<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>FORUM MASYARAKAT ADAT DUMA DAMA (FMADD) [Moni-Mee Selatan]</title><description>Forum Masyarakat Adat Duma Dama (FMADD) [Moni-Mee Selatan] adalah sala satu forum yang bergerak untuk membrantas semua kepentingan yang ingin merusak SDA yang tersembunyi di alam DDJB Kab.Paniai Papua

[Selamat Berjuang Demi Alam Kami]
Forum Masyarakat Adat Duma Dama [Moni-Mee Selatan]</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Fri, 8 Nov 2024 07:34:11 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://fmaddmms.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:summary>Forum Masyarakat Adat Duma Dama (FMADD) [Moni-Mee Selatan] adalah sala satu forum yang bergerak untuk membrantas semua kepentingan yang ingin merusak SDA yang tersembunyi di alam DDJB Kab.Paniai Papua [Selamat Berjuang Demi Alam Kami] Forum Masyarakat Adat Duma Dama [Moni-Mee Selatan]</itunes:summary><itunes:subtitle>Forum Masyarakat Adat Duma Dama (FMADD) [Moni-Mee Selatan] adalah sala satu forum yang bergerak untuk membrantas semua kepentingan yang ingin merusak SDA yang tersembunyi di alam DDJB Kab.Paniai Papua [Selamat Berjuang Demi Alam Kami] Forum Masyarakat Ada</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Menkes Resmikan Sejumlah Fasilitas Kesehatan di Papua</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/menkes-resmikan-sejumlah-fasilitas.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 23:11:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-2237569358625317059</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="postImage" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;
&lt;img alt="" height="170" src="http://www.kemendagri.go.id/media/article/images/2012/08/07/k/e/kemenkes.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h3 class="title" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Peresmian
 bangunan antara &lt;span style="font-size: small;"&gt;lain gedung laboratorium kesehatan pusat rujukan 
HIV/AIDS, gedung Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) , dan gedung 
pengendalian AIDS, TBC dan malaria, serta rumah sakit bergerak Mamberamo
 Raya dilakukan saat peluncuran program peningkatan akses dan kualitas 
pelayanan HIV/AIDS di Papua. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menkes dalam sambutannya menyatakan
 pemerintah secara bertahap terus menyediakan berbagai fasilitas 
khususnya untuk pengendalian AIDS sehingga kedepan penduduk Papua yang 
meninggal akibat virus tersebut secara bertahap berkurang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Virus
 AIDS hanya bisa dimusnahkan bila semua pihak bersatu termasuk peran 
serta tokoh agama dan tokoh masyarakat," tegas Menkes Nafsiah seraya 
menambahkan diperlukan adanya pendidikan disekolah tentang risiko yang 
akan dihadapi bila berperilaku yang berisiko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, bagi 
mereka yang sudah terlanjur harus melakukan konseling secara terus- 
menerus dan melakukan semua yang disarankan oleh konselor serta 
pendekatan melalui kearifan lokal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Pejabat 
Gubernur Papua, Syamsul Arief Rivai mengatakan, pemerintah mempunyai 
kewajiban untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat 
termasuk layanan kesehatan dan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang
 lebih paripurna diperlukan SDM, sarana dan prasarana kesehatan yang 
mendukung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka kasus kumulatif HIV/AIDS di Papua hingga Maret 
2012 mencapai 12.187 kasus dan jumlah tersebut cenderung meningkat dalam
 10 tahun terakhir dan masih didominasi kasus AIDS yang artinya keadaan 
pasein sudah ditemuian dalam keadaan sakit berat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kata 
Syamsul Rivai, dalam penanggulangan HIV/AIDS diharapkan mencapai target "
 three zero" yakni zero new infection, zero discrimination dan zero 
death relative AIDS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai peresmian dan pengarahan oleh Menkes, 
acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan peninjauan terhadap 
sejumlah fasilitas kesehatan yang berada di kawasan RSUD Dok II 
Jayapura. (tp)&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bantuan Pertamina Untuk Kesehatan dan Pendidikan Masyarakat Merauke, Papua</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/bantuan-pertamina-untuk-kesehatan-dan.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 23:09:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-3207007230590263245</guid><description>    
   
  
 
 &lt;div class="container full-width" id="main-content"&gt;
&lt;div class="content-wrap"&gt;
 &lt;div class="content"&gt;
    
  
    
    
      
  &lt;article class="post-5975 post type-post status-publish format-standard hentry category-maluku-papua category-sabang-merauke tag-bantuan tag-kesehatan tag-masyarakat tag-pendidikan tag-pertamina post-listing"&gt;
    &lt;div class="flexslider" id="flexslider-post"&gt;
  
 &lt;div class="flex-viewport" style="overflow: hidden; position: relative;"&gt;
&lt;ul class="slides" style="transform: translate3d(-1910px, 0px, 0px); transition-duration: 4.996s; width: 1000%;"&gt;
&lt;li class="clone" style="display: block; float: left; width: 955px;"&gt;
        &lt;img alt="" src="http://beritadaerah.com/wp-content/uploads/2013/10/Bantuan-Pertamina-papua2-1024x678.jpg" /&gt;
            &lt;div class="slider-caption"&gt;
     &lt;h2&gt;
Mengajar Sejumlah Siswa di Sekolah&lt;/h2&gt;
Bantuan tersebut
 dapat diharapkan keberadaan dan peran Pertamina di Tanah Papua, baik 
dalam upaya memenuhi kebutuhan BBM maupun tanggung jawab sosialnya. 
Senin (28/10). &lt;br /&gt;
    &lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li class="" style="display: block; float: left; width: 955px;"&gt;
        &lt;br /&gt;
            &lt;div class="slider-caption"&gt;
     &lt;h2&gt;
Bantuan Air Bersih&lt;/h2&gt;
Direktur Pemasaran dan Niaga PT 
Pertamina Hanung Budya (kiri) bersama Aster Kasad Mayjen TNI Meris 
Wiryadi (kanan) mencoba air bersih hasil penyaringan di pos perbatasan 
di distrik Sota, Merauke, Papua, Senin (28/10).&lt;br /&gt;
    &lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li class="flex-active-slide" style="display: block; float: left; width: 955px;"&gt;
        &lt;img alt="" height="264" src="http://beritadaerah.com/wp-content/uploads/2013/10/Bantuan-Pertamina-Merauke-papua-1024x678.jpg" width="400" /&gt;
            &lt;div class="slider-caption"&gt;
     &lt;h2&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li class="clone" style="display: block; float: left; width: 955px;"&gt;
        &lt;img alt="" height="264" src="http://beritadaerah.com/wp-content/uploads/2013/10/Bantuan-Pertamina-papua2-1024x678.jpg" width="400" /&gt;
            &lt;div class="slider-caption"&gt;
     &lt;h2&gt;
Mengajar Sejumlah Siswa di Sekolah&lt;/h2&gt;
Bantuan tersebut
 dapat diharapkan keberadaan dan peran Pertamina di Tanah Papua, baik 
dalam upaya memenuhi kebutuhan BBM maupun tanggung jawab sosialnya. 
Senin (28/10)&lt;/div&gt;
&lt;div class="slider-caption"&gt;
Direktur Pemasaran dan Niaga PT 
Pertamina Hanung Budya (kiri) bersama Aster Kasad Mayjen TNI Meris 
Wiryadi (kanan) mencoba air bersih hasil penyaringan di pos perbatasan 
di distrik Sota, Merauke, Papua, Senin (28/(Berita Daerah – Merauke) Direktur 
Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Hanung Budya (kiri) bersama Aster Kasad
 Mayjen TNI Meris Wiryadi (kedua kiri) berbincang dengan warga saat 
pemeriksaan kesehatan gratis di Distrik Sota, Merauke, Papua, Senin 
(28/10). Dengan bantuan tersebut diharapkan keberadaan dan peran 
Pertamina di Tanah Papua, baik dalam upaya memenuhi kebutuhan BBM maupun
 tanggung jawab sosialnya khususnya di Distrik Sota, Merauke ini dapat 
meningkatkan kecintaan masyarakat ujung timur perbatasan Indonesia ini 
kepada Pertamina dan juga NKRI.&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/article&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dana Kesehatan Papua Rp 2.5 M</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/dana-kesehatan-papua-rp-25-m.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 23:07:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-8459283408201021906</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="entry-thumb" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
            &lt;img alt="kesehatan-papua" class="attachment-kopa-image-size-4 wp-post-image" height="369" src="http://www.beritaheadline.com/wp-content/uploads/2013/10/kesehatan-papua-207x191.jpg" width="400" /&gt;
                            &lt;div class="meta-box"&gt;
                    &lt;span class="entry-comments"&gt;&lt;span data-icon=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;

    
    
    

        
            &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;BERITA HEADLINE – JAYAPURA -&lt;/strong&gt; Pemerintah 
Provinsi Papua tahun ini menggelontorkan Rp 2,5 miliar untuk pembentukan
 Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP). Dalam tugasnya, 
lembaga ini berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan 
provinsi/kabupaten dan kota. Unit yang berada di bawah gubernur Papua 
ini juga bertugas memberikan sosialisasi kepada masyarakat hingga ke 
kampung-kampung untuk memahami hak mereka akah kesehatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Direktur Eksekutif UP2KP, Aloysius Giay menuturkan, lembaga ini juga 
menjadi perpanjangan tangan warga setempat terkait pelayanan kesehatan. 
Pihaknya akan membuka pengaduan hingga ke kampung agar masyarakat 
benqar-benar mendapat pelayanan kesehatan yang baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Atas pengaduan masyarakat, kami akan langsung audit ke lapangan. 
Kami akan sosialisasi lewat media cetak dan elektronik, baliho dan 
sebagainya. Disini kita sudah ada telepon, fax, sudah ada imel,” ujar 
Aloysius Giay di Jayapura. Sementara, untuk diperdalaman, pihaknya akan 
membuka perwakilan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Kita akan buka perwakilan kami. Jadi yang pertama sekali kami akan 
ke daerah dan membuka regional kami. (Itu) sangat efektif. Yang penting 
komunikasi dibangun semua. Kita disini kan jalan kelompok profesional, 
juknisnya disiapkan. Bukan asal bicara,” tambah Aloysiua.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
UP2KP dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 16/ 2013
 tentang pembentukan Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua 
(UP2KP). Selanjutnya, keputusan Gubernur Papua Nomor 176/ 2013 tentang 
keanggotaan UP2KP. UP2KP langsung dibawah pengawasan Gubernur Papua 
Lukas Enembe.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keanggotaan UP2KP terdiri dari berbagai kalangan, diantaranya tokoh 
adat, agama, masyarakat, perempuan, tenaga medis, akademisi, anggota 
dewan, LSM, pemuda, mahasiswa hingga pers.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ironis, Pelayanan Kesehatan Buruk Banyak Orang Papua Mati</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/ironis-pelayanan-kesehatan-buruk-banyak.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 23:06:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-4631627150128828140</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtWQEiwibD2LStY7RQImlNSsqasce-V1mm_nTtIFVc6phQFn8uqXHkVnSo9yYjbVOZvhCDQ1UJXIF3EODICLvJXNw6nXsnl95dSTu7oM659rYqKsvLvt6N8R_cTY5qyxZ4ODAc0YkrVgD6/s1600/FMADDmmS.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="248" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtWQEiwibD2LStY7RQImlNSsqasce-V1mm_nTtIFVc6phQFn8uqXHkVnSo9yYjbVOZvhCDQ1UJXIF3EODICLvJXNw6nXsnl95dSTu7oM659rYqKsvLvt6N8R_cTY5qyxZ4ODAc0YkrVgD6/s400/FMADDmmS.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="title" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/-ironis-pelayanan-kesehatan-buruk-banyak-orang-papua-mati"&gt;  &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Kematian &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;orang asli Papua awal tahun 2013 karena kekurangan pelayanan kesehatan
meningkat drastis. Awal bulan April kita kanget mendengar 95 orang meninggal di
Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat karena kelaparan dan wabah penyakit. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Lalu, di
pertengahan bulan yang sama kita dengar lagi 61 orang meninggal di Yahokimo
karena berbagai penyakit. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Hal itu telah dimuat dalam &lt;a href="http://tabloidjubi.com/" target="_blank"&gt;http://tabloidjubi.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Sebanyak
61 OAP (Orang Asli Papua) di pedalaman Yahukimo meninggal karena menderita
berbagai penyakit . Data ini tercatat dari 15 Januari 2013 hingga akhir 30
Maret 2013.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Seorang Pastor John Djonga menyatakan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;ereka meninggal
akibat menderita berbagai penyakit, seperti, sesak nafas, menceret, sakit ulu
hati, cacingan, badan bengkak-bengkak, dan jantung bengkak. Pastor yang
bertugas di pedalaman Pegunungan Tengah ini melanjutkan, pelayanan publik di
pedalaman Papua sangat memprihatinkan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Kematian ini
mungkin yang terdata. Saya yakin, di wilayah lain di Papua terjadi juga hal
yang sama. Mungkin di balik gunung sana. Ini terjadi karena pelayanan kesehatan
di era Otonomi Khusus Papua sangat buruk. Mereka tidak pernah disentuh oleh
pembangunan bidang kesehatan. Jangankan di pedalaman, pelayanan di kota saja
sangat buruk. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;esehetan sangat
penting untuk diperhatikan oleh setiap elemen yang kedudukannya strategis. Elemen
yang paling utama memperhatik&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;an &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;adalah pemerintahan daerah baik itu di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;tingkat
provinsi maupn &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;kabupaten&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Bukan hal kesehatan saja&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;. Gizi bagi orang Papua sangat penting. Penyediaan bibit unggul&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang bergizi sangat penting. Juga, pendidikan
atau keterampilan peternakan modern penting untuk kebutuhan gizi mereka. Lalu,
air bersih juga sangat minim di sana. Sampai saat ini tidak banyak orang Papua
nikmati air bersih. Hal ini disoroti juga oleh Wakil Uskup Timika di &lt;a href="http://www.majalahselangkah.com/"&gt;www.majalahselangkah.com&lt;/a&gt; edisi, 8
April 2013. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Untuk itu, saya harapkan
kepada pemerintah di tanah Papua untuk pikirkan serius hak kesehatan rakyat
Papua. Kesehatan yang baik dan menikmati layanan kesehatan dari pemerintah
menjadi hak sebagai warga negara. Apalagi tragedi itu terjadi di saat dana
trilyunan rupiah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dikucurkan ke Papua?
Sangat ironis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Mando
Mote&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;i&gt;adalah Mahasiswa Papua&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtWQEiwibD2LStY7RQImlNSsqasce-V1mm_nTtIFVc6phQFn8uqXHkVnSo9yYjbVOZvhCDQ1UJXIF3EODICLvJXNw6nXsnl95dSTu7oM659rYqKsvLvt6N8R_cTY5qyxZ4ODAc0YkrVgD6/s72-c/FMADDmmS.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>UP2KP Hadir untuk Rakyat, Menuju Papua Sehat 2018</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/up2kp-hadir-untuk-rakyat-menuju-papua.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 23:04:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-4492405678487281523</guid><description>
     &lt;br /&gt;
&lt;div class="image" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
       &lt;img height="200" src="http://majalahselangkah.com/images/upload/2013/10/12/20131012_225025_3197_l.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="date"&gt;
             &lt;span&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
       &lt;div class="fb-like fb_edge_widget_with_comment fb_iframe_widget" data-send="false" data-show-faces="false" data-width="450"&gt;
&lt;span style="height: 20px; width: 450px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Jayapura,MAJALAH SELANGKAH  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;-- Untuk menuju Papua sehat 2018, salah
satu program yang digagas oleh gubernur dan wakil gubernur provinsi Papua,
Lukas Enembe dan Klemen Tinal menuju Papua yang mandiri yaitu dengan membentuk
Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Adalah mencoba
menjawab akan kondisi buruknya derajat kesehatan di Provinsi Papua yang diikuti
dengan minimnya status kesehatan ibu dan anak serta status gizi masyarakat yang
rendah, naiknya angka penyakit menular seperti malaria, TBC, IMS dan
HIV/AIDS, keterbatasan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dan sejumlah
persoalan yang lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;"UP2KP adalah
sebuah unit kerja yang hadir di Provinsi Papua guna mempercepat implementasi vis-misi
Gubernur Papua dalam menjadikan masyarakat Papua untuk bangkit, mandiri dan
sejahtera dalam bidang kesehatan menuju Papua sehat tahun 2018," kata Direktur
Eksekutif UP2KP, drg. Aloysius Giyai, M.Kes usai pelantikan pengurus dan
peresmian kantor UP2KP di Jalan Baru Kali Acai, Kotaraja, Abepura, Sabtu (12/10/2013).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Aloysius
menjelaskan, perhatian utama dari UP2KP merupakan sumber daya
manusia (SDM) di bidang kesehatan, sebab nantinya akan melakukan pendistribusian
tenaga&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kesehatan di seluruh wilayah
Provinsi Papua. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;"Unit
 ini siap
menjalin hubungan koordinasi dengan berbagai lembaga di lingkup
pemprov Papua maupun menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah pihak 
terkait baik langsung maupun tidak langsung dengan pelaksanaan 
tugas-tugas unit
ini demi merekrut tenaga kerja," ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kata Giyai,
latar belakang dari pembentukan UP2KP adalah keprihatinan Gubernur dan
Wakil Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH dan Klemen Tinal, SE, MM atas buruknya
derajat kesehatan di tanah Papua. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;"Percepatan
pembangunan kesehatan Papua dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat. Maka, kita akan menyiapkan sedikitnya 1.000 dokter umum,
1.000 perawat atau bidan dengan keahlian khusus, 750 Apoteker dan 500 orang
dokter spesialis yang berasal dari Papua terutama orang asli Papua dan
membangun sistem informasi kesehatan integral melalui bank data kesehatan di
tiap kabupaten. Kami juga akan melibatkan para tokoh agama dan tokoh adat,
sebab ada penyakit yang tak bisa disembuhkan dengan cara medis, tapi dengan cara
adat dan agama," katanya menjelaskan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Disinggung soal
besarnya biaya pada tahun 2013 untuk menangani langkah awal, Aloysius Giyai
yang juga Direktur RSUD Abepura ini mengatakan, dana bersumber
dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua sebesar satu
milyar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Sementara itu,
dalam sambutan Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH menegaskan implementasi
dari dana Otonomi Khusus (Otsus) di bidang kesehatan selama sepuluh (10) tahun
berjalan mengalami kemunduran yang sangat drastis. Oleh karena itu, lanjut
Enembe, dalam kepemimpinnya mencoba untuk merubah kebisuan yang tertinggal jauh ini
menuju mandiri dan sejahtera. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;"Sepuluh tahun
dana Otsus telah gagal di bidang kesehatan, karenanya hampir tiap saat korban
berjatuhan di atas tanah Papua yang kaya raya ini," tegas Lukas Enembe.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;"Jangan kita
tunggu sampai tunda-tunda, tetapi harus ada upaya yang bisa kita laksanakan agar
masyarakat Papua sehat dan sejahtera. Sakit tak bisa tunggu, maka hal ini yang
kita mau untuk merubah selama kepemimpinan kami," tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;"Masyarakatku terus meninggal entah karena 
malaria,
kurangnya gizi, tak memiliki hunian yang standar, kekerasan dalam rumah 
tangga, kriminal baku tikam apalagi para pemuda dibunuh terus oleh 
militer. Jangan lagi terulang kembali," pungkas Enembe dengan nada 
tinggi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Papua kekurangan 6.000 tenaga kesehatan</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/papua-kekurangan-6000-tenaga-kesehatan.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 23:03:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-8756585715801677219</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
&lt;img align="right" alt="Papua kekurangan 6.000 tenaga kesehatan thumbnail" border="0" height="284" src="http://indonesia.ucanews.com/wp-content/uploads/2013/04/0425b1.jpg" style="border: 1px solid rgb(153, 153, 153); max-width: 465px; padding: 0px;" title="Papua kekurangan 6.000 tenaga kesehatan" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;div class="fb-recommendations-bar fb_iframe_widget fb_hide_iframes" data-href="http://indonesia.ucanews.com/" data-read-time="5" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="height: 25px; width: 96px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Provinsi Papua mengalami kekurangan 6.000 tenaga kesehatan. Untuk 
mengatasinya perlu dibuka sekolah-sekolah kesehatan di wilayah tersebut.
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg Jofet 
Rinta kepada wartawan di Jayapura, Selasa (23/4), seperti dilansir 
suarapembaruan.com.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Untuk meningkatkan jumlah tenaga kesehatan, kami mengusulkan dibuka sekolah-sekolah kesehatan di daerah,” ujarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan di Papua juga masih 
minim. Di Kabupaten Yahukimo misalnya, dari 51 distrik, hanya ada enam 
puskesmas. Demikian juga dari 501 kampung, hanya tersedia 28 puskesmas 
pembantu (pustu). Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong peningkatan 
infrastruktur pelayanan kesehatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketika ditanya tentang kasus meninggalnya 62 warga Distrik Samenage 
seperti yang diungkapkan peraih Yap Thiam Hien Award 2009 Bidang 
Penegakan Hak Asasi Manusia, Pastor Yohanes Djonga, Jofet mengakui 
petugas kesehatan tidak berada di tempat, sehingga pasien tidak 
tertangani dengan baik dan akhirnya meninggal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dia mengatakan, setelah mendengar kasus tersebut, dirinya langsung 
menghubungi kepala Dinas Kesehatan Yahukimo. “Saya langsung merespons 
setelah dapat email dari Pastor John Djonga. Malam itu juga saya 
berkomunikasi dengan kepala Dinas Kesehatan Yahukimo untuk segera 
melakukan investigasi ke kampung tersebut.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Joset mengatakan untuk mengantisipasi kejadian serupa, Dinas Kesehatan Provinsi Papua telah membantu dana sebesar Rp 4 miliar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Kami sudah tegaskan kepada seluruh kepala Dinas Kesehatan di kota 
dan kabupaten di Papua untuk melakukan revitalisasi posyandu. Khusus 
untuk Yahukimo, kami bantu dana Rp 4 miliar untuk membayar petugas 
kesehatan agar mau tinggal di sana,” kata Jofet.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Masih Buta Aksara, 1,9 Juta Warga di Papua</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/masih-buta-aksara-19-juta-warga-di-papua.html</link><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 22:58:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-2673444023526323676</guid><description>&lt;h1 class="jdl-detail" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;div class="img-detailberita" style="text-align: justify;"&gt;
    &lt;img alt="Warga Kabupaten Mulia, Provinsi Papua, saat berangkat ke pasar." height="276" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/warga-kabupaten-mulia-provinsi-papua-saat-berangkat-ke-pasar-_120407194439-540.jpg" width="465" /&gt;
   &lt;/div&gt;
&lt;div class="rangka" style="text-align: justify;"&gt;
        &lt;div class="caption-foto"&gt;
     Warga Kabupaten Mulia, Provinsi Papua, saat berangkat ke pasar.    &lt;/div&gt;
&lt;div class="size-font"&gt;
     &lt;div class="font-size"&gt;
 &lt;a class="fontSizePlus" href="http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/09/13/maa6j3-masih-buta-aksara-19-juta-warga-di-papua#" style="color: #cc0000; text-decoration: none;"&gt;A+&lt;/a&gt; |
      &lt;a class="fontReset" href="http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/09/13/maa6j3-masih-buta-aksara-19-juta-warga-di-papua#" style="color: #cc0000; text-decoration: none;"&gt;Reset&amp;nbsp;&lt;/a&gt;| &lt;a class="fontSizeMinus" href="http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/09/13/maa6j3-masih-buta-aksara-19-juta-warga-di-papua#" style="color: #cc0000; text-decoration: none;"&gt;A-&lt;/a&gt; 
     &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
   
