<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>empiris network</title><link>http://empiris-homepage.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/EmpirisNetwork" /><description></description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (empiris network)</managingEditor><lastBuildDate>Wed, 18 Apr 2012 01:58:38 PDT</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">233</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="empirisnetwork" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle></itunes:subtitle><creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/</creativeCommons:license><item><title>Sejarah Nasional Indonesia adalah Sejarah Islam</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/ePXWnRKd-0g/sejarah-nasional-indonesia-adalah.html</link><category>historia</category><category>humaniora</category><category>harakita</category><category>arah juang</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Tue, 20 Mar 2012 08:22:20 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-4629372491331882180</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-W-sl_K5ToqU/T2ifkHRb5pI/AAAAAAAAA-M/u-K4e3qfIks/s1600/Pejuang-45.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 195px; height: 156px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-W-sl_K5ToqU/T2ifkHRb5pI/AAAAAAAAA-M/u-K4e3qfIks/s320/Pejuang-45.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5721998769350502034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Padahal, baik Kartosuwiryo maupun aktivis Masyumi yang tergabung dalam PRRI seperti M. Natsir, adalah para tokoh yang berdarah-darah mendirikan dan memperjuangkan  Indonesia. Akan tetapi, setting kurikulum saat ini justru memojokkan Kartosuwiryo dan M. Natsir sebagai “penjahat” karena dianggap terlibat dalam gerakan “pemberontakan”, tanpa  analisis mendalam untuk mendudukan secara adil posisinya dalam sejarah. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi permakluman bersama di manapun, termasuk di Indonesia, sebuah pengajaran “Sejarah Nasional” ditujukan untuk meyakinkan warga negaranya bahwa negara yang  menjadi tempat hidup mereka adalah sebuah negara yang sah dan layak untuk diberi dukungan sepenuhnya. Pembelaan dan dukungan terhadap negara  atau “nasionalisme” merupakan buah yang ingin diperoleh dari pengajaran sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia keinginan ini terlihat dalam kurikulum pengajaran sejarah sejak pelajaran sejarah Indonesia ditetapkan sekitar tahun 1950-an. Terakhir, dalam standar isi pelajaran yang diterbitkan BNSPI (Badan Nasional Standarisasi Pendidikan Indonesia) melalui Kepmen No. 22 tahun 2006 disebutkan tujuan pengajaran sejarah antara lain untuk: menumbuhkan pemahaman peserta didik terhadap proses terbentuknya bangsa Indonesia melalui sejarah yang panjang dan masih berproses hingga masa kini dan masa yang akan datang; dan menumbuhkan kesadaran dalam diri peserta didik sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki rasa bangga dan cinta tanah air yang dapat diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan baik nasional maupun internasional.  (tujuan pelajaran sejarah untuk SMA no. 4 dan 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan seperti di atas memang wajar dikehendaki oleh suatu Negara. Akan tetapi, dalam kasus Indonesia, yang menjadi persoalan justru pada perumusan apa yang dimaksud dengan “Indonesia”. Isi pelajaran sejarah Indonesia yang semestinya dapat menjawab pertanyaan tersebut selama ini ternyata gagal memberikan makna ke-Indonesia-an bagi seluruh warga bangsa. Makna “Indonesia” yang diciptakan dalam buku-buku pelajaran sejarah justru  mengesankan permusuhan bagi sebagian kelompok di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang paling nyata adalah mengenai peran Islam dan umat Islam dalam pembentukan Indonesia. Dalam standar kompetensi dan komptensi dasar yang dibuat BNSPI, peran Islam hanya dibahas di kelas XI Semester 1 sub bagian 1.3 dan 1.4 setelah penjelasan mengenai Hindu-Budha pada sub-bagian 1.1 dan 1.2. Pembahasannya diletakan di bawah bagian analisis  perjalanan bangsa Indonesia pada masa negara-negara tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kelas XI Semester 2, secara atraktif dan panjang lebar dibahas mengenai pengaruh Barat dan sejarah dunia pada perkembangan Indonesia. Selanjutnya di kelas XII semester 1 dan 2, peristiwa-peristiwa yang  telah diceritakan kemudian dibingkai dengan pengaruh Barat. Sedangkan peran Islam dan umat Islam  tidak terlalu banyak disinggung, baik pada periode kolonial, kebangkitan nasional, perjuangan kemerdekaan,  ataupun pada saat perumusan konstitusi jaman pra-Orde Baru yang sangat kental pertentangan ideologinya (baca: Islam vs nasionalis-sekuler).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting kurikulum semacam ini seolah mengisyaratkan bahwa setelah era kerajaan-kerajaan Islam sebagai kekuasaan tradisional,  tidak ada lagi kisah tentang “Islam”. Kalaupun beberapa kisah organisasi Islam diselip-selipkan, seperti keberadaan Sarekat Islam, Masyumi, Muhammadiyah, NU, dan PPP,  sama sekali tidak mengisyaratkan adanya peran “Islam” bagi bangsa Indonesia. Seolah-olah keberadaan organisasi-organisasi Islam ini hanya menjadi pelengkap penderita dalam Indonesia baru yang ‘dimenangkan’ oleh kaum nasionalis-sekuler, baik secara politik maupun kebudayaan. Sekalipun mereka Muslim, tetapi mereka sudah setuju dengan Indonesia yang sekuler!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan bagaimana momen-momen dalam pembentukan Indonesia diabaikan tanpa makna seperti terumuskannya Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan perdebatan 18 Agustus 1945 yang akhirnya melahirkan Pancasila sebagai dasar negara. Kurikulum kita seolah ingin mengubur ingatan bangsa, bahwa perdebatan yang muncul saat Indonesia hendak berdiri adalah perdebatan yang didorong oleh pemikiran keagamaan, dalam hal ini Islam. Bagaimana akhirnya kompromi dicapai justru bukan antara kelompok sekuler vs sekuler, melainkan antara kelompok sekuler vs kelompok Islam. Bahkan bila ditelisik, kompromi ini mengarah kepada diakomodasinya kepentingan umat Islam secara luas seperti tercermin dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih mengkhawatirkan lagi, pada saat menceritakan peristiwa-peristiwa pembangkangan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok agama, justru menohok Islam. DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) disebut secara terang-terangan tanpa penjelasan memadai  mengenai konteks politik kemunculannya sehingga ditemukan kewajarannya. Demikian pula pada kasus PRRI yang banyak didukung oleh mantan aktivis Masyumi. Padahal, baik Kartosuwiryo maupun aktivis Masyumi yang tergabung dalam PRRI seperti M. Natsir, adalah para tokoh yang berdarah-darah mendirikan dan memperjuangkan  Indonesia. Akan tetapi, setting kurikulum saat ini justru memojokkan Kartosuwiryo dan M. Natsir sebagai “penjahat” karena dianggap terlibat dalam gerakan “pemberontakan”, tanpa  analisis mendalam untuk mendudukan secara adil posisinya dalam sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari ataupun tidak, kurikulum tersebut telah memposisikan Islam yang menjadi anutan mayoritas penduduk Indonesia sebagai trouble maker. Islam tidak dilihat sebagai unsur terpenting dalam pembangunan bangsa. Padahal sepanjang sejarah modern Indonesia;  baik secara budaya, sosial, ekonomi, maupun politik; peran Islam dan umat Islam begitu besar dalam memperjuangkan, mendirikan, memepertahankan, dan membangun bangsa ini. Pada saat yang sama,  anasir-anasir sekular- baik dalam wujud ide maupun gerakan-  justru dianggap sebagai pihak yang paling “benar” dan paling berhak atas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pola kurikulum seperti itu, secara halus siswa seolah diajarkan bahwa menjadi Islam tidak bisa bersamaan menjadi “Indonesia” karena Islam di Indonesia adalah pengacau, pemberontak, dan bahkan teroris. Umat Islam yang ingin menjadi muslim yang kâffah justru termajinalkan dan tersingkir dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga negara perlu melakukan intropeksi diri apabila kemudian bermunculan gerakan-gerakan berjejaring internasional- yang mengatasnamakan Islam- dan tidak terlampau senang untuk sepenuhnya menjadi Indonesia. Bila jaman Muhammad Yamin, menjadi Indonesia berarti harus ke-Hindu-Hindu-an,  sementara sejak  era Suharto hingga saat ini,  menjadi  Indonesia   berarti harus menjadi “sekuler”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasionalisme Indonesia yang dibangun di atas nilai sekularisme akan sangat  merugikan bangsa ini. Sekularisme tidak pernah memberikan nilai terdalam bagi tindakan seseorang. Ujung dari sekularisme hanyalah pragmatisme kebendaan. Oleh sebab itu, tidak heran bila kemudian lahir generasi-generasi pragmatis “tanpa nilai” yang hanya peduli dengan Indonesia bila secara materi menguntungkan. Bila tidak, tanpa rasa menyesal mereka akan katakan, Go to hell Indonesia!,  kemudian menghalalkan berbagai cara untuk  memperkaya diri walaupun harus mengeksploitasi kekayaan negeri ini dan  mengorbankan kepentingan bangsanya.&lt;br /&gt;Sekularisme juga telah membuka kotak Pandora hubungan antar-agama di Indonesia. Setelah sekularisme ditahbiskan menjadi dasar, mau tidak mau, hubungan antar-agama pun harus didefiniskan mengikuti selera sekuler. Pluralisme yang berakar pada tradisi filsafat perennial  kemudian menjadi pilihan. Filsafat perennnial sangat bertentangan dengan doktrin atau kepercayaan umat beragama dalam meletakkan posisi agama mereka. Maka tidak mengherankan bila pluralisme-sekuler mendapat tentangan keras dari berbagai tokoh agama. Representasi mayoritas pemimpin Muslim di MUI  kemudian harus turun tangan mengeluarkan fatwa haram Pluralisme, Sekularisme, dan Liberalisme pada tahun 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, apabila akar kebudayaan bangsa ini dikembalikan pada fakta dan realitas bahwa  Islam sebagai way of life, telah terbukti  mampu menorehkan tinta emas  dalam sejarah peradaban Indonesia dan dunia, tentulah hal-hal seperti di atas tidak perlu terjadi.  Keberadaan Islam sebagai kekuatan mayoritas di negeri ini pun akan menjadi  konstruktif dalam membangun makna ke-Indonesiaan sehingga tidak perlu lagi berbenturan dengan masalah keyakinan. Dengan begitu, Islam akan tampil sebagai kekuatan raksasa yang diharapkan mampu menjadi penopang utama pembangunan bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya kita mendefinisikan kembali makna “keindonesiaan” dengan menyertakan unsur terpenting dalam sejarah Indonesia, yaitu Islam. Islam sebagai tata nilai dan agama yang dianut mayoritas bangsa ini, harus ‘dibunyikan’  lebih nyaring daripada Sekularisme yang sama sekali tidak memiliki akar dalam tradisi dan budaya Indonesia. Bukankah sekularisme yang datang ke negeri ini adalah anak kandung dari “kolonialisme” yang justru kita caci bersama sebagai salah satu faktor yang membuat bangsa ini sengsara ? Lalu mengapa induknya kita tolak, tapi turunannya kita biarkan hidup? Wallâhu A‘lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Tiar Anwar Bachtiar&lt;br /&gt;Source: &lt;a href="http://insistnet.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=256%3Asejarah-nasional-indonesia-adalah-sejarah-islam&amp;amp;catid=13%3Atiar-anwar-bachtiar&amp;amp;Itemid=2"&gt;INSISTS&lt;/a&gt; [Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-4629372491331882180?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/ePXWnRKd-0g" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-03-20T22:22:20.018+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-W-sl_K5ToqU/T2ifkHRb5pI/AAAAAAAAA-M/u-K4e3qfIks/s72-c/Pejuang-45.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2012/02/sejarah-nasional-indonesia-adalah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Irshad Manji: Idola Kaum Liberal !</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/WuPpD1HIFU8/irshad-manji-idola-kaum-liberal.html</link><category>humaniora</category><category>islamia</category><category>harakita</category><category>arah juang</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Sun, 26 Feb 2012 00:04:44 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-1338856434952020752</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-PaA4qmq8h2E/T0nmO_-q1VI/AAAAAAAAA-A/WqO-xTS_YZI/s1600/Irshad-manji.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 177px; height: 168px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-PaA4qmq8h2E/T0nmO_-q1VI/AAAAAAAAA-A/WqO-xTS_YZI/s320/Irshad-manji.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5713350747663029586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejumlah orang yang akan berdialog dengan kaum liberal saya beri saran agar jangan pakai dalil ayat-ayat al-Quran. Sebab, banyak kaum liberal yang sudah tidak percaya lagi pada keotentikan al-Quran, sehingga tidak ada gunanya dalil al-Quran untuk mereka. Memang ada diantara mereka yang masih percaya al-Quran sebagai wahyu Allah, tetapi banyak pula diantara mereka yang memiliki pandangan dan penafsiran yang berbeda.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tafsirnya kita kritik, mereka pun tak segan-segan menyatakan, ”Itu kan penafsiran anda! Penafsiran saya tidak begitu!” Mereka banyak yang sudah berpandangan bahwa hanya Tuhan saja yang tahu penafsiran yang sebenarnya. Manusia boleh menafsirkan al-Quran semaunya, dan semuanya tidak dapat disalahkan. Karena itu, ada yang menyatakan, bahwa perbedaan antara Islam dan Ahmadiyah, hanyalah soal perbedaan tafsir saja, karena itu jangan saling menyalahkan, karena semua penafsiran adalah relatif.  Yang tahu kebenaran yang mutlak, hanya Allah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, soal utama antara Islam dan Ahmadiyah, adalah masalah tafsir. Tapi, ada tafsir yang salah dan ada tafsir yang benar. Semua manusia yang masih berakal (tidak gila), bisa saja menafsiran al-Quran. Tapi, tidak semua tafsir itu benar, sebagaimana klaim kaum liberal. Ada tafsir yang salah. Misalnya, kalau ada yang menafsirkan ayat ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wa-aqimish shalaata lidzikri&lt;/span&gt;”, bahwa tujuan salat adalah mengingat Allah. Maka, jika sudah ingat Allah, berarti tujuan sudah tercapai, dan tidak perlu salat lagi. Tafsir semacam ini tentu saja tafsir yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, dalam buku Eik Ghalthi ka Izalah (Memperbaiki Suatu Kesalahan) karya Mirza Ghulam Ahmad (terbitan Ahmadiyah Cabang Bandung tahun 1993), hal. 5, tertulis pengakuan Ghulam Ahmad yang mendapat wahyu berbunyi: ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Muhammadur Rasulullah wal-ladziina ma’ahu asyiddaa’u ’alal kuffaari ruhamaa’u baynahum&lt;/span&gt;.”  Lalu, dia komentari ayat tersebut: ”Dalam wahyu ini Allah swt menyebutkan namaku ”Muhammad” dan ”Rasul”.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut jelas terdapat dalam al-Quran (QS 48:29). Kaum Muslim yakin seyakin-yakinnya, bahwa ”Muhammadur Rasulullah” di situ menunjuk kepada Nabi Muhammad saw yang lahir di Mekkah; bukan merujuk kepada Mirza Ghulam Ahmad yang lahir di India. Jika Ghulam Ahmad membuat tafsir bahwa dia adalah juga Muhammad sebagaimana ditunjuk dalam ayat tersebut, maka tafsir Ghulam Ahmad semacam itu jelas tafsir yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, kaum liberal akan menyatakan, bahwa Ghulam Ahmad juga berhak membuat tafsir sendiri, dan tidak boleh disalahkan atau disesatkan. Anehnya, kalau umat Islam punya pandangan dan sikap yang berbeda dengan kaum liberal, maka akan disalah-salahkan, dicap fundamentalis, radikal, tidak toleran, dan sebagainya. Jadi, kita dilarang menyalahkan yang salah, tetapi kaum liberal boleh menyalahkan pendapat yang tidak sesuai dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pernah kita bahas dalam beberapa CAP, aksi kaum liberal dalam menyerang al-Quran dari waktu ke waktu semakin brutal. Berlindung di balik wacana kebebasan, mereka tidak segan-segan lagi menyerang dan menistakan al-Quran secara terbuka. Apa yang pernah terjadi di IAIN Surabaya tahun 2006, ketika seorang dosen menginjak-injak lazadz Allah yang ditulisnya sendiri, tampaknya hanyalah fenomena gunung es belaka. Sejumlah buku, jurnal, dan artikel terbitan kaum liberal di Indonesia sudah secara terbuka menyerang al-Quran. Kita masih ingat, bagaimana jurnal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Justisia&lt;/span&gt; Fakultas Syariah IAIN Semarang secara semena-mena menyerang al-Quran, dengan menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Karenanya, wajar jika muncul asumsi bahwa pembukuan Qur’an hanya siasat bangsa Quraisy, melalui Usman, untuk mempertahankan hegemoninya atas masyarakat Arab [dan Islam]. Hegemoni itu tampak jelas terpusat pada ranah kekuasaan, agama dan budaya. Dan hanya orang yang mensakralkan Qur’anlah yang berhasil terperangkap siasat bangsa Quraisy tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kita heran, orang-orang ini adalah bagian dari kalangan akademisi yang seharusnya menjunjung tinggi tradisi intelektual yang sehat. Tapi, faktanya, mereka sering mengungkapkan pendapat tanpa didukung oleh data-data yang memadai. Belakangan ini, kaum liberal di Indonesia sedang gandrung-gandrungnya pada seorang wanita lesbian bernama Irshad Manji. Kedatangannya di Indonesia pada bulan April 2008 disambut meriah. Dia dipuji-puji sebagai wanita muslimah yang hebat. Seorang wanita alumnus UIN Jakarta bernama Nong Darol Mahmada menulis sebuah artikel di Jurnal Perempuan  (edisi khusus Lesbian, 2008) berjudul: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Irshad Manji, Muslimah Lesbian yang Gigih Menyerukan Ijtihad&lt;/span&gt;.   Kata si Nong: ”Manji sangat layak menjadi inspirasi  kalangan Islam khususnya perempuan di Indonesia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Kamis (14/8/2008), saya diundang untuk menghadiri satu acara bedah buku tentang FPI di kantor Majalah Gatra. Tanpa saya tahu, penerbit buku tentang FPI tersebut (Nun Publisher) adalah juga penerbit buku Irshad Manji yang edisi Indonesianya diberi judul Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan Umat Islam Saat Ini.  Di sampul depan buku ini, Manji ditulis sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;”Satu dari Tiga Muslimah Dunia yang Menciptakan Perubahan Positif dalam Islam.”&lt;/span&gt;  Disebutlah buku ini sebagai sebagai ”International Best Seller, New York Times Bestseller, dan telah diterbitkan di 30 negara.”  Pokoknya, membaca promosi di sampulnya, sepertinya, buku ini sangat hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sebenarnya, isinya kurang memenuhi standar ilmiah. Banyak celotehan Irshad Manji,  ke sana kemari, hantam sana, hantam sini, tanpa ada rujukan yang bisa dilacak kebenarannya. Maka, saya heran, bagaimana kaum liberal sampai membangga-banggakan buku karya Irshad Manji ini? Seperti inikah sosok idola kaum liberal, sampai dijuluki ”lesbian mujathidah”?  Apa karena Manji sangat liberal dan secara terbuka menyatakan diri sebagai lesbi, maka sosok ini dijadikan idola?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Manji ini menggugat sejumlah ajaran pokok dalam Islam, termasuk keimanan kepada keotentikan al-Quran dan kema’shuman Nabi Muhammad saw. Manji secara terbuka menggugat ini. Ia katakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sebagai seorang pedagang buta huruf, Muhammad  bergantung pada para pencatat untuk mencatat kata-kata yang didengarnya dari Allah. Kadang-kadang Nabi sendiri mengalami penderitaan yang luar biasa untuk menguraikan apa yang ia dengar. Itulah bagaimana ”ayat-ayat setan” – ayat-ayat yang memuja berhala – dilaporkan pernah diterima oleh Muhammad dan dicatat sebagai ayat otentik untuk al-Quran. Nabi kemudian  mencoret ayat-ayat tersebut, menyalahkan tipu daya setan sebagai penyebab kesalahan catat tersebut. Namun, kenyataan bahwa para filosof muslim selama berabad-abad telah mengisahkan cerita ini sungguh telah memperlihatkan keraguan yang sudah lama ada terhadap kesempurnaan al-Quran.” (hal. 96-97).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;Cerita yang diungkap oleh Manji itu memang favorit kaum orientalis untuk menyerang al-Quran dan Nabi Muhammad saw. Cerita itu populer dikenal sebagai kisah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gharanik&lt;/span&gt;. Riwayat cerita ini sangat lemah dan palsu. Haekal,  dalam buku biografi Nabi Muhammad saw,  menyebut cerita tersebut tidak punya dasar, dan merupakan bikinan satu kelompok yang melakukan tipu muslihat terhadap Islam. Karen Armstrong, dalam bukunya, Muhammad: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;A Biography of the Prophet&lt;/span&gt; juga membahas masalah ini dalam satu bab khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ”ayat-ayat setan” itu kemudian diangkat juga oleh Salma Rushdie menjadi judul novelnya: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Satanic Verses (Ayat-ayat Setan)&lt;/span&gt;. Novel yang terbit pertama tahun 1988 ini memang sangat biadab dalam menghina Nabi Muhammad saw, para sahabat, dan istri-istri beliau. Menurut Armstrong, cerita dalam novel Salman Rushdi ini mengulang semua mitos Barat tentang Nabi Muhammad saw sebagai sosok penipu, ambisius, yang menggunakan wahyu-wahyunya untuk mendapatkan sebanyak-banyak perempuan yang dia inginkan. Para sahabat nabi juga digambarkan dalam novel ini sebagai manusia-manusia tidak berguna dan tidak manusiawi. Tentu saja, judul Novel itu sendiri sudah bertendensi melecehkan al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karen Armstrong mencatat: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘’It repeats  all the old Western myths about the Prophet and makes him out to be an impostor, with purely political ambitions, a lecher who used his revelations as a lisence to take as many women as he wanted, and indicates that his first companions were worthless, inhuman people.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Armstrong tidaklah keliru! Dan Umat Islam yang sangat menghormati Nabi Muhammad saw, tentu saja sangat tersinggung dengan penerbitan Novel Salman Rushdie yang sangat tidak beradab ini. Novel ini pun – dalam edisi bahasa Inggrisnya -- sudah dijual di Jakarta. Rushdie diantaranya menggambarkan istri-istri Nabi Muhammad saw  sebagai penghuni rumah pelacuran bernama ”Hijab”. Rushdie juga menyebut Nabi Muhammad – yang dinamainya ”Mahound” --  sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“the most pragmatic of prophets.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis novel yang menghina Nabi Muhammad saw seperti Salman Rushdie inilah yang dijadikan rujukan oleh Irshad Manji dalam memunculkan isu tentang “ayat-ayat setan”. Memang, dalam bukunya ini pun Manji mengungkapkan , bahwa Salman Rushdie-lah yang mendorongnya untuk menulis buku ini. Manji menceritakan hal ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang dikatakan Salman Rushdie padaku ketika aku mulai menulis buku ini teringat lagi saat aku berefleksi terhadap hidupku sejak penerbitan buku ini. Aku ingat ketika bertanya kepadanya kenapa dia memberikan semangat kepada seorang muslim muda sepertiku, untuk menulis sesuatu yang bisa mengundang malapetaka ke dalam kehidupannya, seperti yang telah menimpa dirinya. Tanpa ragu sedikit pun, dia menjawab, “Karena sebuah buku lebih penting ketimbang hidup.” (hal. 322).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya ini pun Irshad Manji menjadikan pendapat Christoph Luxenberg sebagai rujukan untuk menyatakan bahwa selama ini umat Islam salah memahami al-Quran, yang seharusnya dipahami dalam bahasa Syriac. Tentang surga, dengan nada sinis ia menyatakan, bahwa ada human error yang masuk ke dalam al-Quran. Menurut riset yang baru, tulis Manji, yang diperoleh para martir atas pengorbanan mereka adalah kismis, dan bukan perawan. “Nah, bagaimana bisa Al-Quran begitu tidak akurat?” tulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Luxenberg bahwa bahasa al-Quran harus dipahami dalam bahasa Aramaik ditulisnya dalam buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Die syro-aramaeische Lesart des Koran: Ein Beitrag zur Entschluesselung der Koransprache”. &lt;/span&gt;Pendapat ini pun sangat lemah dan sudah banyak artikel ilmiah yang menanggapinya. Dr. Syamsuddin Arif telah mengupas masalah ini secara tajam dalam bukunya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orientalis  dan Diabolisme Intelektual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syamsuddin, Professor Hans Daiber, misalnya,  memberikan seminar terbuka tentang karya polemis itu selama satu semester penuh di departemen Orientalistik Universitas Frankfurt, dimana ia ungkapkan sejumlah kelemahan-kelemahan buku itu secara metodologi dan filologi.  Salah satu kelemahan Luxenberg, misalnya, untuk mendukung analisis dan argumen-argumennya, mestinya Luxenberg merujuk pada kamus bahasa Syriac atau Aramaic yang ditulis pada abad ke-7 atau 8 Masehi (zaman Islam), dan bukan menggunakan kamus bahasa Chaldean abad ke-20 karangan Jacques E. Manna terbitan tahun 1.900!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, meskipun sudah dijelaskan secara ilmiah,  orang-orang yang memang berniat jahat terhadap Islam, tetap tidak mau tahu dan mendengar semua argumentasi ilmiah tersebut. Irshad Manji, dalam bukunya ini, malah menyandarkan keraguannya terhadap al-Quran pada pendapat Luxenberg (seorang pendeta Kristen asal Lebanon yang menyembunyikan nama aslinya). Kata Manji:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jika al-Quran dipengaruhi budaya Yahudi-Kristen – yang sejalan dengan klaim bahwa al-Quran meneruskan wahyu-wahyu sebelumnya – maka bahasa Aramaik mungkin telah diterjemahkan oleh manusia ke dalam bahasa Arab. Atau, salah diterjemahkan dalam kasus hur, dan tak ada yang tahu berapa banyak lagi kata yang diterjemahkan secara kurang tepat. Bagaimana jika semua ayat salah dipahami?” (hal. 96).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, penerbit buku Irshad Manji dan kaum liberal di Indonesia pun sudah tidak peduli dengan perasaan umat Islam dan kehormatan Nabi Muhammad saw. Mereka begitu mudahnya menokohkan wanita lesbian seperti Irshad Manji, yang dengan entengnya melecehkan Nabi Muhammad saw dan al-Quran. Mereka mungkin sudah tahu bahwa umat Islam akan marah jika Nabi Muhammad saw dihina. Mereka akan senang melihat umat Islam bangkit rasa marahnya. Jika umat Islam marah, mereka akan tertawa sambil menuding, bahwa umat Islam belum dewasa; umat Islam emosional, dan sebagainya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Irshad Manji ini semakin memahamkan kita siapa sebenarnya kaum liberal dan apa maunya mereka. Kita kasihan sekali pada manusia-manusia seperti ini. Apa mereka tidak khawatir,  jika anak-anak mereka nanti ditanya oleh gurunya, siapa wanita idola mereka?  Maka anak-anak mereka tidak menjawab lagi, ”Idola kami adalah Khadijah, Aisyah, Kartini, Cut Nya Dien, dan sebagainya”  tetapi akan menjawab: ”Idola kami Irsyad Manji, sang muslimah Lesbian teman baik Salman Rushdie sang penghujat Nabi.” &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Na’udzubillahi min dzalika. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Depok, 13 Sya’ban 1429 H/15 Agustus 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Adian Husaeni&lt;br /&gt;Source: &lt;a href="http://insistnet.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=134:irshad-manji-idola-kaum-liberal&amp;amp;catid=1:adian-husaini"&gt;INSISTS&lt;/a&gt; [Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-1338856434952020752?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/WuPpD1HIFU8" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-26T15:04:44.299+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-PaA4qmq8h2E/T0nmO_-q1VI/AAAAAAAAA-A/WqO-xTS_YZI/s72-c/Irshad-manji.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2012/02/irshad-manji-idola-kaum-liberal.html</feedburner:origLink></item><item><title>FPI, Televisi dan Dajjalisme Informasi</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/feUl7BhhDUM/fpi-televisi-dan-dajjalisme-informasi.html</link><category>kajian</category><category>islamia</category><category>zionisme</category><category>harakita</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Sat, 25 Feb 2012 22:35:43 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-6697704185782834673</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-nLgMY4-Cihc/T0nRWGWzJpI/AAAAAAAAA90/m_VEWj6XkfA/s1600/tv-muntah.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 212px; height: 182px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-nLgMY4-Cihc/T0nRWGWzJpI/AAAAAAAAA90/m_VEWj6XkfA/s320/tv-muntah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5713327779889751698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Suharsono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SENIN siang, 9 Juni 2008, lebih dari 9000 umat Islam "mengepung" Istana Negara menuntut Ahmadiyah dibubarkan. Massa umat Islam se Jabodetabek berpakaian putih-putih ini juga meminta Habib Rizieq Shihab, pimpinan FPI dibebaskan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai dari Istana Negara, massa menuju Polda Metro Jaya guna mengunjungi Ketua FPI, Habib Rizieq. Aksi damai bertema "Sejuta Umat" ini dihadiri puluhan ulama, tokoh Islam, aktivis Islam dan para habaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah orasi, KH Nur Muhammad Iskandar, Pimpinan Pondok Pesantren Assidiqiyah mengatakan, jika tak ingin dianggap sebagai kepanjangan tangan Amerika, maka pemerintah harus segera membubarkan Ahmadiyah. "Jika tidak membubarkan Ahmadiyah, Presiden akan bertanggungjawab di hadapan mahkamah Allah, "ujar Kiai Nur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah orasi, sekitar sepuluh ulama dan kiai menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Meski hanya ditemui juru bicaranya, Andi Malarangeng, yang tak lain kakak kandung Rizal Malarangeng, anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang juga penyiar Metro TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan kecewa, sebab ribuan massa itu bukan berita besar. Karenanya, televisi tak perlu menyiarkannya secara langsung –apalagi harus-- menayangkan gambar secara berulang-ulang. Suara umat Islam tak terlalu penting!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan berita sebelumnya, selang beberapa jam kerusuhan Monas,  1 Juni 2008,  seluruh media massa –terutama TV—seolah serempak. Meminjam bahasa Widji Tukul, "hanya satu kata, lawan FPI!".  Dalam waktu sekejap, opini masyarakat yang tadinya meminta polisi menindak FPI tiba-tiba melebar meminta organisasi Islam yang dijuluki kalangan AKKBB sebagai "preman berjubah" layak dibubarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa hari, TV menayangkan berulang kali anggota FPI mengejar dan memukul anggota AKKBB, memberikan kesan kuat "Inilah, sebuah kelompok atas nama agama, menggunakan baju dan pakaian Muslim, yang penyuka kekerasan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sengaja atau tidak, agar lebih dramatis, ditayangkan pula wajah pria yang disebut-sebut kiai Nahdhatul Ulama (NU), KH Maman Imanul Haq (yang tak lain kiai muda pendukung AKKBB dan bukan representasi PBNU). Dia disebutkan mengalami memar di sekujur badan, sobek di dagu dan lain-lain. Ini menunjukkan, bahwa kiai NU pun ikut menjadi korban. Meski kemudian Ketua PBNU KH. Hasyim Muzadi marah dan tak ingin melibatkan NU (yang direpresentasikan dalam PBNU) terlibat dalam masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa lacur? Kesan pemirsa yang diciptakan TV sudah bulat. FPI "menganiaya" ulama NU! Esoknya, ormas-ormas onderbow NU seperti: PMII, GP Anshor dan Garda Bangsa marah. Alih-alih melawan kekerasan, mereka justru membalasnya dengan kekerasan serupa kepada FPI di beberapa daerah. Lengkap sudah. Balas membalas atas hasil karya berita televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari berikutnya, TV seolah membuat suasana ibu kota dan Indonesia mencekam. Koran Kompas, dengan tulisan cukup menyeramkan. “Negara Tidak Boleh Kalah”, menanggapi desakan media massa nasional agar bersikap tegas pada FPI yang bentrok dalam peristiwa Monas dengan kelompok massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya minta hukum ditegakkan, pelaku-pelaku diproses secara hukum dan berikan sanksi hukum secara tepat. Negara tidak boleh kalah dengan perilaku-perilaku kekerasan,” ujar Presiden dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran nasional berlokasi di Jakarta ini memuat habis-habisan penyerangan AKKBB dan meminta polisi bertindak tegas. Begitu pula koran dan media lain. Sampai sebuah koran nasional keliru memasang foto Munarman yang dinilai “mencekik” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam pernyataan SBY ini,  lebih 2000 polisi dikerahkan menyerbu rumah Habib Rizieq dan menangkapi anggota FPI. Habib, yang dalam aksi dengan AKKBB tak ikut dilapangan, bersama anak buahnya akhirnya dipenjara. Sementara pelaku AKKBB, Guntur Romli dan intel yang memprovokasi massa dengan mengacung-asungkan pistol untuk memprovokasi FPI, eh malah, tak tersentuh hukum, sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang sama, ratusan kru TV dan koran sudah menungu dan laporan LIVE di markas FPI, Petamburan. Tapi rupanya, bentrok berdarah-darah yang ditunggu-tunggu gagal mendongkrak rating. Maklum, tolak ukur jurnalisme media kita masih berkutat pada, "anjing menggigit orang bukanlah berita, tapi orang menggigit anjing barulah berita!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu, peristiwa seperti ini nyaris terjadi. Selasa (14/02/2012), 60 orang anggota kelompok LSM (ada buruh, aktivis feminism, homoseksual, lesbian dan waria yang tergabung di LGBT) berkampanye membubarkan FPI dengan tema “IndonesiaTanpaFPI.  Tak ada yang spesial, hanya demo biasa karena kelompok ini menumpang kasus penolakan FPI di Palangkaraya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tunggu dulu, yang spesial justru stasiun TV. Di saat yang bersamaan, dua televisi nasional --TV One dan Metro TV—menyiarkan LIVE kejadian ini. Rupanya, dua stasiun TV ini sudah menyiapkan dengan cermat agenda “anti FPI”.  Dengan tema “Anti Ormas Anarkis” Metro “mengeroyok” Mendagri, Gamawan Fauzi agar segera menutup FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sekedar itu, tiap sekian menit, Metro menayangkan gambar-gambar FPI membabi-buta memecahkan kaca bar. Juga cuplikan SBY yang mengatakan, “Negara Tak boleh kalah dengan kekerasan” (mungkin maksud TV, yang boleh kalah harus masyarakat, khususnya Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kasus ini tak bisa dipandang sederhana. TV begitu bernafsu menganggak masalah biasa-biasa saja menjadi istimewa. TV ingin kasus 2008 terhadap FPI itu berulang lagi. Ini jelas terlihat kesiapan kedua TV itu mengundang nara sumber dan liputan LIVE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan pertama, bagaimana bisa aksi kecil kemudian hari itu dibuat seolah sebagai sesuatu kasus maha besar? Jawabnya sederhana, karena TV ingin kasus ini dianggap besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kedua, mengapa TV dan media begitu bernafsu memberangus FPI, jawabannya juga sederhana, boleh jadi, karena ada satu huruf “I” (alias Islam) di belakangnya. Bayangkan jika “I” itu diganti Indramayu atau Inul. TV, media, politisi, artis seronok, gay, lesbi tak begitu khawatir dan cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Irasional Khayali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak media massa yang dinyawai oleh kapitalisme, TV adalah satu-satunya yang dianggap oleh berbagai ahli sebagai "setan" paling biadab. Apa yang disuguhkan media massa dalam bentuk lain terakumulasi pada televisi. Ia menyuguhkan bacaan, gambar dan suara sekaligus sehingga bukan hanya mampu mengisi dan mewarnai imajinasi, tapi juga menyihir dan mengendalikan seluruh fungsi-fungsi kejiwaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jean Baudrillard, seorang filosof Prancis, mengungkap sebuah hakikat tentang televisi. Menurutnya, seperti dikutip Yasraf Amir Piliang (dalam bukunya Sebuah Dunia yang Dilipat, Mizan), rangkaian tontonan yang disuguhkan oleh "kapitalis mutakhir" (bernama televisi), telah menyulap (membius) individu-individu menjadi kumpulan mayoritas yang diam (terhipnotis) . Bagaikan sebuah kekuatan sihir yang sangat dahsyat, media menjadikan massa yang diam itu layaknya sebuah layar raksasa yang pasrah dijejali dan dilalui oleh segala sesuatu yang naif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi, membius ratusan juta orang dari yang paling bodoh sampai profesor, dari penjahat sampai guru agama, dari balita sampai tua renta, untuk sebuah tontonan sepak bola dini hari. Namun, adakah makna hakiki dan luhur yang berbekas seusai tontonan itu? Di dalam tontonan sepak bola bukan makna (ideologis, moralitas dan spiritualitas luhur) yang dicari para penggilanya, melainkan semacam ekstasi (kepuasan puncak yang sangat sesaat) dari kedangkalan ritual dalam upacara menonton televisi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tontonan sejenis, reality show (pertunjukkan nyata) seperti Akademi Fantasi, Indonesian Idol, Kontes Dangdut, Dreamband dan masih banyak lagi, bagi saya adalah "kejahatan spiritual",  yang menggiring masyarakat hanya memburu mimpi dan budaya konsumtif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan massa yang mabuk seperti itu, pesan-pesan TV yang rendah (serakah, dengki, licik, dusta) merasuki alam bawah sadar mereka dan mengakar kokoh di simpul-simpul kejiwaannya. Apalagi jika para produser, wartawan dan pembawa beritanya punya interest idiologis dan kebencian dengan kelompok lain. Klop!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, televisi yang jadi cermin masyarakat, tapi masyarakat yang jadi cermin televisi. Apapun yang "dilakukan" televisi pasti diikuti masyarakat. Ini karena televisi telah menciptakan ketidaksadaran massal. Meski,  di situ ada indoktrinasi yang sadis dan nilai-nilai sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leonard Irwin, dosen psikologi dari Universitas Illionis, AS, bersama timnya mengadakan penelitian mengenai hal ini. Mereka menemukan bahwa anak-anak yang pada usia delapan tahun telah menyaksikan tayangan negatif, ketika dewasa akan cenderung melakukan perbuatan jahat dan tidak punya belas kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunday Times pernah menulis, "Meskipun AS memiliki 440 ribu polisi federal, setiap jam terjadi dua kali pembunuhan, 194 kali perampokan bersenjata, 10 kali pemerkosaan terhadap wanita dan anak-anak, dan 600 kali pencurian di rumah-rumah. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodohnya, televisi di negeri kita telah menjadi teman setia dalam keluarga. Seolah hidup kurang lengkap tanpa kehadiran televisi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dajjalisme Informasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutup tulisan ini, mungkin Anda semua  ada yang menganggap saya pecinta "kekerasan" kan? atau saya anggota FPI? Tidak. Seumur-umur saya tak kenal Habib Rizieq, apalagi ikut aksinya. Saya hanya bicara bagaimana efek dramatis siaran sebuah TV dan keadilan menyampaikan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FPI pasti punya salah dan semua kelompok juga punya salah. Hanya saja, media kita sering menutup mata banyak peristiwa, apalagi menyangkut umat Islam. Contoh kecil; adalah Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan berbagai pemikirannya banyak melawan otoritas ulama sedunia dan yang telah disepakati dalam Islam. Mereka hanya kelompok kecil, tidak sampai ratusan. Tetapi oleh media dan TV, semua pikirannya "dipaksakan" agar diterima 200 juta penduduk negeri ini. Adilkah? jelas tidak. Sementara FPI--di luar aksi keras-nya-- ia pasti mewakili harapan mayoritas umat Islam (ada MUI, NU, Muhammadiyah, Al Irysad, Al Wasliyah, Al Khairat, Persis, BKMT, HTI, PKS, Wahdah, ICMI, Hidayatullah dan masih banyak lagi), yang jelas sepakat memberangus kemaksiatan, peredaran minuman keras, pelacuran dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang sering tak dipahami media. Sehingga banyak orang (khususnya umat Islam), media dan TV lebih memilih minoritas yang tak pernah mewakili ratusan juta umat ini. Jika nilai keadilan ini tak pernah dipahami media, percayalah, satu FPI Anda tutup, kelak bisa saja akan lahir ribuaan FPI di berbagai daerah. Media harus peka sosial di mana ia tinggal. Kita tinggal di negeri dengan penduduk Muslim terbesar, kenapa kepekaan sosial seperti ini sering diabaikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah mendengar cerita tentang Dajjal, makhluk besar bermata satu yang muncul menjelang hari kiamat? Makhluk kutukan ini bisa dengan mudah menjadikan manusia berbondong-bondong ingkar kepada Allah. Inilah yang dirasakan masyarakat terhadap berbagai tayangan-tayangan "menyesatkan" media dan TV kita saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa yang harus kita lakukan, sebagai bagian dari umat ini? Memang tidak mudah. Jika 'dajjalisme informasi' ini terus melahirkan standar moral rendahan dan ketidak-adilan, lambat-laun, aksinya akan mengurung dan mengerdilkan entitas ruh dan imajinasi umat Islam. Bukan tak mungkin, seperti tugas Dajjal, di mana tujuan utamanya adalah "memurtadkan" umat Islam dari ajaran agamanya.  Sebelum kita memiliki pilihan yang layak, sebaiknya, "Singkirkan 'kotak setan' itu dari rumah kita sekarang juga!". Wallahu a'lam bi shawab.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penulis adalah  mantan Kabid. Litbang HMI Cabang Jogja Periode 1987–1988&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: &lt;a href="http://hidayatullah.com/read/21186/16/02/2012/fpi,-televisi-dan-dajjalisme-informasi.html"&gt;hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-6697704185782834673?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/feUl7BhhDUM" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-26T13:35:43.906+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-nLgMY4-Cihc/T0nRWGWzJpI/AAAAAAAAA90/m_VEWj6XkfA/s72-c/tv-muntah.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2012/02/fpi-televisi-dan-dajjalisme-informasi.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kimia Assa’adah: KIMIA KEBAHAGIAAN</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/8ipq6Jqg1fE/kimia-assaadah-kimia-kebahagiaan.html</link><category>kajian</category><category>islamia</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Fri, 18 Nov 2011 19:53:37 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-7423407713100388469</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-sW6S9MxaaTM/Tscm0wqhu5I/AAAAAAAAA9o/0wWrx7eODTY/s1600/Kimia%2BKebahagiaan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 213px; height: 159px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-sW6S9MxaaTM/Tscm0wqhu5I/AAAAAAAAA9o/0wWrx7eODTY/s320/Kimia%2BKebahagiaan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676548543182125970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Imam al-Ghazali&lt;br /&gt;Rahasia Potensi Diri untuk Menembus Dimensi Ma’rifat Ketuhanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembukaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;br /&gt;Segala puja puji kepada Allah Swt yang telah mengangkat jiwa orang-orang yang suci dengan mujahadah[1], yang telah membahagiakan hati para wali dengan musyahadah[2], yang telah menghiasi lisan orang-orang mukmin dengan zikir, yang telah mengagungkan bisikan hati orang-orang Arif (berpengetahuan pada Allah) dengan berfikir, yang telah menjaga khalayak hamba dari kerusakan, yang telah menahan segala kesulitan dari para ahli zuhud, yang telah menghindarkan orang-orang yang bertaqwa dari bayang-bayang syahwat, yang telah mensucikan ruh orang-orang yakin dari gelapnya keraguan, yang telah menerima semua amal perbuatan para manusia terpilih melalui do’a-do’a dan yang telah menguatkan tali kaum merdeka dengan ikatan yang kokoh.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memuji-Nya dengan pujian mereka yang telah melihat tanda-tanda kekuasaan dan kekuatan-Nya, yang telah menyaksikan ke-Mahatunggalan dan wahdaniyah-Nya, yang telah mengetuk pintu-pintu rahasia-Nya dan kemuliaan-Nya, yang telah memetik buah dari sujud dan ketaatan-Nya. Aku mensyukuri-Nya dengan syukur mereka yang telah terbakar dan hanyut dalam aliran sungai kemuliaan dan pemuliaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengimani-Nya dengan iman mereka yang telah mengakui kitab-kitab-Nya, perintah-Nya, para nabi-Nya, para wali-Nya, janji-janji-Nya, ancaman-Nya, pahala dan azab-Nya. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Tunggal dan tak memiliki sekutu. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diutus untuk menghancurkan mata rantai kefasikan dan kerusakan moral, diutus untuk memporakprandakan golongan pembangkang, diutus untuk memaksa orang-orang musyrik dan peragu, diutus untuk menolong para pengikut kebenaran dan kebaikan. Maka semoga keselamatan senantiasa Allah anugerahkan kepadanya dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tanda-tanda Pengetahuan tentang Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah ! bahwa pengetahuan tentang kimia kebahagiaan[3] yang bersifat dhohir tidak ada dalam perbendaharaan ilmu kaum awam kebanyakan, akan tetapi tersimpan dalam gudang ilmu para raja, demikian juga dengan kebahagiaan. Ia hanya ada dalam gudang rahmat Allah Swt. Di langit sana tersimpan esensi (jawhar) para malaikat, dan di bumi tersimpan di hati para wali yang Arifbillah. Dan setiap orang yang mencari ini tanpa bersandar hadrat kenabian[4], maka ia telah salah jalan dan semua daya upayanya tak lebih seperti uang dinar palsu. Ia kira dirinya kaya raya, tapi sebenarnya miskin di hari kiamat sebagaimana ditegaskan Allah Swt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka Kami singkapkan daripadamu tutup yang menutupi matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.” (Q.S. Qaf [50]: 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian rahmat Allah pada hamba-Nya, Dia telah mengutus seratus dua puluh empat ribu nabi untuk mengajarkan seluruh manusia tentang naskah kimia ini, mengajarkan mereka bagaimana menjadikan hati sebagai tempaan mujahadah[5], mengajarkan bagaimana membersihkan hati dari budi pekerti yang buruk dan mengajarkan bagaimana mengendalikanya untuk menyusuri lorong-lorong kesucian, seperti dijelaskan Allah Swt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dialah yang mengutus pada kaum yang buta huruf seorang rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kitab dan hikmah.” (Q.S. al-Jum’ah [62]: 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu mensucikan mereka dari akhlak yang buruk dan sifat-sifat kebinatangan serta menjadikan sifat-sifat malaikat sebagai baju dan hiasan mereka. Adapun maksud dari Kimia ini adalah bahwa semua yang berhubungan dengan sifat-sifat negatif maka wajib menanggalkannya, dan semua yang berhubungan dengan sifat-sifat kesempurnaa maka wajib mengenakannya. Satu-satunya rahasia keberhasilan KIMIA KEBAHAGIAAN ini adalah kembali mundur dari keduniawian seperti ditegaskan oleh Allah Swt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.” (Q.S. al-Muzammil [73]:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8). Dan keutamaan ini sangat banyak dan luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Pengetahuan Diri Pribadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah ! bahwa kunci mengetahui Allah (ma’rifah Allah) adalah mengetahui diri sendiri. Seperti firman-Nya:“Kami akan memperlihatkan pada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami atas segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an adalah benar.” (Q.S. Fussilat [41]: 52).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula sabda Nabi Saw: “Siapa saja yang tahu akan dirinya, maka ia telah mengetahui Tuhannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sesuatupun paling dekat denganmu kecuali dirimu sendiri. Maka jika kamu tidak mengetahui dirimu, bagaimana mungkin kamu bisa mengetahui Tuhanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu katakan bahwa aku telah mengetahui diriku, yang kamu tahu sebenarnya adalah diri bagian jasmani (anggota badan) yang terdiri dari tangan, kaki, kepala dan lainnya. Kamu tidak mengetahui apa yang tersimpan dalam batinmu, yang bila sedang marah, ia mendorongmu untuk bertengkar. Jika sedang bernafsu, ia mengajakmu kawin. Jika sedang lapar, ia memintamu makan, jika sedang haus, ia menuntutmu minum, dan hewan sangat mirip denganmu dalam hal ini. Maka itu, yang wajib Anda lakukan adalah mengenalkan hakikat pada dirimu hingga Anda tahu apa sebenarnya dirimu, dari mana kamu datang hingga sampai di tempat ini, untuk tujuan apa kamu diciptakan, dengan apa kamu bisa meraih kebahagiaan dan dengan apa kamu mendapatkan kepuasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jiwamu terkumpul berbagai macam sifat, diantaranya sifat-sifat binatang jinak, binatang buas, pun demikian sifat-sifat malaikat. Maka ruh adalah hakikat jauharmu yang paling esensial, lainnya adalah unsur asing dan kosong telanjang. Maka yang wajib kamu lakukan adalah mengetahui hal ini. Bahwa bagi sifat-sifat itu ada ransom makanannya dan kebahagiannya. Kebahagiaan binatang jinak terletak pada makan, minum, tidur dan kawin, maka jika kamu merasa bagian dari mereka, kenyangkan perutmu dan puaskan kelaminmu. Kebahagiaan akan dirasakan binatang buas ketika mampu menyerang dan melumpuhkan mangsa, kebahagiaan setan terletak pada makar, kejahatan dan tipuan, maka jika kalian merasa bagian dari mereka, berbuatlah seperti yang mereka perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan para malaikat, ketika mereka hadir mengalami indahnya hadrat kesakralan Tuhan, bagi mereka tak ada jalan sedikitpun untuk amarah dan syahwat. Jika Anda merasa bagian dari jauhar hakikat malaikat, berjuanglah mengenal asalmu sampai Anda tahu jalan menuju Hadrat Ilahiah(hadirnya kesakralan Tuhan), sampai Anda bisa menyaksikan Jalal-Nya(keagungan) dan Jamal-Nya(keindahan), sampai Anda mampu menjernihkan dirimu dari belenggu amarah dan syahwat, sampai Anda tahu untuk apa sifat-sifat ini menjadi bagian darimu. Allah Swt tidak menciptakan semua sifat itu agar mereka menawanmu, tapi Ia menciptakannya agar mereka menjadi tawananmu, agar bisa mendorongmu berjalan, yaitu kedua kakimu dan agar salah satunya bisa Anda jadikan tunggangan sedangkan lainnya sebagai senjata hingga Anda mencapai kebahagiaan. Jika Anda telah sampai pada tujuanmu, maka tekanlah ia di bawah kedua kakimu dan kembalilah ke tempat kebahagiaanmu. Tempat itu adalah rumah bagi para khawas (orang-orang khusus) yang menyaksikan Hadirat Ilahi (al-Hadrah al-Ilahiyyah), sedang rumah-rumah para awam adalah tingkatan-tingkatan dalam syurga. Anda sangat memerlukan dan mengerti makna-makna ini untuk bisa mengetahui sedikit saja tentang dirimu. Dan barangsiapa yang tidak memahami pada makna-makna ini, maka ia hanya mendapat bagian kepingan-kepingannya saja, karena hakikat yang sebenarnya terhijab (tertutup) baginya. Ed:1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Hati, Jiwa dan Ruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda berkemauan mengetahui dirimu, maka ketahuilah ! bahwa Anda sebenarnya terdiri dari dua hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, hati, dan Kedua yang disebut jiwa atau ruh. Jiwa atau ruh adalah hati yang biasa Anda sebut sebagai mata hati. Hakikatmu adalah yang batin, karena jasad yang tampak pertama sebenarnya merupakan yang terakhir, dan jiwa yang Anda sangka sebagai terakhir sebenarnya yang pertama, atau disebut hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati bukanlah sepotong daging yang terletak di dada sebelah kiri, karena itu hanya berlaku bagi binatang dan jasad mati. Segala sesuatu yang Anda lihat dengan mata dhohir adalah alam ini atau yang disebut alam syhadah. Sedangkan hakikat hati bukanlah bagian alam ini, tapi alam ghaib, dan hati dialam ini adalah hal asing. Potongan daging itu hanyalah wadahnya, semua anggota tubuh jasmanii adalah bala tentaranya, sedang ia adalah rajanya. Ma’rifah Allah (mengetahui Allah) dan musyahadah (menyaksikan) keindahan hadir-Nya adalah sifat-sifat hati, beban baginya dan perintah untuknya. Dari situ ia mendapatkan pahala dan siksa, kebahagiaan dan kepuasan mengikutinya, demikian ruh hewani pun senantiasa mengintainya dan selalu membuntutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui hakikat hati dan memahami sifat-sifat hati adalah kunci Ma’rifatullah (mengetahui Allah Swt). Maka Anda harus berjuang keras untuk mengetahuinya, karena ia adalah jauhar aziz (esensi mulia) bagian dari Jauhar Malaikat (esensi para malaikat) yang bahan dasarnya berasal dari Hadirat Ilahi, dari tempat itu ia datang dan ke tempat yang sama ia kembali. Ed2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Hakikat Hati dan Ruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pertanyaanmu apa hakikat hati, syari’ah tidak menjelaskannya secara panjang lebar kecuali dalam satu ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh, katakanlah: “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku.” (Q.S. al-Isra [17]: 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ruh merupakan bagian dari kekuasaan ilahiah, yaitu dari ‘alam al-amr (kuasa perintah Tuhan) Allah Swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah, yang menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah.” (Q.S. al-A’raf [7]: 54).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, pada satu sisi manusia merupakan bagian dari ‘alam al-khalq (alam ciptaan) dan pada sisi lain bagian dari ‘alam al-amr. Segala sesuatu yang bisa dikenai ukuran panjang lebar, kadar dan mekanisme adalah termasuk ‘alam al-khalq[6], namun hati tak memiliki ukuran panjang lebar dan ukuran tertentu. Oleh karena itu, ia tak menerima pembagian. Jika bisa dibagi, maka ia termasuk ‘alam al-khalq. Contohnya, dari sisi sifat bodoh, maka ia pun menjadi bodoh dan dari sisi sifat pintar, ia pun menjadi pintar. Namun segala sesuatu yang terdiri dari sifat bodoh dan pintar pada saat yang sama adalah mustahil. Dengan kata lain, ia bagian dari ‘alam al-amr, karena dalam ‘alam al-amr tidak berlaku ukuran panjang lebar dan ukuran tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari mereka mengira bahwa ruh bersifat qadim (awal), maka mereka telah salah. Sebagian lain berpendapat ruh adalah ‘ard (sifat), maka mereka pun salah, karena sifat tak pernah berdiri sendiri, tapi mengikuti yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ruh adalah asal anak Adam, dan hati adalah tempat tumbuhnya mereka. Jadi, bagaimana mungkin dia adalah sifat! Sebagian golongan mengatakan ruh adalah badan jamani, mereka juga salah, karena badan jasmani menerima pembagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ruh yang sejak tadi kita sebut hati adalah media untuk mengetahui Allah. Oleh karena itu, ia bukan merupakan badan, juga bukan sifat, melainkan unsur esensi malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui tentang ruh sangatlah sulit [7], karena agama tak memberi jalan sedikit pun. Dan agama tak memerlukan untuk mengetahuinya, sebab agama esensinya adalah kesungguhan (mujahadah), sedang ma’rifah (mengetahui) adalah tanda hidayah, sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (Q.S. al-Ankabut [29]: 69).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan barangsiapa yang tidak bersungguh-sungguh, ia tidak boleh membahasnya atau mencari hakikat ruh. Dasar utama dari mujahadah adalah mengetahui tentara hati, karena manusia jika tidak mengetahui seluk beluk kemiliteran, ia tidak dibenarkan untuk berjihad. Ed3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Jiwa Sebagai Kendaraan Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah ! bahwa jiwa adalah kendaraan hati, hati memiliki bala tentara, seperti dijelaskan Allah Swt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri.” (Q.S. al-Mudatstsir [74]: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati diciptakan untuk pekerjaan alam akhirat, agar mendapatkan kebahagiaannya. Kebahagiaan hati adalah dengan mengetahui Tuhannya. Mengetahui Tuhannya bisa didapatkan melalui ciptaan Allah swt dari berbagai ‘alam-Nya. Keajaiban alam tak mungkin terlihat kecuali melalui panca indera, dan panca indera berasal dari hati yang mengambil jiwa sebagai sarananya. Kemudian dilanjutkan dengan mengetahui tehnis kerjanya dan jaringannya. Jiwa tak berfungsi kecuali dengan makan, minum, suhu panas dan kelembapan tertentu. Ia lemah saat dihampiri bahaya dari dalam, yaitu lapar dan haus, demikian juga saat melawan bahaya luar, seperti air dan api. Ia menghadapi banyak musuh. Ed4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Syahwat dan Amarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga perlu mengetahui adanya dua macam bala tentara, yaitu bala tentara bagian luar(dhohir) yang terdiri dari syahwat dan amarah, berikut tempat-tempatnya pada kedua tangan,kedua kaki, kedua mata, kedua telinga dan semua anggota badan. Sedangkan tentara bagian dalam terletak dalam otak kepala, yaitu daya khayal, daya pikir, daya hafal, ingatan dan bingung. Setiap kekuatan ini memiliki fungsi khusus, jika salah satunya lemah, maka kondisi manusia pun akan lemah dalam dua alam (dunia-akhirat). Satu bagian yang mencakup dua hal ini adalah hati dan ia adalah pemimpinnya. Jika hati menyuruh lidah menyebutkan sesuatu, maka ia akan menyebutkannya. Jika memerintahkan tangan untuk menyerang, maka ia akan menyerang. Jika menyuruh kaki untuk melangkah, maka ia pun akan melangkah. Demikian pula panca indera, hingga bisa menjaga diri agar tetap bisa menyimpan pahala untuk di akhirat, berfungsi secara baik, menyeselesaikan kontrak kerja dan menghimpun butiran-butiran kebahagiaan. Dan mereka semua tunduk dan patuh kepada perintah hati sebagaimana para malaikat yang tunduk dan patuh pada perintah Tuhannya dan tidak berani menentang perintahnya. Ed5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Hati dan Bala Tentaranya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah !, seperti dikatakan dalam pepatah terkenal; jiwa diibaratkan sebuah kota, kedua tangan, kaki dan seluruh anggota tubuh sebagai lahannya, kekuatan syahwat sebagai walikotanya, amarah sebagai kendaraanya, hati sebagai rajanya dan akal sebagai perdana menterinya. Raja bertugas mengatur segenap aparatur agar kondisi kerajaan tetap stabil, karena sang walikota atau syahwat adalah pembohong, acuh tak acuh dan ambisius. Demikian pula kendaraan yaitu amarah teramat jahat, pembunuh dan perusak. Jika sejenak saja sang raja meninggalkan mereka dalam keadaan aslinya, mereka akan menguasai kota dan merusaknya. Maka sang raja wajib berkonsultasi pada sang menteri dan menjadikan sang wali dan bagian transportasi dibawah pengawasan sang menteri. Jika ia melakukan hal itu, maka kondisi kerajaan akan tetap stabil, dan kota akan makmur. Demikian juga hati juga bermusyawarah pada akal untuk menjadikan syahwat dan amarah di bawah kekuasaannya sampai kondisi jiwa menjadi stabil dan bisa mengantarkan pada sebab-sebab kebahagiaan, yaitu mengetahui Hadirat Ilahi ( Ma’rifat alhadrat al-ilahiyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya akal dalam kondisi di bawah kekuasaan amarah dan syahwat, maka jiwanya akan rusak dan hatinya tidak akan bahagia di akhirat kelak. Ed 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Amarah dan Syahwat Pembantu Jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah ! bahwa syahwat dan amarah pembantu jiwa. Keduanya senantiasa menarik-nariknya, terus mempertahankan urusan makan, minum dan kawin sebagai media indera. Kemudian jiwa mempekerjakan indera sebagai jaringan akal dan mata-matanya, yang dengannya ia mampu menyaksikan kehadiran Allah Swt. Kemudian indera juga mempekerjakan akal, yaitu hati sebagai lentera dan lampu yang melalui cahayanya ia bisa melihat Hadrat Ilahiah . Dengan demikian, kenikmatan perut dan kemaluannya menjadi terhinakan. Kemudian akal juga memfungsikan hati, sebab hati diciptakan untuk memandang keindahan Hadrat Ilahiah. Barang siapa yang berdaya upaya dalam fungsi ini, maka ia adalah hamba yang sebenarnya, yang terlahir dari al-hadrah al-ilahiyah, sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Q.S. az-Zariyat [61]: 56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, bahwa Kami telah menciptakan hati, memberinya kerajaan dan memberinya pasukan tentara. Kami juga telah menjadikan jiwa sebagai kendaraannya hingga ia bisa berjalan dari alam ke-Tanah-an ke alam atas yaitu ‘Illiyin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika berkeinginan melaksanakan hak anugerah kenikmatan ini, duduklah dalam kerajaannya, jadikan Hadrat al-Ilahiah sebagai kiblat dan tujuannya, jadikan akhirat sebagai tanah air dan akhir keputusannya, jadikan jiwa sebagai kendaraannya, dunia sebagai rumahnya, kedua tangan dan kaki sebagai pembantunya, akal sebagai menterinya, syahwat sebagai karyawannya, amarah sebagai angkutannya dan indera sebagai mata-matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing bagian itu adalah cerminan dari setiap alam yang menghimpun semua keadaan mengenai keadaan alam-alam lainnya. Daya khayal di bagian permukaan otak seperti seorang komandan yang bertugas menghimpun semua informasi para mata-mata. Daya hafal pada bagian tengah otak bagaikan pemilik peta yang bertugas menghimpun penggalan-penggalan dari tangan sang komandan yang kemudian disampaikan kepada akal. Jika informasi-informasi ini sampai pada sang menteri, maka ia akan melihat keadaan kota yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda melihat salah satu dari mereka melanggar, seperti syahwat dan amarah, maka Anda harus berusaha keras( bermujahadah) menaklukanya. Tidaklah mujahadah ini untuk membunuh syahwat dan amarah, sebab kerajaan tak akan bertahan tanpa keduanya. Jika Anda melakukannya, maka Anda adalah orang yang berbahagia, yang telah melaksanakan urusan yang hak untuk dilakukan yaitu anugerah nikmat, wajib bagimu menghadiahkan sesuatu pada saatnya, jika tidak, maka Anda tidak akan bahagia, dikenai siksa dan diwajibkan bertaubat. ed&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Tiga Formasi Kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan sempurna dibangun di atas tiga hal, kekuatan amarah, kekuatan syahwat dan kekuatan ilmu[8]. Tiga hal ini harus diseimbangkan agar kekuatan syahwat tidak muncul menguasai yang justru akan merusak anda. Demikian juga kekuatan amarah agar tidak menguasai dan membodohi, yang akan merusak dan mengahncurkan anda. Jika kedua kekuatan tersebut seimbang dengan adanya kekuatan keadilan dan keseimbangan, maka keduanya akan menuju pada jalan hidayah. Jika amarah semakin menguat, maka akan mudah pada terjadinya penyerangan dan pembunuhan, sebaliknya jika amarah melemah, maka kewaspadaan, ketentraman dalam agama dan dunia akan hilang. Namun jika diseimbangkan, yang akan muncul adalah kesabaran, keberanian dan kebijaksanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahwat-pun demikian, jika semakin mendominasi, maka akan muncul adalah kejelekan dan kejahatan, sebaliknya jika syahwat melemah , maka akan menyebabkan kelemahan dan ketidakgairahan. Namun jika terkendali seimbang, yang ada adalah kesucian (‘iffah), kepuasan (qana’ah) dan sifat-sifat sejenis lainnya. Ed&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Hati; Prilaku Jeleknya dan Bagusnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah ! bahwa hati dan bala tentaranya memiliki keadaan dan sifat-sifat yang sebagian disebut dengan budi pekerti buruk dan sebagian lain disebut budi pekerti terpuji. Budi pekerti terpuji akan mengantarkan pada kebahagiaan, dan akhlak buruk mengantarkan pada kehancuran dan siksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini terdiri dari empat jenis budi pekerti( akhlak). Yaitu: akhlak setan, akhlak binatang jinak, akhlak binatang buas dan akhlak malaikat. Perilaku jelek, yaitu makan, minum, tidur dan kawin adalah akhlak binatang jinak. Tingkah laku amarah pemukulan, pembunuhan dan pertikaian adalah akhlak binatang buas. Prilaku-prilaku jiwa seperti makar, penipuan, kecurangan dan hal lain sejenis adalah akhlak setan. Terakhir, kegiatan berfikir yang menghasilkan rahmat, ilmu dan kebaikan adalah akhlak malaikat. ed&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Empat Hakikat dalam Kulit Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah ! bahwa dalam kulit anak adam(manusia) terdapat empat hal, anjing, babi, setan dan malaikat. Anjing tercela dari segi sifatnya dan bukan dari bentuknya. Begitupun setan dan malaikat, hal-hal tercela dan keterpujianya[9] hanya pada sifat-sifatnya dan bukan pada bentuk atau prilakunya. Babi pun demikian, tercela dalam sifat-sifatnya bukan pada bentuk dan tingkah lakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya manusia diperintahkan untuk menyingkap gelapnya kebodohan dengan cahaya akal, agar terhindar dari segala macam fitnah. Seperti ditegaskan Rasul Saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak seorangpun (dari manusia) kecuali memiliki setan, aku juga memiliki setan. Sungguh Allah telah menjagaku dari setanku hingga aku bisa menguasainya.”[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian syahwat dan amarah seharusnya berada dibawah kendali akal, keduanya hanya boleh berbuat bergerak melakukan sesuatu dengan kendali akal. Maka jika seseorang berbuat demikian, ia benarlah baginya disebut berakhlak terpuji yaitu; sifat malaikat dan merupakan benih kebahagiaan. Jika melakukan kebalikannya, maka ia disebut berakhlak tercela yaitu sifat-sifat setan dan merupakan benih dari siksa.Dalam tidur ia akan melihat dirinya seakan berdiri terpasung menjadi budak anjing dan babi. Orang ini seperti lelaki muslim yang membawa beberapa muslim lainnya dan menahan mereka di penjara orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana keadanmu jika nanti pada hari kiamat sang raja, yaitu akal, menahanmu dibawah kekuasaan syahwat dan amarah, yaitu anjing dan babi? ed&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Empat Kondisi Manusia Pada Hari Kiamat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah ! bahwa manusia saat ini dalam bentuk anak Adam, esok saat makna-makna itu tersingkap, mereka pun keluar dalam bentuk menyesuaikan dengan makna masing-masing. Mereka yang dominan amarahnya, maka akan berdiri dalam bentuk anjing. Mereka yang dominan nafsunya, maka akan berdiri dalam bentuk babi, sebab bagaimanapun bentuk selalu mengikuti makna-makna. Seorang yang tertidur akan melihat semua yang ada dalam jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula karena isi jiwa manusia teridentifikasi dalam empat hal di atas, maka ia harus mengintai setiap gerak-geriknya, diamnya dan mengenali diri termasuk bagian mana dari yang empat. Sifat-sifat itu ada dalam hati dan terus bertahan hingga hari kiamat, dan jika masih tersisa secuil kebaikan, maka itu adalah benih kebahagiaan. Sebaliknya jika yang tersisa adalah secuil kejelekan, maka ia pun merupakan benih dari siksa. Manusia tak akan pernah berhenti bergerak dan diam, hatinya bagaikan kaca, akhlak tercela bagaikan asap dan kegelapan, jika menyentuhnya, maka seketika ia menggelapkan jalan menuju kebahagiaan. Akhlak terpuji bagaikan cahaya dan pancarannya, jika sampai pada hati, maka ia akan membersihkannya dari gelapnya kemaksiatan. Seperti sabda Rasul Saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ikutkanlah pada perbuatan jelek itu perbuatan baik yang akan menghapusnya.”[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hati bisa jadi terang dan gelap, semua tak akan lolos kecuali mereka yang mendatangi Allah dengan hati yang pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Kelebihan Manusia Atas Binatang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah ! bahwa nafsu dan amarah yang ada bersama binatang juga terdapat pada anak Adam. Akan tetapi manusia diberi tambahan lain[12]sebagai bekal untuk memperoleh kemuliaan dan kesempurnaan. Dengan hal tersebut, ia bisa mengetahui Allah dan keindahan ciptaan-Nya. Dan dengan hal tersebut manusia bisa menyelamatkan dirinya dari kekuasaan nafsu dan amarah serta meraih sifat-sifat malaikat. Dengan demikian, manusia diberi sifat-sifat binatang jinak dan buas, yang semuanya ditundukka Allah untuk manusia. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia telah menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan yang ada di bumi semuanya.” (Q.S. al-Jasiyah [45]: 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Keajaiban Hati dan Dua Pintu Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah ! bahwa hati memiliki dua pintu ilmu, satu untuk mimpi-mimpi dan lainnya untuk ilmu sadar, yaitu pintu untuk ilmu realita (zahir). Saat manusia tertidur, pintu-pintu indera tertutup, dibukakanlah pintu bathin dan disingkapkan realitas alam ghaib dari alam malakut dan Lauh Mahfudz seperti cahaya yang terang benderang. Untuk menyingkapnya dibutuhkan semacam tafsir mimpi. Sedang ilmu yang dihasilkan dari realita (zahir) dikira oleh manusia akan memunculkan kesadaran diri, dan bahwa keadaan sadar lebih utama, meskipun sebenarnya ia tidak bisa melihat sesuatupun dari alam ghaib. Bagaimana pun sesuatu yang terlihat antara keadaan sadar dan tidur tetap lebih utama sebagai pengetahuan daripada apa yang terlihat melalui indera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Cermin Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, Andapun mesti tahu bahwa hati seperti cermin, Lauh Mahfudz pun demikian. Karena di dalamnya terdapat gambaran dari semua realitas (mawjudat). Jika Anda hadapkan cermin satu dengan lainnya, maka masing-masing gambar pada setiap cermin akan saling menghiasi yang lainnya. Demikian pula semua gambar (suwar) pada Lauh Mahfudz akan tampak dalam hati jika ia telah suci dari nafsu dunia. Jika masih disibukkan dengannya, maka alam malakut akan tetap tertutup. Jika pada saat tidur manusia tak terhubungkan dengan obyek indera, maka ia akan menyaksikan esensi (jawhar) alam malakut dan akan terlihat sebagian gambar yang ada pada Lauh Mahfudz. Jika manusia menutup pintu indera hanya sekedarnya, maka ia hanya memasuki dunia khayal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, ia melihat sesuatu yang masih tertutupi pada bagian luarnya dan bukanlah hakikat murni yang tersingkapkan. Jika hati telah mati bersama si pemiliknya, maka pada saat itu tidak ada yang namanya khayal, dan tidak juga indera. Oleh karena itu, pada saat tersebut hati mampu melihat dengan tanpa keraguan ataupun khayalan. Dan ketika itu, diucapkan padanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka penglihatanmu pada hari itu sangat tajam.” (Q.S. Qaf [50]: 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Hati, Ilham dan Alam Malakut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah! bahwa tak seorangpun dari anak Adam kecuali hatinya telah dimasuki sentuhan-sentuhan suci melalui jalan ilham, dan hal itu tidak masuk melalui indera, akan tetapi masuk dalam hati tanpa tahu dari mana asalnya, sebab hati termasuk alam malakut, dan indera tercipta untuk alam ini, yaitu alam al-mulk (alam kuasa). Karenanya ia menjadi penghalang jiwa dari menyaksikan alam malakut manakala tidak tersucikan dari aktifitas indera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai di Balik Keterbukaan Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Anda kira kelembutan ini hanya terbuka pada saat tidur dan mati saja, tapi ia pun terbuka saat sadar bagi mereka yang ikhlas berjihad, ikhlas melakukan riyadah (latihan) dan menyelamatkan diri dari kekuasaan nafsu, amarah, akhlak tercela dan perbuatan buruk. Jika ia duduk di tempat sepi dan mengosongkan dirinya dari dari aktifitas indera, kemudian membuka mata hati dan pendengarannya, menjalankan fungsi hatinya sebagai bagian dari alam malakut, terus menerus menyebut kalimat Allah, Allah, Allah, dengan hatinya dan dengan tidak dengan lidahnya sampai ia tak mendapatkan informasi dari dirinya dan alam sekitarnya sedikitpun, dan yang ia lihat hanyalah Allah[13], maka kekuatan itu akan terbuka, apa yang ia lihat disaat tidur, ia bisa lakukan pada saat sadar, yang tampak adalah ruh para malaikat dan para nabi, gambar-gambar bagus yang indah dan mulia, saat itu tersingkaplah kerajaan langit dan bumi. Ia bisa lihat semua yang tak bisa dijelaskan dan tak bisa digambarkan, sebagaimana sabda Rasul Saw:&lt;br /&gt;“Dibentangkan padaku bumi, seketika kulihat ujung barat dan timur.”[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt menjelaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan demikianlah Kami perlihatkan pada Ibrahim tanda-tanda keagungan Kami (yang terdapat) di langit dan bumi.” (Q.S. al-An’am [6]: 75).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena semua ilmu para nabi melalui jalan ini dan bukan melalui jalan indera, seperti ditegaskan Allah Swt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.” (Q.S. al-Muzammil [73]: 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya terputus dari segala sesuatu, penyucian diri dari segalanya dan terus memohon kesempurnaan pada-Nya, ini adalah jalan (tariq) kaum sufi zaman ini. Sedang cara pengajaran, adalah jalan (tariq) para ulama. Semua ini dirangkum dari jalan kenabian. Begitu juga ilmu para auliya’, sebab ilmu itu tertanam dalam hati mereka tanpa melalui perantara, yaitu dari Hadirat Ilahi sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya di antara ilmu-ilmu dari sisi Kami.” (Q.S. al-Kahfi [18]: 65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan ini tidak akan dipahami tanpa melalui latihan, dan jika tak dihasilkan dengan rasa, maka ia pun tak bisa dihasilkan melalui pengajaran[15]. Yang seharusnya dilakukan adalah mempercayainya hingga kita bisa mendapatkan kebahagiaan mereka, dan ini adalah sebagian keajaiban hati. Siapa yang tak melihat, ia tidak akan mempercayainya, seperti firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang sebenarnya mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna, padahal belum datang kepada mereka penjelasannya.” (Q.S. Yunus [10]: 39), dan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ketika mereka tidak mendapat petunjuk dengannya (Alqur’an) maka mereka berkata: “Ini adalah dusta yang lama.” (Q.S. al-Ahqaf [46]: 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Semua Manusia Berhak Atas Rahasia Ketuhanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Anda mengira semua ini khusus untuk para nabi dan para wali saja, sebab esensi anak Adam dari asal penciptaannya memang untuk tujuan ini, seperti unsur besi agar dibuat cermin yang bisa digunakan untuk melihat gambaran alam, kecuali yang berkarat dan membutuhkan penyepuhan, atau besi kering yang membutuhkan pengecatan sebab sewaktu-waktu bisa patah. Demikian juga hati, jika nafsu dan kemaksiatan mendominasinya, maka ia tidak akan mencapai derajat ini. Hal ini sebagaimana yang disabdakan Rasul Saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua yang terlahir berada dalam fitrah (esensi) Islam.”,[16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Anda Tuhan kami).” (Q.S. al-A’raf [7]: 172).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun anak Adam, fitrahnya adalah mempercayai akan ketuhanan Allah, seperti dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.” (Q.S. ar-Rum [30]: 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para nabi dan para wali adalah anak Adam, Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu.” (Q.S. Fussilat [41]: 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap yang menanam pasti memetik, siapa saja yang berjalan, pasti sampai, siapa yang memohon, pasti akan mendapatkan. Permohonan tidak akan berhasil tanpa mujahadah – permintaan orang yang telah renta dan arif telah melalui jalan ini – jika dua hal ini berlaku pada seseorang, maka Allah telah berkehendak menganugerahinya kebahagiaan dengan hukum azali hingga ia mencapai derajat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Nikmat dan Kebahagiaan Manusia Terletak Pada Ma’rifat Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah ! bahwa segala sesuatu memiliki rasa bahagia, nikmat dan kepuasan. Rasa nikmat akan diperoleh apabila ia melakukan semua yang diperintahkan oleh tabiatnya. Tabiat segala sesuatu adalah semua yang tercipta untuknya. Kenikmatan mata pada gambar-gambar indah, kenikmatan telinga pada bunyi-bunyi yang merdu, dan demikian semua anggota badan. Kenikmatan hati hanya dirasakan ketika mengetahui Allah (ma’rifah Allah), sebab ia diciptakan untuk melakukan hal itu. Semua yang tidak diketahui manusia, tatkala ia mengetahuinya maka ia akan berbahagia, seperti permainan catur, ketika mengetahuinya ia pun senang, jika ia dijauhkan dari permainan itu, maka ia takkan meninggalkannya dan tak akan sabar untuk kembali memainkannya. Begitu juga mereka yang telah sampai pada ma’rifah Allah[17], pun merasa senang dan tak sabar untuk menyaksikan-Nya, sebab kenikmatan hati adalah makrifat, setiap kali makrifat bertambah besar, maka nikmatpun bertambah besar pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, ketika manusia mengetahui sang menteri, maka ia akan senang, lebih-lebih jika tahu sang raja, maka kebahagiaannya tentu lebih besar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada satu keberadaan pun di alam ini yang lebih mulia dari Allah Swt, sebab kemuliaan yang dimiliki, semua oleh sebab-Nya dan dari-Nya, semua keajaiban alam adalah karya-Nya, tak ada pengetahuan (ma’rifah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Alam dan Saripati Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah ! bahwa jika anak Adam disarikan dari alam, padanya terdapat segala gambaran alam yang masih bisa kita temukan akarnya, sebab tulang-belulang ini seperti pegunungan, dagingnya seperti debu, bulu-bulunya bagaikan tumbuhan, kepalanya bagaikan langit, inderanya seperti bintang, penjelasan mengenai hal ini sangatlah panjang. Demikian bagian dalamnya pun menyimpan gambaran alam, sebab fungsi pencernaan yang ada dalam lambung mirip dengan seorang ahli masak. Kekuatan yang ada pada limpa sama dengan pembuat roti, kekuatan pada usus bagaikan tukang cukur, kekuatan yang memutihkan susu dan memerahkan darah bagaikan tukang sepuh, penjelasan mengenai hal ini cukup panjang, yang penting adalah hendaknya kamu mengetahui berapa banyak alam yang tersimpan bersamamu, yang terus sibuk melayanimu, sedang Anda malah mengabaikannya, dan mereka takpernah beristirahat, Anda bahkan tak mengenalnya dan tak bersyukur pada-Nya yang telah menganugerahkan semua itu untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Mengenai Pengetahuan Tentang Komposisi Jasad Badan dan Manfaat-Manfaat Anggota Tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu ini sangatlah agung, kebanyakan manusia mengabaikannya, demikian juga ilmu kedokteran. Setiap mereka yang ingin melihat dirinya dan keajaiban karya Allah Swt dalam dirinya, membutuhkan minimal tiga sifat dari sfat-sifat ketuhanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, hendaknya mengethui bahwa yang menciptakan seseorang juga mampu membawanya pada kesempurnaan dan bukan pada sebaliknya, Ia adalah Allah Swt. Tak satu pun perbuatan di dunia yang lebih ajaib dari penciptaan manusia yang berasal dari air hina dan pembentukan fisik dengan bentuk yang sangat menakjubkan, sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur.” (Q.S. al-Insan [76]: 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk mengembalikannya setelah mati adalah lebih mudah lagi, sebab pengulangan selamanya lebih mudah daripada permulaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pengetahuan tentang ilmu Allah Swt bahwa ia mencakup segala sesuatu. Sebab keajaiban dan keanehan ini tak mungkin ada kecuali dengan kesempurnaan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, hendaknya Anda tahu bahwa keramahan-Nya, rahmat-Nya dan perlindungan-Nya mengenai segala sesuatu, tak terbatas di saat Anda melihat tumbuhan, hewan dan kandungan bumi, semua berada dalam keluasan kuasa-Nya, bentuk yang baik dan warna yang indah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Pasal Mengenai Uraian Bentuk Manusia Merupakan Kunci Mengetahui Sifat-Sifat Ketuhanan dan Termasuk Ilmu Mulia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu pengetahuan tentang keajaiban karya-karya Ilahi, pengetahuan tentang keagungan dan kekuasaan Allah Swt, yang merupakan ringkasan (sari) dari pengetahuan hati. Ilmu ini begitu mulia, sebab berbicara tentang karya Ilahi, sebab jiwa bak kuda, akal sebagai penumpangnya dan keduanya terhimpun dalam kalimat penunggang kuda (joki). Siapa yang tak mengenal dirinya dan mengaku mengenal lainnya, maka ia seperti seorang lelaki bangkrut yang tak memiliki makanan sedikitpun untuk dirinya dan mengaku menafkahi orang-orang miskin di kotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasal Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mengetahui kemuliaan, kehormatan, kesempurnaan, keindahan dan keagungan setelah Anda menyadari bahwa esensi hati adalah esensi yang paling mulia, yang semua itu telah dianugerahkan kepadamu dan kelak akan ditarik kembali, dan Anda justru tidak memintanya, malah mengabaikannya dan menghilangkannya, maka Anda akan sangat menyesal pada hari kiamat. Berjuanglah untuk mendapatkannya, tinggalkanlah segala kesibukan duniawi! Dan segala kemuliaan yang tidak tampak di dunia, maka di akhirat kelak akan menjadi kebahagiaan, keabadian tanpa kefanaan, kekuasaan tanpa kelemahan, pengetahuan tanpa kebodohan, keindahan sekaligus keagungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang hari ini, tak seorang pun yang lebih lemah darinya, sebab ia termiskin dan kekurangan, akan tetapi kemuliaan akan ia alami esok jika ia tancapkan pengetahuan tentang kebahagiaan ini dalam inti hatinya, hingga ia bisa menyelamatkan dirinya dari perumpamaan binatang dan bisa mencapai derajat malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia kembali pada nafsu dunia, maka ia lebih memilih menjadi binatang pada hari kiamat, karena sebenarnya ia kembali ke asalnya yaitu tanah. Dan ia pun akan abadi dalam siksa.http://www.blogger.com/img/blank.gif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berlindung kepada Allah Swt dari semua itu, kami meminta pertolongan-Nya, sebab Ia sebaik-baik Pemelihara dan Penolong, dan rasa syukur ini untuk Allah Swt, Tuhan semesta alam. Semoga keselamatan senantiasa dianugerahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw dan keluarga berikut para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001415927392"&gt;Taofik El Rahman&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-7423407713100388469?