<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>Gusti 'ajo' Ramli</title>
	<atom:link href="https://garammanis.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://garammanis.wordpress.com</link>
	<description>Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 May 2020 17:38:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">14379865</site><cloud domain="garammanis.wordpress.com" path="/?rsscloud=notify" port="80" protocol="http-post" registerProcedure=""/>
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/16b2231097b0427e5738b0e1f328f5454ec48c01b195120f253ef9391e10383f?s=96&amp;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Gusti 'ajo' Ramli</title>
		<link>https://garammanis.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link href="https://garammanis.wordpress.com/osd.xml" rel="search" title="Gusti 'ajo' Ramli" type="application/opensearchdescription+xml"/>
	<atom:link href="https://garammanis.wordpress.com/?pushpress=hub" rel="hub"/>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.</itunes:subtitle><item>
		<title>Pilihan Itu…</title>
		<link>https://garammanis.wordpress.com/2020/05/07/pilihan-itu/</link>
					<comments>https://garammanis.wordpress.com/2020/05/07/pilihan-itu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusti 'ajo' Ramli]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2020 17:38:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://garammanis.wordpress.com/?p=4900</guid>

					<description><![CDATA[Tidak ada kata maaf yang cukup utk menggantikan waktu yang hilang bersama Rindu. Memutar kembali jarum jam bukanlah sebuah pilihan tepat. Meratapi hari-hari yang telah berlalu hanya meninggalkan penyesalan. Dua tahun sudah terlewati, terlalu banyak perubahan dan perkembangan yang terlewatkan. Masih tersimpan dalam ingatan ini, sebelum azan berkumandang, sebuah tatapan terpancar dari dua bola mata &#8230; <a href="https://garammanis.wordpress.com/2020/05/07/pilihan-itu/" class="more-link">Lanjutkan membaca <span class="screen-reader-text">Pilihan Itu&#8230;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak ada kata maaf yang cukup utk menggantikan waktu yang hilang bersama Rindu. Memutar kembali jarum jam bukanlah sebuah pilihan tepat. Meratapi hari-hari yang telah berlalu hanya meninggalkan penyesalan.</p>
<p>Dua tahun sudah terlewati, terlalu banyak perubahan dan perkembangan yang terlewatkan. Masih tersimpan dalam ingatan ini, sebelum azan berkumandang, sebuah tatapan terpancar dari dua bola mata indah. Mata itu kini menunggu kahadiran kasih sayang yang seharusnya hadir setiap saat.</p>
<p>********</p>
<p>Tidak ada yang salah dalam mengambil sebuah pilihan. Sebab, apapun pilihannya tentu sudah melekat setiap konsekuensi dari setiap pilihan itu. A dan B adalah dua pilihan yang berbeda, tetapi masing-masing pilihan mempunyai konsekuensi.</p>
<p>Jika disuruh kembali untuk memilih atas keputusan yang sudah diambil, maka saya akan memilih pilihan yang sama. Artinya tidak perlu menyesali apa yang telah kita putuskan.</p>
<p>Memilih waktu bersama Rindu adalah sebuah pilihan yang sangat tepat. Walaupun banyak rintangan dan tantangan yang mesti dilalui. Air mata yang terjatuh tidak akan pernah terbuang sia-sia. </p>
<p>Jika hari ini kita tidak menikmati rasa manis, maka percayalah suatu hari nanti kita akan merasakan indahnya cerita masa-masa pahit yang pernah kita hadapi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://garammanis.wordpress.com/2020/05/07/pilihan-itu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4900</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/f654dcf644c8317f33284cb693c54324a0eef8883bd0d9b16cceabb984e68874?s=96&amp;d=&amp;r=G">
			<media:title type="html">garammanis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Cemas</title>
		<link>https://garammanis.wordpress.com/2018/11/04/jangan-cemas/</link>
					<comments>https://garammanis.wordpress.com/2018/11/04/jangan-cemas/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusti 'ajo' Ramli]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2018 03:02:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://garammanis.wordpress.com/?p=4898</guid>

