<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Kecantikan |  Kesehatan | Wanita | Laki-Laki | Anak-Anak | Artikel | Anti Aging | Antioksidan</title>
	
	<link>http://www.bintangpelangi.com</link>
	<description />
	<lastBuildDate>Wed, 27 Jul 2011 08:04:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/GalvanicSpaAgeloc" /><feedburner:info uri="galvanicspaageloc" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle></itunes:subtitle><item>
		<title>Pepaya bisa mencegah Kanker?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~3/FZoRpjk7vbw/.htm</link>
		<comments>http://www.bintangpelangi.com/pepaya-bisa-mencegah-kanker/.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 07:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[bisa]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[mencegah]]></category>
		<category><![CDATA[pepaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bintangpelangi.com/?p=634</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa buah buahan dikenal memiliki banyak manfaat, sehingga mereka disebut buah super. Kini ada satu buah yang lebih super dan dikenal berguna untuk mencegah kanker, yaitu buah Pepaya. Pepaya adalah salah satu buah yang mengandung lycophene, yang dikenal sebagai zat yang sangat efektif dalam mencegah dan memerangi penyebaran sel kanker. Seperti dikutip dari Menshealth, penelitian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-637" title="pepaya-cegah-kanker" src="http://www.bintangpelangi.com/wp-content/uploads/2011/07/pepaya-cegah-kanker.jpg" alt="" width="240" height="193" />Beberapa buah buahan dikenal memiliki banyak manfaat, sehingga mereka  disebut buah super. Kini ada satu buah yang lebih super dan dikenal  berguna untuk mencegah kanker, yaitu buah Pepaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pepaya adalah  salah satu buah yang mengandung lycophene, yang dikenal sebagai zat  yang sangat efektif dalam mencegah dan memerangi penyebaran sel kanker.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-634"></span>Seperti  dikutip dari Menshealth, penelitian baru- baru ini menemukan bahwa  lycophene menstimulasi tingkat dari sel pertahanan di dalam tubuh untuk  melawan kanker. Hal ini bisa mencegah kerusakan DNA dan menghambat  penyebaran kanker.</p>
<p style="text-align: justify;">Para peneliti dari dari universitas Florida  menemukan bahwa Pepaya efektif sebagai agen anti kanker untuk melawan  jenis kanker seperti rahim, payudara, hati, paru-paru dan pankreas.  Hasil dari penelitian itu dipublikasikan dalam jurnal Ethnopharmacology.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal  ini diketahui setelah para peneliti mengadakan pengujian menggunakan  teh yang dibuat dari ekstrak daun pepaya kering. Buah itu dikenal bisa  meningkatkan zat kimia yang mengatur sistem kekebalan tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Dr  Nam Dang dari Universitas Florida mengatakan bahwa ekstra pepaya yang  diuji di laboratorium ini tak memiliki efek samping beracun terhadap sel  yang normal. Sehingga kemungkinannya ia bisa digunakan sebagai obat  alternatif. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menentukan efek  yang dihasilkannya jika ia masuk kedalam tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal  kandungan lycophene, ternyata Pepaya juga memiliki kandungan lain berupa  sumber vitamin C, potasium dan asam folat yang membuatnya menjadi buah  yang sangat menyehatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Buah buahan lainnya dan sayuran yang  mengandung lycophene yang cukup baik adalah tomat, semangka, anggur, dan  secara umum makanan yang mengandung lycophene memiliki daging yang  penuh warna.</p>
<p><br style="color: #000000;" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sumber:   <a href="http://id.berita.yahoo.com/pepaya-bisa-mencegah-kanker-114030720.html" target="_blank">Pepaya bisa mencegah Kanker?</a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~4/FZoRpjk7vbw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bintangpelangi.com/pepaya-bisa-mencegah-kanker/.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.bintangpelangi.com/pepaya-bisa-mencegah-kanker/.htm</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Jumlah Diabetesi Naik Dobel</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~3/m-56upVMNvs/.htm</link>
		<comments>http://www.bintangpelangi.com/jumlah-diabetesi-naik-dobel/.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 16:18:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[gagal ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah diabetesi naik dobel]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan saraf]]></category>
		<category><![CDATA[penderita]]></category>
		<category><![CDATA[serangan jantung]]></category>
		<category><![CDATA[stroke]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bintangpelangi.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Jumlah penderita diabetes (diabetesi) dewasa di dunia saat ini mencapai 350 juta orang, naik dua kali lipat dibanding pada tahun 1980. Kadar gula darah yang tinggi dan diabetes diperkirakan membunuh 3 juta orang di dunia setiap tahunnya. Para peneliti dari Imperial College London dan Universitas Harvard melakukan analisa gula darah dari 2,7 juta orang berusia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Jumlah penderita diabetes (diabetesi) dewasa di  dunia saat ini mencapai 350 juta orang, naik dua kali lipat dibanding  pada tahun 1980. Kadar gula darah yang tinggi dan diabetes diperkirakan  membunuh 3 juta orang di dunia setiap tahunnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Para peneliti  dari Imperial College London dan Universitas Harvard melakukan analisa  gula darah dari 2,7 juta orang berusia di atas 25 tahun di beberapa  negara dan menggunakan hasilnya untuk memperkirakan prevalensi diabetes  secara global. Tahun 1980 terdapat 153 juta orang diabetesi, naik  menjadi 347 juta di tahun 2008.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-619"></span>Hasil penelitian yang  dipublikasikan dalam jurnal The Lancet itu menyebutkan, ada dua faktor  utama yang menyebabkan peningkatan diabetesi, yakni meningkatnya usia  harapan hidup dan bertambahnya berat badan, terutama pada perempuan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hasil riset kami menunjukkan diabetes adalah penyakit yang mudah  ditemukan di seluruh dunia. Hal ini kontras dengan penyakit hipertensi  dan kolesterol yang mulai menurun di banyak negara. Padahal diabetes  lebih sulit dicegah dan diatasi dibanding kondisi lainnya,&#8221; kata Majid  Ezzati dari Imperial College London yang ikut melakukan riset ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Peningkatan penderita diabetes paling mencolok terlihat di negara  kepulauan Pasifik. Di pulau Marshall misalnya, satu dari tiga wanita dan  satu dari empat pria di sana menderita diabetes.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit  diabetes yang tidak terkontrol akan menyebabkan komplikasi penyakit  seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, serta kerusakan saraf.</p>
