<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Arsitek Online,Rumah Minimalis,Arsitektur Modern,Tukang Gambar,Tukang Gedung,Gambar</title><description>Arsitek,Rumah,Jasa Arsitek,Jasa Konsultan Bangunan,Desain Rumah,Bangun Rumah,Renovasi Rumah,Bedah Rumah,Bongkar Rumah,Design Rumah,Denah Rumah,Model Rumah
Tabloid Rumah,Majalah Rumah,Kontraktor Rumah,Kontraktor Bangunan,Kontraktor Arsitek,Konsultan Rumah,Konsultan Bangunan,Konsultan Arsitek,Rumah123,</description><managingEditor>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</managingEditor><pubDate>Thu, 24 Oct 2024 15:53:54 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">51</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://gambrumah.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:summary>Arsitek,Rumah,Jasa Arsitek,Jasa Konsultan Bangunan,Desain Rumah,Bangun Rumah,Renovasi Rumah,Bedah Rumah,Bongkar Rumah,Design Rumah,Denah Rumah,Model Rumah Tabloid Rumah,Majalah Rumah,Kontraktor Rumah,Kontraktor Bangunan,Kontraktor Arsitek,Konsultan Rumah,Konsultan Bangunan,Konsultan Arsitek,Rumah123,</itunes:summary><itunes:subtitle>Arsitek,Rumah,Jasa Arsitek,Jasa Konsultan Bangunan,Desain Rumah,Bangun Rumah,Renovasi Rumah,Bedah Rumah,Bongkar Rumah,Design Rumah,Denah Rumah,Model Rumah Tabloid Rumah,Majalah Rumah,Kontraktor Rumah,Kontraktor Bangunan,Kontraktor Arsitek,Konsultan Rumah,</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>BERMACAM - MACAM  Bentuk Dapur</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/12/bermacam-macam-bentuk-dapur.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Wed, 8 Dec 2010 21:23:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-1275773388265016106</guid><description>&lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERMACAM - MACAM  Bentuk Dapur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk dapur diklasifikasikan berdasarkan konfigurasi kitchen set-nya. Ada berbagai dapur yang sering diterapkan, yaitu bentuk garis lurus (Single Line), bentuk dua garis lurus (double line), bentuk “L”, bentuk “U”, bentuk “G” dan bentuk pulau (Island).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bentuk 2 garis lurus (Double Line)&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhU9qeyQZlJCBLi44dqMpebRpmT370Gmbwqy_q80rsUsyA1rnCTua6AKhewkCGZfueiEtYL8k1Q130HTXKUJx8Wr1SrDCzItcR-nvcXyHZesSjR_EhwmU6j2K7ovOJ39kgRasfALZdxvHEn/s1600/double+line.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 129px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhU9qeyQZlJCBLi44dqMpebRpmT370Gmbwqy_q80rsUsyA1rnCTua6AKhewkCGZfueiEtYL8k1Q130HTXKUJx8Wr1SrDCzItcR-nvcXyHZesSjR_EhwmU6j2K7ovOJ39kgRasfALZdxvHEn/s320/double+line.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548549758378284994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dapur double line merupakan bentuk dapur dengan konfigurasi kitchen set yang berbentuk dua garis lurus. Model dapur ini biasa diterapkan untuk memisahkan antara dapur basah dan dapur kering sehingga antara dapur basah dan dapur kering tidak menyatu., tetapi saling berhadapan. Jarak antara kedua sisi minimal 80cm agar memberi kemudahan sirkulasi saat beraktivitas di ruang dapur. Lay-out dapur double line ini juga perlu diperhatikan sehingga aktivitas memasak dapat dilakukan dengan nyaman dan aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bentuk garis lurus (Single Line)&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh84_j_UYVmdNtP2RyrW0SPYcjTai5H8EChoMq8M29uXYl3WDypbzFm9YivEhbWaJSLAk6SIJ3_ekKgJVYf8RUbMW6zpifEmjP07uHT5567Ol0mTI0UgiW2qlpgk2CcvsfJ7nbifpgJQZo1/s1600/single+line.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 86px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh84_j_UYVmdNtP2RyrW0SPYcjTai5H8EChoMq8M29uXYl3WDypbzFm9YivEhbWaJSLAk6SIJ3_ekKgJVYf8RUbMW6zpifEmjP07uHT5567Ol0mTI0UgiW2qlpgk2CcvsfJ7nbifpgJQZo1/s320/single+line.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548549761627797842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dapur single line merupakan dapur dengan konfigurasi kitchen set berbentuk satu garis lurus. Model ini banyak ditemui pada dapur yang tidak terlalu besar. Kelebihan dapur ini adalah hemat tempat. Karena keterbatasan ukuran, dapur jenis ini kurang efektif untuk melakukan aktivitas yang kompleks. Pada dapur single line agak sulit untuk dibuat kombinasi dapur basah dan dapur kering. Dapur single line sebaiknya difungsikan untuk satu jenis dapur saja. Jika tetap ingin menampilkan keduanya maka alur kerja dapur perlu diperhatikan secara cermat agar tidak tercampur antara fungsi dapur basah dan dapur kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dapur "L"&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXdmvC-dsCQyGEhZ_6yNSGuEkWU3-XMHpjwRJzUrIwoOYa3tq4SSUjI9L1S8GudWqgfUDYCRPlusZ-XNz6YR22kQhXCYY7xbB8MHHNoBEnmblVhmCZgnW_0Bkq71HaiYH1cUdspsGwdg1A/s1600/bentuk+L.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 149px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXdmvC-dsCQyGEhZ_6yNSGuEkWU3-XMHpjwRJzUrIwoOYa3tq4SSUjI9L1S8GudWqgfUDYCRPlusZ-XNz6YR22kQhXCYY7xbB8MHHNoBEnmblVhmCZgnW_0Bkq71HaiYH1cUdspsGwdg1A/s320/bentuk+L.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548549750502233938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dapur dengan konfigurasi kitchen set yang berbentuk huruf “L” meruoakan salah satu bentuk dapur yang banyak diterapkan pada rumah-rumah amsa kini. Model ini pun bisa diterapkan pada ruang dapur yang memiliki luasan terbatas. Bentuk siku dapur ini juga memungkinkan terjadinya pengelompokan antara dapur basah dan dapur kering yang bisa dibagi pada kedua sisinya. Salah satu kelebihan lain dari dapur berbentuk “L” adalah memiliki jalur sirkulasi yang nyaman untuk beraktifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bentuk “U”&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBMesUJTYyfh81uNq1JWIUl3EPX1d6u_dH8SMoiqWklhZXsz4WJPKD4F7zcAvrQNOeva5wN5uecFPU4VjHYLmW1X-4DY3RQKLHUnMGIsxRc-_x1izJxC8mKB1Tr7uyfkZoTdvn2JYCzC_W/s1600/bentuk+U.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 153px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBMesUJTYyfh81uNq1JWIUl3EPX1d6u_dH8SMoiqWklhZXsz4WJPKD4F7zcAvrQNOeva5wN5uecFPU4VjHYLmW1X-4DY3RQKLHUnMGIsxRc-_x1izJxC8mKB1Tr7uyfkZoTdvn2JYCzC_W/s320/bentuk+U.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548549754136976738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bentuk dapur dengan konfigurasi kitchen set berbentuk huruf “U” ubu membutuhkan ruang yang cukup luas untuk menampung kitchen set yang cukup lengkap. Bentuknya yang “ngantong” dengan tiga sisi membuat pengaturan/pembagian area kerjanya pada dapur model “U” lebih leluasa. Kombinasi dapur basah dan dapur kering bisa diterapkan pada dapur ini. Bahkan dapur inipun bisa di rancang dengan model minibar pada salah satu sisinya. Jika dirancang lebih maksimal, dapur model "U" dapat menampilkan kesan mewah dan elegan.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhU9qeyQZlJCBLi44dqMpebRpmT370Gmbwqy_q80rsUsyA1rnCTua6AKhewkCGZfueiEtYL8k1Q130HTXKUJx8Wr1SrDCzItcR-nvcXyHZesSjR_EhwmU6j2K7ovOJ39kgRasfALZdxvHEn/s72-c/double+line.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Pembagian Area Pada Ruang Dapur</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/12/pembagian-area-pada-ruang-dapur.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Wed, 8 Dec 2010 21:22:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-4464795531261137855</guid><description>&lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembagian Area Pada Ruang Dapur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pembagan area/zonasi kerja pada ruang dapur berfungsi untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam beraktifitas di ruang dapur. Pola kerja yang tercipta juga menjadi lebih tertata dengan baik. Area dapur terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu area produksi (memasak), area cuci, dan area penyimpanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Area Produksi (memasak)&lt;br /&gt;Area produksi sebagai tempat untuk mengolah makanan maupu aneka minuman sebelum di hidangkan dan disantap. Beberapa peralatan yang tersedia pada area ini antara lain kompor, oven/microwave, serta electric cookerhood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada area ini terdapat pula areapersiapan memasak yang di dalam nya berlangsung beberapa macam kegiatan, antara lain memotong, meracik, mengupas, menumbuk, hingga menghaluskan bumbu dengan cobek atau blender. sebagai meja kerja digunakanlah top table. perangkat dapur yang biasanya tersedia pada area ini antara lain blender, mixer, alas potong, hingga electric chopper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Area Cuci&lt;br /&gt;Area ini merupakan area yang berhubungan langsung dengan sumber air. sesuai namanya, pada area ini terjadi beberapa kegiatan mencuci, seperti mencuci sayuran, buah-bahan, atau pun peralatan dapur yang digunakan untuk memasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya, area cuci dielngkapi dengan wastafel dan kitchen sink. Wastafel yang dilengkap degan keran air berfungsi sebagai tempat mencuci, sedangkan sink berfungsi sebagai area pengeringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Area penyimpanan&lt;br /&gt;Dalam pembagian area ruang dapur yang dimaksud area penyimpanan adalah area tempat menyimpan berbagai perlengkapan dan kebutuhan memasak. Penyimpanan bisa diletakkan pada kulkas, lemari kabinet bawah, lemari kabiet gantung, rak terbuka, laci, hook dinding atau sliding kabinet. barang-barang yang disimpan bisa berupa makanan kering, sayuran, bumbu dapur, peralatan makan, dan lain-lain.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Ragam Kitchen Equipment</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/12/ragam-kitchen-equipment.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Wed, 8 Dec 2010 21:20:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-7286515917993268263</guid><description>&lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ragam Kitchen Equipment&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faktor terpenting dalam membangun sebuah dapur adalah adanya perlengkapan dapur (kitchen equipment). Kitchen Equipment harus dirancang sebaik mungkin agar sesuai dengan desain ruang dapur. Khusus kitchen equipment elektronik (seperti kulkas, diswasher dan microwave). Penggunaannya harus seefisien ungkin agar lebih hemat listrik serta efek radiasi eletromagnetik yang timbul berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kitchen equipment yang sering digunakan pada ruang dapur, antara lain lemari kabinet, sink, cookerhood, kulkas, kompor, microwave, dan aksesori ruang dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lemari kabinet&lt;br /&gt;Lemari kabinet biasa juga disebut lemari dapur. Lemari kabinet bergfungsi sebagai tempat menyimpan peralatan dapur (seperti piring, gelas, sendok, panci, wajan, dan sebagainya) serta persediaan logistik untuk memasak (seperti bumbu masak, minyak goreng, kopi, susu, gula, dan sebagainya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemari kabinet biasanya dirancang menjadi dua bagian, yaitu lemari kabinet bawah dan lemari kabinet atas. baik lemari kabinet atas maupun bawah terdri dari beberapa segmen yang berderet memanjang. Namun, pada beberapa bagian tertentu ada juga yang di buat rak atau laci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemari kabinet bawah basanya dibuat tertutup dengan adanya pintu solid. Oleh karena itu, lemari kabinet bawah biasanya digunakan untuk menyimpan peralatan-peralatan ataupun logistik memasak yang "kurang enak dilihat" ataupun yang berukuran besar, seperti tabung gas untuk kompor, panci, wajan minyak, beras, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit berbeda dengan lemari kabinet bawah, lemari kabinet atas biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil. Lemari kabinet atas juga sering dibuat lebih transparan dengan penggunaan pintu kaca, oleh karena itu kemari kabinet ini lebih pas untuk menyimpan peralatan dapur yang berukuran kecil dan "enak dilihat", seperti gelas-gelas unik, toples-toples lucu, piring-piring cantik dan sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian lemari kabinet yang berupa laci bisa digunakan untuk menyimpan peralatan memasak yang bersifat pipih seperti sendok, garpu, pisau, dan sebagainya. Selain itu, terdaat pula model laci vertikal yang bisa digunakan untuk menyimpan logistik dapur yang memakai kemasan, seperti susu bubuk kotak, selai, saus, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Meja kerja (Table top)&lt;br /&gt;Table Top atau Counter top pada kitchen set ruang dapur bisa disebut sebagai ruang kerja. Table Top digunakan sebagai tempat untuk meletakkan alat-alat atau bahan-bahan yang akan digunakan untuk memasak, melakukan pekerjaan persiapan sebelum memasak atau sebagai tempat sementara untuk meletakkan masakan hasil proses memasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sink&lt;br /&gt;Sink merupakan salah satu elemen terpenting pada dapur yang berfungsi sebagai tempat mencuci. Terdapat dua model desain sink, yaitu mangkok tunggal (satu mangkok) atau mangkok ganda (dua mangkok). pemilihan model biasanya di sesuaikan dengan kondisi dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sink juga mempunyai dua sifat yaitu permanen dan non-permanen. Sink permanen merupakan jenis sink yang tidak dapat dilepas. Sink ini umumnya dibuat dari beton yang dilapisi keramik/porselen. Sementara itu, sink non-permanen merupakan jenis sink yang dapat dilepas, jenis sink ini umumnya terbuat dari bahan logam stainless steel.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Plumbing Ruang Dapur (saluran air)</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/12/plumbing-ruang-dapur-saluran-air.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Wed, 8 Dec 2010 21:17:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-691920878129524920</guid><description>&lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Plumbing Ruang Dapur (saluran air)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dapur merupakan salah satu area dalam rumah yang selalu berhubungan erat dengan air. Dalam aktivitas dapur, air berperan untuk membersihkan peralatan-peralatan dapur yang kotor, sayur-sayuran, buah-buahan, dan sebagainya. Sumber air di dapur terdapat pada area cuci yang berwujud kitchen sink. Kitchen sink ini dilengkapi dengan keran untuk mengalirkan air bersih dari sumber air pusat (Sumur atau PAM). Selain itu, di bagian bawah kitchen sink biasanya terdapat rangkaian pipa-pipa yang berfungsi sebagai saluran pembuangan air kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plumbing yang terbaik pada ruang harus dapat menghadirkan air bersih dengan sempurna. Air bersih yang mengalir ke ruang dapur tidak boleh tercemar karena digunakan untuk membersihkan segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas makan dan minum penghuni rumah. Jangan sampai air bersih yang diharapkan ini justru menjadi “racun” bagi penghuni rumah karena mengandung kuman, bakteri, ataupun zat kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plumbing ruang dapur juga harus memiliki sistem pembuangan air kotor dengan sempurna. Jangan sampai terjadi saluran pembuangannya mampet akibat desain pemipaan yang salah sehingga kotoran tidak bisa mengalir dengan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu masalah dalam plumbing lainnya adalah masalah kebocoran pipa, keran dan elemen plumbing lainnya, gunakan material plumbing yang memenuhi standar bangunan. Pemasangan material-material ini pun harus benar dan sesuai standart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara visual, jajaran pipa-pipa plumbing mungkin kurang menarik untuk dilihat. Oleh karena itu, estetika plumbing pun perlu diperhatikan. Penyusunan serta penyambungan pipa dan keran sebaiknya di buat serapi mungkin. Selain itu, bisa juga dilakukan penyamaran lokasi plumbing. Caranya adalah pipa dicat sesuai warna dinding di sekitarnya. Khusus untuk ruang dapur, keberadaan plumbing dapat disamarkan dengan meletakkan plumbing di bagian dalam salah satu segmen lemari kabinet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda melakukan renovasi pada dapur,usahakan agar memperhitungkan seefektif dan seefisien mungkin sistem plumbing yang sudah ada. Oleh karena itu perlu di pelajari tentang kondisi jaringan air bersih dan air kotor yang ada di rumah. Perhitungkan juga jarak tempuh pembuangan air kotor serta rute perjalanan air bersih. Jarak temph air kotor dari dapur menuju riol kota sebaiknya jangan terlalu pajang. Selain pembuangan akan berlangsung lebih lama, hal tersebut juga akan meminimalisasi kemungkinan terjadi kebocoran pipa air kotor. Kebocoran pipa tersebut bisa menyebabkan pencemaran air bersih serta mengakibatkan bau yang tidak sedap di sekitar rumah. Sementara rute perjalanan air bersih juga harus diperikhatikan. Jangan sampai saluran air bersih terlalu dekat dengan saluran air kotor, septic tank, tempat pembuangan sampah basah , dan sejenisnya. Jika saluran air bersih tersebut bocor, dikhawatirkan air bersih akan tercemar kotoran di sekiranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimanakah pemasangan instalasi plumbing ruang dapur yang benar?&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWyJW8sD0-P9TbQ3d3Ex1nucQQ-mDTEz7HwDIfIJSa0Xhc4Ttrz9wSp1xnEPQd-3KjfeUbwqlwscpBo1pFMwnddoCjNxpl65xygAQoUkrp3ZHCf99SvM_Uo0W8YHkoB7Yr836k6-9aGXrL/s1600/File+Scanner+011+%255B640x480%255D.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 278px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWyJW8sD0-P9TbQ3d3Ex1nucQQ-mDTEz7HwDIfIJSa0Xhc4Ttrz9wSp1xnEPQd-3KjfeUbwqlwscpBo1pFMwnddoCjNxpl65xygAQoUkrp3ZHCf99SvM_Uo0W8YHkoB7Yr836k6-9aGXrL/s320/File+Scanner+011+%255B640x480%255D.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548547706013897890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemasangan instalasi air bersih untuk dapur mungkin tidak terlalu menjadi masalah karena hampir sama dengan instalasi keran air pada kamar mandi. Yang perlu diperhatikan ada instalasi plumbing dapur adalah instalasi pembuangan air kotor. Jika air kotor tidak terbuang secara sempurna, dikahawtirkan kotoran-kotoran yang mengendap pada pipa pembuangan akan membuat saluran air kotor tersebut tersumbat (mampet) dan akan menimbulkan bau tak sedap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEeA1k-eFfmCB79i9bGJ-wuDaMwGGXGl6-X44op8xVLuPlWfdexo6G7A9omzZ7A4kEn677cOYcFoMpLyDtuzuLolO12vErOzC85gRZ9mHN3TTKvlIsvyIDXir8ZHgh2jXFJNMZgEmKvoOk/s1600/File+Scanner+010.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 211px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEeA1k-eFfmCB79i9bGJ-wuDaMwGGXGl6-X44op8xVLuPlWfdexo6G7A9omzZ7A4kEn677cOYcFoMpLyDtuzuLolO12vErOzC85gRZ9mHN3TTKvlIsvyIDXir8ZHgh2jXFJNMZgEmKvoOk/s320/File+Scanner+010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548547929668533106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk menghindari mampetnya saluran air kotor maka perlu dibuat desani instalasi pemipaan yang tepat. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membuat perangkap kotoran ini memungkinkan untuk dibuka dan dibersihkan ecara berkala sehingga air kotor tetap dapat mengalir dengan lancar. simak gambaran perbandingan antara instalasi air kotor tapa perangkap dan instalasi air kotor berperangkap.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWyJW8sD0-P9TbQ3d3Ex1nucQQ-mDTEz7HwDIfIJSa0Xhc4Ttrz9wSp1xnEPQd-3KjfeUbwqlwscpBo1pFMwnddoCjNxpl65xygAQoUkrp3ZHCf99SvM_Uo0W8YHkoB7Yr836k6-9aGXrL/s72-c/File+Scanner+011+%255B640x480%255D.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Memaksimalkan Kitchen Set Dengan hadirnya minibar</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/12/memaksimalkan-kitchen-set-dengan.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Wed, 8 Dec 2010 21:14:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-2948449760594134102</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5PT7e7vt-LFPS12idl7XAk2Sn60i6C3-nPLrNPvegx-98dqzLMdWVpcEOU7NvbQCPcqjD06xTE1U-J8wWlddczvn_sE1iB6sBtnN__xA_lKzN_OYCM87kisVzzU7TYT3UStuzqKEQxWXZ/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5PT7e7vt-LFPS12idl7XAk2Sn60i6C3-nPLrNPvegx-98dqzLMdWVpcEOU7NvbQCPcqjD06xTE1U-J8wWlddczvn_sE1iB6sBtnN__xA_lKzN_OYCM87kisVzzU7TYT3UStuzqKEQxWXZ/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548547113474279458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memaksimalkan Kitchen Set Dengan hadirnya minibar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kitchen setKitchen set dengan konsep line atau segaris cenderung terlihat biasa saja, pendapat itu salah, kita bisa membuat kitchen set model line tampak menarik hanya dengan menambahkan beberapa ide unik yang tentu tetap fungsional, salah satunya seperti desain kitchen set yang di buat oleh klikhomes.com berikut. Dengan ukuran +/- 2.5 meter, kitchen set tersebut mengusung konsep natural dengan balutan finishing motif serat kayu kombinasi cokelat muda pada kabinet atas dan cokelat tua pada kabinet bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi unik yang disisipkan pada desain kitchen set ini adalah hadirnya mini bar disisi kanan kitchen set, dengan kapasitas 2 kursi, cocok untuk menikmati makanan ringan di dapur seperti kopi atau roti. Dengan hadirnya mini bar tersebut, kitchen set anda tidak hanya dapur biasa, melainkan dapur sekaligus menjadi tempat yang cocok untuk bersantap sambil berbincang :) Dengan ukuran +/- 2.5 meter, anda sudah bisa membenamkan kompor 2 tungku, zink, rak botol yang di letakkan di kabinet bawah, rak piring di cabinet atas, serta exhaust dan beberapa lemari untuk tempat penyimpanan dll. Cukup fungsional bukan, dan tentu dapur anda akan terlihat rapi dan bersih,</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5PT7e7vt-LFPS12idl7XAk2Sn60i6C3-nPLrNPvegx-98dqzLMdWVpcEOU7NvbQCPcqjD06xTE1U-J8wWlddczvn_sE1iB6sBtnN__xA_lKzN_OYCM87kisVzzU7TYT3UStuzqKEQxWXZ/s72-c/2.