<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981</id><updated>2026-03-05T07:28:04.583+07:00</updated><category term="Lepas"/><category term="Horizon"/><category term="Maiyahan"/><category term="Running"/><category term="Renung"/><category term="Jurnal"/><category term="Islam"/><category term="Umrah"/><title type='text'>Firman Maulana</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>89</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-3499177261859478777</id><published>2026-02-15T12:37:00.010+07:00</published><updated>2026-02-15T12:38:34.492+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lepas"/><title type='text'>Selepas &quot;La La Land&quot;</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya baru saja selesai menonton &lt;em&gt;La La Land&lt;/em&gt; di Netflix, film sepanjang dua jam yang dirilis pada 2016. Meski tahu dari dulu ada film ini dengan judulnya yang unik, saya tidak menonton juga saat film ini ada di bioskop. Saya baru menontonnya sekarang-sekarang ini sesimpel karena mendengar &lt;em&gt;soundtrack-&lt;/em&gt;nya terlebih dahulu. Salah satu lagu yang ngena buat saya yaitu &quot;Planetarium&quot;, lagu ini entah kenapa berseliweran di Instagram, dan ya saya senang dengan tipe-tipe lagu seperti itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ini memang bukan pertama rasanya saya menonton tayangan karena &lt;em&gt;soundtrack&lt;/em&gt;-nya terlebih dahulu. Meski mungkin tidak selalu tepat, film atau drama atau seri dengan lagu tema atau lagu latar yang baik bisa jadi cerminan filmnya juga bagus. Lagu tema yang bisa menceritakan atau menggambarkan suasana film berarti memang digarap begitu serius. Sebagai contoh, film-film animasi Studio Ghibli menggunakan lagu tema atau latar yang memang menggambarkan bagaimana film tersebut, sebut saja film-film yang disutradarai Hayao Miyazaki dengan Joe Hisaishi sebagai komposer lagu-lagunya. &quot;Merry-Go-Round of Life&quot; dari &lt;em&gt;Howl&#39;s Moving Castle, &lt;/em&gt;&quot;One Summer Day&quot; dari &lt;em&gt;Spirited Away  &lt;/em&gt;adalah dua dari banyaknya lagu di film animasi Studio Ghibli yang bisa menggambarkan suasana film. Contoh lain adalah komposer Hans Zimmer yang terlibat di film &lt;em&gt;Interstellar&lt;/em&gt; garapan Christopher Nolan, ada suasana mencekam tapi juga megah, tegang, yang menggambarkan perjalanan Cooper di misi luar angkasanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat mendengar lagu-lagu dari &lt;em&gt;La La Land&lt;/em&gt;, itu juga yang saya yakini bisa tergambarkan, terlebih ketika mengetahui ini adalah film musikal. Sebagaimana film atau teater musikal lainnya, tentu terdapat lagu-lagu yang menjadi dialog atau percakapan antar tokoh, elemen yang juga terdapat di film ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu bagaimana dengan filmnya? Saya tidak akan mengulas atau menceritakan detail, secara singkat saya menyukainya. Saya menyukai jalan cerita yang bagi saya realistis. Seorang pianis dan seorang pemeran yang masing-masing ingin mengejar mimpi mereka lalu bertubrukan takdir. Awal mula ini terkesan seperti cerita romansa orang-orang medioker, bertemu beberapa kali sebelum merasa cocok satu sama lain. Tidak hanya merasa cocok, namun saling membantu mimpi masing-masing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Agar tidak terdengar klise dengan mengatakan &quot;The Power of Love&quot;, tapi terkadang atau memang diperlukan dukungan orang lain untuk mewujudkan impian. Dukungan moril, pikiran, ide, usaha, atau bahkan dana, kita memang tidak bisa benar-benar hidup tanpa orang lain. Maka begitu pula Mia dan Sebastian. Mia Dolan mengejar mimpi sebagai aktris top, sementara Sebastian bermimpi memilliki kelab Jazz sendiri. Meraih mimpi bukan perkara mudah, dan memang secara realistis akan menemui berbagai macam kesulitan, kegagalan, pertentangan atau keadaan ingin menyerah dan berputus asa. Tapi, lagi-lagi dukungan orang lain yang bisa cukup membantu membalikkan &quot;roda nasib&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perjalanan hidup tidak tertebak, Mia dan Seb memilih untuk mengejar mimpinya masing-masing meski mengorbankan hubungan mereka. Orang bilang seseorang bisa hadir di hidup kita, dengan perannya masing-masing, bisa sebentar bisa lama, bisa sebagai bagian &lt;em&gt;supporting system &lt;/em&gt;atau malah sebaliknya. Apapun itu, siapapun orang  yang hadir di hidup kita, seolah ada tugasnya masing-masing, begitu pula kita di kehidupan orang-orang sekitar. Lalu, hidup pun pilihan, mana hal yang ingin kita coba, mana yang ingin dijadikan prioritas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maka akhir cerita &lt;em&gt;La La Land &lt;/em&gt;bukanlah sebuah &lt;em&gt;sad ending&lt;/em&gt;, melainkan akhir yang realistis. Hidup tidak bisa selalu dilihat dari satu sisi, dari sisi impian yang terwujud, maka ini &lt;em&gt;happy ending, &lt;/em&gt;meski sebaliknya jika dikaitkan dengan hubungan Mia dan Seb. Ada pilihan &quot;andai begini&quot; atau &quot;andai begitu&quot;, tapi bagaimana bila &quot;andai begini dan begitu&quot; itu terjadi, tapi malah impiannya yang tidak terwujud. Jadinya kita hari ini adalah akumulasi pilihan-pilihan yang dipilih, atau respon atas apa-apa yang mendatangi kita.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu seperti kebiasaan saya selepas menonton film, drama atau seri, selanjutnya mendengarkan &lt;em&gt;soundtrack &lt;/em&gt;lainnya atau detail di balik tayangan tersebut. Demikian.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/3499177261859478777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2026/02/selepas-la-la-land.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/3499177261859478777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/3499177261859478777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2026/02/selepas-la-la-land.html' title='Selepas &quot;La La Land&quot;'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-1568175058479297877</id><published>2025-06-16T21:30:00.001+07:00</published><updated>2025-06-22T18:29:09.546+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Running"/><title type='text'>Memoar Murakami dan Maraton Saya</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;What I Talk About When I Talk About Running &lt;/em&gt;menempati peringkat yang tinggi di &lt;em&gt;read list&lt;/em&gt; saya, selain karena saya berlari, juga karena sepengetahuan saya tidak banyak buku yang cukup populer yang membahas soal lari, di luar pembahasan yang ilmiah. Sebelumnya sulit menemukannya kecuali terjemahan ke dalam bahasa Inggris dengan harga yang cukup jauh lebih mahal dibanding dengan terjemahan ke dalam bahasa Indonesia, Saya lalu mendapatkan dan membacanya di momen  yang sangat tepat, di masa persiapan menuju Maraton keempat saya akhir Juni 2025 ini, dan baru sempat saya tulis impesinya saat ini, kurang dua pekan sebelum hari perlombaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Buku ini adalah memoar perjalanan Haruki Murakami di dunia lari. Ia menceritakan berbagai proses yang dilalui dari awal mula memulai lari, latihan bertahap, momen penting, lalu hingga beberapa lomba yang ia lalui, di antaranya World Marathon Majors di New York dan Boston, lalu ultramaraton serta triatlon. Tak luput juga beberapa hasil lomba yang ia lakukan, meski tidak detail, namun beberapa kali ia menyelesaikan Marathon dalam waktu kurang dari empat jam. Momen penting juga diceritakan saat berlari di rute dari Athena menuju Marathon, rute terbalik alih-alih dari Marathon menuju Athena.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti yang ia sebutkan dalam prakata, buku ini bukan soal ajakan untuk menjadi lebih sehat, tetapi kumpulan tulisannya tentang berlari dan makna baginya sebagai manusia. Tetapi, penceritaan itulah menarik dan mungkin akan terasa relevan bagi mereka yang berlari. Tentu saja, buku ini tidak hanya cocok untuk mereka yang berlari, tetapi juga untuk mereka yang ingin memahami arti penting berlari bagi para pelari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buku ini mengingatkan kembali bahwa lari adalah perjalanan yang sangat personal, maka perjalanan lari seseorang tidak untuk dibandingkan (kecuali tentu kamu adalah atlet yang harus mengukur di mana posisi kamu sekarang dibanding atlet lari lainnya) apalagi hingga dicaci maki terkait proses dan progresinya. Bagi seseorang, jarak lima kilo mungkin dinilai &quot;hanya&quot;, tapi bagi sebagian lain jarak itu adalah &quot;sudah&quot;, begitu pula di jarak-jarak seterusnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada yang bisa berlari dengan jarak setengah maraton setiap minggunya, tapi ada juga yang cukup bersusah payah menyelesaikan jarak yang sama setelah melalui proses latihan berbulan-bulan. Di semuanya itu adalah proses dan progresi personal. Lari bukan olahraga tim atau permainan, yang tentu harus lebih baik dari orang lain. Tetapi, bagi perlari rekreasional, nilai perjalanan personal lari inilah yang jauh lebih besar dibanding hasil saat lomba -dan bahkan tidak ada juga yang mewajibkan pelari mengikuti lomba lari manapun!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cerita Murakami di buku ini terjadi sebelum masa running watch, atau pun &lt;i&gt;supershoe&lt;/i&gt; eksis di dunia lari yang menunjukkan lari bukan terkait berbagai teknologi itu, tetapi terkait diri sendiri, kekuatan fisik dan mental dalam menghadapi kilometer demi kilometer yang dilalui. Maka membacanya menjadi angin segar di saat sekarang ini topik hangat soal lari begitu jauh dari yang seharusnya, jauh dari lari yang semestinya membawa kesenangan dan kebahagiaan, tapi malah soal pace lari harus segini, detak jantung harus sekian, pakaian lari harus yang begini, dan berbagai macam hal yang menyedihkan untuk dipikirkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lari semestinya perjalanan personal, yang manfaatnya pun terasa sangat personal yang tak hanya ada proses atau progresi terkait fisik, namun juga psikis. Saya yakin bagi sebagian besar pelari, manfaat psikis yang didapat sama besarnya dengan fisik, ada kebahagiaan, ada kepuasan, ada perbaikan mental setelahnya, ada momen &quot;berbicara secara jujur dengan diri sendiri&quot; selama berlari, atau momen refleksi. Masalahmu memang tidak selesai dengan berlari, namun setidaknya ia memberikan momen untuk berpikir dan merenung, lalu mengurai masalah, merajut kemungkinan-kemungkinan pemecahannya yang kemudian kamu lakukan setelah berlari. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak, ini tidak sedang melebih-lebihkan. Tahun ini adalah tahun kesembilan saya dalam berlari, dan memang itulah adanya. Seperti yang Murakami tulis, lari dengan segala baik-buruknya memiliki andil dalam menjadikan dirinya sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kamu tidak akan bisa menyelesaikan sebuah maraton jika hanya melakukannya setengah hati&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada kaitan kuat antara buku ini dengan proses saya menuju maraton keempat ini. Latihan untuk maraton tidak pernah mudah, begitu pun yang dilalui Murakami, belum lagi kegagalannya di triatlon, atau &quot;menjadikan dirinya sekadar mesin berlari&quot; kala berlari di ultramaraton, semuanya ada kaitan dengan proses saya secara pribadi. Displin berlatih, memilih mana kegiatan yang bisa dilakukan, menentukan jam tidur, dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya tidak seratus persen yakin saya akan seratus persen tenang saat nanti satu hari menjelang Maraton, namun seperti yang Murakami katakan, &quot;Ini hanya sebuah Maraton&quot; dan &quot;Hal yang bisa kamu lakukan sekarang hanyalah menunggu datangnya lomba ini&quot;. Hari lomba memang hari besar yang patut dirayakan, sebuah perayaan atas kerja keras selama latihan, maka seyogyanya ia dinikmati dengan riang gembira, meski bisa jadi kita merasakan sakit, namun mantra pelari yang disebut-sebut dibuku ini jelas, &quot;Rasa sakit itu pasti. Penderitaan adalah pilihan&quot;, terlebih proses berlari dan latihan akan membentuk diri kita untuk &quot;Comfortable with being uncomfortable&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya tersentuh betul dengan tulisan Murakami di bagian-bagian akhir buku, bahwa andaikan kehidupan berlari ini jika dilihat dari luar, di satu titik yang tinggi, tampak tidak berguna, tak bermanfaat, atau bahkan buang-buang waktu, kami tak peduli. Bahkan ia berkata &quot;...dan kuharap ini akan tetap menjadi bagian dari hidupku selama mungkin. Aku akan bahagia jika aku dan lari dapat menua bersama.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/1568175058479297877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2025/06/memoar-murakami-dan-maraton-saya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/1568175058479297877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/1568175058479297877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2025/06/memoar-murakami-dan-maraton-saya.html' title='Memoar Murakami dan Maraton Saya'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-377999225837848379</id><published>2025-01-27T10:46:00.001+07:00</published><updated>2025-01-27T10:46:21.073+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Horizon"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Islam"/><title type='text'>Tentang 27 Rajab</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tepat 27 Rajab, hari di mana mayoritas ahli menyebutkan di tanggal inilah Isra dan Mi&#39;raj Nabi shalallahu&#39;alaihi wa salam terjadi. Secara garis besar, isra adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, sementara Mi&#39;raj adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Aqsa ke langit dunia hingga terus pada akhirnya mencapai Sidratul Muntaha, di mana beliau menerima perintah shalat fardhu lima kali dalam sehari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini adalah informasi yang kita dapatkan dari tahun ke tahun, termasuk riwayat tentang Sang Nabi yang mengimami para nabi terdahulu di Masjidil Aqsa, lalu bertemu beberapa nabi di berbagai tingkatan langit. Lalu, ditunjukkan pula kepada beliau keadaan penghuni Neraka dan penghuni Surga. Perjalanan yang diantar oleh Jibril ini terhenti sebelum Nabi ke Sidratul Muntaha, yang hanya beliau lah yang diizinkan atau bisa ke sana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui riwayat ini, lalu pertanyaan berikutnya selalu dilontarkan: sudah sejauh apa pemaknaan kita akan peristiwa ini, terlebih sudah sejauh mana pemaknaan dan pelaksanaan sholat kita sebagai perintah yang langsung disampaikan kepada Nabi tanpa melalui perantara malaikat. Hal ini yang seringkali dibahas dan didalami di berbagai kajian seputar Isra-Mi&#39;raj. Di usia saya sekarang ini, tentu sudah sering saya dengar soal itu, namun saya kira ada hal lain yang saya dapat kali ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini dipercayai mayoritas ahli, terjadi di masa &quot;tahun kesedihan&quot; bagi Sang Nabi. Saat pendukung-pendukung utama beliau dalam berdakwah meninggal dunia. Khadijah binti Khuwailid, istri beliau yang sudah tak terhitung pengorbanan dan perjuangannya untuk Nabi dan Islam, lalu Abi Thalib bin Abdul Muthalib, paman yang -dipercayai berbagai riwayat tetap dalam keadaan musyrik hingga akhir hayatnya- berada di garis depan untuk melindungi dakwah Nabi juga meninggal dunia. Tentu, belum lagi tantangan-tantangan lainnya saat berdakwah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di masa-masa sulit ini, Allah memperjalankan beliau shalallahu&#39;alaihi wa salam dalam perjalanan semalam, dengan berbagai peristiwa yang telah disebutkan sebelumnya. Terlebih bertemu langsung dengan Allah, sang Khaliq, tentu menjadi penyembuh dari tahun kesedihan dan berbagai macam hal-hal sulit yang dihadapi Sang Nabi sebelumnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sini, saat kita mendengar atau membaca riwayat Sang Nabi di Sidratul Muntaha, jangan kita bayangkan Allah bertempat di sesuatu. Dia adalah &quot;laitsa kamitslihi syai&#39;un&quot;, atau tidak bisa diserupakan dengan apapun. Maka tentang Allah, apapun itu tidak bisa kita bayangkan, karena sekali kita bayangkan maka bayangan kita tentang Dia itu batal. Riwayat yang sampai pada kita pun menyebutkan janganlah kita berpikir tentang Dzat Allah, tapi berpikirlah dengan apa-apa yang diciptakan-Nya. Berhenti di apa-apa yang diciptakan-Nya yang begitu banyak ini sudah cukup untuk merasakan kehadiran-Nya. Godaan untuk memikirkan Dzat-Nya berasal dari bisikan syaithan yang menipu daya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mi&#39;raj yang sejatinya hanya bisa dilakukan oleh Sang Nabi, bisa saja dilakukan oleh umatnya. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa &quot;mi&#39;rajnya seorang mukmin adalah dalam shalatnya&quot;, atau seperti kata Kiai Haris Hakam, di shalat itulah kita beraudiensi dengan Allah. Shalat fardhu yang lima kali dalam sehari ini seolah dipadatkan sekian rupa untuk kita &quot;bermi&#39;raj&quot; dan &quot;menemui&quot; Allah dalam shalat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terlebih, seperti yang dikatakan pula, bahwa saat-saat terdekat seorang hamba dengan Rabbnya adalaah saat sujud. Di sinilah lagi-lagi pertanyaan sudah sejauh mana pemaknaan kita terhadap shalat, sudah sebaik apa pelaksanaan shalat kita, dan sudah seberpengaruh apa shalat itu dalam kehidupan kita. Inilah yang menjadi pertanyaan-pertanyaan yang mesti kita pikirkan dan kita jawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal lainnya adalah, bahwa apa yang perjalanan yang cepat yang Nabi lakukan dalam semalam itu terdengar mustahil pada masa itu. Entah berapa lama semestinya perjalanan dari Mekkah ke Baitul Maqdis saat itu baik di situasi normal atau di situasi paling cepat. Tapi beribu tahun kemudian, perjalanan yang cepat dari Mekkah ke Baitul Maqdis ini memungkinkan, atau malah ke tempat yang lebih jauh lagi ini memungkinkan untuk ditempuh bahkan kurang dari semalam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka, begitu pula perjalanan sang Nabi dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha juga bukan hal yang patut untuk diragukan, karena yang terjadi adalah ketidakmampuan akal untuk memahaminya. Ketidakmampuan inilah yang menjadi batasan dan seyogyanya memang menjadi batasan manusia, hingga ia kembalikan lagi kepada wahyu atau periwayatan yang sampai padanya. Begitu banyak hal yang tidak terbayang yang memang harus menjadi limit manusia, menjadi limit makhluk, karena inilah salah satunya yang membedakan antara makhluk dan Khaliq, antara yang diciptakan dan Sang Pencipta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memaknai 27 Rajab bisa ditarik ke berbagai hal, meski biasanya utamanya adalah perintah Shalat, dan dari situ berbagai turunannya menjadi pelajaran bagi kita. Tentu, di luar itu masih banyak hal lain, selain seperti yang telah disebutkan di awal, juga bagaimana kondisi masyarakat Mekkah saat itu saat mendengar kabar ini. Bagaimana respons para sahabat, respons mereka yang memusuhi Nabi, serta masyarakat lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selamat memaknai 27 Rajab, semoga kita makin paham dan menikmati &quot;mi&#39;raj&quot; kita.