<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;A0AHQn0_eip7ImA9WhZQFE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407</id><updated>2011-04-22T01:15:33.342+07:00</updated><category term="Hari ibu" /><category term="Da'wah" /><category term="Sang Murobby" /><category term="Nasyid" /><category term="Film" /><category term="Motivasi" /><category term="Tips" /><category term="Pengurus Formi '78" /><category term="Doa" /><category term="Ukhuwah" /><category term="Rapat" /><category term="Psikologi Da'wah" /><title>FORMI MADANI UNP</title><subtitle type="html" /><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Formi" /><feedburner:info uri="formi" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>Formi</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><entry gd:etag="W/&quot;CUEDQX8yfCp7ImA9WxRaFEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407.post-1331606568862357205</id><published>2008-12-16T14:47:00.001+07:00</published><updated>2008-12-16T14:47:50.194+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-16T14:47:50.194+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hari ibu" /><title>Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v-b87dJxtdY/SUdYmX7IVOI/AAAAAAAAAFY/Ul1qux5vvoA/s1600-h/inform-islam-pic3-src.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 113px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v-b87dJxtdY/SUdYmX7IVOI/AAAAAAAAAFY/Ul1qux5vvoA/s320/inform-islam-pic3-src.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280286504395494626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                                       &lt;div align="justify"&gt;Dari Abu Hurairah ra, ia menceritakan, suatu hari ada seorang yang datang kepada Nabi Muhammad SAW seraya bertanya: "Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak saya perlakukan dengan baik?" Rasulullah menjawab: "Ibumu!" Orang itu bertanya lagi: "Lalu siapa?" "Ibumu!" jawab Beliau. "Lalu siapa lagi, ya Rasulullah?" tanya orang itu. Beliaupun menjawab "Ibumu!" Selanjutnya orang itu bertanya lagi: "Lalu siapa?" Belia menjawab: "Ayahmu." (Muttafaqun ‘Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hadits di atas memerintahkan agar kita senantiasa berbuat baik pada kerabat terutama adalah ibu, lalu ayah. Didahulukannya ibu karena ia telah mengandung, menyusui, mendidik dan tugas berat lainnya. "Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya setelah dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu (Q.S. Luqman:14). Karena beratnya tugas orang tua, maka seorang anak diwajibkan untuk memperlakukan mereka dengan baik, bahkan membantahnya dengan kata-kata "Ah" pun tidak diperkenankan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pengorbanan seorang ibu tidak dapat diukur dengan materi. Ketika melahirkan kita, ia berkorban darah dan berjuang antara hidup dan mati, bahkan ada ungkapan yang menyatakan andai pada saat-saat kritis melahirkan kita, seorang ibu diminta untuk memilih antara nyawanya dengan nyawa anaknya, maka seorang ibu akan memilih menyelamatkan anaknya dari nyawanya sendiri. Ia rela menaggung rasa sakit sembari menyusui anaknya dengan ikhlas. Selanjutnya ia mengasuh dan mendidik kita hingga dewasa. Pada bulan Ramadhan ini, bagi kita yang masih tinggal bersama Ibu, ketulusan dan kebaikannya sangat terasa. Disaat kita masih terlelap tidur, ia telah menyiapkan makanan sahur untuk kita, disaat kita santai sore ia telah menyiapkan buka puasa. Begitupun seorang ayah, demi masa depan anak-anaknya, ia berusaha menafkahi keluarga dengan sebaik-baiknya dengan daya dan upaya yang maksimal. Terlepas semua itu sebagai kewajiban orang tua, kita wajib menghargai mereka dengan sebaik-baiknya. Rasulullah SAW pernah bertanya pada para sahabat: "Maukah aku beritahu dosa yang paling besar di antara dosa-dosa yang besar?" Para sahabat menjawab: "Mau, ya Rasulullah!" Beliau berkata: "Syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua". Di masyarakat kita dikenal petuah Ridha Allah tergantung pada Ridha Orang tua. Bahkan mendahulukan keperluan ibu lebih baik dari melaksanakan shalat sunnah. Sehingga wajar jika "surga itu di bawah telapak kaki ibu" karena durhaka kepada orang tua merupakan dosa paling besar setelah syirik yang tentunya akan menghalangi pelakunya masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Surga di bawah telapak kaki ibu" Apakah hanya berarti bahwa jika ingin masuk surga seorang anak harus berbuat baik pada ibu bapak?. Tidak!, pada sosok seorang ibu juga melekat tanggung jawab yang berat. Jika kita artikan secara bebas, "surga di bawah telapak kaki ibu" dapat juga berarti bahwa masa depan seorang anak di akhirat nanti sangat tergantung pada ibu, ibu sebagai seorang pendidik, ibu sebagai seorang suri tauladan keseharian bagi anak-anaknya, sehingga seorang ibu sangat berperan dalam mengantarkan mereka masuk surga. Lalu mengapa "surga di bawah telapak kaki ibu" bukan telapak tangan ibu atau di kepala ibu? Secara tersirat kaki berarti tindakan dan tingkah laku (akhlaq). Artinya, akhlaq seorang ibu sangat mempengaruhi akhlaq seorang anak dan akhlaq inilah yang akan menentukan masa depanya di dunia dan di akhirat. Wajarlah jika Rasulullahh SAW berpesan pada setiap orang tua: "Tiada yang ditanam oleh orang tua kepada anaknya yang lebih baik daripada akhlaq yang mulia". Lingkungan pertama yang berperan penting menjaga keberadaan anak adalah keluarga sebagai lembaga pendidikan yang paling dominan secara mutlak, kemudian kedua orangtuanya dengan sifat-sifat yang lebih khusus. Pada orang tua, terlebih lagi pada diri seorang ibu melekat kewajiban untuk mendidik secara aktif putra-putrinya. Anak telah menghabiskan waktu sembilan bulan di dalam perut ibunya, memperoleh makanan dari tubuh, ruh dan darah ibunya, maka ibu sebagai pihak yang paling dekat dengan anak hendaknya tidak melewatkan interaksi kesehariannya dengan sang anak dalam konteks pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Orang tua hendaknya mengajarkan bagaimana mengenal dan mencintai Allah, mengajari ibadah, dan menanamkan akhlaq yang mulia. Karena "sesungguhnya setiap bayi yang lahir dalam keadan fitrah, kedua orang tuanyalah yang mencetak anak itu menjadi Yahudi, Nasrani, atau menjadi Majusi" (HR. Bukhari Muslim). Dalam hal pembentukan akhlaq, prinsip dan pemikiran moral harus didasarkan pada aqidah Islam. Atas dasar inilah ibu hendaknya berusaha menguatkan bangunan moral, ketaqwaan, dan kesucian pada diri anak sehingga mengantarkan mereka bahagia di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda: "Dan wanita adalah pemimpin terhadap keluarga rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, dan akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka" (HR. Bukhari Muslim).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cahyadi Takariawan dalam bukunya "Agar Cinta Menghiasi Rumah Tangga Kita" memberikan bahan renungan dan evaluasi kepada kita sebagai orang tua dalam mendidik anak. Apakah kita telah mendidik anak sejak dalam kandungan? Apakah kita telah memperdengarkan kalimat tauhid ketika anak kita lahir? Apakah kita telah meluangkan waktu rutin untuk mendidik mereka? Sudahkah kita memberikan keteladanan positif pada mereka, atau justru membiarkan mereka menjadikan televisi sebagai tauladan? Apakah kita telah menanamkan nilai keimanan sejak mereka kecil? Sudahkah kita mengajari mereka membaca Al-Qur’an dengan baik? Yakinkah kita bahwa mereka telah mampu menjalankan shalat dengan sempurna? Apakah kita telah memilihkan sekolah terbaik bagi masa depan mereka di dunia dan akhirat? Apakah kita telah memberi mereka tauladan untuk membaca buku ilmu pengetahuan dan teknologi? Apakah kita telah mendidik mereka untuk mencintai Allah dan Rasulnya lebih dari segalanya?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Begitu berat tugas orang tua terutama ibu dalam mendidik anak. Sehingga diperlukan seluruh potensi kebaikan pada diri ibu, diperlukan pengetahuan dan pengetahuan praktis tentangnya. Ibu, sebagaimana juga ayah, perlu mengetahui prinsip dasar pendidikan anak, baik yang bersifat fundamental dalam syariat Islam maupun ilmu pengetahuan umum yang terus berkembang. Semoga kita semua dapat menjadi orang tua yang menjadi tauladan bagi generasi muslim selanjutnya. "Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu" (Q.S. At-Tahrim:6) "Surga di bawah telapak kaki ibu". Pada diri ibu terletak tanggungjawab besar mengantarkan anaknya ke surga dengan memberikan pendidikan terbaik. Ibu adalah tauladan, ibu adalah contoh sempurna dalam akhlaq dan tindakan. Kebahagiaan dan kesengsaraan anak baik di dunia maupun di akhirat sangat dipengaruhi oleh sosok seorang ibu. Semoga Allah memberikan balasan yang berlipat ganda atas keikhlasan seorang ibu yang telah mengandung, melahirkan, menyusui, dan mendidik putra-putrinya. Wallahu a’alm bisshawab. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3384417649176617407-1331606568862357205?l=forumislamekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/feeds/1331606568862357205/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3384417649176617407&amp;postID=1331606568862357205" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/1331606568862357205?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/1331606568862357205?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/2008/12/surga-di-bawah-telapak-kaki-ibu_6840.html" title="Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_v-b87dJxtdY/SUdYmX7IVOI/AAAAAAAAAFY/Ul1qux5vvoA/s72-c/inform-islam-pic3-src.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUcDQ3g-fSp7ImA9WxRaFEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407.post-2341470967080354973</id><published>2008-12-16T14:36:00.000+07:00</published><updated>2008-12-16T14:37:52.655+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-16T14:37:52.655+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><title>Pelembutan" Hawa Nafsu</title><content type="html">&lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di antara tema yang menonjol dalam psikologi keislaman adalah pelembutan dan penghalusan hawa nafsu, syahwat dan naluri. Karena watak kesemuanya itu bisa melembut dan mengeras.&lt;br /&gt;Di saat lembut, akallah yang menjadi hakim dan sempurnalah kemanusiaan seseorang. Di saat keras, hawa nafsulah yang menjadi hakim dan sempurnalah kebinatangan manusia. Dalam kedua kondisi tersebut, manusia sendirilah yang menentukan segalanya. Semakin sering seorang menuruti hawa nafsunya, semakin mengeras dan, akhirnya, semakin dominan ia. Sebaliknya, jika seseorang selalu malakukan tekanan atas hawa nafsu, maka lambat-laun ia akan melemah dan, implikasinya, mudah menurut pada kontrol akal.&lt;br /&gt;Semua manusia, bertaqwa atau tidak, sama-sama mempunyai hawa nafsu dan syahwat.&lt;br /&gt;Bedanya, yang bertaqwa mampu -secara aktif- menguasai dan mengatur hawa nafsu dan syahwatnya, sedangkan orang yang tidak bevtaqwa -secara pasif- dikuasai dan diatur oleh syahwat dan hawa nafsunya. Pada kondisi manapun manusia tetap berikhtiar. Ikhtiar berati melakukan penekanan dan pelatihan atas hawa nafsu, atau malahan (menurut istilah Imam Ali as peny.) menuruti kehendaknya (dengan mengurangi tuntutannya). Dalam kajian selanjutnya, saya akan membahas kiat-kiat menguasai hawa nafsu, nash-nash keislaman yang menjelaskan dua keadaan (posisi) hawa nafsu -yang lemah dan yang keras -, teknik melemahkan hawa nafsu, dan perbuatan-perbuatan yang mengakibatkan terkristalnya hawa nafsu.