<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>:.DuniaEdukasi.Net | Bank Soal |  Skripsi  | Biografi | Psikologi | Kesehatan | Sains |</title><link>http://www.duniaedukasi.net/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Duniaedukasi" /><description>bank soal, psikologi, pendidikan anak, kesehatan, sains teknologi, tokoh, belajar mengajar, universitas</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (iwan fajari)</managingEditor><lastBuildDate>Sat, 18 May 2013 02:55:06 PDT</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1302</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="duniaedukasi" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>bank soal, psikologi, pendidikan anak, kesehatan, sains teknologi, tokoh, belajar mengajar, universitas</itunes:subtitle><feedburner:emailServiceId>Duniaedukasi</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><title>Belajar dan Pembelajaran</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/ZB0hXl-zCcY/belajar-dan-pembelajaran.html</link><category>strategi mengajar</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Wed, 31 Oct 2012 05:40:36 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-6920521682388337514</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Lp3tZ_B8uGc/S5kTWQ_Mj3I/AAAAAAAAAcE/_Y3ZDEvRKP8/s1600/motivasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://1.bp.blogspot.com/-Lp3tZ_B8uGc/S5kTWQ_Mj3I/AAAAAAAAAcE/_Y3ZDEvRKP8/s320/motivasi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Belajar dan pembelajaran&lt;/b&gt; merupakan konsep yang saling berkaitan. &lt;b&gt;Belajar &lt;/b&gt;merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. Proses perubahan tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas, mencakup pengetahuan, pemahaman, sikap, dan sebagainya. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar, (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional, (3) tidak bersifat sementara, (4) bersifat positif dan aktif, (5) memiliki arah dan tujuan, dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku, yaitu pengetahuan, sikap, dan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal, yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri, sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal, yaitu: kecerdasan, bakat (aptitude), keterampilan (kecakapan), minat, motivasi, kondisi fisik, dan mental. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor eksternal, adalah kondisi di luar individu peserta didik&amp;nbsp; yang mempengaruhi belajarnya. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah:&amp;nbsp; lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat (keadaan sosio-ekonomis, sosio kultural, dan keadaan masyarakat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja, baik anak-anak maupun manusia dewasa. Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang, waktu, dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak. Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel, 1991). &lt;br /&gt;Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne, 1985). Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang, ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan, dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso, 1993)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik, metode, dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan, peserta didik, materi, dan sumber daya. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. &lt;br /&gt;Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. Raka Joni, 1992). Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan, melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. Guru harus dapat melaksanakan proses pembelajaran, oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental, kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab, penguasaan bahan, kondisi fisik, dan motivasi kerja.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru, antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. Faktor lingkungan, yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pendekatan yang digunakan, secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori, sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap, pengetahuan dan keterampilan, serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai;&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sumber referensi terbatas;&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; jumlah pesera didik dalam kelas banyak;&lt;br /&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; alokasi waktu terbatas; dan&lt;br /&gt;e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak.&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Preparasi, guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apersepsi diperlukan untuk penyegaran&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Presentasi (penyajian) materi pembelajaran&lt;br /&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Resitasi, pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai;&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sumber referensi, alat, media, dan bahan cukup;&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak; &lt;br /&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; materi pembelajaran tidak terlalu luas; dan&lt;br /&gt;e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; alokasi waktu cukup tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data&lt;br /&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menganalisis data dan melakukan verifikasi&lt;br /&gt;e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Melakukan generalisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi, diskusi kelas, dan tanya jawab. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh, oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Metode yang digunakan adalah observasi, diskusi kelompok, eksperimen, ekplorasi, simulasi, dan sebagainya.  sumber :  PEMBELAJARAN BERBASIS PAIKEM (CTL, Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran Tematik)  DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2010&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/ZB0hXl-zCcY" height="1" width="1"/&gt;</description><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-Lp3tZ_B8uGc/S5kTWQ_Mj3I/AAAAAAAAAcE/_Y3ZDEvRKP8/s72-c/motivasi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2012/10/belajar-dan-pembelajaran.html</feedburner:origLink></item><item><title>Skripsi Hukum Perdata - 100% gratis Download-</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/Ujvmr0CZXRQ/skripsi-hukum-perdata-100-gratis.html</link><category>SKRIPSI GRATIS</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Fri, 26 Oct 2012 23:03:20 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-4626526846500225624</guid><description>&lt;h2&gt;&lt;b&gt;100% Download gratis Skripsi hukum perdata&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-97bmW4aa6MY/S817wVHIsoI/AAAAAAAAAh8/qkBobR_amrg/s1600/progressif-curriculum2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-97bmW4aa6MY/S817wVHIsoI/AAAAAAAAAh8/qkBobR_amrg/s200/progressif-curriculum2.jpg" width="191" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;Bagi rekan mahasiswa hukum yang sedang membutuhkan referensi skripsi, duniaedukasi.net mencoba untuk bisa berbagi, dengan menyediakan link download bagi rekan semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;link &lt;b&gt;download skripsi hukum perdata&amp;nbsp; &lt;/b&gt;ini berisi sekitar 19 file arsip skripsi (3 Mb), yang dikemas dalam satu link download saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsip skripsi ini belum pernah di buka satu persatu, walau demikian semoga isinya bisa memenuhi harapan rekan semua dalam mencari inspirasi dalam mengerjakan tugas akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk mendownloadnya silahkan langsung klik link dibawah ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/20723512/HukumPerdata19.rar.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;DOWNLOAD SKRIPSI HUKUM PERDATA &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/20723512/HukumPerdata19.rar.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;terimakasih atas kunjungannya, salam sukses&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/Ujvmr0CZXRQ" height="1" width="1"/&gt;</description><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-97bmW4aa6MY/S817wVHIsoI/AAAAAAAAAh8/qkBobR_amrg/s72-c/progressif-curriculum2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2012/10/skripsi-hukum-perdata-100-gratis.html</feedburner:origLink></item><item><title>Download Gratis Skripsi Ekonomi Manajemen</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/evIYh1VZdIc/download-gratis-skripsi-ekonomi.html</link><category>SKRIPSI GRATIS</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Fri, 26 Oct 2012 22:25:54 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-7461736791879889827</guid><description>&lt;h2&gt;&lt;b&gt;Download Skripsi Ekonomi Manajemen - 100% Gratis -&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WkNkL0SDaag/S5m75IcsxbI/AAAAAAAAAcU/AMWnHhcxloY/s1600/toga-300x300.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-WkNkL0SDaag/S5m75IcsxbI/AAAAAAAAAcU/AMWnHhcxloY/s200/toga-300x300.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam menenuhi referensi kebutuhan skripsi bagi mahasiswa, Duniaedukasi.net berbagi link download &lt;b&gt;Skripsi Ekonomi Manajemen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link Download &lt;b&gt;Skripsi Ekonomi Manajemen &lt;/b&gt;ini di kumpulkan dari berbagai sumber, dan blog duniaedukasi.net mencoba untuk bisa berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skripsi Ekonomi manajemen ini hanya berisi satu link download saja, tetapi berisi sekitar 35 file (8,8 Mb) arsip skripsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duniaedukasi.net belum melihat satu persatu file yang ada, semoga file yang ada bisa menjadi salah satu sumber inspiraasi bagi siapa saja yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unktuk Mendownload file Skripsi ini silahkan klik link dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/20723287/skripsiEkonomiManajemen35.rar.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Download skripsi Ekonomi Manajemen&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%09%20http://www.ziddu.com/download/20723287/skripsiEkonomiManajemen35.rar.html" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;terima kasih atas kunjungan anda, sukses selalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/evIYh1VZdIc" height="1" width="1"/&gt;</description><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-WkNkL0SDaag/S5m75IcsxbI/AAAAAAAAAcU/AMWnHhcxloY/s72-c/toga-300x300.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2012/10/download-gratis-skripsi-ekonomi.html</feedburner:origLink></item><item><title>"Tau" Bilangan keramat pengganti "Pi"</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/i4rEK0zLZDA/tau-bilangan-keramat-pengganti-pi.html</link><category>TAHUKAH ANDA</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Fri, 26 Oct 2012 07:22:54 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-8803198549145281238</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-HAeVgXfJ6Os/UIqcJus8UNI/AAAAAAAAA3M/0a4Gh24koIk/s1600/tau.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://4.bp.blogspot.com/-HAeVgXfJ6Os/UIqcJus8UNI/AAAAAAAAA3M/0a4Gh24koIk/s200/tau.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bob Palais (2001) memperkenalkan bilangan baru pengganti bilangan "Pi" atau 3,14 yaitu bilangan "Tau" yang bernilai 6,28. Bilangan "Pi" selama ini dikenal dalam perhitungan keliling dan luas lingkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika 3,14 adalah rasio antara keliling lingkaran dengan diameternya, maka "Tau" merupakan rasio antara keliling lingkaran dengan jari-jarinya. konon bilangan "Tau" lebih sakti dari pada "Pi", sehingga dinobatkan sebagai penggantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pengdukung "Tau" Kevin Houston, menerangkan, "Ketika mengukur sudut, matematikawan tidak menggunakan sudut, tetapi radian. . ada 2Pi radian dalam satu lingkaran, ini berarti seperempat lingkaran setara dengan 1/2Pi, ini berarti seperempat setara dengan setengah. Ini gila" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;  &lt;o:AllowPNG/&gt; &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;   &lt;m:dispDef/&gt;   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" Name="Default Paragraph Font"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman","serif";} &lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;br /&gt;Dalam artikel berjudul "Pi is Wrong" di mana bilangan 6,28 diperkenalkan tahun 2001, Palais mengungkapkan bahwa selama ribuan tahun, manusia telah memfokuskan pada bilangan matematika yang salah. "Peluang untuk menarik pelajar dengan penyederhanaan yang natural dan cantik telah membawa ke latihan yang membingungkan dalam latihan serta dogma," tulis Palais.