<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265</id><updated>2024-10-01T23:32:19.172-07:00</updated><title type='text'>ebiet punya</title><subtitle type='html'>KALAU KITA BERJALAN JANGAN LUPA UNTUK BERHENTI DAN DISAAT KITA BERHENTI JANGAN LUPA KALAU KITA AKAN BERJALAN KEMBALI&#xa;(Kata2 sendiri)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-3021796269282963617</id><published>2007-12-10T19:15:00.002-08:00</published><updated>2007-12-10T22:09:57.644-08:00</updated><title type='text'>BANG SAHRIL</title><content type='html'>Dulu waktu kecil karena termasuk anak yang berukuran besar, aku tidak begitu &quot;in&quot; dalam bidang olah raga - sampai sekarang juga masih! - tapi aku suka juga sekali-sekali ikut bermain bola dengan teman-teman yang memang lebih bisa dibandingkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota kecilku, Binjai, seperti juga kota lainnya di Indonesia, ada klub perserikatan sepak bola. Di tempatku namanya PSKB (Persatuan Sepak Bola Kotamadya Binjai)tapi kalo masalah prestasi ga usah di tanya.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kuingat dari kesebelasan ini adalah salah seorang pemainnya yang sempat jadi idolaku sewaktu masa kecilku. Namany Bang Sahril. Dia itu orang pertama yang aku lihat bisa juggling bola dan menangkap bola itu dengan tengkuknya. Dan badannya bentuknya mungkin kayak Ade Rai kalo dia sedikit tinggi. waktu itu bukan aku saja yang mengidolakannya tapi juga hampir semua teman-teman waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih sepuluh tahun sejak masa-masa itu, dan dalam waktu yang cukup panjang itu aku cukup jarang bertemu lagi dengan Bang Sahril. Mungkin sekali-sekali saja. Kalau aku tidak salah dalam waktu itu dia telah berhenti sebagai pemain bola yang memang tidak dapat menjamin kehidupannya. pastilah sebagai manusia normal, dia ingin kehidupan yang lebih baik dan membangun keluarganya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa minggu belakangan ini, aku cukup sering bertemu dengan Bang Sahril. Hampir setiap hari. Dan satu hal yang ku perhatikan sangat berbeda dengan Bang Sahril yang dulu ku kenal. Badannya yang kekar dan nampak kuat telah hilang. Sekarang bahkan jalannya sedikit bungkuk. umurnya mungkin tak lebih dari 37 tahun tapi penampilannya telah nampak seperti orang yang berumur tak kurang dari 50 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaranya juga telah hilang. Dulu yang kuingat suaranya agak dalam dan berat. Yang sekarang masih berat tapi tidak lagi dalam tapi lebih seperti orang yang menderita penyakit paru-paru. Sayang, orang yang dulu begitu mengagumkan menjadi begitu menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib Bang Shril sebagai seorang atlet yang terlunta-lunta dimasa tuanya bukanlah satu-satunya kisah sedih para olahragawan kita. Elias Pical yang mantan juara dunia tinju. Pada masa tuanya beralih profesi menjadi seorang bandar narkoba. Dan masih banyak lagi mantan atlet-atlet kita yang mengalami nasib yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang di satu sisi, hal ini juga merupakan salah sang atlet sendiri yang tidak jeli mempersiapkan hari tuanya dimasa kejayaan. Namun disisi lain keadaan ini juga diciptakan karena kurangnya perhatian negara dan masyarakat bagi para putra-putrinya yang berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, memang tidak banyak yang bisa diperbuat sekarang ini dengan kondisi yang seperti ini. Tapi jangan sampai ada agi Bang Sahril-Bang Sahril yang lain ataupun Elias Pical-Elias Pical lainnya dimasa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, aku sendiri tidak bisa berbuat banyak terkecuali mencerita kisah kecil ini di blog kecil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/3021796269282963617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/3021796269282963617?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/3021796269282963617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/3021796269282963617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/12/bang-sahril.html' title='BANG SAHRIL'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-4782990540525610892</id><published>2007-12-03T20:39:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T21:52:16.811-08:00</updated><title type='text'>&quot;SPEECH AND SILENCE, A LITERA JOURNEY OF GUJARATI WOMEN&quot;</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj804SwvV-jVJe7sp0ZSf1gyBdSa5V3dk76wrwckGRBf-Cd7TBFZFKAzsqoF_D_IP5QPyLDOJPsFFcXvsWRD_oRJyfgq9dr1gWJJ5A8jHAqTVwGVcTRikNHVCm1nalAzZ1EvJ_X4w7F6uoy/s1600-r/no44016.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNJZyEO4DdPimWdoZXqscz1ZKnR1DSB2pA2kaHxiDsCNV4lkNp7iBaHZZQCUPnzYHn2sWtYI8sb2isjTARhexntnDOiCnDUVqNalN6HSMSuF7LMUrlh7WuUBoEHV64Oigw2bQVu_R-HN8M/s200/no44016.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5139983402006017026&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat kita membicarakan suatu bangsa, satu yang sering terlupa adalah pergerakan wanita didalam bangsa itu. Demikian juga saat kita menelaah perkembangan kebudayaan dan pemikiran, hal yang sama harus diterapkan. Perkembangan suatu masyarakat selalu dimulai dari kumpulan masyarakat yang terkecil yaitu keluarga dan wanita selalu-diakui atau tidak-memegang peranan terbesar dalam tataran somah. Salah satu cara untuk membuat catatan perkembangan pemikiran wanita adalah dengan menerbitkan kompilasi tulisan yang dibuat oleh wanita.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gujarat merupakan salah satu negara bagian di India yang banyak menyumbangkan pemikir-pemikir terbaik India termasuk salah satunya Muhammad Ali Jinnah yang di agung-agungkan sebagai Bapak Pendiri Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usaha untuk memberikan gambaran kecil tentang sumbangan wanita Gujarat dalam bidang penulisan, penerbit Zubaan menerbitkan &quot;Speech and Silence, A literary Journey by Gujarati Women&quot; dan sebagai penterjemah adalah Rita Kothari. Rita Kothariadalah salah seorang tokoh pergerakan wanita India yang juga merupakan staf pengajar pada St. Xavier&#39;s College, Ahmedabad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja dalam anthologi ini tidak semua karya tulis wanita-wanita Gujarat dapat diakomodir. Namun dari karya-karya yang tercakup didalamnya dapat sedikit banyak memberikan gambaran. rentang waktu penulisan juga terasa luas dari mulai masa prakemerdekaan hingga paska kemerdekaan India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anthologi ini terdiri dari 18 cerita pendek atau fragmen dari karya yang lebih panjang. Namun seperti yang diakui oleh sang penterjemah dalam kata pengantar buku ini bahwa tidak cukup banyak karya tulis yang dapat mewakili para wanita dari kelompok pinggiran. Hanya ada satu penulis yang berasal dari golongan dalit yaitu Chandra Shrimali. Mungkin hal ini lebih dikarenakan oleh jumlah penulis wanita Dalit maupun mutu dari tulisan itu sendiri karena setiap pergerakan masyarakat di India termasuk pergerakan Feminis tidak dapat dipisahkan dengan pergerakan kaum Dalit. Dan penerbit buku ini beralasan bahwa penulis Dalit wanita di gujarat baru muncul di era 80-an sehingga tidak banyak karya yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu bahkan Chandra Shrimali dalam karyanya &quot;The Stairs&quot; juga tidak mengisahkan tentang masyarakat Dalit itu sendiri. Karya ini mengambil setting masyarakat kelas menengah Gujarat dengan dinamika kehidupan keluarga dan titik berat tulisannya adalah mengenai keselamatan ibu hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua karya yang terdapat dalam buku ini, dua karaya mengambil bentuk penulisan buku harian. Keputusan ini mungkin diambil oleh penulisnya, Leelavati Munshi dalam &quot;Entries from Vanamala&#39;s Diary (An Account of A tragic Decline) dan Bindu Bhatt dalam &quot;Entries from Mira Yagnik&#39;s Diary&quot;, secara sadar untuk memberikan gambaran personal dari tokoh ceritanya. Namun disatu sisi bentuk penulisan ini dapat dianggap sebagai bentuk &lt;em&gt;insecutiry&lt;/em&gt; sang penulis. Dimana sang penulis dapat melepaskan tanggungjawabnya sebagai pencipta menjadi hanya sebagai penyalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya yang secara gamblang mengkritisi kedudukan wanita dimasyarakat hanyalah dalam karya Leelavati Munshi yang disebutkan diatas selebihnya karya-karya yang ada lebih banyak berisi konflik pribadai sang tokoh. Jika pun ada yang berisi mengenai gambaran masyarakat ataupun keluarga tetapi kurang memberikan usaha untuk mereposisi kedudukan sang tokoh secara khusus atau wanita secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari kelebihan dan kekurangan yang ada dalam penerbitan anthologi ini, apresiasi tingi harus diberikan untuk usahanya dalam memberikan jalan bagi para penulis wanita untuk menunjukkan kiprahnya yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/4782990540525610892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/4782990540525610892?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/4782990540525610892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/4782990540525610892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/12/speech-and-silence-litera-journey-of.html' title='&quot;SPEECH AND SILENCE, A LITERA JOURNEY OF GUJARATI WOMEN&quot;'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNJZyEO4DdPimWdoZXqscz1ZKnR1DSB2pA2kaHxiDsCNV4lkNp7iBaHZZQCUPnzYHn2sWtYI8sb2isjTARhexntnDOiCnDUVqNalN6HSMSuF7LMUrlh7WuUBoEHV64Oigw2bQVu_R-HN8M/s72-c/no44016.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-4555841908985721965</id><published>2007-11-05T21:49:00.000-08:00</published><updated>2007-11-05T22:47:44.852-08:00</updated><title type='text'>BERHENTI</title><content type='html'>Pergi dan berjalan membelah bumi.&lt;br /&gt;    Langkah-langkah itu tetap menggelora, meregang, menohok.&lt;br /&gt; Bencah-bencah yang mengotori tapak cuma remah&lt;br /&gt;:tak mengenyangkan, tak memuaskan&lt;br /&gt;tak juga menyenangkan&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benang yang ditarik semakin panjang.&lt;br /&gt;    Merah menyala dan membara&lt;br /&gt; tapi tak membakar seperti api yang melepuhkan&lt;br /&gt;memanaskan, menghangatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tetap bertanya, untuk apa jawaban?&lt;br /&gt;Kalau tetap Berjalan untuk apa langkah?&lt;br /&gt;Kalau tetap menangis untuk apa air mata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merang disawah mulai membusuk.&lt;br /&gt;Burung dipohon mulai beterbangan.&lt;br /&gt;Bunga-bunga mulai luruh dan menjadi tanah.&lt;br /&gt;Dan tanah mulai tergerus angin&lt;br /&gt;    terbang mengabu di ranah-ranah yang tak pernah disentuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasar dan menjelaga&lt;br /&gt;:warna telapak mengasah bebatuan, meremuk jarak.&lt;br /&gt;Dupa-dupa mengaroma membuka indera, meretas sukma.&lt;br /&gt;Melayang dan mengambang di antara dedaunan.&lt;br /&gt;Mengangkasa ditemani nada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendarat dan mendarat.&lt;br /&gt;Tergeletak dan menyelepah.&lt;br /&gt;Meliuk dan patah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/4555841908985721965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/4555841908985721965?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/4555841908985721965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/4555841908985721965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/11/berhenti.html' title='BERHENTI'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-7137514516421403021</id><published>2007-11-02T21:09:00.000-07:00</published><updated>2007-11-02T23:49:11.220-07:00</updated><title type='text'>SESAT?</title><content type='html'>Dari waktu ke waktu,begitu banyak bermunculan dan berkembang aliran-aliran sektarian yang dianggap sesat oleh masyarakat baik ditopang dengan ketetapan hukum maupun tidak di Indonesia. Dari mulai Darul Arqom, Ahmadiyah, Komunitas Eden hingga yang teranyar aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah yang dipimpin oleh Ahmad Musshadeq yang baru saja ditetapkan sebagai sesat oleh MUI.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini bukanlah hal yang baru dalam pejalanan sejarah Islam di Indonesia. Kisah Syech Siti Jenar yang dihukum pancung oleh para Wali Sanga di Kerajaan Demak mungkin dapat kita tarik sbagai titik awal kekuatan negara dalam menertibkan atau dengan kata yang lebih kasar menindas aliran-aliran yang dianggap menyimpang dari ajaran agama utama. Namun jika ditelaah lebih dalam, apakah yang menjadi penyebab suburnya aliran-aliran sempalan ini dalam konteks Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal kedatangan Islam di Indonesia, unsur sinkretisme agama sangat kental mempengaruhi perkembangan agama Islam. Pada masa awal, masyarakat di wilayah nusantara adalah masyarakat penganut agama Hindu dan Budha serta berbagai sistem kepercayaan lokal yang telah lebih dulu ada di tengah masyarakat. Paham monoteistik Islam sangat jauh berbeda dengan sifat politesitik Hindu/Budha serta sifat panteistik sistem kepercayaan lokal. Perbedaan ini pada masa awal penyiaran Islam di Indonesia mengalamai proses sinkronisasi dimana sebagian dari ritual ajaran lama diambil dan menjadi bagian dari ritual agama baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kebanyakan pemeluk agama baru, sinkretisme muatan lokal ini dalam banyak kasus menjadi hal yang utama dibandingkan dengan rukun-rukun yang seharusnya menjadi amalan utama dari agama yang dianutnya dalam hal ini Islam. Hingga saat ini, bentuk sinkretisme ini juga masih banyak dirayakan ditengah masyarakat seperti berbagai acara &quot;grebeg&quot;, &quot;larung&quot;, dan lain-lainnya. Kegiatan ini jika tidak dilakukan dianggap dapat membawa bencana bagi masyarakat yang mempercayainya. Bentuk praktek ini dapat dianggap sebagai bentuk sinkretisme politeistik/panteistik kedalam ajaran agama Islam karena dalam setiap prakteknya sebagian menggunakan doa-doa dalam agama Islam. Dalam perayaan ini bentuk penyearahan diri terhadap ilah-ilah yang dipuja diberikan dalam bentuk pemujaan fisik. Dan pemujaan kuburan-kuburan keramat dapat kita telaah juga sebagai salah satu bentuk sinkretisme tersebut dimana yang dianggap sebagai pemberi rahmat adalah leluhur-leluhur yang dianggap memiliki kelebihan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi psiko-sosiologis, menjamurnya aliran-aliran ini juga dapat disikapi sebagai terjadinya perkembngan negatif measyarakat dalam menghadapi perubahan-perubahan disekitar mereka. Ketidakpastian kehidupan membuat banyak dari anggota masyarakat yang mengalami keguncangan pegangan hidup dan krisis keimanan. Janji-janji akan kehidupan yang lebih baikdi dunia dan kehidupan yang akan datang yang diharapkan merupakan pencapai &quot;taken for granted&quot; atau datang begitu saja tanpa ada usaha-usaha untuk menggapainya. Saat janji-janji terasa semakin jauh maka para penganut agama di masyarakat mencoba mencari pegangan-pegangan lain yang sepertinya dapat memberikan jalan pintas ke tujuan akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangnya pemahaman menyeluruh seorang penganut agama juga merupakan salah satu faktor tumbuh kembangnya aliran-aliran sempalan ini. Pemahaman menyeluruh terhadap ajaran agama menjadi kunci penting dalam menangkal masuknya pemahaman agama yang menyimpang. Terkadang saat seseorang yang tidak memiliki cukup kemampuan dan pengetahuan mengenai ajaran suatu agama memaparkan agama tersebut, yang terjadi adalah keluarnya dalil-dalil yang menyimpang yang digunakan orang tersebut untuk memutupi kekurangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penganut agama, politisasi agama juga merupakan salah satu penyebab hilangnya kepercayaan terhadap agamatersebut. Di Indonesia, sejak terbuka lebarnya pintu demokratisasi, begitu banyak tokoh dan cendikiawan agama dalam hal ini Islam, terjebak dalam praktek politisasi agama. Saat sang tokoh melakukan penyimpangan baik secara sadar maupun tidak maka yang pertama kali menjadi bahan sorotan adalah agama yang ia gunakan sebagai kendaraan. Hal ini akanmenyebabkan pemeluk agama tersebut yang masih berada di area abu-abu atau pemeluk dengan pemahaman sempit dan ditambah dengan faktor keimanan yangkurang akan menyebabkannya makin kehilangan pegangan terhadap kepercayaan dan keimanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada banyak kasus, pengikut utama aliran-aliran ini adalah kaum muda yang ada di bangku pendidikan. Pada tingkat ini, kaum muda ini masih dalam proses pencarian jati diri. Dengan sifat kritisnya, kaum muda banyak mempertanyakan penyimpangan-penyimpangan yang mereka anggap terjadi di agama yang selama ini mereka anut dan yakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wawancara dengan salah satu stasiun TV nasional, Azumardi Azra seorang tokoh cendikiawan muslim Indonesia mengutarakan bahwa dibutuhkan kearifan tokoh agama dan organisasi-organisasi Islam baik yang besar maupun kecil untuk melakukan pendekatan ang mendasar terhadap umat terutama kepada kaum muda. Cara-cara konvensioanal yang digunakan selama ini dalam siar Islam dianggap tidak dapat mengikuti perkembangan zaman. Dibutuhkan cara-cara baru dalam siar Islam agar mampu menarik minat dan perhatian umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelesaian-penyelesaian konfrontir terhadap aliran-aliran ini seperti yang selama ini dilakukan bukanlah cara yang terbaik untuk menyelesaikan masalaha ini. Umum diketahui bahwa dalam setiap paham baru pasti tumbuh unsur-unsur fanatisme. Pendekatan represif hanya akan melahirkan martir-martir baru yang dapat menjadi sumbu penyulut perlawanan. Seharusnya pendekatan dialogis dari hati ke hati lebih dikedepankan untuk menyelesaikan masalah ini. Pendekatan ini lebih bermanfaat dibandingkan dengan hukum yang memberikan label sesat bagi aliran-aliran ini. Karena pendekatan ini lebih berdasarkan hukum HAM yang diterima secara universal dan Undang Undang Dasar kita juga telah menjamin hak bagi setiap warga negara untuk berserikat dan menjalankan agama dan kepercayaannya masing-masing terutama setelah penghapusan daftar agama yang diakui negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran serta masyarakat juga menjadi penting dalam melakukan pembinaan bagi pengikut aliran-aliran ini dengan mengesampingkan jalan-jalan kekerasan. Dengan catatan bahwa kata &quot;pembinaan&quot; dimaknai sebagai bentuk penerimaan dan pengarahan dengan jalan-jalan damai bukan dengan makna penghukuman sebagaimanamakna yang melekat kuat dengan kata tersebut selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/7137514516421403021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/7137514516421403021?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/7137514516421403021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/7137514516421403021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/11/sesat.html' title='SESAT?'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-6530916117190415128</id><published>2007-10-31T21:26:00.000-07:00</published><updated>2007-11-01T00:02:43.349-07:00</updated><title type='text'>SUMPAH PEMUDA</title><content type='html'>28 Oktober sekali lagi diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda oleh seluruh bangsa Indonesia, khususnya para oleh kaum muda Indonesia. 