<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8735735910379473419</atom:id><lastBuildDate>Thu, 03 Oct 2024 13:51:21 +0000</lastBuildDate><category>Tugas Teknologi Komunikasi</category><category>Tugas Pengembangan Teknologi Komunikasi</category><title>Eryka Holic</title><description></description><link>http://erykaholic.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (ERYKA DESTYA)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:category text="Technology"><itunes:category text="Tech News"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8735735910379473419.post-300868359715055780</guid><pubDate>Thu, 14 Jan 2010 18:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-14T10:39:53.486-08:00</atom:updated><title>PENGERTIAN KONVERGENSI</title><description>KONVERGENSI PADA TEKNOLOGI INFORMASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABSTRAKSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi ini berusaha mengungkap masalah mendasar tentang konvergesi pada teknologi informasi, telekomunikasi dan penyiaran. Langkah pertama adalah memperdalam pengertian dengan memulai dari memperbaiki definisi konvergensi, identifikasi dan menganalisis fakta konvergensi, adapun hasil yang ingin diperoleh studi diantaranya adalah memberikan usulan Kebijakan dan pokok-pokok Regulasi kepada Depkominfo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan identifikasi dan inventarisasi permasalahan Konvergensi saat ini maupun mendatang, studi ini ingin melihat Kesiapan baik dari sisi masyarakat luas, Provider atau kalangan bisnis dan Regulasi, juga dari sudut pandang konvergensi yang luas yaitu pada segi teknis, segi konten, ekonomi, regulasi, dan institusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identifikasi perbedaan ( Gap Analisis) Keadaan saat ini dan beberapa pandangan kedepan dari status Konvergensi, yang diperoleh dari data data primer melalui survey dan data sekunder dari literatur, dimungkinkan untuk mendapatkan usulan kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan Analisis SWOT merinci lebih dalam dengan pertimbangan pengelolaan manajerial operasional dilapangan dengan bertumpu pada tujuan sesuai visi dan misi pemerintahan Indonesia saat ini, serta operasional manajeman pelaksanaan didapatkan suatu Hasil kesimpulan dan rekomendasi.</description><link>http://erykaholic.blogspot.com/2010/01/penertian-konvergensi.html</link><author>noreply@blogger.com (ERYKA DESTYA)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8735735910379473419.post-4532967544078840043</guid><pubDate>Thu, 14 Jan 2010 18:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-14T10:27:15.457-08:00</atom:updated><title>Pengertian Konvergensi IT dan Telekomunikasi</title><description>Percepatan perkembangan teknologi telekomunikasi dimulai sejak ditemukannya teknologi digital pada tahun 1970-an. Beberapa saat berikutnya muncul teknologi baru yang lebih canggih dan kaya yaitu internet. Internet adalah jaringan yang menjangkau seluruh dunia dan menggunakan IP (Internet Protocol) sebagai basis aliran informasi - baik data, suara, maupun gambar -. Sejak itu pula berbagai teknologi informasi-telekomunikasi berkembang pesat menuju satu muara yang kemudian dikenal luas sebagai konvergensi. Konvergensi ini menghasilkan berbagai jenis aplikasi mulai dari teks, gambar, foto, video, audio, hingga ke telephony, video conference, dan TV kabel yang disalurkan dalam satu infrastruktur yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ada 6 aktivitas dasar yang  ditunjukkan menuju pada satu muara konvergensi. Konvergensi , dalam bahasa inggris convergence, adalah : ‘to come together, to meet or join, to approach from different directions'. Aktivitas membaca, mendengar, perjalanan, bekerja, melihat, dan berbicara, mampu dilakukan secara bersama-sama dengan adanya konvergensi IT dan telekomunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konvergensi ini memiliki implikasi sangat luas dan mendasar baik bagi operator telekomunikasi, produsen peralatan IT dan telekomunikasi, serta para pengguna/user itu sendiri. Konvergensi teknologi sendri memerlukan saluran transmisi yang dapat mengalirkan sinyal digital dengan bandwith yang besar (broadband), karena sinyal informasi yang dialirkan tidak hanya sinyal suara tetapi juga sinyal data. Sistem kabel optik adalah satu teknologi yang mampu mentransmisikan data berkecepatran tinggi (bandwith besar) atau yang disebut broadband. Dalam perkembangannya, teknologi wireless -atau yang dikenal dengan teknologi telepon seluler- mampu memberikan layanan dengan mobilitas yang tinggi dan sifatnya yang praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari teknologi 1G dengan sistem analog (AMPS), terus berkembang hingga saat ini telah sampai pada generasi 3G yang merupakan gabungan antara teknologi GSM dan CDMA. Selama beberapa waktu GPRS diandalkan dengan kecepatan akses yang terbatas, lalu berganti 3G dengan kecepatan hingga 2,4 Mbps, kini telah datang era 3.5G. Teknologi ini disebut High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) dengan kecepatan hinga 3,6 Mbps. Dengan kemampuan ini, konvergensi semakin menjadi sebuah kenyataan. Layanan internet, sebagai satu produk yang paling dikenal, mampu di-deliver melalui perangkat telepon seluler (ponsel) bahkan untuk kalangan menengah sekalipun. Dengan siklus hidup produk (product life cycle) ponsel yang makin pendek, mayoritas ponsel HSDPA yang masih dikuasai kelas atas (high-end) akanbergerak menjadi teknologi massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet merupakan rancangan jaringan multimedia masa depan dengan sifat konvergensi yang senantiasa melekat. Perkembangan teknologi internet tergolong lebih cepat dibandingkan dengan perkembangan teknologi seluler, dan ini membuat mau tidak mau semua teknologi mengikuti standartdisasi IP (IP base).  Tingkat intensitas pengguna internet pun terus melonjak dari waktu ke waktu. Indonesia, sebagai negara berkembang -dengan jumlah penduduk  237.512.355 jiwa- tak luput dari pengaruh teknologi ini. Ketika tahun 2000 pengguna internet berkisar 2 juta user, di tahun 2008 telah mencapai 25 juta atau tingkat penetrasi 10,5 % populasi, dengan prosentase di tingkat Asia mencapai angka 4 %. Pertumbuhan sebesar 1.150 % dalam kurun 8 tahun  adalah angka yang cukup signifikan. Indonesia sendiri termasuk top ten Asia setelah China (253 juta), Jepang (94 juta), India (60 juta), dan Korea Selatan (34,8 juta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi operator telekomunikasi, program-program edukatif berbasis IT terus dilakukan. Selain kepentingan bisnis - didasarkan customer driven- untuk meningkatkan pangsa pasar masing-masing, kebijakan Universal Service Obligation (USO) dalam aspek corporate social responsibility (CSR) industri telekomunkasi  menuntut incumbent memberikan layanan tersebut. PT. Telkom meluncurkan program Internet Goes to School dengan produk Speedy-nya. PT. Excelcomindo Pratama (XL) melangsungkan program ‘Komputer Untuk Sekolah" yang didedikasikan untuk dunia pendidikan secara integral dan berkelanjutan selama 5 tahun, dimana tahap awal telah diimplementasikan di 60 SD, SMP,serta guru yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Kovergensi IT dan Telekomunikasi dalam Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Melihat perkembangan di sisi kemampuan teknologi, layanan yang didistribusikan oleh operator, serta pesatnya jumlah pengguna internet &amp; perangkat telekomunikasi lainnya, maka terdapat potensi besar pemanfaatan semua sumberdaya di atas di sektor pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Beberapa manfaat tersebut antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Pengembangan pengajaran berbasis multimedia dan jaringan internet. Konvergensi IT dan telekomunikasi memungkinkan pengajaran interaktif dengan visual, audio, push-button, dari berbagai sumber dan ragam metode. Manfaat ini akan optimal jika para guru sebagai fasilitator punya kemampuan menggunakan software dan perangkat yang ada dengan baik.&lt;br /&gt;   2. Membuka akses pencarian informasi tanpa batas di bidang ilmu pengetahuan yang dibutuhkan baik oleh pengajar maupun siswa. Berbagai topik ajar yang harus diketahui dan dikuasai siswa dapat di-search melalui berbagai mesin pencari (search engine) yang tersedia di internet. Situs seperti Wikipedia bahkan mampu memberikan definisi mendalam tentang suatu hal.&lt;br /&gt;   3. Meningkatkan intensitas komunikasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Karakteristik IT dan telekomunikasi yang time borderless  membuat siapapun dapat melakukan komunikasi dan pertukaran informasi kapanpun. Kemampuan teknologi broadband  mampu men-deliver teks, gambar, suara, bahkan video kepada siapa saja yang membutuhkan -selama perangkat dan jaringan support-&lt;br /&gt;   4. Memperkecil lack of knowledge melalui media IT dan telekomunikasi yang mampu dijangkau daerah rural. Kemampuan teknologi mampu melintasi batas yang sulit ditempuh dengan moda transportasi normal. Daerah rural diharapkan -minimal- mampu menerima informasi dari daerah-daerah perkotaan. Lebih jauh lagi, diharapkan mampu menggunakan perangkat IT &amp; telekomunikasi untuk mengamati, meniru, dan memodifikasi sebagai proses inovasi.&lt;br /&gt;   5. Memperkaya khasanah pengetahuan secara terus-menerus (sustainable of education), dan faktual.&lt;br /&gt;   6. Menumbuhkan kesadaran etis multikultur, toleransi atas perbedaan, dan pemahaman akan kekayaan bangsa dalam skala nasional mapun keragaman potensi antar bangsa dalam skala internasional.&lt;br /&gt;   7. Menumbuhkan daya saing. Konvergensi IT dan telekomunikasi akan merangsang daya kompetisi para pelaku pembelajaran, terutama ketika mengetahui betapa besar ketertinggalannya dengan komunitas lain. Tentu saja dibutuhkan orang-orang dengan karakter mau maju, berkembang, dan tingkat keingintahuan (curiousity) yang tinggi untuk mengelola manfaat ini di sisi peningkatan kompetensi pelaku pendidikan.&lt;br /&gt;   8. Meningkatkan akuntabilitas publik. Informasi yang tersaji dan dikonsumsi oleh pengguna pada akhirnya akan memberikan sistem yang lebih demokratis, sehingga akuntabilitas publik mengalami peningkatan. Semakin banyak orang tahu perkembangan dunia pendidikan, kebijakan pemerintah tentang pendidikan-seperti visi, misi, dan RENSTRA Depdiknas misalnya- maka proses demokratisasi pendidikan telah terbangun dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya, tentu saja masih ada hambatan sehingga manfaat konvergensi IT dan telekomunikasi dalam dunia pendidikan belum tercapai secara optimal. Permasalahan yang timbul antara lain adalah : 1. Paradigma yang masih salah tentang internet/IT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Teknologi  bagaimanapun canggihnya tetap hanyalah sebuah alat. Ketika internet berkembang di kalangan pelajar, salah satu hal yang muncul dan menonjol adalah internet sebagai media melihat situs-situs porno, browsing tanpa control, melakukan chatting tanpa tujuan yang jelas. Banyak orangtua langsung ‘membekukan' koneksi internet mereka tanpa melihat sisi positif yang jauh lebih banyak disbanding sisi  negatifnya. Juga pemahaman bahwa internet akan menggantikan peran guru perlu diluruskan. Justru guru banyak diuntungkan dengan adanya internet, salah satunya dalam menyiapkanbahan ajar yang faktual, menarik, dan komprehensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. Metodologi yang digunakan masih sebatas penggunaan, belum sampai pada tahap bagaimana memanfaatkan media dan konten yang ada untuk kemajuan ilmu pengetahuan, produktivitas, dan inovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Konsep e-Learning  didefinisikan sebagai suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet, atau media jaringan computer lain.(Hartley, 2001).  Sementara LearnFrame.com dalam Glossary of e-Learning Term (Glossary, 2001) mendefinisikan e-Learning sebagai sistem pendidikan yang menggunakan aplikasielektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer, maupun komputer stand-alone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Akselerasi Pendidikan : Menuju Kompetisi Global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Ketertinggalan dunia pendidikan kita adalah potret muram sistem pendidikan yang selama ini terjadi. Meski di sisi lain, keberhasilan Tim Olimpiade Sains Indonesia mampu meraih berbagai gelar, medali, dan tempat terhormat, secara umum masyarakat kita memerlukan program percepatan .akselerasi untuk mengejar ketertinggalan. Akselerasi (acceleration) secara singkat diterjemahkan sebagai percepatan. Semiawan (1997) membagi dua pengertian tentang akselerasi ini : pertama, akselerasi sebagai model pelayanan pembelajaran, dan kedua, akselerasi kurikulum atau akselrasi program. Gowan dan Renzulli (dalam Conny Seniawan, 1997) menambahkan bahwa akselerasi berarti memperoleh konten materi dengan irama yang lebih dipercepat sesuai dengan kemampuan potensialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Dibangunnya jaringan telekomunikasi di berbagai daerah ditunjang dengan produk-produk IT yang terjangkau, user-friendly, multitasking, dan multifungsi semestinya dapat dijadikan sebagai dasar pijakan akselerasi mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan -dan kualitas SDM- bangsa ini. Paradigma pendidikan yang telah bergeser menuntut para ahli dan professional yang bergerak di bidang IT, telekomunikasi, dan pendidikan bersama-sama bersinergi mengembangkan program yang kompeten, terarah, dan adaptif. Kompeten berarti mempunyai keunggulan dan daya saing yang tinggi, terarah berarti menuju pada keunggulan berbasis potensi bangsa, sementara adaptif lebih pada kemampuan ‘learn how to learn', memberikan pendewasaan, menuju pada masyarakat berbasis pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Dunia pendidikan telah berubah ke arah yang lebih modern            seiring dengan perkembangan teknologi, perubahan budaya, dan tuntutan kompetisi global. Pemerintah telah merespon dengan merubah paradigma dan sistem pembelajaran melalui RENSTRA, operator telekomunikasi dan perangkat IT juga melakukan program-program pemanfaatan konvergensi IT dan telekomunikasi  bagi pendidikan. Internet adalah satu produk teknologi yang saat ini sangat berperan, digunakan banyak user, sekaligus mampu memberi layanan yang mampu dan akseleratif demi mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Teknologi IT dan telekomunikasi, bagaimanapun adalah sebatas media. Yang terpenting adalah bagaimana para manusianya berperan proaktif mendaya-gunakan semua potensinya untukkemajuan dunia pendidikan.  Demi kemajuan pendidikan, demi kemajuan bangsa,.  Sebagaimana Edwart Teller katakan :  ‘Ilmu pengetahuan pada hari ini akan menjadi teknologi hari esok'.</description><link>http://erykaholic.blogspot.com/2010/01/pengertian-konvergensi-it-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (ERYKA DESTYA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8735735910379473419.post-5764773526454106935</guid><pubDate>Thu, 14 Jan 2010 16:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-14T10:41:58.324-08:00</atom:updated><title>Tugas Translate Teknologi Komunikasi</title><description>SEBUAH KRITIS SEJARAH MEDIA TEKNOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan modern dalam komunikasi yang dibuat untuk lebih realisme mereka&lt;br /&gt;dibuat untuk kemungkinan yang lebih besar khayalan. (Innis 1982: 82)&lt;br /&gt;Budaya kita ingin baik untuk memperbanyak dengan media dan untuk menghapus semua jejak mediasi: idealnya, ia ingin menghapus medianya dalam tindak untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melipatgandakan mereka. (Bolter dan Grusin 2000: 5)&lt;br /&gt;Ketika orang berbicara tentang 'media' mereka dapat merujuk kepada berbagai hal yang berbeda. Untuk Misalnya, 'media' adalah sebuah lembaga yang beroperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam struktur masyarakat modern samping institusi lain, seperti 'pendidikan', 'kesehatan', 'polisi', dan lain-lain 'yang' menunjukkan bahwa fenomena ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baik tunggal dan 'integral' dalam hal fungsinya; yaitu, mengandung semua fenomena dan operasi yang terlibat dalam 'ditengahi komunikasi'.&lt;br /&gt;Dalam nada yang sama, media disebut sebagai organisasi, produk, dan, penting untuk buku ini, seperti teknologi. Buku ini berusaha untuk berpendapat bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;media mendekat teknologi memungkinkan seseorang untuk menjelaskan apa yang media yang lebih memadai daripada fokus pada lembaga, organisasi atau produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, melalui buku ini tentu saja, itu juga akan menjadi jelas bahwa apa yang media, memiliki dampak langsung pada media apa yang dilakukan. Dalam bab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini kita akan membahas salah satu lintasan yang paling berpengaruh berteori media-teknologi. Itu muncul dari Amerika Utara di tengah-tengah kedua puluh abad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan memberikan perspektif berbeda (massa) dari media kemudian sekolah dominan studi komunikasi, yaitu sistem fungsionalis teori dan penelitian efek (Babe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2000). Pendekatan inovatif ini telah disebut baik 'Sedang Teori' dan 'Media Ekologi '. Keduanya saling melengkapi. Sedangkan mantan menyoroti pusat peran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;media sebagai lebih dari alat atau instrumen, istilah yang terakhir ini mencerminkan penekanan pada hubungan antara perkembangan media dan pengaruh dampaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terhadap lingkungan mereka sebagai sistem yang dinamis (karenanya ekologi). Inilah kombinasi yang sangat penting, dan kita harus selalu mengingatkan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita untuk menuntut baik medium dan lingkungan sebagai seiring, tidak adil atau bahkan terutama dalam hal efek. Sumbu pertama inovasi Teori Menengah terletak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada fokus pada media sebagai suatu bentuk teknologi. Ini membuka jalan bagi munculnya bentuk analisis media yang potensial masih harus dipenuhi, jika hanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena memiliki terlalu sering disalahpahami, tetapi yang relevan untuk masa kini dan masa depan adalah sulit untuk diabaikan. Sumbu kedua (Media-Ekologi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah sebuah pergeseran perhatian pada interaksi antara media-teknologi dan lingkungan yang lebih luas. Untuk sebagian besar, interaksi tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;difasilitasi oleh tindakan dan motivasi manusia, tetapi seperti telah kita lihat dalam bab sebelumnya, teknologi proses memerlukan rasa mereka sendiri badan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;juga; mereka juga mampu melakukan tindakan. Tindakan ini dapat disebut sebagai 'enframing' dan 'mengungkap' (yang merupakan bagian dari proses yang sama) dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam esensi cara 'memesan' tertentu lingkup tindakan. Tokoh sentral dalam Teori Menengah (Media Ekologi) adalah Marshall McLuhan. McLuhan adalah tokoh yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sangat kontroversial baik di dalam maupun di luar dunia akademis. Selama masa kejayaannya pada 1960-an, ia dianggap seorang guru, seorang nabi, pendiri dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah menyerukan baru teori sosiokultural dan, khususnya, 'kajian media' (Miller 1971). Di tahun 1970-an ia akan kehilangan pengakuan, karena semakin banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari imajinatif dan visioner Ide-ide didiskreditkan (Genosko 1998; Levinson 1998; Babe 2000). Namun, karena telah menjadi lebih dan lebih jelas bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenabian McLuhan pikiran tentang peran informasi dan dampak global yang mungkin sekarang lebih memadai daripada sebelumnya, mungkin bukan ide yang buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk kembali ke beberapa karya-karyanya dan mengembalikan  sebagian kekuatan teoretis. Bab ini bertujuan untuk menyajikan sebuah analisis singkat logika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;McLuhan karya teoretis dan menyoroti kegunaannya untuk memahami technohistorical dimensi mediasi. Dimulai dengan Harold Innis, yang McLuhan mentor, bab ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan memberikan tentang bagaimana evolusi budaya manusia dapat dipahami sebagai co-tergantung pada inovasi teknologi. Pindah ke McLuhan, lebih spesifik item,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti mencetak, radio dan televisi akan dibahas dalam hal tuduhan mereka sosial dan budaya implikasi. Perhatian khusus akan dibayarkan kepada McLuhan frase&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kunci: media sebagai perluasan manusia, narsisis pembiusan dan media adalah pesan. Setelah ini, bab alamat beberapa karya yang lebih kontemporer yang telah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terinspirasi oleh McLuhan warisan besar. Dengan menanyakan sejauh mana mereka yang agak berani prediksi telah menjadi kenyataan, kita dapat memastikan apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang kita dapat belajar dari jenis analisis ini. Akhirnya penilaian yang lebih kritis akan diberikan dari jebakan keterbatasan dan perspektif terkait dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;McLuhanism (Levinson 1997, 1998).