<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;DEEAQ3o_fCp7ImA9WhFSFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-703740365213405269</id><updated>2013-06-18T17:10:42.444+08:00</updated><category term="Teaching" /><category term="Song" /><category term="Anime" /><category term="Soccer" /><category term="Tomb Raider" /><category term="Internet" /><category term="Download" /><category term="Youtube" /><category term="Regulations" /><category term="Game" /><category term="Discussion" /><category term="Contemplation" /><category term="Inter" /><category term="Public Issue" /><category term="Love" /><category term="Music" /><category term="Review" /><category term="Serie-A" /><category term="Blogger" /><category term="Education" /><category term="Disqus" /><category term="Movie" /><category term="Blog" /><title>estudié</title><subtitle type="html">..., because learning is a journey,
not a race...</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://estudie.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://estudie.blogspot.com/" /><author><name>Rahmad Hidayat</name><uri>https://plus.google.com/110553997082089866369</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh5.googleusercontent.com/-WMxJsOUjSaw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAYc/Wvc288e6x8g/s512-c/photo.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Estudi" /><feedburner:info uri="estudi" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>Estudi</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;DEQMSXY-fCp7ImA9WhFSFEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-703740365213405269.post-3806092183869932298</id><published>2013-06-17T01:38:00.001+08:00</published><updated>2013-06-18T00:26:28.854+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-06-18T00:26:28.854+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teaching" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Contemplation" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Education" /><title>Menjadi Guru di Abad ke-21</title><content type="html">&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Do not raise your children the way [your] parents raised you, they were born for a different time."&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;- Ali ibn Abi Thalib&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jiah, judulnya itu "motivator" banget!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Iya, saya tiba-tiba saja kesambet Mario Teguh ketika secara impulsif ingin menulis ini. Awalnya adalah ketika member salah satu grup di Facebook memposting video berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/O35n_tvOK74" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video yang sebenarnya umum saja, dan banyak presentasi serupa bertebaran di YouTube. Hanya saja, ada beberapa hal yang mengganjal, terutama ketika menyangkut perbandingan kondisi "pendidikan" yang ideal dengan yang tengah berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt; anak-anak yang kita ajar berasal dari generasi yang berbeda. Dulu waktu sekolah, saya cuma dapat informasi dari berlangganan majalah Ananda seminggu sekali, dan sesekali membaca buku di perpustakaan. Sekarang anak-anak bisa memperoleh berbagai informasi dalam hitungan detik, langsung ke genggaman mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahun lalu seorang guru di sekolah saya bercerita kalau anak-anak bikin grup band, dan mempromosikan video mereka lewat Facebook dan YouTube. Batin saya pun bersorak, inilah generasi masa kini; anak SMP yang sudah bangga dengan kreasi mereka. Lalu, sebulan lalu guru yang lain bilang, anak-anak bikin video Harlem Shake versi SMP, di kelas, dengan properti sekolah... Dan kali ini batin saya kembali tersentak, aduh cepatnya progres mereka...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti halnya kutipan Imam Ali di atas, John Dewey juga menjelasan, bahwa kita harus menyiapkan anak-anak kita bukan untuk dunia di masa lalu, bukan pula di masa kita saat ini, melainkan untuk masa depan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya, konsep "masa depan mereka" itu yang seperti apa? Apakah &lt;i&gt;masa depan mereka&lt;/i&gt; harus kita samakan dengan pencapaian kita saat ini? Ataukah dengan cita-cita kita yang tak kesampaian? Ataukah kita justru sudah menetapkan vonis mengikat, bahwa &lt;i&gt;masa depan mereka&lt;/i&gt; akan seperti ini, seperti ini, dan seperti ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena masa depan itu, &lt;i&gt;well&lt;/i&gt;, kok ya terasa absurd...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt; fungsi sekolah (harusnya) sudah berubah. Sekolah seperti yang kita kenal sekarang adalah produk revolusi industri dari abad ke-18, dengan bolehlah ada tambalan di sana-sini. Konsepnya tetap sama selama ratusan tahun: anak dari satu kelompok usia yang sama dimasukkan ke mesin produksi bernama ruang kelas, diproses lewat pembelajaran &lt;i&gt;sit-in&lt;/i&gt; bersama-sama dengan waktu yang rigid dan target seragam, dan nanti dikeluarkan dari mesin produksi lewat pintu Ujian. Hasil akhir diseleksi untuk memilah dan memilih yang layak untuk diproses dulu di bangku kuliah dan yang langsung dilempar saja ke pasar. Ya, pasar. Semua akhirnya terpulang ke pasar untuk menyerap produk sekolahan tersebut sesuai kebutuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pasar zaman sekarang, katanya tidak lagi terlalu memperhatikan ijazah atau kualifikasi akademik semacam itu. Sekarang yang dicari yang bisa kerja, mau lulusan apa terserah. Kinerja yang akhirnya menentukan terserap tidaknya komoditi bernama lulusan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya, seberapa besar sih sebenarnya kebutuhan pasar? Seimbangkah dengan kuantitas serta kualitas produk yang tengah dihasilkan sekolah? Dan di mana anak-anak yang &lt;i&gt;so called&lt;/i&gt; bermasalah, tak mampu dan putus sekolah bisa diposisikan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ketiga,&lt;/b&gt; guru seperti apa yang mampu mencetak generasi penerus dengan masa depannya yang gilang gemilang? Karena bisa dibilang dengan kecepatan dan percepatan iptek seperti sekarang, kompetensi guru menjadi taruhan. Ini tak lepas dari pabrik pencetak guru, alias kampus-kampus keguruan yang harus terus menyesuaikan dengan kondisi zaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-zrBwiSoUHVQ/Ub317rsueMI/AAAAAAAAAeg/2ZNCIkRQrRc/s600/Teacher1.JPG" width="320" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Masalahnya bagaimana dengan produk-produk sebelumnya? Guru yang belajar di era 1990-an hingga 2000-an diajar oleh dosen yang belajar di era 1970-an hingga 1980-an. Mereka akan mengajar anak-anak di era 2010-20-30an. Siapkah? Seberapa siap? Apa saja yang harus dipersiapkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya adalah bagaimana mengisi celah yang muncul dari perbedaan generasi ini, mengingat ibu guru di foto itu sudah kelewat sering dibuli murid-muridnya yang cerdas-cerdas itu di berbagai situs meme... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, pusing sendiri jadinya, kembali ke revisi dulu ah!&lt;br /&gt;
*log out*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kredit foto: http://www.lacoe.edu/Jobs/CertificatedTeachingJobs.aspx&lt;/i&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Estudi/~4/c-HVjSlgWgY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/3806092183869932298?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/3806092183869932298?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Estudi/~3/c-HVjSlgWgY/menjadi-guru-di-abad-ke-21.html" title="Menjadi Guru di Abad ke-21" /><author><name>Rahmad Hidayat</name><uri>https://plus.google.com/110553997082089866369</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh5.googleusercontent.com/-WMxJsOUjSaw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAYc/Wvc288e6x8g/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://img.youtube.com/vi/O35n_tvOK74/default.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://estudie.blogspot.com/2013/06/menjadi-guru-di-abad-ke-21.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMFRn8zeip7ImA9WhFTEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-703740365213405269.post-129328142439486796</id><published>2013-05-23T01:03:00.000+08:00</published><updated>2013-05-31T23:33:37.182+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-05-31T23:33:37.182+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Anime" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Song" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Movie" /><title>Lima Lagu dari From Up on Poppy Hill (2011)</title><content type="html">&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Yesterday's love is nothing more but tears &lt;br /&gt;
They will soon dry out and disappear&lt;br /&gt;
Tomorrow's love is a mere refrain &lt;br /&gt;
Words that have no end&lt;br /&gt;
If we met by chance in the sunset &lt;br /&gt;
I wonder if you'd embrace me."&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;- Summer of Goodbye&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-mliT4SfpVcc/UZz4KzSYAPI/AAAAAAAAAdM/sjl6YlLSZes/s600/up-on-poppy-hill-poster.jpg" width="320" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Saya bukan penggemar berat &lt;i&gt;anime&lt;/i&gt; dan menu Jejepangan lainnya. Pengetahuan saya soal J-culture terbatas, meski ada lah koleksi komik Slam Dunk dan simpanan film-film Doraemon dan Ultraman di laptop, utamanya untuk tontonan anak. Cuma ya, bisa dibilang &lt;i&gt;anime&lt;/i&gt; yang pernah ditonton tak banyak, paling semacam film yang jadi tren waktu sekolah dulu, macam Doraemon, DBZ, atau Saint Seiya. Saya tidak mengikuti Naruto, Bleach, atau One Piece, dan saat ini hanya dua &lt;i&gt;manga&lt;/i&gt; yang masih sesekali diunduh: Claymore dan Zetman. Selebihnya tentu wawasan saya tak seluas bung &lt;a href="http://lambrtz.wordpress.com/2012/07/22/nostalgia-studi-kasus-tentang-ingatan-pertumbuhan-dan-perasaan-pada-saat-menonton-kembali-saint-seiya/"&gt;Mario&lt;/a&gt; atau bang &lt;a href="http://yusahrizal.wordpress.com/2011/12/22/hoshi-wo-ou-kodomo/"&gt;Ando&lt;/a&gt;. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi hal berbeda saya rasakan sejak menonton film karya Studio Ghibli, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spirited_Away"&gt;Spirited Away&lt;/a&gt;. Ada daya tarik tersendiri dari film-film mereka yang &lt;i&gt;surreal&lt;/i&gt; itu. Kebetulan di warnet langganan, film-film mereka cukup banyak, jadi saya kumpulkanlah dulu di HDD, siapa tahu suatu saat tertarik menontonnya. Apalagi katanya Studio Ghibli ini salah satu studio legendaris yang kerap dapat nilai review sangat tinggi dan meraih berbagai penghargaan; mereka bahkan punya &lt;a href="http://www.ghibli-museum.jp/en/"&gt;museum sendiri&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan beberapa waktu lalu saya menonton satu film Ghibli yang lain: &lt;a href="http://yusahrizal.wordpress.com/2011/08/06/kokurikozaka-kara/"&gt;From Up on Poppy Hill&lt;/a&gt;, dan saya terkesima... *,*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, cerita film ini begitu menggugah, agak nostalgik dengan detil-detil masa lalu bertebaran di mana-mana; tentang romansa dua hati yang tak banyak mengumbar drama; tentang kontradiksi antara perjuangan mempertahankan warisan budaya dengan modernisasi nan gegap gempita, dan tentang sisa-sisa kepahitan perang yang menceraiberaikan keluarga, semuanya diramu dengan sederhana, seadanya, namun berkesan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, kualitas gambarnya luar biasa indah. &lt;i&gt;Ambient&lt;/i&gt; mungkin istilahnya, seperti nama folder-nya bung &lt;a href="http://imgur.com/a/nbesO"&gt;Difo&lt;/a&gt;. Saya kurang tahu istilahnya, tapi menurut saya gambarnya bagus sekali, terutama pemandangan lanskap menghadap laut. Salah satu gambarnya sampai saya jadikan cover FB, meski sempatlah dikomplen sama bung &lt;a href="http://gentole.wordpress.com/2009/10/11/tidak-menerima-karakter-anime/"&gt;Gentole&lt;/a&gt; :p .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, dan ini yang utama, lagu-lagunya beracun! Suara &lt;a href="http://www.generasia.com/wiki/Teshima_Aoi"&gt;Teshima Aoi&lt;/a&gt; ini berbahaya! Saya nggak ngerti liriknya, tapi kok terbawa suasana, kalau lagu senang ikut senang, sedih apalagi *berkaca-kaca*... Dan berikut saya comot lima lagu paling berkesan, berikut liriknya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. &lt;a href="http://www.nausicaa.net/wiki/Asagohan_no_Uta_%28song%29"&gt;Breakfast Song (Asagohan no Uta)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/GZWuVafxAUg" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagunya riang dan liriknya lucu penuh istilah masakan :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;O-nabe wa guragura, o-kama wa shuushuu&lt;br /&gt;
Mana ita wa ton to ton&lt;br /&gt;
O-toufu furufuru, tamago wa buruburu&lt;br /&gt;
Nattou wa nebaneba&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaketa furaipan ni tamago o otoshite&lt;br /&gt;
O-nabe ni miso o toite&lt;br /&gt;
Atsuatsu gohan wa ohitsu ni utsu shite&lt;br /&gt;
Shitaku wa joujou&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minna o okoshite, minna ga sorottara&lt;br /&gt;
Saa takusan meshiagare&lt;br /&gt;
Ohisama mo kagayaiteru&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minna de asagohan, watashi ga tsukutta&lt;br /&gt;
Isoide, isoide&lt;br /&gt;
Demo ajiwatte tabete ne&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakana wa juujuu, abura mo juwajuwa&lt;br /&gt;
Sude de sawatte a'chichi&lt;br /&gt;
Mimi tabutsuman de, o-mizu de hiyashite&lt;br /&gt;
Sonna hima arimasen&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyuuri o kizan de kobachi ni waketara&lt;br /&gt;
Misoshiru ni negi pa'papa&lt;br /&gt;
O-chawan narabete, o-hashi mo kubatte&lt;br /&gt;
Shitaku wa joujou&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nemusou na kao shite, minna ga sorottara&lt;br /&gt;
Saa takusan meshiagare&lt;br /&gt;