28 oktober selalu digadang-gadangkan sebagai salahsatu tonggak awal kebangkitan rasa nasionalisme bangsa Indonesia yang pada saat itu &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; maih berada dalam kungkungan pengaruh imperialis Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-79 tahun ini ada sesuatu yang terasa baru walaupun dengan racikan bahan yang itu-itu saja. Bertempat di gedung Arsip Nasional dengan dimotori oleh Meneg Pora Adhyaksa Dault, elemen pemuda Indonesia sekali lagi mengungkapkan ikrarnya dengan nama Deklarasi Pemuda Indonesia. Dengan deklarasi ini para pemuda Indonesia para pemuda Indonesia pada hakikatnya ingin menyatakan bahwa sekaranglah saatnya tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini harus diserahkan kepada mereka. jargon ini bukanlah hal yang baru karena memang dari tahun ketahun keinginan yang sama selalu diutarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu dan selalu diungkapkan dalam setiap kesempatan bahwa bangsa yang ingin menjadi bangsa yang maju harus memberikan yang besar bagi kaum mudanya untuk bertumbuh kembang dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan pemikiran mereka yang revolusioner dan inovatif, para pemuda memiliki kemampuan untuk merubah suatu tatanan masyarakat yang stagnan menuju arah yang lebih baik. Pemuda juga memiliki energi yang cukup untuk mewujudkan cita-cita inovatifnya jika dibandingkan dengan mereka-mereka yang digolongkan sebagai kaum tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pada saat ini yang diperlukan oleh bangsa ini adalah peikiran inovatif yang berani dan mampu untuk mendobrak pragmatisme yang telah bercokol terlalu lama dan telah menjadi norma dalam tatanan kehidupan masyarakat terutama dibidang politik. Dan terutama dibidang inilah dibutuhkan pemikiran-pemikiran inovatif tersebut dan juga idealisme para emuda yang belum diwarnai oleh embel-embel ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanapun di dunia ini, politik selalu dianggap sebagai bentuk investasi yang diharapkan dapat memberikan imbal hasil yang besar. Imbal hasil yang terbesar adalah terciptanya suatu tatanan masyarakat yang madani dan tercerahkan. Imbal hasil ini hanya dapat diraih jika kehidupan politik dianggap sebagai investasi jangka panjang yang hasilnya akan dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di Indonesia dan umumnya negara berkembang, politik selalu dianggap dan diperlakukan sebagai bentuk investasi jangka pendek yang berorientasi ekonomi. dan untuk mendapatkan imbal hasil ekonomi inilah praktek ragmatisme politik berkembang. Dan demi pemenuhan imbal hasil ekonomi ini, pencapaian besar di masa depanlah yang pertama kali dikorbankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pergerakan dan keputusan politik hari ini seharusnya memberikan dasar-dasar yang lebih kuat untuk pergerakan dan keputusan politik di masa depan. Namun kebalikan dari apa yang diharapkan tersebut, banyak, jika tidak ingin disebut semua, pergerakan dan keputusan politik hari ini yang akan membatasi gerak dinamik kehidupan di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak keputusan-keputusan politik yang dikeluarkan dengan dasar pemikiran yang berandai-andai. Sebagai contoh adalah bahwa yang berhak untuk menduduki posisi di komisi-komisi yang berfungsi sebagai badan pengawas kehidupan bernegara adalah mereka-mereka yang berumur minimal 40 tahun tanpa ada batas atas. Jika dicermati lebih dalam, pembatasan ini tidak memiliki dasar pemikiran yang benar-benar solid. Diandaikan bahwa orang-orang yang berumur dibawah 40 tahun tidak memiliki kemampuan dan cukup pengalaman untuk mengemban tanggung jawab dalam komisi-komisi tersebut. Dan pada akhirnya, tanpa menuding orang perorang, komisi-komisi tersebut berfungsi lebih sebagai badan pengumpul pensiunan. Tanpa merendahkan kemampuan orang-orang yang dipilih untuk duduk dibadan-badan bentukan pemerintah tersebut, banyak dari generasi muda yang cukup memiliki kemampuan untuk menjalankan roda kehidupan kemasyarakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan akses bagu kaum muda untuk melakukan perubahan di masyarakat secara signifikan akan melahirkan rasa gelisah diantara kaum muda tersebut. kegelisahan-kegelisahan ini menemukan jalan penyalurannya melalui jalur-jalur &lt;em&gt;sub-altern society&lt;/em&gt; yang kental dengan paham sektarian fundamentalis dan primordialisme sempit. Partai-partai politik yang seharusnya berfungsi sebagai garis terdepan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat terutama dalam hal ini generasi muda, lebih mengedepankan keinginan-keinginan elitenya untuk mempertahankan dan/atau memperebutkan hegemoni kekuasaan tanpa ada alih generasi ideologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih generasi ideologis harus lebih dikedepankan didalam lembaga politik yang ada saat ini sehingga pemimpin-pemimpin di masa depan memiliki idealisme dan integritas tinggi untuk menjalankan roda kemasyarakatan bukannya seperti yang berkembang saat ini dimana generasi muda yang berada dalam lembaga-lembaga politik tersebut dihadapkan dan dibiasakan dengan pragmatisme politik. Keterbiasaan dan penerimaan pragmatisme politik norma hanya akan menghasilkan pemimpin-pemimpin masa depan yang tidak memiliki karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, penyaluran aspirasi generasi muda melalui jalur-jalur sektarian dan prmordialistik juga akan menyebabkan keroposnya sendi-sendi kemasyarakatan. Pemimpin yang berpaham sektarian dan primordialistik hanya akan menjadi pemimpin yang berpikiran sempit tanpa dapat menerima atau resisten terhadap perbedaan dan perubahan-perubahan yang tidak sesuai dengan apa yang mereka yakini. Pemuda seharusnya mendapatkan paparan yang seimbang terhadap paham-paham yang ada di masyarakat bukannya hanya terhadap satu dua paham yang eksklusif. Paparan inisangatlah penting dalam proses pembentukan pemimpin di masa depan agar para kaum muda ini mengetahui dan memahami secara menyeluruh kelebihan dan kekurangan dari setiap paham. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada keterbukaan akses bagi generasi muda kedalam kekuasaan mainstream, pencalonan independen merupakan salah satu jalur terbaik yang dimiliki generasi muda. Dalam sistem ini generasi muda dapat memajukan calon yang mereka anggap memiliki kemampuan dan dapat membawa aspirasi mereka untuk perubahan. Dengan jaringan yang mereka miliki dan kriteria-kriteria mereka yang mungki berbeda dari apa yang dimiliki oleh lembaga-lembaga pencalonan yang telah mapan, generasi muda dapat memberikan warna yang berbeda dalam dinamika kehidupan kemasyarakatan. Ciri khas generasi muda yang inovatif dan idealis merupakan nilai lebih yang dapat mereka tawarkan saat berhadapan dengan kemapanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari masa ke masa, dari zaman ke zaman, setiap perubahan selalu dimotori oleh kaum muda yang telah bosan menunggu datangnya perbaikan. Demilian pula dengan bangsa Indonesia, selalu diwarnai oleh pergerakan kaum muda. Namun selalu saja hal yang sama terulang dimana visi jauh kedepan kaum muda ditunggangi dan dinikmati oleh pragmatisme yang menjadi norma dan kebiasaan. Oleh sebab itu dengan momentum Hari Sumpah Pemuda dan Deklarasi Pemua Indonesia, sekaranglah saatnya bagi para pemuda untuk bersatu padu guna mencapai perubahan signifikan kearah perbaikan dengan menghilangkan sifat pragmatis dan mengedepakan karakter yang idealis dan berintegritas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HIDUP PEMUDA INDONESIA!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/6530916117190415128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/6530916117190415128?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/6530916117190415128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/6530916117190415128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/10/sumpah-pemuda.html' title='SUMPAH PEMUDA'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-2538782838215753776</id><published>2007-07-03T06:45:00.000-07:00</published><updated>2007-07-03T07:39:38.659-07:00</updated><title type='text'>DIAN YANG TAK KUNJUNG NYALA</title><content type='html'>Telah hampir dua minggu sejak menginjak kembali tanah kelahiran dan sepertinya harapanku saat jauh dinegeri seberang tidaklah menemukan hasil. Dulu saat akan pergi kepertapaanku banyak harapan besar kalau nantinya negeriku tercinta menjadi lebih baik daripada saat ku tinggalkan. Namun apa daya harapan cuma tinggal harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara semesta, bangsa ini masih sibuk berkutat dengan yang itu-itu saja. Kebanyakan elite politik di negeri yang gemah ripah loh jinawi ini masih sibuk tentang pembagian hasil &#39;kerja keras&#39; mereka. Perkutatan para priyayi ini lebih banyak memberikan kemudaratan bagi para rakyat jelata tanpa ada fungsi konkrit ditataran bawah. &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para rakyat besar digedung besar lebih sibuk dengan tarik ulur untuk memanggil pemangku amanat karena keberpihakan melawan negaeri lain, sedangkan masih banyak atap-atap bocor dan dinding-dinding bolong dipadepokan-padepokan dipelosok negeri. Masih banyak kurcaci-kurcaci kecil yang membelitkan tali dileher karena upeti kepada sang empu tak dapat terpenuhi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang begitu banyak masalah kecil yang dibesar-besarkan dan masalah besar yang dikerdilkan. Hanya untuk menuliskan serat-serat untuk mencari pengganti mereka, para duta-duta rakyat meminta tambahan untuk tembolok mereka. Sedangkan orang-orang yang mereka suarakan harus mengetatkan sabuk mereka karena untuk mendapatkan sepiring dahar harus semakin banyak mengeluarkan pundi-pundi yang semakin mengecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para raksasa penculik bayi yang lari ke seberang lautan atau bersembunyi dibalik lebatnya hutan persada belum juga dapat ditemukan. Bahkan saat mereka berjalan diterang bulan, tangan-tangan punggawa negeri tak juga dapat menjamah para raksasa itu. Bayi-bayi yang seharusnya dapat menjadi sesajen untuk kebaikan desa juga hilang tak jelas dimana rimbanya. Yang tertinggal hanya orang-orang desa yang ketiban sial karena harus mencari sesajen baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika harus dirunut terus, begitu banyak soal yang tak selesai dan mengkin takkan selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditataran bumi, saat ku menjejakkan kaki di persada nusantara begitu banyak kerusakan dan kemunduran disepanjang pertapakanku. Pembangunan seharusnya merupakan kegiatan yang menunjukkan hasil atas sesuatu yang dibangun. Tapi disepanjang pertapakan yang terlihat hanyalah keadaan yantg semakin hancur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian yang tak kunjung padam sekarang seakan menjadi dian yang tak kunjung nyala. Dan semakin banyak terlihat mereka-mereka yang berjalan tertatih-tatih ditimpa beban yang semakin berat tak berkurang. Nyiur-nyiur memang masih tetap menari gemulai tapi gemulainya bukan karena estetika seni tapi karena memang terpaksa untuk mengirit tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sepasang putaran matahari bukanlah waktu yang panjang. Untuk semut mungkin jangka itu terasa panjang dan lama. Tapi untuk mereka yang berjalan dengan dua kaki dan tubuh yang ditutupi secarik kain, masa itu adalah masa yang sangat pendek. Tapi mungkin cukup untuk menciptakan sedikit perubahan-perubahan baik dan juga sedikit kerusakan-kerusakan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/2538782838215753776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/2538782838215753776?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/2538782838215753776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/2538782838215753776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/07/dian-yang-tak-kunjung-nyala.html' title='DIAN YANG TAK KUNJUNG NYALA'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-8648526086910875039</id><published>2007-06-07T05:26:00.000-07:00</published><updated>2007-06-22T00:21:29.065-07:00</updated><title type='text'>INGATKAN AKU</title><content type='html'>&lt;em&gt;Nanti, waktu kita pulang &lt;br /&gt;Ingatkan aku merdunya petikan gitar di gardu ujung gang&lt;br /&gt;Nanti, saat kita sampai di gerbang rumah&lt;br /&gt;Ingatkan aku betapa wajah tak banyak berubah&lt;br /&gt;Ingatkan juga betapa mendayu panggilan dari surau di ujung jalan&lt;br /&gt;Ingatkan aku jika kau juga masih ingat&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Apa kau masih ingat apa yang kita tinggalkan?&lt;br /&gt;Jalan-jalan yang ku ingat penuh dengan lobang-lobang menganga&lt;br /&gt;Aku lupa apakah ada suara burung dari semak di samping rumah&lt;br /&gt;Samar terbayang warna air yang mengalir di tepian tempat kita berenang&lt;br /&gt;Nanti, saat kita pulang tolong ingatkan aku&lt;br /&gt;Ingatkan aku jika kau juga masih ingat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buih-buih mungkin datang dan menghilang&lt;br /&gt;Tapi apa kau percaya kalau ku katakan riak selalu ada dan tak pernah menghilang&lt;br /&gt;Coba dengarkan nyanyian-nyanyian itu&lt;br /&gt;Suara yang menyenandungkan tak lagi sama&lt;br /&gt;Tapi nada dan lagu tak pernah berbeda&lt;br /&gt;Cerita yang sama, tangis yang sama&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/8648526086910875039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/8648526086910875039?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/8648526086910875039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/8648526086910875039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/06/nanti-waktu-kita-pulang-ingatkan-aku_7956.html' title='INGATKAN AKU'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-4439254793469575683</id><published>2007-06-03T11:31:00.000-07:00</published><updated>2007-06-22T00:22:14.446-07:00</updated><title type='text'>LUCK IS WHAT MAKE ME SPECIAL</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Setiap manusia dilahirkan berbeda satu sama lainnya. Tidak ada dua manusia dimuka bumi ini yang benar-benar mirip dan sama bahkan dua anak kembar identik pasti memiliki perbedaan baik dalam ciri-ciri fisik maupun perwatakan. Dan setiap perbedaan inilah yang memberikan keistimewaan bagi tiap-tiap individu.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kenapa aku istimewa dibandingkan dengan manusia-manusia yang lain? Dari dulu aku tak pernah berpikiran bahwa aku memiliki keistimewaan kalau dibandingkan dengan orang-orang yang ku kenal. Alasan utamanya karena aku takut untuk menjadi besar kepala dan ‘over confident’ saat menghadapi hal-hal yang aku anggap aku memiliki keistimewaan didalamnya. Banyak diantara orang-orang yang kukenal yang dianggap memiliki keistimewaan disuatu bidang menjadi besar kepala dan melihat orang lain yang kurang mampu dibandingkan dirinya dengan mata mengecil.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengertianku, keistimewaan seseorang adalah kemampuan lebih seseorang dalam suatu bidang. Mungkin ada orang yang sangat tanggap dalam bidang-bidang yang memerlukan keahlian otak tapi ada juga orang-orang yang lebih tanggap dalam bidang-bidang yang membutuhkan koordinasi fisik tinggi. Jadi seorang yang memiliki gelar Phd dalam sepuluh bidang yang berbeda belum tentu lebih istimewa dibandingkan dengan seorang pengemudi becak. Sang terdidik mungkin dengan mudah menyelesaikan permasalahan akademik tapi saat harus mencari jalan yang bebas kemacatan lalu lintas belum tentu dia lebih tahu daripada si abang becak.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau ku pikir-pikir, aku memang memiliki keistimewaan yang belum tentu dimiliki oleh yang lain. Dan keistimewaannya! Aku selalu memiliki hidup yang penuh dengan keberuntungan. mungkin keistimewaan ini dianggap absurd karena keberuntungan adalah hal yang tidak bisa dan tidak memiliki suatu ukuran pasti. Mungkin yang ku anggap keberuntungan bagi yang lain hanyalah kebetulan semata. Tapi terkadang dalam beberapa hal faktor keberuntung adalah hal yang paling menentukan. Dan memang faktor ini adalah faktor utama dalam segala pencapaianku.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu merasa bahwa aku selalu berada di waktu dan tempat yang tepat. Dan mungkin perasaan ini dimulai saat aku berada dibangku SMU. Dan keberuntungan ini pastinya terdengar seperti keberuntungan yang kurang ajar karena keberuntunganku dimulai dengan meninggal dunianya bapakku. Tapi bukankah sengsara dapat membawa nikmat seperti buku karangan Tulis Sutan Sati? Mungkin kalau bapakku tidak meninggal saat itu, pendidikan SMUku takkan selesai karena sampai saat itu aku tak pernah berpikir tentang perlunya menyelesaikan pendidikan. Dari skorsing dan pemecatan di SMU pernah kurasakan dan itu juga tidak menyadarkanku yang cukup dalam terbenam dalam kecanduan narkoba dan segala kenakalan remaja lainnya. Jadilah dengan terbentur disana sini selesai juga pendidikan dasarku.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Nah, dibangku kuliah keberuntungan masih juga menyertaiku. Mungkin kalau teman-teman yang mengenalku takkan percaya kalau ku katakan kalau aku selesai kuliah karena keberuntungan. Memang secara akademis aku tidak jauh-jauh tertinggal dari teman-temanku yang lain dan bisa dikatakan lebih dibandingkan teman-teman dekatku. Tapi penyakit lama kambuh lagi. Tapi beruntung aku kenal seorang teman yang sayangnya tidak sempat menyelesaikan kuliahnya. Sewaktu kuliah aku punya teman dekat bernama Tasya dan mungkin dia sempat cerita ke bapaknya tentangku. Jadi setiap bertemu dengan bapaknya, bapaknya selalu tak lelah-lelahnya untuk mengingatkanku untuk menyelesaikan kuliahku. Setiap bertemu bapaknya selalu bilang “semester ini serius aja, nanti semester depan baru main lagi”, sampai aku bosan mendengarnya tapi lama-lama masuk juga keotak karena hampir tiap hari dan tiap semester mendengar perkataan yang sama. Karena beruntung kenal dan dinasehati ole bapaknya si Tasya selesai juga akhirnya S1ku walaupun molor satu tahun.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Saat selesai kuliah aku tak pernah serius untuk mencari kerja, walaupun banyak teman-temanku yang pontang-panting mencari pekerjaan tapi waktu itu aku sih santai aja. Soalnya kalau masalah keuangan gampang memang bukan dapat dari mamakku karena memang setelah selesai kuliah semua tunjangan juga turut tamat. Kalau uang selalu ada yang datang sampai aku sendiri tak tahu darimana datangnya tapi jangan ditanya haram halalnya yang penting rokok lepas.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan setelah tamat kuliah terjadi bencana tsunami yang menelan ratusan ribu korban dan banyaklah NGO-NGO luar negeri yang datang ke Indonesia dan hampir semua menjadikan Medan sebagai pusat kegiatannya dan kebetulan aku tinggal tak jauh dari Medan. Awalnya memang aku ada mengirimkan lamaran ke salah satu NGO yaitu MSF-Ch tapi setelah lama tak ada juga panggilan. Salah sorang temanku mendapatkan panggilan interview dan dia memintaku untuk menemaninya ke kantor NGO itu yang saat itu berada di Hotel ASEAN. Nah, si bule yang menginterview temanku itu salah tanggap dan menganggapku juga datang untuk interview kerja dan akhir dapatlah aku pekejaan di NGO itu. Setelah beberapa minggu aku dipindahkan dari Medan ke Pulau Simeulue, Aceh. Dan beruntungnya aku punya abang sepupu yang menjadi perwira POLRI di pulau itu jadi dalam setiap pekerjaan yang harus berhubungan dengan birokrasi gampang untuk diatur dan dikantor aku mendapat review yang baik karena setiap pekerjaan selalu selesai dengan baik padahal aslinya mengandalkan koneksi. Yah, tahulah kalau di Indonesia kalau tanpa koneksi yang dapat pastinya cuma jalan buntu.