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Tips Dekorasi Booth dan Stand Pameran Agar Tampak Menarik</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/12/tips-dekorasi-booth-dan-stand-pameran.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Wed, 8 Dec 2010 21:13:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-7983715869320506955</guid><description>&lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tips Dekorasi Booth dan Stand Pameran Agar Tampak Menarik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat desain atau dekorasi booth/stand pameran, ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gunakan lampu. Hampir semua gedung pameran memiliki penerangan gedung yang bagus. Anda boleh-boleh saja hanya menggunakan penerangan untuk dekorasi pameran anda pada existing lampu gedung tanpa perlu menambah lampu di dalam area booth anda demi alasan dana. Tetapi jika anda memiliki dana, dan ingin menggunakannya secara bijaksana, bisa dengan cara menggantung lampu spotlight tambahan di langit-langit gedung pameran. Sedikit berhemat tanpa perlu memikirkan konstruksi penggantung lampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lakukan pendekatan ‘novel’, kembangkan sebuah tema untuk dekorasi pameran dan desain interior booth anda. Keluarlah dari pendekatan traditional dan berpikir secara luas, biarkan saja pendekatan lama peserta pameran lain karena memang mereka bisa berharap ‘real estate’ padahal mereka menjadi stand out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Usahakan untuk mendisplay produk dan nama perusahaan di sudut yang terlihat oleh pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Simpel and rapih, gunakan satu atau dua produk saja untuk di display di exhibition design dan interior exhibition.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. ‘Size’ everything to fit the booth ( interior design ). Buat apa mendisplay mobil apabila anda hanya ingin menjual velg-rodanya saja (misalnya). Gunakan dekorasi pameran anda dengan bantuan multimedia monitor seperti tv atau plasma, poster atau graphic yang menarik. Juga jangan gunakan meja counter besar bekas pameran yang lalu demi alasan hemat biaya. Anda tentu tak ingin staff anda terlihat seperti orang kerdil di balik meja besar itu, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gunakan visual yang berpengaruh kuat untuk arsitektur desain pameran anda dengan memakai graphic poster besar. Akan tetapi tetaplah ingat, jangan gunakan images/gambar-gambar besar di poster itu. Sisipkan copytext/kata-kata yang sesuai proporsi ukurannya pada poster tersebut. Jangan terlalu berlebih juga jangan terlalu kecil ukurannya karena akan menjadi sulit terbaca dan terlewatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tempatkan graphics dibatas mata pengunjung. Garis bawah graphic idealnya dibatas 90 cm dari batas mata pengunjung. Jika terlalu rendah nantinya mungkin bisa terhalang oleh display produk pameran desain dan pameran interior anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Gunakan paduan warna yang menarik sehingga terkesan eye catching pada desain interior anda di arena pameran yang ramai. Anda tentu bisa membedakan warna menarik dengan warna norak. Warna-warna netral ( pada desain pameran ) akan membuat booth kecil anda ‘melarut’ dalam keramaian.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Menyiasati dapur agar terkesan Luas</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/12/menyiasati-dapur-agar-terkesan-luas.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Wed, 8 Dec 2010 21:12:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-1790102919830766057</guid><description>&lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menyiasati dapur agar terkesan Luas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penentuan ukuran ruang dapur sagat bergantung pada kebutuhan pemilik atau pengguna ruang. Selain itu, beberapa faktor lain juga turut menentukan ukuran ruang dapur seperti luasan rumah tinggal, jumlah pengguna ruang dapur, serta jenis dan jumlah peralatan yang akan dipakai dan disimpan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, ruang dapur dapat dikategorikan ke dalam dua tipe ukuran, yaitu tipe dapur kecil dan tipe dapur besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe dapur kecil (4 m2 - 6 m2)&lt;br /&gt;Tipe dapur seperti ini biasanya terdapat pada rumah-rumah kecil atau rumah dengan luasan lahan yang terbatas. Karena keterbatasan lahan tersebut maka ruang dapur pun didesain dengan ruangan yang terbatas pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyiasati kondisi ruangan yang terbatas, perlu dilakukan beberapa trik agar ruang dapur kecil tersebut terlihat lega dan tidak berkesan sempit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menyiasati dapur kecil agar terkesan luas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Batasi ruagan cukup dengan dua sisi dinding dan biarkan sisi lainnya terbuka (menghadap ke ruang lain)&lt;br /&gt;        * Buat dapur degan konfigurasi single line atau bentuk "L"&lt;br /&gt;        * Buat desain kitchen set seefisien mungkin yang disesuaikan dengan luasan ruang yang ada.&lt;br /&gt;        * Pilihlah warna-warna terang/warna muda untuk dinding dan hindari penggunaan warna-warna gelap/warna tua.&lt;br /&gt;        * Tinggikan plafond dan catlah dengan warna putih.&lt;br /&gt;        * Tambahkan elemen-elemen transparan, seperti kaca atau cermin pada pintu lemari kabinet atau ada dinding ruangan.&lt;br /&gt;        * Jangan terlalu banyak menggunakan aksesori. Gunakan aksesori yang berukuran kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe dapur besar (lebih dari 6 m2)&lt;br /&gt;Karena luasan ruang nya lebih dari cukup, dapur besar bersifat fleksibel. Desain konfigurasi dapur ini pun bisa dipilih sesuai dengan keinginan. Konfigurasi "U", "G", atau island bisa dijadikan pilihan. Pemilik rumahpun tidak perlu berpusing-pusing untuk memikirkan cara agar dapur dapat berkesan luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan adalah efisiensi penataan dan penempatan barang-barang di dapur. Dapur luas dengan penataan yang kurang baik serta barang-barang yang terlalu banyak bias jadi justru akan membuat ruang menjadi berkesan sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga membantu</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Bermuda"" Island Style Elevation</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/11/bermuda-island-style-elevation.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 21:04:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-7542620845168590083</guid><description>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bermuda"" Island Style Elevation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfjJZlQYMOr2KbzFPxB16ObQkuhHwgo5NUnyeUP9eFU2IK9XbnlZ2HaTf5lfuoZVvpBgwOOxh7nYjIOv5xBfgPDYRCsQATaARjZGftUHXB9YVdIffdZ962SRsP2x8H_qNCEWoQRC-651B8/s1600/image.ashx.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 221px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfjJZlQYMOr2KbzFPxB16ObQkuhHwgo5NUnyeUP9eFU2IK9XbnlZ2HaTf5lfuoZVvpBgwOOxh7nYjIOv5xBfgPDYRCsQATaARjZGftUHXB9YVdIffdZ962SRsP2x8H_qNCEWoQRC-651B8/s320/image.ashx.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540387687593694706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBNaBmg5N977XoJ0TbHCLQjD7FYPuEc3E54AvAl95AteihVXKm8u59x4Ce-mkNXBwnApR7liAQfddhYJ__fEX3sp-cVdZHt5j7BQpD6gUzEt_V0wLV9zIkFF2gMcGazVLpyVGVAj6sFmln/s1600/image.ashx3.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-NuI0aOXt2PlMWFszxXj2jbLGxGVYy60TkqJO4IQ8Q7onuw1ts70eiCQnEzzLZWnBa3V72_Uwprjfq8zymY9meLoCTPRv23L5OiT515dOVKmoyFQapL4KPC9_2gqnV5WwQ2H2KPbbliEB/s1600/image.ashx2.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv-OgEY_Ce8GJ0EgDtuPTevVQNWV7uwQ0N8clwJDcK0brtSQwaslOJONEEVlSaPZ6_1bJwdjM8twDWC45_DreOfHHn4gE-7yjDg6e-1eLVQaxISRibNVJa4t4q8PvaR-hXOWJzIn74y9kU/s1600/image.ashx1.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 271px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv-OgEY_Ce8GJ0EgDtuPTevVQNWV7uwQ0N8clwJDcK0brtSQwaslOJONEEVlSaPZ6_1bJwdjM8twDWC45_DreOfHHn4gE-7yjDg6e-1eLVQaxISRibNVJa4t4q8PvaR-hXOWJzIn74y9kU/s320/image.ashx1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540387695280112002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy-Nj4Fe-8lXpdZ2vbgwtjkag68skMrweaZgNel7ZylsDg8rtUsb5c5sBqCq2zn9MMNVgIEXBYBaM6SVYA6m3Jjpq-MHlCzXpEuNZ6pWll-feMRq0ktlarXZFk-MOz6EM0UCyaly2Up2rv/s1600/image.ashx.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 302px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy-Nj4Fe-8lXpdZ2vbgwtjkag68skMrweaZgNel7ZylsDg8rtUsb5c5sBqCq2zn9MMNVgIEXBYBaM6SVYA6m3Jjpq-MHlCzXpEuNZ6pWll-feMRq0ktlarXZFk-MOz6EM0UCyaly2Up2rv/s320/image.ashx.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540387687280894450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-NuI0aOXt2PlMWFszxXj2jbLGxGVYy60TkqJO4IQ8Q7onuw1ts70eiCQnEzzLZWnBa3V72_Uwprjfq8zymY9meLoCTPRv23L5OiT515dOVKmoyFQapL4KPC9_2gqnV5WwQ2H2KPbbliEB/s1600/image.ashx2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 229px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-NuI0aOXt2PlMWFszxXj2jbLGxGVYy60TkqJO4IQ8Q7onuw1ts70eiCQnEzzLZWnBa3V72_Uwprjfq8zymY9meLoCTPRv23L5OiT515dOVKmoyFQapL4KPC9_2gqnV5WwQ2H2KPbbliEB/s320/image.ashx2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540387698986896034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBNaBmg5N977XoJ0TbHCLQjD7FYPuEc3E54AvAl95AteihVXKm8u59x4Ce-mkNXBwnApR7liAQfddhYJ__fEX3sp-cVdZHt5j7BQpD6gUzEt_V0wLV9zIkFF2gMcGazVLpyVGVAj6sFmln/s1600/image.ashx3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 219px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBNaBmg5N977XoJ0TbHCLQjD7FYPuEc3E54AvAl95AteihVXKm8u59x4Ce-mkNXBwnApR7liAQfddhYJ__fEX3sp-cVdZHt5j7BQpD6gUzEt_V0wLV9zIkFF2gMcGazVLpyVGVAj6sFmln/s320/image.ashx3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540387700229911394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfjJZlQYMOr2KbzFPxB16ObQkuhHwgo5NUnyeUP9eFU2IK9XbnlZ2HaTf5lfuoZVvpBgwOOxh7nYjIOv5xBfgPDYRCsQATaARjZGftUHXB9YVdIffdZ962SRsP2x8H_qNCEWoQRC-651B8/s72-c/image.ashx.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Welcome to the Yolo County Historical Museum Gibson House</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/11/welcome-to-yolo-county-historical.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 21:01:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-3935666720931435808</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6a7a-GYrHNWDlfLO1An3QFxtUUDIOUEg7fqvE0MDqG0D-ywMbAPuGkUddV7Umlh7tzM8gCNHQRmF7HKBg-Oxr_2gBQ4OIzneHH8Fyz6JJOWvLcq0gLiHSdNrtmrv4ASwktgh6I13phyyT/s1600/GibsonHouse3.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 283px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6a7a-GYrHNWDlfLO1An3QFxtUUDIOUEg7fqvE0MDqG0D-ywMbAPuGkUddV7Umlh7tzM8gCNHQRmF7HKBg-Oxr_2gBQ4OIzneHH8Fyz6JJOWvLcq0gLiHSdNrtmrv4ASwktgh6I13phyyT/s320/GibsonHouse3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540379878898360882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;Welcome to the Yolo County Historical Museum&lt;br /&gt;Gibson House &lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="result_box" class="long_text" lang="id"&gt;&lt;span style="" title=""&gt;Setelah  satu dekade mencari situs yang tepat untuk museum sejarah pertama  countywide, rumah Byas William Gibson dibeli oleh Yolo County. &lt;/span&gt;&lt;span style="" title=""&gt;Upaya yang mengarah ke akuisisi pada tahun 1975 yang dipelopori oleh Yolo County Historical Society. &lt;/span&gt;&lt;span style="" title=""&gt;Rumah dan sekitarnya dua hektar ditambah itu, pada waktu itu, sangat memburuk dan lebih dewasa. &lt;/span&gt;&lt;span style="" title=""&gt;Melalui  upaya Yolo County Museum Dasar dan Yolo County Historical Komite  Penasihat, Museum didirikan dan sekarang dioperasikan oleh Dewan Direksi  Yolo County Historical Museum Inc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" title=""&gt;Museum rumah koleksi perabot dan artefak yang menggambarkan berbagai era dari 1850 ke 1930-an. &lt;/span&gt;&lt;span style="" title=""&gt;Selain menjadi museum rumah ada perubahan pameran tentang berbagai subjek yang berkaitan dengan sejarah Yolo County. &lt;/span&gt;&lt;span style="" title=""&gt;The outbuildings berisi menampilkan pertanian dan kehidupan sehari-hari dari periode yang sama. &lt;/span&gt;&lt;span style="" title=""&gt;Jangan ragu untuk mengunjungi kami kapan saja selama jam publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" title=""&gt;Museum dan alasan yang sekarang terbuka untuk umum pada hari Sabtu dan Minggu antara 12 siang dan 4 sore. &lt;/span&gt;&lt;span style="" title=""&gt;Pada hari Selasa sampai Jumat kantor terbuka 10:00-4:00 dan ditutup pada semua hari-hari besar. &lt;/span&gt;&lt;span style="" title=""&gt;A donasi $ 2,00 untuk setiap orang dewasa diminta untuk wisata. &lt;/span&gt;&lt;span style="" title=""&gt;Anak-anak 12 dan di bawah dan anggota museum yang mengaku bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Kami Museum Visi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" title=""&gt;Gibson  House Museum adalah contoh yang unik dari apa yang sebelumnya merupakan  tanah beserta rumah-rumah pertanian pedesaan dengan rumah sejarah dan  indah sekarang duduk di 2,5 hektar di tengah Woodland, Yolo County. &lt;/span&gt;&lt;span style="" title=""&gt;Seperti  properti ini merupakan warisan hidup pemukim awal Yolo Count, budaya  Victoria pedesaan dan pergantian kemajuan abad 20 pertanian, sangat  penting untuk menciptakan dan memelihara suasana interpretif melalui  pameran yang relevan, kuliah, demonstrasi, dan kegiatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6a7a-GYrHNWDlfLO1An3QFxtUUDIOUEg7fqvE0MDqG0D-ywMbAPuGkUddV7Umlh7tzM8gCNHQRmF7HKBg-Oxr_2gBQ4OIzneHH8Fyz6JJOWvLcq0gLiHSdNrtmrv4ASwktgh6I13phyyT/s72-c/GibsonHouse3.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>There's No Place Like Home, Even If It's Upside-Down Or Suspended in Mid-Air</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/11/theres-no-place-like-home-even-if-its.html</link><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 20:58:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-7338714784217256021</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdvt0DxwVXJ8BM1q2Ba_fqtIAl_sBgC3mt1Dy3d7QOp7rQUaWHxzqLMtQ_B0E4prkRv4jL0q_GDP7JJu1haI1ElY8uvPJ3EULXW4bxz7Du41SEp5y8tpYv5zVz66REYGhbSBJDbv5hACp3/s1600/03upside-down-house.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 256px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdvt0DxwVXJ8BM1q2Ba_fqtIAl_sBgC3mt1Dy3d7QOp7rQUaWHxzqLMtQ_B0E4prkRv4jL0q_GDP7JJu1haI1ElY8uvPJ3EULXW4bxz7Du41SEp5y8tpYv5zVz66REYGhbSBJDbv5hACp3/s320/03upside-down-house.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540379238879424546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="result_box" class="" lang="id"&gt;&lt;span style="" title=""&gt;&lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;There's No Place Like Home, Even If It's Upside-Down Or Suspended in Mid-Air&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PointClickHome  mengambil melihat 15 rumah yang luar biasa yang menentang fisika,  desain konvensional, dan setiap hukum zonasi dibayangkan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" title=""&gt;Kami  sangat menyukai rumah ini terbalik dari pernyataan Polandia-pembangun  terhadap Komunisme, tampaknya-dan juga rumah yang berubah ke arah  matahari pada musim dingin dan pergi selama musim panas dan Ukraina  "Castle Mengambang" yang terlihat seperti itu didukung &lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;oleh empat tusuk gigi. &lt;/span&gt;&lt;span style="" title=""&gt;Lihat favorit kami yang paling gadgetastic dalam galeri, kemudian pergi ke PCH untuk pencakupan penuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdvt0DxwVXJ8BM1q2Ba_fqtIAl_sBgC3mt1Dy3d7QOp7rQUaWHxzqLMtQ_B0E4prkRv4jL0q_GDP7JJu1haI1ElY8uvPJ3EULXW4bxz7Du41SEp5y8tpYv5zVz66REYGhbSBJDbv5hACp3/s72-c/03upside-down-house.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>ARSITEKTUR GOTHIK</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/11/arsitektur-gothik.html</link><category>arsitektur jepang rumah jogja</category><category>arsitektur rumah adat</category><category>denah perpustakaan</category><category>design arsitek</category><category>kerja arsitek</category><category>rumah bogor</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Thu, 4 Nov 2010 01:30:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-8072004088738053456</guid><description>&lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt; &lt;a name="2451987050165503569"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 style="font-weight: normal;" class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;ARSITEKTUR GOTHIK&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt; &lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt;&lt;a class="timestamp-link" href="http://rurucoret.blogspot.com/2009/01/arsitektur-gothik.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-01-20T13:42:00+09:00"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gereja St Katolik Paul'S, Melbourne&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gereja  St Katolik Paul'S, Melbourne, adalah metropolitical dan katedral dari   gereja Anglikan Daerah keuskupan Melbourne, Victoria. Gereja ini adalah  pusat dari  Gereja Anglikan Uskup Melbourne dan Metropolitan dari  Victoria. Gereja ini merupakan bangunan yang sangat menonjol dari  Melbourne. (lihat gambar 1.1)&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibwEwOK2zvGHgkSUgjOMuNaC6QFKMTiCCl3J1ggOq05_2X0hUagD6io_zu64tUbOkBbLu5azPrb_lJIlNeHrIV-PbqLnTWE4Ro_NoG5U2J79QHV9Uhm0wBYcM_jQKWvoVChYfTrdgfRRUJ/s1600-h/arsitek.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 241px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibwEwOK2zvGHgkSUgjOMuNaC6QFKMTiCCl3J1ggOq05_2X0hUagD6io_zu64tUbOkBbLu5azPrb_lJIlNeHrIV-PbqLnTWE4Ro_NoG5U2J79QHV9Uhm0wBYcM_jQKWvoVChYfTrdgfRRUJ/s320/arsitek.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293233559006320690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;(gambar 1.1)&lt;br /&gt;St Jenis gereja Katolik Paul'S: tampak dari muka utara dan puncak menara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Arsitektur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;St  Paul’s dibangun dalam suatu kebangkitan kembali gaya atau yang dikenal  sebagai transisi gotik, yang sebagian dengan gaya Awal Inggris dan  sebagiannya lagi dihias. Gereja ini dirancang oleh Arsitek Inggris yang  William Butterfield, yang akan pekerjaannya  tentang gereja Kristen.  Batu pondasi dilengkapi pada tahun 1880. Butterfield berhenti pada tahun  1884 dan bangunan selesai oleh suatu arsitek lokal, Joseph Reed.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxbMMlZSglr3gYRnv8jjMmDoxJXAbi9IHe-1Cno3AimcP1oK4-YaG_3yRid59PqXhPOcAoWQVRQPAGV3iLIl4iDjzqNk70n33opbsZXz0zEuwtHDbwSXEwqlFmudHtdIc3iCpJM5WGpTre/s1600-h/arsitek.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 253px; height: 170px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxbMMlZSglr3gYRnv8jjMmDoxJXAbi9IHe-1Cno3AimcP1oK4-YaG_3yRid59PqXhPOcAoWQVRQPAGV3iLIl4iDjzqNk70n33opbsZXz0zEuwtHDbwSXEwqlFmudHtdIc3iCpJM5WGpTre/s320/arsitek.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293234126428854242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gereja  Katolik Paul menggambarkan peningkatan penyederhanaan jenis bangunan  mempertinggi transparasi dan pandangan keeluruhan namun sebagian  penekanannya hilang dalam proses. Dengan konstruksi campuran, jumlah  bahan yang berbeda memiliki peranan penting. Sebagai contohnya :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;-    kontruksi dinding padat di luar dan konstruksi kayu atau baja di dalam.&lt;br /&gt;-    Inti masif dengan struktur kayu, baja atau beton di dalam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk lebih jelasnya lihatlah beberapa tampak dari bangunan gereja st Paul’s.&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiWY2GruptlKBLDP5oLS7wa9ovxYwtlPsZDAju3WoeeiJ4nvOy1E4cn7sT0_cbW5sYWu97B4rH1CORcscfV-TLSgCmRdK5pl9C2u3PVpyN959yFcr3acsLJNXCTFkeU2tucRowmOijTQ4m/s1600-h/arsitek.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 137px; height: 183px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiWY2GruptlKBLDP5oLS7wa9ovxYwtlPsZDAju3WoeeiJ4nvOy1E4cn7sT0_cbW5sYWu97B4rH1CORcscfV-TLSgCmRdK5pl9C2u3PVpyN959yFcr3acsLJNXCTFkeU2tucRowmOijTQ4m/s320/arsitek.