<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;CUcFQXk5fSp7ImA9WhRQFUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427</id><updated>2011-12-11T10:10:10.725+07:00</updated><category term="Psychiatric" /><category term="PAIN" /><category term="INSPIRASI" /><category term="liburan" /><category term="KEPERAWATAN" /><category term="AIDS" /><category term="ROM" /><title>Dwi Ners</title><subtitle type="html" /><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/DwiNers" /><feedburner:info uri="dwiners" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;CUcFQXk_eCp7ImA9WhRQFUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-112443989518711736</id><published>2011-12-11T09:41:00.002+07:00</published><updated>2011-12-11T10:10:10.740+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-11T10:10:10.740+07:00</app:edited><title>DEPRESI</title><content type="html">Depresi bisa dialami oleh siapa saja, baik pria atau wanita, dewasa atau anak-anak. Namun sayang sangat sedikit orang yang mengalami depresi mendapatkan perawatan yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;suatu tanda yang sering ditemukan pada pasien dengan depresi yaitu insomnia dan perasaan letih dan lemah hampir sepanjang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga jenis insomnia: 1. Awal – Kesulitan yang dialami saat mau tidur, 2. Tengah: bisa tidur dengan cukup mudah, namun terbangun beberapa jam kemudian dan setelah itu tidak bisa tidur lagi, 3. Akhir: bangun beberapa jam lebih awal dari waktu yang seharusnya dan tidak bisa tidur lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat yang ditimbulkan dari depresi yaitu :&lt;br /&gt;Depresi mengakibatkan efek yang luar biasa bagi penderitanya, baik secara materi, emosi, fisik, dan sosial.&lt;br /&gt;• Biaya: Kinerja menurun, istirahat / cuti, tidak produktif, biaya pengobatan, bahkan hilangnya potensi penghasilan karena penderita bunuh diri.&lt;br /&gt;• Emosi: hidup dipenuhi dengan perasaan tidak nyaman, tidak berdaya, penyesalan mendalam, sedih, putus asa, cemas.&lt;br /&gt;• Fisik: tubuh sakit, psikosomatis, jika ada sakit lebih cenderung mengalami komplikasi, kecepatan pemulihan kondisi kesehatan lebih lama dan lambat, lebih cenderung kena serangan jantung&lt;br /&gt;• Sosial: konflik dalam keluarga, ketidakmampuan menjalankan fungsi dan peran sebagai orangtua yang baik, perceraian, putusnya persahabatan, perilaku yang merugikan diri sendiri dan atau orang lain seperti mabuk, penggunaan obat-obatan terlarang, dan child abuse. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab :&lt;br /&gt;Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi atau mengalami depresi:&lt;br /&gt;• Kondisi kehidupan yang penuh tekanan&lt;br /&gt;• Konflik pernikahan&lt;br /&gt;• Physical atau sexual abuse (di masa lalu atau masa kini)&lt;br /&gt;• Kesulitan ekonomi&lt;br /&gt;• Kecakapan sosial yang buruk&lt;br /&gt;• Kecakapan pemecahan masalah yang buruk&lt;br /&gt;• Kecakapan manajemen diri yang buruk&lt;br /&gt;• Cara berpikir disfungsional&lt;br /&gt;• Kondisi mental yang lemah / bermasalah (misal: kecemasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak enak jika kita murung terus-terusan bukan? Jika penyebabnya adalah kejadian yang menyedihkan, maka jangan terlalu berharap bahwa kepulihan akan datang dalam beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu waktu untuk bisa lepas dari depresi. Berbincang-bincang dengan orang lain atau orang yang dapat memberikan masukan buat kita. &lt;br /&gt;Jika parah, maka pergilah kedokter. Penderita akan diberikan obat antidepresan semacam obat penenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika penyebabnya adalah stres biasa, maka cobalah batasi stres tersebut sekecil mungkin dengan sedapat mungkin menghindari perubahan besar pada hidup anda. Cobalah berbagi dengan orang-orang terdekat anda dan cara menangani masalah stres anda. Sediakan waktu sejenak setiap hari untuk relaksasi mengalihkan ketegangan dan kecemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa peran keluarga dan lingkungan sekitar juga ikut mempengaruhi kesembuhan akibat depresi. Jika penderita selalu diingatkan bahwa kita selalu peduli pada mereka, maka ini akan mengurangi dampak depresi seperti perasaan terisolasi (terasingkan), misalnya. Sehingga diharapkan nantinya penderita akan termotivasi untuk bisa pulih kembali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-112443989518711736?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2gjWypldxgsL_hMCpZSJMpXZTB8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2gjWypldxgsL_hMCpZSJMpXZTB8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2gjWypldxgsL_hMCpZSJMpXZTB8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2gjWypldxgsL_hMCpZSJMpXZTB8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/AEDFOX6nnuk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/112443989518711736/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2011/12/depresi.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/112443989518711736?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/112443989518711736?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/AEDFOX6nnuk/depresi.html" title="DEPRESI" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2011/12/depresi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcBR344fip7ImA9WhRQEUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-4898348054598864315</id><published>2011-12-07T00:18:00.001+07:00</published><updated>2011-12-07T00:20:56.036+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-07T00:20:56.036+07:00</app:edited><title>Kegawat daruratan psikiatri</title><content type="html">Banyak hal bisa terjadi di bangsal jiwa...&lt;br /&gt;pasien datang dengan gaduh gelisah, dirumah mengamuk, mengancam orang atau bahkan ada yang sampai membunuh orang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kegawatdaruratan psikiatri adalah tiap gangguan dalam berpikir ,perasaan atau tingkah laku yang memerlukan intervensi pengobatan secepatnya. Karena berbagai alasan seperti meningkatnya insidensi kekerasan, meningkatnya perhatian kepada peranan penyakit organik dalam perubahan status mental, dan epidemik alkoholisme dan gangguan penggunaan substansi lain yang menyebabkan jumlah pasien psikiatri terus bertambah (DR.Widjaja Kusuma,1997). Suatu kedaruratan psikiatri adalah gangguan dalam pikiran, perasaan, atau tindakan yang memerlukan terapi segera (Kaplan &amp; Sadock,1993). Kegawatdaruratan Psikiatri merupakan aplikasi klinis dari psikiatri pada kondisi darurat. Kondisi ini menuntut intervensi psikiatri seperti percobaan bunuh diri, penyalahgunaan obat, depresi, penyakit kejiwaan, kekerasan atau perubahan lainnya pada perilaku.&lt;br /&gt;Meluasnya lingkup kegawatdaruratan psikiatri adalah melebihi lingkup praktek psikiatri umum dan memasukkan gangguan spesifik seperti penyalahgunaan zat, kekerasan anak dan pasangan; kekerasan dalam bentuk bunuh diri, pembunuhan, dan pemerkosaan; dan masalah sosial tertentu sperti tuna wisma, usia lanjut, kompetensi, dan sindroma imunodefisiensi didapat (AIDS). &lt;br /&gt;Kegawatdaruratan psikiatri jarang terjadi di praktek umum, sering terjadi di departemen gawat darurat. Kegawatdaruratan psikiatri menakutkan dan bila timbul memerlukan banyak waktu (Ingram.dkk, 1993).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-4898348054598864315?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M3N95vcrACCz8LwWu8znAZN-6bo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M3N95vcrACCz8LwWu8znAZN-6bo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M3N95vcrACCz8LwWu8znAZN-6bo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M3N95vcrACCz8LwWu8znAZN-6bo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/bOR9e6qnvuA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/4898348054598864315/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2011/12/kegawat-daruratan-psikiatri.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/4898348054598864315?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/4898348054598864315?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/bOR9e6qnvuA/kegawat-daruratan-psikiatri.html" title="Kegawat daruratan psikiatri" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2011/12/kegawat-daruratan-psikiatri.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0MHRH05eSp7ImA9WhRQEUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-1479003219882339691</id><published>2011-12-07T00:02:00.002+07:00</published><updated>2011-12-07T00:10:35.321+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-07T00:10:35.321+07:00</app:edited><title>Relaps pasien gangguan jiwa</title><content type="html">Relaps adalah kekambuuhan yang dialami oleh klien, sehingga klien kembali dirawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang dapat mambuat klien manjadi relaps..&lt;br /&gt;hal ini disebabkan karena gangguan jiwa disebabkan oleh banyak faktor/multi kausal.&lt;br /&gt;Tingginya angka relaps (kekambuhan) penderita gangguan jiwa, angkanya bisa mencapai 25%-50%. Bahkan menurut RSK Prov Kalbar sebagaimana yang dilaporkan dalam websitenya,  dalam waktu lima tahun (2004-2008) 72,12% dari pasien yang dirawat adalah pasien kambuh/relaps. Ini menunjukkan upaya kuratif yang dilakukan secara hospitalisasi di dua RSJ/RSK kita itu, belum gayung bersambut dengan  penanganan di level berikutnya. Terutama level komunitas, atau lebih diperkhusus lagi level keluarga. Hal ini bisa jadi karena belum ada pembinaan yang memadai terhadap keluarga tentang bagaimana merawat penderita gangguan kejiwaan selama di rumah. Menurut penelitian yang dilakukan di Inggris dan Amerika, keluarga dengan ekspresi emosi yang tinggi seperti bermusuhan, mengkritik, tidak ramah, banyak menekan dan menyalahkan menyebabkan 57% penderita gangguan jiwa kambuh kembali. Sebaliknya dengan kondisi keluarga yang lebih mampu mengendalikan emosi, angka kekambuhan bisa ditekan hingga 17%. &lt;br /&gt;Selain faktor keluarga, kondisi masyarakat kita juga tidak kondusif dalam menciptakan suasana yang refresentatif bagi perawatan penderita gangguan kejiwaan. Harus diakui, stigma masih sangat akrab ditujukan kepada penderita gangguan jiwa. Sebutan-sebutan yang kurang pas sering kali terlontar kepada mereka, seperti sebutan orang gila.  Tindakan-tindakan pengucilan bahkan sampai tingkat pemasungan tak jarang mereka alami. Menurut sebuah survei (Dr. Irmansyah, Sp.KJ, disampaikan dalam sebuah pertemuan TPKJM di Pontianak, 2010) bahwa pemasungan penderita gangguan jiwa di Indonesia diperkirakan mencapai angka 30.000 kasus.&lt;br /&gt;Kita harus belajar pada penanganan gangguan jiwa di beberapa negara maju.  Setelah melalui beberapa tahapan ruang perawatan mulai dari ruang perawatan intensif (Psychiatric Intensive Care Unit), intermediate, dan rehabilitasi di rumah sakit, maka penderita dipindahkan ke rumah singgah sebelum kembali ke keluarga dan masyarakat. Di rumah singgah inilah penderita-penderita gangguan jiwa belajar hidup bermasyarakat, bekerja dan berlatih menyelesaikan masalahnya. Sehingga saat akan kembali ke masyarakat, perilaku yang dimiliki oleh penderita adalah perilaku yang dapat diterima oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-1479003219882339691?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k_goWNvngYkTiXnvVzS4B6zE9ao/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k_goWNvngYkTiXnvVzS4B6zE9ao/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k_goWNvngYkTiXnvVzS4B6zE9ao/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k_goWNvngYkTiXnvVzS4B6zE9ao/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/53GYaWquiqA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/1479003219882339691/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2011/12/relaps-pasien-gangguan-jiwa.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/1479003219882339691?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/1479003219882339691?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/53GYaWquiqA/relaps-pasien-gangguan-jiwa.html" title="Relaps pasien gangguan jiwa" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2011/12/relaps-pasien-gangguan-jiwa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkEBQ3k7fyp7ImA9WhRQEUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-1654931853334291512</id><published>2011-12-06T23:54:00.001+07:00</published><updated>2011-12-06T23:57:32.707+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-06T23:57:32.707+07:00</app:edited><title>Angka Gangguan jiwa di Kalimantan Barat</title><content type="html">Berapa sebenarnya angka gangguan jiwa di Kalbar? Atau Kota Pontianak khususnya?...... Masih belum ada data riilnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berapa sebenarnya angka gangguan jiwa di Kalbar? Atau Kota Pontianak khususnya?. Masih belum ada data riilnya. Kalau pun ada data mengenai gangguan jiwa yang dirawat di RSJ itu belum menunjukkan jumlah yang sebenarnya karena tidak semua penderita gangguan jiwa memiliki akses pengobatan dan perawatan ke RSJ yang ada. &lt;br /&gt;Namun sebagai acuan, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 merincikan bahwa angka gangguan jiwa nasional adalah 0,46% dari total penduduk dewasa, jadi lebih dari setengah juta jiwa penderita gangguan jiwa di Indonesia. Bangaimana dengan Kalbar? Menurut sumber yang sama angkanya mencapai 0,5%, atau mendekati 13 ribu penderita yang tersebar diseluruh pelosok Kota/kabupaten, dan Kota Pontianak diperkirakan menyumbang 1500an penderita gangguan jiwa dari total angka tersebut.  &lt;br /&gt;Angka tersebut sangat fantastis. Berimplikasi pada problematika yang tidak sedikit. Menguras energi dan menuntut treatment dari semua level pembuat kebijakan serta aksi nyata dari pihak-pihak terkait. Namun akhirnya secara khusus mengerucut pada satu muara: Masyarakat. &lt;br /&gt;Memangnya ada apa dengan masyarakat?  Ada tiga hal yang mengimplikasikan hal tersebut. Masalah pertama, tingginya prevalensi angka gangguan jiwa seperti yang telah disebutkan di atas.  Masalahnya adalah, tingginya angka gangguan jiwa tersebut sangat tidak berimbang dengan kemampuan rawat inap dua rumah sakit di kalbar (yakni RSJ Singkawang dan RSK Pontianak) yang konsen memberikan pelayanan pengobatan dan perawatan terhadap mereka. RSJ Singkawang mempunyai kapasitas 350 bed sedangkan RSK daya tampung rawat inapnya 120 bed. Jadi ada 470 bed yang kita punya untuk merawat hampir 13 ribu penderita gangguan jiwa di Kalimantan Barat, atau dengan kata lain, hanya 3,6%. Artinya sebagian besar penderita gangguan jiwa berada di masyarakat, yakni 96,4%. &lt;br /&gt;Padahal selama ini program layanan yang diandalkan untuk menangani penderita gangguan jiwa hanya dengan cara hospital base, atau berorientasi pada rumah sakit. Kita masih belum punya program lain yang memadai. Bahkan  selama ini kesan yang kami tangkap (dari berita-berita di media cetak Kalbar) bahwa penderita gangguan jiwa harus “diamankan” agar tidak menganggu keamanan, keindahan dan ketertiban umum. Dimana “mengamankannya” ?  Dimana lagi kalau bukan  di RSJ/RSK. Perkara apakah tindakan pengamanan tersebut sesuai atau tidak dengan kebutuhan keperawatan mereka, nampaknya tidak dianggap penting. Belum lagi  bicara, siapa sebenarnya yang berkompenten secara disiplin keilmuan untuk mengamankan mereka, atau setidak-tidaknya apakah aparat yang melakukan tindakan pengamanan tersebut sudah mempunyai bekal ilmu untuk melakukan treatment terhadap penderita gangguan kejiwaan? Sekedar untuk diketahui, kesalahan kecil dalam berucap maupun bertindak kepada penderita gangguan jiwa bisa berdampak besar terhadap perawatan mereka. Menurunkan beberapa langkah kebelakang kondisi perawatan mereka, serta menanamkan memori buruk yang justru kontradiktif terhadap kesembuhan mereka. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-1654931853334291512?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_S2pDurKNB9aAua2KexliNkkp5A/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_S2pDurKNB9aAua2KexliNkkp5A/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_S2pDurKNB9aAua2KexliNkkp5A/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_S2pDurKNB9aAua2KexliNkkp5A/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/z1JkiM9kEoA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/1654931853334291512/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2011/12/angka-gangguan-jiwa-di-kalimantan-barat.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/1654931853334291512?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/1654931853334291512?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/z1JkiM9kEoA/angka-gangguan-jiwa-di-kalimantan-barat.html" title="Angka Gangguan jiwa di Kalimantan Barat" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2011/12/angka-gangguan-jiwa-di-kalimantan-barat.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0QCQHs4eSp7ImA9WhRQEUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-352687978913504887</id><published>2011-12-06T23:31:00.002+07:00</published><updated>2011-12-06T23:36:01.531+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-06T23:36:01.531+07:00</app:edited><title>secret.......</title><content type="html">secret sama dengan rahasia........&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kecerdasan bukan terletak pada mempelajari apa yang disenangi,tetapi pada menyenangi apa yang sedang dipelajari.....&lt;br /&gt;terkadang saat kita ingin mempelajari sesuatu terkendala karena kita tidak senang.....bisa jadi sama buku, situasi, dosen etc&lt;br /&gt;ternyata kalau sesuatu diawali dengan rasa senang, sesulit apapun itu gampang diserap oleh otak.....&lt;br /&gt;so.....senangi apa yang akan anda lakukan dan tunggu hasilnya....anda akan terkagum-kagum dengan sesuatu yang tidak anda sadari......