<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>FKIM UIKA BOGOR</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 04:00:25 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">83</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Kepala Polisi Inggris Memperingatkan akan Menghadapi kerusuhan antara Muslim dan Kaum Fasis Inggris</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/06/kepala-polisi-inggris-memperingatkan.html</link><category>berita</category><category>headline</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 6 Jun 2013 16:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-468507713178092302</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/09/inggris-bentrok.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="237" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/09/inggris-bentrok.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Minggu ini para kepala polisi di seantero Inggris diperingatkan untuk bersiap-siap akan terjadinya kerusuhan ras pada musim dingin. Kepolisian Inggris tengah bersiaga ditengah di tengah meningkatnya kekhawatiran terjadinya aksi kekerasan dalam bentrokan antara Muslim dan kelompok preman sayap kanan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Telah terjadi beberapa kerusuhan di beberapa kota di Inggris dimana Liga Pertahanan Inggris (EDL) memprotes terjadinya Islamisasi di Inggris. EDL adalah sebuah organisasi payung yang menarik para aktivis kelompok sayap kanan, neo-Nazi dan hooligan sepak bola dengan kebencian bersama atas “ekstremisme Islam”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
EDL telah mendirikan divisi di Luton, di utara London, Bristol, Portsmouth, Southampton, Derby, Cardiff dan di West Midlands. Empat unit kepolisian nasional, termasuk para ahli di bidang hooliganisme sepakbola dan terorisme, sedang menyelidiki kelompok itu. John Denham, sekretaris negara bagi kelompok itu dan dan pemerintah daerah, memperingatkan bahwa ada persamaan yang kuat antara kelompok itu, yang merencanakan protes di lingkungan muslim, dengan Kelompok Fasis Oswald Mosley’s British Union, yang memicu perkelahian ketika mereka berjalan melalui daerah Yahudi di London East End pada tahun tiga puluhan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Denham mengatakan: “Jika anda melihat demonstrasi-demonstrasi mereka [EDL] yang mereka telah organisir, jelas bahwa ini sebuah taktik yang dirancang untuk memprovokasi dan mendapatkan tanggapan dan berharap terjadinya kekerasan.” (Khilafah.com, 22/9/2009)&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Oposisi Suriah Buktikan Anggota Garda Revolusi Iran Bantu Rezim Assad</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/06/oposisi-suriah-buktikan-anggota-garda.html</link><category>berita</category><category>headline</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 6 Jun 2013 16:32:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-3789207365759258373</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2012/01/art.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img border="0" height="196" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2012/01/art.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebuah kelompok oposisi Suriah “Tentara Bebas Suriah” telah merilis sebuah video yang menunjukkan apa yang mereka katakan tujuh warga Iran, termasuk lima anggota Pengawal Revolusi, yang ditangkap di kota Homs.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Video itu menunjukkan dokumen perjalanan dari tawanan, beberapa di antaranya tampak berbicara dalam bahasa Persia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kelompok oposisi bersenjata Suriah, yang menyebut dirinya “Brigade Al-Faruq Tentara Bebas Suriah,” juga merilis pernyataan yang menyerukan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamanei untuk mengakui dalam kata-kata secara eksplisit dan jelas bahwa adanya unsur Garda Revolusi Iran di Suriah dalam rangka untuk membantu rezim Assad menindak keras rakyat Suriah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kelompok ini juga mendesak Khamanei untuk menarik semua pejuang Garda Revolusi dari Suriah, dan berjanji mereka akan membebaskan semua tawanan pejuang Iran.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kelompok itu mengatakan lima dari mereka yang diculik adalah militer yang bekerja dengan pasukan intelijen udara Suriah dan dua orang merupakan warga “berstatus sipil” sebagai karyawan di sebuah pembangkit listrik di Homs.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mereka menambahkan bahwa semua tujuh tawanan memasuki Suriah selama pemberontakan dan paspor dari lima orang militer tersebut tidak mengandung visa, menambahkan bahwa mereka akan segera merilis dua warga sipil Iran.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kelompok oposisi Suriah sebelumnya telah menuduh Iran dan kelompok Hizbullah Libanon membantu pasukan Presiden Bashar al-Assad dalam penumpasan berdarah terhadap para demonstran.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Uni Koordinasi Revolusi Suriah melaporkan pada 17 Januari lalu, sekelompok pejuang Hizbullah telah menyerang demonstran sipil di dekat Damaskus dengan roket BM-21Grad asal Rusia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Serangan itu dikoordinasikan dengan pasukan Presiden Bashar Assad,” kata kelompok oposisi Suriah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebuah sumber dari Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan kepada Al Arabiya pada 16 Januari lalu bahwa “pemerintah Iran belum ikut campur dalam situasi di Suriah,” namun menekankan bahwa Teheran berkomitmen untuk sebuah perjanjian pertahanan bersama dengan Damaskus.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Kami dan saudara-saudara kami di Irak serta Libanon melindungi Suriah,” jelas sumber itu dalam referensi yang jelas kepada pemerintah Nouri al-Malikil dan Hizbullah, yang keduanya sekutu Iran. (eramuslim.com, 27/1/2012)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2012/01/30/oposisi-suriah-buktikan-anggota-garda-revolusi-iran-bantu-rezim-assad/"&gt;Hizbut Tahrir Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Survey Yougov: 40% Mahasiswa Muslim Inggris Mendukung Syariah dan 33% Mendukung Khilafah</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/06/hti-press.html</link><category>berita</category><category>headline</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 6 Jun 2013 16:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-1965634908776304183</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2010/01/yougov.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2010/01/yougov.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
HTI-Press. Dalam sebuah hasil survey yang dilakukan YouGov terungkap hasil yang cukup mengejutkan dua perlima (40 %)dari mahasiswa Muslim yang disurvei mendukung diterapkannya Syariah menjadi undang-undang bagi Muslim Inggris. Sementara itu sepertiga (33%) dari mahasiswa Muslim yang disurvei mendukung diterapkannya kekhalifahan di seluruh dunia yang didasarkan pada hukum Syari’ah. Mayoritas (58%) dari anggota aktif Masyarakat Islam kampus mendukung ide ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hasil ini disampaikan Jhon Thorne dan Hannah Stuart dari oleh Pusat Kohesi Sosial di Inggris dalam laporannya yang berjudulIslam di Kampus : Sebuah Survey Jajak Pendapat Mahasiswa di Inggris. Islam di Kampus adalah survei yang paling komprehensif yang pernah dilakukan atas pendapat para mahasiswa Muslim di Inggris, berdasarkan polling yang tugaskan khusus untuk itu yakni YouGov atas 1400 mahasiswa, di lapangan maupun lewat wawancara.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Laporan ini meneliti sikap para mahasiswa mengenai isu-isu kunci termasuk toleransi beragama, kesetaraan gender dan integrasi. Sementara mayoritas mahasiswa Muslim ‘mendukung sekularisme dan nilai-nilai demokrasi, mereka toleran terhadap kelompok-kelompok lain dan menolak kekerasan atas nama agama, Islam di Kampus juga mengungkap temuan-temuan yang signifikan. Kecendrungan mahasiswa muslim Inggris untuk mendukung syariah dan Khilafah memang meningkat meskipun belum menjadi suara mayoritas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun ketika ditanya tentang isu perang Irak, dua pertiga dari mahasiswa Muslim yang disurvei (66%) mengatakan mereka telah kehilangan rasa hormat terhadap pemerintah Inggris karena invasinya ke Irak. Secara terpisah, 20% juga mengatakan bahwa rasa hormat mereka terhadap masyarakat Inggris secara keseluruhan telah berkurang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun, hampir sepertiga (30%) dari mahasiswa Muslim yang disurvei mengatakan mereka menghormati masyarakat Inggris telah meningkat didasarkan pada reaksi publik (umumnya negatif) terhadap perang Irak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
57% dari mahasiswa Muslim yang disurvei mengatakan bahwa prajurit Muslim Inggris harus dibiarkan untuk memilih keluar untuk mengambil bagian dalam operasi militer di negara-negara Muslim, dibandingkan dengan sebagian besar (71%) dari responden non-Muslim yang mengatakan mereka seharusnya tidak keluar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Peran Hizbut Tahrir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selama ini gerakan Islam di kampus Inggris yang sangat gencar menyerukan syariah dan Khilafah adalah Hizbut Tahrir. Kelompok liberal telah menggunakan berbagai cara untuk mencegah berkembanganya Hizbut Tahrir di kampus-kampus Inggris. Namun tampaknya upaya itu tidak berhasil. Meskipun belum menjadi suara mayoritas, dukungan mahasiswa Inggris terhadap syariah dan Khilafah semakin meningkat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Banyak diantara mahasiswa muslim yang tadinya berpikir sekuler kemudian berubah setelah berinteraksi dengan aktivis Hizbut Tahrir di kampus-kampus. Salah satunya adalah pengalaman Dr Nazreen Nawas . Muslimah yang sekarang menjadi Perwakilan Media Muslimah HT Inggris ini belajar kedokteran di Kings College London dan lulus tahun 1997, juga mendapat gelar BSc di bidang Biomedical Science.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Walaupun lahir dari keluarga Muslim, gaya hidup dan pemikiran Nazreen sebelum mengenal Hizbut Tahrir sangat terbentuk oleh nilai-nilai dan ide-ide Barat.” Saya melihat Islam hanya sebagai suatu keyakinan agama yang tidak memiliki kaitan dengan politik atau aturan yang mengatur suatu masyarakat. Pengetahuan saya tentang Islam hanya terbatas pada beberapa ibadah ritual seperti shalat, puasa, haji dan zakat”, ujarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun pandangannya berangsur berubah setelah berinteraksi dengan Muslimah HT. Dia mengakui pertama kali mengenal HT saat masuk kuliah di universitas ketika menghadiri pengajian-pengajian dan diskusi-diskusi yang diadakannya. Melalui diskusi dengan para anggotannya, dia kemudian menjadi yakin secara rasional melalui bukti-bukti yang diberikan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan cara hidup untuk seluruh umat manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mulailah tergambar dalam benaknya bahwa ketika Islam dijadikan sebagai sebuah sistem pemerintahan dan hukum dalam sebuah negara, maka negara itu dapat menjadi negara yang memimpin dengan kuat secara ekonomi maupun moral, mengangkat dan menciptakan suatu masyarakat yang maju di bidang teknologi dan sains, di samping menjadi negara yang aman, tentram dan menjunjung kehormatan umat manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Dari penelitian yang saya lakukan, HT lah satu-satunya kelompok yang dapat mempertanggung jawabkan setiap pernyataanya, mengadopsi segala pemikiran dan tindakannya dengan mengambil dalil-dalil Islam, memiliki kejelasan dalam tujuannya, dalam setiap langkah perjuangannya, dan visi sebuah negara yang akan dibangunnya, termasuk dibuatnya sebuah draft konstitusi,” tegasnya.(RZ/FW)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2010/01/08/survey-yougov-40-mahasiswa-muslim-inggris-mendukung-syariah-dan-33-mendukung-khilafah/"&gt;Hizbut Tahrir Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>99 Persen Rakyat Suriah termasuk Non Muslim Mendukung Khilafah</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/06/99-persen-rakyat-suriah-termasuk-non.html</link><category>berita</category><category>headline</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 6 Jun 2013 16:23:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-4380169305805774552</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2013/06/936718_4257819063756_60294509_n1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2013/06/936718_4257819063756_60294509_n1.jpg" width="222" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Juru Bicara Hizbut Tahrir Suriah Hisham Albaba menyatakan hampir seluruh rakyat Suriah mendukung Khilafah. “Meski media-media yang anda baca, dengar dan tahu bahwa pejuang Suriah itu jumlahnya sedikit dan lain-lain, tapi faktanya adalah yang menginginkan khilafah tegak adalah 99% dari jumlah penduduk Suriah, bahkan termasuk di dalamnya non Muslim,” ungkapnya, Senin (3/6) di Masjid Raya Bogor, Jawa Barat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di hadapan tak kurang dari seribu jamaah, Hisham juga menyebutkan bahwa diktator Bashar Al Assad merupakan benteng terakhir negara kapitalis dan sekuler di Timur Tengah. Maka, jika sampai dia jatuh, tegaklah Daulah Khilafah Islamiyah di Suriah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hisham juga menjelaskan bagaimana dominasi Bashar yang masih kuat. Hal ini dikarenakan Bashar didukung oleh sebagian besar negara kafir penjajah. Di belakang Bashar ada Rusia yang terus menerus mengirimkan senjata dan kapal-kapal perangnya untuk tentara Bashar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di sisi lain, Cina juga membantu Bashar dengan teknologi-teknologinya. Sedangkan, Iran juga membantu Bashar dengan intelijen-intelijen dan pasukan perangnya yang datang ribu demi ribu. “Berita terbaru, sekarang Iran sudah menyiapkan 50.000 pasukannya untuk berangkat ke Suriah untuk memerangi kami. Belum lagi ditambah bantuan Israel kepada Bashar. Tapi, meski demikian, dengan pertolongan Allah, sungguh Bashar sekarang hanya menguasai 30% saja dari wilayahnya! Tidak lebih!” jelasnya.(mediaumat.com, 5/6)&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Muktamar Khilafah 2013 “Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah”</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/05/muktamar-khilafah-2013-perubahan-besar.html</link><category>Kegiatan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 5 May 2013 05:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-5629143473108249562</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;h1 class="post_name" id="post-15946" style="background-color: white; border: 0px; clear: both; color: #111111; font-family: Helvetica, Arial, 'Lucida Grande', Verdana, sans-serif; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b style="color: #333333; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; line-height: 2; text-align: justify; text-transform: uppercase;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="alignleft" height="110" src="http://fkimuikabogor.files.wordpress.com/2013/01/muktamarkhilafah2013.jpg?w=150&amp;amp;h=110" style="border: 0px; float: left; font-family: inherit; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px 14px 10px 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;" width="150" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;div class="post_text" style="background-color: white; border: 0px; color: #333333; font-family: Helvetica, Arial, 'Lucida Grande', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin: 0.9em 0px 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;Khilafah adalah suatu kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syariah Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia.&amp;nbsp;&lt;span id="more-15946" style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/span&gt;Walhasil, keberadaan Khilafah itu bukanlah demi kekuasaan atau pemerintahan itu sendiri. Khilafah ada hanya demi syariah yang wajib hukumnya berdasarkan dalil-dalil al-Qur`an dan as-Sunnah. Lebih lanjut, Banyak Ulama menyatakan tentang kuatnya hubungan agama(syariah) dan Negara(Khilafah) seperti Imam Ghazali dalam “&lt;i&gt;al-Iqtishad fi al-I’tiqad”&lt;/i&gt;menyatakan “&lt;i&gt;Agama adalah asas dan kekuasaan adalah penjaganya. Apa saja yang tidak ada asasnya akan roboh dan apa saja yang tidak ada penjaganya akan hilang&lt;/i&gt;”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
Selain jelas wajibnya, menegakkan syariah juga mempunyai banyak urgensitas (&lt;i&gt;ahammiyah&lt;/i&gt;) dalam perspektif Islam. Antara lain :&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, tegaknya syariah dapat mewujudkan tujuan penciptaan manusia, yaitu beribadah kepada Allah SWT&amp;nbsp;&lt;i&gt;(QS. Adz-Dzariyaat [51] : 56)&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Beribadah dalam arti umum, yakni mentaati segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah. Misalnya menjalankan sistem pidana Islam jelas tidak mungkin ada tanpa syariah Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, tegaknya syariah membuahkan kesejahteraan dan kemaslahatan bagi umat manusia di dunia&amp;nbsp;&lt;i&gt;(QS. Al-A’raaf [7] : 96).&lt;/i&gt;Sebaliknya dengan menelantarkan syariah, manusia akan hidup sengsara dan mendapat azab dari Allah di dunia&amp;nbsp;&lt;i&gt;(QS. Ar-Ruum [30] : 41).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, tegaknya syariah akan menyelamatkan kita di Hari Kiamat kelak.&amp;nbsp;&lt;i&gt;(QS. Thaha [20] : 123-124)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
Jelaslah, menegakkan syariah adalah suatu kewajiban yang tidak dapat ditawar-lagi lagi. Menegakkan syariah adalah kewajiban yang sudah final dan tidak boleh dibatalkan oleh siapa pun dan dalam masa kapan pun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
Namun mustahil kita menjalankan kewajiban menerapkan syariah secara menyeluruh (&lt;i&gt;kaffah&lt;/i&gt;) tanpa adanya Khilafah sebagai pemerintahan yang pro-syariah. Kaidah fikih menegaskan&amp;nbsp;&lt;i&gt;maa laa yatimmul wajibu illa bihi fahuwa waajib&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(jika suatu kewajiban tidak dapat terlaksana kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula hukumnya). Maka tidak mungkin kita menjalankan kewajiban penegakan syariah, tanpa Khilafah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
Sebaliknya Demokrasi-Kapitalisme sebagai ideologi yang diterapkan di dunia saat ini nyata-nyata telah gagal menyelesaikan berbagai problematika umat manusia. Kapitalisme telah menjerumuskan manusia kepada titik yang paling hina dan nista. Negara kapitalis juga menghadapi krisis global, banyak yang colaps menuju kebangkrutan. Berbagai cara dicoba juga tidak membuahkan hasil, justru mereka seperti putus asa bisa keluar dari system kapitalis yang ribawi. Sungguh sebentar lagi system kapitalis akan menuju kehancurannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
Disisi lain, banyak negeri muslim yang merindukan hidup dibawah naungan khilafah. Setelah apa yang mereka rasakan, lihat dan saksikan, dengan system selain khilafah, mereka semakin menderita, jauh dari rasa aman, tentram dan bahagia. Berbagai pergolakan yang terjadi di timur tengah (Tunisia, Mesir, Lybia, Suriah, dll) selain untuk menurunkan rezim penguasa diktaktor agen Penjajah (Barat), juga menuntut penerapan syariah dan khilafah. Bahkan dijantung Negara kapitalis sendiri, opini tentang tegaknya Khilafah semakin Besar. Khilafah bergema di Amerika Serikat, Inggris, Denmark, Jerman, Belanda, Australia, Perancis, Spanyol, dll. Sekarang seluruh umat manusia menantikan masa yang dikabarkan oleh Rosulullah SAW yakni&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Kemudian akan datang kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian..”&lt;/i&gt;. Sekarang adalah momentum perubahan besar dunia &amp;nbsp;menuju Khilafah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
Maka bersamaan dengan momentum 89 tahun Runtuhnya Khilafah, sekaligus mengingatkan umat Islam akan kewajibannya untuk menegakkan Khilafah dan memberikan kabar gembira akan hadirnya kembali Khilafah Islam (dalam waktu dekat), Hizbut Tahrir Indonesia berencana melaksanakan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Muktamar Khilafah 1434 H.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b&gt;NAMA DAN TEMA KEGIATAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
Kegiatan ini bernama Muktamar Khilafah 1434H dengan tema utama ”&lt;i&gt;Perubahan besar Dunia Menuju Khilafah&lt;/i&gt;”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b&gt;TUJUAN KEGIATAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan:&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
1. Untuk mengingatkan umat Islam tentang kewajiban mereka untuk menegakkan KhilafahIslamiyah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
2. Memberikan kabar gembira kepada umat Islam akan perubahan besar dunia menuju tegaknyakembali Kekhilafahan Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
3. Membentuk opini umum tentang syariah dan khilafah di tengah-tengah masyarakat , Indonesiadan Dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; line-height: 2; margin-bottom: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengajak kaum muslimin ambil bagian dalam menyongsong perubahan besar dunia menuju Khilafah,&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Khilafah Hanya 30 Tahun?</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/khilafah-hanya-30-tahun.html</link><category>Tarikh</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 28 Apr 2013 03:44:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-3668056620453100887</guid><description>&lt;div id="summary6444779665379800674" style="background-color: white; border: 0px; font-family: Helvetica, 'palatino linotype', palatino, Helvetica, times, serif; font-size: 13px; line-height: 17.15625px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;div class="separator" style="background-color: transparent; border: 0px; clear: both; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/08/syariat.jpg" imageanchor="1" style="background-color: transparent; border: 0px; clear: left; color: #fa6700; float: left; margin: 0px 1em 1em 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;img alt="syariat.jpg (420×280)" border="0" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/08/syariat.jpg" height="133" style="border: 1px solid rgb(170, 170, 170); margin: 0px; max-width: 475px; outline: 0px; padding: 2px; vertical-align: baseline;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="entry" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 5px 15px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="Section1" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Soal:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;strong style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Benarkah Khilafah hanya tiga puluh tahun? Jika benar, apakah berarti setelah itu kewajiban menegakkan Khilafah tidak ada lagi? Jika benar, apakah berarti bentuk negara dan sistem pemerintahan saat ini tidak harus mengikuti model Khilafah?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;strong style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Jawab:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Pendapat yang menyatakan bahwa Khilafah hanya tiga puluh tahun sesungguhnya didasarkan pada manthuq (makna harfiah) hadis. Padahal secara harfiah, dalam redaksinya memang tidak disertai hashr (pembatasan) yang bisa diartikan “hanya tiga puluh tahun”. Hadis tersebut, antara lain, diriwayatkan oleh Ibn Hibban dalam kitab Shahih-nya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; direction: rtl; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: right; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span lang="AR-SA" style="background-color: transparent; border: 0px; font-size: 14pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;أَخْبَرَنَا أَبُوْ يَعْلَى، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيْمُ بْنُ الْحَجَّاجِ السَّامِيِّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ بْنُ سَعِيْدٍ، عَنْ سَعِيْدٍ بْنِ جُمْهَانَ عَنْ سَفِينةَ، عَنِ النَّبِيِّ قاَلَ: «الخِلافةُ ثَلاثُونَ سنةً، وسائِرهُمْ مُلوكٌ، وَالخُلَفَاءُ وَالْمُلُوْكُ اثْناَ عَشَرَ» (رواه ابن حبان)&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Kami diberitahu oleh Abu Ya’la, kami diberitahu oleh Ibrahim bin al-Hajjaj as-Sami yang berkata: Kami diberitahu oleh Abdul Warits bin Said, dari Said bin Jumhan dari Safinah, dari Nabi saw. Baginda bersabda, “Khilafah itu tiga puluh tahun. Selebihnya adalah raja. Jumlah khalifah dan raja itu ada dua belas.” (HR Ibn Hibban).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Abu Hatim, sebagaimana dikutip Ibn Hibban, berkomentar:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Hadis tersebut menurut kami, bahwa pasca tiga puluh tahun itu, secara terpaksa boleh saja disebut khalifah, sekalipun kenyataannya mereka adalah raja. Adapun khalifah terakhir, yaitu yang keduabelas, adalah Umar bin Abdul Aziz. Jadi, ketika Al-Musthafa (Nabi) saw. menyebut Khilafah itu tiga puluh tahun, dan yang terakhir dari keduabelas khalifah itu adalah Umar bin Abdul Aziz—beliau&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/span&gt;termasuk Khulafa’ Rasyidin yang mendapatkan hidayah—maka istilah khalifah juga bisa digunakan untuk menyebut penguasa yang berkuasa antara beliau dan empat yang pertama.&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/29/khilafah-hanya-30-tahun/#_edn1" name="_ednref1" style="background-color: transparent; border: 0px; color: #fa6800; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; font-size: 10pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Abu Bakar menjadi khalifah selama 2 tahun, 3 bulan dan 22 hari; Umar bin al-Khaththab menjadi khalifah selama 10 tahun, 6 bulan, 4 malam; Utsman bin Affan menjadi khalifah 12 tahun, kurang 10 hari; Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah selama 5 tahun, 3 bulan kurang 14 hari; Muawiyah bin Abi Shafyan berkuasa selama 19 tahun, 14 bulan; Yazid berkuasa selama 3 tahun, 8 bulan; Muawiyah bin Yazid berkuasa selama 40 hari; Marwan al-Hakam berkuasa selama 10 bulan; Abdul Malik bin Marwan; al-Walid berkuasa selama 9 tahun, 8 bulan; Sulaiman bin Abdul Malik berkuasa 2 tahun, 8 bulan, 5 malam; Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah selama 2 tahun, 5 malam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Hadis yang sama juga dikutip oleh Imam as-Suyuthi dalam kitabnya, Tarikh al-Khulafa’. Bahkan dengan tegas, as-Suyuthi memasukkan bukan hanya empat khalifah, ditambah Umar bin Abdul Aziz, tetapi juga memasukkan para khalifah yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Dari penjelasan ini bisa dipahami, bahwa sebenarnya Khilafah tiga puluh tahun itu maksudnya adalah Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Mereka adalah Abu Bakar as-Shiddiq, Umar bin al-Khatthab, Utsman bin al-Affan, Ali bin Abi Thalib dan al-Hasan bin Ali. Total periode mereka adalah 30 tahun. Adapun yang lain setelahnya, tidak lagi mengikuti manhaj kenabian. Meski demikian, semuanya tetap layak disebut Khilafah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Mengenai Khalifah dua belas, as-Suyuthi berkomentar:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Karena itu, yang termasuk dua belas khalifah itu adalah empat khalifah (Abu Bakar, Umar, Ustman dan ‘Ali), al-Hasan, Muawiyah, Ibn Zubair, Umar bin Abdul Aziz. Mereka delapan orang. Ada kemungkinan al-Muhtadi dari Bani Abbas termasuk di antara mereka, karena dia seperti Umar bin Abdul Aziz dari Bani Umayyah; juga ath-Thahir, karena keadilannya. Tinggal dua lagi yang masih ditunggu. Salah satunya adalah al-Mahdi, karena dia dari Ali Bait Muhammad saw.&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/29/khilafah-hanya-30-tahun/#_edn2" name="_ednref2" style="background-color: transparent; border: 0px; color: #fa6800; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; font-size: 10pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Dengan demikian, pandangan bahwa Khilafah itu hanya tiga puluh, selebihnya bukan Khilafah, jelas tidak benar. Demikian juga bahwa Khalifah tersebut hanya berjumlah dua belas. Sebab, Khilafah tersebut, dengan berbagai kesalahan implementasi (isa’ah fi at-tathbiq) yang ada di dalamnya, tetaplah Khilafah. Demikian juga khalifah di luar duabelas khalifah tersebut, tetaplah khalifah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Selain itu, secara harfiah (manthuq), pernyataan “Khilafah itu tiga puluh tahun” tidak berarti menafikan yang lain. Jika ada yang berpendapat, bukankah frasa tsalatsuna sanah (tiga puluh tahun) ini, mafhum mukhalafah-nya bisa digunakan, sehingga lebih dari 30 tahun bukan lagi Khilafah? Demikian juga makna harfiah “duabelas khalifah”, berarti selain yang dua belas tidak bisa disebut khalifah?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Jawabannya adalah, jika ada konotasi mafhum mukhalafah yang bertentangan dengan nas yang jelas dan tegas maka konotasi tersebut tidak bisa diberlakukan. Selain itu, dalam redaksi tersebut juga tidak disebutkan alat pembatas (adat al-hashr), yang berfungsi membatasi sehingga bisa diartikan hanya 30 tahun atau 12 raja. Dengan kata lain, jika dinyatakan “Khilafah tiga puluh tahun”, atau “Khalifah dua belas” bisa juga diartikan, bahwa setelah tiga puluh tahun ada juga khalifah yang lain. Begitu juga dengan khalifah dua belas, bisa juga diartikan bahwa di luar kedua belas khalifah tersebut ada juga yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Berdasarkan fakta dan penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa kewajiban untuk menegakkan Khilafah tersebut tetap berlaku, selakipun pasca periode tiga puluh tahun. Jika ada yang menyatakan, bahwa kewajiban tersebut tidak berlaku lagi, karena setelah periode tiga puluh tahun itu tidak ada lagi Khilafah, maka kesimpulan ini sebenarnya merupakan kongklusi mantiq (logika), yang sama sekali tidak mempunyai nilai di mata Allah SWT. Sebaliknya, para ulama yang hidup pasca periode tersebut justru menyatakan kewajiban menegakkan Khilafah. Bahkan tidak ada satu pun di antara mereka yang menyatakan, bahwa menegakkan Khilafah itu tidak wajib. Sebut saja, al-Mawardi (w. 450 H), dalam kitabnya, Al-Ahkam as-Sulthaniyyah; al-Qurthubi (w. 671 H), dalam tafsirnya, Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Ibn Katsir (w. 774 H) dalam tafsirnya, Tafsir Ibn Katsir. Mereka semuanya telah menyatakan kewajiban adanya Khilafah (imamah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Dengan kata lain, andai saja adanya Khilafah (imamah) itu tidak wajib setelah periode Khilafah tiga puluh tahun, tentu mereka tidak akan menyatakan kewajiban adanya Khilafah. Namun justru sebaliknya, mereka secara konsisten menyatakan kewajiban tersebut. Bahkan ulama yang hidup di era akhir Kekhalifahan juga menyatakan pandangan yang sama tentang kewajiban adanya Khilafah. Sebut saja, kitab Al-Hushun al-Hamidiyyah. Semuanya ini membuktikan, bahwa hukum adanya Khilafah adalah wajib. Jika saat ini Khilafah tidak ada, berarti mendirikannya adalah wajib. Imam an-Nawawi, dalam kitabnya, Rawdhah ath-Thalibin wa Umdah al-Muftin menyatakan, bahwa mendirikan Imamah hukumnya fardhu kifayah. Jika hanya ada satu orang (yang layak) maka dia wajib diangkat. Jika tidak ada yang mengajukannya, maka Imamah itu wajib diusahakan.&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/29/khilafah-hanya-30-tahun/#_edn3" name="_ednref3" style="background-color: transparent; border: 0px; color: #fa6800; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; font-size: 10pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Selain hukumnya wajib, kewajiban menegakkan Khilafah ini juga berlaku untuk bentuk, sistem dan istilahnya. Bahkan istilah khilafah ini merupakan istilah syariah, dengan konotasi dan makna yang khas. Sebab, Khilafah merupakan bentuk negara dan sistem pemerintahan. Dengan demikian, hukum-hukum tersebut mengikat kaum Muslim. Jadi, tidak boleh lagi ada yang menyatakan, bahwa kaum Muslim bebas menentukan bentuk negara dan sistem pemerintahannya, karena bentuk dan sistemnya sudah ditetapkan oleh syariah. WalLahu a’lam. [HAR]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Catatan kaki:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;hr size="1" style="background-color: transparent; background-image: url(http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/themes/hti/images/horizontal-separator.gif); background-position: 0% 0%; background-repeat: repeat no-repeat; border: 0px none; height: 2px; margin: 0px 0px 10px; padding: 0px; width: 495px;" /&gt;
&lt;div id="edn1" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;div class="MsoEndnoteText" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px 9pt; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; text-indent: -9pt; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/29/khilafah-hanya-30-tahun/#_ednref1" name="_edn1" style="background-color: transparent; border: 0px; color: #fa6800; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'GoudySans Lt BT', sans-serif; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'MS Mincho'; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'GoudySans Lt BT', sans-serif; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/span&gt;Ibn Hibban,&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Shahih Ibn Hibban,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'GoudySans Lt BT', sans-serif; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'GoudySans Lt BT', sans-serif; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;VI/175-176.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="edn2" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;div class="MsoEndnoteText" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px 9pt; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; text-indent: -9pt; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/29/khilafah-hanya-30-tahun/#_ednref2" name="_edn2" style="background-color: transparent; border: 0px; color: #fa6800; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'GoudySans Lt BT', sans-serif; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'MS Mincho'; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'GoudySans Lt BT', sans-serif; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'GoudySans Lt BT', sans-serif; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Jalaluddin as-Suyuthi&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'GoudySans Lt BT', sans-serif; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'GoudySans Lt BT', sans-serif; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tarikh al-Khulafa’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'GoudySans Lt BT', sans-serif; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'GoudySans Lt BT', sans-serif; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;hlm. 4&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'GoudySans Lt BT', sans-serif; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="edn3" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;div class="MsoEndnoteText" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px 0px 10px 9pt; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; text-indent: -9pt; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/29/khilafah-hanya-30-tahun/#_ednref3" name="_edn3" style="background-color: transparent; border: 0px; color: #fa6800; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'GoudySans Lt BT', sans-serif; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'GoudySans Lt BT', sans-serif; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;An-Nawawi,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'GoudySans Lt BT', sans-serif; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Rawdhah ath-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-family: 'GoudySans Lt BT', sans-serif; font-size: 9pt; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;, Dar al-Fikr, Beirut, t.t., al-Marja’ al-Akbar, VIII/369.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tafsir QS al-Furqan [25]: 67: Sifat-sifat ‘Ibâd al-Rahman (3)</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/tafsir-qs-al-furqan-25-67-sifat-sifat.html</link><category>Tafsir</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 28 Apr 2013 03:40:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-8750530054860944878</guid><description>&lt;table class="contentpaneopen" style="border-spacing: 0px; border: 0px; color: #333333; font-family: Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 15px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;tbody style="border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;tr style="border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;td class="createdate" style="background-color: transparent; border: 0px; font-style: italic; margin: 0px; outline: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;" valign="top"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr style="border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding-bottom: 6px !important; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;" valign="top"&gt;&lt;div align="center" style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;b style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="border: 0px none; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;img align="left" border="0" src="http://mediaumat.com/images/2012/november/img_5096.jpg" height="200" style="border: medium none; margin: 0px; max-width: 475px; outline: 0px; padding: 2px; vertical-align: baseline;" width="133" /&gt;Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(TQS al-Furqan [25]: 67).&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sifat yang dimiliki&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;iI&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;bâd al-Ra&lt;span style="border: 0px none; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; text-decoration: underline; vertical-align: baseline;"&gt;h&lt;/span&gt;mân&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;para hamba Dzat Yang Maha Penyayang memang benar-benar terpuji. Dalam ayat ini, sifat yang dijelaskan adalah dalam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;membelanjakan dan menafkahkan harta yang dikaruniakan Allah SWT kepada mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;b style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tidak&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;i style="border: 0px none; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Isrâf&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Allah Swt berfirman:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;wa al-ladzîna idzâ anfaqû lam yusrifû&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(dan orang-orang yang apabila membelanjakan [harta], mereka tidak berlebih-lebihan). Kata&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-infâq&amp;nbsp;&lt;/i&gt;yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah membelanjakan harta. Diceritakan ayat ini, para hamba Dzat Yang Maha Penyayang itu dalam membelanjakan hartanya tidak&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;isrâf&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(melampaui batas). Dalam ayat ini disebutkan:&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;lam&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;yusrifû&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Secara bahasa, kata&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-isrâf&amp;nbsp;&lt;/i&gt;berasal dari kata&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-saraf.