<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673</atom:id><lastBuildDate>Thu, 16 Feb 2012 20:19:29 +0000</lastBuildDate><category>Marketing</category><category>Training</category><category>Bisnis</category><category>Catatan akhir pekan</category><title>edwarlink</title><description>Tempat berbagi pengalaman, referensi, Metode dan produk Pelatihan, khususnya  mengenai  program menciptakan wirausaha misalnya : Start Improve Your Business (SIYB), GET Ahead, Integrate Community Development, Financial Education. The Art of Facilitation dan pelatihan apapun yang bisa kita bagi bersama ...</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Edwarlink" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="edwarlink" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Tempat berbagi pengalaman, referensi, Metode dan produk Pelatihan, khususnya mengenai program menciptakan wirausaha misalnya : Start Improve Your Business (SIYB), GET Ahead, Integrate Community Development, Financial Education. The Art of Facilitation dan</itunes:subtitle><itunes:summary>Tempat berbagi pengalaman, referensi, Metode dan produk Pelatihan, khususnya mengenai program menciptakan wirausaha misalnya : Start Improve Your Business (SIYB), GET Ahead, Integrate Community Development, Financial Education. The Art of Facilitation dan pelatihan apapun yang bisa kita bagi bersama ...</itunes:summary><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-7255600120620212802</guid><pubDate>Thu, 16 Feb 2012 09:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-17T01:20:53.640+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan akhir pekan</category><title>Membangun negeri Ini, harus dimulai dari desa!</title><description>" Membangun negeri ini, harus dimulai dari desa!" &lt;br /&gt;(A.H. Nasution)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-tM36k618iIw/TzzPu5KxhrI/AAAAAAAABf8/gObq2hwMkBg/s1600/AH%2BNasution.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 126px; height: 155px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-tM36k618iIw/TzzPu5KxhrI/AAAAAAAABf8/gObq2hwMkBg/s400/AH%2BNasution.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709666832125888178" /&gt;&lt;/a&gt;Saya kira apa yang disampaikan pak Nasution 60 tahun yang lalu masih relevan dengan kondisi terkini bangsa ini, khususnya apa bila dikaitkan dengan isu pengangguran dan penciptaan lapangan kerja.  Mengapa? Karena eh karena ...  daya serap tenaga kerja di sektor formal di perkotaan saat ini sudah jenuh, tidak sebanding antara lapangan karja yang tersedia  dengan jumlah pencari kerja yang terus meningkat,  mau dikemanakan para sarjana yang konon pintar-pintar itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disatu sisi, salah satu permasalahan desa adalah  kapasitas berwirausaha tidak tumbuh sehingga ekonomi desa mandeg, peluang menciptakan nilai tambah  semakin sempit.  Bagi mereka, bekerja di luar desa  lebih menjanjikan ...  akhirnya ... urbanisasi dan migrasi meningkat pula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, mengapa harus membangun desa?  Apa yang menarik di Desa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-HJNGj2UkFro/TzzQCAWhQGI/AAAAAAAABgI/63ml4yU9asw/s1600/desa2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 193px; height: 135px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-HJNGj2UkFro/TzzQCAWhQGI/AAAAAAAABgI/63ml4yU9asw/s400/desa2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709667160471715938" /&gt;&lt;/a&gt;Dikaitkan dengan isu globalisasi dan problema perkotaan, desa memiliki peran yang strategis untuk dikembangkan sebagai penyangga kota dan penyeimbang alam misalnya : Green Productivity, alami, natural.  Sisi lain yang luput dari perhatian adalah Sosial Capital atau nilai-nilai desa yang semakin langka diperkotaan, misalnya : keunikan, adat, erat dengan alam  dan unit kerja sosial.  Faktor lainnya yang tak kalah penting adalah mitra kita apa buila mengembangkan desa yaitu pemerintahan desa, sebagai pemerintahan terkecil yang memiliki otonomi, pemilik sekali gus penguasa wilayah desa. Bayangkan ... ketika kita membangun desa, peran kepala desa hampir mirip dengan peran kepala negara, anggap saja: membangun desa adalah membangun negara ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo anak muda ...  mari balik ke desa &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-c6pvO7xeWuI/TzzSLvM4TaI/AAAAAAAABhE/W4iPkzEn7Cs/s1600/Kami%2Bcinta%2BPersib.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-c6pvO7xeWuI/TzzSLvM4TaI/AAAAAAAABhE/W4iPkzEn7Cs/s200/Kami%2Bcinta%2BPersib.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709669526689828258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Terima kasih Jendral, ... statement mu 60 tahun yang lalu, tetap memberi inspirasi ....)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-7255600120620212802?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2012/02/membangun-negeri-ini-harus-dimulai-dari.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-tM36k618iIw/TzzPu5KxhrI/AAAAAAAABf8/gObq2hwMkBg/s72-c/AH%2BNasution.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-7144081516680580595</guid><pubDate>Tue, 14 Feb 2012 17:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-15T01:20:40.759+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan akhir pekan</category><title>Ada Apa Dengan Cinta?</title><description>Sudah menonon film Ada Apa Dengan Cinta?  &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-vjywaP3Jhzw/TzqbUl_aQ_I/AAAAAAAABfA/YMvkt8ukt0w/s1600/AADC.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 139px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-vjywaP3Jhzw/TzqbUl_aQ_I/AAAAAAAABfA/YMvkt8ukt0w/s200/AADC.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709046255743288306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Film ini karya Rudi Soejarwo, diluncurkan pada 8 Februari 2002 &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(10 tahun yang lalu!)&lt;/span&gt;  menjadi salah satu film yang menandai kebangkitan kembali film Indonesia, selain mendapat penghargaan dari Festival  Film Indonesia (FFI)  juga  diputar dibebeapa Negara termaksud Malaysia dan Jepang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini bercerita mengenai pertemuan dua remaja yang datang dari latar belakang yang berbeda. Cinta (Dian Sastrowardoyo) selalu bersama dengan sekelompok teman "gaul"-nya, dan Rangga (Nicholas Saputra) adalah "aku" yang selalu menyendiri dengan bacaan sastranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta  adalah gadis cantik yang supel, cerdas dan sangat percaya diri.  Cinta memiliki segalanya, keluarga yang sangat mencintainya, sahabat setia dan perhatian cowok   idaman di sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua mulai berubah ketika Cinta bertemu dengan Rangga, cowok angkuh dan dingin. Keduanya sama-sama mencintai buku dan puisi. Kehadiran Rangga telah mengganggu emosi Cinta.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-o6m9T6r18aM/TzqcvnTVp4I/AAAAAAAABfY/k5pGf7XEepc/s1600/AADC6.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-o6m9T6r18aM/TzqcvnTVp4I/AAAAAAAABfY/k5pGf7XEepc/s200/AADC6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709047819463403394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Walaupun berbagai pertentangan mewarnai keduanya, terutama yang datang dari diri mereka sendiri, cinta akhirnya tumbuh juga. Karakter Rangga yang sulit di tebak dan sangat berbeda dari dirinya, menimbulkan sensasi baru dalam diri Cinta dan mulai merubahnya. Ketika konflik memuncak, Cinta mulai berubah di mata teman-temannya. Sehingga orang-orang bertanya-tanya, "Ada Apa Dengan Cinta?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang membuat film ini tetap menarik  ditonton? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kekuatan film ini adalah Pesan moral “Cinta” yang dikemas dengan sederhana, manusiawi, mendidik dan latar belakang  cerita yang sangat  “mengIndonesia”.  Bermula dari Lomba Puisi  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(sudah lama tidak terdengar perlombaan seperti ini)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, ada buku sastra "Aku" karya Syumandjaya, toko buku bekas di Kwitang, tokoh sang bapak yang tersingkirkan di era Reformasi karena anti KKN dan tentunya rasa cinta yang tumbuh karena "ke Akuan" sosok Rangga yang berkarakter. Juga lagu-lagu karya Melly Goeslow dan Anto Hoed  menjadi  kekuatan  yang  mengiringi film ini  dan tentunya,... puisi-puisi cinta  Rangga yang membuat Cinta melambung  …   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film seperti ini jarang  kita temukan dalam film-film produk Indonesia yang pada umunnya  minim pesan moral dan cenderung hedonis dewasa ini. Akhirnya, hanya sebuah karya yang baik yang akan menjadi monumen untuk diakui dan dikenang ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Puisi Rangga untuk Cinta:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Perempuan datang atas nama cinta&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.bl ogspot.com/-ma36auR7MO8/TzqeOxUVQbI/AAAAAAAABfw/8pKHI-Lk28g/s1600/AADC4.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ma36auR7MO8/TzqeOxUVQbI/AAAAAAAABfw/8pKHI-Lk28g/s400/AADC4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709049454239498674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bunda pergi karena cinta &lt;br /&gt;Digenangi air racun jingga adalah wajahmu &lt;br /&gt;Seperti bulan lelap tidur di hatimu &lt;br /&gt;yang berdinding kelam dan kedinginan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa dengannya?&lt;br /&gt;Meninggalkan hati untuk dicaci &lt;br /&gt;Lalu sekali ini aku melihat karya surga &lt;br /&gt;dari mata seorang hawa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa dengan cinta? &lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-tLoSxlKwUiE/TzqdZUtzg2I/AAAAAAAABfk/mIwoOYcnrhs/s1600/AADC2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 156px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-tLoSxlKwUiE/TzqdZUtzg2I/AAAAAAAABfk/mIwoOYcnrhs/s320/AADC2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709048536028644194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku pasti akan kembali&lt;br /&gt;dalam satu purnama &lt;br /&gt;untuk mempertanyakan kembali cintanya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan untuknya, bukan untuk siapa &lt;br /&gt;Tapi untukku &lt;br /&gt;Karena aku ingin kamu ...&lt;br /&gt;Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(mantap kan? …)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-7144081516680580595?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2012/02/ada-apa-dengan-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-vjywaP3Jhzw/TzqbUl_aQ_I/AAAAAAAABfA/YMvkt8ukt0w/s72-c/AADC.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-4216051587790824637</guid><pubDate>Tue, 24 Jan 2012 05:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-24T12:31:53.805+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan akhir pekan</category><title>Arti  Makna Hidup</title><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-OxFVt1qX7ts/Tx4_m4z-9vI/AAAAAAAABeE/fI5DI6k6ga8/s1600/tahun%2Bbaru.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 126px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-OxFVt1qX7ts/Tx4_m4z-9vI/AAAAAAAABeE/fI5DI6k6ga8/s200/tahun%2Bbaru.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701064115615626994" /&gt;&lt;/a&gt; Diakhir tahun 2011,  saya menulis kalimat  spontan " Selamat tahun baru teman, semoga 2012 akan lebih bermakna dalam hidup kita dan untuk sesama ... " untuk membalas dan  menyampaikan ucapan kepada kolega bisnis melalui email dan sms,  Spontan saja.  Kata "makna" yang tertulis spontan itu membuat saya merenung,   apa itu makna?  apakah hidup kita suah bermakna?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks bahasa Indonesia,  ada 2 pengertian kata makna, yaitu konotasi dan denotasi.  konotasi adalah makna kiasan sedangkan Denotasi adalah makna sesungguhnya dari sebuah kata atau kalimat.   Dalam interaksi sosial,  berkomunikasi dengan masyarakat luas disarankan menggunakan kata atau kalimat yang bermakna denotasi agar tujuan pesan dapat dipahami dibandingkan dengan menggunakan makna konotasi yang cenderung menekankan pada keindahan.  Saat berkomunikasi ,  setiap kata yang diucapkan harus memiliki arti yang sesungguhanya, bukan kiasan untuk menghindari perbedaan persepsi atau apresiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan makna hidup tadi?  Apakah  hidup ini telah bermakna yang sesungguhnya (denotasi), ataukan kita masuk dalam ketegori makna yang semu  (konotasi)?  Apakah seseorang yang kaya harta, berpendidikan dan berjabatan tinggi akan lebih bermakna hidupnya dibandingkan  dengan seseorang  yang miskin, berpendidikan rendah dan rakyat jelata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-8HoHS_tvAZc/Tx4_tNM5idI/AAAAAAAABeQ/5tBi9cAPM9Q/s1600/imlek.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-8HoHS_tvAZc/Tx4_tNM5idI/AAAAAAAABeQ/5tBi9cAPM9Q/s200/imlek.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701064224168053202" /&gt;&lt;/a&gt;  Teman, bicara makna hidup ternyata memiliki prespektif bahasan yang luas dan tidak akan  habisnya, karena "makna" akan memiliki arti yang sesungguhnya manakala hidup telah berakhir, hanya Yang Maha Esa yang mengetahuinya.   Yang kutahu pasti, hidup ini akan lebih bermakna apabila hari ini  lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dibandingkan hari ini dengan tetap beriman, mengajak kebaikan  terhadap sesama, saling menasehati dan bersabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekali lagi,  ijikan saya mengucapkan:  " Selamat tahun baru teman, semoga 2012 akan lebih bermakna dalam hidup kita dan untuk sesama ... " &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-4216051587790824637?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2012/01/arti-makna-hidup.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-OxFVt1qX7ts/Tx4_m4z-9vI/AAAAAAAABeE/fI5DI6k6ga8/s72-c/tahun%2Bbaru.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-9198218907539503236</guid><pubDate>Fri, 24 Jun 2011 08:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-24T15:23:47.513+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bisnis</category><title>Tiga Kunci Memulai Bisnis Dengan Cepat</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/--yN-YZyKJ4Y/TgRGe-Lbr9I/AAAAAAAABcs/pOhxUKN7MG8/s1600/DSC_0696.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/--yN-YZyKJ4Y/TgRGe-Lbr9I/AAAAAAAABcs/pOhxUKN7MG8/s200/DSC_0696.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5621695732766191570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Ada tiga kata penting untuk memulai bisnis dengan cepat, yaitu; (1) Memulai dari kecil – small: jangan berupaya untuk membesarkan dulu. Kemudian, (2) keep it simple: sederhana. (3) Dan selalu upayakan kekhususan atau specialized: fokus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kenapa memulai dari kecil? karena kalau bisnis itu dimulai dari kecil, maka biaya yang dikeluarkan akan aman, karyawan akan aman, pengelolaan anda akan lebih detil atau menyeluruh. Yang terpenting dalam proses ini adalah fokus bagaimana bisnis kita dapat memenuhi kebutuhan, keinginan atau harapan target pelanggan kita sehingga mereka puas dengan produk yang ditawarkan dan kita menghasilkan laba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesederhana mungkin, karena bukan kita saja yang bingung, bisa jadi pelangganpun akan bingung kalau bisnis dimulai dengan besar, karena kita masih baru! Upayakan sesederhana mungkin, tetapi efektif melayanai pelanggan kita dan efektif dikerjakan oleh setiap individu dalam bisnis kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya jaga specialized, fokus. Karena dengan demikian semua resources, biaya, modal peralatan, karyawan, keterampilan semuanya bisa fokus untuk menyelesaikan satu masalah yang jelas. Selain itu pelanggan kita akan mudah mengenalnya karena sangat khusus. Apabila bisnis sudah dikenal lebih khusus maka kita akan lebih mudah menang dalam bersaing, Karena pembandingan selalu datang dari jelasnya fokus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(inspirasi dari Om Mario Teguh)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-9198218907539503236?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2011/06/tiga-kunci-memulai-bisnis-dengan-cepat.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/--yN-YZyKJ4Y/TgRGe-Lbr9I/AAAAAAAABcs/pOhxUKN7MG8/s72-c/DSC_0696.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-9160304684328926464</guid><pubDate>Fri, 25 Jun 2010 14:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-25T21:56:02.147+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Training</category><title>Ide Bisnis dan Rencana  Usaha</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/TCS_8MblglI/AAAAAAAABQQ/AmtKdVFq83M/s1600/mie+pathok.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 87px; height: 130px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/TCS_8MblglI/AAAAAAAABQQ/AmtKdVFq83M/s200/mie+pathok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486721286894092882" /&gt;&lt;/a&gt;Apa kabar  teman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira ide yang kreatif  akan lahir bersumber dari pemahaman atas  kebutuhan dan keinginan (peluang) yang disertai dengan suatu keterampilan (Kompetensi).  Apa bila tidak, maka ide hanya sekedar ide ... tampa realisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Darimana modalnya?  Bagaimana kalau kita wujudkan ide bisnis tersebut menjadi sebuah rencana usaha (Business plan) yang benar-benar layak apa bila diwujudkan menjadi bisnis.  Tentu kita harus kerja keras untuk mewujudkannya, dimulai dari melakukan riset pasar, membuat rencana pemasaran, rencana mengelola dan rencana keuangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah investasi (keuntungan tertunda) kita sekaligus modal yang tidak akan pernah habis.  Semakin teruji rencana bisnis kita, maka akan semakin meyakinkan untuk memperoleh  modal pinjaman  dari  saudara, teman  atau pemodal (investor) atau kita ajukan ke program pemerintah (bantuan) atau LSM (biasanya hibah) dsb.  Atau karena yakin dengan renana bisnis tersebut, maka bisnis akan kita mulai dari yang  kecil terlebih dahulu lalu perlahan-lahan kita besarkan, atau setelah bisnis  berjalan kita mencari mitra (bekerjasama) agar lebih cepat menjadi besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide Bisnis &amp; Rencana usaha =  mimpi kita, harapan kita yang membuat hidup ini semakin menggairahkan ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-9160304684328926464?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2010/06/ide-bisnis-dan-rencana-usaha.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/TCS_8MblglI/AAAAAAAABQQ/AmtKdVFq83M/s72-c/mie+pathok.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-6616654692352515389</guid><pubDate>Wed, 23 Jun 2010 10:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-23T17:40:43.109+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Training</category><title>Ide Bisnis</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/TCHjk8YnOOI/AAAAAAAABQI/adbX1jgJYVE/s1600/Serius+-+ToT+Aceh2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/TCHjk8YnOOI/AAAAAAAABQI/adbX1jgJYVE/s200/Serius+-+ToT+Aceh2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485916044938131682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;  Setiap bisnis berasal dari sebuah ide.  Ide Bisnis bisanya bersumber dari peluang yang menggambarkan ada kebutuhan dan keinginan terhadap suatu jenis produk,  barang atau jasa. Ketika menemukan peluang, Anda perlu menjelaskannya kedalam sebuah ide bisnis. Ide bisnis biasanya singkat dengan penjelasan secara rinci  4 pertanyaan sebagai berikut &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa  &lt;br /&gt;Produk barang atau jasa apa yang akan dijual?  Ide bisnis harus berdasarkan pada yang terbaik yang Anda miliki untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan calon pelanggan kita.  Mungkin Anda mempunyai pengalaman pada jenis bisnis tertentu atau Anda mempunyai keterampilan atau memiliki informasi yang memadai dari kebutuhan dan keinginan tersebut.  Ide bisnis akan membantu mengarahkan apa yang sebaiknya harus dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa &lt;br /&gt;Siapa yang akan membeli produk Anda?  Pelanggan Anda bisa perorangan atau kelompok atau pebisnis lainnya.  