebaliknya bahwa etnis Sunda tidaklah miskin akan budaya tulis. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Adapun realitas sejarah yang hingga kini tampil ke permukaan belumlah dapat             menggambarkan realitas sebenarnya karena sesungguhnya masih banyak sumber-sumber sejarah             milik etnis Sunda, khususnya sumber benda dan tertulis, yang masih "terkubur"             alias belum tergali oleh para sejarawan dan peminat sejarah pada umumnya. Kalaulah boleh             memilih, mudah-mudahan kondisi kedualah yang kini tengah terjadi sehingga menjadi             tantangan bagi siapa saja, khususnya mereka yang mengaku &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda untuk terus             berupaya keras menggali sumber-sumber sejarah milik &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda sehingga dapat             lebih memperjelas perjalanan sejarah &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda, khususnya perjalanan sejarah &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt;             Sunda di tatar Sunda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Frame sejarah nasional&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Realitas keterbatasan sumber-sumber pribumi yang mampu menjelaskan sejarah Sunda dalam             masa-masa awal perkembangannya tentu tidak terjadi pada masa-masa sesudah kemerdekaan.             Untuk era pascakemerdekaan kalaupun sumber-sumber tertulis masih sangat terbatas masih             dapat ditutupi oleh sumber lisan, benda, bahkan visual. Seiring dengan ketersediaan sumber             yang relatif lengkap, kajian-kajian tentang sejarah Sunda pun kini cukup banyak dilakukan,             meskipun sebagian besar lebih terfokus di perguruan-perguruan tinggi, khususnya perguruan             tinggi yang memiliki jurusan sejarah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Kalaulah akan dikemukakan tantangan bagi penulisan sejarah Sunda di era kemerdekaan             maka salah satunya adalah bagaimana membuat sejarah Sunda agar tidak terperangkap kaku             dalam &lt;i&gt;frame&lt;/i&gt; sejarah nasional. Dalam kaitan itu, perlu ada pengayaan pendekatan             dalam melakukan rekonstruksi sejarah Sunda. Sejarah Sunda dapat direkonstruksi melalui             berbagai pendekatan, seperti sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Sebagai contoh, melalui             pendekatan politik, sejarah Sunda di era kemerdekaan dapat dipilah ke dalam masa             pemerintahan para gubernur yang pernah dan sedang memerintah di tatar Sunda. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Dengan kerangka berpikir seperti itu, sejarah Sunda dapat diurai bahasannya ke dalam             masa Sutarjo Kartohadikusumo (19 Agustus 1945-Desember 1945), masa Datuk Jamin (Desember             1945-Juni 1946), masa Murjani (Juni 1946-Maret 1947), masa M. Sewaka (1 April 1947-1948,             1950-1952), masa Ukar Bratakusumah (Desember 1948-1950), masa Sanusi Harjadinata             (1952-1956), masa R. Ipik Gandamana (1956-1960), masa Mashudi (1960-1970), Masa Solihin             G.P. (1970-1975), masa Aang Kunaefi (1975-1985), masa Yogie S. Memet (1985-1993), masa R.             Nuriana (1993-1998, 1998-2003), dan masa Danny Setiawan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Pendekatan pemerintahan para gubernur dalam mengenali sejarah Sunda bisa jadi akan             terlihat kurang begitu "aspiratif", terutama dalam menampung keinginan untuk             menjadikan sejarah sebagai milik masyarakat dan bukan milik eksklusif orang-orang besar &lt;i&gt;(the             great man)&lt;/i&gt; sebagaimana tampilan sejarah pada umumnya. Akan tetapi, di sisi lain,             pendekatan pemerintahan gubernur untuk sejarah Sunda memiliki beberapa keunggulan,             seperti, pertama, "membebaskan" sejarah Sunda dari &lt;i&gt;frame&lt;/i&gt; sejarah nasional             yang umumnya selalu menjadikan masa Soekarno (Orde Lama) dan Soeharto (Orde Baru) sebagai             titik tolak berpikir atau memilahnya ke dalam era demokrasi liberal, demokrasi terpimpin,             dan demokrasi Pancasila. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Kedua, dapat membantu memberi eksplanasi tentang geliat perkembangan &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda             di bawah para pemimpin yang juga (hampir semuanya) &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda. Ekspalanasi ini             menjadi semakin penting manakala di era otonomi daerah isu tentang putra daerah kerap             digulirkan, khususnya untuk membendung mereka yang dianggap bukan putra daerah. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Anggapan bahwa putra daerah akan lebih baik dalam membangun geliat daerah dibanding             yang bukan putra daerah, bisa benar tetapi bisa jadi juga jauh dari kebenaran. Oleh             karenanya, dari eksplanasi perjalanan pemerintahan para gubernbur yang kebanyakan &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt;             Sunda dapat diformulasikan pula dengan lebih cerdas tentang konsep putra daerah di tatar             Sunda. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Pencerahan konsep isu putra daerah dalam era yang serba kompetitif tentunya sangat             diperlukan agar &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda tidak terkerdilkan oleh tujuan sempit, "pokoknya &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt;             Sunda", "asal &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda", "yang penting &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt;             Sunda". Dengan demikian, kalaulah konsep putra daerah hendak dikembangkan sebagai             wacana politik bagi kepemimpinan di tatar Sunda maka profil putra daerah tersebut             setidaknya harus diformulasikan dengan memperhatikan dua parameter. Pertama, keturunan             atau hubungan darah, serta sosial budaya. Kedua, dan yang lebih penting, &lt;i&gt;track record&lt;/i&gt;-nya             yang berkaitan dengan kapasitas kepemimpinan dan manajerial serta dalam memperjuangkan             nasib &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda dan budaya Sunda, baik di tatar Sunda maupun di luar tatar Sunda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Perilaku ahistoris&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Permasalahan sekaligus tantangan sejarah Sunda dalam perkembangannya yang paling             kontemporer adalah rendahnya kesadaran &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda akan pentingnya sejarah Sunda.             Sejarah Sunda sebagai milik &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda tampak kurang mendapat perhatian untuk &lt;i&gt;dimumule&lt;/i&gt;             (dipelihara) dengan baik. Sejarah Sunda sepertinya sudah dianggap tidak penting oleh             sebagian besar &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda. Belajar sejarah Sunda adalah belajar sesuatu yang             membosankan dan sia-sia. Jadilah, sejarah Sunda teralienasikan dari pemiliknya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Realitas ahistoris &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda terhadap sejarah Sunda ini sebenarnya bukanlah             milik eksklusif &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda tetapi juga sepertinya sudah menjadi milik nasional.             Artinya, perilaku dan pola pikir ahistoris &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda terhadap sejarah Sunda             tercermin pula dalam perilaku dan pola pikir ahistorisnya bangsa Indonesia terhadap             sejarah nasional. Akibatnya, tidak mengherankan bila &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda saat ini tampak             seperti kehilangan jati dirinya. Tidak jelas lagi siapa dirinya dan bagaimana bumi tempat             dirinya berpijak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Lepasnya roh kesejarahan (historisitas) dari &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda membawa akibat lanjutan             pada memudarnya rasa memiliki terhadap sunan ambu (ibu pertiwi) yang menjadi &lt;i&gt;lemah cai&lt;/i&gt;             &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda. Oleh karenanya untuk menyikapi itu semua dan agar &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda             dapat kembali menemukan identitas dirinya maka penanaman nilai-nilai kesejarahan perlu             dilakukan. Jadikanlah sejarah sebagai inspirasi &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda dalam mengenal             identitas dirinya. Belajarlah dari sejarah Sunda dan jadilah &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda yang sadar             akan kekuatan dan kelemahan dirinya. Bacalah dengan saksama "pelajaran" yang             terkandung dalam sejarah Sunda dan jadilah &lt;i&gt;urang&lt;/i&gt; Sunda yang memiliki kekuatan dalam             mengenal dan memaknai masa lalu untuk kemudian dijadikan pijakan dalam memahami masa kini             dan mengekstrapolasikannya bagi kepentingan masa yang akan datang. Semoga!*** &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;&lt;i&gt;Penulis,&lt;/i&gt; &lt;i&gt;lektor kepala pada Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas             Padjadjaran dan Sekretaris Jenderal Pusat Kajian Lintas Budaya Bandung.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2007/12/tantangan-sejarah-urang-sunda.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-1969228779342131717</guid><pubDate>Sun, 23 Dec 2007 05:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-22T21:20:25.151-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sejarah</category><title>SEKILAS SEJARAH SUNDA</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berdasarkan data dan penelitian arkeologis, Tanah Sunda telah dihuni oleh masyarakat Sunda secara sosial sejak lama sebelum Tarikh Masehi. Situs purbakala di Ciampe'a (Bogor), Klapa Dua (Jakarta), dataran tinggi Bandung dan Cangkuang (Garut) memberi bukti dan informasi bahwa lokasi-lokasi tersebut telah ditempati oleh kelompok masyarakat yang memiliki sistem kepercayaan, organisasi sosial, sistem mata pencaharian, pola pemukiman, dan lain sebagainya sebagaimana layaknya kehidupan masyarakat manusia betapapun sederhananya. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;p align="justify"&gt;Era sejarah di Tanah Sunda baru dimulai pada pertengahan abad ke-5 seiring dengan dibuatnya dokumen tertulis berupa beberapa buah prasasti yang dipahat pada batu dengan menggunakan Bahasa Sansekerta dan Aksara Pallawa. Prasasti-prasasti itu yang ditemukan di daerah Bogor, Bekasi dan Pandeglang dibuat pada zaman Kerajaan Tarumanagara dengan salah seorang rajanya bernama Purnawarman dan ibukotanya terletak di daerah Bekasi sekarang. Pada masa itu sampai abad ke-7, sistem kerajaan sebagai merupakan pemerintahan, Agama Hindu sebagai agama resmi negara, sistem kasta sebagai bentuk stratifikasi sosial, dan hubungan antar negara telah mulai terwujud, walaupun masih dalam tahap awal dan terbatas. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sriwijaya di Sumatera, India dan Cina merupakan negeri luar yang menjalin hubungan dengan kerajaan Tarumanagara, tetapi kebudayaan Hindu dari India yang dominan dan berpengaruh di sini. Sunda sebagai nama kerajaan kiranya baru muncul pada abad ke-8 sebagai lanjutan atau penerus Kerajaan Tarumanagara. Pusat kerajaannya berada di sekitar Bogor sekarang. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;p align="justify"&gt;Paling tidak, ada tiga macam sumber yang menyebut Sunda sebagai nama kerajaan. Pertama, dua buah prasasti (Bogor dan Sukabumi); kedua, beberapa buah berita orang Portugis (1513,1522,1527); dan ketiga, beberapa buah naskah lama (Carita Parahiyangan, Sanghyang Siksa Kanda'ng Karesian). Ibu kota Kerajaan Sunda dinamai Pakuan Pajajaran. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam tradisi lisan dan naskah sesudah abad ke-17, Pakuan biasa disebut untuk nama ibukota, sedangkan Pajajaran untuk menyebutkan kerajaan. Kerajaan ini hidup kira-kira 6 abad, karena runtuhnya sekitar tahun 1579. Pernah mengalami masa kejayaan yang antara lain ditandai dengan luas wilayah yang meliputi seluruh Tatar Sunda, kesejahteraan rakyat tinggi, keamanan stabil, hubungan dengan dunia luar (Majapahit, Portugis, Sriwijaya) berjalan baik. Dikenal ada dua raja termasyhur kebesarannya (Prabu Niskala Wastukancana dan Sri Baduga Maharaja). Ibukotanya pernah berada di Kawali, Galuh. Pada masa pemerintahan Prabu Maharaja (1350-1352) terjadi konflik dengan Majapahit, karena masalah pernikahan puteri Sunda dengan raja Majapahit Hayam Wuruk. Pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja (1482-1521) dan puteranya, Prabu Surawisesa, (1521-1535) terjalin hubungan kerjasama ekonomi dan keamanan antara kerajaan Pajajaran dengan Portugis yang berkedudukan di Malaka. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari kerajaan ini dihasilkan beras dan lada yang banyak sehingga bisa diekspor. Kota pelabuhan yang besar antara lain Banten, Kalapa (Jakarta sekarang), dan Cirebon. Sistem ladang merupakan cara bertani rakyatnya. Ada jalan raya darat yang menghubungkan ibukota kerajaan dengan Banten di sebelah barat, Kalapa disebelah utara, serta Cirebon dan Galuh di sebelah timur. Dari daerah pedalaman ke pesisir utara dihubungkan dengan jalur lalulintas sungai dan jalan menyusuri pantai. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;p align="justify"&gt;Para pedagang Islam sudah berdatangan ke kota-kota pelabuhan Kerajaan Sunda untuk berdagang dan memperkenalkan agama Islam. Lama kelamaan para pedagang Islam bermukim di kota-kota pelabuhan Sunda, terutama di Banten, Karawang, dan Cirebon kemudian penduduk setempat banyak yang mengnanut Agama Islam. Bberkat dukungan Kesultanan Demak, berdirilah kekuasaan Islam di Cirebon dan Banten yang dalam perkembangan selanjutnya mendesak kekuasaan &lt;a href="http://sundanet.com"&gt;Kerajaan Sunda&lt;/a&gt; sampai akhirnya menumbangkannya sama sekali (1579). Sementara di daerah pesisir berkembang kekuasaan Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten. Sedangkan di daerah pedalaman muncul kabupaten-kabupaten yang masing-masing berdiri sendiri, yaitu: Sumedang, Galuh, Sukapura, Limbangan, Parakanmuncang, Bandung, Batulayang, dan Cianjur.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;Periode selanjutnya (sejak abad ke-17) Sejarah Sunda mengalami babak baru, karena dari arah pesisir utara di Jayakarta (Batavia) masuk kekuasaan Kompeni Belanda (sejak 1610) dan dari arah pedalaman sebelah timur masuk kekuasaan Mataram (sejak 1625). Secara perlahan-lahan tetapi pasti akhirnya seluruh Tanah Sunda jatuh ke genggaman kekuasaan Belanda (sejak awal abad ke-19), karena itu mulailah zaman kekuasaan kolonial Hindia Belanda. &lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Pada masa ini masyarakat dan Tanah Sunda dieksploitasi oleh kaum kolonial, mula-mula dengan menggunakan cara penyerahan wajib hasil bumi tanaman ekspor (lada, nila, kopi) dan kerja paksa (rodi) yang dikenal dengan sebutan Sistem Priangan (Preanger Stelsel); kemudian sejak tahun 1871 melalui cara penanaman modal swasta dengan membuka macam-macam perkebunan (teh,karet,kina), perdagangan, industri, pelayaran, pertambangan, dan lain-lain yang tenaga kerjanya (tenaga kerja murah ) diambil dari masyarakat pribumi; model eksploitasi ini dikenal dengan sebutan Sistem Imprealisme. &lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Tanah Sunda yang subur dan orang-orangnya yang rajin bekerja menjadikan pengeksploitasian tersebut sangat menguntungkan penguasa kolonial sehingga membawa kemakmuran yang luar biasa bagi mereka yang tinggal di sini dan yang berada di tanah leluhur mereka (Belanda). Sebaliknya rakyat pribumi tidak mengecap keuntungan yang setimpal dengan tenaga dan jasa yang diberikan, bahkan banyak yang hidupnya menderita; kecuali sekelompok masyarakat kecil yang dekat dan bekerjasama dengan penguasa kolonial yang biasa disebut kaum Menak. &lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Pada sisi lain masuknya penjajahan itu menimbulkan ketidakpuasan dan bahkan penentangan sebagian masyarakat. Dibawah beberapa orang pemimpinnya timbullah serangkaian perlawanan dan pemberontakan rakyat, seperti, yang dipimpin oleh Dipati Ukur di Priangan (1628-1632), Sultan Ageng Tirtayasa dan Pangeran Purbaya di Banten (1659-1683), Prawatasari di Priangan (1705-1708), Kiai Tapa dan Bagus Buang di Banten (1750-1752), Bagus Rangin (1802-1818) Kiai Hasan Maulani di Kuningan (1842), Kiai Washid di Banten (1888), Kiai Hasan Arif di Garut (1918). &lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Ketidakpuasan masyarakat terus berlanjut, walaupun penguasa kolonial mengupayakan perbaikan kehidupan masyarakat melalui program pendidikan, pertanian, perkreditan, dan juga menerapkan sistem otonomi bagi pemerintahan pribumi. Sejak awal abad ke-20 muncul gerakan penentang sosial dan organisasi politik seperti Sarekat Islam, Indische Partij, Paguyuban Pasundan dan Partai Nasional Indonesia. &lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Melalui pendudukan Militer Jepang (1942-1945) yang menumbangkan kekuasaan kolonial Hindia Belanda (menyerah di Kalijati, Subang tanggal 8 Maret 1942) dan menumbuhkan keberanian di kalangan orang pribumi untuk melawan kekuasaan asing dan memberi bekal ketrampilan berperang; pada tahun 1945 masyarakat Sunda, umumnya masyarakat Indonesia, berhasil mencapai dan mempertahankan kemerdekaan. Sejak itu masyarakat dan tanah Sunda berada dalam lingkungan negara Republik Indonesia. &lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Seiring bergulirnya perobahan sistem pemerintahan yang tadinya unitaristik-sentralistik menjadi otonomi-desentralistik, maka kini saatnyalah bagi Masyarakat Sunda untuk membuktikan kesungguhan perjuangannya dalam mewujudkan Tatar Sunda anu Tata-Tengtrem Karta Harja sebagai kontribusi Ki Sunda kepada negara Republik Indonesia. &lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Kenyataan lain, yaitu pemekaran Propinsi Jawa Barat dengan terbentuknya Propinsi Banten. Walau demikian tetap saja kedua propinsi itu masih dalam ikatan Tatar Sunda. Untuk terjalinnya ikatan batin yang kuat perlu ditumbuhkan antara lain melalui kesadaran atas adanya kesamaan Religi (dalam hal mayoritas Urang Sunda beragama Islam). Selain itu harus adanya kesadaran akan nilai-nilai pandangan hidup yang Nyunda, kesadaran akan alur sejarah Sunda yang tidak terputus serta kesadaran untuk memelihara Bahasa Sunda dan bahasa dialek setempat agar tetap digunakan di setiap keluarga Sunda. &lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Buku tentang Sejarah Sunda yang lebih rinci bisa disimak antara lain Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat. 4 jilid - Proyek Penerbitan Sejarah Jawa Barat Pemda Tk I Jabar, 1983-1984. &lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: Ensiklopedi Sunda - Pustaka Jaya. Dan beberapa catatan lainnya**sundanet.com**&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2007/12/sekilas-sejarah-sunda.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-6149841206867349544</guid><pubDate>Wed, 05 Dec 2007 07:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-04T23:13:55.313-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">dunia islam</category><title>Sejarah Islam</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Islam bermula pada tahun 622 apabila wahyu pertama diturunkan kepada rasul yang terakhir iaitu Muhammad bin Abdullah di Gua Hira', Arab Saudi. Sejarah Islam menceritakan perkembangan Islam sehinggalah sekarang.&lt;br /&gt;Jadual isi kandungan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pengenalan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Islam muncul di Semenanjung Arab pada kurun ke-7 masihi apabila Nabi Muhammad s.a.w. mendapat wahyu daripada Allah s.w.t. Selepas wafatnya Rasullullah s.a.w. kerajaan Islam berkembang sejauh Lautan Atlantik di Barat dan Asia Tengah di Timur. Lama-kelamaan umat Islam berpecah dan terdapat banyak kerajaan-kerajaan Islam lain yang muncul.&lt;br /&gt;Walau bagaimanapun, kemunculan kerajaan-kerajaan Islam seperti kerajaan Umaiyyah, kerajaan Abbasiyyah, kerajaan Seljuk Turki Seljuk, kerajaan Uthmaniyyah Turki Uthmaniyyah, Empayar Moghul India, dan Kesultanan Melaka telah menjadi antara empayar yang terkuat dan terbesar di dunia. Tempat pembelajaran ilmu yang hebat telah mewujudkan satu Tamadun Islam yang agung. Banyak ahli-ahli sains, ahli-ahli falsafah dan sebagainya muncul dari negeri-negeri Islam terutamanya pada Zaman Keemasan Islam.&lt;br /&gt;Pada kurun ke-18 dan ke-19 masihi, banyak kawasan-kawasan Islam jatuh ke tangan penjajah Eropah. Selepas Perang Dunia I, Empayar Turki Uthmaniyyah iaitu empayar Islam terakhir tumbang menyembah bumi.&lt;br /&gt;&lt;a id="Nabi_Muhammad_s.a.w." name="Nabi_Muhammad_s.a.w."&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat dengan lebih lanjut mengenai topik ini, sila lihat &lt;a title="Nabi Muhammad s.a.w." href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Nabi_Muhammad_s.a.w."&gt;Nabi Muhammad s.a.w.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semenanjung Arab sebelum kedatangan Islam merupakan sebuah kawasan yang tidak maju. Kebanyakkan orang &lt;a title="Arab" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Arab"&gt;Arab&lt;/a&gt; merupakan penyembah berhala dan ada sesetengahnya merupakan pengikut agama &lt;a title="Kristian" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kristian"&gt;Kristian&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Yahudi" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt;. &lt;a title="Mekah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Mekah"&gt;Mekah&lt;/a&gt; ialah tempat suci bagi bangsa Arab ketika itu kerana di situ terdapatnya berhala-berhala agama mereka dan juga terdapat &lt;a title="Telaga Zamzam" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Telaga_Zamzam"&gt;Telaga Zamzam&lt;/a&gt; dan yang paling penting sekali &lt;a title="Kaabah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kaabah"&gt;Kaabah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad s.a.w. dilahirkan di Mekah dalam &lt;a class="new" title="Tahun Gajah" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Tahun_Gajah&amp;amp;action=edit"&gt;Tahun Gajah&lt;/a&gt; (570 atau 571 masihi). Baginda merupakan seorang anak yatim lagi selepas ayahnya &lt;a title="Abdullah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Abdullah"&gt;Abdullah&lt;/a&gt; dan emaknya &lt;a class="new" title="Aminah" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Aminah&amp;amp;action=edit"&gt;Aminah&lt;/a&gt; meninggal dunia. Baginda dibesarkan oleh pakciknya iaitu &lt;a class="new" title="Abu Talib" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Abu_Talib&amp;amp;action=edit"&gt;Abu Talib&lt;/a&gt;. Baginda kemudiannya berkahwin dengan &lt;a class="new" title="Siti Khadijah" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Siti_Khadijah&amp;amp;action=edit"&gt;Siti Khadijah&lt;/a&gt; dan menjalani kehidupan yang selesa dan aman.