<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016</atom:id><lastBuildDate>Fri, 09 Oct 2009 00:26:49 +0000</lastBuildDate><title>3rrorpage</title><description>sebuah blog yang benar-benar 3rror dan didalamnya penuh dengan halaman - halaman 3rror. banyak sekali ketidak jelasan blog ini inilah  
&lt;br&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;3RRORPAGE&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;</description><link>http://3rrorpage.blogspot.com/</link><managingEditor>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><media:copyright>Pemburu Cinta</media:copyright><media:thumbnail url="http://i371.photobucket.com/albums/oo152/blackhunter_ok/Naive_Incubus.jpg" /><media:keywords>Pemburuan,Cinta</media:keywords><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Music</media:category><itunes:owner><itunes:email>sigit.hunterlove@gmail.com</itunes:email><itunes:name>sigit</itunes:name></itunes:owner><itunes:author>sigit</itunes:author><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:image href="http://i371.photobucket.com/albums/oo152/blackhunter_ok/Naive_Incubus.jpg" /><itunes:keywords>Pemburuan,Cinta</itunes:keywords><itunes:subtitle>errorpage</itunes:subtitle><itunes:summary>awal dalam percarian cinta sejati</itunes:summary><itunes:category text="Music" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/Errorpage" type="application/rss+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-56718773666587707</guid><pubDate>Tue, 21 Jul 2009 12:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-21T19:46:46.940+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Diary of the 3rrorpage</category><title>Who is S!G!T</title><description>Sekarang aku akan cerita tentang siapa itu sigit, sebenarnya sigit adalah seseorang yang perlu bimbingan oleh seseorang untuk menentukan kemana dia harus melangkah. Dia selalu melangkah seperti air mengalir begitu saja sehingga dia hidup seperti air sungai yang hanya bisa mengikuti arus.  Dia membutuhkan sahabat Karena dirinya selalu penuh dengan kesedihan dan kesepian, walau ia ditemani oleh banyak kawan tetapi didalam hatinya selalu sepi dan sendiri. Dia ingin sekali memiliki seorang sahabat terutama seorang cewek karena menurutnya cewek lebih peka terhadap perasaan dan juga seorang sahabat cewek lebih dapat dipercaya. Kenapa tidak mencari seorang kekasih/pacar??? menurut dia kekasih/pacar itu hanya sementara jika suatu saat putus akan ada masalah baru. dia juga tidak pernah percaya kepada namanya kekasih/pacar karena knpa??jika kekasih/pacar anggap aja putus maka sang kekasih akan menceritakan kebaikannya sendiri dan kejelekan kekasihnya. Suatu hari ia memiliki masalah yang serius dengan perasaannya. Dia ingin sekali berbagi cerita tapi tak tahu kepada siapa ia harus bercerita!!! akhirnya dia berpikir “masa bodo dengan itu “, &lt;span class="fullpost"&gt;dia selalu berpikir seperti itu setiap ia memiliki masalah. Dia tidak pernah lari dari masalah dan juga tak pernah takut dengan masalah karena dalam hidupnya selalu bermasalah. Sehingga terbentuk suatu prinsip hidup yang beda dengan orang lain. &lt;br /&gt; Dibalik sosok sigit ternyata dia pendiam tak banyak bicara padahal dia memiliki masalah, knpa tidak mw cerita??sudah aku bilang dia mencari seorang sahabat yang bisa dipercaya dan dapat membimbingnya. Dia hampir menemukan sahabat yang selama ini ia cari dalam perjalannya ia tersandung masalah dengan cowok sahabat tersebut. Apa boleh buat dia disuruh pergi ia pergi!!!  Dan juga sahabat tersebut meninggalkannya begitu saja. Bagaimana mana seorang sahabat meninggalkan sahabatnya yang lagi memiliki masalah?”dia tak pernah menganggap diriku sahabatnya walaupun diriku menganggap dirimulah sahabatku”kata sigit. Ooo… berarti sahabat bertepuk sebelah tangan donk!!!hehehe bukannya cinta bertepuk sebelah tangan biasanya.  Sebenarnya Dia selalu kesepian . . .tapi tak pernah terlihat dia kesepian karena dikelilingi oleh kawan-kawannya. secara  kelompok dia tidak kesepian tetapi secara individual dia sangat kesepian membutuhkan seorang sahabat.&lt;br /&gt;Seperti biasanya dia menjalani hidup seperti air mengalir mengikuti arus, “biarkan waktu yang membawa masalahnya” dalam pikirannya. Dia berkata dalam hatinya ”dunia ini luas mungkin bukan kamu yang aku cari, tapi jika kita berjumpa lagi emang benar kamu yang slama ini yang aku cari”. knpa kmu sangat berharap bahwa dia akan menjadi sahabatmu??”karena aku percaya bahwa dia akan atau bisa merubah diriku dan prinsip hidupku” kata sigit. dalam kesempatan lain dia berkata” ku takkan terlalu banyak berharap karena harapan itu takkan menjadi nyata”. selama ini dia hanya mendapatkan kebahagian yang semu yang hanya ada dalam pikiran dan imajinasinya saja tak untuk jadi nyata. Kasian sekali kamu sigit hidupmu penuh duri kehidupan . apakah airmata bisa mengobati kesediahanmu???tentu saja tidak bukan??itulah kehidupan sigit cobalah untuk tersenyum. Syukurilah apa yang kamu punya sigit slama ini walaupun kamu tak punya apa-apa hehehe. dan aku hanya bisa berkata”Who am I, jika kamu sigit”.capek nih lanjutkan lain X aja.ok!!!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-56718773666587707?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/B3P5JRDwoKc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/B3P5JRDwoKc/who-is-sgt.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/07/who-is-sgt.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-5562953628815284665</guid><pubDate>Fri, 17 Jul 2009 08:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-17T15:05:42.030+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Diary of the 3rrorpage</category><title>Takdir dan Kebetulan</title><description>Disaat qwe berpikirkan apakah Takdir ato kebetulan berjumpa dengan dirimu??qwe harus mengakui untuk saat ini qwe gk bisa menentukan apakah takdir ato kebetulan!!!tapi didalam hati qwe mengingkan ini adalah takdir.  Kemanapun kamu berlari dari kenyataan dan dari diriku suatu saat akan berjumpa lagi karena diriku dan dirimu dipertemukan oleh takdir.Qwe tak berlari dari kenyataan dan dari dirimu tapi mengapa qwe gk bisa berjumpa denganmu lagi?? Itu karena diriku dan dirimu hnyalah kebetulan berjumpa. Ku akui takdir dan kebetulan itu ada tak bisa kupungkiri bahwa diriku terjebak diantara takdir dan kebetulan. &lt;span class="fullpost"&gt; Saat qwe mencari takdir cinta, qwe kebetulan berjumpa dengan dirimu?!ku anggap dirimu takdir cinta qwe oh…!!! Ternyata itu kesalahan terbesar qwe menganggap dirimu takdir cintaku. Saat ini hati dan pikiranku bergejolak penuh gelombang, setan dan malaikat cinta pun bertempur!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kamu berlari dari kenytaan jika dirimu tak ditakdirkan untukku??? Jika kamu tak ditakdirkan dengan qwe buat apa berlari, karena kamu berlari membuktikan bahwa dirimu menyukaiku dan tak ingin menyakiti cinta yang kebetulan ada saat diriku mencari takdir cinta!!! diriku selalu santai dalam menghadapi setiap masalah tak perlu berlari. Biarkan masalah berhembus seperti angin, mengalir seperti air dan seiring waktu badai pasti berlalu. Jika tidak bisa KELAUT AJA……LHOE!!!!okey sekian dulu qwe bercerita nnti qwe lnjukan agy ceritanya dengan judul yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-5562953628815284665?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/-v69BQMdhYc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/-v69BQMdhYc/disaat-qwe-berpikirkan-apakah-takdir.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/07/disaat-qwe-berpikirkan-apakah-takdir.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-6516259247181201261</guid><pubDate>Fri, 17 Jul 2009 06:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-17T13:37:54.681+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Diary of the 3rrorpage</category><title>3rrorpage</title><description>Sebelum crita qwe memperkenalkan terlebih dahulu apa itu 3rrorpage? kata orang tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak akan pernah kembali. Ok….!!! 3rrorpage merupakan kumpulan tulisan ato kata-kata yang selalu terhapus dan dibuang karena tak sempurna ato tak sesuai dengan perasaan. Bisa juga dibilang sketsa-sketsa tulisan yang tak sempurna. Disaat tak ada yang pernah menghargai sketsa-sketsa tulisan, dari sini 3rrorpage tercipta. mengertikah kalian apa yang qwe maksud?! Jika tidak mengerti mati aja loe….!!!3rrorpage adalah cerminan diri qwe. Sekarang qwe akan menjelaskan kenapa kuberi nama 3rrorpage???&lt;span class="fullpost"&gt; 3 bukan dibaca 3(tiga)melainkan E(e) kenapa kok 3(tiga sebagai (e) ) gampang aja jwbx karena qwe gk suka angka yang lain hehehe gk kok bercnda. 3 itu Cuma variasi agar terlihat lebih istimewa. 3rrorpage knpa ya qwe memberi nama itu??ehm…ehm… suka-suka qwelah kuberi nama apa. Iya …..sesuai dengan maksud qwe untuk menunjukkan pada kalian bahwa kesalahan/3rror itu adalah hal yang lumrah dalam belajar. Jangan pernah takut jika salah, manusia diciptakan tidaklah sempurna karena tidak ada yang sempurna didunia ini. Kesempurnaan hanyalah milik Yang Kuasa. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Karena hanyalah orang bodoh yang melakukan kesalahan ditempat  yang sama 2 kali ato lebih. Belajarlah dari kesalahan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Sekian dulu qwe bercerita udah capek nih!!!lanjutkan lain kali aja okey….cerita itu tak perlu panjang yang penting ada pesan dalam cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat cerita qwe!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-6516259247181201261?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/PYlEz8CYGuM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/PYlEz8CYGuM/3rrorpage.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/07/3rrorpage.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-2560974002710141200</guid><pubDate>Sat, 20 Jun 2009 08:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-20T15:57:53.718+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tutorial</category><title>Main merger</title><description>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNETWOR%7E2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:TimesNewRomanPSMT; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TimesNewRomanPS-BoldMT; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;1.Membuat data source dan dokumen utama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;a) Membuat Ad&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;dress list/data source&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;Pada OpenOffice data source disebut juga sebagai address list. Address list &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;dapat dibuat dari berbagai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;macam tipe file, baik database maupun spreadsheet. Biasanya pada database&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt; (dbf/odb) atau spreadsheet&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;(ms.Excel atau OpenOffice Spreadsheet) yang telah kita miliki sebelumnya. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;Pada tutorial ini address list&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;yang digunakan dibuat dari spreadsheet ms.excel (xls)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;b) Membua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;t dokumen utama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;Pada OpenOffice dokumen utama disebut sebagai 'starting document'. Sebagai cont&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;oh dokumen yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;dibuat adalah dokumen &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; seperti gambar dibawah. Ke&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;mudian di&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;simpan dengan nama file &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:TimesNewRomanPS-BoldMT;"&gt;mergecoba.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:TimesNewRomanPS-BoldMT;"&gt;odt&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;2.Menggab&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;ungkan isi address list/data source ke d&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;okumen uta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;ma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="line-height: 115%;font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;1. Memulai membuat mail merge dengan memil&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;ih menu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:TimesNewRomanPS-BoldMT;" &gt;tools&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:TimesNewRomanPS-BoldMT;" &gt; -&gt; mail merge wizard&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/1.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 396px; height: 281px;" src="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/1.bmp" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:TimesNewRomanPS-BoldMT;" &gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:TimesNewRomanPS-BoldMT;" &gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:TimesNewRomanPS-BoldMT;" &gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNETWOR%7E2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C05%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNETWOR%7E2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C05%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:TimesNewRomanPSMT; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;2. Selanjutnya muncul beberapa pilihan untu&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;k menentukan dokumen utama yang akan dijadikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;sebagai halaman utama dokumen. Pada contoh &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;kali ini, dokumen yang digunakan adalah dokumen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;yang telah dibuat sebelumnya yaitu merge-coba.o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;dt. Pilih 'start from existing document' kemudian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;klik tombol 'browse' untuk menentukan p&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;osisi dokumen yang telah disimpan sebelumnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;3. Kemudian klik next&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_2" spid="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:468pt;height:301.5pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\NETWOR~2\LOCALS~1\Temp\msohtml1\05\clip_image001.emz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 470px; height: 303px;" src="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/2.bmp" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNETWOR%7E2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C06%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:TimesNewRomanPSMT; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;4. Selanjutnya pada menu dokumen type, pilih 'letter'. Artinya kita akan membuat dokumen &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;dapat dicetak. Kemudian klik next&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/3.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 467px; height: 305px;" src="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/3.bmp" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNETWOR%7E2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C07%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:TimesNewRomanPSMT; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:OpenSymbol; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"MS Mincho"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 134676480 16 0 131072 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"\@OpenSymbol"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 134676480 16 0 131072 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;5. Pada menu jendela selanjutnya adalah tahap memasukkan alamat (insert address block). Pada tahap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;ini terdiri dari 4 langkah; yaitu memilih data source, menentukan format 'address block',&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;menyesuaikan field yang diinginkan dengan data, memeriksa dan melihat hasil yang diinginkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;Berikut langkah-langkahnya;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:OpenSymbol;font-size:100%;"  &gt;○ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Langkah pertama adalah dengan memilih data source yang telah kita miliki sebelumnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;dengan me-klik tombol 'select address list'.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/4.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 476px; height: 299px;" src="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/4.bmp" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNETWOR%7E2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:OpenSymbol; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"MS Mincho"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 134676480 16 0 131072 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"\@OpenSymbol"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 134676480 16 0 131072 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:OpenSymbol;font-size:100%;"  &gt;○ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Kemudian muncul jendela pilihan address list yang akan digunakan. Masukkan address list&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;yang anda miliki dengan mengklik tombol 'add'
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/5.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 476px; height: 299px;" src="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/5.bmp" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNETWOR%7E2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C05%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:OpenSymbol; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"MS Mincho"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 134676480 16 0 131072 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"\@OpenSymbol"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 134676480 16 0 131072 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:OpenSymbol;font-size:100%;"  &gt;○ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Kemudian pilih dokumen data dengan menyesuaikan filetype data source yang anda miliki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;OpenOffice mendukung data source dalam berbagai format, salah satunya adalah format&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;ms.excel (xls) dan ms.access(pdb) pilih kemudian klik open. Pada contoh file yang telah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;dibuat dari OpenOffice spreadsheet dengan nama file alamat-teman.odb&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/6.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 476px; height: 299px;" src="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/6.bmp" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNETWOR%7E2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C07%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNETWOR%7E2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C07%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:OpenSymbol; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"MS Mincho"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 134676480 16 0 131072 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"\@OpenSymbol"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 134676480 16 0 131072 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:OpenSymbol;font-size:100%;"  &gt;○ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Langkah kedua yaitu menentukan format address block. Klik more untuk menentukan format&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;alamat yang akan tampil sesuai dengan yang anda inginkan. Ketika anda mengklik tombol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;more akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Selanjutnya klik New&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/7.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 476px; height: 299px;" src="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/7.bmp" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNETWOR%7E2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C09%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:OpenSymbol; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"MS Mincho"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 134676480 16 0 131072 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"\@OpenSymbol"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 134676480 16 0 131072 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:OpenSymbol;font-size:100%;"  &gt;○ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Selanjutnya tentukan field-field yang ingin digunakan dan dicetak pada dokumen. Sesuaikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;urutan field yang ada dengan menekan tombol atas, bawah, kiri, atau kanan yang ada pada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;jendela dialog. Apabila belum menentukan field dengan tabel yang dimiliki pada kolom&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;preview akan muncul kalimat &lt;not&gt; artinya belum sesuai&lt;/not&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/8.