<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Blog Family Writing</title>
	
	<link>http://www.family-writing.com</link>
	<description>saat-saat keluarga menulis cinta dan impian</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Oct 2009 06:56:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/2.0/</creativeCommons:license><image><link>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/2.0/</link><url>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</url><title>Some Rights Reserved</title></image><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/FamilyWriting" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId>FamilyWriting</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
		<title>Belajar Membaca: Bisa Karena Biasa</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/FamilyWriting/~3/CcJ5jfKzQMg/</link>
		<comments>http://www.family-writing.com/ekspresi/belajar-membaca.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 06:54:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[Maya]]></category>
		<category><![CDATA[balita]]></category>
		<category><![CDATA[batita]]></category>
		<category><![CDATA[belajar baca]]></category>
		<category><![CDATA[cara belajar membaca]]></category>
		<category><![CDATA[usia dini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.family-writing.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini saya dedikasikan buat teman-teman yang bertanya tentang Cara Mengajar Anak Membaca. Semoga bermanfaat
Zaman dulu, anak 5 tahun bisa membaca adalah sesuatu yang langka. Orang tua juga jadi kecipratan bangga. Tapi saat ini, di mana dunia aksara sudah makin mewabah, akses terhadap bahan bacaan kian mudah, anak 3 tahun bisa membaca juga bukan lagi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.family-writing.com/ekspresi/mitos-tentang-belajar.html/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mitos tentang Belajar'>Mitos tentang Belajar</a> <small>oleh: Maya A Pujiati &#8211; Pendidikan Rumah Bertahun-tahun lamanya sejak...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">Tulisan ini saya dedikasikan buat teman-teman yang bertanya tentang Cara Mengajar Anak Membaca. Semoga bermanfaat</span></p>
<p>Zaman dulu, anak 5 tahun bisa membaca adalah sesuatu yang langka. Orang tua juga jadi kecipratan bangga. Tapi saat ini, di mana dunia aksara sudah makin mewabah, akses terhadap bahan bacaan kian mudah, anak 3 tahun bisa membaca juga bukan lagi perkara langka. Persoalannya, bagaimana membuat anak-anak bisa membaca?</p>
<p>Berdasarkan pengalaman saya, cara mengajar anak membaca sebenarnya tidak membutuhkan hal-hal yang baku, rumit, dan sangat terstruktur. Saya memang mengajar anak pertama dengan metode yang lumayan butuh pengorbanan, yaitu metode Glen Doman. Tiap malam sibuk bikin kartu baca. Tapi lucunya, untuk mengajari anak kedua, saya hanya pakai buku tulis biasa plus pensil/balpoin. Belajarnya hanya 5 menit sebelum tidur atau pas waktu senggang. Saya pun baru memulainya pada usia 4,5 tahun.<span id="more-113"></span></p>
<p>Satu hal yang tidak berbeda antara kedua anak saya adalah, mereka sama-sama sangat suka membaca. Luqman, anak kedua, meskipun ia belum lancar baca tapi bisa bertahan lebih dari 30 menit untuk dibacakan buku. Bukan kami yang memintanya, melainkan dia sendiri yang memohon. Kadang-kadang bukan hanya orang tuanya atau kakaknya yang membacakan buku, siapa saja yang datang ke rumah, neneknya ataupun tantenya bisa saja di &#8216;todong&#8217; untuk membacakan dia buku. Kesimpulannya, anak-anak sangat akrab dengan buku.</p>
<p>Semalam, saat saya mencicil buku To Kill a Mockingbird, saya menemukan kisah yang menarik. Diceritakan bahwa salah seorang tokoh bernama Scout, saat ia memasuki kelas satu SD telah lancar membaca koran, padahal teman-temannya yang lain baru akan diajari alfabet dan mengeja. Kemampuannya itu membuat gurunya sedikit kesal. Sang guru menyuruh Scout berkata pada ayahnya agar tidak mengajarinya lagi di rumah.</p>
<p>Scout bingung. Ia pun berkata pada gurunya bahwa ayahnya tak pernah mengajarinya. Ayahnya terlalu sibuk. Jika pun ayahnya ada di rumah, ia malah sibuk membaca, sehingga tak sempat untuk mengajarinya membaca.</p>
<p>Mendengar penjelasan muridnya itu, sang guru tidak percaya dan bersikukuh agar Scout menyampaikan pesan pada ayahnya agar berhenti mengajarinya di rumah. Sang guru yakin bahwa tidaklah mungkin seorang anak bisa membaca tanpa diajari siapapun.</p>
