<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" version="2.0">

<channel>
	<title>Farhansyaddad weblog</title>
	
	<link>http://farhansyaddad.wordpress.com</link>
	<description>Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Jun 2012 14:41:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain="farhansyaddad.wordpress.com" port="80" path="/?rsscloud=notify" registerProcedure="" protocol="http-post" />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4cdbcb6375a1daf62171c3134c54bb28?s=96&amp;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Farhansyaddad weblog</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://farhansyaddad.wordpress.com/osd.xml" title="Farhansyaddad weblog" />
	
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/FarhansyaddadWeblog" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="farhansyaddadweblog" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://farhansyaddad.wordpress.com/?pushpress=hub" /><item>
		<title>Wanita, Cobaan Atas Kaum Pria</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/05/06/wanita-cobaan-atas-kaum-pria/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/05/06/wanita-cobaan-atas-kaum-pria/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2012 04:05:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibrah]]></category>
		<category><![CDATA[KISS]]></category>
		<category><![CDATA[asmara]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[rahmah]]></category>
		<category><![CDATA[sakinah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1523</guid>
		<description><![CDATA[Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah aku tinggalkan sesudahku suatu fitnah/cobaan yang lebih membahayakan bagi kaum pria daripada fitnah kaum wanita.” (HR. Muslim [2740]) Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah mempercayakan kalian untuk mengurusinya, Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1523&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1524" class="wp-caption alignleft" style="width: 258px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/05/aabunga.jpg"><img class="wp-image-1524 " title="aabunga" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/05/aabunga.jpg?w=248&h=185" alt="Bunga" width="248" height="185" /></a><p class="wp-caption-text">Bunga</p></div>
<p style="text-align:justify;">Dari Usamah bin Zaid <em>radhiyallahu’anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Tidaklah aku tinggalkan sesudahku suatu fitnah/cobaan yang lebih membahayakan bagi kaum pria daripada fitnah kaum wanita.”</em> (HR. Muslim [2740])</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Sa’id al-Khudri <em>radhiyallahu’anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah mempercayakan kalian untuk mengurusinya, Allah ingin melihat bagaimana perbuatan kalian. Maka berhati-hatilah kalian dari fitnah dunia dan takutlah kalian akan fitnah kaum wanita. Karena sesungguhnya fitnah pertama di kalangan Bani Isra’il adalah dalam masalah wanita.” </em>(HR. Muslim [2742])</p>
<p style="text-align:justify;">Imam an-Nawawi <em>rahimahullah</em> menjelaskan, <em>“Termasuk dalam kategori wanita yang dimaksud oleh <a href="http://muslim.or.id/hadits">hadits</a> ini adalah para istri maupun selain mereka. Dan yang paling banyak fitnahnya adalah para istri karena fitnah mereka terus-menerus menyertai dan kebanyakan orang pun telah terfitnah dengannya.”</em> (lihat <em>Syarh Muslim</em> [9/8] cet. Dar Ibnu al-Haitsam)<span id="more-1523"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[1] Perintah Menjaga Pandangan    </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah <em>ta’ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Katakanlah kepada kaum lelaki yang beriman hendaknya mereka menundukkan sebagian pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka. Hal itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa saja yang kalian lakukan.”</em> (QS. an-Nuur: 30)</p>
<p style="text-align:justify;">Salah seorang yang salih mengatakan, <em>“Barangsiapa yang memakmurkan penampilan lahirnya dengan ittiba’/mengikuti <a href="http://muslim.or.id/tag/sunnah">sunnah</a> dan menghiasi batinnya dengan senantiasa muroqobah/merasa diawasi Allah, menundukkan pandangannya dari sesuatu yang diharamkan, menahan dirinya dari hal-hal yang syubhat/samar-samar, dan mengkonsumsi makanan yang halal, niscaya firasatnya tidak akan meleset.”</em> (lihat <em>Tazkiyat an-Nufus</em>, hal. 39)</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh as-Sa’di <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan menggantikan untuknya yang lebih baik darinya. Barangsiapa yang menundukkan pandangannya maka Allah akan menjadikan mata hatinya kembali bersinar.”</em> (<em>Taisir al-Karim ar-Rahman</em>, sebagaimana dalam <em>al-Majmu’ah al-Kamilah</em> [5/409])</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[2] Perisai Untuk Menghadapi Fitnah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Imam Ibnul Qoyyim <em>rahimahullah</em> mengatakan, <em>“Fitnah syubhat ditepis dengan keyakinan, sedangkan fitnah syahwat  ditepis dengan kesabaran. Oleh karena itu Allah Yang Maha Suci menjadikan kepemimpinan dalam agama tergantung pada kedua perkara ini. Allah berfirman (yang artinya), “Dan Kami menjadikan di antara mereka para pemimpin yang memberikan petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bisa bersabar dan senantiasa meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. as-Sajdah: 24). Hal ini menunjukkan bahwasanya dengan bekal sabar dan keyakinan akan dicapai kepemimpinan dalam hal agama. Allah juga memadukan keduanya di dalam firman-Nya (yang artinya), “Mereka saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.” (QS. al-’Ashr: 3). Saling menasehati dalam kebenaran merupakan penangkal fitnah syubhat, sedangkan saling menasehati untuk menetapi kesabaran adalah penangkal fitnah syahwat”</em> (Lihat <em>adh-Dhau’ al-Munir ‘ala at-<a href="http://muslim.or.id/tafsir">Tafsir</a></em> [5/134], <em>Ighatsat al-Lahfan</em> hal. 669)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu’anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Bersegeralah melakukan amal-amal (ketaatan) sebelum datangnya fitnah-fitnah (cobaan dan godaan) yang datang bagaikan potongan-potongan malam yang gelap gulita. Pada waktu itu,  seseorang di pagi hari masih beriman namun di sore harinya telah menjadi kafir. Atau di sore hari beriman, lalu di pagi harinya menjadi kafir. Dia rela menjual agamanya demi mendapatkan kesenangan dunia.”</em> (HR. Muslim [118])</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Anas bin Malik <em>radhiyallahu’anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Surga itu diliputi dengan hal-hal yang tidak disenangi, sedangkan neraka diliputi dengan hal-hal yang disenangi oleh nafsu.”</em> (HR. Muslim [2822])</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu’anhu</em>, Rasulullah  <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Barangsiapa yang menjaga apa yang ada diantara kedua jenggotnya dan apa yang ada diantara kedua kakinya niscaya dia akan masuk Surga.”</em> (lihat <em>az-Zuhd li Ibni Abi ‘Ashim</em>, hal. 22)</p>
<p style="text-align:justify;">Dikisahkan bahwa pada suatu malam ada seorang lelaki yang merayu seorang wanita di tengah padang pasir. Akan tetapi wanita itu enggan memenuhi ajakannya. Maka lelaki itu berkata, <em>“Tidak ada yang melihat kita kecuali bintang-bintang.”</em> Wanita itu pun berkata, <em>“Kalau begitu, dimanakah yang menciptakan bintang-bintang itu?!”</em> (lihat <em>Fiqh al-Asma’ al-Husna</em>, hal. 33)</p>
<p style="text-align:justify;">Muhammad bin Wasi’ <em>rahimahullah </em>berkata, <em>“Sungguh aku telah bertemu dengan orang-orang, yang mana seorang lelaki di antara mereka kepalanya berada satu bantal dengan kepala istrinya dan basahlah apa yang berada di bawah pipinya karena tangisannya akan tetapi istrinya tidak menyadari hal itu. Dan sungguh aku telah bertemu dengan orang-orang yang salah seorang di antara mereka berdiri di shaf [sholat] hingga air matanya mengaliri pipinya sedangkan orang di sampingnya tidak mengetahui.”</em> (lihat <em>Ta’thirul Anfas</em>, hal. 249)</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnul Qoyyim <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Manusia itu, sebagaimana telah dijelaskan sifatnya oleh Yang menciptakannya. Pada dasarnya ia suka berbuat zalim dan bersifat bodoh. Oleh sebab itu, tidak sepantasnya dia menjadikan kecenderungan dirinya, rasa suka, tidak suka, ataupun kebenciannya terhadap sesuatu sebagai standar untuk menilai perkara yang berbahaya atau bermanfaat baginya. Akan tetapi sesungguhnya standar yang benar adalah apa yang Allah pilihkan baginya, yang hal itu tercermin dalam perintah dan larangan-Nya.”</em> (lihat <em>al-Fawa’id</em>, hal. 89)</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnul Mubarak <em>rahimahullah</em> berkata dalam syairnya,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>            Kulihat tumpukan dosa mematikan hati</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>            Mengidapnya membuat diri bertambah hina</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Meninggalkan dosa adalah kehidupan bagi hati</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Yang terbaik untukmu tentu mencampakkannya</em></p>
<p style="text-align:justify;">(lihat <em>Tazkiyat an-Nufus</em>, hal. 32)</p>
<p style="text-align:justify;">Hati yang sehat dan sempurna memiliki dua karakter yang melekat padanya. <em></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Karakter pertama</em>; kesempurnaan <a href="http://muslim.or.id/tag/ilmu">ilmu</a>, pengetahuan, dan keyakinan yang tertancap di dalam hatinya. <em></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Karakter kedua</em>; kesempurnaan kehendak hatinya terhadap segala perkara yang dicintai dan diridhai Allah <em>ta’ala</em>. Dengan kata lain, hatinya senantiasa menginginkan kebaikan apapun yang dikehendaki oleh Allah bagi hamba-Nya. Kedua karakter ini akan berpadu dan melahirkan profil hati yang bersih, yaitu hati yang mengenali kebenaran dan mengikutinya, serta mengenali kebatilan dan meninggalkannya. Orang yang ilmunya dipenuhi dengan syubhat/kerancuan dan keragu-raguan, itu artinya dia telah kehilangan karakter yang pertama. Adapun orang yang keinginan dan cita-citanya selalu mengekor kepada hawa nafsu dan syahwat, maka dia telah kehilangan karakter yang kedua. Seseorang bisa tertimpa salah satu perusak hati ini, atau bahkan -yang lebih mengerikan lagi- adalah keduanya bersama-sama menggerogoti kehidupan hatinya (lihat <em>al-Qawa’id al-Hisan</em>, hal. 86)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[3] Sumber Kemaksiatan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kitabnya <em>al-Fawa’id</em>, Imam Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> memaparkan, <em>“Sumber segala bentuk kemaksiatan yang besar ataupun yang kecil ada tiga: ketergantungan hati kepada selain Allah, memperturutkan kekuatan angkara murka, dan mengumbar kekuatan nafsu syahwat. Wujudnya adalah syirik, kezaliman, dan perbuatan keji. Puncak ketergantungan hati kepada selain Allah adalah kemusyrikan dan menyeru sesembahan lain sebagai sekutu bagi Allah. Puncak memperturutkan kekuatan angkara murka adalah terjadinya pembunuhan. Adapun puncak mengumbar kekuatan nafsu syahwat adalah terjadinya perzinaan.” </em></p>
<p style="text-align:justify;">Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa Allah <em>ta’ala</em> telah memadukan ketiga hal ini dalam firman-Nya (yang artinya), <em>“Dan orang-orang yang tidak menyeru bersama Allah sesembahan yang lain, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali apabila ada alasan yang benar, dan mereka juga tidak berzina.”</em> (QS. al-Furqan: 68). Ketiga jenis dosa ini saling menyeret satu dengan yang lainnya. Syirik akan menyeret kepada kezaliman dan perbuatan keji, sebagaimana halnya keikhlasan dan tauhid akan menyingkirkan kedua hal itu dari pemiliknya (ahli tauhid). Allah <em>ta’ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Demikianlah, Kami palingkan darinya -Yusuf- keburukan dan perbuatan keji, sesungguhnya dia termasuk kalangan hamba pilihan Kami (yang ikhlas).”</em> (QS. Yusuf: 24)</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau menjelaskan, <em>“Yang dimaksud dengan ‘keburukan’ (as-Suu’) di dalam ayat tadi adalah mabuk asmara (‘isyq), sedangkan yang dimaksud dengan perbuatan keji (al-fakhsya’) adalah perzinaan. Maka demikian pula kezaliman akan bisa menyeret kepada perbuatan syirik dan perbuatan keji. Sesungguhnya syirik itu sendiri merupakan kezaliman yang paling zalim, sebagaimana keadilan yang paling adil adalah tauhid. Keadilan pendamping tauhid, sedangkan kezaliman pendamping syirik.” </em></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab itu Allah menyebutkan kedua hal itu secara berdampingan. Adapun yang pertama -keadilan sebagai pendamping tauhid- adalah seperti yang terkandung dalam firman Allah (yang artinya), <em>“Allah bersaksi bahwa tidak ada sesembahan -yang benar- kecuali Allah, demikian juga bersaksi para malaikat dan orang-orang yang berilmu, dalam rangka menegakkan keadilan.”</em> (QS. Ali Imran: 18). Adapun yang kedua -kezalimaan sebagai pendamping syirik- adalah seperti yang terkandung dalam firman Allah (yang artinya), <em>“Sesungguhnya syirik merupakan kezaliman yang sungguh-sungguh besar.”</em> (QS. Luqman: 13). Sementara itu, perbuatan keji pun bisa menyeret ke dalam perbuatan syirik dan kezaliman. Terlebih lagi apabila keinginan untuk melakukannya sangat kuat dan hal itu tidak bisa didapatkan selain dengan menempuh tindakan zalim serta meminta bantuan sihir dan setan.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah juga menggandengkan antara zina dengan syirik di dalam firman-Nya (yang artinya), <em>“Seorang lelaki pezina tidak akan menikah kecuali dengan perempuan pezina pula atau perempuan musyrik. Demikian juga seorang perempuan pezina tidak akan menikah kecuali dengan lelaki pezina atau lelaki musyrik. Dan hal itu diharamkan bagi orang-orang yang beriman.”</em> (QS. an-Nur: 3).</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnul Qayyim menegaskan, <em>“Ketiga perkara ini saling menyeret satu dengan yang lainnya dan saling mengajak satu sama lain. Oleh sebab itu, tatkala semakin lemah <a href="http://muslim.or.id/tag/tauhid">tauhid</a> dan semakin kuat <a href="http://muslim.or.id/tag/syirik">syirik</a> di dalam hati seseorang maka semakin banyak pula perbuatan keji yang dilakukan, dan semakin besar  ketergantungan hatinya kepada gambar-gambar -yang terlarang- serta semakin kuat pula kerinduan yang menggelayuti hatinya terhadap gambar/rupa tersebut.”</em> (lihat <em>al-Fawa’id</em>, hal. 78-79)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari artikel <a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/wanita-cobaan-atas-kaum-pria.html/comment-page-1#comment-86670">Wanita, Cobaan Atas Kaum Pria — Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah</a> by <a href="http://muslim.or.id">null</a></p>
<p style="text-align:justify;">Sumber Gambar : dari <a href="http://www.shobiklobik.com/forum/pop_printer_friendly.asp?TOPIC_ID=265086">sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1523/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1523&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/05/06/wanita-cobaan-atas-kaum-pria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&amp;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/05/aabunga.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aabunga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syubhat Seputar Larangan Isbal</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/04/28/syubhat-seputar-larangan-isbal/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/04/28/syubhat-seputar-larangan-isbal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2012 12:46:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISS]]></category>
		<category><![CDATA[cadar]]></category>
		<category><![CDATA[cingkrang]]></category>
		<category><![CDATA[jenggot]]></category>
		<category><![CDATA[ngatung]]></category>
		<category><![CDATA[sontog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1519</guid>
		<description><![CDATA[Isbal artinya menjulurkan pakaian melebihi mata kaki. Isbal terlarang dalam Islam, hukumnya minimal makruh atau bahkan haram. Banyak sekali dalil dari hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang mendasari hal ini. Dalil seputar masalah ini ada dua jenis: Pertama, mengharamkan isbal jika karena sombong. Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda: من جر ثوبه خيلاء ، لم ينظر الله [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1519&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1520" class="wp-caption aligncenter" style="width: 476px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/04/isbal.jpg"><img class=" wp-image-1520" title="isbal" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/04/isbal.jpg?w=466&h=388" alt="Isbal" width="466" height="388" /></a><p class="wp-caption-text">Isbal</p></div>
<p style="text-align:justify;">Isbal artinya menjulurkan pakaian melebihi mata kaki. Isbal terlarang dalam Islam, hukumnya minimal makruh atau bahkan haram. Banyak sekali dalil dari hadits Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam </em>yang mendasari hal ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalil seputar masalah ini ada dua jenis:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama</strong>, mengharamkan isbal jika karena sombong.</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi <em>shallallahu‘alaihi wa sallam </em>bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">من جر ثوبه خيلاء ، لم ينظر الله إليه يوم القيامة . فقال أبو بكر : إن أحد شقي ثوبي يسترخي ، إلا أن أتعاهد ذلك منه ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إنك لن تصنع ذلك خيلاء . قال موسى : فقلت لسالم : أذكر عبد الله : من جر إزاره ؟ قال : لم أسمعه ذكر إلا ثوبه</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong, tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat. Abu Bakar lalu berkata: ‘Salah satu sisi pakaianku akan melorot kecuali aku ikat dengan benar’. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Engkau tidak melakukan itu karena sombong’.Musa bertanya kepada Salim, apakah Abdullah bin Umar menyebutkan lafadz ‘barangsiapa menjulurkan kainnya’? Salim menjawab, yang saya dengan hanya ‘barangsiapa menjulurkan pakaiannya’. </em>”. (HR. Bukhari 3665, Muslim 2085)<span id="more-1519"></span></p>