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293235287991850002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(gambar 1.1 b)&lt;br /&gt;St Jenis gereja Katolik Paul'S tampak Depan dan berada pada Jalan Swanston&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pPR0NYyotTHxfRfjoMcYpPXZSazSk7iTQ_EK_rWmhQ8K-AMzEfN2v_u3yMtMLrYY_XultZAnOkc87V3bGyQ0yvvGWMFS_dkziJAiG-IjRwZbPQhhEjUOAzBzf1TPOGIcdzxT3YleY4zK/s1600-h/1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 131px; height: 175px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pPR0NYyotTHxfRfjoMcYpPXZSazSk7iTQ_EK_rWmhQ8K-AMzEfN2v_u3yMtMLrYY_XultZAnOkc87V3bGyQ0yvvGWMFS_dkziJAiG-IjRwZbPQhhEjUOAzBzf1TPOGIcdzxT3YleY4zK/s320/1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293235289123877298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(gambar 1.1 c)&lt;br /&gt;Puncak menara St Katolik Paul'S yang mengalami renovasi, Desember 2005&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoGxPxoEF_JNFbmv0KPqPUSxccuYYF-0dMsRTwk88r2tv_RvNKapBeknGRKyWo7lYPjU_tHsat99Zp2x-oZ3OaPGdfA4drqmMGYDXp6sK_iY830W0uNUc4GH_PdJdW3OVerq3sjK7aEXix/s1600-h/2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 123px; height: 148px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoGxPxoEF_JNFbmv0KPqPUSxccuYYF-0dMsRTwk88r2tv_RvNKapBeknGRKyWo7lYPjU_tHsat99Zp2x-oZ3OaPGdfA4drqmMGYDXp6sK_iY830W0uNUc4GH_PdJdW3OVerq3sjK7aEXix/s320/2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293235295349516882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(gambar 1.2 d)&lt;br /&gt;Gereja St Paul’s dilihat dari arah belakang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INTERIOR GEREJA ST PAUL’S&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhED6DhC_wXDgN0LVBznV9JJvVjtzxA9vwV-nmwNRdLt-Tf-AfW4z4YV_6MMcwPpQZNbdQkwG3qC1k3n_1Gs3nIDR0NhQ0WeyKuARb8F67qgFiVXGboBeCUA3OTBJAeKNN91ZCemLf-PmsH/s1600-h/1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 243px; height: 165px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhED6DhC_wXDgN0LVBznV9JJvVjtzxA9vwV-nmwNRdLt-Tf-AfW4z4YV_6MMcwPpQZNbdQkwG3qC1k3n_1Gs3nIDR0NhQ0WeyKuARb8F67qgFiVXGboBeCUA3OTBJAeKNN91ZCemLf-PmsH/s320/1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293236728750569410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(gambar 1.2a)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang interior yang berbentuk persegi panjang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ruangan  persegi panjang sebagai tempat ibadah ini dengan bentuk langit-langit  yang melengkung merupakan dasar dari gereja St Paul’s. Biasanya dijumpai  dalam bentuk sepulchure. Bentuk ruang ini snagat bagus dalam  menunjukkan pengaruh dari bahan yang digunakan. Tekstur permukaan yang  menentukan ruang lingkuup dari tindakan yang akan dilakukan, dari yang  penting sampai kontemporer. Dan ini berlaku untuk setiap ruangan dalam  gereja. (lihat gambar 1.2a dan 1.2b)&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8746l6SKZNsyMCIkZI9dmrVbVW-snCKw0xZiAj9Yoe9K0fS_q5g9eInJIP1J4GBuxH_1s2Et91fxa3kxStS5wTaQSmqslg0m5F1yNvXOXDCtSpSl3IezRp2SztLqu7-VmkWpcBPtezQPV/s1600-h/1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 171px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8746l6SKZNsyMCIkZI9dmrVbVW-snCKw0xZiAj9Yoe9K0fS_q5g9eInJIP1J4GBuxH_1s2Et91fxa3kxStS5wTaQSmqslg0m5F1yNvXOXDCtSpSl3IezRp2SztLqu7-VmkWpcBPtezQPV/s320/1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293237823287140306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;(gambar 1.2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang interior yang berbentuk persegi panjang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada  ruang-ruang persegi panjang lokasi bukaan sangatlah penting. Seperti  interior dalam gereja St Paul’s. Bukaan diletakkan pada sisi yang pendek  sehingga ruang tersebut memberikan kesan tinggi dengan suatu  penjajajaran yang jelas sepanjang sumbu memanjangnya. Dengan menyisipkan  deretan kolom yang melengkung, kecenderungan ini menjadi semakin nyata.  Daerah tepi yang gelap dapat digunakan untuk tujuan dan aktivitas yang  sekunder. Jalan yang memanjang ke arah mimbar semakin mempertegas arah  melintang yang tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwymy1KaibfJMV7NQ-kFoAwJhAZmlrnUJ2jDLk5wdd0YhMKVaM34lK3B_6khFlHPC9bIP6_8mMA2S9gLN9WTIQVeeYXpSk6wqqdoXO-1LhSLbVsfmIX79IpmomGEbxwE2xTUNapJ3yw9HI/s1600-h/1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 202px; height: 267px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwymy1KaibfJMV7NQ-kFoAwJhAZmlrnUJ2jDLk5wdd0YhMKVaM34lK3B_6khFlHPC9bIP6_8mMA2S9gLN9WTIQVeeYXpSk6wqqdoXO-1LhSLbVsfmIX79IpmomGEbxwE2xTUNapJ3yw9HI/s320/1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293238472221883282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gambar 1.3)&lt;br /&gt;Detail tiang dari gereja St Paul’s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Filsafat  arsitektur Gotik adalah vertikalisme, transparan dan diafan. Faris  vertikal mengungkapkan ciri zaman yang mengarah total pada Yang Maha  Tinggi. Dinding-dinding kaca berwarna memperlihatkan cita-cita lepas  dari kewadaqan materi kehidupan yang fana. Diafan artinya cahaya yang  menembus, selaku lambang rahmat Tuhan yang menembus kefanaan hidup  manusia untuk meneranginya dengan Nur-Illahi. Interior gereja besar di  Koeln ini lebih memperjelas keyakinan masyarakat abad-abad pertengahan  dari eksteriornya. Kontruksi-kontruksi ringan dan transparan ini sangat  dekat dengan selera modern yang kita suka keterbukaan luas. Tetapi hasil  gemilang para konstruktornya seperti ini adalah warisan pengalamn  praktek berabad-abad. Pada bad-abad awal gaya Gotik sering seluruh  gedung ambruk karena kurang perhitungan sratikanya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibwEwOK2zvGHgkSUgjOMuNaC6QFKMTiCCl3J1ggOq05_2X0hUagD6io_zu64tUbOkBbLu5azPrb_lJIlNeHrIV-PbqLnTWE4Ro_NoG5U2J79QHV9Uhm0wBYcM_jQKWvoVChYfTrdgfRRUJ/s72-c/arsitek.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>ARSITEKTUR BAROK</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/11/arsitektur-barok.html</link><category>arsitek semarang</category><category>denah rumah sehat</category><category>fakultas arsitek</category><category>gambar renovasi rumah</category><category>gaya kontemporer</category><category>rumah kpr</category><category>rumah susun</category><category>tangga rumah</category><category>tokoh tokoh arsitek</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Thu, 4 Nov 2010 01:28:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-1588372968987585873</guid><description>&lt;h3 style="font-weight: normal;" class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;ARSITEKTUR BAROK&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt; &lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt;&lt;a class="timestamp-link" href="http://rurucoret.blogspot.com/2009/01/arsitektur-barok.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-01-20T15:00:00+09:00"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;San Carlo alle Quattro Fontane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBrE_HoY-vyORRTnsgfh9ZUQQ85cCRi3ycXos4_ZvVCRvx9rRIOyF9kUdgicsFnk0bQe2Y9Vih0p3lDWvWbd4tP-qWKw3ITUgOeXusxIqGinHAhXOgUzD8GelPxhjI8pH-o8e_Pz5h2XYY/s1600-h/a.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 280px; height: 226px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBrE_HoY-vyORRTnsgfh9ZUQQ85cCRi3ycXos4_ZvVCRvx9rRIOyF9kUdgicsFnk0bQe2Y9Vih0p3lDWvWbd4tP-qWKw3ITUgOeXusxIqGinHAhXOgUzD8GelPxhjI8pH-o8e_Pz5h2XYY/s320/a.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293253406082727890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gambar 1.1)&lt;br /&gt;San Carlo Alle Quattro dilihat dari atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;San  Carlo alle Quattro Fontane adalah suatu gereja ( 1638-41) di Roma, yang  dirancang oleh Francesco Borromini ( 1599-1677), salah satu dari contoh  dari arsitektur terkemuka Barok. Kompleksitas yang geometris dalam  menyambungkan bujur berbentuk oval dan lingkaran menciptakan keluasan di  dalam sudut gereja yang kecil, yang mana  berdiri sangat dekat dari  Palazzo Barberini ( jendela yang dirancang oleh Borromini) dan piazza  (serambi). (lihat gambar 1.1 dan 1.2)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifqrmX-c0L5dcN7IMpNF2IOSnhbtAq04mNrqZAMgyFpu_INXsfzvfy9bUoO2yVXP1Z5-_Go-ONCGgRLWMf4j-TzqSU1A2DAFUQHlZgyFSJkcb5N_pqLnDQzmkCHXtHV39nHsnmiWmNz8_8/s1600-h/b.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 225px; height: 298px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifqrmX-c0L5dcN7IMpNF2IOSnhbtAq04mNrqZAMgyFpu_INXsfzvfy9bUoO2yVXP1Z5-_Go-ONCGgRLWMf4j-TzqSU1A2DAFUQHlZgyFSJkcb5N_pqLnDQzmkCHXtHV39nHsnmiWmNz8_8/s320/b.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293253404101934290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gambar 1.2)&lt;br /&gt;Bagian muka gedung San Carlo alle quattro fontane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gereja  ini juga di jalan yang sama dari saingan mereka Lorenzo Gian Bernini'S  dalam bangunan yang juga berbentuk oval Sant'Andrea al Quirinale.  Kecekung bagian muka gedung yang cembung San Carlo menggelombang dalam  suatu fungsi dan tidak klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolom Corinthian jangkung menyela  entablatures. hemi-cherubim Bersayap Idiosyncratic digunakan untuk  membingkai relung patung, salah satu patung yang paling utama dalam  bangunan gereja tersebut adalah patung suci Charles Borromeo yang dibuat  olehAntonio Raggi. Di sampingnya adalah patung St. Yohanes Matha dan  St. Felix Valois, pendiri dari  Order Tritunggal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbMBrUlUN-GJk_NEh21dL03YMbzm5YoY1agijo5tsIlh3r6zisM7nvfvvWGfJGvYu0DvuRwZ9xD-zfSJw3QnMBIdKZZZ5v3eSntdHWNFQU05vwPZ-g0VDSfIcdd00IE_EX5k4Z60rIr9cY/s1600-h/c.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 207px; height: 241px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbMBrUlUN-GJk_NEh21dL03YMbzm5YoY1agijo5tsIlh3r6zisM7nvfvvWGfJGvYu0DvuRwZ9xD-zfSJw3QnMBIdKZZZ5v3eSntdHWNFQU05vwPZ-g0VDSfIcdd00IE_EX5k4Z60rIr9cY/s320/c.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293253404160837330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gambar 1.3)&lt;br /&gt;Halaman San Carlo alle quattro fontane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  sudut dekat air mancur terdapat suatu lukisan tentang Neptunus  berbaring telentang. Kubah dari  gereja mempunyai suatu pola teladan  kopor salib kompleks, bujur telur, dan sudut enam. Rencana denah adalah  suatu persimpangan yang gegabah dari bentuk oval. (lihat gambar 1.4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5YIvzAamszYuQ3CkZNhkLbaxAqZR1cTaLqTseZY1PMBGRKb5pvJjAqfNT4b7SiVQWVAJdN2S21X5yAp0eheDiR8Mo4s_x6PuFO32PT5gvlGAFXqX4UTA3pt1zQ0pcPXazyKKn2CMSKY99/s1600-h/d.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 211px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5YIvzAamszYuQ3CkZNhkLbaxAqZR1cTaLqTseZY1PMBGRKb5pvJjAqfNT4b7SiVQWVAJdN2S21X5yAp0eheDiR8Mo4s_x6PuFO32PT5gvlGAFXqX4UTA3pt1zQ0pcPXazyKKn2CMSKY99/s320/d.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293253410673909714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gambar 1.4)&lt;br /&gt;Denah San Carlo alle Quattro Fontane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  denah ini kita bisa lihat bahwa denah lantai dasar terdiri dari tiga  ruangan yang sesuai untuk bermaca-macam fungsi. Memasuki gereja ini kita  akan menjumpai sebuah nave ( ruang tengah gereja) yang berbentuk oval  yang menyediakan keangka spasial untuk rute prosesi umat. Arah gerak  dipertegas oleh kubah barrel yang memanjang dan kolom-kolom pada kedua  sisi nave, yang pada seetiap kasus membentuk relung, nave berakhir pada  bagian gereja yang terpenting yaitu mimbar. Ruang ini diperluas pada  ketiga bagian sisi-sisinya melalui apse-apse (bagian gereja yang  menonjol dan berbetuk setengah bundar). Bagian belakang apse tenagh  merupakan dinding kolomn. Melaluinya paduan suara dapat dilihat.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBrE_HoY-vyORRTnsgfh9ZUQQ85cCRi3ycXos4_ZvVCRvx9rRIOyF9kUdgicsFnk0bQe2Y9Vih0p3lDWvWbd4tP-qWKw3ITUgOeXusxIqGinHAhXOgUzD8GelPxhjI8pH-o8e_Pz5h2XYY/s72-c/a.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>ARSITEKTUR CHINA</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/11/arsitektur-china.html</link><category>denah mesjid</category><category>design arsitektur</category><category>gambar denah kantor</category><category>jual rumah</category><category>rumah depok</category><category>rumah kos</category><category>rumah tropis</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Thu, 4 Nov 2010 01:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-2890514509030347247</guid><description>&lt;h3 style="font-weight: normal;" class="post-title entry-title"&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;ARSITEKTUR CHINA&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt; &lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt;&lt;a class="timestamp-link" href="http://rurucoret.blogspot.com/2009/01/arsitektur-china.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-01-23T12:51:00+09:00"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p&gt;Arsitektur Cina mengacu pada suatu gaya arsitektur yang telah  menjelma dan  terwujudkan di Asia dalam berabad-abad yang lalu. Prinsip  struktral dari Arsitektur Cina sudah tinggal dan bertahan sebagian besar  tanpa perubahan, perubahan yang utama yang sedang hanya detil yang  menghias. Karena sejak Dinasti Tang, Arsitektur Cina pasti mempunyai  suatu pengaruh utama pada gaya Arsitektur Jepang, Korea, Taiwan dan  Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiREOjBrG5PrgCZO5Bsa1Lq_EJFxsk3VA4aIz-UnyDW5aVlD0_xzDejFVQSaarJ8UZ3_IxaO3-GllCyz1T95sOTxhTiFNiC1ioChkxXfVYctQPdpBRsR33WLoKZQan9bCEB7uzcAVtlcGGR/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 241px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiREOjBrG5PrgCZO5Bsa1Lq_EJFxsk3VA4aIz-UnyDW5aVlD0_xzDejFVQSaarJ8UZ3_IxaO3-GllCyz1T95sOTxhTiFNiC1ioChkxXfVYctQPdpBRsR33WLoKZQan9bCEB7uzcAVtlcGGR/s320/1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294340243183585506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gambar 1.1)&lt;br /&gt;Halaman dalam kuil Cina&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada  corak tertentu yang umum dalam Arsitektur Cina, dengan mengabaikan  daerah spesifik atau penggunaan. Yang paling utama dalam gaya arsitektur  china adalah penekanannya pada bidang horisontal, khususnya pada  panggung yang berat dan suatu atap yang luas dan terlihat mengapung di  atas dasar tanah, dengan dinding yang berpola vertikal. Begitu  berlawanan dengan Arsitektur Barat, yang mana   cenderung untuk  berkembang dalam tinggi bangunan dan kedalaman bangunan, Arsitektur Cina  menekankan pada dampak visuil dari  jarak menyangkut bangunan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcxX6EDZ4IBouMb_fgcSyFa1JR-7JbFVvyZ-Me8XjKr8GQdXCT3AhgCDHKAjiAfYkRMyFN28sC-bdr8OUEGj05rPDi6Ef8xXmDY3SpRpXSILi0w_SjirTUnoaQz2ZGNXYJxwuvedgBCTLQ/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcxX6EDZ4IBouMb_fgcSyFa1JR-7JbFVvyZ-Me8XjKr8GQdXCT3AhgCDHKAjiAfYkRMyFN28sC-bdr8OUEGj05rPDi6Ef8xXmDY3SpRpXSILi0w_SjirTUnoaQz2ZGNXYJxwuvedgBCTLQ/s320/2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294340241346227762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;(gambar 1.2)&lt;br /&gt;Kota terlarang Cina dilihat dari luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aula  dan istana di dalam Kota besar yang terlarang, sebagai contoh,  mempunyai pagu/langit-langit yang agak rendah manakala dibandingkan ke  padanan bangunan yang mengesankan di dalam Arsitektur Barat, tetapi  penampilan yang eksternal mereka cenderung  alami dan menceritakan  tentang Kerajaan. Ini tentu saja tidak berlaku bagi pagoda, yang  setidak-tidaknya secara relatif jarang menampilkan kesan alam daerah  China. Ide ini telah membuka jalan menuju Arsitektur Modern, sebagai  contoh dapat kita lihat dalam melalui gambar 1.1 yang didesain oleh  Arsitek Jørn Utzon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixKzQE9dTyDIw_gbrDUM_Z4F46mUq85PAEU14CgwTJyaIYFXem5PSwms8L6lgtjWuTOly0DX3pt-bYukVngxrxAEfkDrqCu0FFaFEoitXWFA3RUfkOZAOQQIxWD1EGXRwW4Jd5BIPj7QSO/s1600-h/3.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixKzQE9dTyDIw_gbrDUM_Z4F46mUq85PAEU14CgwTJyaIYFXem5PSwms8L6lgtjWuTOly0DX3pt-bYukVngxrxAEfkDrqCu0FFaFEoitXWFA3RUfkOZAOQQIxWD1EGXRwW4Jd5BIPj7QSO/s320/3.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294340244157507202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;(gambar 1.3)&lt;br /&gt;Aula dari keselarasan yang tinggi pada Museum Istana (Kota terlarang ) dibanguan di Beijing&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Corak  penting yang lain adalah penekanan pada simetri, yang berarti suatu  perasaan, pengertian dan kehebatan ini berlaku dari istana hingga ke  rumah petani. Satu perkecualian terkemuka adalah di dalam perancangan  kebun, cenderung asimetri dan bukan simetri. Seperti Lukisan gulungan  Cina, prinsip yang mendasari komposisi kebun akan menciptakan arus yang  kronis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgobHGccmfta9-EbxCMicAe0Dh_XwcHN4knmRyg998XLW84-kuahKVmZvT1o18ZtPC-xkIlIKadLRzBt0Qn12XOLJTpIjiOZdLjGcrBkJimAXjv8J6Zim27ATuDJLbgVlC7TNcfT8LMEVi9/s1600-h/4.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgobHGccmfta9-EbxCMicAe0Dh_XwcHN4knmRyg998XLW84-kuahKVmZvT1o18ZtPC-xkIlIKadLRzBt0Qn12XOLJTpIjiOZdLjGcrBkJimAXjv8J6Zim27ATuDJLbgVlC7TNcfT8LMEVi9/s320/4.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294340249130881362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gambar 1.4)&lt;br /&gt;Bagian dalam Kota terlarang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bangunan  Cina dapat dibangun baik dengan warna merah maupun  batu bata abu-abu  (lihat gambar 1.4), tetapi struktur kaku dari kayulah yang paling umum;  karena kayu lebih mampu untuk menahan gempabumi, tetapi peka terhadap  api. Atap Bangunan Cina pada umumnya dibengkokkan, ada penggolongan  tegas tentang  yang berbeda  jenis nok atap, hampir sama dengan lapisan  kayu tiang sejajar rancangan klasik Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0H6a9aCgyHJAoFVMdOY-iGczkEOSX1xPAVryOpN3Kez3e5_0LHe68gkyxgAlPvQSWL7NDUzZs7yOvmOyt-2iKhh7AEGtOGVGsFg6gBZighr7SJfbXhe8bM2aF0yd2_sHU2yd5zLZA7cq_/s1600-h/5.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0H6a9aCgyHJAoFVMdOY-iGczkEOSX1xPAVryOpN3Kez3e5_0LHe68gkyxgAlPvQSWL7NDUzZs7yOvmOyt-2iKhh7AEGtOGVGsFg6gBZighr7SJfbXhe8bM2aF0yd2_sHU2yd5zLZA7cq_/s320/5.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294340248884641570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;(gambar 1.4a)&lt;br /&gt;Tampak depan tahta kerajaan di dalam Istana tentang Kemurnian Surgawi, tempat pemerintah sehari-hari dan penasehat kerajaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPvJQU1bKbxbbGehS6tgI35IzDWldjQm8Yz7IX6StbuYto2m345CZnwGHH3UJrs0mTaVH3CSe3j51mpAqAHAKu10WZuv-4DCrXnUK49rdi39NzYcrjwganezjDv6ow0AARPISwLGhsn_fc/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 91px; height: 121px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPvJQU1bKbxbbGehS6tgI35IzDWldjQm8Yz7IX6StbuYto2m345CZnwGHH3UJrs0mTaVH3CSe3j51mpAqAHAKu10WZuv-4DCrXnUK49rdi39NzYcrjwganezjDv6ow0AARPISwLGhsn_fc/s320/1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296157519361170002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gambar 1.4b)                          &lt;br /&gt;Tampak samping tempat tahta kaisar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEAt50CPoGn6B_vBJ3Gv3kr2ALHYRU0KOFugvve832T_2xpJsk57dJSo-Else7HgQOu8G344Fa7yTOjG_yUObuCzDmemxvG55OHnw6nc6RapagzoI9iueKa-an4rEtfi8o5KPrZftXVHFU/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 92px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEAt50CPoGn6B_vBJ3Gv3kr2ALHYRU0KOFugvve832T_2xpJsk57dJSo-Else7HgQOu8G344Fa7yTOjG_yUObuCzDmemxvG55OHnw6nc6RapagzoI9iueKa-an4rEtfi8o5KPrZftXVHFU/s320/2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296157522364600594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gambar 1.4c)&lt;br /&gt;Salah satu dari banyak aula  istana berisi tahta kerajaan kaisar                       &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Warna-warna  tertentu, angka-angka dan arah utama di dalam Arsitektur  tradisional  Cina mencerminkan kepercayaan di dalam masyarakat China, di mana sifat  alami dari alam adalah sesuatu hal yang tidak bisa dihubungkan dengan  suatu prinsip atau Tuhan. Walaupun Tradisi Barat secara berangsur-angsur  mengembangkan tubuhnya  dari literatur Arsitektur. Tetapi sedikit  sekali ditulis dalam sejarah China, dan teks yang paling awal, "  Kaogongji", tidak pernah diperdebatkan. Bagaimanapun, gagasan tentang  keselarasan kosmis dan order dari  kota besar pada umumnya ditafsirkan  pada paling dasar dari masyarakat cina, maka suatu reproduksi " yang  ideal" kota besar tidak pernah hidup. Beijing yang direkonstruksi  sepanjang 16th dan 15th adalah contoh yang baik dari perencanaan kota  Cina tradisional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penggolongan struktur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilsUEVs35IP5K5OXT8kXRKjEks-rxHzKzDZPFWByJPh5qjF_fUQ89TsrYUQ1xZ5pJj5q2U_2_qew8C7vLu_MPSyIDZxoa28SKF2b01ZvCCpq-YusZ11795uOsr2w6WT8QU0VBP2HppJ2nN/s1600-h/3.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilsUEVs35IP5K5OXT8kXRKjEks-rxHzKzDZPFWByJPh5qjF_fUQ89TsrYUQ1xZ5pJj5q2U_2_qew8C7vLu_MPSyIDZxoa28SKF2b01ZvCCpq-YusZ11795uOsr2w6WT8QU0VBP2HppJ2nN/s320/3.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296159131854145010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gambar 1.4)&lt;br /&gt;Yu Bazaar.&lt;br /&gt;Puncak atap Cina Selatan tradisional Jiangnan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Penggolongan Cina untuk arsitektur meliputi:&lt;br /&gt;•     lou ( Multistory bangunan)&lt;br /&gt;•    tai ( teras)&lt;br /&gt;•    ting ( paviliun)&lt;br /&gt;•    ge (Two-Story paviliun)&lt;br /&gt;•    ta ( Pagoda Cina)&lt;br /&gt;•    xuan (beranda dengan Jendela)&lt;br /&gt;•    xie ( Paviliun atau rumah teras)&lt;br /&gt;•    wu (Ruang sepanjang koridor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ARSITEKTUR KERAJAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada  corak arsitektur tertentu yang disediakan untuk Kaisar Negeri China.  Yang paling nyata adalah pekerjaan ubin atap yang kuning; kuning adalah  warna kerajaan, ubin atap yang berwarna kuning masih menghiasi  kebanyakan dari bangunan di dalam Kota besar Yang terlarang itu (lihat  gambar 1.3). Kuil Surga, bagaimanapun, menggunakan pekerjaan ubin atap  biru untuk menandakan langit. Kolom Kaku Kayu dari  bangunan, seperti  halnya permukaan dari  dinding, cenderung di cat merah di dalam warna.  (lihat gambar 1.5)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5W4lcOcINby5Xl9p-7-EcroEN7-JUDmJpJzM0aihA-qqK4Dq1nTXrJmfPiJBsgIqvhhxIbMtL4XMUGCQZm0ik17512JJ7m6QjPVC5gE64HYBtkEbuc7FolnsLh2M0VsBD1EkLu7q5F8zz/s1600-h/4.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 240px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5W4lcOcINby5Xl9p-7-EcroEN7-JUDmJpJzM0aihA-qqK4Dq1nTXrJmfPiJBsgIqvhhxIbMtL4XMUGCQZm0ik17512JJ7m6QjPVC5gE64HYBtkEbuc7FolnsLh2M0VsBD1EkLu7q5F8zz/s320/4.