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Dijelaskan al-Asfahani, kata&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-isrâf&amp;nbsp;&lt;/i&gt;berarti&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;tajâwaz al-&lt;span style="border: 0px none; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; text-decoration: underline; vertical-align: baseline;"&gt;h&lt;/span&gt;add fî kulli fi’l yaf’aluhu al-insân&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(tindakan melampaui batas pada semua perbuatan yang dikerjakan manusia), meskipun yang lebih populer digunakan dalam hal infak (membelanjakan harta).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Karena pengertiannya adalah&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;tajâwaz al-&lt;span style="border: 0px none; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; text-decoration: underline; vertical-align: baseline;"&gt;h&lt;/span&gt;add&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(melampaui batasan), maka amat penting diketahui tentang&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="border: 0px none; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; text-decoration: underline; vertical-align: baseline;"&gt;h&lt;/span&gt;add&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(batasan) yang menjadi&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;miqyâs&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(tolok ukur, standar). Dengan batasan tersebut maka dapat diketahui, apakah suatu pembelanjaan harta sudah terkategorikan sebagai&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-isrâf&amp;nbsp;&lt;/i&gt;atau belum. Oleh karena kata tersebut dalam Alquran, maka batasan yang dimaksud adalah syara'. Bukan akal, adat, kebiasaan, begitu juga bukan kesederhanaan yang menjadi standar hidup. Dengan demikian, apabila seseorang membelanjakan harta untuk sesuatu yang diharamkan Allah disebut sebagai&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-isr&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;â&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;f,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;melampaui batas..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Inilah pendapat para ulama, seperti Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Qatadah, dan al-Dhahhak. Al-Hasan al-Basri –dalam kitab tafsir Ibnu Katsir— berkata.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Dalam infak fi sabilillah tidak tidak ada&amp;nbsp;&lt;/i&gt;sarâf&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(melampaui batas). Iyas bin Muawiyah juga berkata,&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Semua yang kalian langgar pada perintah Allah S&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;WT&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;, itu adalah&amp;nbsp;&lt;/i&gt;sarâf.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Untuk makna yang serupa, dalam ayat lain digunakan kata&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-tabdzîr&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(lihat QS al-Isra’ [17]: 26-27). Alquran dengan tegas mengharamkan tindakan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;i&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;srâf&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;tabdzîr.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Berkenaan dengan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;isrâf,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Allah SWT berfirman&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;:&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;J&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;anganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;(TQS al-A’raf [7]: 31, al-An'am [6]: 141). Sedangkan tentang&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-tabdz&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;î&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;r&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;,&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;disebutkan dalam firman-Nya:&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;(TQS al-Isra’ [17]: 26-27).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Bahwa Allah SWT tidak menyukai&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-musrif&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;î&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;n&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(orang-orang melakukan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-isr&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;â&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;f&lt;/i&gt;) merupakan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;qar&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;î&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;nah&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(indikasi) yang jelas tentang haramnya perbuatan tersebut. Dan sebagaimana ditegaskan ayat ini, para hamba al-Rahman itu tidak mengerjakan perbuatan terlarang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;b style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tidak Kikir&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Di samping tidak membelanjakan harta dalam kemaksiatan, mereka juga tidak bersifat kikir. Allah SWT berfirman:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;wa lam yaqtarû&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(dan tidak [pula] kikir). Secara bahasa,&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-qatr&amp;nbsp;&lt;/i&gt;berarti&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;taqlîl al-nafqah&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(meminimkan nafkah). Kata ini semakna dengan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-bukhl,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;lawan&amp;nbsp; dari&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-isrâf.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sedangkan secara syar’i,&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-qatr&amp;nbsp;&lt;/i&gt;berarti menahan diri dari membelanjakan harta dalam ketaatan kepada Allah SWT. Ibnu ‘Abbas mengatakan,&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Barangsiapa yang tidak mau membelanjakan pada perkara yang wajib atasnya, sungguh dia telah berbuat kikir.”&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Dikatakan juga oleh Mujahid, “&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Seandainya ada seseorang membelanjakan hartanya sebesar gunung emas dalam ketaatan kepada Allah&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;tidak dikategorikan sebagai al-saraf.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sebaliknya,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;membelanjakan hartanya&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;hanya&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;satu sha’&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;urusan maksiat&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;, maka terkategorikan sebagai al-saraf.&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;”&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Pendapat yang sama juga diikuti oleh Ibnu Juraij dan Ibnu Zaid.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Jika para hamba Allah SWT tidak bersifat kikir, karena perbuatan tersebut memang terlarang. Larangan ini disebutkan dalam nash lain, seperti firman Allah SWT:&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;-&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;(TQS. Ali Imran [3]: 180).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Secara spesifik, orang-orang yang tidak membayar zakat diancam dengan siksaan yang keras. Rasulullah SAW bersabda:&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tidak ada seorang pun yang memiliki emas dan perak, lalu tidak mengeluarkan zakatnya, kecuali akan dipakaikan kepadanya pakaian dari api neraka; yang dengan pakaian itu di neraka, pinggang, punggung, dan keningnya meleleh. Setiap bagian tubuh tadi hancur dikembalikan lagi seperti semula&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(HR al-Khamsah kecuali al-Tirmidzi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;b style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Hanya Membelanjakan Harta dalam Ketaatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Kemudian ayat ini diakhiri dengan firman-Nya: &amp;nbsp;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Wa kâna bayna dzâlika qawâm[an]&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(dan adalah [pembelanjaan itu] di tengah-tengah antara yang demikian). Kata&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;qawâm[an]&amp;nbsp;&lt;/i&gt;berarti&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;‘ad-l[an]&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(adil). Dalam konteks ayat ini, kata tersebut berarti dalam koridor ketaatan. Al-Nahas sebagaimana dikutip al-Syaukani dalam tafsirnya, berkata,&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Termasuk paling bagus dalam penafsiran ayat ini adalah: Sesungguhnya orang yang membelanjakan hartanya selain dalam ketaatan kepada Allah&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;adalah al-isrâf&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;(melampaui batas)&lt;/i&gt;;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;barangsiapa yang menahan diri tidak mau menafkahkan hartanya dalam ketaatan Allah adalah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-iqtâr (kikir); Dan barangsiapa yang menafkahkan hartaya dalam ketaatan kepada Allah S&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;WT&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;adalah&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-qawâm&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sebagaimana sifat-sifat lainnya yang telah dijelaskan dalam ayat sebelumnya, sifat&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;‘ibâd al-Ra&lt;span style="border: 0px none; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; text-decoration: underline; vertical-align: baseline;"&gt;h&lt;/span&gt;mâ&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dalam ini juga dalam kerangka pujian. Sehingga ini menjadi dorongan bagi siapa pun untuk memiliki sifat ini, yakni membelanjakan harta dalam ketaatan, baik dalam perkara wajib, mandub, atau mubah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Mengenai keutamaan infak dalam perkara wajib dan mandub telah banyak dijelaskan dalam nash lainnya. Dalam beberapa ayat, tindakan tersebut disebut sebagai&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;qardh&amp;nbsp;&lt;span style="border: 0px none; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; text-decoration: underline; vertical-align: baseline;"&gt;h&lt;/span&gt;asan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(utang yang baik). Sebagai layaknya utang, Allah SWT berjanji akan membayar kepada pelakunya dengan balasan berlipat ganda (lihat QS al-Baqarah [2]: 245), dihapus dosanya (lihat QS al-Maidah [5]: 12, al-Taghabun [64]: 17), diberikan pahala yang banyak (lihat QS al-Hadid [57]: 11). Ditegaskan pula bahwa perumpamaan menafkahkan harta di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir melahirkan seratus biji (lihat QS al-Baqarah [2]: 261).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Dari Abu Huraira ra, dia berkata: “Rasulullah SAW bersabda,&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Siapa yang bersedekah dengan sebiji kurma yang berasal dari&amp;nbsp; usahanya yang halal lagi baik (Allah tidak menerima kecuali dari yang halal lagi baik), maka sesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya kemudian Allah menjaga dan memelihar&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;a&lt;/i&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;nya untuk pemiliknya seperti seseorang&amp;nbsp; di antara kalian yang menjaga dan memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(Muttafaq ’alaih).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Demikianlah sifat para hamba Allah Yang Maha Penyayang dalam soal harta. Mereka tidak membelanjakan harta mereka dalam kemaksiatan. Mereka juga tidak kikir dalam berinfak pada perkara yang diperintahkan. Sebaliknya, mereka hanya membelanjakan hartanya dalam ketaatan kepada-Nya. Semoga kita termasuk di dalamnya, yakni terhindar dari sifat&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;isrâf&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;iqtâr,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dan giat menafkahkan harta di jalan-Nya.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Wal-Lâh a’lam bi al-shawâb.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px none; margin: 1em 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;b style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ikhtisar:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="border: 0px none; list-style: none outside none; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px 0px 0px 28px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;li style="border: 0px none; color: #4c4c4c; line-height: 20px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;‘Ibâd al-Rahmân,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;hamba Dzat Yang Maha Penyayang dalam soal harta&amp;nbsp; memiliki sifat yang spesifik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="border: 0px none; color: #4c4c4c; line-height: 20px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sifat mereka dalam soal harta: (1) tidak bersifat&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;isrâf&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;tabdzîr,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;yakni membelanjakan harta dalam kemaksiatan; (2) tidak&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; margin: 0px; outline: none 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;iqtâr&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(kikir, bakhil), yakni enggan menginfakkan harta dalam ketaatan; (3) hanya membelanjakan harta mereka dalam ketaatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div id="summary3583391951872884122" style="background-color: white; border: 0px; font-family: Helvetica, 'palatino linotype', palatino, Helvetica, times, serif; font-size: 13px; line-height: 17.15625px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: xx-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;[&lt;a href="http://www.globalmuslim.web.id/" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; color: #fa6700; font-size: 13px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;www.globalmuslim.web.id&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tafsir QS al-Furqan [25]: 68-69, Sifat-sifat ‘Ibâd al-Rahmân (4 )</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/tafsir-qs-al-furqan-25-68-69-sifat.html</link><category>Tafsir</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 28 Apr 2013 03:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-3203837697628275264</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;h1 class="singlePageTitle" style="background-color: white; border: 0px; color: #222222; font-family: 'trebuchet ms', arial, Helvetica !important; font-size: 21px; font-weight: normal !important; letter-spacing: -1px; line-height: 1.1em; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px 0px 4px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;a href="http://mediaumat.com/images/2013/februari/img_5096.jpg" imageanchor="1" style="background-color: transparent; border: 0px; clear: left; color: #fa6700; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; margin-top: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;img alt="img_5096.jpg (448×299)" border="0" height="200" src="http://mediaumat.com/images/2013/februari/img_5096.jpg" style="border: 1px solid rgb(170, 170, 170); margin: 0px; max-width: 475px; outline: 0px; padding: 2px; vertical-align: baseline;" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 24px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;div id="summary2122615246414579540" style="background-color: white; border: 0px; font-family: Helvetica, 'palatino linotype', palatino, Helvetica, times, serif; font-size: 13px; line-height: 17.15625px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="background-color: transparent; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(TQS al-Furqan [25]: 68-69)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_1" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ayat-ayat ini masih menjelaskan tentang sifat-sifat&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;i’ibâd al-Rahmân&lt;/em&gt;&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_2" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Jika dalam ayat-ayat sebelumnya telah diterangkan tentang ketaatan mereka dalam melaksanakan hukum syara’, maka dalam ayat ini dibeberkan sifat mereka yang meninggalkan perkara terlarang, baik dalam masalah akidah maupun dalam hukum syara’&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_3" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tidak Menyekutukan Allah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Allah Swt berfirman:&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Wa al-ladzî lâ yad’ûna ma’al-Lâh ilâh[an] âkhara&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_4" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sabab al-nuzûl&amp;nbsp;&lt;/em&gt;ayat ini disebutkan dalam beberapa riwayat&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_5" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Dari Amru bin Surahbil, dari Abdullah yang bertanya kepada Nabi SAW,&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Apakah dosa paling besar&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_6" style="background-color: transparent; border: 0px none; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;?&lt;/b&gt;”&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Beliau menjawab,&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Kamu menjadikan tandingan(sesembahan lain) bagi Allah padahal Dia telah menciptakanmu&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_7" style="background-color: transparent; border: 0px none; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;”&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Dia bertanya lagi,&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Kemudian apa?”&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Beliau menjawab,&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Kamu membunuh anakmu karena takut makan bersamamu&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_8" style="background-color: transparent; border: 0px none; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;”&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Dia kembali bertanya&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;, “Kemudian apa&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_9" style="background-color: transparent; border: 0px none; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;?&lt;/b&gt;”&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Beliau bersabda,&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Kamu menzinai istri tetanggamu&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_10" style="background-color: transparent; border: 0px none; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;”&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Lalu turunlah ayat ini yang membenarkan perkataan Nabi SAW (QS al-Furqan [25]: 68)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_11" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Demikian diriwayatkan al-Bukhari. Riwayat yang sama juga dikeluarkan oleh Muslim dan Ahmad&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_12" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Wâwu al-‘athf&amp;nbsp;&lt;/em&gt;di awal ayat ini menunjukkan sosok yang digambarkan ayat ini masih merujuk pada sifat&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;‘ibâd al-Rahmân&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_13" style="background-color: transparent; border: 0px none; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Mereka digambarkan tidak mengerjakan:&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;yad’ûna&amp;nbsp;&lt;/em&gt;kepada selain Allah&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_14" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Dijelaskan al-Thabari, pengertian&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;yad’ûna&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dalam ayat ini adalah&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;ya’budûna&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(menyembah)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_15" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Sehingga ayat ini bermakna,&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Mereka tidak menyembah tuhan-tuhan lain bersama Allah, tidak menyekutukan dalam ibadah kepada Allah&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_16" style="background-color: transparent; border: 0px none; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Sebaliknya, mereka justru memurnikan ibadah kepada-Nya dan mengesakan-Nya dalam ketaatan&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_17" style="background-color: transparent; border: 0px none; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;”&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Penjelasan senada juga dikemukakan oleh al-Syaukani dalam tafsirnya&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_18" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Menyembah selain Allah SWT memang layak ditinggalkan oleh para hamba Yang Maha Penyayang&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_19" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Sebab, sebagaimana diterangkan hadits di atas, menyekutukan Allah SWT merupakan dosa terbesar&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_20" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Bahkan, satu-satunya dosa yang tidak diampuni Allah tatkala pelakunya tetap tidak bertaubat ketika mati( lihat QS al-Nisa’ [4]: 48, 116)&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_21" style="background-color: transparent; border: 0px none; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tidak Membunuh yang Diharamkan dan Tidak Berzina&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Selain tidak menyekutukan Allah, mereka juga meninggalkan dosa besar&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_22" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Allah SWT berfirman:&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Wa lâ yaqtulûna al-nafs al-latî harramal-Lâh illâ bi al-haqq&lt;/em&gt;(dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya] kecuali dengan [alasan] yang benar)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_23" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Pengertian&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-qatl&amp;nbsp;&lt;/em&gt;adalah&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;izâlah al-rûh ‘an al-jasad&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(menghilangkan nyawa dari jasad)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_24" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Demikian al-Raghib al-Asfahani&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-Mufradât fî Gharîb al-Qur`ân&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_25" style="background-color: transparent; border: 0px none; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Membunuh jiwa yang tidak bersalah adalah perbuatan terlarang&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_26" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Amat banyak nash yang menjelaskannya. Di antaranya adalah QS al-Nisa’ [4]: 29, al-An’am [6]: 151, al-Isra’ [17]: 31, dan lain-lain&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_27" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Bahkan terkategori sebagai&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;kabâir&lt;/em&gt;(dosa-dosa besar)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_28" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Dalam hadits riwayat al-Bukhari disebut sebagai salah satu dari&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-sab’ al-mûbiqât&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(tujuh perkara yang menghancurkan)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_29" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Kasus pembunuhan merupakan kasus yang pertama diadili di hadapan Allah pada hari kiamat (HR Bukhari, Muslim, An-Nasai, Ibnu Majah dan Turmudzi)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_30" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Besarnya dosa membunuh juga tergambar dalam sabda Rasulullah SAW:&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Barang siapa yang membantu untuk membunuh seorang Muslim walaupun dengan satu kata (ucapan), maka dia akan menjumpai Allah&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Azza wa Jalla&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;dalam keadaan tertulis di antara kedua belah matanya 'orang yang putus asa dari rahmat Allah’&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(HR Ibnu Majah)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_31" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Hukuman di dunia bagi pelaku pembunuhan secara sengaja juga sangat berat, yakni qishash (lihat QS al-Baqarah [2]:178)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_32" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Apabila ahli waris memaafkannya, pelaku pembunuhan wajib membayar diyat sebesar seribu dinar atau seratus ekor unta, yang empat puluh di antaranya dalam keadaan bunting&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_33" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Frasa&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;bi al-haqq&amp;nbsp;&lt;/em&gt;berarti&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;bimâ yahiqq an tuqtalu bihi al-nufûs&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(dengan alasan yang benar untuk membunuh jiwa itu)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_34" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Alasan tersebut tentu harus berdasarkan hukum syara’&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_35" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Jika tidak ada dalil yang menyebutkan kebolehannya, maka jiwa manusia itu tidak boleh dibunuh&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_36" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Di antara jiwa yang boleh dibunuh disebutkan dalam hadits adalah pelaku zina muhsan, pembunuh, dan murtadin (HR Abu Dawud)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_37" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Kemudian disebutkan:&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Wa lâ yaznûna&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(dan mereka tidak berzina)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_38" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Pengertian&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-zinâ&amp;nbsp;&lt;/em&gt;adalah&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;wath` al-mar`ah min ghayri ‘aqd syar’iyy&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(menggauli perempuan yang berada dalam aqad nikah yang syar’i)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_39" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Sebagaimana membunuh, perbuatan zina juga perbuatan dosa&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_40" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Perbuatan ini disebut sebagai&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;fâkhisyah&lt;/em&gt;(perbuatan keji) dan&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;sâ`a sabîl[an]&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(seburuk-buruknya jalan, lihat QS al-Isra` [17]: 32)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_41" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Besarnya larangan berzina terlihat pada tegasnya larangan mendekati zina&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_42" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;Sehingga yang dilarang bukan hanya zina, namun semua perbuatan yang dapat mengantarkan kepada perzinaan&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_43" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Perintah menutup aurat, membatasi pandangan, dan larang&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;khulwah&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(berduaan pria dan wanita yang bukan mahram) adalah di antara perbuatan yang dapat mencegah terjadinya perzinaan&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_44" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Hukuman di dunia bagi pelaku perzinaan juga sangat berat, yakni dicambuk hingga seratus kali dan disaksikan sekumpulan orang beriman (lihat QS al-Nur [24]:2)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_45" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Hukuman tersebut bisa ditambah dengan&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;taghrîb&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(diasingkan) selama setahun&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_46" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Sedangkan bagi sudah&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;muhshan&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(sudah pernah menikah), hukumannya lebih berat lagi, yakni dirajam hingga mati&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_47" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ancaman Bagi Orang yang Melanggar&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Setelah menjelaskan tentang sifat&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;‘ibâd al-Rahmân,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;kemudianAllah SWT &amp;nbsp;mengancam siapa pun yang mengerjakan perbuatan terlarang tersebut dengan firman-Nya:&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Wa man yaf’al dzâlika yulqa atsâm[an]&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat [pembalasan] dosa[nya])&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_48" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Kata&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;dzâlika&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dalam ayat ini merujuk kepada tiga perbuatan yang disebutkan sebelumnya, yakni menyekutukan Allah, membunuh jiwa yang tidak dibenarkan, dan berzina&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_49" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Ditegaskan, siapa pun yang mengerjakan tiga perbuatan tersebut diberikan:&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;yulqa atsâm[an]&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_50" style="background-color: transparent; border: 0px none; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Menurut al-Qurthubi, kata&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;atsâm[an]&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dalam bahasa Arab bermakna&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;al-‘iqâb&lt;/em&gt;(hukuman)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_51" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Tak jauh berbeda al-Jazairi menafsirkannya sebagai&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;‘uqûbah syadîdah&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(hukuman yang keras)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_52" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Kerasnya hukuman itu diterangkan dalam ayat berikutnya:&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Yudhâ’afu lahu al-‘adzâb yawm al-qiyâmah&amp;nbsp;&lt;/em&gt;([yakni] akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_53" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Menurut al-Nasafi, ayat ini merupakan&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;badal&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dari&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;yulqâ&lt;/em&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;atsâm[an]&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_54" style="background-color: transparent; border: 0px none; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;Artinya, pelipatgandaan azab di akhirat itu merupakan hukuman keras yang ditimpakan bagi orang yang melanggar larangan tersebut&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_55" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Azab yang ditimpakan kepada mereka di akhirat dari hari ke hari terus meningkat&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_56" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ditegaskan pula:&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Wa yakhlud fîhâ muhân[an]&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_57" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Kata&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;muhân[an]&amp;nbsp;&lt;/em&gt;berarti&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;dzalîl[an]&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(terhina)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_58" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;Mengenai dahsyatnya siksa yang ditimpakan kepada mereka di akhirat bisa dijelaskan dalam nash-nash lainnya&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_59" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Bagi pelaku syirik, yang hingga mati tidak bertaubat, neraka adalah balasannya&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_60" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Mereka kekal di dalamnya dan diharamkan masuk surga (lihat QS al-Maidah [5]: 72)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_61" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Mengenai azab yang ditimpakan kepada orang yang membunuh seorang Muslim dengan sengaja adalah Jahanam dan kekal ia di dalamnya, Allah memurkai dan mengutukinya, &amp;nbsp;serta azab yang besar (lihat QS al-Nisa’ [4]: 93)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_62" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sedangkan dosa bagi pelaku perzinaan, diberitakan dalam hadits dari Abu Umamah al-Bahili ra, Rasulullah SAW bersabda,&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Kemudian keduanya membawaku, ternyata ada satu kaum yang tubuh mereka sangat besar, bau tubuhnya sangat busuk, paling jelek dipandang, dan bau mereka seperti bau tempat pembuangan kotoran (comberan)&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_63" style="background-color: transparent; border: 0px none; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Aku tanyakan, ‘Siapakah mereka?’ Keduanya menjawab, ‘Mereka adalah pezina laki-laki dan perempuan’&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_64" style="background-color: transparent; border: 0px none; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Demikianlah besarnya azab yang akan ditimpakan kepada pelaku kemaksiatan&amp;nbsp; tersebut&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_65" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Maka sudah barang tentu para hamba Yang Penyayang tidak akan terperosok dalam kemaksiatan tersebut&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_66" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;strong style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Wal-Lâh a’lam bi al-shawâb&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_67" style="background-color: transparent; border: 0px none; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; margin: 0px 0px 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ikhtisar:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #1f0909; line-height: 24px; list-style: none outside none; margin: -1em 0px 1.5em 1.5em; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;li style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #4c4c4c; font-size: 12px; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; list-style-position: outside; list-style-type: decimal; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Menyekutukan Allah, membunuh jiwa yang diharamkan Allah SWT, dan berzina merupakan perbuatan dosa besar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #4c4c4c; font-size: 12px; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; list-style-position: outside; list-style-type: decimal; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Semua pelakunya diancam dengan azab yang sangat dahsyat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-color: transparent; border: 0px none; color: #4c4c4c; font-size: 12px; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; list-style-position: outside; list-style-type: decimal; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Termasuk sifat&amp;nbsp;&lt;em style="background-color: transparent; border: 0px none; font-size: 13px; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;‘ibâd al-Rahmân&amp;nbsp;&lt;/em&gt;adalah menjauhi semua perbuatan terlarang tersebut&lt;b class="speechFragmentSeparator" id="speechFragmentSeparator__1_68" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px none; font-size: 13px; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; font-size: x-small; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;[&lt;a href="http://www.globalmuslim.web.id/" style="background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px; color: #fa6700; font-size: 13px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;www.globalmuslim.web.id&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Partisipasi Perempuan, Seperti Apa?</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/partisipasi-perempuan-seperti-apa_28.html</link><category>Mahasiswi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 28 Apr 2013 03:33:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-3950564500773819504</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Oj-eaffT0qA/S_zDzTQwB2I/AAAAAAAAAQw/iQtboF-BC9M/s1600/muslimah_v02_by_yip87.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_Oj-eaffT0qA/S_zDzTQwB2I/AAAAAAAAAQw/iQtboF-BC9M/s200/muslimah_v02_by_yip87.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Motif sesungguhnya,
mengapa perempuan dimotivasi agar lebih maksimal berpartisipasi dalam proses
ekonomi, yakni menyelamatkan krisis Barat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;


&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Saat ini didengungkan wacana ‘abad
partisipasi penuh perempuan’ (full partisipation age). Seperti pernah
dilontarkan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton tentang vitalnya peran
perempuan saat ini bagi kemajuan dunia. Lantas seperti apa sih partisipasi
penuh yang diinginkan?&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #000066;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Di Barat, partisipasi perempuan bisa
dibilang sudah full. Hampir tidak ada batasan apapun di sana. Perempuan bebas
mengekspresikan diri. Semua sektor sudah dirambah perempuan. Mulai profesi hina
seperti wanita panggilan hingga pejabat nomor satu sekelas presiden, bisa
dijabat perempuan. Kurang apalagi? Sudah kebablasan malah. Lalu mengapa masih
didengungkan abad partisipasi penuh perempuan?&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #000066;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Tak lain, propaganda ini menyasar perempuan di negeri-negeri Muslim.
