<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" version="2.0">

<channel>
	<title>Enrekang Blogger</title>
	
	<link>http://www.enrekang.net</link>
	<description>Komunitas Blogger Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Apr 2012 08:22:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/EnrekangBlogger" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="enrekangblogger" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">EnrekangBlogger</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Obyek Wisata Olah Raga Bersepeda di Enrekang</title>
		<link>http://www.enrekang.net/wisata/obyek-wisata-olah-raga-bersepeda-di-enrekang/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/wisata/obyek-wisata-olah-raga-bersepeda-di-enrekang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2012 08:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[ECC]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[Wisata olah raga adalah kegiatan wisata yang dilakukan dengan melakukan aktivitas olah raga yang menyenangkan, umumnya dilakukan di kawasan obyek wisata. Wisata olah raga merupakan salah satu jenis kegiatan wisata dapat perkembang cukup pesat melihat hal tersebut Desa Nating di Kecamatan Bungin, Kabupaten Enrekang berpotensi menjadi obyek wisata Olahraga bersepeda karean di dukung oleh Kondisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2012/04/ecc-enrekang-5.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-432" title="ecc enrekang 5" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2012/04/ecc-enrekang-5-300x200.jpg" alt="ecc enrekang 5 300x200 Obyek Wisata Olah Raga Bersepeda di Enrekang" width="300" height="200" /></a>Wisata olah raga adalah kegiatan wisata yang dilakukan dengan melakukan aktivitas olah raga yang menyenangkan, umumnya dilakukan di kawasan obyek wisata. Wisata olah raga merupakan salah satu jenis kegiatan wisata dapat perkembang cukup pesat melihat hal tersebut Desa Nating di <a href="http://www.enrekang.net/category/kecamatan/bungin/" target="_blank">Kecamatan Bungin</a>, Kabupaten Enrekang berpotensi menjadi obyek wisata Olahraga bersepeda karean di dukung oleh Kondisi geografis Nating yang membuatnya menantang adalah berada di ketinggian 1.400 mdpl (meter dari permukaan laut). Akses ke daerah ini jalan seadanya dari Desa Bungin, Ibu Kota Kecamatan yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.Menyebapkan arena ini sangat cocok menjadi pemicu adrenalin untuk olahraga downhill. Dengan jalur terjal dan ekstrim. Samping kanan gunung, kirinya jurang. Tetapi masih cukup aman dilalui. Jarak Kecamatan Bungin dari Kota Enrekang, memang cukup jauh. Sekira 70 kilometer. Jalurnya melewati dua kecamatan, yakni Anggeraja dan Baraka.</p>
<p>Namun, itu bisa ditempuh dalam waktu sekira dua jam dengan kendaraan. Baik roda dua maupun empat.Saat ini, aksesnya mulai bagus. Tak sulit ke sana. Hanya jalan ke Nating dari Bungin yang sidikit susah. Butuh pengorbanan. Sesampai di Dusun Nating, pendatang bakal disapa para pribumi dengan ramah. Ada sekira 40 KK di sana. Masih sedikit memang. Maklum, terpencil.Pendatang juga bisa rehat sejenak di rumah warga. Kalau mau, Anda juga bisa menikmati udara sejuk di sana dengan peralatan seadanya.Titik start downhill, bisa dimulai dari pemukiman penduduk. Seratus meter setelahnya, bonus pertama langsung menanti. Turunan terjal dengan variasi jalan berbatu bakal mewarnai kayuhan pedal.Melalui jalur ini, mental cukup teruji. Namun, bagi pecinta downhill, hal seperti ini malah membuat semuanya sempurna. Tentunya dengan skill mumpuni. Semua itu akan serasa di dunia antah berantah. Melaju kencang dengan dua roda tanpa tenaga ekstra.Setelah itu, akan dijumpai jembatan kecil berukuran 3 x 1 meter. Di bawahnya, air jernih mengalir. Titik ini pula sebagai pertanda, karakter jalur mulai berganti. Selanjutnya, dedaunan rimbun akan lebih marak ditemui. Kategori jalurnya pun sedikit lebih bersahabat. Namun, belokan tajam dengan arena terjal masih terus membuntuti.”Luar biasa memang. Baru kali ini saya dapat jalur seperti ini. Terjal tapi nikmat,” kata <strong>Yunus Baharuddin</strong>, 30 tahun.</p>
<p>Dia termasuk penggila olahraga sepeda. Yunus juga salah satu anggota <strong>ECC (Enrekang Cycle Community)</strong>, klub sepeda pertama di <strong>Enrekang</strong>.Belum lama ini ia ikut melahap rute ekstrim tersebut bersama 11 kru Jelajah Sepeda FAJAR Group dan ECC di lima kecamatan (Enrekang, Anggeraja, Baraka, Bungin, dan Maiwa).Tantangan selanjutnya, yakni area perkebunan warga. Salah sedikit saja, Anda bisa terperosok ke sawah atau ladang. Di sini juga, banyak tanjakan berukuran sedang yang dapat menjadi tumpuan untuk unjuk kebolehan beratraksi melakukan lompatan (high air). Plus genangan air yang siap mengotori baju. “Pokoknya mantap,” tandas Muh Irwan Bone, 31 tahun, pesepeda lainnya.Meski begitu, lokasi ini belum sepenuhnya dibuka untuk dijadikan area wisata. Pemerintah setempat pun belum mengelola area ini sehingga belum ada pungutan di sini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/wisata/obyek-wisata-olah-raga-bersepeda-di-enrekang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dangke Enrekang Masuk Istana</title>
		<link>http://www.enrekang.net/kuliner/dangke-enrekang-masuk-istana/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/kuliner/dangke-enrekang-masuk-istana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2012 07:42:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Dangke]]></category>
		<category><![CDATA[Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[Istana]]></category>
		<category><![CDATA[Masuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Selain terkenal dengan candu kopinya yang sudah menembus pasar mancanegara, Kabupaten Enrekang, Sulsel, juga menjadi satu-satunya wilayah penghasil keju lokal yang disebut dangke, makanan tradisional berbahan baku susu sapi yang dibekukan. Atas prestasinya mengembangkan industri rumah tangga dangke, di daerahnya, Kamis (5/12) kemarin di Istana Negara, Jakarta, Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung menerima penghargaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2012/02/penjual_dangke2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-426" title="penjual_dangke2" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2012/02/penjual_dangke2-199x300.jpg" alt="penjual dangke2 199x300 Dangke Enrekang Masuk Istana" width="199" height="300" /></a>Selain terkenal dengan candu kopinya yang sudah menembus pasar mancanegara, <strong>Kabupaten Enrekang</strong>, Sulsel, juga menjadi satu-satunya wilayah penghasil keju lokal yang disebut dangke, makanan tradisional berbahan baku susu sapi yang dibekukan.</p>
<p>Atas prestasinya mengembangkan industri rumah tangga dangke, di daerahnya, Kamis (5/12) kemarin di Istana Negara, Jakarta, Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung menerima penghargaan upakarti tertinggi di bidang industri yang langsung diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.</p>
<p>La Tinro menerima penghargaan bersama 6 kepala daerah lainnya, diantaranya Bupati Demak H Taffa Zani sebagai kepala daerah yang peduli pada pengembangan industri rumah tangga dari hulu sampai hilir. Selain itu penghargaan pemerintah di bidang industri yang ditetapkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ini juga diberikan 7 orang dari jasa pengabdian dan 7 orang jasa kepeloporan. Penerimanya berasal dari kalangan pengusaha batik hingga komponen suku cadang.</p>
<p>Meski mendapat penghargaan upakarti, bupati <strong>Enrekang</strong> dua periode ini mengaku risih atas penghargaan yang diterimanya. ”Sebetulnya saya risih dengan penghargaan ini karena tidak dirasakan langsung oleh masyarakat. Meski mereka, industri rumah tangga yang mendapatkan. Mereka yang berjuang, tapi penghargaan ini menjadi cambuk bagaimana pemerintah daerah bersama masyarakat membangun industri ini,” terangnya saat dihubungi via telapon.</p>
<p>Untuk itu ke depannya, dalam mengembangkan industri dangke, pihaknya telah menyusun road map agar dangke bukan hanya diterima secara nasional tapi bisa melanglang buana ke luar negeri.</p>
<p>“Pemkab Enrekang akan menciptakan agar dangke ini memiliki cita rasa sama. Ada formula khusus bagaimana membuat dangke. Resepnya dari masyarakat sendiri dan dibantu dengan kemasan dan pemasarannya,” ujarnya. Dengan populasi ternak yang mampu menghasilkan 672.000 liter susu pertahun, lanjut La Tinro, produksi dangke Enrekang, mampu memenuhi permitaan konsumen yang peminatnya tersebar di Makassar, Kalimantan, Papua, Jakarta hingga Malaysia. Dengan harga jual antara Rp8 ribu– Rp15 ribu per potongnya, peternak bisa mendapat keuntungan antara Rp6 juta – Rp8 juta untuk setiap ekor sapi.</p>
<p>“Dangke yang menjadi trend mark Kabupaten Enrekang, bahkan sudah dipatenkan pemkab Enrekang pada Direktorat Paten dan Hak Cipta Depkumham RI. Dangke ini tersebar hampir di semua wilayah, Selain Baraka, dangke juga mudah di dapatkan di <a href="http://www.enrekang.net/category/kecamatan/anggeraja-kecamatan/" target="_blank">Kecamatan Anggeraja</a>, Alla dan <strong>Enrekang</strong>,” tandasnya.<br />
Harapan agar industri dangke bisa cepat berkembang datang dari Presiden SBY. Dalam sambutannya di Ista Negara yang dihadiri sejumlah kabinet Indonesia Bersatu II, SBY berharap pemberian penghargaan ini mampu memotivasi perkembangan industri di Tanah Air. “Semoga terus menjadi contoh, berkreasi dan terus mengembangkan dunia industri dan perekenomian di negeri kita,” harap orang nomor satu di Indonesia ini.</p>
<p><em>Sumber: http://www.ujungpandangekspres.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/kuliner/dangke-enrekang-masuk-istana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ECC Massenrempulu</title>
		<link>http://www.enrekang.net/gallery-photo/ecc-massenrempulu/ecc-massenrempulu/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/gallery-photo/ecc-massenrempulu/ecc-massenrempulu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 08:09:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ECC Massenrempulu]]></category>
		<category><![CDATA[ECC]]></category>
		<category><![CDATA[Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[Galeri Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Massenrempulu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Enrekang Cycle Community (ECC) Massenrempulu &#160; &#160; &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Enrekang Cycle Community (ECC) Massenrempulu</p>