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296159130882200402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(gambar 1.5)&lt;br /&gt;pekerjaan ubin atap kuning dan dinding merah gambaran kota besar terlarang terlihat dari bangunan di bawah salju.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhV71Ri2jCU26CIvNexUZZZ_ES__Yy_mgQLJUdadepXO0uAiIJGE2u4ZToJQphK-YFpSLik7lFmbCBiODZNYYXxVcTKMMFiE-0rBrYEhvxgqIQWDQC8XtbGs5AzkT0kiRJPubWhQJVL31nV/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 92px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhV71Ri2jCU26CIvNexUZZZ_ES__Yy_mgQLJUdadepXO0uAiIJGE2u4ZToJQphK-YFpSLik7lFmbCBiODZNYYXxVcTKMMFiE-0rBrYEhvxgqIQWDQC8XtbGs5AzkT0kiRJPubWhQJVL31nV/s320/1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296159133167295842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gambar 1.6)&lt;br /&gt;Ukiran sembilan naga di dinding&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ular  naga Cina, suatu simbol lencana yang disediakan dalam rejim kerajaan,  berat dan digunakan pada arsitektur kerajaan letaknya pada atap, pada  balok dan tiang, dan pada pintu (lihat gambar 1.6). Hanya bangunan yang  digunakan oleh keluarga kerajaan yang diijinkan untuk mempunyai sembilan  gan ( ruang  antara dua kolom) hanya gerbang yang digunakan oleh Kaisar  bisa mempunyai lima bangunan melengkung, dengan satu pusat, tentu saja  yang disediakan untuk Kaisar.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Peramalan  dengan angka sangat mempengaruhi Arsitektur Kerajaan, karenanya  penggunaan angka sembilan banyak terdapat dalam konstruksi ( sembilan  adalah angka yang terbaik bagi mereka ) dan memberi alasan mengapa Kota  besar Yang terlarang di Beijing dikatakan kepada mempunyai 9,999. Yang  menurut dongeng ada 10,000 ruang di dalam surga. Pentingnya arah timur (  arah dari  peningkatan matahari) di dalam mengorientasikan dan  mendudukkan bangunan Kerajaan adalah suatu format ttg pemujaan matahari  dan ditemukan di dalam banyak kultur jaman kuno, di mana seorang  penguasa harus sejajar dengan garis Matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ARSITEKTUR AGAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8Bcu8z91AP5-hPqBx7loGuoGror-CdE7cF64U2KjrPoCPeCW7zyfn3mpk7SHfO96PjqHaqocDX5RTvu02wG-yQiBYZDMZP5Uu9bcdiMxFxG6ErHfqqiT4yZSRBmJ5J8_UDEHvsduvCJ_t/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8Bcu8z91AP5-hPqBx7loGuoGror-CdE7cF64U2KjrPoCPeCW7zyfn3mpk7SHfO96PjqHaqocDX5RTvu02wG-yQiBYZDMZP5Uu9bcdiMxFxG6ErHfqqiT4yZSRBmJ5J8_UDEHvsduvCJ_t/s320/2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296160128840331330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gambar 1.7)&lt;br /&gt;Longhua Pagoda di Shanghai, di bangun pada zaman tiga kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kuil  longhua adalah suatu Kuil Budha yang dipersembahkan kepada Buddha  Materiya terletak di Kotamadya, Negeri China. Walaupun kebanyakan dari  sekarang ini bangunannya direnovasi, kuil tetap memelihara yang secara  perancangan arsitekturalnya keaslian suatu biara dari Sekte China  tersebut.Kuil ini adalah yang paling besar, yang paling asli dan kuil  jaman kuno lengkap yang kompleks di kota Shanghai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum,  Arsitektur Budha mengikuti gaya yang kerajaan Cina. Suatu Biara Budha  yang besar secara normal mempunyai suatu medan aula, menempatkan patung  Bodhisattva dalam aula agung, menempatkan patung Buddhas (lihat gambar  1.6)Menempatkan untuk biarawan dan biarawati di antara kedua sisi tempat  tersebut. Biara Budha kadang-kadang juga mempunyai pagoda, yang mana  boleh menempatkan barang peninggalan Dari Buddha Ghautama, pagoda yang  lebih tua cenderung untuk ditempatkan di keempat sisi bangunan, sedang  pagoda yang lainnya di tempatkan di delapan sisi bangunan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiripQZ6WD0DX6PbzU6rPsFdUK6rZ4Ny9rN7vzIHGY9kIMYUMUbXW8wSJQjPSWS4lENW7M1jf0FBp6hVg1xB78CuiQnbzVhu1NIGkE8lx6vg9FY9o8g-gahoF74rsnC39m9e3sPatWzBmpa/s1600-h/3.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiripQZ6WD0DX6PbzU6rPsFdUK6rZ4Ny9rN7vzIHGY9kIMYUMUbXW8wSJQjPSWS4lENW7M1jf0FBp6hVg1xB78CuiQnbzVhu1NIGkE8lx6vg9FY9o8g-gahoF74rsnC39m9e3sPatWzBmpa/s320/3.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296161166495038962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gambar 1.8)&lt;br /&gt;Tempat dari 500 patung biarawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daoist  arsitektur, pada umumnya mengikuti gaya commoners'. Pintu masuk utama  bagaimanapun pada umumnya di sisi, ke luar dari takhyul tentang setan  yang mungkin mencoba untuk masuk (lihat gambar 1.7) pendapat dari feng  shui. Berlawanan dengan Buddhists, di dalam suatu kuil Daoist  dewa yang  utama ditempatkan; aula yang merupakan pusat perhatian paling depan,  dewa yang lebih sedikit di belakang aula dan di sisi aula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAOyiYFN3poFGZPv5e2ZTMliXbsDZkF0QS-O4KxSIJvRgDWSjbyjiV7JThGNOgrZBx2bF44EnjHPvh6hIBgg8-E5p9fPUTremfCJVXaZNBrr22hDtuGtWyVe1fMdUatRihpd9nJQ2L4BPs/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 92px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAOyiYFN3poFGZPv5e2ZTMliXbsDZkF0QS-O4KxSIJvRgDWSjbyjiV7JThGNOgrZBx2bF44EnjHPvh6hIBgg8-E5p9fPUTremfCJVXaZNBrr22hDtuGtWyVe1fMdUatRihpd9nJQ2L4BPs/s320/1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296161168946776834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gambar 1.7)&lt;br /&gt;Patung penjaga kuil yang dipercaya bisa mengusir setan.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiREOjBrG5PrgCZO5Bsa1Lq_EJFxsk3VA4aIz-UnyDW5aVlD0_xzDejFVQSaarJ8UZ3_IxaO3-GllCyz1T95sOTxhTiFNiC1ioChkxXfVYctQPdpBRsR33WLoKZQan9bCEB7uzcAVtlcGGR/s72-c/1.bmp" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Arsitektur Yunani Kuno</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/11/arsitektur-yunani-kuno.html</link><category>arsitektur intel</category><category>arsitektur jaringan komputer</category><category>arsitektur toraja</category><category>lantai rumah</category><category>rumah jakarta</category><category>situs arsitek</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Thu, 4 Nov 2010 01:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-3896000548894129068</guid><description>&lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt; &lt;a name="8040593012109894317"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 style="font-weight: normal;" class="post-title entry-title"&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;Arsitektur Yunani Kuno&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt; &lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt;&lt;a class="timestamp-link" href="http://rurucoret.blogspot.com/2009/01/arsitektur-yunani-kuno.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-01-28T11:19:00+09:00"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS70hSL0Q1_4bKzL6IULyOsDSx8jONXJ8Upg3i3y_0PJd4eGLzUn3Q7_lIcHVafVB1UPK9wKmpMU3bJi66UZdFR6rm3ST7gvJkrt5aOEXk9W3THbBiViNZh65fI8w8uYj-jyc4OfwOkgT3/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS70hSL0Q1_4bKzL6IULyOsDSx8jONXJ8Upg3i3y_0PJd4eGLzUn3Q7_lIcHVafVB1UPK9wKmpMU3bJi66UZdFR6rm3ST7gvJkrt5aOEXk9W3THbBiViNZh65fI8w8uYj-jyc4OfwOkgT3/s320/1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296165189000643794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gambar (1.1)&lt;br /&gt;Stoa Attalus yang telah dipugar, Athena&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur  ( bangunan yang dikerjakan menjadi suatu desain yang estetik) mulai  berakhir di Yunani dari akhir periode Mycenaean ( sekitar 1200 BC)  sampai abad ke 7 BC, manakala kehidupan kota dan kemakmuran kembali dan  sampai batas di mana gedung pemerintah dapat dikerjakan. Tetapi sejak  bangunan Yunani kuno berada di Archaic dan awal periode klasik dibuat  dari kayu atau tanah liat, tidak ada apapun sisa reruntuhan di antara  bangunan tersebut kecuali tanah dan di sana hampir tidak ada sumber  tertulis tentang awal arsitektur atau uraian dari bangunan tersebut.  Kebanyakan pengetahuan tentang Arsitektur Yunani datang dari minoritas  bangunan yang menyangkut gaya klasik,Hellenistic dan periode Roma (sejak  arsitektur roma mengikuti gaya Yunani). Ini berarti hanya kuil yang  bangunannya kuat yang bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur, seperti lukisan dan  pahatan tidak dilihat sebagai suatu " seni" pada Periode Yunani jaman  kuno. Arsitek adalah seorang tukang yang ahli yang dipekerjakan oleh  bangsawan atau orang kaya. Tidak ada perbedaan antara arsitek dan  pemborong bangunan. Arsitek merancang bangunan, menyewa tenaga kerja dan  tenaga ahli untuk membangun dan bertanggung jawab atas anggaran dan  penyelesaian tepat waktu kedua-duanya. Ia tidak menikmati statusnya,  tidak seperti arsitek pada bangunan modern. Bahkan nama arsitek tidak  dikenal sebelum abad ke 5. Seorang arsitek seperti Iktinos, yang  merancang Parthenon, yang hari ini dinilai sebagai seorang arsitektur  yang genius, diperlakukan pada waktu itu dalam seumur hidupnya tidak  lebih daripada seorang pedagang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bentuk  standar Gedung pemerintah Yunani dikenal mempunyai bantuk yang sama  dari Parthenon, dan bahkan bangsa Roma membangun bangunan mereka  ,engikuti gaya Yunani, seperti Kuil untuk semua dewa di Roma. Bangunan  pada umumnya membentuk suatu dadu atau kubus ataupun suatu segiempat  panjang dan dibuat dari batu gamping. Pualam adalah suatu material  bangunan mahal di Yunani: pualam mutu tinggi datang hanya dari Mt  Pentelus di Attica dan dari beberapa pulau seperti Paros, dan jalur  transportasinya sangat sulit. Batu pualam digunakan dalam pahatan  dekorasi, tidak berstruktur, kecuali di dalam bangunan paling agung  periode zaman Klasik seperti Parthenon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg-oVWH6Dr2fclvboHfWPneCVefZ44D0-GznOz4wJJqkRpvjMCa8b0HbsiwsH0zGHZ-wVuk58-w34RDkeYxQBp4Q9fNuG6hw3Fdo9gkVFEdvNyNzN0cRjWVNgeDcToT59DPhclds2CBwTy/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 158px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg-oVWH6Dr2fclvboHfWPneCVefZ44D0-GznOz4wJJqkRpvjMCa8b0HbsiwsH0zGHZ-wVuk58-w34RDkeYxQBp4Q9fNuG6hw3Fdo9gkVFEdvNyNzN0cRjWVNgeDcToT59DPhclds2CBwTy/s320/2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296165188147670370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar (1.2)&lt;br /&gt;Bagian atas dari  Yunani Akademi Nasional yang dibangun di athena, mempertunjukkan pahatan pediment.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Titik  dari atap Yunani yang rendah membuat suatu bentuk persegi tiga pada  masing-masing tepi bangunan, pediment, yang mana pada umumnya diisi  dengan dekorasi pahatan. Sepanjang sisi dari  bangunan, antara kolom dan  atap, adalah suatu baris blok sekarang dikenal sebagai entablature,  yang  permukaannya menyajikan suatu ruangang untuk memahat, dekorasi  yang dikenal sebagai metopes dan triglyphs. Tidak ada yang dapat  menyelamatkan bagunan Yunani dari keruntuhan, tetapi bangunan aslinya  dapat dilihat pada beberapa tiruan dari bangunan modern Yunani, seperti  Yunani Akademi Nasional yang membangun di Athena, lihat gambar (1.2)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrg04orFgLQ9rF0UFnew_u2oNeMf2TnpSKYx9DhigeIzecW3aW02K7sB8lfjYGURdjImLd6xtozZPCCDsaipalIgUXXJw94xNilaS8nRLOcdBi67xirXmggnK2GjbDRoipeBaybqawj6Wk/s1600-h/3.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 215px; height: 160px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrg04orFgLQ9rF0UFnew_u2oNeMf2TnpSKYx9DhigeIzecW3aW02K7sB8lfjYGURdjImLd6xtozZPCCDsaipalIgUXXJw94xNilaS8nRLOcdBi67xirXmggnK2GjbDRoipeBaybqawj6Wk/s320/3.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296165191605792434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar (1.3)&lt;br /&gt;Tholos di Delphi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Format  Arsitektur umum lainnya yang digunakan dalam arsitektur Yunani adalah  tholos, suatu struktur lingkaran dimana contoh yang terbaik adalah pada  Delphi (lihat gambar 1.3) dan tujuan religiusnya adalah melayani pemuja  kuil, propylon atau serambi, yang mengapit pintu masuk ke ruangan  terbuka dan cagar alam ( contoh yang terbaik yang dikenal adalah pada  Acropolis Athens), dan stoa, suatu aula yang sempit panjang dengan suatu  colonnade terbuka pada satu sisi yang digunakan untuk mengatur barisan  kolom kuil Yunani. Suatu stoa yang telah dipugar adalah Stoa Attalus  dapat dilihat di Athena. (lihat gambar 1.1)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dasar  dari segiempat panjang atau kubus  pada umumnya diapit oleh colonnades (  baris kolom) pada bagian atas baik  dua maupun  pada keempat sisinya.  Ini adalah format dari  Parthenon. Sebagai alternatif, suatu bangunan  berbentuk kubus akan membuat suatu serambi bertiang-tiang ( atau pronaos  dalam) istilah Yunani) sebagai pembentukan pintu masuknya, seperti  terlihat pada setiap Kuil untuk semua dewa. Yunani memahami prinsip dari   pekerjaan menembok bangunan lengkung tetapi penggunaannya sangat  sedikit dalam bangunan Yunani dan bangunan Yunani tidak meletakkan kubah  pada atas bangunan mereka tetapi mengatapi bangunan mereka dengan balok  kayu yang ditutup dengan terra cotta ( atau adakalanya batu pualam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivKmH5BpD1RsrBohvIR6jmfdRItdA-NK7YX5Jo1P2NpJIMjTjLrXp8g4IQfJJnmW7mEAu1DzTvRZ1KWS3d8WqByTbB9enPqA1udvBuEXt49skQsqZOO9vPFweKPGjl7LD15PK0nkvkW2oH/s1600-h/4.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 188px; height: 251px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivKmH5BpD1RsrBohvIR6jmfdRItdA-NK7YX5Jo1P2NpJIMjTjLrXp8g4IQfJJnmW7mEAu1DzTvRZ1KWS3d8WqByTbB9enPqA1udvBuEXt49skQsqZOO9vPFweKPGjl7LD15PK0nkvkW2oH/s320/4.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296165193435341874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Gambar (1.4)&lt;br /&gt;Tampak depan dari perpustakaan Celcus, Ephesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kuil  adalah tempat terbaik yang dikenal umum dalam dunia arsitektural. Kuil  tidak mempunyai fungsi yang sama dalam melayani seperti pada gerja  modern. Untuk satu hal, altar memikul langit yang terbuka di dalam  temenos atau tempat pengorbanan suci. Kuil bertindak sebagai tempat  penyimpanan benda-benda yang dianggap berhubungan langsung dengan dewa  yang dipuja. Kuil adalah suatu tempat untuk pemuja dewa untuk  meninggalkan sesaji yang memenuhi nazar mereka, seperti persembahan  patung, Pada bagian dalam kuil, cella, begitu para pemuja sebagian besar  menyimpan barang pemujaan mereka dalam ruangan besi dan gudang. Dan  bangunan itu pada umumnya dilapisi oleh baris kolom yang lain .&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiap-Tiap  Kota di Yunani dengan segala  ukurannya  juga mempunyai suatu palaestra  atau ruang olah raga. Ruangan ini sangat terbuka dengan atap terbuka  menghadap ke langit dan dilapisi dengan colonnades, digunakan untuk  kejuaraan atletik dan latihan juga sebagai pusat perkumpulan kegiatan  sosial dan juga tempat perkumpulan kaum pria. Kota Yunani juga perlu  sedikitnya satu bouleuterion atau sidang, suatu bangunan yang besar yang  sebagai ruang pertemuanyang menempatkan dewan kota ( boule) dan sebagai  gedung pengadilan. Karena Yunani tidak menggunakan bangunan lengkung  atau kubah, mereka tidak bisa membangun ruang besar tanpa didukung oleh  atap, bouleuterion adalah baris tiang dan kolom internal yang digunakan  untuk menopang atap atas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terakhir,  tiap-tiap Kota di Yunani mempunyai suatu teater. Ini digunakan untuk  pertemuan-pertemuan publik atau drama. Acara di dalam teater berkisar  pada abad ke 6 BC ( lihat Teater Yunani). Teater pada umumnya yang  ditetapkan dalam suatu lereng bukit di luar  kota itu , dan mempunyai  tempat duduk berupa barisan yang ditetapkan dalam suatu seperdua  lingkaran di sekitar area pusat orkes atau acara. Di belakang orkes  adalah suatu bangunan rendah yang disebut skene, yang mana  bertindak  sebagai suatu gudang, suatu kamar ganti, dan juga sebagai latar belakang  pada tindakan yang berlangsung di dalam orkes atau pertunjukkan  tersebut. Sejumlah Teater Yunani hampir tetap utuh, yang terbaik yang  dikenal adalah teater Epidaurus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUfGjERpYDx9e9XAllXohQLys2QXCVHwmxLiT2Wnig1rj5_8n4bY4_iioPMMyFAN12ZzTtAxkVo96HMwrG8HuxXNzihJ2SrhCnvQ2d6RWHwtEpWYbQR0cAd4Go_8dd1rL3sELt08c1IXRM/s1600-h/5.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 378px; height: 284px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUfGjERpYDx9e9XAllXohQLys2QXCVHwmxLiT2Wnig1rj5_8n4bY4_iioPMMyFAN12ZzTtAxkVo96HMwrG8HuxXNzihJ2SrhCnvQ2d6RWHwtEpWYbQR0cAd4Go_8dd1rL3sELt08c1IXRM/s320/5.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296166478300649954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar (1.5)&lt;br /&gt;Teater Herodes Atticus, Athena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada  dua gaya utama dalam Arsitektur Yunani, yaitu Doric dan Ionik. Nama ini  digunakan hanya untuk bangsa Yunani sendiri. dan mencerminkan  kepercayaan mereka pada Ionic dan Doric dari zaman kegelapan, tetapi ini  tidak sepenuhnya benar. gaya Doric digunakan di tanah daratan Yunani  dan tersebar dari sana pada wilayah jajahan Yunani di Italia. gaya Yang  bersifat ionik digunakan di kota besar Ionia ( sekarang pantai barat  Turki) dan sebagian dari pulau Aegean. Gaya Doric jadi lebih keras dan  formal, yang bersifat ionik  jadi lebih longgar dan dekoratif. Gaya  Corinthian yang mempunyai banyak hiasan adalah perkembangan akhir dari  gaya ionik. Gaya ini dikenal hingga ke ibu kota, tetapi ada perbedaan  banyak dalam poin-poin desain dan dekorasi antara gaya tersebut.  Lihatlah artikel yang terpisah pada golongan klasik. Berikut adalah  conth-contoh berbagai gaya kolom pada kuil di Yunani.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3IpGotb4VKPU1aqP4jKLLn0cE9za5SjZtrI4QobTe1NQF1SxBALAtHQ81Pp3f-z8qN9UXBRqaGFWpnhbMZUUmVIrTec3fM-6KAZxB9C5bVn1SWgroan4e0V7dgOiJMVtctP4Ziwv5wJrf/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 179px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3IpGotb4VKPU1aqP4jKLLn0cE9za5SjZtrI4QobTe1NQF1SxBALAtHQ81Pp3f-z8qN9UXBRqaGFWpnhbMZUUmVIrTec3fM-6KAZxB9C5bVn1SWgroan4e0V7dgOiJMVtctP4Ziwv5wJrf/s320/1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296166480831025122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcHQbowDWmrwDIKN4kUKzCw4deQ5uCjaDh8moWQj4ASHTd8POtPqto7jWsxkRnLrvJIQx1TsL5jaepOeED-nh8tiVwxkQuShdJ5GZEbJFkHBaZhmG2IW-9Ynmfr-XqXIZFb9j2_t5cRPHk/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 136px; height: 180px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcHQbowDWmrwDIKN4kUKzCw4deQ5uCjaDh8moWQj4ASHTd8POtPqto7jWsxkRnLrvJIQx1TsL5jaepOeED-nh8tiVwxkQuShdJ5GZEbJFkHBaZhmG2IW-9Ynmfr-XqXIZFb9j2_t5cRPHk/s320/2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296166480335256066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gambar (1.6)dan (1.7)&lt;br /&gt;Kuil  Hephaestus, menunjukkan kolom dengan gaya Doric. Dan disampingnyaKuil  Erechtheum di Athena, menunjukkan kolom dengan gaya Ionic                                                              &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_xY3wgPR-J6WItvjimUNHJBITyjAvXPADSfWw8Sunmu7nYXBW15WsFEWgm0nb1PZQG14VEt37FBpI08m-VnEBWHiFVflzJyE7ioLFCwcEpJCBHiDJPv1gMdmO2htdoaiU-Dhfuu_gvIR_/s1600-h/3.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 136px; height: 180px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_xY3wgPR-J6WItvjimUNHJBITyjAvXPADSfWw8Sunmu7nYXBW15WsFEWgm0nb1PZQG14VEt37FBpI08m-VnEBWHiFVflzJyE7ioLFCwcEpJCBHiDJPv1gMdmO2htdoaiU-Dhfuu_gvIR_/s320/3.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296166484408895314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar (1.8)&lt;br /&gt;Kuil olympic Zeus di Athena,  menunjukkan kolom dengan gaya corinthian.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS70hSL0Q1_4bKzL6IULyOsDSx8jONXJ8Upg3i3y_0PJd4eGLzUn3Q7_lIcHVafVB1UPK9wKmpMU3bJi66UZdFR6rm3ST7gvJkrt5aOEXk9W3THbBiViNZh65fI8w8uYj-jyc4OfwOkgT3/s72-c/1.bmp" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Arsitektur Renaissance</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/11/arsitektur-renaissance.html</link><category>arsitek surabaya</category><category>buku arsitek</category><category>denah studio</category><category>gaya bali</category><category>pintu rumah</category><category>rumah minimalis</category><category>sewa rumah</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Thu, 4 Nov 2010 01:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-6809306182732018518</guid><description>&lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt; &lt;a name="7597048490184781426"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 style="font-weight: normal;" class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Arsitektur Renaissance&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt; &lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt;&lt;a class="timestamp-link" href="http://rurucoret.blogspot.com/2009/01/arsitektur-renaissance.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-01-28T11:40:00+09:00"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masa Renaissance sering disebut  juga masa pencerahan, karena menghidupkan kembali budaya-budaya klasik,  hal ini disebabkan banyaknya pengaruh filsuf-filsuf dari Yunani dan  Romawi. Selain itu ilmu pengetahuan, ketatanegaraan, kesenian, dan  keagamaan berkembang dengan baik. Di masa ini arsitekturnya ikut  berusaha menghi-dupkan kembali kebudayaan klasik jaman Yunani dan Romawi  dengan jalur garap dan jalur pikir yang tersendiri, tidak menggunakan  jalur garap dan pikir Yunani-Romawi. Dengan demikian, meskipun dalam  wajah dan tatanan arsitektur dapat disaksikan keserupaan, keserupaan ini  adalah hasil dari penafsiran dan penalaran, bukan semata-mata  pencontohan dan bukan pula `penghadir-an kembali demi nostalgia’.