Khususnya negara-negara di dunia ketiga yang masih dianggap malu-malu
membebaskan kaum hawa dari belenggu nilai-nilai suci agama Islam. Bahkan, masih
ditemukan negara yang sangat rigid (ketat) dalam memperlakukan perempuan.
Semisal perempuan sama sekali tidak boleh keluar rumah, tidak boleh sekolah,
menyetir kendaraan sendiri, dll.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #000066;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Tentu saja, harapan akan partisipasi penuh perempuan ala
sekuler-kapitalis ini, tidak murni atas dasar kasih sayang dan kepeduliannya
pada kaum perempuan.&amp;nbsp; Barat sama sekali tidak tulus memuliakan perempuan
serta mengangkat harkat mereka ke derajat semestinya. Sebaliknya, justru ingin
mengeluarkan perempuan dari harkat dan martabatnya demi sebuah ambisi tertentu
yang berujung pada rusaknya tata nilai kehidupan islami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Berkaca pada kondisi di Barat, sudah lama kiprah perempuan
yang melanggar fitrahnya, justru hanya menghasilkan malapetaka sosial. Seperti
tingginya pelecehan dan kekerasan seksual, seks bebas, perceraian, single
parent, anak bermasalah, dll. Kondisi inipun sudah mulai menular di
negeri-negeri Muslim, meski partisipasi perempuan di ranah publik bisa dibilang
belum full. Masalahnya, perempuan yang berkontribusi untuk rumah tangga tidak
dianggap berdaya alias dinilai tidak berpartisipasi. Nah, apa jadinya jika
semua Muslimah mengambil peran di ranah publik atas dasar paradigma full
partisipation age? Padahal, belum full saja partisipasi perempuan, sudah
sedemikian rusak dampaknya. Tak terbayang, bagaimana jika para perempuan
benar-benar terlibat penuh dalam segala hal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Motif Ekonomi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perhatian pada perempuan untuk meningkatkan perannya saat
ini, sarat dengan kepentingan ideologi kapitalis. Ada motif ekonomis, di mana
para perempuan diharapkan menjadi penyelamat perekonomian dunia yang saat ini
tengah kolaps. Terutama di Barat, krisis multidimensi hampir tak terperikan.
Nah, dunia Islam diharapkan mampu menjadi penyelamatnya. Termasuk Muslimah yang
jumlahnya mayoritas di dunia ini, diharapkan memiliki kontribusi besar dalam
menyelamatkan keadaan tersebut. Lantas peran seperti apa yang diharapkan
kapitalsime global itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;,&lt;/b&gt; Muslimah didorong
sebagai penghasil uang. Perempuan diberdayakan secara fisik, baik dengan
bekerja di sektor-sektor industri, jasa, bahkan hiburan. Selain itu,
digelontorkan pula modal khusus perempuan agar memiliki usaha rumahan sehingga
menjadi perempuan mandiri secara finansial. Dengan kiprah mereka di bidang
ekonomi ini, perempuan turut menggelindingkan roda perekonomian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
perempuan didorong berperan dalam mengaruskan konsumtifisme. Berkat kemandirian
finansial di mana perempuan mampu menghasilkan uang sendiri, maka perempuan
tetap memiliki daya beli. Ia pun mampu memenuhi hasrat konsumtifnya. Tingginya
tingkat konsumtifisme akan mendorong proses produksi sehingga mampu memutar
roda perekonomian. Perempuan pun makin enjoy dan bahagia karena bisa memenuhi
kebutuhan konsumtifnya sendiri tanpa harus bergantung pada laki-laki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Siapa yang diuntungkan? Barat. Bukankah para perempuan
(Indonesia) begitu silau dengan produk-produk asing? Pasar bebas meniscayakan
banjirnya produk-produk asing dan menggilas produk dalam negeri, bahkan yang
dihasilkan kaum perempuan yang capek-capek diberdayakan pemerintah melalui
model pemberdayaan ekonomi keluarga itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Itulah motif sesungguhnya, mengapa perempuan dimotivasi agar
lebih maksimal berpartisipasi dalam proses ekonomi, yakni menyelamatkan krisis
Barat. Mereka didorong menghasilkan uang dan membelanjakan uang itu untuk
memanjakan diri, hal yang sangat fitrah disukai kaum perempuan itu sendiri. Lihat
saja bagaimana perilaku para perempuan eksekutif yang berkecukupan materi.
Senin sampai Jumat berjibaku dengan waktu, memeras energi habis-habisan. Tiba
akhir pekan, mal dan tempat hiburan jadi jujukan untuk menghamburkan uang.
Fenomena ini kian melanda para perempuan, tak terkecuali Muslimah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Peran
Membangkitkan&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Berbeda dengan Barat, Islam menempatkan perempuan pada posisi
bermartabat. Peran kaum Muslimah ini sudah digariskan dengan jelas. Bahwa
perempuan memiliki peran utama di rumah, sebagai ummun wa rabbatul bayt dan
pendidik anak. Karena itu, Islam memberi perhatian lebih pada peran vital
perempuan dalam pembentukan keluarga dan pelahir generasi ini. Misalnya, Islam
tidak membebankan masalah finansial pada perempuan, sehingga ia fokus mengurus
rumah tangga dan anak-anak.&amp;nbsp; Namun, ia berdiri men-&lt;i&gt;support&lt;/i&gt; suami guna
menguatkan perannya dalam berbagai kiprah. Perannya ini akan menjaga bangunan
institusi keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat dan negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Tentu saja, Muslimah diwajibkan cerdas dengan terus menuntut
ilmu dan mengkaji tsaqofah sebagai bekalnya. Darimana mendapatkan ilmu ini?
Jika tak mampu diperoleh di rumah, dibolehkan keluar rumah seperti ke majelis
ilmu atau pendidikan formal. Siapa yang mengajarkan? Bisa sesama Muslimah.
Karena itu, peran strategis Muslimah di ranah publik juga sebagai daiyah yang
berkontribusi dalam mencerdaskan kaumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Peran ini bukan remeh temeh. Ini adalah peran politik dan
strategis perempuan dalam pandangan Islam yang memiliki kontribusi sangat besar
dalam pembentukan keluarga yang tangguh, generasi terbaik dan masyarakat
madani. Karena itu, semestinya pengarusutamaan peran Muslimah saat ini adalah
berupa pencerdasan politik pada perempuan. Ini agar mereka memahami hakikat
diri dan berkiprah sesuai fitrahnya. Jangan sampai Muslimah tenggelam dalam
arus pemberdayaan ala Barat yang akan menggerus dan selanjutnya menghilangkan
identitasnya sebagai Muslimah sejati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://4.bp.blogspot.com/_Oj-eaffT0qA/S_zDzTQwB2I/AAAAAAAAAQw/iQtboF-BC9M/s72-c/muslimah_v02_by_yip87.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Meredam Rasa Tersinggung</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/meredam-rasa-tersinggung.html</link><category>Mahasiswi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 28 Apr 2013 03:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-5405515380240285476</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://okioctaviani.files.wordpress.com/2011/10/tersinggung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://okioctaviani.files.wordpress.com/2011/10/tersinggung.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu hal yang
sering membuat energi kita terkuras adalah timbulnya rasa ketersinggungan diri.
Mulculnya perasaan ini sering disebabkan oleh ketidaktahanan kita terhadap
sikap orang lain. Ketika tersinggung, minimal kita akan sibuk membela diri dan
selanjutnya akan memikirkan kejelekan orang lain. Hal yang paling membahayakan
dari ketersinggungan adalah habisnya amal kita. Efek yang biasa ditimbulkan
oleh rasa tersinggung adalah kemarahan. Jika kita marah, kata-kata jadi tidak
terkendali, stress meningkat, dan lainnya. Karena itu, kegigihan kita untuk
tidak tersinggung menjadi suatu keharusan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Apa yang
menyebabkan orang tersinggung? Ketersinggungan seseorang timbul karena menilai
dirinya lebih dari kenyataan, merasa pintar, berjasa, saleh, tampan, dan merasa
sukses. Setiap kali kita menilai diri lebih dari kenyataan bila ada yang
menilai kita kurang sedikit saja akan langsung tersinggung. Peluang tersinggung
akan terbuka jika kita salah dalam menilai diri sendiri. Karena itu, ada
sesuatu yang harus kita perbaiki, yaitu proporsional menilai diri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Teknik pertama agar
kita tidak mudah tersinggung adalah tidak menilai lebih kepada diri kita.
Misalnya, jangan banyak mengingat-ingat bahwa saya telah berjasa, saya seorang
guru, saya seorang pemimpin, saya ini orang yang sudah berbuat. Semakin banyak
kita mengaku-ngaku tentang diri kita, akan membuat kita makin tersinggung.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada beberapa cara yang cukup efektif untuk meredam ketersinggungan. Pertama,
belajar melupakan. Jika kita seorang sarjana maka lupakanlah kesarjanaan kita.
Jika kita seorang direktur lupakanlah jabatan itu. Jika kita ustadz lupakan
keustadzan kita. Jika kita seorang pimpinan lupakanlah hal itu, dan seterusnya.&lt;/div&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Anggap semuanya ini
amanah agar kita tidak tamak terhadap penghargaan. Kita harus melatih diri
untuk merasa sekadar hamba Allah yang tidak memiliki apa-apa kecuali ilmu yang
dipercikkan oleh Allah sedikit. Kita lebih banyak tidak tahu. Kita tidak
mempunyai harta sedikit pun kecuali sepercik titipan Allah. Kita tidak
mempunyai jabatan ataupun kedudukan sedikit pun kecuali sepercik yang Allah
amanahkan. Dengan sikap seperti ini hidup kita akan lebih ringan. Semakin kita
ingin dihargai, dipuji, dan dihormati, akan kian sering kita sakit hati. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kedua, kita harus
melihat bahwa apa pun yang dilakukan orang kepada kita akan bermanfaat jika
kita dapat menyikapinya dengan tepat. Kita tidak akan pernah rugi dengan
perilaku orang kepada kita, jika bisa menyikapinya dengan tepat. Kita akan merugi
apabila salah menyikapi kejadian, dan sebenarnya kita tidak bisa memaksa orang
lain berbuat sesuai dengan keinginan kita. Yang bisa kita lakukan adalah
memaksa diri sendiri menyikapi orang lain dengan sikap terbaik kita. Apa pun
perkataan orang lain kepada kita, tentu itu terjadi dengan izin Allah. Anggap
saja ini episode atau ujian yang harus kita alami untuk menguji keimanan kita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
''Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita
gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) Orang-orang yang apabila ditimpa
musibah, mereka mengucapkan Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Mereka
itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan
mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al Baqarah: 155-157).&lt;/div&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Ketiga, kita harus
berempati. Yaitu, mulai melihat sesuatu tidak dari sisi kita. Perhatikan kisah
seseorang yang tengah menuntun gajah dari depan dan seorang lagi mengikutinya
di belakang Gajah tersebut. Yang di depan berkata, "Oh indah nian
pemandangan sepanjang hari". Kontan ia dilempar dari belakang karena
dianggap menyindir. Sebab, sepanjang perjalanan, orang yang di belakang hanya
melihat pantat gajah. Karena itu, kita harus belajar berempati. Jika tidak
ingin mudah tersinggung, cari seribu satu alasan untuk bisa memaklumi orang
lain. Namun yang harus diingat, berbagai alasan yang kita buat semata-mata
untuk memaklumi, bukan untuk membenarkan kesalahan, sehingga kita dapat
mengendalikan diri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Keempat, jadikan
penghinaan orang lain kepada kita sebagai ladang peningkatan kwalitas diri dan
kesempatan untuk mengamalkan sifat mulia. Yaitu, memaafkan orang yang menyakiti
dan membalasnya dengan kebaikan. Wallahu a'lam bish-shawab.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;!--[if mso &amp; !supportInlineShapes &amp; supportFields]&gt;&lt;span
lang=EN-US&gt;&lt;span style='mso-element:field-begin;mso-field-lock:yes'&gt;&lt;/span&gt;&lt;span
style='mso-spacerun:yes'&gt; &lt;/span&gt;SHAPE &lt;span
style='mso-spacerun:yes'&gt; &lt;/span&gt;\* MERGEFORMAT &lt;span style='mso-element:field-separator'&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:rect id="Rectangle_x0020_1" o:spid="_x0000_s1026"
 alt="Description: mk:@MSITStore:D:\Master%20Software\islam\bunga%20rampai%208.chm::/images/c.gif"
 style='width:.65pt;height:.65pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square;
 mso-left-percent:-10001;mso-top-percent:-10001;mso-position-horizontal:absolute;
 mso-position-horizontal-relative:char;mso-position-vertical:absolute;
 mso-position-vertical-relative:line;mso-left-percent:-10001;mso-top-percent:-10001;
 v-text-anchor:top' o:gfxdata="UEsDBBQABgAIAAAAIQC75UiUBQEAAB4CAAATAAAAW0NvbnRlbnRfVHlwZXNdLnhtbKSRvU7DMBSF
dyTewfKKEqcMCKEmHfgZgaE8wMW+SSwc27JvS/v23KTJgkoXFsu+P+c7Ol5vDoMTe0zZBl/LVVlJ
gV4HY31Xy4/tS3EvRSbwBlzwWMsjZrlprq/W22PELHjb51r2RPFBqax7HCCXIaLnThvSAMTP1KkI
+gs6VLdVdad08ISeCho1ZLN+whZ2jsTzgcsnJwldluLxNDiyagkxOquB2Knae/OLUsyEkjenmdzb
mG/YhlRnCWPnb8C898bRJGtQvEOiVxjYhtLOxs8AySiT4JuDystlVV4WPeM6tK3VaILeDZxIOSsu
ti/jidNGNZ3/J08yC1dNv9v8AAAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEArTA/8cEAAAAyAQAACwAAAF9y
ZWxzLy5yZWxzhI/NCsIwEITvgu8Q9m7TehCRpr2I4FX0AdZk2wbbJGTj39ubi6AgeJtl2G9m6vYx
jeJGka13CqqiBEFOe2Ndr+B03C3WIDihMzh6RwqexNA281l9oBFTfuLBBhaZ4ljBkFLYSMl6oAm5
8IFcdjofJ0z5jL0MqC/Yk1yW5UrGTwY0X0yxNwri3lQgjs+Qk/+zfddZTVuvrxO59CNCmoj3vCwj
MfaUFOjRhrPHaN4Wv0VV5OYgm1p+LW1eAAAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEADZRO+R8DAADDBgAA
HwAAAGNsaXBib2FyZC9kcmF3aW5ncy9kcmF3aW5nMS54bWykVU1z0zAQvTPDf9BohqNjOzhp7MGF
Nk6YzrTQaeDWiyIrtgZ9GEn5KAz/nZWcNGkLF8ghWa1WT2/f7irv3u+kQBtmLNeqxOkgwYgpqmuu
mhJ//TKPJhhZR1RNhFasxA/M4vfnr1+9I0VjSNdyigBB2YKUuHWuK+LY0pZJYge6Ywr2VtpI4mBp
mrg2ZAvIUsTDJBnHknCFz49QFXEErQ3/Byih6TdWT4naEAuQghannj1HQf8fmRRq89F0i+7WeOb0
0+bWIF6XGJRTRIJEON5v7MNgGT871RwBdisjfbxerdAuoDz474DBdg5RcE6GoxFGFDaC1eO3n/9w
grazv54BEv1lYJwQsJ2/Xm1eZpQeMrpjFFqgEQyBq2aWmhLLb8WHm8XVl4XThhVVcX9DrGPmzTBZ
6JXbEsPuuRVE3i/XqiHgNkR2hIMxGdBWFkXMJWmYjemg4atHzQ4sbHcNFbVI6WkLV7ML2wEJ6FDg
dHAZo7ctI7X17l5lKEePEBQ/gkGNltsbXUN5yNrp0HT/pvyjiqTojHUfmZbIGyU2QDAAk821dT2f
Q0iQWM+5EKF4Qj1xAGbvgYLDUb/nSx8m4Wee5LPJbJJF2XA8i7KkqqKL+TSLxvP0bFS9rabTKv3l
702zouV1zZS/5jCVafai5SWnRlso0oBqGUPfccoOkwlzmSbHubRa8NrDeUrWNMupMGhDRInn4bNX
/SQsfkojtD7k8iyldJgll8M8mo8nZ1E2z0ZRfpZMoiTNL/NxkuVZNX+a0jVX7P9TQtsS56PhKFTp
hPSz3JLweZkbKSSHFkeCS5jExyBS+CacqTqU1hEuevtECk//KAWU+1BoMO3+JXG7RZhEt7vU9YMX
bAm/0LhGQ3PB6wKvNBitNj8w2sLbW2L7fQ1zhpG4UjADeZplEObCIhudDWFhTneWpztEUYAqscOo
N6cOVnBk3RnetHBTGmRS+gIGZsX3Dd1z8uyEdQv3IFjIOjBnqr4lhtwBZwEzW2JeR1fVXkeIgGSP
ya0tW3T+YekHpc8+yAGBz57vcHT/d+P/I07X578BAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAAIQCcTl4h4gYA
ADocAAAaAAAAY2xpcGJvYXJkL3RoZW1lL3RoZW1lMS54bWzsWU9vG0UUvyPxHUZ7b+P/jaM6VezY
DbRpo9gt6nG8Hu9OM7uzmhkn9Q21RyQkREEcqMSNAwIqtRKX8mkCRVCkfgXezOyud+I1SdsIKmgO
8e7b37z/782b3ctX7kUMHRIhKY87XvVixUMk9vmExkHHuzUaXFj3kFQ4nmDGY9Lx5kR6Vzbff+8y
3vAZTcYci8koJBFBwCiWG7jjhUolG2tr0gcylhd5QmJ4NuUiwgpuRbA2EfgIBERsrVaptNYiTGNv
EzgqzajP4F+spCb4TAw1G4JiHIH0m9Mp9YnBTg6qGiHnsscEOsSs4wHPCT8akXvKQwxLBQ86XsX8
eWubl9fwRrqIqRVrC+sG5i9dly6YHNSMTBGMc6HVQaN9aTvnbwBMLeP6/X6vX835GQD2fbDU6lLk
2RisV7sZzwLIXi7z7lWalYaLL/CvL+nc7na7zXaqi2VqQPaysYRfr7QaWzUHb0AW31zCN7pbvV7L
wRuQxbeW8INL7VbDxRtQyGh8sITWAR0MUu45ZMrZTil8HeDrlRS+QEE25NmlRUx5rFblWoTvcjEA
gAYyrGiM1DwhU+xDTvZwNBYUawF4g+DCE0vy5RJJy0LSFzRRHe/DBMdeAfLy2fcvnz1Bx/efHt//
6fjBg+P7P1pGzqodHAfFVS++/ezPRx+jP5588+LhF+V4WcT/+sMnv/z8eTkQymdh3vMvH//29PHz
rz79/buHJfAtgcdF+IhGRKIb5Ajt8wgMM15xNSdj8WorRiGmxRVbcSBxjLWUEv59FTroG3PM0ug4
enSJ68HbAtpHGfDq7K6j8DAUM0VLJF8LIwe4yznrclHqhWtaVsHNo1kclAsXsyJuH+PDMtk9HDvx
7c8S6JtZWjqG90LiqLnHcKxwQGKikH7GDwgpse4OpY5fd6kvuORThe5Q1MW01CUjOnayabFoh0YQ
l3mZzRBvxze7t1GXszKrt8mhi4SqwKxE+RFhjhuv4pnCURnLEY5Y0eHXsQrLlBzOhV/E9aWCSAeE
cdSfECnL1twUYG8h6NcwdKzSsO+yeeQihaIHZTyvY86LyG1+0AtxlJRhhzQOi9gP5AGkKEZ7XJXB
d7lbIfoe4oDjleG+TYkT7tO7wS0aOCotEkQ/mYmSWF4l3Mnf4ZxNMTGtBpq606sjGv9d42YUOreV
cH6NG1rl868flej9trbsLdi9ympm50SjXoU72Z57XEzo29+dt/Es3iNQEMtb1Lvm/K45e//55ryq
ns+/JS+6MDRoPYvYQduM3dHKqXtKGRuqOSPXpRm8Jew9kwEQ9TpzuiT5KSwJ4VJXMghwcIHAZg0S
XH1EVTgMcQJDe9XTTAKZsg4kSriEw6Ihl/LWeBj8lT1qNvUhxHYOidUun1hyXZOzs0bOxmgVmANt
JqiuGZxVWP1SyhRsex1hVa3UmaVVjWqmKTrScpO1i82hHFyemwbE3Jsw1CAYhcDLLTjfa9Fw2MGM
TLTfbYyysJgonGeIZIgnJI2Rtns5RlUTpCxXlgzRdthk0AfHU7xWkNbWbN9A2lmCVBTXWCEui96b
RCnL4EWUgNvJcmRxsThZjI46XrtZa3rIx0nHm8I5GS6jBKIu9RyJWQBvmHwlbNqfWsymyhfRbGeG
uUVQhVcf1u9LBjt9IBFSbWMZ2tQwj9IUYLGWZPWvNcGt52VASTc6mxb1dUiGf00L8KMbWjKdEl8V
g12gaN/Z27SV8pkiYhhOjtCYzcQ+hvDrVAV7JlTC6w7TEfQNvJvT3jaP3OacFl3xjZjBWTpmSYjT
dqtLNKtkCzcNKdfB3BXUA9tKdTfGvboppuTPyZRiGv/PTNH7Cbx9qE90BHx40Ssw0pXS8bhQIYcu
lITUHwgYHEzvgGyB97vwGJIK3kqbX0EO9a+tOcvDlDUcItU+DZCgsB+pUBCyB23JZN8pzKrp3mVZ
spSRyaiCujKxao/JIWEj3QNbem/3UAipbrpJ2gYM7mT+ufdpBY0DPeQU683pZPnea2vgn558bDGD
UW4fNgNN5v9cxXw8WOyqdr1Znu29RUP0g8WY1ciqAoQVtoJ2WvavqcIrbrW2Yy1ZXGtmykEUly0G
Yj4QJfAOCel/sP9R4TP7BUNvqCO+D70VwccLzQzSBrL6gh08kG6QljiGwckSbTJpVta16eikvZZt
1uc86eZyTzhba3aWeL+is/PhzBXn1OJ5Ojv1sONrS1vpaojsyRIF0jQ7yJjAlH3J2sUJGgfVjgdf
kyDQ9+AKvkd5QKtpWk3T4Ao+MsGwZL8Mdbz0IqPAc0vJMfWMUs8wjYzSyCjNjALDWfoNJqO0oFPp
zybw2U7/eCj7QgITXPpFJWuqzue+zb8AAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAAIQCcZkZBuwAAACQBAAAq
AAAAY2xpcGJvYXJkL2RyYXdpbmdzL19yZWxzL2RyYXdpbmcxLnhtbC5yZWxzhI/NCsIwEITvgu8Q
9m7SehCRJr2I0KvUBwjJNi02PyRR7Nsb6EVB8LIws+w3s037sjN5YkyTdxxqWgFBp7yenOFw6y+7
I5CUpdNy9g45LJigFdtNc8VZ5nKUxikkUigucRhzDifGkhrRykR9QFc2g49W5iKjYUGquzTI9lV1
YPGTAeKLSTrNIXa6BtIvoST/Z/thmBSevXpYdPlHBMulFxagjAYzB0pXZ501LV2BiYZ9/SbeAAAA
//8DAFBLAQItABQABgAIAAAAIQC75UiUBQEAAB4CAAATAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABbQ29udGVu
dF9UeXBlc10ueG1sUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAK0wP/HBAAAAMgEAAAsAAAAAAAAAAAAAAAAANgEA
AF9yZWxzLy5yZWxzUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAA2UTvkfAwAAwwYAAB8AAAAAAAAAAAAAAAAAIAIA
AGNsaXBib2FyZC9kcmF3aW5ncy9kcmF3aW5nMS54bWxQSwECLQAUAAYACAAAACEAnE5eIeIGAAA6
HAAAGgAAAAAAAAAAAAAAAAB8BQAAY2xpcGJvYXJkL3RoZW1lL3RoZW1lMS54bWxQSwECLQAUAAYA
CAAAACEAnGZGQbsAAAAkAQAAKgAAAAAAAAAAAAAAAACWDAAAY2xpcGJvYXJkL2RyYXdpbmdzL19y
ZWxzL2RyYXdpbmcxLnhtbC5yZWxzUEsFBgAAAAAFAAUAZwEAAJkNAAAAAA==
" filled="f" stroked="f"&gt;
 &lt;o:lock v:ext="edit" aspectratio="t"/&gt;
 &lt;w:wrap type="none"/&gt;
 &lt;w:anchorlock/&gt;
&lt;/v:rect&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75"
 coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe"
 filled="f" stroked="f"&gt;
 &lt;v:stroke joinstyle="miter"/&gt;
 &lt;v:formulas&gt;
  &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"/&gt;
 &lt;/v:formulas&gt;
 &lt;v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect"/&gt;
 &lt;o:lock v:ext="edit" aspectratio="t"/&gt;
&lt;/v:shapetype&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if mso &amp; !supportInlineShapes &amp; supportFields]&gt;&lt;span
lang=EN-US&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style='width:.65pt;
 height:.65pt'&gt;
 &lt;v:imagedata croptop="-65520f" cropbottom="65520f"/&gt;
&lt;/v:shape&gt;&lt;span style='mso-element:field-end'&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Menjadi Manusia Kreatif</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/menjadi-manusia-kreatif.html</link><category>Mahasiswi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 28 Apr 2013 03:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-810450722183118824</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;a href="http://didiksugiarto.blogdetik.com/files/2012/05/2bc979894ac36aedae3cda7533d7e8c4_kreatif.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://didiksugiarto.blogdetik.com/files/2012/05/2bc979894ac36aedae3cda7533d7e8c4_kreatif.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: windowtext; line-height: 150%;"&gt;Hati yang jernih
akan melahirkan firasat dan ide-ide cemerlang yang akan menjadi nilai tambah
dalam kehidupan seorang Muslim. Semoga Allah Yang Mahaagung mengaruniakan kemampuan
kepada kita untuk mengisi hari-hari Ramadhan ini dengan cara terbaik, sehingga
selepas Ramadhan kita memiliki kemampuan untuk menjalani hidup dengan kualitas
terbaik pula.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Saudaraku, setiap
hari usia kita bertambah; setiap hari terjadi perubahan, dan setiap hari pula
masalah semakin bertambah, kompleks, dan semakin rumit. Karena itu, bila
kemampuan kita tidak bertambah, maka cepat atau lambat masalah akan membinasakan
dan menghancurkan kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Ada satu kemampuan
yang harus selalu kita tingkatkan agar hidup kita semakin berkualitas. Itulah
kreativitas. Kreativitas adalah daya cipta dan kemampuan untuk menciptakan
sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Biasanya, kreativitas akan memunculkan
inovasi, yaitu kemampuan untuk memperbaharui hal-hal yang telah ada. Bila
kreativitas itu daya atau kemampuan, maka inovasi itu hasil atau produk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kreativitas begitu penting dalam hidup manusia. Mengapa? Tanpa kreativitas kita
akan larut dan tergilas roda perubahan. Tanpa kreativitas kita tidak akan mampu
bertahan menghadapi perubahan yang semakin cepat. Perusahaan-perusahaan besar
yang mampu bertahan, biasanya memiliki tradisi untuk mengembangkan budaya
kreatif yang kemudian menghasilkan produk-produk yang inovatif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Bagaimana caranya
agar kita mampu menjadi orang yang kreatif. Ada lima cara. Pertama, memiliki
rasa ingin tahu yang besar. Orang yang kreatif adalah orang yang gemar mencari
informasi, gemar mengumpulkan input, dan cinta ilmu. Tiada berlalu
waktu-waktunya, kecuali bertambah dengan input-input yang baru dan segar.