<p><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2012/04/ecc-enrekang-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-437" title="ecc enrekang 2" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2012/04/ecc-enrekang-2.jpg" alt="ecc enrekang 2 ECC Massenrempulu" width="640" height="427" /></a></p>
<p><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2012/04/ecc-enrekang-3.jpg"><br />
</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/gallery-photo/ecc-massenrempulu/ecc-massenrempulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Musik Bambu dari Bumi Massenrempulu, Enrekang</title>
		<link>http://www.enrekang.net/wisata/mengenal-musik-bambu-dari-bumi-massenrempulu-enrekang/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/wisata/mengenal-musik-bambu-dari-bumi-massenrempulu-enrekang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 07:50:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Bambu]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[Massenrempulu]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Warisan Leluhur yang Hampir Punah Di Enrekang alat ini akrab disebut musik bas. Cara memainkannya harus ditiup. Bukan dipukul atau ditabuh. MINIM GENERASI. Keberadaan pemain dan grup musik bambu di Kabupaten Enrekang kini tak semarak dulu lagi. Kehadirannya pun mulai terancam punah.Lagu “Suruganna Bambapuang” mengalun indah kala Grup Musik Bambu Palatau tampil di Kecamatan Baraka, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><p><span style="color: #ff0000;"><strong><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/12/musik-bambu-enrekang.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-424" title="musik bambu enrekang" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/12/musik-bambu-enrekang-300x188.jpg" alt="musik bambu enrekang 300x188 Mengenal Musik Bambu dari Bumi Massenrempulu, Enrekang" width="300" height="188" /></a>Warisan Leluhur yang Hampir Punah</strong></span><br />
<strong>Di Enrekang alat ini akrab disebut musik bas. Cara memainkannya harus ditiup. Bukan dipukul atau ditabuh.</strong></p>
<div><em>MINIM GENERASI. Keberadaan pemain dan grup musik bambu di <strong>Kabupaten Enrekang</strong> kini tak semarak dulu lagi. Kehadirannya pun mulai terancam punah.</em>Lagu “Suruganna Bambapuang” mengalun indah kala Grup Musik Bambu Palatau tampil di <a href="http://www.enrekang.net/category/kecamatan/baraka/" target="_blank">Kecamatan Baraka</a>, Enrekang belum lama ini. Masing-masing personelnya khidmat menikmati. Tak ada gerakan tubuh lain. Selain mulut yang bertiup. Terkadang, mata mereka pun ikut tertutup. Saking khusyuknya. Itu berlangsung hingga sebuah lagu penutup tuntas.Dari telinga pendengar, memang nadanya syahdu nan merdu. Apalagi jika langit ikut membiru. Suasana pasti semakin padu. Ya, hanya dari bambu mereka berkarya. Memainkan musik khas daerah dari petung. Alat musik bambu beragam. Ada tenor bambu, ada bas bambu (ukurannya yang paling besar), rythem bambu serta suling bambu. Pokoknya serba bambu. Cuma orang-orangnya saja yang bukan bambu.Kata Hamin, 47 tahun, sang konduktor, alat musik ini adalah warisan leluhur sejak puluhan tahun silam. Hamin adalah pemimpin grup Bambu Palatau. Ia juga sebagai pelatih dan bertugas memberi aba-aba saat tampil. Ia berdiri menghadap anggotanya sembari menganyun-ayunkan tangan. Nada dari musik bambu tergantung dari gerakan lengannya. Ia juga dikenal khalayak sebagai generasi terakhir yang aktif mengajarkan musik bambu di <strong>Enrekang</strong> kini.</p>
<p>Ia belajar musik bambu saat masih duduk di bangku MIS (Madrasah Ibtidaiyah Swasta) Rumbia (sekarang Negeri, MIN), 1973 silam. Ia mengaku diajar langsung gurunya, R Faisal (Kepalah MIS) waktu itu. Sampai sekarang musik bambu menjadi bagian vital hidupnya.</p>
<p>Bahkan dari alat ini pun ia hidup dan menghidupi anggota grupnya. “Saya dan musik bambu sudah kayak anak dan bapak,” ujar Sarjana Ilmu Pendidikan, STKIP Muhammadiyah Sidrap (2003) itu.</p>
<p>Kini, ia bertekad menjaga kelestarian musik bambu dari kepunahan. Bersama grupnya itu, ia kerap pentas keliling Indonesia. Dari Bali, Jakarta, hingga Kalimantan. “Kalau di Sulsel hampir semua daerah sudah,” lanjut pria yang juga selaku Kepala Seksi Pembinaan Kesenian Daerah Dinas Infokom Enrekang itu.</p>
<p>Sekarang, ia telah berhasil menurunkan titah bermusiknya ini kepada Nur Muslimah, anaknya. Muslimah baru tamat SD tahun kemarin (2011). Prestasinya bahkan telah menusantara. Gadis belia itu pernah diplot sebagai pemusik tradisional terbaik Anak-anak Tingkat Nasional tahun 2009 lalu di Gedung Kesenian Jakarta.</p>
<p>Hanya mimpi keliling dunia dengan musik bambu yang belum bisa ia wujudkan. Ia dan grup musiknya belum sekalipun menginjakkan kaki ke negeri orang di seberang sana. Sebab, nyanyian daerah dengan bambu, baru bisa ia perdengarkan di wilayah nusantara.</p>
<p>Masyarakat Massenrempulu sendiri menyebut musik bambu sebagai musik bas. Komponennya memang terbuat dari bahan bambu. Yakni bambu jenis petung. Dengan suara yang khas. Bentuk peralatannya mirip musik angklung dari Jawa Barat. Keduanya juga dimainkan berkelompok. Bedanya, alat musik angklung mengandalkan bunyi suara bambu sambil digoyang-goyangkan. Sedangkan musik bas ini caranya ditiup. Alat ini pun terus berkembang dari tahun ke tahun sejak ia muncul. Kini, fungsinya menjadi sarana hiburan rakyat di pedalaman <strong>Enrekang</strong>.</p>
<p>Selain itu, alat ini juga kadang dilengkapi alat tabuh dari kulit sapi. Yang dimainkan beramai-ramai saat upacara adat, menyambut musim panen, pesta pernikahan atau pesta rakyat. Biasa juga ditampailkan saat konser musik bambu antarkelompok tani serta siswa sekolah dasar dan menengah di Enrekang. Musik bambu dikenal mulai berkembang semasa penjajahan Belanda di Indonesia.</p>
<p>Soal awal mulanya, belum ada satupun warga Massenrempulu yakin dari mana asalnya. Entah ini asli kesenian Kabupaten Tana Toraja atau masuk alat musik Kesenian Enrekang. “Dulu kan kita satu nenek, Tator dan Enrekang. Jadi kita tidak tahu, darimana aslinya,” kata Sumantri, 46 tahun.</p>
<p>Pria berjenggot lebat ini juga pemain musik bambu sejak kecil. Pengetahuan musik bambunya ia dapat dari Yunus, gurunya dulu saat masih kelas 2 di SD Liang Bai Kecamatan Buttu Batu, <strong>Enrekang</strong> tahun 1976 silam. Hingga kini, Sumantri masih sering tampil sebagi konduktor bersama grup musik bambunya dari Baraka. Apalagi jika ada perlombaan dan acara seremoni.</p>
<p>Teknik pembuatan musik bambu sangat tradisional. Namun aturan solmisasi musik bambu cukup sempurna. Sebab nadanya selaras dengan standar suara garpu tala. Selain suling, peralatan musik itu dilengkapi alat bas dari bambu berukuran sedang. Untuk bas A</p>
<p>terdiri nada do, mi, sol. Bas B untuk nada fa, la. Sedangkan bas C untuk nada re dan si. Musik tersebut dapat mengiringi banyak lagu. Tetapi lemah bila dimainkan untuk lagu minor. Bukan tidak bisa, namun rumit dipadu-padankan seperti sopran, tenor, dan alto. Sejak dulu, musik bambu telah memperkaya khasanah budaya Suku Massenrempulu (Maiwa, Duri, Enrekang). Sejumlah kelompok musik bambu pun masih bertahan. “Sampai sekarang masih ada sekitar 40 grup musik bambu di Enrekang,” sebut Sumantri saat ditemui di rumah panggungnya di Dusun Dea Kaju, Desa Kadingeh, Kecamatan Baraka belum lama ini.</p>
<p>Sayangnya, kata dia, laju modernisasi kini menjadi ancaman serius musik bambu. Sebab tak banyak yang ingin meneruskan kesenian tradisional ini. Apalagi, hanya sedikit generasi muda yang berminat mempelajarinya. “Anak-anak sekarang sudah kurang suka belajar musik bambu atau kesenian dan budaya seperti ini,” katanya.</p>
<p>Kebanyakan pemusik bambu diisi deretan warga berumur. Maka, sebagai musik warisan leluhur yang patut dipertahankan. Keberadaan musik bambu kini terancam punah. Ditambah, banyak pula yang menganggap alat musik ini kampungan. Kalah kelas dari alat-alat musik modern sekarang. Meski begitu, Hamin, Sumantri dan beberapa pelatih musik bambu lainnya tetap berharap, kondisi ini ke depan terbalik. Terlebih sejak Bupati Enrekang, La Tinro La Tunrung menjadikan musik bambu sebagai pelajaran ekstra sejak 2006 lalu di semua sekolah dasar dan sekolah menengah di Tana Rigalla, sebutan lain <strong>Enrekang</strong>. “Sebenarnya di Enrekang bukan cuma musik bambu musik tradisional yang ada. Masih ada sekitar 20 alat kesenian lainnya. Tapi rata-rata sudah tidak ada sekarang. Seperti musik Pa’galelu dan Karombang,” pungkas Sumantri dengan dahi berkerut sambil tersenyum kecut.(*/ars)</p>
<p><em>Sumber: http://www.fajar.co.id</em></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/wisata/mengenal-musik-bambu-dari-bumi-massenrempulu-enrekang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gaji PNS Naik 10 Persen</title>
		<link>http://www.enrekang.net/pemda-enrekang/gaji-pns-naik-10-persen/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/pemda-enrekang/gaji-pns-naik-10-persen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Nov 2011 14:39:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemda Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[PNS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah akan melakukan peningkatan kesejahteraan dan kenaikan gaji meliputi, belanja gaji dan tunjangan yang masih melekat pada gaji, tunjangan khusus, honorarium tetap, lembur, kenaikan gaji pokok sekitar 10%, dan gaji ke-13. Selain itu juga akan ada kenaikan uang makan dan uang lauk pauk bagi PNS, TNI, dan Polri.Terhitung mulai bulan ini. Ini untuk meningkatkan kesejahteraan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2012/02/gaji-pns.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-222" title="gaji pns" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2012/02/gaji-pns-300x225.jpg" alt="gaji pns 300x225 Gaji PNS Naik 10 Persen" width="300" height="225" /></a>Pemerintah akan melakukan peningkatan kesejahteraan dan kenaikan gaji meliputi, belanja gaji dan tunjangan yang masih melekat pada gaji, tunjangan khusus, honorarium tetap, lembur, kenaikan gaji pokok sekitar 10%, dan gaji ke-13. Selain itu juga akan ada kenaikan uang makan dan uang lauk pauk bagi PNS, TNI, dan Polri.Terhitung mulai bulan ini. Ini untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai negeri sipi (PNS), TNI, dan Polri. Makanya ada kenaikan lagi. Selain itu, peningkatan income pegawai juga mencakup tunjangan yang melekat pada gaji, remunerasi, tunjangan kinerja ataupun tunjangan khusus, honorarium tetap, uang lembur, dan vakasi. Khusus kenaikan uang makan dan uang lauk pauk, bukan hanya ditujukan bagi PNS saja. TNI dan Polri juga didalamnya. Dalam perhitungan Rancangan APBN 2012, disebutkan, pemerintah menaikkan uang makan untuk PNS dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu, dan uang lauk pauk untuk anggota TNI/Polri dari Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu. Dalam APBN 2012, anggaran belanja K/L dialokasikan sekitar Rp508,3 triliun yang di dalamnya sudah termasuk belanja pegawai sekitar Rp127,7 triliun untuk pembayaran gaji PNS. Secara keseluruhan, pemerintah mengalokasikan anggaran belanja pegawai tahun ini sejumlah Rp217,7 triliun</p>