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pada  masa ini, dunia keagamaan berkembang dengan pesat, terutama agama  Kristen, sehingga pengaruh otorita seorang pemimpin gereja sangat kuat.  Bersamaan dengan itu adalah tumbuhnya dan berseminya benih-benih  ambisius dari ilmu untuk men-jajarkan diri dengan agama, yang pada  saatnya nanti, akan menggantikan agama dalam perannya sebagai “penguasa  semesta dan penguasa manusia”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhj2L_5P7uF9MyK8foKgmODGDE8mdDGRDwebI_EqHoUM27r9zokM6yN8-15wweFcgC0tXBDIUjUYlz4MntfGSv3WInNC3vDp0PTRtITsHvHCzbbCB1IV9oj2aSJm4-E_Lu6uAUcaAPrJvv2/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 182px; height: 127px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhj2L_5P7uF9MyK8foKgmODGDE8mdDGRDwebI_EqHoUM27r9zokM6yN8-15wweFcgC0tXBDIUjUYlz4MntfGSv3WInNC3vDp0PTRtITsHvHCzbbCB1IV9oj2aSJm4-E_Lu6uAUcaAPrJvv2/s320/1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296171192835826802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gambar (1.1) contoh bangunan gaya renaissance yang memperlihatkan tiang-tiang gaya klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan  dengan sistem kerajaan mulai digunakan, sehingga tercermin dalam  bangunan-bangunan istana dan benteng dengan bentuk klasik. Perhatikan,  di sini kerajaan dipimpin oleh dua kekuasaan yakni pertama adalah  kekuasaan raja dan yang kedua adalah kekuasaan pemimin agama. Konflik  dan perebutan kekuasaan antara raja dan agama yang mewarnai berjalannya  jaman ini, kemudian diperramai lagi dengan munculnya kekuasaan baru  yakni ilmu dan pengetahaun. Dengan demikian, di jaman ini da-pat kita  saksikan sosok perorangan yang ilmuwan, seniman dan sekaligus orang yang  religius seperti Leonardo da Vinci; namun di sisi lain dapat pula  disaksikan martir dalam keyakinan terhadap ilmu dan pengetahuannya,  seperti Galileo Galilei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWUncFWvaunWtORE6czZqbbZ8g3AoqVwxWWUAL9VMmc7sMy9QjHI5wW4n0DLHR28lHLp-TwwqKXpFcq5BGOpotrYkJikKJK0IwLQcRCI3hC-yozIeYYZsPbDDW99EKeau6p8Yy8x64IjV_/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 218px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWUncFWvaunWtORE6czZqbbZ8g3AoqVwxWWUAL9VMmc7sMy9QjHI5wW4n0DLHR28lHLp-TwwqKXpFcq5BGOpotrYkJikKJK0IwLQcRCI3hC-yozIeYYZsPbDDW99EKeau6p8Yy8x64IjV_/s320/2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296171196333873762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur  Renaisans (yang berjaya dalam abad 15–17 M) memperlihatkan sejumlah  ciri khas arsitektur. Munculnya kembali langgam-langgam Yunani dan  Romawi seperti bentuk tiang langgam Dorik, Ionik, Korintia dan  sebagai-nya; (meskipun pada perkembangan selanjutnya peng-gunaan langgam  tersebut mulai berkurang) dapat disam-paikan sebagai ciri yang pertama.  Bentuk-bentuk denahnya sangat terikat oleh dalil-dalil yang sistematik,  yaitu bentuk simetris, jelas dan teratur dengan teknik konstruksi yang  bersahaja (kalau dibandingkan dengan masa sekarang, masa abad 20  khususnya). Di satu pihak, ketaatan pada dalil-dalil ini mencerminkan  perlakuan yang diberlakukan pada arsitektur yakni, arsitektur ditangani  dengan menggunakan daya nalar atau pikiran yang rasional. Perlakuan yang  menggunakan daya nalar ini sekaligus menjadi titik penting perjalanan  arsitektur Barat mengingat sebelumnya arsitektur sepenuhnya diperlakukan  hanya dengan menggunakan daya rasa seni bangunan. Dengan kesetiaan pada  dalil itu pula sebaiknya kehadiran detil dan perampungan yang  ornamental maupun dekoratif diposisikan. Maksudnya, unsur-unsur yang  ornamental dan dekoratif dari bangunan dihadirkan sebagai penanda dan  penunjuk bagi dalil-dalil yang digunakan. Sebuah ilustrasi sederhana  dapat disampaikan di sini untuk memberikan penjelasan tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  perhitungan dan pertimbangan struktur/konstruksi bangunan, maka jarak  antar kolom dapat dibuat sebesar a meter. Akan tetapi, karena jarak a  meter dengan tinggi kolom yang b meter tidak menghasilkan kesesuaian  dengan dalil yang menunjuk pada perbandingan 2b=3a, maka di antara kedua  kolom itu dimunculkanlah rupa yang tak jauh berbeda dari rupa kolom  (dinamakan pilaster) sehingga nisbah (ratio) 2b:3a dapat dipenuhi.  Ringkas kata, dalam masa Renaisans ini terjalinlah kesatuan gerak dalam  berarsitektur, yakni kesa-tuan gerak nalar dan gerak rasa. Di masa ini  pula arsitektur Yunani dan Romawi ditafsir kembali (reinterpretation)  dengan menggunakan nalar (di-matematik-kan) dengan tetap mempertahankan  rupa-pokok Yunani (pedimen dan pilar/kolom yang menandai konstruksi  balok dipikul tiang)) serta Romawi (bangun dan konstruksi busur, yakni  konstruksi bagi hadirnya lubangan pada konstruksi dinding pemikul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDHXNGStm6Y2c9_cFyfKsN8WXdSSh6tDJkbGuWI3vDEXKPVg64Lfl7dNFHQ7dIYpwZ9qBlXJY87M0KXM1V8emAzriXlQ-kJ3PoQm8P-VF8DwP6h040d5jUf_TvEFam9la0nBu82or5VpgG/s1600-h/3.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 107px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDHXNGStm6Y2c9_cFyfKsN8WXdSSh6tDJkbGuWI3vDEXKPVg64Lfl7dNFHQ7dIYpwZ9qBlXJY87M0KXM1V8emAzriXlQ-kJ3PoQm8P-VF8DwP6h040d5jUf_TvEFam9la0nBu82or5VpgG/s320/3.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296171195220882834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gambar 1.3)&lt;br /&gt;Dimana  tiang-tiang beserta balok murni masuk ke dalam  arsitektur Yunani. Gaya  ini disebut Gaya Dorik dan lebih murni dibandingkan gaya ionik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJSz4VFz670-nk3BxLa_p6aVY1lmcO_3dMbgBQnZkuXRUssmVC9uCQFUU_fYCu3GnStWmHBbz9AZ3hjH6QeiAn0iGQxeQvs0sMvaC5pVPiehhYWcmcWJ58vH7xQXcFblnHEYi8jB1nrQa8/s1600-h/4.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 98px; height: 113px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJSz4VFz670-nk3BxLa_p6aVY1lmcO_3dMbgBQnZkuXRUssmVC9uCQFUU_fYCu3GnStWmHBbz9AZ3hjH6QeiAn0iGQxeQvs0sMvaC5pVPiehhYWcmcWJ58vH7xQXcFblnHEYi8jB1nrQa8/s320/4.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296171194183438738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gambar 1.4a)&lt;br /&gt;Tiang gaya ionik dari Bait Olympicon terkesan lebih muda. Lebih elegan dan lebih langsing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah  tahun 1600-an, arsitektur Renaisans mulai meninggalkan gaya-gaya  klasik, kemudian disambung dengan kebudayaan Barok (Baroque) dan Rococo.  Barok dan Rococo dianggap merupakan bentuk dari kebudayaan Renaisans  juga. Contoh dari aliran Barok adalah gereja St. Peter di Roma.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhj2L_5P7uF9MyK8foKgmODGDE8mdDGRDwebI_EqHoUM27r9zokM6yN8-15wweFcgC0tXBDIUjUYlz4MntfGSv3WInNC3vDp0PTRtITsHvHCzbbCB1IV9oj2aSJm4-E_Lu6uAUcaAPrJvv2/s72-c/1.bmp" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Arsitektur Rokoko</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/11/arsitektur-rokoko.html</link><category>arsitek komputer</category><category>fakultas arsitektur</category><category>forum arsitek</category><category>renovasi gedung bertingkat</category><category>rumah di jual</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Thu, 4 Nov 2010 01:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-4845165380910382107</guid><description>&lt;h3 style="font-weight: normal;" class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Arsitektur Rokoko&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt; &lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt;&lt;a class="timestamp-link" href="http://rurucoret.blogspot.com/2009/01/arsitektur-rokoko.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-01-28T11:53:00+09:00"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfukkj9f-nfrGPeye2GBirLhkIUeGlHEXrGTLAx-vtUKKwKo-l30zkMtTzv0KEUklzqM5CI2PTCAZuC3e7ylWDNs019-CaudlOS1TRTk8mJk1v7geP-gneT73tycBCWMesi6Ir4lreaQIe/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 188px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfukkj9f-nfrGPeye2GBirLhkIUeGlHEXrGTLAx-vtUKKwKo-l30zkMtTzv0KEUklzqM5CI2PTCAZuC3e7ylWDNs019-CaudlOS1TRTk8mJk1v7geP-gneT73tycBCWMesi6Ir4lreaQIe/s320/1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296173173393601122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar (1.1)&lt;br /&gt;Basilika rokoko di Ottobeuren (Bavaria): secara arsitek kesannya bersatu dan berbondong-bondong dalam hidup&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rococo  pertama kali muncul di Perancis pada awal abad 18 sebagai lanjutan gaya  barok, tetapi berlawanan dengan tema lebih berat dan warna lebih gelap  dari  Gaya barok, Rococo ditandai oleh suatu kekayaan, rahmat, suka  melucu, dan keringanan. Rococo. Motifnya memusat pada gaya hidup yang  aristokratis yang tanpa perlawanan dan roman picisan bukannya  pertempuran gagah berani atau figur religius; mereka juga berputar luar  dan alam. Dalam pertengahan akhir abad ke 18, rococo di kalahkan oleh  gaya Neoclassic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur Rococo merupakan perkembangan lanjut  dari arsitektur Barok, di mana bentuk-bentuk yang digunakan masih belum  berubah. Contohnya adalah pada kolom-kolom interior Le Camus, Colisee,  Champs-Elysees di Paris. Contoh lain adalah gereja Karlskirche (arsitek:  Johann Fischer von Erlach; ta-hun penggarapan 1715 to 1737). Disini,  bangunan ditonjolkan dengan adanya dua menara kembar di sebelah  kanan-kiri portico berkolom gaya hexa-style Korintian. Sehingga kita  dapati suatu bentukan entrance yang benar-benar mencolok mata di sini.  Bentukan yang terjadi masih dapat dikategorikan sederhana, sedangkan  bentukan-bentukan lengkung yang terjadi hanyalah sebagai identitas gaya  ber-cirikan Barok-Rococo yang dipakainya. Bangunan Christ Church  (arsitek Nicholas Hawksmoor; tahun pengerjaan 1715-1729) berbentuk pukal  (massa) geometrik dan balok yang bersahaja, dengan portico beratap  lengkung yang bercirikan Georgian yang tercampur dengan gaya khas Barok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata  Rococo merupakan suatu kombinasi dari bahsa perancis yaitu Rocaille,  atau kerang, dan barocco Italia, atau gaya barok. Dalam kaitan dengan  rococo, rokoko melambakngkan cinta, kurva cinta seperti kerang dan fokus  pada hiasan bangunan. Beberapa kritikus menggunakan istilah ke yang  menyiratkan bahwa gaya rokok adalah sembrono. Sejak pertengahan abad ke  19, istilah rokok telah diterima oleh sejarawan seni. Selagi ada  keheningan tentang beberapa perdebatan tentang seni arti historis dari   gaya rococo kini secara luas gaya ini dikenali sebagai periode utama di  dalam pengembangan seni Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiP2wbwU0f3LNbFXHv5V6BT6e7nmOUpjYg807NkgPZFwqY_2yMfL_I-qxVzvZj8mb-QUYPwGdAYIiRuBJI-ipWBzVdxJJJfIdYUjKxQyg6SA4gtDhXq6tgkSzeOSZExAbmBvMeVZ7ceLPco/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 205px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiP2wbwU0f3LNbFXHv5V6BT6e7nmOUpjYg807NkgPZFwqY_2yMfL_I-qxVzvZj8mb-QUYPwGdAYIiRuBJI-ipWBzVdxJJJfIdYUjKxQyg6SA4gtDhXq6tgkSzeOSZExAbmBvMeVZ7ceLPco/s320/2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296173170487869650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar (1.2) Interior Rokoko : Ruang Kaca dari istana Catherine di Tsarskoe Selo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istana  Solitude di Stuttgart dan Istana Cina di Oranienbaum, gereja Bavarian  Wies dan Sanssouci di Potsdam adalah contoh gaya bagunan rokok. Dalam   Konteks kontinental itu gaya Rococo secara penuh terkendali, sportif,  ajaib, dan dipahat dalam bentuk dekorasi interior ruangan yang abstrak  menggunakan cahaya, motif seperti kerang atau dan hiasan yang berbentuk  kurva,kesemuanya itu mengisyaratkan bagaimana gaya rokoko dalam  arsitektur. Pada bagian dalam ruangan tembok diberi hiasan dan dekorasi  yang indah, penuh motif yang aneh dinyatakan dalam material plastik  seperti kayu yang diukir dan di atasnya diplester mengunakan semen.  Dinding, langit-langit, mebel, dibuat dari bahan metal dan porselin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7fnLSu7EhyphenhyphenNY4StZMSxX-SjcMQKWXlj8SFPnIUWEACQEQrq2EFTAoTRza1mN3CBy8sBEQyaL_FIeVHHuQgEvviAeE7J3LwuxMGeqL2D6Ju8jhH00_3vH_tBDU5RPQk_TEZPsREKy0_uHx/s1600-h/3.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 267px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7fnLSu7EhyphenhyphenNY4StZMSxX-SjcMQKWXlj8SFPnIUWEACQEQrq2EFTAoTRza1mN3CBy8sBEQyaL_FIeVHHuQgEvviAeE7J3LwuxMGeqL2D6Ju8jhH00_3vH_tBDU5RPQk_TEZPsREKy0_uHx/s320/3.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296173172075018690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar (1.3)&lt;br /&gt;Perkembangan Rokoko terlihat pada tampak depan dari katedral Cathedral, Càdiz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  kritikus arsitektur mengisyaratkan bahwa gaya rokok berkembang dengan  cepat pada ujung tahun 1720 dan mulai mempengaruhi bagian dalam dan seni  arsitektur seluruh  Eropa. dengan berbagai bentuk yang unik dan kaya  yang dimilikinya membuat gaya Rococo berkembang tidak hanya di eropa  tapi juga di Jerman.&lt;br /&gt;Di Inggris, salah satu lukisan Hoghart membentuk  suatu cerita kesusilaan sensasional tentang perkawinan bergelorà, yang  diukir degan gaya rokok pada tahun 1745, menunjukkan ruang pawai dari  suatu Rumah bergaya London, di mana satu-satunya gaya bangunan yang  mempunyai langit-langit dengan gaya rokoko. Tidak hanya pada  langit-langit rumah tetapi juga pada furniture seperti meja dan jam  dinding. Dengan ciri khas gaya rokoko yang unik, sedikit tidak  terkendali dan berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMPRYObBSAVwNS7LUReTtCWqnSFKQ2F201v5j6y4hlU5HL38F_MWMFvq5tFHa9SwOypnS94rI0hlr8OOsCmZOp3_8V5gFSAKadPSf8tNM5vyxdMH3D3F7j2tVo3JPMxYHowFSEJ0K67Y_o/s1600-h/4.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 173px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMPRYObBSAVwNS7LUReTtCWqnSFKQ2F201v5j6y4hlU5HL38F_MWMFvq5tFHa9SwOypnS94rI0hlr8OOsCmZOp3_8V5gFSAKadPSf8tNM5vyxdMH3D3F7j2tVo3JPMxYHowFSEJ0K67Y_o/s320/4.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296173180878058594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar (1.4)&lt;br /&gt;Desain meja gaya rokoko oleh Juste-Aurèle Meissonnier, Paris tahun  1730&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tokoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tokoh  arsitektur Rococo adalah seniman Italian-Swiss seperti Bagutti dan  Artari sedangkan arsitek James Gibbs, dan saudara kali-lakinya Franchini  bekerja di Irlandia sebagai arsitek dekorasi rumah gaya rokoko. Gaya  rokoko ini biasa ditemukan juga di Versailles, dan gaya ini membentang  di sepanjang paris terutama Hôtel Soubise. Di Negara Jerman, Perancis  dan seniman Jerman ( Cuvilliés, Neumann, Knobelsdorff, dll.) juga  mendembangkan gaya rokoko. Beberapa tempat berkembangnya gaya rokoko  adalah Amalienburg dekat Munich, dan perbentengan Würzburg, Potsdam,  Charlottenburg, Brühl, Bruchsal, Kesunyian ( Stuttgart), dan Schönbrunn.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfukkj9f-nfrGPeye2GBirLhkIUeGlHEXrGTLAx-vtUKKwKo-l30zkMtTzv0KEUklzqM5CI2PTCAZuC3e7ylWDNs019-CaudlOS1TRTk8mJk1v7geP-gneT73tycBCWMesi6Ir4lreaQIe/s72-c/1.bmp" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Arsitektur Neoklasikal</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/11/arsitektur-neoklasikal.html</link><category>arsitek bandung</category><category>ikatan arsitek lansekap indonesia</category><category>lowongan kerja di rumah sakit</category><category>rumah adat jawa</category><category>rumah disain</category><category>tabloid rumah</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Thu, 4 Nov 2010 01:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-8103651306131988624</guid><description>&lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt; &lt;a name="62160284132362317"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 style="font-weight: normal;" class="post-title entry-title"&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;Arsitektur Neoklasikal&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt; &lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="post-timestamp"&gt;&lt;a class="timestamp-link" href="http://rurucoret.blogspot.com/2009/01/arsitektur-neoklasikal.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-01-28T12:06:00+09:00"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;p&gt;Gerakan pada akhir abad 18 dikenal dengan Neo klasik. Bentuk  arsitektur yang dianggap ideal kemudian diwujudkan ke da-lam bentukan  berkonstruksi kolom dan ba-lok dan tidak hanya bentukan dari konstruk-si  dinding pemikul. Wujud arsitekturnya ju-ga dapat ditandai dengan  munculnya un-sur-unsur dekoratif seperti pedimen, pedes-tal,  entablature-terpotong dan sebagainya. Dalam sejumlah proyek dapat  disaksikan bahwa bentukan yang kanonik masih dipakai untuk diletakkan  pada posisi olahan komposisional.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Gaya  ini merupakan gaya anti-rokoko yang dapat ditemukan pada beberapa gaya  arsitektur eropa pada awal abad ke 18., dengan jelas diwakili dalam  arsitektur Palladian di Georgia inggris dan Ireland, selain itu juga  dapat ditemui dalam lapisan klasifikasi akhir gaya barok di Paris, di  Berlin, dan bahkan di Roma, Alessandro Galilei pada bagian muka dari  gadeung Giovanni di Laterano. Ini merupakan suatu arsitektur  self-restraint yang sempurna, yang selektif  hingga sekarang " yang  terbaik" dalam mengikuti gaya bangsa Roma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neoklasikal pertama  berkembang dan dan diperolah di London, melalui contoh dari bangunan  Paris-Trained yang dirancang oleh tuan William chambers dan james "  Athenian" Stuart, dan di Paris, melalui suatu generasi siswa seni  Perancis yang training di  Akademi Perancis di Roma dan yang dipengaruhi  oleh kehadiran Charles-Louis Clérisseau dan tulisan Johann Joachim  Winckelmann; itu dengan cepat diadopsi oleh lingkaran progresif di  Sweden. Di Paris, banyak dari generasi arsitek neoklasikal yang pertama  menerima pelatihan dalam Tradisi Perancis yang klasik melalui suatu  rangkaian tentang ceramah kuliah praktis dan menyeluruh yang ditawarkan  untuk dekade perkuliahan oleh Jacques-François Blondel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  mulanya Italia bertaut pada Rococo sampai rejim Napoleo membawa  arkeologis klasikal  yang baru, yang dipeluk sebagai pernyataan politik  oleh kaum muda yang progresif. Pusat dari ahli kebudayaan sejarah yunani  polish adalah Warsaw di bawah aturan dari  Raja polish Stanislaw  Agustus Poniatowski. seniman dan arsitek yang dikenal terbaik di Poland  tepatnya di Dominik Merlini, diantaranya adalah Jan Chrystian Kamsetzer,  Szymon Bogumi Zug, Jakub Kubicki, Antonio Corazzi, Efraim Szreger,  Kristen Piotr Aigner, Wawrzyniec Gucewicz dan Bertel Thorvaldsen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_msm0ztMIoysquux3diMvSkzf7Z0FseIrhd7HLDwm-gyiFMFFt8PafHaFfK1T9l6jeirUiDBDQVTnwxhVEX94I60WEHt8_og2BHypi7q8x7yF37LTWCapKUlh0XUHw5M_Hw1iakjG0OSf/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 143px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_msm0ztMIoysquux3diMvSkzf7Z0FseIrhd7HLDwm-gyiFMFFt8PafHaFfK1T9l6jeirUiDBDQVTnwxhVEX94I60WEHt8_og2BHypi7q8x7yF37LTWCapKUlh0XUHw5M_Hw1iakjG0OSf/s320/1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296176083602083282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Karl Friedrich Schinkel's mendesain bangunan Elisabethkirche di Berlin (1832-1834)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Gaya  neo klasik mengalami tantangan berat sejalan dengan pesatnya kemajuan  tekno-logi. Keyakinan bahwa arsitektur adalah ‘seni bangunan’ yang  berbeda dengan kegiatan ‘engineering’ mulai mengalami pergeseran,  setelah muncul suatu jarak antara arsitektur dan kemajuan konstruksi  bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan-perubahan inilah yang kemudian mengarah pada  munculnya arsitektur mo-dern. Arsitektur modern sendiri berprinsip pada  tradisi fungsional, lebih cenderung pada pemikiran struktur daripada  unsur-unsur lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpJWLziCx1Ia4PETh_p6hfJrDpwFo0XC4V3SOqg5MT1AnucVzX6fTt7-MVDhzhlhFId6Oew62UnOEHCnQpObUmhq08e4qCmEduoOIQ3W7nxI4_QKx71dsDIsmwW0-EntOvqqDR0YSHSbXj/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 230px; height: 193px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpJWLziCx1Ia4PETh_p6hfJrDpwFo0XC4V3SOqg5MT1AnucVzX6fTt7-MVDhzhlhFId6Oew62UnOEHCnQpObUmhq08e4qCmEduoOIQ3W7nxI4_QKx71dsDIsmwW0-EntOvqqDR0YSHSbXj/s320/2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296176084107906802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Royal Scottish Academy, Edinburgh (1822-26), pada serambinya menggunakan tiang-tiang berbentuk dorik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dari  sekitar tahun 1800 Yunani merupakan contoh arsitektur yang segar,  banyak mensketsa dan mengukir, memberi suatu daya dorong baru ke gaya  meoklasikal atau yang disebut Kebangkitan kembali ilmu Yunani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neoclassikal  adalah suatu kekuatan utama di dalam seni akademis sampai abad ke 19  dan di luar daripada itu gaya ini merupakan lawan yang tepat dari gaya  Romantis dan Gotik renasisans walaupun pada akhir abad ke 19 gaya ini  diklasifikasikan sebagai gaya anti modern atau bahkan gaya yang  reaksioner. Pada pertengahan abad ke 19, beberapa kota besar Eropa  khususnya St Petersburg dan Munich- diubah bangunannya ke dalam musium  Arsitektur neoklasikal yang dijamin kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tokoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Contoh  tokoh Arsitektur neoklasikal adalah Karl Friedrich Schinkel’s dan  bangunan dari Schinkel'S adalah Museum Tua di Berlin, Tuan John Soane’s  arsitek dari Bank Inggris di London dan bangunan baru " capitol" di  Washington, DC. Arsitek skotlandia Charles Cameron menciptakan interior  mewah gaya Italianate untuk warga kelahiran jerman Catherine II yang  agung di Rusia yaitu bangunan St. Petersburg dengan mnggunakan gaya  internasional.