Mereka mungkin berada di suatu daerah atau tersebar di beberapa daerah, atau bahkan seluruh daerah.  Apakah Anda hanya akan menjualnya kepada jenis pelanggan tertentu atau ke semua orang di suatu daerah?  Sangat penting untuk menggambarkan secara jelas; kepada siapa produk Anda akan dijual? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana &lt;br /&gt;Bagaimana cara Anda menjual produk?  Jika berencana untuk membuka sebuah toko, tentu hal ini akan mudah.  Tetapi, bagaiman jika ide Anda memproduksi atau menjual jasa? Bagaiman kalau kita memiliki keterbatasan tempat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Mana &lt;br /&gt;Kebutuhan dan keinginan pelanggan yang mana yang akan  dipenuhi?  Dengarkan calon pelanggan Anda, apa yang dibutuhkan dan apa yang mereka inginkan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk Anda (barang atau jasa) harus menawarkan sesuatu yang “khusus” dan ”Berbeda” dibandingkan produk yang sejenis dari pesaing.  Jika menawarkan terlalu banyak jenis produk ke berbagai macam jenis pelanggan, kita akan sulit untuk tetap eksis dan diperhatikan oleh mereka.  Tetapi jika kita mengkhususkan satu atau sedikit produk yang ditawarkan kepada pelanggan yang spesifik, maka akan semakin mudah diterima oleh  pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan pengusaha baru membuat kesalahan yang sama ketika mereka mengembangkan ide bisnis. Mereka berpikir bahwa pasti akan ada permintaan dari pelanggan.    Produk barang atau jasa yang baru bukan berarti akan selalu terdapat permintaan.   Pada saat memulai bisnis, pastikan terlebih dahulu bahwa ide bisnis Anda berdasarkan kebutuhan dan keinginan pelanggan &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-6616654692352515389?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2010/06/ide-bisnis.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/TCHjk8YnOOI/AAAAAAAABQI/adbX1jgJYVE/s72-c/Serius+-+ToT+Aceh2.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-9163548955530490438</guid><pubDate>Mon, 05 Apr 2010 04:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-23T17:49:13.335+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan akhir pekan</category><title>3 kompetensi Kunci Untuk Para Profesional</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/S7lsXj8ZztI/AAAAAAAABNo/Ynopa7YYPuY/s1600/desert-re.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/S7lsXj8ZztI/AAAAAAAABNo/Ynopa7YYPuY/s200/desert-re.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456511575577448146" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Roda waktu terus bergerak, dan hidup terus menggelinding. Dalam perjalanan panjang itu kita terus menerus diminta untuk merekahkan segenap potensi dan kapabilitas. Kita terus ditagih untuk membentangkan ruang pertumbuhan agar self-competency bisa selalu bermekaran. &lt;/span&gt; Sebab, tanpa spirit untuk melakukan never ending self-improvement, tidakkah itu berarti kita telah membunuh asa untuk menjadi insan yang lebih sempurna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan persis disitulah kita kemudian digedor pertanyaan yang bunyinya begini : adakah kompetensi kita hari ini lebih baik dibanding sebulan atau setahun silam? Adakah kompetensi kita selama ini bisa terus dibentangkan menuju titik-titik kesempurnaan? Atau sebaliknya : selama ini kompetensi kita going nowhere - redup dan kian terkoyak ditengah roda waktu yang terus bergerak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pertanyaan lain yang mungkin tak kalah penting adalah ini : kalaulah kita masih punya spirit untuk terus bergerak, untuk terus melenting, untuk terus menemukan ruang dimana kompetensi kita bisa menemukan tempat terindah agar tumbuh bermekaran; maka jenis kompetensi apa yang layak dikuasai? Kepingan kompetensi seperti apa yang mesti didekap erat agar kita bisa menjadi insan yang lebih sempurna, insan yang lebih paripurna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah keriuhan hari Senin pagi yang mulai membuncah, ditengah tumpukan pekerjaan yang sebentar lagi mungkin akan menenggelamkan Anda – maka ijinkan saya untuk menyelipkan sekeping narasi tentang 3 jenis kompetensi yang barangkali penting untuk direnungkan. Ada begitu banyak ragam kompetensi yang mungkin harus kita kuasai; namun tiga kompetensi ini merupakan core competencies yang patut ditelisik dengan penuh kesungguhan. Inilah tiga jenis kompetensi yang barangkali akan membekali kita dalam petualangan panjang menjadi insan yang kian sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetensi yang pertama adalah ini : strong need for achievement. Gantungkan cita-citamu setinggi langit, nak. Begitu kidung yang dulu pernah kita dengar dengan penuh nada syahdu dari ibu kita. Tidak pernah orang tua kita berujar : gantungkan cita-citamu setinggi plafon rumah, nak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya jelas : hidup kita terasa akan lebih sumringah kalau saja dalam raga ini bersemayam sejenis keteguhan untuk mengukir hasil kerja terbaik. Sebuah orientasi yang kental dengan semangat untuk merajut sebuah karya yang bermakna (meaningful achievement). Sebuah sikap untuk mempersembahkan kepingan pekerjaan yang layak diapresiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh, orientasi semacam itu akan mendorong setiap insan untuk menghamparkan tanggungjawab dan dedikasi, kegigihan dalam bekerja, keihklasan dalam bertindak, dan spirit saling bekerjasama demi tercapainya common goals and purposes. Tidakkah lingkungan kita (kantor, organisasi, perusahaan) akan menjelma menjadi taman yang begitu indah kalau setiap insan bisa punya kompetensi semacam itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetensi yang kedua adalah ini : learning spirit. Alunan ilmu terus mengalir sederas ombak di lautan, dan pengetahuan terus menetes seperti hujan di pagi hari. Lalu kalau kita tidak memiliki kegairahan untuk terus memetik sejumput ilmu, bukankah kita hanya akan menjadi manusia-manusia yang tidak relevan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenapa kompetensi ini begitu penting : sebab dengan semangat untuk meringkus kepingan pengetahuan yang luas membentang, benih ketrampilan dan keahlian kita bisa terus tumbuh berkembang. Itulah kenapa Anda harus terus menenggelamkan diri Anda dalam beragam aktivitas pembelajaran : ikut seminar atau pelatihan yang relevan, menjelajah pengetahuan secara online, rajin membaca buku, atau selalu bergairah untuk melakukan sharing knowledge dengan rekan sekantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetensi yang terakhir adalah : spirituality intelligence. Tentu saja hidup akan lebih mulia dan indah kalau segenap pekerjaan yang kita lakukan di kantor selalu bisa ditautkan pada sejenis pengabdian kepada Sang Pemberi Pekerjaan. Inilah sebuah kompetensi yang akan terus mengajak kita untuk terus bersandar pada etika moralitas, perilaku kerja yang sarat integritas, dan juga kuyup dengan tindakan yang penuh keluhuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itulah sejenis kompetensi yang akan terus menggandeng kita untuk tenggelam dalam aura religiusitas yang menghanyutkan dan kemuliaan hidup yang menentramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidang pembaca Blog Strategi + Manajemen yang budiman, demikianlah tiga jenis kompetensi dan etos hidup yang mungkin layak kita genggam dengan sepenuh sukma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Achievement orientation yang menggumpal. Learning spirit yang terus membahana. Dan semuanya dibalut dalam spirituality intelligence yang penuh keagungan. Hidup barangkali akan terasa begitu wangi kalau saja kita bisa menjalankan tiga kompetensi ini dengan penuh keteguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;disadur dari http://strategimanajemen.net/2010/03/29/3-kompetensi-kunci-untuk-para-profesional-sejati/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-9163548955530490438?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2010/04/3-kompetensi-kunci-untuk-para.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/S7lsXj8ZztI/AAAAAAAABNo/Ynopa7YYPuY/s72-c/desert-re.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-4800507276051170331</guid><pubDate>Sun, 21 Mar 2010 10:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-24T12:48:10.425+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Training</category><title>Inspirasi dari desa Labuan, Selong - NTB</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/S6YAczEHccI/AAAAAAAABMo/xItl2NVG6N8/s1600-h/Novi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 136px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/S6YAczEHccI/AAAAAAAABMo/xItl2NVG6N8/s200/Novi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451044893722374594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arialnarow;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Abon Ikan ”Ibu Rukmini”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Sumber Inspirasi akan selalu ada dimana saja dan terkadang tidak terduga.  Suatu hari dalam kunjungan terakhir saya di kota Selong – Lombok Timur,  badan dan pikiran yang semula lelah dan sumpek berubah menjadi semangat berlapis baja setelah bertemu dengan Novi .&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;”Mimpi saya, Abon Ikan akan menjadi ciri khas produk makanan daerah kami ”, ujar Novi salah seorang alumnus pelatihan SYB dari desa Labuan – Lombok Timur.  Semula ia menjual ikan bakulan secara serabutan sejak tahun 2003 di Pasar Rakyat dekat rumahnya,  setelah mengikuti pelatihan Start Your Business (SYB) yang diselenggarakan oleh Yayasan Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI) di Selong pada tahun 2007, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ia melihat peluang membuat produk abon ikan&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/S6YBcnQHsHI/AAAAAAAABMw/Mbofny-E5yY/s1600-h/Logo-SIYB.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 169px; height: 237px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/S6YBcnQHsHI/AAAAAAAABMw/Mbofny-E5yY/s200/Logo-SIYB.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451045990063124594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;&lt;br /&gt;Novi  membuat Rencana Usaha  dan mengajukan pinjaman sebesar Rp. 2 juta kep&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;ada Le&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;mbaga Keuangan Mikro  ABMI.  Mengapa Abon Ikan?  Bagi Novi, memproduksi abon ikan lebih menguntungkan dibandingkan sekedar menjual ikan  bakulan.  Selain itu, ia dapat menampung ikan hasil tangkapan masyarakat disekitarnya sekaligus memperkerjakan para mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang banyak berasal dari daerahnya.  ”Sekarang saya memperkerjakan sekitar 10 orang ibu-ibu mantan buruh migran dan keluarganya,  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya senang karena selain mendapatkan penghasilan juga dapat membantu mereka.  Hidup terasa lebih berarti&lt;/span&gt; ” ujarnya . &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Bagi Novi, SYB  telah membantun dirinya mencari ide bisnis, mengelola keuangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(arus kas)&lt;/span&gt;, menjalin kemitraan  saat membangun bisnis dan strategi pemasaran.    ”Setelah mengikuti pelatihan, saya menjadi lebih mengerti bagaimana berbisnis, terutama saat menjalin kemitraan dan melakukan pemasaran” ujarnya.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagi Novi, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kemitraan, kejujuran dan kepuasan  pelanggan  adalah kunci utama sukses dalam berbisnis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Ketika ditanya; mengapa merk produknya ”Ibu Rukmini”?   Novi menjelaskan : ”Rukmini nama ibu saya, ia yang mengajarkan saya bagaimana membuat Abon Ikan, i&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a berjasa membuat hidup saya menjadi lebih baik sekarang&lt;/span&gt;.”    Kini,  Abon Ikan ”Ibu Rukmini”   sudah beromset rata-rata  25 kg  perbulan dan menjadi salah satu menu makanan vaforit bagi mereka yang menunaikan ibadah haji di Selong karena mudah dibawa, tahan lama dan tentu terasa nikmat.     Novi terus berupaya mengembangkan bisnisnya,  ” saat ini saya sedang mencari mesin mesin pres dan lem  untuk kemasan serta timbangan di gital”  ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda berminat abon ikan dari Labuan - Selong?  Silahkan kontak Langsung; Novi no telp. 081&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; 8057 16085&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, sumber Inspirasi  bisa datang dari mana saja ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-4800507276051170331?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2010/03/inspirasi-dari-desa-labuan-selong-ntb.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/S6YAczEHccI/AAAAAAAABMo/xItl2NVG6N8/s72-c/Novi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-8130503946813012558</guid><pubDate>Thu, 17 Dec 2009 16:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-17T23:57:16.086+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Training</category><title>6000 Km Perjalanan Trainer SIYB ILO-EAST di Sulawesi Selatan  (sebuah pengalaman)</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SypbqxdRv_I/AAAAAAAABI4/sbtRmn0N1Bs/s1600-h/DSC00633.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SypbqxdRv_I/AAAAAAAABI4/sbtRmn0N1Bs/s200/DSC00633.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416242292255211506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Misi :  ”Menciptakan wirausaha baru dari anak muda yang putus sekolah , berusia 15 hingga 29 tahun sebanyak 2000 orang di 7 kabupaten : Makasar, Gowa, Takalar, Bantaeng, Wajo, Tana Toraja dan Toraja Utara “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Persoalan dilapangan yang dihadapi ternyata cukup kompleks. Selain masalah lokasi yang berjauhan  dan teknis, kita terkadang juga dihadapkan oleh masalah rendahnya latar belakang&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;  pendidikan, masalah keluarga dan masalah sosial lainya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Dalam proses pelatihan, sering ditemui Ide Bisnis pese&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;rta masih labil, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;mu&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;dah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;ubah-ubah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(sekedar ikut-ikutan)&lt;/span&gt;  at&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;au  bahkan sama sekali tidak punya Ide Bisnis.  Da&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;lam kondisi ini, kami harus dituntut ekstra &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(terutama kesabaran)&lt;/span&gt; untuk mendengarkan permasalahan dan mengeksplorasi potensi peserta serta&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt; memberikan pencerahan gagasan  sekaligus terus memotivasi mereka agar tidak patah semangat mewujudkan bisnis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Mengapa kondisi ini bisa terjadi?  Salah satu faktor adalah karena kita tidak melakukan proses seleksi dengan benar, jumlah calon peserta sudah ditentukan terlebih dahulu  secara instan oleh lembaga mitra proyek kita,  sehingga  seluruh peserta dapat lulus dengan kondisi apapun. Mereka lupa bahwa SIYB adalah manajemen bisnis dengan persyaratan yang spesifik,  tidak semua orang bisa mengikuti pelatihan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SypcQZUJphI/AAAAAAAABJA/Z3Bxp_d0W2A/s1600-h/DSC01936.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 216px; height: 158px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SypcQZUJphI/AAAAAAAABJA/Z3Bxp_d0W2A/s200/DSC01936.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416242938609509906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Namun demikian, selalu saja ada peserta yang langsung dapat membuka usahanya setelah mengikuti pelatihan kita da&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;n  biasanya dilanjutkan dengan kegiatan konsultasi  dalam &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;hal perizinan , strategi pendirian usaha  maupun kemungkinan mendapatkan dukungan permodalan.   Kalau sudah seperti ini, melambung rasanya dan saya membayangkan akan luar biasa hasilnya apabila proses seleksi benar-benar dilakukan dalam pelatihan kita  ... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Setelah 6000 Km menempuh perjalanan   memyampaikan pelatihan di 7 kota, semakin kami paham bahwa SYB ternyata tidak sebatas kegiatan pelatihan kewirausahaan, melainkan suatu rangkaian kegiatan atau tahapan untuk membentuk atau mencetak seorang pengusaha secara terencana. Dimulai dari pemahaman Pemasaran program SIYB, seleksi peserta pelatihan, analisis kebutuhan pelatihan peserta, desain, implementasi pelatihan dan akhirnya memberikan d&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ukungan setelah pelatihan kepada peserta untuk menyelesaikan rencana usaha dan mewujudkan bisnis mereka&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;  ini adalah siklus yang tidak akan berputar terus, tiada ujung seiring dengan perkembangan bisnis klien kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Teman,.... kami semakin paham dan sadar bahwa pelatihan hanyalah salah satu rangkaian proses siklus tersebut,  selebihnya kita dituntut untuk memiliki komitmen dan kepedulian terhadap sesama serta kemampuan untuk menempatkan diri diantara mereka.  Selain trainers, kita dituntut berperan sebagai Problem Solver, motivator dan  menjadi teman yang  dipercaya oleh mereka.  Semangat ini ternyata telah memberikan nuansa tersendiri, karena tampa sadar kita telah turut berperan  membantu merancang masa depan mereka ....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;Dari catatan  seorang teman trainers SIYB – EAST di Makasar - SULSEL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-8130503946813012558?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2009/12/6000-km-perjalanan-trainer-siyb-ilo.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SypbqxdRv_I/AAAAAAAABI4/sbtRmn0N1Bs/s72-c/DSC00633.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-5663340633821095446</guid><pubDate>Tue, 29 Sep 2009 12:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-24T12:57:38.497+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bisnis</category><title>3 Pilar dalam Merajut Profesionalisme</title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-OjNRz6wO-gk/Tx5HNPXcyoI/AAAAAAAABec/VjVXOXYxWL0/s1600/DSC_0304.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 176px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-OjNRz6wO-gk/Tx5HNPXcyoI/AAAAAAAABec/VjVXOXYxWL0/s200/DSC_0304.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701072471086385794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Dalam bentangan perjalanan hidup yang terus bergulir, ada baiknya kita mencoba untuk sejenak membincangkan cerita tentang etos profesionalisme. Sebab kita tahu, terbitnya etos kerja yang profesional adalah sebuah rute kunci menuju jalan keberhasilan.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tanpa dilumuri oleh etos kerja yang penuh profesionalisme, kita mungkin akan mudah tergelincir menjadi barisan para pecudang. Tanpa kesadaran batiniah untuk menjejakkan etos profesionalisme dalam segenap raga, kita mungkin akan segera menjadi insan-insan yang gagap dengan dinamika perubahan. Miskin prestasi, dan absen dari perjalanan panjang menuju manusia produktif, mulia nan bermartabat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalaulah demikian adanya, lalu apa yang mesti diteguk untuk menjadi insan yang kuyup dengan guyuran etos profesionalisme? Disini kita mencoba mengeksplorasi tiga pilar kunci yang rasanya layak dicermati manakala ada asa untuk menjadi insan yang profesional. &lt;span id="more-687"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pilar yang pertama adalah &lt;strong&gt;achievement orientation&lt;/strong&gt;. Dulu, seorang sosiolog terkemuka bernama David McLelland pernah menulis : salah satu faktor yang membuat sebuah komunitas/masyarakat lebih unggul dibanding yang lainnya adalah lantaran mereka dipenuhi dengan individu yang punya high need for achievement (atau sering disebut sebagai NAch = need for achievement).