    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 
(Kemendikbud) akan memperingati Hari Aksara Internasional (HAI) ke 47 di
 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, di 16 September 2012 mendatang. Namun 
menjelang peringatan tersebut, angka tuna aksara atau buta aksara di 
Indonesia masih cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data yang dimiliki 
Kemendikbud, jumlah buta aksara di Indonesia masih sebanyak 6,7 juta. 
Jumlah buta aksara ini memang menurun lebih dari 50 persen jika 
dibandingkan pada 2004 yang sebanyak 15,4 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita sudah
 mengetahui jika masih ada sebanyak 1,9 juta orang di Papua yang tuna 
aksara," kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan 
Informal (PAUDNI) Kemendikbud, Lydia Freyani Hawadi, dalam jumpa pers di
 kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (13/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lydia menambahkan 
pihaknya mencatat masih ada beberapa titik daerah merah dengan jumlah 
tuna aksara yang cukup tinggi. Daerah tersebut yaitu lima provinsi di 
Indonesia bagian timur adalah Papua, Papua Barat, Maluku, Nusa Tenggara 
Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain di lima provinsi 
tersebut, juga terdapat tiga kabupaten dengan jumlah tuna aksara yang 
tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pemberantasan tuna aksara di Papua, saat ini 
Pemerintah Provinsi Papua, imbuhnya, sedang menyusun peraturan daerah 
khusus (Perdasus) tentang pendidikan. Kemendikbud ikut mengawal 
pembuatan perdasus tersebut untuk melihat komitmennya di bidang 
pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian akan dibentuk tim khusus di bawah 
Kemendikbud untuk mengawasi penggunaan dana agar dapat terserap habis. 
Pasalnya selama ini dana yang diberikan kepada Papua tidak pernah habis.
 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud, Ella 
Yulaelawati menyatakan,&amp;nbsp; gerakan juga tengah dibangun di daerah dalam 
peningkatan keaksaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain masalah infrastruktur dan sumber 
daya manusia, bahasa daerah kerap juga menjadi masalah. Ia mencontohkan 
di Papua ada banyak sekali bahasa ibu. Apalagi, tambahnya, bahasa ibu di
 Papua sangat sulit untuk dipelajari, sehingga itu menjadi salah satu 
kendala memberantas tuna aksara. "Ini masalah ego bahasa saja 
sebenarnya. Jawa Timur kenapa juga tinggi tuna aksaranya karena ego 
bahasa di Madura dan daerah tapal kuda," jelasnya.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>TB Kaji Pembentukan Pusat Inovasi</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/tb-kaji-pembentukan-pusat-inovasi_17.html</link><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 22:57:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-1959362418972432364</guid><description>&lt;h1 class="jdl-detail" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;img alt="Kampus UGM" height="276" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/kampus-ugm-_110727191650-881.jpg" width="465" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="rangka" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="txt-detailberita" style="text-align: justify;"&gt;
    REPUBLIKA.CO.ID,Sebanyak empat perguruan tinggi negeri (PTN) 
Indonesia masuk dalam Top Ten 100 kampus terpopuler di Asia, versi 
pemeringkat Webometrics periode Juli 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikutip dari 
situs webometrics.info di Jakarta, Rabu, empat universitas yang populer 
di dunia internet tersebut yaitu Universitas Gajah Mada (UGM), 
Universitas Indonesia UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut
 Teknologi Surabaya (ITS) yang berturut-turut menempati peringkat ke-50,
 79, 92 dan 96.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun lima besar Asia ditempati oleh University 
of Tokyo, National Taiwan University, Kyoto University, National 
University of Singapore, dan Tsinghua University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Webometrics 
melakukan pemeringkatan terhadap lebih dari 20.000 perguruan tinggi di 
dunia, 361 di antaranya perguruan tinggi asal Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga 
pemeringkat yang berbasis di Spanyol ini, menetapkan empat parameter 
peringkat yaitu "presence" yang menggambarkan volume konten global 
masing-masing perguruan tinggi yang terindeks Google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Impact" 
yaitu kualitas konten yang diukur dengan tautan eksternal dari pihak 
ketiga dengan data visibilitynya menggunakan dua mesin pencari yaitu 
Majestic SEO dan Ahrefs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya "opennes" yaitu yaitu jumlah
 rich file (pdf, doc, docs, dan ppt) yang terindeks di google scholar, 
serta "excellence" yaitu karya akademik yang dipublikasikan di jurnal 
international yang tergolong high-impact dengan sumber datanya diambil 
dari Scimago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus di Indonesia, peringkat 10 besar kampus 
terpopuler masih didominasi perguruan tinggi negeri kecuali Universitas 
Gunadarma menjadi PTS satu-satunya yang bercokol pada urutan ke 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut
 peringkat sepuluh besar nasional yaitu UGM, UI, ITB, ITS, Universitas 
Pendidikan Indonesia, Universitas Gunadarma, IPB, Universitas Brawijaya,
 UNS, dan Undip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, tidak satupun perguruan tinggi asal Indonesia yang masuk dalam peringkat 100 terpopuler di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun
 peringkat papan atas dunia masih didominasi oleh perguruan tinggi dari 
Amerika Serikat, yaitu menempatkan 18 kampus pada dua puluh besar dunia,
 yaitu Harvard University, Massachusetts Institute of Technology, 
Stanford University, University of California Berkeley, Cornell 
University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, University of Minnesota, University of 
Pennsylvania, University of Wisconsin Madison, University of Illinois 
Urbana Champaign, Michigan State University.&lt;br /&gt;
   &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>UGM Kampus Terpopuler Versi Webomatric</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/ugm-kampus-terpopuler-versi-webomatric.html</link><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 22:56:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-5642868826296372415</guid><description>&lt;h1 class="jdl-detail" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;img alt="Kampus UGM" height="276" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/kampus-ugm-_110727191650-881.jpg" width="465" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="rangka" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="txt-detailberita" style="text-align: justify;"&gt;
    REPUBLIKA.CO.ID,Sebanyak empat perguruan tinggi negeri (PTN) 
Indonesia masuk dalam Top Ten 100 kampus terpopuler di Asia, versi 
pemeringkat Webometrics periode Juli 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikutip dari 
situs webometrics.info di Jakarta, Rabu, empat universitas yang populer 
di dunia internet tersebut yaitu Universitas Gajah Mada (UGM), 
Universitas Indonesia UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut
 Teknologi Surabaya (ITS) yang berturut-turut menempati peringkat ke-50,
 79, 92 dan 96.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun lima besar Asia ditempati oleh University 
of Tokyo, National Taiwan University, Kyoto University, National 
University of Singapore, dan Tsinghua University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Webometrics 
melakukan pemeringkatan terhadap lebih dari 20.000 perguruan tinggi di 
dunia, 361 di antaranya perguruan tinggi asal Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga 
pemeringkat yang berbasis di Spanyol ini, menetapkan empat parameter 
peringkat yaitu "presence" yang menggambarkan volume konten global 
masing-masing perguruan tinggi yang terindeks Google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Impact" 
yaitu kualitas konten yang diukur dengan tautan eksternal dari pihak 
ketiga dengan data visibilitynya menggunakan dua mesin pencari yaitu 
Majestic SEO dan Ahrefs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya "opennes" yaitu yaitu jumlah
 rich file (pdf, doc, docs, dan ppt) yang terindeks di google scholar, 
serta "excellence" yaitu karya akademik yang dipublikasikan di jurnal 
international yang tergolong high-impact dengan sumber datanya diambil 
dari Scimago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus di Indonesia, peringkat 10 besar kampus 
terpopuler masih didominasi perguruan tinggi negeri kecuali Universitas 
Gunadarma menjadi PTS satu-satunya yang bercokol pada urutan ke 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut
 peringkat sepuluh besar nasional yaitu UGM, UI, ITB, ITS, Universitas 
Pendidikan Indonesia, Universitas Gunadarma, IPB, Universitas Brawijaya,
 UNS, dan Undip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, tidak satupun perguruan tinggi asal Indonesia yang masuk dalam peringkat 100 terpopuler di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun
 peringkat papan atas dunia masih didominasi oleh perguruan tinggi dari 
Amerika Serikat, yaitu menempatkan 18 kampus pada dua puluh besar dunia,
 yaitu Harvard University, Massachusetts Institute of Technology, 
Stanford University, University of California Berkeley, Cornell 
University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, University of Minnesota, University of 
Pennsylvania, University of Wisconsin Madison, University of Illinois 
Urbana Champaign, Michigan State University.&lt;br /&gt;
   &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Maya Soetoro siap membantu Papua lewat pendidika</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/maya-soetoro-siap-membantu-papua-lewat.html</link><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 22:52:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-5494358218366801756</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div id="box_newsLeft"&gt;
			&lt;div class="imgNews" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="box_v"&gt;
			&lt;a class="zoom cboxElement" href="http://img.antaranews.com/new/2012/06/ori/20120607maya_soetoro.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank" title="Maya Soetoro, adik Presiden Amerika Barack Obama (istimewa)"&gt;
			&lt;img alt="" class="img_default" id="wpict" src="http://img.antaranews.com/new/2012/06/small/20120607maya_soetoro.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Presiden Amerika Serika Barack 
Obama siap membantu Papua melalui program pendidikan dan kesehatan, kata
 Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe, SIP.MH.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;
    "Pemerintah Provinsi Papua bersama masyarakat Papua mendapat 
kepercayaan dari Maya Soetoro dimana ada keinginan yang besar dari 
pihaknya beserta Presiden Universitas Hawai dalam mendukung program 
pendidikan dan kesehatan di Papua," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;
    Gubernur menuturkan bahwa hal tersebut disambut baik oleh pihaknya 
dengan akan membentuk tim untuk menindaklanjuti hasil pertemuan 
tersebut. Dimana keinginan dari Maya Soetoro adalah agar Pemerintah 
Papua bisa mengirim putra putri terbaiknya untuk bisa mengambil gelar S2
 dan S3  di Universitas Hawai dengan biaya yang murah atau sudah 
mendapat diskon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;
    "Tentunya tinggal bagaimana Pemerintah Provinsi Papua bisa merekrut 
putra putri asli Papua yang terbaik untuk diberangkatkan ke Hawai 
nantinya, sedangkan keterlibatan dari para bupati se-Papua sangatlah 
diperlukan dalam memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi 
Papua," urainya&amp;nbsp;dalam siaran persnya kepada Antara di Jayapura, Jumat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;
    Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua akan melakukan 
MoU (Memorandum of Understanding) bersama pihak dari Maya Soetoro dan 
Universitas Hawai sehingga dalam MoU tersebut bisa jelas dilihat 
kesepakatan apa saja yang akan menjadi tanggung jawab pemerintah juga 
pihak Maya Soetoro dan Universitas Hawai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;
    "Tidak hanya itu, dalam pertemuan tersebut juga telah disepakati 
penanganan pendidikan dasar, pendidikan menengah dan perguruan tinggi," 
tandasnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;
    Lebih lanjut Gubernur menjelaskan bahwa ada juga keinginan dari Maya
 Soetoro agar Pemerintah Provinsi Papua bisa membentuk suatu lembaga 
atau yayasan yang khusus menangani masalah pendidikan sehingga bantuan 
yang nanti d turunkan bisa langsung sampai kepada para pelajar malalui 
lembaga-lembaga tersebut. Pasalnya permasalahan pendidikan sudah menjadi
 perhatian khusus dari Maya Soentoro.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;
    "Saya berharap hasil dari pertemuan ini akan menjadi kongkrit dan 
nyata, tidak hanya menjadi pertemuan biasa karena kapasitas dari Maya 
Soentoro selain sebagai adik kandung dari Presiden Amerika Baraq Obama, 
juga sebagai guru besar di Universitas Hawai. Apalagi Maya Soetoro telah
 menjadwalkan akan datang ke Papua pada tahun depan untuk melihat 
langsung penanganan pendidikan di lapangan secara langsung," pungkasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;
    Untuk diketahui, Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe, SIP.MH 
bersama Ketua MRP Timotius Murib, Waket I DPRP Papua Yunus Wonda, Waket 
Komisi C Carolus Boli dan Bupati Kabupaten Paniai Hengky Kayame 
melakukan pertemuan dengan Maya Soetoro di Hotel Seraton Daerah Istimewa
 Yogjakarta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Denius Kulua: Pendidikan di Puncak Papua Memprihatinkan</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/denius-kulua-pendidikan-di-puncak-papua.html</link><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 22:49:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-4013045260036803374</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://majalahselangkah.com/images/upload/2013/08/08/20130808_065246_2874_d.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="206" src="http://majalahselangkah.com/images/upload/2013/08/08/20130808_065246_2874_d.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Jayapura,
MAJALAH SELANGKAH&lt;/b&gt; -- Kondisi pendidikan di kabupaten Puncak
Papua memang kurang  baik dan memprihatinkan. Hal itu diungkapkan
oleh ketua Komisi C  DPRD Puncak, Denius Kulua, ketika
menghadiri acara perkenalan mahasiswa baru Puncak yang diselenggarakan di Jayapura, Jumat (12/10/13). 
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
"Kondisi di daerah kita sangat berbeda dengan daerah lain, karena
terjadi konflik terkait masalah 
politik, sehingga saran dan prasaran pendidikan memang sangat tidak
memadai dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat Puncak," katanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
Menyikapi itu, 
dia bersama anggota DPRD terus mendorong Bupati dan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Puncak segera memfasilitasi sekolah-sekolah
dasar kembali aktif serta menyiapkan sarana dan prasarana baik
itu bangunan maupun tenaga pengajar. 
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
Ditargetkan, lanjut Denius, tahun pelajaran 2013/2014 kondisi pendidikan di Kabupaten Puncak bisa
normal kembali. 
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
Untuk
aktivitas belajar mengajar, kata dia, kondisi SMP dan SMA masih seperti
yang dulu. Sama pula Sekolah Dasar, memang sulit untuk diatasi karena kurangnya
tenaga pengajar. Para guru, kata Kulua,&amp;nbsp;semua tinggalkan tempat tugas dan keluar ke
kota. "Sehingga pesan dari kami mewakili lembaga DPRD, guru-guru segera kembali ke tempat tugas," harapnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;

Sebagai wakil rakyat Puncak, Denius Kulua
 berjanji, bersama anggota DPRD lain akan perjuangkan untuk meningkatkan
 kualitas pendidikan,
penambahan jumlah guru, fasilitas, dan beberapa aspek
pendidikan demi masa depan generasi Papua.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hutan Pendidikan Papua Mulai Dicanangkan</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/hutan-pendidikan-papua-mulai-dicanangkan.html</link><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 22:47:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-6046854481226662991</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="image" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
							&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img height="200" src="http://majalahselangkah.com/images/upload/2013/09/24/20130924_082221_8911_l.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
						&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;
					
											&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
							&lt;div class="fb-like fb_edge_widget_with_comment fb_iframe_widget" data-send="false" data-show-faces="false" data-width="450"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="height: 20px; width: 450px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;
										
											
						
						&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="continue" style="text-align: justify;"&gt;
							&lt;div class="back"&gt;
																								
																								
								