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/8ipq6Jqg1fE" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-19T10:53:37.644+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-sW6S9MxaaTM/Tscm0wqhu5I/AAAAAAAAA9o/0wWrx7eODTY/s72-c/Kimia%2BKebahagiaan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2011/10/kimia-assaadah-kimia-kebahagiaan.html</feedburner:origLink></item><item><title>kenapa selalu berpecah-belah?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/vIR-hysgcu8/kenapa-selalu-berpecah-belah.html</link><category>harakita</category><category>arah juang</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Fri, 18 Nov 2011 19:09:39 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-2259115417107946871</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-08CoVwf-Su8/TscdtFfnOeI/AAAAAAAAA9c/EF6MhK667o8/s1600/Khomeini.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 249px; height: 197px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-08CoVwf-Su8/TscdtFfnOeI/AAAAAAAAA9c/EF6MhK667o8/s320/Khomeini.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676538515729889762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sesungguhnya kita tidak mengetahui tujuan perpecahan dan bergolong-golongan itu. Apakah perpecahan itu tercetus karena kepentingan dunia semata-mata, atau perkara manakah yang menyebabkan Saudara berpecah-belah karena dunia? Sesungguhnya perpecahan Saudara tentang urusan keduniaan itu suatu perkara yang aneh! Ya Allah, bagaimana hal ini bisa terjadi pada Saudara yang berilmu pengetahuan dan memakai sorban?!&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya seorang ulama yang membayangkan hubungannya dengan Allah dibalik alam tabi’i (alam tabiat) ini, seorang alim yang terdidik di madrasah Islam, yang melalui proses pembenahan syakhsyiyyah yang kokoh, mengetahui benar-benar bahwa adalah mustahil mempunyai hasrat dan tujuan yang bersifat keduniaan serta didorong oleh keserakahan hawa nafsu. Sesungguhnya dia tidak berpikir demikian untuk menghadapi perselisihan, masalah krisis pribadi dan bergolong-golongan karena kepentingan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai, dai-dai yang menyeru ke jalan Allah, yang ingin mengikuti pimpinan Amirul Mu’minin ‘Alî kw atau sekurang-kurangnya yang memperhatikan sedikit banyak sejarah hidupnya niscaya dapat melihat bahwa Saudara telah terlalu jauh dari corak kepemimpinan beliau dan perjalanaan hidup beliau. Adakah Saudara mengetahui tentang sifat zuhud, ketakwaan dan kehidupan yang sederhana serta suci itu? Adakah Saudara melaksanakan dan mengamalkan yang demikian itu? Adakah Saudara memahami tentang jihad kepemimpinan yang agung ini yang terus-menerus menentang kezaliman, thaghut, dan penindasan serta tindakan beliau membela golongan yang teraniaya (tertindas), mustadh’afin dan tersiksa? Sekiranya Saudara telah memahaminya, kenapa saudara tidak ingin melaksanakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang sedang menyalakan api kerusakan dunia sekarang ini, serta menyebarkan huru-hara dan kekacauan adalah golongan yang berlomba-lomba untuk menguasai umat manusia (berebut pengaruh). Mereka mencoba mengeruk perbendaharaan mereka dan menghisap manfaat serta mengekalkan penjajahan dan penindasan terhadap negara-negara yang lemah dan tertindas di bawah kekuasaan ekonomi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, semestinya Saudara menghadapi peperangan setiap hari dengan orang-orang yang seperti ini. Saudara harus menempa perjuangan untuk membebaskan umat manusia dari golongan mustakbirin atau para penindas dunia yang menggunakan berbagai nama atau tipu muslihat, untuk membebaskan bangsa dunia, membangunkan mereka dan mempertahankan kemerdekaan mereka, tetapi di balik slogan-slogan ini mereka memasok senjata-senjata kepada pemimpin-pemimpin bangsa manusia yang tertindas. Inilah peperangan menurut logika dan perhitungan golongan yang mengejar dunia, serta mengikuti pertimbangan mereka yang serakah. Sementara peperangan yang sedang Saudara hadapi adalah menentang dan membongkar segala perhitungan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya apabila kita tanyakan kepada mereka, "Mengapa mereka tidak hanya berperang dan bertarung?" Mereka akan menjawab, "Kami menghendaki kelangsungan keamanan negara tersebut dan mengeruk kekayaan kami untuk mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi apabila Saudara ditanya, "Mengapa Saudara tidak berperang dan bertarung menghadapi mereka?" Apakah jawaban Saudara? Sedangkan Saudara-saudara tidak mempunyai kepentingan dunia seperti mereka untuk menghadapi pertentangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kedudukan Saudara seperti seorang pembeli yang mengambil barang dari ulama Islam yang dirujuk (marja’i), sedikit sekali mengeluarkan belanja kepada golongan yang lain untuk membeli perlengkapan perang guna menghadapi para penindas itu. Oleh karena itu, kenapa kita berselisih dengan mereka, adakah saudara dapat memperhatikan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat membaca lembaran-lembaran khusus bersifat dokumen yang dikeluarkan oleh Gereja Vatikan untuk dikirimkan ke Washington. Saya temukan di dalamnya perhitungan-perhitungan musuh-musuh Islam sedemikian rupa, sebagaimana yang saya sebutkan di atas, yang memusatkan perhatian kepada pusat-pusat pengkajian kita. Lalu, adakah setelah saya beberkan ini semua, Saudara masih juga cenderung kepada kepentingan dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, segala sebab yang membawa kepada perselisihan dan perpecahan yang menghilangkan tujuan suci tertentu adalah merujuk kepada cinta dunia. Jikalau perselisihan dalam bentuk ini masih terdapat di antara Saudara, ini berarti bahwa Saudara tidak atau belum ke luar lingkaran cinta dunia yang masih bersarang di hati Saudara. Hal ini menunjukkan kepentingan duniawi yang terbatas dan telah menyebabkan perlombaan yang begitu jelek di lingkungan Saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara menghendaki kedudukan itu. Sedangkan pada waktu yang sama orang lain pun menghendaki kedudukan yang sama pula. Oleh karena itu, cinta dan rakus kepada dunia menguasai hati, dari keadaan yang seperti ini tidak boleh tidak, akan mendorong kepada perpecahan, hasud dan dengki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dukungan gerakan Islam "Hizbullah" yang mengorek rasa kecintaan kepada dunia dari hati mereka dan membersihkannya dari kecenderungan yang rendah itu, tidak akan mengalami kerusakan dan musibah seperti ini. Seandainya para Nabi as. berkumpul di sebuah kota yang sama pada hari ini, maka sudah pasti tidak akan terdapat perselisihan di antara mereka dan niscaya mereka akan membentuk suatu shaf atau angkatan perjuangan seperti bangunan yang tersusun rapi (bunyânun marshûsh). Karena mereka semua mempunyai tujuan yang tunggal. Hati mereka semuanya menghadapi dan menuju kepada Allah SWT semata. Dalam waktu yang sama mereka tidak menghadapi wabah cinta dunia dan mereka tidak menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Saudara meneliti, sesuaikah semua amal dan tindakan Saudara sekarang ini dengan apa yang dilakukan dan dilalui oleh Imam ‘Alî kw?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, ketika ke luar dari dunia ini, niscaya Saudara akan dapati masih jauhnya perilaku kita dari corak kepemimpinan beliau. Dan ingatlah, bahwa Saudara harus bertabiat dan kembali kepada akhlak Islam, sekiranya Saudara ingin mengikuti langkah-langkah yang mulia itu. Pikirkanlah jalan yang akan menyelamatkan saudara dari azab Allah sebelum kesempatan itu terlepas. Ketahuilah bahwa perpecahan dan sikap bergolong-golongan seperti yang disebutkan tadi amat merugikan dan terhina. Sikap seperti ini adalah perbuatan keji, bahaya dan menghancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah Saudara kini terlibat dengan perselisihan itu? Adakah kelompok dan mazhab Saudara mempunyai berbagai perpecahan pula? Kenapa Saudara tidak sadar? Dan kenapa pula Saudara tidak saling ingat-mengingatkan serta tidak mewujudkan saling pengertian (kasih sayang) dan persaudaraan di kalangan Saudara? Kenapa....? Dan kenapa...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpecahan ini sungguh berbahaya dan akan membawa kerusakan yang tidak dapat dielakkan lagi, akan menjadi perangkap besar pada pusat-pusat pengkajian Islam kita. Keadaan yang demikian ini telah menghapuskan kedudukan Saudara di kalangan masyarakat dan merupakan bayangan Saudara di mata umat. Tidak diragukan, kondisi semacam ini tidak sekadar membahayakan dan memelaratkan Saudara, tetapi seluruh umat Islam turut terseret ke dalam perangkap ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi keadaan semacam ini membahayakan Islam itu sendiri. Alangkah sedihnya sekiranya perbedaan dan krisis yang terjadi di kalangan Saudara itu membawa bahaya kepada umat Islam. Saudara niscaya akan terjerumus ke lembah dosa yang sulit diampuni sebab ia merupakan sebesar-besar maksiat dan penentangan terhadap Allah. Hal itu merusakkan masyarakat manusia dan membuka pintu yang seluas-luasnya kepada musuh-musuh Islam untuk menguasai umat dengan berbagai tipu daya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tangan-tangan keji tidak menyelusup ke dalam pusat-pusat pengkajian kita dan menanamkan benih-benih kemunafikan, perpecahan dan kekacauan di dalamnya. Anasir-anasir jahat itu sungguh berupaya menghasilkan pemikiran-pemikiran yang rusak sehingga menjadi beban syariat bagi Saudara untuk menghadapi krisis dan perpecahan. Sehingga masing-masing golongan memandang golongan lain bertanggungjawab terhadap kerusakan dengan berdasarkan kaidah hukum syar’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi seperti ini memungkinkan musuh-musuh Islam menghancurkan cita-cita kita yang tunggal, yaitu membebaskan umat Islam. Ketahuilah bahwa mereka yang terdidik di pusat-pusat pengkajian Islam ini saja yang dapat menjawab persoalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya menjadi kewajiban bagi Saudara untuk berhati-hati dan mengingat masalah ini, dan janganlah Saudara termasuk dalam perangkap setan, sehingga salah seorang dari Saudara berkata, "Sesungguhnya dari segi syariat Saya diminta bertanggung jawab dalam masalah ini, sementara yang lain juga mengatakan bahwa secara syariat Saya mempunyai tanggung jawab melakukan hal ini, yang bertentangan dengan pihak sebelumnya." Dengan demikian timbullah pertentangan dan pertarungan di antara kedua golongan. Dalam keadaan semacam ini, setan mengambil kesempatan untuk mengambil tanggung jawab syariat sendiri terhadap manusia dan melalaikan mereka dari tanggung jawab yang sebenarnya, dan dalam situasi yang lain hawa nafsu juga menguasai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya tidak terdapat dalam hukum syara’ dan tidak pula menjadi kewajiban keagamaan, membolehkan seorang muslim menghina dan mencela muslim yang lain, atau seorang muslim memburuk-burukkan saudara muslim yang lain dalam agama. Keadaan semacam ini tidak terdapat dalam hukum syariat Islam. Malahan itu merupakan ciri-ciri kecintaan dan kerakusan terhadap dunia yang juga disebut semangat keakuan dan mementingkan diri semata-mata. Lebih jauh lagi hal ini adalah pengaruh setan yang telah menyelusup di antara kita, sehingga menimbulkan keadaan yang kacau di antara kita. Permusuhan seperti ini bukanlah sifat orang-orang yang beriman, sebaliknya adalah sifat ahli neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, yaitu pertengkaran penghuni nereka." (QS. Shâd, 38:64). Neraka jahanam merupakan tempat yang layak bagi permusuhan dan pertengkaran, karena penghuni neraka saling bercakaran di antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu, sekiranya saudara bertentangan di dunia pada jalan yang batil, sudah barang tentu itu merupakan gambaran perjalanan yang sama, yang dilalui oleh para penghuni neraka jahanam. Apakah saudara ingin mengambil tempat mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya dalam perkara-perkara yang berhubungan dengan akhirat tidak akan terdapat pertarungan dan perpecahan. Ahli akhirat jauh berada di puncak dan mengawasi kepentingan dunia, mereka hidup dalam suasana kasih sayang dan bersih di antara satu sama lain. Hati mereka dipenuhi dengan pancaran kasih kepada Allah semata. Oleh karena itu kecintaan kepada Allah ini menjadi sebab alamiah yang membawa kecintaan hamba-hamba Allah kepada orang-orang yang beriman. Selanjutnya kasih sayang hamba-hamba Allah itu adalah di bawah naungan kasih sayang Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya manusia akan terdorong memasuki api neraka jahanam karena amal-amalnya yang buruk, dan jalan hidupnya yang hina. Ya, amal orang-orang yang menyeleweng akan membawa mereka ke neraka. Rasulullah Saww bersabda, bahwa: "Kami akan diberi ganjaran setelah menemui kematian dan kebinasaan. Apabila seseorang tidak melakukan sesuatu yang mendorong ia ke neraka jahanam, maka ia akan menghadapi berbagai ujian hidup, yakni melalui peringkat kehidupan yang sulit dan penuh ranjau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya menerima dunia ini sama artinya menerima neraka dan bergelimang dalam apinya. Manusia tidak akan menyadari hakikat ini sampai ia berpindah ke alam akhirat. Pada waktu ini ia masih berpindah ke alam akhirat, ia masih ditutup oleh hijab dan beberapa penutup. Setelah berpindah ke alam akhirat, ia baru akan memahami apa yang difirmankan oleh Allah: "(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hambanya" (QS. Ali Imrân, 3:182).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana juga mereka memahami firman Allah: "Dan diletakkan kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya dan mereka berkata: Aduhai, celakalah kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar, melainkan ia mencatat semuanya. Dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan itu tertulis. dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun". (QS. Al-Kahfi 18:49).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap apa yang dilakukan oleh manusia di dunia ini dan apa yang dilahirkan, akan dapat dilihat di akhirat nanti. Mereka akan melihat dengan nyata. Allah berfirman: "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarrah pun, niscaya ia akan melihat balasannya dan barangsiapa kejahatan sebesar zarrah pun, niscaya ia akan melihat juga balasannya". (QS. Al-Zalzalah, 99:7-8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya setiap amal manusia dan tindakan atau perbuatannya akan dibeberkan di sana seperti film yang menggambarkan dengan nyata keadaan di dunia dan pasti dipaparkan di akhirat nanti. Tidak ada seorang pun yang dapat menafikan segala tindakannya, karena yang kita lihat di hadapan kita kelak adalah amal-amal yang kita lakukan berdasarkan bukti yang diberikan oleh anggota-anggota panca indera kita sendiri yang menjadi saksi terhadap kita. Allah berfirman: "Kulit mereka menjawab: Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berbicara telah menjadikan kami pandai berkata (pula)". (QS. Fushshilat, 41:21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana Saudara tidak bisa mengingkari atau menafikan segala amal yang telah dilakukan. Sebab Saudara berada di hadapan Allah yang berkuasa menuturkan segala sesuatu dengan berupaya mengambil saksi dari segala sesuatu. Renungkanlah barang sejenak, bahwa Saudara akan berhadapan dengan yang mempunyai kekuasaan dan pandangan, Yang Mengetahui semua perkara. Ingatlah akibat buruk yang akan menimpa diri Anda yang lalai dan janganlah Saudara lupa terhadap azab kubur, alam barzakh serta kedahsyatan yang ada di dalamnya. Beramallah dengan seolah-olah Saudara melihat neraka jahanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya seseorang yang melihat adanya akibat buruk itu akan mengubah corak hidupnya selama ini. Sekiranya Saudara benar-benar meyakini dengan mengakui perkara-perkara ini dan memperhatikan kehidupan saudara sendiri dengan dasar apa yang dikehendaki dan sebagaimana yang dilukiskannya, semoga dapat menjaga seluruh amal dan perbuatan dalam rangka berusaha memperbaiki dan membersihkan diri dan ruhani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Imam Khomeini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=241791704873"&gt;Padly Rahman&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-2259115417107946871?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/vIR-hysgcu8" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-19T10:09:39.601+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-08CoVwf-Su8/TscdtFfnOeI/AAAAAAAAA9c/EF6MhK667o8/s72-c/Khomeini.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2011/10/kenapa-selalu-berpecah-belah.html</feedburner:origLink></item><item><title>QUO VADIS MODERNISME</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/cWNSBSVRFzI/quo-vadis-modernisme.html</link><category>kajian</category><category>humaniora</category><category>arah juang</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Fri, 18 Nov 2011 04:50:46 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-477222093190771378</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Cmr-8F1MoU8/TsZUViRKhyI/AAAAAAAAA9M/eCbcJkbDcjg/s1600/anti%2Bcapitalist.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 177px; height: 201px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Cmr-8F1MoU8/TsZUViRKhyI/AAAAAAAAA9M/eCbcJkbDcjg/s320/anti%2Bcapitalist.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676317109299873570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mukadimah: Fenomena Postmodernisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era milenium III ini, istilah postmodernisme, dibalik ambiguitas maknawi yang dikandungnya, berhasil menguncang cakrawala pemikiran falsafah kontemporer. Pandangan kritis-radikalnya terhadap konfigurasi dan pilar-pilar utama world view peradaban modern yang semenjak abad ke-17 megabadikan diri hingga mapan dan canggih, telah membuat banyak kalangan terhenyak. Para pemuka madzhab anyar ini, dapat disebut antara lain Paul Ricoer, Lyotard, Michel Foucault, Jaques Derida, Jurgen Habermas, Theodore Adorno, dan lain-lainnya.&lt;span class="fullpost"&gt; Tak kurang reaksi negatif dan kontradiktisionis muncul dari berbagai pihak, sehingga pemikiran postmo ini dianugerahi setempel bernada mengolok-olok: sebagai mode intelektual yang dangkal, kosong dan reaktif. Bahkan dalam kamus The Modern-Day Dictionary of Received Ideas Postmodernisme dirumuskan sebagai “Kata yang tak bermakna, Gunakan saja sesering mungkin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam medan filsafat, postmodernisme menunjuk pada pengertian bagi segala bentuk refleksi kritis atas paradigma-paradigma dan atas metafisika pada umumnya. Walaupun aliran pemikiran ini terpilah-pilah dalam bentuk yang lebih khusus, namun kesemuanya secara khas melontarkan kritik tajam atas paradigma rasionalisme-positivistik sebagaimana yang talah diletakan visi dasarnya oleh Descartes di masa-masa awal kebangkitan Barat (Eropa). Dalam perspektif filsafat, karakter khas yang melekat dalam modernisme adalah, bahwa ia senantiasa berupaya mencari dasar segala pengetahuan (episteme, wissenschaft) tentang ta onta realitas, yakni: dengan jalan kembali ke subjek yang mengetahui itu sendiri baik secara pemahaman transedental maupun psikologis. Dan kepastian mendasar atas pengetahuan ”realitras eksternal” tersebut diukur melalui hukum logika. Dus, representasi yang benar dan tepat atau keserupaan objektif dari realitas eksternal adalah identik dan sertamerta merupakan gagasan-gagasan yang telah diorganisasikan secara logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian pula, pandangan epistemologis seperti ini telah menempatkan manusia pada posisi pusat eksistensi dalam kosmik, ia sebagai subjek murni dan dalam waktu yang bersamaan mengakibatkan realitas alam semesta sebagai objek murni. Atau meminjam istilah Merleau-Ponty, manusia menjadi kosmotheoros dan alam sebagai la grand object. Lebih jauh lagi, Fritjof Capra dalam bukunya Science, Society and The Rising Culture, memandang bahwa paradigma modern yang bertumpu pada prosedur reduksionis dengan mengansumsikan alam material secara mekanistik, dan kemudian memaksanya guna diformulasikan secara kuantitatif-matematis, telah mengakibatkan lahirnya krisis persepsi ekologis; yakni alam dipandang sebagai benda mati dan objek yang absah untuk di kuasai, diprediksikan dan dieksploiatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan menurut baliau pula dualitas pikiran dan materi yang dilambangkan oleh pernyataan Descartes-cogito ergo sum-telah mendorong orang-orang Barat menyamakan identitas mereka dengan pikiran rasional dan bukannya dengan organisme yang utuh. Konsekuensinya, orang- orang Barat menjadi surut ke dalam pikiran semata, dan “lupa” rasio sebagai instrumen untuk mengetahui. Dan ini berarti telah memutuskan hubungan dirinya dengan alam dan lupa bagaimana bermasyarakat dan bekerjasama dengan beragam organisme hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari penilaian pejoratif terhadap pandangan postmodernisme, dan perdebatan teoritis dalam wacana epistemologi sebagaimana telah diuraikan secara singkat di atas, yang jelas pandangan-pandangan tadi telah menawarkan sebuah perspektif baru menatap modernisme. Dan serangan-serangannya terhadap modernisme, terutama dalam segi epistemologinya (karena merupakan unsur dasar modernisme) merupakan pemicu positif bagi kita untuk bersikap kritis terhadap keseluruhan wacana modernisme yang kini makin manjalar secara global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah diskursus intelektual, kritik tajam terhadap realitas modern beserta ornamentasinya bukanlah hal yang asing atau sama sekali baru. Telah hadir sebelumnya kalangan intelektual dari ragam millieu sosio-kultural yang memandang secara negatif, pesimistik bahkan nihilistik atas modenitas, dengan cara, pendekatan dan pisau bedah analisis yang berbeda-beda. Namun pada intinya, mereka memandang bahwa dalam peradaban modern kiwari terdapat anomali, paradoks-paradoks dan kontradiksi mendasar dalam level pemikiran teoritis-filosofisnya, maupun dalam level praksis-historisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citra Kemanusiaan Dalam Pandangan Modernisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang sejarah kemanusiaan, pandangan tentang jatidiri atau citra atas eksistensinya merupakan basis yang membentuk suatu corak kebudayaan atau peradaban tertentu. Atas dasr tu, dalam rangka melacak dan membedah watak dasar sebuah peradaban,menggunakan pendekatan atas konsep citra kemanisiaan merupakan salah satu pendekatan yang efektif agar memperoleh pemahaman secara global da objektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pandangan Dr. Ali Syari’ati, dewasa ini terdapat empat mazhab pemikiran yang mengklaim diri selaku pemilik valid humanisme, yaitu: Liberalisme perbedaan-perbedaan antara mazhab Liberalisme Barat, Marxisme dan Eksistensialisme, namun secara hakiki memiliki fondasi pemikiran yang sebangun dan sejajar. Dalam perspektif evolusi kesejarahan, visi humanisme yang berkembang dalam wacana Intelektualisme Barat berakar dari puak-puak pemikiran yang hidup pada zaman Peradaban Yunani Kuno. Kemudian melalui liku-liku dialektika historikal-intelektual mencapai titik klimaks kematangan relatifnya pada dunia Eropa modern. Dan menurut analisis Dr. Ali Syari’ati pula, bahwa pada sejatinya teori humanisme Barat dibangun atas asas yang sama yang dimiliki oleh narasi besar da mithologi Yunani, yakni didasarkan atas dikotomi, kontradiksi dan konfrontasi antara langit dan bumi, alam dewa dan alam manusia. Dalam wacana mithologi ini, Para Dewa (Tuhan) adalah kekuatan yang memusuhi manusia dan bertindak despotik, serta membelenggu manusia agar lestari dalam penjara kelemahan dan kebodohannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai implikasi logis dari bangun pikir menempatkan permusuhan permanen antara Tuhan dan manusia, maka pada ujungnya mengakibatkan lahirnya tendensi mendominasi alam secara tak terbatas sebagai upaya menunjukan kekuatannya dihadapan Tuhan. Tragedi ini sekaligus juga menjadi sebuah preseden serius bagi seluruh agama, karena mengakibatkan tercitrakannya seluruh agama-tanpa kecuali-secara negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu pula model pandangan humanisme yang dijadikan sandaran teoritis dan praktis bangsa-bangsa Barat, sangat identik dengan negasi segala sesuatu yang transenden dan spiritual. Manusia dalam makna material per se yang dipahami sebagai realitas to ontoos on dan otentik dan karenanya dipandang paling otoritatif untuk dijadikan sumber legitimasi kebenaran. Kemerdakaan insani yang dipahami bangsa Barat kiwari, merupakan refleksi atas keterbebasan manusia dari segala bentuk unsur spiritual. Hatta realitas soul sebagai unsur spiritual yang substantif dan melekat sebagai bagian padu dari eksistensi kemanusiaannya dipandang sebagai ilusi, aksiden atau produk imaginasi. Sebagai akibatnya, kemanusiaan hari ini adalah kemanusiaan yang pincang, kemanusiaan yang tidak mengakomododasikan dimensi etis-spiritual insaninya yang natural dan parenial. Kesemuanya itu kemudian terlefleksikan dalam seluruh perikehidupan manusia saat ini, sehingga secara evolusioner berbalik arah menjadi penghancur kemanusiaan itu sendiri dalam level mondial. Yakni dalam bentuk krisis kompleks dan multidisional yang mengancam secara serius eksistensi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara lebih lanjut dapat pula kita simpulkan bahwa ide-ide materalisme, atheisme, sekulerisme, hedonisme, dan yang sejenisnya pada hakikatnya merupakan fenomen-fenomen eksesif dalam cakrawala intelektual yang terlahir dari tendensi emotif-traumatis terhadap agama, dan karenanya adalah pseudo-ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citra Cakrawala Dalam Pandangan Modernisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah diurai secara sekilas di awal tulisan ini, paradigma rasionalisme-posivistik secara substansial berpijak pada “doktrin” cogito ergo sum. Dalam dimensi kesadaran manusia, ini mengakibatkan lahirnya subordinasi dan terjadinya superioritas fakultas rasional dengan watak operasionalnya yang intensional, linier, terfokus dan analitis terhadap fakultas intusional dengan watak khasnya yang cenderung padu, holistik dan linier. Dalam situasi ini, intuisi tidak difungsiskan dalam berhubungan dengan alam raya, dan rasio secara agresif mereduksi, mendiferensiasi, mengkuantifikasi, mengklarifikasikan, dan mengeneralisasi objek-objek inderawi untuk dikonfigurasikan dalam sebuah tatanan logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia sains dan teknologi, metode pemikiran analitik yang diwariskan Descartes ini telah memberikan manfaat kepada manusia dalam pengembangan teori-teori ilmiah dan pelaksanaan proyek-proyek teknologi yang kompleks. Namun disisi lain, tatkala metode reduksionis ini dipercaya sebagai sebuah cara jitu dalam memahami segala fenomena dan diaplikasikan dalam disiplin ilmu-ilmu lain (termasuk ilmu humaniora), maka mengakibatkan terjadinya fragmentasi dalam menatap realitas sosio-kultural manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan manusia modern terhdap alam raya yang menempatkan secara ekstrim sebagai objek mutlak, dan dianggap tak berpartisipasi dalam proses pembentukan eksistensi manusia. Kenyataan ini berefek pada tumbuhnya sikap teknokratis. Alam diperlakukan sebagai objek penguasaan, dimanfaatkan dan dibuang. Akibatnya eksplorasi atas sumber daya alam tidak berbasiskan pada ukuran kebutuhan akan tetapi pada kehendak materialistik an sich. Maka pengguanaan secara tidak efisien atas sumber-sumber daya alam, merebak dalam kehidupan masyarakat modern, dan kian memompa manusia untuk lebih menemukan dan mengeksplorasi sumber-sumber baru. Dus, krisis sumber daya alam terutama energi menjadi tak terhindarkan dan kerusakan ekosistem yang cukup serius mengancam manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua teori sejarah yang lahir sejak masa Aufklarung menafsirkan sejarah sebagai proses yang melibatkan manusia dan alam dalam pertentangan satu sama lain. Sejarah dipandang sebagai pembebasan manusia dari cengkraman alam. Perkembangan sejarah menunjukan proses makin berdayanya manusia dalam melepaskan diri dari ketergantungan terhadap alam. Sejauh umat manusia beremansipasi melepaskan diri dari ketergantungannya, ia menuju kebebasan penuh. Akan halnya, progresivitas merupakan implikasi dari proses dialektis tersebut. Sehingga inti dari dialektika ini adalah perlunya penguasaan. Yakni manusia hanya dapat membebaskan diri dari alam dengan menaklukannya. Dalam bingkai analisis historis ini, Theodore Ardono bahkan mempersamakan prinsip penguasaan. Dengan rasionalitasnya manusia menaklukan alam kepadanya. Namun kendatipun demikian, menurut dia, proses rasionalisasi atau penguasaan atas alam ini, tidak menjamin diperolehnya kebebasan. Ini berbeda dengan pandangan Herbert Spencer yang memprediksikan bahwa segala bentuk peperangan akan lenyap seiring dengan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi serta berkembangnya hubungan niaga lintas Bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khatimah: Agama Sebagai Pandangan Dunia Alternatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran tunggal rasional-materialistik manusia modern, mengakibatkannya telah berpisah dengan spiritualitas. Dan kemudian dalam proses relasi dinamisnya dengan alam, meneguhkan manusia pada posisi sentral, yaitu sebagai pengandali dan penguasa tunggal dalam ruang kosmik-secara tanpa kontrol. Sentralisme ini meresap dalam konteks kehidupan interaksi sosialnya, dan akibatnya mental teknokratis dan agresif juga teraktualisasikan dalam ranah interaksinya dengan sesama manusia. Kombinasi hegemonik ideologi liberalisme-kapitalisme dalam level sosial-politik berikut implikasinya seperti etika survival of the fittest merupakan cermin nyata atas fenomena ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta realitas dalam perspektif modernisme, secara dualistik sebagai kenyataan subjek-objek, spiritual-material dan seterusnya mengakibatkan terjadinya objektivasi semena-mena terhadap alam dan kemudian merambat pula dalam atmosfer kehidupan interaksi manusia. Imperalisme secara politik-militer dan kultural sebagaimana terekam dalam kenyataan sejarah dan kekinian adalah ekspresi konkretnya. Dalam konteks kehidupan sosial-politik, masyarakat pun menjadi objek yang direkayasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supremasi ilmu-ilmu empirisme dalam kontatasi modernisme mangakibatkan kebenaran empirisme menjadi standard utamanya. Alhasil nilai-nilai kebenaran religius termaginalisasi. Disorientasi moral-etis pun marak dalam wujud kriminalitas, depresi mental, schizophrenia, dan sebagainya. Bahwa dalam wacana modern, manusia dalam sudut eksistensinya sebagai makhluk rasional, secara sepihak berarti dalam titik puncak determinasi relatifnya. Segenap daya intelegensi, kehendak, kreasi, dan segala manifestasinya sejauh teralami dan teruji adalah sebagai intisari kompleksitas bangunan peradabannya. Sebutan peradaban modern sebagai peradaban antrphosentris nampaknya cukup relevan dan tepat demi mendeskripsikan eksistensinya. Kelahiran dan pertumbuhannya dapat dipandang sebagai antithesis atas konstruksi peradaban sebelumnya yang terbentang dalam pengalaman sejarah barat yang theosentris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam struktur sebuah kebudayaan maupun peradaban dimana pun dan kapan pun, faktor pandangan dunia merupakan fondasi yang menjadi basis bagi lahir dan berkembangnya tatanilai dan norma, serta keseluruhan bangunannya. Maka yang menjdai inti kekuatan yang menopang suatu bangunan peradaban adalah pada dimensi pandangan-dunianya. Anomali, paradoks ataupun kehancuran dalam sistem ide-nya akan berefek secara menyeluruh pada aspek dan dimensi lainnya. Sementara dewasa ini kita, menyaksikan kritik-kritik tajam yang secara bertubi-tubi dan meyakinkan mampu membuktikan kesalahan-kesalahan fatal pada pandangan dunia modern. Karenanya, dapat kiranya diambil sebuah hipotesis bahwa peradaban modern tengah berada diujung kehancurannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian kehadiran sebuah pandangan dunia alternatif, guna mengambil alih modernisme yang telah sekian lama malang melintang dalam sejarah kemanusiaan sangat dibutuhkan dan dinantikan kehadirannya. Kemudian pandangan dunia seperti apakah yang berkemampuan mengambil alih peran modernisme?. Dapatkah pandangan dunia keagamaan mengambil peran dalam momentum ini? Menurut penulis, jawabannya adalah harus dan pasti. Namun ini sangat tergantung dari sejauhmana generasi masa kini mampu secara cerdas membumikannya dalam ranah sejarah, sehingga di masa depan terbangun sebuah peradaban yang mampu memberikan garansi pasti bagi kemaslahatan segenap ummat manusia. Karena agama sendiri adalah semata-mata hidup atau mati, berperan atau terpinggirkan tergantung ditangan yang meyakininya. Wallahu ‘alam. *****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;a href="http://dedisuryadi49.blogspot.com/"&gt;Dedi Suryadi&lt;/a&gt; [SekJend &lt;a href="http://ligamuslim.org/"&gt;Liga Muslim Indonesia&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-477222093190771378?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/cWNSBSVRFzI" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-18T19:50:46.711+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-Cmr-8F1MoU8/TsZUViRKhyI/AAAAAAAAA9M/eCbcJkbDcjg/s72-c/anti%2Bcapitalist.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2011/10/quo-vadis-modernisme.html</feedburner:origLink></item><item><title>REFLEKSI: KEBEBASAN !</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/XkIl-WwpMVQ/refleksi-kebebasan.html</link><category>harakita</category><category>arah juang</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Fri, 18 Nov 2011 04:41:28 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-6103818820214745077</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-uG_-1PqDp_Q/TsZSKxiWG7I/AAAAAAAAA9A/DvJJofc56kw/s1600/freedom.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 167px; height: 243px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-uG_-1PqDp_Q/TsZSKxiWG7I/AAAAAAAAA9A/DvJJofc56kw/s320/freedom.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676314725396650930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin agak sulit bagi kebanyakan kita untuk memahami konsepsi Tawhid sebagai Pembebasan. Hal ini karena secara mindset kita lebih mengakrabi kebebasan dalam pengertian material an sich. Kebebasan lebih dimaknai sebagai suatu kondisi serba boleh setiap individu untuk bertindak berdasarkan kehendaknya. Terbebas dari segala tekanan maupun aturan, tanpa mempertimbangkan asal-usul maupun sumber kemunculan dari kehendak itu sendiri. Boleh di bilang, wacana seputar kebebasan hampir diidentikkan dengan hak pembelaan manusia ketika berhadapan dengan sebuah kekuatan yang membelenggunya. Ia seolah tersekat oleh sesuatu yang bersifat profan, privaci dan sekuler. Hampir jarang –jika tidak ingin disebut tidak sama sekali- ia dikaitkan dengan anugerah Sang Pencipta yang sesungguhnya teramat trasenden. Demikian kebebasan dalam visi liberalism individualistic yang menjadi pemahaman mayoritas kita dewasa ini. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kebebasan dalam makna hakiki tidaklah demikian. Kebebasan didefinisikan dengan merujuk pada potensi intrinsic manusia yang mencitrakan keunikan eksistensialnya dengan makhluk-makhluk lain. Kebebasan merupakan ruang terbuka yang kondusif bagi teraktualisasikannya kecerdasan intuitif dan kecerdasan intelektual dalam dimensi ruang dan waktu serta kesejarahan manusia. Kedua kecerdasan manusia ini memilki dasar mutlak aktualisasi karena merupakan citra kemanusiaanya. Tanpa keduanya manusia seolah setara dengan makhluk lainnya, dan kehilangan kemuliaan serta keunikannya. Tanpa keduanya manusia tak lebih organism hidup yang tak jauh beda dengan binatang. Dalam realitas social kita, tidak berfungsinya kecerdasan intelektual atau akal sehat kita menjadikan seseorang menyandang predikat orang gila. Derajat kemanusiaannya secara social turun, dan kemampuanyna untuk berfungsi secara social pun terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya Kebebasan dalam Islam merupakan kebebasan yang bertujuan. Yakni bertujuan untuk menjaga dan memeliha serta mengoptimalkan anugerah Ilahiyah yang secara unik dimilikinya. Sehingga seorang manusia dapat menjalankan fungsi kepemimpinan (khalifah) di alam ini, dengan mendayagunakan kekuatan Ilahiyahnya termasuk potensi material yang ada di bumi untuk tujuan yang melampaui batasan material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah secara tekstual makna Tawhid sebagai Tahriiru-n Naas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;a href="http://dedisuryadi49.blogspot.com/"&gt;Dedi Suryadi&lt;/a&gt; [SekJend&lt;a href="http://ligamuslim.org/"&gt; Liga Muslim Indonesi&lt;/a&gt;a]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-6103818820214745077?