					<description><![CDATA[Pernahkah kamu memikirkan sesuatu di masa depan yang belum tentu kamu dapatkan. Tapi seolah-olah kamu sudah dapatkan di hari ini. Apa yang kamu rasakan? Apakah semakin termotivasi atau malah terjebak khayalan semu. Jika seandainya esok tak akan pernah datang, masihkah kamu memikirkannya. Salah satu perampok kebahagian dari diri seseorang adalah kecemasan pada masa depan. Semestinya &#8230; <a href="https://garammanis.wordpress.com/2018/11/04/jangan-cemas/" class="more-link">Lanjutkan membaca <span class="screen-reader-text">Jangan Cemas</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah kamu memikirkan sesuatu di masa depan yang belum tentu kamu dapatkan. Tapi seolah-olah kamu sudah dapatkan di hari ini. Apa yang kamu rasakan? Apakah semakin termotivasi atau malah terjebak khayalan semu. Jika seandainya esok tak akan pernah datang, masihkah kamu memikirkannya.</p>
<p>Salah satu perampok kebahagian dari diri seseorang adalah kecemasan pada masa depan. Semestinya rasa cemas hanyalah stimulus untuk terus berusaha melangkah. Tapi terkadang rasa itu membuat sebagian orang melangkah mundur.</p>
<p>Entah kenapa diri ini merasa bagian dari kelompok yang kedua. Menganggap rasa cemas adalah alasan untuk berhenti bermimpi. Sejatinya kami tidak tahu apa yang terjadi dimasa depan, namun kenapa kami soalah-olah hidup di masa depan. Paradoks yang selalu menghampiri disetiap problematika datang.</p>
<p>Mungkin inilah seni kehidupan, dimana misteri menjadi bagian yang melekat pada setiap orang. Bila tabir misteri ini tersingkap, bisa jadi kami tak pernah sanggup menyaksikannya. Jadi untuk apa bersedih.</p>
<p>Ambilah sebuah keputusan tanpa keraguan. Biarlah yang sirna itu lepas dari genggaman. Apabila kesirnaan itu merupakan bagian dari rezeki dan takdir kita, suatu saat hal itu akan kembali pada kita dalam rupa berbeda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://garammanis.wordpress.com/2018/11/04/jangan-cemas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>8</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4898</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/f654dcf644c8317f33284cb693c54324a0eef8883bd0d9b16cceabb984e68874?s=96&amp;d=&amp;r=G">
			<media:title type="html">garammanis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengusir Kucing</title>
		<link>https://garammanis.wordpress.com/2018/10/26/mengusir-kucing/</link>
					<comments>https://garammanis.wordpress.com/2018/10/26/mengusir-kucing/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusti 'ajo' Ramli]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2018 23:44:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://garammanis.wordpress.com/2018/10/26/mengusir-kucing/</guid>

					<description><![CDATA[Interaksi kucing dengan manusia sudah terjadi sejak 6000 SM (Sebelum Masehi). Bayangkan saja sekarang 2018 Masehi, artinya itu sudah terjadi 8018 tahun yang lalu. Hingga sekarang penggemar kucing tidak pernah musnah ditelan zaman. Tingkahnya yang lucu, membuat sebagian orang suka memelihara kucing. Biasanya jenis ini disebut dengan kucing rumahan. Sedangkan diluar itu digolongkan menjadi kucing &#8230; <a href="https://garammanis.wordpress.com/2018/10/26/mengusir-kucing/" class="more-link">Lanjutkan membaca <span class="screen-reader-text">Mengusir Kucing</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img data-attachment-id="4896" data-permalink="https://garammanis.wordpress.com/250px-cat_poster_2-1655774501/" data-orig-file="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2018/10/250px-cat_poster_2-1655774501.jpg" data-orig-size="250,202" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="250px-cat_poster_2-1655774501.jpg" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2018/10/250px-cat_poster_2-1655774501.jpg?w=250" data-large-file="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2018/10/250px-cat_poster_2-1655774501.jpg?w=250" src="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2018/10/250px-cat_poster_2-1655774501.jpg?w=685" class="alignleft wp-image-4896 size-full"   alt="Sumber gambar : wikipedia" srcset="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2018/10/250px-cat_poster_2-1655774501.jpg 250w, https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2018/10/250px-cat_poster_2-1655774501.jpg?w=150&amp;h=121 150w" sizes="(max-width: 250px) 100vw, 250px"/></p>