<p><br style="color: #000000;" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sumber:  <a href="http://health.kompas.com/read/2011/06/27/10452798/Jumlah.Diabetesi.Naik.Dobel" target="_blank">Jumlah Diabetesi Naik Dobel</a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~4/m-56upVMNvs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bintangpelangi.com/jumlah-diabetesi-naik-dobel/.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.bintangpelangi.com/jumlah-diabetesi-naik-dobel/.htm</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kopi Tak Terbukti Naikkan Tensi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~3/VjF4t2Bg8Pg/.htm</link>
		<comments>http://www.bintangpelangi.com/kopi-tak-terbukti-naikkan-tensi/.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 16:10:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[minum]]></category>
		<category><![CDATA[tensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bintangpelangi.com/?p=616</guid>
		<description><![CDATA[Kafein yang terdapat di dalam kopi selama ini sering dituding sebagai penyebab naiknya tensi darah. Meski belum mendapat kesimpulan akhir, namun penelitian terbaru menunjukkan minum kopi tidak terbukti meningkatkan tensi. Laporan studi terbaru yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition ini dibuat setelah menghimpun data dari enam penelitian yang melibatkan 170.000 orang. Dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kafein yang terdapat di dalam kopi selama ini sering dituding sebagai  penyebab naiknya tensi darah. Meski belum mendapat kesimpulan akhir,  namun penelitian terbaru menunjukkan minum kopi tidak terbukti  meningkatkan tensi.</p>
<p style="text-align: justify;">Laporan studi terbaru yang dimuat dalam The  American Journal of Clinical Nutrition ini dibuat setelah menghimpun  data dari enam penelitian yang melibatkan 170.000 orang. Dalam  masing-masing penelitian, dilakukan survei untuk mengetahui jumlah kopi  yang diminum setiap hari kemudian riwayat kesehatan para responden  diikuti hingga 33 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-616"></span>Sekitar satu dari lima partisipan  menderita hipertensi. Akan tetapi tidak ada perbedaan risiko antara  mereka yang minum lima cangkir kopi per hari dengan orang yang hanya  minum sedikit. Meski begitu minum kopi bukan berarti bebas dari risiko  sama sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil penelitian juga menemukan risiko terkena  hipertensi antara mereka yang minum kopi 3 cangkir per hari dengan yang  minum kurang dari jumlah tersebut hanya berbeda sedikit.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya  tidak yakin kopi adalah faktor risiko hipertesi. Akan tetapi jika orang  minum kopi 12 cangkir setiap hari dan tidak bisa tidur, maka itu adalah  hal yang perlu diwaspadai,&#8221; kata Dr.Lawrence Krakoff, peneliti bidang  hipertensi dari Mount Sinai Medical Center, New York, AS.</p>
<p style="text-align: justify;">Kaitan  antara kopi dengan hipertensi sendiri sangat rumit dan mungkin efeknya  tidak sama pada setiap orang. &#8220;Perbedaan genetik mungkin berpengaruh  pada efek kafein yang diasup. Untuk sebagian orang tidak ada pengaruh  minum kopi banyak,&#8221; kata Dr.Liwei Chen, peneliti.</p>
<p><br style="color: #000000;" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sumber:  <a href="http://health.kompas.com/read/2011/04/25/10502672/Kopi.Tak.Terbukti.Naikkan.Tensi" target="_blank">Kopi Tak Terbukti Naikkan Tensi</a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~4/VjF4t2Bg8Pg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bintangpelangi.com/kopi-tak-terbukti-naikkan-tensi/.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.bintangpelangi.com/kopi-tak-terbukti-naikkan-tensi/.htm</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kelelahan Kronis Akibat Pekerjaan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~3/heSFolHZRAg/.htm</link>
		<comments>http://www.bintangpelangi.com/kelelahan-kronis-akibat-pekerjaan/.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 18:54:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[burnout]]></category>
		<category><![CDATA[depersonalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[emosional]]></category>
		<category><![CDATA[fisik]]></category>
		<category><![CDATA[kelelahan kronis akibat pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan hasrat mencapai prestasi diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bintangpelangi.com/?p=613</guid>
		<description><![CDATA[”Saya, 39 tahun, sudah lama bekerja sebagai guru bahasa asing di sebuah SMA swasta. Sekarang ditambah merangkap jabatan sebagai Wakil Kepala Sekolah di situ. Saya adalah ibu dari 2 anak gadis yang menurut saya tidak bermasalah dengan tingkah lakunya, mereka cukup patuh dan punya nilai bagus di sekolahnya, tidak seperti kebanyakan murid saya yang sulit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<p><em>”Saya, 39 tahun, sudah lama bekerja  sebagai guru bahasa asing di sebuah SMA swasta. Sekarang ditambah  merangkap jabatan sebagai Wakil Kepala Sekolah di situ. Saya adalah ibu  dari 2 anak gadis yang menurut saya tidak bermasalah dengan tingkah  lakunya, mereka cukup patuh dan punya nilai bagus di sekolahnya, tidak  seperti kebanyakan murid saya yang sulit diatur.</em></p>
