<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;C0YMSX06fip7ImA9WxNVGUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557</id><updated>2009-10-31T09:06:28.316+08:00</updated><title>Freedom Actually In Your Heart - Kemerdekaan Ada Disini.</title><subtitle type="html">Sometime in 1980’s I have visit Berlin to be a participant of a training program by International Institute for Journalism (IIJ). Past tens year later, mean in 1990’s I attending UNESCO regional workshop about Public Awareness of Science and Technology for Asia and The Pacific at Seoul-Korea. Both of event teach me so far how important to learn more about others culture among the nations in the world. Let's grow together to built the future. Let’s share the experience by post yours comments.</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/" /><link rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><link rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/FreedomActuallyInYourHeart-KemerdekaanAdaDisini" type="application/atom+xml" /><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><entry gd:etag="W/&quot;CEMESXg-fSp7ImA9WxRVF0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-8855717073003865364</id><published>2008-11-11T01:07:00.003+08:00</published><updated>2008-11-15T23:20:08.655+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-15T23:20:08.655+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sambutan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sakinah warokhmah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mawaddah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pernikahan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pidato" /><title>Pidato Sambutan Pernikahan</title><content type="html">Kemaren, hari Minggu 09 Nopember 2008 saya diminta untuk memberikan kata sambutan untuk acara pernikahan anak seorang sahabat yang sudah seperti saudara sendiri. Dengan demikian anaknya yang akan menikahpun sudah seperti anak sendiri. Jadi saya diminta untuk memberikan kata sambutan atasnama beliau dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata saya gelagapan juga karena tidak begitu siap, meskipun saya sudah sering menjadi saksi dalam acara ijab kabul tetapi untuk berpidato, memberikan kata sambutan pada acara pernikahan belum pernah. Beranjak dari pengalaman galagapan ini saya mencoba membuat teks pidato kata sambutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali diatara teman teman, tante, oom, pak cik, pak de, paman, julak, adik adik..yang secara dadakan butuh teks kata sambutan untuk acara pernikahan. Silahkan copy dan paste…dan tambahkan sesuai kebutuhan. Semoga bermanfaat. Teksnya ada disini………  :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahi rakhmanirrakhim&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum warakhmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, dipanjatkan segala puji syukur kehadhirat Allah sabhanahu wataala. Allah yang maha pengasih dan penyayang. Allah yang maha pemurah pencurah rahmah, - maha pencipta kasih sayang. Dengan limpahan rahmatNya jua kita berkumpul disini untuk acara pernikahan ananda tercinta……………. dengan ……… ( nama lengkap ).&lt;br /&gt;Kita ucapkan Shalawat dan salam atas junjungan kita, yang mulia rasulullah Muhammad salallahu alaihi wassalam, para sahabat dan kerabat, para khulafaurrasyidin, para aulia yang membimbing dan memberi contoh tauladan akhlakul karimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para hadirin undangan yang terhormat,&lt;br /&gt;Kami sekeluarga menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas perkenan para hadirin undangan semuanya untuk hadir pada acara hari ini.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini perkenakanlah kami menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak - Ibu – hadirin semua pada acara pernikahan anak kami : ananda …………………. dengan ananda ……………. ( nama lengkap ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada kata yang sempurna untuk mengungkapkan perasaan kami sebagai orang tua pada saat ini, kecuali merasa bangga, terharu dan bahagia.&lt;br /&gt;Kami merasa bangga karena telah sampai pada pelaksanaan tanggung jawab menghantarkan anak kami kepada bentuk kehidupan baru, kehidupan membentuk satu keluarga baru yang meneruskan generasi dan tradisi keluarga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ananda………………………,&lt;br /&gt;Abah dan mama, merasa terharu atas ungkapan bakti ananda sebagaimana yang ananda ucapkan. Suatu ungkapan perasaan yang menunjukan sikap yang matang, dewasa dan bijaksana.&lt;br /&gt;Abah dan mama merasa sangat berbahagia bahwa ananda telah menentukan pilihan teman pendamping dalam menjalankan bahtera kehidupan, membentuk keluarga sakinah – mawaddah wa rohkmah.&lt;br /&gt;Sesunguhnya bagi abah dan mama, rasa bahagia ini sudah terpancar sejak ananda masih dalam kandungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sang waktu berlalu sedemikian cepat dan telah kita lalui.&lt;br /&gt;Dan dalam perjalanan waktu, terdapat berbagai suka duka romantika kehidupan.&lt;br /&gt;Tiada harapan dan keinginan lain abah dan mama, kecuali kebahagian ananda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…………………dan ananda ……………..&lt;br /&gt;Dengan ini Abah dan Mama memberikan restu atas pernikahan ananda. Seluruh keluarga dengan ini memberikan restu dan memanjatkan do’a agar ananda berdua mendapat berkah dan inayyah dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sekeluarga juga memohonkan agar bapak – ibu – saudara hadirin undangan yang terhormat, berkenan memberikan doa restunya kepada anak kami tercinta. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kami seperti juga semua kita, akan membetuk keluarga yang saling mencintai dengan tulus ikhlas antara suami istri, cinta dan kasih sayang yang disebut sebagai keluarga mawaddah.&lt;br /&gt;Sebab dengan saling kasih mengasihi, saling sayang menyayangi, saling hornat menghormati, menjaga kehormatan suami , menjaga kehormatan isteri. Dari situlah akan membangkitkan suasana ketenangan keluarga, ini namanya keluarga sakinah. Satu keluarga tempat berbagi suka dan duka dalam menempuh kehidupan.&lt;br /&gt;Mawaddah dan sakinah akan memancarkan rahmah, menebarkan kasih sayang kepada lingkungan sekelilingnya. Berbelas kasih , berbagi kebahagian atau menebarkan kasih sayang dan kedamaian kepada sekelilingnya. Itulah tujuan pernikahan ananda berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh indah dan mulia tujuan pernikahan itu. Besar harapan kami semua, untuk ananda berdua bahwa apapun yang terjadi, kembalilah kepada tujuan pernikahan ananda berdua. Berupayalah agar tujuan mulia pernikahan ananda berdua tetap terjaga hingga akhir hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ananda …………., Abah dan mama berpesan, cintailah istrimu, hormatilah dia, jagalah kehormatannya, berilah dia ketenangan dan kedamaian dalam rumah tanggamu.&lt;br /&gt;Ananda ……………., cintailah suamimu, hormatilah dia, jagalah kehormatannya, berilah dia ketenangan dan kedamaian dalam rumah tanggamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pasangan suami isteri, jadilah orang-orang yang mengasihi dan menyayangi orang-orang yang ada disekiling kalian, yang telah membantu kalian, yang telah mendidik dan merawat kalian. Insya Allah berbuat baik dan berkasih sayang, akan mendatangkan kebaikan dan kasih sayang yang berlimpah untuk ananda berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para undangan yang kami hormati, sekali lagi sudilah kiranya Bapak - Ibu da saudara sekalian, memberikan do’a dan restu kepada kedua mempelai, agar apa yang mereka cita-citakan sebagai sepasang suami-istri dapat tercapai, agar mereka tuntung pandang , agar mereka langgen dan dapat membina keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita semua memanjatkan doa untuk kedua mempelai :&lt;br /&gt;BarakaLLahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khoiriin. Amiin Ya Rabbal ‘alamiin.&lt;br /&gt;Demikianlah kata sambutan kami. Mohon maaf yang sebesar-besarnya bila terdapat kesalahan dan kekhilafan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al haqqu mir RobbikumWassalaamu ‘alaikum Wa rahmatullahi Wa barakatuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-8855717073003865364?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/8855717073003865364/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=8855717073003865364" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/8855717073003865364?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/8855717073003865364?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2008/11/pidato-sambutan-pernikahan.html" title="Pidato Sambutan Pernikahan" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YBRngyfCp7ImA9WxRRFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-2786153833336977582</id><published>2008-09-29T14:19:00.000+08:00</published><updated>2008-09-29T14:19:17.694+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-09-29T14:19:17.694+08:00</app:edited><title>Blogger Buzz: Blogger Following for All</title><content type="html">&lt;a href="http://buzz.blogger.com/2008/09/blogger-following-for-all.html"&gt;Blogger Buzz: Blogger Following for All&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-2786153833336977582?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://buzz.blogger.com/2008/09/blogger-following-for-all.html" title="Blogger Buzz: Blogger Following for All" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/2786153833336977582/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=2786153833336977582" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/2786153833336977582?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/2786153833336977582?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2008/09/blogger-buzz-blogger-following-for-all.html" title="Blogger Buzz: Blogger Following for All" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkEERXo7fyp7ImA9WxRRFk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-130212326704283126</id><published>2008-09-28T20:46:00.005+08:00</published><updated>2008-09-28T21:30:04.407+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-09-28T21:30:04.407+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="thousand rivers" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="dream.city" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="banjarmasin" /><title>What’s originally view landscape of Banjarmasin</title><content type="html">&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;What’s originally view landscape of Banjarmasin, the capital city of South Kalimantan Province – Indonesia that namely City of thousand river. It is located at 3°20′S, 114°35′E, on a delta island near the junction of the great Barito river and Martapura river. As a result, Banjarmasin is sometimes called the “River City”. Its population is about 567,000 (2003). Young designer Shen Shadiqien changes the image become more exotic view by editing techniques. That’s looks like my dreaming city…wow&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DYhvISSLnEc/SN999061FLI/AAAAAAAAACE/6RnMCXFq330/s1600-h/Dreaming+City.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DYhvISSLnEc/SN999061FLI/AAAAAAAAACE/6RnMCXFq330/s320/Dreaming+City.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251054191668171954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DYhvISSLnEc/SN99HUkHErI/AAAAAAAAAB8/ejoW55NevLA/s1600-h/Banjarmasin.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DYhvISSLnEc/SN99HUkHErI/AAAAAAAAAB8/ejoW55NevLA/s320/Banjarmasin.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251053255270011570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-130212326704283126?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/130212326704283126/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=130212326704283126" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/130212326704283126?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/130212326704283126?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2008/09/banjarmasin-my-dreaming-city.html" title="What’s originally view landscape of Banjarmasin" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_DYhvISSLnEc/SN999061FLI/AAAAAAAAACE/6RnMCXFq330/s72-c/Dreaming+City.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0cGRnk8fip7ImA9WxRRFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-8563224739470748334</id><published>2008-09-27T23:09:00.000+08:00</published><updated>2008-09-27T23:23:47.776+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-09-27T23:23:47.776+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="draft" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pornography" /><title>Private Domain : Indonesia Draft of Pornography Acts</title><content type="html">&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Indonesia has been talking about the draft of Pornography Acts. I have no idea about this but I think the draft has come into private domain. I am an ordinary man I am not lawyer or politician. I am Indonesia citizen who need support to understand that issue, how far this issue could be chained my food step out of my bedroom. I have read terminology description from &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pornography"&gt;wikipedia&lt;/a&gt; talk as bellows;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pornography or porn is the explicit depiction of sexual subject matter with the sole intention of sexually exciting the viewer. It is to a certain extent similar to erotica, which is the use of sexually arousing imagery. Over the past few decades, an immense industry for the production and consumption of pornography has grown, due to emergence of the VCR, the DVD, and the Internet, as well as the emergence of social attitudes more tolerant of sexual portrayals. Performers in pornography are referred to as pornographic actors (or actresses), or the more commonly known title, "porn star", and are generally seen as qualitatively different from their non-pornographic counterparts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pornography may use any of a variety of media printed literature, photos, sculpture, drawing, painting, animation, sound recording, film, video, or video game. However, when sexual acts are performed for a live audience, by definition it is not pornography, as the term applies to the depiction of the act, rather than the act itself. Thus, portrayals such as sex shows and striptease are not pornography.