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kini tanggal 28 juni diperingati sebagai hari "Tau" &lt;br /&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/i4rEK0zLZDA" height="1" width="1"/&gt;</description><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-HAeVgXfJ6Os/UIqcJus8UNI/AAAAAAAAA3M/0a4Gh24koIk/s72-c/tau.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2012/10/tau-bilangan-keramat-pengganti-pi.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kedepankan Kualitas Guru Dulu...</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/7lg-VTfP5G4/kedepankan-kualitas-guru-dulu.html</link><category>BERITA PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Wed, 24 Oct 2012 00:57:10 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-4094520031172850627</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/24/1249396620X310.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="164" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/24/1249396620X310.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com &lt;/strong&gt;- Rektor Universitas Paramadina,  Anies Rasyid Baswedan, membantah bahwa dirinya merupakan bagian dari  tim perombakan kurikulum pendidikan nasional yang sedang dilakoni oleh  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menurutnya, dia hanya dilibatkan  dalam diskusi peningkatan kualitas guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anies, perbaikan  utama dalam sistem pendidikan di Indonesia harusnya terletak pada  kualitas pendidik. Para guru dipandang sebagai ujung tombak permasalahan  pendidikan bangsa karena proses pendidikan merupakan interaksi  antarmanusia. Menurutnya, kemampuan para guru menjadi penentu  keberhasilan siswa didiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Soal pendidikan itu, ujung  tombaknya ada pada guru. Kalau kita perhatikan kualitas, distribusi dan  kesejahteraan guru, saya rasa kita bisa selesaikan sebagian besar  masalah pendidikan bangsa ini," kata Anies dalam sebuah diskusi publik  bertema "Nasionalisme &amp;amp; Masa Depan Pendidikan Kita" yang diadakan  MAARIF Institute, di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa  (23/10/2012) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anies menegaskan, perlu pemikiran serius  untuk mengoptimasi kualitas para guru. Selain dengan memberikan uji  kompetensi, pelatihan dan pemetaan guru, apresiasi khusus terhadap para  guru juga dianggap penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Serius, masyarakat Indonesia, sampai  hari ini masih belum mengapresiasi guru dengan baik. Padahal, apresiasi  ini bukan soal tunjangan atau gaji saja, tetapi apresiasi terhadap  komponen pengembangan guru. Dengan kita mengapresiasi guru, itu berarti  juga kita mengapresiasi masa depan bangsa," ucap Anies lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  intelektual muda ini juga, pembelajaran pendidikan di Indonesia masih  bermasalah. Dalam pendidikan dasar misalnya, Anies mengatakan, materi  pendidikan yang disampaikan masih berorientasi menjadikan anak-anak  Indonesia sebagai anak urban. Efeknya, materi yang disampaikan nyaris  seragam dan menjenuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang sering terlewatkan dalam diskursus  pendidikan adalah asosiasi sekolah yang masih keliru. Ingat, Indonesia  itu luas, tidak semua masyarakatnya urban, jadi sistem pendidikan kita  harus bisa mengarahkan mereka sesuai dengan daerahnya," kata Anies lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  pembelajaran, lanjut Anies, guru harus dapat menyampaikan materi  pelajaran dengan cara yang  kreatif dan berbeda, menyesuaikan dengan  ragam anak Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karenanya, guru berkualitas itu dapat  mengatur pengembangan belajar siswa didiknya, bahkan akan dapat  menanamkan nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan yang sentralistik,  itu bisa saja terjadi jika gurunya berkualitas," kata Anies lagi.                              &lt;br /&gt;                                                                                                                    &lt;div class="left"&gt;                                       &lt;/div&gt;&lt;div class="left"&gt;    &lt;div class="left pr_5 pt_5 font11 c_abu"&gt;&lt;strong&gt;Editor :&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="left pt_5 c_abu01_kompas2011 font13"&gt;Caroline Damanik&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/7lg-VTfP5G4" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2012/10/kedepankan-kualitas-guru-dulu.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pendidikan Indonesia Monoton dan Menindas</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/1BdW1SLX9Is/pendidikan-indonesia-monoton-dan.html</link><category>BERITA PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Wed, 24 Oct 2012 00:52:21 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-4804914762928254995</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/09/16/1014243620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/09/16/1014243620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - &lt;/strong&gt;Pendidikan di Indonesia masih  monoton dan menindas. Hal tersebut dikemukakan oleh Sosiolog dari  Universitas Indonesia (UI), Imam B Prasodjo, dalam diskusi publik  bertema "Nasionalisme &amp;amp; Masa Depan Pendidikan Kita" yang diadakan  MAARIF Institute, di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa  (23/10/2012) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen Sosiologi UI itu menyatakan, para  pengajar kita telah kehilangan ruh dalam mendidik anak bangsa.  Pendidikan yang seharusnya menjadi pusat pengembangan sumber daya  manusia, terlanjur masuk dalam sistem pendidikan yang hanya berorientasi  pada pengetahuan jangka pendek yang sifatnya hanya sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pendidikan  kita itu tak perlu detail. Ini dari dulu kita belajar teori bab per bab  itu kan menindas. Membosankan. Para pengajar kita seharusnya lebih  kreatif mengatur semua itu," ucap Imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusul persiapan  perubahan kurikulum pendidikan nasional untuk tahun ajaran mendatang,  dia menyampaikan metode pendidikan harus mengedepankan pembentukan  karakter siswa. Jika metodologi yang digunakan sekarang dipertahankan,  Imam yakin, pendidikan di Indonesia tak akan maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam  memaparkan, fungsi pendidikan Indonesia perlu dikembalikan lagi. Seperti  mengutip fungsi pendidikan yang diuraikan UNESCO, menurutnya,  pendidikan di Indonesia harus mengedepankan fungsi &lt;em&gt;learning to know&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;learning to be&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;learning to do&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;learning to live together&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pendidikan  kita itu masih sangat elementer. Seperti sebuah imaji yang monoton, ini  menggambarkan kegagalan pendidikan kita, sebab kita baru sekadar &lt;em&gt;learning to know&lt;/em&gt;. Padahal kita tidak berhenti pada ranah itu saja kalau pendidikan kita ingin dianggap memajukan," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Learning to be&lt;/em&gt;,  pembelajaran ini lebih mengarahkan keinginan siswa untuk menjadi  seseorang, sesuai cita-citanya. Dengan menyampaikan peran-peran  seseorang itu, anak-anak memilih dirinya akan menjadi sosok yang  dicita-citakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah mencapai itu, &lt;em&gt;learning to do&lt;/em&gt; akan  mengarahkan siswa untuk tidak hanya belajar menjadi apa dan  siapa, tetapi melakukan strategi mendalam dan mempelajari peran dan  fungsinya di masyarakat atau &lt;em&gt;learning to live together&lt;/em&gt; sesuai dengan karakter yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia  menambahkan, jika keempat hal tersebut masuk ke dalam pendidikan kita,  anak-anak tidak lagi sekadar belajar berhitung dan membaca, tetapi juga  belajar menemukan karakternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Misal, dompet saya jatuh,  kemudian seorang anak menemukannya. Anak itu bisa berhitung dan tahu,  ada berapa sih uang rupiah di dompet saya? Mereka tahu jumlahnya karena  mereka belajar berhitung, tetapi belum tentu mereka berpikir akan  melakukan apa, mengembalikan kepada siapa untuk dompet dan uang yang  ditemukannya itu," tutur Imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena itu, bukan cuma &lt;em&gt;moral knowing&lt;/em&gt; yang perlu kita ketahui bersama, tetapi harus didukung juga dengan moral &lt;em&gt;feeling/empaty&lt;/em&gt;,  biar merasakan apa yang dirasakan seseorang saat kehilangan dompet,  seperti pada kasus di atas tadi. Dan baru kemudian ada yang disebut &lt;em&gt;moral action&lt;/em&gt;, yaitu ada tindakan yang harus dilakukan pada saat itu juga," jelasnya lagi.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/1BdW1SLX9Is" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2012/10/pendidikan-indonesia-monoton-dan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kurikulum Pendidikan Baru Tuntas Akhir 2012</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/6mDMVj4YieY/kurikulum-pendidikan-baru-tuntas-akhir.html</link><category>BERITA PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Tue, 23 Oct 2012 06:52:02 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-1354951488848334984</guid><description>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/18/1100117p.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="146" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/18/1100117p.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;BANDUNG, KOMPAS.com &lt;/strong&gt;—&amp;nbsp;Wakil Menteri Pendidikan dan  Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim menyebutkan, pembahasan dan  penyusunan kurikulum pendidikan yang baru telah mencapai 25 persen dan  dijadwalkan tuntas pada akhir 2012.&lt;br /&gt;"Proses penyusunan kurikulum  terus dilakukan, saat ini sudah mencapai 25 persen. Akhir 2012  dipastikan sudah rampung," kata Wamendikbud di sela-sela pembukaan TOT  Pembentukan Karakter pada Guru dan Kepala Sekolah di Bandung, Minggu  (21/10/2012).&lt;br /&gt;Tahun depan sudah ada buku  dan penataan di beberapa sektor sehingga bisa digulirkan pada tahun ajaran baru 2013.&lt;br /&gt;Meski demikian, dalam prosesnya masih terus menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat, pakar, dan juga dari beberapa &lt;em&gt;stakeholder&lt;/em&gt; pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;Salah  satunya yang mendapat respons dari masyarakat adalah terkait  penyederhanaan kurikulum, termasuk melakukan pemadatan pada mata  pelajaran yang diajarkan di sekolah.&lt;br /&gt;"Penyederhanaan kurikulum  menjadi salah satu yang mendapat respons cukup signifikan, termasuk  adanya pengurangan mata pelajaran seperti di tingkat SD," katanya.&lt;br /&gt;Hal  itu untuk merespons adanya pendapat yang menyebutkan bahwa anak  dijejali  banyak pelajaran sehingga dilakukan penyesuaian dalam  kurikulum baru.&lt;br /&gt;Musliar mencontohkan, dalam kurikulum baru untuk  tingkat SD diwacanakan hanya ada enam mata pelajaran, yakni Agama, PPKN,  Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya, serta Pendidikan Jasmani dan  Kesehatan.&lt;br /&gt;"IPA tidak ada, dalam kurikulum baru ilmu pengetahuan  akan diintegrasikan dengan pelajaran lain, termasuk salah satunya ilmu  bahasa dikemas dalam konteks yang lebih menarik," katanya.&lt;br /&gt;Penjaskes juga diintegrasikan dengan penerapan nilai dan karakter, mendorong kerja keras dan cinta Tanah Air.&lt;br /&gt;"Ini  kesempatan menata kurikulum, jangan sampai ada istilah siswa terbebani.  Mereka bersekolah, tetapi tetap bisa menikmati masa kanak-kanak," kata  Musliar.&lt;br /&gt;Dalam kurikulum baru, kata dia, peserta didik didorong untuk mengenali lingkungan sekitarnya dan potensi masing-masing.&lt;br /&gt;Di sisi lain, kata Wamendikbud, model implementasinya juga masih akan dibahas kembali.&lt;br /&gt;"Implementasinya belum disepakati, untuk tingkatan SD hingga perguruan tinggi, apakah &lt;em&gt;ploting&lt;/em&gt;-nya  di sekolah kabupaten atau provinsi. Masih akan disusun dan disepakati.  Saya sendiri tidak sabar menunggu 2013, seperti apa sekolah-sekolah  menerapkan kurikulum baru itu," kata Wamendikbud.                              &lt;br /&gt;                                                                                                                    &lt;div class="left"&gt;                                &lt;div class="left pr_5 pt_5 font11 c_abu"&gt;&lt;strong&gt;Sumber :&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="left pt_5 c_abu01_kompas2011 font13"&gt;&lt;a href="http://www.antaranews.com/" target="_blank"&gt;ANTARA&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/6mDMVj4YieY" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2012/10/kurikulum-pendidikan-baru-tuntas-akhir.