Karena itu, kita harus selalu bertanya, sejauh mana kecintaan kita terhadap
informasi dan ilmu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan input tersebut. Antara
lain melalui buku, sikap meneliti, menyimak, melihat tayangan televisi yang
bermanfaat, berdiskusi, merenung, mendengar, menghadiri majelis ilmu, dan
sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, terbuka pada hal-hal yang baru. Setiap saat selalu terjadi perubahan.
Karena itu, alangkah ruginya orang yang tidak mau berubah dengan menyukai
hal-hal baru. Itu sama artinya dengan berjalan mundur, tatkala orang lain
bergegas dan berlari. Orang yang kreatif adalah orang yang tidak terbelenggu
dengan pendapatnya sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu, terbuka dengan hal-hal baru tidak harus menjadikan kita mengikuti
hal-hal baru tersebut. Kita bisa mengolahnya, menyaring hal-hal yang baik, dan
menyesuaikan dengan nilai-nilai yang kita anut. Orang yang kreatif bisa dilihat
dari kebiasaannya sehari-hari tatkala pergi ke kantor. Usahakan kita jangan
melewati jalur yang sama, sekali-kali cari jalan lain. Biasanya kita pun akan
mendapatkan ide-ide atau sesuatu yang baru pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Ketiga, berani
memikul risiko. Semua tindakan kreatif biasanya akan mengundang risiko. Adalah
mimpi melakukan sesuatu yang baru tanpa adanya risiko. Rasulullah SAW adalah
orang yang kreatif dengan membawa ajaran baru (Islam) ke tengah-tengah umatnya.
Konsekuensinya, beliau dimusuhi dan diperangi. Demikian pula dengan Thomas Alfa
Edison. Ia adalah orang kreatif yang berani gagal beribu-ribu kali sebelum
menemukan bola lampu. Untuk menjadi kreatif, kita harus berani menanggung risiko,
keluar dari zona nyaman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Keempat, memiliki
semangat yang membara untuk sukses dalam hidup. Tanpa semangat, mustahil kita
akan mendapat banyak hal dalam hidup. Semangat biasanya akan melipatgandakan
kemampuan seseorang untuk berprestasi. Orang yang kreatif, hari-harinya akan
selalu bersemangat untuk berproses dalam menggapai semua hal yang
diinginkannya. Kita harus bertanya, bersemangatkah kita dalam hidup? Apakah
kita ini seorang yang bermental lemah dan selalu kalah dalam memperjuangkan
cita-cita? Kita sendiri yang bisa menjawabnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Kelima, nilai
kreativitas akan semakin lengkap dengan hati yang jernih sebagai buah dari
ibadah yang berkualitas. Biasanya, kejernihan hati akan melahirkan firasat dan
ide-ide cemerlang yang akan menjadi nilai tambah dalam kehidupan seorang
Muslim. Bahkan, karya-karya monumental biasanya berawal dari kejernihan hati
dan ketajaman pikiran. Perlu ditekankan bahwa firasat dan ide akan lebih abadi
bila kita segera menuliskan dan merealisasikannya dalam tindakan nyata.
Biasanya ide yang cemerlang akan mati begitu saja bila tidak diamalkan.
Sebaliknya, sebuah ide akan meningkatkan kualitas diri tatkala ia dipraktikkan
dalam kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Semoga Allah Yang
Mahaagung, memberi kemampuan pada kita untuk menjadi seorang yang kreatif dalam
hidup; kreatif yang positif; kreatif yang lahir dari kejernihan batin sebagai
buah dari ibadah yang berkualitas. Karena itu, marilah kita menjadikan Ramadhan
tahun ini sebagai titik balik perbaikan diri dengan menjadi hamba-hamba yang
kreatif. Wallahu a'lam bish-shawab.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;!--[if mso &amp; !supportInlineShapes &amp; supportFields]&gt;&lt;span
lang=EN-US&gt;&lt;span style='mso-element:field-begin;mso-field-lock:yes'&gt;&lt;/span&gt;&lt;span
style='mso-spacerun:yes'&gt; &lt;/span&gt;SHAPE &lt;span
style='mso-spacerun:yes'&gt; &lt;/span&gt;\* MERGEFORMAT &lt;span style='mso-element:field-separator'&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:rect id="Rectangle_x0020_1" o:spid="_x0000_s1026"
 alt="Description: mk:@MSITStore:D:\Master%20Software\islam\bunga%20rampai%208.chm::/images/c.gif"
 style='width:1pt;height:1pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square;
 mso-left-percent:-10001;mso-top-percent:-10001;mso-position-horizontal:absolute;
 mso-position-horizontal-relative:char;mso-position-vertical:absolute;
 mso-position-vertical-relative:line;mso-left-percent:-10001;mso-top-percent:-10001;
 v-text-anchor:top' o:gfxdata="UEsDBBQABgAIAAAAIQC75UiUBQEAAB4CAAATAAAAW0NvbnRlbnRfVHlwZXNdLnhtbKSRvU7DMBSF
dyTewfKKEqcMCKEmHfgZgaE8wMW+SSwc27JvS/v23KTJgkoXFsu+P+c7Ol5vDoMTe0zZBl/LVVlJ
gV4HY31Xy4/tS3EvRSbwBlzwWMsjZrlprq/W22PELHjb51r2RPFBqax7HCCXIaLnThvSAMTP1KkI
+gs6VLdVdad08ISeCho1ZLN+whZ2jsTzgcsnJwldluLxNDiyagkxOquB2Knae/OLUsyEkjenmdzb
mG/YhlRnCWPnb8C898bRJGtQvEOiVxjYhtLOxs8AySiT4JuDystlVV4WPeM6tK3VaILeDZxIOSsu
ti/jidNGNZ3/J08yC1dNv9v8AAAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEArTA/8cEAAAAyAQAACwAAAF9y
ZWxzLy5yZWxzhI/NCsIwEITvgu8Q9m7TehCRpr2I4FX0AdZk2wbbJGTj39ubi6AgeJtl2G9m6vYx
jeJGka13CqqiBEFOe2Ndr+B03C3WIDihMzh6RwqexNA281l9oBFTfuLBBhaZ4ljBkFLYSMl6oAm5
8IFcdjofJ0z5jL0MqC/Yk1yW5UrGTwY0X0yxNwri3lQgjs+Qk/+zfddZTVuvrxO59CNCmoj3vCwj
MfaUFOjRhrPHaN4Wv0VV5OYgm1p+LW1eAAAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEA5bHG5SIDAADJBgAA
HwAAAGNsaXBib2FyZC9kcmF3aW5ncy9kcmF3aW5nMS54bWykVUtv2zgQvi/Q/0AQ6FGW5JUfEqpk
E8suAiTboG5vudAULRHhQ0vSj7Tof98hZcdOUvTQ+mAPh8OP33wzQ3+43EuBtsxYrlWJ00GCEVNU
11w1Jf76ZRFNMbKOqJoIrViJn5jFlxfv/vpAisaQruUUAYKyBSlx61xXxLGlLZPEDnTHFOyttZHE
wdI0cW3IDpCliIdJMo4l4QpfnKAq4gjaGP4bUELTR1bPiNoSC5CCFueeA0dB/xyZFGr70XTL7t54
5vTf7b1BvC4xKKeIBIlwfNg4hMEyfnWqOQHs10b6eL1eo31AefLfAYPtHaLgTIeTBOAp7PRmf0P7
6SdnaDv/xSkg0l8IxhkJ23kKavs2q/SY1WdGoQ0awRC4amapKbF8LP65W958WTptWFEVD3fEOmbe
D5OlXrsdMeyBW0Hkw2qjGgJuQ2RHOBjTAW1lUcRckobZmA4avn7W7cjCdrdQVYuUnrVwNbuyHZAA
DYDT0WWM3rWM1Na7e6WhJD1CUP0EBnVa7e50DSUiG6dD4/2u+s86kqIz1n1kWiJvlNgAxQBNtrfW
9YyOIUFkveBChAIK9cIBmL0Hyg5H/Z5vgDAP3/Mkn0/n0yzKhuN5lCVVFV0tZlk0XqSTUfV3NZtV
6Q9/b5oVLa9rpvw1x9lMszeNLzk12kKZBlTLGLqPU3acT5jONDlNp9WC1x7OU7KmWc2EQVsiSrwI
n4PuZ2HxSxphACCXVymlwyy5HubRYjydRNkiG0X5JJlGSZpf5+Mky7Nq8TKlW67Yn6eEdiXOR8NR
qNIZ6Ve5JeHzNjdSSA5NjgSXJZ4+B5HCt+Fc1aG0jnDR22dSePonKaDcx0KDaQ/vidsvwyy6/bWu
n7xgK/iF1jUamgseAXirwWi1+YbRDl7gEtv/NjBpGIkbBVOQp1kGYS4sstFkCAtzvrM63yGKAlSJ
HUa9OXOwgiObzvCmhZvSIJPSVzAya35o6J6TZyesW7onwULWgTlT9T0x5DNwFjC1JeZ1dFMddIQI
SPaU3MayZeefln5Q+uyDHBD46hEPRw9/Ov6f4nx98T8AAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAAIQCcTl4h
4gYAADocAAAaAAAAY2xpcGJvYXJkL3RoZW1lL3RoZW1lMS54bWzsWU9vG0UUvyPxHUZ7b+P/jaM6
VezYDbRpo9gt6nG8Hu9OM7uzmhkn9Q21RyQkREEcqMSNAwIqtRKX8mkCRVCkfgXezOyud+I1SdsI
KmgO8e7b37z/782b3ctX7kUMHRIhKY87XvVixUMk9vmExkHHuzUaXFj3kFQ4nmDGY9Lx5kR6Vzbf
f+8y3vAZTcYci8koJBFBwCiWG7jjhUolG2tr0gcylhd5QmJ4NuUiwgpuRbA2EfgIBERsrVaptNYi
TGNvEzgqzajP4F+spCb4TAw1G4JiHIH0m9Mp9YnBTg6qGiHnsscEOsSs4wHPCT8akXvKQwxLBQ86
XsX8eWubl9fwRrqIqRVrC+sG5i9dly6YHNSMTBGMc6HVQaN9aTvnbwBMLeP6/X6vX835GQD2fbDU
6lLk2RisV7sZzwLIXi7z7lWalYaLL/CvL+nc7na7zXaqi2VqQPaysYRfr7QaWzUHb0AW31zCN7pb
vV7LwRuQxbeW8INL7VbDxRtQyGh8sITWAR0MUu45ZMrZTil8HeDrlRS+QEE25NmlRUx5rFblWoTv
cjEAgAYyrGiM1DwhU+xDTvZwNBYUawF4g+DCE0vy5RJJy0LSFzRRHe/DBMdeAfLy2fcvnz1Bx/ef
Ht//6fjBg+P7P1pGzqodHAfFVS++/ezPRx+jP5588+LhF+V4WcT/+sMnv/z8eTkQymdh3vMvH//2
9PHzrz79/buHJfAtgcdF+IhGRKIb5Ajt8wgMM15xNSdj8WorRiGmxRVbcSBxjLWUEv59FTroG3PM
0ug4enSJ68HbAtpHGfDq7K6j8DAUM0VLJF8LIwe4yznrclHqhWtaVsHNo1kclAsXsyJuH+PDMtk9
HDvx7c8S6JtZWjqG90LiqLnHcKxwQGKikH7GDwgpse4OpY5fd6kvuORThe5Q1MW01CUjOnayabFo
h0YQl3mZzRBvxze7t1GXszKrt8mhi4SqwKxE+RFhjhuv4pnCURnLEY5Y0eHXsQrLlBzOhV/E9aWC
SAeEcdSfECnL1twUYG8h6NcwdKzSsO+yeeQihaIHZTyvY86LyG1+0AtxlJRhhzQOi9gP5AGkKEZ7
XJXBd7lbIfoe4oDjleG+TYkT7tO7wS0aOCotEkQ/mYmSWF4l3Mnf4ZxNMTGtBpq606sjGv9d42YU
OreVcH6NG1rl868flej9trbsLdi9ympm50SjXoU72Z57XEzo29+dt/Es3iNQEMtb1Lvm/K45e//5
5ryqns+/JS+6MDRoPYvYQduM3dHKqXtKGRuqOSPXpRm8Jew9kwEQ9TpzuiT5KSwJ4VJXMghwcIHA
Zg0SXH1EVTgMcQJDe9XTTAKZsg4kSriEw6Ihl/LWeBj8lT1qNvUhxHYOidUun1hyXZOzs0bOxmgV
mANtJqiuGZxVWP1SyhRsex1hVa3UmaVVjWqmKTrScpO1i82hHFyemwbE3Jsw1CAYhcDLLTjfa9Fw
2MGMTLTfbYyysJgonGeIZIgnJI2Rtns5RlUTpCxXlgzRdthk0AfHU7xWkNbWbN9A2lmCVBTXWCEu
i96bRCnL4EWUgNvJcmRxsThZjI46XrtZa3rIx0nHm8I5GS6jBKIu9RyJWQBvmHwlbNqfWsymyhfR
bGeGuUVQhVcf1u9LBjt9IBFSbWMZ2tQwj9IUYLGWZPWvNcGt52VASTc6mxb1dUiGf00L8KMbWjKd
El8Vg12gaN/Z27SV8pkiYhhOjtCYzcQ+hvDrVAV7JlTC6w7TEfQNvJvT3jaP3OacFl3xjZjBWTpm
SYjTdqtLNKtkCzcNKdfB3BXUA9tKdTfGvboppuTPyZRiGv/PTNH7Cbx9qE90BHx40Ssw0pXS8bhQ
IYculITUHwgYHEzvgGyB97vwGJIK3kqbX0EO9a+tOcvDlDUcItU+DZCgsB+pUBCyB23JZN8pzKrp
3mVZspSRyaiCujKxao/JIWEj3QNbem/3UAipbrpJ2gYM7mT+ufdpBY0DPeQU683pZPnea2vgn558
bDGDUW4fNgNN5v9cxXw8WOyqdr1Znu29RUP0g8WY1ciqAoQVtoJ2WvavqcIrbrW2Yy1ZXGtmykEU
ly0GYj4QJfAOCel/sP9R4TP7BUNvqCO+D70VwccLzQzSBrL6gh08kG6QljiGwckSbTJpVta16eik
vZZt1uc86eZyTzhba3aWeL+is/PhzBXn1OJ5Ojv1sONrS1vpaojsyRIF0jQ7yJjAlH3J2sUJGgfV
jgdfkyDQ9+AKvkd5QKtpWk3T4Ao+MsGwZL8Mdbz0IqPAc0vJMfWMUs8wjYzSyCjNjALDWfoNJqO0
oFPpzybw2U7/eCj7QgITXPpFJWuqzue+zb8AAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAAIQCcZkZBuwAAACQB
AAAqAAAAY2xpcGJvYXJkL2RyYXdpbmdzL19yZWxzL2RyYXdpbmcxLnhtbC5yZWxzhI/NCsIwEITv
gu8Q9m7SehCRJr2I0KvUBwjJNi02PyRR7Nsb6EVB8LIws+w3s037sjN5YkyTdxxqWgFBp7yenOFw
6y+7I5CUpdNy9g45LJigFdtNc8VZ5nKUxikkUigucRhzDifGkhrRykR9QFc2g49W5iKjYUGquzTI
9lV1YPGTAeKLSTrNIXa6BtIvoST/Z/thmBSevXpYdPlHBMulFxagjAYzB0pXZ501LV2BiYZ9/Sbe
AAAA//8DAFBLAQItABQABgAIAAAAIQC75UiUBQEAAB4CAAATAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABbQ29u
dGVudF9UeXBlc10ueG1sUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAK0wP/HBAAAAMgEAAAsAAAAAAAAAAAAAAAAA
NgEAAF9yZWxzLy5yZWxzUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAOWxxuUiAwAAyQYAAB8AAAAAAAAAAAAAAAAA
IAIAAGNsaXBib2FyZC9kcmF3aW5ncy9kcmF3aW5nMS54bWxQSwECLQAUAAYACAAAACEAnE5eIeIG
AAA6HAAAGgAAAAAAAAAAAAAAAAB/BQAAY2xpcGJvYXJkL3RoZW1lL3RoZW1lMS54bWxQSwECLQAU
AAYACAAAACEAnGZGQbsAAAAkAQAAKgAAAAAAAAAAAAAAAACZDAAAY2xpcGJvYXJkL2RyYXdpbmdz
L19yZWxzL2RyYXdpbmcxLnhtbC5yZWxzUEsFBgAAAAAFAAUAZwEAAJwNAAAAAA==
" filled="f" stroked="f"&gt;
 &lt;o:lock v:ext="edit" aspectratio="t"/&gt;
 &lt;w:wrap type="none"/&gt;
 &lt;w:anchorlock/&gt;
&lt;/v:rect&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75"
 coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe"
 filled="f" stroked="f"&gt;
 &lt;v:stroke joinstyle="miter"/&gt;
 &lt;v:formulas&gt;
  &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"/&gt;
 &lt;/v:formulas&gt;
 &lt;v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect"/&gt;
 &lt;o:lock v:ext="edit" aspectratio="t"/&gt;
&lt;/v:shapetype&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if mso &amp; !supportInlineShapes &amp; supportFields]&gt;&lt;span
lang=EN-US&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style='width:1pt;
 height:1pt'&gt;
 &lt;v:imagedata croptop="-65520f" cropbottom="65520f"/&gt;
&lt;/v:shape&gt;&lt;span style='mso-element:field-end'&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Masihkan kita Muliakan Orang Tua ?</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/masihkan-kita-muliakan-orang-tua.html</link><category>Mahasiswi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 28 Apr 2013 03:21:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-7103303520677280369</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;a href="http://kumpulankata.co/wp-content/uploads/2013/03/Kata-Mutiara-Bijak-Islam-Untuk-Ibu-terbaru-2013.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Kata Mutiara Bijak Islam Untuk Ibu terbaru 2013" border="0" height="162" src="http://kumpulankata.co/wp-content/uploads/2013/03/Kata-Mutiara-Bijak-Islam-Untuk-Ibu-terbaru-2013.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Dan Kami perintahkan kepada manusia
(berbuat baik) kepada dua orang tua, ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya
dalam keadaan lemah dan bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.
Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Kulah
kembalimu. (QS Luqman: 14) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Mahasuci Allah Dzat yang tak pernah bosan
mengurus semua hamba-Nya. Yang telah menjadikan amalan memuliakan orang tua
(birul walidain) sebagai amalan yang amat dicintai-Nya. Demi Allah, siapa pun
yang selalu berusaha untuk memuliakan kedua orang tuanya, niscaya akan Ia
angkat derajatnya ke tempat paling tinggi di dunia maupun di akhirat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Alangkah tepat andai firman Allah tersebut
kita baca berulang-ulang dan kita renungkan dalam-dalam. Sehingga Allah
berkenan mengaruniakan cahaya hidayahnya kepada kita, mengaruniakan kesanggupan
untuk mengoreksi diri dan mengaruniakan kesadaran untuk bertanya: "Telah
seberapa besarkah kita memuliakan ibu bapak?". Boleh jadi kita sekarang
mulai mengabaikan orang tua kita. Bisa saja saat ini mereka tengah memeras
keringat banting tulang mencari uang agar studi kita sukses. Sementara kita
sendiri mulai malas belajar dan tidak pernah menyesal ketika mendapatkan nilai
yang pas-pasan. Bahkan, dalam shalat lima waktunya atau tahajudnya mereka tak
pernah lupa menyisipkan doa bagi kebaikan kita anak-anaknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Tetapi, berapa kalikah dalam sehari semalam
kita mendoakannya? Shalat saja kita sering telat dan tidak khusyuk. Ada seorang
perwira tinggi yang sukses dalam karirnya, ternyata memiliki jawaban yang
"sederhana" ketika ditanya seseorang, "Waktu kecil apakah Bapak
pernah bercita-cita ingin jadi seorang jenderal?" Pertanyaan itu dijawabnya
dengan tegas; "Saya tidak pernah bercita-cita seperti itu, kalau pun ada
yang saya dambakan ketika itu, bahkan hingga sekarang, saya hanya ingin
membahagiakan kedua orang tua saya!" Betapa dengan keinginan yang sepintas
tampak sederhana, ia memiliki energi yang luar biasa, sehingga mampu menempuh
jenjang demi jenjang pendidikan dengan prestasi gemilang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Bahkan ketika mulai masuk dinas
ketentaraannya, ia mampu meraih jenjang demi jenjang dengan gemilang pula,
hingga sampai pada pangkat yang disandangnya sekarang. Subhanallah. Karena itu,
kita jangan sampai mengabaikan amalan yang sangat disukai Allah ini. Rasulullah
SAW menempatkan ibu "tiga tingkat" di atas bapak dalam hal bakti kita
pada keduanya. Betapa tidak, sekiranya saja kita menghitung penderitaan dan
pengorbanan mereka untuk kita, sungguh tidak akan terhitung dan tertanggungkan.
Seorang ulama mengatakan, "Walau kulit kita dikupas hingga telepas dari
tubuh tidak akan pernah bisa menandingi pengorbanan mereka kepada kita."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Berbulan-bulan kita bebani perut ibu, hingga
ketika ia miring dan bergerak jadi sulit, karena rasa sakit menahan beban kita
di dalam perutnya. Berjalan berat, duduk pun tak enak, tapi ia tak pernah
kecewa. Sebaliknya, ia selalu tersenyum. Begitu pun ketika melahirkan, ibu kita
benar-benar dalam keadaan hidup mati. Darah berhamburan, keringat bercucuran.
Sakit tiada terperi. Namun, ia ikhlas! Manakala melihat kita si jabang bayi,
hilanglah semua penderitaan. Senyum pun tersungging, walau tubuh lunglai
tatkala mendengar tangisan kita, yang kelak banyak menyusahkannya. Ingatkah
kita ketika masih bayi? Kepalanya kita kencingi. Badannya kita beraki. Sedang
tidur pun kita bangunkan. Kita suruh ia mencuci popok hampir setiap waktu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba waktu sekolah, orang tua kita harus peras keringat banting tulang, bahkan
mau bertebal muka, ngutang ke sana ke sini. Semuanya dilakukan agar
anak-anaknya bisa sekolah, bisa berpakaian seragam yang pantas.
"Rutinitas" itu berlangsung bertahun-tahun, mulai dari SD, SMP, SMA,
hingga kita kuliah. Bahkan, setelah menikah pun tetap saja kita menyusahkan dan
membebani mereka dengan aneka masalah. Benar-benar tak tahu malu, kita
menengadahkan tangan pada kedua orang tua sekian tahun lamanya. Semua contoh di
atas seharusnya menyebabkan kita bisa mengukur diri, apa yang bisa kita lakukan
untuk keduanya selama ini? Betapa sering kita mengiris-iris hatinya. Mulai dari
tingkah-laku kita yang jauh dari kesopanan, ucapan yang terkadang menyakitkan,
hingga perlakuan kita yang sering merendahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Yang lebih kurang ajar lagi, kita sering
memperlakukan mereka sebagai pembantu. Bahkan ada di antara kita yang malu
mempunyai orang tua yang lugu dan sederhana. Tentu kita terlahir ke dunia tidak
untuk berlaku rendah seperti itu. Allah dan Rasul-Nya tidak akan pernah ridha
melihat kelakuan tersebut. Dari sinilah kita harus berusaha menjaga hubungan
baik dengan mereka, karena di sana terbuka pintu surga. Ridha orang tua adalah
ridha Allah SWT. Betapapun ada satu dua perlakukan orang tua kita yang kurang
berkenan di hati, tapi ingatlah bahwa darah dagingnya mengalir dan melekat di
diri kita? Makanan yang sehari-hari kita makan pun adalah buah dari tetesan
keringatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alangkah lebih baik apabila kita bersabar dan teruslah panjatkan doa. Karena
itu, jangan tunda waktu untuk membahagiakan mereka. Mohonkanlah maafnya atas
segala kesalahan dan kelalaian kita selama ini. Karena siapa tahu Allah akan
segera menakdirkan perpisahan antara kita dengan mereka untuk selama-lamanya.
Kalau keduanya sudah berada di dalam kubur, bagaimana kita bisa mencium tangannya.
Kita tidak bisa mempersembahkan bakti apapun kalau mereka sudah terbujur kaku.