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dari mulai mengenal yang namanya bea siswa, aku selalu memiliki keinginan untuk mendapatkan fasilitas ini. Karena dalam pandanganku apalagi saat masih dibangku pendidikan dasar, setiap murid yang mendapatkan bea siswa selalu dianggap sebagai murid-murid istimewa. Tapi sayangnya dari dulu tak pernah aku bisa mendapatkan bea siswa mungkin karena alasan budi pekerti. Memang dari SD sampai kuliah aku selalu menjadi murid yang pembangkang jadinya kecil kemungkinan unutk mendapatkan bea siswa karena pasti sulit bagiku untuk mendapatkan penilaian yang baik dari guru-guru terutama dalam bidang budi pekerti. Sampai saat aku selesai kuliah, dimana waktu itu dosen pembimbing skripsiku menganjurkanku untuk mendaftar program bea siswa ICCR ke India tapi pada awalnya agak malas juga karena aku sudah merasa jenuh untuk belajar dan membuka-buka buku pelajaran. Tapi untuk menunjukkan rasa apresiasi kepada sang dosen pembimbing jadilah aku mendaftar untuk program itu. Tepat saat kontrakku dengan NGO tempatku bekerja selesai, eh, malah aku dapat panggilan dari Konjen India yang di Medan bahwa aku mendapatka bea siswa untuk mengambil S2 di Central Institute of Foreign Language, Hyderabad. Dan saat ini setelah dua tahun masa belajarku telah selesai dan dalam waktu kurang dari dua minggu dari posting ini aku akan kembali kerumah.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Yah, memang keberuntungan selalu menyertaiku sampai saat ini. Karena keberuntungan aku bisa tamat sekolah sampai jenjang master. Dan karena keberuntungan juga aku bisa melihat negeri lain mungkin tanpa keberuntunganku seumur hidup belum tentu bisa datang dan tinggal di negara selain Indonesia. Yah, memang keberuntungan selalu menyertaiku sampai saat ini dan entah untuk nanti dan karena keberuntunganlah aku menjadi istimewa kalau dibandingkan dengan yang lain. Dan satu keberuntungan yang kita miliki bersama, kita hidup dan bernafas. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/4439254793469575683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/4439254793469575683?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/4439254793469575683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/4439254793469575683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/06/luck-is-what-make-me-special.html' title='LUCK IS WHAT MAKE ME SPECIAL'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-1179306148532959240</id><published>2007-05-30T10:52:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T09:03:20.708-07:00</updated><title type='text'>SELAMAT PAGI</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Saat pertama kali mata terbuka di pagi hari, pikiran apa yang pertama terlintas? Yang pertama pasti pikiran untuk segera lompat dan berlari ke toilet untuk mengosongkan simpanan semalam. Atau bisa juga pikiran kesal karena terbangun dari mimpi indah yang serasa seperti nyata. Menarik kembali balutan selimut yang terlepas dan pelukan bantal yang melonggar.&lt;br /&gt;Bangun tidur seharusnya adalah waktu yang terbaik sepanjang hari. Saat kita terbangun di pagi hari, tubuh serasa seperti baterai yang telah terisi penuh. Semua beban yang memberati di hari kemarin telah berkurang atau paling tidak sedikit terlupa untuk beberapa saat. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Di pagi hari saat kita terbangun biasakan untuk sekedar berbaring selama sepuluh sampai lima belas menit. Waktu yang tidak begitu lama disaat yang lain adalah waktu yang cukup panjang yang diperlukan tubuh dan pikiran untuk menyesuaikan ritme gerak dengan kebutuhan hari itu. Santai dan coba tentukan rencana hari itu. Coba buat urutan prioritas hari itu. Apa yang pertama dilakukan. Apakan setelah mandi akan memasak nasi goreng dari nasi sisa semalam atau sekedar membeli lontong di warung ujung gang. Tak perlu membuat rencana yang rumit untuk waktu 24 jam, cukup pikirkan apa yang akan kita lakukan untuk waktu dua jam kedepan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Setelah waktu yang sepuluh sampai lima belas menit itu habis, bangun dan berjalanlah kearah jendela. Buka tirai dan daun jendela kemudian tarik nafas panjang. Walaupun bau dari got sebelah rumah namun coba perhatikan, bahkan bau dari got itu lebih menyengat di siang hari dibandingkan saat anda terbangun dengan udara yang bersih selain yang keluar dari got sebelah rumah. Polusi dari jalan raya depan runah belum sepekat dua jam yang akan datang. Jadi gunakan waktu yang pendek itu untuk menghirup udara yang lebih segar dibanding yang nanti akan dihirup disaat kita akan berangkat dari rumah untuk memulai kegiatan hari itu.&lt;br /&gt;Jika tetangga sebelah rumah yang jendela kamarnya langsung berhadapan dengan jendela kamar kita juga terlihat menongol menghirup udara pagi dari got yang sama, coba sapa. Karena memberi atau menerima sapaan ramah di pagi hari adalah pertanda baik untuk memulai kegiatan hari itu. Sekedar bertanya apa hasil pertandingan sepak bola yang disiarkan langsung di TV tadi malam atau bertanya ada mimpi apa tadi malam, cukup untuk mendekatkan keakraban antar tetangga.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Selesai basa-basi, mandi dan gosok gigi karena jika tak ada got yang membatasi jendela kita dan jendela tetangga, sang etangga pasti bisa mencium bau tak sedap dari liur yang mengering. Atau jangan dulu ke kamar mandi. Lanjutkan kontemplasi pagi itu. Menghisap sebatang rokok sambil berjongkok diambang pintu juga merupakan pilihan yang cukup menyenangkan. Sambil menghisap sebatang kretek, kita bisa memperhatikan lalu lalng para tetangga ang berangkat ke sekola, ke kantor atau ke pasar. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dari ambang pintu, kita bisa sayup-sayup mendengar klotang klonteng dari dapur rumah sebelah saat sudet beradu dengan penggorengan atau para ibu-ibu yang mengeluh pada penjual sayur tentang harga bahan makanan yang semakin mahal dan kualitas yang semakin buruk. Atau bisa juga mendengar si Ucok kecil anak bang Tongat yang menangis karena dimandikan oleh ibunya dengan air dingin.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Cukup satu batang rokok, jangan terbuai dan menghabiskan berbatang-batang karena ingat kita harus berangkat juga ke tempat kerja. Kalau kurang boleh disambung di WC, hitung-hitung untuk mengurangi rasa bau dari jamban yang belum disedot berbulan-bulan. Mandi dan cukuran, sekali lagi jangan lupa gosok gigi. Karena bahkan senyum yang terindah seduniapun akan kehilangan nilai jika dibarengi dengan bau yang tak sedap seperti jamban yang belum disedot berbulan-bulan.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kalau masih kurang kontemplasinya, sambung lagi di WC. WC adalah tempat yang paling pribadi dan tenang diseluruh dunia. Tapi kalau bisa jangan WC yang bisa diduduki karena rasa dingin dari gips bahan pembuat WC itu bisa membuat otot-otot pantat jadi tegang dan keluarnya hajat tidak lancar. Usahakan WC yang mengharuskan kita untuk berjongkok karena tekanan di perut dari kedua belah paha memberikan dorongan tambahan jadi tak perlu capek-capek ngedan. Apalagi dengan musik dangdut dari transistor usang yang bisa digantung dipintu seng WC, dijamin kegiatan pribadi semakin nikmat.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Selesai! Mandi! Kemudian sarapan tapi porsi jangan terlalu besar karena bisa-bisa si bos di kantor bisa murka melihat kita mengangguk-angguk kepala karena kantuk bukan karena mengerti. Cukup setengah piring nasi goreng atau dua potong roti dengan selai srikaya ditambah secangkir kopi atau teh dan jangan lupa sebatang rokok kretek favorit. Setelah itu langsung berangkat kerja!&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tunggu dulu! Mungkin sebagian pasti bertanya ada satu lagi ritual pagi yang terlupa, olah raga! Karena didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kita tak butuh olah raga pagi! Bukankah setiap pagi kita harus berlari-lari mengejar angkot yang tak mau berhenti lama. Belum lagi ditambah dengan kemacetan lalu lintas yang cukup menguras keringat karena sang angkot tak dilengkapi AC. Kita kan tidak begitu beruntung dengan kendaraan pribadi berAC dengan stereo merdu. Cukup dengan angkutan rakyat dan olah raga rakyat! &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/1179306148532959240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/1179306148532959240?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/1179306148532959240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/1179306148532959240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/05/selamat-pagi.html' title='SELAMAT PAGI'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-7569091333358882136</id><published>2007-05-30T01:35:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T09:03:53.162-07:00</updated><title type='text'>HIDUP UNTUK MAKAN ATAU MAKAN UNTUK HIDUP</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Mana yang benar? Makan untuk hidup atau hidup untuk makan? Mungkin untuk menjaga wibawa atau memang benar-benar pecaya, kebanyakan orang pasti akan mengatakan makan untuk hidup. Kalau aku pribadi, jujur aja philosofi ku pastilah hidup untuk makan. Dan aku benar-benar percaya akan pandangan ini.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat faktanya. Secara bahasa, yang benar adalah hidup untuk makan bukanlah makan untuk hidup. Kata-kata makan untuk hidup secara sintaksis tidak dapat diperdebatkan keabsahannya. Dalam tingkatan frase, kata-kata ‘makan untuk hidup’ telah memenuhi kaidah bahasa yang walaupun tidak memiliki subjek tapi telah memiliki predikat.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Namun secara semantik, kumpulan kata-kata itu tidak memiliki arti. Karena dalam tatanan semantik, suatu kalimat atau frase harus memiliki pengertian yang memenuhi logika. Sebagai contoh: ‘anak melahirkan ibunya’. Secara sintaksis kata-kata tersebut adalah kalimat diatas memiliki subjek kata ‘anak’, predikat ‘melahirkan’, dan objek kata ‘ibunya’, tapi kalimat diatas tidak memiliki logika bahasa dimana seorang anak tidak mungkin untuk melahirkan ibunya sendiri. Begitu juga dengan kalimat ‘makan untuk hidup’, kalimat ini memiliki pengertian bahwa makan bukanlah pekerjaan yang absolut dimana ada pilihan lain untuk hidup. Sedangkan kita ketahui bahwa tidak ada satupun manusia diatas dunia ini yang mampu untuk bertahan hidup tanpa ada asupan makanan.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan nyata, kalimat ‘hidup untuk makan’ juga lebih tepat daripada ‘makan untuk hidup’ walaupun bakalan banyak orang yang menyangkalnya terutama mereka-mereka yang menerapkan’ hidup untuk makan’.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kata ‘makan’ dalam konteks ini bukan hanya memiliki arti memakan makanan, namun ‘makan’ memliki arti yang lebih luas. Banyak orang yang berlomba-lomba untuk menumpuk kekayaan dengan cara yang halal maupun haram. Banyak juga yang menggadaikan semua yang dimiliki secara moril maupun materiil untuk mendapatkan kekuasaan. Banyak lagi yang melakukan apa saja untuk mendapatkan popularitas. Jadi makan itu bukan hanya untuk memuaskan nafsu lapar kita akan makanan tapi makan juga adalah tindak kelakuan kita untuk memenuhi nafsu yang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dari masa ke masa, jaman ke jaman, manusia selalu berlomba untuk menguasai segala hal yang dapat dikuasai di dunia ini. Jika manusia tidak dapat menguasai suatu hal langsung dari alam atau mampu menciptakan hal untuk memenuhi nafsunya, maka mereka akan berusaha untuk menguasai hal-hal yang telah dikuasai oleh yang lain. Telah banyak manusia yang menjadi korban untuk memenuhi hawa nafsu yang lain dikarenakan keinginannya untuk makan. Karena keinginan manusia untuk makan inilah maka sejarah manusia selalu dipenuhi dengan pembunuhan dan pemerkosaan. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Karena bangsa Eropa lapar dan dapurnya tidak dapat menghasilkan makanan yang cukup dan lambungnya lebih besar daripada yang lain maka mereka berjalan kebenua lain yang memiliki dapur yang menghasilkan makanan-makanan lezat yang melimpah ruah. Jadilah bangsa Eropa selama ratusan tahun menumpang makan kebangsa lain dengan terkadang lupa untuk dibayar dan meninggalkan sampah yang menumpuk.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Yang terbaru, mungkin rasa lapar akan minyak bumi. Setiap negara yang memiliki hasil bumi yang melimpah adalah dapur dan tong sampah untuk mereka-mereka yang lapar. Sampahnya?! Ketidakamanan karena sang lapar ingin menguasai dapur sehingga tidak perlu makan dengan takaran si koki tapi dapat makan sampai perut melendung. Jadinya si koki dihasut dengan sang istri agar sang lapar bisa makan bebas. Kalau si koki sampai berkelahi dengan sang istri maka sang lapar bisa mengambil pihak dengan imbalan makan gratis dan juga sang lapar bisa menjual alat-alat masak baru karena bakalan ada dapur baru. Jadi dapur yang telah panas, semakin dipanas-panasi agar si koki jadi cerai dengan sang istri. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Asap bakaran dapur juga jadi masalah. Sang lapar marah karena asap dari dapur si koki membuat rumahnya seperti kebakaran. Si koki bingung karena dimana-mana kalau masak pasti ada asapnya. Tapi sang lapar tidak mau tahu karena asap bukan urusannya. Yang menjadi urusannya cuma makanan dari dapur bukan asap dari dapur. Kalau si koki mau dibantu dengan asap maka si koki harus memberi makan gratis.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jadi sekarang milih yang mana? Pura-pura percaya kalau kita makan untuk hidup atau mau jujur mengakui kalau kita itu hidup unutk makan!!! &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/7569091333358882136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/7569091333358882136?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/7569091333358882136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/7569091333358882136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/05/hidup-untuk-makan-atau-makan-untuk.html' title='HIDUP UNTUK MAKAN ATAU MAKAN UNTUK HIDUP'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-5081927239668817010</id><published>2007-05-24T01:17:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T09:04:21.226-07:00</updated><title type='text'>MASA YANG INDAH</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Belakangan ini aku sering memperhatikan anak-anak yang tinggal di komplek apartment tempat aku tinggal. Satu yang menyolok dalam perhatianku adalah anak-anak ini jarang bermain diluar komplek gedung, paling jauh mereka bermain hanya didepan gerbang komplek. Saat melihat anak-anak ini aku jadi teringat dengan anak-anak yang tinggal dilingungan rumahku.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kalau ku bandingkan dengan masa kecilku, sangat jauh perbedaan antara masaku dan masa sekarang. Dulu disekitar lingkungan tempatku tinggal masih banyak terdapaty tanah kosong dan lapangan sehingga masih banyak tempat untuk kami saat itu untuk bermain sepuas-puasnya. Tapi sekarang disekitar tempat tinggalku sudah tidak ada lagi tempat untuk anak-anak untuk bermain bebas. Paling banter mereka cuma bermain di seputar rumah dan jalanan gang yang luasnya tidak seberapa. Sekarang lingkungan tempatku tinggal sudah dipenuhi dengan bangunan beton ruko bahkan hingga kedalam gang kecil. Kalau ku perhatikan lebih teliti lagi, sudah tidak ada lagi sejengkal tanah pun yang dapat terlihat, semua permukaan tanah di gang belakang rumahku sekarang telah ditutupi dengan lapisan semen.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini anak-anak yang ada dilingkungan tempatku tinggal lebih banyak dihibur dengan permainan elektronik seperti Play Station, Xbox dan permainan semacamnya. Jarang ada diantara mereka mengenal permainan yang dulu sering kami sebagai anak-anak sering mainkan. Dulu waktu aku masih kecil jarang ada teman yang memiliki permainan video game seperti itu yang pada masa itu didominasi oleh Spica dan Nintendo. Bahkan untuk televisi dulu tidak banyak pilihan karena memang waktu tiu yang ada cuma TVRI dan kalau ingin melihat acara TV lain yang biasanya stasiun TV Malaysia, seringnya kami harus memanjat pagar dan mengintip melalui jendela tetangga dari etnis Cina dan biasanya pasti diusir. Cuma ada satu orang tetangga yang dari etnis Cina itu yang biasanya mengizinkan kami untuk menonton TV dirumahnya, aku tidak tahu nama aslinya karena biasanya kami memanggilnya dengan Nyonya. Bahkan seringnya dia memanggil kami dan menyuguhkan makanan kecil. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dan setiap raya Cina atau Cap Go Meh, Nyonya itu biasanya juga mengundang kami anak-anak untuk datang bertamu kerumahnya dan satu-dua diantara kami biasanya bakalan dapat angpau. Selain Nyonya itu ada juga salah seorang tetangga dari etnis Cina yang cukup baik hati terutama terhadap kami anak-anak, kami biasa memanggilnya dangan Nenek.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dulu begitu banyak permainan yang bisa dibilang tradisional seperti Dompu, Alep Cendong atau ditempat lain mungkin dikenal sebagai Gobak Sodor, Alep Berondok atau Petak Umpet, Kuda Tunggang, Alep Buaya, Batalion, Engklek, Hompimpa dan banyak lagi permainan anak yang lain. Dari semua permainan itu aku paling malas kalau main Kuda Tunggang karena pasti aku jarang dikasih ikut bermain oleh kawan-kawan yang lain. Alasannya karena badanku terlalu gendut. Jadinya tidak ada yang bisa memanggulku keliling, yah nasibnya anak gendut, kadang jadi bos tapi kadang cuma bisa jadi penonton!&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kuda Tunggang biasanya dimainkan oleh dua kelompok dan salah seorang anak yang tidak masuk dalam kedua kelompok akan bertugas sebagai tiang, nah tugas ini yang biasanya boleh ku mainkan. Tiang bertugas sebagai tempat tumpuan kelompok yang mendapat gilirang menjadi kuda. Kelompok yang bertugas menjadi kuda akan membentuk barisan dengan membungkuk dengan saling memeluk pinggang orang yang ada didepannya. Diujung barisan adalah tiang. Kelompok yang menjadi penunggang akan melompat keatas punggung kuda sampai semua anggota kelompok dapat berada diatas punggung kuda. Setelah semua naik kepunggung kuda, penunggang pertama akan tanding suit dengan tiang. Jika kelompok penunggang kalah tanding suit atau terjatuh dari punggung kuda karena kesalahan sendiri maka sebagai hukumannya mereka akan gantian bertugas sebagai kuda. Namun jika kelompok yang menjadi kuda tidak dapat mempertahankan formasinya atau kelompok penunggang menang dalam tanding suit maka kelompok kuda harus memanggul para penunggang sampai jarak yang ditentukan. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Selain permainan-permainan anak tersebut banyak juga mainan yang tidak harus dibeli di toko mulai dari ikan laga, karet gelang, biji pohon karet, tembak-tembakan dari pelepah daun pisang, mobil-mobilan dari kaleng dan bilah bambu bahkan tempurung kelapa bisa menjadi banyak macam mainan mulai dari engrang sampai senter lilin.