&lt;br /&gt;Alquran menjelaskan:"... tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan kamu beuci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan..."(Q.S.Al-Hujurât :7).&lt;br /&gt;Allah menanamkan rasa benci kepada kefasikan -yang diperebutkan para durja- dalam kalbu Mukmin dan ahli taqwa. Sebenarnya, siapakah yang membencikan orang-orang mukmin kepada kefasikan? Dan siapa pula yang membuat senang orang-orang fasik terhadap kefasikan?&lt;br /&gt;Jawabnya, adalah Allah SWT Dia yang membencikan kefasikan kepada jiwa orang-orang Mukmin. Hati orang mukmin berada dalam genggaman dan kekuasaan Allah dan Allah senang kefasikan berada dalam jiwa orang fasik sebab orang fasik itu sendiri mencmtai kefasikan dan selalu mengikuti hawa nafsunya.&lt;br /&gt;Rasulullah SAWW bersabda: "Rutin melakukan kebaikan berarti kebencian bagi kejelekan".[][20]&lt;br /&gt;Konsistensi dalam melakukan kebaikan akan membawa kebencian atas kejelekan. Kejelekan yang dimaksud ialah syahwat dan kelezatan yang selalu dicari dan dikejar-kejar manusia. Karena, syahwat dan kelezatan yang diharamkan itu selalu dikejar-kejar oleh para penyeleweng dan kaum fasik. Begitu pula sebaliknya. Kejelekan yang selalu dilakukan akan membaca kecintaan pada kejelekan itu. Dan yang demikian itu adalah wajar dan rasional.&lt;br /&gt;Imam Amiril Mukminin Ali as dalam khotbahnya yang menerangkan ciri-ciri orang taqwa dan khotbah ini dikenal dengan Khotbah Hammâm, beliau berucap: " (Ahli tagwa) itu dekat angan-angannya, sedikit kesalahannya, khusyu’ hatinya, mudah terpuaskan, sederhana makanannya, ringan urusannya, kukuh agamanya, "mati" nafsuniya, dan tertahan emosinya."[][21]&lt;br /&gt;Sesungguhnya taqwa dapat melunakkan syahwat dan hawa nafsu seseorang. Dengan taqwa, jiwa yang serakah berubah menjadi qanâ’ah. Syahwat pun menjadi lemah-lembut seakan mati.&lt;br /&gt;Nash di atas, dan yang semisalnya, tidak hendak menyatakan bahwa peran taqwa adalah pengekang syahwat dan hawa nafsu. Walau pengertian itu bisa dibenarkan, tapi maksud riwayat lebih jauh lagi. la ingin menekankan bahwa peranan taqwa itu juga untuk melemah-lembutkan hawa nafsu dan meringankan syahwat. Demikianlah riwayat-riwayat tersebut di atas saya pahami.&lt;br /&gt;Selanjutnya saya akan nukilkan beberapa riwayat tanpa menyebut komentarnya.&lt;br /&gt;Imam Ali as bersabda: "Semakin kokoh hikmah (seseorang), semakin lemah syahwatnya."[][22]&lt;br /&gt;Imam Ali as berkata: "Jika kemampuan kita (dalam menaklukkan hawa nafsu) bertambah, maka (tuntutan-tuntutan) hawa nafsu kita akan berkurang."[][23]&lt;br /&gt;Imam Ali as berkata: "'lffah (inenjaga diri) dapat melemahkan syahwat (hawa nafsu)."[][24]&lt;br /&gt;Imam Ali as berkata: "Siapa yang merindukan surga, akan melupalah syahwat.”[][25]&lt;br /&gt;Imam Ali as berkata: "Ingatlah bahwa setiap kelezatan akan hilang. Setiap kenikmatan akan berpindah. Dan setiap bencana pasti akan berakhir jua. Dengan begitu kita telah niengabadikan nikmat, meujernihkan syahwat, menghilangkan takabur, mendekatkan bahagia, melipur lara, dan menggapai cita-cita."[][26]&lt;br /&gt;Taqwa dan kontrol hawa nafsu ialah dua faktor yang (seharusnya) menguasai syahwat dan naluri manusia sampai sejauh mungkin. Sehingga hawa nafsu seiring dengan hukum Allah dan segala keinginannya sesuai dengan kehendak Allah SWT. Setelah itu, baru manusia dapat membenci dan lari dari segala yang dilarang Allah. Demikianlah manusia mencapai puncak interaksi dengan Tuhannya.&lt;br /&gt;Perubahan jiwa yang menakjubkan ini sebenarnya telah dijelaskan oleh Allah dalam Alquran di surah Al-Hujurât ayat 7 yaitu:&lt;br /&gt;"... tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan...".&lt;br /&gt;Walhasil, keberadaan taqwa fase inilah yang sangat berpengaruh dalam jiwa manusia. Karena ia ticlak hanya mampu mencegah seseorang dari kefasikan, kekafiran dan kemaksiatan, namun juga menanamkan rasa benci terhadap hal-hal tersebut.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3384417649176617407-2341470967080354973?l=forumislamekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/feeds/2341470967080354973/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3384417649176617407&amp;postID=2341470967080354973" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/2341470967080354973?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/2341470967080354973?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/2008/12/pelembutan-hawa-nafsu.html" title="Pelembutan&quot; Hawa Nafsu" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak8BSXk8fCp7ImA9WxRbE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407.post-4777195028313868823</id><published>2008-12-04T18:04:00.002+07:00</published><updated>2008-12-04T18:07:38.774+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-04T18:07:38.774+07:00</app:edited><title>Urgensi Qurban</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;" class="post-title entry-title"&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   Qurban secara harfiyyah berasal dari kata qaruba-yaqrubu-qurbaanan, yang artinya dekat atau mendekatkan diri. Orang yang berQurban adalah orang yang ingin mendekatkan dirinya kepada Allah Swt sekaligus mendekatkan dirinya kepada sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan betapa pentingnya usaha mendekatkan diri ini (berQurban), sehingga ajaran Islam menetapkan syari'at Qurban, dalam bentuk penyembelihan hewan Qurban satu tahun sekali, kepada yang mampu, yaitu pada setiap Hari Raya 'Iedul-Adha, 'Iedul Haj atau disebut juga 'Iedul Qurban, yang pelaksanaan penyembelihannya bisa dilakukan tanggal 10, 11, 12 ataupun tanggal 13. Ketiga hari terakhir ini disebut hari Tasyriq yang secara harfiyah berarti hari-hari yang penuh dengan daging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging hewan Qurban kemudian dibagikan kepada kaum fakir miskin yang mungkin mengalami kesulitan untuk mengkonsumsi daging, karena tidak terjangkau oleh daya belinya. sampai-sampai sebegitu pentingnya Rasulullah SAW menyatakan "bahwa siapa saja yang mempunyai kemampuan (keleluasaan untuk membeli seekor kambing) lalu tidak berQurban, maka janganlah mendekati tempat shalat kami". Juga sabdanya bahwa tidak ada amalan manusia pada Hari Raya Adha yang lebih dicintai Allah SWT, selain mengalirkan darah hewan (maksudnya : menyembelih hewan Qurban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qurban ini merupakan sunnah yang dicontohkan oleh nabiyullah Ibrahim AS yang mendapatkan perintah melalui mimpi untuk menyembelih anaknya yang sangat dicintainya yaitu nabiyullah Ismail AS, yang karena kedudukannya kemudian Allah menggantikannya dengan menyembelih seekor qibasy (domba) yang terus berlanjut sampai akhir zaman, sebagaimana diungkapkan kisahnya dalam Al Qur'an surat Ash-Shaffaat (37) ayat 102 -111.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu qurban juga merupakan bentuk kepedulian dan Kasih Sayang Terhadap Sesama. Dalam kaitannya penyembelihan hewan Qurban pada Hari Raya 'Iedul Qurban diistilahkan dengan al-udhiyyah, yang sangat dianjurkan (sunnah Muakadah) untuk dilakukan oleh orang (keluarga) yang memiliki kemampuan. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berQurbanlah" (QS. Al Kautsar (108) : 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa yang memiliki keleluasaan (untuk membeli hewan Qurban) lalu tidak melakukannya (tidak berQurban), maka janganlah mendekati tempat sahalatku" (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah qurban juga memiliki keutamaan yaitu pengampunan dari Allah,keridhaan Allah, amalan yang paling dicintai dicintai Allah pada hari raya Idul Adha, hewan qurban sebagai saksi di hari kiamat, dan mendapatkanpahala yang besar. Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Tidak ada satu amalan yang paling dicintai Allah dari Bani Adamketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan qurban..”(HR.Tirmidzi, Ibnu Majjah, dan Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyembelihan hewan Qurban dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah shalat 'Iedul Adha, atau tanggal 11, 12 sampai dengan tanggal 13. Ketiga hari terakhir ini disebut dengan hari tasyriq yang berarti "hari yang berlimpah dengan daging". Penyembelihan tidak boleh dilakukan sebelum pelaksanaan shalat 'Iedul Adha. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menyembelih hewan Qurban sebelum shalat maka harus menyembelih hewan lain untuk menggantinya. Dan barangsiapa yang belum menyembelih, maka sembelihlah (sesudah shalat) dan sebutlah nama Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah disembelih, daging hewan langsung diberikan kepada golongan fakir miskin yang mungkin dalam kesehariannya tidak mempunyai kemampuan untuk mengkonsumsi daging, karena diluar jangkauan daya beli mereka. Apabila di daerah orang yang berQurban masyarakatnya sudah terbiasa mengkonsumsi daging, maka boleh saja hewan tersebut disebarkan ke daerah-daerah yang betul-betul membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hewan Qurban yang disembelih, jika memiliki keleluasaan dana maka hendaknya yang jantan, yang gemuk dan bertanduk, sebagaimana Qurban yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Apabila tidak, maka yang menjadi syarat hewan Qurban adalah tidak termasuk salah satu dari kategori yang empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad dan Imam yang empat serta disahihkan oleh Imam Turmudzi dan Ibn Ribban, Rasulullah SAW bersabda, "Empat jenis binatang yang tidak memenuhi syarat untuk dijadikan hewan Qurban, pertama : hewan buta (sebelah) yang jelas butanya. Kedua: Binatang yang sakit (berpenyakit) yang jelas sakitnya. Ketiga: Binatang yang pincang, yang jelas pincangnya. Keempat: Binatang yang sudah tua yang tidak bersum-sum."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah Qurban&lt;br /&gt;Menyembelih hewan Qurban pada hari Raya Haji adalah juga untuk menghidupsuburkan salah satu sunnah yang dicontohkan oleh Nabiyullah Ibrahim AS yang mendapatkan perintah melalui mimpi untuk menyembelih anaknya yang sangat disayangi dan dicintainya, yaitu Nabiyullah Ismail AS, yang karena ketundukkannya kemudian Allah menggantikan dirinya dengan menyembelih seekor kibasy (domba) yang terus berlanjut sampai akhir zaman, sebagaimana diungkapkan kisahnya dalam Al Qur'an Surat Ash Shaffaat (37) ayat : 102 - 111.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya masih banyak hikmah yang dapat dipetik dari tauladan nabi Ibrahim dan putranya Ismail AS ini. Dengan berQurban kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang syukur nikmat atas rizki serta keleluasaan yang diberikan Allah SWT kepada kita, yang bentuk syukurnya mewujud dalam prosesi ritual pelaksanaan syariat-Nya. Allah SWT berfirman dalam QS. 22: 36 : "Dan kami telah jadikan untuk kamu unta-unta (binatang ternak) itu sebahagian dari syiar Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan tidak terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati) maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Qurban adalah bentuk taqarrub (usaha mendekatkan diri) kepada Allah SWT karena kasih sayang kita pada sesama manusia, terutama pada golongan fakir miskin yang membutuhkannya. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini hubungan batin dan persaudaraan antara golongan yang berkecukupan dengan golongan yang tidak berkecukupan akan terjalin dengan erat. Menyayangi sesama manusia pada hakekatnya mengundang rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT dan seluruh makhluk-Nya yang ada di langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Sayangilah oleh kamu sekalian sesama manusia yang ada di muka bumi ini, maka pasti akan menyayangi kepada kamu makhluk yang ada di langit." BerQurban juga menghidupsuburkan salah satu sunnah yang telah dicontohkan oleh Nabiyullah Ibrahim AS yang kemudian berlanjut abadi sampai akhir zaman, sebagaimana dikemukakan dalam Al Qur'an surat Ash Shaffaat (37) 102 - 111.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana ummat Rasulullah SAW, kaum muslimin di perintahkan mengikuti sunnah Nabi Ibrahim AS, sebagaimana firman-Nya, "Katakanlah : Benar apa yang di firmankan Allah, maka ikutilah agama ibrahim yang lurus dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik" (QS. 3 : 95). Karena itu jika Bapak/Ibu/Sdr/I memiliki keleluasaan materi, marilah kita syiarkan Hari Raya Qurban ini dengan penyembelihan hewan Qurban. "SEBAR QURBAN PEDULI". Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3384417649176617407-4777195028313868823?l=forumislamekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/feeds/4777195028313868823/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3384417649176617407&amp;postID=4777195028313868823" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/4777195028313868823?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/4777195028313868823?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/2008/12/urgensi-qurban.html" title="Urgensi Qurban" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0cCQ3Y4eip7ImA9WxdXE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407.post-1258813132240651735</id><published>2008-06-25T15:03:00.000+07:00</published><updated>2008-06-25T15:04:22.832+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-25T15:04:22.832+07:00</app:edited><title>Menjadi Seorang Aktivis Pergerakan</title><content type="html">&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Istilah “HAROKAH” mulai populer di Indonesia di tahun 1980-an. Kata yang dimaknai sebagai “Pergerakan” ini mulai akrab di telinga kita masyarakat Indonesia bersamaan dengan “membanjirnya” buku-buku pergerakan di Indonesia, yang berasal dari Timur Tengah. Banyak diantarnya adalah tulisan-tulisan dari “tokoh pergerakan” yang mengilhami munculnya beragam gerakan pembaharuan di berbagai belahan dunia, Ust. &lt;st1:personname st="on"&gt;Hasan&lt;/st1:PersonName&gt; al-Banna dan Ust. Sayyid Qutb adalah dua diantaranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Jika Harokah disandingkan dengan kata Islam, menjadi Harokah Islamiyah, maka ia adalah semangat untuk mengembalikan Islam agar kembali hadir dalam kehidupan nyata, menjelma menjadi perlaku setiap insan dalam posisi apapun dan sebagai apapun. Tarbiyah adalah agenda guna mencapai tujuan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Sasaran-sasaran untuk mencapai tujuan tersbet adalah Takwin (pembentukan):&lt;br /&gt;1. As-Syakhsiyah Islamiyah (Pribadi Muslim)&lt;br /&gt;2. Al-Usrah al-Muslimun (Keluarga Muslim)&lt;br /&gt;3. Daulah Islamiyah (Pemerintahan Islam)&lt;br /&gt;4. Khilafah Islamiyah&lt;br /&gt;Dan muaranya adalah menjadikan Islam sebagai penopang paradaban bagi seluruh kehidupan manusia dan ekspansi untuk menyelesaikan segala problematika umat manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Sebuah organisasi termasuk Harokah tidak mungkin bisa berjalan secara mulus tanpa kehadiran aktivis-aktivis dengan militansi tinggi. Keberadaan aktivis Harokah yang militan menjadi sebuah keniscayaan. Guna mencapai tujuan Harokah Islamiyah, aktivis Harokah harus mempunyai karakter seperti yang ALLOH gambarkan dalam QS Al Maidah 54, yakni:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Karakteristik aktivis Harokah (Pergerakan) dalam ayat di atas adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Pertama, Mencintai ALLOH di atas segalanya. Cinta adalah energi kehidupan dan  mencintai ALLOH adalah energi dari segala energi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Kedua, bersikap lemah lembut kepada sesama orang beriman. Hal paling rendah yang perlu diwujudkan terhadap sesama Mukmin adalah berbaik sangka. Setelah cinta kepada ALLOH, kekuatan yang paling besar adalah kekuatan Ukhuwah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Ketiga, bersikap penuh wibawa dalam berahapan dengan orang-orang kafir. Salah satu penyakit sebagian umat Islam adalah kalah mental di hadapan orang-orang kafir dan menjadi “penyambung” lidah mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Keempat, Berjihad di jalan ALLOH adalah bagian dari Iman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Kelima, Al-Wala’ (Loyalitas, kesetiaan, pembelaan) hanya diberikan kepada ALLOH, Rasululloh dan orang-orang yang beriman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Sedangkan AHLAQ aktivis Harokah tergambar dalam QS Al-Anfal 45-47&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;(45) Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya[620] agar kamu beruntung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;(46) Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;(47) Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Pertama, teguh hati dan pendirian. Setiap aktivis Harokah harus mempunyai konsistensi dalam menghadapi segala kondisi dan keandaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Kedua, memperbanyak Dzikrullah dan senantisa ingat kepada ALLOH. Dzikir kepada ALLOH merupakan salah satu indikasi adanya jalinan ikatan yang kuat antara manusia dengan ALLOH.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Ketiga, Menjaga Ukhuwah dan meninggalkan segala hal yang menimbulkan perpecahan dan permusuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Keempat, Sabar, ia adalah salah satu energi guna mengemban tugas dakwah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Kelima, Rendah hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Selamat berjuang kepada para aktivis Harokah, kemampuan untuk senantisa menjaga “kualitas Maknawiyah” adalah kunci keberhasilan dari apa yang diperjuangkan.&lt;br /&gt;“Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti” [Al-Anfal 65]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="NormalWeb2" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Wallahu’aklam Bissowab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3384417649176617407-1258813132240651735?l=forumislamekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/1258813132240651735?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/1258813132240651735?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/2008/06/menjadi-seorang-aktivis-pergerakan.html" title="Menjadi Seorang Aktivis Pergerakan" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0cFQ3o6fSp7ImA9WxdXE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407.post-7503216711622645675</id><published>2008-06-25T15:02:00.002+07:00</published><updated>2008-06-25T15:03:32.415+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-25T15:03:32.415+07:00</app:edited><title>Nilai Persahabatan</title><content type="html">&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Suatu hari, Nabiyullah Isa AS melakukan perjalanan dengan seorang temannya. Mereka hanya berbekal tiga potong roti. Ketika sampai di suatu tempat, mereka berdua beristirahat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Bawa roti itu kemari," kata Nabi Isa AS kepada temannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Lelaki itu memberikan dua potong roti.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Mana yang sepotong lagi?" tanya nabi Isa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Aku tidak tahu."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Setelah masing-masing makan sepotong roti, keduanya kembali melanjutkan perjalanan hingga sampai ke tepi laut. Nabiyullah Isa menggelar sajadahnya di atas laut, mereka berdua lalu berlayar ke seberang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Demi Allah yang telah memperlihatkan mukjizat ini kepadamu, siapakah yang telah makan sepotong roti itu?" tanya Nabi Isa kepada temannya."Aku tidak tahu."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Mereka kemudian melanjutkan perjalanan. Di tengah jalan mereka melihat seekor kijang. Setelah dipanggil, kijang itu pun datang menghampiri beliau. Beliau lalu menyembelih, memanggang dan memakannya. Sehabis makan, Nabi Isa berkata kepada tulang-tulang kijang, "Berkumpullah kamu." Tulang-tulang itu pun berkumpul. Beliau lalu berkata, "Dengan izin Allah, jadilah kalian seperti semula." Tulang-tulang itu segera bangkit dan berubah menjadi kijang."Demi Allah yang telah memperlihatkan mukjizat ini kepadamu, siapakah yang telah makan sepotong roti itu?" tanya Nabi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Isa&lt;/st1:City&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;AS.&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;"Aku tidak tahu," jawab temannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Nabiyullah Isa bersama temannya kembali melanjutkan perjalanan hingga sampai pada sebuah tempat. Mereka duduk beristirahat. Nabiyullah Isa memungut tiga bongkahan batu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Dengan izin Allah, jadilah emas," kata Nabi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Isa&lt;/st1:City&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;AS.&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Batu itu pun segera berubah menjadi emas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Ini untukku, yang ini untukmu dan yang satu lagi untuk orang yang telah makan sepotong roti itu," kata Nabiyullah Isa:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Akulah yang telah makan roti itu," kata temannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Ambillah semua emas ini, aku tak mau berteman dengan pendusta," kata beliau sambil meninggalkan temannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Lelaki tadi lalu duduk di dekat emasnya. Ia tidak mampu membawa ketiga-tiganya, tetapi juga tidak rela meninggalkan sebagian darinya. Ketika ia sedang memikirkan cara membawa ketiga bongkahan emas itu, datanglah dua orang lelaki. Melihat keindahan emas itu, timbul keinginan di hati kedua orang itu untuk memilikinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Kalian tidak pantas mengambil milikku dan kalian sama sekali tidak akan mendapatkan bagian," kata pemilik emas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Melihat mereka berdua hendak membunuhnya, ia segera berkata, "Emas ini kita bagi saja, satu untukku dan sisanya untuk kalian berdua."Mereka pun rela dengan pembagian itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Ambillah secuil dari bongkahan emas ini, pergilah beli makanan," kata pendatang kepada pemilik emas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Setelah mengambil secuil emas, ia lalu pergi membeli makanan untuk mereka bertiga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Untuk apa aku membagi emas itu dengan mereka berdua, emas itu &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; milikku," pikir si pemilik emas. Timbullah niat untuk meracuni makanan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Jika mereka berdua mati, emas itu akan jatuh ke tanganku lagi," pikir si pemilik emas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ia lalu membeli racun yang paling ganas, siapa pun yang memakannya pasti akan mati seketika. Racun itu lalu ia taburkan di atas makanan mereka. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kedua pendatang tadi juga mempunyai rencana, "Mengapa kita harus memberi dia. Jika telah kembali, kita bunuh saja dia. Emas itu semua akan menjadi menjadi milik kita berdua." &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Mereka berdua kemudian membunuh si pemilik emas. Dan dengan perasaan senang karena mendapat emas lebih banyak, kedua lelaki itu kemudian menyantap dengan lahap makanan yang baru saja dibeli.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Beberapa tahun kemudian Nabi Isa bersama kaumnya melewati tempat itu. Mereka melihat tiga bongkahan emas dan tiga kerangka manusia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Lihatlah bagaimana dunia memperlakukan mereka," kata Nabi Isa AS kepada kaumnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Beliau kemudian berdiri di depan emas dan berkata, "Jadilah seperti asalmu." Emas itu pun kembali menjadi batu. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3384417649176617407-7503216711622645675?l=forumislamekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/7503216711622645675?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/7503216711622645675?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/2008/06/nilai-persahabatan.html" title="Nilai Persahabatan" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4DQ308eSp7ImA9WxdXE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407.post-3083953946402646577</id><published>2008-06-25T15:02:00.001+07:00</published><updated>2008-06-25T15:02:52.371+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-25T15:02:52.371+07:00</app:edited><title>Keyakinan dan Prasangka Baik</title><content type="html">&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Seorang murid mendambakan syeikh yang akan menyampaikannya kepada Allah. Meski sudah berusaha keras, ia tak berhasil menemukan syeikh yang diidamkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Suatu hari ada yang berkata kepadanya bahwa ia tidak akan menemukan seorang syeikh yang dapat menyampaikannya kepada Allah kecuali Fulan bin Fulan yang tinggal disuatu &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Ia pun segera berangkat ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; itu. Setelah sampai di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, ia menanyakan tentang orang yang dimaksud. Penghuni &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; menun- jukkan kepadanya seorang lelaki yang berperangai buruk dan suka bermaksiat. Ia mendatangi rumah orang itu dan mengetuk pintunya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Siapa?" tanya pemilik rumah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Fulan," jawabnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pemilik rumah sedang menunggu orang yang kebetulan namanya sama dengan nama si murid. Ia telah berjanji kepadanya untuk bersenang-senang dengan wanita dan minuman memabukkan. Ia lalu membukakan pintu karena mengira bahwa tamu itu adalah temannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Si murid masuk ke dalam rumah. Ketika menatap wajah pemilik rumah, ia lalu duduk bersimpuh dan menangis. Pertemuan dengan sang calon syeikh ini begitu mengharukannya sehingga ia tidak melihat wanita-wanita dan minuman keras yang ada di situ.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Apa yang terjadi denganmu?" tanya pemilik rumah keheranan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Aku ingin agar kamu menyampaikan aku kepada Allah. Aku telah berusaha mencari guru, tetapi tidak menemukan selain kamu," kata si murid dengan suara sendu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Karena ingin segera terbebas dari orang yang tampak aneh ini, lelaki itu berkata sekenanya, "Pergilah ke tempat A, di bawah gunung B. Di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; akan kamu temukan air. Berwudhulah dengan air itu kemudian beribadahlah di situ sampai Allah memberimu fath." &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Si murid segera keluar melaksanakan perintah syeikhnya. Ia beribadah dengan sungguh-sungguh sampai akhirnya Allah memberinya fath. Setelah menerima fath dari Allah, ia akhirnya tahu bahwa orang yang selama ini dianggap sebagai syeikhnya ternyata adalah manusia yang berperangai buruk dan suka bermaksiat kepada Allah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Si murid kemudian mulai dikenal orang. Kesalehannya menjadi buah bibir masyarakat. Manusia mulai berdatangan, ada yang ingin menuntut ilmu, ada juga yang sekedar ingin memperoleh keberkahan. Bertambah hari muridnya bertambah banyak. Suatu hari ia jatuh sakit. Ketika penyakitnya menjadi semakin parah, para muridnya bertanya, "Guru, siapa yang akan kamu angkat untuk mengantikan kedudukanmu jika kamu wafat."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Fulan bin Fulan yang suka bermaksiat. Karena itu, bertawajuhlah kalian kepada Allah, berdoalah, agar sebelum aku meninggal dunia, Allah telah merubah keadaannya menjadi yang terbaik, dan memberinya petunjuk, karena sesungguhnya aku tidak akan mencapai kedudukan ini kalau bukan karena dia. Bertawajuhlah kepada Allah!"&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3384417649176617407-3083953946402646577?l=forumislamekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/3083953946402646577?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/3083953946402646577?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/2008/06/keyakinan-dan-prasangka-baik.html" title="Keyakinan dan Prasangka Baik" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4FRHs7fCp7ImA9WxdXE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407.post-4308719360351475246</id><published>2008-06-25T15:01:00.001+07:00</published><updated>2008-06-25T15:01:55.504+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-25T15:01:55.504+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ukhuwah" /><title>Ukhuwah</title><content type="html">&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;Ini adalah sebuah kisah tentang kepemimpinan Ali ibn Abi Thalib dalam Khulafaurrasyidin yang sangat patut kita teladani.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;Tidak ada khalifah yang paling mencintai ukhuwwah, ketika orang berusaha menghancurkannya, seperti Ali ibn Abi Thalib. Baru saja dia memegang tampuk pemerintahan, beberapa orang tokoh sahabat melakukan pemberontakan. Dua orang di antara pemimpin Muhajirin meminta izin untuk melakukan umrah. Ternyata mereka kemudian bergabung dengan pasukan pembangkang. Walaupun menurut hukum Islam pembangkang harus diperangi, Ali memilih pendekatan persuasif. Dia mengirim beberapa orang utusan untuk menyadarkan mereka. Beberapa pucuk &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; dikirimkan. Namun, seluruh upaya ini gagal. Jumlah pasukan pemberontak semakin membengkak. Mereka bergerak menuju &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Basra&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;Dengan hati yang berat, Ali menghimpun pasukan. Ketika dia sampai di perbatasan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Basra&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, di satu tempat yang bernama Alzawiyah, dia turun dari kuda. Dia melakukan shalat empat rakaat. Usai shalat, dia merebahkan pipinya ke atas tanah dan air matanya mengalir membasahi tanah di bawahnya. Kemudian dia mengangkat tangan dan berdo'a: "Ya Allah, yang memelihara langit dan apa-apa yang dinaunginya, yang memelihara bumi dan apa-apa yang ditumbuhkannya. Wahai Tuhan pemilik 'arasy nan agung. Inilah Basra. Aku mohon kepada-Mu kebaikan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya. Ya Allah, masukkanlah aku ke tempat masuk yang baik, karena Engkaulah sebaik-baiknya yang menempatkan orang. Ya Allah, mereka telah membangkang aku, menentang aku dan memutuskan bay'ah-ku. Ya Allah, peliharalah darah kaum Muslim."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;Ketika kedua pasukan sudah mendekat, untuk terakhir kalinya Ali mengirim Abdullah ibn Abbas menemui pemimpin pasukan pembangkang, mengajak bersatu kembali dan tidak menumpahkan darah. Ketika usaha ini pun gagal, Ali berbicara di hadapan sahabat-sahabatnya, sambil mengangkat Al-Qur'an di tangan kanannya: "Siapa di antara kalian yang mau membawa mushaf ini ke tengah-tengah musuh. Sampaikanlah pesan perdamaian atas nama Al-Qur'an. Jika tangannya terpotong peganglah Al-Qur'an ini dengan tangan yang lain; jika tangan itu pun terpotong, gigitlah dengan gigi-giginya sampai dia terbunuh."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;Seorang pemuda Kufah bangkit menawarkan dirinya. Karena melihat usianya terlalu muda, mula-mula Ali tidak menghiraukannya. Lalu dia menawarkannya kepada sahabat-sahabatnya yang lain. Namun, tak seorang pun menjawab. Akhirnya Ali menyerahkan Al-Qur'an kepada anak muda itu, "Bawalah Al-Qur'an ini ke tengah-tengah mereka. Katakan: Al-Qur'an berada di tengah-tengah kita. Demi Allah, janganlah kalian menumpahkan darah kami dan darah kalian." &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;Tanpa rasa gentar dan penuh dengan keberanian, pemuda itu berdiri di depan pasukan Aisyah. Dia mengangkat Al-Qur'an dengan kedua tangannya, mengajak mereka untuk memelihara ukhuwwah. Teriakannya tidak didengar. Dia disambut dengan tebasan pedang. Tangan kanannya terputus. Dia mengambil mushaf dengan tangan kirinya, sambil tidak henti-hentinya menyerukan pesan perdamaian. Untuk kedua kalinya tangannya ditebas. Dia mengambil Al-Quran dengan gigi-giginya, sementara tubuhnya sudah bersimbah darah. Sorot matanya masih menyerukan perdamaian dan mengajak mereka untuk memelihara darah kaum Muslim. Akhirnya orang pun menebas lehernya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;Pejuang perdamaian ini rubuh. Orang-orang membawanya ke hadapan Ali ibn Abi Thalib. Ali mengucapkan do'a untuknya, sementara air matanya deras membasahi wajahnya. "Sampai juga saatnya kita harus memerangi mereka. Tetapi aku nasihatkan kepada kalian, janganlah kalian memulai menyerang mereka. Jika kalian berhasil mengalahkan mereka, janganlah mengganggu orang yang terluka, dan janganlah mengejar orang yang lari. Jangan membuka aurat mereka. Jangan merusak tubuh orang yang terbunuh. Bila kalian mencapai perkampungan mereka janganlah membuka yang tertutup, jangan memasuki rumah tanpa izin, janganlah mengambil harta mereka sedikit pun. Jangan menyakiti perempuan walaupun mereka mencemoohkan kamu. Jangan mengecam pemimpin mereka dan orang-orang saleh di antara mereka."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;Sejarah kemudian mencatat kemenangan di pihak Ali. Seperti yang dipesankannya, pasukan Ali berusaha menyembuhkan luka ukhuwwah yang sudah retak. Ali sendiri memberikan ampunan massal. Sejarah juga mencatat bahwa tidak lama setelah kemenangan ini, pembangkang-pembangkang yang lain muncul. Mu'awiyah mengerahkan pasukan untuk memerangi Ali. Ketika mereka terdesak dan kekalahan sudah di &lt;st1:personname st="on"&gt;ambang&lt;/st1:PersonName&gt; pintu, mereka mengangkat Al-Qur'an, memohon perdamaian. Ali, yang sangat mencintai ukhuwwah, menghentikan peperangan. Seperti kita ketahui bersama, Ali dikhianati. Karena kecewa, segolongan dari pengikut Ali memisahkan diri. Golongan ini, kelak terkenal sebagai Khawarij, berubah menjadi penentang Ali. Seperti biasa, Ali mengirimkan utusan untuk mengajak mereka berdamai. Seperti biasa pula, upaya tersebut gagal. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;Dari: Islam Aktual. Jalaluddin Rakhmat. Mizan, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; 1991&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3384417649176617407-4308719360351475246?l=forumislamekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/4308719360351475246?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/4308719360351475246?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/2008/06/ukhuwah.html" title="Ukhuwah" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck8FSHYzfCp7ImA9WxdXE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407.post-6767358053856570102</id><published>2008-06-25T14:58:00.000+07:00</published><updated>2008-06-25T15:00:19.884+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-25T15:00:19.884+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Doa" /><title>Doa Mustajab</title><content type="html">&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Ya Allah, jangan kembalikan aku ke keluargakau, dan limpahkanlah kepadaku kesyahidan."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Doa itu keluar dari mulut `Amru bin Jumuh, ketika ia bersiap-siap mengenakan baju perang dan bermaksud berangkat bersama kaum Muslimin ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Uhud. Ini adalah kali pertama bagi `Amru terjun ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; perang, karena dia kakinya pincang. Didalam Al-Quran disebutkan: "Tiada dosa atas orang-orang buta, atas orang-orang pincang dan atas orang sakit untuk tidak ikut berperang." (QC. Al-Fath:17)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Karena kepincangannya itu maka `Amru tidak wajib ikut berperang, di samping keempat anaknya telah pergi ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; perang. Tidak seorangpun menduga `Amru dengan keadaannya yang seperti itu akan memanggul senjata dan bergabung dengan kaum Muslimin lainnya untuk berperang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sebenarnya, kaumnya telah mencegah dia dengan mengatakan: "Sadarilah hai `Amru, bahwa engkau pincang. Tak usahlah ikut berperang bersama Nabi saw."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Namun `Amru menjawab: "Mereka semua pergi ke surga, apakah aku harus duduk-duduk bersama kalian?"&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Meski `Amru berkeras, kaumnya tetap mencegahnya pergi ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; perang. Karena itu `Amru kemudian menghadap Rasulullah Saw dan berkata kepada beliau: "Wahai Rasulullah. Kaumku mencegahku pergi berperang bersama Tuan. Demi Allah, aku ingin menginjak surga dengan kakiku yang pincang ini."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Engkau dimaafkan. Berperang tidak wajib atas dirimu." Kata Nabi mengingatkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Aku tahu itu, wahai Rasulullah. Tetapi aku ingin berangkat ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;." Kata `Amru tetap berkeras.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Melihat semangat yang begitu kuat, Rasulullah kemudian bersabda kepada kaum `Amru: "Biarlah dia pergi. Semoga Allah menganugerahkan kesyahidan kepadanya."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dengan terpincang-pincang `Amru akhirnya ikut juga berperang di barisan depan bersama seorang anaknya. Mereka berperang dengan gagah berani, seakan-akan berteriak: "Aku mendambakan surga, aku mendambakan mati: sampai akhirnya ajal menemui mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Setelah perang usai, kaum wanita yang ikut ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; perang semuanya pulang. Di antara mereka adalah "Aisyah. Di tengah perjalanan pulang itu `Aisyah melihat Hindun, istri `Amru bin Jumuh sedang menuntun unta ke arah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Madianh. `Aisyah bertanya: "Bagaiman beritanya?"&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Baik-baik , Rasulullah selamat Musibah yang ada ringan-ringan saja. Sedang orang-orang kafir pulang dengan kemarahan, "jawab Hindun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Mayat siapakah di atas unta itu?"&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Saudaraku, anakku dan suamiku."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Akan dibawa ke mana?"&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Akan dikubur di Madinah."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Setelah itu Hindun melanjutkan perjalanan sambil menuntun untanya ke arah Madinah. Namun untanya berjalan terseot-seot lalu merebah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Barangkali terlalu berat," kata `Aisyah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Tidak. Unta ini kuat sekali. Mungkin ada sebab lain." Jawab Hindun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ia kemudian memukul unta tersebut sampai berdiri dan berjalan kembali, namun binatang itu berjalan dengan cepat ke arah Uhud dan lagi-lagi merebah ketika di belokkan ke arah Madinah. Menyaksikan pemandangan aneh itu, Hindun kemudian menghadap kepada Rasulullah dan menyampaikan peristiwa yang dialaminya: "Hai Rasulullah. Jasad saudaraku, anakku dan suamiku akan kubawa dengan unta ini untuk dikuburkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di Madinah. Tapi binatang ini tak mau berjalan bahkan berbalik ke Uhud dengan cepat."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Rasulullah berkata kepada Hindun: "Sungguh unta ini sangat kuat. Apakah suamimu tidak berkata apa-apa ketika hendak ke Uhud?"&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Benar ya Rasulullah. Ketika hendak berangkat dia menghadap ke kiblat dan berdoa: "Ya Allah, janganlah Engkau kembalikan aku ke keluargaku dan limpahkanlah kepadaku kesyahidan."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Karena itulah unta ini tidak mau berangkat ke Medinah. Allah SWT tidak mau mengembalikan jasad ini ke Madinah" kata beliau lagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Sesungguhnya diantara kamu sekalian ada orang-orang jika berdoa kepada Allah benar-benar dikabulkan. Diantara mereka itu adalah suamimu, `Amru bin Jumuh," sambung Nabi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Setelah itu Rasulullah memerintahkan agar ketiga jasad itu dikuburkan di Uhud. Selanjutnya beliau berkata kepada Hindun: "Mereka akan bertemu di surga. `Amru bin Jumuh, suamimu; Khulad, anakmu; dan Abdullah, saudaramu."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Ya Rasulullah. Doakan aku agar Allah mengumpulkan aku bersama mereka,: kata Hindun memohon kepada Nabi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3384417649176617407-6767358053856570102?l=forumislamekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/6767358053856570102?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/6767358053856570102?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/2008/06/doa-mustajab.html" title="Doa Mustajab" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0MNSHs7eSp7ImA9WxdQFEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407.post-4561378651596576680</id><published>2008-06-14T20:17:00.000+07:00</published><updated>2008-06-14T20:18:19.501+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-14T20:18:19.501+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sang Murobby" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Film" /><title>Trailer Sang Murobby</title><content type="html">&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/eVod-ukVhv8&amp;hl=en"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/eVod-ukVhv8&amp;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3384417649176617407-4561378651596576680?l=forumislamekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/feeds/4561378651596576680/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3384417649176617407&amp;postID=4561378651596576680" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/4561378651596576680?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/4561378651596576680?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/2008/06/trailer-sang-murobby.html" title="Trailer Sang Murobby" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEIGQnY_eyp7ImA9WxdQFEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407.post-106183751568804912</id><published>2008-06-14T11:07:00.000+07:00</published><updated>2008-06-14T11:08:43.843+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-14T11:08:43.843+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasyid" /><title>Nasyid dulu yuuk...!</title><content type="html">&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/qCk1EVuh0sU&amp;hl=en"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/qCk1EVuh0sU&amp;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3384417649176617407-106183751568804912?l=forumislamekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/feeds/106183751568804912/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3384417649176617407&amp;postID=106183751568804912" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/106183751568804912?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/106183751568804912?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/2008/06/nasyid-dulu-yuuk.html" title="Nasyid dulu yuuk...!" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak4HQXc9fCp7ImA9WxZaFk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407.post-8823966840973037106</id><published>2008-05-01T09:27:00.000+07:00</published><updated>2008-05-01T09:28:50.964+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-01T09:28:50.964+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Da'wah" /><title>Psikologi Dakwah</title><content type="html">Dakwah merupakan kewajiban setiap muslim. Sebagai dai tentu saja kita ingin mencapai kesuksesan dalam mencapai tugas dakwah. Salah satu bentuk keberhasilan dalam dakwah adalah berubahnya sikap kejiwaan seseorang. Dari tidak cinta Islam menjadi cinta, dari tidak mau beramal saleh menjadi giat melakukannya, dari cinta kemaksiatan menjadi benci dan tertanam dalam jiwanya rasa senang terhadap kebenaran ajaran Islam, begitulah seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena dakwha bermaksud mengubah sikap kejiwaan seorang madú (objek dakwah), maka pengetahuan tentang psikologi dakwah menjadi sesuatu yang sangat penting. Dengan pengetahuan tentang psikologi dakwah ini, diharapkan kita dapat melaksanakan tugas dakwah dengan pendekatan kejiwaan. Rasul Saw. Dalam dakwahnya memang sangat memperhatikan tingkat kesiapan jiwa orang yang didakwahinya dalam menerima pesan-pesan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian&lt;br /&gt;Secara harfiah, psikologi artinya ‘ilmu jiwa’ berasal dari kata yunani psyce ‘jiwa’ dan logos ‘ilmu’. Akan tetapi yang dimaksud bukanlah ilmu tentang jiwa. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia sebagai gambaran dari keadaan jiwanya. Adapun dakwah merupakan usaha mengajak manusia agar beriman kepada Allah Swt dan tunduk kepada-Nya dalam kehidupan di dunia ini, dimanapun ia berada dan bagaimana pun situasi serta kondisinya.