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In most countries pornography is treated as a separate entity, both culturally and legally, from depictions of naked persons in art or photography.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Did you have any ideas?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-8563224739470748334?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/8563224739470748334/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=8563224739470748334" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/8563224739470748334?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/8563224739470748334?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2008/09/private-domain-indonesia-draft-of.html" title="Private Domain : Indonesia Draft of Pornography Acts" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0MFRno6eCp7ImA9WxdXFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-8104439194002556340</id><published>2008-06-28T21:49:00.000+08:00</published><updated>2008-06-28T21:56:57.410+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-28T21:56:57.410+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="petani" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="biofuels" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="enegy" /><title>Petani belum siap hadapi perubahan ke biofuels</title><content type="html">Peningkatan harga produk pertanian dunia yang didorong oleh pengalihan penggunaan sumber energi dari bahan bakar fosil ke biofuels sebaiknya mendapat kajian serius. Informasi yang diperoleh dari hasil kajian tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun setelah laporan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia ( FAO) dan Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), saat ini terdapat kecenderungan perubahan akan mendorong kenaikan harga berbagai produk pertanian akan lebih cepat, sementara petani tidak siap menghadapi perubahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Growing bio-fuel demand underpinning higher agriculture prices&lt;br /&gt;Joint OECD-FAO report published&lt;br /&gt;4 July 2007, Paris/Rome -Increased demand for bio-fuels is causing fundamental changes to agricultural markets that could drive up world prices for many farm products, according to a new report published by the OECD and FAO. &lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.fao.org/newsroom/en/news/2007/1000620/index.html"&gt;&lt;em&gt;The OECD-FAO Agricultural Outlook 2007-2016&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; says temporary factors such as droughts in wheat-growing regions and low stocks explain in large measure the recent hikes in farm commodity prices.But when the focus turns to the longer term, structural changes are underway which could well maintain relatively high nominal prices for many agricultural products over the coming decade.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang dapat meningkatkan kesadaran petani untuk berinteraksi terhadap perkembangan global saat ini. Informasi yang memberikan motivasi kepada petani untuk mengasilkan produk yang dibutuhkan dunia sehingga para petani dapat didongkrak pendapatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tingkat penguasaan teknologi para petani masih dibawah standar internasional, namun manakala penulisan tentang tehnik pertanian dapat disederhanakan agar memudahkan aplikasinya di ladang mereka, hasilnya masih bisa diharapkan untuk tujuan meningkatkan kesejahteraan petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lain yang juga memerlukan kajian serius adalah pemahaman hal ini oleh para pengambil keputusan dibidang kredit untuk petani, badan pertanahan guna memberi kemudahan para petani untuk mengurus hak tanah mereka maupun mereka yang terlibat upaya pengendalian dampak lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang dibutuhkan sekarang adalah keterampilan para penulis untuk menyajikan informasi tentang teknologi aplikasi dibidang pertanian. Upaya menyebarkan informsi tersebut merata keseluruh strata smallholder pada tingkat yang paling dibawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibutuhkan para sukarelawan yang mau bekerja terutama mereka yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian guna memberikan pengetahuan praktisnya kepada para petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tiga tahun mendatang hampir dapat dipastikan terjadinya kenaikan harga produk pertanian. Hal ini akan sangat berpengaruh pada perekonomian dan kesejahteraan rakyat. Jika tidak dilakukan upaya tersistem sekarang juga maka penderitaan rakyat akan semakin pedih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-8104439194002556340?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/8104439194002556340/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=8104439194002556340" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/8104439194002556340?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/8104439194002556340?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2008/06/petani-belum-siap-hadapi-perubahan-ke.html" title="Petani belum siap hadapi perubahan ke biofuels" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0cERnY9eCp7ImA9WxZVEEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-4235823816081225955</id><published>2008-03-21T13:42:00.000+08:00</published><updated>2008-03-21T13:56:47.860+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-03-21T13:56:47.860+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="opini" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bank" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="moneter" /><title>Penolakan Calon Gubernur BI</title><content type="html">&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;Proses pemilihan Gubernur BI sangat dipenuhi intrik politik sebagaimana diramaikan di DPR mengindikasikan betapa kepentingan politik sesaat telah mengesampingkan kebutuhan pemimpin profesional.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ketika bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaanya melalui Proklamasi 17 Agustus 1945 maka terdapat hal mendasar selain mengenai kekuasaan. Disebutkan, ”hal hal mengenai pemindahan kekuasaan dan lain lain akan diselenggarakan secara seksama dan dalam tempo sesingkat singkatnya”. Hal lain lain itu diantaranya adalah yang berkenaan dengan keuangan dan moneter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, berdaulat atas diri sendiri yang diwujudkan dalam bentuk kebebasan berfikir, menyatakan pendapat atau kebebasan pers, bermasyarakat, beroraganisasi, menjalankan hukum serta menyelenggarakan pemerintahan, dll, yang secara keseluruhan bermuara pada hak politik setiap warga negara menyangkut hal kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, setiap warga negara berhak mempertahan wilayah teritorial negaranya. Setiap warga negara berhak untuk memegang senjata dalam konteks mempertahakan kemerdekaannya.&lt;br /&gt;Ketiga, kedaulatan untuk menentukan nilai budidaya, nilai atas kreatifitas dan produktivitas setiap warga negara. Wujud kemerdekaan ekonomi dalam bentuk konkrit nilai tukar atau mata uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu proklamasi di kumandangkan di Pegangsaan Timur 56 Jakarta, tokoh tokoh kompeten mulai merancang nilai tukar yang disebut sebagai &lt;a href="http://www.bni.co.id/TentangBNI/Pengantar/tabid/187/Default.aspx"&gt;Oeang Republik Indonesia&lt;/a&gt; atau ORI. sebagai ekspresi bangsa yang merdeka. Selanjutnya Bank Negara Indonesia pada 30 Oktober 1946 mengedarkan ORI menggantikan Gulden dan Yen pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Konfrensi Meja Bundar yang menghasilkan penyerahan kedaulatan pada 25 Desember 1949, dalam hal ini De Javsche Bank bagian dari kerangka warisan Pemerintah Nederland Indie, ditunjuk sebagai bank sentral selanjutnya berubah menjadi Bank Indonesia. Melalui de Javasche Bank diatur ketersediaan uang untuk mampu membayar hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian pendapat menyatakan hal ini sebagai nasionalisasi de Javasche Bank. Tetapi terasa lebih tepat dikatakan sebagai warisan utang kolonial, pelimpahan utang pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda sebesar 44 triliun rupiah yang baru lunas pada 2003. Menerima de Javashe Bank dengan guldennya dam menolak ORI dari Bank Negara Indonesia 1946 agaknya merupakan kesalahan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dimaksudkan untuk bertukar pandangan dan pendapat mengenai betapa pentingnya Bank Indonesia dalam konteks kekeuasaan negara. Realitasnya adalah eksitensi Bank Indonesia mengendalikan kebijakan moneter republik ini. Posisi rupiah dalam percaturan mata uang dunia merupakan gambaran apakah kita memang sudah merdeka atau tidak bahkan mempengaruhi martabat bangsa ini dimata internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Indonesia dalam kebijakan moneter hendaknya terbebas dari pengaruh tekanan kepentingan politik sesaat baik dari representasi mayoritas maupun minoritas di DPR. Pemilihan Gubernur Bank Indonesia yang dipenuhi intrik politik sebagaimana diramaikan di DPR mengindikasikan betapa kepentingan politik sesaat telah mengesampingkan kebutuhan akan peminpin profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua calon yang diajukan berdasarkan hak prerogative presiden tentu merupakan figur terbaik peringkat pertama. Dengan penolakan kedua calon tersebut maka sekarang akan ditampilkan calon terbaik pada peringkat kedua. Dengan demikian adalah suatu keputusan politik seperti ketika para pemimpin kita menerima de Javasche Bank. Dengan penolakan itu berarti kesalahan sejarah yang kedua kalinya dalam konteks moneter Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-4235823816081225955?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/4235823816081225955/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=4235823816081225955" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/4235823816081225955?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/4235823816081225955?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2008/03/penolakan-calon-gubernur-bi.html" title="Penolakan Calon Gubernur BI" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkcEQ3Y6fCp7ImA9WxZQFkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-3846495575603522250</id><published>2008-02-23T00:29:00.000+08:00</published><updated>2008-02-23T00:33:22.814+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-02-23T00:33:22.814+08:00</app:edited><title>Pembunuhan berencana oleh negara?</title><content type="html">Vonis Mahkamah Agung telah dijatuhkan kepada Polly Carpus; yaitu terbukti secara syah  bersalah melakukan pembunuhan berencana atas Munir. Vonis yang agaknya terlewatkan dari perhatian publik, mungkin karena tenggelam dalam hangar bingar pemberitaan mengenai interpelasi DPR soal dana BLBI atau kasus lain yang sedang ditangani KPK mengenai aliran dana Bank Indonesia ke DPR.&lt;br /&gt;Meski masih ada tahap PK namun pada tahap sekarang hukum memposisikan Negara telah melakukan pembunuhan berencana atas Munir melalui institusi Badan Intelijen Negara ( BIN ) dilaksanakan oleh Polly. Dengan vonis MA tersebut, posisinya sekarang bukan sekadar tuduhan man on the street, tetapi suatu kebenaran materil bahwa memang negara telah melakukannya.&lt;br /&gt;Benarkah? Sesungguhnya saya bertanya dan mencoba menjawab sendiri seperti saya ungkapkan diatas. Hanya saja saya tidak mempunyai pengetahuan hukum. Saya berharap mendapatkan tanggapan atau jawaban dari anda ahli hukum yang mempunyai kompetensi membahas hal ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-3846495575603522250?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/3846495575603522250/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=3846495575603522250" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/3846495575603522250?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/3846495575603522250?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2008/02/pembunuhan-berencana-oleh-negara.html" title="Pembunuhan berencana oleh negara?" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkYMRn04cCp7ImA9WxZQEUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-3445033364962031941</id><published>2008-02-10T01:40:00.000+08:00</published><updated>2008-02-16T23:03:07.338+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-02-16T23:03:07.338+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="press" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="freedom" /><title>Renungkan : Hari Pers Nasional</title><content type="html">Hari ini Sabtu 9 Februari 2008 apakah masih sebagai Hari Pers Nasional, tapi aku masih menganggapnya begitu. Aku mencoba merenungkan peranan pers dalam kehidupan kita. Pers sebagai institusi kontrol sosial sangat penting, sama pentingnya dengan institusi negara seperti tentara atau lembaga negara lainnya. Nah bagaimana kalau kita tukar fungsinya. Pers kita beri mandat untuk memegang sejata beneran, bedil, meriam, kapal selam, tank, rudal atau minimal ketapel pelontar granat. Tegasnya wartawan jadi tentara dan sebaliknya tentara jadi wartawan.