<p style="text-align:justify;">بينما رجل يجر إزاره من الخيلاء خسف به فهو يتجلجل في الأرض إلى يوم القيامة.</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Ada seorang lelaki yang kainnya terseret di tanah karena sombong. Allah menenggelamkannya ke dalam bumi. Dia meronta-ronta karena tersiksa di dalam bumi hingga hari Kiamat terjadi</em>”. (HR. Bukhari, 3485)</p>
<p style="text-align:justify;">لا ينظر الله يوم القيامة إلى من جر إزاره بطراً</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Pada hari Kiamat nanti Allah tidak akan memandang orang yang menyeret kainnya karena sombong</em>” (HR. Bukhari 5788)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua</strong>, hadits-hadits yang mengharamkan isbal secara mutlak baik karena sombong ataupun tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">ما أسفل من الكعبين من الإزار ففي النار</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka</em>” (HR. Bukhari 5787)</p>
<p style="text-align:justify;">ثلاثة لا يكلمهم الله يوم القيامة ولا ينظر إليهم ولا يزكيهم ولهم عذاب أليم المسبل والمنان والمنفق سلعته بالحلف الكاذب</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Ada tiga jenis manusia yang tidak akan diajak biacar oleh Allah pada hari Kiamat, tidak dipandang, dan tidak akan disucikan oleh Allah. Untuk mereka bertiga siksaan yang pedih. Itulah laki-laki yang isbal, orang yang mengungkit-ungkit sedekah dan orang yang melariskan barang dagangannya dengan sumpah palsu</em>”. (HR. Muslim, 106)</p>
<p style="text-align:justify;">لا تسبن أحدا ، ولا تحقرن من المعروف شيئا ، ولو أن تكلم أخاك وأنت منبسط إليه وجهك ، إن ذلك من المعروف ، وارفع إزارك إلى نصف الساق ، فإن أبيت فإلى الكعبين ، وإياك وإسبال الإزار ؛ فإنه من المخيلة ، وإن الله لا يحب المخيلة</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Janganlah kalian mencela orang lain. Janganlah kalian meremehkan kebaikan sedikitpun, walaupun itu hanya dengan bermuka ceria saat bicara dengan saudaramu. Itu saja sudah termasuk kebaikan. Dan naikan kain sarungmu sampai pertengahan betis. Kalau engkau enggan, maka sampai mata kaki. Jauhilah isbal dalam memakai kain sarung. Karena isbal itu adalah kesombongan. Dan Allah tidak menyukai kesombongan</em>” (HR. Abu Daud 4084, dishahihkan Al Albani dalam <em>Shahih Sunan Abi Daud</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">مَرَرْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي إِزَارِي اسْتِرْخَاءٌ فَقَالَ: يَا عَبْدَ اللَّهِ ارْفَعْ إِزَارَكَ! فَرَفَعْتُهُ. ثُمَّ قَالَ: زِدْ! فَزِدْتُ. فَمَا زِلْتُ أَتَحَرَّاهَا بَعْدُ. فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ: إِلَى أَيْنَ؟ فَقَالَ: أَنْصَافِ السَّاقَيْنِ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Aku (Ibnu Umar) pernah melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sementara kain sarungku terjurai (sampai ke tanah). Beliau pun bersabda, “Hai Abdullah, naikkan sarungmu!”.  Aku pun langsung menaikkan kain sarungku. Setelah itu Rasulullah bersabda, “Naikkan lagi!” Aku naikkan lagi. Sejak itu aku selalu menjaga agar kainku setinggi itu.” Ada beberapa orang yang bertanya, “Sampai di mana batasnya?” Ibnu Umar menjawab, “Sampai pertengahan kedua betis.</em>” (HR. Muslim no. 2086)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Mughirah bin Syu’bah <em>Radhiallahu’anhu</em> beliau berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم أخذ بحجزة سفيان بن أبي سهل فقال يا سفيان لا تسبل إزارك فإن الله لا يحب المسبلين</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Aku melihat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mendatangu kamar Sufyan bin Abi Sahl, lalu beliau berkata: ‘Wahai Sufyan, janganlah engkau isbal. Karena Allah tidak mencintai orang-orang yang musbil’</em>” (HR. Ibnu Maajah no.2892, dishahihkan Al Albani dalam <em>Shahih Ibni Maajah</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari dalil-dalil di atas, para ulama sepakat haramnya isbal karena sombong dan berbeda pendapat mengenai hukum isbal jika tanpa sombong. Syaikh Alwi bin Abdil Qadir As Segaf berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">“Para ulama bersepakat tentang haramnya isbal karena sombong, namun mereka berbeda pendapat jika isbal dilakukan tanpa sombong dalam 2 pendapat:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama</strong>, hukumnya boleh disertai ketidak-sukaan (baca: makruh), ini adalah pendapat kebanyakan ulama pengikut madzhab yang empat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua</strong>, hukumnya haram secara mutlak. Ini adalah satu pendapat Imam Ahmad, yang berbeda dengan pendapat lain yang masyhur dari beliau. Ibnu Muflih berkata : ‘Imam Ahmad <em>Radhiallahu’anhu Ta’ala</em> berkata, yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka, tidak boleh menjulurkan sedikitpun bagian dari pakaian melebihi itu. Perkataan ini zhahirnya adalah pengharaman’ (<em>Al Adab Asy Syari’ah</em>, 3/492). Ini juga pendapat yang dipilih Al Qadhi ‘Iyadh, Ibnul ‘Arabi ulama madzhab Maliki, dan dari madzhab Syafi’i ada Adz Dzahabi dan Ibnu Hajar Al Asqalani cenderung menyetujui pendapat beliau.  Juga merupakan salah satu pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, pendapat madzhab Zhahiriyyah, Ash Shan’ani, serta para ulama di masa ini yaitu Syaikh Ibnu Baaz, Al Albani, Ibnu ‘Utsaimin, dan ini semua lebih menegaskan dalil-dalil yang ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kewajiban kita bila ulama berselisih yaitu mengembalikan perkaranya kepada Qur’an dan Sunnah. Sebagaimana firman Allah <em>Ta’ala</em>:</p>
<p style="text-align:justify;">فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya</em>” (QS. An Nisa: 59)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan dalil-dalil yang mengharamkan secara mutlak sangat jelas dan tegas”</p>
<p style="text-align:justify;">(Sumber : <a href="http://www.dorar.net/art/144">http://www.dorar.net/art/144</a> )</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi Islam melarang isbal, baik larangan sampai tingkatan haram atau tidak. Tapi sungguh disayangkan larangan ini agaknya sudah banyak tidak diindahkan lagi oleh umat Islam. Karena kurang ilmu dan perhatian mereka terhadap agamanya. Lebih lagi, adanya sebagian oknum yang menebarkan syubhat (kerancuan) seputar hukum isbal sehingga larangan isbal menjadi aneh dan tidak lazim di mata umat. Berikut ini beberapa syubhat tersebut:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Syubhat 1: Memakai pakaian atau celana ngatung agar tidak isbal adalah ajaran aneh dan <em>nyeleneh</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana mungkin larangan isbal dalam Islam dianggap <em>nyeleneh </em>padahal dalil mengenai hal ini sangat banyak dan sangat mudah ditemukan dalam kitab-kitab hadits dan buku-buku <a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah">fiqih</a>. Lebih lagi, larangan isbal dibahas oleh ulama 4 madzhab besar dalam Islam dan sama sekali bukan hal aneh dan asing bagi orang-orang yang mempelajari agama. Berikut ini kami nukilkan beberapa perkataan para ulama madzhab mengenai hukum isbal sebagai bukti bahwa pembahasan larangan isbal itu dibahas oleh para ulama 4 madzhab dari dulu hingga sekarang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Madzhab Maliki</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu ‘Abdil Barr dalam <em>At Tamhid</em> (3/249) :</p>
<p style="text-align:justify;">وقد ظن قوم أن جر الثوب إذا لم يكن خيلاء فلا بأس به واحتجوا لذلك بما حدثناه عبد الله بن محمد بن أسد …. قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : «من جر ثوبه خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة» فقال أبو بكر: إن أحد شقى ثوبي ليسترخي إلا أن أتعاهد ذلك منه،فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم: «إنك لست تصنع ذلك خيلاء» قال موسى قلت لسالم أذَكر عبد الله من جر إزاره،قال لم أسمعه إلا ذكر ثوبه،وهذا إنما فيه أن أحد شقى ثوبه يسترخي، لا أنه تعمد ذلك خيلاء، فقال له رسول الله صلى الله عليه و سلم: «لست ممن يرضى ذلك» ولا يتعمده ولا يظن بك ذلك</p>
<p style="text-align:justify;">“Sebagian orang menyangka bahwa menjulurkan pakaian jika tidak karena sombong itu tidak mengapa. Mereka berdalih dengan riwayat dari Abdullah bin Muhammad bin Asad (beliau menyebutkan sanadnya) bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘<em>Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong, tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat’. Abu Bakar lalu berkata: ‘Salah satu sisi pakaianku akan melorot kecuali aku ikat dengan benar’. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Engkau tidak melakukan itu karena sombong’. Musa bertanya kepada Salim, apakah Abdullah bin Umar menyebutkan lafadz ‘barangsiapa menjulurkan kainnya’? Salim menjawab, yang saya dengan hanya ‘barangsiapa menjulurkan pakaiannya</em>‘.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kasus ini yang melorot hanya satu sisi pakaiannya saja, bukan karena Abu Bakar sengaja memelorotkan pakaiannya. Oleh karena itulah Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda: ‘Engkau tidak melakukan itu karena sombong’. Jadi, Abu Bakar bukan sengaja dan dia tidak menyangka sengaja menjulurkan pakaian itu boleh”</p>
<p style="text-align:justify;">Abul Walid Sulaiman Al Baaji dalam <em>Al Muntaqa Syarh Al Muwatha</em> (9/314-315)  :</p>
<p style="text-align:justify;">وقوله صلى الله عليه وسلم الذي يجر ثوبه خيلاء يقتضي تعلق هذا الحكم بمن جره خيلاء، أما من جره لطول ثوب لا يجد غيره، أو عذر من الأعذار فإنه لا يتناوله الوعيد… قوله صلى الله عليه وسلم: «إزارة المؤمن إلى أنصاف ساقيه»، يحتمل أن يريد به والله أعلم أن هذه صفة لباسه الإزار؛ لأنه يلبس لبس المتواضع المقتصد المقتصر على بعض المباح، ويحتمل أن يريد به أن هذا القدر المشروع له ويبين هذا التأويل قوله صلى الله عليه وسلم :لا جناح عليه فيما بينه وبين الكعبين يريد والله أعلم أن هذا لو لم يقتصر على المستحب مباح لا إثم عليه فيه ، وإن كان قد ترك الأفضل</p>
<p style="text-align:justify;">“Sabda Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> ‘<em>barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong</em>‘ ini menunjukkan hukumnya terkait bagi orang yang melakukannya karena sombong. Adapun orang yang pakaiannya panjang dan ia tidak punya yang lain (hanya punya satu), atau orang yang punya udzur lain, maka tidak termasuk ancaman hadits ini. Dan sabda Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em>: ‘Kainnya orang mu’min itu sepertengahan betis’, dimungkinkan -<em>wallahu’alam</em>- inilah deskripsi pakaian beliau. Karena beliau lebih menyukai memakai pakaian ketawadhu’an, yaitu yang seadanya, dibanding pakaian lain yang mubah. Dimungkinkan juga, perkataan beliau ini menunjukkan kadar yang masyru’. Tafsiran ini diperjelas oleh sabda beliau yang lain: ‘Tidak mengapa bagi mereka untuk mengenakan antara paha dan pertengahan betis’. Beliau ingin mengatakan -wallahu’alam- bahwa kalau tidak mencukupkan diri pada yang mustahab, maka boleh dan tidak berdosa. Namun telah meninggalkan yang utama”.</p>
<p style="text-align:justify;">Catatan:</p>
<p style="text-align:justify;">Perhatikan, beliau berpendapat bahwa larangan isbal tidak sampai haram jika tidak sombong. Namun beliau  mengatakan bahwa yang ditoleransi untuk memakai pakaian lebih dari mata kaki adalah yang hanya memiliki 1 pakaian saja dan yang memiliki udzur!!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mazhab Hambali</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Abu Naja Al Maqdisi:</p>
<p style="text-align:justify;">ويكره أن يكون ثوب الرجل إلى فوق نصف ساقه وتحت كعبه بلا حاجة لا يكره ما بين ذلك</p>
<p style="text-align:justify;">“Makruh hukumnya pakaian seorang lelaki panjangnya di atas pertengahan betis atau melebihi mata kaki tanpa adanya kebutuhan. Jika di antara itu maka tidak makruh” (<em>Al Iqna</em>, 1/91)</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Qudamah Al Maqdisi :</p>
<p style="text-align:justify;">ويكره إسبال القميص والإزار والسراويل ؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم أمر بَرفْع الإزار . فإن فعل ذلك على وجه الخيلاء حَرُم</p>
<p style="text-align:justify;">“Makruh hukumnya isbal pada gamis, sarung atau sarowil (celana). Karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan untuk meninggalkan ketika memakai izar (sarung). Jika melakukan hal itu karena sombong, maka haram” (<em>Al Mughni</em>, 1/418)</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:</p>
<p style="text-align:justify;">وإن كان الإسبال والجر منهياً عنه بالاتفاق والأحاديث فيه أكثر، وهو محرم على الصحيح، لكن ليس هو السدل</p>
<p style="text-align:justify;">“Walaupun memang isbal dan menjulurkan pakaian itu itu terlarang berdasarkan kesepakatan ulama serta hadits yang banyak, dan ia hukumnya haram menurut pendapat yang tepat, namun isbal bukanlah termasuk sadl” (<em>Iqtidha Shiratil Mustaqim</em>, 1/130)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Madzhab Hanafi </strong></p>
<p style="text-align:justify;">As Saharunfuri :</p>
<p style="text-align:justify;">قال العلماء : المستحب في الإزار والثوب إلى نصف الساقين ، والجائز بلا كراهة ما تحته إلى الكعبين ، فما نـزل عن الكعبين فهو ممنوع . فإن كان للخيلاء فهو ممنوع منع تحريم وإلا فمنع تنـزيه</p>
<p style="text-align:justify;">“Para ulama berkata, dianjurkan memakai sarung dan pakaian panjangnya sampai setengah betis. Hukumnya boleh (tanpa makruh) jika melebihi setengah betis hingga mata kaki. Sedangkan jika melebihi mata kaki maka terlarang. Jika melakukannya karena sombong maka haram, jika tidak maka makruh” (<em>Bazlul Majhud</em>, 16/411)</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kitab Fatawa Hindiyyah (5/333) :</p>
<p style="text-align:justify;">تَقْصِيرُ الثِّيَابِ سُنَّةٌ وَإِسْبَالُ الْإِزَارِ وَالْقَمِيصِ بِدْعَةٌ يَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ الْإِزَارُ فَوْقَ الْكَعْبَيْنِ إلَى نِصْفِ السَّاقِ وَهَذَا فِي حَقِّ الرِّجَالِ، وَأَمَّا النِّسَاءُ فَيُرْخِينَ إزَارَهُنَّ أَسْفَلَ مِنْ إزَارِ الرِّجَالِ لِيَسْتُرَ ظَهْرَ قَدَمِهِنَّ. إسْبَالُ الرَّجُلِ إزَارَهُ أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ إنْ لَمْ يَكُنْ لِلْخُيَلَاءِ فَفِيهِ كَرَاهَةُ تَنْزِيهٍ</p>
<p style="text-align:justify;">“Memendekkan pakaian (sampai setengah betis) hukumnya <a href="http://muslim.or.id/tag/sunnah">sunnah</a>. Dan isbal pada sarung dan gamis itu <a href="http://muslim.or.id/tag/bid%e2%80%99ah">bid’ah</a>. Sebaiknya sarung itu di atas mata kaki sampai setengah betis. Ini untuk laki-laki. Sedangkan wanita hendaknya menurunkan kainnya melebihi kain lelaki untuk menutup punggung kakinya. Isbalnya seorang lelaki melebihi mata kaki jika tidak karena sombong maka hukumnya makruh”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Madzhab Syafi’i</strong></p>
<p style="text-align:justify;">An Nawawi:</p>
<p style="text-align:justify;">فما نـزل عن الكعبين فهو ممنوع ، ، فإن كان للخيلاء فهو ممنوع منع تحريم وإلا فمنع تنـزيه</p>
<p style="text-align:justify;">“Kain yang melebihi mata kaki itu terlarang. Jika melakukannya karena sombong maka haram, jika tidak maka makruh” (<em>Al Minhaj</em>, 14/88)</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Hajar Al Asqalani :</p>
<p style="text-align:justify;">وحاصله: أن الإسبال يستلزم جرَّ الثوب، وجرُّ الثوب يستلزم الخيلاء، ولو لم يقصد اللابس الخيلاء، ويؤيده: ما أخرجه أحمد بن منيع من وجه آخر عن ابن عمر في أثناء حديث رفعه: ( وإياك وجر الإزار؛ فإن جر الإزار من المخِيلة</p>
<p style="text-align:justify;">“Kesimpulannya, isbal itu pasti menjulurkan pakaian. Sedangkan menjulurkan pakaian itu merupakan kesombongan, walaupun si pemakai tidak bermaksud sombong. Dikuatkan lagi dengan riwayat dari  Ahmad bin Mani’ dengan sanad lain dari Ibnu Umar. Di dalam hadits tersebut dikatakan ‘<em>Jauhilah perbuatan menjulurkan pakaian, karena menjulurkan pakaian itu adalah kesombongan</em>‘” (<em>Fathul Baari</em>, 10/264)</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian tidak benar bahwa larangan isbal itu adalah ajaran aneh dan <em>nyeleneh</em>. Lebih lagi jika sampai mencela orang yang menjauhi larangan isbal dengan sebutan ‘<em>kebanjiran</em>‘, ‘<em>kurang bahan</em>‘, dll. <em>Allahul musta’an</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Syubhat 2: Masak gara-gara celana saja masuk neraka?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pernyataan ini tidak keluar kecuali dari orang-orang yang enggan taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya. Sungguh Allah Maha Berkehendak menentukan perbuatan apa yang menyebabkan masuk neraka, melalui firman-Nya atau pun melalui sabda Nabi-Nya. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;">لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Allah tidak ditanya oleh hamba, namun merekalah yang akan ditanyai oleh Allah</em>” (QS. Al Anbiya: 23)</p>
<p style="text-align:justify;">Perbuatan yang dianggap sepele oleh manusia ternyata dapat menyebabkan masuk neraka bisa jadi merupakan ujian dari Allah untuk mengetahui mana hamba-Nya yang benar beriman. Karena orang yang beriman kepada Allah-lah yang senantiasa taat dan tunduk kepada hukum agama, Allah berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;">إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Hanya ucapan orang-orang beriman, yaitu ketika mereka diajak menaati Allah dan Rasul-Nya agar Rasul-Nya tersebut memutuskan hukum diantara kalian, maka mereka berkata: Sami’na Wa Atha’na (Kami telah mendengar hukum tersebut dan kami akan taati). Merekalah orang-orang yang beruntung</em>” (QS. An Nuur: 51)</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan hanya masalah isbal, Islam mengatur hukum-hukum kehidupan sampai perkara terkecil. Ketika Salman Al Farisi ditanya:</p>
<p style="text-align:justify;">قد علمكم نبيكم صلى الله عليه وسلم كل شيء . حتى الخراءة . قال ، فقال : أجل . لقد نهانا أن نستقبل القبلة لغائط أو بول . أو أن نستنجي باليمين . أو أن نستنجي بأقل من ثلاثة أحجار . أو أن نستنجي برجيع أو بعظم</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Nabi kalian telah mengajari kalian segala hal hingga masalah buang air besar? (Beliau menjawab: ) Benar. Beliau melarang kami menghadap kiblat ketika kencing atau buang hajat, bersuci dengan tangan kanan, bersuci dengan kurang dari tiga buah batu, dan bersuci dengan kotoran atau tulang</em>” (HR. Muslim, 262)</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang yang meremehkan larangan isbal, bagaimana lagi sikap mereka terhadap aturan-aturan Islam dalam buang hajat, dalam makan, dalam tidur, dalam memakai sandal, dan perkara lain yang nampaknya sepele?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Syubhat 3: Larangan isbal hanya berlaku pada kain sarung</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian orang beranggapan larangan isbal hanya berlaku pada kain sarung saja, karena di dalam hadits hanya disebutkan من جر إزاره ‘<em>barangsiapa yang menjulurkan izaar (kain sarung) nya</em>‘. Atau ada juga yang beranggapan bahwa larangan isbal hanya berlaku pada kain sarung, gamis dan imamah sebagaimana hadits:</p>
