<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>EHC UIN MKS</title><description>Membangun kultur bersama untuk perbaikan lingkungan melalui pengelolaan isu-isu perbaikan lingkungan  dan mewujudkannya dalam aksi nyata di tataran kampus</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Environment Health Community UIN  MKS)</managingEditor><pubDate>Wed, 18 Dec 2024 19:24:37 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:summary>Membangun kultur bersama untuk perbaikan lingkungan melalui pengelolaan isu-isu perbaikan lingkungan dan mewujudkannya dalam aksi nyata di tataran kampus</itunes:summary><itunes:subtitle>Membangun kultur bersama untuk perbaikan lingkungan melalui pengelolaan isu-isu perbaikan lingkungan dan mewujudkannya dalam aksi nyata di tataran kampus</itunes:subtitle><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Educational Technology"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><xhtml:meta content="noindex" name="robots" xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml"/><item><title>Masalah Lingkungan Hidup Kian Memprihatinkan</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/masalah-lingkungan-hidup-kian.html</link><category>Gerakan Indonesia Hijau</category><category>Kesehatan Lingkungan</category><category>Pencemaran Lingkungan</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Thu, 11 Nov 2010 23:19:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-5127180051309035822</guid><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggQtEed5cTNWPZTgY8FYWer-l9f8ivZTsU7CjPMY5E9Siqf61QcndTaPElM4r5xilVC-kobFa6KjpyU6I3XIRkVsanVQQkLz53qgtzE_GehKUM1yEsBVUdnHcthnY7TZsjpQusvCPcWrc/s1600/ilegal+loging.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggQtEed5cTNWPZTgY8FYWer-l9f8ivZTsU7CjPMY5E9Siqf61QcndTaPElM4r5xilVC-kobFa6KjpyU6I3XIRkVsanVQQkLz53qgtzE_GehKUM1yEsBVUdnHcthnY7TZsjpQusvCPcWrc/s1600/ilegal+loging.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Stop Ilegal Loging&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;by: GIH Foundation&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Masalah lingkungan hidup dewasa ini kian memprihatinkan. Sebagai tempat bernaung seluruh mahluk hidup, masa depan pemeliharaan, pengelolaan, dan pemanfaatan lingkungan semakin mencemaskan. Kompleksnya banyak kepentingan disinyalir menjadi sebab rumitnya mencegah kerusakan lingkungan hidup disekitar kita, termasuk dalam pengelolaan sampah kota.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://umum.kompasiana.com/2009/10/07/pesan-untuk-pak-beye-forum-previlegiatum-atas-illegal-logging-di-riau/?ref=signin" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOr0yCNV8bApCPQgn7IUe6DOWeyImSNwQ2o1hEyCF6LgpYxbS2ThZ8tWho_Yc3WgYUgc9lrqYRpavqkJfaSgFOUYnt2ae-RwvQuEgY2XebRyLZSaNUUJix1P8QmRr7463L_6kb-seNCps/s320/Marissa.jpg" width="293" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.kompasiana.com/marissahaque"&gt;Marissahaque&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;b&gt;Minimal, ada 3 hal yg mendesak dicari jalan keluarnya. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pertama maraknya illegal logging di Indonesia dan beberapa Negara lain, telah menunjukkan kian krisisnya penanganan masalah ini. Penggundulan hutan secara serampangan dan tidak mengindahkan norma2 hukum maupun moral dan agama, telah menjadi sumber malapetaka amat mengerikan, seperti erosi, banjir dan longsor yang kerap terjadi disetiap musim penghujan.&lt;/div&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody"&gt;Kedua, Lemahnya penegakan hukum di Indonesia, yg membuat para cukong kayu dan koruptor serta teroris lingkungan dengan lihai dan mudahnya membabat hutan dan mencuri kekayaan alam kita. Penegakan hukum tentu berkaitan dengan kepemimpinan nasional kita yang kurang gregat menindas para pembalak liar dan termasuk pembalakan resmi melalui pengembangan wilayah kabupaten pemekaran yang tidak terdeteksi dan terukur dalam membangun infrastruktur wilayahnya.&lt;br /&gt;
Ketiga, Masalah global warming, Terjadinya pemanasan bumi yang disebut sebagai global warming,merupakan masalah lain dari lingkungan hidup yg cukup mendatangkan keprihatinan banyak pihak, terutama dari kaum environmentalis. Persoalannya justru disebabkan oleh prilaku manusia itu sendiri yang mengabaikan alam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody"&gt;Penebangan liar (Illegal Logging), Pencurian ikan (Illegal Fishing), dan Penambangan Liar (Illegal mining) adalah beberapa fakta keserakaan manusia dalam “memperkosa alam” secara membabi buta. Hal ini tdk saja melanggar hokum, tetapi juga merusak lingkungan ; alam menjadi tidak seimbang karena unsur2x telah rusak dan mengakibatkan ratusan manusia harus menanggung derita yang berkepanjangan &amp;gt; kalau hal ini dibiarkan maka korban akansemakin banyak, pendek kata, pengelolaan lingkungan tanpa melestarikan keasriannya akan mengakibatkan lingkungan yang tidak ramah HAM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar pencemaran dan keruskan lingkungan tdk semakin merajalela dan guna mewujudkan lingkungan yg ramah HAM, setidaknya ada 4 jalan keluar &lt;br /&gt;
Pertama, mewujudkan pemerintahan yg bersih (good governance), Kedua penegakan hokum, &lt;br /&gt;
Ketiga meningkatkan koordinasi atau sinergi antar instansi terkait dalam memberantas para penjahat lingkungan, dibutuhkan mahkamah khusus menangani masalah ini (pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang populis dan memihak kepada rakyat (pro rakyat.) dan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat adalah yg utama mengubah paradigma berpikir dengan mengikis pandangan antroposentrisme dan menggantinya dengan pandangan holistic atau antropocosmic (manusia sebagai bagian dari alam) semua pihak perlu kiranya menyadari pentingnya menjaga alam dari kerusakan demi kebahagiaan mereka sendiri. Kesadaran akan keterikatan kebahagiaan manusia dengan alam akan menumbuhkan perilaku menjaga alam dan menghindari setiap usha untuk merusaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlu mengembangkan sebuah teologi lingkungan hidup yang menjadikan alam sebagai sahabat/saudara kembar dan media untuk mengabdi pda Tuhan. Dalam teologi ini, soal pahala dan dosa tidak hanya diukur dari banyaknya amal ibadah namun juga berdasar penghargaan dan disiplin kita dalam memelihara lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan begitu orang2 kaya dan pengusaha yg mengeksploitasi alam atau melakukan penbangan liar, meski dia rajin beramal, amalnya menjadi sia2 karena perbuatannya tsb. Sangat merugikan hajat hidup orang banyak. Maka antara amal ibadah, amal saleh dan komitmen untuk menjaga lingkungan hidup harus seimbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betul2 suatu mimpi kadang sulit dicerna oleh akal sehat, tapi ketahuilah bahwa mimpi kita hari ini adalah kenyataan pada hari esok. Dan kenyataan hari ini adalah kumpulan mimpi2 kita pada masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Illegal Logging,Illegal Fishing,Illegal mining, bbrp fakta keserakaan manusia dalam “memperkosa alam” secara membabi buta. Hal ini tdk saja melanggar hukum,tpjg merusak lingkungan;alam mjd tdk seimbang krn unsur2x tlh rusak &amp;amp; mengakibatkan jutaan manusia menanggung derita yg berkepanjangan&amp;gt; Klu hal ini dibiarkan mk korban semakin byk. Pengelolaan lingkungan tanpa melestarikan keasriannya akan mengakibatkan lingkungan yg tdk ramah HAM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Hijau Indonesia&lt;br /&gt;
Gerakan Indonesia Hijau Foundation&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody"&gt;Info konsep dan proposal pengelolaan sampah di Email : Klik &lt;a href="mailto:hasrulhoesein@gmail.com"&gt;di SINI.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
informasi/tulisan hal yang sehubungan silakan klik :&lt;br /&gt;
WebBlog GIH                  &amp;gt; &lt;a href="http://www.gerakanindonesiahijau.blogspot.com/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;66e56&amp;quot;, event);" rel="nofollow" target="_blank"&gt;www.gerakanindonesiahijau.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
WebBlog Pribadi             &amp;gt; &lt;a href="http://asrulhoesein.blogspot.com/"&gt;www.asrulhoesein.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.hasrulhoesein.blogspot.com/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;66e56&amp;quot;, event);" rel="nofollow" target="_blank"&gt;www.hasrulhoesein.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
WebBlog Pupuk Organik &amp;gt; &lt;a href="http://www.ahoesein.blogspot.com/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;66e56&amp;quot;, event);" rel="nofollow" target="_blank"&gt;www.pupukorganik.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggQtEed5cTNWPZTgY8FYWer-l9f8ivZTsU7CjPMY5E9Siqf61QcndTaPElM4r5xilVC-kobFa6KjpyU6I3XIRkVsanVQQkLz53qgtzE_GehKUM1yEsBVUdnHcthnY7TZsjpQusvCPcWrc/s72-c/ilegal+loging.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Aplikasi Gramafert Pada Tanaman Hias</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/aplikasi-gramafert-pada-tanaman-hias.html</link><category>Aplikasi Pupuk Organik</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Wed, 10 Nov 2010 00:57:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-1579820275935909965</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeETYca4v5Zw5-uIQijC3gTnRN6EKbSrtvOBa-VKkGNOAyEnNoeH7bKBXj4bw5fOEcjwhxAgoSSxHSe3HxwFlKhIIY0F0NbNHttdfFWvp0bPCvRoV2WNBO4Bm31iJoGNpBwRbEuhu6Uz8/s1600/pupuk+cair.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeETYca4v5Zw5-uIQijC3gTnRN6EKbSrtvOBa-VKkGNOAyEnNoeH7bKBXj4bw5fOEcjwhxAgoSSxHSe3HxwFlKhIIY0F0NbNHttdfFWvp0bPCvRoV2WNBO4Bm31iJoGNpBwRbEuhu6Uz8/s1600/pupuk+cair.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Pupuk Kompos Cair (PKC) Gramafert® Pupuk Kompos Cair (PKC) Gramafert adalah cairan yang dihasilkan dalam proses pengomposan (dekomposisi) secara aerob (aerasi maksimal) dalam komposter Bio Phoskko dengan menggunakan aktivator Green Phoskko (bakteri aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi, dan jamur serta Cellulolytic Bacillus Sp). Produk ini merupakan hasil sampingan dari kompos padat dalam dekomposisi menggunakan komposter. Dengan demikian, secara ekonomi, dihasilkan dengan biaya murah dan oleh karenanya disajikan kepada pelanggan dengan harga bersaing.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Aplikasinya pada pemupukan tanaman sangat praktis dan ekonomis. cukup dicampur dengan air sebanyak 10 sampai 20 x dibanding bahan ( biang pupuk kompos cair dalam setiap botol ini). Tatacara aplikasinya, semprotkan pada akar, batang, dan maupun daun. Sebagaimana diketahui, dalam jumlah terbatas, tanaman mengambil unsur hara (nutrisi atau makanan) melalui proses respirasi, stomata daun dan batang. Pupuk ini anti polusi (tidak berefek samping kimiawi) karena terbuat dari bahan sampah organik. Cocok digunakan pada tanaman bunga, buah, sayuran maupun tanaman pangan seperti jagung, serealia, padi dan kacang. Pupuk Kompos Cair (PKC) mengandung unsur hara makro dan mikro yang sangat diperlukan semua tanaman dan memang mutlak diperlukan dalam implementasi pertanian organik.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Keadaan tanah pertanian yang secara umum telah mengalami kejenuhan akan unsur pupuk , selain memiliki masalah pengerasan tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, masalah lain yang patut diperhatikan di Indoneia adalah indikasi proses pemiskinan atau pengurangan kandungan 10 jenis unsur hara meliputi makro sekunder yaitu Ca, S dan Mg (3 unsur hara makro sekunder) serta unsur hara mikro seperti Fe, Na, Zn, Cu, Mn, B dan Cl (7 jenis unsur). Seperti diketahui saat ini (Journal ilmiah soil science,1998) dari sekian banyak unsur yang ada di dalam tanah dan alam, semua jenis tanaman memmerlukan secara mutlak (atau dengan kata lain harus tersedia atau tidak boleh tidak ) 13 unsur hara untuk keperluan proses pertumbuhan dan perkembangannya - yang sering dikenal dengan nama unsur hara essensial. Unsur hara ini diperlukan dalam jumlah yang berbeda satu sama lain yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi unsur hara makro ( 6 jenis ) yang dibutuhkan dalam jumlah lebih banyak (unsur N, P, K, Ca, S dan Mg) dan unsur hara mikro (7 jenis) yang dibutuhkan jumlah sangat sedikit (Unsur Fe, Na, Zn, Mn, B, Cu dan Cl).&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Keadaan ekonomi petani- yang terbatas pendapatannya, seringkali menjadi penyebab kurangnya asupan 13 hara essensial ini secara lengkap. Tanah pertanian, dalam jangka lama, digerus untuk &lt;/span&gt;&lt;span&gt;k memproduksi pangan dan proses bertumbuhnya aneka tanaman. Atas dasar demikian, tanah pertanian memerlukan segera asupan 13 unsur hara essensial diatas. Salah satunya, produk dengan kandungan 13 unsur hara essensial tersebut, dapat dilakukan oleh Gramafert –Pupuk Kompos Cair (PKC).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeETYca4v5Zw5-uIQijC3gTnRN6EKbSrtvOBa-VKkGNOAyEnNoeH7bKBXj4bw5fOEcjwhxAgoSSxHSe3HxwFlKhIIY0F0NbNHttdfFWvp0bPCvRoV2WNBO4Bm31iJoGNpBwRbEuhu6Uz8/s72-c/pupuk+cair.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Budidaya Tanaman Tomat</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/budidaya-tanaman-tomat.html</link><category>Video Buah dan Tanaman</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Wed, 10 Nov 2010 00:47:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-5360292166719299586</guid><description>&lt;h1 id="watch-headline-title"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="" dir="ltr" id="eow-title" title="Budidaya Tanaman Tomat"&gt;Video; Budidaya Tanaman Tomat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/RthuKqFNPC0?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/RthuKqFNPC0?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="385" width="480"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengolah Sampah Rumah Secara Mandiri</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/mengolah-sampah-rumah-secara-mandiri.html</link><category>Pengelolaan Sampah Kota</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Wed, 10 Nov 2010 00:41:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-5390569825215881922</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZvFcToxMsi9NllOgnMJyPhUe0zFTfTP7lhw2aW3btTQR2kuSwQbBAUakSDzWjPlr2g6aNNc0IzQycFDg46Q5X0QE2_0i2dKT-CiZgtqCBEcXw6FyeVEdRQ76tpa7eRbxMpZ6Sgd9-yU4/s1600/sampah+sapu.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZvFcToxMsi9NllOgnMJyPhUe0zFTfTP7lhw2aW3btTQR2kuSwQbBAUakSDzWjPlr2g6aNNc0IzQycFDg46Q5X0QE2_0i2dKT-CiZgtqCBEcXw6FyeVEdRQ76tpa7eRbxMpZ6Sgd9-yU4/s200/sampah+sapu.