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Disini, need for achievement merujuk pada gairah untuk melakoni kerja yang sebaik-baiknya demi terengkuhnya hasil karya yang juga layak dibanggakan. Disana yang muncul adalah sebuah etos, sebuah dedikasi, dan sebuah tanggungjawab untuk meretas prestasi terbaik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketika tugas dan tantangan membentang didepan kita, yang kemudian muncul adalah sebuah niat tulus untuk mentransformasi rangkaian tantangan dan tugas itu menjadi sebuah prestasi kerja yang adiluhung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Orang-orang yang memiliki High NAch selalu percaya bahwa berderet tugas – apapun tugas dan pekerjaan itu – selalu merupakan sebuah rute untuk mempersembahkan karya terbaik. Dan sungguh, inilah elemen kunci yang mesti dipahat oleh siapapun yang berkehendak menjadi insan yang profesional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5_YtBGzp1Bs/Tx5HmpFVMsI/AAAAAAAABeo/CyNJpC6XsbE/s1600/DSC_0213.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-5_YtBGzp1Bs/Tx5HmpFVMsI/AAAAAAAABeo/CyNJpC6XsbE/s200/DSC_0213.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701072907486442178" /&gt;&lt;/a&gt;Pilar profesionalisme yang kedua adalah ini : sebuah ikhtiar untuk terus&lt;strong&gt; belajar mengembangkan kompetensi diri.&lt;/strong&gt; Sebuah tekad yang dibalut oleh semangat untuk mempraktekkan prinsip lifetime learning (belajar sepanjang hidup). Bagi mereka selalu akan ada celah dan ruang untuk terus memekarkan potensi dan kapasitas diri. Selalu akan ada jalan untuk merekahkan pengetahuan, membasuh ilmu dan merajut ketrampilan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagi insan profesional semacam itu, proses belajar mengembangkan kompetensi selalu bisa direngkuh dari segala jurusan. Sebab moto mereka adalah ini : &lt;em&gt;&lt;strong&gt;everyone is a teacher and every place is a school&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Sebuah kalimat yang indah bukan? Ya, sumber ilmu selalu bisa dijemput dari siapapun – entah dari seorang guru, dari atasan, bawahan, rekan kerja atau dari para pelanggan. Dan sumber ilmu juga dicegat dari lokasi mana saja : dari sekolah, dari perpustakaan, dari pasar yang penuh keramaian, atau dari lingkungan kantor yang selalu penuh dinamika.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZoaiDKjEJKk/Tx5H9GPLmxI/AAAAAAAABe0/meQgLoh7-vc/s1600/DSC_0265.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 158px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZoaiDKjEJKk/Tx5H9GPLmxI/AAAAAAAABe0/meQgLoh7-vc/s200/DSC_0265.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701073293269506834" /&gt;&lt;/a&gt;Pilar profesionalisme yang ketiga adalah yang paling penting. Pilar itu adalah&lt;strong&gt; ruh spiritualitas yang kokoh.&lt;/strong&gt; Sebab bagi kita, profesionalisme yang paling hakiki hanya akan punya makna jika ia dibalut oleh semangat spiritualisme yang kokoh. Inilah sebuah semangat yang selalu percaya bahwa segenap laku jejak kehidupan profesional kita selalu ditautkan pada pengabdian kepada Yang Maha Mencipta. “Dan sesungguhnya, sholatku, ibadahku, dan hidup matiku hanyalah untuk Tuhan Sang Pencipta Alam”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebab itulah, insan yang profesional tidak hanya cerdas dalam praktek manajemen modern, namun juga mereka yang hatinya selalu rindu akan mesjid (atau rindu pada gereja bagi para umat Kristiani, atau rindu pada pura bagi para pemeluk Hindu). Insan profesional sejati tidak hanya fasih bicara mengenai strategi dan leadership, namun mereka juga senantiasa fasih berdzikir memuja kebesaran Sang Pencipta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan insan profesional sejati tidak hanya tangkas mengelola tugas dan mengambil keputusan, namun mereka juga selalu mau bangun ditengah malam : berkontemplasi, membangun sebuah meeting yang sangat intens dengan Sang Pemelihara Jagat Raya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Itulah tiga pilar yang menopang bangunan etos kerja profesional : sebuah semangat untuk merengkuh prestasi terbaik, sebuah semangat untuk terus belajar, dan sebuah semangat untuk selalu mengabdi pada Sang Pemberi Hidup. Praktekkan tiga pilar kunci ini, dan Anda pasti akan berjalan menuju Kemenangan Sejati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selamat Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir dan Batin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-weight: bold; font-style: italic;font-family:arial;"&gt;disadur dari &lt;span style="font-size:100%;"&gt; Yodia Anthariksa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-weight: bold; font-style: italic;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;http://strategimanajemen.net&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="arial" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-5663340633821095446?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><enclosure type="" url="http://strategimanajemen.net" length="0" /><link>http://edwarlink.blogspot.com/2009/09/3-pilar-dalam-merajut-profesionalisme.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-OjNRz6wO-gk/Tx5HNPXcyoI/AAAAAAAABec/VjVXOXYxWL0/s72-c/DSC_0304.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle> Dalam bentangan perjalanan hidup yang terus bergulir, ada baiknya kita mencoba untuk sejenak membincangkan cerita tentang etos profesionalisme. Sebab kita tahu, terbitnya etos kerja yang profesional adalah sebuah rute kunci menuju jalan keberhasilan. Tan</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</itunes:author><itunes:summary> Dalam bentangan perjalanan hidup yang terus bergulir, ada baiknya kita mencoba untuk sejenak membincangkan cerita tentang etos profesionalisme. Sebab kita tahu, terbitnya etos kerja yang profesional adalah sebuah rute kunci menuju jalan keberhasilan. Tanpa dilumuri oleh etos kerja yang penuh profesionalisme, kita mungkin akan mudah tergelincir menjadi barisan para pecudang. Tanpa kesadaran batiniah untuk menjejakkan etos profesionalisme dalam segenap raga, kita mungkin akan segera menjadi insan-insan yang gagap dengan dinamika perubahan. Miskin prestasi, dan absen dari perjalanan panjang menuju manusia produktif, mulia nan bermartabat. Kalaulah demikian adanya, lalu apa yang mesti diteguk untuk menjadi insan yang kuyup dengan guyuran etos profesionalisme? Disini kita mencoba mengeksplorasi tiga pilar kunci yang rasanya layak dicermati manakala ada asa untuk menjadi insan yang profesional. Pilar yang pertama adalah achievement orientation. Dulu, seorang sosiolog terkemuka bernama David McLelland pernah menulis : salah satu faktor yang membuat sebuah komunitas/masyarakat lebih unggul dibanding yang lainnya adalah lantaran mereka dipenuhi dengan individu yang punya high need for achievement (atau sering disebut sebagai NAch = need for achievement). Disini, need for achievement merujuk pada gairah untuk melakoni kerja yang sebaik-baiknya demi terengkuhnya hasil karya yang juga layak dibanggakan. Disana yang muncul adalah sebuah etos, sebuah dedikasi, dan sebuah tanggungjawab untuk meretas prestasi terbaik. Ketika tugas dan tantangan membentang didepan kita, yang kemudian muncul adalah sebuah niat tulus untuk mentransformasi rangkaian tantangan dan tugas itu menjadi sebuah prestasi kerja yang adiluhung. Orang-orang yang memiliki High NAch selalu percaya bahwa berderet tugas – apapun tugas dan pekerjaan itu – selalu merupakan sebuah rute untuk mempersembahkan karya terbaik. Dan sungguh, inilah elemen kunci yang mesti dipahat oleh siapapun yang berkehendak menjadi insan yang profesional. Pilar profesionalisme yang kedua adalah ini : sebuah ikhtiar untuk terus belajar mengembangkan kompetensi diri. Sebuah tekad yang dibalut oleh semangat untuk mempraktekkan prinsip lifetime learning (belajar sepanjang hidup). Bagi mereka selalu akan ada celah dan ruang untuk terus memekarkan potensi dan kapasitas diri. Selalu akan ada jalan untuk merekahkan pengetahuan, membasuh ilmu dan merajut ketrampilan. Bagi insan profesional semacam itu, proses belajar mengembangkan kompetensi selalu bisa direngkuh dari segala jurusan. Sebab moto mereka adalah ini : everyone is a teacher and every place is a school. Sebuah kalimat yang indah bukan? Ya, sumber ilmu selalu bisa dijemput dari siapapun – entah dari seorang guru, dari atasan, bawahan, rekan kerja atau dari para pelanggan. Dan sumber ilmu juga dicegat dari lokasi mana saja : dari sekolah, dari perpustakaan, dari pasar yang penuh keramaian, atau dari lingkungan kantor yang selalu penuh dinamika. Pilar profesionalisme yang ketiga adalah yang paling penting. Pilar itu adalah ruh spiritualitas yang kokoh. Sebab bagi kita, profesionalisme yang paling hakiki hanya akan punya makna jika ia dibalut oleh semangat spiritualisme yang kokoh. Inilah sebuah semangat yang selalu percaya bahwa segenap laku jejak kehidupan profesional kita selalu ditautkan pada pengabdian kepada Yang Maha Mencipta. “Dan sesungguhnya, sholatku, ibadahku, dan hidup matiku hanyalah untuk Tuhan Sang Pencipta Alam”. Sebab itulah, insan yang profesional tidak hanya cerdas dalam praktek manajemen modern, namun juga mereka yang hatinya selalu rindu akan mesjid (atau rindu pada gereja bagi para umat Kristiani, atau rindu pada pura bagi para pemeluk Hindu). Insan profesional sejati tidak hanya fasih bicara mengenai strategi dan leadership, namun mereka juga senantiasa fasih berdzikir memuja kebesaran Sang Pencipta. Dan insan profesional sejati tidak hanya tangkas mengelola tugas dan mengambil keputusan, namun mereka juga selalu mau bangun dite</itunes:summary><itunes:keywords>Bisnis</itunes:keywords></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-4118746632361133767</guid><pubDate>Mon, 13 Jul 2009 02:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-13T10:25:27.456+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Training</category><title>Kenali Peserta Pelatihan Anda</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/Slqm4JVQ2pI/AAAAAAAABIg/MCNNGm0w504/s1600-h/_MG_0227.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/Slqm4JVQ2pI/AAAAAAAABIg/MCNNGm0w504/s200/_MG_0227.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357778190218615442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pagi itu, aktivitas saya dimulai dengan berdiskusi bersama rekan kita dari Ambon .   Kami berdiskusi   mengenai kesulitan kawan kita ini saat mendesain pelatihan; apakah output pelatihannya peserta menyelesaikan  Rencana Usaha &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana;"&gt;(Business Plan)  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; ataukah hanya untuk meningkatkan keterampilan  mereka membuat rencana bisnis?   Kami juga membahas mengenai Game modul 2 ; permintaan dan penawaran , apakah di berikan atau tidak dalam pelatihannya.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Teman, kita harus mengetahui profil peserta pelatihan terlebih dahulu saat akan mendesain pelatihan, karena dari profil tersebut kita akan menjadi kreatif mendesain dan dengan sendirinya akan dapat menentukan target output pelatihan serta dapat memutuskan apakah game 2 akan diberikan atau tidak.      Diibaratkan membuat kue yang berbahan dasar terigu, kita tidak dapat memastikan kue apa yang akan disajikan nantinya, apakah kue bolu kukus, kue tart atau kue lapis,  apa bila tidak diketahui bahan pendukung   membuat kue tersebut.   Kalau pun dibuat sambil berjalan, bisa jadi akan aneh rasanya.  &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1247454045_1"&gt;Akan&lt;/span&gt; tetapi tentu akan berbeda kondisinya apabila bahan pendukung membuat kue   sudah kita ketahui sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SlqoK1BIcbI/AAAAAAAABIo/LfYk87iPn30/s1600-h/_MG_0027.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 136px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SlqoK1BIcbI/AAAAAAAABIo/LfYk87iPn30/s200/_MG_0027.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357779610694611378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula Pelatihan SIYB,   ada hal-hal yang terlihat mudah, sepele dan kecil   yang terkadang tidak dianggap penting atau terabaikan, padahal hal tersebut akan menjadi penyanggah utama dalam pelatihan dan juga penting dalam kesuksesan kita dimasa yang akan datang sebagai seorang pelatih.  Terkadang kita hanya terfokus pada proses pelatihan didalam kelas dan tampa memperhatikan; siapa pesertanya, seperti apa latarbelakangnya ? apa kebutuhan mereka dalam pelatihan dan berbisnis?    Yang menyedihkan adalah kembali membawa mereka kedalam suasana &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Bangku sekolah"&lt;/span&gt;  dan  pelatih menjadi seorang penceramah yang menganggap dirinya lebih tahu dibandingkan pesertanya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam pelatihan Pendidikan Orang Dewasa, hal tersebut tidak boleh terjadi.  Oleh karenanya penting bagi seorang pelatih untuk melakukan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tahapan seleksi peserta, analisis kebutuhan pelatihan dan desain pelatihan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(berdasarkan proses analisis tersebut )&lt;/span&gt;.     Apa bila tahapan tersebut sudah dilakukan, maka pelatihan akan lebih mudah diselenggarakan dan tentunya peserta akan puas, sehingga dukungan setelah pelatihan tentunya akan menjadi lebih mudah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran saya, jadikan siklus pelatihan SIYB sebagai patokan dalam setiap proses pelatihan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(bahkan untuk pelatihan apapun!)&lt;/span&gt; .  Lakukan setahap demi   setahap siklus tersebut dan jangan terburu-buru untuk meloncat melewati tahapan sebelumnya.  Jangan dulu pikirkan mengenai desain pelatihan sebelum mengetahui profil peserta pelatihan.    Sekali lagi, lakukan dan lewati setahap demi setahap setiap siklus SIYB, kita harus banyak berlatih diri untuk dapat menyampaikan SIYB dengan baik dan menghasilkan pengusaha yang sukses.   Kata kunci dalam proses ini adalah : praktek …, praktek….,   praktek …dan   fokus pada setiap tahapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menurut anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam edwar&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-4118746632361133767?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2009/07/kenali-peserta-pelatihan-anda.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/Slqm4JVQ2pI/AAAAAAAABIg/MCNNGm0w504/s72-c/_MG_0227.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-6567905592895645999</guid><pubDate>Fri, 12 Jun 2009 11:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-12T19:22:33.173+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan akhir pekan</category><title>Kisah cinta untuk akhir minggu kita</title><description>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SjJDoHVjrNI/AAAAAAAABEE/be3BrVxDcWI/s1600-h/Love+Affair.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 139px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SjJDoHVjrNI/AAAAAAAABEE/be3BrVxDcWI/s200/Love+Affair.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346410064085494994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                            &lt;br /&gt;  " ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Malam mulai beranjak pagi dan saya masih saja berkutat menulis &lt;em&gt;treatment&lt;/em&gt; syuting. Sebuah sapaan di messe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;nger muncul ditengah tengah kebuntuan ide.  Ah, &lt;a href="http://blog.imanbrotoseno.com/?p=46"&gt; dia &lt;/a&gt;.  Seorang yang pernah mempesona dan menawarka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;n  tempat berlabuh bagi ruang cinta dan rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Kami memulainya sebagai teman, dan ketika harus mengakhiri karena ada tujuan lain dalam perjalanan hidup masing masing, kami tetap bersahabat. Sampai sekarang. Dia memang tak datang di hari pernikahan saya dulu. Dia hanya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mengirimkan sahabatnya untuk menyampaikan salam. Tapi ketika anak saya lahir, ia mengirimkan sebuah hadiah yang manis. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pun saat ia ga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;gal lagi dengan percintaannya - Ia belum juga menikah - saya menemani makan sambil mendengarkan dia berceloteh tentang semuanya, karena ia memang membutuhkan teman bicara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada sebuah m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;isteri yang dinamakan rahasia kehidupan. Kita tak akan mampu menebaknya. Mengapa kadang semua tidak terjadi sesuai skenario terbaik yang telah kita susun. Dalam film &lt;a href="http://www.celebritywonder.com/movie/1994_Love_Affair.html"&gt; Love Affair &lt;/a&gt;, di atas pesawat , Mike Gambril berjanji untuk bertemu kembali dengan Terry Mc Kay dalam waktu enam bulan kedepan. Hari, tanggal, jam dan tempat yang ditentukan. Di puncak &lt;em&gt;Empire State Building&lt;/em&gt;, New York. Selama waktu penantian, mereka sepakat tidak akan melakuan kontak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“ if you are not there, I will understand “  kata Mike.&lt;br /&gt;“ No,No. I will be there. But if you are not there. I will understand “. Balas Terry.&lt;br /&gt;Mengapa mereka membuat janji ? Karena sebelumnya mereka telah bertemu pada saat yang salah. Saat mereka masing masing sudah memiliki kekasih sendiri sendiri. Namun siapa pula yang bisa menduga arah datangnya epik cinta. Ia bisa datang pergi dan bias dengan tak diduga. Hubungan mereka dengan pasangannya kandas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div face="arial" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Disisi lain ada harapan bahwa masih ada sisa beberapa bulan ke depan untuk menuntaskan janji yang telah mereka buat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada hari dan jam yang ditentukan, Mike datang menuju puncak Gedung. Ia membawa sebuah lukisan yang digambarnya sendiri. Terry memakai syal memandang sebuah gunung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sementara Terry berjuang menembus kemacaten New York City, keluar dari taxi dan berlari lari sambil memandang ke atas. Tak sabar sampai di puncak gedung itu. Malang, karena terus melihat ke atas, ia tak melihat jalanan. Ia tertabrak mobil sehingga tak sadarkan diri.&lt;br /&gt;Sore berganti malam dan hujan di puncak Empire State Building. Mike Gambril sendiri termenung sambil membawa lukisan itu. Menunggu dan tetap menunggu sampai petugas satpam mengingatkan bahwa tempat akan ditutup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;A promise in the air. Sebuah musik soundtrack dari &lt;em&gt;Ennio Moriconne&lt;/em&gt; untuk film ini. Benarkah Janji yang telah dibuat akan membelenggu ? Padahal ada teman yang mengatakan bukankah cinta justru seharusnya membebaskan.&lt;br /&gt;Kadang kita terlalu banyak berharap dengan sebuah kata yang dinamakan cinta. Berharap bahwa cinta akan membuat kita hidup dan memberikan jawaban atas pencaharian hidup yang selalu kita cari cari.&lt;br /&gt;Kita yang terlalu menyederhanakan permasalahan atas nama cinta. Mungkin tidak sesimpel itu. Cinta itu tidak berpretensi apapun. Ia tidak pernah menuntut dan selalu jujur. Karena cinta hanya untuk cinta. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menjelang akhir percakapan. Saya lama tercenung ketika menjawab pertanyaannya di penghujung subuh itu.&lt;br /&gt;“ Are you happy ? “ katanya.&lt;br /&gt;Tiba tiba saya teringat penggalan cuplikan dialog Terry MacKay dengan bibinya Mike Gambril yang sudah tua. Saat itu Terry menjawab, “ I guess I’m happy, I have everything I’ve wanted “.&lt;br /&gt;Sang bibi dengan bijak menjawab. Sebenarnya bukan apa yang telah kamu miliki sekarang, tetapi apa yang akan kamu dapatkan setelah kamu memiliki semuanya. The thing is not what you’are having now, but what you get after you’ve got it.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terlalu lelah hari ini. Kami menutup percakapan subuh ini dengan sopan , dan membiarkan kembali ke kehidupan masing masing. Apapun kelebat masuk dalam pikiran kami.&lt;br /&gt;Barang kali saya akan mendoakannya dalam sholat subuh ini. Agar mendapatkan yang terbaik baginya. Hidup memang terlalu rumit untuk dipecahkan rahasianya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;A promise in the air.