<p style="text-align:justify;">الإسبال في الإزار والقميص والعمامة من جر منها شيئا خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Isbal itu pada kain sarung, gamis dan imamah. Barangsiapa menjulurkannya sedikit saja karena sombong, tidak akan dipandang oleh Allah di hari kiamat</em>”</p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga mereka beranggapan bahwa isbal untuk pakaian lain, misalnya celana pantalon, itu bukan yang dimaksud oleh hadits-hadits larangan isbal.</p>
<p style="text-align:justify;">Anggapan ini salah. Larangan isbal juga berlaku pada model pakaian zaman sekarang seperti celana panjang pantalon. Syaikh Ali Hasan Al Halabi membantah anggapan ini, beliau berkata, “Sebagian orang mengira bahwa hadits ini menunjukkan bahwa larangan isbal hanya pada tiga jenis pakaian: kain sarung (<em>izaar</em>), gamis dan imamah. Dan isbal pada celana pantalon tidak termasuk dalam larangan. Ini adalah klaim yang tertolak oleh hadist itu sendiri. Karena justru makna hadits ini adalah meniadakan anggapan bahwa larangan isbal itu hanya pada kain (<em>izaar</em>). Bahkan larangannya berlaku pada semua jenis pakaian, baik yang ada di zaman Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> (seperti gamis, imamah dan sirwal), atau pakaian pada masa yang lain, seperti celana pantalon di zaman kita”. Beliau lalu memaparkan alasannya, secara ringkas sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan 1</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam <em>Lisaanul Arab</em> dijelaskan makna <em>izaar</em>:</p>
<p style="text-align:justify;">الإزار : كل من واراكَ وسَتَرَكَ . وتعني أيضا : الملحفة</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Izaar</em> adalah apa saja yang menutupimu, termasuk juga selimut”</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan 2</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sebagian hadits digunakan lafadz <em>tsaub</em> (الثوب), sedangkan dalam <em>Lisaanul Arab </em>makna <em>tsaub</em>:</p>
<p style="text-align:justify;">الثوب : من ثَوَبَ ويعني: اللباس .</p>
<p style="text-align:justify;">“Tsaub, dari tsawaba, artinya pakaian”</p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga <em>tsaub </em>ini mencakup seluruh jenis pakaian</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan 3</p>
<p style="text-align:justify;">Penjelasan para ulama:</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan:</p>
<p style="text-align:justify;">وَقَالَ الطَّبَرِيُّ : إِنَّمَا وَرَدَ الْخَبَر بِلَفْظِ الْإِزَار لِأَنَّ أَكْثَر النَّاس فِي عَهْده كَانُوا يَلْبَسُونَ الْإِزَار وَالْأَرْدِيَة ، فَلَمَّا لَبِسَ النَّاس الْقَمِيص وَالدَّرَارِيع كَانَ حُكْمهَا حُكْم الْإِزَار فِي النَّهْي . قَالَ اِبْن بَطَّال : هَذَا قِيَاس صَحِيح لَوْ لَمْ يَأْتِ النَّصّ بِالثَّوْبِ ، فَإِنَّهُ يَشْمَل جَمِيع ذَلِكَ ، وَفِي تَصْوِير جَرّ الْعِمَامَة نَظَر ، إِلَّا أَنْ يَكُون الْمُرَاد مَا جَرَتْ بِهِ عَادَة الْعَرَب مِنْ إِرْخَاء الْعَذْبَات ، فَمَهْمَا زَادَ عَلَى الْعَادَة فِي ذَلِكَ كَانَ مِنْ الْإِسْبَال</p>
<p style="text-align:justify;">“At Thabari berkata, lafadz-lafadz hadits menggunakan kata izaar karena kebanyakan manusia di masa itu mereka memakai izaar dan rida’. Ketika orang-orang mulai memakai gamis dan baju perang, maka hukumnya sama seperti larangan pada sarung. Ibnu Bathal berkata, ini adalah qiyas yang shahih, andai pun tidak ada nash yang menggunakan kata <em>tsaub</em>. Karena <em>tsaub</em> itu sudah mencakup semua jenis pakaian. Sedangkan menerapkannya pada imamah, ada sedikit catatan. Karena yang dimaksud dengan isbal pada imamah adalah jika panjangnya melebihi kebiasaan orang arab yaitu sekedar terjulur di pundak. Ketika melebihi kebiasaan, maka itu disebut isbal” (<em>Fathul Baari</em>, 16/331)</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis <em>Syarh Sunan Abi Daud</em> (9/126)  berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">فِي هَذَا الْحَدِيث دَلَالَة عَلَى عَدَم اِخْتِصَاص الْإِسْبَال بِالْإِزَارِ بَلْ يَكُون فِي الْقَمِيص وَالْعِمَامَة كَمَا فِي الْحَدِيث .قَالَ اِبْن رَسْلَان : وَالطَّيْلَسَان وَالرِّدَاء وَالشَّمْلَة</p>
<p style="text-align:justify;">“Hadits ini merupakan dalil bahwa isbal tidak khusus pada kain sarung saja, bahkan juga pada gamis dan imamah sebagaimana dalam hadits. Ibnu Ruslan berkata, juga pada peci, rida’ dan syamlah”</p>
<p style="text-align:justify;">Al’Aini dalam <em>‘Umdatul Qari</em> (31/429) menuturkan:</p>
<p style="text-align:justify;">قوله من جر ثوبه يدخل فيه الإزار والرداء والقميص والسراويل والجبة والقباء وغير ذلك مما يسمى ثوبا بل ورد في الحديث دخول العمامة في ذلك …</p>
<p style="text-align:justify;">“Perkataan Nabi ‘<em>barangsiapa menjulurkan pakaiannya</em>‘ ini mencakup kain sarung, rida’, gamis, sirwal, jubah, qubba’, dan jenis pakaian lain yang masih disebut sebagai pakaian. Bahkan terdapat riwayat yang memasukan imamah dalam hal ini”</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: <a href="http://almenhaj.net/makal.php?linkid=7415">http://almenhaj.net/makal.php?linkid=7415</a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Syubhat 4: Isbal khan cuma makruh! Jadi tidak mengapa setiap hari saya isbal</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Terlepas dari perselisihan para ulama tentang hukum isbal antara haram dan makruh, perkataan ini sejatinya menggambarkan betapa dangkalnya sifat <em>wara’</em> yang dimiliki. Karena seorang mu’min yang sejati adalah yang takut dan khawatir dirinya terjerumus dalam dosa sehingga ia meninggalkan hal-hal yang jelas haramnya, yang masih ragu halal-haramnya, atau yang mendekati tingkatan haram, inilah sikap wara’. Bukan sebaliknya, malah membiasakan diri dan terus-menerus melakukan hal yang mendekati keharaman atau yang makruh. Bukankah Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">الحَلاَلُ بَيِّنٌ، وَالحَرَامُ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا مُشَبَّهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى المُشَبَّهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ: كَرَاعٍ يَرْعَى حَوْلَ الحِمَى، يُوشِكُ أَنْ يُوَاقِعَهُ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Yang halal itu jelas, yang haram itu jelas. Diantaranya ada yang syubhat, yang tidak diketahui hukumnya oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa menjauhi yang syubhat, ia telah menjaga kehormatan dan agamanya. Barangsiapa mendekati yang syubhat, sebagaimana pengembala di perbatasan. Hampir-hampir saja ia melewatinya</em>” (HR. Bukhari 52, Muslim 1599)</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> juga bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي من ابْن آدم مجرى الدم</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Sesungguhnya setan ikut mengalir dalam darah manusia</em>” (HR. Bukhari 7171, Muslim 2174)</p>
<p style="text-align:justify;">Al Khathabi menjelaskan hadits ini:</p>
<p style="text-align:justify;">وَفِي هَذَا الْحَدِيثِ مِنَ الْعِلْمِ اسْتِحْبَابُ أَنْ يَحْذَرَ الإِنْسَانُ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ مِنَ الْمَكْرُوهِ مِمَّا تَجْرِي بِهِ الظُّنُونُ وَيَخْطُرُ بِالْقُلُوبِ وَأَنْ يَطْلُبَ السَّلامَةَ مِنَ النَّاسِ بِإِظْهَارِ الْبَرَاءَةِ مِنَ الرِّيَبِ</p>
<p style="text-align:justify;">“Dalam <a href="http://muslim.or.id/hadits">hadits</a> ini ada ilmu tentang dianjurkannya setiap manusia untuk menjauhi setiap hal yang makruh yang bisa menjerumuskan kita dalam berbagai keraguan dan membahayakan hati. Dan anjuran untuk mencari yang selamat dan lepas dari keraguan” (<em>Talbis Iblis</em>, 1/33)</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih lagi, jika para da’i, aktifis <a href="http://muslim.or.id/tag/dakwah">dakwah</a>, dan pengajar ilmu agama gemar membiasakan diri melakukan hal yang makruh. Padahal mereka panutan masyarakat dan orang yang dianggap baik agamanya. Sejatinya, semakin bagus keislaman seseorang, dia akan semakin <em>wara’</em>. Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">فَضْلُ الْعِلْمِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ فَضْلِ الْعِبَادَةِ، وَخَيْرُ دِينِكُمُ الْوَرَعُ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Keutamaan dalam ilmu lebih disukai daripada keutamaan dalam ibadah. Dan keislaman kalian yang paling baik adalah sifat wara’</em>” (HR. Al Hakim 314, Al Bazzar 2969, Ath Thabrani dalam Al Ausath 3960. Dishahihkan Al Albani dalam <em>Shahih At Targhib</em> 1740)</p>
<p style="text-align:justify;">Umar bin Khattab <em>Radhiallahu’anhu</em> berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">«إِنَّ الدِّينَ لَيْسَ بِالطَّنْطَنَةِ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ وَلَكِنَّ الدِّينَ الْوَرَعُ»</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Agama Islam itu bukanlah sekedar dengungan di akhir malam, namun Islam itu adalah bersikap wara’</em>” (HR Ahmad dalam <em>Az Zuhd</em>, 664)</p>
<p style="text-align:justify;">Para penuntut <a href="http://muslim.or.id/tag/ilmu">ilmu</a> agama, <a href="http://muslim.or.id/tag/ustadz">ustadz</a>, kyai, atau ulama yang paham agama secara mendalam, semestinya lebih wara’ bukan <em>malah</em> asyik-masyuk mengamalkan yang makruh-makruh. Al Hasan Al Bashri berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">«أَفْضَلُ الْعِلْمِ الْوَرَعُ وَالتَّوَكُّلُ»</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Ilmu yang paling utama adalah wara’ dan tawakal</em>” (HR. Ahmad dalam <em>Az Zuhd</em>, 1500)</p>
<p style="text-align:justify;">Yahya bin Abi Katsir berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">«الْعَالِمُ مَنْ خَشِيَ اللَّهَ , وَخَشْيَةُ اللَّهِ الْوَرَعُ»</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Orang alim adalah orang yang takut kepada Allah. Takut kepada Allah itulah wara’</em>” (<em>Akhlaqul ‘Ulama</em>, 1/70)</p>
<p style="text-align:justify;">Berangkat dari sikap wara’ inilah maka para fuqaha yang berpendapat isbal itu makruh hendaknya tidak isbal kecuali ada kebutuhan, semisal karena hanya memiliki 1 pakaian, karena sakit atau karena ada udzur lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian sedikit yang bisa kami paparkan. Semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align:justify;">
Sumber : <a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/syubhat-seputar-larangan-isbal.html/comment-page-1#comment-86366">musli.or.id</a></p>
<p style="text-align:justify;">Gambar : dari <a href="http://granadaprivat.wordpress.com/tag/isbal/">granadprivat</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1519/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1519&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/04/28/syubhat-seputar-larangan-isbal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&amp;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/04/isbal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">isbal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Depan Gerbang Kematian</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/04/23/di-depan-gerbang-kematian/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/04/23/di-depan-gerbang-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2012 14:05:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibrah]]></category>
		<category><![CDATA[ajal]]></category>
		<category><![CDATA[khusnul khotiman]]></category>
		<category><![CDATA[mati mendadak]]></category>
		<category><![CDATA[nasib]]></category>
		<category><![CDATA[su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[taqdir]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1512</guid>
		<description><![CDATA[Kematian, salah satu rahasia ilmu ghaib yang hanya diketahui oleh Allah ta’ala. Allah telah menetapkan setiap jiwa pasti akan merasakannya. Kematian tidak pandang bulu. Apabila sudah tiba saatnya, malaikat pencabut nyawa akan segera menunaikan tugasnya. Dia tidak mau menerima pengunduran jadwal, barang sedetik sekalipun. Karena bukanlah sifat malaikat seperti manusia, yang zalim dan jahil. Manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1512&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em> <a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/04/kematian.jpg"><img class="size-full wp-image-1513 alignleft" title="kematian" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/04/kematian.jpg" alt="" width="200" height="150" /></a>Kematian</em>, salah satu rahasia ilmu ghaib yang hanya diketahui oleh Allah ta’ala. Allah telah menetapkan setiap jiwa pasti akan merasakannya. Kematian tidak pandang bulu. Apabila sudah tiba saatnya, malaikat pencabut nyawa akan segera menunaikan tugasnya. Dia tidak mau menerima pengunduran jadwal, barang sedetik sekalipun. Karena bukanlah sifat malaikat seperti manusia, yang zalim dan jahil.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia tenggelam dalam seribu satu kesenangan dunia, sementara ia lalai mempersiapkan diri menyambut akhiratnya. Berbeda dengan para malaikat yang senantiasa patuh dan mengerjakan perintah Tuhannya. Duhai, tidakkah manusia sadar. Seandainya dia tahu apa isi neraka saat ini juga pasti dia akan menangis, menangis dan menangis. SubhanAllah, adakah orang yang tidak merasa takut dari neraka. Sebuah tempat penuh siksa. Sebuah negeri kengerian dan jeritan manusia-manusia durhaka. Neraka ada di hadapan kita, dengan apakah kita akan membentengi diri darinya ? Apakah dengan menumpuk kesalahan dan dosa, hari demi hari, malam demi malam, sehingga membuat hati semakin menjadi hitam legam ? Apakah kita tidak ingat ketika itu kita berbuat dosa, lalu sesudahnya kita melakukannya, kemudian sesudahnya kita melakukannya ? Sampai kapan engkau jera ?<span id="more-1512"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sebab-sebab su’ul khatimah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saudaraku seiman mudah -mudahan Allah memberikan taufik kepada Anda- ketahuilah bahwa su’ul khatimah tidak akan terjadi pada diri orang yang shalih secara lahir dan batin di hadapan Allah. Terhadap orang-orang yang jujur dalam ucapan dan perbuatannya, tidak pernah terdengar cerita bahwa mereka su’ul khotimah. Su’ul khotimah hanya terjadi pada orang yang rusak batinnya, rusak keyakinannya, serta rusak amalan lahiriahnya; yakni terhadap orang-orang yang nekat melakukan dosa-dosa besar dan berani melakukan perbuatan-perbuatan maksiat. Kemungkinan semua dosa itu demikian mendominasi dirinya sehingga ia meninggal saat melakukannya, sebelum sempat bertaubat dengan sungguh-sungguh.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlu diketahui bahwa su’ul khotimah memiliki berbagai sebab yang banyak jumlahnya. Di antaranya yang terpokok adalah sebagai berikut :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Berbuat syirik kepada Allah <em>‘azza wa jalla</em>. Pada hakikatnya syirik adalah ketergantungan hati kepada selain Allah dalam bentuk rasa cinta, rasa takut, pengharapan, do’a, tawakal, inabah (taubat) dan lain-lain.</li>
<li>Berbuat bid’ah dalam melaksanakan agama. Bid’ah adalah menciptakan hal baru yang tidak ada tuntunannya dari Allah dan Rasul-Nya. Penganut bid’ah tidak akan mendapat taufik untuk memperoleh husnul khatimah, terutama penganut bid’ah yang sudah mendapatkan peringatan dan nasehat atas kebid’ahannya. Semoga Allah memelihara diri kita dari kehinaan itu.</li>
<li>Terus menerus berbuat maksiat dengan menganggap remeh dan sepele perbuatan-perbuatan maksiat tersebut, terutama dosa-dosa besar. Pelakunya akan mendapatkan kehinaan di saat mati, disamping setan pun semakin memperhina dirinya. Dua kehinaan akan ia dapatkan sekaligus dan ditambah lemahnya iman, akhirnya ia mengalami su’ul khotimah.</li>
<li>Melecehkan agama dan ahli agama dari kalangan ulama, da’i, dan orang-orang shalih serta ringan tangan dan lidah dalam mencaci dan menyakiti mereka.</li>
<li>Lalai terhadap Allah dan selalu merasa aman dari siksa Allah. Allah berfirman yang artinya, <em>“Apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga). Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi”</em> (QS. Al A’raaf [7] : 99)</li>
<li>Berbuat zalim. Kezaliman memang ladang kenikmatan namun berakibat menakutkan. Orang-orang yang zalim adalah orang-orang yang paling layak meninggal dalam keadaan su’ul khotimah. Allah berfirman yang artinya, <em>“Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”</em> (QS. Al An’aam [6] : 44)</li>
<li>Berteman dengan orang-orang jahat. Allah berfirman yang artinya, <em>“(Ingatlah) hari ketika orang yang zalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan yang lurus bersama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku dulu tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrabku”</em> (QS. Al Furqaan [25] : 27-28)</li>
<li>Bersikap ujub. Sikap ujub pada hakikatnya adalah sikap seseorang yang merasa bangga dengan amal perbuatannya sendiri serta menganggap rendah perbuatan orang lain, bahkan bersikap sombong di hadapan mereka. Ini adalah penyakit yang dikhawatirkan menimpa orang-orang shalih sehingga menggugurkan amal shalih mereka dan menjerumuskan mereka ke dalam su’ul khotimah.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah beberapa hal yang bisa menyebabkan su’ul khotimah. Kesemuanya adalah biang dari segala keburukan, bahkan akar dari semua kejahatan. Setiap orang yang berakal hendaknya mewaspadai dan menghindarinya, demi menghindari su’ul khotimah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tanda-tanda husnul khotimah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tanda-tanda husnul khotimah cukup banyak. Di sini kami menyebutkan sebagian di antaranya saja :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Mengucapkan kalimat tauhid laa ilaaha illallaah saat meninggal. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda, <em>“Barangsiapa yang akhir ucapan dari hidupnya adalah laa ilaaha illallaah, pasti masuk surga”</em> (HR. Abu Dawud dll, dihasankan Al Albani dalam Irwa’ul Ghalil)</li>
<li>Meninggal pada malam Jum’at atau pada hari Jum’at. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Setiap muslim yang meninggal pada hari atau malam Jum’at pasti akan Allah lindungi dari siksa kubur”</em> (HR.Ahmad)</li>
<li>Meninggal dengan dahi berkeringat. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Orang mukmin itu meninggal dengan berkeringat di dahinya”</em> (HR. Ahmad, Tirmidzi dll. dishahihkan Al Albani)</li>
<li>Meninggal karena wabah penyakit menular dengan penuh kesabaran dan mengharapkan pahala dari Allah, seperti penyakit kolera, TBC dan lain sebagainya</li>
