<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" gd:etag="W/&quot;CUEESH06eCp7ImA9WhdbEU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891</id><updated>2011-10-08T18:26:49.310-07:00</updated><category term="education green" /><category term="tugas inisiasi 1 semester 4" /><category term="artikel hijau" /><category term="impian hijau" /><category term="inisiasi 2 semester 4" /><category term="puisi hijau" /><category term="tokoh hijau" /><title>farisyalwan blog</title><subtitle type="html">hiasi hati dengan makna pertiwi,biarkan hijaunya menyejukkan relung insani dan...ijinkan aku untuk menjadi pengawalmu,sebagai sang pangeran bumi</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>43</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/FarisyBlog" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="farisyblog" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">FarisyBlog</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;CUEESHg4fSp7ImA9WhdbEU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-5300450939999618728</id><published>2011-10-08T18:25:00.000-07:00</published><updated>2011-10-08T18:26:49.635-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-08T18:26:49.635-07:00</app:edited><title>Profil lingkungan Indonesia ( 1 )</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Indonesia  merupakan rumah dari hutan hujan terluas di seluruh Asia, meski  Indonesia terus mengembangkan lahan-lahan tersebut untuk mengakomodasi  populasinya yang semakin meningkat serta pertumbuhan ekonominya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar tujuh belas ribu pulau-pulau di Indonesia membentuk kepulauan  yang membentang di dua alam biogeografi - Indomalayan dan Australasian -  dan tujuh wilayah biogeografi, serta menyokong luar biasa banyaknya  keanekaragaman dan penyebaran spesies. Dari sebanyak 3.305 spesies  amfibi, burung, mamalia, dan reptil yang diketahui di Indonesia, sebesar  31,1 persen masih ada dan 9,9 persen terancam. Indonesia merupakan  rumah bagi setidaknya 29.375 spesies tumbuhan vaskular, yang 59,6  persennya masih ada.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat  ini, hanya kurang dari separuh Indonesia yang memiliki hutan,  merepresentasikan penurunan signifikan dari luasnya hutan pada awalnya.  Antara 1990 dan 2005, negara ini telah kehilangan lebih dari 28 juta  hektar hutan, termasuk 21,7 persen hutan perawan. Penurunan hutan-hutan  primer yang kaya secara biologi ini adalah yang kedua di bawah Brazil  pada masa itu, dan sejak akhir 1990an, penggusuran hutan primer makin  meningkat hingga 26 persen. Kini, hutan-hutan Indonesia adalah beberapa  hutan yang paling terancam di muka bumi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah hutan-hutan di Indonesia sekarang ini makin turun dan banyak  dihancurkan berkat penebangan hutan, penambangan, perkebunan agrikultur  dalam skala besar, kolonisasi, dan aktivitas lain yang substansial,  seperti memindahkan pertanian dan menebang kayu untuk bahan bakar. Luas  hutan hujan semakin menurun, mulai tahun 1960an ketika 82 persen luas  negara ditutupi oleh hutan hujan, menjadi 68 persen di tahun 1982,  menjadi 53 persen di tahun 1995, dan 49 persen saat ini. Bahkan, banyak  dari sisa-sisa hutan tersebut yang bisa dikategorikan hutan yang telah  ditebangi dan terdegradasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td width="25"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek dari berkurangnya hutan ini pun meluas, tampak pada aliran sungai  yang tidak biasa, erosi tanah, dan berkurangnya hasil dari produk-produk  hutan. Polusi dari pemutih khlorin yang digunakan untuk memutihkan  sisa-sisa dari tambang telah merusak sistem sungai dan hasil bumi di  sekitarnya, sementara perburuan ilegal telah menurunkan populasi dari  beberapa spesies yang mencolok, di antaranya orangutan (terancam),  harimau Jawa dan Bali (punah), serta badak Jawa dan Sumatera (hampir  punah). Di pulau Irian Jaya, satu-satunya sungai es tropis memang mulai  menyurut akibat perubahan iklim, namun juga akibat lokal dari  pertambangan dan penggundulan hutan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penebangan kayu tropis dan ampasnya merupakan penyebab utama dari  berkurangnya hutan di negara itu. Indonesia adalah eksportir kayu tropis  terbesar di dunia, menghasilkan hingga 5 milyar USD setiap tahunnya,  dan lebih dari 48 juta hektar (55 persen dari sisa hutan di negara  tersebut) diperbolehkan untuk ditebang. Penebangan hutan di Indonesia  telah memperkenalkan beberapa daerah yang paling terpencil, dan  terlarang, di dunia pada pembangunan. Setelah berhasil menebangi banyak  hutan di daerah yang tidak terlalu terpencil, perusahaan-perusahaan kayu  ini lantas memperluas praktek mereka ke pulau Kalimantan dan Irian  Jaya, dimana beberapa tahun terakhir ini banyak petak-petak hutan telah  dihabisi dan perusahaan kayu harus masuk semakin dalam ke daerah  interior untuk mencari pohon yang cocok. Sebagai contoh, di pertengahan  1990an, hanya sekitar 7 persen dari ijin penambangan berada di Irian  Jaya, namun saat ini lebih dari 20 persen ada di kawasan tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia, penebangan kayu secara legal mempengaruhi 700.000-850.000  hektar hutan setiap tahunnya, namun penebangan hutan illegal yang telah  menyebar meningkatkan secara drastis keseluruhan daerah yang ditebang  hingga 1,2-1,4 juta hektar, dan mungkin lebih tinggi - di tahun 2004,  Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim mengatakan bahwa 75 persen dari  penebangan hutan di Indonesia ilegal. Meskipun ada larangan resmi untuk  mengekspor kayu dari Indonesia, kayu tersebut biasanya diselundupkan ke  Malaysia, Singapura, dan negara-negara Asia lain. Dari beberapa  perkiraan, Indonesia kehilangan pemasukan sekitar 1 milyar USD pertahun  dari pajak akibat perdagangan gelap ini. Penambangan ilegal ini juga  merugikan bisnis kayu yang resmi dengan berkurangnya suplai kayu yang  bisa diproses, serta menurunkan harga internasional untuk kayu dan  produk kayu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(sumber:mongabay.com). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-5300450939999618728?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/5300450939999618728/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2011/10/profil-lingkungan-indonesia-1.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/5300450939999618728?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/5300450939999618728?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2011/10/profil-lingkungan-indonesia-1.html" title="Profil lingkungan Indonesia ( 1 )" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YDSHc9fSp7ImA9WxBUF00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-4228248901059738667</id><published>2010-03-04T05:08:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T05:26:19.965-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-04T05:26:19.965-08:00</app:edited><title>jenis - jenis hutan di indonesia dan pengetiannya</title><content type="html">&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTelkom%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:207691617; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:273700010 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1 	{mso-list-id:2096659419; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1054994994 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;Macam – macam jenis hutan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan pengertiannya&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hutan Bakau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;
&lt;br /&gt;Hutan bakau adalah hutan yang tumbuh di daerah pantai berlumpur. Contoh : pantai timur kalimantan, pantai selatan cilacap, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hutan Sabana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;
&lt;br /&gt;Hutan sabana adalah hutan padang rumput yang luas dengan jumlah pohon yang sangat sedikit dengan curah hujan yang rendah. Contoh : Nusa tenggara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hutan Rawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;
&lt;br /&gt;Hutan rawa adalah hutan yang berada di daerah berawa dengan tumbuhan nipah tumbuh di hutan rawa. Contoh : Papua selatan, Kalimantan, dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hutan Hujan Tropis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;
&lt;br /&gt;Hutan hujan tropis adalah hutan lebat / hutan rimba belantara yang tumbuh di sekitar garis khatulistiwa / ukuator yang memiliki curah turun hujan yang sangat tinggi. Hutan jenis yang satu ini memiliki tingkat kelembapan yang tinggi, bertanah subur, humus tinggi dan basah serta sulit untuk dimasuki oleh manusia. Hutan ini sangat disukai pembalak hutan liar dan juga pembalak legal jahat yang senang merusak hutan dan merugikan negara trilyunan rupiah. Contoh : hutan kalimantan, hutan sumatera, dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hutan Musim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;
&lt;br /&gt;Hutan musim adalah hutan dengan curah hujan tinggi namun punya periode musim kemarau yang panjang yang menggugurkan daun di kala kemarau menyelimuti hutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di samping itu hutan terbagi / dibagi berdasarkan fungsinya, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hutan Wisata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;
&lt;br /&gt;Hutan wisata adalah hutan yang dijadikan suaka alam yang ditujukan untuk melindungi tumbuh-tumbuhan serta hewan / binatang langka agar tidak musnah / punah di masa depan. Hutan suaka alam dilarang untuk ditebang dan diganggu dialih fungsi sebagai buka hutan. Biasanya hutan wisata menjadi tempat rekreasi orang dan tempat penelitian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hutan Cadangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;
&lt;br /&gt;Hutan cadangan merupakan hutan yang dijadikan sebagai lahan pertanian dan pemukiman penduduk. Di pulau jawa terdapat sekitar 20 juta hektar hutan cadangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hutan Lindung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;
&lt;br /&gt;Hutan lindung adalah hutan yang difungsikan sebagai penjaga ketaraturan air dalam tanah (fungsi hidrolisis), menjaga tanah agar tidak terjadi erosi serta untuk mengatur iklim (fungsi klimatologis) sebagai penanggulang pencematan udara seperti C02 (karbon dioksida) dan C0 (karbon monoksida). Hutan lindung sangat dilindungi dari perusakan penebangan hutan membabibuta yang umumnya terdapat di sekitar lereng dan bibir pantai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hutan Produksi / Hutan Industri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;
&lt;br /&gt;Hutan produksi yaitu adalah hutan yang dapat dikelola untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi. Hutan produksi dapat dikategorikan menjadi dua golongan yakni hutan rimba dan hutan budidaya. Hutan rimba adalah hutan yang alami sedangkan hutan budidaya adalah hutan yang sengaja dikelola manusia yang biasanya terdiri dari satu jenis tanaman saja. Hutan rimba yang diusahakan manusia harus menebang pohon denga sistem tebang pilih dengan memilih pohon yang cukup umur dan ukuran saja agar yang masih kecil tidak ikut rusak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;sumber : syadiashre
&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-4228248901059738667?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/4228248901059738667/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2010/03/jenis-jenis-hutan-di-indonesia-dan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/4228248901059738667?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/4228248901059738667?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2010/03/jenis-jenis-hutan-di-indonesia-dan.html" title="jenis - jenis hutan di indonesia dan pengetiannya" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUQBSX09fip7ImA9WxNaFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-3911876057751627291</id><published>2009-11-30T05:13:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T05:22:38.366-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-30T05:22:38.366-08:00</app:edited><title>mengurangi masalah sampah</title><content type="html">&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pernah melihat gunungan sampah di TPA (tempat pembuangan sampah akhir)? &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semakin hari semakin tinggi gunungan sampah di TPA. Di kota Bandung sempat menjadi masalah besar sendiri ketika TPA lama sudah penuh dan belum ada lahan pengganti untuk TPA baru. Sebagian besar sampah yang masuk ke TPA katanya berasal dari sampah rumah tangga. Iya, sampah rumah kita semua.&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Daripada menggerutu dan menanti-nantikan aksi dari pemerintah, kita bisa melakukan usaha kecil-kecilan di rumah sendiri untuk mengurangi masalah sampah ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anda tentu pernah tahu ada beberapa saudara kita yang bekerja sebagai pemulung dari tempat-tempat sampah.Atau tukang loak yang bisa membeli segala ’sampah’ dirumah anda umumnya dengan menimbang berat barang yang anda kumpulkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa yang mereka pulung?&lt;br /&gt;Apapun yang mereka bisa jual kembali baik secara langsung atau tidak langsung kepada para usahawan pendaur ulang.&lt;br /&gt;Plastik, bekas gelas/botol minum plastik, botol kaca, kertas, dus, atau apapun yang bisa didaur ulang alias bisa dimanfaatkan kembali.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semakin bersih benda-benda di atas, semakin baik dan semakin mudah untuk didaur ulang. Kalau sampah yang bisa didaur ulang ini sudah tercampur dengan sampah basah di rumah anda, lebih susah memilahnya dan memanfaatkannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa yang dimaksud dengan sampah basah?&lt;br /&gt;Segala sampah yang bisa membusuk. Sisa potongan sayur untuk memasak, daging, makanan sisa, daun-daun yang berguguran, potongan rumput, dsb.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi bagaimana caranya memilah sampah?&lt;br /&gt;Idealnya di rumah anda disediakan tiga buah tempat sampah;&lt;br /&gt;1. untuk sampah basah atau kadang disebut sampah organik&lt;br /&gt;2. untuk sampah plastik, kaleng, dan kaca&lt;br /&gt;3. untuk sampah kertas&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sampah plastik, kaleng, kaca, dan kertas bisa anda kumpulkan dan jual ke tukang loak atau dibuang juga ke tempat pembuangan sampah dan kira-kira cukup membantu para pemulung untuk mendapatkan barang yang agak bersih.&lt;/p&gt;Bagaimana dengan sampah basahnya?&lt;br /&gt;Bisa anda buang juga, namun lebih baik dimanfaatkan lagi sendiri. Saat ini saya sedang mencoba memanfaatkan sampah basah saya untuk membuat kompos (pupuk alami) yang bisa dipakai untuk menyuburkan tanaman di pekarangan. Bagaimana caranya? Semoga bisa bersambung ditulisan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : surabaya post&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-3911876057751627291?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/3911876057751627291/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/11/mengurangi-masalah-sampah.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/3911876057751627291?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/3911876057751627291?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/11/mengurangi-masalah-sampah.html" title="mengurangi masalah sampah" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4CRH08fCp7ImA9WxNTGUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-4385940277615127350</id><published>2009-08-22T07:55:00.000-07:00</published><updated>2009-08-22T07:56:05.374-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-22T07:56:05.374-07:00</app:edited><title /><content type="html">&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;     Alkohol, Bahan Bakar Minyak Masa Depan        &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right"&gt;    &lt;a href="javascript:void window.open('http://www.forplid.net/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=181', 'win2', 'status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no');" title="PDF"&gt;    &lt;img src="http://www.forplid.net/images/M_images/pdf_button.png" alt="PDF" name="image" align="middle" border="0" /&gt;   &lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right"&gt;     &lt;a href="javascript:void window.open('http://www.forplid.net/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=181&amp;Itemid=101&amp;pop=1&amp;page=0', 'win2', 'status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no');" title="Print"&gt;     &lt;img src="http://www.forplid.net/images/M_images/printButton.png" alt="Print" name="image" align="middle" border="0" /&gt;    &lt;/a&gt;     &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right"&gt;    &lt;a href="javascript:void window.open('http://www.forplid.net/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=181', 'win2', 'status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=400,height=250,directories=no,location=no');" title="E-mail"&gt;    &lt;img src="http://www.forplid.net/images/M_images/emailButton.png" alt="E-mail" name="image" align="middle" border="0" /&gt;   &lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;Kenaikan BBM yang mencapai rata-rata 150 persen, agaknya menyebabkan masyarakat mulai melirik alternatif energi yang lebih murah. Salah satu bahan bakar yang mulai dirintis pengembangannya secara massal di Indonesia adalah penggunaan alkohol sebagai bahan bakar. Seperti apakah itu dan bagaimana efeknya terhadap lingkungan hidup sekitar kita?&lt;/div&gt;  MULAI diliriknya alternatif energi lain oleh masyarakat, seperti penggunaan alkohol sebagai bahan bakar kendaraan bermotor, merupakan suatu yang positif. Sebab, penggunaan bahan bakar fosil secara kontinu dan dalam kuantitas yang cukup besar, sebenarnya memunculkan paling sedikit dua ancaman serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman tersebut berupa faktor ekonomi karena ketersediaan bahan bakar ini akan habis dalam beberapa dekade mendatang serta bertambah mahalnya bahan bakar tersebut seiring dengan menipisnya stok dan juga faktor lingkungan. Seperti diketahui polusi yang ditimbulkan akibat gas buangan bahan bakar fosil sangat mengganggu lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, polusi yang ditimbulkan dari pembakaran bahan bakar fosil ini tidak langsung dirasakan efeknya bagi manusia dan lingkungan. Namun, tidak dapat dimungkiri emisi buangan dari bahan bakar fosil ini memiliki dampak langsung maupun tidak langsung kepada derajat kesehatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polusi langsung yang menyebabkan memburuknya kesehatan manusia dan lingkungan bisa berupa gas-gas berbahaya, seperti CO, NOx, dan UHC (unburn hydrocarbon), juga unsur metalik seperti timbal (Pb). Sementara itu, polusi tidak langsung mayoritas berupa ledakan jumlah molekul CO2 yang berdampak pada pemanasan global (Global Warming Potential).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran terhadap ancaman serius yang dapat ditimbulkan dari penggunaan bahan bakar fosil ini menyebabkan para pakar mengintensifkan berbagai risetnya. Riset-riset ini bertujuan menghasilkan sumber-sumber energi (energy resources) ataupun pembawa energi (energy carrier) yang lebih terjamin keberlanjutannya (sustainable) dan lebih ramah lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan alkohol sebagai bahan bakar mulai diteliti dan diimplementasikan di Amerika Serikat (AS) dan Brazil sejak terjadinya krisis bahan bakar fosil di kedua negara tersebut pada tahun 1970-an. Brazil tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki keseriusan tinggi dalam implementasi bahan bakar alkohol untuk keperluan kendaraan bermotor dengan tingkat penggunaan bahan bakar ethanol saat ini mencapai 40 persen secara nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di AS sendiri, bahan bakar ethanol relatif murah, misalnya saja E85, yang mengandung ethanol 85 persen semakin populer di masyarakat. Selain ethanol, methanol juga tercatat digunakan sebagai bahan bakar alkohol di Rusia. Pemanfaatan ethanol juga sedang gencar dilakukan di Jepang. Bahkan, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang telah menargetkan pada tahun 2008 campuran gasolin dengan ethanol 10 persen akan digunakan untuk menggantikan gasolin di seluruh Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian yang sama juga meminta produsen otomotif di Jepang untuk membuat kendaraan yang mampu beroperasi dengan bahan bakar campuran tersebut mulai tahun 2003. Tak heran jika kemudian kendaraan buatan Jepang sudah dilengkapi dengan mesin yang mampu menerima bahan bakar campuran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Negara Riset dan Teknologi telah menargetkan pembuatan minimal satu pabrik biodiesel dan gasohol (campuran gasolin dan alkohol) pada tahun 2005-2006. Selain itu, ditargetkan juga bahwa penggunaan bioenergy tersebut akan mencapai 30 persen dari pasokan energi nasional pada tahun 2025.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ethanol bisa digunakan dalam bentuk murni ataupun sebagai campuran untuk bahan bakar gasolin (bensin) maupun hidrogen. Interaksi ethanol dengan hidrogen bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi fuel cell ataupun dalam mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tulisan ini, dibahas secara singkat: (1) dampak penggunaan ethanol pada mesin pembakaran dalam dengan penyalaan busi (spark ignition), dan (2) implementasi bahan bakar ethanol di Brazil -- negara yang secara serius menggunakan bahan bakar ethanol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, hampir seluruh mesin pembangkit daya yang digunakan pada kendaraan bermotor menggunakan mesin pembakaran dalam. Mesin bensin (otto) dan diesel adalah dua jenis mesin pembakaran dalam yang paling banyak digunakan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin diesel, yang memiliki efisiensi lebih tinggi, tumbuh pesat di Eropa. Sedangkan komunitas di AS yang cenderung khawatir pada tingkat polusi sulfur dan UHC pada diesel, lebih memilih mesin bensin. Meski saat ini, mutu solar dan mesin diesel yang digunakan di Eropa sudah semakin baik yang berimplikasi pada rendahnya emisi sulfur dan UHC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ethanol yang secara teoretik memiliki angka oktan di atas standar maksimal bensin, cocok diterapkan sebagai substitusi sebagian ataupun keseluruhan pada mesin bensin. Terdapat beberapa karakteristik internal ethanol yang menyebabkan penggunaan ethanol pada mesin Otto lebih baik daripada gasolin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ethanol memiliki angka research octane 108.6 dan motor octane 89.7. Angka tersebut (terutama research octane) melampaui nilai maksimal yang mungkin dicapai oleh gasolin (pun setelah ditambahkan aditif tertentu pada gasolin). Sebagai catatan, bensin yang dijual Pertamina memiliki angka research octane 88.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka oktan pada bahan bakar mesin Otto menunjukkan kemampuannya menghindari terbakarnya campuran udara-bahan bakar sebelum waktunya (self-ignition). Terbakarnya campuran udara-bahan bakar di dalam mesin Otto sebelum waktunya akan menimbulkan fenomena ketuk (knocking) yang berpotensi menurunkan daya mesin, bahkan bisa menimbulkan kerusakan serius pada komponen mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, fenomena ketuk membatasi penggunaan rasio kompresi (perbandingan antara volume silinder terhadap volume sisa) yang tinggi pada mesin bensin. Tingginya angka oktan pada ethanol memungkinkan penggunaan rasio kompresi yang tinggi pada mesin Otto. Korelasi antara efisiensi dengan rasio kompresi berimplikasi pada fakta bahwa mesin Otto berbahan bakar ethanol (sebagian atau seluruhnya) memiliki efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan bakar gasoline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua ancaman serius yang muncul akibat ketergantungan terhadap bahan bakar gasoline, yakni faktor ekonomi (keterbatasan eksplorasi yang berakibat pada suplai, harga, dan fluktuasinya) dan faktor polusi bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan, menyebabkan kita mesti memikirkan alternatif energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif energi ini haruslah yang lebih terjamin pengadaannya serta ramah terhadap lingkungan. Gasohol adalah salah satu alternatif yang memungkinkan transisi ke arah implementasi energi alternatif berjalan dengan mulus&lt;br /&gt;sumber : www.balipost.com&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-4385940277615127350?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/4385940277615127350/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/08/alkohol-bahan-bakar-minyak-masa-depan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/4385940277615127350?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/4385940277615127350?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/08/alkohol-bahan-bakar-minyak-masa-depan.html" title="" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYDRngycSp7ImA9WxNTGUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-6426326917367514595</id><published>2009-08-22T07:39:00.000-07:00</published><updated>2009-08-22T07:42:57.699-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-22T07:42:57.699-07:00</app:edited><title /><content type="html">&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;LAPORAN PELAKSANAAN PPL SIKLUS I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;NAMA&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;: SARWENDAH WIRATAMA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;NIM&lt;span style=""&gt;                            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: E1E 107081&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;KELAS&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;: B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;KAB&lt;span style=""&gt;                            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: BIMA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;I.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;PEMBAHASAN RPP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;PELAKSAKSANAAN &lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: 15 AGUSTUS 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;TEMPAT PELAKSANAAN&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;: SDN.INPRES CENGGU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Standar kompetensi&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: 1. memahami penjelasan tentang petunjuk dan cerita anak yang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;dilisankan ( BI )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2. memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama di sekitar 3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rumah dan sekolah ( IPS )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melakukan operasi hitung bilangan sampai tiga angka ( MM )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kompetensi dasar&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;: 1. melakukan sesuatu berdasarkan penjelasan yang disampaikan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 112.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;secara lisan (BI )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 130.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2. membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah ( IPS)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 112.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3. melakukan operasi hitung bilangan sampai 3 angka ( MM )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Indikator&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;: 1. Menjelaskan petunjuk lokasi dengan singkat dan jelas ( BI )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 112.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2. Menggambar denah lingkungan sekitar sekolah ( IPS )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 112.