&lt;br /&gt;Dengan demikian, psikologi dakwah adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang merupakan gambaran dari kejiwaannya guna diarahkan kepada iman takwa kepada Allah Swt. Bila disederhanakan bisa juga dengan pengertian, dakwah dengan pendekatan kejiwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIKAP MENTAL DAI&lt;br /&gt;Di atas sudah disebutkan bahwa dakwah merupakan usaha mengubah sikap kejiwaan seseorang dari tidak islami kepada sikap yang islami. Untuk itu, orang yang berdakwah harus memiliki sikap mental yang baik dan ini harus bertul-betul terealisasi dalam kehidupannya sehari-hari. Sikap mental ini antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;(1) Memiliki kecintaan kepada ajaran Islam, sehingga dalam kapasitasnya sebagai dai, seorang telah merealisasikan pesan-pesan dakwahnya dalam kehidupan nyata. Bila tidak, terdapat hambatan psikologis untuk diterimanya pesan-pesan dakwah oleh madú, bahkan bisa mengakibatkan hilangnya kewibawaan sebagai dai dan di hadapan Allah Swt, ia mendapatkan kemurkaan-Nya. Allah Swt berfirman,&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?” (As-Shaff:2)&lt;br /&gt;(2) Lemah lembut kepada madú-nya agar mereka senang dan mau menerima pesan-pesan dakwah serta mengikuti jalannya. Bila bersikap sebaliknya, yakni bengis dan kasar, kemungkinan besar yang terjadi adalah dai dijauhi madú nya. Ini pula yang dicontohkan oleh Rasul Saw dalam berbagai peristiwa, sehingga mereka yang semula memusuhi berubah menjadi pendukung-pendukung yang setia.&lt;br /&gt;(3) Bersikap sabar dan optimis dalam dakwah&lt;br /&gt;(4) Menggunakan cara yang baik dan benar dalam berdakwah, sehingga secara psikologis dakwah akan mendapat simpati mereka yang semula tidak suka dan tidak ada alasan untuk menuduh para dai dengan tuduhan yang tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAKWAH PSIKOLOGIS&lt;br /&gt;Dakwah psikologis atau dakwah yang dilakukan dengan pendekatan jiwa memang sangat penting, turunnya ayat Al Quran secara bertahap merupakan suatu bukti bahwa pendekatan kejiwaan merupakan sesuatu yang tidak boleh diabaikan, begitu pula dengan berbagai peristiwa dakwah yang dialami oleh Rasul Saw. Mislanya dalam turunnya ayat dilarangnya minum khamar, Allah membuat tiga tahapan:&lt;br /&gt;- peringatan tentang mudharat-nya (Qs. 2: 219)&lt;br /&gt;- pelarangan sholat dalam keadaan mabuk (4:43)&lt;br /&gt;- perintah menjauhi khamar (5:90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dalam Dakwah Nabi&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan pelaksanaan dakwah, ada beberapa contoh dari Rasul Saw yang menggunakan pendekatan kejiwaan, antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang mudah dipahami dan dihayati di dalam jiwa&lt;br /&gt;Misalnya : ketika seorang yang suka berzina sementara ia punya istri dan menyatakan masuk Islam, tetapi tetap ingin berzina, maka Rasulullah hanya menyuruh orang tersebut bersikap jujur.&lt;br /&gt;2. Bersikap lentur selama tidak menurunkan martabat kebenaran. Seperti yang dilakukan Musa dan Harun dengan tetap menghormati Firáun sebagai ayah yang mengangkat  Musa a.s&lt;br /&gt;3. Tidak menghina sesembahan selain Allah yang dilakukan orang-orang yang didakwahi. Hal ini hanya akan menyebabkan orang tersinggung perasaannya meskipun ia tahu yang dilakukannya adalah salah. (QS. 6:108)&lt;br /&gt;4. Mempertimbangkan kapasitas penerima dakwah, sesuai dengan diturunkannya Al Quran secara bertahap. (Qs. 13:106)&lt;br /&gt;5. Menggunakan bahawa kaum yang didakwahi, sehingga pesan-pesan dakwah lebih mudah dan lebih cepat diterima. (Qs. 14:4)&lt;br /&gt;6. Berbicara sesuai dengan tingkat berfikir orang yang didakwahi. Berbicara kepada anak-anak tentu berbeda dengan bicara kepada dewasa. Begitu juga dengan berbicara kepada remaja tentu berbeda dengan kepada anak kecil.&lt;br /&gt;7. Berbicara dengan ungkapan-ungkapan yang padat makna, sebab berbicara yang bertele-tele tidak hanya menjenuhkan pemikiran, tetapi juga menyebabkan orang tidak simpati dan menimbulkan kelelahan jiwa.&lt;br /&gt;8. Guna menyentuh hati dan perasaan orang yang didakwahi, Rasul menyampaikan pesan dakwah dengan emosi dan semangat yang tinggi sesuai dengan tema pembicaraannya.&lt;br /&gt;9. Menyampaikan pesan dengan menyentuh langsung perasaan orang yang didakwahi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’: Bekal Menjadi Khatib dan Mubaligh, Drs. H. Ahmad Yani, 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tg. Balai Karimun, Rajab 1427 H&lt;br /&gt;Abu Fadhil Abdurrahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3384417649176617407-8823966840973037106?l=forumislamekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/feeds/8823966840973037106/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3384417649176617407&amp;postID=8823966840973037106" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/8823966840973037106?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/8823966840973037106?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/2008/04/psikologi-dakwah.html" title="Psikologi Dakwah" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkANSX8zfCp7ImA9WxZaFk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407.post-3435289316440455340</id><published>2008-05-01T09:22:00.000+07:00</published><updated>2008-05-01T09:26:38.184+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-01T09:26:38.184+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rapat" /><title>TIPS Memenej Rapat yang Baik</title><content type="html">Keteraturan kerja sebuah jamaah dimulai dari keberhasilan mereka dalam melangsungkan rapat-rapat kecil. Sebaliknya kegagalan sebuah jamaah dimulai dari kegagalan mereka dalam mengatur rapat-rapat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa memberikan penilaian terhadap sebuah jamaah melalui keberhasilan mereka dalam melakukan rapat atau melalui hasil kerja mereka dalam satu proyek tertentu. Jika permulaannya buruk maka selanjutnya akan lebih buruk. Rapat-rapat jamaah adalah tolok ukur keberhasilan atau kegagalan operasional. Maka untuk dapat melakukan rapat yang baik diperlukan syarat:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Taqayyud bi mau'id ijtima' ‘Tepat waktu'&lt;br /&gt;Faktor kegagalan sebuah rapat yang paling dominan adalah keterlambatan dari waktu yang telah ditentukan meskipun hanya beberapa menit. Karakter yang menganggap sepele waktu yang terhitung dalam detik tentu akan menganggap sepele waktu yang terhitung dalam jam atau bahkan lebih dari itu. Karakter yang tidak disiplin dengan aturan waktu tentu tidak akan disiplin dengan aturan syariat atau bahkan ia tidak akan bisa berdisplin terhadap aturan apapun. Waktu dalam sudut pandang syariat dan tradisi adalah ibarat janji yang harus ditepati. Allah swt berfirman, "Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu akan dipertanyakan." (QS. Al-Isra:34)&lt;br /&gt;Al-Quran memberikan sifat kepada orang-orang mukmin dengan. "Dan orang-orang yang menepati janji mereka ketika mereka berjanji." (Al-Baqarah: 176). "Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka." (Al-Mukminun: 8) Ketika memberikan sifat bagi orang-orang munafik, Rasulullah saw bersabda, "Jika berkata ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika dipercaya ia berkhianat."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.     Rahmaniyah Ijtima ‘Rapat yang dipenuhi nuansa keimanan'&lt;br /&gt;Upaya maksimal agar sebuah rapat tetap dalam nuansa keimanan tentu akan menjadikan rapat tersebut diberkahi oleh Allah  swt. Diberi kemudahan dan dibimbing ke arah kebenaran. Sebaliknya, sebuah rapat yang sama sekali tidak ada nuansa keimanan tentu akan dikendalikan oleh kemauan setan dan tidak akan menghasilkan suatu kebaikan sedikit pun. Oleh karena, setiap peserta rapat harus siap mental agar rapat tidak berjalan alot dan meninggalkan rasa sakit hati sehingga merusak hubungan ukhuwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah rapat dengan membaca isti'adzah, beberapa ayat Al-Quran dan doa, agar diberi kemudahan oleh Allah  swt, dihadiri oleh para malaikat, dipenuhi kasih sayang dan kedamaian serta disebut oleh Allah  swt. Di hadapan para makhluk langit. Bukan hal yang main-main ketika Rasulullah saw bersabda; "Sesungguhnya setiap amal perbuatan yang tidak dimulai dengan Basmallah maka amal tersebut akan terputus".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.     Maudhu'iyyatu Munaqasyan ‘Mengedepankan objektivitas dalam berdiskusi.&lt;br /&gt;Di antara faktor pendukung keberhasilan sebuah rapat dan diskusi adalah adanya objektivitas dalam membahas setiap permasalahan dan menjauhi sikap emosi. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.&lt;br /&gt;a.     Adanya kejelasan tema yang akan dibahas sebelum diskusi dimulai.&lt;br /&gt;b.     Tidak beralih ke tema lain sebelum ada kesimpulkan berkaitan dengan tema yang sedang dibahas.&lt;br /&gt;c.     Tidak mengulangi tema yang pembahasannya sudah tuntas kecuali jika ada alasan yang mendesak.&lt;br /&gt;d.     Menunda pembahasan tema yang aspek-aspeknya belum jelas.&lt;br /&gt;e.     Mengemukakan pendapat secara tertulis terutama berkaitan dengan tema-tema penting dan serius.&lt;br /&gt;f.      Membagikan makalah yang akan dibahas kepada peserta sebelum diskusi dilakukan sehingga ada kesempatan untuk menelaah tema yang akan dibahas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4.     Adabun Munaqasyah ‘Diskusi'&lt;br /&gt;a.     menghindari penggunaan ungkapan-ungkapan yang menyakitkan atau menghina pendapat orang lain dan segera meminta maaf apabilahal itu terlanjur terjadi.&lt;br /&gt;b.     Mendengarkan dengan seksama setiap pendapat yang disampaikan meskipun pendapat tersebut keliru.&lt;br /&gt;c.     Tidak menaruh sentimen pribadi kepada pihak tertentu.&lt;br /&gt;d.     Merendahkan suara secukupnya.&lt;br /&gt;e.     Semua pihakhendaknya menghindari perasaan bahwa pendapatnyalah yang paling benar.harus menanamkan sikap bahwa kerendahan hati dan kesiapan semua pihak untuk menerima pendapat yang paling benar akan menjadikan mereka dibimbing dan dimudahkan oleh Allah  swt. untuk memilih pendapat yang paling benar.&lt;br /&gt;f.      Menjauhkan rapat dan diskusi sebagai ajang menyudutkan pihak lain, ghibah ‘bergunjing',  melakukan manuver-manuver jahat atau sifat-sifat lain yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa faktor keberhasilan sebuah rapat. Jika faktor-faktor ini terpenuhi maka sebuah rapat akan dipenuhi rasa harap. Namun, jika faktor-faktor ini tidak terpenuhi maka sebuah rapat hanya menjadi kubangan racun yang menebarkan kecemasan dan keputusasaan. Na'udzu billah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3384417649176617407-3435289316440455340?l=forumislamekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/feeds/3435289316440455340/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3384417649176617407&amp;postID=3435289316440455340" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/3435289316440455340?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/3435289316440455340?