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537839506101665234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sesaat diciptakan Komposter Elektrik Bio Phoskko, datanglah berkunjung Walikota Bandung ke BBI-MarkNet di Batam. Di saat itu, komposter hasil rakitan aneka spare part buatan Jepang dan Bandung - yang diproduksi di Batam- dipajang dan mendapat perhatian kalangan wartawan. Bagi Batam, dengan kondisi tanah mengandung bauksit dan terkatagori jenis Podsolik Merah Kuning (PMK)- yang kering, kehadiran mesin pembuat kompos yang praktis tentu sangat didambakan. Dengan adanya komposter elektrik pada harga yang terjangkau, kini rumah tangga di Batam dapat mengolah sampah dapur dan sisa makanannya dengan hanya 10 menit saja. Diperolehnya kompos dan pupuk organik cair, bagi warga Batam yang mau mengolah sampah rumahnya secara mandiri, sangatlah berarti jika mengingat harga kompos Rp 7.900/kg dan harga pupuk kompos cair Rp 40.000,-/ botol 500 ml atau 5 kali lipat lebih dibanding harga kompos di Jawa. Tentu saja dengan itu akan mendorong makin banyaknya rumah di Batam yang terik untuk memiliki taman pekarangan. Dan, itu berarti juga penghematan baru atas biaya AC, karena rumah dengan banyak tanaman jadi nyaman dan teduh.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Komposter Elektrik KE-100L&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/f9jy0izGies?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/f9jy0izGies?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="385" width="480"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZvFcToxMsi9NllOgnMJyPhUe0zFTfTP7lhw2aW3btTQR2kuSwQbBAUakSDzWjPlr2g6aNNc0IzQycFDg46Q5X0QE2_0i2dKT-CiZgtqCBEcXw6FyeVEdRQ76tpa7eRbxMpZ6Sgd9-yU4/s72-c/sampah+sapu.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Memperbanyak Tanaman: OKULASI</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/cara-memperbanyak-tanaman-okulasi.html</link><category>Video Buah dan Tanaman</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Wed, 10 Nov 2010 00:36:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-8038893052762313018</guid><description>Video; Cara Memperbanyak Tanaman: OKULASI &lt;br /&gt;
&lt;object width="640" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/iz51NMBqfiU?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/iz51NMBqfiU?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="500" height="300"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Membuat TABULAMPOT</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/cara-membuat-tabulampot.html</link><category>Video Buah dan Tanaman</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Wed, 10 Nov 2010 00:33:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-7899742978936546006</guid><description>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Video; Cara Membuat TABULAMPOT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="640" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/hFlCkKgMLOc?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/hFlCkKgMLOc?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="500" height="300"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Baru Memupuk Tanaman</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/cara-baru-memupuk-tanaman.html</link><category>Video Sampah Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Wed, 10 Nov 2010 00:31:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-9139315328988008121</guid><description>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Video; Cara Baru Memupuk Tanaman&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/FpLzIkqi-HI?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/FpLzIkqi-HI?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Memupuk Tanaman dan Mengelola Drainase Kebun</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/memupuk-tanaman-dan-mengelola-drainase.html</link><category>Video Sampah Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Wed, 10 Nov 2010 00:27:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-4327119580001477516</guid><description>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Video: Memupuk Tanaman dan Mengelola Drainase Kebun&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Yep2ULiYRCM?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Yep2ULiYRCM?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Praktis Membuat Pupuk Cair Dg Komposter Elektrik</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/cara-praktis-membuat-pupuk-cair-dg.html</link><category>Video Sampah Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Wed, 10 Nov 2010 00:22:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-5644630061965436194</guid><description>&lt;h1 id="watch-headline-title" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="long-title" dir="ltr" id="eow-title" title="Cara Praktis Membuat Pupuk Cair Dg Komposter Elektrik"&gt;VIDEO; Cara Praktis Membuat Pupuk Cair Dg Komposter Elektrik dengan memanfaatkan mesin cuci rusak (modivikasi Kencana Group)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="long-title" dir="ltr" id="eow-title" title="Cara Praktis Membuat Pupuk Cair Dg Komposter Elektrik"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="long-title" dir="ltr" id="eow-title" title="Cara Praktis Membuat Pupuk Cair Dg Komposter Elektrik"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/F1oMOJGdF_U?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/F1oMOJGdF_U?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Info: Silakan kontak kami atau email di &lt;a href="mailto:hasrulhoesein@gmail.com"&gt;Klik di SINI&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;atau&amp;nbsp; contak person di; 0411-2686031, 085215497331&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Gerai Online kami di Klik di SINI&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;atau kunjungi Demoplot kami di Makassar (komplek pepabri Blok D3/10 Sudiang Permai).&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengelolaan Sampah Skala Bisnis</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/pengelolaan-sampah-skala-bisnis.html</link><category>Video Sampah Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Wed, 10 Nov 2010 00:16:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-3957279879969121441</guid><description>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Video Sampah ( Part 06) : Pengelolaan Sampah Skala Bisnis &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/p174kS0svtQ?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/p174kS0svtQ?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Lazimnya dalam bisnis, ketika pengusaha membeli bahan baku harus membayar dong. Tapi, teknologi Bio Phoskko dalam pembuatan kompos padat dan organik cair skala bisnis (komunal) telah membuat anomali ( beda dengan lazimnya).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Paket teknologi Bio Phoskko- yang terdiri dari aktivator, komposter Rotary Kiln dan aneka mineral penggembur ( bulking agent) telah merobah pengolahan sampah kota tidak lagi dipersepsi dengan bau, kuno maupun tidak praktis dan kumuh. Teknologi ini telah menjadikan pengolahan sampah skala komunal di dekat sumber penghasil -misalnya pemukiman dan pasar - sebagai suatu usaha yang menguntungkan, higienis, modern dan cepat. Selanjutnya Anomalinya, ketika pengusaha mengambil atau menerima sampah organik - sebagai bahan baku dalam usaha kompos di suatu wilayah pemukiman maupun area publik, bukannya harus membayar, melainkan bahkan, mendapat retribusi kebersihan. Kedepan, dan kini banyak perusahaan sudah menikmatinya, dalam skala pengolahan sampah dilakukan oleh industri, perkebunan, atau perusahaan -yang mengolah bahan tambang dan sumberdaya alam atau bisnis dengan areal luas lainnya, malahan akan berpeluang mendapatkan dana CDM (Clean Development Mechanism) yakni sejumlah dana kompensasi atas usaha pengurangan emisi methan dan karbon. Atau jualan emisi karbon kepada negara lain ( ekspor gitu lho ) - sebagaimana konvensi dalam "Protokol Kyoto". Lho kok bisa ya ? &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengelola Sampah Di Rumah Menjadi Mudah</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/mengelola-sampah-di-rumah-menjadi-mudah.html</link><category>Video Sampah Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Wed, 10 Nov 2010 00:13:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-7516324284079246330</guid><description>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Sampah ( Part 05): Mengelola Sampah Di Rumah Menjadi Mudah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/fREHfdfTzHQ?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/fREHfdfTzHQ?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Masalah yang mungkin timbul dalam penggunaan Komposter dan rekomendasi pemecahannya:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;1. BAU&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Penyebab :&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Tumpukan sampah terlalu padat dan basah sehingga tidak cukup oksigen&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dalam tumpukan&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Pemecahan :&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;aduk tumpukan sehingga dapat teraliri udara &amp;amp; tambahkan bahan-bahan&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;kering yang kasar seperti jerami dan daun untuk menyerap kelembaban yang&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;berlebihan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;2. LALAT, LARVA LALAT (BELATUNG), KECOA, &amp;amp; TIKUS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Penyebab :&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;bahan-bahan yang tidak tepat seperti daging &amp;amp; minyak masuk ke dalam&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;komposter, kurangnya sumber karbon dan tutup komposter yang tidak rapat .&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Pemecahan :&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;kubur sisa makanan ditengah tumpukan, tutup dengan sumber karbon&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;yang cukup dan membuang sampah ke dalam komposter pada pagi jam 05.00-05.30&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;WIB &amp;amp; sore diatas jam 17.00 WIB, menanam tanaman yang berdaun keras &amp;amp; berduri di sekitar komposter, menutup rapat komposter dan menambal lubang komposter yang bocor dengan lem pipa atau lem aquarium &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Gadis Bandung Membuat Kompos</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/gadis-bandung-membuat-kompos.html</link><category>Video Sampah Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Wed, 10 Nov 2010 00:08:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-2881911897146771745</guid><description>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Video Gadis Bandung Membuat Kompos dari Sampah Kota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/pfOFBEQ8NuU?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/pfOFBEQ8NuU?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Ayo kelola sampah Anda di Rumah......Rumah paradigma kita tentang kelola sampah.&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Paket Teknologi Pengelolaan Sampah</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/paket-teknologi-pengelolaan-sampah.html</link><category>Video Sampah Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Wed, 10 Nov 2010 00:00:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-6725219754627754128</guid><description>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Video Sampah ( Part 04): Paket Teknologi Pengelolaan Sampah&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/gfUx10dy1Rc?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/gfUx10dy1Rc?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="385" width="480"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;a href="http://www.menlh.go.id/adipura/peraturan/UU_no18_th2008_ttg_pengelolaan_sampah.pdf"&gt;UU No.18/Tahun 2008&lt;/a&gt;, Pengelolaan Sampah Akan Hentikan Sistem Penimbunan Sampah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kapanlagi.com - Persetujuan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengelolaan Sampah untuk ditetapkan menjadi Undang-Undang oleh DPR-RI diharapkan membawa perubahan yang mendasar dalam tata-kelola sampah di Tanah Air, salah satunya adalah penutupan semua TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang menggunakan sistem penimbunan dalam waktu lima tahun ke depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;"Lima tahun mendatang semua TPA yang menggunakan sistem open-dumping (ditimbun di tanah lapang terbuka - red) akan ditutup.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; Proses penutupan ini akan berlangsung secara bertahap," kata Ilyas Asaad, Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Penataan Lingkungan, di Jakarta, Kamis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa biaya penutupan TPA sistem open-dumping akan dipikul bersama-sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; "Penutupan TPA akan dibiayai oleh APBN dan APBD, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah dan kapasitas tampung sampah," katanya menambahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Selama ini sebagian besar sistem pengelolaan sampah di Indonesia masih bertumpu kepada pendekatan akhir (end of pipe), yaitu sampah dikumpulkan, diangkut, dan dibuang ke TPA.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; "Dengan UU Sampah, kita ingin mengubah paradigma end of pipe ini sehingga sampah tidak lagi dilihat sebagai barang tak berguna tapi justru barang yang memiliki nilai ekonomis bila diolah dengan tepat," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH), Rachmat Witoelar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sementara itu Gempur Adnan, Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, menjelaskan bahwa saat ini sistem end of pipe sudah dilihat tidak layak lagi oleh semua pemerintah daerah dan kota.