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kode Etik Guru Diharap Bisa Wadahi Kepentingan Pengajar</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/as2g9k-iPXo/kode-etik-guru-diharap-bisa-wadahi_23.html</link><category>Dunia Guru</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Wed, 24 Oct 2012 03:12:01 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-5347059688535501384</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/seorang-guru-saat-membimbing-siswanya-ilustrasi-_121023201011-458.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="189" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/seorang-guru-saat-membimbing-siswanya-ilustrasi-_121023201011-458.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Adanya kode etik guru diharapkan bisa mewadahi kepentingan para pendidik dan meningkatkan kualitas pengajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  begitu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyerahkan pembahasan  kode etik tersebut kepada masing-masing organisasi guru di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala  Pusat informasi dan Humas Kemendikbud, Ibnu Hamad, mengatakan yang  terpenting kode etik profesi guru nantinya mampu menampung kepentingan  serta meningkatkan kualitas guru sebagai sebuah profesi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya,  syukur-syukur sesuai dengan profesinya sebagai guru. Yang terpenting  kode etik mesti memenuhi aspek pendidik dan pengajar," ujar Ibnu saat  dihubungi di Jakarta, Selasa (23/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirinya menyebut, guru  sebagai pengajar harus bisa menuntun peserta didiknya. Tak hanya itu,  sebagai pendidik guru juga diharapkan bisa menjadi contoh keteladanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemendikbud  sendiri sangat mendukung langkah sejumlah langkah organisasi profesi  guru dalam menyusun kode etik. Ibnu menilai sudah menjadi keharusan guru  sebagai sebuah profesi memiliki kode etik. Hal ini bertujuan agar para  guru bisa menjalankan tugasnya sebagai pengajar dengan baik demi  kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat, kata Ibnu,  harus memahami adanya kode etik yang berbeda antarorganisasi guru.  Pasalnya, di Indonesia ada banyak organisasi guru. "Masyarakat harus  memahami ini sebagai demokrasi. Selagi bertujuan baik, kami akan  dukung," kata Ibnu.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;@republika.co.id&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/as2g9k-iPXo" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2012/10/kode-etik-guru-diharap-bisa-wadahi_23.html</feedburner:origLink></item><item><title>Orangtua: Tak Ada Alasan Hapus Bahasa Inggris</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/QfOVDidCejw/orangtua-tak-ada-alasan-hapus-bahasa.html</link><category>BERITA PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Tue, 23 Oct 2012 06:55:37 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-4833376986912091093</guid><description>&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com &lt;/strong&gt;- Wacana penghapusan mata pelajaran  Bahasa Inggris pada kurikulum sekolah dasar (SD) yang akan diterapkan  pada tahun ajaran 2013/2014 menuai penolakan. Banyak orangtua yang  memiliki anak-anak berusia SD menentang rencana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lenny salah  satunya. Dia mengaku tidak setuju mata pelajaran Bahasa Inggris untuk  jenjang SD khususnya kelas 1 sampai kelas 3 dihapus. Menurutnya, anak  usia SD sudah cukup mampu dan siap untuk mempelajari bahasa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk  SD, anak-anak ini sudah siap menerima pelajaran Bahasa Inggris. Pada  usia dini sebaiknya sudah dikenalkan," katanya saat dijumpai &lt;em&gt;Kompas.com&lt;/em&gt; di Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (16/10/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apalagi  untuk sekolah negeri, pelajaran ini justru harus ada agar mampu  bersaing dengan sekolah internasional dan sekolah lain," tambah orang  tua siswa dari SD Negeri 12 Bendungan Hilir itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lenny  berpendapat bahwa pelajaran Bahasa Inggris memang tidak diperlukan untuk  anak-anak yang masih duduk di tingkat Taman Kanak-kanak. Pasalnya,  anak-anak ini masih dalam tahapan usia bermain sehingga tidak layak jika  harus dibebani dengan pelajaran yang bukan merupakan bahasa ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Usia  TK justru baik untuk pengenalan Bahasa Indonesia dan diperkuat di situ  tanpa harus ada pelajaran bahasa asing. Untuk usia SD, karena anak-anak  ini sudah siap menerima. Ya sebaiknya tetap diajarkan. Kalau Bahasa  Inggris di TK dihapusin itu nggak apa," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan juga  disampaikan oleh Manigor. Ayah dari dua anak ini mengaku kesal dengan  rencana kebijakan kementerian yang dinilai tak beralasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pastilah (enggak setuju), karena bagaimana anak-anak ini mau &lt;em&gt;go international&lt;/em&gt; kalau tidak dibiasakan dari kecil," ungkapnya kepada &lt;em&gt;Kompas.com&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga  Kecamatan Air Molek, Riau, ini mengaku, putra pertamanya yang masih  duduk di kelas I SD menunjukkan antusiasme dan perkembangan yang positif  dalam belajar Bahasa Inggris. Sejumlah kosa kata sederhana sudah  dikuasainya. Manigor berharap, kemampuan bahasa asing anaknya itu pun  jauh lebih baik dari kemampuannya&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kosa kata (yang dikuasai anak saya) sih masih mendasar. Kalau efeknya tentu positif. &lt;em&gt;Awak &lt;/em&gt;tak  tahu Bahasa Inggris jadi malu. Jangan sampai anak kita seperti kita," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi,  enggak ada alasan menghapus Bahasa Inggris untuk anak SD. Hanya orang  bodoh yang berpikir untuk menghapus itu," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu,  sebagai orangtua, Manigor hanya berharap agar jam belajar dan jam  bermain untuk anak-anak bisa diseimbangkan. Dengan demikian, pertumbuhan  mental maupun intelektual anak bisa berlangsung dengan baik.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/QfOVDidCejw" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2012/10/orangtua-tak-ada-alasan-hapus-bahasa.html</feedburner:origLink></item><item><title>Felix Baumgartner , tembus kecepatan suara</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/Enpze8CzLQ8/felix-baumgartner-tembus-kecepatan-suara.html</link><category>SAINS</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Tue, 23 Oct 2012 07:07:50 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-5996417169701964664</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/15/0220133620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/15/0220133620X310.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Felix Baumgartner, &lt;em&gt;skydiver&lt;/em&gt; asal Austria, berhasil melaksanakan misinya memecahkan rekor &lt;em&gt;skydiving&lt;/em&gt; dunia. Berdasarkan laporan &lt;em&gt;AP&lt;/em&gt;, Senin (15/10/2012) dini hari WIB, pria tersebut telah mendarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baumgartner  terjun dengan balon udara. Penerjunannya akhirnya berhasil dilakukan  setelah dua kali penundaan pada Senin (8/10/2012) dan Selasa  (9/10/2012). Penundaan sebelumnya terpaksa dilakukan karena faktor angin  yang akan mengganggu penerjunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tiga jam sebelum artikel ini diturunkan, &lt;em&gt;BBC &lt;/em&gt;melaporkan  bahwa balon udara Baumgartner mulai naik ke atmosfer meninggalkan  tempat peluncuran di Roswell, New Mexico, Amerika Serikat. Balon udara  akan menuju ketinggian 38,6 km dari permukaan air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerjunan  Baumgartner hingga kembali mencapai permukaan Bumi ditempuh dalam waktu  sekitar 10 menit. Setengah dari perjalanan itu ditempuh dengan gerak  jatuh bebas berkecepatan 1.110 km/jam alias menembus kecepatan suara.  Setelahnya, parasut akan dibuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penerjunan ini,  Baumgartner memecahkan tiga rekor sekaligus. Pertama adalah menjadi  manusia pertama yang bergerak hingga menembus kecepatan suara tanpa  bantuan alat apa pun. Otomatis, ia juga menjadi penerjun dengan  kecepatan tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekor lain, Baumgartner juga menjadi  penerjun dengan titik penerjunan tertinggi. Rekor titik terjun tertinggi  dipegang oleh Joe Kittinger dari US Air Force yang terjun dari  ketinggian 31,3 km dari permukaan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah tantangan  dihadapi Baumgartner. Ia mempertaruhkan nyawanya. Tekanan pada  ketinggian penerjunan kurang dari 2 persen dari tekanan di muka air  laut. Suhu juga sangat rendah. Jika pakaian khusus rusak, ia bisa  terkena gejala &lt;em&gt;ebullism&lt;/em&gt; alias darah mendidih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Belum lagi soal teknik melompat. Jika melompat dengan posisi yang salah, ia akan bergerak dengan berputar&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span&gt;putar. Gerak putaran dengan kecepatan tinggi berpotensi merusak sistem kardiovaskuler, otak, dan&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; mata&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan terakhir &lt;em&gt;AP&lt;/em&gt; beberapa menit yang lalu menyatakan bahwa penerjunan telah berhasil.  Baumgartner berhasil mendarat di sebuah gurun di wilayah timur New  Mexico setelah memulai perjalanan dari ketinggian yang sudah masuk  lapisan stratosfer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;AP&lt;/em&gt; melaporkan, sesaat setelah  pendaratan, Baumgartner mengangkat lengan sebagai tanda kemenangan. Misi  pemecahan rekor berhasil dilakukan dengan sempurna. Baumgartner kembali  dengan selamat.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/Enpze8CzLQ8" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2012/10/felix-baumgartner-tembus-kecepatan-suara.html</feedburner:origLink></item><item><title>Sunan Drajat</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/UjCtrWMzyx0/sunan-drajat.html</link><category>TOKOH NASIONAL</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Wed, 08 Aug 2012 19:56:56 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-7882509210211555487</guid><description>&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/S75LheBfQAI/AAAAAAAAAyI/NqQDjlF3Jkg/s320/sunan_drajad.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/S75LheBfQAI/AAAAAAAAAyI/NqQDjlF3Jkg/s320/sunan_drajad.jpg" style="float: left; height: 243px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 183px;" /&gt;&lt;/a&gt;Dia adalah putra Sunan Ampel dari perkawinan dengan Nyi Ageng Manila, alias Dewi Condrowati. Empat putra Sunan Ampel lainnya adalah Sunan Bonang, Siti Muntosiyah, yang dinikahi Sunan Giri, Nyi Ageng Maloka, yang diperistri Raden Patah, dan seorang putri yang disunting Sunan Kalijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan halnya Sunan Drajat sendiri, tak banyak naskah yang mengungkapkan jejaknya. Raden Qasim menghabiskan masa kanak dan remajanya di kampung halamannya di Ampeldenta, Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dewasa, ia diperintahkan ayahnya, Sunan Ampel, untuk berdakwah di pesisir barat Gresik. Perjalanan ke Gresik ini merangkumkan sebuah cerita, yang kelak berkembang menjadi legenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa muda ia dikenal sebagai Raden Qasim, Qosim, atawa Kasim. Masih banyak nama lain yang disandangnya di berbagai naskah kuno. Misalnya Sunan Mahmud, Sunan Mayang Madu, Sunan Muryapada, Raden Imam, Maulana Hasyim, Syekh Masakeh, Pangeran Syarifuddin, Pangeran Kadrajat, dan Masaikh Munat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlayarlah Raden Qasim dari Surabaya, dengan menumpang biduk nelayan. Di tengah perjalanan, perahunya terseret badai, dan pecah dihantam ombak di daerah Lamongan, sebelah barat Gresik. Raden Qasim selamat dengan berpegangan pada dayung perahu. Kemudian, ia ditolong ikan cucut dan ikan talang –ada juga yang menyebut ikan cakalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menunggang kedua ikan itu, Raden Qasim berhasil mendarat di sebuah tempat yang kemudian dikenal sebagai Kampung Jelak, Banjarwati. Menurut tarikh, persitiwa ini terjadi pada sekitar 1485 Masehi. Di sana, Raden Qasim disambut baik oleh tetua kampung bernama Mbah Mayang Madu dan Mbah Banjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, kedua tokoh itu sudah di Islamkan oleh pendakwah asal Surabaya, yang juga terdampar di sana beberapa tahun sebelumnya. Raden Qasim kemudian menetap di Jelak, dan menikah dengan Kemuning, putri Mbah Mayang Madu. Di Jelak, Raden Qasim mendirikan sebuah surau, dan akhirnya menjadi pesantren tempat mengaji ratusan penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelak, yang semula cuma dusun kecil dan terpencil, lambat laun berkembang menjadi kampung besar yang ramai. Namanya berubah menjadi Banjaranyar. Selang tiga tahun, Raden Qasim pindah ke selatan, sekitar satu kilometer dari Jelak, ke tempat yang