<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372</atom:id><lastBuildDate>Fri, 09 Jan 2026 05:07:58 +0000</lastBuildDate><category>Berita</category><category>Nelayan</category><category>Artikel</category><category>Produksi Perikanan</category><category>Ikan Ekonomis</category><category>Ambon</category><category>Budidaya</category><category>udang</category><category>Belawan</category><category>Diving</category><category>PPN</category><category>Perijinan</category><category>Produk Perikanan</category><category>ZEE</category><category>film</category><category>lumba-lumba</category><category>Bangka</category><category>Ekspor</category><category>Hiu Tutul</category><category>Huhate</category><category>IUCN</category><category>Jepang</category><category>Keramba</category><category>Kerapu</category><category>Kluster Perikanan</category><category>Laut Sulawesi</category><category>Napoleon</category><category>Nutrisi ikan</category><category>Opini</category><category>Pacitan</category><category>Padang</category><category>Pajak Pertambahan Nilai</category><category>Pameran</category><category>Probolinggo</category><category>Sungai Musi</category><category>Tapal batas</category><category>Tegal</category><category>Tuna</category><category>alat tangkap</category><category>jaring</category><category>perenang</category><category>terumbu karang</category><category>trammel net</category><category>wisata bahari</category><title>Dunia Perikanan dan Kelautan Indonesia</title><description>Informasi terbaru seputar dunia perikanan dan kelautan Indonesia.</description><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (fishdiver)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Informasi terbaru seputar dunia perikanan dan kelautan Indonesia.</itunes:subtitle><itunes:category text="Science &amp; Medicine"><itunes:category text="Natural Sciences"/></itunes:category><itunes:category text="Games &amp; Hobbies"><itunes:category text="Hobbies"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-8632753648052993472</guid><pubDate>Thu, 05 Aug 2010 09:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-05T16:43:53.846+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya</category><title>Petaka Birahi Ikan Tuna</title><atom:summary type="text">RISET BUDIDAYA KELAUTAN
Kamis, 5 Agustus 2010 |  04:22 WIB
Petaka  birahi ikan tuna menjadi salah satu bagian tersulit untuk diatasi dalam  program riset budidaya ikan konsumsi paling bernilai ekonomi ini.  Sepasang tuna yang birahi senantiasa kejar-kejaran dan kerap berubah  menjadi petaka ketika menabrak dinding bak beton hingga mati.
Kesulitan  itulah yang dihadapi Balai Riset Perikanan </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/08/petaka-birahi-ikan-tuna.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>10</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-6067147118342115232</guid><pubDate>Thu, 24 Jun 2010 05:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-24T13:00:39.388+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Kapal Sitaan Teronggok Menunggu Rusak</title><atom:summary type="text">KOMPAS/A HANDOKOKapal  Vietnam yang digunakan untuk mencuri ikan di perairan Indonesia, yakni  di sekitar Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat,  ditangkap petugas dan ditarik ke Stasiun Pengawasan Sumber Daya  Kelautan dan Perikanan Pontianak, Sabtu (29/5). Pencurian ikan di  perairan Indonesia menunjukkan bahwa nelayan Vietnam semakin nekat.  Mereka sebelumnya hanya </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/06/kapal-sitaan-teronggok-menunggu-rusak.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>8</thr:total><georss:featurename>Pontianak, Indonesia</georss:featurename><georss:point>0.1429273 109.2573812</georss:point><georss:box>0.0570968 109.14065169999999 0.2287578 109.3741107</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-188814766112600157</guid><pubDate>Fri, 18 Jun 2010 02:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-18T09:05:41.210+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kerapu</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk Perikanan</category><title>"Harta" Itu Bernama Kerapu</title><atom:summary type="text">Jumat, 18 Juni 2010 | 04:12 WIB
             
Indonesia boleh berbangga. Kekayaan biota  laut perairan kita ibarat ”surga” yang kerap membuat iri negara lain.  Adalah kerapu (Epinephelinae) salah satu komoditas unggulan yang sukses  diternakkan di Tanah Air dan banyak diburu negara lain.