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/377999225837848379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2025/01/tentang-27-rajab.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/377999225837848379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/377999225837848379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2025/01/tentang-27-rajab.html' title='Tentang 27 Rajab'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-2981082692562572452</id><published>2024-10-16T08:42:00.003+07:00</published><updated>2024-10-16T08:42:43.126+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jurnal"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Umrah"/><title type='text'>Meninggalkan Kotamu</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ya Nabi, ya Rasul, waktu kami di kotamu, dan beribadah di Masjidmu, tidak lah lama, kami hanya beberapa hari saja di situ. Tepat di saat kami mulai terbiasa dengan kapan kami mesti datang untuk shalat berjamaah di Masjidmu, atau lewat pintu mana kami masuk, tapi di saat itulah kami harus meninggalkan kotamu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya Nabi, ya Rasul, kami berharap ini hanyalah perpisahan sementara, sebelum nanti kami kembali mengunjungi, menziarahimu, menyampaikan salam dan shalawat kepadamu langsung di Masjidmu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya Nabi, ya Rasul, baru saja kami melepas rasa rindu kepadamu, dan kini kami harus merasakan rindu itu lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya Nabi, ya Rasul, shalawat serta salam bagimu, keluargamu, dan sahabatmu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya Allah, perkenankanlah kami kembali berjumpa dengan Nabi-Mu, di dunia atau pun di surga-Mu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5 Oktober 2024,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Antara Madinah-Makkah&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/2981082692562572452/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2024/10/meninggalkan-kotamu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/2981082692562572452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/2981082692562572452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2024/10/meninggalkan-kotamu.html' title='Meninggalkan Kotamu'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-2018534717650740241</id><published>2024-10-16T08:41:00.000+07:00</published><updated>2024-10-16T08:41:33.464+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jurnal"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Umrah"/><title type='text'>Melepas Rindu</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ayat ke-128 dari Surat At-Taubah ini menjadi semacam &quot;ayat tema&quot; dalam perjalanan umrah kali ini. Ayat yang seolah baru saya dengar ketika di entah Maiyahan tahun dan bulan berapa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ayat ini lalu berulang didengar ketika memasuki Rabiul Awwal tahun ini, atau bulan Maulid (Mulud). Bila sebelumnya saya lebih &quot;ngeh&quot; dengan Q.S. Al-Ahzab ayat ke-21 bahwa Rasul adalah teladan terbaik, maka di tahun ini ayat yang disebutkan di awal menjadi lebih familiar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada hikmah dibalik mundurnya jadwal Umrah dari yang semestinya di awal September, menjadi ke awal Oktober. Yakni terlebih dahulu memasuki Rabiul Awwal, di mana kajian mengenai Rasulullah, jauh lebih banyak. Puncaknya adalah ketika kajian di Pusat Studi Qur&#39;an bersama Quraish Shihab dan Gus Baha. Meski hanya mengikuti kajian secara daring, namun pembahasannya sangat mengena.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Syaikh Quraish hanya menjabarkan ayat yang disebutkan di awal itu, namun begitu dalam. Beliau menjelaskan -sembari mengoreksi tafsirnya sendiri- bahwa di ayat itu dikatakan &quot;Telah mendatangimu..&quot; bukan sekadar &quot;telah ada&quot; atau &quot;telah datang&quot;, tetapi &quot;telah mendatangimu&quot;, yang mana jauh lebih dekat dari kata-kata lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan Nabi, sebagaimana dijelaskan di ayat tersebut, merasakan penderitaan umatnya, dan karenanya nabi menginginkan tidak lain dari kebaikan dan keselamatan bagi umatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka, saat berada di Masjid Nabawi, ayat itu terus menggema dan diiringi dengan shalawat untuk Rasulullah. Nabi berkata bahwa siapa yang mengunjungi beliau ketika beliau telah wafat, maka itu sama dengan mengunjungi beliau ketika beliau masih hidup.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karenanya, mengunjungi Madinah, mengunjungi Nabawi, tidak semata karena itu kota atau masjid Nabi. Akan tetapi juga semacam melepas kerinduan kepada Rasulullah, manusia sempurna yang Allah utus untuk menyampaikan risalah-Nya, yang dengannya kita mengenal Islam, mengenal Tuhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Belum lagi di tempat lainnya di sekitaran Nabawi, barangkali di suatu titik di situlah rumah sahabat-sahabat beliau yang mulia. Pun tentu dengan Raudhah, atau pun tempat &lt;i&gt;Ahlu Shuffah&lt;/i&gt;, dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya Nabi, ya Rasul, di Masjidmu kami sujud, kami berdoa, dan kami sampaikan salam dan shalawat kepada engkau. Kami yakin salam dan shalawat kami sampai kepadamu, dan semoga kami termasuk ke dalam umatmu meski kami tak sempat melihatmu, namun kami berharap berjumpa denganmu, melihat dan merasakan keteduhanmu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5 Oktober 2024,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perjalanan antara Madinah-Makkah&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/2018534717650740241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2024/10/melepas-rindu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/2018534717650740241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/2018534717650740241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2024/10/melepas-rindu.html' title='Melepas Rindu'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-663947541679200224</id><published>2024-09-25T16:11:00.004+07:00</published><updated>2024-09-25T16:12:28.794+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Running"/><title type='text'>Super Trainer, Cepat dan Nyaman</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebagai salah satu perlengkapan dalam olahraga lari, sepatu memainkan peran utama. Tidak hanya sebagai benda yang berkontakan langsung dengan tanah/jalan (&lt;i&gt;ground&lt;/i&gt;), tapi juga bagaimana sepatu bisa memberi ekstra kecepatan atau kenyamanan dalam berlari. Mungkin memang tidak ada nomenklatur resmi dalam jenis-jenis sepatu lari, namun bisa setidaknya dikelompokkan ke beberapa jenis (di luar &lt;i&gt;Trail Running Shoes&lt;/i&gt;): &lt;i&gt;Recovery/Max-cushion, Stability. Daily Training, Speed Workout, Super trainer, &lt;/i&gt;serta&amp;nbsp;&lt;i&gt;Racing Shoe/Super shoes&lt;/i&gt;. Tapi bukan setiap jenis sepatu ini yang akan dibahas, namun salah satu jenis yang bisa jadi sedikit &quot;kalah pamor&quot; dari&amp;nbsp;&lt;i&gt;supershoes&lt;/i&gt;, yaitu&amp;nbsp;&lt;i&gt;Super trainer&lt;/i&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa itu Super Trainer?&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak ada definisi yang saklek tentang &lt;i&gt;Super trainer&lt;/i&gt;, namun secara umum &lt;i&gt;Super trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;mengambil beberapa teknologi dari &lt;i&gt;Super shoes&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan beberapa perbedaan. Beberapa hal yang mirip seperti geometri sepatu, foam yang digunakan, atau bisa jadi plat yang digunakan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di dalam rotasi sepatu lari, &lt;i&gt;super trainer&amp;nbsp;&lt;/i&gt;biasanya menjembatani antara sepatu &lt;i&gt;daily training &lt;/i&gt;dengan &lt;i&gt;super shoes. &lt;/i&gt;Jika s&lt;i&gt;uper shoe&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dikenal memiliki karakteristik atau elemen-elemen seperti bobot yang ringan, memiliki propulsi atau dorongan yang kuat, foam midsole mumpuni, serta dilengkapi dengan teknologi plat karbon, namun dengan kekurangan seperti durabilitas sepatu yang kurang baik serta terasa lebih keras (&lt;i&gt;stiff&lt;/i&gt;), dan &lt;i&gt;daily trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;memiliki karakteristik sepatu seperti bobot yang lebih berat, tidak memiliki energi balik yang besar, tetapi memiliki durabilitas yang tinggi, maka &lt;i&gt;super trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;berada di antaranya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dikarenakan &lt;i&gt;super trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;memiliki beberapa elemen yang mirip dengan &lt;i&gt;super shoe&lt;/i&gt;, maka sepatu jenis ini juga memiliki propulsi dan energi balik yang cukup besar, meski tentu tidak sebesar &lt;i&gt;super shoe &lt;/i&gt;dengan plat karbonnya, namun &lt;i&gt;super trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;memiliki durabilitas yang jauh lebih tinggi daripada &lt;i&gt;super shoe&lt;/i&gt;. Jadi dalam hal kecepatan, bisa disebut seperti ini: &lt;i&gt;super shoe &amp;gt; super trainer &amp;gt; daily trainer&lt;/i&gt;. Sementara dalam hal durabilitas, biasanya berkebalikan: &lt;i&gt;daily trainer &amp;gt; super trainer &amp;gt; super shoe&lt;/i&gt;. Sebagian &lt;i&gt;super trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;mungkin tidak memiliki bantalan seempuk &lt;i&gt;daily trainer &lt;/i&gt;atau apalagi &lt;i&gt;max-cushion shoe&lt;/i&gt;, namun biasanya lebih empuk dari &lt;i&gt;super shoe&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terkadang, &lt;i&gt;super trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;juga menjadi &lt;i&gt;training companion&lt;/i&gt;&amp;nbsp;bagi mereka yang menggunakan &lt;i&gt;super shoe &lt;/i&gt;untuk &lt;i&gt;race. &lt;/i&gt;Hal ini dikarenakan karakteristik yang mirip tersebut serta karena tidak tepat juga untuk menggunakan &lt;i&gt;super shoe&lt;/i&gt;&amp;nbsp;untuk latihan sehari-hari (durabilitas rendah, dan saat latihan, &lt;i&gt;pace&lt;/i&gt;&amp;nbsp;tidak selalu dalam laju tinggi), maka nantinya peralihan dari &lt;i&gt;super trainer &lt;/i&gt;saat berlatih lalu menuju &lt;i&gt;race &lt;/i&gt;dengan &lt;i&gt;super shoe&lt;/i&gt;&amp;nbsp;akan lebih mudah. Hal seperti ini biasanya cocok untuk &lt;i&gt;super trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan &lt;i&gt;super shoe &lt;/i&gt;dari merk yang sama.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh Super Trainer&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beberapa &lt;i&gt;super trainer &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;super shoe &lt;/i&gt;dari berbagai merk, misalnya (&lt;i&gt;super shoe &lt;/i&gt;lalu diikuti &lt;i&gt;super trainer&lt;/i&gt;):&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Adidas: Adizero Pro 3 dan Adizero Boston 12.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asics: Metaspeed Edge/Sky dan Magic Speed 3 atau 4.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hoka: Rocket X2 dan Mach X atau Mach X2.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nike: Vaporfly Next% dan Zoomfly, atau Alphafly dan Tempo.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saucony: Endorphin Pro dan Endorphin Speed.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meski memiliki beberapa teknologi yang mirip dengan &lt;i&gt;super shoe&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;super trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;tidak selalu menggunakan plat karbon. Katakanlah seri Saucony Endorphin Speed yang selalu menggunakan plat nilon, lalu &lt;i&gt;energy rods&lt;/i&gt;&amp;nbsp;milik Adidas yang dibuat dari karbon dan/atau fiberglass pada Adizero Boston 12, atau juga Hoka Mach X dengan plat Pebax. Memang sebagian &lt;i&gt;super trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;juga menggunakan plat karbon seperti seri Magic Speed dari Asics atau Zoomfly dari Nike, namun kombinasinya dengan elemen lain seperti foam, upper yang digunakan, atau pun &lt;i&gt;outsole&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dapat memberikan rasa yang berbeda dengan &lt;i&gt;super shoes &lt;/i&gt;nya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Race Menggunakan Super Trainer?&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meski disebut sebagai &lt;i&gt;super trainer&lt;/i&gt;, apakah sepatu ini tidak cocok untuk &lt;i&gt;race&lt;/i&gt;? Jawaban singkat saya: bisa, sangat bisa. Namun jawaban panjangnya saya kira kita harus sedikit memahami perbedaan kondisi pelari di Indonesia dan pelari dari luar negeri (yang mana sepatu-sepatu ini didesain).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bila kita sering melihat banyak konten atau pembahasan tentang perbedaan jenis sepatu (atau yang sudah ditulis di atas), terlihat seolah ada perbedaan yang tegas di antara jenis-jenis sepatu tersebut. Padahal, untuk menentukan apakah sepatu tersebut bisa atau nyaman atau layak digunakan untuk &lt;i&gt;race&lt;/i&gt;, ada beberapa hal yang menjadi perhatian:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jarak &lt;i&gt;race&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang akan diikuti, apakah 5K, 10K, &lt;i&gt;half marathon&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;marathon &lt;/i&gt;atau bahkan &lt;i&gt;ultra marathon&lt;/i&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Target &lt;i&gt;race&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang ingin dicapai, apakah sekadar &lt;i&gt;finish&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di bawah &lt;i&gt;cut-off time&lt;/i&gt;, atau &lt;i&gt;finish &lt;/i&gt;dengan target waktu tertentu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pace yang ditentukan, seberapa cepat atau lambat?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rute yang akan dijalani, apakah cenderung panas, atau basah, dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tipe sepatu yang ingin digunakan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Faktor-faktor yang disebutkan ini bisa menjadi penentu sepatu apa yang akan digunakan untuk &lt;i&gt;race&lt;/i&gt;. Sebagai contoh, dalam jarak 5K atau 10K dengan target pace katakanlah&amp;nbsp; 4:30-5:00min/km, maka menggunakan sepatu yang ringan dan memiliki energi balik yang besar bisa jadi pilihan, atau mungkin bisa juga menggunakan &lt;i&gt;super shoe &lt;/i&gt;(dengan postur lari yang tepat). Contoh lain misal dengan jarak yang sama atau katakanlah jarak &lt;i&gt;half marathon&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan target yang penting &lt;i&gt;finish &lt;/i&gt;di bawah &lt;i&gt;cut-off time, &lt;/i&gt;maka utamakanlah sepatu dengan tingkat kenyamanan yang lebih baik, misalnya sepatu&lt;i&gt;&amp;nbsp;daily trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;atau bahkan &lt;i&gt;max-cushion&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu bagaimana dengan &lt;i&gt;super trainer&lt;/i&gt;?&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sepemahaman saya, &lt;i&gt;super trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;cenderung cocok untuk banyak tujuan dalam &lt;i&gt;race &lt;/i&gt;karena &lt;i&gt;super trainer &lt;/i&gt;cukup menyeimbangkan antara kenyamanan dari foam dan bantalannya dengan dorongan atau energi balik yang dihasilkan. Maka bagi saya, &lt;i&gt;super trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;cocok untuk digunakan dalam &lt;i&gt;race&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan target waktu tertentu namun tidak secepat untuk keperluan menggunakan &lt;i&gt;super shoe&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh yang bisa saya ambil misalnya saat &lt;i&gt;race&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di jarak &lt;i&gt;marathon&lt;/i&gt;, jika kita bukan pelari dengan pace target &lt;i&gt;finish &lt;/i&gt;lebih dari empat jam, rasa-rasanya menggunakan &lt;i&gt;super trainer &lt;/i&gt;tertentu&amp;nbsp;sudah tepat. Saat &lt;i&gt;marathon &lt;/i&gt;atau berlari dalam waktu yang cukup lama, maka kita memerlukan kenyamanan dari sepatu namun karena ada target waktu, maka diperlukan juga sepatu dengan energi balik yang cukup. Di dalam kasus &lt;i&gt;marathon&lt;/i&gt;, keperluan energi balik dan kenyamanan ini akan begitu penting di titik-titik krusial, seperti KM30 hingga KM40, di titik krusial ini kaki harus tetap terjaga kenyamanannya, namun tetap harus terus terangkat.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sepengalaman saya, berlari di jarak &lt;i&gt;marathon&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan menggunakan &lt;i&gt;daily trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;memang memberikan kenyamanan, namun tidak memberikan energi balik yang dibutuhkan ketika di titik-titik krusial tersebut. Sementara letak &lt;i&gt;super shoe&lt;/i&gt;&amp;nbsp;lebih cocok untuk mereka yang finish di bawah empat jam atau bahkan di bawah tiga jam, karena berlari dengan sepatu yang cenderung keras berjam-jam tentu akan meningkatkan risiko cedera. Oleh&amp;nbsp; karenanya, &lt;i&gt;super trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;bisa menjadi solusi di antara kedua kasus ini, yakni mereka yang ingin &lt;i&gt;finish &lt;/i&gt;dengan target waktu tertentu namun belum secepat itu untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari &lt;i&gt;super shoe&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan plat karbonnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penutup&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menentukan sepatu yang akan digunakan tentu menjadi pilihan dan hak masing-masing, terlebih mereka dengan &lt;i&gt;budget&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang besar. &lt;i&gt;Super shoe &lt;/i&gt;memang menarik, baik dalam&amp;nbsp; hal kecepatan namun perhatian khalayak, namun &lt;i&gt;super trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;tidak kalah menarik, dengan fitur yang mirip dengan &lt;i&gt;super shoe&lt;/i&gt;, namun dengan durabilitas yang lebih baik. &lt;i&gt;Super trainer &lt;/i&gt;memang tidak secepat &lt;i&gt;super shoe&lt;/i&gt;, namun dengan latihan yang cerdas dan tepat, pelari dengan &lt;i&gt;super trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;bisa saja &lt;i&gt;finish &lt;/i&gt;lebih cepat di suatu&lt;i&gt;&amp;nbsp;race&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dari pelari dengan &lt;i&gt;super shoe&lt;/i&gt;. Maka poinnya adalah sejauh apa latihan yang dijalani, bukan bergantung pada sepatu apa&amp;nbsp; yang dipakai.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikian, selamat terus berlari!