lebih tinggi dan terbebas dari banjir pada musim hujan. Tempat itu dinamai Desa Drajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Raden Qasim, yang mulai dipanggil Sunan Drajat oleh para pengikutnya, masih menganggap tempat itu belum strategis sebagai pusat dakwah Islam. Sunan lantas diberi izin oleh Sultan Demak, penguasa Lamongan kala itu, untuk membuka lahan baru di daerah perbukitan di selatan. Lahan berupa hutan belantara itu dikenal penduduk sebagai daerah angker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sahibul kisah, banyak makhluk halus yang marah akibat pembukaan lahan itu. Mereka meneror penduduk pada malam hari, dan menyebarkan penyakit. Namun, berkat kesaktiannya, Sunan Drajat mampu mengatasi. Setelah pembukaan lahan rampung, Sunan Drajat bersama para pengikutnya membangun permukiman baru, seluas sekitar sembilan hektare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas petunjuk Sunan Giri, lewat mimpi, Sunan Drajat menempati sisi perbukitan selatan, yang kini menjadi kompleks pemakaman, dan dinamai Ndalem Duwur. Sunan mendirikan masjid agak jauh di barat tempat tinggalnya. Masjid itulah yang menjadi tempat berdakwah menyampaikan ajaran Islam kepada penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunan menghabiskan sisa hidupnya di Ndalem Duwur, hingga wafat pada 1522. Di tempat itu kini dibangun sebuah museum tempat menyimpan barang-barang peninggalan Sunan Drajat –termasuk dayung perahu yang dulu pernah menyelamatkannya. Sedangkan lahan bekas tempat tinggal Sunan kini dibiarkan kosong, dan dikeramatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunan Drajat terkenal akan kearifan dan kedermawanannya. Ia menurunkan kepada para pengikutnya kaidah tak saling menyakiti, baik melalui perkataan maupun perbuatan. ”Bapang den simpangi, ana catur mungkur,” demikian petuahnya. Maksudnya: jangan mendengarkan pembicaraan yang menjelek-jelekkan orang lain, apalagi melakukan perbuatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunan memperkenalkan Islam melalui konsep dakwah bil-hikmah, dengan cara-cara bijak, tanpa memaksa. Dalam menyampaikan ajarannya, Sunan menempuh lima cara. Pertama, lewat pengajian secara langsung di masjid atau langgar. Kedua, melalui penyelenggaraan pendidikan di pesantren. Selanjutnya, memberi fatwa atau petuah dalam menyelesaikan suatu masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara keempat, melalui kesenian tradisional. Sunan Drajat kerap berdakwah lewat tembang pangkur dengan iringan gending. Terakhir, ia juga menyampaikan ajaran agama melalui ritual adat tradisional, sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat pokok ajaran Sunan Drajat adalah: Paring teken marang kang kalunyon lan wuta; paring pangan marang kang kaliren; paring sandang marang kang kawudan; paring payung kang kodanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: berikan tongkat kepada orang buta; berikan makan kepada yang kelaparan; berikan pakaian kepada yang telanjang; dan berikan payung kepada yang kehujanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunan Drajat sangat memperhatikan masyarakatnya. Ia kerap berjalan mengitari perkampungan pada malam hari. Penduduk merasa aman dan terlindungi dari gangguan makhluk halus yang, konon, merajalela selama dan setelah pembukaan hutan. Usai salat Ashar , Sunan juga berkeliling kampung sambil berzikir, mengingatkan penduduk untuk melaksanakan salat magrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Berhentilah bekerja, jangan lupa salat,” katanya dengan nada membujuk. Ia selalu menelateni warga yang sakit, dengan mengobatinya menggunakan ramuan tradisional, dan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana para wali yang lain, Sunan Drajat terkenal dengan kesaktiannya. Sumur Lengsanga di kawasan Sumenggah, misalnya, diciptakan Sunan ketika ia merasa kelelahan dalam suatu perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, Sunan meminta pengikutnya mencabut wilus, sejenis umbi hutan. Ketika Sunan kehausan, ia berdoa. Maka, dari sembilan lubang bekas umbi itu memancar air bening –yang kemudian menjadi sumur abadi. Dalam beberapa naskah, Sunan Drajat disebut-sebut menikahi tiga perempuan. Setelah menikah dengan Kemuning, ketika menetap di Desa Drajat, Sunan mengawini Retnayu Condrosekar, putri Adipati Kediri, Raden Suryadilaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada 1465 Masehi. Menurut Babad Tjerbon, istri pertama Sunan Drajat adalah Dewi Sufiyah, putri Sunan Gunung Jati. Alkisah, sebelum sampai di Lamongan, Raden Qasim sempat dikirim ayahnya berguru mengaji kepada Sunan Gunung Jati. Padahal, Syarif Hidayatullah itu bekas murid Sunan Ampel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan ulama di Pulau Jawa, bahkan hingga kini, memang ada tradisi ‘’saling memuridkan”. Dalam Babad Tjerbon diceritakan, setelah menikahi Dewi Sufiyah, Raden Qasim tinggal di Kadrajat. Ia pun biasa dipanggil dengan sebutan Pangeran Kadrajat, atau Pangeran Drajat. Ada juga yang menyebutnya Syekh Syarifuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekas padepokan Pangeran Drajat kini menjadi kompleks perkuburan, lengkap dengan cungkup makam petilasan, terletak di Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi. Di sana dibangun sebuah masjid besar yang diberi nama Masjid Nur Drajat. Naskah Badu Wanar dan Naskah Drajat mengisahkan bahwa dari pernikahannya dengan Dewi Sufiyah, Sunan Drajat dikaruniai tiga putra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak tertua bernama Pangeran Rekyana, atau Pangeran Tranggana. Kedua Pangeran Sandi, dan anak ketiga Dewi Wuryan. Ada pula kisah yang menyebutkan bahwa Sunan Drajat pernah menikah dengan Nyai Manten di Cirebon, dan dikaruniai empat putra. Namun, kisah ini agak kabur, tanpa meninggalkan jejak yang meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jelas, apakah Sunan Drajat datang di Jelak setelah berkeluarga atau belum. Namun, kitab Wali Sanga babadipun Para Wali mencatat: ”Duk samana anglaksanani, mangkat sakulawarga….” Sewaktu diperintah Sunan Ampel, Raden Qasim konon berangkat ke Gresik sekeluarga. Jika benar, di mana keluarganya ketika perahu nelayan itu pecah? Para ahli sejarah masih mengais-ngais naskah kuno untuk menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau wafat dan dimakamkan di desa Drajad, kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Tak jauh dari makam beliau telah dibangun Museum yang menyimpan beberapa peninggalan di jaman Wali Sanga. Khususnya peninggalan beliau di bidang kesenian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontributor&lt;br /&gt;http://kisahkayahikmah.wordpress.com/2009/04/16/sunan-drajat-raden-qosim/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://biografi.gudangmateri.com/2010/09/biografi-sunan-drajat.html&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/UjCtrWMzyx0" height="1" width="1"/&gt;</description><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/S75LheBfQAI/AAAAAAAAAyI/NqQDjlF3Jkg/s72-c/sunan_drajad.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2012/08/sunan-drajat.html</feedburner:origLink></item><item><title>Peningkatan Kualifikasi Guru Belum Signifikan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/tkQMdpqD3b4/peningkatan-kualifikasi-guru-belum.html</link><category>BERITA PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Wed, 08 Aug 2012 19:02:02 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-7462711000890584576</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/02/16/1540447620X310.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/02/16/1540447620X310.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Peningkatan kualifikasi  pendidikan guru minimal sarjana, terutama di kalangan guru TK/SD, belum  signifikan. Untuk itu, percepatan kualifikasi guru-guru dalam jabatan  ini dilakukan juga dengan cara mengakui pengalaman kerja dan hasil  belajar mereka.&lt;br /&gt;"Baru sekitar 25 persen guru SD yang kualifikasi  pendidikannya sesuai amanat Undang Undang Guru dan Dosen, minimal D IV  atau S-1. Karena itu, percepatan harus dilakukan dengan program  terobosan-terobosan," kata Unifah Rosyidi, Kepala Pengembangan Profesi  Pendidik, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Rabu  (8/8/2012).&lt;br /&gt;Menurut Unifah, para guru dalam jabatan menghadapi  kendala untuk melanjutkan kuliah karena ada keharusan tidak meninggalkan  tugas mengajar. Untuk itu, sejak tiga tahun lalu dibuat kebijakan  pengakuan pengalaman kerja dan hasil belajar (PPKHB) tiap guru yang  berkuliah lagi.&lt;br /&gt;Toho Cholik Mutohir, Koordinator Tim PPKHB  mengatakan, penuntasan kualifikasi pendidikan guru tidak bisa hanya  dengan kuliah reguler di lembaga pendidikan dan tenaga kependidilkan  (LPTK). Kuliah di Universitas Terbuka (UT) yang fleksibel juga tidak  cukup karena program studi yang terbatas.&lt;br /&gt;Kebutuhan untuk program  studi pendidikan guru TK dan SD cukup besar. Demikian juga program  pendidikan jasmani dan kesehatan. Namun, program studi ini masih  terbatas sehingga mempersulit penuntasan kualifikasi pendidikan guru  dalam jabatan.&lt;br /&gt;"Nah, untuk guru dalam jabatan yang pendidikannya  masih SMA/SPG dan diploma, percepatan kualifikasi dibantu dengan adanya  PPKHB. Pengalaman kerja dan hasil diklat mereka diperhitungkan sebagai  SKS. Ketika kuliah di LPTK/UT, beban SKS para guru ini bisa dikurangi,"  kata Toho.&lt;br /&gt;Saat ini ada 81 LPTK yang ditunjuk pemerintah untuk  menerima guru dalam jabatan yang melanjutkan kuliah. Tiap LPTK ini dapat  mengurangi beban SKS guru dengan PPKHB.  "Kita buat pegangan bagi tiap  LPTK untuk mengkonversi PPKHB jadi pengurangan SKS guru," ujar Toho.&lt;br /&gt;Baedhowi,  Penasihat Tim PPKHB mengatakan, pemerintah daerah sulit memberi izin  belajar guru dalam jabatan. Sebab, jumlah guru yang belum berkualifikasi  sarjana masih banyak.  "Dengan terobosan PPKHB, waktu belajar guru jadi  berkurang. Namun, tetap jaminan mutu harus diutamakan. Sebab,  pendidikan dan pelatihan guru harus terstandar," kata Baedhowi.&lt;br /&gt;Unifah  menambahkan, untuk para guru SD ini dibuat juga modul terpadu yang bisa  dipakai untuk pelatihan. Sebanyak tujuh LPTK negeri dan swasta dipilih  membuat modul terpadu dengan juga melibatkan LPMP atau P4TK di daerah  yang menjamin mutu pelatihan guru.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/tkQMdpqD3b4" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2012/08/peningkatan-kualifikasi-guru-belum.html</feedburner:origLink></item><item><title>seratus (100) tokoh dunia : 60 JOSEPH LISTER 1827-1912</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/-ouQMZ3uNTQ/seratus-100-tokoh-dunia-60-joseph.html</link><category>100 TOKOH DUNIA</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Tue, 07 Aug 2012 20:53:31 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-6577073789996866492</guid><description>&lt;h2&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/h2&gt;&lt;img align="left" height="215" src="http://media.isnet.org/iptek/100/Lister.gif" width="162" /&gt;Ahli          bedah Inggris Joseph Lister yang memperkenalkan penggunaan          antiseptik dalam operasi dilahirkan tahun 1827 di Upton,          Inggris. Tahun 1852 dia meraih gelar dokter dari Universitas          College London selaku mahasiswa yang cemerlang. Tahun 1861          dia jadi ahli bedah di rumah sakit Kerajaan Glasgow,          kedudukan yang dijabatnya selama delapan tahun. Terutama          dalam jangka masa ini dia mengembangkan metode antiseptik          dalam pembedahan.&lt;br /&gt;Di rumah sakit itu Lister dibebani tugas di blok baru          barak operasi. Di sini dia dikejutkan oleh tingginya angka          kematian. Infeksi serius seperti kelumpuhan bagian anggota          badan karena kekurangan penyaluran darah merupakan kejadian          umum setelah operasi berlangsung. Lister mencoba menjaga          agar barak senantiasa dalam keadaan bersih, tetapi toh tidak          banyak menolong. Angka kematian masih tetap tinggi. Banyak          dokter menganggap uap udara tak sehat yang keluar dari tanah          "miasmas" (noxious vapors) yang berada di sekitar rumah          sakitlah yang menjadi penyebabnya. Pendapat ini tidak          memuaskan Lister.&lt;br /&gt;Kemudian, di tahun 1865, dia baca siaran Louis Pasteur          yang memperkenalkannya kepada teori penyakit kuman. Ini          menyuguhkan Lister satu kunci gagasan baru. Andaikata benar          penyakit itu lantaran kuman, maka pencegah terbaik melawan          infeksi adalah membunuh kuman sebelum mencapai tempat luka          yang terbuka. Dengan menggunakan "Carbolik acid" selaku          pembunuh kuman, Lister dengan demikian telah melakukan satu          pola baru cara-cara antiseptik. Dia bukan saja membersihkan          tangan dengan cermat sebelum menghadapi pembedahan, tetapi          juga melakukan pengamatan terhadap peralatan yang digunakan          berikut pakaian-pakaian agar sepenuhnya bersih. Dia          betul-betul menyemprotkan "carbolik acid" yang berbau tajam          pencegah antiseptik ke udara dalam kamar operasi. Hasilnya          mengagumkan, angka kematian menurun. Antara tahun 1861-1865,          angka kematian rata-rata pada pria 45%, sedangkan menjelang          tahun 1869 menyusut jadi 15% saja.