&lt;br /&gt;Bayangkan kalau dalam waktu satu hari saja mungkin ratusan koruptor yang biasanya masuk sasaran tembak headline, mulai hari ini bisa langsung ngejengkang di mana saja. Atau Sbu yang pernah dibidik editorial soal alutista bisa bisa tengkurap di kolong meja. Pengadilan langsung eksekusi, tidak sempat kasasi apalagi PK. Ketinting atau perahu kecil malingsia yang lagi ditambal di pantai Ligitan langsung kena torpedo. Coba deh bayagkan meski hanya sekejap saja. Aku fikir membayangkan saja orang tidak mau apalgi melakoninya.&lt;br /&gt;Tapi bagaimanapun pers adalah hajat hidup bangsa ini. Seperti ungkapan klise freedon of the press is freedom for citizen seringkali dimaknakan sebagai sesuatu yang tidak memerlukan aturan karena akan membelenggu warga merdeka yang memiliki kedaulatan sebagai bangsa merdeka-----------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Tentara adalah pemegang mandat kedaulatan rakyat atas wilayah teritorial negaranya. Jadilah TNI yang disegani dan dihormati sehingga bangsa lain akan lebih hormat dan segan terhadap bangsa Indonesia. Tapi jika kita sendiri tidak menghormati TNI maka bangsa lain akan lebih merendahkannya. Memang sudah sepatutnya kita menghormati tentara. Mengapa? Karena dia adalah institusi negara sebagai pemegang mandat tadi.&lt;br /&gt;Ketika suatu bangsa menyatakan kemerdekaanya maka terdapat tiga hal yaitu; Pertama, berdaulat atas diri sendiri yang diwujudkan dalam bentuk kebebasan berfikir, menyatakan pendapat atau kebebasan pers, bermasyarakat, beroraganisasi, menjalankan hukum yang bermuara pada hak politik setiap warga negara.&lt;br /&gt;Kedua, kedaulatan untuk menentukan nilai atas kreatifitas dan produktivitas setiap warga negara. Wujud kemerdekaan ekonomi dalam bentuk konkritnya adalah nilai tukar atau mata uang. Begitu proklamasi di kumandangkan di Pegangsaan Timur 56 Jakarta, tokoh tokoh kompeten mulai merancang nilai tukar yang disebut sebagai Oeang Republik Indonesia atau ORI menggantikan Gulden dan Yen pada saat itu. Kemudian terbentuklah bank sentral sebagai bendahara negara yaitu Bank Negara Indonesia pada 1946.&lt;br /&gt;Ketiga, setiap warga negara berhak mempertahan wilayah teritorial negaranya. Setiap warga negara berhak untuk memegang senjata dalam konteks mempertahakan kemerdekaannya. Akan tetapi untuk memegang senjata dibutuhkan disiplin ketat dan organisasi yang solid. Kalau tidak maka sangat mungkin terjadi saling bunuh antar warga sendiri. Senjata digunakan melakukan pelanggaran hukum dan tindak kriminal.&lt;br /&gt;Negara tanpa organisasi tentara akan menjadi gerombolan orang bersenjata. Karena itu dibutuhkan Tentara Nasional Indonesia yang mendapat mandat dari rakyat Indonesia untuk memegang senjata. Pertanyaan lantas muncul, sejauh mana kita mempersenjatai diri kita secara terukur mumpuni untuk mempertahankan negara ini? Seberapa canggih alat utama sistem persenjataan yang sudah kita berikan kepada TNI? Apalagi jika parimeternya adalah ancaman, jawabannya adalah kita belum cukup baik mempersenjatai TNI untuk mampu mempertahankan teritorial negera ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-3445033364962031941?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/3445033364962031941/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=3445033364962031941" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/3445033364962031941?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/3445033364962031941?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2008/02/renungkan-hari-pers-nasional.html" title="Renungkan : Hari Pers Nasional" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUAERn44cCp7ImA9WxZREU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-5430673822324052277</id><published>2008-02-04T23:00:00.000+08:00</published><updated>2008-02-04T23:08:27.038+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-02-04T23:08:27.038+08:00</app:edited><title>Aku Sungguh Berduka</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bertepatan dengan hari wafatnya Pak Harto, seminggu yang lalu, di kampoengku telah pula berpulang ke rahmat Allah SWT, si fulan bin fulan. Almarhum adalah warga biasa, dia adalah dia, bukan pejabat bukan pula orang jahat. Tanpa kerepotan berlebihan, jenazah diselenggarakan dengan seksama, banyak kerabat melayat termasuk aku melakukan takziah menyampaikan dukacita.&lt;br /&gt;Selesai dimandikan, dikafan, disholatkan, diantar kepemakaman hanya dengan usungan keranda tanpa mobil dengan sirene tolat tolet. Karena memang didesa yang jalannya tidak dapat masuk mobil.&lt;br /&gt;Ketika jenazah masuk keliang lahat dikumandangkan azan diiringi pembacaan surah Yaasin. Keluarga dan kerabat nampak tabah menghadapinya realitas kematian sebagai bagian dari perjalanan menuju keabadian. Tangis meski tanpa air mata memang manusiawi adanya.&lt;br /&gt;Eh, maaf ada satu yang terlewatkan, ketika sholat jenazah dan imam selesai mengucap salam, pada saat itu oleh ustaz ditannyakan kepada seluruh hadirin. Apakah si fulan yang meninggal ini adalah orang yang baik. ”choir” jawab jamaah. Ditanyakan tiga kali dijawab tiga kali. Ada testamen yang menyatakan bahwa almarhum adalah orang yang baik.&lt;br /&gt;Upacara ditutup dengan khutbah talqien, doa dan tabur bunga seadanya. Semuanya serba biasa, almarhum mulai menjalani kehidupan yang lain. Yang luar biasa adalah mereka yang masih hidup.&lt;br /&gt;Menjadi luar biasa karena ada saja yang memberi komentar kepada yang sudah almarhum. Komentarnya itulah yang  menimbulkan konflik dan nyaris insiden. Anda ingin tahu bagaiama sih komentar yang nyaris menimbulkan baku bacok. Entah karena terobsesi penyataan para ”tokoh” di teve maupun koran. Dengan nada minor, si Fulus berucap ” ya sebaiknya beliau kita ampuni saja” begitu lagaknya seperti ketua partai kasih komentar sehabis bezuk ke RSPP. Rupanya omongan ini sampai pula ketelinga kerabat dan terus merambat ke ahli waris almarhum.&lt;br /&gt;Dalam fikiran dan adab orang kampung, tak sepantasnya kita yang sehat memposisikan yang sakit sebagai orang bersalah. Apalagi jika dalam keadaan sakaratul maut. Ucapan &lt;em&gt;kita ampuni saja&lt;/em&gt; bermakna bahwa yang barusan kita bezuk adalah orang yang bersalah.&lt;br /&gt;Ucapan seperti itu dalam konteks sehabis bezuk terdengar angkuh dan tidak berdasarkan azas humaniter praduga tak bersalah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selayaknya kita yang sehat justeru yang berkesempatan minta maaf kepada yang sakaratul maut. Sebab beliau tak mungkin lagi mengucapkannya secara pribadi. Oke kita kembali ke bahasan semula.&lt;br /&gt;Selanjutnya anda bisa menebak bahwa keluarga almarhum minta penjelasan akan yang dimaksud dengan ”diampuni saja” dan siapa saja ”kita” itu tadi. ” Sejak jaman reformasi dia selalu menghujat orang tua kami, mengatakan tanahnya diserobot tetapi tidak bisa membuktikan apapun di pengadilan, meski sejari miringpun dia tidak bisa memberi bukti apa apa, mengapa terus menyebar fitnah bahkan ketika orang tua kami sudah tiada.&lt;br /&gt;Kalau kalah dipengadilan karena tidak punya bukti kenapa mengatakan pengadilannya yang nggak becus. Memangnya dia nggak punya dosa? Memangnya dia tuhan...apa...setan sih. Begitulah omelan yang namanya orang lagi marah.&lt;br /&gt;Sang Ustaz yang dengan sabar mendengarkan curhat itu kemudian membacakan beberapa ayat yang aku tidak paham. Penawar dingin rupanya. Tapi sepertinya sang ustaz wejangkan makna tentang mengambil hikmah, memberikan keteduhan, kharisma sabar, sabar dan sabar.&lt;br /&gt;”Kalau seseorang menuduhkan perbuatan munkar dan dia tidak bisa membuktikannya maka dia akan bertanggung jawab di akhirat kelak, semuanya akan dihitung, ditimbang dan diganjar oleh yang maha adil. Jika itu fitnah maka seluruh dosa orang yang dituduhnya akan ditanggung oleh mereka yang memfitnah”.&lt;br /&gt;Maka serahkanlah seluruh urusannya kepada Allah Maha Pengadil. Malam harinya akupun tidak bisa tidur, karena pada waktu takziah ketika almarhum terbaring sakit, tak sempat terucap mohon maaf kepada beliau. Aku sungguh berduka. (Syam Jr )&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-5430673822324052277?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/5430673822324052277/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=5430673822324052277" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/5430673822324052277?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/5430673822324052277?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2008/02/aku-sungguh-berduka.html" title="Aku Sungguh Berduka" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEMGRHw-eip7ImA9WxZTEUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-5539377733192886779</id><published>2007-12-08T00:15:00.000+08:00</published><updated>2008-01-13T10:47:05.252+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-13T10:47:05.252+08:00</app:edited><title>Tentara Pemegang Mandat Kedaulatan Atas Wilayah Negara</title><content type="html">Tentara adalah pemegang mandat kedaulatan rakyat atas wilayah teritorial negaranya. Jadilah TNI yang disegani dan dihormati sehingga bangsa lain akan lebih hormat dan segan terhadap bangsa Indonesia. Tapi jika kita sendiri tidak menghormati TNI maka bangsa lain akan lebih merendahkannya. Memang sudah sepatutnya kita menghormati tentara. Mengapa? Karena dia adalah institusi negara sebagai pemegang mandat tadi.&lt;br /&gt;Ketika suatu bangsa menyatakan kemerdekaanya maka terdapat tiga hal yaitu; Pertama, berdaulat atas diri sendiri yang diwujudkan dalam bentuk kebebasan berfikir, menyatakan pendapat, bermasyarakat, beroraganisasi, menjalankan hukum yang bermuara pada hak politik setiap warga negara.&lt;br /&gt;Kedua, kedaulatan untuk menentukan nilai atas kreatifitas dan produktivitas setiap warga negara. Wujud kemerdekaan ekonomi dalam bentuk konkritnya adalah nilai tukar atau mata uang. Begitu proklamasi di kumandangkan di Pegangsaan Timur 56 Jakarta, tokoh tokoh kompeten mulai merancang nilai tukar yang disebut sebagai Oeang Republik Indonesia atau ORI menggantikan Gulden dan Yen pada saat itu. Kemudian terbentuklah bank sentral sebagai bendahara negara yaitu Bank Negara Indonesia pada 1946.&lt;br /&gt;Ketiga, setiap warga negara berhak mempertahan wilayah teritorial negaranya. Setiap warga negara berhak untuk memegang senjata dalam konteks mempertahakan kemerdekaannya. Akan tetapi untuk memegang senjata dibutuhkan disiplin ketat dan organisasi yang solid. Kalau tidak maka sangat mungkin terjadi saling bunuh antar warga sendiri. Senjata digunakan melakukan pelanggaran hukum dan tindak kriminal. Negara tanpa organisasi tentara akan menjadi gerombolan orang bersenjata. Karena itu dibutuhkan Tentara Nasional Indonesia yang mendapat mandat dari rakyat Indonesia untuk memegang senjata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-5539377733192886779?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/5539377733192886779/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=5539377733192886779" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/5539377733192886779?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/5539377733192886779?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2007/12/tentara-pemegang-mandat-kedaulatan-atas.html" title="Tentara Pemegang Mandat Kedaulatan Atas Wilayah Negara" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0EARnc7eCp7ImA9WxRbGU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-1446685554005879349</id><published>2007-11-13T02:51:00.000+08:00</published><updated>2008-12-10T19:47:27.900+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-10T19:47:27.900+08:00</app:edited><title>Reformasi Tak Punya Arah</title><content type="html">&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_DYhvISSLnEc/RzilHR-jCoI/AAAAAAAAAAQ/l4VBlScmP2g/s1600-h/image001.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132033319892093570" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_DYhvISSLnEc/RzilHR-jCoI/AAAAAAAAAAQ/l4VBlScmP2g/s320/image001.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Rupublik Indonesia dalam decade lima puluh tahun pertama, melalui program pembangunannya yang berkelanjutan, telah menempatkan diri menjadi salah satu bangsa dengan pembangunan tercepat di dunia, menjadi sebuah bangsa yang dikenal dalam pergaulan masyarakat international.&lt;br /&gt;Kesuksesan pembangunan nasional berubah menjadi bencana ketika dirasakan bahwa pembangunan berbasis pendekatan demographic berakibat timpangnya infrastruktur ekonomi. Sebab pada dasarnya tidak ada perubahan signifikan dibandingkan dengan masa penjajahan. Jika pada masa kolonial eksploitasi sumber daya alam Indonesia, bahagian terbesar hasilnya hanya untuk membangunan Negeri Belanda.&lt;br /&gt;Pada era kemerdekaan, eksploitasi sumber daya alam meski oleh bangsa sendiri tetapi hasilnya tidak menumbuhkan infrastruktur mamadai bagi wilayah setempat. Bahkan cenderung marginal akibat metoda pembangunan demographic approach tadi. Jadi kehidupan tidaklah berbeda setelah republic ini diproklamasikan bahkan lebih parah lagi ketika sumber daya alam habis terpakai, sementara hasilnya hanya untuk kehidupan berpola konsumtif wilayah padat penduduk.&lt;br /&gt;Sebaliknya wilayah berpenduduk tipis namun padat potensi, infrastruktur bagi pembangunan sumber daya alam terbaharukan terabaikan begitu saja menyebabkan bangsa ini kehilangan daya saing dan kearifan budaya local yang protective terhadap sumber daya alamnya.