&lt;br /&gt;Sebuah Teknologi dan perubahan sosial: bias dalam karya Harold Innis Kita harus menilai peradaban dalam kaitannya dengan wilayahnya dan dalam hubungannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan durasi. Karakter media komunikasi cenderung menciptakan bias dalam peradaban menguntungkan untuk penekanan yang berlebihan pada waktu konsep atau pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ruang konsep langka dan hanya pada interval adalah bias diimbangi oleh pengaruh lain menengah dan stabilitas tercapai. (Innis 1982: 64) Harold Innis secara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;luas dianggap sebagai tokoh utama dalam komunikasi dan media teori, meskipun ia juga agak kontroversial karena latar belakang utamanya ekonomi politik dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejarah, dan penelitian ini terutama berkaitan dengan Ekonomi perbatasan Kanada (Heyer 2003).&lt;br /&gt;Dalam studi komunikasi, konsep yang ia paling terkenal adalah yang dari bias. Sebagai istilah bias ini sudah cukup terkenal dalam studi komunikasi. Samping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'kebisingan' itu berfungsi sebagai penanda dari unsur disfungsional dalam proses media. Sedangkan kebisingan ini digunakan untuk mendeskripsikan gangguan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eksternal, bias disebut internal termotivasi distorsi dalam terjemahan dari ide dan niat asli ke dalam pesan-as-menerima (Shannon dan Weaver 1949). Oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena itu, untuk komunikasi mainstream teori, bias berhubungan dengan agen yang terlibat dalam komunikasi proses. Seperti itu juga yang tidak dikehendaki,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;implikasi praktis (didorong oleh cita-cita 'sempurna' atau 'efektif' komunikasi) seringdifokuskan pada penghapusan bias baik dengan cara teknologi atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;intervensi administrasi dan peraturan. Akan tetapi, karena komunikasi pragmatis umumnya dibingkai dalam keprihatinan yang lebih luas strategis (politik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;militer) penggelaran, penghapusan bias tidak pernah sebagai penting sebagai manipulasi (propaganda). Innis Namun, disesuaikan dengan latar belakang hukum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ekonomi politik dan sejarah ke mengembangkan yang agak berbeda dan jauh lebih kritis pemahaman bias. Menurut McLuhan (1982), bias dalam Innis 'kerja pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dasarnya merupakan suatu penelitian alat dan perangkat heuristik (Comor 2003). Innis 'penggunaan istilah mencerminkan keinginan untuk kembali ke yang lebih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendasar&lt;br /&gt;pengertian komunikasi, salah satu yang tidak berperan dalam sangat instrumentalis dan cetakan strategis dari Shannon dan Weaver's sistem teori. Untuk Innis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;komunikasi sangat erat terkait dengan transportasi (hanya dengan kedatangan telegraf bahwa kedua telah menjadi terpisah; Carey 1992). Oleh karena itu, sifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fisik dari 'masalah' komunikasi penting. Ini bukan yang luar biasa gabungan kata-kata. Sebagai Carey (1992) berpendapat, hubungan dengan transportasi telah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendominasi konsepsi komunikasi dalam budaya Amerika Utara sejak abad kesembilan belas, yang ia disebut sebagai 'pandangan transmisi komunikasi',&lt;br /&gt;sebagai lawan dari pandangan ritual, yang menekankan komunikasi sebagai suatu bentuk bermakna asosiasi. Masalahnya, bagaimanapun, adalah bahwa Carey gagal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk membedakan antara dua radikal berbagai jenis transmisi. Di satu sisi, transmisi dapat berfokus pada tindakan 'melewati'; di sisi lain, dapat berfokus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada materi akan berlalu. Itu paradigma dominan dalam Ilmu Komunikasi hanya peduli diri dengan proses berlalu; yang mengatakan, apa yang sedang berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah sekunder penting. Penting untuk diingat bahwa Ilmu Komunikasi muncul sebagai yang khas disiplin dalam zaman di mana komunikasi elektronik sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dominan. Artinya, mengikuti logika pemisahan lengkap media dan konten. Ini mengabaikan yang media, seperti media, diasumsikan suatu kesetaraan antara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oralitas dan keaksaraan. Dengan tidak mengakui hal ini, mungkin Carey overemphasizes 'hasil' dan underanalyses proses. Dalam kontras transmisi dan ritual,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin Carey akibatnya Dipoles&lt;br /&gt;atas apa yang sendiri istirahat mendasar antara budaya yang didasarkan pada media cetak dan keaksaraan, dan yang didasarkan pada komunikasi elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menunjukkan revolusioner khas implikasi dari telegraf, kita juga harus mengakui bahwa dampaknya adalah&lt;br /&gt;lebih dari sejarah dan budaya, tapi sangat ontologis, juga. Memang, Innis mengingatkan kita bahwa masalah-masalah dalam transmisi dan merupakan bagian tengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;proses komunikasi. Akibatnya, modelnya menyediakan alternatif radikal dalam tinjauan transmisi komunikasi bila dibandingkan dengan paradigma yang dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shannon dan Weaver's sistem teori menderita tertentu bias 'memiliki dikandung dalam era mediasi elektronik (radio dan televisi). Elektronik komunikasi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'masalah' komunikasi adalah fana, baik dalam bentuk dan isi (lihat di bawah). Keterlibatan mereka dengan politik, pemerintahan, ekonomi dan militer telah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berorientasi pada maksimalisasi terpusat kontrol atas arus informasi dari awal. Oleh karena itu, di dalam berpikir, strategis-pragmatis fokus komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah perpanjangan alami dari gagasan bahwa akumulasi pengetahuan, kekayaan dan kekuasaan memerlukan pengolahan informasi bentuk yang menghilangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemungkinan, seperti yang tidak diinginkan 'efek samping', teknologi Glitches, ambiguitas dan ambivalensi (Kittler 1996).&lt;br /&gt;Efek komunikasi penelitian (yang lain paradigma dominan dalam komunikasi penelitian menurut Fiske 1990) menderita dari kelalaian serupa materi. Dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengubah media komunikasi ke penyedia generik rangsangan, pengaruh paradigma telah terpisah 'efek' dari sifat media itu sendiri dan dengan demikian dianggap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sangat pengertian sederhana mediasi di mana zat membentuk sekunder. Media-efek penelitian yang sangat sedikit untuk mengatakan tentang perbedaan antara media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terpisah dari isu media yang lebih 'efektif'. Sebaliknya, kami Innis menawarkan cara untuk memahami media sebagai 'afektif'. Artinya, untuk Innis pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sentral adalah bagaimana media 'melibatkan' tanggapan tertentu, baik dari segi bentuk-bentuk sosial serta budaya-psikologis kecenderungan (misalnya, terhadap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;otoritas, pemikiran kritis, dll). Innis 'menggunakan bias membantu kita untuk keluar dari blind spot tertentu terhadap sifat medium, yaitu, materi-of-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;transmisi dan materi-in-transmisi. Bias memungkinkan kita untuk menempatkan kontingensi menengah-masalah kembali di pusat pemikiran kita tentang komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dia kembali ke bentuk awal komunikasi (seperti tulisan-tulisan dalam tablet tanah liat), ia mampu berhubungan kembali transmisi dengan dasar-dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;transportasi dan membuat 'masalah' komunikasi terlihat lagi (Innis 1972). Di&lt;br /&gt;Sebuah berbuat demikian, ia mengungkapkan keterbatasan dan kondisi tertentu dari masing-masing media yang sedang digunakan, i.e., bias mereka. Bisa berkaitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan masalah (yaitu, masalah melalui mediasi yang terjadi, seperti kertas, pers, elektronik kabel,mikroprosesor, keyboard, dll). Materi jangkar mediasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam dunia materi dan hibah mediasi dengan sifat molekuler. Bahkan di benar digitalisasi  komunikasi, materi masih masalah (sebagai hardware); listrik masih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harus dibuat dan masih memerlukan kabel nirkabel (Mackenzie 2005), semua elektronik mengalir masih mengandalkan bahan infrastruktur. Bias juga berhubungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan bentuk. Bentuk mediasi berkaitan dengan cara di mana materi adalah memerintahkan dan terorganisir dan dimasukkan ke dalam tempatnya. Banyaknya media-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bentuk masih terbatas dan dikondisikan oleh materi, dan dengan demikian 'bias'; bahkan jika ini mungkin tidak berada dalam searah, cara linier. Gunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memberikan  dimensi ketiga bias. Di sinilah aplikasi media menjadi berlabuh di praktek-praktek sosial, dimana media menjadi 'terikat' kinerja tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, keanekaragaman tidak bisa dihindari, tapi bias muncul sebagai yang attunes orientasi tertentu; panggilan untuk perhatian khusus dan dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikian juga menghadap alternatif cara 'penggunaan'. Akhirnya, bias berhubungan dengan know-how (yang berorientasi pada hasil). Berkaitan ke purposefulness&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mediasi, dan cara-cara di mana ia menyerukan khusus keterampilan dan fungsi. Mediasi termotivasi dan dari motivasi yang ini tindakan yang berarti muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama-sama, keempat sumbu bias - materi, bentuk, penggunaan dan tahu-bagaimana - melahirkan yang kontingensi mediasi. Yang membentuk apa yang kita sebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teknologi. Teknologi dibentuk atas dasar interaksi antara keempat aspek dan masing-masing teknologi bentuk terdiri dari artikulasi yang unik antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini unik artikulasi muncul secara historis sebagai media tertentu terbentuk. Ini terbentuk mungkin juga disebut 'media-evolusi'. Innis wawasan menekankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa jauh dari yang tidak diinginkan sisa yang belum-komunikasi sempurna, kontingensi (variasi acak) menjadi kekuatan sejarah, perubahan mesin. Oleh karena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu, bias bukan 'hanya' perangkat heuristik, tetapi intervensi radikal dalam pikiran. Innis membantu menerjemahkan istilah bias menjadi pertanyaan filosofis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tertentu: 'mengapa kita mengurus hal-hal yang kita hadir? "dan menggunakan pertanyaan ini untuk menunjukkan betapa bias dapat dipahami sebagai 'titik-titik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nodal di mana apa yang kita tahu dan bagaimana kita tahu yang diproduksi dan direproduksi '(Comor 2003: 89). Dengan kata lain, sedangkan empiris beroperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai pengingat pentingnya kontingensi yang berasal dari 'masalah' komunikasi, bias berkaitan dengan fenomenologi mendasar pertanyaan tentang hubungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;antara materi dan berpikir: apa yang memotivasi pikiran? Daripada kehendak bebas yang tak terikat pikiran filosofis,mengingatkan kita bias. Nietzsche (1966)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernyataan bahwa semua filsafat secara inheren hanya pembenaran prasangka budaya tertentu dari waktu. Kekayaan, kekuasaan dan pengetahuan Tidak seperti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nietzsche, bagaimanapun, mencari Innis reproduksi struktural bias, agak daripada berasal wawasannya dari biophilosophy tertentu (yakni, vitalisme). Sebagai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;politik ekonom, Innis sendiri mungkin sangat bias terhadap ekonomi infrastruktur dari proses sejarah. Lebih khusus, Innis ia tertarik pada bagaimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peradaban berkembang dalam kaitannya dengan tiga drive memaksimalkan terhadap kontrol: sebagai monopoli atas kekayaan, monopoli kekuasaan dan monopoli atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengetahuan (Comor 2003).&lt;br /&gt;Membaca Comor's Innis menekankan bahwa di samping fokusnya pada ekonomi, ada dimensi politik yang penting kepada teori komunikasi juga. Dia poin terhadap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sentralitas kontrol. Media komunikasi dapat meningkatkan kapasitas pengendalian ruang atau waktu. Kadang-kadang hal ini dapat terjadi secara simultan, tetapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di lain kesempatan, mereka dapat saling eksklusif. Sebagai contoh, Innis berpendapat bahwa ia monopoli pengetahuan berpusat di sekitar percetakan dibawa ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah mengakhiri obsesi dengan ruang dan mengabaikan masalah kontinuitas dan waktu. Koran dengan monopoli dari waktu ke waktu terbatas dalam ruang kekuasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena karakter daerah. Monopoli ditandai dengan ketidakstabilan dan krisis. Radio memperkenalkan sebuah fase baru dalam sejarah peradaban Barat dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menekankan sentralisasi dan perlunya perhatian dengan kontinuitas. Itu bisa komunikasi dalam kertas dan industri percetakan ditakdirkan menjadi diimbangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh bias radio. (Innis 1982: 60)&lt;br /&gt;Namun, Innis (1972) adalah berhati-hati untuk menyatakan bahwa kapasitas ini tidak batang&lt;br /&gt;secara eksklusif dari media-as-teknologi (yaitu, sifat internal materi dan bentuk), tetapi dari mereka praktis, fungsional, operasional, dan di atas semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;embedding social (i.e.,penggunaan dan know-how). Sebagai contoh, munculnya media cetak, seperti koran, memfasilitasi munculnya monopoli baru pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menggerogoti dalam waktu bias alam kehidupan beragama tenggelam dalam komunal, komunikasi lisan dan muka-muka mediasi, dan bukannya diinfuskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemungkinan untuk lebih abstrak dan individuated, spatialized bentuk kebangsaan (Anderson, 1983). Ini tidak terjadi karena sifat-sifat internal print (di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atas kertas) dibuat satu, tetapi karena mereka diaktifkan pergeseran bias pergi dari satu benar-benar terfokus pada ritual kolektif presencing berulang-ulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(misalnya, seperti dalam pengorbanan massa) untuk organisasi yang lebih longgar waktu dan ruang (seperti kata yang dicetak diyakini melestarikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;isinya,Pengertian Luther sola scriptura: Kitab Suci saja),memungkinkan bentuk-bentuk pemerintahan spasial yang disukai kontrol pusat (dan, karenanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;munculnya kedaulatan absolut Eropa abad keenam belas).