&lt;br /&gt;Kertas kerja Lister pertama ihwal antiseptik dalam          pembedahan diterbitkan tahun 1867. Gagasannya tidak begitu          saja cepat diterima. Tetapi di tahun 1869 ia ditawari          kedudukan sebagai Kepala Klinik Bedah Universitas Edinburgh,          dan selama tujuh tahun bekerja di sana ketenarannya meluas.          Di tahun 1875 ia berkeliling di Jerman memberikan ceramah          tentang gagasan dan metodenya; dan pada tahun berikutnya,          dengan maksud yang sama ia berkeliling di Amerika Serikat.          Tetapi sebagian besar dokter di sana belum yakin. Sementara          itu, di tahun 1877 dia ditawari kedudukan jadi Kepala Bagian          Bedah Perguruan Tinggi Kerajaan di London yang di pegangnya          selama lebih dari lima belas tahun. Peragaan pembedahan          dengan antiseptiknya di London mengundang banyak perhatian          kalangan dunia kedokteran dan pemeriksaan orang terhadap          gagasannya pun semakin meluas. Di akhir hayatnya,          prinsip-prinsip pokok pembedahan antiseptik boleh dibilang          sudah diterima oleh hampir semua dokter.&lt;br /&gt;Lister peroleh macam-macam penghargaan atas hasil          rintisannya. Dia menjadi ketua "Royal Society" selama lima          tahun, satu kedudukan yang terhormat. Dan tak kurang          pentingnya, dia menjadi dokter bedah pribadi Sri Ratu. Dia          kawin, tetapi tak punya anak barang seorang pun. Dia          menghembuskan nafas penghabisan di Walmer, Inggris.&lt;br /&gt;Penemuan Lister tak syak lagi secara mendasar telah          merevolusionerkan bidang pembedahan dan telah menyelamatkan          rasa cemas orang akibat infeksi seperti terjadi di abad          lampau. Lebih jauh dari itu, pembedahan kini mampu mengatasi          kerja-kerja yang rumit yang tak akan pernah terjadi di masa          lampau. Misalnya, seabad yang lampau operasi yang menyangkut          pelubangan bagian dada tak pernah terbayangkan. Berada di          luar jangkauan pemikiran. Kendati teknik pembedahan          antiseptik kini berbeda dengan di jaman Lister, namun dasar          idenya serupa dan tak lain dari perluasan prinsip Lister          semata.&lt;br /&gt;Orang bisa saja menuntut bahwa gagasan Lister amat jelas          bersamaan dengan apa yang diperbuat Pasteur sehingga          sebenarnya Lister tidak punya arti penting yang luar biasa.          Namun, sudahlah jelas, tulisan-tulisan Pasteur telah          dikembangkan dan dipopulerkan orang. Begitu pula, pemasukan          kedua nama Pasteur dan Lister dalam buku ini tidaklah          berarti telah terjadi penemuan serupa oleh dua orang yang          berbeda. Pemraktekan teori penyakit yang ditimbulkan oleh          kuman merupakan sesuatu yang amat penting sehingga meskipun          penghargaan itu dibagi-bagi, toh Pasteur, Leeuwenhoek,          Fleming dan Lister sepenuhnya akan termasuk dalam          daftar.&lt;br /&gt;Tak mungkin ada keberatan penempatan Lister begitu tinggi          dalam urutan daftar buku ini. Hampir selama dua puluh tahun          sebelum Lister menggarap pekerjaannya, dokter, berkebangsaan          Hongaria Ignaz Semmelweiss (1818-1865) yang bekerja di rumah          sakit umum Wina telah memperagakan dengan jelas          keuntungan-keuntungan yang diperoleh prosedur antiseptik,          baik untuk pembedahan maupun kebidanan. Tetapi, meski          Semmelweiss menjadi gurubesar dan menulis buku yang bagus          sekali berisikan ide-idenya, tetapi secara keseluruhan dia          tidak diperhitungkan orang. Joseph Listerlah yang          tulisan-tulisannya, ceramah-ceramahnya dan peragaannya yang          benar-benar meyakinkan dunia kedokteran tentang pentingnya          antiseptik dalam praktek pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://media.isnet.org/iptek/100/index.html&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/-ouQMZ3uNTQ" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2012/08/seratus-100-tokoh-dunia-60-joseph.html</feedburner:origLink></item><item><title>Astronom menemukan 69 galaksi kerdil hiperaktif</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/g-mgr1E9u3k/astronom-menemukan-69-galaksi-kerdil.html</link><category>ASTRONOMI</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Sun, 13 Nov 2011 20:41:34 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-8658519374746799021</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/13/1609313p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="164" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/13/1609313p.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Gambar menunjukkan 18 dari 69 galaksi kerdil hiperaktif yang ditemukan oleh teleskop Hubble&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Astronom menemukan 69 galaksi kerdil hiperaktif dengan teleskop antariksa Hubble. Galaksi-galaksi itu berjarak sekitar 9 miliar tahun cahaya dari Bumi. Galaksi tersebut membentuk bintang dengan sangat cepat sehingga populasi bintangnya akan menjadi 2 kali lipat dalam 10 juta tahun. Sebagai perbandingan, Bimasakti butuh waktu 1.000 kali lebih lama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tim astronom dengan Harry Ferguson dari Space Telescope Science Institute (STScI) sebagai co-author dalam penelitian menemukan galaksi kerdil tersebut lewat proyek Cosmic Assembly Near-earth Deep Extragalactic Legacy-Survey (CANDELS). Penemuan galaksi kerdil itu sangat mengejutkan. Pasalnya, selama ini diyakini bahwa pembentukan bintang berlangsung lambat dan memakan waktu lama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Penemuan CANDELS yang menunjukkan adanya galaksi-galaksi yang ukurannya hampir sama membentuk bintang dengan sangat cepat pada masa awal semesta memacu kita untuk mengevaluasi sekali lagi apa yang kita pikir sudah kita ketahui tentang evolusi galaksi kerdil," kata Ferguson seperti dikutip Space.com, Sabtu (12/11/2011).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Galaksi-galaksi yang ditemukan memiliki ukuran 100 kali lebih kecil dari Bimasakti. Galaksi kerdil sebenarnya umum di alam semesta dan astronom percaya bahwa pembentukan bintang yang cepat adalah salah satu hal penting dalam evolusinya. Astronom berharap bisa mempelajari lebih lanjut tentang gelaksi-galaksi kerdil itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga kini, sebab pembentukan bintang yang cepat di galaksi itu masih misteri. Simulasi komputer yang dibuat bahwa pembentukan di galaksi kerdil berlangsung dalam beberapa episode. Pertama, ada gas yang mendingin dan collaps membentuk bintang. Beberapa bintang meledak menghasilkan panas dan gas, tetapi akhirnya gas mendingin lagi dan membentuk bintang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arjen van der Wel dari Max Planck Institute for Astronomy di Heidelberg Jerman, pimpinan proyek CANDELS, mengungkapkan, "Meski prediksi teoritis itu bisa jadi petunjuk pembentukan bintang di galaksi ini, ledakan yang terjadi lebih intens dari yang direproduksi oleh simulasi."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ferguson mengatakan, teleskop antariksa James Webb yang akan diluncurkan 2018 nanti mungkin bisa menjawab misteri itu. Hasil penelitian ini akan dipublikasikan di Astrophysical Journal yang akan terbit dalam waktu dekat. &lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/g-mgr1E9u3k" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2011/11/astronom-menemukan-69-galaksi-kerdil.html</feedburner:origLink></item><item><title>Privacy Policy</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/UdKH1RDWSbI/privacy-policy.html</link><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Thu, 25 Oct 2012 19:14:01 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-6590780552340719171</guid><description>&lt;html&gt; &lt;head&gt;&lt;title&gt;Privacy Policy - http://www.duniaedukasi.net&lt;/title&gt; &lt;/head&gt;&lt;body&gt;Privacy Policy for http://www.duniaedukasi.net &lt;br /&gt; If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at putralinggau@gmail.com. &lt;br /&gt; At http://www.duniaedukasi.net, the privacy of our visitors is of extreme importance to us. This privacy policy document outlines the types of personal information is received and collected by http://www.duniaedukasi.net and how it is used. &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Log Files&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Like many other Web sites, http://www.duniaedukasi.net makes use of log files. The information inside the log files includes internet protocol ( IP ) addresses, type of browser, Internet Service Provider ( ISP ), date/time stamp, referring/exit pages, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track users movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable. &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Cookies and Web Beacons&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; http://www.duniaedukasi.net does not use cookies. &lt;br /&gt; &lt;b&gt;DoubleClick DART Cookie&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;.:: Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on http://www.duniaedukasi.net.&lt;br /&gt;.:: Google's use of the DART cookie enables it to serve ads to your users based on their visit to http://www.duniaedukasi.net and other sites on the Internet. &lt;br /&gt;.:: Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL - http://www.google.com/privacy_ads.html &lt;br /&gt; Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include ....... &lt;br /&gt; Google Adsense &lt;br /&gt;These third-party ad servers or ad networks use technology to the advertisements and links that appear on http://www.duniaedukasi.net send directly to your browsers. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies ( such as cookies, JavaScript, or Web Beacons ) may also be used by the third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertisements and / or to personalize the advertising content that you see. &lt;br /&gt; http://www.duniaedukasi.net has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers. &lt;br /&gt; You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. http://www.duniaedukasi.net's privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites. &lt;br /&gt; If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers' respective websites. &lt;br /&gt; &lt;/body&gt;&lt;/html&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/UdKH1RDWSbI" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2011/10/privacy-policy.html</feedburner:origLink></item><item><title>7 Cara Cerdaskan Otak Anak</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/juLLDn0UIK4/7-cara-cerdaskan-otak-anak.html</link><category>P A U D</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Sun, 16 Oct 2011 23:40:59 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-410169470183894867</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/02/02/1508547p.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/02/02/1508547p.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh sehat dan cerdas. Salah satu faktor untuk mewujudkannya adalah pengaruh lingkungan atau pola asuh orang tua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sering muncul pertanyaan, apakah mungkin untuk mengasah kecerdasan anak pada tahap awal agar kelak saat ia dewasa menjadi seorang yang jenius? Kabar baiknya adalah Ya! Semua yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan otak bayi terletak pada orang tuanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda mulai untuk mengasah kecerdasan otak si buah hati, terutama pada dua tahun pertama kehidupannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;* Mulai sejak dini&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mulailah sejak dini bahkan sebelum ia dilahirkan. Caranya dengan memastikan calon ibu memiliki kesehatan yang baik dan cukup gizi. Hindari zat berbahaya seperti alkohol, obat-obatan, rokok, dan merkuri yang diketahui berbahaya bagi perkembangan otak bayi Anda. Penuhi kebutuhan gizi khusus untuk perkembangan otak bayi, seperti asam folat dan minyak ikan. Banyak obat yang tidak dianjurkan selama kehamilan. Jadi konsultasikan dulu dengan dokter Anda sebelum mengambil obat-obatan tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;* Pemberian ASI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ASI mengandung nutrisi tak terhitung yang penting untuk pertumbuhan bayi. Salah satu unsur terpenting itu adalah asam docosahexaenoic (DHA), yang merupakan asam lemak esensial yang baik untuk perkembangan otak. Banyak perusahaan pemasaran makanan telah mencoba untuk meniru bahan ini di laboratorium dan menambahkannya ke makanan bayi. Tapi belum ada yang bisa menyamai DHA alami seperti yang terdapat dalam ASI.