Kyou mo ichinichi gambarou ne&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minna de asagohan, watashi ga tsukutta&lt;br /&gt;
Yukkuri, tabete ne&lt;br /&gt;
Demo chikoku shinai de ne&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minna de asagohan, watashi ga tsukutta&lt;br /&gt;
Isoide, isoide&lt;br /&gt;
Demo ajiwatte tabete ne&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. &lt;a href="http://www.nausicaa.net/wiki/Hatsukoi_no_Goro_%28song%29"&gt;When I Was First in Love (Hatsukoi No Koro)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/pWKU6DRC7kI" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini lagu malu-malu, juga terdengar riang dan bahagia...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Anata no kage o, funde aruita&lt;br /&gt;
Yuuhi, sora ni nijin deta, oka no ue&lt;br /&gt;
Tsukazuhanarezu, narande aruku&lt;br /&gt;
Sonna, futari ano goro&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aeba itsumo, terete bakari ite&lt;br /&gt;
Taisetsu na koto wa, nanimo ienakute&lt;br /&gt;
Warai nagara, uwasa banashi to ka&lt;br /&gt;
Taai no nai koto, oshaberi shita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tada sore dake de, watashi, yokatta no&lt;br /&gt;
Tada sore dake de subete, mitasareta&lt;br /&gt;
Tsukazuhanarezu, narande aruku&lt;br /&gt;
Sonna, hatsukoi no goro&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koibito nara, modokashiku omou&lt;br /&gt;
Sono kyori ga naze ka? Totemo itoshikute&lt;br /&gt;
Kokoro no naka, donna yume yori mo&lt;br /&gt;
Shinju ya hoshi yori, kagayaiteta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anata no kage o, funde aruita&lt;br /&gt;
Yuuhi, sora ni nijin deta, oka no ue&lt;br /&gt;
Tsukazuhanarezu, narande aruku&lt;br /&gt;
Sonna, hatsukoi no goro&lt;br /&gt;
Sonna, hatsukoi no goro&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. &lt;a href="http://www.nautiljon.com/paroles/teshima+aoi/haru+no+kaze.html"&gt;Spring Wind (Haru No Kaze)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="236" src="http://www.youtube.com/embed/lr6HKPtifNo" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini lagu favorit saya, mellow, mellow, mellow :'(&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kirameku machi no hi sawagu haru no kaze&lt;br /&gt;
Yurameku ookina fune no kage&lt;br /&gt;
Yuuyami kamome mo shizuka ni madoromu&lt;br /&gt;
Anata no migite ga atatakai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tashika na te no nukumori anata no sono te wo&lt;br /&gt;
Hanasou to shita no wa kinou made no watashi&lt;br /&gt;
Zankoku na unmei ni tada mi wo yudanete ita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gomen ne konna ni ima wa soba ni iru&lt;br /&gt;
Watashi wa mou mayowanai&lt;br /&gt;
Anata to ikite yuku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirameku machi no hi sawagu haru no kaze&lt;br /&gt;
Sakamichi noboreba hoshi ga furu&lt;br /&gt;
Kodachi mo hodou mo hoshi ni kazararete&lt;br /&gt;
Anata no me no naka hoshi ga furu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kotae ga mienakute mo yoru ni mayotte mo&lt;br /&gt;
Nigedashi tari shinai hashiridashita kokoro&lt;br /&gt;
Tsunaida te yo tsutaete kotoba ni naranu omoi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Deatta hi no you ni anata to mouichido&lt;br /&gt;
Kokuriko saku sakamichi de&lt;br /&gt;
Hajimaru monogatari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kokuriko saku sakamichi de&lt;br /&gt;
Hajimaru monogatari&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. &lt;a href="http://www.nautiljon.com/paroles/teshima+aoi/escape.html"&gt;Escape&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="236" src="http://www.youtube.com/embed/Wh48uGBSBF0" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jazzy, ringan, dan (agak) bersemangat :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Omotai fuku wa nugi munamoto akete&lt;br /&gt;
Musunda kami wo toki aruite ikou&lt;br /&gt;
Migaita kutsu wo haki ashidori karuku&lt;br /&gt;
Nimotsu mo nage sutete migaru ni narou&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurai mado wo ake hanachi&lt;br /&gt;
Kimochi no yoi minamikaze&lt;br /&gt;
Mune ippai suikonde&lt;br /&gt;
Saa, esukeepu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruuru ya joushiki&lt;br /&gt;
Otona ni damasarenaide&lt;br /&gt;
Ookina yume dake kakaete&lt;br /&gt;
Saa, dekakeyou&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiranai machi demo hiotori de ite mo&lt;br /&gt;
Ookina ashidori de makezu ni ikou&lt;br /&gt;
Ureshii toki ni wa kuchibue fukou&lt;br /&gt;
Donna ni tsurakute mo utatte ikou&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sabita tobira ketobashite&lt;br /&gt;
Hikari no naka tobidasou&lt;br /&gt;
Hiroi daichi fumishimete&lt;br /&gt;
Saa, esukeepu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Watashi wa watashi no&lt;br /&gt;
Sekai wo mitsukedasu no yo&lt;br /&gt;
Ookina kibou wo idaite&lt;br /&gt;
Saa, dekakeyou&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruuru ya joushiki&lt;br /&gt;
Otona ni damasarenaide&lt;br /&gt;
Ookina yume dake kakaete&lt;br /&gt;
Saa, dekakeyou&lt;br /&gt;
Saa, dekakeyou&lt;br /&gt;
Saa, tobidasou&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. &lt;a href="http://www.nausicaa.net/wiki/Sayonara_no_Natsu_%28song%29"&gt;Summer of Goodbye (Sayonara No Natsu)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/l1oLuNp19yA" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagu jagoan sekaligus penutup yang, arghgh :'((&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hikaru umi ni kasumu fune wa&lt;br /&gt;
Sayonara no kiteki nokoshimasu&lt;br /&gt;
Yurui saka wo orite yukeba&lt;br /&gt;
Natsu iro no kaze ni aeru kashira&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Watashi no ai sore wa melody&lt;br /&gt;
Takaku hikuku utau no&lt;br /&gt;
Watashi no ai sore wa kamome&lt;br /&gt;
Takaku hikuku tobu no&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuhi no naka yonde mitara&lt;br /&gt;
Yasashii anata ni aeru kashira&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dareka ga hiku piano no oto&lt;br /&gt;
Uminari mitaini kikoemasu&lt;br /&gt;
Osoi gogo wo yukikau hito&lt;br /&gt;
Natsu iro no yume wo hakobu kashira&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Watashi no ai sore wa diary&lt;br /&gt;
Hibi no peeji tsuzuru no&lt;br /&gt;
Watashi no ai sore wa kobune&lt;br /&gt;
Sora no umi wo yuku no&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuhi no naka furikaereba&lt;br /&gt;
Anata wa watashi wo sagasu kashira&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sanpo michi ni yureru kigi wa&lt;br /&gt;
Sayonara no kage wo otoshimasu&lt;br /&gt;
Furui chapel kazami no tori&lt;br /&gt;
Natsu iro no machi wa mieru kashira&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kinou no ai sore wa namida&lt;br /&gt;
Yagate kawaki kieru no&lt;br /&gt;
Ashita no ai sore wa refrain&lt;br /&gt;
Owari no nai kotoba&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuhi no naka meguri aeba&lt;br /&gt;
Anata wa watashi wo daku kashira&lt;/i&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Estudi/~4/1WN5RI3pRB0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/129328142439486796?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/129328142439486796?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Estudi/~3/1WN5RI3pRB0/lima-lagu-dari-from-up-on-poppy-hill.html" title="Lima Lagu dari From Up on Poppy Hill (2011)" /><author><name>Rahmad Hidayat</name><uri>https://plus.google.com/110553997082089866369</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh5.googleusercontent.com/-WMxJsOUjSaw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAYc/Wvc288e6x8g/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-mliT4SfpVcc/UZz4KzSYAPI/AAAAAAAAAdM/sjl6YlLSZes/s72-c/up-on-poppy-hill-poster.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://estudie.blogspot.com/2013/05/lima-lagu-dari-from-up-on-poppy-hill.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkEDQnk7cSp7ImA9WhFTEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-703740365213405269.post-7482611770217071248</id><published>2013-05-16T10:52:00.003+08:00</published><updated>2013-05-31T23:37:53.709+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-05-31T23:37:53.709+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Review" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Game" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tomb Raider" /><title>Tomb Raider (2013) - A Survivor Is Born</title><content type="html">&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Sacrifice is a choice you make. Loss is a choice made for you."&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;- Conrad Roth&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-QP5x9WOXJ7Y/UZM_VgIIvdI/AAAAAAAAAcs/61wvnpC5aZE/s600/Tomb+Poster.jpg" width="320" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jadi begini, saya baru saja menamatkan Tomb Raider 2013, dan sepertinya menarik untuk sedikit mengulasnya di blog.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengantar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://laracroft.wikia.com/wiki/Tomb_Raider_Wiki"&gt;Tomb Raider&lt;/a&gt; (TR) adalah &lt;i&gt;game&lt;/i&gt; aksi petualangan hasil kreasi programmer Inggris, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Toby_Gard"&gt;Toby Gard&lt;/a&gt;. TR menjadi salah satu waralaba game terlaris di dunia, dengan sekitar 35 juta kopi game terjual &lt;strike&gt;belum terhitung bajakannya&lt;/strike&gt;. Game ini berkisah tentang arkeolog wanita bernama Lara Croft yang bertualang ke tempat-tempat eksotis dan berbahaya di berbagai belahan dunia. TR pertama kali dirilis tahun 1996, dan hingga sekarang tak kurang 14 judul sudah diluncurkan untuk bemacam mesin game. Seri pertama yang saya cicipi adalah Tomb Raider versi port di hape Nokia N-Gage. Tertarik dengan gameplaynya yang seru dan menantang, hingga sekarang hampir seluruh seri pernah saya mainkan, meski tak semua sempat ditamatkan. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-GRRcIv3tlSg/UY3GWaqB-rI/AAAAAAAAAa4/Efe4PF0J7RE/s400/ngage10.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="240" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Penampakan Tomb Raider versi N-Gage. Primitif, yes?&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sekilas Sejarah Tomb Raider&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Secara umum, TR terbagi dalam tiga masa, yaitu era Core Design, Crystal Dynamics, dan Square Enix. Lima seri awal TR diterbitkan secara masif setiap tahun (1996-2000), utamanya untuk konsol PlayStation. Tomb Raider kala itu mendobrak pakem game &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt;, dengan memperkenalkan teknologi grafis komputer 3D, permainan yang menggabungkan aksi petualangan, kombat dan &lt;i&gt;puzzle-solving&lt;/i&gt;, serta tokoh utama perempuan yang luar biasa &lt;i&gt;badass&lt;/i&gt;-nya. Dari seri ke seri, terlihat peningkatan kualitas teknologi yang digunakan. Dari TR pertama yang masih berbasis DOS hingga TR kelima (Chronicles) yang juga dilengkapi dengan &lt;i&gt;level editor&lt;/i&gt;, progres kualitas game di tiap serinya terus mengalami peningkatan. Sayangnya, teknologi PS mentok, grafik seakan tak bisa ditingkatkan lagi, dan gameplay-nya dianggap makin menjemukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-__tSSEjIC-Y/UY3LhYPqNTI/AAAAAAAAAbQ/eY8sFdzM-Bs/s600/Chronicles+Underwater.JPG" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="420" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Salah satu puncak teknologi Tomb Raider generasi awal:&lt;br /&gt;
gradasi cahaya ketika Lara menyelam di Chronicles&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Seiring dengan lahirnya PlayStation 2, pengembang melirik potensi pengembangan baru untuk seri ini. TR: The Angel of Darkness (AoD) menjadi game TR pertama di era konsol 128bit. Sayangnya, meski secara grafis jauh lebih 'indah' ketimbang seri-seri sebelumnya, dan berbagai elemen baru disisipkan, AoD dikritik habis-habisan oleh para fans karena kontrol kamera yang buruk dan pergerakan Lara yang kaku seperti &lt;a href="http://uk.gamespot.com/lara-croft-tomb-raider-the-angel-of-darkness/reviews/tomb-raider-the-angel-of-darkness-review-6030493/"&gt;truk semen&lt;/a&gt;. Tak pelak, AoD dianggap gagal, Core Design kehilangan kredibilitasnya, dan TR akhirnya berpindah tangan ke Crystal Dynamics.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-MPeDSuC6DWo/UZG3eedFdKI/AAAAAAAAAcM/_sqU2G93Cww/s600/angel_of_darkness.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="420" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Louvre, salah satu level paling menarik yang pernah saya mainkan. &lt;br /&gt;
Sayang AoD ini, katanya kebanyakan &lt;i&gt;bug&lt;/i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Di bawah Crystal Dynamics, dan seiring kembalinya sang kreator Toby Gard ke dalam tim pengembang, TR disegarkan kembali. Tomb Raider Legend menjadi pembuka cerita era baru Lara Croft, disambung dengan Anniversary (versi &lt;i&gt;'remake'&lt;/i&gt; dari game pertama tahun 1996) dan Underworld, sebagai penutup trilogi petualangan Lara. Grafik mengalami perkembangan pesat berkat kemajuan teknologi terbaru, dan Lara dibekali berbagai kemampuan baru yang membuatnya makin lincah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, masuklah Square Enix mengakuisisi Eidos. Crystal Dynamics termasuk studio yang diambil alih, dan TR pun melangkah ke fase ketiga, &lt;i&gt;reboot&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Underworld, sepertinya tak ada lagi yang bisa digali dari karakter Lara Croft. Square Enix kemudian memutuskan untuk memutus cerita terdahulu dan memperkenalkan sosok Lara Croft dengan cerita yang sama sekali baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasilnya mengejutkan! Setelah sempat tertunda beberapa kali, awal tahun ini TR dirilis dengan sambutan antusias dari para fans, baru maupun lama. Saya pun berkesempatan memainkan game ini setelah dikasih om Fia ketika pulang ke Banjarbaru. Dan Tomb Raider yang satu ini memang sangat ekstrim perbedaannya dari seri-seri sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Plot&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tomb Raider 2013 berkisah tentang seorang arkeolog muda (awal 20-an) bernama Lara Croft, yang bersama rekan-rekannya mencari jejak kerajaan yang hilang bernama Yamatai, di daerah Dragon's Triangle, lepas pantai Jepang. Kapal yang mereka tumpangi dihantam badai dan terbelah dua, dan mereka kemudian terdampar di sebuah pulau misterius. Di sinilah Lara harus bertahan hidup, melawan serigala dan musuh-musuh lainnya, dan memecahkan misteri yang menyelimuti pulau ini. Sepanjang permainan, berbagai &lt;i&gt;cutscene&lt;/i&gt; diselipkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang makin menguak rahasia di balik pulau nan cantik tersebut, seiring progres Lara dari gadis biasa yang mudah panik hingga menjadi jagoan super sadis yang tak takut menghadapi resiko apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-CiR4Jz-6P4M/UZG2bQDesFI/AAAAAAAAAcA/gkh0tFhrsl0/s600/stranded.jpeg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="420" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Awal kisah Lara Croft yang baru, terdampar di pulau misterius &lt;br /&gt;