<p><em> Suami  juga tampak oke-oke saja, dengan pendidikan S-2-nya, dia adalah pegawai  negeri dengan karier yang baik. Jadi, dengan keadaan seperti ini kalau  dipikir-pikir saya harusnya tak punya masalah. Tapi ada hal yang saya  ingin bahas bersama Ibu.</em></p>
<p><em> Saya merasa dua tahun terakhir  ini sering uring-uringan, merasa tidak tenang, rasanya banyak sekali  tugas yang harus saya selesaikan, tak habis-habisnya. Kalau sudah hari  Minggu sore, badan rasanya lemas, tidak bersemangat untuk mengajar esok  harinya. Jadi libur akhir pekan yang 2 hari itu tidak cukup buat saya.</em></p>
<p><em> <span id="more-613"></span>Memang saya punya tukang masak yang bisa membantu urusan rumah tangga,  tapi saya juga harus menyelesaikan banyak pe-er, seperti memeriksa tugas  murid dan persiapan mengajar. Kalau kami sekeluarga pergi jalan ke mal  untuk makan bersama di akhir pekan, saya merasa tak bisa menikmati lagi,  yang terpikir adalah belum menyelesaikan pe-er yang bertumpuk itu. Tapi  kalau sudah menghadapi pekerjaan, saya langsung merasa capek sekali dan  bosan.</em></p>
<p><em> Menurut suami, saya akhir-akhir ini mudah marah  kepada anak-anak hanya karena hal-hal yang kecil. Dia memang bilang  kalau saya itu dasarnya terlalu ingin sempurna dan serius menanggapi  persoalan, jadi mudah stres. Apa sebaiknya saya berhenti bekerja saja?  Tapi di lain pihak, saya juga merasa sayang kalau karier saya berhenti  sekarang ini. Terima kasih, Bu.”</em></p>
<p><em> </em>(KT di Jakarta)</p>
<p>G<strong>ejala dan diagnosis</strong></p>
<p>Dari gejala-gejala yang Ibu sampaikan, saya melihat Ibu sebagai seorang  guru yang sedang mengalami suatu kondisi yang disebut sebagai ”burnout”  (istilah yang pertama kali dikemukakan oleh Freudenberger pada tahun  1970). Seseorang dengan kondisi burnout paling tidak satu tahun terakhir  mengalami berbagai gejala fisik dan mental.</p>
<p>Secara fisik,  seseorang rentan terhadap penyakit, seperti sakit kepala, lemas,  gangguan pencernaan; sedangkan secara mental, muncul gejala mudah marah,  sinis, sedih, tidak simpati, dsb.</p>
<p>Lebih lanjut, melalui berbagai  penelitian yang dilakukan Maslach (1982) diungkapkan bahwa burnout  merupakan sindroma (gabungan gejala) kelelahan emosional,  depersonalisasi, dan penurunan hasrat dalam pencapaian prestasi, yang  sering terjadi pada pekerjaan yang sifatnya melayani orang lain.</p>
<p>Kondisi ini merupakan pengalaman yang menekan (stressful) karena adanya  tuntutan yang timbul akibat hubungan interpersonal yang asimetris antara  pemberi dan penerima pelayanan. Pada kasus Ibu KT, hubungan asimetris  terjadi misalnya dengan adanya ciri perfeksionis dan sifat kurang tenang  dari Ibu yang tidak sinkron dengan kondisi murid yang terlihat kurang  patuh dan kurang serius mengerjakan tugas latihan. Sementara tugas  tambahan yang dijalani Ibu KT juga menyita lebih banyak waktu dan  pikiran.</p>
<p><strong>Dimensi ”burnout”</strong></p>
<p>Ada 3 macam dimensi dari burnout, yaitu:</p>
<p>1. Kelelahan emosional. Dimensi ini merupakan reaksi terhadap kondisi  yang dialami pemberi pelayanan (guru, dokter, perawat, konselor, dsb)  karena adanya tuntutan emosional yang dipandang berlebihan dari penerima  pelayanan. Pemberi pelayanan dapat merasa energinya terkuras habis, tak  punya sumber emosional lagi, lelah, lemas, dan kehilangan minat atau  semangat.</p>
<p>2. Depersonalisasi. Dimensi yang berkembang lebih  lanjut, ditandai oleh perasaan negatif pada penerima pelayanan, seperti  menjaga jarak, tidak berperasaan, sikap negatif kepada penerima  pelayanan, kehilangan idealisme, bekerja seperlunya, mudah marah dan  tersinggung.</p>
<p>3. Penurunan hasrat mencapai prestasi diri.  Munculnya respons negatif terhadap diri sendiri dan prestasi kerja,  seperti merasa tidak bahagia, tidak puas, rasa bersalah, merasa gagal,  menilai diri rendah, tidak mampu, menarik diri, menurunnya semangat  kerja, dsb.</p>
<p><strong>Mengatasi ”burnout”</strong></p>
<p>Menurut  hemat saya, berhenti bekerja sama sekali bukanlah solusi terbaik saat  ini. Bukankah kondisi keluarga sejauh ini baik-baik saja, tidak  memerlukan perhatian khusus dari Ibu. Ibu hanya perlu memulihkan tenaga,  pikiran, dan emosi yang lelah dengan mengambil cuti beberapa waktu,  misalnya satu semester, untuk tidak mengajar dulu.</p>
<p>Tugas-tugas  sebagai Wakil Kepala Sekolah yang mungkin lebih bersifat administratif,  tidak langsung berhubungan dengan para murid, dapat terus dijalani  sejauh tak ada masalah. Beberapa hal penting lain yang perlu  diperhatikan adalah:</p>
<p>1. Mengenali dan menerima diri lebih baik.  Ibu perlu mendalami sifat-sifat pribadi mana yang bermanfaat untuk  dilanjutkan dalam menghadapi para murid dan mana yang justru akan  merugikan diri Ibu, misalnya sifat terlalu perfeksionis acapkali justru  menimbulkan perlawanan pada murid remaja. Mengenali pola perilaku  pribadi dapat membantu mengurangi stres dalam hidup karena menghilangkan  konflik antarindividu yang tidak perlu.</p>
<p>2. Menurunkan harapan  dan bersikap lebih santai. Hal ini bukan berarti Ibu harus menoleransi  perilaku murid yang kurang positif dengan membiarkan mereka tidak  membuat pekerjaan rumah atau latihan, tapi kurangi kekakuan dalam  menentukan aturan atau kurangi kekesalan menghadapi murid yang  mengobrol, misalnya. Belajar lebih banyak mendengarkan keluhan murid di  luar kelas tanpa langsung memberi nasihat akan membantu ibu merasa lebih  baik dan santai.</p>
<p>3. Berfokus pada dan belajar mensyukuri  kelebihan atau keberhasilan yang telah dicapai selama ini, serta  mengurangi pemikiran atas kegagalan yang dialami di masa lalu.</p>
<p>4.  Menjaga keselarasan/keseimbangan hidup secara keseluruhan. Keseimbangan  ini bisa berlainan antarindividu. Namun, kita perlu berfokus pada  hal-hal yang penting saja dalam hidup, tidak terlalu memusingkan diri  dengan hal-hal yang remeh atau kecil. Menyediakan ”me time”, waktu untuk  diri sendiri, minimal setengah jam setiap hari akan memulihkan energi  kita sehingga dapat kembali ke penyelesaian tugas selanjutnya dengan  lebih tenang.</p>
<p>Selamat terus beraktivitas, salam sukses Ibu Guru.</p>
<p><strong>Agustine Dwiputri, Psikolog</strong></p>
<p>Sumber<strong>: </strong><a href="http://health.kompas.com/read/2011/04/25/07561417/Kelelahan.Kronis.Akibat.Pekerjaan" target="_blank">Kelelahan Kronis Akibat Pekerjaan</a></p>