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;* Membacakan cerita&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski bayi mungkin belum memahami isi cerita yang Anda bacakan, namun membaca terus-menerus akan membantu bayi untuk mendengar, mengenali kata-kata dan artinya. Proses ini penting dalam membantu cara bicara dan membangun kosa kata bayi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;* Berikan mainan cerdas&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mainan memainkan peran penting dalam perkembangan otak bayi Anda. Kuncinya, memilih mainan dan kegiatan yang tepat harus sesuai dengan tahap perkembangan biologi anak. Pilih mainan sederhana yang tidak membuat bayi frustasi. Belikan mainan buka tutup untuk menggasah imajinasi serta membantu membangun koordinasi antara mata dan tangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;* Bermain tanda&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ajaklah bayi Anda mempelajari tanda-tanda ketika menginjak usia 4 (empat) bulan. Penelitian menunjukkan bahwa menggunakan bahasa isyarat mengarah ke peningkatan dalam bahasa lisan serta IQ yang lebih tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;* Kenalkan bahasa asing&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada usia yang tepat, perkenalkan anak Anda untuk mendengar suara dan kosakata dari bahasa asing. Memutar DVD bahasa asing, bisa meningkatkan kosakata anak Anda. Beberapa penelitian menunjukkan pengenalan bahasa asing sebaiknya dimulai setelah anak lancar berbahasa ibu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;* Kontak fisik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belaian dan sentuhan Anda kepada bayi sangat penting untuk pertumbuhan emosionalnya. Membelai rambut, tungkai dan tubuh juga membantu membuat koneksi neurologis yang penting untuk perkembangan otak. Ini juga akan membantu memperkuat ikatan Anda dengan bayi Anda.(IFA) &lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/juLLDn0UIK4" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2011/10/7-cara-cerdaskan-otak-anak.html</feedburner:origLink></item><item><title>Ibu Penuh Cinta, Anak Tumbuh Sehat</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/qnYs-gO7rhQ/ibu-penuh-cinta-anak-tumbuh-sehat.html</link><category>PSIKOLOGI ANAK</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Sun, 16 Oct 2011 22:23:39 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-4108678884430807091</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/09/28/0842115620X310.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/09/28/0842115620X310.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan rahasia jika anak-anak yang berasal dari keluarga miskin lebih rentan menderita penyakit di usia dewasa. Tidak sedikit pula literatur yang menyatakan anak-anak dari keluarga dengan status ekonomi rendah lebih sering menderita penyakit flu dan jantung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak yang berasal dari orangtua yang berpendidikan rendah juga lebih beresiko menderita sindom metabolik, kumpulan gejala penyakit kronik, seperti hipertensi, gula darah tinggi, serta lemak perut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kendati begitu, dampak dari keterbatasan ekonomi bagi kesehatan itu bisa ditangkal jika anak-anak tersebut memiliki ibu yang mengasuh penuh perhatian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam studi yang dilakukan tim dari Universitas British Columbia, psikolog Gregory Miller menganalisa data 1.200 orang dewasa yang pada masa kecilnya berasal dari keluarga miskin. Para peneliti kemudian melakukan survei pada responden untuk mengetahui kadar perhatian ibu mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para peneliti menemukan, meski dari keluarga miskin namun anak-anak yang diasuh oleh ibu yang memberi perhatian penuh pada kebutuhan emosional anak dan memiliki ikatan yang kuat dengan anaknya, akan tumbuh menjadi anak yang sehat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science, para peneliti menyebutkan stres yang dialami anak berpengaruh pada tumbuh kembangnya dan secara permanen mempengaruhi kemampuan tubuh anak melawan infeksi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena itu ibu yang penuh perhatian dan mengasuh anaknya dengan baik akan meningkatkan kesehatan anak di masa depan. "Risiko penyakit yang dihadapi anak-anak dari keluarga miskin itu bisa dikurangi jika orangtuanya memberi perhatian pada tumbuh kembang anak," kata Miller.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Miller menyarankan, untuk menumbuhkan anak yang sehat, orangtua dan guru di sekolah harus bisa mengajarkan cara pengendalian stres, memberikan contoh yang baik dalam mengelola emosi dan memberikan rasa aman pada anak.(IFA)&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/qnYs-gO7rhQ" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2011/10/ibu-penuh-cinta-anak-tumbuh-sehat.html</feedburner:origLink></item><item><title>10 Langkah Membuat Laporan Penelitian yang Baik</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/AoyXBV6qGlQ/10-langkah-membuat-laporan-penelitian.html</link><category>BERITA PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Sun, 09 Oct 2011 15:40:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-5007187866780726157</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2009/10/19/0930329620X310.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2009/10/19/0930329620X310.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menuliskan laporan penelitian yang baik, Anda harus menentukan topik yang spesifik, mengetahui apa yang ingin Anda sampaikan, dan mengungkapkannya secara efektif. Nah, 10 langkah ini mungkin bisa membantu Anda dalam membuat penelitian yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Langkah 1: Pilih topik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika menentukan topik, pilihlah yang Anda memang tertarik untuk membahasnya dan bisa mengumpulkan informasi yang cukup. Jika topik terlalu luas, Anda akan mengalami kesulitan dalam mengerjakannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Langkah 2: Menempatkan informasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gunakanlah informasi dari sejumlah referensi yang beragam dan berasal dari berbagai sumber. Sumbernya bisa dari ensiklopedia, almanak, jurnal-jurnal, buku, majalah, dan surat kabar. Bentuk informasinya bisa saja dalam bentuk berkas, atau pun data digital.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Langkah 3: Siapkan kartu bibliografi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyiapkan kartu bibliografi untuk mendokumentasikan sumber informasi yang Anda gunakan ketika menulis laporan penelitian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Langkah 4: Siapkan lembar catatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gunakan lembar-lembar catatan untuk menuliskan segala hal dari sumber yang Anda tuliskan dalam penelitian. Berilah nomor pada kartu catatan untuk menyimpan setiap detil dari informasi tersebut.    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Langkah 5: Siapkan outline&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tuliskan outline dengan mengatur beragam catatan yang Anda punya dalam sejumlah bagian, seperti topik, sub topik, detil, dan sub detil dari informasi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Langkah 6: Buat draf&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gunakan segala catatan yang Anda punya dan telah dituliskan dalam bentuk outline untuk menyusun draf penelitian Anda. Dalam menuliskan draf, jangan lupa untuk menggunakan penomoran catatan kaki untuk mengetahui dari mana sumber yang Anda dapatkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Langkah 7: Periksa kembali draf&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buatlah perubahan yang Anda butuhkan pada draf yang Anda buat, untuk memastikan bahwa ide telah diekspresikan secara jelas dan penulisan Anda telah akurat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Langkah 8: Siapkan bibliografi yang digunakan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada akhir penulisan, berilah daftar dari seluruh sumber yang Anda gunakan dalam penelitian. Kartu-kartu bibliografi yang sudah Anda siapkan sebelumnya, akan berguna dalam tahapan ini. Buatlah daftar bibliografi berdasarkan alfabet.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Langkah 9: Siapkan halaman judul dan tabel daftar isi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Halaman judul adalah halaman pertama dari laporan penelitian. Halaman ini memuat judul laporan, nama Anda, dan tanggal dibuatnya laporan. Daftar isi berada di halaman kedua. Bagian ini berisi topik utama, sub topik yang dinilai penting, dan halaman yang memperkenalkan penelitian Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Langkah 10: Cek terakhir&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum "membungkus" laporan penelitian, yakinkan bahwa Anda menjawab "Ya" pada setiap pertanyaan berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Apakah sudah terdapat halaman judul&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Apakah sudah ada daftar isi?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*Apakah seluruh penomoran halaman sudah benar?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Apakah sudah menyediakan catatan kaki untuk setiap kutipan dan sumber utama informasi yang digunakan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Apakah sudah memasukkan bibliografi?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Apakah sudah menyiapkan berkas cadangan untuk setiap dokumen yang digunakan?&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/AoyXBV6qGlQ" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2011/10/10-langkah-membuat-laporan-penelitian.html</feedburner:origLink></item><item><title>Neutrino; Partikel yang Bergerak Lebih Cepat dari Cahaya</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/wO9E_DGFj0Y/neutrino-partikel-yang-bergerak-lebih.html</link><category>TAHUKAH ANDA</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Thu, 29 Sep 2011 19:31:50 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-5417772888768466266</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/09/29/0105296620X310.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/09/29/0105296620X310.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para fisikawan di Laboratorium Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) di Geneva, Swiss, Jumat (23/9/2011) waktu setempat, mengumumkan keberhasilan mereka menemukan keberadaan partikel yang bisa bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Partikel yang disebut sebagai neutrino ini memiliki kecepatan 20 per 1 juta di atas kecepatan cahaya. Berdasarkan teori relativitas khusus yang dikemukakan Albert Einstein pada 1905, kecepatan cahaya mencapai 299.792 kilometer per detik atau yang sering dibulatkan menjadi 300.000 kilometer per detik. Ini merupakan kecepatan tertinggi di alam semesta. Neutrino merupakan partikel elementer yang memiliki massa sangat kecil, nyaris mendekati nol.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Eksperimen untuk menguji kecepatan neutrino ini dinamai Oscillation Project with Emulsion-tRacking Apparatus (OPERA) yang dilakukan di Gran Sasso National Laboratory, Italia, pada kedalaman 1.400 meter. Tujuan penelitian adalah menguji neutrino yang ditembakkan dari CERN.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Juru Bicara OPERA, Antonio Ereditato, dari Universitas Bern, Swiss, mengatakan, temuan ini sebagai kejutan yang sempurna. Para peneliti mengakui, hasil penelitian ini akan menimbulkan pro-kontra karena melawan hukum fisika yang sudah mapan selama lebih dari 100 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk itu, pengukuran lain yang independen diperlukan guna menguji temuan ini. Direktur Penelitian CERN Sergio Bertolucci mengatakan, jika hasil pengukuran mereka bisa dikonfirmasi oleh ilmuwan lain, temuan ini akan mengubah pandangan umat manusia tentang fisika. &lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/wO9E_DGFj0Y" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2011/09/neutrino-partikel-yang-bergerak-lebih.html</feedburner:origLink></item><item><title>Hukum HESS</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/w2tlomoaMYA/hukum-hess.html</link><category>MAPEL KIMIA SMA</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Wed, 28 Sep 2011 21:30:40 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-1353125634779311559</guid><description>&lt;center&gt;&lt;embed height="475" width="625" src="http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_394/Flash/hukum_hess.swf" type="application/x-shockwave-flash" play="true" loop="true" menu="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/w2tlomoaMYA" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2011/09/hukum-hess.html</feedburner:origLink></item><item><title>Aplikasi Hukum Avogadro</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/bbxhyH6VXYE/aplikasi-hukum-avogadro.html</link><category>MAPEL KIMIA SMA</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Wed, 28 Sep 2011 21:28:32 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-626650854872664103</guid><description>&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;A. KEADAAN STANDAR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Hukum Gay Lussac dan hipotesis Avogadro berlaku jika kondisinya pada suhu dan tekanan tetap.