dengan bangkai belasan kapal di kejauhan.&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Gameplay&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Secara umum, cara memainkan Lara tak jauh beda dengan seri-seri sebelumnya. Ia bisa berlari, melompat, memanjat, dan sesekali berenang. Dalam petualangannya, terkadang ia harus berinteraksi dengan beberapa benda di sekitarnya seperti pintu, tombol, atau lever. Untuk bisa meneruskan perjalanan, ia harus memecahkan berbagai puzzle dan berusaha mencari 'pintu keluar', apapun bentuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan mencolok ada pada sistem bertarung. Jika biasanya Lara otomatis mengunci target dengan senjatanya, kali ini &lt;i&gt;targeting&lt;/i&gt; sepenuhnya manual. Pemain harus mengandalkan insting, kecepatan dan ketepatan mengklik mouse. Permainan jadi mirip seri Resident Evil atau Medal of Honor :). Selain itu, ada pula kombat jarak dekat ketika Lara harus mengandalkan kapaknya untuk menghajar musuh sambil sesekali menghindar. Kombinasi yang tepat dari keduanya bisa menghasilkan 'killing blow' yang efektif sekaligus memberi banyak XP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
XP? Ya, ini fitur baru juga di TR, mirip-mirip yang diterapkan di game RPG (namanya juga Square Enix, tak heran lah). Ada dua poin yang bisa didapat Lara: XP yang terakumulasi menjadi skill point, dan salvage yang bisa digunakan untuk upgrade senjata. Keduanya, sayangnya linear saja, dan dijamin, ketika mendekati akhir permainan, akan ada ribuan poin tak terpakai karena semua skill dan senjata sudah sepenuhnya di-upgrade. Sebagai tempelan saja bolehlah, walau tak berpengaruh signifikan terhadap jalan cerita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fitur lainnya adalah senjata. Berhubung Lara sekarang di tengah hutan, senjata pun tak bisa canggih-canggih seperti dulu. Hanya ada lima senjata yang dimiliki Lara, didapat pun secara bertahap: Panah, pistol, kapak, shotgun, dan rifle. Panah memegang peran sentral di sini, apalagi kalau sudah ada tali dan apinya. Amunisi-nya terbatas, sehingga pemain harus benar-benar berhitung saat melawan banyak musuh. Untungnya stok peluru bisa didapat di berbagai tempat. Kalau habis keliling aja lagi, secara berkala kotak amunisi bisa muncul kembali. Lara juga bisa menggeledah amunisi dari musuh yang sudah dihabisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu perubahan signifikan lainnya adalah peta! Jika selama ini TR dimainkan dengan mengandalkan insting dan daya ingat, sekarang peta disertakan untuk membantu gamer generasi sekarang &lt;strike&gt;yang sepertinya malas mikir :p&lt;/strike&gt;. Peta memegang peran cukup penting di sini, utamanya untuk menunjukkan ke mana Lara harus menuju untuk melanjutkan plot, dan di mana lokasi item-item bonus yang harus dikumpulkan. Dengan area yang sangat luas dan tiap level yang saling terhubung, mau tak mau peta menjadi sumber referensi yang bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Graphics&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Di game ini karakter Lara di&lt;i&gt;render&lt;/i&gt; serealistis mungkin, dengan pergerakan yang halus hasil teknologi &lt;i&gt;motion capture&lt;/i&gt;. Jika selama ini Lara identik dengan bokong dan dada yang &lt;i&gt;oversized&lt;/i&gt;, bibir tebal dan tatapan sinis, khas gaya Angelina Jolie di versi film Hollywood-nya, Lara yang baru sangatlah berbeda. Sekarang tidak ada ukuran yang berlebihan, pun ekspresinya lebih natural, disesuaikan dengan suasana sekitar yang menakutkan. Model yang dipilih memerankan Lara adalah Camilla Luddington, walaupun entah kenapa saya lebih merasakan nuansa Hunger Games-nya Jennifer Lawrence... &lt;strike&gt;#galau&lt;/strike&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-jIyrGTTHywo/UZQ7jiN7sTI/AAAAAAAAAc8/Ax5KaBpiQhM/s600/Camilla-Luddington.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="240" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Camilla Luddington, the new Lara Croft&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Lingkungan sekitar juga digarap sangat serius, di mana cuaca bisa berubah-ubah sesuai sikon. Meskipun settingnya hanya di satu pulau, tetapi ada berbagai cuaca yang harus dihadapi dengan tantangan masing-masing: hujan lebat, kabut, badai angin, salju, juga pergantian siang-malam. Sayang, komputer saya yang masuk hitungan low-end tak sanggup memaksimalkan potensi, ketika profil grafik diset pada level High, itu jalannya permainan sudah patah-patah saja...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-VLBNYglS0RA/UZHWfLoM4xI/AAAAAAAAAcc/tlt_x5XFr_Y/s600/rope2.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="420" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Satu kata untuk grafiknya: anj*ng!&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Overall&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setelah menamatkan game ini, saya berkesimpulan kalau Tomb Raider baru ini benar-benar luar biasa. Meskipun tidak sesulit seri-seri sebelumnya, tambahan kombat gaya &lt;i&gt;Counter Strike&lt;/i&gt; tak pelak membuat saya agak kerepotan juga, ditambah kadang QTE-nya rada sadis dengan harus mengkombinasikan lima tombol dengan benar! Puzzle-nya masih tetap menyenangkan untuk dipecahkan, dan area permainan yang luas dengan beragam tantangan cukup menarik untuk dijelajahi. Grafiknya memanjakan mata, meskipun itu darah bertebaran dan adegan sadisnya agak kebanyakan, semacam menyaksikan film &lt;i&gt;slasher&lt;/i&gt; saja, bikin takut anak kecil. Dan dengan kesuksesan seri terbaru ini, semoga sekuel, atau setidaknya misi &lt;i&gt;add-on&lt;/i&gt; bisa segera diterbitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;iframe width="480" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/twjNaXJvZfk" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Estudi/~4/4_OGsRiWO_g" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/7482611770217071248?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/7482611770217071248?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Estudi/~3/4_OGsRiWO_g/tomb-raider-2013-survivor-is-born.html" title="Tomb Raider (2013) - A Survivor Is Born" /><author><name>Rahmad Hidayat</name><uri>https://plus.google.com/110553997082089866369</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh5.googleusercontent.com/-WMxJsOUjSaw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAYc/Wvc288e6x8g/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-QP5x9WOXJ7Y/UZM_VgIIvdI/AAAAAAAAAcs/61wvnpC5aZE/s72-c/Tomb+Poster.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://estudie.blogspot.com/2013/05/tomb-raider-2013-survivor-is-born.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk8MQH04fCp7ImA9WhFTEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-703740365213405269.post-3234134067755051265</id><published>2013-04-18T04:42:00.000+08:00</published><updated>2013-05-31T23:41:21.334+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-05-31T23:41:21.334+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inter" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Serie-A" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Soccer" /><title>Nerazzurri 2012-2013 Season Review</title><content type="html">Meskipun masih ada beberapa pertandingan tersisa, saya beranggapan musim ini Inter sudah selesai. Apapun hasil di Coppa Italia dan peringkat berapapun yang diraih mereka, tak bisa menutupi fakta bahwa Il Biscione megap-megap sepanjang musim ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-W7y6DzVVt8Y/UW7vlnRSQoI/AAAAAAAAAac/bfttDKFj9QU/s600/181632-800.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="360" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Line-up Inter vs Sampdoria: &lt;br /&gt;
B ki-ka: &lt;b&gt;Handanovic, Pereira, Ranocchia, Guarin, Juan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
D ki-ka: &lt;b&gt;Palacio, Jonathan, Pupi, Kovacic, Gargano, Cassano&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Di &lt;a href="http://estudie.blogspot.com/2012/09/reformasi-nerazzurri.html"&gt;tulisan terdahulu&lt;/a&gt; saya pernah menyebut kalau Inter musim ini memang bukan lagi Inter tiga empat musim yang lalu, yang dipenuhi superstar langganan juara. Musim ini Inter diisi mayoritas pemain baru yang kelasnya bisa dibilang medioker. Wajar saja, karena dapat gelar atau tidak itu sebenarnya hanya target antara. Target utama bos-bos Nerazzurri sepertinya lebih ke mengamankan Financial Fair Play yang diterapkan UEFA. Hal ini tak pelak membawa masalah berenteng ke kondisi internal tim sendiri. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, kebijakan transfer nan hemat. Setelah cuci gudang di awal musim, pada jendela transfer kedua Inter kembali menjual pemain bintangnya: Sneijder dan Coutinho. Yang pertama masih bisa dimaklumi mengingat berpisah mungkin jalan yang terbaik bagi mereka berdua #eh, akan tetapi menjual Coutinho sungguh buat saya kerugian besar mengingat potensi besar yang dimilikinya. Sebagai gantinya didatangkan Kovacic, yang dilabeli wonderkid di Football Manager. Mari kita lihat nanti, abege belasan tahun ini bisa apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan banyaknya pemain bintang yang dilego, dibarengi dengan hanya pemain semenjana yang masuk, Inter secara finansial mungkin terselamatkan, mengingat beban gaji berkurang ditambah dapat transfer fee lumayan gede. Sayangnya, pemain bintang yang tersisa justru mengalami masalah lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, masalah kedua di Inter adalah badai cidera. Sebelum melawan Cagliari pekan lalu, Inter hanya &lt;a href="http://forzaitalianfootball.com/2013/04/inters-coach-explains-clubs-injury-crisis/"&gt;punya 14 pemain&lt;/a&gt; senior yang siap tanding. Jumlah ini makin menyusut ketika usai pertandingan Nagatomo dan Gargano juga masuk ruang perawatan. Khusus di lini depan, Inter benar-benar kehabisan stok striker. Jelang lawan Roma, Inter hanya punya Tommasso Rocchi (35 tahun) dan dua pemain Primavera buat 'jaga-jaga'. Milito sudah selesai musimnya sejak Februari akibat cidera lutut, sementara duet Kuncir-Peter Pan akhirnya ambruk juga setelah bermain nyaris tiap pekan. Pemain lainnya tumbang silih berganti sehingga mau tidak mau Strama dipusingkan oleh masalah ketiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-KWwbXIUcE8Y/UW7vl5qJkOI/AAAAAAAAAaU/__vGUM4znig/s600/178992-800.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="360" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Il Principe, satu dari sekian banyak pasien dokter tim&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Masalah ketiga adalah komposisi pemain. Ini lebih akibat langsung dari dua masalah di atas. Strama harus memutar otak setiap pekan dengan formasi gonta-ganti, menyesuaikan stok yang ada, dan akhirnya hasil di lapangan juga tak menentu. Kadang bisa menang luar biasa seperti kala melawan Juventus di Turin atau Tottenham di Milan, kadang kok ya ampun-ampunan menyedihkannya, tengoklah kala dibantai Fiorentina... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-2rgWhYT9BTE/UW7vmNE6tnI/AAAAAAAAAaY/Pn-krb82F6o/s600/181673-800.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="360" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Pusing, tapi tetap unyu, 'kan? #oops &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Yang jelas sekarang sudahlah, musim ini sebentar lagi berakhir, jadi lebih baik tatap ke depan aja deh. Strama menurut saya pelatih yang cukup baik, apalagi dia cukup berani &lt;strike&gt;apa terpaksa?&lt;/strike&gt; mencoba pemain-pemain muda minim pengalaman. Akan tetapi posisinya tentu masih mungkin digoyang, karena jika terus melempem, Papa Moratti bisa kumat lagi penyakit hobi pecatnya. Regenerasi jadi harga mati, karena pemain seperti &lt;a href="http://yasuitori.wordpress.com/2013/02/25/il-capitano/"&gt;Zanetti&lt;/a&gt;, Cambiasso, Chivu dan Cassano tak lama lagi bakal lewat masa jayanya. Regenerasi ini tentu perlu dibarengi dengan kebijakan transfer yang harus lebih bijak lagi. Fans tetap setia menunggu, semoga Inter tidak berlama-lama terlempar dari perebutan scudetto, seperti dulu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-OKG6OA-p01k/UW7vn4CJK9I/AAAAAAAAAak/jpE_CkTjWAI/s600/181896-800.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="360" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dan Il Capitano tahun ini bakal 40 tahun, &lt;br /&gt;
pengganti sepadan belum juga ketemu, apa dikloning saja?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Forza Inter!&lt;br /&gt;