							&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;MAJALAH
SELANGAKAH &lt;/b&gt;--
 Hasil
kerja sama alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 01 Jayapura yang
 dengan Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua mencanangkan Hutan
 Pendidikan
(Arboretum) tanaman lokal Papua di Skyland, Jayapura (24/09/2013). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dicanangkannya
hutan pendidikan Papua ini, kata ketua panitia, Edwin Olof Monim, berkat kerja
sama yang baik dari Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua bersama
alumni SMP Negeri 01, Jayapura dalam rangka menyambut yubelium 50 tahun
berdirinya SMP Negeri 01 Jayapura.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Monim
berharap agar pohon yang ditanam hari ini bisa bermanfaat bagi generasi mendatang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Kami
berharap, pohon yang akan kita tanam ini, semoga bermanfaat bagi kita dan
khususnya generasi yang akan datang," katanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masih
menurut Olof Monim, untuk penanaman pohon merupakan kegiatan yang ke-11 dari
alumni SMP Negeri 01 Jayapura. Sehingga kegiatan kali ini tidak mau jadikan hanya
sebuah seremonial belaka. Namun ia berharap agar kegiatan kali ini
dapat membawa manfaat yang besar bagi manusia di tanah Papua umumnya dan
Jayapura khususnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Para
alumni serta para pelajar SMP Negeri 01, bertekad untuk selalu akan mengunjungi
tanaman dalam 2 bulan sekali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Kami
tanam 800 pohon hari ini. Kita tidak biarkan pohon yang kita tanam ini mati,
jadi nanti dalam dua bulan sekali kami tetap akan datang rawat," janjinya usai tanam
pohon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam
kesempatan
 itu, Monim juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Dinas 
Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua yang telah mengizinkan lahan 
untuk bisa
menanam pohon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sementara
itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray,
SH. M.Si, dalam sambutannya, menyampaikan agar hutan Papua harus dilindungi
dari berbagai hal yang merusak hutan Papua, karena tanpa hutan, manusia,
binatang, dan tanaman tidak akan ada karena kehabisan oksigen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Akhir-akhir
ini masalah pemanasan global menjadi masalah yang sering dibicarakan karena
keberlangsungan hidup akan ada jika hutan dilindungi oleh semua pihak, maka
kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di kota Jayapura maupun seluruh
tanah Papua agar semua punya tugas untuk melindungi hutan Papua yang ada," ungkapnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dia juga
berharap agar membudayakan generasi muda untuk melindungi hutan Papua dan
menjaga alam yang ada di sekitar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di akhir
sambutannya, Jan memberikan apresiasi yang tinggi kepada para alumni SMP Negeri
01 Jayapura yang sudah melakukan hal yang baik untuk masyarakat dan khususnya
kepada generasi yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hadir pada kegiatan itu Kepala Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua Jan Jap
Ormuseray, SH. M.Si, Kepala Bidang Pengelolaan Lingkungan Balai Lingkungan
Hidup, Agripa Wally, Kepala Bidang SMP Jayapura Kota, Abdur Masjid, Kepala
Sekolah SMP Negeri 01, Alex Deu, S.Pd beserta para guru, para alumni SMP Negeri
01 Jayapura serta para murid kelas VIII SMP Negeri 01 Jayapura yang turut melakukan penanaman pohon di Skyland.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sejarah Pendidikan dan Kesadaran Nasional Papua Barat</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran.html</link><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 22:46:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-4368821266899811268</guid><description>&lt;div class="title" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPVaLxIrh49W9TlQOJPyf2Zd-WeyuPVyu0491H8CmKyQQZ4Pg1SPC59qEf-7DSioiPx6xTytJ91Fu1pjhvU4SltiGOKmL3SPw8piIYri8aoinnuf5KQOv5yqPI20zUFwVO7zmZImc_y6Hl/s640/anak-sekolah-papua-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPVaLxIrh49W9TlQOJPyf2Zd-WeyuPVyu0491H8CmKyQQZ4Pg1SPC59qEf-7DSioiPx6xTytJ91Fu1pjhvU4SltiGOKmL3SPw8piIYri8aoinnuf5KQOv5yqPI20zUFwVO7zmZImc_y6Hl/s640/anak-sekolah-papua-2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="title" style="text-align: justify;"&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;"Sangat
menyakitkan hidup bersama bangsa kolonialis,&lt;br /&gt;
tetapi saya bersyukur dapat bersekolah dan mendapatkan&lt;br /&gt;
pendidikan dari kolonialis,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;saya
semakin mengerti bahwa kaumku sedang ditindas oleh kolonialis-imperialis,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;sehingga saya semakin mengerti untuk melawan
kaum kolonialis.&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn1" name="_ednref1" style="mso-endnote-id: edn1;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Perjuangan menentang kolonial secara terorganisir telah
digerakan oleh kelompok terpelajar&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Mengapa? Sejarah &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;mencatat, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;kesadaran selalu lahir melalui dan sebagai proses pendidikan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;(Latin: &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;e-ducare&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;/span&gt;Melalui pendidikan orang
menjadi kritis memahami persoalan dan sadar akan ketidakadilan, kekerasan
langsung maupun tidak langsungyang dilakukan oleh kaum kolonialis  imperialis.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Untuk
membu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;uh &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;kesadaran nasionalisme di&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;kalangan penduduk asli (terjajah), mereka
(penduduk pribumi) diberi pendidikan yang memang tidak layak&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;kurikulum yang isinya muatan politis hegemoni
penjajaha/penguasa&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;al itu dimaksudkan supaya penduduk pribumi
tidak cerdas, kritis dan supaya lebih tunduk pada penjajah, pekerja sebagai
kuli penjajah mengisi birorasi dan perusahan-perusahan kolonial-imperialis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;ebijakan pendidikan Belanda maupun Indonesia dipraktekan secara
murni dan konsekuen agar univikasi dan asimilasi dapat terjadi bagi orang
Papua.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Kalau kita boleh jadikan Belanda di Indonesia &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;se&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;bagai pelajaran, maka di&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;situ &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;tampak&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; bahwa nasionalisme Indonesia (Jawa) pada masa politik etis
telah diawali kelompok terdidik. Saat itu, walaupun praktek politik etik atau
kesejateraan dengan bersemboyan demi penyatuan Indonesia-Belanda (univikasi)
dan pembauran orang Indonesia-Belanda menjadi warga negara Belanda (asimilasi)[&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn4" name="_ednref4" style="mso-endnote-id: edn4;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[iv]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Seorang Sejarawan Indonesia Moedjanto, (2003: 35) menuliskan
mengenai politik etik bahw"Konseptor politik 'etika' yang terkemuka, Snouck
Hurgronje menghendaki agar univikasi dan asimilasi dipraktekkan secara murni
dan konsekuen. Mereka yakin, dengan politik semacam itu Indonesia akan terikat
dalam kesatuan kerajaan Belanda secara wajar."[&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn5" name="_ednref5" style="mso-endnote-id: edn5;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[v]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Bagaimana dengan pendidikan kolonial-imperialis di Papua Barat? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;entu saja sekolah dikelola untuk kepentingan penjajah&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;. N&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;amun&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;rakyat Papua Barat semakin menyadari dirinya sendiri sebagai
bangsa yang sedang terjajah sejak adanya kekuasaan asing di Papua Barat&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;. B&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;ahwa rakyat Papua Barat memiliki identitas &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;ber&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;beda dengan bangsa lain. Di samping itu,
penyandaran diri pada identitas pribadi yang adalah dasar perjuangan dan
menyadari bentuk praktek neo&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;kolonialisme Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Dengan begitu, "Kesadaran merupakan basis untuk
mentransformasikan realitas," kata Paulo Freire, seorang profesor Brasilia
dalam ilmu pendidikan.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt; &lt;/span&gt;Semangat juang
menjadi kuat sebagai akibat dari kesadaran itu sendiri. Pendidikan Belanda di
Hindia Belanda dan Papua serta pendidikan Indonesia di Papua telah melahirkan
kesadaran nasional&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; Papua Barat. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pendidikan Kolonial Belanda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Belanda ketika menjajah Papua Barat, ia tidak banyak berperan membangun
pendidikan. Pendidikan lebih banyak dikerjakan Misi Katolik dan Zending. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Misi Katolik dan Zending melakukan pelaya&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;an untuk kristenisasi melalu karya-karya
sosial gereja&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;.
P&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;endidikan mod&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;rn&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;pun dikenalkan oleh kedua lembaga gereja di &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;ini&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;endidikan modern ala pemerintah Belanda mulai
dibangun di Papua Barat sejak tahun 1940&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;an. Sekitar tahun 1942&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;waktu itu Jepang
menguasai seantero Asia (cita-cita Asia Raya) termasuk menduduki Indonesia.
Papua Barat sebagai daerah yang dekat dengan kepulauan Pasifik menjadi daerah
stategis Jepang untuk melawan Sekutu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Sebagai bagian dari sekutu, tugas Belanda adalah menghalau
Jepang. Ketika itu, Belanda di Papua Barat kekurangan personil untuk menghadapi
Jepang dan juga termasuk untuk menangani berbagai bidang pemerintahan dan
pembangunan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Untuk kepentingan dan kebutuhan itu, tahun 1944&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Residen J.P. van Eechoud yang waktu itu
terkenal dengan julukan 'vader der Papoea,s' (Bapak orang Papua) mendirikan
beberapa sekolah di Hollandia (Jayapura). Selain sekolah Pamong Praja di
Hollandia ada juga sekolah pelayaran di Hamadi, sekolah tehnik di Kotaraja
Jayapura dan Abepura, sekolah Pamongpraja di Yoka. Sekolah polisi di Base G, sekolah
pertanian di Manokwari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Walaupun sekolah-sekolah ini dibangun untuk kepentingan Belanda,
namun Belanda berupaya melakukan Papuanisasi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn6" name="_ednref6" style="mso-endnote-id: edn6;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[vi]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]
(menananmkan nasionalisme Papua). Dalam bulan Januari 1946, Pemerintah Belanda
telah mendirikan sekolah Pamong Praja di Kota Nicca (Kampung Harapan,
sekarang). Jumblah siswa yang dididik adalah 400 orang antara tahun 1944-1949.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Terlepas dari tujuan eksploitasi Papua, sekolah-sekolah itu telah
melahirkan elit-elit politik terdidik di Papua&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn7" name="_ednref7" style="mso-endnote-id: edn7;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[vii]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]
yang menentang penjajah, menggantikan posisi dalam pemerintahan yang dipegang
oleh orang Belanda. Mereka siap mengisi jabatan-jabatan dan lowongan pekerjaan
di Papua [&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn8" name="_ednref8" style="mso-endnote-id: edn8;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[viii]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Pada saat itu, Pemerintah Belanda mengirimkan sejumlah mahasiswa
keluar negeri; antara lain ke negara Belanda, Australia, dan negara-negara di
Pasifik. Mereka dikirim dengan tujuan untuk memperoleh pendidikan tinggi dan
kembali untuk memimpin bangsanya. Salah satu mahasiswa yang dikirim keluar
negeri (Negara Belanda) dalam rangka Papuanisasi itu ialah Frits Kirihio.[&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn9" name="_ednref9" style="mso-endnote-id: edn9;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[ix]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Pemerintah Belanda memiliki sumbangan terhadap lahirnya nasionalisme Papua
Barat terutama pada masa Residen J.P. van Eechoud. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;etika itu, ada radikalisasi Indonesia, maka
setiap orang yang pro-Indonesia ditahan atau dipenjarahkan dan dibuang keluar
Papua [&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn10" name="_ednref10" style="mso-endnote-id: edn10;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[x]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Tokoh-tokoh nasionalis Papua Barat saat itu
antara lain (yang duduk dalam Dewan New Guinea Read), seperti Nicolas Jouwe, P.
Torey, Markus Kaisepo, Nicolas Tanggahma, Eliezer Jan Bonai dan ada yang belum
disebut di sini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Mereka adalah kelompok nasionalis terpelajar Papua[&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn11" name="_ednref11" style="mso-endnote-id: edn11;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[xi]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]
yang turut memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat lepas dari cengkraman kolonial.
Selain itu, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;eberapa tokoh nasionalis Papua Barat yang
telah mendapat pendidikan Eechoud dan menjadi terkemuka dalam aktivitas politik
antara lain: Marcus dan Frans Kaisepo, Nicolaus Joue, Herman Wajoi, Silas
Papare, Albert Karubuy, Mozes Rumah inum, Baldus Mofu, Elieser Jan Bonay, Lukas
Rumkorem, Marten Indey, Johan Ariks, Heman Womsiwor dan Abdullah Arfan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn12" name="_ednref12" style="mso-endnote-id: edn12;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[xii]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Melalui perantara mereka, rakyat Papua Barat menyampaikan
berbagai pernyataan sikap politik untuk menolak menjadi bagian dari Indonesia. Frans
Kaisepo (alm.), bekas gubernur Irian Barat, pada konferensi Malino 1946 di
Sulawesi Selatan, menyatakan dengan jelas bahwa rakyatnya tidak ingin
dihubungkan dengan sebuah negara RI (&lt;i&gt;Plunder in Paradise oleh Anti-Slavery
Society&lt;/i&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Johan Ariks (alm.), tokoh populer rakyat Papua Barat pada tahun
1960-an menyampaikan secara tegas perlawanannya terhadap masuknya Indonesia ke
dalam Papua Barat (&lt;i&gt;Plunder in Paradise oleh Anti-Slavery Society&lt;/i&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Tidak hanya itu, Angganita Menufandu (alm.) dan Stefanus Simopiaref
(alm.) dari Gerakan Koreri; &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Raja Ati
(alm.) dari Fakfak; L.R. Jakadewa (alm.) dari DVP-Demokratische Volkspartij;
Lodewijk Mandatjan (alm.) dan Obeth Manupapami (alm.) dari PONG-Persatuan Orang
Nieuw-Guinea; Barend Mandatjan (alm.) dan Ferry Awom (alm.) dari Batalyon Papua;
Permenas Awom (alm);&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jufuway (alm);
Arnold Ap (alm); Eliezer Bonay (alm.); Adolf Menase Suwae (alm.); Dr. Thomas
Wainggai (alm.); Nicolaus Jouwe; Markus Wonggor Kaisiepo dan lain-lainnya
dengan cara masing-masing, pada saat yang berbeda dan kadang-kadang di tempat
yang berbeda memprotes adanya penjajahan asing di Papua&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Pendidikan Kolonial Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;
Pendidikan sekolah banyak dibuka oleh Indonesia, namun pencerdasan rakyat tidak
terjadi selama tahun 1963 -1988. Sekolah yang dibangun pemerintah Indonesia di
Papua Barat sebagai tempat melalukan Indonesianisasi agar asimilasi dan
akulturasi demi memperkuat &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;ntegrasi dapat terjadi. Sementara saat itu kondisi Indonesia
ribuan rakyatnya belum cerdas. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Di Papua Barat lembaga pendidikan sekolah pemerintah Indonesia
(Inpres), bukan tempat menkecerdasan melainkan mencuci otak orang Papua Barat&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;. Ia &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;berperan sebagai lembaga untuk men&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;y&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;osialisasikan ideologi dan kebijakan penguasa.
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Muatan kurikulum mengarahkan kepada apa yang ingin dipasarkan
oleh pihak penguasa,[&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn13" name="_ednref13" style="mso-endnote-id: edn13;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[xiii]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]
menjelaskan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;, "&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Kita melihat
Universitas Cendrawasih yang didirikan oleh pemerintah RI pada tahun 1963 untuk
me&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;w&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;ujudkan agenda meng-Indonesia-kan Papua.
Pejabat UNTEA di Papua, Rolls Bennet dan seorang pejabat lainnya yang diberi wewenang
membidangi pendidikan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;kawatir jangan-jangan pemerintah Indonesia
memakai Universitas Cenderawasih untuk menghapus aspirasi Papua Barat
merdeka."[&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn14" name="_ednref14" style="mso-endnote-id: edn14;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[xiv]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]
&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;begitu jelas
bahwa, sekolah di Papua tidak melakukan proses pencerdasan. Isi kurikulum dan
corak pendidikan dasar disamakan dengan pro&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;v&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;insi lain, terutama di Jawa. Hal seperti ini
sebagai bentuk hegemoni penjajah. Pendidikan Indonesia di&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Papua Barat didesain untuk memperkuat
integrasi. Pendidikan dasar dan tinggi yang dikelola untuk mengisi lowongan
kerjaan dalam pemerintahan telah menjadi tujuan utama&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn15" name="_ednref15" style="mso-endnote-id: edn15;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[xv]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Ross Garnaut dan Chris Manning menulis bahwa Pendidikan di Papua
Barat telah berkembang dengan pesat di bawah pemerintahan Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn16" name="_ednref16" style="mso-endnote-id: edn16;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[xvi]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Kedua intelektual itu menggunakan data-data
tertulis yang ada di Jakarta&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;. M&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;ereka &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;me&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;laporkan bahwa di&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;sekolah-sekolah dasar pada tahun 1972
terdaftar 123. 700 murid, dua kali lebih banyak (kuantitas) dari pada tahun
1961. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Padahal secara kualitas, misi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;atolik
&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Z&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;ending &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;(protestan) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;memiliki lembaga pendidik&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;n yang lebih baik&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dibanding pemerintah
Indonesia di Papua Barat. Ini terbukti, meskipun banyak sekolah telah dibangun
pemerintah &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;akarta, namun sekolah-sekolah yang dikelola
misi lebih mononjol. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Ross Garnaut dan Chris Manning&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; menulis, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;W&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;alaupun sekolah dasar negeri tumbuh dengan cepat, dalam tahun
1970, 85%&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;murid-murud masi&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;h&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; terdaftar di sekolah-sekolah misi. Angka ini
dibandingkan dengan pro&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;v&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;insi-pro&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;v&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;insi lainnya di mana kebanyakan murid sekolah
dasar terdaftar di sekolah-sekolah negeri"[&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn17" name="_ednref17" style="mso-endnote-id: edn17;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[xvii]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Ketertarikan masyarakat terhadap sekolah-sekolah misi terkait
erat dengan pendekatan misi &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;disesuaikan dengan budaya masyarakat setempat. Dengan begitu
sangat dipercayai masyarakat dibandingkan sekolah Pemerintah Indonesia. Lagi
pula, Misi telah lama dan sudah mempengaruhi pembangun peradaban masyarakat
Papua Barat. Mutu dan kualitasnya lebih baik daripada pendidikan yang dikelola
pemerintah Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;m&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;utu dan kualitas tertinggal. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Tidak seperti pendidikan di daerah kota, seperti Jawa dan
sebagainya. Diskriminasii seperti itu nampak dalam pelaksanaan pendidikan di
Indonesia. "Walaupun jumblah murud sekolah dasar di daerah pedalaman di
kabupaten Jayawijaya bertambah delapan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;kali lipat di&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;antanra tahun 1961 dan
tahun 1969, jumblah murid Jayawijaya hanya sepertiga angka rata-rata pro&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;v&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;insi pada tahun-tahun belakangan ini. Dalam tahun
1969, 6.400 dari 6.600 murid yang terdaftar di sekolah-sekolah di Jayawijaya,
adalah murid sekolah dasar"[&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn18" name="_ednref18" style="mso-endnote-id: edn18;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[xviii]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Sekolah Inpres yang dibangun pemerintah tidak dilengkapi guru
maupun fasilitas belajar&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;. S&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;ekolah-sekolah dibiarkan begitu saja sampai ditumbuhi ilalang karena
tidak ada guru, selain guru didikan Misi. Guru-guru pendatang bertumpuk di
kota-kota melalui sogokan kepada kepala dinas dan kepala departemen setempat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn19" name="_ednref19" style="mso-endnote-id: edn19;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[xix]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Bagi
mereka, pendidikan yang sekarang diperoleh di sekolah dasar tidak bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn20" name="_ednref20" style="mso-endnote-id: edn20;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[xx]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]
karena tidak mencerdaskan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Sementara, Universitas Cenderawasih didirikan dalam tahun 1963,
sebelum secara sah Indonesia berintegrasi dengan Papua. Setelah Peper&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;a &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;1969 sudah lebih dari lima puluh p&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;rsen mahasiswa telah masuk Fakultas Hukum dan
sebagian kecil belajar di Fakultas Pertanian atau Fakultas te&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;nik pada tahun 1970. Universitas ini
menghadapai banyak masalah seperti Universitas lainnya di Indonesia (terutama
di daerah). Mutu pendidikan tidaklah tinggi, kurang dana, buku-buku, perlengkapan
dan fasilitas-fasilitas lain&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[&lt;a href="http://majalahselangkah.com/content/sejarah-pendidikan-dan-kesadaran-nasional-papua-barat#_edn21" name="_ednref21" style="mso-endnote-id: edn21;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote;"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;[xxi]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Pendidikan formal Indonesia belum diintegrasikan dengan cara
hidup masyarakat di desa-desa. Pendidikan sekolah menengah, kejuruan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; dan pendidikan tinggi, serta usaha-usaha
berbagai departemen dan organisasi-organisasi lainnya yang bertujuan
mempersiapkan tenaga t&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;rampil yang berguna
dalam perekonomian modern kurang terkoordinatif. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Dengan begitu jelas bahwa usaha pemerintah untuk meningkatkan
kuantitas pendidikan di Papua Barat tidak diikuti dengan peningkatan kualitas.
Ini dapat dilihat misalnya dari kurangnya tenaga pendidikan, sehingga banyak
siswa yang hanya menempu sekolah dasar. Sekolah dikelola untuk kepentingan
menjalankan roda pemerintahan di Papua Barat, namun karena rata-rata mayoritas
masyarakat yang sekolah pada saat itu entah disengaja atau tidak hanya mencapai
sekolah dasar sehingga banyak dari mereka hanya sebagai pekerja kasar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;RI yang banyak membuka sekolah di tanah
Papua, tetapi sebagai alat untuk mengindonesiakan orang Papua. Jadi tujuannya
itu Indonesianisasi. Lihat saja banyak orang Papua yang sedang mengangur
setelah tamat dari ratusan sekolah yang dibuka oleh Indonesia. Lembaga
pendidikannya melimpah tetapi Papuanisasi nol. Karena sasaran pendidikannya itu
ialah Indonesianisasi tadi.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Pada masa-masa, tahun 70-an hingga 80-an, anak-anak Papua, khususnya anak-anak
pegunungan tengah tidak bisa belajar dengan baik dan tenang karena
operasi-operasi militer mengancam kebebasan dan telah mengorbankan puluhan ribuan
orang Papua termasuk sisiwa yang belajar. Dalam kondisi seperti itu tentu lahir
gerakan perlawanan menolak Indonesia di Papua Barat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Dari sisi lain, benih-benih nasionalisme Papua Barat merembet
dari para serdadu didikan Belanda kepada mahasiswa Universitas Cenderawasih.
Dengan begitu Uncen menjadi salah satu tempat lahirnya pejuang dan tokoh-tokoh
nasionalis orang Papua Barat seperti Jakop Pray dan juga seorang dosen muda
Uncen&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt; Arnold Ap dan beberapa yang lain tidak
disebutkan semua di sini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: #191919; font-size: 10.5pt;"&gt;Di bawah pimpinan mereka berbagai aksi dilakukan untuk menentang
NKRI. Juga demonstrasi-demonstrasi yang sering dipicu oleh ulah para tentara
dan birokrat Indonesia, yang tanpa malu-malu mengangkut barang-barang mewah
peninggalan Belanda seperti kulkas dan mesin cuci listrik - ke tempat asal
mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPVaLxIrh49W9TlQOJPyf2Zd-WeyuPVyu0491H8CmKyQQZ4Pg1SPC59qEf-7DSioiPx6xTytJ91Fu1pjhvU4SltiGOKmL3SPw8piIYri8aoinnuf5KQOv5yqPI20zUFwVO7zmZImc_y6Hl/s72-c/anak-sekolah-papua-2.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Eksploitasi Pendidikan Anak Papua di Surya Institut </title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/eksploitasi-pendidikan-anak-papua-di.html</link><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 22:43:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-3830952603604064983</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/p480x480/1458582_1410265689207489_293371474_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="237" src="https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/p480x480/1458582_1410265689207489_293371474_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mimpi profesor Surya menggapai langit, telah menginjak harkat dan martabat
anak-anak Papua dan telah melukai perasaan masyarakat Papua pada umumnya.
Prestasi satu-dua orang siswa asal Papua dalam olimpiade matematika-fisika memang
dapat dibanggakan namun prestasi tersebut telah dijadikan "prestise"&amp;nbsp; lembaga
untuk menaikan pamor Surya Institut dalam meyakinkan Pemda Papua sebagai
penyantun&amp;nbsp; beasiwa Pendidikan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="content" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Siswa yang mestinya sebagai subyek didik, telah dijadikan objek mengeruk
keuntungan sebesar-besarnya.
Kapitalisme pendidikan di Surya Institut, nampak dalam sistem managemen
yang tidak sesuai &lt;i&gt;Clean and Good
Governmet&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Responsibilty dan
Akuntability&lt;/i&gt; tapi justru telah menjadi kroni keluarga Surya, nepotisme dan
jejaring bisnis yang menggiurkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masyarakat Indonesia telah mengenal sosok Prof. Surya sebagai orang yang
berperan memajukan dunia eksakta terutama dalam prestasi olimpiade matematika
dan fisika. Namun dalam perjalanan waktu, misi mulia yang mengangkat harkat dan
martabat anak-anak Indonesia justru semakin diwarnai orientasi bisnis yang
melumpuhkan misi mulia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ekspansi bisnis Surya Institut dengan menampung sebanyak murid dari
perwakilan 17 Kabupaten, Utusan Propinsi dan Lembaga serta Pribadi dari Propinsi Papua dan Papua Barat telah
menjadi ladang yang menggoda mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya. Promosi
tersebut telah menggiurkan Pemda Papua yang memiliki tekad yang kuat untuk
menyekolahkan anak-anak di luar Papua.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Niat
 baik Pemda Papua dan kepercayaan masyarakat Papua telah dibelokan pada
pendidikan yang berorientasi bisnis. Setiap anak Papua yang masuk dalam 
program
SIP (Surya Intensif Program) telah dijadikan mesin "ATM" yang setiap 
bulan
mencetak uang, namun pemanfaatan keuangan tersebut tidak diarahkan pada 
pengembangan
sarana pendidikan dan pelayanan bagi anak-anak Papua tapi diarahkan 
untuk "Bisnis Yayasan Surya" dan proyek Surya University yang bangunanya
 hanya
dikontrak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sangat disayangkan, siswa SD,SMP, SMU dari Papua dengan membayar lima belas juta perbulan tidak seimbang
dengan pelayanan akomodasi, makanan yang sering basih bahkan tidak layak
dikonsumsi.
Keberadaan Surya Institute dengan program SIP (Surya Intensif Program) dan
akan menjadi SAI (Sekolah Anak Indonesia) semakin kehilangan orientasinya
apalagi semakin kehilangan murid-murid Papua karena Pemda Papua seperti
Kabupaten Merauke telah mengambil langkah menarik semua murid asal Merauke
berjumlah 59 siswa (tahun 2013), dengan demikian mulai diikuti oleh Pemda Papua
lainya dengan menarik semua murid dan tidak melanjutkan program kerjasamanya.
Karena Program SIP Surya Institute sudah pada titik nadir &lt;i&gt;"untrust".&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sejak tahun 2009,
Prof. Yohanes Surya bekerjasama dengan PEMDA daerah-daerah tertinggal
mengembangkan matematika GASING (Gampang Asyik dan menyenangkan), dimana
anak-anak daerah tertinggal itu dapat belajar matematika dengan mudah. Siswa
yang dianggap "bodoh" &lt;i&gt;katanya&lt;/i&gt; mampu menguasai matematika kelas
1-6 SD dalam waktu hanya 6 bulan. Program ini sungguh jauh dari harapan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagai informasi,
Surya Institute melaksanakan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Khususnya, Pembinaan dan Pendidikan Sains dan Matematika siswa Sekolah Dasar
dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) untuk mempersiapkan siswa mengikuti
Ujian Nasional dan Olimpiade.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Data Siswa Program SIP (Surya Intensif Program) pada September 2012:
SD,SMP,SMU Seluruh Papua
berjumlah 332 siswa dengan rincian sebagai berikut: Asmat (48 Siswa),
Kaimana (8), Keerom (15), Lany Jaya (3), LPMAK (1"9), Membrano Raya (5),
Jayawijaya (2), Mappi (15), Merauke (73), Mimika (9), Nduga (9), Pribadi (11),
Propinsi (48), Puncak (5), Sorsel (4), Tambrauw (20), Tolikara (20), Waropen
(2), Yahukimo (1), Yalimo (10).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selain program SIP, ada juga program
pelatihan Guru Pandai Matematika yang terbukti tidak efektif, Siswa SMU yang
ikut program Matematika beberapa di antaranya terbukti tidak lulus tes masuk perguruan
tinggi, serta &amp;nbsp;Program Kuliah STKIP yang hingga kini belum terakreditasi
statusnya dimana sebagian besar mahasiswa berasal dari perwakilan Papua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada beberapa persoalan mendasar yang dihadapi Surya Institut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pertama, P&lt;/b&gt;&lt;b&gt;endidikan Kehilangan Orientasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cita-cita awal dengan merekrut siswa yang berbakat dalam jumlah terbatas
untuk program olimpiade matematika dan fisika dapat dikatakan menuai hasil,
namun ketika merekrut siswa dalam jumlah yang banyak, serta tidak mengikuti
proses rekrut yang baik, telah membuat program SIP Surya kehilangan arah. Di
satu pihak, mengejar target bidang eksakta dimana siswa dipacu siang-malam
belajar matematika dengan jadwal ketat, disiplin yang kaku, bahkan sampai ada
kasus kekerasan seperti yang dialami siswa SD IV an. Anton Were dari Merauke
dimana mulutnya diberi cobe pedas oleh oknum guru Olimpiade Matematika SD
sampai siswa tersebut menjadi trauma tidak ikut kelas olimpiade tetapi sekarang
ikut kelas reguler. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sudah dapat dibayangkan bahwa anak-anak kecil yang ikut kelas Olimpiade
sering dipacu adrenalin mengejar "target" antara prestise dan promosi lembaga pendidikan untuk mengeruk
keuntungan dari prestasi murid. Sebenarnya untuk berprestasi dalam Olimpiade
Matematika banyak&amp;nbsp; metode dan cara yang lebih&amp;nbsp; manusiawi sebagaimana
sekolah lainnya dapat berprestasi. Sementara untuk kelas regular dalam jumlah
yang banyak sudah pasti tidak ditargetkan untuk ikut Olimpade tetapi mengikuti
kelas regular namun materi pelajaran tidak sesuai kurikulum Nasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akibatnya untuk menghadapi ujian nasional Pemda Papua harus mengeluarkan
biaya transport memulangkan siswa ke daerah asalnya, kemudian ikut program
khsusus menghadapi ujian nasional. Kenyataanya siswa yang pernah ikut belajar
di Surya Institut mendapatkan nilai yang sama dengan siswa yang bersekolah di
Merauke bahkan ada yang dinyatakan tidak lulus. Program SIP di Surya Institute
tidak mendapatkan buku rapor apalagi ijasah. Jadi, andaikan siswa lulus program
SIP Surya Institute maka siswa tersebut tetap mendapat ijazah dari kampung
asalnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Kedua,
&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Kehidupan Asrama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Salah satu implikasi "mengakomodasi" jumlah murid yang banyak, yakni:
anak-anak semakin tak terkontrol, kurang disiplin, banyak anak yang sakit
(cacing, penyakit kulit), makanan kurang bergisi, kurang rapi berpakaian.
Selain itu, sarana penunjang dalam asrama: tempat dan peralatan rekreasi,
tempat&amp;nbsp; ibadah belum tersedia. Lebih dari itu, pola pembinaan asrama belum
memiliki&amp;nbsp; metode yang jelas bagi anak-anak Papua. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Orientasi pembinaan asrama tidak memiliki sistem dan pola pendekatan yang
sesuai karakter anak-anak Papua. Pembinaan iman sering tidak sesuai keyakinan
siswa namun dipaksakan kepada siswa untuk harus ikut doa dan ibadah. Hal ini
sering mendapat protes dari orangtua murid. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anak Papua tercerabut dari akar budaya, akar iman, kasih sayang orangtua.
Para pembina tidak memiliki ketrampilan dan pemahaman mengenai karakter dan
budaya Papua mengakibatkan anak-anak kehilangan kendali, sering berperilaku
kasar,&amp;nbsp; kaki telanjang, cara berpakaiandan situasi asrama sama seperti
kampung asalnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga,
&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Biaya &lt;/b&gt;&lt;b&gt;M&lt;/b&gt;&lt;b&gt;ahal &lt;/b&gt;&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;&lt;b&gt;elayanan &lt;/b&gt;&lt;b&gt;M&lt;/b&gt;&lt;b&gt;inim&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Management Surya Institut tidak transparan dalam penetapan biaya&amp;nbsp; per
item program serta tidak akuntabel dalam pelaporan keuangan. Beberapa Pemda di
Papua mengalami kesulitan mendapatkan laporan keuangan dari pihak management
Surya Institute.
Dan karena itu, telah disoroti oleh BPK Propinsi Papua mengenai besarnya
biaya pendidikan di Surya Institute. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Indikasi penyimpangan nyata dalam tagihan flate setiap bulan serta
ketidaksesuaian antara besaran biaya dan pelayanan.Untuk Program SIP,
Perhitungannya: Setiap bulan siswa wajib membayar RP. 15.000.000. Dalam setahun
: 12 X 15.000.000 = Rp. 180.000.000 dengan jumlah 332 siswa = Rp.
59.760.000.000. Bagaimana dengan perhitungan sejak dimulainya program 2010
hingga pertengahan 2013? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagaimana dengan biaya program lainnya seperti Pelatihan Guru Papua,
Matrikulasi anak SMU, STKIP dan program lainnya? Dengan jumlah keuangan tersebut
maka sudah dapat membangun sekolah unggulan di beberapa wilayah Papua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beberapa item biaya yang kami soroti antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;