&lt;/em&gt; Dalam kerudung putih kau tersenyum. Kulepas dipelabuhan hatiku dalam mimpi mimpimu. Bukankah cinta tak harus berakhir dengan perkawinan. Dia dan saya selalu mengerti, tak pernah sekalipun membicarakan masa lalu yang indah. Membiarkan surat surat cinta terpendam dalam pojok pojok laci yang paling dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, ...  malam minggu datang lagi teman ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;dari  http://blog.imanbrotoseno.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-6567905592895645999?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><enclosure type="" url="http://blog.imanbrotoseno.com/?p=428&amp;cpage=2#comment-30337" length="0" /><link>http://edwarlink.blogspot.com/2009/06/kisah-cinta-untuk-akhir-minggu-kita.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SjJDoHVjrNI/AAAAAAAABEE/be3BrVxDcWI/s72-c/Love+Affair.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle> " ... Malam mulai beranjak pagi dan saya masih saja berkutat menulis treatment syuting. Sebuah sapaan di messenger muncul ditengah tengah kebuntuan ide. Ah, dia . Seorang yang pernah mempesona dan menawarkan tempat berlabuh bagi ruang cinta dan rindu. Ka</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</itunes:author><itunes:summary> " ... Malam mulai beranjak pagi dan saya masih saja berkutat menulis treatment syuting. Sebuah sapaan di messenger muncul ditengah tengah kebuntuan ide. Ah, dia . Seorang yang pernah mempesona dan menawarkan tempat berlabuh bagi ruang cinta dan rindu. Kami memulainya sebagai teman, dan ketika harus mengakhiri karena ada tujuan lain dalam perjalanan hidup masing masing, kami tetap bersahabat. Sampai sekarang. Dia memang tak datang di hari pernikahan saya dulu. Dia hanya mengirimkan sahabatnya untuk menyampaikan salam. Tapi ketika anak saya lahir, ia mengirimkan sebuah hadiah yang manis. Pun saat ia gagal lagi dengan percintaannya - Ia belum juga menikah - saya menemani makan sambil mendengarkan dia berceloteh tentang semuanya, karena ia memang membutuhkan teman bicara.Ada sebuah misteri yang dinamakan rahasia kehidupan. Kita tak akan mampu menebaknya. Mengapa kadang semua tidak terjadi sesuai skenario terbaik yang telah kita susun. Dalam film Love Affair , di atas pesawat , Mike Gambril berjanji untuk bertemu kembali dengan Terry Mc Kay dalam waktu enam bulan kedepan. Hari, tanggal, jam dan tempat yang ditentukan. Di puncak Empire State Building, New York. Selama waktu penantian, mereka sepakat tidak akan melakuan kontak.“ if you are not there, I will understand “ kata Mike. “ No,No. I will be there. But if you are not there. I will understand “. Balas Terry. Mengapa mereka membuat janji ? Karena sebelumnya mereka telah bertemu pada saat yang salah. Saat mereka masing masing sudah memiliki kekasih sendiri sendiri. Namun siapa pula yang bisa menduga arah datangnya epik cinta. Ia bisa datang pergi dan bias dengan tak diduga. Hubungan mereka dengan pasangannya kandas Disisi lain ada harapan bahwa masih ada sisa beberapa bulan ke depan untuk menuntaskan janji yang telah mereka buat. Pada hari dan jam yang ditentukan, Mike datang menuju puncak Gedung. Ia membawa sebuah lukisan yang digambarnya sendiri. Terry memakai syal memandang sebuah gunung. Sementara Terry berjuang menembus kemacaten New York City, keluar dari taxi dan berlari lari sambil memandang ke atas. Tak sabar sampai di puncak gedung itu. Malang, karena terus melihat ke atas, ia tak melihat jalanan. Ia tertabrak mobil sehingga tak sadarkan diri. Sore berganti malam dan hujan di puncak Empire State Building. Mike Gambril sendiri termenung sambil membawa lukisan itu. Menunggu dan tetap menunggu sampai petugas satpam mengingatkan bahwa tempat akan ditutup. A promise in the air. Sebuah musik soundtrack dari Ennio Moriconne untuk film ini. Benarkah Janji yang telah dibuat akan membelenggu ? Padahal ada teman yang mengatakan bukankah cinta justru seharusnya membebaskan. Kadang kita terlalu banyak berharap dengan sebuah kata yang dinamakan cinta. Berharap bahwa cinta akan membuat kita hidup dan memberikan jawaban atas pencaharian hidup yang selalu kita cari cari. Kita yang terlalu menyederhanakan permasalahan atas nama cinta. Mungkin tidak sesimpel itu. Cinta itu tidak berpretensi apapun. Ia tidak pernah menuntut dan selalu jujur. Karena cinta hanya untuk cinta. Menjelang akhir percakapan. Saya lama tercenung ketika menjawab pertanyaannya di penghujung subuh itu. “ Are you happy ? “ katanya. Tiba tiba saya teringat penggalan cuplikan dialog Terry MacKay dengan bibinya Mike Gambril yang sudah tua. Saat itu Terry menjawab, “ I guess I’m happy, I have everything I’ve wanted “. Sang bibi dengan bijak menjawab. Sebenarnya bukan apa yang telah kamu miliki sekarang, tetapi apa yang akan kamu dapatkan setelah kamu memiliki semuanya. The thing is not what you’are having now, but what you get after you’ve got it. Terlalu lelah hari ini. Kami menutup percakapan subuh ini dengan sopan , dan membiarkan kembali ke kehidupan masing masing. Apapun kelebat masuk dalam pikiran kami. Barang kali saya akan mendoakannya dalam sholat subuh ini. Agar mendapatkan yang terbaik baginya. Hidup memang terlalu rumit untuk dipecahkan rahasianya. A promise in the air. Dalam kerudung putih kau tersenyum. Kul</itunes:summary><itunes:keywords>Catatan akhir pekan</itunes:keywords></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-8343278099163275059</guid><pubDate>Mon, 06 Apr 2009 10:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-06T18:04:50.552+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Training</category><title>4 Hal Penting Dalam Pendidikan Orang Dewasa</title><description>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;               &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SdnfzuHZ9_I/AAAAAAAABBk/Kg7L7RIMB_4/s1600-h/Dinamika+Kelompok+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 186px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SdnfzuHZ9_I/AAAAAAAABBk/Kg7L7RIMB_4/s200/Dinamika+Kelompok+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321530514360367090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;                        &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Didalam tulisan kali in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;i, saya akan berbagi mengenai 4 prinsip Pendidikan Orang Dewasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(POD) &lt;/span&gt;yang penting kita perhatikan  saat menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan  sebagai berikut; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol  style="font-family:arial;"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hukum kesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pan (The Law of readiness)&lt;/span&gt;: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang dewasa dapat dan akan belajar ketika ada kebu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tuhan untuk mengatahui sesuatu&lt;/span&gt;.     Bayangkan apa bila kita berdiri dihadapan peserta yang tidak tertarik dan tidak menghiraukan materi yang tengah disampaikan, menyebalkan b&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;ukan?     Oleh karenanya, penting untuk mengetahui kebutuhan peserta  terhadap pelatihan, bila perlu dilakukan seleksi untuk memastikan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;hanya peserta yang membutuhkan pembelajaran yang hadir mengikuti pelatihan kita.     Sebagai fasilitator &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(trainer)&lt;/span&gt;, terkadang kita diminta hanya untuk mengisi beberapa sesi tampa mengetahui profil peserta pelatihan terlebih dahulu, apa yang harus dilakukan?    Saat memulai sesi, cairkan suasana pelatihan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(anda harus terampil dalam hal ini!)&lt;/span&gt;  lalu tanyakan kepada peserta harapan mereka terhadap sesi yang akan diberikan dan pastikan harapan apa yang bisa diperoleh dan tidak bisa diperoleh peserta dalam sesi kita.    Dengan cara ini, setidaknya akan membangkitkan rasa ingin tahu peserta terhadap  materi  dan membangun konsesus mereka untuk mendukung jalanya proses pembelajaran. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hukum efek (The Law of Efect)&lt;/span&gt;:  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang dewasa akan belajar dengan baik di lingkungan yang menyenangkan&lt;/span&gt;.   Titik kritis dalam poin ini adalah bagaimana memulai pelatihan dengan suasana yang menyenangkan.   Cara yang sering dilakukan adalah menciptakan suasana santai dengan memutar lagu yang akrab ditelinga dan menyapa peserta yang baru hadir ketika akan memulai pelatihan.     Disesi terakhir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(sore hari)&lt;/span&gt;, sebarkan kuesioner evaluasi harian mengenai perbaikan yang perlu dilakukan pada hari itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(apa bila Inhouse training) &lt;/span&gt;dan bacakan ringkasan evaluasi  tersebut pada sesi pertama (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pagi hari) &lt;/span&gt;keesokan harinya.  Bacakan komentar-komentar yang kritis, lucu atau mengugah dan respon positif apa yang bisa dan tidak bisa diperbaiki.   Hal ini akan efektif untuk membangun kebersamaan dan suasana yang menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hukum latihan (The Law of exercise) &lt;/span&gt;: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang dewasa akan mudah mencerna pembelajaran dengan melakukannya  berulang kali&lt;/span&gt;.    Salah satu cara yang bisa digunakan adalah menyampaikan tujuan pembelajaran saat memulai sesi, kemudian menarik poin pembelajaran dan kesimpulan dari peserta saat mengakhiri sesi serta mengkaitkannya kembali dengan tujuan sesi saat menutup sesi.   Tuliskan hasil pembelajaran  di atas kertas Flipchart  dan tempelkan didinding dan jangan dilepas hingga pelatihan berakhir sehingga peserta memiliki peluang untuk membacanya kembali.     Diakhir pelatihan ajak peserta untuk memilih flipchart   yang paling menarik dan menjelaskan mengapa topik itu menarik bagi mereka.    Dengan cara  pengulangan seperti ini diharapkan akan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta dapat mempengaruhi perubahan sikap mereka yang sesuai dengan tujuan pelatihan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hukum asosiasi (The Law of association) &lt;/span&gt;: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setiap fakta, ide, atau konsep baru dapat dipelajari jika dikaitkan atau dihubungkan dengan apa yang telah diketahui peserta dalam keseharian mereka&lt;/span&gt;.     Saat memulai, sampaikan tujuan sesi, apakah untuk meingkatkan pengetahuan atau  keterampilan atau merubah perilakaku peserta pelatihan.   Kemudian buka sesi dengan kalimat tanya terbuka, mengapa sesi yang akan dipelajari penting bagi peserta pelatihan?  Bangun partisipasi dan  dialog, jadikan kita sebagai pendengar aktif dan berempati dengan peserta saat mengemukakan pendapatnya.  Apa bila ada sesuatu yang tidak jelas, lakukan pengulangan,  mentalah tanggapan atau tanyakan pendapat dari peserta lain.  Arahkan proses diksusi  menuju target pembelajaran dan ajak peserta untuk membuat kesimpulan.    Dalam POD, peserta biasanya akan senang berbagi pengalaman dan memberikan pendapat , oleh karenanya  Keterampilan memfasilitasi mutlak dibutuhkan dalam proses ini&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Teman, perhatikan 4 hal ini dalam pelatihan anda,  pastikan anda mengetahui profil peserta, persiapkan tim kerja anda saat memulai dan menjalankan pelatihan,  lakukan pengulangan pembelajaran dengan menggunakan metode dan alat bantu yang tepat serta bangun partisipasi dan dialog  dengan peserta.   Apa bila 4 hal ini dapat dilakukan,  maka peserta akan mendapatkan sentuhan dan pengalaman pembelajaran yang berbeda dan menyenangkan .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;edwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-8343278099163275059?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2009/04/didalam-tulisan-kali-in-i-saya-akan.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SdnfzuHZ9_I/AAAAAAAABBk/Kg7L7RIMB_4/s72-c/Dinamika+Kelompok+2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-8773494912335149157</guid><pubDate>Mon, 30 Mar 2009 09:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-30T18:11:20.289+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Training</category><title>Pelatihan Entrepreneur, mengapa harus metode pendidikan orang Dewasa?</title><description>&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SdCQ9vc0ouI/AAAAAAAABBE/Ztxghv3mxrs/s1600-h/slide+ToT.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 242px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SdCQ9vc0ouI/AAAAAAAABBE/Ztxghv3mxrs/s200/slide+ToT.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318910550308332258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pernah men&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dengar &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Andr&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;ag&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;og&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;y&lt;/span&gt; ?  Dalam bahasa kita diterjemahkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Pendidikan Orang Dewasa”&lt;/span&gt;, suatu metode pelatihan yang lebih mengutamakan proses saling berbagi  pengetahuan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Sharing of Knowledge)&lt;/span&gt; antara pelatih dan peserta.    Dala&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;m proses pelatihan ini, peserta akan  menjadi sumber pembelajaran utam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;                                 &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;sedangkan pelatih lebih dominan berperan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;sebagai fasilitator untuk mencapai tujuan pembelajaran, sehingga akan efektif  meningkatkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pengetahuan, keterampilan &lt;/span&gt;dan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; perubahan sikap&lt;/span&gt; peserta pelatihan menjadi seorang entreprenenur yang tangguh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lalu, mengapa dalam pelatihan entrepreneur harus menggunakan pendidikan orang dewasa?  Setidaknya ada 2 alasan ; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karakteristik&lt;/span&gt;. Seorang pelaku usaha &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(yang berpotensi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SdCSrrYk_QI/AAAAAAAABBc/W_M2dE6EgOY/s1600-h/slide+ToT2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 283px; height: 209px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SdCSrrYk_QI/AAAAAAAABBc/W_M2dE6EgOY/s200/slide+ToT2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318912439002397954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;enja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;di seo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;rang ent&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;re&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;preneur)  &lt;/span&gt;biasanya mempunyai kepribadian yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kuat dikaitkan     d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;enga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;n bisnisnya.       Pa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;da tahap awal, ambisi perusahaan akan sama dengan ambisi priba&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;di, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  seh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ingga untuk mengembangkan bisnisnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;juga harus dikembangkan pribadinya&lt;/span&gt;.   Oleh &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;karenanya, isu Pemberdayaan  Usaha Kecil tidak akan terlepas dari isu pember&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dayaan manusianya, tidak cukup hanya bisnisnya saja.     Hal ini sangat prinsip namun  sering sekali terabaikan.                                                   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Linkungan&lt;/span&gt;. Budaya dan lingkungan akan sangat berpengaruh terhadap seorang entreprenenur, mereka akan lebih mudah belajar dari proses bekerja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(aktif) &lt;/span&gt;dalam lingkungan yang dinamis dan memberi sugesti positif dalam p&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;roses pembelajaran.   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kata kunci dalam hal ini ; " &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembelajaran adalah proses perubahan sikap yang dihasilkan dari pengalaman, secara berulang-ulang&lt;/span&gt; ",    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;peserta pelatihan harus diposisikan sebagai subyek atau pelaku utama, bukan obyek . &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SdCQxNyZ1PI/AAAAAAAABA8/20h70c4smDk/s1600-h/slide+ToT3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 248px; height: 186px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SdCQxNyZ1PI/AAAAAAAABA8/20h70c4smDk/s200/slide+ToT3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318910335113614578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berkatian dengan 2 hal tersebut diatas, pelatihan dengan menggunakan Metode &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendagogy &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(pengajaran)&lt;/span&gt; yang bercirikan : satu arah dan pelatih sebagai sumber utama pembelajaran tidak akan pernah berhasil menciptakan seorang entrepreneur.  Pelatihan dengan metode ini  hanya akan menjadikan pesertanya  merasa digurui , menjadi pendengar pasif atau bahkan tertidur didalam kelas.                         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula, .... bag&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;aimana mungkin menjadi entrepreneur yang tangguh apa bila belajar dari seseorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(pelatih)&lt;/span&gt; yang bukan pelaku  bisnis?  Apalagi tidak pernah berbisnis! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-8773494912335149157?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2009/03/pelatihan-entrepreneur-mengapa-harus.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SdCQ9vc0ouI/AAAAAAAABBE/Ztxghv3mxrs/s72-c/slide+ToT.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-971272258773050946</guid><pubDate>Mon, 23 Mar 2009 03:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-23T10:36:56.909+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Training</category><title>BAGAIMANA MENJADIKAN ASOSIASI KUAT?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SccB2VTr04I/AAAAAAAAA_s/BDEyDqcTKu0/s1600-h/DSC07509.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SccB2VTr04I/AAAAAAAAA_s/BDEyDqcTKu0/s200/DSC07509.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316219918078432130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Teman, anda aktif dalam keanggotaan asosiasi?   Manfaat apa yang anda peroleh dari asosiasi?   Apa bila  anda dapat menjawab 2  pertanyaan tersebut, maka ini bertanda baik bagi asosiasi dan keanggotaan anda.  Karena asosiasi idealnya didirikan secara sukarela oleh anggotanya untuk mencapati tujuan bersama, saling menolong dan saling mendukung untuk mengembangkan dan meningkatkan lingkungan usaha anggotanya.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mengeloa asosiasi menjadikan kuat dan eksis?  Setidaknya ada 3 hal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(sederhana) &lt;/span&gt;harus diperhatikan namun sering sekali terabaikan.  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama; Apa alasan mendirikan asosiasi ? &lt;/span&gt;  Jawaban mendasar dari  pertanyaan ini harus berangkat dari permasalahan anggota,  tidak cukup hanya bersumber dari tujuan asosiasi, atau misi atau visi yang cendrung “konseptual" .   Selain tajam, jawaban yang bersumber dari permasalahan yang tengah dihadapi calon anggota  tersebut akan  mencerminkan misi dan bentuk layanan yang akan diberikan asoisasi terhadap anggotanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kedua; Bagaimana menarik anggota? &lt;/span&gt;  Misi dan bentuk layanan yang jelas  akan mempermudah proses &lt;span style="font-style: italic;"&gt;recruitment&lt;/span&gt; anggota.    