*sigh*&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Estudi/~4/f4hbdqzIrOM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/3234134067755051265?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/3234134067755051265?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Estudi/~3/f4hbdqzIrOM/nerazurri-2012-2013-season-review.html" title="Nerazzurri 2012-2013 Season Review" /><author><name>Rahmad Hidayat</name><uri>https://plus.google.com/110553997082089866369</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh5.googleusercontent.com/-WMxJsOUjSaw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAYc/Wvc288e6x8g/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-W7y6DzVVt8Y/UW7vlnRSQoI/AAAAAAAAAac/bfttDKFj9QU/s72-c/181632-800.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://estudie.blogspot.com/2013/04/nerazurri-2012-2013-season-review.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4ERHw-cSp7ImA9WhFTEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-703740365213405269.post-2903544129975755174</id><published>2013-03-12T06:21:00.001+08:00</published><updated>2013-05-31T23:41:45.259+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-05-31T23:41:45.259+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Song" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Contemplation" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Youtube" /><title>Ade Putra - Aku Anak Desa</title><content type="html">Tiap makan malam di warung pecel lele dekat MM UGM Jakal, saya kerap mendengar seorang pengamen, ibu-ibu, menyanyikan lagu ini. Tertarik dengan liriknya yang sarat idealisme mahasiswa, saya coba carilah versi aselinya di situs tempat segala memori masa lalu berkumpul, &lt;a href="http://gentole.wordpress.com/2009/03/14/mesin-waktu/"&gt;Youtube&lt;/a&gt;. Ternyata ini lagu lumayan jadul, dibawakan penyanyi era 80-an, Ade Putra. Saya kurang tahu apakah video yang saya temukan ini versi asli atau (besar kemungkinan) yang sudah di-&lt;i&gt;remix&lt;/i&gt;. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="allowfullscreen" frameborder="0" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/9RFCf7Ymhho" width="480"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liriknya saya comot dari &lt;a href="http://metro.kompasiana.com/2012/06/24/wow-korupsi-pungli-sudah-tenar-sekali-sejak-zaman-ade-putra-466750.html"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Aku anak desa, lulusan SMA&lt;br /&gt;
Punya cita-cita membangun negara&lt;br /&gt;
Kusingsingkan lengan, ku pergi ke kota&lt;br /&gt;
Cari pengalaman, menambah diploma&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat menyala dalam dada&lt;br /&gt;
Melamun aku dalam kereta&lt;br /&gt;
Ingin aku menyumbang tenaga&lt;br /&gt;
Pasti aku kan membangun desa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampainya di kota, banyak pengalaman&lt;br /&gt;
Hampir tak percaya, ini Indonesia&lt;br /&gt;
Mobil dan bis kota, baris di jalanan&lt;br /&gt;
Penuh rasa bangga, dan terharu pula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ku hanya sempat baca di koran&lt;br /&gt;
di kota banyak kejahatan&lt;br /&gt;
mencuri uang juta-jutaan&lt;br /&gt;
Korupsi menghambat pembangunan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam lubuk hati akupun berjanji&lt;br /&gt;
bila saat nanti, ku dapat berbakti&lt;br /&gt;
membangun desaku, dengan mental tinggi&lt;br /&gt;
Tuhan Maha Kuasa, semoga merestui&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang namanya pungli aku anti&lt;br /&gt;
Segala korupsi aku benci&lt;br /&gt;
Indonesia makin jadi rapi&lt;br /&gt;
Ayo membangun Negeri sendiri.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang saya curiga, apakah karena saya sering pake jaket berlogo kampus, si ibu memilih lagu ini untuk saya renungkan? Yang jelas entah kenapa ada rasa gamang setelah membaca lirik penuhnya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, saya ini anak kota. Yaaa, biarpun nggak besar-besar amat, katanya kota saya itu masuklah 10 besar &lt;a href="http://ari-software.blogspot.com/2012/12/10-kota-termaju-di-indonesia.html"&gt;kota termaju di Indonesia&lt;/a&gt; (entah parameter apa yang dipakai). Artinya, sejak kecil saya tak tahu bagaimana rasanya hidup di desa, dan hanya sesekali mengunjungi &lt;a href="http://sketsahss212.blogspot.com/2011/08/hss-realtime.html"&gt;tempat kelahiran bapak saya&lt;/a&gt; kala lebaran. Kehidupan desa yang saya tahu mungkin kurang lebih miriplah dengan lirik lagu &lt;a href="http://resibismo.wordpress.com/2008/01/22/kemarin-paman-datang/"&gt;Tasya&lt;/a&gt;. Lebih-lebih, saya tak tahu bagaimana rasanya jadi anak desa yang punya cita-cita besar di dalam dada ketika berangkat menuntut ilmu ke kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awal tahun lalu saya berkunjung setelah lebih sepuluh tahun tidak mudik. Luar biasanya, saya melihat desa itu masih sama saja dengan gambaran di memori saya; tak banyak perubahan berarti. Masih ada galon PDAM besar yang dikait ke masing-masing rumah, atap dari daun rumbia, jalan berlubang, dan WC terapung di pinggir sungai. Tak banyak kemajuan infrastruktur berarti, meski secara sosiokultural, masyarakatnya tak kalah dengan yang di kota, terutama jika melihat jumlah kepemilikan sepeda motor yang meningkat tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hati kini saya bertanya, itu mahasiswa yang idealis ingin membangun desanya pada kemana ya? Mana itu mental tinggi yang dijanjikan Ade Putra dalam lagunya? Kok setelah berangkat ke kota, kebanyakan ogah balik? Terlena dengan gemerlap kota? Terbuai kenikmatan, kemudahan, dan keberlimpahan? Hingga akhirnya, desa hanya jadi tempat orang-orang tua berkumpul di sisa hayatnya, menunggu para pemuda harapan mengais rezeki di kota besar, dan pulang kala lebaran?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya saya kelewat menghakimi, tetapi itulah juga yang saya lihat di Tulungagung, tempat kakek nenek istri saya bermukim. Kebanyakan anak-anak beliau hanya berkumpul di hari raya, selebihnya sibuk dengan urusan di Surabaya, Malang, dan Kalimantan. Itulah juga yang diceritakan seorang kawan, yang memutuskan hijrah dari desanya di Bojonegoro menuju Surabaya, "... kalau saya tetap di sana, lulus SMP saya bisa-bisa sudah nikah, kerja di sawah, boro-boro mikir kuliah..."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mental tinggi untuk membangun desa, menjadikannya tempat yang lebih baik dan menjanjikan, ini seolah cuma jadi slogan yang enak didendangkan namun sulit dipraktikkan. Ketika kesuksesan sudah diraih di kota, kembali ke desa mungkin dianggap langkah mundur, tak sehat. Lebih baik cari nafkah terus di kota, nanti pulang bawa uang, bisa dilihat handai taulan, dan sungguh itu lebih membanggakan. Kota adalah simbol kehidupan modern. Di kota internet lancar, di desa cuma dua bar. Di kota ada Inul Vista, ada Diskotek, ada Mall. Di kota gampang cari servis &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt;, gampang langganan TV kabel. Di kota bla-bla-bla...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, ternyata saya melupakan pengharapan yang lebih besar dari sekadar ingin 'membangun desa', pengharapan untuk kehidupan &lt;b&gt;pribadi&lt;/b&gt; yang lebih baik, lebih nyaman, lebih lengkap. Itu dulu dipenuhi, nanti kalau sudah dapat gampanglah itu pembangunan merata nanti bisa kita pertimbangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, jangan tanya apa yang bisa kau berikan bagi desamu, cukup tanyakan berapa...&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Estudi/~4/gd8uVTQcvQQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/2903544129975755174?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/2903544129975755174?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Estudi/~3/gd8uVTQcvQQ/ade-putra-aku-anak-desa.html" title="Ade Putra - Aku Anak Desa" /><author><name>Rahmad Hidayat</name><uri>https://plus.google.com/110553997082089866369</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh5.googleusercontent.com/-WMxJsOUjSaw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAYc/Wvc288e6x8g/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://img.youtube.com/vi/9RFCf7Ymhho/default.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://estudie.blogspot.com/2013/03/ade-putra-aku-anak-desa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4HRng6fCp7ImA9WhFTEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-703740365213405269.post-2133558612816009943</id><published>2013-03-05T21:44:00.001+08:00</published><updated>2013-05-31T23:42:17.614+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-05-31T23:42:17.614+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Review" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Anime" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Movie" /><title>Dawn of the Seeker (2012) - Dragon Age Rasa Anime</title><content type="html">&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Your prejudice misleads your judgement, Cassandra. To see the truth, you must look through the eyes of your heart, and not just the ones in your head. Not everything is what it appears on the surface...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sorry, I must sound just like a father lecturing his child."&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;- Byron&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-6ONTtMEKxzs/UTXxjXD7LMI/AAAAAAAAAZ4/b8sZ7LsU9CQ/s600/Dragon+age.jpg" width="320" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Jika Anda penggemar video game bergenre Dark Fantasy RPG, mungkin sudah familiar dengan seri &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dragon_Age"&gt;Dragon Age&lt;/a&gt;. Game keluaran BioWare ini kebetulan adalah salah satu game favorit saya. Jalan cerita yang kompleks, konflik yang berlapis, bermacam karakter dengan keunikan masing-masing, ditambah kualitas grafik yang bagus dan nyeni, membuat saya betah berlama-lama berkeliling di seantero Ferelden. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti game-game populer lainnya, Dragon Age pun tak luput dari garapan sampingan lainnya &lt;strike&gt;dalam rangka memaksimalkan profit&lt;/strike&gt;. Dan kali ini, Dragon Age diangkat menjadi film panjang, dengan judul &lt;a href="http://dragonage.wikia.com/wiki/Dragon_Age:_Dawn_of_the_Seeker"&gt;Dragon Age: Dawn of the Seeker&lt;/a&gt; (DotS). Berbeda dengan game-nya yang full 3D, DotS digarap sebagai film Anime dengan menggabungkan karakter 2D dan lingkungan 3D.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokoh utama dalam DotS adalah &lt;a href="http://dragonage.wikia.com/wiki/Cassandra_Pentaghast"&gt;Cassandra Pentaghast&lt;/a&gt;. Yang pernah memainkan Dragon Age II tentu mengenal ibu bos galak yang menginterogasi Varric sepanjang narasi DAII ini. Nah, di film ini diceritakan masa muda si ibu, dan perjalanannya mengungkap konspirasi besar beberapa tokoh-tokoh penting yang ingin mengkudeta Orlais. Dalam perjalanannya ia ditemani oleh Regaylan, seorang &lt;i&gt;circle mage&lt;/i&gt; kepercayaan mentor Cassandra, Byron. Hubungan Cassandra-Gaylan ini seakan menguatkan sifat &lt;i&gt;Tsundere&lt;/i&gt; yang dimiliki Cassandra di kemudian hari :).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh terbesar mereka adalah seorang &lt;i&gt;blood mage&lt;/i&gt; bernama Frenic, yang bersama kompatriotnya berusaha merebut Orlais dari kekuasaan Chantry, orde agama mayoritas di Orlais. Chantry sendiri tak sepenuhnya bersih dan teraniaya, karena diam-diam, ada oknum-oknum yang berambisi meraih kekuasaan yang lebih tinggi. Oknum-oknum ini berkonspirasi dengan blood mage membuat rencana yang 'sesuatu banget' saat pertemuan para Grand Cleric (bos-bos Chantry antar negara), dengan bocoran mengejutkan: memanfaatkan naga yang dikendalikan gadis Elf kecil bernama Avexis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai di sini, sepertinya hampir semua elemen utama yang ada dalam Dragon Age sudah ter&lt;i&gt;cover&lt;/i&gt; di film ini. Selain itu, ini kali pertama saya akhirnya melihat langsung setting Orlais, yang sebelumnya hanya diceritakan dari mulut ke mulut baik di DA:Origins maupun DA II. Sebagai kerajaan terbesar di benua Thedas, Orlais digambarkan cukup mewah dan kaya raya dibandingkan Ferelden yang terkesan 'ndeso'.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adegan pertarungan tentu tak boleh luput dari perhatian, karena gameplay Dragon Age yang utama selain membaca ribuan baris dialog adalah bertarung. Sepanjang film, saya tak bisa tidak, terus menyematkan kelas petarung ke setiap tokoh yang ada. Cassandra tentunya seorang &lt;i&gt;rogue&lt;/i&gt;, karena lebih senang berkelahi dengan dua pedang, menyerang dari belakang, dan menggunakan belati sebagai senjata pamungkas. Byron adalah &lt;i&gt;tank&lt;/i&gt; dengan armor lengkap dan berat, siap menerima serangan setiap musuh. Gaylan cenderung lebih ke &lt;i&gt;healer&lt;/i&gt; sedangkan Frenic seorang &lt;i&gt;shapeshifter&lt;/i&gt; yang bisa berubah wujud menjadi burung gagak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kualitas grafik film ini bisa dibilang sangat bagus, ditunjang pula dengan akting pengisi suaranya yang mantap. Sayangnya, plot yang dihadirkan terkesan datar-datar saja dan terlalu mudah ditebak. Mungkin karena sebagai prolog, tidak ada hal yang benar-benar baru yang bisa dihadirkan di film ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekurangan lain dari film ini adalah minimnya kemunculan ras lain. Hanya ada satu elf (Avexis) yang memegang peran kunci, dan seingat saya, tak seorang pun dwarf dan qunari yang muncul. Mungkin ini karena Orlais yang mewah dan 'tinggi' itu merupakan tempat yang kurang bersahabat bagi warga kelas dua seperti mereka, atau, bisa jadi mereka sengaja disimpan untuk film-film berikutnya, dicicil lah biar bisa bikin kisah baru lagi :p.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Overall, film ini tidak benar-benar istimewa, cukup menarik mengikuti konflik yang ada, namun ya, begitu-begitu saja. Nilai plus di grafik dan akting pengisi suaranya seakan tertutupi pula oleh kehambaran plotnya. Akan tetapi, sebagai tontonan 'bak buk' dan tambahan referensi bagi penggemar game-nya, film ini bolehlah. Lebih-lebih lagi, gaya anime-nya memberi nuansa baru bagi game yang tadinya kental bergaya &lt;i&gt;medieval&lt;/i&gt; banget. Jadi berasa nonton Claymore gitu...