&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 39pt; text-indent: -21pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;(1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Akomodasi&lt;/i&gt;: Setiap Kamar
dengan ukuran kecil memiliki 4 tempat tidur. Setiap anak membayar Rp3.000.000
perbulan. Berarti setiap kamar dalam sebulan Rp12.000.000. Jadi dalam setahun
biaya kamar dengan ukuran kecil Rp144.000.000. Biaya tersebut sudah bisa
membiayai sewa rumah/kontrak sejumlah 2-3 unit rumah/pertahun. Bahkan jika
membanding sewa kost di Ruko sekitar Surya Inst. Kisaran harga Rp1.000.000 
1.500.000 perbulan. Sarana rekreasi dan kegiatan lainnya belum tersedia,
kecuali tempat olah raga di lapangan terbuka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 39pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 39pt; text-indent: -21pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;(2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Konsumsi&lt;/i&gt;: Rp. 3.000.000
/bulan/anak tidak sebanding dengan biaya makan minum mahasiswa STKIP Rp. 1.500.000/bulan/anak.
Mahasiswa STKIP dan siswa program SIP makanan dari katering yang sama dan
sering ada keluhan makanan kedaluarsa, bahkan sewaktu libur (natal) makanan
tidak diatur akibatnya anak-anak kelaparan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 39pt; text-indent: -21pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 39pt; text-indent: -21pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;(3)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Transportasi&lt;/i&gt;: Setiap bulan
dikenakan biaya Rp. 600.000/peranak. Realitanya anak-anak SD yang relatif
banyak hanya jalan kaki 100 meter, kecuali SMP/SMU yang relatif&amp;nbsp;
menggunakan dengan jarak dekat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 39pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 39pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kebutuhan harian siswa Rp. 400.000/peranak/bulan (bukan
uang saku terima langsung) diserahkan secara acak ke siswa (belum ada laporan
realisasi ke siswa), informasi yang diperoleh siswa setiap bulan menerima Rp.
120.000,- sementara anak-anak sering terlihat tidak menggunakan sendal, pakaian
tidak rapi, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 39pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 39pt; text-indent: -21pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;(4)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Honor Pengajar&lt;/i&gt; Rp. 3.000.000,-
dan Pendamping Rp. 1.750.000 dibebankan kepada setiap siswa perbulan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 39pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 39pt; text-indent: -21pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;(5)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Eksperimen dan
pembinaan lomba&lt;/i&gt;: Rp. 650.000,- Tidak semua murid diikutsertakan dalam
pembinaan lomba (olimpiade), dari 73 Siswa hanya 4 siswa yang ikut dalam
pembinaan lomba (olimpiade). Jadi tidak masuk akal membuat perhitungan
keseluruhan anak. Untuk lomba olimpiade, ada kekecewaan tersendiri yang dialami
oleh Pemda Merauke dimana ke 2 anak yang mestinya ada peluang ke Korea tapi
pihak sekolah kurang antisipatif dan kurang respons.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 39pt; text-indent: -21pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 39pt; text-indent: -21pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;(6)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Kesehatan siswa&lt;/i&gt;: Sejak tahun
2011-2012 Surya institut memberikan beban biaya Rp. 400.000,- /anak/bulan.
Dalam realisasinya tidak setiap&amp;nbsp; anak sakit apalagi sakit bersamaan setiap
bulan. Itu berarti setiap anak menginvestasi dana kesehatan. Sebagai catatan
bahwa: anak dari Mereauke jika sakit (berat) akan dirujuk ke RS Cikini dan
menjadi biaya Pemda Merauke. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 39pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Item biaya lain, belum dapat dipastikan penggunaannya. Yang jelas, jika
Dinas Pendidikan dan Pengajaran kabupaten tidak mengkritisi pelaporan keuangan
management Surya Institute maka tidak akan diketahui kemana uang tersebut
dipakai. Pada intinya management Surya Institut belum dapat menerapkan tata
lembaga pendidikan yang baik dan bersih, serta tidak dapat bertanggungjawap dan
mempertanggungjawabkan serta belum dapat membangun kepercayaan bagi masyarakat
Papua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menanggapi persoalan tersebut di atas, beberapa Pemda Papua mulai melakukan tindakan
penyelamatan anak-anak Papua serta menyelamatkan uang rakyat Papua dengan
mengambil langkah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pertama, menarik atau
memindahkan seluruh murid-murid (SIP) ke sekolah lainnya sebelum memasuki tahun
ajaran baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedua, merasionalisasi
pembayaran dengan membuat perhitungan kembali antara biaya keluaran dan
pelayanan yang tidak sesuai dengan Perjanjian Kerjasama. Contoh kasus: Pada
tahun 2011 Pemda Merauke telah melakukan pembayaran lebih untuk program
Matrikulasi SMA, mustinya yang direkrut adalah siswa kelas 2 untuk program 2
tahun, realitanya yang direkrut kelas 3 yang programnya hanya beberapa bulan.
Pemda Merauke telah melakukan pembayaran lebih 1.800.000.000,- Pembayaran lebih
tersebut tidak dilaporkan oleh pihak manajemen Surya Institut. Hal ini menjadi
temuan untuk dipertanggungjawabkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketiga, mengabaikan atau
menundah pembayaran sebelum adanya laporan keuangan dari Management Surya
Institute hal ini sesuai dengan tuntutan BPK Propinsi Papua agar tanda bukti
transaksi pembayaran dan realisasinya harus dipertanggungjawabkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keempat, membatalkan dan menghentikan
program lanjutan, meski Perjanjian Kerjasama belum berakhir. Jika perlu
mengambil langkah hukum agar permasalahan menjadi jelas. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kelima, mempertanyakan dan
menuntut kepada Surya Institut program yang tidak terlaksana seperti yang
dialami kabupaten Lani Jaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keenam, BPK Propinsi Papua
dan Papua Barat segera mengambil langkah untuk melakukan pemeriksaan keuangan
di Surya Institute menyangkut uang rakyat Papua. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketujuh, Pemda Papua dan
Papua Barat mengambil langkah mendirikan sekolah unggulan berpola atau Pendidikan
Sekolah berbasis asrama di beberapa wilayah strategis. Adalah lebih baik
membangun sekolah unggulan yang menjawab kebutuhan di Tanah Papua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Jus Felix Mewengkang &lt;i&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;adalah &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Pemerhati Pendidikan Papua, tinggal di Papua.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>KEBESARAN HATI TOKOH POLITIK PAPUA, JOHN IBO</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/kebesaran-hati-tokoh-politik-papua-john.html</link><category>Politik</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 03:33:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-8765527425916263010</guid><description>&lt;div class="easy-ads"&gt;
&lt;div class="google-adsense google-adsense-adsense-top"&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_41211" style="width: 350px;"&gt;
&lt;a class="highslide" href="http://tabloidjubi.com/2013/08/30/kebesaran-hati-tokoh-politik-papua-john-ibo/ibo-john-2/" rel="attachment wp-att-41211" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-41211" height="255" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/08/Ibo-John-340x255.jpg" width="340" /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Jayapura, 30/8 (Jubi) –&lt;/strong&gt; Ketua DPR Papua, John Ibo menunjukkan kebesaran hati ketika diganti dengan hormat dari jabatannya sebagai Ketua DPR Papua.&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
John Ibo, politisi senior yang dibesarkan partai Golkar dan menjadi 
salah satu tokoh politik Papua mengatakan, ia sama sekali tidak 
keberatan dan legowo dengan proses penggantian dirinya dengan hormat 
dari kursi pimpinan DPR Papua.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Sebagai orang politik, saya mengerti tentang aturan. Saya menerima 
apa yang diproses DPRP seusai dengan ketentuan hukum. Saya terima dengan
 berbesar hati. DPRP telah memproses secara aturan, mengusulkan 
penggantian saya sesuai perundangan yang berlaku. Saya berterimakasih 
kepada DPRP yang telah melakukan proses ini, mengganti saya secara 
bermartabat dalam persoalan politik,” kata John Ibo saat menghubungi &amp;nbsp;&lt;em&gt;tabloidjubi.com&lt;/em&gt;, via telpon, Jumat (30/8).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut John, yang pernah dua periode memimpin Golkar Papua ini, 
meski ia merasa dibuang oleh partai yang dibesarkan dan diperjuangkannya
 selama hampir 40 tahun dan merasa ditinggalkan oleh para sahabatnya di 
Golkar, namun terkadang masih merindukan Golkar. “Saya merasa telah 
ditinggalkan oleh sahabat-sahabat saya di Golkar, padahal saya masih 
memiliki keinginan melanjutkan karir politik saya lewat partai Golkar 
yang selama hampir 40 tahun saya perjuangkan,” ujarnya. Ia menilai, 
dalam transisi pergantian pengurus, pengurus baru seakan membuang saya 
dan seakan tidak menghargai apa serta jasa yang saya lakukan dalam 
mempertahankan kebesaran Golkar selama hampir 40 tahun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Saat saya merasa terbuang terkadang saya masih merindukan Golkar. 
Kini Bersama Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra, saya akan 
melanjutkan perjuangan politik saya. Saya mengucapkan terimakasih kepada
 Golkar yang telah membesarkan saya dan meletakkan tanggungjawab 
kerakyatan di pundak saya dan saya telah melakukannya dengan rasa 
tanggung jawab dua periode memimpin Golkar serta kepercayaan Golkar 
kepada saya memimpin DPR Papua. Saya akan melanjutkan perjuangan saya 
bersama Partai Gerindra dan saya tetap berjuang sebagai kader politik 
dan meningkatkan perjuangan serta karir politik saya melalui partai 
Gerindra sesuai visi dan misi partai Gerindra yang menyatukan seluruh 
rakyat Indonesia di dalam Indonesia Raya,” katanya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="easy-ads" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="google-adsense google-adsense-adsense-middle"&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Dalam kekuatan partai Gerindra yang memiliki misi mensejahterakan 
rakyat Indonesia, saya akan berjuang untuk mewujudkan itu bersama 
rekan-rekan di Gerindra,” ujarnya lagi. Bagi dia, Gerindra adalah partai
 yang memiliki misi politik jelas untuk mensejahterakan rakyat dan 
menyatukan Indonesia serta mengembalikan apa harus menjadi hak rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Kami akan memperjuangkan tugas kenegaraan dan kami akan berjuang 
mengembalikan kepada rakyat apa yang menjadi hak-hak rakyat. Perjuangan 
orientasi saya demi rakyat. Untuk adik-adik dan rekan di Golkar silahkan
 berjuang dan kami Gerindra akan berjuang dalam Pemilu 2014. Nanti kita 
akan bertanding di arena DPRP untuk memperjuangkan aspirasi rakyat,” 
kata John Ibo.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebelumnya, John Ibo diberhentikan dengan hormat dari posisinya 
sebagai Ketua DPR Papua, Kamis 29 Agustus. Pemberhentian itu diputuskan 
dalam Rapat Paripurna DPR Papua.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRP Yunus Wonda mengatakan, 
pemberhentian John Ibo sebagai Ketua DPRP bukan keinginan pribadi 
ataupun kelompok. Namun aturanlah yang menjadi landasannya. “Mewakili 
pimpinan dan seluruh anggota DPRP, saya menyampaikan maaf kepada semua 
pihak, terutama saudara John Ibo atas proses ini. Keputusan ini bukan 
keinginan kami, rekan pimpinan dan seluruh anggota DPRP, tapi karena 
aturan perundang-undangan dan aturan partai politik yang 
dilaksanakan,”ujar Yunus Wonda.&lt;a href="http://tabloidjubi.com/2013/08/30/kebesaran-hati-tokoh-politik-papua-john-ibo/" target="_blank"&gt;Sumbernya.....&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ke Eropa, Ungkap Kebenaran Persoalan Politik Papua </title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/ke-eropa-ungkap-kebenaran-persoalan.html</link><category>Politik</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 03:30:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-8056756940037151290</guid><description>&lt;h2 class="tagItemTitle" style="text-align: justify;"&gt;
           &lt;a href="http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/halaman-utama/item/10480-ke-eropa-ungkap-kebenaran-persoalan-politik-papua"&gt;
       &lt;/a&gt;
           &lt;/h2&gt;
&lt;div class="tagItemIntroText" style="text-align: justify;"&gt;
      &lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://bintangpapua.com/images/stories/2013/November/13/SUMARTO.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img align="left" alt="Yohanes Sumarto" border="0" class="caption" height="150" src="http://bintangpapua.com/images/stories/2013/November/13/SUMARTO.jpg" style="border: 0px none;" title="Yohanes Sumarto" width="275" /&gt;&lt;/a&gt;Yohanes: Salah satu Tujuan Perjalanan DPRP ke Eropa &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JAYAPURA&lt;/strong&gt;
 — Perjalanan Dinas DPRP ke Eropa dinilai bermanfaat dan strategis, 
salah-satunya adalah untuk mengungkap kebenaran atau melihat persoalan 
politik Papua lebih dekat,&amp;nbsp; terutama tentang Pepera dan pertanahan 
dimana arsipnya tersimpan di Negeri Belanda. &lt;br /&gt;“Kalau memang melarang 
ke luar negeri, laranglah seperti Beny Wenda dan yang lain-lain di luar 
negeri. Tak pernah ada kritik Beny Wenda kenapa keluar negeri. Kalau 
kita koq dikritik. Atau yang kritik ini punya maksud. Kalau menolak 
kunjungan&amp;nbsp; DPRP ke Eropa, berarti mereka juga menolak Papua damai,” 
tegas Anggota Komisi A DPRP dr. Yohanes Sumarto ketika dikonfirmasi di 
ruang kerjanya, Selasa (12/11). &lt;br /&gt;Menurutnya, perjalanan dinas 
sejumlah anggota DPRP ke Eropa, salah satunya juga menyangkut&amp;nbsp; 
laporan-laporan dari Amnesty International di Negeri Belanda yang kadang
 laporannya bisa dikatakan betul dan ada yang tak betul.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;“Jika 
laporan Amnesty itu benar, ya silahkan diteruskan. Namun ada beberapa 
laporan yang sifatnya hanya memperkeruh situasi. Disana kami akan 
menjelaskan ke Amnesty International, persoalan Papua tak sepenuhnya 
benar sebagaimana mereka laporkan,” ujar Yohanes Sumarto.&lt;a href="http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/halaman-utama/itemlist/tag/Politik%20Papua" target="_blank"&gt;Sumbernya....&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ekonomi Politik Papua Paska 2013</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/ekonomi-politik-papua-paska-2013.html</link><category>Politik</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 03:28:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-2329907305147375887</guid><description>&lt;h1 class="w580 ml_5" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="left font11 ml_5 cc_gray2"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="right font11 mr_5 cc_gray2"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="ct_1933" style="text-align: justify; width: 600px;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=h_ZNkP3ZsAM" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Papua Barat 2011-2013" class="size-full wp-image-271793 " height="255" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013/10/1381573502301224743.jpg" title="Papua Barat 2011-2013" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Negara Cina, pada kesempatan APEC di Bali, baru saja melakukan 
penandatanganan kerjasama dengan Indonesia. Papua jadi sorotan 27 kepala
 Negara. Cina salah satu yang membawa modal 69 trilyun masuk Papua. 
Infrastruktur, mineral gas dan perbankan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span&gt;Pertanyaannya, kerjasama dengan orang Papua 
ataukah mendatangkan perusahaan dari Jakarta untuk mengambil saham dari 
modal diatas. Tenaga kerjanya orang Papua sendiri ataukah pendudk dari 
luar. Kue diatas mau dimakan orang Papua atau mebiarkan orang luar yang 
makan? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span&gt;Berdagang bukan semata milik kapitalisme, 
sejak dahulukala, masyarakat pribumi telah melakukan perdagangan barter 
(barang dengan barang). Piring gantung yang sekarang menjadi tradisi 
pembayaran harta perkawinan di sebagian suku Papua, ceritanya, merupakan
 proses pertukaran jaman ekspedisi rempah rempah yang dialakukan cina ke
 Papua. Piring Kendi Keramik, ditukar dengan getah dammar dan bulu 
burung kuning (cenderawasih).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span&gt;Disaat Freeport, perusahaan AS yang sampai 
sekarang masih kasih 1 persen ke Indonesia, merupakan salah satu 
kekuatan terbesar di dunia, juga meningkatkan investasinya. AS-Cina 
sudah ada peningkatan. Perdagangan kawasan meningkat. Sebelum 2015 pasar
 bebas berlaku di Asia dan Pasifik, tahun 2013, langkah awal dari 
ekonomi politik daerah Papua Barat di kawasan Asia Pasifik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span&gt;Peningkatan kerjasama dari Negara tirai bambu
 itu lebih meningkat. Disatu sisi, investasi Amerika yang punya 
Freeport, juga sudah puluhan tahun ada. Dari segi ekonomi investasi, 
kedatangan mereka para pemodal ke Papua Barat justru mengalami 
peningkatan dari tahun ke tahun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span&gt;Perdagangan sudah dilakukan pada era 
masyarakat pribumi. Konon, disebut dagang karena unsur jual beli 
(barang/uang). Namun, hubungan dagang saling menguntungkan kedua belah 
pihak. Negara dengan rakyatnya maupun pemilik modal. Imperialis karena 
salah satu pihak justru tereksploitasi (korban dagang). Pengerukan 
kekayaan alam yang menyiksakan penderitaan masyarakat, disitulah letak 
imperialis. Jadi, berdagang belum tentu imperialis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_271793" style="text-align: justify; width: 604px;"&gt;
&lt;div class="wp-caption-text"&gt;
Papua Barat 2011-2013: Salah satu dari sekian perjuangan orang Papua (pribadi)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cina dan Amerika&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span&gt;Amerika dengan cara beri bantuan kepada 
daerah kekuasaan. Cina mengedepankan kedaulatan rakyat. Dua metode 
tersebut kini lengkap di Papua. Namun, perlu suatu testimony akurat 
sejauhmana, perjalanan kedua kekuatan dunia ini mempraktikkan kebijakan 
mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span&gt;40 tahun Freeport sudah berdiri di Papua. 
Masuknya Freeport memang mendapat dukungan pemerintah AS. Bangkai 
kematian meningkat disini. Pola dimana, Etiopia di Afrika, kelaparan 
dimana mana, karena hegemoni AS datang dengan imbalan investasi. Cina 
merubah negri Afrika dengan menanamkan modal mereka. Uni Afrika 
terbentuk, pembangunan modern dan berkelas. Afrika, sebagiannya kini 
menata kedaulatan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span&gt;Amerika yang menggelontorkan bantuan dan 
bantuan kepada kawasan jajahannya, kini melemah. Defisit yang berujung 
pada shutdown pula, disatu sisi, AS dituntut untuk mengangkat daerah 
daerah yang dia kuasai sampai sekarang. Obama mengeraskan keinginan 
mereka ke Asia Pasifik, tetapi juga fokus pada asia barat (timur 
tengah). Kejayaan AS sendiri dengan prilaku yang melakat, perang dan 
ekspansionis. Kini, kawasan pasifik justru rill terkendali Cina.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Pasifik dan Melanesian Raya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span&gt;Sukses menata peradaban Afrika, kini Cina 
bergeser ke Pasifik. Gedung Kantor MSG (Melanesian Spearhead Groub) di 
Vanuatu, buah tangan dari Cina. Zona dagang pun terbentu. MSG-agreement 
sudah ada. Uni Melanesia, cara Negara tirai bambu menumbuhkan kekuatan 
dagang di kawasan pasifik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span&gt;Sementara AS sendiri, telah memperluas 
pangkalan militer di Australia. Sebagai pengamanan lintas asia pasifik. 
Kerjasama Amerika Serikat justru meningkat dikalangan kemiliteran. AS 
mengedepankan perang pendudukan untuk mengais rejeki. Beda dengan Cina 
yang soft perdagangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span&gt;Ganti rezim ganti penguasaan. Proses 
kedaulatan rakyat Papua, menjadi suatu kekususan sampai sekarang. Ruang 
otsus membuka Tanah Papua kepada dunia. Namun, lagi dan lagi, instrument
 berupa peraturan yang baik dan adil harus dilihat lebih utama dalam 
menggapai kedaulatan orang Papua. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span&gt;Belajar dari kehadiran Cina di Afrika dan 
Pasifik Selatan. Front Sosialis Kanak (FLNKS) di Kaledonia Baru, masuk 
sebagai anggota tetap zona dagang MSG, Aplikasi keanggotaan Papua pun 
telah diterima. Kini Papua Barat menjadi salah satu daerah yang mendapat
 dukungan ekonomi. Namun, apakah nantinya hubungan dagang secara 
langsung diteken oleh Papua ataukah melalui pemerintahan pusat Indonesia
 di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span&gt;Kompetisi perdagangan dapat melatih menjadi 
tangguh. Kompetensi dalam bisnis adalah hal wajar, terlibat secara 
bersama menjadi partner, anti rasisme dan seterusnya. Ekonomi menadi 
panglima bersama. Tetapi, kemudian menjadi kapitalisme atau kolonialisme
 merupakan praktik yang berlebihan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span&gt;Pada berbagai kesempatan, saya selalu 
tegaskan bahwa merdeka dengan pisah dari NKRI, dua kalimat yang 
esensinya berbeda. Merdeka, belum tentu lepas dari NKRI, sebaliknya, 
lepas dari NKRI belum tentu merdeka. Karena kemerdekaan yang saya 
maksudkan adalah keberpihakan suprastruktur sistem kepada orang Papua 
atau cara mengutamakan kepentingan rakyat diatas segala kepentingan, 
inilah kemerdekaan. Keadilan harus milik semua orang, kebahagiaan juga 
milik semua orang.SUMBERNYA.....&lt;a href="http://regional.kompasiana.com/2013/10/12/ekonomi-politik-papua-paska-2013-599973.html" target="_blank"&gt;Klik Me&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ketua MRP PB : Perjuangan Politik Papua Sudah Final </title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/ketua-mrp-pb-perjuangan-politik-papua.html</link><category>Politik</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 17 Nov 2013 03:27:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-4631566514425824661</guid><description>&lt;h2 class="itemTitle" style="text-align: justify;"&gt;
   
    &lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="itemIntroText" style="text-align: justify;"&gt;
    &lt;strong&gt;&lt;img align="left" alt="Ilustrasi" border="0" class="caption" height="150" src="http://bintangpapua.com/images/stories/2013/uOKTOBER/16/ILUSTRASi.jpg" style="border: 0; float: left;" title="Ilustrasi" width="275" /&gt;Manokwari&lt;/strong&gt;
 – Persoalan PEPERA 1969 adalah forum politik. Itu forum politik yang 
diselenggarakan oleh Negara untuk mendapatkan keputusan politik orang 
asli Papua menjadi bagian dari NKRI pada tahun 1969. Karena itu, setiap 
orang asli Papua perlu mengetahui, bahwa puncak perjuangan martabat 
orang asli Papua dalam sejarah perjalanan politik itu sudah berakhir 
dengan dua fase. &lt;br /&gt;“Saya sebagai ketua MRP PB menegaskan kepada Fase 
pertama, melalui PEPERA yang memastikan status politik orang asli Papua 
menjadi warga negara RI. Dan fase kedua, adalah melalui komitmen Negara 
untuk mensejahterakan orang asli Papua melalui UU Otsus. Ini dua fase 
yang harus dipahami,” jelas Vitalis Yumte baru-baru ini.&lt;br /&gt;Dikatakan, 
di era Otonomi khusus yang menjadi tugas dan kewajiban orang asli Papua,
 adalah bagaimana mendialogkan implementasi Otsus dengan MRP sebagai 
representasi kultur. Untuk menuntut keadilan dan kesejahteraan kepada 
pemerintah, agar benar-benar memberi fokus pelayanan melalui kebijakan 
yang konkrit untuk mewujudkan upaya-upaya pemberdayaan, perlindungan, 
dan keberpihakan kepada orang asli Papua.&lt;br /&gt;