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencari biji pohon karet yang biasa kami sebut dengan ‘para’ biasanya aku bersama teman-teman akan melakukan ‘ekspedisi’ kecil-kecilan. Jarak perkebunan karet yang terdekat dari tempat sekitar kurang lebih 15 km dari tempat tinggalku didaerah Marcapada. Kalau mencari biji karet di Kuala, kami harus menyisihkan sebagian uang jajan yang tak seberapa untuk ongkos bus karena tempatnya terlalu jauh untuk ditempuh dengan mengendarai sepeda apalagi dengan berjalan kaki. Biasanya kami akan melakukan perjalanan ekspedisi itu pada akhir pekan atau hari libur sekolah. Kadang untuk menempuh jarak itu kami akan mengendarai sepeda namun lebih sering dengan berjalan kaki atau menumpang truk pengangkut galian C yang banyak lalu lalang ke arah perkebunan karet yang tak jauh dari sungai tempat truk-truk itu mengambil muatan.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Biasanya juga kami pasti membawa bekal untuk dijalan tapi biasanya aku yang kebagian tugas untuk bawa nasi karena mamakku punya kedai nasi jadi kalau masalah nasi bungkus gampang dapat. Dulu waktu kecil aku punya skopel atau tali pinggang kanvas tentara lengkap dengan velves tempat air pemberian abang sepupuku yang jadi polisi. Jadi lengkap dengan skopel, velves dan topi koboi loreng, aku jadinya seperti komandan yang memimpin pasukan kecil yang akan menyergap musuh, bukan berarti aku sok bos diantara teman-temanku yang lain namun memang badanku lebih besar dari yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Memang jarak yang dijempuh relatif jauh, namun tempat yang harus kami lalui masih asri dan indah jadinya tidak membosankan. Banyak juga sungai besar dan kecil yang kami lalui sehingga kalau badan gerah bisa berhenti untuk beristirahat dan membuka bekal dan diteruskan dengan mandi dan berenang disungai. Perjalanan melalui perladangan dan pematang sawah itu biasanya kami tempuh selama 3 hingga 4 jam karena sudah pasti lebih banyak berhentinya karena sang ‘komandan’ kecapekan membawa badannya yang besar.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Memang sebenarnya untuk mendapatkan biji karet atau ‘para’ itu tak perlu berjalan sejauh itu karena hampir di setiap sekolah dasar setiap musim ‘para’ banyak orang yang menjual diluar pagar sekolah. Namun harganya bisa sangat mahal untuk ukuran anak-anak waktu itu. Untuk ‘para’ dengan kualitas biasa harganya bisa Rp 25,- atau Doplim, yang sedang sekitar Limpol atau Rp 50,- dan yang paling bagus bisa sampai Rp 100,- hingga Rp 200,-. Mungkin untuk anak-anak zaman sekarang ini uang segitu tak ada artinya dan bahkan mungkin mereka tidak pernah memegang uang dengan pecahan sekecil Rp 25,- tapi untuk masa itu uang Doplim bisa untuk beli kerupuk atau es boks satu.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kalau melihat anak-anak zaman sekarang, aku merasa kasian juga. Memang kayaknya anak-anak zaman sekarang terutama yang hidup diperkotaan tampak lebih bersih dan sangat terurus namun kalau diperhatikan lebih baik kebanyakan kulitnya pucat karena jarang terkena sinar matahari, beda dengan anak-anak zamanku dan yang sebelumku, walaupun dengan baju sedikit koyak dan kulit hitam terpanggang matahari namun bersinar sehat.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Banyak lagi yang bisa ku ceritakan tentang masa kecilku bersama teman-teman. Bagaimana petualangan kami ke sawah-sawah atau rawa-rawa untuk mencari ikan laga, di kejar-kejar Wak Amat tukang kebun Wak Hamid karena ketahuan mencuri kuini, asyiknya mandi dan berenang di sungai Bingai sambil membuat bola pasir untuk diadu, bagaimana takutnya lari tunggang langgang dikejar anjing Pak Aheng atau Bu Elis, bagaimana harus lari menyelamatkan diri dari kejaran Wak Fozi karena ketahuan menebangi pohon pisang dikebunnya untuk dibuat rakit, dan banyak lagi. Mungkin lain waktu akan ku ceritakan lagi petualangan-petualangan masa kecilku yang tak kalah seru dari kisah detektif-detektif cilik Enyd Blyton. Namun saat ini sampai disini dulu.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/5081927239668817010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/5081927239668817010?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/5081927239668817010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/5081927239668817010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/05/masa-yang-indah.html' title='MASA YANG INDAH'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-1920142550547736101</id><published>2007-05-19T06:44:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T09:05:01.557-07:00</updated><title type='text'>TULISAN</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Bayangkan dunia tanpa tulisan. Pastilah yang pertama terlintas adalah dunia di masa pra sejarah karaena kata pra sejarah sendiri mengacu pada dunia atau peradaban tanpa tulisan, tanpa catatan jelas akan kehidupan manusia di masa itu.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Banyak teori mengenai sistem penulisan pertama di dunia namun konvensi dari banyak ahli, sistem penulisan Cuneiform pada peradaban Sumeria atau dikenal juga sebagai peradaban Lembah Indus/Mesopotamia. Dari pengukuran umur karbon terhadap kepingan gerabah yang ditulisi dengan simbol-simbol Cuneiform, ditemukan bahwa sistem penulisan ini sudah berumur lebih dari 5000 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Memang ada sistem penulisan yang berumur lebih tua seperti sistem penulisan Cina kuno yang ditemukan pada tahun 2003 di wilayah Jihau, Hunan. Sistem penulisan ini berumur sekitar 8000 tahun atau telah ada sejak tahun 6000 SM. Namun sistem ini masih dianggap belum memadai untuk dikategorikan sebagai sistem penulisan yang memiliki struktur ketat. Seperti umumnya sistem penulisan kuno lainnya, simbol yang digunakan dalm sistem penulisan Jihau masih berupa simbol logografik dimana bahasa bahasa disimbolkan dengan gambardari alam sekitar.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Satu bukti yang sangat menarik adalah sistem penulisan selalu berkembang sejalan dengan perkembangan suatu peradaban, terlepas dari adanya hubungan dengan peradaban yang lain. Sebagai contoh, terdapat juga sistem penulisan di benua Amerika dimana baru sampai abad ke 15 baru memiliki hubungan dengan peradaban dari dunia lain.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa yang mendasari penciptaan sistem penulisan dalam suatu peradaban? &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Saat manusia mulai keluar dari gua dan mulai dihidup di dunia luar, anggota kelompok masyarakat juga bertambah seiring dengan kebutuhan untuk melindungi diri baik dari serangan binatang buas maupun kelompok masyarakat yang lain. Anggota somah yang pada awalnya hanya berdasarkan ikatan darah meluas dengan meningkatnya jumlah anggota masyarakat ini. Pada masa inilah manusia mulai mengenal dan mengembangkan teknologi pertanian dan peternakan. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Cara hidup mulai berubah dari hanya mengumpulkan apa yang dihasilkan alam dengan manipulasi lingkungan untuk menghasilkan bahan kebutuhan anggota masyarakat. Pada masa ini juga manusia mulai mengenal adanya kepemilikan pribadi atas barang materi.&lt;br /&gt;Cara hidup dengan kelompok yang besar juga membutuhkan adanya aturan diantara anggota masyarakatnya sendiri. Terutama aturan mengenai tanggung jawab setiap anggota masyarakat dan aturan kepemilikan barang materi. Sebelum adanya tulisan beberapa dari anggota masyarakat memiliki tugas untuk menghafal semua aturan. Lebih dari itu mereka juga bertugas untuk menghafal silsilah keluarga dalam masyarakat. Kebiasaan ini sampai saat ini masih dapat ditemui pada beberapa suku pengembara di benua Afrika dimana sistem budayanya bersandar sepenuhnya dari memori anggota suku.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Namun permasalahan mulai muncul saat anggota masyarakat semakin bertambah banyak dan orang-orang yang bertugas sebagai penghafal meninggal dunia tanpa sempat untuk mewariskan pengetahuannya kepada penerus. Banyak dari aturan dan traktat dalam masyrakat hilang bersama para penghafalnya.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dari anggota masyarakat mulai menggunakan simbol-simbol untuk melambangkan catatan-catatan terutama yang berhubungan dengan perdagangan. Penggunaan simbol-simbol ini semakin luas saat kebutuhan untuk mencatat setiap perkembangan dalam masyarakat semakin meluas. Dan simbol yang pada awalnya menggambarkan benda dari lingkungan sekitar berkembang dan berubah menjadi lambang-lambang abstrak. Dan lambang-lambang abstrak inilah yang kemudian berkembang sebagaia apa yang kita kenal sebagai sistem alfabet moderen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family:courier new;&quot;&gt;NOTHING CAN EVER BE AS SHOCKING AS LIFE. EXCEPT WRITING.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Ibn Zerhani&lt;br /&gt;(The Black Book, Orhan Pamuk)&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/1920142550547736101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/1920142550547736101?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/1920142550547736101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/1920142550547736101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/05/tulisan.html' title='TULISAN'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-3850141822875717590</id><published>2007-05-18T06:02:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T09:05:36.381-07:00</updated><title type='text'>MALAM PANJANG</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Aku ingat lagi terhadap gempa yang terbesar yang pernah kurasakan seumur hidupku. 8.7 skala Richter! Bayangkan! Bukan gempa Desember 2004 tapi gempa Maret 2005 atau gampa Nias. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kalau ku pikir-pikir lagi, gak habis pikir juga. Dari aku lahir sampai aku berumur 24, seingatku, aku hanya pernah merasakan dua kali gempa. Yang pertama saat aku duduk dibangku kelas 6 SD. Dan karena gempa yang ini aku sempat dihukum berdiri di depan kelas oleh guruku.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya, sehari setelah gempa itu, aku sempat memicu kepanikan disekolah karena kejahilanku. Pada hari gempa, aku dan beberapa teman sempat memperhatikan kalau kebanyakan teman sekelas yang cewek pada menjerit-jerit karena takut dan kemudian semua murid dipulangkan. Kebetulan keesokan harinya kelasku akan melaksanakan ulangan dan aku belum belajar dan aku belum sempat belajar jadinya aku malas kalau ada ulangan hari itu.&lt;br /&gt;Jadi aku dan beberapa teman sepakat untuk pura-pura merasakan gempa. Beberapa saat sebelum ulangan dimulai, aku dan teman sekomplotan, sekonyong-konyong lari sambil berteriak-teriak, “gempa, gempa!” dan sontak semua kelas yang mendengar ikut-ikutan lari terbirit-birit kocar kacir. Sialnya, salah seorang teman sekelasku terjatuh dan sempat terinjak-injak. Untunglah dia tidak sempat luka parah cuma shock berat sampai tak berani sekolah untuk beberapa lama. Setelah diusut-usut, ketahuan kalau dalangnya itu aku dan jadilah aku kena hukuman dari guru.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Gempa yang kedua terjadi beberapa bulan setelah itu dan aku ingat kejadiannya hari minggu karena seingatku aku tidak sekolah hari itu. Dan karena gempa itu aku sempat lari terbirit-birit telanjang bulat. Memang waktu gempa, aku lagi mandi pagi di sumur dan karena gempa itu ring sumur di rumahku jadi runtuh. Untung waktu itu masih SD jadi belum terlalu malu kalau lari-lari telanjang bulat kalau sudah lebih besar kan malu!&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Itu dua gempa yang pernah kurasakan selama kurang lebih 24 tahun. Tapi dari Desember 2004 hingga Mei 2005, aku tidak tahu pasti berapa banyak gempa yang kurasakan. Yang terbesar dan tak bakalan kulupakan seumur hidup mungkin yang terjadi pada Maret 2005 mungkin dikarenakan gempa ini, aku bisa dikategorikan sebagai pengungsi.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat kejadiannya malam sekitar jam 11 dan aku dan beberapa teman baru selesai main dam batu. Malam itu kami memang sedang mengadakan acara makan malam bersama karena memang seharusnya keesokan harinya aku dan beberapa teman akan kembali ke Medan karena kontrak kami bersama MSF-Ch telah selesai. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jadi ceritanya kami sedang beberes karena memang acara untuk malam itu telah selesai tapi tak ada satupun yang menduga kalau kami akan mendapatkan acara tambahan. Pertama yang terasa oleh semua cuma getaran pelan. Roni teman sekantorku sempat bilang untuk tenang karena memang di Pulau Simeulue tempat ku berkerja sering terjadi gempa-gempa kecil sejak kejadian tsunami karena pulau itu merupan daratan yang terdekat dengan episentrum gempa Desember 2004. Jadi semuanya tidak begitu memperhatikan getaran itu namun getarannya semakin lama semakin keras dengan suara bergemuruh. Suara yang disebabkan gempa itu terdengar seperti peasawat jet yang akan lepas landas. Sontak semua yang ada dirumah tempat kami tinggal berusaha untuk lari keluar rumah. Kalau aku tak salah ingat ada sekitar sembilan atau sepuluh orang semuanya. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Yang lain berlari menuju pintu depan sedangkan kau dan bang Muzakir, salah seorang teman sekerja lari kearah pintu belakang. Jujur, sampai sekarang aku belum mengerti juga kenapa pada saat kejadian itu aku masih dapat berpikir jernih. Saat aku melihat yang lain berlari ke pintu depan, langsung aku berpikir bahwa akan ada ‘antrian’ dipintu dan ada kemungkinan tidak semua akan bisa keluar dengan cepat. Pintu belakang juga berjarak lebih dekat daripada pintu depan karena memang pada saat getaran gempa itu terasa kebanyakkan dari kami sedang berada di ruang belakang. Jadilah aku berlari kearah pintu belakang sambil berteriak ke bang Muzakir untuk ikut berlari kearah pintu belakang.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Gempa itu terjadi sangat cepat kurang dari 15 detik tapi kejadiannya terasa sangat lama. Saat aku berlari ke pintu belakang, pertama aku berlari ke arah menara penampung air tapi aku sempat berpikir kalau menara dari kayu itu tumbang dengan bak berbobot berat bisa jadi peyek aku kalau ketimpa. Terus saat aku akan berlari ke pohon kelapa, terpikir juga bagaimana kalau kelapanya ada yang jatuh, kan lumayan kalau menimpa kepala. Jadilah dengan bersusah payah aku berlari kearah tiang jemuran baju. Bang Muzakir terus berlari keluar dari pintu gerbang belakang. Dia sempat berteriak memanggil-manggilku untuk iktu berlari kearahnya tapi aku takut kalau ada tsunami yang datang karena memang kalau kita keluar dari gerbang belakang rumah itu pasti akan langsung berada dipantai.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pertama yang kulakukan adalah memeluk kuat tiang jemuran itu. Getaran gempanya terasa sangat kuat. Gerakan pertama yang kurasakan seakan bumi bergerak ke kiri dan ke kanan. Kemudian bumi seakan berputar melingkar dan dihentakkan keatas dan kebawah. Lumayan juga, kepalaku sempat terantuk-antuk ke tiang jemuran, untungnya gak sempat benjol.&lt;br /&gt;Setelah getaran gempa itu mereda baru aku sadar bahwa begitu kami keluar dari pintu rumah, setengah dari bangunan rumah itu telah runtuh. Terdengar dari depan suara teman-teman yang telah keluar dari pintu depan memanggil-manggilaku dan bang Muzakir. Mungkin mereka mengira kalau kami berdua telah terkubur reruntuhan rumah karena mereka tidak melihat kami keluar bersama mereka. Sambil meraba jalan aku dan bang Muzakir mencari jalan diantara reruntuhan rumah denga takut-takut terpijak paku atau pecahan kayu karena saat berlari keluar rumah tak satupun diantara kami semua yang ingat untuk mencari alas kaki.&lt;br /&gt;Begitu mencapai bagian depan rumah dan berkumpul kembali dengan teman-teman, kami berembuk untuk menentukan langkah berikutnya. Alhamdullillah, semuanya selamat. Bang Beni dan Roni memutuskan untuk pergi kearah pantai untuk melihat apakah air pantai surut. Jika air di pantai surut itu merupakan tanda kalau tsunami akan datang. Aku, Rizal, bang Muzakir dan Marieane, perawat berkebangsaan Perancis akan menunggu Bang Beni dan Roni dikaki bukit depan rumah dan jika air dipantai terlihat surut kami akan bergegas mengungsi keatas bukit. Aku awalnya ingin ikut dengan mereka ke pantai tapi mereka melarang dengan alasan kalau ada apa-apa sulit bagiku untuk lari karena badanku kegendutan. Teman-teman yang lain yang merupakan penduduk setempat kembali kerumah masing-masing untuk melihat keadaan keluarga mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada ratusan orang yang berjubel dijalan setapak keatas bukit karena semua orang takut akan terjadi tsunami. Rizal dengan paniknya berusaha menarik Marieane untuk naik keatas bukit namun perawat Perancis itu menolak sebelum Bang Beni dan Roni kembali dari pantai. Rizal terlihat sangat panik dan gelisah, bang Muzakir cuma diam dengan pucat tapi terlihat dari matanya kalau dia sangat ketakutan. Bagaimana dengan kondisiku saat itu? Jujur aku merasa sangat lepas, mungkin karena pengaruh adrenalin. Orang yang sering melakukan olah raga ekstrim pasti akan paham bagaimana rasanya saat adrenalin kita dipacu. Jadi bawaannya mau ketawa terus.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Bang Beni dan Roni kembali dari pantai dan mereka tidak melihat kalau air dipantai surut, jadi kemungkinan besar tidak akan ada tsunami. Kami memutuskan untuk tidak mengungsi ke bbukit tapi pergi ke rumah yang satu lagi yang ditempati staff internasional MSF-Ch untuk melihat bagaiman kondisi disana. Sebagai staff lokal, keselamatan para expat tersebut menjadi sebagian dari tanggung jawab kami.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelum kesana bang Muzakir memaksa untuk kembali kerumah untuk mengambil kopernya. Awalnya kami menolak tapi dia tetap memaksa. Mungkin banyak barang berharganya. Jadilah akhirnya sambil menggotong kopernya bang Muzakir berjalan mengikuti rombongan kecil kami dari belakang. Sesampai ke rumah para expat itu yang kami sebut dengan rumah biru karena memang dindingnya di cat biru langit, terlihat kalau rumah itu tidak mengalami kerusakan parah. Untuk sementara kami tinggal dirumah itu.&lt;br /&gt;Ada yang agak lucu saat kami berjalan ke rumah biru. Ceritanya malam itu ada acara pernikahan tidak jauh dari rumah biru. Saat kami melewati tempat pesta itu terlihat kedua pengantinnya berdiri dipinggir jalan dengan masih menggunakan pakaian pengantin yang belum terkancing dengan benar. Mungkin baru mau malam pertama, malah terkena gempa. Gagallah acara malam pertamanya.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tak lama teman-teman dari PMI datang dan meminta bantuan karena di wilayah kota banyak bangunan yang runtuh dan ada beberapa orang yang terkubur dibawah bangunan itu dan kebanyakan orang telah mengungsi ke bukit sehingga PMI kekurangan orang untuk mengevakuasi korban. Jadi kami ikut membantu untuk mencari korban yang tertimpa bangunan yang runtuh itu. Padahal aku cuma menggunakan sarung karena saat lari keluar dari rumah, aku lupa untuk memakai celana dan semua pakaianku saat itu telah terkubur dibawah reruntuhan rumah yang kami tempati. Untung pakai sempak, kalau tidak kan kasihan orang yang berada dibawahku saat memanjat reruntuhan itu, bisa lihat pemandangan yang bisa dianggap indah atau buruk!