<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395</id><updated>2024-09-11T17:44:24.488-07:00</updated><category term="Kumpulan Renungan"/><category term="Introduksi PL"/><category term="Introduksi PB"/><category term="Kesaksian"/><category term="Sabda"/><category term="Artikel"/><category term="Kepemimpinan"/><category term="10 Alasan Untuk Percaya"/><category term="Humor"/><category term="Penyakit Lidah"/><category term="Rekonsiliasi"/><category term="IMPLIKASI KEPEMIMPINAN KRISTUS TERHADAP PERKEMBANGAN PELAYANAN GEREJA MASA KINI"/><category term="Ilustrasi"/><category term="Kata-Kata Motivasi"/><category term="TIPS"/><category term="Galeri Foto"/><category term="Iklan"/><category term="Kumpulan Gambar"/><title type='text'>Ferdy Manggaribet</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>264</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-2815278399124063840</id><published>2013-03-19T09:30:00.000-07:00</published><updated>2013-03-19T18:41:47.176-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Saya Benci Orang Kristen</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJdKh-hWfrVe_3oIl3KcpaD3Yn8i3uFPQ9FxBBvSgRdPTsDtx72Yl1eqQF7Tw8ue8c8tnuy61J1FkTiVQrJbsbLFpT9RLEzWRSwFQs7s9LXDPEMgJI5jZYNTVrZ5cj3lE3cuoOzi_5tE83/s1600/benci.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJdKh-hWfrVe_3oIl3KcpaD3Yn8i3uFPQ9FxBBvSgRdPTsDtx72Yl1eqQF7Tw8ue8c8tnuy61J1FkTiVQrJbsbLFpT9RLEzWRSwFQs7s9LXDPEMgJI5jZYNTVrZ5cj3lE3cuoOzi_5tE83/s320/benci.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;S&lt;/span&gt;aya benci orang Kristen, padahal sejak TK , SD , SMP, SMA, saya sekolah di sekolah Khatolik dan Kristen. Jadi saya sangat familiar dengan nama Yesus, Alkitab, Natal, Paskah, dan hal-hal berbau Kristen Khatolik. Latar belakang keluarga saya adalah penganut aliran Buddhis, atau Kong Hu Chu, pokoknya tradisi cina. Buat keluarga saya, nama Yesus itu nggak ada arti apa-apanya. Bahkan cenderung mengganggu. Satu-satunya alasan ortu saya sekolahin saya di situ adalah karena mutu sekolah Kristen Khatolik lebih bagus (katanya). Well, ini relatif. Yang pasti sih uang sekolah lebih mahal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu SMP, saya ingat teman akrab saya mulai mengajak saya sekolah minggu di sebuah gereja di ketapang. Saya tidak menolak karena:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Dia teman baik saya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Saya berpikir ke gereja menyenangkan karena bisa belajar nyanyi dan dapat banyak teman.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Bagaimanapun saya sendirian di rumah (adik masih kecil) dan tidak ada teman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadilah setiap hari minggu pagi, teman baik saya itu (dengan papa dan mama dan adiknya) menjemput saya dan mengantar saya pulang. Luar biasa bukan? Tapi pada kenyataannya saya jadi membenci gereja dan isinya karena : Anak sekolah minggu tidak ada ramah-ramahnya sama sekali sama saya. Mereka sudah &quot;nge-gank&quot; sendiri dan tidak peduli ada satu &quot;new-comer&quot; yang kebingungan. Saya lebih dikenal sebagai &quot;buntut&quot; nya temen saya. Sungguh tidak menyenangkan! Menurut mereka adalah hal yang &quot;tabu&quot; mendengar ortu saya masih buddha, dan saya merasa terhakimi dengan pandangan mata mereka. (Seolah-olah memiliki ortu bukan kristen itu suatu dosa besar dan memalukan. Hmmm....)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya bingung melihat anak sekolah minggu yang katanya belajar firman Tuhan tapi kok malah ngecengin cewek, berisik saat guru sekolah minggu nerangin sesuatu, cuek, berantakan.. .. (image saya tentang gereja cukup tinggi saat itu. Bukankah justru orang di luar gereja punya image lebih tinggi dari penghuninya? ). Jadi saya berpikir untuk apa ke gereja kalau bukan jadi makin baik malah jadi kayak mereka! No way! Mereka tidak lebih baik daripada saya! Ada hak apa mereka berbicara tentang bagaimana seharusnya kita hidup kalau hidup mereka sendiri lebih tidak karuan dibanding saya? (Saya selalu juara kelas dan anak teladan di sekolah. Jadi bisa dimengerti kan standar hidup saya saat itu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu hari teman saya berkata: &quot;Mengapa ortu mu menyembah patung? Itu kan perbuatan bodoh!&quot; dan untuk suatu alasan yang tidak jelas, saya sangat-sangat tersinggung mendengar ortu saya dikatakan bodoh. Padahal biasanya juga saya tidak perduli dengan patung-patung mereka. Hehehe...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenjak itu saya berhenti sekolah minggu dan saya benci orang kristen. Oh, saya tetap bersahabat dengan teman saya itu, tapi saya tidak pernah lagi mau menginjakkan kaki saya di gereja! Gereja menjadi tempat yang paling menyebalkan buat saya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SMA Yang Penuh Dengan Orang Kristen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kalau semenjak TK sampai SMP saya ikut sekolah Khatolik, maka SMA saya memutuskan untuk berganti suasana dengan Protestan. Paling tidak saya tidak harus berdoa rosario, begitu pikir saya. Meskipun banyak orang kristen (80%), tetapi herannya tidak ada satu orangpun yang pernah mengabarkan injil kepada saya. Hebat yah? Hehehe... semua penuh toleransi terhadap agama lain, dan paling-paling ada sedikit perdebatan (yang tidak pernah ada konklusi) tentang Kristen dan Khatolik kalau sedang pelajaran agama. Tapi di luar itu, aman. Tidak ada yang pernah memberi tahu saya bahwa hidup adalah bukan hidup tanpa Tuhan Yesus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar-benar tiga tahun saya sekolah, sungguh tidak ada satu orangpun yang mengabari saya injil! Dan saya tidak pernah ke gereja lagi kecuali acara sekolah mengharuskan saya ke gereja. Saya punya alkitab hasil dari dulu sekolah minggu. Itupun saya beli yang paling kecil. Dan penuh dengan coretan bukan karena saya rajin baca allkitab, karena ada ulangan agama! Hahaha...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya benci masa SMA saya. Banyak masalah di sini. Persahabatan yang retak karena cowok, tidak ada teman karena untuk mereka saya terlalu &quot;kolot&quot; dan &quot;aneh&quot; dan &quot;kuper&quot; (thanks untuk didikan keluarga Cina yang lumayan tertutup), hidup yang penuh rutinitas. Aduh, nggak ada enak-enaknya deh. Mana ortu saya sangat menjunjung tinggi pendidikan (seperti orang tua chinese pada umumnya) dan menaruh harapan tinggi pada saya. Saya sangat sayang ortu, saya tahu hidup mereka dulu sangat susah, dan mereka selalu memberikan yang terbaik untuk anak. Akibatnya saya jadi stress dan berusaha tidak mengecewakan mereka dengan belajar segiat-giatnya. Saya selalu ranking satu, tapi somehow itu tidak pernah cukup untuk orangtua saya atau saya sendiri. Somehow, saya sungguh tidak tahu untuk apa saya hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&quot;Saulus&quot; Muda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Waktu kuliah, sikap ekstrim saya mulai keluar. Pokoknya setiap ada orang kristen yang cukup &quot;aktif&quot; ngomongin Tuhan, langsung saya babat habis dengan pertanyaan-pertanya an aneh bin ajaib yang mereka tidak bisa jawab. Bahkan terkadang mereka sampai-sampai ikutan bingung dan jadi meragukan kepercayaan mereka. Hehehe... atau saya akan super kritis sama tindakan mereka sehari-hari. Karena menurut saya kalau kamu berani ngomongin kasih, kejujuran, dll itu, kamu juga harus bisa donk hidup seperti yang kamu omongin. Munafik namanya kalo nggak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Orang Kristen Takut Sama Saya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Belakangan saya baru tahu pertanyaan-pertanya an ekstrim tersebut muncul dari kerinduan hati saya yang ingin tahu: Tuhan yang mana sih yang bener? Kalo Tuhan-nya orang Kristen yang paling bener (seperti yang mereka bilang), kenapa mereka ditanyain gitu aja nggak bisa jawab? Atau kenapa sikap dan tingkah laku mereka malah lebih bobrok dari kita-kita yang nggak Kristen? Sama aja bohong donk? Ortu saya juga nyembah Buddha, tapi ditanyain apa-apa nggak pernah ngerti! Hahahaha.... Malah mereka lebih punya kasih dan jujur daripada mereka yang ngakunya Kristen (banyak pedagang kristen yang suka nipu ortu saya). Apa bedanya jadi Buddha sama jadi Kristen kalo gitu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malah ada satu teman saya yang Kristen dari lahir dan aktif di gereja tapi malah ikut-ikutan nanya-nanya tentang kekristenan dengan nada menuduh dan menghakimi bareng-bareng saya! Hahaha... kocak banget deh. Image saya tentang kristen jadi makin jelek aja. Well, teman-teman sepermainan saya kebanyakan Kristen dan Khatolik. Tapi mereka juga cukup cinta damai. Yah, ada beberapa Kristen KTP di situ, jadi tidak heranlah. Yang bikin saya protes di kemudian hari adalah keberadaan temen saya yang lahir baru tapi tidak pernah menginjili saya! Wah, saya marah-marah sama dia belakangan,&quot; Tega lo ya tahu gue mau ke neraka tapi nggak pernah ngomongin Yesus?&quot; (padahal kalo diomongin marah-marah waktu itu. Hehehe....)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tapi Jalan Tuhan Memang Unik.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ada satu cowok naksir saya dan dia Kristen. Dia tahu saya bukan Kristen jadi demi boleh berpacaran dengan saya, dia jadi rajin ngasih traktat, menjawab pertanyaan-pertanyaan saya yang ekstrim-ekstrim dengan sabar dan kalaupun dia tidak bisa menjawab, saya sangat jengkel dengan ucapannya, &quot;Aku nggak bisa ngejelasin, tapi yang penting aku percayanya seperti itu.&quot; Benar-benar menyebalkan. Ego saya membuat saya pingin dia menyerah atas pertanyaan saya, tapi dia nggak tuh! Tapi paling tidak traktat-traktat yang dia kasih saya bacain semuanya. Sampai sekarang masih saya simpan meskipun banyak yang sudah saya kasih orang. Bukan untuk mengingat cowok itu, tapi mengingat jalan Tuhan yang unik dan lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat saya kuliah tingkat pertama, ada pelajaran agama. Dan saya memilih Kristen karena orang-orang berkata itu mata pelajaran paling gampang lulus, dan dosen-dosennya murah nilai. Guess what, tugas pertama adalah kami harus mencatat khotbah pak pendeta dari gereja anda masing-masing selama sebulan dan menyerahkannya kepada dosen kami sebagai tugas kulikuler. Tentu saja saya kalang kabut karena saya adalah &quot;penyeludup&quot; dan boro-boro punya gereja! Saya benci gereja! Untunglah teman dekat saya yang kristen mau mengajak saya ke gereja bersama dia. Jadi setiap minggu, papa saya harus saya paksa bangun pagi (karena saya tidak bisa nyetir) untuk mengantar saya ke rumah teman saya itu, dan dari sana kami ke gereja dan harus, tidak bisa tidak, mendengarkan dengan teliti karena kita harus mencatat khotbah! Hah! Take that! Apakah menurut teman-teman Tuhan kita itu tidak iseng?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tapi Ini Hanya Berlangsung Sebulan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Suatu kali ada dosen yang dengan ramahnya minta sogokan, kalau tidak sekelas tidak lulus! Jadilah kami mengumpulkan uang untuk dosen itu kecuali beberapa orang kristen &quot;fanatik&quot; dari teman sepermainan saya yaitu cowok yang naksir saya, koko angkat saya, dan satu cewek yang lahir baru (tapi nggak pernah nginjilin saya)! Wah, saya jengkel sekali sama mereka waktu itu! Padahal orang kristen di kelas bukan cuman mereka, kenapa harus mereka yang cari perkara sih? Karena mereka temen sepermainan kami, teman-teman sekelas yang lain juga banyak curhat dan protes sama kita! Apa susahnya bayar Rp 35.000,- doank? Tapi yang jelas mereka tidak mau nyogok meskipun diancam tidak lulus, diancam mencelakakan teman sekelas, meskipun dikucilkan semua orang termasuk orang kristen lainnya. Pendek kata mereka tidak mau nyogok! Dan saya menemukan mereka berdoa bersama di suatu sudut ruangan, dan saat itu entah kenapa saya benci melihat sikap mereka, plus iri karena ada orang kok yang bisa begitu kepala batu akan sesuatu. Saat itu saya mulai berpikir, apakah sungguh-sungguh ada sesuatu yang istimewa dari Yesus ini, ataukah mereka hanya sok jadi pahlawan? Tapi jujur saya tidak suka dikucilkan satu kelas dan dicemooh dikatakan munafik dst. Saya tidak yakin saya bisa berpegang pada moral saya dan tidak ikutan nyogok. Mengapa mereka bisa? (Dan pada akhirnya dosen yang minta sogokan itu dipecat sebelum dia sempat memberikan nilai pada kelas kami. Dosen lain ditugaskan memeriksa ulang ulangan kami, dan bukan saja mereka lulus, tapi nilai mereka malah lebih tinggi dari kami semua yang menyogok!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mama saya terkena tumor payudara. Meskipun tidak berat, saya waktu itu cukup ketakutan dan entah karena sudah terbiasa berdoa ala Kristen Khatolik atau karena alasan lain, yang jelas saya berdoa pada Tuhan Yesus sepanjang malam dan operasinya berhasil. Tetapi seperti kebanyakan orang, saya dengan cepat melupakan &quot;jasa&quot; Tuhan dan kembali pada jalan saya semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adik saya yang cewek mulai les fisika, kimia, dsb. Dan berhubung cicinya adalah anak sos yang meskipun dapat 9 untuk biologi tapi sangat benci fisika dan hampir meledakkan lab kimia karena salah mencampur cairan, maka dia mulai les. Dan guru les nya adalah orang kristen yang sangat-sangat-sangat gemar bersaksi tentang Tuhan Yesus. Bisa dibayangkan? Setiap pulang les, dia dengan semangat bercerita tentang keajaiban yang Tuhan buat dalam hidup guru les-nya, yang Tuhan begini lah Tuhan begitulah, anak ABG sangat mudah terpengaruh orang yang dikaguminya, dan nampak jelas dia mengagumi guru les nya itu. Mulailah telinga saya gatal mendengar cerita &quot;kebesaran Tuhan&quot; setiap kali dia pulang les. Anehnya, meskipun saya selalu mencibir dan membantah dan balas mencuci otak adik saya dengan filsafat dunia, diam-diam saya menyimpan dalam hati semua cerita tentang Yesus. Saya mulai tertarik. Sungguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Saya Benci Natal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Karena saya selalu kesepian di rumah. Semua teman saya pergi dengan keluarga ke gereja, paling tidak setahun sekali lah bagi mereka yang tidak sungguh-sungguh dalam Tuhan. Termasuk pacar saya. (Oh, bukan dia yang dengan gencar menginjili saya. Saya tidak suka kristen fanatik, yang berusaha mengubah saya jadi kristen sebelum bisa pacaran dengan saya. Jadi saya memilih jadian dengan kristen yang biasa-biasa saja, yang ke gereja setahun sekali, yang tidak punya masalah untuk pacaran dengan orang yang tidak seiman). Dan saya harus tinggal sendiri di rumah. Menyebalkan! Saya selalu merasa terkucil dari lingkungan orang-orang kristen. Terutama hari Natal. Sepertinya ada spanduk besar-besar tertulis, &quot;Khusus untuk orang Kristen! Non Kristen dilarang mendekat!&quot; Saya benci sekali Natal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Is There Really God Up There?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebenarnya sejak SMA saya diam-diam suka menangis di ranjang saya tiap tengah malam. Ada satu rasa kosong di hati saya yang sudah tidak bisa saya tahan lagi. Saya tidak tahu siapa saya, saya tidak tahu bagaimana cara menyenangkan hati ortu saya karena nampaknya tidak peduli sekuat apapun usaha saya, mereka tidak pernah puas. Saya tidak tahu mengapa meskipun saya mengasihi adik-adik saya tapi seringkali kata makian lah yang keluar dari mulut saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah benar ada reinkarnasi, apakah benar orang baik pergi ke surga dan orang jahat pergi ke neraka. Saya seharusnya termasuk orang baik. Saya tidak mencuri, tidak membunuh, yah paling bohong kecil-kecilan tapi itu kan wajar? Bohong putih toh tidak melukai orang. Tapi mengapa saya merasa tersiksa dan kesepian?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap malam saya menjerit dan bertanya, Mana sih Tuhan yang bener?? Jawab kek! Berdoa pada Kwan Im, Buddha, bahkan kecil pernah belajar ngaji sama pembantu saya (yang langsung dipecat saat itu juga.. hehehe...), doa rosario, Bapa Kami, berusaha baca Alkitab. Semua saya kerjakan demi mencari &quot;sesuatu&quot; yang hilang dari hati saya itu, tapi tetap dan tetap hati ini kosong. Dan saya putus asa! Dan perasaan putus asa ini keluar menjadi sikap yang skeptis dan menolak kebenaran. Saya membenci apa yang sebenarnya paling saya butuhkan saat itu: Tuhan Yesus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TUHAN Mulai Menebar Jaringnya!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&quot;Ci, kalau kita bisa mengerti semua pikiran Tuhan, ya kita aja yang jadi Tuhan! Ivon rasa ada beberapa hal yang memang nggak bisa dijelasin pake kata-kata deh....&quot; Perkataan adik saya itu sungguh menusuk dan membuat saya berpikir. Hmmm.. masuk akal. Logika saya termasuk kuat untuk seorang cewek. Hehehe.. saya tidak akan menerima sesuatu yang tidak masuk di akal saya. (Meskipun di sekolah saya terkenal sebagai &quot;Asisten Dukun&quot; karena kemampuan saya meramal dengan kartu, astrologi, dll.) Sekali lihat orang, saya bisa tahu zodiak dia apa, saya bisa tahu cowok atau cewek yang cocok sama dia yang gimana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, saya tidak punya ilmu. Hanya sedikit memakai akal dan banyak membaca buku untuk &quot;menipu&quot; dan &quot;mempermainkan&quot; temen-teman yang girang sekali kalau saya mulai &quot;menggelar acara meramal&quot;! Dengan begitu saya bisa sedikit populer. Dan ajaibnya banyak orang kristen datang minta diramal sama saya! (Saya waktu itu mencibir dalam hati. Kalian bilang percaya Tuhan tapi percaya juga pada omong kosong saya?) Dan TUHAN tahu masalah logika saya ini. Dan Dia membuktikan bahwa diriNya bukan sekedar ilusi, mistis, atau kepercayaan. God does exist. Dan Dia mulai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sesuatu Tentang Alkitab Yang Tidak Pernah Saya Tahu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Suatu hari adik membawa pulang sebuah buku dengan judul: &quot;Nubuatan Akhir Jaman&quot;. Sudah jelas guru les nya yang meminjamkan. Dan beberapa buku lain, tetapi buku itu paling menarik perhatian saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti layaknya manusia, kita tertarik dengan hal-hal penuh sensasi. Dan meskipun adik saya belum kristen waktu itu, dia suka mendengar cerita tentang kiamat, akhir jaman, mukjizat, dll. Saya tentu saja pernah mendengar tentang kiamat. Tetapi tidak pernah sungguh-sungguh mengerti karena kalo kiamat bagaimana ada reinkarnasi dan sebangsanya? Pada akhirnya adik saya tidak pernah membaca buku itu. Dia terlalu malas untuk membacanya. Sayalah yang membacanya. Atau lebih tepatnya mengupasnya dan menyelidikinya. Dan saya mulai takjub.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah saya lihat satu buku yang bisa menjelaskan fenomena di dunia ini kecuali buku yang saya baca itu, dengan sumbernya: Alkitab. Segala tentang perang, penyakit, bencana alam, pecahnya negara-negara, terbentuknya PBB, rencana terbentuknya MEE (oh, saya langsung teringat guru ekonomi SMA saya, orang Batak, pernah berkata bahwa akan tiba saatnya dunia bersatu dan antikris akan muncul, tentu saja waktu itu saya mendengarnya sambil setengah tidur karena saya tidak perduli dengan semua itu!), dst dst.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sore itu juga saya pergi ke toko buku kristen dan membeli alkitab yang paling besar, dan mulai menyelidiki buku tersebut dengan seksama. Buku itu ekstrim. Sungguh. Bagi para pecinta damai, tidak akan suka membaca buku ini. Dengan terang-terangan dan tidak sopannya si pengarang membeberkan perbedaan kristen dengan agama lain. Dia menunjukkan persamaan yang terdapat dalam seluruh agama di dunia, kecuali satu yang tampil beda: Kristen. Sombong sekali bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anehnya saat itu saya tidak lagi tersinggung. Saya tidak lagi peduli. Saya terlalu haus akan kebenaran untuk tersinggung. Saya terlalu takjub melihat nubuatan dalam Alkitab yang satu demi satu tidak pernah gagal terpenuhi... saya mulai melihat kalau Alkitab pun penuh dengan logika, fakta... Alkitab ternyata berhubungan dengan dunia yang sekarang saya tinggali! Mulai saat itu, pandangan saya tentang kristen berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tindakan Yang Saya Tidak Pernah Pikir Akan Saya Lakukan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saya memborong buku renungan! Mulai dari Renungan Harian, Dian Kampus, Imamat Rajani, Rajawali, hampir semua renungan yang ada di toko buku kristen itu saya beli! Dan satu hari saya bisa melahap berlembar-lembar renungan. Saya harus tahu lebih tentang Yesus! Dan saya mulai melahap Alkitab. (Peduli saya mengerti atau tidak, saya hanya merasa dorongan bahwa saya harus membacanya!). Empat pasal sehari. Itu wajib. Ditambah buku renungan yang seabrek-abrek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sungguh, untuk pertama kalinya, saat saya membaca Alkitab dan firman Tuhan di dalamnya, itu bukan lagi tulisan-tulisan mati yang tidak ada arti untuk saya. Pertama kali saya merasakan ditegur, dinasihati, dihibur, dikuatkan (meskipun saya tidak begitu yakin itu Tuhan atau hanya imajinasi saya) dan terlebih tidak pernah seumur hidup saya, saya menjadi begitu mengerti karakter saya, kejelekan saya, rasa malu saya. Saya mulai mengenal diri sendiri. Saya mulai merasa Tuhan itu benar-benar ada. Dan saya mulai ingin lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percaya atau tidak, setelah bertahun-tahun, saya akhirnya dengan keinginan sendiri menginjakkan kaki saya ke sebuah gereja di daerah senen. Tidak ada alasan khusus saya memilih gereja itu. Hanya karena &quot;kebetulan&quot; itulah satu-satunya gereja yang saya tahu karena secara &quot;kebetulan&quot; juga selama sebulan saya pergi ke sana untuk mencatat khotbah. TUHAN dahsyat bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan demi bisa ke gereja itu, (karena papa saya terlalu malas untuk bangun pagi), saya memberanikan diri untuk menyetir kembali! Dulu saya pernah tabrakan dan sempat trauma sehingga tidak pernah lagi semenjak kecelakaan itu saya pegang setir mobil. Kali ini, demi sesuatu yang pernah saya benci sedemikian rupa, saya duduk di belakang setir mobil dan sepanjang jalan berkomat-kamit meminta perlindungan untuk sampai tujuan dengan selamat! (Adik perempuan saya masih bisa tidur dengan santainya di mobil, sampai mama saya dengan terkejut berseru: &quot;Kamu bisa tidur dalam mobil yang disetir cicimu?&quot; Wah, thanks mam untuk kepercayaanmu! Hahaha....) Oh, tidak pernah saya menyetir sampai daerah senen. Hanya sampai rumah teman saya di sunter, dan dari sana kami naik mobilnya ke senen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya bahkan mulai memaksa teman saya yang suka terlambat itu untuk tidak lagi terlambat. Bahkan kalau dia mulai malas ke gereja, saya yang ngeyel supaya dia pergi, masalahnya dia tumpangan saya. Hehehe.... Teman-teman sekelas bingung karena saya yang dulu suka mengkritik Yesus, mulai dengan semangat (dan dengan pengetahuan ala kadarnya) bercerita tentang Yesus. Paling tidak bercerita tentang apa yang saya dapatkan dari buku renungan yang saya baca. Dan koko angkat saya yang cukup kristen dan cinta Tuhan meskipun juga cinta damai menjadi teman sharing saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adik cowok saya ikut heran, mengapa cicinya jadi sibuk mengurusi Yesus? (Tidak yang cewek. Yang cewek ikut saya ke gereja. Seharusnya sih dia menjadi ko-pilot saya selama menyetir, tetapi seperti yang sudah kita lihat, dia tidur dengan pulasnya. Hmmmm...). Dia nampaknya mewarisi &quot;ilmu antikris dan anti Tuhan&quot; hasil cuci-otak dari saya. Hmmm.. hal yang cukup saya sesalkan kemudian. (Pada akhirnya, setelah 6 bulan penuh doa tangis dan puasa, dia bertobat. Puji Tuhan! Mulai sejak itu saya berhati-hati kalau sharing sama orang, terutama hal yang saya sendiri kurang jelas dan kurang mengerti.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang tua mulai cemas karena nampaknya anak sulungnya ini serius dengan gerejanya. Wah, bagaimana kalau nanti kita mati dan tidak ada yang sembahyangin kita? Tapi merekapun tidak bisa mencegah saya ke gereja! Saya masih belum percaya saya melakukan semua itu untuk Yesus!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TUHAN Mengguncang : Mei 1998&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Semua masih ingat tentunya bulan tragis ini. Saya tidak akan pernah lupa. 12 Mei 1998, saya terkurung di kampus Untar, dan menyaksikan dengan mata sendiri tentara kita baku hantam dengan mahasiswa Trisakti. Bahkan banyak mahasiswa Trisakti yang berilndung di kampus Untar. Saya melihat seseorang yang nampaknya tertembak dan dibawa masuk klinik Untar. Saya merasakan pedihnya gas air mata (padahal itu asli hanya sisa-sisa gas air mata) dan tidak bisa membayangkan bagaimana pedihnya kalau itu bukan sisa-sisa! Untuk pertama kalinya saya, di lantai 8 kampus saya, berdoa dengan orang-orang kristen yang lain. Tentu saja saya paling bodoh sendiri karena tidak tahu apa yang harus saya doakan di sana. Yang saya tahu saya tidak terlalu takut karena pikir saya: mati toh barengan. Hehehe...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu itu koko angkat saya memberi saya Mazmur 91. &quot;Kalau kamu takut, baca saja pasal ini.&quot; Pacar saya tidak banyak berbicara. Dan dia juga nampaknya tidak terlalu tahu bagaimana harus berdoa. (belakangan saya tahu meskipun dia kristen sejak lahir tapi tidak pernah sungguh-sungguh mengenal Tuhan). Dan pada akhirnya, tgl 15 Mei, kekacauan massal. Toko orang tua saya di daerah mangga dua dibakar massa. Tidak ada yang tersisa. Dan untuk pertama kalinya saya melihat orangtua saya menangis di depan anak-anak. Saat itu, baru saya mulai takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih dengan adanya berita-berita pemerkosaan, pembunuhan, perampokan. Orangtua saya dan kakek nenek saya nampaknya punya trauma yang lebih lagi karena mereka melewati cukup banyak waktu di mana peristiwa seperti ini bahkan mereka alami secara pribadi. Karena itu mereka mulai bersiap-siap mengungsi. Kami tidur satu kamar bertumpuk-tumpuk, saya tidur membawa gunting (yang saya pikir-pikir lagi agak-agak bodoh karena apa gunanya gunting kecil dibanding massa kalau mereka menyerbu masuk rumah coba?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga kami mengungsi dari Kelapa Gading ke Pulo Mas (sementara orang-orang Pulo Mas mengungsi ke Kelapa Gading! Hahaha....). Untuk pertama kalinya saya sadar: tidak ada tempat yang aman. Yang bikin saya sangat stress adalah saat mama saya setengah menangis menjejalkan segepok uang ke dalam kantung baju saya dan memerintahkan saya membawa kedua adik saya mengungsi ke Singapore besok, dengan pesan, &quot;Kalau sampai terjadi apa-apa dengan papi dan mami, kamu jaga adik-adik kamu yah?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa saya benci jadi anak sulung! Bagaimana mungkin saya bisa menjaga kedua adik saya? Saya belum lulus kuliah! Apa yang bisa saya lakukan untuk menjaga mereka? Tapi saya tidak ingin menambah stress mama saya sehingga saya hanya mengangguk. Mereka menolak pergi ke Singapore. Mereka menyuruh kakek nenek saya yang menemani kami. Saat itu dunia benar-benar gelap dan error. Saya dan kedua adik saya membaca Mazmur 91 setiap malam dan meskipun itu menenangkan tapi tetap saya cukup stress dengan tanggung jawab yang tiba-tiba saja harus saya emban. Dan saya tidak suka menerima kenyataan bahwa ortu saya tidak akan pergi bersama saya! Sampai satu hari sebelum ke Singapore, entah bagaimana kakek saya nyolong-nyolong keluar dengan mobilnya dan melihat-lihat daerah kelapa gading. Dan pulang-pulang dia membawa sepucuk surat untuk saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya lupa itu kartu ucapan apa, tapi yang saya ingat, teman yang mengirimkannya menyelipkan satu pembatas buku dengan ayat Alkitab yang menjadi salah satu favorit saya sampai sekarang: &quot;I can do all things through Him who strengthen me.