&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/663947541679200224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2024/09/super-trainer-cepat-dan-nyaman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/663947541679200224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/663947541679200224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2024/09/super-trainer-cepat-dan-nyaman.html' title='Super Trainer, Cepat dan Nyaman'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-405215736994897618</id><published>2024-02-16T17:41:00.003+07:00</published><updated>2024-02-16T17:41:16.080+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lepas"/><title type='text'>Menampar Diri Sendiri</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sore ini saya merasa tertampar, ada-ada saja cara Tuhan untuk mengingatkan, untuk memberi petunjuk, memberi hal yang sudah seharusnya berbuah kesadaran. Saat kini saya sedang merasakan kembali inferioritas, serta proses pengecilan diri-sendiri (&lt;i&gt;self-diminishment&lt;/i&gt;) akibat suatu hal, tanpa saya rencanakan saya membaca kembali tulisan yang pernah saya tulis lebih dari 3,5 tahun lalu. Judulnya singkat, &lt;a href=&quot;https://www.firman.my.id/2020/06/inferior.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&quot;Inferior&quot;&lt;/a&gt;, namun isinya ternyata masih saja &lt;i&gt;relate&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan saya. Bukan karena saja saya yang menulis itu, tapi ternyata di titik-titik tertentu rasa inferior itu memang muncul lagi. Perasaan yang mirip atau sama ketika mungkin saya menulis tulisan itu 3,5 tahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membaca tulisan itu, saya menyadari setidaknya tiga hal:&lt;br /&gt;Pertama, bahwa ternyata perasaan inferior dan &lt;i&gt;self-diminishment&lt;/i&gt;&amp;nbsp;ini seolah kambuhan bagi saya. Barangkali saya perlu betul-betul mencari asbab timbulnya dua hal ini, perasaan seolah menjadi pribadi yang tidak berharga, tidak bermanfaat, dan lain-lain yang sungguh jelek dan bodoh betul. Ya, bodoh, sama seperti yang saya katakan di tulisan itu. Saya lantas berpikir, lha apakah perlu saya bertemu seorang profesional untuk membantu mengatasi hal ini? Inferioritas itu bikin saya tidak percaya diri, bikin saya takut ketemu orang, bikin saya rendah diri dan malu, padahal orang mungkin ya biasa-biasa saja, tidak berpikir yang aneh-aneh juga tentang saya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menulis masih saya yakini sebagai salah satu metode yang tepat&amp;nbsp; untuk menguraikan keresahan, juga membunuh kerumitan kata-kata di pikiran, ia lantas bisa keluar dalam kata-kata tatkala jari-jemari menari. Nikmat. Plong. Tapi itu jika betul hingga selesai menulisnya. Menguraikan pikiran yang &lt;i&gt;njelimet &lt;/i&gt;entah &lt;i&gt;kepengin &lt;/i&gt;bilang apa, lalu keluar &lt;i&gt;begitu saja&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dalam kata-kata di tulisan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Metode lain yang tak kalah nikmatnya ya berlari, kamu boleh saja berpikir karena saya seorang pelari maka saya rasakan demikian. Ya kamu tidak salah juga, namun penelitian-penelitian membuktikan bahwa berlari hingga titik tertentu dapat mengurangi stres, mengurangi beban pikiran, itulah saat-saat endorfin kita dirilis. Candaan &quot;lari dari kenyataan&quot; yang entah berapa kali saya dengar memang menjengkelkan, karena yang lebih tepat adalah berlari ketika ada masalah atau beban pikiran. Candaan yang lebih tepat dan lebih lucu ya &quot;semakin jauh jarak dia berlari, semakin besar masalah yang tengah ia hadapi&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketika berlari, saya berdialog dengan diri sendiri, memikirkan ini-itu, berbagai macam hal hingga pada titik tertentu keresahan atau kegundahan itu hilang. Tentu, masalah yang sebenarnya tidaklah hilang, tapi perasaan dan hati kita lebih nyaman, serta pikiran kita semakin jernih. Saya bersyukur soal lari ini, tapi soal menulis ini yang lagi dan lagi, harus dan harus saya biasakan kembali.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hal kedua, bahwa ternyata kualitas saya di beberapa hal masih begitu-begitu saja, atau hanya meningkat sedikit dalam beberapa tahun. Ada orang bilang kalau kita membaca tulisan lama kita dan kita masih tertegun, barangkali memang kualitas tulisan kita belumlah meningkat. Ketika saya membaca tulisan saya bertahun-tahun lalu itu, rasa &quot;tertegun&quot; itu ya ada, ada semacam &quot;loh kok dulu bisa menulis yang seperti itu?&quot; Saya lantas berefleksi, oh tentu saja, &lt;i&gt;input &lt;/i&gt;yang saya terima kala itu barangkali jauh lebih baik dan berkualitas daripada sekarang. Setidaknya dua hal, buku-buku yang saya lahap dan efek rutinan Maiyahan masih melekat. Daripada hal pertama, hal kedua ini yang rasanya cukup sulit saat ini, dengan berbagai alasan atau faktornya. Di satu titik, soal urusan fisik saya meningkat, tapi urusan jiwa, urusan pikiran, saya khawatir ada kemunduran. Tentu mestinya tidak perlu banyak berbicara, lakukan saja.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sementara hal ketiga adalah yang kita tulis di masa lalu bisa jadi adalah hal yang masih akan kita rasakan di masa depan. Saya merasa seolah menulis untuk diri saya di masa depan, seolah kala itu saat saya menulis saya berkata &quot;mungkin di masa depan, di entah kapan, kamu akan merasakan hal yang serupa, maka tulisan ini lahir, tak hanya untuk mengurai keresahan dan kegundahan saat ini, namun untuk masa depan, kala kamu merasakan hal yang serupa.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Barangkali saya harus berterima kasih kepada diri saya di masa lalu, yang telah&amp;nbsp; menulis sekian tulisan, yang sore ini saya baca kembali, yang berhasil menampar saya, akan berbagai macam hal. Tentu tidak ada ketidaksengajaan melainkan Tuhan sudah kasih jalannya, entah dari jalur mana, yang jelas saya melaluinya dan menemukannya. Rasanya tepat bagi saya untuk mengatakan kepada diri saya sendiri, &quot;teruslah berusaha untuk menulis, mungkin bukan untuk orang lain, tapi untuk dirimu, entah di masa ini, atau di masa depan.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sekian, alhamdulillah.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/405215736994897618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2024/02/menampar-diri-sendiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/405215736994897618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/405215736994897618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2024/02/menampar-diri-sendiri.html' title='Menampar Diri Sendiri'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-3931565627905855181</id><published>2023-09-27T16:47:00.006+07:00</published><updated>2023-09-27T16:49:54.507+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lepas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Running"/><title type='text'>Cerita tentang Berlari (1)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mereka yang pernah dan sedang menekuni lari mungkin sepakat, olahraga ini dapat direfleksikan ke berbagai hal, termasuk ke wilayah kehidupan. Bagaimana lari begitu lekat dengan arti daya tahan, disiplin, konsistensi, semangat, penuntasan, daya juang, dan berbagai hal lain. Tentu, lari jarak berapapun bisa untuk direfleksikan ke dalam kehidupan. Namun, jika ada satu jarak yang sangat mencerminkan hal itu, tiada lain adalah jarak Marathon (42,195KM). Mereka yang pernah berlari marathon, tentu dengan latihan panjangnya, merasakan betul apa itu disiplin, kerja keras, termasuk ketakutan cedera hingga gagal mulai (Did Not Start/DNS) atau gagal selesai (Did Not Finish/DNF).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Juli ini saya menyelesaikan Marathon kedua saya, di tempat dan rute yang sama, namun dengan catatan hasil yang jauh lebih baik dan memuaskan, meski tentu dengan beberapa catatan. Menggelikan kadang, kadang sebagian orang tidak mengerti juga: anda lari jauh-jauh sepanjang 42.195 kilometer, bayar pula dengan harga yang tidak murah. Namun, bagi mereka yang mengerti, terlebih yang mengalami, Marathon lebih dari berlari sepanjang jarak tersebut. Jika, soal masalah bayar mahal berarti membeli rute, pengamanan, kenyamanan, serta &lt;i&gt;refreshment &lt;/i&gt;sebelum, saat, dan setelah lari, nilai yang didapat pelari marathon lebih besar dari itu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya berlatih sekitar sejak tujuh bulan sebelum lomba, dengan tiga bulan awal penyesuaian intensitas lari (3-4x sepekan) yang dipuncaki dengan &lt;i&gt;time trial &lt;/i&gt;5K sebelum Ramadhan. Latihan lalu sangat berkurang di Ramadhan lalu mulai kembali empat bulan jelang lomba. Empat bulan latihan dengan &lt;i&gt;training plan &lt;/i&gt;yang ketat. Berlatih 3-5x sepekan, dengan berbagai volume dan intensitas latihan: &lt;i&gt;easy run, long run, fartlek, interval training, tempo run, treshold run&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan lainnya. Lelah letih latihan lalu dihajar harap cemas karena cedera akibat kebodohan: tidak menggunakan sepatu yang tepat. Cedera yang menganggu dan berjarak kurang dari sebulan jelang lomba. Ketakutan akan DNS sempat muncul, hingga akhirnya sepekan jelang lomba, kondisi begitu membaik, dan bisa mengikuti lomba sesuai jadwal. Saya tak akan menceritakan bagaimana detail lomba, singkatnya saya berhasil finish dengan catatan waktu 20 menit lebih cepat daru marathon pertama saya, hasil yang memuaskan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu saya ingat, jauh sebelum ini, empat tahun silam di ajang yang sama, saya menyaksikan mereka yang finish Marathon di garis finish. Wajah haru, sumringah, tangis, dan sebagainya bercampur aduk. Saat itu saya hanya bisa berharap, semoga suatu saat saya bisa finish di jarak itu, merasakan rasa haru, sumringah, tangis bahagia yang mereka rasakan. Tentu saja, ini sepaket dengan rasa sakit, letih, lelah dalam berlatih. Mungkin perasaan yang sama ketika saya finish lomba 5K untuk pertama kali, lalu melihat mereka yang bisa berlari dan finish di jarak 10K. Tahun lalu akhirnya saya pertama kali merasakan itu, hasil latihan yang dilahap berbuah rasa bahagia dan haru. Begitu pula dengan tahun ini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya selalu berkata, berlari terlebih Marathon adalah suatu pembukitian kepada diri sendiri, bahwa saya bisa melakukan sesuatu, melakukan hal yang begitu berani, karena lari dengan jarak sejauh itu cukup ekstrem dan bisa mengancam jiwa. Sebuah pembuktian bahwa saya bisa mencapai sesuatu, sesuatu yang diraih dengan kerja keras, yang dibayar tuntas dengan selesai di rentang waktu yang ditentukan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika direfleksikan ke dalam kehidupan, saya belajar banyak. Seseorang berkata, mereka yang pernah berlari Marathon dengan segala latihannya, mestinya menjadi pribadi yang lebih tahan banting, menjadi pribadi yang lebih tahan untuk bekerja keras, untuk disiplin, dan siap dengan banyak hal yang tak terduga. Marathon mengajari saya untuk tidak menyerah, untuk menyelesaikan apa yang dimulai, untuk terus melaju hingga batas kemampuan. Di sisi lain Marathon mengajari saya untuk tahu batas kemampuan, untuk tahu kapan berhenti, untuk tahu kapan terus lanjut. Karena konon dalam hidup harus tahu kapan menginjak pedal gas, kapan menginjak rem.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berlari bahkan bagi mereka non-atlet atau non-elite, akan selalu memilik arti tersendiri. Jika untuk atlet, lihat saja momen terdekat kemarin saat Berlin Marathon (salah satu dari enam World Marathon Majors), bagaimana begitu berartinya berlari dan tentu saja menang dalam lomba itu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagi mereka pelari rekreasional, akan bermacam-macam lagi. Ada mereka yang menjadikan lari sebagai &lt;i&gt;me-time&lt;/i&gt;, waktu untuk berbicara dengan diri sendiri. Ada juga yang upaya untuk sembuh dari sakit, upaya untuk kesehatan mental, dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maka, pada akhirnya lari tidak sesederhana itu, meski kini seringkali ditampilkan dengan gemerlap &lt;i&gt;running gear&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan mahalnya biaya lomba, namun tetap, pada dasarnya berlari, terlebih Marathon, memiliki arti yang lebih besar dari sekadar bergerak dan berolahraga.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/3931565627905855181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2023/09/cerita-tentang-berlari-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/3931565627905855181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/3931565627905855181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2023/09/cerita-tentang-berlari-1.html' title='Cerita tentang Berlari (1)'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-8215603434025499056</id><published>2023-01-31T11:04:00.003+07:00</published><updated>2023-01-31T11:04:27.551+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lepas"/><title type='text'>Dunia Maya Kuadrat</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Sosial media itu dunia maya kuadrat,&quot; begitu Mbah Jiwo (Sudjiwo Tejo) berujar, &quot;karena kehidupan di dunia ini pun sudah dunia maya. Dunia (kehidupan) sesungguhnya itu nanti setelah kita terbangun dari kematian.&quot; Kutipan ini &lt;i&gt;nyantol&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di pikiran saya beberapa waktu terakhir, meski bukan pertama kali mendengar ujaran serupa dari beliau, namun yang sekarang ini &lt;i&gt;nyantol&lt;/i&gt;&amp;nbsp;menancap terus. Sekurang-kurangnya ada dua hal yang bisa dibicarakan: sosial media yang begitu maya dan artifisial; hidup sesungguhnya adalah nanti selepas bangun dari kematian.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemayaan sosial media yang menciptakan keartifisialannya ini sudah barang tentu mudah dipahami, meski begitu tetap saja kadang kita terjebak di dalamnya. Gagal paham besar kalau memahami apa yang tampil di sosial media adalah kenyataan senyata-nyatanya di dunia nyata (yang juga masih maya menurut kutipan tadi). Ini bukan tentang semacam artifisialnya tampilan rupa yang tampil di sosial media lalu berwujud berbeda dengan di dunia nyata, namun tentang apa yang hendak ditampilkan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sadar atau tidak sadar, kita memilih apa yang hendak ditampilkan di etalase sosial media kita, apapun sosial media itu. Ada yang memilih mengekspresikan se-ekpresif-ekspresifnya apa yang dirasakan, bisa kesedihan, kebahagiaan, kemurungan, kesenangan, kemarahan, atau lainnya. Ada yang memilih untuk menonjolkan satu-dua atau sebagian sisi dirinya sebagai citra diri. Ada pula yang cukup melimitasi apa yang ditampilkan, juga ada yang tak hendak menunjukkan apa-apa selain untuk melihat-lihat apa yang nampak di sana.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memahami dan menyadari pilihan-pilihan ini mestinya bisa membuat kita lebih awas akan apa yang ditampilkan orang-orang lain di sosial medianya. Contoh sederhana, memahami bahwa orang cenderung menampilkan hal-hal yang bahagia dan tak menampilkan sisi-sisi kepedihannya bisa membuat kita tidak merasa iri atau rendah saat melihatnya, karena sebagaimana kita, orang lain pun masing-masing memiliki sisi bahagia dan sisi kesedihannya masing-masing, dan sebagaimana kita, orang lain pun bisa memilih untuk hanya menunjukkan sisi bahagia dibanding sisi kesedihan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pun dengan memahami pilihan-pilihan itu, kita bisa memilih secara sadar apa yang hendak ditampilkan, dan apa yang kita tidak berkenan untuk ditampilkan atau diketahui orang lain. Misalnya, di salah satu akun sosial media, saya menampilkan diri sebagai seorang pelari dengan seringnnya membagikan cerita seputar lari. Tentu ada juga hal lain yang ditampilkan atau dibatasi atau tidak ditampilkan sama sekali. Saya tidak menampilkan atau membatasi tentang keluarga saya di sosial media, karena berulang kali saya berpikir &quot;untuk apa juga orang tahu tentang hal ini? orang-orang cukup tahu kalau saya begini dan begitu.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat kamu menyadari bahwa serpihan-serpihan informasi yang dibagikan di sosial media atau apapun yang bertebaran di internet bisa dihimpun dan menunjukkan siapa kamu, maka di situ bisa jadi kamu akan membatasi apa yang perlu dan tidak perlu kamu tampilkan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sosial media itu dunia maya kuadrat, maka tak perlu serius-serius amat dan perlu sekali kita bedakan dengan dunia nyata (yang juga maya). Apa yang ditampilkan di dunia maya kuadrat itu bisa jauh berbeda dengan yang kamu temui di dunia nyata, meski kadang lucu juga kala kita mengetahui kabar orang lain bukan dari bertanya atau mengobrol, tapi dari apa yang dibagikan di sosial medianya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bekerja dari rumah selama hampir tiga tahun lebih-lebih lagi menyadarkan saya soal itu, saya bisa mengetahui kabar seseorang bekerja di mana, tinggal di mana, justru dari sosial media. Lucu tapi juga ironis kala menanyakan kabar secara langsung terasa tidak biasa dibanding mengetahui kabar lewat apa yang dibagikan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasanya masih banyak yang bisa kita bicarakan mengenai dunia maya kuadrat ini, tapi tentu untuk saat ini perlu dibatasi, pun tentang apa yang akan dibicarakan mengenai &quot;hidup sesungguhnya adalah nanti selepas bangun dari kematian&quot;. Mari kita bicarakan lain waktu, karena sekarang saya begitu lapar..&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;(Ini adalah juga tulisan lepas selepas-lepasnya.)