<li>Wanita yang meninggal saat nifas karena melahirkan anak. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya berarti mati syahid. Sang anak akan menarik-nariknya dengan riang gembira menuju surga”</em> (HR. Ahmad)</li>
<li>Munculnya bau harum semerbak, yakni yang keluar dari tubuh jenazah setelah <a href="http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/di-depan-gerbang-kematian.html">meninggal</a> dan dapat tercium oleh orang-orang di sekitarnya. Seringkali itu didapatkan pada jasad orang-orang yang mati syahid, terutama syahid fi sabilillah.</li>
<li>Mendapatkan pujian yang baik dari masyarakat sekitar setelah meninggalnya. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah melewati jenazah. Beliau mendengar orang-orang memujinya. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pun bersabda, <em>“Pasti (masuk) surga”</em> Beliau kemudian bersabda, <em>“kalian -para sahabat- adalah para saksi Allah di muka bumi ini”</em> (HR. At Tirmidzi)</li>
<li>Melihat sesuatu yang menggembirakan saat ruh diangkat. Misalnya, melihat burung-burung putih yang indah atau taman-taman indah dan pemandangan yang menakjubkan, namun tidak seorangpun di sekitarnya yang melihatnya. Kejadian itu dialami sebagian orang-orang shalih. Mereka menggambarkan sendiri apa yang mereka lihat pada saat sakaratul maut tersebut dalam keadaan sangat berbahagia, sedangkan orang-orang di sekitar mereka tampak terkejut dan tercengang saja.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bagaimana kita menyambut kematian?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saudara tercinta, sambutlah sang kematian dengan hal-hal berikut :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Dengan iman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, Hari Akhir, dan takdir baik maupun buruk.</li>
<li>Dengan menjaga shalat lima waktu tepat pada waktunya di masjid secara berjama’ah bersama kaum muslim dengan menjaga kekhusyu’an dan merenungi maknanya. Namun, shalat wanita di rumahnya lebih baik daripada di masjid.</li>
<li>Dengan mengeluarkan zakat yang diwajibkan sesuai dengan takaran dan cara-cara yang disyari’atkan.</li>
<li>Dengan melakukan puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala.</li>
<li>Dengan melakukan haji mabrur, karena pahala haji mabrur pasti surga. Demikian juga umrah di bulan Ramadhan, karena pahalanya sama dengan haji bersama Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.</li>
<li>Dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah, yakni setelah melaksanakan yang wajib. Baik itu shalat, zakat, puasa maupun haji. Allah menandaskan dalam sebuah hadits qudsi, <em>“Seorang hamba akan terus mendekatkan diri kepada-Ku melalui ibadah-ibadah sunnah, hingga Aku mencintai-Nya”</em></li>
<li>Dengan segera bertobat secara ikhlas dari segala perbuatan maksiat dan kemungkaran, kemudian menanamkan tekad untuk mengisi waktu dengan banyak memohon ampunan, berdzikir, dan melakukan ketaatan.</li>
<li>Dengan ikhlas kepada Allah dan meninggalkan riya dalam segala ibadah, sebagaimana firman Allah yang artinya, <em>“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus”</em> (QS. Al Bayyinah [98] : 5)</li>
<li>Dengan mencintai Allah dan Rasul-Nya.</li>
<li>Hal itu hanya sempurna dengan mengikuti ajaran Nabi, sebagaimana yang Allah firmankan yang artinya, <em>“Katakanlah, ‘Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang”</em> (QS. Ali Imran [3] : 31)</li>
<li>Dengan mencintai seseorang karena Allah dan membenci seseorang karena Allah, berloyalitas karena Allah dan bermusuhan karena Allah. Konsekuensinya adalah mencintai kaum mukmin meskipun saling berjauhan dan membenci orang kafir meskipun dekat dengan mereka.</li>
<li>Dengan rasa takut kepada Allah, dengan mengamalkan ajaran kitab-Nya, dengan ridha terhadap rezeki-Nya meski sedikit, namun bersiap diri menghadapi Hari Kemudian. Itulah hakikat dari takwa.</li>
<li>Dengan bersabar menghadapi cobaan, bersyukur kala mendapatkan kenikmatan, selalu mengingat Allah dalam suasana ramai atau dalam kesendirian, serta selalu mengharapkan keutamaan dan karunia dari Allah. Dan lain-lain</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">(dicuplik dari <em>Misteri Menjelang Ajal, Kisah-Kisah Su’ul Khatimah dan Husnul Khatimah</em>, penerjemah Al Ustadz Abu ‘Umar Basyir <em>hafizhahullah</em>). Semoga sholawat dan salam terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada sanak keluarga beliau dan para sahabat beliau</p>
<p style="text-align:justify;">Penyusun ulang: <a href="http://abumushlih.com/">Abu Mushlih Ari Wahyudi</a></p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : <a href="http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/di-depan-gerbang-kematian.html/comment-page-1#comment-86212">muslim.or.id</a></p>
<p style="text-align:justify;">Sumber gambar : <a href="http://evayulianti.blogspot.com/2012/02/kematian-adalah-sesuatu-keindahanmu.html">dari sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1512/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1512&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/04/23/di-depan-gerbang-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&amp;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/04/kematian.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kematian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malam Jum’at Disunnahkan Baca Surat Al-Kahfi, Bukan Surat Yasin</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/04/12/malam-jumat-disunnahkan-baca-surat-al-kahfi-bukan-surat-yasin/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/04/12/malam-jumat-disunnahkan-baca-surat-al-kahfi-bukan-surat-yasin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2012 13:59:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISS]]></category>
		<category><![CDATA[mujawad]]></category>
		<category><![CDATA[murotal]]></category>
		<category><![CDATA[tadarus]]></category>
		<category><![CDATA[tilawah]]></category>
		<category><![CDATA[yaasin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1507</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Badrul Tamam Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya serta umatnya hingga akhir zaman. Membaca surat Yasin pada malam Jum&#8217;at menjadi tradisi yang melekat pada masyarakat Melayu, seperti Indonesia dan Malaysia. Selepas Maghrib, rumah-rumah, masjid, dan mushalla ramai dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1507&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1508" class="wp-caption aligncenter" style="width: 365px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/04/quran.jpeg"><img class="size-full wp-image-1508" title="quran" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/04/quran.jpeg" alt="" width="355" height="235" /></a><p class="wp-caption-text">Bacalah !!!</p></div>
<p style="text-align:center;"><strong>Oleh: Badrul Tamam</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em>, keluarga dan para sahabatnya serta umatnya hingga akhir zaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Membaca surat Yasin pada malam Jum&#8217;at menjadi tradisi yang melekat pada masyarakat Melayu, seperti Indonesia dan Malaysia. Selepas Maghrib, rumah-rumah, masjid, dan mushalla ramai dengan lantunan surat Yasin baik dengan sendiri-sendiri maupun berjamaah. Terekam dalam benak, bahwa ini adalah amal yang benar-benar disyariatkan dan memiliki pahala besar. Bagaimana sebenarnya hukum <em>takhsis</em> malam Jum&#8217;at dengan membaca surat Yasin?<span id="more-1507"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Pertama</em>, membaca Al-Qur&#8217;an dianjurkan kepada kaum muslimin, bahkan termasuk amal utama. Pahalanya sangat besar di sisi Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala. </em>Kedekatan seseorang dengan Rabb-nya bisa dilihat seberapa ia dekat dengan Al-Qur&#8217;an, karena ia adalah Kalamullah. Maka jika seseorang memperbanyak membaca Al-Qur&#8217;an maka itu baik untuknya, termasuk membaca surat Yasin, baik di malam Jum&#8217;at atau malam-malam lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kedua</em>, Membaca Al-Qur&#8217;an termasuk amal ibadah mutlak, tidak terikat kapan dan dimana harus dibaca. Sementara menghususkannya dengan waktu dan tempat tertentu itu membutuhkan dalil. Dan tidak ditemukan dalil shahih tentang anjuran dan fadhilah membaca surat Yasin pada malam dan hari Jum&#8217;at. Para ulama ahli hadits menghukumi keutamaan surat Yasin antara dhaif atau maudhu&#8217;. Sehingga seseorang tidak boleh menghususkannya pada malam Jum&#8217;at dengan meyakini itu termasuk amal khusus yang disyariatkan padanya dan memiliki keutamaan tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Abdurrahman al-Sahim dalam forum <em>Syabkah Misykah Al-Islamiyyah</em> menjawab pertanyaan seputar ini, &#8220;Shahihkah Hadits yang Menyebutkan Tentang Membaca Surat Yasin dan al-Shaffat pada Malam Jum&#8217;at?&#8221;,.</p>
<p style="text-align:justify;">Jawaban beliau, &#8220;Ini tidak shahih. Dan disebutkan riwayat:</p>
<p style="text-align:justify;">مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ يس فِي لَيْلَةِ الْجُمعَةِ غُفِرَ لَهُ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Siapa yang membaca surat (Yasin) pada malam Jum&#8217;at diampuni dosanya.</em>&#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Al-Albani berkata: &#8220;Dhaif Jiddan (sangat lemah,-ter)&#8221; (Lihat: Dhaif al-Targhib wa al-Tarhib: no. 450). Dan tidak terdapat satu haditspun yang shahih tentang keutamaan surat Yasin.&#8221; Wallahu Ta&#8217;ala A&#8217;lam.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa yang Disyariatkan Dibaca Pada Malam dan Hari Jum&#8217;at</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu amal ibadah khusus yang diistimewakan pelakasanaannya pada hari Jum’at adalah membaca surat Al-Kahfi. Berikut ini kami sebutkan beberapa dalil shahih yang menyebutkan perintah tersebut dan keutamaannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. </strong>Dari Abu Sa&#8217;id al-Khudri <em>radliyallahu &#8216;anhu</em>, dari Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam </em>bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul &#8216;atiq.</em>&#8221; (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. </strong>Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>,</p>
<p style="text-align:justify;">مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum&#8217;at.</em>&#8221; (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam <em>Takhrij al-Adzkar</em>, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. </strong>Dari Ibnu Umar <em>radhiyallahu &#8216;anhuma</em>, berkata: Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;">مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.</em>”</p>
<p style="text-align:justify;">Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib: 1/298)”</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kapan Membacanya?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sunnah membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada hari Jum’atnya. Dan malam Jum’at diawali sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis. Kesempatan ini berakhir sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’atnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Al-Syafi&#8217;i <em>rahimahullah</em> dalam <em>Al-Umm</em> menyatakan bahwa membaca surat al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum&#8217;at dan siangnya berdasarkan riwayat tentangnya. (Al-Umm, Imam al-Syafi&#8217;i: 1/237).</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai hal ini, al-Hafidzh Ibnul Hajar <em>rahimahullaah </em>mengungkapkan dalam <em>Amali</em>-nya: Demikian riwayat-riwayat yang ada menggunakan kata “hari” atau “malam” Jum’at. Maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud “hari” temasuk malamnya. Demikian pula sebaliknya, “malam” adalah malam jum’at dan siangnya. (Lihat: Faidh al-Qadir: 6/199).</p>
<p style="text-align:justify;">DR Muhammad Bakar Isma’il dalam <em>Al-Fiqh al Wadhih min al Kitab wa al Sunnah </em>menyebutkan bahwa<strong> </strong>di antara amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam dan hari Jum’at adalah membaca surat al-Kahfi berdasarkan hadits di atas. (Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah, hal 241).</p>
<blockquote><p>. . . Kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at. . .</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jum’at</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari beberapa riwayat di atas, bahwa ganjaran yang disiapkan bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada siang harinya akan diberikan cahaya (disinari). Dan cahaya ini diberikan pada hari kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kakinya sampai ke langit. Dan hal ini menunjukkan panjangnya jarak cahaya yang diberikan kepadanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:</p>
<p style="text-align:justify;">يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.</em>” (QS. Al-Hadid: 12)</p>
<p style="text-align:justify;">Balasan kedua bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at berupa ampunan dosa antara dua Jum’at. Dan boleh jadi inilah maksud dari disinari di antara dua Jum’at. Karena <em>nurr</em> (cahaya) ketaatan akan menghapuskan kegelapan maksiat, seperti firman Allah Ta’ala:</p>
<p style="text-align:justify;">إن الحسنات يُذْهِبْن السيئات</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.</em>” (QS. Huud: 114)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penutup</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Jum&#8217;at merupakan hari yang mulia, hendaknya setiap muslim memuliakannya dengan amal-amal ketaatan. Namun menetapkan amal-amal tersebut tidak boleh hanya dengan anggapan semata, tapi harus didasarkan kepada tuntutan Nabi <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> yang kita ketahui melalui sunnahnya. Karena dengan ittiba&#8217; kepada sunnah beliau <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam </em> tersebut, -sesudah ikhlash- seseorang akan diterima amal ibadahnya dan dicintai oleh Rabb-nya. Dan tidak didapatkan sunnah shahihah dari Nabi <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> yang menghususkan malam Jum&#8217;at ataupun siang harinya dengan membaca surat Yasin. Bersamaan itu, terdapat amal yang dianjurkan oleh beliau <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em>, yaitu membaca surat Al-Kahfi, dan inilah yang dianjurkan oleh Imam al-Syafi&#8217;i <em>rahimahullah</em>. Wallahu Ta’aa a’lam.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : <a href="http://www.voa-islam.com/islamia/ibadah/2012/04/12/18639/malam-jumat-disunnahkan-baca-surat-alkahfi-bukan-yasin/">VOA-ISLAM</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1507/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1507&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/04/12/malam-jumat-disunnahkan-baca-surat-al-kahfi-bukan-surat-yasin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&amp;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/04/quran.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">quran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sujud Syukur</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/04/02/sujud-syukur/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/04/02/sujud-syukur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 04:58:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Lima]]></category>
		<category><![CDATA[kisi-kisi]]></category>
		<category><![CDATA[nilai]]></category>
		<category><![CDATA[UN]]></category>
		<category><![CDATA[usbn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1501</guid>
		<description><![CDATA[Nyambung ga nyambung antara judul dengan isi tulisan disambung-sambungkan aja, yang jelas pada hari SAbtu kemarin stelahnya saya tahu Nilai USBN PAI untuk SMPN 5 melampau terget pencapaian nilai yang telah ditetapkan Kepala Sekolah Sesuai SK Nomor : 421.3/066/SMPN.05/2012 tentang penetapan target perolehan nilai US/UN Tahun Pelajaran 2011/2012 yaitu 5,5 sementara nilai terendah yang diperoleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1501&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1505" class="wp-caption alignleft" style="width: 255px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/04/sujud-2.jpg"><img class="wp-image-1505 " title="sujud-2" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/04/sujud-2.jpg?w=245&h=185" alt="Sujud" width="245" height="185" /></a><p class="wp-caption-text">Sujud</p></div>
<p style="text-align:justify;">Nyambung ga nyambung antara judul dengan isi tulisan disambung-sambungkan aja, yang jelas pada hari SAbtu kemarin stelahnya saya tahu Nilai USBN PAI untuk SMPN 5 melampau terget pencapaian nilai yang telah ditetapkan Kepala Sekolah Sesuai <strong><span style="color:#ff0000;">SK Nomor : 421.3/066/SMPN.05/2012</span> </strong>tentang penetapan target perolehan nilai US/UN Tahun Pelajaran 2011/2012 yaitu <strong><span style="color:#ff0000;">5,5</span> </strong>sementara nilai terendah yang diperoleh peserta didik smpn 5 adalah <span style="color:#ff0000;"><strong>6,2</strong></span> dan nilai tertingginya <strong><span style="color:#ff0000;">9,8</span></strong> dengan rata-rata nilai <strong><span style="color:#ff0000;">7,8</span></strong> hal ini tentunya membuat saya sebagai pengajar Pendidikan Agama Islam di Kelas IX sangat berbahagia dan tentunya patut untuk bersujud syukur.<span id="more-1501"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sekedar melengkapi info di atas perolehan nilai siswa yang mendapat peringkat 3 besar adalah sebagai berikut : <em><span style="color:#ff0000;">(tapi maaf loh &#8230; peringkat 2 dan 3 nya ngabring alias banyakan karena mereka memiliki nilai yang sama &#8230; hehehe)</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Peringkat I</strong></span><br />
1. Syifa Amani Arfa, Kelas IX-D Nilai : 98</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;">Peringkat II</span></strong><br />
1. <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000448684485">Hikmana Arafah</a>, Kelas IX-B Nilai : 90<br />
2. <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001646845531">Nur Nazima Ulfa</a>, Kelas IX-D Nilai : 90<br />
3. Jauhar Salsabila Tanjung, Kelas IX-E Nilai : 90<br />
4. Rizqa Pramesti, Kelas IX-E Nilai : 90<br />
5. Andre Doohan, Kelas IX-H Nilai : 90<br />
6. Annisa Prima, Kelas IX-H Nilai : 90</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;">Peringkat III</span></strong><br />