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/2008/04/tips-memenej-rapat-yang-baik.html" title="TIPS Memenej Rapat yang Baik" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkQMQX0_fip7ImA9WxZaFEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407.post-5524989474476756117</id><published>2008-04-26T16:37:00.000+07:00</published><updated>2008-04-29T13:26:20.346+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-04-29T13:26:20.346+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Da'wah" /><title>Kiat Praktis Dakwah Fardiyah</title><content type="html">Merekrut manusia ke jalan Allah SWT. merupakan amaliyah yang mahal. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, di antaranya melalui dakwah fardiyah. Banyak pengalaman orang lain dalam merekrut orang melalui dakwah fardiyah. Terkadang memang melakukan dakwah fardiyah memerlukan kiat tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini kiat praktis dakwah fardiyah sebagaimana yang dipaparkan Syekh Mustafa Masyhur dalam bukunya Fiqhud Dakwah. Kiat-kiatnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Pertama:&lt;br /&gt;Berupaya untuk membina hubungan dan mengenal setiap orang yang hendak didakwahi dan membangunnya dengan baik. Upaya ini untuk menarik simpati darinya agar hatinya lebih terbuka dan siap menerima perbincangan yang dapat diambil manfaat sehingga pembicaraan berikutnya dapat berlangsung terus. Pembinaan hubungan dengannya dilakukan secara intens sehingga obyek dakwah mengenal orang yang mengajaknya sebagai orang yang enak untuk berteman dan berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Kedua:&lt;br /&gt;Membangkitkan iman yang mengendap dalam jiwa. Pembicaraan hendaklah tidak langsung diarahkan pada masalah iman, namun sebaiknya berjalan secara tabi'i, seolah-olah tidak disengaja dengan memanfaatkan moment tertentu untuk memulai mengajaknya berbicara tentang persoalan keimanan. Melalui pembicaraan yang tabi'i persoalan yang dipaparkan akan mudah mendapatkan sambutan. Dari sambutan yang disampaikannya mengenai beberapa hal dapat ditindak lanjuti dengan meningkatkan gairah keimanannya. Gairah keimanan yang timbul darinya akan mencari solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Dari situlah muncul perhatian yang besar terhadap masalah-masalah keislaman dan keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Ketiga:&lt;br /&gt;Membantu memperbaiki keadaan dirinya dengan mengenalkan perkara-perkara yang bernuansa ketaatan kepada Allah dan bentuk-bentuk ibadah yang diwajibkan. Pada tahap ini perlu pula dibekali dengan bahan-bahan bacaan dari referensi yang sederhana, seperti Dasar-dasar Islam, Prinsip-prinsip Islam (Abul 'Alaa Al Maududi) dan lain-lainnya. Di samping bekalan bahan-bahan bacaan juga perlu diperkenalkan dengan lingkungan yang baik dan komunitas masyarakat yang shalih agar dapat menjaga nilai-nilai yang telah tertanam dan meneladani kehidupan orang shalih. Mutabaah dan pemantauan dalam tahap ini memerlukan kesabaran yang tinggi sehingga dapat membimbing perjalanannya di atas jalan dakwah dan terhindar dari faktor-faktor yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Keempat:&lt;br /&gt;Menjelaskan tentang pengertian ibadah secara syamil agar memiliki kepahaman yang shahih tentang ibadah disertai niat yang benar dan berdasarkan syara'. Pemahaman yang tidak sempit terhadap ibadah. Ibadah bukan sebatas rukun Islam yang empat saja (shalat, puasa zakat dan haji). Akan tetapi pengertian ibadah yang luas sehingga memahami bahwa setiap ketundukan seorang hamba pada-Nya dengan mengikuti aturan yang telah digariskan akan bernilai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Kelima:&lt;br /&gt;Menjelaskan kepada obyek dakwah bahwa keberagamaan kita tidak cukup hanya dengan keislaman diri kita sendiri. Hanya sebagai seorang muslim yang taat menjalankan kewajiban ritual, berperilaku baik dan tidak menyakiti orang lain lalu selain itu tidak ada lagi. Melainkan keberadaan kita mesti mengikatkan diri dengan keberadaan muslim lainnya dengan berbagai macam problematikanya. Pada tahap ini pembicaraan diarahkan untuk menyadarkan bahwa persoalan Islam bukan urusan perorangan melainkan urusan tanggung jawab setiap muslim terhadap agamanya. Perbincangan ini dilakukan agar mampu mendorongnya untuk berpikir secara serius tentang bagaimana caranya menunaikan tanggung jawab itu serta menjalankan segala tuntutan-tuntutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Keenam:&lt;br /&gt;Menjelaskan kewajiban untuk mengemban amanah umat dan permasalahannya. Kewajiban di atas tidak mungkin dapat ditunaikan secara individu. Masing-masing orang secara terpisah tidak akan mampu menegakkannya. Maka perlu sebuah jamaah yang memadukan potensi semua individu untuk memperkuat tugas memikul kewajiban berat tersebut. Dari tahap ini obyek dakwah disadarkan tentang pentingnya amal jama'i dalam menyelesaikan tugas besar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Ketujuh:&lt;br /&gt;Menyadarkan padanya tentang kepentingan sebuah jamaah. Pembicaraan ini memang krusial dan rumit sehingga memerlukan hikmah dan kekuatan argumentasi yang meyakinkan. Oleh karena itu harus dijelaskan padanya bahwa bergabung dengan sebuah jamaah harus meneliti perjalanan jamaah tersebut. Jangan sampai terburu-buru untuk menentukan pilihan terhadap sebuah jamaah yang akan dijadikannya sebagai wahana merealisasikan dasar-dasar Islam.&lt;br /&gt;Demikianlah langkah-langkah dalam melaksanakan dakwah fardiyah sebagaimana yang dijelaskan oleh syekh Mustafa Masyhur. Selamat mengamalkan, semoga Allah SWT. memudahkan kita membimbing manusia ke jalan-Nya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3384417649176617407-5524989474476756117?l=forumislamekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/feeds/5524989474476756117/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3384417649176617407&amp;postID=5524989474476756117" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/5524989474476756117?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/5524989474476756117?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/2008/04/kiat-praktis-dakwah-fardiyah.html" title="Kiat Praktis Dakwah Fardiyah" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkUCQ3w8fyp7ImA9WxZaFEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407.post-2219399337125119542</id><published>2008-03-23T13:10:00.001+07:00</published><updated>2008-04-29T13:24:22.277+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-04-29T13:24:22.277+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengurus Formi '78" /><title>Pengurus FORMI '78</title><content type="html">Ketua : Muhadi (Akt 04)&lt;br /&gt;Sekretaris : Desra Hardi (Akt 04)&lt;br /&gt;Wakil Sekretaris : Gustina (Pekon 04)&lt;br /&gt;Bendahara : Fitra Gasal (Pekon 05)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dept KPSDA&lt;br /&gt;Koordinator : Ronald Desriko (Mnj 04)&lt;br /&gt;Anggota :&lt;br /&gt;Taufik Akbar (Mnj 03Iqbal Nurman I (Akt 04)&lt;br /&gt;Voni Susanto (Akt 06)&lt;br /&gt;Misfa Zarni (E.P 04)&lt;br /&gt;Sinta Iryani (Pekon 05)&lt;br /&gt;Vera Zora (Pekon 06)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bag Akademik&lt;br /&gt;Parlindungan P (Pekon 03)&lt;br /&gt;Yuhendri Leo V (Pekon 04)&lt;br /&gt;Marina Adi S (Pekon 06)&lt;br /&gt;Nova Siska (Akt 04)&lt;br /&gt;Elvina (E.P 06)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dept Syiar&lt;br /&gt;Koordinator : Hendri Jufdi (E.P 04)&lt;br /&gt;Anggota :&lt;br /&gt;Andi Prima H (Pekon 05)&lt;br /&gt;Doni Sepriadi (Akt 06)&lt;br /&gt;Endar (E.P 06)&lt;br /&gt;Eko P (E.P 05)&lt;br /&gt;Riski (Pekon 05)&lt;br /&gt;Deflizon (E.P 06)&lt;br /&gt;Dini Oktorina (Akt 04)&lt;br /&gt;Vera Rafina (Pekon 04)&lt;br /&gt;Mega Indra Sudewi (Akt 05)&lt;br /&gt;Cicha Ramadhani (Akt 06)&lt;br /&gt;Nurmanelisya (Akt 06)&lt;br /&gt;Trinovera (Akt 06)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biro Sanggar&lt;br /&gt;Co Biro : Murniati (Akt 04)&lt;br /&gt;Ariyun Anisah (E.P 03)&lt;br /&gt;Desy Zulmiwaty (Akt 04)&lt;br /&gt;Puji Sri Hartati (Pekon 05)&lt;br /&gt;Wati (Pekon 06)&lt;br /&gt;Fitri (Pekon 06)&lt;br /&gt;Nia (Pekon 06)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dept Danus&lt;br /&gt;Koordinator : Taufiq Akbar Nst (Akt 04)&lt;br /&gt;Anggota :&lt;br /&gt;Yudhi Mulfiandre (E.P 04)&lt;br /&gt;Ahmad Fahmi P (Mnj 06)&lt;br /&gt;Anton M (E.P 06)&lt;br /&gt;Dedi (E.P 06)&lt;br /&gt;Mardianto (Pekon 06)&lt;br /&gt;Titi Susanti (Akt 04)&lt;br /&gt;Siska Aulia (Pekon 04)&lt;br /&gt;Yuhelni (Pekon 05)&lt;br /&gt;Rika Verawati (Pekon 05)&lt;br /&gt;Ermaisef (Akt 06)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dept Keputrian&lt;br /&gt;Koordinator : Devi Anita (Mnj 05)&lt;br /&gt;Anggota :&lt;br /&gt;Iva Neli (Akt 04)&lt;br /&gt;Sri Erma Yulia (Pekon 04)&lt;br /&gt;Yuniarti (Pekon 05)&lt;br /&gt;Nasyiatul Aisyah (Pekon 05)&lt;br /&gt;Siti Hazar (Pekon 06)&lt;br /&gt;Erlin Yuspita (Akt 06)&lt;br /&gt;Hermalini (Pekon 06)&lt;br /&gt;Merliana Fitriani (E.P 06)&lt;br /&gt;Yunita Dwi Rahayu(Akt 06)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3384417649176617407-2219399337125119542?l=forumislamekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/feeds/2219399337125119542/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3384417649176617407&amp;postID=2219399337125119542" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/2219399337125119542?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/2219399337125119542?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/2008/03/pengurus-formi-78.html" title="Pengurus FORMI '78" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkMMRHg9cSp7ImA9WxZaFEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407.post-5774480174247454958</id><published>2008-03-22T18:51:00.000+07:00</published><updated>2008-04-29T13:28:05.669+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-04-29T13:28:05.669+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><title>Jadi manusia sukses (dunia and akhirat)</title><content type="html">Caranya mudah kalau kita ingin sukses. Tentunya sukses dengan jalan halal dan toyyibah ada tips2 yang ada harus kerjakan :&lt;br /&gt;pertama adalah kita harus bermimpi. Proses bermimpi diikuti dengan cara visualisasi (membayangkan). Misalnya anda membayangkan punya rumah mewah, gaji tinggi, mobil BMW, dll. Bayangkan terus pada pikiran anda. Secara teratur dan setiap hari sehingga menjadi sebuah keingginan kuat untuk mewujudkan mimpi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,memiliki tekad yang membaja. Seseorang yang memiliki tekad yang membaja, akan dengan mudah mengarungi lautan yang dalam, pegunungan yang terjal, serta tahan terhadap onak duri yang berserakan. Kesemua tantangan itu dihadapi dengan sebuah cita-cita yang luhur yaitu menjadi orang sukses (dunia &amp; akhirat). &lt;br /&gt;Ketiga, lakukan saat ini (now it). Terkadang kita terlalu sering bermimpi hingga pada akhirnya terjebak anggan angan panjang (kebiasaan ini dilarang lho oleh islam). Untuk mengantisipasi hal itu kita kudu harus dan wajib melakukan apa yang telah kita impikan atau rencanakan. Mulai dari tindakan yang kecil kecil sampai hal yang besar besar.misalnya elu ingin bercita cita jadi menejer. Tindakan pertama yang harus elu lakukan adalah belajar menjadi pemimpin dilokal kuliah, berusaha untuk merapikan barang-barang pribadi, melatih komunikasi interpersonal,kemampuan bahasa asing yang mumpuni,dll.