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3. Melakukan operasi penjumlahan tanpa menyimpan{ MM )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tujuan pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Disajikan gambar denah lingkungan sekitar dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kartu bilangan siswa dapat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menjelaskan petunjuk lokasi dengan singkat dan jelas ( BI )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Membaca denah ( IPS )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menggambar denah lingkungan sekitar sekolah ( IPS )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melakukan operasi penjumlahan tanpa menyimpan{ MM )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Materi pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Petunjuk Denah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Contoh: Teks petunjuk denah yang dapat digunakan guru sebagai alat untuk pengantar pembelajaran petunjuk denah lokasi suatu tempat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Adi tinggal di Jalan lintas cenggu runggu nomor 5, rumahnya tidak jauh dari sekolahnya SDN Inpres Cenggu.tiap pagi Adi berangkat sekolah bersama ayah dan ibunya Ayahnya bekerja di kantor kecamatan yang berada di sebelah barat sekolah Adi, sedangkan ibunya bekerja di puskesmas yang berada disebelah selatan sekolah Adi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Hari ini siswa kelas III sedang berolah raga mereka bermain sepak bola di lapangan,lapangan sepak bola berada di sebelah selatan kantor kecamatan,di sebelah barat lapangan ada SMP 2 belo,tempat kakak Adi bersekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Setiap pulang sekolah Adi selalu mengikuti sholat dzuhur berjama’ah di masjid Al-Ikhlas. Masjid Al-Ikhlas terletak di Jalan lintas Tente Cenggu,. Sebelah selatan masjid ada kantor dinas dikpora dan di sebelah selatan kantor dinas dikpora ada TK.Pembina.sedangkan kantor kepolisian terdapat di sebelah timur kantor dinas dikpora&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Gambar denah lingkungan sekolah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Gambar-gambar penunjang isi denah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Metoda Pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Model Pembelajaran&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;: CTL,matematika realistic.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Metoda Pembelajaran&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: diskusi,tanya jawab,penugasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;II.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;IMPLEMENTASI RPP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Rencana Pelaksanaan Pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sekolah &lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;: SDN.Inpres Cenggu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tema&lt;span style=""&gt;                            &lt;/span&gt;: lingkungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kelas/Semester &lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;: III/1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Waktu &lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: 2 x 35 &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Standar kompetensi&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: 1. memahami penjelasan tentang petunjuk dan cerita anak yang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;dilisankan ( BI )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2. memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama di sekitar 3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rumah dan sekolah ( IPS )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melakukan operasi hitung bilangan sampai tiga angka ( MM )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kompetensi dasar&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;: 1. melakukan sesuatu berdasarkan penjelasan yang disampaikan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 112.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;secara lisan (BI )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 130.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2. membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah ( IPS)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 112.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3. melakukan operasi hitung bilangan sampai 3 angka ( MM )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Indikator&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;: 1. Menjelaskan petunjuk lokasi dengan singkat dan jelas ( BI )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 112.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2. Menggambar denah lingkungan sekitar sekolah ( IPS )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 112.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3. Melakukan operasi penjumlahan tanpa menyimpan{ MM )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;D.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tujuan pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Disajikan gambar denah lingkungan sekitar dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kartu bilangan siswa dapat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menjelaskan petunjuk lokasi dengan singkat dan jelas ( BI )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Membaca denah ( IPS )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menggambar denah lingkungan sekitar sekolah ( IPS )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melakukan operasi penjumlahan tanpa menyimpan{ MM )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;E.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Materi pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Petunjuk Denah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Contoh: Teks petunjuk denah yang dapat digunakan guru sebagai alat untuk pengantar pembelajaran petunjuk denah lokasi suatu tempat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Adi tinggal di Jalan lintas cenggu runggu nomor 5, rumahnya tidak jauh dari sekolahnya SDN Inpres Cenggu.tiap pagi Adi berangkat sekolah bersama ayah dan ibunya Ayahnya bekerja di kantor kecamatan yang berada di sebelah barat sekolah Adi, sedangkan ibunya bekerja di puskesmas yang berada disebelah selatan sekolah Adi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Hari ini siswa kelas III sedang berolah raga mereka bermain sepak bola di lapangan,lapangan sepak bola berada di sebelah selatan kantor kecamatan,di sebelah barat lapangan ada SMP 2 belo,tempat kakak Adi bersekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Setiap pulang sekolah Adi selalu mengikuti sholat dzuhur berjama’ah di masjid Al-Ikhlas. Masjid Al-Ikhlas terletak di Jalan lintas Tente Cenggu,. Sebelah selatan masjid ada kantor dinas dikpora dan di sebelah selatan kantor dinas dikpora ada TK.Pembina.sedangkan kantor kepolisian terdapat di sebelah timur kantor dinas dikpora&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Gambar denah lingkungan sekolah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Gambar-gambar penunjang isi denah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;F.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Metoda Pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Model Pembelajaran&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;: CTL,matematika realistic.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Metoda Pembelajaran&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: diskusi,tanya jawab,penugasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;G.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Skenario pembelajaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; margin-left: 22.5pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid black; padding: 0in 5.4pt; width: 81.9pt;" width="109"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;tahap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" width="216"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kegiatan   pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 99pt;" width="132"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Alat dan   media&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 70.65pt;" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Alokasi   waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 81.9pt;" valign="top" width="109"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;pendahuluan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Apersepsi, dilakukan dengan bertanya jawab   tentang lingkungan sekolah. Tahukah kamu nama jalan di depan sekolahmu?   Bangunan apa saja yang ada di depan sekolahmu? Adakah masjid di dekat   sekolahmu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Motivasi dilakukan dengan cara menjelaskan   manfaat kalau kita terampil membaca petunjuk dan membaca denah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tujuan dilakukan dengan menjelaskan tujuan   pembelaran di atas secara sederhana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Gambar   denah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 70.65pt;" valign="top" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;10 “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 81.9pt;" valign="top" width="109"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;inti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Guru memperkenalkan konsep arah mata angin   dengan lagu “arah mata angin “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Siswa dengan bimbingan guru ditugasi untuk   membaca teks petunjuk denah tentang lingkungan sekitar sekolah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;guru menyiapkan gambar denah lingkungan,   peserta didik ditugasi mengamati gambar tersebut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Guru dan siswa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mendiskusikan gambar denah di papan tulis   yaitu denah lingkungan sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Guru menginformasikan denah lingkungan   sekolah. Peserta didik mengamati denah yang ditunjukkan oleh guru, kemudian   peserta didik menunjukkan letak setiap lokasi dalam denah dengan tanda-tanda   gambar yang telah disiapkan guru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kemudian peserta didik ditugasi menempelkan   tanda-tanda tersebut sesuai dengan keperluannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;7)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Guru memperkenalkan konsep penjumlah tanpa   menyimpan dengan menghubungkan jarak rumah siswa dengan tempat siswa   bersekolah,contoh : jarak sekolah dengn jembatan cenggu adalah 100 m   sedangkan jarak jembatan cenggu ke rumah Adi adalah 50 meter ,jadi berapakah   jarak rumah Adi dengan sekolah ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;8)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dengan bimbingan guru siswa berlatih   meyelesaikan operasi penjumlahan dengan mengambil contoh pada kehidupan   sehari-hari di sekitar lingkungan siswa,misalnya : Adi membeli buku Rp 500,00   dan pensil Rp 125,00,berapa uang yang harus dibayarkan oleh Adi ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;9)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dengan bimbingan kelompok siswa berlatih   menyelesaikan LKS tentang operasi penjumlahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;10)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Masing-masing   kelompoh diberi tugas untul\k melaporkan hasil diskusinya di depan kelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;11)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Memberikan   penghargaan bagi kelompok yang berprestasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Denah   lingkungan sekolah dan teks petunjuk membaca denah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kartu   bilangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 70.65pt;" valign="top" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;55 “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 81.9pt;" valign="top" width="109"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;penutup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melakukan refleksi terhadap pembelajran yang   telah berlangsung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menyimpulkan dan merangkum materi   pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.1pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;tindak lanjut,yaitu memberikan tugas kepada   siswa untuk membuat denah di sekitar rumah tempat tinggalnya dan   memperkirakan jarah rumahnya dengan sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Gambar   denah rumah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 70.65pt;" valign="top" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;5 “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;H.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sumber pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Buku Bse Bahasa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; Kelas 3 Halaman 11&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Buku Bse Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 3 Halaman 4 Sd 5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Buku Bse Cerdas Berhitung Kelas 3 Halaman 8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Gambar denah sekitar sekolah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Teks petunjuk denah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kartu bilangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;I.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Penilaian &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Jenis penilaian&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: proses dan hasil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Teknik&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: tertulis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bentuk&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: isian dan uraian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Instrumen penilaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Penilaian proses&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Terlampir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Penilaian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;b&gt;hasil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                          &lt;/span&gt;I.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Isilah titik – titik di bawah ini !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kantor kecamatan Belo dalam denah terletak di sebelah…SDN.Inpres cenggu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Di antara TK Pembina dan Masjid Al Ikhlas terdapat…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Puskesmas berada di sebelah barat…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Di sebelah barat lapangan sepak bola ada…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Rumah Adi beralamat di….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                       &lt;/span&gt;II.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kerjakan soal-soal di bawah ini !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;Bu Heni membuat rengginang sebanyak 234 buah. Ia membuat lagi rengginang sebanyak 253 buah. Berapakah banyak seluruh rengginang yang dibuat Bu Heni? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;Pak Ali membuat batu bata sebanyak 825 buah. Beberapa hari kemudian dibuat lagi genting sebanyak 174 buah. Berapa buah batu bata yang dibuat Pak Ali ?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;J.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;Kunci jawaban&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;Soal isian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;Barat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;Kantor dinas dikpora&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;SDN.Inpres Cenggu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;SMP 2 Belo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Jalan lintas cenggu runggu nomor 5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Soal uraian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;234 buah +&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;253 buah = 487 buah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;825 buah +&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;174 buah = 999 buah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;K.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Indicator&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; color: rgb(35, 31, 32);"&gt; penilaian&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;Soal isian&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;Nilai&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'mso-spacerun:yes'"&gt; &lt;/span&gt;QUOTE &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="'position:relative;"&gt;&lt;![if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:6pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\TELKOM\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.png" title="" chromakey="white"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]&gt;&lt;![if !vml]&gt;&lt;img width="8" height="30" src="file:///C:\DOCUME~1\TELKOM\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image002.gif" shapes="_x0000_i1025" /&gt;&lt;![endif]&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:Calibri;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-spacerun:yes'"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="'mso-element:field-separator'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="position: relative; top: 9pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" style="'width:6pt;height:22.5pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\TELKOM\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.png" title="" chromakey="white"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/TELKOM/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" shapes="_x0000_i1026" height="30" width="8" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;X 100 (skala 0 – 100)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;B = banyaknya butir yang dijawab benar &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;N = adalah banyaknya butir soal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;Soal uraian&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; margin-left: 0.25in; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid black; padding: 0in 5.4pt; width: 45.9pt;" width="61"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;no&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 163.1pt;" width="217"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;langkah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 129.4pt;" width="173"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;Kunci jawaban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 79.65pt;" width="106"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;skor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 45.9pt;" width="61"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 163.1pt;" width="217"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 129.4pt;" width="173"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;234 buah +&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;253 buah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 79.65pt;" width="106"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 163.1pt;" width="217"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 129.4pt;" width="173"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;=   487 buah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 79.65pt;" width="106"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 45.9pt;" width="61"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 163.1pt;" width="217"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 129.4pt;" width="173"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;825 buah +&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;174 buah&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 79.65pt;" width="106"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 163.1pt;" width="217"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 129.4pt;" width="173"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;= 999 buah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 79.65pt;" width="106"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td colspan="3" style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 4.7in;" width="451"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;Skor maksimum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 79.65pt;" width="106"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;20&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t32" coordsize="21600,21600" spt="32" oned="t" path="m,l21600,21600e" filled="f"&gt;  &lt;v:path arrowok="t" fillok="f" connecttype="none"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" shapetype="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t32" style="'position:absolute;" connectortype="straight" strokecolor="#548dd4" strokeweight="2.25pt"&gt;  &lt;v:shadow on="t"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 1; left: 0px; margin-left: 14px; margin-top: 37px; width: 568px; height: 7px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/TELKOM/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" shapes="_x0000_s1026" height="7" width="568" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;Nilai &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'mso-spacerun:yes'"&gt; &lt;/span&gt;QUOTE &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="'position:relative;"&gt;&lt;![if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" style="'width:65.25pt;height:23.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\TELKOM\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image004.png" title="" chromakey="white"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]&gt;&lt;![if !vml]&gt;&lt;img width="87" height="31" src="file:///C:\DOCUME~1\TELKOM\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image005.gif" shapes="_x0000_i1027" /&gt;&lt;![endif]&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:Calibri;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-spacerun:yes'"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="'mso-element:field-separator'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="position: relative; top: 9pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" style="'width:65.25pt;height:23.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\TELKOM\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image004.png" title="" chromakey="white"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/TELKOM/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image005.gif" shapes="_x0000_i1028" height="31" width="87" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;X 100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                       &lt;/span&gt;Cenggu, 15 agustus 2009 Guru Pamong&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                &lt;/span&gt;Mahasiswa/praktikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;Ratna Dewi,S.Pd.&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Calibri; color: rgb(35, 31, 32);"&gt;&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                                           &lt;/span&gt;&lt;u&gt;Giri Susilo&lt;/u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-6426326917367514595?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/6426326917367514595/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/08/laporan-pelaksanaan-ppl-siklus-i-nama.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/6426326917367514595?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/6426326917367514595?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/08/laporan-pelaksanaan-ppl-siklus-i-nama.html" title="" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU8MR388fyp7ImA9WxNTFkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-3144128256247974670</id><published>2009-08-18T20:44:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T20:51:26.177-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-18T20:51:26.177-07:00</app:edited><title>MBS DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN ( bag 1 )</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;MBS DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN ( bag 1 )
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;      Apakah mutu itu? Apakah ada jaminan bahwa penerapan pembaharuan dalam pola manajemen (pengelolaan) sekolah (MBS) dengan peningkatan mutu sekolah atau pendidikan?. Pertanyaan tersebut juga dikemukakan oleh Abu-Duhou (1999), Wohlstetter &amp;amp; Mohrman (1996). Beberapa penelitian dan kajian MBS di beberapa negara menunjukkan bahwa MBS tidak serta merta menjamin peningkatan mutu pendidikan, terutama apabila MBS dilaksanakan secara sempit atau dilaksanakan secara parsial. Namun demikian, bukan berarti MBS tidak ada kaitannya sama sekali dengan peningkatan mutu pendidikan.
&lt;br /&gt;     Untuk menjawab sejauh mana keterkaitan antara MBS dan mutu pendidikan, perlu ada pemahaman bersama tentang konsep mutu pendidikan, karena persepsi tentang mutu berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. Sejauh mana konsep tentang mutu dan strategi peningkatan mutu dapat diaplikasikan dalam dunia pendidikan dalam kerangka MBS.
&lt;br /&gt;     Mutu, dalam pengertian umum dapat diartikan sebagai derajat keunggulan suatu produk atau hasil kerja, baik berupa barang atau jasa. Mutu dapat bersifat abstrak, namun dapat dirasakan, baik itu berupa barang atau jasa. Oleh karena itu makna mutu akan berbeda antara orang yang satu dengan orang lainnya, tergantung dari sudut pandang dan kebutuhannya (Sallis, 1993). Dalam konteks pendidikan banyak pendapat tentang mutu. Namun demikian, kajian tentang mutu dalam pendidikan dapat ditinjau dari aspek input, proses, output dan dampak serta manfaat.
&lt;br /&gt;     Pendidikan yang bermutu mengacu pada berbagai input seperti tenaga pengajar, peralatan, buku, biaya pendidikan, teknologi, dan input-input lainnya yang diperlukan dalam proses pendidikan. Ada pula yang mengaitkan mutu pada proses (pembelajaran), dengan argumen bahwa proses pendidikan (pembelajaran) itu yang paling menentukan kualitas. Jika mutu ingin diraih, maka proses harus diamati dan dijadikan fokus perhatian. Melalui proses, penyelenggara pendidikan dapat mengembangkan pendidikan, metoda, dan teknik-teknik pembelajaran yang dianggap efektif. Orientasi mutu dari aspek output mendasarkan pada hasil pendidikan (pembelajaran) yang ditunjukkan oleh keunggulan akademik dan nonakademik di suatu sekolah
&lt;br /&gt;     Banyak sekolah yang mulai sadar bahwa antara berbagai input, proses, dan output, perlu diperhatikan secara seimbang. Bahkan untuk menjamin mutu, langkah-langkah sudah dimulai dari misi, tujuan, sasaran, dan target dalam bentuk desain perencanaan yang mantap. Para pendidik harus selalu sadar akan hasil yang akan diperoleh bagi siswa setelah melalui proses pembelajaran tertentu, dan gambaran akan hasil yang ingin dicapai itu pada gilirannya akan memberikan motivasi untuk mengembangkan input dan proses yang sesuai. Bahkan saat ini mutu pendidikan tidak hanya dapat dilihat dari prestasi yang dicapai, tetapi bagaimana prestasi tersebut dapat dibandingkan dengan standar yang ditetapkan, seperti yang tertuang di dalam UU No. 20 Tahun 2003 pasal 35 dan PP No. 19 Tahun 2005.
&lt;br /&gt;Penetapan standar untuk melihat mutu pendidikan masih banyak yang didasarkan pada keinginan yang kuat dari pengguna (customer) dan pemangku kepentingan (stakeholder) pendidikan.                 Termasuk pengguna (customer) dan pemangku kepentingan adalah siswa, guru, orang tua pengguna jasa pendidikan, pengguna jasa lulusan yang menuntut kompetensi tertentu sebagai indikator kelayakan bagi yang bersangkutan untuk melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan, atau berbagai peran dalam kehidupan sosial – yang merupakan output pendidikan. Sementara masalah input dan proses dianggap sebagai masalah internal sekolah yang merupakan prerogatif profesi tenaga kependidikan. Sebenarnya, input, proses, dan output tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ketiganya merupakan masalah internal atau eksternal yang akan menentukan mutu pendidikan sekolah.
&lt;br /&gt;     Dari segi lingkup kompetensi yang harus dicapai begitu luas. Pandangan tentang mutu pun kemudian meliputi berbagai aspek kompetensi. Bukan hanya menyangkut ranah kognitif tetapi juga afektif, psikomotor, dan bahkan spiritual. Mutu tidak hanya terfokus pada pencapaian atau prestasi akademis (academic achievement), tetapi juga bidang-bidang nonakademik, seperti prestasi seni, ketrampilan sosial, keterampilan vokasional, serta penghayatan dan pengamalan spiritual dalam bentuk budi pekerti luhur. Yang sering menjadi masalah adalah bagaimana menilai secara akurat berbagai aspek kompetensi tersebut. Apalagi kalau seluruhnya harus berdasarkan standar nasional. Sementara itu, sebagian ranah kemampuan yang dicapai untuk sebagian relatif sukar mengukurnya. Beberapa jenis kompetensi juga banyak yang lebih bersifat lokal, seperti keterampilan vokasional, keterampilan sosial, serta budi pekerti.
&lt;br /&gt;     Menurut Sallis (1993), terdapat tiga pengertian konsep mutu. Pertama, mutu sebagai konsep yang absolut (mutlak), kedua, mutu dalam konsep yang relatif, dan ketiga mutu menurut pelanggan.