&lt;br /&gt;Namun demikian, ketika Nabi Muhammad s.a.w. berusia lebih kurang 40 tahun, baginda didatangi oleh Malaikat Jibril a.s. Selepas beberapa ketika baginda mengajar ajaran Islam secara tertutup kepada rakan-rakan terdekatnya dan seterusnya secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekah.&lt;br /&gt;Pada tahun 622 masihi, baginda dan pengikutnya berhijrah ke &lt;a title="Madinah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Madinah"&gt;Madinah&lt;/a&gt;. Peristiwa ini dipanggil &lt;a title="Hijrah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Hijrah"&gt;Hijrah&lt;/a&gt;. Semenjak daripada peristiwa itu bermulalah Kalendar Islam.&lt;br /&gt;Mekah dan Madinah kemudiannya berperang. Nabi Muhammad s.a.w. memenangi banyak pertempuran walaupun ada di antaranya tentera Islam tewas. Lama kelamaan orang-orang Islam menjadi kuat dan berjaya membuka Kota &lt;a title="Mekah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Mekah"&gt;Mekah&lt;/a&gt;. Selepas kewafatan Nabi Muhammad s.a.w., seluruh &lt;a title="Semenanjung Arab" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Arab"&gt;Semenanjung Arab&lt;/a&gt; di bawah penguasaan orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;a id="Perkembangan_Islam" name="Perkembangan_Islam"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;Perkembangan Islam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Semenanjung Arab selepas kewafatan Nabi Muhammad s.a.w.&lt;br /&gt;Secara umumnya Sejarah Islam selepas kewafatan Nabi Muhammad s.a.w. telah berkembang secara serius diseluruh dunia. &lt;a title="Kerajaan Bani Ummaiyyah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Bani_Ummaiyyah"&gt;Kerajaan Bani Ummaiyyah&lt;/a&gt;, &lt;a title="Kerajaan Bani Abbasiyyah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Bani_Abbasiyyah"&gt;Kerajaan Bani Abbasiyyah&lt;/a&gt;, dan &lt;a title="Empayar Turki Uthmaniyyah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Empayar_Turki_Uthmaniyyah"&gt;Empayar Turki Uthmaniyyah&lt;/a&gt; boleh dikatakan penyambung kekuatan Islam selepas pemerintahan &lt;a title="Khulafa al-Rasyidin" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Khulafa_al-Rasyidin"&gt;Khulafa al-Rasyidin&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a id="Khulafa_al-Rasyidun" name="Khulafa_al-Rasyidun"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Khulafa al-Rasyidun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk rencana utama: sila lihat &lt;a title="Khulafa al-Rasyidin" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Khulafa_al-Rasyidin"&gt;Khulafa al-Rasyidin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="632" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/632"&gt;632&lt;/a&gt;M- Kewafatan &lt;a title="Nabi Muhammad s.a.w." href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Nabi_Muhammad_s.a.w."&gt;Nabi Muhammad s.a.w.&lt;/a&gt; &lt;a title="Saidina Abu Bakar" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Saidina_Abu_Bakar"&gt;Saidina Abu Bakar&lt;/a&gt; dilantik menjadi &lt;a title="Khalifah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Khalifah"&gt;khalifah&lt;/a&gt;. &lt;a class="new" title="Usamah" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Usamah&amp;amp;action=edit"&gt;Usamah&lt;/a&gt; mengetuai ekspedisi ke &lt;a title="Syria" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Syria"&gt;Syria&lt;/a&gt;. Kempen menentang kumpulan Murtad iaitu Bani Tamim dan &lt;a class="new" title="Musailimah" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Musailimah&amp;amp;action=edit"&gt;Musailimah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="633" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/633"&gt;633&lt;/a&gt;M- Pengumpulan &lt;a title="Al Quran" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Al_Quran"&gt;Al Quran&lt;/a&gt; bermula.&lt;br /&gt;&lt;a title="634" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/634"&gt;634&lt;/a&gt;M- Kewafatan Saidina Abu Bakar. &lt;a title="Saidina Umar Al-Khatab" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Saidina_Umar_Al-Khatab"&gt;Saidina Umar Al-Khatab&lt;/a&gt; dilantik menjadi khalifah. Penaklukan &lt;a title="Damsyik" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Damsyik"&gt;Damsyik&lt;/a&gt; dan seterusnya kempen meluaskan jajahan Islam di Tanah Parsi&lt;br /&gt;&lt;a title="635" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/635"&gt;635&lt;/a&gt;M- Penawanan &lt;a class="new" title="Madain" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Madain&amp;amp;action=edit"&gt;Madain&lt;/a&gt;, ibukota &lt;a title="Empayar Parsi" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Empayar_Parsi"&gt;Empayar Parsi&lt;/a&gt; &lt;a title="Sassanid" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Sassanid"&gt;Sassanid&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="636" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/636"&gt;636&lt;/a&gt;M- Penaklukan &lt;a title="Syria" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Syria"&gt;Syria&lt;/a&gt;, &lt;a title="Mesopotamia" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Mesopotamia"&gt;Mesopotamia&lt;/a&gt;, dan &lt;a title="Palestin" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Palestin"&gt;Palestin&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="637" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/637"&gt;637&lt;/a&gt;M- &lt;a title="Mesir" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Mesir"&gt;Mesir&lt;/a&gt; ditawan.&lt;br /&gt;&lt;a title="638" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/638"&gt;638&lt;/a&gt;M- Penawanan &lt;a title="Baitulmuqaddis" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Baitulmuqaddis"&gt;Baitulmuqaddis&lt;/a&gt; oleh tentera &lt;a title="Islam" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="640" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/640"&gt;640&lt;/a&gt;M- Kerajaan Islam Madinah mula membuat duit syiling Islam.&lt;br /&gt;&lt;a title="644" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/644"&gt;644&lt;/a&gt;M- Saidina Umar mati syahid akibat dibunuh. &lt;a title="Saidina Uthman Affan" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Saidina_Uthman_Affan"&gt;Saidina Uthman Affan&lt;/a&gt; menjadi khalifah.&lt;br /&gt;&lt;a title="645" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/645"&gt;645&lt;/a&gt;M- Kempen di &lt;a title="Afrika Utara" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Afrika_Utara"&gt;Afrika Utara&lt;/a&gt;. &lt;a title="Cyprus" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Cyprus"&gt;Cyprus&lt;/a&gt; ditakluk.&lt;br /&gt;&lt;a title="646" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/646"&gt;646&lt;/a&gt;M- Kempen menentang &lt;a class="new" title="Bizantin" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Bizantin&amp;amp;action=edit"&gt;Bizantin&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="647" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/647"&gt;647&lt;/a&gt;M- Angkatan Tentera Laut Islam ditubuhkan &amp;amp; diketuai oleh Muawiyah Abu Sufyan. Perang di laut menentang angkatan laut Bizantin. &lt;a title="Empayar Parsi" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Empayar_Parsi"&gt;Empayar Parsi&lt;/a&gt; ditumpaskan.&lt;br /&gt;&lt;a title="648" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/648"&gt;648&lt;/a&gt;M- Pemberontakan menentang pemerintahan Saidina Uthman.&lt;br /&gt;&lt;a title="656" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/656"&gt;656&lt;/a&gt;M- Saidina Uthman wafat akibat dibunuh. &lt;a title="Saidina Ali Abi Talib" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Saidina_Ali_Abi_Talib"&gt;Saidina Ali Abi Talib&lt;/a&gt; dilantik menjadi khalifah. Terjadinya &lt;a title="Perang Jamal" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Perang_Jamal"&gt;Perang Jamal&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="657" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/657"&gt;657&lt;/a&gt;M- Saidina Ali memindahkan pusat pemerintahan daripada &lt;a title="Madinah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Madinah"&gt;Madinah&lt;/a&gt; ke &lt;a title="Kufah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kufah"&gt;Kufah&lt;/a&gt;. &lt;a title="Perang Siffin" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Perang_Siffin"&gt;Perang Siffin&lt;/a&gt; meletus.&lt;br /&gt;&lt;a title="659" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/659"&gt;659&lt;/a&gt;M- Saidina Ali menawan kembali &lt;a title="Hijaz" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Hijaz"&gt;Hijaz&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Yaman" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Yaman"&gt;Yaman&lt;/a&gt; daripada &lt;a title="Muawiyah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Muawiyah"&gt;Muawiyah&lt;/a&gt;. Muawiyah mengisytiharkan dirinya sebagai khalifah Damsyik.&lt;br /&gt;&lt;a title="661" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/661"&gt;661&lt;/a&gt;M- Saidina Ali wafat dibunuh. Tamatnya pemerintahan Khulafa al-Rasyidin. Muawiyah mengasaskan &lt;a title="Kerajaan Bani Ummaiyyah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Bani_Ummaiyyah"&gt;Kerajaan Bani Ummaiyyah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a id="Kerajaan_Bani_Ummaiyyah" name="Kerajaan_Bani_Ummaiyyah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[&lt;a title="Sunting bahagian: Kerajaan Bani Ummaiyyah" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Islam&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=5"&gt;sunting&lt;/a&gt;] Kerajaan Bani Ummaiyyah&lt;br /&gt;Untuk rencana utama: sila lihat &lt;a title="Kerajaan Bani Ummaiyyah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Bani_Ummaiyyah"&gt;Kerajaan Bani Ummaiyyah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="661" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/661"&gt;661&lt;/a&gt;M- &lt;a title="Muawiyah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Muawiyah"&gt;Muawiyah&lt;/a&gt; menjadi khalifah dan mengasaskan Kerajaan Bani Ummaiyyah.&lt;br /&gt;&lt;a title="670" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/670"&gt;670&lt;/a&gt;M- Mara ke &lt;a title="Afrika Utara" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Afrika_Utara"&gt;Afrika Utara&lt;/a&gt;. Penaklukan &lt;a title="Kabul" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kabul"&gt;Kabul&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="677" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/677"&gt;677&lt;/a&gt;M- Penawanan &lt;a class="new" title="Samarkand" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Samarkand&amp;amp;action=edit"&gt;Samarkand&lt;/a&gt; dan &lt;a class="new" title="Tirmiz" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Tirmiz&amp;amp;action=edit"&gt;Tirmiz&lt;/a&gt;. Serangan ke atas &lt;a title="Constantinople" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Constantinople"&gt;Constantinople&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="680" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/680"&gt;680&lt;/a&gt;M- Kematian Muawiyah. &lt;a title="Yazid I" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Yazid_I"&gt;Yazid I&lt;/a&gt; menaiki takhta. Peristiwa pembunuhan &lt;a title="Saidina Hussein ibni Ali" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Saidina_Hussein_ibni_Ali"&gt;Saidina Hussein&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="685" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/685"&gt;685&lt;/a&gt;M- Khalifah &lt;a title="Abdul Malik bin Marwan" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Abdul_Malik_bin_Marwan"&gt;Abdul Malik&lt;/a&gt; menjadikan &lt;a title="Bahasa Arab" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab"&gt;Bahasa Arab&lt;/a&gt; sebagai bahasa rasmi kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;a title="700" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/700"&gt;700&lt;/a&gt;M- Kempen menentang kaum Barbar di Afrika Utara.