&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Estudi/~4/k64QUCywHUM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/2133558612816009943?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/2133558612816009943?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Estudi/~3/k64QUCywHUM/dawn-of-seeker-2012-dragon-age-rasa.html" title="Dawn of the Seeker (2012) - Dragon Age Rasa Anime" /><author><name>Rahmad Hidayat</name><uri>https://plus.google.com/110553997082089866369</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh5.googleusercontent.com/-WMxJsOUjSaw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAYc/Wvc288e6x8g/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-6ONTtMEKxzs/UTXxjXD7LMI/AAAAAAAAAZ4/b8sZ7LsU9CQ/s72-c/Dragon+age.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://estudie.blogspot.com/2013/03/dawn-of-seeker-2012-dragon-age-rasa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4CR3w6cCp7ImA9WhFTEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-703740365213405269.post-5629655155436089986</id><published>2013-02-11T09:33:00.001+08:00</published><updated>2013-05-31T23:42:46.218+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-05-31T23:42:46.218+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Review" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Movie" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Love" /><title>Flipped (2010) - You Never Forget Your First Love</title><content type="html">&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Some of us get dipped in flat, some in satin, some in gloss; but every  once in a while, you find someone who's iridescent, and once you do, nothing will ever compare."&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;- Richard Baker&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-pFNj9hTkewo/UQQxcIto1zI/AAAAAAAAAZY/6NySVjC0l6s/s600/flipped-movie-poster-1020551240.jpg" width="320" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Dari beberapa film yang sempat saya saksikan di awal tahun ini, mungkin film ini malah yang paling berkesan dan kerap terngiang. Rasanya kok ya belum plong kalau belum ditulis di sini. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisahnya sebenarnya sederhana saja, tentang sepasang remaja tanggung kelas VII, tetangga, sekelas, dan saling menyimpan 'rasa'. Uniknya, di film ini penonton digiring menyaksikan dua versi dari setiap peristiwa; pertama dari sudut pandang Bryce, si bocah ngganteng tapi agak nggak pedean, dan kedua dari sudut pandang Juli, si gadis kecil yang penuh determinasi. Versi Bryce selalu terkesan penuh curiga dan prasangka, sementara versi Juli penuh ketulusan dan bahkan cenderung terlalu naif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'Klarifikasi' yang dilontarkan Juli sepanjang film kerap membuat saya terpesona. Bukan hanya karena pemeran Juli yang unyu #pedobear, tetapi juga karena ada 'layer' cerita yang lebih dalam dari satu kejadian sederhana. Dengan melihat dua persepsi, dua pengalaman berbeda yang dialami sepasang manusia yang terus berusaha saling memahami, kita bisa melihat gambaran yang lebih utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja, di dunia nyata tentu sulit untuk melihat dua persepsi ini sekaligus. Kita mungkin sudah terbiasa melihat sesuatu dari sudut pandang yang menurut kita paling nyaman dan mudah. Usaha 'menengok ke sebelah' itu perlu energi yang kadang terlalu besar sehingga malas kita keluarkan. Akibatnya, ya karena enggan kroscek, kita lebih senang mengurung diri dalam '&lt;i&gt;comfort zone&lt;/i&gt;' bernama prasangka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, Flipped sejatinya hanya film remaja biasa, dengan plot sederhana dan tanpa konflik yang ekstravagan. Akan tetapi, justru kesederhanaan ini yang kerap terlewat begitu saja, terlupa kita bahwa selalu ada hikmah di balik peristiwa sekecil apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin inilah inti yang saya tangkap dari Flipped: bahwa klarifikasi sangatlah penting demi menghindari &lt;a href="http://rosenqueencompany.wordpress.com/2007/04/23/macam-macam-tsuudzon/"&gt;tsuuzon&lt;/a&gt;... &lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Estudi/~4/iPoAJJtDDrI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/5629655155436089986?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/5629655155436089986?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Estudi/~3/iPoAJJtDDrI/flipped-2010-you-never-forget-your.html" title="Flipped (2010) - You Never Forget Your First Love" /><author><name>Rahmad Hidayat</name><uri>https://plus.google.com/110553997082089866369</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh5.googleusercontent.com/-WMxJsOUjSaw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAYc/Wvc288e6x8g/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-pFNj9hTkewo/UQQxcIto1zI/AAAAAAAAAZY/6NySVjC0l6s/s72-c/flipped-movie-poster-1020551240.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://estudie.blogspot.com/2013/02/flipped-2010-you-never-forget-your.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak4GQXY7eSp7ImA9WhFTEEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-703740365213405269.post-8091979245883656146</id><published>2012-12-02T02:05:00.003+08:00</published><updated>2013-06-01T17:28:40.801+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-06-01T17:28:40.801+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Music" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Song" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Youtube" /><title>Lima Lagu U2 Paling "Nendang" Di Telinga Saya</title><content type="html">Bukan rahasia kalau saya penggemar U2. Blog lama dulu pernah diberi nama hasil modifikasi &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/All_That_You_Can%27t_Leave_Behind" target="_blank"&gt;album ke-10 U2&lt;/a&gt;, pernah juga titelnya dicomot dari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/A_Sort_of_Homecoming_%28U2_song%29" target="_blank"&gt;salah satu lagunya&lt;/a&gt;. Ya, meski tak bisa disebut fans fanatik dalam artian mengoleksi semua album (ori) maupun memorabilia lainnya, menyaksikan konser mereka &lt;i&gt;live&lt;/i&gt;, apalagi sampai beli &lt;a href="https://www.apple.com/pr/library/2004/10/26Apple-Introduces-the-U2-iPod.html" target="_blank"&gt;iPod edisi khusus&lt;/a&gt;, kalau harus membuat ranking musisi favorit, U2 pastilah saya taruh paling atas. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagu mereka yang pertama saya dengar adalah &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hold_Me,_Thrill_Me,_Kiss_Me,_Kill_Me" target="_blank"&gt;HMTMKMKM&lt;/a&gt;, yang jadi OST film Batman Forever, medio '95. Lagu berikutnya, Staring at the Sun, ada di kompilasi NOW3, sekitar tahun '97. Selebihnya, ketika kuliah saya mulai mengumpulkan kasetnya, dan ketika era digital merambah, akhirnya boleh dapat CD mp3-nya di pasar Sudimampir... Sekarang koleksi lagunya sudah lumayan lengkap tersimpan di harddisk saya, dan biasa diputar kalau tengah &lt;i&gt;hectic&lt;/i&gt; ngerjakan thesis... *tsaaah*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sekian banyak singel mereka, saya coba pilih lima yang menurut saya paling 'nendang' di telinga. Pilihan lima lagu ini mengikuti pola &lt;a href="http://estudie.blogspot.com/2012/07/lima-lagu-paling-nostaljik-dari-dekade..html" target="_blank"&gt;lima lagu sebelumnya&lt;/a&gt;, terima kasih kepada &lt;a href="http://gentole.wordpress.com/2012/07/27/dari-5050-sampai-jingga-lima-lagu-nostaljik-dari-dekade-90-an/" target="_blank"&gt;Om Gentole&lt;/a&gt; yang telah menjadi pelopor ;) Yang saya tampilkan di sini adalah versi live-nya, meskipun saya juga tetap menyukai versi studio-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Stay (Faraway, So Close) - Live from Boston, 2001&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="allowfullscreen" frameborder="0" src="http://www.youtube.com/embed/wxzuqvXO4oc" width="480" height="360"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu masterpiece U2, dan versi akustiknya seakan menambah nuansa 'nelangsa' di lagu ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. I'll Go Crazy if I Don't Go Crazy Tonight - Live from NY at Letterman Show, 2009&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="allowfullscreen" frameborder="0" src="http://www.youtube.com/embed/WmVFyYmUmBE" width="480" height="360"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini jadi ringtone dan alarm di hape saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. City of Blinding Lights - Live from Milan, 2005&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="allowfullscreen" frameborder="0" src="http://www.youtube.com/embed/4pCqii5Po_s" width="480" height="360"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Versi live-nya penuh efek cahaya yang 'membutakan'.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Kite - Live from Slane Castle, 2001&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="allowfullscreen" frameborder="0" src="http://www.youtube.com/embed/9uXitB-FfOQ" width="480" height="360"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berenteng dengan Walk On dan In a Little While jadi lagu favorit saya di album &lt;i&gt;All that&lt;/i&gt;..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Where the Streets Have No Name - Live from Chicago, 2005&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="allowfullscreen" frameborder="0" src="http://www.youtube.com/embed/aVTKiDbHsPM" width="480" height="360"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu dari tiga lagu legendaris di album Joshua Tree. Moving, tempting.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Estudi/~4/f3LwZg0PHFc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/8091979245883656146?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/8091979245883656146?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Estudi/~3/f3LwZg0PHFc/lima-lagu-u2-paling-nendang-di-telinga.html" title="Lima Lagu U2 Paling &quot;Nendang&quot; Di Telinga Saya" /><author><name>Rahmad Hidayat</name><uri>https://plus.google.com/110553997082089866369</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh5.googleusercontent.com/-WMxJsOUjSaw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAYc/Wvc288e6x8g/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://img.youtube.com/vi/wxzuqvXO4oc/default.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://estudie.blogspot.com/2012/12/lima-lagu-u2-paling-nendang-di-telinga.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0cMSXc7fip7ImA9WhFTEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-703740365213405269.post-7753259427615591136</id><published>2012-11-27T09:25:00.002+08:00</published><updated>2013-05-31T23:44:48.906+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-05-31T23:44:48.906+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Music" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Review" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Movie" /><title>Killing Bono (2011) - When You Still Haven't Found What You're Looking For</title><content type="html">&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"The measure of a man is what's left when fame falls away."&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;- Karl&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-xdvvOSgugn4/ULEm4aZvn9I/AAAAAAAAAY8/ZmHO9yIb_t4/s600/killing-bono-movie-poster.jpg" width="320" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Bahwa &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/U2" target="_blank"&gt;U2&lt;/a&gt; adalah salah satu band terbesar di muka Bumi, mungkin banyak yang sudah tahu. Bahwa grup asal Dublin, Irlandia ini telah menelurkan belasan album dan puluhan hits, juga sudah jamak didengar. Bahwa sudah lebih dari 150 juta kopi albumnya terjual, dan megakonsernya di berbagai negara terus dipadati penggemar, ini bukan berita baru. Selain itu, setumpuk penghargaan yang mereka dapatkan, termasuk 22 Grammy, cukuplah mewakili apresiasi dunia musik terhadap karya mereka.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, jangan lupa bahwa mereka juga pernah jadi orang biasa. Mereka juga jadi anak SMA seperti pemuda kebanyakan, di sekolah yang juga biasa-biasa saja. Mereka pernah bermimpi besar, berangan-angan ingin menaklukkan dunia lewat musik. U2, untungnya, mampu mewujudkannya; karena tidak semua orang bisa seberhasil mereka. Salah satu yang tak berhasil tersebut adalah Neil McCormick, dan Killing Bono dengan kejamnya bertutur tentang ketidakberhasilan itu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Linimasa film ini bermula pada 1976, di satu peristiwa yang sudah umum diketahui para fans U2; ketika Larry Mullen Jr. memasang pengumuman mengundang beberapa remaja di Mount Temple Comprehensive School, Dublin untuk membentuk sebuah band. Ivan McCormick menjadi salah satu yang berminat, dan sempat bergabung untuk nge-jam bersama remaja lainnya: Dave Evans, Adam Clayton, dan Paul, Paul Hewson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paul adalah juga sahabat karib Neil, abang Ivan. Keduanya punya kemiripan dalam berbagai sisi; &lt;i&gt;frontman&lt;/i&gt;, ngganteng, berkharisma, dan punya ambisi luar biasa besarnya. Keduanya berjanji untuk saling mendukung jika sukses kelak. Janji yang bahkan langsung dilanggar Neil sebelum mereka berhasil; Neil 'membajak' Ivan adiknya dari Paul cs.