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-352687978913504887?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Z2BR9QcFa-Vf4KGKOVmLB_VSYsA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Z2BR9QcFa-Vf4KGKOVmLB_VSYsA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Z2BR9QcFa-Vf4KGKOVmLB_VSYsA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Z2BR9QcFa-Vf4KGKOVmLB_VSYsA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/paYmPbeFNmo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/352687978913504887/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2011/12/secret.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/352687978913504887?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/352687978913504887?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/paYmPbeFNmo/secret.html" title="secret......." /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2011/12/secret.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4ARXs-cSp7ImA9WhdWFU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-1603840363049997056</id><published>2011-09-09T00:22:00.002+07:00</published><updated>2011-09-09T00:29:04.559+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-09T00:29:04.559+07:00</app:edited><title>GOOD POINTS TO THINK ABOUT</title><content type="html">Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu.Suatu&lt;br /&gt; hari lubang kecil muncul. Dia duduk dan mengamati dalam beberapa jam&lt;br /&gt; calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati&lt;br /&gt; lubang kecil itu.  Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan.&lt;br /&gt; Kelihatannya dia telah  berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh&lt;br /&gt; lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk  membantunya. Dia mengambil sebuah&lt;br /&gt; gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong  itu.  Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun,  dia mempunyai tubuh  gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut.  Orang tersebut terus mengamatinya karena dia  berharap bahwa, pada suatu&lt;br /&gt; saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar  sehingga mampu menopang&lt;br /&gt; tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring  dengan berjalannya waktu.&lt;br /&gt; Semuanya tak pernah terjadi.  Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa&lt;br /&gt; hidupnya merangkak  disekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap&lt;br /&gt; mengkerut. Dia tidak  pernah bisa terbang.  Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan  orang tersebut adalah  bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yg&lt;br /&gt; dibutuhkan kupu-kupu untuk  melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk&lt;br /&gt; memaksa  cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam  sayap-sayapnya sedemikian sehingga  dia akan siap terbang begitu dia memperoleh  kebebasan dari kepompong&lt;br /&gt; tersebut.  Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan&lt;br /&gt; dalam hidup kita.  Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu&lt;br /&gt; mungkin akan  melumpuhkan kita.Kita mungkin tidak sekuat yg  semestinya kita mampu.&lt;br /&gt; Kita mungkin tidak akan pernah dapat "terbang".  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita perlu mengatakan :&lt;br /&gt; Saya memohon Kekuatan ... Dan Tuhan memberi saya  kesulitan-kesulitan untuk&lt;br /&gt; membuat saya kuat.  Saya memohon Kebijakan ... Dan Tuhan memberi saya&lt;br /&gt; persoalan untuk  diselesaikan.&lt;br /&gt; Saya memohon Kemakmuran ... Dan Tuhan memberi saya  Otak dan Tenaga untuk&lt;br /&gt; bekerja.&lt;br /&gt; Saya memohon Keteguhan hati ... Dan Tuhan memberi  saya Bahaya untuk diatasi.&lt;br /&gt; Saya memohon Cinta ... Dan Tuhan memberi saya  orang-orang bermasalah untuk&lt;br /&gt; ditolong.&lt;br /&gt; Saya memohon Kemurahan/kebaikan hati ... Dan Tuhan  memberi saya&lt;br /&gt; kesempatan-kesempatan.  Saya tidak memperoleh yg saya inginkan,&lt;br /&gt; saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan  ............&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi&lt;br /&gt; dengan pasti Tuhan&lt;br /&gt; memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita&lt;br /&gt; tidak mengerti/mengenal,&lt;br /&gt; bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan,&lt;br /&gt; kenyataannya itulah yang terbaik untuk kita.&lt;br /&gt; Berserahlah senantiasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-1603840363049997056?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G7PKaIcRObhgz6NDuxQpSix0EXA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G7PKaIcRObhgz6NDuxQpSix0EXA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G7PKaIcRObhgz6NDuxQpSix0EXA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G7PKaIcRObhgz6NDuxQpSix0EXA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/Hb4iPW04uI8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/1603840363049997056/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2011/09/good-points-to-think-about.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/1603840363049997056?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/1603840363049997056?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/Hb4iPW04uI8/good-points-to-think-about.html" title="GOOD POINTS TO THINK ABOUT" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2011/09/good-points-to-think-about.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU8MQHk7fSp7ImA9WhZSE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-6951950615174113604</id><published>2011-03-29T11:37:00.003+07:00</published><updated>2011-03-29T11:44:41.705+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-03-29T11:44:41.705+07:00</app:edited><title>PEDE  (PERCAYA DIRI)</title><content type="html">teman-teman kadang bingung kenapa ya saya tidak PD................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;padahal PD itu sebenarnya sudah ada pada diri tiap manusia, hanya bagaimana kita mengelola atau mendefinisikan dari PD itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ciri - ciri orang pede adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya pada diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan setiap kesempatan sebaik-baiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berani melakukan kesalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memproyeksikan gambaran diri positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu bersemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Meningkatkan percaya diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersenyumlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu mengharapkan yang terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan apa yang kamu rasakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejaring ......bergaulah dan dikenal orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah dari sisi positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajri sesuatu yang baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hentikan kebiasaan buruk kamu&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertahankan selera humor kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luangkan waktu untuk menemui teman-teman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alokasikan waktu untuk DIRI SENDIRI secara teratur,karena kamu pantas menerimanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luangkan waktu bersama seseorang yang memberikan pengaruh positif kepada kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa segala sesuatu berubah dan saat-saat yang buruk akan berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah berusaha, jangan menyerah&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambilah langkah maju dalam satu tujuan kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangi pernyataan ini : SAYA PANTAS MENDAPATKAN YANG TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah kekuatan kamu dan tunjukkan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menunda-nunda hal penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah membandingkan diri kamu dengan orang lain. Kamu mempunyai kepribadian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah bahwa mimpimu dapat menjadi kenyataan dan itulah yang akan terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So...............ayo, mulai sekarang tidk ada lagi kata-kata SAYA TIDAK PEDE.......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-6951950615174113604?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/L4k5pMs7Ft4eMQiQO_2wyGKLxrY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/L4k5pMs7Ft4eMQiQO_2wyGKLxrY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/L4k5pMs7Ft4eMQiQO_2wyGKLxrY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/L4k5pMs7Ft4eMQiQO_2wyGKLxrY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/eo1zp4qnZJ4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/6951950615174113604/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2011/03/pede-percaya-diri.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/6951950615174113604?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/6951950615174113604?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/eo1zp4qnZJ4/pede-percaya-diri.html" title="PEDE  (PERCAYA DIRI)" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2011/03/pede-percaya-diri.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUBSXs_fip7ImA9WhZSE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-4046411667063521198</id><published>2011-03-29T11:30:00.002+07:00</published><updated>2011-03-29T11:34:18.546+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-03-29T11:34:18.546+07:00</app:edited><title>LISTENING</title><content type="html">Mendengarkan merupakan ketrampilan penting dalam komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan berbeda dengan mendengar&lt;br /&gt;mendengar sama dengan penguraian kode atas gelombang suara, sedangkan mendengarkan sama dengan mencakup pemahaman&lt;br /&gt;Mendengarkan dengan baik sama dengan menerima pesan, menguraikan kode secara benar, &lt;br /&gt;Memahami secara akurat tentang arti pesan sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara mendengarkan dengan empati :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menjadi pendengar yang lebih tanggap:&lt;br /&gt;Jangan tergesa-gesa&lt;br /&gt;Mengalokasikan waktu anda untuk mendengarkan&lt;br /&gt;Konsentrasi penuh&lt;br /&gt;Berikan pendengaran secara jujur&lt;br /&gt;Buatlah orang lain berbicara dengan mudah&lt;br /&gt;Memahami sepenuhnya&lt;br /&gt;Jelaskan harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Meningkatkan Ketrampilan Mendengarkan:  &lt;br /&gt;Tingkatkan keinginan untuk mendengarkan&lt;br /&gt;Ajukan pertanyaan yang tepat&lt;br /&gt;Pertimbangkan apa yang benar-benar dikatakan&lt;br /&gt;Menghilangkan kesesatan-kesesatan dlm mendengarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-4046411667063521198?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oFAWBpHyRPUOlET02P7gqM-2zjI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oFAWBpHyRPUOlET02P7gqM-2zjI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oFAWBpHyRPUOlET02P7gqM-2zjI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oFAWBpHyRPUOlET02P7gqM-2zjI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/pL2LX6ahlg4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/4046411667063521198/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2011/03/listening.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/4046411667063521198?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/4046411667063521198?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/pL2LX6ahlg4/listening.html" title="LISTENING" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2011/03/listening.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQAQH4-eSp7ImA9WhZSE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-92773796104164678</id><published>2011-03-29T11:10:00.003+07:00</published><updated>2011-03-29T11:19:01.051+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-03-29T11:19:01.051+07:00</app:edited><title>STRES</title><content type="html">&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Stres merupakan fenomena psikofisik yang bersifat manusiawi, artinya bahwa stress itu bersifat inheren dalam diri setiap individu dalam menjalani kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stres diartikan perasaan tidak enak, tidak nyaman, atau tertekan baik fisik maupun psikis sebagai respon atau reaksi individu terhadap stimulus (yang berupa peristiwa, objek, atau orang) yang mengancam, mengganggu, membebani, atau membahayakan keselamatan, kepentingan, keinginan atau kesejahteraan hidup.&lt;br /&gt;Stres dialami oleh setiap orang, dengan tidak mengenal jenis kelamin, usia, jabatan, dan status sosial ekonomi.&lt;br /&gt;Stres yang dialami remaja (yang dianggap memiliki prosentase yang tertinggi sebagai penyalahguna NAPZA), ada kepercayaan yang sudah populer, bahwa masa remaja merupakan masa stres dalam perjalanan hidup seseorang.&lt;br /&gt;Biasanya yang menjadi sumber stres pada remaja adalah konflik atau pertentangan antara peraturan atau tuntutan orang tua dengan kebutuhan remaja untuk bebas, atau independence dari peraturan tersebut.&lt;br /&gt;Banyak kasus menunjukkan reaksi penyesuaian  remaja yang negatif merupakan pernyataan dari upaya-upaya untuk mencapai kebebasan tersebut (gejala-gejala yang sangat umum dari kesulitan penyesuaian diri remaja ini, diantaranya : membolos sekolah, bersikap keras kepala atau melawan, berbohong  bahkan ada yang menyalahgunakan NAPZA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala stres&lt;br /&gt;  a. Gejala Fisik&lt;br /&gt;            Sakit kepala, sakit lambung (mag), hypertensi (darah &lt;br /&gt;            tinggi ), sakit jantung atau jamtung berdebar-debar, &lt;br /&gt;            insomnia (sulit tidur), mudah lelah, keluar keringat    &lt;br /&gt;            dingin, kurang selera makan dan sering buang air   &lt;br /&gt;            kecil)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    b. Gejala Psikis    &lt;br /&gt;           Gelisah atau cemas, kurang dapat berkonsentrasi  &lt;br /&gt;           belajar atau bekerja, sikap apatis (masa bodoh), sikap&lt;br /&gt;           pesimis, hilang rasa humor, bungkam seribu bahasa, &lt;br /&gt;           malas belajar atau bekerja, sering melamun, sering&lt;br /&gt;           marah-marah atau bersikap agresif (baik secara verbal &lt;br /&gt;           seperti kata-kata kasar, menghina maupun non verbal &lt;br /&gt;           seperti menempeleng,menendang, membanting pintu &lt;br /&gt;           bahkan memecahkan barang-barang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stres dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif terhadap individu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh positif yaitu mendorong individu untuk melakukan sesuatu, membangkitkan kesadaran dan menghasilkan pengalaman baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pengaruh negatif, yaitu menimbulkan perasaan-perasaan tidak percaya diri, penolakan, marah atau depresi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Individu merespon peristiwa stres dengan fisik maupun psikis untuk mempersiapkan dirinya, apakah melawan/mengatasi atau menghindar/melarikan diri dari stres&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-92773796104164678?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rmkxGbbUSgU9V1PGpmQurhgH0-o/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rmkxGbbUSgU9V1PGpmQurhgH0-o/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rmkxGbbUSgU9V1PGpmQurhgH0-o/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rmkxGbbUSgU9V1PGpmQurhgH0-o/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/z_IKYAJHfvc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/92773796104164678/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2011/03/stres.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/92773796104164678?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/92773796104164678?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/z_IKYAJHfvc/stres.html" title="STRES" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2011/03/stres.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkACSHw9fSp7ImA9Wx9bGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-7902523391195974872</id><published>2011-03-01T13:23:00.001+07:00</published><updated>2011-03-01T13:26:09.265+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-03-01T13:26:09.265+07:00</app:edited><title>REKRUTMEN PKHI 1432 H/2011M</title><content type="html">&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kementerian Kesehatan membuka pendaftaran untuk Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) Tahun 2011 M/1432 H.  PKHI yang dibutuhkan sebanyak 1.782 orang masing-masing untuk Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) kloter dan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bidang kesehatan. &lt;a href="http://www.puskeshaji.depkes.go.id/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-7902523391195974872?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k4JHgLvK40y1beoJi1P3uAfJLkE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k4JHgLvK40y1beoJi1P3uAfJLkE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k4JHgLvK40y1beoJi1P3uAfJLkE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k4JHgLvK40y1beoJi1P3uAfJLkE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/4on-BO9pj5s" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/7902523391195974872/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2011/03/rekrutmen-pkhi-1432-h2011m.