<p><em>Sumber: dpkadekg.wordpress.com</em></p>
<p style="text-align: center;"><script type="text/javascript">// <![CDATA[
 google_ad_client = "pub-1999573173838714"; /* 468x60, created 1/25/10 */ google_ad_slot = "6504397342"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60;
// ]]&gt;</script><br />
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">// <![CDATA[</p>
<p>// ]]&gt;</script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/pemda-enrekang/gaji-pns-naik-10-persen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Produktivitas Kopi Enrekang Anjlok</title>
		<link>http://www.enrekang.net/kuliner/kopi-enrekang/produktivitas-kopi-enrekang-anjlok/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/kuliner/kopi-enrekang/produktivitas-kopi-enrekang-anjlok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 19:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kopi Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Produktivitas tanaman kopi arabika di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, menjelang panen raya bulan depan anjlok hingga 40 persen. Hal itu disebabkan perubahan cuaca secara mendadak dari hujan sepanjang tahun lalu menjadi kemarau selama tiga bulan terakhir. Kaharuddin (50), petani kopi di Desa Buntusigi, Kecamatan Alla, Jumat (14/10/2011) mengatakan, perubahan cuaca secara drastis membuat bunga kopi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.enrekang.net/?attachment_id=433" rel="attachment wp-att-433"><img class="aligncenter" title="petani_kopi_enrekang" src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2011/11/petani_kopi_enrekang.jpg" alt="petani kopi enrekang Produktivitas Kopi Enrekang Anjlok" width="400" height="250" /></a></p>
<p>Produktivitas tanaman kopi arabika di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, menjelang panen raya bulan depan anjlok hingga 40 persen. Hal itu disebabkan perubahan cuaca secara mendadak dari hujan sepanjang tahun lalu menjadi kemarau selama tiga bulan terakhir.</p>
<p>Kaharuddin (50), petani kopi di Desa Buntusigi, Kecamatan Alla, Jumat (14/10/2011) mengatakan, perubahan cuaca secara drastis membuat bunga kopi berguguran dan memicu serangan jamur pada tanaman kopi. Buah kopi menjadi hampa dan mudah membusuk sehingga produktivitas anjlok sampai 40 persen selama dua bulan terakhir.</p>
<p><em>Kaharuddin (50), memetik biji kopi di Desa Buntusigi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Jumat (14/10/2011). Perubahan iklim secara mendadak dari hujan sepanjang tahun lalu menjadi kemarau selama dua bulan terakhir membuat bunga kopi berguguran dan tanaman terserang jamur. Produktivitas kopi anjlok hingga 40 persen menjelang panen raya bulan depan.</em></p>
<p>Lahan kopi seluas 1 hektar yang dikelolanya merosot dari 800 kg menjadi 450 kg. Kami hanya bisa gigit jari di tengah membaiknya harga kopi yang mencapai Rp 63.000 per kilogram, katanya. Harga itu lebih tinggi 20 persen ketimbang yang ditawarkan tengkulak. Bahkan, koperasi bersedia membeli hingga Rp 70.000 per kilogram untuk kopi arabika dengan kualitas terbaik.</p>
<p><strong>Kabupaten Enrekang</strong> merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Sulsel bersama Tana Toraja dan Toraja Utara. Ketiga daerah berdataran tinggi ini menyumbangkan 80 persen dari total produksi tahun lalu sebesar 33.000 ton.</p>
<p>Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung mengatakan, tanaman kopi dibudidayakan di tujuh dari 12 kecamatan di wilayahnya, meliputi Kecamatan Baraka, Alla, Masalle, Buntubatu, <a href="http://www.enrekang.net/category/kecamatan/baroko/" target="_blank">Baroko</a>, Bungin, dan Malua. Produksi kopi di dataran tinggi tersebut sekitar 10.000 ton per tahun, dengan melibatkan 35.000 petani.</p>
<p>Menurut La Tinro, produksi kopi di Enrekang tahun ini turun dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 10.600 ton. Pada periode Januari-Juli 2011, produksi kopi di Enrekang baru mencapai 4.300 ton dari 18.000 hektar lahan.</p>
<p>Secara umum, produktivitas kopi Sulsel yang memiliki varitas khas kopi toraja baru mencapai 700 kilogram per hektar untuk robusta dan 800 kilogram per hektar untuk arabika dalam lima tahun belakangan.</p>
<p>Sumber: Kompas.Com</p>
<p style="text-align: center;"><script type="text/javascript">// <![CDATA[
 google_ad_client = "pub-1999573173838714"; /* 468x60, created 1/25/10 */ google_ad_slot = "6504397342"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60;
// ]]&gt;</script><br />
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">// <![CDATA[</p>
<p>// ]]&gt;</script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/kuliner/kopi-enrekang/produktivitas-kopi-enrekang-anjlok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dangke, Keju Enrekang yang Tak Terlupakan</title>
		<link>http://www.enrekang.net/kuliner/dangke-keju-enrekang-yang-tak-terlupakan/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/kuliner/dangke-keju-enrekang-yang-tak-terlupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 19:41:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Dangke]]></category>
		<category><![CDATA[Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[Keju]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Sekilas makanan ini tampak seperti tahu, sama-sama berwarna putih. Namun, makanan khas Kabupaten Enrekang ini terbuat dari fermentasi susu. Masyarakat menyebutnya Dangke. Makanan ini juga bertekstur kenyal. Selain susu sapi atau kerbau, bahan dasar dangke lainnya adalah getah pepaya. Proses pembuatannya tidak terlalu sulit. Salah satu pengusaha dangke di Enrekang, Sunusi, menuturkan awalnya sapi perah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.enrekang.net/?attachment_id=181" rel="attachment wp-att-181"><img class="size-full wp-image-181 alignleft" title="ru_000047" src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2010/01/ru_000047.jpg" alt="ru 000047 Dangke, Keju Enrekang yang Tak Terlupakan" width="277" height="184" /></a>Sekilas makanan ini tampak seperti tahu, sama-sama berwarna putih. Namun, makanan khas Kabupaten Enrekang ini terbuat dari fermentasi susu. Masyarakat menyebutnya Dangke. Makanan ini juga bertekstur kenyal.</p>
<p>Selain susu sapi atau kerbau, bahan dasar dangke lainnya adalah getah pepaya. Proses pembuatannya tidak terlalu sulit. Salah satu pengusaha dangke di Enrekang, Sunusi, menuturkan awalnya sapi perah yang susunya diambil untuk bahan dasar dangke dibersihkan dari kotoran.</p>
<p>“Setelah sapi selesai dimandikan, barulah dilakukan pemerasan,” kata Sunusi. Air susu sapi kemudian disaring untuk memisahkan kotoran dengan susu sebelum dilakukan fermentasi. Adapun getah pepaya muda digunakan sebagai bahan campuran pembuat dangke.</p>
<p>Air susu dimasak dengan suhu minimal 70 derajat Celsius, kemudian dicampur getah pepaya. Getah ini untuk memisahkan lemak, protein, dan air. Selain itu, getah pepaya berfungsi untuk memadatkan bahan susu. Setelah lemak, protein, dan air dipisahkan, barulah dilakukan proses mencetak. Alat yang digunakan untuk mencetak dangke juga menggunakan alat tradisional, yakni tempurung kelapa.</p>
<p>Setelah dimasukkan ke dalam alat cetak, adonan dibiarkan hingga dingin dan memadat. Maka, jadilah dangke.</p>
<p>Makanan ini cukup sulit didapatkan di luar Enrekang. Tapi di Kabupaten Enrekang, dangke menjadi makanan yang mudah ditemui. Namun demikian, pembeli biasanya memilih tempat produksi dangke yang dianggap higienis. Pasalnya ada juga dangke yang rasanya agak kecut.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.enrekang.net/?attachment_id=293" rel="attachment wp-att-293"><img class="aligncenter size-full wp-image-293" title="penjual_dangke2" src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2010/03/penjual_dangke2.jpg" alt="penjual dangke2 Dangke, Keju Enrekang yang Tak Terlupakan" width="500" height="752" /></a>“<em>Salah seorang penjual Dangke di Pasar Baraka – Enrekang</em>.”<em><br />
</em></p>
<p>Popularitas dangke sebagai makanan khas di Kabupaten Enrekang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Enrekang, Lateng, menuturkan bahwa dangke sudah sampai Malaysia dan Jepang.</p>
<p>Dangke dapat bertahan hingga satu bulan. Biasanya, saat dangke dibawa keluar daerah yang membutuhkan waktu berjam-jam atau bahkan beberapa hari, dangke dibungkus dalam kemasan kedap udara. “Biasanya, jika dangke dibawa ke tempat yang membutuhkan waktu lama, dangke dipanaskan dan dimasukkan ke dalam lemari es,” ujar Sunusi.</p>
<p>Sandra, salah seorang warga <strong>Enrekang</strong> yang tinggal di Makassar, menuturkan setiap kali datang ke Enrekang, ia pasti membeli dangke. Pasalnya, makanan tersebut sudah menjadi makanan wajib. “Rasanya ada yang kurang kalau dari Enrekang tidak membawa pulang dangke,” kata Sandra.</p>
<p>Dangke menjadi makanan khas yang tak terlupakan oleh warga Enrekang. Meskipun telah meninggalkan daerah itu bertahun-tahun lamanya, saat pulang ke kampungnya, mereka pasti akan mencari dangke.</p>
<p>Untuk mempromosikan dangke kepada pelanggan, sejumlah pembuat dangke mulai membuka layanan pesan antar seperti yang dilakukan Sunusi.</p>
<p>“Usaha kami memang dalam bentuk <em>home industry</em>,” katanya. Sapi perah milik Sunusi yang menunjang bahan baku pembuatan dangke sudah mencapai 25 ekor. Ia tercatat sebagai pengusaha dangke tersukses di daerah itu.</p>
<p>Awalnya, menurut Sunusi, ia memulai usaha itu dengan seekor sapi. “Itulah yang kemudian berkembang hingga saat ini,” ujarnya. Sunusi tidak mengetahui persis kapan ia memulai usaha itu. “Yang jelas, sudah lebih dari sepuluh tahun,” kata Sunusi.</p>
<p>Kini pegawai Dinas Peternakan <strong>Kabupaten Enrekang</strong> itu sudah mampu memproduksi 50 dangke setiap harinya. “Produksi dangke kami dilakukan dua kali dalam sehari, yakni pagi dan sore hari,” katanya. Tiap satu dangke dijual dalam satu kemasan khusus. “Kami hanya menjual Rp 12 ribu per paketnya,” kata Sunusi.</p>