   &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;“Jadi, kita tidak lagi berbicara kebelakang. Ketika orang Papua 
berbicara kebelakang, maka kehidupan Papua di dalam NKRI akan menaburkan
 suatu upaya-upaya yang mubasir. Kita tidak lagi mewujudkan kedamaian, 
kesejahteraan sebagai cita-cita seperti yang dinikmati oleh 
saudara-saudara kita yang ada di daerah lain di Indonesia,” ujarnya.&lt;br /&gt;Perhatian
 dan kewajiban sebagai orang asli Papua maupun non Papua yang ada di 
tanah Papua, lanjut Yumte, agar membangun Papua menjadi gerbang 
perdamaian. Sebab, perdamaian itu tidak menjadi tugas lembaga keagamaan 
tertentu, suku tertentu. Tapi ini tugas semua umat manusia. Inilah 
cita-cita mulia yang harus dijamin. Hal ini berkorelasi dengan 
pencanangan Papua sebagai zona damai yang dilakukan oleh pimpinan 
lembaga-lembaga keagamaan. &lt;br /&gt;“Kita sebagai warga dan umat beragama 
wajib menjamin dan melestarikannya. Tidak adalagi cara-cara anarkis 
untuk melakukan demonstrasi. Sebab, cara seperti itu tidak akan membawa 
kedamaian. Yang terjadi hanya, membangun kebencian diantara sesama warga
 yang lain yang hidup di tanah ini,” ujar Yumte lagi.&lt;br /&gt;Sekaitan dengan
 itu, menanggapi perjuangan Papua Merdeka yang hingga kini masih 
digencarkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang memiliki padangan dan 
ideologi yang lain, kata Yumte, upaya tersebut adalah, sebuah hal yang 
tidak memberikan manfaat. Ada tugas terpenting yang harus dilakukan, 
yakni meminta keadilan kepada Negara seperti amanat UU Otsus. &lt;br /&gt;“Persoalan
 Papua ini, ketika kita berbicara tentang merdeka, PEPERA yang tidak 
disetujui. Itu samahalnya kita perjuangkan sesuatu yang tidak ada 
untungnya melainkan lebih banyak memperoleh kerugian,” pungkasnya.&lt;br /&gt;Disisi
 lain, Yumte sendiri menyayangkan masih ada perberjuangan seperti itu, 
serta berpikir untuk mengulangi kembali dan mementahkan persoalan 
PEPERA. Persoalan Papua itu tidak bisa dibicarakan soal politik dan 
disintegrasi bangsa. &lt;br /&gt;Disamping itu, tambah Yumte, pemerintah sudah 
berjuang semaksimal mungkin dengan dana triliunan rupiah. Namun, belum 
mampu dimanfaatkan secara baik. &lt;br /&gt;“Saya juga malu. Pemerintah 
mengalokasikan dana yang jumlahnya sangat banyak tapi kita sendiri tidak
 memanfaatkannya secara baik, tidak mendesak pemerintah daerah untuk 
melakukan pelayanan yang maksimal kepada orang asli Papua. Karena itu, 
posisi MRP pada persoalan ini menjadi penting. Dan ini masuk dalam 
agenda penting yang dituangkan kedalam rencana strategi,” katanya.&lt;br /&gt;Yumte
 mengatakan, semua orang Papua maupun non Papua, agar menjaga dan 
mencintai keutuhan NKRI. Terutama stabilitas keamanan. Kalau situasi 
tidak aman, nyaman, maka tidak ada orang yang bisa bekerja, menikmati 
kebahagiaan hidup. Untuk itu, dalam rangka mendukung tertibnya proses 
pembangunan.&lt;br /&gt;“Ini menjadi tanggungjawab kita semua. Dan sebagai ketua
 lembaga kultur (MRP PB), saya mengimbau agar masyarakat ikut mendukung 
dan menciptakan dan mensosialisasikan Papua yang kita cintai ini sebagai
 zona damai,” tandasnya.Sumbernya....&lt;a href="http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/halaman-utama/item/9728-ketua-mrp-pb--perjuangan-politik-papua-sudah-final" target="_blank"&gt;Klik jangan Ko Tinggalkan&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pilkada Deiyai, Pasangan Dance Takimai Terpilih Sebagai Bupati Kabupaten Deiyai</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/pilkada-deiyai-pasangan-dance-takimai.html</link><category>Pilkada</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 16 Nov 2013 05:16:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-8789818034611514749</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_15106" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify; width: 497px;"&gt;
&lt;img alt="pasangan Dance Takimai A, Ks dan Agus Pigome. A. Mpd" class="size-full wp-image-15106" height="186" src="http://cahayareformasi.com/wp-content/uploads/2013/04/Pasangan-Dance-Takimai-A-Ks-dan-Agus-Pigome.-A.-Mpd.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;&lt;strong&gt;Deiyai,&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Papua &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;(Care) –&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="yiv2070813964" id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6297"&gt;&lt;span id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6296" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pemungutan suara ulang (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6300"&gt;&lt;span id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6299" style="font-size: 12pt; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;PSU) Kabupaten &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Deiyai
 di tiga Kampung antaranya, Kampung Widuakiya, Kampung, Wagomani, dan 
Kampung Demago yang digelar pada, Jumat, (5/4/13) lalu, di menangkan 
oleh pasangan Dance Takimai A, Ks dan Agus Pigome. A. Mpd, dengan 
perolehan suara tiga ribu empat Ratus lima puluh delapan (3458). &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6302"&gt;&lt;span id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6301" style="font-size: 12pt; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;“Sedangkan,
 Pasangan Natalis Edowai . SE dan Mesak Pakage Amd. Sos perolehan 16 
suara. Pantauan media ini disela Pilkada digelar.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="yiv2070813964" id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6305"&gt;&lt;span id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6304" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Namun. Selanjutnya, Ratusan warga dari tiga kampung di Kecamatan Tigi Barat, tak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6320"&gt;&lt;span id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6319"&gt;&lt;span id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6318"&gt; henti menari. Tarian sebagai lambang kemenangan atas pasangan Dance Takimai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="yiv2070813964" id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6308"&gt;&lt;span id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6307" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bupati terpilih Dance Takimai A, Ks &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="yiv2070813964" id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6311"&gt;&lt;span id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6310" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;periode 2013/2018 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="yiv2070813964" id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6317"&gt;&lt;span id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6316" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;mengatakan, siap membangun Deiyai dengan merangkul seluruh unsur masyarakat Deiyai,”Ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="yiv2070813964" id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6313"&gt;&lt;span id="yui_3_7_2_1_1366021057333_6312" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Agar
 pembangunan berjalan lancar dari berbagai aspek dan/atau 
bidang”.Sepertinya, Pendidikan, Kesehatan, Sosial, dan lain-lain. “Namun
 karena Kabupaten Deiyai merupakan Kabupaten yang baru dimekarkan dari 
Kabupaten Paniai. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Belum Ada Penundaan Pilkada Paniai</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/belum-ada-penundaan-pilkada-paniai.html</link><category>Pilkada</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 16 Nov 2013 05:14:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-8189967496051335308</guid><description>&lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;div class="images-area-alt2" style="text-align: justify;"&gt;
      &lt;div class="images-area-img-alt2" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
        &lt;img border="0" height="200" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/09/29/1434038620X310.jpg" width="400" /&gt;
      &lt;/div&gt;
&lt;div class="images-area-desc-alt2"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style="overflow: auto;"&gt;
           
          
        &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="append-social-shared" data-set="social" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;JAYAPURA, KOMPAS.com &lt;/strong&gt;- Hingga saat ini belum ada
 rencana penundaan pemilihan Bupati Paniai yang akan digelar, Sabtu 
(13/10/2012) esok. Meskipun sekelompok orang bersenjata, Kamis kemarin 
menembaki tim gabungan TNI-Polri di Kampung Keb o dan melukai dua orang 
anggota Satgas 753 Arvita, pilkada tetap akan digelar sesuai rencana.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hal
 itu ditegaskan Ketua KPU Provinsi Papua Benny Sweny yang ditemui Jumat 
(12/10/2012) di Jayapura.  "Hingga saat ini belum ada laporan tentang 
rencana penundaan. Pilkada tetap dilaksanakan besok,"  kata Benny Sweny.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seperti
 diberitakan sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari 10 anggota 
Satgas 753 Arvita, 10 anggota Brimob Polda Papua, serta 20 anggota 
Polres Paniai dihadang kelompo k bersenjata di Kebo. Mereka dihujani 
tembakan saat hendak merapat di pelabuhan kampung itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam penghadangan itu dua anggota Satgas 753 terluka dan satu perahu motor berisi bahan makanan tenggelam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dihubungi
 terpisah, anggota Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Timika 
Marko Pekei mengatakan, saat ini situasi kota Enarotali dan Madi masih 
lengang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Warga hanya berkumpul di beberapa tempat saja seperti 
sekretariat para kandidat. Mereka memilih menyibukkan diri dengan 
persiapan pilkada itu.   Namun siang hari, masyarakat kembali lagi ke 
kampung-kampung.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Kendaraan umum banyak dipakai oleh tim sukses 
para calon untuk mengantar mereka. Sebaliknya sebagian besar warga Kebo 
berada di Enarotali,"  kata Marko Pekei.
  &lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Putusan Akhir PHPU Kada Kab. Paniai: MK Tolak Permohonan Pemohon</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/putusan-akhir-phpu-kada-kab-paniai-mk.html</link><category>Pilkada</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 16 Nov 2013 05:12:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-8554799769278527116</guid><description>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;


&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdTwWFBV95qfad7jj3oarbBiKsuocSrz8qAdZEhQxTNZdJC88Wb08GWh80wqJtKqXejg6By827RcLd9TK3YLzDnyxsN4tRsFyrnC6LHZuMbjj_LTbhjLNdPte7lSlkoqhhTsfXMRF8TJA/s1600/DSC00113.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdTwWFBV95qfad7jj3oarbBiKsuocSrz8qAdZEhQxTNZdJC88Wb08GWh80wqJtKqXejg6By827RcLd9TK3YLzDnyxsN4tRsFyrnC6LHZuMbjj_LTbhjLNdPte7lSlkoqhhTsfXMRF8TJA/s200/DSC00113.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;JAKARTA-&lt;/b&gt;- Makama
Konsitusi (MK) Republik Indonesia memutuskan Bupati Kabupaten Paniai, pasangan Hengki
Kayame, SH, MH dan Jhon You, S,Ag.M,Hum, &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tepat
pada hari kamis 28 Februari 2013, pukul 14.30 WIB untuk masa jabatan periode
2013-2018. Rangkaian putusan majelis hakim memaparkan proses senketa permasalahan
yang diajukan dari pemohon kepada Publik.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ketua sidang Moh.Mahfud MD Mahkama
Konstitusi mengucapkan putusan dalam perkara nomor 63/PUU-X/2012,
64/PUU-X/2012,78 /PUU-D-X/2012,79/PUU-D-X/2012,80/PUU-D-X/2012, 81
/PUU-D-X/2012, 82/PUU-D-X/2012, dinyatakan dibuka dan terbuka umum. Amar
putusan mengadili meyatakan menolah permohonan untuk seluruhnya, dengan
demikian kembali pada putusan KPU Kabupaten Paniai yakni pasangan Hengki
Kayame, SH,MH dan Jhon You, S,Ag.M,Hum, menang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pemenan Bupati Paniai Hengki Kayame, SH,MA,
menuturkan bahwa kami sangat banga atas terpilih sebagai Bupati ini, sehingga
kini saya bersedia akan memimpin Kabupaten Paniai sesuai dengan visi dan misi
kami tuturnya. Selanjutnya, sebenarnya dalam pilkada ada kalah dan ada
menangnya sehingga kesempatan sekarang ini sebagai kesempatan untuk memimpin,
untuk daerah saya Kabupaten Paniai ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Berikutnya
wakil bupati terpilih Jhon You , S,Ag, M,Hum, Menyatakan kami terpilih ini
berjiwa besar siap akan memimpin Kabupaten Paniai yang mandiri, berbudaya dan
memasyarakat tuturnya dengan menunjukan wajah yang gembira atas menangnya. Prosesi
keputusan dihadiri oleh berbagai lini baik dari tim sukses, mahasiswa, lembaga,
pemerintahan, DPR Propinsi, angota KPU dan jajarannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Salah
satu tokoh pemuda, Siprianus Bunai,SH, keputusan Mahkamah Konstitusi (MK)
Republik Indonesia
ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;para calon Bupati dan Wakil Bupati
termasuk para tim sukses dan masyarakat harus menerima apapun hasil yang
diputuskan MK ini. Karena apa yang diputuskan MK sebagai lembaga hukum yang
menerima semua pengaduan masalah termasuk Pilkada Paniai, dalam putusan yang
sudah mengkaji dari semua aspek hukum dan dampak yang akan terjadi di kemudian
hari. Sehingga harapan saya apapun putusannya yang dijatuhkan MK merupakan
putusan yang adil. Kepada pihak yang merasa dirugikan atau yang kalah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;silakan menerima dengan besar hati agar yang
terpilih ini bisa kembali melayani masyarakat dengan secepatnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;Lanjut bunai, bukan saja terhadap pilkada
putusan Paniai, tetapi juga hasil Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi
Papua yang kini melangkah ke MK tuturnya. marilah kita berbesar hati untuk
menerima kekalahan dan kemenangan, bukan saling menggugat. Dengan demikian dalam
prosesi keputusan (MK) ke-enam bakal calon yang kalah menerima sesuai dengan
keputusan yang diambilnya. Setelah menjatuhkan keputusan bakal calon yang kalah
menanda tangani berita acara keputusan MK tersebut.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(M/YP)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_sKhxJbuOm91zXf8-dZyLBd1j_TSS2cqeJx2RwVxCPKsSE38XGBL-icTi37lSwV-QM7W85h9z1jIf2LJ846v6LMZo1DKZLp8PXys79J2CBj53F4mm_FD3d4Q4CFQsyH4bToVCqzZ4_cU/s1600/DSC00100.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_sKhxJbuOm91zXf8-dZyLBd1j_TSS2cqeJx2RwVxCPKsSE38XGBL-icTi37lSwV-QM7W85h9z1jIf2LJ846v6LMZo1DKZLp8PXys79J2CBj53F4mm_FD3d4Q4CFQsyH4bToVCqzZ4_cU/s400/DSC00100.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEiwXuf2-H3UOz3L9oZVLapPsFKnPl5PP2KA54OV5G5LXFGTWFsPuIQAL2CH9Oehmz-n_CfwO0EnVpO44m6V9skosFsuuaODdYuUMtFzJQ2nDBGWPJrLtjbq9HENV2y7r95cfXRGEpJMo/s1600/DSC00088.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEiwXuf2-H3UOz3L9oZVLapPsFKnPl5PP2KA54OV5G5LXFGTWFsPuIQAL2CH9Oehmz-n_CfwO0EnVpO44m6V9skosFsuuaODdYuUMtFzJQ2nDBGWPJrLtjbq9HENV2y7r95cfXRGEpJMo/s400/DSC00088.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdTwWFBV95qfad7jj3oarbBiKsuocSrz8qAdZEhQxTNZdJC88Wb08GWh80wqJtKqXejg6By827RcLd9TK3YLzDnyxsN4tRsFyrnC6LHZuMbjj_LTbhjLNdPte7lSlkoqhhTsfXMRF8TJA/s72-c/DSC00113.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pilkada Paniai: MK Tolak Permohonan Pemohon</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/pilkada-paniai-mk-tolak-permohonan.html</link><category>Pilkada</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 16 Nov 2013 05:10:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-5149607195689405909</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="image" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
							&lt;img height="200" src="http://majalahselangkah.com/images/upload/2013/03/02/20130302_102507_7936_l.jpg" width="400" /&gt;
							&lt;div class="desc"&gt;
&lt;div class="pad"&gt;
								Hengki Kayame dan Jhon You.Foto: Yulius							&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div&gt;
							&lt;div class="fb-like fb_edge_widget_with_comment fb_iframe_widget" data-send="false" data-show-faces="false" data-width="450"&gt;
&lt;span style="height: 20px; width: 450px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="continue"&gt;
							&lt;div class="back"&gt;
																								
																								
								
							&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="related"&gt;
								&lt;div class="cnt" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Jakarta,MAJALAH
SELANGKAH --&lt;/b&gt; Mahkama Konstitusi (MK) Repoblik Indonesia memutuskan untuk menerima hasil
laporan KPU Paniai selaku Termohon, Kamis, 28 Februari 2013 lalu. Itu artinya Pilkada Paniai dimenangkan oleh pasangan Hengki
Kayame dan
Jhon You. Mereka akan memimpin Paniai periode
2013-2018. 



&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam Amar
Putusan, MK meyatakan menolak permohonan gugatan empat kandidat lain dan menerima putusan
KPU Kabupaten Paniai, kemenangan Hengki
Kayame dan
Jhon You.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terkait putusan ini, kepada
majalahselangkah.com, Hengki Kayame mengatakan ia akan &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;memimpin Kabupaten Paniai sesuai dengan visi
dan misi yang telah ditetapkannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;"Sebenarnya dalam Pilkada ada kalah dan ada menangnya.Ini kesempatan kami untuk menang. Saya akan pimpin
daerah saya,"ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jhon You, wakilnya,
mengatakan, ia bersama Hengky akan memimpin
Kabupaten Paniai yang mandiri, berbudaya dan memasyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Intelektual Paniai di Jakarta, Siprianus
Bunai meminta semua pihak harus berjiwa besar menerima
keputusan ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;"&lt;/span&gt;MK adalah lembaga resmi negara dan semua putusan
telah mengkaji
dari semua aspek hukum dan dampak yang akan terjadi di kemudian hari. Sehingga harapan
saya semua
pihak berbesar
untuk menerimanya,"katanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;