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/7902523391195974872?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/7902523391195974872?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/4on-BO9pj5s/rekrutmen-pkhi-1432-h2011m.html" title="REKRUTMEN PKHI 1432 H/2011M" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2011/03/rekrutmen-pkhi-1432-h2011m.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUAFRnY6fSp7ImA9Wx9TFkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-1221755209898301649</id><published>2010-11-25T11:00:00.001+07:00</published><updated>2010-11-25T11:01:57.815+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-25T11:01:57.815+07:00</app:edited><title>KONSEP DIRI</title><content type="html">konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh, baik fisikal,&lt;br /&gt;emosional intelektual , sosial dan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Konsep diri sangat erat kaitannya dengan diri individu. Kehidupan yang sehat,&lt;br /&gt;baik fisik maupun psikologi salah satunya di dukung oleh konsep diri yang baik dan&lt;br /&gt;stabil.&lt;br /&gt;Konsep diri adalah hal-hal yang berkaitan dengan ide, pikiran, kepercayaan&lt;br /&gt;serta keyakinan yang diketahui dan dipahami oleh individu tentang dirinya. Hal ini&lt;br /&gt;akan mempengaruhi kemampuan individu dalam membina hubungan interpersonal.&lt;br /&gt;Meski konsep diri tidak langsung ada, begitu individu di lahirkan, tetapi secara&lt;br /&gt;bertahap seiring dengan tingkat pertumbuhan dan perkembanga individu, konsep diri&lt;br /&gt;akan terbentuk karena pengaruh ligkungannya . selain itu konsep diri juga akan di&lt;br /&gt;pelajari oleh individu melalui kontak dan pengalaman dengan orang lain termasuk&lt;br /&gt;berbagai stressor yang dilalui individu tersebut. Hal ini akan membentuk persepsi&lt;br /&gt;individu terhadap dirinya sendiri dan penilaian persepsinya terhadap pengalaman&lt;br /&gt;akan situasi tertentu.&lt;br /&gt;Gambaran penilaian tentang konsep diri dapat di ketahui melalui rentang&lt;br /&gt;respon dari adaptif sampai dengan maladaptif. Konsep diri itu sendiri terdiri dari&lt;br /&gt;beberapa bagian, yaitu : gambaran diri (body Image), ideal diri, harga diri, peran&lt;br /&gt;dan identitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-1221755209898301649?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f27oq-G2C08xK55619BkZ8hxhgs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f27oq-G2C08xK55619BkZ8hxhgs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f27oq-G2C08xK55619BkZ8hxhgs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f27oq-G2C08xK55619BkZ8hxhgs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/T9sWUQ0DtVk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/1221755209898301649/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2010/11/konsep-diri.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/1221755209898301649?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/1221755209898301649?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/T9sWUQ0DtVk/konsep-diri.html" title="KONSEP DIRI" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2010/11/konsep-diri.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUMNSH8zeSp7ImA9Wx9TFkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-1190016902253945190</id><published>2010-11-25T10:55:00.001+07:00</published><updated>2010-11-25T10:58:19.181+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-25T10:58:19.181+07:00</app:edited><title>PERUBAHAN SENSORI PERSEPSI : HALUSINASI</title><content type="html">Halusinasi merupakan gejala mayor pada skizofrenia...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI&lt;br /&gt;Halusinasi adalah distorsi persepsi yang timbul karena beberapa dari lima perasaan/indra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DERAJAT HALUSINASI&lt;br /&gt;1. Comforting (kecemasan level sedang, biasanya menyenangkan)&lt;br /&gt;Karakteristik : pengalaman emosional yang kuat seperti kecemasan, merasa sendiri, perasaan bersalah, kejahatan, dan ketakutan dan klien mencoba fokus pada pikiran yang menyenangkan untuk membebaskan dari nyeri. Klien mengenali bahwa pikiran dan pengalaman sensori bisa dikontrol jika kecemasan diatur/dikendalikan. Nonpsikotik.&lt;br /&gt;Perilaku  : tersenyum/tertawa sendiri, menggerakkan bibir tanpa ada suara yang keluar, gerakan mata yang cepat, respon verbal yang sangat lambat, diam dan linglung.&lt;br /&gt;2. Condemning (kecemasan level berat, biasanya mengerikan)&lt;br /&gt;Karakteristik : pengalaman sensori yang mengerikan dan menakutkan. Dimulai dengan merasa kehilangan kontrol dan mencoba menjauh dari sumber yang dapat dilihat. Klien mungkin merasa disulitkan dengan pengalaman sensori itu dan menarik diri dari orang lain. Psikotik sedang.&lt;br /&gt;Perilaku  : peningkatan tanda-tanda vital (TD, RR, HR), perhatian menyempit, linglung, kemungkinan tidak bisa membedakan antara halusinasi dengan realitas. &lt;br /&gt;3. Controlling (kecemasan level berat, sensory experience become omnipotent)&lt;br /&gt;Karekteristik : halusinator menimbulkan pertentangan, dan klien mengalah. Ketika halusinasi mungkin akan, dan klien akan merasa sendiri. Psikotik.&lt;br /&gt;Perilaku  : keringat dingin, tremor, tidak mampu mengikuti perintah, sulit berhubungan dengan orang lain, perhatian hanya beberapa detik atau menit.&lt;br /&gt;4. Concuering (kecemasan level panik, generally becomes elaborate and interwofen with delusion )&lt;br /&gt;Karakteristik : pengalaman sensori mungkin mengancam, halusinasi akan bertahan beberapa jam atau hari jika tidak mendapat intervensi terapeutik. Psikotik berat.&lt;br /&gt;Perilaku  : panik, potensial bunuh diri, perilaku kekerasan, bingung, menarik diri, kataton, tidak dapat mengikuti perintah yang kompleks, tidak mampu mengikuti satu orang atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STRATEGI MERAWAT PASIEN DENGAN HALUSINASI&lt;br /&gt;1. Membina hubungan interpersonal, saling percaya&lt;br /&gt;2. Mengkaji gejala halusinasi&lt;br /&gt;3. Fokuskan pada gejala dan minta individu untuk menguraikan apa yang sedang terjadi&lt;br /&gt;4. Identifikasi kemungkinan pernah menggunakan obat dan alkohol&lt;br /&gt;5. Jika ditanya, katakan secara singkat bahwa anda tidak sedang mengalami stimulus yang sama&lt;br /&gt;6. Bantu individu untuk menguraikan dan membandingkan halusinasi yang sekarang dengan yang terakhir dialaminya&lt;br /&gt;7. Dorong individu untuk mengamati dan menguraikan pikiran, perasaan, dan tindakannya, sekarang, atau yang lalu berkaitan dengan halusinasi yang dialaminya&lt;br /&gt;8. Bantu individu menguraikan kebutuhan yang mungkin tercermin pada isi halusinasinya&lt;br /&gt;9. bantu individu mengidentifikasi apakah ada hubungan antara halusinasi dengan kebutuhan yang mungkin tercermin&lt;br /&gt;10. Sarankan dan perkuat penggunaan hubungan interpersonal dalam pemenuhan kebutuhan&lt;br /&gt;11. Identifikasi bagaimana gejala psikosis lain telah mempengaruhikemampuan individu untuk melaksanakan aktivitas hidup sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-1190016902253945190?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zTnrw0VigKFG-g_2Dqe4-WihZkc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zTnrw0VigKFG-g_2Dqe4-WihZkc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zTnrw0VigKFG-g_2Dqe4-WihZkc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zTnrw0VigKFG-g_2Dqe4-WihZkc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/AeuwUGmM278" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/1190016902253945190/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2010/11/perubahan-sensori-persepsi-halusinasi.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/1190016902253945190?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/1190016902253945190?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/AeuwUGmM278/perubahan-sensori-persepsi-halusinasi.html" title="PERUBAHAN SENSORI PERSEPSI : HALUSINASI" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2010/11/perubahan-sensori-persepsi-halusinasi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUFQnw_eip7ImA9Wx9TEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-141426111752580946</id><published>2010-11-18T13:51:00.000+07:00</published><updated>2010-11-18T13:53:33.242+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-18T13:53:33.242+07:00</app:edited><title>interaktif</title><content type="html">mau Tanya nie, pasien gangguan jiwa kok sulit sembuh dan sering kambuh ya……..????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih atas pertanyaan dari mas……sebelum membahas kenapa gangguan jiwa tersebut sulit sembuh atau pasienya sering kambuh sehingga bolak-baik ke Rumah sakit, ada baiknya kita mengenal gangguan jiwa. Gangguan jiwa adalah gangguan dalam : cara berpikir (cognitive), kemauan (volition),emosi (affective), tindakan (psychomotor). Dari berbagai penelitian dapat dikatakan bahwa gangguan jiwa adalah kumpulan dari keadaan-keadaan yang tidak normal, baik yang berhubungan dengan fisik, maupun dengan mental. Keabnormalan terlihat dalam berbagai macam gejala yang terpenting diantaranya adalah: ketegangan (tension), rasa putus asa dan murung, gelisah, cemas, perbuatan-perbuatan yang terpaksa (Convulsive), hysteria, rasa lemah, tidak mampu mencapai tujuan, takut, pikiran-pikiran buruk dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas…..Penyebab gangguan jiwa adalah multikausal, jadi bukan hanya disebabkan oleh satu hal saja, karena, manusia bereaksi secara keseluruhan, secara holistik, atau dapat dikatakan juga secara Organobioliologis(badany/organya), psychoeducative(intelegensia, interaksi ibu dan anak, peranan ayah, persaingan saudara kandung, hubungan dalam keluarga, konsep diri, kehilangan yang mengakibatkan kecemasan, pekerjaan dll), sosiocultural (kestabilan keluarga, pola asuh anak, tingkat ekonomi, perumahan di desaatau dikota, masalah kelompok minoritas yang meliputi pelayanan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan yang tidak memadai, pengaruh rasial diskriminatif dan keagamaan serta nilai-nilai) . Dalam mencari penyebab gangguan jiwa, maka ketiga unsur ini harus diperhatikan. Yang mengalami sakit dan menderita ialah manusia seutuhnya dan bukan hanya badannya, jiwanya atau lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui tentang gangguan jiwa dan penyebabnya,  maka kita harus mengetahui bagaimana cara mengatasi dan memelihara derajat kesehatan kita. Ada beberapa macam terapi yang digunakan untuk menurunkan atau mereduksi gangguan jiwa diantaranya, psikoterapi, art terapi, terapi aktivitas kelompok, terapi kognitif, terapi farmakologis, terapi kejang listrik atau electroconvulsive therapy, therapy lingkungan dll. Kombinasi dari beberapa therapy tersebut mampu mereduksi tingkat keparahan gangguan jiwa, untuk menggapai kesembuhan total maka peran keluarga menjadi supporting faktor untuk mendukung penyembuhan.  Keluarga merupakan unit yang paling dekat dengan klien dan merupakan “perawat utama” bagi klien. Keluarga berperan dalam menentukan cara atau asuhan yang diperlukan klien di rumah.Keberhasilan perawat di rumah sakit dapat sia-sia jika tidak diteruskan di rumah yang kemudian mengakibatkan klien harus dirawat kembali (kambuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Empat faktor penyebab klien kambuh dan perlu dirawat di rumah sakit, menurut Sullinger, 1988 :&lt;br /&gt;1. Klien : Sudah umum diketahui bahwa klien yang gagal memakan obat secara teratur mempunyai kecenderungan untuk kambuh. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan 25% sampai 50% klien&lt;br /&gt;yang pulang dari rumah sakit tidak memakan obat secara teratur (Appleton, 1982, dikutip oleh Sullinger, 1988)&lt;br /&gt;2. Dokter (pemberi resep) : Makan obat yang teratur dapat mengurangi kambuh, namun pemakaian&lt;br /&gt;obat neuroleptic yang lama dapat menimbulkan efek samping Tardive Diskinesia yang dapat mengganggu hubungan sosial seperti gerakan yang tidak terkontrol.&lt;br /&gt;3. Penanggung jawab klien: Setelah klien pulang ke rumah maka perawat puskesmas tetap bertanggung jawab atas program adaptasi klien di rumah.&lt;br /&gt;4. Keluarga : Berdasarkan penelitian di Inggris dan Amerika keluarga dengan ekspresi emosi yang tinggi (bermusuhan, mengkritik, tidak ramah, banyak menekan dan menyalahkan), hasilnya 57% kembali dirawat dari keluarga dengan ekspresi emosi yang tinggi dan 17% kembali dirawat dari keluarga dengan ekspresi emosi keluarga yang rendah. Selain itu klien juga mudah dipengaruhi oleh stress yang menyenangkan (naik pangkat, menikah) maupun yang menyedihkan (kematian/kecelakaan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran serta keluarga sejak awal asuhan di RSakan meningkatkan kemampuan keluarga merawat klien di rumah sehingga kemungkinan dapat dicegah. Pentingnya peran serta keluarga dalam klien gangguan jiwa dapat dipandang dari berbagai segi. Pertama, keluarga merupakan tempat dimana individu memulai hubungan interpersonal dengan lingkungannya. Keluarga merupakan “institusi” pendidikan utama bagi individu untuk belajar dan mengembangkan nilai, keyakinan, sikap dan perilaku (Clement dan Buchanan, 1982, hal. 171). Individu menguji coba perilakunya di dalam keluarga, dan umpan balik keluarga mempengaruhi individu dalam mengadopsi perilaku tertentu. Semua ini merupakan persiapan individu untuk berperan di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa penderita gangguan jiwa banyak yang enggan kembali ke rumah sendiri dan betah menjadi pasien di rumah sakit jiwa, bahkan beberapa menjadi pembantu tanpa dibayar di rumah sakit jiwa, mereka memilih tetap berstatus pasien gangguan jiwa meski sebenarnya secara pemeriksaan mereka sudah diperbolehkan pulang, atau setelah pulang beberapa hari kemudian pasien masuk lagi ke RS, ada beberapa alasan yang mendasari.&lt;br /&gt;1. Keluarga tidak menerima kehadiran anggota keluarg yang menderita gangguan jiwa. 2. masyarakat membentuk stigma negatif terhadap penderita. 3. pasien belum memiliki satu alasan mengapa dia harus kembali. 4. pasien masih belum siap dengan perubahan situasi. 5. secara total pasien tidak bisa sembuh tanpa dukungan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa sebagai masyarakat setiap melihat penderita gangguan jiwa ada yang merasa terancam, ada yang memberikan stigma dengan julukan misalkan "stress" atau istilah lain yang terkesan merendahkan martabat manusia, penderita gangguan jiwa juga manusia yang membutuhkan perhatian dari siapapun. penderita gangguan jiwa bukanlah kriminal yang harus dimusuhi, mereka tidak pernah mengharapkan untuk menderita gangguan jiwa, situasi yang membuat mereka tidak kuat dan akhirnya mengalami gangguan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edukasi yang benar tentang klien gangguan jiwa akan menambah wawasan masyarakat bahwa peran mereka sangat penting, penderita gangguan jiwa adalah korban yang harus ditangani dan dikelola. Rumah sakit jiwa adalah satu bagian dari proses rehabilitasi tetapi keluarga dan masyarakat yang membuat penderita jiwa bisa kembali hidup di masyarakat secara normal, jika masih banyak orang negatif yang memberikan stigma ke mereka maka penderita gangguan jiwa akan merasa tidak berguna dan menikmati gangguan jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-141426111752580946?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/N67oySsOUMpP9BtEksd63VFuLtg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/N67oySsOUMpP9BtEksd63VFuLtg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/N67oySsOUMpP9BtEksd63VFuLtg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/N67oySsOUMpP9BtEksd63VFuLtg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/vxoKArcJ-_w" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/141426111752580946/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2010/11/interaktif.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/141426111752580946?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/141426111752580946?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/vxoKArcJ-_w/interaktif.html" title="interaktif" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2010/11/interaktif.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4FQnk6fSp7ImA9Wx9TEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-3285915075660338124</id><published>2010-11-18T13:45:00.002+07:00</published><updated>2010-11-18T13:48:33.715+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-18T13:48:33.715+07:00</app:edited><title>PSYCHIATRIC INTENSIVE CARE UNIT</title><content type="html">Unit perawatan intensif psikiatri adalah suatu unit yang memberikan perawatan khusus kepada pasien psikiatri yang berada dalam kondisi membutuhkan pengawasan ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kondisi darurat psikiatri memiliki criteria berikut :&lt;br /&gt;-          Ancaman segera terhadap kehidupan, kesehatan, harta benda atau lingkungan.&lt;br /&gt;-          Kehilangan kehidupan, gangguan kesehatan, kerusakan harta benda dan lingkungan.&lt;br /&gt;-          Cenderung peningkatan bahaya yang tinggi dan segera terhadap kehidupan, kesehatan, harta benda atau lingkungan.&lt;br /&gt;Tindakan intensif adalah tindakan yang diberikan secara terus menerus pada pasien dengan kondisi darurat. Tindakan intensif diberikan dengan level kedaruratan yang dialami pasien. Secara umum ada tiga fase tindakan intensif bagi pasien yaitu : fase intensif I, II, III.&lt;br /&gt;a.      Fase intensif I (24 jam pertama)&lt;br /&gt; Prinsip tindakan &lt;br /&gt;- life saving&lt;br /&gt;- Mencegah cedera pada pasien, orang lain dan lingkungan&lt;br /&gt; Indikasi&lt;br /&gt;Pasien dengan skor 1-10 RUFA&lt;br /&gt; Intervensi&lt;br /&gt;- observasi ketat&lt;br /&gt;- KDM&lt;br /&gt;- Terapi modalitas : terapi musik&lt;br /&gt;b.      