&lt;br /&gt;Persamaan gas ideal :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;img alt="" height="29" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb11.png" width="114" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;keterangan:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;P = tekanan (atmosfir)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;V = volume (liter)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;n = mol&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;R = tetapan gas (0,082 L atm mol&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-1&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;K&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sup&gt;-1&lt;/sup&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;T = suhu (K)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Jika P dan T tetap, maka:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;kecil&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;V&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;kecil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;besar&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;V&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;besar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Hal ini yang menyebabkan kenapa ban bisa kempes jika terkena paku atau ban pecah jika dipompa terus.&lt;br /&gt;Untuk memahami lebih jauh lagi, pelajari lebih dulu hitungannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed height="181" width="591" src="http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Flash/anim6.swf" type="application/x-shockwave-flash" play="true" loop="true" menu="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Berdasarkan  hipotesis Avogadro, pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang  mempunyai volume sama mengandung jumlah molekul yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ingat !&lt;br /&gt;1 mol setiap gas = 6,02 x 10&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sup&gt;23&lt;/sup&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;molekul&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Maka, pada T,P sama berlaku :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;1 mol gas mempunyai volum yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Jadi :&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan volume gas = Perbandingan jumlah molnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;embed height="199" width="307" src="http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Flash/anim7.swf" type="application/x-shockwave-flash" play="true" loop="true" menu="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pada  keadaan standar atau STP (Standard of Temperature and Pressure) yaitu  pada tekanan 1 atmosfir dan suhu 273 K (0°C) berlaku :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;img alt="" height="23" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb12.png" width="232" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Jadi,&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;volume molar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;gas pada STP = 22,4 L.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Contoh:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Soal 1&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Diketahui massa atom relatif (Ar) C = 12, dan O = 16.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berapakah volume standar dari :&lt;br /&gt;a. 0,3 mol karbondioksida ?&lt;br /&gt;b. 5,6 gram karbon monoksida ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ingat!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pada STP, 1 mol gas = 22,4 L, maka:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;a) n&lt;img align="absBottom" alt="" height="25" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/ista.png" width="28" /&gt;&lt;span style="mso-no-proof: yes;"&gt; &lt;/span&gt;= 0,3 mol&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;img align="bottom" alt="" height="15" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/eqi2.gif" width="15" /&gt;&amp;nbsp; V&lt;img align="absBottom" alt="" height="25" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/ista.png" width="28" /&gt;&lt;span style="mso-no-proof: yes;"&gt; &lt;/span&gt;= 0,3 mol x 22,4 L/mol =&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;6,72 L&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;b) n&lt;img align="absBottom" alt="" height="25" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/istb.png" width="20" /&gt; =&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;img align="absMiddle" alt="" height="33" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb13.png" width="89" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;=&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;img align="absMiddle" alt="" height="33" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb14.png" width="89" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;= 0,2 mol&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;V&lt;img align="absBottom" alt="" height="25" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/istb.png" width="20" /&gt;= 0,2 mol x 22,4 L/mol&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;=&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;4,48 L&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Soal 2&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Diketahui massa atom relatif (Ar) H = 1, dan C = 12.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berapakah :&lt;br /&gt;a. massa dari 5,6 liter (STP) gas metana (CH&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;) ?&lt;br /&gt;b. jumlah molekul yang terdapat dalam 4,48 liter (STP) gas hidrogen (H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ingat !&lt;br /&gt;Pada STP, 1 mol = 22,4 L dan 1 mol = 6,02 x 10&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sup&gt;23&lt;/sup&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;partikel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;a. n&lt;img align="absMiddle" alt="" height="28" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/istc.png" width="29" /&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;=&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;img align="absMiddle" alt="" height="36" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb15.png" width="77" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;= 0,25 mol&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;massa CH&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;= 0,25 mol x Mr gr/mol&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;= 0,25 mol x 16 gr/mol &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;=&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;4 gram&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;b. n&lt;img align="absMiddle" alt="" height="26" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/istd.png" width="20" /&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;=&amp;nbsp;&lt;img align="absMiddle" alt="" height="36" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb16.png" width="77" /&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;= 0,2 mol&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Jumlah molekul H&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;= 0,2 mol x 6,02.10&lt;sup&gt;23&lt;/sup&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;molekul/mol&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;=&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;1,204.10&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;23&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;molekul&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;B. KEADAAN NON STANDAR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pada keadaan yang non/bukan standar, volume gas dapat dihitung dengan persamaan gas ideal:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;img align="middle" alt="" height="29" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb11.png" width="114" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Contoh:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Soal 1&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Hitunglah volume 16 gram gas oksigen (O&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) pada 27°C dan 2 atm ! (Ar O = 16)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;n&lt;img align="absMiddle" alt="" height="28" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/iste.png" width="19" /&gt;=&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;img align="absMiddle" alt="" height="31" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb17.png" width="85" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;=&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;img align="absMiddle" alt="" height="31" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb18.png" width="85" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;= 0,2 mol&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;T = 27 + 273 = 300 K&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Karena keadaan standar, maka :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;PV = nRT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;V =&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;img align="absMiddle" alt="" height="31" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/istf.png" width="33" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;=&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;img align="absMiddle" alt="" height="36" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb19.png" width="259" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;=&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;2,46 L&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Soal 2&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pada suhu dan tekanan tertentu (T,P), 16 gram gas oksigen (O&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) bervolume 20 liter.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada suhu dan tekanan yang sama, tentukan volum dari 66 gram gas karbondioksida (CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) !&lt;br /&gt;(Ar C = 12 ; O = 16)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Karena suhu dan tekanan tidak diberikan besarannya berapa, tetapi kondisi pada T,P sama maka&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;INGAT HUKUM GAY LUSSAC dan HUKUM AVOGADRO !&lt;br /&gt;Pada P,T sama berlaku :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;img alt="" height="216" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb20.png" width="175" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/bbxhyH6VXYE" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2011/09/aplikasi-hukum-avogadro.html</feedburner:origLink></item><item><title>Hukum Avogadro</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/DLGqbKgPQTs/hukum-avogadro.html</link><category>MAPEL KIMIA SMA</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Wed, 28 Sep 2011 21:24:29 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-4475198501002175550</guid><description>&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Konsep&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Amadeo Avogadro menyatakan hipotesanya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;"&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pada  kondisi suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang berbeda tetapi  mempunyai volume yang sama akan mengandung jumlah partikel yang sama&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Terkenal sebagai Hipotesis Avogadro (1811).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed height="280" width="329" src="http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Flash/anim3.swf" type="application/x-shockwave-flash" play="true" loop="true" menu="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Berdasarkan  Hipotesis Avogadro terlihat jelas bahwa pada suhu dan tekanan yang  sama, perbandingan volume menunjukkan juga perbandingan jumlah partikel.  Jumlah partikel bisa dinyatakan sebagai koefisiennya. Jadi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;"&lt;strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Perbandingan volume = perbandingan jumlah partikel = perbandingan koefisien reaksi&lt;/strong&gt;".