&lt;br /&gt;Namun, kurang dari 200 tahun kemudian, ruang bias cetak (yang, misalnya, memungkinkan pembentukan gagasan bangsa sebagai suatu komunitas imajiner) memberi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jalan ke budaya cetak yang diaktifkan kembali rasa waktu dan kesinambungan (yang lebih kondusif untuk industri kapitalisme). Dibantu oleh peningkatan melek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huruf, kata yang tercetak hilang&lt;br /&gt;Sebuah yang militan Protestan tepi, dan menjadi alat konsolidasi dan standardisasi. Artinya, ketika terbenam dalam perjuangan dengan non-sastra mediasi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencetak memfasilitasi bias berbeda daripada saat menikmati posisi yang lebih monopolistis. Memang, Innis berpendapat bahwa hanya untuk (sangat) singkat pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;awal abad kedua puluh, yang 'keseimbangan' yang telah dicapai antara ruang dan waktu bias dengan munculnya radio (dan mungkin hanya di Amerika Utara; Innis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1972: 81). Memang, Innis (1982: 88) dirinya mengakui bahwa: monopoli kesetimbangan pada akhirnya hancur dalam depresi besar dan memberi jalan untuk awal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;monopoli negara yang terpusat. Hilangnya waktu monopoli memfasilitasi perluasan cepat kontrol oleh negara dan pengembangan agama-agama baru jelas dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fasisme,komunisme dan kami cara hidup. Harus jelas bahwa Innis (1972) sangat kritis terhadap pandangan intentionalist sejarah dalam yang penting titik balik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang dikurangi dengan sengaja dan menghendaki tindakan individu. Sebaliknya, dengan analisis historis menunjukkan bagaimana pikiran itu sendiri sedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diproduksi dan dikondisikan, berfokus pada titik-temu antara komunikasi dan transportasi, dan membawa hal ini dalam hubungannya dengan militer, politik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ekonomi dan kekuatan religius. Bias dalam komunikasi itu, harus pertama-tama dilihat sebagai cara yang orientasi tertentu dalam pikiran sedang terstruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, bias bukan merupakan kualitas inheren media tertentu, tetapi berasal dari cara mediasi adalah 'set kerja ', yang melibatkan konstelasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bentuk, materi, penggunaan, dan know-how. Bisa adalah bahwa media-teknologi yang mengungkapkan dan menyembunyikan pada saat yang sama. Dalam melakukan jadi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mediasi menghasilkan rasa kebenaran dan realitas yang muncul sebagai selftransparent sepenuhnya, namun sangat bias dan parsial (Vattimo 1992). Innis 'konsep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bias adalah mungkin cara yang paling efektif mengungkap ini pedang bermata dua. Untuk Innis, yang menampilkan / menyembunyikan tidak hanya berhubungan dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'masalah' komunikasi, yaitu, sifat internal medium, tetapi dengan cara di mana media menjadi operasional. Bias menyoroti media-teknologi yang terbentuk oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;interaksi antara teknologi artefak (alat atau lebih baik 'masalah' dan 'bentuk'), dengan aplikasi praktis (penggunaan), serta pengetahuan dan keterampilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang diperlukan untuk membuatnya bekerja (knowhow). Inilah sebabnya mengapa itu salah menafsirkan Innis 'konsep bias semata-mata dari perspektif dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'masalah' komunikasi; bias bukan hanya konsekuensi dari internal properti dari media, tetapi dari artikulasi antara materi, bentuk, mengikat-digunakan, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahu-bagaimana dengan yang digunakan ini digunakan,dimodifikasi dan ditransfer. Sebagai contoh, jika media elektronik terlihat menjadi bias terhadap ruang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(misalnya, Meyrowitz 1985; Postman 1987), itu bukan karena sifat-sifat internal televisi atau radio, tetapi karena mereka memberikan keuntungan selektif dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fungsional untuk ruang masyarakat bias,seperti yang dari modernitas Barat (yaitu, konsep territorialized negara bangsa). Masyarakat bias di ruang angkasa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kontrol atas pengetahuan, kekayaan dan kekuasaan berasal dari arus informasi territorialization, termasuk apa yang akan merujuk McLuhan sebagai mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'saraf' ekstensi. Ruang bias (bangsa-berorientasi) telepisi komunikasi dikembangkan melalui aplikasi tertentu selectiveness: orang terkait dengan cara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penyiaran dibuat untuk fungsi berkenaan dengan politik dan aksi militer, serta pembentukan seperangkat keterampilan tertentu dan pengetahuan dari waktu ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu (misalnya : propaganda, disinformasi strategis, public relations, spin, dll). Ekonomi politik untuk biophilosophy McLuhan jelas diilhami oleh Innis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'mode analisis. Menyapu gaya essayistic&lt;br /&gt;dengan yang dicat Innis ikhtisar sejarah peradaban barat dengan sangat stroke luas sering diselingi dengan komentar rinci tentang bagaimana tertentu media-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teknologi memainkan peran penting dengan memfasilitasi perubahan dan pergeseran. Inilah kombinasi detail dan generalisasi yang McLuhan mengambil dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karyanya sendiri. Namun, meskipun ia mengikuti premis dasar Innis 'analisis mediatechnological evolusi, McLuhan jauh lebih tertarik pada menyediakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;politicaleconomic rekening sebagai dasar dari yang untuk menjelaskan logika historis mengubah. Artinya, Innis 'model, yang bias ditempatkan sebagai perangkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perantara (penerjemah, serta mesin) antara lingkungan alam dan sosial tertentu&lt;br /&gt;formasi berdasarkan aliran kekayaan, pengetahuan dan kekuasaan, sangat mengandalkan&lt;br /&gt;asumsi bahwa kekuatan penggerak sejarah adalah sosio-logika. Hal ini terkait dengan cara&lt;br /&gt;yang manusia, konstelasi sosial selalu diarahkan untuk meningkatkan kontrol atas akumulasi dan distribusi kekayaan, pengetahuan dan kekuasaan. Innis mengakui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dirinya sendiri bahwa ini 'bias' terhadap kepedulian terhadap monopoli berasal dari minatnya ekonomi politik.&lt;br /&gt;Sebaliknya, McLuhan diadaptasi Innis pemahaman dan menjauh dari politik ekonomi dengan menyatakan bahwa lebih terkait erat dengan sifat dasar manusia berada,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baik dari segi fisiologis, dan juga pengertian psikologis. Kita dapat mengidentifikasi (tak terlihat) tangan Nietzsche di sini. McLuhan saham dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nietzsche yang kecurigaan terhadap unsur-unsur tertentu modernitas: its instrumentalization kehidupan, yang linear paradigma (terutama disebabkan oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;induksi mencetak bentuk keaksaraan), yang patologis pengagungan akal, dan tak kenal lelah industrialisasi kehidupan sosial yang terkait dengan efek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;komodifikasi dan keterasingan. Seperti Nietzsche, inti dari pemikiran McLuhan bertumpu pada desakan pikiran&lt;br /&gt;sendiri adalah rumit terhubung ke perwujudan fisik manusia (yang 'pintar binatang yang sekali waktu diciptakan mengetahui'; Nietzsche 2006: 114). Dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengerti manusia sebagai hidup, berpikir makhluk yang motivasi dan keinginan tanpa henti beragam, dan tidak pernah dikembalikan ke salah satu akumulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekayaan, pengetahuan atau kekuatan. Dengan kata lain, sedangkan McLuhan menyimpan metode analitis dialektis materialisme, ia terhubung ke lebih vitalistic&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;etos, bukan Marxis satu. Untuk McLuhanist membaca Innis, bias komunikasi tidak akan menjadi terutama fenomena politik, tapi satu yang mencakup seluruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kondisi manusia.Akibatnya, kekuatan pendorong dari proses sejarah bukan abstrak, tanpa tubuh&lt;br /&gt;'kekuatan' dari alam, atau direproduksi secara sosial keinginan untuk monopoli kekayaan,&lt;br /&gt;pengetahuan dan kekuasaan, tetapi yang tidak dapat dikembalikan 'akan' yang terikat dengan makna manusia. Upaya lebih lanjut untuk memenuhi syarat ini akan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai kehendak untuk berkuasa (Nietzsche 1992) atau keinginan untuk mengetahui (Foucault 1979) melanggar non-reducibility inheren dari ini akan. Sejalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan implisit McLuhan filsafat, 'kehendak' telah menjadi keanekaragaman; dapat sinis, serta amal, egois serta altruistik, disesuaikan dengan&lt;br /&gt;pemuasan kebutuhan, serta pemenuhan cita-cita. The tetrad Masalah dengan McLuhan menulis adalah bahwa ia tidak pernah tercermin pada epistemis dan ontologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dasar-dasar argumennya. Dia tidak menawarkan refleksi eksplisit pada asumsi-asumsi filosofis yang menginformasikan logika dari tulisan-tulisannya. Hal ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah menghasilkan banyak kebingungan, kesalahpahaman dan - sejak awal - yang agak bermusuhan penerimaan ide untuk bagian yang besar pendirian akademik yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- perlu mengatakan mungkin - membawa masalah dengan apa yang mereka yakini sebagai seorang radikal antirationalist sikap (Miller 1971; juga lihat diskusi di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Levinson 1998).&lt;br /&gt;Levinson berpendapat bahwa alasan utama mengapa kasus ini adalah bahwa McLuhan Tulisan-tulisan terutama pernyataan dari ide-ide baru. Dia bukan seorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sarjana; jarang ia&lt;br /&gt;mengembangkan karya mengomentari para pendahulunya atau sezaman. Dia pernah&lt;br /&gt;menawarkan sebuah 'kritik' dalam pengertian tradisional kata tersebut, yaitu yang melibatkan dengan apa yang lain, biasanya yang terkenal dan mapan, pemikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan penulis telah menegaskan atau pikiran. Seperti telah disebutkan, ia tidak menjelaskan pernyataan dan klaim dengan mengelaborasi pada logika argumen,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;konsep-konsep tertentu yang digunakan atau mengembangkan proposisi yang dapat diverifikasi atau dipalsukan secara empiris melalui pengujian sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, ia jarang terlibat dengan kritik, baik dengan mempertahankan klaim atau memodifikasi mereka. Sebaliknya, McLuhan kepentingan utama adalah untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengeksplorasi (Levinson 1998: 24). Eksplorasi Nya umumnya didasarkan pada modus operand tertentu; yang ia hanya dijelaskan menjelang akhir hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Levinson (1998: 15) telah diringkas apa yang ia berpendapat adalah definisi yang paling singkat operand modus ini, dan istilahnya 'yang tetrad'. McLuhan's&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetrad terdiri dari empat pertanyaan tertentu yang media apapun bisa dianalisis: Apa yang meningkatkan atau memperkuat dalam budaya? Apa obsolesce atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendorong dari terkenal? Apa yang diambil dari masa lalu, dari alam yang sebelumnya obsolesced? Dan - dan di sini proyek tetrad ke masa depan - apa apakah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terbalik atau flip menengah ke ketika mencapai batas potensinya?&lt;br /&gt;(Levinson 1998: 16) Ini adalah dasar dimensi analitis McLuhan versi unik teori media. Mereka merupakan palet dengan cara yang dicat McLuhan gambar khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;media siklus hidup, yang selalu berkaitan dengan sosial dan budaya (maupun politik) proses. Di jantung terletak gagasan bahwa media adalah aktor dan bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tindakan-tindakan itu sendiri dipengaruhi oleh (mungkin bahkan dikondisikan oleh) lingkungan di mana mereka beroperasi.Kesalahpahaman utama dalam menafsirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teori media McLuhan adalah penggabungan media-sebagai-perspektif aktor dengan gagasan bahwa oleh karena itu media utama kekuatan perubahan sejarah. Ini, pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dasarnya, akan menjadi versi langsung teknologi&lt;br /&gt;determinisme, yang memang telah tuduhan besar diajukan terhadap McLuhan dan para pengikutnya (Morley 2007). Determinisme teknologi adalah pernyataan bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua  perubahan yang disebabkan oleh kekuatan teknologi. Determinisme teknologi adalah label yang tidak beruntung dalam banyak hal. Pertama, penggunaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu negatif. Ini adalah label untuk mengecam perspektif atau sudut pandang sebagai tidak memadai.Ketidakcukupan dinyatakan oleh postfix 'isme' dalam vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang sangat mirip karena banyak ideologi telah diberi label sebelum pemecatan mereka. Apa para pengkritik menggunakan label 'determinisme teknologi'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyerang, adalah pandangan bahwa teknologi itu sendiri hypostatizes adalah pendorong (determinan) sejarah. Terlepas dari masalah yang sangat sedikit pemikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;serius akan pernah mendukung seperti reduksionis, satu dimensi pandangan sejarah, juga memperkenalkan bentuk yang agak problematis berteori sejarah (sebagai&lt;br /&gt;ditentukan), di mana kritik dan tanggapan harus beroperasi masuk akal. Masalah kedua muncul dalam kaitannya dengan penentuan ini. Seperti sangat sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sarjana akan pernah berani untuk menyarankan bahwa teknologi saja sepenuhnya menentukan sejarah, kritikus&lt;br /&gt;determinisme teknologi menggunakan label lebih sering sebagai sebuah variabel: yang berkaitan dengan itu menempatkan terlalu banyak tekanan pada dampak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teknologi sebagai kekuatan sejarah. Sebagai Hasilnya, kita masuk ke dalam sangat problematis pertanyaan tentang apa bobot jenis teknologi penentuan sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan akurat? Semacam ini salah tempat&lt;br /&gt;mystifies konkret yang sangat spekulatif diskusi atas teknologi determinisme karena apa yang dianggap tetap itu sendiri murni signifikan sewenang-wenang dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berdasarkan preferensi subjektif dari Juri. Ada dalam ilmu-ilmu sosial dan humaniora cukup konsensus yang&lt;br /&gt;menentukan sendiri teknologi yang sangat sedikit dan bahwa teknologi itu sendiri secara sosial dan budaya tertanam (Mackenzie dan Wajcman 1985). Pandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti itu sesuai dengan lebih luas etos humanisme liberal, yang menandai intelektual yang berlaku iklim dari pemikiran sosial kontemporer dan dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menempatkan banyak penekanan pada agensi manusia, disengaja intervensi dan narasi sejarah melalui prisma perjuangan sosial dan niat.&lt;br /&gt;Ada Namun, beberapa masalah dengan hal ini juga. Pertama-tama, hanya karena teknologi saja bukanlah determinan signifikan sejarah tidak berarti bahwa telah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak berdampak sama sekali. Kedua, tidak semua bentuk badan yang harus manusia, hewan, misalnya, memiliki agensi juga, dan yang sama dapat dikatakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengenai teknologi perangkat [misalnya,Latour's (1988a) kasus terkenal dari pintu otomatis lebih dekat sebagai seorang aktor]. Ketiga, itu membuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fenomenologis sempurna akal untuk membedakan antara analisis praktek rutin dan peristiwa luar biasa, serta antara bentuk-bentuk badan yang bertindak Sebuah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;luar kemauan mereka sendiri dan orang-orang yang menanggapi (atau dikondisikan oleh) yang dirasakan kebutuhan. Hal ini tidak akurat hanya menganggap badan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk kategori pertama; tindakan keluar dari keharusan dikondisikan atau mungkin bahkan ditentukan oleh kekuatan lain, hal ini tidak berarti bahwa mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu di luar intensionalitas. Baik terkondisikan dan dikondisikan bentuk tindakan tertentu memerlukan motivasi; badan adalah cara tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artikulasi motivasi dan tindakan. Dalam praktik rutin sehari-hari, kita meminta teknologi sebagai satu set alat. Yaitu, kita berhubungan dengan alat-alat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam hal bagaimana mereka seharusnya bekerja. Hal ini persis seperti keadaan biasa, ketika hal-hal yang siap-untuk-tangan berfungsi sebagaimana diharapkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa teknologi diambil-untuk-begitu saja dan paling efektif dalam enframing dunia. Sebaliknya, ketika teknologi tidak lagi berfungsi seperti yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diharapkan; ketika bahaya (atau risiko) yang sedang mengungkapkan, ketika kita dihadapkan dengan ketidaknyamanan dan ketidaknyamanan, yang enframing adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak lagi 'diambil-untuk-diberikan' dan teknologi tidak lagi 'menahan goyangan' (Van Loon 2002).&lt;br /&gt;Dengan memungkinkan kita untuk berpikir bahwa media mampu aksi, Innis dan McLuhan menjadi boneka jerami untuk argumen yang menentang tesis bahwa perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sosial yang sederhana (disengaja atau tidak disengaja) efek dari inovasi teknologi. Namun, lebih dekat&lt;br /&gt;membaca Innis dan McLuhan menunjukkan bahwa ini adalah kesalahan logis pada dua penting. Pertama, kemampuan untuk bertindak, media yang sudah tidak diragukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagi, tidak boleh bingung dengan kapasitas untuk menentukan. Kedua, meskipun media-teknologi memiliki kapasitas untuk menentukan, ini tidak berarti bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka bisa melakukannya tanpa syarat sendiri, apalagi mereka sendiri. Dalam istilah sederhana, fakta bahwa media mampu bertindak, dan bahkan mungkin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengkondisian, tidak berarti bahwa kekuatan-kekuatan lain (misalnya, sosial, ekonomi, budaya, politik, fisiologis, psikologis) Oleh karena itu tidak relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfokus pada bentuk-bentuk media dalam konteks sejarah, memungkinkan bagi kita untuk menghindari seluruh jalan buntu antara determinisme teknologi dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instrumentalisme sebagai itu sendiri yang agak tidak membantu ikan haring merah yang disebabkan oleh kemiskinan intelektual dan agak malu-malu ini mungkin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terdengar agak aneh, terutama bagi mereka yang pada umumnya mengasosiasikan radikal kritik dengan kritik ideologi, karena tetrad McLuhan jelas tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimaksudkan untuk memfasilitasi sebuah kritik ideologi tradisional (Marxis) memahami kata. Memang, sedangkan sebagian besar teori media, memang, hanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;substratum politik teori, McLuhan pasti tidak. Tulisan-tulisannya tidak pernah secara eksplisit bersangkutan dengan isu-isu terkait dengan ideologi politik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebaliknya, ia lebih suka mengomentari gaya komunikasi politisi, dan bagaimana mereka lebih baik (atau lebih buruk) disesuaikan dengan jenis media tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, McLuhan tetrad tidak memberikan kritik yang kuat dari dua ideologi tertentu posisi, yang - jika unaddressed - dapat menjadi hambatan besar tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengejar politik radikal dan juga kritik media. Hubungan antara kritik media dan ideologi kritik mungkin kurang jelas dalam karya McLuhan daripada di lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulisan-tulisan, dan karena itu bab ini harus dibaca pertama-tama, sebagai upaya untuk menjajaki sifat politik McLuhan tetrad. Yang pertama posisi yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ideologis tetrad McLuhan