1. <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000156391430">Ghazy Mahendra</a>, Kelas IX-A Nilai : 88<br />
2. Diandra Kelas IX-D, Nilai 88<br />
3. Zahra Qalbaina IX-G, Nilai 88<br />
4. Amalia Maulida Kelas IXC-I nilai : 88<br />
5. Ganang R Kelas IX-i Nilai : 88</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk selengkapnya bisa diunduh di <a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/04/file0001.pdf">sini</a></p>
<p style="text-align:justify;">sumber gambar : di <a href="http://rahmatcahaya.blogspot.com/2008/03/sujud-syukur.html">sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1501/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1501&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/04/02/sujud-syukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&amp;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/04/sujud-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sujud-2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>USBN PAI 2011/2012 KOTA BOGOR</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/03/26/usbn-pai-20112012-kota-bogor/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/03/26/usbn-pai-20112012-kota-bogor/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Mar 2012 05:52:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[try out]]></category>
		<category><![CDATA[UASBN]]></category>
		<category><![CDATA[UN]]></category>
		<category><![CDATA[usbn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1493</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Al hamdulillah &#8230;.., saya yakin kalimat itu adalah kalimat yang paling tepat untuk menyatakan kegembiraan yang saya rasakan saat ini, karena pelaksanaan USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) Pendidikan Agama Islam di Kota Bogor Tahun ini dilaksanakan begitu sangat rapi karena dikordinasi dngan apik oloeh MKKS SMP Kota Bogor. Ucapan terimakasih layak disampaikan kepada Bapak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1493&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1494" class="wp-caption aligncenter" style="width: 573px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/03/usbn.jpg"><img class=" wp-image-1494" title="USBN" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/03/usbn.jpg?w=563&h=423" alt="" width="563" height="423" /></a><p class="wp-caption-text">USBN PAI 2011/2012</p></div>
<p style="text-align:justify;">Al hamdulillah &#8230;.., saya yakin kalimat itu adalah kalimat yang paling tepat untuk menyatakan kegembiraan yang saya rasakan saat ini, karena pelaksanaan USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) Pendidikan Agama Islam di Kota Bogor Tahun ini dilaksanakan begitu sangat rapi karena dikordinasi dngan apik oloeh MKKS SMP Kota Bogor. Ucapan terimakasih layak disampaikan kepada Bapak H. Sueb, S.Pd, MSi., selaku ketua MKKS kota Bogor karena perkenan beliau pelaksanaan USBN PAI ini bisa dilaksanakan dengan baik.<span id="more-1493"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Penggandaan soal dilakukan oleh pihak ketiga bukan oleh sekolah masing-masing, demikian juga dengan pemeriksaan hasil USBN nya juga dilakukan melalui jasa pihak ketiga. semoga dari sini dapat terbangun sebuah kejujuran. Berapapun nilai yang didapat oleh anak-anaku di SMPN 5 saya akan merasa senang dan bahagia karena itulah yang bisa saya persembahkan, berusaha mengajar dengan sebaik-baiknya sudah dicoba, menyampaikan keseluruhan materipun sudah diusahakan dengan sekuat tenaga walaupun dibeberapa kelas ada satu materi terakhir yang gagal disampaikan, melakukan TO pun dibeberapa kelas sudah dilakukan walaupun ada juga beberapa kelas yg ga sempat melakukan TO, dan pada akhirnya menyajikan kisi-kisi soal dan contoh soal pun  sudah dilakukan dengan cara memuatnya <a href="http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/03/14/kisi-kisi-usbn-pai-sd-smp-sma-tahun-pelajaran-20112012/">di blog ini</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat melakukan wasling (pengawasn keliling) sempat bertanya kepada peserta ujian tentang kondisi tingkat kesukaran soal yang ada, dan ternyata ad hamdulillah sebagian besar dari mereka merasa optimis bisa menyelesaikan soal-soal itu dengan baik, walaupun beberapa nomor yang saya intip dari hasil pekerjaan mereka masih banyak yang salah terutama nomor 20, 34, 38, 3. Tapi mudah-mudahan saja sebelum mereka mengumpulkan hasil kerjanya nomor-nomor tersebut sudah mereka perbaiki, sehingga mereka bisa mendapatkan nilai melampaui standar kelulusan ujian nasional 4,5 apalagi bisa di atas 7, Amiiin.</p>
<p style="text-align:justify;">Wallahu &#8216;alam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1493/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1493&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/03/26/usbn-pai-20112012-kota-bogor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&amp;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/03/usbn.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">USBN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KISI-KISI USBN PAI SD, SMP, SMA Tahun Pelajaran 2011/2012</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/03/14/kisi-kisi-usbn-pai-sd-smp-sma-tahun-pelajaran-20112012/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/03/14/kisi-kisi-usbn-pai-sd-smp-sma-tahun-pelajaran-20112012/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2012 07:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[tes]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian]]></category>
		<category><![CDATA[ulangan]]></category>
		<category><![CDATA[UN 2011/2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1479</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya lagi malay alias malas Go Blog, malas nulis, malas komen, malas berselancar, pokoknya LAS&#8211;LAS&#8230;.MAAaaa las, tapi anak-anaku di smpn 5 Bogor, sebentar lagi mau Ujian Sekolah, tepatnya mulai tanggal 26 Maret 2012 nanti mereka akan memulai Ujian sekolah, dan mata pelajaran pertama yang di US kan adalah mata pelajaran pendidikan Agama Islam. Luaaar Biasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1479&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sebenarnya lagi malay alias malas Go Blog, malas nulis, malas komen, malas berselancar, pokoknya LAS&#8211;LAS&#8230;.MAAaaa las, tapi anak-anaku di smpn 5 Bogor, sebentar lagi mau Ujian Sekolah, tepatnya mulai tanggal 26 Maret 2012 nanti mereka akan memulai Ujian sekolah, dan mata pelajaran pertama yang di US kan adalah mata pelajaran pendidikan Agama Islam. Luaaar Biasa &#8230;, persiapan pun harus dilakukan semaksimal mungkin karena soal yang akan dikerjakan para peserta didik untuk ujian agama bukan soal yang dibuat oleh gurunya di sekolah masing-masing tapi menggunakan soal yang disusun oleh direktorat pendidikan Islam, ga tanggung-tanggung soal yang disajikan pun sebanyak 5 paket, dan hal ini disikapi positiv oleh pikah MKKS Kota Bogor yang berusaha mencetak soal USBN PAI menggunakan jasa pihak ke3 mulai dari pencetakan sampai dengan pemeriksaan hasil ujian.<span id="more-1479"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan objektifitas dan kejujuran dalam pelaksanaan USBN PAI berimbas positif pada pelaksanaan US dan UN mata pelajaran laiinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Adalah merupakan perbuatan yang tidak dilarang menyebarluaskan kisi-kisi soal USBN PAI, karena yang dilarang adalah menyebarkan soal dan kunci jawaban soal-soal ujian yang akan diujikan. Maka untuk memudahkan para peserta didik menghapalkan materi yang akan diujikan bersama ini akan saya postingkan kisi-kisi USBN tahun pelajaran 2011/2012 dan contoh soal tahun sebelumnya, semoga bermanfaat :</p>
<ol>
<li><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/03/kisi2-usbn-pai-sd-tahun-2012.pdf">Kisi-Kisi USBN PAI SD</a></li>
<li><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/03/kisi2-usbn-pai-smp-tahun-2012.pdf">Kisi-Kisi USBN PAI SMP</a></li>
<li><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/03/kisi2-usbn-pai-sma-smk-tahun-2012.pdf">Kisi-Kisi USBN PAI SMA</a></li>
<li><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/03/pedoman-pelaksanaan-usbn-pai-sd-smp-sma-smk-tahun-2012.pdf">Pedoman Pelaksanaan USBN PAI SD, SMP, SMA/SMK</a></li>
<li><a href="http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/02/12/kisi-kisi-usbn-pai-sd-smp-dan-sma-tahun-pelajaran-20102011/">Contoh Soal Tahun 2008/2009</a> (Posting tahun lalu)</li>
<li><a href="http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/02/12/kisi-kisi-usbn-pai-sd-smp-dan-sma-tahun-pelajaran-20102011/">Contoh Soal Tahun 2009/2010  </a>(Posting tahun lalu)</li>
<li>Contoh soal tahun 2010/2011 (<a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/03/soal-usbn-pai-2011_smp_p1.pdf">Paket 1</a>, <a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/03/soal-usbn-pai-2011_smp_p2.pdf">Paket 2</a>, <a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/03/soal-usbn-pai-2011_smp_p3.pdf">Paket 3</a>, <a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/03/soal-usbn-pai-2011_smp_p4.pdf">Paket 4</a>, <a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/03/soal-usbn-pai-2011_smp_p5.pdf">Paket 5)</a></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Demikian kisi-kisi USBN PAI, Pedoman Pelaksanaan dan Contoh soal ini, semoga berfmanfaat bagi yang membutuhkan, pelajari dengan sunguh-sungguh dan Tetaplah berdoa kepada Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">Y akin</p>
<p style="text-align:justify;">U saha</p>
<p style="text-align:justify;">S ampai</p>
<p style="text-align:justify;">R intangan</p>
<p style="text-align:justify;">I nsya Allah</p>
<p style="text-align:justify;">L ewat</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga Bermnfaat&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1479/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1479&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/03/14/kisi-kisi-usbn-pai-sd-smp-sma-tahun-pelajaran-20112012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&amp;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peningkatan Wawasan Dan Kompetensi GPAI Melalui TOT PTK dan TIK; Kerjasama Kemenag RI dengan UNINUS</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/01/30/peningkatan-wawasan-dan-kompetensi-gpai-melalui-tot-ptk-dan-tik-kerjasama-kemenag-ri-dengan-uninus/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/01/30/peningkatan-wawasan-dan-kompetensi-gpai-melalui-tot-ptk-dan-tik-kerjasama-kemenag-ri-dengan-uninus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 04:58:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kompetensi]]></category>
		<category><![CDATA[PAI]]></category>
		<category><![CDATA[Profesional]]></category>
		<category><![CDATA[UNINUS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1456</guid>
		<description><![CDATA[Pekan lalu, tepatnya mulai tanggal 24 s.d 28 Januari 2012 Guru PAI se-Jawa Barat dari 14 Kabupaten/kota dilatih menjadi trainer PTK dan TIK. Acara yang dibuka oleh Dr. Nipasri yang mewakili Direktur PAIS Kemenag RI itu diikuti oleh 40 orang GPAI. Dalam sambutannya Nipasri mengaharapkan agar guru-guru PAI mau meningkatkan kopetensinya dengan berbagai macam cara, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1456&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1467" class="wp-caption aligncenter" style="width: 594px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/01/pembukaan.jpg"><img class=" wp-image-1467" title="pembukaan" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/01/pembukaan.jpg?w=584&h=389" alt="" width="584" height="389" /></a><p class="wp-caption-text">Pembukaan TOT</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pekan lalu, tepatnya mulai tanggal 24 s.d 28 Januari 2012 Guru PAI se-Jawa Barat dari 14 Kabupaten/kota dilatih menjadi trainer PTK dan TIK. Acara yang dibuka oleh Dr. Nipasri yang mewakili Direktur PAIS Kemenag RI itu diikuti oleh 40 orang GPAI. Dalam sambutannya Nipasri mengaharapkan agar guru-guru PAI mau meningkatkan kopetensinya dengan berbagai macam cara, terutama dalam meningkatkan kompetensi profesi hendaknya para guru mau melakukan penelitian, paling tidak melakukan penelitian tindakan kelas.<span id="more-1456"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan peningkatan kompetensi GPAI yang diselenggarakan kemenag RI bekerjasama dengan UNINUS ini, selain Nipasri turut memberikan sambutan dalam acara tesebut bapak rektor UNINUS DR. H. Didin Wahidin MPd, dalam sambutannya mantan ketua PW NU Jabar ini menegaskan bahwa tsantangan GPAI saat ini sangat komplek, kalau lah tidak mau meningkatkan kompetensinya maka para guru ini mungkin akan kalah bersaing dengan muridnya sendiri untuk itu para guru PAI hendaklah berpegang teguh pada prinsip : <span style="color:#339966;"><em>&#8220;al mahafadzotu &#8216;ala qadiimisshalih walakhdzu bil jadidil aslah&#8221;</em></span> (berpegang teguh pada nilai-nilai lama yang baik dan mengambil manfaat dari nilai-nilai baru yang lebih baik).</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak Ilmu yang didapatkan dalam kegiatan TOT ini diantaranya :</p>
<div id="attachment_1468" class="wp-caption aligncenter" style="width: 594px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/01/preetes.jpg"><img class=" wp-image-1468" title="preetes" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/01/preetes.jpg?w=584&h=389" alt="" width="584" height="389" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana Preetest ...</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong><em>Pada hari pertama</em></strong></span> setelah pembukaan, para peserta langsung diberikan PREETESt, untuk mengetahui sajauh mana pengetahuan awal para peserta seputar Penelitian tindakan kelas (PTK) dan TIK. Soal yang berjumlah 45 soal ini dirasakan cukup berat oleh para peserta terbukti dari hasil perolehan nilai preetes nilai terendahnya dibawah 50 sedangkan nilai tertingginya kurang dari 73. Setelah itu dilanjutkan dengan aksi menarik pembertian materi oleh Prof. E. Mulyasa, seorang pakar pendidikan yang selama ini buku-bukunya sering saya jadikan bahan rujukan diskusi kelas saat menempuh kuliah S2 di Universitas Ibnu Khaldun tapi baru kali bertemu langsung dengan orangnya. Pembahasan materi Konsep dasar dan landasan filosofis PTK yang disampaikan beliau  membuat para peserta penasaran yang akhirnya menimbulkan berbagai pertanyaan, tapi semua pertanyaan peserta dapat dijawab dengan paik Prof. E. Mulyasa.</p>
<div id="attachment_1469" class="wp-caption aligncenter" style="width: 594px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/01/aamfarhan.jpg"><img class=" wp-image-1469" title="aamfarhan" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/01/aamfarhan.jpg?w=584&h=389" alt="" width="584" height="389" /></a><p class="wp-caption-text">Duet Mauuuttt</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong><em>Pada hari kedua</em></strong></span>, peserta masih disuguhi materi seputar PTK kali ini yang menyampaikan materi Dr. Hj. Ikka Kartika. Beliau menyampaikan materi tentang Desain PTK dan teknik penyusun proposal  PTK. Pada sesi ini selain diajarkan bagaimana cara menyusun proposal PTK para pesertapun diberikan kesempatan untuk mempresentasikan proposal yang pernah dibuatnya di sekolah masing-masing, kesempatan pertama untuk mempresantasikan proposal PTK jatuh kepada saya Farhan Syaddad dan Aam Muamar seorang guru PAI berprestasi dari Kabupaten Bandung, dan ternyata presentasi itu menjadi satu-satunya presentasi yang ditampilkan karena waktu yang tersedia telah habis.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih pada hari kedua setelah istirahat dan shalat dhuhur peserta mendapatkan materi tentang analisis data, pada sesi ini banyak peserta yang ngantuk, disamping karena suasana ba&#8217;da dzuhur yang sering membuat orang mengantuk gaya penyampaian materi yang dilakukan fasilitatorpun memberikan peranan yang sangat berarti dalam membangun &#8220;KENGANTUKAN&#8221; para peserta <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />   <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align:justify;">Jika setelah IStirahat shalat dzuhur para peserta banyak yang mengantuk, berbeda dengan kondisi setelah istirahat shalat ashar,  Dr. Nanang Hanafiah menyampaikan materi Penyusunan Laporan PTK dengan gayanya yang Khas penuh canda, banyak istilah-istilah baru untuk menyegarkan suasana yang beliau sampaikan mulai dari <strong><span style="color:#ff0000;">&#8220;si pelem&#8221;</span></strong> sampai dengan bahasa jepangnya<strong><span style="color:#ff0000;"> &#8220;menikah&#8221;</span></strong>. Pada hari kedua ini diakhiri dengan penyampaian materi oleh Drs. H. Agus Mulyanto, MPd. yang menyampaikan meteri tentang Praktik Penyusunan, Pelaksanaan, dan Pelaporan PTK.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong><span style="color:#ff0000;">Pada hari ketiga</span></strong></em>, materi yang disampaikan fasilitator tidak ada satupun yang membuat mengantuk karena pada hari ini materi yang disampaikan tidak disampaikan dalam bentuk ceramah, dosen benar-benar menjadi fasilitator buat para peserta dan peserta belajar dengan cara mempraktekan semua materi yang ada pada modul yang telah disiapkan dosen. Adalah Ir. Soecipto dan Tansah rahmatullah ST yang memberikan materi tentang TIK yang begitu sabar dan telaten dalam membimbing dan menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh para peserta. Dari Mulai Modul 4 sampai dengan modul 11 harus dibuat hasil karyannya oleh para peserta, dan pada akhirnya para peserta pun mampu menyelesaikan semua tugas yang diberikan dosen.</p>