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Dengan demikian Hipotesis Avogadro dapat menjelaskan hukum Gay Lussac dan juga dapat menentukan rumus molekul berbagai zat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;embed height="268" width="323" src="http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Flash/anim4.swf" type="application/x-shockwave-flash" play="true" loop="true" menu="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Contoh Soal:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Soal 1&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Satu liter gas nitrogen (N&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;; T,P) tepat bereaksi dengan 2 liter gas oksigen (O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;; T,P) membentuk 1 liter gas X (T,P).&lt;br /&gt;Tentukan rumus moleku gas X tersebut !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Dalam molekul gas X pasti mengandung unsur Nitrogen dan Oksigen, jadi dimisalkan rumus molekul gas X : N&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sub&gt;x&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;y&lt;/sub&gt;.&lt;br /&gt;Persamaan reaksinya :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;img alt="" height="47" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb7.png" width="169" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ingat!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Perbandingan vol = perbandingan jumlah partikel = perbandingan koefisien, maka diperoleh:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&lt;img alt="" height="57" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb8.png" width="229" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;img alt="" height="14" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/sigma.png" width="11" /&gt;&amp;nbsp;N kiri =&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;img alt="" height="14" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/sigma.png" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;N kanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;2&amp;nbsp;=&amp;nbsp;x&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;img alt="" height="14" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/sigma.png" width="11" /&gt;O kiri =&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;img alt="" height="14" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/sigma.png" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;O kanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;4&amp;nbsp;=&amp;nbsp;y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Jadi, rumus molekul gas X adalah&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;N&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Soal 2&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Sebanyak 10 mL gas hidrokarbon C&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sub&gt;x&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;y&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(P,T) tepat dibakar habis dengan 35 mL gas oksigen (P,T).&lt;br /&gt;Persamaan reaksinya : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;img alt="" height="27" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb9.png" width="285" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Jika gas karbondioksida yang dihasilkan sebanyak 20 mL, maka tentukan rumus molekul hidrokarbon&lt;br /&gt;tersebut!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ingat !&lt;br /&gt;Perbandingan volume = perbandingan jumlah partikel = perbandingan koefisien.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&lt;img alt="" height="115" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb10.png" width="328" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;img alt="" height="14" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/sigma.png" width="11" /&gt;C : 2x = 4 ; x = 2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;img alt="" height="14" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/sigma.png" width="11" /&gt;C : 14 = 8 + y ; y = 6&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp; &lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/DLGqbKgPQTs" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2011/09/hukum-avogadro.html</feedburner:origLink></item><item><title>Hukum Gay Lussac</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/Z8-LskFAktQ/hukum-gay-lussac.html</link><category>MAPEL KIMIA SMA</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Wed, 28 Sep 2011 21:19:38 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-8814920416224514660</guid><description>&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Konsep&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Joseph Gay-Lussac&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;menyimpulkan dari eksperimennya sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;"&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pada  kondisi suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas-gas  pereaksi dan gas-gas hasil reaksi merupakan bilangan bulat dan sederhana&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Dikenal dengan Hukum Perbandingan / Penggabungan Volume atau Hukum Gay-Lussac (1808).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;embed height="217" type="application/x-shockwave-flash" width="323" src="http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Flash/anim1.swf" menu="true" loop="true" play="true" scale=""&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pada suatu persamaan reaksi yang sudah setara, misalkan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;img alt="" height="28" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb1.png" width="330" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;satu volume C&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;8(g)&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;bereaksi dengan lima volume O&lt;sub&gt;2(g)&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;menghasilkan tiga volume CO&lt;sub&gt;2(g)&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan empat volume H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;(g)&lt;/sub&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pada kondisi suhu dan tekanan yang sama, maka untuk suatu persamaan reaksi yang sudah setara&lt;br /&gt;berlaku:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Perbandingan koefisien zat-zat dalam persamaan reaksi sama dengan perbandingan volumenya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Contoh:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Soal 1&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;150 L gas H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;S dibakar sesuai dengan persamaan reaksi yang sudah setara sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;img alt="" height="24" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb2.png" width="309" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Hitung (T,P):&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;a. Volume gas oksigen yang diperlukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;b. Voulme gas SO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang terbentuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;a. Berdasarkan hukum Gay Lussac, volume gas H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;S dan gas O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;berbanding 2 : 3.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Jadi volume gas O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang diperlukan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;img alt="" height="34" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb3.png" width="124" /&gt;&lt;span style="mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;b. Berdasarkan dari persamaan reaksi d atas, dua volume gas H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;S menghasilkan dua volume gas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;SO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;. Jadi volume gas SO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang terbentuk : 150 L (sama dengan volume gas SO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Soal 2&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Hitunglah  volume gas nitrogen (T,P) dan gas hidrogen (T,P) yang dibutuhkan untuk  membuat 24 liter amonia sesuai persamaan reaksi berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;img alt="" height="22" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb4.png" width="219" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Dari persamaan reaksi di atas menunjukkan bahwa :&lt;br /&gt;* Perbandingan volume gas N&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;terhadap gas NH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;adalah 1 : 2.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Jadi, volume gas N&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;:&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;img align="absMiddle" alt="" height="33" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb5.png" width="103" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiteks" style="line-height: 13.5pt; margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;* Volume gas H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;terhadap volume gas NH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;berbanding 3 : 2, maka volume gas H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang dibutuhkan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;img align="absMiddle" alt="" height="31" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_393/Image/gb6.png" width="106" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/Z8-LskFAktQ" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2011/09/hukum-gay-lussac.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kegagalan Aturan Oktet</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/0jeRhCuJuB8/kegagalan-aturan-oktet.html</link><category>MAPEL KIMIA SMA</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Wed, 28 Sep 2011 21:17:13 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-4902515601017751285</guid><description>&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed height="475" width="625" src="http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_392/Flash/KegagalanOktet.swf" type="application/x-shockwave-flash" play="true" loop="true" menu="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/0jeRhCuJuB8" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2011/09/kegagalan-aturan-oktet.html</feedburner:origLink></item><item><title>Penggolongan Polimer</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Duniaedukasi/~3/l1JWU8bZsi8/penggolongan-polimer.html</link><category>MAPEL KIMIA SMA</category><author>noreply@blogger.com (iwan fajari)</author><pubDate>Wed, 28 Sep 2011 21:14:41 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2652181718579548822.post-1698296364734556933</guid><description>&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Polimer dapat digolongkan berdasarkan jenis &lt;strong&gt;monomer pembentuknya&lt;/strong&gt;, sifatnya terhadap panas, dan asalnya. Berdasarkan jenis monomer pembentuknya, polimer dibedakan atas &lt;strong&gt;homopolimer&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;kopolimer&lt;/strong&gt;.  Homopolimer, terbentuk dari sejenis monomer, misalnya polietilena, PVC,  teflon dan lain-lain. Kopolimer, terbentuk lebih dari sejenis monomer,  misalnya nilon 66, dakron, karet SBR dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;&lt;img alt="" height="288" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_379/Image/gb2.jpg" width="435" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Pembentukan kopolimer dapat dikendalikan, agar terjadi pola sambungan yang berbeda (dari 2 monomer, misalnya A dan B).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;&lt;img alt="" height="299" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_379/Image/gb3.jpg" width="446" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Berdasarkan &lt;strong&gt;sifatnya terhadap&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;panas&lt;/strong&gt;, polimer dibedakan menjadi polimer &lt;strong&gt;termoplastik&lt;/strong&gt; dan polimer &lt;strong&gt;termosetting&lt;/strong&gt;.  Polimer termoplastik adalah polimer yang jika dipanaskan melunak,  sehingga dapat didaur ulang, seperti polietilena, polipropilen, PVC.  Sedang polimer termosetting, jika dipanaskan menjadi keras dan kaku,  sehingga tidak dapat didaur ulang, seperti bakelit (untuk peralatan  listrik). Berdasarkan &lt;strong&gt;asalnya&lt;/strong&gt;, ada polimer &lt;strong&gt;alam&lt;/strong&gt; seperti amilum, protein, sellulosa, dan ada polimer &lt;strong&gt;sintetis&lt;/strong&gt;, seperti plastik, nilon, PVC dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;&lt;img alt="" height="292" src="http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_379/Image/gb4.jpg" width="274" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Duniaedukasi/~4/l1JWU8bZsi8" height="1" width="1"/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.duniaedukasi.net/2011/09/penggolongan-polimer.html</feedburner:origLink></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>