problematizes adalah Instrumentalisme. Terlepas dari kekeliruan sesat yang secara teoritis media sebagai netral memperlakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kendaraan untuk mengejar politik, juga Instrumentalisme mystifies bagaimana media benar-benar bekerja, naturalizes pengkondisian khusus mereka, salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memahami dan dengan demikian badan mengaburkan&lt;br /&gt;perbedaan kekuasaan di tempat kerja di dalamnya. Instrumentalisme feed ke dalam ideologi politik pluralisme liberal dan berbagai cabang (termasuk apa yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disebut 'sosialisme demokratis'). Hal tersebut mendukung asumsi palsu bahwa komunikasi adalah suatu proses oleh pengirim yang mengirimkan pesan dalam bentuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kode, yang hanya penerima telah membongkar untuk mendapatkan pesan. Baik utusan maupun kode, maupun cara pengiriman yang terjadi, adalah adanya kekhawatiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nyata dalam pendekatan ini melampaui isu tentang apakah atau tidak mereka mengaktifkan komunikasi yang efektif (yang mungkin sendiri akan menyesatkan terkait&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan 'tidak adanya bias'). Ideologis kedua posisi yang dirusak oleh radikal linear tetrad evolusionisme. Ini adalah posisi berhubungan erat dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teknologi determinisme dalam itu menggambarkan sosial, budaya, politik, bahkan perubahan biologis [misalnya, melihat kritis pembongkaran seperti konsep-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;konsep sederhana sebagai 'post-manusia'; Ansell-Pearson (1997), Hayles (1999) dan Doyle (2003); juga Bab 4 dan 5] sebagai hasil yang tak terelakkan teknologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Curtis 1977). Linear evolusionisme, bagaimanapun, adalah lebih dari sesat teori teknologi dan media. Ini juga mempengaruhi pemikiran politik. Fasisme (dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;para wajar dalam, misalnya, versi Spencer Darwinisme) adalah salah satu contoh ekstrim, tetapi sehingga adalah jenis yang lebih moderat di balik pragmatisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;politik  yang berusaha membenarkan diri dengan merujuk ke 'kekuatan pasar' atau 'prinsip-prinsip ekonomi'. Thatcherisme dan Reaganomics kedua adalah contoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nyata terutama bentuk-bentuk pemikiran yang didasarkan pada proposisi bahwa tidak dapat mengubah arah sejarah, tetapi hanya memperkuat atau mengeksploitasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk seseorang keuntungan sendiri. Kedua posisi secara intrinsik terhubung ke modernisme dan Pencerahan. Mereka, memang, bagian dari 'grand narasi' yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lyotard (1979) menyarankan telah kehilangan banyak kredibilitas mereka, hanya karena mereka menderita defisit performatif. Itu adalah mengatakan, mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak terbiasa dengan baik untuk menyediakan jauh lebih pragmatis tuntutan ilmu pengetahuan, pemerintahan, perdagangan, hukum, militer dan, tentu saja,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;industri media [atau sebagai Postman (1987) menyebutnya 'bisnis pertunjukan']. Hal ini dengan pemikiran ini,bahwa dekat analisis tetrad memungkinkan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk melihat potensi radikal melebihi McLuhanism oportunis hanya perayaan atau celaan sinis perubahan media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media sebagai 'Extensions Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimensi pertama dari tetrad mengarah ke efek amplifikasi budaya media tertentu. Gagasan bahwa memperkuat aspek media kita 'sedang-dalam-dunia " bukanlah hal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru. Potensi radikal kurir berbasis layanan pos sudah ditemukan pada awal dinasti Qin (221-206 SM) di Cina (Zhang 2007). Ini memungkinkan seorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sentralisasi struktur komando militer, serta bentuk-bentuk pemerintahan dan birokrasi ditingkatkan bentuk kontrol. Layanan pos itu sendiri bergantung pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditulis komunikasi - dalam hal ini ukiran pada tongkat bambu, yang kemudian digantikan oleh tinta tulisan-tulisan berbasis pada papirus. Innis disebut ruang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua bias dan waktu mantan bias karena ukiran bambu itu jauh lebih kekal, mereka akan&lt;br /&gt;bertahan dari waktu ke waktu, akan menolak mutasi, lebih baik 'tetap di tempat'. Yang terakhir berkembang di kecepatan (indikasi yang baik ruang bias), baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di perjalanan jarak jauh dalam waktu yang lebih pendek spans dan memungkinkan lebih interteks link karena mereka bisa mengandung informasi dengan bahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kurang ketergantungan. Namun, mereka juga lebih tahan lama dan karena kurang efektif dalam mengamankan permanen. Sedangkan McLuhan tidak menggunakan ruang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau waktu bias sebagai kategori pusat dari media analisis - dan, sebagai gantinya, lebih suka menggunakan metafora panas dan dingin media - yang tematik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendasari agak mirip. Terinspirasi oleh Innis, McLuhan berusaha untuk menyediakan analisis rinci tentang bagaimana media mempengaruhi dunia manusia modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, dalam Gutenberg Galaxy (1962), ia berpendapat bahwa, dalam abad kedua puluh, kita telah memasuki benar-benar era baru yang menekankan pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami cetak dan keaksaraan telah digantikan oleh munculnya media elektronik. Ini bukan masalah penggantian sederhana satu media dengan yang lain, melainkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam tradisi yang dibuat oleh Innis, McLuhan pertama menekankan bahwa perubahan ini memiliki implikasi besar spatiotemporal dimana kami seluruh dunia yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang berubah ireversibel. Namun, ia radikal ide ini lebih lanjut dengan menyatakan bahwa perubahan ini tidak hanya mempengaruhi lingkungan kita, tetapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sifat spesies manusia itu sendiri. Contoh lain mungkin meneteskan sedikit lebih terang mengenai hal ini. Orang mungkin berpendapat bahwa penggunaan radio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk penyiaran publik di Jerman adalah penyumbang utama bangkitnya fasisme, karena melalui radio, pesan dapat ditransmisikan dengan emosi tingkat tinggi&lt;br /&gt;lampiran, yang pada gilirannya menghindari lebih rasional dan melepaskan 'berbasis literacy'&lt;br /&gt;budaya peradaban barat. Pidato radio Hitler itu merupakan pengingat terkenal dari preliteracy budaya di mana sentimen kesukuan [misalnya, sebuah filsafat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blut und Boden (darah dan tanah)] menang. Ini dapat menjelaskan mengapa di AS, radio tidak memiliki efek yang sama, karena ketika itu diperkenalkan sebagai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;media penyiaran publik (memiliki telah terutama teknologi militer sebelumnya), itu diterima dalam iklim budaya sudah banyak tenggelam dalam keaksaraan, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa ikatan yang kuat baik darah atau tanah seperti ini telah sangat lemah oleh cetak (dan imigrasi!). Orang mungkin melihat argumen ini [yang merupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;versi dipotong McLuhan's (1964) karangan yang berjudul "Radio: Kesukuan Drum '] sebagai teknologi deterministik karena tempat kombinasi radio dan cetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai perangkat utama untuk pemesanan dua budaya yang berbeda: orang-orang dari Jerman, yang rentan terhadap fasisme, dan Amerika Serikat, yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kritik mungkin lebih suka menunjuk iklim ekonomi yang berbeda, atau psikososial yang berbeda membuat budaya ini, atau mungkin hanya untuk serendipity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dengan penekanan kuat dalam kepribadian Hitler). Namun, kritik ini hanya dapat menyediakan alternatif radikal versi McLuhan jika mereka mengecualikan cetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan radio sebagai aktor konstitutif. Ini sangat problematik karena akan membentuk pemisahan buatan, misalnya, industri cetak dan kapitalisme (pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenyataannya, cetak adalah domain pertama produksi di mana kapitalisme dimanifestasikan sendiri di Eropa) dan radio, militer modern dan rasa memiliki sisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[yang Smith (1990) menyebut 'Ethne'] yang didahului dengan instrumentalization oleh negara bangsa di abad kesembilan belas (Gellner 1983;Giddens 1985). Dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengertian ini, setiap penjelasan tentang bangkitnya fasisme pada 1920-an dan 1930-an Jerman, tanpa pencantuman peran radio, menderita dari ketidakmampuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk memahami cara di mana sebuah 'massa gerakan 'bisa diproduksi dalam budaya populer yang memiliki landasan lemah keaksaraan. Selain itu, harusditekankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa tujuan dari esai McLuhan bukanlah untuk menjelaskan bangkitnya fasisme di Nazi Jerman sebagai efek dari munculnya radio. Sebaliknya, ia hanya tercermin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada sifat internal radio sebagai media dan untuk menunjukkan bagaimana embedding dalam budaya dan sosial yang lebih luas secara radikal struktur politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dibedakan menurut hubungannya dengan budaya cetak dan keaksaraan. Dalam pengertian ini juga memberikan kritik yang sangat baik linear evolusionisme. Contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cetak di Cina dan Eropa Bagi McLuhan, bahasa jelas medium; isinya sudah sesuatu yang lain, contoh, sebuah pikiran atau suatu objek. Memang, gagasan tentang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'langsung' komunikasi yang membentuk pola dasar, misalnya, studi komunikasi atau sosiologi interaksi, selalu sudah ditengahi dan, dengan demikian, suatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kontradiksi dalam istilah. Dalam arti harfiah, media memberikan 'datang-di-antara'. Artinya, mereka memberikan syafaat yang menandai esensi komunikasi. Media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membawa menjadi sebuah 'ketiga' istilah, sehingga tidak mungkin untuk dialog untuk tetap sama sekali 'pribadi'. Misalnya setiap interaksi dengan menggunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pidato mengacu pada 'lexicogrammar' dari sebuah sistem budaya yang berbeda yang mencakup struktur semantik dan dengan demikian makna yang pergi baik di luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lawan bicara dalam dialog. Dengan mengambil bahasa untuk diberikan, orang-orang yang lupa bahwa bahasa adalah media, telah menciptakan model-model teoritis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di mana semua berikutnya lain "media" dipandang sebagai 'pengaya',kemungkinan penyebab miskomunikasi, bias dan bahkan mungkin disengaja distorsi. Bersamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan itu, pandangan seperti itu juga bahan bakar jenis tertentu komunikasi politik, yaitu idealisasi 'komunikasi murni' sebagai salah satu yang baik tanpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;media, atau dengan media yang sepenuhnya transparan dan segera. Ini adalah dengan melupakan sifat dimediasi manusia yang spekulasi teoretis telah berputar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pergi ke diatribes tentang konsekuensi apokaliptik mediasi massa sebagai memicu keterasingan,hyperindividualization (kematian sosial), sikap acuh tak acuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan inauthenticity. Cyberphobia seperti itu sering memanggil yang sangat romantis dan humanis pengertian tentang keberadaan manusia di kemudi utopia politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka (terhadap yang nyata&lt;br /&gt;dunia menawarkan kontras yang sangat gelap).Sebaliknya, orang-orang yang tidak lupa asal-usul yang ditengahi manusia, adalah seringkali jauh lebih sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pesimis tentang masa depan. McLuhan adalah salah satu dari mereka. Bagi McLuhan, media secara intrinsik berhubungan dengan terungkapnya sejarah manusia. Kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang diucapkan, menulis, pictogram, alfabet dan angka, semuanya penting komunikasi media yang telah membantu membentuk sejarah manusia. Lebih kontroversial,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin, ia juga termasuk roda - dan yang tak terelakkan wajar jalan - sebagai media dalam sejarah ini (juga lihat Mumford 1961; Mei 2003). Yang terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu, tentu saja, yang sangat penting sebagai kuda di samping berfungsi sebagai sarana untuk mengirimkan pesan. Menghubungkan komunikasi dan transportasi dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;awal, McLuhan mentor, Innis (terinspirasi oleh Lewis Mumford) melihat dalam menulis dan bergabung dengan menunggang kuda munculnya sistem pos yang, pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gilirannya, memungkinkan pembentukan birokrasi pertama memerintah kerajaan, yaitu Cina. Kemampuan untuk mengirim pesan melintasi jaringan didirikan kurir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru untuk memperluas kantor kekaisaran menjadi Domain geografis lebih luas daripada apa yang mungkin melalui utusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tradisional. Hal ini tentu bukan kebetulan bahwa peradaban kekaisaran Cina mencapai seperti dominasi hegemonik di Asia Timur; stabilitas internal tidak hanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dipupuk berimbang memesan politik, tetapi juga sarana untuk mengumpulkan kekayaan, serta pengetahuan. Mungkin Konfusianisme adalah sekolah pertama untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengadopsi cara Distance Learning sebagai kunci berarti menyebarkan kurikulum mereka dalam bentuk teks tertulis. Jelas, cina kuno dan abad pertengahan Eropa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah dua benar-benar berbeda masyarakat, sangat berbeda dengan budaya, struktur sosial, religius formasi, politik sistem, struktur pemerintahan dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;organisasi ekonomi. Selain itu, khusus conjunctures sejarah sekitar pengenalan cetak sangat berbeda. Bahwa ada relatif stabilitas dan perdamaian ketika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencetak tiba di Cina, dengan kedatangan di Eropa terjadi di bagian belakang Black Death, yang penduduknya hancur oleh sekitar 35 persen dan di beberapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tempat bahkan oleh lebih dari 60 persen (McNeill 1976; Herlihy 1977) dan serangkaian perang internal maupun di perbatasannya dengan, misalnya, Tartar, Moor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Ottoman. Seperti ketidakstabilan dan penurunan populasi telah berdampak besar pada politik, sosial dan organisasi ekonomi Abad Pertengahan Eropa. Sampai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat itu, masyarakat Eropa diselenggarakan sebagai suatu sistem feodal di pusat yang adalah pengaturan ekonomi-politik ketergantungan dan timbal balik (Wolf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1982). Kekuasaan politik dan ekonomi digabungkan, dan meskipun tidak ada monopoli baik kekayaan atau kekuasaan (masyarakat feodal sangat desentralisasi, yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terdiri dari banyak kecil 'fiefdoms' diperintah oleh raja-raja setempat), ada monopoli pengetahuan yang ada di tangan Gereja yang menguasai sebagian besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;media dominan kemudian menulis dan berkhotbah, dan memiliki bantalan yang kuat dalam mempertahankan hubungan yang erat antara keaksaraan dan mempraktikkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agama Kristen (Winter 1996).&lt;br /&gt;Sistem feodal Eropa itu halus seimbang sekitar hubungan pertukaran, interpersonal kesetiaan dan wajah-wajah ke-modus komunikasi. Saat merefleksikan peran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cetak dalam kebangkitan peradaban Barat modern, Innis (1972) menekankan sifat industri percetakan sebagai bentuk awal produksi massal, yang juga tergantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada produksi massal kertas, serta mekanisasi mesin cetak. Ini tema kembali dalam karya sebelumnya McLuhan ketika ia kritis rekan kelahiran industri mencetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan keruntuhan sistem pengetahuan yang bergantung pada kombinasi visual dan bentuk-bentuk komunikasi lisan. Di sini, kita dapat dengan jelas melihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tangan membimbing kuat Innis 'pengertian bias. Ini adalah mungkin bahwa revolusi cetak akan berhasil tanpa perubahan radikal dalam sosial, ekonomi dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;organisasi politik masyarakat Eropa abad pertengahan. Lagi pula, tidak menghasilkan perubahan radikal dalam peradaban Cina 700 tahun sebelumnya (Zhang 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Cina, ruang modus operandi bias birokrasi kontrol yang terpusat dimulai di bawah Dinasti Qin (221-206 SM) dan diperluas selama Han dinasti (206 SM-184 M),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya diperpanjang oleh transformasi media. Sebaliknya, sistem feodal Eropa sangat bergantung pada komunikasi lisan dan citra visual, di mana merupakan hak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;patronase terkait dengan nilai satu kata, yang pada gilirannya  ditentukan status satu kehormatan. Setelah kedatangan cetak, seseorang kata kehormatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berubah menjadi tanda tangan dan kontrak, yang nilainya tidak tergantung pada penahan moral dari wajah-to-face pertemuan, tapi di kekuatan penegakan hukum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;didasarkan pada tujuan, tidak berubah, tapi mobile 'bukti'. Karena kerajaan Cina telah mencapai tingkat yang relatif tinggi stabilitas internal, kedatangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cetak di abad kedelapan tidak seperti peristiwa dramatis seperti itu berubah untuk berada di Eropa sekitar 700 tahun kemudian. Yang terakhir jelas tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menikmati internal stabilitas mengenai pembagian kekuasaan pemerintahan intrik dan akumulasi kekayaan yang menjadi ciri abad ke delapan-cina. Final Innisian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;triad, yaitu akumulasi pengetahuan, mungkin masalah yang berbeda sebagai Katolik memberikan benteng - bahkan monopoli - pengetahuan ilmiah dan investigasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang mungkin saja adalah dibandingkan dengan posisi yang diselenggarakan oleh Konfusianisme di Cina (Winter 1996). Namun, tanpa integrasi ke dalam monopoli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekuasaan dan kekayaan, monopoli pengetahuan agak rentan dengan sendirinya.Sebagaimana telah kita lihat, memahami sifat khas revolusi cetak Eropa, memerlukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;analisis dekat konteks sosial di mana media khusus ini menjadi koperasi. Konteks ini ditandai oleh:&lt;br /&gt;• tidak adanya monopoli kekayaan;&lt;br /&gt;• tidak adanya monopoli kekuasaan;&lt;br /&gt;• monopoli rentan pengetahuan;&lt;br /&gt;• pada pengurangan penduduk berikut Black Death;&lt;br /&gt;• inovasi teknologi yang cepat;&lt;br /&gt;• munculnya kota-kota dan modal pedagang.