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/XkIl-WwpMVQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-18T19:41:28.575+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-uG_-1PqDp_Q/TsZSKxiWG7I/AAAAAAAAA9A/DvJJofc56kw/s72-c/freedom.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2011/10/refleksi-kebebasan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Profil Liga Muslim Indonesia</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/NSnT4i8D6jw/profil-liga-muslim-indonesia.html</link><category>islamia</category><category>harakita</category><category>arah juang</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Fri, 18 Nov 2011 04:20:16 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-7047675348634854604</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-l-fGCecGXHo/TsZNFVYuEeI/AAAAAAAAA8o/bnmBEws3gyE/s1600/logo%2Blmi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 129px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-l-fGCecGXHo/TsZNFVYuEeI/AAAAAAAAA8o/bnmBEws3gyE/s320/logo%2Blmi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676309134382600674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sesungguhnya Allah SWT, dengan segala Rahmat, Keperkasaan dan Kekuasaan-Nya atas Rencana dan Tujuan diciptakannya alam semesta ini, berkehendak agar Anak Adam hidup di dalam kemuliaan. Dibedakannya kejadian Anak Adam dengan kejadian makhluk-makhluk-Nya yang lain, dan dikaruniakan-Nya Anak Adam dengan nurani, akal budi dan intuisi agar Anak Adam dapat meraih derajat tertinggi harkat insaninya melalui peniruan kepada atribut-atribut Ruhani-Nya. Semua ini di tetapkan oleh-Nya agar Anak Adam mampu memikul amanah sebagai khalifah-Nya di muka bumi, guna menabur rahmat bagi sekalian alam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi Iradah-Nya itu, Allah SWT menurunkan Petunjuk-Nya berupa Al-Kitab, melalui para utusan-Nya yang terpercaya, yaitu para Nabi dan Rasul, dari Adam AS hingga Muhammad SAW, dengan kitab-Nya yang paling akhir dan paripurna, yakni Al-Qur’an. Dalam praksisnya, kedua unsur ini saling melengkapi; kitab berperan konstruktif dalam merefleksikan kedalaman spiritual, keluhuran moral dan kecemerlangan intelektual yang dibutuhkan manusia dalam kesaharian hidupnya, sedangkan Nabi sendiri adalah personifikasi ideal nilai-nilai agung kamanusian yang terkandung di dalam Al-Kitab, baik dalam kapasitasnya sebagai hamba-Nya, sebagai khalifah-Nya maupun sebagai penabur rahmat bagi sekalian alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai agung kemanusian telah diteladankan olehNabi Muhammad SAW tatkala beliau memimpin sebuah komunitas plural yang menjadi cikal bakal civil society, yakni “Al-Madinah Al-Munawwarah” yang merupakan tonggak-tonggak monumental sekaligus parameter ideal masyarakat beradab sepanjang masa.Keberpihakannya kepada kaum yang lemah dan tertindas; komitmennya kepada keadilan,persamaan, dan persaudaraan; kesungguhannyadalam menegakkan wibawa dan supremasi hukum; kepeduliannya akan nasib kaum perempuan;kecintaannya kepada ilmu dan peradaban demi sebesar-besar kemaslahatan ummat; dan yang terpenting keberhasilannya dalam menegakan pilar-pilar kemanusian semata-mata dimungkinkan oleh kepiawaiannya dalam menaklukan hati baik para sekutu maupun seterunya, bukan dengan pedang dan tetesan darah – adalah factum et datum historicum(fakta dan data sejarah) yang tak terbantahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pribadi Nabi Muhammad SAW kini telah tiada, namun keberlanjutan misi dan peran sosial kenabiannya pantang mengenal kata henti, karena misi suci mewujudkan persamaan, persaudaraan, kebebasan, dan keadilan serta pembebasan manusia dari segala bentuk dan jenis perbudakan tetap menjadi tugas dan tanggungjawab bagi setiap individu muslim yang sadar, tak terkecuali Ummat Islam Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: &lt;a href="http://ligamuslim.org/"&gt;Liga Muslim Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-7047675348634854604?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/NSnT4i8D6jw" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-18T19:20:16.469+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-l-fGCecGXHo/TsZNFVYuEeI/AAAAAAAAA8o/bnmBEws3gyE/s72-c/logo%2Blmi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2011/10/profil-liga-muslim-indonesia.html</feedburner:origLink></item><item><title>Deradikalisasi &amp; Isu Pemanis NII (Membaca Relevansi Isu dan Target)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/LOKTyarB0yA/deradikalisasi-isu-pemanis-nii-membaca.html</link><category>historia</category><category>harakita</category><category>arah juang</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Sun, 15 May 2011 10:05:03 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-7601202439541558822</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ZMnQZSfNcfI/Tc_-vhEtoSI/AAAAAAAAA7w/e00xStgF7LI/s1600/index.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 372px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZMnQZSfNcfI/Tc_-vhEtoSI/AAAAAAAAA7w/e00xStgF7LI/s320/index.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5606980153385001250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Harits Abu Ulya&lt;br /&gt;(Pemerhati Kontra-Terorisme &amp;amp; Ketua Lajnah Siyasiyah DPP-HTI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak kenal dengan Densus 88?, hampir semua orang Indonesia familiar dengan satu nama ini. Apalagi dalam isu terorisme selalu tampil bak bintang film dan “pahlawan”. Tapi saat ini banyak orang mulai akrab dengan sebuah lembaga baru yang bernama BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), karena para pejabatnya sering nongol di layar kaca menjadi “artis” dalam isu “terorisme”,  dipimpin seorang yang selevel menteri dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Apa bedanya antara dua institusi diatas?&lt;span class="fullpost"&gt; Yang paling penting adalah, BNPT memiliki kewenangan luas dan khusus di bidang kontra-terorisme. Dan Densus 88 menjadi bagian dari instrumen penindakan BNPT. Isi BNPT juga nyaris bukan orang baru, banyak orang Densus 88 ditarik menjadi Deputi atau direktur di Lembaga baru ini yang dibentuk  melalui kepres No 46 tahun 2010, resmi di-teken Presiden tanggal 16 Juli 2010. Dan sejak BNPT berjalan maka isu-isu terkait “terorisme” orang-orang BNPT yang sering tampil di muka media. Bahkan ketua BNPT, Ansyad Mbai Laksana seorang orator politik; banyak membangun opini dan propaganda yang tendensius dengan seabrek kepentingan politiknya dibanding bicara fakta. Sejauh ini belum terbuka di hadapan publik tentang mekanisme kontrol terhadap kerja lembaga BNPT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menarik dari BNPT, keseriusannya melakukan langkah “lembut” (soft measure) dibawah payung strategi yang bernama “deradikalisasi”. Sebuah strategi bagian dari proyek “kontra-terorisme”. Dan ini harus jalan karena pendekatan secara keras dianggap belum bisa mereduksi dan menghabisi seluruh potensi yang mengarah kepada tindakan “terorisme”. Bahkan dianggap belum efektif menyentuh akar persoalan terorisme secara komprehensif. Strategi penegakan hukum juga dirasa kurang memberikan efek jera dan belum  bisa menjangkau ke akar radikalisme. Sekalipun diakui cukup efektif untuk “disruption“, ia tidak efektif untuk pencegahan dan rehabilitasi sehingga masalah terorisme terus berlanjut dan berkembang. Jadi ini adalah sebuah program yang lebih banyak berbentuk pendekatan lunak (soft approach), baik kepada masyarakat luas, kelompok tertentu maupun individu tertentu yang dicap “radikal”, “teroris” dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wajar saja jika proyek seperti ini rawan munculnya teknik kotor untuk memuluskan. Artinya perlu diciptakan kondisi dan situasi yang bisa memediasi program ini berjalan seperti yang diharapkan. Mengingat dari strategi yang ditempuh, obyek sasaran jangka panjangnya jelas-jelas adalah kelompok yang dianggap mengusung ideologi radikal atau fundamentalis. Dalam konteks ini ada pendekatan formal, misalnya langkah BNPT menggandeng MUI di akhir 2010 dengan membuat program Halqoh Nasional Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini diselenggarakan di enam kota besar Indonesia, meliputi Jakarta (11 Nopember), Solo ( 21 Nopember), Surabaya (28 Nopember), Palu (12 Desember) dan terakhir di Medan (30 Desember) tahun lalu. Proyek BNPT tapi Penggagas acara ini diatas-namakan MUI Pusat dan Forum Komunikasi Praktisi Media Nasional (FKPMN) yang diketuai oleh Wahyu Muryadi (Pimred Majalah Tempo). Ketika agenda ini berlangsung, fakta berbicara lain; hampir di semua tempat mendapatkan resistensi dari kalangan ulama’ dan tokoh masyarakat, audien cukup kritis, karena melihat banyak kesenjangan dan kejanggalan antara “niat baik” BNPT dengan fakta di lapangan yang membuat umat Islam merasa terdzalimi. Sebuah fakta yang tidak bisa diingkari dalam upaya menumpas “terorisme”; sarat pelanggaran HAM, extra judicial killing terhadap orang-orang yang disangka “teroris”, seolah berjalan nyaris tanpa koreksi. Bahkan tindakan “Hard Power” ini menjadi sumber kekerasan dan membuat siklus kekerasan yang tidak berujung. Negara seolah berubah menjadi “state terrorism”, kemudian melahirkan perlawanan baru dari berbagai level dengan beragam cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, cara-cara yang tidak terbuka juga sangat mungkin dilakukan agar proyek deradikalisasi dengan motif jangka panjangnya mulus berjalan. “Mindset control” melalui media adalah keniscayaan dan krusial menjadi kebutuhan proyek ini. Maka dalam konteks ini, kita bisa membaca relevansi antara isu yang dikembangkan media  tentang NII. Pertanyaannya, kenapa harus NII? Jawaban yang logis adalah; eksistensi NII adalah fakta sejarah di bumi Indonesia, dengan berbagai variannya NII hingga kini (varian tertentu) menjadi anak asuh dari entitas kekuasaan dengan kepentingan politiknya. Maka jika hari ini dihembuskan ulang tentang NII, bidikan sesungguhnya bukan dalam rangka menghancurkan dan memberangus NII. Tapi mengambil satu aspek, yakni terminologi “negara Islam” (alias: darul Islam, daulah Islam). Proyek deradikalisasi, mengharuskan target bisa diraih diantaranya; masyarakat  resisten terhadap terminologi dan visi politik dari sebuah kelompok yaitu “negara Islam”. Penerapan Islam dalam format Negara harus menjadi momok bagi kehidupan sosial politik masyarakat Indonesia, sekalipun penghuninya mayoritas adalah orang Islam. Karena format Indonesia yang sekuler dan liberal dalam bingkai demokrasi adalah “harga mati” menjadi muara dari proyek ini, karenanya wajib mengeliminasi setiap “ancaman” terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat masih segar ingatannya; ketika terjadi peristiwa kriminal perampokan Bank CIMB di kota Medan-Sumut, Kapolri saat itu (Bambang HD) menyatakan bahwa  motif perampokan adalah hendak mendirikan negara Islam. Dan ini terulang pada kasus paket Bom Buku, pihak BNPT (Ansyad Mbai) “berorasi” bahwa pelakunya adalah pengusung dan pejuang negara Islam (Khilafah) dan yang menjadi obyek sasarannya adalah penghalang Khilafah. Dengan logika sehat, sulit rasanya untuk membaca hubungan tindakan dengan motif politiknya dalam kasus-kasus diatas, tapi masyarakat melihat pihak BNPT dan instrumennya ngotot mempropagandakan tentang visi politik dari setiap peristiwa yang mereka klaim sebagai “terorisme”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sesungguhnya ini adalah perang  opini dan propaganda, berangkat dari sikap Islamphobia. Sikap paranoid yang berlebihan, sebagaimana berlebihnya pemerintah mengumumkan “Siaga 1″ untuk seluruh wilayah Indonesia menjelang  “Paskah” umat kristiani dengan alasan dan argumentasi yang tidak bisa dicerna oleh orang-orang yang paham betul masalah aspek-aspek keamanan dan pertahanan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ala kulli haal, isu NII adalah tidak lebih layaknya pemanis dan menjadi “sambal” dari sebuah menu. Bisa juga menjadi “teror NII“, Ia diangkat ke permukaan untuk di ambil visi politiknya saja, di bawa untuk mendramatisir dan sifat mendesaknya sebuah proyek deradikalisasi harus berjalan dengan maksimal dan melibatkan banyak pihak, bahkan kebutuhan mendesak adanya regulasi (UU) yang bicara tentang keamanan negara, karena dengan berbagai peristiwa “terorisme” dibangun sebuah wacana Indonesia dalam sikon “gawat darurat” karena menghadapi gejala tumbuh suburnya Ideologi impor yang hendak menjadikan Indonesia Darul Islam (negara Islam).Wajar kalau saat ini masyarakat banyak terprovokasi, misalkan komponen ormas NU melalui Ansor-nya hendak membuat Densus-99 untuk menangkap setiap kelompok yang dicurigai melakukan pelatihan dan mengembangkan paham radikal, sama berlebihannya dengan mengintruksikan kepada seluruh  anggotanya untuk melakukan swepping di seluruh masjid NU se-Indonesia untuk membersihkan dari paham radikal dan fundamentalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deradikalisasi menjadi media baru lahirnya adu domba dan potensial memprovokasi lahirnya kontraksi dan gesekan sosial lebih serius antar umat Islam sendiri. Umat Islam dalam jebakan adu domba yang bernama proyek “kontra-terorisme” dengan berbagai strateginya termasuk deradikalisasi. Waspadalah wahai kaum muslimin, karena orang-orang munafik yang benci kepada Islam, siang dan malam menyusun rencana dan agenda untuk memadamkan cahaya Islam atas alasan “demokrasi”,”toleransi”, dan “kebinekaan“. Wallahu a’lam bisshowab [&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/04/27/deradikalisasi-isu-pemanis-nii-membaca-relevansi-isu-dan-target/"&gt;Hizbut Tahrir&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-7601202439541558822?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/LOKTyarB0yA" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-16T00:05:03.460+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-ZMnQZSfNcfI/Tc_-vhEtoSI/AAAAAAAAA7w/e00xStgF7LI/s72-c/index.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2011/05/deradikalisasi-isu-pemanis-nii-membaca.html</feedburner:origLink></item><item><title>Isu NII dan Sikap Hipokrit Penguasa</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/xRvO7WIVcVs/isu-nii-dan-sikap-hipokrit-penguasa.html</link><category>historia</category><category>harakita</category><category>arah juang</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Sun, 15 May 2011 08:55:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-3185260361529519625</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-k8nw_7Lk7qQ/Tc_2XgqFOrI/AAAAAAAAA7g/n2FeiWhFlok/s1600/gal615261780.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 208px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-k8nw_7Lk7qQ/Tc_2XgqFOrI/AAAAAAAAA7g/n2FeiWhFlok/s320/gal615261780.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5606970944863419058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Harits Abu Ulya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DALAM sepekan lebih, isu NII (Negara Islam Indonesia) menjadi buah bibir di media elektronik maupun cetak. Banyak kalangan mendiskusikan dan memberikan penilaian, sikap dan tawaran solusi. Pro-kontra; Pemerintah terkesan  tidak tegas  bahkan  ambivalen, kemudian justru menggiring opini kearah perlunya pemerintah memiliki seperangkat regulasi RUU Intelijen.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pihak yang menuding pemerintah seolah menutup mata, melakukan pembiaran dan menganggap enteng gerakan NII. Sikap ini beralasan, karena melihat pemerintah seperti yang di ungkapkan Menko Polhukam RI DJoko Suyanto; NII belum bisa dianggap makar karena baru bersifat mengajak orang untuk mengikuti jalan mereka. “Kalau hanya menghimbau dan meminta untuk mengikuti NII, kan tidak bisa dikatakan menggangu kedaulatan negara,” ujar Djoko di sebuah media. Karenanya, beliau meminta agar media tidak membesar-besarkan masalah NII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kesempatan yang berbeda Djoko kembali menegaskan pernyataannya bahwa NII belum menjadi ancaman Nasional. Dalihnya karena NII belum merupakan gerakan yang bersifat massif, (Media Indonesia, 2/5/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara mayoritas Umat Islam Indonesia  mempersoalkan eksistensi NII, alasan mendasarnya adalah adanya penyimpangan-penyimpangan menyangkut akidah, pokok-pokok syariat dan terjadinya tindakan kriminal yang dilakukan secara terorganisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NII KW IX bukan DI/TII Kartosoewiryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu NII yang muncul sebenarnya lebih fokus mengarah kepada kelompok NII KW IX yang ditengarai pemimpinya adalah Abu Toto alias Abu Mariq alias Abu Marif alias Syamsul Alam dengan julukan atau gelar Syekh Panji Gumilang. Jika dilacak akar embrionalnya tentu tidak bisa lepas dari sejarah eksistensi gerakan DI/TII  (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) dibawah pimpinan Sekarmaji Marijan Kartosoewiryo yang diproklamirkan pada 7 Agustus 1949. Sebuah sikap anak bangsa di awal kemerdekaan Indonesia, yang merasa tidak terakomodir kepentingan dan visi politiknya dalam format dan sistem yang dibangun untuk kehidupan sosial politik negara Indonesia. Namun NII KW IX tidak otomatis bisa diklaim adalah DI/TII itu sendiri, karena faktanya  dalam banyak aspek yang dikembangkan oleh KW IX tidak dan bukan aspek (visi dan misinya) murni seperti yang pernah di perjuangkan oleh DI/TII Kartosoewiryo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riset MUI (2002) terungkap; menurut Raden Abdul Fatah Wirangganapati, mantan Kuasa Usaha Komandemen Tertinggi Angkatan Perang NII yang bertugas memilih dan mengangkat panglima komandemen wilayah (KW), sejak Juli 1962 secara organisasi NII sudah bubar. Saat itu hanya ada tujuh KW, jadi belum ada KW IX.   Menurutnya, pada tahun 1975 (1974), Adah Jailani (mantan salah satu komandan wilayah) mengangkat dirinya sebagai imam NII (1975), dan sempat dipenjara tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1976 tercium kuat adanya fakta penetrasi intelijen (Ali Murtopo/BAKIN) ke tubuh NII, melalui Adah Jailani.  Lalu di bentuk komandemen baru yaitu KW VIII untuk wilayah Lampung dan KW IX yang meliputi Jakarta Raya (Jakarta, Tangerang, Bekasi, Banten). KW IX dipimpin oleh Seno Aji alias Basyar.  Lalu dia digantikan oleh Abu Karim Hasan, orang yang paling berpengaruh dalam pembentukan doktrin Mabadiuts Tsalatsah yang digunakan KW IX hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Karim Hasan meninggal tahun 1992, lalu Adah Jaelani mengangkat Abu Toto menggantikan Abu Karim.  Sejak tahun 1993, KW IX membangun struktur dibawahnya hingga meliputi seluruh wilayah Indonesia. Juga membangun sistem keuangan dan doktrin dasar yang sebelumnya tidak pernah diajarkan dalam gerakan DI/TII Kartosoewiryo.  NII KW IX itu eksis hingga kini. Dari penelitian MUI tahun 2002 ditemukan indikasi kuat adanya relasi antara Ma’had az-Zaytun (MAZ) dan organisasi NII KW IX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak keliru kalau sebagian pihak menyatakan, bahwa orang-orang NII KW IX adalah mereka yang mencari uang dengan menjual nama NII atau berkedok perjuangan agama yang telah didesain “kelompok tertentu” bahkan banyak diisukan telah dipelihara intelijen untuk mendelegitimasi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita NII yang sekarang, lebih tepat menjadi tameng dari sebuah kriminalitas terorganisir bahkan disinyalir melibakan instrument kekuasaan (intelijen negara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja, dalam masalah akidah dan syariat terungkap banyak doktrin NII yang sekarang (lebih tepat disebut NII Gadungan) ini sarat akan penyimpangan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Menafsirkan al-Qur’an sesuai dengan kepentingan organisasi, Kedua, membagi shalat menjadi dua, shalat ritual dan shalat universal, Ketiga, merubah zakat jadi harakah Ramadhan dan harakah Qurban. Keempat, melaksanakan haji ke ibu kota negara (di lembaga mantelnya; ma’had az Zaytun Indramayu -Jabar). Kelima, mengkafirkan orang diluar kelompoknya, Keenam, menyamakan posisi negara dengan Allah, dan para pimpinanya sebagai Rasul. Ketuju, sangat eksklusif dan tertutup. Kedelapan, menghalalkan segala cara untuk meraih target. Tentu doktrin seperti ini akan berdampak kepada penafsiran al-Qur’an dan hadis mengikuti hawa nafsu. Merubah arti dan bentuk ibadah yang sudah pasti (tauqifiyah), melegalisasi segala bentuk kriminalitas dengan al Qur’an.(dari www.nii-crisis-center.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membandingkan hal ini, seharusnya cukup menjadi penjelas bagi masyarakat. Bahwa “NII asli” (saat digagas S.M. Kartosoewirjo) adalah murni bernilai luhur islami. Sedang sepeninggal beliau sudah ada unsur intelijen (era Ali Mortopo) masuk. Karenanya, tidak salah, jika banyak orang menyebut NII yang sekarang banyak diramaikan itu tak lain adalah “NII Gadungan” yang tak mencerminkan nilai-nilai Islam. Masalahnya, jika NII yang saat ini meresahkan, mengapa terus dipelihara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap aneh penguasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media sudah banyak mengekspos korban tindak pidana dari kelompok NII KW IX ini. Dari berbagai kalangan, masyarakat kecuali dari keluarga Polri dan TNI. Ada banyak laporan kasus penculikan, penipuan, pencurian bahkan sampai tindakan perampokan adalah produk dari kelompok ini. Juga pengaduan korban, kesaksian mantan anggota NII dan hasil penelitian Balitbang Depag (Februari 2004), MUI (5 oktober 2002) dan temuan Intelkam Mabes Polri seharusnya cukup memberikan pijakan kepada pemerintah untuk merumuskan sikap dan tindakan tegas terhadap kelompok NII KW IX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi toh faktanya yang kita lihat lain. Yang terkadi, justru pakar teroris, aparat, pengamat justru menyeret isu NII ini ke mana-mana. Sampai-sampai ada yang mengusulkan merobah kurikulum agama, mengawasi kegiatan kegamaan di kampus, menghambat ektrakurikuler di sekolah juga termasuk isu-isu syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam benak umat Islam bergelayut pertanyaan; Pertama; kenapa pemerintah tidak begitu tegas meski jelas banyak fakta dan saksi yang melapor? Kedua, mengapa yang terjadi justru sibuk menyeret kasus ini pada ranah yang berkaitan dengan apapun berbau Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat. Dalam kasus kriminal perampokan 2010 (Bank CIMB-Medan) tiba-tiba diluncurkan opini bahwa visi perampokan adalah mendirikan negara Islam (Daulah Islamiyah)  dalam kasus terbaru, bom buku yang kemudian hari terungkap motif pelakunya lebih dominan adalah bisnis, pihak BNPT juga “bernyanyi” bahwa mereka adalah kelompok “teroris” dengan misi politik hendak mendirikan Daulah Islam global (Khilafah Islamiyah). Sungguh aneh. Fakta korban “NII gadungan” beserak di depan mata. Namun yang terjadi justru mengembangkan isu syariat global, daulah islamiyah dan segala tetek-mbengek nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian masyarakat kita layak bertanya.Apakah penguasa memiliki kepentingan politik dibalik eksistensi NII?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian masyarakat, kita juga punya kesan. Ada yang menginginkan isu Negara Islam Indonesia (NII) ini dimunculkan agar orang akan takut mendengar namanya. Jadi jangankan ikut gabung, mendengar saja sudah takut. Selanjutnya, isu NII seolah dijadikan alat bahwa gerakan ini sangat berbahaya dan ancaman bangsa Indonesia, khususnya umat Islam. Yang terakhir, isu NII bisa dijadikan “jualan” dan propaganda untuk mengesankan bahwa syariah Islam adalah sebagai ancaman NKRI yang ujungnya menjauhkan umat Islam dari perjuangan penerapan syariah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini sangat wajar. Sebab bukan rahasia lagi, bagaimana gerakan Islam di era 70-an sampai 90-an penuh dengan politisasi pemerintah kita. Banyak buku sejarah mengungkap, kasus Woyla, Komando Jihad (Komji), Gerakan Usroh dll ada unsur intelijen di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah ada kaitan Al Zaitun sebagai basis NII KW-IX? Benarkan “NII Gadungan” saat ini adalah bagian rekayasa intelijen? semua harus dijawab dan dibuktikan. Jika dugaan itu tidak benar, maka, jawabannnya sederhana saja. Masyarakat sedang menunggu bukti nyata dari pemerintah. Sebab sudah banyak saksi dan ratusan pengadu mantan aktivis “NII Gadungan” bisa dasar awal penyelidikan. Wallahu a’lam. [&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/16811/05/05/2011/isu-nii-dan-sikap-hipokrit-penguasa--.html"&gt;hidayatullah.com&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis pemerhati Kontra-Terorisme dan Ketua Lajnah Siyasiyah DPP-HTI&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-3185260361529519625?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/xRvO7WIVcVs" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-15T22:55:00.632+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-k8nw_7Lk7qQ/Tc_2XgqFOrI/AAAAAAAAA7g/n2FeiWhFlok/s72-c/gal615261780.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2011/05/isu-nii-dan-sikap-hipokrit-penguasa.html</feedburner:origLink></item><item><title>Dulu Berjasa, Sekarang Diperalat Intelijen?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/PRbGj0mi16s/dulu-berjasa-sekarang-diperalat.html</link><category>historia</category><category>harakita</category><category>arah juang</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Sun, 15 May 2011 08:46:21 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-1052279487769483849</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-HUf2fq6DqrA/Tc_00yO3JoI/AAAAAAAAA7Q/J80_DYkhNRE/s1600/Blog-empiris-2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 175px; height: 193px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-HUf2fq6DqrA/Tc_00yO3JoI/AAAAAAAAA7Q/J80_DYkhNRE/s320/Blog-empiris-2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5606969248774039170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa minggu ini, media didominasi pemberitaan seputar isu ‘pencucian otak’ dan Negara Islam Indonesia (NII). Dampaknya luar biasa, berbagai pihak langsung alergi terhadap simbol-simbol Islam. Tak hanya itu, beberapa pengelola perguruan tinggi sudah ada yang mengeluarkan larangan lembaga dakwah di kampus. &lt;span class="fullpost"&gt; Alhasil, NII yang semula dilahirkan pendirinya sebagai sebuah cita-cita luhur untuk menerapkan syariat Islam, kini, tiba-tiba berbalik menjadi isu menakutkan; merampok, mencuri, dan hal-hal berbau teror. Ada apa sebenarnya? mengapa NII yang dulu berjasa menjaga teritorial wilayah Jawa Barat kini berimej buruk? Siapa NII yang asli, dan siapa yang hanya menumpang? Wartawan &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/16791/04/05/2011/dulu-berjasa,-sekarang-diperalat-intelijen?-.html"&gt;hidayatullah.com&lt;/a&gt;, Akbar Muzakki secara khusus melakukan riset pustaka selama beberapa hari. Inilah hasilnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***************&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai akibat ditandatanganinya persetujuan Renville 17 Pebruari 1948 oleh pemerintah RI (Kabinet Amir Sjarifuddin) dengan pemerintah Belanda,  maka pasukan militer RI harus ditarik dari kantong-kantong yang dikuasai Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pemerintahan RI diminta untuk hijrah ke Jogjakarta sebagaimana hasil perjanjian Renville. Maka ibukota negara RI pun berpindah ke Jogjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangakan aparat keamanan dalam hal ini Tentara Republik Indonesia (TRI ) harus meninggalkan ibukota termasuk Divisi Siliwangi yang diandalkan pun hijrah ke Jogjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski TNI Devisi Siliwangi kala itu harus ditarik mundur dari Jawa Barat yang dikuasai Belanda dan hijrah ke Jawa Tengah yang dikuasai RI, pasukan gerilya seperti Hizbullah dan Sabilillah yang beroperasi di Jawa Barat tidak mau ikut hijrah ke Jawa Tengah. Sikap ini diambil karena dua pasukan pembela umat itu tidak setuju dengan Perjanjian Renville. Selain itu, pasukan ini tak ingin ada kekosongan wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AH Nasution dalam bukunya "Memenuhi Panggilan Tugas" menceritakan perjalanan melewati bukit-bukit dan lereng-lereng untuk bisa menuju ke Jogjakarta. Sementara di Jogja dibentuk panitia hijrah untuk penyambutan TRI yang diketuai Menteri Arudji Kartawinata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan perjuangan tersebut AH Nasution juga meminta para ajengan Pak Embes (sebutan ulama di Jawa Barat) untuk bisa memberikan doa dan meminta agar Ajengan juga ikutserta dalam rombongan. Namun Ajengan tak mau. Bahkan AH Nasution meninggalkan beberapa pucuk senjata untuk keamanan mereka kelak. Ternyata benar, kampung tersebut diobrak-abrik Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa Barat ahirnya kosong dari Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dan tidak ada kekuatan pertahanan yang menjaga wilayah RI. Berdasarkan Perjanjian Renville, wilayah itu memang harus dikosongkan dari militer. Presiden dan Wapres bahkan telah pindah ke Jogjakarta, sementara teritorial militer juga harus dikosongkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kekosongan itu terjadi, SM Kartosoewirjo, yang kala itu sebagai komandan pejuang Hizbullah dan komondan pejuang Sabilillah tidak mau ikut serta meninggalkan teritorial tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka melakukan pertemuan pada 10-11 Pebruari 1948 di desa Pangwedusan distrik Cicayong dihadiri pemimpin-peminpin Hizbullah, Gearakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), dan Sabilillah. Sebagaimana disebutkan dalam buku “Peta Sejarah Perjuangan Politik Umat Islam di Indonesia” karya Abdul Qadir Djaelani, dalam pertemuan tersebut membuat keputusan terpenting adalah membekukan Masyumi di Jawa Barat, membentuk Majelis Islam atau Majelis Umat Islam dan mendirikan Tentara Islam Indonesia (TII). Ketua Majelis Islam dipimpin langsung oleh SM Kartosoewiryo, Sekretaris oleh Supradja dan Bendahara dipegang oleh Sanusi Partawidjaja. Sedangkan bidang penerangan dan kehakiman masing.-masing oleh Toha Arsjad dan Abdulkudus Gozali Tusi. Adapun tugas Majelis Islam adalah melanjutkan dan memimpin perang gerilya melawan Belanda di daerah-daerah yang telah dilepaskan/hijrah TNI ke Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah Tentara Islam Indonesia (TII) berjuang keras menahan kehadiran tentara Belanda yang akan menguasai Jawa Barat. Pergerakan perjuangan TII dengan tentara Belanda pun akhirnya tak terelakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi militer Belanda kedua 19 Desember 1948, selain tertawannya Soekarno-Hatta melahirkan berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI)  dengan presidennya Sjafruddin Prawiranegara di Padang mempunyai akibat-akibat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TNI Divisi Siliwangi yang selama itu hijrah ke Jawa Tengah terpaksa harus kembali ke pangkalan asal di Jawa Barat. Sesampainya di Jawa Barat disambut oleh pamflet-pamflet yang dikeluarkan oleh Majelis Islam agar TNI bergabung dengan TII. Tetapi seruan itu ditolak oleh Siliwangi. Oleh karena itu Majelis Islam dengan TII-nya menganggap TNI Siliwangi sebagai ‘pasukan pengacau dan pembrontak’ yang memasuki wilayah kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insiden penting terjadi setelah itu 25 Januari 1949 di Antralina dekat Malangbong Garut. Sebagian staf Brigade XIV dalam perjalanan pulang ke Jawa Barat, sempat terpisah dari pasukan yang mengawal mereka; dan sesampainyadi Antralina mereka ditangkap oleh kedua pihak (Siliwangi dan TII) sebagai hari dimulainya perang segitiga pertama di Indonesia antara TNI Siliwangi, TII, dan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat aksi polisional Belanda kedua yang disebut agresi militer kedua dan gagalnya perjanjian Roem Royen yang memperburuk situasi politik dan keamanan RI dan masih ada usaha untuk mempertahankan RI untuk berdaulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi di Jawa barat semakin rumit karena 4 kekuatan militer antara TII, TNI, KNIL, dan militer Pasundan saling bertempur. Akhirnya KNIL Belanda undur diri dari pertempuran setelah adanya persetujuan Roem Royen. Sedangkan militer Pasundan bergabung dengan TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika PDRI dan TNI kemudian menerima Roem Royen, Kartosoewiryo tetap menolaknya dan mendorong diproklamasikannya Negara Islam Indonesia (NII) pada 7 Agustus 1949 di desa Cisampang-Cigayong, Garut Jawa Barat. NII juga dikenal dengan sebutan  Darul Islam (DI) yang kemudian disingkat DI/TII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain karena rasa kecewa terhadap negara yang dinilai semakin sekuler, Kartosoewiryo merasa kecewa dengan Perjanjian Renville karena Soekarno terlalu tunduk pada Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Chaidar, dalam buku “Pemikiran Politik Proklamator Negara Islam Indonesia (NII) SM Kartosoewirjo” mengatakan, meski kala itu perdebatan ideologi Islam masih belum final, Kartosowirjo berusaha menerjemahkan nilai-nilai al-Quran ke dalam bentuk-bentuk praktek birokrasi dan hukum negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin jika ada yang mempraktekkan nilai-nilai keislaman, dia itu adalah Kartosoewirjo dan pejuang mujahidin sejati dalam Darul Islam, sementara umumnya masyarakat hanya mempraktekkan nilai-nilai ritual ibadah dan secara terbatas (bersifat individu) mempraktekkan syariah, “ tulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, kata Al Chaidar, pendirian NII –yang awalnya merupakan perjuangan suci karena sebuah cita-cita luhur yang diilhami ajaran Islam-- kemudian,  dimanipulasi sebagai “pemberontakan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMENJAK ditandatanganinya “Perjanjian Renville” antara Pemerintahan RI dengan Penjajah Belanda, di mana salah satu kesepakatannya adalah berupa gencatan senajata dan pengakuan garis “Demarkasi Van Mook”, maka ini telah menjadi pil pahit bagi Indonesia, termasuk bagi Kartosoewirjo yang telah lama merasa berdarah-darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian yang mewajibkan Pemerintah Indonesia menarik semua pasukannya dan mengakui beberapa wilayah yang dikuasi Belanda dinilai Kartosoewirjo sebagai sikap 'tunduk' pada penjajah kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semua pasukan harus menarik diri dan pindah ke Jawa Tengah, sebagai konsekwensi Perjanjian Renville, Kartosoewirjo justru bersikap sebaliknya. Bersama Hizbullah dan Sabilillah –keduanya adalah salah satu sayap mujahidin dan kesatuan santri pembela tanah air— dan lebih memilih tetap tinggal untuk meneruskan perlawanan terhadap penjajah (Belanda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan terhadap Perjanjian Renville ini bahkan sempat membuat Kartosoewirjo menyebut Amir Sjafroedin sebagai seorang ‘laknatoellah’ (yang dilaknat Allah) dan penghianat yang telah ‘menjual’ Jawa Barat serta sikap lemah Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sikap tegas penolakan Renville, maka 10 Januari 1948 bertemulah perwakilan para pejuang (mujahidin) yang mewakili sekitar 160 sayap organisasi Islam. Mereka adalah sayap santri yang telah menyerahkan tenaga, pikiran dan nyawanya untuk membela negara melawan penjajah kafir. Hadir beberapa komandan teritorial penting. Di antaranya; Sanusi Partawidjaja, Ketua Masyumi Daerah Priangan, Raden Oni, pemimpin Sabilillah Priangan, Dahlan Lukman, Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Siti Murtaji’ah, Ketua GPII Puteri, Abdulullah Ridwan, sebagai Ketua Hizbullah Priangan dan Ketua Masyumi Cabang Garut, Saefullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertemu di desa Pangwedusan distrik Cicayong untuk membentuk Majelis Islam atau Majelis Umat Islam dan akhirnya mendirikan Tentara Islam Indonesia (TII). Ketua Majelis Islam dipimpin oleh SM Kartosoewiryo, Sekretaris oleh Supradja dan Bendahara dipegang oleh Sanusi Partawidjaja. Sedangkan bidang penerangan dan kehakiman masing.-masing oleh Toha Arsjad dan Abdulkudus Gozali Tusi. Adapun tugas Majelis Islam adalah melanjutkan dan memimpin perang gerilya melawan Belanda di daerah-daerah yang telah dilepaskan/hijrah TNI ke Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah Tentara Islam Indonesia (TII) berjuang keras menahan kehadiran tentara Belanda yang akan menguasai Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku “Pemikiran Politik Proklamator Negara Islam Indonesia S.M. Kartosoewirjo”, karangan Al Chaidar (1999) disebutkan, ide pendirian TII ini murni karena sikap rasa juang para santri yang sesunnguhnya tidak mau tunduk pada tentara penjajah, akibat sikap ‘lemah’ pemerintah RI  yang mudah tunduk pada penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dikutip Al Chaidar, tercatat ucapan penting Kamran, salah satu peserta pertemuan ini ingin agar Perjanjian Renville dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau pemerintah RI tidak sanggup membatalkan Renville, lebih baik pemerintah kita ini kita bubarkan dan membentuk lagi pemerintahan baru dengan tjorak baru. Di Eropa dua aliran sedang berdjuang dan besar kemungkinan akan terjadi perang dunia III, ja’ni aliran Rusia lawan Amerika. Kalau kita di sini mengikuti Rusia kita akan digempur Amerika, begitu djuga sebaliknja. Dari itu kita harus mendirikan negara baru, ja’ni Negara Islam. Timbulnya Negara Islam ini,jang akan menyelamatkan Negara.” (“Pemikiran Politik Proklamator Negara Islam Indonesia S.M. Kartosoewirjo”, Al Chaidar, 1999)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sekali jika awal gagasan pendirian NII ingin menyelamatkan negara. Seperti diketahui, semanjak Indonesia dalam wilayah jajahan, banyak sayap-sayap milisi pejuang lahir untuk membela Negara. Apalagi karena Indonesia mayoritas Muslim, hampir semua organisasi Islam memiliki sayap militer. Sebagai bentuk bela Negara ini, ulama bahkan banyak berperan ambil bagian penting mensupport masyarakat melawan penjajah kafir hingga ke desa-desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku “API Sejarah 2” (2010), karya Ahmad Mansur Suryanegara disebutkan,  saat terjadinya protes sosial di Pesantren Sukamanah 18 Februari 1944 yang melahirkan resolusi politik dalam bentuk ‘jihad fi sabilillah’ yang dipimpin para ulama untuk menuntut Indonesia  Merdeka berdasarkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran para mujahid (pejuang Islam) dalam membela kemerdekaan ini tak bisa dianggap kecil. Ahmad Mansur Suryanegara mengutip perbedaan kekuatan massa partai politik Islam Masyumi yang memiliki sayap militer bernama Laskar Hizbullah dan Laskar Fi Sabilillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nampaknya, Soetan Sjahrir baru menyadari realitas kekuatan Partai politik Islam Indonesia, Masyumi. Memiliki massa pendukung partai yang konkrit dan sangat besar serta memiliki Laskar Hizbullah dan Barisan Sabilillah yang sangat kuat. Kebesaran massa politik Islam Masyumi pada massa itu, dapat diukur dengan perbandingan massanya satu kabupaten saja, sama dengan massa partai non Islam lainnya untuk seluruh Indonesia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya para pejuang kemerdekaan adalah dimotori ulama dan para santri. Wajar jika besar harapan mereka Indonesia menjadi Negara Islam. Jadi ide dan gagasan seperti ini  sebenarnya bukan semata ada pada diri Kartosoewirjo. Bahkan ide seperti ini makin tajam taktala penentuan  Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar  1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Dr Soepomo sempat menyampaikan pendapatnya soal ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang di sini terlihat ada dua paham, ialah paham dari anggota-anggota ahli agama yang menganjurkan supaya Indonesia didirikan sebagai  Negara Islam. Dan anjuran lain, sebagai telah dianjurkan Tuan Mohammad Hatta ialah negara persatuan nasional yang semisalnya urusan agama dan urusan Islam dengan perkataan lain, bukan Negara Islam.” (API Sejarah 2, 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula adalah hal yang wajar jika saat itu ada keinginan pendirian Negara Islam. Sebab, menurut Ahmad Masnyur Suryanegara, sebelum pendudukan tentara Jepang,  Nusantara Indonesia telah berdiri sekitar 40 Kesultanan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi entahlah, mengapa dalam sejarah belakangan, kiprah para mujahidin dan pejuang kemerdekaan itu lebih ditonjolkan (tepatnya lebih diperkenalkan ke masyarakat) dari sisi pemberontakannya?  