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/8215603434025499056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2023/01/dunia-maya-kuadrat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/8215603434025499056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/8215603434025499056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2023/01/dunia-maya-kuadrat.html' title='Dunia Maya Kuadrat'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-3399745050214330301</id><published>2022-09-23T17:38:00.002+07:00</published><updated>2022-09-23T17:38:47.885+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lepas"/><title type='text'>Penyesuaian Posisi</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;Di dalam futsal, selain posisi kiper, terdapat tiga posisi lain: &lt;i&gt;Pivot, Flank, &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Anchor&lt;/i&gt;. Di dalam formasi 1-2-1, maka terdapat satu&amp;nbsp;&lt;i&gt;Anchor &lt;/i&gt;di belakang, dua &lt;i&gt;Flank&lt;/i&gt;&amp;nbsp;masing-masing di kiri-kanan, dan satu &lt;i&gt;Pivot &lt;/i&gt;di depan. Masing-masing pemain di posisinya memiliki karakteristik tersendiri untuk bisa bermain di posisi tersebut. &lt;i&gt;Anchor &lt;/i&gt;sebagai pertahanan terakhir sebelum kiper, tentu memiliki kekuatan untuk menghentikan lawan, membaca pergerakan lawan dan sebagainya. Sementara &lt;i&gt;Flank&lt;/i&gt;&amp;nbsp;biasanya memiliki kelincahan dan kecepatan, belum lagi &lt;i&gt;dribbling&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang ciamik. Berbeda lagi tentunya dengan &lt;i&gt;Pivot&lt;/i&gt;, sebagai ujung tombak penyerangan, bisa menjadi pemantul bagi pemain lain atau pun menjadi &lt;i&gt;finihsher&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sedikitnya itu yang saya ketahui, tentu pasti ada berbagai perkembangan dan permutasi di tiap posisi pemain. Sejak kecil dalam bermain futsal, saya berposisi sebagai &lt;i&gt;Pivot&lt;/i&gt;&amp;nbsp;atau ya &lt;i&gt;striker &lt;/i&gt;lah, saya tidak mempunyai kemampuan &lt;i&gt;dribbling&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang mumpuni, pun &lt;i&gt;body balance&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang kokoh untuk bisa menjadi &lt;i&gt;anchor&lt;/i&gt;, namun saya senang menembak bola. Tidak bisa dibilang jelek dan terlalu bagus juga sebetulnya, kategori cukup lah. Begitu pun saat kuliah, jika ada permainan futsal, saya menempatkan posisi di depan, atau setidaknya jadi &lt;i&gt;flank&lt;/i&gt;, tapi tidak jadi &lt;i&gt;anchor&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lain lawan dan lain kondisi tentunya bikin perbedaan. Di lingkungan kerja, saat bermain futsal -sebelum pandemi-, saya teteap bergantian di dua posisi itu, kadang menempatkan diri sebagai &lt;i&gt;finisher&lt;/i&gt;&amp;nbsp;kadang sebagai pengumpan dan memberikan asis. Namun, kondisi ternyata berbeda selepas pandemi, cukup kehilangan sentuhan, meski secara stamina dan kecepatan saya punya (tentu karena rutinitas berlari yang membuat keduanya muncul), sentuhan akhir atau tembakan saya tidak sebagus dulu, tendangan sering diblok dan sebagainya. Apalagi dengan kebiasaan saya untuk menerapkan &lt;i&gt;high-pressing&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di area lawan (karena percaya akan stamina saya), itu bikin saya mesti bergerak ke sana ke mari, hasilnya sehabis futsal ya tentu pegal dan sakit kaki di sana sini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melihat hal ini, di permainan terakhir beberapa hari lalu, saya memutuskan berada di posisi belakang, &lt;i&gt;anchor&lt;/i&gt;. Melihat biasanya posisi ini sering dilupakan dan berakhir dengan kebobolan karena &lt;i&gt;counter &lt;/i&gt;cepat dari lawan. Saya tidak memiliki kekuatan yang cukup, tapi kecepatan iya. Bermain di belakang membuata saya lebih banyak bersentuhan dengan bola, karena operan langsung dari kiper atau dari pemain lain untuk dikembalikan ke belakang. Enaknya adalah bisa melihat posisi pemain lain dan memiliki ruang yang cukup untuk memberikan umpan. Saya pikir kemampuan &lt;i&gt;passing ball&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;saya cukup akurat, terlebih di kondisi yang baik, saya bisa mengoper bola secara langsung, baik melalui bawah, atas, maupun &lt;i&gt;chop ball&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mencoba posisi ini ternyata membuat saya lebih nyaman, selain menghemat stamina dan tidak bikin kaki sakit-sakit, di posisi ini saya bisa memainkan bola lebih lama, dan memutuskan mencoba &lt;i&gt;zonal marking &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;man-to-man marking&lt;/i&gt;. Tentu saja ini analisa asal-asalan saya, namun saya pikir &lt;i&gt;zonal marking &lt;/i&gt;tepat ketika pemain lawan tidak terlalu menonjol, ketika tidak terlalu banyak mengandalkan individu. Berbeda saat &lt;i&gt;man-to-man &lt;/i&gt;marking yang cukup menguras stamina, tapi ketika cocok, bisa tepat untuk mematikan lawan. Itulah yang saya lakukan, melakukan &lt;i&gt;man-to-man marking &lt;/i&gt;ke seorang pemain yang &lt;i&gt;skilfull. &lt;/i&gt;Saya mengikutinya ke sana ke mari dan bikin dia tidak bisa dioper orang lain. Efektif, namun mesti dibarengi pemain lain untuk menutup lawan lainnya. Tapi secara keseluruhan, saya menikmati posisi baru itu, dan sepertinya akan melakukannya lagi di permainan berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di perjalanan pulang, kebahagiaan sederhana itu saya refleksikan ke kehidupan. Posisi, pertukaran, penyesuaian, kemampuan utama, dan sebagainya. Tiap orang memiliki kemampuan masing-masing, memiliki karakteristiknya masing-masing. Meski begitu, orang tersebut bisa berada di berbagai posisi di kehidupan. Seseorang bisa berada di posisi sebagai ayah, sebagai ibu, sebagai anak, sebagai kakak, sebagai adik, sebagai suami, sebagai istri, sebagai teman, sebagai manajer, sebagai karyawan, dan sebagai lain-lainnya. Karakteristik orang bisa tetap sama, tapi dengan&amp;nbsp; posisinya yang berbeda di kehidupannya, maka penyesuaianlah yang mesti dilakukan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Katakanlah, di futsal saya merasa oke dalam hal &lt;i&gt;passing&lt;/i&gt;&amp;nbsp;atau mengoper bola, maka meski di posisi mana pun, kemampuan itu tetap ada, hanya kapan iya harus keluar dengan tepat di posisi yang sedang dimainkan, dikeluarkan sesuai proporsinya. Saya kira begitu juga dalam kehidupan, katakanlah kita memiliki kesabaran, dan pelaksanaan kesabaran itu bisa berbeda bergantung kondisi dan posisi kita. Ada kesadaran yang berbeda dalam menjalani posisi itu. Berbeda posisi maka berbeda pula kesadarannya. Kesadaran sebagai seorang anak di satu tempat, akan berbeda dengan kesadaran sebagai seorang suami atau istri di tempat lain, atau pun sebagai karyawan atau manajer. Tidak bisa kita berada di satu posisi dengan kesadaran di posisi lain, yang akan terjadi adalah ketidaktepatan dari perilaku dan pemikiran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemampuan dan karakteristik kita tetap sama di berbagai posisi kehidupan, namun kapan kita keluarkan, bagaimana mengeluarkannya dan dengan proporsi yang tepat, itulah yang mesti diperhatikan. Penyesuaian posisi hidup membuat kita tahu kapan mesti berbuat ini, kapan mesti berbuat itu, kapan mesti berbicara ini, kapan mesti berbicara itu. Tidak bisa dengan kata &quot;ya karena memang begitu dia orangnya&quot;, tidak, tapi penyesuaian yang tepat dengan posisi apa yang dia jalani sekarang, itulah yang mesti diperhatikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikian.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/3399745050214330301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2022/09/penyesuaian-posisi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/3399745050214330301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/3399745050214330301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2022/09/penyesuaian-posisi.html' title='Penyesuaian Posisi'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-8277415028134963264</id><published>2022-08-14T10:00:00.005+07:00</published><updated>2022-08-17T19:40:57.067+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Maiyahan"/><title type='text'>Membayar Rindu Maiyahan</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Membayar rindu dua setengah tahun&quot; jadi &quot;misi&quot; yang saya lakukan semalam. Setelah terakhir kali bermuwajahah dalam lingkar Maiyah Kenduri Cinta Februari 2020 lalu, semalam rindu itu dibayar tuntas. Pandemi tentu menjadi alasan utama, lalu setelahnya semenjak Taman Ismail Marzuki (TIM) direnovasi, Kenduri Cinta berpindah-pindah hingga akhirnya kembali ke huma, ke rumahnya di TIM bulan lalu, juga bulan ini. TIM yang menjadi rumah Kenduri Cinta sejak Juni 2000 yang setiap bulannya dihadiri ribuan orang. Meski begitu, sedikit sekali yang menyadari keberadaannya, bahkan pengurus TIM pun ada yang baru tahu bahwa Kenduri Cintatelah ada di TIM sejak 22 tahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Begitulah Kenduri Cinta, begitulah Maiyah, begitulah Cak Nun dan KiaiKanjeng (CNKK). Ada yang dianggap tak ada, yang asing, yang tak dianggap, tak diperhitungkan. Tentu eksistensi semacam itu tidak menjadi tujuan, CNKK dan Jamaah Maiyah terus bersedekah dalam Sinau Barengnya di lingkar-lingkar Maiyah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lingkar-lingkar yang &lt;i&gt;almutahabbina fillah&lt;/i&gt;, yang mencintai sesama karena Allah, yang bersama-sama berusaha mencintai Allah dan Rasul-Nya, yang bersama-sama bershalawat memohon syafaat Nabi-Nya. Maiyah adalah kebersamaan bersama-Nya dalam cinta-Nya dan cinta pada-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maiyah menjadikan mereka pribadi-pribadi yang tekun dan sungguh-sungguh di bidangnya masing-masing. Sehingga mereka menjadi orang yang dapat diandalkan dan menjadi ahli di bidangnya. Juga menjadi pribadi yang tahu patrap nilai dan sangkan paran. Tak hanya menjadi bener, namun juga pener.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dua setengah tahun lamanya menahan rindu, lalu dibayar tuntas semalam. Tak hanya Sinau Bareng ber-Maiyahan seperti biasa, terlebih spesial dengan pentas teater &quot;Waliraja-Rajawali&quot; oleh Teater Reriyungan diiringi Gamelan KiaiKanjeng. Teater yang dipentaskan di ruangan terbuka dan kolosal di Plaza Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, sebuah privilise mahal yang dinikmati ribuan orang semalam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hal yang juga membahagiakan saya semalam adalah melihat Mbah Nun yang terlihat sehat dan segar. Alhamdulillah.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/8277415028134963264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2022/08/membayar-rindu-maiyahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/8277415028134963264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/8277415028134963264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2022/08/membayar-rindu-maiyahan.html' title='Membayar Rindu Maiyahan'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-8871717981178899223</id><published>2022-08-13T11:00:00.013+07:00</published><updated>2022-08-17T19:52:28.757+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Maiyahan"/><title type='text'>Dua Buku Sebelum Maiyahan</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW6pz_UPGcWnbXEoM3jllIO9xPNGI7UtRtlQ2XXevKc_yh1VLhqcN5YfbV4wo66KnEVg3VNNSxEskAJbOt69EyjV-kSidtWUfWInz-WpxUPMZ9vML0tyZiW0YByX0ENH_NgSzdb3eFOmXu-lLbOyndAWqjNEWWHvDsPHGo7U_9oDLpt0S1NPjHI3p3/s1350/298924361_366098449021275_3632839320018222024_n.webp&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1350&quot; data-original-width=&quot;1080&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW6pz_UPGcWnbXEoM3jllIO9xPNGI7UtRtlQ2XXevKc_yh1VLhqcN5YfbV4wo66KnEVg3VNNSxEskAJbOt69EyjV-kSidtWUfWInz-WpxUPMZ9vML0tyZiW0YByX0ENH_NgSzdb3eFOmXu-lLbOyndAWqjNEWWHvDsPHGo7U_9oDLpt0S1NPjHI3p3/s320/298924361_366098449021275_3632839320018222024_n.webp&quot; width=&quot;256&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnh05HAPLnnGjgg3NBMNEezy4TxeP77bk6nuAJ1g01jEJwsaKt34g39HiKG6kZXEiup0Oa0Uu8qcG5OiE2sUsXmKAbnDEo6B2RS1lQhdjasvjPruZp6chbnaM0j--NqK7LAFWXzJ92IInl_GfkKvPr1drp1V5QAhtffWWhsZtuQsV6-3Llx7KPGhvw/s1350/299029098_356790893323973_6511663960014753616_n.webp&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1350&quot; data-original-width=&quot;1080&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnh05HAPLnnGjgg3NBMNEezy4TxeP77bk6nuAJ1g01jEJwsaKt34g39HiKG6kZXEiup0Oa0Uu8qcG5OiE2sUsXmKAbnDEo6B2RS1lQhdjasvjPruZp6chbnaM0j--NqK7LAFWXzJ92IInl_GfkKvPr1drp1V5QAhtffWWhsZtuQsV6-3Llx7KPGhvw/s320/299029098_356790893323973_6511663960014753616_n.webp&quot; width=&quot;256&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Saya sempat -dan barangkali masih- mengalami &lt;i&gt;reading slump&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang menyebalkan, terhenti membaca buku-buku. Jangan tanya kenapa, &lt;i&gt;reading slump&lt;/i&gt; memang begitu, kadang enggak jelas, pokoknya sedang malas baca saja. Bisa jadi karena bosan, bisa jadi karena jenuh, atau tidak suka dengan topik yang dibaca, dan sebagainya.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Konon, salah satu cara mengatasinya adalah dengan membaca jenis buku yang disuka, atau ya penulis yang disuka. Tentu masih banyak cara lainnya. Saya memilih cara itu. Terseok betul saya untuk mau baca buku lagi. Pilihannya &quot;tidak mengejutkan&quot;, ya baca buku Simbah (Mbah Nun) lagi. Meski ada rasa &quot;baca buku Simbah terus&quot;, tapi ya tak apa-apa lah daripada tidak sama sekali. Sudah mau mulai baca lagi saja sudah lumayan kok.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Nah, dua buku Simbah ini yang terakhir kali saya selesai baca, dan menjadi pilihan yang tepat bagi saya. Dua buku yang sedikit berbeda, meski sama-sama dihimpun dan dikelompokkan dari berbagai tulisan Simbah. Dua buku yang ringan namun terasa lebih dekat dan personal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Mbah Nun Bertutur&lt;/i&gt;&amp;nbsp;seperti tertulis di sampul bukunya, bercerita banyak mengenai Teater Dinasti, Gamelan Kiai Kanjeng, hingga Maiyah. Meski begitu, porsi Teater Dinasti beserta orang-orang di dalamnya serta masa awal-awal Simbah di Jogja lebih banyak. Ada cerita Simbah yang berpindah-pindah tempat selama di Jogja, juga tentang beberapa orang yang berperan penting di masa mudanya. Saya lupa siapa saja, tapi bila mau baca beberapa tulisan mengenai Pak Nevi Budianto, Sang Maestro KiaiKanjeng, kita bisa menemukannya di sini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sedang &lt;i&gt;Mereka yang Tak Pernah Mati&lt;/i&gt;&amp;nbsp;lebih banyak bercerita tentang mereka yang dekat dengan Mbah Nun, yang kemudian beliau tulis tentang mereka-mereka ini. Tak melulu mereka yang telah meninggal, seperti misalnya Syaikh Kamba, Kiai Muzammil, dan Umbu Landu Paranggi, namun juga untuk mereka yang masih hidup menemani Simbah dan Jamaah Maiyah, katakanlah Sabrang MDP (Noe), anak beliau sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tulisan tentang Cak Fuad (Ahmad Fuad Effendy, kakak kandung beliau) ditulis beberapa kali dan cukup panjang. Tulisan yang menggambarkan betapa dekat dan berjasanya Cak Fuad bagi Mbah Nun, dan tentu saja Jamaah Maiyah, karena beliau jugalah Marja&#39; Maiyah, yang menjadi rujukan bagi Jamaah Maiyah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya membaca buku yang tepat, di masa kerinduan bertatap muka melingkar di majelis-majelis Maiyah yang lebih dari dua tahun tidak saya ikuti, baik karena pandemi ataupun jarak yang lumayan juga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dua buku ini bagi saya terasa sangat dekat dan personal, cukup memuaskan saya untuk mengetahui lebih banyak tentang Mbah Nun. Tulisan-tulisannya di kedua buku ini menggambarkan sekilas perjalanan beliau serta mereka yang dekat dan mungkin berkesan baginya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semoga pula menjadi sebuah lecutan untuk kembali membaca, bukan untuk gimana-gimana, sekadar untuk menjaga pikiran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;KA Cikuray, 13 Agustus 2022, di perjalanan untuk membayar rindu menuju Majelis Masyarakat Maiyah Kenduri Cinta.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/8871717981178899223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2022/08/dua-buku-sebelum-maiyahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/8871717981178899223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/8871717981178899223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2022/08/dua-buku-sebelum-maiyahan.html' title='Dua Buku Sebelum Maiyahan'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW6pz_UPGcWnbXEoM3jllIO9xPNGI7UtRtlQ2XXevKc_yh1VLhqcN5YfbV4wo66KnEVg3VNNSxEskAJbOt69EyjV-kSidtWUfWInz-WpxUPMZ9vML0tyZiW0YByX0ENH_NgSzdb3eFOmXu-lLbOyndAWqjNEWWHvDsPHGo7U_9oDLpt0S1NPjHI3p3/s72-c/298924361_366098449021275_3632839320018222024_n.webp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-2525400777730457700</id><published>2022-06-17T17:06:00.001+07:00</published><updated>2022-06-17T17:06:27.480+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lepas"/><title type='text'>Just Short Though</title><content type='html'>&lt;p&gt;Meski masih percaya dan mungkin memang terbukti bahwa menulis adalah terapi, ditambah keinginan untuk kembali menulis sesuatu, namun ternyata tak kunjung juga dimulai. Jika beralasan tidak ada hal yang bisa ditulis, ya enggak juga, toh di momen-momen tertentu ada hal yang ingin dituliskan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah dipikir-pikir barangkali kegiatan lain yang menjadi terapi: berlari. Lari pun dikatakan bisa menjadi terapi, memperbaiki &lt;i&gt;mood &lt;/i&gt;karena ada hormon yang memengaruhinya. Tentu efeknya bertahan beberapa waktu, tapi bisa jadi ada hal-hal lain yang memengaruhi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mestinya memang menulis tak melulu mencurahkan kegelisahan, atau berangkat dari kegelisahan, bisa saja kan dari kesenangan? Dari kebahagiaan atau hal-hal lain yang menyenangkan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tulis saja dulu, termasuk apa yang sedang ditulis ini, mulai saja dulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada waktu setidaknya setengah jam sebelum mulai bekerja setiap hari yang bisa dimanfaatkan. Waktunya ada, tapi mungkin faktor lain yang memengaruhi? Banyak sebetulnya yang ingin dituliskan, ini-itu saat di perjalanan, saat rileks di sela-sela kerja, dan lainnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Betul memang, jangan selalu menunggu momen, lanjutkan saja hingga kala momennya tiba, kamu siap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/2525400777730457700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2022/06/just-short-though.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/2525400777730457700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/2525400777730457700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2022/06/just-short-though.html' title='Just Short Though'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-5066336817798822839</id><published>2022-01-15T07:34:00.004+07:00</published><updated>2022-01-15T07:34:50.032+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lepas"/><title type='text'>Tentangmu, Ya Muhammad</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhUeJ9GfcmzBip9HkFrVw8n4gvk7qCq5VFrvvT7eRKb030pydw6-zkuIYlymShxqD19kecNiELUZmWf16GGBHVA3vYl6tVLe5QIZdDT8C4zF34E1l9mdsgQf-EzWnczz1p1w-1ifIvjMUyDiMxJjzlFOxykSqoqFjsZPT7IdMiuK0Txt19JS_D46ugp=s4608&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ummati, Ummati. Puisi Emha&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;4608&quot; data-original-width=&quot;3456&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhUeJ9GfcmzBip9HkFrVw8n4gvk7qCq5VFrvvT7eRKb030pydw6-zkuIYlymShxqD19kecNiELUZmWf16GGBHVA3vYl6tVLe5QIZdDT8C4zF34E1l9mdsgQf-EzWnczz1p1w-1ifIvjMUyDiMxJjzlFOxykSqoqFjsZPT7IdMiuK0Txt19JS_D46ugp=w300-h400&quot; title=&quot;Ummati, Ummati. Puisi Emha&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tuhan bilang siapa yang mencintai-Nya, maka hendaklah ia mengikuti engkau, kekasih-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ah ini tentang cinta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan Muhammad sendiri adalah pribadi penuh cinta, yang tak tega serta amat belas kasih dan sayang, yang ra&#39;uf dan rahim pada al-mu&#39;min.