&lt;br /&gt;Problema ini dirasakan semakin mencekam ketika Indonesia dilanda krisis multi dimensi, rentetan mulai dari krisis sosial, ekonomi dan politik bahkan budaya. Krisis budaya karena bangsa ini telah kehilangan filosofi sebagai landasan berpijak kehidupannya. Seruan demokratisasi, transparansi dan akuntabilitas dimaksudkan untuk mengatasi krisis yang seterusnya mendjadi gerakan reformasi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Namun disayangkan reformasi dimaknai terbatas pada upaya mengembalikan ideologi politik rakyat kedalam tatanan kehidupan kenegaraan. Reformasi sepatutnya bermakna perubahan kepada bentuk yang lebih baik, tetapi sekarang perdebatan atau lebih tepatnya konflik kepentingan masih terus berlangsung menyebabkan reformasi tidak punya arah yang seyogianya menjadi konsensus nasional kehidupan berbangsa. Makna semuanya adalah tantangan menyelesaikan permasalahan masa depan yang harus dilakukan sekarang secara tersistem.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-1446685554005879349?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/1446685554005879349/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=1446685554005879349" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/1446685554005879349?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/1446685554005879349?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2007/11/reformasi-tak-punya-arah.html" title="Reformasi Tak Punya Arah" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_DYhvISSLnEc/RzilHR-jCoI/AAAAAAAAAAQ/l4VBlScmP2g/s72-c/image001.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkQEQnYyfyp7ImA9WB5UGE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-771164408432577952</id><published>2007-08-23T01:29:00.000+08:00</published><updated>2007-08-23T01:38:23.897+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-08-23T01:38:23.897+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ekonomi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="infrastruktur" /><title>Kawasan Indonesia Timur : Butuh Rumusan Strategis Pembangunan Infrastuktur Nasional Berbasis Potensi.</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Saya tergerak untuk hadir pada roundtable discussion mengenai upaya percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Timur Indonesia yang diselenggarakan Kamar dagang dan Industri Indonesia. Acara diskusi pada 22 Agustus di Rattan Inn Hotel – Banjarmasin ini ternyata dihadiri oleh peserta dari 16 Propinsi Kawasan Timur Indonesia, termasuk didalamnya adalah Fadel Mohammad, Gubernur Gorontalo dan Awang Farouk, Bupati Kutai Timur lalu gong lima kali oleh Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Ir. H. Muhammad Lukman Edy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh benar juga ternyata ada tanggapan dari floor bahwa pembicaraan mengenai pembangunan kawasan timur ini sudah berlangsung sejak 20 tahun lalu dan hasilnya tetap tertinggal di panel dan nyaris tanpa aksi nyata yang mampu mendongkrak kesejahteraan rakyat. Mengapa? Jawabannya tetap bertahan pada “diharapkan semoga”. Itulah kenyataan kemalangan rakyat 16 propinsi atau separuh NKRI ini. Kuncinya terletak pada lemahnya pembangunan infrastruktur di Kawasan Timur Indonesia. Itulah pandangan hampir semua tokoh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bertemu dengan Dr. Hadiono saya sampaikan kepada beliau bahwa selama ini pola yang dianut oleh Bappenas, pembangunan termasuk pembangunan infrastruktur dasar dirancang dengan pendekatan kependudukan atau demographic approach. Sisi lain adalah realitas empiris bahwa pertumbuhan ekonomi kita bersandar pada eksploitasi sumber daya alam. Dengan kata lain bahwa kita selalu menguras sumber daya alam kawasan timur ini namun melupakan pembangunan infrastrukturnya secara berimbang guna menghasilkan sumber perekonomian terbaharukan…sustainable resource.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber daya alam kita kuras cuma untuk dimakan saja, ngempanin wilayah padat penduduk yang problem politik dan sosialnya sangat kompleks dalam konteks demographic approach tadi. Ibaratkan punya ayam, telurnya terus diprocotin tapi pakan dan kandangnya tidak becus kita urus. Sehingga suatu saat ayamnya bisa mabur bergabung dengan NSAB atau Negara Serikat Antah Berantah….he he he…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan infrastruktur di Indonesia mengalami pasang surut terutama saat Indonesia dilanda krisis ekonomi. Pembangunan infrastruktur mengalami hambatan pembiayaan karena sampai sejauh ini, titik berat pembangunan masih difokuskan pada investasi sektor-sektor yang dapat menghasilkan perputaran uang (cash money) yang tinggi dengan argumentasi bahwa hal itu diperlukan guna memulihkan perekonomian nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pembangunan infrastruktur lebih difokuskan pada usaha perbaikan dan pemeliharaan saja. Dengan demikian dewasa ini, pembangunan infrastruktur kawasan timur Indonesia belum menjadi focus utama pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini sudah hampir menjadi kesimpulan umum bahwa infrastruktur adalah fundamental perekonomian Indonesia. Bahwa daerah atau kawasan Indonesia Timur merupakan wilayah strategis guna membangkitkan potensi nasional. Oleh karena itu hari ini adalah saat yang tepat guna meletakkan kemauan bersama menyusun konsep pembangunan infrstruktur kawasan Timur Indonesia yang bersumber pada kesadaran penguasaan teknologi dan keunggulan sumberdaya daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemetaan kebutuhan infrastruktur lima tahun ke depan berdasarkan jenis inftrastruktur seperti; jalan, listrik, gas, air bersih, pelabuhan, telekomunikasi, moda transportasi, dan lain-lain serta berdasarkan tipologi kewilayahan.&lt;br /&gt;Perumusan pembiayaan infrastruktur dan sumber pembiayaannya.&lt;br /&gt;Pengkajian kerangka regulasi yang ada dan merekomendasikan penyempurnaan kerangka tersebut guna mendukung prioritas pembangunan dan pembiayaan infrastruktur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan strategi pembangunan dan pembiayaan infrastruktur ini diharapkan dapat menghasilkan peta pembangunan infrastruktur yang jelas di masa yang akan datang sehingga pemerintah mempunyai dokumen yang lengkap terhadap pembangunan infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ruang lingkup dari penyusunan strategi ini mencakup seluruh aspek potensi ekonomi wilayah Indonesia Timur sebagai rumusan strategis pembangunan infrastruktur nasional, baik berdasarkan subsektor jenis infrastruktur dan maupun tipologi kewilayahan dengan basis pendekatan potensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan strategi pembangunan dan pembiayaan infrastruktur kawasan timur Indonesia diharapkan dapat menghasilkan Master Plan di bidang infrastruktur yang akan mendukung skenario pembangunan era baru ekonomi Indonesia di masa yang akan datang. Master Plan ini diharapkan dapat memuat berbagai data dan informasi mengenai pembangunan dan pembiayaan infrastruktur berdasarkan skala prioritas pembangunan dan regulasi yang mendukung arah pembangunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerminan pembangunan infrastruktur nasional adalah pembangunan infrastruktur di tiap wilayah atau propinsi di Indonesia. Perkembangan pembangunan infrastruktur di masing-masing pulau di Indonesia memperlihatkan perbedaan yang cukup berarti. Dominasi pembangunan infrastruktur sangat ditentukan oleh kondisi geograsfis dan demografis dari suatu wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominasi infrastruktur ini dapat mencerminkan pula tingkat aktivitas ekonomi dalam suatu wilayah. Perkembangan pembangunan infrastruktur untuk masing-masing pulau yang ada di Indonesia. Hal ini pula yang menjadi hambatan pembangunan infrastrukrur Kawasan Timur Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hal sejatinya jika Indonesia ingin percepatan mencapai kemajuan maka pendekatan potensi atau potential approach yaitu potensi yang mendorong tumbuhnya komoditas unggulan, hendaknya menjadi komintmen kuat terhadap pembangunan infrstruktur kawasan timur Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui bahwa daerah Kalimantan Selatan sebagaimana daerah Kalimantan umumnya yang merupakan salah satu pulau terbesar yang ada di wilayah negara kita. Tingkat kepadatan pendudukanya relative rendah sehingga tidak dimungkinkan untuk melakukan pendekatan demographic dalam perencanaan pembangunan infrastukturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jumlah penduduk yang mendiami wilayah ini hanya sebesar 6% dari total penduduk Indonesia, maka akan berdampak pada aktivitas ekonomi yang ada di wilayah ini. Kondisi semacam ini merupakan kondisi tipikal wilayah Indonesia Timur. Karenanya diperlukan langkah potential approach atau pendekatan potensial untuk pembangunan infrastrukturnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komoditas yang menjadi unggulan untuk wilayah ini adalah sektor pertambangan dan galian, sub sector perkebunan dan subsektor kehutanan. Ketiga sektor ini memberikan sumbangan besar bagi pendapatan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian terdapat pandangan berbeda mengenai pola perencanaan bahwa berdasarkan jumlah penduduk atau pendekatan demografik, aktivitas ekonomi unggulan yang tidak memerlukan banyak infrastruktur, maka akibatnya adalah persentase pembangunan infrastruktur di pulau ini lebih rendah dibandingkan pulau Jawa dan Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari infrastruktur transportasi, pelabuhan laut lebih mendominasi dibandingkan dengan yang lainnya. Hal ini sangat wajar dengan kondisi geografis dari Kalimantan yang lebih banyak rawa dibandingkan dengan daratannya yang memungkinkan sektor pelabuhan laut dan lalulitas angkutan sungai, danau, dan penyeberangan lebih berkembang dibandingkan dengan transportasi darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan jalan di pulau ini masih relative rendah bila dibandingkan dengan luas wilayah pulau ini. Hal ini sangat signifikan sekali dengan jumlah kendaraan yang berada di wilayah ini hanya sebesar 5,8% dari jumlah kendaraan yang ada di Indonesia. Hal ini pula yang menyebabkan rendahnya tingkat mobilitas dan tingginya biaya transportasi sehingga wilayah ini kehilangan daya saingnya dalam menarik investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan keliru juga terdapat pada subsektor pertanian tanaman pangan dan pengairan. Dapat kita temukan fakta bahwa irigasi tidak menjadi salah satu fokus pembangunan infrastruktur karena wilayah ini bukan sebagai lumbung padi tetapi lebih cenderung pada komoditas kehutanan dan perkebunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pada sisi lain kitapun memehami betul bahwa kondisi wilayah ini sangat dimungkinkan membangun jaringan irigasi guna menjadikan Kalimantan sebagai lumbung padi. Kita dapat belajar dan membandingkan kondisi wilayah ini dengan kondisi Vietnam yang petaninya lebih unggul dari petani kita bahkan tanpa proteksionisme perdagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini akses masyarakat Kalimantan terhadap air bersih, hanya sebesar 44% yang dapat menikmati air bersih sedangkan sisanya belum mendapatkan akses terhadap air bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan salah satu permasalahan yang harus menjadi perhatian, karena bila kondisi tersebut dibiarkan maka akan berdampak pada tingkat kesehatan dari masyarakat di Kalimantan. Bagaimana kita bisa mengembangkan sumber daya manusia yang handal dan mampu bersaing secara global bila tingkat hiegenitas masih rendah. Oleh karena itu akses terhadap air bersih perlu langkah prioritas pembangunan infrastrukturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan subsektor telematika dan ketenagalistrikan perlu berpacu dengan irama pertumbuhan yang berkembang dengan pesat. Hal ini sejalan dinamika dan aktivitas dari masyarakat di pulau Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukan lahan menjadi lahan pertanian yang notabene terjadi perubahan fungsi seringkali memicu kotroversi yang kontraproduktif, hendaknya dipelajari kembali dengan seksasama agar tidak terdapat resistensi pembangunan hanya sekadar penolakan emosional, namun sebaliknya kehilangan informasi berharga tentang potensi ekonomi yang mempunyai keunggulan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kita juga mengapeal akan pentingnya kesadaran tentang pembangunan infrastruktur berkaitan dengan upaya strategis percepatan pertumbuhan ekonomi, hendaknya secara nyata mengurangi hambatan birokratis di semua lini baik pada tingkat pemerintah pusat maupun pada tingkat pemerintah daerah dan pemerintah kabupaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu catatan lagi bahwa upaya untuk melakukan perubahan pola pembangunan yang berbasis linier jumlah penduduk mejadi pendekatan berbasis potensi akan mendapat tantangan kuat politisi wilayah padat penduduk yang sudah kemaruk kepenakan. Jangan lupa bahwa mereka adalah mayoritas yang menentukan arah kebijakan. Jadi kembali kita catatkan “ diharapkan dan semoga” gitu lho.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-771164408432577952?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/771164408432577952/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=771164408432577952" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/771164408432577952?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/771164408432577952?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2007/08/kawasan-indonesia-timur-butuh-rumusan.html" title="Kawasan Indonesia Timur : Butuh Rumusan Strategis Pembangunan Infrastuktur Nasional Berbasis Potensi." /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0QGQH0_fCp7ImA9WB5XEUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-5133675811721694495</id><published>2007-07-12T03:05:00.000+08:00</published><updated>2007-07-12T03:15:21.344+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-07-12T03:15:21.344+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="united" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="investasi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="anekdot" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="china" /><title>Dialog Investasi Mr.Carter dengan Mr. Deng</title><content type="html">&lt;em&gt;Daya binasa senjata nuklir yang extraordinary merupakan ancaman terbesar terhadap hak hidup semua makhluk. Amerika Serikat adalah penguasa senjata nuklir terbesar hingga kini. Berarti ancaman terbesar terhadap kemanusian justeru adalah United Stated of America sendiri.