Dan mengapa pula di wilayah Nusantara yang dikenal memiliki banyak kesultanan Islam ini masyarakat sering ‘ditakut-takuti’ meski hanya untuk menyebut kata “Negara Islam”?*/bersambung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-1052279487769483849?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/PRbGj0mi16s" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-15T22:46:21.076+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-HUf2fq6DqrA/Tc_00yO3JoI/AAAAAAAAA7Q/J80_DYkhNRE/s72-c/Blog-empiris-2.gif" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2011/05/dulu-berjasa-sekarang-diperalat.html</feedburner:origLink></item><item><title>NII KW 9 Adalah Gerakan Kriminal Buatan Intelijen</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/mDslmMo2GWc/nii-kw-9-adalah-gerakan-kriminal-buatan.html</link><category>kajian</category><category>ekopol</category><category>arah juang</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Sun, 15 May 2011 08:35:40 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-7243528554048546383</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-kfe1xDQOfXU/Tc_ya91KTzI/AAAAAAAAA7I/tTiE-6dkSAg/s1600/Blog-empiris-1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 191px; height: 122px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-kfe1xDQOfXU/Tc_ya91KTzI/AAAAAAAAA7I/tTiE-6dkSAg/s320/Blog-empiris-1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5606966606187614002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penyimpangan ajaran NII sepeninggal Kartosuwiryo adalah ulah intelijen pada masa Ali Murtopo untuk membusukkan NII yang benar. NII KW 9 buatan intelijen itu adalah aliran sesat dan gerakan kriminal.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ini disampaikan Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH Aminuddin Ya`qub pada acara ‘Halqah Islam dan Peradaban’ bertema “Teror NII: Kriminalisasi Perjuangan Islam (Membongkar Skenario Jahat di Balik Isu NII),” Selasa sore, (10/5/2011) di Auditorium Adhiyana Wisma Antara Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Aminuddin, persoalan Negara Islam Indonesia (NII) itu tidak sederhana. Karena masyarakat banyak yang salah paham dan tidak objektif terhadap NII karena hanya melihat penyimpangan NII saja. Padahal, NII ada dua versi yaitu versi NII asli yang didirikan oleh Kartosuwiryo dengan NII KW 9 buatan intelijen untuk pembusukan terhadap NII asli. “NII itu complicated. Kita harus bisa memilah antara NII asli yang didirikan oleh Kartosuwiryo dengan NII KW 9 yang  sangat penuh distorsi. Kita harus objektif dan proporsional bahwa memang ada dua versi NII,” jelas alumnus pesantren Darunnajah Jakarta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NII asli yang didirikan oleh Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, jelas Aminuddin, adalah NII yang  murni sebagai gerakan politik untuk menegakkan Islam tanpa distorsi dalam ajaran-ajarannya. “Apa yang dilakukan oleh Kartosuwiryo adalah gerakan politik murni perjuangan menegakkan syariat Islam,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aminuddin menambahkan, secara historis, Kartosuwiryo mendirikan NII pada tanggal 7 Agustus 1949karena kecewa terhadap Presiden Soekarno yang mengkhianati para pejuang kemerdekaan. “Kartosuwiryo adalah pahlawan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Beliau kecewa dengan Presiden Soekarno yang mencoret tujuh kata dalam Watsiqoh Jakarta (Piagam Jakarta),” paparnya. “Jadi, NII di era Kartosuwiryo adalah gerakan politik penegakan syariat Islam, tidak ada penyimpangan agama,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Kartosuwiryo, Daud Beureh dan Kahar Muzakar, tahun 1962 NII mengalami kevakuman kepemimpinan, sehingga muncullah krisis di tubuh NII. Di masa Ali Murtopo pada zaman Orde Baru, menurut penjelasan ZA Maulani, NII dibangun intelijen untuk defeksi, yaitu pembusukan dari dalam. Intelijen memasukkan orang-orangnya ke tubuh NII lalu melakukan pembusukan dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kevakuman kepemimpinan NII, lalu intelijen melakukan defeksi di tubuh NII, maka terjadilah perpecahan di tubuh NII yang melahirkan faksi-faksi, antara lain faksi Adah Jaelani. Dari faksi Adah Jaelani inilah di kemudian hari memunculkan Abu Toto alias Panji Gumilang yang sekarang menjadi Syaikhul ma’had Al-Zaytun. “Jadi, kalau sekarang kita bicara NII, maka yang ada adalah NII faksi Adah Jaelani, bukan faksi lain yang masih dalam khittah Kartosuwiryo,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NII KW 9 inilah yang mengajarkan berbagai penyimpangan ajaran Islam, misalnya: tidak mewajibkan shalat sampai terjadinya masa Fathu Makkah, menjalankan tugas negara lebih penting daripada shalat ritual, penyimpangan penafsiran Al-Qur'an, mengafirkan semua orang di luar kelompok mereka, dan rekayasa tentang bermacam-macam shadaqah (shadaqah hijrah, shadaqah istigfar, dst). “MUI menyimpulkan secara tegas bahwa NII KW 9 adalah aliran sesat yang menyimpang dari Islam,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai kelompok sesat, Aminuddin tak ragu menyimpulkan NII KW 9 sebagai gerakan kriminal. Di berbagai kampus, NII KW 9 banyak memakan korban mahasiswa yang memiliki semangat keagamaan tapi tidak ditunjang keilmuan keislaman yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Kartosuwiryo, Daud Beureh dan Kahar Muzakar, tahun 1962 NII mengalami kevakuman kepemimpinan, sehingga muncullah krisis di tubuh NII. Di masa Ali Murtopo pada zaman Orde Baru, menurut penjelasan ZA Maulani, NII dibangun intelijen untuk defeksi, yaitu pembusukan dari dalam. Intelijen memasukkan orang-orangnya ke tubuh NII lalu melakukan pembusukan dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kevakuman kepemimpinan NII, lalu intelijen melakukan defeksi di tubuh NII, maka terjadilah perpecahan di tubuh NII yang melahirkan faksi-faksi, antara lain faksi Adah Jaelani. Dari faksi Adah Jaelani inilah di kemudian hari memunculkan Abu Toto alias Panji Gumilang yang sekarang menjadi Syaikhul ma’had Al-Zaytun. “Jadi, kalau sekarang kita bicara NII, maka yang ada adalah NII faksi Adah Jaelani, bukan faksi lain yang masih dalam khittah Kartosuwiryo,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NII KW 9 inilah yang mengajarkan berbagai penyimpangan ajaran Islam, misalnya: tidak mewajibkan shalat sampai terjadinya masa Fathu Makkah, menjalankan tugas negara lebih penting daripada shalat ritual, penyimpangan penafsiran Al-Qur'an, mengafirkan semua orang di luar kelompok mereka, dan rekayasa tentang bermacam-macam shadaqah (shadaqah hijrah, shadaqah istigfar, dst). “MUI menyimpulkan secara tegas bahwa NII KW 9 adalah aliran sesat yang menyimpang dari Islam,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai kelompok sesat, Aminuddin tak ragu menyimpulkan NII KW 9 sebagai gerakan kriminal. Di berbagai kampus, NII KW 9 banyak memakan korban mahasiswa yang memiliki semangat keagamaan tapi tidak ditunjang keilmuan keislaman yang memadai. [&lt;a href="http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/05/11/14600/nii-kw-9-adalah-gerakan-kriminal-buatan-intelijen/"&gt;voa-islam&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-7243528554048546383?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/mDslmMo2GWc" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-15T22:35:40.320+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-kfe1xDQOfXU/Tc_ya91KTzI/AAAAAAAAA7I/tTiE-6dkSAg/s72-c/Blog-empiris-1.gif" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2011/05/nii-kw-9-adalah-gerakan-kriminal-buatan.html</feedburner:origLink></item><item><title>RUU INTELIJEN: Lahirkan Rezim Represif</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/JuoVzlx7vPM/ruu-intelijen-lahirkan-rezim-represif.html</link><category>kajian</category><category>harakita</category><category>ekopol</category><category>arah juang</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Mon, 23 May 2011 22:15:44 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-8676112722119022005</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-jyGL6AjottI/Tds9hVarIvI/AAAAAAAAA8c/_IvdZBhbH7I/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 385px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-jyGL6AjottI/Tds9hVarIvI/AAAAAAAAA8c/_IvdZBhbH7I/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610145403714085618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;H. Mispansyah, SH, MH&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Dosen Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat)&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Disampaikan dalam DISKUSI PUBLIK Terorisme “Berkah” bagi RUU Intelijen: Suburkan Sikap Paranoid terhadap Khilafah dan Syariah, Ahad 8 Mei 2011, Aula Palimasan Banjarmasin Post Lt 5 Banjarmasin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal yang menarik dalam setiap peristiwa kasus “terorisme” di Indonesia, para pengamat terorisme yang bermunculan langsung membuat kesimpulan itu dilakukan oleh kelompok lama, atau jaringannya. Namun dalam kasus Bom Muhammad Syarief dan bom paket buku semuanya meleset, hasil penyidikan kepolisian, kasus itu dilakukan oleh kelompok baru yang disutradarai oleh Pepi Fernando dan tidak ada kaitan dengan kelompok teroris lama. Sepengetahuan saya sebagai akademisi hukum, ada hal yang janggal dalam opini yang dibangun para pengamat terorisme dan intelijen di media, yang mengopinikan suatu kejadian berdasarkan asumsi bukan fakta hukum, karena dalam hukum pidana kalau ada tindak pidana sudah menjadi prosedur hukum bahwa kepolisian akan melakukan penyelidikan dan penyidikan sehingga belum terungkap apa motif dan factor penyebab pelaku melakukan kejahatan, serta ada jaringannya atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu baru terjawab oleh penyidik (polisi) ketika sudah terkumpul bukti-bukti dan fakta-fakta hukum ditempat kejadian, dan kewenangan ini hanya dimiliki atau menjadi otoritas kepolisian bukan pihak lain, meskipun fakta hukum yang disusun oleh pihak kepolisian ada kemungkinan berdasarkan fakta di lapangan, kemungkinan ada “rekayasa” pihak tertentu, namun disinilah pertarungan argumentasi antara aparat penegak hukum dengan Tim Pembela (pengacara), baik fakta hukum yang disusun aparat dengan fakta hukum yang disusun oleh pengacara, fakta tersebut akan diperdebatkan di muka persidangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal yang aneh terjadi dikalangan pengamat terorisme dan intelijen, yang langsung mengaitkan baik bom buku, bom bunuh diri kepada kelompok Islam, dan terakhir kasus “cuci otak” oleh NII KW 9, bahkan mereka memperlebar kesimpulan mengenai cirri-ciri pelaku, mulai mereka yang sholat tetap waktu, kemana-mana membawa Kita Al-Qur’an, bicara wajibnya penerapan syariat Islam oleh Negara atau mereka yang hendak mendirikan Daulah Islamiyah (Negara Islam), meskipun dengan cara non kekerasan, atau hanya pada taraf pemikiran mereka juga disimpulkan masuk kelompok ini, sehingga terjadi “monsterisasi” Islam dan Negara Islam, orang takut bicara system Negara Islam meskipun itu hanya ditaraf pemikiran termasuk di dunia kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergulirnya RUU Intelijen yang diajukan oleh DPR RI dan sudah memasuki Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dan akan segera diundangkan. Tidak dapat dipungkiri kuatnya desakan agar RUU Intelijen segera diundangkan, setelah terjadi berbagai bentrokan antar kelompok sejak pertengahan tahun lalu, lalu beberapa kejadian kekerasan yang dituduhkan berlatar belakang agama, menyusul teror “bom paket” mencuatnya isu kudeta dan bom bunuh diri Muhammad Syarief. Terakhir maraknya pemberitaan media massa mengenai aksi “pencucian otak” dan penipuan yang dilakukan oleh kelompok Negara Islam Indonesia (NII KW 9) yang melakukan perekrutan dikalangan mahasiswa dan anak sekolah. Dalam setiap kejadian itu, diantara yang pertama mencuat adalah opini bahwa semua itu karena kelemahan intelijen dan karenanya intelijen harus diperkuat. Semua itu yang tidak bisa dilepaskan dari kesan adanya rekayasa- seolah menjadi “berkah” untuk mendesakkan pembahasan RUU Intelijen dan mempercepat pembahasan dan pengesahannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menarik dalam RUU Intelijen ini, secara substansi isinya tidak jauh berbeda dengan RUU yang pernah diajukan oleh Badan Intelijen Negara (tahun 2002 dan 2006), bedanya draf ini lebih lengkap karena disertai dengan kajian akademik termasuk Daftar Imventaris Masalah (DIM) dari pihak pemerintah. Berbagai kalangan baik Ormas Islam ( 25 ormas Islam), Pegiat aktivis HAM dan demokrasi tergabung dalam koalisi (Imparsial, Kontras, IDSPS, Elsam, the Ridep Institute, Lesperssi, Setara Institute, LBH Masyarakat, ICW, YLBHI, LBH Jakarta, MAPI dll), menolak RUU Intelijen, disinyalir memiliki sejumlah kelemahan yang substansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan tersebut adalah; Pertama, RUU Intelijen ini berisi Pasal-pasal karet yang menimbulkan multi tafsir dan, kedua, RUU Intelijen ini baik draf maupun pembuatannya bertentangan dan tidak sinkron dengan Undang-Undang lainnya yang sudah ada, yakni bertentangan dengan KUHAP, UU KIP, UU Terorisme, UU HAM, UU No. 10 Tahun 2004, dan Konstitusi itu sendiri dalam arti RUU Intelijen ini telah mengangkangi asas hukum.(Imparsial,11/04/2011). Kontras menyebut jika DPR menyetujui RUU Intelijen Negara, maka sama artinya DPR menyetujui pembentukan angkatan keempat, setelah Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Laut (AL). Pasalnya, draf RUU tersebut, di tingkat konsep maupun operasional, mengindikasikan adanya upaya membuat institusi baru yang mempunyai kekuatan sama dengan kekuatan ketiga angkatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan Pasal Karet dan Multitafsir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Draft RUU Intelijen yang terdiri dari 46 pasal terbagi dalam sepuluh bab, Naskah Akademik (NA) yang disiapkan DPR (2010), ditambah DIM (Daftar Inventaris Masalah) yang diajukan Pemerintah atas RUU Intelijen Negara, ada beberapa catatan kritis penting yang perlu menjadi perhatian semua elemen masyarakat. Adapun Pasal-pasal karet dalam RUU Intelijen itu menimbulkan multitafsir seperti UU Subversif pada masa Orde Baru yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, keberadaan organisasi Intelijen ini harusnya tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang sudah ada. Namun pada ketentuan Pasal 1 angka 2 Intelijen Negara adalah” lembaga pemerintah yang merupakan bagian integral dari sistem keamanan nasional yang memiliki wewenang untuk menyelenggarakan fungsi dan kegiatan intelijen”. Draf ini menempatkan intelijen Negara sebagai lembaga pemerintah, bukan lembaga negara, sehingga sangat berpotensi menjadi alat penguasa untuk memata-matai rakyat dan musuh politiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Pasal 1 angka 4 “setiap upaya, pekerjaan, kegiatan baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai dapat membahayakan keamanan, kedaulatan, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan bangsa serta kepentingan nasional”. Definisi “ancaman nasional” dan “keamanan nasional”, definisinya tidak jelas, pengertiannya kabur dan multitafsir. Begitu juga “musuh dalam negeri”, siapa dan kriterianya apa, tidak jelas. Poin pertama ini sangat penting, karena rumusan yang tidak jelas, kabur, cenderung multitafsir dan tidak terukur menyangkut definisi dan hakikat dari “ancaman”, “keamanan nasional ” dan “musuh dalam negeri” itu sangat mungkin di salah gunakan demi kepentingan politik kekuasaan. Karena bersifat subyektif, maka penafsirannya akan tergantung “selera” pemegang kebijakan dan kendali terhadap operasional intelijen. Bisa jadi, sikap kritis dan kritik atas kebijakan pemerintah akan dibungkam dengan dalih menjadi “ancaman” atau mengancam “keamanan nasional” dan stabilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kewenangan Lembaga Koordinasi Intelijen (LKIN/BIN) dalam bidang pro justicial (penegakan hukum) seperti kepolisian terdapat dalam Pasal 14, Pasal 15 ayat (1), ayat (2), ayat (3) dan Pasal 31 ayat (1). Kewenangan LKIN dalam Pasal 14 ayat (1) menyebutkan mengenai kewenangan melakukan intersepsi (penyadapan tanpa penetapan pengadilan) terhadap komunikasi dan atau dokumen elektronik, serta pemeriksaan aliran dana yang diduga kuat untuk membiayai terorisme, separatisme, dan ancaman, gangguan, hambatan, tantangan yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Intersepsi komunikasi diperlukan dalam menyelenggarakan fungsi penyelidikan, jadi bukan dalam tahap penyidikan tetapi orang sudah menjadi target atau dicurigai saja sudah diterapkan intersepsi ini. Kemudian Pasal 14 ayat (1) di Pasal 14 ayat (4) “perbankan dan Bank Indonesia, lembaga keuangan bukan bank, PPATK dan jasa pengiriman uang wajib memberikan informasi kepada LKIN”. Padahal lembaga itu hanya boleh membuka data hanya untuk kepentingan penyidikan (masih ingat PPATK dalam kasus korupsi di Bank Century yang hanya bisa dibuka atas perintah penyidik (kepolisian, Jaksa, KPK) namun karena lebih di”politisir” DPR kasus hukumnya jalan ditempat. Pemberian wewenang penyadapan tanpa izin pengadilan akan menjadi pintu penyalahgunaan kekuasaan, apalagi penyadapan itu didasarkan pada alasan yang definisi, kriteria dan tolok ukurnya kabur dan multitafsir. Kewenangan Intersepsi (penyadapan) ini coba kita lihat draf RUU Intelijen lainnya yang isinya sama dengan RUU Intelijen Pasal 14 yang dijelaskan di atas, yaitu ketentuan Pasal 31 yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Selain wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1), lembaga koordinasi intelijen negara memiliki wewenang khusus melakukan intersepsi (penyadapan, pen.) komunikasi dan pemeriksaan aliran dana yang diduga kuat untuk membiayai terorisme, separatisme, dan ancaman, gangguan, hambatan, tantangan yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;2. Intersepsi komunikasi sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) diperlukan dalam menyelenggarakan fungsi intelijen.&lt;br /&gt;3. Dalam memeriksa aliran dana sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1), lembaga koordinasi intelijen negara dapat meminta bantuan kepada Bank Indonesia, PPATK, lembaga keuangan bukan bank, dan lembaga jasa pengiriman uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewenang khusus dalam ayat (1) di atas yaitu melakukan intersepsi komunikasi dilakukan tanpa melalui Penetapan Ketua Pengadilan. Dalam penjelasannya yang dimaksud dengan melakukan “intersepsi komunikasi” antara lain melakukan kegiatan penyadapan telepon dan faximile, membuka e-mail, pemeriksaan surat, pemeriksaan paket. Pasal tersebut berpotensi melahirkan tindakan yang akan mengurangi hak sipil warga hanya karena alasan atas nama dan demi keamanan negara. Mengapa? Minimal ada beberapa hal penting yang perlu dicatat, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kewenangan khusus ini bisa nyaris tanpa kontrol karena tidak perlu lagi adanya penetapan dari pengadilan. Aspek ini membuka peluang lebar-lebar penyalahgunaan kewenangan dan seluruh fasilitas dari institusi atau personel intelijen. Pasti berdasarkan ketentuan ini, intelijen akan menuntut otonomi penuh untuk mengatur sendiri penyadapannya. Hal ini akan mengangkangi hak asasi warga negara dan supremasi hukum.&lt;br /&gt;2. Tafsiran terhadap obyek yang dianggap bagian dari terorisme, atau ancaman, gangguan dan hambatan yang dianggap mengancam NKRI sangat ambigu. Tafsir yang berkembang biasanya sangat subyektif, tergantung kepada pemangku kewenangan. Di sinilah mindset seseorang berdasarkan paradigma tertentu akan menjadi penentu. Ditambah lagi, secara global hingga kini belum ada konsensus tentang definisi terorisme yang disepakati.&lt;br /&gt;3. Jika poin satu dan dua di atas tidak teruai, tidak ada jalan keluar yang elegan maka Pasal 31 ini akan menjadi sumber lahirnya monster yang bernama “state intelijen”. Setiap warga bisa berpotensi menjadi obyek penyadapan jika dianggap membahayakan NKRI dengan segala tafsiran dan argumentasinya tentang “bahaya” dan “ancaman”.&lt;br /&gt;4. Kewenangan penindakan atau penangkapan bagi intelijen melahirkan overlapping dengan kewenangan institusi penegak hukum yang semestinya. Jika hal ini dipaksakan maka akan melahirkan tirani dan kedzaliman baru.&lt;br /&gt;5. Tidak ada bentuk dan mekanisme kontrol yang jelas terhadap kerja intelijen. Siapa yang bisa berhak mengontrol mereka? Institusi tanpa kontrol akan melahirkan kesewenang-wenangan terhadap rakyat. Sudah cukup banyak contoh lembaga di negara ini, meski sudah dikontrol pun masih menyalahgunakan kewenangan, apalagi tidak ada kontrol. Dengan demikian BIN menjadi lembaga baru dalam penegakan hukum yang mengangkangi KUHAP sebagai pedoman hukum beracara di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, selain menyadap, LKIN juga memiliki kewenangan Pengamanan (DIM Pemerintah No.22) yang dimaksud pengamanan yaitu pengamanan Internal (fungsi organik) dan pengamanan dalam arti kontra intelijen. Dalam pengamanan ini tentunya Intelijen untuk melakukan penangkapan dan pemeriksaan intensip (interogasi) Pemberian kewenangan pengamanan kepada intelijen akan mengancam hak asasi manusia dan merusak mekanisme criminal justice system (Sistem Peradilan Pidana), yaitu badan/lembaga penegak hukum yaitu badan penyidik (kepolisian), Badan Lembaga Penuntut (Kejaksaan), Badan Lembaga Pengadilan (Kehakiman) dan badan Pelaksana (Lembaga Pemasyarakatan1. Kata “pengamanan” justru rentan untuk disalahgunakan dan disalahartikan sebagai “penangkapan”. Pemberian kewenangan “pengamanan” sama saja dengan melegalisasi penculikan dalam undang-undang intelijen, mengingat kerja intelijen yang tertutup dan rahasia, apalagi tidak diatur mekanisme penangkapan, jangka waktu penahanan, serta bagaimana kalau terjadi salah tangkap, ini berpotensi terjadi pelanggaran HAM berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, RUU intelijen ini tidak mengatur mengenai bagaimana mekanisme control dan pengawasan tegas, kuat dan permanen dalam ruang lingkup fungsi dan kerja intelijen, termasuk penggunaan anggaran (lihat Pasal 35-36 RUU Intelijen). Akibatnya, intelijen akan menjadi lembaga “super body” yang tidak bisa dikontrol dan bisa dijadikan alat kepentingan politik status qou.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, Pada sisi rakyat, RUU ini tidak mengatur mekanisme pengaduan dan gugatan individu yang merasa dilanggar haknya oleh kerja BIN, sehingga rakyat berpotensi jadi korban tanpa ruang untuk mendapat keadilan. Bagi kalangan jurnalis investigative, RUU ini berpotensi untuk membungkam suara-suara kritis. Dengan delik kelalaian di pasal 39, dapat menjadi ancaman bagi sikap kritis dan keterbukaan. Kalau demikian, sebenarnya paradigm Orde Baru masih lestari di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggaran terhadap Konstitusi dan Peraturan Perundang-Undangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain adanya pasal-pasal karet yang menimbulkan multitafsir, RUU Intelijen ini telah melanggar konstitusi, asas hukum pembuatan peraturan perundang-undangan baik secara vertical maupun horizontal sehingga menimbulkan konflik norma hukum antara peraturan perundang-undangan yang ada. Adapun konflik norma hukum yang dilakukan oleh RUU Intelijen yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, RUU Intelijen ini melanggar konstitusi UUD 1945 Konsideran mengingat tidak mencantumkan pasal 28I UUD 1945. Pasal 28I UUD 1945 khususnya ayat (1) yang menyatakan rumpun hak asasi manusia tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun (non-derogable) yaitu: hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut. Pencantuman Pasal 28I UUD 1945 ini juga selaras dengan Pasal 4 UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan UU No. 12 Tahun 2005 tentang Ratifikasi ICCPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Pemberian kewenangan pengamanan (DIM Pemerintah No. 22) bertentangan dengan asas Hukum Pidana yaitu Presumtion of Innocent (Asas Praduga Tidak bersalah)2 yaitu orang tidak boleh dinyatakan bersalah sebelum ada putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap. yaitu pada tahap penyelidikan bukan penyidikan dengan dasar asumsi bukan minimal 2 (dua) alat bukti yang cukup3, makasudah bisa melakukan penangkapan, pemberian kewenangan ini berpotensi akan bertentangan dengan Pasal 18 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan tumpang tindih dengan tugas kepolisian, dimana dinyatakan bahwa pelaksanaan tugas penangkapan dilakukan oleh petugas kepolisian. Penting untuk diingat bahwa badan intelijen negara adalah bagian dari lembaga intelijen non-judicial yang tidak termasuk menjadi bagian dari aparat penegak hukum, seperti polisi dan jaksa sehingga adalah salah dan tidak dibenarkan pemberian kewenangan menangkap itu. Dalam negara hukum, kewenangan menangkap maupun menahan hanya bisa dilakukan oleh aparat penegak hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Berdasarkan UU No. 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme, yang berwenang melakukan penyadapan seharusnya adalah aparat penyidik setelah mendapatkan izin dari Ketua Pengadilan Negeri setempat (vide pasal 31 UU No. 15 Tahun 2003). Adanya pemberian kewenangan kepada aparat intelejen untuk melakukan penyadapan dan diberikannya kewenangan menyadap tanpa melalui izin pengadilan (lihat pasal 31 RUU Intelijen dan penjelasannya), maka selain melanggar UU No. 15 Tahun 2003, hal ini tidak hanya berpotensi mengancam hak-hak asasi warganegara tetapi juga rentan untuk disalahgunakan (abuse of power) demi kepentingan ekonomi maupun politik kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Keputusan Mahkamah Konstitusi No. 006/PPU-1/2003; No. 012-016-019/PUU-IV/2006; No. 5/PUU-VIII/2010, MK berpendapat perlu ditetapkan perangkat peraturan tersendiri tentang penyadapan setingkat undang-undang untuk mencegah kemungkinan penyalahgunaan kewenangan untuk penyadapan dan perekaman. Dengan demikian pembahasan RUU Intelijen sudah sepantasnya berbarengan dengan pembahasan RUU tentang Penyadapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, RUU Intelijen juga tidak sinkron dengan UU Kebebasan Informasi Publik (UU KIP), yakni klasifikasi dan ruang lingkup rahasia intelijen berbeda dengan klasifikasi dan ruang lingkup rahasia intelijen yang diatur dalam Pasal 17 UU KIP. Dalam hal rahasia informasi dalam RUU Intelijen tidak disebutkan mengenai mekanisme keberatan publik dalam hal permintaan informasi yang ditolak oleh lembaga intelijen karena alasan rahasia. Dalam UU KIP diatur mengenai mekanisme keberatan yang salah satunya ditujukan ke Komisi Informasi. Jadi RUU Intelijen ini menjadi multitafsir mengenai masalah rahasia negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, RUU Intelijen tidak mengatur mengenai hak-hak korban, khususnya terkait dengan komplain korban apabila terdapat tindakan intelijen yang menyimpang dan menimbulkan persoalan serius terhadap hak-hak masyarakat. Apalagi bila penyimpangan tindakan intelijen tersebut masuk dalam kategori tindak pidana. Berarti RUU Intelijen telah menabrak Pasal 5 UU No. 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban tentang hak-hak korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, Dalam proses penyiapan dan pembahasan, RUU Intelijen kurang melibatkan partisipasi masyarakat secara maksimal, dimana dalam prosesnya ditemukan beberapa masalah krusial. Proses yang hingga saat ini dilakukan pemerintah dan parlemen tidak sesuai dan bertentangan dengan UU No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan khususnya Bab IX Pasal 53 tentang Partisipasi Masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tidak ada negara tanpa intelijen. Tapi yang perlu diingat, fungsi intelijen bukan untuk memusuhi warga negaranya. Intelijen juga bukan menjadi alat untuk kepentingan politik tertentu, apalagi intelijen digunakan untuk memberangus setiap pihak (individu atau kelompok) yang dianggap mengancam status quo. Masa rezim Orde Baru cukup menjadi pengalaman pahit bagi umat Islam. Umat Islam ‘dikuyo-kuyo’. Bahkan darah mereka tertumpah menjadi tumbal bagi kepentingan status quo, dengan delik bahwa umat Islam menjadi ancaman stabilitas keamanan dan politik, padahal hanya karena berbeda pandangan terhadap mainstream yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang perlu diwaspadai. Lahirnya UU Intelijen Negara tidak boleh menjadi alat menggencet dan mengeliminasi Islam dan kaum Muslimin melalui bendera “War on terrorism”. Fakta menunjukkan, sebagian pihak tak lagi obyektif memandang persoalan terorisme di Indonesia. Ada proses generalisasi terorisme terhadap seluruh umat Islam, tidak dilihat kasus per kasus. Ini yang sangat berbahaya bagi kehidupan umat Islam ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian RUU Intelijen banyak bertentangan dengan peraturan perundangan lain, terutama masih adanya pasal-pasal yang mengancam hak asasi manusia, mengancam kebebasan informasi dan pers, maka adalah tepat dan bijak apabila pemerintah dan parlemen untuk tidak mengesahkan RUU Intelijen ini pada Juli 2011 sebagaimana dijadwalkan parlemen. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanin Mazaya, RUU Intelijen Bentuk Tirani Baru. Arrahmah.com. Rabu, 22 Desember 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haris Abu Ulya. Ruu Intelijen 2010: Bentuk Tirani Baru?.Arrahmah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M.Yahya Harahap.2002. Pembahasan Permasalahan KUHAP, Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali. Sinar Grafika.Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satjipto Rahardjo. 1991. Ilmu Hukum. Citra Aditya. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujang Firmansyah. Komentar RUU Intelijen. Imparsial.11 April 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan Perundang-Undangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-Undang Dasar 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana No.8 Tahun 1981&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-Undang No.39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-Undang No. 15 Tahun 2003 Tentang Terorisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-Undang No.10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-Undang No.13 tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Barda Nawawi Arief. Bahan Kuliah Sistem Peradilan Pidana Terpadu (Integrated Criminal Justice System). UNDIP. Semarang. slide.13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Satjipto Rahardjo. 1991. Ilmu Hukum. Citra Aditya. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 M.Yahya Harahap.2002. Pembahasan Permasalahan KUHAP, Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali..Sinar Grafika.Jakarta.hlm.283.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[source: &lt;a href="http://www.jurnal-ekonomi.org/2011/05/05/ruu-intelijen-lahirkan-rezim-represif/"&gt;jurnal ekonomi&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-8676112722119022005?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/JuoVzlx7vPM" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-24T12:15:44.761+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-jyGL6AjottI/Tds9hVarIvI/AAAAAAAAA8c/_IvdZBhbH7I/s72-c/images.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2011/05/ruu-intelijen-lahirkan-rezim-represif.html</feedburner:origLink></item><item><title>Serangan AS &amp; Sekutu ke Libya: Perang Salib Baru</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/B5bw4RetZak/serangan-as-sekutu-ke-libya-perang.html</link><category>harakita</category><category>arah juang</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Wed, 13 Apr 2011 16:03:44 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-881334881092816818</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-HsAVN3lTTaM/TaYpdGFX62I/AAAAAAAAA6A/QjxQrPyDn0g/s1600/Crusader.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 232px; height: 231px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-HsAVN3lTTaM/TaYpdGFX62I/AAAAAAAAA6A/QjxQrPyDn0g/s320/Crusader.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5595205166880516962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Serangan AS dan sekutunya ke Libya pada hakikatnya adalah Perang Salib Baru. Meski beralasan menjalankan resolusi PBB atas zona larangan terbang, AS dan sekutunya, terutama Inggris dan Perancis tidak dapat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 8);ButtonMouseDown(this);" class="" style="display: block;" id="formatbar_CreateLink" title="Tautan"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Tautan" class="gl_link" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;menyembunyikan kebenaran sesungguhnya bahwa serangan ke Libya adalah perang salib baru. Apa yang harus dilakukan umat Islam ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"   style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Sepuluh Tahun Perang Salib Baru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad, 16 September 2001 bertepatan dengan 28/6/1422 Hijriyyah. Presiden AS kala itu, George Walker Bush menyatakan: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;This crusade, this war on terrorism, is going to take a long time&lt;/span&gt;. "Ini adalah perang salib. Ini adalah perang melawan terorisme yang akan memakan waktu lama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert Fisk, Jurnalis senior &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Independent London&lt;/span&gt; &amp;amp; ahli masalah Timur Tengah mengomentari peryataan Bush kala itu : "Nampaknya Presiden Bush benar-benar yakin bahwa dia tengah memimpin Perang Salib. Beberapa hari yang lalu dia menggunakan istilah ini meskipun dia telah diingatkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Usamah bin Ladin mengatakan : "Bukankah Bush telah mengatakan: Sesungguhnya perang ini adalah perang salib. Dan bukankah ia juga mengatakan: Sesungguhnya perang ini akan memakan waktu yang sangat lama dan menargetkan 60 negara. Bukankah negara-negara Islam itu kurang lebih 60 negara?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih sepuluh tahun perang salib baru ini berlangsung, dipimpin oleh AS dan sekutu-sekutunya, koalisi yahudi dan nasrani beserta antek-anteknya di seluruh dunia dengan dalih perang melawan terorisme (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;war on terrorism&lt;/span&gt;). Sayangnya, umat Islam banyak yang tidak menyadari dan tidak faham harus bersikap apa. Mereka juga tidak mengerti hakikat perang salib baru tersebut hingga terjadinya serangan AS dan sekutunya ke Libya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin menyamakan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang membolehkan penyerangan atas Libya dengan perang salib pada abad pertengahan. Menurut Putin, meskipun Khaddafi, Presiden Libya, gagal menjalankan demokrasi tidak berarti itu menjadi justifikasi intervensi militer atas Libya. Hal ini disampaikan Putin saat berbicara dengan para pekerja di sebuah pabrik rudal Rusia (21/3/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Resolusi) itu membolehkan segalanya. Itu serupa dengan seruan Perang Salib pada zaman pertengahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusia sendiri yang memiliki hak veto di DK PBB memilih abstain dalam pemungutan suara saat itu yang akhirnya mengeluarkan resolusi yang mengesahkan zona larangan terbang serta semua tindakan lain yang diperlukan atas Libya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang salib baru yang sudah sepuluh tahun berjalan akhirnya digelorakan kembali oleh pimpinannya saat ini, Barack "Fir'aun" Obama, dengan digelarnya operasi besar-besaran untuk membunuh umat Islam dan kaum Muslimin di Libya, dengan nama sandi operasi "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Odyssey Dawn&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Hakikat Perang Salib&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Muhammad Sayyid Al-Wakil dalam bukunya "Wajah Dunia Islam" menyatakan bahwa dinamakan perang salib karena tentara-tentara kristen menjadikan salib sebagai simbol obsesi suci mereka dan meletakkannya di pundak mereka masing-masing. Urbanus II, Paus pada masa itu, memasang salib di atas lengan para sukarelawan sebagai tanda bahwa perang ini adalah perang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Crusader&lt;/span&gt; berasal dari bahasa latin&lt;span style="font-style: italic;"&gt; crux  &lt;/span&gt;yang berarti kayu salib. Padanannya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shalibiyyun &lt;/span&gt;dari bahasa Arab shalib yang juga berarti kayu salib. Kedua istilah ini menunjukkan simbol &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cross&lt;/span&gt; atau kayu salib yang mendasari perang salib yang kemudian dikenal dengan istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Crusade&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Muhammad Sayyid Al-Wakil mengatakan, penyebab utama meletusnya perang salib adalah kedengkian orang-orang kristen kepada Islam dan umat Islam karena umat Islam berhasil merebut wilayah-wilayah strategis yang tadinya mereka kuasai, membebaskan seorang budak yang mereka tawan dan mengambil kerajaan yang tadinya mereka genggam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carole Hillenbrand dalam "Perang Salib" mengatakan Perang Salib, menurut sudut pandang Barat, merupakan serangkaian operasi militer-paling sedikit terdiri atas delapan babak-yang didorong oleh keinginan kaum kristen Eropa untuk menjadikan tempat-tempat suci umat kristen dan terutama Yerusalem masuk ke dalam wilayah perlindungan mereka. Bagi pihak Barat, Perang Salib dimulai tahun 1095, ketika Paus Urbanus II menyerukan maklumat perang sucinya yang terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu berlakulah perang salib yang berlangsung selama kira-kira dua abad (490 -669 H/1096 -1270 M). Kemenangan silih berganti antara kaum salib dan umat Islam. Pasukan salib pernah menulis surat kepada Paus mengucapkan selamat atas perbuatan mereka dan berkata : "Jika Paus ingin tahu apa yang kami lakukan terhadap musuh-musuh kami, maka percayalah bahwa di Haikal (istana) Sulaiman dan rumah ibadahnya kuda-kuda kami berjalan di lautan darah kaum Muslimin hingga sampai lututnya, demikian penuturan Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah sebagaimana dikutip oleh Al Wakil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Fakta-Fakta Perang Salib Baru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As Sahab Media, telah mengeluarkan video berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Results of 7 Years of The Crusade&lt;/span&gt; yang kemudian diterjemahkan oleh Al Fajr Media menjadi Fakta-Fakta Sewindu Perang Salib. Dalam buku tersebut, Syekh Aiman Ash Zhawahiri mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami menghadapi perang salib dan para pemerintah murtad yang menjadi antek mereka. Perang salib ini menyerang agama, akhlak, kekayaan dan keberadaan kita. Jika kita tidak memahami fakta sederhana dan berbahaya ini, maka kita tidak bisa meningkatkan serangan sampai pada tingkatan yang semestinya untuk menghadapi perang salib yang akan datang yang belum pernah disaksikan dalam sejarah Islam sebelumnya. Perang ini adalah perang yang kotor, yang menggunakan semua cara untuk melayani kekaisaran salibis dan yahudi penolong mereka. Dalam perang ini, semua cara dihalalkan, walaupun itu hal yang rendah, hina, keji. Bukan itu saja, bahkan mungkin mempublikasikannya atas nama agama, moral, kebebasan dan HAM."