Jangan enggan untuk menjaga, membela, membahagiakan, memuliakan, menghormati,
dan berbuat yang terbaik terhadap keduanya. Jangan lupa untuk selalu mendoakan
keduanya agar mendapatkan khusnul khatimah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Mudah-mudahan perjuangan kita yang ikhlas
dalam memuliakan keduanya membuat Allah ridha, sehingga Ia berkenan mengangkat
derajat mereka berdua dan kita pun menjadi hamba yang berada dalam naungan
cahaya ridha-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 120%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-font-size: 10.0pt; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;MS Mincho&amp;quot;; mso-fareast-language: JA; mso-fareast-theme-font: minor-fareast;"&gt;&amp;nbsp;Wallahu a'lam
bish-shawab.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;!--[if mso &amp; !supportInlineShapes &amp; supportFields]&gt;&lt;span
lang=EN-US style='font-size:12.0pt;mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:120%;
font-family:"Times New Roman","serif";mso-fareast-font-family:"MS Mincho";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;mso-bidi-font-family:Arial;mso-bidi-theme-font:
minor-bidi;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language:JA;mso-bidi-language:
AR-SA'&gt;&lt;span style='mso-element:field-begin;mso-field-lock:yes'&gt;&lt;/span&gt;&lt;span
style='mso-spacerun:yes'&gt; &lt;/span&gt;SHAPE &lt;span
style='mso-spacerun:yes'&gt; &lt;/span&gt;\* MERGEFORMAT &lt;span style='mso-element:field-separator'&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 120%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-font-size: 10.0pt; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;MS Mincho&amp;quot;; mso-fareast-language: JA; mso-fareast-theme-font: minor-fareast;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:rect id="Rectangle_x0020_1" o:spid="_x0000_s1026"
 alt="Description: mk:@MSITStore:D:\Master%20Software\islam\bunga%20rampai%208.chm::/images/c.gif"
 style='width:.65pt;height:.65pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square;
 mso-left-percent:-10001;mso-top-percent:-10001;mso-position-horizontal:absolute;
 mso-position-horizontal-relative:char;mso-position-vertical:absolute;
 mso-position-vertical-relative:line;mso-left-percent:-10001;mso-top-percent:-10001;
 v-text-anchor:top' o:gfxdata="UEsDBBQABgAIAAAAIQC75UiUBQEAAB4CAAATAAAAW0NvbnRlbnRfVHlwZXNdLnhtbKSRvU7DMBSF
dyTewfKKEqcMCKEmHfgZgaE8wMW+SSwc27JvS/v23KTJgkoXFsu+P+c7Ol5vDoMTe0zZBl/LVVlJ
gV4HY31Xy4/tS3EvRSbwBlzwWMsjZrlprq/W22PELHjb51r2RPFBqax7HCCXIaLnThvSAMTP1KkI
+gs6VLdVdad08ISeCho1ZLN+whZ2jsTzgcsnJwldluLxNDiyagkxOquB2Knae/OLUsyEkjenmdzb
mG/YhlRnCWPnb8C898bRJGtQvEOiVxjYhtLOxs8AySiT4JuDystlVV4WPeM6tK3VaILeDZxIOSsu
ti/jidNGNZ3/J08yC1dNv9v8AAAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEArTA/8cEAAAAyAQAACwAAAF9y
ZWxzLy5yZWxzhI/NCsIwEITvgu8Q9m7TehCRpr2I4FX0AdZk2wbbJGTj39ubi6AgeJtl2G9m6vYx
jeJGka13CqqiBEFOe2Ndr+B03C3WIDihMzh6RwqexNA281l9oBFTfuLBBhaZ4ljBkFLYSMl6oAm5
8IFcdjofJ0z5jL0MqC/Yk1yW5UrGTwY0X0yxNwri3lQgjs+Qk/+zfddZTVuvrxO59CNCmoj3vCwj
MfaUFOjRhrPHaN4Wv0VV5OYgm1p+LW1eAAAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEADZRO+R8DAADDBgAA
HwAAAGNsaXBib2FyZC9kcmF3aW5ncy9kcmF3aW5nMS54bWykVU1z0zAQvTPDf9BohqNjOzhp7MGF
Nk6YzrTQaeDWiyIrtgZ9GEn5KAz/nZWcNGkLF8ghWa1WT2/f7irv3u+kQBtmLNeqxOkgwYgpqmuu
mhJ//TKPJhhZR1RNhFasxA/M4vfnr1+9I0VjSNdyigBB2YKUuHWuK+LY0pZJYge6Ywr2VtpI4mBp
mrg2ZAvIUsTDJBnHknCFz49QFXEErQ3/Byih6TdWT4naEAuQghannj1HQf8fmRRq89F0i+7WeOb0
0+bWIF6XGJRTRIJEON5v7MNgGT871RwBdisjfbxerdAuoDz474DBdg5RcE6GoxFGFDaC1eO3n/9w
grazv54BEv1lYJwQsJ2/Xm1eZpQeMrpjFFqgEQyBq2aWmhLLb8WHm8XVl4XThhVVcX9DrGPmzTBZ
6JXbEsPuuRVE3i/XqiHgNkR2hIMxGdBWFkXMJWmYjemg4atHzQ4sbHcNFbVI6WkLV7ML2wEJ6FDg
dHAZo7ctI7X17l5lKEePEBQ/gkGNltsbXUN5yNrp0HT/pvyjiqTojHUfmZbIGyU2QDAAk821dT2f
Q0iQWM+5EKF4Qj1xAGbvgYLDUb/nSx8m4Wee5LPJbJJF2XA8i7KkqqKL+TSLxvP0bFS9rabTKv3l
702zouV1zZS/5jCVafai5SWnRlso0oBqGUPfccoOkwlzmSbHubRa8NrDeUrWNMupMGhDRInn4bNX
/SQsfkojtD7k8iyldJgll8M8mo8nZ1E2z0ZRfpZMoiTNL/NxkuVZNX+a0jVX7P9TQtsS56PhKFTp
hPSz3JLweZkbKSSHFkeCS5jExyBS+CacqTqU1hEuevtECk//KAWU+1BoMO3+JXG7RZhEt7vU9YMX
bAm/0LhGQ3PB6wKvNBitNj8w2sLbW2L7fQ1zhpG4UjADeZplEObCIhudDWFhTneWpztEUYAqscOo
N6cOVnBk3RnetHBTGmRS+gIGZsX3Dd1z8uyEdQv3IFjIOjBnqr4lhtwBZwEzW2JeR1fVXkeIgGSP
ya0tW3T+YekHpc8+yAGBz57vcHT/d+P/I07X578BAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAAIQCcTl4h4gYA
ADocAAAaAAAAY2xpcGJvYXJkL3RoZW1lL3RoZW1lMS54bWzsWU9vG0UUvyPxHUZ7b+P/jaM6VezY
DbRpo9gt6nG8Hu9OM7uzmhkn9Q21RyQkREEcqMSNAwIqtRKX8mkCRVCkfgXezOyud+I1SdsIKmgO
8e7b37z/782b3ctX7kUMHRIhKY87XvVixUMk9vmExkHHuzUaXFj3kFQ4nmDGY9Lx5kR6Vzbff+8y
3vAZTcYci8koJBFBwCiWG7jjhUolG2tr0gcylhd5QmJ4NuUiwgpuRbA2EfgIBERsrVaptNYiTGNv
EzgqzajP4F+spCb4TAw1G4JiHIH0m9Mp9YnBTg6qGiHnsscEOsSs4wHPCT8akXvKQwxLBQ86XsX8
eWubl9fwRrqIqRVrC+sG5i9dly6YHNSMTBGMc6HVQaN9aTvnbwBMLeP6/X6vX835GQD2fbDU6lLk
2RisV7sZzwLIXi7z7lWalYaLL/CvL+nc7na7zXaqi2VqQPaysYRfr7QaWzUHb0AW31zCN7pbvV7L
wRuQxbeW8INL7VbDxRtQyGh8sITWAR0MUu45ZMrZTil8HeDrlRS+QEE25NmlRUx5rFblWoTvcjEA
gAYyrGiM1DwhU+xDTvZwNBYUawF4g+DCE0vy5RJJy0LSFzRRHe/DBMdeAfLy2fcvnz1Bx/efHt//
6fjBg+P7P1pGzqodHAfFVS++/ezPRx+jP5588+LhF+V4WcT/+sMnv/z8eTkQymdh3vMvH//29PHz
rz79/buHJfAtgcdF+IhGRKIb5Ajt8wgMM15xNSdj8WorRiGmxRVbcSBxjLWUEv59FTroG3PM0ug4
enSJ68HbAtpHGfDq7K6j8DAUM0VLJF8LIwe4yznrclHqhWtaVsHNo1kclAsXsyJuH+PDMtk9HDvx
7c8S6JtZWjqG90LiqLnHcKxwQGKikH7GDwgpse4OpY5fd6kvuORThe5Q1MW01CUjOnayabFoh0YQ
l3mZzRBvxze7t1GXszKrt8mhi4SqwKxE+RFhjhuv4pnCURnLEY5Y0eHXsQrLlBzOhV/E9aWCSAeE
cdSfECnL1twUYG8h6NcwdKzSsO+yeeQihaIHZTyvY86LyG1+0AtxlJRhhzQOi9gP5AGkKEZ7XJXB
d7lbIfoe4oDjleG+TYkT7tO7wS0aOCotEkQ/mYmSWF4l3Mnf4ZxNMTGtBpq606sjGv9d42YUOreV
cH6NG1rl868flej9trbsLdi9ympm50SjXoU72Z57XEzo29+dt/Es3iNQEMtb1Lvm/K45e//55ryq
ns+/JS+6MDRoPYvYQduM3dHKqXtKGRuqOSPXpRm8Jew9kwEQ9TpzuiT5KSwJ4VJXMghwcIHAZg0S
XH1EVTgMcQJDe9XTTAKZsg4kSriEw6Ihl/LWeBj8lT1qNvUhxHYOidUun1hyXZOzs0bOxmgVmANt
JqiuGZxVWP1SyhRsex1hVa3UmaVVjWqmKTrScpO1i82hHFyemwbE3Jsw1CAYhcDLLTjfa9Fw2MGM
TLTfbYyysJgonGeIZIgnJI2Rtns5RlUTpCxXlgzRdthk0AfHU7xWkNbWbN9A2lmCVBTXWCEui96b
RCnL4EWUgNvJcmRxsThZjI46XrtZa3rIx0nHm8I5GS6jBKIu9RyJWQBvmHwlbNqfWsymyhfRbGeG
uUVQhVcf1u9LBjt9IBFSbWMZ2tQwj9IUYLGWZPWvNcGt52VASTc6mxb1dUiGf00L8KMbWjKdEl8V
g12gaN/Z27SV8pkiYhhOjtCYzcQ+hvDrVAV7JlTC6w7TEfQNvJvT3jaP3OacFl3xjZjBWTpmSYjT
dqtLNKtkCzcNKdfB3BXUA9tKdTfGvboppuTPyZRiGv/PTNH7Cbx9qE90BHx40Ssw0pXS8bhQIYcu
lITUHwgYHEzvgGyB97vwGJIK3kqbX0EO9a+tOcvDlDUcItU+DZCgsB+pUBCyB23JZN8pzKrp3mVZ
spSRyaiCujKxao/JIWEj3QNbem/3UAipbrpJ2gYM7mT+ufdpBY0DPeQU683pZPnea2vgn558bDGD
UW4fNgNN5v9cxXw8WOyqdr1Znu29RUP0g8WY1ciqAoQVtoJ2WvavqcIrbrW2Yy1ZXGtmykEUly0G
Yj4QJfAOCel/sP9R4TP7BUNvqCO+D70VwccLzQzSBrL6gh08kG6QljiGwckSbTJpVta16eikvZZt
1uc86eZyTzhba3aWeL+is/PhzBXn1OJ5Ojv1sONrS1vpaojsyRIF0jQ7yJjAlH3J2sUJGgfVjgdf
kyDQ9+AKvkd5QKtpWk3T4Ao+MsGwZL8Mdbz0IqPAc0vJMfWMUs8wjYzSyCjNjALDWfoNJqO0oFPp
zybw2U7/eCj7QgITXPpFJWuqzue+zb8AAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAAIQCcZkZBuwAAACQBAAAq
AAAAY2xpcGJvYXJkL2RyYXdpbmdzL19yZWxzL2RyYXdpbmcxLnhtbC5yZWxzhI/NCsIwEITvgu8Q
9m7SehCRJr2I0KvUBwjJNi02PyRR7Nsb6EVB8LIws+w3s037sjN5YkyTdxxqWgFBp7yenOFw6y+7
I5CUpdNy9g45LJigFdtNc8VZ5nKUxikkUigucRhzDifGkhrRykR9QFc2g49W5iKjYUGquzTI9lV1
YPGTAeKLSTrNIXa6BtIvoST/Z/thmBSevXpYdPlHBMulFxagjAYzB0pXZ501LV2BiYZ9/SbeAAAA
//8DAFBLAQItABQABgAIAAAAIQC75UiUBQEAAB4CAAATAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABbQ29udGVu
dF9UeXBlc10ueG1sUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAK0wP/HBAAAAMgEAAAsAAAAAAAAAAAAAAAAANgEA
AF9yZWxzLy5yZWxzUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAA2UTvkfAwAAwwYAAB8AAAAAAAAAAAAAAAAAIAIA
AGNsaXBib2FyZC9kcmF3aW5ncy9kcmF3aW5nMS54bWxQSwECLQAUAAYACAAAACEAnE5eIeIGAAA6
HAAAGgAAAAAAAAAAAAAAAAB8BQAAY2xpcGJvYXJkL3RoZW1lL3RoZW1lMS54bWxQSwECLQAUAAYA
CAAAACEAnGZGQbsAAAAkAQAAKgAAAAAAAAAAAAAAAACWDAAAY2xpcGJvYXJkL2RyYXdpbmdzL19y
ZWxzL2RyYXdpbmcxLnhtbC5yZWxzUEsFBgAAAAAFAAUAZwEAAJkNAAAAAA==
" filled="f" stroked="f"&gt;
 &lt;o:lock v:ext="edit" aspectratio="t"/&gt;
 &lt;w:wrap type="none"/&gt;
 &lt;w:anchorlock/&gt;
&lt;/v:rect&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75"
 coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe"
 filled="f" stroked="f"&gt;
 &lt;v:stroke joinstyle="miter"/&gt;
 &lt;v:formulas&gt;
  &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"/&gt;
 &lt;/v:formulas&gt;
 &lt;v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect"/&gt;
 &lt;o:lock v:ext="edit" aspectratio="t"/&gt;
&lt;/v:shapetype&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if mso &amp; !supportInlineShapes &amp; supportFields]&gt;&lt;span
lang=EN-US style='font-size:12.0pt;mso-bidi-font-size:10.0pt;line-height:120%;
font-family:"Times New Roman","serif";mso-fareast-font-family:"MS Mincho";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;mso-bidi-font-family:Arial;mso-bidi-theme-font:
minor-bidi;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language:JA;mso-bidi-language:
AR-SA'&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style='width:.65pt;
 height:.65pt'&gt;
 &lt;v:imagedata croptop="-65520f" cropbottom="65520f"/&gt;
&lt;/v:shape&gt;&lt;span style='mso-element:field-end'&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 120%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-font-size: 10.0pt; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;MS Mincho&amp;quot;; mso-fareast-language: JA; mso-fareast-theme-font: minor-fareast;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 13.5pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;b&gt;Oleh : KH.
Abdullah Gymnastiar&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Felix Siauw : Orang Pacaran adalah Orang “Buangan”</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/felix-siauw-orang-pacaran-adalah-orang.html</link><category>Analisis</category><category>Tsaqofah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 25 Apr 2013 20:46:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-8307269130174344922</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://img.eramuslim.com/media/2012/11/felix-siauw.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://img.eramuslim.com/media/2012/11/felix-siauw.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt; –&amp;nbsp;Islamic Inspirator, Felix Siauw, dalam sebuah
acara bedah buku di Islamic Book Fair 2013, mengatakan bahwa jika ingin mencari
pasangan hidup pastilah mengharapkan yang beriman dan bertakwa, sementara orang
yang beriman sudah pasti tidak menempuh jalur pacaran dan tidak akan ditemui
lewat jalur pacaran.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
“Laki-laki yang taat pada Allah SWT berarti dia beriman,
ketika dia beriman maka dia tidak pacaran,” ungkapnya di panggung utama IBF
2013 lalu , Istora Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Orang yang pacaran itu, lanjutnya, adalah orang-orang
“buangan” yang tidak lulus seleksi keberanian menghadapi hidup. “Laki-laki yang
pacaran itu masuk jurusan buangan, karena jurusan utama adalah nikah, artinya
yang pacaran itu karena tidak lolos jurusan nikah,” ujar penulis buku Udah
Putusin Aja ini.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Felix juga menjelaskan latar belakang dipilihnya judul buku
tersebut, pemilihan ini karena selain merupakan maksiat, orang yang pacaran itu
tidak siap nikah maka Udah Putusin Aja.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Menurutnya, beda khitbah dengan pacaran, khitbah itu sudah
jelas waktunya. “Sudah ketemu dengan walinya,” jelasnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Di akhir acara, ia berpesan agar tidak melanjutkan
kemaksiatan dengan pacaran yang hanya berakibat pada kerusakan dan keburukan.
“Hati-hati dengan pacaran, udah putusin aja,” pungkasnya di hadapan pengunjung
yang memadati tribun dan ruang acara.[]inshany/ibf&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/bincang/felix-siauw-orang-pacaran-adalah-orang-buangan.htm#.UXn4G6IXG3s"&gt;Era Muslim&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Muallaf Inggris yang Ingin Latihan Jihad (I’dad) Di Pakistan, Dipidanakan di Pengadilan</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/muallaf-inggris-yang-ingin-latihan.html</link><category>news</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 25 Apr 2013 20:42:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-2408385355746409050</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://img.eramuslim.com/media/2013/04/1-31.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://img.eramuslim.com/media/2013/04/1-31.jpeg" height="178" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Pria Inggris berkulit putih Muallaf dijatuhi hukuman penjara
pada Kamis pagi kemarin setelah ia dituduh &amp;nbsp;mengambil bagian dalam
merencanakan serangan teror ke pihak agen rahasia Inggris MI5 dan MI6.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Menurut surat kabar The Times, Richard Dart yang berusia
tiga puluh tahun, dituduhkan juga berencana untuk menyerang kota kecil Royal
Wootton Bassett. Ia akan dipenjara di Old Bailey karena tuduhan perencanaan
pembunuhan massal dan niatnya untuk melakukan perjalanan ke Pakistan untuk
menerima pelatihan teroris.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Dart diadili bersama dua rekannya, Imran Mahmood, 22 tahun ,
dan mantan polisi Metropolitan, Jahangir Alom, 26 tahun. Mahmood dan Alom juga
akan dihukum dengan tuduhan mempersiapkan aksi terorisme, demikian dilaporkan
The Times pada Kamis.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Times kabarkan , &amp;nbsp;”mereka berkomitmen untuk pertempuran
Jihad.” &amp;nbsp;Maka Dart dan Alom yang telah merencanakan untuk melakukan
perjalanan ke Pakistan untuk menerima pelatihan teroris tapi mereka langsung
dicegah keberangkatannya &amp;nbsp;oleh polisi bandara di November 2011.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Mahmood, yang sebelumnya memperoleh pelatihan dari Pakistan,
bertindak sebagai penasehat Alom dan Dart.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Jonathan Laidlaw, seorang penyidik kejaksaan, mengatakan
Dart dan Mahmood waktu itu untuk menghindari pengawasan, maka mereka
&amp;nbsp;melakukan “percakapan rahasia” dengan mengetikkan ke dalam dokumen
Microsoft Word dan setelah itu mereka menghapus percakapannya . Namun, teks itu
ditemukan oleh detektif Scotland Yard dalam salah satu komputer mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Salah satu kalimat yang ditemukan bertuliskan: “Jika saatnya
datang, maka hal ini akan berurusan dengan MI5&amp;nbsp; atau para pemimpin MI6.”&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Berdasarkan data tulisan ini saja, pihak intelijen sudah
melakukan penangkapan dan penahanan, walau belum ada tindakan kejahatan apapun
yang mereka buat (Arby/Dz)&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/muallaf-inggris-yang-ingin-latihan-jihad-idad-di-pakistan-dipidanakan-di-pengadilan.htm#.UXn28aIXG3s"&gt;Era Muslim&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Felix Siauw Bicara Khilafah dan Masalah Umat</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/felix-siauw-bicara-khilafah-dan-masalah.html</link><category>Tsaqofah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 25 Apr 2013 20:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-7718900869291897126</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-AxpHCTA92vA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAFTc/F783-2yK07s/s120-c/photo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-AxpHCTA92vA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAFTc/F783-2yK07s/s120-c/photo.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
01. Islam memang bukan hanya melulu masalah&amp;nbsp;&lt;a href="https://plus.google.com/s/%23Khilafah"&gt;#Khilafah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;| walau&lt;a href="https://plus.google.com/s/%23Khilafah"&gt;#Khilafah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;itu memang
bagian daripada Islam&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
02. jadi&amp;nbsp;&lt;a href="https://plus.google.com/s/%23Khilafah"&gt;#Khilafah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bukanlah
solusi semua masalah | walau masalah-masalah besar bisa diselesaikan saat&amp;nbsp;&lt;a href="https://plus.google.com/s/%23Khilafah"&gt;#Khilafah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;terapkan
syariah&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
03. seperti orang minta uang untuk makan | ada solusi konkrit dan ada solusi
hakiki | konkritnya ya kasih makan, hakikinya kasih kerja&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
04. mana yang bagus antara solusi konkrit dan hakiki? | bagusnya ya keduanya
diterapkan | dikasih makan terus dikasih kerja&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
05. sama seperti sekarang masalah ummat banyak | ada yang nggak kerja, nggak
tau cara shalat, bahkan nggak bisa baca Al-Qur'an&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
06. karenanya seorang Muslim haruslah jadi pelita bagi mereka | menerangi dan
menunjukkan kebaikan | dengan kontribusi paling maksimal&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
07. mengajarkan secara konkrit baca Al-Qur'an pada yang tuna Al-Qur'an | sambil
jelaskan bahwa masalah ini tersebab tiadanya&amp;nbsp;&lt;a href="https://plus.google.com/s/%23Khilafah"&gt;#Khilafah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;:D&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
08. kurang tepat bila kita menunjuk&amp;nbsp;&lt;a href="https://plus.google.com/s/%23Khilafah"&gt;#Khilafah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;| sementara
ummat tak paham dasar-dasar Islam sekalipun&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
09. pula kelalaian saat kita tak jelaskan masalah utama ummat | yaitu ketiadaan
penerapan syariah oleh&amp;nbsp;&lt;a href="https://plus.google.com/s/%23Khilafah"&gt;#Khilafah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;hingga
mereka tak paham&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
10. kata-kata adalah ilmu sedang perbuatan itu bersandar pada ilmu | jangan
tanya mana lebh penting karena keduanya kewajiban&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
11. ilmu tanpa amal itu kesia-siaan | sementara amal tanpa ilmu itu kesesatan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
12. demikian&amp;nbsp;&lt;a href="https://plus.google.com/s/%23Khilafah"&gt;#Khilafah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;tanpa
keimanan itu mustahil | dan keimanan tanpa&lt;a href="https://plus.google.com/s/%23Khilafah"&gt;#Khilafah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;itu tidak adil&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
13. tanpa iman&amp;nbsp;&lt;a href="https://plus.google.com/s/%23Khilafah"&gt;#Khilafah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pasti
bubar tak karuan | tanpa&amp;nbsp;&lt;a href="https://plus.google.com/s/%23Khilafah"&gt;#Khilafah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;banyak
orang dipaksa sesat oleh keadaan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
14. adanya&amp;nbsp;&lt;a href="https://plus.google.com/s/%23Khilafah"&gt;#Khilafah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;membuat
keimanan ummat terjaga dari bahaya | demikian iman menjaga ketaatan pada
Khalifah sang pemimpin&amp;nbsp;&lt;a href="https://plus.google.com/s/%23Khilafah"&gt;#Khilafah&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
15. selama amal itu sebuah kebaikan | walau hanya sekecil dzarrah | Allah
melihatnya&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
16.maka merasa kontribusi kita yang besar sementara yang lain tak penting |
entah, kita harus menyebut apa pada tingkah semisal ini&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
17. merasa sebagai pejuang&amp;nbsp;&lt;a href="https://plus.google.com/s/%23Khilafah"&gt;#Khilafah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;|
lalu semua yang tak bilang&lt;a href="https://plus.google.com/s/%23Khilafah"&gt;#Khilafah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;jadi
salah | ya Allah semoga kami dijauhkan dari demikian&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
18. merasa banyak kontribusinya bagi perjuangan ummat | hanya kita yang konkrit
yang lain hanya pengangguran | ya Allah ampuni kami&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
19. apalagi lalu menganggap yang memperjuangkan&amp;nbsp;&lt;a href="https://plus.google.com/s/%23Khilafah"&gt;#Khilafah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pasti salah |
ya Allah jaga kami, ya Allah kuatkan kami&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
20. Islam itu benar maka harus disampaikan dengan baik |&amp;nbsp;&lt;a href="https://plus.google.com/s/%23Khilafah"&gt;#Khilafah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;itu benar maka
hantarkan dengan kebaikan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;dari akun Google+ &lt;a href="https://plus.google.com/u/0/118306692579258455258/posts"&gt;Felix Siauw&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://1.bp.blogspot.com/-AxpHCTA92vA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAFTc/F783-2yK07s/s72-c/photo.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kebanggaan Muslimah: Kami Menolak Islamofobia Femens dan Perang Salib Neo-Kolonialis Untuk Menyelamatkan Kami</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/kebanggaan-muslimah-kami-menolak.html</link><category>Fiqih Wanita</category><category>Tsaqofah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 25 Apr 2013 19:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-1495786448599014356</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2012/02/anak-muslimah-inggris.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="231" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2012/02/anak-muslimah-inggris.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Oleh: Sofia Ahmad&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Aktivis yang saat ini kuliah Hubungan Internasional di Universitas Birmingham&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;


&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Saya telah mengikuti eksploitasi yang dilakukan oleh Femen
dan telah menjadi semakin merasa frustrasi dengan cara bagaimana mereka
melakukan kampanyenya. Apa yang sedang dilakukan Femen sangatlah
kontraproduktif dan merugikan kaum wanita Muslim di seluruh dunia. Bagi saya
dan ratusan wanita lain yang sudah melakukan kontak dengan saya selama beberapa
hari terakhir, taktik mereka merupakan bagian dari perang ideologi yang terjadi
di antara unsur-unsur neo-kolonial dalam masyarakat Barat dan Islam. Tujuan
mereka bukan untuk membebaskan kita dari yang dianggap sebagai perbudakan, tapi
malah bertujuan untuk memperkuat imperialisme Barat dan membangkitkan
persetujuan atas perang yang sedang berlangsung terhadap negara-negara Muslim.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Meskipun saya mengemukakan pandangan pribadi tentang
efektivitas tindakan Amina Tyler, saya berharap bahwa dia tetap dalam keadaan
aman dan baik. Namun, saya gagal untuk melihat bagaimana deklarasi ‘Topless
Jihad Day ‘untuk mendukungnya’ akan memiliki efek positif terhadap nasibnya.
Suatu kebijakan yang didasarkan pada “Muslim women, let’s get naked” (Wanita
Muslim, marilah kita telanjang) &amp;nbsp;adalah tindakan yang kontraproduktif dan
nyaris gila. Ini adalah apa yang mendorong saya untuk memulai ‘Muslimah Pride
Day’ (Hari Kebanggaan Muslimah).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Tampaknya, banyak wanita Muslim lainnya di seluruh dunia
setuju dengan sikap saya dan apa yang terjadi selanjutnya adalah penolakan yang
lantang dan vokal terhadap Femen. Alih-alih para wanita Muslim ‘yang
telanjang’, dari seluruh dunia malah men-tweet dan meng-upload gambar-gambar
mereka ke Facebook dengan mengenakan jilbab, cadar, dan pakaian Barat. Mereka
memberikan tanda yang memberitahu kepada dunia mengapa mereka bangga dengan
identitas mereka dan tidak butuh para wanita Islamofobia rasis untuk mendikte
mereka tentang bagaimana mereka harus berpakaian. Banyaknya peserta dan
dukungan gerakan ini adalah indikasi dari tingkat kemarahan dan frustrasi yang
dirasakan oleh para wanita Muslim terhadap tindakan yang kekanak-kanakan dan
terus-menerus yang dilakukan oleh Femen dan kelompok-kelompok lain semacamnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Dalam surat terbuka kami untuk Femen, kami menyebut mereka
sebagai kaum ‘feminis kolonial’ untuk menggambarkan kegiatan mereka. Saya yakin
itu adalah istilah yang paling tepat untuk menggambarkan feminisme mereka. Dari
Helen of Troy, wajah yang meluncurkan seribu kapal, hingga dalih pembebasan
wanita yang berkisar invasi Afghanistan, para wanita selalu digunakan sebagai
pion oleh kaum pria sebagai alasan untuk berperang. Femen hanyalah bab yang
paling akhir dalam sejarah panjang kaum imperialis gender yang mendorong
persetujuan dan memberikan latar belakang ideologis untuk membenarkan perang.
Dengan mengabaikan peran negara-negara barat dalam penindasan kaum wanita
Muslim dan hanya berfokus pada pria Muslim, mereka hanya bekerja untuk
menjelek-jelekkan Islam, bukan untuk membebaskan kaum wanita Muslim.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Dalam sepucuk surat terbarunya yang dimuat di Huffington
Post UK, Inna Shevchenko menunjukkan bahwa kami punya kaum “pria berjanggut
dengan pisau” di belakang kami yang telah mendorong kami untuk melancarkan
kampanye ini. Dengan demikian, dia menolak hak kita untuk mengekspresikan diri
sebagai hal yang tidak mungkin.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Apa yang dia siratkan dari pernyataannya adalah bahwa wanita
Muslim tidak mampu berbicara untuk diri mereka sendiri. Ini adalah upaya
terang-terangan yang menyangkal bahwa kita memiliki hak dalam kehidupan kita
sendiri. Usaha untuk memunculkan perasaan rendah diri ini adalah pernyataan
simbolik atas alasan mengapa begitu banyak wanita Muslim yang sangat marah
kepada Femen.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Menjelang terjadinya perang Afghanistan adalah contoh utama
tentang bagaimana feminisme digunakan untuk membangun dan menyebarkan stereotip
negatif tentang wanita Muslim untuk menyiapkan dukungan bagi para penghasut
perang. Mantan First Lady, Laura Bush, memberikan pidato tentang apa yang dia
sebut sebagai penderitaan kaum wanita di Afganistan, yang ternyata adalah
merujuk kepada hal seperti burkha yang dianggap menjadi hambatan bagi
kebebasan. Nasib kaum wanita Afghanistan yang diberitakan digunakan untuk
memanipulasi publik agar percaya bahwa perang ini adalah perang salib feminis
yang bermaksud baik untuk membebaskan mereka. Kenyataan yang sesungguhnya yang
menyakitkan adalah bahwa metode yang dipilih untuk pembebasan kaum wanita
Afghanistan adalah dengan pengeboman, pembunuhan dan perkosaan terhadap mereka
yang dengan cara sinis membayangi semangat untuk menyelamatkan mereka dari kaum
pria Muslim yang &amp;nbsp;’jahat’ dari kalangan mereka sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Dalam iklim di mana kita terus-menerus diperingatkan tentang
‘benturan peradaban’ dan perang abadi negara-negara Barat terhadap
negara-negara Muslim, ada kebutuhan mendasar untuk merendahkan martabat
‘musuh’. Penekanan yang berlebihan terhadap kaum pria Muslim yang dianggap
melakukan tindakan misogini yang membayangi kurangnya pengawasan atas
penindasan Barat terhadap kaum wanita Muslim. Ketergantungan Femen pada kiasan
yang dipakai media secara berlebihan dari nilai-nilai Barat modern yang
dibandingkan dengan nilai-nilai Islam tradisional adalah dengan menciptakan
representasi dikotomis atas ‘diri sendiri’ (Barat) dan ‘orang lain’ (Muslim).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Wacana-wacana itu hanya didasarkan pada gaun yang dipakai
wanita yang secara historis telah digunakan untuk membenarkan penindasan
terhadap semua kelompok yang didominasi di dalam sejarah. Para penjajah Prancis
merobek jilbab para wanita Muslim selama Revolusi Aljazair. Dalam esainya
Aljazair Unveiled, dimana Frantz Fanon meneliti peran wanita dalam masyarakat
terjajah, Frantz mengutip penguasa kolonial Perancis dengan mengatakan: “Jika
kita ingin menghancurkan struktur masyarakat Aljazair, menghancurkan kapasitas
perlawanannya, pertama-tama kita harus menaklukkan kaum wanita, kita harus
pergi dan temukan mereka di balik kerudungnya di mana mereka menyembunyikan
diri dan di rumah-rumah di mana para prianya menjaga mereka agar tidak terlihat
“. Kelompok Neo-cons dan kelompok Islamofobia menggunakan pendekatan yang sama
untuk menundukkan para wanita Muslim.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Kampanye hiper-seksualitas Femen dan desakan kepada kaum
wanita Muslim untuk bertelanjang sebagai tanda emansipasi adalah sebuah gejala
fantasi orientalis. Ketika kaum puritan, kaum Kristen munafik dari Eropa
pertama kali datang ke seluruh dunia Muslim, kaum wanita Muslim terlarang bagi
orang-orang Barat namun hal itu tidak menghentikan para penulis sastra harem
untuk membuat-buat karangan fantasi seksual mereka dan menampilkannya sebagai
kenyataan. Kaum wanita Muslim digambarkan sebagai para budak seks yang
duduk-duduk di dalam harem, untuk kesenangan seksual kaum pria Muslim. Hal ini
telah menyebabkan munculnya ide ‘Wanita Muslim’ sebagai objek seksual yang tunduk.