Fase intensif II (24-72 jam pertama)&lt;br /&gt; Prinsip tindakan&lt;br /&gt;- observasi lanjutan dari fase krisis (intensif I)&lt;br /&gt;- mempertahankan pencegahan cedera pada pasien, orang lain dan lingkungan&lt;br /&gt; Indikasi&lt;br /&gt;Pasien dengan skor 11-20 RUFA&lt;br /&gt; Intervensi&lt;br /&gt;- observasi frekuensi dan intensitas yang lebih rendah dari fase intensif I&lt;br /&gt;- terapi modalitas : terapi music dan olah raga&lt;br /&gt;c.       Fase intensif III (72 jam-10 hari)   &lt;br /&gt; Prinsip tindakan&lt;br /&gt;- observasi lanjutan dari fase akut (intensif II)&lt;br /&gt;- memfasilitasi perawatan mandiri pasien&lt;br /&gt; Indikasi&lt;br /&gt;Pasien dengan skor 21-30 RUFA&lt;br /&gt; Intervensi&lt;br /&gt;- observasi dilakukan secara minimal&lt;br /&gt;- pasien lebih banyak melakukan aktivitas secara mandiri&lt;br /&gt;- terapi modalitas : terapi music, terapi olah raga, life skill therapy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-3285915075660338124?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sjulcG9wCGfO2Kk6xpza_F8JrGk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sjulcG9wCGfO2Kk6xpza_F8JrGk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sjulcG9wCGfO2Kk6xpza_F8JrGk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sjulcG9wCGfO2Kk6xpza_F8JrGk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/2rs2qHYlRVA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/3285915075660338124/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2010/11/psychiatric-intensive-care-unit.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/3285915075660338124?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/3285915075660338124?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/2rs2qHYlRVA/psychiatric-intensive-care-unit.html" title="PSYCHIATRIC INTENSIVE CARE UNIT" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2010/11/psychiatric-intensive-care-unit.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEIAQ3k-fCp7ImA9Wx9TEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-4684881870326278795</id><published>2010-11-18T13:39:00.001+07:00</published><updated>2010-11-18T13:42:22.754+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-18T13:42:22.754+07:00</app:edited><title>PERILAKU KEKERASAN</title><content type="html">Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun lingkungan. Hal tersebut dilakukan untuk mengungkapkan perasaan kesal atau marah yang tidak konstruktif. (Stuart dan Sundeen, 1995). Prilaku kekerasan adalah suatu keadaan di mana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Sering di sebut juga gaduh gelisah atau amuk di mana seseorang marah berespon terhadap suatu stressor dengan gerakan motorik yang tidak terkontrol (Yosep, 2007)&lt;br /&gt;Perilaku kekerasan (agresif) adalah suatu bentuk perilaku yang diarahkan pada tujuan menyakiti atau melukai orang lain yang dimotivasi menghindari perilaku tersebut (Kaplan dan Sadock, 1997). Perilaku kekerasan merupakan suatu bentuk ekspresi kemarahan yang tidak sesuai dimana seseorang melakukan tindakan-tindakan yang dapat membahayakan atau mencederai diri sendiri, orang lain bahkan dapat merusak  lingkungan. Perilaku kekerasan atau agresif merupakan suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai seseorang secara fisik maupun psikologis (Berkowitz, 1993). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan defenisi ini maka perilaku kekerasan dapat dibagi dua menjadi perilaku kekerasan scara verbal dan fisik (Keltner et al, 1995).&lt;br /&gt;Jadi perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana bentuk perilaku yang membahayakan yang bertujuan untuk menyakiti diri sendiri maupun orang lain secara fisik maupun fisiologis sebagai ungkapan perasaan yang dialami oleh seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-4684881870326278795?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/K8WO_uh5SsvJ65loU_KSrSgQkQE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/K8WO_uh5SsvJ65loU_KSrSgQkQE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/K8WO_uh5SsvJ65loU_KSrSgQkQE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/K8WO_uh5SsvJ65loU_KSrSgQkQE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/6fjiH6dvlAo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/4684881870326278795/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2010/11/perilaku-kekerasan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/4684881870326278795?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/4684881870326278795?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/6fjiH6dvlAo/perilaku-kekerasan.html" title="PERILAKU KEKERASAN" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2010/11/perilaku-kekerasan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0EMSH0zfCp7ImA9Wx9TEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-7487959122578821387</id><published>2010-11-18T13:25:00.002+07:00</published><updated>2010-11-18T13:28:09.384+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-18T13:28:09.384+07:00</app:edited><title>KEDARURATAN KESEHATAN MENTAL</title><content type="html">&lt;span class&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kegawatdaruratan psikiatri adalah tiap gangguan dalam berpikir ,perasaan atau tingkah laku yang memerlukan intervensi pengobatan secepatnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berbagai alasan seperti meningkatnya insidensi kekerasan, meningkatnya perhatian kepada peranan penyakit organik dalam perubahan status mental, dan epidemik alkoholisme dan gangguan penggunaan substansi lain yang menyebabkan jumlah pasien psikiatri terus bertambah (DR.Widjaja Kusuma,1997). Suatu kedaruratan psikiatri adalah gangguan dalam pikiran, perasaan, atau tindakan yang memerlukan terapi segera (Kaplan &amp; Sadock,1993). Kegawatdaruratan Psikiatri merupakan aplikasi klinis dari psikiatri pada kondisi darurat. Kondisi ini menuntut intervensi psikiatri seperti percobaan bunuh diri, penyalahgunaan obat, depresi, penyakit kejiwaan, kekerasan atau perubahan lainnya pada perilaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-7487959122578821387?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xycexdx6eeewuo4BdvevvY7BDzk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xycexdx6eeewuo4BdvevvY7BDzk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xycexdx6eeewuo4BdvevvY7BDzk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xycexdx6eeewuo4BdvevvY7BDzk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/w74D8-HKXuo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/7487959122578821387/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2010/11/kedaruratan-kesehatan-mental.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/7487959122578821387?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/7487959122578821387?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/w74D8-HKXuo/kedaruratan-kesehatan-mental.html" title="KEDARURATAN KESEHATAN MENTAL" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2010/11/kedaruratan-kesehatan-mental.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkMEQHs5fCp7ImA9Wx9TEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-850740192680365996</id><published>2010-11-18T12:53:00.003+07:00</published><updated>2010-11-18T13:06:41.524+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-18T13:06:41.524+07:00</app:edited><title>Tingginya angka gangguan jiwa</title><content type="html">&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;peningkatan angka gangguan jiwa sangat mencengangkan, terlebih dengan adanya tuntutan hidup dan berbagai persoalan yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JUMLAH PENDUDUK  : 250 JUTA&lt;br /&gt;JUMLAH PENDUDUK DEWASA :&lt;br /&gt;70% X 250 JT = 175 JUTA ORANG&lt;br /&gt;ESTIMASI GG JIWA BERAT&lt;br /&gt;0.46% X 175 JT = 805.000 ORANG&lt;br /&gt;ESTIMASI POTENSI EKONOMI YG HILANG:&lt;br /&gt;PASIEN: 805 rb X 1jt RP (UMR)  = 805 M&lt;br /&gt;CARE GIVER 1 ORANG MERAWAT           = 805 M&lt;br /&gt;TOTAL: 1.6 T /BULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma pencegahan gangguan jiwa yang dapat dipakai oleh setiap orang adalah paradigma pencegahan perilaku dan strategi pencegahan. Pencegahan perilaku diarahkan agar tidak terbentuk respon maladaptif. Perilaku khusus yang perlu dicegah antara lain menolak diri sendiri, melukai orang lain, kebiasaan tidak sehat seperti makan berlebihan, mabuk-mabukan, menyalahkan orang lain, menunda-nunda sesuatu, banyak berdalih, kegagalan berperan (sebagai mahasiswa, orang tua, pekerja, dll), terputusnya hubungan (seperti suami-istri, orang tua-anak, pekerja-bos, dll), perasaan overreaksi/ reaksi yang berlebihan seperti mudah panik, cemas pada situasi baru, mudah mengamuk, mudah melarikan diri dari sesuatu, serta ketidak mampuan psikologis seperti tidak bisa menerima sakit-penyakit, tidak punya kompensasi dan mudah frustasi walaupun dalam peristiwa normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi pencegahan sakit jiwa dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan, perubahan lingkungan dan sistem support sosial yang ada. Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan kompetensi respon adaptif, kemampuan kontrol diri, strategi koping yang efektif dan peningkatan harga diri. Perubahan lingkungan meliputi pemantapan ekonomi dan keuangan keluarga, mendapatkan pekerjaan atau pendidikan yang memadai, tempat kerja aatau rumah baru, dll. Sistem support sosial yang diberikan dapat menghilangkan atau meminimalkan stressor pencetus dan faktor resikonya. Mensupport klien jiwa bertujuan menguatkan koping yang dimiliki, merujuk pada sistem support sosial yang ada di masyarakat seperti Puskesmas, kelompok masyarakat yang ada, dll.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-850740192680365996?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k66PakaKRyctKppBh_1al8v8bq4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k66PakaKRyctKppBh_1al8v8bq4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k66PakaKRyctKppBh_1al8v8bq4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k66PakaKRyctKppBh_1al8v8bq4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/m5w7FOG82RU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/850740192680365996/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2010/11/tingginya-angka-gangguan-jiwa.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/850740192680365996?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/850740192680365996?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/m5w7FOG82RU/tingginya-angka-gangguan-jiwa.html" title="Tingginya angka gangguan jiwa" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2010/11/tingginya-angka-gangguan-jiwa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0IEQ3w8eCp7ImA9Wx5bGEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-4686128041898955094</id><published>2010-11-04T14:20:00.002+07:00</published><updated>2010-11-04T14:25:02.270+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-04T14:25:02.270+07:00</app:edited><title>ELECTRO CONVULTION THERAPY</title><content type="html">ECT is basically an electric shock delivered to the brain which produces fits or seizures in the person receiving it. It has been controversial since it was first introduced and remains so today. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;What is ECT?&lt;br /&gt;ECT is basically an electric shock delivered to the brain which produces fits or seizures in the person receiving it. It has been controversial since it was first introduced and remains so today. &lt;br /&gt;How many times is it given?&lt;br /&gt;Usually between 6 and 12 times in a course of treatment. &lt;br /&gt;How is it done?&lt;br /&gt;The patient is asked to lie down on a bed in the treatment room. Their shoes, dentures, watches and jewellery are then removed. &lt;br /&gt;Present in the room should be an anaesthetist (a doctor who specialises in putting you to sleep, looking after you while you are asleep, and then waking you up again), a pyschiatrist (a medical doctor specialising in mental illness), and one or more nurses. &lt;br /&gt;The patient is hooked up to a few monitors via electrodes (or to most people sticky pads), generally placed on their head and fingers. These allow the doctors to monitor the patient during the treatment. The patient is then given injections. This is usually done via a needle that is inserted in the back of the hand, this is only done once and allows more than one drug to be put into the body without the need for a lot of injections. &lt;br /&gt;The first drug injected puts the patient to sleep. Often at this point the patient will be given an oxygen mask to try and enrich the amount of oxygen in their blood, and thus reaching their brain and vital organs. Once the anaesthetist is satisfied that all the vital signs being monitored are safe, they will inject another drug. This is a muscle relaxant, that is designed to reduce the physical effects of the fit that the treatment will produce. In other words to stop peoples' arms and legs flailing around when they fit as this may injure them or other people. &lt;br /&gt;The current is then charged up to the right level, this is typically around 80 volts. The psychiatrist then puts two padded electrodes on the patient's temples (or occassionally on the same side of the head), and the person is given a shock. Almost immediately, the patient stiffens as their muscles tighten up, and they will start to twitch. The anaesthetist will pass a tube down the patient's throat to ensure that the person can breathe and doesn't choke. The amount of time the twitching lasts is written down, this is basically how long the fit lasts. &lt;br /&gt;Once the fit has finished, and the team is certain that there are no medical complications, the patient is ready to be woken up. A nurse will monitor a persons' recovery, and remove all the tubes and leads that were used in the treatment. This is often done in a specialised recovery room. When the person wakes up they are usually given a cup of tea or some such similar drink, and left for a while longer before they are ready to return to a hospital ward. &lt;br /&gt;How does the person feel afterwards?&lt;br /&gt;Pretty rough but this doesn't usually last for too long. &lt;br /&gt;As people wake up they may feel confused, disorientated and even agitated. People have reported having headaches and a loss of recent memories (not too surprising really!). These usually fade and return to normal although it is common for people to go back to bed when they return to the ward and sleep for a couple of hours. &lt;br /&gt;Sounds horrible why have it?&lt;br /&gt;Because it's been shown to work, although nobody really knows how. Some people think that during the fit, a person's brain 'resets', almost like a computer. &lt;br /&gt;It's usually used as a last resort treatment for serious long term (the technical name is endogenous) depression that won't go away using other more common treatments (like medication and psychotherapy). However, how it is used varies a lot from one area or hospital to another. Some professionals believe that it helps treat conditions like Schizophrenia, Mania (this is basically being 'hyper' or extremely excitable. &lt;br /&gt;There is no convincing scientific evidence that it works for anything other than serious long-tern depression! &lt;br /&gt;What are the risks with ECT?&lt;br /&gt;The statistical risk of dying is roughly 4 in 100,000 people that receive ECT. Since it has been estimated that there are around 138,000 treatments a year in Britain, this means that six people may die. &lt;br /&gt;Sounds bad, but when compared with how many people die from unintentionally overdosing on anti-depressant drugs (over 400 in Britain), the risk can be better judged. &lt;br /&gt;Memory loss has also been reported to last a lot longer than a few hours, although there really isn't much research around in this area. &lt;br /&gt;What should I check?&lt;br /&gt;Before ECT is given, doctors are required by UK law to gain consent for treatment. If consent is not given, or if it is withdrawn at any time, the ECT should be stopped. &lt;br /&gt;The only circumstances when it can be given without the patient's consent are when immediate ECT is judged necessary to save a patient's life or to prevent serious injury or death to other people (Perhaps meant for such cases as suicidal parents, who may pose a risk to their children?). Or, when the patient is detained in hospital under the law (in the UK, this is under something called the Mental Health Act, 1983 and is known as being Sectioned. However, even if the person is sectioned, this only applies under certain parts of the law, and a doctor is still required to get the agreement of two other people who have been caring for the patient, one must be a nurse, and the other is usually a social worker. &lt;br /&gt;BEWARE  ECT is still given for what seems to us at SimplePsych as dubious, not really thought through reasons. Often as a 'try it and see what happens' form of treatment or for various conditions such as Schizophrenia where there is no good evidence that it is more effective that other forms of treatment around. It is our opinion, that people with Personality Disorders may also be receiving it, quite inappropriately at times. &lt;br /&gt;Since we have already said that about 138,000 treatments occur in Britain each year, and that only a small minority of people who suffer from depression, have an endogenous depression, the case for the misuse of ECT remains quite strong. Therefore, as a sort of safeguard checklist we would encourage you to ask the following questions before agreeing to ECT - &lt;br /&gt;• Is there any therapy that can be used instead of ECT at the moment? &lt;br /&gt;• Does the ECT offered here follow the guidelines recommended by the Royal College of Psychiatrists? &lt;br /&gt;• How many treatments are planned and when will you know the person has had enough? &lt;br /&gt;• If you remain unconvinced, seek some independent psychological/medical advice. &lt;br /&gt;Summary&lt;br /&gt;To summarise, ECT has been shown to work sometimes in severe long-term (endogenous) depression. Nobody really knows how it works but it is thought that something happens during the fit which some people think is like the effect of resetting a computer, all the basic things are still there when you start up again, but you may have lost some of the programs (ie negative thoughts and feelings) you have been running recently. &lt;br /&gt;Finally, make sure that you fully understand why ECT is being given, and if in doubt seek some sort of independent advice. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.easyweb.easynet.co.uk"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-4686128041898955094?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/E3ElmYTaE9X9jGxljKWnyPDym_k/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/E3ElmYTaE9X9jGxljKWnyPDym_k/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/E3ElmYTaE9X9jGxljKWnyPDym_k/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/E3ElmYTaE9X9jGxljKWnyPDym_k/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/cDBkQRZB1DY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/4686128041898955094/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2010/11/electro-convultion-therapy.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/4686128041898955094?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/4686128041898955094?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/cDBkQRZB1DY/electro-convultion-therapy.html" title="ELECTRO CONVULTION THERAPY" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2010/11/electro-convultion-therapy.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4MQ3s7fSp7ImA9Wx5bGEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-614873878069740447</id><published>2010-11-04T14:13:00.001+07:00</published><updated>2010-11-04T14:16:22.505+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-04T14:16:22.505+07:00</app:edited><title>ASUHAN KEPERAWATAN JIWA ANAK DAN REMAJA</title><content type="html">&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;A. Definisi&lt;br /&gt; Kemampuan mental yang tidak mencukupi (WHO)&lt;br /&gt; Suatu keadaan yang di tandai dengan fungsi intelektual berada di bawah normal, timbul pada masa perkembangan/dibawah usia 18 tahun, berakibat lemahnya proses belajar dan adaptasi sosial (D.S.M/Budiman M, 1991)&lt;br /&gt; Kelemahan/ketidakmampuan kognitif muncul pada masa kanak-kanak (sebelum usia 18 tahun) ditandai dengan fungsi kecerdasan di bawah normal ( IQ 70 – 75 atau kurang ), dan disertai keterbatasan lain pada sedikitnya dua area berikut :berbicara dan berbahasa;ketrampilan merawat diri, ADL; ketrampilan sosial; penggunaan sarana masyarakat; kesehtan dan keamanan; akademik fungsional; bekerja dan rileks, dll. (AAMR,1992).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Klasifikasi&lt;br /&gt;Retardasi mental menurut American Psychiatric Association, 1994 , dibagi menjadi :&lt;br /&gt; Retardasi mental ringan : tingkat IQ 50 - 55 sampai kira-kira 70.&lt;br /&gt; Retardasi mental sedang : tingkat IQ 35 – 40 sampai 50 – 55.&lt;br /&gt; Retardasi mental berat: tingkat IQ 20 – 25 sampai 35 – 40.&lt;br /&gt; Retardasi mental yang amat sangat berat : tingkat IQ di bawah 20 - 25.&lt;br /&gt; Retardasi mental dengan keparahan yang tidak disebutkan :jika terdapat dugaan kuat adanya retardasi mental tetapi emintelligence orang tersebut tidak dapat diuji dengan tes standart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Etiologi&lt;br /&gt; Organik&lt;br /&gt; Faktor prekonsepsi : kelainan kromosom (trisomi 21/down sindrom).&lt;br /&gt; Faktor prenatal : kelainan pertumbuhan otak selama kehamilan (infeksi, zat teratogenik dan toxin, disfungsi plasenta).&lt;br /&gt; Faktor perinatal : prematuritas, perdarahan intra kranial, asphyksia neonatorum dll).&lt;br /&gt; Faktor post natal : infeksi, trauma, gangguan metabolik/hipoglikemia, malnutrisi)&lt;br /&gt; Anorganik&lt;br /&gt; Kemiskinan dan keluarga tidak harmonis.&lt;br /&gt; Sosial kultural.&lt;br /&gt; Interaksi anak kurang.&lt;br /&gt; Penelantaran anak.&lt;br /&gt; Faktor – faktor lain : keturunan, pengaruh lingkungan dan kelainan mental lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Patofisiologi&lt;br /&gt;Retardasi mental termasuk kelemahan atau ketidak mampuan kognitif yang muncul pada masa kanak – kanak (sebelum usia 18 tahun) yang ditandai dengn fungsi kecerdasan di bawah normal ( IQ 70 sampai 75 atau kurang) dan disertai dengan keterbatasan – keterbatasan lain pada sedikitnya dua area fungsi adaptif : berbahsa dan berbicara, ketrampilan merawat diri, kerumahtanggaan, ketrampilan sosial, penggunaan sarana-sarana komunitas, pengarahan diri, kesehatan dan keamanan, akademik fungsional, bersantai dan bekerja (AAMR 1992). Penyebab retardasi mental dapat digolongkan menjadi penyebab prenatal,yaitu penyakit kromosom (trisomi 21/down sindrom, sindrom Fragile-X, ganggunan sindrom (distrofi otot duchenne, neurofibromatosis (tipe1) ) dan gangguan metabolisme sejak lahir (fenilketonuria),perinatal,penyebab perinatal yaitu yang berhubungan dengan masalah intrauterin seperti abrupti plasenta, DM, prematur, serta kondisi neonatal termasuk meningitis dan perdarahan intra kranial, posnatal yaitu mencakup kondisi-kondisi yang terjadi karena cedera kepala, infeksi dan gangguan degeneratif dan demielinisdasi. Sindrom  Fragile X, sindrom Down, dan sindrom alkohol fetal merupakan sepertiga individu-individu yang menderita retardasi mental. Munculnya masalah-masalah seperti paralisis serebral, defisit sensoris, gangguan psikiatrik dan kejang berhubungan dengan retardasi mental yang lebih berat. Diagnosis retardasi mental ditetapkan secara dini pada masa kanak-kanak, prognosis jangka panjang ditentukan seberapa jauh penderita dapat berfungsi mandiri dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Manifestasi klinik&lt;br /&gt; Gangguann kognitif&lt;br /&gt; Lambatnya ketrampilan ekpresi dan resepsi bahasa&lt;br /&gt; Gagal melewati tahap perkembangan yang utama&lt;br /&gt; Lingkar kepala diatas atau dibawah normal&lt;br /&gt; Kemungkinan lambatnya pertumbuhan&lt;br /&gt; Kemungkinan tonus otot abnormal&lt;br /&gt; Kemungkinan ciri-cir dismorfik&lt;br /&gt; Terlambatnya perkembangan motoris halus dan kasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Uji laboratorium dan diagnostik&lt;br /&gt; Uji inteligensia standar (Stanford-binet, Weschler, Bayley Scale of Infan Development)&lt;br /&gt; Uji perkembangan seperti Denver II&lt;br /&gt; Pengukuran fungsi adaptif (Vineland Adaptive Behavior Scale, Woodcock-Johnson Scale of Independen Behavior, School Edition of  Adaptive Behavior Scales)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Komplikasi&lt;br /&gt; Serebral palsi&lt;br /&gt; Ganguan kejang&lt;br /&gt; Gangguan kejiwaan&lt;br /&gt; Gangguan konsentrasi/hiperaktif&lt;br /&gt; Defisit  komunikasi&lt;br /&gt; Konstipasi (karena penurunan motilitas usus akibat obat-obatan antikonvulsi, kurang mengkonsumsi makanan berserat dan cairan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Penatalaksanaan medis&lt;br /&gt;Obat-obatan yang diberikan biasanya yaitu :&lt;br /&gt; Obat-obatan psikotropika, untuk remaja yang mempunyai perilaku membahayakan diri sendiri&lt;br /&gt; Psikostimulan untuk remaja yang mengalami gangguan konsentrasi/hiperaktif&lt;br /&gt; Antidepresan&lt;br /&gt; Karbamazepin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Pengkajian keperawatan&lt;br /&gt;Pengkajian terutama ditujukan untuk menilai secara komprehensif mengenai kekurangan dan kekuatan yang berhubungan dengan ketrampilan adaptif : kominikasi, perawatan diri, interaksi sosial, penggunaan sarana prasarana di masyarakat, pengarahan diri, pemeliharaan kesehatan dan keamanan, akademik fingsional, pembentukan ketrampilan rekreasi dan ketenangan dan bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J. Diagnosa keperawatan &lt;br /&gt; Defisit perawatan diri : mandi/kebersihan, berhias, toileting&lt;br /&gt; Kerusakan komunikasi verbal&lt;br /&gt; Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh&lt;br /&gt; Risiko untuk keterlambatan perkembangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cecily L.Betz &amp; Linda A. Sowden, 2001, Buku saku Keperawatan Pediatri, EGC Jakarta.&lt;br /&gt;McCloskey J.C, Bulechek G.M, 1996, Nursing Intervention Classification (NIC), Mosby, St. Louis.&lt;br /&gt;Nanda, 2001, Nursing Diagnoses : Definition and Classification 2001-2002, Philadelphia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-614873878069740447?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f2SZK1zXocrSVmxpgmJoCohcQx8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f2SZK1zXocrSVmxpgmJoCohcQx8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f2SZK1zXocrSVmxpgmJoCohcQx8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f2SZK1zXocrSVmxpgmJoCohcQx8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/9aiKXJKP8Qo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/614873878069740447/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2010/11/asuhan-keperawatan-jiwa-anak-dan-remaja.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/614873878069740447?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/614873878069740447?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/9aiKXJKP8Qo/asuhan-keperawatan-jiwa-anak-dan-remaja.html" title="ASUHAN KEPERAWATAN JIWA ANAK DAN REMAJA" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2010/11/asuhan-keperawatan-jiwa-anak-dan-remaja.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU8EQn45cSp7ImA9WxBVFEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-7605488908427103094</id><published>2010-02-18T10:21:00.001+07:00</published><updated>2010-02-18T10:30:03.029+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-18T10:30:03.029+07:00</app:edited><title>SECANGKIR KOPI PAHIT</title><content type="html">&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak perempuan mengeluh pada sang ayah tentang kehidupannya yang sangat berat. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan dan bermaksud untuk menyerah. Ia merasa capai untuk terus berjuang dan berjuang. Bila satu persoalan telah teratasi, maka persoalan yang&lt;br /&gt;lain muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, ayahnya yang seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air kemudian menaruh ketiganya di atas api. Segera air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama dimasukkannya beberapa wortel Ke dalam panci kedua dimasukkannya beberapa butir telur. Dan, pada panci terakhir dimasukkannya biji-biji kopi. Lalu dibiarkannya ketiga&lt;br /&gt;panci itu beberapa saat tanpa berkata sepatah kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak perempuan mengatupkan mulutnya dan menunggu dengan tidak sabar. Ia keheranan melihat apa yang dikerjakan ayahnya. Setelah sekitar dua puluh menit, ayahnya mematikan kompor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambilnya wortel-wortel dan diletakkannya dalam mangkok. Diambilnya pula telur-telur dan ditaruhnya di dalam mangkok. Kemudian dituangkannya juga kopi ke dalam cangkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera sesudah itu ia berbalik kepada putrinya, dan bertanya: "Sayangku, apa yang kaulihat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wortel, telur, dan kopi," jawab anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah membawa anaknya mendekat dan memintanya meraba wortel. Ia melakukannya dan mendapati wortel-wortel itu terasa lembut. Kemudian sang ayah meminta anaknya mengambil telur dan memecahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengupas kulitnya si anak mendapatkan telur matang yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir sang ayah meminta anaknya menghirup kopi. Ia tersenyum saat mencium aroma kopi yang harum. Dengan rendah hati ia bertanya "Apa artinya, bapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda telah merasakan penderitaan yang sama, yakni air yang mendidih, tetapi reaksi masing-masing berbeda. Wortel yang kuat, keras, dan tegar, ternyata setelah dimasak dalam air mendidih menjadi lembut dan lemah. Telur yang rapuh, hanya memiliki kulit luar tipis yang melindungi cairan di dalamnya. Namun setelah dimasak&lt;br /&gt;dalam air mendidih, cairan yang di dalam itu menjadi keras. Sedangkan biji-biji kopi sangat unik. Setelah dimasak dalam air mendidih, kopi itu mengubah air tawar menjadi enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang mana engkau, anakku?" sang ayah bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika penderitaan mengetuk pintu hidupmu, bagaimana reaksimu? Apakah engkau wortel, telur, atau kopi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bagaimana dengan ANDA, sobat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda seperti sebuah wortel, yang kelihatan keras, tetapi saat berhadapan dengan kepedihan dan penderitaan menjadi lembek, lemah, dan kehilangan kekuatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda seperti telur, yang mulanya berhati penurut? Apakah engkau tadinya berjiwa lembut, tetapi setelah terjadi kematian, perpecahan, perceraian, atau pemecatan, Anda menjadi keras dan kepala batu? Kulit luar Anda memang tetap sama, tetapi apakah Anda menjadi pahit, tegar hati,serta kepala batu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau apakah Anda seperti biji kopi? Kopi mengubah air panas, hal yang membawa kepedihan itu, bahkan pada saat puncaknya ketika mencapai 100º C. Ketika air menjadi panas, rasanya justru menjadi lebih enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda seperti biji kopi, maka ketika segala hal seolah-olah dalam keadaan yang terburuk sekalipun Anda dapat menjadi lebih baik dan juga membuat suasana di sekitar Anda menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara Anda menghadapi penderitaan? Apakah seperti wortel, telur, atau biji kopi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan menjadikan kita tabah dan tegar dalam menghadapi setiap permasalahan dan penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Amien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-7605488908427103094?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hIJ0WNSwn0C_ZlDUAcNof1pfaxo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hIJ0WNSwn0C_ZlDUAcNof1pfaxo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hIJ0WNSwn0C_ZlDUAcNof1pfaxo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hIJ0WNSwn0C_ZlDUAcNof1pfaxo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/D3CZORAAkuU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/7605488908427103094/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2010/02/secangkir-kopi-pahit.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/7605488908427103094?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/7605488908427103094?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/D3CZORAAkuU/secangkir-kopi-pahit.html" title="SECANGKIR KOPI PAHIT" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2010/02/secangkir-kopi-pahit.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU4CQ349eCp7ImA9WxJXEks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-4809953803355068162</id><published>2009-06-06T12:35:00.002+07:00</published><updated>2009-06-06T12:59:22.060+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-06T12:59:22.060+07:00</app:edited><title>DIAGNOSA KEPERAWATAN</title><content type="html">Teman-teman perawat memiliki masalah dalam menetapkan diagnosa keperawatan untuk klien dengan gangguan jiwa?????? &lt;br /&gt;Dibawah ini Ada 11 diagnosa keperawatan jiwa yang sering dipergunakan di lahan praktik....&lt;br /&gt;Diagnosa yang akan di jabarkan di bawah ini mengacu pada NANDA.....