&lt;br /&gt;Namun, perhatian yang lebih fenomenologis-bentuk media cetak mengungkapkan bahwa&lt;br /&gt;revolusi di Eropa juga ditandai oleh isi media yang khas. Cetak tidak tiba dingin di Eropa, tetapi dalam suatu budaya yang sudah direndam dalam tradisi-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tradisi khas mediasi, misalnya, yang melibatkan media berikut:&lt;br /&gt;• bahasa&lt;br /&gt;• alfabet;&lt;br /&gt;• menulis;&lt;br /&gt;• ikonografi;&lt;br /&gt;• teater jalanan;&lt;br /&gt;• khotbah;&lt;br /&gt;• bardic narrativity (penyanyi menggunakan lagu untuk menceritakan kisah-kisah, mitos dan legenda heroik perbuatan). Itu dapat dipindah-pindahkan seter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terutama penggunaan alfabet yang membuat mencetak seperti berguna dan inovasi radikal di Eropa. Dengan hanya 26 karakter yang berbeda, yang alfabet dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mudah dimasukkan ke dalam teknik pencetakan. Kombinasi dari alfabet dan dapat dipindah-pindahkan pencetakan mengeset secara radikal berbeda dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pictogrammatic bentuk tulisan di Cina; yang masih diperlukan keterampilan tingkat tinggi yang akan dihubungkan untuk mencetak. Ciri khas lain dari revolusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cetak di Eropa adalah hubungannya dengan Revolusi Protestan (Eisenstein, 1983; Musim Dingin 1996; Briggs dan Burke 2002), yang menandai transformasi radikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam hal sosial,eksistensial, serta epistemologis istilah (Innis 1972). Dalam hal garis keturunan sosial, yang mendefinisikan sosial, politik, serta konteks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ekonomi yang mencetak muncul, kita harus menunjuk ke:&lt;br /&gt;• munculnya protocapitalism dengan cetak sebagai media massa pertama (kelahiran massa sebagai kekuatan politik);&lt;br /&gt;• standardisasi bahasa setempat;&lt;br /&gt;• bangkitnya nasionalisme (Anderson, 1983).&lt;br /&gt;Ini adalah rincian dari ekonomi feodal di Eropa yang memberikan signifikan lain 'Pecah' di media evolusi (White 1962). Di Eropa, mencetak menjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;laboursaving perangkat dan bentuk awal dari industri produksi massal. Oleh karena itu, Eropa Cetakan dari awal sebuah industri karena sangat logika menjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terikat dalam dengan produksi massal dan penyebaran materi (Briggs dan Burke, 2002). Untuk mencapai ini, diperlukan suatu bentuk baru yang radikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;organisasi, baik dalam hubungan kerja serta logistik (Eisenstein 1983). Tidak akan ada cetak tanpa industri cetak dan tidak akan ada industri mencetak tanpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;produksi massal kertas. Hal ini berkenaan dengan peran kertas yang Innis 'bekerja di Kanada awal staples ekonomi terbukti vital. Innis 'grounding dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejarah dan ekonomi politik, diberikan-Nya Pendekatan komunikasi dan media materialis penekanan yang kuat. Namun, peran kertas sangat tidak hadir dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;refleksi pada komunikasi cetak. Seolah-olah 'ada apa-apa di luar teks ', untuk parafrase Derrida (1974: 158). Sebaliknya, garis keturunan eksistensial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengacu pada cara di mana persepsi dan penafsiran yang terstruktur dan terorganisir. Sebagai Ong (1982) telah menunjukkan, melek huruf, dan khususnya print,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memungkinkan kita untuk berpikir secara berbeda, dalam terkotak-blok yang dapat disimpan secara independen. Ini memiliki aspek-aspek berikut:&lt;br /&gt;• yang textualization persepsi (lihat Bab 1);&lt;br /&gt;• penggabungan geometri Euclidian (kosong) ruang dan linier (kosong) waktu (Newton pendekatan fisika mungkin adalah contoh yang paling terkenal ini, lihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam 1990);&lt;br /&gt;• kembalinya linear perspectivism (khususnya seni renaissance);&lt;br /&gt;• yang pembatinan hati nurani (misalnya, karya Descartes (1960)).&lt;br /&gt;Akhirnya, garis keturunan epistemis berkaitan dengan pemesanan dan pengetahuan organisasi (Foucault 1969). Di sini, kita hanya dapat merujuk kepada:&lt;br /&gt;• pemisahan bidang kehidupan (sekularisasi);&lt;br /&gt;• sekularisasi agama itu sendiri;&lt;br /&gt;• kelahiran 'episteme modern' (Foucault 1970);&lt;br /&gt;• kelahiran 'manusia' sebagai asal-usul dan takdir (manusia atas alam, Tuhan dan sejarah);&lt;br /&gt;• kelahiran individualisasi (Bauman 2001).&lt;br /&gt;Perbedaan antara McLuhan Innis dan hanya terletak pada kenyataan bahwa, sementara Innis&lt;br /&gt;menyediakan konteks berbasis penjelasan untuk cara cetak mampu memperkenalkan jenis baru bias ke budaya Eropa, bukannya McLuhan memungkinkan kita untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memusatkan perhatian pada link yang hilang, yaitu, hubungan antara media-bentuk, indra persepsi, dan&lt;br /&gt;yang socioemotional dan konstelasi kognitif manusia. Yaitu, McLuhan mengembangkan suatu pendekatan untuk memahami evolusi media yang berasal dari Pentingnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;interfaciality teknologi manusia. McLuhan's (1962) The Gutenberg Galaxy menawarkan analisis dampak cetak revolusi di masyarakat Eropa dan budaya, dan link&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;transformasi ini apa yang&lt;br /&gt;selalu inti dari keprihatinan yaitu:&lt;br /&gt;• hubungan antara media dan jiwa manusia;&lt;br /&gt;• persepsi sensorik dan kognitif socioemotional dan konstelasi manusia.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, sedangkan untuk Innis 'pengertian bias modus utama oleh media yang melibatkan pemikiran manusia, McLuhan perhatian bergeser untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merasakan, dan dengan demikian lebih kognitif afektif dan kurang konsep mediasi. Hubungan antara kedatangan cetak dan perubahan radikal di dunia seni, dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali ke perspectivism, tetapi juga linearitas, adalah sama pentingnya dengan kenaikan Protestantisme. Memang, keduanya saling terkait erat. Kembali ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perspectivism linier selama Renaissance dipupuk dengan kebangkitan dari etos ketidakpedulian,pragmatisme, objektivisme, jarak dan pemisahan. Ini beresonansi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuat dengan penekanan pada sola scriptura Protestantisme. Doktrin Lutheran ini menegaskan bahwa hanya Kitab Suci memberi kita akses kepada Allah; kita hanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bias mengenal Allah dengan membaca 'FirmanNya' dan dengan merenungkan, menafsirkan dan merenungkan itu. Cetak dan linier menimbulkan perspectivism yang baru,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;paradigma  alternatif dengan yang skolastik abad pertengahan dan Thomisme. Paradigma ini tidak akan datang ke dalam kepenuhan dari sedang, dan monopoli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengetahuan baru, hingga setelah dua pilar penting lainnya dari setiap organisasi sosial - kekayaan dan kekuasaan - juga beres. Yaitu sebagai Foucault&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menunjukkan dalam Les Mots et les choses (diterjemahkan sebagai The Order of Things 1970), paradigma baru, yaitu ilmu pengetahuan modern, hanya muncul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi ada setelah penyelesaian rezim dominan untuk akumulasi kekayaan, yaitu, industri kapitalisme (yang Revolusi Industri) dan penyelesaian fungsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekuasaan dalam hal pemerintahan, yaitu, demokrasi parlementer (misalnya, Amerika dan Revolusi Perancis;&lt;br /&gt;de Tocqueville 2000). Terpusat subjek Memang, paradigma McLuhanist yang sama dapat digunakan untuk menunjukkan mengapa kita alami sekarang krisis dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemikiran modern. Budaya kita tidak lagi tergantung pada monopoli cetak. Sebaliknya, elektronik mediasi sudah bubar subjektivitas oleh eksternalisasi para&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kognitif dan emosional operasi neurologis. Radio dan televisi adalah suasana hati yang kuat mesin yang melanggar dengan linear perspectivism dan membimbing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita menuju suatu 'sesaat semua-at-onceness '(lihat Bab 5). Bagi McLuhan, media tidak pernah murni aparat teknis, potongan hardware dengan fungsi tertentu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alat-alat komunikasi. Media selalu sudah sosial tertanam, dijiwai tertentu (manusia) nilai-nilai dan, dengan demikian, prakonstitusi oleh bentuk-bentuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sosial. Sebagai contoh, ia menekankan perbedaan antara 'panas' media, seperti seperti radio dan 'cool' media, seperti televisi, seperti yang didasarkan pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perbedaan nilai dikaitkan dengan implikasi sosial. Radio yang panas karena melibatkan orang-orang; para hadirin yang intensif, instantaneuous dan volatile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, pikirkan di sini mendengarkan football (soccer) cocok pada radio suara komentator sering keras, bernada tinggi, penuh kegembiraan; yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penonton adalah tergantung pada suara ini sendirian dan tidak mampu mengantisipasi apa yang sedang terjadi&lt;br /&gt;terjadi. Jeritan kata 'tujuan' tersebut kemudian apa yang membuat semua perbedaan antara yang signifikan dan saat itu tidak signifikan. Di televisi, para&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;komentator umumnya lebih santai dan dikendalikan; mereka kurang untuk mengatakan, berbicara tentang hal-hal lain daripada acara pertandingan, hanyut dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;basi. Para penonton tidak terlalu bergantung pada suara televisi dan, sebaliknya, lebih pasif terlibat sebagai memungkinkan gambar yang lebih besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;prediktabilitas, dan dapat dengan mudah mencuci di pemirsa, yang dapat menggunakan gambar untuk menghasilkan komentar mereka sendiri, diskusi, asosiasi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan cara yang tidak dapat radio. Analisis McLuhan media yang berbeda menunjukkan bahwa mereka sering menyiratkan sosial yang berbeda bentuk - karena itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;media cetak, seperti koran dan novel, telah dikaitkan dengan bangkitnya kebangsaan dan nasionalisme (Anderson, 1983), radio dengan bangkitnya fasisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(McLuhan 1964), televisi terrestrial dengan bangkitnya masyarakat massa (McLuhan 1964; Williams 1990), televisi satelit dengan bangkitnya Global Village&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(McLuhan dan Fiore 1967) dan telematika dengan munculnya komunitas virtual dan dunia maya (Levinson 1998).&lt;br /&gt;Dalam Understanding Media, McLuhan (1964: 90) menulis: "Itu tidak sampai kedatangan&lt;br /&gt;telegraf bahwa pesan-pesan dapat berjalan lebih cepat daripada seorang utusan bahwa informasi telah melepaskan diri dari solid seperti komoditas seperti batu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan papirus. "Seperti&lt;br /&gt;Virilio (1977), McLuhan tidak merasa kecepatan menjadi hanya sebuah fenomena kuantitatif&lt;br /&gt;yang entah bagaimana peduli terhadap kualitas materi, melainkan peningkatan kecepatan (seperti listrik) 'itu sendiri merupakan gangguan yang menyebabkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perubahan organisasi' (McLuhan 1964: 91). Kecepatan dan percepatan tema sentral dalam rangka McLuhan analisis media karena mereka menyoroti batas-batas media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang mampu menyelesaikan sebagai bentuk agen. Percepatan adalah kiasan tertentu media; satu yang menunjuk pada upaya untuk&lt;br /&gt;waktu mengubah bias bias ke ruang angkasa. Hal ini mengatakan bahwa, di era modern,ruang bias media bias menang dan waktu media telah ditundukkan. Sebagai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hasilnya, kami budaya tumbuh subur pada pembaruan terus-menerus, yaitu, modernitas mendukung kultus 'baru'&lt;br /&gt;(Vattimo 1988). Marxis akan, tentu saja, arahkan ke arah logika kapitalisme,dan memang demikian, karena kapitalisme yang terus meningkat turnovers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membutuhkan produk dan dengan demikian limbah, untuk mempertahankan pertumbuhan. Bahasa yang sangat kapitalisme adalah percepatan, kerusakan, pemborosan dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pembaruan (Baudrillard 1993).&lt;br /&gt;Namun, apa yang McLuhan ditolak adalah bahwa media hanya instrumental dalam menjalankan logika bahwa seolah-olah secara otomatis memerintahkan untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melakukannya. Sebaliknya, ia bersikeras pada analisis media interaksi antara sifat-sifat dan fungsi media dalam konteks bentuk tertentu yang menjadi ciri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seleksi evolusi dari semua media-teknologi.&lt;br /&gt;Pendekatan ini memungkinkan yang jauh lebih penting pemahaman tentang dasar-dasar teknologi perubahan sosial justru karena ia menghindari pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sederhana fungsional&lt;br /&gt;instrumentasi (e.g., media hanya sebagai alat). Hal ini memungkinkan kita untukmenganalisis media-teknologi memiliki dinamika mereka sendiri, yang tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu kondusif bagi modal logika dan mungkin, misalnya, memungkinkan bentuk-bentuk perlawanan yang menjadi ekspresi ditandai perjuangan kelas. Memang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;McLuhan sendiri tidak pernah mendukung mono-teori dimensi sosial dan perubahan budaya. Sebaliknya, ia melihat teknologi media-bukan sebagai entah bagaimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di luar dunia manusia dan tindakan, tetapi bagian dari itu. Bahkan, ia berpendapat, bahwa media adalah "ekstensi manusia" dengan yang berarti bahwa potensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lingkup dan dampak persepsi manusia dan intervensi meningkat dengan aplikasi media (McLuhan 1964). Dalam munculnya media elektronik, seperti televisi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;homogenitas sastra (tekstual) budaya cetak dipecah-pecah. Dengan itu, membayangkan masyarakat (Anderson, 1983) terutama tidak lagi didefinisikan dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;istilah bangsa, tetapi lebih dan lebih terkait dengan muncul, dan bahkan suku nomaden bentuk-bentuk sosial (Mafessoli 1996). Contoh dari hal ini adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;munculnya televisi komunitas. Ini adalah bentuk produksi televisi di hyperlocal khalayak memiliki peran yang lebih besar dalam produksi konten. Fakta bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di Inggris, BBC sangat aktif di depan ini menunjukkan bahwa bahkan perusahaan media, sebagian membayangkan erat dengan masyarakat melalui konsep kebangsaan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini&lt;br /&gt;diversifikasi ruang sosial mereka. Lingkungan teknologi yang telah kita buat (dengan media) pada gilirannya menghasilkan konteks di mana kita dapat memahami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dunia ini dan melahirkan presentfuture kita sendiri keberadaan. Hal ini tercermin dalam ungkapan terkenal lain: "medium adalah pesan '. Dengan pernyataan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terkenal ini, McLuhan membayangkan sebuah dunia di mana konten dari sebuah media selalu media lain, maka, melenyapkan pengertian tentang 'murni' bentuk dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'murni' isi dia pribadi dan konsekuensi sosial dari setiap media - yang merupakan perpanjangan dari diri kita sendiri - hasil dari skala baru yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diperkenalkan ke dalam urusan kita dengan setiap perpanjangan dari diri kita sendiri, atau oleh teknologi baru. (McLuhan 1964: 23) Setiap kali aliansi antara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;media dan mediator selesai, perbedaan berhenti untuk diperhatikan, dan menengah tampaknya menjadi tanpa konten apapun. Dalam pengertian ini, mediator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(manusia, misalnya) menjadi 'mati rasa' terhadap teknologi yang meluas fungsi tertentu. Mati rasa ini, disebabkan oleh referentiality diri medium,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menimbulkan bentuk tertentu yang narkosis McLuhan (1964: 33, 51-6) menggunakan istilah 'narsistik' - terlibat dalam cinta dan untuk diri yang keliru untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah lain. Ini adalah yang salah dari diri lain yang menyebabkan mati rasa perangkap referentiality diri. Oleh karena itu, bukan kasus autoeroticism, tapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;autoamputation; satu tidak lagi&lt;br /&gt;yang mampu mengenali diri sebagai diri. Palsu baal adalah perasaan umum bagi mereka yang jenazah telah dilengkapi oleh prostesis; kita lupa bahwa kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengenakan kacamata (kacamata) atau lensa kontak mungkin dengan mudah seperti yang kita dapat ditarik ke dalam sebuah film di layar besar. Ketika mengendarai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mobil, perlu menjadi satu dengan mesin, bagi sebagian besar memerlukan respons yang terkandung refleksivitas, yaitu reaksi seketika tanpa mediasi oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kognisi, sebuah tahu-bagaimana-tanpa-mengetahui ( 'tahu' bagaimana untuk rem, ganti gigi, menggunakan indikator, gunakan cermin). Dari pengertian tentang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;prostetik mati rasa, orang bisa mendapat kesan bahwa connectivities selalu halus dan operasional fungsional, seperti misalnya telah menjadi kasus dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telepon-komputer-perkumpulan televisi kabel. Akan tetapi, kelancaran seperti tidak imanen untuk media sebagai kompatibilitas mereka tidak pernah diambil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adanya. Sebagai contoh, media panas dan dingin mungkin seimbang satu sama lain, tetapi mereka mungkin juga merupakan bahan peledak yang jauh lebih campuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau media-hibrida. Media Hybrid Hibrida dari pertemuan dua media adalah saat kebenaran dan wahyu dari bentuk yang baru lahir. Untuk paralel antara dua media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang memegang kami di perbatasan antara bentuk-bentuk yang snap kita keluar dari Narcissus-narkosis. Saat dari pertemuan media adalah saat kebebasan dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melepaskan dari biasa&lt;br /&gt;trance dan baal yang dipaksakan oleh mereka di indera kita. (McLuhan 1964: 63) McLuhan memiliki tujuan tertentu untuk menggunakan pengertian media hibrida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ditugaskan itu&lt;br /&gt;menggambarkan sangat khusus dan tidak biasa contoh media evolusi ( 'pecah' seperti sebagai kedatangan cetak di Eropa) ketika teknologi embedding mediasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapat tidak lagi akan diambil untuk diberikan dan menjadi terbuka. Pemaparan ini [yang sangat mirip dengan Virilio's (1997) pengertian dari kecepatan lari,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat Bab 6] adalah saat wahyu dalam arti bahwa esensi teknologi sebagai pemesanan sedang diungkapkan. Di tempat lain (Van Loon 1999), saya sudah menerapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gagasan McLuhan hibrida media untuk kasus pemukulan terhadap Rodney King, pembebasan dari empat policeofficers dan kemudian L.A. kerusuhan 1992. Ini adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sangat tidak biasa dan kekerasan acara; unik dalam banyak cara. Ini menunjukkan saat di mana teknologi yang relatif baru (kamera video yang dipelihara, yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;camcorder) telah diadopsi ke dalam yang lebih luas struktur dari kedua televisi dan sistem peradilan,mengakibatkan ledakan konfrontasi dari realitas (juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat Butler 1993a; Fiske 1994; Thompson 1995). Hari ini, penggunaan dari camcorder di televisi pembuatan dan pengadilan ini sangat luas dan tidak mengarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada banyak kontroversi. Era digital telah memfasilitasi banyak media-hibrida tetapi hanya sedikit dari mereka telah menghasilkan "momen kebenaran dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahyu. bahwa snap kita keluar dari Narcissus-narkosis. Pengecualian baru signifikan '9 / 11 'dan pengeboman London transportasi jaringan dari 7 Juli 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dapat dilihat sebagai media-hibrida tertentu. Kombinasi tangan memegang alat perekam dan televisi memperluas karya terorisme. Di kasus 9 / 11, terorisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu, memang, itu sendiri sudah menjadi media-hibrida sendiri, sebagai pisau plastik, pesawat terbang, dan minyak tanah digabungkan untuk membuat jenis baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kejam, presisi balistik, bom Molotov raksasa dengan konsekuensi yang menghancurkan. Media semacam hibrida yang dihasilkan pecah radikal dalam persepsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang bagaimana kita berhubungan dengan kami berada di dunia, misalnya, dalam hal keamanan dan risiko. Unik tersebut, tetapi relatif jarang hibrida media-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara melakukan pemesanan yang tidak tidak duduk dengan nyaman dalam everydayness biasa televisi modern (an) estetika. Terlalu banyak kesempatan mediasi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sendiri dibawa ke sorotan sebagai pesan (misalnya, peran televisi sebagai media terorisme). Persepsi terus-menerus dipertanyakan sebagai gambar tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbicara untuk diri mereka sendiri dan keanekaragaman (digital) rekaman video dapat diubah menjadi instrumen untuk baik teroris dan 'berorientasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;security'-operasi militer. Kami (Barat?) Rasa keterasingan dibawa ke dalam kehadiran secara dramatis dan kasar mode, terekspos sebagai mati rasa yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dianggap bertanggung jawab untuk politik dunia global yang kami miliki sangat sedikit tanggung jawab. Teknologi memungkinkan kita untuk memahami lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita, bertindak atas itu dan menciptakan itu (juga menghancurkannya). Inilah yang Heidegger (1977) dimaksud dengan enframing. Setiap media menciptakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;struktur sendiri / kode pemahaman dan kaitannya dengan lingkungan (Van Loon 2000). Media mewujudkan konsep spesifik waktu dan ruang. Sebagai contoh, koran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara lokal dan teritorial terfokus, tetapi melibatkan time-lag (selalu pelaporan setelah fakta), sedangkan televisi dan radio secara inheren dirancang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk lintas batas, fokus pada pusat kelembagaan, dan mencoba untuk mengatasi waktu-lag dalam aliran berkelanjutan (meliputi peristiwa saat mereka sedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terjadi). Baru (satelit linked) media elektronik pergi satu langkah lebih jauh: mereka mengaktualisasikan peristiwa,membuat acara, mereka menguras rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tempat kami dan bukannya menciptakan 'kehadiran di mana-mana'. Masalah yang kita miliki dengan media baru biasanya tidak mengetahui yang terkait dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tombol untuk menekan, tetapi untuk konsep ruang dan waktu yang tertanam di dalam teknologi tersebut. Media, seperti bioskop, radio, televisi dan camcorder,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memiliki karakteristik tertentu yang membantu kita membuat dan memahami pesan dalam cara-cara tertentu. Mereka menjadi bagian dari struktur pesan: gambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto tidak bekerja di tempat yang sama seperti gambar televisi. Sebuah suara pada fungsi radio yang berbeda dari suara di televisi. Mereka membutuhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keterampilan berbeda dari masing masing audiens - khalayak yang ditarik ke dalam teknologi dengan cara yang berbeda.&lt;br /&gt;McLuhan sebagai teori cyborg? Gagasan media sebagai "ekstensi manusia 'telah menemukan pembaruan yang kuat pada akhir 1980-an dengan munculnya teori cyborg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan post humanisme (Featherstone dan Burrows 1996). Dari Donna Haraway's (1990) halus, tetapi saran yang provokatif si cyborg bisa berfungsi sebagai metafora&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengertian yang diperbarui politik radikal agen - dalam dunia overdetermined oleh bentuk-bentuk komunikasi dan intelijen, diarahkan pada maksimisasi komando&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kontrol (industri militer kompleks adalah contoh yang baik ini) - untuk yang jauh lebih reduksionis pernyataan populer bahwa kita semua akan menjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cyborgs, ahli teori kontemporer telah berusaha untuk berdamai&lt;br /&gt;dengan teknologi ledakan radikal alokasi fungsi manusia (lihat Bab 5). Tulisan-tulisan awal McLuhan Namun, seringkali diabaikan dalam hal ini, dan sebagai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya banyak teori cyborg kekurangan intelektual dan analitis ketelitian yang dibutuhkan untuk menjadi lebih dari yang murah mode (Robins 1996). Jika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua media adalah perpanjangan dari fungsi manusia, maka - setidaknya secara metafora - Kami selalu Cyborgs. Oleh karena itu, mendahului Cyborgs masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;informasi. Satu-satunya aspek baru Cyborgs dalam masyarakat informasi adalah bahwa manusia memiliki sadar cyborgian mereka (atau mungkin lebih baik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cyboriginal) alam. Namun, tidak boleh dilihat sebagai peristiwa kecil. Justru timbal ini, antara perubahan sifat materi yang kita sebagai organisme dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemampuan kita untuk merenungkan hal ini dalam istilah kesadaran, yang menandai potensi politik radikal 'menjadi seorang cyborg'. Ini menyoroti suatu evolusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pecah. The eksternalisasi dari sistem saraf kita sendiri oleh media elektronik telah memungkinkan kita untuk menjadi sekaligus refleksif dan reflektif pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami media diperpanjang menjadi. Refleksivitas cyborg kami bukanlah suatu pencapaian filosofis yang mendalam, tapi sebuah fitur hodeng kita sebagai tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diperpanjang teknologi; kami cyborg-pemantulan bukan pencapaian utama intelek kita sendiri baik, tetapi datang kepada kami dari luar, dari budaya media yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah menyerap kesadaran manusia melalui jaringan saraf externalised komunikasi elektronik (misalnya, seperti dalam film The Matrix). Timbal ini adalah media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inti dari evolusi. Ini adalah teknologi tidak ditentukan maupun sengaja dilakukan oleh kehendak manusia, baik dengan atau tanpa perjuangan. Karya McLuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapat dilihat sebagai jenis media yang evolusionisme diarahkan untuk menganalisis masa lalu, mengomentari masa kini dan sketsa&lt;br /&gt;masa depan yang tampaknya aliran mulus metaforis asosiasi. Ini membentuk dasar unik dari media radikal kritik. Media evolusi Pertama dan kedua dimensi tetrad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;erat terkait dengan spesifik amplifikasi fungsi media sebagai "ekstensi manusia" [sic]. Membentuk dasar Evolusionis McLuhan media pendekatan untuk memahami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perubahan. Dalam The Soft Edge,Paul Levinson (1997) appropriates simbiosis yang sangat menarik dari teori Darwin&lt;br /&gt;evolusi dengan Popper filsafat ilmu, untuk menunjukkan bahwa tanpa sosial dan melekatkan budaya media sebagai bagian dari kehidupan manusia, kita tidak akan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa berbicara tentang,&lt;br /&gt;apalagi memahami, bagaimana mengembangkan media di tempat pertama. Perkembangan media dari waktu ke waktu - orang bisa menyebutnya Durée dari longe media -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terutama (walaupun tidak secara eksklusif) sejarah penggunaan media. Pemilihan proses, dengan cara yang satu medium (misalnya, televisi) naik, sedangkan yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lain (misalnya, radio) turun adalah untuk memperpanjang besar difasilitasi oleh fakta bahwa media spesifik berhubungan dengan kemampuan manusia yang berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan dengan demikian memperkuat kemampuan manusia yang berbeda (dari Tentu saja, sering kali dengan mengorbankan orang lain). Sama seperti dalam seleksi alam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perkembangan spesies bukan semata-mata efek dari spesies 'sifat internal, pemilihan media tidak semata-mata didorong oleh media fitur teknis internal baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, keduanya sepenuhnya tergantung pada interaksi antara media tertentu dan lingkungannya. Dalam dunia mediatechnologies, interaksi ini terutama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;difasilitasi oleh agen manusia: penemu, insinyur, manajer, pemasar, operator, administrator, regulator, konsumen, dll Namun, ketiga dan keempat sumbu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersebut menyulitkan ini tetrad garis pemikiran dan menggarisbawahi bahwa pendekatan McLuhan jauh dari linear evolusionis, tapi pendukung non-linearitas atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kompleksitas sociotechnological mengubah. Ketika dikatakan media untuk menghidupkan kembali bentuk yang lebih tua atau fungsi kita manusia, itu berarti bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada sesuatu yang sedang diambil dari masa lalu yang sampai saat itu tenang. Media elektronik telah dihidupkan kembali "komunikasi lisan '. Levinson (1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menunjukkan bagaimana online menulis, misalnya, telah mengambil bentuk pidato dan mengambil rasa&lt;br /&gt;dialog aktif dalam ditengahi elektronik komunikasi, seperti yang dicontohkan oleh, untuk&lt;br /&gt;Misalnya, chat room, rasul, MUD, Second Life dan platform multi-user game, seperti Runescape (lihat Bab 5). Dalam media ini, kita melihat bahwa bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disesuaikan adalah sangat mirip dengan SMS texting (fonetik menulis). Bahkan, kombinasi kreatif fonetik, angka dan emoticon telah menyebabkan banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesulitan dalam hal menyensor bahasa yang tidak pantas, dengan pengguna yang dapat mengelak sensor dengan menciptakan ulang ejaan dan tata bahasa. Sumbu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keempat dari tetrad adalah salah satu yang berusaha menggambarkan masa depan berubah dari khusus media muncul teknologi. Ini meminta kita untuk mencari dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengembangkan alat-alat analisis untuk memproyeksikan bagaimana media tertentu cenderung berevolusi dengan menganalisis karakteristiknya, tidak dalam modus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;deskriptif, tetapi melalui metafora asosiasi. Saya sarankan bahwa untuk melakukan hal ini, kembali ke Innis mungkin menyediakan beberapa wawasan penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Innis 'istilah, kebangkitan kembali pidato bertepatan dengan kembali ke ruang yang lebih bias bentuk komunikasi. Ucapan begitu singkat bahwa jejak yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mudah terhapus seolah-olah tidak ada yang pernah berlalu. Pidato elektronik komunikasi online dapat meninggalkan lebih jejak abadi kecuali bahwa mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biasanya mendapatkan tenggelam dalam kelebihan beban data yang&lt;br /&gt;menggambarkan Internet. Namun, ada bentuk-bentuk komunikasi elektronik yang penyimpanan dan deteksi ini menjadi sangat penting, misalnya, untuk meneliti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;publik&lt;br /&gt;pejabat atau pornografi anak-anak melacak lalu lintas (Loader 1997). Yang terakhir adalah bagian teknologi dari 'mengamankan' yang sedang berkembang sangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baik dalam risiko post-9/11 masyarakat yang kini dikelola oleh para (anti-) mesin perang teror (Van Loon 2002).&lt;br /&gt;Penyelesaian dari total ruang bias dengan demikian menghasilkan masalah mendasar untuk&lt;br /&gt;mengamankan dan memesan sosial yang sekarang kembali kepada kita dalam bentuk paling ekstrim, terorisme, kekerasan, pandemi wabah virus elektronik, ekses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pornografi, dll&lt;br /&gt;Sejarah mengajarkan kepada kita bahwa kondisi ekstrim ini tidak mungkin bertahan untuk sangat mekanisme seleksi beresiko menghilangkan terlupakan. Yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;paling mungkin,&lt;br /&gt;berubah menjadi yang campuran media digital yang paling mungkin untuk 'flip', adalah waktu yang lebih bias karakter. Di samping dorongan baru untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meningkatkan fasilitas penyimpanan, kita harus mengharapkan investasi yang lebih besar dalam pengambilan data, data agregasi, data mining dan pola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pencocokan. Terhadap kecenderungan apokaliptik percepatan, kita harus mengharapkan peningkatan memori, suatu kebangkitan kembali tradisi-tradisi tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;prasasti (tapi mungkin bukan orang menulis), sebuah penemuan ulang ritual. Kita harus berharap penekanan yang lebih besar akan ditempatkan pada fungsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akustik resonansi dan gema; menekankan lebih kekal aphoristic aspek komunikasi, bukan yang saat ini sloganism dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik alternatif&lt;br /&gt;Ini adalah lebih optimis membaca daripada yang diberikan oleh Neil Postman yang melihat&lt;br /&gt;hilangnya menulis dan naiknya dari telekomunikasi berbasis gambar sebagai kerugian yg tak dpt ditebus peradaban. Technopoly Nya (1992) adalah suatu sistem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sosial yang didorong&lt;br /&gt;oleh kelebihan boros non-informasi atau hiburan. Sifat yang berlebihan ruang media bias mengurangi semua informasi untuk pulp yang fana Fungsi ini tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;representasional tetapi hanya menggoda (juga lihat Baudrillard 1990). Ini merupakan pengulangan yang&lt;br /&gt;pernyataan yang dibuat oleh Innis: Pengaruh mekanisasi di industri percetakan telah jelas dalam pentingnya meningkatkan singkat. Kedangkalan menjadi penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk memenuhi&lt;br /&gt;berbagai tuntutan sejumlah besar orang-orang dan dikembangkan sebagai sebuah seni mereka dipaksa untuk memenuhi tuntutan. Radio menekankan pentingnya yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;singkat dan dangkal. Di bioskop dan di siaran itu menjadi diperlukan untuk mencari hiburan dan hiburan. (Innis 1982: 82) Tukang pos mencatat bagaimana budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;modern dibentuk atas dasar suatu evakuasi bermakna komunikasi. Membuat hubungan yang kuat antara perspectivism linear,&lt;br /&gt;ditulis wacana dan pertimbangan rasional, Postman pandangan tentang kedatangan elektronik&lt;br /&gt;media sangat negatif dan pesimis. Seperti McLuhan, ia memahami media elektronik,terutama televisi menjadi perpanjangan dari sistem saraf kita. Namun, tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti McLuhan (dan McLuhanists, seperti Levinson dan De Kerckhove), ia tidak melihat ini sebagai potensi peningkatan kemampuan kita untuk memproses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;informasi [apa de Kerckhove (1996) menyebut 'diartikulasikan intelijen'], tetapi sebagai sarana yang kami sistem saraf pusat dapat dimanipulasi lebih lanjut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam pelayanan eksternal yang pernah perluasan industri hiburan.Ini kedengarannya sangat mirip dengan karya Jacques Ellul (1964, 1965; Karim 2003; Porquet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2003). Peran sentral dalam proses ini adalah apa yang dimainkan oleh Meyrowitz (1985: 74), panggilan 'akses kode '(cara-cara di mana media' menimpa 'pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indra kita). Kode akses memerlukan logika operasi dari penggunaan media, maka dalam efek yang 'tahu-bagaimana' yang mengubah sebuah alat menjadi teknologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang bermanfaat. Inovasi media elektronik terletak pada radikal penurunan ambang kode akses: Berbeda dengan membaca dan menulis, menonton televisi melibatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kode akses yang tidak sampai satu kode sama sekali. Televisi tidak berarti menyajikan "realitas", tetapi televisi terlihat dan terdengar lebih