<p>Interaksi kucing dengan manusia sudah terjadi sejak 6000 SM (Sebelum Masehi). Bayangkan saja sekarang 2018 Masehi, artinya itu sudah terjadi 8018 tahun yang lalu. Hingga sekarang penggemar kucing tidak pernah musnah ditelan zaman.</p>
<p>Tingkahnya yang lucu, membuat sebagian orang suka memelihara kucing. Biasanya jenis ini disebut dengan kucing rumahan. Sedangkan diluar itu digolongkan menjadi kucing liar.</p>
<p>Kalau kucing rumahan itu identik dengan bersih, menggemaskan dan lucu. Sebab si kucing sering didandani oleh pemiliknya. Beda dengan kucing liar, yang tampak berantakan dan tak terawat. Nah, jenis ini sering kita jumpai di tempat-tempat makan jalanan.</p>
<p>Suatu hari saya pernah melihat video di sebuah rumah makan. Disalah satu meja ada sepasang kekasih yang didekati kucing. Si pria memberikan makanannya kepada kucing. Selesai menyantap makanan yang diberikan, kucing tadi me<i>ngeong </i>lagi sebagai tanda ia minta makanan kembali. Lalu si pria memberikan lagi. Hal itu terjadi berulang-ulang. Disaat bersamaan seorang pria yang duduk disebelah meja pasangan tersebut memberikan makanan yang sama kepada si kucing. Namun kucing tidak menggubris makanan tersebut, ia hanya mau memakan pemberian dari pasangan tadi.</p>
<p>Video ini mengusik sisi kelam diri ini karena rasanya seperti ditampar oleh apa yang saya tonton. Penyebabnya saya pernah mengusir seekor kucing saat makan di sebuah tempat. Tapi kejadian itu yang sudah lama berlalu. Padahal memberikan sedikit makanan di piring yang sedang disantap tidak akan pernah membuat kita kelaparan.</p>
<p>Sampai pada satu titik, saya menyadari bahwa sikap seperti itu tidaklah elok. Setelah itu saya terus berusaha memberikan apa yang sedang dimakan kepada kucing yang mendekat. Bahkan saat di kosan lama, sisa makanan selalu saya letakan di sisi luar pintu belakang. Beberapa jam kemudian makanan tersebut habis karena disantap oleh kucing liar yang berada disekitar kosan. Mereka berbagi rezeki dengan ayam dan burung.</p>
<p>Selain itu, ada lagi soal kucing liar atau kucing rumahan yang suka nyebrang jalan sembarangan. Waktu saya kecil dulu, berkembang semacam persepsi di masyarakat bahwa apabila kita menabrak kucing di jalan maka wajib bagi kita untuk berhenti dan memastikan si kucing baik-baik saja. Jika kucingnya tewas maka kita harus menggunakan baju yang sedang dipakai sebagai kain kafan. Apabila baju yang kita pakai terlalu bagus dan sayang untuk dikorbankan maka bisa menggunakan baju dalaman.</p>
<p>Nah, seandainya kucing yang kita tabrak tidak dikuburkan, katanya kendaraan si penabrak akan mengalami kecelakaan di suatu hari. Begitulah mitos yang saya dengar waktu masa kecil. Bisa jadi mitos ini berangkat dari hubungan antara kucing dan manusia yang begitu erat sejak dahulu kala. Berbeda hal jika yang ditabrak adalah binatang anjing maka si pengendara tidak perlu berhenti. Kenapa dua hal tadi bisa berbeda padahal keduanya merupakan hewan peliharaan?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://garammanis.wordpress.com/2018/10/26/mengusir-kucing/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>6</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4897</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/f654dcf644c8317f33284cb693c54324a0eef8883bd0d9b16cceabb984e68874?s=96&amp;d=&amp;r=G">
			<media:title type="html">garammanis</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2018/10/250px-cat_poster_2-1655774501.jpg">
			<media:title type="html">Sumber gambar : wikipedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Winter is Coming</title>
		<link>https://garammanis.wordpress.com/2018/10/21/winter-is-coming/</link>
					<comments>https://garammanis.wordpress.com/2018/10/21/winter-is-coming/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusti 'ajo' Ramli]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Oct 2018 16:38:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://garammanis.wordpress.com/?p=4884</guid>