Seorang pengusaha ikan kawakan pernah  menuturkan, perairan Indonesia terpengaruh oleh dua musim subur bagi  </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/06/harta-itu-bernama-kerapu.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-3741265833997712872</guid><pubDate>Fri, 11 Jun 2010 04:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-11T11:19:34.753+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Presiden Diharapkan Tiru Langkah Obama</title><atom:summary type="text">Fadel Muhammad: Pencemaran  Sudah Tak Terpantau SatelitJumat, 11 Juni 2010 | 05:42 WIB

             
Kupang, Kompas - Presiden Susilo  Bambang Yudhoyono, selaku kepala negara, diharapkan lebih cepat  menangani kasus pencemaran di Laut Timor, seperti yang dilakukan  Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat menangani kasus pencemaran di  Teluk Meksiko.

Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan  </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/06/presiden-diharapkan-tiru-langkah-obama.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kupang, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.16589 123.567</georss:point><georss:box>-10.208131499999999 123.508635 -10.1236485 123.62536499999999</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-2682891272482533738</guid><pubDate>Wed, 09 Jun 2010 04:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-09T11:07:42.233+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pacitan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produksi Perikanan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tuna</category><title>Minapolitan Tuna Terganjal Kendala</title><atom:summary type="text">Rabu, 9 Juni 2010 | 04:22 WIB
             
Pacitan, Kompas - Kementerian Kelautan dan  Perikanan akan mengembangkan kawasan minapolitan tuna di Pacitan, Jawa  Timur. Namun, hanya satu pelabuhan perikanan dari total 17 pelabuhan di  Pacitan yang dikembangkan untuk tuna.

Menteri Kelautan dan  Perikanan Fadel Muhammad di Pacitan, Selasa (8/6), mengemukakan,  pihaknya akan intervensi untuk </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/06/minapolitan-tuna-terganjal-kendala.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-2121806867181775385</guid><pubDate>Tue, 04 May 2010 06:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-04T13:42:26.140+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">film</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">lumba-lumba</category><title>Disney Nature 2010 : Oceans</title><atom:summary type="text">Hari Bumi tahun 2010, perusahaan film kartun Disney kembali meluncurkan karya terbaiknya tentang alam yang diberi judul 'Oceans'. Film ini bisa dikatakan sebagai serial lanjutan dari film disney nature sebelumnya, Earth, yang diluncurkan pada hari Bumi tahun 2009. Oceans bercerita tentang betapa indahnya dunia dibawah air dan segala sesuatu yang ada di lautan lepas.


Film ini disutradarai oleh </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/05/disney-nature-2010-oceans.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-2673505656244678064</guid><pubDate>Thu, 29 Apr 2010 09:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-29T16:31:32.379+07:00</atom:updated><title>Lagu 'Pak Nelayan'</title><atom:summary type="text">Tak kan ada ikan gurih di meja makan
Tanpa ada jerih-payah nelayan
Daging ikan sumber gizi bermutu tinggi
Diperlukan semua manusia  
Tiap malam mengembara di lautan
Ombak badai menghadang dan menerjang
Pak nelayan tak gentar dalam darmanya
Demi kita yang membutuhkan pangan
Terima kasih pak nelayan
Sebuah lagu yang dipersembahkan khusus untuk para nelayan di seluruh nusantara. Lagu yang singkat </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/04/lagu-pak-nelayan.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-8909733680138367936</guid><pubDate>Wed, 28 Apr 2010 05:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-28T12:25:57.377+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nelayan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produksi Perikanan</category><title>Ayo, Gemar Makan Ikan!</title><atom:summary type="text">Dalam dunia ekonomi, selalu ada hukum permintaan  dan penawaran barang. Apabila permintaan tinggi dan hanya mampu disupply  dengan penawaran yang sedikit, maka harga barang akan melambung. Hal  sebaliknya terjadi, permintaan yang rendah dengan supply yang tinggi  akan menyebabkan turunnya harga di pasaran. Dunia perikanan pun juga  akan bermuara kepada hukum ekonomi di atas. Jumlah permintaan </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/04/gemar-makan-ikan.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA_-EcJDNkv4ZLgqN-AnagiZWITz38269kjyHWbig7nCCwC9LETjJ_RNQLy_xPvZGzHBe62-BXvl191Yx6BeoYmOOx9CG_W2ksgJIjIhqzPt797vRgVPrLJ_GuwViE3Syf0ujE7lrHLAw/s72-c/makan+ikan.jpg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-4307675356696329716</guid><pubDate>Tue, 13 Apr 2010 12:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-13T19:40:26.622+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nelayan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perijinan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tegal</category><title>Nelayan Tuntut Permudah Izin Kapal</title><atom:summary type="text">KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDIRatusan  nelayan Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berunjuk rasa di depan Kantor  Bupati dan DPRD Pati, Senin (12/4). Mereka menuntut revisi Undang-  Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan karena merugikan nelayan.