<p>Rupanya, memang bukanlah belajar secara sengaja yang membuat Scout bisa membaca, melainkan karena ia selalu berada di dekat dan bahkan di pangkuan ayahnya saat sang ayah (yang seorang pengacara) membaca keras-keras koran, draft undang-undang, ataupun kitab hukum.</p>
<p>Karena saking seringnya hal itu dilakukan. Scout kecil akhirnya bisa memecahkan rahasia kode-kode gabungan huruf tanpa ia sadari. Ia bisa membaca sebagaimana ia bisa mengancingkan baju. Semua tanpa proses yang terstruktur. Semua mengalir sebagai sebuah kebiasaan yang terus menerus.</p>
<p>Nah, dari semua fakta tersebut, saya menyimpulkan bahwa, sesungguhnya BISA MEMBACA tak selalu merupakan hasil dari belajar secara terstruktur. Bisa saja hal itu adalah output dari gemar membaca.</p>
<p>Kalau kita tidak menetapkan target kemampuan anak berdasarkan waktu atau usia mereka, maka cara ini adalah yang paling mudah, yaitu: Membacakan buku pada anak-anak setiap hari sampai mereka memiliki ketergantungan luar biasa pada buku. Lama kelamaan hal itu akan membuat mereka tergerak sendiri untuk belajar, entah dengan meminta bantuan kita ataupun belajar dengan sendirinya. Apakah Anda percaya?</p>
<p>Betapa banyak anak yang digegas untuk bisa baca hanya karena syarat untuk masuk sekolah, tapi akhirnya tak suka membaca. Menurut saya, bisa membaca hanyalah alat, sedangkan SUKA MEMBACA adalah target utama. Supaya keduanya tercapai, maka mengakrabkan anak-anak dengan buku sedari kecil, itulah cara yang tepat. Tak perlu buku mahal, buku murah atau buku bekas pun bisa, asalkan isinya bermutu.</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fwww.family-writing.com%2Fekspresi%2Fbelajar-membaca.html%2F';
  addthis_title  = 'Belajar+Membaca%3A+Bisa+Karena+Biasa';
  addthis_pub    = 'pustakanilna';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.family-writing.com/ekspresi/mitos-tentang-belajar.html/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mitos tentang Belajar'>Mitos tentang Belajar</a> <small>oleh: Maya A Pujiati &#8211; Pendidikan Rumah Bertahun-tahun lamanya sejak...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.family-writing.com/ekspresi/belajar-membaca.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.family-writing.com/ekspresi/belajar-membaca.html/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tokoh Idola Anak-Anak</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/FamilyWriting/~3/XPuKX9WLAbY/</link>
		<comments>http://www.family-writing.com/maya/tokoh-idola-anak-anak.html/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 00:02:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Maya]]></category>
		<category><![CDATA[idola anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh idola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.family-writing.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[oleh Maya &#8211; Pendidikan Rumah
Saat berumur 3 tahun anak saya Luqman (sekarang 5 tahun) sempat mengidolakan Naruto, karena anak tetangga kami yang sebaya dengannya sering memakai atribut-atribut sang hero itu. Meskipun tidak pernah menonton filmnya di rumah, rupanya sempat sesekali ia ikut menonton saat main ke rumah temannya itu. Akibatnya, ia jadi suka main tembak-tembakan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh Maya &#8211; <a href="http://pendidikan-rumah.blogspot.com">Pendidikan Rumah</a></p>
<p>Saat berumur 3 tahun anak saya Luqman (sekarang 5 tahun) sempat mengidolakan Naruto, karena anak tetangga kami yang sebaya dengannya sering memakai atribut-atribut sang hero itu. Meskipun tidak pernah menonton filmnya di rumah, rupanya sempat sesekali ia ikut menonton saat main ke rumah temannya itu. Akibatnya, ia jadi suka main tembak-tembakan walaupun pura-pura. Keluar pula kata-kata serampangan, &#8220;Bodoh! baong!&#8221; dan lain sebagainya.</p>
<p>Karena khawatir tokoh itu terus hidup di kepalanya, saya stop acara kunjungan ke rumah tetangga buat anak saya. Ia hanya boleh main di halaman dan tidak boleh main di dalam rumah temannya. Saya coba ganti sosok tokoh idola buat anak saya dengan memberikan jadwal nonton film animasi lain, waktu itu ada Barrenstein Bear di Space Toon. Alhamdulillah berhasil. Ceritanya sangat bagus, tapi sayang kemudian berhenti penayangannya.</p>
<p>Waktupun berlalu, dan sepertinya tokoh idola itu memang selalu dicari oleh anak saya. <span id="more-108"></span>Entah mengapa, ia pun jadi nge-fans dengan spiderman. Sampai-sampai ia ingin dibelikan baju bergambar sang hero yang satu ini. Bajunya langsung cepat lecek, karena hampir selang sehari langsung dipakai, kecuali kalau dicuci. Secara reflek dia akan bergerak bak pahlawan yang menyerang musuhnya. Tali dan benang terikat ke sana kemari, dari kaki meja ke kursi, dari rak buku ke lemari. Semua menyerupai jaring laba-laba. Saya sering jatuh kalau tanpa sengaja kaki tersandung tali-tali itu.</p>