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_msm0ztMIoysquux3diMvSkzf7Z0FseIrhd7HLDwm-gyiFMFFt8PafHaFfK1T9l6jeirUiDBDQVTnwxhVEX94I60WEHt8_og2BHypi7q8x7yF37LTWCapKUlh0XUHw5M_Hw1iakjG0OSf/s72-c/1.bmp" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Gedung Hijau Pencakar Langit di New York</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/04/gedung-hijau-pencakar-langit-di-new.html</link><category>arsitek jawa</category><category>arsitektur rumah</category><category>arsitektur teknologi</category><category>biro arsitek</category><category>denah rumah type 36</category><category>jurnal arsitek</category><category>limas</category><category>mahasiswa arsitektur</category><category>peta denah</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Thu, 29 Apr 2010 06:42:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-3663805796095294922</guid><description>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; Gedung  Hijau Pencakar Langit di New York &lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e)  {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi66B-k_IPwIRTYau9UBx0jPfuhsIBTJqmcAhjWqngvLa5zD2XpzXwRqVOOQJYE-aAPQsEA8OtKa8lpndtXsPEUxXWmAdD4D-ZDX-7KszfH6PT9QllbjSWEd0qy2tROJ7p2I05bIHnfaCg/s1600-h/article-1186312-050cf72d000005dc-975_634x4661.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 293px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi66B-k_IPwIRTYau9UBx0jPfuhsIBTJqmcAhjWqngvLa5zD2XpzXwRqVOOQJYE-aAPQsEA8OtKa8lpndtXsPEUxXWmAdD4D-ZDX-7KszfH6PT9QllbjSWEd0qy2tROJ7p2I05bIHnfaCg/s400/article-1186312-050cf72d000005dc-975_634x4661.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360029599580484738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung  Hijau berbentuk sayap seperti sayap kupu-kupu (menurut ku) tapi katanya  kek Dragon Fly, akan mulai dibangun di kota New York tahun 2009 ini  merupakan revolusi pertanian kota-kota di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung  Hijau yang akan dibangun tersebut dibuat dengan tinggi 600 meter,  dirancang oleh perancang Belgia Vincent Callebaut dan akan berdiri di  Roosevelt Island di New York. Berbentuk seperti 2 sayap kupu-kupu  tersebut satu sama lainnya terhubung dengan kaca dan besi berdiri dengan  132 lantai akan memberikan ruang perkotaan pertanian dengan cukup ruang  untuk meningkatkan ternak unggas dan 28 jenis tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat  juga ruang untuk perumahan dan perkantoran dengan dinding dan  langit-langit yang digunakan untuk dapur tanaman, Setiap tingkat akan  diolah oleh warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip pemberitaan Daily Mail, gedung  tersebut menggunakan penghangat tenaga matahari jika musim dingin tiba  untuk kehangatan tanaman, apabila musim panas tiba akan tetap dingin  dengan ventilasi alami dan evapo-perspiration dari tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara  Lilypad dirancang untuk menanggulangi kenaikan permukaan laut di masa  mendatang, Dragonfly yang telah disusun untuk menangani kekurangan  pangan dunia dimana penduduk dunia dimasa yang akan datang terus  booming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfJHzSFBnakZT1Y0i3XWUbtb4H4OgfrWN5_aCFCjvJ_q5PtbWdQ0xOo6iU3Z0lcd41jgbQET4LHGIi_LZ8zgRPiyJct_eVTswjKQHrf-uakblLyXU-nshDMu9CMza0xS2WCEv7YyMU-YQ/s1600-h/article-1186312-050cf71c000005dc-576_634x44011.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 277px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfJHzSFBnakZT1Y0i3XWUbtb4H4OgfrWN5_aCFCjvJ_q5PtbWdQ0xOo6iU3Z0lcd41jgbQET4LHGIi_LZ8zgRPiyJct_eVTswjKQHrf-uakblLyXU-nshDMu9CMza0xS2WCEv7YyMU-YQ/s400/article-1186312-050cf71c000005dc-576_634x44011.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360031210669643314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbXN1Z2AEoIMR6dMxJviLzJ4ZWcY544wV2YKbkV0bbWLZpDXEF2VdBV6P_0SU68hAiQwCksFkHd1Duw-fYdcLFE7pEYa37Vdb7-BQF9-UyES3mlz6WeTqmLQvPddUtMTuEYHqwqphC_e8/s1600-h/article-1186312-050cf717000005dc-758_634x440.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 277px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbXN1Z2AEoIMR6dMxJviLzJ4ZWcY544wV2YKbkV0bbWLZpDXEF2VdBV6P_0SU68hAiQwCksFkHd1Duw-fYdcLFE7pEYa37Vdb7-BQF9-UyES3mlz6WeTqmLQvPddUtMTuEYHqwqphC_e8/s400/article-1186312-050cf717000005dc-758_634x440.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360030527392707858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZmZoVJTWpR29djJMzH-5x1FlUKXS7dflqtmwnvS-bPZC_ltlECdcTeXYSRWr7GVaVftMxz7QXSKa5FM-4Gn_RodTwQRjThbV9GqO_WfIbx6K2JzMcJFXD-_2xzCvwcQnPB5gHO1mLlwk/s1600-h/article-1186312-050cf73a000005dc-42_634x434.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 274px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZmZoVJTWpR29djJMzH-5x1FlUKXS7dflqtmwnvS-bPZC_ltlECdcTeXYSRWr7GVaVftMxz7QXSKa5FM-4Gn_RodTwQRjThbV9GqO_WfIbx6K2JzMcJFXD-_2xzCvwcQnPB5gHO1mLlwk/s400/article-1186312-050cf73a000005dc-42_634x434.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360030149760474834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber  : http://makalah-artikel-online.blogspot.com&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi66B-k_IPwIRTYau9UBx0jPfuhsIBTJqmcAhjWqngvLa5zD2XpzXwRqVOOQJYE-aAPQsEA8OtKa8lpndtXsPEUxXWmAdD4D-ZDX-7KszfH6PT9QllbjSWEd0qy2tROJ7p2I05bIHnfaCg/s72-c/article-1186312-050cf72d000005dc-975_634x4661.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Geometri sebagai Ekspresi Kebebasan Bentuk</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/04/geometri-sebagai-ekspresi-kebebasan.html</link><category>akulturasi arsitektur</category><category>arsitek islam</category><category>arsitektur masjid</category><category>denah atap rumah</category><category>denah cafe</category><category>denah rumah tingkat</category><category>renovasi</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Thu, 29 Apr 2010 06:40:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-2018627225258717777</guid><description>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;Geometri  sebagai Ekspresi Kebebasan Bentuk &lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Pro-kontra mengenai geometri itu sebagai sesuatu yang mengikat  ataupun membebaskan di dalam dunia arsitektur, mungkin tidak akan ada  habisnya untuk dibahas atau dicari solusinya, semuanya itu tergantung  dari persepsi kita masing-masing. Antara geometri itu mengikat atau  membebaskan, masing-masing memiliki kedudukan atau posisi yang sama  kuat. Tetapi pada kesempatan ini, saya akan coba membahas geometri  sebagai sesuatu yang membebaskan di dalam dunia arsitektur. Mungkin  pertanyaan yang timbul adalah: Seperti apakah kebebasan yang ada di  dalam geometri? Dalam wujud apakah kebebasan itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"…,because we  don’t want to exclude everything in architecture that makes us uneasy.  We want architecture that has more to offer. Architecture that bleeds,  exhausts, that turns and even breaks, as far as I am concerned.  Architecture that glows, that stabs, that tears and rips when stretched.  Architecture must be precipitous, fiery, smooth, hard, angular, brutal,  round, tender, colorful, obscene, randy, dreamy, en-nearing,  distancing, wet, dry and heart-stopping. Dead or alive. If it is cold,  then cold as a block of ice. If it is hot, then as hot as a tongue of  flame. Architecture must burn! " (Coop Himmelb(l)au, Covering and  Exposing: The Architecture of Coop Himmelb(l)au)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin  kata-kata atau filosofi utama dari Coop Himmelb(l)au inilah yang akan  mengawali pembahasan geometri sebagai sesuatu yang membebaskan di dalam  dunia arsitektur. Untuk lebih jelasnya, saya akan mencoba sedikit  mengupas mengenai sejarah dari Coop Himmelb(l)au. Coop Himmelb(l)au yang  didirikan oleh Wolf D. Prix dan Helmut Swiczinsky pada tahun 1968 di  Vienna (Austria) adalah salah satu praktisi arsitektur muda pada masa  itu dengan ide-ide baru yang cukup radikal. Modernisme dengan dominasi  rasionalitasnya dianggap membatasi arsitek dalam menjelajahi kemungkinan  bentuk-bentuk baru dalam bahasa arsitektur. Oleh karena itu, Coop  Himmelb(l)au berusaha mengeksplorasi dan mencari kemungkinan-kemungkinan  lain dalam “bahasa arsitektural”. Coop Himmelb(l)au berusaha  menciptakan perubahan mendasar pada arsitektur, urbanisme, struktur, dan  tektonik. Dapat dikatakan Coop Himmelb(l)au berusaha mencari  ”arsitektur yang merdeka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtUta1aKVSM5swO70GlY4a2HUrnVRZKVnT2kIU5YOkHZcbu5zamduiGfZHSsnzwkr6AuXUfYlSt7JeY5YG0WcKPUUEElt-6l1wX2OXrjKVwejx7HxgsLnyjU2sXsYeuwQDgjHXl2rrbIE/s1600-h/himmelblau1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 272px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtUta1aKVSM5swO70GlY4a2HUrnVRZKVnT2kIU5YOkHZcbu5zamduiGfZHSsnzwkr6AuXUfYlSt7JeY5YG0WcKPUUEElt-6l1wX2OXrjKVwejx7HxgsLnyjU2sXsYeuwQDgjHXl2rrbIE/s400/himmelblau1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370177631094289202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1. Musee des Confluences, Lyon, France&lt;br /&gt;Sumber: Covering and  Exposing: The Architecture of Coop Himmel(b)lau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQ9zTQQr3W1YdRXoTyzdfJ4NMQcnuN15ccRfMbhC6baAtQ6QpunFwCQF-birwoM8Vefilkp0rCgFNYLi1u8WpAuISPxuIwU46c1SUgnQ74-WOJMpf8_ojtQE48jnsAL0X2iFAp99qu8So/s1600-h/himmelblau4.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 384px; height: 193px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQ9zTQQr3W1YdRXoTyzdfJ4NMQcnuN15ccRfMbhC6baAtQ6QpunFwCQF-birwoM8Vefilkp0rCgFNYLi1u8WpAuISPxuIwU46c1SUgnQ74-WOJMpf8_ojtQE48jnsAL0X2iFAp99qu8So/s400/himmelblau4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370178287849710290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  2. UFA Cinema Center, Dresden, Germany&lt;br /&gt;Sumber: Covering and  Exposing; The Architecture of Coop Himmel(b)lau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pendapat  dan pemikiran Coop Himmelb(l)au inilah, saya berpendapat bahwa geometri  sebagai sesuatu yang membebaskan, atau lebih tepatnya geometri  menghasilkan bentuk (form) arsitektur yang bebas. Walaupun cara-cara  pemikiran dari geometri beserta dengan aturan atau kaidah yang ada di  dalamnya bersifat mengikat, namun hasilnya pada akhirnya akan membawa  kita ke dalam suatu kebebasan bentuk dan ekspresi, yaitu dunia  arsitektur yang merdeka. Karena yang kita rasakan adalah form dan  experience dalam bentuk ruang 3 dimensional dan waktu (space and time).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin  hal-hal seperti itulah yang tidak disadari oleh diri kita. Karena pada  dasarnya, dari pendidikan sekolah kanak-kanak sampai sekolah menengah,  kita hanya mengenal bentuk-bentuk geometri dasar, seperti kubus, kotak,  limas, balok, prisma, silinder, bola, dan bentuk lainnya. Dan pada saat  itu kita hanya bersifat pasif atau diam menerima apa adanya. Sehingga  semuanya seakan terbungkus menjadi suatu doktrin atau pemikiran, bahwa  seperti itulah geometri. Padahal jika kita telusuri lebih lanjut dan  lebih dalam lagi, geometri bukanlah hanya seperti itu. Geometri berarti  ilmu ukur suatu ruang. Dan ruang yang dimaksud adalah bumi, tempat kita  sebagai manusia hidup dan menetap. Jadi geometri berarti measuring the  earth. Kata-kata ”bumi” (geo) inilah yang tidak disadari oleh kita,  padahal kata-kata “bumi” merupakan sesuatu yang sangat krusial di dalam  pengertian dasar mengenai arti dari geometri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi adalah alam,  dan alam pada dasarnya adalah sesuatu yang dinamis dan tidak statis,  penuh dengan perubahan. Alam merupakan sesuatu yang bebas, tidak  terikat. Dari pengertian ini, kita bisa menyimpulkan bahwa geometri  adalah sesuatu yang pada dasarnya adalah bebas, penuh dengan  kedinamisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, pengertian kita mengenai geometri hanya  terpaku oleh bentuk-bentuk Euclidean geometry saja, padahal pengertian  dari geometri  lebih dari itu. Sama halnya dengan pengertian dari kata  yang diucapkan oleh Coop Himmelb(l)au, ”Architecture must burn”. Bahwa  ”Architecture must burn” itu tidak hanya sekedar arsitektur, tetapi  lebih kepada bagaimana kita melihat dunia ini. Dunia arsitektur  seharusnya mengungkapkan suatu potensi baru (unknown) di dunia nyata  yang tidak pernah kita sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia geometri sebenarnya  merupakan dunia yang kaya akan potensi yang baru. Geometri mengandung  pengertian yang sangat luas. Sebagai contoh adalah suatu bentuk geometri  adalah berupa form yang menghasilkan suatu visual perception, di mana  perception merupakan conscious experience of object. Masing-masing orang  sebagai subjek yang merasakan ruang (experience) mempunyai kebebasan di  dalam mempersepsikan ruang tersebut. Oleh karena itu, tidak heran jika  persepsi masing-masing orang mengenai ekspresi maupun bentuk geometri  itu berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam geometri, kita juga dapat menemukan  unsur-unsur yang ada di dalam dunia musik. Ritme dan irama dapat  ditampilkan melalui wujud dan ekspresi sebuah form dari karya  arsitektur. Ekspresi yang ditimbulkannya pun bisa bermacam-macam, dan  sangat mempengaruhi persepsi kita masing-masing. Karena posisi kita  sebagai manusia yang merasakan suatu ruang adalah sebagai subjek yang  mempersepsikan sebuah objek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti lain bahwa geometri itu  merupakan suatu dunia yang kaya dan luas adalah adanya pengertian  mengenai topologi dan mobius strip. Di dalam topologi terjadi sesuatu  yang dinamakan deformasi. Deformasi terjadi oleh karena suatu gaya  (force), namun konektivitas (connectivity) di dalam form atau bentuk  geometri tersebut tetap terjaga. Sehingga terwujud suatu keutuhan  (wholeness) di dalam form tersebut. Hal ini seharusnya juga berlaku di  dalam setiap karya arsitektur. Meskipun suatu karya arsitektur terlepas  dari bentuk-bentuk yang mengikat seperti bentuk Euclidean, tetapi karya  ”arsitektur yang bebas” itu juga harus tetap mengutamakan konektivitas  dan keutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjggt-ic02BBo52FJjd5VfdW_IZhgEPMS_XCxBczcx2woE_eX1NtAJRroG-1qEw8GgOeghPHMgefum3PcU5cTN_E2Yp_9Uf3IhwQAUB1JTcJJtLlSTItojmMZzvVfZ7HKjlQuK3rtbtYPo/s1600-h/mobius.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 175px; height: 162px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjggt-ic02BBo52FJjd5VfdW_IZhgEPMS_XCxBczcx2woE_eX1NtAJRroG-1qEw8GgOeghPHMgefum3PcU5cTN_E2Yp_9Uf3IhwQAUB1JTcJJtLlSTItojmMZzvVfZ7HKjlQuK3rtbtYPo/s400/mobius.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370178906756752850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  3. Mobius strip&lt;br /&gt;Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/mobius_strip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deformasi  atau perubahan ini pun sekarang sangat mempengaruhi bentuk (form) dari  geometri. Gagasan tentang bentuk geometri pun mulai berubah. Ruang dan  geometri bergeser dari geometri Euclidean dengan aturan translasinya  dalam ruang cartesian ke geometri topologi dengan perubahan vektoralnya,  sehingga bentuk dari karya arsitektur itu sendiri menjadi bebas dan  tidak terikat lagi oleh aturan-aturan klasik. Inilah yang dikenal dengan  sebutan gagasan flux (sebuah konstelasi sementara yang terus bergerak  dan berubah) di dalam dunia arsitektur yang menghadirkan persepsi baru  terhadap ruang dan bentuk karya rancang arsitektur secara konseptual  maupun dalam pengapresiasiannya. Bentuk dan ruang seolah berkembang dan  lahir dari sebuah alur perubahan yang dinamis dalam ruang. Hal ini  merupakan ekspresi kebebasan suatu bentuk (form) dalam geometri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan  ilmu biologi pun dapat diterapkan pada bentukan dari geometri. Sehingga  tidak heran jika karya-karya arsitektur, banyak yang berbentuk atau  mengadopsi natural form. Pada saat ini di dalam geometri dan arsitektur,  bentuk-bentuk yang biasa kita kenal telah hilang, seakan-akan seperti  ditelan oleh cepatnya perubahan. Lalu muncullah bentuk yang benar-benar  baru, aneh, dan terasa asing, tetapi tetap merupakan ruang tempat hidup  manusia. Arsitektur dan geometri tidak harus menuruti apa yang telah ada  sebelumnya, tetapi mewujudkan sebuah ruang yang bebas dimana kita dapat  menjelajahinya. Pada akhirnya arsitektur dan geometri harus membuat  tempat yang disebut sebagai ruang kebebasan. Sebagai bentuk dan ekspresi  kebebasan diri, terkadang arsitektur diwujudkan sebagai bentuk atau  form yang mungkin saja tidak dapat hadir di dalam dunia nyata, tetapi  hanya dapat hadir di dalam suatu imajinasi atau electrosphere dengan  bantuan kecanggihan teknologi virtual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam geometri kita  juga diberikan kebebasan untuk menggunakan ide di dalam merancang suatu  karya arsitektur (form). Ternyata banyak sekali alternatif atau pilihan  prinsip geometri di dalam merancang, seperti menggunakan prinsip  classical idea, euclidean, non-euclidean, topologi, teori gestalt, teori  gibson, taksonomi, dan lainnya. Hal-hal inilah yang sebenarnya tidak  kita ketahui sebelumnya, bahwa di dalam geometri terdapat banyak ide  atau pemikiran. Sehingga suatu bentuk dan karya arsitektur yang  dihasilkan pun akan sangat kaya dan beragam ekspresinya maupun wujudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk  atau form yang ”bebas” bukanlah berarti suatu bentuk yang  sebebas-bebasnya. Arsitektur tetap harus dapat menjadi perlambang  sesuatu, atau pun perlambang dirinya sendiri. Arsitektur harus dapat  menyampaikan isi atau makna yang terkandung di dalamnya. Lebih jauh  lagi, arsitektur harus dapat memicu pertanyaan, ”Mengapa dan bagaimana  ia diciptakan?”. Something di dalam geometri itulah yang sangat penting  sebagai proses pembentukan suatu form atau karya arsitektur. Arsitektur  yang baik adalah arsitektur yang dengan jujur mengupas segalanya hingga  menjadi jelas. Proses pembentukan form ini seringkali menjadi hal yang  terlewatkan untuk kita sadari ketika sedang merancang. Padahal proses  pembentukan form itulah yang sangat penting untuk kita ketahui. Suatu  bentuk yang sederhana sekali pun, pada dasarnya memiliki arti di  dalamnya, baik itu proses pembentukan maupun kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan  yang dapat kita ambil adalah, berdasarkan pengertian dari geometri  (measuring the earth), geometri adalah sesuatu yang dinamis. Kita  terperangkap pada pemikiran-pemikiran kuno mengenai geometri. Jika  ditelusuri atau dipahami lebih lanjut, geometri lebih dari itu. Geometri  dapat menghasilkan bentuk (form) karya arsitektur yang bebas. Kita juga  dapat secara bebas menggunakan kaidah-kaidah yang ada di dalam  geometri, sebagai dasar untuk menghasilkan suatu bentuk atau karya  arsitektur. Sehingga suatu karya arsitektur menjadi sesuatu yang  benar-benar merdeka dan bebas baik dari segi ekspresi bentuknya (form).  Kata bebas atau merdeka di sini tidak berarti mengandung pengertian yang  sebebas-bebasnya. Tetapi tetap mengacu kepada something yang ada di  dalam geometri, sebagai proses pembentukan suatu form atau karya  arsitektur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :  http://www.arsitektur.net/2007-1-1/widyanto_geometri.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betsky,  A. &amp;amp; Adigard, E. (2000). Architecture Must Burn. London: Thames  &amp;amp; Hudson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Architecture and Anthropology. (2006).  Architectural Design Magazine. Academy Group.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Covering and  Exposing: The Architecture of Coop Himmelb(l)au.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/mobius  strip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.kompas.com/kompas-cetak/0701/21/desain/3249855.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.math.wayne.edu/~rrb/topology.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.webopedia.com/TERM/T/topology.html&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtUta1aKVSM5swO70GlY4a2HUrnVRZKVnT2kIU5YOkHZcbu5zamduiGfZHSsnzwkr6AuXUfYlSt7JeY5YG0WcKPUUEElt-6l1wX2OXrjKVwejx7HxgsLnyjU2sXsYeuwQDgjHXl2rrbIE/s72-c/himmelblau1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ruang Keluarga Modern dan Maskulin</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/04/ruang-keluarga-modern-dan-maskulin.html</link><category>arsitek minimalis</category><category>denah lantai</category><category>forum arsitek muda indonesia</category><category>minimalis rumah</category><category>pinjaman renovasi</category><category>tehnik arsitek</category><category>telepon rumah</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Thu, 29 Apr 2010 06:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-7012527050493684329</guid><description>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt; Ruang  Keluarga Modern dan Maskulin &lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e)  {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVIaUGHvTPX3zJer9C468i1-ZULLlwenttlPZ_cfK_12ipJBmjoHZpiVXQyEbul25NL0mZJTaYqKPfYMuljhic-DKG5hepVrGBZahKkBErME5Qoa_rvkfI5lvKX_RTYXI2qZUdmPzWLtE/s1600-h/103455p.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVIaUGHvTPX3zJer9C468i1-ZULLlwenttlPZ_cfK_12ipJBmjoHZpiVXQyEbul25NL0mZJTaYqKPfYMuljhic-DKG5hepVrGBZahKkBErME5Qoa_rvkfI5lvKX_RTYXI2qZUdmPzWLtE/s400/103455p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425383759862097506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUANG  keluarga dilengkapi dengan sofa L enam dudukan. Warnanya cokelat tua.  Dipilih untuk memunculkan kesan hangat dan nyaman. Warna sofa ini dibuat  senada dengan warna coffe table.