&lt;br /&gt;&lt;a title="711" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/711"&gt;711&lt;/a&gt;M- Penaklukan &lt;a title="Sepanyol" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Sepanyol"&gt;Sepanyol&lt;/a&gt;, &lt;a class="new" title="Sind" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Sind&amp;amp;action=edit"&gt;Sind&lt;/a&gt;, dan &lt;a class="new" title="Transoxiana" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Transoxiana&amp;amp;action=edit"&gt;Transoxiana&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="712" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/712"&gt;712&lt;/a&gt;M- Tentera &lt;a title="Ummaiyyah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Ummaiyyah"&gt;Ummaiyyah&lt;/a&gt; mara ke Sepanyol, Sind, dan Transoxiana.&lt;br /&gt;&lt;a title="713" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/713"&gt;713&lt;/a&gt;M- Penaklukan &lt;a class="new" title="Multan" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Multan&amp;amp;action=edit"&gt;Multan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="716" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/716"&gt;716&lt;/a&gt;M- Serangan ke atas Constantinople.&lt;br /&gt;&lt;a title="717" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/717"&gt;717&lt;/a&gt;M- &lt;a title="Umar bin Abdul Aziz" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Abdul_Aziz"&gt;Umar bin Abdul Aziz&lt;/a&gt; menjadi khalifah. Pembaharuan yang hebat dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;a title="725" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/725"&gt;725&lt;/a&gt;M- Tentera Islam menawan &lt;a class="new" title="Nimes" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Nimes&amp;amp;action=edit"&gt;Nimes&lt;/a&gt; di &lt;a title="Perancis" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Perancis"&gt;Perancis&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="749" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/749"&gt;749&lt;/a&gt;M- Kekalahan tentera Ummaiyyah di &lt;a title="Kufah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kufah"&gt;Kufah&lt;/a&gt;, &lt;a title="Iraq" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Iraq"&gt;Iraq&lt;/a&gt; ditangan tentera &lt;a title="Abbasiyyah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Abbasiyyah"&gt;Abbasiyyah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="750" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/750"&gt;750&lt;/a&gt;M- &lt;a title="Damsyik" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Damsyik"&gt;Damsyik&lt;/a&gt; ditawan oleh tentera &lt;a title="Abbasiyyah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Abbasiyyah"&gt;Abbasiyyah&lt;/a&gt;. Kejatuhan Kerajaan Bani Ummaiyyah.&lt;br /&gt;&lt;a id="Kerajaan_Bani_Abbasiyyah" name="Kerajaan_Bani_Abbasiyyah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[&lt;a title="Sunting bahagian: Kerajaan Bani Abbasiyyah" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Islam&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=6"&gt;sunting&lt;/a&gt;] Kerajaan Bani Abbasiyyah&lt;br /&gt;Untuk rencana utama: sila lihat &lt;a title="Kerajaan Bani Abbasiyyah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Bani_Abbasiyyah"&gt;Kerajaan Bani Abbasiyyah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="752" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/752"&gt;752&lt;/a&gt;M- Bermulanya Kerajaan Bani Abbasiyyah.&lt;br /&gt;&lt;a title="755" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/755"&gt;755&lt;/a&gt;M- Pemberontakan &lt;a class="new" title="Abdullah bin Ali" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Abdullah_bin_Ali&amp;amp;action=edit"&gt;Abdullah bin Ali&lt;/a&gt;. Pembunuhan &lt;a class="new" title="Abu Muslim" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Abu_Muslim&amp;amp;action=edit"&gt;Abu Muslim&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="756" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/756"&gt;756&lt;/a&gt;M- &lt;a title="Abd ar-Rahman I" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Abd_ar-Rahman_I"&gt;Abd ar-Rahman I&lt;/a&gt; mengasaskan &lt;a class="new" title="Kerajaan Bani Ummaiyyah Sepanyol" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerajaan_Bani_Ummaiyyah_Sepanyol&amp;amp;action=edit"&gt;Kerajaan Bani Ummaiyyah Sepanyol&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="763" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/763"&gt;763&lt;/a&gt;M- Penubuhan kota &lt;a title="Baghdad" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Baghdad"&gt;Baghdad&lt;/a&gt;. Kekalahan tentera Abbasiyyah di &lt;a title="Sepanyol" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Sepanyol"&gt;Sepanyol&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="786" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/786"&gt;786&lt;/a&gt;M- &lt;a title="Harun al-Rashid" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Harun_al-Rashid"&gt;Harun al-Rashid&lt;/a&gt; menjadi Khalifah.&lt;br /&gt;&lt;a title="792" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/792"&gt;792&lt;/a&gt;M- Serangan ke atas selatan &lt;a title="Perancis" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Perancis"&gt;Perancis&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="800" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/800"&gt;800&lt;/a&gt;M- Kaedah sainstifik dicipta. &lt;a title="Algebra" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Algebra"&gt;Algebra&lt;/a&gt; dicipta oleh &lt;a title="Al-Khawarizmi" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Al-Khawarizmi"&gt;Al-Khawarizmi&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="805" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/805"&gt;805&lt;/a&gt;M- Kempen menentang &lt;a class="new" title="Byzantine" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Byzantine&amp;amp;action=edit"&gt;Byzantine&lt;/a&gt;. Penawanan Pulau &lt;a class="new" title="Rhodes" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Rhodes&amp;amp;action=edit"&gt;Rhodes&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Cyprus" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Cyprus"&gt;Cyprus&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="809" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/809"&gt;809&lt;/a&gt;M- Kewafatan &lt;a title="Harun al-Rashid" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Harun_al-Rashid"&gt;Harun al-Rashid&lt;/a&gt;. &lt;a title="Al-Amin" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Al-Amin"&gt;Al-Amin&lt;/a&gt; dilantik menjadi khalifah.&lt;br /&gt;&lt;a title="814" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/814"&gt;814&lt;/a&gt;M- Perang saudara di antara &lt;a title="Al-Amin" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Al-Amin"&gt;Al-Amin&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Al-Ma'mun" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Al-Ma%27mun"&gt;Al-Ma'mun&lt;/a&gt;. Al-Amin terbunuh dan Al-Ma'mun menjadi khalifah.&lt;br /&gt;&lt;a title="1000" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1000"&gt;1000&lt;/a&gt;M- &lt;a class="new" title="Masjid Besar Cordoba" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid_Besar_Cordoba&amp;amp;action=edit"&gt;Masjid Besar Cordoba&lt;/a&gt; siap dibina.&lt;br /&gt;&lt;a title="1005" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1005"&gt;1005&lt;/a&gt;M- &lt;a class="new" title="Multan" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Multan&amp;amp;action=edit"&gt;Multan&lt;/a&gt; dan &lt;a class="new" title="Ghur" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Ghur&amp;amp;action=edit"&gt;Ghur&lt;/a&gt; ditawan.&lt;br /&gt;&lt;a title="1055" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1055"&gt;1055&lt;/a&gt;M- Baghdad ditawan oleh tentera &lt;a title="Turki Seljuk" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Turki_Seljuk"&gt;Turki Seljuk&lt;/a&gt;. Pemerintahan Abbasiyyah-Seljuk bermula, yang kekal sehingga tahun &lt;a title="1258" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1258"&gt;1258&lt;/a&gt; apabila tentera &lt;a class="new" title="Mongol" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Mongol&amp;amp;action=edit"&gt;Mongol&lt;/a&gt; memusnahkan Baghdad.&lt;br /&gt;&lt;a title="1085" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1085"&gt;1085&lt;/a&gt;M- Tentera &lt;a title="Kristian" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kristian"&gt;Kristian&lt;/a&gt; tawan &lt;a class="new" title="Toledo" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Toledo&amp;amp;action=edit"&gt;Toledo&lt;/a&gt; (di Sepanyol).&lt;br /&gt;&lt;a title="1091" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1091"&gt;1091&lt;/a&gt;M- Bangsa Norman tawan &lt;a title="Sicily" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Sicily"&gt;Sicily&lt;/a&gt;, pemerintahan &lt;a title="Muslim" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Muslim"&gt;Muslim&lt;/a&gt; di sana tamat.&lt;br /&gt;&lt;a title="1095" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1095"&gt;1095&lt;/a&gt;M- &lt;a title="Perang Salib" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Perang_Salib"&gt;Perang Salib&lt;/a&gt; pertama berlaku.&lt;br /&gt;&lt;a title="1099" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1099"&gt;1099&lt;/a&gt;M- Tentera Salib tawan &lt;a title="Baitulmuqaddis" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Baitulmuqaddis"&gt;Baitulmuqaddis&lt;/a&gt;. Mereka membunuh semua penduduknya.&lt;br /&gt;&lt;a title="1144" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1144"&gt;1144&lt;/a&gt;M- &lt;a class="new" title="Nuruddin Zengi" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Nuruddin_Zengi&amp;amp;action=edit"&gt;Nuruddin Zengi&lt;/a&gt; tawan &lt;a class="new" title="Edessa" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Edessa&amp;amp;action=edit"&gt;Edessa&lt;/a&gt; daripada tentera &lt;a title="Kristian" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kristian"&gt;Kristian&lt;/a&gt;. Perang Salib kedua berlaku.&lt;br /&gt;&lt;a title="1187" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1187"&gt;1187&lt;/a&gt;M- &lt;a title="Salahuddin Al-Ayubbi" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Salahuddin_Al-Ayubbi"&gt;Salahuddin Al-Ayubbi&lt;/a&gt; tawan &lt;a title="Baitulmuqaddis" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Baitulmuqaddis"&gt;Baitulmuqaddis&lt;/a&gt; daripada tentera Salib. Perang Salib ketiga berlaku.&lt;br /&gt;&lt;a title="1194" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1194"&gt;1194&lt;/a&gt;M- Tentera &lt;a title="Muslim" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Muslim"&gt;Muslim&lt;/a&gt; menawan &lt;a title="Delhi" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Delhi"&gt;Delhi&lt;/a&gt;, &lt;a title="India" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/India"&gt;India&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="1236" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1236"&gt;1236&lt;/a&gt;M- Tentera Kristian tawan &lt;a title="Cordoba" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Cordoba"&gt;Cordoba&lt;/a&gt; (di Sepanyol).