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Neil yang juga jago menulis ini membentuk band sendiri, dengan Ivan sebagai gitaris utama dan dirinya sebagai vokalis. Ia kerap membagikan kaset demo kepada rekan-rekan di koran kampus tempatnya nyambi sebagai penulis artikel musik. Persaingan terbuka pun terjadi antara kedua sahabat itu, dan band mereka. Persaingan yang tidak seimbang, sangat-sangat tidak seimbang, pada akhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Paul -lebih dikenal sebagai Bono- dan band-nya yang kelak dinamai U2 meraih popularitas luar biasa, Neil dan Ivan masih mengais-ngais sudut kota London, mencari cara agar mereka dapat dikenal oleh para promotor yang semoga dapat mengenalkan mereka pada dunia. Ambisi besar Neil dan bakat luar biasa Ivan seakan terkubur oleh sederet peristiwa tak menguntungkan, kesalahan waktu, tempat dan orang, serta keputusan-keputusan buruk yang tak henti diambil oleh Neil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="allowfullscreen" frameborder="0" src="http://www.youtube.com/embed/j63SFBhg2Dc" width="480"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, perbedaan mendasar antara Bono dan Neil adalah caranya menyikapi ego yang begitu besar. Neil terlalu angkuh untuk menyambut tawaran bantuan dari sahabat masa kecilnya itu, dan memilih tetap menjadi band medioker, menyisakan Ivan, yang di puncak kemarahannya, meninggalkan Neil sendirian tanpa siapa-siapa. Dan ketika penyesalan itu datang, ketika Bono dan Neil tinggal beberapa meter jaraknya, dengan sepucuk pistol siap meletus, semuanya seolah sudah terlambat, terlalu jauh untuk direngkuh kembali...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Killing Bono diangkat dari memoar karya &lt;a href="http://blogs.telegraph.co.uk/culture/author/neilmccormick/" target="_blank"&gt;Neil McCormick&lt;/a&gt; sendiri, &lt;i&gt;Killing Bono: I was Bono's Doppelgänger&lt;/i&gt;. Neil sendiri saat ini menjadi kritikus musik kenamaan di The Daily Telegraph, memanfaatkan bakat menulisnya yang sempat tersia-sia akibat perjuangannya menggapai mimpi sebagai bintang rock. Perjuangan nan tragis dan penuh kesialan itu diangkat ke layar lebar dalam bentuk kisah komedi nan pahit,&amp;nbsp; menempatkan &lt;a href="http://www.telegraph.co.uk/culture/film/starsandstories/8376077/Neil-McCormick-on-Killing-Bono.html" target="_blank"&gt;Neil di kursi pesakitan&lt;/a&gt; sepanjang film. Penonton digiring untuk ikut menghujat dan menertawakan kebodohan-kebodohan yang dibuatnya. Terlebih lagi dengan pembanding sekaliber Bono, Neil terlihat makin kecil, dan hina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Film ini menurut saya menarik, karena di balik kesialan bertubi yang dialami Neil dan Ivan, terungkap realita yang jarang terekspos; bahwa dalam piramida industri musik, sangat banyak musisi berbakat yang tersia-sia dan tercabik kariernya dikarenakan sikap dan manajemen yang buruk, serta, &lt;i&gt;to some extent&lt;/i&gt;, nasib yang tidak memihak. Beruntunglah musisi zaman sekarang, yang dengan bantuan teknologi, mampu memperkenalkan musik mereka lewat Youtube, SoundCloud atau beragam situs berbagi musik lainnya. Ada tahapan-tahapan yang tak harus mereka hadapi terlebih dahulu, walau ada pula beragam tantangan di depan mereka, seperti banyaknya orang yang siap untuk &lt;a href="http://gentole.wordpress.com/2012/11/05/tips-jitu-biar-kagak-dibuli-di-youtube/" target="_blank"&gt;membuli karya mereka&lt;/a&gt;, langsung, tanpa filter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Killing_Bono" target="_blank"&gt;Killing Bono&lt;/a&gt; dirilis tahun 2011, disutradarai oleh Nick Hamm dan dibintangi oleh Prince Caspian, Ben Barnes dan si unyu Rob Sheehan. Akan tetapi salah satu cast paling berhasil di film ini, menurut saya adalah Martin McCann yang perannya sebagai Bono kadang bikin merinding; aura dan kharismanya mendekati Bono aseli!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Film ini cocok dan direkomendasikan untuk para fans U2 dan Bono, dan akan lebih cocok lagi untuk ditonton mereka yang tidak suka bahkan membenci Bono. Oh iya, satu lagi, lagu-lagu soundtrack-nya dinyanyikan sendiri oleh Ben Barnes, salah satunya pada video yang saya sertakan di atas.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Estudi/~4/IRh__JH3S9E" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/7753259427615591136?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/7753259427615591136?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Estudi/~3/IRh__JH3S9E/killing-bono-2011-when-you-still-havent.html" title="Killing Bono (2011) - When You Still Haven't Found What You're Looking For" /><author><name>Rahmad Hidayat</name><uri>https://plus.google.com/110553997082089866369</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh5.googleusercontent.com/-WMxJsOUjSaw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAYc/Wvc288e6x8g/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-xdvvOSgugn4/ULEm4aZvn9I/AAAAAAAAAY8/ZmHO9yIb_t4/s72-c/killing-bono-movie-poster.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://estudie.blogspot.com/2012/11/killing-bono-2011-when-you-still-havent.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkIARnY_fSp7ImA9WhFTFk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-703740365213405269.post-2787652066642139653</id><published>2012-11-06T00:48:00.000+08:00</published><updated>2013-06-08T02:09:07.845+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-06-08T02:09:07.845+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Discussion" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Public Issue" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Blog" /><title>"Terus, Gue Harus Bilang Wow, Gitu?"</title><content type="html">&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="Squidward dengan ekspresi khasnya: &amp;lt;i&amp;gt;indifferent&amp;lt;/i&amp;gt;" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-KJq4eHOpPHQ/UJex4nsZNnI/AAAAAAAAAYk/2jI8xYkQSY4/s480/486508_10151095546029451_2597333_n.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="240" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Squidward dengan ekspresi khasnya: &lt;i&gt;indifferent&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Kalimat ini semakin sering saya dengar beberapa waktu belakangan, terutama sejak jadi &lt;i&gt;tagline&lt;/i&gt; di iklan salah satu produk kartu selular. Ada bermacam variasi dari kalimat ini, bahkan ada variasi dalam bahasa Banjar, Jawa halus, hingga Arab. Dari penyedia kartu selular lain, ada pula fenomena "ciyus, miyapa?" sementara beberapa tahun lalu ada pula ungkapan "&lt;i&gt;So what&lt;/i&gt; gitu loh?" yang dipopulerkan rapper Saykoji. Ketiga kalimat tersebut kebetulan punya nafas yang senada: sama-sama nyinyir. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, nyinyir, sinis, &lt;i&gt;indifferent&lt;/i&gt;, dan berbagai perilaku pasif agresif lainnya makin marak dijumpai di dalam kehidupan kita. Sebagai warga Asia Tenggara yang beriklim tropis, kepala kita seolah lekas sekali terpanasi oleh pemantik sekecil apapun. Konflik menjadi makanan keseharian, di televisi lewat sinetron, reality show, hingga berita-berita rusuh antar warga, di debat-debat antar kandidat pilkada maupun antar mereka yang berbeda paham, di sekolah maupun kampus lewat &lt;i&gt;bullying&lt;/i&gt; dan tawuran, dan tentunya di media sosial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang saya sebut terakhir, kini makin mengemuka. Ketika akses informasi, meskipun katanya masih tetap &lt;a href="http://tekno.kompas.com/read/2012/10/20/15404064/Di.Asia.Kecepatan.Internet.Indonesia.Paling.Lambat" target="_blank"&gt;terlemot se-Asia&lt;/a&gt;, semakin mudah dijangkau, terbuka pula panggung-panggung baru untuk konflik horizontal antar pengguna. Dari zaman milis, forum, blog, hingga FB dan Twitter, perseteruan seakan menjadi makanan empuk, berondong jagung bagi pembaca. Tak heran banyak halaman-halaman "anti grup alay" dan "f**k band hipster", atau gerakan semacam "Indonesia tanpa Jengkol" dan "Indonesia tanpa Feté". Di Twitter juga semakin mudah mencari #dramatwitter karena orang semakin bebas mengekspresikan amarah dengan cara yang, &lt;i&gt;well&lt;/i&gt;, mudah, dan murah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt; semakin beragam dan terjangkau harganya, boleh dapat BM atau cari sekenan #eh, ketika Anjroid dengan berbagai aplikasinya semakin memudahkan pengguna dalam mengakses berbagai layanan daring, apakah masyarakat juga akan semakin mudah untuk tercerahkan? Apakah masyarakat akan semakin mudah mengakses pengetahuan dan keterampilan baru untuk memecahkan berbagai persoalan? Atau justru sebaliknya? Semakin gampang meluapkan emosi, katarsis, ngomel-ngomel di kolom komentar detik.com, dan menghujat langsung para pejabat lewat mensyen ke akun Twitter mereka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, apa sebenarnya yang salah dengan bangsa ini? *bergaya motivator dengan backsound lembut*&lt;br /&gt;
Tidak lah, terlalu agung buat saya kalau harus menghakimi segenap bangsa. Hanya saja, dari Youtube saya dapat video yang lumayan mencerahkan terkait fenomena ini, yaitu tergerusnya rasa &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Empathy" target="_blank"&gt;empati&lt;/a&gt;. Video ini (*1) merupakan nukilan dari video presentasi &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jeremy_Rifkin" target="_blank"&gt;Jeremy Rifkin&lt;/a&gt; mengenai bukunya, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Empathic_Civilization" target="_blank"&gt;The Empathic Civilization&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;iframe width="480" src="http://www.youtube.com/embed/l7AWnfFRc7g" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam video ini opa Rifkin sedikit bercerita tentang terobosan baru di dunia Neurobiologi, dengan ditemukannya "&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mirror_neuron" target="_blank"&gt;&lt;i&gt;mirror neuron&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;" di otak primata, termasuk manusia, yang salah satu fungsinya adalah terlibat dalam proses empati, alias merasakan yang orang lain rasakan. Dijelaskan pula dalam video ini bahwa empati itu bersifat alamiah, naluriah, bahkan sudah ada sejak bayi lahir dan saat balita mengenali sekitarnya. Empati muncul sebagai bagian dari cara manusia memaknai dan menghargai kehidupan. Ketika anak menyadari kalau suatu saat ia akan mati, ia akan mendapati bahwa hidup ini sangat berharga. Anak-anak mudah memahami rasa sakit ketika melihat orang lain menderita, dan jika perasaan ini terus dipelihara, sebenarnya akan banyak bermunculan filantropis baru di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya, empati ini sendiri begitu mudahnya tergerus ketika kita beranjak dewasa. Ikatan batin manusia dengan manusia lain, atau dengan makhluk lain dan alam sekitarnya, seolah terlalu lemah dibandingkan dengan hubungan lainnya. Hubungan famili dan kesukuan, persaudaraan atas dasar agama, dan juga nasionalisme atas dasar batas negara, jauh lebih kuat dalam membangun ikatan dan menempa loyalitas. Dan tebak apa yang terjadi? Perang.   Akibat lain dari lunturnya empati adalah sifat-sifat manusiawi lainnya: narsisime, materialisme, kekerasan dan agresi. Ketika keluarga, sekolah, dan struktur sosial hingga negara gagal menanamkan rasa empati di dalam jiwa generasi penerusnya, sifat-sifat tersebut mengemuka, dan &lt;i&gt;somewhat&lt;/i&gt; tercermin pula dalam persona-persona di dunia maya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari bercermin ke akun-akun yang kita miliki, apa isinya? Keluhan? Hujatan? Omelan? Pamer makanan? Pamer kesolehan? Pamer gadget baru? Keminter? Keminggris? Pamer tulisan dengan gaya bahasa njlimet? Apa yang baru kita baca, tonton, dan dengar? Modus berbalut tulus? Sepik berlapis bait-bait puitis? Foto dengan si dia? Foto buah hati? Kutipan orang terkenal? Kutipan hatidh dan ayat suci? Cerita inspiratif tak peduli isinya hoax apa bukan? (dan tambahan) Foto-foto yudisium dan wisuda? Eh ya ternyata, hampir semuanya bisa dikelompokkan ke dalam empat sifat yang disebut opa Rifkin sebelumnya: narsis, materialis, keras, ataupun agresif. (*2)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh ya, saya bilang "hampir" loh ya. Artinya tentu masih ada banyak konten-konten berbobot dan mencerahkan yang bisa kita temukan di dunia maya. Ada banyak bloher™ yang menulis hal-hal istimewa dan harus diketahui dunia. Terlepas dari apakah seseorang menulis dengan &lt;a href="http://soundcloud.com/geant-mustapha-ibrahim/superhuman-tulus" target="_blank"&gt;Tulus&lt;/a&gt; (*3) atau ada modus, demi mencerdaskan atau mengais trepik, saya yakin konten-konten berkualitas akan selalu bermunculan, dari &lt;a href="http://auk.web.id/2012/10/25/resep-phd/" target="_blank"&gt;resep donat&lt;/a&gt; hingga &lt;a href="http://bangaip.org/2012/09/tentang-perburuan-wanita-enam-e%CB%88di%C9%BEne/" target="_blank"&gt;human trafficking&lt;/a&gt;, dari &lt;a href="http://aquaregia.web.id/?p=853" target="_blank"&gt;babad pewayangan&lt;/a&gt; hingga &lt;a href="http://www.banalitas.org/2012/02/13/star-wars-schmar-wars/" target="_blank"&gt;Twilight&lt;/a&gt; #eh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya melihat blog masih semencerahkan sebelumnya, ketika berkesempatan membaca blog rekan-rekan sejak era Peleton 2007, baik di tulisan lama maupun baru, selalu ada rasa bertambahnya pemahaman akan dunia, dan rasa makin sempitnya wawasan dan cupetnya sudut pandang. Dan maaf saja, ini tak bisa saya temui di FB apalagi di Twitter, meski banyak seleb dengan kultwit-nya yang gegap gempita itu. Blog, buat saya pribadi masih yang paling komprehensif untuk menyampaikan informasi, tanpa terpotong-potong karakter atau terbatasnya visibilitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja, untuk soal konflik, blog memang &lt;a href="http://www.banalitas.org/2012/11/02/ketika-adanya-orang-bengis-di-kolom-komentar-tidak-lagi-mengganggu-anda/" target="_blank"&gt;bukan lagi yang terdepan&lt;/a&gt;, jadi buat yang masih suka perang-perangan, adu sinis, sarkastis dan nyinyir(*4), silakan nikmati kolom komentar detik.com, kompas.com, Yahoo! Indonesia, atau twitwar, atau halaman gerakan anti-antian di FB. Mudah, murah, dan tentunya memuaskan naluri gemar berkonflik ;). Toh, semua orang bebas saja untuk bertanya "&lt;span class="st"&gt;Lajeng &lt;i&gt;kulo&lt;/i&gt; kedah sanjang Wow, mekaten?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena memang, menjadi &lt;a href="http://zenosphere.wordpress.com/2012/11/01/the-wibbly-wobbly-tapestry-of-being-human/" target="_blank"&gt;Rennaisance Men&lt;/a&gt; itu tidaklah gampang...(*5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan:&lt;br /&gt;