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; "Resistensi sosial dari masyarakat dan biaya operasional TPA open-dumping terlalu tinggi, belum lagi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh TPA jenis ini," kata Gempur Adnan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; Menurut dia, saat ini konsep pengelolaan sampah dengan 3R yaitu reduce, reuse, recycle atau "mengurangi, menggunakan ulang, dan daur ulang") sudah banyak dilakukan di tingkat rumah tangga, RW, dan kelurahan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; "Dan sejak tahun 2007 KLH tengah menguji-cobakan konsep 3R ini untuk tiga kota kecil, yakni Jombang, Singaparna, dan Magelang," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dengan sistem pengelolaan sampah yang mengutamakan konsep 3R, lanjut Gempur, pemerintah setempat justru mendapat keuntungan ganda, yaitu pembukaan lapangan pekerjaan, pertambahan nilai ekonomis dari daur ulang, dan volume sampah yang dikirim ke TPA cuma 30% dari kondisi pengelolaan tanpa konsep 3R.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; Dalam program berdurasi dua tahun ini, pemerintah pusat menyumbangkan dana masing-masing 1 miliar rupiah untuk tiap kota, sebagai bantuan bagi pembuatan sistem pengelolaan sampah yang tidak lagi open-dumping dan pengembangan konsep 3R.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Selain 3 kota kecil tadi, KLH juga akan menggelar proyek uji coba serupa untuk sekitar 4-5 kota besar di Indonesia, antara lain Batam dan Makassar.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; "Saya yakin dalam waktu lima tahun semua TPA open-dumping di kota kecil dan sedang bisa ditutup. KLH akan memberikan panduan bagaimana membuat TPA dengan teknik landfill, yaitu menumpuk sampah dengan diselingi lapisan tanah," kata Tri Bangun Laksono dari Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan KLH (Kementerian Lingkungan Hidup).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sementara untuk pemerintah kota besar dan metropolitan yang bisa melaporkan rencananya menutup TPA "open-dumping" dalam kurun waktu dua tahun ke depan, lanjut Tri Bangun Laksono, akan mendapat insentif anggaran lingkungan hidup.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; Gempur menambahkan, insentif dan disinsentif bagi pemerintah kota yang menutup TPA "open-dumping"nya akan juga terlihat dari skor Adipura.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Bila Pemda (Pemerintah Daerah) menutup TPA open-dumping, kita akan memberikan nilai plus dalam kompetisi Piala Adipura. Tingginya tingkat penerapan 3R di suatu kota juga akan menambah skor kota itu dalam ajang Adipura," demikian Gempur. (*/cax) &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengapa Harus STOP Buang Sampah ke TPA ?</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/mengapa-harus-stop-buang-sampah-ke-tpa.html</link><category>Pengelolaan Sampah Kota</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Tue, 9 Nov 2010 23:53:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-7724558203059001518</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4if7Wqo7lC_uLrGpO6GKhiZzo23xyCENyn96vFuu_tZX_1I6YXCLG0l1ZirwBG45vzmI2MywJVmD2_SduQxho3OsDTMQWgPGehiwCmxcu36ZspeqwjBaYdpcdVUp0RT7jI-gr9ALk7Ko/s1600/sampah+TPA.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4if7Wqo7lC_uLrGpO6GKhiZzo23xyCENyn96vFuu_tZX_1I6YXCLG0l1ZirwBG45vzmI2MywJVmD2_SduQxho3OsDTMQWgPGehiwCmxcu36ZspeqwjBaYdpcdVUp0RT7jI-gr9ALk7Ko/s200/sampah+TPA.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Oleh: H.Asrul Hoesein&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(GIH Foundation)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Kami menjawab banyak pertanyaan mengapa harus susah-susah mengurusi sampah kemudian ada ajakan dan gerakan pilah dan olah sampah kota (posko) ditempat timbulnya untuk hijaukan bumi Indonesia ?&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlCZC9yBN9lY1VGjG6VJRxpE0zM_5gkAtswUImnLdkx5K3GGXSEVlpQi2KygIPF_zDsj7XhGuJqG7TnqKfjR5_WozeYjy-XTUiHtuXxoFjuyFggOUtBZhbQxe3-7xr9W19_vq4aLYHV5aK/s1600-h/ground.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438744684001111810" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlCZC9yBN9lY1VGjG6VJRxpE0zM_5gkAtswUImnLdkx5K3GGXSEVlpQi2KygIPF_zDsj7XhGuJqG7TnqKfjR5_WozeYjy-XTUiHtuXxoFjuyFggOUtBZhbQxe3-7xr9W19_vq4aLYHV5aK/s200/ground.jpg" style="float: left; height: 130px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Pertama, pembuangan jumlah sampah yang dihasilkan 220 jt penduduk Indonesia adalah 176.000 ton/hari atau 63. 360.000 ton/ tahun (standar 0,8 kg/jiwa/kapita atau 2,6 liter/orang/hari) ke TPA menyebabkan polusi bau dan cairan sepanjang jalan dari TPS menuju TPA.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Kedua, pembuangan sampah kota dari TPS ke TPA memerlukan biaya (APBD Kota/Kab se Indonesia) Rp 7,2 trilyun/ tahun (standar BPLHD Rp 115.000/ton) - yang dibebankan kepada setiap warga melalui retribusi DILUAR biaya Dinas/UPT/ PD dan investasi peralatan (dum truk, container, TPA, dll) serta biaya pengumpulan dari rumah dan sumber timbulannya (dikelola RW).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, pembuangan sampah ke T&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQCdrHpBL9wayA1V18RAr88U0f-1Viuj0JmWKOZnwlONvZE7f_GXz0hR_MRbVL_HMZP207ps-d_6arIwSN6M5bHKmWALkmI7j4Heom2UDc_K8ApN8FcnJNntdEoyJmOqe_NJVJMKuCbxU2/s1600-h/18474_303537821493_299532761493_3646024_261163_n.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438744690318840578" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQCdrHpBL9wayA1V18RAr88U0f-1Viuj0JmWKOZnwlONvZE7f_GXz0hR_MRbVL_HMZP207ps-d_6arIwSN6M5bHKmWALkmI7j4Heom2UDc_K8ApN8FcnJNntdEoyJmOqe_NJVJMKuCbxU2/s200/18474_303537821493_299532761493_3646024_261163_n.jpg" style="float: left; height: 144px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;PA telah meniadakan pengembalian bahan organik bagi perbaikan tanah karena dikuras kesuburannnya setiap panen hasil pertanian, ditutup tembok bangunan dan jalan, dibuka areal tambang dan pembalakan hutan. Tanah yang rusak, berderai, dan mengeras tidak mampu memerangkap air hujan di hulu sehingga limpasannya langsung menjadi banjir di hilir,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, pembuangan sampah ke TPA memiliki bagian terbesar berupa organic (74 %) sangat diperlukan bagi perbaikan tanah agar gembur, banyak berpori dan hidupnya cacing serta mikroba. Tanah yang baik akan memberikan imbalan berupa pangan sehat kepada manusia.&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkdgpoxoK3_QQAkqdzcsnj2aAMoOUIaYRU2w4QGMHPSu6GdJS7XTBhpjhovpZlg_7r1cYul5UjDoNIjO3tl5PWgiJfEu7uXxD4j0rYa_T52zfTRLinF9AwWov3lOrp4ngAnHj97_mICQHV/s1600-h/0.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438744680367648914" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkdgpoxoK3_QQAkqdzcsnj2aAMoOUIaYRU2w4QGMHPSu6GdJS7XTBhpjhovpZlg_7r1cYul5UjDoNIjO3tl5PWgiJfEu7uXxD4j0rYa_T52zfTRLinF9AwWov3lOrp4ngAnHj97_mICQHV/s200/0.jpg" style="float: left; height: 152px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima, pembuangan sampah ke TPA menyebabkan Indonesia setiap tahunnya kehilangan 25.344.000 ton kompos senilai Rp 25,344 trilyun dan 633, 6 juta liter senilai Rp 12,672 triyun pupuk organik cair, dan sampah di TPA pun kemudian hanya menjadi gunungan penghasil gas methan (CH4) ke lapisan ozon kemudian meningkatkan suhu dan pemanasan, meresapkan polutan (leachete) ke sungai dan sumur penduduk serta gunung sampah itu jelek ah.....kumuh, coklat dan lagian gak hijau*)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=334667271982&amp;amp;h=15dee46473b4c0f6ade501111b17b96d&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fratih.herdiati%3Fref%3Dprofile%23%21%2Fpages%2FSonson-Garsoni%2F299532761493%3Fref%3Dsgm" target="_blank" title="http://www.facebook.com/ratih.herdiati?ref=profile#!/pages/Sonson-Garsoni/299532761493?ref=sgm"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Catatan: Untuk pemerintah Kota/Kab di seluruh Indonesia, berkeinginan mengelola TPA dengan pola se-Desentralisasi (Berbasis Komunal) silakan kontak ke kami, email Klik &lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:hasrulhoesein@gmail.com" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;di SINI &lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;atau kontak by phone 085215497331.....Kami siap memberi konsep dan presentasi tentang tata kelola sampah ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4if7Wqo7lC_uLrGpO6GKhiZzo23xyCENyn96vFuu_tZX_1I6YXCLG0l1ZirwBG45vzmI2MywJVmD2_SduQxho3OsDTMQWgPGehiwCmxcu36ZspeqwjBaYdpcdVUp0RT7jI-gr9ALk7Ko/s72-c/sampah+TPA.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Merobah Masalah Menjadi Berkah</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/merobah-masalah-menjadi-berkah.html</link><category>Video Sampah Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Tue, 9 Nov 2010 23:41:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-412319498975923894</guid><description>Video Sampah ( Part 01) : Merobah Masalah Menjadi Berkah&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/FBE0YcfKzhI?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/FBE0YcfKzhI?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akumulasi sampah kota- sebagaimana kita ketahui, berasal dari keluaran unit terkecil penghasil sampah yang saat ini belum mampu mendayagunakannya, yakni rumah tangga. Sampah - pada level rumah tangga- masih diposisikan masyarakat Indonesia - sebagai material yang harus dibuang dan belum dianggap suatu sumberdaya - adalah pemicu awal lahirnya masalah sampah kota. Persepsi masyarakat urban- yang kini mendominasi populasi suatu kota Indonesia, memang tidak pernah menghadapi masalah sampah di daerah asalnya. Perilaku kaum komunitas urban ini terbawa ke level pusat bisnis komersial dan pusat-pusat keramaian kota (seperti pasar, bahkan Mall serta pusat pertokoan lainnya). Dan besarnya sumbangan sampah rumah tangga terhadap suatu kota ( hingga 65 %) telah berakibat langsung pada munculnya masalah sampah kota.&lt;br /&gt;
_______________________________________&lt;br /&gt;
Secara teknis dan ekonomis pendirian Instalasi Pengelolaan Sampah Kota (IPSK) sangat layak bagi semua kota Indoneia. Dan, setidaknya bagi katagori Kota Metropolitan - dalam menghadapi pengelolaan sampah, menjadi tidak perlu terlalu tergantung 100 % pada keberadaan TPA- yang makin sulit mendapatkan lokasi tanpa adanya resistensi penduduk sekitarnya. Dengan pendirian IPSK, memang masih ada sampah (sisa bahan B3, waste un-recycle dan sampah Rumah Sakit- klinik) yang memerlukan penanganan khusus - misalnya dapat saja dibawa ke TPA atau dibakar menggunakan Incenerator.&lt;br /&gt;
Model IPSK dengan teknologi tersebut jauh lebih murah dibandingkan dengan investasi model TPA. Menurut Kasubdit Dirjen Tata Kota dan Pedesaan (Investor Daily, 24-8-2004) :" Untuk membangun Tempat Pembangunan Akhir (TPA) sampah dikota berpenduduk 250 ribu jiwa, diperlukan dana Rp 23 miliar per tahunnya". Menurut Kasubdit wilayah Barat II Dirjen Tata Perkotaan dan Pedesaan Depkimpraswil Bambang Purwanto, dana tersebut untuk pengadaan lahan, pengadaan alat berat, Konstruksi TPA, dan operasi, juga dibutuhkan untuk pemberian gaji karyawan. Dana tersebut seharusnya tidak hanya dari APBD Kota/ Kabupaten. Namun, perlu juga dari APBD provinsi dan APBN.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping kelayakan ekonomi, pendirian IPSK diatas akan memberikan lapangan kerja dan usaha baru kepada UKMM ( Usaha Kecil dan Mikro) di lokasi-lokasi dekat pemukiman, RW maupun Komplek Perumahan. &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Masalah Sampah Di Indonesia</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/masalah-sampah-di-indonesia.html</link><category>Video Sampah Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Tue, 9 Nov 2010 23:34:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-6702591799363487625</guid><description>Video Sampah (Part 03) : Masalah Sampah Di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/gJfIHiUtffY?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/gJfIHiUtffY?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="385" width="480"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah sampah kota seringkali ingin diselesaikan cara mudah dengan membakarnya. Tanpa disadari, polutan yang timbul dari plastik dan bahan organik terbakar beresiko bagi menurunnya derajat kesehatan penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep penanganan sampah - yang dikenal dengan 3 R ( Reuse, Reduce, Recycle) menjadi rumit manakala budaya masyarakat tidak siap memilah sampah berdasar jenis organik, an-organik logam- plastik- kaca. Upaya memasyaratkan pengomposan organik terkendala dengan bercampurnya aneka jenis sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan keluar dengan dibakar insinerator menjadi pilihan. Namun menurut pakar lingkungan tungku pembakaran dibawah 1000 derajat celcius tetap beresiko menghasilkan dioxin yang berbahaya bagi lingkungan. Maka jalan teraman, penanganan sampah secara berjenjang dan terdesentralisasi dimulai di level rumah - dengan memilah, kemudian menyediakan kontainer berdasar jenis, mendaur ulang jenis plastik- kertas- logam serta sisanya berupa sampah un-degradable dan sampah klinis dikelola di TPA.&lt;br /&gt;______________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mengingat karakteristik sampah di Indonesia berbeda dengan sampah di negara-negara maju, yakni komposisi organik justru lebih besar hingga 70 % dibanding sampah di Singapura- yang misalnya hanya 6 %, maka proses dekomposisi sampah mutlak diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengomposan sampah menjadi bahan organik kaya nutrisi bagi tanaman telah dipraktekan di banyak keluarga di Eropa. Mereka menggunakan komposter di halaman, menjadikan sampah kebun dan dapur sebagai bahan pengomposan- yang kemudian amat berguna dalam kegiatan pertamanan. Kini, cara itu dikenalkan di Indonesia dalam komposter sebagai media dekomposisi dan memanfaatkan konsorsium mikroba-bakteri dan jamur sebagai aktivator proses dekomposisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, menggunakan komposter di rumah-rumah Indonesia menjadi amat relevan jika mengingat keperluan akan pupuk organik bagi penyuburan kebun pekarangan, menambah penghasilan keluarga dengan menghemat belanja akan bahan dapur serta sekaligus mengurangi beban TPA- yang makin bermasalah di banyak Kota di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ambil resiko dengan membiarkan sampah menjadi sarang penyakit di rumah dan lingkungan, ganti tong sampah dengan komposter pada harga yang yang sama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Memahami Karakter Sampah Indonesia</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/memahami-karakter-sampah-indonesia.html</link><category>Video Sampah Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Tue, 9 Nov 2010 23:31:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-2330614249601970074</guid><description>Video Sampah (Part 02) : Memahami Karakter Sampah Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/QU2eXofKElQ?