<p>Selain itu, <a href="http://www.enrekang.net/tag/dangke/" target="_blank">dangke</a> bisa diolah menjadi kerupuk yang diberi nama deppa dangke. Prosesnya adalah mencampur dangke dengan terigu dan gula.</p>
<p>Sumber: tempointeraktif.com</p>
<p style="text-align: center;"><script type="text/javascript">// <![CDATA[
 google_ad_client = "pub-1999573173838714"; /* 468x60, created 1/25/10 */ google_ad_slot = "6504397342"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60;
// ]]&gt;</script><br />
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">// <![CDATA[</p>
<p>// ]]&gt;</script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/kuliner/dangke-keju-enrekang-yang-tak-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permandian Alam Lewaja</title>
		<link>http://www.enrekang.net/gallery-photo/permandian-alam-lewaja/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/gallery-photo/permandian-alam-lewaja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2011 08:32:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gallery Photo]]></category>
		<category><![CDATA[Permandian Lewaja]]></category>
		<category><![CDATA[Air Terjun]]></category>
		<category><![CDATA[Lewaja]]></category>
		<category><![CDATA[Photo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Kolam Permandian Alam Lewaja Gambar Lewaja Lewaja yang bersih]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/08/lewaja-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-134" title="lewaja" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/08/lewaja-1.jpg" alt="lewaja 1 Permandian Alam Lewaja" width="601" height="400" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Kolam Permandian Alam Lewaja</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/lewaja-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-136" title="lewaja" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/lewaja-4.jpg" alt="lewaja 4 Permandian Alam Lewaja" width="602" height="401" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Gambar Lewaja</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/lewaja-10.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-139" title="SONY DSC" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/lewaja-10.jpg" alt="lewaja 10 Permandian Alam Lewaja" width="602" height="401" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Lewaja yang bersih</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/gallery-photo/permandian-alam-lewaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gambar Villa Bambapuang</title>
		<link>http://www.enrekang.net/gallery-photo/villa-bambapuang/gambar-villa-bambapuang/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/gallery-photo/villa-bambapuang/gambar-villa-bambapuang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 08:07:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gallery Photo]]></category>
		<category><![CDATA[Villa Bambapuang]]></category>
		<category><![CDATA[Photo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Interior Villa Bambapuang Ruang Lobi Beranda Villa]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/08/villa-bambapuang-resto.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-125" title="interior villa bambapuang" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/08/villa-bambapuang-resto.jpg" alt="villa bambapuang resto Gambar Villa Bambapuang" width="605" height="403" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Interior Villa Bambapuang</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/06/villa-bambapuang-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-129" title="SONY DSC" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/06/villa-bambapuang-1.jpg" alt="villa bambapuang 1 Gambar Villa Bambapuang" width="601" height="400" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Ruang Lobi</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/06/exterior-villa-bambapuang.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-131" title="SONY DSC" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/06/exterior-villa-bambapuang.jpg" alt="exterior villa bambapuang Gambar Villa Bambapuang" width="600" height="400" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Beranda Villa</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/gallery-photo/villa-bambapuang/gambar-villa-bambapuang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa dari Korea Meneliti Kopi BAROKO</title>
		<link>http://www.enrekang.net/kuliner/mahasiswa-dari-korea-meneliti-kopi-baroko/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/kuliner/mahasiswa-dari-korea-meneliti-kopi-baroko/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 07:56:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baroko]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Baroko]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi Baroko]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar sekitar 40 mahasiswa dari Universitas Sun Moon,Korea selatan datang ke kabupaten Enrekang untuk melakukan penelitian mengenai pemrosesan kopi di desa patongloan dalam penelitian itu mahasiswa yang berasal dari korea tersebut meneliti bagaimana cara proses pengembangan kopi yang di lakukan yang masih secara tradisional namun dapat menghasilkan kopi yang memiliki citarasa yang khas .”Mereka (mahasiswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/kopi-baroko.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-121" title="kopi baroko" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/kopi-baroko.jpg" alt="kopi baroko Mahasiswa dari Korea Meneliti Kopi BAROKO" width="500" height="310" /></a></p>
<p>Sekitar sekitar 40 mahasiswa dari Universitas Sun Moon,Korea selatan datang ke <strong>kabupaten Enrekang</strong> untuk melakukan penelitian mengenai pemrosesan kopi di desa patongloan dalam penelitian itu mahasiswa yang berasal dari korea tersebut meneliti bagaimana cara proses pengembangan kopi yang di lakukan yang masih secara tradisional namun dapat menghasilkan kopi yang memiliki citarasa yang khas .”Mereka (mahasiswa red) meneliti cara petani dalam merawat tanaman, kemudian proses pemetikan sampai proses pengolahan hingga menghasilkan biji kopi. Mereka mengaku tertarik  melakukan penelitian ini karena proses pengolahan kopi di desa tersebut masih manual, tidak sama di luar negeri yang menggunakan sentuhan teknologi,” tutur M Zilkarnain.<span id="more-120"></span></p>
<p>Dia mengungkapkan, awalnya salah seroang warga <strong>Kecamatan Baroko</strong> yang memiliki rekan bisnis di Korea, rutin mengirim kopi ke Korea sebagai bingkisan hadiah. Hal ini tanpaknya diketahui oleh mahasiswa di Sun Moon University. “Akhirnya para mahasiswa ini mendatangi Desa Patongloan untuk melihat langsung bagaimana masyarakat kita dalam mengolah biji kopi,” tuturnya. Dia menambahkan, jenis kopi yang dikembangkan petani di <strong>Kecamatan Baroko</strong> yakni jenis Arabika. “Potensi kopi di wilayah saya (Baroko red) memang cukup besar,” sebut M Zulkarnain.di Kecamatan Baroko khususnya di desa Pangtongloan sangat cocok membudidayakan kopi kerena memiliki daerah dengan ketinggian 1.500 meter di atas perkukaan laut dan di dukung luas lahan 1.614 Ha sehinggah pada tahun 2010 yang lalu di kecamatan Baroko mampu menghasilkan kopi sebanyak 879 Ton berjenis <a href="http://www.enrekang.net/tag/kopi-arabika-tipika/" target="_blank">Arabica typica</a> yang hanya bisa dibudidayakan pada daerah ketinggian 1.500 di atas permukaan laut itu bahkan menjadi kopi langka dan tertua di dunia. Di Indonesia, jenis kopi ini hanya bisa tumbuh di <a href="http://www.enrekang.net/" target="_blank">Kabupaten Enrekang</a>.</p>
<p><em>Sumber: barokokec.wordpress.com</em></p>
<p style="text-align: center;"><script type="text/javascript">// <![CDATA[
 google_ad_client = "pub-1999573173838714"; /* 468x60, created 1/25/10 */ google_ad_slot = "6504397342"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60;
// ]]&gt;</script><br />
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">// <![CDATA[</p>
<p>// ]]&gt;</script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/kuliner/mahasiswa-dari-korea-meneliti-kopi-baroko/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pabrik Kopi Maiwa Diresmikan</title>
		<link>http://www.enrekang.net/kecamatan/pabrik-kopi-maiwa-diresmikan/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/kecamatan/pabrik-kopi-maiwa-diresmikan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Apr 2011 07:22:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[Maiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Kawasan Industri Maiwa]]></category>
		<category><![CDATA[KIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi Arabika Tipika]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan Abubakar Lambogo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Peringatan Hari Jadi ke-51 Kabupaten Enrekang menjadi akumulasi kerinduan kita untuk bersilaturahmi sekaligus menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak sendiri membangun daerah. Olehnya itu, Hari jadi akan bermakna jika semua pihak melakukan instropeksi diri dan alat renungan bahwa Enrekang terus bergerak lebih baik dari tahun ke tahun. Hal ini dikemukakan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/kopi-enrekang.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-117" title="kopi enrekang" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/kopi-enrekang.jpg" alt="kopi enrekang Pabrik Kopi Maiwa Diresmikan" width="320" height="240" /></a></p>
<p>Peringatan Hari Jadi ke-51 <strong>Kabupaten Enrekang</strong> menjadi akumulasi kerinduan kita untuk bersilaturahmi sekaligus menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak sendiri membangun daerah. Olehnya itu, Hari jadi akan bermakna jika semua pihak melakukan instropeksi diri dan alat renungan bahwa Enrekang terus bergerak lebih baik dari tahun ke tahun. Hal ini dikemukakan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam peringatan HUT <strong>Enrekang</strong> di Lapangan Abubakar Lambogo Batili, Enrekang, Rabu (2/3). Sehari sebelumnya, gubernur juga menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Barru.<span id="more-116"></span></p>