</div>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~4/heSFolHZRAg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bintangpelangi.com/kelelahan-kronis-akibat-pekerjaan/.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.bintangpelangi.com/kelelahan-kronis-akibat-pekerjaan/.htm</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Diabetes, Tenang Tapi Menghanyutkan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~3/AhbDy4xxaj8/.htm</link>
		<comments>http://www.bintangpelangi.com/diabetes-tenang-tapi-menghanyutkan/.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 18:47:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[kaki]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kencing manis]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit keturunan]]></category>
		<category><![CDATA[saraf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bintangpelangi.com/?p=610</guid>
		<description><![CDATA[Seiring bertambahnya kemakmuran rakyat Indonesia, ledakan jumlah pasien diabetes mellitus (DM) takkan terelakan lagi di bumi Nusantara. Dalam waktu dekat ini, diperkirakan jumlah pengidap diabetes akan mencapai 5 juta jiwa. Masalah akan menjadi lebih pelik lagi bila sejak saat ini tidak direncanakan penanganannya secara seksama. DM yang kita kenal sebagai penyakit kencing manis, merupakan penyakit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seiring bertambahnya kemakmuran rakyat Indonesia, ledakan jumlah  pasien diabetes mellitus (DM) takkan terelakan lagi di bumi Nusantara.  Dalam waktu dekat ini, diperkirakan jumlah pengidap diabetes akan  mencapai 5 juta jiwa. Masalah akan menjadi lebih pelik lagi bila sejak  saat ini tidak direncanakan penanganannya secara seksama.</p>
<p style="text-align: justify;">DM yang  kita kenal sebagai penyakit kencing manis, merupakan penyakit keturunan  (genetik, kelainan bibit) yang menyebabkan gangguan produksi hormon  insulin (resistensi insulin pada diabetes tipe 2 dan tidak adanya  produksi insulin pada diabetes tipe 1). Hormon insulin inilah yang  mengatur gula di dalam darah sehingga kembali normal.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum  hormon insulin ditemukan pada tahun 1921, biasanya pasien akan berumur  pendek, masalah pengobatan dan komplikasi menjadi rumit. Setelah  ditemukan hormon insulin, terjadi peningkatan usia harapan hidup.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-610"></span>Sebenarnya,  diabetes melitus tidaklah menakutkan bila diketahui lebih awal. Tetapi  kesulitan diagnostik timbul karena DM datang dengan tenang, dan bila  dibiarkan akan menghanyutkan  pasien ke dalam komplikasi fatal.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayangnya, menurut para ahli di dunia, secara epidemiologis diabetes seringkali tidak terdeteksi. Dikatakan bahwa <em>onset</em> atau mulai terjadinya diabetes adalah 7 tahun sebelum diagnosis  ditegakkan, sehingga morbiditas dan mortalitas dini terjadi pada kasus  yang tidak terdeteksi ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian lain menyatakan, adanya  urbanisasi membuat populasi diabetes tipe 2 akan meningkat 5-10 kali  lipat karena terjadi perubahan perilaku rural-tradisional menjadi urban.  Faktor risiko yang berubah secara epidemiologis diperkirakan adalah  bertambahnya usia, lebih banyak dan lebih lamanya obesitas, distribusi  lemak tubuh, kurangnya aktivitas jasmani dan adanya hiperinsulinemia.  Semua faktor ini berinteraksi dengan beberapa faktor genetik yang  berhubungan dengan terjadinya DM tipe 2.</p>
<p style="text-align: justify;">Betapa kejamnya diabetes  mellitus menghantam pasien, seperti pembunuh berdarah dingin. Diam-diam  daging penderita DM menjadi busuk, perlahan namun pasti.  Inilah  beberapa dampak lain DM :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Jantung diabetes,</strong> seperempat jumlah tempat tidur di <em>Intensif Coronary Care Unit </em>(ICCU) harus diserahkan kepada pasien diabetes mellitus, 50% mengalami kematian:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Kaki diabetes,</strong> mencapai 14,8% dengan segala penanganan sederhana sampai amputasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Mata diabetes,</strong> menduduki porsi yang besar mencapai 22,8% dengan kebutaan 1-2%</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Ginjal diabetes,</strong> mencapai 20%, dengan keharusan cuci darah dan kematian sebagai titik akhir</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Saraf diabetes</strong>, berupa gangguan saraf tepi, kelumpuhan dan impoten satu komplikasi yang paling menyiksa perasaan laki-laki.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih  rumit lagi, DM tidak menyerang satu alat tubuh saja, tetapi berbagai  komplikasi dapat diidap bersamaan dalam satu tubuh ! Masalah penanganan  dan pengobatan semakin rumit jua, apalagi bila diikuti ledakan jumlah  pasien.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali pada penyebab, diabetes adalah masalah kelainan  bibit. Banyak sekali pasien bertanya, apakah saya bisa sembuh dari DM,  dok ! Saya selalu mencoba menerangkan bahwa sampai saat ini, kita belum  dapat pengobatan kelainan bibit yang diturunkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelainan bibit  ini telah dicetak di dalam sel pembawa sifat yang di kenal sebagai DNA.  Kelainan DNA ini terbentuk sejak terjadinya konsepsi. Tentu, anda dapat  membayangkan bagaimana sulitnya memperbaiki kelainan bibit ini. Semua  para ahli mengakui betapa peliknya masalah kelainan bibit ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh  sebab itu, DM tidak akan pernah bisa sembuh total, namun kita hanya  bisa mengendalikan agar kadar gula dalam darah (GDS) serta gula dalam  sel darah (HbA1C, hemoglobin glikat) menjadi normal. Untuk itu,  dianjurkan kepada pasien agar setiap hari diperiksa kadar gula dalam  darahnya (Normal 80-120) dan kadar gula dalam sel darah setiap 3 bulan  (HbA1C &lt; 6%).</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengatakan bahwa kadar gula darah  terkendali, tentunya tak dapat bergantung pada hilangnya gejala diabetes  melitus saja, tetapi harus dengan pemeriksaan kadar gula darah (GDS)  dan kadar hemoglobin glikat (HbA1C).</p>