&lt;br /&gt;Keempat, kita berusaha bergaul dengan orang yang telah sukses. Siapa yang bergaul dengan tukang las maka anda akan terciprat apinya dan siapa yang bergaul dengan tukang parfum maka anda akan terciprat wanginya. Untuk itu saya sarankan anda untuk bergaul dengan orang optimis, pekerja kerja dll yang menunjukan bahwa ia akan mencapai sukses atau sudah sukses.&lt;br /&gt;Kelima, buat perencanaan yang matang.anda harus membuat langkah langkah untuk mewujudkan citacita anda menjadi orang sukses. Ada banyak metode yang telah dikeluarkan para ahli-ahli manajemen praktis.untuk kesempatan ini saya akam berikan satu konsep yang digagas oleh satria hadi lubis dalam bukunya breking time. Kita mulai dari melist peran2 kita saat ini dan saat yang akan datang (misalnya mahasiswa, aktivis, anak,dll), sesudah itu buat indicator keberhasilan tiap tahunnya sampai lima tahun dari setiap peran peran yang anda mainkan.indikator2 yang dibuat harus realistis dan untuk meminilisir factor kegagalan maka harus dibuat alternative dari target2 anda. Kemudian lakukan evaluasi secara berkala dan berkesinambungan.&lt;br /&gt;Semoga dengan anda menggunakan lima kekuatan sukses diatas anda akan menjadi orang sukses.amin&lt;br /&gt;Selamat mencoba.&lt;br /&gt;Salam jihad.&lt;br /&gt;Dengan siapa Anda bergaul,&lt;br /&gt;Apa yang Anda lakukan dari hari ke hari,&lt;br /&gt;Bagaimana cara Anda berbicara dan apa yang Anda katakan,&lt;br /&gt;Apakah Anda bertanggungjawab atau menyalahkan,&lt;br /&gt;Apakah Anda pantang menyerah,&lt;br /&gt;Apakah Anda punya rencana,&lt;br /&gt;Apakah Anda punya semangat untuk hidup dan menjalani rencana,&lt;br /&gt;Apakah Anda bertindak dengan sengaja atau reaksional, dan&lt;br /&gt;Bagaimana Anda menyikapi dan menjalani hidup ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3384417649176617407-5774480174247454958?l=forumislamekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/feeds/5774480174247454958/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3384417649176617407&amp;postID=5774480174247454958" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/5774480174247454958?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/5774480174247454958?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/2008/03/jadi-manusia-sukses-dunia-and-akhirat.html" title="Jadi manusia sukses (dunia and akhirat)" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkINR3Y8fCp7ImA9WxZaFEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407.post-5384378042685388854</id><published>2008-03-21T14:30:00.000+07:00</published><updated>2008-04-29T13:29:56.874+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-04-29T13:29:56.874+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips" /><title>Cara Cepat Meraih Keimanan</title><content type="html">Kami mudahkan Al-Qur'an untuk diingat. Adakah yang mengambil perhatian?&lt;br /&gt;(Surat al-Qamar: 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTANYAAN 1&lt;br /&gt;Cara Cepat Meraih Keimanan.rtfBagaimana memahami keberadaan Allah?&lt;br /&gt;Tumbuhan, binatang, lautan, gunung-gunung, dan manusia disekitar kita, dan semua jasad renik yang tidak kasat mata – hidup ataupun mati, merupakan bukti nyata adanya Kebijakan Agung yang menciptakannya. &lt;span id="fullpost"&gt;Demikian pula dengan kesetimbangan, keteraturan dan penciptaan sempurna yang nampak di seluruh jagat. Semuanya membuktikan keberadaan Pemilik pengetahuan agung, yang menciptakannya dengan sempurna. Pemilik kebijakan dan pengetahuan agung ini adalah Allah.&lt;br /&gt;Sistem-sistem sempurna yang diciptakanNya serta sifat-sifat yang mengagumkan pada setiap mahluk, hidup maupun mati, menimbulkan kesadaran akan keberadaan Allah. Kesempurnaan ini tertulis dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;Dia menciptakan tujuh langit yang berlapis-lapis. Tak akan ditemui sedikit cacatpun dari ciptaanNya. Perhatikan berkali-kali - apakah engkau melihat kekurangan padanya? Lalu, perhatikanlah sekali lagi. Matamu akan silau dan lelah! (Surat Al-Mulk: 3-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTANYAAN 2&lt;br /&gt;Bagaimana cara mengenal Allah?&lt;br /&gt;Ciptaan yang sempurna di seluruh jagat raya menunjukkan kekuasaan Allah Yang Maha Agung.&lt;br /&gt;Allah sendiri telah memperkenalkan diriNya kepada kita melalui Al-Qur’an - wahyu yang diturunkan kepada manusia sebagai petunjuk yang benar bagi kehidupan. Semua sifat-sifat Allah yang mulia disampaikan kepada kita di dalam Al-Qur’an. Dia Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Adil, Maha Meliputi seluruh alam, Maha Melihat dan Maha Mendengar atas segala sesuatu. Dia lah Pemilik dan Tuhan satu-satunya atas langit dan bumi dan segala sesuatu di antaranya. Dia lah penguasa seluruh kerajaan langit dan bumi.&lt;br /&gt;Dialah Allah – tiada tuhan selain Dia. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia lah Allah – tiada tuhan selain Dia. . . . MilikNya segala nama-nama yang baik. Segala yang di langit dan di bumi bertasbih kepadaNya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Surat Al-Hasr: 22-24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTANYAAN 3&lt;br /&gt;Mengapa kita diciptakan?&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur’an Allah menyebutkan mengapa kita diciptakan:&lt;br /&gt;Aku ciptakan jin dan manusia semata-mata untuk menyembahKu. (Surat Az-Zariyat: 56)&lt;br /&gt;Seperti disebutkan dalam ayat ini, keberadaan manusia di bumi ini semata-mata untuk menjadi hamba Allah, untuk menyembahNya dan untuk memperoleh ridhaNya. Penghambaan manusia kepada Allah merupakan batu ujian selama ia hidup di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTANYAAN 4&lt;br /&gt;Mengapa kita diuji?&lt;br /&gt;Allah menguji manusia di muka bumi untuk memisahkan antara mereka yang beriman dan mereka yang tidak beriman, serta untuk menentukan siapa yang terbaik amal perbuatannya. Oleh karena itu, pengakuan seperti “aku beriman” tanpa bukti tindakan yang sesuai dengannya tidak lah cukup. Di sepanjang hayatnya, manusia diuji dalam hal keimanan dan keta’atannya kepada Allah, termasuk kegigihannya dalam memperjuangkan agama Allah. Pendek kata, diuji dalam ketabahan sebagai hamba Allah dalam berbagai kondisi dan lingkungan yang dikehendakiNya. Ini dinyatakan Allah dalam ayat berikut:&lt;br /&gt;Dia Yang Mematikan dan Menghidupkan untuk menguji siapa di antara kamu yang terbaik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Surat Al-Mulk: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTANYAAN 5&lt;br /&gt;Bagaimana cara mengabdi kepada Allah?&lt;br /&gt;Menjadi hamba Allah berarti menyerahkan seluruh hidup kita untuk tujuan mencapai kehendak dan ridhaNya. Yakni beramal sebaik mungkin tanpa henti untuk mendapatkan ridha Allah, hanya takut kepada Allah dan mengarahkan seluruh pikiran dan perkataan serta perbuatan untuk tujuan tersebut. Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an bahwa penghambaan kepadaNya meliputi seluruh kehidupan individu:&lt;br /&gt;Katakanlah: ‘Sesungguhnya shalatku dan ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.’ (Surat Al-An’am: 162)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3384417649176617407-5384378042685388854?l=forumislamekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/feeds/5384378042685388854/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3384417649176617407&amp;postID=5384378042685388854" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/5384378042685388854?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/5384378042685388854?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/2008/03/cara-cepat-meraih-keimanan.html" title="Cara Cepat Meraih Keimanan" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEQMQXw_fyp7ImA9WxdXFUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3384417649176617407.post-3594375460020211566</id><published>2005-06-27T15:23:00.001+07:00</published><updated>2008-06-27T15:46:20.247+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-27T15:46:20.247+07:00</app:edited><title>Kontak</title><content type="html">&lt;span id="fullpost"&gt;Silakan tinggalkan pesan, kritik dan saran buat Formi.&lt;br /&gt;Syukron atas kunjungannya..~_^&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;    &lt;form method="post" enctype="multipart/form-data" action="http://pub30.bravenet.com/emailfwd/senddata.php"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;input name="usernum" value="2507623459" type="hidden"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;input name="cpv" value="2" type="hidden"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;!-- DO NOT CHANGE OR REMOVE THE 3 TAGS ABOVE THIS COMMENT--&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;br /&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;        &lt;td&gt;&lt;h3 style="border-bottom: 1px solid black;"&gt;&lt;span id="pFormTitle"&gt;Kontak&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;       &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;       &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;        &lt;div name="codeOutput" id="codeOutput"&gt;&lt;label for="FirstLastName" style="float: left; width: 140px;"&gt;First and Last Name:&lt;/label&gt;&lt;input name="FirstLastName" id="FirstLastName" value="" maxlength="" style="width: 200px; background-color: rgb(255, 255, 160);" type="text"&gt;&lt;div style="clear: left; height: 20px;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;label for="Email" style="float: left; width: 140px;"&gt;E-Mail Address:&lt;/label&gt;&lt;input name="Email" id="Email" value="" maxlength="" style="width: 200px; background-color: rgb(255, 255, 160);" type="text"&gt;&lt;div style="clear: left; height: 20px;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;label for="Message" style="float: left; width: 140px;"&gt;Message:&lt;/label&gt;&lt;textarea name="Message" id="Message" maxlength="" style="width: 200px; height: 200px;"&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;div style="clear: left; height: 20px;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;label for="thankyou" style="display: none;"&gt;hidden field&lt;/label&gt;&lt;input name="thankyou" id="thankyou" value="http://formimadani.co.cc" type="hidden"&gt;&lt;div style="clear: left; height: 20px; display: none;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td align="right"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;!-- YOU CAN MODIFY THE TEXT WITHIN VALUE="" TO MODIFY YOUR BUTTON TEXT--&gt;&lt;br /&gt;   &lt;input value=" Submit " type="submit"&gt; &lt;input value=" Reset " type="reset"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/form&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3384417649176617407-3594375460020211566?l=forumislamekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/feeds/3594375460020211566/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3384417649176617407&amp;postID=3594375460020211566" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/3594375460020211566?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3384417649176617407/posts/default/3594375460020211566?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://forumislamekonomi.blogspot.com/2005/06/kontak.html" title="Kontak" /><author><name>FORMI MADANI UNP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999198668220065961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="30" src="http://bp0.blogger.com/_v-b87dJxtdY/R-t_SEAbvvI/AAAAAAAAABw/D2qJEksnZS8/S220/2cm.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>