&lt;br /&gt;&lt;a title="1258" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1258"&gt;1258&lt;/a&gt;M- Tentera &lt;a class="new" title="Mongol" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Mongol&amp;amp;action=edit"&gt;Mongol&lt;/a&gt; menyerang dan memusnahkan Baghdad. Ribuan penduduk terbunuh.Kejatuhan Baghdad. Tamatnya pemerintahan Kerajaan Bani Abbasiyyah-Seljuk.&lt;br /&gt;&lt;a title="1260" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1260"&gt;1260&lt;/a&gt;M- Kebangkitan Islam. Kerajaan Bani Mamluk di Mesir (merupakan pertahanan Islam yang ketiga terakhir selepas Makkah &amp;amp; Madinah) pimpinan Sultan &lt;a title="Saifuddin Muzaffar Al-Qutuz" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Saifuddin_Muzaffar_Al-Qutuz"&gt;Saifuddin Muzaffar Al-Qutuz&lt;/a&gt; menewaskan tentera Mongol di dalam pertempuran di Ain Jalut.&lt;br /&gt;&lt;a id="Empayar_Turki_Uthmaniyyah" name="Empayar_Turki_Uthmaniyyah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[&lt;a title="Sunting bahagian: Empayar Turki Uthmaniyyah" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Islam&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=7"&gt;sunting&lt;/a&gt;] Empayar Turki Uthmaniyyah&lt;br /&gt;Untuk rencana utama: sila lihat &lt;a title="Empayar Turki Uthmaniyyah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Empayar_Turki_Uthmaniyyah"&gt;Empayar Turki Uthmaniyyah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="1243" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1243"&gt;1243&lt;/a&gt;M- Bangsa Turki yang hidup secara nomad menetap secara tetap di &lt;a class="new" title="Asia Kecil" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Asia_Kecil&amp;amp;action=edit"&gt;Asia Kecil&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="1299" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1299"&gt;1299&lt;/a&gt;M- Sebuah wilayah pemerintahan kecil Turki di bawah &lt;a title="Turki Seljuk" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Turki_Seljuk"&gt;Turki Seljuk&lt;/a&gt; ditubuhkan di barat &lt;a class="new" title="Anatolia" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Anatolia&amp;amp;action=edit"&gt;Anatolia&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="1301" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1301"&gt;1301&lt;/a&gt;M- &lt;a class="new" title="Osman I" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Osman_I&amp;amp;action=edit"&gt;Osman I&lt;/a&gt; mengisytiharkan dirinya sebagai &lt;a title="Sultan" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Sultan"&gt;sultan&lt;/a&gt;. Tertubuhnya Empayar Turki Uthmaniyyah.&lt;br /&gt;&lt;a title="1345" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1345"&gt;1345&lt;/a&gt;M- Turki Seljuk menyeberangi &lt;a class="new" title="Selat Bosporus" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Selat_Bosporus&amp;amp;action=edit"&gt;Selat Bosporus&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="1389" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1389"&gt;1389&lt;/a&gt;M- Tentera Uthmaniyyah menewaskan tentera &lt;a class="new" title="Serb" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Serb&amp;amp;action=edit"&gt;Serb&lt;/a&gt; di &lt;a title="Kosovo" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kosovo"&gt;Kosovo&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="1402" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1402"&gt;1402&lt;/a&gt;M- &lt;a class="new" title="Timurlane" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Timurlane&amp;amp;action=edit"&gt;Timurlane&lt;/a&gt;, Raja &lt;a class="new" title="Tartar" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Tartar&amp;amp;action=edit"&gt;Tartar&lt;/a&gt; (Mongol) menumpaskan tentera Uthmaniyyah di &lt;a title="Ankara" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Ankara"&gt;Ankara&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="1451" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1451"&gt;1451&lt;/a&gt;M- Sultan &lt;a title="Muhammad al-Fatih" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Fatih"&gt;Muhammad al-Fatih&lt;/a&gt; menjadi pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;a title="1453" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1453"&gt;1453&lt;/a&gt;M- &lt;a title="Constantinople" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Constantinople"&gt;Constantinople&lt;/a&gt; ditawan oleh tentera Islam pimpinan Sultan Muhammad Al Fatih. Berakhirnya &lt;a class="new" title="Empayar Byzantine" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Empayar_Byzantine&amp;amp;action=edit"&gt;Empayar Byzantine&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="1520" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1520"&gt;1520&lt;/a&gt;M- Sultan &lt;a title="Sulaiman al-Qanuni" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Sulaiman_al-Qanuni"&gt;Sulaiman al-Qanuni&lt;/a&gt; dilantik menjadi sultan.&lt;br /&gt;&lt;a title="1526" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1526"&gt;1526&lt;/a&gt;M- Perang Mohacs&lt;br /&gt;&lt;a title="1529" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1529"&gt;1529&lt;/a&gt;M- Serangan dan kepungan ke atas &lt;a title="Vienna" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Vienna"&gt;Vienna&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="1571" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1571"&gt;1571&lt;/a&gt;M- &lt;a class="new" title="Perang Lepanto" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Perang_Lepanto&amp;amp;action=edit"&gt;Perang Lepanto&lt;/a&gt; berlaku.&lt;br /&gt;&lt;a title="1641" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1641"&gt;1641&lt;/a&gt;M- Pemerintahan Sultan &lt;a class="new" title="Muhammad IV" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Muhammad_IV&amp;amp;action=edit"&gt;Muhammad IV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="1683" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1683"&gt;1683&lt;/a&gt;M- Serangan dan kepungan ke atas Vienna buat kali kedua.&lt;br /&gt;&lt;a title="1687" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1687"&gt;1687&lt;/a&gt;M- Sultan Muhammad IV meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;a title="1703" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1703"&gt;1703&lt;/a&gt;M- Pembaharuan kebudayaan di bawah Sultan &lt;a class="new" title="Ahmed III" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Ahmed_III&amp;amp;action=edit"&gt;Ahmed III&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="1774" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1774"&gt;1774&lt;/a&gt;M- Perjanjian Kucuk Kaynarca.&lt;br /&gt;&lt;a title="1792" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1792"&gt;1792&lt;/a&gt;M- Perjanjian Jassy.&lt;br /&gt;&lt;a title="1793" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1793"&gt;1793&lt;/a&gt;M- Sultan &lt;a class="new" title="Selim III" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Selim_III&amp;amp;action=edit"&gt;Selim III&lt;/a&gt; mengumumkan "Pentadbiran Baru".&lt;br /&gt;&lt;a title="1798" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1798"&gt;1798&lt;/a&gt;M- &lt;a title="Napoleon" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Napoleon"&gt;Napoleon&lt;/a&gt; cuba untuk menawan &lt;a title="Mesir" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Mesir"&gt;Mesir&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="1804" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1804"&gt;1804&lt;/a&gt;M- Pemberontakan dan kebangkitan bangsa &lt;a title="Serbia" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Serbia"&gt;Serbia&lt;/a&gt; pertama.&lt;br /&gt;&lt;a title="1815" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1815"&gt;1815&lt;/a&gt;M- Pemberontakan dan kebangkitan bangsa Serbia kedua.&lt;br /&gt;&lt;a title="1822" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1822"&gt;1822&lt;/a&gt;M- Bermulanya perang kemerdekaan &lt;a title="Greece" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Greece"&gt;Greece&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="1826" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1826"&gt;1826&lt;/a&gt;M- Pembunuhan beramai-ramai tentera elit &lt;a class="new" title="Janissari" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Janissari&amp;amp;action=edit"&gt;Janissari&lt;/a&gt;. Kekalahan tentera laut Uthmaniyyah di &lt;a class="new" title="Navarino" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Navarino&amp;amp;action=edit"&gt;Navarino&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="1829" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1829"&gt;1829&lt;/a&gt;M- Perjanjian Adrianople.&lt;br /&gt;&lt;a title="1830" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1830"&gt;1830&lt;/a&gt;M- Berakhirnya perang kemerdekaan Greece.&lt;br /&gt;&lt;a title="1841" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1841"&gt;1841&lt;/a&gt;M- Konvensyen Selat.&lt;br /&gt;&lt;a title="1853" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1853"&gt;1853&lt;/a&gt;M- Bermulanya &lt;a class="new" title="Perang Crimea" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Perang_Crimea&amp;amp;action=edit"&gt;Perang Crimea&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="1856" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1856"&gt;1856&lt;/a&gt;M- Berakhirnya &lt;a class="new" title="Perang Crimea" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Perang_Crimea&amp;amp;action=edit"&gt;Perang Crimea&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="1876" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1876"&gt;1876&lt;/a&gt;M- Perlembagaan Uthmaniyyah diluluskan.&lt;br /&gt;&lt;a title="1878" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1878"&gt;1878&lt;/a&gt;M- Kongres &lt;a title="Berlin" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Berlin"&gt;Berlin&lt;/a&gt;. &lt;a title="Serbia dan Montenegro" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Serbia_dan_Montenegro"&gt;Serbia dan Montenegro&lt;/a&gt; diberi kemerdekaan. &lt;a title="Bulgaria" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bulgaria"&gt;Bulgaria&lt;/a&gt; diberi kuasa autonomi.&lt;br /&gt;&lt;a title="1908" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1908"&gt;1908&lt;/a&gt;M- Jawatankuasa Perpaduan dan Kemajuan atau lebih dikenali sebagai &lt;a class="new" title="Turki Muda" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Turki_Muda&amp;amp;action=edit"&gt;Turki Muda&lt;/a&gt; ditubuhkan. Perlembagaan Uthmaniyyah dikembalikan. &lt;a title="Austria" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Austria"&gt;Austria&lt;/a&gt; menyerang &lt;a title="Bosnia dan Herzegovina" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bosnia_dan_Herzegovina"&gt;Bosnia dan Herzegovina&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="1912" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1912"&gt;1912&lt;/a&gt;M- &lt;a class="new" title="Perang Balkan" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Perang_Balkan&amp;amp;action=edit"&gt;Perang Balkan&lt;/a&gt; pertama.&lt;br /&gt;&lt;a title="1913" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1913"&gt;1913&lt;/a&gt;M- Perang Balkan kedua.&lt;br /&gt;&lt;a title="1914" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1914"&gt;1914&lt;/a&gt;M- Empayar Uthmaniyyah memasuki &lt;a title="Perang Dunia I" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_I"&gt;Perang Dunia I&lt;/a&gt; sebagai sekutu kuasa tengah.