<p>Spiderman cukup awet mempengaruhi pikiran Luqman hingga beberapa lama, hingga muncul tokoh baru yang ia lihat dari stiker-stiker pemberian seorang teman untuk anak-anak saya. Lelaki gagah, bersayap kain panjang yang menjuntai di punggungnya. Akibat mengidoalakan tokoh itu, kerudung ibunya pun jadi sasaran. Dengan mengikatkan dua ujung kerudung di lehernya, anak saya sudah berubah jadi seorang superman kecil yang berlari dan kadang melompat dari atas meja.</p>
<p>Namun akhir-akhir ini, sejak saya belikan serial kisah nabi-nabi sepertinya tokoh idola anak saya sudah berubah sama sekali. Dia tidak mau lagi disebut spiderman ataupun superman, tak lagi membuat sayap tiruan di punggungnya, ataupun menjalin tali temali di kaki meja. Tokoh panutannya sekarang adalah sosok anak lelaki yang pemberani yang ada dalam kisah nabi dan sahabat.</p>
<p>Tokoh pertama adalah Nabi Daud a.s. Buku berjudul Daud Sang Penakluk, mengisahkan perlawanan Bani Israil yang dipimpin Raja Thalut terhadap kesewenang-wenangan Jalut. Saat itulah hadir Daud kecil menunjukkan keberaniannya melawan Jalut yang bertubuh besar dan kuat, hingga akhirnya Jalut kalah di tangan Daud. Buku ini minta dibacakan hingga berulang-ulang, dan bahkan Luqman berusaha keras membaca sendiri, padahal sebelumnya agak malas melancarkan bacaannya.</p>
<p>Dan tokoh berikutnya yang kini sedang digandrungi Luqman adalah Ali bin Abi Thalib. Berbagai kisah tentang Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib kelihatannya banyak mempengaruhi dia. Memang, awal kekaguman Luqman pada tokoh idolanya selalu dimulai dengan kisah heroik. Dalam film Muhammad The Last Prophet yang ditontonnya berulang-ulang, digambarkan tentang Ali kecil yang tidur di ranjang Nabi untuk mengelabui para pemuka Quraisy. Sungguh itu merupakan keberanian yang sangat menakjubkan di mata anak saya. Apalagi sewaktu membaca kisah perobohan benteng khaibar oleh Ali bin Abi Thalib dengan pedang Zulfikar pemberian Nabi, sepertinya, kekaguman itu semakin hari semakin terpatri.</p>
<p>Dan sekarang Luqman jadi lebih rajin ikut shalat berjamaah bareng papanya dan juga kakaknya, padahal biasanya dia bolong-bolong. Seringnya absen untuk ikut sholat. Saat kami tanya kenapa dia jadi rajin sholat, Luqman pun menjawab, &#8220;Karena Ade ingin seperti Ali bin Abi Thalib. Ali kan anak yang rajin sholat!&#8221;.</p>
<p>Rupanya karena kami sering bercerita bahwa Ali bin Abi Thalib sudah ikut sholat bersama Nabi sejak ia masih kecil, anak saya jadi terus memikirkannya dan ingin menirunya juga. Subhanallah! Betapa hebat pengaruh seorang tokoh idola yang hidup di pikiran anak-anak kita.</p>
<p>Walaupun mungkin agak terlambat, karena harus menunggu hingga anak lelaki saya berumur 5 tahun, saya baru mengerti dan menyadari sekarang bahwa kita, para orang tua, sesungguhnya ikut andil dalam menghadirkan tokoh yang akan digandrungi oleh anak-anak kita. Negatif atau positifnya tokoh idola mereka, tergantung dari apa tayangan, bacaan, dan kisah yang kita sajikan buat mereka. Semoga kita semua diberi kemampuan untuk konsisten memberikan hanya yang baik untuk anak-anak kita. Amin.</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fwww.family-writing.com%2Fmaya%2Ftokoh-idola-anak-anak.html%2F';
  addthis_title  = 'Tokoh+Idola+Anak-Anak';
  addthis_pub    = 'pustakanilna';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.family-writing.com/maya/tokoh-idola-anak-anak.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.family-writing.com/maya/tokoh-idola-anak-anak.html/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>aku dan anak ku</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/FamilyWriting/~3/ToJWZicAMtM/</link>
		<comments>http://www.family-writing.com/cerpen/aku-dan-anak-ku.html/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 23:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anggia siregar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah hidup]]></category>
		<category><![CDATA[obrolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.family-writing.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Waktu memang nggak terasa..sepertinya terus berlari kencang tanpa bisa di hentikan..16 tahunn..anakku sudah 16 tahunnn..ihhhh&#8230;cepat kali yaa&#8230;rasanya baru kemaren aq masih menggendongnya..masihh mengajarinya berjalan&#8230;sekarang&#8230;ya ampuunn kau sudah besar dan remaja.