<div id="attachment_1470" class="wp-caption aligncenter" style="width: 595px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/01/rizal.jpg"><img class=" wp-image-1470" title="rizal" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/01/rizal.jpg?w=585&h=390" alt="" width="585" height="390" /></a><p class="wp-caption-text">Presentasi TIK</p></div>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;"><em>Pada hari keempa</em>t</span></strong>, tidak kalah serunya dengan hari pertama karena pada hari ini seluruh peserta mewakili kelompoknya masing-masing mempresentasikan hasil karya modul 4 sampai dengan modul 11 yang telah dibuat pada hari ketiga. Kesan yang sangat luar biasa yang didapat pada hari ini yang dirasakan para peserta karena saat presentasi ada peserta yang membuat hyperlink dari power point yang dibuatnya ke sebuah film tapi sayang film itu tidak bisa dibuka karena saat mengcopy hasil karya tersebut tidak dibuat dalam satu folder dan hasilnya &#8230;. hmmmm &#8230; kotak dialog pun keluar <span style="color:#ff0000;">&#8220;Cannot open the specified file&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Hari keempat penyampaian materi setelah ashar disampaikan oleh bapak Rektor UNINUS, yaitu materi tentang pendidikan karakter, materi  yang seharusnya disampaikan pada hari pertama ini disajikan Bapak Rektor dengan baik dan para peserta pun memperhatikan dngan penuh antusian karena bapak Rektor menyampaikannya dengan S3 (serius, santai, dan sukses). Keseriusan yang berbalut sedikit canda membuat para peserta terkagum-kagum pada sosok bapak yang sangat simpatik dan apa adanya ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah shalat isya pada hari keempat ini karena seluruh materi telah selesai disampaikan dilakukan POSTEST dan hasilnya kali ini cukup memuaskan karena perolehan para peserta telah mencapai standar minimal, semuanya mendapatkan nilai di atas 65 bahkan ada yang mendapatkan nilai di atas 90. dan setelah selesai pelaksanaan POSTESt bapak rektor UNINUS menutup rangkaian kegiatan acara TOT ini mewakili bapak direktur PAIS yang berhalangan hadir sehubungan dengan ditutupnya akses menuju Bandung oleh para pendemo dari kalangan buruh di Bekasi dan sekitarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian, semoga bermanfaat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1456/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1456&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2012/01/30/peningkatan-wawasan-dan-kompetensi-gpai-melalui-tot-ptk-dan-tik-kerjasama-kemenag-ri-dengan-uninus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&amp;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/01/pembukaan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pembukaan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/01/preetes.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">preetes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/01/aamfarhan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aamfarhan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2012/01/rizal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rizal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Shalat Isyraq dan Shalat Duha</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/11/16/perbedaan-shalat-isyraq-dan-shalat-duha/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/11/16/perbedaan-shalat-isyraq-dan-shalat-duha/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 09:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1454</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Shalat Isyraq, menurut Syaikh Utsaimin adalah shalat yang dikerjakan setelah matahari meninggi satu tombak, sekitar lima belas menit setelah matahari terbit. Disebut demikian karena dikerjakan sesudah terbitnya matahari. Menurut Syaikh Utsaimin, Syaikh Ibnu Bazz, dan lainnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1454&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah<em> Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em>, keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Shalat Isyraq, menurut Syaikh Utsaimin adalah shalat yang dikerjakan setelah matahari meninggi satu tombak, sekitar lima belas menit setelah matahari terbit. Disebut demikian karena dikerjakan sesudah terbitnya matahari. Menurut Syaikh Utsaimin, Syaikh Ibnu Bazz, dan lainnya adalah Shalat Isyraq termasuk Shalat Dhuha itu sendiri. Karena Shalat Dhuha dikerjakan sesudah matahari terbit dan meninggi satu tombak, -sekitar 15 sampai 20 menit sesudah terbit-  sampai matahari mendekati dipertengahan, -sekitar 10 menit sebelum di pertengahan-.<span id="more-1454"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Keutamaannya yang lebih dengan pahala yang besar, ditunjukkan oleh hadits Nabi <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em>,</p>
<p style="text-align:justify;">مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ  تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Siapa yang shalat Shubuh dengan berjamaah, lalu duduk berdzikir kepada Allah sehingga matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna (diulang tiga kali).</em>&#8221; (HR. Al-Tirmidzi, dihassankan oleh Al-Albani dalam al-Misykah, no. 971)</p>
<p style="text-align:justify;">Keutamaan ini didapatkan karena mampu memanfaatkan waktu istimewa dengan dzikir, tilawah, dan shalat sebagai bentuk syukur kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala.</em> Dan diperolehnya keutamaan tersebut apabila ditegakkan syarat-syarat yang disebutkan di dalamnya: Shalat Shubuh berjama&#8217;ah, berada di tempat ia shalat (tidak berpindah dari tempat shalatnya), waktunya diisi dengan dzikir (bukan membicarakan urusan duniawi atau menyakiti orang), masih dalam keadaan suci, sampai terbit matahari, dan diakhiri dengan shalat dua rakaat di waktu Dhuha.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau syarat-syarat ini ditegakkan, maka shalat tersebut berpahala besar. Namun, jika hanya shalat dua rakaat sesudah masuk waktu dhuha dan tidak diawali dengan syarat-syarat tadi, mengakhirkannya (shalat Dhuha) saat matahari sudah memanas (sekitar jama 10 sampai seperempat jam sebelum matahari dipertengahan) adalah lebih baik. Itulah yang disebut dengan <strong><em>Shalat Awwabin</em></strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam di atas,&#8221;Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> pernah pergi ke penduduk Qubba&#8217; pada saat mereka mengerjakan shalat (Dhuha). Lalu beliau bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;">صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ إِذَا رَمِضَتْ الْفِصَالُ مِنْ الضُّحَى<strong>  </strong></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Shalat Awwabin adalah apabila anak onta sudah merasa kepananasa di waktu Dhuha.</em>&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam riwayat Imam Ahmad, dari Zaid bin Arqam,</p>
<p style="text-align:justify;">أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى عَلَى مَسْجِدِ قُبَاءَ أَوْ دَخَلَ مَسْجِدَ قُبَاءَ بَعْدَمَا أَشْرَقَتْ الشَّمْسُ فَإِذَا هُمْ يُصَلُّونَ فَقَالَ إِنَّ صَلاةَ الأَوَّابِينَ كَانُوا يُصَلُّونَهَا إِذَا رَمِضَتْ الْفِصَالُ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Bahwasanya Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam datang ke masjid Qubba&#8217; atau masuk ke dalam masjid Qubba&#8217; sesudah matahari terbit yang pada saat itu mereka sedang mengerjakan shalat. Lalu beliau bersabda, &#8220;Sesungguhnya shalatnya  awwaabin (orang yang banyak taan kepada Allah) yang mereka mengerjakannya apabila anak onta sudah kepanasan.</em>&#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Dan dari Al-Qasim al-Syaibani, bahwasannya Zaid bin Arqam melihat suatu kaum yang sedang melaksanakan shalat di waktu Dhuha, maka ia berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلَاةَ فِي غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Tidakkah mereka mengetahui bahwasannya shalat di selain waktu ini lebih utama? Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam telah bersabda: “Shalat Awwabiin dilakukan saat anak onta kepanasan.</em>” (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Maksud <strong>رَمِضَتْ الْفِصَالُ</strong> (anak onta sudah kepanasan) adalah matahari sudah sangat panas sampai memanaskan tanah dan pasir sehingga panasnya itu dirasakan oleh kaki anak-anak onta. Hal itu tidak terjadi kecuali pada saat matahari sudah meninggi dan mendekati pertengahan siang. Hal itu terjadi beberapa menit menjelang tergelincirnya matahari, sekitar seperempat jam menjelang adzan Dzuhur. Dan pada waktu inilah pelaksanaan shalat Dhuha yang paling utama. (Lihat: Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik Kamal: 1/85-86)</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Nawawi <em>rahimahullah</em> berkata, &#8220;Dan faidah di dalamnya (hadits tersebut): utamanya shalat (Dhuha) pada waktu ini. Para shahabat kami berkata: Ia merupakan waktu shalat dhuha yang paling utama, walaupun boleh dikerjakan sejak terbitnya matahari hingga waktu zawal (tergelincirnya matahari di tengah hari).&#8221; (Syarah Shahih Muslim li an-Nawawi, hadits no. 1237)</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Mubarakfuuri mengatakan, &#8220;Dan hadits tersebut memberi faidah untuk mengakhirkan shalat Dhuha sampai menjelang pertengahan siang.&#8221; (Lihat Bulughul maram dg ta&#8217;liqnya Ithaful Kiram: hal. 112)</p>
<p style="text-align:justify;">Pengingkaran Zaid bin Arqam dalam haidts Muslim di atas bukan merupakan pengingkaran terhadap keberadaan shalat Dhuha di awal siang. Akan tetapi pengingkaran Zaid bin Arqam ini adalah agar supaya orang-orang melakukannya ketika matahari telah meninggi sehingga mereka mendapatkan pahala yang lebih besar, karena waktu pelaksanaan shalat Dhuha (Shalat Awwabiin) yang paling utama adalah ketika matahari telah memanas. Wallahu Ta&#8217;ala a&#8217;lam.</p>
<blockquote><p>. . . pengingkaran Zaid bin Arqam ini adalah agar supaya orang-orang melakukannya ketika matahari telah meninggi sehingga mereka mendapatkan pahala yang lebih besar, . .</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Untuk menguatkan kesimpulan bahwa shalat Isyraq adalah shalat Dhuha itu sendiri, kami terjemahkan beberapa fatwa dari para ulama:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Fatwa Syaikh Utsaimin</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertanyaan:</strong> Shalat Isyraq, apakah itu shalat Dhuha, itu dikerjakan di rumah atau di masjid?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawaban:</strong> &#8220;Shalat Isyraq&#8221; adalah shalat yang dikerjakan sesudah matahari meninggi satu tombak. Ukuran jam, sekitar seperempat jam (15 menit) setelah terbit matahari. Inilah yang disebut shalat Isyraq, ia itu Shalat Dhuha juga. Karena shalat Dhuha itu sejak matahari meninggi satu tombak sampai menjelang zawal. Shalat Dhuha dikerjakan di akhir waktunya itu lebih utama daripada di awalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ringkasnya, dua rakaat Dhuha adalah dua rakaat Isyraq, tapi dua rakaat itu dikerjakan di awal waktu, yakni setelah matahari naik satu tombak, maka itu disebut Shalat Isyraq dan Shalat Dhuha. Dan jika diakhirkan sampai akhir waktu, maka disebut Shalat Dhuha, bukan Shalat Isyraq. (Majmu&#8217; Fatawa wa Rasail, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin: Jilid ke 14, Bab: Shalat Thathawwu&#8217;.</p>
<blockquote><p>. . dua rakaat Dhuha adalah dua rakaat Isyraq, tapi dua rakaat itu dikerjakan di awal waktu, yakni setelah matahari naik satu tombak, maka itu disebut Shalat Isyraq dan Shalat Dhuha.</p></blockquote>
<blockquote><p>Dan jika diakhirkan sampai akhir waktu, maka disebut Shalat Dhuha, bukan Shalat Isyraq. . .</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Fatwa Syaikh Ibnu Bazz</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertanyaan:</strong> Apakah Shalat Isyraq adalah Shalat Dhuha, dan berapa jumlah rakaat shalat Dhuha yang paling utama?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawaban:</strong> Ya, Shalat Isyraq adalah shalat Dhuha. Waktu dimulainya adalah shalat Isyraq dan waktu akhirnya menjelang matahari dipertengahan, (shalat) di antara terbitnya matahari yang meninggi satu tombak sampai waktu ini, semuanya disebut Shalat Dhuha. Yang paling utama, shalat Dhuha dikerjakan saat<em> </em>anak onta kepanasan, yakni saat matahari sudah menyengat, inilah yang paling utama. Apabila mengerjakannya di awal waktu, saat matahari meninggi satu tombak di masjid atau di rumah, keduanya adalah baik. Dan jika menambahnya dengan shalat empat rakaat, enam rakaat, delapan rakaat, atau lebih, maka semuanya adalah baik. (Sumber: www.binbaz.org.sa)</p>
<blockquote><p>. . . (shalat) di antara terbitnya matahari yang meninggi satu tombak sampai waktu ini, semuanya disebut Shalat Dhuha. . .</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah al-Rajihi</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertanyaan:</strong> Apakah mengerjakan shalat Isyraq sudah mencukupi shalat Dhuha?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawaban:</strong> Shalat Isyraq itu adalah Shalat Dhuha. Penafsirannya dengan isyraq adalah dikerjakan setelah terbitnya matahari. (Waktu) Shalat Dhuha dimulai sejak naiknya matahari setinggi satu tombak, sekitar 15 atau 20 menit setelah terbit matahari sampai menjelang Dzuhur. Semua ini waktu shalat Dhuha. Tetapi paling utamanya, saat anak onta sudah kepanasan (panas matahari sudah menyengat), itulah shalat awwabin sebagaimana yang diterangkan dalam hadits lain,</p>
<p style="text-align:justify;">صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Shalat Awwabiin dilakukan saat anak onta kepanasan.</em>” (HR. Muslim, Ahmad, dan al-Darimi) Tarmidhu, maknanya: (anak onta) berdiri karena kepanasan. Ini terjadi kira-kira pukul 10 dan sekitarnya. Inilah yang paling utama. Saat terasa panasnya siang, maka inilah (waktunya_red) yang paling utama. Ringkasnya, shalat Dhuha dimulai sejak naiknya matahari setinggi satu tombak sampai menjelang Dzuhur. Jika ia duduk di masjid sampai matahari terbit dan meninggi lalu shalat dua rakaat, maka ini adalah shalat Dhuha, itulah shalat Isyraq. Sebagian orang menamakannya shalat Isyraq, ia itu adalah shalat Dhuha, ia adalah shalat dhuha. Ya!. (Sumber: islamway.com).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesimpulan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Shalat Isyraq adalah bagian dari shalat Dhuha. Jika dikerjakan sesudah matahari terbit, atau di awal waktu Dhuha, disebut shalat Isyraq. Jika dikerjakan di akhir waktunya, disebut shalat Dhuha, itulah waktu pelaksanaan Shalat Dhuha terbaik, dan disebut sebagai Shalat Awwabin (shalatnya orang-orang yang banyak kembali kepada Allah, banyak taubat, banyak menjalankan ketaatan. Wallaahu Ta&#8217;ala A&#8217;lam.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber :   <a href="http://www.voa-islam.com/islamia/ibadah/2011/11/16/16711/perbedaan-shalat-isyraq-dan-dhuha/">Badrul Tamam</a> dalam VOA-ISLAM.COM</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1454/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1454&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/11/16/perbedaan-shalat-isyraq-dan-shalat-duha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&amp;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SISWA SMPN 5 BOGOR BERKURBAN</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/11/08/siswa-smpn-5-bogor-berkurban/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/11/08/siswa-smpn-5-bogor-berkurban/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 07:40:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Lima]]></category>
		<category><![CDATA[domba]]></category>
		<category><![CDATA[kambing]]></category>
		<category><![CDATA[nikmat]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>
		<category><![CDATA[sapi]]></category>
		<category><![CDATA[syari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1448</guid>
		<description><![CDATA[Nampaknya sangatlah terpuji jika kita selalu berusaha agar hari ini selalu lebih baik dari hari kemarin, demikian halnya yang dilakukan panitia qurban di SMPN 5 sejak tahun 2008 tidak lagi melaksankan qurban dengan cara iuran, karena kami meyakini qurban dengan cara iuran tidak sesuai dengan ketetapan syariat. walaupun niatnya melakukan upaya pembelajaran, tetapi pembelajaran seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1448&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1451" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/11/keset4.jpg"><img class="size-medium wp-image-1451" title="keset4" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/11/keset4.jpg?w=300&h=224" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Keur Nyisit Kulit ....</p></div>
<p style="text-align:justify;">Nampaknya sangatlah terpuji jika kita selalu berusaha agar hari ini selalu lebih baik dari hari kemarin, demikian halnya yang dilakukan panitia qurban di SMPN 5 sejak tahun 2008 tidak lagi melaksankan qurban dengan cara iuran, karena kami meyakini qurban dengan cara iuran tidak sesuai dengan ketetapan syariat. walaupun niatnya melakukan upaya <span style="color:#ff0000;">pembelajaran</span>, tetapi pembelajaran seperti itu adalah pembelajaran yang tidak sesuai syariat, ingat !!! Qurban adalah syariat&#8230; maka ajarkanlan syariat dengan syariat jangan dengan kebohongan dan maksiat.<span id="more-1448"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai pelaksanaan qurban di sekolah ini saya sepakat Syaikh Masyhur bin Hasan Salman yang dimuat dalam<a href="http://almanhaj.or.id/content/2290/slash/0"> almanhaj.or.id</a>     yang mengatakan bahwa :</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai penyembelihan kurban di sekolah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, baik oleh pihak sekolah ataupun pihak wali murid atau orang tua.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><em>Pertama :</em></span> Jika seseoraang melaksanakan ibadah kurban dengan cara yang benar dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan syari’at, maka ibadah kurbannya tersebut sah dan cukup untuk dirinya dan anggota keluarganya yang lain, baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal. Namun tidak disyari’atkan bila dikhususkan untuk orang yang sudah meninggal.</p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga, jika seorang siswa sudah melaksanakan ibadah kurban di sekolah atau di tempat lainnya dengan cara yang benar, maka syari’at kurban menjadi gugur atas anggota keluarga lainnya. Dalam hal ini, berarti ia mendapatkan limpahan wewenang dari orang tuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang harus mendapat perhatian penuh, yaitu pelaksanaan sunnah yang berkaitan dengan ibadah kurban. Diantara sunnah-sunnah itu ialah ; bagi orang yang berkurban dan anggota keluarganya, disunnahkan untuk menyaksikan penyembelihannya, orang yang berkurban disunnahkan untuk mengkonsumsi sebagian daging hewan yang dikurbankan. Sunnah-sunnah ini, kadang kala terabaikan ketika seseorang berkurban di sekolah</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Kedua:</span></em> Pihak sekolah tidak berhak mengharuskan siswanya untuk berkurban di sekolah. Yang berhak untuk menentukan tempat berkurban atau melimpahkan urusan kurban kepada orang lain adalah pemilik kurban, dalam hal ini wali siswa atau bapaknya. Pihak sekolah hanya berkewajiban untuk mengajarkan, melatih dan memotivasi siswanya untuk melaksanakan amalan-amalan ta’at dengan cara yang benar. Jika pihak sekolah mengharuskan siswanya untuk menyembelih hewan kurbannya di sekolah, berarti pihak sekolah telah melakukan sesuatu yang bukan wewenangnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Ketiga :</span></em> Adapun masalah iuran untuk kurban, jika memenuhi ketentuan syari’at, maka perbuatan ini sah dan ibadah kurbannya sah. Yaitu satu sapi atau unta untuk tujuh orang. Jika menyalahi ketentuan ini, maka ibadah kurbannya tidak sah.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Khusus mengenai iuran kurban yang dikenakan kepada para siswa sebanyak lima ribu, sepuluh ribu atau beberapa ribu rupiah, kemudian dana yang terkumpul digunakan untuk membeli kambing atau sapi, dan kemudian mereka namakan perbuatan ini sebagai ibadah kurban, maka demikian ini merupakan perbuatan yang keliru. Hal ini, dilihat dari beberap segi :</span></p>