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 476px; height: 299px;" src="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/8.bmp" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNETWOR%7E2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C11%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:OpenSymbol; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"MS Mincho"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 134676480 16 0 131072 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"\@OpenSymbol"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 134676480 16 0 131072 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:OpenSymbol;font-size:100%;"  &gt;○ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Langkah ketiga adalah menentukan field-field pada wizard dengan kolom-kolom pada tabel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;yang kita miliki. Klik match field untuk melakukan hal tersebut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/9.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 476px; height: 299px;" src="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/9.bmp" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNETWOR%7E2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C13%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:OpenSymbol; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"MS Mincho"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 134676480 16 0 131072 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"\@OpenSymbol"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 134676480 16 0 131072 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:OpenSymbol;font-size:100%;"  &gt;○ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Selanjutnya akan muncul penyesuaian antara tabel dengan field-field yang tersedia. Kemudian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;klik ok&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/10.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 476px; height: 299px;" src="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/10.bmp" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:OpenSymbol; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"MS Mincho"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 134676480 16 0 131072 0;} @font-face 	{font-family:"\@OpenSymbol"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 134676480 16 0 131072 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:OpenSymbol;font-size:100%;"  &gt;○ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Langkah keempat adalah melihat hasil yang telah dibuat sebelumnya. Apabila dirasa belum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;sesuai dapat mengulangi langkah-langkah sebelumnya, namun apabila dirasa sudah pas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;silahkan klik next&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TS3c5kWIrN8/SjydNF_Q5vI/AAAAAAAAADA/V-s3dudVgeg/s1600-h/16.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 252px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TS3c5kWIrN8/SjydNF_Q5vI/AAAAAAAAADA/V-s3dudVgeg/s400/16.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349323305680692978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:TimesNewRomanPSMT; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;6. Pada menu selanjutnya adalah menentukan apakah documen yang diinginkan juga mengandung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:TimesNewRomanPSMT; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/11.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 476px; height: 299px;" src="http://www.geocities.com/sigit_3rrorpage/foto_mail_merger/11.bmp" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;kata-kata pembuka/salution seperti yang terhormat, yang tercinta, yang tersayang ananda, dan lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;sebagainya. Anda dapat menentukan apakah ingin menggunakan ucapan pembuka atau tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;Apabila anda tidak menginginkan kalimat pembuka, cukup hilangkan semua tanda checklist yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;ada pada jendela dialog&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;7. Menu selanjutnya yaitu menentukan posisi pada kertas yang akan dicetak/layout. Silahkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TS3c5kWIrN8/SjybcqYGGrI/AAAAAAAAACg/c0IcaRk7XyA/s1600-h/12.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 258px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TS3c5kWIrN8/SjybcqYGGrI/AAAAAAAAACg/c0IcaRk7XyA/s400/12.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349321374123301554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:TimesNewRomanPSMT; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;menentukan layout sesuai dengan yang anda inginkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;8. Sebelum mencetak dokument akan ada menu pilihan untuk mengedit dokumen utama yang ada,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;namun apabila tidak ingin mengedit dokumen cukup klik next&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TS3c5kWIrN8/SjybcxgMBPI/AAAAAAAAACo/a8bdguvjuFQ/s1600-h/13.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 260px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TS3c5kWIrN8/SjybcxgMBPI/AAAAAAAAACo/a8bdguvjuFQ/s400/13.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349321376036291826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:TimesNewRomanPSMT; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;9. Menu ini adalah untuk membuat halaman khusus didalam halaman mail merge. Apabila tidak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;"  &gt;memiliki halaman khusus yang diinginkan, selanjutnya klik next&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSIGIT_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:TimesNewRomanPSMT; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TS3c5kWIrN8/Sjybc3G2OXI/AAAAAAAAACw/pLLVfDOttOA/s1600-h/14.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 260px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TS3c5kWIrN8/Sjybc3G2OXI/AAAAAAAAACw/pLLVfDOttOA/s400/14.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349321377540618610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:12;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10. Langkah terakhir adalah mencetak document. Dapat mencetak dalam bentuk file perhalaman atau&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:12;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;langsung mencetak ke kertas.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TS3c5kWIrN8/SjybdG2liyI/AAAAAAAAAC4/oyvxRVaNATQ/s1600-h/15.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 262px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TS3c5kWIrN8/SjybdG2liyI/AAAAAAAAAC4/oyvxRVaNATQ/s400/15.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349321381767383842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-2560974002710141200?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/ONGPV5s8Ajc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/ONGPV5s8Ajc/main-merger.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_TS3c5kWIrN8/SjydNF_Q5vI/AAAAAAAAADA/V-s3dudVgeg/s72-c/16.bmp" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/06/main-merger.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-8093104177365133700</guid><pubDate>Wed, 04 Mar 2009 10:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-17T14:23:25.284+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kisah pengguna narkoba</category><title>Kisah band Slank</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.bnn.go.id/file/kisah/kisah_1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 103px;" src="http://www.bnn.go.id/file/kisah/kisah_1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keringat bermanik-manik di wajahnya. Tubuhnya menggigil. Wajahnya yang tirus dan kuyu menyemburatkan rasa sakit yang sangat. Napasnya pun tersengal-sengal. Di puncak rasa sakit yang tak terperikan, anakmuda yang sakaw (ketigahan narkoba), teringat pada Allah. ''Ya, Allah, sembuhkan aku dari rasa sakit ini, bebaskan aku dari jerat narkoba,'' hatinya mengerung, memanjatkan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekonyong-konyong, ia merasa ada kesejukan, mengaliri jiwanya. Kesejukan itu bagaikan air yang merendam rasa sakit pada jasmaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimbim, demikian anakmuda yang sakaw itu, tak dapat melupakan pengalaman tersebut. Pengalaman itu, tak sekadar membekas di bilik hatinya, tetapi memicunya untuk mendekatkan diri pada-Nya sekaligus lebih menghayati agama Islam. Sepotong doa, baginya di puncak kritis, menjadi obat yang mengeluarkannya dari jerat narkoba.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bimbim, siapa tak mengenal nama itu? Nama itu terpahat di benak para slanker, penggemar grup rock Slank. Bimbim bersama personel Slank, seperti jamaknya bagi sebagaian rocker pada kala itu, memang sempat menjadi budak narkoba. Narkoba bagaikan setan. Awalnya, mengiming-iming kebebasan berekspresi dan kekayaan kreativitas, sehingga mereka menggunakan narkoba untuk eksis di blantika musik Indonesia. ''Dulu dengan menggunakan narkoba memang bisa membantu,'' kisah Bimbim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mengherankan, narkoba menjadi gaya hidup, awak Slank. Tak hanya Bimbim, Kaka dan Irfan pun mengonsumsinya.Maka dengan mata celong, kelakukan tak terkontrol, mereka lebih mirip monster di panggung. Ironisnya, penggemarnya mengelu-elukannya. ''Yang ganjil malahan orang luar yang melihat kita. Kita sih ngerasa benar juga,'' kenang Bimbim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, narkoba itu laiknya setan. Setelah terjerumus kepada narkoba, Bimbim maupun Kaka belakangan merasa daya ''sihir'' narkoba, berkurang. Sebaliknya, mereka merasa fisik dan jiwa kian layu, bahkan, mengutip istilah mereka, ''hampir mati.'' Merasakan dampak buruknya, awak Slank pun sepakat untuk keluar dari jebakan narkoba. Semula, mereka mencoba mengurangi dosis, dengan harapan kelak dapat berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya? Hingga lima tahun, mereka tak kunjung berhenti. ''Jadi kalau mau berhenti harus mendadak. Hari ini mau berhenti, ya hari itu juga nggak lagi mau bersentuhan dengan narkoba,'' jelas penabuh drum itu. Kaka, sang vokalis, berpendapat demikian. Ia melukiskan, obat dan dokter hanya pembantu, yang utama ialah niat untuk berhenti. Irfan, pemain bass, menambahkan dari semua itu kemauan memohon petunjuk Allah. ''Tanpa berdoa nggak mungkin kita bebas dari narkoba.'' Mereka yang tak percaya Allah mustahil keluar dari jerat narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bantuan Allah dan dukungan keluarga, para awak Slank itu meyakini, mustahil dapat sembuh. ''Kita nggak lupa berdoa. Ya berdoa untuk karier kita dan supaya lepas dari narkoba. Alhamdulillah akhirnya dijawab oleh Allah dan kita diberi kesempatan sekali lagi,'' kisah Bimbim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, menurut Kaka, peran keluarga terutama Bunda (orangtua Bimbim) menyebabkan mereka sembuh. Bunda begitu sabar dan telaten merawat mereka. Menghadapi awak-awak Slank, Bunda memperlakukan mereka, tak ubahnya bayi. Berkat doa mereka sendiri maupun Bunda sekaligus ketawakkalan orangtua tersebut, mereka sembuh dari narkoba, pada 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelimanya -- Bimbim, Kaka, Ridho, Abdi dan Ifan -- kini merasa lebih sehat jasmani maupun rohani dibandingkan dulu. Berhasil keluar dari kungkungan ''setan'' tersebut, merupakan pengalaman rohani yang terbesar, bagi awak Slank. ''Kalau dipikir-pikir mustahil kami dapat keluar, tanpa pertolongan Allah.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat pertolongan-Nya - yang jika Cuma menggunakan logika manusia mustahil mereka mendapatkan hidayah-Nya akibat keburukan perilaku - mereka menyadari betapa Allah maha pengasih. Mereka pun semakin berupaya mendekatkan diri kepada agama. Salah satu bentuknya berdoa sebelum konser. ''Ya bayangin aja, kita sering konser di  banyak kota hanya dalam waktu tiga bulan. Kasarnya kalau bukan karena pertolongan Allah, kita pasti nggak akan kuat. Alhamdulillah konser berjalan lancar, '' ujar Bimbim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengaku telah memulai ritual doa sebelum manggung sejak awal, Kaka mengisahkan, dengan semua awak Slank muslim, justru membuat kompak. ''Doanya bismillah dan baca fatihah,'' kisah Kaka. Slank pun lebih dewasa, bahkan, kini berupaya menanamkan kesadaran bagi penggemarnya di sela-sela pertunjukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman berkesan lainnya bagi para rocker ini saat turut memeriahkan Konser Hijriyah yang diselenggarakan Republika pada dua tahun silam. ''Tanpa pikir panjang kami iyakan, ini berkah tersendiri,'' kenang Bimbim. Merupakan pengalaman musikal relijius pertama Slank, pada perhelatan keislaman itu, grup rock ini berkolaborasi dengan Hadad Alwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dipetik dari pengalaman musikal relijius itu? mengandaikan konser itu merupakan bentuk lain ibadah Slank, Kaka mengakui ada nuansa berbeda karena sebelumnya tidak pernah menyanyikan lagu religius. Penjiwaan terhadap lagu inilah yang agak sulit dilakukan dalam tempo singkat. Bila untuk tembang pop rock biasanya hanya butuh waktu satu hari, tetapi menjiwai lagu religius baru bisa dua hari. Itupun setelah banyak bertanya kepada Hadad Alwi dan sejumlah orang yang memahami bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseharian mereka pun kini kian islami terutama karena semua personelnya pemeluk Islam. Ini menciptakan suasana kondusif bagi Slank. Masing-masing menjadi bisa saling memberitahu dan memberi arah. Kadang salah satu dari kelimanya mengingatkan untuk shalat. Kendati kegiatan rutin keagamaan belum dilaksanakan, namun ada momen-momen tertentu yang mereka gunakan untuk berkumpul bersama. Semisal berbuka puasa, sahur dan takbiran bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimbim pun kini lebih bening membandingkan masyarakat maju di negara sekuler. Di sana, menurutnya, sebagian penduduknya memang tak percaya Tuhan. Di Indonesia? Kendati hidup modern, masyarakatnya masih mengingat Allah. Bimbim pun berharap, mereka dapat mewujudkan impian di masa datang, yaitu menyelipnya nuansa reliji pada album-album barunya. Namun, Bimbim menegaskan, Islam tak harus identik dengan Arab, begitupun dengan musiknya. ''Bagi Slank, musik Islam dapat dibungkus dengan corak apapun, pop modern misalnya,'' ujarnya.&lt;br /&gt;Oleh: Yusuf Assidiq  [18 Juli 2003, : WIB]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-8093104177365133700?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/_RZieA90RKI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/_RZieA90RKI/keringat-bermanik-manik-di-wajahnya.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/03/keringat-bermanik-manik-di-wajahnya.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-5045044165203965676</guid><pubDate>Wed, 04 Mar 2009 10:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-04T17:43:37.009+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kisah pengguna narkoba</category><title>Kisah Rizal - Di Penjara, Narkoba Tuh banyak Banget</title><description>Tidak banyak orang yang berani secara terus terang mengaku dirinya mantan pecandu narkoba, mengingat status tersebut memalukan alias aib bagi keluarga serta masyarakat. Rizal, seorang pemuda usia 22 tahun yang tinggal di kawasan Bintaro adalah salah satu dari sedikit orang yang berani mengakui dirinya mantan pecandu dan ingin mengubah paradigma bahwa korban narkoba bukanlah aib melainkan korban yang butuh pertolongan. Rizal bahkan bersedia diwawancarai oleh SADAR untuk mengisi rubrik "Kisah Nyata" dengan identitas dan foto yang tidak ditutup-tutupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya mengenakan kaus dan kain sarung, Rizal menceritakan semua pengalamannya kepada SADAR di Masjid Al-Karim, Bumi Bintaro Permai. Pemuda berperawakan kecil ini mengaku sudah mengecap semua asam garam seorang pecandu - dari tahap mencoba-coba sampai harus menginal di "hotel Prodeo" karena tertangkap polisi. Namun saat ini, ia sudah berangsur pulih dan mulai kembali menata hidupnya serta rajin beribadah, seperti sholat dan mengaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba sejak SMP&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1998 ketika baru lulus Sekolah Menengah Pertama, Rizal mulai mengkonsumsi narkoba. Awalnya, ia mencoba jenis ganja atau dikenal dengan nama cimeng yang terus ditawarkan teman akrabnya. Waktu itu, Rizal belum tahu kalau barang itu adalah ganja. Temannya selalu mengatakan bahwa barang itu enak, sama seperti rokok. Demikianlah yang sering terjadi. Mereka yang menawarkan saat itu memasang wajah akrab, layaknya teman dekat, bukan wajah seram dan memaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Rizal tidak kuat lagi menolak bujukan tersebut, mulailah ia mencoba ganja walaupun sebelumnya pemuda yang gemar berolah raga ini belum pernah merokok sekalipun. Setelah memakai ganja, ia merasa pusing sekali. "Rasanya pertama kali saya isap itu ya nge-fly gitu. Saya kan curiga rokok kok rasanya pusing banget gini. Lalu saya tanya apaan nih? Baru dia terus terang bahwa itu adalah ganja. Waktu make tuh barang biasanya saya main bola gak gampang capek, setelah make barang itu jadi cepet capek," kenang Rizal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali-dua kali Rizal memakai ganja, akhirnya ia ketagihan. "Seminggu-dua minggu pertama sih sama dia dikasih gratis, tapi lama kelamaan akhirnya saya harus beli sendiri. Waktu itu harga barangnya masih murah lima ribu, kita bisa dapet satu paket isi tiga," tutur Rizal yang mengaku mendapatkan uang jajan dari ibunya sebesar 10 ribu per hari. Walau begitu Rizal masih bisa mengontrol keinginannya membeli ganja. "Belinya ya kalau ada duit jajan lebih aja, kalau pas-pasan enggak beli," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih menjadi kawan yang melindungi dan menyadarkan, sohib karib yang tinggal tidak jauh dari rumahnya inilah yang menjadi aktor terjerumusnya Rizal ke dalam jurang narkoba. Ia kemudian kerap memakai ganja bersama - kadang di kamar Rizal, kadang di kamar sang teman atau di mobil ketika sedang jalan bersama karibnya yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergaulannya pun semakin parah ketika Rizal menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Ilmu Pariwisata (SMIP), juga bersama sohib ganjanya tersebut. Di situ Rizal bersama siswa yang lain pernah mencoba semua jenis narkoba, seperti obat jenis rohipnol dan nipam, ekstasi, shabu dan lain-lain. Pada masa itu pula Rizal mulai mencoba jenis putaw yang kian mengukuhkannya menjadi pecandu narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal mencoba putaw pun tidak jauh beda ketika ia mencoba ganja. Lagi-lagi sang teman yang memperkenalkan putaw tersebut. Karena mereka selalu bersama-sama saat berangkat dan pulang sekolah serta aktifitas ''main" lainnya - maka ketika sang sohib memakai putaw, rasa kebersamaan itu pun muncul. Rizal menanyakan terlebih dahulu apa barang yang dipakai oleh karibnya tersebut. Kemudian dengan sedikit bujukan, akhirnya Rizal mencoba putaw tersebut. "Alhamdulillah saya gak pernah make putaw dengan cara suntik, karena kan bahaya. Saya makenya dengan cara dihisap atau di-drugs," ujar anak pertama dari dua bersaudara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikut Ujian dalam Kondisi Mabok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa paling suram ketika dirinya menjadi seorang pecandu, diakui Rizal ketika ia menempuh pendidikan di SMIP. Hampir setiap hari ia memakai barang haram tersebut. Padahal minimal ia harus mengeluarkan uang sebesar ratusan rupiah per harinya untuk membeli barang haram tersebit. "Harga putaw dulu emang masih murah, 20 ribu masih bisa make kita. Satu hari saya make tiga kali. Pagi, siang dan malam. Semuanya sudah halal kalau jadi pecandu putaw. Jual ini dan itu, barang di kamar sampai habis. komputer, televisi, tape, 2 unit HP, dan lain-lain," ujar Rizal. Bahkan Rizal mengaku pernah make putaw satu g (satu baris, Red) dalam sehari, saat ia dan teman-temannya merayakan tahun baru. Ketika itu ia sampai muntah-muntah dan mengeluarkan darah di hidungnya atau mimisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu pengalaman yang tidak bisa dilupakan Rizal, yakni ketika ia memakai putaw di saat sedang menjalani ujian di sekolah. "Suatu waktu saya inget banget sebelum berangkat sekolah pas lagi ujian kita make putaw dulu di rumah teman saya itu. Pas lagi ujian, kita ngerjain soal tuh pas lagi pedaw abis (mabuk karena putaw, Red). Tapi akhirnya kita lulus juga," ucap Rizal sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diculik ke Padang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri karakter seseorang dipengaruhi oleh masa kecilnya, termasuk didikan yang diberikan orang tua sedari kanak-kanak. Ketika kecil, Rizal mengaku bahwa ia sudah harus menghadapi kenyataan pahit perpisahan kedua orang tuanya. Bahkan ia harus rela diasuh secara paksa atau diculik oleh ayahnya ketika ia berumur lima tahun. Waktu ia, kenang Rizal, ia disuruh ibunya membeli sesuatu di warung namun tiba-tiba ayahnya turun dari bajaj dan mengajaknya pergi. Rizal