&quot; (Phil 4:13) Dan saat itu untuk pertama kalinya saya mendengar suara Tuhan (bukan audible) dalam hati, &quot;Pergilah ke Singapure. Aku menyertaimu. Jangan takut.&quot; Dan segera perasaan tenang menguasai saya. Saya masih cemas, tapi saya tidak lagi stress. Dan tidak pernah lagi saya meragukan bahwa Tuhan itu hidup!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dikurung di Singapure&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kami berangkat. Bawaan saya yang terpenting adalah Alkitab, dan sebuah buku renungan inggris dengan judul: Everyday with Jesus 365 days. Dan di flat yang disewakan dengan murah oleh teman papa kami di Singapore , saya setiap hari mulai belajar berdoa dan membaca renungan tsb. Saat itu pikiran saya kacau. Saya tidak mengerti bagaimana Tuhan yang mulai saya percayai adalah Tuhan yang baik, yang adil, dst bisa-bisanya membiarkan perkara ini terjadi. Saya punya banyak pertanyaan yang bahkan saya sendiri tidak tahu bagaimana harus menanyakannya! Dan TUHAN berbicara lewat buku renungan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku renungan yang saya beli hanya karena gambar depannya bagus dan terhitung murah untuk buku import, dan tidak pernah saya baca sebelumnya. Dan saya, entah bagaimana, mulai melihat kasih dan keadilan TUHAN, bahkan lewat peristiwa yang mengerikan itu. Saya mulai mengenal Tuhan dengan lebih dalam. Dan saat itu saya sepenuhnya yakin, tidak ada jalan di luar Yesus. Tidak ada hidup di luar Yesus. Tidak ada pengharapan di luar Yesus. Tidak ada sukacita di luar Yesus. Tidak ada damai di luar Yesus. Di luar Yesus, tidak ada apapun. Di sana, di singapure, di sebuah kamar flat yang sempit, saat kedua adik saya tertidur dengan pulas, saya menemukan Kekasih Jiwa saya. Jaring TUHAN mendapatkan ikanNya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Iman Coba-Coba&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tiba saatnya untuk pulang! Tapi masalahnya sekarang, bukan hanya kami berlima yang ingin pulang. Begitu banyak orang indo yang ngungsi yang juga ingin pulang! Dan kami harus menunggu. Dan adik-adik mulai ribut karena mereka akan ketinggalan ujian kalau tidak pulang! Hari itu, kakek saya menolak untuk ke airport. Toh kita juga waiting list. Tidak akan dapat tiket lah! Saya dengan sebal memandang dia karena dia naik pesawat lain dengan kita, dan tiket dia sudah konfirm. Akhirnya kami berhasil memaksa dia untuk mengantar kami ke airport. Dan 60 orang lebih menunggu di waiting list untuk mendapatkan kursi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami telah berdoa dengan iman ala kadarnya supaya Tuhan memberi kami tiket. Hei, bagaimanapun Alkitab mengatakan iman sebiji sesawi sudah cukup! (Saat di ruang tunggu itu saya mulai ragu apakah iman saya lebih kecil dari biji sesawi! Hahhaa...) Saat pengurus loket memanggil nama-nama yang berhasil mendapatkan tiket, dengan kecewa kami harus mendapati kenyataan bahwa kami tidak pulang hari itu. Kakek nenek saya dengan segera memberesi koper-koper dan bersiap pulang. Adik cowok saya mencibir dan meskipun dia cukup sopan untuk tidak menghina terang-terangan, saya tahu dia merasa bodoh telah berdoa beberapa hari ini. (Dia ikut berdoa juga. Belakangan setelah bertobat saya baru tahu bahwa saat dia mencibir itu dia menguji Tuhan: &quot;Kalau Engkau beneran ada, kalau kita dapet tiket, aku bakal jadi kristen!&quot; Tentu saja, dia segera lupa akan &quot;jasa&quot; Tuhan itu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal saya dan adik perempuan saya, yang tidak rela meninggalkan lapangan. Saat itu adik saya menggenggam tangan saya erat-erat dan berkata:&quot;Berdoa lagi ci!&quot; Oh? Oke. Toh tidak ada ruginya. Dan dengan takjub saya mendengar petugas loket memanggil nama nenek saya! (yang pada saat itu sudah mencapai pintu keluar) &quot;Maaf, ada kekeliruan. Empat tiket terakhir ini untuk kalian.&quot; Can you believe that? Adik saya melompat dan berseru memanggil nenek saya yang dengan tergopoh-gopoh kembali dengan kopornya. Empat tiket terakhir.... Dan entah kekeliruan apa yang dia maksud, tapi yang jelas nama kami tadinya tidak tercantum di sana . Kami semua pulang hari itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&quot;Saulus&quot; Itu Telah Menjadi Paulus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Oh, jangan salah sangka. Saya tidak sedang mencoba membandingkan diri saya dengan Paulus. Tapi beberapa teman saya terkadang bergurau dengan mengatakan,&quot; Dulu lu kayak Saulus, kok sekarang jadi Paulus sih?&quot; dan Puji Tuhan, mereka benar. Saya melihat hidup saya diubahkan Tuhan. Sama seperti Ia mengubah hidup Saulus menjadi Paulus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekosongan di hati saya telah lenyap. Ada Tuhan Yesus di sana. Tidak ada keraguan bahwa Ia lah Tuhan. Dan semenjak dari Singapore, tidak ada satu hari saya tidak bercerita tentang Yesus pada teman-teman saya di kampus dan bahkan dengan berani sedikit memaksa mereka yang beragama lain untuk percaya pada Tuhan saya! Saya mulai mengerti meskipun orang kristen tidak sempurna, mengecewakan, terkadang lebih parah daripada orang yang tidak kenal Tuhan, tetapi TUHAN nya orang Kristen itu sempurna. Tuhan Yesus sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan orang-orang kristen tidak lebih dari para pembunuh, pemerkosa, pencuri, anak bandel, broken home, dan bandit-bandit dan pendosa-pendosa lain yang menerima kasih karunia TUHAN. Saya belajar butuh waktu bagi seseorang untuk berubah, termasuk saya. Saya belajar untuk mengasihi dan mengampuni. Saya mulai mengerti kerinduan yang membakar orang-orang kristen &quot;fanatik&quot; yang dulu mencekoki saya dengan injil meskipun sudah saya usir-usir, dan saya lebih berterimakasih pada mereka sekarang. Bahkan saya telah menjadi jenis orang yang dulu paling saya benci! Hahahaa... Pacar saya protes karena pembicaraan saya sangat-sangat &quot;tidak duniawi&quot; dan dia berkata dia lebih suka saya yang dulu. Dia tidak bisa mengerti mengapa dia kristen dan saya kristen tapi dia tidak se&quot;fanatik&quot; saya? Well, saya juga tidak mengerti. Singkat cerita saja, kita bubar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya percaya manusia lama saya sudah berlalu, dan yang baru di dalam Yesus telah datang. Kalau dia lebih menyukai manusia lama saya, sayang sekali. Manusia lama saya tidak akan bangkit lagi! Jadi sebaiknya dia mencari cewek lain saja. Bubarnya tidak setega dan semudah kalimat saya di sini. Tapi kita akan bersaksi masalah &quot;pacar VS pasangan hidup&quot; di lain kesempatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini saya hanya hendak mengakhiri kesaksian saya dengan mengucap syukur, bahwa Tuhan tidak pernah berhenti membentuk saya semenjak saya lahir baru. Saya dan adik saya yang perempuan dibabtis selam berbarengan. Dan meskipun saat saya melihat kolam pembabtisan yang terpikirkan hanyalah jangan sampai menelan air (dan sama sekali bukan hal-hal rohani seperti rasa terharu diselamatkan, dst), tapi saya tidak akan lupa hari itu. Saya bersyukur bahwa sejelek apapun saya, kasih Tuhan sanggup menerima saya. Saya, yang ditolak manusia, diterima oleh TUHAN!! Saya, yang sering minder dan berpikir diri tidak ada harganya, dihargai seharga nyawa Tuhan sendiri! What an amazing grace, huh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya bisa melihat diri saya 2 tahun lalu dan berkata, &quot;Oh Tuhan! Bagaimana Kau bisa sabar menghadapi karakter saya?&quot; Bahkan jika dibandingkan dengan saya 2 bulan lalu, saya tetap akan mengatakan hal yang sama. TUHAN terus berkarya dalam hidup saya. Dia sungguh tidak pernah melepaskan mataNya dari kita. Bahkan saat saya ke gereja, tanganNya lah yang menuntut dan memilihkan untuk saya. Juga kepergian saya ke Taiwan. Dan banyak hal lainnya. Saya akan menghabiskan lebih banyak waktu kalian kalau saya menceritakan bukti kasihNya dalam hidup saya! (tapi saya yakin kalian punya pengalaman berharga sendiri dengan Tuhan kita)&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
Saya ada sekarang ini, dan saya hidup, karena Yesus hidup.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
And hallelujah to that.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I just love you so much I just can&#39;t get enough Lord, I want more of You in my life al the time Your love touches my heart And I knew from the start That I want more of You in my life al the time. And Jesus, every tick of time Is the time to be with You There is nothing else, nothing else I&#39;d rather do Every single day, ever since that I met You I have found a love that is always be true (Hillsongs)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I love you, Jesus. Thank You for loving me first (and still does!).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Idawati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;sumber: rumah renungan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/2815278399124063840/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2012/01/saya-benci-orang-kristen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/2815278399124063840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/2815278399124063840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2012/01/saya-benci-orang-kristen.html' title='Saya Benci Orang Kristen'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJdKh-hWfrVe_3oIl3KcpaD3Yn8i3uFPQ9FxBBvSgRdPTsDtx72Yl1eqQF7Tw8ue8c8tnuy61J1FkTiVQrJbsbLFpT9RLEzWRSwFQs7s9LXDPEMgJI5jZYNTVrZ5cj3lE3cuoOzi_5tE83/s72-c/benci.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-1029459828532447656</id><published>2012-12-14T11:30:00.000-08:00</published><updated>2012-12-13T19:36:15.679-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Dalam Iman Ada Mujizat</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
By. RW Schambach&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLLyXd4h8q0IO9WGsSlmIXC-aaOMgq7PQPAulI9K2sy4tnLDyCbZ27WqzDui9IIW4adCsBaGLgzr7ApgiYfibU50Igswq4_Vt6G_f4dMOZwTs4HX4WhxwVKgZIMrJqVYUJsk1Y6RuzthTD/s1600/RW+Schambach.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLLyXd4h8q0IO9WGsSlmIXC-aaOMgq7PQPAulI9K2sy4tnLDyCbZ27WqzDui9IIW4adCsBaGLgzr7ApgiYfibU50Igswq4_Vt6G_f4dMOZwTs4HX4WhxwVKgZIMrJqVYUJsk1Y6RuzthTD/s400/RW+Schambach.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Kami mendirikan tenda di Sacramento, California dan bersiap menyelenggarakan kebaktian siang. Seorang wanita membawa anaknya yang juling untuk di doakan. Saya melihatnya menangis di belakang maka saya menghampirinya dan berkata, “Ada masalah apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh”, ia berkata,”Saya membawa putri saya yang juling sejak lahir. Saya datang dari San Fransisco untuk mendapatkan kartu doa tetapi anda tidak menyelenggarakan kebaktian di sana. Saya telah melakukan perjalanan ratusan mil. Apa yang harus saya lakukan? Saya tahu jika saya membawanya ke tenda kebaktian, matanya akan sembuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya bertanya, “Dimana putri anda?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu itu terisak-isak, membungkuk ke arah gadis kecil di dekatnya. “Ini dia.” Saya berlutut dan memandang tepat di wajah gadis itu dan melihat 2 buah matanya yang normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya berkata’” Anda yakin bahwa ini putri anda?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja saya mengenal putri saya sendiri,” Jawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya berkata, “Menurut anda matanya juling.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu itu berlutut dan memandang kedua mata putrinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak seorangpun menumpangkan tangan. Ia tidak membutuhkan selembar kartu doapun. Ia memeluknya erat-erat dan berlari keluar tenda. Tuhan telah menunjukkan mukjizatNya. Kapankah Tuhan melakukannya? Allah melakukannya ketika ibu itu menyatakan imannya. Saya mendengarnya berkata,” Saya tahu bahwa jika saya membawa gadis itu ke dalam tenda…” Saya percaya pada saat itulah bahwa pada saat ia melangkah ke dalam tenda, mata yang juling itu menjadi normal karena TUHAN menghormati imannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Diterjemahkan dari buku : MIRACLES&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/1029459828532447656/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2012/05/dalam-iman-ada-mujizat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/1029459828532447656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/1029459828532447656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2012/05/dalam-iman-ada-mujizat.html' title='Dalam Iman Ada Mujizat'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLLyXd4h8q0IO9WGsSlmIXC-aaOMgq7PQPAulI9K2sy4tnLDyCbZ27WqzDui9IIW4adCsBaGLgzr7ApgiYfibU50Igswq4_Vt6G_f4dMOZwTs4HX4WhxwVKgZIMrJqVYUJsk1Y6RuzthTD/s72-c/RW+Schambach.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-2509259032627195808</id><published>2012-08-18T07:00:00.000-07:00</published><updated>2012-08-17T16:07:20.247-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kumpulan Renungan"/><title type='text'>PIKIRAN YANG SELARAS DENGAN KRISTUS</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;line-height: 200%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;line-height: 200%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Filipi 2:1-11&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;(Filipi 2:5)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 200%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLD5ltvrdvyv8u3Fj-TboNi_G3QlL1W-hdS83sQBgIZ0oVqSuV4FuZX5bznSBLaxE_8PBZEMRRWpjRP3qHqft9vQCYsiKTik4ckLzhEM6EP3Wf_2j0zlmbpLxtjariawD3MDcAdWOQ88n1/s1600/pikiran+Kristus+copy+%25281%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;220&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLD5ltvrdvyv8u3Fj-TboNi_G3QlL1W-hdS83sQBgIZ0oVqSuV4FuZX5bznSBLaxE_8PBZEMRRWpjRP3qHqft9vQCYsiKTik4ckLzhEM6EP3Wf_2j0zlmbpLxtjariawD3MDcAdWOQ88n1/s320/pikiran+Kristus+copy+%25281%2529.jpg&quot; width=&quot;216&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;&quot;&gt;Pikiran memiliki kekuatan yang luar biasa sekali. kalau kita mengubah pemikiran kita, hal itu dapat mengubah kehidupan kita. Itulah kekuatan pikiran.&amp;nbsp;Keadaan kita dimasa depan bisa ditentukan oleh pemikiran kita saat ini. Pemikiran akan mempengaruhi semua yang kita lakukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 200%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;&quot;&gt;Orang yang tidak menyadari&amp;nbsp; kekuatan dari pikiran, seringkalii pikirannya dipenuhi dengan hal-hal yang membuat dirinya lemah dan tidak berdaya. Seperti ketakutan, kekuatiran, keragu-raguan, sakit hati serta hal-hatl negatif lain sealu memenuhi pikirannya. Akibatnya mereka sering jatuh bangun di dalam dosa. Tapi ada orang yang memiliki kehidupan selalu berkemenangan dan menjadi sumber inspirasi kita meski berada dalam situasi-situasi sulit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 200%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;&quot;&gt;Bagaimana supaya kita memiliki pikiran yang berisi hal-hal positif dan berkenan kepada Tuhan? Bagaimana supaya kita dapat berpikir sebagaimana Tuhan berpikir? Mungkinkah? Sesungguhnya, kita dapat melakukannya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Firman Tuhan&amp;nbsp; tidak mengatakan bahwa kita sempurna atau bahwa kita tidak akan pernah gagal. Dia memberitahu kita, sebagai orang percaya dalam Yesus, Anak Allah, kita diberi pikiran Kristus (1 Korintus 2:16). Artinya, kita bisa memiliki pikiran rohani karena Kristus hidup di dalam diri kita. Kita tidak lagi berpikir dengan cara yang dulu pernah kita lakukan. Kita bisa mulai berpikir seperti yang Dia lakukan. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Tuhan Yesus telah membuat rancangan bagi kita agar kita memiliki hidup yang berkemenangan dengan cara menaruh pikiranNya sendiri di dalam diri kita. Tuhan adalah Pribadi yang positif, maka bila kita berpikir sesuai dengan pemikiran Kristus, semua yang kita pikirkan adalah hal-hal yang positif, bukan negatif.&lt;span style=&quot;background: white; color: #333333;&quot;&gt; Selain itu, pikiran Kristus diberikan kepada kita juga untuk mengarahkan kita kepada jalan yang benar. Jika kita memiliki pikiran-Nya, kita akan berpikir rohani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kapan pun kita berpikiran negatif, itu berarti pikiran kita sedang tidak selaras dengan pikiran Kristus.&lt;span style=&quot;color: #ff9900;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/2509259032627195808/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2012/08/pikiran-yang-selaras-dengan-kristus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/2509259032627195808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/2509259032627195808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2012/08/pikiran-yang-selaras-dengan-kristus.html' title='PIKIRAN YANG SELARAS DENGAN KRISTUS'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLD5ltvrdvyv8u3Fj-TboNi_G3QlL1W-hdS83sQBgIZ0oVqSuV4FuZX5bznSBLaxE_8PBZEMRRWpjRP3qHqft9vQCYsiKTik4ckLzhEM6EP3Wf_2j0zlmbpLxtjariawD3MDcAdWOQ88n1/s72-c/pikiran+Kristus+copy+%25281%2529.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-2221679674839088749</id><published>2012-08-17T08:00:00.000-07:00</published><updated>2012-08-16T17:39:01.027-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kumpulan Renungan"/><title type='text'>SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA  </title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;line-height: 200%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Galatia 5:1&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=&quot;line-height: 200%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;“Supaya kita sungguh-sungguh&amp;nbsp; merdeka, Kristus telah memerdekakan kita.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;“…Sekali merdeka tetap merdeka, selama hayat masih dikandung badan. Kita tetap setia, tetap setia mempertahankan Indonesia …..” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFCpdOmX4h6Q5S1fLV58Ge15aFGnQOP-1Pf_pHTuGcETPLivMhhlhuW-SC9jp80adr7SiBMw3y9TE3hzkCEf0bv_t92BIZNgpaCwEscNvE2TUveUHNEEofRNgwC0LaudKVMuB_Um69L9LI/s1600/17.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;198&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFCpdOmX4h6Q5S1fLV58Ge15aFGnQOP-1Pf_pHTuGcETPLivMhhlhuW-SC9jp80adr7SiBMw3y9TE3hzkCEf0bv_t92BIZNgpaCwEscNvE2TUveUHNEEofRNgwC0LaudKVMuB_Um69L9LI/s320/17.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Lagu ini terdengar berkumandang di seluruh pelosok negeri Indonesia, karena pada tanggal 17 Agustus ini bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaannya. 17 Agustus merupakan hari yang sangat bersejarah dan sangat berarti, di mana&amp;nbsp; setelah sekian lama bangsa Indonesia hidup dalam penderitaan karena penjajahan, akhirnya bisa menikmati kebebasan atau kemerdekaan yang telah kita nikmati sampai saat ini yang patut kita syukuri dan peringati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Firman&amp;nbsp; Tuhan&amp;nbsp; hari&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; (Galatia 5:1), mengingatkan bahwa kitapun sebagai orang Kristen sudah dimerdekakan di dalam Kristus dari hukum dosa dan maut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Roma 8:1-2 berkata: ”…. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut”&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Ini berarti, jika Kristus tidak memerdekakan kita, maka kita harus menanggung hukuman atas dosa atau maut. Maukah kita menanggung hukuman tersebut?&amp;nbsp; Tentu, tidak !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Yesus pun tidak menginginkan anak-anak-Nya menerima hukuman tersebut karena Dia sangat mengasihi kita sebab itu Ia rela mati untuk kita dan kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah (Roma 6:10). Jadi kebenarannya ialah, kita semua sudah dimerdekakan dari dosa oleh Kristus satu kali untuk selamanya.&amp;nbsp; Tapi mengapa banyak orang Kristen masih hidup didalam Dosa bahkan sangat gemar melakukan dosa? Dalam firman Tuhan ini Paulus pun mengingatkan kepada jemaat Galatia bahkan kepada kita supaya kita yang telah dimerdekakan tidak membiarkan dosa berkuasa lagi di dalam tubuh kita bahkan tidak menyerahkan anggota-anggota tubuh kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi &lt;i&gt;menyerahkan diri dan anggota tubuh kita kepada Allah untuk menjadi senjata kebenaran&lt;/i&gt;. Oleh karena itu, “&lt;i&gt;berdirilah teguh pada kebenaran dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan&lt;/i&gt;.” Beranilah berkata “TIDAK” terhadap “DOSA” karena &lt;b&gt;&lt;i&gt;“SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA”. &lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;(diana)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 200%;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/2221679674839088749/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2012/08/sekali-merdeka-tetap-merdeka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/2221679674839088749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/2221679674839088749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2012/08/sekali-merdeka-tetap-merdeka.html' title='SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA  '/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFCpdOmX4h6Q5S1fLV58Ge15aFGnQOP-1Pf_pHTuGcETPLivMhhlhuW-SC9jp80adr7SiBMw3y9TE3hzkCEf0bv_t92BIZNgpaCwEscNvE2TUveUHNEEofRNgwC0LaudKVMuB_Um69L9LI/s72-c/17.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-620677504410558538</id><published>2012-05-04T10:30:00.000-07:00</published><updated>2012-05-03T20:17:01.726-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>KEKUATAN DOA</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoigxA_2gB1Wj5ToJktlcrwNIBzK4_qom9g6LKJi1i7pSxgApOS_L4NSEGxe4ob-juz51tYfJrsL88DvkkD4W6WzT2fNOS4RBnU7OysU2Db59-aUrfNz0eGeUFi1q0gbRF7LoSfVcfSmPx/s1600/DOAA.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;194&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoigxA_2gB1Wj5ToJktlcrwNIBzK4_qom9g6LKJi1i7pSxgApOS_L4NSEGxe4ob-juz51tYfJrsL88DvkkD4W6WzT2fNOS4RBnU7OysU2Db59-aUrfNz0eGeUFi1q0gbRF7LoSfVcfSmPx/s320/DOAA.jpg&quot; width=&quot;259&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;ku dan suamiku merasa letih pada hari Natal itu. Sebagai dosen, kami telah menyerahkan nilai-nilai semester sebelumnya pada musim gugur. Kami segera menyiapkan beberapa kopor dan mengajak anak-anak untuk mengadakan perjalanan ke rumah kakek dan nenek mereka di California. Suamiku, David, tergores jarinya ketika menutup kopor. Jarinya tak berdarah dan ia pun tak menghiraukannya. Ketika kami akan berangkat, ayahku menelepon dan mengatakan bahwa ibunya atau nenekku baru saja meninggal dunia. Pemakamannya segera setelah hari Natal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada malam Natal, David mengatakan bahwa dia merasa sakit di bawah lengannya. Tetapi ia berpikir bahwa sakit itu akan hilang dengan sendirinya. Selanjutnya, kami berkumpul dan membuka sumbangan simpati bersama anak-anak kami dan orang-orang yang datang pada acara pemakaman. Tiba-tiba, David gemetar dan harus berbaring ketika hadiah terakhir dibuka. Dua hari berikutnya, David memburuk. Badannya terasa sakit, terutama lengannya. Ia hampir tidak dapat menahan rasa sakitnya dan akhirnya muntah-muntah. Aku menelpon dokter kami di Utah. Menurut dokter, David mungkin terserang influenza. Pada Selasa pagi, aku merasa bahwa David bisa ditinggalkan selama satu jam. Kami pergi ke gereja untuk pemakaman nenek. Lagipula, aku ikut berbicara pada acara pemakaman itu. David bisa mengurus dirinya untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Acara pemakaman itu bisa menjadi reuni yang hangat dengan saudara-saudaraku. Aku adalah cucu perempuan yang paling tua sehingga aku berbicara mewakili semua cucu perempuan. Nenek meninggal dunia pada usia 94 tahun. Menurutku, ia mempunyai hidup yang panjang dan produktif. Para wanita dari keluarga Waite adalah pribadi-pribadi yang kuat. Ketika aku duduk, seorang tetangga memberiku sebuah kertas berisi pesan singkat yang dikirim oleh gereja bahwa suamiku telah dibawa ke rumah sakit dengan ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku tiba di rumah sakit, aku mendapatkan David di ambang kematian. Ia hampir tidak sadar. Tetapi ia cukup sadar untuk merasakan sakit yang hebat. Di tengah rasa sakit yang luar biasa, ia mengatakan kepadaku bahwa badannya mulai membeku beberapa saat setelah kami meninggalkannya. Ia merasakan ada suara yang memperingatkannya, “Anda memerlukan ambulans sekarang.” Setelah mendengarkannya beberapa kali, ia merangkak ke telepon dan memutar 911. Operator berusaha agar David tetap sadar dan berbicara. Tetapi David akhirnya meletakkan telepon. Ia merangkak ke pintu depan dan membuka kuncinya. Kemudian, ia berbaring di sofa. Paramedis menemukannya dalam keadaan hampir tidak sadar dengan denyut nadi yang tak dapat dideteksi. Akhirnya, mereka melarikannya ke rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa tes dilakukan, termasuk di dalamnya tes dengan sinar X dan USG. Para dokter bingung karena mereka tak dapat mendiagnosis masalahnya. Ketika selesai menjalankan pemeriksaan MRI, ia memperlihatkan suatu tanda berwarna hitam keunguan di salah satu sisi badannya. “Apakah ia mabuk di jalan kecil semalam? Apakah seseorang menendangnya?” mereka bertanya. Aku meyakinkan mereka bahwa itu bukan penyebabnya. Para dokter memanggilku setelah mereka berdiskusi selama beberapa menit lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami rasa, kami tahu penyebabnya. Ini mungkin “necrotizing fasciitis”, atau lebih dikenal sebagai bakteri pemakan daging. Apakah Anda pernah mendengarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak”, jawabku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah bakteri yang mematikan. Kami akan mengoperasinya dan membedahnya dari pergelangan tangan ke paha. Ini untuk mendeteksi jaringan yang terinfeksi. Penyakit ini sangat jarang terjadi. Bakterinya mungkin masuk ke dalam tubuhnya lewat luka. Apakah ia pernah mengalami luka di jari atau lengannya akhir-akhir ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jarinya luka terkena resleting ketika ia menutup kopor, hanya itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini bakteri biasa, tetapi badan kita seharusnya bisa melakukan perlawanan. Karena sesuatu hal, bakteri ini telah menyerang suamimu. Ia mempunyai kesempatan hidup 5 - 10% untuk melewatinya. Penyakitnya sangat parah. Ia akan tampak seperti digigit ikan hiu setelah kami selesai membedahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu bahwa persentase kesempatan hidup itu adalah cara lain untuk mengatakan bahwa suamiku mungkin akan meninggal. “Menurutku, kesempatan hidup 10% itu tetap berharga. Marilah kita mempertahankan hidupnya. Marilah kita menyelamatkannya,” jawabku. Semua anak kami masuk ke dalam ruangan untuk mendoakan kesembuhan bagi ayah mereka. Di serambi rumah sakit, para perawat membawakan kursi dan jus buat kami agar kami tidak pingsan. Kami semua kaget karena David kelihatan dalam keadaan sehat. Ternyata, ia di ambang maut karena suatu penyakit yang amat berbahaya. Saat itu, dia dalam keadaan setengah sadar. Sebelum dioperasi, aku membisikkan sesuatu kepadanya, “Pilihlah hidup, David. Pilihlah hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku juga tahu bagaimana cara memperbesar kemungkinan. Aku mengumpulkan keluargaku di ruang tunggu kamar operasi. Kebetulan, ruang tunggu itu kosong. Kami segera berlutut dan berdoa bersama. Aku berkata, “Bapa kami yang di surga, dokter-dokter tidak tahu apa yang diderita David, tetapi Kau tahu. Mereka tak tahu bagaimana menyembuhkannya, tetapi Kau tahu. Berkatilah mereka sehingga mereka tahu bagaimana menyelamatkan tubuh David. Biarlah kehendak-Mu yang terjadi.” Kalimat yang terakhir ini sulit diucapkan. Tetapi itu harus kuucapkan karena aku tidak boleh memerintah Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, aku masuk ke sebuah ruang kantor yang dikosongkan. Atas izin rumah sakit, aku melakukan telepon jarak jauh ke beberapa orang, yakni orang tua David, pendeta jemaat gereja kami, teman baikku Beth, dan kepala bagian bahasa Inggris universitas. Aku memohon agar mereka menelpon orang-orang yang kami kenal dan meminta orang-orang tersebut agar berdoa bagi David: “Dua jam setelah ini sangat menentukan hidup suamiku. Tolong doakan dia. Aku percaya akan mukjijat dan kuasa doa.” Hari itu, ratusan teman kami sedang berdoa untuk David.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para dokter ahli bedah muncul beberapa jam berikutnya dengan membawa berita baik. Ternyata, bakteri belum menyebar seperti yang mereka duga sebelumnya. Dan, David tetap hidup. Kami bersorak dan merasa seakan-akan doa-doa kami telah terjawab. Tetapi David masih dalam keadaan sangat sakit dan tetap berada di ambang kematian. Saat itu, ada sebuah tim yang beranggotakan dua belas dokter. Mereka mempunyai spesialisasi yang berlainan. Mereka memberitahu kami bahwa bakteri strep A sedang menggerogoti kulit David serta lapisan-lapisan jaringan dan otot. Infeksinya menjalar dengan kecepatan satu inci per jam. Dokter-dokter melakukan operasi besar setiap hari. Mereka memotong jaringan yang mati atau yang terinfeksi. David diletakkan di dalam ruang “hyperbaric” selama beberapa jam setiap hari. Ruang ini bertekanan dan mempunyai daya gravitasi lebih berat daripada yang ada dalam sistem tubuh. Ruang ini diisi penuh dengan 100% zat asam. Tekanannya dinaikkan agar zat asam dapat langsung masuk ke dalam sel-selnya. David bertahan hidup dua hari lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata keadaannya tidak mengalami kemajuan. Ahli bedah utama berbicara kepadaku secara jujur. “Aku mempunyai perasaan tak enak mengenai hal ini,” katanya memperingatkan. “Menurutku, bakteri-bakteri itu telah menjalar ke leher dan jantungnya.” Aku pulang dengan keyakinan bahwa kematian David akan segera tiba. Aku harus berpikir untuk merelakan kepergiannya. Sepanjang malam itu, aku mencoba berdoa untuk kehidupan David. Aku juga mencoba untuk keluar dari kegelapan yang menyelumutiku. Setelah itu, aku kembali ke rumah sakit. Aku siap untuk mengucapkan selamat jalan kepada David bila itu yang dikehendaki Tuhan. Tapi aku kaget ketika mendengar berita dari ahli bedah bahwa keadaan David berubah menjadi lebih baik. Badannya mulai bisa memerangi bakteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siang itu, ahli bedah memberitahuku bahwa ia mendatangkan seseorang untuk mengamputasi lengan David. David telah kehilangan sebagian besar kulit dan ototnya. “Tetapi, David seorang pemain piano,” Aku memprotes. “Bila Anda ada di ruang bedah, mohon diingat bahwa David adalah seorang pemain piano.” Di rumah, kami memutuskan untuk berdoa, terutama untuk lengannya. Terus terang, aku belum pernah berdoa untuk suatu bagian tubuh tertentu. Setiap hari selama seminggu, para ahli bedah datang dan mereka bersiap utnuk mengamputasi lengannya. Namun, mereka memutuskan untuk membiarkannya karena lengan itu masih mempunyai beberapa jaringan yang sehat. Meskipun demikian, penyakit ini telah menggores urat saraf utama. Kalaupun tidak diamputasi, para dokter memprediksi bahwa lengan David akan lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hari kemudian, David dapat menggerakkan jari dan tangannya. “Nah, kelihatannya Anda dapat menggerakannya, tetapi bermain piano masih diragukan. Anda pun harus melupakan untuk bermain tenis“, ahli bedah mengatakan kepadanya. “ “Lagipula, andaikata Anda tiba di lapangan tenis, Anda akan bermain seperti orang yang sudah tua.” David penuh semangat karena telah mendapatkan hidupnya kembali. Ia segera menantang ahli bedah untuk bermain tenis bila ia sudah sembuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