Lanjutnya, tidak hanya Pilkada Paniai. Saya
harap Pilgub Papua juga demikian. Apapun yang MK putuskan harus diterima. &lt;b&gt;(&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Yulius Pekei/MS&lt;/b&gt;&lt;b&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Panwas Paniai Minta Pemda Setempat Kucurkan Dana Pilkada</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/panwas-paniai-minta-pemda-setempat.html</link><category>Pilkada</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 16 Nov 2013 05:08:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-415129490545579919</guid><description>&lt;h1 class="entry-title"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;div class="byline"&gt;
							&lt;time datetime="2012-10-20T06:50:47+00:00" pubdate="" title="Posted at 6:50 am"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/time&gt;													&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://kbrpapua.files.wordpress.com/2012/10/dsc00099.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-21" height="225" src="http://kbrpapua.files.wordpress.com/2012/10/dsc00099.jpg?w=300&amp;amp;h=225" title="Penguburan mayat korban banjir air bandang wasior" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;KBR68H, Paniai&lt;/b&gt; – Pemerintah
 Kabupaten Deiyai diminta kuncurkan dana pemilihan Bupati putaran ke 
dua. Ketua Panwaslu Kabupaten Deiyai. Otopia Gobai mengatakan, &amp;nbsp;hingga 
kini tak ada jawaban yang pasti dari Pemerintah setempat terkait dana 
Pemilukada.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span id="more-12"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kata dia, Pemerintah segera salurkan dana
 ke komisi pemilihan umum (KPU) setempat, agar pesta demokrasi di daerah
 itu dapat dilaksanakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Masalah Pilkada putaran kedua 
Kabupaten Deiyai, semua aturan hukum sudah jelas. Tinggal kita tunggu 
anggaran. Jadi kapan dilaksanakan ? kita tunggu dari pemerintah daerah.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sementara itu, Ketua Pokja KPUD Deiyai, 
Papua. Jhon Mote&amp;nbsp; mengatakan, mereka telah mengajukan permohonan dana ke
 Pemda setempat, namun sampai saat ini dana tersebut belum dicairkan. 
Dua pasangan Calon Bupati yang akan bertarung dalam putaran kedua 
Pemilukada Deiyai, Papua adalah pasangan Natalis Edowai – Mesak Pakage 
dan Dance Takimai – Agustinus Pigome.[FMADD-Moni-Mee Selatan]&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>INILAH SELUK BELUK ALAM DAN MASYARAKAT SECARA JELAS</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/inilah-seluk-beluk-alam-dan-masyarakat_7505.html</link><category>Daerah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 16 Nov 2013 04:50:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-942403377437645235</guid><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman","serif";
	mso-ansi-language:IN;
	mso-fareast-language:IN;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw6XTS66fhfvrnV6ePQ-loSArEAK4bIsBgLdu0tsp7d_IKa55F9m6lRk6fmHJUrhsE8MI-cH5tJxCF_XWNdViUm1azR2X2FbSdpzgO_Qx5WwCdJb4OHfm6IHCE0tuDCyoZJDqFI-xhZUN2/s1600/FMADDmmS.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw6XTS66fhfvrnV6ePQ-loSArEAK4bIsBgLdu0tsp7d_IKa55F9m6lRk6fmHJUrhsE8MI-cH5tJxCF_XWNdViUm1azR2X2FbSdpzgO_Qx5WwCdJb4OHfm6IHCE0tuDCyoZJDqFI-xhZUN2/s320/FMADDmmS.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;PENGELOLAAN
SUMBER DAYA ALAM (SDA) BERBASIS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;KOMUNITAS
KEARIFAN MASYARAKAT ADAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Suatu
Alternatif Pemberdayaan Masyarakat &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;PADA
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;MASYARAKAT
ADAT SELATAN TIMIKA PEGUNUNGAN GRASSBERG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;DUMA-DAMA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;(&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;F&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;orum
Masyarakat Adat Duma Dama(FMADD) [Moni-Mee Selatan])&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1.1&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;ru&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pembangunan
merupakan usaha peningkatan kualitas masyarakat dilakukan secara berkelanjutan
berlandaskan kemampuan yang ada, dengan memanfaatkan kemajuan Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi (IPTEK) serta memperhatikan tantangan perkembangan manusia secara
nasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pada
masyarakat Duma-dama bagian selatan Timika pegunungan grassberg mempunyai
berbagai keinginan mendasar yaitu pergumulan mengenai pembangunan di daerah
tersebut.Dalam&amp;nbsp; pembangunan masyarakat adat Duma-dama perlu ada pemikiran
yang besar dari setiap anak bangsa, duduk bersama dan berfikir untuk bagaimana
pengelolaan sumber daya alam yang ada, tentunya peran Pemerintah Daerah, Tokoh
Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Cendikiawan harus dapat memberikan sumbangan
positif untuk pengelolaan sumber daya alam yang berlimpah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dengan
melihat komunitas masyarakat tradisional hidupnya sangat tergantung kepada
sumber daya alam hayati dan non hayati serta kondisi lingkungan di sekitarnya.
Sebelum masyarakat menerapkan teknologi adaptasi yang mereka miliki terhadap
sumber daya alam hayati dan non hayati serta kondisi lingkungannya, mereka
mencoba mengenali karakter sumber daya alam dan lingkungan. Pengenalan,
pemahaman, dan penguasaan tersebut merupakan tahapan penting bagi masyarakat
tradisional yang tinggal di sekitar hutan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Daerah
bagian selatan&amp;nbsp; timika pegunungan grassberg dihuni oleh masyarakat adat
suku &lt;i&gt;Mee &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Moni&lt;/i&gt;, mereka mempunyai pemikiran ke depan untuk anak
cucu dimana pemikirannya mengajak segenap anak adat Duma-dama untuk dapat
berperan aktif dalam menjaga lingkungan alam dengan mengelola sumber daya alam
yang ada secara bijak, bila kita melihat sumber daya alam yang ada seperti
Kayu, Sungai, Batu, Pasir, Pertambangan, Kearifan lokal, Panorama alam, flora
dan fauna hidup bergantung dengan rantai makanan alami yang sangatlah berlimpah
patut kita mengucap syukur akan semuanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Undang-Undang
No. 21 Tahun 2001 memberikan Otonomi Khusus (Otsus) bagi Provinsi Papua dan
Papua Barat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Otsus bagi
tanah papua juga adalah kewenangan khusus yang diakui untuk mengatur dan
mengurus kepentingan masyarakat setempat.Otsus menekankan perlindungan hak-hak
masyarakat adat orang papua yaitu kewajiban untuk mengakui, menghormati,
melindungi, memberdayakan dan mengembangkan hak–hak masyarakat adat sehingga
peran Pemerintah daerah harus memainkan fungsi dan peran dalam pembangunan
menstabilisator ekonomi, sosial budaya, politik sebagai inovator dan pelopor.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kendala
terbesar selama ini yang masyarakat dirasakan yaitu tidak adanya akses
transportasi darat /udara pun juga sarana komunikasi, daerah Duma-dama
sangatlah terisolir dari pembangunan, masyarakat bila hendak membeli kebutuhan
bahan makanan (Sembako) atau mengantar kerabat mereka yang sakit ke kota
Enarotali harus menempuh perjalanan selama 2 hari dengan berjalan kaki bahkan
lebih dari itu bila dengan anak-anak dan perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Proses
pengerjaan pembangunan jalan trans papua antar kabupaten yang akan
menghubungkan kabupaten Mimika, Deiyai dan Paniyai juga akan melewati daerah
Duma-dama, bila pembangunan telah selesai di kerjakan dampak pembangunan itu
sangat di sambut baik oleh warga karena &amp;nbsp;akan terjadinya mobilisasi barang
dan manusia tentunya masyarakat lokal maka bisa memasarkan hasil bumi ke Kota
Enarotali maupun Timika.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pengembangan
masyarakat disekitar wilayah adat maupun pengembangan wilayah bukanlah hanya
tanggung jawab satu pihak tetapi perlu semua pihak baik Pemerintah daerah,
Lembaga Non Pemerintah (NGO), Masyarakat Adat dan Perusahaan (CSR) oleh karena
itu kami secara tegas menuntun Pemerintah daerah, NGO danPT. FIsegera
memperhatikan dan menfasilitasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1.2&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
KEADAAN WILAYAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Keadaan
wilayah secara geografis daerah Duma-dama terletak dari lembah selatan timika
pegunungan grassberg hingga ke daerah pegunungan arah barat kabupaten Paniyai.
Wilayah Duma-dama di impit oleh daerah adminitrasi Kabupaten Mimika, Deiyai dan
Paniyai.Masyarakat Duma-dama berada di berbagai tempat &amp;nbsp;mulai menyebar
memenuhi lembah seperti di daerah Sungai Iwaka, Wetee, Yewa, Dogomo, Daka Bado,
kayu Putih, Bouwoo Bado hingga ke dataran tinggibarat daerah Duma-duma.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dengan
adanya pemekaran kabupaten baru yaitu kabupaten Deiyai, Daerah Bouwoo Bado
telah menjadi daerah Otonom baru, Distrik Bouwoo Bado bergabung ke kabupaten
Deiyai terlepas dari Distrik induk Duma-dama Kabupaten Paniyai. Sungai Iwaka
hingga sampai kesungai Dogomo termasuk di Distrik Kuala Kencana kabupaten
Mimika.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Daerah
Daka Badosecara batas wilayah lebih dekat dengan Distrik Bouwoo Bado dengan
jarak tempuh 3 kilo meter (km) serta juga&amp;nbsp; ada pertalian struktur sosial
dan karakteristik masyarakat yang kuat sehingga masyarakat disana menuntut
untuk pemekaran kampung baru agarmenjadi daerah adminitratif kampung baru Daka
Bado bergabung dengan Distrik Bouwoo Bado.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pada
perkampungan pemukiman masyarakat terpencar-pencar berada di pinggiran sungai
besar, lembah, puncak gunung, lereng-lereng pegunungan grassberg dan juga
sangat berjahuan satu dengan yang lainnya. Daerah Duma-dama secara adminitratif
merupakan sebuah distrik terluas dan terpencil merupakan bagian dari kabupaten&amp;nbsp;
Paniyai.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan batas alam daerah
Duma-dama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;berbatasan dengan;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Disebelah timur berbatasan dengan kali Yawei/Utaa dan Gunung Jelewatagal/Kali
Kamoro Amun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Disebelah barat berbatsan dengan kali Yawei/Uta dan Gunung Kaitaka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Disebelah selatan berbatasan dengan Dusun Sagu Kamoro.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Disebelah utara berbatasan dengan kali Weya Paniyai Timur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Menurut
cerita orangtua turun-temurun berbagai suku di dataran pegunungan tengah papua
merupakan satu keluarga besar sebagai adek dan kakak yang sama-sama keluar dari
sebuah goa di sebelah timur pegunungan papua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Suku
&lt;i&gt;Mee &lt;/i&gt;merupakan suku pertama /anak pertama yang keluar dari goa Baliem (&lt;i&gt;balimo&lt;/i&gt;)
menyusul dengan berbagai suku pegunungan tengah papua lainya, setelah itu
mereka (&lt;i&gt;Mee&lt;/i&gt;) melakukan perjalanan ke arah barat melalui danau Habema
hingga rombongan tiba tinggal di Ilaga,&amp;nbsp; mereka membangun honai besar
disana, dari situ&amp;nbsp; mereka berjalan lagi dengan&amp;nbsp; membagi&amp;nbsp; dua
arah jalan. Arah jalan pertama masyakat suku &lt;i&gt;Mee&lt;/i&gt; melalui lembah Ilaga,
Dogidide, Degewodide, dan Makataka lalu tembus di lembah Agadide dan terus
lagi&amp;nbsp; hingga menetap di pinggiran Danau Paniyai dan sekitarnya. Arah jalan
kedua masyarakat suku &lt;i&gt;Mee &lt;/i&gt;melalui&amp;nbsp; pegunungan dari Beoga langsung
tiba di daerah Duma-dama, mereka ini terdiri dari marga Magai, Yupi, Yatipai,
Dogopia, Gobai, Kudiai, Tobai, Wodapa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat
Duma – dama terdiri dari dua suku besar yakni suku &lt;i&gt;Mee&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Moni&lt;/i&gt;.
Masyarakat Duma-dama terdiri dari delapan belas (18) marga besar, marga suku&lt;i&gt;Moni&lt;/i&gt;
terdiri dari : Wamuni, Dibitau, Dimbau, Bugaleng, Kobokau, Zonggonau, Anau,
Natagapa, Wandagau, Miagoni sedangkan marga suku&amp;nbsp; &lt;i&gt;Mee &lt;/i&gt;&amp;nbsp;terdiri
dari : Magai, Yupi, Tobai, Yatipai, Dogopia, Gobai, Kudiai, Madai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan
batas antar suku tetangga, daerah Duma-dama di impit oleh suku-suku kekerabatan
lainnya yakni :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l13 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sebelah timur berbatasan dari
     bagian tengah didiami oleh Suku &lt;i&gt;Amungme&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l13 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sebelah barat dari pegunungan
     bagian tengah didiami oleh Kab. Nabire.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l13 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sebelah utara pegunungan tengah
     Suku &lt;i&gt;Wolani&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l13 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sebelah selatan Suku &lt;i&gt;Kamoro&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1.3&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
KEPEMIMPINAN, HAK ULAYAT &lt;i&gt;&amp;amp;&lt;/i&gt;KEARIFAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;a)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Sistem Kepemimpinan Tradisional&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sistem kepemimpinan tradisional di
wilayah ini masih menganut sistem kepemimpinan tradisional yaitu “Kepala Suku”.
Kepemimpinan Kepala Suku di wilayah ini terbagi atas 2 (dua) wilayah
kepemimpinan yaitu Kepala Suku mewakili marga/klen dan Kepala Suku mewakili
daerah Duma-dama atau mewakili 18 marga besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;b)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&amp;nbsp;Hak Ulayat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Hak ulayat atau kepemilikan tanah di
Duma-dama terjadi secara &lt;i&gt;komunal&lt;/i&gt; atau berdasarkan kekuasaan wilayah.
Suku &lt;i&gt;Mee&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Moni&lt;/i&gt; yang memiliki hak ulayat atas tanah daerah
Duma-dama terdiri dari delapan belas (18) marga besar diantaranya ;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="margin-top: 0in;" type="disc"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Suku Mee ;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Magai,&amp;nbsp; Yupi, Dogopia, Tobai,
Yatipai, Gobai, Kudiai, Madai, dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="margin-top: 0in;" type="disc"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-list: l7 level1 lfo3; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Suku Moni ;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Wamuni, bugaleng, Anau, Zonggonau,
Dibitau, Miagoni, Wandagau, Nakagapa. dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;c)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Kearifan Masyarakat Duma-dama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;–&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Owadaa&lt;/i&gt;
(Pagar Rumah)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Owadaa&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; atau pagar rumah merupakan sesuatu hal yang harus di bangun
atau di buat oleh kepala keluarga pada setiap suku &lt;i&gt;Mee &lt;/i&gt;dimana berada.
Fungsi &lt;i&gt;Owadaa&lt;/i&gt; sendiri adalah untuk memagar rumah, tumbuh-tumbuhan, hewan
peliharaan dari berbagai gangguan baik dari hama (hewan) maupun dari manusia
sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Biasaanya &lt;i&gt;Owadaa&lt;/i&gt; atau pagar
kayu yang digunakan adalah menggunakan&amp;nbsp; kayu Besi tertentu yang keras di
cincang menyerupai papan ujungnya meruncing lalu setiap papan atau kayu ditanam
mengelilingi Rumah, Kebun Pekarangan rumah, kandang Ternak dsb, setelah itu
semuanya diikat dan dianyam/ lilit oleh tali rotan secara rapih dan berurutan
hingga keras.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;–&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kerja
Bersama-sama (Gotong Royong)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Gotong royong atau Kerja secara
bersama merupakan suatu kearifan tersendiri bagi masyarakat Duma-dama.
Masyarakat Duma-dama mengenal kerja bersama atau Gotong royong dari
turun-temurun nenek moyang. Kearifan tersebut terbukti dengan berbagai
aktivitas diantaranya ;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pasa saat berburu di hutan, biasanya
masyarakat terdiri dari 2, 3 hingga 4 orangtua dan pemuda akan mengambil bagian
dalam&amp;nbsp; melakukan kegiatan berburu di hutan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Semua hasil berburu mereka akan di
kumpul pada sebuah tempat atau pondok singgah sementara yang telah mereka buat,
setelah itu hasil berburu mereka akan saling membagi sama rata kepada anggota
keluarga yang telah ambil bagian dalam berburu tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Begitu juga pada saat musim buah
Panda, masyarakat Duma-dama akan jalan berkelompok mengambil di dusun&amp;nbsp;
orangtua yang telah ada, setelah itu mereka berkumpul bersama dan saling
membagi sama banyak hingga semua noken yang di bawah penuh barulah mereka
bergegas pulang ke perkampungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dewasa ini, masyarakat Duma-dama
terkendalah dengan sarana transportasi, bila ada bantuan Beras Keluarga Miskin
(RASKIM) / BAMA, atau Bahan Bangunan dsb, dari Pemerintah atau Pemimpin Gereja,
masyarakat akan ikut ambil bagian dalam mengangkat semua barang dengan berjalan
kaki dari kota Enarotali hingga sampai di daerah Duma-dama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat Duma-dama telah terbukti
bahwa mereka siap demi pembangunan di daerah mereka, walaupun berjalan kaki
beratus kilo meter jauhnya melewati gunung, lembah, menyeberang sungai besar
dsb,&amp;nbsp; mereka siap bekerja guna pembangunan dan kebutuhan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;–&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kekerabatan
tinggi antar suku Mee dan Moni dan suku lainnya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="margin-top: 0in;" type="disc"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-list: l11 level1 lfo4; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Suku Mee dan Moni&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat Duma-dama terdiri dari
dua suku besar yaitu suku &lt;i&gt;Mee&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Moni&lt;/i&gt;. Turun – temurun
masyarakat Duma-dama hidup saling menghargai antar sesama suku, mereka hidup
dengan memegang kebudayaan dan bahasa daerah yang berbeda tetapi itu bukan
merupakan potensi terjadi tindakan kekerasan seperti yang terjadi pada
masyarakat pegunungan di lain tempat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kekerabatan
yang tinggi terjalin akrab dapat kita lihat dengan kedua suku sama-sama
menguasahi bahasa daerah masing-masing, suku &lt;i&gt;Mee&lt;/i&gt; menguasahi bahasa suku &lt;i&gt;Moni&lt;/i&gt;
pun juga sebaliknya suku &lt;i&gt;Moni&lt;/i&gt; menguasahi bahasa suku &lt;i&gt;Mee&lt;/i&gt;.
Percakapan, sapaan sehari-hari seperti &lt;i&gt;Meepa&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Alegamee&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Amazambae&lt;/i&gt;,
&lt;i&gt;Amanoae, koyao, amanai,&lt;/i&gt; dsb, merupakan&amp;nbsp; cara mencairkan situasi
dengan senyum bersama, tertawa hingga saling membagi rokok. Cara dan tindakan
tersebut membuat kekerabatan terjalin akrab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul type="disc"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l6 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Suku Mee, Moni dan Kamoro&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Suku
&lt;i&gt;Mee, Moni &lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan &lt;i&gt;Kamoro&lt;/i&gt; merupakan ketiga suku yang akrab
lainnya. Terjalin kekerabatan yang baik antar ketiga suku sebenarnya terjadi
karena adanya saling terjadi sistem tukar-menukar barang (&lt;i&gt;Barter&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat
Duma-dama suku &lt;i&gt;Mee &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Moni&lt;/i&gt;&amp;nbsp; mempunyai barang yang bagus,
seperti ; daging hasil buruan, Kampak Batu, Rokok daun tikar dsb, sedangkan
suku &lt;i&gt;Kamoro&lt;/i&gt; mempunyai barang yang bagus seperti ; berbagai jenis Kerang
laut, Ikan laut / Sungai, Sagu dsb, mereka saling membutuhkan satu sama lain
sehingga terjadilah sistem &lt;i&gt;Barter&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Yang
menjadi tempat teransaksi sistem &lt;i&gt;Barter&lt;/i&gt; antar kedua suku yaitu bertempat
di dusun sagu &lt;i&gt;Putapare&lt;/i&gt;, karena terjadinya perputaran barang yang tinggi
antar ke dua suku sehingga masyarakat suku &lt;i&gt;Mee, Moni&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Kamoro&lt;/i&gt;&amp;nbsp;
dalam transaksi sosial, mereka saling sapaan dan memberikan nama sapaan
menggantikan nama mereka yang sebenarnya dengan memakai nama panggilan atau
sebutan tertentu, dan juga memakai marga di ketiga suku, berikut ini merupakan
nama-nama orangtua dulu yang melakukan transaksi sistem &lt;i&gt;Barter &lt;/i&gt;antara
lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tamini
Magai, Wali Yupini, Olepole Gobai, Dupole Yatipai, Gunitata Yatipai, Bulimala
Magai, Uwiya Tobai, Bulilu Kudiai, Dolema Dogopia, Dolemago Bugaleng, Tegeme
Zonggonau, Yalupaya, Impiyau, Taiyalo dan Yimigi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1.4&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&amp;nbsp;SISTEM &amp;nbsp;PEMERINTAHAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Peranan Kantor Distrik&amp;nbsp; Duma-Dama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Distrik
Duma-dama secara resmi menjadi distrik definitive di bawah wilayah territorial
kabupaten Paniyai pada tahun 1990. Distrik mempunyai tugas pokok melaksanakan
kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani sebagian
urusan otonomi daerah dan juga menyelenggarakan tugas&amp;nbsp;&amp;nbsp; umum
pemerintahan yang meliputi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Mengkoordinasikan&amp;nbsp;
     kegiatan pemberdayaan masyarakat;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Mengkoordinasikan upaya
     penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Mengkoordinasikan penerapan dan
     penegakan Peraturan Perundang-undangan;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Mengoordinasikan pemeliharaan
     prasarana dan fasilitas pelayanan umum;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Mengkoordinasikan
     penyelenggaraan kegiatan pemerintahan ditingkat Distrik;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Membina penyelenggaraan
     pemerintahan kampung dan/atau kelurahan;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Melaksanakan pelayanan
     masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat
     dilaksanakan pemerintahan kampung atau kelurahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Berbagai
ketetapan tugas dan fungsi KaDistrik&amp;nbsp; diatas belum sesunggunya berjalan
dengan harapan masyarakat ; keterlambatan pembangunan yang ada terjadi karena
faktor geografis daerah yang sangat terisolir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pelayanan
kepada masyarakat yang nyata, dimana bantuan Beras Keluarga Miskin (RASKIM),
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) tetapi pemasangannya masih berpusat pada
ibukota distrik (Bulisugapa). Pada tahun 2013 dari hasil Musrembang tingkat
distrik merencanakan akan membangun sarana transportasi udara yaitu Lapangan
Terbang (LAPTER) Perintis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;2)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Pemerintahan kampung &amp;amp; Kelembagaan kampung&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Daerah
Duma-dama merupakan daerah sangat luas dan sangatlah terisolir. Sistem
pemerintahan kampung-kampung di distrik Duma-dama secara politis merupakan
jelmaan dari kepemimpinan adat yang secara universal juga terjadi dibeberapa
kampung lainnya di papua secara khusus di kabupaten-kabupaten pegunungan tengah
papua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Hal
diatas dapat dilihat dari sistem pemilihan kepala kampung yang masih
menggunakan beberapa Kriteria-kriteria yang terdapat di sistem pemilihan “&lt;i&gt;Pimpinan
Kepala Suku&lt;/i&gt;” satu diantaranya adalah &lt;i&gt;“Setiap kader yang naik harus
berasal dari klen/marga asli pemilik hak atas tanah ulayat”&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tidak
hanya itu, beberapa contoh lainnya&amp;nbsp; juga dapat dilihat dari pengaruh
kepemimpinan terhadap aparatur dan juga respons masyarakat terhadap kepala
kampung yang sangat &lt;i&gt;persuasif&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;responsive&lt;/i&gt; dalam proses
penerimaan kebijakkan namun dalam situasi yang salah masyarakat malah dapat
berubah sebaliknya. Contoh lainnya yang dapat terlihat ialah jarak waktu
kepemimpinan untuk menyiapkan kader pemimpin berikutnya yang membutuhkan waktu
cukup lama disebabkan karena harus berdasarkan pada kriteria dan juga proses
kesiapan kader yang akan memimpin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Secara
struktural kepala kampung dibantu oleh beberapa KAUR (Kepala Urusan), dan juga
BAPPERKAM/BAMUSKAM sebagai lembaga pemerintahan kampung yang memainkan peran &lt;i&gt;“semi
legislative” &lt;/i&gt;yang bertugas menyelenggarakan musyawarah-musyawarah dan juga
mengesahkan beberapa ketetapan-ketetapan sebagai aturan dalam kampung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kelembagaan
lainnya yang juga membantu kepala kampung dalam mengorganisir masyarakat
kampung adalah: PKK, BABINSA, KARANG TARUNA, dan LINMAS.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Pemerintahan adat dan pengaruhnya dalam pemerintahan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sistem
Pemerintahan adat di kampung-kampung pada Distrik Duma-dama adalah sistem
Pemerintahan &lt;i&gt;“Kepala Suku”. &lt;/i&gt;Salah satu tipe kepemimpinan
tradisional&amp;nbsp;yang ada di papua yang menunjukkan status kepemimpinan
berdasarkan kategori wilayah (daratan, perairan, hutan, lembah, danau dan
sebagainya). Khusus di daerah Duma-dama terdapat dua kepala suku besar umum (&lt;i&gt;Mee&lt;/i&gt;
dan &lt;i&gt;Moni&lt;/i&gt;) namun di setiap delapan belas (18) marga mempunyai kepala suku
masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pengaruh
kepemimpinan adat di kampung ini memainkan peran yang cukup penting dalam
mengatur beberapa aktifitas masyarakat, Sebagai contoh misalnya: adat
perkawinan, penyelesaian masalah keluarga,&amp;nbsp; buka lahan, peperangan dsb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;4)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pengaruh tokoh agama
dalam pemerintahan kampung&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pengaruh
tokoh agama dalam menata aktifitas masyarakat di kampung ini cukup besar, hal
ini dapat di lihat pada saat-saat tertentu dimana ketika ada pertemuan-pertemuan
penting tingkat kampung, tokoh Agama juga di undang untuk turut berperan serta
dalam pertemuan tersebut guna menyampaikan usul dan saran pada masalah yang
dibahas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;5)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Keberadaan Kampung- Kampung di Duma-dama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Semenjak
masuk dalam wilayah &lt;i&gt;teritorial &lt;/i&gt;pemerintah Kabupaten Paniyai, Distrik
Duma-dama mempunyai berbagai kampung sangat terpencil dari hasil informasi
masyarakat, kampung-kampung tersebut beradamenyebar di Lembah, Puncak gunung,
Pinggiran sungai, diantaranya ;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;–&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Daerah Duma (Dogomo) :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kampung
Bulitugapa, Kampung Ondegapa, Kampung Tikiditadi, Kampung Timibugimpa, Kampung
Anaziga, Kampung Yatodide, Kampung Botopetadi, Kampung Yimbaziga, Kampung
Daimigi, Kampung Jameziga, Kampung Nunggulitapa, Kampung Melamegitapa, dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;–&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Daerah Dama (Duma) :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kampung
Dadikoge Ugida, Kampung Danouda, Kampung Yebakigi, Kampung Anaugi, Kampung
Edumouda, Kampung Kobodide, Kampung Dakakouda, Kampung Domougou, Kampung Inai,
Kampung Egodagi, Kampung Awatadi, Kampung Makotadi, Kampung Dokoyano, Kampung
Piyaimoda, Kampung Bubugipa, Kampung Putedide dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;6)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Sistem Mata Pencahariaan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sistem
mata pencarian masyarakat Duma-dama suku &lt;i&gt;Mee&lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Moni&lt;/i&gt; selatan
timika pegunungan grassberg terutama bergantung kepada sumber daya alam.Keadaan
topografi dan kondisi ekologi di wilayah ini menghasilkan jenis-jenis flora
&amp;amp; fauna yang bervariasi.Hal inilah yang menyebabkan orientasi mata
pencahariaan penduduk lebih dominan ke Berkebun/Berladang, Berburu,
dibandingkan dengan membuka Usaha, buruh dsb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;a)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Bekebun/berladang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Aktifitas