<p style="text-align:justify;">A. Penyembelihan yang mereka namakan ibadah kurban ini menyelisihi yang telah menjadi ketetapan syari’at. Yaitu seekor kambing untuk satu orang dan seekor sapi untuk tujuh orang. Sedangkan ibadah kurban mereka ini, satu sapi atau kambing untuk puluhan orang, bahkan mungkin ratusan orang. Ini jelas menyelisihi ketetapan syari’at. Karena menyelisihi, maka iuran kurban yang seperti ini tidak bisa dinamakan sebagai ibadah kurban. Dengan kata lain, ibadah kurban seperti ini tidak sah.</p>
<p style="text-align:justify;">B. Ibadah kurban hanya dibebankan kepada kaum muslimin yang mampu. Jika mampu, hendaknya ia berkurban. Dan jika tidak mampu, maka kewajiban syari’at tidak akan dibebankan kepada orang yang tidak mampu.</p>
<p style="text-align:justify;">C. Selanjutnya kami [1], memberi saran, bila beralasan untuk melatih para siswa melakukan perbuatan ta’at, ini tujuan yang sangat mulia. Namun tujuan mulia ini, bukan berarti kemudian boleh dicapai dengan cara yang tidak dibenarkan. Mungkin ada cara lain yang bisa ditempuh untuk mencapai tujuan ini, yaitu dengan memotivasi para siswa untuk menabung. Kemudian jika pada tahun depan tabungannya cukup untuk melakukan kurban, maka dimotivasi untuk melakukannya, dan jika tidak cukup, mungkin bisa dilakukan pada tahun yang akan datang. Demikian semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian tidak ada lagi alasan<span style="color:#ff0000;"> PEMBELAJARAN</span>, untuk melaksankan qurban di sekolah dengan cara iuran, satu kambing untuk satu kelas, satu ekor sapi untuk satu sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sekolah kami SMPN 5 Kota Bogor al hamdulillah sejak tahun 2008 tidak lagi melakukan qurban dengan cara iuran, dan alhamdulillah tahun ini ada 9 ekor hewan qurban yang disembelih satu orang guru dan delapan orang siswa dan pelaksanaannya telah kami lakukan pada hari kemarin, <span style="color:#ff0000;">senin 11 Dzulhijjah 1432 H bertepatan dengan tanggal 07 November 2011</span>. tapi ada saja yang lolos dari pantauan panitia karena hewan qurban yang disembelih ada 11 ekor dan ternyata ada 2 ekor kambing hasil iuran dari anak kelas VII-F dan anak Kelas VIII-B. Astaghfirullah &#8230; ternyata hendak melaksanakan ibadah qurban sesuai syar&#8217;i itu sulit juga ya&#8230;., tahun depan semoga masih ada umur dan bisa melaksanakan qurban sesuai syariat, amiiin.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum tulisan ini saya akhiri, saya mengajak kepada seluruh guru agama dimanapun anda berada mari kita kembalikan pelaksanaan qurban di sekolah sesuai syara, jangan takut tidak ada yang qurban tapi takutlah bila kita berbuat suatu perbuatan yang menyelisihi syari&#8217;at.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Jika di sekolah kami telah berusaha untuk melaksanakan qurban sesuai tuntunan syara, bagaimana dengan sekolah anda ???.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Salam damai penuh cinta slalu dari *abifasya*</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>wallahu &#8216;alam.</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1448/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1448&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/11/08/siswa-smpn-5-bogor-berkurban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&amp;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/11/keset4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">keset4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Golongan Penghuni Neraka</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/10/26/dua-golongan-penghuni-neraka/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/10/26/dua-golongan-penghuni-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 09:05:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibrah]]></category>
		<category><![CDATA[goyang]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>
		<category><![CDATA[sexy]]></category>
		<category><![CDATA[telanjang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1442</guid>
		<description><![CDATA[بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏&#8221;‏ صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1442&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p style="font-size:18pt;font-family:’traditional;text-align:center;"><span style="color:#00ff00;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ</span></p>
<div>
<p style="font-size:18pt;font-family:’traditional;text-align:right;"><span style="color:#00ff00;">حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏&#8221;‏ صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا ‏&#8221;‏</span></p>
<p style="text-align:justify;">Artinya: Menuturkan kepadaku Zuhaer bin Harb. Menuturkan juga kepada kami Jarir dari Sahl dari Bapaknya bersumber dari Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah Saw bersabda: ada dua golongan penghuni neraka, saya belum pernah melihat keduanya: <em>1) Suatu golongan yang membawa cemeti seperti ekor sapi, dengan cemeti itu mereka mencambuk orang-orang.</em> <em>2) wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok (genit/menarik orang lain kepada maksiat)</em> Kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak juga mencium bau surga, padahal harumnya surga itu dapat tercium dari jarak yang sangat jauh( HR Imam Muslim)<span id="more-1442"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Hadits ini Rasulullah  memberikan dua isyarat:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Pertama</em></strong>, bahwa akan ada pemimpin yang zalim berbuat sewenang-wenang terhadap manusia, kekejaman pemimpin itu digambarkan dengan orang yang mempunyai cambuk untuk memukul, menyiksa rakyatnya yang lemah sampai mengalirkan darah. Seyogyanya pemimpin itu tidaklah berbuat kejam terhadap rakyatnya jika mereka mengingat asal mula sebelum menjadi pemimpin dan menyadari tanggung jawabnya sebagai pemimpin.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai seorang pemimpin hendaklah berbuat adil, meletakkan hukum dan peraturan sebagaimana mestinya, dan jangan sampai berlawanan dengan aspirasi rakyatnya. Dengan demikian rakyat akan merasa senang dan membantu terlaksananya berbagai aturan yang ada dengan baik. Tidak hanya rakyat saja yang akan menyenangi pemimpin seperti itu Allahpun akan mencintai dan membimbingnya ke jalan yang lurus.</p>
<p style="text-align:justify;">Janganlah sekali-kali menghianati dan menodai  kepercayaan yang diberikan rakyat, menjual rakyat dengan berkata bahwa  apapun yang dilakukannya semata-mata demi rakyat padahal rakyat hanya sekedar dijadikan batu loncatan untuk mewujudkan ambisi pribadi dan kelompoknya. Pemimpin seperti ini layal untuk masuk ke dalam neraka.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em>Kezaliman yang dilakukan oleh seorang pemimpin tidak hanya sebatas melakukan kekerasan fisik saja, tapi mungkin juga dalam bentuk pembunuhan karakter. Cukuplah seorang pemimpin dikatakan sebagai seorang yang zalim bila dia menebar fitnah terhadap rakyat yang menjadi lawan politiknya dengan menuduh sebagai koruptor, teroris, atau perbuatan-perbuatan tidak terpuji lainnya sehingga karakter baik yang dimiliki rakyat yang dizaliminya itu menjadi hilang tergantikan dengan fitnahan keji yang dilakukan sangpemimpin.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Bahkan mungkin saat kita menjadi pemimpin yang berada di tingkat bawah seperti menjadi <em>Ketua RW, Ketua RT, atau mungkin jadi Kepala Kantor di tingkat Kabupaten/kota, atau mungkin menjadi Kepala Sekolah/Madrasah</em>  renungkanlah apa yang pernah kita perbuat kepada rakyat kita, jangan2 perbuatan zalim itu pernah kita lakukan. Sebagai contoh saat kita diberikan amanah untuk menjual RASKIN dengan harga murah atau bahkan mungkin GRATIS kita malah menjualnya dengan harga yang hampir mendekati harga pasar. Atau mungkin saat ada bantuan yang harus disalurkan kepada rakyat lalu malah memotongnya dengan alasan untuk administrasi &#8230; (hehh &#8230; alasan klise yang menyakitkan). Atau mungkin juga kita pernah memotong gaji guru yang mendapat tunjangan fungsional dengan alasan yang sama “ADMINISTRASI” &#8230;.. adminstrasi apa ????.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Isyarat kedua </em></strong>: Rasulullah menyatakan bahwa kelak akan banyak wanita berpakaian tapi tidak menutup aurat, karena yang dipakainya membentuk keindahan tubuhnya atau bahkan memperlihatkan bagian tubuh tertentu yang terlarang untuk diperlihatkan. Memakai pakaian tapi bagian depan dadanya terbuka, memakai rok pendek sejangkal di atas paha, bahkan ada juga memakai pakaian tapi solah-olah tak berpakaian karena pakaiannya tembus pandang sehingga semua itu dapat menggoda setiap lelaki yang memandangnya, padahal Allah telah menurunkan pakaian yang berguna untuk menutupi auratnya. <span style="color:#ff0000;">Yang lebih parah lagi saat ini apa yang diisyaratkan oleh Rasulullah kini telah banyak kita temukan di sekitar kita wanita-wanita yang memakai pakaian yang tidak menutupi aurat sambil berjingkrak-jingkrak menggoyang-goyangkan kepala dan pantatnya sehingga bila kita saksikan dengan seksama apa yang dilakukannya sudah tidak seperti manusia tapi bagaikan kuda binal yang lepas dari kandangnya.</span> Dan kini munculah berbagai julukan dialamatkan kepada mereka,  ada yang mendapat julukan <em>ratu joged, ratu ngebor, ratu goyang, ratu dangdut</em> dan ratu-ratu porno aksi lainnya, kalaulah tidak bertaubat dan tidak mendapatkan ampunan dari Allah mungkin merekapun akan menjadi ratu di neraka nanti <em>(naudzu billahi min dzalik).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita simak ayat berikut :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Katakanlah kepada wanita yang beriman:&#8221;Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An Nuur :31)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada salahnya kalau saat ini kita berdoa kepada Allah, semoga :</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;"> Jika sbagai pemimpin pemerintahan baik pusat maupun daerah semoga kita tidak termasuk pemimpin yang menzalimi rakyatanya baik secara fisik maupun pembunuhan karakter.</li>
<li style="text-align:justify;">Jika kita menjadi pemimpin disebuah lembaga/ kantor sebuah departemen atau sejenisnya  semoga kita tidak termasuk pemimpin yang menghalalkan segala cara untuk kepuasan pribadinya dengan berbuat curang kepada anak buahnya. Gaji dibayar tepat waktu, menghindari semua jenis pungli dan potongan yang tidak dibenarkan</li>
<li style="text-align:justify;">Jika kita menjadi pemimpin disebuah lembaga pendidikan semoga kita tidak pernah mendzolimi seluruh warga sekolah, kepada guru selalu menyampaikan hak-haknya, kepada peserta didik berlaku adil dan tidak memanfaatkan keberadaannya. dan jangan sampai terjadi keberadaan peserta didik dijadikan sebagai alat untuk memperkaya diri sehingan DANA BOS yang seharusnya dipergunakan untuk Operasional Sekolah menjadi dana untuk pemuas kebutuhan pribadi.</li>
<li style="text-align:justify;">Dan semoga kita semua bisa benar-benar menutup aurat sesuai syariat, bukan hanya sekedar mengikuti mode sehingga kita termasuk orang-orang yang berpakaian tapi sebenarnya kita TELANJANG.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Wallahu ‘alam bishawab</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1442/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1442&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/10/26/dua-golongan-penghuni-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&amp;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makhluk Itu Bernama “Lesson Study”</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/10/12/makhluk-itu-bernama-lesson-study/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/10/12/makhluk-itu-bernama-lesson-study/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 16:44:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[CTL]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Model]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[model]]></category>
		<category><![CDATA[PMPTK]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1436</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun sudah cukup lama mengajar, tapi kalau saat mengajar itu disaksikan oleh puluhan observer perasaan “ngadegdeg” mah pasti aya wae da  teu beunang dipapalerkeun. Walaupun dari awal telah dijelaskan oleh fasilitator bahwa kegiatan lesson study ini yang dijadikan target observasi adalah peserta didik bukan guru tapi keukeuh we nu ngarana degdegan saat akan memulai mengajar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1436&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1437" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/10/ld-4-gurmod.jpg"><img class="size-medium wp-image-1437" title="LD 4 GURMOD" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/10/ld-4-gurmod.jpg?w=300&h=236" alt="" width="300" height="236" /></a><p class="wp-caption-text">Guru Model</p></div>
<p style="text-align:justify;">Walaupun sudah cukup lama mengajar, tapi kalau saat mengajar itu disaksikan oleh puluhan <em>observer</em> perasaan <em><span style="color:#ff0000;">“ngadegdeg”</span></em> mah pasti aya wae da  <em>teu beunang dipapalerkeun</em>. Walaupun dari awal telah dijelaskan oleh fasilitator bahwa kegiatan <em>lesson study</em> ini yang dijadikan target observasi adalah peserta didik bukan guru tapi keukeuh we nu ngarana degdegan saat akan memulai mengajar mah aya wae. Akan tetapi begitu selesai <strong><em><span style="color:#ff0000;">SATAKA</span></em></strong> (salam tanya kabar) debaran di hati ini terus berkurang dan bahkan tidak ada. Dan kini begitu kegiatan <em>lesson study</em> itu selesai meni asa bucat bisul genah tumakninah we pokokna mah, apalagi setelah selesai refleksi panitia memberikan amplop berisikan beberapa lembar uang seri sukarno-hatta (moal dibejaan sabaraha lambar lobana). Ternyata perasaan deg-degan itu bukan hanya dirasakan oleh saya teman-teman yang lain yang sama-sama menjadi guru model juga merasakan hal yang sama, bagaimana tidak ?, observer dan fasilitator terdiri dari orang-orang yang tidak kami kenal, mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia ada yanjg dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, Jateng dan Jatim.<span id="more-1436"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya pengetahuan saya tentang makhluk yang namanya <em>lesson study</em> sangatlah minim, karena terus terang saja pelatihan atau apapun namanya mengenai hal itu belum saya dapatkan. Tapi terus terang saja ada perasaan senang dalam hati ini begitu selesai menyelesaikan tugas sebagai guru model, banyak ilmu yang saya dapatkan dari para observer terlebih saat refleksi banyak sekali masukan-masukan yang diberikan untuk kesuksesan kegiatan pembelajaran di masa yang akan datang. Dan terus terang hal ini membuat saya tertarik untuk berselancar di dunia maya mencari-cari segala sesuatu terkait lesson study. Berikut ini saya akan mencoba berbagi dengan sahabat maya tentang makhluk yang bernama lesson study.<em></em></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Pengertian</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Lesson study</em> merupakan model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara <em>kolaboratif</em> dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan saling membantu untuk membangun masyarakat belajar.<a title="" href="#_edn1">[1]</a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Lesson Study</em> bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran, tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan, dalam merencanakan, melaksanakan, mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran.<a title="" href="#_edn2">[2]</a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Tahapan-tahapan dalam Lesson Study</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam <em>Lesson Study</em> ini, dijumpai beberapa pendapat. Menurut Wikipedia (2007) bahwa <em>Lesson Study</em> dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep <em>Plan-Do-Check-Act</em> (PDCA). Sementara itu, Slamet Mulyana (2007) mengemukakan tiga tahapan dalam <em>Lesson Study</em>, yaitu : (1) Perencanaan (<em>Plan</em>); (2) Pelaksanaan (<em>Do</em>) dan (3) Refleksi (<em>See</em>). Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari <em>University of Wisconsin</em> mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study, yaitu:</p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li><em>Form a Team</em>: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study.</li>
<li><em>Develop Student Learning Goals</em>: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari <em>Lesson Study</em>.</li>
<li><em>Plan the Research Lesson</em>: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons.</li>
<li><em>Gather Evidence of Student Learning</em>: salah seorang guru tim melaksanakan pembelajaran, sementara yang lainnya melakukan pengamatan, mengumpulkan bukti-bukti dari pembelajaran siswa.</li>
<li><em>Analyze Evidence of Learnin</em>g: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa</li>