&lt;br /&gt;&lt;a title="1919" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1919"&gt;1919&lt;/a&gt;M- &lt;a title="Mustafa Kemal Atatürk" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Mustafa_Kemal_Atat%C3%BCrk"&gt;Mustafa Kemal Atatürk&lt;/a&gt; mendarat di &lt;a class="new" title="Samsun" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Samsun&amp;amp;action=edit"&gt;Samsun&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="1923" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1923"&gt;1923&lt;/a&gt;M- Sistem kesultanan dihapuskan. &lt;a title="Turki" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Turki"&gt;Turki&lt;/a&gt; diisytiharkan sebagai sebuah Republik.&lt;br /&gt;&lt;a title="1924" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1924"&gt;1924&lt;/a&gt;M- Pejabat khalifah dihapuskan. Tamatnya pemerintahan Empayar Turki Uthmaniyyah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diperolehi daripada "&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Islam"&gt;http://ms.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Islam&lt;/a&gt;"&lt;/div&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2007/12/sejarah-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-8573027095045251457</guid><pubDate>Wed, 05 Dec 2007 06:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-04T23:01:50.628-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">dunia pramuka</category><title>Sejarah Pramuka internasional</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;A. Sejarah Hidup Lord Bodden Powell&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pencetus berdirinya Gerakan Pramuka sedunia adalah Lord Bodden Powell&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Beliau &lt;em&gt;&lt;strong&gt;dilahirkan pada tanggal 22 Februari 1857 di London, Inggris.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Nama sesungguhnya ialah Robert Stepenshon Smyth. Ayahnya adalah seorang Profesor Geometri di Universitas Oxford bernama Boden Powell yang meninggal ketika Stepenshon masih kecil.Lahirnya pendidikan Gerakan Pramuka diilhami oleh pengalamanpengalaman semasa hidupnya diantaranya adalah :a. Ditinggal ayahnya sejak kecil dan mendapat pembinaan watak dari ibunya.b. Latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olahraga dan lain lainnya didapat dari kakak-kakaknya.c. Boden Powell sangat disenangi teman-temannya karena selalu gembira, lucu, cerdas, suka bermain musik, bersandiwara, mengarang dan menggambar.d. Pengalaman di India sebagai Letnan Ass (pembantu Letnan) pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang. Dan ditemukan di puncak gunung, serta keberhasilan melatih panca indra kepada Kimball O’Hara.e. Pengalaman terkepung Bangsa Boer di Kota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan makan.f. Pengalaman mengalahkan Kerajaaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.Semua pengalaman hidupnya ditulis dalam sebuah buku yang berjudul ‘Aids to Scouting’. Buku ini sebenarnya berisikan petunjuk petunjuk kepada tentara muda inggris agar dapat melakukan tugas penyelidikan dengan baik. Buku ini sangat menarik bukan hanya bagi para pemuda bahkan juga orang dewasa.Seorang pemimpin Boys Brigade di Inggris yang bernama tuan William Smyth meminta beliau untuk melatih anggotanya sesuai dengan cerita-cerita pengalaman beliau yang terdapat dalam buku ‘Aids to Scouting’. Akhirnya dipanggillah 21 pemuda dari Boys Brigade dari berbagai wilayah negeri Inggris untuk diajak berkemah dan berlatih di pulau Brownsea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari. Pada tahun 1901 beliau meminta pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jendral. Pada tahun 1929, beliau mendapat titel Lord dari Raja George. Beliau menikah dengan Olave St Clair Soames dan dianugrahi 3 orang anak. Beliau meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;B. Tahun-tahun Penting Dalam Sejarah Kepramukaan Dunia.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Awal tahun 1908 Bodden Powell menulis pengalamannya dalam sebuah buku yang berjudul ‘Scouting For Boys’, buku ini sebagai pembungkus acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Pada mulanya latihan ini ditujukan kepada anak laki-laki usia penggalang yang disebut Boys Scout. Tetapi kemudian atas bantuan Agnes adik perempuannya didirikan sebuah organisasi kepramukaan putri yang diberi nama Girl Guides yang kemudian dilanjutkan oleh Nyonya Boden Powell.b. Tahun 1914 Bodel Powell mulai menulis petunjuk untuk kursus pembina Pramuka. Rencana ini baru dapat dilaksanakan pada tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F.de Bois Macleren, Boden Powell mendapat sebidang tanah di Chingford, yang digunakan sebagai tempat pendidikan pembina Pramuka. Tempat ini terkenal dengan nama Gillwel Park.c. Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga yang disebut CUB (Anak Serigala) dengan buku The Jungle Book, berisi tentang cerita Mowgli anak didikan rimba (anak yang dipelihara di hutan oleh induk serigala) karangan Rudy Kipling sebagai cerita pembungkus kegitan CUB tersebut.d. Tahun 1918 Boden Powell membentuk Rover Scout (Pramuka usia penegak).e. Tahun 1920 diselenggarakan Jambore se-Dunia yang pertama di Arena Olympia, London. Boden Powell telah mengundang pramuka dari 27 negara yang pada saat itu Boden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia.f. Tahun 1922 Boden Powell menerbitkan buku ‘Rovering to Success’ (Mengembara menuju bahagia), yang berisi petunjuk bagi pramuka penegak dalam menghadapi hidupnya.g. Pada tahun 1920 dibentuk dewan internasional dengan 9 orang anggota dan biro sekretariatnya berada di London, Inggris.h. Pada tahun 1958 Biro Kepramukaan se Dunia (putra) dipindahkan dari London ke Ottawa di Kanada.i. Tanggal 1 Mei 1968 Biro Kepramukaan se Dunia (putra) dipindahkan lagi ke Genewa, Swiss. Sejak tahun 1920 sampai 1965 kepala Biro Kepramukaan se Dunia ini dipegang berturut-turut oleh Hubert Martin (Inggris), Kol J.S. Wilson (Inggris), Mayjen D.C Spry (Canada). Tahun 1965 DC Spray diganti oleh R.T Lund dan sejak 1968 sampai sekarang dipegang oleh DR. Lasza Nagy sebagai sekjen. Biro Kepramukaan sedunia (putra) hanya mempunyai 40 orang tenaga staf yang ada di Genewa dan di 5 kantor kawasan, yaitu di Costa Rica, Mesir, Philipine, Swiss dan Nigeria. Biro Kepramukaan sedunia putri sampai sekarang tetap berada di London dan juga mempunyai kantor di 5 kawasan yaitu Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan Amerika Latin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2007/12/sejarah-pramuka-internasional.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>7</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-8115496141790215642</guid><pubDate>Fri, 30 Nov 2007 10:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-30T02:55:46.944-08:00</atom:updated><title>Guru Harus Ciptakan Suasana Yang Kondusif</title><description>&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jakarta, 21/11 (Pinmas) - Guru yang baik adalah yang bisa menciptakan suasana belajar yang kondusif. Jika suasana itu tidak dilakukan, maka hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Pendapat ini disampaikan Yuwono A. MA, saat mempresentasikan karya ilmiahnya dihadapan para dewan juri pada acara “Presentasi Nominator Lomba Karya Tulis Ilmiah Bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah se Indonesia di Jakarta, Rabu (20/11). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Jadi kondisi belajar yang tidak mendukung tidak akan menghasilkan seperti yang diinginkan, karena itu guru harus menciptakan kondisi belajar yang kondusif,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuwono yang juga Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Sudagaram Wonosobo, Jawa Tengah ini menjadi nominator 10 besar dengan judul karya tulisnya “Peranan Emosi Positif Anak Terhadap Hasil Belajar di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, peserta karya tulis ilmiah lain, Komsiah S, SPd mempresentasikan karya berjudul “Pengaruh Eksistensi KKG – MI Kec. Ngunut Terhadap Peningkatan Kualitas Hasil Belajar Siswa MI” berkeinginan menunjukkan prestasi madrasah di masyarakat. Karena menurut dia, selama ini lulusan madrasah masih dianggap tidak mampu bersaing denganllusan sekolah umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komsiah menyoroti kondisi madrasah di Kecamatan Ngunut yang guru PNS-nya hanya 30 persen. Guru yang tamat SLTA atau PGA masih ada yakni ada 6 persen, Tamat D2 ada 52 persen dan S1 ada 42 persen. Ia pun merasakan dengan adanya KKG di Ngunut pengaruhnya cukup signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta, Abdul Malik M. Tohatuanaya mengungkapkan para peserta merupakan guru madrasah ibtidaiyah yang mengajar di negeri maupun swasta. “Lomba ini guna mendorong para guru untuk tidak hanya mengajar tapi juga mampu menulis karya ilmiah dengan baik,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, dari hasil seleksi makalah sebanyak 345 makalah oleh Tim Juri yang dipimpin Prof Dr Rusdy Muchtar- dari LIPI ditetapkan 50 karya ilmiah untuk diseleksi lagi. “Dari 50 itu kemudian tim juri menetapkan 10 karya terbaik yang nantinya dapat penghargaan,” kata Malik. (ks) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2007/11/guru-harus-ciptakan-suasana-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-1484209205245584925</guid><pubDate>Fri, 30 Nov 2007 10:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-30T02:51:59.750-08:00</atom:updated><title>Melihat Monumen Sepeda “Nabi Adam”</title><description>&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Jeddah, 23/11 (Pinmas)&lt;/span&gt; - Di kawasan Al Mawadi jantung Kota Jeddah terdapat tugu sepeda berukuran cukup besar. Tingginya lebih dari 5 meter, konon monumen sepeda tersebut banyak disebut "sepeda Nabi Adam." Begitulah adanya, itu fakta dan nyata bahkan gambarnya sempat diabadikan wartawan MCH saat melintas dikawasan padat lalu lintas saat menuju bandara King Abdul Azis Jeddah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;ttp://www.depag.go.id/index.php?menu=news&amp;amp;opt=detail&amp;amp;id=1104</description><link>http://abah123.blogspot.com/2007/11/melihat-monumen-sepeda-nabi-adam.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-295059787525084033</guid><pubDate>Sun, 21 Oct 2007 09:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-21T02:32:54.108-07:00</atom:updated><title>Kegagalan?!</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setelah merapatkan kepala ke pojok dinding rumah itu ia kembali menangis. Tangisan jiwa yang tak mampu ia kendalikan. Jiwa yang menjadi ringkih karena kecewa. Ia anggap dirinya telah gagal tak mungkin bangkit lagi…… Dan dinding itu menjadi saksi bisu bagi air mata kepiluan yang menetesi bumi tempat ia menunduk. Air mata yang sepekat darah. Darah yang mengalir dalam nadi keputus-asaan. Padahal di atas atap rumahnya purnama tengah bersinar.            itu mungkin apa yang akan kita saksikan beberapa saat sebelum si “yang berjiwa kerdil”. duduk setengah tertidur di sebuah panti perawatan. Usianya mungkin masih muda, namun jiwanya telah terlalu renta karena ia tak pintar merawatnya.        Ia tak paham, bahwa kegagalan, dalam berbagai aspek kehidupan, senantiasa mewarnai cerita awal sebuah kesuksesan, ialah yang menguatkan dorongan untuk sukses dan juga sebagai sebab seorang menemukan keunggulan yang sebelumnya tidak diketahui sama sekali. Namun &lt;strong&gt;&lt;em&gt;si “yang berjiwa kerdil” &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;ini tak tahu itu. Ia bodoh betul.                