mirip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenyataan daripada kalimat dan paragraf melakukan. Kode televisi sinyal elektronik, yang menghasilkan Faksimili dari sehari-hari pemandangan dan suara, pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dasarnya satu derajat kerumitan. (Meyrowitz 1985: 75-6) Radikal penyederhanaan kode akses juga berakibat munculnya jenis baru nilai tanda (lihat Bab 3),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salah satu yang tidak lagi didominasi oleh keterampilan belajar keaksaraan (dengan kode akses agak terbatas), tapi oleh salah satu kemampuan (atau kemauan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk menjadi 'dilanggar atas' oleh media itu sendiri. Inilah sebabnya, untuk Meyrowitz, kedatangan media komunikasi elektronik juga menggembar-gemborkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;zaman mengaburkan batas; perbedaan antara publik dan swasta, maskulin dan feminin, masa kanak-kanak dan dewasa (Disney!), Dll, semua mulai memudar. Televisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah, memang, menjadi luar biasa yg menyamaratakan nilai-nilai budaya dan selera. Tidak seperti Postman, bagaimanapun, tidak mendukung Meyrowitz ramalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malapetaka, tetapi menekankan pada potensi transformatif sosial baru lansekap. Jauh dari menunjukkan bahwa konten tidak penting, Postman dan Meyrowitz sorot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keterkaitan antara logis, aspek operasional media dan (historis, filosofis dan interpersonal) signifikansi. Oleh karena itu, adalah karena media tidak dapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dipisahkan dari pesan yang lebih Postman analisis negatif&lt;br /&gt;budaya kontemporer tidak boleh diberhentikan dengan sulap. Tidak diragukan lagi benar, misalnya, bahwa proses politik yang modern masyarakat Barat berusaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk sah memesan mereka sendiri, tidak lagi berpijak pada logika, argumentasi dan bujukan, tetapi pada kemampuan untuk menghasilkan lepas (satu mungkin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahkan mengatakan acak) asosiasi&lt;br /&gt;yang berpotensi kehabisan 'sepele' (data sampah), yang mulai bekerja pada indra dengan cara efektivitas. Dalam kata-kata William Connolly (2002), dunia kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang sebagian besar dikelola oleh 'neuropolitics'. Dalam pengertian ini, medianya juga merupakan pijat (agak&lt;br /&gt;daripada pesan) - bekerja pada indera kita tanpa harus masuk akal terlebih dahulu. Dalam lucu Diri Sendiri Untuk Kematian, Postman (1987) merenungkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hilangnya lisan perdebatan sebagai sarana untuk melakukan politik, dengan kedatangan bersama telegraf dan foto. Mirip dengan Meyrowitz (1985), Postman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengidentifikasi hal ini sebagai hilangnya 'Placeness' komunikasi. Komunikasi elektronik melenyapkan rasa kita tempat karena menyajikan informasi dalam mode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;decontextualised - seolah-olah itu muncul 'dari langit' karena memerlukan pemisahan tempat sosial dari tempat fisik (Meyrowitz 1985: 115). Krisis (yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengidentifikasi sebagai Innis berkembang biak bagi media-teknologi inovasi) dari dunia kita adalah penghancuran tempat - bias untuk ruang kontrol yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teritorial tidak lagi terbatas; daripada penghapusan ruang itu adalah penghapusan tempat (Auge 1995; Castells 1996;Hardt dan Negri 2000). Tempat menjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa masuk akal; itu tidak lagi masalah di mana ini; sebagai akibat kehilangan sejarah komunikasi akal, dan menjadi abstrak dan individuated.&lt;br /&gt;Krisis, bagaimanapun, juga meluas ke tingkat pribadi. Tanpa tempat itu menjadi lebih sulit untuk mencapai rasa integritas; seseorang hodeng - dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;interpersonal tanggung jawab yang menyertainya - menjadi longgar dan terputus dari wajah dan dari muka-muka pertemuan. Dalam interfaciality komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;elektronik, orang yang terlibat diundang untuk menangguhkan otentik yang mengklaim mendukung bermain dan pernyataan performatif. Inilah yang Castells (1996)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyebut 'ruang mengalir' yang menjadi radikal terpisah dari 'ruang tempat'. Pertama hanya sementara spatialized - biasanya di non-tempat (Auge 1995),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;misalnya, transit hub, seperti bandara dan padat jaringan elektronik - yang kedua secara spasial terbatas dalam zona penyingkiran, terpinggirkan sebagai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berharga (Charlesworth 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Dalam bab ini, saya telah menyajikan analisis Teori Menengah (atau Media-Ekologi) sebagai&lt;br /&gt;contoh utama analisis media kritis. Ini berpendapat bahwa isu teknologi harus berada di pusat media teori, karena sifat dasar teknologi media. Siapapun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;serius mencerminkan tentang mediasi sebagai suatu fenomena, harus memperhitungkan alam dan logika media yang berbeda. Media-Ekologi memberikan obat penawar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang kuat terhadap reduksionis asumsi bahwa Teknologi harus dipahami sebagai fasilitator, sebuah perangkat atau alat, dalam pelayanan dari sesuatu lain. Ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'sesuatu yang lain' dianggap lebih mendasar dan, sebagai akibatnya, Proses mediasi dikurangi ke epiphenomenon. Sangat luar biasa, bahkan jika ini 'sesuatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang lain' mengambil bentuk sosial, budaya atau proses komunikatif, akhirnya selalu politik yang tertinggi permukaan sebagai 'kekuatan' motivasi. Sementara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;politik sama sekali tidak relevan, kasus telah dibuat untuk memahami media 'seperti itu', maksudnya, bukan sebagai instrumen atau alat, tetapi sebagai 'agen'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sosial dan proses budaya.&lt;br /&gt;Heidegger (1977) pernah menyatakan bahwa "esensi teknologi mengungkapkan '. Tidak ada&lt;br /&gt;bisa lebih benar media-teknologi yang alasan keberadaannya persis bahwa mereka mengungkapkan' dunia, dengan mengubah kegiatan (pertemuan) menjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'representasi'. Ini&lt;br /&gt;datang sebelum bunga tertentu dalam akumulasi kekuasaan atau kekayaan, misalnya. Namun, ini juga mengungkapkan spesifik 'memesan' atau 'enframing' dunia - di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasa ganda menyediakan struktur dan memerintah tindakan spesifik. Ini berlaku setiap media teknologi; meskipun media yang berbeda-teknologi yang berbeda akan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memiliki (spatiotemporal) parameter tentang bagaimana mereka lahirkan dan enframe (yakni 'order'). Namun, tanpa pemahaman fenomenologis generik teknologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;media, perbedaan antara media yang berbeda dapat dengan mudah berlebihan sampai fetisisme. Medium Menggunakan Teori atau Media Ekologi telah menghasilkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tampilan teknologi media sebagai historis berkembang.McLuhan konsep tetrad adalah cara yang efektif menganalisis bagaimana media berevolusi dalam hal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hubungan khusus antara media dan khususnya kepekaan. Memang, menghubungkan kembali ke Innis, yang tetrad dapat lebih operationalised untuk mengungkapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa evolusi media yang dibentuk oleh interaksi antara empat aspek: materi, bentuk, penggunaan dan know-how. Ini adalah artikulasi spesifik antara aspek-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aspek ini yang menghasilkan teknologi khas mediasi. Artikulasi ini memungkinkan kita untuk berbicara tentang 'sejarah media'. Lebih khusus lagi, kita telah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat bahwa historisitas mediasi dapat dianalisis dalam&lt;br /&gt;dua cara yang berbeda:&lt;br /&gt;• dalam hal tertentu konteks ekonomi-politik (seperti orang-orang Cina dan Eropa yang menimbulkan artikulasi yang sangat berbeda dari teknologi cetak);&lt;br /&gt;• sebagai bentuk-bentuk khusus menghubungkan kepekaan (misalnya, perasaan, rasa, makna).Sedangkan yang pertama berkaitan erat dengan Innis 'bekerja, yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terakhir lebih penting bagi McLuhan. Bagaimana kita memahami, masuk akal dan berinteraksi secara langsung terkait dengan cara memperluas media yang khas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fakultas kami persepsi, pemikiran dan komunikasi. Figur sang cyborg hanyalah salah satu contoh bagaimana pendekatan semacam itu dapat membantu menerangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keadaan sekarang hidup di dunia yang di mana-mana mediasi. Akhirnya, yang terus-menerus berfokus pada teknologi media memungkinkan kita untuk meninjau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali bidang politik. Kita tidak dapat mengabaikan bahwa media dilombakan situs dan dapat menyediakan sarana dan instrumen, serta agen untuk pengembangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;organisasi dan tindakan kolektif, taktis intervensi dan bentuk-bentuk 'perlawanan'. Namun, istilah-istilah ini sekarang dapat dipertimbangkan kembali sebagai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagian dari kumpulan teknologi, bukan di luar itu; kekuatan seperti 'taruhan', 'kepentingan' dan 'motif', kemudian menjadi juga bagian dari proses enframing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-mengungkapkan yang merupakan esensi media. Fokus ini juga akan membantu kita untuk mempertimbangkan kembali kritik terhadap 'determinisme teknologi', yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini digunakan terlalu sering agak sembarangan untuk menolak segala bentuk kritik yang bertujuan untuk menghubungkan beberapa aktif dan daya kreatif untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teknologi itu sendiri.&lt;br /&gt;Rekomendasi bacaan Babe, R.E. (2000) Kanada Komunikasi Thought: Sepuluh mendasar Writers. Toronto:&lt;br /&gt;University of Toronto Press.&lt;br /&gt;Yang komprehensif tentang tokoh utama dalam Teori Media Amerika Utara, termasuk Innis&lt;br /&gt;dan McLuhan.&lt;br /&gt;Briggs, A. dan Burke, P. (2002) A Social History of the Media. Dari Gutenberg ke Internet.&lt;br /&gt;Cambridge: Polity Press.&lt;br /&gt;Sebuah luas media analisis historis.&lt;br /&gt;Heyer, P. (2003) Harold Innis. Lanham, MD: Rowman dan Littlefield.&lt;br /&gt;Menyeluruh dan kritis pengenalan ke salah satu abad keduapuluh media terkemuka&lt;br /&gt;teoretisi.&lt;br /&gt;Levinson, P. (1998) Digital McLuhan. A Guide to Informasi Milenium. London&lt;br /&gt;Routledge.&lt;br /&gt;Mungkin analisis terbaik karya McLuhan; itu penting, tetapi tetap dekat dengan McLuhan&lt;br /&gt;pendekatan unik.</description><link>http://erykaholic.blogspot.com/2010/01/sebuah-kritis-sejarah-media-teknologi.html</link><author>noreply@blogger.com (ERYKA DESTYA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8735735910379473419.post-1806330350495203961</guid><pubDate>Mon, 09 Nov 2009 18:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-09T10:39:31.469-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Teknologi Komunikasi</category><title>Perkembangan Radio Internet</title><description>Perkembangan teknologi dewasa ini memang sudah tidak bisa kita pungkiri, dunia yang luas sekalipun terasa dekat. Radio Internet misalnya, dimana radio komunitas dengan daya yang minim dan jangkauan yang terbatas tetapi dengan mengunakan sistem Radio Internet ini bukan suatu hal yang tidak mungkin untuk dapat didengarkan di berbagai daerah di pelosok dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan radio Internet ini sebenarnya bisa di manfaatkan untuk dijadikan suatu langkah guna mepercepat pembangunan ekonomi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing bangsa kita ini. Karena pertukaran informasi dengan adanya radio internet ini akan sangat mudah dan bisa secara actual dan factual langsung dari nara sumbernya.&lt;br /&gt;Radio internet yang juga dikenal sebagai web radio, net radio, streaming radio atau e-radio adalah layanan penyiaran audio yang ditransmisikan melalui internet. Penyiaran yang dilakukan melalui internet disebut sebagai webcasting karena tidak menular secara luas melalui sarana nirkabel. Radio internet memiliki sebuah media streaming yang dapat menyediakan saluran audio terus menerus dan tidak ada kontrol operasional penyiaran seperti media penyiaran tradisional pada umumnya. Banyak stasiun radio Internet yang berasosiasi dengan stasiun radio tradisional (bukan stasiun radio internet), namun bagi radio internet yang jaringannya hanya menggunakan internet dan tidak berasosiasi dengan radio tradisional, maka stasiun radionya bersifat independen dan tidak tergabung dalam perusahaan penyiaran manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan radio internet dapat diakses dari belahan dunia manapun, misalnya, orang dapat mendengarkan stasiun radio Australia dari Eropa atau Amerika. Namun, ada juga beberapa jaringan seperti Clear Channel di AS dan Chrysalis di UK yang membatasi penyiaran dalam negerinya sendiri karena masalah perizinan jenis musik tertentu dan iklan. Radio internet cukup populer bagi kalangan ekspatriat maupun pendengar lain karena banyaknya kepentingan serta kebutuhan yang sering kali tidak cukup baik disediakan oleh stasiun radio lokal (seperti musik-musik alternative, hiburan maupun info-info lain yang tidak dapat diakses pada radio lokal). Seperti pada umumnya radio, radio internet juga tetap memiliki layanan-layanan program yang terdapat dalam radio tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Internet Radio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sejarah Awal dan Perkembangan di Luar Negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1993, Carl Malamud meluncurkan Internet Talk Radio yang merupakan siaran  radio komputer pertama yang setiap minggunya mewawancarai seorang ahli komputer. Sejauh ini radio internet hanyalah sebuah konsep siaran radio di internet. Pada akhir tahun 1995 Internet Talk Radio tidak tersedia melalui streaming secara multicast. Internet Talk Radio telah didistribusikan sebagai file audio sehingga mencapai para pengguna komputer satu persatu. Bagaimanapun juga, Malamud adalah penyokong utama teknologi multicasting. Akhir tahun 1994, layanan multicasting internetnya telah diset untuk meluncurkan RTFM, sebuah stasiun muticast radio internet. Pada Januari 1995, program berita RTFM telah diperluas untuk melengkapi saluran audio langsung dari rumah dan gedung senat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;November 1994, konser Rolling Stone merupakan konser multicast perrtama melalui dunia maya. Mick Jagger membuka konser dengan mengatakan “saya ingin mengucapkan selamat datang yang spesial untuk semua orang yang telah menjelajahi internet malam ini dan mendapatkan M-bone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 7 November 1994, WXYC (89,3 FM Chapel Hill, NC USA) menjadi stasiun radio tradisional pertama yang mengumumkan broadcast di internet. WXYC menggunakan sistem penghubung FM radio di Sunsite yang kemudian dikenal sebagai Ibiblio, menjalankan software CU-Seeme milik Cornell.  WXYC telah memulai  siaran percobaan dan mencoba bandwidth pada awal agustus 1994. WREK (91.1 FM, Atalanta  USA) memulai streaming pada hari yang sama menggunakan software mereka sendiri yang disebut CyberRadio1. Tetapi, tidak seperti WXYC, peluncuran beta WREK dan streamnya tidak diperjualbelikan sampai akhir bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1995, Progresive networks meluncurkan real audio sebagai download yang gratis. Majalah time mengatakan bahwa real audio telah mebawa keuntungan dari semua keuntungan di digital compression, dan mengirimkan   kualitas suara AM-radio yang disebut real time. Pada saat itu, perusahaan seperti Nullsift dan Microsoft meluncurkan perangkat audio streaming sebagai download gratis. Karena perangkat audio telah tersedia,  banyak station radio yang berbasis web mulai bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret 1996, radio Virgin London, menjadi stasiun radio eropa pertama yang acara siaranya langsung di internet. Radio ini mengudara dengan sinyal FM, langsung dari sumbernya, secara terus menerus di internet sepanjang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio internet telah menarik perhatian media dan investor secara besar-besaran di akhir tahun 1990. Tahun 1998, sebuah saham pemerintah menawarkan Broadcast.com sebagai perekam yang pada waktu itu  merupakan lompatan harga dalam penawaran saham di USA. Harga penawarannya adalah US$18 dan  perusahaan membuka harga  di US$ 68 di hari pertama penjualan saham. Perusahaan telah kehilangan uang waktu itu dan menunjukkan kemajuan dengan komisi keamanan pertukaran yang mereka harapakan kehilangan berlanjut secara tidak menentu. Yahoo! telah membeli Broadcast.com pada tanggal 20 juli 1999 dengan harga US$5.7 milliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi royalty di US.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Oktober 1998, kongres di USA menetapakan Digital Millennium Copyright ACT (DMCA), Salah satu hasil dari DMCA adalah bahwa royalty penampilan dibayarkan untuk satelit radio dan siaran internet radio dan sebagai tambahannya untuk royalty publikasi. Dalam perlawanannya, penyiar radio tradisional hanya dibayar untuk royalty publikasi dan tidak untuk royalty penampilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselisihan terus terjadi tentang bagaimana royalty penampilan harus dibebabankan kepada penyiar internet. Beberapa peneliti mengatakan bahwa jumlah royalty yang diusulkan melebihi beban pokok dan membuat kerugian kebebasan internet  hanya pada stasiunnya. Ini berarti sementara raksasa internet seperti AOL mungkin dapat menghasilkan rating tinggi, tapi banyak stasiun radio internet kecil yang akan bangkrut. Asosiasi media digital (DiMA) mengatakan , bahkan perusahaan besar seperti, yahoo! Music, mungkin juga gagal karena jumlah yang diusulkan. Beberapa peneliti juga mengatakan hal yang sama  bahwa beberapa  siaran internet dasar USA mungkin bergerak ke hukuim luar negeri dimana royalty US tidak diterapkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari kritik ini dikelola oleh SaveNetRadio.org. koalisi pendengar ,artis, label rekaman dan pengelola web, yang menentang jumlah royalty.  Untuk memfokuskan perhatian pada konsekuensi dari penolakan jumlah ini tergantung pemakai, banyak diantara penyiar internet ikut serta dalam hari diam.” Pada tanggal 26 juni 2007. Pada hari itu, mereka menutup stream radio atau stram amboiebt sound. Terkadang interpretasi dengan laporan penyiaran pelayanan umum. Pengikut terkemuka Rhapsody, Live365, MTV, Pandora, dan Shoutcast. Beberapa lainnya yang bukan pengikut , seperti Like FM, menyatakan bahwa mereka tidak ingin menghukum pendenger dengan problem stassiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bursa suara, mewakili pendukung untuk meningkatkan jumlah royalty. Fokus pada kenyataan bahwa jumlah flatform 1998 sampai 2005, walau tidak naik untuk kembalikan harga hidup meningkat. Mereka juga menfokuskan pada kenyataan bahwa CBS baru-baru ini membeli LAST FM seharga 280 milliar.  