Taktik Femen ini menunjukkan bahwa mentalitas ini tidaklah berubah. Sekarang,
Barat yang menganggap dirinya bebas secara seksual, menampilkan kaum wanita
muslim (yakni ‘orang lain’) sebagai budak seks yang ditutup-tutupi yang
berusaha secara mati-matian melepaskan diri dari burkha mereka yang menyesakkan
dan berusaha melepaskan diri dari kawin paksa.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Saya tidak menolak fakta bahwa ada banyak masalah di dunia
Muslim. Namun, sejarah telah menunjukkan bahwa Barat baik secara langsung
(melalui perbudakan, kolonialisme dan neokolonialisme) maupun secara tidak
langsung (melalui dukungan terhadap rezim misoginis dan menindas seperti di
Arab Saudi) telah melakukan hal yang lebih jauh dengan merusak kaum wanita
Muslim daripada apa yang dimiliki oleh kaum pria muslim. Itu sebabnya saya
dengan keras menentang Femen dengan pemaksaan agenda neokolonialnya. Jika Femen
benar-benar ingin membantu kaum wanita Muslim, mereka harus mengatasi kenyataan
bahwa sudah terlalu lama hingga saat ini, kaum wanita Muslim telah dipinggirkan,
dibom, diperkosa, dibunuh, dan diperbudak oleh kaum pria dari dunia barat.
Mereka harus bekerja di negara mereka sendiri untuk mencoba dan membatalkan
perang di masa depan terhadap negara-negara Muslim dan membantu memecahkan
masalah. Atau mungkin, mereka harus tetap mencoba membebaskan kaum wanita di
barat.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Kami telah kewalahan dan sangat menghargai dukungan dan
dorongan yang kita telah dapatkan dari kaum non-Muslim di seluruh dunia.
Seorang wanita dari Amerika Serikat mengirimkan gambar di mana dia telah
mengenakan jilbab yang terbuat dari sepotong kain dan ikat kepala sebagai
solidaritas atas hak kita untuk memakainya. Kaum Feminis Barat seperti Those
Pesky Dames juga telah keluar untuk mendukung kampanye kami. Ini merupakan
indikasi dari kemampuan untuk melihat sikap historis yang tertanam masa lalu
dan kemauan kaum non-Islam untuk mencoba memahami agama yang disalahartikan
ini.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Meskipun popularitas kampanye dan pesan kami yang kuat yang
terkirim keluar, Femen terus menampilkan pengabaian yang mencolok dan telah
secara konsisten mencoba untuk mengecilkan legitimasi suara kolektif kami.
Femen telah mencoba untuk mengabaikan kampanye kami dengan menggunakan
konspirasi dan prasangka, dan belum ada tanda-tanda terjadinya debat
intelektual atau argumen yang konstruktif terhadap poin-poin yang kita telah
angkat. Mereka tidak berusaha untuk mendekati kami secara langsung, mereka juga
tidak pernah memberikan tanggapan atas surat terbuka kami. Sebaliknya, Inna
Shevchenko mengatakan bahwa dia akan melihat kami di “garis pertempuran”, namun
kami tidak ingin terlibat dengan istilah-istilah itu.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Bagi kami, ini bukanlah tentang pertengkaran dengan Femen.
Sebaliknya, kami prihatin dengan gambaran yang lebih besar, atas perubahan
sikap dan persepsi dan untuk memupuk pemahaman yang lebih baik antara kaum
Muslim dan Barat. Ini adalah kesempatan kami untuk menceritakan kisah-kisah
kami, biarkanlah suara kami didengar dan menguasai narasi kami sendiri. Femen
harus berharap bagi musim panas yang hangat, sehingga mereka bisa bertelanjang
setiap hari agar kami jadi peduli, sebagian besar wanita Muslim telah
menunjukkan bahwa kami tidak akan bergabung dengan mereka kapan pun dalam waktu
dekat. &lt;i&gt;(rz/huffingtonpost.co.uk, 10/4)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/26/kebanggaan-muslimah-kami-menolak-islamofobia-femens-dan-perang-salib-neo-kolonialis-untuk-menyelamatkan-kami/"&gt;Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ustadz HM Ismail Yusanto: Khilafah Justru Untuk Kebaikan Negeri Ini</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/ustadz-hm-ismail-yusanto-khilafah.html</link><category>Muktamar Khilafah 2013</category><category>Tsaqofah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 25 Apr 2013 19:52:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-5481191154351816280</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirg9puGvmosrjDyH1M-k1K8MJEGuzSt2uYR9ps0_0_by7gcWTJyCJYN90BJqU_9q3soc6XdOqIdJ1v9nAip47ikwJNDubg-iKfFlrhKaPnFgDisunq4DDm2wVz5lyfXKqbZEn1KnUcJXs/s1600/perubahan+besar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="275" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirg9puGvmosrjDyH1M-k1K8MJEGuzSt2uYR9ps0_0_by7gcWTJyCJYN90BJqU_9q3soc6XdOqIdJ1v9nAip47ikwJNDubg-iKfFlrhKaPnFgDisunq4DDm2wVz5lyfXKqbZEn1KnUcJXs/s400/perubahan+besar.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pengantar:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Selama bulan Mei-awal Juni 2013 ini, Hizbut Tahrir Indonesia
(HTI) menyelenggarakan Muktamar Khilafah (MK) di 31 kota besar di seluruh
Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Puncaknya adalah di Jakarta pada 2 Juni
2013. Tentu layak diketahui, apa yang menjadi latar belakang HTI
menyelenggarakan MK ini? Apa target dan tujuannya? Mengapa pula MK ini
mengambil tema, “Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah”? Apa pula kaitan
kegiatan MK ini dengan persoalan keindonesiaan saat ini?&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Itulah di antara beberapa pertanyaan yang diajukan&amp;nbsp;Redaksi&amp;nbsp;kepada
Juru Bicara HTI, Ustadz HM Ismail Yusanto, dalam kesempatan wawancara kali ini.
Berikut petikannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Selama bulan Mei hingga awal Juni HTI mengadakan Muktamar
Khilafah (MK) di seluruh Indonesia. Apa yang melatarbelakangi penyelenggaraan
MK kali ini?&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Ya memang, sepanjang bulan Mei hingga awal Juni ini, HTI
insya Allah akan menyelenggarakan Muktamar Khilafah (MK). Acara ini bakal
menjadi&amp;nbsp;event&amp;nbsp;terbesar yang diselenggarakan HTI selama ini.
Sebelumnya, tahun 2007, HTI juga pernah menyelenggarakan Konferensi Khilafah
Internasional (KKI) di Gelora Bung Karno, Jakarta, yang dihadiri tidak kurang
dari 100 ribu orang dari seluruh penjuru Indonesia. Namun kali ini,&amp;nbsp;event&amp;nbsp;ini
tidak hanya akan diselenggarakan di Jakarta, tetapi juga di berbagai kota di
Indonesia yang secara total akan diikuti oleh lebih dari 200 ribu peserta.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
MK itu sendiri diselenggarakan sebagai medium untuk
mengokohkan visi dan misi perjuangan umat untuk tegaknya kembali kehidupan
Islam. Visi dan misi ini penting untuk terus ditegaskan dan dikokohkan, apalagi
di tengah arus perubahan besar yang tengah terjadi di berbagai belahan dunia.
Lihatlah apa yang tengah terjadi di Timur Tengah, di kawasan Asia Tengah, Asia
Selatan, juga Eropa dan Amerika Serikat (AS).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;MK&amp;nbsp; diselenggarakan di berapa kota?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Muktamar Khilafah tahun ini insya Allah akan diselenggarakan
di 31 kota. Dari&amp;nbsp; Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Bangka Belitung,
Batam, Palembang, Lampung, Semarang, Yogya, Banjarmasin, Samarinda, Makassar,
Palu, Kendari hingga Ambon, Sorong, dan Jayapura. Yang paling awal 5 Mei 2013
di Jogjakarta, Kendari, Semarang dan paling akhir di Gelora Bung Karno pada 2
Juni 2013.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Berapa orang yang akan mengikuti MK kali ini dan dari
kalangan mana saja?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
MK di Gelora Bung Karno, Jakarta, Insya Allah akan diikuti
oleh sekitar 100 ribu peserta. Di tempat lain, bervariasi tergantung situasi
dan kondisi di daerah itu. Di Yogyakarta, misalnya, insya Allah akan diikuti
oleh 15 ribu peserta, di Surabaya sekitar 60 ribu, di Lampung 10 ribu, di Medan
20 ribu, di Kendari 25 ribu, di Ambon dan Sorong mungkin hanya sekitar 500
orang.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Apa yang diharapkan dari peserta yang datang dari berbagai
kalangan, profesi dan posisi di masyarakat itu?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Kita berharap ide&amp;nbsp;khilafah&amp;nbsp;ini makin didukung oleh
segenap lapisan masyarakat; bukan hanya dari kalangan tertentu saja seperti
ulama atau kalangan cerdik pandai, tetapi juga rakyat biasa, pengusaha dan
sebagainya. Ini karena perjuangan untuk tegaknya syariah dan Khilafah adalah
kewajiban seluruh umat Islam tanpa kecuali.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
MK mengambil tema, “Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah”.
Apa yang menjadi latar belakangnya?&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Kita tahu, dunia saat ini tengah bergejolak. Perubahan
politis, terutama di Timur Tengah,&amp;nbsp; tengah berlangsung secara drastis.
Tema&amp;nbsp;Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah&amp;nbsp;itu diambil untuk
mengingatkan bahwa perubahan sesungguhnya adalah sebuah keniscayaan. Namun,
perubahan tanpa arah yang benar tidak akan memberi manfaat, seperti yang selama
ini terjadi, termasuk di negeri ini. Itu tak ubahnya seperti keluar dari mulut
harimau masuk ke mulut buaya. Nah, melalui muktamar ini, HTI ingin menunjukkan
bahwa arah perubahan yang semestinya adalah menuju tegaknya Khilafah.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Apa pesan utamanya?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa umat harus
turut serta dan semestinya menjadi motor penggerak utama perubahan politik
dimanapun ia berada. Namun, bukan sekadar perubahan. Tegaknya kembali Khilafah,
itulah yang semestinya dituju oleh umat Islam di tengah gejolak arus perubahan
politik besar dunia saat ini.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Lalu apa nilai strategis dari MK ini untuk umat pada tingkat
global dan untuk Indonesia sendiri?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Kita berharap Muktamar Khilafah mampu memberi arah bagi
perubahan yang tengah terjadi di berbagai wilayah. Meski gejolak politik
seperti yang tengah berlangsung di Timur Tengah tidak terjadi di Indonesia,
hawa perubahan juga berhembus kencang hingga negeri ini. Melalui MK ini, HTI
ingin mengingatkan bahwa setelah hancurnya sosialisme-komunisme dan makin
rapuhnya kapitalisme, maka masa depan dunia, termasuk negeri ini, tidak lain
adalah dengan Islam, bukan yang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Sebagian kalangan menyebut ide khilafah sebagai ancaman bagi
NKRI. Bagaimana menurut Ustadz?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Secara riil, ada dua ancaman utama terhadap negeri ini,
yakni sekularisme yang makin memurukkan negeri ini dan neo-imperialisme atau
penjajahan model baru yang dilakukan oleh negara adikuasa.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sejak Indonesia merdeka, telah lebih dari 60 tahun negeri
ini diatur oleh sistem sekular, baik bercorak sosialistik pada masa Orde Lama
maupun kapitalistik pada masa Orde Baru dan neoliberal pada masa reformasi.
Dalam sistem sekular,&amp;nbsp; Islam, sebagaimana agama dalam pengertian Barat,
hanya ditempatkan dalam urusan individu dengan tuhannya saja, misalnya pada
saat shalat, puasa, zakat, haji, kelahiran, pernikahan dan kematian. Dalam urusan
sosial kemasyarakatan, Islam ditinggalkan. Karena itu di tengah-tengah sistem
sekularistik tadi lahirlah berbagai bentuk&amp;nbsp; tatanan yang jauh dari
nilai-nilai Islam, yakni tatanan ekonomi kapitalis, perilaku politik yang
oportunis dan machiavelis, budaya hedonis yang amoral, kehidupan sosial yang
egois dan individualis, sikap beragama yang sinkretis serta sistem&amp;nbsp;
pendidikan yang materialistik.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Akibatnya, bukan kebaikan yang diperoleh oleh rakyat
Indonesia yang mayoritas Muslim itu, melainkan berbagai problem berkepanjangan
yang&amp;nbsp; datang secara bertubi-tubi. Lihatlah, meski Indonesia adalah negeri
yang amat kaya dan sudah lebih dari 60 tahun merdeka, sekarang ada lebih dari
100 juta orang terpaksa hidup dalam kemiskinan. Puluhan juta angkatan kerja
menganggur. Jutaan anak putus sekolah. Jutaan lagi mengalami malnutrisi. Hidup
semakin tidak mudah dijalani, sekalipun untuk sekadar mencari sesuap nasi.
Beban kehidupan bertambah berat seiring dengan kenaikan harga-harga yang terus
menerus terjadi. Bagi mereka yang lemah iman,&amp;nbsp; berbagai kesulitan yang
dihadapi itu dengan mudah mendorongnya untuk melakukan tindak kejahatan.
Berbagai bentuk kriminalitas mulai dari pencopetan, perampokan maupun pencurian
dengan pemberatan serta&amp;nbsp; pembunuhan dan tindak asusila, budaya permisif,&amp;nbsp;
pornografi dengan dalih kebutuhan ekonomi&amp;nbsp; terasa&amp;nbsp; semakin meningkat
tajam. Wajar bila lantas orang bertanya, sudah 60 tahun merdeka, hidupkoq&amp;nbsp;makin
susah.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Ancaman kedua, neo-imperialisme. Indonesia memang telah
merdeka, tetapi penjajahan ternyata tidaklah berakhir begitu saja. Nafsu negara
adikuasa untuk tetap melanggengkan dominasi mereka atas Dunia Islam, termasuk
terhadap Indonesia, demi kepentingan ekonomi dan politik mereka tetap
bergelora. Neo imperialisme dilakukan untuk mengontrol politik pemerintahan dan
menghisap sumberdaya ekonomi negara lain. Melalui instrumen hutang dan
kebijakan global,&amp;nbsp; lembaga-lembaga dunia seperti IMF, World Bank dan WTO
dibuat tidak untuk sungguh-sungguh membantu negara berkembang, ettapi sebagai
cara untuk melegitimasi langkah-langkah imperialistik mereka. Akibatnya,
negara-negara berkembang, termasuk Indonesia tidak lagi merdeka secara politik.
Penentuan pejabat misalnya, khususnya di bidang ekonomi, harus memperturutkan
apa&amp;nbsp; mau mereka. Wajar bila kemudian para pejabat itu bekerja tidak
sepenuhnya untuk rakyat, ettapi untuk kepentingan “tuan-tuan’ mereka. Demi
memenuhi kemauan “tuan-tuan” itu, tidak segan mereka merancang aturan (lihatlah
UU Kelistrikan, juga UU Migas dan UU Penamanan Modal dan UU sejenis yang penuh dengan
kontroversi) dan membuat kebijakan yang merugikan negara (lihatlah penyerahan
blok kaya minyak Cepu kepada Exxon Mobil, juga pembiaran terhadap Exxon yang
terus mengangkangi 80 triliun kaki kubik gas di Natuna meski sudah 25 tahun
tidak diproduksi dan kontrak sudah berakhir Januari 2007 lalu).&amp;nbsp; Tak pelak
lagi, rakyatlah yang akhirnya menjadi korban, seperti yang kita saksikan
sekarang.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Jadi, sejatinya ide khilafah yang ditawarkan HTI dimaksudkan
untuk menyelamatkan Indonesia, seperti tercermin dalam slogan “Selamatkan
Indonesia dengan Syariah dan Khilafah”?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Ya, betul sekali. Syariah akan menyelamatkan Indonesia dari
keterpurukan akibat sistem sekular. Khilafah akan menghentikan neo-imperialisme
yang kini tengah menimpa negeri-negeri Islam, termasuk Indonesia, yang
dilakukan oleh negara adikuasa. Kejahatan adikuasa hanya mungkin bisa
dihentikan oleh kekuatan adikuasa juga. Itulah Khilafah.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Namun, sebagian kalangan menganggap HTI tidak memiliki
spirit kebangsaan. Bagaimana menurut Ustadz?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Bergantung pada apa yang dimaksud dengan nilai-nilai
kebangsaan di situ. Bila yang dimaksud adalah komitmen pada keutuhan wilayah,
HTI berulang menegaskan penentangannya terhadap gerakan separatisme dan segala
upaya yang akan memecah-belah wilayah Indonesia. Menjelang jajak pendapat Timor
Timur beberapa tahun lalu, misalnya, HTI sejak awal menentang keras karena itu
akan menjadi jalan bagi Timor Timur lepas. Benar saja, akhirnya terbukti Timor
Timur setelah jajak pendapat yang penuh rekayasa itu benar-benar lepas dari Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Bila nilai kebangsaan artinya adalah pembelaan terhadap
kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia, HTI berulang juga dengan lantang
menentang sejumlah kebijakan yang jelas-jelas bakal merugikan rakyat Indonesia
seperti protes terhadap pengelolaan SDA yang lebih banyak dilakukan oleh
perusahaan asing; atau penolakan terhadap sejumlah UU seperti UU Migas, UU
Sumber Daya Air, UU Penanaman Modal dan sebagainya yang sarat dengan
kepentingan pemilik modal.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Namun, bila nilai kebangsaan artinya adalah kesetiaan pada sekularisme,
maka dengan tegas HTI menolak karena justru sekularisme inilah yang telah
terbukti memurukkan Indonesia seperti sekarang ini. Maka dari itu, benar sekali
fatwa MUI tahun 2005 yang mengharamkan sekularisme.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Jadi apakah semua itu adalah wujud dari kecintaan HTI
terhadap negeri ini?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Betul sekali. Dakwah HTI dilakukan adalah demi Indonesia ke
depan yang lebih baik. Bila hancurnya Khilafah disebut sebagai&amp;nbsp;ummul
jara’im, maka diyakini bahwa tegaknya kembali syariah dan Khilafah akan menjadi
pangkal segala kebaikan, kerahmatan dan kemashla-hatan, termasuk bagi
Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Karena itu dalam konteks Indonesia, ide khilafah yang
substansinya adalah ukhuwah, syariah dan dakwah, sesungguhnya merupakan bentuk
perlawanan terhadap penjajahan baru (neo-imperialisme) yang nyata-nyata
sekarang tengah mencengkeram negeri ini yang dilakukan oleh negara adikuasa.
Hanya melalui kekuatan global, penjajahan global bisa dihadapi secara sepadan.
Adapun syariah nantinya akan menggantikan sekularisme yang telah terbukti memurukkan
negeri ini. Karena itu pula, perjuangan HTI, termasuk penyelenggarakan acara
Muktamar Khilafah ini harus dibaca sebagai bentuk kepedulian yang amat nyata
dari HTI dalam berusaha membawa arus perubahan di negeri ini ke arah yang lebih
baik di masa datang.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Kalau begitu, mengapa ada tuduhan bahwa Khilafah akan
mengancam NKRI?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Ada banyak kemungkinan. Bisa karena tidak paham substansi
dari syariah dan Khilafah. Bisa juga karena memang tidak suka pada ide ini.
Mereka yang tidak paham, insya Allah tidak sulit dipahamkan. Dengan sedikit
penjelasan, biasanya mereka akan mudah memahami apa sesungguhnya ancaman yang
tengah menimpa negeri ini dan apa substansi Khilafah yang tidak lain adalah
justru untuk menyelamatkan negeri ini dari ancaman itu.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Adapun yang tidak suka bisa jadi karena ada penyakit dalam
hatinya, bisa juga karena mereka telah diuntungkan oleh sistem sekular yang ada
sekarang ini. Dari sini sebenarnya kita bisa mengatakan bahwa mereka yang
menentang ide syariah itu tidak menginginkan&amp;nbsp; Indonesia yang berpenduduk
mayoritas Muslim dan mengakui bahwa kemerdekaan negeri terjadi atas berkat
rahmat Allah, menjadi lebih baik pada masa mendatang. Mereka juga berarti
menginginkan penjajahan (baru) tetap terus berlangsung karena mereka turut
diuntungkan meski itu telah menyengsarakan rakyat banyak.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Lalu apa yang harus dilakukan ke depan agar solusi tersebut
bisa dipahami dan diterima oleh masyarakat?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Di sinilah pentingnya dakwah. Penyelenggaraan Muktamar
Khilafah yang dilakukan secara masif di 31 kota besar di Indonesia itu juga
merupakan bentuk dakwah. Dakwah intinya adalah penjelasan yang argumentatif;
yang menggugah akal, menggetarkan jiwa dan menyentuh perasaan. Kita memang
belum lama keluar dari masa yang cukup panjang—lebih&amp;nbsp; dari 30 tahun&amp;nbsp;
Orde Baru—saat kita tidak mempunyai kesempatan cukup untuk berbicara tentang
ide penting dalam Islam yakni syariah dan Khilafah. Wajar bila kini banyak
sekali orang yang tidak paham atau salah paham terhadap soal itu selain tidak
sedikit juga mereka yang tidak mau paham.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Menghadapi kenyataan ini, kita memang harus sabar. Juga
diperlukan kecanggihan kita dalam menyampaikan penjelasan. Pasalnya, pada saat
yang sama ada juga “dakwah” yang justru makin mendistorsi pemahaman
masyarakat.&amp;nbsp; Namun yakinlah, cepat atau lambat pasti kebenaran akan
diterima meski dihalangi begitu rupa, karena manusia memang diciptakan
cenderung pada kebenaran.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Namun, kontroversi itu mungkin memang akan berlangsung
terus. Sampai kapan? Hingga syariah dan khilafah telah benar-benar tegak. Saat
itulah semua kebenaran akan terbukti dan akan berhenti pula segala ocehan tak
berarti. Insya Allah.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
WalLahu a’lam bi ash-shawab.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/ustadz-hm-ismail-yusanto-khilafah-justru-untuk-kebaikan-negeri-ini/"&gt;Hizbut Tahrir Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirg9puGvmosrjDyH1M-k1K8MJEGuzSt2uYR9ps0_0_by7gcWTJyCJYN90BJqU_9q3soc6XdOqIdJ1v9nAip47ikwJNDubg-iKfFlrhKaPnFgDisunq4DDm2wVz5lyfXKqbZEn1KnUcJXs/s72-c/perubahan+besar.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>SBY tidak Bisa Diharapkan untuk Lindungi Muslim Myanmar?</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/sby-tidak-bisa-diharapkan-untuk.html</link><category>news</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 25 Apr 2013 19:49:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-4886806656278721259</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2012/11/muslim-rohingya.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="188" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2012/11/muslim-rohingya.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Meski Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan akan
mendesak para pemimpin Myanmar untuk mengatasi kekerasan yang dialami oleh kaum
Muslim Myanmar, &amp;nbsp;Representative Central Media Office Hizbut Tahrir South
East Asia&amp;nbsp;Tun Kelana Jaya menyatakan umat Islam tidak bisa berharap pada
orang nomor satu di Indonesia tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
“Kita tidak bisa berharap dengan SBY atau siapa pun
pemimpinnya selama menggunakan sistem pemerintahan yang berlaku saat ini,”
ungkapnya kepada&amp;nbsp;mediaumat.com,Selasa (23/4).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Menurutnya, sistem pemerintahan yang berlaku di Indonesia
saat ini tidak akan dapat membawa perubahan yang signifikan untuk menjaga
keamanan dan kehormatan kaum Muslim. Karena sistem pemerintahan yang berlaku
tidak memiliki prinsip dasar yang paling penting untuk kepentingan umat Muslim.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
“Apalagi politik luar negerinya merupakan politik bebas
aktif yang tidak mau ikut campur dengan masalah luar negeri. Nah, itu lebih
parah lagi. Walau pun yang menjadi korban adalah sesama kaum Muslim,” ungkapnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Bila kaum Muslim ingin terlindung keamanan dan kehormatannya
tentu haruslah mengganti sistem pemerintahan saat ini dengan khilafah. “Karena
sistem ini mewajibkan khalifah (kepala negara khilafah, red) untuk melindungi
seluruh kaum Muslim baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri,”
bebernya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Ia menegaskan, arah perjuangan kaum Muslim untuk penegakkan
khilafah itu suatu keharusan. Karena disamping sistem ini secara jelas dan
tegas menggariskan khalifah melindungi seluruh kaum Muslim, sistem pemerintahan
ini pun satu-satunya sistem pemerintahan yang diwajibkan oleh Allah SWT untuk
ditegakkan kaum Muslim.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
“Tegaknya kembali khilafah suatu keniscayaan dan kondisi
terpuruk saat ini bisa dirubah,” pungkasnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Hari ini saat kunjungan ke Singapura, SBY mengutarakan akan
mendesak Myanmar untuk tuntaskan kekerasan yang menimpa Muslim setempat. Usai
Singapura, SBY juga akan melakukan kunjungan ke Myanmar yang beberapa waktu
lalu dilanda kerusuhan komunal yang menewaskan 43 jiwa. Sebagian besar yang tewas
adalah warga Muslim Myanmar.(mediaumat.com, 24/4)&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sumber: &lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/24/sby-tidak-bisa-diharapkan-untuk-lindungi-muslim-myanmar/"&gt;Hizbut Tahrir Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dunia Dikuasai Para Penguasa Dajjal Yang Buta Mata dan Hatinya Terhadap Pembantaian Jika Korbannya Kaum Muslim</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/dunia-dikuasai-para-penguasa-dajjal.html</link><category>Tsaqofah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 25 Apr 2013 19:47:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-5444744714892271139</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2013/04/korban-umat-islam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2013/04/korban-umat-islam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Wahai kaum Muslim: Dimana para penguasa kalian terkait
pembantaian terhadap kaum Muslim?! Jika ada pembantaian “Jdaidah Artouz al-Fadl”
di Boston, tentu dunia akan bergerak karenanya! Akan tetapi karena tidak adanya
negara Khilafah, maka tidak ada Mu’tashim yang bergetar hatinya mendengar
tangisan minta tolong!&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Dengan darah dingin, datang mesin pembunuh dari Iran dan
Lebanon, Hizbullah. Mereka membawa berbagai jenis senjata buatan Rusia dan
Iran, melewati Terusan Suez, serta wilayah udara Turki dan Irak, di mana semua
itu dilihat dan didengar oleh Eropa, serta satelitnya, juga direstui Obama,
dengan arahan departemen dalam negeri dan pertahanan Amerika. Sekarang telah
terjadi pembantaian mengerikan terhadap warga sipil yang aman di pinggiran
sebuah kota besar dalam sejarah Islam dan kaum Muslim, yang selama berabad-abad
telah sering menjadi duri di mata Tentara Salib, ia adalah Damaskus ibukota
Kekhalifahan Umayyah, dan pusat Kekhilafahan Umar bin Abdul Aziz, Khalifah yang
lurus dan adil, di mana kekuatan jahat dunia—dengan dilihat tentara penguasa
dunia Arab yang tengah bersembunyi seperti perempuan di baraknya, di Jazirah
Arab, khususnya—melakukan pembantaian yang mengerikan &amp;nbsp;hingga membuat
marah orang-orang dermawan dan terhormat yang saat ini keberadaannya sangat
jarang di pusat-pusat pengambilan keputusan politik dan militer.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Jerit tangis para wanita Muslim saat ini menggema di langit
Damaskus dan daerah pinggirannya, bahwa “Wahai Mu’tashim! Wahai Khalifah!
Tolong selamatkan kami, wahai kaum Muslim. Tolong selamatkan kami, wahai
tentara kaum Muslim. Sungguh, anjing-anjing rezim Bashar sedang mencabik-cabik
daging kami, membombardir kami, menghancurkan kami, dan membantai kami.
Kemudian mereka melampiaskan rasa dendam yang sama sekali tidak manusiawi
dengan mencincang dan membakar kami.”&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Allah benar-benar ada bersama kalian, wahai kaum Muslim!