&lt;br /&gt;     Dalam pengertian absolut, sesuatu disebut bermutu jika memenuhi standar yang tertinggi dan tidak dapat diungguli, sehingga mutu dianggap sesuatu yang ideal yang tidak dapat dikompromikan, seperti kebaikan, keindahan, kebenaran. Mutu dalam konsep ini menunjukkan keunggulan status dan posisi dengan mutu tinggi (high quality). Jika dikaitkan dengan konteks pendidikan, maka konsep mutu absolut bersifat elit karena hanya sedikit lembaga pendidikan yang dapat memberikan pendidikan dengan high quality kepada siswa, dan sebagian besar siswa tidak dapat menjangkaunya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-3144128256247974670?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/3144128256247974670/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/08/mbs-dan-peningkatan-mutu-pendidikan-bag.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/3144128256247974670?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/3144128256247974670?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/08/mbs-dan-peningkatan-mutu-pendidikan-bag.html" title="MBS DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN ( bag 1 )" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUBR3Y_eSp7ImA9WxNTFkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-7252865364953992177</id><published>2009-08-18T20:31:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T20:40:56.841-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-18T20:40:56.841-07:00</app:edited><title>PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN UNTUK KEHIDUPAN MASYARAKAT</title><content type="html">&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CIMANCE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CIMANCE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CIMANCE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:21.0cm 841.95pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN UNTUK KEHIDUPAN MASYARAKAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju dan mengalami perkembangan. Berkaitan dengan dunia pendidikan perkembangan pengetahuan dan teknologi terus berlangsung. Dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut dipergunakan untuk kemajuan kehidupan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Kaitan antara pendidikan (sekolah) dengan masyarakat dapat dikaji berdasarkan pendapat-pendapat sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Menurut Popenoe dalam Ahmadi (2004:182) fungsi pendidikan untuk masyarakat adalah : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1) transmisi kebudayaan masyarakat, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2) menolong individu memilih dan melakukan peranan sosial, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3) menjamin integrasi sosial, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4) sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sumber inovasi sosial. Sedangkan menurut Broom dan Selznick dalam Ahmadi (2004:182) fungsi pendidikan adalah untuk : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1) transmisi kebudayaan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2)integrasi sosial, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3) inovasi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;4) seleksi dan alokasi, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;5) mengembangkan kepribadian anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Dari kedua pendapat ahli tersebut di atas ada unsur-unsur yang hamper sama, dan pendapat dari Broom dan Selznick ada sedikit perbedaan karena menambah unsur yang kelima yaitu mengembangkan kepribadian anak. Berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pendidikan, dari beberapa unsur yang ada, memiliki kaitan erat yaitu menyangkut inovasi (pembaruan). Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pendidikan membawa pembaruan dalam bidang kehidupan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Sebagai contoh pengaruh yang positif, dengan ditemukannnya energy nuklir maka dapat dipakai untuk pembangkit tenaga listrik. Walaupun ada pihak yang kontra yaitu adanya dampak negatif misalnya pembuangan limbah nuklir, seandainya ada kecelakaan pembangkit listrik seperti kasus Kernobil. Contoh yang lain dengan pengembangan energi yang dapat diperbarukan seperti minyak jarak; pengembangan tenaga-tenaga panas bumi, pemanfaatan sinar matahari. Hal tersebut dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap minyak bumi yang saat ini cadangannya semakin berkurang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Dari uraian tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pendidikan maka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.5pt; line-height: 150%;"&gt;dapat bermanfaat untuk pembaruan kehidupan masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;dapat bermanfaat untuk pembaruan kehidupan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-7252865364953992177?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/7252865364953992177/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/08/perkembangan-ilmu-pengetahuan-dan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/7252865364953992177?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/7252865364953992177?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/08/perkembangan-ilmu-pengetahuan-dan.html" title="PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN UNTUK KEHIDUPAN MASYARAKAT" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkANQH4yeip7ImA9WxJQGUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-250601343248182755</id><published>2009-06-01T20:50:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T20:53:11.092-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-01T20:53:11.092-07:00</app:edited><title>Pertanian organik</title><content type="html">&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cdti@%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pertanian organik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Memasuki abad 21, masyarakat dunia mulai sadar bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintesis dalam pertanian. Orang semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hidup sehat dengan sloganback to nature telah menjadi trend baru meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non alami, seperti pupuk sintesis, pestisida kimia, dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian. Pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan pertanian organik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pertanian organik adalah teknik budi daya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintesis. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya, serta tidak merusak lingkungan. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hidup demikian telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (ecolabelling attributes). Preferensi seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia meningkat pesat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; memiliki kekayaan sumberdaya hayati tropika yang unik. Kelimpahan sinar matahari, ketersediaan air dan tanah, serta budaya masyarakat yang menghormati alam, mendukung potensi pertanian organik yang sangat besar. Pasar produk pertanian organic dunia meningkat 20% per tahun, oleh karena itu pengembangan budidaya pertanian organik perlu diprioritaskan pada tanaman bernilai ekonomi tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Peluang pertanian organik di Indonesia Luas lahan yang tersedia untuk lahan organik di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sangatbesar. Pasar produk pertanian organic dunia meningkat 20% per tahun, oleh karena itu pengembangan budidaya pertanian organik perlu diprioritaskan pada tanaman bernilai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;ekonomi tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Luas lahan yang tersedia untuk lahan organik di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sangat besar. Dari 75,5 juta ha lahan yang dapat digunakan untuk usaha pertanian, baru sekitar 25,7 juta ha yang telah diolah untuk sawah dan perkebunan (BPS, 2000). Pertanian organik menuntut agar lahan yang digunakan tidak atau belum tercemar oleh bahan kimia dan mempunyai aksesibilitas yang baik. Kualitas dan luasan menjadi pertimbangan dalam pemilihan lahan. Lahan yang belum tercemar adalah lahan yang belum diusahakan, tetapi secara umum lahan demikian kurang subur. Lahan yang subur umumnya telah diusahakan secara intensif dengan menggunakan bahan pupuk dan pestisida kimia. Menggunakan lahan seperti ini memerlukan masa konversi cukup lama, yaitu sekitar 2 tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Di samping itu, volume produk pertanian organik mencapai 5-7% dari total produk pertanian yang diperdagangkan di pasar internasional. Sebagian besar disuplai oleh Negara-negara maju seperti &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, Amerika dan Eropa. Di Asia, pasar produk pertanianorganik lebih banyak didominasi oleh negara-negara timur jauh seperti &lt;st1:city st="on"&gt;Jepang&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Taiwan&lt;/st1:country-region&gt;, dan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Korea&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Potensi pasar produk pertanian organik di dalam negeri sangat kecil, hanya terbatas pada masyarakat menengah ke atas. Berbagai kendala yang dihadapi antara lain : 1) belum ada insentif harga yang memadai untuk produsen produk pertanian organik, 2) perlu investasi mahal pada awal pengembangan karena harus memilih lahan yang benar-benar steril dari bahan agrokimia, 3) belum ada kepastian pasar, sehingga petani enggan memproduksi komoditas tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Areal tanam pertanian organik di negara &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan Ocenia mempunyai lahan terluas yaitu sekitar 7,7 juta ha. Eropa, Amerika Latin dan Amerika Utara masing-masing 4,2 juta; 3,7 juta dan 1,3 juta ha. Areal tanam komoditas pertanian organik di &lt;st1:place st="on"&gt;Asia&lt;/st1:place&gt; dan Afrika masih relatif rendah, yaitu sekitar 0,09 juta dan 0,06 juta ha. Sayuran, kopi dan teh mendominasi pasar produk pertanian internasional di samping produk peternakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; memiliki potensi yang cukup besar untuk bersaing di pasar internasional walaupun secara bertahap. Hal ini karena berbagai keunggulan komperatif yang ada, antara lain : 1) Banyak sumber daya lahan yang dapat dibuka untuk mengembangkan system dan teknologi untuk mendukung pertanian organik seperti pembuatan kompos, tanam tanpa olah tanah, pestisida hayati dan lain-lain. Pengembangan pertanian organik di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; harus ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar global. Oleh sebab itu komoditas– komoditas eksotik seperti sayuran,hasil perkebunan seperti kopi dan teh yang memiliki potensi ekspor cukup cerah, perlu segera dikembangkan. Produk kopi misalnya, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; merupakan pengekspor terbesar ke dua setelah Brasil, tetapi sangat disayangkan di pasar internasional kopi &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; belum memiliki merek dagang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pengembangan pertanian organik di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; belum memerlukan struktur kelembagaan baru, karena sistem ini sama halnya dengan pertanian intensif seperti saat ini. Kelembagaan petani seperti kelompok tani, koperasi, asosiasi atau korporasi masih sangat relevan. Namun yang paling penting lembaga pertanian tersebut harus dapat memperkuat posisi tawar petani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;klik  bawah ini untuk tayangan video dengan topik sejenis
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-250601343248182755?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/250601343248182755/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/06/pertanian-organik.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/250601343248182755?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/250601343248182755?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/06/pertanian-organik.html" title="Pertanian organik" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4ARX89cSp7ImA9WxJQE0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-2916979433280380666</id><published>2009-05-25T22:10:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T22:15:44.169-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-25T22:15:44.169-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel hijau" /><title>Ciri, sifat, macam polusi dan limbah</title><content type="html">&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDTI@1%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Ciri, sifat, macam polusi dan limbah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Lingkungan terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Jika komponen&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;biotik berada dalam komposisi yang proporsional antara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tingkat trofik dengan komponen abiotik yang mendukung kehidupan komponen biotik, lingkungan tersebut berada dalam keseimbangan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;atau stabil. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Contoh lingkungan aIami yang seimbang adalah hutan. Di hutan, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tumbuhan sebagai produsen ada dalam jumlah yang mencukupi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk perlindungan dan makanan bagi konsumen tingkat pertama, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;seperti burung pemakan tumbuhan, rusa dan monyet. Tumbuhan di &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hutan dapat berkembang dengan baik karena kondisi lingkungan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;abiotik yang sesuai. Hewan sebagai konsumen tingkat pertama &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berada dalam jumlah yang mencukupi untuk kehidupan konsumen &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tingkat kedua, misalnya harimau, musang, dan ular. Jumlah masing- masing komponen biotik tersebut tidak mendominasi satu dengan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang lainnya sehingga terbentuk rantai makanan yang seimbang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Keseimbangan lingkungan tidak statis, artinya dapat terjadi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;penurunan atau kenaikan populasi tiap jenis tumbuhan dan hewan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;serta berbagai komponen biotik. Perubahan komponen biotik dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;abiotik dalam batas-batas tertentu tidak mengganggu keseimbangan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lingkungan. Sebagai contoh jumlah rusa yang berkurang karena &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;diburu manusia tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pemangsanya, misalnya harimau. Selama masih ada hewan lain di &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hutan, seperti kelinci, tikus, dan ayam hutan maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harimau akan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;memangsa hewan-hewan tersebut. Jumlah rusa juga dapat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;berkembang kembali selama perburuan tidak dilakukan terus- menerus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kemampuan hutan mendukung kelangsungan hidup harimau &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dengan adanya hewan mangsa adalah contoh daya dukung &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lingkungan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Daya dukung lingkungan adalah kemampuan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lingkungan mendukung kehidupan berbagai makhluk hidup di &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dalamnya. Bertambahnya kembali jumlah rusa setelah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berkurangnya perburuan adalah contoh daya lenting lingkungan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Daya lenting lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pulih kembali pada keadaan seimbang jika mengalami perubahan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;atau gangguan. Dengan demikian, lingkungan mampu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menanggulangi perubahan-perubahan selama perubahan tersebut &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;masih dalam daya dukung dan daya lentingnya.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Keseimbangan lingkungan dapat menjadi rusak, artinya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lingkungan menjadi tidak seimbang jika terjadi perubahan yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;melebihi daya dukung dan daya lentingnya. Perubahan lingkungan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dapat terjadi karena alam maupun aktivitas manusia.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Perubahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lingkungan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;disebabkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;manusia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berakibat pada alam, misalnya penebangan hutan. Penebangan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hutan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;secara&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;besar-besaran mengakibatkan fungsi hutan sebagai &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;penahan air hujan akan berkurang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Hilangnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pohon-pohon&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengakibatkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adanya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;perakaran yang dapat menahan air hujan. Akibatnya hanya sedikit &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;air yang terserap oleh tanah sehingga sebagian besar air akan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mengalir sebagai air permukaan yang dapat mengakibatkan tanah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;longsor dan banjir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Banjir lumpur panas Sidoarjo, Jawa Timur merupakan kasus &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menyemburnya lumpur panas yang diduga diakibatkan oleh aktivitas &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pengeboran untuk eksplorasi gas. Semburan lumpur tersebut &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menurut data dari pertama kali mencapai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;volume 5000 meter kubik &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;perhari. Kemudian meningkat menjadi 40.000 meter kubik per hari, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan sekarang ini mencapai 135.000 meter kubik per hari. Sejumlah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;upaya telah dilakukan untuk menangulangi luapan lumpur, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;genangan lumpur. Namun tanggul akhirnya jebol. Menurut Menteri &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kelautan dan perikanan, kerugian oleh banjir lumpur panas tersebut &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dua kecamatan dan 1600 hektar di pesisir Sidoarjo mengalami &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kegagalan panen, sehingga kerugian diperkirakan mencapai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;10.9 &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;milyar per tahun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan manusia mengubah lingkungan dilakukan karena &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;adanya kebutuhan hidup. Kebutuhan ini akan menjadi semakin &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Upaya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pemenuhan kebutuhan menusia dipengaruhi oleh perkembangan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;budaya. Ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai hasil &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;perkembangan budaya digunakan untuk mengembangkan berbagai &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;industri yang dapat memenuhi kebutuhan manusia, antara lain &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebagai berikut: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Industri primer, mengupayakan kebutuhan dari alam secara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;langsung, seperti pertanian, pertambangan, perkebunan, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kehutanan, peternakan, dan perikanan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Industri sekunder, mengolah hasil industri primer seperti industri &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;makanan, industri tekstil, industri kertas, industri pengolahan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;minyak bumi, dan industri logam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;3. Industri tersier, menghasilkan jasa atau pelayanan seperti &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;industri informasi dan komunikasi, transportasi, dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;perdagangan. Perkembangan industri tidak hanya mengubah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lingkungan tetapi juga menimbulkan pencemaran.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berbagi industri selain menghasilkan produk yang digunakan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;manusia juga menghasilkan buangan atau limbah. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Limbah adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suatu benda atau zat yang dapat mengandung &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berbagai bahan yang membahayakan kehidupan manusia, hewan, serta makhluk hidup lainnya. Banyak limbah dihasilkan dari aktivitas &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;manusia, termasuk industri dan kegiatan rumah tangga. Masuknya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;limbah rumah tangga dan industri ke dalam sungai menyebabkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pencemaran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau polusi air sungai. Pencemaran adalah perubahan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;keadaan lingkungan, baik secara fisik, kimia, atau pun biologi, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;meliputi udara, daratan, dan air yang tidak diinginkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Makhluk hidup, zat, energi, atau komponen penyebab &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pencemaran disebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;polutan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau pencemar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Contoh polutan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;makhluk hidup atau polutan biologi ialah bakteri penyebab penyakit &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pada sampah dan kotoran.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Polutan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;zat&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;kimia&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;disebut&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;polutan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kimia, contohnya limbah yang mengandung logam merkuri (Hg), gas &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;CO2,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;CFC,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;debu asbes, dan pestisida. Sedangkan polutan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;energi disebut polutan fisik, misalnya panas dan radiasi. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pencemaran berdasarkan bentuknya terbagi menjadi empat macam, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yaitu pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pencemaran suara.
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;klik di bawah ini untuk tayangan video dengan topik sejenis
&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; 
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-2916979433280380666?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/2916979433280380666/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/05/ciri-sifat-macam-polusi-dan-limbah.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/2916979433280380666?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/2916979433280380666?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/05/ciri-sifat-macam-polusi-dan-limbah.html" title="Ciri, sifat, macam polusi dan limbah" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkUFRHozeSp7ImA9WxJQE0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-1421717690466114135</id><published>2009-05-25T21:58:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T22:03:35.481-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-25T22:03:35.481-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel hijau" /><title>daur ulang</title><content type="html">&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDTI@1%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Daur Ulang (Re-Cycle) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; secara tradisional memiliki kebiasaan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;melakukan daur ulang, misalnya pemulungan sampah. Daur ulang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;merupakan salah satu cara untuk mengolah sampah oragnik &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;maupun anoragnik menjadi benda-benda yang bermanfaat. Daur &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ulang mememiliki potensi yang besar untuk mengurangi timbunan, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;biaya pengolahan, dan tempat pembuangan akhir sampah. Manfaat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dari daur ulang adalah berikut ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menghindari pencemaran atau kerusakan lingkungan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Melestarikan kehidupan makhluk hidup di suatu lingkungan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menjaga keseimbangan ekosisitem. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mengolah sampah organik dan anorganik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mendapatkan produk hasil yang berguna. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;6.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Memperoleh tambahan penghasilan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Daur ulang diperoleh setelah melalui tiga tahapan berikut ini: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1. Pemisahan bahan-bahan organik (sampah tumbuh-tumbuhan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan hewan) dan anorganik (seperti kaleng, tembaga, botol, dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;plastik). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penyimpanan bahan-bahan dari sampah tumbuhan dan hewan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang dapat dijadikan kompos dan pengolahan kaleng, plastik, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan botol bekas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pengiriman/penjualan kepada pemulung atau pun pabrik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Salah satu contoh sampah yang dapat di daur ulang adalah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sampah kertas. Sampah kertas berasal dari rumah tangga maupun &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;industri, misalnya dari kegiatan administrasi perkantoran, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pembungkus makanan, dan media cetak. Sampah kertas dapat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dimanfaatkan menjadi tempat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, keranjang sampah, tas, tempat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;buku, rak kecil, dan lainnya yang memiliki nilai jual tinggi bila &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mendapat sentuhan teknologi dan seni. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, bahan gelas yang pecah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat di daur ulang menjadi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;botol kecap, botol sirup, piring dan gelas yang baru. Aluminium &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dapat didaur ulang menjadi kaleng pengemas, sementara baja &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dijadikan bahan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pembutan baja baru, dan plastik dimanfaatkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menjadi aneka produk seperti tas, botol minuman, wadah minyak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pelumas, botol minuman, dan botol shampo.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Macam-macam limbah lainnya dapat dimanfaatkan secara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;langsung tanpa menunggu dan melakukan proses daur ulang, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;seperti: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ampas tahu menjadi bahan makanan ternak (pakan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ternak)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;yang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;menambah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bobot&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tubuh hewan ternak secara langsung &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;karena mengandung protein yang tinggi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Enceng gondok dapat diolah menjadi barang kerajinan seperti &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tas, sepatu, tempat kosmetik dan lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sampah organik seperti daun-daun dan kotoran ternak dijadikan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pupuk hijau dan kompos.
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;klik di bawah ini untuk tayangan video dengan topik sejenis
&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-1421717690466114135?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/1421717690466114135/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/05/daur-ulang.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/1421717690466114135?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/1421717690466114135?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/05/daur-ulang.html" title="daur ulang" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkUBSH8zfip7ImA9WxJRF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-9026831606499929327</id><published>2009-05-19T22:39:00.001-07:00</published><updated>2009-05-19T22:44:19.186-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-19T22:44:19.186-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel hijau" /><title>Penduduk dan permasalahan lingkungan</title><content type="html">&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cdtia%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Penduduk dan permasalahan lingkungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertumbuhan penduduk yang cepat disebabkan karena meningkatnya kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan semakin berkembangnya sarana kesehatan sehingga mengurangi angka kematian. Jumlah penduduk dunia dari 2 milyar jiwa (1930) menjadi 3 milyar (1960), 4 milyar jiwa (1975), dan 6 milyar jiwa (2000). Dengan memperhatikan perkembangan penduduk ini, banyak para ahli berpendapat bahwa batas maksimal jumlah penduduk yang dapat ditampung bumi adalah 35 milyar, dan ini diduga dapat tercapai di abad kedua puluh satu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hal ini memprihatinkan karena pertumbuhan penduduk akan berakibat pada banyak aspek kehidupan, pendidikan, ketenaga-kerjaan, dan lingkungan hidup. Semakin banyak penghuni planet bumi, semakin banyak pula bahan makanan, air, energi, dan papan, yang dibutuhkan oleh manusia. Ini berarti banyak pula tanah yang harus diolah, pemakaian pupuk peptisida, makin merosotnya kualitas air, harus membangun proyek-proyek pembangkit tenaga listrik, dan pemompaan sumur-sumur minyak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Akibatnya semakin merosotnya erosi tanah, polusi air, udara, dan tanah. Dengan demikian jelas bahwa yang terjadi adalah kapasitas produksi bahan makan merosot, masalah-masalah kesehatan semakin kompleks akibat dari polusi dan sanitasi yang buruk, berkurangnya habitat sehingga menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan menurunnya kualitas hidup manusia. Pemukiman yang paling umum adalah di pedesaan, namun karena di pedesaan mendapatkan pekerjaan sulit, lahan warisan makin lama makin terbagi, dan lahan makin tidak subur. Sementara di kota tersedia kesempatan kerja yang lebih besar, tersedia pelayanan pendidikan dan pelayanan umum yang lebih baik, semua ini mendorong banyak orang untuk pindah ke kota. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bertambahnya penduduk di perkotaan sebagai akibat urbanisasi mengkibatkan memburuknya lingkungan hidup di daerah perkotaan sebagai akibat kepadatan penduduk. Kota, biasanya mempunyai pusat lembaga-lembaga pendidikan, menyediakan lapangan kerja baru, merangsang inovasi, merupakan pusat kebudayaan, dan menyediakan peluang ekonomi lebih besar. Akan tetapi penduduk kota sebenarnya merupakan pemakai sumber daya alam yang paling rakus. Walaupun perencanaannya sudah baik, namun perluasan kota sering mengorbankan lahan-lahan subur. Kota memerlukan air, energi, bahan pangan, dan bahan mentah dalam jumlah sangat besar. Kota juga menimbulkan polusi yang mengotori udara, air, dan tanah sampai jauh melewati batas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kebudayaan akan muncul sejalan dengan tersedianya sumber daya alam yang ada di kawasan tersebut. Pemilikan akan tanah yang subur, air yang melimpah, mineral, kekayaan hutan, minyak, dan sebagainya mempengaruhi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;budaya masing-masing kawasan. Pada saat terjadi kemakmuran maka akan terjadi pula peningkatan eksploitasi terhadap sumber-sumber bahan mentah tersebut. Semakin besar jumlah penduduk semakin meningkat pula pengeksploitasian terhadap sumber daya alam yang ada. Permintaan akan melampui penawaran sehingga menyebabkan sumber-sumber alam tidak mampu memenuhi kebutuhan penduduk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Keadaan ini telah menyebabkan terjadinya masalah-masalah yang diakibatkan oleh jumlah penduduk, misalnya masalah sosial, krisis ekonomi, kelaparan, migrasi, sampai terjadi konflik. Kemajuan teknologi transportasi akan berdampak terhadap pemakaian kendaraan memakai bahan bakar bensin yang bereaksi dalam pancaran surya menjadi kabut oksidasi berbau menyengat yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan merusak tumbuhan. Selama timbal masih ditambahkan ke bahan bakar minyak, bahaya terhadap kesehatan semakin besar. Rendahnya mutu kehidupan di daerah pedesaan dan makin sempitnya tanah yang tersedia untuk pertanian, telah menekan sebagian penduduk pedesaan untuk mencari tanah-tanah baru dengan jalan membuka hutan dan merusak sumber daya alam yang sangat berharga tersebut. Sistem perladangan liar yang terjadi di luar Jawa telah merusak sumber daya hutan, air, dan mengganggu keseimbangan ekologi yang pada akhirnya akan merusak lingkungan hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dampak manusia terhadap bumi bergantung pada banyaknya manusia maupun banyaknya sumber daya alam yang digunakan oleh setiap orang. Dampak maksimum yang dapat ditanggung oleh planet ini atau ekosistem tertentu atau disebut kapasitas daya dukung. Untuk kepentingan manusia kapasitas daya dukung ini dapat ditingkatkan dengan teknologi. Tetapi biasanya penerapan teknologi ini akan menimbulkan kerugian, yaitu berkurangnya keanekaragaman hayati atau sistem pelayanan ekologi. Jadi bagaimanapun juga kapasitas bumi bukannya dapat dikembangkan tanpa batas. Pada akhirnya pengembangan itu akan dibatasi oleh kapasitas system untuk memperbahaui diri atau untuk mengabsorpsi limbah dalam tingkat aman.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;klik di bawah ini untuk tayangan video dengan topik sejenis