&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jujur aku tidak bisa berbuat banyak untuk membantu orang-orang yang tertimbun reruntuhan itu karena memang aku tidak punya kemampuan yang memadai dalam bidang evakuasi dan kurangnya keberanian. Jadi setelah banyak yang datang membantu aku segera turun dan membiarkan mereka bekerja. Daripada malah jadi kerjaan untuk yang lain lebih baik aku mundur saja. Kalau tak salah total ada sekitar 23 orang yang menjadi korban di seluruh pulau Simeulue.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Mungkin malam itu merupakan malam yang terpanjang yang pernah kualami seumur hidupku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/3850141822875717590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/3850141822875717590?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/3850141822875717590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/3850141822875717590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/05/malam-panjang.html' title='MALAM PANJANG'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-4625376446983613596</id><published>2007-05-17T05:09:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T09:06:18.114-07:00</updated><title type='text'>UNIK</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Apakah ada yang dua hal di dunia ini yang benar-benar sama satu sama lainnya? Mungkin banyak yang akan menjawab ada namun aku yakin lebih banyak lagi yang akan menjawab tidak. Memang jika kita telaah secara mendetail takan ada dua hal atau benda yang ada di dunia ini yang benar-benar identik. Bahkan dengan peralatan yang paling canggih sedunia pasti ada perbedaan atas produk yang dihasilkannya. Mungkin dipermukaan kita takkan bisa menemukan perbedaan-perbedaan tersebut namun secara mikroskopik perbedaan itu pasti ada.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Itu untuk benda materiil, bagaimana dengan hal-hal yang manusiawi? Terhadap manusia, perbedaan antara yang satu dengan lainnya kan sangat kentara karena memang tidak ada manusia tang seratus persen identik dengan yang lain. Bahkan dua orang anak kembar yang berasal dari satu indung telur, tidak akan seratus persen sama.&lt;br /&gt;Satu contoh yang paling mencolok dalam diri manusia adalah sidik jari. Sejak ditemukannya keunikan sidik jari diakhir abad 19, sidik jari menjadi alat utama untuk mengidentifikasi setiap individu dalam berbagai bidang.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Untuk pemikiran manusia itu unik antara satu dengan lainnya. Sebagai salah satu pembeda antara manusia dan binatang adalah kemampuan manusia untuk berpikir secara logis. Jika binatang lebih dituntun oleh instingnya sedangkan manusia dalam setiap keputusan yang dibuat hampir selalu dilandasi oleh pemikiran logis. Karena kemampuan untuk berpikir logis inilah kita semakin jauh dari binatang. Manusia mampu untuk menciptakan instrumen-instrumen bantu untuk memudahkan pekerjaannya. Mungkin sebagian binatang memiliki kemampuan untuk menggunakan instrumen sabagai alat bantu. Namun penggunaannya sangtatlah primitif.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan manusia untuk menggunakan bahasa untuk berkomunikasi juga merupakan pembeda antara manusia dengan binatang. Namun secara phisiologis kemampuan untuk menggunakan bahasa ini juga membatasi kemampuan manusia untuk mengunakan fisiknya secara maksimal. Karena bahasa, manusia harus memaksimalkan penggunakan otak bagian kiri yang mengatur kemampuan logis, namun disatu sisi otak bagian kiri juga mengatur pergerakan fisik tubuh bagian kanan sehingga kebanyakan manusia lebih banyak menggunakan tangan kanannya dibandingkan tangan kiri. Sedangkan pada binatang terutama dari bangsa primata yang menurut Darwin merupakan ‘saudara tua’, pembagian fungsi otak ini tidak begitu dominan sehingga binatang memiliki kemampuan yang setara dalam penggunaan kedua bagian tubuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah pemikiran. Dari masa ke masa begitu banyak usaha untuk membuat pemikiran manusia menjadi satu dengan menghilangkan perbedaan pendapat di dalam anggota masyarakat. Terutama dalam masyarakat yang dipimpin secara otoriter. Dalam masyarakat ini, penguasa selalu berusaha untuk menyelaraskan pemikiran masyarakatnya sesuai dengan kebijakan penguasa.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Namun setiap usaha untuk menyelaraskan pemikiran ini selalu mendapatkan perlawanan baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Ada kalanya perlawanan ini akan menjadi pemenang namun ada kalanya juga perlawanan ini akan tenggelam dan terlindas. Segala usaha untuk mengajukan sesuatu yang baru kedalam struktur yang telah mapan baik secara waktu dan pengaruh merupakan usaha yang memerlukan daya yang sangat besar.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Empat ratus tahun yang lalu Copernicus mengajukan teori matahari sebagai pusat tata surya untuk mendekonstruksi teori lama yang menganggap bumi sebagai pusat tata surya. Usahanya itu mendapatkan kecaman yang luas baik dari masyarakat umum maupun kalangan cendikiawan. Perlawanan yang terbesar datang dari kalangan gereja yang memegang kekuasaan mutlak atas perkembangan pemikiran pada masa itu.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Seabad yang lalu, Einstein mengajukan teori Relativitas yang mendobrak anggapan umum tentang alam semesta. Teori Einstein yang mencoba membedah pengaruh gravitasi terhadap ruang dan waktu. Bagaimana ruang dan waktu dapat mengembang dan menciut sesuai dengan daya gravitasi yang mempengaruhinya merubah cara pandang kita terhadap alam semesta. Teori Newton yang menjadi landasan bagi setiap teori yang berhubungan massa materi selama ratusan tahun menjadi seperti kehilangan kharismanya saat berhadapan dengan teori Relativitas Einstein.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dalam dekade 40an dan 50an, Alfred Kinsey mendobrak tabu lama yang menganggap bahwa diskursus mengaenai seks seharusnya tetap berada di luar ruang publik. Dengan dua bukunya, ‘Sexual Behavior in the Human Male’ (1948) dan ‘Sexual Behavior in the Human Female’ (1953) yang terkenal juga sebagai Kinsley’s Report, menjadi best seller, anggapan lama kehilangan cengkeramannya. Banyak yang beranggapan bahwa penelitian Kinsley tersebutlah yang memicu munculnya Sexual Revolution di era 60an walaupun ia sendiri tidak merasakan dan melihat revolusi ini.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dan di era 60an, Derrida mengajegkan istilah ‘dekonstruksi’ yang pada akhirnya menjungkir balik semua tatanan pemikiran lama. Dimana ikatan terhadap struktur lama akan selalu dipertanyakan dan didesain ulang demi mendapatkan kebenaran dan menjaga adanya kebebasan dalam mentelaah dan membedah segala topik baik dalam tingkatan philosopis hingga tingkatan praktis.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dan saat ini, dengan tulisan ini apa yang ingin ku dobrak dari tatanan yang telah mapan dan diterima umum? Kalau boleh jujur... TIDAK ADA! Alasan yang utama ungkin karena aku ingin menulis dan tidak punya bahan yang pasti. Nah, disitu juga letak perbedaan antara manusia yang satu dengan lainnya. Mungkin untuk manusia yang lain segala perbuatan dan karya haruslah memiliki alasan yang scientifik atau dalam bahasa kasarnya ‘mentereng’. Tapi tidak untukku, terutama untuk tulisan yang satu ini. Dan sekali lagi alasan utamanya lebih untuk menulis tanpa embel-embel lainnya. Terserah untuk yang membaca. Karena dalam setiap hal selalu ada perbedaan serta pro dan kontra. Jadi pilih yang mana? PRO atau KONTRA!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/4625376446983613596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/4625376446983613596?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/4625376446983613596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/4625376446983613596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/05/unik.html' title='UNIK'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-6870974075003691317</id><published>2007-05-09T07:57:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T09:07:25.646-07:00</updated><title type='text'>UNTUNG ADA TSUNAMI</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoLtAzwAsqUzBQW6jJE9V_nZ8p9vWXejyGFmgIB6t7FXRUP0Sl2N6B5hXR_O42LmhdjR-LvhyphenhyphenKllPMIj613WNkrPE3vhqMEfSg9AWNUgDt1AK-gHzfO24Vs2wUM39FbEFZbASQb7OQTZ5B/s1600-h/f705.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5062577887624976594&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoLtAzwAsqUzBQW6jJE9V_nZ8p9vWXejyGFmgIB6t7FXRUP0Sl2N6B5hXR_O42LmhdjR-LvhyphenhyphenKllPMIj613WNkrPE3vhqMEfSg9AWNUgDt1AK-gHzfO24Vs2wUM39FbEFZbASQb7OQTZ5B/s200/f705.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama aku berada di India, dalam setiap pembicaraan dengan setiap orang yang tahu aku berasal dari Indonesia pasti pertanyaan pertamanya tentang gempa dan Tsunami. Memang kejadian bencana Tsunami 26 Desember 2004 yang diluar Indonesia banyak dikenal dengan ‘Boxing Day Tsunami’, sedikit banyak dalam anggapanku seperti bencana membawa berkah atau dalam bahasanya Tante Elizabeth ‘blessing in disguise’. Mungkin sekilas seperti kurang ajar anggapanku itu tapi coba kita pikirkan lagi. &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ok ...! ribuan orang yang menjadi korban. Banyak anak menjadi yatim piatu juga orang tua kehilangan anak. Istri kehilangan suami atau sebaliknya. Banyak keluarga yang terpecah belah dan mungkin sampai sekarang belum bertemu juga. Harta benda yang lenyap dengan harga yang membubung ke langit dan sebagainya dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita sebagai orang Indonesia — bukan warga Indonesia tapi orang yang dibesarkan dan hidup dalam lingkungan budaya Indonesia — pasti paham akan filosofi ‘untung’. Dalam setiap keadaan dan kejadian, orang Indonesia selalu memandang segala hal dari segi positifnya. Ambil contoh, kalau ada kecelakaan dan sang korban menjadi cacat, orang Indonesia pasti banyak bilang “untung gak sampai meninggal” atau kalau sang korban meninggal dunia, komentarnya pasti beda, “untung meninggalnya cepat jadi gak sampai menderita. Kalau cacat, kan, kasihan keluarganya capek ngurusin.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari contoh itu kita bisa melihat bahwa setiap cobaan untuk orang Indonesia pasti membawa keuntungan, kalau gak ini pasti itu. Mungkin kalau diadakan survei mengenai bangsa mana yang paling memiliki sifat optimis, aku yakin 110% kalau bangsa Indonesia menduduki peringkat pertama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ok, balik ke soal tsunami. Segi negatifnya pastilah banyaknya korban jiwa dan harta. Mari kita lihat sisi ‘untung’nya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Untuk Aceh. Pra-tsunami adalah masa-masa yang penuh derita bagi saudara-saudara kita yang tinggal di wilayah Daerah Istimewa Aceh yang kemudian berganti nama dengan Nanggroe Atjeh Darussalam. Mulai dari masa penjajahan Belanda diikuti pemberontakan DI/TII tahun 50-60an yang dipimpin Daud Beurueh. Kemudian pemberontakan sisa-sisa pengikut Daud Beurueh yang kemudian diangkat menjadi Gubernur Provinsi DI Aceh. Pemberontakan ini diikuti dengan Operasi Jaring Merah oleh militer dimulai tahun 1989 hingga 1998 dan dilegalkannya Aceh sebagai Daerah Operasi Militer dengan penerapan hukum perang sampai terjadinya tsunami. Jadi dari masa ke masa orang Indonesia yang tinggal di Aceh selalu hidup di medan perang dengan korban yang jauh lebih banyak daripada jumlah total korban tsunami 2004.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Sebelum bencana tsunami datang memang telah banyak dilakukan perundingan antara pemerintah RI dan perwakilan GAM, baik dilakukan didalam dan luar negeri. Telah banyak dikirim berbagai tim pemantau luar negeri untuk mengawasi berjalannya perjanjian gencatan senjata. Tapi pada akhirnya, perjanjian tinggal perjanjian. Bencana tsunami datang dan sepertinya semua pihak mengganggap itu sebagai momentum tepat untuk berdamai. Mungkin karena semua pihak menganggap Tuhan telah murka atau pihak RI takut dikecam Internasional kalau dalam kondisi bencana masih sibuk mengejar-ngejar GAM atau juga karena pihak GAM sudah kehabisan asupan logistik karena bencana. Yah, alasan yang pasti cuma Tuhan, Pemerintah RI dan GAM yang tahu. Dan untuk saat ini hasil akhir perjanjian damai ini yang paling signifikan mungkin adalah terpilihnya tokoh GAM sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NAD. Dan mungkin pasangan ini merupakan satu-satunya Gubernur-Wakil Gubernur untuk seluruh Indonesia yang bukan berasal murni dari partai peserta Pemilou nasional.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jadi orang Indonesia yang tinggal di Aceh bisa bilang, “untung ada tsunami kalau tidak perang jalan terus”. Yang GAM bisa bilang, “untung ada tsunami, walau gak bisa merdeka minimal Gubernur ditangan”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5062578433085823202&quot; style=&quot;DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjY8EWWie1AncxH1iG-oUnmPDkBkUagDemIdmhIpWPkLDDvO_yCEYjIsHlyAyRYXDsXhdZ1oTJ8-S3YTg-bWRt7HZFWOt7r81S3ScOq4A00rS_dh4gAl4q1F2ZWKS2bQwMhumQ60_nO09jB/s200/97cb.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tingkat nasional. Untuk tingkat nasional, ada juga ‘untung’nya. Setelah bencana tsunami, pemerintah Indonesia banyak mendapatkan bantuan berupa dana dan barang logistik. Memang, tidak semua dana yang masuk merupakan uang gratis. Sebagian berbentuk hutang lunak. Yah, paling tidak bunganya kecil dan waktu pembayarannya panjang. Dengan dana bantuan tersebut, pemerintah bisa membangun ulang wilayah yang dihancurkan tsunami. Atau dengan sebagian dana tersebut! Karena sebagian dana itu pasti dialihkan ke proyek-proyek yang lain dan juga ke ‘proyek-proyek pribadi’. Nah, itu untuk urusan finansial, jadi walaupun ada banyak yang kehilangan nyawa dan hartanya tapi banyak juga yang mendapatkan harta baru.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Untuk bapak-bapak yang terhormat, bencana tsunami juga membawa berkah karena paling tidak untuk beberapa saat mereka bisa tidur tenang. Kasus-kasus yang melanda mereka baik secara pribadi maupun institusi agak tergusur dari berita utama karena semua media sibuk dengan liputan dan laporan mengenai bencana tsunami. Walaupun cuma beberapa saat tapi itu mungkin cukup bagi mereka untuk mem-persiapkan pembelaan diri ataupun menghilangkan bukti.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ada satu lagi ‘untung’ yang tidak cuma mengurangi permasalahan bagi pemerintah tapi juga untuk orang banyak termasuk diriku sendiri yaitu masalah pekerjaan. Dengan adanya bencana tsunami, ada begitu banyak organisasi, baik dalam dan luar negeri, benaran atau fiktif, yang mengkoordinir bantuan barang, uang, dan tenaga relawan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Nah, dengan banyaknya organisasi-organisasi ini, banyak juga tenaga kerja yang terserap termasuk aku sendiri. Aku sempat bekerja dengan salah satu organisasi luar negeri di wilayah pulau Simeulue. Aku kurang setuju dengan istilah ‘tenaga relawan’ karena dari yang ku ketahui, tidak ada satupun dari organisasi-organisasi itu yang tidak menggaji ‘relawan’nya. Kata ‘relawan’ itu kan, mengindikasikan melakukan sesuatu dengan sukarela tanpa ada harapan atas imbalan berbentuk apapun. Dengan ada gaji berarti mendapatkan penghasilan sebagai tenaga kerja dan angka pengangguran nasional pasti berkurang karena ada ribuan orang yang bekerja untuk organisasi-organisasi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jadi setelah tsunami, pemerintah bisa bilang “untung ada tsunami jadi defisit anggaran tahun ini bisa sedikit tertutupi”. Para koruptor bisa bilang “untung ada tsunami, tabungan semakin gemuk”. Bapak-bapak yang terhormat bisa bilang “untung ada tsunami jadi wartawan gak banyak ngejar-ngejar dan aku bisa tidur tenang dengan istri tercinta”. Para pengangguran bisa bilang “untung ada tsunami aku dapat kerja”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kalau melihat judul program disalah satu stasiun TV saat itu, ‘Indonesia Menangis’, jadi agak ironis juga. Karena mungkin banyak yang menangis karena tsunami tapi pasti banyak juga yang tersenyum kalau tidak tertawa. Karena satu bencana, jadi banyak soal yang kalau tidak terpecahkan minimal bisa dikurangi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jika ditanya aku termasuk dalam kelompok yang mana? Yang menangis atau yang tertawa? Kalau boleh jujur mungkin aku termasuk kelompok yang tersenyum kecil karena aku tak berani untuk tersenyum lebar apalagi tertawa nanti makin dianggap kurang ajar karena bisa bilang “untung ada tsunami ....”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, ada satu lagi. Pernah ku baca di koran setelah tsunami bahwa diusulkan kalau kata ‘tsunami’yang berasal dari bahasa Jepang dengan arti ‘angin dewa’ diganti dengan kata ‘smong’ yang berasal dari bahasa Simeulue dengan arti denotasinya aku kurang tahu. Dan mana tahu dimasa depan kata ‘smong’ bisa menjadi sumbangan bahasa asli Indonesia ke bahasa asing sehingga bahasa Indonesia tidak cuma menyumbang kata ’amok’ yang terlalu berkonotasi negatif. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;“Untung ada tsunami jadi bahasa Indonesia bisa nambah satu kosakata lagi!!!”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/6870974075003691317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/6870974075003691317?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/6870974075003691317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/6870974075003691317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/05/untung-ada-tsunami.html' title='UNTUNG ADA TSUNAMI'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoLtAzwAsqUzBQW6jJE9V_nZ8p9vWXejyGFmgIB6t7FXRUP0Sl2N6B5hXR_O42LmhdjR-LvhyphenhyphenKllPMIj613WNkrPE3vhqMEfSg9AWNUgDt1AK-gHzfO24Vs2wUM39FbEFZbASQb7OQTZ5B/s72-c/f705.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-5098311058616424463</id><published>2007-04-29T13:34:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T09:09:12.288-07:00</updated><title type='text'>MISKIN</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYp68FLpZeSq-G6kB9FifLGa6N8s1spPc7C1mzRVNV8Y1bCud99XjDsLi413hXpTDWgl9pGby9zj6pLd5G2V6BzNJdwpotnmo61YRwjg6Gk95g0MoeN51S-lR8w1-Tp5uR44BSuVrpGF7p/s1600-h/Jakarta_slumlife65.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYp68FLpZeSq-G6kB9FifLGa6N8s1spPc7C1mzRVNV8Y1bCud99XjDsLi413hXpTDWgl9pGby9zj6pLd5G2V6BzNJdwpotnmo61YRwjg6Gk95g0MoeN51S-lR8w1-Tp5uR44BSuVrpGF7p/s1600-h/Jakarta_slumlife65.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5058955489451067602&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYp68FLpZeSq-G6kB9FifLGa6N8s1spPc7C1mzRVNV8Y1bCud99XjDsLi413hXpTDWgl9pGby9zj6pLd5G2V6BzNJdwpotnmo61YRwjg6Gk95g0MoeN51S-lR8w1-Tp5uR44BSuVrpGF7p/s200/Jakarta_slumlife65.