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya gaya maskulin, tidak  menggunakan banyak bantal pada sofa. Namun, agar ruangan tidak berkesan  monoton, ditambahkanlah bantal pada sofa. Permainan berbagai motif,  seperti motif garis dan sisik ikan, tampil pada penataan bantal. Pilihan  warna dan motif bantal juga dibuat selaras dengan warna furnitur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  sudut ini, warna ruangan dibuat bergradasi dari warna terang ke gelap.  Putih pada dinding, cokelat pada furnitur, dan hitam pada beberapa  bantal. Setiap benda yang ada dalam ruangan, mewakili warna-warna dalam  deretan gradasi. Sehingga tampilannya tetap rapi, walaupun ada beberapa  motif yang sengaja "ditabrakkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai aksen ruangan, ada  beberapa lukisan kain. Lukisan tersebut sebenarnya terbuat dari  kain-kain bahan upholstery (penutup sofa). Ide kreatif ini bisa menjadi  alternatif. Terutama jika Anda kesulitan mendapatkan hiasan dinding yang  pas dengan ruangan. Lukisan kain ini juga bisa disesuaikan dengan warna  dan motif furnitur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Anissa&lt;br /&gt;Foto: Rai&lt;br /&gt;Lokasi dan  properti: Savana Furniture, Kemang Raya, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :  http://2u-sweethome.blogspot.com/&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVIaUGHvTPX3zJer9C468i1-ZULLlwenttlPZ_cfK_12ipJBmjoHZpiVXQyEbul25NL0mZJTaYqKPfYMuljhic-DKG5hepVrGBZahKkBErME5Qoa_rvkfI5lvKX_RTYXI2qZUdmPzWLtE/s72-c/103455p.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Arsitektur Islam, Seperti Apa?</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/04/arsitektur-islam-seperti-apa.html</link><category>arsitek jepang</category><category>gambar denah rumah 5 kamar</category><category>karya arsitektur</category><category>nama arsitek indonesia</category><category>pengantar arsitektur</category><category>renovasi rumah kecil</category><category>rumah mewah</category><category>tokoh arsitektur modern</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Thu, 29 Apr 2010 06:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-8857542521456532206</guid><description>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;Arsitektur  Islam, Seperti Apa? &lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Sewaktu membahas arsitektur Islam, kita pasti tidak bisa lepas dari  membahas bangunan masjid. Dari arsitektur mesjidlah, pembahasan mengenai  arsitektur Islam dimulai dan bermuara. Sebelumnya, kita sering  mengidentikkan bangunan masjid dengan ciri khas kubah di bagian atasnya.  Padahal bentuk kubah, begitu ditelusuri dalam sejarah arsitektur,  berasal dari Romawi. Bukan dari wilayah dimana Islam berasal dan  berkembang. Bahkan, bangunan ka’bah yang menjadi kiblat umat Islam, dan  menjadi titik pusat kota Mekkah, diperintahkan Allah kepada Nabi  Ibrahiim, tanpa mensyaratkan bentuk apapun. Nabi Ibrahimpun membangunnya  dengan interpretasi bentuk yang sederhana, kotak persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang  memang bentuk masjid berkembang dengan ragam bentuk yang bervariasi,  tidak melulu mengandalkan bentuk kubah beserta lengkungannya yang khas.  Masjid Salman ITB dengan bentuk kotak dan perseginya. Kemudian Masjid  al-Markaz Makassar dengan bentuk atap khas Indonesia, segitiga, dengan  hiasan geometris yang cukup beragam. Yang perlu dicatat, secara  eksplisit dalam ajaran Islam tidak pernah mensyaratkan bentuk tertentu  untuk diterapkan dalam bangunan fisik ummatnya. Islam hanya mensyaratkan  dan memberi batasan mengenai prinsip-prinsip umum yang bersifat  maknawi, seperti kesucian, kebersihan, dan keindahan. Bagaimana suatu  bangunan itu menggambarkan kesucian, mewujudkan kebersihan, dan terlihat  indah bagi yang melihatnya, kita diberikan kebebasan interpretasi dan  aplikasi dalam penerapan di lapangan. (Tapi ada satu prinsip yang terasa  kontradiktif dalam penerapannya di lapangan, yang akan di bahas nanti  di akhir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan bangunan masjid bergaya Timur Tengah  yang sering dikait-kaitkan sebagai bangunan bergaya arsitektur Islam  yang sesungguhnya, saya kurang setuju. Seperti halnya mengidentikkan  Islam dengan Timur Tengah atau Arab. Islam memang lahir dan berkembang  di Arab, tapi bukan berarti segala sesuatu yang berasal dan berbau Arab  sudah pasti mewakili Islam. Bahkan Islam hadir di Arab, dengan salah  satu agendanya adalah merevisi budaya-budaya menyimpang yang berkembang  di wilayah Arab. Budaya itu dikenal dengan budaya jahiliah. Budaya Arab  yang bersifat lokalis, hanya cocok untuk masyarakat Arab atau Timur  Tengah. Ia tidak bisa dipaksakan untuk diterapkan di wilayah lain di  luar wilayah Arab, dengan mengatasnamakan Islam. Arsitektur adalah  bagian dari budaya yang dipunyai oleh masing-masing masyarakat yang  mempunyai ciri khasnya sendiri, sesuai dengan kekhasan wilayahnya. Kita  tentu tahu, Indonesia mempunyai banyak ragam rumah tradisional yang  berbeda antara satu dengan yang lainnya, dikarenakan wilayah Indonesia  yang cukup luas dengan ratusan suku yang hidup di dalamnya, dan  mempunyai budaya masing-masing yang khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, masjid  yang dibangun di Arab ‘mestinya’ akan berbeda dengan masjid yang  dibangun di Indonesia. Menyamakan semua bentuk masjid yang tersebar di  seluruh wilayah dunia dengan bentuk masjid yang dibangun di Arab, bahkan  mematenkan bentuknya, adalah sebuah bentuk pelanggaran budaya. Untuk  mewujudkan arsitektur Islam, atau arsitektur bernuansa dan bernafaskan  Islam, kita hanya harus mematuhi prinsip-prinsip umum yang digariskan di  dalamnya. Apa prinsip-prinsip umum itu? Semuanya tertuang dalam  al-Quran, landasan pokok ajaran Islam, ditunjang oleh sunnah-sunnah Nabi  yang terangkum dalam hadits Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip umum  ajaran Islam mengenai sholat mesti diterapkan dalam bangunan masjid.  Karena sesuai dengan namanya, masjid adalah tempat umat Islam bersujud,  sholat mengahadap Allah Swt. Yang pertama mengenai qiblat, arah hadap  sholat. Bangunan masjid mesti menyesuaikan dengan arah Qiblat. Kalau  tidak bangunannya, ya susunan interior di dalamnya. Ada kalanya suatu  bangunan yang sudah ada, yang sebelumnya berfungsi sebagai bangunan  umum, dirubah fungsinya sebagai masjid, seperti contohnya masjid Cut  Meutia, Jakarta. Dikarenakan arah bangunannya tidak sesuai dengan arah  qiblat, maka interior bagian dalamnyalah yang menyesuaikan. Begitu masuk  ke ruangan masjid, kita akan melihat deretan shof yang miring, yang  sudutnya berbeda dengan persegi ruangan. Idealnya yang mengikuti arah  qiblat adalah arah bangunannya, karena bila yang menyesuaikan arah  qiblat adalah ruangan interiornya, maka daya tampung jamaah sholat tidak  akan maksimal dikarenakan banyak ruangan shof yang terbuang (hasil  sudut yang berbeda antara garis shof dengan persegi ruangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  kedua mengenai baris shof. Aturan mengenai baris shof ini akan  menghasilkan modul baris shof. Dimensi baris shof adalah dimensi yang  didapatkan dari kegiatan sholat, utamanya adalah ketika orang bersujud,  yaitu sekitar 120 cm, dengan ukuran lebar orang sholat adalah 50-60 cm.  Sebelum membangun masjid, mesti ditetapkan terlebih dahulu, berapa orang  jamaah sholat yang akan ditampung, disesuaikan dengan luas lahan yang  ada. Misal, ditetapkan jumlah jamaah yang akan ditampung sebanyak 400  orang, maka dari modul ukuran orang sholat akan didapatkan dimensi  ruangan masjid 12 kali 20 meter, yang terdiri dari 10 baris shof. Tiap  baris shof terdiri dari 20 orang jamaah. Ini baru hitungan kasar. Dalam  pelaksanaannya, harus diperhitungkan pula tiang bangunan masjid yang  berada di dalam ruangan masjid, yang jumlahnya akan mengurangi daya  tampung jamaah. Lebar tiang utama umumnya berkisar antara 30 sampai 40  cm. Satu tiang akan mengurangi jumlah satu orang jamaah sholat.  Idealnya, ruangan sholat bersih dari adanya tiang-tiang struktur,  sehingga jumlah jamaah sholat bisa maksimal, dan tidak ada bagian yang  satu jamaah terpisah dengan jamaah lain dengan adanya tiang. Teknologi  struktur mutakhir memungkinkan suatu bangunan dengan bentangan luas  dapat terbangun, tanpa adanya tiang-tiang struktur di tengah-tengahnya.  Seperti struktur baja bentang lebar (pre stressed), maupun struktur  space frame. Bangunan masjid masa kini, bisa memanfaatkan teknologi  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://muhipro.wordpress.com/&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>ARSITEKTUR JENGKI</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/04/arsitektur-jengki.html</link><category>arsitektur lingkungan</category><category>arsitektur perangkat lunak</category><category>denah rumah type 21</category><category>denah rumah type 22</category><category>rumah gaya eropa</category><category>rumah tinggal</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Thu, 29 Apr 2010 05:59:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-3145807084848977907</guid><description>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt; ARSITEKTUR  JENGKI &lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Sampai saat Majalah Arsindo ini sampai ditangan pembacanya. Berapa&lt;br /&gt;banyak  langgam Arsitektur yang telah hadir dihadapan kita? Pasti&lt;br /&gt;susah  untuk menghitungnya. Tetapi kalau kepada setiap arsitek&lt;br /&gt;Indonesia  ditanya mengenai langgam-langgam tadi, dengan lancar&lt;br /&gt;mereka akan  menjelaskannya. Terutama langgam mancanegara. Misalnya,&lt;br /&gt;Post Medern,  Modern, Art Deco dan lain sebagainya. Tapi jika&lt;br /&gt;mereka ditanya apakah  mereka tahu bahwa khasanah arsitektur&lt;br /&gt;Indonesia pernah punya langgam  yang mencerminkan semangat&lt;br /&gt;kemerdekaan. Rasanya tidak banyak yang  tahu. Melalui hasil wawancara&lt;br /&gt;dengan Ir. Joseph Priyotomo. M.Arch  mengenai arsitektur Jengki&lt;br /&gt;ini diharapkan akan menambah wawasan para  arsitek Indonesia&lt;br /&gt;mengenai langgam arsitekturnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran  Arsitektur Jengki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun-tahun awal setelah kemerdekaan  sekitar tahun 1950-1960-an.&lt;br /&gt;Sebagai hasil dari kemerdekaan. Timbul  semangat pembebasan diri dari&lt;br /&gt;segala hal yang berbau kolonialisme.  "Dilain sisi, kemerdekaan&lt;br /&gt;itu terjadi pada saat kita tidak memiliki  tenaga ahli asing",&lt;br /&gt;jelas Ir. Joseph. Tenaga ahli asing yang ada  sebagian besar orang&lt;br /&gt;Belanda. Karena adanya pertikaian antara  Indonesia dengan Belanda&lt;br /&gt;mengenai Irian Jaya, mereka harus  meninggalkan Indonesia.&lt;br /&gt;Pembangunan tidak boleh berhenti. "Sementara  itu timbul keinginan&lt;br /&gt;kuat untuk menampilkan jati diri bangsa yang  merdeka", tutur arsitek&lt;br /&gt;yang akrbat dipanggil pak Joseph ini. Dalam  keadaan yang serba&lt;br /&gt;sulit ini, pemerintah Indonesia memanfaatkan siapa  saja yang&lt;br /&gt;mampu bekerja dibidang konstruksi. Kebetulan kemampuan  bekerja&lt;br /&gt;ini dimiliki oleh mereka yang pernah bekerja di perusahaan&lt;br /&gt;konstruksi  pada masa pendudukan. Misalnya kantor Pekerjaan Umum,&lt;br /&gt;Biro Arsitek  atau Kontraktor Belanda. Kebanyak dari mereka hanya&lt;br /&gt;lulusan STM.  Sebab lembaga pendidikan yang dimiliki untuk mendidik&lt;br /&gt;ahli bangunan  pada masa itu hanya sampai tingkat STM. Mereka&lt;br /&gt;inilah yang dipaksa  melakukan pembangunan. Karena hanya lulusan&lt;br /&gt;STM, tentu saja ilmu  arsitektur mereka tidak seperti yang sarjana.&lt;br /&gt;Tetapi keuntungan yang  mereka peroleh pada masa itu, STM pada masa&lt;br /&gt;itu juga diajarkan  dasar-dasar ilmu arsitektur. "Inilah yang&lt;br /&gt;menjadi pegangan para  lulusan STM pada masa itu" tambah pak Joseph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tenaga ahli  dadakan ini punya kesempatan untuk menunjukkan&lt;br /&gt;skil ke  Indonesia-annya. Namun didalam hati, mereka juga&lt;br /&gt;mempertanyakan ilmu  arsitektur yang dimiliki. Usaha mempertanyakan&lt;br /&gt;ini tidak sempat  mereka renungkan. Tetapi harus segera ditunjukkan&lt;br /&gt;dengan jawabannya.  Karena mereka harus langsung bekerja. Pada&lt;br /&gt;waktu itu, semangat  nasionalisme yang kuat sedang tumbuh disetiap&lt;br /&gt;hati rakyat Indonesia,  termasuk para ahli dadakan ini. Dengan&lt;br /&gt;landasan nasionalisme yang  kuat, timbul usaha untuk tidak&lt;br /&gt;membuat apa yang telah dibuat Belanda.  Dengan kata lain tidak&lt;br /&gt;boleh seperti itu. "Nah, itulah yang  mendasari lahirnya Arsitektur&lt;br /&gt;Jengki" kata pak Joseph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri  Arsitektur Jengki&lt;br /&gt;Langgam arsitektur Kolonial pada waktu itu banyak  didominasi&lt;br /&gt;oleh bidang-bidang vertikal dan horisontal. Langgam  Arsitektur&lt;br /&gt;Jengki justru berlawanan. Arsitektur Jengki bermain dengan  garis&lt;br /&gt;lengkung dan lingkaran. Misalnya, jendela yang tidak simetris,&lt;br /&gt;overstek  yang meliuk-liuk, garis dinding yang dimiringkan.&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk yang  tidak semestinya pada masa itu. "Arsitektur&lt;br /&gt;Jengki hanya mengolah  perwajahan bangunan, baik itu luar maupun&lt;br /&gt;dalam", jelas pak Joseph  lagi. Selain wajah bangunan, juga&lt;br /&gt;perabot rumah. Misalnya meja tamu  dan kursinya. Bentuk tata&lt;br /&gt;ruangnya masih mengikuti tata ruang  bangunan Kolonial. Hal ini&lt;br /&gt;terjadi karena keterbatasan ilmu  arsitektur tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur Jengki juga mempergunakan bahan-bahan  bangunan asli&lt;br /&gt;Indonesia. Bahan yang dipergunakan harus bahan jadi,  tidak&lt;br /&gt;boleh mentah maksudnya dari perancangannya ketika itu. Untuk&lt;br /&gt;menunjukkan  bahwa bangsa Indonesia mampu mengolah sendiri&lt;br /&gt;bahan bangunan yang  diperlukan. Hasilnya adalah permukaan&lt;br /&gt;bangunan yang dikasarkan,  misalnya. Dikasarkan bukan kerikil,&lt;br /&gt;karena kerikil yang diolah  semacam itu buatan Belanda.&lt;br /&gt;Permukaan kasar dibuat dari semen yang  disemprotkan ke dinding&lt;br /&gt;dan pemakaian roster. Pada bagian penutup  atap juga diolah&lt;br /&gt;sedemikian rupa. Kalau pada waktu itu bangunan  Jengki dibuat&lt;br /&gt;seperti jambul. "Sepertinya sengaja menghilangkan yang  berbau&lt;br /&gt;Belanda. Sehingga saya dapat mengambil kesimpulan bahwa&lt;br /&gt;Arsitektur  Jengki murni hasil pemikiran bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Saya juga mencoba  melihat literatur luar negeri kalau mungkin&lt;br /&gt;ada satu langgam yang  dipakai untuk Arsitektur Jengki. Ternyata&lt;br /&gt;tidak ada", tambahnya.  Melihat hal ini pak Joseph mengambil&lt;br /&gt;kesimpulan bahwa Arsitektur  Jengki adalah murni karya bangsa&lt;br /&gt;Indonesia. Tidak berkiblat kepada  aliran arsitektur manapun&lt;br /&gt;di dunia termasuk juga Arsitektur Nusantara  (kata Indonesia&lt;br /&gt;ada setelah 17 Agustus 1945).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat  dekoratif yang dimiliki oleh para arsitek pada saat&lt;br /&gt;itu cukup kuat  dan bagus. Unsur dekoratif inilah yang oleh&lt;br /&gt;pak Joseph dianggap  mewakili arsitektur Nusantara. Kalau kita&lt;br /&gt;perhatikan, pada setiap  arsitektur tersebut? Dekoratifnya.&lt;br /&gt;Jadi Arsitektur Jengki  menghadirkan Arsitektur Nusantara lewat&lt;br /&gt;unsur ini. Bukan lewat  bentuk. "Semangat Bhineka Tunggal Ika&lt;br /&gt;hadir melalui arsitektur  Jengki. Oleh sebab itu saya dapat&lt;br /&gt;mengatakan bahwa Arsitektur Jengki  adalah arsitektur Indonesia&lt;br /&gt;yang pertama", tegas arsitek alumni ITS  tahun 1976 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh bangunan dengan arsitektur Jengki ini  dapat kita lihat&lt;br /&gt;pada rumah-rumah dikawasan Kebayoran Baru untuk  Jakarta. Di&lt;br /&gt;Surabaya misalnya Stadion Gelora Pancasila, Pabrik Coklad  di&lt;br /&gt;Jl. Kalisari dan rumah tinggal di Jl. Embong Ploso 12 (saat&lt;br /&gt;tulisan  ini dibuat sudah dirobohkan). Biasanya unsur Jengki&lt;br /&gt;lebih banyak  hadir pada bangunan rumah tinggal. Mengenai hal&lt;br /&gt;ini pak Joseph  menambahkan, "tidak adanya dana untuk membangun&lt;br /&gt;menyebabkan lebih  banyak rumah tinggal". Hal ini juga diakui&lt;br /&gt;oleh Van Lier Dame ketika  berjumpa dengan beliau. Van Lier Dame&lt;br /&gt;pada sekitar tahun 1950 bekerja  di Indonesia sebagai arsitek.&lt;br /&gt;Dia mengakui bahwa kendala utama yang  dihadapi oleh Indonesia&lt;br /&gt;ketika itu adalah kelangkaan bahan dan  kemiskinan uang.&lt;br /&gt;Sehingga merekapun dituntut bekerja secara efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa  Disebut Jengki?&lt;br /&gt;Ada beberapa pendapat mengapa langgam ini disebut  Jengki.&lt;br /&gt;Misalnya dari kata Yangkee, sebutan untuk tentara Amerika  dalam&lt;br /&gt;arti yang negatif. Namun arsitek Malang 48 tahun silam ini&lt;br /&gt;mengambil  dari sebuah metode pakaian pada waktu itu, seperti&lt;br /&gt;misalnya celana  Jengki, baju jengki, mode yang sedang trend&lt;br /&gt;sekitar tahun 50-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat  ini di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya&lt;br /&gt;banyak sekali  hadir bangunan dengan langgam yang mirip&lt;br /&gt;dengan Jengki. Menjawab  pertanyaan ini, Pak Joseph menjelaskan&lt;br /&gt;bahwa tidak bisa disamakan.  Mengapa? karena arsitektur Jengki&lt;br /&gt;ketika itu merupakan pembongkaran  terhadap arsitektur Belanda.&lt;br /&gt;Kalaupun ingin disebut sebagai  dekonstruksi, maka yang kita&lt;br /&gt;lihat sekarang ini adalah dekonstruksi  babak II. Langgam yang&lt;br /&gt;hadir melalui tangan-tangan arsitek muda ini  oleh pak Joseph&lt;br /&gt;dikatakan beraliran Lead Modern. Arsitektur Jengki  hadir&lt;br /&gt;pada masa itu karena semangat ingin bebas dari pengaruh&lt;br /&gt;kolonial,  sedang bentuk-bentuk yang hadir sekarang ini tentu&lt;br /&gt;hadir dengan  semangatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur Jengki pernah hadir menambahkan  khasanah arsitektur&lt;br /&gt;Indonesia. Lahir oleh karena keadaan yang  memaksa. Kalau sampai&lt;br /&gt;saat ini kita masih disibukkan dengan mencari  bentuk arsitektur&lt;br /&gt;Indonesia (yang ke-2?) dan belum menemukannya,  mungkinkah&lt;br /&gt;karena semangat, tujuan dan keadaan yang mendasarinya  berbeda?&lt;br /&gt;Jawabannya terletak pada jati diri kita masing-masing yang&lt;br /&gt;sekarang  ini mengaku dirinya sebagai Arsitek Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur  Indonesia&lt;br /&gt;Majalah Komunikasi Arsitek Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :  http://adhisthana.tripod.com&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>House of Steel</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/04/house-of-steel.html</link><category>arsitek indonesia</category><category>eko arsitektur</category><category>gambar denah ruang</category><category>konsultasi rumah</category><category>renovasi kamar</category><category>rumah gadang</category><category>yogyakarta</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Thu, 29 Apr 2010 05:56:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-5798918305175027217</guid><description>&lt;h2 class="date-header"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;          &lt;div class="date-posts"&gt;        &lt;div class="post-outer"&gt; &lt;div class="post hentry"&gt; &lt;a name="6874295800803049003"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;House  of Steel&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8Ndm1bs6lAc286ZkbMaIvoX5WeUoEDwD04x-sj_G3OeuCxNhQjZ2oW8aI3lAJaSLmwcHaddal0KsE7IpLiHoazp0-xp6dl15rgBGfrJtxg-bS6uIhxzngUkXKs3G4S-JD-pfCLiahWYE/s1600-h/house-of-steel-011.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8Ndm1bs6lAc286ZkbMaIvoX5WeUoEDwD04x-sj_G3OeuCxNhQjZ2oW8aI3lAJaSLmwcHaddal0KsE7IpLiHoazp0-xp6dl15rgBGfrJtxg-bS6uIhxzngUkXKs3G4S-JD-pfCLiahWYE/s320/house-of-steel-011.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219985011378141250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbwOzBDYn6DMdJcFh2TFHzAhKY64FTd7KL9e0DAmKEXxc3-AZRZ3wR249lZS5MJzezk6-wsK7-vyBe7QIwMG4huSGm3_smgQYyf7zfRwUTGrC4Nx84Cimi2B2cuqclzbYzkFfOhB1nsdo/s1600-h/house-of-steel-012.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbwOzBDYn6DMdJcFh2TFHzAhKY64FTd7KL9e0DAmKEXxc3-AZRZ3wR249lZS5MJzezk6-wsK7-vyBe7QIwMG4huSGm3_smgQYyf7zfRwUTGrC4Nx84Cimi2B2cuqclzbYzkFfOhB1nsdo/s320/house-of-steel-012.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219985016373421442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqTMJINLKiE5lfj19_UMap-gKv0MBw57rfH86jXTfYBPOJmYrINsKe_pxqlcsT6YQfwxOm44vcrFo1RrXZtceXkNy1evg1RiuyfjSVhyh3Ji0tx4fSHazhMbkdrzlDeonIwTfQZkQrI6g/s1600-h/house-of-steel-013.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqTMJINLKiE5lfj19_UMap-gKv0MBw57rfH86jXTfYBPOJmYrINsKe_pxqlcsT6YQfwxOm44vcrFo1RrXZtceXkNy1evg1RiuyfjSVhyh3Ji0tx4fSHazhMbkdrzlDeonIwTfQZkQrI6g/s320/house-of-steel-013.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219985026590471250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8NyaQvArMiutoXERbpglKsdGw6Mp6rDMn3FAWD4AFOgaWDXrZgmdy5WR6VSHBrqfEKlifgv0auiTtTf-sgxTcIcD_GLx3wZefq_-U1jm8_ozbpXhyphenhyphenf8txAKOSVxqIBR_U-Y9nOloED2M/s1600-h/house-of-steel-014.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8NyaQvArMiutoXERbpglKsdGw6Mp6rDMn3FAWD4AFOgaWDXrZgmdy5WR6VSHBrqfEKlifgv0auiTtTf-sgxTcIcD_GLx3wZefq_-U1jm8_ozbpXhyphenhyphenf8txAKOSVxqIBR_U-Y9nOloED2M/s320/house-of-steel-014.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219985030914181746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPcBHSV5qP2anJGvlt6zUvhfOrZ5XcJwZg9w5e5dpnqO1gnPHi6tM0BXdBOTC3w-cxRY1TAida4bgadwYfjkgO7I_PXykG36rha_Oacs05VE2sGRx_GEmYtMwV0Xirr8SMK6o3SRiN7L0/s1600-h/house-of-steel-006.