tidak menyangka akan diajak pergi jauh oleh ayahnya yaitu ke Padang dan tidak pulang lagi ke pelukan sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Padang, Rizal disekolahkan oleh sang ayah di sekolah dasar dekat tempat tinggalnya. Karena kesibukan ayahnya, Rizal mengaku tidak diperhatikan oleh beliau. "Saya tidak keurus abis di situ. Memang dikasih uang, tapi yang namanya perhatian kan perlu juga. Dia pagi keluar, malem baru bail. Jadi saya gak keurus. Rapor saya merah semua, karena gak pernah belajar, orang maen terus. Sekolah pagi, pulangnya langsung maen, balik-balik malem. Terus ngaji, balik ke rumah, dan tidur. Gitu terus setiap hari," ucap anak lelaku satu-satunya dalam keluarga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman sang ibu yang akan melaporkan suaminya bila tidak mengembalikan Rizal memaksa si ayah membawa kembali Rizal ke Jakarta. "Waktu itu saya kurus banget, karena gak keurus. Ibu saya aja sampai heran, anak saya diapain nih, katanya ke bapak. Gua juga sampe lupa punya adik perempuan di Jakarta. Gua pikir ini siapa kok cakep banget, ternyata adik gue sendiri. Di Jakarta disekolahin lagi, lanjutin SD kelas enam. Disini diurusin sama ibu, jauh banget kasih sayang Bapak sama Ibu. Bapak tahunya ngasih duit, tapi perhatiannya kurang," ujar Rizal panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik Balik Kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu siang, tidak biasanya sang kawan datang ke rumah. Sebenarnya ibunda Rizal sudah melarang anaknya keluar rumah, tapi dengan alasan sebentar saja keluar rumahnya, sang ibu pun memberi izin. Tidak disangka itulah awal mula petaka yang paling berat yang harus dialami Rizal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya dijebak oleh teman saya. Jadi oleh teman saya itu, saya dipaksa beli barang," tutur Rizal. Meski saat itu Rizal menolak, sang teman tetap memaksa ia datang mengambil barang tersebut. Karena duit yang dibawa pas-pasan, Rizal pun naik sepeda bergegas menuju ke rumah sang bandar. "Tempatnya di pom bensin deket perumahan ini. Sepeda saya taruh, terus saya jalan ke atas. Balik bawa barang. Terus tiba-tiba di belakang, ada orang naik motor King ke arah saya. Padahal waktu itu di deket saya ada tukang koran bekas. Insting menjual saya keluar. Karena ada koran bekas di rumah, saya sempet nanya ke tukan koran itu, bang sekilonya berapa? Tapi  tiba-tiba orang yang naik motor itu berhenti di deket saya. Saya naluriah merespon, langsung menjatuhkan sepeda lalu saya lari. untung dia gak nembak. Saya beli BB dua, yang satu udah saya buang, yang satu gak sempet karena susah banget dibuang dari kantong. Setelah kejar-kejaran ama polisi akhirnya gua ketangkep, kepala gua diinjek dan ditodong pistol ama polisi," cerita Rizal panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman menginap di balik jeruji besi memang menjadi pengalaman paling pahit yang harus dialami Rizal. Pengalaman pahit ini menjadi kunci mengapa Rizal ingin sembuh dari kecanduannya. Saat itu ia merasa sangat sedih sekali kenapa sampai harus menringkuk di balik penjara dan membuat malu keluarganya. Semenjak itu Rizal mengaku kembali menjalankan sholat dan rajin mengaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu ibu dan ayah tirinya bekerja keras mengurusi Rizal di penjara dan di pengadilan. Kerja keras mereka membuahkan hasil. Rizal mendapat keringanan hukuman yang tadinya 12 bulan subsider 2 bulan menjadi 10 bulan subsider 2 bulan penjara. Walaupun untuk itu sudah banyak uang yang dikeluarkan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman di penjara membuat Rizal jadi tahu sifat macam-macam penjahat. "Mereka pada cerita, ada yang ngerampok, ngebunuh. Dalam hati gua berpikir, mereka sebenarnya yang penjahat, gua sih bukan, gua cuma korban," ungkap pria yang pernah diberi uang oleh Roy Marten ketika berada di penjara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizal memang bertekad ingin sembuh waktu itu, tetapi lingkungan penjara sangat tidak mendukung. "Di penjara narkoba tuh banyak banget. Makanya saya masih bisa make di penjara. Apa aja di situ ada. Ganja, putaw, anggur. Akhirnya saya beberapa kali memakai narkoba di sama," Rizal menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makhluk Bernama Amir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 30 Juni 2006 Rizal akhirnya bebas. Namun ia masih khawatir, niatnya untuk sembuh dari narkoba bisa berantakan apabila terus dipengaruhi teman-temannya lagi. Diakui Rizal, ia sempat make beberapa kali ketika baru pertama kali bebas. Namun beruntung ada sekelompok teman-temannya yang baik di komplek mengajaknya untuk bergabung di kegiatan masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka bilang lu mau sembuh gak. Gabung aja sama kita di masjid. Kemudian teman-teman saya melobi Om bagus, salah satu pengajar di Masjid Al Karim yang katanya bisa membantu saya sembuh. Om Bagus kemudian memberikan syarat harus ikut kuliah dan sholat lima waktu. Bahkan selama seminggu saya harus tirakat setiap hari pada waktu Maghrib dab Isya. Semenjak itu saya drug free, sampai sekarang sudah sekitar empat bulan. Om Bagus juga kalau sempat selalu menerapi saya. Bentuk terapinya ketika saya ingin mencoba narkoba ada penampakan makhluk yang besar sekali yang ngingetin saya untuk tidak menggunakan narkoba. Kalau saya maksa untuk nyoba, dia marah dan kalau dia udah marah saya bisa merasa sakit dan ketakutan. Jadinya ya, saya gak berani nyoba lagi. Namanya makhluk itu Amir kalau gak salah. Pokoknya dia serem banget, tinggi gede. Baunya seperti kemenyan, gak enak pokoknya!" tegas Rizal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginannya untuk membangun keluarga, membahagiakan orang tua dan membuktukan bahwa anak yang dibangga-banggakan ini tidak seburuk yang mereka kira, merupakan modal kuat Rizal untuk pulih dari kecanduan narkoba. Tidak lupa Rizal berpesan kepada pembaca SADAR agar menghindari narkoba "Hindari aja barang-barang kayak gitu. Gak ada manfaatnya juga, itu hanya kesenangan sementara aja. Karena lu bisa ngabisin duit. Lingkungan sekitar rumah kita jadi gak tenang, gak damai, jiwa dan hati kita juga gak tenang, selalu dicari-cari. mending kita apa adanya aja nikmatin hidup ini. Untuk yang belum makai, hindari aja. Jangan sampai menyentuh apalagi mencoba. mending cari kegiatan lain yang positif," ujarnya mantap menutup obrolan malam itu. (SADAR BNN November 2006 / Adi KSG IV)&lt;br /&gt;Oleh: SADAR BNN November 2006 / Adi KSG IV  [20 Desember 2006, : WIB]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-5045044165203965676?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/AHRfkkyTgEI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/AHRfkkyTgEI/kisah-rizal-di-penjara-narkoba-tuh.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/03/kisah-rizal-di-penjara-narkoba-tuh.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-2680195626420729252</guid><pubDate>Wed, 04 Mar 2009 10:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-04T17:43:06.351+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kisah pengguna narkoba</category><title>Capt. H. Kaharudin - "Pemakai Shabu lebih Bodoh dari Binatang"</title><description>KALAU dilihat dari fisiknya mungkin banyak yang menyangka bahwa dia sudah berusia di atas 60 tahun. Gigi depannya sudah tanggal alias ompong. Rambutnya sudah menipis dan sebagian besar berwarna putih. Hanya kulitnya saja yang belum keriput layaknya kakek-kakek. Namun setelah ngobrol lebih jauh, gayanya santai, bicaranya ceplas-ceplos, sesekali humor-humor segar pun meluncur dari bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Kaharudin, ternyata umurnya baru menginjak kepala lima. "Kenapa banyak yang nyangka saya udah kakekkakek? Padahal saya baru berumur 5,1 tahun," gumam Kaharudin. la pun lantas bercerita keadaan fisik tubuhnya yang seperti itu adalah akibat menggunakan berbagai macam narkoba. Dalam kurun waktu 7 tahun (1995-2002) kelahiran Pontianak ini kecanduan narkoba, terutama jenis shabu. Menurutnya efek shabu terhadap tubuh sangat merugikan, mulai dari rambut rontok, gigi ompong, fisik jadi cepat lemah, otak jadi lemot (lambat berpikir, Red.), dan yang paling fatal adalah menurunnya gairah seks.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di daerah kediamannya, Ternate, tidak ada yang tidak mengenal Kahar - dari tukang ojek sampai pemilik perusahaan, dari staf pegawai pemerintahan sampai gubernur. Masyarakat Ternate akrab memanggil beliau dengan nama Haji Ompong sesuai dengan ciri-ciri fisiknya. Walau begitu, ketenarannya itu tidak menghalangi pria yang mahir berbagai jenis bahasa daerah ini untuk berbagi kisah tentang masa kelamnya dulu. "Saya terbuka untuk menyampaikan apa yang saya alami untuk generasi muda, supaya mereka tuh tahu bahwa memakai narkoba itu salah. Memang ada gunanya tapi sangat sedikit," tandas Kahar. Sore itu dengan mengenakan kemeja dan celana jins santai, Kahar menuturkan kisah hidupnya yang sangat panjang dan menarik di hotel di kawasan pusat Jakarta, saat ia berkunjung ke ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggelontorkan Granat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan nakal, kata Kahar, telah dimilikinya sejak kecil saat duduk di Sekolah Rakyat (SR).Waktu itu ia sering berkelahi Bakseorang pahlawan, dirinya sering membela teman temannya. "Teman saya yang berkelahi, saya yang maju. Main golok dan segala macam juga saya layani," ucap Kahar bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masuk SMA, kenakalannya pun makin menjadi, dari iseng-isengan, ' berkelahi, mencuri, dan mabuk-mabukan. Pernah suatu waktu Kahar memiliki sebuah granat. Karena sifat isengnya yang kelewat besar, ketika teman-temannya sedang main basket dengan sengaja ia mengelontarkan granat ke lapangan tersebut. Sontak teman-temannya langsung berhamburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika SMA, jarak antara sekolah dan rumahnya sangat jauh. Karma itu, Kahar sering menginap di rumah teman-temannya. "Rumah di Cimahi, sekolah di Bandung, kira-kira dua belas kilometer jaraknya. Dulu belum ada mobilmobil. Jadi saya harus jalan dan naik truk pasir yang lewat. Kalau kemalaman, yah mending nginep di rumah teman. Saya juga sering nginep di rumah teman saya yang wanita, dulu saya sering tidur di rumah mamahnya Rina Gunawan," kenang Kahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa SMA ini pula ia mulai mengenal jenis-jenis narkoba. Namun, ganja yang diakui paling dikenalnya. Di tempat bergaulnya, yakni tempat berkumpul banyak remaja nekat dan nakal, ia jadi sering ngeganja. "Mengganja dulu bukan untuk nyandu, tapi untuk senang-senang saja. Kalau saya bawa ganja bukan selinting dua linting tapi satu tas tentara. Saya tanam di Batujajar dan Cimahi dulu. Cuman saya sendiri jarang ngerokok karma saya dulu pelari," tuturnya sambil menghisap rokoknya dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ranking Se-Asia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya inikan gila di sini (Jakarta, Red.). Siapa yang gak tau saya,penyanyi seperti Dedi Dores aja anak buah saya kok. Saya memang pemakai berat, mungkin di Jakarta ini gak ada yang nandingin, bahkan kalau ada ranking mungkin saya termasuk ranking untuk pemakai narkoba se-Asia," ujar anak kedua dari empat bersaudara ini menggebu. Kenangan Kahar kembali ke tahun 1995, saat usai menunaikan ibadah haji sekaligus harus berpisah dengan istrinya.  Kehidupan bebas ala pelaut rupanya tidak bisa diterima oleh sang istri sehingga ketika Kahar sedang berpesta di sebuah diskotik dengan ditemani seorang wanita, istrinya datang mendamprat Kahar dan perempuan tersebut dengan kata-kata kasar dan sumpah serapah. Merasa sakit hati, Kahar mendatangi sang istri dan berkata, "Mulai hari ini kamu bukan istri saya lagi!" la juga mengatakan akan mengawini perempuan diskotik yang didamprat tersebut hanya untuk membuat sang istri sakit hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bercerai, Kahar keluar dari tempat tinggalnya di kawasan Kemang Pratama dan menyewa sebuah kamar berukuran kecil di daerah Kemayoran. "Banyak teman-teman saya yang nanya kok mau nyiksa diri dari istana pindah ke gubuk. Saya keluar rumah memang hanya membawa badan. Rumah saya di kawasan Kemang Pratama yang saya beli seharga 1M, saya tinggalin!" tegas pria yang memiliki hobi masih terletak di kawasan Kemayoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam rumah tersebut Kahar membeli alat-alat band dan membuat studio rekaman. "Dedy Dores saya rekrut. Saya bikin band namanya Baruna Grup. Bikin sinetron juga. Punya rekaman juga," tutur Kahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 Juta Seminggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kahar, kecanduannya akan shabu bukan atas bujukan orang lain tapi karma kemauannya sendiri. Namun tidak ia pungkiri memang pergaulan mempengaruhi mengapa ia memakai shabu. Setelah mencoba shabu Kahar merasakan sensasi senang, takut, gembira yang luar biasa - tergantung dari perasaan kita sebelum memakai barang haram tersebut. "Kalau kita lagi senang trus make shabu, fly-nya lebih senang. Kalau takut jadinya malah parno dan sangat ketakutan. Kalau sudah begitu bisa nekat loncat dari ketinggian, lari sekencang mungkin. Binatang harimau yang larinya kencang, orang yang nyabu masih lebih kencang larinya dari harimau. Jadi shabu waktu itu cocok dengan kondisi saya. Hanya shabu yang bisa dipakai untuk ketenangan dan bisa dipake sendiri,gak usah barang-barang. Karena saya kalau nyabu tidak pernah ngajak atau ngebujuk teman untuk ikut make," ujar ayah dari satu putra ini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kurun waktu 1995 sampai 1999, rezeki yang diterima Kahar sangat berlimpah. Semua yang ia lakukan bisa menghasilkan duit, bahkan sampai mengekspor barang ke luar negeri. Mobil limosin dan mobil build up lainnya memenuhi garasi rumah. Cincin dan batu-batu seharga ratusan juta terpasang di jarinya. Disokong dengan dana yang tak terbatas, membuat kecanduannya semakin menggila. Narkoba seperti inex, ekstasi ia beli dalam jumlah besar dan selalu tersedia seperti kacang goreng di rumahnya. Shabu yang sudah ia makan.Sudah seperti makanan pokok untuk Kahar, tentu tidak ketinggalan. Dalam seminggu ia bisa menghabiskan Rp 16 juta untuk membeli shabu"Dulu satu ons itu 16-an juta. Paling itu bisa bertahan sampai seminggu, malah gak sampe mungkin," kata Kahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu tersebut Kahar tetap ingin menghadiri pemakaman ibunya. melaksanakan tugasnya di kantor yakni di Barito sebagai kepala perkapalan. Lama-kelamaan produktifitasnya menurun, Kahar bahkan hanya mampu mengandalkan anak buahnya untuk bekerja. Pernah pada saat ia sedang rapat dengan bos-bos perusahaannya dari Korea ia tertidur sampai rapat berakhir. "Bangun-bangun badan saya sudah diselimuti dan ruangan sudah sepi," kenang Kahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Makan Berhari-hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek jahat shabu pada tubuhnya sudah mulai parah. Badannya seakan tidak punya tenaga untuk beraktifitas, ia bisa menghabiskan sehari penuh untuk tidur sehingga kerjaannya pun terbengkalai. Badannya kurus karena tidak ingat makan, otaknya lemah. Bahkan karena saking seringnya tertidur ia sudah lupa akan waktu dan hari. Akibatnya, Kahar jadi bulan-bulanan penipuan oleh teman dan anak buahnya. Barang-barang di rumahnya ia jual dengan harga murah tanpa sadar. Mobil limosinnya hanya dijual dengan harga 100 juta, itupun barn diketahui ketika satu hari ia ingin keluar rumah. Seperti biasa supirnya pasti bertanya ingin menggunakan  menggunakan mobil yang mana, spontan ia jawab mobil limosin. Namun supirnya berkata bahwa mobil itu sudah dijualnya tadi malam dengan harga 100 juta. Ketika bertaruh dalam pertandingan sepak bola pun Kahar selalu mengalami penipuan ia selalu bertaruh untuk pertandingan yang sebenarnya sudah selesai dan hasilnya sudah ada. Sekali bertaruh ia bisa kalah sampai 50 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking seringnya mengalami penipuan, lama¬kelamaan akhirnya Kahar bangkrut juga. Untuk memenuhi kebutuhannya akan shabu ia terpaksa menjual barang-barang berharga yang tersisa. Cincin dan barn seharga ratusan juta ia jual dengan harga jutaan saja. Mobil-mobil koleksinya sate persatu hijrah (lari garasi. Namun sampai semua barangnya sudah habispun kecanduan Kahar akan shabu belum berhenti juga. Kahar bahkan sampai tidak makan berhari-hari karena tidak punya uang. Teman-temannya yang dulu baik, kabur dan menjauh. Hanya segelintir orang saja yang kadang masih ingat kepadanya dan mau memberi ia makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncaknya ketika bulan Mei 1999, Kahar keluar dari tempatnya bekerja. Lebih tragis lagi ia harus menerima kenyataan ditinggal pergi ibunda tercinta untuk selamanya. Harta terakhir yang ia miliki yaitu sejumlah uang dalam rupiah dan dolar raib diambil di bandara ketika Kahar ingin menghadiri pemakaman ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu Dewi Penolong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup saya sudah pasrah, mau makan atau mampu tidak kek terserah," kenang Kahar pada saat kecanduannya akan narkoba masih merongrong walaupun harta lades tak tersisa. Teman dan keluarga menjauh. Tak disangka ternyata salah satu keponakannya yang menjadi dokter man berkunjung. Saat itu sang ponakan membawa serta temannya yang juga &amp;orang dokter bernarna dr. Rosidah HS. Kesan pertama bertemu dengan Rosidah sudah membuatnya ingin memukul wajah gadis yang sebenarnya berparas cantik tersebut, sebab shabu miliknya dirampas dan dibuang oleh Rosidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu saya lagi ngobrol sama keponakan saya, dia buang semua shabu saya. Saya marah sekali, rasanya saya man tempeleng dia. Tapi dia dengan entengnya malah berkata saya yakin kok kamu bisa jadi suami saya. Asal kamu berhenti memakai shabu saya bersedia dikawini sama kamu. Saya ; bilang, kamu gila? Karena dengan kondisi saya yang sudah parah, badan kurus, mata keluar, rambut rontok. Siapa yang man sama saya?" ucap ; Kahar akan kesannya ketika bertemu pertama kali dengan Rosidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata omongan itu tidak main¬-main. dr. Rosidah membuktikan bahwa ia memang menyayangi Kahar dan benar-benar ingin melihatnya sembuh dari kecanduan shabu. , Akhirnya bulan Juli tahun 2000, Kahar menikah dengan dr. Rosidah. Perbedaan umur 15 tahun tidak menjadi penghalang. Meski saat melamar, orang tua gadis bertanya padanya "Om, mana calon mempelai prianya? Saya jawab, saya sendiri. Kaget bukan kepalang mertua saya," cerita Kahar. Banyak teman-teman Kahar yang tidak percaya kalau ia bisa menikah dengan gadis cantik, kaya, dan berprofesi dokter. "Ternan saya pada bingung girnana bisa? Kamu aja bingung apalagi saya." ucap Kahar sambil tertawa lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikurung 3 Bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kahar mengakui kalau istrinya memang sosok yang paling berperan dalam proses pemulihannya. Tapi dengan sedikit berkelakar, ia menyatakan alasan utama adalah karena sebetulnya uangnya sudah habis. "Kalau uang saya masih ada mungkin saya masih make walaupun saya ketemu dia," ucapnya. Kahar sempat dikurung oleh sang istri selama tiga bulan dalam kamar yang terisolasi. Selama dalam masa kurungan itu yang ia kerjakan hanya tidur menunggu istrinya pulang. Efek shabu menjadikan emosi Kahar sangat labil, persoalan kecil saja bisa membuat ia dan istri bertengkar. Namun dengan sabar dr. Rosidah terns berusaha merawat Kahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama dijaga oleh sang istri, berangsur-angsur kondisi kesehatan Kahar mulai pulih. Tekadnya untuk sembuh sudah bulat. Ia , tahu betapa sulitnya untuk berhenti dari kecanduan shabu dan la tidak  ingin mengulangi kebodohannya untuk kedua kali. "Saya sadar bahwa untuk sembuh itu susahnya bukan main. Yang saya rasakan ketika penyembuhan itu '. udaranya panas sekali. Sampai-sampai kalau i malam, saya tidurnya di bak kamar mandi berendam dengan air," ucap Kahar sambil menerawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu la berpikir untuk pindah dari Jakarta ke Ternate dengan pemikiran di daerah pasti shabu susah didapat. Sang istri pun mendukung keinginan suaminya untuk pindah walau harus pindah dari rumah sakit tempat kerjanya di Jakarta. Di Ternate, kebaikan dan kedermawanannya sangat terkenaL Di tempat itu pula perlahan-lahan Kahar mulai membangun lagi kehidupannya bersama istri dan anaknya Sy. Ade Baruna Alqadrie yang masih kecil. Kehidupan ekonominya berangsur pulih walaupun ticlak sejaya dahulu. Teman-temannya sudah mulai percaya kepada Kahar ketika mengetahui dirinya sudah pulih dari kecanduan shabu. Proyek-proyekpun mulai diberikan kepada Kahar. Menurut Kahar saat ini ia masih bekerja di bidang yang berhubungan dengan perkapalan, dan mulai merambah ke bidang pertambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini ia sudah banyak menyadarkan orang cli Ternate, terutama kaum muda. "Dengan cerita saya ini, saya ingin pembaca SADAR jangan pernah coba-coba pakai narkoba. Untuk yang masih make, sebenarnya harga diri mereka akan hilang karena jadi bodoh, lebih bodoh dari binatang. Sebodoh-bodohnya binatang lebih bodoh lagi orang yang make shabu. Kedua, mereka ' tidak menyadari akibatnya nanti. Syukur kalau dia mati, tapi kalau tidak? Bisa gila. Seperti saya , ini sudah mengalami akibatnya. Saya juga berharap mudah-mudahan dengan membaca kisah saya ini ada lima bandar saja yang sadar, sehingga beribu-ribu manusia bisa selamat dari narkoba," tandasnya mantap sebelum menutup pembicaraan. (SADAR BNN Desember 2006 / Adi KSG IV)&lt;br /&gt;Oleh: SADAR BNN Desember 2006 / Adi KSG IV  [09 Januari 2007, : WIB]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-2680195626420729252?