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada anekdot imajener yang konon merupakan adaptasi dialog antara Mr.Carter dengan Mr. Deng ketika Amerika menyatakan minat invetasinya di China. Deng menyambut baik keinginan investasi Amerika tersebut. Namun katanya, “ tidak ada yang bisa dibeli oleh rakyat kami dari anda sebab tidak ada yang bisa mereka jual ke Amerika kecuali ..maaf…tinja”. Jadi kalau anda ingin rakyat kami membeli Mc Donald, apakah anda bersedia membeli tinja mereka? Itulah canda diplomatic paling dramatis dalam sejarah dunia.&lt;br /&gt;Selanjutnya Deng berbicara tentang produk China, item demi item disebutkan dan semuanya tidak ada yang mampu bersaing untuk bisa masuk ke pasar Amerika. Mana mungkin katanya, investasi di China akan menarik investor Amerika jika daya beli rakyat kami rendah. Investasi akan sangat menarik jika penduduk kami yang sangat besar ini dapat ditingkatkan daya belinya dan memungkinkan anda dapat bayaran dengan baik.&lt;br /&gt;Selang berapa minggu kemudian mulailah pasar Amerika terbuka bagi garmen kualitas rendah dari China. Pedagang Amerika memang tidak mengimpor secara langsung melainkan mereka mengimpornya melalui Hongkong ketika masih koloni Inggeris. Kuota impor China ke pasar Amerika sangat besar dan tidak terpenuhi. Sehingga pengusaha Hongkong membeli garmen Bandung yang kemudian mengganti lebelnya dengan Made in PRC. Furniture rotan masuk pula ke pasar Amerika dan China membeli bahan bakunya dari warga kota Sampit - Kalimantan Tengah, mereka mengimpornya melalui Hongkong pula.&lt;br /&gt;Singkat kata, pendapatan rakyat china meningkat dan investasi Amerika mulai masuk yang kemudian mempengaruhi kemampuan China mengembangkan teknologinya. Semengat détente dan kemauan politik Carter menegakan human right, mempunyai latar belakang pertimbangan realitas empiris bahwa terobosan militer China telah menguasai teknologi rudal dengan hulu ledak nuklir. Meskipun rakyatnya pada saat itu sangat miskin.&lt;br /&gt;Daya binasa senjata nuklir yang extraordinary merupakan ancaman terbesar terhadap hak hidup semua makhluk dan Amerika Serikat adalah penguasa senjata nuklir terbesar hingga kini. Berarti ancaman terbesar terhadap kemanusian justeru adalah United Stated of America sendiri. Dan manakala rudal interbalistik China sudah mampu mencapai Alaska maka tidak ada pilihan lain bagi Amerika kecuali menjalankan politik détente dengan China.&lt;br /&gt;Dari penggalan ceritera tadi dapat ditarik pemikiran bahwa kamampuan daya beli akan lebih baik bila produktifitas meningkat. Investor akan antre untuk masuk ke Indonesia manakala pasar kita dinamis. Mereka akan ikut aturan main yang bagaimanapun karena pasar kita menguntungkan. Sebaliknya mereka tidak akan tertarik untuk berdagang disini melalui invetasinya apabila kita miskin.&lt;br /&gt;Jadi mulailah bekerja menciptakan produk kentang gunung Dieng dengan rasa yang paling enak didunia. Bikin konsumen dunia ketagihan untuk makan kentang Indonesia. Berhentilah main hujat hujatan, demo demoan, marah marahan. Mulailah bersaing dengan rakyat Vietnam dalam produksi beras. Kalau memang tidak mampu bersaing dengan komoditas beras tanamlah komoditi unggulan yang kita memang unggul dari bangsa lain didunia. Nggak usaha pakai proteksionisme. &lt;br /&gt;Karena seperti larangan impor gula untuk melindungi petani tebu di Jawa tetapi menjadi beban bagi orang Dayak di Kalimantan atau saudara kita di Papua. Jadi nasionalisme macam mana pula itu mbak?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-5133675811721694495?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/5133675811721694495/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=5133675811721694495" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/5133675811721694495?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/5133675811721694495?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2007/07/dialog-invetasi-mrcarter-dengan-mr-deng.html" title="Dialog Investasi Mr.Carter dengan Mr. Deng" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEQHSXc5eip7ImA9WB5REEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-6447771724173195800</id><published>2007-06-17T20:10:00.000+08:00</published><updated>2007-06-18T00:05:38.922+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-06-18T00:05:38.922+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bank" /><title>BNP Paribas...Perkaranya Sampai Bulukan.</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="KomentarTree"&gt;Nah itu dia keputusan pengadilan Guernsey, sudah bisa diduga sejak awal mengapa mereka mengundang pemerintah untuk ikut cawe cawe, agar uang yang menjadi pangkal sengketa tetap semedi di BNP Paribas, nah itu uang bisa kerja terus, bertelor, beranak pinak, sementara para pihak bersengketa, uang menjadi status quo tanpa bunga. Si bulee memang lebih pintar yaa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="KomentarTree"&gt;Setelah ini masih banyak lagi yang ngantri untuk gugat itu uang, biar perkaranya sampai bulukan.&lt;/span&gt; Lu sebenarnya udah ngerti dan mengetahui banget kan. Tetapi lu mau jadi turis abidin...lu ngertikan apa itu abidin gak usah gw bilangin. yaa bawa berkas seadanya sekadar formalitas saja...eeh gw jadi gak enak ngomongnya. Abis lu sih kebangetan......&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Begitulah kira kira dialog imajener, seputar kasus gugatan Tommy atas &lt;em&gt;Bank Nationale de Paris&lt;/em&gt; Paribas. Dialog yang bisa dikembangkan dengan &lt;em&gt;lateral thinking method.&lt;/em&gt; Sekadar mencoba membuka pikiran tentang kemungkinan bagaimana sesuatu bisa terjadi atas dasar motif dari subject untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ok singkat saja...jangan pernah berhenti berfikir karena rasa benci. Kasih sayang memberikan inspirasi bagi umat manusia untuk membentuk keindahan hidupnya. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-6447771724173195800?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/6447771724173195800/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=6447771724173195800" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/6447771724173195800?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/6447771724173195800?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2007/06/nah-itu-dia-keputusan-pengadilan.html" title="BNP Paribas...Perkaranya Sampai Bulukan." /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcHQXg_eip7ImA9WB5SFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-3947762261635188331</id><published>2007-06-12T00:37:00.000+08:00</published><updated>2007-06-12T01:13:50.642+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-06-12T01:13:50.642+08:00</app:edited><title>UU Pers Bukan Milik Insan Pers Saja.</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Kalangan pers yang harus memandang apakah UU Pers perlu direvisi atau tidak. Jika pemerintah yang berinisiatif, akan muncul tanggapan yang kurang enak. Demikian pernyataan Menteri Komunikasi dan Informasi, M Nuh, Sabtu (10/06) di Surabaya yang disiarkan berbagai media. Pernyataan ini agaknya bukan sekadar retorika untuk ditafsirkan sebagai initial adanya keinginan untuk revisi UU Pers.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya pikir pers adalah hajat hidup warga bangsa ini. Pers adalah salah satu sendi kehidupan berbangsa bernegara, ini universal tidak hanya bagi bangsa Indonesia. Freedom of the press is freedom for cytizen. Pers dan pemerintah adalah sama pada posisi sebagai avant garde dalam kehidupan berbangsa bernegara. Artinya dengan pers kita bisa membentuk  bagaima jadinya peradaban bangsa ini. Pemerintah perlu mempunyai jawaban untuk menentukan sikapnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sehingga dengan demikian, bukan masalah akan munculnya tanggapan enak atau tidak enak bilamana pemerintah berinisiatif atau memandang perlu dilakukan revisi terhadap UU Pers No.40 Tahun 1999. Tentu apabila pemerintah memang punya visi tentang kehidupan pers bangsa ini. Dirasakan perlu berdialog dengan kalangan masyarakat luas yang sangat berkepentingan atas kehidupan pers. Jadi pers tidak hanya milik insan pers semata&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika sekarang anda bertanya kepada kaum agamawan. Apakah mereka terusik oleh eksistensi pers saat ini dan apakah harapan mereka kepada pers. Tentu pertanyaan yang sama terhadap kelompok masyarakat lainnya akan menghasilkan aspirasi yang mungkin berbeda. UU Pers sewajarnya memberi tanggung jawab kepada kita semua untuk mewujudkan harmoni kehidupan berbangsa bernegara.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-3947762261635188331?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/3947762261635188331/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=3947762261635188331" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/3947762261635188331?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/3947762261635188331?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2007/06/uu-pers-bukan-milik-insan-pers-saja.html" title="UU Pers Bukan Milik Insan Pers Saja." /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEECSHczeip7ImA9WBFaE08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-1575767130700152124</id><published>2007-05-16T22:36:00.000+08:00</published><updated>2007-05-16T22:44:29.982+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-05-16T22:44:29.982+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Folklore" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Politics" /><title>Hukhukbalakumang: Sang Raja Memotong Lidahnya Sendiri.</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;.....” saya tidak ingin lidah ini membuat pernyataan pengakuan bahwa saya telah menyalah gunakan harta negara untuk kepentingan pribadi. Sebab bila lidah saya membuat pengakuan maka rakyat akan mengenang saya sebagai raja yang paling jujur sepanjang sejarah negeri ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Hukhukbalakumbang.....adalah ceritera dari negeri antah berantah tetang sang raja yang terkenal jujur tegas lugas adil dan blak blakan. Begitulah dia dikenal rakyat sepanjang riwayat hidupnya. Raja yang sangat dipuji dan dicintai seluruh lapisan masyarakat karena kejujurannya tadi, ternyata berakhir tragis. Dia meningal dunia setelah sakit cukup lama, terinfeksi virus pada kelenjar liurnya yang disebabkan luka. Sang raja memotong lidahnya sendiri.&lt;br /&gt;Peristiwa menyedihkan itu menjadi mistery. Tidak ada pernyataan apapun dari istana, resmi atau bisik bisik. Tidak terpahat dibatu tidak juga tergores di papyrus (*). Jangan harap pernyataan langsung lisan tentu saja, karena lidah sang raja sudah terpotong. Namun setelah di wafat dan seluruh prosesi selesai, Menteri Bendahara kerajaan menemukan fakta yaitu surat terakhir sang raja lengkap dengan tanda cap cicin kerajaan.&lt;br /&gt;Surat tersebut adalah testimoni, pengakuan yang sekaligus mengungkapkan rahasianya, menjadi fakta yang memberikan jawaban atas apa yang selama ini menjadi mistery, mengapa sang raja memotong lidahnya sendiri.&lt;br /&gt;Mengejutkan memang, dalam surat kepada bendahara kerajaan dia mengaku telah “khilaf” yaitu menyalakan lampu ketika sedang bercengkrama dengan isterinya. Padahal minyak untuk menghidupkan lampu itu dibeli dari uang negara....uang rakyat untuk keperluan negara bukan untuk kepentingan pribadinya. Nah sekarang anda boleh chorus, .........katakan maaasaaaa siiiih.&lt;br /&gt;Tetapi bukan itu masalahnya yang menyebabkan  mengapa sang raja sampai memotong lidahnya sendiri. Sang raja mengungkapkan&lt;em&gt;.....”saya tidak ingin lidah ini membuat pernyataan pengakuan bahwa saya telah menyalah gunakan harta negara untuk kepentingan pribadi. Sebab bila lidah saya membuat pengakuan maka rakyat akan mengenang saya sebagai raja yang paling jujur sepanjang sejarah negeri ini” ***&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(*) Ceriteranya hanya ada di web blog: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://anggang.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Freedom Actually In Your Hearth&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;.&lt;br /&gt;Banyak lagi rahasia terungkap dari sang raja yang menjawab mistery tadi Misalnya; pengakuan hanya akan menjadi retorika politik bae....untuk menggaruk simpati rakyat. Silahkan anda jawab sendiri dan kirimkan kepada saya melalui komentar di blog ini. Ayo kita kemon.....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-1575767130700152124?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/1575767130700152124/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=1575767130700152124" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/1575767130700152124?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/1575767130700152124?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2007/05/hukhukbalakumang-sang-raja-memotong.html" title="Hukhukbalakumang: Sang Raja Memotong Lidahnya Sendiri." /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUEFRnw8eip7ImA9WBFUEE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-2792335246427050307</id><published>2007-04-20T01:17:00.000+08:00</published><updated>2007-04-20T01:26:57.272+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-04-20T01:26:57.272+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="woman" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="emansipasi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="perempuan" /><title>Perempuan Dapur: Merekalah Pahlawan Kita</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Pada hal dari dapur mereka menetapkan tingkat hiegenis, gizi dan kesempurnaan proses pertumbuhan manusia anak bangsa ini. Dari dapur mereka membentuk manusia sehat, kuat, intelektual, militan, produktif, jujur, berkomitmen terhadap moral dan kasih sayang.