<p style="text-align: justify;">Kita punya bukti bahwa  pengendalian glikemik yang baik berhubungan dengan menurunnya komplikasi  diabetes. Hasil Diabetes Control and Complication Trial (DCCT)  menunjukkan, pengendalian DM tipe 1 yang baik dapat mengurangi  komplikasi kronik DM antara 20-30%. Bahkan hasil dari The United Kingdom  Prospective Diabetes Study (UKPDS) menunjukan, setiap penurunan 1% dari  HbA1C (misal dari 9 ke 8%) akan menurunkan resiko komplikasi sebesar  3%.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai studi yang telah ada menyatakan bahwa penyandang  diabetes tipe 1 dan 2 yang menjaga kadar HbA1C nya normal, menunjukan  insiden komplikasi mikrovaskuler seperti retinopati diabetes (mata  diabetes), nefropati diabetes (ginjal diabetes), neuropati diabetes  (saraf diabetes) dan impoten (disfungsi seksual) yang lebih rendah.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh  karena itu, bagi penyandang diabetes, segera diperiksakan semua fungsi  tubuhnya. Apakah sudah ada tanda-tanda komplikasi menahun yang  perkembangannya <em>slow but sure</em> itu dapat dicegah. Penyandang  diabetes yang kadar GDS dan HbA1C nya terkontrol dan terkendali dalam  batas normal, sebaiknya diperiksa lagi kondisi mata, syaraf, jantung,  pembuluh darah dan ginjalnya, apakah sudah terkena atau belum. Paling  tidak mengetahui ada atau tidaknya kemajuan pengurangan penyakit akibat  terkendalinya status glikemik penyandang diabetes.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai  ringkasan, pasien DM tidak bisa disembuhkan, namun hanya bisa  dikendalikan status metaboliknya seperti kadar GDS dan HbA1C. Upaya  mencegah komplikasi menahun dari diabetes sangat tergantung pada tipe,  usia penyandang diabetes, fasilitas yang tersedia dan tentunya motivasi  berobat. Jangan lupa untuk selalu memeriksakan diri, mengetahui  perkembangan status kesehatan sebagai monitor ada tidaknya komplikasi  diabetes mellitus.<br />
<br style="color: #000000;" /><br />
Sumber:  <a href="http://health.kompas.com/read/2011/04/26/10004786/Diabetes.Tenang.Tapi.Menghanyutkan" target="_blank">Diabetes, Tenang Tapi Menghanyutkan</a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~4/AhbDy4xxaj8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bintangpelangi.com/diabetes-tenang-tapi-menghanyutkan/.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.bintangpelangi.com/diabetes-tenang-tapi-menghanyutkan/.htm</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Waspadai Kanker Otak Jika Sakit di Kepala Memuncak</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~3/zsgkSYe4sFU/.htm</link>
		<comments>http://www.bintangpelangi.com/waspadai-kanker-otak-jika-sakit-di-kepala-memuncak/.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 18:40:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[di kepala memuncak]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai kanker otak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bintangpelangi.com/?p=607</guid>
		<description><![CDATA[Anda sering mengalami sakit kepala yang berulang di bagian kepala yang sama? Jika iya, Anda perlu mencurigai rasa sakit tersebut. Sebab, bukan tidak mungkin, rasa sakit itu merupakan gejala awal penyakit kanker otak. Kanker otak memang tak se-ngetop penyakit kanker lain, seperti kanker serviks atau kanker payudara. Namun, seperti kebanyakan penyakit kanker pada umumnya, kanker [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong></strong>Anda sering mengalami sakit kepala yang berulang di  bagian kepala yang sama? Jika iya, Anda perlu mencurigai rasa sakit  tersebut. Sebab, bukan tidak mungkin, rasa sakit itu merupakan gejala  awal penyakit kanker otak.</p>
<p style="text-align: justify;">Kanker otak memang tak se-ngetop  penyakit kanker lain, seperti kanker serviks atau kanker payudara.  Namun, seperti kebanyakan penyakit kanker pada umumnya, kanker otak  merupakan penyakit bersifat diam (<em>silent killer</em>) yang berbahaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena  sifatnya itu, seringkali penyakit kanker otak baru terdeteksi setelah  memasuki stadium lanjut. Jika rasa sakit di bagian kepala telah  memuncak, ada kemungkinan, kanker itu telah menyebar ke bagian tubuh  lain (metastasis). Kalau sudah begitu, penanganan kanker menjadi lebih  rumit dan berisiko. &#8220;Oleh karena itu, masyarakat perlu melakukan deteksi  sejak dini penyakit kanker otak,&#8221; saran Fielda Djuita, spesialis  radiologi Rumah Sakit Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre Siloam  Hospitals Semanggi, Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span id="more-607"></span>Gejala kanker otak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit  kanker otak, biasanya, bakal disertai gejala-gejala yang dapat terlihat  atau terasa langsung oleh si penderita. Misalnya tubuh kejang-kejang,  mual dan muntah, pandangan kabur, serta rasa sakit kepala. Oleh para  ahli medis, kondisi demikian disebut sebagai gejala peningkatan tekanan  dalam otak atau<em> intracranial</em>. &#8220;Kalau Anda mengalami  gejala-gejala ini, ada kemungkinan, Anda menderita penyakit kanker  otak,&#8221; ujar Suhanto Kasmali, Kepala Bidang Pelayanan Medis Rumah Sakit  Mediros, Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Para pasien yang merasakan gejala-gejala  tersebut, terlebih dahulu harus melakukan pemeriksaan menyeluruh pada  bagian kepala dan otak. &#8220;Ini harus didiagnosa secara menyeluruh karena  otak adalah bagian tubuh yang penting, tapi lunak,&#8221; papar Suhanto.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai organ tubuh yang mengatur segala aktivitas tubuh (<em>multitasking</em>), otak terdiri dari tiga bagian, yakni otak besar (<em>cerebrum</em>), otak kecil (<em>cerebellum</em>), dan batang otak (<em>brain stem</em>). Otak memainkan peran penting bagi kehidupan seseorang.</p>