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nah, dimana-mana di negara yang di kategorikan sebagai dunia ketiga, yang petama menjadi perhatian pastilah kemiskinan. Kalo di Indonesia, jangan ditanya, pasti kita semua tahu bagaimana keadaan ekonomi yang walaupun menurut para ahli dan empu, kondisi ekonomi makronya telah jauh membaik sejak kejatuhan ekonomi tahun 98 namun kondisi ekonomi mikro Indonesia masih stagnan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun nilai tukar rupiah masih membubung tinggi kurang lebih 250% dari nilai tukar sebelum krisis ekonomi, namun dari nilai suku bunga bank dan nilai indeks pasar saham dapat dilihat adanya pergerakan positif. Tapi jika lihat lebih dalam di keadaan umum masyarakat, kemiskinan masih meraja lela. Jumlah anak putus sekolah masih berada diatas rata-rata dari sebelum tahun 98 dan juga angka pengangguran baik pengangguran nyata maupun terselubung.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita berkeliling sepanjang jalan kota-kota besar di Indonesia, dapat dipastikan bahwa banyak kita dapati anak-anak yang berkeliaran di sekitar persimpangan jalan maupun lampu merah. Tapi jangan salah, anak-anak itu bukanlah anggota pramuka yang sedang bakti sosial menjual stiker atau lainnya tapi mereka adalah anak-anak yang dikategorikan sebagai anak jalanan. Definisi anak jalanan dalam kamus besar bahasa indonesia adalah anak-anak dibawah umur 18 tahun yang tinggal dan mencari nafkah dijalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Fenomena anak jalanan sekarang ini menjadi salah satu permasalahan sosial utama di masyarakat. Umum diketahui bahwa kebanyakan anak-anak yang hidup dijalanan dikarenakan masalah ekonomi. Tapi tidak dapat dikesampingkan adanya tren didalam dunia remaja sendiri untuk menjalani kehidupan dijalanan. Dari obrolan yang pernah ku lakukan dengan beberapa anak jalanan yang sempat ku kenal di Medan, sebagian dari mereka datang bukan dari keluarga tidak mampu ataupun keluarga yang tidak bahagia. Sebagian mereka datang dari keluarga ekonomi menengah keatas dan keluarga bahagia. Alasan mereka untuk tinggal dan hidup dijalanan karena ada tren diantara mereka bahwa kalau tidak pernah turun kejalan pastinya dianggap sebagai anak lemah atau anak mama dan tidak keren. Mungkin faktor ekonomi adalah faktor utama tapi faktor yang diatas itu pun tidak dapat dikesampingkan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak ini sangat rentan akan kekerasan fisik dan seksual. Kehidupan dijalanan bukanlah kehidupan yang menyajikan surga maupun kesenangan bagi anak-anak ini. Mungkin masih segar diingatan kita tentang kasus pelecehan seksual yang dialami anak jalanan yang tinggal di salah satu rumah singgah di wilayah Jakarta. Kasus ini melibatkan seorang pengajar relawan berkebangsaan Australia. Kasus ini hanya puncak dari gunung es kekerasan tehadap anak jalanan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak kasus yang tidak diketahui karena memang tidak pernah dilaporkan. Dan juga walaupun sudah ada departemen khusus di kepolisian Indonesia yang menangani kekerasan terhadap permpuan dan anak – Ruang Pelayanan Khusus (RPK) – namun umum kita ketahui bahwa kebiasaan korupsi di tubuh kepolisian kita belumlah hilang seratus persen sehingga kasus-kasus yang berhubungan dengan anak jalanan banyak yang di”peti es”kan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Kenapa ditulisan ini aku bicara tentang anak jalanan. Mungkin karena malam ini aku melihat anak jalanan di India. Ini bukan yang pertama kali aku melihat mereka tapi ini yang pertama kali aku sempat untuk mengambil gambar mereka. Kalau kita berjalan-jalan di kota besar di India, kita akan melihat kalau bukan kondisi yang lebih parah, paling tidak sama dengan di Indonesia. Jumlah gelandang dan pengemis di India lebih banyak daripada yang terdapat di Indonesia baik dalam persentase per populasi dan jumlah. Jumlah penduduk India yang hidup dibawah garis kemiskinan di India berada dikisaran 25% dari total jumlah penduduk sedangkan Indonesia memiliki 17.8% per populasi jumlah penduduknya yang hidup dibawah garis kemiskinan (CIA World Fact Book 2006). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjintZjD5ZUYIq6or5mOlFHH6LkLVazUdVKD8BxKby7OBRiYxuhk7xjqBCu_7lsgQ-u8_6-pP3AxSBLN7NOVA9HRGMaU6sCE9CinvhJa7S6OaJT69SbPR9z6a-i0WMENYibYWgdZe6suP8n/s1600-h/000_0006.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5058953513766111426&quot; style=&quot;FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjintZjD5ZUYIq6or5mOlFHH6LkLVazUdVKD8BxKby7OBRiYxuhk7xjqBCu_7lsgQ-u8_6-pP3AxSBLN7NOVA9HRGMaU6sCE9CinvhJa7S6OaJT69SbPR9z6a-i0WMENYibYWgdZe6suP8n/s200/000_0006.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Permasalahannya bukan hanya terbatas karena permasalahan ekonomi. Aku sempat bertukar pikiran dengan salah seorang teman berkebangsaan India tentang kenapa angka kemiskinan di India begitu tinggi sedangkan secara ekonomi, India berada didepan paling tidak diantara negara-negara Asia. Kemiskinan di India lebih dikarenakan sistem sosial yang berlaku di masyarakatnya sendiri. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Sistem kasta yang berlaku bagi penganut Hindu yang merupakan 80% dari jumlah total populasi India menjadikan pembatas bagi sebagian dari penganut agama ini yang tergolong diluar sistem kasta atau kaum Dalit dan juga dari suku-suku yang terdapat di bagian Timur Laut India yang berbatasan dengan China dan Myanmar untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang layak. Karena adanya batasan ini, banyak dari anggota golongan-golongan ini yang berada dalam kemiskinan absolut. Perbandingan angka buta huruf antara Indonesia dan India adalah 12.1% per populasi untuk Indonesia dan 40.5% per populasi untuk India ( CIA World Fact Book 2006).&lt;br /&gt;Pemerintah India telah berusaha untuk menghilangkan batasan-batasan ini dengan memberikan quota dalam penerimaan pelajar dan pegawai pemerintahan untuk mereka. Namun tetap masih banyak dari golongan Dalit dan suku-suku terbelakang – backward tribes and castes – ini yang masih tidak mendapatkan kenikmatan quota-quota ini. Lebih banyak yang menikmati quota ini adalah mereka yang berada dalam strata ekonomi menengah keatas. Walaupun pemerintah India telah berusaha menghilangkan batasan-batasan ini terutama yang berhubungan dengan sistem kasta. Tapi secara umum batasan itu tetap ada karena itu merupakan bagian dari kebudayaan yang telah berumur ribuan tahun sehingga sulit untuk dihilangkan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jika kita kaji lebih dalam walaupun sekilas terlihat sama, permasalahan yang menyebabkan adanya angka kemiskinan yang terdapat di India dan Indonesia termasuk tinggi sangat berbeda. Kemiskinan yang terjadi di Indonesia lebih karena tidak meratanya pembagian “kue” kemakmuran yang disebabkan tingginya angka KKN. Sedangkan India, lebih banyak disebabkan oleh sistem masyarakat yang berlaku. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya masalah kemiskinan di Indonesia lebih gampang untuk diselesaikan jika saja pemerintah dan masyarakat umum mau berusaha lebih keras dan lebih serius untuk memberantas KKN. Paling tidak kita tak pernah menganggap kemiskinan sebagai hukuman atas dosa di kehidupan yang lalu. Kita miskin hanya karena kita tidak diperlakukan adil oleh kecurangan bukan nasib.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/5098311058616424463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/5098311058616424463?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/5098311058616424463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/5098311058616424463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/04/miskin.html' title='MISKIN'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYp68FLpZeSq-G6kB9FifLGa6N8s1spPc7C1mzRVNV8Y1bCud99XjDsLi413hXpTDWgl9pGby9zj6pLd5G2V6BzNJdwpotnmo61YRwjg6Gk95g0MoeN51S-lR8w1-Tp5uR44BSuVrpGF7p/s72-c/Jakarta_slumlife65.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-6689306376620576872</id><published>2007-04-27T02:25:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T09:09:56.784-07:00</updated><title type='text'>EKSTRADISI</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Kemarin aku lihat di berita TV kalau Indonesia akan menanda tangani perjanjian keamanan dan ekstradisi dengan Singapura dalam waktu dekat ini di Bali. Itu adalah berita yang sangat-sangat baik untuk Indionesia. Di satu pihak dalam perjanjian itu, Indonesia harus memberikan izin kepada Angkatan Bersenjata Singapura untuk menggunakan wilayah kedaulatan Indonesia sebagai tempat latihan militer Singapura dan di lain pihak dengan adanya perjanjian ekstradisi itu, Singapura wajib untuk menangkap dan mengekstradisi pelaku kriminal Indonesia yang berada di Singapura. Terutama pelaku tindak kriminal korupsi yang banyak bersembunyi di Singapura. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Mungkin untuk sebagian kritik, dengan adanya latihan militer Singapura di wilayah kedaulatan Indonesia, itu merupakan pelanggaran atasa kedaulatan Indonesia itu sendiri. Tapi harus kita ketahui bahwa bahkan sebelum adanya perjanjian ini, Angkatan Bersenjata Singapura telah menggunakan wilayah kedaulatan Indonesia sebagai tempat latihan militer dalam kegiatan latihan bersama antara TNI dan Angkatan Bersenjata Singapura yang merupakan kegiatan tahunan. Juga Angkatan Bersenjata Diraja Malaysia, Angkatan Bersenjata Australia dan dari beberapa negara lain yang memiliki perjanjian kerjasam mliter dengan Indonesia. Jadi, perjanjian ini hanyalah perluasan dari kerjasama militer yang telah ada dalam jangka waktu lama. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sebelumnya Kepolisian Singapura dapat menangkap pelaku kriminal di Indonesia dengan mekanisme Red Notice Interpol, tapi tindakan itu hanya sampai disitu tanpa kelanjutan karena dengan tidak adanya perjanjian ekstradisi para kriminal itu tidak dapat di kirim pulang ke wilayah kedaulatan Indonesia terkecuali untuk pelaku kejahatan kemausiaan. Sedangkan umum diketahui bahwa Singapura adalah surga untuk pelaku tindak pidana korupsi karena alasan kedekatan geografis dan tidak adanya perjanjian ekstradisi tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, Singapura cukup diuntungkan dengan adanya para koruptor tersebut di wilyahnya karena dapat dipastikan bahwa mereka membawa sebagian besar hasil jarahan harta rakyat itu ke negara tempat mereka bersembunyi. Dan harta yang mereka bawa itu sedikit banyaknya memberi masukan tambahan kepada Singapura. Di sisi lain, keberadaan mereka juga sedikit banyak menyumbangkan nama jelek untuk Singapura, minimal dimata Indonesia dan beberapa kali masalah ini menjadi batu penyandung dalam hubungan diplomatik kedua negara.&lt;br /&gt;Indonesia selalu diposisikan sebagai salah satu negara tempat adanya kegiatan “money laundry” karena kurang ketatnya pengawasan lalu lintas uang dari dan kedalam negeri. Tapi dari kenyataan adanya pelarian pelaku pidana korupsi di Singapura, Singapura pun telah menjadi tempat pilihan untuk “money laundry” tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi dengan adanya kerjasama ekstradisi ini, para koruptor tersebut kehilangan salah satu surganya dan rakyat Indonesia mungkin dapat mengklaim sebagian dari uang yang dicuri dari kantongnya walaupun tidak semua. Dari pada bermimpi tentang keberadaan dana revolusi, lebih baik pemerintah dan rakyat Indonesia memfokuskan segala upaya untuk menarik kembali dana yang dilarikan ke luar negeri.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/6689306376620576872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/6689306376620576872?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/6689306376620576872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/6689306376620576872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/04/ekstradisi.html' title='EKSTRADISI'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-1716707962642811916</id><published>2007-04-27T02:08:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T09:10:37.445-07:00</updated><title type='text'>TAMAT</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi21fQ01jJU6EJOQqqnyWTKjZWQ0Rs05s3G8udcdKSkKumvGVARieFyoi5U95z0ufUQ3RAUhPBACFRctZ7dK2q07oQ9Mbn3Aq88yGOtVjXWkoeyJbOfajybFhS21V-58rCu0Sh8N4P35Mx7/s1600-h/100_0476.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5058036486708807858&quot; style=&quot;FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi21fQ01jJU6EJOQqqnyWTKjZWQ0Rs05s3G8udcdKSkKumvGVARieFyoi5U95z0ufUQ3RAUhPBACFRctZ7dK2q07oQ9Mbn3Aq88yGOtVjXWkoeyJbOfajybFhS21V-58rCu0Sh8N4P35Mx7/s200/100_0476.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Done, done, and done. Finally, setelah dua tahun selesai juga akhirnya masa pendidikan formalku. Memang hasil akhirnya, aku belum dapat tapi paling tidak kelas regulernya telah selesai semua. Masalah hasil akhir itu belakangan karena akhirnya setelah kurang lebih dua puluh tahun masa pendidikan akhirnya aku sampai di batas akhir, paling tidak untuk standardku sendiri karena sebenarnya masih ada strata diatas yang aku miliki sekarang. Ah... dua puluh tahun aku rasa cukup dulu mungkin nanti kalau kepingin jadi pelajar lagi mungkin aku sambung lagi. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya selama kita hidup, kita tidak pernah berhenti untuk belajar. Yang menjadi perbedaannya adalah bagaimana kita mengambil pelajaran dari hidup itu sendiri. Bukan berarti orang yang berpendidikan formal tinggi akan menjadi “murid “ yang pintar dalam hidup dan juga sebaliknya. Saat kita bernafas, kita belajar. Saat kita berbicara kita belajar, bahkan saat sedang tertidur kita belajar. Pelajaran itu bukan hanya bisa didapat dari ruang kelas tapi pelajaran yang paling berharga adalah pelajaran yang kita dapat dari memperhatikan sekeliling lingkungan kita. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dari seorang tukang becak kita dapat belajar. Mungkin bukan pelajaran bahasa Inggris ataupun matematika bahkan pelajaran yang muluk-muluk tentang kebijaksanaan hidup. Tapi mungkin kita belajar dari abang becak itu tentang permesinan, minimal dia pasti paham tentang mesin becak atau yang lebih praktis belajar tentang rute jalan yang bebas dari macet. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, banyak orang-orang yang memiliki pendidikan formal tinggi selalu mersa lebih baik dari pada mereka yang tidak memiliki pendidikan seperti mereka. Padahal jika dibandingkan dengan yang lain, ilmu yang mereka miliki tidak seberapa. Mungkin dalam satu cabang ilmu mereka saat menguasau tapi belum tentu dalam cabang ilmu yang lain. Sebagai contoh, mungkin seorang ahli energi nuklir belum tentu mampu untuk menghasilkan sebuah keranjang bambu.&lt;br /&gt;Bukan juga bahwa pendidikan formal itu tidak penting tapi semua pelajaran yang kita dapat baik dari bangku sekolahan maupun dari lingkungan sekitar kita itu saling melengkapi satu sama lain. Cuma masalah aplikasi dan teori yang membedakan keduanya. Yang satu mungkin lebih mengutamakan teori sedangkan yang satu lagi hanya berisi aplikasi. Tanpa ada teori takkan ada aplikasi tapi dilain pihak, tanpa ada aplikasi, suatu teori hanya menjadi sampah yang tak ada gunanya. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Satu dalam hidup yang kita pelajari sebagai manusia. Kita lahir, kita hidup, dan pada akhirnya kita akan mati. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/1716707962642811916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/1716707962642811916?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/1716707962642811916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/1716707962642811916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/04/tamat.html' title='TAMAT'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi21fQ01jJU6EJOQqqnyWTKjZWQ0Rs05s3G8udcdKSkKumvGVARieFyoi5U95z0ufUQ3RAUhPBACFRctZ7dK2q07oQ9Mbn3Aq88yGOtVjXWkoeyJbOfajybFhS21V-58rCu0Sh8N4P35Mx7/s72-c/100_0476.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-98252373452938162</id><published>2007-04-13T08:54:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T09:11:19.289-07:00</updated><title type='text'>ALASAN-ALASAN</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Mungkin ini kali pertama aku membahas tentang keberadaan tulisan-tulisanku yang ada di blog ini. Pada awalnya, alasanku untuk mulai menulis dalam blog ini karena anjuran salah seorang teman untuk membuat tulisan tentang pengalaman-pengalamanku selama berada di India. Bahkan lebih jauh lagi dia menganjurkan agar tulisan-tulisan itu dikirimkan ke media massa karena sepertinya bakalan menarik sebagai cerita perjalanan. Saat itu, ku pikir-pikir baik juga usulnya karena selain untuk latihan menulis juga bisa menghasilkan sedikit masukan secara finansial.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah ku pikir-pikir lagi sepertinya belum saatnya aku mulai menulis untuk umum. Mungkin ini terdengar absurd karena aku sudah mulai menulis dalam blog yang beredar di alam maya yang berarti bahwa siapa saja yang memiliki akses internet bakalan bisa membaca tulisan-tulisanku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita harus bisa membedakan antara “umum” yang pertama ku sebutkan dan “umum” dunia maya. “Umum” yang pertama adalah “umum” yang akan membaca tulisanku di media massa yang berarti “umum” dalam jumlah massal karena siapapun bakalan bisa membacanya selama kertas yang berisi tulisanku itu terpampang didepan mata “umum” ini, baik di rumah, di kantor maupun di warung-warung kopi karena tingkat aksesebilitas media massa baik itu koran, majalah atau tabloid lebih tinggi dibandingkan tingkat aksesebilitas dunia maya terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Disini aku tidak berbicara tentang media TV atau radio karena dari masalah yang sedang ku kemukakan, tulisanku, pasti lebih mengarah ke media cetak. Kecuali jika tulisanku di konversi ke media visual atau audio yang sepertinya sangat jauh dari jangkauan. Kembali ke masalah “umum”, “umum” dunia maya lebih kecil dalam jumlah dibandingkan “umum” media. Dalam artian mereka-mereka yang bakalan membaca tulisan-tulisanku di blog ini hanya orang-orang yang tahu tentang keberadaan blog ini dan dengan tambahan segelintir orang yang tanpa sengaja menemukan blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin yang ku kemukakan diatas terdengar sebagai tanda kurangnya rasa percaya diri. Bolehlah begitu kalau mau dianggap begitu. Tapi untukku pribadi ada dua alasan kenapa aku merasa belum saatnya tulisanku menjangkau “umum” yang lebih luas. Alasan yang pertama adalah karena aku merasa bahwa sampai saat ini belum ada satupun pengalamanku yang cukup menarik untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Minimal dalam pandanganku sendiri, entah mungkin orang lain yang membaca akan memiliki pendapat yang berbeda. Dalam pandanganku yang terkadang sempit dan penuh dengan penilaian-penilaian yang egois, pengalaman hidup orang bukanlah hal yang cukup menarik untuk dibaca karena pada dasarnya semua orang bakal memiliki pengalaman yang sama mungkin dengan sedikit perbedaan yang tidak cukup siknifikan untuk dikatakan menonjol dari yang dimiliki orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam anggapanku, yang berhak dan pantas untuk menceritakan pengalamannya hanyalah orang-orang yang memiliki pencapaian yang mumpuni ataupun mengalami suatu pengalaman yang diluar kebiasaan. Kalau tentang pengalamanku, yah, pastilah hampir sama dengan pengalaman orang-orang yang berada di negara asing lainnya. Keterkejutan budaya, sulit mendapatkan makanan yang sesuai dengan selera lidah, melihat tempat-tempat yang berbeda, perbedaan kondisi cuaca dan sebagainya dan