David hidup. Tetapi setelah beberapa bulan kemudian, ia kehilangan hampir 50% dari kulit di bagian atas tubuhnya. Para dokter mengganti kulit itu dengan cangkokan kulit yang diambil dari pahanya sampai tertutup oleh kulit yang baru. Akhirnya, ia meninggalkan rumah sakit dan pulang dengan perayaan besar. Ketika kami tinggal berdua, aku dan David saling memandang dan memutuskan untuk mencoba bermain piano di rumah. Menurutku, bila iadapat bermain beberapa nada, aku akan menganggap itu sebagai suatu keberhasilan. Dengan kekhawatiran, David meletakkan kedua tangannya di deretan tuts piano. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi. Apakah jari-jarinya dapat bekerja? Apakah ketrampilannya hilang untuk selamanya? Aku menahan nafas. David mulai bermain. Secara luar biasa ia masih dapat memainkan piano dengan sangat indah. Ia menggubah sebuah karya musik saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu bukan akhir dari kemajuan David. Dari Natal itu sampai ke Natal berikutnya, David menjalani terapi fisik untuk mengembalikan kelenturan di dada, punggung, dan lengannya. Ketika Natal berikutnya hampir tiba, kami memutuskan untuk mengunjungi orang tuaku di masa liburan. Ini untuk membuktikan kepada mereka bahwa kami dapat berlibur tanpa tanpa seorang pun yang sakit atau masuk rumah sakit. Dengan semangat tinggi, David menelpon ahli bedahnya dan mengingatkannya tentang tantangan untuk bermain tenis. Si ahli bedah senang mendengarkan tantangannya. Pada malam Natal, David dan dokternya bertemu di sebuah lapangan tenis. Mereka bermain ganda melawan sepasang dokter lainnya. Ahli bedahnya bersorak setiap kali David memukul bola. Ia memanggil dokter-dokter lain ke jaring net untuk memperlihatkan bekas-bekas dan cangkokan kulit di sekujur tubuhnya. Pada akhir permainan, David dan ahli bedahnya menang 40-0.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun tahun itu merupakan tahun yang sangat sulit bagi kami, masa itu merupakan masa yang kudus. Keluarga kami mengalami tiga mukjijat melalui cinta dan doa-doa ratusan orang di sekeliling kami. David hidup, ia tetap mempunyai kedua lengannya, serat ia dapat bermain tenis dan memainkan sonata-sonata Beethoven.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendapati bahwa sebagian besar doa permohonanku telah berubah menjadi doa ucapan syukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Kiriman: Lanita Winata&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Diambil dari “KISAH” Edisi 49, 10 Desember 2007&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Sumber : Reflecta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/620677504410558538/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/kekuatan-doa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/620677504410558538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/620677504410558538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/kekuatan-doa.html' title='KEKUATAN DOA'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoigxA_2gB1Wj5ToJktlcrwNIBzK4_qom9g6LKJi1i7pSxgApOS_L4NSEGxe4ob-juz51tYfJrsL88DvkkD4W6WzT2fNOS4RBnU7OysU2Db59-aUrfNz0eGeUFi1q0gbRF7LoSfVcfSmPx/s72-c/DOAA.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-5254945376932356185</id><published>2012-04-26T11:30:00.000-07:00</published><updated>2012-04-25T20:37:44.975-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kumpulan Renungan"/><title type='text'>PENOLONG DAN PERISAI KITA</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: windowtext;&quot;&gt;Mazmur 33:16-22&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&quot;Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan.&quot;&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Mazmur 33:1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj27LAgjZRT9ItDXUUBYSbpsRToR9tlZ_qd1hqln1uge84EkaBP1UOEG6d4l39s_LNHlIUJb2IIXLsBMw2yUM6GtRGsLw87kEWK5fn8EGDVOQS0fCkYRosaZpI7dEgpm0hpCIZUMydJxut5/s1600/25.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;248&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj27LAgjZRT9ItDXUUBYSbpsRToR9tlZ_qd1hqln1uge84EkaBP1UOEG6d4l39s_LNHlIUJb2IIXLsBMw2yUM6GtRGsLw87kEWK5fn8EGDVOQS0fCkYRosaZpI7dEgpm0hpCIZUMydJxut5/s320/25.jpg&quot; width=&quot;203&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Menjadi seorang pemimpin adalah kerinduan setiap orang, karena pemimpin berarti memiliki kekuasaan. Namun harus kita akui bahwa besarnya pengaruh ataupun kuasa kuasa seorang pemimpin tidak bisa menjamin bahwa ia akan aman dan nyaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Karena itu, dalam setiap kepemimpinan baik sebagai presiden ataupun raja, selalu ada upaya yang dilakukan menjaga dan melindunginya, dengan tujuan agar ia tetap terlindungi dari bahaya yang sewaktu-waktu mengancam. Meskipun demikian, masih banyak terjadi seorang presiden, raja, bos perusahaan atau juga seorang panglima perang yang tewas terbunuh oleh musuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Ini juga suatu peringatan bagi kita yang dalam hidupnya selalu bergantung dan mengandalkan kekayaan, kedudukan dan kekuasaan. Katrena jika maut akan merengut nyawanya, tak ada yang bias menghindarinya. Dapat disimpulkan bahwa kekuatan, kekayaan, kekuasaan dan keperkasaan seseorang tidak dapat menjamin keselamatan jiwanya, seperti dikatakan &lt;i&gt;&quot;Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan.&quot;&lt;/i&gt; (ayat 17). Tenaga sekuat apa pun dan senjata secanggih apa pun yang kita miliki, jika kita tidak mempunyai hati yang takut akan Tuhan, semuanya sia-sia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif;&quot;&gt;Saudaraku yang terkasih,&amp;nbsp; takut akan Tuhan adalah syarat mutlak untuk memperoleh keselamatan, terutama keselamatan jiwa dan kehidupan kekal, karena &lt;i&gt;&quot;Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.&quot;&lt;/i&gt; (ayat 18-19). Tuhanlah yang senantiasa menjadi penolong dan perisai bagi orang-orang yang takut kepadaNya; Dia selalu punya cara yang ajaib untuk menolong dan melindungi kita dari berbagai macam ancaman dan marabahaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif;&quot;&gt;Sumber:&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://rh-thelight.blogspot.com/2012/04/penolong-dan-perisai-kita.html&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;http://rh-thelight.blogspot.com/2012/04/penolong-dan-perisai-kita.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/5254945376932356185/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2012/04/penolong-dan-perisai-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/5254945376932356185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/5254945376932356185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2012/04/penolong-dan-perisai-kita.html' title='PENOLONG DAN PERISAI KITA'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj27LAgjZRT9ItDXUUBYSbpsRToR9tlZ_qd1hqln1uge84EkaBP1UOEG6d4l39s_LNHlIUJb2IIXLsBMw2yUM6GtRGsLw87kEWK5fn8EGDVOQS0fCkYRosaZpI7dEgpm0hpCIZUMydJxut5/s72-c/25.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-3448524984882389831</id><published>2012-02-13T08:48:00.000-08:00</published><updated>2012-02-12T20:57:42.857-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Bapa Tahu Dimana Anda Berada</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxIFK6ekJETWoDL_Qaq4XIVP3eaKTF1qaoB8Wo-kp_C-n98oQ8PRHnFm7TIZXv8CT_SClY5TR-X2eqZ4j_9ufE0cCH0hQxtLvf4oibgxVnGxQFhO2mI-1VT588UP8JQ1kqwVSkcRxJT9z3/s1600/tuhan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;139&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxIFK6ekJETWoDL_Qaq4XIVP3eaKTF1qaoB8Wo-kp_C-n98oQ8PRHnFm7TIZXv8CT_SClY5TR-X2eqZ4j_9ufE0cCH0hQxtLvf4oibgxVnGxQFhO2mI-1VT588UP8JQ1kqwVSkcRxJT9z3/s320/tuhan.jpg&quot; width=&quot;186&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pakah anda percaya bahwa Bapa tidak hanya mengasihi anda, tetapi tahu dimana anda berada dan apa yang anda sedang lakukan setiap menit? Saya sungguh percaya setelah pengalaman yang sangat menakjubkan yang saya alami beberapa tahun yang lalu. Pada saat itu saya sedang berkendaraan di jalan bebas hambatan 1-75 dekat Dayton, Ohio, bersama dengan isteri dan anak-anak saya. Kami keluar dari jalan bebas hambatan itu di sebuah tempat peristirahatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Isteri saya, Barbara, dan anak-anak pergi ke restoran. Saya tiba-tiba merasa butuh meregangkan kaki-kaki saya, sehingga saya menyuruh mereka pergi duluan dan saya katakan akan menyusul mereka kemudian. Saya membeli sekaleng minuman ringan, dan ketika saya sedang berjalan ke toko Dairy Queen, perasaan mengasihani diri sendiri mulai menyelimuti pikiran saya. Saya mengasihi Tuhan, tetapi saya merasa kering dan berbeban berat. Hati saya&lt;br /&gt;
kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba deringan tak sabar dari sebuah telpon umum terdekat mengembalikan kesadaran saya. Suara dering telpon itu berasal dari kotak telpon umum di sebuah pompa bensin di sudut jalan. Apakah tidak ada orang yang akan menjawab telpon itu? Suara berisik dari lalu lintas yang ramai ini pastilah menenggelamkan deringan telpon itu karena penjaga pompa bensin terusmengurus para pengendara yang ingin mengisi bahan bakar, tak sadar akan bunyi dering telpon tanpa henti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa tidak ada orang yang menjawab telpon itu?” tanya saya. Saya mulai berpikir. &quot;Mungkin telpon itu penting. Bagaimana kalau telpon itu merupakan panggilan darurat?” Rasa ingin tahu mulai mengatasi ketidak-pedulian saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya melangkah masuk ke telpon umum itu dan mengangkat gagang telpon. “Halo?” kata saya ringan dan menyedot minuman saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari seberang sana terdengar suara operator yang berkata, “Ini telpon interlokal untuk Pak Ken Gaub.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata saya terbelalak, dan saya hampir tersedak oleh es batu yang ada di mulut saya. Setelah menelan dengan susah payah, saya katakan, “Anda gila deh!” Kemudian karena saya menyadari bahwa saya seharusnya tak berkata begitu kepada seorang operator telpon, saya menambahkan, “Ini tak mungkin! Saya sedang berjalan-jalan, tak menunggu telpon dari siapapun, dan tadi tiba-tiba telpon umum ini berdering…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Pak Ken Gaub ada di sana?” operator telpon itu menyela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, ia ada di sini.” Sambil memikirkan penjelasan yang masuk akal, saya was-was apakah ada kamera tersembunyi yang melacak keberadaan saya! Apakah saya sedang dikerjai dalam sebuah acara reality show? Masih kaget dan bingung, saya bertanya, “Bagaimana caranya anda menemukan saya di sini? Saya sedang berjalan-jalan, lalu telpon umum ini berdering, dan saya mengangkat panggilan telpon ini asal-asalan saja. Mungkinkah anda salah panggil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah,” operator telpon itu bertanya, “apakah Pak Gaub ada di sana atau tidak?” “Ya, saya adalah Ken Gaub,” kata saya, setelah saya akhirnya yakin bahwa panggilan telpon ini sungguhan. Kemudian saya mendengar suara lain berkata, “Ya, itulah dia orangnya, operator. Itulah Ken Gaub.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya mendengarkan seperti orang kebingungan pada suatu suara yang mengenalkan dirinya sendiri, “Saya adalah Millie dari Harrisburg, Pennsylvania. Anda tidak mengenal saya, Pak Gaub, tetapi saya sedang putus asa. Tolonglah saya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang saya dapat bantu?”&lt;br /&gt;
Ia mulai menangis. Akhirnya ia dapat mengendalikan dirinya dan melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya hampir saja bunuh diri, dan telah menulis surat terakhir saya, ketika saya mulai berdoa dan berkata kepada Tuhan bahwa saya sebenarnya tidak mau bunuh diri. Kemudian tiba-tiba saya ingat bahwa saya pernah melihat anda di televisi dan saya pikir seandainya saja saya dapat berbicara dengan anda, anda mungkin dapat menolong saya. Saya tahu bahwa hal itu mustahil karena saya tidak tahu bagaimana saya dapat menghubungi anda. Saya juga tidak tahu siapa yang dapat menolong saya untuk menghubungi anda. Kemudian beberapa angka datang ke pikiran saya, dan saya menuliskannya. Sampai titik ini wanita itu mulai menangis lagi, dan saya berdoa di dalam hati memohon hikmat Tuhan untuk menolongnya. Ia melanjutkan, “Saya melihat deretan angka itu dan berpikir, ‘Mungkinkah saya mendapat mukjizat dari Tuhan, dan Ia memberikan telpon Pak Ken’ Saya akhirnya memutuskan untuk mencoba menelpon anda dengan menggunakan deretan angka itu. Saya tak habis mengerti bahwa sekarang saya sedang berbicara dengan Bapak. Apakah anda mempunyai kantor di Kalifornia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menjawab, “Bu, saya tidak punya kantor di Kalifornia. Kantor saya di Yakima, Washington.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan terkejut dia bertanya, “Oh, ya? Lalu anda sekarang ada dimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah anda tidak tahu?” jawab saya. “Kan anda yang menelpon saya duluan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita itu menjelaskan, “Tetapi saya bahkan tidak tahu saya sedang menelpon kemana. Saya hanya meminta operator untuk menekan tombol telpon sesuai dengan deretan angka yang saya tulis di kertas ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu, mungkin anda tidak percaya, tetapi saya sekarang sedang berada di sebuah telpon umum di Dayton, Ohio!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh?” serunya. “Jadi, sedang apa anda sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menggodanya, “Yah, sekarang saya sedang menelpon anda. Saya sedang berada di sebuah tempat peristirahatan di jalan bebas hambatan menuju Dayton, Ohio. Telpon ini berdering ketika saya sedang berjalan-jalan, sehingga saya mengangkatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena saya tahu bahwa pertemuan ini mustahil terjadi tanpa pengaturan Tuhan, saya mulai mengonseling wanita itu. Setelah wanita itu menceritakan keputus-asaannya dan frustrasinya, hadirat Roh Kudus membanjiri kotak telpon umum itu dan memberi saya perkataan hikmat di luar kemampuan saya. Dalam waktu beberapa saat, akhirnya wanita itu mau menyerahkan dirinya kepada Tuhan dalam sebuah doa pertobatan dan bertemu dengan Pribadi yang akan&lt;br /&gt;
menuntunnya keluar dari situasinya yang buruk dan memulai hidup baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya berjalan keluar dari kotak telpon umum itu dengan perasaan merinding tentang kepedulian Bapa Sorgawi terhadap setiap anak-anak-Nya. Bagaimana mungkin hal ini merupakan suatu peristiwa kebetulan? Dengan semua telpon umum yang berjumlah jutaan dan kombinasi angka yang tak terhitung, hanya Bapa yang Mahatahu yang dapat menyebabkan wanita itu menghubungi kotak telpon umum itu dalam waktu yang tepat. Dengan melupakan minuman ringan saya dan sangat takjub dengan pengalaman ini, saya berjalan kembali menuju keluarga saya, sambil mengira-ngira apakah isteri saya akan mempercayai kisah saya. Mungkin saya sebaiknya tidak menceritakan hal ini, saya pikir, tetapi saya tak dapat menahannya. “Barbara, kamu pasti tidak percaya! Tuhan tahu dimana saya berada lho!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yeremia 33:3 *“Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akanmemberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;[Ken Gaub- Yakima, Washington -- email from Keith Todd. Naskah bahasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Inggeris dikirim oleh Ibu Suharti, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/3448524984882389831/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/11/bapa-tahu-dimana-anda-berada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/3448524984882389831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/3448524984882389831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/11/bapa-tahu-dimana-anda-berada.html' title='Bapa Tahu Dimana Anda Berada'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxIFK6ekJETWoDL_Qaq4XIVP3eaKTF1qaoB8Wo-kp_C-n98oQ8PRHnFm7TIZXv8CT_SClY5TR-X2eqZ4j_9ufE0cCH0hQxtLvf4oibgxVnGxQFhO2mI-1VT588UP8JQ1kqwVSkcRxJT9z3/s72-c/tuhan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-7311382137836293871</id><published>2012-02-09T12:30:00.000-08:00</published><updated>2012-02-08T20:48:19.237-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Keajaiban Selalu Ada</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiySwfofhxtArKRvbF1Q1vERI4COoRGIYM7LlJZtLohNGACHQXDoLUYYjkaW6gMvyDGotmof4bEUZmcYM6xaD5KJAzRyknatSJ1lXZCzeatJtNQMIXOUmNb4yyPuTeikyJmD7RjWUlxMXf_/s1600/0111.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;134&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiySwfofhxtArKRvbF1Q1vERI4COoRGIYM7LlJZtLohNGACHQXDoLUYYjkaW6gMvyDGotmof4bEUZmcYM6xaD5KJAzRyknatSJ1lXZCzeatJtNQMIXOUmNb4yyPuTeikyJmD7RjWUlxMXf_/s320/0111.jpg&quot; width=&quot;194&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;B&lt;/span&gt;eberapa bulan yang lalu, mama terkena kanker tulang stadium 4b, yang artinya sudah stadium akhir dengan pemeriksaan melalui bone scan (nuklir) dan pemeriksaan darah menunjukkan adanya sel-sel ganas di luar ambang batas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Scan berhasil menunjukkan 5 tempat hitam (yang menunjukkan bahwa sudah terkena kanker) yaitu di pinggul, lutut kanan, tulang punggung, bahu-tangan kanan, dan tulang tengkorak. Serta beberapa bagian lain yang mulai tampak abu-abu ke hitam. Sedangkan bagian lain yang belum menyebar, berwarna putih bersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga sudah membawa dia ke beberapa dokter ahli tulang, ahli patologi dan terutama khusus kanker tulang. Semua jawaban tetap sama, mengingat umurnya yang sudah hampir 75, dan karena tak ada gunanya juga di chemotherapy (karena akan terlalu menyakitkan untuk dia) maka keluarga disarankan untuk merawat dia di rumah saja. Percuma di rumah sakit, begitu mereka bilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkiraan mereka 1-3 bulan saja usianya (kalau dia bisa makan dengan normal) sisanya, tinggal menunggu koma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan, beberapa hari setelah vonis dokter itu, mama mulai menjerit2 kesakitan di tempat2 yang memang tampak hitam dalam scan. Dan sudah sulit sekali untuk makan! Bahkan minum juga. Karena kadang ia tidak mampu lagi menelan. Ini tidak heran kata dokter, mengingat penyebarannya sudah sampai tulang punggung dan tengkorak? Dokter hanya memberi morfin, karena memang kata mereka sakitnya tidak tertahankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang teman kakak yang lebih muda, ternyata baru saja meninggal karena kanker tulang dan itu pun hanya terdapat di lutut kirinya. Ia berobat di Singapore, tanpa hasil malah semakin parah. Teman yang lain pun menyatakan bahwa orangtuanya setelah dibawa ke Amerika pun hanya diberikan morfin sebagai pain killer. Keluarga semakin bingung, sedangkan melihat penderitaanya pun rekan-rekan yang menengok pasti menangis. Apalagi kita, anak-anaknya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu kali, mama dalam jeritan kesakitannya minta dibaptis. Ia minta ijin pada satu kakak saya yang kebetulan sama beragama Kong HuChu dengan mama. (Yang lain sudah menjadi Kristen atau Katolik). Mama minta cepat-cepat di baptis karena dia sudah tidak tahan lagi dengan kesakitannya dan beliau juga bilang, takut waktunya sudah tidak ada lagi. Koko saya menangis. Dan akhirnya menyetujui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, beberapa waktu sebelumnya, mama pernah bilang ingin minta dibaptis secara katolik. Diakon datang, untuk menyakan, apakah ini keinginan sendiri atau terpaksa. Mama sudah menjawab, bukan.. Ia memang ingin dibaptis sendiri. Akhirnya besok paginya ia dibaptis (kira2 2,5 bulan dari sekarang). Pastor sekaligus memberikan sakramen perminyakan. Pada saat ia dibaptis pun sudah dalam keadaan antara sadar dan tidak. Yang anehnya, 3 jam setelah dibaptis, ia bisa tiba-tiba bangun sendiri dan berteriak memanggil anak-anaknya. Namun setelah itu, ia kembali terkulai dan kondisinya semakin memburuk. (bergeser/bergerak sedikit saja ia sudah tidak mampu karena sakitnya!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keanehan lain, dua hari berturut2 setelah baptis, ia minta komuni. Padahal mama tidak pernah mengerti apa itu komuni! Setiap satu minggu sekali ada Diakon yang datang untuk memberikan komuni. Setelah 3-4 kali komuni, kondisi kesehatannya membaik. Ditandai dengan kemampuan nya untuk bergerak dan makan. Beliau juga sudah tidak lagi menjerit-menjerit kesakitan. Kami merasa heran, bahkan dokter yang memeriksanya pun berdecak kagum. Karena dengan demikian, mama sama sekali tanpa pengobatan. Segala selang infus untuk makanan yang tadinya ia pakai, sekarang tidak terpakai. Bahkan, sebelumnya kami sudah menyiapkan oksigen, karena mama sebelumnya sudah mulai sulit bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami heran, semua tak percaya. Dokter mengatakan, tak ada penjelasan logis atas semua ini. Kami sudah tak sabar untuk melihat hasil bone scan lagi mid-november ini (karena hanya boleh dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan) untuk mengetahui apa yang terjadi. Dua minggu yang lalu, seorang kerabat yang melihat kondisi mama membaik, dia menyatakan ketidak percayaannya. Ia minta maaf karena dengan mengatakan ini ia sudah menyinggung kami yang kristen/katolik, tapi ia berkata, tak percaya dengan yang namanya mujizat! Mujizat itu tidak ada, yang ada hanyalah mungkin, kesalahan diagnosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koko saya yang beragama KongHuchu pun malah mendukung kita, bahwa tidak mungkin ada salah diagnosa. Ada bukti ilmiah tentang sakitnya dari bone scan dan test darah! Bahkan dia pun berpikir, ini keajaiban. Sampai mid november kemarin, kami tidak bisa berkata apa-apa. Karena sejak semula, anak-anaknya pun hanya berdoa dengan pasrah pada kehendak Tuhan dan mohon dengan kemurahan hatiNya, mama tidak menjerit-menjerit kesakitan lagi, itu pun sudah cukup. Tapi melihat beliau mulai berjalan lagi, bahkan mulai mau ke dapur memasak lagi, amazing!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil bone scan keluar. Dokter yang memeriksanya pun terperangah dan bertanya, obat apa yang kita berikan kepada mama. Karena seandainya di chemo pun, kondisi mama tidak mungkin sebaik dan secepat ini, mengingat usianya. Yesus yang luar biasa, menunujukkan kemuliaan-Nya. Saat kami bilang mama tidak diobati. Dokter tersebut (yang kebetulan beragama Muslim) berkata bahwa ini mustahil. Ini keajaiban. Karena scan menunujukkan, hitam di 5 tempat sebelumnya sekarang hanya tinggal 1, yaitu tinggal yang di tulang panggul!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koko saya bertanya, selanjutnya pengobatan apa yang harus kita lakukan untuk beliau? Dokter cuma menjawab, “Ya tidak ada! Lanjutkan saja apa yang kalian lakukan selama ini. Yang kalian lakukan hanya berdoa, kan? Jangan berhenti berdoa kalau begitu. Karena ini keajaiban!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak puas dengan pernyataan dokter ini, koko memeriksa hasil kepada dokter patologi lain. Dia pun menyatakan ketidak percayaannya dengan kagum. “Ini mujizat!” katanya. (rupanya ia katolik/kristen)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru koko saya pun percaya. This is miracle. Buat saya sendiri, ini tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Karena tadinya, cukup buat saya tidak melihat beliau menjerit-menjerit kesakitan, ternyata Yesus memberi lebih dari yang kami semua, anak-anaknya harapkan. Sebab sebelumnya kami semua sudah rela, menerima bahwa ia dipanggil Tuhan, daripada ia menahan kesakitan yang luar biasa. Kami pun mengerti, bahwa kami tidak berharap pada sesuatu yang muluk-muluk, tapi seandainya suatu saat mama dipanggil nanti, mama sudah digunakan Tuhan sebagai alat untuk menunjukkan, bahwa apa yang mustahil bagi manusia, tak ada yang mustahil bagi Dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada obat yang lebih kuasa dari pada Yesus, Anak Domba Allah itu sendiri. Saya merasa tidak baik untuk menyimpan kesaksian kemuliaan Tuhan ini untuk keluarga sendiri saja. Saya berharap, dengan Kemuliaan Tuhan ini, dapat menjadi inspirasi iman dan pengarapan buat semua orang yang saya kenal. Ada ucapan Rm Yohanes di bukunya yang amat saya sukai : Kesembuhan fisik hanyalah sarana, untuk menuju Tuhan, karena pada dasarnya setiap orang harus meninggal..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