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak perempuan sederhana yang tekun dengan dapurnya saja, tetapi mereka melahirkan dan telah berhasil membentuk manusia mulia bahkan melahirkan pemimpin bangsanya. Sungguh sayang sekali sebagian besar kita beranggapan bahwa perempuan kantoran atau anggota DPR lebih emansipatif ketimbang perempuan dapur. Apresiasiasi terhadap pekerjaan dapur semakin kurang bahkan oleh kaum perempuan sendiri. Pada hal dari dapur mereka menentapkan memutuskan tingkat hiegenis, gizi dan kesempurnaan proses pertumbuhan manusia anak bangsa ini. Dari dapur mereka terbentuk manusia sehat, kuat, intelektual, militan, produktif, jujur, berkomitmen terhadap moral dan kasih sayang. Bahwa tanggung jawab seperti itu mungkin tidak bisa dilaksanakan oleh kaum pria.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seseorang memenangkan penghargaan tertinggi atas gagasan dan karyanya. Dan ketika dia diberikan kesempatan menyampaikan ungkapannya; Pertama dia bersyukur kepada Tuhan YME. Kedua; dia menyatakan terima kasih kepada ibunya  atau isterinya yang telah memberikan semangat dan motivasi untuk sukses. Orang tidak pernah mau tahu bahwa sang ibu atau isterinya ternyata perempuan dapur yang sederhana tetapi mempunyai kemampuan luar biasa untuk mendorong keberhasilan sesorang........&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-2792335246427050307?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/2792335246427050307/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=2792335246427050307" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/2792335246427050307?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/2792335246427050307?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2007/04/perempuan-dapur-merekalah-pahlawan-kita.html" title="Perempuan Dapur: Merekalah Pahlawan Kita" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D08FRn4zcCp7ImA9WBFWF0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-6604073771667210974</id><published>2007-04-05T14:35:00.000+08:00</published><updated>2007-04-05T23:10:17.088+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-04-05T23:10:17.088+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="opinion" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Politics" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="essay" /><title>Nyanyian Sang Menteri: Penomena Terbentuknya Regim Baru</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;“…nantikan fakta persidangan selanjutnya dan jika ternyata ada penomena persekongkolan antara eksekutif dengan legislative maka ini adalah pertanda bahwa gerakan reformasi sedang dalam proses mejadi regim baru".&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengalirnya dana Departemen Kelautan dan Perikanan ke komisi tiga DPR merupakan fakta persidangan jika kemudian pengadilan mendapatkan klarifikasi kebenaran “nyanyian sang menteri” oleh komisi tiga DPR dalam persidangan pula. Lengkaplah sudah gambaran bagaimana proses politik uang berlangsung untuk melahirkan sebuah undang undang. Sementara ini agaknya sudah terbentuk suatu opini publik bahwa pengakuan tersebut adalah benar adanya tanpa menunggu fakta dari sisi lainnya dalam persidangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, apakah dana tersebut diberikan karena DKP dipaksa? Atau dengan dana itu pihak DKP sendiri memaksa komisi tiga untuk menggolkan rancangan UU yang mereka ajukan?. Atau adakah hal tersebut merupakan persekongkolan antara keduanya? Kita harus mempu menunggu untuk tidak mempengaruhi pengadilan. Namun kita nantikan fakta persidangan selanjutnya dan jika ternyata ada penomena persekongkolan antara eksekutif dengan legislative maka ini adalah pertanda bahwa gerakan reformasi sedang dalam proses mejadi regim baru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi sekarang terlepas dari masalah uang atau masalah korupsi atau apalah namanya dari sisi materil. Tetapi lebih kepada aspek moril yaitu masalah cara berfikir dan bertindak pejabat penyelenggara negara. Sangat ironi dan menyakitkan memang, bahwa untuk menghasilkan sebuah undang undang yang akan menjadi acuan tata kehidupan bermasyarakat bernegara harus diselesaikan justeru dengan cara inkonstitusional melalui proses politik uang seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sebenarnya bisa dihindari manakala seorang dengan kapasitas menteri mampu mengatakan tidak akan memberikan apapun sesuai sumpah jabatannya. Demikian pula sebaliknya jika yang namanya anggota komisi tiga DPR menolak dana dari DKP tersebut meski dibawah tekanan, paksaan atau ancaman sekalipun. Jadi apapun alasannya, kejadian mengalirnya dana DKP ke komisi tiga, secara hukum dan moral tidak dapat diterima. Jangan katakan karena hal serupa juga dilakukan pihak lain, lantas dianggap syah syah saja karena sudah begitu kebiasaanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Agaknya ada ketidak percayaan dari sang menteri bahwa rancangan undang undang yang diajukan dapat diterima di DPR sehingga harus mengeluarkan dana pelicin. Sebaliknya ada ketidak percayaan komisi tiga bahwa kepentingan tersembunyi dibalik rancangan itu yang kemudian harus dibayar kalau ingin diloloskan menjadi undang undang. Inilah yang menjadi pangkal terjadinya politik uang. Kalau proses politik dibangun dari saling percaya tentu akan tumbuh perdebatan konstruktif karena didasari niat demi kesejahteraan rakyat bukan demi kantong sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kasus serupa membuat publik meyakini bahwa pada masa ini korupsi lebih marak ketimbang masa orde baru. Mengapa? Karena kita sudah terlampau sering menyaksikan potret buram semacam ini yang sebenarnya menggambarkan seberapa parah penyakit penyelenggaran negara kita. Kita tentu tidak ingin kalau Negara Republik Indonesia tercinta mati merana karena penyakit akut seperti diatas. Kita harus mempu melakukan diagnosa dan memberikan pengobatan yang tepat agar bisa sembuh dari kenistaan ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika awal gerakan reformasi digalang, kita mengembangkan ketidak percayaan kepada regim orde baru. Sekarang, kita nantikan fakta persidangan selanjutnya dan jika ternyata ada persekongkolan antara eksekutif dengan legislative maka ini adalah pertanda bahwa gerakan reformasi sedang dalam proses mejadi suatu regim baru. Semoga masih banyak diantara kita berfikiran jernih, mampu bertindak arif dan bijaksana. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-6604073771667210974?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/6604073771667210974/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=6604073771667210974" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/6604073771667210974?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/6604073771667210974?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2007/04/nyanyian-sang-menteri-penomena.html" title="Nyanyian Sang Menteri: Penomena Terbentuknya Regim Baru" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkMCR3w4eSp7ImA9WBFWFE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-3671977727681855485</id><published>2007-04-01T17:36:00.000+08:00</published><updated>2007-04-01T17:41:06.231+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-04-01T17:41:06.231+08:00</app:edited><title>INTERPELASI: KEPENTINGAN NASIONAL ATAU KEPENTINGAN PARTAI?</title><content type="html">Indonesia mempunyai tiga opsi dalam hal resolusi  1747 DK PBB sebagaima lazimnya dalam persidangan yaitu; menolak, abstain, atau setuju mendukung rancangan tersebut menjadi resolusi DK PBB. Masalah aktual yang kini memasuki tahap interpelasi DPR RI meskipun sehari sebelumnya pemerintah melakukan pendekatan dengan pemimpin partai dan pemimpin fraksi namun hasilnya DPR tetap pada pendiriannya menggunakan hak interpelasi tersebut. &lt;br /&gt;Para politisi membuat formula bahwa dukungan terhadap Iran berdasarkan sentiment politik yaitu Islam itu bersaudara. Aspirasi rakyat Indonesia yang secara sentimental atau merasa bersaudara dengan rakyat Iran karena sesama muslim itulah yang dieksploitasi melalui issue interpelasi. Kenapa demikian? Mereka membuat gerakan itu untuk kepentingan kampanye partainya. Rahasianya sederhana, bahwa Pemerintah yang ternyata mendukung resolusi 1747 DK PBB berarti dia tidak layak dipertahankan kelompok aliran politik islam. Yudhoyono dan Partai Demokrat tidak layak untuk dipilih pada pemilu 2009.&lt;br /&gt;Cukup dilematis memang bagi Presiden Yodhoyono menghadapi permasalahan Iran yang memperjuangkan hak pengayaan uranium untuk tujuan damai. Pada satu sisi Indonesia juga berkepetingan untuk memperjuangkan hal serupa. Mungkin karena itulah Presiden Yudhoyono memberikan dukungan penuh Indonesia terhadap Iran dan disampaikan langsung kepada Presiden Republik Islam Iran, Akhmadinejad. Namun pada sisi lain Indonesia harus mempertimbangkan kondisi aktual opini dunia terhadap dunia Islam. &lt;br /&gt;Dalam perang opini dimasyarakat internasional faktanya adalah bahwa pers barat sangat agresif melansir gambaran buruk terhadap dunia Islam. Sementara pers timur tidak berdaya untuk menghapus citra buruk tersebut apalagi sekaligus mecitrakan Islam sebagai perdamaian. Sekarang dimasyarakat internasional gambaran tentang Islam identik dengan teroris terus berlanjut. Pers Amerika dan Australia adalah leader dalam hal kampanye buruk tersebut.&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iraq yaitu memaksanya untuk tunduk pada non profilerasi nuklir yang ditolak oleh Saddam Husin, berbuntut tudingan Amerika Serikat dan sekutunya bahwa Saddam adalah teroris. Selanjutnya menjadi citra bahwa Islam identik dengan teroris. Hal  ini kemudian menjadi pembenar invasi terhadap Iraq. Langkah serupa akan dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran.&lt;br /&gt;Sebagaimana Iran sebenarnya Indonesia berkepentingan untuk mempertahankan haknya mengembangkan proyek energi nuklir. Karena Indonesia sangat membutuhkan listerik murah sebagai infrastruktur pembangunan ekonominya. Energi listrik yang mahal menyebabkan Indonesia tidak dapat mengembangkan home industry sebagi sector riel yang handal bagi kesejahteran rakyat seperti yang dilakukan China.&lt;br /&gt;Ditimbang dari posisi kepentingan seperti tersebut diatas maka hasilnya adalah sikap menolak rancangan resolusi 1747 DK PBB. Jadi sikap menolak tidak dapat langsung diartikan sebagai dukungan terhadap sesama Islam namun lebih kepada kepentingan Indonesia sendiri akan pentingnya mengembangkan proyek nuklir tujuan damai sebagaimana Iran sekarang.&lt;br /&gt;Menjadi sangat dilematis bagi Indonesia untuk menyatakan sikap menolak. Sebab scenario politik Amerika Serikat sudah terbaca pada peristiwa aneksasi Amerika terhadap Iraq. Ditambah lagi dengan eksistensi kelompok ekstrimis Imam Samudera, Abu Dujana, Muchlas yang sudah terkenal keseantero dunia sebagai jaringan teroris internasional dari Indonesia. Manakala sesuai dengan scenario politik Amerika serikat, Iran pada akhirnya diberi merek sebagai teroris oleh pers internasional. Maka oleh masyarakat dunia Indonesia akan dicatat sebagai pendukungnya.&lt;br /&gt;Para penggagas interpelasi menempatkan Yudhoyono pada posisi marginal terkait dengan dinamika politik dalam negeri, yaitu pemerintahannya mendukung resolusi 1747 DK PBB berarti tidak membawa aspirasi muslim Indonesia. Pada sisi yang sama juga berarti pemerintah menafikan kepentingan nasionalnya sendiri. Atau barangkali memang tidak mempunyai gagasan memperjuangkan hak Indonesia mengembangkan energi nuklir untuk kesejahteraan bangsa.&lt;br /&gt;Futuristik perlu dipertimbangkan posisi georafis Indonesia diantara samudera Pacific dengan samudera Hindia sebagai sarang peluru ajang pertempuran laut abad 21 Amerika Serikat, berkaitan dengan terminolgi teroris tadi. Mengapa? Karena dalam sejarah dunia, Amerika Serikat tidak pernah memenangkan pertempuran laut setelah Pearl Harbour dilumpuhkan Jepang pada Perang Dunia II. Mereka memenangkan pertempuran karena bom atom di Nagasaki dan Hirosima.. Dalam dua dasawarsa kemudian di Asia Tenggara, Amerika terusir dari Vietnam.&lt;br /&gt;Apakah sekarang kita patut berhati hati tentang kemungkinan gerakan intelijen Amerika Serikat di Indonesia. Pertama; mereka mendorong semangat fanatisme masyarakat dan pemimpin Islam Indonesia agar masuk perangkap yang mereka sebut sebagai gerakan terorisme internasional. Kedua: mereka mendorong kaum komunis untuk bergerak kembali kedalam tatanan kenegaraan Republik Indonesia, bola salju ini akan bergulir membesar yang kemudian melibatkan RRC. Ditambah dengan alasan ketiga, manakala Indonesia juga berjuang mendapatkan hak mengembangkan pengayaan uranium. &lt;br /&gt;Mengapa demikian, tentu untuk memberikan alasan yang tepat bagi Amerika Serikat melakukan perang laut abad 21.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-3671977727681855485?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/3671977727681855485/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=3671977727681855485" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/3671977727681855485?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/3671977727681855485?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2007/04/interpelasi-kepentingan-nasional-atau.html" title="INTERPELASI: KEPENTINGAN NASIONAL ATAU KEPENTINGAN PARTAI?" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcGQ3w8eyp7ImA9WBFXFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-7959838685370164400</id><published>2007-03-23T23:59:00.000+08:00</published><updated>2007-03-24T00:07:02.273+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-03-24T00:07:02.273+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Politics" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="essay" /><title>Membubarkan MPR RI Berarti Jalan Masuk Komunisme Terbuka Lebar.</title><content type="html">&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-7959838685370164400?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/7959838685370164400/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=7959838685370164400" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/7959838685370164400?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/7959838685370164400?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2007/03/membubarkan-mpr-ri-berarti-jalan-masuk.html" title="Membubarkan MPR RI Berarti Jalan Masuk Komunisme Terbuka Lebar." /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkMFSXs7fSp7ImA9WB5RE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-2360720613470843540</id><published>2007-03-19T00:34:00.000+08:00</published><updated>2007-06-21T01:26:58.505+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-06-21T01:26:58.505+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pancasila" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ideologi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Politics" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bikameral" /><title>Pancasila: Tidak Ada Tirani Minoritas Atau Diktator Mayoritas</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;MPR RI adalah wujud prinsip dasar kehidupan kenegaraan yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” dari Pancasila. sebagai karateristik bangsa Indonesia. Dengan prinsip dasar ini di Indonesia tidak ada tirani minoritas atau sebaliknya diktator mayoritas. Negara dipimpin dengan bijaksana tanpa ego kekuatan politik mayoritas. Berdasarkan prinsip ini maka MPR RI secara praktis adalah pemegang mandat kedaulatan rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;Konon kabar mutahir, ada usulan untuk membubarkan lembaga tinggi Negara ini. Konon pula alasanya adalah untuk mewujudkan sistem bikameral Alasan ini terasa makin aneh, karena bukankah MPR terdiri dari DPR dan DPD yang berarti sudah menjalankan system bikameral Apakah hal ini yang diusulkan pemerintah?. Terasa janggal memang kalau hal ini gagasan politik pemerintahan sekarang. Tetapi janggal atau tidak sesuatu bisa saja terjadi tanpa memperhatikan apa yang telah diletakkan pondasinya oleh founding father negeri ini. Itulah keadaan kita sekarang.&lt;br /&gt;Jika argumentasinya cuma masalah anggaran dan gaji anggota MPR, maka hal ini terlampau naïf. MPR yang terdiri dari 550 anggota DPR dan 128 anggota DPD dan mereka semua sudah mendapatkan gaji dan fasilitas di institusinya masing masing, jadi tidak perlu lagi memberikan tunjangan apapun termasuk anggaran untuk berbagai kunjungan atau outbond lainnya. Mengenai administrasi mapun acara persidangan, tata laksananya pasti bisa oleh Menteri Sekretaris Negara. Jadi tidak perlu membubarkan MPR.&lt;br /&gt;Kebebasan berpolitik memang memberikan ruang memperjuangkan suatu gagasan, namun perlu diingat bahwa kebebasan tersebut harus pula memberikan kebebasan bagi yang lainnya. Pancasila memperlihatkan titik singgung agar tidak terjadi benturan yang berakibat kehancuran kehidupan berbangsa bernegara. Lembaga MPR adalah tempat orang bijaksana bermusyawarah agar kehidupan berbangsa bernegara dapat terjaga dengan baik.&lt;br /&gt;Seluruh aliran politik yang ada di Indonesia sekarang memang sedang bergerak mewujudkan apa yang menjadi idealisme mereka. Tidak terkecuali mereka yang menganut paham komunisme. Hanya saja komunis tidak dapat masuk kedalam tatananan kerhidupan kenegaraan karena adanya TAP MPR yang melarang ideologi komunis di tanah tercinta ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah gerakan reformasi pun ternyata tidak sepenuhnya mermberikan ruang gerak bagi komunisme meski terdapat kebebasan untuk mendirikan partai politik.&lt;br /&gt;Sekarang semua kita dapat berfikir dengan jernih agar tidak terlepas dari prinsip dasar yang telah menjadi karakter nasional kita yaitu Pancasila. Jadi kalau ada gagasan untuk membubarkan MPR RI kita dapat mengenalinya sebagai langkah politik strategis untuk mengusung kembali komunisme kedalam tatanan kehidupan kenegaraan,&lt;br /&gt;Dengan cara ini TAP MPR yang melarang komunisme akan kehilangan validitasnya dan berarti melicinkan jalan bagi komunisme kembali menjadi aliran politik legal di Indonesia.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-2360720613470843540?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/2360720613470843540/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=2360720613470843540" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/2360720613470843540?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/2360720613470843540?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2007/03/indonesia-tidak-ada-tirani-minoritas.html" title="Pancasila: Tidak Ada Tirani Minoritas Atau Diktator Mayoritas" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkECQXo6eSp7ImA9WBFQFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-6821943776556989029</id><published>2007-03-09T14:15:00.000+08:00</published><updated>2007-03-09T19:11:00.411+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-03-09T19:11:00.411+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="opini" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="essay" /><title>Garuda Indonesia Flight Number GA200</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Garuda Indonesia flight number GA200&lt;/strong&gt; rute penerbangan Jakarta ke Jogyakarta yang mengalami musibah terbakar ketika landing di Bandara Adi Sucipto merupakan salah satu dari rangkaian kecelakaan transportasi di Indonesia akhir akhir ini. &lt;em&gt;Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.&lt;/em&gt; Kita menyampaikan belasungkawa ikut berduka cita kepada keseluruhan keluarga korban beberapa kecelekaan tersebut. Agaknya kita musti merenungkan kembali semua pola kehidupan kita dalam bermasyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena pada dekade 10 tahun terakhir ini, masyarakat kita lebih bertumpu kepada hal hal nyata keduniawian ketimbang hal "tidak nyata" metapisika. Ungkapan lebih sederhana munghkin boleh dikatakan bahwa mulai dari para pemimpinnya, masyarakat bangsa Indonesia pada dekade 10 tahun terakhir ini gampang marah marah, lebih suka hujat sana hujat sini, unjuk rasa. Pemikiran terpendam yang sebelumnya lebih dikontrol dengan kemampuan bersabar, sekarang ini mudah ambrol sehingga timbulah sikap suka marah marah tadi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Publikasi besar atas peristiwa marah marahan itu menimbulkan reaksi berantai dimasyarakat. Sendainya ada yang mampu melakukan pengindraan dari galaksi, maka wilayah nusantara ini mungkin auranya berwarna merwah kehitaman. Sebagaimana kita sadari bersama bahwa kita manusia ini adalah bagian integral dari alam. Maksudnya ada norma sebab dan akibat yang selalu berproses membentuk harmoni. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu ledakan pada galaktika akan berakibat radiasi kosmis yang mempengaruhi struktur genetika, hasilnya adalah antara lain intelegensi dan perilaku dasar manusia. Pengetahuan manusia atas reaksi alam timbal balik sangatlah terbatas. Katakanlah ketika kita meributkan lobang ozon yang menyebabkan mencairnya gunung es di kutub utara ternyata menghasilkan luasan yang lebih besar wilayah gunung es di kutub selatan. Alam pada dasarnya masih sangat misterius bagi manusia. Perubahan ini tentu berdampak terhadap kehidupan manusia, kita cenderung bingung, kehilangan kesabaran dan gampang marah marah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kembali kepada wilayah sempit yaitu tentang perilaku kita di Indonesia saat ini kiranya dapat direnungkan kembali. Sikap gampang marah marah, hujat sana hujat sini, tuding sana tuding sini dapat berakibat terhadap keseharian kita. Perubahan perilaku sosial antara lain pada tingkat disiplin dalam menjalankan sistem atau bisa juga sama sekali keluar dari sistem yang ada dan mencoba mengaplikasikan sistem baru. Kecenderungan melalukan "reformasi" karena menganut paham "sekarang bebas saja" akan sangat rentan terhadap sektor public utilities dan public service.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lantas harus bagaimana? katakanlah kepada abang ojek misalnya. Kalau kita naik ojek atau beca, marilah kita bicara yang adem adem menenteramkan hati agar kondisi psikologis "driver" yang membawa kita bisa lebih terkontrol dan tidak terbawa emosinya oleh kondisi sosial di Indonesia yang auranya sedang "merah kehitaman".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kepada para kiayi, ulama semua agama, Presiden, para menteri, gubernur, bupati , camat, lurah, kades, erte, kita kita semua warga, anggota de-pe-er semua tingkatan, pengacara, jaksa, hakim, polisi, tentara, KPK, BPK, semua semuanyalah marilah kita bikin suasana adem adem dan harmoni seperti dulu lagi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-6821943776556989029?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/6821943776556989029/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=6821943776556989029" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/6821943776556989029?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/6821943776556989029?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2007/03/garuda-indonesia-flight-number-ga200.html" title="Garuda Indonesia Flight Number GA200" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0AMRHo-cCp7ImA9WBFQEUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-3313265083367718782</id><published>2007-03-06T00:10:00.000+08:00</published><updated>2007-03-06T00:23:05.458+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-03-06T00:23:05.458+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Politics" /><title>Reformasi Tidak Tuntas Mengapa?</title><content type="html">&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk menjawabnya perlu memahami terlebih dahulu apa maknanya. Menurut pemahaman saya reformasi adalah; upaya penataan kembali pola kehidupan dari keadaan yang dianggap tidak sesuai dengan cita cita ideal sebelumnya. Dalam skala mikro suatu rumah tangga seringkali terjadi upaya reformasi karena suatu pola kehidupan yang ditempuh tidak menemukan realitas hidup bahagia yang menjadi idealisme anggota keluarga. Upaya reformasi dalam rumah tangga, bentuknya yang paling ekstrem adalah perceraian. Reformasi Indonesia adalah gerakan politik untuk mengembalikan seluruh ideology politik rakyat kedalam tatanan kehidupan kenegaraan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Reformasi Indonesia 1998 dianggap sama dan dihubungkan dengan lengsernya Soeharto dari tampuk pimpinan nasional pada 21 Mei 1998, adalah gerakan untuk menata kembali pola kehidupan kenegaran Republik Indonesia .Menurut hemat saya reformasi Indonesia mulai 23 Mei 1997 ketika terjadi kerusuhan kampanye Pemilu 1997 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang memakan ratusan korban jiwa. Suatu test case bagi kerusuhan Mei 1998.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pola kehidupan kenegaraan yang berfalsafah Pancasila berbentuk Demokrasi Pancasila coba dirombak dengan pola kehidupan kenegaraan yang lain dengan jargon liberalisme, demokratisasi, transparansi, akuntabilitas dan lainya yang nampaknya ideal ditelinga rakyat. Liberalisme merupakan bentuk perlawanan terhadap TAP MPR Tahun 1983 tentang Azas Tunggal Pancasila. TAP II MPR 1983 tersebut diangap sebagai bentuk pengekangan terhadap kebebasan berserikat, berpendapat dan demokrasi. Azas Tunggal Pancasila mengakibatkan ideology lain menjadi subordinate dan terkooptasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bentuk ideology lainnya secara murni tidak dapat masuk kedalam tatanan kehidupan kenegaraan karena harus difilter oleh prinsip azas tunggal Pancasila. Dengan demikian Demokrasi Pancasila tidak diterima sebagai bentuk demokrasi karena kehilangan semangat liberalismenya. Karena itulah dalam gerakan reformasi isue sentralnya adalah demokratisasi, akuntabilitas, transparansi dan sub isu lainnya. Demokrasi Pancasila yang dibawa Orde baru dianggap tidak mengakomodir seluruh ideology politik rakyat kedalam tatanan kehidupan kenegaraan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jadi reformasi Indonesia 1998 adalah gerakan politik untuk mengembalikan seluruh ideology politik rakyat kedalam tatanan kehidupan kenegaraan Indonesia. Ideologi Politik Rakyat. Ada berapa banyak ideologi politik rakyat Indonesia? Ideologi politik rakyat yang diorganisasikan dalam bentuk partai politik merupakan gambaran politik aliran menjadi cirri heteroginitas ideologi politik di Indonesia. Soekarno mencoba menghimpun heteroginitas, menyatukan politik aliran tersebut dengan gagasan Nasakom ( Nasionalis Agamis Komunis ). Nasakomisasi pada dasarnya adalah gerakan reformasi terhadap iklim liberal pasca pemilu 1955 ( Konstituante) yang tidak pernah berhasil merumuskan Undang Undang Dasar Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sampai pada akhirnya Soekarno megeluarkan Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959 yaitu kembali ke UUD 1945. Selanjutnya gagasan Nasakom dengan Demokrasi Terpimpin menjadi ciri otentik Orde Lama. Nasakom merupakan bentuk penyederhanaan dalam upaya mengakomodasi seluruh ideologi politik rakyat Indonesia kedalam tatanan kehidupan kenegaraan. Akan tetapi tiba tiba terjadi hal yang mengejutkan yaitu meledaknya Gerakan G 30 S PKI pada 30 September 1965.