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan Muhammad adalah rahmat bagi semesta, yang menjadi penyempurna akhlak, menjadi contoh bagaimana seharusnya makhluk, lalu untuk tunduk mendekat pada Khalik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya Muhammad Ya Nabi, Tuhan menyebutmu &quot;la&#39;alā khuluqin &#39;aẓīm&quot;, berada di atas budi pekerti yang agung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi tak benar-benar dan jauh aku dalam mengikuti akhlakmu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya Muhammad Ya Rasul, Tuhan bilang teladan yang paling baik adalah engkau, namun tak sungguh-sungguh aku meneladanimu, mengikuti sunahmu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tuhan perintahkan untuk bershalawat padamu, maka itulah yang juga kulakukan, berharap semoga Tuhan berkenan memberi rahmat-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku ingin bilang, &quot;I love you, Muhammad,&quot; tapi aku takut itu hanya ucapan belaka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Engkau pula kubawa untuk menghadap pada-Nya, berdialektika dalam Segitiga Cinta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Duhai Kanjeng Nabi, pelan-pelan aku ingat-ingat engkau, membaca sirah-sirahmu, bershalawat padamu, berharap syafaatmu dan sambutanmu kelak di Telaga Kautsar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya Nabi, pernah kubayangkan engkau duduk di depanku dengan segala keindahanmu, lalu aku mencoba membacakan Al-Qur&#39;an, padahal aku tak seperti Usaid bin Hudhair yang lantunan Qurannya disimak malaikat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya Rasul, aku terbata, tak keluar sepatah kata, bagaimana mungkin di hadapanmu aku sanggup membaca kalimat-kalimat yang Tuhan turunkan padamu untuk kami ummatmu?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tangisku mengucur, betapa ingin aku memelukmu, betapa ingin aku disayang engkau, meski tingkah lakuku masih kacau balau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya Muhammad, shalawat dan salam untukmu, terlimpah padamu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allahumma shalli &#39;ala sayyidina Muhammad!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Dan puisi Emha -yang kupotret- tentangmu ini, menggerakanku untuk terus berusaha ingat dan bershalawat padamu).&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/5066336817798822839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2022/01/tentangmu-ya-muhammad.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/5066336817798822839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/5066336817798822839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2022/01/tentangmu-ya-muhammad.html' title='Tentangmu, Ya Muhammad'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhUeJ9GfcmzBip9HkFrVw8n4gvk7qCq5VFrvvT7eRKb030pydw6-zkuIYlymShxqD19kecNiELUZmWf16GGBHVA3vYl6tVLe5QIZdDT8C4zF34E1l9mdsgQf-EzWnczz1p1w-1ifIvjMUyDiMxJjzlFOxykSqoqFjsZPT7IdMiuK0Txt19JS_D46ugp=s72-w300-h400-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-6834268451517398619</id><published>2022-01-14T17:09:00.003+07:00</published><updated>2022-01-14T17:09:55.840+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jurnal"/><title type='text'>Vertigo</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemarin terasa mengerikan dan bikin kaget. Kepala tiba-tiba terasa berputar, berdiri dan berjalan sulit, bergoyang, belum pula ditambah mual yang menekan. Nyeri yang tidak biasa. Kata dokter kemungkinan vertigo. Oh vertigo. Pusing kepala yang terasa berputar-putar itu terasa cukup mengerikan. Vertigo, pusing yang selama 20an tahun sebelumnya hanya pernah dengar saja dan kata orang ini sangat tidak mengenakan. Betul, namanya saja yang agak keren, kalau sudah kena ya tidak ada keren-kerennya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kepala lagi, lagi-lagi kepala. Sebelumnya sudah akrab dengan &lt;i&gt;migraine&lt;/i&gt;, nyeri kepala sebelah yang tak kalah mengerikannya. &lt;i&gt;Migraine&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan aura, namanya sih keren, &quot;aura&quot;, tapi saat aura itu muncul, pengelihatan sangat terganggu dan pertanda akan ada rasa sakit yang menekan cukup hebat di salah satu bagian sisi kepala, terkadang hingga pelipis. Bedanya, karena telah akrab dengan &lt;i&gt;migraine&lt;/i&gt;, ada langkah-langkah yang sudah biasa dilakukan, yang jelas ruangan harus gelap dan jangan ada suara bising. Cahaya dan suara bising begitu menganggu saat &lt;i&gt;migraine&lt;/i&gt;&amp;nbsp;datang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Biasanya posisi sujud yang lama akan membantu saat sakit kepala akibat kurang tidur, juga &lt;i&gt;migraine&lt;/i&gt;. Tapi vertigo ternyata berbeda, memindahkan posisi kepala dari duduk lalu sujud hanya akan membuat terasa begitu pusing dan berputar. Betapa akhirnya menyadari nikmatnya sujud saat shalat. Diserang vertigo bikin saya tidak bisa shalat dalam kondisi normal. Ah jangankan kondisi normal, dalam posisi duduk pun tak memungkinkan, maka shalat maghrib-isya saya kala itu dilakukan dengan berbaring. Oh betapa nikmatnya ruku dan sujud yang sempurna. Vertigo bikin pusat keseimbangan goyah, maka dunia terasa betul berputar, mengerikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kelelahan, terlalu lama melihat layar, kurang minum, dan kurang asupan makanan konon bisa jadi penyebabnya. Ada kekhawatiran apakah vertigo ini akan menyerang kembali? Ah janganlah, cukup &lt;i&gt;migraine&lt;/i&gt;&amp;nbsp;saja -yang kata dokter sudah mencapai tingkat berat- yang kadang datang, ya itupun tolong jangan sering-seringlah. Setahun sekali itu sudah terhitung sering dan menyiksa. Dua jenis sakit kepala yang mengerikan. Ada apa sama kepalaku? Khawatir betul sesuatu terjadi dengan kepala.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gempa sore ini sempat bikin bingung, lho ini vertigo muncul lagi atau gempa? Oh ternyata gempa, &lt;i&gt;finisher medal &lt;/i&gt;yang digantukan dekat meja kerja bergoyang, pun begitu dengan jaket, lampu dan pintu. Ah syukurlah bukan vertigo, eh tapi ini gempa!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Lalu saya pun bergegas keluar rumah.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/6834268451517398619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2022/01/vertigo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/6834268451517398619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/6834268451517398619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2022/01/vertigo.html' title='Vertigo'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-8440580232661488923</id><published>2022-01-05T17:16:00.007+07:00</published><updated>2022-01-05T17:17:19.341+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lepas"/><title type='text'>New Year, New...</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Lho &lt;/i&gt;sudah tahun baru lagi ternyata. Tahun 2021 kemarin terasa berlalu cukup cepat, barangkali selain karena pandemi yang bikin saya bekerja dari rumah (yang saya senangi itu), juga karena saya cukup menikmati kerjaan saya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahun baru, ya beberapa tahun terakhir ini saya senang dengan tahun baru, bukan karena dar-dor kembang api di jam dua belas malam, tapi karena pagi hari esoknya jalanan lebih lengangn daripada hari libur lainnya, mungkin hanya lebaran Idul Fitri saja yang mirip-mirip. Lengangnya jalan ini menyenangkan karena bisa berlari dengan lebih nyaman.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dulu waktu masih kecil, ya malam tahun baru itu kesempatan bagi saya untuk begadang, biar bisa lihat kembang api dari rumah. Saya tinggal naik ke rangkaian besi penyangga torn air untuk melihat ke arah barat, tempat orang-orang merayakan pergantian tahun, tak jarang juga ada semacam lampu besar yang ditembakkan ke langit, mirip seperti di film Batman.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain itu, malam tahun baru saya manfaatkan juga untuk nonton film. Maklum, dulu belum ada Netflix dan sebagainya, terlebih biasanya pada malam tahun baru film-film yang disajikan itu tayang perdana di TV, &lt;i&gt;premiere&lt;/i&gt;&amp;nbsp;lah istilahnya. Lain waktu kecil lain juga saat masa-masa kuliah. Beberapa tahun waktu kuliah, saya ikutan bermalam di masjid, biasanya di Masjid PUSDAI Bandung, banyak penceramah yang menarik. Ya saya memang nggak begitu suka keramaian, utamanya yang terlalu gemerlap begitu, jadi ya bermalam di masjid denger penceramah itu ya dirasa lebih bermanfaat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berbeda masa berbeda saya melewati malam pergantian tahun. Makin ke sini ya makin seperti &quot;ya sudah, ini pergantian tahun saja seperti biasa, tidak begitu spesial.&quot; Dulu, saya ikut-ikutan juga bikin resolusi tahun baru, ya gak jalan juga sih, karena sepertinya targetnya juga terlalu muluk. Semakin ke sini, berkaca dari pengalaman dan bertemu yang namanya realitas, ya bikin target-target kecil yang lebih dapat dijangkau saja. Rasanya lebih nyaman dan tidak ketinggian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ya karena merasa tahun baru itu ya tidak istimewa-istimewa amat, jadi jargon semacam &lt;i&gt;New Year, New Me&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan sebagainya gak berlaku juga. Barangkali yang lebih kompatibel bagi saya ya refleksi setahun saja, dan kepengennya apa setahun ke depan, secukupnya, seproporsionalnya, tidak usah terlalu menggebu-gebu. Mirip-miriplah dengan ulang tahun, tidak spesial-spesial amat, makanya tiap ulang tahun tidak mengharapkan apa-apa yang ketinggian, yang ada malah &quot;loh ya sudah makin berumur&quot;, perasaan begitu utamanya setelah umur mencapai 25 tahun, ya bukan &lt;i&gt;quarter life crisis&lt;/i&gt;&amp;nbsp;juga, krisis opo?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tapi loh tapi, jangan dianggap juga saya kayak lemas, tidak ada semangat atau ambisi di tahun yang baru. Ya itu seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tentu ada tapi jangan muluk-muluk lah. Contohnya? Ya saya sih sesimpel ada target baru di aktivitas lari serta bertekad mulai lagi giat membaca sekian buku. Membaca itu kan enak sebetulnya, saya seperti masuk ke dunia lain dan bikin anteng, tapi godaan gulir di lini masa media sosial itu kok ya kuat juga, jadinya baca buku pas mau tidur, yang ada baru beberapa lembar sudah mengantuk. Yah begitulah, target-target yang tidak muluk-muluk dan bisa terjangkau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikian ya, mau tahun baru atau bulan baru, jalanilah dengan gairah dan kesungguhan. Kesungguhan itu moga-moga jadi bikin Tuhan gak tega sama kita, sehingga Dia selalu menjaga kita. Bergairahlah, bersemangatlah, ya carilah alasan untuk itu kalau belum ada. Begitu, semoga diberkahi selalu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Salam.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/8440580232661488923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2022/01/new-year-new.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/8440580232661488923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/8440580232661488923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2022/01/new-year-new.html' title='New Year, New...'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-8561232322003091256</id><published>2021-11-16T17:11:00.001+07:00</published><updated>2021-11-16T17:13:02.233+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renung"/><title type='text'>Tadabbur Ihsan</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa itu &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ihsan?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ahmad Fuad Effendy (Cak Fuad) dalam &lt;i&gt;tadabbur&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Q.S. Al-Qashash: 77 menjelaskan bahwa, &quot;&lt;i&gt;Ihsan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;bukanlah kebaikan biasa.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Ihsan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;adalah kebaikan di atas kebaikan. Sebagaimana Allah telah berbuat&amp;nbsp;&lt;i&gt;Ihsan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;kepada manusia, yaitu tetap memberirahmat kepada semua manusia termasuk manusia itu ingkar dan kufur kepada-Nya. Demikian juga manusia yang tergolong sebagai&amp;nbsp;&lt;i&gt;muhsinin&lt;/i&gt;, dia tetap memberi meskipun tidak diberi ucapan terima kasih, mau memaafkan meskipun disakiti, mau berbagi meskipun kebutuhannya tidak terpenuhi.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Ihsan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;adalah memberi lebih dari yang menjadi kewajibannya, dan mengambil kurang dari yang menjadi haknya. Perbuatan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Ihsan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;ini pahalanya langsung menjadi tanggungan Allah tanpa perhitungan.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Al-Muhsinun&amp;nbsp;&lt;/i&gt;adalah orang yang sangat dicintai oleh Allah.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;p&gt;Ada dua ayat yang saya sukai yang berkaitan dengan&amp;nbsp;&lt;i&gt;ihsan&lt;/i&gt;, yakni Q.S. Ar-Rahman ayat 60,&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Hal jazā`ul-iḥsāni illal-iḥsān.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;dan Q.S. Al-Isra ayat 7,&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;In aḥsantum aḥsantum li`anfusikum.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dua ayat yang ketika dibaca kembali seringkali memberi dorongan untuk teruslah berbuat baik, bahkan sebisa mungkin berbuat kebaikan hingga level &lt;i&gt;ihsan&lt;/i&gt;. Balasan kebaikan apa yang bisa didapat saat kita berbuat &lt;i&gt;ihsan&lt;/i&gt;? Ialah kebaikan baik di dunia maupun di akhirat. Kebaikan yang dilakukan akan kembali kepada mereka yang berbuat kebaikan. Sejalan dengan konsep bahwa saat memberi kepada orang lain atau pada yang membutuhkan, sesungguhnya kita sedang &quot;memberi&quot; kepada diri sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentu, tanpa pamrih mesti diusahakan, cukuplah mengharap kebaikan di sisi Allah, atau malah &quot;ya sudah, berbuat baik ya berbuat baik, tidak perlu memikirkan apa balasannya.&quot; Saya dulu beranggapan kebaikan yang mungkin didapatkan di dunia ini akibat dari kebaikan yang kita perbuat mayoritasnya adalah sesuatu atau hal atau benda atau apapun yang nantinya bisa diterima. Pola pikir materialistis dan begitu kalkulatif. Padahal, kebaikan yang diterima bisa bermakna luas, termasuk ketenangan hati dan rasa syukur saat bisa memberi atau membantu orang lain.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasa syukur ini juga sebuah nikmat, sebuah kebaikan yang kembali kepada kita. Mengapa rasa syukur pun dapat menjadi sebuah nikmat? Saat Sulaiman &lt;i&gt;&#39;alaihissalam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;melihat singgasana Bilqis yang muncul di depannya, beliau berkata sebagaimana disebutkan di Q.S. An-Naml: 40,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Hāżā min faḍli rabbī, liyabluwanī a asykuru am akfur.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya)&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemampuan bersyukur pun adalah sebuah kenikmatan, hingga ada doa yang beberapa kali disebutkan dalam Al-Quran, salah satunya sebagaimana yang diucapkan Sulaiman &#39;&lt;i&gt;alaihissalam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di Q.S. An-Naml: 19,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Rabbi auzi&#39;nī an asykura ni&#39;matakallatī an&#39;amta &#39;alayya wa &#39;alā wālidayya wa an a&#39;mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī &#39;ibādikaṣ-ṣāliḥīn.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah doa agar kita terus diberi ilham untuk mensyukuri nikmat-Nya, karena tentu begitu banyaknya nikmat-Nya yang tak terhitung hingga berulang kali Allah berfirman dalam Q.S. Ar-Rahman,&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ayat yang berulang-ulang di satu surat yang hendaklah kita jawab, &quot;Tidak ada, tidak ada satu pun nikmat-Mu yang kami dustakan, segala puji bagi-Mu.&quot; Allah menjanjikan karunia bagi mereka yang bersyukur (Q.S. Ibrahim: 7),&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;La`in syakartum la`azīdannakum wa la`ing kafartum inna &#39;ażābī lasyadīd.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maka, teruslah berbuat baik dan bersyukur, dengan hanya mengharap kebaikan dari sisi Allah. Hendaknya lah kita menjadi orang yang untuk diri sendiri melupakan kebaikan dan mengingat hal buruk yang pernah dilakukan agar menjadi orang yang mawas diri, juga hendaklah mengingat kebaikan-kebaikan orang lain dan sebisa mungkin tidak mengingat atau mengungkit keburukan-keburukan orang lain. Ini bukan perkara mudah, namun teruslah persiapkan kondisi hati dan pikiran kita dalam keadaan seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berbuat baiklah, bersyukurlah. Lalu andai seseorang berbuat baik kepadamu dan kamu tidak sanggup membalas kebaikannya, maka hendaklah lakukan kebaikan yang serupa atau lebih baik lagi kepada orang lain yang juga membutuhkan. Sehingga semoga menjadi kebaikan yang beruntun, menjadi rantai kebaikan, dan menjadi kebaikan di atas kebaikan, menjadi &lt;i&gt;ihsan&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga Allah mudahkan dan senantiasa memberi petunjuknya pada kita dan kita pun mau dan mampu mengikutinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Demikian.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/8561232322003091256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/11/tadabbur-ihsan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/8561232322003091256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/8561232322003091256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/11/tadabbur-ihsan.html' title='Tadabbur Ihsan'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-4779577211006749023</id><published>2021-11-14T10:05:00.004+07:00</published><updated>2021-11-14T10:05:32.091+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renung"/><title type='text'>Kembali Memulai Iqra&#39;</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sedikit-sedikit membaca kembali, setelah begitu tersendat-sendat membaca buku, perlahan membuka kembali kebiasaan lama yang baik. Selama setahun lebih tak satu pun buku berhasil selesai dibaca, penyebabnya disinyalir karena kejenuhan membaca dua buku yang sama-sama berat.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hari-hari tanpa membaca dan malah lebih asyik dengan &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;&amp;nbsp;bikin pikiran cukup tumpul dan agak kosong. Substitusi dengan mendengar atau menonton tokoh, cendekia, cerdik, ulama di kanal-kanal YouTube memang memberi banyak masukan pengetahuan dan ilmu, namun rasanya berbeda dengan membaca buku. Ada rasa dan ruang-ruang berbeda, membaca buku tak hanya membuka jendela rumah untuk melihat dunia, namun eksplorasi-eksplorasi ke area yang sebelumnya tak terjamah, atau hanya terlihat luarnya saja. Membaca buku seolah bikin kita berada di samudera ilmu yang begitu luas, tempat di mana kita bisa mereguk pengetahuan dengan tetap memiliki saringan dalam tiap regukannya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kembali memulai dari buku yang tidak terlalu berat, dari jenis tulisan yang cenderung cocok, serta dari penulis yang &quot;lebih dekat&quot; membantu untuk kembali&amp;nbsp; membiasakan membaca. Biarlah saja begitu dulu, hingga nanti setelah kebiasaan baik itu kembali muncul, maka eksplorasi di area-area lain yang lebih dalam, lebih jauh bisa dimulai kembali.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidaklah diberikan kepada para ahli maksiat.