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS dan sekutu-sekutunya,terutama Inggris dan Perancis membombardir Libya dengan menggunakan tameng resolusi DK PBB. Selain itu, operasi Odyssey Dawn mengatasnamakan rakyat sipil Libya dan para "pejuang" yang anti rezim Khaddafi. Faktanya, serangan AS dan sekutunya membunuhi rakyat sipil, kaum Muslimin di Libya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diserangnya Libya oleh AS dan sekutunya memperluas peta perang salib baru. Sebelumnya, sejumlah negara-negara Islam telah menjadi sasaran nyata kebuasan perang salib baru, seperti Afghanistan, Iraq, Pakistan, Chechnya, Al Jazair, Palestina, dan Somalia. Negara-negara Muslim lainnya menyusul untuk dibombardir, sebagaimana ancaman Menteri Luar Negeri Perancis, Juppe Allen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perancis, negara sekutu dan anggota NATO ini merupakan negara terdepan dalam perang salib baru, setelah AS dan Inggris. Negara ini (Perancis) sudah terkenal kebenciannya kepada Islam dan kaum Muslimin. Undang-undang Perancis melarang kaum Muslimah di Perancis untuk mengenakan burqa (cadar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah konferensi pers, Kamis (24/3/2011), Juppe Allen, mengancam kaum Muslimin di Arab Saudi dan Suriah akan dibombardir dari udara sebagaimana Libya, lapor Al Jazeera. Allen mengatakan bahwa perang salib di Libya harus menjadi contoh bagi Arab Saudi, Suriah dan negara-negara lain. Ia menekankan bahwa serangan terhadap Libya bisa berlangsung selama berhari-hari, berminggu, tapi tidak berbulan-bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan AS dan sekutunya ke Libya, dan peryataan kementrian luar negeri Perancis, Juppe Allen menunjukkan aliansi pasukan perang salib baru telah mendeklarasikan perang salib baru secara massive dan mengancam siapapun untuk bersama mereka atau akan mereka perangi. Tidak ada lagi hukum internasional, PBB, Liga Arab, OKI, Non Blok, melainkan hanya ada aliansi pasukan perang salib baru di satu sisi, dan Islam serta kaum Muslimin di sisi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Gulingkan Khaddafi, Tegakkan Syariat Islam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri, diantara gerakan-gerakan Islam di dunia yang mampu menggoncangkan dan menakutkan aliansi pasukan salib baru adalah Al Qaeda. Amerika sendiri mencap Al Qaeda sebagai organisasi teroris, karena Al Qaeda betul-betul mampu menghancurkan Amerika dan menebar teror di tengah-tengah rakyat Amerika yang saat ini sebagai satu-satunya negara super power dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Usamah bin Ladin, pemimpin tertinggi Al Qaeda bersumpah : "Demi jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, yang mengangkat langit tanpa tiang. Sungguh, janganlah Amerika dan orang-orang yang berada di dalamnya bermimpi untuk hidup tenang hingga saudara-saudara kami yang berada di Palestina dapat hidup tenang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan umat Islam menghadapi perang salib baru? Pimpinan Al Qaeda Libya, Syekh Abu Yahya Al-Libi menyerukan kepada umat Islam di Libya untuk menggulingkan rezim Khaddafi dan mendirikan pemerintahan Islam. Hal ini sebagaimana dilaporkan oleh&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Ummah News&lt;/span&gt; mengutip &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Associated Press&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengatakan dalam video terbarunya bahwa setelah jatuhnya rezim di Tunisia dan Mesir, kini giliran Khaddafi yang harus turun, saat pejuang pemberontakan menekan hampir selama satu bulan untuk sebuah kampanye pengusiran Khaddafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menyebut pemerintah nasional otokratis Arab-musuh Islam-mempraktekkan jenis terburuk dari penindasan dengan dukungan Barat dan telah gagal mengambil pelajaran dari sejarah, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang giliran Khadaffi  setelah ia membuat rakyat Libya menderita selama lebih dari 40 tahun," lanjut Syekh Abu Yahya, menambahkan bahwa itu akan membuat malu rakyat Libya jika tiran diizinkan untuk mati secara damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Abdel Hakim al-Hasidi, pemimpin pemberontak Libya mengakui hubungannya dengan Al Qaeda. Beliau mengatakan jihadis yang berjuang melawan tentara sekutu di Irak berada di garis depan pertempuran melawan rezim murtad Muammad Khaddafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Italia Il Sole 24 Ore, al-Hasidi mengakui bahwa ia telah merekrut "sekitar 25″ orang-orang dari daerah Derna di Libya timur untuk memerangi pasukan koalisi di Irak. Beberapa dari mereka, katanya, adalah "hari ini di garis depan dalam Adjabiya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Fakta-Fakta Sewindu Perang Salib Baru, disebutkan bahwa perang melawan barat mengharuskan untuk perang melawan Negara murtad. DR. Abdullah An Nafisi menyebutkan: "Saya yakin bahwa rezim Saudi sekarang menjadi tongkat pemukul di tangan Amerika, tidak terkecuali. Ini bukan rezim sendiri, tapi ini kepanjangan tangan Amerika dalam menguasai Kawasan Teluk. Dan jika kita serang pengaruh Amerika dengan kekuatan, baik melalui perlawanan atau dengan cara yang mereka sebut "Teror", maka saya yakin bahwa rezim ini akan segera jatuh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Abu Yahya Al-Liby mengatakan mengusir rezim Arab yang didukung Barat merupakan "satu langkah untuk mencapai setiap tujuan Muslim yang ingin membuat firman Allah sebagai yang tertinggi" dan mendirikan pemerintahan Islam. Beliau juga mendesak untuk tidak lagi melihat ke negara-negara Barat, tidak untuk mencari bantuan ke mereka dan pergi dengan cara sendiri. "Kita harus menyingkirkan rasa rendah diri kita dan membebaskan diri dari Barat," tutupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam bis showab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: M. Fachry&lt;br /&gt;International Jihad Analysis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 25 Robi'ul Akhir 1432 H/30 Maret 2011 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar Rahmah Media Network&lt;br /&gt;&lt;a href="http://arrahmah.com/read/2011/03/30/11657-serangan-as-sekutu-ke-libya-perang-salib-baru.html"&gt;http://www.arrahmah.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://arrahmah.com/"&gt;The State of Islamic Media&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;© 2011 Ar Rahmah Media Network &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-881334881092816818?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/B5bw4RetZak" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-14T06:03:44.451+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-HsAVN3lTTaM/TaYpdGFX62I/AAAAAAAAA6A/QjxQrPyDn0g/s72-c/Crusader.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2011/04/serangan-as-sekutu-ke-libya-perang.html</feedburner:origLink></item><item><title>Mencari Titik Kesamaan Sunah-Syiah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/GAAiKdQQ1A0/mencari-titik-kesamaan-sunah-syiah.html</link><category>harakita</category><category>arah juang</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Tue, 12 Apr 2011 14:19:14 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-4461435383238258287</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-_FpPd12zBHs/TaTBAExK2pI/AAAAAAAAA5o/iIytl7GCHGM/s1600/sojoodeja.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 388px; height: 187px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-_FpPd12zBHs/TaTBAExK2pI/AAAAAAAAA5o/iIytl7GCHGM/s320/sojoodeja.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594808844125133458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah pemuda muslim dari negara-negara Islam, bahkan Republik Islam Iran, berhasil dibujuk untuk meninggalkan agamanya dan berpindah kepada ajaran Kristen atau aliran kepercayaan baru. Fenomena menyedihkan itu lahir karena beberapa faktor dan salah satunya perpecahan dan konflik sektarian antara Syiah dan ahlusunah. Kedua kelompok besar ini senantiasa memfokuskan diri pada perbedaan yang minim dan melupakan prinsip-prinsip kesamaan yang cukup besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"   style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Keesaan Tuhan, kesamaan Rasul saw., keyakinan tentang hari kiamat, puasa, haji, zakat, jihad, amar makruf dan nahi mungkar, ahlulbait nabi as. dan masalah-masalah lain, merupakan dimensi-dimensi kesamaan umat Islam. Namun sayangnya kesamaan-kesamaan ini telah digunakan oleh pihak tertentu untuk menyulut perpecahan dan konflik terutama di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tiba waktunya bagi para tokoh Syiah dan ahlusunah untuk lebih memperhatikan poros-poros kesamaan kedua mazhab dan menjalin hubungan bersahabat serta ilmiah satu sama lain. Mereka juga perlu mengumpulkan dan membukukan hadis dan riwayat dalam berbagai tema sehingga pengikut Syiah dan ahlusunah lebih mengenal prinsip-prinsip kesamaan kedua mazhab tersebut. Sementara menyangkut sisi perbedaan pandangan dan akidah perlu dibahas secara ilmiah, argumentatif dan bersahabat serta jauh dari sikap saling menghina dan melecehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap mengabaikan para ulama dan tokoh yang diterima di kalangan Syiah dan ahlusunah dan menebarkan kebohongan dan hal-hal subjektif tentang mazhab-mazhab Islam tentu tidak akan menyelesaikan masalah yang ada. Politisasi dan pencitraan Syiah sebagai mazhab yang baru muncul serta menuding kelompok ini sebagai ajaran sesat merupakan sebuah langkah keliru dan bentuk kezaliman. Sejarah kemunculan Syiah kembali kepada zaman Rasul saw. dan untuk lebih jelasnya tentang sejarah mazhab ini dapat mempelajari kitab al-Ghadir karya Allamah Amini dan al-Murajaat karya Allamah Abdul Husain Syarafuddin al-Musawi serta merujuk sumber-sumber otentik Syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pihak lain juga tidak benar sikap menghina ahlusunah dan melecehkan keyakinan mereka. Ahlulbait as. dan para ulama Syiah tidak pernah berbuat seperti itu dan tidak merekomendasikan sikap tersebut. Teladan ahlulbait as. adalah hidup berdampingan dan menjalin interaksi dengan ahlusunah. Para Imam maksum as. menyeru pengikutnya untuk membangun hubungan dan hidup damai dengan ahlusunah. Imam maksum as. selain meminta pengikutnya untuk menjaga identitas Syiah, juga mengajarkan prinsip-prinsip kesamaan kepada mereka. Para pembesar dan imam fikih ahlusunah juga berbuat demikian dengan imam maksum as. dan tokoh-tokoh Syiah. Para imam fikih ahlusunah menjalin hubungan baik dan interaksi dengan Imam maksum as. Abu Hanifah dan Imam Malik senantiasa hadir di madrasah Imam Jafar ash-Shadiq as. dan berkali-kali terlibat dialog ilmiah dengan beliau as. Rahasia kelanggengan mereka karena bentuk interaksi dan sifat personal dan sosial. Para tokoh agama memanfaatkan ilmu dan kesantunannya untuk membimbing umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya akhlak mulia dan tata krama Islam dan kemanusiaan dapat menjadi sarana untuk menjelaskan kebenaran dengan lebih baik dan dapat diterima pihak lain. Penghinaan terhadap sakralitas Syiah dan ahlusunah di dunia maya merupakan sebuah kesalahan besar. Sayangnya tindakan negatif ini semakin meluas dari hari ke hari dan dampaknya akan menimpa seluruh umat Islam. Uniknya, Alquran mengajarkan umat Islam bagaimana menyikapi sakralitas kaum musyrik, apalagi sakralitas antarsesama. Alquran meminta muslimin untuk tidak menghina berhala-berhala yang disembah oleh kaum musyrik, karena benda-benda itu suci bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang sakral lebih bernilai bagi manusia ketimbang keluarganya. Mereka siap mengorbankan harta, jiwa, dan anak-anaknya demi membela nilai-nilai suci. Akidah dan keyakinan sebuah kelompok tentu saja bernilai dan mulia bagi para pengikutnya. Meski demikian diskusi ilmiah tentang keyakinan beragama dan bermazhab yang jauh dari sikap menghina dan melecehkan adalah sesuatu yang positif dan konstruktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini apa yang menjadi tragedi dakwah agama via internet adalah debat liar atas nama Syiah dan ahlusunnah dengan mebiarkan musuh kolektif bebas melakukan aksinya. Pihak tertentu meluncurkan berbagai situs untuk menyerang sakralitas Syiah atau ahlusunah dan menebarkan fitnah. Kelompok ini telah melupakan ajaran Alquran yang menyebut fitnah lebih kejam dari pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berabad-abad para tokoh Syiah dan ahlusunah menjalin tali persaudaraan dan membangun hubungan keluarga. Mereka menyimak pandangan satu sama lain dan senantiasa melakukan diskusi ilmiah. Kini pihak tertentu atas nama Syiah atau ahlusunah terlibat konflik di dunia maya dan menilai dirinya lebih rasional dari para tokoh mazhab tersebut. Alangkah baiknya jika tokoh kedua kelompok itu secara resmi mencegah fenomena berbahaya tersebut dan meningkatkan hubungan antarsesama. Maksud dari hubungan bersahabat, persatuan dan solidaritas umat Islam bukan berarti mensyiahkan yang suni atau mensunikan yang Syiah, tapi menjelaskan kebenaran dan titik-titik kesamaan kedua mazhab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya ada pihak asing dan musuh-musuh Islam yang mendukung aksi saling hujat di dunia maya lewat berbagai situs. Oleh karena itu kaum muda Islam perlu bersikap hati-hati dan tidak terjebak dengan skenario musuh kolektif yang ingin menghancurkan Islam. Situs-situs islami juga perlu didesain atas prinsip-prinsip Islam dan kesamaan mazhab untuk melawan Islamphobia dan dan menyebarkan ajaran Islam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-4461435383238258287?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/GAAiKdQQ1A0" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-13T04:19:14.135+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-_FpPd12zBHs/TaTBAExK2pI/AAAAAAAAA5o/iIytl7GCHGM/s72-c/sojoodeja.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2011/04/mencari-titik-kesamaan-sunah-syiah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Skenario Penjajah di Balik Kontra Terorisme dan Radikalisme</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/NTXPzvhwDwQ/skenario-penjajah-di-balik-kontra.html</link><category>kajian</category><category>harakita</category><category>ekopol</category><category>arah juang</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Thu, 14 Apr 2011 01:37:18 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-6701555807448264106</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-_8I_EJrKuzw/TaaxVhz9xnI/AAAAAAAAA6w/L5iei6T156U/s1600/tangan-penjajah-234x300.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 234px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-_8I_EJrKuzw/TaaxVhz9xnI/AAAAAAAAA6w/L5iei6T156U/s320/tangan-penjajah-234x300.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5595354570466117234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51); font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pengantar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Umat Islam&lt;/span&gt; adalah umat yang terbaik (khairu ummah). Umat yang diturunkan untuk manusia. Umat yang menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran. Umat yang beriman kepada Allah SWT. Itulah identitas yang dilekatkan Allah kepada umat Islam dalam QS Ali Imran ayat 110. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Namun, hari ini kenyataan yang kita lihat jauh dari gambaran sebagai umat yang terbaik. Hampir setiap waktu agama ini dan umatnya dihina, difitnah, dan dianiaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"   style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lepas dari ingatan kita di bulan Ramadhan yang lalu. Bulan yang semestinya umat Islam khusyuk beribadah diteror oleh rencana peringatan pembakaran al-Qur’an di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beriman kepada al-Qur’an pasti marah dan sedih kitab sucinya dibakar. Bahkan rencana hari pembakaran al-Qur’an pada waktu itu oleh gereja Avangelis di Florida, AS, dikaitkan dan disatukan dengan hari peringatan serangan 11 September (11/9) yang menimpa gedung WTC, New York. Di halaman Facebook jemaat gereja ini menulis: “Islam adalah setan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikaitkannya pembakaran Qur’an dengan serangan 11/9 disebabkan Barat telah menjadikan opini dunia bahwa serangan tersebut dilakukan oleh teroris Islam. Inilah yang menginspirasi pendeta Terry Jones mempelapori hari pembakaran al-Qur’an. Ia mengatakan “Islam dan hukum syariah bertanggungjawab dalam serangan 11 September”. Terry Jones pun menyatakan aksi mereka ditujukan pada kelompok Islam radikal (MediaIndonesia.com 7/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita sangat miris mengapa al-Qur’an dibakar dan Islam dijadikan tersangka teroris padahal tidak ada sedikit pun bukti yang menunjukkan keterkaitan dengan peristiwa 11/9 apalagi sebagai pelaku serangan. Justru fakta dan data mengindikasikan serangan tersebut adalah rekayasa pemerintahan Bush agar menjadi pembenar invasi militer mereka ke Afghanistan dan Irak dengan berlindung pada dalih memerangi terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga merasa aneh dengan sikap pemerintahan presiden Obama yang menyatakan gereja Avangelis di Florida tidak mewakili sikap dan pemahaman pemerintah Amerika. Sebab jika tidak setuju seharusnya pemerintah Obama dengan kewenangan yang dimilikinya dapat melarang dan menghukum kelompok ini. Tentu kebebasan berpendapat terus menjadi dalih tidak adanya tindakan terhadap pelaku.&lt;br /&gt;Bangkitnya Islamophobia di negara-negara Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap pendeta Terry Jones dan kelompoknya disebabkan oleh kebencian dan fitnah terhadap Islam yang dipupuk sejak era Perang Salib dulu oleh negara-negara Barat terhadap masyarakatnya, sehingga Barat mengalami sindrom Islamophobia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islamophobia yang disengaja ini telah menciptakan ketakutan dan kebencian mereka terhadap hal-hal prinsip dalam Islam seperti al-Qur’an, syariah, mesjid, dan jilbab. Mereka menyebut orang-orang Islam yang berpegang teguh pada al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW, taat menjalankan dan menegakkan syariah, menutup aurat dan bergaul secara Islami sebagai gambaran orang radikal dan ekstrimis. Dan setiap yang radikal diidentikkan dengan teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Islamophobia di Barat saat ini semakin memuncak dan merata di segenap negara-negara Barat. Di mana-mana Islam dipropagandakan sebagai agama teroris yang disertai dengan penghinaan yang memasuki wilayah sensitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak akan lupa bagaimana penghinaan terhadap kekasih kita Nabi Muhammad SAW telah memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia. Adalah surat kabar terbesar Denmark, Jyllands-Posten yang memuat 12 kartun penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW pada 30 September 2005 yang memulainya. Dalam waktu dekat bulan ini, koran Jyllands-Posten kembali menerbitkan kembali kartun tersebut dalam bentuk buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragis, sang kartunis Kurt Westergaard tidak dapat dijangkau hukum untuk diadili. Sebaliknya dilindungi oleh pemerintahan Barat atas nama kebebasan berpendapat. Bahkan baru-baru ini (8/9) di bulan Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri pemimpin Jerman, Kanselir Angela Markel memperolok-olok Islam dengan memberikan penghargaan kepada kartunis tersebut karena jasanya mengusung kebebasan pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan Ramadhan juga, mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair dalam wawancaranya dengan BBC (3/9) menyatakan peristiwa 11/9 telah merubah pemahamannya dan memandang Islam radikal sebagai ancaman terbesar dunia saat ini. Hal ini tidak aneh sebab Blair memandang Islam sebagai ideologi setan (BBC News, 16 Juli 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blair mendefinisikan Islam sebagai ideologi setan karena Islam mengajarkan harus dibebaskannya Palestina dari pendudukan Israel, membebaskan negeri-negeri Islam dari penjajahan dan pengaruh nilai-nilai Barat yang rusak, menjadikan syariah sebagai hukum, dan menyatukan negeri-negeri Islam dalam sistem yang diwariskan Nabi SAW, yakni Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri-negeri Barat saat ini adalah tempat yang subur tumbuhnya Islamophobia dan kekerasan terhadap umat Islam. Opini umum di Barat yang menggambarkan Islam sebagai agama kekerasan, teroris, bahkan disebut Islam sama dengan setan telah menjadikan penghinaan terhadap Islam sebagai komoditas politik.\&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Belanda, Partai Kebebasan (PVV) yang didirikan Geert Wilders berhasil memperoleh 24 kursi parlemen dari 150 kursi sehingga menempatkan PVV pada posisi ke-3 dalam pemilu Juni 2010 yang lalu. Wilders berhasil menarik simpati warga Belanda berkat kampanye anti Islam. Wilders mengusung pelarangan al-Qur’an, imigran muslim, dan burqa. Aksi kontraversial Wilders membuat film Fitna dan mempublikasikannya pada 27 Maret 2008 telah membuat Wilders dan partainya semakin terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara-negara Eropa lainnya, politisi dan partai juga semakin intens mengangkat tema anti Islam. Di Swedia partai kanan radikal Demokrat Swedia berhasil meraih 20 kursi berkat kampanye anti imigran muslim. Di Denmark, Swiss, dan Perancis selain kampanye anti imigran juga pelarangan burqa dan larangan pembangunan mesjid. Bahkan sebuah partai politik di Austria, Partai Kebebasan (FPOe) baru-baru ini di situs resminya membuat game online anti Islam dengan menjadikan muazin dan menara mesjid sebagai sasaran tembak. Tujuan pembuatan game online ini adalah untuk menarik minat penduduk Austria memilih Partai Kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat, rencana pendirian mesjid 2 blok dari ground zero bekas reruntuhan WTC New York dimanfaatkan sejumlah politisi untuk meraih suara dalam pemilu sela November nanti. Susan Lerner Direktur Eksekutif New York Office of Watchdog Group mengungkapkan mantan ketua kongres AS Newt Gingrich dari Partai Republik dan anggota senat dari Partai Demokrat Harry Reid adalah pihak yang bermain di air keruh di balik penentangan pembangunan mesjid. Gingrich pernah menyatakan, “pembangunan mesjid sama saja menempatkan tanda swastika Nazi di samping museum holocaust” (Republika, 26/8/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkitnya Islamophobia di Barat didorong oleh kondisi semakin pesatnya perkembangan jumlah pemeluk Islam di Eropa dan Amerika, bahkan di tingkat dunia. Pew Research Center dalam laporannya yang berjudul Memetakan Populasi Muslim Global, menyebutkan pertumbuhan populasi muslim meningkat 300% selama 37 tahun dari 500 juta populasi pada tahun 1973 menjadi 1,57 milyar populasi tahun ini. Dari 1,57 milyar orang Islam, seperlimanya atau 300 juta populasi muslim tinggal di negeri-negeri non muslim (Republika, 10/7/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sekarang 1 dari 4 penduduk dunia adalah muslim. Sementara itu, perkembangan populasi Muslim di Barat meningkat luar biasa sehingga di Barat muncul peringatan jika komposisi dan pola pertumbuhan pendudukan muslim tidak berubah, maka pada tahun 2050 mayoritas penduduk Eropa adalah muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kajian sejarah, apabila angka kelahiran di bawah 1,9 maka sebuah negara/peradaban akan jatuh. Menurut data yang dipetik Eramuslim.com (31/7/2010), di Eropa angka kelahiran rata-rata 1,38. Ini adalah indikasi akan jatuhnya peradaban Eropa ditinjau dari jumlah penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka kelahiran tertinggi Eropa di Prancis yakni 1,8. Angka ini masih di bawah angka kelahiran minimal seharusnya. Khusus angka kelahiran muslim di Perancis jauh melebihan angka kelahiran di Perancis sendiri yaitu 8,1 sehingga diprediksi dalam waktu 39 tahun mayoritas penduduk Perancis adalah muslim. Sejak 1990 hingga sekarang diperkirakan dari pertumbuhan jumlah penduduk Eropa, 90% di antaranya adalah pertumbuhan muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang serupa juga terjadi di benua Amerika. Di Kanada, dari tahun 2001 hingga 2006 pertambahan jumlah penduduk mencapai 1,6 juta. Dari jumlah tersebut 1,2 juta di antaranya adalah imigran. Di Amerika, jumlah muslim hanya 100 ribu pada 1970. Kini populasi muslim di AS lebih dari 9 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya pertumbuhan muslim di Barat ditopang oleh 3 faktor utama, yaitu: 1) imigrasi muslim ke benua Eropa dan Amerika yang menjadi generasi awal. 2) Angka kelahiran muslim yang sangat tinggi. 3) Semakin banyaknya mualaf dari penduduk asli kulit putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang semakin memicu sindrom Islamophobia di Barat yang dimanifestasikan dalam bentuk opini dan kebijakan pelarangan terhadap imigran muslim, larangan pembangunan mesjid, larangan burqa, diskriminasi di tempat kerja dan sekolah, serta berbagai aksi kekerasan dan pengrusakan.&lt;br /&gt;Terancamnya Penjajahan Barat dan Skenario Terorisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barat telah menghadapi ancaman kebangkrutan ideologi yang nyata akibat rusaknya nilai dan aturan yang mereka adopsi. Kemerosotan moral dan kerusakan tatanan sosial masyarakat Barat melahirkan jutaan aborsi setiap tahunnya. Paham feminisme mendorong wanita mengejar karir sedangkan pasangan umur produktif enggan memiliki anak. Sementara itu, pergaulan bebas dan pornografi tidak hanya menyuburkan perzinaan tetapi juga maraknya kawin sesama jenis yang tentu saja tidak mungkin menyebabkan kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, secara alami pertumbuhan penduduk Barat sangat minim dengan angka kelahiran di bawah ambang batas minimum bertahannya sebuah peradaban. Ke depan mayoritas penduduk negara-negara Barat adalah kaum jompo dengan jumlah umur produktif yang minim. Umur produktif yang minim juga berarti semakin minimnya pemuda yang dapat direkrut menjadi tentara dan polisi. Artinya ke depan kekuatan personil militer dan pertahanan Barat akan semakin berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, Barat juga menghadapi kehancuran ekonomi dengan krisis keuangan yang datang silih berganti. Krisis mengakibatkan semakin bengkaknya angka pengangguran dan kemiskinan di Barat. Kondisi ini menjadi faktor pendorong meningkatnya kriminalitas dan kejahatan. Masalah yang tidak kalah penting lainnya adalah semakin banyaknya pengangguran dan kemiskinan menciptakan bom waktu ketidakpuasan terhadap sistem dan pemerintahan negara-negara Barat. Ini menjadi pemicu kerusuhan dan krisis sosial-politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;War on terrorism (WOT) atau perang terhadap terorisme yang secara masif dicanangkan oleh Amerika sejak serangan WTC 11 September 2001 adalah sebuah dalih untuk mengongkosi kebangkrutan ekonomi Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui WOT Presiden AS George W Bush mengalihkan keresahan rakyat AS dari himpitan ekonomi dengan mengetuk semangat patriotisme/heroik rakyatnya. Dengan cara ini juga Bush memberikan kesempatan kepada para korporat pendukungnya dalam pemilu untuk meraih keuntungan finansial dari kontrak minyak, logistik perang, industri senjata, dan proyek rekonstruksi Irak. Tragis untuk mencapai hal ini Amerika Serikat mengobarkan perang dan membunuh jutaan rakyat Irak dan Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping motif ekonomi, faktor fundamental yang melahirkan WOT adalah perang ideologi. Di tengah kebangkrutan ideologi Kapitalisme, kebangkitan Islam semakin nampak. Semakin banyak kaum Muslim yang menghendaki diterapkannya syariah Islam dan persatuan umat dalam sistem Khilafah. Semakin intens penentangan dan pembongkaran atas makar dan penjajahan Barat di dunia Islam. Tidak aneh jika Presiden Bush pun mengatakan perang terhadap terorisme adalah lanjutan dari perang salib (the crusade).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini semakin mengancam ideologi Kapitalisme dan eksistensi penjajahan Barat sedangkan penjajahan adalah metode Barat untuk mempertahankan ideologi dan kemakmuran negaranya. Barat menciptakan WOT yang sesungguhnya tidak didesain untuk memerangi teroris melainkan memerangi ulama dan kelompok yang membangkitkan kesadaran Islam di tengah umat untuk tegaknya syariah dan Khilafah. Sebaliknya Barat menciptakan kelompok-kelompok teroris dan merekayasa berbagai serangan teror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barat menciptakan propaganda dan opini terorisme untuk membenarkan tindakan mereka, sebagaimana dalih AS dalam invasi Irak untuk mencegah jatuhnya senjata pemusnah massal ke tangan teroris yang hingga sekarang tidak pernah terbukti. Presiden Bush menempatkan negara-negara di dunia pada 2 pilihan, apakah ikut bersama AS memerangi terorisme ataukah bersama teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pemimpin negara-negara Barat telah berganti, WOT tidak pernah berhenti. Barat secara kuat dan terus-menerus memobilisasi terciptanya opini terorisme sebagai musuh dunia, memaksa banyak negara melahirkan perangkat hukum dan organ negara yang secara khusus menindak terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barat akan selalu mengkaitkan dan menjadikan radikalisme sebagai sumber terorisme dengan ciri utama: 1) umat Islam yang berpegang teguh pada al-Qur’an, 2) umat Islam yang berupaya mendakwahkan syariah Islam sebagai solusi dan aturan yang harus ditegakkan, 3) umat Islam yang ingin bersatu dalam sistem yang diwariskan Nabi SAW yakni Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak ada kaitan sama sekali dengan terorisme karena ditempuh dengan cara damai dan intelektual, Barat pasti mempropagandakan opini bahwa umat yang melakukan tiga langkah tersebut sebagai teroris dan musuh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sistem khilafah merupakan bagian dari syariat Islam. Tanpa sistem ini syariah tidak dapat diterapkan. Dan tanpa syariah umat Islam tidak akan menjadi umat yang terbaik. Tanpa syariah kita tidak akan pernah dapat menuntaskan kriminalitas, korupsi, kebodohan, kemiskinan, dan ketimpangan. Tanpa syariah setiap waktu kita dihina, difitnah, dan dianiaya oleh Barat tanpa adanya pembelaan dan perlindungan dari penguasa negeri Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariah adalah ancaman bagi eksistensi penjajahan Barat atas dunia termasuk penjajahan mereka terhadap negeri kita Indonesia. Hal ini dengan jelas diungkapkan Menteri Dalam Negeri Inggris, Charles Clarke pada 6 Oktober 2005, “Tidak akan ada negosiasi mengenai pembentukan Khilafah; tidak akan ada negosiasi mengenai kewajiban menerapkan hukum syariah” (www.heritage.org, 21/10/2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dalam laporan terbaru yang berjudul Sharia a Danger to US, Security Pros Say, sebuah panel ahli keamanan nasional Amerika Serikat memberikan rekomendasi radikal kepada pemerintahan Obama bahwa syariah Islam adalah ancaman bagi negara tersebut. Panel ini juga menyampaikan sangat pentingnya keamanan AS dan peradaban Barat untuk mendukung tokoh dan kelompok Islam moderat (www.washingtontimes.com, 14/9/2010). Islam moderat adalah istilah yang digunakan Barat terhadap kelompok dan intelektual yang anti terhadap agamanya sendiri, anti al-qur’an, syariah dan khilafah. Istilah lainnya adalah Islam liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Proyek Kontra Terorisme dan Radikalisme di Indonesia: Turunan Skenario Global&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan fakta di atas, maka apa yang terjadi pada tingkat global akan diturunkan ke tingkat domestik. Di Indonesia, Barat menggunakan para propagandis dari kalangan elit penguasa dan politisi sekuler, kalangan intelektual liberal, dan media. Barat juga akan memaksa dilahirkannya undang-undang serta peraturan yang menjadi legitimasi penangkapan terhadap para ulama dan aktivis Islam di Indonesia dengan tuduhan terlibat terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simposium Nasional “Memutus Mata Rantai Terorisme dan Radikalisme” di Jakarta 27 Juli lalu yang menghasilkan sepuluh rekomendasi harus dikritisi khususnya mengenai radikalisme sebagai sumber persemaian terorisme. Termasuk keberadaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang dibentuk dengan Kepres nomer 46 2010 yang ditandatangani presiden 16 Juli 2010 harus dikritisi pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paska simposium muncul kasus Ahmadiyah di Kuningan pada 29 Juli yang dimanfaatkan dengan gencar untuk membentuk opini anarkisme Islam dan pembubaran ormas Islam. Sembilan Agustus, Presiden SBY mengintruksikan Menkopolkam untuk menindak tegas ormas anarkis sehubungan dengan kasus HKBP di Bekasi (8/8). Tanggal 30 Agustus 2010, Kapolri Bambang Hendarso Danuri mengusulkan kepada DPR untuk mengamandemen UU Nomer 8 1985 tentang Ormas agar dapat membekukan ormas yang anarkis. Langkah Kapolri tersebut mendapatkan dukungan Menkopolhukam Djoko Suyanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus HKBP yang terjadi kembali pada 12 September tiga hari setelah berakhirnya Ramadhan semakin meningkatkan tensi opini yang menyudutkan Islam. Ironis, perkelahian 200 orang jemaah HKBP dengan 10 pemuda Islam melahirkan berita penyerangan jemaah HKBP. Peristiwa ini sebenarnya berasal dari ketidaktaatan HKBP terhadap keputusan pemerintah kotamadya Bekasi dan konvoi ritual liar jemaah HKBP setiap hari minggu yang berpapasan dengan 10 pemuda di jalan saat mereka menuju mesjid Nurul Huda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari itu juga (ahad, 12/9), Presiden SBY langsung memerintahkan polisi untuk memburu, mengejar, menangkap, dan mengadili pelaku tindak kekerasan terhadap 2 pendeta HKBP. Presiden juga menyatakan tidak ada ruang bagi pelaku tindak kekerasan (www.metrotvnews.com, 12/9/2010). Sikap presiden yang sangat over responship ini semakin menyudutkan umat Islam. Sedangkan media terus memanipulasi berita, membangun opini organisasi radikal adalah pelaku kekerasan dan anarkisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, opini terorisme semakin diangkat dengan penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’syir 9 Agustus 2010 setelah satu hari sebelumnya (8/8) di Bandung Presiden SBY menyatakan kepada media ada teroris yang mentarget dirinya. Polri menuduh Ustadz Abu Bakar Ba’syir sebagai otak dan penyandang dana terorisme. Tidak lama kemudian 18 Agustus terjadi perampokan terhadap Bank CIMB Niaga cabang Medan. Pada 20 September Kapolri membangun opini tujuan perampokan bank di Medan untuk pendanaan terorisme. Di Mabes Polri (24/9), Kapolri kembali beropini bahwa tujuan teroris dengan cara merampok adalah untuk mendirikan negara Islam. Menurut Kapolri, paham radikal membolehkan perampokan dari harta orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian lain, institusi pendidikan umum dan agama di Indonesia dari tingkat menengah hingga perguruan tinggi bisa saja diintervensi untuk mencegah apa yang disebut radikalisme sumber persemaian terorisme. Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama hingga perangkat di bawahnya mungkin sekali dikoordinir untuk menjauhkan sekolah dan perguruan tinggi dari pengajian dan kegiatan dakwah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan proyek kontra terorisme dan radikalisme, kegiatan-kegiatan ke-Islaman yang sifatnya membangun kesadaran umat, membongkar makar penjajah dan kerusakan sistem, menegakkan syariah Islam dan khilafah akan dipersulit dan dihalang-halangi. Di sinilah kelompok dan intelektual liberal akan bermain untuk memanipulasi pemahaman keagamaan masyarakat yang memfasilitasi atau menjadi bagian dari kegiatan ke-Islaman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat kondisi global dan nasional sekarang ini yang semakin menekan umat Islam, penting bagi kita untuk selalu bertabayun terhadap informasi yang menyudutkan ulama dan aktivis Islam, gerakan dan ormas Islam. Kita harus dapat memfilter berita-berita sampah dari media tidak bermutu yang selalu menyudutkan umat Islam seperti berita kasus HKBP, Ahmadiyah, dan terorisme, dan informasi yang sifatnya mengadu-domba umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu umat harus mengambil langkah penting, yakni merapatkan barisan, membongkar makar penjajah di Indonesia, dan giat membangun solusi Islam atas permasalahan negeri kita. Satu pemahaman yang harus kita bangun adalah: Membangun Persatuan Umat. Yakni persatuan yang dibingkai atas dasar akidah Islam dalam koridor syariah dengan kesatuan institusi khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontra terorisme dan radikalisme di Indonesia dilatarbelakangi dan didorong oleh kondisi global terancamnya penjajahan Barat atas dunia. Proyek ini tidak ditujukan untuk pemberantasan terorisme sebab yang mereka targetkan adalah ulama, aktivis, dan kelompok Islam ideologis yang memperjuangkan syariah dan khilafah dengan metode intelektual non kekerasan. Proyek ini menciptakan opini manipulatif bahwa kaum radikal yang mengusung ide syariah dan khilafah terkait dengan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dan umat Islam bukanlah ancaman bagi Indonesia. Justru Islam adalah solusi untuk negeri kita. Inilah yang diemban Hizbut Tahrir membangun kesadaran umat; bahwa akar masalah di negeri kita karena tidak diterapkannya syariah Islam. Sedangkan penjajahan di Indonesia dan sistem kufur adalah faktor utama yang menghalangi penerapan syariah. Untuk itu umat harus bersatu memutus mata rantai penjajahan di Indonesia demi tegaknya syariah dan khilafah. []&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"   style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"   style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI adalah ketua Lajnah Siyasiyah DPD I HTI Kalsel dan dosen Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disampaikan dalam:&lt;br /&gt;MAJELIS SYAWAL&lt;br /&gt;HIZBUT TAHRIR INDONESIA KALIMANTAN SELATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad 3 Oktober 2010&lt;br /&gt;Aula Mahligai Pancasila Banjarmasin&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-6701555807448264106?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/NTXPzvhwDwQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-14T15:37:18.721+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-_8I_EJrKuzw/TaaxVhz9xnI/AAAAAAAAA6w/L5iei6T156U/s72-c/tangan-penjajah-234x300.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2011/04/skenario-penjajah-di-balik-kontra.html</feedburner:origLink></item><item><title>Riba dan Cara Menghindarinya</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/DMkUnM7mYkk/riba-dan-cara-menghindarinya.html</link><category>kajian</category><category>harakita</category><category>arah juang</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Tue, 12 Apr 2011 14:50:08 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-7344914403265437276</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-uudaaOhSyZw/TaTIN5UtMuI/AAAAAAAAA54/oj3446QOtYM/s1600/aaa.