&lt;br /&gt;semoga ada manfaatnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. RESIKO PERILAKU KEKERASAN TERHADAP ORANG LAIN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengertian:&lt;br /&gt;Risiko perilaku individu yang dapat membahayakan orang lain secara fisik, emosional, dan atau seksualitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTOR RESIKO:&lt;br /&gt;• Penggunaan senjata&lt;br /&gt;• Bahasa tubuh (postur kaku, mengatupkan rahang dan mengepalkan tinju, hiperaktif, mengatur, napas pelan, sikap mengancam)&lt;br /&gt;• Kerusakan kognisi (tidak mampu belajar, gangguan penurunan perhatian, penurunan fungsi intelektual)&lt;br /&gt;• Kekejaman pada binatang&lt;br /&gt;• Membakar&lt;br /&gt;• Riwayat perilaku kekerasan pada anak&lt;br /&gt;• Riwayat kekerasan tak langsung (menyobek baju, mencoret tembok, menulis di tembok, berkemih dan BAB di lantai, menghentakkan kaki, temper tantrum, berlari di ruangan, berteriak, melempar benda, memecah jendela, membanting pintu, peningkatan seksual)&lt;br /&gt;• Riwayat penyalahgunaan obat/alkohol&lt;br /&gt;• Riwayat ancaman kekerasan (secara verbal mengancam melawan kepemilikan, melawan orang, melawan sosial, mengutuk, mengancam melalui tulisan, melalui sikap tubuh, melalui seksual)&lt;br /&gt;• Riwayat saksi mata kekerasan pada keluarga&lt;br /&gt;• Riwayat kekerasan terhadap orang lain (memukul, menendang, meludahi, melempar benda, menggigit, mencuri, perilaku seksual, membuang urin/feses ke orang lain)&lt;br /&gt;• Riwayat perilaku kekerasan antisosial (merampok, ,meminjam dengan paksa, memaksa untuk bebas, menghentikan pertemuan, menolak makan, pengobatan, tidak mau menerima instruksi)&lt;br /&gt;• Impulsive&lt;br /&gt;• Mengebut (kekerasan di jalan raya, mengendarai motor untuk mengurangi marah)&lt;br /&gt;• Kerusakan neurologist (EEG, CAT, MRI, temuan neurologist positif, trauma kepala, kejang)&lt;br /&gt;• Intoksikasi patologis&lt;br /&gt;• Komplikasi/abnormalitas pre/perinatal&lt;br /&gt;• Simptomatologi psikotik (halusinasi : auditori, visual, perintah, paranoid, delusi, kehilangan, rambling atau proses pikir  tak logis)&lt;br /&gt;• Perilaku bunuh diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. RESIKO KEKERASAN TERHADAP DIRI SENDIRI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengertian:&lt;br /&gt;Risiko perilaku individu yang dapat membahayakan diri sendiri secara fisik, emosional, dan atau seksualitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Factor risiko:&lt;br /&gt;• Usia 15-19 tahun&lt;br /&gt;• Usia &gt; 45 tahun&lt;br /&gt;• Petunjuk perilaku (menulis catatan untuk orang yang akan ditinggalkan, pesan kemarahan terhadap orang yang menolak, memberikan pilihan, mengambil asuransi yang besar)&lt;br /&gt;• Konflik hubungan interpersonal&lt;br /&gt;• Status emosional (putus asa, penolakan, cemas meningkat, panic, marah, permusuhan)&lt;br /&gt;• Pekerjaan (menganggur, kehilangan/kegagalan dalam pekerjaan)&lt;br /&gt;• Manusia dengan tindakan seksual autoerotic&lt;br /&gt;• Latar belakang keluarga (misalnya; kacau atau konflik, riwayat bunuh diri)&lt;br /&gt;• Riwayat percobaan bunuh diri multiple&lt;br /&gt;• Sumber personal (penerimaan buruk, pandangan buruk, afek tak dapat dinilai, control buruk)&lt;br /&gt;• Sumber social (laporan buruk, isolasi social, keluarga tak responsive)&lt;br /&gt;• Kesehatan fisik (hipokondriasis, penyakit kronis/terminal)&lt;br /&gt;• Status pernikahan (single, bercerai, janda/menduda)&lt;br /&gt;• Kesehatan mental (depresi berat, psikosis, gangguan personalitas berat, penyalahgunaan alcohol/obat)&lt;br /&gt;• Jabatan (eksekutif, administrator, wiraswasta, professional, kematian pekerja)&lt;br /&gt;• Orientasi seksual (biseks [aktif], homoseks[inaktif])&lt;br /&gt;• Ide bunuh diri (frekuensi, intensitas harga)&lt;br /&gt;• Rencana bunuh diri (secara jelas dan telah merencanakan caranya, kemampuan dalam merusak diri dan merancang metodenya)&lt;br /&gt;• Petunjuk verbal (bicara kematian, lebih baik tanpa diriku, menanyakan dosis yang mematikan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. GANGGUAN PERSEPSI SENSORI (SPESIFIK:  VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK, PENGECAPAN, &lt;/span&gt;TAKTIL, PENCIUMAN)&lt;br /&gt;Pengertian :&lt;br /&gt;Perubahan dalam jumlah dan pola dari stimulus yang diterima disertai dengan mengurangi, melebih-lebihkan, distorsi, atau kerusakan respon beberapa stimulus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasan karakteristik :&lt;br /&gt;• Perubahan pola perilaku&lt;br /&gt;• Perubahan kemampuan pemecahan masalah&lt;br /&gt;• Melaporkan atau menunjukkan perubahan sensori akut&lt;br /&gt;• Perubahan respon terhadap stimulus&lt;br /&gt;• Disorientasi waktu, tempat, orang&lt;br /&gt;• Halusinasi&lt;br /&gt;• Kerusakan komunikasi&lt;br /&gt;• Iritabilitas&lt;br /&gt;• Konsentrasi buruk&lt;br /&gt;• Gelisah&lt;br /&gt;• Distorsi sensori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang berhubungan :&lt;br /&gt;• Perubahan persepsi sensori &lt;br /&gt;• Perubahan penerimaan sensori&lt;br /&gt;• Perubahan penerimaan transmisi&lt;br /&gt;• Perubahan penerimaan integrasi&lt;br /&gt;• Ketidakseimbangan bokimia penyebab distorsi sensori (ilusi, halusinasi)&lt;br /&gt;• Ketidakseimbangan elektrolit&lt;br /&gt;• Stimulus lingkungan berlebih&lt;br /&gt;• Stimulus lingkungan tidak mencukupi/kurang&lt;br /&gt;• Stress psikologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. GANGGUAN PROSES PIKIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengertian :&lt;br /&gt;Suatu kondisi gangguan aktivitas dan kerja kognitif (misalnya: pikiran sadar, orientasi realita, pemecahan masalah, dan penilaian) yang terjadi pada individu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasan karakteristik :&lt;br /&gt;• Ketidaksesuaian kognitif&lt;br /&gt;• Membingungkan&lt;br /&gt;• Egosentris&lt;br /&gt;• Hipervigilance (tingkat terjaga tinggi)&lt;br /&gt;• Hipovigilance (tingkat terjaga rendah)&lt;br /&gt;• Interpretasi terhadap lingkungan tidak akurat&lt;br /&gt;• Pikiran yang tidak sesuai (misal: berpikir non-realistik)&lt;br /&gt;• Defisit memori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang berhubungan:&lt;br /&gt;Akan dikembangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain yang berhubungan (non-NANDA):&lt;br /&gt;• Gangguan mental&lt;br /&gt;• Gangguan mental organik&lt;br /&gt;• Gangguan kepribadian&lt;br /&gt;• Penyalahgunaan zat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. KERUSAKAN INTERAKSI SOSIAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengertian :&lt;br /&gt;Jumlah yang tidak mencukupi atau berlebih atau kualitas pertukaran social tidak efektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasan karakteristik :&lt;br /&gt;• Mengungkapkan atau menunjukkan ketidakmampuan untuk menerima atau mengkomunikasikan rasa kepuasan, rasa memiliki, menyayangi, ketertarikan atau membagi pengalaman&lt;br /&gt;• Mengungkapkan/menunjukkan ketidaknyamanan dalam situasi social&lt;br /&gt;• Menunjukkan penggunaan perilaku interaksi social tidak berhasil&lt;br /&gt;• Keluarga melaporkan  perubahan gaya hidup atau pola interaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang berhubungan :&lt;br /&gt;• Kurang pengetahuan atau ketrampilan m engenai cara dalam meningkatkan kualitas&lt;br /&gt;• Isolasi teraputik&lt;br /&gt;• Disonansi/ketidakcocokn sosiokultural&lt;br /&gt;• Keterbatasan mobilitas fisik&lt;br /&gt;• Hambatan lingkungan&lt;br /&gt;• Hambatan komunikasi&lt;br /&gt;• Perubahan proses pikir&lt;br /&gt;• Tidak ada orang yang berarti atau teman sebaya&lt;br /&gt;• Gangguan konsep diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. ISOLASI SOSIAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengertian :&lt;br /&gt;Pengalaman kesendirian secara individu dan dirasakan segan terhadap orang lain dan sebagai keadaan yang ngatif atau mengancam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasan karakteristik :&lt;br /&gt;Obyektif :&lt;br /&gt;• Tak ada dukungan dari orang yang penting (keluarga, teman, kelompok)&lt;br /&gt;• Perilaku bermusuhan&lt;br /&gt;• Menarik diri&lt;br /&gt;• Tidak komunikatif&lt;br /&gt;• Menunjykkan perilaku tidak diterima oleh kelompok cultural dominant&lt;br /&gt;• Mencari kesendirian atau merasa diakui di dalam subkultur&lt;br /&gt;• Senang dengan pikirannya sendiri&lt;br /&gt;• Aktivitas berulang atau aktivitas yang kurang berarti&lt;br /&gt;• Kontak mata tidak ada&lt;br /&gt;• Aktivitas tidak sesuai dengan umur perkembangan&lt;br /&gt;• Keterbatasan mental/fisik/perubahan keadaan sejahtera&lt;br /&gt;• Sedih, afek tumpul&lt;br /&gt;Subyektif :&lt;br /&gt;• Mengekspresikan perasaan kesendirian&lt;br /&gt;• Mengekspresikan perasaan penolakan&lt;br /&gt;• Minat tidak sesuai dengan umur perkembangan&lt;br /&gt;• Tujuan hidup tidak ada atau tidak adekuat&lt;br /&gt;• Tidak mampu memenuhi harapan orang lain&lt;br /&gt;• Ekspresi nilai sesuai dengan subkultur tetapi tidak sesuai dengan kelompok kultur dominan&lt;br /&gt;• Ekspresi peminatan tidak sesuai dengan umur perkembangan&lt;br /&gt;• Mengekspresikan perasaan berbeda dari yang lain&lt;br /&gt;• Tidak merasa aman di masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang berhubungan&lt;br /&gt;• Perubahan status mental&lt;br /&gt;• Tidak mampu dalam memuaskan hubungan pribadi&lt;br /&gt;• Nilai social tidak diterima&lt;br /&gt;• Perilaku social tidak diterima&lt;br /&gt;• Sumber personal tidak adekuat&lt;br /&gt;• Ketertarikan imatur&lt;br /&gt;• Factor yang berkontribusi terhadap ketidakpuasan hubungan personal (lambat dalam menyelesaikan tugas perkembangan)&lt;br /&gt;• Perubahan penampilan fisik&lt;br /&gt;• Perubahan keadaan sejahtera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. KERUSAKAN KOMUNIKASI VERBAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengertian :&lt;br /&gt;Keadaan seorang individu yang mengalami penurunan, keterlambatan atau ketidakmampuan untuk menerima, memproses, menghantarkan, dan menggunakan sistem simbol-segala sesuatu yang mempunyai arti &lt;br /&gt;Batasan karakteristik :&lt;br /&gt;• Tidak ada kontak mata&lt;br /&gt;• Tidak dapat berbicara&lt;br /&gt;• Kesulitan dalam memahami dan menggali pola komunikasi seperti biasa&lt;br /&gt;• Kesulitan dalam mengekspresikan pikiran secara verbal (contoh: aphasia, dysphasia, apraksia, dysleksia)&lt;br /&gt;• Kesulitan membentuk kalimat dan  kata (contoh: aphonia, dyslalia, dysarthria)&lt;br /&gt;• Kesulitan dalam memelihara pola komunikasi seperti biasa&lt;br /&gt;• Kesulitan dalam memilih perhatian&lt;br /&gt;• Kesulitan dalam menggunakan ekspresi tubuh dan  ekspresi wajah&lt;br /&gt;• Disorientasi orang, tempat, waktu&lt;br /&gt;• Dyspnea&lt;br /&gt;• Sengaja menolak berbicara&lt;br /&gt;• Ketidakmampuan berbicara dengan bahasa yang dominan&lt;br /&gt;• Kesulitan berbicara&lt;br /&gt;• Tidak tepat dalam mengutarakan keinginan&lt;br /&gt;• Bicara gagap&lt;br /&gt;• Slurring&lt;br /&gt;• Kontak mata tidak ada, kesulitan dalam mengikuti pilihan&lt;br /&gt;• Penurunan penglihatan sebagian atau total&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang berhubungan :&lt;br /&gt;• Penurunan sirkulasi ke otak&lt;br /&gt;• Perbedaan kebudayaan&lt;br /&gt;• Hambatan psikologi (psikosis, kurang stimuli)&lt;br /&gt;• Hambatan fisik (intubasi, trakheostomi)&lt;br /&gt;• Kelainan anatomi (palato scisis, perubahan system saraf penglihatan, pendengaran, phonary apparatus)&lt;br /&gt;• Tumor otak&lt;br /&gt;• Perbedaan perhubungan dengan perkembangan umur&lt;br /&gt;• Efek samping obat&lt;br /&gt;• Keterbatasan lingkunngan&lt;br /&gt;• Ketidakhadiran orang terdekat&lt;br /&gt;• Perubahan persepsi&lt;br /&gt;• Kurang informasi&lt;br /&gt;• Stress&lt;br /&gt;• Perubahan konsep diri atau harga diri&lt;br /&gt;• Kondisi fisiologis atau emosional&lt;br /&gt;• Perubahan system saraf pusat&lt;br /&gt;• Kelemahan sistem muskulo skeletal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. KURANG PERAWATAN DIRI MANDI/HYGIENE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengertian :&lt;br /&gt;Kerusakan kemampuan dalam memenuhi/melengkapi aktivitas mandi/kebersihan diri secara mandiri&lt;br /&gt;Batasan karakteristik :&lt;br /&gt;Tidak mampu dalam :&lt;br /&gt;• Membasuh bagian atau seluruh tubuh&lt;br /&gt;• Menyediakan sumber air mandi&lt;br /&gt;• Suhu air mandi regular&lt;br /&gt;• Mendapatkan peralatan mandi&lt;br /&gt;• Mengeringkan tubuh&lt;br /&gt;• Masuk/keluar kamar mandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang berhubungan :&lt;br /&gt;• Kurang atau penurunan motivasi&lt;br /&gt;• Lemah atau lelah&lt;br /&gt;• Cemas berat&lt;br /&gt;• Tidak mampu merasakan bagian tubuh&lt;br /&gt;• Kerusakan kognisi atau perceptual&lt;br /&gt;• Nyeri&lt;br /&gt;• Kerusakan neurovascular&lt;br /&gt;• Kerusakan musculoskeletal&lt;br /&gt;• Hambatan lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. DEFISIT PERAWATAN DIRI: MAKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengertian :&lt;br /&gt;Suatu hambatan kemampuan dalam memenuhi/mencukupi aktivitas makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasan karakteristik :&lt;br /&gt;Ketidakmampuan untuk:&lt;br /&gt;• Menyuap makanan dari piring ke mulut&lt;br /&gt;• Mengunyah makanan&lt;br /&gt;• Menyelesaikan makan&lt;br /&gt;• Meletakkan makanan ke piring&lt;br /&gt;• Memegang alat makan&lt;br /&gt;• Mengingesti makanan dengan cara yang dapat diterima oleh masyarakat&lt;br /&gt;• Mengingesti makanan secara aman&lt;br /&gt;• Mengingesti makanan yang cukup&lt;br /&gt;• Memanipulasi makanan di mulut&lt;br /&gt;• Membuka wadah&lt;br /&gt;• Mengambil cangkir atau gelas&lt;br /&gt;• Menyiapkan makanan untuk diingesti&lt;br /&gt;• Menelan makanan&lt;br /&gt;• Menggunakan alat bantu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang berhubungan :&lt;br /&gt;• Kurang atau penurunan motivasi&lt;br /&gt;• Ketidaknyamanan&lt;br /&gt;• Hambatan lingkungan&lt;br /&gt;• Gangguan musculoskeletal&lt;br /&gt;• Gangguan neurovascular&lt;br /&gt;• Nyeri&lt;br /&gt;• Kerusakan kognisi atau perceptual&lt;br /&gt;• Cemas berat&lt;br /&gt;• Kelemah atau kelelahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. KURANG PERAWATAN DIRI BERPAKAIAN/BERHIAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengertian :&lt;br /&gt;Kerusakan kemampuan dalam memenuhi aktivitas berpakaian dan berhias untuk diri sendiri&lt;br /&gt;Batasan karakteristik :&lt;br /&gt;Kerusakan kemampuan dalam :&lt;br /&gt;• Memakai atau melepas pakaian yang perlu&lt;br /&gt;• Berpakaian cepat&lt;br /&gt;• Menyediakan atau mengganti stok baju&lt;br /&gt;Tidak mampu dalam :&lt;br /&gt;• Memakai pakaian atas&lt;br /&gt;• Memakai pakaian bawah di badan &lt;br /&gt;• Memilih pakaian&lt;br /&gt;• Menggunakan alat bantu&lt;br /&gt;• Mengancingkan baju&lt;br /&gt;• Mengganti baju&lt;br /&gt;• Mengenakan kaos kaki&lt;br /&gt;• Mempertahankan penampilan dalam tingkat memuaskan&lt;br /&gt;• Mengambil pakaian&lt;br /&gt;• Mengenakan sepatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Factor yang berhubungan :&lt;br /&gt;• Kerusakan kognitif&lt;br /&gt;• Kurang atau penurunan motivasi&lt;br /&gt;• Hambatan lingkungan &lt;br /&gt;• Kelelahan&lt;br /&gt;• Kerusakan musculoskeletal &lt;br /&gt;• Kerusakan neurovascular&lt;br /&gt;• Nyeri&lt;br /&gt;• Kerusakan perceptual&lt;br /&gt;• Cemas berat&lt;br /&gt;• Tidak nyaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. HARGA DIRI RENDAH KRONIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengertian :&lt;br /&gt;Keadaan yang lama mengenai evaluasi diri atau perasaan mengenai diri atau kemampuan diri yang negative&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasan karakteristik :&lt;br /&gt;• Menjauhi rasionalisasi atau menolak umpan balik positif dan membesarkan umpan balik negative mengenai diri (kronis)&lt;br /&gt;• Mengungkapkan diri negative (kronis)&lt;br /&gt;• Keraguan dalam mencoba hal atau situasi baru (kronis)&lt;br /&gt;• Ekspresi malu/rasa bersalah (kronis)&lt;br /&gt;• Mengevaluasi diri tidak mampu menangani situasi (kronis)&lt;br /&gt;• Kurang kontak mata&lt;br /&gt;• Pasif atau nonasertif&lt;br /&gt;• Kurang sukses dalam bekerja atau kejadian lain berulang&lt;br /&gt;• Mencari ketenangan berlebih&lt;br /&gt;• Penyesuaian berlebih untuk tergantung pada pendapat orang lain&lt;br /&gt;• Bimbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10. RISIKO BUNUH DIRI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengertian :&lt;br /&gt;Risiko mencederai diri sendiri, cedera mengancam hidupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Factor risiko :&lt;br /&gt;Perilaku&lt;br /&gt;• Riwayat percobaan bunuh diri&lt;br /&gt;• Impulsive&lt;br /&gt;• Membeli senjata/pistol&lt;br /&gt;• Menyimpan obat&lt;br /&gt;• Membuat atau mengubah rencana&lt;br /&gt;• Membuang benda miliknya&lt;br /&gt;• Perasaan euforik tiba-tiba setelah depresi mayor&lt;br /&gt;• Tanda-tanda perubahan perilaku, sikap atau penampilan sekolah&lt;br /&gt;Verbal&lt;br /&gt;• Mengancam akan bunuh diri&lt;br /&gt;• Kondisi ingin mati&lt;br /&gt;Situasional &lt;br /&gt;• Hidup sendiri&lt;br /&gt;• Lelah&lt;br /&gt;• Relokasi&lt;br /&gt;• Ekonomi tidak stabil&lt;br /&gt;• Kehilangan otonomi/kebebasan&lt;br /&gt;• Ada senjata di rumah&lt;br /&gt;• Remaja hidup dalam kondisi nontradisional (pusat rehabilitasi anak, penjara, kelompok rumah)&lt;br /&gt;Psikososial&lt;br /&gt;• Riwayat bunuh diri pada keluarga&lt;br /&gt;• Penyalahgunaan alkhohol&lt;br /&gt;• Gangguan psikiatrik (depresi, skizophrenia, bipolar)&lt;br /&gt;• Kekerasan anak&lt;br /&gt;• Bersalah&lt;br /&gt;• Gay atau lesbian&lt;br /&gt;• Demografik&lt;br /&gt;• Usia : usia lanjut, laki-laki dewasa muda, remaja&lt;br /&gt;• Ras : kaukasoid, amerika asli&lt;br /&gt;• Gender : laki-laki&lt;br /&gt;• Perceraian/janda/duda&lt;br /&gt;Fisik&lt;br /&gt;• Penyakit fisik&lt;br /&gt;• Penyakit terminal&lt;br /&gt;• Nyeri kronis&lt;br /&gt;Sosial&lt;br /&gt;• Kehilangan hubungan penting&lt;br /&gt;• Gangguan kehidupan keluarga&lt;br /&gt;• Berduka, kehilangan&lt;br /&gt;• System dukungan buruk&lt;br /&gt;• Sendiri&lt;br /&gt;• Putus asa&lt;br /&gt;• Tidak berdaya&lt;br /&gt;• Isolasi sosial&lt;br /&gt;• Masalah hukum atau disipiln&lt;br /&gt;• Bunuh diri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;11. KOPING TIDAK EFEKTIF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengertian:&lt;br /&gt;Ketidakmampuan untuk membentuk penilaian yang benar dari stressor, pemilihan respon tidak adekuat, dan atau ketidakmampuan dalam menggunakan sumber-sumber yang tersedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasan karakteristik:&lt;br /&gt;• Gangguan tidur&lt;br /&gt;• Penyalahgunaan obat&lt;br /&gt;• Penurunan dukungan sosial&lt;br /&gt;• Konsentrasi buruk, kelelahan&lt;br /&gt;• Pemecahan masalah tak adekuat&lt;br /&gt;• Verbal: tidak mampu koping atau tidak mampu meminta bantuan&lt;br /&gt;• Tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar&lt;br /&gt;• Perilaku merusak diri/orang lain&lt;br /&gt;• Tidak mampu memenuhi harapan peran&lt;br /&gt;• Tingkat kesakitan tinggi&lt;br /&gt;• Perubahan pola komunikasi&lt;br /&gt;• Mengambil risiko&lt;br /&gt;• Menggunakan koping risiko&lt;br /&gt;• Menggunakan koping yang mengganggu atau menghalangi perilaku adaptif&lt;br /&gt;• Kurang perilaku yang bertujuan langsung/resolusi masalah, ketidakmampuan untuk merawat dan kesulitan dalam mengorganisasikan informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Factor yang berhubungan:&lt;br /&gt;• Perbedaan gender dalam strategi koping&lt;br /&gt;• Percaya diri tidak adekuat dalam kemampuan koping&lt;br /&gt;• Ketidakpastian&lt;br /&gt;• Dukungan sosial tidak adekuat yang dibentuk dari karakteristik atau hubungan&lt;br /&gt;• Tingkat kontrol persepsi tidak adekuat&lt;br /&gt;• Sumber tidak adekuat&lt;br /&gt;• Derajat pengobatan level tinggi&lt;br /&gt;• Krisis situasional&lt;br /&gt;• Gangguan dalam pola penurunan ketegangan&lt;br /&gt;• Kesempatan untuk mengatasi stressor tidak adekuat&lt;br /&gt;• Tidak mampu menyimpan energi yang adaptif&lt;br /&gt;• Gangguan pola penilaian terhadap terapi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-4809953803355068162?