Undang-Undang Perikanan Sepatutnya Segera DirevisiSelasa, 13 April 2010 | 04:28 WIB
             Tegal, Kompas - Sekitar 1.000  nelayan di Kota Tegal, </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/04/nelayan-tuntut-permudah-izin-kapal.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-3101021973310862732</guid><pubDate>Tue, 06 Apr 2010 04:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-06T11:42:04.607+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nelayan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produksi Perikanan</category><title>HARI NELAYAN: Minapolitan dan Nasib Nelayan</title><atom:summary type="text">                                                                                                                   KOMPAS/WISNU WIDIANTORO                     Nelayan  merapikan jaring mereka sebelum berangkat mencari ikan di Pelabuhan  Tempat Pelelangan Ikan Muara Angke, Jakarta Utara. Hari Nelayan  Indonesia yang diperingati tanggal 6 April seperti menguak riwayat "urat  nadi" negeri bahari ini</atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/04/hari-nelayan-minapolitan-dan-nasib.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-3826454401029856593</guid><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 10:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-26T17:10:05.687+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belawan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nelayan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perijinan</category><title>SPB Resahkan Pelaut</title><atom:summary type="text">KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQAbullah Sani  Tanjung (39) memperbaiki jaring sebelum pergi melaut di Pelabuhan  Belawan, Medan, Sumatera Utara, Kamis (25/3). Para pelaut di Belawan  mengeluhkan izin ganda yang harus mereka urus sebelum melaut. Mereka  mendesak agar cukup dengan satu surat izin.
Kapal yang Hanya Memiliki  Surat Izin Berlayar DitangkapJumat, 26 Maret 2010 | 02:36 WIB
             
Medan</atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/03/spb-resahkan-pelaut.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-1420248999319776990</guid><pubDate>Mon, 22 Mar 2010 00:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-24T12:43:54.814+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kluster Perikanan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nelayan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ZEE</category><title>SDA: Rumitnya "Pengaplingan" Laut</title><atom:summary type="text">
KOMPAS/ARUM TRESNANINGTYASSumber daya  laut mestinya bisa menyejahterakan nelayan. Namun, keruwetan dan tumpang  tindih pengelolaan laut menyebabkan konservasi laut diabaikan dan  nelayan pun tak kunjung sejahtera, seperti nelayan di Pelabuhan  Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, ini, Minggu (21/3).
Senin, 22 Maret 2010 | 04:06 WIB             Sejak Garret Hardin (1968) menerbitkan artikelnya, ”</atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/03/sda-rumitnya-pengaplingan-laut.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-6304075725788696858</guid><pubDate>Thu, 18 Mar 2010 10:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-18T17:35:23.360+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nelayan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produksi Perikanan</category><title>Mengurai benang kusut dunia kita...</title><atom:summary type="text">Indonesia merupakan Negara Kepulauan, ini adalah fakta yang tak terbantahkan lagi. Tentunya tak hanya sekedar pulaunya yang indah, akan tetapi Indonesia juga memiliki sumberdaya hayati di dalam laut yang sangat berlimpah. Kekayaan sumberdaya alam yang belum sepenuhnya tergali dan termanfaatkan oleh bangsa kita sendiri.