<p>Turut hadir di Enrekang Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM RI I Wajan Suharja, Danlantamal VI Brigjen TNI Chaedir Pattonnory, Bupati Toraja Utara Tautoto Tanaranggina, Asisten I Pemprov Sulsel Andi Herry Iskandar, serta para kepala SKPD di lingkup Pemprov Sulsel. Gubernur juga memberikan bantuan senilai Rp 1 miliar sekaligus kado khusus HUT <a href="http://www.enrekang.net/" target="_blank">Enrekang</a> yang diterima Bupati Enrekang <strong>Latinro Latunrung</strong>.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Gubernur menandatangani lima prasasti tanda diresmikannya pembangunan proyek tahun anggaran 2010 di antaranya pasar tradisional modern Marongangin Kecamatan Maiwa yang merupakan bantuan APBD provinsi senilai Rp 1,2 miliar, masjid Nurul Yasin Muttaqin, Massemba, <a href="http://www.enrekang.net/category/kecamatan/enrekang/" target="_blank">Kecamatan Enrekang</a> yang dibangun dengan anggaran Rp 350 juta dengan APBD provinsi. Pabrik pengolahan kopi Maiwa senilai Rp 500 juta, pengolahan gula semut Maiwa yang dibangun dengan anggaran Rp 399 juta, serta PLTMH Desa Limbong. PLTMH berkapasitas 40 KW ini merupakan bantuan dari Menteri Koperasi senilai Rp 1 miliar.</p>
<p>Menurut Bupati dengan dibangunnya pabrik kopi ini akan menambah produksi kopi di Enrekang dari jumlah saat ini 6.000 ton per tahun. Selain itu, pabrik kopi ini juga akan memproduksi <strong>kopi Arabika Tipika</strong> bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas). Pabrik kopi ini terletak di Kawasan Industri Maiwa (KIWA) seluas 200 hektare (ha).(*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: TRIBUN-TIMUR.COM</p>
<p>Penulis : Aqsa Riyandi Pananrang</p>
<p>Editor : Muh. Irham</p>
<p style="text-align: center;"><script type="text/javascript">// <![CDATA[
 google_ad_client = "pub-1999573173838714"; /* 468x60, created 1/25/10 */ google_ad_slot = "6504397342"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60;
// ]]&gt;</script><br />
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">// <![CDATA[</p>
<p>// ]]&gt;</script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/kecamatan/pabrik-kopi-maiwa-diresmikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Profil Kecamatan Maiwa</title>
		<link>http://www.enrekang.net/kecamatan/maiwa/profil-kecamatan-maiwa/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/kecamatan/maiwa/profil-kecamatan-maiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Mar 2011 07:02:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Maiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Maiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Maroangin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Kecamatan Maiwa terletak di ujung Selatan Kabupaten Enrekang yang berbatasan dengan : U t a r a             :     Kec. Enrekang T i m u r            :     Kec. Bungin dan Kab. Sidrap S e l a t a n        :     Kec. Pancarijang Kab. Sidrap B a r a t              :     Kec. Cendana dan Kab. Pinrang Kecamatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/Kecamatan-maiwa.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-113" title="Kecamatan maiwa" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/Kecamatan-maiwa.jpg" alt="Kecamatan maiwa Profil Kecamatan Maiwa" width="283" height="400" /></a></p>
<p><strong>Kecamatan Maiwa</strong> terletak di ujung Selatan <strong>Kabupaten Enrekang</strong> yang berbatasan dengan :</p>
<p>U t a r a             :     Kec. Enrekang</p>
<p>T i m u r            :     <a href="http://www.enrekang.net/category/kecamatan/bungin/" target="_blank">Kec. Bungin</a> dan Kab. Sidrap</p>
<p>S e l a t a n        :     Kec. Pancarijang Kab. Sidrap</p>
<p>B a r a t              :     Kec. Cendana dan Kab. Pinrang</p>
<p>Kecamatan Maiwa yang terdiri atas 1 Kelurahan 21 Desa,  3 Lingkungan, 74 Dusun, 154 RK, dengan jumlah  penduduk 25.590 Jiwa yang terdiri dari Laki – Laki 13.031 Jiwa, Perempuan 12.559 Jiwa dengan KK 6.249. Ibukota  Kecamatan  berkedudukan di <a href="http://www.enrekang.net/tag/maroangin/" target="_blank">Maroangin</a> Kelurahan Bangkala.<span id="more-112"></span></p>
<p>Luas Desa, Jarak KM dan Ketinggian dari Permukaan Laut sesuai Tabel  dibawah ini :</p>
<table width="555" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" valign="top" width="42">
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong>No</strong></td>
<td rowspan="2" valign="top" width="150"><strong> Desa/Kelurahan</strong></td>
<td rowspan="2" valign="top" width="70"><strong> Luas</strong></p>
<p><strong>( KM )</strong></td>
<td colspan="2" valign="top" width="194"><strong>Jarak ( KM )</strong></td>
<td rowspan="2" valign="top" width="94"><strong>Ketinggiandari</strong></p>
<p><strong>Permukaan</strong></p>
<p><strong>Air Laut</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="94"><strong>Dari IbuKota</strong></p>
<p><strong>Kecamatan</strong></td>
<td valign="top" width="100"><strong>Dari IbuKota</strong></p>
<p><strong>Kabupaten</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="42"><strong>1</strong></td>
<td valign="top" width="150">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="70"><strong>3</strong></td>
<td valign="top" width="94"><strong>4</strong></td>
<td valign="top" width="100"><strong>5</strong></td>
<td valign="top" width="94"><strong>6</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="42">12</p>
<p>3</p>
<p>4</p>
<p>5</p>
<p>6</p>
<p>7</p>
<p>8</p>
<p>9</p>
<p>10</p>
<p>11</p>
<p>12</p>
<p>13</p>
<p>14</p>
<p>15</p>
<p>16</p>
<p>17</p>
<p>18</p>
<p>19</p>
<p>20</p>
<p>21</p>
<p>22</td>
<td valign="top" width="150">Desa P. SaluKel. Bangkala</p>
<p>Desa Tuncung</p>
<p>Desa Pasang</p>
<p>Desa Batu Mila</p>
<p>Desa Salo Dua</p>
<p>Desa P.Harapan</p>
<p>Desa Bt. Mallangga</p>
<p>Desa Mangkawani</p>
<p>Desa Boiya</p>
<p>Desa Tapong</p>
<p>Desa Palakka</p>
<p>Desa Matajang</p>
<p>Desa Baringin</p>
<p>Desa Lebani</p>
<p>Desa Limbuang</p>
<p>Desa Pariwang</p>
<p>Desa Paladang</p>
<p>Desa Kaluppang</p>
<p>Desa Ongko</p>
<p>Desa Tanete</p>
<p>Desa Labuku</td>
<td valign="top" width="70">28,6123,50</p>
<p>6,62</p>
<p>10,690</p>
<p>27,25</p>
<p>20,13</p>
<p>14,08</p>
<p>23,75</p>
<p>12,50</p>
<p>24,56</p>
<p>17,36</p>
<p>28,62</p>
<p>48,82</p>
<p>20,56</p>
<p>20,11</p>
<p>25,22</p>
<p>7,33</p>
<p>20,440</p>
<p>13,17</p>
<p>11,31</p>
<p>15,53</p>
<p>18,58</td>
<td valign="top" width="94">5 KM0,5 KM</p>
<p>9 KM</p>
<p>25 KM</p>
<p>3,5 KM</p>
<p>11 KM</p>
<p>7 KM</p>
<p>2,5 KM</p>
<p>2,5 KM</p>
<p>20 KM</p>
<p>16 KM</p>
<p>23 KM</p>
<p>30 KM</p>
<p>30 KM</p>
<p>22 KM</p>
<p>15 KM</p>
<p>15 KM</p>
<p>19 KM</p>
<p>7 KM</p>
<p>5 KM</p>
<p>27 KM</p>
<p>24 KM</td>
<td valign="top" width="100">38 KM33 KM</p>
<p>42 KM</p>
<p>12 KM</p>
<p>31 KM</p>
<p>44 KM</p>
<p>39 KM</p>
<p>32 KM</p>
<p>32,5 KM</p>
<p>53 KM</p>
<p>39 KM</p>
<p>18 KM</p>
<p>19 KM</p>
<p>51 KM</p>
<p>51 KM</p>
<p>24 KM</p>
<p>35 KM</p>
<p>17 KM</p>
<p>38 KM</p>
<p>38 KM</p>
<p>59 KM</p>
<p>57 KM</td>
<td valign="top" width="94">100 – 500100 – 500</p>
<p>100 – 500</p>
<p>100 – 500</p>
<p>100 – 500</p>
<p>100 – 500</p>
<p>100 – 500</p>
<p>100 – 500</p>
<p>100 – 500</p>
<p>100 – 500</p>
<p>100 – 500</p>
<p>100 – 500</p>
<p>500 – 750</p>
<p>500 – 1000</p>
<p>500 – 1000</p>
<p>100 – 500</p>
<p>100 – 500</p>
<p>100 – 500</p>
<p>100 – 500</p>
<p>500 – 1000</p>
<p>500 – 1000</p>
<p>500 – 1000</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="42"></td>
<td valign="top" width="150"></td>
<td valign="top" width="70"></td>
<td valign="top" width="94"></td>
<td valign="top" width="100"></td>
<td valign="top" width="94"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Pendayagunaan aparatur negara/pemerintah secara menyeluruh harus dilakukan secara bertahap dan berencana dengan penentuan gagasan-gagasan dan prioritas yang realistis dan menuntut kesungguhan serta tekat aparatur pemerintah untuk dapat menanggapi peningkatan tugas dan tanggung jawab yang dibebankan negara kepadanya. Dengan lahirnya undang-undang Nomor.32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, undang-undang Nomor.33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, undang-undang Nomor.25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional dengan berbagai produk hukum pelaksanaan lainnya yang terjadi di Indonesia telah mengakibatkan terjadinya pergeseran paradigma penyelenggaraan pemerintahan dari sentralistik kearah desentralisasi yang ditandai dengan pemeberian otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggung jawab. Pemeberian otonomi ini dimaksudkan untuk lebih memandirikan daerah dalam  upaya pemeberdayaan masyarakat (empowering), kedekatan pelayanan serta percepatan pembangunan khususnya kabupaten/kota dalam kawasan timur Indonesia.</p>
<p>Berkaitan dengan penyediaan dokumen perencanaan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah adalah kunci keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan pembangunan organisasi Kantor <strong>Kecamatan Maiwa</strong> Kabupaten Enrekang. Perencanaan hendaknya mampu menjamin bahwa pembangunan daerah menuju kearah yang tepat sesuai dengan tuntutan internal dan eksternal, ditunjang oleh potensi sumberdaya yang tersedia. Pembangunan daerah pada dasarnya merupakan upaya perubahan dalam berbagai bidang dan aktivitas kehidupam masyarakat menuju kearah pertumbuhan kualitas sumber daya manusia. Untuk memenuhi hal ini diperlukan perencanaan yang tepat dan dapat dipercaya dengan menggunakan berbagai metode dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan, baik dalam aspek legal-formal maupun aspek akademik. Kantor Kecamatan Maiwa Kabupaten <a href="http://www.enrekang.net/" target="_blank">Enrekang </a>merupakan kelembagaan daerah yang mendapat amanat atau mandate untuk melaksanakan fungsi pelayanan public, koordinator pembangunan dalam lingkup kecamatan di Kabupaten Enrekang. Proses perencanaan dilakukan untuk menghasilkan berbagai dokuman rencana pembangunan baik jangka panjang (20 tahun) , jangka menengah (5 tahun) maupun perencanaan tahunan daerah. Dalam melaksanakan tugas yang diemban Kantor <strong>Kecamatan Maiwa</strong>  Kabupaten Enrekang masih perlu meningkatkan kapasitasnya dalam menangani proses tersebut, agar lebih efektif, efisien dan berkualitas sesuai proses dan mekanisme yang telah diatur.</p>
<p>Melalui media ini Kantor Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang berupaya untuk memeberi informasi kepada masyarakat mengenai segala hal kegiatan dan pelayanan serta keadaan masyarakat dan potensi yang terdapat di Kecamatan  Maiwa sebagai wujub traparasi Pemerintahan <strong>Kecamatan Maiwa</strong> kepada masyarakatnya.</p>
<p style="text-align: center;"><script type="text/javascript">// <![CDATA[
 google_ad_client = "pub-1999573173838714"; /* 468x60, created 1/25/10 */ google_ad_slot = "6504397342"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60;
// ]]&gt;</script><br />
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">// <![CDATA[</p>