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0wEVU9-B45LWVkw2pLHVcGL4iTM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0wEVU9-B45LWVkw2pLHVcGL4iTM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0wEVU9-B45LWVkw2pLHVcGL4iTM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0wEVU9-B45LWVkw2pLHVcGL4iTM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/CigNYvEiLpU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/4809953803355068162/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2009/06/diagnosa-keperawatan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/4809953803355068162?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/4809953803355068162?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/CigNYvEiLpU/diagnosa-keperawatan.html" title="DIAGNOSA KEPERAWATAN" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2009/06/diagnosa-keperawatan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYBRno6cCp7ImA9WxVbEUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-7392205438114950564</id><published>2009-03-27T19:38:00.002+07:00</published><updated>2009-03-27T19:49:17.418+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-27T19:49:17.418+07:00</app:edited><title>PSIKOFARMAKA</title><content type="html">Kadang kita bingung jika melihat banyak obat yang harus dimakan oleh klien gangguan jiwa, sehingga dibutuhkan informasi yang jelas bagi klien maupun perawat yang akan memberikan sediaan psikofarmaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak macam jenis sediaan obat dalam psikofarmaka, sehingga sangat diperlukan kewaspadaan dalam hal pemberian dan pengawasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini diuraikan macam dan jenis obat serta kewaspadaan dalam hal pemberian obat dan obat-obatan yang sering dipakai dalam penanganan klien gangguan jiwa...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikofarmaka adalah obat – obatan kimia, yaitu obat – obatan psikotropika, yang dapat mempengaruhi bagian – bagian otak tertentu dan menekan atau mengurangi atau menghilangkan gejala – gejala tertentu pada penderita.&lt;br /&gt;Gejala tersebut meliputi : yang berhubungan dengan proses pikir, berhubungan dengan alam perasaan dan emosi, dan perilaku (behaviour), penghayatan pribadi manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam –macam psikofarmaka :&lt;br /&gt;1. Golongan anti psikotik&lt;br /&gt;2. Golongan anti cemas&lt;br /&gt;3. Golongan anti depresi&lt;br /&gt;4. Golongan anti maniak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pemberian  obat;&lt;br /&gt;• P O (per oral)&lt;br /&gt;• DROP(Bentuk tetes)&lt;br /&gt;• Injeksi  IM , IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dosis paruhnya obat psikotropika  diberikan  Long term atau short term,obat longterm diberikan secara injeksi  IM&lt;br /&gt;Jenis – jenis sediaan obat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Golongan anti psikotik&lt;/span&gt; :Obat-obat jenis ini digunakan untuk menghilangkan  gejala psikotik seperti waham dan halusinasi ,penghayatan diri.Untuk obat jenis konvesional biasanya hanya mampu menghilangkan gejala psitip saja, tetapi obat jenis atipkal bisa menghilangka gejala positip dan gejala negatip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. chlorpromazine (promagtil,largagtil)&lt;br /&gt;2. haloperidol(haldol2mg,5mg)&lt;br /&gt;3. trifluoperazine (stelasin 2mg 5mg)&lt;br /&gt;4. perphenazine&lt;br /&gt;5. fluphenazine&lt;br /&gt;6. thioridazine(meleril)&lt;br /&gt;7. pimozide&lt;br /&gt;8. clozapine(clozaril)&lt;br /&gt;9. sulpirideh&lt;br /&gt;10. risperidone(Persidal)&lt;br /&gt;11. quetiapine&lt;br /&gt;12. olanzapine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Golongan anti cemas &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Obat ini memberi kasiat menghilangkan rasa cemas  melalui penguatan inhibitor GABA (gama acid amino biturat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga obat ini akan memberi terapi pada kasus- kasus:&lt;br /&gt;• Gangguan cemas umum&lt;br /&gt;• Cemas karena stress&lt;br /&gt;• Gangguan tidur&lt;br /&gt;• Phobia&lt;br /&gt;• Cemas karena PTS&lt;br /&gt;• Cemas dengan kondisi medik &lt;br /&gt;• Cemas karena tindakan medis&lt;br /&gt;• Gangguan kejang&lt;br /&gt;•  Histeria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam -macam obatnya :&lt;br /&gt;1. Diazepam(Valium,Valisanbe,Validex)&lt;br /&gt;2. Chlordiazepoxide(Cetabrium)&lt;br /&gt;3. Alprazolam(Atarax,Xanax)&lt;br /&gt;4. Clobazam&lt;br /&gt;5. lorazepam (Ativan)&lt;br /&gt;6. buspirone&lt;br /&gt;7. hidroxyzine&lt;br /&gt;8. bromazepam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Golongan anti depresi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Obat –obat ini sangat bermanfaat untuk pengobatan gejala depresi seperti mutisme ,hipoaktif dan disforik,.Disamping itu bisa untuk mengobati keadaan panic,enurises,pada anak dengan gangguan perhatian,bumilia narkolepsi dan ,obsesi kumpulsif.Tiga jenis obat anti depresan yaitu Golongan Tricyclik,selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI),monoamine oksidase inhibitor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam –macam obat anti depresan.&lt;br /&gt;1. Amitriptyline(trilin}&lt;br /&gt;2. Imipramine&lt;br /&gt;3. Clomipramine&lt;br /&gt;4. Fluoxentine(Kalcetin)&lt;br /&gt;5. Srtraline(Fridep)&lt;br /&gt;6. Amoxapine&lt;br /&gt;7. Moclobenide&lt;br /&gt;8. Citalopram&lt;br /&gt;9. Duloxetine&lt;br /&gt;10. Venlafaxine&lt;br /&gt;11. Maprotiline&lt;br /&gt;12. Fluvoxamine&lt;br /&gt;13. Mirtazapine&lt;br /&gt;14. Paroxetine&lt;br /&gt;15. Tianeptine&lt;br /&gt;16. Mianserine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Golongan anti maniak&lt;/span&gt; :obat-obat ini berguna untuk menghilangkan gejala manik seperti logorhoe,hiperaktive   euforia&lt;br /&gt;1. Lithium carbonte&lt;br /&gt;2. Carbazepine&lt;br /&gt;3. haloperidol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KEWASPADAAN PERWAT;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam memberikan terapi psikofarmaka sering menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu perwat harumewaspadai setelah obat masuk kedalam tubuh pasien ,Sebagai  berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewaspadaan pada Obat anti psikotik;&lt;br /&gt;• Kebutuhan individu sangat bervariasi&lt;br /&gt;• Gejala akan mereda setelah diberi obat 3hari sampai  2 minggu&lt;br /&gt;• Beberapa jenis skizofrenia butuh obat sepanjang hidupnya&lt;br /&gt;• EPS dan diskinesia Tardif bisa terjadi sebagai efek samping.&lt;br /&gt;• Terjadinya efek agranulosis&lt;br /&gt;•  Obesitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat anti depresan:&lt;br /&gt;• Obat anti depresan bisa letal   pada dosis yang berlebih&lt;br /&gt;• Efek mengantuk&lt;br /&gt;• Mulut kering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat anti mania :&lt;br /&gt;• Lithium karbonat  sangat toxik dan lethal oleh sebab itu perlu pemantauan ketat setiap waktu tertentu diperiksa laborat kandungan garam litium dalam tubuh pasien&lt;br /&gt;• Carbamecepim dapat menimbulkan  steven jhonson&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat anti cemas :&lt;br /&gt;• Efek adiksi sangat kuat&lt;br /&gt;• Efek mengantuk&lt;br /&gt;• Masalah –masalah memori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENGATASI EFEK SAMPING OBAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Untuk adanyanya gejala EPS diberikan injeksi Diphenhydramin 2 cc dan sulfas atropin 1ampul&lt;br /&gt; Untuk adanya timbul adiksi dilakukan tapering off&lt;br /&gt; Untuk efek sedasi diberi  nasehat tidak boleh menjalankan mesin&lt;br /&gt; Untuk mencegah adanya diskinesia  tardive dengan hati-hati pemberian dosis yang meningkat terutama obat anti psikotik&lt;br /&gt; Untuk mendeteksi ambang letal di periksa laborat tiap 3 bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-7392205438114950564?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TY12qEmrTt9iU-HKcyv7OrqN_bg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TY12qEmrTt9iU-HKcyv7OrqN_bg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TY12qEmrTt9iU-HKcyv7OrqN_bg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TY12qEmrTt9iU-HKcyv7OrqN_bg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/xqWXLszf4Cg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/7392205438114950564/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2009/03/psikofarmaka.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/7392205438114950564?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/7392205438114950564?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/xqWXLszf4Cg/psikofarmaka.html" title="PSIKOFARMAKA" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2009/03/psikofarmaka.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEAEQnY6cCp7ImA9WxVQEk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-5693715644324672966</id><published>2009-01-29T20:39:00.000+07:00</published><updated>2009-01-29T20:45:03.818+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-29T20:45:03.818+07:00</app:edited><title>SEHAT JIWA</title><content type="html">Pada masa sekarang banyak hal yang dapat mempengaruhi seseorang untuk mengalami gangguan jiwa seperti  tekanan terhadap ekonomi, pekerjaan, putus pacar, atau malah pada saat mendapat pacar seseorang dapat menjadi uring-uringan marah-marah, sampai-sampai pada keinginan untuk mengakhiri hidup sendiri. Di madia massa banyak yang memberitakan ada ibu yang tega membakar diri dan anaknya karena himpitan ekonomi, ada anak yang nekat gantung diri karena gak dapat uang jajan, atau ada mahasiswa yang nekat lompat dari gedung tempat kuliah karena gak lulus-lulus, so kita mesti ngerti dulu dengan diri kita/jiwa kita sendiri, sebelum ngerti tentang orang lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pengertian sehat jiwa menurut Johanda adalah bersikap positif terhadap diri sendiri, mengalami pertumbuhan dan perkembangan sampai aktualisasi diri, memiliki integritas diri, otonomi, persepsi realitas dan menguasai lingkungan (environmental mastery). Seseorang dikatakan sehat jiwa bila mampu menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan diri sendiri, orang lain, masyarakat dan lingkungan yang menjadi stressor. Kemampuan beradaptasi terhadap stressor dipelajari sepanjang hidup manusia, disebut dengan mekanisme koping. Penyesuaian diri yang baik berdampak pada terwujudnya keharmonisan fungsi jiwa, sanggup menghadapi masalah, merasa bahagia dan mampu diri. Kesehatan jiwa merupakan suatu keadaan keseimbangan jiwa seseorang, dimana ia dapat mengatur hidupnya dan menjalankan fungsinya dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang sehat jiwa cenderung lebih tahan terhadap berbagai penyakit, stressor dan konflik. Fungsi fisik dan psikis/jiwa saling mempengaruhi melalui jalur fisiologis tubuh dan perilaku sehat. Jalur fisiologis yang utama melalui sistem hormon, persarafan serta imunitas/kekebalan tubuh. Jalur perilaku sehat mencakup pola perilaku adaptif seperti olah raga, makan-minum-istirahat, menghindari rokok, aktivitas seks yang aman dan sehat serta pertolongan medis segera bila ada gangguan kesehatan. Sedangkan seseorang yang memiliki gangguan jiwa cenderung hidup dalam dunia yang diciptakananya sendiri, mengalami kesulitan dalam komunikasi, asosial atau antisosial, bahkan tidak mampu mengurus dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Ada beberapa ciri-ciri orang yang sehat jiwa, menurut WHO adalah dapat menyesuaikan diri secara konstruktif, merasakan kepuasan dari usaha nyata, lebih puas memberi daripada menerima, hubungan antar manusia yang saling menolong, menerima kekecewaan untuk pelajaran yang akan datang, mengarahkan rasa bermusuhan pada penyesalan yang kreatif dan konstruktif, serta mempunyai kasih sayang. Sedangkan ciri-ciri orang yang kurang sehat jiwanya menurut WHO antara lain selalu diliputi suasana khawatir dan gelisah, mudah marah karena hal-hal sepele, menyerang orang lain karena kemarahannya, permusuhan, kebencian, sulit memaafkan orang lain, tidak mampu menghadapi kenyataan hidup, tidak realistik, lari dari kenyataan, murung, putus asa dan tidak mampu menyatakan isi hatinya kepada orang lain (kayaknya banyak ni dari kita yang belum sehat jiwa………).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 aspek utama yang merupakan faktor predisposisi pertahanan kesehatan jiwa seseorang yaitu :&lt;br /&gt;a. Individu&lt;br /&gt;Memiliki harga diri positif, vitalitas, hidup berarti, hidup harmonis, identitas positif dan faktor-faktor biologis terpenuhi.&lt;br /&gt;b. Interpersonal&lt;br /&gt;Komunikasi yang efektif, keintiman, menolong orang lain dan keseimbangan antara ketergantungan dan kemandirian.&lt;br /&gt;c. Budaya &lt;br /&gt;Rasa memiliki kelompok, suport antar anggota masyarakat, cukupnya sumber-sumber pemenuhan kebutuhan dalam masyarakat dan tidak adanya tindakan kekerasan dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 faktor utama yang menjadi pencetus gangguan jiwa yaitu genetik (internal), pola asuh dan pola didik yang kurang baik (salah) serta lingkungan sebagai stressor. Ada banyak faktor psikososial yang dapat menjadi pencetus gangguan jiwa, diantaranya perkawinan (perceraian, perpisahan, ketidaksetiaan), problem dengan orang tua (tidak punya anak, anak banyak, anak nakal, anak sakit, hubungan yang tidak baik dengan mertua), hubungan interpersonal (konflik dengan sahabat, kekasih, atasan atau teman kerja), pekerjaan (terlalu banyak, tidak bekerja, tidak cocok, mutasi jabatan, kenaikan pangkat, pensiun, PHK, atau mau nyalon jadi caleg……), lingkungan hidup (lingkungan rumah rawan, penggusuran tempat tinggal), keuangan (pendapatan rendah, terlibat utang, usaha bangkrut, warisan), hukum (tuntutan, pengadilan, penjara) dan penyakit (kecelakaan, operasi, aborsi, jantung dan kanker).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma pencegahan gangguan jiwa yang dapat dipakai oleh setiap orang adalah paradigma pencegahan perilaku dan strategi pencegahan. Pencegahan perilaku diarahkan agar tidak terbentuk respon maladaptif. Perilaku khusus yang perlu dicegah antara lain menolak diri sendiri, melukai orang lain, kebiasaan tidak sehat seperti makan berlebihan, mabuk-mabukan, menyalahkan orang lain, menunda-nunda sesuatu, banyak berdalih, kegagalan berperan (sebagai mahasiswa, orang tua, pekerja, dll), terputusnya hubungan (seperti suami-istri, orang tua-anak, pekerja-bos, dll), perasaan overreaksi/ reaksi yang berlebihan seperti mudah panik, cemas pada situasi baru, mudah mengamuk, mudah melarikan diri dari sesuatu, serta ketidak mampuan psikologis seperti tidak bisa menerima sakit-penyakit, tidak punya kompensasi dan mudah frustasi walaupun dalam peristiwa normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi pencegahan sakit jiwa dilakukan melalui pendidikan kesehatan, perubahan lingkungan dan sistem support sosial yang ada. Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan kompetensi respon adaptif, kemampuan kontrol diri, strategi koping yang efektif dan peningkatan harga diri. Perubahan lingkungan meliputi pemantapan ekonomi dan keuangan keluarga, mendapatkan pekerjaan atau pendidikan yang memadai, tempat kerja aatau rumah baru, dll. Sistem support sosial yang diberikan dapat menghilangkan atau meminimalkan stressor pencetus dan faktor resikonya. Mensupport klien jiwa bertujuan menguatkan koping yang dimiliki, merujuk pada sistem support sosial yang ada di masyarakat seperti Puskesmas, kelompok masyarakat yang ada, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya ada seorang yang menunjukkan gejala gangguan jiwa perlu segera dilakukan pemeriksaan oleh dokter jiwa. Sekecil apapun gejala penyakit jiwa sebaiknya konsultasikan dan ajak orang tersebut untuk menemui dokter jiwa atau psikiater. Dengan begitu bisa dilakukan antisipasi sedini mungkin sehingga tidak “kebablasan” dan merepotkan keluarga. Keluarga sebagai orang terdekat perlu untuk membantu pulihnya penderita dengan gangguan jiwa. Caranya adalah dengan mengajak ngobrol, konsultasi dengan dokter atau pikiater dan membantu menyadarkan jati dirinya. Penderita diajak untuk melakukan kegiatan keagamaan atau beribadah.  