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/QU2eXofKElQ?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="385" width="480"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampah sebagai material sisa aktivitas manusia seringkali menjadi penyebab timbulnya masalah manakala tidak mendapat pengelolaan secara pantas. Timbulnya longsor, penumpukan sampah sampai pada munculnya penyakit akibat sanitasi lingkungan yang buruk serta ledakan metan di TPA, masalah kurangnya anggaran (APBD) investasi bagi pengangkutan dari sumber penghasil sampah ke Tempat Pembuangan (TPA) serta berkembangnya penyakit karena rendahnya sanitasi lingkungan adalah beberapa masalah dari sekian banyak kerugian akibat salah kelola sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, jika dilihat dari karakter sampah, komposisi sampah akan membekali kita memilih teknologi yang dianggap dan diyakini memberi solusi tepat. Berdasar data penelitian, komposisi sampah di perkotaan Indonesia masih diwarnai oleh kehidupan agraris dan perilaku konsumsi non-instant. Hal itu tercermin dari sampah organik atau mudah terurai (degradable  - yang berasal dari makhluk hidup sejenis sisa sayuran- ikan dan hewan maupun buah-buahan memiliki komposisi penyumbang terbesar; Dan, ini berbeda nyata dibanding komposisi sampah di perkotaan negara maju seperti Singapura, yang dominan disumbang material sampah undegradable sejenis styrofoam, plastik dan kertas. Dengan pemahaman itu, teknologi yang baik digunakan di suatu negara belum tentu serta merta sesuai bagi pengelolaan sampah Indonesia. &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>EFEK SAMPAH TERHADAP MANUSIA DAN LINGKUNGAN</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/efek-sampah-terhadap-manusia-dan.html</link><category>Kesehatan Lingkungan</category><category>Pengelolaan Sampah Kota</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Tue, 9 Nov 2010 22:11:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-4220973221205970841</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGtm1_N-3qHgv8qWWCAbTRM9jzXAxvVNVlP6ch-w7N3KCb-RLQKMAuqhzY0RgnpniLpHUgDk4CdVWN2c1q6GUIbpAVoQzjFAQh6913rBmqtz2kjjYqETHnbEX9aZ5YxhG35ylEh4i5FcE/s1600/sampah.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGtm1_N-3qHgv8qWWCAbTRM9jzXAxvVNVlP6ch-w7N3KCb-RLQKMAuqhzY0RgnpniLpHUgDk4CdVWN2c1q6GUIbpAVoQzjFAQh6913rBmqtz2kjjYqETHnbEX9aZ5YxhG35ylEh4i5FcE/s1600/sampah.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;by:GIH Foundation, Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Efek sampah terhadap manusia dan  lingkungan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dampak terhadap Kesehatan &lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Lokasi dan pengelolaan sampah yang  kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan  tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai  binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit.  Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="goog_978492352"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_978492353"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyakit diare, kolera, tifus menyebar  dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan  tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah  (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang  pengelolaan sampahnya kurang memadai.&lt;span id="more-742"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyakit yang dapat menyebar melalui  rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang  dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke  dalam pencernaaan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa  makanan/sampah.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sampah beracun: &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telah dilaporkan bahwa di Jepang  kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah  terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang  dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtYxCQzhXWrX3DYEUEkbVZ9PxZZhQVMQ4fOegNCfcYaNa7g4TUfkI1VpsGpbsOZa9nSC4jnjNua4oW8mUXfWXWakpn8jilEP08zNxCGmeVcEBOmxAeXDJ8lEPPB2efvmALr4VgD_14S9M/s1600/tempat+sampah1.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtYxCQzhXWrX3DYEUEkbVZ9PxZZhQVMQ4fOegNCfcYaNa7g4TUfkI1VpsGpbsOZa9nSC4jnjNua4oW8mUXfWXWakpn8jilEP08zNxCGmeVcEBOmxAeXDJ8lEPPB2efvmALr4VgD_14S9M/s320/tempat+sampah1.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Dari dan Untuk Sampah_dok.rul&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;b&gt;&lt;span id="goog_237909166"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_237909167"&gt;&lt;/span&gt;Dampak terhadap Lingkungan &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Cairan rembesan sampah yang masuk ke  dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme  termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini  mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah  yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair  organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam  konsentrasi tinggi dapat meledak.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Dampak terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Dampaknya antara lain :&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengelolaan sampah yang kurang baik akan  membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat: bau yang  tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran  dimana-mana.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengelolaan sampah yang tidak memadai  menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting di sini  adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang  sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk kerja,  rendahnya produktivitas).&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembuangan sampah padat ke badan air  dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas  pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Infrastruktur lain dapat juga  dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti  tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana  penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung  membuang sampahnya di jalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih  sering dibersihkan dan diperbaiki.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Agung Suprihatin, S. Pd; Ir. Dwi  Prihanto; Dr. Michel Gelbert. 1996. Pengelolaan Sampah. Malang : PPPGT /  VEDC Malang&lt;br /&gt;
Ary Nilandari. 2006. Aku Bisa Menghemat Listrik. Jakarta : Dian Rakyat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Atasi Defisit Energi Listrik, Indonesia  Bisa Gunakan Biomass Sampah Sumber : Media Indonesia (14 Januari 2004)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;DKI Perlu Modernisasi Pengolahan Sampah (Republika edisi  18 Agustus  2004),&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Sampah Dapat Hasilkan Energi Listrik&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; (www.energi.lipi.go.id N ardansirodjuddin.wordpress.com)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGtm1_N-3qHgv8qWWCAbTRM9jzXAxvVNVlP6ch-w7N3KCb-RLQKMAuqhzY0RgnpniLpHUgDk4CdVWN2c1q6GUIbpAVoQzjFAQh6913rBmqtz2kjjYqETHnbEX9aZ5YxhG35ylEh4i5FcE/s72-c/sampah.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hidup Lebih Sehat dengan Organik</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/hidup-lebih-sehat-dengan-organik.html</link><category>Produk Pertanian Organik</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Mon, 8 Nov 2010 02:51:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-3871375227253221271</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimDNAkfScjulwo0epWOkuoNuc8oUcWpxvW4e3hrS4vsqsvkZzcntH8QtqCnI_arRFWanc2TM712DOQu0HiSVylvUeeABYC46PhZBowCU1a_g-mG9slrunGoqjWYnJUkRPMlxQAHH9fDks/s1600/organik.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimDNAkfScjulwo0epWOkuoNuc8oUcWpxvW4e3hrS4vsqsvkZzcntH8QtqCnI_arRFWanc2TM712DOQu0HiSVylvUeeABYC46PhZBowCU1a_g-mG9slrunGoqjWYnJUkRPMlxQAHH9fDks/s1600/organik.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #818181; font-family: Georgia,Times New Roman,Times,serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;b&gt;Oleh : Heri Purwoko |&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Bookman Old Style,Georgia,Times New Roman,Times,serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.kabarindonesia.com/"&gt;KabarIndonesia&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;-  &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Menurut penelitian ahli kesehatan Amerika Serikat tahun 2000,  diperkirakan sekitar 30% penyakit kronis berawal dari makanan yang tidak  sehat. Penambahan bahan pengawet dan pewarna, cara pengolahan masakan  dengan suhu awal yang panas seperti menggoreng merupakan penyebab  hilangnya kandungan yang bermanfaat dalam makanan tersebut. Faktor  lainnya adalah karena pola rutinitas dan kelelahan yang mengganggu  kesehatan. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Mengingat pentingnya menjaga kesehatan yang sangat  berharga tersebut, banyak orang memilih pola hidup sehat dengan  memperhatikan makanan, pola makan, serta waktu istirahat. Salah satunya  adalah dengan mengonsumsi makanan organik. Buah dan sayur organik  dipilih sebagai alternatif karena makanan organik tersebut bebas dari  pestisida atau penambahan bahan kimia dalam proses kehidupannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span id="goog_1239209787"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1239209788"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_2072681017"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_2072681018"&gt;&lt;/span&gt;Pusat  Organik yang berpusat di Colorado, AS sering bekerja sama dengan  universitas dari AS dan Eropa untuk menjalankan kajian dan penelitian  atas tanaman organik dan&amp;nbsp;mendapatkan kandungan khasiat yang ada dalam  makanan organik 25 % lebih tinggi dari tanaman biasa. Kajian tersebut  juga membuktikan makanan atau sayuran dan buah organik meningkatkan  fungsi antioksida dalam tubuh sebanyak 30%.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Mengapa tanaman  organik lebih aman? Tanaman organik ditanam di tanah yang bebas besi dan  bahan kimia, disiram dengan air yang tidak tercemar dan cukup dapat  sinar matahari. Tanaman tersebut dapat menyerap dengan sepenuhnya  mineral dan unsur yang bermanfaat yang terkandung dalam tanah. Oleh  karena itu biasanya sayuran dan buah organik kaya akan vitamin, mineral,  serat, klorofil dan unsur-unsur bermanfaat lainnya. Selain bermanfaat,  makanan organik juga lebih tahan lama dan lebih nikmat ketika  dikonsumsi.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Prof Dr. FG Winarno, seorang ahli teknologi pangan  dalam bukunya ‘Pengantar Pertanian Organik’, menjelaskan bahwa pertanian  dan pangan organik merupakan pangan yang diproduksi tanpa pupuk kimia  atau artifisial dan atau pestisida sintetis. Tanaman organik ditanam  menggunakan pupuk organik seperti menur dari kotoran dan &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;feses&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;  ternak, yang dikenal sebagai pupuk kandang serta kompos yang terbuat  dari limbah hasil panen pertanian yang telah mengalami fermentasi  spontan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Beberapa manfaat dari makanan organik antara lain adalah  membersihkan darah, membuang racun yang menumpuk dalam sel, membantu  regenerasi sel-sel baru, dan menjaga keseimbangan kadar asam basa tanpa  obatobatan, vitamin, ataupun suplemen tambahan. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Gaya hidup  organik telah menjadi aliran popular di seluruh dunia. Produk-produk  organik juga mulai disukai banyak orang. Kini, makanan organik bisa  diperoleh dimana-mana sehingga tubuh yang sehat dan hidup sejahtera  bukan lagi impian.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Adapun beberapa tips mengonsumsi makanan  organik adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pilihlah sayuran, buah-buahan atau  daging yang memang telah meiliki label yang jelas dan resmi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cucilah sayur atau buah organik dengan air yang mengalir (air kran)  beberapa kali, agar sayuran terhindar dari telur ulat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rebuslah  sayuran dengan suhu panas yang cukup sehingga dapat mematikan telur atau  bakteri yang menempel. (*)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;i&gt;* ditulis dari berbagai  sumber&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Blog: &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Alamat  ratron (surat elektronik): &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;a href="mailto:redaksi@kabarindonesia.com"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;redaksi@kabarindonesia.com&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Berita  besar hari ini...!!! Kunjungi segera:&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.kabarindonesia.com//"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;http://www.kabarindonesia.com//&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimDNAkfScjulwo0epWOkuoNuc8oUcWpxvW4e3hrS4vsqsvkZzcntH8QtqCnI_arRFWanc2TM712DOQu0HiSVylvUeeABYC46PhZBowCU1a_g-mG9slrunGoqjWYnJUkRPMlxQAHH9fDks/s72-c/organik.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Menanam Bibit Sehat dalam Beraktifitas</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/menanam-bibit-sehat-dalam-beraktifitas.html</link><category>Gaya Hidup</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Mon, 8 Nov 2010 02:41:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-380899814862478833</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDK7SEFPxv6uDe2dcK8zIhdymJ9lY6Ssb4X0ooNOQ6ouYZuxosZKTtnJwucb36gNVn1qfkpaDcSknQ0IQo8XNC6UKh_nDsifIV7Uy5UOU2Hd5oGh9ThZ0qCGwT0hq58tom4SIPlRiXfTY/s1600/buah.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDK7SEFPxv6uDe2dcK8zIhdymJ9lY6Ssb4X0ooNOQ6ouYZuxosZKTtnJwucb36gNVn1qfkpaDcSknQ0IQo8XNC6UKh_nDsifIV7Uy5UOU2Hd5oGh9ThZ0qCGwT0hq58tom4SIPlRiXfTY/s1600/buah.