<p>// ]]&gt;</script></p>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/kecamatan/maiwa/profil-kecamatan-maiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Profil Kecamatan Curio</title>
		<link>http://www.enrekang.net/kecamatan/curio/profil-kecamatan-curio/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/kecamatan/curio/profil-kecamatan-curio/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 08:21:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curio]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Curio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Kecamatan Curio adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Enrekang yang berada pada 740 – 1.098 m diatas permukaan laut. Luas Kecamatan Curio adalah 178,51 km2, yang terdiri dari 11 Desa. Jumlah penduduk Kecamatan Curio 14.533  Jiwa yang terbagi dalam jumlah laki-laki 7.335 jiwa dan jumlah perempuan 7.198 jiwa. Sebagian besar penduduk kecamatan Curio bermata pencaharian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/peta-kecamatan-curio.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-108" title="peta kecamatan curio" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/peta-kecamatan-curio.jpg" alt="peta kecamatan curio Profil Kecamatan Curio" width="500" height="767" /></a></p>
<p>Kecamatan Curio adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Enrekang yang berada pada 740 – 1.098 m diatas permukaan laut. Luas Kecamatan Curio adalah 178,51 km2, yang terdiri dari 11 Desa. Jumlah penduduk Kecamatan Curio 14.533  Jiwa yang terbagi dalam jumlah laki-laki 7.335 jiwa dan jumlah perempuan 7.198 jiwa. Sebagian besar penduduk kecamatan Curio bermata pencaharian Pertanian, perkebunan terutama padi sawah.sayur-sayuran, cengkeh, coklat, Sedangkan pada peternakan sebagian besar pada ayam buras dan sapi potog. Kecamatan Curio juga memiliki potensi di bidang kehutanan seperti kayu pinus, damar, lebah hutan, dan tanam-tanaman kayu lainnya.<span id="more-107"></span></p>
<p>Adapun batas wilayah Kecamatan Curio adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Barat                 : Kecamatan Alla</li>
<li>Timur                : kabupaten Luwu</li>
<li>Utara                 : Kabupaten Tana Toraja</li>
<li>Selatan             : <a href="http://www.enrekang.net/category/kecamatan/malua/" target="_blank">Kecamatan Malua</a> dan Baraka</li>
</ul>
<p>Arahan dan kebijakan pengembangan Kecamatan Curio merupakan hal yang sangat penting mengingat potensi alam yang perlu ditangani dengan segera. Potensi Alam Kecamatan Curio yang tersedia sangat menunjang ekonomi masyarakat baik dalam bidang perternakan, perkebunan maupun persawahan.</p>
<p>Adapun jenis-jenis arahan pengembangan kecamatan antara lain:</p>
<ol start="1">
<li>Kawasan penunjang kegiatan Ekonomi</li>
<li>Kawasan terbelakang</li>
<li>Kawasan kritis</li>
<li>Kawasan perbatasan</li>
<li>Kawasan strategis hankamnas</li>
</ol>
<p>Dalam penekanan kawasan prioritas ini perlu dilakukan identifikasi sektor-sektor prioritas untuk dapat dikembangkan pada masing-masing kawasan tersebut. Untuk itu dibutuhkan pembahasan terhadap sektor yang ada dengan memakai faktor pertimbangan arah kebijaksanaan pengembangan daerah, potensi dan prospek pengembangan kedepan.</p>
<p>Untuk program pelaksanaan kegiatan dari tahun 2010 sampai dengan 2011 disusun berdasarkan tingkat kepentingan didalam lingkup <strong>Kecamatan Curio</strong>. Dengan demikian perlu di adakan pemilihan lokasi kegiatan strategis yang akan menjadi prioritas pembangunan selama 3 tahun pertama. Dimana kawasan yang menjadi prioritas akan segera dilaksanakan baik perencanaan maupun pelaksanaan nanti, karena sudah jelas arah pembangunan adalah yang memiliki potensi atau permasalahan pembangunan yang perlu segera diselesaikan serta mengoptimalkan sumber daya yang ada pada kawasan tersebut.</p>
<p>Berdasarkan hasil analisis dan karakteristik dapat diketahui beberapa wilayah yang paling prioritas sehingga menunjang pengembangan pembagunan secara berkesinambungan, misal dapat meningkatkan perekonomian wilayah secara menyeluruh.</p>
<p>Kriteria yang diterapkan dalam menentukan kawasan penunjang ekonomi yaitu:</p>
<ol start="1">
<li>Pengaruhnya berdampak regional</li>
<li>Perluasan pengembangan lahan berskala besar</li>
<li>Prospek kedepan cerah</li>
<li>Mampu merangsang peminat investor menanam modalnya diwilayah tersebut</li>
</ol>
<p>Berdasarkan kriteria tersebut, kawasan yang diperkirakan mampu menunjang ekonomi wilayah adalah:</p>
<ul>
<li>Kawasan <strong>Kecamatan Curio</strong>. Kawasan ini akan dikembangkan sebagai wilayah tanaman persawahan dan palawija seperti: padi sawah, padi ladang, ubi jalar, ubi kayu, kacang tanah, kacang kedele, kacang merah. Buncis, Kentang, Kacang Panjang, Tomat, Bawang Merah,Terong, Kacang-kacangan, Lombok/Cabe</li>
<li>Wilayah perkebunan seperti:, Kopi, Cengkeh, Kakao, Jambu Mente, Kemiri, Vanili, dan Lada</li>
<li>Wilayah peternakan misalnya: Sapi perah, Sapi Potong, Kerbau, Kambing, Ayam buras, Itik/manila dan ikan mas serta ikan lele.</li>
</ul>
<p>Pengembangan wilayah tersebut selain mendapat keuntungan secara ekonomi maka perlu juga diperhitungkan dampak lingkungannya, serta sarana penunjangnya seperti jalan desa, irigasi, air bersih maupun fasilitas lainnya.</p>
<p>Kriteria yang digunakan untuk menentukan kategori kawasan terbelakang di Kecamatan Curio adalah:</p>
<ul>
<li>Pendapatan perkapita rendah</li>
<li>Tingkat perkembangan ekonomi rendah</li>
<li>Minimnya kelengkapan fasilitas pelayanan sosial ekonomi</li>
<li>Jumlah penduduk relatif rendah</li>
<li>Sarana transportasi sangat minim</li>
</ul>
<p>Kriteria yang digunakan dalam kawasan kritis adalah:</p>
<ul>
<li>Tingkat kerusakan lingkungan yang besar</li>
<li>Kemungkinan terjadinya bencana alam cukup besar</li>
<li>Produktifitas alamnya rendah</li>
<li>Lahan sudah tidak dapat diusahakan lagi</li>
</ul>
<p>Kecamatan Curio luas lahan tanah kering 15.721 ha, luas tanah sawah 2.116 jadi total lahan yang terdapat di Kecamatan Curio 17.837 ha, yang sangat potensial untuk pengembangan areal persawahan, perkebunan, jika tidak dibuat peraturannya sedini mungkin dapat menjadikan daerah kawasan ini sangat kritis dan dapat menurunkan lingkungan dan produktifitas tanah.</p>
<p>Upaya penanggulangan kawasan ini adalah dengan mengidentifikasi kawasan kritis sebagai bahan pertimbangan dalam pegelolaan hutan.</p>
<p>Kecamatan Curio  yang terdiri dari 11 (Sebelas) desa, Berikut tabel-tabel yang menunjukkan kecamatan Curio dalam angka.</p>
<p style="text-align: center;"><script type="text/javascript">// <![CDATA[
  google_ad_client = "pub-1999573173838714"; /* 468x60, created 1/25/10 */ google_ad_slot = "6504397342"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60;
// ]]&gt;</script><br />
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">// <![CDATA[</p>
<p>// ]]&gt;</script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/kecamatan/curio/profil-kecamatan-curio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Profil Kecamatan Enrekang</title>
		<link>http://www.enrekang.net/kecamatan/profil-kecamatan-enrekang/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/kecamatan/profil-kecamatan-enrekang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 07:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[Profil Kec Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Kecamatan Enrekang berada diibukota Enrekang. Pusat dari segala kegiatan, baik kegiatan kemasyarakatan, pemerintahan maupun dalam pembangunan. Kecamatan Enrekang saat ini dipimpin oleh Hj.SITTI SAMRIA SIA, S.IP memiliki  luas wilayah 291,19 Km2  yang terbagi dalam 6 (enam) kelurahan dan 12 (dua belas) Desa   dengan jumlah penduduk  30.260 jiwa. (data penduduk 2010) BATAS WILAYAH : Sebelah Utara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/kantor-camat-enrekang.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-102" title="kantor camat enrekang" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/kantor-camat-enrekang.jpg" alt="kantor camat enrekang Profil Kecamatan Enrekang" width="500" height="391" /></a></p>
<p>Kecamatan Enrekang berada diibukota <strong>Enrekang</strong>. Pusat dari segala kegiatan, baik kegiatan kemasyarakatan, pemerintahan maupun dalam pembangunan. <strong>Kecamatan Enrekang</strong> saat ini dipimpin oleh Hj.SITTI SAMRIA SIA, S.IP<strong> </strong>memiliki  luas wilayah 291,19 Km2  yang terbagi dalam 6 (enam) kelurahan dan 12 (dua belas) Desa   dengan jumlah penduduk  30.260 jiwa. (data penduduk 2010)<span id="more-101"></span></p>
<p><strong><em>BATAS WILAYAH :</em></strong></p>
<ul>
<li>Sebelah Utara berbatasan dengan <a href="http://www.enrekang.net/tag/kecamatan-anggeraja/">Kecamatan Anggeraja</a></li>
<li>Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Pinrang</li>
<li>Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Maiwa</li>
<li>Sebelah Selatan berbatasan dengan  Kecamatan Cendana</li>
</ul>
<p><strong><em>JARAK  KECAMATAN ENREKANG DENGAN KABUPATEN LAIN :</em></strong></p>
<ul>
<li>Dari Kabupaten Sidrap                  :     47      km</li>
<li>Dari Kabupaten Pinrang                :     52    km</li>
<li>Dari Kabupaten Tanah Toraja      :      78      km</li>
<li>Dari Makassar                                 :     243 km</li>
</ul>
<p><strong><em>Kelurahan  di Kecamatan Enrekang :</em></strong></p>
<p>1. <strong>KELURAHAN LEORAN</strong> dengan  luas 11<strong>,22 </strong>Km2</p>
<p>2. <strong>KELURAHAN GALONTA</strong> dengan luas 6<strong>,40 </strong>Km2</p>
<p>3. <strong>KELURAHAN JUPPANDANG</strong> dengan luas 11<strong>,65 </strong>Km2</p>
<p>4. <strong>KELURAHAN  LEWAJA</strong> dengan  luas 7<strong>,72</strong> Km2</p>
<p>5. <strong>KELURAHAN TUARA</strong> dengan  luas 8<strong>,75 </strong>Km2</p>
<p>6. <strong>KELURAHAN PUSERREN</strong> dengan  luas 5<strong>,50 </strong>Km2</p>
<p><strong><em>Desa di Kecamatan Enrekang :</em></strong></p>
<p><strong>1. DESA RANGA </strong>dengan  luas 23<strong>,98</strong> Km2</p>
<p>2. <strong>DESA KALUPPINI</strong> dengan  luas 13<strong>,30 </strong>Km2</p>
<p>3. <strong>DESA LEMBANG</strong> dengan  luas 13<strong>,50 </strong>Km2</p>
<p>4. <strong>DESA KARUENG </strong>dengan  luas 8<strong>,40</strong> Km2</p>
<p>5. <strong>DESA CEMBA</strong> dengan  luas 9<strong>,20 </strong>Km2</p>
<p>6. <strong>DESA TUNGKA</strong> dengan  luas 31<strong>,18 </strong>Km2</p>
<p>7. <strong>DESA BUTTU BATU</strong> dengan  luas 31<strong>,50 </strong>Km2</p>
<p>8. <strong>DESA TEMBAN</strong> dengan  luas 13<strong>,54 </strong>Km2</p>