<p style="text-align: justify;">Otak  merupakan tempat yang berbahaya jika menjadi lokasi atau situs  berkembangnya tumor. &#8220;Biar jinak, tapi tetap harus diangkat. Namun,  karena otak adalah organ yang lunak, sangat berisiko dalam memberikan  penanganannya,&#8221; tandas Fielda.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih berbahaya lagi, para ahli  medis belum dapat menyimpulkan penyebab berkembangnya tumor ganas atau  kanker di otak. Yang pasti, kata Fielda, jika kasus kanker otak terjadi  pada anak berusia di bawah 17 tahun, kemungkinan besar, penyebabnya  faktor genetik. Sementara, penyebab kanker otak pada orang dewasa hingga  kini masih dalam penelitian ahli.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan pendapat para ahli  medis, pertumbuhan penderita kanker di negara berkembang, seperti  Indonesia, akan bersifat masif. Sekitar 100 orang dari setiap 100.000  jiwa penduduk berisiko terkena penyakit kanker, termasuk kanker otak.  Saat ini, penyebaran penyakit kanker otak di Indonesia boleh dibilang  masih minim.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Fielda, setiap hari, terdapat sekitar 100  pasien yang mengantre mendapatkan penanganan radiologi untuk  menyembuhkan penyakit kankernya. Memang penyakit kanker memerlukan waktu  untuk beralih menjadi ganas. Tapi, akan lebih optimal bila penyakit  kanker telah terdeteksi saat masih jinak. &#8220;Kalau masih dalam level  stadium awal, kanker dapat sembuh total dan terkontrol,&#8221; papar dokter  yang juga bertugas di rumahsakit kanker Dharmais ini.<br />
<br style="color: #000000;" /><br />
Sumber:  <a href="http://health.kompas.com/read/2011/04/26/10261429/Waspadai.Kanker.Otak.Jika.Sakit.di.Kepala.Memuncak" target="_blank">Waspadai Kanker Otak Jika Sakit di Kepala Memuncak</a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~4/zsgkSYe4sFU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bintangpelangi.com/waspadai-kanker-otak-jika-sakit-di-kepala-memuncak/.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.bintangpelangi.com/waspadai-kanker-otak-jika-sakit-di-kepala-memuncak/.htm</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>4 Alasan Harus Makan Pagi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~3/saLsuAzzSwk/.htm</link>
		<comments>http://www.bintangpelangi.com/4-alasan-harus-makan-pagi/.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 18:34:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[alasan makan pagi]]></category>
		<category><![CDATA[berat badan]]></category>
		<category><![CDATA[kemampuan otak]]></category>
		<category><![CDATA[nutrisi]]></category>
		<category><![CDATA[sakit jantung]]></category>
		<category><![CDATA[sarapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bintangpelangi.com/?p=604</guid>
		<description><![CDATA[Fakta menunjukkan bahwa sebagian di antara Anda ada yang selalu mengawali hari dengan keadaan perut kosong. Ada yang mengklaim tidak punya cukup waktu untuk sarapan, ada pula yang berpikir bahwa kebiasaan makan pagi hanya akan membuat badan gemuk. Mereka yang berpikir bahwa sarapan tidak penting justru keliru. Riset di Harvard University AS menunjukkan, orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Fakta menunjukkan bahwa sebagian di antara Anda ada  yang selalu  mengawali hari dengan keadaan perut kosong. Ada yang mengklaim  tidak  punya cukup waktu untuk sarapan, ada pula yang berpikir bahwa kebiasaan   makan pagi hanya akan membuat badan gemuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka yang berpikir  bahwa sarapan tidak penting justru keliru. Riset di Harvard University  AS  menunjukkan, orang yang teratur sarapan pagi memiliki kecenderungan  hingga 50  persen tidak mengalami kegemukan ketimbang mereka yang  melewatkan  sarapan.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, supaya Anda lebih paham manfaatnya,  berikut adalah  penjelasan mengapa  sarapan memberi kebaikan bagi tubuh  serta tips  bagaimana menjadikannya sebagai gaya hidup :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span id="more-604"></span>1.  Sarapan  dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menunda  sarapan membuat Anda  sulit memperoleh asupan nutrisi dan vitamin yang  direkomendasikan.   Menu sarapan seperti sereal dengan susu atau yogurt  rendah lemak plus  granula akan memberi cukup kalsium dan serat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2.  Sarapan  bisa menurunkan berat badan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Anda beraktivitas  dengan perut kosong, tubuh akan membakar kalori secara lambat. Menurut  ahli nutrisi penulis buku<em> The F-Factor Diet</em> Tanya Zuckerbrot,  R.D.,  sarapan pagi setelah perut kosong semalaman  dapat meningkatkan metabolisme, yang artinya pembakaran kalori   sepanjang hari menjadi lebih efisien.   Namun Zuckerbrot  menekankan  bahwa kunci dari semuanya adalah jenis makanan yang Anda  konsumsi.   Makanan dengan kandungan karbohidrat sederhana seperti donat  akan  membuat glukosa melonjak, kemudian turun drastis.  Ini juga  menyebabkan  Anda merasa lapar pada jam 11-an.</p>
<p style="text-align: justify;">Cara yang lebih  baik adalah konsumsilah jenis berkarbohidrat kompleks seperti <em>oatmeal</em> atau roti gandum murni. Makanan dengan kadar serat tinggi dan rendah  gula  akan dicerna dengan lambat, sehingga menyediakan energi yang  konstan dan  membuat Anda tdak cepat lapar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3.  Sarapan  tingkatkan kemampuan otak. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Riset  para ahli dari  Universitas Swansea Wales membuktikan bahwa pelajar  yang selalu sarapan  mencatat rata-rata skor 22 persen lebih tinggi  ketimbang rekannya yang tidak sarapan. Ketika Anda bangun pagi,   sebagian besar energi  &#8211;  dalam bentuk glukosa dan glikogen &#8211; telah  habis terkuras oleh aktivitas  sehari sebelumnya.  Menurut para ahli,  glukosa adalah satu-satunya bahan  bakar yang dibutuhkan otak. Tanpa  glukosa yang cukup, Anda merasa lelah  dan berkunang-kunang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4.  Perlindungan terhadap sakit  jantung.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Riset  menunjukkan, wanita sehat yang  melewatkan sarapan selama dua pekan  memiliki kadar kolesterol buruk LDL  lebih tinggi ketimbang mereka yang  menyantap semangkuk sereal plus susu  di pagi hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Zuckerbrot  menjelaskan, serat dapat mengikat  kolesterol dan mempercepat eksresinya  sebelum mencapai pembuluh arteri.  Oleh sebab itu pula, penelitian 10  tahun yang dilakukan Harvard Nurses  Health menyimpulkan bahwa asupan  serat tinggi berkaitan dengan penurunan  risiko penyakit jantung hingga  mencapai 50 persen.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tips  sarapan sehat :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1.  Sarapan sebaiknya mengandung sekurangnya  5 gram serat, satu hidangan  kalsium (setara dengan segelas susu atau  yogurt) plus protein dan  lemak. Batasi asupan gula hingga 6 gram (satu  sendok setara 4 gram).</p>