God Bless u all,&lt;br /&gt;
Ina&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Rumah renungan blogspot.com &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/7311382137836293871/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/keajaiban-selalu-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/7311382137836293871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/7311382137836293871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/keajaiban-selalu-ada.html' title='Keajaiban Selalu Ada'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiySwfofhxtArKRvbF1Q1vERI4COoRGIYM7LlJZtLohNGACHQXDoLUYYjkaW6gMvyDGotmof4bEUZmcYM6xaD5KJAzRyknatSJ1lXZCzeatJtNQMIXOUmNb4yyPuTeikyJmD7RjWUlxMXf_/s72-c/0111.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-1773249561909716015</id><published>2012-02-06T08:30:00.000-08:00</published><updated>2012-02-06T04:46:40.677-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Luput Dari Kecelakaan Maut</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTW5CrRf2jE1fPtnI4K1wTEFZCKe65NuoF5783xVmuHHkEHxrZ2Y90_PeiYfDqLgLsAq-mQqKWi8qnTHNNDC-EFlqqPLVAn3keV75oiYlxNxjDijmiSXniKPpWor0tsYUFxrihp4s8emPc/s1600/101.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;193&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTW5CrRf2jE1fPtnI4K1wTEFZCKe65NuoF5783xVmuHHkEHxrZ2Y90_PeiYfDqLgLsAq-mQqKWi8qnTHNNDC-EFlqqPLVAn3keV75oiYlxNxjDijmiSXniKPpWor0tsYUFxrihp4s8emPc/s320/101.jpg&quot; width=&quot;261&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;D&lt;/span&gt;alam perjalanan pulang ke Bandung setelah mendrop klien ke Cengkareng, roda mobil depan sebelah kiri Rudy yang memang sudah aus mulai berbunyi. Namun Rudy berpikir dengan kondisi bannya yang sudah seperti itu, mobilnya masih dapat dikendarai paling tidak sampai ke rumahnya di Bandung. Malam itu ruas jalan tol Cikampek, Rudy yang sedang mengendarai mobilnya seorang diri hendak menyalip sebuah bis yang ada di depannya. Karena ingin segera tiba di rumah, Rudy memacu kecepatan mobilnya dengan cukup tinggi, namun justru kecelakaan fatal yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Waktu itu saya lihat mobil itu terbang di atas bis,&quot; kisah Iwan Setiawan, salah satu saksi mata dalam kejadian itu. Iwan pun langsung memberikan pertolongan pertama pada Rudy. Iwan melihat sosok tubuh Rudy yang sudah tergeletak di pinggir jalan. Kabar pun segera disampaikan kepada Yenni, istri Rudy melalui telepon genggam milik Rudy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yenny sangat terkejut mendengar kabar itu. Hal pertama yang dilakukan Yenni adalah menelepon kedua orang tua Rudy menyampaikan kabar kecelakaan yang menimpa Rudy. Kegemparan serta merta menghampiri keluarga mereka. Saat tiba di rumah sakit, mereka hanya dapat menyaksikan tubuh Rudy yang tergolek lemah di atas tempat tidur dengan badan yang dipenuhi noda darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ginjalnya tidak dapat berfungsi dengan baik lagi, terlihat dari kreatinin yang menumpuk di darahnya. Hal ini yang menyebabkan pasien koma. Kegagalan ginjal yang kronis seperti itu kemungkinan sebuhnya kecil kecuali jika diadakan pencangkokan ginjal,&quot; ujar Dr. Djewaladi, Msc menjelaskan kondisi cedera akibat kecelakaan mobil yang diderita Rudy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu Yenni hanya bisa berserah kepada Tuhan. Yenni merasa kalau beban ini terlalu berat untuk dapat ia tanggung sendiri. Yenni pun hanya dapat berdoa menyerahkan Rudy ke dalam tangan Tuhan. Kalau memang Tuhan ingin mengambil Rudy, Yenni hanya meminta agar diberi kekuatan kepada dirinya dan kedua anaknya untuk dapat melalui semua hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dukungan doa dari teman-teman Yenni membuat Yenni semakin yakin bahwa Tuhan akan menolong Rudy. Salah satu kelompok ibu-ibu yang datang mendoakan Rudy mengatakan kalau Tuhan sendiri yang akan memulihkan Rudy di atas tempat tidurnya, pulih seperti sediakala. Dan janji itu dipegang Yenni dengan teguh. Keyakinan Yenni akan kuasa doa menjadi penghiburan yang sangat besar bagi Yenni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan memang Tuhan bukanlah Tuhan yang tinggal diam saat anak-anak-Nya berseru kepada-Nya. Tuhan menjawab doa Yenni. Dalam waktu kurang lebih satu minggu, kreatinin Rudy mulai turun sehingga menjadi 6 dan kemudian minggu kedua sudah turun menjadi sekitar 4. Ginjalnya pun sudah mulai membaik. Tuhan Yesus sangat baik sehingga pada hari yang ketiga puluh, Rudy mulai sadar dari komanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat keadaan mobil Rudy, semua orang pasti menyangka pengemudinya meninggal dunia. Namun jika Rudy bisa tetap hidup sampai saat ini, semua hanya karena mukjizat Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saya sangat berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah berkenan menyembuhkan suami saya,&quot; kisah Yenni menutup kesaksiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saya sekarang sudah sehat kembali, sudah kembali dapat berolah raga, dapat mengemudi kembali. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan,&quot; ujar Rudy menutup kesaksiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kisah ini sudah ditayangkan 25 Februari 2008 dalam acara Solusi di SCTV).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Sumber kesaksian : Rudy Hendra Sujono&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/1773249561909716015/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/luput-dari-kecelakaan-maut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/1773249561909716015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/1773249561909716015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/luput-dari-kecelakaan-maut.html' title='Luput Dari Kecelakaan Maut'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTW5CrRf2jE1fPtnI4K1wTEFZCKe65NuoF5783xVmuHHkEHxrZ2Y90_PeiYfDqLgLsAq-mQqKWi8qnTHNNDC-EFlqqPLVAn3keV75oiYlxNxjDijmiSXniKPpWor0tsYUFxrihp4s8emPc/s72-c/101.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-1164545489743166880</id><published>2012-02-01T15:00:00.000-08:00</published><updated>2012-01-31T23:28:37.351-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Materi Melimpah Belum Tentu Menjamin Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicCTN9ImYGUeGn053VDFPQAZtVn-yKVnCX22qEM-2cjmPYADkl2eGnLMzD-dn1E0uPfVkC05KzXbAQOn_OZqHjB8jmkHRkSo6EnBBTKDEY7PJNKoY3HSUDFJVKV69eb7OdUjqn4KoC5Tl1/s1600/KAYA+RY.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;189&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicCTN9ImYGUeGn053VDFPQAZtVn-yKVnCX22qEM-2cjmPYADkl2eGnLMzD-dn1E0uPfVkC05KzXbAQOn_OZqHjB8jmkHRkSo6EnBBTKDEY7PJNKoY3HSUDFJVKV69eb7OdUjqn4KoC5Tl1/s320/KAYA+RY.jpg&quot; width=&quot;267&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;S&lt;/span&gt;atu kesaksian menarik kami sajikan kepada pembaca tentang BAGAIMANA MENYIKAPI KRISIS EKONOMI seperti yang dialami oleh mantan orang terkaya Rusia, GERMAN STERLIGOV yang dikisahkan dalam harian JAWA POS ,Selasa,6 Januari 2009.&lt;br /&gt;
Benarlah apa yang tertulis dalam Alkitab :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan. (Amsal 15: 16.)&lt;br /&gt;
-Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan,sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaan itu. (Lukas 12: 15.)&lt;br /&gt;
Selamat membaca semoga menjadi berkat dalam menghadapi masa yang sukar ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelimang harta dan nama besar tak mampu mengantarkan German Sterligov menjangkau kebahagiaan. Pria 42 tahun yang pernah menjadi salah satu orang superkaya di Rusia itu kini malah hidup di pinggir hutan bersama keluarganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya sekarang jauh dari krisis financial global seperti melanda para superkaya lain,” ujar Sterligov pada Daily Mail. Dia mengaku tak sepeser pun uangnya raib ditelan bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantan penantang Vladimir Putin untuk berebut Kremlin I itu lantas bercerita tentang kabar temannya yang teler akibat diterpa krisis. Salah satunya bos klub sepak bola Inggris Chelsea, Roman Abramovich, yang dikabarkan rugi besar GBP 3 miliar. Kolega miliarder Rusia lain, Oleg Deripaska diperkirakan rugi sekitar GBP 10 miliar. Sementara itu orang kaya lain , Alisher usmanov, salah seorang petinggi klub sepak bola Inggris, Arsenal disebut-sebut kehilangan duit sebesar GBP 7,6 miliar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sterligov tak pusing akibat krisis berkat keputusan ekstrim yang diambilnya empat tahun lalu, yang sempat membuat dia dituding gila oleh teman-temannya. Kala itu, Sterligov dan isterinya, Alyona Sterligova, 41, menjual mansion tingkat empat dengan 20 kamar di Rublyovka, Moskow. Dia juga melego sebuah penthaouse mewah yang menghadap langsung ke patung Liberty di New York, berikut dua kantor di London dan pustnya di Moskow. Juga, melelang semua properti kekayaan, saham-saham dan surat berharga lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lego besar-besaran tersebut dilakukannya untuk membayar hutang yang menumpuk akibat dia kalah saat mengadu nasib ikut pencalonan presiden melawan Putin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uang yang tersisa dibawanya untuk berkelana di pinggiran hutan. Beserta seluruh keluarganya, Sterligov memulai hidup baru ala kadarnya, bertani dan beternak. Disinilah dia menghayati ulang makna filosofi: materi berlimpah belum tentu menjamin kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di pinggir hutan, sekitar 100 km arah barat laut Moskow, lelaki yang kini berusia 42 tahun itu mendirikan rumah sederhana ala petani abad 19 seperti yang tertuang dalam novel Leo Tolstoy. Novel yang berkisah seputar kehidupan pada masa Tsar Nicholas berkuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal di sebuah rumah kayu, tanpa listrik, televisi, telepon, AC dan internet. Mereka pindah ketika Alyona sedang hamil besar. Sepuluh hari kemudian, anak kelima mereka, Mikhei, lahir. Sterligov ikut membantu persalinan isterinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa saya sekarang? Saya hanya petani biasa. Peternak ayam dan kalkun. Sekarang Putin tak perlu was-was lagi dengan saya,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menyambung hidup, dia memelihara aneka hewan ternak, mulai ayam, angsa, kalkun, kambing, domba dan sapi. Disamping menanam sayuran, memerah susu sapi dan membuat kerajinan kayu. Sebuah kerajinan berupa bangku kayu dijual seharga GBP 120 (sekitar Rp. 1,9 juta) per buah. “Biasanya terjual dua bangku per minggu, lumayan untuk beli makanan, pakaian dan membayar guru les anak-anak.” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski tinggal di pinggir hutan, Sterligov tak lupa memberi pendidikan untuk anak-anaknya. Tapi tidak di sekolah. Sekolah-sekolah, kata dia, hanya mengajarkan anak-anak korupsi. Dia memilih mendatangkan guru privat ke rumah. Mengajarkan bahasa Rusia, Matematika dan Sejarah. Putri sulungnya, Pelageya yang kini berusia 18 tahun, kuliah di Moscow University jurusan sejarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehidupan itu berbalik 180 derajat dengan masa lalu Sterligov. Betapa tidak, dia termasuk satu dari sedikit superkaya di Rusia. Ketika masih sangat muda, 24 tahun, dia sudah mampu meraih segala yang diimpikan manusia. Harta melimpah dan nama besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sterligov muda sukses bermain di pasar modal. Masa itu, dia telah berkantor di dua negara, satu di Battery Park dekat Wall Street, New York, dan lainnya di Curzon Street, London. Mempekerjakan sedikitnya 2.500 karyawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai konglomerat dengan harta menggunung, segala fasilitas kemewahan ada dalam genggamannya. Mansion, limousine mengkilat, jet pribadi, bahkan kapal pesiar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Sumber: Jawa Pos&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;06 Januari 2009&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/1164545489743166880/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/materi-melimpah-belum-tentu-menjamin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/1164545489743166880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/1164545489743166880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/materi-melimpah-belum-tentu-menjamin.html' title='Materi Melimpah Belum Tentu Menjamin Kebahagiaan'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicCTN9ImYGUeGn053VDFPQAZtVn-yKVnCX22qEM-2cjmPYADkl2eGnLMzD-dn1E0uPfVkC05KzXbAQOn_OZqHjB8jmkHRkSo6EnBBTKDEY7PJNKoY3HSUDFJVKV69eb7OdUjqn4KoC5Tl1/s72-c/KAYA+RY.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-3613711713640951277</id><published>2012-01-23T00:15:00.000-08:00</published><updated>2012-01-23T00:15:33.611-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Mami Pulang di Malam NATAL</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZNyScJsH72L8LBZ46hGgx8g234ENJdPWyW8UTrNd-kFK24zHqcF9lnvd9qkHWjlv7hCp7lIghs-AWRfvdoGXwqI_SB7ytSXOlajqZ4SkNavYTnRLqQs0OypiHub8BR42BNEzsQUGfOXf8/s1600/MAM.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZNyScJsH72L8LBZ46hGgx8g234ENJdPWyW8UTrNd-kFK24zHqcF9lnvd9qkHWjlv7hCp7lIghs-AWRfvdoGXwqI_SB7ytSXOlajqZ4SkNavYTnRLqQs0OypiHub8BR42BNEzsQUGfOXf8/s320/MAM.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: yellow; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;ku sudah merasa bahwa hari-hari hidup Mami bakal  tidak lama lagi. Sejak memasuki tahun 2006 rasanya Mami mulai kelihatan  mundur kesehatannya. Tidak seperti biasanya yang selalu bergairah.  Kebiasaan yang dilakukan setiap pagi setelah mandi ialah duduk di kursi  meja makan lalu membaca Alkitab dan berdoa. Di dalam Buku Renungannya  selalu ada catatan hari ulang tahun anak-anak, menantu-menantu dan  cucu-cucunya pada lembar tepat pada hari renungan itu dibaca. Aku  bersyukur bahwa aku mempunyai Mami yang setiap hari berdoa untuk  keluarga besar kami.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Kerinduannya untuk ke gereja  tetap ada, namun karena kondisi tubuhnya yang semakin lemah maka Mami  terpaksa di rumah saja. Satu bulan sebelum Mami dipanggil pulang Tuhan,  ia berkata ingin pergi ke Rumah Tuhan. Aku dan saudara-saudaraku bingung  menerjemahkan arti Rumah Tuhan itu. Apakah itu berarti Mami ingin ke  gereja atau suatu tanda bahwa sebentar lagi Mami mau meninggalkan kami  semua. Dan lagi setiap kali selalu menyebut angka 3 (tiga)  berulang-ulang: ” tiga…….tiga….tiga…..” Apa arti kata tiga itu ,ketika  aku bertanya, Mami hanya tertawa kecil.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Mami  selalu hadir dalam Persekutuan Lansia (Lanjut Usia) ketika masih sehat.  Mendengar bahwa mami ingin ke Rumah Tuhan, maka kami, anak-anak meminta  diadakan Natal di rumah Mami oleh teman-teman dari Persekutuan Lansia.  Dan telah dilakukan pertengahan bulan Desember. Mami mendengar Firman  Tuhan namun tidak seperti biasanya penuh dengan sukacita. Wajahnya  seperti memendam sesuatu yang kami tidak tahu apakah Mami merasakan  sakit tuanya atau Mami memang sedih.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Ibadah Natal  dan Perayaan Natal di Gereja-gereja telah berlalu, hari itu aku  diberitahu bahwa mami dibawa ke Rumah Sakit karena kondisinya buruk dan  mulai tidak sadar. Tepat pada tanggal 28 Desember 2006, mami benar-benar  telah menghadap Tuhan dengan damai sejahtera Kristus. Hanya semalam  mami berada di Rumah sakit.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Kesaksian ini aku  tulis untuk mengenang Mami dan kebaikan Tuhan yang luar biasa. Bahwa  Tuhan Yesus memanggil Mami masih dalam suasana Natal dan kami – sebagian  besar anak-anak, menantu dan cucu-cucunya – yang terlibat dalam  kegiatan Natal di gereja masing-masing sudah selesai tugas-tugas kami.  Puji Tuhan! Hari-hari perkabungan itu kami bersyukur kepada Tuhan karena  hampir sebagian besar anak-anak, menantu dan cucu-cucu bisa berkumpul  semuanya. Mami pulang ke Rumah Tuhan seperti Simeon yang berkata: &lt;b&gt;”Sekarang  Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai  dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari  pada-Mu” (Lukas 2:29-30)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Aku baru sadar  bahwa yang dimaksud Mami dengan berkali-kali mengatakan angka tiga  mungkin adalah tiga hari sebelum tahun itu berakhir , yaitu tanggal 28  Desember. Melalui kesaksian ini ada hal-hal yang indah ingin saya  bagikan kepada pembaca.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Mendampingi orang lanjut  usia apalagi orangtua sendiri dalam kondisi sakit, benar-benar  dibutuhkan kesabaran tinggi. Jangan melayani dengan amarah atau ketidak  senangan hati karena perasaan atau kondisi orang yang mendekati  dipanggil pulang Tuhan adakalanya penuh dengan teka-teki, tetapi juga  rewel dan ada semacam ketakutan untuk menghadapi semuanya itu.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Sebagai  orang lanjut usia yang cinta Tuhan, aku banyak belajar bahwa di hari  tua, kalau kita makin dekat dengan Tuhan, aku mengamati seakan-akan Mami  tahu kapan waktunya Tuhan Yesus datang menjemput dirinya. Aku belajar  juga bahwa tidak terlihat sedikitpun Mami berontak atau menyangkal Tuhan  meskipun kondisi kesehatannya makin menurun. Juga kehadiran para hamba  Tuhan dan teman-teman gereja yang menengoknya selalu disambut dengan  baik. Berkali-kali meskipun sudah sulit bicara, bila ada orang datang  menjenguk, Mami selalu memberi isyarat menyatukan tangan yang artinya  minta untuk didoakan. Saat-saat terakhir aku mendengar dari  saudara-saudaraku bagaimana Mami menyambut “&lt;b&gt;kedatangan Tuhan Yesus&lt;/b&gt;” itu dengan pasrah persis seperti anak yang lari kepangkuan bapanya untuk mendapat belaian dan kasih sayang.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Kita  semua akan menjadi tua. Dulu waktu aku masih bayi, orangtuaku merawat  aku tanpa merasa lelah. Kalau aku sakit, rasanya orangtua juga ikut  merasakan sakitku. Setelah orangtua menjadi sepuh, maka sekarang tiba  gilirannya akulah yang merawatnya. Aku tidak merasa berbeban berat  merawat orangtuaku sendiri. Setiap kali Mami rewel atau tidak senang  hati karena permintaannya tidak kuturuti demi kesehatannya, dalam hati  aku berkata: ”&lt;b&gt;Mami, dulu Mami juga melarang aku, demi kebaikanku, sekarang aku juga melarang Mami demi kebaikan Mami, maafkan aku.&lt;/b&gt;”  Setelah itu aku pun menangis sendiri karena ada suatu pertentangan  batin di antara ingin memberi dan tidak memberi apa yang diinginkannya  demi kebaikan.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Sampai hari ini aku tidak bisa  melupakan ketekunan, kesetiaan dan kedisiplinan Mami yang setiap pagi  setelah mandi selalu duduk menghadapi Kitab Suci untuk bersaat teduh dan  berdoa. Baru setelah itu Mami mulai membaca surat kabar agar tidak  ketinggalan informasi. Di hari Natal ini, aku mengenang dan makin  menyadari bahwa umurku juga semakin tua. Natal bukan saja peringatan  menyambut Kedatangan Tuhan Yesus. Natal juga mengingatkan bahwa Tuhan  akan datang kembali untuk memanggil setiap orang secara pribadi atau  Tuhan Yesus akan datang untuk kedua kalinya, yang kita semua tidak tahu  kapan waktunya terjadi.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Semoga kesaksian ini memberkati semua orang yang membacanya.. Amin&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;Di kisahkan kembali oleh : Magdalena&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/3613711713640951277/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2012/01/mami-pulang-di-malam-natal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/3613711713640951277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/3613711713640951277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2012/01/mami-pulang-di-malam-natal.html' title='Mami Pulang di Malam NATAL'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZNyScJsH72L8LBZ46hGgx8g234ENJdPWyW8UTrNd-kFK24zHqcF9lnvd9qkHWjlv7hCp7lIghs-AWRfvdoGXwqI_SB7ytSXOlajqZ4SkNavYTnRLqQs0OypiHub8BR42BNEzsQUGfOXf8/s72-c/MAM.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-5421164823248907789</id><published>2011-12-17T09:46:00.000-08:00</published><updated>2012-01-23T00:04:44.888-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Mama Mengasihimu, Jennifer</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip4R9viYkJV_XehcQjVbJrDKzCg1vTJeUzLO5N2sYT2GUEbnacpzQJ572TvNUTtzul41NNmndodLh2-l36vWCYA58kf6w7uM5E48XhyroFpKJLIJjbYYzsXLV_m_QCcXobdUqf5sHcrbQU/s1600/ibuku.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;159&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip4R9viYkJV_XehcQjVbJrDKzCg1vTJeUzLO5N2sYT2GUEbnacpzQJ572TvNUTtzul41NNmndodLh2-l36vWCYA58kf6w7uM5E48XhyroFpKJLIJjbYYzsXLV_m_QCcXobdUqf5sHcrbQU/s320/ibuku.jpg&quot; width=&quot;123&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;S&lt;/span&gt;aat saya berusia 19 tahun, saya diperkosa dengan ancaman pisau belati di Hollywood, California. Saya merasa kotor, bekas terpakai dan semua kebanggaan saya terhampas begitu saja. Memang kehamilan akibat dari pemerkosaan hanya kurang dari 1%, tetapi saya termasuk satu di antara yang sedikit tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada mulanya untuk beberapa waktu lamanya saya menyangkal, namun sementara tubuh saya mengalami perubahan, saya sadar bahwa saya tidak dapat menutupi kenyataan tersebut lebih lama lagi - saya hamil. Saya pikir pasti ada jalan keluar yang terbaik!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya baru saja menjalani wawancara untuk pekerjaan sebagai pramugari. Tetapi lebih daripada resiko dalam karir saya, pikiran saya tidak tahan untuk menanggung bayi dari orang yang memperkosa saya. Saat saudara perempuan saya menyebut hal aborsi, hal itu terdengar seperti solusi yang sempurna. Aborsi masih belum disahkan pada waktu itu, tetapi saudara perempuan saya mengatur persiapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menemui seorang laki-laki di Griffith Park, yang membawa saya dengan mata tertutup kain ke sebuah kantor dokter. Tetapi ternyata dokter sebut tidak mau melakukan aborsi karena saya menderita infeksi kerongkongan yang sedemikian buruk, bila infeksi tersebut menyerang rahim, saya bisa mati. Maka ia menyuruh saya pulang dan menghadapi kenyataan bahwa saya hamil, dan entah bagaimana saya bisa menjalaninya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian saya menemukan seorang dokter yang sangat peduli yang membantu saya melihat bahwa setiap kehidupan itu berharga. Saya mulai merasakan kasih dan menerima anak saya, terlebih saat saya merasakan bayi saya bergerak. Saya merasa sukacita karena kehidupan yang baru di dalam diri saya dan nyaris lupa asal mulanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat saya akhirnya memberitahukan orang tua, ayah saya terkejut mengetahui saya hamil, apalagi dari seorang pemerkosa. Dokter keluarga membawa ayah saya berkenalan dengan Planned Parenthood (Keluarga Berencana), tempat saya mendapat informasi bahwa aborsi adalah &quot;satu-satunya solusi.&quot; Mereka tidak menawarkan alternatif lain. Saya mempercayai mereka bahwa mimpi buruk saya akan berlalu, dan saya dapat meneruskan kehidupan saya sesudah aborsi seolah-olah &quot;tak pernah terjadi apa-apa.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang tua saya menghubungi District Attorney (D.A. yaitu Pengacara Daerah) untuk memberi kesaksian tentang pemerkosaan sehingga saya dapat memperoleh aborsi sah. Saat D.A. menyetujuinya, saya sudah hamil 22 minggu, dan telah memutuskan bahwa saya sungguh ingin mempertahankan bayi saya. Namun saya merasakan tekanan yang hebat dari semua pihak, terutama untuk menyenangkan orang tua saya, sehingga akhirnya saya mengalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tidak akan pernah melupakan hari saat orang tua saya meninggalkan saya di rumah sakit. Saya merasa sendiri, kosong dan terlupakan. Saya ingin melarikan diri, lari, tetapi disana tidak ada tempat atau orang untuk saya tuju. Hati saya tercabik, saya tahu bayi saya akan mati dan saya memperbolehkannya, namun demikian saya begitu takut menyusahkan hati orang tua saya. Dokter menyuruh saya berbaring tenang saat ia menembakkan larutan garam ke dalam perut saya. Saya berbaring disana berharap untuk mati. Saya pergi ke tempat bersalin, dan berkhayal bahwa saya akan melahirkan bayi yang hidup. Tak seorangpun mengatakan persalinan macam apa yang akan saya jalani. Selama 18 jam saya meronta-ronta sendirian saat kontraksi berlangsung. Kemudian, hanya dengan bantuan seorang perawat yang masih muda yang berdiri di sebelah saya, saya melahirkan bayi perempuan saya yang mungil ke dalam sebuah bejana sorong. Ia sudah terbentuk seluruhnya sempurna, tetapi ia tidak bergerak dan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya terguncang saat saya melihat kepada apa yang orang katakan kepada saya hanyalah segumpal daging. Pada saat itu saya rasa-rasanya sedang menunggu untuk melihat dia mulai menangis, masih berharap dia hidup. Saya merasakan kekosongan yang tidak dapat diisi oleh apapun dan segera menyadari bahwa akibat aborsi terus berkelanjutan lama meskipun ingatan akan pemerkosaan telah berkurang. Untuk tiga tahun berikutnya saya mengalami depresi dan mimpi-mimpi buruk yang menakutkan. Saya bermimpi sedang melahirkan, tetapi kemudian orang-orang merampas bayi saya. Saya mendengar tangisannya dan memeriksa ke segala tempat, tetapi saya tidak berhasil menemukannya. Saya hanya mendengar tangisannya bergema di kejauhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menguburkannya dalam-dalam dan mengeraskan hati saya atas derita tersebut. Berlawanan dengan apa yang dikatakan orang selama ini, aborsi adalah hal yang jauh lebih sulit untuk dihadapi daripada pemerkosaan itu sendiri. Pemerkosaan adalah suatu kejahatan yang mengandung kekerasan yang menimpa saya, seorang korban yang tak berdosa. Sedangkan aborsi adalah pembunuhan yang mengandung kekerasan terhadap anak saya, dan saya adalah salah seorang pelakunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya berusaha untuk menipu diri saya sendiri bahwa saya mempunyai alasan yang baik untuk melakukan aborsi, bagaimanapun juga, saya telah diperkosa. Akan tetapi kenyataan itu sangat melukai saya saat mengingatnya, maka saya berusaha mengubur kenyataan tersebut. Kemudian saya menikah dan memiliki dua orang anak laki-laki. Saat yang kecil berusia tiga bulan, suami saya dan saya menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kami. Kesembuhan banyak terjadi di banyak segi kehidupan saya, tetapi derita aborsi yang pernah saya lakukan masih menghantui kehidupan saya. Saya belum mau mengakui bahwa peristiwa itu sah mempengaruhi kehidupan saya. Meskipun saya telah memutuskan tidak akan pernah melakukan aborsi lagi, namun saya tidak dapat menyangkal bahwa orang-orang lain akan memilihnya. Tiap kali aborsi tersebut diucapkan, dalam diri saya terasa sakit. Saya tidak ingin mendengarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa tahun kemudian saya didiagnosa menderita kanker tengkuk dan membutuhkan hysterectomy - ini menghancurkan impian saya selamanya untuk memperoleh bayi perempuan. Akhirnya Tuhan mengangkat beban berat yang tertanam dalam hati saya yang terluka. Ia mengangkat kepermukaan segala luka, derita dan duka cita atas kematian putri saya. Saya merasa bersalah dan menyadari luka dalam yang terjadi, memerlukan kesembuhan. Pada mulanya saya marah, marah karena saya membiarkan diri saya mengaborsi, dan berpikir bahwa Tuhan sedang menghukum saya atas perbuatan tersebut. Sulit untuk menghadapi tanggung jawab saya sendiri dengan penuh keberanian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataannya, sayalah yang memilih untuk menjalani aborsi. Kami sungguh menuai apa yang kami tabur. Namun saat saya mengakui dosa saya, Tuhan itu setia dan berkenan mengampuni dosa saya dan menjauhkannya sejauh timur dari&lt;br /&gt;