Walaupun terkadang kau bukan seperti anakku..tapi..kau lebih sering sebagai teman dekat ku..kita cerita bersama, kita tertawa bersama&#8230;lucuuu yaaa.
Kau bilang, teman-teman mu cemburu kali padamu..karena kau beruntung [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu memang nggak terasa..sepertinya terus berlari kencang tanpa bisa di hentikan..16 tahunn..anakku sudah 16 tahunnn..ihhhh&#8230;cepat kali yaa&#8230;rasanya baru kemaren aq masih menggendongnya..masihh mengajarinya berjalan&#8230;sekarang&#8230;ya ampuunn kau sudah besar dan remaja.</p>
<p>Walaupun terkadang kau bukan seperti anakku..tapi..kau lebih sering sebagai teman dekat ku..kita cerita bersama, kita tertawa bersama&#8230;lucuuu yaaa.</p>
<p>Kau bilang, teman-teman mu cemburu kali padamu..karena kau beruntung punya mama sepeti aq..hahahahhaa..masak sihh..*sambil terus mikirrr bener nggak yaaa..*</p>
<p>Hal yang paling aq suka saat kita duduk berdua di teras atas rumah kita..tempat favorit ku pastinya. kita mulai dengan saling meledekkk..kadang-kadang kita gosipin si papa&#8230;stttt..stttt rahasia kita ajah yaaa&#8230;:)</p>
<p>Kau suka bertanya yang kadang-kadang cenderung..WTK..(want to knows ajahhh..) &#8220;mahh..memangnya mamah ngapain ajah sihh kalau ketemu temen mama..&#8221;..</p>
<p>Aku pasti bilang..&#8217;idiihhh mau tau ajah&#8230;keki..week..&#8221;<br />
hahahhahaha kaw pasti ketawa..&#8217;allaaaahh mamah payaaahhh&#8230;&#8217;<br />
memangnya abang..(aq memanggilnya abang..karena dia anakku paling besar..).kalok sama teman abang ngapaiinn..<br />
&#8216;yaa beda kali maahhh..&#8217;..kalo abang kan masihh muda..pastinya senang2 lah maaa&#8230;&#8217;<span id="more-94"></span></p>
<p>Enak ajah kaw bang..emang mama udah tua apa..nggak ahh nggak mo cepat2 tuaa&#8230;tidaaakkk&#8230;<br />
&#8216;Bagusss&#8230;baguss mahhh&#8230;biar kayak ABG terus ya mah..hahahahahhaha nggak mungkin kali mahhh..keki..&#8217;</p>
<p>Dan akhirnya kita akan bercerita ngalur-ngidull..dari yang penting sampe yang tak penting..kadang kita sok tau politik, beragumentasi tentang partai gerindra favoritmu..tapii aku kekeh dgn partai babeku siapa lagi kalau bukan LANJUTKAN&#8230;seru..seruu..aku suka moment dimana kita saling tak mau kalah..walaupun seringnya abang yang kalah..*takuut kualat kali yaaa..&#8221;</p>
<p>Dan akhirnya kita pasti akan serius bercerita tentang hidup..bahwa hanya pengalaman yg bisa membuat kita belajar menjadi dewasa..belajar untuk selalu kuat menjalanin hidupp..</p>
<p>kau sering bertanya.&#8221;mahh abang heran kok kadang-kadang kita berbuat baik belum tetntu ya mahh di balas dengan kebaikan..&#8221;</p>
<p>aku berfikir sejenakk..&#8221;wess udah mulai dalam nih pertanyaannya..&#8217;<br />
dan akhirnya seperti orang tua yg sok tau..aku akan memberikan sedikit ilmu dan pengalaman yang aq punya&#8217;</p>
<p>&#8220;sayaang..jangan pernah..disaat kita memberikan kebaikan ke orang lain, kita selalu berharap orang lain itu akan membalasnya..itu nggak perlu sayang..kita berharap dari yang di Atas ajah..&#8217;..</p>
<p>&#8216;Oo gitu ya maahhh..&#8217; kau selalu akan menjawab seperti itu..</p>
<p>Ingat ya sayaang..mama tidak bisa memberikan apa-apa buat kau menjalanin hidup ini..selain doa dan menyekolahkan mu sampai kau berhasil..tapii nakk dalam hidup ini kaw yg harus jalani dan hadapin..</p>
<p>Jalanin hidup dengan kerendahan hati..hargai wanita..seperti abang menghormati mama..bandel pun kau nak, mamah tidak pernah melarang kannn..asall jangan bandel pasar ya nakk..bandel elite dikit gituu&#8230;</p>
<p>&#8220;hahhahahahahahaha&#8217; kau pasti tertawa..&#8217;mamah ada-ada ajah dechh..mana ada bandel elite..bandel ya bandelll&#8230;</p>