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-9026831606499929327?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/9026831606499929327/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/05/penduduk-dan-permasalahan-lingkungan_19.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/9026831606499929327?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/9026831606499929327?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/05/penduduk-dan-permasalahan-lingkungan_19.html" title="Penduduk dan permasalahan lingkungan" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkUBSH8zfip7ImA9WxJRF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-4867725633966685352</id><published>2009-05-19T22:37:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T22:44:19.186-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-19T22:44:19.186-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel hijau" /><title>Pengelolaan Lingkungan Hidup</title><content type="html">&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;Pengelolaan Lingkungan Hidup ( Bag 1 )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup (Mitra Info, 2000). Pengelolaan lingkungan hidup diselenggarakan dengan asas tanggung jawab negara, asas keberlanjutan, dan asas manfaat bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup adalah upaya sadar dan terencana, yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumberdaya, ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;Sasaran pengelolaan lingkungan hidup adalah : (a) tercapainya keselarasan, keserasian, dan keseimbgangan antara manusia dan lingkungan hidup; (b) terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindak melindungi dan membina lingkungan hidup; (c) terjaminnya kepentingangenerasi masa kini dan generasi masa depan; (d) tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup; (e) terkendalinya pemanfaatan sumberdaya secara bijaksana; (f) terlindungnya NKRI terhadap dampak usaha dan/atau kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan perusakan lingkungan hidup. Kemandirian dan keberdayaan masyarakat merupakan prasyarat untuk menumbuhkan kemampuan masyarakat sebagai pelaku dalam pengelolaan lingkungan hidup bersama dengan pemerintah dan pelaku pembangunan yang lain. Meningkatnya kemampuan dan kepeloporan masyarakat akan meningkatkan efektifitas peran masyarakat dalam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;pengelolaan lingkungan hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;Pelestarian fungsi lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk memelihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan makluk lainnya, disebut daya dukung lingkungan hidup. Sedangkan, daya tamping lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;dan/atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;Pengelolaan lingkungan hidup diselenggarakan dengan asas tanggung jawab negara, asas berkelanjutan, dan asas manfaat untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seluruhnya yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Upaya sadar dan terencana, yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumberdaya ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan, disebut pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;Sasaran pengelolaan lingkungan hidup sebagai berikut. Pertama, tercapainya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara manusia dan lingkungan hidup. Kedua, terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindak melindungi dan membina lingkungan hidup. Ketiga, terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan. Keempat, tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup. Kelima, terkendalinya pemanfaatan sumberdaya secara bijaksana. Keenam, terlndungnya NKRI terhadap dampak usahadan/atau kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;Pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Tindakan yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik dan/atau hayatinya yang mengakibatkan lingkungan hidup tidak berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan, disebut perusakan lingkungan hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;Setiap orang mempunyai hak yang sama atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, hak atas informasi lingkungan hidup yang berkaitan dengan peran dalam pengelolaan lingkungan hidup. Setiap orang mempunyai hak untuk berperan dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup. Selain mempunyai hak, setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. Orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan berkewajban memberikan informasi yang besar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;Masyarakat mempunyai kesempatan yanmg sama dan seluas-luasnya untuk berperan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Pelaksanaanya dilakukan dengan cara sebagai berikut. Pertama, meningkatkan kemandirian, keberdayaan masyarakat, dan kemitraan, Kemampuan dan keberdayaan masyarakat merupakan prasyarat untuk menumbuhkan kemampuan masyarakat sebagai pelaku dalam pengelolaan lingkungan hidup bersama dengan pemerintah dan pelaku pembangunan lainnya. Kedua, menumbuhkembangkan kemampuan dan kepeloporan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;Meningkatnya kemampuan dan kepeloporan masyarakat akan meningkatkan efektifitas peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup. Ketiga, menumbuhkan ketanggapsegeraan masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial. Meningkatnya ketanggapsegeraan masyarakat akan semakin menurunkan kemungkinan terjadinya dampak negatif. Keempat, memberikan saran dan pendapat. Kelima, menyampaikan informasi dan/atau menyampaikan laporan. Dengan meningkatnya ketanggapsegeraan akan meningkatkan kecepatan pemberian informasi tentang suatu masalah lingkungan hidup sehingga dapat segera ditindaklanjuti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;Sumberdaya alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesarbesarnya bagi kemakmuran rakyat, serta pengaturannya ditentukan oleh Pemerintah. Untuk pelaksanaannya Pemerintah: (a) mengatur dan mengembangkan kebijaksanaan dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup, (b) mengatur penyediaan, peruntukkan, penggunaan, pengelolaan lingkungan hidup, dan pemanfaatan kembali sumberdaya alam, termasuk sumberdaya genetika, (c) mengatur perbuatan hukum dan hubungan hukum antara orang dan/atau subyek hukum lainnya serta perbuatan hukum terhadap sumberdaya alam dan sumberdaya buatan, termasuk sumberdaya genetik, (d) mengendalikan kegiatan yang mempunyai dampak sosial, (e) mengembangkan pendaan bagi upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;Pemerintah menetapkan kebijaksanaan nasional tentang pengelolaan lingkungan hidup dan penataan ruang dengan tetap memperhatikan nilai-nilai agama, adat istiadat, dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat. Penataan ruang adalah proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang (Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup (1993). Pengelolaan lingkungan hidup, dilaksanakan secara terpadu, meliput sektoral, ekosistem, dan bidang ilmu. Dalam operasionalnya terpadu dengan penataan ruang, perlindungan sumberdaya alam nonhayati, perlindungan sumberdaya buatan, konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, cagar budaya, keanekaragaman hayati dan perubahan iklim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;Dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup Pemerintah berkewajiban mewujudkan, menumbuhkan, mengembangkan dan meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab: (a) para pengambil keputusan pengelolaan lingkungan hidup, (b) masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup, (c) kemitraan antara masyarakat, dunia usaha dan Pemerintah dalam upaya pelestarian daya dukung dan daya tamping lingkungan hidup, (d) kebijakan pengelolaan lingkungan hidup yang menjamin terpeliharanya daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, (e) mengembangkan dan menerapkan perangkat yang bersifat preventif, dan proaktif dalam upaya pencegahan penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, (f) memanfaatkan dan mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan, (g) menyelenggarakan penelitian dan pengembangan di bidang lingkungan hidup, (h) menyediakan informasi lingkungan hidup dan menyebarluaskan kepada masyarakat, dan (i) memberikan penghargaan kepada orang lain atau lembaga yang berjasa di bidang lingkungan hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;Untuk menjamin pelestarian fungsi lingkungan hidup, setiap usaha dan/atau kegiatan tidak boleh melanggar baku mutu dan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup. Ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumberdaya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup, dinamakan baku mutu lingkungan hidup. Sedangkan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup adalahukuran batas perubahan sifat fisik dan/atau hayati lingkungan hidup yang dapat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;ditenggang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;Setiap rencana usaha dan/atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup (Amdal). Menurut Peraturan Pemerintah RI Nomor 27 Tahun 1999 tentang Amdal, yang dimaksud Amdal adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Perubahan lingkungan hidup yang sangat mendasar yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan, disebut dampak besar dan penting. Jenis Usaha dan/atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan dokumen Amdal saat ini diatur dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2000 tanggal 21 Februari 2000. (Untuk lebih lengkapnya Anda mencari Keputusan tersebut). ( pengembangan IPS )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;Klik di bawah ini untuk melihat video dengan topic sejenis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-4867725633966685352?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/4867725633966685352/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/05/pengelolaan-lingkungan-hidup.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/4867725633966685352?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/4867725633966685352?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/05/pengelolaan-lingkungan-hidup.html" title="Pengelolaan Lingkungan Hidup" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkUBSH8zfip7ImA9WxJRF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-7367518103189426912</id><published>2009-05-19T22:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T22:44:19.186-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-19T22:44:19.186-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel hijau" /><title>HUTAN BAKAU</title><content type="html">&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cdtia%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h1 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:1; 	font-size:24.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	font-weight:bold;} h2 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:2; 	font-size:14.0pt; 	font-family:Arial; 	font-weight:bold; 	font-style:italic;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.mw-headline 	{mso-style-name:mw-headline;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;h1 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;HUTAN BAKAU&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;( bag 1 )&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Hutan bakau&lt;/b&gt; atau disebut juga &lt;b&gt;hutan mangrove&lt;/b&gt; adalah hutan yang tumbuh di atas &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rawa" title="Rawa"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;rawa-rawa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; berair &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Payau&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Payau (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;payau&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang terletak pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garis_pantai" title="Garis pantai"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;garis pantai&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan dipengaruhi oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pasang-surut&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Pasang-surut (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;pasang-surut&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lumpur" title="Lumpur"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;pelumpuran&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan akumulasi bahan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Organik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Organik (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;organik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Baik di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teluk" title="Teluk"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;teluk-teluk&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang terlindung dari gempuran &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ombak" title="Ombak"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;ombak&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, maupun di sekitar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muara&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Muara (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;muara&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai" title="Sungai"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;sungai&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hulu&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Hulu (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;hulu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran tadi --yang mengakibatkan kurangnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aerasi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Aerasi (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;aerasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; tanah; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Salinitas" title="Salinitas"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;salinitas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adaptasi" title="Adaptasi"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;adaptasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi" title="Evolusi"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;evolusi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="mw-headline"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Luas dan Penyebaran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hutan-hutan bakau menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khatulistiwa" title="Khatulistiwa"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;khatulistiwa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; di wilayah tropika dan sedikit di subtropika.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Luas hutan bakau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; antara 2,5 hingga 4,5 juta &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hektar" title="Hektar"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;hektar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, merupakan mangrove yang terluas di dunia. Melebihi Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 ha) (Spalding dkk, 1997 &lt;i&gt;dalam&lt;/i&gt; Noor dkk, 1999).&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dangkalan_Sunda&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Dangkalan Sunda (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dangkalan Sunda&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. Yakni di pantai timur &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra" title="Sumatra"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sumatra&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dan pantai barat serta selatan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan" title="Kalimantan"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Kalimantan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Di pantai utara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa" title="Jawa"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jawa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di bagian timur Indonesia, di tepi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dangkalan_Sahul&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Dangkalan Sahul (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dangkalan Sahul&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua" title="Papua"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Papua&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, terutama di sekitar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teluk_Bintuni" title="Teluk Bintuni"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Teluk Bintuni&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Mangrove di Papua mencapai luas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan bakau Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="mw-headline"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Lingkungan fisik dan zonasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jenis-jenis tumbuhan hutan bakau ini bereaksi berbeda terhadap variasi-variasi lingkungan fisik di atas, sehingga memunculkan zona-zona &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vegetasi" title="Vegetasi"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;vegetasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; tertentu. Beberapa faktor lingkungan fisik tersebut adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. &lt;b&gt;Jenis tanah&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Sebagai wilayah pengendapan, substrat di pesisir bisa sangat berbeda. Yang paling umum adalah hutan bakau tumbuh di atas lumpur &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah_liat" title="Tanah liat"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;tanah liat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; bercampur dengan bahan organik. Akan tetapi di beberapa tempat, bahan organik ini sedemikian banyak proporsinya; bahkan ada pula hutan bakau yang tumbuh di atas tanah bergambut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Substrat yang lain adalah lumpur dengan kandungan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasir" title="Pasir"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;pasir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang tinggi, atau bahkan dominan pecahan karang, di pantai-pantai yang berdekatan dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Terumbu_karang" title="Terumbu karang"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;terumbu karang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. &lt;b&gt;Terpaan ombak&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Bagian luar atau bagian depan hutan bakau yang berhadapan dengan laut terbuka sering harus mengalami terpaan ombak yang keras dan aliran air yang kuat. Tidak seperti bagian dalamnya yang lebih tenang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Yang agak serupa adalah bagian-bagian hutan yang berhadapan langsung dengan aliran air sungai, yakni yang terletak di tepi sungai. Perbedaannya, salinitas di bagian ini tidak begitu tinggi, terutama di bagian-bagian yang agak jauh dari muara. Hutan bakau juga merupakan salah satu perisai alam yang menahan laju ombak besar.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. &lt;b&gt;Penggenangan oleh air pasang&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagian luar juga mengalami genangan air pasang yang paling lama dibandingkan bagian yang lainnya; bahkan terkadang terus menerus terendam. Pada pihak lain, bagian-bagian di pedalaman hutan mungkin hanya terendam air laut manakala terjadi pasang tertinggi sekali dua kali dalam sebulan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menghadapi variasi-variasi kondisi lingkungan seperti ini, secara alami terbentuk zonasi vegetasi mangrove; yang biasanya berlapis-lapis mulai dari bagian terluar yang terpapar gelombang laut, hingga ke pedalaman yang relatif kering.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jenis-jenis &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bakau" title="Bakau"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;bakau&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Rhizophora&lt;/i&gt; spp.) biasanya tumbuh di bagian terluar yang kerap digempur ombak. Bakau &lt;i&gt;Rhizophora apiculata&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;R. mucronata&lt;/i&gt; tumbuh di atas tanah lumpur. Sedangkan bakau &lt;i&gt;R. stylosa&lt;/i&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perepat" title="Perepat"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;perepat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Sonneratia alba&lt;/i&gt;) tumbuh di atas pasir berlumpur. Pada bagian laut yang lebih tenang hidup api-api hitam (&lt;i&gt;Avicennia alba&lt;/i&gt;) di zona terluar atau zona pionir ini.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di bagian lebih ke dalam, yang masih tergenang pasang tinggi, biasa ditemui campuran bakau &lt;i&gt;R. mucronata&lt;/i&gt; dengan jenis-jenis &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kendeka&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Kendeka (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;kendeka&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Bruguiera&lt;/i&gt; spp.), &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kaboa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Kaboa (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;kaboa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Aegiceras corniculata&lt;/i&gt;) dan lain-lain. Sedangkan di dekat tepi sungai, yang lebih tawar airnya, biasa ditemui &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nipah" title="Nipah"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;nipah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Nypa fruticans&lt;/i&gt;), pidada (&lt;i&gt;Sonneratia caseolaris&lt;/i&gt;) dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintaro" title="Bintaro"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;bintaro&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Cerbera&lt;/i&gt; spp.).&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada bagian yang lebih kering di pedalaman hutan didapatkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nirih&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Nirih (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;nirih&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Xylocarpus&lt;/i&gt; spp.), &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teruntum&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Teruntum (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;teruntum&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Lumnitzera racemosa&lt;/i&gt;), &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dungun" title="Dungun"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;dungun&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Heritiera littoralis&lt;/i&gt;) dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kayu_buta-buta&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Kayu buta-buta (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;kayu buta-buta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Excoecaria agallocha&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-7367518103189426912?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/7367518103189426912/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/05/hutan-bakau.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/7367518103189426912?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/7367518103189426912?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/05/hutan-bakau.html" title="HUTAN BAKAU" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkEBQ3o-eyp7ImA9WxJSGUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-5851857488326469042</id><published>2009-04-21T18:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-10T01:37:32.453-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-10T01:37:32.453-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel hijau" /><title>Sumberdaya Alam Energi</title><content type="html">&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sumberdaya Alam Energi
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumberdaya alam energi adalah sumber kekuatan yang terdapat di alam yang dimanfaatkan bagi manusia dan dapat dipergunakan sebagai sarana produksi. Ada beberapa sumber energi yang dikenal, yaitu gravitasi, berbagai kekuatan dalam bumi, dan radiasi sinar surya, energi air, energi bahan bakar, ocean thermal energy conversion (OTEC), energi angin, energi panas bumi, energi uap, energi bahan
&lt;br /&gt;bakar, energi nuklir.
&lt;br /&gt;Matahari merupakan reaktor agung termonuklir dalam proses reaksi fusi yang serupa dengan bom hidrogen, namun berskala besar. Atom-atom kecil seperti hidrogen bergabung membentuk atom-atom lebih besar seperti helium, energi dilepas dalam bentuk gelombang alektromagnetik. Gelombang ini beragam, dari sinar X bergelombang pendek sampai gelombang radio yang sangat panjang, tetapi sebagian besar gelombang-gelombang cahaya sinar surya itu merupakan sinar ultraviolet, sinar pelangi, dan sinar infra merah yang setengah di antaranya merupakan sinar pelangi.
&lt;br /&gt;Tidak semua energi sinar surya mencapai permukaan bumi (insolasi), sebagian dibelokkan oleh atmosfer atau dikembalikan ke alam bebas (albedo).
&lt;br /&gt;Pada dasarnya energi Surya tidak dapat dihilangkan walaupun telah dibelokkan oleh atmosfer dan
&lt;br /&gt;berubah menjadi bentuk-bentuk energi lain seperti energi kimia, energi kinetik atau energi panas. Sekitar 26% dari cahaya sinar surya merupakan insolasi langsung, 14% beredar pada atmosfer lapisan bawah, 25% mencapai permukaan tanah, dan 35% kembali ke alam bebas sebagai albedo. Adapun spektrum cahaya yang mencapai atmosfer berbeda dengan spektrum cahaya di atasnya karena radiasi sinar ultraviolet di stratosfer diserap oleh gas-gas ozon (03), yang diketahui sangat berguna karena manusia dapat terlindung dari penyinaran sinar ultraviolet yang berbahaya bagi
&lt;br /&gt;kesehatan. Di samping itu sinar cahaya inframerah diserap oleh oksigen, karbondioksida, uap air, dan juga oleh ozon, dan hal ini pun penting karena turut meningkatkan suhu udara.
&lt;br /&gt;Dalam rangka absorpsi sinar inframerah ini yang penting diperhatikan ialah sinar inframerah yang dipantulkan kembali dari permukaan bumi dan diserap oleh lapisan udara atmosfer membentuk dinding panas yang disebut pengaruh rumah kaca (greenhouse effect).
&lt;br /&gt;Energi matahari dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, di antaranya ialah: (1) penggerak satelit buatan, (2) dipergunakan untuk kompor matahari, (3) proses fotosintesis pada tumbuhan hijau,
&lt;br /&gt;(4) penyulingan air, (5) listrik tenaga surya, (6) pengeringan pakaian, bahan makanan, barang kerajinan.
&lt;br /&gt;Air yang mengalir mengandung kekuatan atau energi, disebut energi kinetik. Kekuatan ini dimanfaatkan untuk memutar kincir air untuk pembangkit mesin-mesin, dan untuk membangkitkan tenaga listrik. Pada pusat pembangkit listrik tenaga air (PLTA), air yang dialirkan dengan deras akan memutar turbin, yang selanjutnya menjalankan generator atau mesin pembangkit listrik. PLTA umumnya dibangun di deceit sungai besar, air terjun, danau atau waduk. Curah hujan yang cukup dan banyaknya sungai serta pengunungan menjadikan potensi tenaga air di Indonesia cukup besar. Penggunaan air sebagai sumber energi lebih menguntungkan, karena tidak menimbulkan polusi atau kerusakan terhadap lingkungan, lagi pula tidak menghabiskan bahan bakar. Untuk Indonesia, misalnya telah dibangun banyak PLTA antara lain PLTA Asahan di Sumatera Utara, PLTA Maninjau dan PLTA Batang Asam di Sumatera Barat, PLTA Jatiluhur dan Sanguling di Jawabarat, PLTA Garung dan PLTA Wonogiri di Jawa Tengah, PLTA Wlingi dan PLTA Karangkates di Jawa
&lt;br /&gt;Timur, PLTA Riam Kanan di Kalimantan Selatan, PLTA Tonsea Lama di Sulawesi Utara, PLTA Sadang dan PLTA larona di Sulawesi Selatan.
&lt;br /&gt;OTEC adalah salah satu bentuk pengalihan energi yang tersimpan dari sifat air laut menjadi energi listrik. Suhu air laut akan menurun sesuai dengan bertambahnya kedalaman. Perbedaan suhu air di permukaan dengan suhu air di bagian dalam dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Perbedaan suhu secara vertical sangat besar terjadi di laut tropis sehingga Indonesia merupakan salah satu Negara yang beriklim tropis sangat pontesial untuk mengembangkan OTEC sebagai salah satu energi alternatif (Dahuri, dkk., 1996). Proses pemanfaatan perbedaan suhu air di permukaan laut, biasanya menggunakan pusat pembangkit energi yang ditempatkan di permukaan dan dilengkapi dengan sebuah pipa panjang yang menjulur ke arah dasar laut sehingga perbedaan suhu mencapai 20°C. Keadaan tersebut dapat terjadi pada kedalaman lebih dari 1.000 meter. Dengan menggunakan pompa, air dingin dari kedalaman dialirkan ke permukaan, selanjutnya digunakan untuk mengubah amoniak dari bentuk gas menjadi cair. Amoniak cair lalu dipanaskan oleh air hangat permukaan sehingga menguap menjadi gas kembali. Selama proses perubahan dari fase cair menjadi fase gas dan fase gas menjadi fase cair, amoniak berputar membuat siklus yang dapat menggerakan turbin sehingga dapat dihasilkan daya listrik.
&lt;br /&gt;Gelombang laut sangat pontesial untuk dimanfaatkan sebagai energi alternatif. Pembangkit listrik selama ini sesuai dibangun di daerah perairan yang memiliki angin yang cukup kuat dan dasar perairan pesisir yang memungkinkan gelombang dapat mencapai pantai secara pararel (sejajar). Pasang surut dapat dikonversi menjadi energi listrik, terutama pada daerah-daerah teluk atau estuaria yang memiliki amplitudo pasang surut 5 samapi 15 meter. Metode yang digunakan adalah mengendalikan ketinggian muka air dengan membangun dam. Secara alami, permukaan air teluk atau kolam perairan yang dibatasi dengan bangunan permanen, akan naik dan turun setiap harinya. Energi kinetik dari gerak itulah yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin pembangkit tenaga listrik. Perkiraan total energi yang dapat dihasilkan oleh pasang surut diperkirakan mencapai 3x10 6 megawatt atau 3x10 12 kilowatt. Tenaga pasang surut mulai dikembangkan secara komersial oleh perancis sejak tahun 1966. pembangkit listrik tenaga pasang surut di daerah Estuarian Rance merupakan yang pertama di dunia dan dapat menghasilkan 240 megawatt (dapat menghidupkan 10 2 bola lampu berkekuatan 240 waat sekaligus).