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/agAyInQqZr8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/agAyInQqZr8/capt-h-kaharudin-pemakai-shabu-lebih.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/03/capt-h-kaharudin-pemakai-shabu-lebih.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-312121388792750577</guid><pubDate>Wed, 04 Mar 2009 10:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-20T15:52:02.653+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kisah pengguna narkoba</category><title>Kisah Seorang Pengabdi di Rehabilitasi Narkoba</title><description>Menekuni pekerjaan seperti itu tampaknya tidak mudah. Buktinya makian atau umpatan pasien sering dialamatkan kepada Zulkifli Lubis, seorang pria yang setia mengabdi di salah satu tempat rehabilitasi di Pekayon, Bekasi Barat. Namun demikian , Pak Zul demikian biasa disapa tidak merasa kapok melakoni pekerjaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="445" height="364"&gt;&lt;param value="http://www.youtube.com/v/15dfr5qqFPM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0x006699&amp;color2=0x54abd6&amp;border=1" name="movie"/&gt;&lt;param value="true" name="allowFullScreen"/&gt;&lt;param value="always" name="allowscriptaccess"/&gt;&lt;embed allowscriptaccess="always" width="445" src="http://www.youtube.com/v/15dfr5qqFPM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0x006699&amp;color2=0x54abd6&amp;border=1" allowfullscreen="true" height="364" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;Zul sendiri tak henti-hentinya mengingatkan pasien yang kedapatan tidak disiplin. Misalnya sebut saja Rudi salah seorang residen yang suka lupa untuk membersihkan dan membereskan kamarnya. Kedatangan Zul dinilai Rudi sangat menakutkan dan pasti dirinya disuruh untuk membereskan kamar tidur yang masih berantakan. Bahkan sorot mata Zul menyiratkan kekhawatiran bagi Rudi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Bapak ini suka nakut-nakutin. Saya sudah tahu bapak ke sini, pasti nyuruh beresin kamar lagi. Tapi sebentar lagi ya, pak Zul," ujar pria berusia 32 tahun sambil tertawa kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi sendiri, seharusnya setiap hari wajib merapikan dan membersihkan kamarnya tanpa disuruh seperti rekan-rekan lainnya yang juga menjadi penghuni di rehabilitasi itu. Namun apa daya, efek narkoba yang menyerang kejiwaan Rudi, membuat laki-laki berkulit bersih itu jadi sering lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dahulu, ketika pertama kali Rudi dirawat di sini, Ia sering mengamuk, bahkan kalau disuruh membersihkan kamarnya sering melawan. Bahkan tidak jarang ia kerap melempar barang-barang yang ada di kamarnya, tapi sekarang ini sudah banyak perubahan, hanya penyakit lupanya yang masih sering terjadi," ujar Zulkifli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar protes Rudi, Zulkifli yang setiap hari bertugas memeriksa setiap kamar pecandu hanya tersenyum. Kalau sudah begini, pria ramah ini hanya meminta Rudi untuk tetap membersihkan kamarnya, meski harus menunggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti setelah membersihkan tempat tidur, terus mandi dan kita makan bersama, dengan teman-teman yang lain," kata pria berusia 46 tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang hanya lulus Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) ini terus membujuk Rudi, agar memiliki kedisiplinan dan inisiatif selama menjalani perawatan rehabilitasi. Hal itu sangat penting, sebagai gambaran untuk memastikan apakah proses pemulihan yang sedang dijalani Rudi benar-benar telah menunjukan hasil signifikan atau belum, Rudi masih harus menjalani pengobatan lanjutan selama beberapa bulan kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Zulkifli, keluhan tentang mahalnya biaya rehabilitasi menjadi penyebab banyak pecandu yang direhab ditempat ini sering mangkir. Bukan cuma keluhan, terkadang kakek lima cucu ini harus berlapang dada mendapat omelan pasien yang keberatan atas kunjungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kadang kala, kalau saya berkunjung ke rumahnya, pasien lebih galak!," kata Zulkifli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dirinya menanyakan langsung ke pasien, kenapa tidak mau datang ke tempat rehab lagi? Pasien tersebut mengatakan, "Emangnya bapak yang merasakan? Saya yang ngerasain," ujar seorang pasien seperti dituturkan Zul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Zulkifli, omelan pasien merupkan risiko pekerjaannya sebagai petugas pengawas pasien narkoba. Terpenting, ia dapat memastikan mulai dari pengobatan hingga pemulihan yang dijalani penderita hingga tuntas, sesuai perjanjian yang akan ditandatangani pasien ketika akan menjalani pengobatan. Jika pengobatan pecandu tidak tuntas, karena tidak ada biaya dan kabur yang kasihan adalah keluarganya, namun yang lebih menderita lagi si pecandu itu sendiri. Sebab, bisa dimungkinkan ia akan kembali lagi pada komunitasnya. Bahkan yang paling mengkhawatirkan adalah, kalau si pecandu yang tengah dirawat ternyata positif HIV/AIDS, dan memakai narkoba jarum suntik yang tidak steril. Hal itu tentu bisa menular pada pecandu yang bergantian jarum suntik dengan pasien yang positif HIV tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zulkifli Lubis menjadi pengawas pecandu narkoba sejak awal 1999. Awalnya, pada tahun 1990 dia bekerja sebagai pesuruh dan penjaga sepeda di rehabilitasi narkoba dan kejiwaan dijalan Raya Pekayon Bekasi Barat. Upahnya waktu itu Rp 200 ribu  per bulan. Kini gajinya Rp 900 ribu per bulan. Karena keuletan dan kepatuhannya, Zulkifli dipercaya mengurusi arsip catatan pasien. Setelah mendapatkan pelatihan dari rehabilitasi itu, kemudian Zulkifli naik pangkat menjadi petugas pengunjung pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal bertugas sebagai pengunjung pasien, pria bertubuh kecil ini mengaku takut. "Takut ketularan, apalagi kalau ada pasien yang menderita HIV positif. Tapi lama-lama, biasa dan tidak ada rasa takut. Apalagi ia diberitahu oleh seorang dokter, kalau penyakit HIV/AIDS hanya bisa tertular lewat pengguna jarum suntik secara bergantian yang tidak steril, hubungan intim dan transfusi darah" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Zulkifli, yang penting menjaga kebersihan dan hidup sehat. Namun, sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Baru dua tahun bekerja ditempat rehabilitasi itu, Zulkifli diserang batuk hebat berkepanjangan. Menurut dokter, Zulkifli mengidap TBC. "Kaget juga. Lha saya ini ngurusin orang sakit, kok bisa sakit. Gimana kata orang, yang ngunjungi pasien saja sakit?" katanya sambil terkekeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan bakteri TBC di paru-paru Zulkifli sempat menulari putri sulungnya. Istri dan anak-anaknya pun protes dan memintanya berhenti kerja di tempat rehabilitasi. Tapi ia bergeming. Zulkifli meyakinkan keluarganya, ia tak perlu keluar dari rahabilitasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namanya penyakit! Siapa mau sakit? Anggaplah sebagai cobaan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah, karena berobat secara teratur, Zulkifli sembuh total. Demikian juga putrinya yang kini telah memberinya tiga cucu yang lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya jumlah orang Indonesia yang menjadi pecandu narkoba ini tak kunjung turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makin kesini pasien semakin banyak," kata Zulkifli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ia biasa melayani sekitar 10 hingga 20 pasien. Sekarang jumlah pasien meningkat menjadi sekitar 50 pasien sehari. Tak jarang pada Sabtu dan Minggu Zulkifli mengunjungi pasien yang rumahnya jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada yang di Bogor, Cimanggis, Tanggerang dan sebagainya. Kita datangi mereka. Kadang kala pasiennya gak ada, cuma ketemu keluarganya," ujar nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Zulkifli selalu mengingatkan keluarga pasien agar rajin memberi dukungan pada anaknya yang tengah dirawat, sebab kalau tidak sampai tuntas, pengobatan yang tengah dilakukan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau bekerja di luar waktu kerja, Zulkifli tidak mendapat upah tambahan. Ia hanya mendapat penggantian uang transportasi saat berkunjung ke rumah pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti kita bisa bikin laporan, sebelumnya pakai uang sendiri dulu," katanya. Zulkifli pun dapat mengklaim uang transportasi setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zulkifli adalah satu-satunya petugas pengunjung pasien di rehabilitasi itu. Ia menanggung beban moril jika tak bisa bertemu pasien. Dengan uang pas-pasan serta menahan lapar dan haus Zulkifli harus tetap mengunjungi pasien. Alamat pasien yang tidak jelas juga menjadi masalah. Tak jarang Zulkifli kehilangan jejak pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada juga yang numpang alamat orang lain. Pas pindah, atau pulang kampung, gak lapor ke rehabilitasi. Rasanya kesel juga, sudah jauh-jauh nggak ada. Padahal, pertama kali berobat, mereka sudah dikasih pengarahan harus berobat sampai tuntas. Malah pasien sendiri yang bilang mau sehat. Tapi, begitu sudah agak mendingan, nggak dateng lagi," gerutunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun keluh kesal Zulkifli berubah menjadi gembira tiada tara ketika pasiennya dapat pulih dari ketergantungan dan efek narkoba. Rasa lelah dan kesal menguap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibaratnya, saya itu berhasil. Sekalipun saya nggak bisa ngobatin, tapi omongan saya didengar mereka," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan dengan pasien yang begitu lama membuat Zulkifli merasa bagai saudara sendiri. "Kita merasa kasihan. Ada orang yang berobat ke sana ke sini, nggak sembuh. Begitu berobat ke sini bisa sembuh. Orang itu kadang-kadang jadi saudara. Istilahnya ya kita cari persaudaraan, menolong sesama," katanya.&lt;br /&gt;Oleh: Tabloid Sadar  [17 Februari 2009, : WIB]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-312121388792750577?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/ps5FY_n37Ss" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/ps5FY_n37Ss/kisah-seorang-pengabdi-di-rehabilitasi.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure url="http://www.youtube.com/v/15dfr5qqFPM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0x006699&amp;color2=0x54abd6&amp;border=1" length="1020" type="application/x-shockwave-flash" /><media:content url="http://www.youtube.com/v/15dfr5qqFPM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0x006699&amp;color2=0x54abd6&amp;border=1" fileSize="1020" type="application/x-shockwave-flash" /><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>Menekuni pekerjaan seperti itu tampaknya tidak mudah. Buktinya makian atau umpatan pasien sering dialamatkan kepada Zulkifli Lubis, seorang pria yang setia mengabdi di salah satu tempat rehabilitasi di Pekayon, Bekasi Barat. Namun demikian , Pak Zul demik</itunes:subtitle><itunes:author>sigit</itunes:author><itunes:summary>Menekuni pekerjaan seperti itu tampaknya tidak mudah. Buktinya makian atau umpatan pasien sering dialamatkan kepada Zulkifli Lubis, seorang pria yang setia mengabdi di salah satu tempat rehabilitasi di Pekayon, Bekasi Barat. Namun demikian , Pak Zul demikian biasa disapa tidak merasa kapok melakoni pekerjaan itu. Zul sendiri tak henti-hentinya mengingatkan pasien yang kedapatan tidak disiplin. Misalnya sebut saja Rudi salah seorang residen yang suka lupa untuk membersihkan dan membereskan kamarnya. Kedatangan Zul dinilai Rudi sangat menakutkan dan pasti dirinya disuruh untuk membereskan kamar tidur yang masih berantakan. Bahkan sorot mata Zul menyiratkan kekhawatiran bagi Rudi. "Bapak ini suka nakut-nakutin. Saya sudah tahu bapak ke sini, pasti nyuruh beresin kamar lagi. Tapi sebentar lagi ya, pak Zul," ujar pria berusia 32 tahun sambil tertawa kecil. Rudi sendiri, seharusnya setiap hari wajib merapikan dan membersihkan kamarnya tanpa disuruh seperti rekan-rekan lainnya yang juga menjadi penghuni di rehabilitasi itu. Namun apa daya, efek narkoba yang menyerang kejiwaan Rudi, membuat laki-laki berkulit bersih itu jadi sering lupa. "Dahulu, ketika pertama kali Rudi dirawat di sini, Ia sering mengamuk, bahkan kalau disuruh membersihkan kamarnya sering melawan. Bahkan tidak jarang ia kerap melempar barang-barang yang ada di kamarnya, tapi sekarang ini sudah banyak perubahan, hanya penyakit lupanya yang masih sering terjadi," ujar Zulkifli. Mendengar protes Rudi, Zulkifli yang setiap hari bertugas memeriksa setiap kamar pecandu hanya tersenyum. Kalau sudah begini, pria ramah ini hanya meminta Rudi untuk tetap membersihkan kamarnya, meski harus menunggunya. "Nanti setelah membersihkan tempat tidur, terus mandi dan kita makan bersama, dengan teman-teman yang lain," kata pria berusia 46 tahun ini. Pria yang hanya lulus Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) ini terus membujuk Rudi, agar memiliki kedisiplinan dan inisiatif selama menjalani perawatan rehabilitasi. Hal itu sangat penting, sebagai gambaran untuk memastikan apakah proses pemulihan yang sedang dijalani Rudi benar-benar telah menunjukan hasil signifikan atau belum, Rudi masih harus menjalani pengobatan lanjutan selama beberapa bulan kedepan. Bagi Zulkifli, keluhan tentang mahalnya biaya rehabilitasi menjadi penyebab banyak pecandu yang direhab ditempat ini sering mangkir. Bukan cuma keluhan, terkadang kakek lima cucu ini harus berlapang dada mendapat omelan pasien yang keberatan atas kunjungannya. "Kadang kala, kalau saya berkunjung ke rumahnya, pasien lebih galak!," kata Zulkifli. Ketika dirinya menanyakan langsung ke pasien, kenapa tidak mau datang ke tempat rehab lagi? Pasien tersebut mengatakan, "Emangnya bapak yang merasakan? Saya yang ngerasain," ujar seorang pasien seperti dituturkan Zul. Bagi Zulkifli, omelan pasien merupkan risiko pekerjaannya sebagai petugas pengawas pasien narkoba. Terpenting, ia dapat memastikan mulai dari pengobatan hingga pemulihan yang dijalani penderita hingga tuntas, sesuai perjanjian yang akan ditandatangani pasien ketika akan menjalani pengobatan. Jika pengobatan pecandu tidak tuntas, karena tidak ada biaya dan kabur yang kasihan adalah keluarganya, namun yang lebih menderita lagi si pecandu itu sendiri. Sebab, bisa dimungkinkan ia akan kembali lagi pada komunitasnya. Bahkan yang paling mengkhawatirkan adalah, kalau si pecandu yang tengah dirawat ternyata positif HIV/AIDS, dan memakai narkoba jarum suntik yang tidak steril. Hal itu tentu bisa menular pada pecandu yang bergantian jarum suntik dengan pasien yang positif HIV tersebut. Zulkifli Lubis menjadi pengawas pecandu narkoba sejak awal 1999. Awalnya, pada tahun 1990 dia bekerja sebagai pesuruh dan penjaga sepeda di rehabilitasi narkoba dan kejiwaan dijalan Raya Pekayon Bekasi Barat. Upahnya waktu itu Rp 200 ribu per bulan. Kini gajinya Rp 900 ribu per bulan. Karena keuletan dan kepatuhannya, Zulkifli dipercaya mengurusi arsip catatan pasien. Setelah mendapatkan pelatihan dari rehabilit</itunes:summary><itunes:keywords>Pemburuan,Cinta</itunes:keywords><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/03/kisah-seorang-pengabdi-di-rehabilitasi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-7354626684577855432</guid><pubDate>Wed, 04 Mar 2009 10:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-04T17:31:42.852+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kisah pengguna narkoba</category><title>Hidup Itu Indah</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.bnn.go.id/file/kisah/kisah_56.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 325px; height: 320px;" src="http://www.bnn.go.id/file/kisah/kisah_56.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagiku hidup itu adalah sebuah perjuangan spiritual. Apa tujuan hidupku? Mati! Tapi bagaimana aku setelah mati? Dulu aku percaya setelah kematian, hidup kita sudah berakhir. Tidak ada lagi hidup. Tapi kini aku berubah, aku yakin dan percaya, bahwa Tuhan benar-benar menciptakan surge dan neraka. Tapi hidup kitalah yang memilikinya. Perjalanan yang bagaimana? Hanya kita yang bias menciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku Rafa (bukan nama yang sebenarnya). Perjalanan hidupku sangatlah buruk karena salah memilh. Aku dulu, adalah aku yang sombong. Kekuatanku adalah uang dan kesuksesan, jika anda dalam posisiku, pasti akan meraksakan betapa nikmatnya hidup dan betapa mudahnya mencari uang dan kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku juga seorang yang suka membaca dan buku apa saja dengan lahap kubaca. Mulai dari buku-buku komunisme Marxisme, Leninisme, Nietzhe, sampai Teori Quantum. Inilah yang menciptakan serta membentuk aku yang dulu. Aku menganggap semuanya serba dapat dinalar logika, dan begitulah aku. Aku adalah orang yang selalu berlogika untuk memecahkan masalah tentang Tuhan. Tuhan ada? Tapi aku tidak berdoa dan tidak juga pergi ke gereja, namun tetap bisa makan dan hidup senang. Untuk apa aku perlu Tuhan? Kita itu Tuhan dari diri kita masing-masing. Saking sombongnya aku engga tertarik dengan orang yang miskin. Orang miskin berarti malas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bias bilang begitu, karena aku memang tidak membutuhkan bantuan dari siapapun. Saat karirku naik dan ikut tour kemana-mana, tidak ada seorangpun yang menjelek-jelekan aku. Semua memuji aku, dan diusia yang masih 20-an tahun itu aku menjadi besar kepala. Penghasilan yang luar biasa menjadikan aku gila. “I am Lizard King”. Dengan kemampuan bermain gitarku sebagai seorang seniman musik, aku bisa mendapatkan apa saja. Namun semuanya berbalik, ketika ayahku sakit dan meninggal. Disitulah awal kejatuhanku. Aku baru menyadari, ketidakhadiran ayah ternyata sangat berpengaruh buat diriku dan aku mengakui keluarga sangatlah penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus-terang saja, aku dulu menggunakan narkoba bukan karena pengaruh, tapi dari life style (gaya hidup). Rasanya tanpa narkoba aku tak bisa hidup. Aku memang seorang pemusik sejati, bahkan kubaktikan diriku dan dedikasiku hanya untuk music rock and roll, termasuk seperti gaya hidupnya dengan mentato tubuh. Namun karena gaya hidup rock and roll yang tidak terkontrol, semuanya habis dalam waktu sekejap, rumah, mobil, management-ku, studioku, semua habis terjual. Aku drop sampai waktu itu mencoba bunuh diri dengan satu gram sabu-sabu murni di kedua lenganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku menelpon ibuku, “Saya mau menyusul bapak, saya minta maaf sudah mengecewakan bapak”. Secara medis aku sudah mati. Kalaupun selamat dokter bilang aku akan terserang stroke. Tapi kenyataan yang kualami tidak! Aku masih hidup dengan selang infuse di tubuhku. Tuhan belum mau aku mati. Saat itu aku menangis. Aku merasa kecil sampai-sampai tidak kenal siapa aku dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu ak mengakui ‘saya punya masalah’ dan mengalahkan kesombonganku selama ini. Mestinya saat aku bunuh diri, aku lalu dibenci! Tetapi kenyataanya apa yang ku pikirkan itu salah. Semua keluarga berbalik mengasihiku. Aku sadar “keluarga harus bersama” bahkan dalam saat jelek sekalipun. Inilah yang benar-benar mengejutkan aku, ternyata keluargaku masih mencintai meski aku sudah meninggalkan mereka sendirian mengurus ayahku. Sementara ketika mataku terbuka kudapati ibu setia menungguku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depannya kubersimpuh, bersyukur dan memohon ampun. Kepada Tuhan aku berdoa, “Tuhan gue kan jarang minta tolong ama lu, sekali ini saja gue minta tolong!” Minta tolong apa? Aku sendiri juga nggak tahu, pokoknya saat itu ungkapan yang keluar dari relung hatiku hanyalah minta tolong! Saat ini aku sudah berubah, aku telah sadar, dan untuk itu niatku tidak lain hanyalah ingin membantu sesamaku entah lewat jalan apapun yang baik yang akan kulakukan. Karena aku hanya bisa berkarya dibidang musik, aku lantas  mengamen menghibur orang lain. Aku ingin sekali seperti bapak yang telah menghadap Bapa di Surga yang bisa ngomong sama Tuhan, “Kalau karena saya harus masuk neraka karena Yesus, ya.., saya rela.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup saat ini bagiku terasa sangat luar biasa! Aku yakin apa yang kulakukan untuk sesame itu kulakukan untuk Yesus juga. Di biara, orang bisa berdoa setiap hari, tetapi apakah mereka melakukan sesuatu untuk orang lain? Hidup ini harusnya begitu, ini bukan bentuk rasa terimakasih karena aku nggak jadi mati, tetapi karena aku merasa itu tugas dan kewajibanku. Aku punya perjanjian dengan Tuhan, “kalau saya sukses, saya akan lakukan a, b, c, d, …!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebaran kemarin aku bilang sama ibu. “Saya mau ngaku dosa,” dan semua keluargaku kaget. Usai itu kepercayaanku semakin teguh. Sejak belasan tahun lalu aku melupakan Tuhan dan meninggalkan-Nya, kini aku mau mengaku dosa dengan apa yang dulu tidak pernah kuakui ada. Aku ingin kembali kejalan dimana Tuhan menghendaki harus kuakui dalam penziarahan hidupku ini. Sekarang aku sungguh percaya Tuhan itu baik, Tuhan itu maha pengasih dan penyanyang, dan Tuhan itu maha pengampun. Ia-lah eternal Alfa dan Omega dari hidup yang kumiliki ini. Hanya kepada-Nya dan untuk-Nya ku mau berbakti melalui mereka yang akan saya tolong kelak setelah akhir dari perjuangan pemulihan diriku yang kujalani. &lt;br /&gt;Oleh: Tabloid Sadar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-7354626684577855432?