Bila seorang penderita telah sembuh, keluarga perlu menyiapkan seorang pendamping yang setiap saat dapat membantu penderita mengurus dirinya, mengawasi perilakunya, memberikan obat secara teratur sesuai petunjuk dokter. Lingkungan yang kondusif sangat dibutuhkan dan harus tercipta saat penderita keluar dari isolasi (pengobatan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penderita dengan depresi sebaiknya kita memahami dan mengerti kondisi penderita. Proses tersebut tidak bisa dilakukan dengan cepat atau segera, hanya dengan sekali bertemu. Biasanya membutuhkan waktu lama dan kesabaran dari keluarga dan orang-orang terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal penting lain yang dilakukan untuk mengatasi gangguan jiwa adalah menghilangkan stigma yang ada pada penderita gangguan jiwa. Selama ini stigma yang berkembang di myarakat antara lain keyakinan atau kepercayaan bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh setan, kutukan, guna-guna,dll. Selain itu ada juga stigma bahwa gangguan jiwa tidak dapat disembuhkan dan selalu diturunkan. Adanya stigma seperti ini membawa akibat yang sangat merugikan bagi penderita, anggota keluarga serta petugas yang kesulitan dalam mengenali, mengobati dan merehabilitasi penderita gangguan jiwa. Kebanyakan penderita datang mencari pertolongan sudah dalam keadaan terlambat/parah. Perlu sosialisasi terus-menerus untuk tidak meletakkan stigma bagi penderita gangguan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-5693715644324672966?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AQfwcvS6Oy1byfTU3ImuJavRokM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AQfwcvS6Oy1byfTU3ImuJavRokM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AQfwcvS6Oy1byfTU3ImuJavRokM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AQfwcvS6Oy1byfTU3ImuJavRokM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/BZC_oI9Pm90" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/5693715644324672966/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2009/01/sehat-jiwa.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/5693715644324672966?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/5693715644324672966?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/BZC_oI9Pm90/sehat-jiwa.html" title="SEHAT JIWA" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2009/01/sehat-jiwa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE8BSX44fSp7ImA9WxVRFU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-3059420638482290778</id><published>2009-01-21T16:44:00.006+07:00</published><updated>2009-01-21T17:14:18.035+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-21T17:14:18.035+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="KEPERAWATAN" /><title>Jurnal Keperawatan</title><content type="html">Journal Keperawatan Gratis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat teman-teman yang pengen dapet jurnal keperawatan gratis bisa didapat di www.medscape.com&lt;a href="http://www.medscape.com"&gt;&lt;/a&gt;, dengan berbagai macam kriteria,, mulai dari KMB, Anak, JIKOM, Komunitas, geriatrik dll deh, dengan edisi yang new dan fresh.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua sub-ilmu di bidang keperawatan ada jurnalnya dan kita bisa meminta sampelnya secara free alias gratis. caranya, masuk www.medscape com... terus di tab sebelah atas pilih tab “new ussers, free regristration”, nah terus isi deh data diri dengan lengkap dan jangan lupa kita harus sudah punya alamat email sehingga apabila kita mau request jurnal nanti akan dikirim secara free ke email kita......cos biasanya kita kan senengnya gratisan dan manfaat jurnalnya gede lagi......(ha..ha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak journal yang ditawarkan, kita tinggal milih, jurnal mana aja yang kita pengen, mau satu, tiga, 10 atau semua sampel bisa kita dapet (kalo ga malu :-) ). Setelah memilih jurnal yang kita inginkan dan registrasi tunggu deh so pasti kiriman jurnal akan masuk terus ke alamat email kita dan yang terpenting kita sering-sering aja update email kita.......so maju terus deh keperawatan indonesia......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba ya, kalo tips diatas ma’nyusss kasih koment ya, :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-3059420638482290778?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f-CNoyesDCvNzDINyvhoqEhji3M/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f-CNoyesDCvNzDINyvhoqEhji3M/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f-CNoyesDCvNzDINyvhoqEhji3M/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f-CNoyesDCvNzDINyvhoqEhji3M/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/PQoEmo_osPo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/3059420638482290778/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2009/01/jurnal-keperawatan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/3059420638482290778?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/3059420638482290778?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/PQoEmo_osPo/jurnal-keperawatan.html" title="Jurnal Keperawatan" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2009/01/jurnal-keperawatan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUBRn0_eip7ImA9WxVRE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7824392068399825427.post-3423339467514344879</id><published>2009-01-19T20:30:00.003+07:00</published><updated>2009-01-19T20:54:17.342+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-19T20:54:17.342+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="KEPERAWATAN" /><title>20 DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG SERING DIPAKAI DI LAHAN PRAKTIK</title><content type="html">Diagnosa keperawatan biasanya jadi momok buat mahasiswa keperawatan untuk dapat dengan mudah menentukan kira-kira ini diagnosa apa ya terus NOC dan NIC nya apa ya......nah kan jadi berabe, padahal kita ini kan perawat dan so pasti diagnosa yang dipakai adalah diagnosa perawatan, jadi capeeek deh!!!!!!......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah.....dibawah ini adalah 20 daftar Diagnosa beserta NOC dan labeling untuk NIC yang diadop dari NANDA, NIC dan NOC yang sering didapatkan dilahan praktik dan disusun secara praktis agar dapat dengan mudah dibaca dan dapat diaplikasikan dalam asuhan keperawatan, semoga dapat membantu rekan-rekan perawat dalam menyusun Asuhan Keperawatan. Selamat membaca......!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Intoleransi aktivitas &lt;/span&gt;( suatu keadaan dimana individu mempunyai ketidakcukupan energi scr fisiologis ) b/d imobilisasi, kelemahan fisik, ketidakseimbangan suplay O2 dgn kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : Ps menunjukkan toleransi terhadap aktivitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC :&lt;br /&gt;- Terapi aktivitas &lt;br /&gt;- Energi management &lt;br /&gt;- Cardiac care &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Volume cairan berlebih&lt;/span&gt; ( retensi cairan isotonic meningkat ) b/d mekanisme pengaturan melemah, asupan cairan berlebih, asupan natrium berlebih.&lt;br /&gt;( BB naik, TD berubah, CVP meningkat, Edema, Dypsneu, oliguria )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : ps menunjukkan keseimbangan vol cairan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC :&lt;br /&gt;- Fluid management &lt;br /&gt;- Nutrisi management&lt;br /&gt;- Respiratory management &lt;br /&gt;- Medication management &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Penurunan cardiac out put&lt;/span&gt; ( jantung tdk dpt memompa darah secara adekuat yg diperlukan utk metabolisme tbh ) b/d perubahan kontraktilitas jantung, perubahan isi sekuncup.&lt;br /&gt;( tachikardia, perubahan EKG, edema, distensi vena jugularis, kelelahan, JVP meningkat, dypsneu )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : ps menunjukkan respon cardiac pump yang effektiv&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC :&lt;br /&gt;- Cardiac care : &lt;br /&gt;- Vital sign monitoring&lt;br /&gt;- Neurological monitoring &lt;br /&gt;- Medication management &lt;br /&gt;- O2 therapy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cemas &lt;/span&gt;( perasaan gelisah yg tidak jelas dari ketidaknyamanan/ketakutan yg disertai respon otonom ) b/d krisis situasional/maturasional, kebutuhan tdk terpenuhi, stress, ancaman kematian, perubahan status peran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : ps menunjukkan anxiety control/ coping meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC :&lt;br /&gt;- anxiety reduction &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gangguan pertukaran gas ( kelebihan/kekurangan dari O2 dan atau pengeluaran CO2 dlm kapiler-alveoli ) b/d ketidakseimbangan perfusi ventilasi, perubahan membran kapiler-alveoli,&lt;br /&gt;( CO2 turun, nadi meningkat, keletihan, dyspneu, AGD abnormal, cianosis, irritability, pernafasan kembang kempisss )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : status pernafasan : pertukaran gas CO2 dan O2 balance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC :&lt;br /&gt;- pengelolaan asam basa &lt;br /&gt;- Pengelolaan jalan nafas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hipertermi&lt;/span&gt; ( suhu tubuh meningkat tinggi…tingii sekali kiri kanan kuliat semua eh…malah nyanyi ) b/d penyakit/trauma, peningkatan metabolisme, dehidrasi.&lt;br /&gt;( tacikardi, kejang, kulit memerah, RR naik )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : pasien menunjukkan keseimbangan produksi, peningkatan dan kehilangan panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC : &lt;br /&gt;- Pengaturan termoregulation tubuh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Resiko infeksi&lt;/span&gt; ( peningkatan resiko masuknya organisme patogen ) b/d  prosedur infasif, malnutrisi, penyakit kronik, imunosupresi ( pd SLE )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : status infeksi tdk terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC : &lt;br /&gt;- Pengendalian/control infeksi &lt;br /&gt;- Proteksi infeksi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Perfusi jaringan tidak effektif &lt;/span&gt;( penurunan pemberian O2 dalam kegagalan, memberi makanan jaringan pd tingkat kapiler ) b/d hipo/hipervolemia, aliran arteri/vena putus, HB turun, keracunan, ketidakseimbangan ventilasi, kerusakan transport O2.&lt;br /&gt;( nadi turun, biru2, pucat, suhu turun )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : pemenuhan O2 dijar ( tergantung jar yang terkena ) adekuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC : &lt;br /&gt;- Perawatan sirkulation &lt;br /&gt;- Pengelolaan sensasi perifer &lt;br /&gt;- Monitoring neurologis &lt;br /&gt;- Balance cairan&lt;br /&gt;- Pantau keefektifan pompa jantung&lt;br /&gt;- Monitor respirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kerusakan mobilitas fisik&lt;/span&gt; ( keterbatasan dlm kebebasan utk bergerak fisik ttt pd bagian tubuh ) b/d pengobatan, terapi pembatasan gerak, nyeri, kerusakan persepsi sensori, intoleransi aktivitas, malnutrisi, kerusakan neuromuskuloskeletal, penurunan kekuatan otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : kemampuan mobilitas purposefully&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC :&lt;br /&gt;- Exsercise promotion &lt;br /&gt;- Terapi latihan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kebersihan jalan nafas inefektif &lt;/span&gt;( ketidakmampuan  utk membersihkan sekresi/obstruksi dari sal nafas ) b/d spasme jalan nafas , sekresi tertahan, banyaknya mucus, jln nafas buatan, corpus alineum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : ps menunjukkan kemampuan mempertahankan kebersihan jalan nafas&lt;br /&gt;NIC : &lt;br /&gt;- Airway management &lt;br /&gt;- Airway section &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : status respirasi : ventilasi pergerakan udara dlm &amp; keluar paru adekuat&lt;br /&gt;NIC : &lt;br /&gt;- Airway management &lt;br /&gt;- O2 terapy&lt;br /&gt;- Airway section&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Neusea&lt;/span&gt; ( ketidaknyamanan pd abdoment/ sal pencernaan yg mengakibatkan mual dan muntah ) b/d kemoterapy, anestesi post op. iritasi pd sistim gastro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : Fluid &amp; food seimbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC :&lt;br /&gt;- Feeding &lt;br /&gt;- Fluid management &amp; fluid monotoring &lt;br /&gt;- Fluid resusitasion &lt;br /&gt;- Fluid/elektrolit management &lt;br /&gt;- Food management &lt;br /&gt;- Enveromental management &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kurang pengetahuan &lt;/span&gt;: spesifik ( tdk/ kurang   informasi ) b/d keterbatasan secara kognitif, kurang tahu sumber2 informasi, salah dalam pemahaman, kurang pengingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : spesifik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC : &lt;br /&gt;- Pengajaran ( sesuai dgn masalah ps kurang tahu ttg apa )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketidakseimbangan nutrisi&lt;/span&gt; : kurang dari kebutuhan ( keadaan dimana individu mengalami intake nutrisi yg kurang dr kebutuhan tubuh utk memenuhi kebutuhan metabolic ) b/d ketidakmampuan menelan, peny kronik, intoleransi makanan, kesulitan mengunyah, mual + muntah,hilang nafsu makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : Status nutrisi ps adekuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC :&lt;br /&gt;- Pengelolaan gangguan makan&lt;br /&gt;- Pengelolaan nutrisi &lt;br /&gt;- Bantu kenaikan status peningkatan BB&lt;br /&gt;- Management lingkungan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nyeri akut/kronis &lt;/span&gt;(sensasi yg tdk menyenagkan dan pengalaman emosional yg muncul secara actual/potensial kerusakan jaringan : mendadak atau lama) b/d agen injuri          ( fisik, kimia, biologi, psikologi ) – ketidak mampuan fisik kronis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : pasien dapat mengotrol nyeri / level nyeri berkurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC : &lt;br /&gt;- pain control &lt;br /&gt;- pain management &lt;br /&gt;- Management medication &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gangguan pola tidur&lt;/span&gt; ( keterbatasan waktu tidur meliputi jump &amp; kualitas ) b/d psikologis, lingkungan, panas, mual dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : ps dapat tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC :&lt;br /&gt;- Energy management &lt;br /&gt;- Perbaikan status tidur &lt;br /&gt;- Pain management&lt;br /&gt;- Enviromental management &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kerusakan eliminasi urin&lt;/span&gt; b/d ISK, obstruksi anatomic, kerusakan sensori motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC: Menunjukan kontinensia urin  (Pengendalian eliminasi urine).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC : &lt;br /&gt; Pengelolaan eliminasi urin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kerusakan integritas kulit  &lt;/span&gt;(Perubahan pada epidermis dan dermis)  b/d Eksternal (Hipertermia atau hipotermia, Substansi kimia, Kelembaban udara, Faktor mekanik (misalnya : alat yang dapat menimbulkan luka, tekanan, restraint), Immobilitas fisik, Radiasi, Usia yang ekstrim,  Kelembaban kulit, Obat-obatan, Internal     (Perubahan status metabolik, Tulang menonjol, Defisit imunologi, Faktor yang berhubungan dengan perkembangan, Perubahan sensasi, Perubahan status nutrisi (obesitas, kekurusan),  Perubahan status cairan, Perubahan pigmentasi,  Perubahan sirkulasi), Perubahan turgor (elastisitas kulit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : Tissue Integrity : Skin and Mucous Membranes, Penyembuhan luka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC : &lt;br /&gt; Pressure Management &lt;br /&gt; Perawatan luka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kerusakan integritas jaringan&lt;/span&gt;.(Perubahan pada membran mukosa, jaringan korneal, integumen atau sub kutan seseorang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : Tissue Integrity : Skin and Mucous Membranes, Penyembuhan luka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC : lihat NIC kerusakan integritas kulit ya…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Defisit perawatan diri&lt;/span&gt; : spesifik ( gangguan melakukan aktivitas kebersihan diri ) b/d penurunan motivasi, kelemahan, cemas, nyeri, gangguan kognitif, gangguan syaraf dan musculo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOC : spesifik (ps mampu menunjukkan melakukan self care : oral hygiene).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIC : Self care mandi, berpakaian, makan/minum, toileting de el el lah pokoke….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7824392068399825427-3423339467514344879?l=dwiners.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WQqxDuJ4z1ZRJR4WSyBzLobfDEs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WQqxDuJ4z1ZRJR4WSyBzLobfDEs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WQqxDuJ4z1ZRJR4WSyBzLobfDEs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WQqxDuJ4z1ZRJR4WSyBzLobfDEs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/DwiNers/~4/0AtBS0JCjo8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dwiners.blogspot.com/feeds/3423339467514344879/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dwiners.blogspot.com/2009/01/20-diagnosa-keperawatan-yang-sering.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/3423339467514344879?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7824392068399825427/posts/default/3423339467514344879?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/DwiNers/~3/0AtBS0JCjo8/20-diagnosa-keperawatan-yang-sering.html" title="20 DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG SERING DIPAKAI DI LAHAN PRAKTIK" /><author><name>dwi Ners</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14525937649514182500</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://3.bp.blogspot.com/_3JpnH6zIGzY/TOnwSOA_BwI/AAAAAAAAADs/wUxxvv1Hw28/S220/IMG_2586.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dwiners.blogspot.com/2009/01/20-diagnosa-keperawatan-yang-sering.html</feedburner:origLink></entry></feed>