sebagainya. Jadi apanya yang berbeda dari pengalaman orang lain. Kalau kita mau jujur sebenarnya yang kita anggap sebagai pengalaman-pengalaman yang berbeda lebih pada usaha kita untuk menempatkan diri kita di luar jangkauan pengelompokan. Toh sebelum kita sudah berusaha membedakan diri kita dengan yang lain, sudah ada orang-orang yang lain yang berusaha keluar dari pengelompokan-pengelompokan itu dan hasilnya — mereka menciptakan kelompok baru yang memberikan hasil yang sama dari pengelompokkan yang mereka berusaha hindari. Jadi untuk apa capek-capek berusaha untuk berbeda untuk hasil yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada menulis tentang pengalaman-pengalamanku yang mungkin juga telah dialami oleh yang lain, aku merasa lebih baik untuk menulis tentang pikiran-pikiran yang pastinya berbeda dari setiap orang. Pikiran adalah hal utama yang membedakan suatu individu dari individu lainnya terutama dalam kasus manusia. Bukankah manusia adalah binatang yang berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang kedua, lebih karena masalah teknis dan alasan ini yang mungkin bisa dianggap sebagai tanda kurangnya percaya diri. Aku merasa kalau tulisanku belum cukup baik untuk diedarkan di “umum” yang besar. Secara teknis penulisan, kurasa masih banyak ku pelajari. Kenapa aku sampai memiliki pendapat seperti ini tentang tulisanku sendiri? Pendapat ini keluar lebih disebabkan semakin banyak yang ku ketahui. Semakin banyak kita mengetahui tentang sesuatu hal, kita cenderung merasa semakin kehilangan kreativitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edward de Bono pernah bilang dalam bukunya kalau semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, orang itu cenderung untuk kehilang kemampuannya untuk memecahkan masalah dengan jalan yang mudah. Penyebabnya? Karena pendidikan orang tersebut. Dalam pendidikan kita dicekoki dengan tatanan-tatanan baku yang harus diikuti sehingga kita menjadi judmental akan solusi-solusi mudah. Sebagai bukti, seorang anak yang masih di bangku SD akan lebih mampu untuk memberikan solusi untuk suat masalah dalam bentuk visual dibandingkan seorang dewasa yang berpendidikan tinggi. Penyebabnya mungkin orang dewasa tersebut merasa tidak yakin bahwa gambar yang ia hasilkan tidak akan memenuhi nilai-nilai estetik yang didapat dalam masa pembelajarannya. Sedangkan anak yang menghasilkan solusi visual tidak pernah memikirkan nilai-nilai estetik yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mungkin aku juga telah terpengaruhi oleh efek dari pendidikan tinggi yang menyebabkanku kehilangan kreativitas yang mungkin ku miliki di masa kanak-kanak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah alasan-alasan kenapa mungkin isi blog ini takkan menarik untuk anda yang mambaca. Mungkin secara sadar maupun tidak sadar dengan mengemukan alasan-alasan tersebut, aku mencoba untuk menghindari pengelompokkan yang ku sebutkan diatas. Tapi merupakan hak setiap orang untuk memiliki keputusan atas apa yang akan dilakukannya. Jadi ini merupakan hakku sebagai seorang manusia yang berpikir untuk membuat tulisan ini dan juga hak anda yang membaca tulisan ini dan untuk menilai hasil akhirnya. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/98252373452938162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/98252373452938162?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/98252373452938162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/98252373452938162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/04/alasan-alasan.html' title='ALASAN-ALASAN'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-7247791726654190577</id><published>2007-04-11T04:50:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T09:11:45.893-07:00</updated><title type='text'>DUH! MALANGNYA!</title><content type='html'>&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;Belakangan ini aku sering dengarin lagu-lagu Slank dari kaset yang ku bawa dari rumah ataupun rekaman MP3. Ga tau kenapa mungkin karena belakangan aku sering ingat masa-masa dulu waktu di SMU. Masa-masa yang kalau menurutsalah seorang temanku penuh dengan “kenakalan-kenakalan remaja”, masa-masa waktu aku belum perlu untuk memikirkan masa depan, masa-masa saat waktuku lebih banyak habis untuk memikirkan kenikmatan-kenikmatan yang bisa diraih hari itu. Aku selalu menganggap masa di SMU adalah masa terbaik dalam hidupku. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Lagu-lagu Slank memang merupakan “lagu kebangsaan” untuk saat-saat itu. Sampai kami, aku dan “gerombolanku” saat itu menamai teras kamar salah seorang temanku, yang sekarang mungkin telah “damai” di alam seberang sana, dengan nama “Gang Potlot” sesuai dengan nama markas Slank dan keseluruhan kamar itu sebagai “kamar bedah otak” karena pasti setiap hari di kamar itu kami “membedah otak” kami dengan bahan-bahan organik dan non-organik. Perasaan hidup layaknya kehidupan dalam sinetron “Anak Menteng” di ANTV dengan seragam sekolah yang hanya ditautkan dua kancing teratas, tawuran antar sekolah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;Terkadang baru sekarang aku baru paham kenapa dulu saat masih di bangku SMU, semua orang selalu memandangku dan “gerombolan”ku dengan mata sinis. Tapi pandangan ini bukan hanya tertuju kepada kami tapi juga kepada anak-anak sekolah yang seperti kami. Alasannya? Karena kami dan mereka yang seperti kami selalu menganggap dunia milik kami dan yang lain cuma orang yang ngontrak. Mungkin terdengar seperti ucapan klise yang ditujukan untuk orang yang berpacaran, “dunia milik kita berdua, dik!”. Tapi diantara ku dan “gerombolan”ku memang ada cinta, “TOUGH LOVE”. Buktinya walaupun aku mencoba untuk tidak menangis tapi tetap saja air mataku menetes saat aku mengantarkan salah seorang temanku ke liang lahat.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Yah, masa-masa itu pasti takkan kembali karena waktu berputar dan manusia berputar didalamnya “TEMPORA MURMURA, HOMO MURMURA ILLIS”. Waktu pastinya tak bisa diputar mundur kebelakang mungkin kalau Superman memang ada, dia bisa memutar putaran bumi melawan rotasinya dan waktu akan bergerak mundur. Tapi itu hanya mungkin dalam film saat Superman ingin menyelamatkan Lois Lane.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kenapa aku jadi ingat masa lalu? Mungkin karena aku baru mendengar kabar kalau salah seorang teman kuliahku dulu akan menikah minggu ini. Memang bukan aku iri atau kepingin cepat nikah juga. Tapi karena pernikahannya semua rencanaku saat pulang nanti bisa bubar. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Saat pulang nanti ada 3 hal yang pertama ingin aku lakukan. Pertama, main bilyar sampai puas, terus makan di kedai Si Buyung didepan kampus UISU sampai kenyang, terutama peyek udangnya. Nah! Rencana yang ketiga yang sepertinya bakalan bubar, pergi kemping ke Sibolangit. Rencana yang ketiga ini yang kayaknya sulit untuk dipenuhi karena temanku yang paling berpengalaman kalau masalah alam bebas sudah kawin. Pastinya tidak mungkin istrinya mengizinkannya untuk pergi kemping!&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kalau orang lain yang berada dalam posisiku bakalan mikirin untuk mencari pekerjaan yang mapan atau sebagian lagi ingin cepat-cepat kawin karena dikejar umur. Tapi kalau untukku, aku malas mikirin hal yang rumit-rumit. Daripada memikirkan hal-hal yang dipikirkan orang lain, aku lebih suka memikirkan hal-hal yang lebih realistik dan gampang untuk diwujudkan. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Daripada memikirkan mencari pekerjaan yang belum tentu ada, aku lebih suka memikirkan untuk main bilyar sepuas-puasnya yang selama 2 tahun ini tak pernah bisa terpenuhi. Banyak yang gila karena memikirkan pekerjaan yang sulit untuk didapat dan kalaupun ada tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Aku tak pernah sekalipun memikirkan bahwa pendidikan itu akan memberikan pekerjaan. Buatku pendidikan itu lebih untuk membuka cakrawala dan pembiasaan untuk berpikir logika hingga nanti saat terjun kedunia kerja dapat orang dengan pendidikan dapat memecahkan masalah yang berhubungan dengan pekerjaannya. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pernah salah seorang temanku di India bertanya padaku, apa rencana jangka panjangku setelah selesai dari tempat ini. Jadi ku jawab kalau aku ingin jadi petani. Dianya jadi heran karena kalau aku ingin jadi petani untuk apa aku sekolah tinggi-tinggi karena pendidikanku jadi percuma. Ku jawab lagi kalau aku punya pendidikan yang tinggi dan dapat menggunakan bahasa asing, sebagai petani aku bakalan bisa lebih gampang berkomunikasi dengan konsumen hasil pertanianku yang mungkin datang dari negara lain dan dari pemahamanku tentang media yang kupelajari dari pendidikanku, aku bisa menggunakan media untuk memperkenalkan dan memasarkan hasil kebunku. Dan yang terpenting lagi aku tidak bakalan gampang untuk ditipu oleh tengkulak-tengkulak yang banyak menyengsarakan hidup petani. Jadi daripada mikirin tentang pekerjaan yang belum tentu ada dan belum tentu memuaskanku, lebih baik aku buat rencana untuk main bilyar.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sebagian lagi dari orang-orang yang kukenal, lebih banyak memikikan untuk segera menikah karena mereka menganggap umurnya sudah terlalu tua. Tapi aku yakin alasan sebenarnya bukan karena umur tetapi lebih karena kebutuhan biologis mereka yang sudah menggebu-gebu untuk dilampiaskan. Mereka kebanyakan takut untuk melampiaskannya karena memang takut dengan amarah Tuhan dan sebagian lagi bukan karena takut akan Tuhan tapi lebih karena takut ketahuan kenalan dan malu. Sebagian lagi dan ini kelompok yang paling besar, karena memang tak punya tempat untuk melampiaskan karena berbagai alasan. Nah, bagaimana dengan aku sendiri? Kalau menikah cuma karena masalah seks, untukku tak lebih dari prostitusi. Kenapa? Karena saat nikah kita bakalan mengeluarkan uang yang tak sedikit dan juga setelah itu kita harus memberikan nafkah untuk pasangan kita. Jadi apa bedanya dengan prostitusi? Kalau kita mengeluarkan uang untuk mendapatkan seks. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pernah salah seorang temanku mengatakan padaku, apalagi yang ku tunggu, yang lain sudah menikah dan kenpa aku tidak cepat-cepat menyusul yang lain? Ringan saja ku jawab “untuk apa kita capek-capek buat dapur, kan banyak warung yang buka dan rasanya kadang lebih enak”. Itu bukan berarti aku menghalalkan perlacuran tapi lebih sebagai jawaban ringan untuk pertanyaan yang buat sebagian yang lain berat. Sebagian orang beralasan menikah karena cinta tapi tak sedikit orang yang ku kenal dan menggunakan alasan ini dengan harapan surga tetapi malah berakhir dengan neraka. Ada memang perempuan yang bisa ku sebut dengan “calon” tapi dari yang banyak kulihat perasaan saat menjalani ikatan jangka pendek banyak berbeda dengan perasaan dalam menjalani ikatan jangka panjang. Jadi, daripada sibuk memikirkan pernikahan yang bagi sebagian orang hanya untuk memuaskan nafsunya, lebih baik aku membuat rencana untuk memuaskan nafsuku di kedai Si Buyung dengan peyek udangnya yang gurih dan bisa meneteskan air liur.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ah... rencanaku ketiga yang malang. Nampaknya karena maslah teknis, aku harus membuat rencana cadangan yang lebih realistik dan gampang untuk diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/7247791726654190577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/7247791726654190577?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/7247791726654190577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/7247791726654190577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/04/duh-malangnya.html' title='DUH! MALANGNYA!'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-6512082258400631383</id><published>2007-04-08T05:52:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T09:12:13.648-07:00</updated><title type='text'>PIALA DUNIA</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Sekarang ini sedang berlangsung Piala Dunia di West Indies atau Trinidad and Tobaggo. Mungkin yang baca tulisan ini akan agak bingung karena umumnya orang tahu kalau Piala Dunia sudah berakhir tahun lalu dan Itali keluar sebagai juara dan Piala Dunia yang akan datang baru akan diadakan tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ini bukan Piala Dunia sepak bola atau Coup Du Monde bahasa kerennya tapi yang sedang berlangsung saat ini di Trinidad and Tobaggo itu Piala Dunia Cricket. Bingungkan! Mungkin untuk kita yang tinggal dan hidup di Indonesia pasti belum pernah melihat ataupun mendengar olah raga yang bernama Cricket. Sama, aku juga belum pernah lihat sebelumnya, kalau dengar nama olah raga ini memang sudah pernah.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Olah raga ini memang umumnya populer di negara-negara Commonwealth atau negara-negara bekas koloni Inggris dan sedikit negara diluar kelompok ini. India seperti layaknya negara Commonwealth, juga salah satu negara dimana Cricket sangat populer bahkan begitu populernya sudah seperti kewajiban untuk setiap warga India untuk menyukai olah raga ini. Para pemain Cricket atau Cricketer India di puja bahkan terkadang melebihi artis-artis Bollywood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Baseball menjadi “Number One Pass Time in America” maka untuk India, Cricket adalah hiburan pengisi waktu nomor satu. Kalau di Indonesia kemanapun kita pergi paling tidak pasti melihat orang yang sedang main sepak bola maka di India, kemanapun kita pergi pasti kita bisa lihat orang-orang yang sedang main Cricket. Dari dulu sampai sekarang aku belum bisa paham juga dengan peraturan olah raga ini. Kalau dalam baseball atau softball, pemainnya harus memukul bola dan melewati empat base tapi kalau dalam Cricket yang ku lihat setelah memukul bola pemainnya cuma lari mondar mandir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada rekor pertandingan olah raga yang paling lama untuk satu pertandingan. Mungkin pemenangnya pasti Cricket karena satu pertandingan bisa memakan waktu sampai lima hari. Bahkan setelah lima hari masih tetap bisa draw. Gila!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita sering dengar kerusuhan dalam pertandingan sepak bola karena ulah “hooligans” atau di Indonesia terkenal dengan “bonek”. Memang aku belum pernah dengar ada kerusuhan dalam pertandingan cricket tapi kalau demonstrasi sudah pernah dengar. Kalau kerusuhan dalam sepak bola biasanya karena pendukung kesebelasannya tidak puas atau karena sentimen antar supporter. Nah, kalau demonstrasi yang berhubungan dengan Cricket disebabkan karena siaran langsung pertandingan tim nasional India tidak disiarkan di TV, jadinya banayk yang kecewa dan demon ke pemerintah dan stasiun TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu lagi yang aku tidak begitu paham dengan olah raga ini. Seringnya aku mendengar kalau satu pertandingan dinamai “Test”. Nah, kalau terus-terusan tes kapan main yang benarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu aku pernah ngobrol tentang Cricket dengan temanku tapi semuanya pelajar asing jadi ga ada yang paham tentang Cricket. Disitu salah seorang temanku sempat bilang kalau Inggris memperkenalkan Cricket di India untuk membungkam rakyatnya atas penjajahan Inggris. Kalau rakyat India disibukkan dengan pertandingan Cricket yang bisa memakan waktu berhari-hari jadinya mereka tidak sempat untuk memikirkan untuk merdeka. Masuk diakal juga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Piala Dunia Cricket yang sedang berlangsung di Trinidad and Tobaggo. Sekarang ini India sedang kecewa karena tim nasional India kalah di putaran pertama dimana seharusnya tim India merupakan salah satu tim unggulan. Salah satu berita utama di Piala Dunia ini mungkin bukan pertandingannya tapi kasus pembunuhan pelatih tim nasional Pakistan dikamar hotelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Piala Dunia ini berlangsung, salah seorang dosenku sempat bertanya padaku kalau aku tahu tentang Piala Dunia ini. Tapi aku balik bertanya memangnya ada berapa negara yang main Cricket? Dia kemudian bilang kalau negara yang bener-benar main cricket di dunia paling 6 sampai 8 negara tapi untuk Piala Dunia ada 16 negara yang akan bertanding. Kalau dibandingkan dengan Piala Dunia sepak bola pastilah sangat berbeda dimana untuk putaran final ada 32 negara yang bertanding dan yang ikut babak kualifikasi bisa ratusan negara. Oh iya, cerita tentang Piala Dunia sepak bola, mungkin jarang ada yang tahu kalau Indonesia sebenarnya pernah masuk putaran piala dunia tapi dulu tahun 1920an waktu namanya belum Indonesia tapi masih Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Piala Dunia Cricket, yah lumayanlah masih bisa disebut Piala Dunia karenja lebih dari satu negara yang ikut bertanding. Tidak seperti Baseball di Amerika. Mereka menamai putaran finalnya sebagai “World Series” tapi yang bertanding cuma klub baseball Amerika.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/6512082258400631383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/6512082258400631383?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/6512082258400631383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/6512082258400631383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/04/piala-dunia.html' title='PIALA DUNIA'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-2968846472232005132</id><published>2007-04-05T05:17:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T09:12:52.147-07:00</updated><title type='text'>ISI PERUT</title><content type='html'>Salah satu daya tarik India bagi orang asing mungkin adalah makanan tradisionalnya. Mungkin banyak yang pernah mendengar tentang kenikmatan Nasi Biryani atau lezatnya Ayam Tikka Masala maupun enaknya Masala Dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu juga yang pertama ku bayangkan sewaktu berangkat ke India dua tahun yang lalu. Tetapi sayangnya waktu pertama merasakan makanan India, sempat terkejut lidah juga karena walaupun salah satu hobiku makan namun sulitnya aku termasuk orang yang agak pilih-pilih kalau soal rasa. Dua hari pertama di India adalah siksaan untukku karena aku belum isa menerima rasa masakan India yang sangat kuat rasa bumbunya.