<p style="text-align: justify;">2. Jika  tak ada waktu sarapan di rumah,  Anda bisa membawa roti isi  dan susu untuk dinikmati  di perjalanan atau  pun setelah sampai di  tempat kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Telur dalah bahan makanan  yang relatif praktis  dan mudah disajikan. Kandungan nutrisi dalam telur  yakni vitamin A, B2,  B6, B12, zat besi, kalium, kalsium, dan zat lain,  sangat diperlukan  tubuh kita.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Supaya bervariasi, kita boleh  mengonsumsi  buah  favorit untuk kebutuhan vitamin bagi tubuh.  Jika ada  waktu di malam  hari, blenderlah buah dicampur yogurt atau susu dan  simpanlah di di  lemari es untuk dikonsumsi pagi harinya.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Bila  Anda selalu  tidak merasa lapar saat pagi hari, Zuckerbrot menyarankan  agar Anda  menghentikan makan setelah pukul 20.00 malam hari. Dalam dua  atau tiga  pekan ke depan, jam biologis nafsu makan Anda akan berubah.   Setiap  bangun pagi hari, Anda akan merasa lapar.<br />
<br style="color: #000000;" /><br />
Sumber:  <a href="http://health.kompas.com/read/2011/04/20/14315276/4.Alasan.Harus.Makan.Pagi" target="_blank">4 Alasan Harus Makan Pagi</a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~4/saLsuAzzSwk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bintangpelangi.com/4-alasan-harus-makan-pagi/.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.bintangpelangi.com/4-alasan-harus-makan-pagi/.htm</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hipertensi Bisa Disertai Diabetes</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~3/jNUnXdF_GD0/.htm</link>
		<comments>http://www.bintangpelangi.com/hipertensi-bisa-disertai-diabetes/.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 18:26:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[darah tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan darah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bintangpelangi.com/?p=602</guid>
		<description><![CDATA[Jika tekanan darah sering diatas 120/90 mmgHg, otomatis risiko diabetes meningkat dua kali lipat. Ini kalau dibandingkan dengan orang yang tekanan darahnya normal. Demikian menurut penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Brigham and Woman Hospital dan Harvard Medical School selama 10 tahun. Yang dimaksud dengan tekanan darah tinggi adalah ukuran tekanan darah di atas batas normal, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong></strong>Jika tekanan darah sering diatas 120/90 mmgHg, otomatis  risiko diabetes meningkat dua kali lipat. Ini kalau dibandingkan dengan  orang yang tekanan darahnya normal. Demikian menurut penelitian yang  dilakukan ilmuwan dari Brigham and Woman Hospital dan Harvard Medical  School selama 10 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang dimaksud dengan tekanan darah tinggi  adalah ukuran tekanan darah di atas batas normal, baik saat kita sedang  santai, terlebih saat kita sedang marah atau stres dalam jangka waktu  tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-602"></span>Diabetes meningkatkan risiko darah tinggi sebab  penumpukan gula dan kolesterol menyebabkan pengerasan pembuluh darah  arteri. Ujung-ujungnya darah tidak mengalir lancar, sehingga tekanannya  menjadi naik. Selain menjadi pemicu darah tinggi, penyakit diabetes juga  bisa menjadi penyakit &#8220;bayangan&#8221; untuk gagal jantung dan gangguan  fungsi ginjal.</p>
<p style="text-align: justify;">Segera memeriksakan diri ke dokter, manakala kita  curiga tekanan darah sudah di atas normal. Pemeriksaan ini dimaksudkan  untuk mengetahui tingkat risiko diabetes. Untuk mencegah risiko penyakit  berat lain seperti jantung dan ginjal, minta agar dokter melakukan tes  rutin bagi penderita darah tinggi, yaitu:</p>
<p style="text-align: justify;">- Tes urin untuk memeriksa kadar proten dalam air seni<br />
- Tes darah untuk memeriksa apakah ginjal kita berfungsi dengan baik.<br />
- Tes kadar kolesterol<br />
- Tes EKG untuk memeriksa kesehatan jantung.</p>
<p style="text-align: justify;">Perlu  juga kita ketahui bahwa tekanan darah tinggi bukanlah suatu penyakit  seperti flu yang bisa sembuh karena menelan obat. Tekanan darah tinggi  harus diatasi dengan perubahan gaya hidup. Rutinlah berolahraga, cegah  obesitas, batasi garam, dan hentikan kebiasaan merokok.<br />
<br style="color: #000000;" /><br style="color: #000000;" /><br />
Sumber: <a href="http://kesehatan.kompas.com/read/2009/10/17/09284888/Hipertensi.Bisa.Disertai.Diabetes" target="_blank">Hipertensi Bisa Disertai Diabetes</a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~4/jNUnXdF_GD0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bintangpelangi.com/hipertensi-bisa-disertai-diabetes/.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.bintangpelangi.com/hipertensi-bisa-disertai-diabetes/.htm</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tes Kulit Wajah, Lemak dan Antioksidan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~3/1f3rkVCz0AQ/.htm</link>
		<comments>http://www.bintangpelangi.com/tes-kulit-wajah-lemak-dan-antioksidan/.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 19:07:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kecantikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[flek]]></category>
		<category><![CDATA[pori-pori]]></category>
		<category><![CDATA[tes antioksidan]]></category>
		<category><![CDATA[tes kulit wajah]]></category>
		<category><![CDATA[tes lemak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bintangpelangi.com/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[Test Kulit Wajah Melihat pori-pori Anda seberapa banyak yang lebar, sehingga menyebabkan Muka Berjerawat. Flek Dalam (Flek yang akan keluar kepermukaan kulit) Flek Luar (Flek yang sudah keluar) Permukaan kulit yang tidak merata atau kulit mati yang masih tertinggal di wajah Apabila ada kelainan kulit dapat terlihat (Suspect) Jumlah bakteri di permukaan wajah Test Lemak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Test Kulit Wajah</strong></span></p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Melihat pori-pori Anda seberapa banyak yang lebar, sehingga menyebabkan Muka Berjerawat.</li>