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/8Pv_HtXvtdA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/8Pv_HtXvtdA/hidup-itu-indah.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/03/hidup-itu-indah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-3701126824344208576</guid><pubDate>Wed, 04 Mar 2009 10:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-04T17:12:11.275+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Narkoba</category><title>Kongres Pemuda/Pelajar Anti Narkoba 2008</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.bnn.go.id/file/kegiatan_cegah/kegiatan_cegah_88.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://www.bnn.go.id/file/kegiatan_cegah/kegiatan_cegah_88.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Mini - Jakarta&lt;br /&gt;Pemuda, pelajar dan mahasiswa memang hebat, apalagi kalau sudah berkumpul menjadi satu atau membicarakan sesuatu. Ini terbukti dalam acara Kongres Pemuda / Pelajar Anti Narkoba yang diselanggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Cq Pusat Pencegahan dari tanggal 9 - 11 Desember 2008 yang lalu di Taman Mini, Cibubur Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menumbuhkan kepedulian komunitas pemuda, pelajar dan mahasiswa dari 29 Provinsi yang telah dipilih melalui seleksi oleh masing-masing BNP, BNK/Kota (masing-masing provinsi 3 orang) terhadap bahaya akibat penyalahgunaan narkoba di lingkungan mereka, tidak hanya itu, kegiatan ini juga sekaligus dirancang sebagai suatu proses pembelajaran diantara peserta melalui diskusi, presentasi, dan motivasi diri dan kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang disampaikan dalam kongres ini mulai dari yang bersifat pembekalan tentang Narkoba oleh Kepala Pusat Pencegahan Lakhar BNN, Brigjen Pol. Drs. Anang Iskandar, SH, MH, Peran Pemuda dalam Mengantisipasi Perubahan oleh salah seorang Pejabat Menpora, dan Cerdas Tanpa Narkoba oleh Diknas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh peserta sangat antusias mengikuti jalannya kongres terutama saat mereka berdiskusi tentang permasalahan narkoba yang menimpa generasi muda sekaligus berbagai inovasi yang diusulkan tentang bagaimana melaksanakan upaya pencegahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekad dan komitmen seluruh peserta yang digaungkan ke seluruh komunitas pemuda, pelajar dan mahasiswa di seluruh tanah air adalah : Mewujudkan Kepemimpinan Masa Depan Anti Narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan hasil kongres nasional pemuda Indonesia Anti Narkoba 2008&lt;br /&gt;1. Berkomitmen untuk tetap menjaga hidup sehat dan tetap jauh dari penyalahgunaan narkoba.&lt;br /&gt;2. Mendesak pemerintah untuk merubah paradigma dan UU yang mengatur tentang kedudukan pemakai sebagai tersangka menjadi korban yang harus mendapat pengobatan.&lt;br /&gt;3. Meminta agar pemerintah menyediakan tempat-tempat terapi/rehabilitasi di daerah-daerah.&lt;br /&gt;4. Mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan atau menyediakan anggaran untuk program P4GN.&lt;br /&gt;5. Meminta kepada BNN agar mengusulkan test urine bagi seluruh pejabat/calon pejabat pemerintah pusat maupun daerah.&lt;br /&gt;6. Meminta kepada Presiden untuk menindak apabila terdapat bukti keterlibatan pejabat dalam kasus narkoba.&lt;br /&gt;7. Agar BNN memberikan penghargaan kepada ormas pemuda, pelajar dan mahasiswa yang berhasil melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba.&lt;br /&gt;8. Mengusulkan untuk membangun pusat informasi bahaya narkoba disetiap daerah yang mudah diakses.&lt;br /&gt;9. Membentuk wadah bersama bagi alumnus peserta kongres sebagai follow up serta ajang peningkatan kualitas SDM Satgas Luhpen di daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;a href="http://3rrorpage.blogspot.com"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-3701126824344208576?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/o25VLRn3XGo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/o25VLRn3XGo/kongres-pemudapelajar-anti-narkoba-2008.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/03/kongres-pemudapelajar-anti-narkoba-2008.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-3880010019664661330</guid><pubDate>Wed, 04 Mar 2009 09:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-04T16:29:34.679+07:00</atom:updated><title>Mengenali Ciri-Ciri Pecandu Narkoba</title><description>Awas, bahaya narkoba mengancam siapa saja. Data dari penilitian dan pengungkapan kasus, mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa banyak yang jadi pengguna narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar pengobatan narkoba yang menggunakan metode melalui pembenahan syaraf-syaraf otak, Mardan Sadzali mengaku, setiap hari didatangi para pecandu narkoba mulai dari kalangan anak-anak, remaja dan juga orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Para pengguna narkoba, sangat rawan mengalami kerusakan syaraf otaknya. Bahkan bukan cuma itu. Jantung, paru-paru sampai lambung pun, lambat laun bisa bekerja tidak normal. Nah, jika sudah mengalami hal itu, niscaya akan cepat menghadapi kematian,” terang dia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana mengetahui bahwa anggota keluarga jadi pecandu obat terlarang itu? Mardan Sadzali memberikan ciri-ciri yang mudah diketahui pada pecandu narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pecandu daun ganja : Cenderung lusuh, mata merah, kelopak mata mengattup terus, doyan makan karena perut merasa lapar terus dan suka tertawa jika terlibat pembicaraan lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pecandu putauw : Sering menyendiri di tempat gelap sambil dengar musik, malas mandi karena kondisi badan selalu kedinginan, badan kurus, layu serta selalu apatis terhadap lawan jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pecandu inex atau ekstasi : Suka keluar rumah, selalu riang jika mendengar musik house, wajah terlihat lelah, bibir suka pecah-pecah dan badan suka keringatan, sering minder setelah pengaruh inex hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pecandu sabu-sabu : gampang gelisah dan serba salah melakukan apa saja, jarang mau menatap mata jika diajak bicara, mata sering jelalatan, karakternya dominan curiga, apalagi pada orang yang baru dikenal, badan berkeringat meski berada di dalam ruangan ber-AC, suka marah dan sensitive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalamannya sejak tahun 1995 banyak menolong korban narkoba, Mardan Sadzali, mengaku hanya butuh waktu seminggu agar mereka lepas dari jeratan obat terlarang itu. Metode yang dilakukan pun, tambah dia, tanpa obat dan ramuan. Semuanya dilakukan lewat proses detoksisasi, pembenahan syaraf otak dan mengembalikan fungsi jantung, paru-paru serta hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaiknya, korban diobati sedini mungkin, jangan menunggu sampai parah,” ucap pemilik klinik pengobatan narkoba di Jalan Bintara Jalan Raya, Gang Masjid No. 51, Terminal Sumber Arta, Kalimalang, Bekasi. &lt;br /&gt;Oleh: Pos Kota&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-3880010019664661330?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/N-fYOqlw92I" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/N-fYOqlw92I/mengenali-ciri-ciri-pecandu-narkoba.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/03/mengenali-ciri-ciri-pecandu-narkoba.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-106820011736281328</guid><pubDate>Wed, 04 Mar 2009 09:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-04T16:25:40.367+07:00</atom:updated><title>Antisipasi penyalanggunaan narkoba pahami perkembangan  anak remaja</title><description>Masa perkembangan dari masa anak menuju ke dewasa, merupakan masa yang penuh gejolak dan kesulitan, baik bagi si remaja maupun orangtuanya. Seringkali karena ketidaktahuan orangtua mengenai perkembangan anaknya, sehingga timbul bentrokan dan kesalahpahaman diantara mereka dan lingkungannya.&lt;br /&gt;Keadaan seperti itu akan mengganggu perkembangan remaja secara wajar, yang bisa berakibat terjadinya berbagai macam gangguan tingkah laku seperti penyalahgunaan narkoba, atau kenakalan remaja serta gangguan mental lainnya. Orangtua seringkali dibuat bingung atau tidak berdaya dalam menghadapi perkembangan anak remajanya, dan ini akan menambah parah gangguan yang diderita para remaja.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari hal tersebut, Dr. Murcuanto Diwanto, salah seorang psikiater, menjelaskan, kita harus memahami perkembangan anak remaja beserta ciri-ciri khasnya. Dengan begitu kita bisa memahami perubahan-perubahan yang terjadi pada diri anak saat mamasuki masa remaja.&lt;br /&gt;Selain itu, dengan memahami dan membina remaja agar menjadi individu yang sehat dalam segi kejiwaan dapat mencegah kenakalan remaja dan terhindar dari tindakan penyalahgunaan narkoba.&lt;br /&gt;Perubahan anak ke masa remaja membawa perubahan pada diri seorang. Kalau pada masa anak ia berperanan sebagai seorang individu yang selalu bergantung dan dilingungi, maka pada masa remaja ia diharapkan mampu berdiri sendiri dan berkeinginan mandiri.&lt;br /&gt;Namun sebenarnya ia masih membutuhkan perlindungan dan tempat bergantung dari orangtua. Pertentangan antara keinginan untuk bersikap sebagai individu yang mampu berdiri sendiri dengan keinginan tetap bergantung dan dilindungi, akan menimbulkan konflik pada diri remaja. Akibatnya, timbul kegelisahan dan kecemasan yang akan mewarnai sikap dan tingkah lakunya. Ia menjadi mudah tersinggung, marah, kecewa dan putus asa.&lt;br /&gt;Keterbatasan kemampuan pada diri remaja, menyebabkan ia tidak selalu mampu untuk memenuhi berbagai macam dorongan kebutuhan dirinya.&lt;br /&gt;Ketidakmampuan remaja dalam menyalurkan segala keinginannya, menyebabkan timbulnya dorongan yang kuat untuk berkelompok. Dalam kelompok, segala kekuatannya seolah-olah dihimpun sehingga menjadi suatu kekuatan yang besar. Remaja akan merasa lebih aman dan terlindungi apabila berada di tengah-tengah kelompoknya. Oleh karena itu ia berusaha keras untuk dapat diakui oleh kelompoknya dengan cara menyamakan dirinya dengan segala sesuatu yang ada dalam kelompoknya. Rasa setia kawan terjalin dengan erat dan kadang-kadang menjurus ke arah tindak yang membabi buta.&lt;br /&gt;Tujuan akhir dari suatu perkembangan remaja adalah terbentuknya identitas diri. Dengan terbentuknya identitas diri, seorang individu sudah dapat memberi jawaban terhadap pertanyaan: siapakah, apakah saya mampu dan dimanakah tempat saya berperan.&lt;br /&gt;Ia telah dapat memahami dirinya sendiri, kemampuan dan kelemahannya serta peranannya dalam lingkungannya. Sebelum identitas diri terbentuk, pada umumnya akan terjadi suatu krisis identitas. Setiap remaja harus mampu melewati krisisnya dan menemukan jatidirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai Motivasi Dalam Penyalahgunaan Narkoba&lt;br /&gt;Motivasi dalam penyalahgunaan narkoba ternyata menyangkut motivasi yang berhubungan dengan keadaan individu yaitu aspek fisik, emosional, mental-intelektual dan interpersonal.&lt;br /&gt;Di samping adanya motivasi individu yang menimbulkan suatu tindakan penyalahgunaan narkoba, masih ada faktor lain, yaitu faktor sosiokultural seperti tekanan perasaan yang mendalam, akibat perpecahan dalam keluarga misalnya perceraian, keluarga yang berpindah-pindah, orang tua yang tidak ada/jarang di rumah dan sebagainya. Pengaruh media massa, perubahan teknologi yang cepat, lunturnya nilai-nilai dan sistem agama serta mencairnya standar moral. Terlalu banyak nganggur, dan ketidakseimbangan keadaan ekonomi.&lt;br /&gt;Dengan adanya faktor-faktor sosial kultural tersebut, akan mempengaruhi kehidupan remaja untuk mamakai narkoba. Karena remaja merupakan individu yang sangat peka terhadap berbagai pengaruh, baik dari dalam diri, keluarga dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba&lt;br /&gt;Karakteristik psikologis pada remaja merupakan faktor yang memudahkan terjadinya tindakan penyalahgunaan narkoba. Ditambah dengan faktor lingkungan. Faktor lingkungan mempengaruhi dan memotivasi remaja untuk menyalahgunakan narkoba.&lt;br /&gt;Di dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, Pusat Pencegahan Badan Narkotika Nasional, (Pus Cegah BNN) telah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan membangun jaringan masyarakat anti narkoba.&lt;br /&gt;Pencegahan sulit dilakukan jika bangsa ini belum dewasa untuk menolak narkoba. Saat ini faktor ekonomi tidak bisa lagi dijadikan kambing hitam. Sejumlah pengguna mengatakan, faktor ekonomilah yang memengaruhi mereka untuk memakai barang haram itu. Setiap negara punya masalah, jadi ekonomi bukan alasan. Itu hanya bagian dari ketidakdewasaan.&lt;br /&gt;Selama ini, personel BNN tidak menentukan target dalam melakukan pemberantasan narkoba. Oleh karena itu, Pus Cegah tidak pernah melihat peningkatan angka penyalahgunaan narkoba, tapi terus berusaha membantu bangsa Indonesia menemukan semangat kedewasaan. Target BNN hanya satu, yaitu Indonesia bebas narkoba pada 2015. (as)&lt;br /&gt;Oleh :  (as) Pus Cegah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-106820011736281328?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/pgjOmRfnrTM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/pgjOmRfnrTM/antisipasi-penyalanggunaan-narkoba.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/03/antisipasi-penyalanggunaan-narkoba.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-3082246894838627024</guid><pubDate>Sat, 28 Feb 2009 05:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-04T15:47:22.545+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Narkoba</category><title>Rokok, Narkoba, Seks, dan AIDS</title><description>Ditengah berita siswa-siswi berprestasi dalam ajang penelitian, olimpiade sains, seni dan olahraga, anak muda Indonesia saat ini terancam dalam masa chaos. Jutaan remaja kita menjadi korban perusahaan nikotin-rokok. Lebih dari 2 juta remaja Indonesia ketagihan Narkoba (BNN 2004) dan lebih 8000 remaja terdiagnosis pengidap AIDS (Depkes 2008). Disamping itu, moral anak-anak dalam hubungan seksual telah memasuki tahap yang mengawatirkan. Lebih dari 60% remaja SMP dan SMA Indonesia, sudah tidak perawan lagi. Perilaku hidup bebas telah meruntuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat kita.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil survei Komnas Perlindungan Anak bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di 12 provinsi pada 2007 diperoleh pengakuan remaja bahwa :&lt;br /&gt;- Sebanyak 93,7% anak SMP dan SMU pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks.&lt;br /&gt;- Sebanyak 62,7% anak SMP mengaku sudah tidak perawan.&lt;br /&gt;- Sebanyak 21,2% remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi.&lt;br /&gt;- Dari 2 juta wanita Indonesia yang pernah melakukan aborsi, 1 juta adalah remaja perempuan.&lt;br /&gt;- Sebanyak 97% pelajar SMP dan SMA mengaku suka menonton film porno.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengakuan Siswi SMA, Beginikah Remaja Kita?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang gue lagi jomblo. Sudah dua tahun putus. Sakit juga! Habis pacaran empat tahun, dan sudah kayak suami-istri. Dulu, tiap kali ketemu, gejolak seks muncul begitu saja. Terus ML (making love) deh. Biasanya kita lakuin kegiatan itu di hotel. Kadang di rumah juga, kalau orang rumah lagi pergi semua. Kalau rumah nggak lagi sepi ya paling cuma berani ciuman dan raba sana-sini. Buat gue, semua itu biasa. Gue nglakuinnya karena merasa yakin doi bakal jadi suami gue. Gue nggak takut dosa. Kan kita sama-sama mau, jadi nggak ada paksaan. Dosa terjadi kan kalau ada paksaaan. Gitu menurut gue!  Waktu putus, gue nggak nyesel sudah nglakuin itu, habis, mau gimana lagi! Santai saja! Tentang pendidikan seks, gue nggak pernah terima dari orangtua. Paling dari teman, majalah, buku, atau film”&lt;br /&gt;Itulah penuturan Neila (samaran), pelajar kelas 3 sebuah SMA di Jakarta Timur, yang baru saja menjalani UAN. Tanpa beban, remaja manis bertubuh mungil ini menceritakan pengalamannya. Ia dan sang kekasih tahu harus melakukan apa supaya hubungan seks pranikah itu tidak membuatnya hamil.&lt;br /&gt;Sampai saat ini, Neila yakin orangtuanya sama sekali tidak tahu perilaku putri keduanya itu. ”Gue nggak bakal ceritalah, bisa mati mendadak mereka. Teman malah ada yang tahu, tentu saja yang punya pengalaman sama,” katanya sambil memilin-milin rambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, ML di kalangan remaja sekarang bukan hal yang terlalu asing lagi. Malah, ada yang sengaja merayu pria dewasa yang bisa ditemui di mal dan tempat umum lain, untuk mendapatkan uang atau barang berharga, seperti telepon seluler model terbaru, jam tangan bermerek, baju, sepatu, tas, dan sebagainya.  ”Bukan profesi sih, cuma iseng. Hitung-hitung bisa buat gaya. Mending gue `kan, yang nglakuinnya cuma sama pacar dan bukan demi duit,” sergahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-3082246894838627024?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/oTZGkpLn5xA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/oTZGkpLn5xA/rokok-narkoba-seks-dan-aids.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/02/rokok-narkoba-seks-dan-aids.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-205579791646390757</guid><pubDate>Sat, 28 Feb 2009 05:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-28T12:33:41.988+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Narkoba</category><title>apasih narkoba?!</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.liquidgecko.biz/images/248/artist/images/quit.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 423px; height: 600px;" src="http://www.liquidgecko.biz/images/248/artist/images/quit.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu narkoba?&lt;br /&gt;Secara umum, narkoba merupakan bahan yang dapat&lt;br /&gt;mengubah cara tubuh dan akal berfungsi. Segala narkoba,&lt;br /&gt;apakah yang sah atau yang terlarang, dapat mengakibatkan&lt;br /&gt;bahaya.&lt;br /&gt;Narkoba sah termasuk alkohol, tembakau, kafeina dan obat.&lt;br /&gt;Beberapa narkoba terlarang mempunyai pembatasan yang&lt;br /&gt;menjadikan penjualan atau penggunaannya terlarang.&lt;br /&gt;Misalnya, dilarang menyuplai alkohol atau tembakau kepada&lt;br /&gt;orang di bawah usia 18 tahun. Narkoba terlarang termasuk&lt;br /&gt;mariyuana, ekstasi dan amfetamina.&lt;br /&gt;Beberapa bahan, misalnya aerosol, perekat tertentu dan bensin,&lt;br /&gt;dapat mengakibatkan keracunan sewaktu uap, semprotan atau&lt;br /&gt;gas terisap. Ini dapat berbahaya sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-205579791646390757?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/VUz1Zfzuudw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/VUz1Zfzuudw/apasih-narkoba.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/02/apasih-narkoba.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-4790789002716477649</guid><pubDate>Sat, 28 Feb 2009 03:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-28T12:26:57.540+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Narkoba</category><title>jenis-jenis narkoba</title><description>jenis narkoba ini dibedakan menjadi 2 yakni Psikotropika,  Narkotika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. PSIKOTROPIKA&lt;br /&gt;Zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis –jenis narkoba yang termasuk psikotropika:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;A. Ekstasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekstasi adalah salah satu obat bius yang di buat secara ilegal di sebuah laboratorium dalam bentuk tablet atau kapsul.&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://narkobaku.tripod.com/ekstasi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 364px; height: 273px;" src="http://narkobaku.tripod.com/ekstasi.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ekstasi dapat membuat tubuh si pemakai memiliki energi yang lebih dan juga bisa mengalami dehidrasi yang tinggi. Sehingga akibatnya dapat membuat tubuh kita untuk terus bergerak. Beberapa orang yang mengkonsumsi ekstasi di temukan meninggal karena terlalu banyak minum air dikarenakan rasa haus yang amat sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekstasi akan mendorong tubuh untuk melakukan aktivitas yang melampaui batas maksimum dari kekuatan tubuh itu sendiri. Kekeringan cairan tubuh dapat terjadi sebagai akibat dari pengerahan tenaga yang tinggi dan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek yang ditimbulkan oleh pengguna ekstasi adalah:&lt;br /&gt;Diare, rasa haus yang berlebihan, hiperaktif, sakit kepala dan pusing, menggigil yang tidak terkontrol, detak jantung yang cepat dan sering, mual disertai muntah-muntah atau hilangnya nafsu makan, gelisah/tidak bisa diam, pucat &amp; keringat, dehidrasi, mood berubah. Akibat jangka panjangnya adalah kecanduan, syaraf otak terganggu, gangguan lever, tulang dan gigi kropos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pemakai ekstasi yang akhirnya meninggal dunia karena terlalu banyak minum akibat rasa haus yang amat sangat. Zat-zat kimia yang berbahaya sering dicampur dalam tablet atau kapsul ekstasi. Zat-zat ini menyebabkan munculnya suatu reaksi yang pada tubuh. Dan dalam beberapa kasus, reaksi dari zat-zat ini akan menimbulkan kematian. Pengguna ekstasi sering harus minum obat-obatan lainnya untuk menghilangkan reaksi buruk yang timbul pada dirinya. Dan hal ini menyebabkan denyut nadi menjadi cepat, serta akan menimbulkan paranoia dan halusinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekstasi dikenal dengan sebutan inex, I, kancing, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sabu-sabu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama aslinya methamphetamine. Berbentuk kristal seperti gula atau bumbu penyedap masakan. Jenisnya antara lain yaitu gold river, coconut dan kristal. Sekarang ada yang berbentuk tablet.