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 233px; height: 182px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-uudaaOhSyZw/TaTIN5UtMuI/AAAAAAAAA54/oj3446QOtYM/s320/aaa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594816778152522466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Oleh: Masooma Beatty&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Imam Ali as. berkata, “Nabi saw. mengutuk orang yang menerima bunga, membayar bunga, membeli bunga, menjual bunga, yang mencatat kontrak bunga, dan orang yang menjadi saksi atas transaksi tesebut.” (Wasâ’il asy-Syî’ah).Realitas menyedihkan dari kehidupan modern di sebagian besar dunia ini adalah riba menjadi begitu luas dan mendasar bagi struktur ekonomi dan masyarakat yang beberapa di antaranya menganggap sebagai hal biasa dan diperlukan. Faktanya, ia adalah sebuah inovasi yang jahat dan sumber kejatuhan ekonomi dan spiritual masyarakat kapitalis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"   style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan sejenak untuk merenungkan tagihan bulanan keluarga Anda atau yang semacamnya. Hari ini, banyak umat muslim membayarkan bunga—sewa rumah, sewa mobil, dan kartu kredit. Bunga bukan sekedar meningkatnya jumlah biaya yang Anda bayar dan berapa lama Anda membayar. Dalam banyak kasus, hal itu membuat jumlah total utang Anda tidak diketahui dan berubah-ubah bergantung pada beberapa keadaan; meskipun Anda ahli dalam hukum kontrak, banyak yang harus diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, pinjaman, khususnya yang melibatkan riba, membuat Anda bergantung dan diatur oleh beberapa orang atau organisasi yang kebanyakan tidak peduli tentang Islam yang sesungguhnya. Salah satu tujuan mengikuti Islam adalah menjadikan kita seseorang yang merdeka, hanya bergantung pada Tuhan dan bukan pada makhluk-Nya. Memiliki utang, khususnya yang melibatkan bunga, dapat merusak spiritual, fisik, emosional, dan psikologi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset kecil dalam sejarah dari satu aspek riba modern, kartu kredit, menunjukkan betapa berbahayanya ia bagi ekonomi dan nasabah. Lihat sebagai contoh http://www.pbs.org/wgbh/pages/frontline/shows/credit/. Perusahaan kartu kredit menganggap orang-orang yang membayar saldo mereka setiap bulan sebagai “deadbeats”, dan mereka melakukan segala cara untuk menemukan jalan untuk mengenakan bunga lebih dan membuat orang-orang tidak dapat membayar saldo mereka setiap bulan. Mereka sengaja mendorong nasabah untuk mengambil utang terus-menerus dengan tingkat bunga yang orang-orang tidak dapat kendalikan. Tujuan mereka adalah menjebak nasabah dalam kehidupan yang dipenuhi utang. Kartu kredit mutlak mengenai keserakahan, bukan kenyamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, mahasiswa muda untuk pertama kalinya mulai mendapati diri mereka mengeluarkan uang dengan boros, dan ketika mereka mulai melakukan pembelian besar seperti mobil, rumah, dan bayar pendidikan kuliah, mereka tiba-tiba terjebak dalam utang yang luar biasa. Orang-orang yang sejatinya sejahtera dan bahagia adalah mereka yang hidup dalam batas kemampuannya dan tidak mengambil apa yang mereka tidak bisa bayar tanpa pinjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model ekonomi Islam dan kapitalis, mode yang berbasis-riba sangatlah berbeda. Islam sejatinya adalah suatu jalan hidup bagi setiap individu dan masyarakat yang, jika diikuti, tidak akan membebani berjuta-juta orang dengan utang yang merusak dan pembayaran bunga tiada-akhir. Dalam kondisi ekonomi saat ini, banyak orang merasakan konsekuensi negatif riba dan materialisme. Bayangkan bagaimana berbagai hal itu pada hari ini jika kita semua menolak untuk berurusan dengan bunga, sebagaimana yang Imam Ali sarankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun situasi Anda saat ini, ada hal-hal yang dapat kita lakukan untuk tetap menjalankan nasihatnya. Jika kita berada dalam utang, buatlah anggaran yang tepat dan konsistenlah, kemudian bayar utang kita sesegera mungkin. Cobalah untuk menghindari pembelian yang melibatkan bunga—atau tundalah pembelian sampai kita bisa menabung, mencari pilihan pembiayaan alternatif, atau terimalah apa yang ada kalau tidak mampu. Kita mungkin dapat membantu mendidik orang lain tentang keuangan pribadi atau menyediakan dana untuk pinjaman bebas-bunga atau sedekah untuk membantu orang menyelematkan pendidikan, transportasi, dan perumahan tanpa mengambil bunga darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa doa dan ayat Quran yang dapat dibaca untuk membantu memulihkan utang dan meningkatkan rezeki. Kunjungi http://www.duas.org/rizq.htm untuk lebih lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerjemah: Ali Reza Aljufri © 2010&lt;br /&gt;Shortlink:&lt;a href="http://wp.me/pyhQ9-15F"&gt; http://wp.me/pyhQ9-15F&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-7344914403265437276?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/DMkUnM7mYkk" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-13T04:50:08.090+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-uudaaOhSyZw/TaTIN5UtMuI/AAAAAAAAA54/oj3446QOtYM/s72-c/aaa.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2010/09/riba-dan-cara-menghindarinya.html</feedburner:origLink></item><item><title>Sang Mujahid Besar, Karena Dibesarkan oleh Musuhnya .....</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/kO-w2Qimfww/sang-mujahid-besar-karena-dibesarkan.html</link><category>sketsa</category><category>counter</category><category>harakita</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Wed, 25 Aug 2010 09:16:47 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-2207901188888929658</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/THVAeVdZ0XI/AAAAAAAAA5U/wr0gBZTP7P0/s1600/ABB-02.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 126px; height: 152px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/THVAeVdZ0XI/AAAAAAAAA5U/wr0gBZTP7P0/s320/ABB-02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509380609058394482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kini ustadz Abu Bakar Ba’asyir kembali ditangkap. Seorang ulama sepuh yang tegas pendirian dalam memegang Islam kini menjadi sorotan publik hanya karena dituduh terkait jaringan terorisme. Jika kita tengok perjalanan dakwah ustadz Abu Bakar Ba’asyir semua jauh dari kesan untuk mencari kesenangan dunia terlebih popularitas di mata masyarakat. Tapi ketegasan beliau menyampaikan Islam dengan apa adanya telah menjadikan beliau mendadak terkenal ditengah-tengah ummat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lebih mengherankan lagi tidak ada upaya sedikitpun dari beliau untuk memperkenalkan dirinya, sebagaimana cara para artis maupun tokoh politik untuk mendongkak reputasinya agar dikenal masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tokoh politik yang menghabiskan dana milliaran hanya supaya ingin dikenal orang,  kemudian memuluskan langkahnya untuk menjadi pejabat dengan kantong tebal. Sang mujahid manapun, misalkan Syaikh Ahmad Yasin, Said Qutub, Usamah bin Ladin, Mullah Umar Muhammad, Ustadz Abdullah Sungkar dll, termasuk Ustadz Abu Bakar Ba’asyir justru dibesarkan oleh musuhnya sendiri, karena dianggap menjadi penghalang sistem kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini terjadi karena sang mujahid tegas dalam menyampaikan dan menyuarakan kebenaran Islam. Jika kita jumpai karena di tengah kita ada sang mujahid besar yang tegas dalam menyuarakan Islam, maka dukung dan bergabunglah pada barisannya, niscaya anda akan selamat, sebab indikator kebenaran dakwah adalah banyaknya ujian dan cobaan, dan bukan panggung politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biografi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan panjang Abu Bakar Ba'asyir, bermula dari sebuah desa Pekunden, kecamatan Mojoagung, kabupaten Jombang Jawa Timur, sebuah desa di pingiran kabupaten jombang Jawa Timur. Di desa kecil itulah ulama sepuh ini terlahir di dunia. Kelahirannya di Jombang disambut sayup-sayup senandung takbir yang terdengar di sudut-sudut desa yang didengungkan anak-anak melalui surau-surau tua di sekitar rumahnya. Senandung takbir perayaan peringatan keteladanan pengorbanan Bapak Tauhid, Ibrahim AS yang hendak menyembelih putranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terlahir pada tanggal 12 Dzulhijjah 1359, dua hari setelah Hari Raya Idul Adha. Gemuruh takbir yang menggetarkan hati beriringan dengan gemuruh bangsa Indonesia yang sedang memperjuangkan kemerdekaannya untuk keluar dari penjajahan tentara kafir Belanda dalam suasana serba kekurangan dan keprihatinan. Tanggal kelahirannya bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 1938. Raut muka syukur dan linangan air mata syukur kedua orang tuanya mengiringi kelahiran sosok Abu Bakar Ba’syir yang diharapkan meneladani pengorbanan Ibrahim dan semangat patriotisme seorang pejuang dalam mempertahankan prinsip kebenaran dan keislaman. Ia terlahir bersama tiga saudara laki-laki dan tiga saudara perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua Abu Bakar Ba’asyir bukanlah seorang yang kaya raya selayaknya kebanyakan warga masyarakat keturunan Arab lainnya. Namun, kecintaan terhadap Islam dan ketundukan orang tuanya pada Allahlah yang menjadikan Abu bakar kecil ini mampu bertahan. Darah keturunan Hadramaut Yaman mengalir deras dalam dirinya. Ayahnya bernama Abud bin Ahmad dari keluarga Bamu'alim Ba'asyir yang membuat Abu Bakar menyandang marga Ba’asyir di belakang nama aslinya. Kenangan indah bersama sang ayah tak banyak ia rasakan dan ia nikmati. Saat usia tujuh tahun, ayahnya harus meninggalkan tawa riang Abu Bakar kecil menuju keharibaan Ilahi. Ayahnya meninggal dunia. Ia menjadi yatim di tengah kehidupan bangsa Indonesia yang masih kacau meskipun telah memperoleh kemerdekaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah carut marutnya kehidupan bangsa Indonesia, ibunya yang masih buta huruf latin aksara Indonesia mengasuh sendiri Abu Bakar kecil. Ibunya bernama Halimah yang lahir di Indonesia walaupun masih juga berketurunan Yaman dari keluarga Bazargan. Demi melanjutkan amanat agama dan suaminya, sang Bunda terus menanamkan nilai-nilai keislaman demi kebahagiaan sang putra kelak. Ibundanya yang pandai membaca al Quran dan seorang muslimah taat beragama selalu mendampingi pendidikan agama sang anak di rumah meskipun Abu Bakar kecil juga tak pernah absen menghadiri pendidikan agama di mushala kampung tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ingin membiarkan anaknya tertinggal dalam kebodohan, orang tuanya memasukkan Abu Bakar kecil untuk menempuh pendidikan pertamanya di sebuah Madrasah Ibtida’iyah (Sekolah Islam setingkat SD). Namun, dikarenakan situasi konflik revolusi bangsa Indonesia melawan Belanda pada saat itu, sekolahnya harus tertunda dan mengalami jeda. Baru kemudian setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, ia dipindahkan ke Sekolah Rakyat (Sekolah umum sederajat SD saat ini). Selama menjadi siswa di madrasah, Abu Bakar kecil sempat ikut kegiatan gerakan Kepanduan Islam Indonesia (pada masa orde lama yang kemudian difusikan dalam Gerakan Pramuka). Untuk menutup kekurangan sang anak dalam ilmu agama, setiap malamnya, Abu Bakar kecil belajar mengaji dan ilmu agama di musholla desa tempat tinggalnya. Selain kegiatannya di musholla, sang bunda masih terus mendampingi langsung pendidikan Abu Bakar kecil di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus dari Sekolah Rakyat (SR), pendidikannya berlanjut ke jenjang sekolah menengah. Ia bersekolah di sebuah SMP Negeri di kota Jombang yang berjarak 13 km dari rumah tempat tinggalnya. Setiap hari, perjalanan sejauh minimal 26 Km ia tempuh dengan sepeda. Semasa SMP ini, Abu Bakar aktif mengikuti kegiatan berorganisasi dalam Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) ranting Mojoagung disamping masih menjadi anggota Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak masa remaja setelah merampungkan sekolah di SMP, ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA. Saat itu, ia masuk SMA Negeri Surabaya. Kondisi perekonomian Indonesia yang sedang mengalami keterpurukan merata di seluruh lapisan masyarakat membuat pendidikannya di SMA hanya mampu bertahan selama 1 tahun. Kegiatan berorganisasinya pun juga terpaksa harus terhenti. Selanjutnya, ia memutuskan hijrah ke Solo untuk membantu kakaknya yang sedang mengembangkan sebuah perusahaan sarung tenun di Kota Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada tahun 1959 M, atas dorongan dan bantuan kedua kakaknya, Salim Ba'asyir dan Ahmad Ba'asyir, ia mendaftar sebagai santri di Pondok Pesantren Darussalam Gontor, sebuah Pondok Pesantren yang terbilang terbaik dan termaju di Indonesia. Atas berkat rahmat Allah SWT, ia berhasil menjadi santri di pondok pesantren tersebut. Di sini, keaktifan berorganisasinya kembali tersalurkan dalam wadah Pelajar Islam Indonesia (PII) cabang Gontor. Impiannya melanjutkan pendidikan yang sempat terhenti membuatnya serasa melihat pelita di tengah buta kegelapan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tahun menjadi santri pondok pesantren Darussalam Gontor, dengan rahmat Allah, ia berhasil lulus dari kelas Mualimin pada tahun 1963 M. Semangatnya untuk menempuh pendidikan masih membara di benaknya sehingga (masih atas bantuan kakaknya), ia melanjutkan studinya di Universitas Al Irsyad jurusan Dakwah di kota Solo selama kurang lebih tiga tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menjadi mahasiswa , ia aktif dalam beberapa organisasi pemuda. Ia menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Solo. Di HMI, dia pernah mendapatkan amanah sebagai ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI) -sebuah lembaga semi otonom HMI- cabang Solo di masa Ir. Imaduddin sebagai Ketua Umumnya. Di organisasi Gerakan Pemuda Islam Indonesia, Abu Bakar Ba’syir pernah mendapatkan amanat dakwah sebagai Ketua pada tahun 1961. Selain itu, di dalam organisasi Pemuda Al Irsyad, ia menjadi sekreatis cabang Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak usia dewasa, panggilan hati untuk menikah mengarahkannya untuk menyunting seorang muslimah bernama Aisyah binti Abdurrahman Baraja'. Sejak saat itu, keberadaan sang istri selalu menyertai perjuangan dakwahnya. Kesetiaan sang istri tak hanya dibuktikan dengan kata mutiara dan hiasan pujian semata. Namun, keberadaan sang istri, Aisyah Baraja’, dalam perjuangan dakwah terwujud dalam tindakan nyata dan fakta. Dari rahim istrinya, keduanya memiliki tiga orang anak yang saat ini telah menikah dan masih hidup semuanya. Tiga anaknya terdiri atas 1 orang putri dan 2 orang putra. Mereka adalah Zulfah, Rosyid Ridho dan Abdul Rohim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dakwahnya kemudian berlanjut dengan mendirikan radio dakwah yang di namai radio ABC (Al-Irsyad Broadcasting Center) di gedung Al Irsyad Solo yang hingga kini masih berdiri. Ikut aktif bersama beliau adalah Ustadz Abdullah Sungkar (rhm), Ustadz Abdullah Thufail (rhm),dan Ustadz Hasan Basri (rhm). Karena terjadi perselisihan faham dengan beberapa pengurus Al-Irsyad terkait acara radio tersebut, maka beliau keluar bersama beberapa pengurus radio ABC dan mendirikan Radio Dakwah Islamiah Surakarta (Radis) yang padat dengan muatan dakwah yang tegas dan menghindari lagu-lagu maksiat. Radis didirikan di komplek masjid Al Mukmin lama yang akhirnya ditutup oleh rezim orba karena dianggap menentang pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cukup hanya dakwah lewat frekuensi udara, beliau mendirikan madrasah diniyah (semacam lembaga non formal yang mengajarkan pendidikan agama Islam yang biasanya diselenggarakan pada sore hari) di komplek masjid Al Mukmin Gading Wetan (saat ini menjadi SMU Islam 1 Surakarta, bukan SMU Al-Islam 1 Surakarta). Pada mulanya, madrasah yang hanya masuk sore hari ini memberikan pendidikan Bahasa Arab dan materi syariat Islam. Selanjutnya, melalui madrasah diniyah inilah, cikal bakal Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki kemudian berdiri hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pekembangan madrasah yang pesat dan didorong oleh amanah yang diamanatkan oleh KH. Zarkasyi (Pendiri Pondok Pesantren Darussalam Gontor), Abu Bakar Ba’asyir berinisiatif mengembangkan madrasah diniyah menjadi pondok pesantren yang saat itu bertempat di Gading Kidul-Surakarta menempati area yang sempit. Barulah setelah 2 tahun kemudian, Pondok Pesantren Al Mukmin dipindahkan ke tanah yang lebih luas di desa Ngruki yang dibeli dari salah seorang tokoh agama di solo. Desa Ngruki sendiri saat itu masih ”dikuasai” oleh kalangan komunis yang masih cukup kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Ustadz alm. Abdullah Sungkar, Ustadz Alm. Hasan Basri, Alm. Abdullah Baraja' , Ustadz alm. Yoyok Raswadi, dan ustadz Abdul Qahar Haji Daeng Matase, ust. Abu Bakar Ba'asyir terus membangun dan mengembangkan pendidikan di pesantern Al-mukmin. Pendukung utama berdirinya pondok pesantren tersebut adalah anggota pengajian-pengajian yang diasuh oleh tokoh-tokoh pendiri, terutama anggota pengajian kuliah zuhur di Masjid Agung Surakarta. Alhamdulillah, hingga sampai saat ini kegiatan pengajian tersebut masih berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal, ust. Abu Bakar Ba’asyir dan teman-temannya mempunyai karakter yang tak enggan menyampaikan kebenaran dimanapun dan apapun keadaan yang harus di hadapinya walaupun harus berhadapan dengan penguasa. Hal inilah yang kemudian membuat pemerintah menjadi gerah. Karena materi yang disampaikan dianggap menentang rezim saat itu, akhirnya Ust. Abdullah Sungkar, Ust. Hasan Basri, dan ust. Abu Bakar Ba’asyir sendiri dipenjara selama 4 tahun tanpa alasan yang jelas hingga akhirnya Ust. Abdullah Sungkar dan ust. Abu Bakar Ba'asyir kembali divonis hukuman 9 tahun penjara. Tidak terima dengan keputusan hakim, maka beliau berdua mengajukan banding, hingga diturunkan menjadi 4 tahun sesuai dengan masa tahanan yang sudah dijalani. Tak puas dengan hasilnya, jaksa agung mengajukan kasasi ke MA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang ustadz ini seringkali disebut oleh sebagian kalangan sebagai dwi tunggal. Jika orang nasionalis punya Soekarno-Hatta, maka orang-orang pergerakan Islam memiliki Abdullah Sungkar-Abu Bakar Ba’asyir. Setelah bebas, sembari menunggu hasil kasasi, ust. Abu Bakar Ba'asyir bersama Ust. Abdullah Sungkar (rhm), tetap melanjutkan aktivitas pendidikan dan dakwah mereka sepertimana semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu menjadikan rezim orba menekan MA untuk menaikkan masa hukuman menjadi 9 tahun agar menjadi alasan bagi penangkapan mereka kembali. Ketika panggilan dari pengadilan Sukoharjo untuk mendengarkan keputusan pengadilan datang, sang dwitunggal memahami benar maksud dan tujuan licik pemerintah. Maka setelah berkonsultasi dengan beberapa ulama, mereka berdua memutuskan untuk tidak menghadiri undangan pengadilan tersebut karena hal tersebut adalah dosa. Hingga tidak ada pilihan lain bagi mereka kecuali berhijrah atau tetap di rumah hingga ditangkap oleh polisi. Bagi keduanya, hal demikian adalah lebih mulia di sisi Allah SWT daripada datang menyerahkan diri kepada thaghut. Nampaknya pilihan hijrah-lah yang dipilih, karena jalan ini adalah yang paling baik dari kedua pilihan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat pertolongan Allah melalui Bp. Muhammad Natsir, mantan Ketua Umum Masyumi dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, mereka berdua berhasil berhijrah ke Malaysia dan menetap di sana. Kemudian, keberadaan mereka disusul oleh keluarga yang kemudian juga turut menetap di sana selama 15 tahun. Selama masa hijrah, beliau tetap bekerja dan berdakwah seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1998, Allah SWT berkehandak meruntuhkan kekuasaan orde baru yang zalim. Kemudian, ust. Abu Bakar Ba’asyir memutuskan kembali ke Indonesia bersama Ust. Abdullah Sungkar pada tahun 1999. Namun tak berselang lama, tepatnya pada tahun 2000 M, Ustadz Abdullah Sungkar wafat. Kemudian, ust. Abu Bakar Ba'asyir memutuskan kembali ke ponpes Al Mukmin Ngruki meneruskan pendidikan dan dakwah untuk menegakkan cita-cita demi tegaknya syariat Islam di Indonesia. Dalam rangka mengembangkan dakwah, ust. Abu Bakar Ba'asyir mengikuti kongres umat Islam yang digagas oleh beberpa aktivis dakwah di Yogyakarta, dimana pada kongres tersebut, umat Islam sepakat membuat sebuah wadah untuk kaum muslimin bersatu demi menegakkan kalimah Allah di bumi Indonesia, hingga terbentuklah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Hasil kongres memutuskan Ust. Abu Bakar Ba'asyir diangkat menjadi Amir Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) MMI atau juga di sebut sebagai Amir MMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2003, beliau ditangkap lagi oleh pemerintahan Megawati karena dituduh terlibat kegiatan terorisme yang membuatnya divonis 1,5 tahun walaupun tanpa bukti. Anehnya vonis itu di jatuhkan bukan karena keterlibatan dengan terorisme seperti yang selama ini di tuduhkan kepadanya. Arah tuduhan di persidangan berbelok dari urusan terorisme kepada tuduhan makar dan pemalsuan KTP, walau saksi-saksi di persidangan dari kalangan pejabat pemerintah daerah Sukoharjo sendiri menyatakan bahwa tidak ada kejanggalan apapun pada proses pembuatan KTP ust. Abu Bakar Ba’asyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2004, setelah keluar dari pintu penjara salemba, beliau langsung dicegat oleh polisi untuk dijebloskan kembali ke penjara. Lagi-lagi karena tuduhan yang sama. Dia dianggap terlibat kasus bom hotel Marriot. Padahal, saat kejadian Bom Mariott berlangsung, beliau sendiri sedang mendekam di penjara Salemba sejak 1.5 th sebelumnya. Hingga pada saat pemerintahan SBY, ust. Abu Bakar Ba'asyir tetap harus tinggal di penjara hingga 30 bulan karena tekanan pihak asing hingga bulan Juni 2006. Baru Kemudian beliau merasakan kebebasan. Selanjutnya, aktivitas dakwahnya masih beliau lanjutkan dengan berkeliling ke seluruh Indonesia untuk mensosialisasikan penegakan Syariat Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, melalui wadah dakwah Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), yang dibentuknya sebagai konsekuensi adanya perbedaan pandangan prinsip dengan pengurus Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), beliau masih memperjuangkan cita-citanya untuk berjuang menegakkan syariat Islam hingga nyawa berpisah dari jasad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya kalangan ulama yang ia datangi, tak kurang dari pemukiman penduduk, perumahan, perkantoran, majelis-majelis taklim, masjid, mushola, pejabat, dan birokrat serta penjara ia datangi bersama aktivis Islam maupun yang elemen-elemen Islam. Presiden Indonesia (Megawati dan SBY) pun ia kirimi hadiah buku dan nasehat-nasehat yang tegas sesuai prinsip-prinsipnya dengan cara  yang santun (baca buku Nasehat Untuk Penguasa). Kesibukannya berdakwah selepas dari penjara hampir tidak menyisakan waktu di rumah untuk bercengkerama dengan keluarganya, anak-anak, serta cucunya selayaknya orang-orang tua yang telah menikmati masa pensiun, karena beliau tahu benar bahwa dunia dakwah tak memiliki masa pensiun. Kini, ia pun kembali ke penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip perkataan Ibnu Taimiyah, ustadz Abu sering berpesan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ما يفعل أعدائي بي ؟ ..&lt;br /&gt;أنا جنتي و بستاني في صدري ..&lt;br /&gt;أين ما رحت فهي معي ..&lt;br /&gt;أنا حبسي خلوة ..&lt;br /&gt;و نفيي سياحة ..( يعني الترحيل عن البلد )&lt;br /&gt;و قتلي شهادة ..&lt;br /&gt;المأسور من أسره هواه ..&lt;br /&gt;و المحبوس من حبس قلبه عن ربه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa diperbuat musuh padaku !!!!&lt;br /&gt;taman dan kebun (surga)ku ada di dadaku&lt;br /&gt;Kemanapun ku pergi, ia selalu bersamaku&lt;br /&gt;dan tiada pernah tinggalkan aku.&lt;br /&gt;terpenjaraku adalah khalwat&lt;br /&gt;pembunuhanku adalah mati syahid&lt;br /&gt;Terusirku dari negeriku adalah rekreasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabarlah sang mujahid besar, generasi setelah pun pasti akan segera mengikuti langkahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;a href="http://www.muslimdaily.net/opini/6221/sang-mujahid-besarkarena-dibesarkan-oleh-musuhnya"&gt;Ahmed&lt;/a&gt;) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-2207901188888929658?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/kO-w2Qimfww" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-25T23:16:47.412+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/THVAeVdZ0XI/AAAAAAAAA5U/wr0gBZTP7P0/s72-c/ABB-02.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2010/08/sang-mujahid-besar-karena-dibesarkan.html</feedburner:origLink></item><item><title>AC Manullang: Penangkapan Ba'asyir adalah Bagian dari Grand Strategi Amerika</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/jTTLqAqbTLo/ac-manullang-penangkapan-baasyir-adalah.html</link><category>counter</category><category>harakita</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Wed, 25 Aug 2010 08:52:08 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-3779659202250498313</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/THUwXYshyPI/AAAAAAAAA5M/fWMw4rjngFU/s1600/AC+Manullang.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 204px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/THUwXYshyPI/AAAAAAAAA5M/fWMw4rjngFU/s320/AC+Manullang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509362897482008818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Amir Jamaah Ansharut Tauhid Ustadz Abu Bakar Ba’asyir kembali harus berurusan dengan polisi. Ia dicokok dalam perjalanan di Jawa Barat. Sederet pasal dengan hukuman maksimal menunggunya. Ia didakwa polisi sebagai dalang terorisme di Indonesia. Benarkah seperti itu? Apa yang sebenarnya terjadi? Untuk menjawabnya, inilah wawancara dengan AC Manullang, mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN):﻿&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menurut data intelijen yang Anda miliki benarkah Abu Bakar Ba’asyir terkait tindak terorisme?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kapan Abu Bakar Ba’asyir terkait teroris? Dari pengamatan intelijen, saya mengatakan, siapa pun di negeri ini, termasuk Polri, dan Kejaksaan Agung, tidak mempunyai data-data apapun juga bahwa Abu Bakar Ba’asyir itu teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masa sih, tidak adakah satu bukti pun yang menunjukkan keterkaitan Abu Bakar Ba’asyir dengan salah satu pemboman di Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang tidak ada yang mampu memberikan bukti itu. Yang ada adalah rahasia negara. Siapa itu? Ada di tangan presiden. Mengapa presiden tidak membuka? Dia ada hak untuk membuka itu. Sehingga dapat diketahui ada atau tidak bukti yang menunjukkan Abu Bakar Ba’asyir terlibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bukankah Polri mengatakan penangkapan karena ada bukti?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi mengatakan penangkapan itu sah karena sudah terbukti bahwa dia terlibat menerima dana dari luar negeri untuk mendanai latihan-­latihan terorisme di Aceh demikian juga di tempat-tempat lain. Wah luar biasa itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kemungkinannya Polri mendapat data dari intelijen luar negeri atau asing yang selama ini sudah mengategorikan Abu Bakar Ba’asyir itu the most wanted sebagai teroris. Sebaliknya, SBY mengategorikan dirinya sebagai the most target erancian terrorist, ha... ha... ha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika betul bukti yang dimaksud Polri itu ada, maka penangkapan Abu Bakar Ba’asyir itu tidak perlu dihebohkan,.. cukup panggil saja dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya penangkapan tersangka terorisme boleh-boleh saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tetapi mengapa heboh dan menangkapnya di pinggir jalan dan publikasi yang luar biasa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul pertanyaan, mengapa penangkapan teroris ini dipublikasikan luar biasa besarnya terutama yang diberitakan media televisi. Yang diuntungkan dalam publikasi­-publikasi ini adalah luar negeri. Pencitraan untuk umum khususnya masyarakat bawah mirip seperti sinetron-sinetron di televisi, cukup menarik perhatian bahkan iba kepada pimpinan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal itu merupakan upaya penggiringan publik agar melupakan kasus skandal rekening gendut pejabat tinggi Polri, kenaikan TDL dan sembako, pilkada yang rusuh di mana-mana, biaya kunjungan luar negeri yang semakin membengkak, skandal Gayus, dan masalah-masalah lainnya yang menunjukkan buruknya kinerja pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka intelijen menilai bahwa ini merupakan suatu strategi yang sangat penting buat SBY untuk tetap mendapat perhatian dan pencitraan positif dari publik dan Amerika Serikat bahwa Indonesia antiteroris. Ini semua memang bagian dari grand strategy Amerika Serikat yang mengusung neoliberalisme dan neokapitalisme sekaligus mencitrakan Islam sebagai lawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang aksi-aksi intelijen saat ini cenderung di dalam kerangka deceptions operation intelligent artinya penyesatan- penyesatan intelijen. Nah, grand strategi global ini menunjukkan dan memunculkan penyesatan yang paling terkenal yakni terorisme dan Abu Bakar Ba’asyir sebagai the most dangerous terrorist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan saya, pertanyaan para intelijen, apa memang betul bahwa penangkapan Abu Bakar Ba’asyir itu sebagai penangkapan teroris?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi intelijen mengatakan sama sekali tidak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tapi kan Polri menangkap Abu Bakar Ba’asyir mestilah ada dasarnya. Sudah dua kali dibawa ke pengadilan, namun aparat gagal membuktikan bahwa Abu Bakar Ba’asyir teroris. Apa hal yang sama akan terulang untuk ketiga kalinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tidak mungkin terjadi untuk yang ketiga kalinya. Karena saya berkata yang menjadi otak atau pelaksana adalah agen-agen intelijen asing itu yang ada di Indonesia. Tentu mereka bekerja untuk kepentingan CIA Amerika, Mossad Israel dan ONA Australia. Coba kita lihat, sampai ada polisi yang menjadi agen mereka yang melatih di Aceh. Jadi jangan dibilang Abu Bakar Ba’asyir dong, tetapi ya orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bisa saja pengadilan mengambil data-data dari mereka sebagai data yang sah atau tidak sah. Tetapi menurut pengamatan intelijen saya absolutely tidak sah. Mengapa? Karena bila berdasarkan data intelijen, seharusnya penangkapan Abu Bakar Ba’asyir dilakukan secara tertutup bukan malah dihebohkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkapan Abu Bakar Ba’asyir itu sangat besar artinya di luar negeri. Jadi sebenarnya dengan penangkapan Abu Bakar Ba’asyir sedemikian rupa sangat merugikan Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim ini, karena Indonesia akan benar-benar dimaknai oleh asing sebagai sarang teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa bisa terjadi penyesatan intelijen, lantas apa peran BIN Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, karena intelijen Indonesia sekarang hanya sebagai pengamat, bukan operator sehingga tidak bisa melakukan operasi kontra intelijen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi maksud Anda selama ini BIN tidak difungsikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul. Sejak reformasi, sistem intelijen Indonesia diubah sedemikian rupa sehingga tidak bisa lagi melakukan kontra intelijen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bila BIN berfungsi seperti apa kontra intelijen yang seharusnya dilakukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedari awal dilakukan pencegahan dan tidak ada lagi pencomotan aktivis Islam. Jadi, sebelum terjadi sesuatu itu BIN harus sudah tahu sehingga pemerintah dapat mencegah. BIN melaporkan kepada presiden. Jadi sebelum ditangkap dan dibawa ke pengadilan sudah di-counter terlebih dahulu, diikuti orang itu dan bukan tidak mungkin juga di lapangan bertemu dengan agen-agen asing yang sedang melakukan penyesatan intelijen. Kontra intelijen perlu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ingat BIN itu seharusnya bukan bekerja untuk presiden, bukan pula bekerja untuk legislatif, maupun yudikatif tetapi untuk rakyat clan negara Indonesia. Malah saya bilang intelijen berhak menjatuhkan presiden, karena BIN bekerja untuk rakyat dan negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa sih asing terus bermain di Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya negara­-negara terutama Amerika, Israel dan Australia sangat berkepentingan dengan masa depan Indonesia. Karena menurut ketiga negara ini, Indonesia bisa menjadi ancaman, gangguan, tantangan bila umat Islam di Indonesia ini bersatu. Kalau itu terjadi apa bisa Israel tetap berdiri? Jelas tidak bisa. Apakah Indonesia tetap bisa jadi jembatan Asia Pasifik? Tidak bisa karena Indonesia jadi berdaulat, yang lewat harus bayar dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sekarang ini Indonesia selalu diobrak-abrik, dipecah­-pecah. Dari segi intelijen, tidak mungkin pecah Indonesia ini kalau bukan oleh orang Islam sendiri yang dipakai oleh intelijen. Sasaran utamanya memang negara-negara Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memang telah memberikan anugerah yang sangat luar biasa kepada Islam. Di seluruh negara-negara Islam ada minyaknya. Amerika mengincar itu. Jadi target utama Amerika itu adalah Turkmenistan, Uzbekistan, Tazikistan, Kargikistan, karena keempatnya merupakan negeri yang tidak akan habis minyaknya sampai berakhir bumi ini. sekarang keempat tempat tersebut sudah aman dikuasai oleh pengusaha‑pengusaha Yahudi. Nah yang dianggap paling mengancam eksistensi Yahudi kelak adalah Indonesia, ketika umat Islam terbesar ini bersatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencegah persatuan itu, maka salah satu caranya adalah dengan membawa neoliberalisme dan neokapitalisme. Paham inilah yang mengatakan Islam sebagai teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapa ”orang Islam sendiri” yang Anda maksud dimanfaatkan intelijen Amerika, Israel dan Australia itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intelijen tidak pernah menyebutkan keterangan apapun karena memang tidak boleh. Yang bisa menyebutkan keterangan hanyalah presiden. Cuma, saya hanya boleh mengatakan orang-orang yang ada di sekeliling SBY ini adalah orang-orangnya CIA. SBY itu dibodoh-bodohi oleh orang­-orang yang dipakai CIA itu. Mereka menjadi pembisik-pembisik SBY! [&lt;a href="http://www.voa-islam.com/news/interview/2010/08/25/9528/ac-manullangpenangkapan-ba%27asyir-adalah-bagian-dari-grand-strategi-amerika/"&gt;taz/media umat&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-3779659202250498313?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/jTTLqAqbTLo" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-25T22:52:08.165+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/THUwXYshyPI/AAAAAAAAA5M/fWMw4rjngFU/s72-c/AC+Manullang.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2010/08/ac-manullang-penangkapan-baasyir-adalah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Cak Nun: Tak Libatkan Tuhan, Pancasila Harus Diubah!!</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/oBC1rEbuIR4/cak-nun-tak-libatkan-tuhan-pancasila.html</link><category>counter</category><category>harakita</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Sun, 22 Aug 2010 07:05:38 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-5134762499750438420</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/THEuViIWkPI/AAAAAAAAA5E/MaXKf5jBfgA/s1600/Cak+Nun.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 153px; height: 101px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/THEuViIWkPI/AAAAAAAAA5E/MaXKf5jBfgA/s320/Cak+Nun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508234766724796658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Konflik berbau agama yang menghiasi pemberitaan media belakangan ini dinilai budayawan Cak Nun adalah kesalahan seluruh pihak terutama kesalahan pada kepemimpinan. Cak Nun Menyoal berbagai masalah dan merujuk pada Pancasila sebagai akar permasalahannya. Sehingga menurutnya perubahan Pancasila yang tidak melibatkan Tuhan harus dirubah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" class="fullpost" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, "Persoalan kebebasan beragama ini bermula pada Pancasila, sehingga dasar negara tersebut seharusnya diubah menyeluruh." "Itu semua kesalahan bersama. Yang belajar agama tidak mengembangkan analisisnya, yang membuat kebijakan juga tidak memperbaharui konstitusi hukum di wilayah agama," ujar Cak Nun, Sabtu (21/8/2010), ketika ditemui pada acara Kilau Ramadhan, di Masjid Masjid Al-Ittihaad, Tebet, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, itu merupakan gambaran komunikasi sosial yang gagal di Indonesia. "Kesalahannya ada pada kesalahan kepemimpinan total baik itu di bidang agama, politik, ekonomi, sosial," ungkap budayawan yang besar di Yogyakarta ini.Oleh karena itu, Cak Nun menilai "Perubahan menyeluruhlah yang perlu dilakukan negara ini, termasuk perubahan pada Pancasila sebagai dasar negara" Cak Nun Menambahi. Cak Nun beranggapan di dalam Pancasila, Tuhan tidak dilibatkan yang ada adalah konsep ketuhanan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang ada ketuhanan, itu kan rasa seolah ada Tuhan. Jadi Tuhan sebagai subjek tidak dilibatkan. Ini sama saja terkesan supaya Indonesia ada bau-bau ketuhanan," ujar Cak Nun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mengaku prihatin dengan kondisi Indonesia belakangan ini yang dirundung masalah keagamaan. Kondisi tersebut, menurutnya, mencerminkan bangsa ini tidak pernah menjadikan wacana ketuhanan sebagai wacana sungguhan. Syariat Islam sepakat euy!! (Ibnudzar/kps)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: www.voa-islam.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-5134762499750438420?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/oBC1rEbuIR4" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-22T21:05:38.676+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/THEuViIWkPI/AAAAAAAAA5E/MaXKf5jBfgA/s72-c/Cak+Nun.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2010/08/cak-nun-tak-libatkan-tuhan-pancasila.html</feedburner:origLink></item><item><title>USTADZ ABU KORBAN OPERASI INTELIJEN</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/OK-gJ4_6aKY/ustadz-abu-korban-operasi-intelijen.html</link><category>counter</category><category>harakita</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Wed, 18 Aug 2010 08:34:05 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-4687179622603328950</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/TGv9UjeXbGI/AAAAAAAAA40/tRx7AegBbYM/s1600/herman+ibrahim.