barat. Dia adalah Tuhan yang mengampuni, tetapi saya harus berjuang berat untuk dapat mengampuni diri sendiri. Beberapa tahun sebelum menderita kanker saya bermimpi mengadopsi anak perempuan bernama &quot;Harapan&quot;. Allah mengingatkan saya akan mimpi ini setelah &#39;hysterectomy&#39;. Saya percaya Dia sedang membuat janji dengan saya, yaitu janji atas seorang anak perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima tahun kemudian, sesuai janji Nya, &quot;Harapan&quot; datang ketengah keluarga kami saat ia berumur tiga minggu. Ia nyaris menjadi korban aborsi. Meski saya tidak pernah bertemu dengan ibu kandungnya, saya berdoa untuknya setiap hari. Ia memberikan kehidupan pada anak perempuan saya, hadiah yang paling berharga. Dan ibunya memberikan bayinya lebih daripada itu, harapan untuk medapatkan keluarga yang mengasihi yang tidak bisa diberikannya. Pada mulanya saya ingin &quot;Harapan&quot; menggantikan putri saya yang hilang, tetapi segera saya sadar bahwa tak ada seorang anak pun yang dapat digantikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan mulai menyingkapkan segi-segi lain yang membutuhkan kesembuhan akibat aborsi. Kerusakan yang terjadi jauh lebih parah daripada yang orang pahami. Secara fisik, tentu saja, seorang bayi direnggut dari kandungan ibunya. Namun secara emosional, saya yakin sudah ada ikatan batin antara si ibu dan anak, seakan-akan ada bagian yang terrenggut dari jiwa saudara sendiri. Bagian dari dirimu juga sudah mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesedihan adalah proses penting yang saya jalani untuk mendapat kesembuhan dari trauma aborsi saya. Saya percaya bagian dari proses kesedihan itu seumpama mengidentifikasikan kehidupan si bayi kecil tersebut sebagai seorang individu, seperti memberi nama bayi saudara tersebut. Saya tidak akan lupa detik-detik ketika putri saya yang tak bernyawa terbaring di dekat saya, tetapi melalui anugerah kesembuhan dari Yesus, saya tahu bahwa saat ini ia berada di surga bersama-Nya, di dalam gendongan-Nya. Namun saya masih melewati waktu-waktu ketika saya menangis untuk Jennifer mungil saya yang tidak pernah diperkenankan tertawa atau menangis atau mendengar ombak lautan atau memanjat pohon dan merasakan sinar mentari pada wajahnya atau tahu air mata atau perjuangan dan sukacita kehidupan. Akhirnya saya menulis sepucuk surat untuk putri saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jennifer sayang,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Mama tahu saat kau Mama kandung, meski Mama berusaha keras untuk mengabaikannya. Oleh karena engkau adalah hasil dari pemerkosaan, Mama merasa begitu kesepian dan bingung.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada mulanya Mama hanya ingin membinasakanmu. Tetapi saat Mama mulai merasakan gerakan-gerakanmu di dalam tubuh Mama, Mama mendapati diri Mama mau menerima keberadaanmu.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kamu berumur 22 minggu saat ijin untuk aborsi sah Mama diberikan, padahal Mama telah memutuskan untuk menerima dirimu. Mama mulai semakin mengasihi dirimu, tetapi dibawah tekanan dari orang-orang disekitar Mama, Mama langsung setuju dengan aborsi.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Untuk bertahun-tahun sesudahnya tangismu menggema dalam mimpi-mimpi yang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;tiada akhir sampai akhirnya kesembuhan terjadi. Lalu Mama menamai dirimu dan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;membiarkan diri Mama merataap atas kematianmu. Mama juga menjadi korban sebagai akibat dari mengambil keputusan berdasarkan beberapa potong informasi yang salah. Bagian dalam diri Mama mati bersamamu.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Saat kau dari surga memandang kebawah, Mama tahu kau mengampuni Mama seperti halnya Mama telah belajar mengampuni diri Mama sendiri. Sekarang ini Mama menekankan kepada orang lain untuk membantu mereka yang telah berbuat kesalahan dalam aborsi, dan juga menolong orang-orang lain untuk tidak berbuat kesalahan seperti yang telah Mama buat. Kesembuhan hanya dapat datang melalui kasih Yesus yang berkuasa.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai kita bertemu lagi, Jenniferku, Mama mengasihimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh: Jackie Bakker&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah di atas (Jackie Bakker) diambil dan diterjemahkan dari majalah American Against Abortion. Oleh Pelayanan Traktat Nafiri Allah Terakhir. PO BOX 1380 Surabaya 60013.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Sumber : Rumah Renungan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/5421164823248907789/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/mama-mengasihimu-jennifer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/5421164823248907789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/5421164823248907789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/mama-mengasihimu-jennifer.html' title='Mama Mengasihimu, Jennifer'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip4R9viYkJV_XehcQjVbJrDKzCg1vTJeUzLO5N2sYT2GUEbnacpzQJ572TvNUTtzul41NNmndodLh2-l36vWCYA58kf6w7uM5E48XhyroFpKJLIJjbYYzsXLV_m_QCcXobdUqf5sHcrbQU/s72-c/ibuku.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-5929771843671590868</id><published>2011-12-16T15:58:00.000-08:00</published><updated>2011-12-15T23:59:12.109-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Tombol Merah</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2fE3qXfpSCbqVS_QAPcDOzpcGSGupjR-rMFvk_vw6SQ-YHWWsh3HmPPmTQ-MDWQdecFL5hcu3u-k8WGLtiqWuKpiwxQayJYNZE7tA2KLpfT_lBTlnk-DFck8ASfsBgXenmpGiuRk0tVOX/s1600/01111111.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2fE3qXfpSCbqVS_QAPcDOzpcGSGupjR-rMFvk_vw6SQ-YHWWsh3HmPPmTQ-MDWQdecFL5hcu3u-k8WGLtiqWuKpiwxQayJYNZE7tA2KLpfT_lBTlnk-DFck8ASfsBgXenmpGiuRk0tVOX/s320/01111111.jpg&quot; width=&quot;129&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;C&lt;/span&gt;ina adalah salah satu negara dimana di sana Tuhan sering memberi hak penganiayaan, namun tentunya juga keajaiban luar biasa sebagai pernyataan dari kuasa-Nya. Walaupun kekristenan di Barat telah menghabiskan banyak waktu untuk membuktikan bahwa Anda bisa mendapatkan salah satu dari hal itu tanpa harus mengalami pengalaman lainnya, namun hal tersebut sebenarnya merupakan kombinasi antara salib dengan kebangkita, penderitaan dengan kemuliaan Tuhan yang akan memiliki dampak paling lama di negara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paul dan Joy Hattaway dari Asia Harvest menceritakan pengalaman ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika gelombang penganiayaan melanda seluruh Cina pada tahun 1950-an, pastor Li juga ditangkap di daerah selatan propinsi Guangdong. Dia dituduh melakukan &quot;kegiatan-kegiatan kontra revolusioner&quot; dan dihukum dengan menjalani kerja paksa di sebuah pertambangan biji besi yang terletak di daerah ujung timur laut Cina. Istri Li dan 5 anaknya, termasuk si bungsu yang masih bayi, tidak punya lagi penopang keluarga. Akhirnya mereka memutuskan untuk bergabung dengan pastor Li dengan menempuh perjalanan sejauh 2000 mil ke Heilongjiang demi memungkinkan mereka dapat lebih dekat seandainya suatu saat terjadi keajaiban, yaitu pastor Li dibebaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga itupun menjual semua yang mereka miliki dan membeli tiket untuk perjalanan naik kereta api selama seminggu. Ketika telah sampai, mereka menggunakan papan kayu tua dan selembar kain terpal untuk membuat sebuah gubuk reot di jalan dekat kamp pekerja itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pastor Li menjalani kerja paksa itu selama 14 jam setiap harinya, dengan makanan yang tak layak, dalam temperatur udara yang mendekati titik beku. Beliau pun meninggal 3 bulan kemudian. Ketika keluarganya mendengar berita duka itu, mereka pun merasa sangat terpukul dan putus asa. Istri Li tak mampu lagi melihat adanya masa depan bagi mereka, dan ingin mengakhiri hidupnya. Anak-anaknya menjadi terabaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, ia berkata pada anak-anak itu bahwa ia akan pergi untuk mencari kerja. Si sulung berkata, &quot;Jangan, bu, ibu tidak boleh pergi bekerja. Adik yang masih bayi membutuhkan ibu. Dia selalu menangis mencari ibu sepanjang hari. Saya saja yang bekerja.&quot; Gadis berusia 12 tahun itu pun pergi menghadap kepala kamp pekerja itu dan berkata kepadanya, &quot;Ayah saya telah dikirim ke tempat yang tidak mengenal Tuhan ini karena dia mengasihi Yesus Kristus. Itulah satu-satunya pelanggaran yang dia lakukan. Ayah adalah orang baik, yang mengasihi orang lain dan membantu mereka. Sekarang ayah telah tiada, dan kami disini tidak mempunyai makanan, uang dan tempat tinggal. Kami bahkan tak bisa kembali lagi ke selatan. Saya ingin tahu kalau saja ada pekerjaan yang dapat saya lakukan di kamp ini.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala kamp itu masih ingat dengan pastor Li, dan tahu bahwa gadis kecil itu adalah putrinya Li. Di dalam hatinya terbersit rasa kasihan, dan ia pun berkata, &quot;Aku punya pekerjaan untukmu, tapi membosankan, dan bayarannya rendah.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tanpa ragu-ragu segera mengambil pekerjaan itu. KEpala kamp membawanya ke lokasi dimana 3000 pekerja paksa itu menambang biji besi. Ia berkata padanya, &quot;Kamu lihat tombol merah itu? Tugasmu adalah berdiri di dekat tombol itu sepanjang hari, dan jika ada yang menyuruhmu memencetnya, kamu harus segera melakukannya. Itu adalah tombol alarm untuk membunyikan tanda peringatan berbunyi, para pekerja harus segera keluar secepatnya. Kamu tidak boleh memencet tombol itu sembarangan, harus hanya ketika ada yang menyuruhmu.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan si sulung kecil dari keluarga Li itu pun berdiri di sebelah pohon tombol itu sepanjang hari demi hari, minggu demi minggu. Ketika menerima upah pertamanya, kegembiraan luar biasa segera meliputi dirinya dan seluruh keluarganya meski besarnya hanya beberapa dolar saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di suatu siang, mendadak dia mendengar suara, &quot;Pencet tombolnya!&quot;. Dia melihat dan berputar ke sekelilingnya, mencoba mencari tahu suara siapakah itu, namun tak seorangpun kelihatan. Tak lama kemudian, terdengar sekali lagi suara, &quot;Cepat! Pencet tombolnya sekarang!&quot;. Masih tak ada seorang pun yang kelihatan, dan dia mulai tombol peringatan ketika ada sesuatu yang gawat, dan saat ini, semuanya kelihatan baik-baik saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian, kembali sebuah suara terdengar, kali ini dengan nada yang sangat mendesak, &quot;Li kecil, pencet tombolnya sekarang!&quot; Kali ini dia segera menyadari bahwa itu adalah suara Tuhan-nya yang berkata padanya. Dia tidak mengerti alasan kenapa dia harus memencet tombol itu, tapi dia tahu bahwa dia harus menuruti-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alarm pun dibunyikan, dan 3000 orang segera naik ke permukaan secepatnya, dengan bingung dan penasaran apa yang telah terjadi. Kepada kamp juga berlari keluar dari kantornya, ingin tahu kenapa gadis kecil itu memencet tombol merah. Hanya berselang beberapa saat setelah pekerja terakhir meninggalkan lokasi pertambangan, sebuah gempa bumi hebat mengguncang tempat itu. Seluruh area pertambangan itu runtuh dan tak ada seorang pun yang mampu membangunnya kembali sampai saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu keheningan yang mencekam segera meliputi tempat itu saat guncangan gempa bumi itu berakhir, semua orang memandangi sosok kecil dan ringkih yang telah menekan tombol merah itu. Akhirnya, suara kepala kamp segera memecah keheningan, &quot;Kawan Li, bagaimana Anda tahu kalau harus menekan tombol merah itu?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Li kecil menjawab sekeras-kerasnya, &quot;Tuhan Yesus Kristus-lah yang menyuruh saya untuk memencet tombol merah itu. Ia menyuruh saya tiga kali sebelum saya melakukannya. Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan bagi kita untuk mengenal Allah yang hidup dan yang sejati. Dia mencintai kalian semua dan Dia baru saja menunjukkan kasih-Nya dengan menyelamatkan kalian semua. Kalian harus berbalik dari dosa-dosa kalian dan memberikan hidup kalian pada-Nya!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 3000 pekerja dan kepala kamp segera berlutut dan berdoa supaya Yesus mengampuni mereka dan mau hidup dalam hati mereka semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Sumber : rumah renungan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/5929771843671590868/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/tombol-merah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/5929771843671590868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/5929771843671590868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/tombol-merah.html' title='Tombol Merah'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2fE3qXfpSCbqVS_QAPcDOzpcGSGupjR-rMFvk_vw6SQ-YHWWsh3HmPPmTQ-MDWQdecFL5hcu3u-k8WGLtiqWuKpiwxQayJYNZE7tA2KLpfT_lBTlnk-DFck8ASfsBgXenmpGiuRk0tVOX/s72-c/01111111.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-1530652225556486927</id><published>2011-12-15T09:05:00.000-08:00</published><updated>2011-12-14T17:05:24.854-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Ternyata Tuhan Suka Bercanda</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5NzYxeyueGKuZE-Bm3_mHtHxl_niq9NhhQUESuD40XdHk3ZDJGGeAWIJEX4hyvVsKfby4rD9uQ1uFhEon7YzdsuM3KZ-8I8oguVAkCJc_PBrzAVrJszWHks_2JUXLSkyK5j1I6Qb_J7x6/s1600/0121.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;194&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5NzYxeyueGKuZE-Bm3_mHtHxl_niq9NhhQUESuD40XdHk3ZDJGGeAWIJEX4hyvVsKfby4rD9uQ1uFhEon7YzdsuM3KZ-8I8oguVAkCJc_PBrzAVrJszWHks_2JUXLSkyK5j1I6Qb_J7x6/s320/0121.jpg&quot; width=&quot;259&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;S&lt;/span&gt;osok Didik Nini Thowok adalah sosok yang lekat dengan tarian humoris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membawakan karakter perempuan dan gerak-gerak tarian yang &quot; diplesetkan&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didik selalu berhasil membuat penontonnya tertawa terpingkal-pingkal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah puluhan tahun belajar seni tari dari berbagai daerah, antara lain Jawa, Sunda, Bali, dan Jepang, kini Didik berhasil memadukan semua gaya itu menjadi tarian dengan gayanya sendiri yang khas dan humoris. Dengan kemampuannya itu Didik meraih sukses sebagai penari yang melintas batas budaya dan negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilannya yang selalu mengundang kegembiraan itu tidak hanya dapat dinikmati di atas panggung tapi juga dalam hidup kesehariannya. Tawa renyah yang selalu dihadirkannya seolah membuat orang tidak percaya bahwa iapun pernah menderita. Padahal sebenarnya kehidupan lelaki kelahiran Temanggung, 13 November 1954 itu tidak tergolong berkelimpahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlahir sebagai Kwee Tjoen Lian yang kemudian diganti menjadi Kwee Yoe An karena sakit-sakitan, ia sulung dari lima bersaudara pasangan Kwee Yoe Tiang dan Suminah. Keluarga besarnya hidup pas-pasan. Ayahnya pedagang kulit sapi dan kambing yang bangkrut dan kemudian menjadi supir truk. Ibunya membuka warung kelontong kecil-kecilan. Begitu seret rejeki keluarga ini sampai-sampai Didik kecil harus ikut bekerja membantu orang tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dari segi materi tumbuh dalam keluarga yang berkekurangan tetapi Didik kecil selalu berkelimpahan dengan kasih sayang. Dalam kesempitan materi, ia menikmati masa kecilnya dengan bekerja, belajar, dan menonton berbagai kesenian, ketoprak, ludruk, dan wayang yang akhirnya mengasah rasa seninya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di masa itu, Didik bukan hanya belajar bekerja keras tapi juga belajar bersabar. Sejak kecil ia memang suka membawakan tarian yang lemah gemulai seperti perempuan, karena itu ia diejek oleh orang-orang sekitarnya, &quot; Kamu ini anak laki-laki apaan sih?  Kok menarinya seperti perempuan?&quot;. Setiap kali diejek, ia menjadi sangat sedih. Ia hanya bisa diam, tidak membalas dan tidak mengadu pada orang tuanya. Ia hanya berdoa sambil menangis, &quot; Tuhan, aku marah tapi aku tidak akan membalasnya. Aku yakin Kamulah yang akan membalaskannya untukku.&quot; Setelah itu, iapun menjadi lega dan malah lebih semangat berlatih menari. Baru bertahun-tahun kemudian doanya itu terjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pengalaman hidup, perlahan-lahan iapun memahami bahwa semua hal yang membuatnya sedih, kemiskinan, dan penghinaan hanyalah cara Tuhan mengajaknya bercanda. Ia menjadi yakin Tuhan tidak akan membuatnya sengsara sehingga ia lebih tenang dan pasrah menghadapi berbagai persoalan. Pemahamannya ini merupakan buah pengasuhan orang tua dan kakek neneknya yang cukup disiplin. Pendidikan dan kasih sayang mereka menjadikannya pribadi yang setia dalam doa, tegar, suka bekerja keras, dan berperasaan halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semasa kuliah di ASTI ( Akademi Seni Tari Indonesia ), ketika Didik mulai mendapat honor dari pertunjukan dan melatih menari, ia ingin sekali membeli sepeda motor supaya tidak kelelahan mengayuh sepedanya kesana kemari . Sejak itu ia betul-betul berhemat. Setelah uangnya terkumpul Rp 200.000, ia sangat gembira, motor yang diidamkan terbayang di depan mata. Tiba-tiba ia teringat ibunya. Bergegas ia pulang ke Temanggung dan mendapati perut ibunya membesar karena kanker. Dengan uang Rp 200.000 itu, ia segera membawa ibunya keYogyakarta untuk dioperasi. Operasi itu berhasil baik dan ibunyapun sehat kembali. Didik sangat bahagia, tak secuilpun rasa kecewa menghinggapinya karena belum bisa mendapatkan sepeda motor. Bagi dia kesehatan dan kebahagiaan ibunya diatas segala harta yang bisa ia punya. Ia memahami, saat itu Tuhan memang hanya mencandainya karena selang beberapa tahun, Didik bukan hanya bisa membeli sepeda motor tapi bahkan mobil dan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedari kecil dengan berbagai cara Didik belajar bersyukur dan berdoa. Ia suka ikut kakeknya yang beragama Konghucu berdoa di kelenteng dan neneknya yang Kristen ke gereja. Kini ia adalah pengikut Kristen Protestan yang taat. Ia mengakui bahwa ia adalah laki-laki yang cengeng (mudah menangis) setiap kali berdoa. Sebenarnya ia ingin sekali rajin ke gereja tapi kesibukan yang sangat padat membuatnya sering tidak punya kesempatan untuk melaksanakannya setiap minggu. Untuk itu setiap ada kesempatan ia mengundang pendeta untuk mengadakan persekutuan doa di rumahnya. Dalam persekutuan doa itulah ia selalu terharu dan menangis saat memberi kesaksian akan kebesaran Tuhan yang telah ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu kesaksiannya adalah tentang rahasia kesuksesannya. Dengan mantap ia mengatakan &quot; Ora et Labora &quot;, dalam segala kesibukan saya selalu berdoa, dimanapun. Setiap kali akan manggung, saya selalu menyediakan waktu untuk berkonsentrasi, kemudian berdoa Syahadat Para Rasul, Bapa Kami dan Salam Maria dari buku doa pemberian Suster Leonie, kakak angkat saya. Tak lupa saya juga selalu mohon restu pada semua guru-guru tari saya yang telah almarhum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama bertahun-tahun Didik sungguh-sungguh merasakan bahwa doa adalah kekuatan di balik semua kesuksesannya. Keyakinan ini membuatnya tidak berani sombong.&quot; Saya mengakui, ketika menari seolah-olah ada kekuatan di luar diri yang ikut menggerakkan dan menghiasi tubuh saya. Saya yakin, kekuatan saya sendiri tidak akan mampu menyelenggarakannya tetapi kekuatan itulah yang menjadikan tarian yang saya bawakan terlihat begitu indah dan memberi kegembiraan bagi banyak orang&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut pengakuannya sudah ada banyak orang yang mengamini hal itu. Mereka bilang, ketika menonton Didik menari, mereka melihat pancaran aura yang sama sekali lain dari kesehariannya. Misalnya, dalam suatu pertunjukan seorang ibu melihat ada burung merpati mengelilingi Didik menari. Setelah pertunjukan rampung, ia langsung menelepon Didik menyatakan kekagumannya, &quot; Proficiat, Mas! Tarianmu benar-benar indah, apalagi ada burung merpatinya &quot;. Kaget juga Didik menerima komentar itu karena sebenarnya ia sama sekali tidak menggunakan burung merpati dalam tariannya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suatu perjalanan ke luar negeri, tas Didik yang berisi passport, uang, kamera, dan dokumen berharga lainnya ketinggalan di kereta api. Menurut staf KBRI yang dilaporinya tidak ada harapan tas akan kembali. Tentu saja Didik shock, tidak bisa makan dan tidur, tapi selang 2 hari setelah kejadian ia ditelepon oleh staf KBRI bahwa tasnya telah ditemukan. Ajaib juga, setelah diperiksa semua isinya utuh, ini pasti karena buku doa kumal pemberian Suster Leonie ada di dalamnya, Didik hanya bisa tertawa bahagia. Lagi-lagi Tuhan mengajaknya bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hidup Didik, ada begitu banyak mukjizat yang telah dibuat Tuhan. Dulu Didik masih berdebar-debar dan menangis sedih setiap kali menghadapi persoalan, tapi kini ia benar-benar tenang dan pasrah. Bagi Didik, Tuhan sering kali memberinya hadiah-hadiah yang tak terduga dan membuatnya bahagia. Pernah pada suatu tur kebudayaan di Eropa, karena perubahan jadwal yang tak terduga, ia tiba-tiba punya kesempatan berziarah ke Vatikan dan berdoa di Gereja St. Petrus dengan khusyuk, ia juga sempat ke Gunung Monserrat untuk mengunjungi Patung Bunda Maria Hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah Didik Nini Thowok yang kesuksesannya tak bisa dilepaskan dari ketekunannya berdoa. Semakin ia berdoa, semakin ia meyakini bahwa Tuhanlah satu-satunya kekuatan dalam hidupnya. Dengan demikian, ia tetap tidak sombong. Didik tetap hidup dengan sederhana di rumahnya yang sederhana di Jl. Jatimulyo, Yogyakarta, di pinggir sungai yang ditinggalinya sejak tahun 1980-an.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini, setelah semua cita-cita masa kecilnya terwujud, ia hanya ingin bersyukur dan bersyukur. Untuk itu ia berbagi kebahagiaan dengan mendirikan yayasan yang menyantuni biaya pendidikan 60 anak. Dan di usianya yang ke-50, kebahagiaannya semakin lengkap ketika ia boleh mengasuh seorang bayi laki-laki yang ia beri nama Aditya Awaras Hadiprayitno, setelah menantikan selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi saksi kebesaran Tuhan atas dirinya, ia hanya bisa berkata, &quot; Saya percaya, kesuksesan dan kebahagiaan saya adalah jawaban Tuhan atas semua doa-doa saya. Bahkan sekarang tidak ada lagi yang bisa menghina saya karena menarikan tarian perempuan. Ya, Tuhan memang selalu menguji saya sampai batas waktu terakhir, sampai-sampai, setiap kali saya berdoa, saya tidak tahu lagi apakah saya harus menangis atau tertawa. Memang, Tuhan itu suka bercanda.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Sumber: Rumah Renungan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/1530652225556486927/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/ternyata-tuhan-suka-bercanda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/1530652225556486927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/1530652225556486927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/ternyata-tuhan-suka-bercanda.html' title='Ternyata Tuhan Suka Bercanda'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5NzYxeyueGKuZE-Bm3_mHtHxl_niq9NhhQUESuD40XdHk3ZDJGGeAWIJEX4hyvVsKfby4rD9uQ1uFhEon7YzdsuM3KZ-8I8oguVAkCJc_PBrzAVrJszWHks_2JUXLSkyK5j1I6Qb_J7x6/s72-c/0121.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-3672851569591540177</id><published>2011-12-12T11:30:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T19:30:03.531-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Bersama Tuhan Lebih Enak</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqHgz6sJas6-AW4VdsZZi6nNYvocesQ1_HNLfbiR-_EEIcNPy2w-LfPN6humqrH-kPKgSINvvsTfdwr4GVJnaWjKwkpQhfr8E95TZPZaa9MP1bwwldT_fhH9co1yufOxUnH4ci-1EJhWZ3/s1600/gendong.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;224&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqHgz6sJas6-AW4VdsZZi6nNYvocesQ1_HNLfbiR-_EEIcNPy2w-LfPN6humqrH-kPKgSINvvsTfdwr4GVJnaWjKwkpQhfr8E95TZPZaa9MP1bwwldT_fhH9co1yufOxUnH4ci-1EJhWZ3/s320/gendong.jpg&quot; width=&quot;225&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;P&lt;/span&gt;ada usia empat tahun anak laki-laki sulung saya, Nathan, tidak dapat berbicara. Ada sekitar enam dokter spesialis THT yang menyatakan bahwa dia mengalami telat berbicara. Lalu saya bawa dia berobat ke Jakarta. Setelah dua minggu menjalani pemeriksaan, anak saya dinyatakan cacat permanen dan tidak ada obat atau terapi untuk membuatnya dapat berbicara. Karena tidak puas dengan semuanya, maka saya bawa dia berobat ke Australia, dan di sana juga dokter menyatakan bahwa anak saya cacat permanen karena terkena virus anjing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi saya ingat bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang hidup. Saya cuma kembalikan sepenuhnya anak saya kepada Tuhan dan berharap untuk mendapatkan suatu mukjizat. Sejak saat itu saya selalu berusaha ikut berbagai KKR agar anak saya bisa mengalami kesembuhan ilahi. Dimana ada KKR, di sana pasti ada anak saya, Nathan. Tetapi mukjizat belum juga terjadi. Rupanya Tuhan mempunyai rencana yang lain bagi anak saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu hari Tuhan menjawab pergumulan saya. Dia berkata, ”Kalau rohanimu bertumbuh 5% saja, maka anakmu juga akan sembuh 5%, demikianlah seterusnya.” Ketika Tuhan berbicara tentang pertumbuhan rohani, saya bingung karena pada waktu itu saya sudah melayani Tuhan. Tetapi ternyata di hadapan Tuhan saya ini nol karena hati dan perbuatan saya tidak sesuai dengan firman Tuhan. Setelah saya mengerti, saya mulai melangkah dan memperbaiki hidup saya. Yang dulunya saya suka menonton blue film, menipu, berbuat jahat kepada orang lain dan banyak lagi segi kehidupan saya yang kotor, semuanya itu saya buang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mukjizat terjadi pada saat anak saya berusia tujuh tahun. Dia mulai bisa berbicara. Saat dia memanggil saya, ”Papa!”, itu bukan kebahagiaan yang biasa saja, tetapi amat sangat luar biasa karena saya melihat dengan sungguh-sungguh bahwa itu adalah mukjizat dari Tuhan. Menurut perhitungan dan pengetahuan dokter anak saya tidak akan dapat dan tidak akan pernah dapat berbicara. Tetapi bukan demikian kata Tuhan. Karena Tuhan semakin menunjukkan kuasa-Nya saya semakin memperbaiki hidup saya dengan sungguh-sungguh. Dan puji Tuhan, karena karakter saya menjadi semakin baik dan semakin baik, maka anak saya menjadi semakin sembuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat dia lulus dari Sekolah Luar Biasa (SLB), saya kemudian menyekolahkan Nathan di sekolah normal. Dia mengalami kesulitan karena pelajaran di sekolah normal jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di SLB. Setiap kali menghadapi ulangan harian, dia kedodoran. Bisa mendapatkan nilai 3 saja kami sudah sangat bangga. Tetapi pada suatu ketika saat dia mau menghadapi ulangan umum dia menanyakan apa yang harus dia lakukan dan saya bilang, ”Tuhan Yesus pasti tolong kamu. Tuhan Yesus pasti tolong kamu. Tuhan Yesus pasti tolong kamu. Sekarang tugasmu adalah belajar sebisamu.” Pada pagi harinya saat saya antar ke sekolah dia meminta saya menumpangkan tangan, berdoa baginya dan saya juga meminta dia untuk berdoa dahulu sebelum mengerjakan soal-soal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat dia menghadapi ulangan umum, saya berpuasa untuknya. Ketika pulang sekolah dia menceritakan bahwa sesungguhnya dia tidak mampu mengerjakan soal-soal ulangan, tetapi malaikat Tuhan menolong dia. Tangannya terus menulis jawaban dan dia tidak bisa menghentikannya. Dia rasakan bahwa Tuhan telah menjamah tangannya. Ternyata benar apa yang dia katakan. Dia mendapatkan ranking 2 di kelasnya. Sontak sekolahnya sempat gempar. Bahkan Kepala Sekolah mencurigai bahwa Wali Kelasnya menjual jawaban soal kepada anak saya, karena mereka semua tahu bahwa anak saya tidak cerdas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kuasa Tuhanlah, anak saya dari yang tidak mampu dijadikannya menjadi mampu. Anak saya semakin tumbuh dalam hal rohani karena dia juga melihat mukjizat demi mukjizat terjadi dalam hidupnya. Bahkan Tuhan angkat dia masuk ke Universitas melalui jalur prestasi dan mendapatkan beasiswa. Pada suatu hari setelah dia menyelesaikan ujian SMA-nya, isteri saya yang menjemput dia pulang sekolah. Dalam perjalanan, dia berkata, ”I love you, mom!” Saya mengasihi mama dan saya sangat mencintai mama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampai di rumah dia merapikan dirinya, kemudian makan dan sempat bergurau dengan mamanya. Sekitar jam 13.30 dia pamit untuk tidur. Dan pada jam 14.00 siang itu anak saya dipanggil Tuhan pulang ke rumah Bapa di Sorga. Hal itu baru diketahui isteri saya sekitar jam 16.30 sore. Isteri saya menemukan Nathan sudah meninggal ketika dia bermaksud membangunkannya. Dia meninggal dengan keadaan yang sangat tenang. Dapat dilihat dari tempat tidur yang masih tertata sangat rapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sangat terguncang, bahkan tidak tahu kemana harus kubawa hidupku ini. Isteriku dan anakku yang bungsu histeris. Mereka membentur-benturkan kepala mereka ke tembok, sehingga kurangkul paksa mereka supaya mereka tenang dan kami mulai berdoa. Aku berkata, &quot;Tuhan Yesus, Engkau sungguh baik, karena di saat badai seperti ini Engkau memiliki maksud dan rencana yang indah bagi kami dan kami percaya Engkau tidak akan meninggalkan anak-anak-Mu pada waktu menderita.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu aku merasa ada yang aneh. Secara jujur aku tidak kuat menghadapi semua itu, tetapi di hatiku tidak ada sedikitpun perasaan yang menyalahkan Tuhan. Yang ada hanya rasa syukur. Kami bersyukur karena kasih Tuhan yang luar biasa itu melingkupi kami. Saat Nathan dimasukkan ke dalam es untuk diawetkan, pada pagi hari jam 8 ada SMS masuk dari Amerika yang menyampaikan bahwa, &quot;AKU sangat mengasihi anakmu.&quot; Bukan itu saja, Dia kirimkan dua orang hamba Tuhan yang tidak kukenal dan juga mereka menyampaikan pesan yang sama, &quot;Aku telah mengirimkan para malaikat-Ku untuk menjemput anakmu. Sekarang anakmu menjadi bagian dari para penyembah-Ku dan bersukacita bersama-Ku.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pegang semua itu, meskipun aku tidak tahu apa maksudnya. Aku mulai berpuasa selama 40 hari dan Tuhan menjawab melalui firman-Nya yang terdapat di dalam Wahyu 14:2-5 yang berbunyi: &#39;Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.&#39; Ayat-ayat itu membuatku menangis pada malam itu. Dan ayat-ayat itu terus terngiang-ngiang di dalam pikiranku selama seminggu.&lt;br /&gt;