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPcBHSV5qP2anJGvlt6zUvhfOrZ5XcJwZg9w5e5dpnqO1gnPHi6tM0BXdBOTC3w-cxRY1TAida4bgadwYfjkgO7I_PXykG36rha_Oacs05VE2sGRx_GEmYtMwV0Xirr8SMK6o3SRiN7L0/s320/house-of-steel-006.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219984351008544802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhzWKlhOgkVC-QXDT5uBxGe8R5KXjov_jfEWwg8FYPsHOlIgm_iGdJtrI0vOHitXD0ZQ9DJfXjsDu13yHii623zP15Q83IVU_NuGIoBpVTxa1dEnpirhqz2a-mDJptaRjaGTP9UvCiFRU/s1600-h/house-of-steel-007.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhzWKlhOgkVC-QXDT5uBxGe8R5KXjov_jfEWwg8FYPsHOlIgm_iGdJtrI0vOHitXD0ZQ9DJfXjsDu13yHii623zP15Q83IVU_NuGIoBpVTxa1dEnpirhqz2a-mDJptaRjaGTP9UvCiFRU/s320/house-of-steel-007.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219984353967947298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiutLkT8MMVQckOV-zGHIFycp_7La60on4BHZLXFwkeyRUPyVcrZ9TxKIet0EGgc5IiPx3Jov-ucRZ7a5CWDEZfaCtO66vAvqSB3tic_AXpXfOheHtp_ECJtKEdh2xfuAs4sebBDujVeT4/s1600-h/house-of-steel-008.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiutLkT8MMVQckOV-zGHIFycp_7La60on4BHZLXFwkeyRUPyVcrZ9TxKIet0EGgc5IiPx3Jov-ucRZ7a5CWDEZfaCtO66vAvqSB3tic_AXpXfOheHtp_ECJtKEdh2xfuAs4sebBDujVeT4/s320/house-of-steel-008.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219984355036399490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw8jYVy2-XDjfYp6sBgI9-xu-WtRhkx0IAERg1iDos9NS1SU_S-WTUtRw-GC8ybvBCzeoOOW6O0J6THE5I-Mm9F-Wi-37eG9YjgueDptE9iZ783IT6YMWlEkbvrxVUiCxWq9OqD0L4lqs/s1600-h/house-of-steel-009.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw8jYVy2-XDjfYp6sBgI9-xu-WtRhkx0IAERg1iDos9NS1SU_S-WTUtRw-GC8ybvBCzeoOOW6O0J6THE5I-Mm9F-Wi-37eG9YjgueDptE9iZ783IT6YMWlEkbvrxVUiCxWq9OqD0L4lqs/s320/house-of-steel-009.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219984355581213714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAoDcZGq8AzY_GYklltmTMzlzeriBgfCiC8bjiZOy1qY-XFPqkVtGdRhN8MKQb33N7IKteEGm5MDGcAG4Zk0dyuhZd4tfNJRp7eroI0pnd4XotJqFck_PcNhXyR8bvMBj3NECpIGZWZ_k/s1600-h/house-of-steel-010.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAoDcZGq8AzY_GYklltmTMzlzeriBgfCiC8bjiZOy1qY-XFPqkVtGdRhN8MKQb33N7IKteEGm5MDGcAG4Zk0dyuhZd4tfNJRp7eroI0pnd4XotJqFck_PcNhXyR8bvMBj3NECpIGZWZ_k/s320/house-of-steel-010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219984360340688098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEij0CkNIYtGPlV42tRx4G1HQIL-_2RkfH-8T6QDYlscfL8nt9PxdjJv7c4eNvphu8cnPLuyKIPh7toWmzZs0KhNASO1mUWbBJbGE2_U6_djPa6HJWPHw6KhFlKV4rEIY1EewuDZdhcs5Lo/s1600-h/house-of-steel-001.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEij0CkNIYtGPlV42tRx4G1HQIL-_2RkfH-8T6QDYlscfL8nt9PxdjJv7c4eNvphu8cnPLuyKIPh7toWmzZs0KhNASO1mUWbBJbGE2_U6_djPa6HJWPHw6KhFlKV4rEIY1EewuDZdhcs5Lo/s320/house-of-steel-001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219984127864577666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR_teBLj4PdVRaZISv8xuwKZIWXqpvWoiM2LNPGEur7krN8DIzqPr6P64B03JJq8llOIaRzKA2nCnBhMxX9AyPBEz-m1V8_jaAx5Bgorco9VjGtrh9xHL1-3uvOb2rIKM8q3INBDXodYg/s1600-h/house-of-steel-002.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR_teBLj4PdVRaZISv8xuwKZIWXqpvWoiM2LNPGEur7krN8DIzqPr6P64B03JJq8llOIaRzKA2nCnBhMxX9AyPBEz-m1V8_jaAx5Bgorco9VjGtrh9xHL1-3uvOb2rIKM8q3INBDXodYg/s320/house-of-steel-002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219984130726526290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDlrpHcxndVTiVUqfJjbe_jlk83B1sKVrYbc0ZX8mrw5_DU1ZzcOc2Oe3Y0WKN4uccdljTISDDxVjEk-jms6N_nOOEPXacmRRtpYR-pTOqxebK9XVN5GQx07Yea9-SWNJTa3wTRHlPtjc/s1600-h/house-of-steel-003.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDlrpHcxndVTiVUqfJjbe_jlk83B1sKVrYbc0ZX8mrw5_DU1ZzcOc2Oe3Y0WKN4uccdljTISDDxVjEk-jms6N_nOOEPXacmRRtpYR-pTOqxebK9XVN5GQx07Yea9-SWNJTa3wTRHlPtjc/s320/house-of-steel-003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219984135574637106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhi7lKKxKfuy8tvHmTUAtF6Gtq8wfUvMaozkntOuVnj0P3A8eHvGzZAErwaIlWIR9bdPC1sftOZCXwxoHBvWpviRvXAS7vD6_k3goqOD7gDbsMH0MDmxKjkmwXHlWwPoHXkDFcywzBWOQw/s1600-h/house-of-steel-004.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhi7lKKxKfuy8tvHmTUAtF6Gtq8wfUvMaozkntOuVnj0P3A8eHvGzZAErwaIlWIR9bdPC1sftOZCXwxoHBvWpviRvXAS7vD6_k3goqOD7gDbsMH0MDmxKjkmwXHlWwPoHXkDFcywzBWOQw/s320/house-of-steel-004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219984135229671714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj75FfDgJ0xZJD7YRhjGUFb5JGJd8xfdtl_cUKPTv-CWU3HBVRdm39iUgUvjwf_xkzwwb2WLm9GvCYuxTEpRiOig_JjLjcVVjxr6VQ3W_DlOfXJ34cthYRQk44dY0RNYDvnsBN62SElmAU/s1600-h/house-of-steel-005.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj75FfDgJ0xZJD7YRhjGUFb5JGJd8xfdtl_cUKPTv-CWU3HBVRdm39iUgUvjwf_xkzwwb2WLm9GvCYuxTEpRiOig_JjLjcVVjxr6VQ3W_DlOfXJ34cthYRQk44dY0RNYDvnsBN62SElmAU/s320/house-of-steel-005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219984143626801042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8Ndm1bs6lAc286ZkbMaIvoX5WeUoEDwD04x-sj_G3OeuCxNhQjZ2oW8aI3lAJaSLmwcHaddal0KsE7IpLiHoazp0-xp6dl15rgBGfrJtxg-bS6uIhxzngUkXKs3G4S-JD-pfCLiahWYE/s72-c/house-of-steel-011.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>BEAUTIFUL ARCHITECTURE OF THE WORLD</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/04/beautiful-architecture-of-world.html</link><category>arsitek indonesia</category><category>eko arsitektur</category><category>gambar denah ruang</category><category>konsultasi rumah</category><category>renovasi kamar</category><category>rumah gadang</category><category>yogyakarta</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Thu, 29 Apr 2010 05:49:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-9034541204591813691</guid><description>&lt;h2 class="date-header"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;          &lt;div class="date-posts"&gt;        &lt;div class="post-outer"&gt; &lt;div class="post hentry"&gt; &lt;a name="8095872106063526853"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt;BEAUTIFUL  ARCHITECTURE OF THE WORLD&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOLxd5X-kHHKQi9OZgtoIFZYWlzQaCb4uaDYz7SEcRo6ZokiuaZPWhOWz2-9xAo7y4nX2g-_WMWzeR0LdN3cbWyzmg4j0HkX-QDE4LwOBSd4CxOcioGLp7iSYFqm1NuseN9DAdAQT2aMA/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOLxd5X-kHHKQi9OZgtoIFZYWlzQaCb4uaDYz7SEcRo6ZokiuaZPWhOWz2-9xAo7y4nX2g-_WMWzeR0LdN3cbWyzmg4j0HkX-QDE4LwOBSd4CxOcioGLp7iSYFqm1NuseN9DAdAQT2aMA/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264466815776300306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Znamensky  Cathedral Moscow Russia&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhf6Qp885j3eDsRc7G9-1hDlDDYn87h5p9kV9WXHiWOke0dXBRzzbjoKEAZ99eUb7GpTwRtTbZyZ1aUohNtS-WsACGLGMplexvGYetexAFfGaHkuCPdgcbMGMKTPuYP4q4NFornHtqEUpE/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhf6Qp885j3eDsRc7G9-1hDlDDYn87h5p9kV9WXHiWOke0dXBRzzbjoKEAZ99eUb7GpTwRtTbZyZ1aUohNtS-WsACGLGMplexvGYetexAFfGaHkuCPdgcbMGMKTPuYP4q4NFornHtqEUpE/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264466813764845874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yeni  Mosque Istanbul Turkey&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiySThpedS-n51fmX2uXgNGB4zb6tZByCW6AvUKClLCunGdJU7ySZ7CzWQxeV9s2tQ99CLck-2kKrs2s29nQcuYkf7PtBhMwJNUT0faMZICUXt13Wb45hbMR1v2QxhFeFWWTTYb8gUVJCM/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiySThpedS-n51fmX2uXgNGB4zb6tZByCW6AvUKClLCunGdJU7ySZ7CzWQxeV9s2tQ99CLck-2kKrs2s29nQcuYkf7PtBhMwJNUT0faMZICUXt13Wb45hbMR1v2QxhFeFWWTTYb8gUVJCM/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264466807627007730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Town  Hall Wroclaw Poland&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoNIa1nAP7wgGemB9_ZpWFDOsTfSbNGJpQYHkWI9kF2OuS77aD6mNmZ8vmrbMi6acVBUeRGUBl4DLWyZC2xECzFxSE4w2jIqjXCOpETbOldIrZHjWkhrIVGiJg3Xi3ddCEqMp_h90Z5g0/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoNIa1nAP7wgGemB9_ZpWFDOsTfSbNGJpQYHkWI9kF2OuS77aD6mNmZ8vmrbMi6acVBUeRGUBl4DLWyZC2xECzFxSE4w2jIqjXCOpETbOldIrZHjWkhrIVGiJg3Xi3ddCEqMp_h90Z5g0/s320/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264466801423874482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sultan  Salahuddin Abdul Aziz Shah Mosque.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDo_9VoCmadADb1STAU30Dkvvs2SFS78RL7WrJ72SAy43s4vJXImELtjC8FY_oeKXLjxWgKuFjuxxBA_9tOKRXgsPjWEUygkooHfBtHE7ZPdRFK1rKPcanEUY9juePY4J7f3eFvbxv9vU/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDo_9VoCmadADb1STAU30Dkvvs2SFS78RL7WrJ72SAy43s4vJXImELtjC8FY_oeKXLjxWgKuFjuxxBA_9tOKRXgsPjWEUygkooHfBtHE7ZPdRFK1rKPcanEUY9juePY4J7f3eFvbxv9vU/s320/5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264466790378397682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sidi  Sahbi Mosque Kairouan Tunisia&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgejcsHAEEKngbNOTjGILudjIiOP_be6ladkqaPgqy8d0R7jzPTtq7Wk66quNQxtDshaOAZUK6fiX9hM-zDzoOZMd51xB4bAD1Txt3t230NuSPNmmxv3NBu8KgU77hh-5V3zgyK3YparVw/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgejcsHAEEKngbNOTjGILudjIiOP_be6ladkqaPgqy8d0R7jzPTtq7Wk66quNQxtDshaOAZUK6fiX9hM-zDzoOZMd51xB4bAD1Txt3t230NuSPNmmxv3NBu8KgU77hh-5V3zgyK3YparVw/s320/6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264466486056837794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sacre  Coeur Paris France&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnUYXGWTjjVyisVvT_orM1aP6oBVByGF24ga2oTZqyA_2rX56fg7C1svg6HFUlcD9FyqytMwZtWR2IhGG3ybDVNuT9zjD5Mv3k4IW1wDUwkkfJuQ7Oe_k0Pg99M43o2WzxLQWB7EdP1Dk/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnUYXGWTjjVyisVvT_orM1aP6oBVByGF24ga2oTZqyA_2rX56fg7C1svg6HFUlcD9FyqytMwZtWR2IhGG3ybDVNuT9zjD5Mv3k4IW1wDUwkkfJuQ7Oe_k0Pg99M43o2WzxLQWB7EdP1Dk/s320/7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264466480595168130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Shoppingat  Harrods London England&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-eCh_U-rvZA63u32WcIs82Ko-J_OWLeG5o61j6kgeLzfjILui7aGAllXMZmQhKaJCrTYEgHBwKDT9r1YbBPmz22otuCOVDeaXk6uhMZ3CIdifj2khB9G6kMBxDtPxdHmruxrqv4KDOm0/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-eCh_U-rvZA63u32WcIs82Ko-J_OWLeG5o61j6kgeLzfjILui7aGAllXMZmQhKaJCrTYEgHBwKDT9r1YbBPmz22otuCOVDeaXk6uhMZ3CIdifj2khB9G6kMBxDtPxdHmruxrqv4KDOm0/s320/8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264466478839030386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Putra  Mosque Kuala Lumpur Malaysia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmWfOxOTOqlCYjsNr6DjOSa-cAFcI2Sy54KlKLqFuuMz2BhPl2ExYGvn3jixUZ0QxOU7FgU1j3LqtWXyL1za7kLdDEgEfB9pvKJODQ2pW19UnSEC0MNB_sifhUbsEktzXukH-GZQCmlTQ/s1600-h/9.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmWfOxOTOqlCYjsNr6DjOSa-cAFcI2Sy54KlKLqFuuMz2BhPl2ExYGvn3jixUZ0QxOU7FgU1j3LqtWXyL1za7kLdDEgEfB9pvKJODQ2pW19UnSEC0MNB_sifhUbsEktzXukH-GZQCmlTQ/s320/9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264466470549537298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Plougrescant  Brittany France&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8KPfcFDm-ZB9bDlqH2_xN_znnJ3A19FQAVeoyNU-TqGOyzgvgiew9c5PcGTz6Tvrtgtx-LJyAGEFlUG1RDXE6ChJRsNwxWPQja9Wv7VhX2kMazr8XdxmAfdPOcahGWsfJqsYfKFfMUew/s1600-h/10.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8KPfcFDm-ZB9bDlqH2_xN_znnJ3A19FQAVeoyNU-TqGOyzgvgiew9c5PcGTz6Tvrtgtx-LJyAGEFlUG1RDXE6ChJRsNwxWPQja9Wv7VhX2kMazr8XdxmAfdPOcahGWsfJqsYfKFfMUew/s320/10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264466460997205266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Plaza  De Espana Seville Spain&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhASRnslLMhWd0Jr3yOxuoZTbmDMK9UMwgk16_x8uiFmmuC4_L7T1FBdDGTJ7ODvJOZfeUtJ7wIQ3tXRDsekNxQWTbCCV2R2dlwufOvvSQmozRzhLW_ODC3VfScBsmOzr5jOfKRSPB3PqI/s1600-h/11.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhASRnslLMhWd0Jr3yOxuoZTbmDMK9UMwgk16_x8uiFmmuC4_L7T1FBdDGTJ7ODvJOZfeUtJ7wIQ3tXRDsekNxQWTbCCV2R2dlwufOvvSQmozRzhLW_ODC3VfScBsmOzr5jOfKRSPB3PqI/s320/11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264466152942750178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Penon  DeIfach Calpe Spain&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtLHhnIlBGOhQ76zKYE6JTI5rWt2rpT7ubNswnA-910VOrjNX5t1cCGfpojvaT2VIeQBXO1m4FvgghSTHoNVUDLy-wvsANnWyrV33XKcHTUeaOogw2iQKYhc43zOUfHwygVkPDSEsMxZw/s1600-h/12.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtLHhnIlBGOhQ76zKYE6JTI5rWt2rpT7ubNswnA-910VOrjNX5t1cCGfpojvaT2VIeQBXO1m4FvgghSTHoNVUDLy-wvsANnWyrV33XKcHTUeaOogw2iQKYhc43zOUfHwygVkPDSEsMxZw/s320/12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264466142214063874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Old  Walled City Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjes9esQjrSie8Ak1f9aJS4orB1zYYcpOQDlE1nCbFiF3ynp_JTguz6Ha2z0i7QuAJp3ls6VWUgt2G8NQefWPrdGkmr1yhcd1jaToE6Ew1Z6qVTrPpDc534XUKeVpmCm1Lok4FV696DFSU/s1600-h/13.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjes9esQjrSie8Ak1f9aJS4orB1zYYcpOQDlE1nCbFiF3ynp_JTguz6Ha2z0i7QuAJp3ls6VWUgt2G8NQefWPrdGkmr1yhcd1jaToE6Ew1Z6qVTrPpDc534XUKeVpmCm1Lok4FV696DFSU/s320/13.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264466139727146242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Old  Town Mazatlan Mexico.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1Ir7gwRAemIlpN-kHuRKwu0OmEUEB4sfHGqBcCpsMggD8FiCnnRhjKmxMoszhNGU8zpfqSBNXUdZ2bNG0kictVZ0dmTKRaHUdfudbx8y8MV4zjM_DVXVdYcXde8GuRnBjRdOmZR76uYQ/s1600-h/14.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1Ir7gwRAemIlpN-kHuRKwu0OmEUEB4sfHGqBcCpsMggD8FiCnnRhjKmxMoszhNGU8zpfqSBNXUdZ2bNG0kictVZ0dmTKRaHUdfudbx8y8MV4zjM_DVXVdYcXde8GuRnBjRdOmZR76uYQ/s320/14.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264466125850896578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mission  Santa Barbara , Santa Barbara C ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgr-1m9ksOnOFqEigxEt3CMJSquGwoyV-TSHSovl0sNob_-LC1wgpQmEaTmvoEjhU0s0aoULOq0YfQljyrADO2JVKb_4kozq5lovmuFXoF5IacBgMKcDpuNwDbF5iVM2vdI04956mHhyphenhyphenqY/s1600-h/15.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgr-1m9ksOnOFqEigxEt3CMJSquGwoyV-TSHSovl0sNob_-LC1wgpQmEaTmvoEjhU0s0aoULOq0YfQljyrADO2JVKb_4kozq5lovmuFXoF5IacBgMKcDpuNwDbF5iVM2vdI04956mHhyphenhyphenqY/s320/15.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264466120418246578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Notre  Dame Basilica Montreal Canada.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhefLLo2CeZjkm2d03sybW60MUzeE7lHlhKnFezBnCEMYn87eHiLw-tGE4gGK3lYeHNjORjpIuUua_2uswLvFXTghPo40HXbCQMCCzFlJI2-tfYuXHzDSOAO9fCW7bk3l-0w-hhUn0E9gc/s1600-h/16.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhefLLo2CeZjkm2d03sybW60MUzeE7lHlhKnFezBnCEMYn87eHiLw-tGE4gGK3lYeHNjORjpIuUua_2uswLvFXTghPo40HXbCQMCCzFlJI2-tfYuXHzDSOAO9fCW7bk3l-0w-hhUn0E9gc/s320/16.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264464317168422546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mission  San Jose , San Antonio Texas&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcvcetkehl5gLxiT3CspCf261IzidU6dXEU-zqBStiAJPcwObbPdI7c8NtLTLClXLrFig4qZx-GSM89YFqrqmVD3pYyGi9v7q7FQSS6xj8wqSLX-jcC2mQN_uXcC3HfNc3g5DI6p-tPL8/s1600-h/17.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcvcetkehl5gLxiT3CspCf261IzidU6dXEU-zqBStiAJPcwObbPdI7c8NtLTLClXLrFig4qZx-GSM89YFqrqmVD3pYyGi9v7q7FQSS6xj8wqSLX-jcC2mQN_uXcC3HfNc3g5DI6p-tPL8/s320/17.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264464304570018226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Miracles  Logan Temple, Utah.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHvlEi4S7bxQZmHHuwVA2FJ9wzu4E4PwMpgvjyA2jtrIdHKhRfyzO5p1feEyRmVY9ifF20aRA9tE5GlyZgpP8eMzDxb2H10I8OxzDJtFDV2s-h9vE2LA-VJJOO3BpT86uWdYV84s63PBk/s1600-h/18.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHvlEi4S7bxQZmHHuwVA2FJ9wzu4E4PwMpgvjyA2jtrIdHKhRfyzO5p1feEyRmVY9ifF20aRA9tE5GlyZgpP8eMzDxb2H10I8OxzDJtFDV2s-h9vE2LA-VJJOO3BpT86uWdYV84s63PBk/s320/18.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264464297142091122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;La  Parroquia Church San Miguel de Allende&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8ijLOgsq_qxEWA2FqfggswSyHLsH3RyC87CWr0fIxwcGA_rbtS5f0uRfe07yDBGw0evQCHXdeZDTJN0iojIz4Po3pJVOtR-jQf-BOFODFhi1aKdd9T3noNsV9_CATechgK_nn8YgKuyY/s1600-h/19.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8ijLOgsq_qxEWA2FqfggswSyHLsH3RyC87CWr0fIxwcGA_rbtS5f0uRfe07yDBGw0evQCHXdeZDTJN0iojIz4Po3pJVOtR-jQf-BOFODFhi1aKdd9T3noNsV9_CATechgK_nn8YgKuyY/s320/19.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264464286798511202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ksar  Ouled Soultane Tataouine, Tunisia&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-LbgKpFQnyNdtZWpwG3fP_Z9IidMI3uQM5etJqcVWM3TF4pNgBZAxOpTtmqkII2o8quq2qiDd9sjjEcSdYyubHo6i_lSUY85kA_yp7jhli5SrxodccScHywGCsO9cV2-90H5iriF0XB4/s1600-h/20.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-LbgKpFQnyNdtZWpwG3fP_Z9IidMI3uQM5etJqcVWM3TF4pNgBZAxOpTtmqkII2o8quq2qiDd9sjjEcSdYyubHo6i_lSUY85kA_yp7jhli5SrxodccScHywGCsO9cV2-90H5iriF0XB4/s320/20.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264464280190294898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hallowed  Halls The Capitol Building&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAG0kRWoBph5qZ0fmVnwMxt8o4xPSQM9qO4YVMvziqdyKDUI72gyYSTz0N4RSxEVJ3-0lGve-Daw5AkjZO0QG1AgBkTrOFY5nT073doVSsH8GJghoXuY8rxbbAE_LdaV_G3t_mKgt9ioU/s1600-h/21.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAG0kRWoBph5qZ0fmVnwMxt8o4xPSQM9qO4YVMvziqdyKDUI72gyYSTz0N4RSxEVJ3-0lGve-Daw5AkjZO0QG1AgBkTrOFY5nT073doVSsH8GJghoXuY8rxbbAE_LdaV_G3t_mKgt9ioU/s320/21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264463812053941490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Countryside  Pagoda Bagan Myanmar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJowXGD6jWyPdNkX7E6KvJqf6gjrBq0icaYo5R4F1jlopf9dgfCjD5B2L5XQXacRT1py7ubtfdPMcR4hNDoO3eV2XEWFu8qM_fpU95_nLH4HFxgMSONqJMgeavfhzjAEUyerAg-hNasbs/s1600-h/22.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJowXGD6jWyPdNkX7E6KvJqf6gjrBq0icaYo5R4F1jlopf9dgfCjD5B2L5XQXacRT1py7ubtfdPMcR4hNDoO3eV2XEWFu8qM_fpU95_nLH4HFxgMSONqJMgeavfhzjAEUyerAg-hNasbs/s320/22.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264463796853655202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Taj  Mahal, Agra, India&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip01Fygf9QMvOArxSBNIGO2CuXs5OEDULXep7t9AdqSTLp4DljVx0Xt-crzgkG6Wd4O0fklsjM3rN2w6EsKsGGyke9J_7gjR5E9HPvn1QAjzL_c5DVfJtkR_xPDHoeKlCGxlWfX4fXqkU/s1600-h/23.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip01Fygf9QMvOArxSBNIGO2CuXs5OEDULXep7t9AdqSTLp4DljVx0Xt-crzgkG6Wd4O0fklsjM3rN2w6EsKsGGyke9J_7gjR5E9HPvn1QAjzL_c5DVfJtkR_xPDHoeKlCGxlWfX4fXqkU/s320/23.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264463783831682850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Chiang  Kai-Shek Memorial Hall,Taipei,Tai&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg17hHbJUbvvHRNKWsVfbdbZz8uBdVCHwbBE5DAdPjVr6cX0JtgI-2UM9XkrZWDkZ7qa4LNBwbqsFgm_lJpj1kULhXjsV_FAXNgIfu4kRRj_bASE9c7uYcoai41ZPFyMQWb9gGoBY_vsLU/s1600-h/24.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg17hHbJUbvvHRNKWsVfbdbZz8uBdVCHwbBE5DAdPjVr6cX0JtgI-2UM9XkrZWDkZ7qa4LNBwbqsFgm_lJpj1kULhXjsV_FAXNgIfu4kRRj_bASE9c7uYcoai41ZPFyMQWb9gGoBY_vsLU/s320/24.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264463777138469058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;JAPAN/Toji  Temple, Kyoto Japan &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOLxd5X-kHHKQi9OZgtoIFZYWlzQaCb4uaDYz7SEcRo6ZokiuaZPWhOWz2-9xAo7y4nX2g-_WMWzeR0LdN3cbWyzmg4j0HkX-QDE4LwOBSd4CxOcioGLp7iSYFqm1NuseN9DAdAQT2aMA/s72-c/1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Museum Tsunami Selesai Dibangun</title><link>http://gambrumah.blogspot.com/2010/04/museum-tsunami-selesai-dibangun.html</link><category>alamat rumah sakit</category><category>arsitek muda indonesia</category><category>arsitek sukses</category><category>arsitek unpar</category><category>arsitektur keuangan</category><category>denah dishwashing section</category><category>karya arsitek dunia</category><category>manajemen rumah sakit</category><category>software denah</category><author>noreply@blogger.com (JHEBLOG-ARSITEKTUR)</author><pubDate>Thu, 29 Apr 2010 05:47:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7979086894398722099.post-9055664248477565777</guid><description>&lt;h3 class="post-title"&gt;&lt;a href="http://gambrumah.blogspot.com/"&gt; Museum  Tsunami Selesi Dibangun &lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Museum tsunami hasil kompetisi desain yang dimenagkan oleh Ridwan  Kamil dan timnya di tahun 2007 ini telah selesai dibangun. Monggo  disimak....  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();}  catch(e) {}" href="http://static.worldarchitecturenews.com/news_images/11248_3_tsunami3big.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 460px; height: 346px;" src="http://static.worldarchitecturenews.com/news_images/11248_3_tsunami3big.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://static.worldarchitecturenews.com/news_images/11248_2_tsunami2big.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 461px; height: 611px;" src="http://static.worldarchitecturenews.com/news_images/11248_2_tsunami2big.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://static.worldarchitecturenews.com/news_images/11248_5_image5JPG.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 459px; height: 343px;" src="http://static.worldarchitecturenews.com/news_images/11248_5_image5JPG.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kereen... Semoga makin banyak bangunan sekeren  ini di Indonesia... Sip!&lt;br /&gt;konsep dan gambar pra desain bisa dilihat &lt;a href="http://arsitekturina.blogspot.com/2007/08/museum-tsunami-nad-akan-segera-dibangun.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto  didapat dari &lt;a href="http://www.worldarchitecturenews.com/index.php?fuseaction=wanappln.projectview&amp;amp;upload_id=11248"&gt;World  Architecture News&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>