yang paling dominan di lakukan oleh sebagian besar penduduk dalam rangka
bermata pencahariaan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka adalah
berkebun/berladang. Jenis tanaman yang menjadi komoditi masyarakat adalah
berbagai jenis Umbi-umbian, Keladi, Tebu, Buah merah berbagai jenis Pisang,
berbagai jenis Jambu airliar dan berbagai tanaman jangka panjang lainya yang
sedang ditanam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sebagian
besar masyarakatkampung-kampung di daerah Duma-dama juga membuka lahan kebun keluarga
yang letaknya di pekarangan rumah mereka masing-masing. Jenis tanaman yang
ditanam ialah : Ubi jalar, Ubi kayu, Kacang tanah, Cabe/Rica, Tomat, Pisang,
sayur Gedi, sayur Labu, Jagung, &amp;nbsp;Bayam, Pepaya, &amp;nbsp;sayur Hijau,
Tembakau, dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;b)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&amp;nbsp;Berburu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Berburu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; merupakan aktifitas matapencahariaan yang bersifat &lt;i&gt;“sampingan”&lt;/i&gt;
selain Bertani/Berkebun, Berternak namun&amp;nbsp;dominan sering juga dilakukan
oleh masyarakat Duma-dama, alat-alat dan cara yang digunakan untuk berburu yang
sering dipakai ialah &lt;i&gt;Panah/jubi&lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; memasang perangkap.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tempat
berburu masyarakat terletak di daerah lembah, pinggiran sungai, pohon buah
/bunga liar. Hewan buruan masyarakat &amp;nbsp;yang sering di dapat dan di konsumsi
olehmasyarakatadalah Babi hutan, Kasuari, Ayam hutan, burung Mambruk, Kura-kura,
Kus-kus pohon berbagai jenis Kangguru pohon dan juga berbagai jenis Ikan yang
terdapat di sungai besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;c)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Berternak&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat
pegunungan tengah papua mempunyai kebiasaan berternak hewan Babi. &lt;i&gt;Berternak&lt;/i&gt;
hewan Babi juga merupakan aktifitas masyarakat Duma-dama lainnya, Masyarakat
Duma-dama mengenal berternak Babi turun-temurun dari orangtua mereka, kebiasaan
itu mereka bawah dan masih mereka pegang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Bagi
suku &lt;i&gt;Mee&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Moni&lt;/i&gt;berternak hewan Babi menandakan sesuatu keluarga
itu mempunyai harta yang bernilai juga orang tersebut dipandang sebagai
&amp;nbsp;orang kaya dan besar (&lt;i&gt;Ogai&lt;/i&gt;) di kalangan komunitas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Hewan
Babi merupakan hewan yang telah menjadi bagian dalam kehidupan sosial budaya
masyarakat, hewan Babi selalu diperlukan dalam setiap kegiatan masyarakat, baik
itu dalam kegiatan gereja, upacara adat, dsb tentunya nilai jual di pasar cukup
pantastik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Hewan
ternak Babi sebagai ternak utama dan juga menjadi komoditi unggulan, selain
&amp;nbsp;itu juga ada ternak lainnya seperti ; Kelinci, Kasuari, Kus-kus pohon,
Ayam, Bebek,&amp;nbsp; kolam Ikan, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;d)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Musim buah Pandan dan buah Merah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Buah Merah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat
Duma-dama menanam buah Merah di sekitar rumah, pinggiran kali / sungai, di
tempat yang lembab dan juga terutama di tempat yang subur. Pada musim buah
Merah masyarakat biasanya menjual kepada sesama tetangga dengan harga yang muda
di jangkau, dan juga mengkomsumsi dalam keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sebelum
adanya penelitian tentang kasihat buah Merah, masyarakat papua lebih khusus
masyarakat pegunungan tengah papua telah mengkomsumsi buah merah turun-temurun
dari orangtua mereka, biasanya buah merah di masak secara tradisional (bakar
batu).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Potensi
buah Merah sangat menjanjikan di dataran tinggi papua,&amp;nbsp; ini diimbangi
dengan pengetahuan&amp;nbsp; masyarakat telah mengerti dari dulu dengan pasti
bagaimana membudidayakan buah merah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pengetahuan
tersebut merupakan peluang dalam membudidayakan namun tidaklah cukup dengan
pengetahuan semata, tentunya perlu ada dukungan dari para stakeholder terutama
pendampingan sehingga pembudidayaan, masa panen, pemasaran keluar bisa tercapai
dengan baik. Pada ahirnya masyarakat Duma-dama bisa memanen hasil yang ekonomis
dari pengetahuan yang telah ada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Buah Pandan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Buah
pandan boleh dikatakan merupakan makanan cemilan dari pegunungan tengah papua.
Di daerah Duma-dama terdapat 12 jenis pohon buah Pandan langkah tertentu, pada
masyarakat Duma-dama bila musim buah Panda, mereka berkelompok akan mencari
buah Panda di hutan. Buah Pandan terdapat di pinggiran gunung es (salju) berkabut
dan dengan udara dingin menyengat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat
tidak sembarang mencari dan mengambil buah Pandan di hutan karena di hutan
orangtua telah menandai batas-batas dusun tertentu sesuai dengan &lt;i&gt;marga&lt;/i&gt;/&lt;i&gt;klen&lt;/i&gt;
sehingga masyarakat dari &lt;i&gt;marga&lt;/i&gt; / &lt;i&gt;klen&lt;/i&gt; tertentu hanya bisa
mengambil di dusun mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Buah
pandan biasanya setelah panen, masyarakat akan membagikan ke sesama tetangga,
menjual ke ibukota distrik (bulisugapa), mengirim ke sanak saudara di kota
Enarotali atau Timika dan sering juga di pasarkan di pasar sentral kota
Enarotali.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;ANALISIS KELEMBAGAAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;2.1 Diagram Venn&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;Para pemangku kepentingan pada akikatnya mempunyai peran
dalam pembangunan itu sendiri, proses pembangunan itu perlu adanya kerja sama
dalammemajukan pembangunan di segala sektor pembangunan ;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Peranan
Kantor Distrik&amp;nbsp; Duma-Dama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat
yang berada di daerah Duma-dama sangat menaruh harapan besar kepada pemerintah
dalam hal ini &amp;nbsp;melalui pelayanan kantor Distrik Duma-dama dan
perangkatnya. Dari berbagai Musyawara Perencanaan Pembangunan Distrik (Musrembang
Dis) di tahun 2012, perencanaan masyarakat dari berbagai kampung menaruh hati
dan suara dengan harapan pembangunan nyata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Keberadaan
pelayanan kantor Distrik Duma-dama selama ini mempunyai peran yang boleh
dikatakan aktif, walaupun secara fisik bangunan permanen kantor belum ada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ada
berbagai aspirasi masyarakat akar rumput yang telah menjadi agenda utama
pemerintah diantaranya ; Dalam menyikapi luas dan keterisoliran daerah
Duma-dama selama ini menyebabkan kurang adanya pelayanan sehingga untuk
mempermuda pelayanan&amp;nbsp; pemerintah kepada masyarakat telah di
rencanakan&amp;nbsp; akan melakukan pemekaran wilayah menjadi daerah otonom baru
menjadi satu (1) distrik baru dengan memisahkan wilayah Duma dan Dama. Dan juga
direncanakan akan merenovasi sarana dan prasarana transportasi udara dengan
memperluas daerah Lapangan Terbang (LAPTER) Perintis. Pelayanan pemerintah yang
lainnya, masyarakat juga mendapatkan bantuan Beras Keluarga Miskin (RASKIM),
pemanfaatan air sungai yang ada&amp;nbsp; yaitu&amp;nbsp; dengan Pembangkit Listrik Tenaga
Air (PLTA) walau pemasangannya masih di ibukota Distrik (Bulisugapa).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kadistrik
Duma-dama sangat menyambut baik sehingga aspirasi tersebut akan diperjuangkan
kedepan, semua pemikiran yang baik (&lt;i&gt;dimienaa&lt;/i&gt;) menjadi ungkapan doa
nyata, kiranya ada pembangunan dari para paradigma pembangunan itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;a)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Sarana Dan Prasarana Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pada
daerah Duma-dama terdapat dua buah Sekolah Dasar (SD) yaitu ; SD YPPGI dan SD
Inpres Negeri, pelayanan pendidikan disana sama sekali tidak aktif, kendala
yang di hadapi adalah kurang adanya bangunan sekolah permanen, kekurangan
tenaga Guru, Buku tulis, Seragam sekolah, buku Pegangan Guru, rumah Guru dsb,
ungkap bapak Guru Germanus Dogopia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Setiap
Para siswa /siswi setelah selesai menamatkan pendidikan SD, untuk melanjutkan
ke jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sekolah menengah atas
(SMA/SMK) mereka harus pergi ke kota Enarotali atau kota Timika. Masyarakat
Duma-dama terutama para pelajar dari usia sekolah sebagian orang tua mereka ada
yang menyisihkan uang dan ada juga yang tidak sama sekali. Demi masa depan,
mereka harus berjalan kaki melewati gunung, lembah, sungai besar hingga tiba di
kota Enarotali, dengan berbekal nasihat orangtua di kampung tentang hari esok
yang tidak menentu, tidak bersahabat, penuh dengan persaingan, mereka simpan
semuanya itu, dan relah meninggalkan kampung halaman mereka yang terisolir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Di
kota Enarotali terdapat sebuah rumah milik mantan Kadistrik Enarotali, Bapak.
Bartol Yogi,&amp;nbsp; beliau memberikan rumah untuk ditempatkan bagi para pelajar
yang menuntut ilmu di kota Enarotali sedangkan di kota Mimika para pelajar
menumpang di rumah para keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tingkat
partisipasi remaja Putri untuk mengenyam pendidikan boleh dikatakan sangatlah
kurang di bandingkan remaja Putra. Faktor budaya merupakan alasan utama dalam
menyampingkat remaja putri untuk bersekolah. Remaja Putri bila sudah masuk pada
masa puber dengan tanda biologis tertentu, orangtua dari perempuan tersebut
akan menjodokan dia kepada seorang lelaki yang mempunyai harta, soal usia para
lelaki bagi&amp;nbsp; masyarakat Duma-dama tidak menyoalkan hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Oleh
karena itu perlu ada pendidikan penyadaran mengenai peran gender, menghilangkan
budaya yang menghambat pendidikan, penyadaran kepada orangtua bahwa pendidikan
itu penting.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;b)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Sarana dan Prasarana Bidang
Kesehatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sarana
dan prasarana bidang Kesehatan di daerah Duma-dama seperti bangunan Pusat
Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Puskesmas Pembantu (Pustu), Pos Obat Kampung
(POK) dll atau pun pelayanan oleh dokter setiap minggu atau bulan dari dinas
Kesehatan kabupaten Paniyai belum ada dalam bentuk pelayanan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Standar
kesehatan masyarakat sangat jauh dari yang diharapkan, masyarakat&amp;nbsp; bila
sakit mereka akan memakai berbagai dedaunan tradisional tertentu &amp;nbsp;yang sudah
dipakai oleh orang tua mereka dulu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Bila
keadaan sudah kritis, masyarakat &amp;nbsp;sering juga pergi kekota Enarotali atau
&amp;nbsp;Timika untuk berobat. Masyarakat Duma-dama biasa mengalami berbagai
penyakit seperti ; Malaria, Limpah, Paru-paru, TBC dsb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;c)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Sarana dan Prasarana Bidang Keagamaan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Menurut
ketua klasis gereja KINGMI wilayah Duma-dama, Bapak. Pither Dogopia,
mengungkapkan bahwa ” mayoritas masyarakat yang bermukim di daerah Duma-dama
menganut agama Kristen, sehingga sarana ibadah yang terdapat di Duma-dama yaitu
; GEREJA KINGMI dan KATOLIK.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pelayanan
Tri Panggilan Gereja belum sepenuhnya menyentu kehidupan religius masyarakat
namun dari keterbatasan yang ada, para pemimpin gereja mempunyai visi
pembangunan manusia yang mulia tentunya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam
pembangun rumah Tuhan (Gereja), masyarakat dan para pemimpin gereja
bauh-membauh satu sama lain, wujuh partisipasi masyarakat dalam pembangunan
gereja terbukti dengan keikutsertaan mereka dalam mengangkat bahan bangunan
berupa daun Seng, Paku, Martelo, Gergaji dbs, dalam jumlah yang banyak dari
kota Enarotali menuju daerah Duma-dama yang terisolir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat
sebagian juga masih mempercayai agama Budaya, juga masih memegang kepercayaan &lt;i&gt;Animisme&lt;/i&gt;,
Roh-roh alam bakah dan dalam bentuk lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;d)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Sarana dan Prasarana Ekonomi &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat
Duma-dama belum mengenal Sistem ekonomi Pasar yang sebenarnya, sarana penunjang
ekonomi seperti Pasar, Koperasi juga belum ada. Hasil Buruan, Berkebun,
Berternak, musim buah Pandan dan buah Merah, masyarakat sering saling tukar
menukar barang kepadasesama kerabat sehingga sistem &lt;i&gt;barter&lt;/i&gt; masih kental
dilaksanakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Akan
tetapi masyarakat sering juga berjualan ke ibukota Distrik (Bulisugapa) Dogomo
namun perputaran uang di daerah Duma-dama tidak seperti di kota Enarotali, yang
pasti tentunya di kota Enarotali&amp;nbsp;&amp;nbsp; perputaran uang sangat tinggi,
tetapi masyarakat tidak memikirkan soal itu sehingga masyarakat sering
menjajakan jualan hasil potensi di kampung-kampung yang ada kepada sesama
tetangga&amp;nbsp; dengan menaruh harga yang sangat bersahabat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Untuk
mahu memasarkan ke kota Enarotali perlu menempuh perjalanan yang jauh,
perjalanan jauh bagi mereka&amp;nbsp; bukan menjadi kendala&amp;nbsp; karena bila
masyarakat membawah hasil yang melimpah untuk&amp;nbsp; berjualan ke kota Enarotali
tentunya harga jual disana sangat memuaskan artiannya masyarakat bisa menjual
dengan harga yang mahal sesuai dengan kondisi perputaran barang, uang, harga,
yang ada di pasar kota sehingga otonatis masyarakat untung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Biasanya
hasil uang dari berjualan berbagai potensi alam tersebut, warga dengan uang
yang di peroleh akan membeli lagi berbagai kebutuhan pokok seperti, Beras,
Super Mie, Minyak goreng, Garam, Vetsin, dsb, setelah itu&amp;nbsp; mereka akan
pulang menempuh perjalanan dengan&amp;nbsp; berjalan kaki menuju kampung halaman
mereka yang terisolir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;e)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Sarana Transportasi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sarana
Transportasi merupakan salah satu kebutuhan manusia yang mendasar, masyarakat
di distrik Duma-dama selama ini hendak pergi ke Kota Enarotali atau Timika
hanya mengandalkan kekuatan fisik yaitu dengan berjalan kaki beratus kilo meter
jauhnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sarana
transportasi udara yang biasa melayani masyarakat kelas sosial menengah ke atas
adalah helikopter milik TNI &amp;nbsp;dan Perusahaan tetapi tidak menentu, sering
melayani masyarakat pada saat hari besar Keagamaan (hari raya Natal dll).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pada
pelantikan kepala Distrik Duma-dama yang baru di tahun 2012 yaitu Bapak.
Marthen Magai, S.Pd, MM, (&lt;i&gt;bomibutu&lt;/i&gt;) masyarakat telah merembuk
membicarakan persoalan utama di daerah mereka, sehingga salah satu hasil
musyawara di tingkat distrik menetapkan dan/ atau merencanakan akan membuka
Lapangan Terbang (Lapter) Perintis. Kita berharap agar program yang telah
direncanakan pada tingkat Distrik bisa berjalan dengan baik sehingga
&amp;nbsp;masyarakat bisa menikmati pelayanan Transportasi Udara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Menurut
penjelasan Kadistrik Duma-dama, masyarakat lokal dan para pemimpin Gereja bila
hendak membawah Bahan Makanan (BAMA) atau perlengkapan alat pembangunan&amp;nbsp;
gedung&amp;nbsp; gereja&amp;nbsp; atau pembangunan rumah warga berupa ; daun Seng,
Paku, kaca lover dsb,&amp;nbsp; semua perlengkapan bangunan atau BAMA yang ada,
warga bersama-sama mengangkat dengan menaruh pada pundak lalu menempuh
perjalanan dengan berjalan kaki melewati medan alam yang terisolir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kita
berharap melalui program pemerintah Provinsi Papua masih dalam proses pembangun
yaitu jalan trans Papua yang akan menghubungkan daerah pesisir selatan timika
hingga ke pegunungan melewati daerah Duma-dama&amp;nbsp; bisa di kerjakan
secepatnya tanda ada gangguan dan hambatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;SUMBER
DAYA ALAM&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3.1&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
SUMBER DAYA ALAM DUMA-DAMA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Beberapa
flora dan fauna spesifik di Duma-dama yang juga merupakan sumber kebutuhan
adalah ;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Flora :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Meliputi
jenis tumbuhan yang ada dipelihara (budidaya) seperti: Pisang, Pepaya, ubi
Kayu, dan ubi Jalar serta beberapa jenis Sayur-sayuran seperti : Bayam, labu
jepan,Kacang panjang serta di pekarangan Jahe dan Sereh. Sedangkan tumbuhan
liar (non budidaya) yang mempunyai kasihat ramuan, buah Merah, daun Gatal,
berbagai jenis jenis buah jambu dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;2)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Fauna :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Jenis
fauna yang di jumpai adalah ;Kangguru, Ayam hutan,Bebek, Bangau leher panjang,
&amp;nbsp;Babi hutan, Kasuari,Buaya,Kus – kus,Biawak, Kura-kura dan berbagai jenis
burung&amp;nbsp; Kakatua, Nuri,Yakob, Cenderawasih dan Mambruk sedangkan jenis ikan
di sungai yang biasanya ditemukan masyarakat adalah ikan Lele, Gabus, dan jenis
spesies langkah lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat
Duma-dama selatan timika pegunungan grassberg mempunyai SDAyang berlimpah
terdiri dari kekayaan hayati dan non hayati. HasilSDA material darikali /sungai
besar terdiri dari tambang golongan Cseperti ; Pasir, Batu dan jenis galian A
dan B seperti Emas, Tembaga, Nikel dll. Hasil hutanberupah ; Kayu, Gaharu,
Merbau, Rotan, kayu Putih dll. Dan juga di kampung Dadikoge (Dama) terdapat
sungai Digauwoo, sungai tersebut merupakan potensi air garam. Masyarakat disana
biasa membuat garam dari air sungai tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Daerah
Duma-dama sudah mulai dilirik oleh berbagai perusahaan besar. Pada masyarakat
lembah di sekitar sungai Wetee dan sungai Dogomo, lokasi tersebut telah masuk
perusahaan besar yaitu PT.PAL. Perusahaan tersebut&amp;nbsp; telah melakukan tatap
muka dengan masyarakat pemilik hak ulayat (&lt;i&gt;Mee&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Moni&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Kamoro&lt;/i&gt;
dll), masyarakat adat disana telah sepakat untuk perusahaan itu melakukan
pengelolaan hutan. PT.PAL merupakan perusahaan yang bergerak berinvestasi di
bidang perkebunan terutama perkebunan kelapa sawit. Perusahaan ini milik lima
negara besar (AS, Jerman, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Diperkirakan
berjuta hektar luas lokasi telah di babat habis dari hilir hingga hulu,
kedepannya mereka akan melakukan penanaman besar-besaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3.2&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
ANALISIS POTENSI SDA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Berikut
ini merupakan potensi yang ada di daerah Duma-dama, antara lain sebagai berikut
;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Hasil Buruan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Daerah
Duma-dama mempunyai alam menyimpan berbagai satwa langkah hidup di alam
belantara, boleh dikatakan kebutuhan akan protein hewani selama ini alam telah
menyediakan bagi masyarakat lokal. Masyarakat Duma-dama merupakan pemburu yang
boleh dikatakan tangkas dalam hal menggunakan &lt;i&gt;Busur&lt;/i&gt; / &lt;i&gt;Panah&lt;/i&gt; dan
memasang &lt;i&gt;PerangkapJerat&lt;/i&gt;, hewan buruan masyarakat suku &lt;i&gt;Mee&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Moni&lt;/i&gt;
adalah Babi hutan, Kasuari, burung Mambruk, Kus-kus pohon, Biawak, Buaya, Ayam
hutan, Kura-kura berbagai jenis ikan besar yang berada di sungai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat
Duma-dama masih memegang kearifan lokal yang ada seperti masyarakat bila
berburu hewan, mereka akan berburu hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tidak
berlebihan karena kalau berlebihan mereka sudah tidak mematuhi hukum adat atau
ketentuan para leluhur mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Pengelolaan Tambang Golongan C&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Di
DaerahDuma-dama berbagai aliran Sungaibesar mengalir disana bagian lembah
seperti sungai Dogomo, sungai Daka Bado dan sungai Kayu Putih, sungai Duma dan
Dama dan berbagai sungai besar lainnya di dataran tinggi seperti ; Sungai
Bommi, Bammu, Waggi, Adauwoo, Wateii, Utee, Tagaa dsb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tentunya
berbagaiSungai besar yang ada mempunyai sumber daya material yang melimpah
seperti terdapat tambang golongan Cseperti Batu, Pasir, BatuCiping dan
lain-lain, potensi alam yang tak ternilai ini merupakan modal dasar bagi
masyarakat adat, bilamana ada &amp;nbsp;pembangunan fisik kedepan baik di daerah
Timika, Deiyai &amp;nbsp;maupun Paniyai membutuhkan sumber daya material yang
terdapat di &amp;nbsp;alamDuma-dama tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Pariwisata&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kota
Mimika merupakan kota yang padat penduduk dan majemuk dengan aktivitas berbagai
profesi yang berbeda dan boleh dikatakan kota sibuk, keadaan ini sangat
mempengaruhi kejiwaaan manusia, Pariwasata merupakan kebutuhan manusia dewasa
ini, dimana kebutuhan akan Pariwisata memberikan ruang bagi manusia untuk &lt;i&gt;merefreshing&lt;/i&gt;
kembali aktivitas yang padat sehingga keseimbangan tubuh akan kebutuhan kimiawi
tubuh bisa kembali seimbang dan terjaga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kedepan
masyarakat adat Duma-dama mulai berfikir untuk dapat mengelola sumber daya alam
yang tak ternilai, melihat sumber daya apa saja disanabernilai ekonomis untuk
dipasarkan kepada masyarakat Kota Timika, Deiyai dan Enarotali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tarian
adat masyarakat adat Duma-dama juga menjadi potensi yang ternilai, masyarakat
akan mengaktifkan sanggar seni yang ada lalu bisa mementaskan Pentas seni.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Pengelolaan Peternakan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat
Duma-dama juga telah mengelola peternakan ternak Babi yang mana dalam
pengelolaannya telah ditangani oleh Kelompok Usaha Bersama (KUBE) “Daka Bado”,
Pengelolaan ternak Babi merupakan usaha yang boleh dikatakan bukan asing lagi,
karena berternak Babi telah menjadi bagian dalam kehidupan orang pegunungan di
tanah papua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;KUBE
“Daka Babo” mulai mengelola usaha tersebut dengan manajemen yang jelas terstruktur,
langkah ini merupakan trobosan untuk mengembangkan usaha agar lebih modern
akuntabilitas dan dapat mempertanggung jawab anggaran yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Kerajinan Tangan, Pahatan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat
Duma-dama menyimpan potensi yang menjanjikan. Dimana potensi kulit kayu
tertentu, bisa dibuat menjadi benda bernilai seperti tali anyaman, yang mana
bisa disulam menjadi Noken/tas (&lt;i&gt;agiya&lt;/i&gt;), berbagai jenis kayu tertetu
lainnya juga bisa dibuat menjadi&lt;i&gt;souvernir&lt;/i&gt; yang unik seperti ukiran
Panahan untuk dipajang di dinding, ada berbagai jenis ketrampilan lainya yang
pada kenyataanya belum disentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam
hal ini, peranan hutan terhadap perkembangan budaya manusia dapat dibuktikan
dengan lahirnya berbagai jenis Seni, Lagu, Tarian, Lukisan, Pahatan, baik
nasional maupun daerah yang menggambarkan keindahan, kekayaan, dan kegunaan
dari hutan tersebut.Boleh dikatakan bahwa bahan lokal dari alam&amp;nbsp; seutuhya
belum dikelola atau digalih untuk menjadi nilai ekonomis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3.3&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Program Pengembangan dan Pengelolaan Hutan Lahan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Program
ini bertujuan untuk ;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l10 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Meningkatkan mutu dan
     produktivitas hutan melalui pengelolaan hutan secara efisien, adil dan
     berkelanjutan sehingga meningkatkan kontribusihutan terhadap perekonomian
     nasional dan daerah serta kesejahteraan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l10 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Meningkatkan efisiensi serta
     produktivitas sumber daya alam melalui keterpaduan pengelolaan antar
     berbagai pemanfaatan secara adil, berimbang dan berkelanjutan sehingga
     lebih dapat meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Program Pengembangan dan Pengelolaan
SumberDaya Air&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Program
ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan dan produktifitas sumber-sumber
air dengan mewujudkan keterpaduan pengelolaan yang menjamin kemampuan keterbaruannya
serta pengaturan kembali kelembagaan dan peraturanperundang-undangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sasaran
program ini adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;a)&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Terselenggaranya pengaturan kembali berbagai kelembagaan dan peraturan
pengembangan dan pengelolaan sumber-sumber air yang menegakkan hak guna air
yang adil,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;b)&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Meningkatnya pemanfaatan dan produktifitas sumber-sumber air melalui
peningkatan efisiensi dan efektifitas serta kemandirian operasi dalam
pemeliharaan dan pelestarian prasarana penampung air dan sumber-sumber alam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Program Pemanfaatan SumberDaya Mineral&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pemanfaatan
sumberdaya mineral akan memberikan hasil yang optimal dan dampak buruk yang
minimal apabila manajemen (pengelolaan) eksploitasi ataupun pengolahan
sumberdaya mineral dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan kaidanya (&lt;i&gt;good
mining prectise&lt;/i&gt;). Selanjutnyapenambangan dengan kaidah yang
menambang/meningkatkan umurtambang. Dengan demikian tujuan utama dari program
ini adalah meningkatkan penerapan metode penambangan yang baik dan benar serta
sesuai dengan kondisi lingkungannya dan meningkatkan produksi komoditi olahan
bahan baku industri yang berasal dari pertambangan serta mengurangi impor.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Pengembangan Usaha Skala Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Untuk
pengembangan usaha ini dilaksanakan melalui tiga macam program kegiatan yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;a)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Program Penciptaan Iklim Usaha yang Kondusif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;……
Tujuan program ini adalah membuka kesempatan berusaha seluas-luasnya serta
menjamin kepastian usaha dengan memperhatikan kaidah-kaidah efisiensi ekonomi
sebagai persyaratan utama untuk berkembangnya Pengusaha Kecil, Menengah dan
Koperasi (PKMK). Sasaran yang ingin dicapai adalah menurunnya biaya transaksi
dan meningkatnya skala usaha PKMK dalam kegiatan ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;b)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Program Peningkatan Akses kepada Sumber Dana Produktif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tujuan
program ini adalah meningkatkan kemampuan KMK dalam memanfaatkan kesempatan
yang ada dan potensi sumberdaya terutama sumber daya lokal yang terbatas.
Adapun sasaran program ini adalah tersedianya lembaga pendukung untuk
meningkatkan akses sumberdaya manusia, modal, pasar, teknologi dan informasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;c)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Program Pengembangan Kewirausahaan dan PKMK berkeunggulan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Program
ini bertujuan untuk mengembangkan kewirausahaan serta meningkatkan daya saing
UKMK. Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan pengetahuan serta sikap
wirausaha dan meningkatnya produktivitas PKMK.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Pengembangan Pertanian Pangan, Pengairan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Yang
dimaksud dengan pertanian adalah pertanian dalam&amp;nbsp; arti luas yang mencakup
Tanaman Pangan, Hortikultural, Peternakan, Perikanan, Perkebunan, dan
Kehutanan. Oleh karena fungsi dan karakteristik dari kehutanan yang sangat
penting maka disamping masuk pada program ini, di masukkan pula dalam Program
Pengembangan dan Pengelolaan Hutan dan Lahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Mengenai
pengertian pangan tidak hanya tanaman bahan pangan tapi juga sumber karbohidrat
dan vitamin, sumber protein, dan sumber minyak pangan. Adapun pengertian