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 142px; height: 111px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/TGv9UjeXbGI/AAAAAAAAA40/tRx7AegBbYM/s320/herman+ibrahim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506773498952379490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wawancara Suara Islam dengan Pengamat Politik dan Militer, Kol (Purn) Y. Herman Ibrahim seputar penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dan operasi intelijen di belakangnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Penangkan Ustadz Abu benar-benar menggegerkan jagat politik Indonesia. Betapa tidak, selain perlakuan sangat kasar dari aparat Densus 88 terhadap ulama kharismatis yang namanya telah mendunia itu, juga penangkapannya ternyata hasil dari operasi intelijen polisi yang penuh dengan fitnah terhadap Ustadz Abu yang menginjak usia sepuh 72 tahun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Abu difitnah turut membiayai latihan militer sejumlah pemuda Islam di Aceh pada awal tahun ini. Padahal latihan militer itu dimaksudkan untuk pengiriman sukarelawan ke Gaza jika terjadi lagi perang Palestina melawan Israel. Selain itu dapat dari mana dana Rp 700 juta yang dituduhkan kepada Ustadz Abu yang selama ini tidak setuju dengan aksi-aksi terorisme. Padahal Untuk membayar sewa kantor JAT yang dipimpinnya di Pejaten Pasar Minggu sebesar Rp 18 juta pertahun saja kembang kempis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sekarang terbukti, sumber pendanaan utama bahkan penyediaan ribuan peluru dan senjata organik ternyata berasal dari Sufyan Tsauri, intelijen polisi yang pura pura sebagai desertir dan sengaja disusupkan ke tengah-tengah para pemuda yang masih polos cara berfikirnya tersebut. Padahal mereka hanya akan dijadikan umpan untuk menjerat Ustadz Abu dan sekarang telah terbukti kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini wawancara Tabloid Suara Islam dengan pengamat intelijen sekaligus mantan perwira intelijen Kodam III Siliwangi, Y. Herman Ibrahim seputar operasi intelijen terhadap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang berujung pada penangkapannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana menurut anda tuduhan terlibat terorisme terhadap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin Ustad Abu sebagai target. Jadi tujuan utamanya tuduhan terlibat terorisme untuk menjeratnya. Saya kira ini bukan hanya sekedar isyu politik, tetapi juga berbagai macam isyu lainnya. Karena semua pihak memanfaatkan isyu terorisme untuk kepentingan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sumber utamanya adalah perangnya AS. Karena Indonesia banyak tergantung pada AS, maka kita wajib mengikuti irama perang yang dibawaAS. Ustadz Abu dituduh memperoleh dana untuk latihan militer di Aceh, saya kira perlu diklarifikasi. Sebab kalau kebetulan dia memberikan dana kepada ikhwan yang berangkat ke Aceh, itu soal lain. sebab membantu orang lain belum tentu terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berarti indikasi penangkanpan Ustadz Abu atas pesanan AS adalah benar ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya haqqul yakin ! Memang dari dulu AS ingin Ustad Abu ditahan dengan berbagai tuduhan, tetapi  tidak pernah terbukti dia melakukan makar, tidak terbukti dia merencanakan membunuh Presiden Megawati,  tidak terbukti dia terlibat Bom Bali I meski sudah menjalani hukuman 4 tahun penjara. Ustadz Abu selama ini kan tidak setuju dengan berbagi aksi pemboman itu. Pemboman itu kemungkinan ijtihad para pelakunya sendiri, tidak ada hubungannya dengan Ustadz Abu apalagi atas restunya. Saya haqqul yakin, pemboman itu atas ijtihad para pelakunya sediri, buka atas perintah Ustadz Abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ustadz Abu pernah diminta AS untuk ditahan di kamp penyiksaan  militer AS Teluk Guantanamo, Kuba ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya memang pemerintah AS secara resmi pernah meminta kepada Presiden Megawati agar menyerahkan Ustadz Abu, tetapi tidak dikasihkan. Sebab Presiden Megawati tidak berani mengambil resiko dengan beban politik yang harus ditanggungnya nanti. Memang tekanan waktu itu ada, bahkan salah seorang anggota CIA sempat mengatakan kalau Abu Bakar Ba’asyir tidak diserahkan ke AS, maka nanti akan ada hal yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian hal itu benar-benar  terjadi dengan meledaknya Bom Bali I (2002). Disini AS menunjukkan  bukti bahwa bom Bali memang benar-benar ada . Jadi kelemahan gerakan Islam di Indonesia saat ini ada pada penguasaan informasi dan pendanaan, sehingga sangat tergantung kapada pihak lain. Celakanya justru tergantung dari intelijen, sehingga dapat dimanfaatkan pihak ketiga sebagai kaki tangan AS untuk menyediakan dananya terutamna dari kalangan intelijen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah penangkapan Ustadz Abu hasil dari operasi intelijen ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira demikian dan saya yakin akan hal iitu. Kalau peran Ustadz Abu benar sesuai dengan tuduhan  polisi, seharusnya perlu kita pertanyakan dana itu dari mana kalau memang benar seperti itu. Saya dengar memang Ustadz Abu dikasih dana, tetapi untuk membantu fakir miskin dan yatim piatu, bukan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Abu ditangkap, nungkinkah Mabes Polri akan kembali dapat kucuran dana dari AS dan Australia seperti ketika menangkap Ustadz Abu tahun 2002 lalu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan polisi anti teror kan dananya dari Australia. Hal ini menjadikan keyakinan agar dana terus menerus mengalir, maka isyu teroris harus tetap ada atau kalau tidak ada diada-adakan. Mengapa para pemuda yang latihan militer di Aceh harus dituduh sebagai teroris dan ditembak serta dibunuh. Sebenarnya negara sangat memerlukan mereka untuk dilatih militer bagi pertahanan negara dari intervensi asing. Lha apa bedanya dengan kegiatan Menwa yang justru dibiayai dari APBN. Padahal sama-sama membela negara dari bahaya intervensi asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa Densus 88 terus menyasar para mantan pejuang Afghanistan, Mindanao, Ambon dan Poso. Sementara para separatis Kristen seperti RMS dan OPM dibiarkan berkeliaran bahkan membunuh aparat ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bagian dari operasi intelijen. Memang Islam berusaha untuk dimatikan, sepertinya umat Islam Indonesia tidak boleh berpolitik. Padahal dakwah harus dengan menggunakan politik dan kekusaan, bahkan sepertiga ayat Al Qur’an mengenai masalah politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa sejak BAKIN Ali Moertopo hingga BIN Hendro Priyono sekarang, umat Islam selalu menjadi sasaran operasi intelijen ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu umat Islam  sukses membantu penumpasan PKI. Kemudian intelijen AS sengaja membuat gerakan NII (Negara Islam Indonesia)  untuk menyudutkan umat Islam. Kemudian pemerintah membuat Operasi Khusus (Opsus). Jadi sesungguhnya intelijen sangat berjasa dalam mendirikan gerakan NII. Kemudian muncul Asas Tunggal Pancasila dan umat Islam menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu sejak dulu Ustadz Abu tidak pernah mau menerima Pancasila. Pada zaman Orba,  Ustadz Abu pernah ditangkap dan dihukum 4 tahun penjara. Ketika dibebaskan sementara dan keputusan MA keluar kemmudian harus dihukum 9 tahun, maka Ustadz Abu bersama almarhum Ustadz Abdullah Sungkar hijrah ke Malaysia dan baru kembali tahun 1999 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang selama ini umat Islam selalu gagal memperjuangkan penerapan Syariah Islam di Indonesia, sehingga memicu sebagian dari mereka untuk memperjuangkannya dengan caranya sendiri. Tetapi kemudian dimanfaatkan oleh intelijen dengan membentuk Komando Jihad, Teror warman, Kelompok Imron dan sebagainya. Semua ini rancangan intelijen Opsus untuk mendiskreditkan umat Islam Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekarang semakin terungkap, ternyata penyandang dana latihan teroris di Aceh adalah Sufyan Tsauri, mantan desertir Brimob dan anggota intelijen yang diduga kuat sengaja disusupkan ke teroris. Bagaimana komentar anda ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai Sufyan Tsauri saya tidak tahu persis. Tetapi jamaah Ngruki di Solo tahun 1990-an pernah memiliki santri dari Bintara Polri. Dia bertugas di intelkam Solo, sering bolos dan kemudian mengajukan pensiun dini.  Dia sempat ditahan setelah dilaporkan Den Intel Kodam IV Diponegoro sebagai aktifis Ponpes Ngruki yang dipimpin Ustadz Abu. Saya kira tentata atau polisi termasuk para mantan, kalau masuk jamaah layak dicurigai ternasuk saya dan almarhum ZA Maulani, ha ha ha. Saya kira skenario pelatihan militer di Aceh, jelas semuanya itu kerjaan intelijen. Bayangkan, Abdullah Sonata yang baru keluar dari penjara sudah mengadakan pelatihan, dananya darimana kalau bukan dari intelijen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat menyayangkan kelakuan Densus 88 dalam penangkapan  Ustadz Abu seperti disiarkan di televise.  Ustadz Abu seorang ulama besar yang dihormati bahkan namanya sampai ke Timur Tengah, kok ditangkap seperti menangkap penjahat. Apa aparat Densus 88 itu tidak dididik dengan HAM, etika dan moral. Lha kalau begitu apa bedanya dengan preman bersenjata ! Mereka beraninya hanya dengan orang tua yang tidak berdaya seperti Ustadz Abu, jelas ini sangat memalukan.  Peristiwa ini sangat menyakiti hati umat Islam Indonesia yang akan menanggung bebannya secara mendarah daging dalam waktu lama. Jelas ini suatu ketidakadilan dan kejahatan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap Ustadz Abu dan umat Islam Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena semua ini atas permintaan AS, maka kita juga menyayangkan mengapa Kopassus TNI AD justru kerjasama dengan AS. Padahal di Pakistan dan Afghanistan, Taliban sukses melawan pasukan AS bahkan NATO yang menjarah negerinya. Tetapi disini sebagai negara dengan rakyat Islam terbesar di dunia, justru pemerintahnya bekerjasama dengan penjajah AS. Sekarang AS diambang kekalahan memalukan dalam bertempur melawan Taliban di Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah penangkapan Ustadz Abu akan diikuti dengan penangkapan tokoh-tokoh umat Islam seperti Habib Rizieq dan lainnya ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Habib Rizieq kan mainnya di hilir sedangkan Ustadz Abu di hulu, jadi lebih berbahaya main di hulu. Kalau di hilir memberantas maksiyat dan penyakit masyarakat lain, kalau di hulu kan penegakan Syariat Islam yang pasti akan dimusihi negara. Jadi Habib Rizieq tidak diannggap terlalu berbahaya bagi pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Apakah penangkapan Ustadz Abu dalam rangka rivalitas para petinggi Polri untuk menggantikan Kapolri BHD yang akan pensiun ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang semuanya memanfaatkan isu teroris. Saya kira biarkan saja mereka itu bertikai sendiri memperebutkan kursi panas Kapolri dengan berantem sendiri. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: suara-islam.com/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-4687179622603328950?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/OK-gJ4_6aKY" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-18T22:34:05.999+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/TGv9UjeXbGI/AAAAAAAAA40/tRx7AegBbYM/s72-c/herman+ibrahim.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2010/08/ustadz-abu-korban-operasi-intelijen.html</feedburner:origLink></item><item><title>Abu Bakar Ba’asyir dan SBY</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/Ih9gBw14Llc/abu-bakar-baasyir-dan-sby.html</link><category>counter</category><category>harakita</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Wed, 18 Aug 2010 07:45:19 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-6732618116660246471</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/TGvxQucnuBI/AAAAAAAAA4s/1n-jRZaZtEg/s1600/SBY+versus+ABB.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 202px; height: 146px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/TGvxQucnuBI/AAAAAAAAA4s/1n-jRZaZtEg/s320/SBY+versus+ABB.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506760239038838802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Amir Jama’ah Anshorut Tauhid Abu Bakar Ba’asyir ditangkap Densus 88, saat akan meninggalkan kota Ciamis menuju Solo. Tokoh ini terkenal sangat keras mengkritik AS, dan sikapnya yang jelas terhadap masalah umat Islam, termasuk keinginannya untuk menegakkan Syariah Islam. Dalam berbagai kesempatannya secara tegas Abu Bakar Ba’asyir menolak melakukan tindak kekerasan, termasuk menolak adanya aksi  bom bunuh diri yang pernah terjadi.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Tetapi, sekarang berdasarkan keterangan yang diberikan kepada media massa, Kadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Edward Aritonang, menyatakan, penangkapan yang dilakukan terhadap Abu Bakar Ba’syir itu, terkait dengan aksi terorisme di Aceh, dan Abu Bakar Ba’syir diduga ikut mendanai, dan mengetahui aksi teroris di Aceh. Keterangan Brigjen Aritonang ini, berdasarkan hasil penyidikan terhadap sejumlah orang yang sudah ditangkap dan ditahan, serta pengakuan mereka, di mana mereka mengkaitkan aksi yang mereka lakukan dengan Amir Jamaah Anshorut Tauhid Abu Bakar Ba’asyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkapan terhadap Abu Bakar Ba’syir ini, tak lama, sesudah kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Ciwedey-Bandung, beberapa pekan yang lalu, yang menyatakan, bahwa dirinya mendapatkan ancaman, dan dilanjutkan penangkapan sejumlah orang yang diduga menjadi bagian dari jaringan kegiatan teroris, yang berada di wilayah Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah memang mereka benar-benar melakukan aksi terorisme atau ini bagian dari pengalihan isu, yang sengaja diciptakan di tengah-tengah kondisi Republik, yang rakyatnya terus mengalami kegelisahan akibat berbagai masalah yang terus menimpa mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini rakyat menghadapi kondisi yang sangat kritis, secara ekonomi, akibat keputusan pemerintah yang menaikkan tarif dasar listrik (TDL), yang mempunyai dampak yang sangat luas bagi rakyat. Terutama rakyat kecil. Keputusan menaikkan TDL itu mempunyai multi efek atau efek domino, yang sangat luar biasa, termasuk banyaknya usaha kecil menengah yang bangkrut, serta berbagai perusahaan yang gulung tikar, dan diikuti dengan pemutusan hubungan kerja (PHK), seperti yang dikemukakan Assosiasi Pengusaha Indonesia (API).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan pemerintah di sektor ekonomi yang sangat tidak populis itu, mendapatkan kritikan yang keras dari Ketua Nasional Demokrat (Nasdem), Suryo Paloh. Kritikan yang diarahkan dari Ketua Nasdem Surya Paloh itu, langsung mendapatkan respon, Presiden SBY, yang seakan mutung, karena kritikan Surya itu. Belakangan Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarno Putri, tak kalah kerasnya mengkritik Presiden SBY, yang menyoroti kebijakan di bidang energi gas, yang khususnya berkaitan dengan peristiwa meledaknya kompor gas di berbagai daerah. Mega mengatakan, seperti diibaratkan sekarang pemerintah menaruh ‘bom 3 kg’ di dapur-dapur rakyat. Maksudnya dengan ‘bom 3 kg’ itu, tak lain, tabung gas yang beratnya hanya 3 kg, yang sering meledak dan membawa korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY juga dinilai tidak berani tegas terkait dengan konflik antara Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dengan Polri terkait laporan dari PPATK, tentang celengan ‘gendut’ yang dimiliki sejumlah perwira Polri. Sengketa ini telah menimbulkan polemik. Semuanya sampai hari ini belum berakhir. Antara Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dengan Polri terkait dengan masalah celengen ‘gendut’ itu. Polemik  ini semakin menyusutkan kredibelitas Presiden SBY sebagai pimpinan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian lainnya, sejak Darmin Nasution, terpilih menjadi Gubernur BI, muncul wacana tentang redenominasi mata uang rupiah, yang akan mempunyai dampak yang sangat luas begi kehidupan rakyat, khususnya bagi rakyat yang belum memiliki pengetahuan tentang arah kebijakan dibidang monoter baru yang bakal diambil oleh BI ini. Berbagai tanggapan muncul ada yang menolak dan ada yang mendukung. Tetapi, situasi ini telah menimbulkan kekewatariran dikalangan rakyat, di tengah-tengah kehidupan yang semakin menyesakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang momentum menjelang Ramadhan ini, saat Presiden berkunjung ke Ciwedey-Bandung menyatakan adanya ancaman terhadap dirinya,  yang kemudian diikuti dengan langkah-langkah preventif Polri dengan melakukan  penangkapan terhadap orang-orang yang diduga melakukan tindak terorisme di Indonesia, termasuk terhadap Amir Jamaah Anshaut Tauhid, Abu Bakar Ba’asyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah SBY ini semakin tidak populer dan merusak kredibelitasnya, di tengah-tengah menumpuknya masalah yang menghimpit kehidupan rakyat, tiba-tiba menangkap ‘orang tua’ yang menjadi ‘tokoh’ dikalangan Islam saat ini, yaitu Abu Bakar Ba’asyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu masyarakat, khususnya kaum muslimlin semakin penuh dengan tanda tanya terhadap langkah-langkah yang dilakukan Presiden SBY, khususnya dalam menangani masalah-masalah kenegaraan yang ada.  Apakah dengan menangkap Abu Bakar BA’asyir, kiranya rakyat melupakan terhadap masalah yang sangat berat yang sekarang ini mereka hadapi? Wallahu ‘alam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-6732618116660246471?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/Ih9gBw14Llc" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-18T21:45:19.872+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/TGvxQucnuBI/AAAAAAAAA4s/1n-jRZaZtEg/s72-c/SBY+versus+ABB.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2010/08/abu-bakar-baasyir-dan-sby.html</feedburner:origLink></item><item><title>Ismail Yusanto: SBY Tidak Boleh Cuci Tangan, Bebaskan ABB!</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/Wj4gquGH7a4/ismail-yusanto-sby-tidak-boleh-cuci.html</link><category>counter</category><category>harakita</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Wed, 18 Aug 2010 06:54:07 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-1338097019143483340</guid><description>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: arial;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/TGvbefhL0FI/AAAAAAAAA4U/AyQFoCtmY6E/s1600/Aksi+HI-Fraksi.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 164px; height: 114px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/TGvbefhL0FI/AAAAAAAAA4U/AyQFoCtmY6E/s320/Aksi+HI-Fraksi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506736286293807186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto menilai pernyataan Istana Presiden yang mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak pernah memerintahkan Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri untuk menangkap Amir Jamaah Anshorut Tauhid Abu Bakar Ba’asyir dengan tuduhan terorisme adalah sebagai bentuk cuci tangan saja. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Ismail menyayangkan, semestinya presiden tidak boleh cuci tangan. Kalau memang tidak memerintahkan, SBY harus memanggil Kapolri dan menginstruksikan pembebasan ABB. “Kan presiden bisa bertindak, kalau memang polisi bertindak tidak pada tempatnya kan bisa dipanggil dan Ustad Abu dibebaskan!” ujarnya kepada &lt;a href="http://www.mediaumat.com/"&gt;mediaumat.com&lt;/a&gt; Rabu, (11/8) pagi di Jakarta. Karena menurutnya, penangkapan ABB dengan tuduhan terkait terorisme adalah kedzaliman dan penangkapannya pun sangat semena-mena di pinggir jalan lagi padahal tempat tinggal dan kegiatan ABB sangat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini merupakan tindakan dzalim dan semena-mena di tengah-tengah situasi kepolisian itu gagal total membereskan kasus-kasus yang menjadi sorotan masyarakat!” tegasnya. Masyarakat sedang mengawal penanganan kasus korupsi sampai kasus rekening gendut para perwira polisi yang mengindikasikan persekongkolan jahat dalam berbagai hal, mulai dari penggelapan pajak hingga makelar kasus. Lalu tiba-tiba polisi menangkap seorang ustadz yang sudah sepuh. Apalagi dengan tuduhan mendanai segala macam hanya dengan bukti rekaman video.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismail yakin bahwa ABB tidak terlibat tindak teroris apapun. Karena secara prinsip ABB sudah mengulang berkali-kali. Bahwa ia itu tidak setuju dengan berbagai pengeboman di Indonesia termasuk pula bom Bali I dan II itu. Lalu dasarnya apa kalau dikatakan ABB itu mendanai aktivitas terorisme? Apalagi tuduhan itu hanya berdasarkan rekaman video. Memang rekaman video itu ada, tetapi tidak ada hubungannya dengan teror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena rekaman itu adalah merupakan dokumentasi kegiatan untuk persiapan jihad ke Palestina saat Israel menyerang Gaza pada awal 2009 lalu!” tegasnya. Tetapi opini dikembangkan sedemikian rupa seolah-olah itu adalah video kegiatan terorisme dan ABB merestui tindak terorisme sehingga ada alasan bagi kepolisian untuk menangkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABB itu merupakan figur yang ditakuti Amerika, jadi selama ini Amerika tidak akan pernah puas sampai ABB ditangkap. Makanya dicari-cari alasan untuk menangkapnya, akhirnya ketemu rekaman video itu. Jadi jelaslah pemerintah mengada-ada dan memaksakan diri sekedar untuk melampiaskan nafsu jahat Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: mediaumat.com, 11/8/2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-1338097019143483340?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/Wj4gquGH7a4" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-18T20:54:07.432+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/TGvbefhL0FI/AAAAAAAAA4U/AyQFoCtmY6E/s72-c/Aksi+HI-Fraksi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2010/08/ismail-yusanto-sby-tidak-boleh-cuci.html</feedburner:origLink></item><item><title>Menggugat Definisi Tauhid Rububiyah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/_XZYToqPxXQ/menggugat-definisi-tauhid-rububiyah.html</link><category>aqidah</category><category>arah juang</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Mon, 26 Jul 2010 05:24:46 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-2217045595702628814</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/TE19po_bJfI/AAAAAAAAA30/JWysePTxsC8/s1600/Asmaul+Husna.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 133px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/TE19po_bJfI/AAAAAAAAA30/JWysePTxsC8/s320/Asmaul+Husna.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498188874420790770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Definisi Tauhid Rububiyah yang sudah dikenal dalam kitab-kitab tauhid dan aqidah tidak terlepas dari definisi-definisi berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Tauhid Rububiyah adalah mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam perbuatan-perbuatan-Nya (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ifraadullah bi af’aalihi&lt;/span&gt;).&lt;span class="fullpost"&gt;Kedua: Tauhid Rububiyah adalah mengakui bahwa Allah Rabb segala sesuatu, pemiliknya, penciptanya, dan pengaturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Tauhid Rububiyah adalah mentauhidkan Allah dalam menciptakan, memberi rizki, mengatur, menghidupkan, mematikan dan mengatur seluruh makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Tauhid Rububiyah adalah mengakui bahwa hanya Allah semata yang menciptakan alam semesta, yang mengatur, menghidupkan, mematikan, memberi rizki, dan pemilik kekuatan tak tertandingi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan definisi-definisi lainnya yang hampir mirip satu sama lain. Dari definisi-definisi tersebut di ataslah kaum muslimin meyakini tauhid rububiyah. Dan sedikit literatur yang membahas dan meneliti lebih jauh sejauh mana kebenaran definisi-definisi tersebut dari dalil-dalilnya maupun dari sisi asal bahasa (arab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui definisi tauhid rububiyah harus diketahui definisi atau arti kata “rabb”. Dalam kitab-kitab tafsir[1] dan kamus bahasa arab, kata “rabb”, yang merupakan akar kata “rububiyah”, maknanya kembali kepada makna-makna berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;as-sayyid al-muthaa’&lt;/span&gt; (pemimpin yang ditaati).&lt;br /&gt;Kedua: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;al-mushlih lisy syai’&lt;/span&gt; (yang memperbaiki sesuatu).&lt;br /&gt;Ketiga: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;al-maalik lisy syai’ &lt;/span&gt;(pemilik sesuatu)&lt;br /&gt;Keempat: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;al-mutasharrif al-mudabbir&lt;/span&gt; (pengatur)&lt;br /&gt;Kelima: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;al-murabbi&lt;/span&gt; (pentarbiyah/pendidik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari makna-makna di atas, apabila dibandingkan dengan definisi-definisi tauhid rububiyah di atas, dapat dipahami bahwa definisi-definisi tersebut tidak tepat, karena tidak sesuai dengan makna bahasanya. Terlebih lagi apabila kita bandingkan dengan ayat-ayat Al-Qur'an berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;أَمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا بِهِ حَدَائِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ مَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُنْبِتُوا شَجَرَهَا أَإلَهٌ مَعَ اللَّهِ بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَعْدِلُونَ&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).&lt;/span&gt;” (QS. An-Naml [27]: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat di atas Allah Ta'ala menyebutkan perbuatan-perbuatan Allah: menciptakan langit dan bumi, menurunkan air dari langit dan menumbuhkan kebun-kebun yang berpemandangan indah. Namun di akhir ayat Allah Ta'ala tidak menggunakan kata “rabb”, tetapi justru kata “ilah”. Ini sekaligus bantahan untuk definisi-definisi tauhid rububiyah di atas, terutama definisi pertama yang merupakan definisi paling bagus dari definisi-definisi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi pertama mengatakan: tauhid rububiyah adalah mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam perbuatan-perbuatan-Nya. Tetapi ternyata ketika Allah Ta'ala menyebutkan  perbuatan-perbuatan-Nya, Dia tidak menggunakan kata “rabb” yang menurut definisi tersebut seharusnya di akhir ayat menggunakan kata “rabb”. Namun di sini Allah Ta'ala malah menggunkan kata “ilah”. Jadi, perbuatan-perbuatan Allah masuk dalam cakupan makna tauhid uluhiyah, bukan tauhid rububiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan tersebut bukan kesimpulan prematur yang ditarik hanya dari satu ayat di atas, tetapi juga dapat kita simpulkan dari ayat-ayat berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;أَمْ مَنْ جَعَلَ الْأَرْضَ قَرَارًا وَجَعَلَ خِلَالَهَا أَنْهَارًا وَجَعَلَ لَهَا رَوَاسِيَ وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حَاجِزًا أَإلَهٌ مَعَ اللَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ (61) أَمْ مَنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَإلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ (62) أَمْ مَنْ يَهْدِيكُمْ فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَنْ يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ أَإلَهٌ مَعَ اللَّهِ تَعَالَى اللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ (63) أَمْ مَنْ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَمَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَإلَهٌ مَعَ اللَّهِ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (64)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui. Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya). Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di dataran dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya). Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)?. Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.”&lt;/span&gt; (QS. An-Naml [27]: 61-64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَى قُلُوبِكُمْ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِهِ&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?".”&lt;/span&gt; (QS. Al-An’aam [6]: 46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَهٍ إِذًا لَذَهَبَ كُلُّ إِلَهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain.”&lt;/span&gt; (QS. Al-Mukminuun [23]: 91)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ أَفَلَا تَسْمَعُونَ (71) قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلَا تُبْصِرُونَ (72) وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (73)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?" Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.”&lt;/span&gt; (QS. Al-Qashash [28]: 71-73)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:  &lt;a href="http://mimbar-tajdid.blogspot.com/2010/07/menggugat-definisi-tauhid-rububiyah.html?showComment=1280146083671_AIe9_BEN1H2obZpbYXHC4hfI2F76vd1Q2t73HX3VQOcxcb7GN11c8OkKnU_s_H1ABRVxH6Z2i6cHdJxOsSqeOIoNRWGk0neJ-CYRhxTVYPqqfKtikCGzQ3fkvC9ACBi4CEapmmoanXPwdNRFMOWj3rNIz0JWoNlN610VIS7Y8VI_rpvZdfn-7F_8D0Iu-TQvyamBL5ozfXb5-rhbp8Tcc5A-k1lex01aLRpJOkK96v2hMGxvzKzffg_Awc2mbugNamkM_o8oGQ_yhvdvV5uPEwjF2BdbY9qHvA16i0tUZ2KbWElc4-aLmHVAZ9ImRXpdim8ZH77avaVvsH_blpnEFDOTLd2k-LhGpugGG3a9zyPuv4U7WY0eh56byu7wmsoS6XdmoH7WsUfKSj9t6Vieea95bjP_o2V6iQMQ46j3KN1C1jVFAeTSgEhxYDAMUc7gs4w6sTkUEaBcSzQve6cRXYWZ8IqZCIYWmE0gk3T1AYgAdog5Ro88fpPB6zau36fNQkv1eAlyUl6_OtXUtKPh-bOZaRmKqD8Sb1ZMEglpoSJtwpjpqq9bErjyl2s-4IyasfO041D9dmr4yvPYu2q1KVUUpn36jMFvjfUIlmqSOA7vZj4nPuGNHJtfjlfC9H4w7T8YyQ8cmZUIpbtqMfALcZO8_qL8t6r1PB_-005oatx0p2pQbti_-oRu-TBoIykUGMyeqYINfo-NYwWgbr3_FT-NYHtArf3DfZRWHJ5uBPNyP8sKlQ28OJI#c8389449804587307292"&gt;Mus`ab Abdul Ghaffar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Di antaranya: Tafsir Ath-Thabari, Ibnu Katsir, Fathul Qadir (Imam Syaukani), Zaadul Masiir (Ibnul Jauzi), Al-Qathan, Al-Alusi, Al-Qusyairi, Abu Su’ud, Al-Baghawi, Al-Baidhawi, dan Al-Mufradat fi Gharibil Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-2217045595702628814?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/_XZYToqPxXQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-26T19:24:46.261+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/TE19po_bJfI/AAAAAAAAA30/JWysePTxsC8/s72-c/Asmaul+Husna.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2010/07/menggugat-definisi-tauhid-rububiyah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Makna Kekalahan Yang Sebenarnya</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/EmpirisNetwork/~3/AqSjvmy73Qk/makna-kekalahan-yang-sebenarnya_23.html</link><category>aqidah</category><category>harakita</category><category>arah juang</category><author>noreply@blogger.com (empiris network)</author><pubDate>Fri, 23 Jul 2010 08:57:29 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4249088827443430755.post-122514001610439053</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/TEm6CAg8JZI/AAAAAAAAA3k/mHweh4Lbl9Q/s1600/mujahidin-somalia.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 214px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/TEm6CAg8JZI/AAAAAAAAA3k/mHweh4Lbl9Q/s320/mujahidin-somalia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497129363843065234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak deskripsi tentang makna kekalahan umat Islam. Ada yang berpendapat, kekalahan umat ini terjadi ketika umat Islam tertinggal dari sisi teknologi dan ilmu pengetahuan. Sehingga ketika umat Islam tertinggal dari sisi itu&lt;span class="fullpost"&gt;, namun undang-undang dan sistem pemerintahan yang diterapkan adalah syariat Islam masih terkategori sebagai umat yang kalah. Ada juga yang berpendapat bahwa kekalahan umat Islam adalah ketika mereka terbelakang dan lemah dari sisi ekonomi. Bagi mereka, ketika banyak negeri Islam yang berusaha menegakkan syariat Islam namun kesejahteraan rakyatnya belum terpenuhi maka dia memandangnya sebagai kekalahan. Sebaliknya, jika ada negara yang mayoritas penduduknya umat Islam namun aturan, undang-undang, dan sistem pemerintahannya mengadopsi dari negeri kafir yang bertentangan dengan syariat Islam lalu penduduknya mengalami peningkatan ekonomi maka disebut sebagai umat yang merdeka dan sejahtera. Dan masih banyak pengertian yang salah tentang makna kekalahan dan keterpurukan umat Islam. Berikut ini kami sebutkan beberapa makna kekalahan dalam perspektif Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bahwa kekalahan Umat Islam adalah apabila mereka mengikuti syariat orang-orang kafir dan aturan yang dibuat oleh hawa nafsu mereka.&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (QS. Al Baqarah: 120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat yang lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ إِنَّكَ إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang dzalim." (QS. Al-Baqarah: 145)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika seorang muslim meninggalkan syariat agamanya dan menyatakan diri telah mengikuti syariat/ajaran Yahudi dan Nashrani atau ajaran kufur lainnya seperti sekularisme, atheisme, Modernisme, demokrasi, dan semisalnya, baik secara keseluruhan atau sebagiannya saja, maka inilah hakikat puncak kekalahan dan kehinaan. Sehingga suka atau tidak dia harus mengikuti kemauan dan selera Yahudi dan Nashrani serta ajaran-ajaran kafir lainnya untuk mengatur ekonomi, pemerintahan, dan perundang-undangan, walau tanpa mengikuti agama kafir mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bersikap lunak dan lembut terhadap orang-orang kafir. Allah Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِينَ وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu)." (QS. Al-Qalam: 8-9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah, "Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)," adalah larangan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam dalam mentaati para pendusta –yaitu kafir Makkah- karena mereka menyalahi kebenaran. Imam al-Qurthubi rahimahullah dalam tafsirnya (18/230) menerangkan tentang larangan Allah kepada Rasul-Nya agar tidak cenderung dan condong (sehingga bersikap lunak) terhadap kaum musyrikin. Mereka mengajak Nabi shallallahu 'alaihi wasallam agar berhenti menyerang mereka sehingga merekapun berhenti mengganggunya. Kemudian Allah menjelaskan bahwa bersikap cenderung dan lunak kepada mereka adalah kekufuran. Lalu Imam al-Qurthubi menukil firman Allah Ta'ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْلاَ أَن ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدتَّ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئاً قَلِيلاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka." (QS. Al-Isra': 74) Karenanya terdapat sekelompok orang yang tersesat dengan menyangka bahwa mudahanah (sikap lunak dengan meninggalkan ketegasan Islam untuk mendapat kepentingan dunia) yang diharamkan adalah mudarah (sikap lembut untuk menghindari mafsadat yang besar) yang dibolehkan. Akhirnya mereka membuka pintu kekalahan diakibatkan kebodohan atau pura-pura bodoh sehingga mereka memasukinya dengan menamakannya sebagai mudarah syar'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperjelas persoalan ini kami sampaikan bahwa Mudarah dengan Mudahanah adalah dua hal yang berbeda. Mudarah dibolehkan, beda dengan mudahanah. Dan mudarah adalah berkata lembut dan bersikap baik terhadap orang yang menyelisihi tanpa mengakui sebuah kebatilan atau membenarkannya. Jika pengakuan dan dukungan kepada kebatilan itu ada maka bukan lagi disebut mudarah, tapi mudahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits disebutkan, ada seorang laki-laki meminta izin kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Ketika melihatnya, beliau bersabda: “Alangkah buruknya saudara qabilah, alangkah buruknya anak lelaki kabilah." Lalu ketika duduk, Nabi Muhammad tampak cerah wajahnya, dan melonggarkan baginya. Lalu ketika orang itu pergi Aisyah bertanya: "Ya Rasulullah, Ketika Engkau melihat orang itu Engkau katakan kepadanya, begini-begini, kemudian Engkau berwajah cerah di hadapannya, dan Engkau lapangkan baginya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: “Ya Aisyah, kapan kamu melihatku berkata kotor? Sesungguhnya manusia paling buruk kedudukannya di sisi Allah adalah orang yang ditinggalkan manusia lain karena takut keburukannya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud dan At Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bahwa beliau tidak berkata batil dan tidak mendukung sesuatu yang batil, tidak berbuat maksiat dalam sikapnya ini. Sikap beliau ini sebagai upaya untuk menghindari keburukan dan lainnya dengan cara yang syar'i. Beliau tidak mencampur aduk dengan kemaksiatan. Sungguh telah banyak hadits yang memuji sikap mudarah terhadap orang karena sikap tersebut termasuk bagian dari akhlak yang baik dalam beberapa kondisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan mendasar antara Mudarah dengan Mudahanah adalah: Bahwa mudarah mengorbankan dunia untuk kebaikan dunia atau agama atau keduanya secara bersamaan. Mudarah adalah mubah atau dibolehkan, terkadang sangat dianjurkan. Sedangkan mudahanah adalah meningalkan agama untuk mendapatkan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang diungkapkan di depan bahwa kekalahan kelompok-kelompok yang menisbatkan dirinya kepada Islam pada hari ini adalah ketika mereka sudah bermudahanah terhadap musuh-musuh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mereka telah menipu diri mereka sendiri dan menipu manusia dengan mengatakan bahwa ini adalah mudarah yang syar'i. Padahal itu merupakan kekalahan dan kehinaan yang sebenarnya serta mudahanah buta dengan membalik kebenaran sebagai kebatilan dan kebatilan sebagai kebenaran. Sikap seperti itu termasuk bentuk mengorbankan agama untuk kebaikan dunia dan kepertingan pribadi. Kalau sudah seperti ini dan tetap seperti ini, bagaimana akan datang kemenangan bagi umat Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, condong dan cenderung kepada orang kafir dan orang-orang jahat.&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنْ كَادُوا لَيَفْتِنُونَكَ عَنِ الَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ لِتَفْتَرِيَ عَلَيْنَا غَيْرَهُ وَإِذًا لَاتَّخَذُوكَ خَلِيلًا وَلَوْلَا أَنْ ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدْتَ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئًا قَلِيلًا إِذًا لَأَذَقْنَاكَ ضِعْفَ الْحَيَاةِ وَضِعْفَ الْمَمَاتِ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ عَلَيْنَا نَصِيرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia. Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka, kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap Kami." (QS. Al-Isra': 73-75)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan." (QS. Huud: 113) Siapa yang cenderung atau mentaati orang-orang kafir atau dzalim, maka pasti dia mendapat ancaman dengan neraka dan siksa pedih di akhriat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan siapa yang memperhatikan makna kekalahan yang sebenarnya ini dapat kita simpulkan bahwa perjuangan umat Islam di belahan bumi Afghanistan dan Irak pada khususnya bukan merupakan kekalahan. Karena mereka tidak mau mengikuti dan tunduk kepada orang-orang kafir dan sistem mereka juga tidak mau ada ketergantungan kepada orang-orang kafir sehingga tidak bisa menyetir dan menguasi mereka. Kaum mujahidin tersebut juga tidak mau menjilat dengan berkata yang membuat orang-orang kafir; Amerika, Inggris, Perancis, dan sekutu-sekutu mereka ridla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, umat Islam di belahan bumi lain yang terlihat damai dan sejahtera tapi hukum dan pemerintahan mereka di bawah kendali dan kontrol negara-negara kafir sehingga dengan suka atau tidak harus menerima dan menerapkan demokrasi dan sistem kufur lainnya merupakan umat yang kalah dan terhina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka hendaknya bagi setiap muslim agar berpegang teguh dengan prinsip akidah dan agama mereka. Hendaknya pula mereka selalu merasa tinggi dan menang meskipun mereka tertimpa banyak kesusahan dan terluka. Allah Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang dzalim." (QS. Ali Imran: 139-140)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;a href="http://www.voa-islam.com/islamia/jihad/2010/07/23/8516/makna-kekalahan-yang-sebenarnya/"&gt;Badrul Tamam&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;div id="tabshori"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;ruang akhwat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;tafsir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://empiris-homepage.blogspot.com/2008/02/dari-theologi-ke-ideologi.html"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4249088827443430755-122514001610439053?l=empiris-homepage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/EmpirisNetwork/~4/AqSjvmy73Qk" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-23T22:57:29.353+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_OdYKG7G0-bs/TEm6CAg8JZI/AAAAAAAAA3k/mHweh4Lbl9Q/s72-c/mujahidin-somalia.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://empiris-homepage.blogspot.com/2010/07/makna-kekalahan-yang-sebenarnya_23.html</feedburner:origLink></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