<p>9. <strong>DESA TALLU BAMBA</strong> dengan  luas 43<strong>,44 </strong>Km2</p>
<p>10. <strong>DESA TOKKONAN</strong> dengan  luas 21<strong>,23 </strong>Km2</p>
<p>11. <strong>DESA ROSSOAN</strong> dengan  luas 13<strong>,00 </strong>Km2</p>
<p>12. <strong>DESA TOBALU</strong> dengan  luas 17<strong>,68 </strong>Km2</p>
<p style="text-align: center;"><script type="text/javascript">// <![CDATA[
 google_ad_client = "pub-1999573173838714"; /* 468x60, created 1/25/10 */ google_ad_slot = "6504397342"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60;
// ]]&gt;</script><br />
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">// <![CDATA[</p>
<p>// ]]&gt;</script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/kecamatan/profil-kecamatan-enrekang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Profil Kecamatan Malua</title>
		<link>http://www.enrekang.net/kecamatan/malua/profil-kecamatan-malua/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/kecamatan/malua/profil-kecamatan-malua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 07:34:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Malua]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Malua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Kecamatan Malua terletak di ujung Selatan Kabupaten Enrekang yang berbatasan dengan : U t a r a             : Kecamatan CURIO T i m u r            : Kecamatan BARAKA S e l a t a n        : Kecamatan BARAKA B a r a t              : Kecamatan Anggeraja Kecamatan MALUA yang terdiri atas 1 Kelurahan 21 Desa,  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/peta-kecamatan-malua.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-97" title="peta kecamatan malua" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/peta-kecamatan-malua.jpg" alt="peta kecamatan malua Profil Kecamatan Malua" width="451" height="692" /></a></p>
<p>Kecamatan Malua terletak di ujung Selatan <strong>Kabupaten Enrekang</strong> yang berbatasan dengan :</p>
<p>U t a r a             : Kecamatan CURIO</p>
<p>T i m u r            : <a href="http://www.enrekang.net/tag/kecamatan-baraka/">Kecamatan BARAKA</a></p>
<p>S e l a t a n        : Kecamatan BARAKA</p>
<p>B a r a t              : <a href="http://www.enrekang.net/category/kecamatan/anggeraja-kecamatan/">Kecamatan Anggeraja</a></p>
<p>Kecamatan MALUA yang terdiri atas 1 Kelurahan 21 Desa,  3 Lingkungan, 74 Dusun, 154 RK, dengan jumlah  penduduk 25.590 Jiwa yang terdiri dari Laki – Laki 13.031 Jiwa, Perempuan 12.559 Jiwa dengan KK 6.249. Ibukota  Kecamatan  berkedudukan di Maroangin Kelurahan Bangkala.<span id="more-96"></span></p>
<p>Luas Desa, Jarak KM dan Ketinggian dari Permukaan Laut sesuai Tabel  dibawah ini :</p>
<p>Pendayagunaan aparatur negara/pemerintah secara menyeluruh harus dilakukan secara bertahap dan berencana dengan penentuan gagasan-gagasan dan prioritas yang realistis dan menuntut kesungguhan serta tekat aparatur pemerintah untuk dapat menanggapi peningkatan tugas dan tanggung jawab yang dibebankan negara kepadanya. Dengan lahirnya undang-undang Nomor.32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, undang-undang Nomor.33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, undang-undang Nomor.25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional dengan berbagai produk hukum pelaksanaan lainnya yang terjadi di Indonesia telah mengakibatkan terjadinya pergeseran paradigma penyelenggaraan pemerintahan dari sentralistik kearah desentralisasi yang ditandai dengan pemeberian otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggung jawab. Pemeberian otonomi ini dimaksudkan untuk lebih memandirikan daerah dalam  upaya pemeberdayaan masyarakat (empowering), kedekatan pelayanan serta percepatan pembangunan khususnya kabupaten/kota dalam kawasan timur Indonesia.<br />
Berkaitan dengan penyediaan dokumen perencanaan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah adalah kunci keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan pembangunan organisasi Kantor <strong>Kecamatan Malua</strong> Kabupaten Enrekang. Perencanaan hendaknya mampu menjamin bahwa pembangunan daerah menuju kearah yang tepat sesuai dengan tuntutan internal dan eksternal, ditunjang oleh potensi sumberdaya yang tersedia. Pembangunan daerah pada dasarnya merupakan upaya perubahan dalam berbagai bidang dan aktivitas kehidupam masyarakat menuju kearah pertumbuhan kualitas sumber daya manusia. Untuk memenuhi hal ini diperlukan perencanaan yang tepat dan dapat dipercaya dengan menggunakan berbagai metode dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan, baik dalam aspek legal-formal maupun aspek akademik. Kantor Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang merupakan kelembagaan daerah yang mendapat amanat atau mandate untuk melaksanakan fungsi pelayanan public, koordinator pembangunan dalam lingkup kecamatan di <strong>Kabupaten Enrekang</strong>. Proses perencanaan dilakukan untuk menghasilkan berbagai dokuman rencana pembangunan baik jangka panjang (20 tahun) , jangka menengah (5 tahun) maupun perencanaan tahunan daerah. Dalam melaksanakan tugas yang diemban Kantor Kecamatan Malua  Kabupaten <a href="http://www.enrekang.net/">Enrekang</a> masih perlu meningkatkan kapasitasnya dalam menangani proses tersebut, agar lebih efektif, efisien dan berkualitas sesuai proses dan mekanisme yang telah diatur.<br />
Melalui media ini Kantor Kecamatan MALUA Kabupaten Enrekang berupaya untuk memeberi informasi kepada masyarakat mengenai segala hal kegiatan dan pelayanan serta keadaan masyarakat dan potensi yang terdapat di Kecamatan  Malua sebagai wujub traparasi Pemerintahan <strong>Kecamatan Malua</strong> kepada masyarakatnya.</p>
<p style="text-align: center;"><script type="text/javascript">// <![CDATA[
 google_ad_client = "pub-1999573173838714"; /* 468x60, created 1/25/10 */ google_ad_slot = "6504397342"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60;
// ]]&gt;</script><br />
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">// <![CDATA[</p>
<p>// ]]&gt;</script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/kecamatan/malua/profil-kecamatan-malua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buntu Batu, Enrekang</title>
		<link>http://www.enrekang.net/kecamatan/buntu-batu/buntu-batu-enrekang/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/kecamatan/buntu-batu/buntu-batu-enrekang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2010 13:03:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buntu Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Buntu Batu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Buntu Batu yang berada di Rumbia Kec. Buntu batu. Di sinilah pusat pemerintahan salah satu kerajaan yang berada di tanah duri pada masa lalu yaitu Kerajaan Buntu Batu dan sampai sekarang dapat kita jumpai makam-makam para raja yang memerintah dimasa lalu. Di tempat ini dapat kita temui makam Tomenawa yang menjadi legenda di tanah duri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2010/11/buntu-batu.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-79" title="buntu batu" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2010/11/buntu-batu.jpg" alt="buntu batu Buntu Batu, Enrekang" width="529" height="396" /></a></p>
<p><strong>Buntu Batu</strong> yang berada di Rumbia <strong>Kec. Buntu batu</strong>. Di sinilah pusat pemerintahan salah satu kerajaan yang berada di tanah duri pada masa lalu yaitu Kerajaan Buntu Batu dan sampai sekarang dapat kita jumpai makam-makam para raja yang memerintah dimasa lalu. Di tempat ini dapat kita temui makam Tomenawa yang menjadi legenda di tanah duri dan mempunyai pusara/nisan yang berjumlah 3 yang berasal dari 3 tempat berbeda (salah satunya dari kerajaan bone).<span id="more-77"></span></p>
<p>Pemerintahan Kerajaan Duri di masa lalu berbentuk ‘federasi’ dari Tiga kerajaan yang dikenal dengan nama “Tallu Batu Papan”, yakni Buntu Batu, Malua, dan Alla. Kerajaan Buntu Batu bahkan pernah memperoleh semacam Satya Lencana Pembangunan atau penghargaan tertinggi atas prestasi dalam pembangunan dari Kerajaan Belanda di masa kepemimpinan Puang Bangon. Hajatan juga bertujuan mempererat kekerabatan keluarga besar eks Kerajaan <a href="http://www.enrekang.net/tag/kecamatan-buntu-batu/">Buntu Batu</a>, serta upaya mengembalikan semangat kejayaan masa lalu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><script type="text/javascript">// <![CDATA[
 google_ad_client = "pub-8976635943849525"; /* 468x60, created 4/20/11 */ google_ad_slot = "9604643349"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60;
// ]]&gt;</script><br />
<script type="text/javascript">// <![CDATA[
src="http://pagea
// ]]&gt;</script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/kecamatan/buntu-batu/buntu-batu-enrekang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desa Banua di Kecamatan Bungin</title>
		<link>http://www.enrekang.net/kecamatan/bungin/desa-banua-di-kecamatan-bungin/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/kecamatan/bungin/desa-banua-di-kecamatan-bungin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Oct 2010 12:25:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bungin]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Banua di Kecamatan Bungin]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Bungin]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Maiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Desa banua yang berada di daratan tinggi yang jauh dari kota dan terletak  di kecamatan Bungin. Bukan berati  warga setempat tidak memiliki penghidupan yang cukup. Buktinya , dari tahun sebelumnya mereka diberi hasil panen yang berlimpah. Bukan hanya itu, ternyata Desa Banua dikenal sebagai penghasil buah-buahan terbesar di Kecamatan Bungin. Buah-buahan yang dihasilkan antara lain, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/sayur.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-74" title="sayur" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/sayur.jpg" alt="sayur Desa Banua di Kecamatan Bungin" width="510" height="340" /></a></p>
<p>Desa banua yang berada di daratan tinggi yang jauh dari kota dan terletak  di kecamatan Bungin. Bukan berati  warga setempat tidak memiliki penghidupan yang cukup. Buktinya , dari tahun sebelumnya mereka diberi hasil panen yang berlimpah.<span id="more-73"></span></p>
<p>Bukan hanya itu, ternyata Desa Banua dikenal sebagai penghasil buah-buahan terbesar di Kecamatan Bungin. Buah-buahan yang dihasilkan antara lain, Rambutan, Durian dan Langsat (dukuh). Selain itu, Desa Banua yang letak geografisnya berbatasan dengan <a href="http://www.enrekang.net/tag/kecamatan-maiwa/">Kecamatan Maiwa</a>, juga penghasil Merica, Kopi dan Coklat.</p>