Lalu pada tanggal 21 Juni 2006 pukul 4 pagi ada dorongan roh yang kuat agar aku berdoa. Dan aku taat. Dalam keadaan sadar 100% kurasakan rohku keluar dari tubuhku dan Tuhan menaruh aku di suatu tempat dimana kulihat Tuhan Yesus duduk memangku seseorang dalam kemuliaan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun aku tidak dapat melihat dengan jelas, tetapi kurasakan damai sejahtera dan sukacita yang luar biasa. Dan sinar kemuliaan Tuhan yang putih bening seperti kristal itu memancar penuh kemilau. Oh, betapa indahnya dan tak dapat kugambarkan dengan kata-kata! Dalam sinar kemuliaan itu Dia berkata, &#39;Waktu-Ku tidak lama.&#39; Setelah itu kulihat Nathan turun dari pangkuan-Nya dan berjalan tiga langkah ke arahku. Nathan memelukku dan aku memeluknya dengan erat dan menciuminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengajukan tiga pertanyaan kepadanya. Pertama, apakah kamu mau hidup lagi di dunia, Nathan? Ia menggelengkan kepalanya. Kedua, apakah kamu sudah menjadi bagian dari tim pujian dan penyembahannya Tuhan seperti tertulis dalam Wahyu 14:2-5? Dia menganggukkan kepalanya. Ketiga, apakah kamu sudah bersukacita di sini? Dia kembali menganggukkan kepalanya. Setelah itu aku berkata, &#39;Selamat jalan, Nathan! Kita akan bertemu lagi kelak!&#39; Kulihat Nathan berjalan mundur dengan melambaikan tangannya kepadaku dan menghilang. Ketika rohku kembali, tubuhku terasa bergoncang. Bahkan sempat aku serasa mau rebah. Dunia ini sangat mengerikan. Bumi gelap gulita, bahkan untuk melihat tanganku pun tidak bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu aku baru bisa menangis. Padahal waktu bertemu dengan anakku, tidak ada rasa haru, tidak ada dukacita, tetapi yang ada hanyalah damai sejahtera dan sukacita yang luar biasa. Dan jika waktu itu Tuhan menawariku untuk tinggal dan tidak kembali lagi ke dunia, aku pasti mau, karena bersama dengan Tuhan itu jauh lebih enak. Setelah kejadian demi kejadian kualami, sekarang hubunganku dengan Tuhan bertambah intim dan mesra. Suatu hubungan yang tak dapat diutarakan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Sumber kesaksian: Handoko W &amp;amp; Christiani Hartono SH seperti yang dimuat dalam Tabloid Keluarga Edisi 20&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/3672851569591540177/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/bersama-tuhan-lebih-enak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/3672851569591540177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/3672851569591540177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/bersama-tuhan-lebih-enak.html' title='Bersama Tuhan Lebih Enak'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqHgz6sJas6-AW4VdsZZi6nNYvocesQ1_HNLfbiR-_EEIcNPy2w-LfPN6humqrH-kPKgSINvvsTfdwr4GVJnaWjKwkpQhfr8E95TZPZaa9MP1bwwldT_fhH9co1yufOxUnH4ci-1EJhWZ3/s72-c/gendong.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-8900290609348745054</id><published>2011-12-10T08:30:00.000-08:00</published><updated>2011-12-09T16:29:39.272-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Kisah Seorang Pendeta Di India</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCqeMaOUDt_-6b1J2pw1sDIai4kiO02WFCpGlIYC90skScgwbpxf7nB5mnujBhvj_mXk9_kDClgrcrOB9rAsgkfKNhg49OeXuxrKv_IytbZ3DIZn29Gqhnw2XnrNFUDGF5EdiLMyTAzsEC/s1600/00.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;181&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCqeMaOUDt_-6b1J2pw1sDIai4kiO02WFCpGlIYC90skScgwbpxf7nB5mnujBhvj_mXk9_kDClgrcrOB9rAsgkfKNhg49OeXuxrKv_IytbZ3DIZn29Gqhnw2XnrNFUDGF5EdiLMyTAzsEC/s320/00.jpg&quot; width=&quot;236&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;da seorang pendeta yang bernama Paul. Ia bertempat tinggal di sebuah kota besar di India. Ia seorang Baptis yang ditugaskan untuk memimpin sebuah jemaat di kota itu. Ia sering mengunjungi desa-desa di sekitar kota itu untuk mengabarkan Injil sehingga banyak jiwa percaya kepada Yesus dan diselamatkan. Orang-orang Hindhu yang fanatik tidak suka bahwa banyak orang India menjadi orang Kristen. Pada suatu hari, beberapa orang Hindhu yang fanatik menyerbu masuk gereja dimana sedang diadakan kebaktian. Mereka menyeret pendeta Paul keluar gereja dan memukulinya secara bertubi-tubi. Mereka mengatakan, agar ia tidak mengabarkan Injil lagi. Jemaatnya membawanya ke rumah sakit dan ketika ia boleh pulang dari rumah sakit itu, ia kembali ke gerejanya untuk berkhotbah lagi di depan jemaatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi orang-orang Hindhu yang fanatik itu mengancam agar ia berhenti mengabarkan Injil, namun pendeta itu tetap mengabarkan Kabar Kesukaan. Akibatnya adalah bahwa mereka menghajarnya kembali sehingga seorang dari jemaatnya membewanya ke rumah sakit. Setelah sembuh dari luka-lukanya, ia kembali memimpin jemaatnya dan meneruskan pekerjaannya sebagai hamba Tuhan yang setia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ia tetap tidak mau menurut, maka kali ini mereka membawa puteri sang pendeta dihadapannya dan mengatakan akan membakar puterinya jika ia tetap tidak berhenti berkotbah. Ketika pendeta itu tetap tidak mau berhenti mengabarkan Injil, mereka mengguyur puterinya dengan bensin dan membakar tubuh anak perempuan itu. Ketika api sedang membakar tubuhnya, puterinya berseru, “Pap, janganlah berhenti mengabarkan Injil. Kabarkanlah, kabarkanlah Injil!!” Kemudian ia meninggal di depan ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pendeta Paul mengabarkan Injil. Kali ini, orang-orang India yang fanatik itu manghajar hamba Tuhan yang setia secara habis-habisan. Mereka mengambil batu yang besar dan dengan batu itu mereka menghantam perut pendeta Paul dengan sekuat tenaga. Akibatnya, dubur pendeta itu hancur dan ususnya keluar melalui dinding perutnya yang jebol. Para anggota jemaatnya membawanya ke rumah sakit dan mereka mengira ia tidak ada harapan untuk hidup. Namun, ia tidak mati. Hanya sekarang ia harus mengenakan sebuah colostomy di perutnya karena duburnya yang hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, pendeta Paul masih tetap mengabarkan Injil walaupun harus membawa colostomynya kemana dia pergi. Kesaksian ini dikisahkan oleh bruder Andy Leper yang bertemu dan berbicara dengan pendeta Paul bulan lalu. Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi melalui email addressnya: peacefreek@aol.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Sumber: rumah renungan blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/8900290609348745054/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/kisah-seorang-pendeta-di-india.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/8900290609348745054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/8900290609348745054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/kisah-seorang-pendeta-di-india.html' title='Kisah Seorang Pendeta Di India'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCqeMaOUDt_-6b1J2pw1sDIai4kiO02WFCpGlIYC90skScgwbpxf7nB5mnujBhvj_mXk9_kDClgrcrOB9rAsgkfKNhg49OeXuxrKv_IytbZ3DIZn29Gqhnw2XnrNFUDGF5EdiLMyTAzsEC/s72-c/00.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-4091780507714756250</id><published>2011-12-08T08:58:00.000-08:00</published><updated>2011-12-07T16:58:41.366-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Apa yang tidak kamu pikirkan, itulah yang Tuhan berikan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiUM5Jr89bo8xusiaa9JKDl5de5MN4H4ziV22CXe4cVUv6GoOyV1ok21hXr7RR7-xd6M4aulxpMsKrSXvP8lrAQdCu51gBov4fo_aaU_kmIcqiHYootUKK0NGJmj-o3rdR31J3Vp4mhniM/s1600/baik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;195&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiUM5Jr89bo8xusiaa9JKDl5de5MN4H4ziV22CXe4cVUv6GoOyV1ok21hXr7RR7-xd6M4aulxpMsKrSXvP8lrAQdCu51gBov4fo_aaU_kmIcqiHYootUKK0NGJmj-o3rdR31J3Vp4mhniM/s320/baik.jpg&quot; width=&quot;258&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;M&lt;/span&gt;enjadi guru bukanlah cita-cita saya sejak kecil. Tidak! Bahkan saya tidak punya cita-cita apapun. Hanya ibulah yang mendorong kami anak-anaknya yang berjumlah 6 orang kelak harus dapat bekerja mencari nafkah sendiri, tidak bergantung pada suami. Ibuku seorang janda yang tidak mempunyai keahlian apapun, bahkan bekerja di sawah peninggalan ayah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami hidup bergantung pada pensiun ayah yang kecil dan hasil sawah serta pekarangan. Itulah sebabnya Ibu menyuruh saya melanjutkan sekolah di SGA setelah saya selesai SMP karena biayanya lebih murah dari pada sekolah SAA dimana kakak saya bersekolah dan saya juga sudah diterima di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belajar 3 tahun di SGA saya jalani dengan hati yang senang dan nilai-nilai saya juga baik, tetapi saya tidak membayangkan akan menjadi guru. Pokoknya saya hanya senang bersekolah. sampai akhirnya saya lulus dan mendaftarkan ke perguruan tinggi di IKIP dan mengambil jurusan sejarah antropologi (SA) karena saya senang pelajaran sejarah. Masih teringat saat mendaftaran, ada mahasiswa petugas pendaftaran bertanya-tanya, ”Mbak, kok tidak masuk jurusan bahasa Inggris?”. Saya jawab, ”Tidak, saya tidak senang”. Padahal nilai bahasa Inggris saya 8, sedangkan nilai sejarah hanya 7.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya saya lulus tes dan diterima. Lalu masalahnya timbul, yaitu untuk bisa masuk harus membayar saat itu (tahun 1964) Rp 15.000,00. Itu jumlah yang banyak. Untuk biaya sekolah kakak, kami sudah menjual rumah, untuk biaya sekolah adik kami sudah menjual sebidang sawah dan untuk membelikan tanah yang ditempati kakak satunya lagi ayah sudah menjual sebidang sawah juga. Saya tidak tega bila keluarga mau menjual sawah lagi, di tambah dengan ingatan biaya hidup dan kuliah di kota, akhirnya saya memutuskan tidak melanjutkan studi di IKIP sejarah tersebut. Sungguh itu berat sekali rasanya. bertahun –tahun saya merasa sedih akan hal itu.lalu saya mendapat alternatif untuk melanjutkan sekolah di PGSLP dan mendapat ikatan dinas. Jadi biayanya ringan, bahkan saya dapat membantu meringankan beban ibu yang masih harus menghidupi 4 orang adik-adik saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama-tama saya memilih jurusan bahasa Indonesia, karena saya suka sekali membaca buku-buku sastra. Waktu masih di SD dan SMP, waktu libur saya habiskan untuk mencari pinjaman buku-buku bacaan. Setelah 1 minggu di jurusan B Indonesia, saya merasa tidak betah suasananya. Kebetulan ada mahasiswa jurusan B Inggris yang juga tidak cocok di sana, jadilah kami bertukar jurusan. Walhasil, saya masuk jurusan B. Inggris dan belajar selama 2 tahun. Padahal dulu saya tidak mau masuk jurusan B. Inggris karena tidak senang. Tahun 1966 saya lulus dengan nilai yang baik dan kemudian diterima mengajar di sebuah SLTP negeri sebagai tenaga honorer. Saat itu transportasi belum semudah sekarang, saya harus naik kereta api atau bersepeda sejauh kurang lebih 20 km, lalu saya merasa capek dan kebetulan ada teman yang mengajar di sebuah SLTP Yayasan Kristen yang membutuhkan guru B. Inggris. Jadilah saya tinggalkan SLTP Negeri tadi yang sudah menyuruh saya mengumpulkan berkas – berkas pengangkatan pegawai negeri itu dan memulai mengajar di SLTP Yayasan Kristen di sebuah kota kecamatan sebagai guru tetap yayasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bulan-bulan pertama mengajar, saya merasa sulit menyesuaikan diri dan keadaan keluarga kami yang tidak harmonis serta beban ekonomi yang berat membuat saya mengalami depresi dan tidak mempunyai keinginan apapun. Saya bahkan tidak masuk mengajar selama 3 bulan. Tetapi herannya, pimpinan sekolah dan pengurus yayasan tidak mengeluarkan saya, bahkan waktu saya masuk kembali gaji saya masih tetap diberikan. Saya berterima kasih sekali akan hal itu. Tetapi lagi-lagi saya mengalami depresi di tahun berikutnya. Kemudian setelah sembuh saya mengikuti katekisasi dan dibaptis pada 24 Desember 1968; itu terjadi 40 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian kehidupan menjadi menyenangkan dan saya mengalami hari-hari mengajar di SLTP Kristen dengan penuh semangat. Sekolah mengalami kemajuan pesat dan menjadi sekolah favorit di kota kecamatan tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu, pemerintah mendirikan sekolah-sekolah negeri sehingga sekolah-sekolah swasta mengalami kemunduran. Disamping itu di dalam intern sekolah sendiri banyak terjadi intrik-intrik sehingga suasana belajar mengajar menjadi tidak menyenangkan. Suasana kekristenan tidak dapat dirasakan di sekolah. Dan saya berusaha mencari tempat bekerja yang lain. Tetapi semuanya sia-sia saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sudah putus asa dan tidak mempunyai bayangan pindah kemana bila sekolah tutup. Tetapi lagi-lagi saya merasakan Tuhan bekerja untuk saya. SLTP Negeri di dekat meminta saya mengajar di sana dan itu adalah hal yang tidak menjadi aangan-angan saya karena SLTP tersebut menjadi saingan SLTP Kristen tempat saya mengajar. Jadilah saya pindah ke SLTP Negeri itu karena SLPT Kristen sudah tidak dapat dipertahankan lagi. “Apa yang tidak terpikirkan oleh saya, itulah yang Tuhan berikan”. Bertahun-tahun saya mencari tempat pindah mengajar tidak berhasil, tetapi Tuhan menyediakannya buat saya. Dan demikianlah saya menghabiskan hari-hari mengajar saya di SLTP Negeri tersebut dengan senang dan saya satu-satunya pengajar yang beragama Kristen di sekolah tersebut sehingga saya berpikir memang Tuhan menempatkan saya di sekolah tersebut dengan tujuan tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini saya sudah pensiun tetapi saya boleh merasa bersyukur karena banyak anak-anak SMP maupun SMA yang datang untuk les B. Inggris di rumah. Tuhan sendiri yang memilihkan apa yang harus saya pelajari sehingga semuanya itu berguna bagi kehidupan saya. Saya tidak perlu khawatir akan kehidupan saya, karena saya tahu Tuhan merencanakan yang terbaik untuk hidup saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Sukartinah Joko Susmono Hadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;GKJ Palihan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Kragon II, Palihan, Temon, Kulon Progo, Yogyakarta, 55654&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/4091780507714756250/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/apa-yang-tidak-kamu-pikirkan-itulah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/4091780507714756250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/4091780507714756250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/apa-yang-tidak-kamu-pikirkan-itulah.html' title='Apa yang tidak kamu pikirkan, itulah yang Tuhan berikan'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiUM5Jr89bo8xusiaa9JKDl5de5MN4H4ziV22CXe4cVUv6GoOyV1ok21hXr7RR7-xd6M4aulxpMsKrSXvP8lrAQdCu51gBov4fo_aaU_kmIcqiHYootUKK0NGJmj-o3rdR31J3Vp4mhniM/s72-c/baik.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-5283086026122068504</id><published>2011-12-06T08:38:00.000-08:00</published><updated>2011-12-05T16:41:19.069-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Kesaksian Intan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeLchCLXHhpQ2tFLUdjmMDowugqDbIGPq0vtIKX_klDR8UC6iOO406K8vtH04PcIzXiSOwtqmovqj7PwCijqmEjYdFU_V8Jutiz3vSvRlyagi83przF3OCxzeP8b3w56rAJBdCTJWcM3E2/s1600/SAKSI.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;141&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeLchCLXHhpQ2tFLUdjmMDowugqDbIGPq0vtIKX_klDR8UC6iOO406K8vtH04PcIzXiSOwtqmovqj7PwCijqmEjYdFU_V8Jutiz3vSvRlyagi83przF3OCxzeP8b3w56rAJBdCTJWcM3E2/s320/SAKSI.jpg&quot; width=&quot;184&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;S&lt;/span&gt;aya terlahir dari keluarga non-kristen fanatik. Dari kecil pun terdidik dengan ajarannya. Saat usia saya 12 tahun, nenek saya yang biasa menjadi tulang punggung keluarga meninggal dunia. Kemudian saya ikut keluarga yang beragama Kristiani. Saya yang masih lugu, belum tahu mana yang terbaik dalam hidup saya kemudian menerima Yesus karena permintaan keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah saya menerima Yesus, saya bertumbuh di dalam Dia, sampai akhirnya saya masuk pelayanan dan benar-benar mengerti arti kehadiran Yesus dalam hidup saya. Saya sungguh-sungguh mencintai Yesus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di perjalanan pelayanan saya dalam Tuhan, saya dihadapkan pada sebuah kenyataan, bahwa saya merindukan Ayah kandung saya, yang sejak kecil tidak pernah saya ketahui rupanya. Reatret Juli 1995, di tengah malam saya berdoa, saya sebaris kata: &quot;Tuhan, saya kangen Papa.&quot;  Kata-kata yang telah saya simpan dalam dendam menahun. Saya benci pada Papa, tapi saya juga merindukannya. Perubahaan yang sangat drastis dalam kehidupan saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga bulan kemudian keajaiban terjadi dalam hidup saya. Saya bertemu papa kandung saya yang selama 16 tahun telah meninggalkan saya dan mama saya. Sungguh hal yang tidak masuk di akal. Karena saya bertemu dia langsung dan segera mengetahui bahwa dia adalah papa saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehidupan saya pun berubah. Papa menarik kami kembali ke non-kristen. Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Di tengah-tengah pelayanan saya dengan Tuhan saya diberikan pilihan yang sulit. Saya ingin tetap bersama Yesus, tapi saya tidak mau kehilangan keluarga yang baru saya temukan. Saya meninggalkan Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahun kemudian, Papa meninggalkan kami lagi. Ia menikah lagi. Rasa sakit itu teramat sangat. Tahun-tahun berjalan dengan kehampaan, itu yang saya lalui. Berulangkali saya ingin ke gereja, tapi mama selalu menahan saya. Saya tidak tega melihat kesetiaan mama pada papa, akhirnya saya mengalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima tahun hidup dalam kehampaan, hingga suatu hari saya sadar saya harus membenahi diri saya. Yang saya perlukan bukan hanya Bapa duniawi tapi juga Bapa surgawi. Akhir tahun 2000, saya pergi ke gereja, berdoa,&quot;Saya ingin pulang, Tuhan.&quot; Saya tahu yang saya butuh kan adalah Tuhan Yesus, Dia lebih segalanya buat saya. Saya bisa hidup tanpa Papa, tapi tidak tanpa Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hati saya kembali diuji oleh Tuhan. Ketika saya memilih kembali kepada Tuhan, mama tidak setuju, dengan alasan yang sangat menyakitkan, &quot;Nanti kalau mami mati ngga ada yang doa&#39;in.&quot; Sungguh kata-kata itu mengiris hati saya berkeping-keping. Saya seperti di persimpangan jalan. Di hadapkan pada pilihan berat. Saya tidak mau kehilangan Tuhan, tidak juga ingin kehilangan mama saya. Karena hanya dia yang saya miliki, karena saya anak tunggal. Saya down dengan dilema ini. Saya harus menyembunyikan identitas saya sebagai kristiani dari orang-orang di sekeliling saya. Saya juga harus bertengkar setiap kali dengan mama saya bila saya ke gereja atau melihat saya membaca alkitab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kali ini saya benar-benar kuat. Hari itu saya curhat dengan manager di salah satu divisi di perusahaan saya. Saya sharing setiap hari. Dia yang membantu yang bangkit dan terus berjalan bersama Yesus. Sejak hari itu, saya mantap dengan kekristenan saya. Saya yakin Tuhan yang telah memilih saya. Hingga saat ini saya bisa di sini menceritakan semua kisah saya ini. Saya benar-benar merasakan tangan Tuhan bekerja dalam hidup saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usia saya 22 tahun. Sekarang saya bekerja sebagai sekretaris direktur di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Kehidupan saya mapan di dalam Tuhan, dan terlebih penting, mama saya sudah tidak pernah memarahi saya bila saya ke gereja. Jalan saya semakin mudah, saya yakin, suatu hari mama saya akan kembali kepada Yesus, semua ini dibantu juga dengan doa teman-teman yang membaca kesaksian ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang tertulis &quot;Biarlah terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu dan memuliakan Bapamu yang di surga&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya mengucap syukur untuk kasih dan penyertaan Tuhan kepada saya. Lewat kesaksian ini saya ingin menyampaikan kepada teman-teman yang serupa kisahnya dengan saya, untuk tetap berjalan di dalam Tuhan, karena pencobaan-pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan biasa. Karena Tuhan mengatakan bahwa Ia tidak akan memberikan coba&#39;an yang melebihi kekuatan kita. Kita hanya diuji, seberapa besar, kasih kita kepada Tuhan, dan memberi pengertian kepada kita, betapa besar kasih Tuhan dalam hidup kita. Itu tidak berkesudahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Oleh: Intan (Jakarta) - 15 September 2001&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Diterjemahkan oleh: Hilmy&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/5283086026122068504/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/kesaksian-intan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/5283086026122068504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/5283086026122068504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/kesaksian-intan.html' title='Kesaksian Intan'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeLchCLXHhpQ2tFLUdjmMDowugqDbIGPq0vtIKX_klDR8UC6iOO406K8vtH04PcIzXiSOwtqmovqj7PwCijqmEjYdFU_V8Jutiz3vSvRlyagi83przF3OCxzeP8b3w56rAJBdCTJWcM3E2/s72-c/SAKSI.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-7562641178874892283</id><published>2011-12-03T08:00:00.000-08:00</published><updated>2011-12-02T16:00:29.054-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Saya Sembuh</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-H0DiYpDlxGu2mdrJ9EEqv4e4e1DbjMAzocRa7ZWBWzTJ7s49r7XbPiZ1LS1hNKIDnI0oa7EOrPlxLRuooySdQR-WePYLiW-cCwazorjWA-QO5CgJp_lDvuvR3ZFeLuc99DSxXlRgSF8g/s1600/roh.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;183&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-H0DiYpDlxGu2mdrJ9EEqv4e4e1DbjMAzocRa7ZWBWzTJ7s49r7XbPiZ1LS1hNKIDnI0oa7EOrPlxLRuooySdQR-WePYLiW-cCwazorjWA-QO5CgJp_lDvuvR3ZFeLuc99DSxXlRgSF8g/s320/roh.jpg&quot; width=&quot;275&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;S&lt;/span&gt;egala pujian, hormat dan syukur saya naikkan kepada Bapa di sorga di dalam Tuhan Yesus Kristus atas kesembuhan yang diberikan-Nya kepada saya lewat minyak urapan. Setahun yang lalu saya menderita penyakit gatal-gatal. Gatal-gatal yang bermula dari jari-jari tangan lalu kemudian menyebar ke bagian tubuh yang lain dengan rasa gatal yang tidak tertahankan. Penyakit gatal-gatal ini sudah saya periksakan ke beberapa dokter, tapi semuanya tidak menghasilkan kesembuhan. Saya sudah memeriksakan diri , dari dokter umum sampai ke dokter spesialis kulit, juga segala pantangan yang dianjurkan dokter saya lakukan dengan baik, tetapi usaha-usaha tersebut tidak memberikan kesembuhan bagi penyakit saya. Akhirnya saya pasrah dan tidak mau berobat lagi, sedangkan penyakit gatal-gatal pada kulit saya semakin menyebar dan menjadi-jadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa waktu lewat, saya bertemu lagi dengan teman seorang pengerja di Gereja Rumah Doa Segala Bangsa-Bali. Saya ceritakan tentang penyakit saya yang saya derita sudah satu tahun lamanya. Mendengar itu, serta merta teman saya memberi saya satu botol minyak urapan untuk dioleskan pada bagian tubuh yang sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minyak urapan tersebut saya pakai, didahului dengan doa. Rasa gatal dari penyakit saya semakin berkurang bahkan setiap saya usap dengan minyak urapan, seperti ada sesuatu yang keluar yang menyerupai pasir yang warnanya ada yang putih dan hitam. Semakin saya usap, semakin banyak yang keluar. Akhirnya saya sembuh! Saya percaya bahwa urapan Allah telah menjamah saya melalui minyak urapan-Nya yang membawa kesembuhan bagi penyakit saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minyak yang diurapi Allah juga bekerja dengan dahsyat dan ajaib bagi seorang ibu yang saya beri minyak urapan. Juga setahun yang lalu saya memberikan minyak urapan kepada seorang ibu. Baru-baru ini suaminya membangun gudang dan ia mempekerjakan saudaranya yang baru datang dari Sumatera untuk menjaga gudang itu. Pada malam hari pegawainya yang tidur di gudang ini melihat sosok-sosok bayangan orang yang hitam dan besar. Ketika tengah tidur dia merasa ditindih dan dicekik orang tersebut, sampai susah bernafas. Pagi harinya saat bangun, ada guratan kuku dipunggungnya berjajar lima kuku dari atas ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ibu ini mengetahui akan hal itu, dia lalu berdoa dan mengolesi dengan minyak urapan yang saya berikan setahun yang lalu pada pegawainya. Dan mujizat terjadi, bekas guratan kuku-kuku tersebut langsung lenyap tanpa bekas. Glory!