<p>yaaa slah lah ko nakk..maksud mama..jangan bandel yang nggak ada juntrungannya..ganguin orang lewat..di towel sikit ngamookk..berandem lah ujung-ujung nyaa&#8230;bukan gitu lahhh..ko pun baang..</p>
<p>Emang kalo abang di towel orang nggak boleh marah mahhh&#8230;kalau ngeselin mahh..</p>
<p>&#8216;denger ya nakkk..selama dia tidak menghina keluargamu dan harga dirimu..tak usah kau pikirkan..anggab ajah itu suara-suara anehh,dan lelucon yang nggak penting..tapii kalau temanmu sudah menginjak harga dirimu di dpan umum..kipass ajahhh&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;kalau papa menghina mama..,boleh nggak abang kipass..&#8221;<br />
hahahhahaha..kita akan tertawa berdua..kalau si papah sih boleh lah di kipas pakek kipas beneran tapi yaaaa&#8230;hahahhaahha..pakek kipas angin juga bolehh biar cepat ademmm&#8230;hahahhahaha..</p>
<p>&#8220;mama..mama..ada-ada ajahh..ya nggak lahh mana berani abang..ntar dikira anak durhaka lagi&#8230;&#8217;</p>
<p>Ya..pastinya nggak boleh dong..kekmana nya kaw bang..&#8221;</p>
<p>Tapi bang mama hanya bisa ngasih wejangan..masa depan mu,hanya kaw sendiri yang bisa meraihnya..hanya kaw bang, yang bisa membawa mau kemana kaw bawa hidupmu..mau suksess atau gagal..mama tidak pernah menuntut kaw menjadi apa..tapii belajar dari pengalaman liat orang di sekelilingmu..liat yang gagal akan rugi pastinya..karena waktu tidak akan bisa kembali..mo berhasill..berusaha, berdoa..dan perbanyak pergaulan untuk yang baik..</p>
<p>Mama hanya bisa berdoa..berusaha mengingatkan saja, bila mama rasa kaw salah.</p>
<p>Tapii hidup mu, kaw yang tau mau ko bawa kemana..kaw harus banyak bermimpi bang..tapi bukan cuma mimpi kosong..tapi bagaimana kaw dapat mewujudkan mimpi-mimpi mu..berjuang untuk hidup mu bang..berjuang untuk masa depanmu..yaaaa..INGAT itu..mama hanya penonton,tapi kaw adalah pemain utamanya..</p>
<p>Satu lagi bang ..,jangan pernah lupa semua nya harus dibarengin dengan doa..banyak meminta dengan yang di ATAS..mudah-mudahan hidupmu penuh berkah..amiinn..&#8217;replex kita berdua mengucapkannya..&#8221;</p>
<p>Aduuhh kok jadi serius kali kita bang..dan kita pun mulai lagi akan bercanda dan bercerita yg nggak pentingg..saling meledek..dan seperti biasa rumpiin si papah yang nggak pernah habisnyaa..hahhahahahha..<br />
maapken kami ya paahhh&#8230;tiiinggg..:)</p>
<p>*Sepenggal cerita antara Aq dan anakku*</p>
<p>Yang pasti Ibu yang lain juga melakukannya..</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fwww.family-writing.com%2Fcerpen%2Faku-dan-anak-ku.html%2F';
  addthis_title  = 'aku+dan+anak+ku';
  addthis_pub    = 'pustakanilna';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.family-writing.com/cerpen/aku-dan-anak-ku.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.family-writing.com/cerpen/aku-dan-anak-ku.html/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>BERCERITA ISI BUKU (STORY BOOK READING)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/FamilyWriting/~3/MqJQNPkweGs/</link>
		<comments>http://www.family-writing.com/ekspresi/bercerita-isi-buku-story-book-reading.html/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 23:25:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dedi Haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita isi buku]]></category>
		<category><![CDATA[story book reading]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.family-writing.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[by:  Dedi haryono
Info lebih lanjut silahkan kunjungi infopaud.com sorry kontennya masih sepi soalnya baru dibikin
Tracey (Wortham, 2006) menganjurkan 9 gagasan yang dapat  dilakukan orang tua dalam bercerita isi buku dengan anak:
1. Get your children to talk.
Anak-anak belajar melalui percakapan dan pertanyaan. Orang tua dalam hal ini penting sekali umpan terhadap anak sehingga terjadi komunikasi [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>by: <em> Dedi haryono</em></p>
<p>Info lebih lanjut silahkan kunjungi <a title="infopaud" href="http://infopaud.com">infopaud.com</a> sorry kontennya masih sepi soalnya baru dibikin</p>
<p>Tracey (Wortham, 2006) menganjurkan 9 gagasan yang dapat  dilakukan orang tua dalam bercerita isi buku dengan anak:</p>
<p><strong>1. Get your children to talk.</strong></p>
<p>Anak-anak belajar melalui percakapan dan pertanyaan. Orang tua dalam hal ini penting sekali umpan terhadap anak sehingga terjadi komunikasi dua arah dan menghargai dari berbagai pertanyaan yang diajukan oleh anak yang diakibatkan oleh respon mereka terhadap buku.</p>
<p><strong>2. Help your children understand the story.</strong></p>
<p>Penting sekali bagi orang tua untuk membantu anak agar mengerti isi cerita, salah satu contoh, orang tua menjelaskan hubungan-hubungan antar kejadian dalam cerita atau para lakon yang ada dalam cerita. Sehingga akhirnya anak mengerti tentang isi dan arah cerita.<span id="more-93"></span></p>
<p><strong>3. Praise your children.</strong></p>
<p>Memberikan pujian terhadap anak, dan orang tua perlu menunjukkan kebanggaan ketika anak mempertanyakan sesuatu dari bagian isi cerita. Orang tua penting memberikan pujian dan menganggap pertanyaan anak sebagai pertanyaan terbaik. Sehingga dengan upaya tersebut, anak tidak mengalami kejenuhan dan menganggap pertanyaanya sebagai sesuatu yang membanggakan bagi orang tuanya.</p>
<p><strong>4. Relate the book to your life.</strong></p>
<p>Orang tua perlu menceritakan kepada anak berbagai hubungan dari cerita buku dengan kehidupan sehari-hari. Praktik tersebut akan membantu anak lebih memahami apa yang diceritakan oleh buku, karena ada bentuk contoh nyata yang telah diutarakan orang tua dalam kejadian sehari-hari sebagai perbandingan terhadap isi cerita buku.</p>
<p><strong>5. Ask your children good questions during story book  reading.</strong></p>
<p>Orang tua penting memberikan pertanyaan-pertanyaan yang terbaik terhadap anak selama membaca buku cerita, yaitu pertanyaan yang sederhana mungkin sehingga mudah dipahami anak, dengan pertanyaan yang baik dan sederhana tentunya akan membantu anak lebih paham terhadap maksud pertanyaan.</p>
<p><strong>6. Wait for answer.</strong></p>
<p>Setelah orang tua memberikan pertanyaan terhadap anak, penting sekali orang tua menunggu dan memberi waktu terhadap anak untuk menjawabnya, dengan pengertian lain orang tua tidak bertindak otoriter tehadap pemikiran anak, karena dengan memberikan keleluasaan dan waktu bagi anak untuk menjawab pertanyaan, akan merangsang kemampuan anak dalam usaha berfikirnya.</p>
<p><strong>7. With younger children, point to words when you read.</strong></p>
<p>Orang tua penting menunjukkan kata-kata atau kalimat dalam sebuah buku cerita disaat membaca, karena dengan penunjukan ini akan membantu anak untuk mengerti tentang kata-kata atau gabungan huruf yang membentuk kata tersebut, dengan penunjukan tulisan ketika membaca dari kiri ke kanan, dan ketika membuka halaman berikutnya di upayakan setelah membaca semua isi halaman.</p>
<p><strong>8. Choose books carefully.</strong></p>
<p>Memilih buku untuk anak dalam rangka membaca buku cerita bersama, sangatlah penting. Banyak buku yang menyenangkan akan tetapi terkadang tidak mudah dan sulit untuk dicerna oleh anak.</p>
<p><strong>9. Have fun.</strong></p>
<p>Orang tua perlu menunjukkan dan menciptakan suasana yang menyenangkan kepada anak ketika membaca buku bersama, sehingga membaca buku bersama menjadi pengalaman yang menyenangkan.</p>
<p><em>Sumber:<br />
</em>Wortham, Sue, C. (2006). <em>Early  Childhood Curriculum: Developmental Based for Learning and Teaching.</em> USA:  Pearson Merril Prentice Hall.</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fwww.family-writing.com%2Fekspresi%2Fbercerita-isi-buku-story-book-reading.html%2F';
  addthis_title  = 'BERCERITA+ISI+BUKU+%28STORY+BOOK+READING%29';
  addthis_pub    = 'pustakanilna';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.family-writing.com/ekspresi/bercerita-isi-buku-story-book-reading.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.family-writing.com/ekspresi/bercerita-isi-buku-story-book-reading.html/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pengalamanku Di Dunia Roh</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/FamilyWriting/~3/Xz0a2uyWRgk/</link>
		<comments>http://www.family-writing.com/kisah/pengalamanku-di-dunia-roh.html/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 07:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hwangti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[dunia roh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.family-writing.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Ini merupakan kelanjutan kisahku sebagai anak adopsi yang memiliki luka batin yang mendalam. Aku merasa sejak kecil, aku ada yang memperhatikan dan mengikuti. Mereka ini mahkluk halus.