&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidaklah diberikan kepada para ahli maksiat,&quot; nasihat Imam Waki kepada muridnya, Imam Syafi&#39;i. Barangkali itu juga yang bikin kebiasaan membaca sempat terhenti, ilmu tak sudi untuk masuk disebabkan tertutupnya diri dari maksiat-maksiat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sekarang, mumpung kebiasaan baik perlahan mulai muncul lagi, maka pertahankan dan nikmatilah. Semoga Tuhan mudahkan dalam &lt;i&gt;Iqra&#39;&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/4779577211006749023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/11/kembali-memulai-iqra.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/4779577211006749023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/4779577211006749023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/11/kembali-memulai-iqra.html' title='Kembali Memulai Iqra&#39;'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-4580527017100393898</id><published>2021-11-14T06:00:00.005+07:00</published><updated>2021-11-14T06:00:00.217+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Running"/><title type='text'>Last Call Hunter!</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrYukTSUaoM9JgXhFUIyXxhaEilL_BRhRHcg5SjPXEYVNA4poMpLP-7HxRmgULZU_4WYVbLEsyvWcGdhkSf74oUqILjuKT4fMEHPO26KpQwna2RQdoMX1WGtdliLnNh3unC-YnZ1EemBc/s1079/LAST+CALL+HUNTER+-+blog.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;last call hunter!&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;745&quot; data-original-width=&quot;1079&quot; height=&quot;442&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrYukTSUaoM9JgXhFUIyXxhaEilL_BRhRHcg5SjPXEYVNA4poMpLP-7HxRmgULZU_4WYVbLEsyvWcGdhkSf74oUqILjuKT4fMEHPO26KpQwna2RQdoMX1WGtdliLnNh3unC-YnZ1EemBc/w640-h442/LAST+CALL+HUNTER+-+blog.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Lari itu murah... pada awalnya”, tepat, sebelum akhirnya menemukan perlengkapan/&lt;i&gt;gears&lt;/i&gt; lari yang harganya ternyata tidak semurah yang dibayangkan. Kesampingkan dulu &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://www.firman.my.id/2020/11/mengulas-venu-dan-vivoactive-gps.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;running watch&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; yang bukan keharusan, perlengkapan yang harus ada tentu saja sepatu lari, sepatu lari yang baik tidak hanya membantu performa berlari, namun juga bisa mengurangi risiko cedera.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya teringat sepatu pertama saya, sepasang sepatu olahraga yang &lt;i&gt;outsole&lt;/i&gt;-nya sudah sangat tipis sehingga bila melewati jalan berbatu akan terasa di telapak kaki. Itu jelas bukan sepatu lari, pun itu hanya sepatu olahraga bekas yang tidak terpakai di rumah.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selanjutnya, saya membeli sepatu lari “beneran”, Specs Road Runner dengan harga kisaran 300 ribuan rupiah, cukup menguras dompet karena kala itu di tingkat akhir kuliah. Tentu sangat berbeda, berlari lebih nyaman dan aman. Lama-lama akhirnya melihat berbagai sepatu lari merk luar yang sudah lebih berpengalaman dalam lari, sebut saja Nike, Adidas, Skechers, Asics, Reebok, New Balance, Brooks, atau Hoka One-One dengan harga yang tidak dikatakan murah juga. Mulailah keinginan untuk suatu saat memiliki sepatu-sepatu merk luar negeri itu.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apakah sepatu lokal tidak bisa bersaing? Saat itu, seingat saya hanya Specs dan League yang memiliki sepatu lari “yang niat”, itu pun pilihan terbatas, seperti di &lt;i&gt;outsole/midsole-&lt;/i&gt;nya. Barulah di beberapa tahun terakhir, merk lokal lain mulai serius dalam membuat lini sepatu larinya. Katakanlah 910 dan yang terbaru Ortus Eight. Nama terakhir ini sedang mencuri perhatian karena memiliki sepatu berplat karbon di harga yang sangat terjangkau dibanding sepatu berplat karbon merk luar. Tentu, ini menjadi kabar baik dan menjadi alternatif yang cukup menarik.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Nah, kembali ke soalan sepatu yang saya pakai, setelah mencoba dua sepatu Specs (saya membeli Specs Flow sekitar setahun kemudian), saya mendapat informasi tempat untuk membeli sepatu dari merk-merk yang saya sebutkan sebelumnya dengan harga yang jauh lebih murah, setengah harga! Saat itu, saya baru tahu di Sport Station memiliki sektor khusus sepatu-sepatu &lt;i&gt;Last Call&lt;/i&gt;. Apa itu? Di sektor &lt;i&gt;Last Call&lt;/i&gt;, sepatu-sepatu dijual mayoritas setengah harga (diskon 50%), ada juga yang 30-40%, bahkan paling tinggi hingga 70%.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semurah itu lalu bagaimana dengan barangnya? Sepemahaman saya, sepatu-sepatu di &lt;i&gt;Last Call&lt;/i&gt; ini adalah&amp;nbsp; sepatu dengan 1-2 edisi di bawah sepatu terbaru. Misalnya, sepatu edisi terbaru di lini Clifton-nya Hoke One-One adalah Clifton 8, nah di Last Call ini yang dijual adalah Clifton 7. Ada juga yang dua edisi di bawah edisi terbaru, semisal Brooks Ghost 12 (yang di salah satu gerai Sport Station Bandung dijual dengan potongan 70%) merupakan seri tahun 2019, sementara edisi terbarunya adalah Brooks Ghost 14.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di sini preferensi pribadi yang muncul, ada pilihan untuk membeli sepatu edisi terbaru dengan harga normal, atau “berburu” &lt;i&gt;Last Call&lt;/i&gt; untuk mendapatkan sepatu satu atau dua edisi di bawah edisi terbaru dengan setengah harga. Kembali, pentingnya memahami sepatu bisa berperan juga. Ada sepatu yang perubahannya tidak jauh berbeda antara edisi terbaru dan satu edisi sebelumnya, katakanlah Nike Air Zoom Pegasus 36 (2019) dan Nike Air Zoom Pegasus 35 (2018), berbagai ulasan menyebutkan tidak begitu banyak perbedaan yang signifikan di antara dua sepatu tersebut, maka membeli Nike Air Zoom Pegasus 35 setengah harga di tahun 2019 bisa lebih baik daripada Nike Air Zoom Pegasus 36. Tentu saja, ini kembali ke preferensi masing-masing, pilihan tadi hanyalah alternatif contoh.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Nah, ada beberapa hal yang saya dapatkan ketika berburu sepatu-sepatu &lt;i&gt;Last Call&lt;/i&gt;&amp;nbsp;ini:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tidak semua gerai Sport Station memiliki sektor&lt;i&gt;&amp;nbsp;Last Call&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan barang yang menarik (menarik semisal seri-seri dari merk ternama), maka perlu cari tahu terlebih dahulu gerai mana yang menyediakan sektor &lt;i&gt;Last Call&lt;/i&gt;&amp;nbsp;ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stok dan jenis sepatu bervariasi setiap beberapa pekan/bulan. Saat saya akan membeli sepatu lari baru di &lt;i&gt;Last Call&lt;/i&gt;, saya bisa bolak-balik ke satu gerai Sport Station hingga tiga-empat kali, untuk menunggu hingga barang-barang yang dijual sesuai dengan kebutuhan saya. Kadang di satu waktu saya tidak menemukan Nike, beberapa pekan kemudian, Nike muncul, begitu juga dengan merk dan tipe atau seri lainnya. Maka, saya cenderung santai, dalam arti kalau belum menemukan yang cocok, maka tinggal kembali cek lagi beberapa hari/pekan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelajari sepatu! Ini preferensi, tentu saja. Sesuaikan dengan keperluan kita, perlu sepatu untuk &lt;i&gt;long run&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;speed/race&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;recovery/slow run&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;daily trainer&lt;/i&gt;, atau lainnya. Memahami ini akan memudahkan kita untuk memilih sepatu yang tepat, karena melihat berbagai sepatu yang hanya setengah harga, bisa jadi bikin kita membeli sepatu di luar kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sepatu adalah perlengkapan utama dalam lari, memilih sepatu yang tepat akan membantu performa dan meminimalkan risiko cedera. Memilih sepatu lari dengan kualitas terbaik dengan harga yang lebih murah, bisa jadi pilihan alternatif untuk mendapatkan kenyamanan dalam berlari. Berburu sepatu &lt;i&gt;Last Call&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sudah menjadi cara saya untuk mendapatkan sepatu berkualitas baik dengan harga yang jauh lebih murah. Sekali lagi, semua menjadi preferensi masing-masing, tapi tentu berburu sepatu&amp;nbsp;&lt;i&gt;Last Call&lt;/i&gt;&amp;nbsp;menjadi alternatif menarik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikian. Selamat berburu sepatu dan menjadi &lt;i&gt;Last Call Hunter!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/4580527017100393898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/11/last-call-hunter.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/4580527017100393898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/4580527017100393898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/11/last-call-hunter.html' title='Last Call Hunter!'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrYukTSUaoM9JgXhFUIyXxhaEilL_BRhRHcg5SjPXEYVNA4poMpLP-7HxRmgULZU_4WYVbLEsyvWcGdhkSf74oUqILjuKT4fMEHPO26KpQwna2RQdoMX1WGtdliLnNh3unC-YnZ1EemBc/s72-w640-h442-c/LAST+CALL+HUNTER+-+blog.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-6869945901378968003</id><published>2021-11-13T14:31:00.006+07:00</published><updated>2021-11-13T18:45:11.621+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Running"/><title type='text'>Ghadhul Bashar Dunia Lari</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5ULqBh2x-UctaLrKexYrEONXAXpqJwQwzM8bjYq74vKparosfAPnQGISIfebM2Pb-Xg5uHcRmqPjGXuOKycb6QkH-MZjL6nRub78KDypCAK03ZJOOeo9_Q5HYrZiMZy0NXM8MFroYp5k/s1078/Ghadhul+Bashar+Dunia+Lari+-blog.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ghadhul Bashar Dunia Lari&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1007&quot; data-original-width=&quot;1078&quot; height=&quot;598&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5ULqBh2x-UctaLrKexYrEONXAXpqJwQwzM8bjYq74vKparosfAPnQGISIfebM2Pb-Xg5uHcRmqPjGXuOKycb6QkH-MZjL6nRub78KDypCAK03ZJOOeo9_Q5HYrZiMZy0NXM8MFroYp5k/w640-h598/Ghadhul+Bashar+Dunia+Lari+-blog.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Di terminologi agama, ada istilah &lt;i&gt;ghadhul bashar&lt;/i&gt; yang berarti menjaga/menundukkan pandangan. Salah satu fungsinya untuk menjaga diri dari hal-hal yang tidak diperbolehkan, lebih jauh untuk kebaikan diri sendiri. Nah, “&lt;/span&gt;&lt;i&gt;ghadhul bashar&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;” pun bisa diterapkan di dunia lari. Menjaga pandangan untuk kebaikan diri, baik secara harfiah ataupun makna lainnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Secara harfiah, menjaga pandangan saat berlari adalah salah satu bagian dari &lt;i&gt;running form&lt;/i&gt; yang baik, yakni pandangan lurus ke depan, tidak menunduk, fokus ke depan melihat ke arah kita akan berlari. Menjaga pandangan agar tetap fokus ini penting, selain demi keselamatan dengan mengantisipasi jalanan berlubang, tidak rata, licin, atau pun saat akan menyeberang, juga akan memengaruhi kenyamanan berlari. Berlari dengan pandangan cenderung menunduk, membuat lari bisa terasa lebih berat dan letih, berbeda dengan pandangan fokus ke depan, berlari lebih nyaman.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Makna lainnya, “&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;ghadhul bashar&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;” dalam berlari berarti &lt;b&gt;menjaga pandangan dari silaunya performa dan gemerlapnya &lt;i&gt;gears&lt;/i&gt; pelari lain&lt;/b&gt;. Ungkapan “&lt;i&gt;running with your pace&lt;/i&gt;” itu tepat, berlarilah dengan &lt;a href=&quot;https://www.firman.my.id/2020/11/mengenal-istilah-istilah-dalam-running.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;i&gt;pace&lt;/i&gt;/laju atau kecepatan&lt;/a&gt; kita, jangan memaksakan untuk berlari lebih cepat karena ingin segera bisa berlari jauh dengan lebih cepat seperti pelari lain.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Performa lari tentu tidak dapat dibentuk dalam waktu singkat, butuh waktu yang tidak sebentar dengan latihan yang tepat, bisa juga dengan bantuan pelatih yang lebih mengerti dan lebih berpengalaman dalam menyiapkan program-program berlari. Salah satu yang penting adalah membentuk &lt;i&gt;endurance&lt;/i&gt; atau ketahanan dalam berlari, ini dibentuk dari konsistensi, kesabaran, kedisiplinan, dan kontrol diri. Kontrol diri bermakna tahu kapan saatnya kita berlari, kapan saatnya kita beristirahat, kapan saatnya &lt;i&gt;cross-training &lt;/i&gt;(semisal berenang serta bersepeda ringan). Pun kontrol diri tahu kapan saatnya latihan berlari jarak jauh (&lt;i&gt;long run&lt;/i&gt;), &lt;i&gt;easy run, interval/tempo run&lt;/i&gt;, dan lain sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“&lt;i&gt;Listen to your body&lt;/i&gt;” adalah ungkapan lain yang biasa ditemui di dunia lari. Kontrol diri ditambah dengan “mendengarkan” kondisi tubuh kita, bisa menjaga agar kita tidak latihan terlalu keras dan berlebihan (&lt;i&gt;overtraining&lt;/i&gt;). &lt;i&gt;Overtraining &lt;/i&gt;hanya akan berakibat kontraproduktif bagi badan kita, alih-alih meningkatkan performa lari malah meningkatkan risiko cedera.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“Bukan pelari elite”, kurang lebih begitu yang saya tangkap dari tulisan &lt;i&gt;Coach &lt;/i&gt;Andriyanto. Sudah telat untuk bisa seperti pelari elite yang sudah berlatih sejak jauh-jauh hari yang dibarengi pola hidup (termasuk makan dan jam tidur) yang mendukung. Sebagai pelari rekreasi (&lt;i&gt;recreational runner&lt;/i&gt;), tujuan utamanya adalah menjaga kondisi badan agar lebih segar, lebih fit, lebih terjaga. Kondisi ini yang juga nantinya bisa mendorong kita untuk tertarik ke pola hidup yang lebih sehat lagi, dan pada akhirnya memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Ingat, sebagian besar kita tidak hidup dari lari, jangan sampai latihan berlebihan mengakibatkan cedera sehingga menghambat aktivitas harian/kerja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Tentu saja, meski sekadar pelari rekreasional, bukan berarti tidak mempunyai keinginan atau target tertentu, seperti kecepatan atau jarak. Barangkali impian para pelari adalah bisa menyelesaikan jarak Marathon (42,195 kilometer), untuk bisa berlari hingga jarak sejauh ini diperlukan latihan yang tepat, disiplin, juga mental yang kuat. Semua hal itu lagi-lagi tidak bisa diraih secara instan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Adanya target atau tujuan sangat penting, tidak hanya target jangka panjang namun jangka pendek. Target jangka panjang semisal ingin berlari di jarak 5K, 10K, &lt;i&gt;Half-Marathon&lt;/i&gt; (21.1K), Marathon (42,195K) atau mungkin lebih jauh lagi di kategori &lt;i&gt;Ultra Marathon&lt;/i&gt;, atau target ingin bisa berlari di pace sekian atau di waktu sekian. Sementara target jangka pendek tidak kalah penting, semisal konsisten lari sepekan sekali, atau konsisten lari sepekan tiga kali, dan sebagainya. Target-target ini penting untuk menjaga semangat dan motivasi berlari. Tidak enak juga berlari tanpa tujuan yang jelas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Menjaga &quot;pandangan&quot; alias fokus pada proses sendiri juga penting, sehingga tidak terburu-buru ingin bisa berlari di jarak sekian atau di kecepatan sekian karena melihat performa teman atau pelari lain. Berlari bukan untuk mengalahkan orang lain, tapi bagaimana untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Fokusnya pada performa diri sendiri, performa pelari lain cukup menjadi motivasi untuk terus berlatih, bukan untuk terburu-buru ingin mencapai target.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Menjaga pandangan dari gemerlapnya &lt;i&gt;running gears &lt;/i&gt;pelari lain adalah hal penting lainnya. Lari mengajarkan kita untuk bisa mengontrol diri, yang bisa kita aplikasikan juga untuk mengontrol diri agar tidak tergoda &lt;i&gt;running gears &lt;/i&gt;orang lain. Tentu, hal ini bisa saja dianggap preferensi masing-masing, namun memahami kapan saat yang tepat memiliki &lt;i&gt;running gears&lt;/i&gt; tertentu juga tidak ada salahnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“Lari itu olahraga yang murah”, begitu yang biasa didengar, dan memang begitu... setidaknya pada awalnya. Semakin dalam semakin mengenal berbagai perlengkapan/&lt;i&gt;gears &lt;/i&gt;lari. Awalnya hanya mengetahui “sepatu lari”, menjadi penasaran dengan sepatu lari dengan teknologi tertentu dan canggih, misalnya sepatu dengan plat karbon.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.firman.my.id/2021/11/memilih-sepatu-lari.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Mempelajari berbagai jenis sepatu akan menjaga kita untuk tidak membeli sepatu yang tidak cocok untuk keperluan lari kita&lt;/a&gt;. Akan &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;mubadzir &lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;bila berlari dengan sepatu balap (race) high-end sementara performa lari kita belum perlu untuk didukung sepatu yang seperti itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Belum lagi ada &lt;i&gt;running watch &lt;/i&gt;yang begitu menggoda dengan segudang fiturnya. Lagi-lagi, mengetahui kapan kita perlu perlengkapan tersebut menjadi hal yang baik juga untuk diketahui. Semisal untuk jam lari, kita mesti tahu, &lt;a href=&quot;https://www.firman.my.id/2021/01/perlukah-membeli-running-watch.html&quot; rel=&quot;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;apakah kita sudah perlu menggunakan jam lari atau tidak?&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Olahraga lari yang semakin ke sini semakin diminati merupakan hal yang menggembirakan dan patut disyukuri. Kesadaran untuk berolahraga begitu penting di era yang sangat mendukung &lt;i&gt;sedentary lifestyle&lt;/i&gt;. Selamat saya ucapkan bagi mereka yang baru memulai olahraga lari, olahraga yang terbilang mudah karena bisa dilakukan sendiri serta banyak informasi yang bisa kita cari terkait olahraga ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Demikian. Salam dan &lt;i&gt;happy running&lt;/i&gt;!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/6869945901378968003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/11/ghadhul-bashar-dunia-lari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/6869945901378968003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/6869945901378968003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/11/ghadhul-bashar-dunia-lari.html' title='Ghadhul Bashar Dunia Lari'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5ULqBh2x-UctaLrKexYrEONXAXpqJwQwzM8bjYq74vKparosfAPnQGISIfebM2Pb-Xg5uHcRmqPjGXuOKycb6QkH-MZjL6nRub78KDypCAK03ZJOOeo9_Q5HYrZiMZy0NXM8MFroYp5k/s72-w640-h598-c/Ghadhul+Bashar+Dunia+Lari+-blog.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-3300287572672408455</id><published>2021-11-07T17:16:00.002+07:00</published><updated>2021-11-13T19:08:18.930+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Running"/><title type='text'>Memilih Sepatu Lari</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sepatu adalah perlengkapan utama dalam lari, karena dalam olahraga ini kaki kita yang lebih banyak berperan. Tentu saja ada banyak bagian otot lain yang begitu penting dalam menunjang lari kita. Oleh karena sepatu memiliki peranan penting, memilih sepatu yang tepat menjadi hal yang harus diperhatikan, salah satunya adalah dengan benar-benar menggunakan sepatu yang didesain khusus untuk berlari.