<p>Malah, buah-buahan yang sering dikonsumsi warga di wilayah perkotaan <strong>Enrekang</strong>, umumnya berasal dari Desa Banua. Selain itu, Desa Banua juga memiliki keindahan alam yang masih asri. Tentunya, karena wilayah desa tersebut berada di daerah ketinggian</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><script type="text/javascript">// <![CDATA[
 google_ad_client = "pub-8976635943849525"; /* 468x60, created 4/20/11 */ google_ad_slot = "9604643349"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60;
// ]]&gt;</script><br />
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">// <![CDATA[</p>
<p>// ]]&gt;</script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/kecamatan/bungin/desa-banua-di-kecamatan-bungin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desa Bone-bone di Baraka</title>
		<link>http://www.enrekang.net/kecamatan/baraka/desa-bone-bone-di-baraka/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/kecamatan/baraka/desa-bone-bone-di-baraka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2010 11:53:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baraka]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Bone-Bone]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan baraka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Baraka adalah sebuah kecamatan di kabupaten enrekang,sulawesi selatan, indonesia. Kecamatan ini dikenal sebagai pelopor kecamatan bebas rokok yang diawali oleh desa Bone-bone yang telah lebih dahulu menerapkan kawasan bebas rokok dan diikuti oleh kecamatannya. // // // ]]&#62;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/bone-bone-enrekang.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-69" title="bone - bone enrekang" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/bone-bone-enrekang.jpg" alt="bone bone enrekang Desa Bone bone di Baraka" width="529" height="389" /></a></p>
<p><strong>Baraka</strong> adalah sebuah kecamatan di kabupaten enrekang,sulawesi selatan, indonesia. Kecamatan ini dikenal sebagai pelopor kecamatan bebas rokok yang diawali oleh desa Bone-bone yang telah lebih dahulu menerapkan kawasan bebas rokok dan diikuti oleh kecamatannya.</p>
<p style="text-align: center;"><script type="text/javascript">// <![CDATA[
 google_ad_client = "pub-8976635943849525"; /* 468x60, created 4/20/11 */ google_ad_slot = "9604643349"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60;
// ]]&gt;</script><br />
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">// <![CDATA[</p>
<p>// ]]&gt;</script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/kecamatan/baraka/desa-bone-bone-di-baraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>keripik salak di alla</title>
		<link>http://www.enrekang.net/kecamatan/alla/keripik-salak-di-alla/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/kecamatan/alla/keripik-salak-di-alla/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 11:47:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alla]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Alla]]></category>
		<category><![CDATA[keripik salak di alla]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Enrekang memang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk buah-buahan. Salah satu produksi buah yang melimpah adalah salak di Kecamataan Alla. Apalagi pada waktu panen raya salak, petani kebingungan menjual hasil kebunnya karena harga jual buah anjlok. Hal ini diakui Camat Alla Muzzakir, saat ditemui di arena Enrekang Expo 2010. Pihaknya bersama petani salak mengaku telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/keripik-salak.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-63" title="keripik salak" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/07/keripik-salak.jpg" alt="keripik salak keripik salak di alla" width="541" height="394" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Enrekang</strong> memang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk buah-buahan. Salah satu produksi buah yang melimpah adalah salak di <strong>Kecamataan Alla</strong>. Apalagi pada waktu panen raya salak, petani kebingungan menjual hasil kebunnya karena harga jual buah anjlok.<br />
Hal ini diakui Camat Alla Muzzakir, saat ditemui di arena Enrekang Expo 2010. Pihaknya bersama petani salak mengaku telah melakukan inovasi agar buah salak yang hasilnya melimpah tersebut diolah menjadi keripik yang cukup lezat dan nilai jualnya meningkat. &#8220;Selama ini kami hanya mendistribusikan buah salak ke wilayah nusantara dan luar negeri dalam bentuk buah salak utuh. Kini kami megembangkan keripik buah salak, harga penghasilan warga lebih meningkat untuk meningkatkan perekonomian,&#8221; katanya. Ia menjelaskan, untuk memproduksi keripik buah salak hanya membutuhkan 5 buah salak yang kemudian diolah menggunakan mesin yang bisa dijual dengan harga Rp5 ribu. &#8220;Teknik ini lebih menguntungkan petani, walaupun distribusinya belum maksimal karena hanya beberapa daerah yang memiliki mesin tersebut,&#8221; katanya. Selain memamerkan hasil produksi pertanian, Kecamatan Alla yang mengikuti <a href="http://www.enrekang.net/">Enrekang</a> Expo juga memakerkan hasil kerja pemerintah di Kecamatan Alla termasuk kegiatan kerja bakti di arena Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Jl Poros Enrekang- Tana Toraja. Serta produksi hasil benang yang dikelolah oleh warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><script type="text/javascript">// <![CDATA[
 google_ad_client = "pub-8976635943849525"; /* 468x60, created 4/20/11 */ google_ad_slot = "9604643349"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60;
// ]]&gt;</script><br />
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">// <![CDATA[</p>
<p>// ]]&gt;</script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/kecamatan/alla/keripik-salak-di-alla/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisata Kuliner Primadona Enrekang</title>
		<link>http://www.enrekang.net/kuliner/wisata-kuliner-primadona-enrekang/</link>
		<comments>http://www.enrekang.net/kuliner/wisata-kuliner-primadona-enrekang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 19:43:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Primadona]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enrekang.net/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan menjadikan wisata kuliner sebagai primadona untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik ke daerah itu. “Kita punya banyak jenis panganan tradisional yang bisa jadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Enrekang antara lain “dangke” yang populer dengan sebutan keju khas Enrekang di samping berbagai jenis kue tradisional,” kata Bupati setempat Ir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/08/wisata-kuliner-enrekang.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-214" title="wisata kuliner enrekang" src="http://www.enrekang.net/wp-content/uploads/2011/08/wisata-kuliner-enrekang.jpg" alt="wisata kuliner enrekang Wisata Kuliner Primadona Enrekang" width="413" height="305" /></a></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan menjadikan wisata kuliner sebagai primadona untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik ke daerah itu. “Kita punya banyak jenis panganan tradisional yang bisa jadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Enrekang antara lain “dangke” yang populer dengan sebutan keju khas <strong>Enrekang</strong> di samping berbagai jenis kue tradisional,” kata Bupati setempat Ir H Latinro Latunrung di Enrekang, Selasa. Enrekang terus berbenah diri memacu sektor pariwisatasebagai salah satu sektor primadona untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di samping sektor pajak lainnya.</p>
<p>Selain dangke, beragam jenis kue yang ditampilkan dalam wisata kuliner adalah deppa, baje kotu, baje canggoreng, nasu cempa, taripang, barongko. Untuk melestarikan berbagai ragam makanan khas daerah itu, maka Pemkab Enrekang menggelar wisata kuliner pada akhir Februari 2010 di <a href="http://www.enrekang.net/" target="_blank">Enrekang</a>. Wisata kuliner telah masuk agenda pariwisata Sulsel yang terus dipromosikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel sebagai salah satu daya tarik wisatawan.</p>
<p>Di samping itu, Enrekang juga kaya obyek wisata alam yang cukup mempesona seperti penorama alam Buntu Kabobong, permandian alam Lewaja, bungker peninggalan serdadu Jepang di perang Dunia II yang menempel di bibir tebing di Kecamatan Anggeraja poros jalan menuju Tanatoraja. Enrekang juga punya desa cukup unik yang tidak ditemui di daerah lain yakni Desa Bone-Bone. Desa ini bebas dari asap rokok. Warga desa tersebut tidak satu pun yang merokok, sehingga siapa pun yang mengunjungi desa bebas polusi asap rokok ini harus mengikuti ketentuan pemangku adat dan perangkat desa setemnpat tidak merokok.</p>
<p>Sungai Mata Allo dan Sungai Saddang yang membelah Kota Enrekang juga jadi arena kegiatan Arung Jeram yang diminati banyak wisatawan yang gemar berpetualangan.</p>
<p>Agrowisata yang dikembangkan pemkab setempat sejak puluhan tahun juga jadi daya tarik wisatawan seperti kawasan perkebunan kopi arabika yang dikenal dengan “Kopi Bungin” memiliki citarasa khas yang digemari wiatawan Jepang. <strong>Enrekang</strong> juga punya perkebunan murbei dan penghasil benang sutera, markisa, pepaya serta pisang tanduk yang buahnya mencapai panjang hingga satu meter, tidak seperti buah pisang kebanyakan hanya 10-15 sentimeter, juga ada buah salak khas. Enrekang juga dikenal sebagai penghasil sayur-sayuran berupa kentang, kol, tomat, cabai, timun, kacang tanah, kacang hijau, kacang merah untuk memenuhi kebutuhan warga Makassar dan sekitarnya serta sebagian diantarpulaukan ke Kalimantan Timur dan sejumlah kota di KTI.</p>
<p>Sumber : AntaraNews</p>
<p style="text-align: center;"><script type="text/javascript">// <![CDATA[
 google_ad_client = "pub-1999573173838714"; /* 468x60, created 1/25/10 */ google_ad_slot = "6504397342"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60;
// ]]&gt;</script><br />
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">// <![CDATA[</p>
<p>// ]]&gt;</script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.enrekang.net/kuliner/wisata-kuliner-primadona-enrekang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	<media:rating>nonadult</media:rating></channel>
</rss>