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Makanan Indonesia juga memiliki rasa bumbu yang kuat tapi bedanya kalau masakan Indonesia rasa bumbunya “blend” ke rasa bahan utama maskannya tapi kalau makanan India rasa bumbunya mengalahkan rasa bahan utama. Makanan India menggunakan lebih banyak macam bumbu dibandingkan masakan Indonesia jadi terkadang rasa makanannya jadi kayak rasa “nano-nano”. Rasa makanan India itu disebabkan karena dalam hampir semua makanannya bumbunya memakai bumbu masala. Bumbu masala itu merupakan campuran dari macam-macam bumbu mulai dari jahe, kunyit, cengkeh sampai “cummin seed” ( ga tau aku apa bahasa Indonesianya). Jadi hampir semua rasa makanan India itu rasanya sama karena bumbunya hampir sama baik yang makanan vegetarian maupun non-vegetarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya makanan India yang bisa diterima perutku dengan suka rela cuma Nasi Biryani. Karena walaupun rasa bumbunya kuat tapi tak sekuat yang lain karena pada dasarnya bumbunya itu diserap sama daging yang dimasak dengan nasi. Rasa Nasi Biryani itu sedikit mirip rasa rendang ayam jadinya agak masih bisa diterima pencernaan. Bedanya mungkin cuma di rasa saffron yang cukup kuat. Bedanya juga dengan rendang yang dimasak dengan santan kelapa, Nasi Biryani dimasak dengan yoghurt jadinya agak ada rasa asam sedikit di nasi dan dagingnya. Mungkin kalau rendang yang rasanya asam pasti tidak ada yang mau makan karena pasti dianggap mulai basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama kalau mau makan dimanapun rasa masakannya berbeda dari satu restoran dengan restoran yang lainnya. Tempat favoritku kalau mau makan Nasi Biryani di Hotel Alfa yang ada di depan stasiun kereta api Secunderabad. Rasa Nasi Biryani yang ada di Hotel Alfa itu rasanya agak beda dari tempat yang lain. Rasa bumbunya lebih seimbang/balance dan daging ayam atau kambingnya lebih lembut. Tapi sayangnya ga bisa sering-sering ke sana karena agak jauh dari rumah dan juga faktor keuangan, biasalah namanya juga pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di India ini rindu juga makan di warung pinggir jalan atau di Pasar kaget karena jarang ada tempat kayak itu di India. Kayaknya disini orang-orangnya ga suka lama-lama nongkrong di warung atau tempat makan ataupun mungkin karena kebijakan tempat makannya sendiri. Kalau kita makan di restoran di India, begitu pelayannya lihat kita selesai makan-minum pasti cepat-cepat tamunya disodori tagihan dan mejanya di bersihin jadi kayaknya mau ngusir. Kalau kita agak lama duduknya pasti pelayannya mondar-mandir dan ngeliatin, apalagi kalau tidak mesan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan harap bisa dapat tempat makan kaki lima kayak Pasar Kaget Binjai atau Warteg Harapan karena memang ga ada disini. Kalaupun ada bukan dalam bentuk warung tapi dalam bentuk asongan. Sering uga kalau lagi duduk-duduk dipinggir Husain Sagar ada yang datang nawarin tapi aku ga pernah nyoba karena sangsi juga maslah kebersihannya. Makanannya ga tahu apa namanya tapi isinya itu kayak kacang-kacangan yang dicampur sama irisan bawang, tomat, dan daun sop terus disiram dengan semacam saos. Kalau lihat tangan yang jual jadi makin tidak selera untuk beli karena tangannya udah hitam dakian pula itu. Jadi ada rasa bumbu tambahan, bumbu tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti di kampus UISU yang gampang cari tempat makan, kalau di kampusku yang disini agak sulit untuk cari tempat makan. Satu-satunya pilihan tempat makan cuma kantin kampus tapi rasa makanannya, jangan ditanya, yang penting ga lapar aja. Ada satu tempat makan diluar kampus yang agak dekat ke rumahku, namanya Shanghai Chinese Fast Food. Bukanya mulai jam 3 sore. Namanya memang masakan Cina tapi rasanya ya, tetap India juga karena bumbunya tetap memakai bumbu masala. Tapi lebih baik daripada rasa makanan yang di kantin kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung juga dulu di rumah aku sering bantuin atau sekedar melihat mamakku masak jadi selama disini bisa masak sendiri. Lumayanlah agak-agak rasa Indonesia walaupun kebanyakan rasa eksperimen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kalau dibandingkan dengan masakan India, masakan Indonesia lebih nikmat. mungkin karena rasanya lebih akrab dengan lidahku. tapi ada juga dosenku yang disini pernah bilang kalau masakan India itu bentuknya bisa sepuluh tapi rasanya sama. Apalagi kalau dibandingkan dengan masakan Padang, jauh ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kalau ada lebih banyak restoran yang khusus masakan Indonesia di luar, masakan Indonesia bisa lebih populer dan dikenal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/2968846472232005132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/2968846472232005132?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/2968846472232005132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/2968846472232005132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/04/isi-perut.html' title='ISI PERUT'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-2424785540493262200</id><published>2007-04-04T01:42:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T09:13:29.090-07:00</updated><title type='text'>BENDERAKU</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2ZXSu9aOIinrIwFW1haJAVl8AVJ6buExeN22u9K4itPsDWEqbnBfq9wrmF-tS-1UKNOlkgJcrsoVKGWjwAeUqF6Cf-whAKBTMFkik91UHN2gHHE1VrIylcPH-SEBhwWKWe1wJNe8nPro3/s1600-h/bendera2.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5049491029115940066&quot; style=&quot;FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2ZXSu9aOIinrIwFW1haJAVl8AVJ6buExeN22u9K4itPsDWEqbnBfq9wrmF-tS-1UKNOlkgJcrsoVKGWjwAeUqF6Cf-whAKBTMFkik91UHN2gHHE1VrIylcPH-SEBhwWKWe1wJNe8nPro3/s200/bendera2.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebelum aku berangkat ke India dua tahun yang lalu, aku sempat ngobrol-ngobrol dengan salah seorang manatan dosenku tentang keadaan di India karena dia juga dulu sempat belajar di India. Waktu itu aku sempat bilang ke dia kalau aku takut nanti waktu di India pikiranku gak tenang untuk belajar karena saat itu mamakku mulai sakit-sakitan. Ya, walaupun aku sadar kalau aku bukan anak yang baik tapikan tetap saja namanya anak pasti mikirin orang tuanya. Terus dia ngasi saran untuk membawa pakaian mamakku ke India jadi kalau lagi mikirin mamakku ada yang jadi pengingat. Sarannya boleh juga tapi ku pikir-pikir aneh juga masa aku bawa-bawa pakaian perempuan nanti kalau ada yang tau apa dibilang orang, malah nanti takutnya dianggap ada kelainan pula aku. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ku pikir-pikir memang aku perlu ada bawa sesuatu yang bisa ngingatinku akan keluarga dan lingkunganku. Akhirnya ku putusin untuk bawa bendera yang ada di rumah. Kan bawa bendera lebih aman daripada bawa pakaian perempuan. Jadilah akhirnya bendera itu ikut berangkat ke India bersamaku. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Merah-putih bendera negaraku. Sekarang jadi salah satu hiasan flat yang ku tempati. Bagus juga jadi alat ngenalin Indonesia ke orang asing karena setiap teman-teman dari negara lain datang ke flat pasti nanya kalau itu bendera Indonesia dan apa arti warna yang ada di bendera itu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Selain jadi alat pengenal bangsa ada bagusnya juga kalau aku bawa bendera itu karena di Hyderabad aku satu-satunya pelajar Indonesia yang tak seberapa jumlahnya yang bawa bendera jadi waktu kami ngadain acara makan malam Tujuh belas Agustusan ada benderanya. Tapi acaranya cuma sekali diadain karena di tahun kedua pelajar Indonesianya semakin sedikit.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bendera yang pada awalnya ku bawa untuk jadi tanda pengingat mamakku pada akhirnya lebih banyak mengingatkanku pada negaraku. Ku rasa aku lebih menghargai statusku sebagai warga negara setelah aku berada di negara lain. Yah, seperti orang yang pacaran, rasa rindu selalu lebih kuat saat sedang berjauhan, kurasa sama juga dengan perasaanku dengan Indonesia. Tapi sayangnya tidak semua memiliki perasaan yang sama denganku. Malah salah seorang temanku jarang mau mengakui kalau dia warga negara Indonesia saat berkenalan dengan orang dari bangsa lain. Lebih sering dia mengakui sebagai warga negara Malaysia karena di malu untuk menjadi warga negara Indonesia yang miskin dan selalu bermasalah. Padahal dari yang aku tahu tentang dia, secara ekonomi dan pendidikan dia berada diatas yang lain. Yang dalam artian lain dia lebih banyak merasakan nikmatnya menjadi warga negara Indonesia dibandingkan yang lain. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sebagian lagi berusaha untuk tidak pulang ke Indonesia setelah selesai masa belajar yang dua tahun dan berusaha untuk dapat pergi ke negara lain daripada kembali ke Indonesia. Mereka sempat juga mengajakku untuk mencari visa dan pekerjaan di negara lain karena di Indonesia sulit untuk mendapat pekerjaan yang layak dan gak enak jadi warga negara Indonesia. Memang aku juga tahu kalau sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang layak di Indonesia tapi itu bukan mejadi sebuah alasan untuk muak menjadi bangsa Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku gak nganggap pendapat mereka salah atau pendapatku yang benar dan juga sebaliknya. setiap orang punya hak untuk memiliki pendapat pribadi. Mungkin kalau dilihat dari sudut pandang mereka, mereka yang benar dan sebaliknya jika dilihat dari sudut pandangku, mungkin aku yang benar. Bukankah salah satu tanda akan adanya demokrasi jika ada perbedaan pendapat. Tetapi dalam anggapanku salah satu alasan kenapa Indonesia memiliki banyak masalah karena banayak orang-orang yang ada di Indonesia sendiri tidak memiliki kebanggaan diri sebagai warga negara. Jadi bagai mana orang lain akan mengahargai kita kalau kita sendiri tidak menghargai siapa kita. Selain itu dalam anggapanku, orang yang lari pastilah orang yang salah ataupun kalah. Aku yakin kalau aku tidak termasuk dalam kedua kategori itu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bendera yang ku bawa ke India itu sekarang kondisinya, yah gak lusuh-lusuh kali tapi penuh dengan debu. Tapi nanti waktu ku pulang pasti akan ku cuci dan ku bawa kembali ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“... lusuhnya kain bendera dihalaman rumah kita&lt;br /&gt;bukan satu alasan untuk kita tinggalkan ...”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;(Iwan Fals) &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/2424785540493262200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/2424785540493262200?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/2424785540493262200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/2424785540493262200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/04/bendera_04.html' title='BENDERAKU'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2ZXSu9aOIinrIwFW1haJAVl8AVJ6buExeN22u9K4itPsDWEqbnBfq9wrmF-tS-1UKNOlkgJcrsoVKGWjwAeUqF6Cf-whAKBTMFkik91UHN2gHHE1VrIylcPH-SEBhwWKWe1wJNe8nPro3/s72-c/bendera2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-8837959011279756688</id><published>2007-03-03T07:07:00.000-08:00</published><updated>2007-06-06T09:14:07.482-07:00</updated><title type='text'>HOLI</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi38PyHb6hhtoyn8QtkCL3K3M_YVhP27qdBapTR6soA7mF-0-DDzToXNGM4YYvVLyiNe57zcW4WcwjDKEALI0cJemjd3L1I_b4T1HDtAM65qQZ6wWwEUulJZdhFni8D5ikQSwYoUZnwuk18/s1600-h/Holi_in_Pune.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5037715665676627538&quot; style=&quot;FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi38PyHb6hhtoyn8QtkCL3K3M_YVhP27qdBapTR6soA7mF-0-DDzToXNGM4YYvVLyiNe57zcW4WcwjDKEALI0cJemjd3L1I_b4T1HDtAM65qQZ6wWwEUulJZdhFni8D5ikQSwYoUZnwuk18/s320/Holi_in_Pune.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Hari ini awal bulan Maret. Biasanya setiap awal Maret ada perayaan Hindu di India, namanya Holi. Kalo katanya sih perayaan untuk menyambut datangnya musim semi tapi kok kayaknya musim seminya disini sama aja gak kayak msim semi di Eropa, dimana bunga-bunga mekar, burung-burung bernyanyi riang dan sebagainya-sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Cara perayaannya sih cukup menarik tapi bagi yang gak suka kotor lebih baik jauh-jauh aja, kayak aku! (bukan berarti aku fanatik sama kebersihan, malah kalo mamakku bilang aku joroknya kayak babi he…he… tapi dia tetap sayang kok sama aku). Jadinya aku Cuma liat orang-orang dari atas gedung flatku. Nah, perayaannya ini di tandai dengan bulan purnama pertama di awal Maret atau akhir Februari. Setiap orang yang ada disekitar tempat perayaan (dimana-mana) saling siram dengan bubuk berwarna atau air berwarna. Malasnya warnanya itu kalo kena baju ga bisa hilang. Kalau aslinya bubuk-bubukan itu punya kandungan obat biar ga sakit karena perubahan cuaca dari musim dingin yang dingin ke musim semi yang panas tapi sekarang karena harga udah mahal jadi kebanyakan orang-orang makai bubuk yang murah dan ga jelas kandungan kimianya. Hari kedua biasa yang ngerayain buat patung-patungan trus di bakar. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat kawan cewek yang dari Turmenistan tahun kemaren. Jadi ceritanya dia mau ke took belanja, trus di tengah jalan jumpa orang yang ngerayain Holi dan dianya disiram pake bubuk berwarna. Awalnya sih dia senang-senang aja karena yang nyiram juga ketawa-ketawa sambil bilang “Happy Holi, happy Holi…” ke dia. Sialnya, besok harinya, muka kawan ini, oh iya… namanya Gul, yang kalo dalam bahasa Persia berarti mawar, bentol-bentol merah dan gatal-gatal karena karena alergi sama kandungan kimia yang di bubuk itu. Akhirnya sambil maki-maki dalam hati, terpaksa dia ke dokter kulit. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kalo dalam hari-hari perayaan Holi yang dua hari kita keluar rumah, liatnya pasti muka dan rambut orang-orang yang warna warni dengan latar belakang hitam karena kulitnya memang hitam-hitam. Gak peduli tua-muda, perempuan-lelaki, kaya-miskin semua warna kulit sama pakaiannya warna-warni kecuali ‘anak mudanya’ karena anak mudanya malas kalau nantinya mesti ke dokter kulit…. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SELAMAT HOLI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/8837959011279756688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/8837959011279756688?isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/8837959011279756688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/8837959011279756688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/03/holi.html' title='HOLI'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi38PyHb6hhtoyn8QtkCL3K3M_YVhP27qdBapTR6soA7mF-0-DDzToXNGM4YYvVLyiNe57zcW4WcwjDKEALI0cJemjd3L1I_b4T1HDtAM65qQZ6wWwEUulJZdhFni8D5ikQSwYoUZnwuk18/s72-c/Holi_in_Pune.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7821262243905069265.post-1051287103332724808</id><published>2007-02-18T08:29:00.000-08:00</published><updated>2007-06-06T09:14:40.071-07:00</updated><title type='text'>22 JAM YANG MENYIKSA</title><content type='html'>Ceritanya sih sebenarnya udah relatif lama lebih setahun yang lalu tepatnya Desember 2005. Jadi ceritanya aku ama temanku Mujazin ikut tur ICCR untuk yang musim dingin,oh iya, ICCR itu organisasi kebudayaan pemerintahan India yang ngasi bea siswa ke aku makanya bisa terdampar dinegeri Rabindranath Tagore. Memang biasanya setiap tahun ICCR ngadain tur wisata untuk mahasiswa asing yang ada di India sebanyak dua kali, sekali musim dingin dan sekali lagi musim panas. Lumayan murah cuma perlu bayar Rs 2000 ato sekitar Rp 400.000,- kalo kursnya Rp 9000,- bisa jalan-jalan ke daerah-daerah wisata India. Nah aku ama temanku itu dapat paket yang untuk Madhya Pradesh.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami di kasih tau untuk ngumpul di Gwalior, Madhya Pradesh pada hari yang udah ditentuin. Nah inilah awal ceritanya dapat siksaan selama 22 jam. Kalo naik kereta api dari Hyderabad ke Gwalior itu kurang lebih sekitar 22 jam. Susahnya waktu itu lagi musim liburan jadinya sulit untuk dapat tiket kereta yang ada bangkunya, kalomo dapat bangku minimal mesti booking dua tiga minggu sebelum tanggal keberangkatan. Yang nambah masalah lagi kami baru dapat kabar kalo kepilih di paket yang Madhya Pradesh cuma sekitar seminggu sebelum berangkat makanya jadi kacau. Jadi mau ga mau dibeli juga tiketnya yang tanpa bangku cuma dapat daftar penumpang cadangan. Terpaksa, abis sayang bisa jalan-jalan murah he...he... biasalah namanya juga pelajar jadi apa aja yang murah pasti disabet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah akhirnya kami mesti naik kereta tanpa bangku. Pertamanya sih kirain agak gampang karena waktu aku ke Delhi beberapa bulan sebelumnya juga kejadiannya sama tapi nasib bagus ga lama bisa dapat bangku. Jadi kami nunggu kesempatan dapat bangku sambil berdiri di dekat pintu. Sialnya waktu kondektur kereta memeriksa karcis kami dikirain penumpang gelap dan mo didenda soalnya karcis nyelip ga jelas dimana. Untunglah setelah bongkar-bongkar tas dapat juga tuh karcis jahanam tapi tetap juga ga dapat bangku. Nyoba juga mo nyogok kondektur biar dapat bangku tapi ga berhasil juga bukan karena pak kondektur kebal korupsi tapi karena kalah cepat ama orang lain. Jadilah mesti bertahan terus di depan pintu mana bau lagi, soalnya sebelahnya toilet mana orang situ kalo buang air ga ngert nyiram, bangsat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih sialnya lagi malam. Namanya juga musim dingin, anginya... wuih udah kayak di kulkas aja perasaannya. Kirain ga gitu dingin soalnya ga ada salju. Kan kalo namanya musim dingin pasti ada salju kayak yang di TV-TV makanya ga bawa selimut.memang udah dibilangin ama kawan-kawan untuk bawa selimut untuk di kereta karena makin ke utara udaranya makin dingin. Tapi dasar batak keras kepala, jadi ga bawa selimut. Lagian gengsi lah masa anak mudanya mesti pake selimut kan kita kuat. Tapi apa dinyana dinginnya, aduh mak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus ada lagi masalah, rokok! Di kereta dilarang merokok sedangkan aku ga tau yang banyakan mana ngepulin asap aku ato kereta apinya. Aku lebih tahan ga makan dari pada ga merokok biasalah namanya juga warga negara penghasil tembakau. Jadi kalo mo merokok mesti sembunyi si kamar mandi sambil nahan bau. Ah dasar sial! Gara-gara rokok ditangkap polisi kereta api. Memang sialnya ga abis-abis. Ketangkapnya sih bukan diatas kereta tapi di peron stasiun Jhansi padahal ku lihat banyak juga yang merokok tapi karena muka melayu jadi ketauan kalo bukan orang India, kesempatan jadinya buat pak polisi nambah uang untuk beli chai. Pertama dia mo denda Rs 1000 tapi aku pura-pura ga tau aja kalo di kereta dilarang merokok, padahal aku tau kalo ketangkap dendanya cuma Rs 500. Jadi terpaksa pakae ilmu turis, pura-pura ga tau. Tapi waktu dia bekeras mo ngedenda Rs 1000 terpaksa agak keras juga. Masakan dikiranya aku ga bisa baca. Dibawanya aku ke pamflet larangan merokok, nah disitu tulisannya denda cuma Rs 500, dianya minta Rs 1000. Jadinya sambil maki-maki polisi sial itu bayar juga denda Rs 500. yah minimal ada pelampiasan emosi bisa maki-maki polisi. Dia sih diam aja soalnya udah dapat uang, bangsat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah! Memang orang Indonesia sial juga dibilang untung. Di Jhansi akhirnya dapat bangku walau cuma untuk dua jam. Memang Jhansi cuma sekitar dua jam dari Gwalior. Yah, lumayan bisa ngistirahatkan kaki karena udah capek berdiri, jongkok atau duduk dilantai beralaskan koran dari jam tujuh pagi sampai jam tiga pagi. Tapi ga berani tidur soalnya takut kelewatan stasiun. Dan jam lima pagi sampai juga akhirnya di Gwalior. Dinginnya? Lebih dingin!&lt;br /&gt;Kalo mamakku tau nasib anaknya kayak gini di India, bias nangis dia!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/feeds/1051287103332724808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7821262243905069265/1051287103332724808?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/1051287103332724808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7821262243905069265/posts/default/1051287103332724808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalananebiet.blogspot.com/2007/02/22-jam-yang-menyiksa.html' title='22 JAM YANG MENYIKSA'/><author><name>EBIET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08774863632563272296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>