Wahai orang yang melihat dan mendengar, namun tidak tergerak untuk menolongnya!
Allah benar-benar ada bersama kalian, wahai para perwira tentara rezim! Jika
masih ada kemuliaan di tengah kalian, bagaimana Anda rela terhadap warga kalian
dan bumi kalian dinodai oleh para pembunuh seperti mereka yang melebihi
kekejaman tentara Salibis, Jenghis Khan dan Hulagu dalam melakukan pembantaian
dan kebenciannya terhadap Islam dan kaum Muslim? Bagaimana kalian diam atas
pelanggaran terhadap kehormatan, pembantaian anak-anak, dan pembakaran manusia
di tangan para penjahat yang datang dari seluruh dunia untuk menghancurkan
Islam dan kaum Muslim di Syam, penjaga Islam dan pusat negara Islam?&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Celakalah kalian! Apakah kalian tidak takut terhadap
kehormatan dan darah kalian? Sementara Nabi kalian memperingatkan bahwa jikalau
penduduk Syam rusak, maka tidak ada kebaikan di tengah-tengah kalian? Apakah
kalian melupakan Tuhan kalian, dan menghina agama kalian? Sungguh celaka dan
celakalah orang-orang yang meridhoi kekejian ini, dan berpaling dari Tuhannya,
yang berfirman: “Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti
kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini di akhirat hanyalah
sedikit.” (TQS. At-Taubah [9] : 38).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Warga Syam di “Jdaidah Artouz al-Fadl” bertahan dengan kokoh
sekalipun tidak memiliki sesuatu kecuali keimanan kepada Allah, dan sedikit
peralatan yang mereka gunakan dengan sangat baik untuk mengusir serigala
manusia dan membela dengan semua kekuatan yang dimilikinya. Sehingga ketika
mereka menyadari bahwa sudah tidak ada amunisi yang tersisa pada mereka, maka
mereka pun mulai meminta tolong, namun tidak ada yang meresponnya! Kemudian
anjing-anjing rezim mencabik-cabik daging warga yang membela kehormatannya, dan
membantai para orang tua, wanita dan anak-anak dengan senjata musuh kaum Muslim,
Rusia … Mereka membunuh imam masjid dan membakar semua keluarganya. Mereka
telah menjerit meminta tolong dengan harapan mendapatkan pertolongan dari
Mu’tashim, namun karena tidak ada Mu’tashim, maka yang mereka dapat adalah
berlanjutnya pembantaian.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Wahai kaum Muslim: Ini adalah bukti nyata dan terpercaya
yang mengungkapkan tentang keseriusan apa yang sedang terjadi pada revolusi
Syam, yaitu konspirasi Amerika, Rusia dan juga Iran, untuk mengalahkan para
pejuang revolusi, mematahkan kekuatan mereka, dan mengakhiri pertempuran
Damaskus yang telah menghantui Obama melebihi apa yang dirasakan Bashar.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Untuk itu, wahai manusia, kami katakan dan akan kami
katakan, bahwa tidak ada harapan bagi umat Islam, kecuali dengan Khilafah yang
akan melindungi kalian; yang tidak akan membiarkan kapal-kapal musuh lewat di
wilayah lautnya, dan terbang di atas wilayah udaranya, untuk kemudian membunuh
kaum laki-laki dan perempuan Muslim! Bukankah sudah tiba saatnya sekarang bagi
kalian untuk bersama Hizbut Tahrir mengibarkan bendera Islam, serta mendirikan
Khilafah Islam, yang di dalamnya terdapat kemuliaan, keamanan dan kekuasaan
kalian?&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Ketua Media Informasi Hizbut Tahrir Wilayah Suriah&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Ir. Hisyam
al-Baba&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
tahrir-syria.info, 21/4/2013.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/dunia-dikuasai-para-penguasa-dajjal-yang-buta-mata-dan-hatinya-terhadap-pembantaian-jika-korbannya-kaum-muslim/"&gt;Hizbut Tahrir Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengapa Pemerintah Selalu Menjadi Tersangka Utama Dalam Setiap Serangan Teror</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/mengapa-pemerintah-selalu-menjadi.html</link><category>news</category><category>Tarikh</category><category>Tsaqofah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 24 Apr 2013 05:17:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-6458230111521896302</guid><description>&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2013/04/528430_633962259950750_1452685098_n1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2013/04/528430_633962259950750_1452685098_n1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Oleh Paul Joseph Watson &amp;amp; Kurt Nimmo&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagai buntut dari serangan Boston Marathon, dimana pihak berwenang berjuang
untuk mempertahankan cerita resmi yang cocok dalam dalam menilai foto-foto yang
menunjukkan banyak pria yang teridentifikasi dengan pakaian yang sama dan juga
memakai ransel hitam di lokasi ledakan, maka perlu untuk melihat kembali
bukti-bukti mengapa pemerintah harus menjadi tersangka utama dalam setiap
kekejaman teroris.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Tuduhan palsu terorisme – yakni serangan yang dibuat atau
didalangi oleh pemerintah dan kemudian disalahkan kepada kelompok lain – adalah
taktik yang sudah dilakukan selama hampir 2.000 tahun.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Nero dan Kebakaran Besar Roma&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Konsul dan sejarawan Romawi, Cassius Dio, rekan sebayanya
Suetonius dan yang lainnya mengatakan bahwa Kaisar Nero bertanggung jawab atas
Kebakaran Besar Roma pada tahun 64 Masehi.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Legenda menyebutkan bahwa Nero membakar sepertiga kota itu
sebagai alasan untuk membangun Domus Aurea, sebuah kompleks megah berukuran 300
hektar dengan patung dirinya yang menjulang tinggi, Patung Colossus Nero.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sebelum terbakar, Senat Romawi telah menolak tawaran kaisar
untuk menjadikan sepertiga kota untuk memberikan jalan bagi ‘Neropolis,’ sebuah
proyek pembaharuan perkotaan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sejarawan Romawi, Tacitus, menulis bahwa ketika penduduk
Roma menganggap Nero bertanggung jawab atas kebakaran itu, dia kemudian
menyalahkan orang-orang Kristen karena ‘membenci umat manusia’?? dan mulai
membakar.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Perang Spanyol-Amerika: Ingat The USS Maine&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada tahun 1800-an, Amerika Serikat mencari alasan untuk mengeluarkan Spanyol
dari Kuba. Investasi bisnis Amerika ada pada gula, tembakau dan besi di pulau
Karibia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
The U.S.S. Maine kemudian dikirim ke Havana pada bulan
Januari tahun 1898 untuk melindungi kepentingan bisnis AS setelah terjadinya
pemberontakan lokal. Tiga minggu kemudian, pada pagi hari tanggal 15 Februari,
suatu ledakan yang menghancurkan sepertiga bagian depan kapal yang berlabuh di
pelabuhan Havana, menewaskan lebih dari 270 pelaut Amerika.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Presiden McKinley menyalahkan Spanyol setelah Penyelidikan
Pengadilan atas Angkatan Laut AS menyatakan bahwa sebuah tambang angkatan laut
menyebabkan ledakan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Surat kabar Amerika menyalahkan Spanyol meskipun buktinya
tidak cukup. “Anda lengkapi gambarnya dan saya hiasi dengan perang,”? kata
koran William Randolph Hearst kepada Frederic Remington setelah ilustrator
melaporkan bahwa situasi di Kuba tidak menjamin terjadinya invasi.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sejumlah sejarawan dan peneliti kemudian berpendapat bahwa
kapal itu diledakkan oleh Amerika Serikat untuk memberikan dalih palsu agar
bisa menyerang Kuba dan mengusir Spanyol.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Amerika Serikat menduduki Kuba dari tahun 1898 hingga tahun
1902, meskipun amandemen resolusi gabungan Kongres AS melarang menganeksasi
negara itu.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Dalih Wilson untuk Perang: Tenggelamnya Kapal Lusitania&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Hampir dua ribu wisatawan, termasuk seratus orang Amerika,
tewas pada tanggal 7 Mei 1915, ketika sebuah U-boat Jerman menterpedo RMS
Lusitania, sebuah kapal mewah Cunard Line Inggris.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sebelum tenggelam, Kedutaan Besar Jerman di Washington
mengeluarkan sebuah peringatan. Surat kabar Amerika Serikat menolak memuat
peringatan itu atau mengakui klaim Jerman bahwa kapal itu membawa amunisi.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Pemerintah Wilson mengeluarkan protes diplomatik yang
membingungkan setelah tenggelamnya kapal itu dan mengeksploitasi tragedi itu
dua tahun kemudian sebagai alasan bagi Amerika untuk memasuki Perang Dunia
Pertama.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Hampir seratus tahun kemudian, pada tahun 2008, penyelam
menemukan bahwa Kapal Lusitania membawa lebih dari empat juta amunisi senapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
“Ada berton-ton barang yang disimpan dalam kargo yang tidak
berpendingin yang ditandai sebagai keju, mentega dan tiram,” kata Gregg Bemis,
seorang pengusaha Amerika yang memiliki hak atas bangkai kapal itu dan mendanai
eksplorasi, kata The Daily Mail.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Zaman Diktator Fasis Hitler: Kebakaran Reichstag&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada bulan Februari 1933, sebulan setelah meyakinkan Presiden Jerman bahwa
parlemen harus dihapus, Hitler dan Nazi membakar Reichstag.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Hitler kemudian mendesak Presiden Hindenburg untuk
mengeluarkan sebuah dekrit darurat yang membatasi kebebasan pribadi, termasuk
hak bagi kebebasan berekspresi dan kebebasan pers, pembatasan hak berserikat
dan berkumpul, penggeledahan rumah-rumah tanpa surat perintah, penyitaan
properti, dan perampasan barang pos, telegraf dan penyadapan lewat komunikasi
teleponn diperbolehkan di luar batas hukum jika diperintahkan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Nazi menggunakan dekrit itu untuk menindak lawan-lawan
politik mereka. Mereka bekerja di belakang layar untuk memaksa melalui
Undang-Undang Enabling Act, yang secara hukum memperbolehkan Hitler untuk
memperoleh kekuasaan yang sempurna dan membangun kediktatorannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Gestapo Reichsmarschall Hermann Goring akan mengakui bahwa,
“Orang-orang selalu dapat dipaksa untuk melakukan penawaran dari para
pemimpinnya. Hal itu mudah. Yang harus anda lakukan adalah memberitahu mereka
bahwa mereka sedang diserang dan mencela kelompok pasifis karena kurangnya rasa
patriotisme dan mengungkap bahwa negara dalam bahaya. Hal ini berlaku dengan
cara yang sama di negara manapun. ”&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Peristiwa yang&amp;nbsp; Mengawali Perang Dunia: Insiden
Gleiwitz&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Enam tahun setelah kebakran Reichstag, Nazi mementaskan
Insiden Gleiwitz. Komando Nazi menyerbu sebuah stasiun radio Jerman di
Gleiwitz, Upper Silesia, Jerman. Serangan itu merupakan bagian dari Operasi Himmler,
yakni serangkaian operasi yang dilakukan oleh SS katika Hitler menetapkan
memerintahkan menginvasi Polandia dan inilah awal Perang Dunia Kedua.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Para operator SS yang mengenakan seragam pasukan Polandia
menyerang stasiun radio, kemudian menyiarkan pesan-pesan anti-Jerman di
Polandia, lalu membunuh dan meninggalkan tubuh seorang Jerman yang dikenal
bersimpati dengan Polandia. Mayatnya kemudian ditunjukkan kepada pers sebagai
bukti bahwa Polandia telah menyerang stasiun radio.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Tuduhan Palsu Teror oleh Israel: Peristiwa Lavon&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Pada tahun 1954, Israel mengaktifkan sebuah sel teroris
untuk menanggapi Amerika Serikat karena berteman dengan pemerintah Mesir dan
pemimpin Pan-Arab, Gamal Abdel Nasser. Israel khawatir Nasser akan
menasionalisasi Terusan Suez dan melanjutkan blokade Mesir atas pengiriman
barang-barang ke Israel melalui kanal.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Perdana Menteri Israel, David Ben Gurion, memutuskan suatu
serangan teroris palsu untuk menyerang kepentingan Amerika di Mesir yang akan
membuat getir hubungan kedua negara. Dia merekrut dan mengirim sebuah sel teror
yang berpura-pura menjadi teroris Mesir.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Namun, rencananya, &amp;nbsp;mengandung suatu cacat yang fatal.
Sel rahasia Israel, Unit 131, telah disusupi oleh intelijen Mesir. Setelah
seorang anggota sel itu ditangkap dan diinterogasi, dia mengungkapkan rencana
itu dan hal ini menyebabkan penangkapan orang lebih banyak. Agen-agen Israel
dalam suatu pengadilan terbuka mengungkapkan rincian rencana untuk membom
Perpustakaan Badan Informasi AS, yang dimiliki oleh Metro-Goldwyn Mayer milik
Inggris, sebuah terminal kereta api, kantor pos pusat, dan target-target
lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Untuk menyimpangkan tuduhan, pemerintah Israel berusaha
menjebak Menteri Pertahanannya sendiri, Pinhas Lavon, namun niat sebenarnya
dari rencana itu akhirnya terungkap ke publik.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Operasi Northwoods: Mentargetkan Warga Amerika&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam perang rahasia melawan rezim komunis di Kuba di bawah Operasi Mongoose
oleh CIA, Kepala Staf Gabungan AS secara bulat mengusulkan tindakan terorisme
yang disponsori negara di samping Amerika Serikat.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Rencananya termasuk menembak jatuh pesawat yang dibajak
Amerika, tenggelamnya kapal-kapal AS, dan penembakan orang Amerika di
jalan-jalan Washington DC. Rencana yang keterlaluan bahkan termasuk bencana
NASA yang disengaja yang dilakukan secara bertahap yang akan menewaskan
astronot John Glenn.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Karena kegagalan CIA yang memalukan dalam invasi di Teluk
Babi Kuba, Presiden Kennedy menolak rencana itu pada bulan Maret 1962. Beberapa
bulan kemudian, Kennedy membantah sang penulis rencana itu, Jenderal Lyman
Lemnitzer, untuk menjabat masa jabatan kedua sebagai pejabat militer tertinggi
negara.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Pada bulan November 1963, Kennedy dibunuh di Dallas, Texas.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Teluk Tonkin: Serangan Hantu Pada Militer AS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada tanggal 4 Agustus 1964, Presiden Lyndon Johnson di televisi nasional
mengatakan bahwa Vietnam Utara telah menyerang kapal-kapal AS.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
“Tindakan kekerasan yang berulang-ulang terhadap angkatan
bersenjata Amerika Serikat harus dibalas tidak hanya dengan pertahanan
kewaspadaan, &amp;nbsp;namun juga dengan jawaban positif. Balasannya akan diberikan
pada saat saya berbicara malam ini, “kata Johnson.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Kongres segera menyetujui Resolusi Teluk Tonkin, yang
memberikan Johnson otoritas yang pasti disetujui untuk melakukan operasi
militer terhadap Vietnam Utara. Pada tahun 1969, lebih dari 500.000 tentara
bertempur di Asia Tenggara.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Johnson dan Menteri Pertahanan, Robert McNamara, telah
memperdaya Kongres dan rakyat Amerika. Bahkan, Vietnam Utara tidak pernah
menyerang USS Maddox, sebagaimana yang diklaim Pentagon, dan “bukti yang jelas
” dan “tidak beralasan” dari serangan kedua terhadap kapal perang AS adalah
sebuah tipuan belaka.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Operasi Gladio: Teror yang&amp;nbsp; disponsori negara yang
disalahkan kepada Kelompok Kiri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Setelah Perang Dunia Kedua, CIA dan C16 Inggris
berkolaborasi melalui NATO pada Operasi Gladio, sebagai upaya untuk “berlindung
di belakang tentara” untuk melawan komunisme dalam ketika terjadi invasi Soviet
di Eropa Barat.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Gladio secara cepat melampaui misi aslinya dan menjadi
jaringan teror rahasia yang terdiri dari milisi sayap kanan, unsur-unsur
kejahatan yang terorganisir, para provokator dan unit-unit militer rahasia. Apa
yang disebut berlindung di belakang tentara, secara aktif berada di Perancis,
Belgia, Denmark, Belanda, Norwegia, Jerman, dan Swiss.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
“Ketegangan Strategi” Gladio dirancang untuk menggambarkan
kelompok-kelompok politik sayap kiri di Eropa sebagai kelompok teroris dan
menakut-nakuti rakyat untuk memberikan suaranya bagi pemerintah otoriter. Untuk
melaksanakan tujuan ini, operasi Gladio melakukan sejumlah serangan teroris
yang mematikan yang dituduhkan kepada kelompok kiri dan Marxis.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Pada bulan Agustus 1980, operasi Gladio membom sebuah
stasiun kereta api di Bologna, yang menewaskan 85 orang. Kejadian itu awalnya
dituhkan kepada Brigade Merah, namun kemudian ditemukan bahwa unsur-unsur fasis
dalam polisi rahasia Italia dan Licio Gelli, Kepala Masonic Lodge P2,
bertanggung jawab atas serangan terror itu. Kelompok fasis lainnya, termasuk
seniman avant garde, Nazionale dan Ordine Nuovo, dimobilisasi dan terlibat
dalam terror tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Operasi Gladio akhirnya merenggut nyawa ratusan orang di
seluruh Eropa.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Menurut Vincenzo Vinciguerra, seorang teroris Gladio
menjalani hukuman seumur hidup karena membunuh beberapa polisi, alasan Gladio
adalah sederhana. Hal ini dirancang untuk memaksa orang-orang tersebut,
masyarakat Italia, untuk berpaling kepada negara agar meminta jaminan keamanan
yang lebih besar. Ini adalah logika politik yang ada di belakang semua
pembantaian dan pemboman yang &amp;nbsp;tidak mendapatkan hukuman, karena negara
tidak bisa menghukum dirinya sendiri atau menyatakan dirinya bertanggung jawab
atas apa yang terjadi.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Teror di Era Modern&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di Amerika Serikat, zaman modern terorisme didefinisikan oleh kebijakan FBI
yang mengobarkan dan memprovokasi para teroris untuk melakukan serangan melalui
jebakan-jebakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sebagaimana yang dilaporkan oleh New York Times tahun lalu,
sebagian besar rencana teror dalam negeri dalam beberapa tahun terakhir adalah
“difasilitasi oleh FBI”. Yang paling terkenal adalah kasus FBI yang mengarahkan
rencana teror pemboman World Trade Center tahun 1993.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sebelum serangan itu dilakukan, FBI menempatkan seorang
informan bernama Emad A. Salem dalam kelompok radikal Arab di New York yang
dipimpin oleh Ramzi Yousef. Salem kemudian diperintahkan untuk mendorong
kelompok itu untuk melaksanakan pemboman yang menargetkan menara kembar World
Trade Center. Di bawah ilusi bahwa proyek itu merupakan operasi dengan serangan
penuh, Salem meminta FBI bahan peledak berbahaya tiruan yang akan dia gunakan
untuk merakit bom dan kemudian menyampaikan kepada kelompok itu.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Pada titik ini, FBI mengeluarkan Salem dari kelompok itu dan
memberikan kelompok tadi dengan bahan peledak yang asli, yang mengarah kepada
serangan tanggal 26 Februari yang menewaskan enam orang dan melukai lebih dari
seribu orang. Kegagalan FBI untuk mencegah pemboman itu dilaporkan oleh New
York Times pada bulan Oktober 1993, serta CBS News.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pembom dengan Pakaian Dalam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Pengacara Detroit, Kurt Haskell, melihat seorang pria
berpakaian rapi membantu “pembom dengan pakaian dalam ” Umar Farouk
Abdulmutallab melewati keamanan sebelum dia melakukan percobaan serangan
terhadap sebuah pesawat pada Hari Natal 2009 meskipun ada fakta bahwa pembom
itu tidak memiliki paspor, selain fakta bahwa ayahnya sendiri telah
memperingatkan para pejabat intelijen AS dari ancaman yang ditimbulkan oleh
Abdulmutallab sebulan sebelum serangan percobaan itu.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian muncul bahwa Departemen Luar Negeri diperintahkan
untuk tidak mencabut visa Abdulmutallab oleh “para pejabat kontraterorisme
federal” meskipun pembom itu dituduh memiliki keterkaitan dengan jaringan
teroris.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Haskell menyatakan bahwa Abdulmutallab membawa bom palsu dan
merupakan korban penipuan yang tanpa dia sadari yang merupakan kasus lain
jebakan pemerintah.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Hal ini tidak berarti banyaknya kasus-kasus yang melibatkan
serangan palsu yang diarahkan atau diprovokasi oleh pemerintah – sebagaimana
usaha untuk mengisi sebuah buku berukuran ensiklopedia &amp;nbsp;dengan bahan
peledak– namun itu menjadi pengingat bahwa mereka yang melupakan sejarah
ditakdirkan untuk mengulanginya, dan hanya orang yang berpikiran dangkal dan
naif yang akan gagal untuk bisa menyoroti peran keterlibatan negara segera
setelah terjadi serangan teroris. (rz; www.infowars.com 19 April, 2013)&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
*********************&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Paul Joseph Watson adalah editor dan penulis untuk
Infowars.com dan Prison Planet.com. Dia adalah penulis Order Out Of Chaos.
Watson juga merupakan host untuk Infowars Nightly News.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
(catatan : analisis diatas tidak mencerminkan pendapat
redaksi )&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/22/mengapa-pemerintah-harus-menjadi-tersangka-utama-dalam-setiap-serangan-teror/"&gt;Hizbut Tahrir Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengapa FBI tidak Sebut Pelaku Bom Boston sebagai Teroris?</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/mengapa-fbi-tidak-sebut-pelaku-bom.html</link><category>news</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 24 Apr 2013 05:16:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-3751321530263789747</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2013/04/is.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2013/04/is.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Tidak seperti biasanya, ketika bom Boston meledak Amerika
tidak segera melansir wajah dan menyebut teroris pelakunya. Tentu saja ini
menggelitik rasa keadilan siapa saja yang mengikuti berbagai kasus pemboman,
termasuk menggelitik Muhammad Ismail Yusanto. &amp;nbsp;Melalui akun twitter @ismailyusanto,
Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia mencurahkan rasa itu.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Berikut petikan kultwitnya:&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Terkait bom Boston, FBI tdk sgr melansir wajah pelaku dan
tdk sgr menyebut teroris krn diduga pembom Boston berkulit putih.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Coba kalau pelakunya berkulit hitam, atau berwajah Arab, apalagi bernama berbau
Islam, pasti akan sgr dlansir dan disebutnya teroris&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Jadi, apa dan siapa teroris? Tak usah dicari definisinya, tak usah pula dicari
pelakunya, krn semua tergantung yg punya kuasa&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Mengapa? Krn kita pasti dibuat kecewa oleh inkonsistensi dan diskriminasi yg
terjadi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Lihatlah, bila terorisme didefinisikan sbg tindakan seseorang atau kel,
termasuk neg, yg dlm meraih tujuan menggunakan kekerasan, maka…&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;…mestinya semua org, kelompok bahkan neg yg spt itu hrs dinyatakan sbg teroris.
Kenyataannya?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Lebih dr 90% dr list FTO (Foreign Terrorist Organization) nya PBB adlh individu
n kelompok muslim. Diantaranya Syekh Ahmad Yasin dan Hammas&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Tidak ada di sana nama-nama spt Ariel Sharon, apalagi Bush. Tdk ada jg nama
Israel, apalagi Amerika Serikat.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Padahal, siapa sih yg selama ini paling bnyk lakukan kekerasan dlm raih tujuan?
Lihatlah apa yg terjd di Irak, Afghanistan, Palestina dll&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Bgmn mungkin org spt Syekh Ahmad Yassin dgn Hammasnya, yg berjuang u rebut
haknya di Palestina disbt teroris, sdg yg menjajah tdk?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Imam Samudera yg dituduh membom sepenggal jln di Denpasar dg 3 ton bom,
membunuh dan melukai ratusan org disebut teroris&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Bush membom bukan sepenggal jln di Baghdad, tp seluruh Baghdad, bahkan Irak, dg
jutaan ton bom, mbunuh lbh dr 1jt org, hrsnya disebut apa?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Imam samudera dlm sidang mengaku keliru, dia sangka di Sari Club itu turis AS,
ternyata Australia. Dan u kekeliruan itu dia dihukum mati&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Bush jg ngaku keliru. Dia serbu krn sangka Irak punya senjata pemusnah massal,
tp ternyata tdk ada. Apa hukuman u kekeliruan itu? Nothing&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Ariel Sharon tangannya berlumuran darah. Dialah yg bertanggungjawab atas
pembantaian di kamp Sabra n Satila, jg di kamp Jenin&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Jadi, Who is the real terrorist?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;


&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/19/mengapa-fbi-tidak-sebut-pelaku-bom-boston-sebagai-teroris/"&gt;Hizbut Tahrir Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ummul Mukminin ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha: Cemerlang Menghadapi Fitnah</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/ummul-mukminin-aisyah-radhiallahu-anha.html</link><category>shirah-shabiyah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 21 Apr 2013 09:56:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-1548959889861003952</guid><description>


&lt;br /&gt;
&lt;div class="column full-width" id="topbanner" style="background-image: url(http://fkimuikabogor.files.wordpress.com/2011/12/cropped-head_er2.jpg);"&gt;

  
  &lt;/div&gt;
&lt;div class="post_meta"&gt;
       &lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://muslimahzone.com/assets/thumb/300x0/2013/04/mawar-osiria.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Ummul Mukminin ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha: Cemerlang Menghadapi Fitnah" border="0" class="alignleft" height="110" src="http://muslimahzone.com/assets/thumb/300x0/2013/04/mawar-osiria.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;Ada
 sebuah khabar yang cukup menonjol diantara khabar-khabar sirah 
nabawiyyah mengenai wanita suci dan disucikan, Bunda ‘Aisyah Radhiallahu&lt;span id="more-16498"&gt;&lt;/span&gt;
 ‘Anha, yakni tentang isu kebohongan perselingkuhannya dengan Shafwan 
bin Al Mu’aththal As-Sulami Adz-Dzakwani (haditsah al-ifki).&amp;nbsp;Menurut 
pandangan sebagian sejarawan dan ahli tafsir, khabar ini merupakan 
peristiwa yang sangat penting dan menonjol dalam kehidupan Nabi Saw. 
Sebagaimana yang diungkapkan Sayyid Quthb dalam tafsir Fii Zhilalil 
Qur’an: “Isu perselingkuhan ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha bak pertempuran 
yang harus dilakoni Rasulullah Saw. dan&amp;nbsp; komunitas muslim kala itu, 
serta Islam. Ia adalah pertempuran besar, bahkan barangkali&amp;nbsp; pertempuran
 terbesar yang pernah diikuti Rasulullah Saw. Beliau mampu keluar dari 
krisis ini sebgai seorang pemenang yang mampu menepis segala keperihan 
hati dan tetap terjaga kewibawaan diri, kebesaran hati, dan 
ketabahannya, tanpa terpengaruh sepatah kata pun oleh provokasi yang 
ingin menghabiskan kesabaran beliau dan melemahkan ketahanan diri 
beliau.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Dua Masalah Besar dan Kecerdasan yang Berkah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Secara singkat kisah
 tentang isu ini bermula ketika rombongan kaum muslimin dalam perjalanan
 pulang dari sebuah peperangan menuju Madinah. Kisah ini dilansir dalam 
Shahih Bukhari dari ‘Urwah Ibnu Zubair dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha. 