Akan terjadi seleksi alam,  karena hanya anggota yang merasa akan mendapatkan manfaat yang akan mengajukan diri bergabung menjadi anggota secara sukarela.   Tahap berikutnya, pengelola harus kreatif saat melakukan proses penerimaan anggota, misalnya dengan membuka stand penerimaan anggota &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(open days)&lt;/span&gt; atau memberikan harga promo iuran saat pendaftaran atau dengan mencoba terlebih dahulu manfaat asosiasi baru mendaftar.   Semakin kreatif dalam proses penerimaan, maka akan semakin kuat image asosiasi terbangun. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga; Bagaimana mempertahankan anggota asosiasi? &lt;/span&gt; Setidaknya ada 3 hal yang perlu dilakukan untuk mempertahankan anggota asosiasi. Pertama adalah dengan Tangibel benefit, bagaimana asosiasi dapat memberikan  manfaat  yang langsung dirasakan oleh anggota berdasarkan bentuk layanan yang telah disepakati.  Kedua adalah dengan menyelenggarakan pertemuan rutin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(regular meeting) &lt;/span&gt;untuk membahas isu-isu anggota yang berkaitan dengan misi asosiasi dan  Ketiga adalah dengan upaya mengakomodasikan suara aggota &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Apa bila ketiga pertanyaan mudah tersebut dapat dijawab dengan  SMART &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Specific, Measurable, Achievable, Realistic  dan Time bond)&lt;/span&gt;,  maka sepertinya asosiasi akan dapat  eksis di tengah-tengah anggotanya.&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-971272258773050946?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2009/03/bagaimana-menjadikan-asosiasi-kuat.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SccB2VTr04I/AAAAAAAAA_s/BDEyDqcTKu0/s72-c/DSC07509.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-7548208011388134160</guid><pubDate>Mon, 09 Mar 2009 04:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-10T20:26:38.878+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bisnis</category><title>Dibutuhkan Soft–Skill untuk menjadi seorang entrepreneur tangguh</title><description>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SbSdFLopEcI/AAAAAAAAA90/II-fr5h7ds8/s1600-h/menjahit+quilt.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 172px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SbSdFLopEcI/AAAAAAAAA90/II-fr5h7ds8/s200/menjahit+quilt.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311042572924817858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya mempunyai teman yang memiliki usaha dibidang kerajinan Quilt atau kain perca, yaitu produk yang terdiri dari potongan kain kecil-kecil yang disusun sedemikian rupa menjadi badcover.  30% proses produksi menggunakan mesin dan 70%  dikerjakan oleh tangan-tangan terampil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(handmade)&lt;/span&gt; yang sebagian besar dari kalangan wanita disebuah desa di kaki gunung Cikurai.  Produk teman kita ini mendapat apreasi yang tinggi dari kalangan expatriat  dan sudah 2 tahun kebelakang pasar utamanya diminati oleh komunitas Korea Selatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Namun yang mengherankan, mengapa perusahaan ini tidak tumbuh menjadi mapan dan besar?  Berbagai pelatihan kewirausahaan dari pemerintah maupun lembaga pelatihan sudah diikuti,  tetapi tetap tidak membantu.   Ada apa dengan teman kita ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat dengan salah satu referensi mengenai entrepreneurship &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(sorry bro, saya lupa sumber refe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rensinya!)&lt;/span&gt;  bahwa kompetensi seseorang itu terdiri dari dua hal yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hard-skill&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sof&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;t-skill&lt;/span&gt;.      Hard-skill  terdiri dari  Knowledge &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(pe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngetahuan)&lt;/span&gt; dan Know-how &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Keterampilan)&lt;/span&gt;,  cerita teman kita diatas sudah memiliki 2 hal ini,  dia memilki pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan-pelatihan dan berbagai referensi mengenai dunia bisnis serta memiliki keterampilan membuat produk kain perca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun satu hal lagi yang penting dan sering terabaikan adalah Soft-skill, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan mental, diantaranya adalah jiwa entrepreneur atau kemampuan untuk menciptakan nilai tambah diatas keterbatasan.    Oleh karenanya, seorang entrepreneur akan identik dengan karakter diri, sikap berani menanggung resiko, kreatif, inovatif, tangguh dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SbZJ2j_rODI/AAAAAAAAA-E/7tWWu15AiZg/s1600-h/Menjahit+mesin+quilt.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 159px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SbZJ2j_rODI/AAAAAAAAA-E/7tWWu15AiZg/s200/Menjahit+mesin+quilt.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311514012254156850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bisa jadi  teman kita ini tidak memiliki kompetensi Soft-skill, orientasi bisnisnya hanya sekedar memenuhi pesanan, menjual dan mendapatkan keuntungan sehingga tidak berkembang.   Ia hanya memperhatikan produksi,   tidak kepada mengembangkan pasar atau manajemen bisnis lebih luas.   Contoh kecil yang sering terjadi berkaitan dengan mental ini adalah tidak disiplin diri memisahkan uang perusahaan/bisnis dengan  uang dapur, sehingga pemupukan modal untuk berkembang  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(ekspansi) &lt;/span&gt;tidak dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SbZJtsiIUmI/AAAAAAAAA98/HO2MsSW0OaM/s1600-h/Produk+quilt.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 170px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SbZJtsiIUmI/AAAAAAAAA98/HO2MsSW0OaM/s200/Produk+quilt.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311513859927331426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini sudah menjadi cerita klasik Usaha Kecil dan Menengah (UKM).   Sering kita temui UKM &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(tidak dibaca: Usaha Kurang Meyakinkan!)    &lt;/span&gt;yang memiliki produk dan pangsa pasar yang prospek tetapi memiliki permasalahan klasik berulang-ulang, sehingga hidupnya tetap tidak berubah dari tahun ke tahun,  bahkan semakin terlindas oleh persaingan bisnis yang semakin spesialis dan semakin kompleks &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(hyper competitive)&lt;/span&gt; akhir-akhir ini.   Mereka ini bukan entreprenenur, tetapi pengusaha atau seseorang yang melakukan /memiliki usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, untuk menjadi seorang  entrepreneur yang tangguh tidak cukup hanya berbekal &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pengetahuan&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;keterampilan saja&lt;/span&gt;, tetapi juga perlu disertai dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;masalah mental&lt;/span&gt;, khususnya jiwa yang dapat menciptakan nilai tambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;edwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-7548208011388134160?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2009/03/dibutuhkan-softskill-untuk-menjadi.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SbSdFLopEcI/AAAAAAAAA90/II-fr5h7ds8/s72-c/menjahit+quilt.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-8786847498463662206</guid><pubDate>Fri, 27 Feb 2009 05:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-27T13:14:14.944+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan akhir pekan</category><title>Sebuah Renungan tentang SUKSES</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SaeDdzgawZI/AAAAAAAAA9s/_KXUV7JDyw8/s1600-h/ekspresi+Gembira+anak+Kuningan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SaeDdzgawZI/AAAAAAAAA9s/_KXUV7JDyw8/s200/ekspresi+Gembira+anak+Kuningan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307355233945043346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Disajikan kembali dari e-mail seorang sahabat, namu&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;n tidak tercantum siapa yang me&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;nulisnya.&lt;/span&gt;   &lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;But it is really nice to read...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Sukses itu sederhana, sukses tidak ada hubungan dengan kekayaan.  Sukses itu tidak se&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;rumit, serahasia seperti kata Kiy&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;osaki atau Tung Desem Waringin atau&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;  the secret.  Sukses itu tidak perlu dikejar, SUKSES adala&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;h ANDA!  Karena kesuksesan terbesar ada pada diri Anda sendiri ... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Sukses terjadi setiap hari, terkadang kita tidak pernah menyadarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Saya sangat tersentuh ketika menonton film Click! yg dibintangi Adam Sandler.  Begitu sibuknya si Adam Sandler ini mengejar kesuksesan, ia sampai tidak sempat meluangkan waktu untuk anak &amp;amp; istrinya, bahkan tidak sempat menghadiri hari pemakaman ayahnya sendiri, Keluarga nya pun berantakan, istrinya yang cantik menceraikannya, anaknya jadi tidak mengenal siapa ayahnya...  Diakhir cerita, ada kata-kata yang sangat menyentuh  ... &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Family comes first"&lt;/span&gt;, ujar sang ayah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Sering sekali sukses dibiaskan oleh penulis buku menjadi hal yg rumit dan sukar dida&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;patkan…   Padahal, sukses tidak melulu soal harta, rumah mewah, mobil sport, jam Rolex, pensiun muda, menjadi pengusaha, punya kolam renang/helikopter &amp;amp; resort mewah di Karibia...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Saya kira, rasa sukses memiliki arti yang berbeda dan lebih dalam.  Sukses adalah mencintai &amp;amp; bangga terhadap diri kita sendiri, mengerjakan apa yang kita sukai kapan saja dan di mana saja  ....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SaeDENBnPOI/AAAAAAAAA9k/k-KwxwVo7CE/s1600-h/n22678459639_701460_2177.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SaeDENBnPOI/AAAAAAAAA9k/k-KwxwVo7CE/s200/n22678459639_701460_2177.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307354794118560994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan, sukses yang sejati adalah menikmati &amp;amp; bersyukur atas setiap detik kehidupan kita.  Pada saat gembira, gembira sepenuhnya, sedangkan pada saat sedih, sedih sepenuhnya, setelah itu kita  sudah harus bersiap lagi menghadapi episode baru lagi.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Sukses  adalah menjadikan hidup lebih baik dari hari-hari sebelumnya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Sukses itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan, tidak lagi menginkan kesembuhan ketimbang sakit, sukses sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan, keadaan, dan kekurangan.   Apa adanya dengan penuh syukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Mari menikmati sukses dengan  menghabiskan waktu kita yg sangat berharga ini untuk sungkem kepada orangtua yg begitu mencintai kita, memeluk hangat istri/kekasih kita, mengatakan "I love you" kepada org2 yang kita cintai: orang tua, istri, anak, sahabat2 kita.   Mari lakukan ini selagi kita masih punya waktu, selagi masih sempat.     Kita tidak pernah tahu kapan akan meninggalkan dunia yang fana ini, mungkin besok pagi, mungkin nanti malam, LIFE is so SHORT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Mari luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hobi kita, entah itu bermain bola, memancing, menonton bioskop, minum kopi, makan makanan favorit Anda, berkebun, bermain catur, atau berkaraoke ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;“  … kita semua hanya bisa menjalani hidup yang telah menjadi bagian kita dengan cara yang sebaik-baiknya dan selalu bersyukur atas apa yang sudah kita peroleh.   Sekecil apapun itu.... Have a nice day ... “&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;edwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-8786847498463662206?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2009/02/sebuah-renungan-tentang-sukses.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SaeDdzgawZI/AAAAAAAAA9s/_KXUV7JDyw8/s72-c/ekspresi+Gembira+anak+Kuningan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-9018115133156559489</guid><pubDate>Mon, 23 Feb 2009 01:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-27T11:44:19.804+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bisnis</category><title>Hal menarik dari isu Industri Kreatif</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.britishcouncil.org/indonesia-creativity-creative-ecosystem.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 157px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SadudDpMrnI/AAAAAAAAA9U/lvLzJT4Zc4Q/s320/indonesia-creativity-creative-ecosystem.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307332131352784498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Teman,  cukup menarik mengikuti perkembangaan  isu “Industri Kreatif” yang dicanangan oleh pemerintah  akhir-akhir ini.    Mengapa menarik ?  Karena industri kreatif ini memiliki daya saing global yang berpotensi untuk terus dikembangkan.   M&lt;a href="file:///D:/download/Industri%20Kreatif/modules.php.htm"&gt;enurut salah satu sumber, Industri  kreatif di Indonesia sampai tahun 2007 telah menyumbangkan 5% produk domestik bruto/PDB, dan diharapkan akan mengalami peningkatan sampai 10% di tahun-tahun mendatang, untuk mengimbangi perkembangan industri kreatif dunia yang saat ini telah mencapai rata-rata 20% dari total PDB di Negara maju. &lt;/a&gt;   Industri ini telah  menjadi potensi sumber Devisa yang tidak akan pernah habis dibandingkan sumber daya lainnya,  karena Industri Kreatif bertumpu pada bakat, keahlian dan kreatifitas … sumber daya harapan kita dimasa yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menarik, karena disatu sisi komunitas industri kreatif beranggapan bahwa program pemerintah ini berpotensi tidak menyentuh mereka.      “Terus terang, kita ini sulit mengakses pemerintah kota (Bandung) untuk mensosialisasikan hal ini. Selama ini kita masih sulit ngobrol dengan pengelola kota.   Ngobrolnya masih underground, masih sesama kita saja. Susah sekali ngobrol dengan pemda"  &lt;a href="http://vitarlenology.blogspot.com/2007/09/kota-kreatif-bukan-jargon.html"&gt; jelas Ridwan&lt;/a&gt;  salah seorang pelaku industri kreatif di Bandung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Simak pula tulisan I&lt;a href="http://blog.imanbrotoseno.com/?p=368"&gt;mam Brotoseno&lt;/a&gt; mengenai Creative Industry Indonesia;   “Dalam seminar dan diskusi yang membosankan itu, jelas sudah bahwa Pemerintah tidak punya visi bagaimana memahami industri kreatif itu.  Bayangannya otak - otak manusia Indonesia harus kreatif, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan memajukan ekpsor. Pemerintah hanya tut wuri handayani. Padahal tidak sesimpel itu. Ada hal hal yang perlu dipikirkan mulai law enforcement, birokrasi dan apresiasi.    Belum masalah disintegrasi antar Departemen yang amburadul. Sampai sekarang Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan, Kementerian Riset dan Teknologi, Departemen Komunikasi dan Informasi, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata belum memiliki pemetaan tentang industri kreatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Perlu kita ketahui, Industri kreatif di Bandung  (sebagai barometer) salama ini tumbuh dari semangat komunitas yang dilakoni oleh anak-anak muda &lt;a href="http://www.dataworks-indonesia.com/resource/creativeindustries/index.php?act=article&amp;amp;id=348&amp;amp;title=Bandung%20Creative%20City&amp;amp;title2=Semangat%20Industri%20Kreatif%20di%20Bandung%20siap%20Go%20Global"&gt;(baca: semangat industri kreatif Bandung ... ).&lt;/a&gt; Sebagian besar komunitas ini berbasis IT, fashion, musik, desain dan sastra, hingga masyarakat urban. Anak-anak muda di kota ini memiliki talenta, meskipun terkadang tidak beruntuk dari segio pendidikan formal. Selama ini mereka tumbuh tampa dukungan donasi atau batuan dari pemerintah.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;" ... &lt;a href="http://bandungcreativecityblog.wordpress.com/2008/04/07/beruntungnya-bandung/"&gt;betapa beruntungnya kota Bandung ... "  &lt;/a&gt;  komentar seorang pelaku bisnis kreatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Teman, program pemerintah kali ini berhubungan dengan anak-anak muda yang kreatif (creative) atau memiliki kemampuan untuk mencipta. Mereka ini identik dengan talenta, pekerja keras, pantang menyerah, kemampuan mengidentifikasi masalah serta solusinya secara mandiri.  Mereka terkadang melek informasi, kritis dan juga idealis.   Oleh karenanya, pemerintah juga harus kreatif  untuk mengembangkan industri Kreatif ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pertanyannya (yang juga perlu kita renungkan) : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;apakah pemerintah akan bisa kreatif  membangun Industri kreatif ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-9018115133156559489?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2009/02/hal-menarik-dari-isu-industri-kreatif.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SadudDpMrnI/AAAAAAAAA9U/lvLzJT4Zc4Q/s72-c/indonesia-creativity-creative-ecosystem.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><enclosure url="http://www.britishcouncil.org/indonesia-creativity-creative-ecosystem.jpg" length="576149" type="Image/jpeg" /><media:content url="http://www.britishcouncil.org/indonesia-creativity-creative-ecosystem.jpg" fileSize="576149" type="Image/jpeg" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Teman, cukup menarik mengikuti perkembangaan isu “Industri Kreatif” yang dicanangan oleh pemerintah akhir-akhir ini. Mengapa menarik ? Karena industri kreatif ini memiliki daya saing global yang berpotensi untuk terus dikembangkan. Menurut salah satu sumb</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</itunes:author><itunes:summary>Teman, cukup menarik mengikuti perkembangaan isu “Industri Kreatif” yang dicanangan oleh pemerintah akhir-akhir ini. Mengapa menarik ? Karena industri kreatif ini memiliki daya saing global yang berpotensi untuk terus dikembangkan. Menurut salah satu sumber, Industri kreatif di Indonesia sampai tahun 2007 telah menyumbangkan 5% produk domestik bruto/PDB, dan diharapkan akan mengalami peningkatan sampai 10% di tahun-tahun mendatang, untuk mengimbangi perkembangan industri kreatif dunia yang saat ini telah mencapai rata-rata 20% dari total PDB di Negara maju. Industri ini telah menjadi potensi sumber Devisa yang tidak akan pernah habis dibandingkan sumber daya lainnya, karena Industri Kreatif bertumpu pada bakat, keahlian dan kreatifitas … sumber daya harapan kita dimasa yang akan datang. Menarik, karena disatu sisi komunitas industri kreatif beranggapan bahwa program pemerintah ini berpotensi tidak menyentuh mereka. “Terus terang, kita ini sulit mengakses pemerintah kota (Bandung) untuk mensosialisasikan hal ini. Selama ini kita masih sulit ngobrol dengan pengelola kota. Ngobrolnya masih underground, masih sesama kita saja. Susah sekali ngobrol dengan pemda" jelas Ridwan salah seorang pelaku industri kreatif di Bandung. Simak pula tulisan Imam Brotoseno mengenai Creative Industry Indonesia; “Dalam seminar dan diskusi yang membosankan itu, jelas sudah bahwa Pemerintah tidak punya visi bagaimana memahami industri kreatif itu. Bayangannya otak - otak manusia Indonesia harus kreatif, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan memajukan ekpsor. Pemerintah hanya tut wuri handayani. Padahal tidak sesimpel itu. Ada hal hal yang perlu dipikirkan mulai law enforcement, birokrasi dan apresiasi. Belum masalah disintegrasi antar Departemen yang amburadul. Sampai sekarang Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan, Kementerian Riset dan Teknologi, Departemen Komunikasi dan Informasi, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata belum memiliki pemetaan tentang industri kreatif. Perlu kita ketahui, Industri kreatif di Bandung (sebagai barometer) salama ini tumbuh dari semangat komunitas yang dilakoni oleh anak-anak muda (baca: semangat industri kreatif Bandung ... ). Sebagian besar komunitas ini berbasis IT, fashion, musik, desain dan sastra, hingga masyarakat urban. Anak-anak muda di kota ini memiliki talenta, meskipun terkadang tidak beruntuk dari segio pendidikan formal. Selama ini mereka tumbuh tampa dukungan donasi atau batuan dari pemerintah. " ... betapa beruntungnya kota Bandung ... " komentar seorang pelaku bisnis kreatif. Teman, program pemerintah kali ini berhubungan dengan anak-anak muda yang kreatif (creative) atau memiliki kemampuan untuk mencipta. Mereka ini identik dengan talenta, pekerja keras, pantang menyerah, kemampuan mengidentifikasi masalah serta solusinya secara mandiri. Mereka terkadang melek informasi, kritis dan juga idealis. Oleh karenanya, pemerintah juga harus kreatif untuk mengembangkan industri Kreatif ini. Pertanyannya (yang juga perlu kita renungkan) : apakah pemerintah akan bisa kreatif membangun Industri kreatif ? </itunes:summary><itunes:keywords>Bisnis</itunes:keywords></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-4188416559213211544</guid><pubDate>Fri, 20 Feb 2009 03:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-20T14:57:55.826+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Training</category><title>Apa itu SIYB?