&lt;br /&gt;Manusia dapat dimanfaatkan energi angin sebagai sumber tenaga untuk menjalankan kincir angin. Kincir digunakan untuk memompa air, memompa minyak bumi (Arizona, proyek polderisasi (Belanda), memompa air tanah di daerah karst  untuk memenuhi kebutuhan air domestik. Pada daerah banyak gunungapi kadangkadang dijumpai tenaga panas yang besar di dalam bumi. Panas ini keluar ke permukaan bumi dalam bentuk air panas atau uap panas. Energi panas dimanfaatkan
&lt;br /&gt;untuk membangkitkan listrik. Pusat listrik tenaga panas bumi (PLTP) telah dibangun antara lain di daerah Dieng, Kamojang dan Gunung Salak. Penelitian telah dilakukan untuk membangun PLTP di Lahendong (Sulut), dan Ulumbu (Manggarai). Turbin yang menggerakan generator juga dapat dijalankan dengan tenaga uap. Uap itu diperoleh dari air yang dipanaskan di dalam tangki besar, dengan memakai bahan bakar batu bara, atau minyak. Arus uap panas akan memutar turbin. Pusat listrik tenaga uap (PLTU) telah didirikan di Sumatera Selatan, Jawa (Muara Karang dan Gresik), Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Sejak industri minyak bumi berkembang pada awal abad ke-20, bahan bakar minyak menjadi sumber energi utama, demikian juga gas bumi dan batu bara. Persediaan bahan bakar minyak bumi dan batu bara pada suatu ketika akan habis tanpa ada bahan penggantinya, karena proses pembentukan bahan tersebut memerlukan waktu berjuta-juta tahun. Pusat pembangkit listrik tenaga nuklir banyak terdapat di negara-negara maju. Energi nuklir berasal dari mineral disebut Uranium. Bila inti atom Uranium dipecahkan, ia melepaskan panas yang sangat tinggi. Panas ini mendidihkan air dan menghasilkan uap, yang memutar turbin. Untuk Indonesia penggunaan energi nuklir masih dalam taraf penelitian.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Klik di bawah ini untuk tayangan video dengan topic sejenis
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-5851857488326469042?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/5851857488326469042/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/04/sumberdaya-alam-energi.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/5851857488326469042?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/5851857488326469042?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/04/sumberdaya-alam-energi.html" title="Sumberdaya Alam Energi" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkECQ3cyeip7ImA9WxVaGEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-9092343757570745622</id><published>2009-04-15T19:51:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T19:57:42.992-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-15T19:57:42.992-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel hijau" /><title>Pencemaran Air</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;Pencemaran Air&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Air, udara, dan tanah merupakan habitat dari kehidupan manusia, gangguan terhadap salah satu unsur akan mengganggu kelangsungan hidup manusia, apalagi jika terjadi kelebihan. Air merupakanpermasalahan yang pertama kali nampak, mengingat badan kita 67% terdiri dari air. Air merupakan sumber kehidupan, namun pada saat ini masalah air merupakan permasalahan yang rumit mulai dari peristiwa banjir sampai terjadinya kekeringan. Mahalnya harga air bersih hasil olahan pabrik  (aqua) per liter hampir sama dengan harga 1 liter minyak tanah, ini menunjukkan bahwa kelangkaan air bersih sudah dalam bahaya. Kira – kira 20 tahun yang lalu manusia tidak merasa ragu-ragu untuk meminum air yang belum diolah pabrik, bahkan air tersebut belum dimasak sekalipun. Pengambilan air di seluruh dunia diduga meningkat lebih dari 35 kali lipat dibanding selama tiga abad yang lampau, dan masih terus meningkat dengan cepat. Banyak daerah gersang dan separoh gersang sudah menderita kekurangan air yang serius. Pemakaian air secara berlebihan oleh banyak orang sekaligus mengancam keberlanjutan pembangunan yang sudah dicapai. Hal ini merupakan beban berat bagi lembagalembaga yang menangani. Kelangkaan air merupakan masalah, namun konsumsi air oleh manusia yang cenderung meningkat merupakan ancaman yang perlu segera ditangani.&lt;br /&gt;Menurut LIPI, wilayah Indonesia memiliki 6% dari persediaan air dunia atau 21% persediaan air Asia Pasifik. Namun demikian kelangkaan dan kesulitan untuk mendapatkan air bersih dan layak pakai menjadi permasalahan yang mulai muncul di banyak tempat dan semakin mendesak dari tahun ke tahun. Kecenderungan konsumsi air naik secara eksponensial, sedangkan ketersediaan air bersih&lt;br /&gt;cenderung melambat akibat kerusakan alam dan pencemaran, diperkirakan sebesar 15-35% per kapita per tahun. Dengan demikian di Indonesia dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 200 juta, kebutuhan air bersih menjadi semakin mendesak. Sekalipun air merupakan sumber daya yang dapat diperbaharui, namun sumber dayanya juga terbatas. Siklus air membuat komoditi ini tersedia dalam jumlah tertentu setiap tahun di lokasi tertentu.&lt;br /&gt;Ini berarti bahwa cadangan perorang menurun manakala penduduk bertambah. Selama bertahun-tahun air telah digunakan secara boros, dikelola dengan keliru. Kekurangan air menjadi kendala hebat bagi produksi pangan, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan sistem alam. Permasalahan yang dihadapi oleh negara-negara yang masuk kategori langka air, biasanya pertumbuhan penduduknya cepat. Untuk mendapatkan air orang harus memakai sumur bor, pada hal semakin dalam pengeboran tanah ada kemungkinan air tersebut terasa asin. Pemompaan air secara lebih cepat dari pada kemampuan alam untuk mengisinya akan menyebabakan penurunan permukaan air tanah dan mampu memerosotkan bangunan. Seperti yang telah terjadi di Beijing dan Mexiko. Permasalahan air tidak terbatas pada kelangkaan saja, melainkan juga limbah buangan yang dihasilkan. Pembuangan limbah air oleh pabrikpabrik secara langsung ke sungai tanpa melalui pemrosesan yang sempurna telah menyebabkan tanaman-tanaman produksi milik petani menjadi layu, bahkan dapat mematikan. Pembuangan limbah ke dalam tanah juga akan mencemari sumber air&lt;br /&gt;resapan. Logam-logam berat yang dihasilkan oleh pabrik seperti cadmium, tembaga, nikel, seng, dan logam berat lainnya mengumpul di tanah, merembes memasuki air tanah, untuk kemudian mencemari cadangan air minum.&lt;br /&gt;Berdasar sudut pandang toksikologi, logam berat terbagi ke dalam dua jenis, yaitu:&lt;br /&gt;1) Logam berat esensial dimana keberadannya dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh setiap organisme hidup. Misalnya: seng (Zn), tembaga (Cu), besi (Fe), kobait (Co), Mangaan (Mn), dan lain&lt;br /&gt;sebagainya.&lt;br /&gt;2) Logam berat tidak esensial atau beracun, dimana keberadaannya dalam tubuh organisme hidup hingga saat ini masih belum diketahui manfaatnya bahkan justru bersifat racun. Misalnya: merkuri (Hg), cadmium (Cd), timbale (Pb), kromium (Cr), dan lain-lain.&lt;br /&gt;Walaupun logam berat esensial dibutuhkan oleh setiap organisme hidup, namun dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun (Rivai. 2007).&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;klik di bawah ini untuk tayangan video dengan topik sejenis&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-9092343757570745622?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/9092343757570745622/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/04/pencemaran-air.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/9092343757570745622?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/9092343757570745622?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/04/pencemaran-air.html" title="Pencemaran Air" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEUNRn05eSp7ImA9WxVaFUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-8675169443794963535</id><published>2009-04-11T21:44:00.001-07:00</published><updated>2009-04-11T21:58:17.321-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-11T21:58:17.321-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel hijau" /><title>Sumberdaya Air</title><content type="html">&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Sumberdaya Air&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumberdaya air merupakan bagian dari sumberdaya alam yang sangat penting dibutuhkan bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Sumberdaya air digunakan manusia dalam pelbagai jenis pemanfaatan, yaitu keperluan domestik, irigasi pertanian, pembangkit tenaga listrik, industri, perikanan, pelayaran, olahraga, rekreasi, dan sebagainya. Pada ruang dan waktu tertentu dalam rupa hujan hujan lebat, banjir sumberdaya alam yang sangat berguna ini menjadi “perusak”, menimbulkan kerugian harta benda dan korban jiwa manusia. Keberadaan air di permukaan bumi merupakan produk siklus alamiah yang disebut siklus atau daur hidrologi, yang terjadi setiap saat dan berlangsung sepanjang waktu, hanya berbeda dalam ruang dan waktu. Prosesnya berlangsung sederhana dan mudah dimengerti. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akibat panas yang bersumber dari sinar matahari, terjadi evaporasi, transpirasi, dan evapotranspirasi. Uap air produk penguapan itu, pada ketinggian tertentu akan menjadi awan, kemudian karena beberapa sebab awan akan berkondensasi menjadi presipitas, dalam bentuk salju, hujan es, hujan, embun ke permukaan bumi. Sebelum tiba di muka bumi sebagian langsung menguap ke udara dan sebagian tiba di muka bumi. Tidak semua bagian hujan yang jatuh di daratan mencapai permukaan tanah, sebagian akan tertahan oleh tajuk daun (intersepsi), bangunan, dan sebagian lagi akan jatuh atau mengalir melalui dahan-dahan kayu ke permukaan tanah. Air hujan yang mencapai tanah, sebagian lagi menjadi aliran air di atas permukaan (over land flow) kemudian terkumpul pada saluran (surface runoff) akhirnya ke laut. Tidak semua butir air yang mengalir akan tiba ke laut sebagian akan menguap kembali ke atmosfer. Sebagian air yang masuk ke dalam tanah keluar kembali segera ke sungai-sungai (interflow) dan sebagian besar akan tersimpan sebagai air tanah (ground water).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumberdaya air adalah semua air yang terdapat di dalam dan/atau berasal dari sumber-sumber air, baik yang ada di atas maupun di bawah permukaan. Sumber air meliput: (1) air permukaan seperti sungai, danau, waduk, embung, dan rawa; (2) air tanah termasuk mata air; (3) air di udara. Air merupakan sumberdaya alam terbatas, kebutuhan akan air selalu meningkat setiap saat. Ketersediaan sumberdaya air sangat beragam secara spasiotemporal. Ini berarti ketersediaan dan penggunaan kebutuhan sumberdaya air selalu berubah dan dinamis setiap saat. Seiring dengan bertambahnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;jumlah penduduk dan berkembangnya kebutuhan manusia. Tuntutan yang besar terhadap kebutuhan sumberdaya air, baik secara kualitas maupun kuantitas semakin tinggi. Tuntutan terhadap sumberdaya air apabila tidak dapat dikelola dengan baik akan mengakibatkan krisis air dan konflik. Krisis air ini menurut UNESCO meliput, kelangkaan air (water scarcity), kualitas air (water quality), dan bencana berkaitan dengan air (water-related disaster).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Manusia dalam memenuhi kebutuhan air untuk kelangsungan hidupnya diperoleh dari air hujan, air permukaan, dan air tanah (mata air dan sumur), dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan kebutuhan, kondisi daerah, tingkat pengetahuan dan teknologi yang dimiliki. Sumberdaya air sebagai kebutuhan pokok manusia harus memenuhi syarat kuantitas, kualitas, dan kesinambungannya Dari segi kuantitas, diharapkan agar air dapat mendukung sepenuhnya kebutuhan terhadap sumberdaya air oleh penduduk suatu wilayah pada waktu tertentu. Air yang dikonsumsi tersebut merupakan air bersih ditinjau dari parameter fisik, kimia, mikrobiologi, dan radioaktivitas. Kesinambungan (regimen), diharapkan agar tidak ada perbedaan yang menyolok antara debit air di musim hujan dengan air di musim kemarau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Salah satu usaha yang telah dilakukan penduduk guna mengatasi kekurangan air untuk kebutuhan domestik atau lainnya d musim kemarau adalah dengan pembuatan bak-bak penampung air hujan. Usaha ini cukup berkembang dengan baik atas inisiatif masyarakat, LSM, swasta, pemerintah. Kualitas air hujan yang tersimpan dalam bak penampung tersebut umumnya kurang memenuhi syarat standar air minum dari Depkes. Kesadahan air tersebut terlalu tinggi, kadar Fe juga tinggi, mengandung bakteri Choli. Secara fisik juga, kurang memenuhi syarat karena terlalu keruh, rasanya kesat dan kadang berbau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Air permukaan merupakan air yang berada di atas permukaan tanah, yang bergerak dan tidak bergerak, seperti air sungai, air danau, embung, waduk, dan rawa. Indonesia memiliki 5.886 buah sungai induk tersebar di seluruh wilayah nasional (Rais, 2004). Sumberdaya air sungai dinilai atas dasar potensinya, meliput debit aliran dan kualitas airnya. Air yang mengalir di dalam sungai, apabila dibuat konstruksi yang melintang sungai disebut bendung dan air yang tertampung di hulu akan merupakan air tampungan disebut waduk. Air sungai dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan domestk, irigasi pertanian, pembangkit tenaga listrik, navigasi, pariwisata, perikanan, olahraga, dan sebagainya. Sementara itu, air limpasan yang belum sempat masuk ke dalam alur sungai, apabila ditahan dengan suatu konstruksi pada celah alur bukit (gulley) akan menjadi waduk kecil yang sering disebut Embung. Embung merupakan suatu konstruksi mirip dengan bendungan namun berskala kecil, sederhana, dapat bermanfaat untuk penyediaan air domestik, perikanan darat, air minum ternak dan apabila air limpasan cukup dan catchment area cukup besar dapat dimanfaatkan untuk irigasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Danau merupakan cekungan di permukaan bumi yang cukup luas dan digenangi air. Badan air ini mensuplai air dari air sungai, hujan, mata air, dan air tanah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Danau di Indonesia terbentuk karena vulkanik, tektonik, tektonovulksnik, pelarutan, bendungan. Manfaat badan air ini: sebagai pengatur air sehingga tidak terjadi banjir (flood control), sebagai tandon air yang penting untuk irigasi, tempat rekreasi dan obyek wisata, sebagai sarana olahraga danau. Ada beberapa masalah terkait dengan danau ialah: pendangkalan karena sedimentasi, turunnya permukaan air danau, terjadinya penguapan melebihi jumlah air yang masuk ke danau, dan penjebolan waduk. Komponen biotik danau: tetumbuhan, bakteri dan cendawan, hewan. Rawa adalah daerah rendah yang digenangi air dan pada umumnya permukaan air tawar selalu di bawah atau sama dengan paras laut, sehingga airnya selalu menggenang dan permukaan airnya selalu tertutup oleh tumbuhan air. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rawa terdiri dari : (1) rawa tergenang, airnya selalu tergenang dan dasar rawa merupakan lapisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;gambut yang tebal; (2) rawa pasang surut, rawa yang airnya dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Rawa antara lain dimanfaatkan untuk sawah pasang surut. Air tanah adalah air yang tersimpan di bawah tanah yang mengisi pori-pori atau rongga antar butir batuan (Sudarmadji, 1985). Menurut Sabar (1996), air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah yang tidak bergerak maupun bergerak melalui media berbutir. Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah (UU RI Nomor 7 Tahun 2004, 2004). Ada beberapa ubahan yang mempengaruhi keberadaan air tanah di suatu daerah, yaitu curah hujan, jenis batuan, sifat fisika dan kimia bahan penyusunnya, umur batuan, kemiringan lereng medan, tutupan lahan dan penggunaan lahan. Air tanah ditemukan pada formasi geologi permeabel yang dikenal sebagai akifer, merupakan lapisan batuan yang dapat mengandung dan melepaskan air dalam jumlah yang cukup besar. Berdasarkan keadaan dan letaknya akifer terdiri dari beberapa tipe, yaitu: (1) akifer tidak tertekan atau afiker bebas (unconfined aquifer), lapisan yang mengandung air tanah bebas, di bagian bawah dibatasi oleh lapisan kedap air dari sebelah atasnya berupa muka air. (2) akifer tertekan atau akifer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;terkekang (confined aquifer), lapisan yang mengadung air tanah yang terdapat pada lapisan yang dibagian atas dan di bagian bawahnya dibatasi oleh lapisan kedap air, sehingga air tanah di dalamnya berada dalam keadaan tertekan. Akifer yang terdapat di antara dua lapisan kedap air ii apabila dibor, biasanya timbul sumur artesis. (3) afiker setengah tertekan, lapisan kedap air sebelah atas akifer tidak sepenuhnya kedap air (misalnya lapisan tanah lihat), (4) akifer tengkak (perched aquifer), lapisan mengandung air terletak di atas lapisan kedap air yang tidak begitu luas. Lapisan ini berada pada zona aerasi di atas water table. Air tanah tersebut dikenal  sebagai air tanah tumpang, dan kurang dapat diandalkan sebagai sumber air, karena mempunyai volume air yang terbatas. Air tanah juga ditemukan pada akiklud, formasi yang mengandung air tetapi tidak mampu memindahkan jumlah air yang nyata. Formasi geologi yang tidak dapat menampung dan melepaskan air dalam jumlah yang cukup, dinamakan akifug (aquifuge). Pemanfaatan ar tanah antara lain untuk memenuhi kebutuhan domestik, industri, dan pertanian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Penggunaan air tanah yang berlebihan dapat mengakibatkan: (1) penurunan muka air tanah, sehingga menyebabkan sumber air berkurang atau kering, (2) penurunan permukaan tanah, (3) penerobosan air asin (intrusi air laut), sehingga air tanah menjadi asin dan tidak dapat dimanfaatkan. Untuk menghindari hal-hal tersebut maka harus dijaga supaya pengambilan air tanah sesuai dengan pengisian kembali. Apabila pengisian kembali cukup besar dengan kecepatan sirkulasi yang tinggi, maka dapat dilakukan pengambilan air tanah secara lebih intensif, sedangkan sirkulasinya rendah, maka pengambilan air tanah harus dibatasi. Mata air merupakan singkapan (pemunculan) air tanah pada permukaan lahan. Pemunculan air tanah pada mata air terpusat pada satu titik, bila pemunculannya melalui garis atau bidang, disebut rembesan (seepage). Berdasarkan sebab pemunculannya mata air dapat digolongkan sebagai berikut. Pertama, mata air yang muncul karena nongravitatif: mata air vulkanik, mata air thermal dan geiser. Kedua, mata air yang muncul karena tenaga gravitatif: (a) mata air depresi, terbentuk bila muka freatik terpotong oleh muka topografi, (b) mata air sentuh, lapisan permeable berada di atas lapisan impermeabel, (c) mata air artesian, terbentuk bila air tertekan oleh tekanan hidrostatk, dan muncul singkapan akifer atau bila air menembus lapisan pembatas akifer, (d) mata air rekahan, retakan atau bukaan yang terdapat pada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lapisan batuan, (e) mata air talus, yang muncul di kaki talus. Upaya merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi, pendayagunaan dan pengendalian daya rusak air dalam ruang dan waktu agar sumberdaya air dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;untuk kesejahteraan rakyat banyak, dinamakan pengelolaan sumberdaya air. Pengelolaan air di daerah perkotaan tidak terlepas dari prinsip bahwa air merupakan sumberdaya yang sangat terbatas dan mempunyai tingkat kerawanan yang tinggi, baik untuk kesehatan maupun konflik sosial. Dalam pengelolaan sumberdaya air perlu dilakukan secara komprehensif terhadap semua stakeholder kota secara partisipatif dengan penuh kesadaran bahwa air merupakan sumberdaya yang sangat berharga, bernilai tinggi untuk kepentingan manusia. Air juga sebagai sumberdaya ekonomis senantiasa dimanfaatkan untuk seluruh masyarakat dan merupakan hak dasar bagi seluruh manusia. Sumberdaya alam hayati Indonesia dan ekosistemnya mempunyai kedudukan serta peran penting bagi kehidupan adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena itu perlu dikelola dan dimanfaatkan secara lestari, selaras, dan seimbang bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia pada khususnya dan umat manusia pada umumnya, baik masa kini maupun masa depan. Sumberdaya alam hayati meliput&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sumberdaya nabati dan sumberdaya hewani. Dalam Subunit 2 ini Anda akan mengenal keanekaragaman sumberdaya alam hayati. Unsur-unsur sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya pada dasarnya saling tergantung antara satu dengan yang lainnya dan saling mempengaruhi sehingga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kerusakan dan kepunahan salah satu unsur akan berakibat terganggunya ekosistem. Untuk menjaga agar pemanfaatan sumberdaya alam hayati dapat berlangsung dengan cara sebaik-baiknya, maka diperlukan langkah-langka konservasi sehingga sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya selalu dipelihara dan mampu mewujudkan keseimbangan serta melekat dengan pembangunan itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber : kajian ips ,&lt;br /&gt;klik di bawah ini untuk tayangan video dengan topik sejenis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-8675169443794963535?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/8675169443794963535/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/04/sumberdaya-air.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/8675169443794963535?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/8675169443794963535?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/04/sumberdaya-air.html" title="Sumberdaya Air" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQFQ38-cSp7ImA9WxVaFUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-4828911872908970743</id><published>2009-04-07T21:12:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T21:58:32.159-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-11T21:58:32.159-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel hijau" /><title /><content type="html">Agar Tidak Gundul dan Rusak Akibat Eksploitasi Berlebih Demi Melestarikan Lingkungan&lt;br /&gt;Berikut di bawah ini adalah teknik dan cara yang dapat digunakan untuk menjaga hutan kita tetap terjaga dari tangan-tangan perusak jahat. Perambahan hutan tanpa perencanaan dan etika untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya sangatlah berbahaya karena dapat merusak alam dan habitat serta komunitas hewan yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Mencegah cara ladang berpindah / Perladangan Berpindah-pindah&lt;br /&gt;Terkadang para petani tidak mau pusing mengenai kesuburan tanah. Mereka akan mencari lahan pertanian baru ketika tanah yang ditanami sudah tidak subur lagi tanpa adanya tanggung jawab membiarkan ladang terbengkalai dan tandus. Sebaiknya lahan pertanian dibuat menetap dengan menggunakan pupuk untuk menyuburkan tanah yang sudah tidak produktif lagi.&lt;br /&gt;2. Waspada-Waspadalah &amp; Hati-Hati Terhadap Api&lt;br /&gt;Hindari membakar sampah, membuang puntung rokok, membuat api unggun, membakar semak, membuang obor, dan lain sebagainya yang dapat menyebabkan kebakaran hutan. Jika menyalakan api di dekat atau di dalam hutan harus diawasi dan dipantau agar tidak terjadi hal-hal yang lebih buruk. Kebakaran hutan dapat mengganggu kesehatan manusia dan hewan di sekitar lokasi kebakaran dan juga tempat yang jauh sekalipun jika asap terbawa angin kencang.&lt;br /&gt;3. Reboisasi Lahan Gundul dan Metode Tebang Pilih&lt;br /&gt;Kombinasi kedua teknik adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh para pelilik sertifikan HPH atau Hak Pengelolaan Hutan. Para perusahaan penebang pohon harus memilih-milih pohon mana yang sudah cukup umur dan ukuran untuk ditebang. Setelah meneang satu pohon sebaiknya diikuti dengan penanaman kembali beberapa bibit pohon untuk menggantikan pohon yang ditebang tersebut. Lahan yang telah gundul dan rusak karena berbagai hal juga diusahakan dilaksanakan reboisasi untuk mengembalikan pepohonan dan tanaman yang telah hilang.&lt;br /&gt;4. Menempatkan Penjaga Hutan / Polisi Kehutanan / Jagawana&lt;br /&gt;Dengan menempatkan satuan pengaman hutan yang jujur dan menggunakan teknologi dan persenjataan lengkap diharapkan mempu menekan maraknya aksi pengrusakan hutan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Bagi para pelaku kejahatan hutan diberikan sangsi yang tegas dan dihukum seberat-beratnya. Hutan adalah aset / harta suatu bangsa yang sangat berharga yang harus dipertahankan keberadaannya demi anak cucu di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;• geografi,perpustakaan online&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-4828911872908970743?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/4828911872908970743/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/04/agar-tidak-gundul-dan-rusak-akibat_3976.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/4828911872908970743?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/4828911872908970743?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/04/agar-tidak-gundul-dan-rusak-akibat_3976.html" title="" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak4ERHwzeSp7ImA9WxVbFEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-8990397310923319425</id><published>2009-03-31T01:40:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T01:41:45.281-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-31T01:41:45.281-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel hijau" /><title /><content type="html">Energi&lt;br /&gt;Pergeseran pemakaian sumber energi telah terjadi berkali-kali. Masyarakat sederhana dari dahulu sampai sekarang menggunakan tenaga manusia atau hewan, dan bahan bakar kayu, arang, atau kotoran hewan.Akan tetapi dalam masyarakat industri, produksi menggunakan bahan bakar batubara atau minyak dan gas bumi. Permasalahan muncul ketika terjadi kenaikan harga minyak yang menyebabkan terjadinya krisis energi di negaranegara yang tidak menghasilkan tetapi membutuhkan komoditi tersebut untuk kelangsungan industrinya, seperti Jepang, Jerman, Belanda. Terganggunya sistem kerja industri akibat dari mahalnya salah satu prasarana industri ini menyebabkan terjadinya penambahan angka pengangguran. Menurut Umi Oktyari Retnaningsih (1999), sumber-sumber energi yang paling banyak digunakan untuk memenuhi konsumen, adalah:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;a. sumber bahan bakar dari fosil, yaitu minyak 40%, batubara 30,3%, gas 10,7%;&lt;br /&gt;b. tenaga air 30%, tenaga nuklir 15% terutama untuk pembangkit tenaga&lt;br /&gt;listrik; dan&lt;br /&gt;c. bahan bakar dari biomas (kayu, sisa-sisa hasil pertanian, dan kotoran hewan), merupakan persediaan energi di negara-negara terbelakang.