&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://narkobaku.tripod.com/shabu-shabu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 109px; height: 74px;" src="http://narkobaku.tripod.com/shabu-shabu.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Obat ini dapat di temukan dalam bentuk kristal dan obat ini tidak mempunyai warna maupaun bau, maka ia di sebut dengan kata lain yaitu Ice. Shabu-shabu juga di kenal dengan julukan lain seperti : Glass, Quartz, Hirropon, Ice Cream.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat ini juga mempunyai pengaruh yang kuat terhadap syaraf.&lt;br /&gt;Si pemakai shabu-shabu akan selalu bergantung pada obat bius itu dan akan terus berlangsung lama, bahkan bisa mengalami sakit jantung atau bahkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikonsumsi dengan cara membakarnya di atas aluminium foil sehingga mengalir dari ujung satu ke arah ujung yang lain. Kemudian asap yang ditimbulkannya dihirup dengan sebuah Bong (sejenis pipa yang didalamnya berisi air). Air Bong tersebut berfungsi sebagai filter karena asap tersaring pada waktu melewati air tersebut. Ada sebagian pemakai yang memilih membakar Sabu dengan pipa kaca karena takut efek jangka panjang yang mungkin ditimbulkan aluminium foil yang terhirup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek yang ditimbulkan :&lt;br /&gt;- Menjadi bersemangat&lt;br /&gt;- Gelisah dan tidak bisa diam&lt;br /&gt;- Tidak bisa tidur&lt;br /&gt;- Tidak bisa makan&lt;br /&gt;- Jangka panjang: fungsi otak terganggu dan bisa berakhir dengan kegilaan.&lt;br /&gt;- Paranoid&lt;br /&gt;- Lever terganggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala pecandu yang putus obat:&lt;br /&gt;- Cepat marah&lt;br /&gt;- Tidak tenang&lt;br /&gt;- Cepat lelah&lt;br /&gt;- Tidak bersemangat/ingin tidur terus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. NARKOTIKA&lt;br /&gt;Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakan dengan memasukkannya ke dalam tubuh manusia. Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat , halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis –jenis narkoba yang termasuk narkotika:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. OPIOID (OPIAD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opioid atau opiat berasal dari kata opium, jus dari bunga opium, Papaver somniverum, yang mengandung kira-kira 20 alkaloid opium, termasuk morfin. Nama Opioid juga digunakan untuk opiat, yaitu suatu preparat atau derivat dari opium dan narkotik sintetik yang kerjanya menyerupai opiat tetapi tidak didapatkan dari opium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opiat alami lain atau opiat yang disintesis dari opiat alami adalah heroin (diacethylmorphine), kodein (3-methoxymorphine), dan Dilaudid (hydromorphone).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan opioida yang sering disalahgunakan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *      Candu&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://narkobaku.tripod.com/candu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 107px;" src="http://narkobaku.tripod.com/candu.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Getah tanaman Papaver Somniferum didapat dengan menyadap (menggores) buah yang hendak masak. Getah yang keluar berwarna putih dan dinamai "Lates". Getah ini dibiarkan mengering pada permukaan buah sehingga berwarna coklat kehitaman dan sesudah diolah akan menjadi suatu adonan yang menyerupai aspal lunak. Inilah yang dinamakan candu mentah atau candu kasar. Candu kasar mengandung bermacam-macam zat-zat aktif yang sering disalahgunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candu masak warnanya coklat tua atau coklat kehitaman. Diperjualbelikan dalam kemasan kotak kaleng dengan berbagai macam cap, antara lain ular, tengkorak,burung elang, bola dunia, cap 999, cap anjing, dsb. Pemakaiannya dengan cara dihisap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *      Morfin&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://narkobaku.tripod.com/heroin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 189px; height: 257px;" src="http://narkobaku.tripod.com/heroin.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin merupaakan alkaloida utama dari opium ( C17H19NO3 ) . Morfin rasanya pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *      Heroin (putaw) &lt;br /&gt;Heroin adalah obat bius yang sangat mudah membuat seseorang kecanduan karna efeknya sangat kuat. Obat ini bisa di temukan dalam bentuk pil, bubuk, dan juga dalam cairan. Seseorang yang sudah ketergantungan heroin bisa di sebut juga "chasing the dragon."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heroin memberikan efek yang sangat cepat terhadap si pengguna, dan itu bisa secara fisik maupun mental. Dan jika orang itu berhenti mengkonsumsi obat bius itu, dia akan mengalami rasa sakit yang berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin dan merupakan jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia pada akhir - akhir ini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek pemakaian heroin: kejang-kejang, mual, hidung dan mata yang selalu berair, kehilangan nafsu makan dan cairan tubuh, mengantuk, cadel, bicara tidak jelas, tidak dapat berkonsentrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakaw atau sakit karena putaw terjadi apabila si pecandu “putus” menggunakan putaw. Sebenarnya sakaw salah satu bentuk detoksifikasi alamiah yaitu membiarkan si pecandu melewati masa sakaw tanpa obat, selain didampingi dan dimotivasi untuk sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala sakau: mata dan hidung berair, tulang terasa ngilu, rasa gatal di bawah kulit seluruh badan, sakit perut/diare dan kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda dari seseorang yang sedang ketagihan adalah : kesakitan dan kejang-kejang, keram perut dan menggelepar, gemetar dan muntah-muntah, hidung berlendir, mata berair, kehilangan nafsu makan, kekurangan cairan tubuh. Heroin disebut juga dengan nama : putauw, putih, bedak, PT, etep, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *      Codein&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://narkobaku.tripod.com/codein.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 134px;" src="http://narkobaku.tripod.com/codein.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. Efek codein lebih lemah daripada heroin, dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih. Cara pemakaiannya ditelan dan disuntikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *      Demerol&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://narkobaku.tripod.com/demerol.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://narkobaku.tripod.com/demerol.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama lain Demerol adalah pethidina. Pemakaiannya dapat ditelan atau dengan suntikan. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *      Methadone&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://narkobaku.tripod.com/metadone.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 141px;" src="http://narkobaku.tripod.com/metadone.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Kelas obat tersebut adalah nalaxone (Narcan), naltrxone (Trexan), nalorphine, levalorphane, dan apomorphine. Sejumlah senyawa dengan aktivitas campuran agonis dan antagonis telah disintesis, dan senyawa tersebut adalah pentazocine, butorphanol (Stadol), dan buprenorphine (Buprenex). Beberapa penelitian telah menemukan bahwa buprenorphine adalah suatu pengobatan yang efektif untuk ketergantungan opioid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek yang ditimbulkan dari Opoid ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *      Mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara&lt;br /&gt;    *      Kerusakan penglihatan pada malam hari&lt;br /&gt;    *      Mengalami kerusakan pada liver dan ginjal&lt;br /&gt;    *      Peningkatan resiko terkena virus HIV dan hepatitis dan penyakit infeksi lainnya .&lt;br /&gt;    *      Penurunan hasrat dalam hubungan sex, kebingungan dalam identitas seksual, kematian karena overdosis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala Putus Obat dari ketergantungan opioid adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *      Kram otot parah dan nyeri tulang, diare berat, kram perut, rinorea lakrimasipiloereksi, menguap, demam, dilatasi pupil, hipertensi takikardia disregulasi temperatur, termasuk pipotermia dan hipertermia.&lt;br /&gt;    *      Seseorang yang ketergantungan opioid jarang meninggal akibat putus opioid, kecuali orang tersebut memiliki penyakit fisik dasar yang parah, seperti penyakit jantung.&lt;br /&gt;    *      Gejala residual seperti insomnia, bradikardia, disregulasi temperatur, dan kecanduan opiat mungkin menetap selama sebulan setelah putus zat. Pada tiap waktu selama sindroma abstinensi, suatu suntikan tunggal morfin atau heroin menghilangkan semua gejala. Gejala penyerta putus opioid adalah kegelisahan, iritabilitas, depresi, tremor, kelemahan, mual, dan muntah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. KOKAIN (SHABU-SHABU)&lt;br /&gt;Kokain adalah zat yang adiktif yang sering disalahgunakan dan merupakan zat yang sangat berbahaya. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksifnya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotik, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif dan efek merugikannya telah dikenali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek yang ditimbulkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *      Menjadi bersemangat, gelisah dan tidak bisa diam, tidak bisa  makan, paranoid, lever terganggu.&lt;br /&gt;    *      Shabu-shabu mengakibatkan efek yang sangat kuat pada system syaraf .Pemakai shabu-shabu secara mental akan bergantung pada zat ini dan penggunaan yang terus menerus dapat merusakan otot jantung dan bahkan menyebabkan kematian.&lt;br /&gt;    *      Shabu-shabu sangat berbahaya karena prilaku yang menjurus pada kekerasan merupakan efek langsung dari penggunannya. Bahkan sering menyebabkan impoten.&lt;br /&gt;    *      Berat badan menyusut, kejang-kejang, halusinasi, paranoid, kerusakan usus ginjal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala pecandu yang putus obat:&lt;br /&gt;Kecenderungan untuk bunuh diri. Orang yang mengalami putus Kokain seringkali berusaha mengobati sendiri gejalanya dengan alkohol, sedatif, hipnotik, atau obat antiensietas seperti diazepam ( Valium ).&lt;br /&gt;Nama lain dari kokain adalah snow, coke, girl, lady dan crack ( kokain dalam bentuk yang paling murni dan bebas basa untuk mendapatkan efek yang lebih kuat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. CANNABIS&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://narkobaku.tripod.com/cannabis.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 200px;" src="http://narkobaku.tripod.com/cannabis.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *      Semua bagian dari tanaman mengandung kanabioid psikoaktif. Tanaman kanabis biasanya dipotong, dikeringkan, dipotong kecil - kecil dan digulung menjadi rokok disebut joints. Akan mengikat pikiran dan dapat membuatmu menjadi ketagihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *      Bentuk yang paling poten berasal dari tanaman yang berbunga atau dari eksudat resin yang dikeringkan dan berwarna coklat-hitam yang berasal dari daun yang disebut hashish atau hash.&lt;br /&gt;    *      Ganja mengandung sejenis bahan kimia yang disebut delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) yang dapat mempengaruhi suasana hati manusia dan mempengaruhi cara orang tersebut melihat dan mendengar hal-hal disekitarnya. Orang bilang memakai sekali-sekali tidak akan bikin katagihan.&lt;br /&gt;    *      Ganja dianggap narkoba yang aman dibandingkan dengan putaw atau shabu. Kenyataannya sebagian besar pecandu narkoba memulai dengan mencoba ganja. Jika menggunakan ganja, maka pikiran akan menjadi lamban dan akan nampak bodoh dan membosankan.&lt;br /&gt;    *      Ganja dapat mempengaruhi konsentrasi dan ingatanmu. Dan seringkali, para pengguna ganja akan mencari obat-obatan yang lebih keras dan lebih mematikan.&lt;br /&gt;    *      Akibat-akibat lain pemakaian ganja adalah: kehilangan konsentrasi,meningkatnya denyut nadi, keseimbangan dan koordinasi tubuh yang buruk, ketakutan dan rasa panik, depresi, kebingungan dan halusinasi.&lt;br /&gt;    *      Ganja dikenal juga dengan sebutan : marijuana, grass, pot, weed, tea, Mary Jane.&lt;br /&gt;    *      Nama lain untuk menggambarkan tipe Kanabis dalam berbagai kekuatan adalah hemp, chasra, bhang, dagga, dinsemilla, ganja, cimenk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-4790789002716477649?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/88AWdkdmwbA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/88AWdkdmwbA/jenis-jenis-narkoba.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/02/jenis-jenis-narkoba.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-7875548485299336231</guid><pubDate>Sat, 28 Feb 2009 03:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-20T15:50:58.674+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Narkoba</category><title>bagaimana sih dampak narkoba ???</title><description>&lt;div&gt;&lt;embed quality="high" align="center" flashvars="cy=fr&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=3530822107868839427&amp;amp;site=widget-03.slide.com" type="application/x-shockwave-flash" height="320" src="http://widget-03.slide.com/widgets/slideticker.swf" salign="l" width="426" wmode="transparent" scale="noscale" name="flashticker"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width: 426px; text-align: left;"&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=fr&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3530822107868839427&amp;amp;map=F" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://widget-03.slide.com/p4/3530822107868839427/fr_t024_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" ismap="ismap"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dampak narkoba itu bermacam -macam ada dari fisik, mental,emosional,spritual,dan dan redartasi. kita akan membahas satu persatu dari dampak yang diakibakan oleh narkoba :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;DAMPAK FISIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adaptasi biologis tubuh kita terhadap penggunaan narkoba untuk jangka waktu yang lama bisa dibilang cukup ekstensif, terutama dengan obat-obatan yang tergolong dalam kelompok downers. Tubuh kita bahkan dapat berubah begitu banyak hingga sel-sel dan organ-organ tubuh kita menjadi tergantung pada obat itu hanya untuk bisa berfungsi normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh adaptasi biologis dapat dilihat dengan alkohol. Alkohol mengganggu pelepasan dari beberapa transmisi syaraf di otak. Alkohol juga meningkatkan cytocell dan mitokondria yang ada di dalam liver untuk menetralisir zat-zat yang masuk. Sel-sel tubuh ini menjadi tergantung pada alcohol untuk menjaga keseimbangan baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, bila penggunaan narkoba dihentikan, ini akan mengubah semua susunan dan keseimbangan kimia tubuh. Mungkin akan ada kelebihan suatu jenis enzym dan kurangnya transmisi syaraf tertentu. Tiba-tiba saja, tubuh mencoba untuk mengembalikan keseimbangan didalamnya.  Biasanya, hal-hal yang ditekan/tidak dapat dilakukan tubuh saat menggunakan narkoba, akan dilakukan secara berlebihan pada masa Gejala Putus Obat (GPO) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, bayangkan efek-efek yang menyenangkan dari suatu narkoba dengan cepat berubah menjadi GPO yang sangat tidak mengenakkan saat seorang pengguna berhenti menggunakan narkoba seperti heroin/putaw. Contoh: Saat menggunakan seseorang akan mengalami konstipasi, tetapi GPO yang dialaminya adalah diare, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GPO ini juga merupakan ‘momok’ tersendiri bagi para pengguna narkoba. Bagi para pecandu, terutama, ketakutan terhadap sakit yang akan dirasakan saat mengalami GPO merupakan salah satu alasan mengapa mereka sulit untuk berhenti menggunakan narkoba, terutama jenis putaw/heroin. Mereka tidak mau meraskan pegal, linu, sakit-sakit pada sekujur tubuh dan persendian, kram otot, insomnia, mual, muntah, dll yang merupakan selalu muncul bila pasokan narkoba kedalam tubuh dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ketergantungan sel-sel tubuh, organ-organ vital dalam tubuh seperti liver, jantung, paru-paru, ginjal,dan otak juga mengalami kerusakan akibat penggunaan jangka panjang narkoba. Banyak sekali pecandu narkoba yang berakhiran dengan katup jantung yang bocor, paru-paru yang bolong, gagal ginjal, serta liver yang rusak. Belum lagi kerusakan fisik yang muncul akibat infeksi virus {Hepatitis C dan HIV/AIDS} yang sangat umum terjadi di kalangan pengguna jarum suntik.&lt;br /&gt;DAMPAK MENTAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ketergantungan fisik, terjadi juga ketergantungan mental. Ketergantungan mental ini lebih susah untuk dipulihkan daripada ketergantungan fisik. Ketergantungan yang dialami secara fisik akan lewat setelah GPO diatasi, tetapi setelah itu akan muncul ketergantungan mental, dalam bentuk yang dikenal dengan istilah ‘sugesti’. Orang seringkali menganggap bahwa sakaw dan sugesti adalah hal yang sama, ini adalah anggapan yang salah. Sakaw bersifat fisik, dan merupakan istilah lain untuk Gejala Putus Obat, sedangkan sugesti adalah ketergantungan mental, berupa munculnya keinginan untuk kembali menggunakan narkoba. Sugesti ini tidak akan hilang saat tubuh sudah kembali berfungsi secara normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sugesti ini bisa digambarkan sebagai suara-suara yang menggema di dalam kepala seorang pecandu yang menyuruhnya untuk menggunakan narkoba. Sugesti seringkali menyebabkan terjadinya 'perang' dalam diri seorang pecandu, karena di satu sisi ada bagian dirinya yang sangat ingin menggunakan narkoba, sementara ada bagian lain dalam dirinya yang mencegahnya. Peperangan ini sangat melelahkan... Bayangkan saja bila Anda harus berperang melawan diri Anda sendiri, dan Anda sama sekali tidak bisa sembunyi dari suara-suara itu karena tidak ada tempat dimana Anda bisa sembunyi dari diri Anda sendiri... dan tak jarang bagian dirinya yang ingin menggunakan narkoba-lah yang menang dalam peperangan ini. Suara-suara ini seringkali begitu kencang sehingga ia tidak lagi menggunakan akal sehat karena pikirannya sudah terobsesi dengan narkoba dan nikmatnya efek dari menggunakan narkoba. Sugesti inilah yang seringkali menyebabkan pecandu relapse. Sugesti ini tidak bisa hilang dan tidak bisa disembuhkan, karena inilah yang membedakan seorang pecandu dengan orang-orang yang bukan pecandu. Orang-orang yang bukan pecandu dapat menghentikan penggunaannya kapan saja, tanpa ada sugesti, tetapi para pecandu akan tetap memiliki sugesti bahkan saat hidupnya sudah bisa dibilang normal kembali. Sugesti memang tidak bisa disembuhkan, tetapi kita dapat merubah cara kita bereaksi atau merespon terhadap sugesti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak mental yang lain adalah pikiran dan perilaku obsesif kompulsif, serta tindakan impulsive. Pikiran seorang pecandu menjadi terobsesi pada narkoba dan penggunaan narkoba. Narkoba adalah satu-satunya hal yang ada didalam pikirannya. Ia akan menggunakan semua daya pikirannya untuk memikirkan cara yang tercepat untuk mendapatkan uang untuk membeli narkoba. Tetapi ia tidak pernah memikirkan dampak dari  tindakan yang dilakukannya, seperti mencuri, berbohong, atau sharing needle karena perilakunya selalu impulsive, tanpa pernah dipikirkan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga selalu berpikir dan berperilaku kompulsif, dalam artian ia selalu mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama. Misalnya, seorang pecandu yang sudah keluar dari sebuah tempat pemulihan sudah mengetahui bahwa ia tidak bisa mengendalikan penggunaan narkobanya, tetapi saat sugestinya muncul, ia akan berpikir bahwa mungkin sekarang ia sudah bisa mengendalikan penggunaannya, dan akhirnya kembali menggunakan narkoba hanya untuk menemukan bahwa ia memang tidak bisa mengendalikan penggunaannya! Bisa dikatakan bahwa dampak mental dari narkoba adalah mematikan akal sehat para penggunanya, terutama yang sudah dalam tahap kecanduan. Ini semua membuktikan bahwa penyakit adiksi adalah penyakit yang licik, dan sangat berbahaya.