Ketika itu rombongan beristirahat di sebuah tempat, kemudian Ummul 
Mukminin hendak buang hajat. Ketika selesai buang hajat, ia menyadari 
bahwa kalung yang ia kenakan hilang. Kemudian ia mencarinya. Ketika ia 
kembali ke tempat peristirahatan rombongan, ia dapati rombongan kaum 
muslimin sudah meninggalkannya. Mereka mengira Bunda ‘Aisyah ada dalam 
sekedupnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Shafwan bin Mu’aththal yang
 saat itu ditugaskan untuk berjalan di belakang pasukan, melihatnya dan 
kaget dan beristirja’. Shafwan mempersilahkan Ummul Mukminin menaiki 
untanya kemudian menuntun unta tersebut sampai bertemu dengan rombongan 
pasukan kaum Muslimin. Mulai dari sinilah fitnah mulai disebarkan oleh 
‘Abdullah bn Ubay bin Salul.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Masalah ini menyimpan dua 
sisi kejadian dan ‘Aisyah Ra mampu melewati masalah ini dengan 
langkah-langkah yang cemerlang. Sisi pertama, saat Ummul Mukminin 
mendapati dirinya tertinggal rombongan. Sisi kedua, isu tentang dirinya 
yang menyebar luas seperti api yang membakar rumput kering.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Apa yang dilakukan Ummul Mukminin ‘Aisyah Ra dalam menghadapi dua masalah ini?&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Ketika mendapati dirinya 
tertinggal dari rombongan, ia memutuskan untuk bertahan di tempat yang 
sama sambil menunggu kembalinya pasukan atau beberapa utusan dari 
mereka. Karena jika mereka merasa kehilangan dirinya, tentu mereka akan 
kembalike tempat tersebut untuk mencarinya. Beliau Ra tidak gegabah 
untuk segera menyusul pasukan. Keputusan itu menandai dirinya sebagai 
seorang yang tenang, mampu menguasai diri, berani, dan memiliki 
ketawakalan yang luar biasa. Tentu suatu kondisi yang berat sendirian 
tertinggal pasukan, banyak bahaya yang mengintai saat ia sendiri 
menunggu kembalinya beberapa pasukan untuk menjemputnya. Tapi jika ia 
gegabah menyusul pasukan akan lebih membahayakan dirinya.&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Saat ia menyadari isu 
kebohongan tentang dirinya dan Shafwan bin Mu’aththal, ‘Ummul Mukminin 
pula mampu menjaga keseimbangan dan ketegaran jiwanya. Dengan 
kecemerlangannya, Ummul Mukminin ‘Aisyah Ra mampu mengambil langkah 
paling tepat. Ia memohon kepada RasulullahSaw agar diizinkan pulang ke 
rumah orangtuanya. Karena menurutnya masalah ini perlu diselesaikan 
segera selama Rasulullah Saw belum mendapatkan wahyu yang determinatif 
tentang masalah tersebut. Selain itu, kasus-kasus seperti ini juga 
membutuhkan rentang waktu agar masalahnya mereda dan tenang.&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Pilihan ini mengandung banyak hikmah dan kecerdasan, diperkuat lagi dengan cepatnya Rasulullah mengabulkan permohonan tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Sementara kaum muslimin 
banyak yang terfitnah dengan berita tersebut bahkan Suku Aus dan Khazraj
 nyaris bentrok. Rasulullah pun setelah mendengar berita tersebut tidak 
berkenan duduk di sebelah Bunda ‘Aisyah Ra sampai sebulan lamanya sampai
 wahyu&amp;nbsp; yang menjelaskan duduk perkara Ummul mukminin diturunkan oleh 
Allah.Kecerdasan, kesabaran, dan kecemerlangan dirinya membuahkan hasil 
yang luar biasa. Dirinya yang suci benar-benar dibuktikan kesuciannya 
oleh Allah langsung dari langit ketujuh. Allah menurunkan 10 ayat 
sekaligus untuk mengklarifikasi fitnah yang menyesakkan dada tersebut, 
yakni QS. An Nuur: 11-21). Ayat-ayat pensucian yang hingga kini kita 
baca adalah tentang dirinya. Allahu Akbar! Betapa Allah benar-benar 
memuliakannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Semoga kisah ini dapat 
menjadi teladan bagi para muslimah agar tegar menghadapi segala 
permasalahan, sabar, berhati-hati (tidak tergesa-gesa) dan menghadapi 
segala situasi dengan penuh ketenangan dan tekad diri sampai masalah 
yang dihadapi benar-benar terselesaikan dengan kehendak Allah Swt.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Disadur dari buku&amp;nbsp;&lt;i&gt;’Aisyah yang Cerdas dan yang Dicinta&lt;/i&gt;&amp;nbsp;karya Ahmad Ibnu Salim Baduwilan&lt;/div&gt;
(muslimahzone.com)</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hati-hati dengan Dengki</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/hati-hati-dengan-dengki.html</link><category>mutiara-qalbu</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 21 Apr 2013 09:54:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-8403429939101240308</guid><description>&lt;h1 class="post_name" id="post-16401"&gt;


&lt;/h1&gt;
&lt;div class="column full-width" id="topbanner" style="background-image: url(http://fkimuikabogor.files.wordpress.com/2011/12/cropped-head_er2.jpg);"&gt;

  
  &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="post_meta"&gt;
       &lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: left;"&gt;
&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS2t8Z5kUGfXMtfXK4cfzXBEIW6X4nQOTWbOalRrKzddGvfIF9HoQ" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="rg_i alignleft" height="110" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS2t8Z5kUGfXMtfXK4cfzXBEIW6X4nQOTWbOalRrKzddGvfIF9HoQ" style="font-size: 12px;" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;Kenapa
 iblis tidak mau bersujud kepada Nabi Adam as? Sebab, iblis sangat 
dengki terhadapnya. Karena itu, barang siapa di antara kita memiliki 
sifat dengki, maka &lt;span id="more-16401"&gt;&lt;/span&gt;sungguh kita telah 
memiliki salah satu sifat iblis. Rasulullah SAW bersabda, “Melepaskan 
dua ekor srigala lapar di kandang kambing tidak lebih besar bahayanya di
 bandingkan dengan seorang muslim yang rakus terhadap harta dan dengki 
terhadap agama. Sesungguhnya dengki itu memakan habis kebaikan, seperti 
api melalap habis kayu”. (HR. At-Tirmidzi)&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Seorang pendengki hidupnya 
tidak akan mulia di dunia. Malaikat pun akan muak kepadanya. Jika kelak 
mati, ia akan mendapatkan kedudukan yang teramat hina di hadapan Allah. 
Demikian pula di Yaumul Hisab timbangannya akan terbalik, sehingga 
neraka Jahanam pun siap menerkamnya. Itulah nasib malang yang akan Allah
 timpakan kepada seorang pendengki.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Apakah dengki itu? Secara 
garis besar sifat ini terbagi ke dalam dua bagian. Pertama, dengki yang 
diharamkan. Seseorang merasa tidak senang atas kenikmatan yang diperoleh
 orang lain dan merasa bahagia kalau orang lain mendapat musibah. Atau 
setidaknya, ia menginginkan nikmat yang ada pada orang lain tersebut 
hilang. Ini dengki yang diharamkan, karena sifat seperti ini termasuk ke
 dalam tingkatan ketiga dari penyakit hati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Kedua, dengki yang 
diperbolehkan berupa rasa iri kepada kenikmatan orang lain, tapi tidak 
ingin menghilangkan kenikmatan tersebut darinya. Melihat orang lain 
memiliki rumah bagus, kita merasa iri ingin pula memiliki hal yang sama 
dan tidak dengan cara menjadikan orang tersebut jatuh miskin. Keinginan 
seperti ini wajar-wajar saja selama tidak bergeser menjadi perasaan 
tidak enak, yang berlanjut pada hasrat ingin melenyapkan kenikmatan 
orang tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Bahkan, “kebolehan” merasa 
dengki seperti ini insya Allah akan berpahala bila kita berbuat. 
Pertama, ketika melihat orang berilmu dan gemar mengamalkan ilmunya, 
giat berdakwah dengan penuh keikhlasan, dan kita pun menginginkan untuk 
berbuat seperti itu. Kedua, ketika melihat orang kaya yang gemar 
membelanjakan hartanya di jalan Allah, lantas kita menginginkan berbuat 
hal serupa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Dengki biasanya akan 
berpasangan dengan keadaan yang dihadapi pemiliknya. Mahasiswa akan 
dengki kepada sesama mahasiswa. Orang pintar akan dengki kepada orang 
yang pintar lagi, demikian seterusnya. Pendek kata, akan sulit terjadi 
seseorang merasa dengki terhadap orang lain yang memiliki kapasitas 
berbeda.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Secara umum ada empat hal 
yang bisa menyebabkan munculnya sifat dengki, yaitu: pertama, kebencian 
dan permusuhan. Sifat ini bisa muncul karena pernah disakiti, difitnah, 
salah satu haknya dilanggar, atau sebab-sebab lain yang merugikan diri 
sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Kedua, hadirnya naluri 
untuk selalu lebih dari orang lain. Naluri ini merupakan jalan tol 
menuju penyakit dengki. Seseorang yang merasa pakaiannya paling bagus 
misalnya, akan mudah dihinggapi rasa dengki ketika melihat ada orang 
yang pakaiannya lebih bagus dan lebih mahal daripada yang dipakai 
dirinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Kita hidup seharusnya 
seperti orang memandikan mayat. Ia akan senang bila ada yang membantu. 
Ketika berkiprah dalam dakwah, hendaknya kita bersyukur tatkala ada 
saudara seiman yang memiliki misi yang sama, dan ditakdirkan ilmu dan 
jamaahnya lebih banyak dari kita. Allah SWT berfirman dalam QS An-Nisaa:
 32, ”Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah 
kepada sebagian kamu lebih banyak daripada sebagian lain. (Karena) bagi 
laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi wanita pun 
ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Dan mohonlah kepada Allah 
sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala 
sesuatu.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Penyebab dengki yang ketiga
 adalah ambisi kepemimpinan. Obsesi ingin selalu memimpin yang disertai 
ambisi untuk merebut pucuk pimpinan adalah sarana yang paling rawan 
munculnya kedengkian. Bahkan bisa menjadi awal hancurnya sebuah negara 
dan umat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Karena itu, dalam konteks 
kepemimpinan umat, orang yang pertama kali terbenam ke dalam neraka 
adalah ulama-ulama pendengki yang selalu berambisi menjadi pemimpin dan 
mengejar popularitas. Munculnya kedengkian dalam hati para ulama dan 
pemimpin umat sedikit demi sedikit akan menghapuskan cita-cita luhur 
untuk mewujudkan ittihadul ummah; persatuan umat dalam cahaya Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Dalam QS Al-Hujurat ayat 12
 disebutkan: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari 
prasangka karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa. 
Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah pula 
sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Penyebab keempat adalah 
akhlak yang buruk. Orang yang buruk akhlaknya akan kikir berbuat 
kebaikan dan tidak suka melihat orang lain mendapatkan kebaikan. Jika 
melihat sesuatu yang tidak disukainya, ia pasti akan menggerutu dan 
sibuk menyalahkan. Orang seperti ini hidupnya akan selalu sengsara, dan 
di akhirat nanti akan mendapatkan transfer pahala yang ia miliki kepada 
orang yang didengkinya. Rasulullah menyebutnya sebagai orang bangkrut, 
mufhlis. Ia membawa pahala kebaikan, tapi pahala itu habis untuk 
menggantikan dosa yang diperbuatnya pada orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 2; text-align: justify;"&gt;
Oleh karena itu, Ibnu 
Sirrin pernah berucap, “Saya tidak sempat dengki di dunia ini. Kengapa 
saya harus dengki, apalagi perkara di dunia dan terlebih lagi dengki 
kepada orang saleh? Bukankah dunia ini tidak ada apa-apanya dibandingkan
 dengan akhirat nanti. Apa perlu kita dengki? Wallahu a’lam bish-shawab.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Poster Opini</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/poster-opini.html</link><category>Posteropini</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 21 Apr 2013 09:43:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-2189466323626476032</guid><description>&lt;a href="http://s1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/?action=view&amp;amp;current=REFORMASI.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photobucket" border="0" class="alignleft" src="http://i1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/REFORMASI.jpg" height="368" style="border: 0;" width="260" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://s1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/?action=view&amp;amp;current=nrkba.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photobucket" border="0" class="alignleft" src="http://i1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/nrkba.jpg" height="368" style="border: 0;" width="260" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://s1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/?action=view&amp;amp;current=KHLAWAT.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photobucket" border="0" class="alignleft" src="http://i1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/KHLAWAT.jpg" height="368" style="border: 0;" width="260" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://s1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/?action=view&amp;amp;current=MainPoster.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photobucket" border="0" class="alignleft" src="http://i1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/MainPoster.jpg" height="368" style="border: 0;" width="260" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://s1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/?action=view&amp;amp;current=IsraMirajcopy-1.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photobucket" border="0" class="alignleft" src="http://i1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/IsraMirajcopy-1.jpg" height="368" style="border: 0;" width="260" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://s1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/?action=view&amp;amp;current=ThariqBinZiyadcopy.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photobucket" border="0" class="alignleft" src="http://i1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/ThariqBinZiyadcopy.jpg" height="368" style="border: 0;" width="260" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://s1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/?action=view&amp;amp;current=Sholahuddincopy.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photobucket" border="0" class="alignleft" src="http://i1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/Sholahuddincopy.jpg" height="368" style="border: 0;" width="260" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://s1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/?action=view&amp;amp;current=Khilafah1342copy.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photobucket" border="0" class="alignleft" src="http://i1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/Khilafah1342copy.jpg" height="368" style="border: 0;" width="260" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://s1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/?action=view&amp;amp;current=ilmuwan2.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photobucket" border="0" class="alignleft" src="http://i1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/ilmuwan2.jpg" height="368" style="border: 0;" width="260" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://s1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/?action=view&amp;amp;current=capitaslme.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photobucket" border="0" class="alignleft" src="http://i1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/capitaslme.jpg" height="368" style="border: 0;" width="260" /&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://i1233.photobucket.com/albums/ff399/fkimuikabogor/poster%20opini/th_REFORMASI.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Antara Mall dan Mus'ab bin 'Umair</title><link>http://fkimuikabogor.blogspot.com/2013/04/antara-mall-dan-musab-bin-umair.html</link><category>Mahasiswi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 10 Apr 2013 19:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2235885533886659159.post-2780488471520659019</guid><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;
  &lt;o:AllowPNG/&gt;
 &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqRZ5OvReqpeegURMEGgslf1va07VPlNOd7oBP2x42jvGpHYWbaV1HvWD31hCBH5Gnkd9k9GzpYZmHiRjLhZOVLAS_z5KvYU4suIG8XEv9_79kHQrx_tZciH3WgdgYm_XadkU05LrqgW0/s1600/ilustrasi-_110711171955-816.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" id="il_fi" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqRZ5OvReqpeegURMEGgslf1va07VPlNOd7oBP2x42jvGpHYWbaV1HvWD31hCBH5Gnkd9k9GzpYZmHiRjLhZOVLAS_z5KvYU4suIG8XEv9_79kHQrx_tZciH3WgdgYm_XadkU05LrqgW0/s200/ilustrasi-_110711171955-816.jpg" style="padding-bottom: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 8px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Berlatar belakang
kota besar, lampu-lampu yang berkelap-kelip, mobil yang sibuk lalu-lalang di
jalanan. Kaum muda mulai bersiap-siap untuk menyemarakkan berbagai aktifitas
malam. Dengan memakai sepatu bermerk, baju-baju buatan designer, dan tak lupa
mengapit Handphone model terbaru, ditambah dengan jam tangan trendy yang wah.
Bau parfum menyerbak dari mereka, parfum yang berbau uang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Mereka tampak sibuk
bergerombol menikmati malam, lalu-lalang di shopping mall, atau hanya sekedar
ngeceng di mall, berusaha untuk membunuh kebosanan dengan melewati waktu dengan
sia-sia. Kamu akan mendapati mereka duduk dengan tenang di kafe-kafe, hanya
untuk melihat-lihat orang yang lalu-lalang, tertawa, sambil sesekali melihat
layar tv besar yang menampilkan pertandingan sepak bola yang sedang
berlangsung. Atau kamu juga dapat mendapati mereka sedang melaju kencang dengan
mobilnya, stereo diputar maksimal, mengejutkan orang-orang yang mengemudi di
samping, sambil terus tertawa. Sebuah pemandangan yang biasa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Setiap kali saya
melihat pemandangan ini, saya menemukan diri saya mengingat seseorang.
Seseorang yang berlumur darah dan terkubur di tanah Uhud, kakinya ditutupi
rumput-rumput harum, badannya hanya ditutupi sepetak kain wol yang tidak cukup
menutupi seluruh tubuhnya. Seseorang itu dulunya adalah anak kesayangan ibunya,
diberi pakaian paling mahal. Harum parfumnya menyebar ketika dia berjalan.
Dialah dulunya yang menjadi pembicaraan wanita-wanita makkah, dan idola
teman-temannya. Dialah seorang pemuda paling flamboyant di kalangan kaum muda
Quraish. Pemuda itu meninggalkan semua hal keduniaan itu untuk pergi memenuhi
panggilan Allah dan mencari ridhaNya. Pemuda itu ialah Mus’ab bin Umair bin
Hashim bin Abd Munaf atau yang dikenal sebagai Mus’ab al Khair. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Mus'ab yang saat
itu masih muda mendengar tentang munculnya seorang nabi terpilih di kalangan
kaum Quraisy. Seorang nabi yang membaca ajaran tauhid. Didorong oleh rasa
keingintahuannya yang besar, maka Mus'ab pun pergi menemuhi Nabi SAW untuk
mendengar sendiri ajaran yang dibawa oleh beliau. Suatu malam, Mus'ab
memutuskan untuk pergi ke rumah Al-Arqaam Ibn Al-Arqam - yang kemudian dikenal
dengan Daar al Arqaam di kalangan muslim-, meninggalkan teman-temannya yang
sedang berkumpul. Disinilah Mus'ab bertemu dengan Nabi SAW dan muslim-muslim
lainnya ketika itu, tanpa diketahui oleh orang-orang Quraish. Disinilah dimana
Mus'ab mendengar Rasulullah berbicara tentang masa depan islam, mendengar
ayat-ayat quran dan sholat dibelakang Rasulullah SAW. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Malam itu, Mus'ab
duduk bersama muslim lainnya, mendengarkan ayat-ayat quran yang dikumandangkan
oleh Rasulullah SAW. Ketika itulah, Mus'ab lupa akan kesenangan hidup di dunia,
menemukan kunci kebahagiaan abadi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Perjalanan Mus'ab
dalam memeluk islam tidaklah mudah. Ibunya yang bernama Khunnas bint Maalik
adalah penentang utama akan keyakinan barunya ini. Untuk menghindari
pertengkaran, maka Mus'ab mula-mula tidak memberi tahu ibunya bahwa dia telah
memeluk islam. Tetapi, melalui pembicaraan orang-orang yang sering melihat
Mus'ab mengunjungi Daar Al-Arqam akhirnya ibunya pun mengetahui bahwa Mus'ab
telah menjadi muslim. Ibunya yang terkenal sebagai seorang penyembah berhala
yang kukuh memerintah Mus'ab untuk kembali ke agama berhala dan bertaubat, meninggalkan
islam. Mus'ab menolak dan akhirnya dikunci di salah satu sudut rumah itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Berita bahwa kaum
muslim hijrah ke Abyssinia sampai ke telinga Mus'ab. Rindu akan bertemu dengan
saudara-saudara seagamanya, Mus'ab pun melarikan diri dari ibunya dan penjaga-penjaganya,
kemudian bergabung dengan muslimin yang pindah ke Abyssinia. Tak lama kemudian,
Mus'ab pulang ke Makkah untuk hijrah kedua kalinya bersama Rasulullah SAW ke
Yastrib. Ketika Mus'ab pulang dari Abyssinia, Ibunya berusaha memenjarakan
Mus'ab. Tetapi Mus'ab bersumpah akan membunuh siapa yang akan berusaha
menangkap dan mempenjarakannya. Tahu akan keras dan teguhnya pendirian anaknya,
Ibunya berikrar bahwa Mus'ab tidak diakui lagi menjadi anaknya. Pergi, kamu
bukan anakku lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Pada saat itu Mus'ab
berkata pada ibunya, "Oh Ibu, aku ingin menasehatimu dan sesungguhnya
hatiku menyayangimu, ibu bersaksilah bahwa tiada tuhan melainkan Allah dan
Muhammad adalah utusanNya. Dengan muka merah padam ibunya bersumpah "Demi
bintang-bintang, aku tak akan pernah masuk ke dalam agamamu, merendahkan
martabatku dan dan melemahkan pikiranku!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Mus'ab memasuki
islam dengan sebenar-benarnya, mengikuti firmah Allah dalam Alquran yang
berkata: udkhuluu fi silmi kaafah (Masukilah islam dengan sempurna/kaffah).
Tiada lagi kemewahan pada dirinya, bajunya sederhana, makanan seadanya, dan
tanah adalah tempat tidurnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Suatu hari, Mus'ab
pergi untuk bertemu beberapa muslim. Ketika itu mereka sedang duduk bersama
Nabi SAW. Ketika mereka melihat Mus'ab, mereka menundukkan kepala sambil
menangis diam-diam. Ingatan mereka kembali kepada seorang anak muda yang
dulunya anak kesayangan sang ibu, dapat meminta apa saja keinginannya. Pakaian
mewahnya dulu kini telah berganti dengan pakaian sederhana yang penuh tambalan,
yang hampir saja tak mencukupi badannya. Ketika Mus'ab pergi meninggalkan
majelis itu, Nabi SAW mengatakan: Aku lihat Mus'ab, dan sungguh tidak ada anak
muda di Makkah yang lebih berpunya daripada ia. Tetapi semua kemewahan itu dia
tinggalkan demi cintanya kepada Allah dan nabiNya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Melihat perilakunya
yang baik dan kesabarannya yang tinggi, Nabi Muhammad SAW menyuruh Mus'ab untuk
pergi ke Yastrib untuk mengunjungi orang-orang yang telah melakukan perjanjian
kepada Nabi di aqabah, menyebarkan islam, dan mempersiapkan kota Yastrib untuk
hijrah nabi Muhammad SAW. Padahal ketika itu masih banyak sahabat-sahabat lain
yang mempunyai kekuatan dan keberanian. Tetapi, nabi Muhammad SAW tetap memilih
Mus'ab untuk pergi ke Yastrib. Selama di Yastrib, Mus'ab tinggal sebagai tamu di
rumah Sa'ad Ibn Zurarah dari suku Khazraj. Bersama-sama mereka mengunjungi
penduduk Yastrib, menjelaskan ajaran tauhid dan melantunkan ayat-ayat suci
Alquran. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Suatu ketika,
Mus'ab dan Sa'ad duduk di dekat sumur di daerah bani Zafar. Kemudian mereka didekati
oleh Usayd Ibn Khudayr dengan muka merah padam dan tombak ditangan. Sa'ad
berbisik kepada Mus'ab: Dialah pemimpin kaum ini. Mudah-mudahan Allah
memberikan hidayah padanya. Mus'ab menjawab dengan tenang: Jika dia mau duduk,
barulah aku akan berbicara dengannya. Usayd sangat marah karena Mus'ab telah
berhasil menyebarkan islam dengan terus bertambahnya penduduk Yastrib yang
memeluk islam. Usayd berteriak: Kenapa kamu berdua datang kepada kami dan
mempengaruhi kaum yang lemah diantara kami? Jauhi kamu jika kamu masih ingin
hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mus'ab tersenyum dan berkata "Tidak maukah kamu duduk dan mendengarkan apa
yang akan kami sampaikan? JIka kamu tidak menyukai apa yang akan kami
sampaikan, kami akan berhenti dan pergi".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Usayd memutuskan
untuk duduk dan mendengar apa yang Mus'ab ingin sampaikan. Mus'ab mulai
menerangkan mengenai Islam dan melantunkan sebagian dari Quraan. Seketika
ekspresi muka Usayd berubah. Kata pertama yang diucapkannya adalah:
"Betapa indahnya ayat-ayat ini dan betapa benarnya kandungannya, bagaimana
caranya memasuki agama ini?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Mus'ab berkata:
"Mandilah, bersihkan dirimu dan pakaianmu. Kemudian ucapkanlah shahadat
dan laksanakanlah shalat."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Usayd pun bersaksi
bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad SAW adalah utusanNya. Kemudian
ia shalat dua rakaat. Keislamaan Usayd inipun diikuti seorang pemimpin
berpengaruh lainnya yaitu Sa'ad ibn Muaadh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Saat Nabi SAW
hijrah, tidak satu rumahpun di Yastrib yang belum dikunjungi Mus'ab untuk
menyampaikan islam. Pada hijrah berikutnya, Mus'ab membawa 70 orang muslim dari
Yastrib untuk mengadakan perjanjian mendukung nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;
Setelah pasukan muslimin menang pada perang Badar, kaum muslimin menangkap
beberapa kaum kafir mekkah dan meminta tebusan akan mereka. Ketika Mus'ab
melewati para tawanan ini, dia melihat kakak kandungnya yang bernama Abu Aziz
ibn Umayr. Mus'ab sama sekali tidak berusaha membebaskan kakaknya, tetapi ia
menyuruh agar kakaknya itu diikat dengan erat sambil berkata: "ibunya adalah
seorang yang kaya dan akan memberi tebusan yang banyak, jagalah ia".
Ketika itu kakaknya mengingatkan Mus'ab bahwa dia adalah kakak kandungnya.
Mus'ab menjawab : "Yang kuakui sebagai persaudaraan adalah persaudaraan
dalam islam, laki-laki ini adalah saudaraku, bukan kamu!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika perang uhud terjadi, Mus'ab dipilih untuk membawa tiang bendera perang.
Ketika pasukan pemanah meninggalkan bukit yang menjadi stasiunnya (melanggar
perintah nabi), maka kaum kafir Mekkah menyerang balik dan berusaha membunuh
Nabi Muhammad SAW yang ketika itu dilindungi oleh beberapa sahabat. Seketika
ada sebuah teriakan yang mengabarkan bahwa Nabi Muhammad SAW telah wafat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada ketika itulah titik kemuliaan hidup Mus'ab mencapai puncak. Ibrahim ibn
Muhammad, saudara dari keluarga ayahnya, berkata; Mus'ab ibn 'Umair membawa
tiang bendera perang ketika perang Uhud. Disaat pasukan muslimin
berpecah-belah, Dia berdiri dengan tegap sampai ketika ia bertemu Ibn Qaami'ah
yang seorang panglima pasukan kafir Mekkah. Ibn Qaami'ah kemudiah memukul dan
memotong tangan kanan Mus'ab tetap dengan teguh memegang bendera dengan tangan
kirinya sambil berkata "Dan sungguh Muhammad SAW itu adalah seorang nabi,
dan Nabi-nabi telah meningal sebelumku". Kemudian Ibn Qaami'ah memutuskan
tangan kiri Mus'ab. Mus'ab tetap menegakkan bendera perang dengan lengan atas
dan dadanya sambil berkata "Dan sungguh Muhammad SAW itu adalah seorang
nabi, dan Nabi-nabi telah meningal sebelumku". Kemudian datang prajurit
kafir ketiga yang menghujamkan tombaknya ke dada Mus'ab. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Setelah Perang Uhud
berakhir, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat kembali ke bukit uhud untuk
menguburkan syuhada-syuhada yang gugur, yang sebagian mayatnya sudah dirusak
wanita-wanita quraisy yang mencuri barang mereka. Nabi Muhammad SAW berhenti
sejenak ketika beliau melihat jenazah Mus'ab dan berkata: Diantara orang-orang
yang beriman ada mereka yang setia dengan janjinya dengan Allah. Kemudian Rasul
SAW memandang ke jenazah-jenazah para syuhada dan berkata: Sesungguhnya nabi
Allah ini bersaksi bahwa mereka adalah martir Allah pada hari Kebangkitan
nanti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Ketika itu tidak
cukup kain yang tersedia sebagai kain kafan untuk Mus'ab. Khabbab ibn Al-Arat
menceritakan: Kami berhijrah mengikuti nabi hanya karena Allah, maka akan kami
terima balasannya dari Allah. Sebagian dari kami meninggal tanpa menikmati
balasan apapun di dunia ini. dan salah satunya adalah Mus'ab ibn Umair, yang
terbunuh pada perang Uhud. Dia tidak meninggalkan apa-apa kecuali sebuah kain
wool yang sudah cabik-cabik. Jika kami tutupi kakinya dengan kain ini, maka
kepalanya tidak tertutupi. Rasulullah SAW kemudian menyuruh kami menutupi
kepalanya dengan kain tersebut dan menaruh rumput jeruk di atas kakinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Ingatan tentang
Mus'ab dalam kuburnyalah yang menyebabkan sahabat seperti Abdur Rahmaan ibn Auf
untuk menangis karena takut tidak mendapat bagiannya di hari akhirat karena
telah mendapat banyak nikmat dan kemudahan di dunia ini. Suatu ketika,
pembantunya membawakannya makanan untuk berbuka puasa dan ibn Auf menangis,
memngingat Mus'ab yagn sudah meninggal tanpa dapat merasakan nikmat dunia,
melainkan mendapatkan kenikmatan abadi di Alam Baqa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="color: windowtext;"&gt;Malam terus
berlanjut, Akupun kembali mengingat para syuhada yang terbaring di tanah Uhud.
Merekalah orang-orang yang mencari ridha Allah, dan diridhai Allah. Mereka
telah mendapatkan kenikmatan dan kesenangan abadi. Di tengah-tengah hiruk-pikuk
pengunjung mall, dimana tak terhitung muda-mudi muslim berusaha mencari
kesenangan dunia dengan cara masing-masing. Sungguh kita orang-orang yang
beruntung, jika kita dapat mengingat kehidupan Mus'ab radiyy Allahu anhu.
Mengingatkan kita agar tidak larut dalam kehidupan dunia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;diterjemahkan oleh redaksi Kafemuslimah&lt;span style="color: windowtext;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqRZ5OvReqpeegURMEGgslf1va07VPlNOd7oBP2x42jvGpHYWbaV1HvWD31hCBH5Gnkd9k9GzpYZmHiRjLhZOVLAS_z5KvYU4suIG8XEv9_79kHQrx_tZciH3WgdgYm_XadkU05LrqgW0/s72-c/ilustrasi-_110711171955-816.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>