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Budaya Politik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wibawa kepemimpinan Soekarno yang sebelumnya menjadi tulang puggung harmoni kehidupan politik di Indonesia menjadi runtuh., G 30 S PKI menciptakan disharmoni kehidupan berbangsa. TNI dibawah Jenderal AH.Nasution yang sebelumnya menciptakan kelompok induk organisasi (KINO) KOSGORO, MKGR, SOKSI untuk melawan PKI, kemudian berbentuk Sekber GOLKAR selanjutnya menjadi mesin politik Orde Baru dibawah kendali TNI. Mengapa TNI? Karena TNI lah yang menjadi korban G 30 S PKI.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tatapi mengapa yang pegang kontrol Soeharto dan bukan Nasution yang Panglima TNI. Jawabannya adalah karena Seoharto orang Jawa, bisa dengan cepat mendapat dukungan mayoritas rakyat. Dukungan tersebut tidak akan terjadi pada Nasution meskipun dia seorang Panglima TNI pada saat itu. Justeru dari kearifan dia sebagai Ketua MPRS yang menampilkan Seoharto, sebagaima kearifan Ketua MPR Amien Rais menampilkan Gus Dur sebagai pemimpin bangsa. Inilah budaya politiknya; Soeharto mencoba meneruskan gagasan Soekarno tentang penyederhanaan ideologi politik rakyat yang multi varian. Jika formula Nasakom oleh Soekarno.&lt;br /&gt;Soeharto mengelimasi Komunisme, menggantikannnya kedudukannya dengan GOLKAR dan mengokohkan Pancasila serta UUD 1945 sebagai landasan kehidupan berbangsa menuju dinamisasi gerakan pembangunan nasional. Akan tetapi hal ini berarti ideologi komunis yang diklaim PKI didukung oleh 4,5 juta penganutnya pada tahun 1964 tidak dapat eksis dalam kehidupan kenegaraan di republik ini selama 32 tahun kekuasaan Orde Baru bahkan hingga hari ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Kesempatan dalam kesempitan&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Gagasan Uni Eropa pada era 1980 masih memperhatikan dengan tajam issue Pasific Rim. Perkembangan pertumbuhan ekonomi pada wilayah ini akan mengancam eksistensi Eropa pada umummnya. Bahkan Helmut Smith, kemudian Helmut Kcholl, dua Kanselir Jerman ketika itu sama melihatnya sebagai ancaman kebangkrutan manakala Eropa tidak bersatu menghadapi penomena tersebut. Bangkitnya empat “Macan Asia” Taiwan, Singapore, Jepang dan China dalam percaturan perdagangan internasional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selanjutnya era 1990 an prospek kerjasama teknologi antara Jepang, China, India dan Indonesia, sangat mungkin diperhitungkan dalam penomena Pacific Rim. Pada satu sisi merupakan potensi pasar yang sangat besar sebagai pendukung pertumbuhan Ekonomi Eropa namun pada sisi lain Pacific Rim sekaligus adalah “gurita raksasa” yang siap menelan apa saja. Hal itu pula menjadi perhatian serius Yahudi Amerika yang rata rata adalah banker di Eropah. Mandegnya pertumbuhan ekonomi eropah akan berakibat terganggunya dana teror Israel melawan Palestina atau dunia Arab umumnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Indonesia dibawah Soeharto dengan rakyat yang berjumlah 200 juta jiwa, pertumbuhan ekonominya melaju pesat dengan rata rata diatas 6,8% bahkan pada saat lengsernya pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat angka 8,6%. Bukan angka ini yang menjadi perhatian dunia, tetapi Soeharto dengan triloginya; Stabilitas – Pertumbuhan dan Pemerataan mejadi inspirator bagi para pemimpin Asia menghadapi dominasi ekonomi Eropa maupun Amerika. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagi Yahudi Amerika tidak ada jalan lain, lemparkan bola salju menggoncang stabilitas kawasan Pacific Rim. Mahather Mohammad, pemimpin Asia yang paling lantang menyatakan Geoge Soros, si Yahudi ini sebagai dalangnya. Titik terlemah dari rangkaian mata rantai ini mengalami kehancuran yang parah dan berkelanjutan itulah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Imbas goncangan global membangkitkan semangat politik mereka yang sebelumnya tidak bisa eksis dalam kehidupan tatanan kenegaraan di Indonesia. Dengan kata lain reformasi tidak sepenuhnya gagasan orisinil untuk melakukan perubahan pola kehidupan kenegaraan. Reformasi Indonesia 1998 hanya mengambil kesempatan dalam kesempitan pada saat guncangan terjadi akibat pengaruh global, dimana sendi sendi kehidupan menjadi rapuh. Reformasi nyaris tanpa konsep berlian yang tumbuh dari suatu konsensus nasional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gerakan reformasi tidak mengemukakan argumentasi kuat untuk mengalahkan argumentasi Pembangunan berkelanjutan membentuk manusia Indonesia seutuhnya berdasarkan Pancasila. Gagasan orisinil Soekarno tentang nation and charater building yang diteruskan Soeharto tanpa mengikut sertakan ideologi komunis dalam gegap gempita pembangunan Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagi Soekarno, komunis adalah ideology politik rakyat Indonesia yang nyata. Bagi Soeharto Komunis adalah penghianat Pancasila. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lalu bagi kaum reformis bagaimana?. Komunisme dalam wilayah abu abu, antara ada dan tiada dan tidak boleh eksis dalam tatanan kenegaran Republik Indonesia. Padahal gagasan dasar reformasi Indonesia 1998 adalah mengembalikan seluruh ideologi politik rakyat Indonesia kedalam tatanan kehidupan kenegaraan yang berarti masuknya kembali komunisme. Itulah sebabnya mengapa reformasi tidak akan tuntas karena sebenarnya rakyat Indonesia memang tidak menginginkannya.***&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-3313265083367718782?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/3313265083367718782/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=3313265083367718782" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/3313265083367718782?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/3313265083367718782?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2007/03/reformasi-tidak-tuntas-mengapa.html" title="Reformasi Tidak Tuntas Mengapa?" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEEESH87eSp7ImA9WBFRFEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-2518307433919011456</id><published>2007-02-25T23:02:00.000+08:00</published><updated>2007-02-25T23:16:49.101+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-02-25T23:16:49.101+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Folklore" /><title>Syah Sitti Jenar dan Demokrasi</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam &lt;em&gt;folklore &lt;/em&gt;kita diceriterakan tentang kesepakatan para wali untuk menghukum Lemah Abang atau Syeh Siti Jenar. Kesepakatan yang sebelumnya didahului dialog langsung para wali dengan S2J menggambarkan bahwa “kebijakan” diambil dan dilakukan secara &lt;em&gt;demokratis&lt;/em&gt;. Adalah S2J harus dikuburkan hidup hidup dan hal itu disepakati pula oleh S2J sendiri.&lt;br /&gt;Ceritera semacam ini bertebaran diseantero memori rakyat Indonesia dengan tokoh berbeda tapi tema tetap sama. Diakhir ceritera selalu diungkapkan bahwa S2J atau tokoh lainnya itu tidaklah mati tetapi &lt;em&gt;ghaib&lt;/em&gt;, jasadnya tidak pernah ditemukan, &lt;em&gt;gone to the nets absorb by energy&lt;/em&gt;. Ada satu kebenaran yang tidak bisa dicerna dengan parimeter kehidupan normative.&lt;br /&gt;Lain lagi ceritera tentang arisan makan makan. Kumpul arisan buat makan bareng dengan iuran sama sama. Menunya dibicarakan bersama, respnyapun hasil rembukan, hanya yang masak dimandatkan kepada tuan rumah. Tetapi ketika sedang dimasak dicipi dahulu sebelum disajikan. Salah satu anggota arisan mengusulkan tambah garam “dikit” yang lain menambahkan terasi. Adapula yang usul tambahkan merica lalu penyedap…lalu yang lain lagi nambahkan ini itu. Alhasil ini masakan betul betul demokratis.&lt;br /&gt;Apakah anda bisa menebak bagaimana rasanya? He…he…he…Semua peserta arisan mengatakan bahwa makannnya euunaaak tenan. Tetapi setelah bubaran, masing masing punya komentar yang tidak enak didengar tuan rumah.&lt;br /&gt;Dulu ketika &lt;em&gt;Jenderal Nasution&lt;/em&gt; membentuk Panitia Retooling Aparatur Negara (PARAN), &lt;em&gt;Bung Karno &lt;/em&gt;lantas membentuk Komando Tertinggi Retooling Aparatur Revolusi (KOTRAR). Maksudnya sama yaitu memberantas korupsi. Orde Baru menampilkan UU Anti Korupsi dengan institusi Menteri Koordinator Penertiban Aparatur Negara merangkap Perencanaan Pembanguna, merangkap Ketua BAPPENAS dipimpin &lt;em&gt;Prof. Dr. J.B. Soemarlin&lt;/em&gt;. Sekarang, ada Komite Pemberantasan Korupsi atau KPK yang konon lebih suka disebut sebagai organisasi independen ketimbang institusi negara. Secara keseluran maksudnya sama tetapi tujuannya mungkin berbeda.&lt;br /&gt;Mengapa berbeda? Kalau PARAN dikendalikan oleh Angkatan Darat ( baca militer ) maka KOTRAR menghilangkan peranan PARAN dan kendali ditangan Bung Karno ( baca sipil ). Kalau UU Anti Korupsi kendalinya ditangan birokrasi maka kendali KPK ditangan independen…&lt;br /&gt;Persamaannya adalah bahwa pemberantasan korupsi disepakati seluruh rakyat. Bagaimana melaksanakannya? Meski resepnya telah disepakati secara demokratris. Jika pelaksanaannya multi tafsir seperti tambah garam tambah gula tambah merica tambah penyedap tambah ini itu tadi. Apakah anda bisa menebak bagaimana jadinya?&lt;br /&gt;Tudingan korupsi memang berpotensi tidak adil, tergantung dengan tujuan apa tudingan dilontarkan. Hanya saja sulit untuk menyatakannya karena secara demokratis sudah sepakat. Jika tudingan mengarah ke beta sendiri, kena diketek dikempitkan, kena dibokong dijongkokan, kena di jidat…apa mau dibenturkan? Pada masa Ratu &lt;em&gt;Maria Antoinette&lt;/em&gt;, Perancis secara resmi menggunakan &lt;em&gt;Guillotine&lt;/em&gt; sebagai alat eksekusi yang akhirnya memotong lehernya sendiri.&lt;br /&gt;Seperti ceritera &lt;em&gt;folklore&lt;/em&gt; para wali versus Syeh Sitti Jennar dengan akhir ceritera jasadnya yang ghaib. Memang sesungguhnya manusia tidak akan pernah bisa berlaku adil…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-2518307433919011456?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/2518307433919011456/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=2518307433919011456" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/2518307433919011456?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/2518307433919011456?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2007/02/syah-sitti-jenar-dan-demokrasi.html" title="Syah Sitti Jenar dan Demokrasi" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEYHQnczcSp7ImA9WBFSGE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-27430557.post-2996229806233293636</id><published>2007-02-19T02:53:00.000+08:00</published><updated>2007-02-19T03:15:33.989+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-02-19T03:15:33.989+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="puisi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="poems" /><title>Puisi</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;PADA HARI INI MERAYAKAN PROKLAMASI KEMERDEKAANNYA YANG KE 61. KEPADA MEREKA YANG BERDEDIKASI MENEGAKKAN NILAI MATA UANG RUPIAH PATUT MENDAPAT KEHORMATAN DIABADIKAN BERSAMA PUISI INI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEMERDEKAAN TERNYATA ADA DISINI&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan ternyata ada disini&lt;br /&gt;ketika receh uang logam jatuh berderai&lt;br /&gt;usai sidang MPR&lt;br /&gt;sekeping terinjak anggota majelis&lt;br /&gt;satunya lagi dipungut pemiliknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan ternyata ada disini&lt;br /&gt;ketika receh uang logam jatuh tenggelam&lt;br /&gt;kedasar palung laut Banda&lt;br /&gt;ketika pulang ke Jawa&lt;br /&gt;sekeping hanya ada disaku pemiliknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan ternyata ada disini&lt;br /&gt;ketika dilangit awan menggumpal&lt;br /&gt;dingin membeku menitik hujan turun sudah waktunya&lt;br /&gt;mendirus gunung menerjang hutan mengalir menuju laut&lt;br /&gt;sekeping harapan ada didasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan ternyata ada disini&lt;br /&gt;ketika receh uang logam mampu membayar&lt;br /&gt;harga siomay dari pendagang yang ikhlas&lt;br /&gt;untuk anak negeri yang gelandangan kelaparan&lt;br /&gt;receh logam seratusan ada ditangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan ternyata ada disini&lt;br /&gt;ketika receh uang logam yang selalu ada disaku sang dokter&lt;br /&gt;bekerja secara saintifik berharap keberuntungan&lt;br /&gt;ketika mesin pendukung kehidupan sinyalnya terhenti&lt;br /&gt;receh logam jatuh dari sakunya dan pasien bernafas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan ternyata ada disini&lt;br /&gt;ketika receh uang logam disumbangkan kepada tetangga&lt;br /&gt;almarhum terbaring santai diliang kuburnya&lt;br /&gt;ketika dua malaikat bertanya dengan santun marrabbuka&lt;br /&gt;aku menjawab nyaris berbisik Allahu rabbi.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;17 Agustus 2006&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Syam Jr.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27430557-2996229806233293636?l=anggang.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://anggang.blogspot.com/feeds/2996229806233293636/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27430557&amp;postID=2996229806233293636" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/2996229806233293636?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/27430557/posts/default/2996229806233293636?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://anggang.blogspot.com/2007/02/kemerdekaan-ternyata-ada-disini.html" title="Puisi" /><author><name>Syam Jr</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02193844410716574765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="10816942308968343633" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry></feed>