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #818181; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Oleh : Richu Ridho Rizki&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.kabarindonesia.com/"&gt;&lt;i&gt;KabarIndonesia&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; - &lt;/b&gt;Banyaknya  kegiatan yang dilakukan dan sulit untuk dihindari, banyak yang lupa  akan kesehatannya. Misalnya, sebelum kita makan kita harus mencuci  tangan hingga bersih, tapi orang-orang tidak memikirkan itu. Mereka  hanya menuruti teriakan perut mereka. Tanpa disadari mereka telah  melakukan salah satu penurunan organ tubuh secara perlahan. Apalagi  apabila melakukan itu sehari-hari, kemungkinan&amp;nbsp; hidup mereka tidak akan  bisa senyaman orang yang benar-benar memperhatikan kesehatan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi jika karena kita terlalu sibuk untuk hidup, kita bisa lupa atau  tidak punya waktu untuk diri sendiri apalagi keluarga atau orang lain.  Hal ini sangatalah berbahaya, karena ini bisa mengakibatkan kondisi na  semua orang bisa melakukannya dengan didampingi niat. Untuk melakukannya  sangatlah mudah yaitu melakukan hal sehat terkecil terlebih dahulu.  Misalnya mencuci tangan sebelum makan, berolah raga dan sebagainya.  &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi banyak keluhan yang membuat orang sulit untuk  melakukannya yaitu&amp;nbsp; tidak memiliki waktu untuk makan, karena kurangnya  dana untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sehingga penyakit datang  menghampiri kita, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidaklah sulit, meskipun sebenarnya jawaban  itu benar. walaupun begitu, banyak jalan keluar yang menanti kita untuk  mengatasi ini semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;Tips trik untuk sehat sebelum  beraktifitas adalah:&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsZz07FLXYKLVE8gEgtlYKs9WQjZo_s_1E7vMxegzZW7ZZ0TQ_yakCbhwaypprdMmAsUalIIwvn8aotU8SIWhXI-p3yOvkyiKIg-GIgBUoX9jUNAC404_P2iPSeGDHjEK2Sdnvb45UCSs/s1600/minum.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsZz07FLXYKLVE8gEgtlYKs9WQjZo_s_1E7vMxegzZW7ZZ0TQ_yakCbhwaypprdMmAsUalIIwvn8aotU8SIWhXI-p3yOvkyiKIg-GIgBUoX9jUNAC404_P2iPSeGDHjEK2Sdnvb45UCSs/s1600/minum.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/202-minum-air-membuat-sehat.html" title="Minum Air Membuat Sehat"&gt;&lt;span id="goog_1323604425"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1323604426"&gt;&lt;/span&gt;Minum Air Membuat Sehat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua per tiga tubuh kita terdiri dari air, maka air merupakan unsur  terpenting bagi tubuh. Setiap hari kita kehilangan 1,5 liter air lewat  kulit, paru-paru dan ginjal (berupa air kencing). Untuk itu kehilangan  itu harus digantikan dengan jumlah yang cukup, sehingga tubuh akan  terhindar dari kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/208-awali-hari-dengan-sarapan.html" title="Awali Hari dengan Sarapan"&gt;Awali Hari dengan Sarapan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Kalau  sarapan terlewatkan maka akan mempengaruhi produktivitas kerja. Untuk  itu ‘dengarkan' tubuh anda dengan melakukan sarapan sehat secara rutin  setiap hari. Sarapan sehat adalah makanan ringan yang cukup gizi atau  sarapan siap saji yang kaya gizi dan rendah lemak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;Apotek  Hidup&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
Banyak tanaman bermanfaat untuk penyembuhan dan pengobatan.  Kemampuan menyembuhkan dan efek positif dari beberapa tanaman sebagai  obat sangatlah bermanfaat bagi kesehatan. Anda dapat menanam dan  menggunakan tanaman obat di rumah Anda sebagai apotek hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/119-avokad-buah-serbaguna-kaya-manfaat.html" title="Alpukat Buah Serbaguna dan Kaya Manfaat"&gt;Jus Alpukat&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;
Alpukat  buah serbaguna ini memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi manusia.  Ada banyak zat yang kaya manfaat yang terdapat di buah ini. Buah  berwarna hijau ini sering dimanfaatkan untuk jus. Rasanya yang nikmat  membuat banyak orang menyukainya. Untuk lebih sempurna, tambahkan jeruk  bali kedalam blender jus alpukar yang berguna untuk menurunkan  kolesterol pada Alpukat.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, Kita sebagai manusia haruslah  bisa membuat sehat menjadi suatu bibit dari awal suatu hal dan  membuatnya menjadi kunci sebagai kenyamanan hidup. Dan apakah kalian  masih ingin untuk hidup dalam ketidaknyamanan? Apa salahnya apabila  kalian mencoba untuk membuktikannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Blog: &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Alamat  ratron (surat elektronik): &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;a href="mailto:redaksi@kabarindonesia.com"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;redaksi@kabarindonesia.com&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Berita  besar hari ini...!!! Kunjungi segera:&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.kabarindonesia.com//"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;http://www.kabarindonesia.com//&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDK7SEFPxv6uDe2dcK8zIhdymJ9lY6Ssb4X0ooNOQ6ouYZuxosZKTtnJwucb36gNVn1qfkpaDcSknQ0IQo8XNC6UKh_nDsifIV7Uy5UOU2Hd5oGh9ThZ0qCGwT0hq58tom4SIPlRiXfTY/s72-c/buah.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Revisi Kebijakan Pengelolaan Sampah Kota di Indonesia</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/revisi-kebijakan-pengelolaan-sampah.html</link><category>Pencemaran Lingkungan</category><category>Pengelolaan Sampah Kota</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Mon, 8 Nov 2010 00:53:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-7831266858793826205</guid><description>&lt;table class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghIyBzQE84fS4qZWdap7C86AU29BaPAiDh8RDa4ifxgCoHIK-ZoZOKNVHIqeKvnnQDn_4RGsDHxGHG89SxM26Sekz15ym8cmyaUljTKuZf0q7TiuWj8yF8N-VztgXqNivsfxpcqby7vbw/s1600/komposter-sonson_acd_11.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghIyBzQE84fS4qZWdap7C86AU29BaPAiDh8RDa4ifxgCoHIK-ZoZOKNVHIqeKvnnQDn_4RGsDHxGHG89SxM26Sekz15ym8cmyaUljTKuZf0q7TiuWj8yF8N-VztgXqNivsfxpcqby7vbw/s1600/komposter-sonson_acd_11.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pengelolaan  Sampah Kota Basis Masyarakat_dok.rul&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=";font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;oleh: H.Asrul Hoesein&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=";font-family:&amp;quot;;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://gerakanindonesiahijau.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;(pendiri Gerakan Indonesia Hijau)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;PERMASALAHAN sampah  menyimpan pertanyaan dan misteri besar, bagaimanakah strategi dan  langkah-langkah penyelesaiannya? Namun sampah sebenarnya sangat unik dan  menarik untuk di kaji lebih dalam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pemerintah pun telah  mengeluarkan kebijakan &lt;a href="http://www.menlh.go.id/adipura/peraturan/UU_no18_th2008_ttg_pengelolaan_sampah.pdf"&gt;UU No. 18 Tahun 2008&lt;/a&gt; Tentang Pengelolaan Sampah  serta kebijakan lainnya yang menyusul kebijakan tersebut, namun hal ini  belumlah cukup bila pemerintah tidak mengarahkan atau mengajarkan kepada  masyarakat bagaimana seharusnya sampah itu di kelola, atau setidaknya  pemerintah harus berupaya mensosialisasi (secara massif) akan perlunya  perubahan paradigma tentang ‘mengelola’ sampah, bahwa sampah itu bukan  masalah tapi sebuah anugerah dan berkah yang harus diberdayakan.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Upaya pemerintah  kab/kota di Indonesia untuk mencari tempat pembuangan sampah yang  representatif mengalami kesulitan, karena pendekatannya bukan mengolah,  melainkan membuang sampah. Pada akhirnya hanya berupaya mencari lahan  kosong dan kemudian berpindah lagi jika telah penuh atau dianggap tidak  layak. Ini hampir menyerupai gaya petani nomaden yang suka  berpindah-pindah lahan untuk bercocok tanam. Kalaupun saat ini  ditemukan, namun memang sering ada beberapa daerah yang menata TPA atau  wilayah lainnya, seperti TPS, Pasar Tradisional atau sumber sampah  lainnya, tapi hanya sekedar menghadapi sebuah acara, even atau semacam  penilaian Piala Adipura, namun setelah itu timbul pertanyaan, kenapa  pengelolaan tidak berkelanjutan (sustainable)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;;&amp;quot;;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=";font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                             &lt;![endif]--&gt;&lt;/div&gt;&lt;table class="MsoNormalTable"  style="border: medium none;font-family:&amp;quot;;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 17.65pt;"&gt; &lt;td style="border: 1.5pt solid windowtext; height: 17.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 315pt;" valign="top" width="420"&gt; &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;strong&gt;Sampah yang   setiap hari  dihasilkan, baik dari rumah tangga, pasar dan lain-lain, adalah   sumber  daya ekonomi yang mesti dijaga dan dikelola dengan baik.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=";font-family:&amp;quot;;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="&amp;quot;" style=""&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                             &lt;![endif]--&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Untuk ke depan,  diharapkan adanya perubahan-perubahan kebijakan dan langkah yang  mendasar dari pemerintah kab/kota. Paling tidak empat agenda yang saya  soroti terkait dengan perbaikan pengelolaan sampah kota ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pertama, pemerintah  kota mestinya sudah mulai mempersiapkan diri untuk segera menghentikan  bentuk sentralisasi dalam pengelolaan sampah menjadi bentuk sentralisasi  desentralisasi (se-Desentralisasi). Maka upayanya, segera menerapkan  pola se-desentralisasi-kan dan privatisasikan pengelolaan sampah kota  kepada pihak swasta.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Langkahnya saya kira,  dengan menumbuhkan dan mengikutsertakan pelaku usaha kecil dan menengah  (UKM) yang sanggup mengelola sampah kota di lingkungan setingkat  kelurahan/kecamatan. Sampai dengan tahap ini, perusahaan daerah (PD)  atau Dinas Kebersihan Kab/Kota masih bisa dipertahankan keberadaannya,  hanya fungsinya khusus untuk menangani sampah kota dari sumber-sumber  paling potensial, seperti pasar dll.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sedangkan target pihak  UKM (swasta) tadi adalah minimal sisa sampah yang selama ini tidak bisa  terangkut ke TPA yang ada dapat diselesaikan (dikelola). Dengan pola  ini, pemberian peran kepada pihak swasta harus dilakukan dengan  kebijakan yang sama, termasuk kepada PD Kebersihan sendiri. Artinya,  sisi bisnisnya diserahkan kepada mekanisme pasar, tidak boleh ada  intervensi yang memihak kepada salah satu pihak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pola yang lain seperti  Dinas Kebersihan atau PD Kebersihan hendaknya diarahkan menjadi salah  satu perusahaan pemasok dan pengolah sampah daur ulang saja, namanya pun  perlu diubah supaya lebih jelas menjadi PD Pengelola Sampah Kota dengan  spesifikasi dan kompetensi bidang usahanya yaitu jasa pemasok dan  pengolah sampah daur ulang, bisa berupa produksi pupuk kompos (sampah  organik) atau produksi plastic film grade dan non film grade (sampah  anorganik), nanti industri ini yang mendukung pengelolaan sampah kota  oleh masyarakat (home industri) yang didirikan di wilayahnya atau  wilayah sumber sampah, ini juga bisa disebut pola usaha inti-plasma,  Dinas Kebersihan atau PD. Kebersihan sebagai usaha inti dan masyarakat  pengelola sebagai usaha plasma.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sedangkan peran  pengolah sampah organik diberikan sepenuhnya kepada pengusaha/produsen  kompos skala menengah di lingkungan setingkat kelurahan atau kecamatan,  yang memiliki kompetensi dan bidang usaha yang jelas pula, baik sisi  produksi dan pemasarannya. Atau setidaknya pemerintah menfasilitasi  masyarakat atau kelompok usaha masyarakat (KUB) dengan bentuk pelatihan  pegelolaan sampah organik khususnya sekaligus memberi bantuan peralatan  skala teknologi tepat guna (seperti Komposter BioPhoskko, alat produksi  sampah organik menjadi pupuk organik manual, jenis teknologi ini dapat  dilihat di klik &lt;a href="http://indonetwork.co.id/kencana_makassar"&gt;di sini&lt;/a&gt;), hal ini penulis sarankan sebagai bentuk  pengelolaan yang ideal (se-Desentralisasi) karena berbasis masyarakat  (komunal), dimana masyarakat sendiri sebagai produsen sampah, sekaligus  sebagai produsen pupuk organic berbahan baku sampah kota.&lt;/div&gt;&lt;div class="mceTemp mceIEcenter" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;a href="http://indonetwork.co.id/kencana_makassar"&gt;&lt;img alt="Produksi Pupuk Organik Basis Sampah Kota oleh Masyarakat dengan Teknologi Komposter BioPhoskko_dok.rul" class="size-full wp-image-207542" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/07/komposter-komunal_acd_14.jpg" height="131" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Produksi Pupuk Organik Basis Sampah Kota oleh Masyarakat dengan  Teknologi Komposter BioPhoskko dan Rotary Klin_dok.rul&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="&amp;quot;" style=""&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sangat luar biasa,  jika kebijakan dalam pengelolaan sampah kota pun dilakukan demikian.  