Beragam cara dan program telah dilakukan oleh pemerintah, terutama sejak </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/03/mengurai-benang-kusut-dunia-kita.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-7232533951245710728</guid><pubDate>Wed, 17 Mar 2010 04:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-18T17:37:48.731+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keramba</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sungai Musi</category><title>Budidaya Ikan Belum Berkembang</title><atom:summary type="text">KOMPAS/EDDY HASBYPetani ikan di Desa Petaling, Kecamatan Lais, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat ( 1 2/3 ), memberikan pakan ikan ke dalam keramba. Petani di sini membudidayakan ikan patin, toman, dan nila.JELAJAH MUSI 2010Rabu, 17 Maret 2010 | 03:41 WIBOleh Helena F Nababan dan Jannes Eudes WawaSungai sesungguhnya sangat kaya dengan sumber daya ikan. Ikan-ikan hias berharga mahal, seperti </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/03/budidaya-ikan-belum-berkembang.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Musi, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-3.184646 104.664272</georss:point><georss:box>-3.5274365 104.19735299999999 -2.8418555 105.131191</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-1496717166964227270</guid><pubDate>Wed, 10 Mar 2010 10:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-10T17:08:37.872+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">film</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jepang</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">lumba-lumba</category><title>The Cove</title><atom:summary type="text">Film adalah film dokumenter buatan Amerika, yang diproduksi tahun 2009. Film ini mengisahkan tentang perburuan dan pembunuhan lumba-lumba setiap tahunnya di Taman Nasional di Taiji, Wakayama, Jepang.   Film ini disutradarai oleh Louie Psihoyos, seorang mantan fotografer National Geographic. Ia menggunakan mikrofon dan kamera high-definition yang disamarkan sebagai batu karang serta dipasang </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/03/cove.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-1795754670485357939</guid><pubDate>Wed, 10 Mar 2010 06:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-10T13:20:49.836+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">udang</category><title>Sertifikasi Tak Naikkan Harga</title><atom:summary type="text">Rabu, 10 Maret 2010 | 03:46 WIB  Jakarta, KOMPAS - Pelaku budidaya udang wajib penuhi standardisasi internasional. Kewajiban itu semakin kuat seiring keputusan Aquaculture Stewardship Council membentuk lembaga sertifikasi udang tahun 2011.  Aquaculture Stewardship Council (ASC) di Jakarta, 9-11 Maret, menyusun finalisasi standardisasi budidaya dengan melibatkan negara produsen, pelaku bisnis, dan</atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/03/sertifikasi-tak-naikkan-harga.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-1304112110222609169</guid><pubDate>Mon, 08 Mar 2010 15:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-08T23:13:35.368+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Diving</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pameran</category><title>DEEP INDONESIA 2010</title><atom:summary type="text">Kerjasama yang kedua kalinya antara EXTREME dan DEEP Indonesia 2010 akan dilaksanakan pada  Maret, 12 - 14, 2010 di Hall B, Jakarta Convention Center. EXTREME dan DEEP  Indonesia akan terus tumbuh berkembang menjadi pameran gabungan yang sukses di Indonesia, ni didasarkan pada wilayah yang besar dan pasar yang terus berkembang untuk kegiatan  menyelam, olahraga air, olahraga ekstrim, eko wisata </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/03/deep-indonesia-2010.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHAN6mj6EH568hnlxDsGRq-OSvIdDZz6pgvqqsMq_ofK8hAYuL2pVDDx1VppZ7RQL69wnycNm6K568Wlwg1kPncCCdGRG3VtjbapF8X1I3TwQ5poBUXdjN5RgbSdejj062BEzu7cKwkBQ/s72-c/DEEP_2010.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-6676429714414517042</guid><pubDate>Fri, 05 Mar 2010 10:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-06T09:17:43.075+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ekspor</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Padang</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produksi Perikanan</category><title>Pesawat Cardig Air Ekspor Ikan Tuna</title><atom:summary type="text">Jumat, 5 Maret 2010 | 04:04 WIB  Padang, Kompas - Potensi ekspor tuna segar melalui sarana kargo di Padang, Sumatera Barat, tergolong besar. Sejak April 2009, pesawat kargo Cardig Air telah mengekspor tuna segar ke Jepang hingga 408.000 kilogram.  CEO PT Cardig Air Boyke Soebroto di Padang, Rabu (3/3), mengemukakan, potensi ekspor tuna dari Padang terhitung potensial karena waktu tempuh dari </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/03/pesawat-cardig-air-ekspor-ikan-tuna.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-2425648880656373225</guid><pubDate>Thu, 04 Mar 2010 13:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-04T21:32:08.884+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Ekonomis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">udang</category><title>Udang Jerbung</title><atom:summary type="text">Udang yang satu ini namanya memang tidak terlalu familiar terdengar oleh telinga kita. Udang ini merupakan salah satu spesies dari famili Penaeidae. Udang Jerbung (Penaeus Merguiensis) merupakan kekayaan alam hayati yang tersebar luas hampir di seluruh Indonesia. Udang jerbung atau udang putih bahkan sangat terkenal di mancanegara dengan nama lokal masing - masing, seperti: Australia (Banana </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/03/udang-jerbung.