<li>Flek Dalam (Flek yang akan keluar kepermukaan kulit)</li>
<li>Flek Luar (Flek yang sudah keluar)</li>
<li style="text-align: justify;">Permukaan kulit yang tidak merata atau kulit mati yang masih tertinggal di wajah</li>
<li style="text-align: justify;">Apabila ada kelainan kulit dapat terlihat (Suspect)</li>
<li style="text-align: justify;">Jumlah bakteri di permukaan wajah</li>
</ol>
<p><br style="color: #000000;" /><br />
<span style="text-decoration: underline;"><strong>Test Lemak</strong></span><br />
<span id="more-491"></span></p>
<ol>
<li>Untuk mengetahui berapa banyak lemak anda, di organ dalam dan di bawah kulit.</li>
<li>Lemak di perut, dapat mendatangkan berbagai penyakit, misal: diabetes, jantung, darah tinggi, stroke)</li>
</ol>
<p><br style="color: #000000;" /><br />
<span style="text-decoration: underline;"><strong>Test Antioksidan</strong></span></p>
<p>Untuk mengetahui seberapa banyak antioksidan yang ada di tubuh anda.<br />
<br style="color: #000000;" /><br />
<strong><span style="color: #0000ff;">Konsultasi Free. Jagalah Kesehatan Anda dari Sekarang.</span></strong></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~4/1f3rkVCz0AQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bintangpelangi.com/tes-kulit-wajah-lemak-dan-antioksidan/.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.bintangpelangi.com/tes-kulit-wajah-lemak-dan-antioksidan/.htm</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Alarm Kesehatan Dari Lingkaran Perut</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~3/pDHo7-j__3w/.htm</link>
		<comments>http://www.bintangpelangi.com/alarm-kesehatan-dari-lingkaran-perut/.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 19:35:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup sehat]]></category>
		<category><![CDATA[kegemukan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[lemak perut]]></category>
		<category><![CDATA[lemak visceral]]></category>
		<category><![CDATA[lingkar pinggang]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas sentral]]></category>
		<category><![CDATA[penuaan]]></category>
		<category><![CDATA[perut]]></category>
		<category><![CDATA[pinggul]]></category>
		<category><![CDATA[pria gemuk]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran pinggang]]></category>
		<category><![CDATA[wanita gemuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bintangpelangi.com/?p=455</guid>
		<description><![CDATA[Lemak perut penyebab penuaan Kegemukan di sekitar perut, dalam bahasa klinis disebut sebagai obesitas sentral, merupakan akumulasi lemak di perut yang mengakibatkan peningkatan ukuran pinggang. Kondisi ini disebabkan oleh tingginya lemak visceral, atau lemak yang ada di antara organ-organ dalam rongga perut. Lemak visceral berbeda dengan lemak subkutan yang ditemukan di bawah kulit atapun lemak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Lemak perut penyebab penuaan</strong></h2>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-461" title="perut3" src="http://www.bintangpelangi.com/wp-content/uploads/2011/02/perut3-150x150.jpg" alt="" width="165" height="165" />Kegemukan di sekitar perut, dalam bahasa klinis disebut sebagai obesitas sentral, merupakan akumulasi lemak di perut yang mengakibatkan peningkatan ukuran pinggang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi ini disebabkan oleh tingginya lemak visceral, atau lemak yang ada di antara organ-organ dalam rongga perut. Lemak visceral berbeda dengan lemak subkutan yang ditemukan di bawah kulit atapun lemak intramuskularyang ditemukan dalam kerangka otot. Kelebihan lemak visceral bisa dilihat dari perut yang tampak menonjol. Tipe tubuh seperti ini juga dikenal sebagai &#8220;bentuk apel&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-455"></span>Dibandingkan wanita, obesitas sentral lebih banyak dialami oleh pria karena perbedaan hormon. Kaum lelaki lebih cenderung memiliki lemak yang tersimpan dalam perut karena perbedaan hormon seks. Hormon seks wanita menyebabkan lemak tersimpan di pantat, paha, dan pinggul. Tetapi ketika perempuan mengalami menopause dan hormon estrogen yang dihasilkan oleh ovarium menurun, lemak bermigrasi dari pantat, pinggul dan paha ke pinggang, kemudian disimpan dalam perut.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa hal ini berbahaya? Ada kolerasi yang kuat antara obesitas dan penyakit kardiovaskular, hipertensi, resistensi insulin dan diabetes tipe 2.  Jika tubuh tidak dijaga dari penyebab obesitas sentral, dapat dibayangkan resiko yang akan mengiringinya. Dapat dikatakan bahwa alarm kesehatan berada di lingkar perut. Wanita dengan lingkar pinggang &gt; 80 cm atau pria dengan lingkar pinggang &gt; 90 cm harus waspada, karena ini berarti alarm anda telah menyala.</p>
<p style="text-align: justify;">Obesitas sentral terjadi karena banyak faktor. Di antaranya yang dapat kita kendalikan adalah makan berlebihan dan kurang gerak. Jika kita dapat mengontrol pola makan dan menjalankan aktivitas fisik secara teratur sejak dini, akan banyak manfaatnya bagi kesehatan jangka panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Anda adalah apa yang Anda Makan&#8221;. Pameo ini ada benarnya, karena umumnya manusia dilahirkan dalam keadaan sehat dan dibekali daya tahan tubuh. Makanan dan lingkungan membuat kesehatan dan bentuk tubuh manusia bertumbuh secara berbeda. Orang yang hidup dengan disiplin tinggi dan mengontrol pola makan dan gaya hidup akan menikmati hidup sehat lebih lama.</p>
<p style="text-align: justify;">
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GalvanicSpaAgeloc/~4/pDHo7-j__3w" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bintangpelangi.com/alarm-kesehatan-dari-lingkaran-perut/.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.bintangpelangi.com/alarm-kesehatan-dari-lingkaran-perut/.htm</feedburner:origLink></item>
	<media:rating>nonadult</media:rating></channel>
</rss>