Masyarakat pasti tidak perlu lagi dipungut biaya-biaya apa pun  (retribusi) untuk sampah, bahkan pihak pengelola dari perusahaan  pengolah kompos/perusahaan daur ulang disyaratkan dapat menyediakan  minimal 2-3 ton sampah untuk warga masyarakat, masing-masing untuk  sampah organik, anorganik, dan sampah-sampah berbahaya lainnya (sampah  B3). Sampah yang telah terpilah dibeli oleh perusahaan tersebut, juga  masyarakat diberi reward karena misalnya, telah berhasil memilah sampah  organik dan anorganik serta sampah berbahaya lain dari rumah tangganya  dengan baik dan kontinu sesuai dengan permintaan pihak pengelola sampah,  hal ini juga sebagaimana yang diamanatkan dalam &lt;a href="http://www.menlh.go.id/adipura/peraturan/UU_no18_th2008_ttg_pengelolaan_sampah.pdf"&gt;UU No. 18 Tahun 2008  Tentang Pengelolaan Sampah &lt;/a&gt;tersebut dan &lt;a href="http://landspatial.bappenas.go.id/peraturan/the_file/UU_32_Tahun_2009.pdf"&gt;UU No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="&amp;quot;" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pola  Se-Desentralisasi dalam Kelola Sampah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sistem  sentralisasi adalah pemusatan pengelolaan sampah kota di suatu lokasi  atau TPA. Sementara sistem desentralisasi adalah membagi tempat  pembuangan sampah kota di beberapa TPS (Tempat Penampungan sampah  Sementara). Adapun sistem sentralisasi-desentralisasi atau disingkat  se-desentralisasi adalah menggabungkan kedua sistem tersebut dengan  keberadaan TPA dan TPS. Penimbunan sampah hanya dengan mengandalkan  sistem sentralisasi jelas tidak tepat karena membutuhkan lahan yang  sangat luas. Namun, sistem desentralisasi bukan jawaban yang tepat  karena volume sampah yang sangat besar tidak akan mampu ditampung oleh  TPS yang tersebar di mana-mana. Bahkan, bukan tidak mungkin malah  menyebarkan polusi ke banyak titik di kota tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Bentuk pengelolaan  sampah yang kebanyakan dilaksanakan kab/kota di Indonesia adalah pola  sentralisasi dengan mengandalkan pengelolaan di TPA seperti Open  dumping, Controlled landfill, atau Sanitary Landfill (khusus pola open  dumping harus dihentikan secara perlahan, sesuai kebijakan pemerintah  pusat yang mengacu pada UU No. 18 Tahun 2008) setidaknya pada tahun 2012-2013  pola open dumping harus ditiadakan pelaksanaan di TPA, diganti ke pola  kreatif berbasis masyarakat non konglomerasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pengelolaan sampah  kota yang ideal menurut penulis yaitu pola se-Desentralisasi, maksudnya  masyarakat dengan bimbingan pemerintah (pelatihan atau model) membentuk  Instalasi Pengelolaan Sampah Organik (IPSO) disetiap sumber sampah yang  dominan (tahap awal) lalu pemerintah (Dinas Kebersihan/PD Kebersihan)  membentuk PD. Industri Daur Ulang Sampah semacam Instalasi Pengelolaan  Sampak Kota (IPSK) untuk menunjang dan membantu pemasaran dari IPSO yang  telah didirikan oleh kelompok masyarakat, ini penulis sering sebut  sebagai pola komunal dalam mensiasati problem sampah ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sebagaimana  pengamatan penulis bahwa sistem se-desentralisasi memiliki kemampuan  tertinggi dalam mengatasi kendala pengelolaan sampah kota. Dari  kemungkinan kendala yang dihadapi dalam pengelolaan sampah kota di  kota-kota besar, ternyata sistem se-desentralisasi yang paling mampu  mengatasi kendala tersebut. Oleh karena itu, untuk kota-kota besar yang  jumlah penduduknya banyak seperti: Jakarta dan kota satelitnya serta ibu  kota profinsi lainnya di Indonesia seperti; Jakarta, Surabaya,  Palembang, Semarang, Medan, Makassar, Surabaya, Bandung, Balikpapan, Pontianak, Manado,  Kendari, dll. Sistem ini adalah yang paling sesuai, seyogyanya sistem  tersebut diterapkan secara bertahap untuk membiasakan masyarakat dalam  menghadapi era baru pengolahan sampah kota di wilayahnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Catatan:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Bagi  pemerintah Kab/Kota di seluruh Indonesia, perusahaan BUMN dan swasta nasional,  serta Kelompok Tani (KTNA/LM3/Feati/PKK dan kelompok lainnya) atau masyarakat pada  umumnya, yang bermaksud akan mengelola sampah menjadi pupuk organik  berbasis masyarakat atau pengelolaan dengan pola se-Desentralisasi atau  pola plasma, bisa menghubungi penulis di 085215497331, 04112686031 atau tinggalkan  pesan di komentar/tanggapan dibawah ini, atau email ke &lt;a href="mailto:%20hasrulhoesein@gmail.com"&gt;Klik di SINI&lt;/a&gt;, atau link ke gerai online penulis di Kencana  Group (Posko Hijau). Kami siap memberi inisiasi (narasumber) berupa  presentase, pelatihan, demoplot di daerah/wilayah masing-masing. Untuk  proposal pengelolaan sampah menjadi pupuk organik bisa download di Klik  di &lt;a href="http://asrulhoesein.blogspot.com/" target="_self"&gt;sini&lt;/a&gt;  atau di &lt;a href="http://gerakanindonesiahijau.blogspot.com/" target="_self"&gt;sini&lt;/a&gt; atau di &lt;a href="http://lm3nafiri.blogspot.com/2010/01/mengajak-petani-bangkit-mandiri-melalui.html" target="_self"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="&amp;quot;" style=""&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;strong&gt;Stop Global Warming&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;strong&gt;Terima kasih dan Salam Hijau Indonesia……….&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghIyBzQE84fS4qZWdap7C86AU29BaPAiDh8RDa4ifxgCoHIK-ZoZOKNVHIqeKvnnQDn_4RGsDHxGHG89SxM26Sekz15ym8cmyaUljTKuZf0q7TiuWj8yF8N-VztgXqNivsfxpcqby7vbw/s72-c/komposter-sonson_acd_11.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kerjasama Stakeholder dalam Penanganan Sampah</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/kerjasama-stakeholder-dalam-penanganan.html</link><category>Pencemaran Lingkungan</category><category>Pengelolaan Sampah Kota</category><author>noreply@blogger.com (H. Asrul Hoesein)</author><pubDate>Mon, 8 Nov 2010 00:45:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-2291933958346287566</guid><description>&lt;table class="tr-caption-container" style="float: left; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-right: 1em; text-align: left;" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBKHQXEKBGy2A35SodcIfoPuE4e8pQgFfy1-6nSAvPlbZRCoqyo4NblfUVDkjdYee9qK22-v1RIsb9wr_Fu5uhZZpMz-pJjHHw-Eo_2qgXtTVePqxZXD0dyCVABFU7ufnEd3bFrqyzV4g/s1600/Asrul+di+Manado.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBKHQXEKBGy2A35SodcIfoPuE4e8pQgFfy1-6nSAvPlbZRCoqyo4NblfUVDkjdYee9qK22-v1RIsb9wr_Fu5uhZZpMz-pJjHHw-Eo_2qgXtTVePqxZXD0dyCVABFU7ufnEd3bFrqyzV4g/s320/Asrul+di+Manado.jpg" border="0" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Penulis menjadi narasumber pelatihan olah sampah di Manado &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=";font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;&lt;b&gt;oleh: H.Asrul Hoesein&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://gerakanindonesiahijau.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;&lt;b&gt;(pendiri GIH Foundation)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pertambahan penduduk dan  perubahan pola konsumsi masyarakat menimbulkan bertambahnya volume,  jenis, dan karakteristik sampah yang semakin beragam; bahwa pengelolaan  sampah selama ini belum sesuai dengan metode dan teknik pengelolaan  sampah yang berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif  terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan; bahwa sampah telah menjadi  permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara  komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat  secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta  dapat mengubah perilaku dan paradigma masyarakat tentang “sampah” itu  sendiri, hal ini perlu dilakukan secara bersama dan kerja ekstra dalam  mensosialisasi serta mengaflikasi hal persampahan ini.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pandangan sangat  menarik dari para ekolog yang menyatakan bahwa semua organisme dalam  tata kehidupan ekosistem pasti akan menghasilkan sampah. Bagi mereka  yang peka, tentunya membenarkan pernyataan tersebut, bagaimana bisa  demikian ? Setiap jasad yang hidup di alam bergerak dinamis dan sampah  merupakan salah satu hasil dari ragam bentuk kegiatan semua mahkluk  hidup yang ada di alam. Ya, Sang Khalik begitu adil dan bijak memberikan  pakem tentang bagaimana isi alam ini bekerja dalam situasi  kesalingtergantungan, semua tidak berdiri secara tunggal namun berada  dalam satu relasi kait mengkait seolah yang membentuk siklus yang  tertutup. Ambil contoh dari uraian para ekolog yang menyatakan bahwa  setiap organisme menghasilkan sampah, sebagai output, sampah kemudian  beralih peran menjadi input bagi organisme lainnya, kita ada dalam  siklus yang tertutup. Contoh lain adalah kegiatan sehari-hari yang kita  lakukan. Untuk hidup salah satunya kita membutuhkan makanan, kita makan  menghasilkan sisa makanan yang kemudian diurai oleh mikroorganisme  menjadi kompos, dan kemudian kompos yang dihasilkan menjadi sumber  makanan yang diasup oleh tanaman yang kemudian kita makan dan demikian  seterusnya alam saling bekerja sama dan saling bergantung. Input – Black  Box (proses) –Output – input – black Box dan demikian seterusnya  menghasilkan keseimbangan dan keberlanjutan kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pengelolaan sampah  adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan  (sustainable) yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah.  Pemerintah pusat dan pemerintahan daerah bertugas menjamin  terselenggaranya pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan  sesuai dengan tujuan sebagaimana dimaksud dalam &lt;a href="http://www.menlh.go.id/dokumen_sampah/Undang%20Undang%20Nomor%2018%20Tahun%202008.pdf" target="_self"&gt;UU.No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Namun aflikasi di  lapangan, apalagi melibatkan masyarakat dan pengusaha masih dirasakan  kurang, malah kelihatan masyarakat tidak/kurang tahu ada undang-undang  yang mengatur persampahan ini. dan tentu diharapkan para stacholder  perlu mengapresiasi masalah ini, masyarakat/lembaga social masyarakat  perlu memantau dan mengawasi pelaksanaan dari regulasi persampahan ini,  demi meningkatkan kesejahteraan dan derajat kesehatan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pemerintah daerah  dapat melakukan kerja sama antarpemerintah daerah dalam melakukan  pengelolaan sampah. Kerja sama sebagaimana dapat diwujudkan dalam bentuk  kerjasama dan/atau pembuatan usaha bersama pengelolaan sampah antar  Kab/Kota yang berdekatan dan/atau bertetangga. Ketentuan lebih lanjut  mengenai pedoman kerja sama dan bentuk usaha bersama antardaerah akan  diatur dalam peraturan menteri begitu bunyi dalam UU.No. 18 Tahun 2008  yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Menurut hemat kami,  sebenarnya hal ini tidak perlu diatur lagi oleh menteri, cukup  pemerintah provinsi saja yang membuat kebijakannya dengan berdasarkan  UU. No. 18 Tahun 2008 tsb, Gubernur sebagai perpanjangan tangan presiden  di daerah. Kalau harus lagi menteri yang turut campur kerja sama  antardaerah (Kab/Kota) terlalu panjang birokrasi itu, akhirnya bisa lagi  undang-undang ini tidak efisien dan efektif. Hal ini juga yang  menghambat kreatifitas Pemerintah Kab/Kota dalam membuat peraturan  daerah (Perda), Hal ini pula yang kurang atau tidak disenangi oleh para  investor dalam pengelolaan/daur ulang sampah ini, dan sebaiknya pula  disini, selain Menteri Dalam Negeri, juga mestinya melibatkan  kementerian terkait lainnya, khususnya kementerian yang menginisiasi  kerja sama antardaerah selama ini seperti Kementerian Pembangunan Daerah  Tertinggal (KPDT), atau kementerian lainnya yang terkait. Karena hal  pengelolaan sampah ini harus melibatkan beberapa kementerian, misalnya  Kementerian Koperasi, Kesehatan, Sosial, Tenaga Kerja.  Perkebunan/Pertanian. Masalah sampah ini memang bukan masalah kecil tapi  masalah besar dan perlu serius penanganannya, ini yang keliru selama  ini, mana paradigma sudah berbeda/bertentangan serta tidak terjadi  sinergi didalamnya (terjadi ego sektoral)., mari kita pikirkan bersama  untuk melakukan perubahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dalam pengelolaan  sampah diperlukan kepastian hukum, kejelasan tanggung jawab dan  kewenangan Pemerintah, pemerintahan daerah, serta peran masyarakat dan  dunia usaha sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara  proporsional, efektif, dan efisien. Dalam undang-undang ini telah  diwajibkan kepada Pengelola kawasan permukiman, kawasan komersial,  kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan  fasilitas lainnya wajib menyediakan fasilitas pemilahan, Khusus kawasan  industri sebenarnya tidaklah terlalu sulit untuk melaksanakan masalah  persampahan ini. tinggal corporate tsb yang ada dalam kawasan itu,  peduli dan mengefektifkan dana CSR nya, dengan melibatkan masyarakat  atau pengusaha sekitar kawasan /perusahaan tersebut, disini terjadi  fungsi ganda, kepedulian akan lingkungan sehat sekaligus pemberdayaan  ekonomi masyarakat. Bukankah hal ini merupakan salah satu cara  mengentaskan kemiskinan dan menanggulangi pengangguran, khususnya di  perkotaan ?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Wewenang Pemerintah  Pusat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dalam penyelenggaraan  pengelolaan sampah, pemerintah mempunyai kewenangan: menetapkan  kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah; menetapkan norma,  standar, prosedur, dan kriteria pengelolaan sampah; memfasilitasi dan  mengembangkan kerja sama antardaerah, kemitraan, dan jejaring dalam  pengelolaan sampah; menyelenggarakan koordinasi, pembinaan, dan  pengawasan kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah; dan  menetapkan kebijakan penyelesaian perselisihan antardaerah dalam  pengelolaan sampah, aflikasinya serahkan Gubernur untuk dikondisikan  disetiap wilayahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="mceTemp mceIEcenter" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;a href="http://indonetwork.co.id/kencana_makassar"&gt;&lt;img style="width: 487px; height: 304px;" alt="Teknologi Pengolahan Sampah Kota Menjadi Pupuk Organik by PT. Cipta Visi Sinar Kencana, Bandung_dok.rul" class="size-full wp-image-207526" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/07/komposter-rotary_acd_13.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Teknologi Pengolahan Sampah Kota Menjadi Pupuk Organik by PT. CVSK_dok.rul&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Wewenang Pemerintah  Provinsi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dalam  menyelenggarakan pengelolaan sampah, pemerintahan provinsi mempunyai  kewenangan: menetapkan kebijakan dan strategi dalam pengelolaan sampah  sesuai dengan kebijakan pemerintah; memfasilitasi kerja sama antardaerah  dalam satu provinsi, kemitraan, dan jejaring dalam pengelolaan sampah;  menyelenggarakan koordinasi, pembinaan, dan pengawasan kinerja  kabupaten/kota dalam pengelolaan sampah; dan memfasilitasi penyelesaian  perselisihan pengelolaan sampah antarkabupaten/antarkota dalam satu  provinsi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Wewenang Pemerintah  Kabupaten/Kota&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dalam  menyelenggarakan pengelolaan sampah, pemerintahan kabupaten/kota  mempunyai kewenangan: menetapkan kebijakan dan strategi pengelolaan  sampah berdasarkan kebijakan nasional dan provinsi; menyelenggarakan  pengelolaan sampah skala kabupaten/kota sesuai dengan norma, standar,  prosedur, dan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah; melakukan  pembinaan dan pengawasan kinerja pengelolaan sampah yang dilaksanakan  oleh pihak lain; menetapkan lokasi tempat penampungan sementara, tempat  pengolahan sampah terpadu, dan tempat pemrosesan akhir sampah; melakukan  pemantauan dan evaluasi secara berkala setiap 6 (enam) bulan selama  kurun waktu tertentu terhadap tempat pemrosesan akhir sampah dengan  system pembuangan terbuka yang telah ditutup; dan menyusun dan  menyelenggarakan sistem tanggap darurat pengelolaan sampah sesuai dengan  kewenangannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sementara setiap  orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah  rumah tangga wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang  berwawasan lingkungan. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara  pelaksanaan kewajiban pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis  sampah rumah tangga nantinya akan diatur dengan peraturan daerah.,  masing-masing Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Masyarakat dapat  berperan dalam pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh pemerintah  daerah. Peran sebagaimana dimaksud dapat dilakukan melalui: pemberian  usul, pertimbangan, dan saran kepada pemerintah daerah; perumusan  kebijakan pengelolaan sampah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="mceTemp mceIEcenter" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;a href="http://indonetwork.co.id/kencana_makassar"&gt;&lt;img style="width: 489px; height: 269px;" alt="Pengelolaan Sistem Lama - Open Dumping_dok.rul" class="size-full wp-image-207529" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/07/pola-lama-open-dumping-pengelolaan-sampah-di-tpa-segera-ditinggalkan_acd_0.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;2012 Kab/Kota Harus Tinggalkan Penanganan Sampah Sistem Lama di TPA_dok.rul&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Yang pasti, sebagaimana  yang diamanatkan dalam &lt;a href="http://green.kompasiana.com/group/limbah/2010/06/30/metode-pengelolaan-sampah-kota/" target="_self"&gt;UU.No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah&lt;/a&gt;,  paling lambat Tahun 2013, pemerintah Kab/Kota di Indonesia, harus  meninggalkan pola “open dumping” lama dalam penanganan sampah di TPA  dengan mengganti pola baru dengan memberdayakan sampah kota menjadi  bahan baku produksi selanjutnya yang mempunyai nilai ekonomis, dengan  melibatkan secara langsung masyarakat sebagai produsen sampah terbesar.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Catatan:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Bagi pemerintah Kab/Kota  di Indonesia, perusahaan BUMN dan  swasta nasional, serta Kelompok Tani  (KTNA/LM3 dan kelompok lainnya) dan  masyarakat pada umumnya, yang  bermaksud akan mengelola sampah menjadi  pupuk organik berbasis  masyarakat atau pengelolaan dengan pola  se-Desentralisasi atau pola  plasma, bisa menghubungi penulis di  085215497331  or 04112686031 atau  tinggalkan pesan di komentar/tanggapan dibawah ini,  atau &lt;a href="mailto:hasrulhoesein@gmail.com"&gt;email ke Klik di SINI&lt;/a&gt; , atau link ke gerai online penulis  di Kencana  Group (Posko Hijau). Kami siap memberi inisiasi (narasumber)  berupa  presentase, pelatihan, demoplot di daerah/wilayah kab/kota masing-masing di Indonesia.  Untuk  proposal pengelolaan sampah menjadi pupuk organik bisa download  di Klik  di &lt;a href="http://asrulhoesein.blogspot.com/" target="_self"&gt;sini&lt;/a&gt;  atau  di &lt;a href="http://gerakanindonesiahijau.blogspot.com/" target="_self"&gt;sini&lt;/a&gt; atau di &lt;a href="http://lm3nafiri.blogspot.com/2010/01/mengajak-petani-bangkit-mandiri-melalui.html" target="_self"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: red; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Stop Global Warming&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Terima kasih dan Salam  Hijau Indonesia……….&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;                                                                                       &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Tags: &lt;a href="http://www.kompasiana.com/posts/tag/kencana-group/"&gt;kencana group&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://www.kompasiana.com/posts/tag/green-phosko/"&gt;green  phosko&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.kompasiana.com/posts/tag/sampah/"&gt;sampah&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.kompasiana.com/posts/tag/asrul/"&gt;asrul&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.kompasiana.com/posts/tag/kompasianabaru/"&gt;kompasianabaru&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://www.kompasiana.com/posts/tag/pro-green/"&gt;pro green&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://www.kompasiana.com/posts/tag/ptcvsk/"&gt;ptcvsk Bandung&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBKHQXEKBGy2A35SodcIfoPuE4e8pQgFfy1-6nSAvPlbZRCoqyo4NblfUVDkjdYee9qK22-v1RIsb9wr_Fu5uhZZpMz-pJjHHw-Eo_2qgXtTVePqxZXD0dyCVABFU7ufnEd3bFrqyzV4g/s72-c/Asrul+di+Manado.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tips Hijau</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/tips-hijau.html</link><category>Gaya Hidup</category><author>noreply@blogger.com (Environment Health Community UIN  MKS)</author><pubDate>Sun, 7 Nov 2010 03:20:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-4947817015822069755</guid><description>&lt;div class="post-header" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="teaser-para" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kita semua adalah  bagian dari perubahan di bumi. kita harus melakukan perubahan yang  lebih baik untuk bumi dan diri kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tips-tips ini hanya sedikit dari langkah  kecil dan wajib kita lakukan sebagai individu di bumi. karena kita harus  menjadi bagian dari solusi dan melangkah lebih ringan di bumi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirW3drvHoP9TMDCqdoWPfSQzJ1VCATTlvwbR5utMmhbf0H8xuwWZjCmZULn_BMqyHmDm0zeFHWQX946VVBSLQjYlZE5v4bicwcUtDbGmXCocamZSltN6WPEzXXnI8UzWIlfgvdm8qMvV85/s1600/1+how-to-be-green-around-the-hou.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="252" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirW3drvHoP9TMDCqdoWPfSQzJ1VCATTlvwbR5utMmhbf0H8xuwWZjCmZULn_BMqyHmDm0zeFHWQX946VVBSLQjYlZE5v4bicwcUtDbGmXCocamZSltN6WPEzXXnI8UzWIlfgvdm8qMvV85/s320/1+how-to-be-green-around-the-hou.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://www.greenpeace.org/seasia/id/tips_hijau/green-around-the-house"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;How  to be green around the house&lt;img class="snap_preview_icon" id="snap_com_shot_link_icon" src="http://i.ixnp.com/images/v6.51/t.gif" style="background-color: transparent; background-image: url(&amp;quot;http://i.ixnp.com/images/v6.51/theme/silver/palette.gif&amp;quot;); background-position: -1128px 0pt; background-repeat: no-repeat; border: 0pt none; display: inline; float: none; font-style: normal; font-weight: normal; height: 12px; left: auto; line-height: normal; margin: 0pt ! important; max-height: 2000px; max-width: 2000px; min-height: 0px; min-width: 0px; padding: 1px 0pt 0pt; position: static; text-decoration: none; top: auto; vertical-align: top; visibility: visible; width: 14px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Menjadi individu yang ramah lingkungan.  Bermula dari dalam rumahmu untuk menjadi lebih ramah lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2NWwSrXtmpwMhvNszwz4HeCZPs2-ehVS75fshcfcHjhs6vlxjVOZYlPQN5o_TDWFuWbZBnFX0AbbGOPmCqLqluJ23PYxBIRwWrrdFR7T77vDTy-mx1JHL38GtJ_0PiK_OjJERND_iPyUf/s1600/2+how-to-be-green-on-the-road.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="252" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2NWwSrXtmpwMhvNszwz4HeCZPs2-ehVS75fshcfcHjhs6vlxjVOZYlPQN5o_TDWFuWbZBnFX0AbbGOPmCqLqluJ23PYxBIRwWrrdFR7T77vDTy-mx1JHL38GtJ_0PiK_OjJERND_iPyUf/s320/2+how-to-be-green-on-the-road.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://www.greenpeace.org/seasia/id/tips_hijau/green-on-the-road"&gt;How  to be green on the road&lt;img class="snap_preview_icon" id="snap_com_shot_link_icon" src="http://i.ixnp.com/images/v6.51/t.gif" style="background-color: transparent; background-image: url(&amp;quot;http://i.ixnp.com/images/v6.51/theme/silver/palette.gif&amp;quot;); background-position: -1128px 0pt; background-repeat: no-repeat; border: 0pt none; display: inline; float: none; font-style: normal; font-weight: normal; height: 12px; left: auto; line-height: normal; margin: 0pt ! important; max-height: 2000px; max-width: 2000px; min-height: 0px; min-width: 0px; padding: 1px 0pt 0pt; position: static; text-decoration: none; top: auto; vertical-align: top; visibility: visible; width: 14px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Semua  orang dapat membantu menyelamatkan bumi, setiap hari, dengan  pilihan-pilihan kecil yang memiliki dampak besar. Berikut ini daftar  cara-cara kami anda dapat melangkah lebih ringan di bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="Verdana,sans-serif" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhi7eWSQpNpllTCwVADxzqN2AHGJTSN8Ll95BFe13wbmatrB1JizXT_9-IeI17EmGGeVpz0yV0C0HrkXezk-a8dInqD9CWwYolQL6qb-Wk5GLSvvf9UQ_WRvlbmYXsSVAoARDmzjw5mTkpT/s1600/3+how-to-be-green-in-the-bathroo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="252" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhi7eWSQpNpllTCwVADxzqN2AHGJTSN8Ll95BFe13wbmatrB1JizXT_9-IeI17EmGGeVpz0yV0C0HrkXezk-a8dInqD9CWwYolQL6qb-Wk5GLSvvf9UQ_WRvlbmYXsSVAoARDmzjw5mTkpT/s320/3+how-to-be-green-in-the-bathroo.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://www.greenpeace.org/seasia/id/tips_hijau/green-in-the-bathroom"&gt;How  to be green in the bathroom&lt;img class="snap_preview_icon" id="snap_com_shot_link_icon" src="http://i.ixnp.com/images/v6.51/t.gif" style="background-color: transparent; background-image: url(&amp;quot;http://i.ixnp.com/images/v6.51/theme/silver/palette.gif&amp;quot;); background-position: -1128px 0pt; background-repeat: no-repeat; border: 0pt none; display: inline; float: none; font-style: normal; font-weight: normal; height: 12px; left: auto; line-height: normal; margin: 0pt ! important; max-height: 2000px; max-width: 2000px; min-height: 0px; min-width: 0px; padding: 1px 0pt 0pt; position: static; text-decoration: none; top: auto; vertical-align: top; visibility: visible; width: 14px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="Verdana,sans-serif" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Semua  orang dapat membantu menyelamatkan bumi, setiap hari, dengan  pilihan-pilihan kecil yang memiliki dampak besar. Berikut ini daftar  cara-cara kami anda dapat melangkah lebih ringan di Bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="Verdana,sans-serif" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhggDKWZnVMdNJCUdwQ6myOjP3oXLSFEj3CupA9EM1O_jfGm-5zaCemMeUnrpnGXCasFoS4c8z2tkM5AiPvsdchZeUZ1pFWDoHg1Vd_orK2pn-GIBn9C2mPT-Vry79CYDllLzAmJSyxw4Rb/s1600/4+how-to-be-green-in-the-garden.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="252" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhggDKWZnVMdNJCUdwQ6myOjP3oXLSFEj3CupA9EM1O_jfGm-5zaCemMeUnrpnGXCasFoS4c8z2tkM5AiPvsdchZeUZ1pFWDoHg1Vd_orK2pn-GIBn9C2mPT-Vry79CYDllLzAmJSyxw4Rb/s320/4+how-to-be-green-in-the-garden.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://www.greenpeace.org/seasia/id/tips_hijau/green-in-the-garden"&gt;How  to be green in the garden&lt;img class="snap_preview_icon" id="snap_com_shot_link_icon" src="http://i.ixnp.com/images/v6.51/t.gif" style="background-color: transparent; background-image: url(&amp;quot;http://i.ixnp.com/images/v6.51/theme/silver/palette.gif&amp;quot;); background-position: -1128px 0pt; background-repeat: no-repeat; border: 0pt none; display: inline; float: none; font-style: normal; font-weight: normal; height: 12px; left: auto; line-height: normal; margin: 0pt ! important; max-height: 2000px; max-width: 2000px; min-height: 0px; min-width: 0px; padding: 1px 0pt 0pt; position: static; text-decoration: none; top: auto; vertical-align: top; visibility: visible; width: 14px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="Verdana,sans-serif" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Semua  orang dapat membantu menyelamatkan bumi, setiap hari, dengan  pilihan-pilihan kecil yang memiliki dampak besar. Berikut ini daftar  cara-cara kami anda dapat melangkah lebih ringan di Bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="Verdana,sans-serif" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.greenpeace.org/seasia/id/"&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt; Greenpeace&lt;/span&gt;&lt;img class="snap_preview_icon" id="snap_com_shot_link_icon" src="http://i.ixnp.com/images/v6.51/t.gif" style="background-color: transparent; background-image: url(&amp;quot;http://i.ixnp.com/images/v6.51/theme/silver/palette.gif&amp;quot;); background-position: -1128px 0pt; background-repeat: no-repeat; border: 0pt none; display: inline; float: none; font-style: normal; font-weight: normal; height: 12px; left: auto; line-height: normal; margin: 0pt ! important; max-height: 2000px; max-width: 2000px; min-height: 0px; min-width: 0px; padding: 1px 0pt 0pt; position: static; text-decoration: none; top: auto; vertical-align: top; visibility: visible; width: 14px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: white; font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Greenpeace&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Greenpeace&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Komunitas Peduli Lingkungan, sebuah group diskusi dan  informasi serta program aksi menuju Indonesia Hijau dan Sehat serta  Indonesia Mandiri Pangan Energi. Melalui komunitas  ini anda dapat  memperoleh informasi terkini tentang visi,misi dan pengelolaan  lingkungan dan silakan berbagi disini demi bumi kita. Bersahabatlah  dengan bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Salam Hijau&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/254/37CA708FB7628B4C450134308516A08E.png" style="-moz-background-inline-policy: continuous; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Asrul Hoesein &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirW3drvHoP9TMDCqdoWPfSQzJ1VCATTlvwbR5utMmhbf0H8xuwWZjCmZULn_BMqyHmDm0zeFHWQX946VVBSLQjYlZE5v4bicwcUtDbGmXCocamZSltN6WPEzXXnI8UzWIlfgvdm8qMvV85/s72-c/1+how-to-be-green-around-the-hou.