&lt;br /&gt;Padahal jumlah energi yang dapat dihasilkan kembali (renewable) hanya berjumlah 21% dari energi yang digunakan di dunia. Sementara energy alternatif, seperti nuklir dan etanol pemanfaatannya masih sangat terbatas. Pemakaian energi akan berdampak negatif terhadap lingkungan, misalnya&lt;br /&gt;dalam bentuk aliran asam, emisi etana dan limbah tambang, tumpahan minyak dari instalasi pantai/lepas pantai dan dari kapal, pencemaran udara oleh sulfur dioksida, nitrogen oksida, dan karbon dioksida ketika batubara, minyak atau gas dibakar.&lt;br /&gt;Industri-industri energi merupakan pemakai utama sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Industri energi dan pemakaian produk-produknya menghasilkan limbah dalam jumlah besar, misalnya penggunaan system pemanas/pendingin ruangan.&lt;br /&gt;Pusat-pusat pembangkit daya membuang limbah panas ke lingkungan sekitar, dalam bentuk air panas, udara panas, uap panas. Banyak bangunan tidak terisolasi dengan baik, yang merupakan pemborosan karena panas dari luar bisa bocor ke dalam atau sebaliknya. Kendaraan bermotor mengkonsumsi sepertiga dari kebutuhan minyak dunia, energi ini selain tidak efisien juga&lt;br /&gt;merupakan sumber pencemaran utama. Permasalahan produksi dan konsumsi energi sama-sama berdampak negative terhadap lingkungan. Mencegah dan memperbaiki lingkungan hidup berarti&lt;br /&gt;mengurangi tingkat produksi dan konsumsi atau mengubah polanya menjadi tindakan-tindakan yang barangkali tidak dapat memuaskan semua pihak. Reaksi positif terhadap pencemaran oleh kendaraan bermotor dapat diatasi dengan mengurangi pemakaiannya atau menambah alat pengontrol pencemaran. Pembangunan PLTA memerlukan bendungan berarti harus mengorbankan sebagian masyarakat. Pembangkit listrik menggunakan daya angin, cahaya surya, dan gelombang, berarti mengganggu habitat dan kenikmatan hidup.&lt;br /&gt;Keterbatasan akan energi telah mendorong manusia untuk mengatasi permasalahan ini dengan cara mencari energi alternatif. Namun energy alternatif inipun tidak menjamin kerusakan lingkungan. Penggunaan energy alternatif tenaga nuklir, ada kekhawatiran bahaya Chernobyl akan terulang&lt;br /&gt;kembali, dan kenyataannya sampai sekarang limbah tersebut dampaknya belum menjamin keamanan dan kesehatan manusia.&lt;br /&gt;Pemakaian batubara dan bahan bakar yang mengandung karbon menimbulkan permasalahan pula. Gas hasil pembakaran batubara, yaitu sulfur dioksida (SO2) akan berdampak lokal maupun global. Di atmosfer SO2 bereaksi dengan air dan menghasilkna asam sulfur yang membayakan makhluk tertentu. Hujan sulfur atau yang dikenal dengan hujan asam akan mematikan makhluk air dan tumbuh-tumbuhan.&lt;br /&gt;tindakan apa yang akan kita lakukan?&lt;br /&gt;Jawabanya adalah partisipasi aktif dengan melakukan konservasi (pemakaian secara bijaksana).&lt;br /&gt;Tindakan itu misalnya menghindari kebiasaan meninggalkan televisi dalam keadaan hidup, penggunaan listrik secara hemat, menggunakan kendaraan bilamana perlu, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Sumber : pengembangan ips&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-8990397310923319425?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/8990397310923319425/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/03/energi-pergeseran-pemakaian-sumber.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/8990397310923319425?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/8990397310923319425?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/03/energi-pergeseran-pemakaian-sumber.html" title="" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkABR3o8fSp7ImA9WxVbFEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-5222147671315743092</id><published>2009-03-31T01:38:00.001-07:00</published><updated>2009-03-31T01:39:16.475-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-31T01:39:16.475-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel hijau" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tugas inisiasi 1 semester 4" /><title>AMDAL</title><content type="html">Apa yang dimaksud dengan AMDAL?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMDAL merupakan singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMDAL merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, dibuat pada tahap perencanaan, dan digunakan untuk pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang dikaji dalam proses AMDAL: aspek fisik-kimia, ekologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan kesehatan masyarakat sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan (Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"...kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; dibuat pada tahap perencanaan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar pelaksanaan AMDAL berjalan efektif dan dapat mencapai sasaran yang diharapkan, pengawasannya dikaitkan dengan mekanisme perijinan. Peraturan pemerintah tentang AMDAL secara jelas menegaskan bahwa AMDAL adalah salah satu syarat perijinan, dimana para pengambil keputusan wajib mempertimbangkan hasil studi AMDAL sebelum memberikan ijin usaha/kegiatan. AMDAL digunakan untuk mengambil keputusan tentang penyelenggaraan/pemberian ijin usaha dan/atau kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen AMDAL terdiri dari :&lt;br /&gt;• Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)&lt;br /&gt;• Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)&lt;br /&gt;• Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)&lt;br /&gt;• Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga dokumen (ANDAL, RKL dan RPL) diajukan bersama-sama untuk dinilai oleh Komisi Penilai AMDAL. Hasil penilaian inilah yang menentukan apakah rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut layak secara lingkungan atau tidak dan apakah perlu direkomendasikan untuk diberi ijin atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa guna AMDAL?&lt;br /&gt;• Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah&lt;br /&gt;• Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan&lt;br /&gt;• Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan&lt;br /&gt;• Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup&lt;br /&gt;• Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...memberikan alternatif solusi minimalisasi dampak negatif"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...digunakan untuk mengambil keputusan tentang penyelenggaraan/pemberi ijin usaha dan/atau kegiatan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana prosedur AMDAL?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur AMDAL terdiri dari :&lt;br /&gt;• Proses penapisan (screening) wajib AMDAL&lt;br /&gt;• Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat&lt;br /&gt;• Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL (scoping)&lt;br /&gt;• Penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL Proses penapisan atau kerap juga disebut proses seleksi kegiatan wajib AMDAL, yaitu menentukan apakah suatu rencana kegiatan wajib menyusun AMDAL atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat. Berdasarkan Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 08/2000, pemrakarsa wajib mengumumkan rencana kegiatannya selama waktu yang ditentukan dalam peraturan tersebut, menanggapi masukan yang diberikan, dan kemudian melakukan konsultasi kepada masyarakat terlebih dulu sebelum menyusun KA-ANDAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penyusunan KA-ANDAL. Penyusunan KA-ANDAL adalah proses untuk menentukan lingkup permasalahan yang akan dikaji dalam studi ANDAL (proses pelingkupan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penilaian KA-ANDAL. Setelah selesai disusun, pemrakarsa mengajukan dokumen KA-ANDAL kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal untuk penilaian KA-ANDAL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan oleh penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL. Penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL dilakukan dengan mengacu pada KA-ANDAL yang telah disepakati (hasil penilaian Komisi AMDAL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penilaian ANDAL, RKL, dan RPL. Setelah selesai disusun, pemrakarsa mengajukan dokumen ANDAL, RKL dan RPL kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal untuk penilaian ANDAL, RKL dan RPL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan oleh penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang harus menyusun AMDAL?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen AMDAL harus disusun oleh pemrakarsa suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyusunan studi AMDAL, pemrakarsa dapat meminta jasa konsultan untuk menyusunkan dokumen AMDAL. Penyusun dokumen AMDAL harus telah memiliki sertifikat Penyusun AMDAL dan ahli di bidangnya. Ketentuan standar minimal cakupan materi penyusunan AMDAL diatur dalam Keputusan Kepala Bapedal Nomor 09/2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja pihak yang terlibat dalam proses AMDAL?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak-pihak yang terlibat dalam proses AMDAL adalah Komisi Penilai AMDAL, pemrakarsa, dan masyarakat yang berkepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komisi Penilai AMDAL adalah komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL. Di tingkat pusat berkedudukan di Kementerian Lingkungan Hidup, di tingkat Propinsi berkedudukan di Bapedalda/lnstansi pengelola lingkungan hidup Propinsi, dan di tingkat Kabupaten/Kota berkedudukan di Bapedalda/lnstansi pengelola lingkungan hidup Kabupaten/Kota. Unsur pemerintah lainnya yang berkepentingan dan warga masyarakat yang terkena dampak diusahakan terwakili di dalam Komisi Penilai ini. Tata kerja dan komposisi keanggotaan Komisi Penilai AMDAL ini diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup, sementara anggota-anggota Komisi Penilai AMDAL di propinsi dan kabupaten/kota ditetapkan oleh Gubernur dan Bupati/Walikota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemrakarsa adalah orang atau badan hukum yang bertanggungjawab atas suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat yang berkepentingan adalah masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL berdasarkan alasan-alasan antara lain sebagai berikut: kedekatan jarak tinggal dengan rencana usaha dan/atau kegiatan, faktor pengaruh ekonomi, faktor pengaruh sosial budaya, perhatian pada lingkungan hidup, dan/atau faktor pengaruh nilai-nilai atau norma yang dipercaya. Masyarakat berkepentingan dalam proses AMDAL dapat dibedakan menjadi masyarakat terkena dampak, dan masyarakat pemerhati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dimaksud dengan UKL dan UPL ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) adalah upaya yang dilakukan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup oleh penanggung jawab dan atau kegiatan yang tidak wajib melakukan AMDAL (Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang tidak wajib menyusun AMDAL tetap harus melaksanakan upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban UKL-UPL diberlakukan bagi kegiatan yang tidak diwajibkan menyusun AMDAL dan dampak kegiatan mudah dikelola dengan teknologi yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UKL-UPL merupakan perangkat pengelolaan lingkungan hidup untuk pengambilan keputusan dan dasar untuk menerbitkan ijin melakukan usaha dan atau kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses dan prosedur UKL-UPL tidak dilakukan seperti AMDAL tetapi dengan menggunakan formulir isian yang berisi :&lt;br /&gt;• Identitas pemrakarsa&lt;br /&gt;• Rencana Usaha dan/atau kegiatan&lt;br /&gt;• Dampak Lingkungan yang akan terjadi&lt;br /&gt;• Program pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup&lt;br /&gt;• Tanda tangan dan cap&lt;br /&gt;Formulir Isian diajukan pemrakarsa kegiatan kepada :&lt;br /&gt;• Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup Kabupaten/Kota untuk kegiatan yang berlokasi pada satu wilayah kabupaten/kota&lt;br /&gt;• Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup Propinsi untuk kegiatan yang berlokasi lebih dari satu Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;• Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan pengendalian dampak lingkungan untuk kegiatan yang berlokasi lebih dari satu propinsi atau lintas batas negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kaitan AMDAL dengan dokumen/kajian lingkungan lainnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMDAL-UKL/UPL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana kegiatan yang sudah ditetapkan wajib menyusun AMDAL tidak lagi diwajibkan menyusun UKL-UPL (lihat penapisan Keputusan Menteri LH 17/2001). UKL-UPL dikenakan bagi kegiatan yang telah diketahui teknologi dalam pengelolaan limbahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMDAL dan Audit Lingkungan Hidup Wajib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kegiatan yang telah berjalan dan belum memiliki dokumen pengelolaan lingkungan hidup (RKL-RPL) sehingga dalam operasionalnya menyalahi peraturan perundangan di bidang lingkungan hidup, maka kegiatan tersebut tidak bisa dikenakan kewajiban AMDAL, untuk kasus seperti ini kegiatan tersebut dikenakan Audit Lingkungan Hidup Wajib sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 30 tahun 2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit Lingkungan yang Diwajibkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Audit Lingkungan Wajib merupakan dokumen lingkungan yang sifatnya spesifik, dimana kewajiban yang satu secara otomatis menghapuskan kewajiban lainnya kecuali terdapat kondisi-kondisi khusus yang aturan dan kebijakannya ditetapkan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan dan/atau usaha yang sudah berjalan yang kemudian diwajibkan menyusun Audit Lingkungan tidak membutuhkan AMDAL baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMDAL dan Audit Lingkungan Hidup Sukarela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang telah memiliki AMDAL dan dalam operasionalnya menghendaki untuk meningkatkan ketaatan dalam pengelolaan lingkungan hidup dapat melakukan audit lingkungan secara sukarela yang merupakan alat pengelolaan dan pemantauan yang bersifat internal. Pelaksanaan Audit Lingkungan tersebut dapat mengacu pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 42 tahun 1994 tentang Panduan umum pelaksanaan Audit Lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan perangkat pengelolaan lingkungan sukarela bagi kegiatan-kegiatan yang wajib AMDAL tidak secara otomatis membebaskan pemrakarsa dari kewajiban penyusunan dokumen AMDAL. Walau demikian dokumen-dokumen sukarela ini sangat didorong untuk disusun oleh pemrakarsa karena sifatnya akan sangat membantu efektifitas pelaksanaan pengelolaan lingkungan sekaligus dapat "memperbaiki" ketidaksempurnaan yang ada dalam dokumen AMDAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen lingkungan yang bersifat sukarela ini sangat bermacam-macam dan sangat berguna bagi pemrakarsa, termasuk dalam melancarkan hubungan perdagangan dengan luar negeri. Dokumen-dokumen tersebut antara lain adalah Audit Lingkungan Sukarela, dokumen-dokumen yang diatur dalam ISO 14000, dokumen-dokumen yang dipromosikan penyusunannya oleh asosiasi-asosiasi industri/bisnis, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian Negara lingkungan hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-5222147671315743092?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/5222147671315743092/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/03/amdal.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/5222147671315743092?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/5222147671315743092?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/03/amdal.html" title="AMDAL" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkIBR3s8fyp7ImA9WxVbFEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-968110635071861019</id><published>2009-03-31T01:34:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T01:35:56.577-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-31T01:35:56.577-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel hijau" /><title>PENGARUH BENTUK MUKA BUMI TERHADAP KEHIDUPAN</title><content type="html">PENGARUH BENTUK MUKA BUMI TERHADAP KEHIDUPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permukaan bumi mengalami perubahan baik secara evolusi (lambat) maupun revolusi (cepat). Perubahan ini disebabkan adanya tenaga endogen dan eksogen. Terbentuknya pegunungan, gunung, dataran rendah, dataran tinggi, atau lembah merupakan hasil aktivitas tenaga endogen. Begitu pula proses pelapukan, erosi, dan sedimentasi sebagai tenaga eksogen berpengaruh terhadap pembentukan muka bumi. Adanya keragaman bentuk muka bumi ini menyebabkan perbedaan berbagai aspek, antara lain : iklim, kesuburan tanah, tata air, dan unsur-unsur lainnya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan semua aspek tersebut tentu saja berpengaruh terhadap mahluk hidup (tumbuhan, hewan, dan manusia) di sekitarnya. Pernahkah Anda berfikir, kenapa hampir di setiap daerah memiliki kekhasan tumbuhan, hewan, dan juga kehidupan manusia. Mengapa pohon kurma hanya tumbuh subur di daerah Arab (padang pasir)? Mengapa pohon teh dan kopi tumbuh subur di daerah pegunungan? Mengapa Jerapah lehernya panjang? Mengapa orang Eskimo selalu memakai baju tebal? Atau mengapa kebiasaan nelayan menangkap ikan pada malam hari padahal secara logika lebih terang pada siang hari? Dan mungkin banyak lagi pertanyaan-pertanyaan serupa di benak Anda. Semua gejala itu merupakan adaptasi atau penyesuaian mahluk hidup terhadap alam sekitarnya.&lt;br /&gt;Memang mahluk hidup termasuk manusia tidak bisa hidup tanpa alam. Atau lebih khususnya mahluk hidup juga tidak bisa bertahan hidup apabila tidak bisa menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya. Itulah sebabnya mengapa orang Eskimo memakai baju tebal, karena di sana iklimnya dingin. Begitu pula para nelayan menangkap ikan di malam hari karena angin darat yang berhembus ke laut membantu mereka dalam perjalanan ke tengah laut.&lt;br /&gt;Akibat adanya proses adaptasi manusia terhadap lingkungan ini melahirkan kebiasaan yang berbeda. Corak kehidupan di daerah pegunungan berbeda dengan manusia yang tinggal di dataran rendah, begitupun sebaliknya. Pada bahasan kali ini kita fokuskan pada pengaruh bentuk muka bumi terhadap kehidupan di daerah pegunungan dan dataran rendah dari aspek tumbuhan, mata pencaharian, makanan, pakaian, bentuk rumah, dan sistem transportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kehidupan di daerah pegunungan&lt;br /&gt;Bagi Anda yang tinggal di daerah pegunungan tentunya bisa berceritera banyak tentang kehidupan manusia di sekitarnya. Pegunungan atau gunung memiliki iklim yang sejuk. Karena angin yang datang dari arah laut setelah mencapai daerah pegunungan dan gunung, naik ke atas. Akhirnya angin menjadi lebih dingin, sehingga menimbulkan awan terjadilah hujan di sekitarnya.&lt;br /&gt;Banyaknya hujan ini di samping tanahnya subur (banyak mengandung humus) menimbulkan tumbuh suburnya berbagai jenis tumbuhan. Hutan lebat dengan berbagai jenis tumbuhan subur. Adanya hutan lebat ini menahan terjadinya tanah longsor dan banjir di saat terjadinya hujan. Hutan juga dapat menyimpan air, sehingga di sekitarnya banyak ditemukan mata air yang sangat bermanfaat bagi mahluk hidup. Hutan juga berfungsi menetralisir polusi udara. Oleh karena itu hutan terutama hutan tropis sering disebut sebagai paru-paru dunia.&lt;br /&gt;Secara umum daerah pegunungan dapat digolongkan menjadi dua yaitu daerah pegunungan rendah dan daerah pegunungan tinggi. Daerah pegunungan rendah memiliki ketinggian berkisar 600 s.d. 1.500 meter, sedangkan daerah pegunungan tinggi memiliki ketinggian sekitar 1.500 s.d. 2.500 meter di atas permukaan laur. Adanya perbedaan ketinggian ini tentu saja berpengaruh terhadap iklim. Daerah pegunungan rendah memiliki suhu antara 17 s.d. 22 derajat Celcius, sehingga daerah ini sering disebut daerah sedang. Daerah seperti ini misalnya di pegunungan Sulawesi Utara, Pegunungan Kidul, Pegunungan Muler, dan daerah lainnya. Daerah pegunungan tinggi memiliki suhu udara yang sejuk yaitu berkisar antara 11 s.d. 17 derajat Celcius. Daerah seperti ini contohnya di Dataran Tinggi Bandung, Bukit Barisan, Pegunungan Dieng, Pegunungan Tengger, dan daerah lainnya. Karena suhu udaranya yang sejuk ini, pakaian penduduk biasanya tebal.&lt;br /&gt;Hasil utama hutan adalah kayu. Kayu ini sangat diperlukan untuk berbagai kebutuhan manusia, di antaranya untuk kayu bakar, bangunan, mebel, bahan kertas, dan lainnya. Di samping itu hutan juga dapat menghasilkan rotan, buah-buahan, getah, dan lain-lain. Oleh karena itu penduduk sekitar hutan banyak yang bermata pencaharian mencari hasil hutan, seperti kayu bakar, kayu, rotan, buah-buahan, atau jenis getah untuk dijual ke daerah perkotaan.&lt;br /&gt;Di daerah pegunungan juga dihasilkan bahan tambang, seperti biji besi, tembaga, nikel, timah putih, emas, perak dan jenis bahan tambang lainnya.Tambang belerang juga umumnya ditemukan di daerah sekitar gunung api. Adanya jenis bahan tambang ini tentu juga berpengaruh terhadap mata pencaharian penduduk setempat. Di sekitar daerah pertambangan, banyak penduduk yang bermatapencaharian menjadi buruh tambang. Bakan tidak sedikit di antara mereka bertindak sebagai penambang liar. Misalnya di daerah Kalimantan Tengah ditemukan daerah penambangan emas liar yang dilakukan oleh masyarakat sekitarnya.&lt;br /&gt;Daerah pegunungan umumnya memiliki tanah yang subur, karena disamping daerah vulkanis juga memiliki curah hujan yang tinggi. Kesuburan tanah ini berpengaruh terhadap mata pencaharian penduduk sekitarnya. Umumnya penduduk daerah pegunungan menggantungkan hidupnya dari pertanian dan perkebunan. Tanaman yang mereka tanam seperti kina, teh, kopi, sayur-sayuran, dan berbagai jenis buah-buahan. Di daerah pegunungan rendah banyak pula yang menanam padi dan tembakau sebagai mata pencaharian mereka. Hasil pertanian dan perkebunan ini selain mereka konsumsi sendiri, juga dijual ke daerah perkotaan dalam memenuhi keperluan hidup mereka.&lt;br /&gt;Kebiasaan penduduk di daerah pegunungan menyesuaikan dengan alam sekitar mereka. Di daerah pegunungan tinggi biasanya memakai pakaian yang tebal terutama pada malam dan pagi hari, karena suhu udara terasa dingin. Rumah mereka biasanya dibangun di lereng. Rumah di daerah tinggi yang dingin dibuat tertutup agar hangat. Sedangkan di daerah rendah dibuat terbuka dengan ventilasi lebar agar udara dapat bebas bersirkulasi. Umumnya rumah mereka mengelompok pada daerah yang agak datar. Pengelompokan perumahan ini biasanya membentuk ikatan kekeluargaan yang erat, sehingga kehidupan mereka tampak rukun dan damai. Di daerah pegunungan rendah rumah biasanya dibangun pada sebuah dataran tinggi, sehingga dapat menampung penduduk yang relatif banyak. Biasanya daerah pegunungan rendah ini penduduknya lebih padat dibandingkan daerah pegunungan tinggi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gambar 15. Jalan Raya Kawasan Puncak Bogor.&lt;br /&gt;Daerah pegunungan memiliki alam yang berbukit-bukit. Tidak sedikit di antara bukit dipisahkan oleh lembah, lereng atau sungai. Kondisi alam seperti ini kurang menguntungkan dalam bidang transportasi. Untuk berjalan kaki saja dirasakan berat, karena harus mendaki (naik dan turun). Oleh karena itu pembangunan jalan raya atau jalan kereta api relatif sulit dan memerlukan biaya besar. Namum jika daerah pegunungan berhasil dibangun jalan raya atau jalan kereta, hasilnya sangat menarik. Misalnya jalan raya di kawasan Puncak Bogor Jawa Barat yang berkelok-kelok, apabila dilihat dari bagian atas atau dari udara sungguh indah. Begitu pula jalan kereta api di sekitar Purwakarta Jawa Barat atau Lembah Anai Sumatera Barat tampak indah dihiasi banyaknya jembatan yang menghubungkan antar bukit, bahkan jalan kereta api harus menembus gunung (terowongan). Adakah di daerah Anda jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan yang indah atau bukit-bukit yang dihubungkan dengan jembatan atau terowongan?&lt;br /&gt;Sampai di sini bisa dipahami? Jika masih belum paham, coba baca kembali terutama bagian yang dianggap sulit. Apabila sudah paham, mari kita lanjutkan pada kehidupan di daerah dataran rendah.&lt;br /&gt;2. Kehidupan di daerah dataran rendah&lt;br /&gt;Umumnya dataran rendah di Indonesia merupakan dataran hasil endapan oleh air, atau sering disebut dataran aluvial. Biasanya dataran aluvial, tanahnya subur dan sangat baik untuk daerah pertanian, perkebunan, pemukiman, atau juga untuk industri. Apalagi daerah seperti ini yang dialiri sungai dapat lebih memenuhi kebutuhan air tawar untuk pertanian, perumahan, dan juga industri. Kalau kita membuka sejarah, memang nenek moyang kita umumnya hidup di sekitar aliran sungai. Oleh karena itu biasanya daerah yang dekat dengan aliran sungai penduduknya padat sehingga banyak daerah pinggir sungai yang berkembang menjadi kota.&lt;br /&gt;Bahan endapan aluvium mampu menyerap dan menahan air di dalamnya. Karena itu di wilayah ini mempunyai air tanah yang banyak. Hal ini dapat kita perhatikan daerah di sekitar Jakarta. Di Jakarta penduduknya padat. Hampir semua rumah memiliki dan menggunakan air tanah untuk keperluan rumah tangga. Apalagi untuk industri, perkantoran, atau hotel memerlukan air tanah yang sangat banyak. Bisa dibayangkan berapa juta liter air yang disedot setiap harinya di areal Jakarta.&lt;br /&gt;Umumnya dataran rendah dan delta sangat baik untuk lahan pertanian. Pengolahan tanah bisa lebih mudah karena tanahnya datar dan tidak keras. Pengaturan air, dan transportasinya juga lebih mudah bila dibandingkan daerah dataran tinggi. Karena itu di daerah ini mata pencaharian penduduknya banyak yang bertani. Tanaman yang cocok adalah padi, tebu, jagung, kelapa, dan palawija. Umumnya pertanian di daerah ini memiliki areal yang luas dan bisa menghasilkan produksi pertanian yang besar. Misalnya di jalur pantai Utara Jawa Barat merupakan salah satu penghasil padi terbesar, sehingga sering disebut lumbung padi nasional.