Mungkin mereka tahu akan keberadaan luka batinku, sehingga mereka tertarik untuk mendekatiku. Mereka ingin memilikiku. Tapi, mereka ini jahat. Setiap kali ada orang yang berbuat jahat kepadaku entah disaat [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.family-writing.com/kisah/pegalamanku-sebagai-anak-adopsi.html/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengalamanku Sebagai Anak Adopsi'>Pengalamanku Sebagai Anak Adopsi</a> <small>Perkenalkan, namaku Bong Tet Po, panggilanku Apo. Aku dibesarkan oleh...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini merupakan kelanjutan kisahku sebagai <a href="http://www.family-writing.com/kisah/pengalamanku-di-dunia-roh.html/">anak adopsi yang memiliki luka batin yang mendalam.</a> Aku merasa sejak kecil, aku ada yang memperhatikan dan mengikuti. Mereka ini mahkluk halus.</p>
<p>Mungkin mereka tahu akan keberadaan luka batinku, sehingga mereka tertarik untuk mendekatiku. Mereka ingin memilikiku. Tapi, mereka ini jahat. Setiap kali ada orang yang berbuat jahat kepadaku entah disaat aku masih duduk di bangku SD atau SMP, mereka ini membalas kejahatan orang-orang itu. Padahal, aku tidak menginginkannya.</p>
<p>Sejak kecil, tepatnya umur berapa, aku lupa, aku sudah bisa melihat dan berbicara dengan mahkluk halus. Mengapa aku jadi seperti ini, ada kaitannya dengan sebuah kejadian mati suri yang pernah aku alami waktu aku berumur satu tahun.</p>
<p>Begini ceritanya. Pada mulanya, aku memang bukanlah seorang bayi yang sehat. Aku diadopsi ketika berumur 3 bulan. Suatu hari aku mengalami panas tinggi dan kejang alias step, dan ini berulang-ulang kali terjadi. Disaat aku dibawa ke dokter anak Lo Hon Sang di daerah Mangga Dua, aku meninggal di dalam perjalanan, meninggal di dalam Bajaj. Tapi beberapa menit kemudian, aku hidup lagi. Inilah yang kusebut mati suri.</p>
<p>Setelah kejadian ini, orangtuaku membawaku ke seorang pintar menanyakan perihal diriku yang aneh ini. Si kakek ini memberi aku nama Bong tet Po, yang artinya mendapatkan mustika, menggantikan nama Afui yang merupakan pemberian kedua orangtuaku. Kakek ini juga memberikan aku Hu atau jimat yang berupa kertas kuning yang diisi tulisan dan yang sudah didoakan sebagai pelindungku. Kalau tidak salah, seingatku, aku juga di kasih sebuah gelang putih yang suatu hari patah olehku.<span id="more-92"></span></p>
<p>Kata ibuku, aku pernah jatuh dari ayunan. Dan ini mungkin menyebabkan aku jatuh sakit keras sampai pada akhirnya mati suri. Menurut kepercayaan orang Tionghoa, arwahku yang lagi satu pergi dari tubuhku karena aku kaget, jatuh dari ayunan, masuk ke baskom tempat tadah air seni yang di taruh dibawahku.</p>
<p>Sejak kecil, aku tidak pernah merasa kalau bangsa halus ini adalah musuh. Mereka tinggal berdampingan dengan kita tapi lain dunia. Tidak sepatutnya kita saling bersinggungan.</p>
<p>Di saat aku duduk dibangku SMP kelas 3, ini kejadian tahun 1994, aku didatangi tamu yang tidak diundang. Tamu yang berasal dari dunia halus memaksa aku mengikuti mereka dan menyembah mereka. Aku bersikeras menolaknya. Aku lawan setiap mereka, tapi apa daya, aku tidak berhasil. Aku kalah. Mereka meminta nyawaku kepada Sang Maha Pencipta dan memaksa kedua orangtuaku untuk membakarku kalau ingin aku hidup terlepas dari cengkeraman mereka.</p>
<p>Pertama kali aku dirasuk oleh mereka ketika aku makan siang sepulangnya aku dari sekolah. Kejadian ini sangat menakutkan dan mengerikan. Tidak ada satupun orang yang sanggup menolongku saat itu. Aku dianiaya dan disiksa begitu rupa secara fisik maupun secara roh.</p>