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sepatu lari didesain untuk dapat menopang massa tubuh (yang bisa hingga beberapa kali lipat) setiap kita melangkahkan kaki saat berlari. Selain itu, menggunakan sepatu lari juga dapat meminimalkan risiko cedera yang mungkin terjadi. Karenanya, penting untuk berlari dengan sepatu yang memang khusus didesain untuk berlari. Penting juga untuk diketahui bahwa ada berbagai macam jenis sepatu lari yang memiliki spesifikasi khusus, semisal sepatu untuk &lt;i&gt;long run, &lt;/i&gt;sepatu untuk balapan/&lt;i&gt;race, &lt;/i&gt;sepatu &lt;i&gt;daily trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan sebagainya.&amp;nbsp; Sebelum itu, ada pertanyaan mendasar, bagaimana memilih sepatu yang tepat? Mengingat banyaknya merk dan jenis sepatu lari yang ada, jika salah beli bisa-bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan malah meningkatkan risiko cedera, &lt;a href=&quot;https://www.firman.my.id/2021/11/ghadhul-bashar-dunia-lari.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;atau kadang ada juga membeli karena ikut-ikutan sepatu yang sedang tren&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kenali Tipe Kaki dan Pronasi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Langkah pertama sebelum memilih sepatu adalah dengan mengenali tipe kaki serta tipe pronasi kita. Ada tipe kaki netral, &lt;i&gt;flat&lt;/i&gt;/&lt;i&gt;low, &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;high&lt;/i&gt;. Sementara pronasi kaki dalam berlari diartikan sebagai cara telapak kaki bergulir ke depan ketika mendarat di permukaan bidang saat berlari. Ada tipe pronasi normal, &lt;i&gt;overpronate, &lt;/i&gt;serta &lt;i&gt;underpronate/supination&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pelari dengan tipe pronasi &lt;i&gt;overpronate&lt;/i&gt;, cenderung mendarat dengan telapak kaki bagian dalam, sementara &lt;i&gt;underpronate/supination&lt;/i&gt;&amp;nbsp;cenderung mendarat dengan telapak kaki bagian luar. Pronasi normal/netral mendarat dengan telapak bagian tengah. Mengenali pronasi ini penting untuk memilih sepatu lari, salah memilih sepatu lari (utamanya bagi mereka yang &lt;i&gt;overpronate &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;underpronate&lt;/i&gt;) bisa menimbulkan ketidaknyamanan serta meningkatkan risiko cedera. Cara termudah mengenali tipe pronasi ini dengan &lt;i&gt;footprint test&lt;/i&gt;, atau tes telapak kaki. Caranya adalah dengan membasahi telapak kaki, lalu menempelkannya di sebidang kertas/media lain sehingga bentuk telapak kaki kita tercetak, lalu sesuaikan bentuknya dengan gambar di bawah. Tentu cara ini bisa jadi ada ketidakakuratan, namun ini cara termudah dan termurah yang bisa dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCdIdREP5cbamcLcLRizsJ8wL9oU6cmuz_U__JSCdIbDXrXS8k_pyNYSnY3aPPgFKTNbISWu5giyZVSzt9e1Mr8EwgxhlerhJykG1rjOszDKcA_0W_Fg-duAFS4iLWQLAimt8uvAjPSoI/s500/foot-arches-blue.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;tipe kaki&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;216&quot; data-original-width=&quot;500&quot; height=&quot;138&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCdIdREP5cbamcLcLRizsJ8wL9oU6cmuz_U__JSCdIbDXrXS8k_pyNYSnY3aPPgFKTNbISWu5giyZVSzt9e1Mr8EwgxhlerhJykG1rjOszDKcA_0W_Fg-duAFS4iLWQLAimt8uvAjPSoI/w320-h138/foot-arches-blue.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;src: health.uconn.edu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tipe Sepatu Lari Berdasarkan Bentuk&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengetahui tipe kaki dan pronasi ini membantu kita dalam memilih sepatu yang tepat. Setidaknya ada tiga tipe sepatu lari berdasarkan bentuk yang disesuaikan dengan jenis pronasi:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Stability&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Motion Control&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Neutral&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dikutip dari &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://runrepeat.com&quot;&gt;runrepeat.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, pelari dengan pronasi &lt;i&gt;underpronate &lt;/i&gt;serta normal/netral, disarankan untuk menggunakan sepatu bertipe netral. Sementara pelari ber-&lt;i&gt;overpronate &lt;/i&gt;disarankan berlari dengan sepatu bertipe &lt;i&gt;motion control&lt;/i&gt;. Sepatu bertipe &lt;i&gt;stability&lt;/i&gt;&amp;nbsp;cocok untuk mereka dengan pronasi &lt;i&gt;mild&lt;/i&gt;, yakni memiliki tipe kaki netral (&lt;i&gt;neutral arch&lt;/i&gt;) namun mendarat dengan bagian dalam serta sedikit di bagian jari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh sepatu &lt;i&gt;motion control&lt;/i&gt;&amp;nbsp;misalnya Brooks Adrenaline GTS serta Hoka One One Gaviota. Sementara contoh sepatu &lt;i&gt;stability&lt;/i&gt;&amp;nbsp;misalnya Asics Gel Kayano. Sementara sepatu &lt;i&gt;neutral&lt;/i&gt;&amp;nbsp;jauh lebih banyak, seperti Adidas Ultraboost, Nike Air Zoom Pegasus, Brooks Glycerin, Hoka One One Clifton, dan lain-lain.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tipe Sepatu Lari Berdasarkan Penggunaan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain berdasarkan bentuk untuk peruntukan tipe kaki/pronasi, ada lagi tipe-tipe sepatu untuk penggunaannya:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Daily training/slow&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Speed/tempo&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Competition/race &lt;/i&gt;(balapan)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masing-masing tipe sepatu akan berbeda, baik dari segi &lt;i&gt;outsole&lt;/i&gt;, bahan, juga fiturnya. Sepatu jenis &lt;i&gt;daily training&lt;/i&gt;&amp;nbsp;ini sesuai namanya cocok untuk dipakai berlari sehari-hari, atau untuk lari jarak jauh dengan &lt;i&gt;pace&lt;/i&gt;&amp;nbsp;tidak terlalu cepat atau cenderung lambat. Sepatu jenis ini kadang memiliki &lt;i&gt;cushion&lt;/i&gt;&amp;nbsp;atau bantalan yang lebih tebal, sehingga memberikan kenyamanan saat mendarat dan sangat cocok untuk lari dengan &lt;i&gt;pace &lt;/i&gt;yang tidak terlalu cepat. Biasanya, sepatu jenis ini memiliki bobot yang tidak terlalu ringan, di beberapa sepatu bahkan cenderung berat. Contoh terbaik dari sepatu jenis ini adalah Nike Air Zoom Pegasus, nama lainnya di tipe ini adalah Adidas Ultraboost.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8nJRTozR47ZcUxvv_9bgCHVaAHxQOh34whjrdYctXpRvGfdUuVzwVwVP3bhLKL4_uHcgmzu_Evs1Gt_n2QOOpahSzVMFZeTRNYilUi0KxZsWVncPM6yf9IhNY-tQ7eB1-ZJ7_n979jYc/s794/05-NIKE-F34RUNIK5-NIKCW7356002-Black.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;nike pegasus 38&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;262&quot; data-original-width=&quot;794&quot; height=&quot;106&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8nJRTozR47ZcUxvv_9bgCHVaAHxQOh34whjrdYctXpRvGfdUuVzwVwVP3bhLKL4_uHcgmzu_Evs1Gt_n2QOOpahSzVMFZeTRNYilUi0KxZsWVncPM6yf9IhNY-tQ7eB1-ZJ7_n979jYc/w320-h106/05-NIKE-F34RUNIK5-NIKCW7356002-Black.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Nike Air Zoom Pegasus 38&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara tipe &lt;i&gt;speed/tempo&lt;/i&gt;&amp;nbsp;biasanya memiliki bobot yang lebih ringan dibanding &lt;i&gt;daily training. &lt;/i&gt;Sepatu tipe ini biasa digunakan untuk latihan &lt;i&gt;interval/tempo&lt;/i&gt;&amp;nbsp;atau bisa juga untuk &lt;i&gt;time trial&lt;/i&gt;. Contoh sepatu ini adalah Nike Zoom Fly, Nike Epic React, Hoka One One Rincon.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCf7vnNwy50y3vU1ErQ-6Zpu5-0YhiLdnI1GBtKGAMhUifLF0bHoYDmpMZghjwbgrh0mrHSDZwVjIByhkemUodZiEfEzGs30vCGmtULtt6VJWFeyjWuyqKA17eCbS8uHBEnZhsAP_vG9I/s483/rincon-3.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;rincon 2&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;392&quot; data-original-width=&quot;483&quot; height=&quot;260&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCf7vnNwy50y3vU1ErQ-6Zpu5-0YhiLdnI1GBtKGAMhUifLF0bHoYDmpMZghjwbgrh0mrHSDZwVjIByhkemUodZiEfEzGs30vCGmtULtt6VJWFeyjWuyqKA17eCbS8uHBEnZhsAP_vG9I/w320-h260/rincon-3.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Hoke One One Rincon 3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lain lagi dengan sepatu tipe &lt;i&gt;competition/race&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang didesain untuk membantu kecepatan dalam berlari. Sepatu tipe ini begitu responsif sehingga memberikan pantulan atau dorongan bagi pelari setiap mendaratkan kakinya dengan kompensasi bantalan/&lt;i&gt;cushion&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang tipis. Biasanya, sepatu jenis ini berbobot begitu ringan. Tren akhir-akhir ini untuk sepatu jenis &lt;i&gt;race &lt;/i&gt;adalah dengan menggunakan plat karbon, utamanya di sepanjang sepatu. Plat karbon disebut memberikan pantulan/dorongan yang lebih kuat bagi pelari. Contoh sepatu tipe ini di antaranya Adidas Adios Adizero Pro, Brooks Hyperion Elite, Hoka One One Carbon X, Nike ZoomX Vaporfly Next%, Asics Metaracer, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVYj4lpKNqZqkwHISIo3cMDctliv5-CzuYBL3TpeqJ86tPxhqYeRudiZ5AVdQsaLUszgl_EpaBCzSKkIKNUZSpWnha0BGzCOH2A9BJipaiYuNNx_vchOtrA76wtGvXjP4vt6V1HwJeW6M/s840/Adizero_Adios_Pro_2.0_Shoes_White_FZ2477_09_standard.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Adizero Adios Pro 2&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;840&quot; data-original-width=&quot;840&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVYj4lpKNqZqkwHISIo3cMDctliv5-CzuYBL3TpeqJ86tPxhqYeRudiZ5AVdQsaLUszgl_EpaBCzSKkIKNUZSpWnha0BGzCOH2A9BJipaiYuNNx_vchOtrA76wtGvXjP4vt6V1HwJeW6M/w320-h320/Adizero_Adios_Pro_2.0_Shoes_White_FZ2477_09_standard.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Adidas Adizero Adios Pro 2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa sepatu ada yang bisa dipakai sebagai &lt;i&gt;daily trainer&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sekaligus &lt;i&gt;speed/tempo&lt;/i&gt;, seperti Nike Air Zoom Pegasus yang sudah dikenal sebagai sepatu&amp;nbsp;&lt;i&gt;daily training&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang begitu&amp;nbsp;&lt;i&gt;versatile&lt;/i&gt;&amp;nbsp;atau&amp;nbsp;fleksibel dalam penggunaannya sehingga kadang bisa dipakai juga untuk &lt;i&gt;speed/tempo run&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Memahami tipe sepatu berdasarkan penggunaannya ini penting agar kita menyesuaikan dengan keperluan kita. Sepatu jenis &lt;i&gt;competition&lt;/i&gt;&amp;nbsp;tidak disarankan untuk dijadikan sepatu &lt;i&gt;daily training&lt;/i&gt;, karena sepatu untuk balapan ini cenderung memiliki &lt;i&gt;outsole &lt;/i&gt;yang tidak seawet sepatu &lt;i&gt;daily training&lt;/i&gt;. Pun sepatu tipe balapan ini akan lebih nyaman untuk digunakan dalam &lt;i&gt;pace&lt;/i&gt;&amp;nbsp;cepat. Maka, bila kita merasa cukup memiliki satu jenis sepatu lari, disarankan untuk menggunakan tipe sepatu &lt;i&gt;daily training&lt;/i&gt;, yang lebih tahan lama serta beberapa sepatu yang bisa juga dipakai untuk &lt;i&gt;speed/tempo&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pilihan akan lebih nyaman lagi bila kita memang berniat untuk memiliki ketiga tipe sepatu untuk dirotasi dan digunakan sesuai dengan jenisnya. Penggunaan yang tepat bisa jadi memaksimalkan potensi sepatunya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya seringkali memeriksa tipe jenis sepatu selain secara langsung juga dengan mencari info di ulasan-ulasan sepatu, salah satunya di &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://runrepeat.com&quot;&gt;runrepeat.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, yang menyajikan berbagai informasi yang cukup detail terkait sepatu lari.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada pertanyaan lain sebelum membeli sepatu lari, &quot;lebih baik beli langsung ke toko atau &lt;i&gt;online&lt;/i&gt;?&quot; Tentu ini preferensi masing-masing, namun bagi saya akan lebih memudahkan bagi kita untuk membeli langsung ke toko. Alasannya karena kita bisa mencoba langsung sepatunya untuk merasakan nyaman atau tidaknya, sesuai atau tidak ukurannya. Selain itu, kita bisa juga coba untuk melangkah atau berlari-lari kecil di toko (bila toko cukup luas). Saya biasa berjalan atau bahkan berlari-lari kecil di toko sepatu untuk merasakan secara singkat penggunaan sepatu saat dipakai berlari. Di gerai Planet Sports malah ada bagian lantai yang dibuat seperti lintasan lari, ya kita bisa juga untuk mencoba berlari-lari kecil di situ.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun, beli secara daring/&lt;i&gt;online&lt;/i&gt;&amp;nbsp;juga bisa menjadi pilihan tepat ketika kita sudah pernah merasakan sepatunya, sehingga meminimalkan salah beli. Perlu diingat juga bahwa ukuran dari setiap merk bisa berbeda-beda. Sebagian tipe sepatu Nike cenderung memiliki lekukan yang lebih dalam ketimbang misalnya Skechers, Brooks atau Hoke One One meski di ukuran yang sama. Karenanya, perlu memperhatikan juga ukuran ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Uraian di atas sekadar tambahan informasi yang bisa dipertimbangkan dalam memilih sepatu lari. Tips lain sesuaikanlah dengan anggaran belanja kita untuk membeli sepatu. Ingat, memilih sepatu yang tepat akan memberikan kenyamanan dalam berlari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikian. Selamat memilih dan &lt;i&gt;happy running!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/3300287572672408455/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/11/memilih-sepatu-lari.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/3300287572672408455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/3300287572672408455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/11/memilih-sepatu-lari.html' title='Memilih Sepatu Lari'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCdIdREP5cbamcLcLRizsJ8wL9oU6cmuz_U__JSCdIbDXrXS8k_pyNYSnY3aPPgFKTNbISWu5giyZVSzt9e1Mr8EwgxhlerhJykG1rjOszDKcA_0W_Fg-duAFS4iLWQLAimt8uvAjPSoI/s72-w320-h138-c/foot-arches-blue.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-425551250244414336</id><published>2021-10-31T15:47:00.001+07:00</published><updated>2021-10-31T15:47:04.408+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lepas"/><title type='text'>Maju-mundur Menulis</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lama-lama agak meresahkan memang saat tidak bisa selalu mengungkapkan atau mengekspresikan begitu banyaknya kata di pikiran. Semestinya melalui &lt;i&gt;platform&lt;/i&gt;&amp;nbsp;blog ini akan membantu untuk menuliskan apa yang ada di pikiran. Sayangnya tidak selalu demikian, menggebu-gebu di pikiran, saat sudah di depan papan ketik malah diam saja. Anehnya, kok berbeda kalau menulis di &lt;i&gt;caption &lt;/i&gt;Instagram, seolah lebih mudah untuk menuliskan. Analisis saya terkait hal ini, setidaknya ada dua hal: pertama adalah audiens yang jelas (siapa yang kemungkinan membaca tulisan kita); kedua, jumlah karakter yang terbatas nyatanya malah membuat saya lebih kreatif lagi dalam mencari kata, menghapus kata-kata yang tidak perlu, membaca ulang apakah poin-poin yang ingin disampaikan tertulis semua. Singkatnya, efektifitas.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menulis di blog semestinya membuat saya lebih leluasa, tidak ada batasan karakter, bisa menyisipkan gambar bila diperlukan. Audiens yang jelas menjadi kata kunci lain. Saat menulis di Instagram, meski tidak banyak yang membaca pun tapi ada kejelasan: &lt;i&gt;followers&lt;/i&gt;. Mengetahui &lt;i&gt;followers&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang menjadi audiens membuat saya lebih memikirkan apakah kata-kata yang dituliskan mudah dipahami, dan sebagainya. Kejelasan audiens ini nyatanya membantu saya menuliskan kata-kata. Di blog, saya menanamkan bahwa ini adalah cara saya menuliskan apa yang saya rasakan atau yang saya pikirkan. Pikiran ini tidak salah-salah amat sebenarnya, namun apa yang terjadi pada saya adalah ini membuat ketidakjelasan, sehingga ya seringkali tidak jadi menulis.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kejelasan audiens ini sangat membantu, ada beberapa tulisan di blog ini mengenai hal-hal yang berkaitan dengan olahraga lari, di tulisan-tulisan itu saya lebih terarah, sasaran saya adalah mereka yang tertarik dengan dunia lari, tulisan-tulisan tersebut saya bagikan di grup&amp;nbsp;&lt;i&gt;Facebook&lt;/i&gt;. Maka, sepertinya memang saya mesti menentukan betul, menulis apa dan untuk siapa, atau parameter lain yang jelas, barangkali begitu kecenderungan saya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Betapa banyak sebetulnya hal-hal yang ingin dituliskan yang sayangnya hanya menjadi daftar imanjiner saja. Berbagai topik dari momen maulid Nabi, berbagai jam lari yang baru rilis, pengalaman berlari, maiyahan, dan sebagainya. Suatu saat saya mencoba menulis salah satu dari tema tersebut dan kembali terhenti, terbaca tulisan yang tidak jelas sehingga saya urung melanjutkan. Padahal, ada beberapa hal yang bisa saya pikirkan selain tentunya melanjutkan tulisan-tulisan tersebut. Pertama, tidak terbatasnya karakter yang bisa ditulis membuat tulisan saya menjadi tidak efektif serta tidak terarah (pun barangkali tulisan ini). Kedua, menulislah saja dulu hingga selesai, setelah itu baca dan sunting hingga akhirnya tulisannya selesai. Hal-hal ini yang ternyata terjadi saat saya menulis di &lt;i&gt;Instagram. &lt;/i&gt;Saya menulis sampai selesai, membaca ulang, lalu menyunting agar memastikan tidak ada poin yang terlewat. Inilah mestinya yang saya coba lakukan juga di blog.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya lantas teringat ucapan Agus Noor saat berbincang dengan Puthut EA di kanal YouTube mojo.co, bahwa beliau menulis ya karena ingin. Lalu beliau saat menulis membuka beberapa &lt;i&gt;files&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di laptop, sehingga saat terhenti di tulisan yang satu, maka dia buka tulisan lain untuk melanjutkannya, begitu seterusnya sehingga waktu ia menulis menjadi efektif. Lagi-lagi efektifitas menjadi kunci.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hal lain yang berpengaruh tentu saja masukan atau &lt;i&gt;input&lt;/i&gt;&amp;nbsp;untuk tulisan, apalagi kalau bukan dari membaca. Membaca menjadi salah satu sumber agar pikiran terisi, baik dari segi isi maupun pilihan kata. Membaca dan menulis memang sulit untuk dipisahkan. Kalau kata Kang Maman Suherman, kita harus ingat, perintah pertama di Al-Quran itu ya &lt;i&gt;iqra&lt;/i&gt;, membaca atau bacalah. Baru setelah itu ada surat Al-Qalam dengan ayat pertamanya berkaitan dengan pena, sebagai petunjuk pentingnya pena atau tulisan. Maka, keterkaitan antara membaca dan menulis memang sangat erat. Membaca menjadi masukan, tulisan menjadi keluaran bahkan sekaligus masukan juga, toh tulisan demi tulisan memang akan kembali menjadi masukan bagi penulisnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikian.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/425551250244414336/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/10/maju-mundur-menulis.