</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZ5U3cWjwtI/AAAAAAAAA8E/1gJyYblNzOU/s1600-h/Logo+SIYB.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 100px; height: 136px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZ5U3cWjwtI/AAAAAAAAA8E/1gJyYblNzOU/s200/Logo+SIYB.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304770722569372370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Start &amp;amp; Improve Your Business &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_3"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_3"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_3"&gt;adalah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_4"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_4"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_4"&gt;pelatihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_5"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_5"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_5"&gt;Manajemen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_6"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_6"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_6"&gt;Bisnis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;diadaptasik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;an&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;ri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_9"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_9"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_9"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_10"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_10"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_10"&gt;sebuah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_11"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_11"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_11"&gt;paket&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_12"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_12"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_12"&gt;pelatihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_13"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_13"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_13"&gt;bernama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; "Look After Your Firm"  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_14"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_14"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_14"&gt;Jaga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_15"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_15"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_15"&gt;Perusahaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;An&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;da&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;)&lt;/span&gt;  &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_17"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_17"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_17"&gt;oleh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_18"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_18"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_18"&gt;Federasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_19"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_19"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_19"&gt;Pengusaha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_20"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_20"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_20"&gt;Swedia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_21"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_21"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_21"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_22"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_22"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_22"&gt;tahun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; 1970an.    Program &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_23"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_23"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_23"&gt;in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_23"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_23"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_23"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_24"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_24"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_24"&gt;dikembangkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_25"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_25"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_25"&gt;oleh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_26"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_26"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_26"&gt;ILO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_27"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_27"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_27"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_28"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_28"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_28"&gt;sebuah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_29"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_29"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_29"&gt;kerja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_30"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_30"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_30"&gt;sama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_31"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_31"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_31"&gt;teknis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_32"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_32"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_32"&gt;ILO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_33"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_33"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_33"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Fiji &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_34"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_34"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_34"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_35"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_35"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_35"&gt;kemudian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_36"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_36"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_36"&gt;diadopsi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_37"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_37"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_37"&gt;oleh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_38"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_38"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_38"&gt;lebih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_39"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_39"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_39"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; 80 &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_40"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_40"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_40"&gt;negara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_41"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_41"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_41"&gt;Afrika&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_42"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_42"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_42"&gt;Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_43"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_43"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_43"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_44"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_44"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_44"&gt;Amerika&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_45"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_45"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_45"&gt;Selatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;)  yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_46"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_46"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_46"&gt;kemudian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_47"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_47"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_47"&gt;dikenal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_48"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_48"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_48"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Start and Improve Your Business (SIYB).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di Indonesia, program &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_49"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_49"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_49"&gt;ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_50"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_50"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_50"&gt;diperkenalkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_51"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_51"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_51"&gt;ILO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_52"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_52"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_52"&gt;pada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_53"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_53"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_53"&gt;tahun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; 2002 &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_54"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_54"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_54"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; program &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_55"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_55"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_55"&gt;pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_56"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_56"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_56"&gt;kewirausahaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_57"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_57"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_57"&gt;diadaptasikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_58"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_58"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_58"&gt;oleh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_59"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_59"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_59"&gt;lembaga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_60"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_60"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_60"&gt;lembaga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_61"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_61"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_61"&gt;pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_62"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_62"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_62"&gt;LSM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_63"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_63"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_63"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_64"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_64"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_64"&gt;lembaga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_65"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_65"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_65"&gt;lembaga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_66"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_66"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_66"&gt;swasta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_67"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_67"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_67"&gt;lainnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_68"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_68"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_68"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_69"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_69"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_69"&gt;paket&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_70"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_70"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_70"&gt;pelatihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_71"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_71"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_71"&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_72"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_72"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_72"&gt;membantu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_73"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_73"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_73"&gt;calon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; en&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;trepreneur &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_74"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_74"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_74"&gt;mempersiapkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_75"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_75"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_75"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_76"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_76"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_76"&gt;mewujudkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_77"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_77"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_77"&gt;bisnis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_78"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_78"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_78"&gt;mereka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_79"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_79"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_79"&gt;Mengapa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_80"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_80"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_80"&gt;SIYB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_81"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_81"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_81"&gt;SIYB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_82"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_82"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_82"&gt;percaya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_83"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_83"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_83"&gt;bahwa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_84"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_84"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_84"&gt;seorang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; entrepreneur &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_85"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_85"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_85"&gt;bisa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_86"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_86"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_86"&gt;dibentuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_87"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_87"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_87"&gt;selain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_88"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_88"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_88"&gt;dilahirkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;)&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_89"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_89"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_89"&gt;melalui&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_90"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_90"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_90"&gt;suatu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; proses &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_91"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_91"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_91"&gt;pelatihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_92"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_92"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_92"&gt;menekankan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_93"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_93"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_93"&gt;pada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; 3 &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_94"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_94"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_94"&gt;hal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; target &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_95"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_95"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_95"&gt;pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_96"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_96"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_96"&gt;Peningkatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_97"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_97"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_97"&gt;pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;2. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_98"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_98"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_98"&gt;Peningkatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_99"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_99"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_99"&gt;keterampilan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_100"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_100"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_100"&gt;manajemen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_101"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_101"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_101"&gt;bisnis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_102"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_102"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_102"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;peru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;ahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_104"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_104"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_104"&gt;sikap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZ5W-JbROwI/AAAAAAAAA8c/7E8CndQ3c4c/s1600-h/Tertawa+-+ToT+Bandung.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 175px; height: 129px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZ5W-JbROwI/AAAAAAAAA8c/7E8CndQ3c4c/s200/Tertawa+-+ToT+Bandung.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304773036771195650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_105"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_105"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_105"&gt;Untuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;men&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;gha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;silkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; 3 &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_107"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_107"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_107"&gt;hal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_108"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_108"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_108"&gt;terget&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_109"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_109"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_109"&gt;pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;tersebut dan  memperhatikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rakteristik entrepreneur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,  &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_111"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_111"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_111"&gt;SIYB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_112"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_112"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_112"&gt;menggunakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_113"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_113"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_113"&gt;Prinsip&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_114"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_114"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_114"&gt;Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_115"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_115"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_115"&gt;orang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_116"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_116"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_116"&gt;dewasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_117"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_117"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_117"&gt;deng&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_117"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_117"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_117"&gt;an&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_118"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_118"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_118"&gt;pendekatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_119"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_119"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_119"&gt;pelatihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_120"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_120"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_120"&gt;Partisipatif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_121"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_121"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_121"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_122"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_122"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_122"&gt;orientasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_123"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_123"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_123"&gt;aksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; pese&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;rta.      Dalam  pelatihan ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_124"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_124"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_124"&gt;pelatih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_125"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_125"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_125"&gt;hanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_126"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_126"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_126"&gt;berperan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_127"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_127"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_127"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_128"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_128"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_128"&gt;fasilitator&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_129"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_129"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_129"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_130"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_130"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_130"&gt;pesertalah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_131"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_131"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_131"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_132"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_132"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_132"&gt;sumber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_133"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_133"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_133"&gt;pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_134"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_134"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_134"&gt;utama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZ5W-JbROwI/AAAAAAAAA8c/7E8CndQ3c4c/s1600-h/Tertawa+-+ToT+Bandung.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_148"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_148"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_149"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_149"&gt;hal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_150"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_150"&gt;menarik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,  &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_151"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_151"&gt;proses pelatihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_153"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_153"&gt;menggunakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_155"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_155"&gt;metode&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_156"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_156"&gt;pelatihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; meli&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;puti  &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_161"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_161"&gt;; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_162"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_162"&gt;diskusi kelompok&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_163"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_163"&gt;curah pendapat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(brainstroming)&lt;/span&gt;, studi kasus, latihan dan bermain peran serta  simulasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; bisnis  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(business games)&lt;/span&gt;.     Dengan berbagai metode pelatihan tersebut, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_167"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_167"&gt;peserta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_168"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_168"&gt;pelatihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_169"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_169"&gt;SIYB akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZ5VxDLOS5I/AAAAAAAAA8U/nwAPU5MjimA/s1600-h/ToE+SIYB+-+Bandung2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZ5VxDLOS5I/AAAAAAAAA8U/nwAPU5MjimA/s200/ToE+SIYB+-+Bandung2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304771712243354514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_170"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_170"&gt;Mend&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_170"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_170"&gt;apatkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_171"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_171"&gt;sugesti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_172"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_172"&gt;positif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_173"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_173"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_174"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_174"&gt;suasana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_175"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_175"&gt;menyenangkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_176"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_176"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; proses &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_177"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_177"&gt;pelatihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_178"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_178"&gt;Aktif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_179"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_179"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_180"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_180"&gt;berperan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_181"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_181"&gt;pe&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_181"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_181"&gt;nuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_182"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_182"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; proses &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_183"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_183"&gt;pencapaian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_184"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_184"&gt;pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; :  &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_185"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_185"&gt;pe&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_185"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_185"&gt;ngetahua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_185"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_185"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_186"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_186"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_186"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_186"&gt;an&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_187"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_187"&gt;keterampilan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_188"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_188"&gt;baru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_189"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_189"&gt;Memperoleh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_190"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_190"&gt;rangkaian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_191"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_191"&gt;momen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_192"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_192"&gt;momen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_193"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_193"&gt;pengalaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_194"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_194"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_195"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_195"&gt;pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_196"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_196"&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_197"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_197"&gt;mencapai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_198"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_198"&gt;perubahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_199"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_199"&gt;sikap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_200"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_200"&gt;menjadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_201"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_201"&gt;lebih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_202"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_202"&gt;baik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_203"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_203"&gt;menjadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_204"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_204"&gt;seorang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; entrepreneur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti yang dituliskan oleh &lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/02/19/18153337/Ciputra.Kewirausahaan.Butuh.Pelatih.dan.Pendidik"&gt;Ciputra  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Kompas,19 Februari 2009)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ,   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;SIYB  juga sarat dengan nilai-nilai latihan dan pendidikan  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;yang sesuai dengan semangat entrepreneurship  untuk berperan serta membangun negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana,  tertarik menjadi entrepreneur ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;edwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-4188416559213211544?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2009/02/apa-itu-siyb.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZ5U3cWjwtI/AAAAAAAAA8E/1gJyYblNzOU/s72-c/Logo+SIYB.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-7484572492516405737</guid><pubDate>Mon, 16 Feb 2009 04:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-16T14:04:09.765+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan akhir pekan</category><title>Melihat Lebih Jauh</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZjvQcshkTI/AAAAAAAAA5I/-zCiJIVpnc8/s1600-h/Babeh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 187px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZjvQcshkTI/AAAAAAAAA5I/-zCiJIVpnc8/s200/Babeh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303251627088646450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Alkisah, bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman sedang pusing karena pipa keran air bocor, ia takut kalau anaknya yang masih kecil terjatuh.  Setelah bertanya kesana kemari, ditemukan seorang tukang pipa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(plumber) &lt;/span&gt;terbaik. Melalui pembicaran telepon, sang tukang menjanjikan dua hari lagi untuk memperbaiki pipa keran sang bos. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Esoknya, sang tukang justru menelepon sang bos dan mengucapkan terima kasih.  Sang bos sedikit bingung.  Sang tukang menjelaskan , ia berterima kasih sebab sang bos telah mau memakai jasanya dan bersedia menunggunya sehari lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pada hari yang ditentukan, sang tukang bekerja dan selesailah tugasnya, lalu menerima upah.  Dua minggu kemudian, sang tukang kembali menelepon sang bos dan menanyakan apakah keran pipanya beres?  Namun ia juga kembali mengucapkan terima kasih atas kesediaan sang bos memakai jasanya.  Sebagai catatan, sang tukang tidak tahu bahwa kliennya itu adalah bos perusahaan outomotif terbesar di Jerman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Cerita belum tamat, sang bos begitu terkesan dengan sang tukang, akhirnya merekrutnya.  Tukang itu bernama Christoper L Jr dan kini menjabat GM  Customer Satisfaction &amp;amp; Public Relation Merceses Benz.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam sebuah wawancara, Christoper menjawab, ia melakukan itu bukan sekedar tuntutan Serfice  after Sales atas jasanya sebagai Plumber.   Jauh lebih penting, ia selalu yakin tugas utamanya bukanlah sekedar memperbaiki pipa bocor.  Tetapi keselamatan dan kenyamanan orang yang menggunakan jasanya.  Christoper &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;melihat jauh&lt;/span&gt; dari tugasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ada juga kisah dari teman saya James Gwee, tentang  Mr. Lim yang sudah tua dan bekerja hanya sebagai door checker&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (memeriksa pintu kamar hotel)&lt;/span&gt; dari sebuah hotel berbintang lima di Singapura. Puluhan tahun ia mengerjakan pekerjaan yang membosankan itu dengan sungguh-sungguh, tekun dan sebaik-baiknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketika ditanya,apakah ia tidak bosan dengan pekerjaan menjemukan itu?  Ia menjawab tugas utamanya adalah bukan memeriksa engsel pintu, tetapi memastikan keselamatan dan menjaga nyawa para tamu.   Dijelaskan, mayoritas tamu hotelnya adalah orang penting, jika terjadi sesuatu dan ada engsel pintunya yang macet maka nyawa taruhannya.  Akan banyak orang yang menderita akibatnya, perusahaan, puluhan ribu karyawan dan belum termaksud sanak saudaranya.  Demikian jauh pandangan Mr. Liem dan ia &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bukan sekedar Door Checker&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Beberapa Pembelajaran&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Christoper dan Liem bukan lah tipe manusia biasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Good People)&lt;/span&gt;, mereka jenis manusia berlebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Great People)&lt;/span&gt; meskipun jabatan atau pekerjaan formal disuatu saat demikian rendah dan biasa saja.   Sikap mental mereka&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; jauh lebih tinggi dari Jabatan dan Pekerjaan formalnya&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dua kisah tersebut memberikan pembelajaran berharga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, untuk menjadi menusia besar tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan teknis seseorang mengerjakan tugasnya.  Kemampuan dan kompetensi teknis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(hard competence)&lt;/span&gt; boleh sama atau biasa saja, tetapi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sikap mental atau soft competence&lt;/span&gt; yang lebih menentukan sesorang menjadi manusia besar atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, untuk bisa mempunyai soft competence dimaksud, kita harus keluar dari zona nyaman bekerja atau memimpin seadaanya.  