<p>Terus terang, dalam hal keagamaan, aku bukan seorang yang agamis. Aku percaya akan adanya TUHAN YME, dan menganggap semua agama itu baik dan benar adanya. Aku dari SD sampai SMP sekolah di sekolah Kristen tapi aku bukan Kristen tulen, sedangkan kedua orangtuaku menganut agama dan kepercayaan leluhur. Tapi menurutku ini tidak jadi soal.</p>
<p>Yang jelas aku berusaha melawan mati-matian bangsa halus yang jahat ini yang hendak memperbudak aku. Aku menepis semua tawaran mereka dan melawan untuk tidak melakukan apa yang mereka perintahkan kepadaku. Walaupun sampai akhirnya, aku menyerah pada mereka. Mereka menginginkan aku mati karena suatu hal yang katanya ada kaitan dengan masalah langit. Dibawanyalah aku ke alam mereka dan diperhadapkannyalah aku dengan raja mereka.</p>
<p>Selama aku di dunia, ketika mereka menindas dan menganiaya aku begitu rupa, aku dilindungi oleh TUHAN YME. Sungguh, tidak ada luka sedikitpun pada badanku.  Tapi aneh bagiku, mengapa Sang Maha Pencipta mengijinkan ini terjadi?</p>
<p>Ketika aku berhadapan dengan raja iblis, dia memerintahkan aku untuk menyembahnya, tapi aku menolaknya dengan keras. Lalu ia bertanya kepadaku mengenai siapa pribadi yang kusembah. Jawabku, &#8220;TUHAN&#8221;. Tidak berhenti sampai disitu, kembali ia bertanya mengenai TUHAN yang mana kusembah. Jawabku dengan tegas, &#8220;TUHAN Sang Maha Pencipta segalanya&#8221;.  Disini saya tidak menyebutkan Tuhan dari agama manapun, tetapi TUHAN YME, hanya itu.</p>
<p>Raja iblis marah dan ia memerintahkan algojonya untuk melemparkan aku ke dalam lautan api. Disaat aku diseret hendak dilemparkan ke dalam lautan api, aku berseru memanggil nama TUHAN YME sebanyak 3x. Aku meminta tolong padaNya. Disaat teriakanku yang ketiga kali kepada TUHAN YME, aku melihat adanya sinar yang begitu terang menyinari tempat yang gelap itu. Aku mendengar adanya suara yang gemuruh dan tiba-tiba tampaklah mahkluk yang bersinar terang, bersayap dan ada yang tidak bersayap berdiri memenuhi ruangan yang gelap itu. Satu diantara mereka mendekatiku dan para algojo setan yang hendak melemparku. Dengan tegas ia memerintahkan mereka untuk melepaskanku dan ia berkata bahwa aku milik TUHAN YME, bukan milik kerajaan setan. Dan ia berkata kepadaku bahwa dia adalag hamba TUHAN yang bernama Mikhael.</p>
<p>Dengan segera para mahkluk utusan TUHAN ini menyelamatkanku dan membawaku keluar dari kerajaan kegelapan. Aku dibawa mereka untuk berjumpa dengan TUHAN. Ya, aku dibawa kedalam kerajaan TUHAN. Aku berjumpa dengan TUHAN YME. Dan IA mengatakan kepadaku bahwasannya waktuku belum selesai dan ada amanat yang IA berikan padaku yang harus kuselesaikan di bumi.</p>
<p>Begitulah sepenggal ceritaku mengenai pengalaman dunia roh yang pernah kualami.  Sekian dan terimakasih para pembaca.</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fwww.family-writing.com%2Fkisah%2Fpengalamanku-di-dunia-roh.html%2F';
  addthis_title  = 'Pengalamanku+Di+Dunia+Roh';
  addthis_pub    = 'pustakanilna';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.family-writing.com/kisah/pegalamanku-sebagai-anak-adopsi.html/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengalamanku Sebagai Anak Adopsi'>Pengalamanku Sebagai Anak Adopsi</a> <small>Perkenalkan, namaku Bong Tet Po, panggilanku Apo. Aku dibesarkan oleh...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.family-writing.com/kisah/pengalamanku-di-dunia-roh.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.family-writing.com/kisah/pengalamanku-di-dunia-roh.html/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