&lt;br /&gt;Daerah dataran rendah juga dapat berupa daerah pantai. Umumnya penduduk yang tinggal di sekitar pantai bermatapencaharian sebagai nelayan. Ada pula di beberapa daerah para nelayan selain menangkap ikan laut, mereka juga membudidayakan tambak. Misalnya di pantai Timur Sumatera dan pantai Utara Jawa tidak sedikit para nelayan yang membudidayakan tambak udang. Lain halnya dengan di sekitar pantai curam, seperti di pantai Selatan Pulau Jawa, penduduknya selain sebagai nelayan juga bercocok tanam.&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya tidak semua dataran rendah tanahnya subur. Daerah rawa-rawa, seperti di daerah Sumatera, Kalimantan, dan Irian Jaya tanahnya tidak subur. Karena terlalu lama tergenang oleh air, sehingga unsur haranya sudah habis tercuci. Daerah rawa masih belum dimanfaatkan secara optimal. Hanya sebagian kecil rawa-rawa yang dimanfaatkan sebagai sawah pasang surut atau dijadikan tambak udang, misalnya di rawa-rawa sempit daerah Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi, dan daerah lainnya.&lt;br /&gt;Dataran rendah mempunyai ketinggian di bawah 600 meter di atas permukaan laut. Suhu udaranya berkisar antara 22 s.d. 27 derajat Celcius, sehingga termasuk daerah panas. Di Indonesia banyak ditemukan daerah dataran rendah, misalnya pantai Timur Sumatera, pantai Utara Pulau Jawa, pantai Barat dan Selatan Kalimantan, pantai Utara Irian Jaya, dan banyak lagi daerah lainnya. Karena udaranya panas, biasanya bentuk rumah di daerah ini memiliki ventilasi yang lebar dan banyak, sehingga memudahkan sirkulasi udara. Jenis pakaian juga dipilih dari kain yang relatif tipis dan sejuk. Mereka biasanya menghindari pakaian dari bahan yang tebal.&lt;br /&gt;Dataran rendah umumnya berpenduduk padat. Begitu pula kota-kota besar juga umumnya berada di dataran rendah. Sebut saja kota Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, dan banyak lagi kota lainnya semuanya berada di dataran rendah. Barangkali Anda bertanya kenapa hampir semua kota berada di dataran rendah, tidak di pegunungan? Dataran rendah tanahnya relatif luas, sarana dan prasarana juga mudah dibangun, tanahnya relatif subur dan mempunyai cadangan air yang cukup. Semua itu mendukung pertumbuhan daerah dataran rendah menjadi sebuah kota. Karena itu dataran rendah secara umum penduduknya lebih cepat maju. Mata pencaharian penduduk lebih bervariasi, ada yang bertani, nelayan, berdagang, industri, maupun bergerak dalam bidang jasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gambar 16. Sungai dapat dijadikan sarana transportasi.&lt;br /&gt;Pembangunan sarana transportasi di dataran rendah juga lebih menguntungkan. Perjalanan bisa lebih cepat karena jalannya lurus dan tidak mendaki. Biaya pembuatan dan pemeliharaan jalan juga lebih murah dan mudah. Tidak heran di dataran rendah banyak ditemukan jenis sarana transportasi, mulai dari sepeda, beca, motor, mobil, kereta api, pesawat udara, dan lain-lain. Di sebagian dataran rendah juga banyak yang memanfaatkan sungai sebagai sarana transportasi. Misalnya di daerah Sumatera dan Kalimantan banyak penduduk yang menggunakan perahu sebagai sarana transportasi di sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-968110635071861019?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/968110635071861019/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/03/pengaruh-bentuk-muka-bumi-terhadap.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/968110635071861019?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/968110635071861019?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/03/pengaruh-bentuk-muka-bumi-terhadap.html" title="PENGARUH BENTUK MUKA BUMI TERHADAP KEHIDUPAN" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkIDQXczcCp7ImA9WxVbFEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-4895556588662874470</id><published>2009-03-31T01:33:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T01:36:10.988-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-31T01:36:10.988-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel hijau" /><title /><content type="html">Bahaya Sampah Plastik bagi Lingkungan dan Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi "PR" besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.&lt;br /&gt;Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga.&lt;br /&gt;Lalu apakah anda tahu bahaya apa saja yang disebabkan kantong plastik bagi lingkungan hidup?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.&lt;br /&gt;Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.&lt;br /&gt;Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Coba anda bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini. Dan tahukah anda? Setiap tahun, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya (coba kalikan dengan jumlah penduduk kotamu!)&lt;br /&gt;Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya. Kantong plastik mulai marak digunakan sejak masuknya supermarket di kota-kota besar.&lt;br /&gt;Sampah plastik dapat menyebabkan perubahan iklim?&lt;br /&gt;Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.&lt;br /&gt;Lantas, apa solusinya mengatasi sampah kantong plastik?&lt;br /&gt;Berbagai upaya menekan penggunaan kantong plastik pun dilakukan oleh beberapa Negara. Salah satunya dengan melakukan upaya kampanye untuk menghambat terjadinya pemanasan global. Sampah kantong plastik telah menjadi musuh serius bagi kelestarian lingkungan hidup. Jika sampah bekas kantong plastik itu dibiarkan di tanah, dia akan menjadi polutan yang signifikan. Kalau dibakar, sampah-sampah itu pun akan secara signifikan menambah kadar gas rumah kaca di atmosfer.&lt;br /&gt;Apa yang harus kita lakukan?&lt;br /&gt;Kurangi penggunaan kantong plastik sekarang juga dan gunakan tas kain setiap kali berbelanja. Jika hanya membeli sedikit, masukan barang belanjaan ke dalam tas. Ingatkan orang rumah atau teman kamu untuk selalu membawa tas kain saat belanja. Hubungi supermarket, mall dan toko buku langganan kamu untuk berhenti memberikan kantong plastik.&lt;br /&gt;Namun seperti diungkapkan anggota Dewan Pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan lingkungan Tatar Sunda (DPLKTS) Sobirin, pengolahan sampah menjadi solusi terbaik. Jika rumah tangga atau komunitas terkecil di lingkungan belum bisa mengolahnya, di daur ulang, maka pemilahan menjadi langkah kecil terbaik.&lt;br /&gt;Terlepas dari usaha dan upaya tersebut, menurut pendapat saya pribadi semuanya akan berpulang kembali kepada individu-individu masing-masing. Dan kesadaran dirilah yang menentukan berjalan atau tidaknya langkah-langkah yang telah di anjurkan.&lt;br /&gt;Saat berbagai Negara mulai melarang dan merespon terhadap bahaya penggunaan kantong plastik, seperti di Kenya dan Uganda malah sudah secara resmi melarang penggunaan kantong plastik. Sejumlah Negara mulai mengurangi penggunaan kantong plastik diantaranya Filipina, Australia, Hongkong, Taiwan, Irlandia, Skotlandia, Prancis, Swedia, Finlandia, Denmark, Jerman, Swiss, Tanzania, Bangladesh, dan Afrika Selatan. Singapura, sejak April 2007 berlangsung kampanye ‘Bring Your Own Bag’ (bawa langsung kantong anda sendiri), digelar oleh The National Environment Agency (NEA). Dan Pemerintahan China juga telah mengeluarkan rancangan undang-undang (RUU) mengatasi kantong plastik. Dan reaksi yang telah disiapkan antara lain pelarangan penggunaan tas plastik di Departement Store.Para pembeli akan dikenakan bayaran untuk kantong plastik dan akan diberlakukan standardisasi produksi tas plastik.&lt;br /&gt;Sedangkan bagaimana dengan Indonesia sendiri? Pemerintah belum secara nyata membuat kebijakan tersebut. Menyadari dengan kondisi Indonesia yang sekarang ini maka terinspirasilah dari berbagai informasi tentang pelarangan penggunaan kantong plastic dari berbagai Negara. Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) ITB sejak sebulan terakhir mulai menjalankan kampanye untuk ‘memusuhi’ kantong plastik, seperti yang dilakukan oleh Negara Singapura.&lt;br /&gt;HMTL berupaya membangun komunitas yang benar-benar sadar akan bahaya penggunaan plastik secara berlebihan. Acara “Plastic Phobia” yang merupakan rangkaian akhir dari “Anti Plastic Campaign Bag” atau Kampanye Anti Kantong Plastik itu diwarnai oleh “happening art” dan aksi seni instalasi dari mahasiswa Design Grafis ITB.&lt;br /&gt;“Semangat merubah budaya penggunaan kantong plastik perlu dilakukan dari individu masing-masing. Upaya ini sangat positif untuk menghentikan bencana lingkungan akibat kantong plastik di masa depan” kata Rektor ITB Prof. Dr. Joko Santoso di sela-sela acara kampanye itu. Menurut Joko, sudah selayaknya kawula muda lebih peduli dan ramah kepada lingkungan, karena generasi muda akan menentukan penyelamatan lingkungan di masa mendatang.&lt;br /&gt;Jadi ingat, jangan membakar sampah plastik karena jika sampah itu di bakar racun yang ada dalam sampah tersebut akan membuat polusi di udara termasuk pada udara yang kita hirup yang dapat membuat kita sakit. Jangan mengubur sampah plastik karena racun yang ada di dalam sampah akan meresap atau merembes kedalam tanah dan membuat air yang ada dalam tanah akan tercemar begitu juga lingkungan di sekitarnya. Jangan membuang sampah plastik, karena racun yang ada dalam sampah dapat mencemari lingkungan di sekitar kita, makhluk hidup dan lingkungan kita akan mengalami kerusakan dan racun akan terus bertambah dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Ada tuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-4895556588662874470?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/4895556588662874470/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/03/bahaya-sampah-plastik-bagi-lingkungan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/4895556588662874470?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/4895556588662874470?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/03/bahaya-sampah-plastik-bagi-lingkungan.html" title="" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkIDQXczcCp7ImA9WxVbFEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-1269842052289071187</id><published>2009-03-31T01:32:00.001-07:00</published><updated>2009-03-31T01:36:10.988-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-31T01:36:10.988-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel hijau" /><title>Limbah radioaktif</title><content type="html">Limbah radioaktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limbah radioaktif didefinisikan sebagai material radioaktif atau material terkontaminasi yang harus dibuang termasuk bahan bakar bekas. Klasifikasi limbah radioaktif termasuk Limbah Radioaktif Tingkat Tinggi (HWL) jika limbah radioaktif tersebut mempunyai radioaktivitas dan kalor yang dihasilkan yang melewati nilai batas yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Limbah lain yang tidak tergolong sebagai HLW dikategorikan sebagai Limbah Radioaktif Tingkat Rendah dan Menengah (LILW). Limbah radioaktif juga dapat dikategorikan sebagai limbah padat, cair dan gas.&lt;br /&gt;Aspek fundamental dari manajemen limbah radioaktif adalah sebagai berikut;&lt;br /&gt;a. Untuk melindungi generasi sekarang dan yang akan datang dari bahaya radiasi limbah nuklir.&lt;br /&gt;b. Untuk meminimalisasi jumlah penyimpanan dengan mereduksi volume limbah radioaktif yang disimpan.&lt;br /&gt;c. Untuk menghasilkan hubungan yang baik antara produser limbah radioaktif dengan publik, dengan melakukan manajemen pengolahan limbah yang aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Limbah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan teknolgi nuklir ini dapat menimbulkan limbah yang banyak dikenal sebagai limbah radioaktif. Limbah radioaktif adalah zat radioaktif yang tidak terpakai dan bahan bekas serta peralatan yang telah terkena zat radioaktif atau menjadi radioaktif karena operasi nuklir dan tidak dapat digunakan lagi. Hal ini merupakan kendala untuk peengembangan lebih lanjut, sehingga diperlukan pemecahan dengan menggunakan suatu metode analisis yang tepat yaitu ‘Cost Benefit Analysis’.&lt;br /&gt;Sumber radioaktif itu sendiri berasal dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Alam.&lt;br /&gt;Lingkungan kita sendiri sebenarnya telah mendapat radioaktif alam seperti dari tanah, sinar cosmic (75 – 100 mrem/th) sebagai akibat dari peluruhan Uranium dan Thorium.&lt;br /&gt;2. Industri-industri yang memanfaatkan nuklir.&lt;br /&gt;3. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses terjadinya limbah radioaktif yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Limbah radioaktif alam.&lt;br /&gt;Sumber radioakif ini memang sudah ada di alam seperti ; di tambang uranium, di pasir thorium, bahan-bahan yang mengandung K-40.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hasil fisi&lt;br /&gt;Sumber radioaktif yang bersumber dati suatu reaksi fisi dan kemudian diolah ulang biasanya memiliki aktivitas yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hasil aktivasi&lt;br /&gt;o Irradiasi&lt;br /&gt;o Produksi radioisotop&lt;br /&gt;o Material (bahan struktur) yang terkena radiasi sehingga menjadi materi aktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hasil kontaminasi&lt;br /&gt;Bahan atau sumber radioaktif ini biasanya berasal dari laboratorium riset yang menggunakan radioaktif.&lt;br /&gt;Limbah radioaktif yang dihasilkan dari tambang dan pabrik konsentrat biasanya tidak terlalu membahayakan karena dapat larut dalam air. Unsur-unsur yang merupakan bahaya utama dalam tambang Uranium adalah Radon dan turunannya. Satu hal yang juga perlu diketahui bahwa suatu reaktor nuklir menghasilkan limbah radioaktif yang memiliki aktivitas rendah. Laboratorium produksi radioaktif menghasilkan limbah aktivitas tinggi dengan jumlah besar bila memproses isotop hasil fisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi Limbah Radioaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limbah radioaktif yang dihasilkan dari tambang dan pabrik konsentrat biasanya tidak terlalu membahayakan karena dapat larut dalam air. Unsur-unsur yang merupakan bahaya utama dalam tambang Uranium adalah Radon dan turunannya. Satu hal yang juga perlu diketahui bahwa suatu reaktor nuklir menghasilkan limbah radioaktif yang memiliki aktivitas rendah. Laboratorium produksi radioaktif menghasilkan limbah aktivitas tinggi dengan jumlah besar bila memproses isotop hasil fisi.&lt;br /&gt;Klasifikasi limbah radioaktif berdasarkan bentuk fisisnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gas.&lt;br /&gt;Udara dari tambang Uranium, udara dari pembakaran limbah radioaktif padat, gas dari penguapan cairan radioaktif, udara dari ventilasi pabrik pengolahan Uranium, cerobong reaktor.&lt;br /&gt;Khusus untuk limbah radioaktif bentuk gas, klasifikasinya berdasarkan jumlah aktivitas, bukan berdasarkan pada konsentrasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Padat.&lt;br /&gt;Jarum suntik bekas, alat gelas untuk zat radioaktif, binatang percobaan, resin alat bekas pabrik pengolahan Uranium. Penanganan limbah radioaktif padat lebih rumit dibanding penanganan limbah radioaktif cair,kesulitan tersebut terletak pada ; cara penanganannya dan pengangkutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cair.&lt;br /&gt;Air cucian benda terkontaminasi, cairan zat percobaan, cairan dari laboratorium dan pabrik pengolahan Uranium.&lt;br /&gt;sumber : akapsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-1269842052289071187?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/1269842052289071187/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/03/limbah-radioaktif.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/1269842052289071187?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/1269842052289071187?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/03/limbah-radioaktif.html" title="Limbah radioaktif" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkIDQXczcCp7ImA9WxVbFEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-8446445319448574874</id><published>2009-03-31T01:28:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T01:36:10.988-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-31T01:36:10.988-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel hijau" /><title>Membangun Kesepahaman Tentang Hutan Indonesia</title><content type="html">Membangun Kesepahaman Tentang Hutan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;Hutan merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sebagian besar rakyat Indonesia , karena hutan memberikan sumber kehidupan bagi kita semua. Hutan menghasilkan air dan oksigen sebagai komponen yang yang sangat diperlukan bagi kehidupan umat manusia. Demikian juga dengan hasil hutan lainnya memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan hutan bagi kesejahteraan masyarakat merupakan hal yang perlu menjadi perhatian bersama, baik oleh pemerintah, masyarakat maupun dunia usaha. Pemanfaatan nilai ekonomis hutan bagi harus seimbang dengan upaya pelestarian lingkungan hidup sehingga hutan tetap dapat dimanfaatkan secara adil dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlunya Kesepahaman tentang Hutan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum lebih lanjut membahas topik tentang “Kesepahaman tentang Hutan Indonesia ” maka pertanyaan utama yang perlu kita jawab adalah, mengapa kesepahaman tentang hutan Indonesia tersebut diperlukan? Hal itu diperlukan karena hutan sangat penting bagi kehidupan bangsa Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada masa lalu hutan dieksploitasi secara besar-besaran oleh negara untuk dijadikan sebagai penopang pembangunan ekonomi nasional. Berbagai upaya dilakukan untuk memanfaatkan hutan semaksimal mungkin untuk meraih keuntungan ekonomis. Secara konseptual pemanfaatan hutan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi dilakukan sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan, namun kenyataan di lapangan menunjukkan tidak terdapat keseimbangan antara pemanfaatan dan upaya pelestarian. Setiap tahun hutan mengalami degradasi yang cukup tajam baik dari segi kuantitas maupun kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa sekarang dan masa depan, hutan tetap menjadi tumpuan bagi menopang pembangunan perekonomian bangsa ini. Hutan masih tetap menjanjikan bagi upaya peningkatan pendapatan nasional dan daerah serta pertumbuhan ekonomi. Namun demikian mengingat kondisi nyata hutan kita saat ini, maka keseimbangan antara pemanfaatan hutan dengan upaya pelestarian perlu menjadi komitmen bersama seluruh komponen bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping fungsi ekonomisnya hutan mempunyai fungsi yang lebih penting lagi dalam menyangga sistem kehidupan nasional maupun global. Hutan mempunyai peranan dan fungsi yang sangat vital dalam menyangga lingkungan fisik dan lingkungan biotik, serta lingkungan sosial budaya. Fungsi ini tetap dijalankan oleh hutan dari dulu hingga sekarang dan ke masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan hutan Indonesia yang merupakan hutan alam sangat pentingnya artinya dalam meningkatkan posisi tawar bagi bangsa Indonesia dalam percaturan politik-ekonomi global. Keberadaan hutan Indonesia yang lestari sangat diharapkan oleh negara-negara lain di dunia mengingat fungsinya sebagai paru-paru dunia. Efek rumah kaca pada negara-negara maju telah memacu peningkatan pemanasan global. Hal ini diharapkan dapat diantisipasi dengan tetap menjaga dan mempertahankan kelsetarian hutan alam seperti hutan yng terdapat di Indonesia . Besarnya tuntutan negara maju agar Indonesia dapat menjaga dan mempertahankan kelestarian hutannya sebenarnya memberikan bargaining position yang sangat menguntungkan bagi Indonesia dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya peranan dan fungsi hutan bagi kehidupan bangsa Indonesia maka penting pula dilakukan upaya-upaya bagi pengelolaan kehutanan nasional yang berlandaskan prinsip-prinsip; manfaat dan lestari, kerakyatan, keadilan, kebersamaan, keterbukaan dan keterpaduan. Tanpa memperhatikan prinsip-prinsip tersebut mustahil rasanya generasi mendatang akan dapat menikmati manfaat hutan seperti sekarang, dan bahkan mungkin pada masa itu hutan sudah tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui pada masa lalu pengelolaan hutan kurang memperhatikan prinsip-prinsip; manfaat dan lestari, kerakyatan, keadilan, kebersamaan, keterbukaan dan keterpaduan. Pada masa itu pengelolaan hutan diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memberikan konsesi kepada kelompok konglomerat, yang kemudian diharapkan dapat memberikan trickle down effect kepada seluruh masyarakat. Namun kenyataannya hal ini tidak tercapai, sehingga akhirnya menimbulkan berbagai permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat mewujudkan pengelolaan kehutanan berdasarkan prinsip-prinsip yang diharapkan di atas maka diperlukan adanya kesepahaman dari seluruh stakeholders tentang hutan Indonesia . Kesepahaman dari semua stakeholders tentang hutan Indonesia merupakan suatu langkah strategis utama yang harus segera diwujudkan dalam waktu dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu Kesepahaman tentang Hutan Indonesia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat mewujudkan suatu Kesepahaman tentang Hutan Indonesia ( Indonesian Forest Accord) terlebih dahulu tentu harus jelas pengertian dari Kesepahaman itu sendiri. Kesepahaman tentang Hutan Indonesia dapat dipahami sebagai suatu komitmen bersama dari para stakeholders kehutanan mengenai kehutanan di Indonesia. Komitmen ini harus melibatkan seluruh stakeholders yang meliputi antara lain pemerintah (pusat dan daerah), lembaga penelitian dan perguruan tinggi, dunia usaha, pemerhati lingkung, serta masyarakat. Komitmen bersama ini akan dijadikan sebagai landasan berpikir dan bergerak bagi seluruh pihak dalam pengelolaan kehutanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepahaman tentang Hutan Indonesia ini akan berfungsi sebagai pedoman, panduan dan landasan bagi berbagai pihak terkait dalam pengelolaan hutan. Bagi pemerintah (pusat dan daerah), Kesepahaman ini menjadai landasan dan pedoman dalam penetapan regulasi dan kebijakan bagi pengelolaan kehutanan. Bagi kalangan dunia usaha, Kesepahaman ini akan dijadikan landasan bagi pengembangan usaha bidang kehutanan. Bagi kalangan akademik, Kesepahaman ini dapat dijadikan landasan bagi penelitian dan pengembangan pemanfaatan dan kelestarian hutan. Sedangkan bagi masyarakat dapat dijadikan landasan bagi pemanfaatan hutan dan melakukan pengawasan terhadap pengelolaan kehutanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi Kesepahaman tentang Hutan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita menyadari pentingnya Kesepahaman tentang Hutan Indonesia , maka hal yang sangat penting untuk dibicarakan secara komprehensif adalah materi atau substansi dari Kesepahaman tersebut. Mengingat fungsinya yang sangat menentukan bagi pengelolaan hutan Indonesia ke depan materi kesepahaman ini harus dibahas secara seksama dan menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini kami menawarkan beberapa point yang mungkin menjadi materi Kesepahaman ini, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pengertian hutan.&lt;br /&gt;* Fungsi dan pentingnya hutan dalam menyangga sistem kehidupan.&lt;br /&gt;* Fungsi dan pentingnya hutan dalam pembangunan ekonomi nasional dan daerah.&lt;br /&gt;* Visi dan misi pengelolaan hutan.&lt;br /&gt;* Prinsip-prinsip atau kaidah yang harus dipenuhi dalam pengelolaan hutan.&lt;br /&gt;* Kesepakatan untuk memanfaatkan hutan secara seimbang dengan upaya pelestarian lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengelolaan hutan, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) telah mencoba untuk merintis pembuatan kesepahaman dalam pengelolaan hutan. Pada tanggal 21 Mei 2001 yang lalu di Jakarta, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) telah menandatangani kesepahaman dengan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dalam pengelolaan hutan. Penandatanganan kesepahaman antara APKASI dengan APHI ini disaksikan oleh Menteri Kehutanan dan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesepahaman tersebut dinyatakan bahwa APKASI dan APHI menyadari hutan bahwa merupakan sumber daya alam yang berfungsi sebagai sistem penyangga kehidupan bagi kelangsungan hidup umat manusia secara lintas generasi, sehingga harus dikelola secara adil, merata dan berkelanjutan guna memperoleh manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Kesepahaman tersebut berlandaskan kepada semangat serta tanggung jawab bersama dalam melaksanakan pembangunan hutan dan kehutanan di Indonesia , khususnya di wilayah Kabupaten secara lestari. Azas yang digunakan dalam kesepahaman ini adalah azas manfaat, keadilan, kebersamaan, keterbukaan dan keterpaduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka membangun kesepahaman tentang hutan Indonesia ini mungkin kesepahaman antara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dapat menjadi langkah awal bagi terwujudnya Indonesia Forest Accord .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-8446445319448574874?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/8446445319448574874/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/03/membangun-kesepahaman-tentang-hutan_31.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/8446445319448574874?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/8446445319448574874?