&lt;br /&gt;DAMPAK EMOSIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narkoba adalah zat-zat yang mengubah mood seseorang (mood altering substance). Saat menggunakan narkoba, mood, perasaan, serta emosi seseorang ikut terpengaruh. Salah satu efek yang diciptakan oleh narkoba adalah perubahan mood. Narkoba dapat mengakibatkan ekstrimnya perasaan, mood atau emosi penggunanya. Jenis-jenis narkoba tertentu, terutama alkohol dan jenis-jenis narkoba yang termasuk dalam kelompok uppers seperti Shabu-shabu, dapat memunculkan perilaku agresif yang berlebihan dari si pengguna, dan seringkali mengakibatkannya melakukan perilaku atau tindakan kekerasan. Terutama bila orang tersebut pada dasarnya memang orang yang emosional dan bertemperamen panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mengakibatkan tingginya domestic violence dan perilaku abusive dalam keluarga seorang alkoholik atau pengguna Shabu-shabu. Karena pikiran yang terobsesi oleh narkoba dan penggunaan narkoba, maka ia tidak akan takut untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap orang-orang yang mencoba menghalaginya untuk menggunakan narkoba. Emosi seorang pecandu narkoba sangat labil dan bisa berubah kapan saja. Satu saat tampaknya ia baik-baik saja, tetapi di bawah pengaruh narkoba semenit kemudian ia bisa berubah menjadi orang yang seperti kesetanan, mengamuk, melempar barang-barang, dan bahkan memukuli siapapun yang ada di dekatnya. Hal ini sangat umum terjadi di keluarga seorang alkoholik atau pengguna Shabu-shabu. Mereka tidak segan-segan memukul istri atau anak-anak bahkan orangtua mereka sendiri. Karena melakukan semua tindakan kekerasan itu di bawah pengaruh narkoba, maka terkadang ia tidak ingat apa yang telah dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat seseorang menjadi pecandu, ada suatu kepribadian baru yang muncul dalam dirinya, yaitu kepribadian pecandu atau kepribadian si junkie. Kepribadian yang baru ini tidak peduli terhadap orang lain, satu-satunya hal yang penting baginya adalah bagaimana cara agar ia tetap bisa terus menggunakan narkoba. Ini sebabnya mengapa ada perubahan emosional yang tampak jelas dalam diri seorang pecandu. Seorang anak yang tadinya selalu bersikap manis, sopan, riang, dan jujur berubah total mejadi seorang pecandu yang brengsek, pemurung, penyendiri, dan jago berbohong dan mencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adiksi terhadap narkoba membuat seseorang kehilangan kendali terhadap emosinya. Seorang pecandu acapkali bertindak secara impuls, mengikuti dorongan emosi apapun yang muncul dalam dirinya. Dan perubahan yang muncul ini bukan perubahan ringan, karena pecandu adalah orang-orang yang memiliki perasaan dan emosi yang sangat mendalam. Para pecandu seringkali diselimuti oleh perasaan bersalah, perasaan tidak berguna, dan depresi mendalam yang seringkali membuatnya berpikir untuk melakukan tindakan bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan-perasaan ini pulalah yang membuatnya ingin terus menggunakan, karena salah satu efek narkoba adalah mematikan perasaan dan emosi kita. Di bawah pengaruh narkoba, ia dapat merasa senang dan nyaman, tanpa harus merasakan perasaan-perasaan yang tidak mengenakkan. Tetapi… perasaan-perasaan ini tidak hilang begitu saja, melainkan ‘terkubur hidup-hidup’ di dalam diri kita. Dan saat si pecandu berhenti menggunakan narkoba, perasaan-perasaan yang selama ini ‘mati’ atau ‘terkubur’ dalam dirinya kembali bangkit, dan di saat-saat seperti inilah pecandu membutuhkan suatu program pemulihan, untuk membantunya menghadapi dan mengatasi perasaan-perasaan sulit itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal juga yang perlu diketahui adalah bahwa salah satu dampak buruk narkoba adalah mengakibatkan pecandu memiliki suatu retardasi mental dan emosional. Contoh seorang pecandu berusia 16 tahun saat ia pertama kali menggunakan narkoba, dan saat ia berusia 26 tahun ia berhenti menggunakan narkoba. Memang secara fisik ia berusia 26 tahun, tetapi sebenarnya usia mental dan emosionalnya adalah 16 tahun. Ada 10 tahun yang ‘hilang’ saat ia menggunakan narkoba. Ini juga sebabnya mengapa ia tidak memiliki pola pikir dan kestabilan emosi seperti layaknya orang-orang lain seusianya.&lt;br /&gt;DAMPAK SPIRITUAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adiksi terhadap narkoba membuat seorang pecandu menjadikan narkoba sebagai prioritas utama didalam kehidupannya. Narkoba adalah pusat kehidupannya, dan semua hal/aspek lain dalam hidupnya berputar di sekitarnya. Tidak ada hal lain yang lebih penting daripada narkoba, dan ia menaruh kepentingannya untuk menggunakan narkoba di atas segala-galanya. Narkoba menjadi jauh lebih penting daripada istri, suami, pacar, anak, orangtua, sekolah, pekerjaan, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berhenti melakukan aktivitas-aktivitas yang biasa ia lakukan sebelum ia tenggelam dalam penggunaan narkobanya. Ia tidak lagi melakukan hobi-hobinya, menjalani aktivitas normal seperti sekolah, kuliah, atau bekerja seperti biasa, bila sebelumnya ia termasuk rajin beribadah bisa dipastikan ia akan menjauhi kegiatan yang satu ini, apalagi dengan khotbah agama yang selalu didengar bahwa orang-orang yang menggunakan narkoba adalah orang-orang yang berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menyebabkan pecandu seringkali hidup tersolir, ia hidup dalam dunianya sendiri dan mengisolasi dirinya dari dunia luar, yaitu dunia yang tidak ada hubungannya dengan narkoba. Ia menjauhi keluarga dan teman-teman lamanya, dan mencari teman-teman baru yang dianggap sama dengannya, yang dianggap dapat memahaminya dan tidak akan mengkuliahinya tentang penggunaan narkobanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narkoba dianggap sebagai sahabat yang selalu setia menemaninya. Orangtua bisa memarahinya, teman-teman mungkin menjauhinya, pacar mungkin memutuskannya, bahkan Tuhan mungkin dianggap tidak ada, tetapi narkoba selalu setia dan selalu dapat memberikan efek yang diinginkannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara spiritual, Narkoba adalah pusat hidupnya, dan bisa dikatakan menggantikan posisi Tuhan. Adiksi terhadap narkoba membuat penggunaan narkoba menjadi jauh lebih penting daripada keselamatan dirinya sendiri. Ia tidak lagi memikirkan soal makan, tertular penyakit bila sharing needle, tertangkap polisi, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adiksi adalah penyakit yang mempengaruhi semua aspek hidup seorang manusia, dan karenanya harus disadari bahwa pemulihan bagi seorang pecandu tidak hanya bersifat fisik saja, tetapi juga harus mencakup ketiga aspek lainnya sebelum pemulihan itu dapat dianggap sebagai suatu pemulihan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;RETARDASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retardasi sering dikaitkan dengan keterbelakangan mental. Seperti yang telah kita ketahui bersama, dalam dunia adiksi, penyakit mempengaruhi fisik, mental, emosional, dan spiritual seseorang. Memang secara fisik mungkin tidak terlalu kelihatan, tetapi ketiga aspek lainnya sudah sangat terpengaruh. Bahkan seringkali dikatakan bahwa seorang pecandu usia mentalnya akan berhenti pada usia saat dia mulai memakai drugs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah seorang pecandu mulai memakai drugs saat ia berusia 16 tahun. Maka usia mentalnya adalah 16 tahun, meskipun saat ia masuk kedalam pemulihan ia telah berusia 26 tahun. Bisa dikatakan ia mengalami retardasi mental, emosional, dan spiritual. Memang keadaannya ini tidak seperti keadaan para pasien down syndrome, yang retardasi mentalnya lebih jelas terlihat, bahkan secara fisik, karena memiliki karakteristik fisik yaitu Mongolian face. Tetapi tetap saja ini membuatnya tidak dapat berfungsi sebagai manusia yang seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retardasi yang dialami pecandu adalah ketidakmampuannya berpikir dan membuat keputusan seperti layaknya orang-orang normal seusianya. Kedewasaan emosionalnya juga mengalami retardasi, ia tidak sedewasa orang-orang sekitarnya (yang bukan pecandu) dalam mengendalikan emosinya. Keadaan spiritualnya apalagi. Dan kita sama sekali tidak membicarakan soal agama. Spiritual disini lebih berarti hubungannya dengan dirinya sendiri, dengan orang-orang disekitarnya, dan dengan apapun yang diyakininya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retardasi mental. Pola pikir pecandu seringkali tidak mencerminkan usianya yang sebenarnya. Ini dikarenakan pemikiran pecandu seringkali berpusat pada prinsip kesenangan. Ia luar biasa takut dengan tanggung jawab. Ia juga tidak mampu untuk membuat suatu komitmen. Ia tidak dapat membuat suatu komitmen yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retardasi emosional. Pecandu tidak mampu mengendalikan emosinya. Ia akan cenderung ekstrim dalam merasa dan mengungkapkan perasaan dan emosinya, belum lagi ada mood swing yang bagaikan roller coaster yang dialami oleh pecandu. Ia tidak memiliki kestabilan emosi yang dimiliki oleh orang-orang seusianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retardasi spiritual. Hubungan antara pecandu dengan dirinya sendiri, atau dengan orang lain, apalagi dengan Kekuatan Lebih Tinggi (apapun bentuknya) bisa dikatakan hampir tidak ada, atau kalaupun ada sama sekali tidak sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retardasi pada bayi-bayi junkie juga seringkali ditemukan. Hal ini disebabkan ia juga terkena pengaruh dari narkoba yang dikonsumsi oleh ibunya.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-7875548485299336231?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/CbNYka3Sc3Q" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/CbNYka3Sc3Q/bagaimana-sih-dampak-narkoba.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure url="http://widget-03.slide.com/widgets/slideticker.swf" length="86667" type="application/x-shockwave-flash" /><media:content url="http://widget-03.slide.com/widgets/slideticker.swf" fileSize="86667" type="application/x-shockwave-flash" /><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle> dampak narkoba itu bermacam -macam ada dari fisik, mental,emosional,spritual,dan dan redartasi. kita akan membahas satu persatu dari dampak yang diakibakan oleh narkoba : DAMPAK FISIK Adaptasi biologis tubuh kita terhadap penggunaan narkoba untuk jangka </itunes:subtitle><itunes:author>sigit</itunes:author><itunes:summary> dampak narkoba itu bermacam -macam ada dari fisik, mental,emosional,spritual,dan dan redartasi. kita akan membahas satu persatu dari dampak yang diakibakan oleh narkoba : DAMPAK FISIK Adaptasi biologis tubuh kita terhadap penggunaan narkoba untuk jangka waktu yang lama bisa dibilang cukup ekstensif, terutama dengan obat-obatan yang tergolong dalam kelompok downers. Tubuh kita bahkan dapat berubah begitu banyak hingga sel-sel dan organ-organ tubuh kita menjadi tergantung pada obat itu hanya untuk bisa berfungsi normal. Salah satu contoh adaptasi biologis dapat dilihat dengan alkohol. Alkohol mengganggu pelepasan dari beberapa transmisi syaraf di otak. Alkohol juga meningkatkan cytocell dan mitokondria yang ada di dalam liver untuk menetralisir zat-zat yang masuk. Sel-sel tubuh ini menjadi tergantung pada alcohol untuk menjaga keseimbangan baru ini. Tetapi, bila penggunaan narkoba dihentikan, ini akan mengubah semua susunan dan keseimbangan kimia tubuh. Mungkin akan ada kelebihan suatu jenis enzym dan kurangnya transmisi syaraf tertentu. Tiba-tiba saja, tubuh mencoba untuk mengembalikan keseimbangan didalamnya. Biasanya, hal-hal yang ditekan/tidak dapat dilakukan tubuh saat menggunakan narkoba, akan dilakukan secara berlebihan pada masa Gejala Putus Obat (GPO) ini. Misalnya, bayangkan efek-efek yang menyenangkan dari suatu narkoba dengan cepat berubah menjadi GPO yang sangat tidak mengenakkan saat seorang pengguna berhenti menggunakan narkoba seperti heroin/putaw. Contoh: Saat menggunakan seseorang akan mengalami konstipasi, tetapi GPO yang dialaminya adalah diare, dll. GPO ini juga merupakan ‘momok’ tersendiri bagi para pengguna narkoba. Bagi para pecandu, terutama, ketakutan terhadap sakit yang akan dirasakan saat mengalami GPO merupakan salah satu alasan mengapa mereka sulit untuk berhenti menggunakan narkoba, terutama jenis putaw/heroin. Mereka tidak mau meraskan pegal, linu, sakit-sakit pada sekujur tubuh dan persendian, kram otot, insomnia, mual, muntah, dll yang merupakan selalu muncul bila pasokan narkoba kedalam tubuh dihentikan. Selain ketergantungan sel-sel tubuh, organ-organ vital dalam tubuh seperti liver, jantung, paru-paru, ginjal,dan otak juga mengalami kerusakan akibat penggunaan jangka panjang narkoba. Banyak sekali pecandu narkoba yang berakhiran dengan katup jantung yang bocor, paru-paru yang bolong, gagal ginjal, serta liver yang rusak. Belum lagi kerusakan fisik yang muncul akibat infeksi virus {Hepatitis C dan HIV/AIDS} yang sangat umum terjadi di kalangan pengguna jarum suntik. DAMPAK MENTAL Selain ketergantungan fisik, terjadi juga ketergantungan mental. Ketergantungan mental ini lebih susah untuk dipulihkan daripada ketergantungan fisik. Ketergantungan yang dialami secara fisik akan lewat setelah GPO diatasi, tetapi setelah itu akan muncul ketergantungan mental, dalam bentuk yang dikenal dengan istilah ‘sugesti’. Orang seringkali menganggap bahwa sakaw dan sugesti adalah hal yang sama, ini adalah anggapan yang salah. Sakaw bersifat fisik, dan merupakan istilah lain untuk Gejala Putus Obat, sedangkan sugesti adalah ketergantungan mental, berupa munculnya keinginan untuk kembali menggunakan narkoba. Sugesti ini tidak akan hilang saat tubuh sudah kembali berfungsi secara normal. Sugesti ini bisa digambarkan sebagai suara-suara yang menggema di dalam kepala seorang pecandu yang menyuruhnya untuk menggunakan narkoba. Sugesti seringkali menyebabkan terjadinya 'perang' dalam diri seorang pecandu, karena di satu sisi ada bagian dirinya yang sangat ingin menggunakan narkoba, sementara ada bagian lain dalam dirinya yang mencegahnya. Peperangan ini sangat melelahkan... Bayangkan saja bila Anda harus berperang melawan diri Anda sendiri, dan Anda sama sekali tidak bisa sembunyi dari suara-suara itu karena tidak ada tempat dimana Anda bisa sembunyi dari diri Anda sendiri... dan tak jarang bagian dirinya yang ingin menggunakan narkoba-lah yang menang dalam peperangan ini. Suara-suara ini seringkali begitu kencang seh</itunes:summary><itunes:keywords>Pemburuan,Cinta</itunes:keywords><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/02/bagaimana-sih-dampak-narkoba.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-8789437683275983999</guid><pubDate>Sat, 28 Feb 2009 03:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-28T12:42:23.800+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Narkoba</category><title /><description>Beberapa istilah yang biasa digunakan di kalangan pemakai narkoba :&lt;br /&gt;1.  Sakaw                 : sakit karena lagi `nagih`&lt;br /&gt;2.  Amp/amplop         : kemasan untuk membungkus ganja&lt;br /&gt;3.  Basi-an         : setengah sadar saat reaksi drug menurun&lt;br /&gt;4.  Parno                 : paranoid karena ngedrugs&lt;br /&gt;5.  Relaps                 : kembali lagi ngedrugs karena `rindu`&lt;br /&gt;6.  Ngecak                 : memisahkan barang&lt;br /&gt;7.  O-de                 : over dosis&lt;br /&gt;8.  P.T-P.T         : patungan untuk membeli drug&lt;br /&gt;9.  Papir                 : kertas untuk melinting ganja&lt;br /&gt;10.  Pasien                 : pembeli&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;11.  Ngupas atau nyabu      : pakai shabu-shabu&lt;br /&gt;12.  Trigger         : sugesti/ingin&lt;br /&gt;13.  Wakas                 : Ketagihan&lt;br /&gt;14.  BT                 : Bad trip ( halusinasi yang serem)&lt;br /&gt;15.  TU                 : ngutang&lt;br /&gt;16.  Ubas                 : shabu&lt;br /&gt;17.  Afo                 : Alumunium foil&lt;br /&gt;18.  Insul / spidol         : alat suntik&lt;br /&gt;19.  Gauw                 : gram&lt;br /&gt;20.  Setangki         : 1/2 gram&lt;br /&gt;21.  Hawi/cimeng/rasta/gele/: ganja&lt;br /&gt;22.  Inex                 : ecstasy&lt;br /&gt;23.  Snip                 : pakai putauw lewat hidung ( dihisap)&lt;br /&gt;24.  Bokul                 : beli barang&lt;br /&gt;25.  Gitber                 : ginting berat / mabok berat&lt;br /&gt;26.  Betrik                 : dicolong / nyolong&lt;br /&gt;27.  BB                 : barang bukti&lt;br /&gt;28.  Jokul                 : jual&lt;br /&gt;29.  Kurus                 : kurang terus&lt;br /&gt;30.  BT/ snuk         : pusing / buntu&lt;br /&gt;31.  Abes                 : salah tusuk urat / bengak&lt;br /&gt;32.  Mupeng                 : muka pengen&lt;br /&gt;33.  Kipe/ nyipet/ ngecam   : nyuntik / masukan obat ketubuh&lt;br /&gt;34.  BD                 : sebutan untuk bandar narkoba&lt;br /&gt;35.  Junkies         : sebutan untuk pencandu&lt;br /&gt;36.  Bong                 : alat menggisap shabu&lt;br /&gt;37..  PT                 : sebutan putauw ( heroin)&lt;br /&gt;38.  Bedak etep putih       : sebutan lain putauw / heroin&lt;br /&gt;39.  Pakauw                 : pakai putauw&lt;br /&gt;40.  Pedauw / badai         : teler / mabok&lt;br /&gt;41.  Kartim                 : kertas timah&lt;br /&gt;42.  Bhironk         : orang Nigeria / pesuruh&lt;br /&gt;43.  Selinting         : 1 batang rokok / gaja&lt;br /&gt;44.  Sperempi         : 1/4 gram&lt;br /&gt;45.  Giber /ginting /gonjes : mabok / teler&lt;br /&gt;46.  Paket / pahe         : pembelian heroin / putauw dalam jumlah terkecil&lt;br /&gt;47.  Amphet                 : amphetamin&lt;br /&gt;48.  Ngedarag         : bakar putauw diatas timah&lt;br /&gt;49.  Gepang                 : punya putauw / heroin&lt;br /&gt;50.  Spirdu                 : sepaket berdua&lt;br /&gt;51.  Koncian         : simpanan barang&lt;br /&gt;52.  Coke                 : kokain&lt;br /&gt;53.  Bokauw                 : bau&lt;br /&gt;54.  Gantung         : setengah mabok&lt;br /&gt;55.  Boat / boti         : obat&lt;br /&gt;56.  KW                 : kualitas&lt;br /&gt;57.  Pyur                 : murni&lt;br /&gt;58.  Teken                 : minum obat / pil / kapsul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-8789437683275983999?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/X5R_RVziTc8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/X5R_RVziTc8/beberapa-istilah-yang-biasa-digunakan.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/02/beberapa-istilah-yang-biasa-digunakan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-176209534955651991</guid><pubDate>Sat, 28 Feb 2009 02:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-28T10:01:36.249+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">komputer</category><title>apasih tanda2 komputer qta kena virus????</title><description>Virus komputer merupakan hal yang sering mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Virus komputer biasanya menyebar tanpa sepengetahuan kita, dari satu komputer ke komputer yang lain. Salah satu media penyebaran virus komputer adalah melalui e-mail. Setelah Anda menjalankan attachment pada e-mail maka kadang-kadang Anda masih tidak sadar bahwa yang Anda jalankan tersebut adalah sebuah virus komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja tanda-tanda atau indikator adanya virus komputer di komputer Anda? Silakan saja lihat beberapa tanda-tanda berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;    * Komputer Anda berjalan lebih lambat dari biasanya dan itu berlangsung secara konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Komputer tiba-tiba berhenti atau tidak merespon dan hal tersebut sering terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Komputer tiba-tiba restart atau crash dan ini terjadi beberapa menit sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Komputer tiba-tiba restart dan tidak bisa berjalan normal kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Aplikasi komputer tidak berjalan dengan semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Hardisk atau disk drive tidak bisa diakses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Aktivitas print tidak bekerja dengan semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Sering terjadi pesan error yang aneh dan tidak biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Sering terlihat menu atau dialog box yang rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut di atas merupakan gejala umum bahwa suatu komputer terinfeksi oleh virus komputer, tetapi itu bisa juga terjadi akibat dari gangguan pada hardware atau juga software. Solusi utamanya ialah dengan melakukan instalasi antivirus yang selalu up-to-date.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-176209534955651991?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/PeN6NdOoK-E" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/PeN6NdOoK-E/apasih-tanda2-komputer-qta-kena-virus.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/02/apasih-tanda2-komputer-qta-kena-virus.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-3057727192897676231</guid><pubDate>Sat, 28 Feb 2009 02:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-28T09:59:09.484+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">komputer</category><title>bgaimana cara kerja virus????</title><description>Virus merupakan suatu program komputer yang memiliki kemampuan untuk merusak file atau merusak sistem komputer.&lt;br /&gt;Virus memiliki berbagai jenis dan mempunyai cara kerja yang berbeda-beda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut Jenis-jenis virus dan cara kerja masing-masing virus :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;1. Virus File&lt;br /&gt;Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi aplikasi atau dokumen yang ada dalam komputer anda.