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan Yesus tidak pernah berubah dari dulu sekarang dan selama-lamanya. Hal ini saya saksikan, sebagai tanda sukacita dan pujian syukur saya kepada Tuhan Yesus Kristus yang menjadi Tuhan, Penolong, dan Juru Selamat saya sepanjang masa. Biarlah kesaksian ini menjadi berkat bagi banyak orang, bahwa Tuhan Yesus itu luar biasa, oleh bilur-bilur-Nya saya telah sembuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segala pujian dan hormat bagi Bapa di Sorga di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus Halleluya..........A M I N.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Oleh : Petra F. Leman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/7562641178874892283/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/saya-sembuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/7562641178874892283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/7562641178874892283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/12/saya-sembuh.html' title='Saya Sembuh'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-H0DiYpDlxGu2mdrJ9EEqv4e4e1DbjMAzocRa7ZWBWzTJ7s49r7XbPiZ1LS1hNKIDnI0oa7EOrPlxLRuooySdQR-WePYLiW-cCwazorjWA-QO5CgJp_lDvuvR3ZFeLuc99DSxXlRgSF8g/s72-c/roh.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-3679833109741072443</id><published>2011-12-01T08:04:00.000-08:00</published><updated>2011-11-30T16:07:59.690-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Akiane</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEljD0MYNw88I67q_Q96fJEwS0ed-_n_TKordhlFxSmEsFaZauJb4-yB8ZhhrzXRx3T9al1h_EApVwiuCdBNvJn6RwF5P66oMa0_ZmNAKs1K0l-KJrsRNZwvy3OF_zckUVoTfniIVowoou/s1600/akiane.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;210&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEljD0MYNw88I67q_Q96fJEwS0ed-_n_TKordhlFxSmEsFaZauJb4-yB8ZhhrzXRx3T9al1h_EApVwiuCdBNvJn6RwF5P66oMa0_ZmNAKs1K0l-KJrsRNZwvy3OF_zckUVoTfniIVowoou/s320/akiane.png&quot; width=&quot;138&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;AKIANE ANAK PRODIGY BERTEMU TUHAN SEJAK 3 TAHUN &amp;amp; BELAJAR MELUKIS DARI TUHAN &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;I&lt;/span&gt;stilah Anak prodigy memiliki arti, “Anak yang memiliki kemampuan sama dengan orang dewasa yang terlatih pada umur yang masih sangat muda, yaitu di bawah 13 tahun”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu anak yang diberkati Tuhan dengan talenta luar biasa dalam seni gambar dan puisi ini salah satunya adalah Akiane Kramarik di mana dia belajar menggambar sendiri pada umur 4 tahun, belajar melukis sendiri pada umur 6 tahun dan telah menghasilkan lukisan dengan kualitas luar biasa pada umur 7 tahun. Dan yang lebih luar biasa, dia mengenal Tuhan Yesus tidak dari siapapun tetapi Tuhan yang menemui dia sejak 3 tahun dan mengajarinya menggambar dan melukis hingga mamanya yang ateis pun percaya pada Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akiane mengakui sebenarnya dia tidak sepenuhnya belajar sendiri tetapi mendapat bantuan dari Tuhan, dia berkata tentang Tuhan, “Seorang pria yang saya tidak pernah tahu sampai saya berumur 4 tahun dan mendapat penglihatan dari Dia saat tidur. Dia menunjukkan semua galaksi yang indah dan tempat-tempat lain. Saya bertanya padaNya siapa Dia dan Dia berkata bahwa saya sudah tahu, tetapi jangan memberitahukan orang lain. Saya tidak memberitahukan siapapun sampai 1 minggu kemudian, tetapi setelah itu saya harus memberitahu mama saya!”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengaku bahwa sebenarnya dia sudah bertemu Tuhan sejak 3 tahun tetapi dia belum mengerti sampai umur 4 tahun. Mama Akiane sebenarnya tidak tahu apa yang dikatakan anaknya, tetapi bagaimana Akiane begitu yakin dia sudah bertemu dengan Tuhan, sedangkan dia adalah ateis?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Akiane kemudian berkata tentang “sesuatu yang hangat, kekuatan yang indah, keberadaan yang sangat luar biasa” yang telah dia lihat, sehingga mamanya mulai menganggap serius. Akhirnya, setelah beberapa waktu, mamanya menjadi Kristen bersama seluruh keluarganya. Ini merupakan hasil dari kekuatan Akiane dapat gambarkan, melalui karya seni dan puisinya di mana dia dapat memperlihatkan Tuhan melalui gambar-gambarnya dan tulisannya pada tingkat di mana orang akan dapat memulai untuk melihat Tuhan juga di mana dia selalu berdoa pada tiap pagi sebelum memulai melukis dan juga membaca Alkitab tiap hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akiane terus belajar sehingga kemampuan melukisnya meningkat terus dan pada umur 7 dia telah berhasil melukis dengan sempurna dan kemudian Akiane melukis potret wajah Tuhan Yesus pada umur 8 tahun lukisan itu dia sebut “Prince of Peace”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Foto Akiane bersama lukisannya &quot;Prince of Peace&quot; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoNG8C_py9gdmOz4FdCzKwMOI5uoCnBS0CbQTL2RImT9uDAIkZbZsNuFz6kShNaU4xU6Ra4Nl6on0Vi79moiNe2r0Wysbm_HNiXkVbqV89ZD_zqAjlxQwAL1Q1CIX-rc3MYiGiY8-FgasU/s1600/aki2.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;296&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoNG8C_py9gdmOz4FdCzKwMOI5uoCnBS0CbQTL2RImT9uDAIkZbZsNuFz6kShNaU4xU6Ra4Nl6on0Vi79moiNe2r0Wysbm_HNiXkVbqV89ZD_zqAjlxQwAL1Q1CIX-rc3MYiGiY8-FgasU/s320/aki2.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Gambar Sketsa karya Akiane pada umur 5 tahun: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-rVLLO-t-c-rdTLpFg3P5cUiEtMBa4RHv3917bg5Lw-tm_wkVFz4CgSgAwkxdy05f_SvNRYhetbHdGRt1bks0kprfKODjS00jdPgOxU-q8WtVKl3bNbcToMh9Gs-LLgw-9IOG0wD1kOY7/s1600/aki3.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-rVLLO-t-c-rdTLpFg3P5cUiEtMBa4RHv3917bg5Lw-tm_wkVFz4CgSgAwkxdy05f_SvNRYhetbHdGRt1bks0kprfKODjS00jdPgOxU-q8WtVKl3bNbcToMh9Gs-LLgw-9IOG0wD1kOY7/s320/aki3.png&quot; width=&quot;215&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Karya Akiane umur 7 tahun: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBYNMLGe1gdj3RB2PAiDf9akMmFaeaNpO3Vb8ZIrLPIF0ysY4sN4SEKjT9-BBFN_O_A0Nt_KmP_3vfVeTCodcC9kAhmtSXV0VQzSGG8P6-jHPtYUdgj2hGXEnawBuQlP16yPhXTZ2NOhoe/s1600/aki4.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;235&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBYNMLGe1gdj3RB2PAiDf9akMmFaeaNpO3Vb8ZIrLPIF0ysY4sN4SEKjT9-BBFN_O_A0Nt_KmP_3vfVeTCodcC9kAhmtSXV0VQzSGG8P6-jHPtYUdgj2hGXEnawBuQlP16yPhXTZ2NOhoe/s320/aki4.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lukisan Tuhan Yesus dengan judul &quot;Father Forgive Them&quot;: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiM1UqxnHL_McD0P8E61raOTGu_7zE_2JEaMxNc37fQXH-orw918a1m_SuPA4NztMwtaTsRCyCfhSzAzxueYSwo9xmrdV7MF3Ryp0Mzs6nTBiEQFD9ySScn_vusCDpK5DxKs7fy3WvkNUG/s1600/ak5.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;146&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiM1UqxnHL_McD0P8E61raOTGu_7zE_2JEaMxNc37fQXH-orw918a1m_SuPA4NztMwtaTsRCyCfhSzAzxueYSwo9xmrdV7MF3Ryp0Mzs6nTBiEQFD9ySScn_vusCDpK5DxKs7fy3WvkNUG/s320/ak5.png&quot; width=&quot;172&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bersama Oprah: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFbKQH_gkRvSC3WXk6-248kDhzfo61yPHbnKt4_PZm_2v_zpP1p2pfcy5YNX3j2O76A_jrJ_NCBOpDhbMtx8dKnshFpAlV90I00c4-IrsNh6uoKzWxp2Hbain_syJhw6wbeHW7PIC2i4AZ/s1600/aki5.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;241&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFbKQH_gkRvSC3WXk6-248kDhzfo61yPHbnKt4_PZm_2v_zpP1p2pfcy5YNX3j2O76A_jrJ_NCBOpDhbMtx8dKnshFpAlV90I00c4-IrsNh6uoKzWxp2Hbain_syJhw6wbeHW7PIC2i4AZ/s320/aki5.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Alasan Menggambar Lukisan Potret Yesus pada umur 8 tahun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Adalah waktu Tuhan, saya sudah mencari model untuk Tuhan Yesus selama 2 tahun dan saya tidak dapat menemukan wajah yang cocok. Hingga satu hari saya meminta keluargaku untuk berdoa dengan saya tiap hari. Kita meminta Tuhan untuk mengirimkan model datang ke depan pintu rumah kami. Hari berikutnya seorang tukang kayu yang bertubuh tinggi datang. Dia sangat rendah hati, dan saya terkejut karena dia setuju menjadi model bagiku. Tetapi seminggu kemudian dia menelpon balik dan berkata bahwa dia tidak layak untuk menjadi wakil dari Tuannya. Kami berdoa lagi dan beberapa hari kemudian dia menelpon balik dan memberitahukan bahwa Tuhan ingin dia untuk melakukan hal itu, tetapi dia harus memotong rambut dan janggutnya dalam tiga hari. Lalu kami mengambil beberapa foto dan saya mempelajari wajahnya untuk waktu yang lama. Setelah berlusin-lusin sketsa, saya memulai melukis. Ini membutuhkan waktu 40 jam untuk menyelesaikan lukisan Yesus - Pangeran Damai, dan saya ingat pada saat itu saya kehilangan 4 gigi saya&quot; (dikutip dari situs web Akiane)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berikut ini adalah fakta-fakta kehidupan Akiane:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Akiane dilahirkan di dalam air di rumah pada tanggal 9 Juli 1998, di  Mount Morris, Illinois dari ibu rumah tangga keturunan Lithuania dan ayah Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Anak ini mengikuti program homeshool saat ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kemampuan menggambar Akiane dimunculkan sejak umur 4, dan umum 6 mulai melukis di mana dia mempelajari kemampuan menggambar dan melukis secara otodidak dan biasanya dengan observasi/pengamata n yang teliti dan belajar, bahkan dia juga menyebutkan bahwa Tuhan lah yang mengajarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Akiane dapat berbicara dalam 4 bahasa yaitu Lithuania, Rusia, Inggris dan bahasa isyarat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pada umur 4 tahun dia mengalami transformasi spiritual dan membawa keluarganya kepada Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pada umur 7 tahun dia mulai menulis puisi dan aphorism&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Puisi-puisinya seringkali datang dari hasil angan-angannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Inspirasi dari karya seni dan literaturnya datang dari penglihatan (vision), mimpi dan pengamatan kepada manusia, alam dan Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Dia melukis dari imajinasi, materi referensi dan model&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Stylenya: Akianism - gabungan universal dari realism dan imaginism&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Dia ingin orang lain menemukan harapan pada lukisan-lukisannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Dia memiliki tujuan yang sama untuk lukisannya: menjadi inspirasi untuk orang lain dan untuk menjadi hadiah untuk Tuhan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Media favorit: acrylic untuk gambar orang seluruhnya dan cat minyak untuk lukisan potret berukuran besar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Dia bangun pada pukul 4 pagi 5-6 hari seminggu untuk bersiap melukis di studio dan menulis, bekerja kurang lebih 4-5 jam tiap hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Seringkali bekerja lebih dari 100-200 jam pada satu lukisan saja, menghasilkan 8 sampai 20 lukisan setahun&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Biasa melakukan sketsa sebelum melukis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Bekerja pada satu lukisan saja dalam satu waktu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Subjek favorit: Manusia dan subjek spiritual&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Aktivitas favorit dan hobi: seni lukis, puisi, piano, membaca dan menolong orang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Yang disukai dari dirinya: sensitivitas kepada orang lain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Yang tidak disukai dari dirinya: ketidaksabaran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Penilaian terhadap karakter diri sendiri: &quot;hati yang berani dan pikiran yang berhati-hati&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Keinginan terbesar: &quot;semua orang mengasihi Tuhan dan satu sama lain&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Tujuan hidup: membagikan kasih kepada Tuhan dan pada semua orang di dunia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kisah Akiane, kita bisa belajar bahwa Tuhan ada dekat dengan kita dan Tuhan Yesus telah menyatakan kasih dan kuasaNya atas manusia melalui diri seorang anak luar biasa ini yang sangat mengasihi Tuhannya. Tuhan itu nyata!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan telah menciptakan galaksi, bumi, manusia dan surga yang begitu luar biasa di mana Dia ingin kita hidup dalam kasihNya dan bertemu denganNya di surga. Tuhan itu nyata dan Tuhan Yesus bukanlah manusia biasa, dia adalah Tuhan bagi Akiane dan Tuhan bagi setiap manusia.Tuhan Yesus adalah wujud Allah yang mengasihi kita, apabila Anda belum mengenal Tuhan Yesus dan belum menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Sumber: Rumah renungan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/3679833109741072443/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/11/akiane.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/3679833109741072443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/3679833109741072443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/11/akiane.html' title='Akiane'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEljD0MYNw88I67q_Q96fJEwS0ed-_n_TKordhlFxSmEsFaZauJb4-yB8ZhhrzXRx3T9al1h_EApVwiuCdBNvJn6RwF5P66oMa0_ZmNAKs1K0l-KJrsRNZwvy3OF_zckUVoTfniIVowoou/s72-c/akiane.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-6159293258106266299</id><published>2011-11-30T08:43:00.000-08:00</published><updated>2011-11-29T16:44:10.787-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Kesaksian Nur Emmah</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtuq89Huc8H4wwA9PzXJ7D5easB5O0SeJzU3K0ynujLDP3FefPRVXp8erMSwk3lwXXkxt7Pa0yrY1-vNAY0hlCe3KvWxxBUSi2Ei_LIYvkRspDIZynAwEgnknrU2tnTmVurqsM7FWk1asr/s1600/JESS.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtuq89Huc8H4wwA9PzXJ7D5easB5O0SeJzU3K0ynujLDP3FefPRVXp8erMSwk3lwXXkxt7Pa0yrY1-vNAY0hlCe3KvWxxBUSi2Ei_LIYvkRspDIZynAwEgnknrU2tnTmVurqsM7FWk1asr/s320/JESS.jpg&quot; width=&quot;225&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Sebuah kisah sejati yang sangat dahsyat dan menyentuh hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;B&lt;/span&gt;agaimana Nuremmah harus melindungi dan menjaga keluarganya dari teror dan ancaman pembunuhan, setelah ia memutuskan mengikut jalan Kristus. Apalagi ia bersuamikan Tionghoa dan keluarganya pemeluk agama yang kuat. Tetapi wanita Madura kelahiran Madura 1 Desember 1965 ini tak pernah menyerah, baginya satu-satunya Juruselamat cuma Yesus. Seperti dituturkan jemaat GBIS Bunga Bakung Pamekasan ini kepada GLORIA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya lahir dari sebuah keluarga Madura yang taat menjalankan perintah agama. Doktrin yang saya terima dari bapak begitu jelas. Saya boleh menikah dengan siapa saja, apapun rasnya, asal yang bersangkutan seiman dengan saya. Maka ketika hati saya tertambat pada seorang pria Tionghoa yang berbeda agama dengan saya, tiba-tiba saja sebuah masalah besar menghadang di depan mata. Apalagi sebagai wanita yang masih sangat muda waktu itu, saya lebih menuruti kata hati dan perasaan. Ya, perasaan yang tengah tumbuh subur oleh cinta. Sebenarnya sebagai anak yang berbakti, saya tak hendak menentang kehendak orangtua. Tapi yang satu ini, dorongan hatiku agaknya lebih kuat dari berbagai larangan maupun resiko paling buruk yang mesti kuhadapi. Maka mesti ditentang disana-sini, kadang juga diancam, aku pantang mundur untuk memadu cinta dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kekangan dan tekanan keluarga rupanya jauh lebih kuat. Keinginan orang tua kami cuma satu: kalau aku hendak menikah dengan pacarku, maka dia yang tidak seiman dengan kami mesti memeluk kepercayaan yang kami anut. Mungkin demi kasihnya yang begitu besar kepadaku, dia pacarku, akhirnya menuruti kemauan orang tuaku. Begitulah, setelah semua persyaratan yang diajukan bapak dipenuhi, kamipun menikah pada 27 Juli 1985, tepat pada hari ulang tahun pacar saya. Tak lama kemudian buah hati pertama kami lahir, kami beri nama Nova. Ia cantik dan pintar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu menyusul adiknya, Agnes. Nah saat Agnes berusia 2 tahun, tepatnya pada 1989, saya mengalami mimpi aneh. Dalam mimpi itu seakan-akan saya berada di padang pasir yang tandus dan panas. Rasa haus menyiksa kerongkongan. Sepi, tak seorangpun ada di sana. Jeritan minta tolong seperti lenyap disapu angin padang pasir. Tiba-tiba dalam mimpi itu, saya seperti melihat kilat. Bersamaan dengan itu muncul sesosok laki-laki berambut panjang dan berjubah. Di bagian belakang jubahnya terlihat warna biru langit yang segar. Sayapun melambaikan tangan kearahnya, berharap pertolongan. Mendadak orang itu berkata, &quot;Saat ini kamu sedang diambang kematian. Jika ingin selamat, kamu harus percaya kepada-Ku. Karena jalan keselamatan, hanya ada didalam-Ku. Akulah Tuhanmu. Apakah kamu masih belum percaya? Akulah jalan kebenaran hidup. Barangsiapa percaya kepadaKu, maka ia akan selamat. Ikutlah padaKu!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya kontan terbangun. Anehnya keadaan kamar saya waktu itu ikut terang benderang. Padahal lampu penerangan di kamar saya hanya 15 watt. Saya jadi tercenung, mengenangkan semua mimpi yang baru terjadi. Saya ingat dengan jelas wajah laki-laki berjubah yang menemui saya di dalam mimpi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, benar! Wajahnya itu kerap dibawa suami saya dari Surabaya, enam tahun silam. Ketika itu suami saya membawa gambar Yesus dan sebuah Alkitab. Melihat semua itu emosi saya jadi terbakar, gambar Yesus saya injak-injak dan saya sobek. Dengan penuh kemarahan saya berkata kepada suami saya, &quot;Saat ini juga kita cerai....!&quot; Mungkin takut atau tak ingin ribut-ribut, sejak itu suami saya tak pernah lagi membawa gambar Yesus ke rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian pula dengan Alkitab, saya tak pernah melihatnya untuk yang kedua kali. Kendati begitu mimpi di padang pasir terus mengusik pikiran saya. Sampai kira-kira sebulan kemudian, saya bertengkar hebat dengan suami. Jujur mesti saya akui kalau suami saya sangat baik dan sabar. Jika terjadi pertengkaran di antara kami, ia memilih mengalah atau menghindar. Saya sendiri aduh ..... acapkali kesetanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kedua tangan saya mencekiknya. Sesudah itu saya berendam di kamar mandi hingga berjam-jam. Begitu juga yang terjadi malam itu, usai bertengkar dengan suami, saya langsung masuk ke kamar mandi dan menguncinya dari dalam. Takut terjadi sesuatu dengan saya, suami mencoba menggedor-gedor pintu. &quot;Kalau kamu marah, jangan begitu. Itu namanya menyiksa diri. Lebih baik kau pukul saja aku .... biar lega&quot;, bujuk suami saya. Mendengar kata-katanya yang begitu sejuk, kemarahan saya akhirnya mencair. Tiba-tiba muncul perasaan iba kepadanya. Keluar dari kamar mandi, saya langsung membaringkan tubuh ke atas tempat tidur. Malam itu suhu tubuh saya meninggi dan mendekati tengah malam saya mengalami kejang-kejang. Suami saya kebingungan melihat kondisi saya. Dipanggilnya seluruh keluarga, termasuk tante-tante saya. Lalu dibacakan doa-doa untuk saya. Tapi keadaan saya makin memburuk. Perut saya mengeras, dan bibir saya terlihat biru. Samar-samar terdengar suami saya berkata, &quot;Ma, kami semua mencintai mama. Aku dan juga anak-anak, sangat sayang pada mama. Apakah mama tidak ingin sembuh, tidak ingin hidup dan mendampingi kami lagi? Tolong ma, bertahanlah. Cobalah mama mengumpulkan semangat. Sebutlah nama Yesus!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu saya merasakan segalanya hampir berakhir. Tapi hati kecil saya belum rela meninggalkan anak-anak dan suami. Dan dalam himpitan demikian, sayapun menyebut nama yang disarankan suami saya. Yesus! Bahkan dengan cara berdoa semampu saya, saya minta tolong Yesus untuk disembuhkan. Lalu perlahan-lahan saya merasakan seluruh syaraf saya mengendur. Saya tidak tegang lagi. Saya bisa melihat dengan sempurna. Saya melihat suami saya tersenyum dan memanggil saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah panggilan yang lembut dan mesra. Kendati begitu saya belum juga mau bertobat. Dan malamnya, saya bermimpi lagi. Dalam mimpi itu seolah-olah saya hendak tenggelam di laut. Lalu tiba-tiba muncul sesosok wajah seperti dalam mimpi yang dulu. Wajah Yesus. &quot;Kamu masih belum percaya kepada-Ku? Akulah Tuhanmu, Akulah jalan, kebenaran dan hidup&quot;, katanya. Sayapun mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu saya diangkat-Nya. Keesokan harinya saya mulai membuka Alkitab yang disembunyikan suami saya. Ketika pertama membuka, saya temukan bunyi kalimat : &quot;Akulah Tuhanmu. Akulah jalan, kebenaran dan hidup&quot;. Pembaca yang seiman, meski dengan sembunyi-sembunyi saya tahu kalau selama ini suami saya ternyata masih rajin ke gereja. Agar kepergiannya tidak saya ketahui, biasanya ia ke gereja dengan menyamar, hanya mengenakan sandal jepit, kaus oblong dan Alkitab kecil diselipkan di dalam saku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agaknya ia takut ketahuan keluarga saya. Mula-mula saya kerap berkata Alkitab itu najis. Tapi waktu itu saya buka, saya mendapat firman itu lagi. Saya bilang, &quot;Ya Tuhan, kok saya memperoleh ayat itu lagi?&quot;. Saya tutup Alkitab itu dan besoknya saya buka kembali. Namun lagi-lagi ayat itu yang saya temukan. Saya sampai berpikir waktu itu, &quot;Kok ayatnya ini semua? Apa tidak ada bacaan lain?&quot; Padahal Alkitab Perjanjian Baru itu tebal. Saya jadi penasaran, dan akhirnya mulai membukanya dari yang pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu saya jadi tekun mendalami Alkitab. Tapi gengsi saya masih menggunung. Malu diketahui suami, semua itu saya lakukan dengan sembunyi-sembunyi. Saya mulai membanding-bandingkan mana ajaran yang paling benar. Saya bahkan pernah baca dua kitab suci sekaligus dan mencoba membandingkannya. Roh Tuhan rupanya bekerja dalam jiwa saya. Setelah sadar bahwa Alkitab merupakan kebenaran Firman Allah, maka saya mencoba berkata kepada-Nya: &quot;Tuhan, saatnya saya bertobat dan berlutut di hadapan Engkau&quot;. Ya, sejak itu Tuhan mulai berkarya dalam hidup saya. Saya berani bilang pada suami, &quot;Kamu boleh ke gereja, tapi pakai sandal jepit dan jangan sampai kelihatan tetangga&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi seperti pepatah, &quot;Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga&quot;, begitulah yang terjadi pada kami. Aktifitas kami berdua ke gereja akhirnya ketahuan juga. Sejak itulah keluarga kami mulai mengalami masa penganiayaan. Tiga tahun kami mengalami pergulatan yang menyesakkan. Bahkan dua anak saya, pernah diancam akan dimasukkan ke sumur. Setiap pagi saat saya membuka toko, di depan toko saya temukan banyak kotoran manusia terserak dimana-mana. Bahkan di atas kotoran itu pernah ditancapkan sebuah salib dan diberi komentar &quot;Lihatlah Tuhanmu lagi tidur&quot;. Atau &quot;Seperti inilah Tuhanmu&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Polisi agaknya melihat kami sedang diteror dan diancam, karena itu mereka mulai menjaga toko kami. Kami sendiri sudah pasrah, dan hanya menggantungkan semua perkara kepada Tuhan. Puncaknya rumah kami pernah dikepung dan hendak dibakar massa. Akan halnya bapak, beliau yang begitu benci kepada saya pernah mengizinkan orang-orang untuk menghabisi kami semua. Begitu juga dengan tante-tante, mereka bahkan pernah bilang pada bapak, &quot;Lebih baik nggak punya anak dari pada kamu punya anak menjadi kafir&quot;. Yang lebih tragis, sejak itu toko saya menjadi sepi. Paling banyak saya hanya mendapat pemasukan Rp. 2 ribu sehari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika anak ketiga kami lahir, ia tak pernah merasakan bermain dengan anak-anak sebayanya di kampung. Mereka ditolak masuk kampung. Bukan itu saja, anak-anak juga dicemooh, dikatakan , &quot;Kristen ...Kristen&quot;. Sudah tak terhitung paha anak saya disulut rokok. Atau rambutnya dipangkas tak beraturan. Sejak itu saya melarang anak-anak keluar rumah. Ajaibnya, meski keluarga kami mengalami tekanan yang begitu dahsyat, ternyata diam-diam adik saya mengikuti jejak kami. Prosesnya nyaris sama, yakni setelah ia diselamatkan Tuhan dari sakitnya. Tetapi sejak mengikuti jalan Kristus ia harus membayar dengan mahal, penganiayaan yang dialaminya lebih berat. Suatu hari adik saya bahkan hendak dibunuh. Pedang dan clurit sudah melingkar di tubuhnya. Saya yang mendengar laporan itu lalu berkata pada suami, &quot;Pa, jika aku mati, aku rela karena kematianku demi Yesus. Aku titip anak-anak padamu. Sekarang, aku harus berangkat menolong dan menyelamatkan adikku&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika saya berangkat air mata bercucuran membasahi pipi. Di tengah perjalanan mulut saya tak pernah lepas sedetikpun dari doa. Begitu saya sampai di lokasi tempat adik saya hendak dihabisi, orang-orang tercengang melihat saya. Sebab dari mulut saya terus meluncur doa yang saya kutip dari dua kitab suci sekaligus. Dan meski hati ini tergetar melihat tubuh adik saya basah kuyup oleh minyak tanah, mulut saya tetap melantunkan doa-doa pada Yesus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan yang penuh kasih itu menjamah kami dengan hangat. Adik saya dilepas massa. Dan kamipun berangkulan. Lalu kepada adik, saya minta dia untuk tinggal di rumah kami. Saya telah membuktikan kekuatan Yesus. Oleh karena itu saya tidak takut mati karena Yesus. Saya tidak takut mati demi Yesus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia&quot;  (Yakobus 1 : 12)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Sumber : Elia Stories (rumah renungan blogspot&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/6159293258106266299/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/11/kesaksian-nur-emmah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/6159293258106266299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/6159293258106266299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/11/kesaksian-nur-emmah.html' title='Kesaksian Nur Emmah'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtuq89Huc8H4wwA9PzXJ7D5easB5O0SeJzU3K0ynujLDP3FefPRVXp8erMSwk3lwXXkxt7Pa0yrY1-vNAY0hlCe3KvWxxBUSi2Ei_LIYvkRspDIZynAwEgnknrU2tnTmVurqsM7FWk1asr/s72-c/JESS.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-6214454852118761151</id><published>2011-11-29T15:34:00.000-08:00</published><updated>2011-11-28T23:35:20.828-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Kisah Di balik Lagu &quot;Tak Tersembunyi Kuasa Allah&quot;</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYk0hI25zhgtSrnNcpKjG_yEhMY9xbE_LEfnN9wRhbcArU_YpXl4NrByS9mR32zMErrxVEF93FNIUeGul7n-MlNxCgreQ64CjJDWIO2U2NoVbidg0jv1IxpyKRZEyHFubMkC1bYy_nvKnF/s1600/STUART.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;223&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYk0hI25zhgtSrnNcpKjG_yEhMY9xbE_LEfnN9wRhbcArU_YpXl4NrByS9mR32zMErrxVEF93FNIUeGul7n-MlNxCgreQ64CjJDWIO2U2NoVbidg0jv1IxpyKRZEyHFubMkC1bYy_nvKnF/s320/STUART.jpg&quot; width=&quot;226&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;D&lt;/span&gt;ahulu di tahun 50-an ada seorang penyiar radio, pelawak, dan penulis lagu di Hollywood, yang bernama Stuart Hamblin. Ia dikenal karena peminum, gonta-ganti wanita, suka pesta pora, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu lagu hits-nya pada waktu itu adalah &quot;Aku Tidak Mau Pergi Berburu Denganmu Jake, Tapi Aku Pergi Berburu Cewek&quot;. Pada suatu hari seorang pengkhotbah muda mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Tenda. Hamblin mengajaknya ikut siaran di acara radionya untuk mengolok-olok dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengumpulkan informasi lebih banyak untuk acaranya, Hamblin menghadiri salah satu acara KKR itu. Pada awal acara ibadah itu sang pengkhotbah mengumumkan, &quot;Di sini ada seorang pria yang hidupnya penuh kepalsuan.&quot; Mungkin saja ada orang-orang lain yang merasa hal yang sama, namun Hamblin merasa yakin bahwa dirinyalah yang dimaksud pengkhotbah itu (beberapa orang menganggapnya ia tertempelak), namun ia tak bertobat. Perkataan itu terus menghantuinya sampai beberapa malam kemudian, sehingga ia muncul di depan pintu kamar hotel pengkhotbah itu dalam keadaan mabuk pada sekitar jam 2 pagi, meminta agar pengkhotbah itu berdoa baginya. Namun pengkhotbah itu menolak, sambil berkata, &quot;Ini adalah urusan anda dengan Tuhan dan saya tidak ingin mencampuri.&quot; Meskipun demikian pengkhotbah ini mempersilakan Hamblin masuk ke kamar hotelnya dan mereka berbicara sampai jam 5 pagi, hingga Stuart bertekuk lutut di hadapan Tuhan dan menangis, berseru kepada Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah akhir kisahnya. Sejak saat itu Stuart berhenti minum-minuman keras, berhenti mengejar-ngejar wanita, berhenti melakukan segala hal yang &quot;fun&quot;. Segera ia mulai tidak disukai lingkungan Hollywood. Akhirnya ia dipecat dari stasiun radio itu ketika ia menolak perusahaan bir menjadi sponsor. Ia mengalami masa yang sukar. Ia mencoba menulis beberapa lagu &quot;Kristen&quot;, namun yang meraih sukses hanya lagu &quot;This Old House&quot;, yang digubah untuk temannya, Rosemary Clooney.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara ia terus bergumul, seorang sahabat lamanya, John, menemuinya dan berkata kepadanya, &quot;Semua kesulitan ini dimulai ketika engkau menemukan &quot;agama&quot;. Apakah hal itu layak untuk ditukarkan dengan semuanya?&quot; Stuart berkata sejujurnya, &quot;Ya.&quot; Kemudian sahabatnya ini bertanya, &quot;Dahulu engkau sangat menyukai minuman keras, apakah tidak pernah kepingin lagi?&quot; Dan jawaban Stuart, &quot;Tidak!&quot; Lalu John berkata lagi, &quot;Aku tidak mengerti bagaimana engkau bisa berhenti minum dengan mudah.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan jawaban Stuart adalah, &quot;Itu bukan rahasia besar. Segalanya mungkin bersama Allah.&quot; Atas jawaban ini John berkata, &quot;Nah, itu adalah perkataan yang menarik. Engkau harus menulis sebuah lagu tentang hal itu.&quot; Dan seperti orang bilang, &quot;Selebihnya menjadi sebuah sejarah.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagu yang digubah Stuart adalah &quot;It Is No Secret&quot; yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, &quot;Tak Tersembunyi Kuasa Allah.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak tersembunyi, kuasa Allah&lt;br /&gt;