Dan jika  radio internet untuk membangun bisnis dari produk rekaman, penampil dan pemilik dari rekaman ini boleh menerima kompensasi yanmg adil. Penentang berpendapat bahwa harga pemebelian untuk LAST FM mencerminkan bahwa itu hanyalah layanan jaringan social yang utama termasuk layanan radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 1 mei 2007. Bursa suara datang untuk kesepakatan dengan pengelola web yang besar untuk menyepakati haraga minimum yang diubah oleh ketentuan badan royalty copyright. Sementara keputusan CRB tertahan di $ 500 per stasiun aau  harga channel minimum untuk setiap pengelola web. Pengelola web yang baik mewakili selama negosiasi dengan  DiMA di $ 50000 cap di harga dengan bursa suara. Meskipun begitu, DiMA dan bursa suara melanjutkan untuk negosiasi per lagu per harga pendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bursa suara juga menawarkan jumlah alternatif dan mengatakan dengan pasti memenuhi syarat pengelola web yang diikuti mereka untuk menghitung royaltinya.  Sebagai persentasi pajak atau biaya , termasuk jumlah per penampilan. Untuk memenuhi syarat , pengelola web harus membayar pajak minimal $1.25 juta dollar per tahun dan stream minimal $ 5 juta pendengar per-jam per-bulan ( atau rata-rata 6830 pendengar bersama). Pembatasan ini akan membuat kebebasan pengelola web tidak berkualitas seperti AccuRadio, DI.FM, Club977 dan dari peserta lainya yang menawar dan kemudian banyak juga pengelola web komersial kecil melanjutkan negosiasi lanjutan dengan bursa suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Tanggal 16 agustus 2008, washingtoin post memuat artikel bahwa meskipun Pandora telah menjadi layanan radio web nasional yang terkenal, dengan sekitar juta pendengar perhari. Perusahaan berkembang mungkin akan perlahan bangkru karena pembayaran royalty penampilan kepada pengelola web. Radio tradisional, yang menolak, membayar semua pembayaran.satelit rasio membayar harga tapi dalam jumlah yang kecil denga berat hati. Setidaknya untuk beberapa ukuran, artikel ini menunjukkan perlengkapan web radio mungkin musnah untukj alas an yang samaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 30 september, kongres Amerika menetapakan tagihan yang akan diberikan jika ada akibat dari perubahan jumlah royalty yang ( label rekaman dan pengelola web) setuju selama pembuat hokum siluar sesi. Meskipun jumlah royalty dihgarapkan menurun, banyak pengelola web kesulitanj memeprediksikan  akibatr umum dari hasil pajak untuk menutupi pembayaran royalty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari 2009 , badan royalty copyright US mengumumkan bahwa  hal itu akan menerima royalty untuk streaming jaringan layanan berdasarkan pajak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Popularitas Internet Radio di US&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2003, hasil dari online streaming music radio adalah US $ 49 juta. Selama 2006, yang menunjukan  anka US $ 500 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 21 februai 2007, survey dari 3000 orang amerika diterima oleh  Bridge Ratings &amp;amp; Research konsultaan,  menemukan bahwa sekitar 19 persen se US. Pelangan berumnur 12 dan lebih mendengarkan untuk stasiun radio berbasis web. Dengan kata lain, ada  57 juta pendengar mingguan  acara radio internet. Banyak orang mendengarkan  online radio daripada satelit radio, definisi tinggi radio, podcast, atau telepon gengam  yang dilengkapi radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;April 2008, survei menunjukkan bahwa di US satu dari tujuh orang berumur 25-54 tahun mendengarkan online radio tiap minggu. Yahun 2008, 13 persen populasi amerika mendengarkan radio online , dibandingan dengan 11 persen di tahun 2007 [1].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perkembangannya di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan penetrasi internet di dunia yang mulai mencapai angka 1 miliar pengguna, kebutuhan untuk mendapatkan layanan berbasis Internet juga semakin meningkat. Data menunjukkan [1] bahwa, 80% pengguna Internet mengirimkan email, 60% menggunakan instant messaging (seperti Yahoo atau MSN Messenger) dan 55% mendownload file. Kemudian 22% pengguna Internet juga mulai menikmati video lewat Internet. Setelah ATM diperkuat dengan Internet banking, toko buku diperkuat dengan toko buku online, ternyata Radio dan TV juga mengikuti jejak untuk mencoba versi Internet dengan broadcastingnya. Beberapa Radio konvensional Indonesia sudah merely acaranya untuk bisa dinikmati lewat Internet. Hasil pencarian di tvradioworld.com  menunjukkan bahwa sekitar 204 radio konvensional Indonesia memiliki versi Internet Radio (beberapa sepertinya broken link).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio Internet bagaimanapun juga masih dikuasai oleh 5 besar penyedia jasa portal dunia maya, yaitu: AOL Radio Network, Yahoo!Music, MSN Radio, WindowsMedia.Com maupun Live365.Com. Selain itu muncul Radio Internet yang dikelola oleh individu maupun kelompok, baik untuk tujuan hobi, iseng, dakwah, komunikasi dengan komunitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia masih belum banyak yang memanfaatkan teknologi ini karena koneksi Internet kita yang tidak terlalu baik. Kalaupun kita mau gunakan, harus dipilih software streaming yang tidak menggunakan resource bandwidth yang besar, juga setting encoder kita harus buat sekecil mungkin, misalnya dengan menggunakan 16-24kbps (mono). Sebagai catatan, beberapa server radio internet memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, misalnya Shoutcast server hanya berukuran 136kb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kelebihan Radio Internet dibandingkan Radio Tradisional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Internet Radio memungkinkan kita mencari dan memilih siaran berdasarkan karakteristik negara, bahasa yang digunakan, jenis radio, dsb dengan cepat dan sesuai dengan yang kita inginkan. Kita dapat menyimpannya dalam bookmark atau shortlist, dan tinggal meng-klik untuk memutarnya. Komputer membantu kita mengelola bookmark dan shortlist kita.&lt;br /&gt;    * Radio konvensional memiliki keterbatasan geografis. Siaran yang disajikan hanya dapat dinikmati dalam wilayah yang kecil, baik kecamatan maupun kabupaten/kotamadya. Ini berbeda dengan radio internet yang begitu kita broadcast, seluruh dunia akan mendengarkan siaran kita, tak peduli kita ada di sebuah rumah mungil yang terletak di Ujung Aspal, Pondok Gede, maupun yang ada di pusat kota Jakarta.&lt;br /&gt;    * Investasi relatif lebih murah, baik investasi awal, operasional maupun maintenance.&lt;br /&gt;    * Kualitas suara yang tidak kalah dengan kualitas suara pada radio konvensional.&lt;br /&gt;    * Setting hardware/alat maupun software lebih mudah dan sederhana.&lt;br /&gt;    * Tidak memerlukan ijin khusus untuk membuatnya [2].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Internet_radio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] http//Mengenal Radio Internet   IlmuKomputer.Com</description><link>http://erykaholic.blogspot.com/2009/11/perkembangan-radio-internet.html</link><author>noreply@blogger.com (ERYKA DESTYA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8735735910379473419.post-420532418503953207</guid><pubDate>Mon, 09 Nov 2009 18:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-09T10:34:23.434-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Teknologi Komunikasi</category><title>Perkembangan Televisi Digital</title><description>Televisi digital atau penyiaran digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video, audio, dan data ke pesawat televisi. Alasan pengembangan televisi digital antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Perubahan lingkungan eksternal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o    Pasar TV analog yang sudah jenuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o    Kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Perkembangan teknologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o    Teknologi pemrosesan sinyal digital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o    Teknologi transmisi digital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o    Teknologi semikonduktor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o    Teknologi peralatan yang beresolusi tingggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan TV Digital di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun televisi memanfaatkan sistem teknologi digital (khususnya perangkat studio) untuk memproduksi program, editing, recording dan menyimpan data. Pengiriman sinyal gambar, suara dan data menggunakan sistem transmisi digital dengan menggunakan satelit hanya dimanfaatkan oleh siaran TV berlangganan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frekuensi TV Digital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi teknologi digital pada sistem penyiaran TV yang dikembangkan di pertengahan tahun 90an dan diujicobakan pada tahun 2000. Pada awal pengoperasian sistem digital, dilakukan siaran TV secara bersama dengan siaran analog sebagai masa transisi. Ujicoba sistem tersebut dilakukan sampai mendapatkan hasil penerapan siaran TV digital yang paling ekonomis, sesuai dengan kebutuhan dari negara yang mengoperasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teknis, pita spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital. Perbandingan lebar pita frekuensi yang digunakan TV analog dan TV digital adalah 1 : 6. Artinya bila pada teknologi analog memerlukan pita selebar 8 MHz untuk satu kanal transmisi, maka pada teknologi digital dengan lebar pita frekuensi yang sama dengan teknik multiplex, dapat memancarkan sebanyak 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus dengan program yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ditunjang teknologi penerima yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang berubah, TV digital ditunjang oleh produksi peralatan audio visual (video camera, dll) yang  menggunakan format digital dan sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama sehingga daerah cakupan dapat diperluas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi digital efisien dalam pemanfaatan spektrum. Satu penyelenggara televisi digital memanfaatkan spektrum dalam jumlah yang cukup besar. Artinya, tidak hanya 1 (satu) kanal pembawa melainkan lebih. Penyelenggara berfungsi sebagai operator penyelenggara jaringan, yang mentransmisikan secara teresterial program dari stasiun televisi lain menjadi satu paket layanan sebagaimana penyelenggaraan televisi kabel berlangganan yang ada saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan Frekuensi TV Digital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya penyelenggaraan televisi dimasa depan dapat diantisipasi dengan suatu terobosan kebijakan dalam pemanfaatan spektrum frekuensi. Penyelenggara televisi digital berfungsi sebagai operator penyelenggara jaringan televisi digital, sedangkan program atau content disediakan oleh operator yang khusus menyelenggarakan jasa program/content televisi digital (operator lain). Dari aspek regulasi, terdapat izin penyelenggara jaringan dan izin penyelenggara jasa program/content sehingga dapat menampung banyak perusahaan baru yang bergerak dibidang penyelenggaraan televisi digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk penyelenggaraan sistem penyiaran di era digital mengalami perubahan baik dari pemanfaatan kanal maupun teknologi jasa pelayanannya. Pada pemanfaatan kanal frekuensi, terjadi efisiensi penggunaan kanal. Satu kanal frekuensi yang saat ini hanya bisa diisi oleh satu program saja nantinya bisa diisi antara empat sampai enam program sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kualitas Penyiaran TV Digital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain dan implementasi sistem siaran TV digital (terutama) ditujukan pada peningkatan kualitas gambar. TV digital memungkinkan pengiriman gambar dengan akurasi dan resolusi tinggi. Sistem TV digital mampu menghasilkan penerimaan gambar yang jernih, stabil, dan tanpa efek bayangan atau gambar ganda, walaupun pesawat penerima berada dalam keadaan bergerak dengan kecepatan tinggi. Sistem TV digital tidak mengenal gambar tidak jelas, gambar ganda (ghost), dan kualitas gambar buruk lainnya, karena pada teknik digital hanya dikenal YES or NO. Gambar bagus atau tidak ada sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Penyiaran TV Digital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        TV digital digunakan untuk siaran interaktif.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Aplikasi teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan interaktif,  layanan komunikasi dua arah  seperti internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Penyiaran TV digital terrestrial bisa diterima oleh sistem penerimaan TV tidak bergerak dan penerimaan TV bergerak (mobile TV/HP). Kebutuhan daya pancar TV digital juga lebih kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Penyiaran TV Digital menyebabkan tersedianya saluran siaran yang lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Transisi ke TV Digital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Migrasi dari teknologi analog ke teknologi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar TV dan penerima siaran TV. Karena pesawat TV analog tidak bisa menerima sinyal digital, maka diperlukan alat tambahan yang dikenal dengan Set-Top Box  yang berfungsi menerima dan merubah sinyal digital menjadi sinyal analog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Set-Top Box berguna untuk meminimalkan resiko kerugian (baik bagi operator TV maupun masyarakat) agar pesawat penerima analog dapat menerima siaran analog dari pemancar TV yang menyiarkan siaran TV Digital, sehingga pemirsa (masyarakat) yang telah memiliki pesawat penerima TV analog secara perlahan-lahan dapat beralih ke teknologi TV digital dengan tanpa terputus layanan siaran yang ada selama ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infrastruktur TV digital terrestrial relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan infrastruktur TV analog. Karena itu, operator TV (yang sudah ada) dapat memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun, seperti studio, bangunan, SDM dan lain sebagainya dan menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara TV digital. Sehingga di kemudian hari penyelenggara TV digital dapat dibagi menjadi penyedia jaringan (Network Provider) dan penyedia isi (Content Provider).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Pemancar TV Digital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di seluruh dunia ada tiga standar TV digital, yaitu: Digital Television (DTV) di USA, Digital Video Broadcasting Terrestrial (DVB-T) di Eropa dan Integrated Services Digital Broadcasting Terrestrial (ISDB-T) di Jepang. Semua standar di atas berbasiskan OFDM dengan error correcting code reed Solomon dan/atau convolutional coding dan audio codingnya adalah MPEG-2 Audio AAC untuk ISDB-T dan DTV dan MPEG-1 layer2 untuk DVB-T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang membuat standar sendiri dalam hal TV Digital ini [1]. Dibandingkan dengan DTV dan DVB-T, ISDB-Tnya Jepang dikabarkan sangat fleksibel dan memiliki kelebihan terutama pada penerima yang bergerak (mobile reception). ISDB-T lebih tahan terhadap efek Doppler. ISDB-T yang merupakan satu dari dua saudaranya yaitu ISDB-S (untuk transmisi lewat kabel) dan ISDB-S (untuk satelit), juga bisa diaplikasikan pada sistem dengan bandwidth 6,7MHz dan 8MHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fleksibilitas ISDB-T bisa dilihat dari mode yang dipakai,  yaitu: mode 1 untuk aplikasi mobile SDTV, mode 2 untuk aplikasi penerima yang mobile dan fixed HDTV/SDTV dan Mode 3 untuk yang khusus penerima fixed HDTV/SDTV. Semua data modulasi fleksible untuk QPSK dan 16QAM atau 64QAM. Perubahan mode ini bisa diatur melalui apa yang disebut TMCC (Transmission and Multiplexing Configuration Control)</description><link>http://erykaholic.blogspot.com/2009/11/perkembangan-televisi-digital.html</link><author>noreply@blogger.com (ERYKA DESTYA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8735735910379473419.post-3408365305402443595</guid><pubDate>Mon, 09 Nov 2009 18:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-09T10:29:40.421-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tugas Pengembangan Teknologi Komunikasi</category><title>Perkembangan Teknologi Komunikasi</title><description>CDMA 1x EV-DO Rel-0&lt;br /&gt;Standar: 3-G&lt;br /&gt;Kecepatan maksimum: 2.400 kbps&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CDMA 1x EV-DO Rev-A&lt;br /&gt;Standar: 3-G&lt;br /&gt;Kecepatan maksimum: 3.100 kbps&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CDMA 1x EV-DO Rev-B&lt;br /&gt;Standar: 3-G&lt;br /&gt;Kecepatan maksimum: 46.500 kbps&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan teknologi 3G yang ditandai dengan kecepatan tinggi dilakukan oleh banyak perusahaan di dunia yang dapat membuat sebagian operator meninggalkan EDGE dan langsung menggunakan universal mobile telecommunications standard (UMTS), atau yang lebih dikenal sebagai teknologi 3G ini. Saat ini terdapat 3 proposal sistem 3G yang diajukan sebagai standar sistem yang diharapkan menjadi sistem global, yaitu CDMA-2000 (yang merupakan upgrade sistem CDMA sebelumnya), UMTS, WCDMA (wideband CDMA), dan UWC (universal wireless communications). International Telecommunication Union (ITU) telah mengeluarkan International Mobile Telecommunication-2000 (IMT-2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan mempertimbangkan proposal-proposal itu sebagai standar 3G.Bayangkan jika di seluruh dunia nantinya jaringan mobile telekomunikasi telah bersifat global, banyak keuntungan yang dapat dinikmati umat manusia di muka Bumi. Pertama, telepon seluler dapat digunakan di setiap negara karena kartu SIM dikenal di seluruh jaringan di dunia.Kedua, kecepatan akses data yang tinggi sehingga dapat mengakses Internet dan tukar-menukar data baik gambar, suara, maupun streaming dengan cepat nyaris tanpa delay.Ketiga, layanan multimedia yang semakin lengkap. Layanan multimedia baru, seperti video conference, hiburan interaktif, GPS (global positioning systems) untuk mengetahui arah jalan, dan akses kamera jalan untuk mengetahui tingkat kemacetan, bahaya, atau keadaan darurat. Multimedia teknologi juga memungkinkan melayani majalah atau koran elektronik yang dilengkapi dengan grafik dan videoklip.Keempat, kemampuan telematika yang memungkinkan kita mengatur alat-alat rumah tangga dan fasilitas yang ada secara realtime dan dapat dipantau kapan saja dan di mana saja. Kelima, 3G membuka kesempatan yang luas dikembangkannya aplikasi inovatif, misalnya dengan aplikasi berbasis Java yang dapat dipasang sebagai fasilitas pribadi.</description><link>http://erykaholic.blogspot.com/2009/11/perkembangan-teknologi-komunikasi.html</link><author>noreply@blogger.com (ERYKA DESTYA)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>