&lt;br /&gt;Saat aplikasi yang terinfeksi tersebut dijalankan, maka virus ini akan menyebar dengan cara menginfeksi semua file atau dokumen yang diakses oleh aplikasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Virus Boot Sector&lt;br /&gt;Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi boot sector harddisk (boot sector merupakan sebuah daerah dalam hardisk yang pertama kali diakses saat komputer dihidupkan).&lt;br /&gt;Jika virus boot sector ini aktif, pengguna tidak akan bisa membooting komputernya secara normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Virus E-mail&lt;br /&gt;Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menyebar melalui e-mail (biasanya dalam bentuk file lampiran/attachment).&lt;br /&gt;Virus memiliki ciri khusus berupa ekstensi .scr, .exe, .pif, atau .bat.&lt;br /&gt;Apabila Virus ini aktif, maka dia akan mengirimkan dirinya sendiri ke berbagai alamat e-mail yang terdapat dalam buku alamat pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Virus Multipartite&lt;br /&gt;Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi file-file komputer sekaligus boot sector pada harddisk.&lt;br /&gt;Virus jenis ini akan menimbulkan banyak masalah karena menyebabkan kerusakan yang fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Virus Polimorfis&lt;br /&gt;Virus ini mempunyai cara kerja yang unik yaitu virus ini dapat mengubah kode dirinya (berganti wujud) saat menyebarkan diri ke komputer lain&lt;br /&gt;Virus jenis lebih sulit dideteksi karena mempunyai sifat seperti itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Virus Siluman (stealth virus)&lt;br /&gt;Virus ini mempunyai cara kerja yaitu dia mampu Menyembunyikan dirinya dengan cara membuat sebuah file yang terinfeksi seolah-olah file tersebut tidak terinfeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Virus Makro&lt;br /&gt;Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi Aplikasi Microsoft Office, seperti Word dan Excel.&lt;br /&gt;Biasanya Dokumen yang terinfeksi oleh Virus Makro akan memodifikasi perintah yang ada di Microsoft Office seperti perintah “Save” untuk menyebarkan dirinya saat perintah tersebut dijalanka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-3057727192897676231?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/j9mgIk7Es2g" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/j9mgIk7Es2g/bgaimana-cara-kerja-virus.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/02/bgaimana-cara-kerja-virus.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-1499452485354242969</guid><pubDate>Sat, 28 Feb 2009 02:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-28T09:57:10.052+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">komputer</category><title>10 virus berbahaya</title><description>Serangan virus jenis VBScript masih sangat tinggi, ini terbukti dari banyaknya laporan yang mengeluhkan perihal virus jenis script ini. Satu virus yang melesat tinggi ke urutan pertama adalah Discusx.vbs. Bila Anda masih ingat dengan virus ini, di Virus Top-10 edisi Maret 2008 yang lalu, virus Discusx.vbs berada di urutan 5, namun kali ini dia melesat naik ke urutan pertama. Berikut daftar selengkapnya:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Discusx.vbs&lt;br /&gt;Virus VBScript yang satu ini, memiliki ukuran sekitar 4.800 bytes. Dia akan mencoba menginfeksi di beberapa drive di komputer Anda, termasuk drive flash disk, yang jika terinfeksi akan membuat file autorun.inf dan System32.sys.vbs pada root drive tersebut. Selain itu, ia pun akan mengubah caption dari Internet Explorer menjadi “.::Discus-X SAY MET LEBARAN! [HAPPY LEBARAN ?!]::.”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Reva.vbs&lt;br /&gt;Lagi, virus jenis VBScript yang lumayan banyak dikeluhkan oleh beberapa pembaca. Ia akan mencoba menyebarkan dirinya ke setiap drive di komputer Anda termasuk drive flash disk. Pada drive terinfeksi akan terdapat file reva.vbs, autorun.inf, dan shaheedan.jpg. Selain itu, ia pun akan mengubah halaman default dari Internet Explorer agar mengarah ke situs http://www.arrahmah.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. XFly&lt;br /&gt;PC Media Antivirus mengenali dua varian dari virus ini, yakni XFly.A dan XFly.B. Sama seperti kebanyakan virus lokal lainnya, ia dibuat menggunakan Visual Basic. Memiliki ukuran tubuh sebesar 143.360 bytes tanpa di-compress. Dan ia dapat menyamar sebagai folder, file MP3 WinAmp atau yang lainnya dengan cara mengubah secara langsung resource icon yang ada pada tubuhnya. Ini akan lebih mempersulit user awam dalam mengenalinya. Pada komputer terinfeksi, saat menjalankan Internet Explorer, caption-nya akan berubah menjadi “..:: x-fly ::..”, dan saat memulai Windows pun akan muncul pesan dari si pembuat virus pada default browser. Atau setiap waktu menunjukan pukul 12:30, 16:00, atau 20:00, virus ini pun akan menampilkan layar hitam yang juga berisi pesan dari si pembuat virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Explorea&lt;br /&gt;Virus yang di-compile menggunakan Visual Basic ini hadir dengan ukuran sekitar 167.936 bytes, tanpa di-compress. Menggunakan icon mirip folder standar Windows untuk mengelabui korbannya. Virus ini akan menyerang Registry Windows Anda dengan mengubah default open dari beberapa extension seperti .LNK, .PIF, .BAT, dan .COM. Pada komputer terinfeksi, disaat-saat tertentu terkadang muncul pesan error, contohnya pada saat membuka System Properties.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gen.FFE&lt;br /&gt;Gen.FFE atau pembuatnya menamakan Fast Firus Engine merupakan salah satu program Virus Generator buatan lokal. Dengan hanya menggunakan program ini, tidak dibutuhkan waktu lama untuk dapat menciptakan virus/varian baru. Virus hasil keluaran program ini menggunakan icon mirip gambar folder standar bawaan Windows. Ia pun akan memblokir akses ke Task Manager, Command Prompt, serta menghilangkan beberapa menu di Start Menu. Ia juga akan membaca caption dari program yang aktif, apabila terdapat string yang berhubungan dengan antivirus maka program tersebut akan segera ditutup olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hampa&lt;br /&gt;Virus yang juga dibuat menggunakan Visual Basic dan ber-icon-kan folder ini memiliki ukuran tubuh sekitar 110.592 bytes, tanpa di-compress. Banyak sekali perubahan yang ia buat pada Windows, seperti Registry, File System, dan lain sebagainya, yang bahkan dapat menyebabkan Windows tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Pada komputer yang terinfeksi oleh virus ini, saat memulai Windows akan muncul pesan dari si pembuat virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Raider.vbs&lt;br /&gt;Virus jenis VBScript ini berukuran sekitar 10.000 bytes, jika file virus dibuka dengan Notepad misalnya, maka tidak banyak string yang bisa dibaca karena dalam kondisi ter-enkripsi. Pada Registry, ia pun memberikan pengenal dengan membuat key baru di HKLM\Software dengan nama sama seperti nama pada computer name, dengan isinya berupa string value seperti nama virus tersebut, Raider, serta tanggal komputer tersebut kali pertama terinfeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. ForrisWaitme&lt;br /&gt;Virus yang dibuat dengan Visual Basic ini menggunakan icon mirip folder standar Windows untuk melakukan penyamarannya. Beberapa ulahnya adalah menukar fungsi tombol mouse kiri dengan kanan, menghilangkan menu Folder Options, membuat file pesan “baca saya.txt” pada drive terinfeksi, dan masih ada yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pray&lt;br /&gt;Virus lokal ini dibuat menggunakan Visual Basic. Kami mendapati 2 varian dari virus ini, untuk varian Pray.A tidak memiliki icon, sementara untuk varian Pray.B menggunakan icon mirip Windows Explorer. Jika komputer terinfeksi oleh virus ini, saat penunjuk waktu di komputer tersebut menunjukan pukul 05:15, 13:00, 16:00, 18:30, dan atau 19:45, virus ini akan menampilkan pesan yang mengingatkan user untuk melakukan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Rian.vbs&lt;br /&gt;Virus VBScript ini memiliki ukuran 3788 bytes. Saat menginfeksi, ia akan menciptakan file baru autorun.inf dan RiaN.dll.vbs pada setiap root drive yang terpasang di komputer korban, termasuk Flash Disk. Komputer yang terinfeksi oleh virus ini, caption dari Internet Explorer akan berubah menjadi “Rian P2 Humas Cantiq hehehe……. ^_^”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-1499452485354242969?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/mJkzwcNjHSY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/mJkzwcNjHSY/10-virus-berbahaya.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/02/10-virus-berbahaya.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-5151476687988305397</guid><pubDate>Sat, 28 Feb 2009 02:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-28T09:56:36.098+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">news</category><title>Sun Hadirkan JavaFX Mobile</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.infokomputer.com/photo/2009/02/26/163523p.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://www.infokomputer.com/photo/2009/02/26/163523p.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sun Microsystems mengumumkan ketersediaan JavaFX Mobile. Platform yang memungkinkan ekosistem Java wireless untuk menciptakan solusi yang komunikatif, pun mendukung fitur-fitur dan karakteristik Java Platform Micro Edition (Java ME).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Platform JavaFX Mobile menyediakan konten dan layanan yang kaya bagi semua kategori perangkat mobile - mulai dari ponsel dengan fitur dasar sampai dengan smart phone. Sun juga mengumumkan bahwa beberapa manufaktur ponsel terkemuka, penyedia layanan serta para ISV yang bekerjasama dengan Sun untuk memasarkan ponsel JavaFX Mobile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Platform JavaFX memiliki keunikan yang memungkinkannya untuk menyediakan model pengembangan dan penggunaan yang terpadu untuk membangun Rich Internet Application (RIA) yang komunikatif di semua desktop, browser, dan telepon genggam.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi "gress" besutan Sun ini pun menghadirkan audio dan video berkualitas tinggi, rich text, grafik vektor, animasi serta layanan web untuk aplikasi mobile dan desktop melalui bahasa pemprograman yang sederhana namun powerful. Untuk membantu para pengembang dan technical designer membangun berbagai aplikasi ini, contoh-contoh terbaru, tutorial, artikel, screen-cast, dan lain-lain dapat dilihat di http://www.javafx.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusul adalah membantu seluruh perusahaan industri mobile untuk memasarkan produk - produk baru yang inovatif dengan cepat dan mudah. Penyedia layanan dapat menggunakan JavaFX Mobile untuk menawarkan konten yang komunikatif beserta layanan yang penting untuk meningkatkan Average Revenuer Per User (ARPU) sekaligus meningkatkan kepuasan dari pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, JavaFX Mobile turut memberikan keleluasaan kepada berbagai manufaktur perangkat untuk menawarkan aplikasi yang lebih kaya dan lebih terpadu untuk membedakan produk mereka dari yang lainnya, dan ketersediaan platform Java membantu para ISV menyebarkan konten mereka di berbagai perangkat wireless.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-5151476687988305397?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/UhwIQbkPFEg" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/UhwIQbkPFEg/sun-hadirkan-javafx-mobile.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/02/sun-hadirkan-javafx-mobile.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-1595094296641148542</guid><pubDate>Fri, 16 Jan 2009 10:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-16T17:03:16.508+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">news</category><title>Cara Mempersingkat Link dengan TinyURL</title><description>Artikel berikut terbilang bukan informasi yang fresh, namun barangkali saja masih ada yang belum mengetahui akan hal berikut. Topik yang akan saya bahas adalah bagaimana cara mempersingkat Link Address. Kenapa link address harus di ubah? Jawabannya tentu saja tidak semua address link harus di ubah, namun pada saat-saat tertentu mungkin anda ingin mengubah link address yang asli dengan penggantinya, sebut saja link affiliasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja banyak sekali blogger yang mengikuti program affiliasi dan ingin mendapatkan downline, namun fenomena yang terjadi adalah pengunjung blog sangat malas untuk klik sebuah link yang mengandung link affiliasi, mereka selalu melihat status bar pada browser mereka ketika menyorot sebuah link, dan apabila link tersebut mempunyai ID maka mereka enggan untuk klik link tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;link&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara agar pengunjung blog tidak mengetahui link yang asli, anda dapat mengubahnya dengan bantuan situs TinyURL.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh saya mempunyai link affiliasi seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.sponsoredreviews.com/?aid=21689&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya tidak menginginkan para pengunjung melihat link ini, maka saya ubah menjadi seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://tinyurl.com/9c8cp6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita buktikan, silahkan sorot link berikut dengan mouse anda , lalu lihat link yang muncul pada status bar browser anda ( di sebelah paling bawah ayar anda ):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar di sini, dapatkan uang dari blog anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan link berikut , , lihat link yang muncul pada status bar browser anda ( di sebelah paling bawah ayar anda )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar di sini, dapatkan uang dari blog anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua buah link yang berbeda namun akan mengunungi halaman yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang belum megetahui langkah mempersingkat link dengan tinyURL, berikut langkah-langkahnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Siapkan Link yang akan anda ubah. Contoh : http://www.sponsoredreviews.com/?aid=21689&lt;br /&gt;   2. Silahkan kunjungi http://tinyurl.com&lt;br /&gt;   3. Masukan link yang akan di ubah ke dalam kotak di bawah tulisan Enter a long URL to make tiny: Contoh : http://www.sponsoredreviews.com/?aid=21689&lt;br /&gt;   4. Klik Tombol Make Tiny URL!&lt;br /&gt;   5. Copy alamat link yang di berikan. Contoh : http://tinyurl.com/9c8cp6&lt;br /&gt;   6. Selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang anda tinggal membuat link dari alamat tersebut, sangat mudah bukan? Bagi anda yang masih bingung tentang cara membuat link&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari &lt;a href='http://kolom-tutorial.blogspot.com/2009/01/cara-mempersingkat-link-dengan-tinyurl.html'&gt;Cara Mempersingkat Link dengan TinyURL&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-1595094296641148542?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/mojRd4k80qA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/mojRd4k80qA/cara-mempersingkat-link-dengan-tinyurl.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/01/cara-mempersingkat-link-dengan-tinyurl.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-1858870287574134785</guid><pubDate>Fri, 16 Jan 2009 09:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-16T17:00:53.942+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">news</category><title>Free Image Hosting via XS</title><description>Butuh alternatif lain untuk keperluan menyimpam gambar anda via Online? kalo iya, saya sarankan anda mencoba layanan terbaru dari XS.TO.  Dan seperti biasa, memang layanan free image hosting termasuk XS.TO &lt;span class="fullpost"&gt;ataupun yang sudah populer seperti Imageshack dari dulu sampai sekarang ya tetap gitu-gitu saja dimana tugasnya memberikan service berupa hosting gratis untuk menyimpan gambar dan seperti biasa pula kita akan diberi alternatif link untuk hasil gambar yang telah di upload.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, sebagai pelengkap saja, untuk anda yang berencana membangun sendiri layanan free images hosting, coba saja kunjungi Scripteen Free image hosting Script di alamat ini http://www.scripteen.com, setau saya Script ini gratis kok. Semoga info ini bermanfaat :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari &lt;a href='http://www.o-om.com/2009/01/free-image-hosting-via-xsto.html'&gt;Free Image Hosting via XS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-1858870287574134785?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/C06o9FlcXGM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/C06o9FlcXGM/free-image-hosting-via-xs.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/01/free-image-hosting-via-xs.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-2895034274030397744</guid><pubDate>Fri, 16 Jan 2009 09:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-16T16:55:33.108+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">news</category><title>Minixr: Microblogging Social dan Lifestreaming</title><description>Minixr adalah layanan microblogging terbaru yang memungkinkan anda untuk berbagi konten, link, file, photo, audio, video atau hanya sekedar menuliskan tentang kegiatan keseharian anda. Layanan yang masih dalam versi beta ini memungkinkan pengguna untuk berbagi aktivitas seperti yang biasa anda lakukan mengunakan twitter dan plurk. &lt;span class="fullpost"&gt;Yang membuatnya berbeda, dengan Minixr fasititasnya terasa lebih lengkap saja. Minixr juga support update via GoogleTalk, SMS dan Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga dapat secara otomatis mengundang aktivitas pengguna lain dari sejumlah banyak situs-situs populer seperti Digg, Last.fm, Delicious, Flickr, YouTube, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari &lt;a href='http://www.o-om.com/2009/01/minixr-microblogging-social-dan.html'&gt;Minixr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-2895034274030397744?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/Yvig4h0UnWU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/Yvig4h0UnWU/minixr-microblogging-social-dan.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/01/minixr-microblogging-social-dan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1758714435956856016.post-987523916768828144</guid><pubDate>Sun, 11 Jan 2009 02:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-12T21:27:52.257+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bali island</category><title>pantai kuta</title><description>Kuta mulai dikenal ketika para pedagang dari Denmark membuka kantor perwakilan dagang disini. Hubungan dagang yang terjalin antara perwakilan dagang tersebut dengan penduduk pribumi asli kemudian berkembang dengan sangat pesat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Baru mulai pada tahun 1930 sepasang suami istri asal California Amerika sangat terkesan dengan keindahan pantai Kuta yang waktu itu sama sekali belum terjamah campur tangan manusia, alias masih alami. Kuta Beach Hotel adalah hotel pertama yang berdiri di kawasan ini, namun sayang harus ditutup karena tentara Jepang menyerbu pulau Bali pada waktu itu. Pada tahun 1960 ketika banyak turis Australia yang harus singgah di Bali untuk perjalanan ke Eropa, Kuta mulai semakin dikenal kembali. Dalam perkembangannya, area Kuta semakin menarik kunjungan para wisatawan tidak hanya dari Australia, namun juga dari berbagai belahan dunia yang lain.&lt;br /&gt;Dengan cepat berdirilah berbagai hotel di sepanjang kawasan pantai Kuta. Biasanya hotel-hotel dikawasan ini bertaraf internasional atau setidaknya sebuah grup hotel internasional. Berawal dari awal ujung pantai Kuta terdapat Inna Kuta B each Hotel, Hard Rock Hotel, Mercure Hotel, dll. Juga berdiri sebuah penginapan yang sangat nyaman bergaya butik resort yaitu Alam KulKul Boutique and Resort.&lt;br /&gt;Waktu paling ramai di kawansan pantai Kuta adalah di sore hari atau sewaktu matahari terbenam (sunset). Semua turis apakan mancanegara ataupun lokal berkumpul menjadi satu disini. Apalagi ada momen-momen khusus di dalam negeri seperti liburan sekolah, liburan Lebaran Idul Fitri atau liburan tahun baru, bisa dipastikan keramaian itu semakin menjadi.&lt;br /&gt;Di pantai Kuta pengunjung bisa melakukan selancar atau surfing, bermain sepakbola, bermain layang-layang, sekedar rebahan di pasir pantainya yang hangat, atau cuci mata menyaksikan para turis bule berjemur. Apabila tertarik dengan layanan kuncir rambut atau pembuatan tato sementara, itu juga bisa didapat di pantai ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1758714435956856016-987523916768828144?l=3rrorpage.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Errorpage/~4/Yvg_X36nq5I" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Errorpage/~3/Yvg_X36nq5I/kuta.html</link><author>sigit.hunterlove@gmail.com (sigit)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://3rrorpage.blogspot.com/2009/01/kuta.html</feedburner:origLink></item><language>en-us</language><copyright>Pemburu Cinta</copyright><media:credit role="author">sigit</media:credit><media:rating>adult</media:rating><media:description type="plain">errorpage</media:description></channel></rss>