Yang lain ditolong, saya juga&lt;br /&gt;
Tangan-Nya terbuka, menunggulah&lt;br /&gt;
Tak tersembunyi, kuasa Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, sahabat Stuart itu adalah John Wayne. Dan pengkhotbah muda yang menolak mendoakan Stuart Hamblin? Dialah …Billy Graham!&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Sumber: renungan harian kita. blogspot.com &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/6214454852118761151/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/11/kisah-di-balik-lagu-tak-tersembunyi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/6214454852118761151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/6214454852118761151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/11/kisah-di-balik-lagu-tak-tersembunyi.html' title='Kisah Di balik Lagu &quot;Tak Tersembunyi Kuasa Allah&quot;'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYk0hI25zhgtSrnNcpKjG_yEhMY9xbE_LEfnN9wRhbcArU_YpXl4NrByS9mR32zMErrxVEF93FNIUeGul7n-MlNxCgreQ64CjJDWIO2U2NoVbidg0jv1IxpyKRZEyHFubMkC1bYy_nvKnF/s72-c/STUART.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-894933900884851594</id><published>2011-11-27T05:51:00.001-08:00</published><updated>2011-11-27T05:56:31.008-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Keajaiban Tuhan!! Jantung Sudah Diangkat Ternyata Tumbuh Kembali</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSe5jm-5mL5W16Kx4WK4H0FFbHvaxsn6Qa3W3P7uXMcEnntbsGaqFiQCdPWJT2g2dHH9xQpUXLo9eKxYCssdd9OzLw_sBHDV2PlCnrmfq1px2TxgW3pWYMKX2MHQRK4mvu4mFgBWuDFcFd/s1600/kristy.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;278&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSe5jm-5mL5W16Kx4WK4H0FFbHvaxsn6Qa3W3P7uXMcEnntbsGaqFiQCdPWJT2g2dHH9xQpUXLo9eKxYCssdd9OzLw_sBHDV2PlCnrmfq1px2TxgW3pWYMKX2MHQRK4mvu4mFgBWuDFcFd/s320/kristy.jpg&quot; width=&quot;182&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Keajaiban Tuhan! Kirsty Collier yang mengalami kelainan jantung sehingga dokter memutuskan untuk memotong sepertiga jantungnya, ternyata bisa tumbuh kembali. Jantung bocah itu tumbuh menggantikan sepertiga jantungnya yang diangkat tanpa harus menjalani transplantasi. Yang luar biasa, Kirsty menjalani pengangkatan 1/3 jantungnya saat berumur 4 bulan, dan kuat menjalani operasi berat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai hal mengkhawatirkan telah disampaikan dokter pada orangtua Kirsty tapi siapa nyana, ternyata bocah itu tumbuh sehat. Bahkan setelah 10 tahun berlalu tak ada gangguan berarti pada kesehatannya. Yang terkejut justru para dokter ketika suatu ketika melakukan cek up pada tubuhnya, ternyata jantung bocah ini telah berukuran normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh tahun lalu, Kirsty yang berusia 4 bulan divonis tak panjang umurnya karena menderita penyakit jantung parah. Kondisi jantungnya tidak sempurna. Pembuluh bilik kiri jantung yang seharusnya mengalirkan darah ke otot jantung, terhubung dengan pembuluh paru-paru tidak ke aorta. Akibatnya, organ itu kekurangan oksigen dan akhirnya membesar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makin hari kondisi Kristy bertambah kritis. Dokter yang menanganinya, Stephen Westaby, mengambil tindakan medis dengan mengangkat sepertiga bagian jantung yang rusak dan tak berfungsi normal di Rumah Sakit John Radcliffe, Oxford , Inggris. Ketika itulah ditemukan kerusakan fungsi jantung yang sangat parah. Cara-cara biasa sudah tak mungkin lagi kecuali operasi dan pengangkatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jantungnya Tumbuh Lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak disangka, Kirsty tumbuh layaknya anak normal. Tak tampak sebagai seorang yang sedang menanggung penyakit gawat. Sepuluh tahun berlalu, Kirsty masih baik-baik saja. Sehat dan mampu beraktivitas layaknya mereka yang normal. Alangkah kagetnya dokter begitu memeriksa kondisi Kirsty. Jantungnya kembali ke ukuran normal. Organ pemompa darah itu ternyata tumbuh sendiri dan menutupi sepertiga bagian yang dulu dipotong tanpa harus melewati proses transplantasi. Vonis mati untuk Kirsty langsung menguap. Dia terbebas dari penyakit yang merongrong hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;&#39;Kami merasa tak ada harapan sama sekali,&#39;&#39; kata Westaby seperti dilansir The Daily Mail.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Risiko pengangkatan sebagian jantung itu sangat besar. Tekanan terhadap otot-otot bakal makin tinggi. Menggunakan gunting bedah, dokter membelah bagian yang rusak lalu menjahitnya. Hanya harapan yang terus mengiringi operasi berisiko itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;&#39;Saya tak pernah mengira itu akan bekerja. (Jantung) itu jadi tambah kecil,&#39;&#39; sambung Weataby.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini, perempuan remaja asal Gloucestershire itu telah berusia 10 tahun. Hidup penuh semangat dan aktif sebagai pemain rugby di sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibunya, Becky, mengatakan, &#39;&#39;Dia kini menjadi gadis sporty. Sungguh sulit membayangkan dulu ternyata dia penyakitan.&#39; &#39; Dia terkenang saat-saat putri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kecilnya itu terbaring lemah di rumah sakit. Kala itu selang-selang menancap di sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;&#39;Dia itu gadis pemberani. Namun saya tak akan membiarkan kondisinya itu meluruhkan semangat hidupnya. Saya kita itulah rahasia di balik kesembuhannya. Dia tak akan pernah mengira,&#39;&#39; paparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayah Kirsty, Wayne , seorang salesmen software komputer mengatakan, &#39;&#39;Ketika dia masuk ke ruang operasi, hari bagai menjadi gelap. Luar biasa, dia kini telah normal sama seperti gadis lain.&#39;&#39;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Kirsty dironsen ulang, semua terkejut. Ternyata jantungnya tumbuh dan kini telah kembali normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;&#39;Jantung orang dewasa tak akan mampu melakukannya, &#39;&#39; tegas Westaby.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari dirinya kini telah sembuh, Kirsty tak mau dikasihani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;&#39;Saya tak mau dibedakan dengan orang lain hanya karena saya pernah mengalami operasi jantung,&#39;&#39; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;sumber: renungan harian kita &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/894933900884851594/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/11/keajaiban-tuhan-jantung-sudah-diangkat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/894933900884851594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/894933900884851594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/11/keajaiban-tuhan-jantung-sudah-diangkat.html' title='Keajaiban Tuhan!! Jantung Sudah Diangkat Ternyata Tumbuh Kembali'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSe5jm-5mL5W16Kx4WK4H0FFbHvaxsn6Qa3W3P7uXMcEnntbsGaqFiQCdPWJT2g2dHH9xQpUXLo9eKxYCssdd9OzLw_sBHDV2PlCnrmfq1px2TxgW3pWYMKX2MHQRK4mvu4mFgBWuDFcFd/s72-c/kristy.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-2300214967119494616</id><published>2011-11-20T17:17:00.001-08:00</published><updated>2011-11-20T17:23:58.363-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Ilmuwan Atheis Yang Berubah</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaFtYSAUhYsBRCm5pI2tkVQ73ycpQEevIxSN9-MqvW6y0KPuUI356uQn6Be6QspoFTLz9EauWZgTAfNszEXrT5GWdovFqXGbEcb9ygX6twiNSY9-2jWJDjm8eEgJW9OxmSU-lmf78pDmBf/s1600/123.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;317&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaFtYSAUhYsBRCm5pI2tkVQ73ycpQEevIxSN9-MqvW6y0KPuUI356uQn6Be6QspoFTLz9EauWZgTAfNszEXrT5GWdovFqXGbEcb9ygX6twiNSY9-2jWJDjm8eEgJW9OxmSU-lmf78pDmBf/s320/123.jpg&quot; width=&quot;159&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;lkitab dapat mengubah hidup manusia, seperti yang disaksikan di bawah ini oleh seorang bernama Dr. N. Jerome Stowell, seorang pakar dan ilmuwan nuklir, yang sampai sekarang ini selalu memberikan kesaksiannya kepada ribuan orang di California Selatan. Dalam pembicaraan radionya baru-baru ini, beliau mengatakan bahwa, “Di dalam jaringan syaraf otak kita, terdapat tempat emosi kita. Dengan alat yang sangat peka yang kami rancang, kita dapat mengukur panjang gelombang otak. Baru-baru ini kami mengadakan pemeriksaan otak seorang wanita yang akan mati. Dia senantiasa berdoa, dan yang kami peroleh tentang dirinya ialah bahwa pada saat ia lebih dekat kepada Tuhan, maka jarum penunjuk menunjukkan angka 500 positif.” “Pada rumah sakit yang sama saya mengukur gelombang otak seorang yang mengutuk Tuhan, ternyata saya dapatkan jarum menunjukkan angka 500 negatif. Ini adalah dua ekstrem yang telah diindikasikan oleh alat tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita sekarang ini adalah dalam batas penemuan rohani. Tidak seorang pun yang dapat mengukur dalamnya tarikan seseorang Kristen apabila ia berada dalam hubungan dengan Tuhan. Ini adalah sesuatu yang nyata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dr. N. Jerome Stowell mengakui, “Pengalaman ini telah membawa saya berpaling kepada Tuhan. Saya telah menjadi seorang Kristen hanya dalam waktu singkat walaupun saya tahu sedikit saja tentang jalan Kekristenan. Namun yang saya ketahui ialah perkara yang berhubungan dengan Tuhan itu adalah sesuatu yang positif. Saya akan berusaha untuk memlihara hidup saya jauh di atas indikator nol. Dunia sedikit sekali menyadari tentang pengaruh doa yang penuh kepercayaan. Ini adalah sesuatu yang bergerak dari sumber-sumber yang pasti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut Dr. Stowell menjelaskan tentang percobaannya yang telah mengubah dia dari seorang ateis menjadi seorang yang mempercayai Tuhan dengan sepenuhnya: “Saya bisa dikenal seorang ateis yang sungguh-sungguh. Saya tidak mempercayai Tuhan lebih dari sekadar satu kumpulan pikiran semua orang yang digabung menjadi satu, serta kebaikan mereka masing-masing. Dan saya tidak percaya bahwa Tuhan ada, berkuasa, dan mencintai kita semua. Mempunyai kuasa yang melebihi segala sesuatu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi suatu kali saya membuat percobaan yang benar-benar telah membuat saya berpikir. Saya berada dalam laboratorium Patologi yang besar dan kami mencoba untuk menemukan panjangnya gelombang otak. Kami mendapatkan bukan hanya panjangnya gelombang otak, melainkan satu kenyataan bahwa panjangnya gelombang setiap otak manusia berbeda daripada sidik jari setiap manusia. Ini adalah satu perkara yang harus diingat: Sesungguhnya Tuhan dapat memelihara catatan pikiran pribadi kita di surga sebagaimana FBI Washington DC dapat mencatat sidik jari kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami ingin membuat percobaan untuk menemukan apa yang terjadi di otak pada saat seseorang dalam masa transisi dari kehidupan kepada kematian. Kami pilih seorang wanita yang telah dikirimkan keluarganya ke rumah sakit jiwa, namun telah dikeluarkan dari sana. Para dokter tidak mendapat apapun yang salah padanya kecuali suatu fakta bahwa ia memiliki kanker otak. Hal ini telah mengganggu keseimbangan badannya saja, sedangkan kesadaran pikiran dalam keadaan yang sangat baik. Kami mengetahui bahwa ia akan meninggal dan kami sampaikan padanya bahwa ia akan meninggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam kamarnya kami mengatur sebuah peralatan khusus untuk memastikan apa yang terjadi dengan otaknya dalam masa peralihan dari kehidupan kepada kematian. Kami pun meletakkan sebuah pengeras suara yang kecil, sebesar uang satu sen, dalam ruangan tersebut, supaya kami dapat mengetahui apa yang ia katakan jikalau ia ingin menyampaikan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami semua adalah ilmuwan yang keras kepala, dan mungkin saya yang paling keras kepala dan yang paling atheis dari rombongan dokter; semua dalam keadaan siap dengan alat kami untuk melihat apa yang akan terjadi. Alat penunjuk kami mempunyai angka nol (0) di tengahnya. Menuju ke sebelah kanan terdapat penentuan ukuran menuju ke angka 500 positif; sedangkan untuk ke sebelah kiri terdapat angka menuju 500 negatif. Sebelumnya kami telah menggunakan alat ini untuk mengukur stasiun pemancar radio berkekuatan 50 kilowatt untuk memancar ke seluruh dunia; ternyata jarum menunjukkan angka 9 positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada bagian akhir wanita ini, ia mulai berdoa dan memuji Tuhan. Ia meminta kepada Tuhan untuk berbelas kasihan kepada mereka yang telah membencinya. Kemudian ia mulai mengukuhkan imannya kepada Tuhan, dan berkata kepada-Nya bahwa ia mengenal Dia sebagai satu-satunya Kuasa dan Ia adalah Kuasa yang hidup. Ia berkata kepada Tuhan bahwa ia menyadari bahwa selalu ada masa yang lalu dan akan tetap ada masa yang akan datang. Ia memuji Tuhan dan bersyukur kepada-Nya untuk kuasa-Nya dan untuk pengetahuan tentang adanya Tuhan. Ia sampaikan kepada-Nya bahwa ia mencintai Dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami para ilmuwan telah demikian terpesona dengan doa wanita tersebut hingga kami lupa percobaan yang sedang dibuat. Kami melihat satu sama lain, dan melihat air mata mengalir dari wajah seluruh ilmuwan. Saya tidak pernah mengalirkan air mata seperti itu sejak masa kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba saya mendengar satu bunyi “klik” dari alat percobaan yang kami telah lupakan tersebut. Kami lihat kepada jarumnya yang menunjukkan angka 500, dan kelihatan jarum ingin naik lebih tinggi lagi, namun angka 500 positif adalah angka yang tertinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan percobaan yang nyata ini, kami telah mencatat bahwa otak seorang wanita, yang sendirian dan dalam keadaan hampir mati, dalam komunikasi dengan Tuhan tercatat mempunyai kekuatan 55 kali lebih besar dari alat pemancar radio yang berkekuatan 50 kilowatt yang memancarkan siaran ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu kami ambil keputusan untuk mencoba kasus yang bertentangan dengan yang pertama. Kami pilih seorang lelaki yang terbaring sakit dengan penyakit yang mematikan. Otaknya telah menciut sampai kepada titik kematian. Sebenarnya ia sudah benar-benar mengalami gangguan kejiwaan dan dapat dikatakan gila. Segera setelah kami meletakkan peralatan khusus tersebut, kami meminta seorang perawat untuk melawan pasien gila ini. Melalui tipu muslihatnya ia coba menarik perhatian lelaki itu kepadanya, kemudian mengatakan kepadanya bahwa ia tidak mau melakukan apapun untuk dia. Lelaki tersebut kemudian mulai marah kepada perawat tersebut, dan jarum mulai bergerak ke arah negatif. Kemudian ia mulai mengutuknya, dan juga menggunakan nama Tuhan dengan sia-sia. Secara tiba-tiba terdengar bunyi “klik” dan ternyata jarum telah tiba ke angka 500 negatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan percobaan ini kami dapat langsung melihat apa yang terjadi dengan otak seseorang bila ia melanggar salah satu dari Sepuluh Hukum Allah, janganlah menyebut nama Allah denga sia-sia, yaitu keadaan yang negatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jikalau kami sebagai ilmuwan dapat mencatat semua ini, kami percaya dengan sepenuh hati bahwa Tuhan dapat pula mencatat semua yang terjadi di dalam pikiran kita. Ia mempunyai lebih banyak kuasa daripada kita dan dapat mencatat jauh lebih teliti daripada pencatat apapun yang ada di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kehadiran Tuhan di dalam diri kita, Ia dapat memberikan kuasa kepada kita, yang mahabesar tanpa pengecualian apapun.” Kemudian Dr. Stowell mengatakan, “Sekarang saya adalah seorang ilmuwan yang mencintai Tuhan dengan sepenuh hati. Saya mau Anda berdoa untuk saya, agar saya akan selalu berpikir, berkata dan berbuat perkara yang positif yang Tuhan kehendaki aku pikirkan, katakan dan lakukan, dan aku tidak akan berpikir berkata dan berbuat sesuatu perkara yang negatif, yang telah membuat aku dibutakan dan dikurung untuk sekian tahun lamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita (Ibr 4:12).” Dengan kuasa firman Allah itulah yang dapat mengubah manusia. Anda pun bukanlah satu pengecualian!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diambil dari “Kitab Ajaib”&lt;br /&gt;
oleh dr. Kathleen H L Kuntaraf MPH &amp; Jonathan Kuntaraf D. Min.&lt;br /&gt;
hal 75-78&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/2300214967119494616/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/11/ilmuwan-atheis-yang-berubah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/2300214967119494616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/2300214967119494616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/11/ilmuwan-atheis-yang-berubah.html' title='Ilmuwan Atheis Yang Berubah'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaFtYSAUhYsBRCm5pI2tkVQ73ycpQEevIxSN9-MqvW6y0KPuUI356uQn6Be6QspoFTLz9EauWZgTAfNszEXrT5GWdovFqXGbEcb9ygX6twiNSY9-2jWJDjm8eEgJW9OxmSU-lmf78pDmBf/s72-c/123.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3687610411188841395.post-1396494612155384533</id><published>2011-11-19T19:54:00.001-08:00</published><updated>2011-11-19T19:57:42.094-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><title type='text'>Hidup Oleh Anugerah</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHCPZd92cJnnll4MngHxL1Vy-1jLaC9GpARzmjO5rF0roI2IRCCuMGbtuFZgyflraMjF1feo_XwONth9gPziKWBGfznNb1eOvHgtB0qRh8wN3d6HkTvjfkyJTG_f4yjr6lEHmj0Lw6fJri/s1600/semua.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;137&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHCPZd92cJnnll4MngHxL1Vy-1jLaC9GpARzmjO5rF0roI2IRCCuMGbtuFZgyflraMjF1feo_XwONth9gPziKWBGfznNb1eOvHgtB0qRh8wN3d6HkTvjfkyJTG_f4yjr6lEHmj0Lw6fJri/s320/semua.jpg&quot; width=&quot;190&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; float: left; font-family: Algerian; font-size: 60px; line-height: 40px; padding-right: 3px; padding-top: 1px;&quot;&gt;N&lt;/span&gt;ama saya Herman Tjahja, berusia 56 tahun. Kalau hingga hari ini saya masih hidup, saya tahu bahwa ini adalah anugerah Tuhan semata-mata, karena menurut dokter sebenarnya saya sudah meninggal pada bulan Agustus 2000, saat koma ketika dioperasi. Pada kesempatan ini saya ingin meyakinkan mujizat Allah yang saya alami, yang saya harap dapat menguatkan iman saudara sekalian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1991, diketahui bahwa saya mengidap penyakit jantung (coroner). Saya tidak terlalu merasakan penyakit tersebut dan aktivitas saya berjalan seperti biasa. Pada bulan Juli 2000, dilakukan kateterisasi di RS. Husada. Dari hasil pemeriksaan itu disimpulkan bahwa saya harus dioperasi, sebab bila tidak, kemungkinan hidup saya tinggal 6 bulan saja. Tetapi bila dioperasi, mengingat kondisi jantung saya yang sudah bengkak, kemungkinan berhasil hanya 50%. Setelah mempertimbangkan berbagai hal, akhirnya saya memutuskan untuk dioperasi di Auckland.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini saya ceritakan kepada salah seorang sahabat saya (yang sekarang saya tahu berjamaat di GBI Rehobot). Ketika ia tahu bahwa saya akan berangkat ke Auckland untuk dioperasi by-pass jantung ia datang berkunjung ke rumah saya pada hari Kamis tanggal 20 Juli 2000. Kami berbincang mengenai firman Tuhan selama + 2 jam, kemudian berdoa bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui pertemuan itu, saya dingatkan beberapa hal antar lain :&lt;br /&gt;
1. Bagaimanapun, pada akhirnya, ujung dari kehidupan ini adalah kematian. Masalahnya adalah apakah kita sudah mempersiapkan diri menghadapi kematian itu atau belum.&lt;br /&gt;
2. Tuhan Yesus berkata : &quot;I am the way .....&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan ucapan ini, saya percaya Ia adalah jalan bagi saya untuk menuju kematian tubuh, memasuki kehidupan kekal dan sekaligus Ia pun adalah jalan bagi saya untuk menyelesaikan persoalan yang saya hadapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iman saya dikuatkan, hati saya dipenuhi damai sejahtera dan dengan penyerahan penuh kepada Tuhan, keesokan harinya (21 Juli) saya berangkat ke Auckland. Tiba saatnya pada hari yang telah ditentukan Jum&#39;at tanggal 25 Agustus 2000, saya dioperasi di RS. Greenlane - Auckland. Operasi tersebut diperkirakan akan tuntas dalam waktu 6 jam. Tetapi apa yang terjadi kemudian, tidaklah seperti perkiraan sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini saya ceritakan apa yang saya alami dan informasi yang saya peroleh kemudian :&lt;br /&gt;
- Jum&#39;at, 25 Agustus 2000&lt;br /&gt;
Saya mulai dioperasi pada sore hari, dan selanjutnya saya tidak sadarkan diri (koma).&lt;br /&gt;
- Selasa, 29 Agustus 2000&lt;br /&gt;
Saya merasa bahwa saya sudah mati. Saya melihat istri bagaikan siluet yang tidak dapat dipegang. Saya bertanya tetapi ia tidak menjawab. Lalu saya berpikir : &quot;Oh........ memang orang mati tidak bisa berhubungan dengan orang yang masih hidup&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat saya dalam keadaan koma, ternyata grafik monitor otak saya sudah hampir rata. Melalui Manager Rest Home tempat dimana istri saya bekerja, tim dokter melaporkan bahwa saya tidak mempunyai harapan untuk hidup dan sekiranya hidup, daya pemikiran saya sudah rusak dan tidak akan ingat apa-apa lagi. Selanjutnya Manager tersebut menanyakan dimana saya akan dimakamkan dan kapan anak-anak saya yang di Indonesia akan tiba di Auckland. Beberapa staff dari Rest Home tersebut mendatangi istri saya dan menyampaikan ucapan bela sungkawa atas kematian saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kenyataan bahwa saya tidak ada harapan hidup, tim dokter menyatakan akan mencabut alat stimulasi jantung. Istri saya kemudian meminta dengan sangat untuk diperpanjang 1 hari. Setelah mempertimbangkan hal tersebut, akhirnya tim dokter mengabulkan permintaan istri saya. Sementara saya terbaring koma tanpa harapan hidup, istri saya bersama saudara-saudara seiman lain dan para sahabat berdoa buat saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Rabu, 30 Agustus 2000&lt;br /&gt;
Menjelang dicabutnya alat stimulasi jantung yang terpasang pada tubuh saya, terjadi sesuatu kejutan karena pada monitor terlihat adanya aktivitas pada otak lagi. Saat itu memang saya sempat sadar sesaat, tetapi kemudian tak sadarkan diri lagi. Melihat adanya perubahan grafik pada monitor tersebut, kemudian tim dokter menangguhkan pencopotan alat stimulasi jantung tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada Grafik pada monitor otak saya menunjukkan kondisi yang semakin baik dan secara perlahan akhirnya saya sadarkan diri. Pada sore harinya saya sadar penuh dengan pemikiran yang baik, daya ingatan yang jernih seperti sebelum dioperasi . Praise the Lord!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui pengalaman saya yang luar biasa ini, tim dokter, Manager Rest Home dan beberapa staff yang sebelumnya menganggap bahwa agama dan doa itu hanya &quot;rubbish&quot; menyatakan dan percaya bahwa apa yang terjadi pada diri saya adalah &quot;MIRACLE&quot; yang bisa terjadi oleh kuasa DOA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian kesaksian saya, kiranya bisa menguatkan dan menambah iman saudara sekalian. Terima kasih dan syukur kepada Tuhan yang telah mengerjakan mujizat ini dalam hidup saya dan terima kasih kepada saudara serta sahabat yang telah mendoakan saya. Semua biarlah terjadi hanya untuk kemuliaan Tuhan saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syalom,&lt;br /&gt;
Herman Tjahja&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;(Rumah Renungan blogspot.com)&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/feeds/1396494612155384533/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/11/hidup-oleh-anugerah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/1396494612155384533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3687610411188841395/posts/default/1396494612155384533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdy-mg.blogspot.com/2011/11/hidup-oleh-anugerah.html' title='Hidup Oleh Anugerah'/><author><name>ggp bukit hermon balikpapan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02930256499172143003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHCPZd92cJnnll4MngHxL1Vy-1jLaC9GpARzmjO5rF0roI2IRCCuMGbtuFZgyflraMjF1feo_XwONth9gPziKWBGfznNb1eOvHgtB0qRh8wN3d6HkTvjfkyJTG_f4yjr6lEHmj0Lw6fJri/s72-c/semua.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>