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDH8IspeHrnGjn4Hcg3u5rxhZHJ1Ewil1BOCi50a0O86fZtunMFRIJabbb4LQT5zpkQT0_6whn77hq-7O-l4duvOCN4AdElxWteld0Jqy578vdgJvnLZ-DSskfPLX1oIav478ZTwrtQI/s72-c?imgmax=800" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-1456212948720276652</guid><pubDate>Wed, 03 Mar 2010 01:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-04T13:14:42.058+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bangka</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">terumbu karang</category><title>Terumbu Karang di Babel Hancur</title><atom:summary type="text">                                      &lt;!-- end judul + lead --&gt;                             &lt;!-- end headline --&gt;                       &lt;!-- isi berita --&gt;                  Rabu, 3 Maret 2010 | 02:38 WIB                          Pangkal pinang, Kompas - Aktivitas  penambangan timah di daerah pantai dan laut yang semakin tinggi telah  memperparah kerusakan terumbu karang dan mengurangkan sumber </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/03/terumbu-karang-di-babel-hancur.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-459133175657335296</guid><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 09:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-04T13:15:30.592+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ambon</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Diving</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Napoleon</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">wisata bahari</category><title>Bertemu Napoleon di Bawah Laut Ambon</title><atom:summary type="text">                                                                                                                   KOMPAS/A PONCO ANGGORO                     Kapal cepat  bersiap-siap mengangkut sejumlah penyelam ke lokasi penyelaman di  perairan sekitar Ambon, Maluku, Jumat (26/2). Kapal bersandar di Pantai  Santai di Kecamatan Nusaniwe, Ambon. Tak hanya pantai-pantainya yang  indah di Ambon, </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/03/bertemu-napoleon-di-bawah-laut-ambon.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-494040364371365087</guid><pubDate>Mon, 01 Mar 2010 00:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-01T08:03:39.191+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belawan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nelayan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PPN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tapal batas</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ZEE</category><title>Nelayan dan Lautnya</title><atom:summary type="text">                                                                                                                   KOMPAS/ANDY RIZA HIDAYAT                     Dua dari  lima kapal ikan Malaysia yang ditangkap petugas Kementerian Kelautan dan  Perikanan di 30 mil laut, utara Belawan, Medan, Senin (18/1).                                              &lt;!-- judul + lead --&gt;                     &lt;!-- </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/03/nelayan-dan-lautnya.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-2447275690028659315</guid><pubDate>Thu, 25 Feb 2010 05:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-25T12:38:29.089+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pajak Pertambahan Nilai</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk Perikanan</category><title>PPN Perikanan Perlu Dievaluasi</title><atom:summary type="text">                                      &lt;!-- end judul + lead --&gt;                             &lt;!-- end headline --&gt;                       &lt;!-- isi berita --&gt;                  Kamis, 25 Februari 2010 | 03:46 WIB                          Jakarta, KOMPAS - Pemerintah didesak untuk  mengkaji ulang pemberlakuan Pajak Pertambahan Nilai atas produk  perikanan.Pemberlakukan PPN itu dikhawatirkan akan </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/02/ppn-perikanan-perlu-dievaluasi.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-2311387698154128987</guid><pubDate>Thu, 25 Feb 2010 05:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-25T16:25:23.906+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">alat tangkap</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jaring</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">trammel net</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">udang</category><title>Jatilap (Trammel Net)</title><atom:summary type="text">Jatilap merupakan singkatan dari Jaring Tiga Lapis. Ini adalah salah satu nama Indonesia dari Trammel Net. Jaring ini juga dikenal dengan berbagai nama daerah seperti jaring gondrong, jaring tilek dan jaring kantong.     Seperti namanya, jaring ini terdiri dari tiga lapis, yaitu dimana dua lapis di luar (outer net) yang mempunyai mata jaring lebih besar mengapit satu lapis lembaran jaring yang </atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/02/jatilap-trammel-net.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4052966202216130372.post-5446182716408749125</guid><pubDate>Wed, 24 Feb 2010 01:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-25T12:39:14.174+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ambon</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PPN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produksi Perikanan</category><title>Produksi Perikanan Ambon Naik Drastis</title><atom:summary type="text">&lt;!-- end judul + lead --&gt;                             &lt;!-- end headline --&gt;                       &lt;!-- isi berita --&gt;                  Rabu, 24 Februari 2010 | 03:44 WIB                          AMBON, KOMPAS - Produksi ikan di Pelabuhan  Perikanan Nusantara Ambon di Maluku tahun 2009 meningkat drastis  dibandingkan tahun 2008. Sebaliknya, penurunan produksi terjadi di PPN  Tual, Maluku Tenggara.</atom:summary><link>http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/02/produksi-perikanan-ambon-naik-drastis.html</link><author>noreply@blogger.com (fishdiver)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>