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/425551250244414336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/425551250244414336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/10/maju-mundur-menulis.html' title='Maju-mundur Menulis'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-220869100129808207</id><published>2021-10-20T11:09:00.004+07:00</published><updated>2021-10-20T11:11:15.542+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lepas"/><title type='text'>Duh Gusti, Saya ingin Menulis Lagi</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melihat beberapa waktu terkahir ini banyak sekali hal yang masuk ke dalam pikiran saya, nampaknya kembali menuliskan apa yang didapat atau dirasakan adalah pilihan bijak. Menulis bisa menjadi relaksasi, menjadi terapi, selain tentu sebagai pengikat ilmu, wawasan, atau apa saja yang telah didapat sebelumnya. Pekerjaan, kebosanan selama pandemi yang nyari dua tahun ini tentu membuat suasana lain lagi. Barangkali menulis kembali bisa menjadi “penyelamat.”&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membaca dan menulis memang sulit dipisahkan. Setahun lebih saya tidak sempat menamatkan satu buku pun, kejenuhan yang &lt;i&gt;keterusan&lt;/i&gt; tidak diimbangi dengan kesiapan menghadapi kondisi jenuh. Hal ini nyata sekali berimbas pada keinginan menulis, &lt;i&gt;lha&lt;/i&gt; ya gimana, membaca saja tidak, apa yang mau ditulis?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain menuliskan hasil pemprosesan dari berbagai infromasi yang masuk, menuliskan apa yang disampaikan narasumber di Maiyahan (di video-video yang diunggah di kanal YouTube Caknun.com) sepertinya akan menjadi pilihan lain bagi saya. Biar itu bukan hasil pikiran saya, namun saya rasa penting juga untuk ditulis yang mungkin bisa jadi medium lain untuk kembali dipelajari. Motivasi lainnya adalah ada rasa “loh ini pembasahan menarik, ada pandangan lain yang segar dan orisinal yang mesti banyak orang dengar” atau bahasa lainnya “ini keren dan apik banget pembahasannya, kamu mesti denger”. Ya tentu meski belum tentu ada yang akan membacanya juga, tapi mari dimulai saja, minimalnya agar memberi pemahaman yang lebih baik lagi, lebih lengkap lagi bagi saya pribadi, syukur-syukur nantinya bisa bermanfaat bagi orang lain juga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menulis sebagai relaksasi dan terapi nampaknya benar adanya, &lt;i&gt;lha&lt;/i&gt; saat menulis tulisan ini pun dampaknya terasa kok. Perasaan lebih enak, mood membaik, apa yang dipikirkan lebih mudah terurai, dan sebagainya. Maka, semoga niat kembali menulis bisa terlaksana dan menjadi salah satu dari berbagai hal yang ingin sekali dilakukan, untuk pengembangan diri.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Duh Gusti, saya kepengin menulis lagi.”&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikian.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/220869100129808207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/10/duh-gusti-saya-ingin-menulis-lagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/220869100129808207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/220869100129808207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/10/duh-gusti-saya-ingin-menulis-lagi.html' title='Duh Gusti, Saya ingin Menulis Lagi'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-882296406117971062</id><published>2021-10-09T22:18:00.010+07:00</published><updated>2021-10-09T22:21:23.974+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Horizon"/><title type='text'>Tempat Minumnya Masing-masing</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: &quot;Pukullah batu itu dengan tongkatmu&quot;. Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan&lt;br /&gt;- QS. Al-Baqarah[2]: 60&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat mentadabburi ayat ini, Ahmad Fuad Effendy (Cak Fuad) menjelaskan pemaknaan secara hakiki dan &lt;i&gt;majazi&lt;/i&gt;/kiasan. Secara hakiki mengenai permintaan Nabi Musa kepada Allah agar memberikan minum kepada kaumnya. Allah memerintahkan Nabi Musa agar memukul tongkatnya pada batu sehingga memancar dua belas mata air -sejumlah suku Bani Israil, keturunan Ya&#39;qub &lt;i&gt;&#39;alaihissalam&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Secara &lt;i&gt;majazi&lt;/i&gt;, bisa dimaknai adanya keunikan dan keragaman pada setiap manusia. Ada potensi, minat, bakat, kecenderungan dan sebagainya dari masing-masing manusia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sementara Mbah Nun mentadabburi ayat ini sebagai &lt;i&gt;Ijtihad Pengenalan Diri&lt;/i&gt;. Makna &quot;minum&quot; di ayat ini pun bisa menjadi lebih luas, bisa bakat, karier, tempat kerja, kecenderungan kepribadian tertentu yang menghasilkan pola hidup seseorang, dan sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setiap orang mesti mengenali &quot;tempat minumnya&quot; masing-masing. Meski memang, setelah mengetahuinya pun sistem lingkungannya ikut menentukan apakah ia bisa meminum apa yang ia mau, apakah lingkungannya memungkinkan baginya untuk meminum apa yang ia mau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Peran manusia dalam amalannya pun demikian, ada &quot;tempat minumnya&quot;. Ada yang kuat shalatnya, lemah puasanya atau sebaliknya; ada yang lemah shalat dan puasanya namun kuat sedekahnya. Ada yang kuat ilmu lalu mengajarkannya. Pun ada juga yang kuat semuanya. Mengenali ini bisa mengoptimalkan &quot;amalan andalannya&quot;. Misalnya, menyadari bahwa ada harta yang berlebih dibanding orang lain, maka bisa jadi harta yang berlebih itu menjadi peluang untuk dioptimalkan sebagai amal, dengan memberikannya kepada yang berhak. Tentu saja, hal-hal pokok atau wajib atau minimum sebagai seorang muslim haruslah terpenuhi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebagaimana riwayat yang sampai pada kita, pun pintu surga beragam, ada orang masuk surga dari pintu shalat, dari pintu puasa, pintu sedekah, pintu jihad, dan sebagainya. Sedikit orang yang bisa masuk dari semua pintu.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagi saya, &quot;andai&quot; saja tadabbur ayat ini sampai pada saya jauh-jauh hari, barangkali saya tidak perlu merasakan keminderan yang cukup parah di masa lalu. Memahami &quot;setiap orang mengetahui tempat minumnya&quot; akan menenangkan bahwa ada personalitas (potensi alamiah yang ditentukan Tuhan) yang berbeda tiap orang, maka berjalanlah dengannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tadabbur ayat ini tersambung dengan &quot;&lt;i&gt;man &#39;arafa nafsahu faqad &#39;arafa rabbahu&lt;/i&gt;&quot;, siapa yang mengenal dirinya maka ia mengenal Tuhannya. Mengenali diri adalah tahap untuk mengenal apa yang ia mesti minum&amp;nbsp; serta di mana tempat ia minum. Hal ini mengarah pada &quot;mencapai versi terbaik dari dirinya&quot;, ukurannya adalah diri sendiri bukan orang lain. Mencapai versi terbaik dari dirinya dengan mengoptimalkan apa yang telah diberikan oleh Tuhan, dan mengasahnya dengan baik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada berbagai cara ataupun terminologi untuk &quot;mengetahui tempat minumnya masing-masing&quot;.&amp;nbsp;Misal -seperti kata Cak Nun- manusia shalat, manusia puasa. Ada pula mengambil kecenderungan pada para sahabat, apakah lebih dekat ke Abu Bakr, lebih dekat ke Umar, Utsman, atau &#39;Ali, atau para sahabat lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terkait pendekatan ini, saya teringat ucapan Mas Salim A. Fillah, terkait bagaimana meneladani Rasulullah. Apabila merasa terlalu jauh, maka lihatlah ke dua sahabatnya terdekat, Abu Bakr dan Umar. Kecenderungannya ke arah mana, atau bila dilebarkan lagi bisa ke sepuluh sahabat Rasul yang dijamin masuk surga. Ini hanyalah salah satu cara untuk mengenali potensi, atau mengenali kecenderungan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tentu saja ada berbagai macam terminologi dan cara, tak melulu dari yang telah disebutkan sebelumnya, Terpenting, bagaimana mencari dan mendapatkannya, serta mengoptimalkannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/882296406117971062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/10/tempat-minumnya-masing-masing.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/882296406117971062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/882296406117971062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/10/tempat-minumnya-masing-masing.html' title='Tempat Minumnya Masing-masing'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7646767748401587981.post-8686763504967501895</id><published>2021-01-30T14:21:00.002+07:00</published><updated>2021-11-05T16:44:52.826+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Running"/><title type='text'>Perlukah Membeli Running Watch?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJ45IVjfFY6iKCMRNPaNEsik2LWe8FldUgKqkBsMXQowzDxAjlZzh2kwpyiqOpn-bF8EwHWNvEaW-OW6mZQZpIa-3UNlKU3pVQXeqA50zM7Qlx23JH48kCRPPTDrlqrT2mibMD61ekHTc/s1080/002.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perlukah membeli Running Watch?&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1080&quot; data-original-width=&quot;1080&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJ45IVjfFY6iKCMRNPaNEsik2LWe8FldUgKqkBsMXQowzDxAjlZzh2kwpyiqOpn-bF8EwHWNvEaW-OW6mZQZpIa-3UNlKU3pVQXeqA50zM7Qlx23JH48kCRPPTDrlqrT2mibMD61ekHTc/w640-h640/002.png&quot; title=&quot;Perlukah membeli Running Watch?&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kadang ada yang bertanya, &quot;rekomendasi jam lari yang murah &lt;i&gt;dong, &lt;/i&gt;yang cocok untuk pemula?&quot; Nah, sebelum pertanyaan itu dijawab, ada pertanyaan yang lebih mendasar, &quot;perlukah membeli jam lari?&quot; atau &quot;kapan kita perlu membeli jam lari?&quot; mengingat harga jam lari yang tidak murah-murah &lt;i&gt;banget, &lt;/i&gt;meski sekarang sudah ada juga &lt;i&gt;sih &lt;/i&gt;jam lari dengan harga yang lebih terjangkau.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk menjawab pertanyaan ini, saya teringat saat awal berlari di pertengahan 2016, saat menggunakan &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;&amp;nbsp;untuk merekam aktivitas lari saya. Saat itu saya menggunakan Endomondo, selain aplikasi ini juga masih ada aplikasi lain yang bisa dipakai, seperti Strava, Runkeeper, MapMyRun (pengganti Endomondo yang sudah bubar akhir tahun 2020), dan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pengalaman menggunakan &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;&amp;nbsp;untuk merekam lari ya kadang enak kadang tidak. Enaknya ya tentu saja enggak perlu keluar uang banyak untuk bisa merekam aktivitas lari, apalagi saya (saat itu) gak ngerti-ngerti atau gak perlu-perlu amat sensor semacam &lt;i&gt;heart-rate&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan lainnya. Gak enaknya adalah saya mesti memastikan baterai &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;&amp;nbsp;cukup sebelum, selama, dan setelah saya berlari. Semisal saya ingin lari selama satu jam, maka saya perlu memastikan baterainya cukup, terkadang saya lupa mengisi ulang baterai sehingga bikin agak males untuk lari di besok paginya (ya karena gak bisa kerekam aktivitas larinya). Soalan baterai ini penting karena sensor GPS-nya perlu terus aktif selama berlari, belum lagi bila ingin lebih akurat maka perlu juga mengaktifkan koneksi internet.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gak enak yang kedua adalah soal kenyamanan. Saya menggunakan &lt;i&gt;arm band&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di lengan kanan selama berlari untuk menyimpan &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;. Kenapa enggak disimpan di saku celana? Jawabannya karena suara &lt;i&gt;alert &lt;/i&gt;atau pengingat tiap kilometer dan &lt;i&gt;pace-&lt;/i&gt;nya tidak terlalu terdengar, apalagi jika sekitar kita sedang ramai suara. Memegang &lt;i&gt;handphone &lt;/i&gt;malah lebih tidak nyaman, maka saya menggunakan &lt;i&gt;arm band&lt;/i&gt;. Namun, karena berlari sekian puluh menit hingga sejam, maka seringkali &lt;i&gt;arm band&lt;/i&gt;&amp;nbsp;nya melorot karena keringat, jadi saat berlari beberapa kali mesti membetulkan posisi &lt;i&gt;arm band&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gak enak yang ketiga adalah saya tidak bisa memantau &lt;i&gt;current pace&lt;/i&gt;&amp;nbsp;atau laju berlari saat itu, karena yang terdengar dari &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;&amp;nbsp;adalah &lt;i&gt;lap pace&lt;/i&gt;&amp;nbsp;atau laju per kilometernya. Hal ini penting untuk membantu berlari di laju yang cenderung konstan dan tidak naik-turun drastis.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tiga hal ini cukup menjadi alasan bagi saya untuk membeli jam lari, selain tentunya adanya berbagai fitur yang ada di jam lari. Saya masih bisa-bisa saja untuk berlari maksimal 10 kilo dengan menggunakan &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;, tapi karena tentu saja ingin mencapai jarak yang lebih tinggi, bergantung pada &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan keterbatasan baterainya menjadi soalan. Tidak akan nyaman menggunakan &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;&amp;nbsp;misalnya untuk jarak &lt;i&gt;half-marathon&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang memakan waktu bisa sampai dua jam bahkan tiga jam.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maka, bila ditanya perlukah membeli &lt;i&gt;running watch&lt;/i&gt;&amp;nbsp;atau jam lari, maka jawabannya adalah &lt;b&gt;perlu&lt;/b&gt;, bila &lt;i&gt;budget&lt;/i&gt;&amp;nbsp;kita &quot;tidak terbatas&quot; ya tentu tak perlu pikir panjang, namun bila &lt;i&gt;budget&lt;/i&gt;&amp;nbsp;kita terbatas, maka belilah jam lari ketika:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sudah rutin lari, ini penting agar jam tidak mubazir. Bila kegunaannya hanya untuk menunjukkan jam, maka ada banyak jam dengan harga yang jauh lebih murah dan bagus. Bila untuk &lt;i&gt;smart device &lt;/i&gt;saja, banyak pilihan &lt;i&gt;smart watch&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang memiliki kemampuan konektivitas dan fitur lebih baik, meski banyak jam lari pun memiliki beberapa fitur &lt;i&gt;smart watch&lt;/i&gt;. Akan disayangkan apabila jam lari tidak sering dipakai, menjadi mubazir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki target jarak yang lebih jauh. Jika mengambil contoh saya sebelumnya, kalau targetnya adalah untuk lari belasan kilometer atau lebih, penggunaan jam lari akan lebih memudahkan dan memberi rasa lebih nyaman serta lebih diperlukan. Contoh lainnya adalah bila ingin menjajal &lt;i&gt;trail running, &lt;/i&gt;karena akan lebih aman menggunakan jam lari serta ketahanan baterai yang lebih baik, karena &lt;i&gt;trail running&lt;/i&gt;&amp;nbsp;memiliki waktu tempuh lebih lama dibanding lari di jalanan dengan jarak yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ingin menggunakan fitur-fitur lain yang disajikan&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;jam lari. Ambil contoh &lt;i&gt;training plan&lt;/i&gt;, jam seperti Garmin, Suunto, Polar serta Coros, memiliki fitur &lt;i&gt;personal training plan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang diberikan secara gratis, fitur &lt;i&gt;training plan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;akan sangat bermanfaat bagi para pelari untuk mencapai targetnya. Fitur &lt;i&gt;training plan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sebetulnya disajikan juga oleh pengembang aplikasi seperti Strava, namun pengguna mesti membayar biaya berlangganan per bulan atau per tahun, yang apabila dihitung bisa lebih mahal dibanding membeli jam lari. Fitur latihan semisal &lt;i&gt;interval training&lt;/i&gt;&amp;nbsp;pun disajikan berbagai jam lari, fitur yang tidak selalu ada di aplikasi perekam aktivitas lari di &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;. Jam lari juga memberikan &lt;a href=&quot;https://www.firman.my.id/2020/11/mengenal-istilah-istilah-dalam-running.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;berbagai &lt;i&gt;running metrics &lt;/i&gt;yang berguna bagi para pelari&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ada dananya. Ini penting selain ya perlu dana untuk membeli tetapi juga agar tidak memaksakan membeli jam lari sementara belum ada alokasi dananya. Ya untuk ini tentu saja kembali ke pilihan masing-masing.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Nah, beberapa alasan di atas mudah-mudahan bisa sedikit menjawab apakah perlu kita membeli jam lari, mengingat harganya yang kebanyakan tidak murah, maka perlu dipikirkan keperluan untuk membeli jam lari. Memiliki jam lari memang memberi banyak manfaat dan nilai plus, selain berbagai fitur yang ditawarkan, kita pun tidak perlu membawa &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;&amp;nbsp;saat berlari. Saya pribadi kadang tidak membawa &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;&amp;nbsp;saat berlari bila jarak larinya hanya sekitar lima kilometer atau hanya sekitaran rumah saja.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Punya alasan atau jawaban lain? Yuk kasih jawaban kamu di kolom komentar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Masih bingung mau beli jam lari yang mana? Baca saja pembahasan mengenai beberapa jam lari berikut:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://www.firman.my.id/2020/10/ulasan-forerunner-45-245-645-745-dan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ulasan Garmin Forerunner 45, 245, 645, 745, dan 945&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://www.firman.my.id/2020/11/mengulas-venu-dan-vivoactive-gps.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Mengulas Venu dan Vivoactive, GPS Smartwatch dari Garmin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://www.firman.my.id/2020/11/harga-sama-pilih-mana-forerunner-45.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Harga Sama, Pilih Mana? Forerunner 45 versus Venu SQ Non-Music&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.firman.my.id/feeds/8686763504967501895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/01/perlukah-membeli-running-watch.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/8686763504967501895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7646767748401587981/posts/default/8686763504967501895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.firman.my.id/2021/01/perlukah-membeli-running-watch.html' title='Perlukah Membeli Running Watch?'/><author><name>Firman Maulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09283690710480131749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GUX1JIaxwm_q8YvqSrZsP9_pyz7f9BGjTVGxHLTwhoqUjA67xTfwzLbfK9gz_JGlFvbMa_FS_xfJiANZlHkIsEIrHxMBaZZ3hKNaC46I5G719GCq83Q4Xvaa8VBtkA/s220/67402388_2401970483376403_7644081812813077775_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJ45IVjfFY6iKCMRNPaNEsik2LWe8FldUgKqkBsMXQowzDxAjlZzh2kwpyiqOpn-bF8EwHWNvEaW-OW6mZQZpIa-3UNlKU3pVQXeqA50zM7Qlx23JH48kCRPPTDrlqrT2mibMD61ekHTc/s72-w640-h640-c/002.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>