pengairan adalah sesuai dengan Undang-undang No 11 Tahun 1974 yaitu suatu
bidang pembinaan atas air, sumber-sumber air termasuk kekayaan alam bukan
hewani yang terkandung di dalamnya baik yang alamiah maupun yang telah
diusahakan oleh manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pengembangan
pertanian, pangan, dan pengairan dilaksanakan melalui tiga macam program
sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;a)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Program Pengembangan Agrobisnis ;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Program
ini bertujuan untuk mengembangkan agrobisnis yang mampu menghasilkan produk
pertanian dan kehutanan primer yang berdaya saing meningkatkan nilai tambah
bagi masyarakat pertanian dan nelayan, khususnya petani dan nelayan kecil,
memperluas kesempatan kerja dan berusaha di pedesaan, mengembangkan ekonomi
wilayah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Program ini mempunyai lima
sasaran yaitu : (1) meningkatnya Produktivitas, Kualitas dan Produksi Unggulan
Tanaman Pangan, Hortikultural, Peternakan, Perikanan, Perkebunan dan Kehutanan,
(2) meningkatnya kesempatan kerja dan berusaha di pedesaan, (3) meningkatnya
nilai tambah bagi masyarakat pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan dan
kehutanan, (4) meningkatnya partisipasi masyarakat dan investasi swasta dalam
pembangunan pertanian dan pedesaan, (5) terpeliharanya sistem sumber daya alam
dan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;b)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Program Peningkatan Ketahanan Pangan ;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Program
ini bertujuan untuk : (1) meningkatkan keanekaragaman produksi, ketersediaan
dan konsumsi pangan bersumber pangan ternak, ikan, tanaman pangan,
hortikultural dan kebun serta produk-produk olahannya, (2) mengembangkan
kelembagaan pangan yang menjamin peningkatan produksi, ketersediaan dan
distribusi, serta konsumsi pangan yang lebih beragam, (3) mengembangkan usaha
bisnis pangan yang kompetitif dan menghindarkan monopoli usaha bisnis pangan
dan (4) menjamin ketersediaan gizi dan pangan bagi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;c)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Program Pengembangan dan Pengelolaan Pengairan ;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Program
ini bertujuan untuk menunjang tercapainya peningkatan ketahanan pangan nasional
dan pengembangan agribisnis, pengendalian banjir serta penyediaan air baku
untuk memenuhi kebutuhan pemukiman, perkotaan, industri,&amp;nbsp; untuk memenuhi
hajat hidup orang baik masyarakat di daerah pedesaan maupun perkotaan. untuk
mencapai tujuan tersebut pengelolaan jaringan pengairan dilaksanakan oleh
organisasi masyarakat&amp;nbsp; pengelolaan air bersama pemerintah provinsi,
kabupaten, kota sesuai prinsip-prinsip partisipasi dan pemberdayaan masyarakat serta
penyelenggaraan pemerintah secara transparan yang menjamin terselenggaranya
alokasi air melalui penegakan hak guna air yang adil sehingga tercipta tata
kelembagaan pengairan yang andal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dari
pembahasan danpenjelaskan berbagai program-program di atas merupakan program
utama. Secara konkrit upaya peningkatan kesejahteraan rakyat berlandaskan
sistem ekonomi kerakyatan dilakukan dalam berbagai program pembangunan lintas
bidang dan sektor.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3.4&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
ALASAN PEMANFAATAN SDA BERBASIS KEARIFAN LOKAL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pengetahuan
lokal adalah pengetahuan yang dikembangkan oleh suatu komunitas masyarakat
selama berabad-abad. Menurut Mathias (1995) pengetahuan lokal dikembangkan
berdasarkan pengalaman, telah diuji penggunaannya selama berabad-abad, telah
diadaptasikan dengan budaya dan lingkungan setempat (lokal), serta bersifat
dinamis dan berubah-ubah. Menurut Darusman dalam Suharjito (2000) kearifan
lokal atau tradisional mengandung arti&amp;nbsp;&lt;i&gt;resultante&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan
keseimbangan optimum yang sesuai dengan kondisi yang ada. Kearifan masyarakat
lokal merupakan salah satu menifestasi kebudayaan sebagai sistem yang cenderung
memegang erat tradisi, sebagai sarana untuk memecahkan persoalan yang sering
dihadapi oleh masyarakat lokal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sistem-sistem
lokal ini berbeda satu sama lain sesuai dengan kondisi sosial budaya dan tipe
ekosistem setempat. Penelitian yang pernah dilakukan Nababan (1995) di 4
provinsi (Kalimantan Timur, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara Timur) menunjukkan
bahwa walaupun sistem-sistem lokal ini berbeda satu sama lain namun secara umum
bisa terlihat prinsip-prinsip kearifan tradisional yang dihormati dan
dipraktekkan oleh kelompok-kelompok masyarakat adat, yaitu antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l12 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masih hidup selaras
     dengan&amp;nbsp;mentaati mekanisme alam dimana manusia merupakan bagian
     dari&amp;nbsp;alam itu sendiri yang harus dijaga keseimbangannya;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l12 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Bahwa suatu kawasan hutan&amp;nbsp;
     tertentu masih bersifat eksluksif&amp;nbsp; sebagai hak pengusaan
     dan/atau&amp;nbsp; kepemilikan bersama (&lt;i&gt;communal&lt;/i&gt;&amp;nbsp; &lt;i&gt;propertyresources&lt;/i&gt;)
     yang dikenal&amp;nbsp; sebagai wilayah adat sehingga&amp;nbsp; mengikat semua
     warga untuk&amp;nbsp;menjaga dan mengamankan dari&amp;nbsp;pihak luar;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l12 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sistem pengetahuan dan
     struktur&amp;nbsp;pemerintah adat memberikan&amp;nbsp;kemampuan untuk
     memecahkan&amp;nbsp;masalah-masalah yang mereka&amp;nbsp; hadapi, termasuk
     berbagai konflik&amp;nbsp;dalam pemanfaatan sumber daya&amp;nbsp; hutan;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l12 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sistem alokasi dan
     penegakan&amp;nbsp; hukum adat untuk mengamankan&amp;nbsp;sumber daya milik
     bersama dari&amp;nbsp; penggunaan berlebihan, baik oleh&amp;nbsp;masyarakat
     sendiri maupun oleh&amp;nbsp;&amp;nbsp;orang luar komunitas;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l12 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Mekanisme pemerataan
     distribusi&amp;nbsp;hasil “panen” sumber daya alam&amp;nbsp;milik bersama yang
     bisa meredam&amp;nbsp;kecemburuan sosial di tengah masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Alasan
yang terutama UU OTSUS Papua termuat dalam Bab XIX Pembangunan Berkelanjutan
dan Lingkungan Hidup;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Pasal 63&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pembangunan
di Provinsi Papua dilakukan dengan berpedoman pada prinsip-prinsip pembangunan
berkelanjutan pelestarin lingkungan manfaat dan keadilan dengan memperhatikan
rencana tata ruang wilayah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pasal 64&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pemerintah
Provinsi Papua berkewajiban melakukan pengelolaan lingkungan hidup secara
terpadu dengan memperatikan penataan ruang, melindungi sumber daya alam hayati,
sumber daya alam non hayati, sumber daya buatan konsevasi sumber daya alam
hayati dan ekosistemnya cagar budaya dan keanekaragaman hayati serta perubahan
iklim dengan memperhatikan hak-hak masyarakat adat dan untuk sebesar-besarnya
bagi kesejahteraan penduduk. Untuk melindungi keanekaragaman hayati dan proses
ekologi terpenting, Pemerintah Provinsi berkewajiban mengelola kawasan lindung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul type="disc"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l5 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pemerintah Provinsi wajib
     mengikutsertakan&amp;nbsp; lembaga swadaya masyarakat yang memenuhi syarat
     dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l5 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Di Provinsi Papua dapat
     dibentuk lembaga independen untuk penyelesaian sengketa lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l5 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ketentuan sebagaimana&amp;nbsp;
     dimaksud pada ayat (1), ayat (2) ayat (3) dan ayat (4) diatur lebih lanjut
     dengan Perdasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Lima
implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahan (CSR) menurut princes of Wales
Foundation yang dapat mempengaruhi implementasi CSR,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul type="disc"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo10; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pertama&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;menyangkut &lt;i&gt;Humancapital&lt;/i&gt;
     atau pemberdayaan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo10; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kedua, &lt;i&gt;environments&lt;/i&gt; yang
     berbicara tentang lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo10; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ketiga adalah &lt;i&gt;Good Corporate
     Governance. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo10; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Keempat, &lt;i&gt;Social cohesion&lt;/i&gt;.
     Artinya, dalam melaksanakan CSR jangan sampai menimbulkan kecemburuan
     sosial.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo10; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kelima adalah &lt;i&gt;economic
     stength&lt;/i&gt; atau pemberdayaan lingkungan menuju kemandirian di bidang
     ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;MODEL
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1.1&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Model Locality Development&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Model
pemberdayaan yang dipakai dalam pemanfaatan Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA)
adalah &lt;b&gt;Model Locality Development ;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul type="disc"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l8 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Menekankan adanya perubahan
     masyarakat yang efektif, sesuai dengan tujuan dan tindakan yang telah ditetapkan
     bersama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l8 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Menekankan partisipasi aktif
     masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l8 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Mencangkup prosedur yang
     demokratis, kerja sama diantara masyarakat secara sukarela, mendorong diri
     mereka sendiri (&lt;i&gt;self&lt;/i&gt; &lt;i&gt;help&lt;/i&gt;), mengembangkan kepemimpinan warga
     masyarakat setempat serta peningkatan pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Model
locality Development&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; dipilih sebagai salah satu model
pembangunan, karena ;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul type="disc"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l9 level1 lfo12; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Menekankan pentingnya kerja
     sama dan partisipasi masyarakat. Hal ini sesuai dengan sistem nilai
     masyarakat kampung yang nilai kekeluargaan dan gotong royong dalam
     mengatasi permasalahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l9 level1 lfo12; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Menekankan usaha pencapaian
     tujuan pembangunan melalui masyarakat itu sendiri, sedangkan para ahli
     hanya memberikan informan-informan pengetahuan dan keahlian sehingga
     masyarakat akan tahu, paham, menghayati dan melaksanakan apa yang telah
     disepakati bersama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l9 level1 lfo12; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Model ini bertujuan untuk
     mengembangkan jalannya prosedur yang demokratis dengan melalui partisipasi
     pendapat untuk mendapatkan kesepakatan. Hal ini sesuai dengan kebijakan
     pemerintah agar masyarakat dapat mengeluarkan pendapat secara musyawarah
     dengan menggunakan jalur-jalur konstitusional di dalam mencapai tujuannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1.2&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
SUMBER POTENSI, PELUANG, TUJUAN DAN SOLUSI PEMBANGUNAN.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;a)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Sumber Potensi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan
data yang di peroleh dari hasil pengamatan dan wawancara dengan beberapa
anggota masyarakat, yang mana telah di jelaskan diatas bahwa sesunggunya daerah
Duma-dama memiliki sumber daya alam yang sangat potensial sebagai penunjang
pembangunan. Hal ini di buktikan dengan terdapat potensi sumber daya alam mencakup
potensi Pertambangan, flora dan fauna, hasil Kayu, pengelolaan air minum dari
air Sungai, Pariwisata alam / sungai Permandian yang mempesona, hasil Kebun
warga masyarakat&amp;nbsp; yang memiliki hasil yang cukup baik dsb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;b)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Peluang dan Tujuan Pembangunan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Makna
pengelolaan sumber daya alam secara kearifan lokal memiliki arti dan peran yang
sangat besar pengaruhnya pada aspek kehidupan sosial, lingkungan hidupdan
pembangunan sumber daya alam sebagai salah satu penentu ekosistem.
Pengelolaannya perlu ditingkatkan secara terpadu dan berwawasan lingkungan.
Disamping itu, pengelolaan sumber daya alam sangat membantu pencapaian
kesejahteraan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Salah
satu ciri pengembangan masyarakat berbasis komunitas ialah penumbuhan
partisipasi masyarakat. Partisipasi dan peran serta masyarakat pada dasarnya
ialah suatu usaha untuk menumbuhkan semangat dan merasa memiliki terhadap
berbagai kegiatan pembangunan masyarakat berdasar atas keterlibatan didalam
perencanan pelaksanaan dan evaluasi pembangunan.Yang penting didalam
partisipasi itu ialah penyadaran diri (&lt;i&gt;selfconsciousness&lt;/i&gt;) dan penumbuhan
semangat untuk terlihat di dalam berbagai proyek pemberdayaan mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pengelolaan
pembangunan sumber daya alam adalah kelestarian dalam pemanfaatan yang
progresif optimal. Hal ini dapat pula diklasifikasi sebagai pemanfaatan alam
yang berorientasi tata lingkungan hidup manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Atas
dasar orientasi itu tujuan yang akan dicapai dalam pembangunan sumber daya alam
yang berkelanjutan adalah manfaat yang sebesar-besarnya secara serba guna dan
lestari, baik langsung maupun tidak langsung, dalam usaha turut membangun
masyarakat Duma-dama yang adil dan makmur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sesuai
dengan asas dan tujuan tersebut, maka pemanfaatan sumber daya alam meliputi,
antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo13; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sosial Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam
bidang sosial ekonomi, pembangunan sumber daya alam berbasis komunitas kearifan
lokal mempunyai peranan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Prinsip pengelolaan sumber daya alam berbasis komunitas kearifan lokal yang
berorientasi pada perolehan laba dalam rangka peningkatan pendapatan dan
kemajuan pengelolaan sumber daya alam yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l3 level1 lfo14; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sosial Budaya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Peranan
sumber daya alam yang terceminkan dalam bentuk kekayaan flora dan fauna serta
keindahan alam dalam pengembangan budaya bangsa, dan berproyeksi menurut kurun
waktu. Pada masa lalu, hutan merupakan tempat untuk inspirasi dan penggeblengan
fisik maupun mental manusia untuk mempertahankan eksitensinya dalam menghadapi
tantangan dalam dan lingkungan, sehingga secara seimbang manusia merupakan
bagian dari luar alam sekelilingnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masa
sekarang dan masa akan datang, hutan merupakan sarana untuk meningkatkan
kehidupan manusia baik secara fisik maupun mental, langsung maupun tidak
langsung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;c)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Solusi Pembangunan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tidak
bisa dipungkiri bahwa masyarakat adat, lokal, tradisional yang pada umumnya
tinggal dan berada di dalam maupun disekitar hutan telah melakukan pengelolaan
alam sejak ratusan tahun yang lalu hingga saat ini secara turun temurun.
Pengelolaan hutan tersebut dilakukan berdasarkan kearifan, aturan dan mekanisme
kelembagaan yang ada dan mampu serta teruji menciptakan tertib hukum
pengelolaan, pengelolaan yang berbasis masyarakat dan pemanfaatannya berdimensi
jangka panjang. Dapat dikatakan bahwa tingkat kerusakan hutan yang ditimbulkan
sangatlah kecil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Hutan
yang terdapat di bagian selatan Timika berbentang luas hingga sampai ke dataran
tinggi Duma-dama, alam yang kaya akan flora dan fauna, Pertambangan, terdapat
berbagai jenis kayu yang tak ternilai harganya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Makna
pengelolaan sumber daya alam, memiliki arti dan peran yang sangat besar
pengaruhnya pada aspek kehidupan sosial, lingkungan hidup, dan pembangunan
hutan sebagai salah satu penentu ekosistem. Pengelolaannya perlu ditingkatkan
secara terpadu dan berwawasan lingkungan. Di samping itu, pengelolaan sumber
daya alam sangat membantu pendapatan dan penerimaan devisa bagi negara dalam
rangka mencapai kesejahteraan rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Munculnya
berbagai aspek dan kepentingan dari kegiatan pengelolaan alam, menimbulkan
adanya sejumlah persepsi dari jarak penginderaan masing-masing. Pengertian
pengelolaan sumber daya alam yang bersifat plural adalah sesuai dengan fungsi
dan peranan lingkungan di dalam proses interaksi kehidupan makhluk bumi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pengelolaan
sumber daya alam adalah suatu bentuk kegiatan usaha yang dilakukan dalam rangka
memperoleh manfaat sumber daya alam dan hasil sumber daya alam menurut
peraturan perundang-undang yang berlaku. Bentuk pengelolaan sumber daya alam di
bagi ke dalam dua bagian :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;–&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pengelolaan Sumber Daya Alam Negara&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Bentuk
kegiatan usaha yang dilakukan oleh pemerintah atau badan huku yang ditunjuk
dalam rangka memperoleh manfaat sumber daya alam dan berlandaskan
pengaturan-pengaturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;–&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pengelolaan Sumber Daya Alam Kerakyatan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Suatu
bentuk kegiatan usaha yang dilakukan orang atau badan hukum dalam rangka
memperoleh manfaat alam dan hasil alam, diatas tanah milik atau hak ulayat
miliknya, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tujuan
pembangunan nasional seutuhnya bertujuan mensejahterakan masyarakat Indonesia
dari kemelut masalah-masalah yang dihadapi, namun hingga dewasa ini peran
Pemerintah sering belum memberikan trobosan pada pemercepatan pembangunan,
perlu disadari bahwa pembangunan itu memerlukan inovasi dan kerjasama antar
berbagai komponen di masyarakat dalam mengungkap masalah yang menjadi persoalan
pada akar rumput, inovasi merupakan trobosan positif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat
pegunungan tengah papua yang hidup di lembah-lembah dan lereng-lereng
pegunungan selama ini belum semuanya menikmati sarana prasarana yang memadahi,
padahal mereka ada dan hidup sehingga adanya pemerintahan dan hasil alamnya
dikelolah oleh perusahan seharusnya perusahan memberikan impak positif atau
bagi hasil dari pengelolahan sumber daya alam yang dimiliki masyarakat akar
rumput. Masyarakat bagian selatan pegunungan grassberg selama tiga puluh
delapan (38) tahun lamanya hidup dalam kungkungan kemiskinan, kebodohan dan
sakit-sakitan dan tergolong Komunitas Adat Terpencil (KAT), masyarakat disana
hidup dengan mengandalkan alam, alam telah memberikan kedamaian, menyembuhkan
penyakit, memberikan makanan dan minuman dalam kehidupan hari lepas hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam
menyikapi pembangunan jalan trans papua tersebut kami masyarakat sangat
menyambut positif namun perlu diimbangi oleh pembangunan sarana dan prasarana
yang memadahi lainnya dan juga memberdaya gunakan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pembangunan
merupakan tanggung jawab kita bersama, Pemerintah, Perusahan dan Masyarakat
merupakan ujung tombak penggalakan pembangunan, perusahaan dalam hal ini PT.
Freeport Indonesia&amp;nbsp; perlu menyikapi isu-isu yang ada di akar rumput dan
menyikapinya dengan keseriusan menangani apa yang menjadi pergumulan masyarakat
karena selama ini perusahaan mengeksploitasi sumber daya alam milik masyarakat
bagian selatan namun peran perusahaan sebagai bagi hasil atau memainkan peran
sebagai &lt;i&gt;Community Development&lt;/i&gt; (CD) dalam hal ini &lt;i&gt;Coorporated Social
Responsibility&lt;/i&gt; (CSR) belum sama sekali dirasakan. Dan juga karena daerah
ini merupakan lokasi baru kedepannya Pemerintah daerah bisa melihat dan
menggalakkan pembangunan ke daerah selatan sehingga masyarakat bisa merasakan
bahwa ada perhatian dari Pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;5.1&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
SARAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Peranan
penting dalam memajukan pembangunan pada Masyarakat Suku &lt;i&gt;Mee &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Moni&lt;/i&gt;
ada baiknya perlu dukungan berbagai elemen pemangku kepentingan. Berbagai
elemen pemangku kepentingan tersebut perlu duduk bersama dalam menyatukan
persepsi pembangunan itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Keadilan&amp;nbsp;
dan kesejahteraan seutuhnya mendapatkan porsi diatas bagi masyarakat akar
rumput. Perlu ada pendekatan yang rama tama terhadap manusia dan alam disana
dengan &lt;i&gt;Pendekatan Budaya&lt;/i&gt;/&lt;i&gt;Antropolog&lt;/i&gt;. Suasana alam yang masih
mulus (&lt;i&gt;pure&lt;/i&gt;) menyimpan misteri tertentu oleh karenanya para &lt;i&gt;stakeholder&lt;/i&gt;
perlu melakukan pendekatan yang baik terhadap orang tua-tua disana, modal utama
dalam pendekatan yaitu pendekatan disini diisi dengan upacara adat pelepasan
tanah adat dan berupa pembayaran material tertentu yang menjadi kehendak
masyarakat /orang tua-tua disana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Keadaan
alam disana menyimpan sumber daya alam yang melimpah namun keadaan tersebut
telah mulai terusik dengan adanya pembangunan jalan trans papua yang nantinya
menghubungkan berbagai kabupaten di daerah pegunungan Papua (Deiyai, Paniyai,
Intan Jaya dll). Tentuya pembangunan itu sendiri baik adanya namun masyarakat
dan alam disana perlu ada pendampingan secara berkelanjutan (&lt;i&gt;continyunitas&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam
melihat potensi yang luar biasa perlu di kelola secara arif dan bijak. Selama
ini pembangunan di bagian selatan timika pegunungan grassberg belum tersentu
sama sekali. Kehidupan masyarakat disana sangatlah terisolir dalam segi
pembangunan yang sedang digecar-gecar oleh Pemerintah (RESPEK). Masyakat bagian
selatan timika pegunungan grassberg merupakan bagian dari masyarakat tujuh suku
yang mendapatkan inpak positif dari pengelolaan perusahan raksasa&amp;nbsp; PT.FI
namun selama ini kehidupan dan pembangunan belum disentu oleh Perusahaan
tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pada
tahun 2012 ini masyarakat bagian selatan timika terutama masyarakat adat yang
mempuyai hak ulayat (&lt;i&gt;Mee&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Moni&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Amungme &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Kamoro&lt;/i&gt;)
telah menandatangani kontrak kerja dengan salah satu perusahan besar&amp;nbsp;
yaitu PT. PAL, yang mempuyai saham di perusahan tersebut ada 5 negara besar
(AS, Malaysia, Singapura, Indonesia dan Jerman).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kiranya
konsep penelitian dan pembangunan &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Pengelolaan Sumber Daya Alam
Berbasis&amp;nbsp; Komunitas Kearifan Masyarakat Adat suatu Alternatif Pemberdayaan
Masyarakat”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;menjadikan bahan renungan dan rujukan &amp;nbsp;bagi setiap
pihak-pihak yang berkompoten dalam pembangunan. Masyarakat Duma-dama menaruh
harapan besar kepada mereka yang mempunyai tanggung jawab dalam mengelola alam
papua dan menjalankan roda pemerintahan daerah. Satu kata, satu pandangan
dengan penuh harapan kami memperjuangkan apa yang menjadi pergumulan
masyarakat, sekian dan terima kasih. (FMADD [Moni-Mee Selatan]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw6XTS66fhfvrnV6ePQ-loSArEAK4bIsBgLdu0tsp7d_IKa55F9m6lRk6fmHJUrhsE8MI-cH5tJxCF_XWNdViUm1azR2X2FbSdpzgO_Qx5WwCdJb4OHfm6IHCE0tuDCyoZJDqFI-xhZUN2/s72-c/FMADDmmS.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pesona Danau yang Terpendam di Kaki Gunung Deiyai</title><link>http://fmaddmms.blogspot.com/2013/11/pesona-danau-yang-terpendam-di-kaki.html</link><category>Daerah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 10 Nov 2013 23:30:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3213411741330874121.post-3733978433553578623</guid><description>&lt;div class="headerdisplay" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;img align="left" alt="Pesona Danau yang Terpendam di Kaki Gunung Deiyai" class="large" height="238" id="ctl00_ContentPlaceHolder1_imgNews" src="http://www.wikimu.com/Common/NewsImage.ashx?id=20248" style="border-width: 0px;" width="320" /&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;div&gt;
Pulau 
Papua tersimpan sejuta harapan bagi nusa dan bangsa dalam dunia wisata. 
Banyak tempat wisata yang kita jumpai di wilayah Papua, apabila kita 
berkunjung ke bumi Cenderawasih. Tidak hanya di pesisir pantai. Daerah 
pegunungan Papua juga, banyak tempat wisata.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;div&gt;
Tempat
 wisata yang satu ini, Danau Tigi, letaknya persis di kaki Gunung 
Deiyai. Danau Tigi berada di Kabupaten Deiyai, Papua. Danau ini terletak
 1.700 meter di atas permukaan laut dan memiliki kedalaman hingga 150 
meter. Jika letaknya di ketinggian maka pasti di danau ini beriklim 
pegunungan yang sangat dingin.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;div&gt;
Danau Tigi 
memiliki wisata alam yang luar biasa, suasana yang sejuk dan 
menyegarkan, hamparan air yang jernih, serta pemandangan yang memesona 
di bawah kaki Gunung Deiyai, hal ini merupakan sebagian kecil saja dari 
deskripsi keindahan Danau Tigi yang mengagumkan.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;div&gt;
Di
 tengah Danau Tigi terdapat Pulau Duamo yang memberikan nilai 
tersendiri. Tempat wisata yang sangat menarik perhatian bagi wisatawan. 
Sehingga banyak wisatawan lokal berkunjung di Pulau Duamo itu. Jelang 
matahari terbenam, keeksotisan Danau Tigi kian memikat. Perahu nelayan 
yang mulai menepi dari danau, serta ditimpali oleh burung-burung kecil 
yang terbang rendah dan sesekali menyambar air.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div&gt;
&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;div&gt;
Banyak
 pengunjung akan berbondong-bondong ke pulau tersebut. sayangnya, danau 
tersebut hingga kini tidak ada pengungjung dari wisatan regional maupun 
manca negara. Warna air yang biru menjadi daya tarik bagi kaum wisata 
lokal. Ketika sore hari, desiran angin di danau melampiaskan di bebatuan
 bagaikan gemerlap lampu pijar.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sulit untuk 
membayangkan ada tempat yang lebih indah untuk dikunjungi selain Danau 
Tigi, karena di sini anda dapat melakukan berbagai macam hal yang 
menyenangkan untuk menikmati keindahan alam seperti&amp;nbsp; mengunjungi danau 
lain yang ada di sekitar Deiyai. Udaranya bersih dan sejuk harmonis 
dengan&amp;nbsp; suasana santai masyarakatnya yang ramah membuat wisatawan akan 
datang kembali setelah mengunjungi danau ini.&lt;div&gt;
&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;div&gt;
&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;div&gt;
&lt;strong&gt;Akses ?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akses
 ke Danau Tigi, dapat memulai perjalanan dari Kota Nabire. Dari Kota 
Nabire, tersedia dua jalur menuju kawasan Danau Tigi. Pertama, 
menggunakan jalur darat dengan menyewa mobil jenis Innova yang dapat 
diandalkan untuk melintasi medan jalan yang terjal dan berkelok-kelok. 
Kedua, mengambil jalur udara dengan menumpang pesawat AMA, MAF, Trigana 
dan Merpati, &amp;nbsp;yang bisa mendarat di wilayah dataran tinggi dengan 
karakteristik landasan dari tanah.&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;Dimana kita nginap di Deiyai?&lt;/strong&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;Di
 daerah itu sudah tersedia penginapan sehingga kita tidak susah dengan 
tempat nginap. Duta Tigi nama penginapannya. Penginapan Duta Tigi 
letaknya di jalan raya sehingga sangat mudah kita jangkau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>