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/03/membangun-kesepahaman-tentang-hutan_31.html" title="Membangun Kesepahaman Tentang Hutan Indonesia" /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkIDQXczcCp7ImA9WxVbFEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-5573526394461925443</id><published>2009-03-31T01:26:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T01:36:10.988-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-31T01:36:10.988-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel hijau" /><title>Menjaga Keselarasan,</title><content type="html">Menjaga Keselarasan, Keserasian, dan Keseimbangan Lingkungan Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut akan diberikan beberapa kiat menjaga keselarasan, keserasian, dan keseimbangan lingkungan sosial di Indonesia . Contoh: misalnya untuk membangun lingkungan sosial yang sehat dan berkelanjutan membutuhkan kiat kasih, dialog, dan persaudaraan. Bila Anda merefleksi dengan lebih mendalam, ketiga kata: kasih, dialog, dan persaudaraan sungguh merupakan tiga serangkai yang mustahil dijelaskan terpisah satu terhadap yang lain. Ketiganya selalu saling mengandaikan, dalam arti yang satu selalu bertalian sangat erat dengan dua yang lain. Secara umum mau dikatakan di sini bahwa akan sia-sia jika seseorang ingin menunjukkan kasih kepada sesama bila tanpa dialog dalam suasana atau iklim persaudaraan. Persaudaraan yang sungguh-sungguh selalu berakar pada kasih dengan dialog yang jujur dan tulus sebagai mahkotanya. Akibat dari kasih yang semakin menghilang dari kehidupan bersama, tampil seribu satu kesulitan: dendam, tidak saling mencintai, saling mencurigai, menyusun rencana untuk saling membasmi, saling melempar dengan batu lalu menyembunyikan tangan, iri melihat keberhasilan orang lain, melihat sesama dengan mata sebelah, terlalu kelewat memperhatikan kebiasaan dan hobi lalu tidak peduli dengan kepentingan serta kebutuhan sesama, berhantaman tanpa alasan yang jelas, dan lain-lain. Anda bisa menyusun sebuah daftar panjang tentang persoalan yang sedang dialami masyarakat dunia, negara tetangga, Indonesia, dan lingkungan sekitar Anda dewasa ini. &lt;br /&gt;Ternyata kasih mulai lepas dari perhatian dan refleksi, serta penghayatan hidup manusia. Setiap manusia diciptakan untuk saling mencintai sebagai saudara. Dialog selalu merupakan perpaduan yang serasi antara memberi dan menerima: berbicara dan mendengarkan orang lain; mengajukan pendapat dan menanti tanggapan dengan sabar; membanta secara sopan dan dengan rendah hati mempelajari kritikan orang lain; tegas menyampaikan sebuah usul dan dengan lugu mengkaji secara mendalam usulan orang lain. &lt;br /&gt;Singkat kata, perpaduan yang serasi antara memberi input dan mendengar output dari orang lain,&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;itulah yang disebut dialog. Dalam dialog tidak ada tekanan oleh karena jiwa dan budi dengan bebas menerima, dan secara bebas pula menolak karena tidak sesuai dengan akal. Dialog yang sukses selalu terbit dari suasana kebersamaan yang di dalamnya telah hidup suasana/iklim persaudaraan. Kasih elalu subur di tempat di mana persaudaraan telah dibangun di antara sesama. Kasih, dialog, dan persaudaraan merupakan kiat membangunan lingkungan sosial yang sehat dan berkelanjutan Kasih, dialog, dan persaudaraan merupakan kiat pembangunan lingkungan social yang sehat dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-5573526394461925443?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/5573526394461925443/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/03/menjaga-keselarasan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/5573526394461925443?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/5573526394461925443?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/03/menjaga-keselarasan.html" title="Menjaga Keselarasan," /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUQCRnk5fCp7ImA9WxVbEkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8663082045628193891.post-2327943190209767631</id><published>2009-03-27T21:05:00.000-07:00</published><updated>2009-03-27T21:09:27.724-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-27T21:09:27.724-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tokoh hijau" /><title>tokoh..</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/Sc2iljHudjI/AAAAAAAAAEI/1LbHVfts5ec/s1600-h/nabiel_makarim.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 145px; height: 197px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/Sc2iljHudjI/AAAAAAAAAEI/1LbHVfts5ec/s320/nabiel_makarim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318085500960929330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia pantas digelari Si Burung Phoenix. Burung dalam mitologi Yunani yang bertampang jelek tapi setiap kali mati, dari abunya hidup lagi Phoenix yang baru. Ia punya prinsip, tak mau kemewahan, tapi tak mau juga kesengsaraan, asal cukup saja. Ia juga tipe manusia yang tak mau kalah (menyerah). Seperti burung Phoenix, ia orang yang tak mau mundur atau kalah, selalu hidup kembali. Kariernya berliku timbul tenggelam sampai akhirnya ia menjabat Menteri Lingkungan Hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Kalau ia mau sesuatu, ia terus maju, berjuang. Kalau gagal, ia coba lagi dengan terus konsisten, tidak ngoyo. Maka ia pun lebih menyukai disebut sebagai Burung Phoenix (burung berwarna abu-abu dan rupanya jelek), ketimbang sebagai burung Merak yang anggun berwarna-warni. Jika diperhatikan, mantan Anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen (1979-1982), ini memang tak pernah memakai pakaian yang harganya mahal. Sepatu yang ia pakai ke Istana, itu juga yang ia pakai ketika berkunjung ke tempat pembuangan sampah Bantar Gebang, Bekasi. Tetapi juga bukan berarti kurang ajar. Sepatunya sampai hancur baru diganti. Sabuk sampai putus baru diganti. Jadi memang ia bukan Merak tapi Phoenix.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Kisah hidupnya laksana burung Phoenix. Setidaknya itulah yang tersimpul dari pengamatan dan percakapan Wartawan Tokoh Indonesia dengan Nabiel Makarim di ruang kerjanya, selepas jam kerja Rabu 23/10/02. Pria bergelar Diploma Engineering Chemical dari Swinburne College of Technology, Victoria, Australia dengan tesis bidang teknologi lingkungan hidup, ini tiga puluh tahun harus menunggu impiannya menjadi Menteri Lingkungan Hidup. Sejak di meja kuliah – atas desakan guru besarnya ia harus memilih bidang lingkungan hidup -- ia telah menoreh goresan pena di buku harian bahwa 20 tahun sejak 1971 harus menjadi Menteri Lingkungan Hidup. Padahal ketika itu, jangankan di negeri ini bahkan di seluruh dunia, belum ada Kementerian Lingkungan Hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Impian itu terwujud setelah 30 tahun, melalui perjalanan panjang. Selepas menyelesaikan studi di Australia, sebelas tahun ia harus sabar menjadi volunteer atau sukarelawan sambil menunggu diangkat menjadi pegawai negeri sipil di kementerian lingkungan hidup. Tetapi itulah yang membuat hidupnya lebih terpacu mewujudkan obsesi mengatur dan memperbaiki lingkungan di Indonesia, menjadi menteri lingkungan hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Ketika ia mengikuti proses penerimaan menjadi pegawai negeri, selama 11 tahun itu, ia tak mau menyerah. Tetapi terus maju. Sampai-sampai waktu itu, Emil Salim sudah tak tahan lagi dan langsung mengurus ke Presiden. Hingga akhirnya ia diangkat menjadi pegawai negeri, langsung eselon satu. Ini suatu hari kebangkitannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Selama 2 tahun ia menjadi asisten Menteri KLH Emil Salim. Pada waktu itu, ia ditugaskan untuk membuat suatu badan baru yang akhirnya menjadi BAPEDAL. Ia pun ditempatkan di badan itu sampai tahun 1998. Tapi tahun 1998 ia diberhentikan, pada era Panangian Siregar. Ia ‘terkubur’ di luar lingkungan hidup sampai 2001. Tapi, bagai burung Phoenix, tahun 2001 ia bangkit lagi, bahkan menjadi Menteri Lingkungan Hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Ia menjadi menteri bukan melalui jalur partai. Ia bukan berasal dari partai politik. Bukan pula atas ‘pendekatan’ sana-sini. Ketika itu ia dihubungi oleh Ibu Mega melalui telepon, “Apakah kamu siap untuk mendampingi Ibu?” Nabiel jawab, “Ya, saya siap Bu.” Karena memang itulah obsesi sucinya sejak di bangku kuliah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Dari mana Presiden Megawati mengenalnya? Nabiel banyak menulis tentang lingkungan. Ibu Mega juga pasti mengetahui itu sebelumnya. Sebab, ketika pada awal tahun 2000 Nabiel sakit, Ibu Megawati (Wapres) sudah mengirim karangan bunga. Nabiel dan isteri heran ketika menerima karangan bunga itu. Sebab sama sekali ia belum pernah ketemu dengan Megawati, sampai hari pelantikannya menjadi menteri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Maka ketika hari pelantikan dan pengambilan sumpah, setelah acara pelantikan itu, selalu diikuti bersalaman satu persatu, saat itu Nabiel berkata (memperkenalkan diri), “Bu, saya Nabiel Makarim.” Lalu Presiden Megawati menjawab, “Tahu saya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Suami dari Ainun Djariah ini lahir di Solo 9 November 1945, beberapa bulan setelah Indonesia merdeka. Lahir dan dibesarkan dalam suatu komunitas Islam. Ketika duduk di bangku SD, ia belajar di sebuah yayasan pendidikan Muhammadiyah. Tapi ketika naik kelas 5 ia dipindahkan oleh ayahnya, bukan karena ada masalah, ke sekolah berbasis NU. Setelah tamat SD, ia dimasukan ke SMP Katolik St. Xaverius di Solo dan SMA St. Josef di Solo juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Setelah kelas dua SMA, ia baru menerima penjelasan dari ayahnya mengenai perpindahan sekolahnya. Bahwa di rumah ia sudah mendapat pendidikan Islam. Lalu disekolahkan di Muhammadiyah, kemudian di NU dan Katolik. “Nanti kamu akan belajar di universitas di negara Protestan. Supaya kamu tahu semuanya, cara berpikir mereka,” jelas ayahnya. Ia pun menjadi mahful dan maklum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Ia memang akhirnya dikuliahkan di Australia dan kemudian di Amerika. Jadi dari sejak kecil, di dalam rumahnya telah diajarkan toleransi. Bahkan ketika ia di SMA, kawan-kawan di kelasnya meminta perayaan Natal pada tahun itu diadakan di rumahnya. Padahal rumah mereka berada di lingkungan Islam. Lalu dijelaskan kepada ayahnya tentang hal itu. Ayahnya bilang, “Boleh!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Peristiwa itu telah menjadi kenangan. Hingga pada Juni 2001 lalu, pada sebuah acara pertemuan alumni, kawan-kawannya masih ingat. “Ingat nggak kita bernatal di rumah kamu? Bisa nggak diadakan lagi.” Dan, ia jawab “baik, boleh.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Sikap toleransi dan kebersamaan juga terbina dalam kepanduan. Keluarga Nabiel adalah keluarga Pandu (Pramuka). Nabiel sendiri adalah anggota Pramuka dari Solo V. Pada hari Minggu sore, biasanya mereka latihan di sebuah lapangan. Di sekitar lapangan terdapat lembah dan alur sungai. Di sisi lain ada juga pabrik dan hutan kecil. Ia bersama teman-temannya sering bermain di sekitar lembah itu sambil menunggu pelatih. Suatu saat mereka mau bermain di lembah itu. Tetapi tiba-tiba temannya yang berlari paling depan berhenti. Karena limbah yang berasal dari pabrik dialihkan ke lembah itu. Saat itu mereka kecewa. Tetapi mereka tidak bisa marah. Hanya bisa tertegun. Karena mereka sadar bahwa semua orangtua mereka usahanya adalah batik. “Jadi kita tidak bisa marah karena ini kepentingan orangtua. Walaupun akibatnya juga kita tidak bisa bermain,” kenang Nabiel yang juga punya hoby berenang dan menyukai olahraga judo dan jijutsu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Namun peristiwa ini telah menumbuhkan kecintaan lingkungan hidup dalam benaknya. Belakangan ia melihat kembali dan mencoba mengetahui apakah yang ia pikirkan waktu itu. Mestinya orangtua mereka masih dapat berusaha dan hidup cukup, tetapi anak-anak juga masih bisa bermain di lembah itu. Pemikiran itu terus ia bawa dalam benak, sampai pada waktu tingkat terakhir di perguruan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Pada saat itu ia ditawarkan untuk masuk di bidang lingkungan. Ketika berada di tingkat akhir, biasa kepada setiap mahasiswa ditanya tentang bidang apa yang akan mereka ambil. Ada yang mengambil industri, perminyakan dan lain sebagainya. Tetapi ketika masuk gilirannya, ia tidak diberikan waktu untuk memberikan jawaban. Ia heran. Hingga waktu kelas habis, ia akhirnya bertanya kepada guru besarnya. Kenapa ia tidak diberi waktu. Padahal ia telah beberapa kali meminta kesempatan. Tetapi guru besarnya menjawab, “Saya menginginkan kamu untuk datang langsung ke saya.” Nabiel balik bertanya, “Ada apa, Prof?” Profesor menjawab, “Saya mau kalau kamu masuk bidang lingkungan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Tapi Nabiel mengatakan bahwa ia punya rencana sendiri. Ia ingin masuk bidang kosmetik. Alasannya, karena pada waktu itu (1970) Indonesia sedang dalam keadaan perkembangan ekonomi yang baik dan terbuka, yang akan menciptakan pendapatan semakin naik, sehingga orang mulai banyak memakai make-up. Dan ia tambahkan bahwa orang Indonesia itu lebih suka dandan dibandingkan dengan orang Australia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Tetapi profesor itu bilang, “Tidak! Ada yang lebih perlu dari itu. Saya sudah datang ke Indonesia, dan kamu harus masuk di bidang lingkungan. Sebab ekonomi Indonesia baru sedang dibuka dan dalam beberapa tahun ke depan akan ada masalah bidang lingkungan dan tidak ada orang yang tahu. Maka kamu harus siap buat mereka. Terlebih karena kamu dibiayai oleh pemerintahmu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Dukungan sangat besar. Sampai-sampai untuk mendorongnya menjadi tertarik, ia diberikan tugas tesis. Selain itu, ia pun dicarikan pekerjaan di bidang lingkungan. Lalu tiba-tiba pengalaman ketika masa kecil itu langsung teringat. Nilainya yang pada awal-awal kuliah tingkat satu hingga tingkat tiga pas-pasan, tiba-tiba di tingkat empat naik. Karena ia sudah mempunyai tujuan. Kemudian ia bekerja dan menyelesaikan tesis pada tahun 1971. Pada tahun itu ia menulis dalam diary-nya, “20 tahun dari sekarang (1971), saya harus menjadi menteri lingkungan hidup.” Padahal waktu itu kementerian bidang lingkungan hidup di seluruh dunia belum ada. Baru ada sekitar tahun 1973-1974, itupun hanya di negara-negara barat. Di Indonesia sendiri belum ada, baru dibentuk kementerian lingkungan hidup pada tahun 1978. Kenyataannya pada tahun 1991 impian itu belum terwujud. Baru bisa terwujud tahun 2001, telambat 10 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Presiden Megawati mengangkatnya menjadi Menteri Lingkungan Hidup, tanpa pernah ketemu sebelumnya. Ia dikenal dari berbagai tulisannya di media massa. Ia memang hoby menulis. Waktu di Australia ia pegang majalah mahasiswa, yang terbitnya sering tapi sayang tidak banyak orang yang mau menulis. Ketika sudah waktunya terbit ia ditagih. Karena lama-lama seperti itu terus, akhirnya ia tulis sendiri semuanya dari depan sampai belakang dengan nama penulis berbeda-beda. Dari editorial, cerita pendek, interview, ia juga bikin sajak dan segala macamnya. Seluruh isi majalah itu tulisannya. Akhirnya, pemilik gelar Master of Science in Management (MSM), dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Massachusetts, Amerika Serikat dengan konsentrasi bidang studi International Business, 1985, ini makin terlatih menulis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Dari sejak remaja ia memang sangat senang menulis. Bahkan ketika di SMA ia punya cita-cita menjadi wartawan. Sewaktu lulus SMA, ia ingin masuk sekolah jurnalistik. Tapi orangtuanya menolak. Ia hanya diberi dua pilihan, yakni jadi dokter atau insinyur. Kalau tidak mau sekolah dokter atau insiyur, sekolah sendiri saja. Maka ia pilih masuk ITB, karena ia tak tahan melihat darah. Tapi keinginan untuk menjadi wartawan masih tetap ada. Sampai menjabat menteri ia tetap hoby menulis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Pernah ia menulis cerita pendek di Kompas 1991. Waktu itu ia memberi persyaratan, cerita pendeknya jangan ditempatkan di kolom cerita pendek. Harus ditempatkan di halaman empat. Padahal halaman empat biasanya halaman untuk tajuk dan opini. Akhirnya Kompas memuat di halaman empat terbitan 28 Juli 1991.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Cerita pendek itu berkisah tentang keadaan Jakarta. Ketika seluruh penduduknya bangun, di Jakarta tidak ada air. Semua air hilang tanpa disebutkan karena apa. Lalu semua menjadi kacau. Orang yang mau naik mobil menjadi panas mobilnya karena tak ada air. Untuk mandi tidak ada air dan segala macam. Suasana sangat kacau dari pagi sampai jam 14.00. Gubernur sudah kewalahan. Kemudian masyarakat dianjurkan untuk keluar kota karena di luar kota masih ada air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Pada saat mereka jalan rombongan lewat jalan tol ke arah Bogor, hujan tiba-tiba turun. Kemudian mereka kembali lagi. Sampai pada bagian terakhir adegan itu menceritakan berita banjir di sana-sini. Semua orang senang. Kemudian tampil gubernur pada acara televisi bersama para ulama. Gubernur mengatakan bahwa “kini mulai ada kecenderungan baru, orang-orang mulai menyembah air. Kita harus menghormati air, tapi bukan berarti menyembahnya.” Jadi ide ceritanya ingin menyampaikan pesan bahwa kadang-kadang air itu sering tidak dihargai, sampai ada kekeringan sehingga orang kebablasan malah menyembah air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Sejak saat itu ia banyak menulis cerpen di Matra. Di majalah itu ia hanya menulis cerita, tidak ada pesannya. Selain menulis cerita pendek, ia juga hoby menulis sajak. Sudah banyak sajak yang ia tulis. Tetapi tidak dipublikasikan. Ia menjadi suka menulis sajak karena sering merasa terganggu dengan sajak Indonesia yang kecenderungan hanya tentang cinta. Lalu ia berpikir apakah tidak bisa membuat sajak yang bukan tentang cinta. Kemudian ia mulai menulis sajak tentang hidup. Tetapi kelamaan terjadi keseimbangan yang akhirnya ia menulis juga tentang cinta. Tak apa-apa, yang jelas harus ada keseimbangannya, tak selalu tentang cinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Salah satu sajaknya tentang “Tak Ada.” Apakah itu “tidak ada.” Bisakah kita membayangkan “tidak ada” seperti apa? Sebab sering kali kita membayangkannya seperti sebuah ruangan gelap. Padahal ruangan gelap masih memiliki ruangan dan waktu. Kemudian dalam sajak itu, ia juga mencoba menceritakan bagaimana yang ‘tidak ada’ itu terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Ketika ia menulis sebuah cerita pendek tujuannya hanya ingin bercerita. Ketika menjalani hari-hari kerja yang penuh dengan kendala, ia perlu kreatifitas. Ia menulis sebagai latihan kreatifitas untuk menghadapi kendala. Jadi ia mendorong sampai ke batas (I’m push to the limit). Sehingga kemampuan kreatifitasnya terjaga. Dan ketika ia berhadapan dengan masalah di kantor tingkat kreatifitasnya masih tajam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Jadi tidak heran jika tulisannya terdengar aneh-aneh. Ada sajak tentang perjalanan menuju batas antara tak terhingga dan tidak ada. Di ujung yang ada itulah tak terhingga. Suatu saat di tak terhingga ada batas ke yang tidak ada. Selain itu, ia juga orang yang sering bertanya kepada diri sendiri, “Saya ini apa?” Dan semuanya ia goreskan dalam bentuk tulisan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Bahkan ketika ia bermimpi, mimpinya diusahakan untuk ditulis. Kebiasaan ini dimulai sejak ia harus menulis satu majalah penuh. Kebiasaan ini menular kepada anaknya. Anaknya sejak SMP sudah punya cita-cita ingin menjadi seorang penulis. Ketika anaknya lulus dan mendapat beasiswa dari pemerintah, syaratnya harus pindah jurusan, kalau jurusan tehnik dibayar. Anaknya diharuskan memilih teknik. Jadi ceritanya dengan ayahnya terulang. Tapi anaknya bisa mengatakan tidak mau. “Anak saya lebih berani dari saya, kalau saya menurut,” katanya. Sekarang Si Anak sudah lulus dari jurusan seni dan film.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Setiap menulis sajak, ia tak pernah bermaksud mengkritik siapa-siapa. Ia tak mau merubah, melainkan hanya mengungkapkan dari apa yang ada. Sejak di college ia banyak menulis tentang tema-tema hidup. Jadi kalau WS Rendra disebut dengan sebutan Burung Merak, ia kebalikannya. Ia lebih menyukai disebut sebagai Burung Phoenix (burung dalam mitologi Yunani).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Kalau bicara tentang seni, ia melihat seni itu ada di mana-mana. Ia memang orang yang bisa menghargai yang sederhana. Tidak seperti kebanyakan orang hanya bisa menghargai yang luar biasa. Contohnya, menghargai air putih saja, itu lebih luar biasa dibandingkan dengan minuman apapun. Kalau mau melihat keindahan, kadang-kadang tulisan di koran itu kalau bisa diharagai ada seninya. Atau sebuah cerita tentang fakta yang jelas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Ia memberi contoh ketika berada di Bali. Ia menulis laporan cuma satu halaman dalam bentuk sajak. Isinya tentang seorang peremuan yang sedang dibalut dengan kain, yang tampangnya bukan berasal dari Legian atau orang disko. Ternyata ia berasal dari Kebumen. Datang ke Legian mencari kerja, karena suaminya telah meninggal dan anaknya butuh biaya untuk sekolah. Karena pekerjaan tidak dapat, akhirnya malam itu ia tidur di pinggir jalan. Di situlah perempuan itu kena bom. Itu fakta yang bisa di terjemahkan menjadi sebuah keindahan. “Jadi dari fakta yang sederhana, bisa dinikmati suatu yang indah,” ujar penerima Academy Award, dari the United States Association of Environmental Engineers untuk design dan pelaksanaan program (PROKASIH-atau Program Kali Bersih) terbaik, 1993 ini. Menurutnya, keindahan itu ada di mana-mana. Masalahnya, apakah kita cukup sensitif atau peka untuk dapat melihatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Ia pun orang yang mau belajar kompromi. Ada salah satu cerita yang menarik perihal masalah kompromi ini sebelum ia diangkat menjadi meteri. Ketika itu, pada tahun 2001, ada pertemuan alumni SMA St Josef Solo. Pada acara seminar, salah satu pembicaranya, seorang sosiolog yang juga alumni, mengatakan bahwa lulusan SMA St, Josef, memiliki kesamaan ciri-ciri yaitu mereka adalah orang-orang pintar tapi tak mau kompromi. Seperti layaknya sifat kepala sekolah SMA St. Josef yang selama 20 tahun memimpin sekolah itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Sosiolog itu mengemukakan hal itu karena belum ada satu pun alumni sekolah itu yang menjadi menteri. Karena menjadi menteri adalah menjadi orang yang berkompromi. Maka pembicara itu membuat teori bahwa di masa depan pun tidak akan ada menteri yang keluar dari lulusan SMA St Josef. Tapi ternyata teorinya salah, karena sebulan kemudian Nabiel diangkat menjadi menteri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Nabiel sendiri mengaku belajar untuk bisa kompromi. “Berkompromi dalam pengertian, bahwa memang prinsip kita tidak dapat diganggu, namun kita dapat memberi sesuatu supaya orang dapat menerima prinsip kita, yaitu sebuah kemampuan untuk dapat berkomunikasi,” jelas Nabiel yang juga punya keahlian khusus bidang komunikasi dan mediasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Ketika sempat ‘terbuang’ dari kementerian lingkungan hidup, ia diangkat sebagai anggota KPPU. Pada saat ia datang kembali, situasi sudah berubah. Keadaan lingkungan selama 5 tahun terakhir sangat merosot. Menurut mantan Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (BAPEDAL) 1990-1999, yang juga punya keahlian khusus bidang manajemen, organisasi kepemerintahan dan khususnya dalam "strategic planning and management" ini, hal itu dapat terjadi karena kesalahan dalam mengambil keputusan. Pada saat alokasi sumber daya untuk lingkungan bertentangan dengan kepentingan lain. Lingkungan cenderung selalu kalah. Karena di dalam politik pengambilan keputusan kelompok, lingkungan selalu lemah dalam kekuatan politiknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Kenapa lemah, karena yang membela lingkungan hanya sebagian dari kalangan menengah dan sebagian tidak punya kekuatan politik. Maka kelas menengahnya harus diperkuat dan sering-sering turun ke masyarakat. Seperti yang dilakukan Emil Salim tentang kesadaran lingkungan selama 10 tahun. Tetapi semua berhenti karena ada pengaruh penguasa. Sampai-sampai pencinta lingkungan sering disebut PKI atau komunis. Sehingga muncul ketakutan. Sadar lingkungan, namun bersikap pasif. Lingkungan selalu kalah karena kekuatan politiknya lemah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Sehingga, menurut Nabiel, hal yang perlu dikembangkan adalah sebuah sistem demokrasi yang lebih mementingkan lingkungan. Masyarakat harus menuntut hak dalam lingkungan dan pemerintah daerah harus sensitif dan mampu memenuhi aspirasi dari rakyat. Itu yang diusahakan sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Langkah pertama yang ia lakukan mengadakan reformasi ke dalam, salah satunya disatukannya Menteri Negara Lingkungan Hidup dengan BAPEDAL sebagai lembaga pemerintah yang membuat kebijaksanaan dan koordinasi. Sekaligus juga diberi wewenang sebagai pelaksana dan operasional. Ia meminta kementeriannya harus bisa bertindak operasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Sebagai pembantu Presiden bidang lingkungan hidup, ia menolak anggapan bahwa Presiden Megawati tidak punya agenda reformasi yang jelas. Ia menjelaskan bahwa bangsa ini memilih reformasi sebagai jalan meningkatkan kesejahteraannya. Bukan memilih revolusi atau sekadar pengambilalihan kekuasaan. Menurutnya Presiden Megawati mempunyai tahapan-tahapan yang jelas dalam melaksanakan gerakan reformasi, dengan mempertimbangkan segala aspek dan dampak positif-negatifnya. Ia yakin masyarakat yang jeli akan melihat keunggulan Megawati dalam mengatur agenda tahapan kebijakan reformasi, termasuk pemberantasan KKN pada tahun-tahun mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Ia memang orang yang mau menghargai kelebihan orang lain. Termasuk sangat menghargai para pendahulunya di Kementerian Lingkungan Hidup. Khususnya Prof. Dr. Emil Salim dan Ir. Sarwono Kusumaatmadja. Kedua nama ini, bahkan selalu dicantumkan dalam kolom refrensi daftar riwayat hidupnya. Ia memang orang yang mau menghargai kelebihan orang lain. Termasuk sangat menghargai para pendahulunya di Kementerian Lingkungan Hidup. Khususnya Prof. Dr. Emil Salim dan Ir. Sarwono Kusumaatmadja. Kedua nama ini, bahkan selalu dicantumkan dalam kolom refrensi daftar riwayat hidupnya. Di ruang kerjanya juga terpampang foto John F Kennedy. Ia mengagumi pemikiran mantan Presiden AS itu, yang terkenal: “Jangan tanya apa yang diberikan oleh negara kepadammu, tetapi tanyalah apa yang telah kamu berikan kepada negara.” Sama kagumnya dia kepada Bung Karno yang juga kaya gagasan dan pemikiran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;Tabik, Si Burung Phoenix! *** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="lanjut..."&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8663082045628193891-2327943190209767631?l=farisyalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://farisyalwan.blogspot.com/feeds/2327943190209767631/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/03/tokoh.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/2327943190209767631?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8663082045628193891/posts/default/2327943190209767631?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://farisyalwan.blogspot.com/2009/03/tokoh.html" title="tokoh.." /><author><name>blog hijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07300294264718279006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/SY3DMsNglOI/AAAAAAAAACk/-IopPnANXQQ/S220/sus.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_UFfI7LWs0VI/Sc2iljHudjI/AAAAAAAAAEI/1LbHVfts5ec/s72-c/nabiel_makarim.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry></feed>