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cuaca Ekstrim Mengancam Indonesia</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/cuaca-ekstrim-mengancam-indonesia.html</link><category>Pencemaran Lingkungan</category><author>noreply@blogger.com (Environment Health Community UIN  MKS)</author><pubDate>Sun, 7 Nov 2010 03:04:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-3335405872095607723</guid><description>&lt;div class="post-header" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-6dbZRg2upB4bhahzZsNZP45vGT9SZzf-r5NCERd_8KYttyFMp8GVZWZ-p52WylntwBWWc2HgyA2t7_vN1z1u80V1lnaKF-_tUZW_znwXNWyvsruwh0u8_vdpnmmi379lookgOBKZvYnX/s1600/banjir1.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-6dbZRg2upB4bhahzZsNZP45vGT9SZzf-r5NCERd_8KYttyFMp8GVZWZ-p52WylntwBWWc2HgyA2t7_vN1z1u80V1lnaKF-_tUZW_znwXNWyvsruwh0u8_vdpnmmi379lookgOBKZvYnX/s320/banjir1.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;by: Asrul Hoesein&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Pendiri GIH Foundation) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Waspada, Indonesia sudah  diambang cuaca El-Nino. Kalau diabaikan, tidak ada perubahan yang  berarti. Pengelola negeri ini, diharap perbaiki diri “bermoral” serta  kembali kejalan yang lurus dan segera berhenti “bohongi” rakyat. Mungkin  solusi ini bisa menjadi penangkal bencana tersebut. Termasuk  yang penting adalah pemerintah harus melakukan “moratorium loging”  (tarik semua izin-izin HPH) dan penegakan hukum yang sangat tegas dalam  menangani hutan lindung, hutan produksi dan taman nasional. Sepertinya  alam (lingkungan) sudah jenuh dan tidak mampu lagi menerima kebohongan  publik termasuk ketidakadilan pada segala lini di bumi Indonesia ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Bulan terakhir ini,  kondisi cuaca Indonesia sangat memprihatinkan kita semua. Akibat dari  cuaca buruk itu, terjadilah musibah di mana-mana, mulai dari Aceh,  Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi sampai dengan Papua. Sepertinya  satu paket beruntun. Terakhir (4/10) paling menyedihkan di Papua Barat  (kasian itu saudara kita di Kota Wasior, 80% infrastruktur kotanya  habis), sampai mengingatkan kita bencana Tsunami di Aceh enam tahun  silam. Ini merupakan harga mahal yang harus kita bayar, akibat  penggundulan hutan (mudharat lebih besar dari manfaat), bukan lagi  negara lain merasakan perubahan iklim ini, tapi juga Indonesia. Ini  pasti akan berlanjut. Yakin tidak akan berhenti, bila negeri ini tidak  berbenah.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8831800507988284928&amp;amp;postID=3335405872095607723" name="more" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://gerakanindonesiahijau.blogspot.com/" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cermati Tanda Zaman_dok.asrul" class="size-full wp-image-282963" height="320" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/10/jakarta-banjir2.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sebenarnya pemerintah harus cepat sadar.  Ini merupakan “tanda zaman” atau teguran dari Allah Swt. Sepanjang tahun  2010 hujan tidak pernah berhenti, dimana-mana banjir, termasuk Jakarta  sendiri, tidak ada kompromi rupanya. Indonesia sudah tidak mengenal lagi  musim kemarau, ini semua akibat ulah tangan-tangan jahil manusia,  pembalakan liar, dll. Mari kita sportif, jangan melempar handuk, seakan  ini merupakan murni fenomena alam, atau alasan intensitas hujan yang  tinggi dsb. Staf presiden bidang bencana dan otoda, berhentilah Anda  kontra dengan Menteri Kehutanan serta Walhi yang mengatakan ini akibat  ilegal loging. Menurut “tanda zaman” ini semua akibat  perbuatan-perbuatan kotor, seperti korupsi, rekayasa kasus, zeronya  keadilan, dll. yang marak di negeri ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sekali lagi bukan dan bukan murni fenomena  alam, tapi peringatan Allah Swt (cara Allah menyanyangi atau mengobati  hamba-Nya yang dzalim) atas ulah hamba-Nya yang tidak sadar akan  kewajibannya sebagai hamba yang harus berbuat baik atau bertoleransi  terhadap sesama ciptaan Allah Swt. Sepertinya di Indonesia ini,  kepedulian sudah sirna, silaturrahim sudah luntur, moral sudah hancur.  Hampalah itu hubungan, baik terhadap Allah Swt, hubungan kepada manusia  dan hubungan kepada alam semesta.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Ingat….Banjir, kebakaran, longsor, banjir  lumpur, banjir bandang, tsunami, gempa bumi, gunung meletus, dll. itu  merupakan bala tentara Allah Swt. Allah murka, tentu menggerakkan  pasukannya yang bernama bencana dengan segala bentuk itu.  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Mungkin dan pastilah  para pejabat yang stay di Ibukota masih senang-senang dengan segala  bencana ini, nonton dengan santainya melihat rakyat melawan bencana itu,  termasuk kegagalan panen petani akibat cuaca dan sawahnya terkena fuso.  Tapi yakin dan pasti, bencana-bencana tersebut tetap mengintai Anda,  sadar atau tidak, lambat atau cepat pasti bala tentara Allah itu  menghampiri Anda beserta keluarga, tunggu saja kalau kedzaliman tetap  dilakukan secara sistemik mulai dari pusat sampai ke daerah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Semoga kita bisa  menyikapi kondisi (cuaca ekstrim) ini dengan akal sehat. Khususnya para  Anggota DPR,DPD, DPRD, Presiden, Menteri, Pejabat Negara lainnya sampai  dengan Kepala Desa, sadarkah kita dengan kondisi cuaca saat ini (cuaca  ekstrim Indonesia), hutan sudah tidak mampu menahan air. Coba kembali  perhatikan dan renungi, kejadian-kejadian (bencana) minggu terakhir.  Allah Swt. sedang mencuci negeri ini, yang penuh dengan dosa.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://gerakanindonesiahijau.blogspot.com/" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Akibat Ilegal Loging dan Pemekaran 
Wilayah_dok.vivanews.asrul" class="size-full wp-image-282964" height="240" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/10/wasior1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Berhentilah mendramatisir masalah, apapun jenis masalahnya.  Termasuk juga para Angt. DPR, Staf Ahli presiden bidang bencana,  berhentilah Anda ngomong macam-macam, rakyat sudah muak nonton  sandiwara, Ini bukan murni fenomena alam atau intensitas hujan, Inilah  akibat “selalu” mengatasnamakan rakyat “pro rakyat” padahal tidak sama  sekali. Ini sudah azab sobat. Resiko bangsa yang beragama tapi tidak  taat kepada Tuhan YMK. (Maaf) kalau kami stressing Anda, karena kami  punya hak untuk itu. Bagaimana ?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://asrulhoesein.blogspot.com/" target="_self"&gt;asrulhoeseinBROTHER&lt;img class="snap_preview_icon" id="snap_com_shot_link_icon" src="http://i.ixnp.com/images/v6.51/t.gif" style="background-color: transparent; background-image: url(&amp;quot;http://i.ixnp.com/images/v6.51/theme/silver/palette.gif&amp;quot;); background-position: -1128px 0pt; background-repeat: no-repeat; border: 0pt none; display: inline; float: none; font-style: normal; font-weight: normal; height: 12px; left: auto; line-height: normal; margin: 0pt ! important; max-height: 2000px; max-width: 2000px; min-height: 0px; min-width: 0px; padding: 1px 0pt 0pt; position: static; text-decoration: none; top: auto; vertical-align: top; visibility: visible; width: 14px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-6dbZRg2upB4bhahzZsNZP45vGT9SZzf-r5NCERd_8KYttyFMp8GVZWZ-p52WylntwBWWc2HgyA2t7_vN1z1u80V1lnaKF-_tUZW_znwXNWyvsruwh0u8_vdpnmmi379lookgOBKZvYnX/s72-c/banjir1.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>10 Gaya Hidup by "The Millionaire Mind."</title><link>http://ehcuinalauddin.blogspot.com/2010/11/10-gaya-hidup-by-millionaire-mind.html</link><category>Gaya Hidup</category><author>noreply@blogger.com (Environment Health Community UIN  MKS)</author><pubDate>Sun, 7 Nov 2010 02:54:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8831800507988284928.post-7505004909705534705</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb-mFckRyCYtnzTeGzQHRAU36IyZwPjaLVlo7kMa63FAgDrgRLK_dzTKTpdRQ_kHzbWEeLjcE7wm6jqM81v7md2gYf8iqDyzm98hmwMEv-Ekt7Nv_0JRWMFrAuef9qcivkT-8gdTYSpnol/s1600-h/gaya+hidup.jpeg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="320" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376177682166343538" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb-mFckRyCYtnzTeGzQHRAU36IyZwPjaLVlo7kMa63FAgDrgRLK_dzTKTpdRQ_kHzbWEeLjcE7wm6jqM81v7md2gYf8iqDyzm98hmwMEv-Ekt7Nv_0JRWMFrAuef9qcivkT-8gdTYSpnol/s320/gaya+hidup.jpeg" style="float: left; height: 163px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 150px;" width="294" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;by: GIH Foundation&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="post-body entry-content" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUSER5%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUSER5%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUSER5%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;     &lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;     &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;  &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;
 &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} -
&lt;/style&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada satu lembaga penelitian sekuler di USA yg meneliti tentang orang-orang  bahagia. Karena ini lembaga sekuler,Ukuran bahagia pertama adalah  Banyaknya Uang. Maka lembaga tersebut mensurvey orang-orang kaya (Milyuner) dengan sample awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang  milyuner. Dari 200 ribu itu disaring kadar bahagia-nya berdasarkan  berbagai parameter termasuk keluarga tersebut.Hasil saringan terakhir  ada sekitar 200 orang yang dianggap sangat bahagia, karena selain kaya,  bisnisnya luar biasa, menikmati hidup, keluarganya beres. 
Hasil survey tersebut ditulis dalam buku karangan Thomas Stanley  berjudul : "The Millionaire Mind." Orang-orang kaya tersebut rata-rata  sudah berumur, mereka adalah orang Kaya Dalam 1 Generasi,artinya Bukan  Kaya warisan, tapi kaya dengan modal zero, alias kerja sendiri. Kemudian  orang-orang ini diwawancara satu per satu secara detail, dan  di-summary-kan gaya hidup orang-orang tersebut,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;

&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Berikut 10 Gaya Hidup:&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;li&gt; Orang-orang tersebut  Frugal = Hemat &amp;gt; • Mereka penuh pertimbangan dalam memanfaatkan uang  mereka.• Untuk beli sesuatu, pikir-pikir dulu sekitar 20 kali,• Tipe  orang yang Tanya sama Tuhan tentang segala sesuatu pengeluaran.• Mereka  tidak diperbudak mode, meskipun tidak kuno, tapi modis.• Mereka tahu di  mana beli barang bagus tapi murah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Orang-orang tersebut  selalu hidup di bawah income mereka. Tidak hidup gali lobang tutup  lobang alias anti hutang.• Tidak hidup gali lobang tutup lobang alias  Anti Hutang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Sangat loyal terhadap pasangan• Tidak  cerai dan setia !!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Selalu lolos dari prahara baik dalam  keluarga/bisnis• Di USA sering resesi ekonomi, mereka selalu lolos.  Setelah ditanya apa kunci lolosnya,jawabannya :◦ " Overcoming worry and  pray,with faith to God;“◦ “ We have God and His word."&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Cara berpikir  mereka berbeda dalam segala segi dengan orang-orang kebanyakan, Contoh  :• Kita kalau ke mall, mikir abisin duit, mereka malah survey mencari  bisnis apa yang paling laku di mall.• They think differently from the  crowd.• Mereka " Man of Production" bukan " Man of Consumption. "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Ketika ditanya  kunci suksesnya:• Punya Integritas ◦ Omongan dan janji bisa dipegang dan  dipercaya.◦ Disiplin◦ Tidak mudah dipengaruhi, dalam segala hal,  termasuk disiplin dalam hal makanan,◦ mereka orang yang tidak  sembarangan konsumsi makanan. Tidak serakah.◦ Selalu mengembangkan  social skill◦ Cara bergaul, belajar getting along with people, belajar  leadership,menjual ide, mereka orang yang meng-upgrade dirinya, tidak  malas belajar◦ Punya pasangan yg support◦ Selalu mendukung dalam keadaan  enak/ tidak. Menurut mereka, Integrity dimulai di rumah,◦ Kalau seorang  suami / istri tidak bisa dipercaya di rumah, pasti tidak bisa dipercaya  diluar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Pembagian waktu/aktivitas, paling banyak  untuk hal-hal berikut: ∙ Mengajak anak dan cucu sport / olahraga,  alasannya : Dengan olahraga bisa meningkatkan fighting spirit yang  penting untuk pertandingan rohani untuk menang sebagai orang beriman  Untuk bisa sportif ( Menerima kenyataan, tetapi dengan semangat untuk  memperbaiki dan menang ). Banyak memikirkan tentang investment.∙ Banyak  waktu berdoa, mencari hadirat TUHAN. Ini menjadi lifestyle mereka sejak  muda.∙ Attending religious activities.∙ Sosializing with children and  grand child, ngobrol.∙ Entertaining with friends, maksudnya bergaul,  membina hubungan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Have a strong religious faith, dan  menurut mereka ini kunci sukses mereka.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Religious  millionaire∙ Mereka tidak pernah memaksakan suatu jumlah asset sama  Tuhan, tetapi mereka belajar mendengarkan suara Tuhan, berapa jumlah  aset yang Tuhan inginkan buat mereka.∙ Minta guidance untuk bisnis.  Mereka bukan type menelan semua tawaran bisnis yang disodorkan kepada  mereka, tapi bertanya Tuhan dulu untuk mengambil keputusan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Ketika ditanya  tentang siapa mentor mereka, jawabannya adalah Tuhan.▪ Jika setiap  bangun pagi, kita bisa mensyukuri dengan tulus apa yang telah kita  miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini  dengan bahagia.&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Semoga notes ini juga bermanfaat tidak  hanya untuk saya pribadi, tapi juga untuk teman2 lain....terima kasih. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb-mFckRyCYtnzTeGzQHRAU36IyZwPjaLVlo7kMa63FAgDrgRLK_dzTKTpdRQ_kHzbWEeLjcE7wm6jqM81v7md2gYf8iqDyzm98hmwMEv-Ekt7Nv_0JRWMFrAuef9qcivkT-8gdTYSpnol/s72-c/gaya+hidup.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>