*1: Versi ceramah yang lebih panjang bisa ditonton &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=1-7BjeHepbA" target="_blank"&gt;di sini&lt;/a&gt;, kalau ada benwit berlebih.&lt;br /&gt;
*2: Dalam paragraf ini, tentunya saya mencoba melesatkan ribuan anak panah ke udara, yang beberapa (ratus) di antaranya kena punggung sendiri :)) jadi jangan terlalu ditanggapi dengan emosi ya...&lt;br /&gt;
*3: Eh, itu lagu demo bikinan teman saya asal Kalimantan, mohon disebarkan juga kalau suka dan berkenan ;)&lt;br /&gt;
*4: Ternyata kata "nyinyir" ini selama ini mengalami pergeseran makna...&lt;br /&gt;
*5: Di-RT dan dipelintir sesuka hati dari komen Bapak Guru...&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Estudi/~4/NMdA9NFKWgA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/2787652066642139653?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/2787652066642139653?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Estudi/~3/NMdA9NFKWgA/terus-gue-harus-bilang-wow-gitu.html" title="&quot;Terus, Gue Harus Bilang Wow, Gitu?&quot;" /><author><name>Rahmad Hidayat</name><uri>https://plus.google.com/110553997082089866369</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh5.googleusercontent.com/-WMxJsOUjSaw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAYc/Wvc288e6x8g/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-KJq4eHOpPHQ/UJex4nsZNnI/AAAAAAAAAYk/2jI8xYkQSY4/s72-c/486508_10151095546029451_2597333_n.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://estudie.blogspot.com/2012/11/terus-gue-harus-bilang-wow-gitu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0UEQXg4eyp7ImA9WhFTEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-703740365213405269.post-6707419912834433972</id><published>2012-09-04T10:08:00.003+08:00</published><updated>2013-05-31T23:46:40.633+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-05-31T23:46:40.633+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Blogger" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Disqus" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Blog" /><title>Berdiskusi lewat Disqus</title><content type="html">&lt;center&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-ZYuIyxNbV-Q/UEVfiMMtpWI/AAAAAAAAAWw/62Os4UpjHGg/s600/ID-10057294.jpg" width="320" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa hari lalu, seiring dengan perilaku &lt;i&gt;absurd&lt;/i&gt; saya yang menghapus semua postingan, saya juga memasang fitur Disqus di blog ini. Ya, meskipun blognya masih sepi dan minim komen, tidak ada salahnya saya pikir untuk memanfaatkan fasilitas komen satu ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sebentar, Disqus itu makanan apaan?&lt;/i&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan makanan. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Disqus" target="_blank"&gt;Disqus&lt;/a&gt; adalah layanan diskusi dan komentar online. Dengan Disqus kolom komentar Blogger yang menjemukan bisa diubah menjadi lebih bersahabat dan interaktif. Selain di Blogger, Disqus juga bisa diterapkan di WordPress (berbayar), Tumblr, Drupal, dan situs lainnya yang mendukung HTML/JS. Banyak situs top ikut menggunakan layanan ini, seperti CNN, Time, IGN, Rolling Stone, dan The Oatmeal. Dengan kata lain, blog saya setidaknya sudah selevel dengan situs-situs top tersebut :)).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-AfHCSkgwKDc/UEVg_iQ86vI/AAAAAAAAAW4/7iBKgKz-pas/s400/Disqus.png" width="240" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Proses &lt;a href="http://disqus.com/admin/install/" target="_blank"&gt;pemasangannya lumayan simpel&lt;/a&gt;, cukup daftar dan integrasikan blog dengan Disqus, dan utak-atik widget sedikit. Silakan cek &lt;a href="http://myhavies.blogspot.com/2012/07/tutorial-lengkap-memasang-disqus.html" target="_blank"&gt;tulisan ini&lt;/a&gt; untuk tatacara pemasangannya. Yang agak ribet mungkin saat pengaturan untuk versi mobile, tapi setelah membaca &lt;a href="http://unico-lab.blogspot.com/2012/01/how-to-make-blogger-mobile-working-with.html" target="_blank"&gt;blog ini&lt;/a&gt;, berhasil juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan Disqus, komentar jadi punya nilai lebih. Antara lain, bisa dikasih rating, di-share ke situs jejaring sosial, atau dilaporkan kalau mencemarkan nama baik atau melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Kita bisa juga mengunggah foto di komentar kita, bahkan cukup diseret-lepas saja, foto sudah ter-upload. Komentar juga bisa disusun sendiri oleh pengunjung, mau lihat yang paling baru, paling lama, atau yang paling populer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang paling memudahkan memang fasilitas momod-nya. Tinggal masuk ke laman moderate-nya, semua komentar yang masuk bisa kita kelola sekaligus. Kita bisa kasih rating, reply komen, dan hapus-hapus kalau komennya spam atau terlalu menohok ego, semua lewat satu halaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh iya, komen-komen lama di blog juga, sebenarnya bisa diimpor ke  Disqus. Akan tetapi, berhubung semua komentar lama telah menghilang  seiring dihapusnya semua postingan, jadi, yah... *mohon maaf yaa untuk  semua komentator...*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulannya, meskipun sepertinya loading blognya jadi melambat, dan fitur nested-thread itu saya kurang suka, fasilitas ini sepertinya akan bermanfaat dan memudahkan bagi diskusi. Sekarang mungkin saatnya mencari topik yang kontroversial supaya banyak yang bertengkar dan perang komentar di sini, ho ho ho...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kredit foto: freedigitalphotos.net&lt;/i&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Estudi/~4/W6iBfU8jllw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/6707419912834433972?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/6707419912834433972?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Estudi/~3/W6iBfU8jllw/berdiskusi-lewat-disqus.html" title="Berdiskusi lewat Disqus" /><author><name>Rahmad Hidayat</name><uri>https://plus.google.com/110553997082089866369</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh5.googleusercontent.com/-WMxJsOUjSaw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAYc/Wvc288e6x8g/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-ZYuIyxNbV-Q/UEVfiMMtpWI/AAAAAAAAAWw/62Os4UpjHGg/s72-c/ID-10057294.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://estudie.blogspot.com/2012/09/berdiskusi-lewat-disqus.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0UESHk7eCp7ImA9WhFTEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-703740365213405269.post-6103998854450230050</id><published>2012-09-02T18:44:00.002+08:00</published><updated>2013-05-31T23:46:49.700+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-05-31T23:46:49.700+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Blogger" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internet" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Blog" /><title>Postingan yang Terhapus</title><content type="html">Kemarin saya mengutak-atik blog ini, lalu entah kena angin apa, saya tiba-tiba menghapus &lt;b&gt;semua&lt;/b&gt; postingan yang ada. Saya masih santai karena mengira, seperti di Wordpress, postingan akan masuk kotak trash dan bisa dikembalikan. Ternyata saya salah. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata posting yang sudah dihapus di Blogger akan &lt;a href="http://blogging.nitecruzr.net/2010/10/please-blogger-restore-my-deleted-post.html" target="_blank"&gt;hilang selamanya&lt;/a&gt;, selama-lamanya. Tidak ada tombol &lt;i&gt;undo&lt;/i&gt;, tidak ada fitur &lt;i&gt;recover, restore, resurrect&lt;/i&gt;, atau apapun. Hilang, semuanya hilang...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Solusi yang tersisa tinggal &lt;a href="http://blogging.nitecruzr.net/2010/10/please-blogger-restore-my-deleted-post.html" target="_blank"&gt;mengembalikan posting lama&lt;/a&gt; tersebut dengan mencari di &lt;i&gt;web cache&lt;/i&gt;. Dapat beberapa. Dan dari beberapa tersebut, saya hanya sanggup mengembalikan dua postingan. Sisanya saya relakan saja. Toh tak penting-penting amat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sayangnya, URL/Permalink postingan yang sudah dihapus sepertinya tidak bisa dipakai lagi. Jadinya posting yang baru, meski sudah saya coba utak-atik lewat custom link, tetap berbeda dengan postingan lama. Sayang sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya sudah lah, paling tidak masih ada dua postingan yang bisa diselamatkan. Untuk itu saya berpesan, hati-hatilah dalam mengelola posting di Blogger. Salah langkah, blog binasa... :))&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Estudi/~4/XR6MvfhTSyM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/6103998854450230050?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/6103998854450230050?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Estudi/~3/XR6MvfhTSyM/postingan-yang-terhapus.html" title="Postingan yang Terhapus" /><author><name>Rahmad Hidayat</name><uri>https://plus.google.com/110553997082089866369</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh5.googleusercontent.com/-WMxJsOUjSaw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAYc/Wvc288e6x8g/s512-c/photo.jpg" /></author><feedburner:origLink>http://estudie.blogspot.com/2012/09/postingan-yang-terhapus.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0QFQXg7fSp7ImA9WhFTEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-703740365213405269.post-7060930892201163240</id><published>2012-09-01T08:36:00.005+08:00</published><updated>2013-05-31T23:48:30.605+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-05-31T23:48:30.605+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inter" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Serie-A" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Soccer" /><title>Reformasi Nerazzurri</title><content type="html">22 Mei 2010 bisa dibilang merupakan hari tak terlupakan bagi Interisti, karena di hari itulah untuk pertama kali dalam 45 tahun, Inter menjuarai Liga Champions Eropa. Dua gol dari Diego Milito membawa Nerazzurri meraih &lt;i&gt;treble&lt;/i&gt; pertama mereka sepanjang sejarah. Semua punggawa, pengurus klub, dan fans terlihat begitu berbahagia; &lt;i&gt;namun semua berubah ketika negara api menyerang&lt;/i&gt;...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-el6sLQz0jpA/UEE9aanrPcI/AAAAAAAAAVg/uQMs0KyZ-5w/s600/130982-500.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="360" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Line-up final UCL 2010: &lt;br /&gt;
B ki-ka: &lt;b&gt;Pandev, César, Maicon, Chivu, Lucio, Samuel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
D ki-ka: &lt;b&gt;Zanetti, Chuchu, Eto'o, Milito, Sneijder&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Keesokan harinya tifosi Inter harus menerima kenyataan pahit: the special one, José Mourinho memutuskan meninggalkan Inter dan bergabung dengan Real Madrid. Dan mulailah periode turbulensi yang gila-gilaan; Inter kembali seperti keadaan mereka di era 90-an dan awal 2000-an...&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selepas Mou, mereka sempat mengontrak empat pelatih: Rafael Benitez, Leonardo, Gasperini, dan Ranieri. Rafa memberi dua gelar hiburan, sementara Leonardo sempat memberi harapan besar sebelum akhirnya justru pergi ke PSG di awal musim 2011-12. Gasperini kena sial dengan kalah 4 kali dalam 5 pertandingan. Kursi pelatih diserahkan kepada Ranieri, yang sempat menang beruntun untuk kemudian kalah 6 kali dalam 10 pertandingan. Posisi Inter di liga seperti roller coaster. Sepertiga musim terbenam di papan bawah, sedangkan sisanya berkutat di 5 besar; untuk kemudian mengakhiri musim di posisi enam, bersama pelatih baru mereka yang &lt;i&gt;unyu&lt;/i&gt;, Andrea Stramaccioni...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-fdNL5iYjuh0/UEFIOLga8aI/AAAAAAAAAVw/YFf9Mnv4eIE/s600/170251.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="360" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Unyu, 'kan? *,*&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Strama adalah pelatih tim junior Inter yang menjuarai NextGen Series 2012. Dengan usianya yang relatif muda (bahkan lebih muda dari Il Capitano Zanetti), Inter harus melewati fase yang tidak mudah; reformasi skuad. Bisa dibilang, faktor penyebab kegagalan mereka dalam dua tahun terakhir adalah kebijakan transfer dan regenerasi pemain yang mandeg. Siapapun pelatihnya, jika harus mewarisi skuad yang mayoritas kepala tiga, dengan skuad pelapis yang tak seimbang kualitasnya, serta pemain muda yang terlalu 'mentah', akan sulit menerapkan rotasi pemain yang ideal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usai treble, awal musim 2010-11 Inter praktis tidak membeli satupun pemain penting untuk jangka panjang. Mereka malah menjual Balotelli, yang meski bengal sebenarnya sangat berbakat. Saat transfer musim dingin dibuka, Pazzini, Nagatomo dan Ranocchia sempat jadi penyelamat, meski Pazzo akhirnya melempem juga; awal musim ini ia dibarter dengan Antonio Cassano, dan -untungnya- masih dihargai 7,5 juta Euro. Awal musim lalu keadaan makin memburuk dengan hengkangnya Pandev dan Eto'o. Diego Forlán yang digadang-gadang jadi bintang malah banyak cidera, menyisakan Milito berjuang sendirian di depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musim ini, eksodus bintang era Mancini dan Mou tak terhindarkan. Yang tersisa musim ini tinggal Sneijder, Stankovic, Chivu, dan beberapa pemain Argentina; Il Capitano, Cambiasso, Milito dan Samuel. Sisanya hengkang, putus kontrak, atau pensiun. Berikut beberapa bintang yang telah resmi pergi:&lt;br /&gt;
- Francesco Toldo (2010 - Pensiun)&lt;br /&gt;
- Mario Balotelli (2010 - Manchester City)&lt;br /&gt;
- Marco Materazzi (2011 - "Pensiun")&lt;br /&gt;
- Samuel Eto'o (2011 - Anzhi)&lt;br /&gt;
- Goran Pandev (2011 - Napoli)&lt;br /&gt;
- Iván Córdoba (2012 - Pensiun) &lt;br /&gt;