Tidak cukup bekerja sesuai dengan target atau Key Performa indicator, apa bila sudah tercapai beres!    ini tipikal manusia biasa.     Upaya ini memerlukan pengorbanan diri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(yang luar biasa)&lt;/span&gt;, sebab dengan hanya menjadi good people  kan tidak ada yang mengusik kita, nyaman saja dan seterusnya.  Ingat pesan Jim Collins, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;good is the enemy of Great.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, Langkah lebih kongkret adalah sikap mental untuk &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“melihat jauh”&lt;/span&gt;  Mr. Plumber ingin memastikan kliennya nyaman dan selamat.   Mr. Door Checker ingin memastikan tamu hotelnya terjaga nyawanya dari kemungkinan kebakaran.  Melihat lebih jauh, Beyond the job.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, setelah melihat jauh, barulah kita mampu “memberi lebih” &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(giving more)&lt;/span&gt;.  Hanya dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;melihat jauh dan memberi lebih kita bisa menjadi  manusia besar&lt;/span&gt;.  Kita akan mampu bekerja dengan memberikan nilai-nilai lebih mulia, unggul, berguna bagi setiap pengguna dan penikmat hasil kerja kita.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagaimana menurut anda ?&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;edwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;isadur dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Herry Tjahjono&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Corporate Culture Therapist &amp;amp; President the XO Way,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; - &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kompas, 14 Feberuai 2009&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-7484572492516405737?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2009/02/melihat-lebih-jauh.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZjvQcshkTI/AAAAAAAAA5I/-zCiJIVpnc8/s72-c/Babeh.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-3138436840187913385</guid><pubDate>Fri, 13 Feb 2009 17:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-18T15:08:52.306+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Marketing</category><title>Valentine dan Taktik Marketing</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZjx30aD8JI/AAAAAAAAA5Y/_zGHkpvO5vE/s1600-h/DSC00508.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZjx30aD8JI/AAAAAAAAA5Y/_zGHkpvO5vE/s200/DSC00508.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303254502491811986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Internet Cafe paforit saya kali ini dihiasi pernak-pernik berbentuk hati dan dominan berwarna pink , simbol "kasih sayang“.         Ada program Discount 50% bagi mereka yang datang berpasangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(tetapi tidak untuk pasangan sejenis)&lt;/span&gt;, asal bersedia menuliskan alamat mereka e-mail di buku klien dan lagu bertemakan Cinta setiap hari diputar sepanjang bulan Februari ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Ini Taktik om, kita harus mengikuti pasar" demikian kata manajer yang bertugas hari itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Taktik!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menurut pakar marketing Hernawan Kartajaya, taktik adalah aksi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(action)&lt;/span&gt; untuk memperoleh market share  berdasarkan pemahaman perusahan terhadap 3 hal, yaitu ; 1. Differentiation &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(berbeda)&lt;/span&gt;, 2, Selling (menjual) dan 3. Marketing Mix (bauran pemasaran) terhadap para pesaing bisnis. Perusahaan akan dapat melakukan taktik apabila memahami ke 3 hal tersebut, selain memposisikan diri (positioning) dan branding.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menurut saya, taktik yang mereka lakukan ini akan berdampak positif bagi perusahaan dimasa yang akan datang sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Brand&lt;/span&gt;, discount 50% akan membuat pengunjung yang datang berpasangan memperoleh pengalaman&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (experience)&lt;/span&gt; yang tidak akan mereka lupakan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;apa lagi dalam nuansa berkasih sayang)&lt;/span&gt;, hal ini efektif untuk menancapkan brand perusahaan dibenak mereka&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Intimacy&lt;/span&gt;; perusahaan telah merangkul pengunjung/klien menjadi lebih akrab  yang berpotensi akan menciptakan loyalitas mereka terhadap perusahaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Follow up&lt;/span&gt;, email yang terkumpul dari pengunjung akan dapat dijadikan sasaran program marketing kreatif lainnya dimasa yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagi  anak-anak muda ini, event valentine mereka sikapi dengan terus melakukan pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menjelang pulang, seorang teman berseloroh "emang kasih sayang hanya sehari dalam setahun ?“&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Bagai mana kalau seandainya ada  "hari Amarah“ ?,   pada hari amarah ini, semua umat manusia di bumi ini tidak boleh marah, hanya satu hari saja! Dalam setahun ! mungkin ngak?! " katanya lagi.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pembelajaran yang kita peroleh kali ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Taktik hanya akan dapat efektif dilakukan manakala kita memahami 3 hal;    1. memahami perbedaan produk dan perusahaan kita dibandingkan dengan pesaing, 2. memahami bagaimana cara menjual dan 3. memahami bauran pemasaran produk kita (produk, harga, promosi dan tempat)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saya membayangkan, sepertinya Indonesia akan menjadi lebih baik apa bila memperingati hari kasih sayang ... setiap hari ... sepanjang tahun.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Salam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Edwar&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-3138436840187913385?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2009/02/valentine-dan-taktik-marketing.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZjx30aD8JI/AAAAAAAAA5Y/_zGHkpvO5vE/s72-c/DSC00508.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-8544003764807608661</guid><pubDate>Mon, 09 Feb 2009 09:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-18T15:07:07.883+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan akhir pekan</category><title>Diskusi   mengenai  "Surga Dunia"</title><description>&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZPLaIsn7uI/AAAAAAAAA4A/ZVFRIrNeYqs/s1600-h/download+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 288px; height: 191px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZPLaIsn7uI/AAAAAAAAA4A/ZVFRIrNeYqs/s200/download+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301804836216893154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Gbr. Hotel Atlantis - Abu Dhabi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu diskusi on line (menggunakan YM) dengan salah satu klien :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;djponic  : ya&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 102, 204);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;djpon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 204);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;ic  : kumaha.&lt;/span&gt;..&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;(bagaimana ...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;edwar fitri: ngomo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ng dan berbuat apa ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;djponic: act locally think globally mungkin jawabannya&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;djponic: mungkin ngga kita berbuat sesuatu di the spot... lingkungan terkeceil kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;djponic:  terkecil&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;djponic:  yang mungkin akhirnya rada &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;(agak ) &lt;/span&gt;mempengaruhi lingkungan terdekat dari the spot&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;djponic:  ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;edwar fitri: dimulai dari yang kecil ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;edwar fitri: oleh kita sendiri ...&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;djponic: yup&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: saat ini juga ...&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;djponic: yup&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;djponic: itu kali yg bisa kita lakuin om... paling tidak&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: yang terpenting kan ada aksi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;edwar fitri: aksi yang dilandasi keselarasan niat, pikiran, ucapan dan tindakan yang memiliki visi&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;djponic: btw cita2 yg luhur utk menyelenggarakan ToT SIYB  di hotel abu dhabi... hehehe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;edwar fitri: hotel itu kan yang kita diskusikan tadi ?&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;djponic: yup&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: edun  ....&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;(Edan ...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZPLp9mlriI/AAAAAAAAA4Y/VB1T5HfnVvQ/s1600-h/Kamar+Mandi+Htl+Atlantis2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 128px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZPLp9mlriI/AAAAAAAAA4Y/VB1T5HfnVvQ/s200/Kamar+Mandi+Htl+Atlantis2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301805108116696610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZPLqJB0RxI/AAAAAAAAA4g/YksxPwKRWIM/s1600-h/Kamar+Mandi+Htl+Atlantis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 113px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZPLqJB0RxI/AAAAAAAAA4g/YksxPwKRWIM/s200/Kamar+Mandi+Htl+Atlantis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301805111183689490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZPLaXnILDI/AAAAAAAAA4Q/zjuF0xHefiQ/s1600-h/Kolam+renang2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZPLaXnILDI/AAAAAAAAA4Q/zjuF0xHefiQ/s200/Kolam+renang2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301804840220372018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Gbr.  Fasilitas  hotel  Atlantis - Abu Dhabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;edwar fitri: sorga dunia teh eta ... mereun bro .....&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;(itu surga Dunia .... mungkin bro ...)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;d&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;jponic: meureun... tapi jang urang mah lain &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;(tapi bagi saya lain )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;djponic: jang urang mah sorga dunia teh lamun urang jeung a&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;nu ku urang wawuh sukses...&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:arial;" &gt;(bagi saya sorga dunia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:arial;" &gt;ang2  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; itu manakala kita dan teman - teman yang ku kenal sukses ... )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;djponic: eta sorga dunia &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;(itu Surga dunia)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;edwar fitri: wah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;edwar fitri: dah deket ama Mekah ...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: semakain "sufi" sudut pandang mu ...kris&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;djponic: hahahaha... klise&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;djponic: om pernah ga om ngerasa bahagia bgt ngeliat senyum orang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;edwar fitri: ya pernah lah ,...&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;djponic: nah bukankah itu surga?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: iye ...iye ...&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: kalau kita sudah bisa buat  orang respek dan tersenyum ...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: jadinya seperti candu ...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: kita ketagihan ... ingin berbuat lebih dari yang sudah ...&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;djponic: setuju pisan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;djponic: hehehe... indah ya?&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: kalau dah seperti itu ... mendorong kita punya mimpi ...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: mimpi menjadi sumber inspirasi visi ...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: kalau dah punya visi maka akan mudah membuat misi ...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: kalau dah punya misi ... tidur di hotel abu dhabi ge biasa weee ... &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;(Tidur di hotel Abu Dhabi juga biasa aja ...)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;edwar fitri: asa ngeunah sare di imah malah ...&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;(malah sepertinya lebih enak tidur di rumah sendiri)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;edwar fitri: tenang, setan nya takut ama istri kita ....&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;jponic: nu surga mah nya... saenggeus maen ball di kircon terus ngaliwet sangu jeung peda, peteuy jenkol... tong poho sambel na  (Yang surga dunia itu&lt;/span&gt;) ...&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; (Setelah bermain bola di Kircon &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(nama tempat di Bandung)&lt;/span&gt;, lalu makan nasi liwet &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(khas Sunda)&lt;/span&gt; dan ikan Peda, pete jengkol ... jangan lupa sambelnya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;djponic: aduh.... ampun gustiiii&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;(aduuhh ... ampun deh  (ekspresi kenikmatan !))&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: wah...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;edwar fitri: can pernah bro !&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;(belum pernah bro !)&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: surga mah ....&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;(Surga itu ...)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: balik ti The Spot ...&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  (Pulang dari The Spot (Warnet Cafe milik djponic)) &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: Makan nasi goreng buatan istri ...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: mandi air hangat ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;edwar fitri: liat sikecil tidur pulas ...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: trus dipencetan ku pamajikan ....&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;(lalu di pijit oleh istri ...)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: sareeeee... &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;(tiduuuurr ..)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;djponic: itumah jelas pisan atuh...&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;(Yang itu sih pasti lah ... )&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: jadi ...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;edwar fitri: surga dan neraka itu tergantung suasana hati bro !&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;djponic: Ya, ... di warnet iyeu?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;(ini ada di warnet ? (The Spot))&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;edwar fitri: nya&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;(Iya )&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwar fitri: disana jam berapa sekarang ?&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;djponic: jam 1/2 12&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;djponic: kebelet heula euy&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  (Ke belet ...)&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;edwarfitri: ok!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm ...  Pembelajaran dari diskusi kami ; surga dan Neraka dunia itu tergantung suasana hati ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;edwar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-8544003764807608661?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2009/02/diskusi-mengenai-surga-dunia.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SZPLaIsn7uI/AAAAAAAAA4A/ZVFRIrNeYqs/s72-c/download+1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>7</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8867218834416399673.post-5617515313280060318</guid><pubDate>Mon, 12 Jan 2009 10:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-18T15:05:35.652+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Training</category><title>Memulai bisnis itu mudah !</title><description>Teman,  ternyata memulai bisnis  itu mudah!&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SWszjhQgG8I/AAAAAAAAAOk/1g36lC51G7M/s1600-h/gambar+leaflet.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 230px; height: 172px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SWszjhQgG8I/AAAAAAAAAOk/1g36lC51G7M/s320/gambar+leaflet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290378872592800706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk memulai bisnis,  kita harus mempunyai ide yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan calon pelanggan.  Tentunya ide ini harus disesuaikan potensi diri yang terdiri dari minat, bakat dan Keterampilan yang anda miliki.     Apabila dua hal ini dimiliki (ide bisnis dan potensi diri),  maka anda pasti akan dapat memulai berbisnis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan modal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari literatur mengenai pebisnis yang berhasil, sebagian besar diantara mereka memulai bisnis dengan modal seadanya.  Tidak jarang dari mereka memulai bisnis dengan modal "pertemanan" , bahkan diantara mereka ada yang sama sekali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidak memiliki uang saat memulai bisnis, &lt;/span&gt;dalam hal ini kita lebih beruntung tentunya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman,... modal yang terbesar untuk memulai bisnis adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;diri anda sendiri&lt;/span&gt;, ... tidak ada yang lain!  Berbeda dengan uang,  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;diri sendiri&lt;/span&gt; adalah modal yang terbesar dan tidak akan pernah habis.  Semakin baik ide bisnis anda, maka modal ini akan semakin mahal nilainya.  Semakin keras kita bekerja, maka modal ini akan semakin kuat dan semakin sering anda gagal memulai ide bisnis anda, maka akan semakin mahal pula modal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, penting untuk memahami diri anda dalam berbisnis dan menjadikannya  seiring dengan ide bisnis yang akan dijalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, uang bukan segalanya, yang penting anda punya ide bisnis dan memahami diri sendiri ... anda punya ide untuk  berbisnis ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;edwar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8867218834416399673-5617515313280060318?l=edwarlink.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://edwarlink.blogspot.com/2009/01/memulai-bisnis-itu-mudah.html</link><author>noreply@blogger.com (Edwar Fitri)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_vICDYJfYWIY/SWszjhQgG8I/AAAAAAAAAOk/1g36lC51G7M/s72-c/gambar+leaflet.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>6</thr:total></item><language>en-us</language><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