<li><em>Repeat the Process</em>: kelompok merevisi pembelajaran, mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas, dan tim melakukan <em>sharing</em> atas temuan-temuan yang ada.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Untuk lebih jelasnya, dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana (2007) dan konsep <em>Plan-Do-Check-Act</em> (PDCA), di bawah ini akan diuraikan secara ringkas tentang empat tahapan dalam penyelengggaraan <em>Lesson Study</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Tahapan Perencanaan (<em>Plan</em>)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam tahap perencanaan, para guru yang tergabung dalam <em>Lesson Study</em> berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran, seperti tentang: kompetensi dasar, cara membelajarkan siswa, mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar, dan sebagainya, sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. Selanjutnya, secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP, sehingga RPP menjadi <em>sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang</em>, yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung, baik pada tahap awal, tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Tahapan Pelaksanaan (<em>Do</em>)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahapan yang kedua, terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama, dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas <em>Lesson Study </em>yang lainnya (baca: guru, kepala sekolah, atau pengawas sekolah, atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer)</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan, diantaranya:</span></p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li>Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama.</li>
<li>Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural, tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program <em>Lesson Study</em>.</li>
<li>Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa.</li>
<li>Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa, siswa-bahan ajar, siswa-guru, siswa-lingkungan lainnya, dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama.</li>
<li>Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru.</li>
<li>Pengamat dapat melakukan perekaman melalui <em>video camera</em> atau photo digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran.</li>
<li>Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran berlangsung, misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan, terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Tahapan Refleksi (Check)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta <em>Lesson Study </em>yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran, dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya, misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya, semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (<em>bukan terhadap guru yang bersangkutan</em>). Dalam menyampaikan saran-saranya, pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan, <em>tidak berdasarkan opininya</em>. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. Oleh karena itu, sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Tahapan Tindak Lanjut (<em>Act</em>)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran, baik pada tataran indiividual, maupun menajerial.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tataran individual, berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (<em>check</em>) tentunya menjadi modal bagi para guru, baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tataran manajerial, dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta <em>Lesson Study,</em> tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan, dengan keterlibatannya secara langsung dalam <em>Lesson Study</em>, maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran, sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>KESALAHAN YANG SERING DITEMUI</strong></span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Dianggap sebagai metoda pembelajaran.</li>
<li>Lebih berfokus pada rencana (model pembelajaran, media/alat)</li>
<li>Observer memposisikan diri sebagai kritikus dan refleksi menjadi ajang mengkritik guru.</li>
<li>Dosen sebagai pihak/sumber yang yang paling tahu, pembuat RPP.</li>
<li>Kurang cermat dalam mengobservasi.</li>
<li>Skenario tidak dikembangkan berdasar hasil identifikasi masalah sebelumnya.</li>
<li>Fasilitator membuat kesimpulan hasil diskusi.</li>
<li>Rekaman vidio kurang fokus pada aktivitas siswa. <a title="" href="#_edn3">[3]</a></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Demikian tulisan tentang lesson study ini semoga bermanfaat.</p>
<p>Sumber Bacaan :</p>
<div>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="#_ednref1">[1]</a> <a href="http://unnes.ac.id/berita/lesson-study-bukan-metode-pembelajaran/">http://unnes.ac.id/berita/lesson-study-bukan-metode-pembelajaran/</a></p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ednref2">[2]</a> <a href="http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/22/lesson-study-untuk-meningkatkan-pembelajaran/">http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/22/lesson-study-untuk-meningkatkan-pembelajaran/</a></p>
<p><a title="" href="#_ednref3">[3]</a> Slide ppt disajikan oleh : Nunung Nurhayati MPd</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1436/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1436&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/10/12/makhluk-itu-bernama-lesson-study/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&amp;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/10/ld-4-gurmod.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">LD 4 GURMOD</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemana Blognya Abdesaragih ?</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/09/27/1431/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/09/27/1431/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 15:46:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1431</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang kita tidak merasa salah kalau sedang berbuat salah, hari ini saya mencoba mau memenuhi undangan abedsaragih pemilik labkomputer.com. sekedar berkunjung dan melihat fisik blognya sih kemarin tanggal 26 sudah saya lakukan, tapi untuk menyimpan namanya di blogroll baru sempat hari ini. Ternyata apa yang terjadi ?, begitu blog beliau aku buka ternyata tampilannya seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1431&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1432" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/09/lab-komputerku.jpg"><img class="size-medium wp-image-1432" title="lab komputerku" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/09/lab-komputerku.jpg?w=300&h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">abdesaragih</p></div>
<p style="text-align:justify;">Terkadang kita tidak merasa salah kalau sedang berbuat salah, hari ini saya mencoba mau memenuhi undangan abedsaragih <a href="http://labkomputerku.wordpress.com/">pemilik labkomputer.com</a>. sekedar berkunjung dan melihat fisik blognya sih kemarin tanggal 26 sudah saya lakukan, tapi untuk menyimpan namanya di blogroll baru sempat hari ini. Ternyata apa yang terjadi ?, begitu blog beliau aku buka ternyata tampilannya seperti di atas. gambar tersebut menginfokan kalau blognya <a href="http://labkomputerku.wordpress.com/">abdesaragih</a> dalam keadaan disuspend.<span id="more-1431"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ada perasaan berdosa dalam hati ini, karena disadari atau tidak saya telah berbuat &#8220;TIDAK MENYAPA SAUDARANYA LEBIH DARI TIGA HARI&#8221;, semoga saja Allah mengampuni dosa-dosaku, dan abdesaragih bisa memaklumi kekeliruanku. Dan hal ini mengingatkanku pada sebuah hadits (mudah2an ga salah), bahwa ada tiga golongan manusia yg tidak akan mencium baunya surga, yaitu :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Orang yang menyakiti kedua orang tunya</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Peminum Khamar</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Dan orang yang tidak bertegur sapa dengan saudaranya lebih dari tiga hari</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan saja melalui tulisan ini saudaraku abdesaragih bisa memakluminya karena saya belum sempat mengunjunginya, tapi walaupun demikian saya akan tetap menautkan blognya <a href="http://labkomputerku.wordpress.com/">abde saragih</a> di daftar sahabat saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang jadi pertanyaan berikutnya, kemana Blognya abdesaragih ?</p>
<p style="text-align:justify;">Wallahu &#8216;alam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1431/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1431&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/09/27/1431/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&amp;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/09/lab-komputerku.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">lab komputerku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Baru Dari WordPress</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/09/25/yang-baru-dari-wordpress/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/09/25/yang-baru-dari-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2011 05:43:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>
		<category><![CDATA[dasbor]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1427</guid>
		<description><![CDATA[Sudah hampir sebulan memang ga buka WP, dan entah sejak kapan dasbor wp ini berubah, yang jelas saat masuk wp cukup bingung dan ga ngerti banget. Mungkin penyhakit super ooot ini ga hilang-hilang,  sekalinya ada tampilan yang beda dari biasanya pada dasbor wordpress, bingung juga. Padahal tadinya mau nulis tentang seputar halal-bil halal di smpn5 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1427&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1428" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/09/wordpress-dasbor-new.jpg"><img class="size-medium wp-image-1428" title="wordpress" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/09/wordpress-dasbor-new.jpg?w=300&h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Tampilan Baru</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sudah hampir sebulan memang ga buka WP, dan entah sejak kapan dasbor wp ini berubah, yang jelas saat masuk wp cukup bingung dan ga ngerti banget. Mungkin penyhakit super ooot ini ga hilang-hilang,  sekalinya ada tampilan yang beda dari biasanya pada dasbor wordpress, bingung juga. Padahal tadinya mau nulis tentang seputar halal-bil halal di <a href="http://smpn5-bogor.sch.id/">smpn5 Bogor</a>, walaupun sudah lama tapi baru kali ini sempat mau nulisnya, niat menulis HBH itu akhirnya diurungkan saja karena ternyata mencari menu new post meni hese kacida, malah kukurilingan kaditu kadiyeu. Akhirnya tengok ke sebelah kanan atas &#8230;.&gt;&gt;&gt;&gt; ternyata ada nama dan poto saya dan dibawahnya ada tanda seperti ini v &#8230;  dicoba di klik &#8230;. weleh ternyata disitu toh pintu masuknya &#8230;. walahhhhh dasar ooottttt.<span id="more-1427"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pas buka ke dasbor &#8230;. subhanallah &#8230;. ada 149 spam&#8230;., nya kapaksa tah miceunan heula sampah beberesih heula. dan ternyata ada diantara sahabat yang tertangkap satpam diantaranya kang <a href="http://dadangsupriadi.wordpress.com/">dangstar</a> &#8230; yang memberikan komen katanya dah lama ga main ke blog ini. Dan masih banyak lagi spam langganan yang slalu nyangkut di halaman akademika.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga setelah ini banyak yang bisa dituliskan lagi, nya minimal copy paste dari blog atau website yang bermanfaat.</p>
<p style="text-align:justify;">Amiiin</p>
<p style="text-align:justify;">Wassalaaam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1427/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1427&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/09/25/yang-baru-dari-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&amp;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/09/wordpress-dasbor-new.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wordpress</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penetapan 1 Syawal Indonesia Ditertawakan Negara-negara Islam</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/31/penetapan-1-syawal-indonesia-ditertawakan-negara-negara-islam/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/31/penetapan-1-syawal-indonesia-ditertawakan-negara-negara-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Aug 2011 10:17:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Shilaturrahmi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1415</guid>
		<description><![CDATA[VOA-ISLAM.COM – Keputusan sidang itsbat Pemerintah RI yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Rabu 31 Agustus 2011, ditertawakan dunia karena nyeleneh dan menyelisihi keputusan negara-negara Arab yang berlebaran hari Selasa 30 Agustus 2011. Hal itu diungkapkan oleh H. Djoko Susilo, Dutabesar RI untuk Switzerland dan Liechtenstein. Tanpa bermaksud mempersoalkan hasil sidang itsbat penetepan 1 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1415&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/mrnag.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1416" title="mrnag" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/mrnag.jpg?w=300&h=198" alt="" width="300" height="198" /></a>VOA-ISLAM.COM – </strong>Keputusan sidang itsbat Pemerintah RI yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Rabu 31 Agustus 2011, ditertawakan dunia karena nyeleneh dan menyelisihi keputusan negara-negara Arab yang berlebaran hari Selasa 30 Agustus 2011.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal itu diungkapkan oleh H. Djoko Susilo, Dutabesar RI untuk Switzerland dan Liechtenstein. Tanpa bermaksud mempersoalkan hasil sidang itsbat penetepan 1 Syawal 1432 H yang dilakukan Kemenag RI, Djoko mengatakan dirinya kesulitan menjawab pertanyaan dari para koleganya, dutabesar negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI).<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">“Sekarang kita ditertawaakan dunia. Saya susah sekali menjawab pertanyaan teman-teman sejawat dubes negara-negara OKI. Kita kok nyeleneh sendiri (melaksanakan Idul Fitri pada hari Selasa),” ujar Djoko kepada RMOL<strong>,</strong> Selasa, (30/8/2011).<span id="more-1415"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda dengan Indonesia, hampir semua negara di kawasan Eropa dan Timur Tengah menggelar shalat Idul Fitri pada hari Selasa. Umumnya mereka menggunakan metode hisab atau perhitungan yang diperkuat dengan metode rukyat atau pengamatan kemunculan hilal. Penggabungan kedua metode ini membuat perhitungan mengenai awal bulan Syawal menjadi lebih akurat.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk memuaskan si penanya, Djoko mengatakan bahwa penentuan tanggal 1 Syawal itu untuk Indonesia. Adapun masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri diminta taat dan patuh pada keputusan Islamic Center setempat. Djoko khawatir banyak pihak di Indonesia yang terjebak pada pendekatan kuno di masa lalu. Sementara di Eropa, masyarakat umumnya percaya pada kemampuan teknologi. Toh, bukankah manusia sudah sampai ke bulan?</p>
<p style="text-align:justify;">Mantan anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengingatkan bahwa Islam terkait erat dengan iman, ilmu dan amal. Islam adalah agama yang mengagungkan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari keyakinan akan ketauhidan Tuhan Yang Maha Kuasa.</p>
<p style="text-align:justify;">“Jadi kalau sekarang sudah ada teknologi tinggi mestinya soal mengintip hilal ya pakai teknologi,” ujarnya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Di masa depan, Djoko berharap agar pemerintah melalui Kementerian Agama bersikap netral dalam penentuan 1 Syawal ini. Posisi pemerintah idealnya, menurut dia, adalah sebagai fasilitator yang tak perlu ikut campur tangan, apalagi memberikan stempel berupa keputusan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Sebaiknya hal seperti ini biar diurus MUI dan ormas Islam saja tanpa dicampuri birokrat. Ndak bagus kesannya,” pungkas Djoko.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana diberitakan voa-islam.com sebelumnya, terjadi perbedaan pendapat dalam penetapan 1 Syawal 1432 Hijriyah di tanah air, setelah Pemerintah dalam sidang itsbatnya menganulir hasil rukyat dan memutuskan Idul Fitri 1 Syawal jatuh pada hari Rabu (31/8/2011).</p>
<p style="text-align:justify;">Tim rukyat Kementerian Agama (Kemenag) di Pantai Kartini Jepara dan Cakung Jakrta Timur, dalam kesakaian di bawah sumpah, menyatakan sudah melihat hilal pada Senin sore (29/8/2011), yang berarti Selasa sudah masuk 1 Syawal.</p>
<p style="text-align:justify;">Hasil pantauan Tim Rukyat itu sesuai dengan pantauan Tim Rukyat di negara-negara Arab. Arab Saudi memastikan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada hari Selasa, 30 Agustus 2011, karena pada Senin, (29/8/2011), hilal sudah terlihat.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah Arab Saudi mengumumkan jatuhnya 1 Syawal 1432 Hijriah, negara-negara yang lain pun mengikutinya, di antaranya: Mesir, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam juga berlebaran Selasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian umat Islam di tanah air belebaran Selasa karena mengikuti hasil rukyat –baik rukyat lokal maupun global– dan hisab. Kaum Muslimin yang berlebaran hari Selasa ini berbarengan dengan Arab Saudi dan dunia Arab lainnya. Beberapa kalangan yang berlebaran Selasa antara lain: Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jama&#8217;ah Anshorut Tauhid (JAT), Front Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Jum&#8217;iyat An-Najat, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Pesantren Gontor, dan sebagian warga Nahdlatul Ulama (NU) yang mengakui rukyat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara kalangan yang berlebaran Rabu 31 Agustus 2011 mengikuti keputusan pemerintah, antara lain Nahdlatul Ulama, PERSIS, Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan lain sebagainya. [ahana/rmo]</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : <a href="http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/08/31/15978/penetapan-1-syawal-indonesia-ditertawakan-negaranegara-islam/">VOA-Islam.COM</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1415/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&#038;blog=5674810&#038;post=1415&#038;subd=farhansyaddad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/31/penetapan-1-syawal-indonesia-ditertawakan-negara-negara-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&amp;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/mrnag.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mrnag</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>