- Lucio (2012 - Juventus)&lt;br /&gt;
- Júlio César (2012 - QPR)&lt;br /&gt;
- Douglas Maicon (2012 - Manchester City)&lt;br /&gt;
Beberapa dari mereka telah bertahun-tahun mengenakan jersey biru-hitam, sehingga momen perpisahan terasa begitu mengharukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-0MCGHup7PCo/UEFYWBRJd5I/AAAAAAAAAWQ/XTWWgW2N6kQ/s600/170650.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="360" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Momen menyé-menyé itu...&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Di sisi lain, dengan masuknya para pemain baru yang usianya relatif lebih muda, dan dengan gaji yang lebih rendah tentunya, Inter mendapat dua keuntungan sekaligus; peremajaan skuad dan mengamankan UEFA Financial Fair Play. Para pemain baru yang lebih murah ini diharapkan dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan bintang-bintang tersebut, dengan level permainan yang, yaa tidak perlu terlalu tinggi lah. Lagi pula, Inter 'kan &lt;i&gt;hanya&lt;/i&gt; bermain di Liga Europa musim ini ;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-hEEbwxyj7Gw/UEFTAovNfYI/AAAAAAAAAWA/4KqeBFu4N5A/s600/170629.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="360" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Line-up lawan Vaslui (Europa League 2012-13):&lt;br /&gt;
B ki-ka: &lt;b&gt;Castellazzi, Palacio, Juan, Silvestre, Samuel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
D ki-ka: &lt;b&gt;Jonathan, Zanetti, Chuchu, Coutinho, Yuto, Cassano&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Dengan komposisi tim seperti sekarang, Interisti bolehlah berharap banyak bisa menantang Juventus, yang sudah sejak dua musim lalu melakukan regenerasi. Yang jelas Inter harus bisa berada di atas Milan, yang baru kena &lt;i&gt;shock therapy&lt;/i&gt; setelah secara mendadak kehilangan Ibra, Thiago Silva, dan Cassano ;)).&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Estudi/~4/f-46OJ8S1Qw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/7060930892201163240?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/7060930892201163240?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Estudi/~3/f-46OJ8S1Qw/reformasi-nerazzurri.html" title="Reformasi Nerazzurri" /><author><name>Rahmad Hidayat</name><uri>https://plus.google.com/110553997082089866369</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh5.googleusercontent.com/-WMxJsOUjSaw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAYc/Wvc288e6x8g/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-el6sLQz0jpA/UEE9aanrPcI/AAAAAAAAAVg/uQMs0KyZ-5w/s72-c/130982-500.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://estudie.blogspot.com/2012/09/reformasi-nerazzurri.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEMCSHw9cCp7ImA9WhJVE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-703740365213405269.post-2463318243474301162</id><published>2012-08-31T11:07:00.000+08:00</published><updated>2012-08-31T11:07:49.268+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-08-31T11:07:49.268+08:00</app:edited><title>Hello World!</title><content type="html">This is only a test page.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Estudi/~4/p7QanHWxKPU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/2463318243474301162?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/2463318243474301162?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Estudi/~3/p7QanHWxKPU/hello-world.html" title="Hello World!" /><author><name>Rahmad Hidayat</name><uri>https://plus.google.com/110553997082089866369</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh5.googleusercontent.com/-WMxJsOUjSaw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAYc/Wvc288e6x8g/s512-c/photo.jpg" /></author><feedburner:origLink>http://estudie.blogspot.com/2012/08/hello-world.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0MHSXs6fip7ImA9WhFTEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-703740365213405269.post-2600391644699359193</id><published>2012-07-27T19:39:00.000+08:00</published><updated>2013-05-31T23:50:38.516+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-05-31T23:50:38.516+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Music" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Song" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Youtube" /><title>Lima Lagu Paling Nostaljik dari Dekade 90-an</title><content type="html">Judulnya saya samapersiskan dengan posting pak &lt;a href="http://gentole.wordpress.com/2012/07/27/dari-5050-sampai-jingga-lima-lagu-nostaljik-dari-dekade-90-an" target="_blank"&gt;Gentole&lt;/a&gt;, karena entah kenapa, setelah membaca tulisan beliau saya jadi ikut menggebu-gebu membuat daftar lima lagu dari era 90-an yang paling  membuat saya terkenang masa-masa sekolah dulu. Tentu &lt;i&gt;list&lt;/i&gt; ini sama  subyektifnya dengan punya pak Gentole, tapi saya usahakan untuk memuat lagu-lagu yang belum beliau sebutkan. Semua lagu ini dulu kerap wara-wiri di radio-radio anak muda di Banjarmasin, kota kelahiran saya. Berikut daftarnya: &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Dwipa - Maaf&lt;br /&gt;
&lt;iframe width="480" height="360" src="http://www.youtube.com/embed/R-PITTnpuIQ" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya info yang saya punya terkait grup ini adalah bahwa mereka adalah bentukan Wawan, mantan drummer pertama Dewa. Lagu ini juga satu-satunya lagu yang pernah saya dengar dari satu-satunya album yang pernah mereka telurkan. Sayang memang, mereka harus masuk ke industri di bawah bayang-bayang grup sebesar Dewa 19.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Garby - Cinta Pertama&lt;br /&gt;
&lt;iframe width="480" height="360" src="http://www.youtube.com/embed/F46--YLtC04" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa SMP identik dengan cinta, yang entah kenapa diidentikkan dengan monyet. Mungkin karena teori evolusi mengatakan bahwa dulunya manusia itu berasal dari monyet, sehingga cinta-nya pun demikian? Yang jelas saya dulu suka mendengarkan lagu ini, sambil ikut menjerit-jerit pilu pula... &lt;strike&gt;*jangan tanya kenapa!*&lt;/strike&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Base Jam - Bermimpi&lt;br /&gt;
&lt;iframe width="480" height="360" src="http://www.youtube.com/embed/FxqNBBu5iGc" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini lagu pertama dari album debut mereka. Saya masih ingat saat awal-awal belajar gitar dengan lagu ini. Hal lain yang saya ingat adalah vokalis mereka yang entah kenapa, sering dimirip-miripkan dengan saya... *bukan ge-er, sumpah!*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Kin - Malam Jingga&lt;br /&gt;
&lt;iframe width="480" height="360" src="http://www.youtube.com/embed/Hj12hZbdwWg" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini lagu saat saya masih kelas satu SMP, era peralihan dari musik-musik melayu dan slow rock a la Iklim dan Nike Ardilla ke masanya Dewa Terbaik-Terbaik atau Gigi Nirwana. Sempat menelurkan dua album, lalu tenggelam di tengah persaingan industri. Mungkin tinggal Gerry Herb personil yang masih eksis sampai saat ini, bersama grup lain tentunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. LFM - January 15&lt;br /&gt;
&lt;iframe width="480" height="360" src="http://www.youtube.com/embed/O_kWsn60Hv4" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagu ini, &lt;i&gt;ultimately&lt;/i&gt;, adalah lagu paling monumental dalam memori 90-an saya. Lagu kesayangan, lagu kenang-kenangan, dan setiap mendengarnya semua memori itu seolah ter-&lt;i&gt;flashback&lt;/i&gt; kembali di pelupuk mata. Lagunya berbahasa Inggris, namun ada pula versi bahasa Indonesianya, dengan judul Rasa. Info yang saya tahu mengenai grup ini sebenarnya amat minim: hanya bahwa Ridho Slank pernah menjadi gitaris mereka.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Estudi/~4/50CdQ2ZOgkU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/2600391644699359193?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/2600391644699359193?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Estudi/~3/50CdQ2ZOgkU/lima-lagu-paling-nostaljik-dari-dekade..html" title="Lima Lagu Paling Nostaljik dari Dekade 90-an" /><author><name>Rahmad Hidayat</name><uri>https://plus.google.com/110553997082089866369</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh5.googleusercontent.com/-WMxJsOUjSaw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAYc/Wvc288e6x8g/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://img.youtube.com/vi/R-PITTnpuIQ/default.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://estudie.blogspot.com/2012/07/lima-lagu-paling-nostaljik-dari-dekade..html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0MFQXc-cSp7ImA9WhFTEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-703740365213405269.post-2555438072124104868</id><published>2012-03-28T20:41:00.000+08:00</published><updated>2013-05-31T23:50:10.959+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-05-31T23:50:10.959+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Download" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Public Issue" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Regulations" /><title>Polisi yang Tertidur</title><content type="html">&lt;i&gt;&lt;blockquote&gt;"Jangan takut Polisi, kalau tidur kita gilas..."&lt;/blockquote&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
The Panas Dalam - Lagu Timur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu hal paling mengesalkan dari jalanan kampung adalah bertebarannya polisi tidur. Bahkan tak jarang, sarana yang dalam definisinya disebut sebagai "&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polisi_tidur" target="_blank"&gt;alat pembatas kecepatan&lt;/a&gt;" itu jumlahnya belasan, bahkan puluhan dalam satu ruas jalan. Jaraknya pun tak tanggung, bahkan ada yang tiap lima-sepuluh meter. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bapak saya termasuk yang paling anti memasang penghalang yang dalam bahasa Inggris disebut "&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Speed_bump" target="_blank"&gt;speed bump&lt;/a&gt;" itu. Kata beliau duri di jalan saja harusnya disingkirkan, ini malah  hambatannya sengaja dibikin, menzolimi pengguna jalan itu namanya. Jadilah depan rumah kami dulu tak pernah dipasangi polisi tidur. Tapi etapi, tetangga kiri kanan lah yang memasang :))&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya bukan tanpa alasan warga kampung, dengan tanpa komando, memasang polisi tidur. Penghalang yang biasanya dibuat dari cor-coran semen di atas kayu atau besi itu umumnya dipasang &lt;b&gt;di jalan yang baru diaspal&lt;/b&gt;. Salah satu alasannya adalah dengan mulusnya jalan, naluri para titisan Valentino Rossi untuk menggeber motor bebek dan skutik kriditan ortu mereka akan tersalurkan tanpa kendali. Remaja-remaja tanggung tanpa SIM itu bisa melibas apa saja, termasuk anak-anak kecil yang tak berdosa dan ayam peliharaan warga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, di RT sebelah pernah ada kejadian penjambret kejar-kejaran dengan polisi, masuk ke kampung kami yang jalannya baru diaspal usai kampanye pilkada. Di simpang tiga, si penjambret lepas  kendali, seorang ibu muda melayang nyawanya. Esoknya polisi tidur di  sekitar jalan itu melonjak jumlahnya hingga tiga kali lipat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja, terlepas dari abege labil dan para pengendara ugal-ugalan itu, seringnya polisi tidur dibuat tanpa mengindahkan standar dan aturan yang berlaku. Tingginya gila-gilaan, bahkan motor bebek saya yang ceper dulu kerap jadi korban. Belum lagi, karena desain yang tidak lulus uji kelayakan dan kepantasan, justru jalan yang baru  diaspal itu yang malah ikut rusak tergerus pecahan semen, apalagi ketika truk pasir lewat. Niat mau memelihara jalan malah mempercepat kerusakan jalan yang aspalnya sudah tak seberapa &lt;strike&gt;dikorup pemborong&lt;/strike&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah gugling sebentar, akhirnya saya menemukan peraturan terkait, yaitu &lt;b&gt;Keputusan Menteri Perhubungan No 3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan&lt;/b&gt;. Dalam aturan ini disebutkan antara lain:&lt;br /&gt;
1. bentuknya menyerupai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Trapesium_%28geometri%29" target="_blank"&gt;trapesium&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;
2. tingginya &lt;b&gt;maksimum 12 cm&lt;/b&gt;,&lt;br /&gt;
3. sisi miringnya derajat kelandaiannya &lt;b&gt;maksimum 15 derajat&lt;/b&gt;,&lt;br /&gt;
4. lebarnya &lt;b&gt;minimum 15 cm&lt;/b&gt;,&lt;br /&gt;
5. harus &lt;b&gt;dicat&lt;/b&gt; serong-serong warna &lt;b&gt;putih&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aturan lengkapnya bisa &lt;b&gt;diunduh &lt;a href="http://adf.ly/FAV0g" target="_blank"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Untuk gambarnya bisa dilihat di bawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-6yUamLJSj1w/UEICFTu3UzI/AAAAAAAAAWg/E8ENGaBOgsQ/s600/Polisitidur.jpg" width="360"/&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Nah, jadi gimana, sudahkah polisi tidur di jalan kampungmu memenuhi peraturan di atas?&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Estudi/~4/6U49WY1qUOA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/2555438072124104868?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/703740365213405269/posts/default/2555438072124104868?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Estudi/~3/6U49WY1qUOA/polisi-yang-tertidur..html" title="Polisi yang Tertidur" /><author><name>Rahmad Hidayat</name><uri>https://plus.google.com/110553997082089866369</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh5.googleusercontent.com/-WMxJsOUjSaw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAYc/Wvc288e6x8g/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-6yUamLJSj1w/UEICFTu3UzI/AAAAAAAAAWg/E8ENGaBOgsQ/s72-c/Polisitidur.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://estudie.blogspot.com/2012/03/polisi-yang-tertidur..html</feedburner:origLink></entry></feed>