Beda halnya dengan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;si “yang berjiwa besar”. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Ia begitu memahami bagaimana mensiasati berbagai perasaan yang ada. Ia tahu bahwa hidup ini penuh dengan aneka rupa warna rasa: Di sana ada duka di depan suka, ada cinta di depan benci, ada harapan di depan cemas, ada gembira di depan sedih. Dan si “yang berjiwa besar” ini piawai nian meracik warna-warna itu menjadi lukisan indah kehidupan. Amboi, ia pintar betul.                 Ck ck ck…. Si “&lt;em&gt;yang berjiwa besar”&lt;/em&gt; ini ketika gagal tak pernah tertarik untuk mengutuk kegagalan itu, bahkan ia selalu berhasil menganggapnya sebagai cobaan hidup yang menghantarkannya menuju strata yang lebih tinggi dalam universitas kehidupan ini. Karena ternyata dalam hidup ini terlalu banyak yang lebih pelik daripada hanya sekedar skripsi, tesis, desertasi, lamaran kerja, lamaran seorang pemuda kepada pujaan hati di hadapan calon mertua, atau apa pun lainnya.                 Anda tahu apa yang membuatnya begitu kuat? Itu karena ia punya optimisme, sebuah gelora jiwa yang lahir dari sebuah harapan yang matang. Yang muncul dari latihan panjang yang begitu melelahkan. Kini jiwanya pun telah sekokoh karang. Tenang walau gelombang badai menerjang. Ia paham kata pujangga:                   …kita tak jadi bijaksana, bersih hati dan bahagia karena membaca buku petunjuk yang judulnya bermula dengan How to… Kita harus terjun kadang hanyut, kadang berenang dalam pengalaman. Kita harus berada dalam perbuatan, dalam merenung dan merasakan dalam laku. Ujian dan hasil ditentukan di sana … Saudara-saudara                Adalah sangat mengerikan disaat seorang melalui hidup tanpa gairah, tanpa semangat, mencekam di bawah bayang-bayang keputus-asaan.         Kondisi seperti ini biasanya terjadi ketika seorang mengalami kegagalan yang berulang-ulang ditengah ketidakberdayaan. Bagaikan memanjat sebuah tebing yang tinggi namun jatuh dan jatuh lagi, kemudian berusaha lagi, tapi gagal dan gagal lagi. Ancaman yang paling berbahaya dari kondisi di atas adalah pupusnya harapan, lenyapnya optimisme dan habisnya kegembiraan jiwa yang akan menghantarkan seorang menuju kehilangan kepercayaan kepada waktu dan dirinya sendiri.            Tapi lihatlah si “yang berjiwa besar” ini. Ia memilih untuk bersikap lebih santai menghadapi itu semua. Ia biasa mengatakan. “Tinggalkan urusan itu. Lakukan sesuatu yang lain.” Namun, ia sebenarnya tidak meninggalkan urusan itu. Ia mungkin terlihat sedang melakukan sesuatu yang lain, tetapi sebenarnya ia hanya mau memikirkan urusan itu dari kejauhan. Ia menjaga jarak jiwanya dari urusan itu untuk tetap mempertahankan wilayah kegembiraan jiwa dari serbuan keputusasaan. Ia memang memilih untuk santai, tetapi lihatlah!! Dari sana ia menemukan cara pandang baru, atau inspirasi baru terhadap urusan di mana ia telah gagal menggapainya tempo hari itu.            Hari demi hari terus berlalu…… Ia semakin bijak setelah menghayati kembali doa yang biasa ia ucapkan dalam hari-hari berat itu. Dari sana ia mengerti bahwa ketika gagal, sesungguhnya sesuatu yang lebih baik sedang menantinya di masa depan. Doa itu berbunyi:istikharah        “Ya Allah, aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon darimu keutamaan-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sementara aku tidaklah kuasa. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui sementara aku tidak mengetahui, Engkaulah yang Maha mengetahui yang hal-hal yang ghaib.Ya Allah.. Bila Engkau mengetahui bahwa perkara ini lebih baik bagi agamaku, hidupku dan akhir urusanku kelak [dalam jangka pendek maupun panjang], maka takdirkanlah hal itu bagiku dan mudahkanlah aku untuk mendapatkannya, kemudian berkatilah aku dalam hal tersebut. Dan apabila Engkau mengetahui bahwa perkara ini tidak baik bagi agamaku, hidupku atau akhir urusanku kelak [dalam jangka pendek maupun panjang], maka jauhkanlah perkara tersebut dariku dan hindarkanlah diriku darinya, lalu takdirkanlah yang baik buat diriku bagaimana adanya, kemudian buatlah aku ini ridho kepadanya.*Maka bertambah satu lagi alasan baginya untuk tidak pernah berputus asa.SEMANGAT!!!*Doa Sholat Istikharah (Memohon petunjuk dalam berbagai urusan hidup yang memang penuh dengan pilihan)Berkata seorang sahabat Nabi yang mulia Jabir -radhiallahu ‘anhuma- bahwa Rasulullah telah mengajarkan Istikharah dalam segala urusan hidup ini. Rasulullah bersabda :    Jika seorang di antara kalian merasakan gundah/bingung atau ragu terhadap suatu perkara maka hendaklah ia sholat sunnah dua raka’at kemudian setelahnya bacalah doa (seperti di atas)    Dan sesungguhnya seorang hamba tidak akan kecewa dengan apa yang dipilihkan oleh Penciptanya setelah ia juga bermusyawarah dengan orang-orang beriman kemudian ia mantap dengan keputusannya.(Hadits Shohih diriwayatkan oleh imam al-Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sumber: Doa ke 26 dari buku kecil Hisnul Muslim (Doa dan Wirid) Karya Syaikh Sa’id bin Wahf al-Qahtahi. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2007/10/kegagalan.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-5591586314383223167</guid><pubDate>Thu, 18 Oct 2007 14:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-18T07:22:21.019-07:00</atom:updated><title>Semoga Kita Semua Kembali ’Fitri’</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Tak terasa beberapa hari lagi bulan suci Ramadhan akan segera meninggalkan kita. Apakah yang telah kita lakukan selama bulan Ramadhan ini. Apakah keagungan Ramadhan itu, kita biarkan berlalu begitu saja? Tanpa melakukan peningkatan kualitas ibadah kita, ataukah sama dengan apa yang kita perbuat selama 11 bulan sebelumnya?&lt;br /&gt;Mudah-mudahan selepas bulan suci Ramadhan ini kita bisa lebih baik dari dan sesudah bulan Ramadhan. Serta semangat ’Ramadhan’ terbawa terus setelah kita kembali kepada fitrah kita, tanggal 13 Oktober 2007 nanti.&lt;br /&gt;Selain itu, pribadi kita menjadi pribadi yang sangat luar biasa, karena hasil didikan di bulan seribu bulan ini. Tak ada istilah terlambat, bila kita mau jadi yang spesial di sisi Allah, Sahabat.&lt;br /&gt;Sahabat, jelang Lebaran nanti, yang tinggal hitungan hari. Itupun hanya jari-jari disebelah tangan. Jadi bisa dibayangkan kan, betapa cepatnya hari-hari, waktu, detik demi detik di bulan Ramadhan berlalu melewati kita, saya khususnya.&lt;br /&gt;Saya coba menuangkannya melalui tulisan sangat sederhana, inilah sepenggal kisah saya selama Ramadhan ini. Dan pelajaran apakah yang saya dapat di Ramadhan kali ini??&lt;br /&gt;Banyak sekali, bila di runut satu-satu. Diawali dengan mendapat pekerjaan baru setelah sekian bulan vakum. Berkah Ramadhankah?? Bisa dibilang begitu, jika kita menilai berkah hanya sebatas hal-hal yang menyenangkan saja. Mengapa demikian?? Karena ketika saya masuki lingkungan kerja itu, ada masa dimana saya seperti mendapat hukuman. Situasinya, orang-orangnya, membuat saya terhenyak dan sempat menyesali keputusan saya menerima pekerjaan itu. Ramadhan, dengan sejuta pesonanya, dengan sejuta ‘hadiah’ yang dijanjikannya membuat saya bisa menahan diri untuk tidak terus menerus menyesali yang sudah terjadi.&lt;br /&gt;Jujur saya akui, awalnya semua prasangka baik itu, saya lakukan hanya karena tidak ingin pahala saya berkurang (pede banget ya, emangnya dapet?!?!). But then again.. semakin hari saya semakin mendapati bahwa ternyata dengan memberikan banyak kepada orang sekitar (dalam kasus saya dikantor adalah dengan sikap dan pengertian. Kan biasanya yang baru itu harus beradaptasi), saya malah mendapat banyak hal. Seperti kata motivator favorit saya, kuncinya bukan Take and Give tapi Give and Receive.&lt;br /&gt;Dan bukankah itu salah satu kunci dari Ramadhan?!? Berusaha mengerti orang lain. Terutama yang kurang daripada kita. Dan kurang itu kan tidak selalu berkonotasi materi. Kurang itu kan bisa kurang ilmu, kurang sabar, kurang baik, dll. Who knows dengan mencontohkan itu kepada mereka, kita bisa membawa mereka jadi lebih baik. And who knows, siapa tau malah kita yang akan banyak mendapat pelajaran dari orang-orang yang kurang itu.&lt;br /&gt;Dengan senyum terkembang, saya bisa sedikit bernafas lega, karena tahun ini saya bisa menikmati Lebaran seutuhnya. Karena tahun ini, untuk pertama kalinya dalam 25 tahun, saya bisa menahan diri dari hal-hal buruk. Dan semoga Allah yang memiliki Kemahaan Mutlak, berkenan mempertemukan saya dengan Ramadhan tahun depan. Dan semoga Allah SWT berkenan memberikan saya hak untuk menikmati Hari Raya secara utuh, dan semoga kita semua kembali ’fitri’. Amiin...&lt;/div&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2007/10/semoga-kita-semua-kembali-fitri.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-5682987705253640827</guid><pubDate>Thu, 18 Oct 2007 14:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-18T07:16:15.487-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tulisan ini pernah dimuat di HU.Pikiran Rakyat tanggal 7 Juni 2007</category><title>Komunikasi Lewat Blog, Efektifkah? *</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Wikipedia menyebutkan bahwa blog merupakan singkatan dari web log, yang merupakan sebuah aplikasi web yang memuat secara periodik tulisan-tulisan (posting) pada sebuah webpage umum. Posting tersebut sering kali dimuat dalam urut-an posting secara terbalik, meskipun tidak selamanya demikian. Situs web semacam itu biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.&lt;br /&gt;Pada tahun 2005 lalu, sebuah penerbit kamus terkenal Merriam-Webster menyebutkan, blog telah menjadi kata yang sangat populer dan mulai berpengaruh pada media mainstream. Dan hal itu telah mendorong memasukkan kata blog pada edisi tahun tersebut. Padahal, kamus Oxford University sudah memasukkan kata blog satu tahun lebih dulu. Blog menjadi semakin populer setelah PyraLab sebagai pemilik dari Blogger.com diakuisisi oleh Google sejak tahun 2002, seakan menjelma menjadi media tersendiri dan menya-ingi media mainstream yang sudah ada. Sejak itu bermunculan aplikasi yang bersifat open-source yang diperuntukkan bagi blog. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Microsoft ketar-ketir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Microsoft yang saat ini lagi ketar-ketir karena “belum puas” ambil bagian dalam bisnis internet, di tahun 2003 sempat memecat pegawainya karena sebuah blog. Adalah Michael Hanscom, yang disinyalir menampilkan foto yang diambil dari kawasan Microsoft dalam blog-nya. Foto yang menampilkan komputer Power Mac G5 sedang diangkut ke dalam kompleks perkantoran Microsoft itu dianggap berpotensi membocorkan rahasia perusahaan.&lt;br /&gt;Sempat pula opini yang diba-ngun sebuah blog membuat Menteri Pariwisata Malaysia Datuk Seri Tengku Adnan Tengku Mansor kebakaran jenggot pada medio Maret 2007 lalu, gara-garanya seorang blogger wanita asal Indonesia yang seorang wartawati SCTV, Nila Tanzil, menulis “Malaysia Tourism Board, Disappointing” di awal Februari 2007. Kecaman sang datuk menteri pun disampaikan lagi lewat media atas tulisan tersebut dan sempat menuduh bahwa blogger wanita “tukang kibul”.&lt;br /&gt;Yang terbaru adalah berita yang dirilis Google Finance pertengahan bulan Mei 2007 ketika saham Apple anjlok. Dalam berita itu disinggung bahwa anjloknya saham Apple dipicu oleh kemunculan berita bohong dari Engadget.com--sebuah blog gadget yang cukup ternama dan terpercaya--yang menampilkan bocoran informasi bahwa Apple akan menunda dua produk andalan mereka: Apple iPhone dan Mac OS X Leopard. Hanya butuh waktu enam menit setelah kabar itu tersiar, saham Apple pun anjlok. Baru setelah dirilis kembali bahwa berita itu bohong saham Apple berangsur pulih, setidaknya Apple sempat kehilangan kapitalisasi pasar sebesar 4 miliar dolar AS dalam waktu 20 menit. Berita ini pun sempat ditayangkan di media detikinet. Bahkan di Cina saat ini diadakan pendataan para blogger untuk “mengamankan” informasi. Masih banyak lagi cerita bagaimana dahsyatnya sebuah blog sebagai media. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lebih mendalam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi kualitas konten, antara blog dan media mainstream sesungguhnya tak jauh beda. Bahkan di beberapa hal, tulisan dari sebuah blog akan bisa lebih mendalam ketika disajikan, karena memang penulisnya, atau biasa disebut blogger, adalah orang yang cukup mendalami hal yang di-tulisnya. Namun, hal ini tidak berarti bahwa blog akan membunuh media mainstream yang sering diidentikkan de-ngan surat kabar, radio, televisi, atau media internet seperti YahooNews, Newyork Times, Detikcom, atau sejenisnya, tapi akan membuat efektivitas komunikasi media yang sudah ada makin meningkat ketika keduanya dapat bersi-nergi. Kunci kekuatan blog adalah kontennya bersifat long-tail, yaitu ketika sebuah tulisan atau foto yang telah dimuat dapat dilihat kembali dan dibaca kapan saja. Hal ini sebenarnya sama dengan media internet lainnya yang tidak dikategorikan sebagai blog dan juga kehadiran kolom komentar sehingga meningkatkan interaksi sosial. Pembaca bisa berinteraksi dengan penulis, narasumber, maupun sesama pembaca, demikian perspektif Wimar Witoelar ketika mengomentari keterkaitan keberadaan blog dengan media mainstream.&lt;br /&gt;David Sifry, CEO dan pendiri Technorati berkomentar me-ngenai perbedaan blog dan media mainstream, “Banyak pengguna internet yang tidak sadar bahwa ia sedang membaca sebuah blog”. Bahkan dia menyodorkan data, saking menariknya isi blog, dari 100 situs paling populer di dunia pada kuartal empat 2006, 22 di antaranya adalah blog! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lebih personal dan jujur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Blog yang pada awalnya untuk mencatat sejarah harian atau yang biasa disebut diary semakin berkembang fungsinya sampai dengan media publikasi dalam sebuah kampanye politik, program-program media dan korporasi yang ditulis mulai dari penulis tunggal sampai beberapa penulis. Bahkan dikenal juga istilah professional blogger yaitu orang yang dibayar khusus untuk nge-blog. Ada juga yang menganggap blog sebuah ”emerging market”, seperti yang diungkap Budi Putra yang memilih sebagai ”full time blogger” yaitu orang yang benar-benar telah memi-lih blogging sebagai profesinya. Menurutnya, hal ini paling tidak terkait tiga hal, yakni penerbit, penulis, dan konsultan blog.&lt;br /&gt;Terlepas dari komentar-komentar tersebut, saat ini keran media komunikasi sudah dibuka selebar-lebarnya dan salah satunya adalah blog. Penulis berpendapat sama dengan Budi Putra kalau blog, dianggap sangat personal, dan yang personal dianggap lebih jujur dan tidak punya kepentingan. Ketika media mainstream memuat headline yang dianggap terlalu memaksakan seleranya dan hampir selalu sama. Ketika yang diangkat adalah isu dana nonbujeter, maka hampir semua headline media mainstream dipastikan akan meng-angkat isu sejenis, berbeda dengan blog, yang menawarkan sesuatu yang berbeda yaitu pengalaman yang terkait masalah sehari-hari. Dan hal ini dianggap lebih dekat dengan suara publik secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Tersedianya aplikasi internet yang memudahkan user dalam penggunaan blog semakin mendorong pertumbuhan blog dan banyak di antaranya tersedia dengan gratis. Memulai blog sama halnya dengan memulai untuk belajar menulis, dibutuhkan kemampuan untuk merekam kejadian verbal maupun nonverbal menjadi sebuah tulisan ditambah sedikit pengetahuan tentang internet.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Namun,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; kondisi ”efektivitas media komunikasi dengan blog” memang belum sepenuhnya dapat terwujud ketika konten yang disajikan tidak bermutu dan tidak kaya dengan data. Belum lagi persoalan harga bandwidth, infrastruktur internet yang tidak merata, penetrasi komputer yang masih rendah. Semuanya berakibat pada tumpulnya penetrasi internet di Indonesia sehingga menjadikan blog lebih kepada opini orang per orang yang hanya dinikmati oleh tidak lebih 5 persen penduduk Indonesia, itu pun kalau dikunjungi oleh semua pengguna interet Indonesia. Terkecuali ketika blog dapat bersinergi dengan media mainstream yang sudah ada seperti yang disampaikan oleh Wimar Witoelar.&lt;br /&gt;Indonesia, negara yang populasinya masuk lima besar dunia berpotensi sangat besar untuk menggalang informasi lewat internet dan salah satu-nya adalah blog. Informasi-informasi tersebut suatu saat dapat menjadi sebuah know-ledge yang bisa dirasakan secara luas oleh publik. Semua itu hanya mungkin tercipta jika ada komitmen pemerintah untuk membangun infrastruktur telematika di negara ini tidak ’angin-angin-an’. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2007/10/komunikasi-lewat-blog-efektifkah.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8006819195096586857.post-6573120325095576501</guid><pubDate>Thu, 18 Oct 2007 08:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-18T01:26:51.881-07:00</atom:updated><title>UIE LIQUID CHLOROPHYLL</title><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUt-QT9T9gdhpmW35DKlh6Vmd1zH0uXGKi7v_6BKO2OIz_7vS35hwXdb90kO10pYMCjpe556H0oDebuZZ1tIIaPmnUrHlIerqBMGlph44wXHl4CKWiEEgoTNAbjm-k60IZi2XOqDa4sZW6/s1600-h/chlorophyll.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122590241134715682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUt-QT9T9gdhpmW35DKlh6Vmd1zH0uXGKi7v_6BKO2OIz_7vS35hwXdb90kO10pYMCjpe556H0oDebuZZ1tIIaPmnUrHlIerqBMGlph44wXHl4CKWiEEgoTNAbjm-k60IZi2XOqDa4sZW6/s200/chlorophyll.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bersihkan bagian dalam tubuh anda dengan meminum chlorophyll setiap hari.&lt;br /&gt;Sangat bermanfaat bagi orang yang kurang memakan sayur sayuran karena 1 sendok ( 1 sloki) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;K-link UIE Chlorophyll = 1 kg sayur.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Chlorophyll adalah zat hijau daun pada tumbuhan yang merupakan sumber kehidupan melalui proses fotosintesis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Struktur kimia Chlorophyll sangat mirip dengan struktur Haemoglobin (sel darah merah)&lt;br /&gt;Diambil dari daun ALFALFA terbaik yang mengandung lebih dari 60 nutrisi dan disebut “Bapak dari semua tumbuhan”, mengandung antioksidan yang berfungsi mengurangi radikal bebas didalam tubuh.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Merupakan bahan yang sangat alami dan aman untuk di konsumsi siapapun&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Chlorophyll sebagai darah hijau :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1912, Dr.Alexis dalam tesisnya “&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Sel yang abadi” penelitiannya menunjukkan pentingnya membuang racun untuk meningkatkan kesehatan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1915, Dr.Richard W, menemukan struktur kimia dari chlorophyll&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1930, Dr.Hans Fischer,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; penemuan struktur kimia hemoglobin yang mirip dengan struktur kimia chlorophyll&lt;br /&gt;Hadiah Nobel :Richard W, 1915 Nobel Laureate in Chemistry for his researches on plant pigments, especially chlorophyll. Background August 13, 1872, Karlsruhe, Baden--August 3, 1942, Locarno, SwitzerlandResidence: Germany , Affiliation: Munich University Hans Fischer, 1930 Nobel Laureate in Chemistry for his researches into the constitution of haemin and chlorophyll and especially for his synthesis of haemin. Background 1881-1945Residence: Germany , Affiliation: Technische Hochschule Institute of Technology, Munich Alexis, 1912 Nobel Laureate in Medicine in recognition of his work on vascular suture and the transplantation of blood-vessels and organs. Background 1873-1944 Residence: U.S.A , Affiliation: Rockefeller Institute for Medical Research, New York, NY &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3 manfaat dari chlorophyll&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Membersihkan, membantu detoksifikasi dan mengurangi racun dalam tubuh.&lt;br /&gt;Melancarkan, menyeimbangkan sistem hormonal serta keseimbangan asam-basa dalam tubuh&lt;br /&gt;Memberi nutrisi,meningkatkan pemasukan nutrisi dalam darah untuk menaikkan oksigen level dalam darah, membantu regenerasi sel darah merah, menghambat proses oksidasi dan menstimulasi regenerasi sel&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;Manfaat chlorophyll bagi tubuh&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menambah tenaga&lt;br /&gt;Menghambat pertumbuhan bakteri&lt;br /&gt;Memperbaiki kesehatan mulut&lt;br /&gt;Meningkatkan fungsi jantung&lt;br /&gt;Mengurangi bau badan&lt;br /&gt;Keseimbangan asam dan basa&lt;br /&gt;Meningkatkan sel darah merah&lt;br /&gt;Memperbaiki kondisi anemia (kurang darah)&lt;br /&gt;Meringankan masalah asma&lt;br /&gt;Meningkatkan sirkulasi darah&lt;br /&gt;Mengurangi peradangan&lt;br /&gt;Memperbaiki fungsi liver (hati)&lt;br /&gt;Meringankan rasa nyeri&lt;br /&gt;Membantu masalah insomnia (susah tidur)&lt;br /&gt;Memperkuat sistem kekebalan tubuh&lt;br /&gt;Menormalkan suhu badan&lt;br /&gt;Meningkatkan metabolisme&lt;br /&gt;Membantu fungsi kelenjar thyroid&lt;br /&gt;Mengurangi resiko bronchitis&lt;br /&gt;Meningkatkan fungsi paru-paru&lt;br /&gt;Mempercepat penyembuhan luka&lt;br /&gt;Memperbaiki fungsi sel&lt;br /&gt;Detoksifikasi darah&lt;br /&gt;Bertindak sebagai anti kanker&lt;br /&gt;Meningkatkan zat besi dalam tubuh&lt;br /&gt;Membersihkan darah&lt;br /&gt;Membantu masalah pencernaan&lt;br /&gt;Membantu masalah pencernaan&lt;br /&gt;Menunda proses penuaan&lt;br /&gt;Mengurangi masalah sendi dan tulang&lt;br /&gt;Meningkatkan sistem traktus urinarius&lt;br /&gt;Menyegarkan tenggorokan&lt;br /&gt;Mengurangi sakit pada waktu Haid&lt;br /&gt;Perokok&lt;br /&gt;Kurang konsumsi sayur sayuran&lt;br /&gt;Sangat baik dikonsumsi oleh penderita :&lt;br /&gt;Alergi&lt;br /&gt;Asma&lt;br /&gt;Radang Sendi&lt;br /&gt;Rematik&lt;br /&gt;Stroke&lt;br /&gt;Kanker&lt;br /&gt;Prostat&lt;br /&gt;Diabetes&lt;br /&gt;Wasir / Ambein&lt;br /&gt;Epilepsi&lt;br /&gt;Flu&lt;br /&gt;Gonorrhea&lt;br /&gt;Gout&lt;br /&gt;Hati&lt;br /&gt;Infeksi&lt;br /&gt;Imsomnia&lt;br /&gt;Ginjal&lt;br /&gt;Batu Ginjal&lt;br /&gt;Batu Empedu&lt;br /&gt;Bisul&lt;br /&gt;Radang Saluran Kemih&lt;br /&gt;Gatal disertai bintik bintik merah&lt;br /&gt;Luka&lt;br /&gt;Mimisan&lt;br /&gt;1 sendok (Sloki) Chlorophyll = 1kg sayur-sayuran Cara pemakaian :&lt;br /&gt;Campurkan 1 tutup botol atau 1 sendok makan Liquid Chlorophyll kedalam 1 gelas air. Aduk sampai rata dan minum 3 kali sehari. Dapat dicampur dengan sirup dll untuk rasa.&lt;br /&gt;Untuk semua umur dan dapat diminum kapan saja. Memberikan nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan yang lebih baik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://abah123.blogspot.com/2007/10/uie-liquid-chlorophyll.html</link><author>noreply@blogger.com (biograpi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUt-QT9T9gdhpmW35DKlh6Vmd1zH0uXGKi7v_6BKO2OIz_7vS35hwXdb90kO10pYMCjpe556H0oDebuZZ1tIIaPmnUrHlIerqBMGlph44wXHl4CKWiEEgoTNAbjm-k60IZi2XOqDa4sZW6/s72-c/chlorophyll.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>