					<description><![CDATA[Ada dua tema yang selalu saya hindari dalam menulis, yaitu tentang politik dan soal pekerjaan. Padahal latar belakang jurusan waktu kuliah adalah ilmu politik. Disamping itu, aktifitas sehari-hari banyak bergulat dengan disiplin ilmu ekonomi Islam, yakni perbankan syariah. Tentu bekerja dibidang ini banyak hal-hal dan pengalaman yang dapat menjadi sumber untuk dituliskan. Entah kenapa saya &#8230; <a href="https://garammanis.wordpress.com/2018/10/21/winter-is-coming/" class="more-link">Lanjutkan membaca <span class="screen-reader-text">Winter is Coming</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img data-attachment-id="4890" data-permalink="https://garammanis.wordpress.com/2018/10/21/winter-is-coming/fb_img_1540139234177/" data-orig-file="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2018/10/fb_img_1540139234177.jpg" data-orig-size="720,666" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="FB_IMG_1540139234177.jpg" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2018/10/fb_img_1540139234177.jpg?w=222" data-large-file="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2018/10/fb_img_1540139234177.jpg?w=685" class="wp-image-4890 size-full aligncenter" src="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2018/10/fb_img_1540139234177.jpg?w=685"   srcset="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2018/10/fb_img_1540139234177.jpg 720w, https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2018/10/fb_img_1540139234177.jpg?w=150&amp;h=139 150w, https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2018/10/fb_img_1540139234177.jpg?w=222&amp;h=205 222w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px"/></p>
<p>Ada dua tema yang selalu saya hindari dalam menulis, yaitu tentang politik dan soal pekerjaan. Padahal latar belakang jurusan waktu kuliah adalah ilmu politik. Disamping itu, aktifitas sehari-hari banyak bergulat dengan disiplin ilmu ekonomi Islam, yakni perbankan syariah. Tentu bekerja dibidang ini banyak hal-hal dan pengalaman yang dapat menjadi sumber untuk dituliskan. Entah kenapa saya kurang begitu tertarik menuliskan kedua hal diatas.</p>
<p>Bisa jadi suatu hari nanti, setelah keluar dari pekerjaan ini saya dapat tergerak untuk menuliskan hal-hal yang berkaitan dengan bidang tersebut. Tapi tidak bisa menjadi jaminan juga karena selepas lulus dari jurusan ilmu politik, malah saya <i>ogah-ogahan</i> nulis tentang politik.</p>
<p>Nah, belakangan mulai tergoda untuk menulis sesuatu yang sedikit berbau politik karena respon sebagian para elite politik Indonesia terkait dangan pidato <i>winter is coming</i> dari presiden Joko Widodo dalam forum pertemuan IMF di Bali. Kata <i>winter is coming </i>dikutip oleh Jokowi dari film berseri Game of Thrones (GoT) yang ditayangkan oleh saluran televisi HBO.</p>
<p>Pidato Jokowi tersebut mendapat sambutan dari luar negeri dan cibiran dari dalam negeri. Malah HBO memposting sebuah gambar Jokowi yang sedang memakai baju Jhon Snow yang merupakan bintang utama dari GoT. Sementara lawan politik Jokowi di dalam negeri malah berkomentar bahwa presiden tidak sepantasnya mengutip film yang tidak ramah pada perempuan (semi porno).</p>
<p>Berangkat dari itu saya pengen menuliskan pendapat saya soal film GoT ini dengan keramaian yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Dari sini pula saya mulai berhenti membahas kepentingan politik dari kedua kubu terkait dengan pidato presiden tersebut. Tujuannya sih untuk mengihandari perdebatan yang tidak perlu dari kedua kubu.</p>
<p>Nah, kembali kepada film GoT. Jika film ini dibilang sebagai film semi porno, saya sama sekali tidak sepakat. Sebab saya sudah nonton dari season 1 hingga season 7. Sekarang lagi nunggu season 8 yang merupakan season terakhir, katanya bakal tayang pada tahun 2019. Memang di beberapa episode ada beberapa adagan yang vulgar, tapi bukan berarti film ini adalah film porno. Jika semua season ditotalkan jam tayangnya, mungkin adegan tersebut tidak sampai 1% dari total jam tayang. Karena GoT tayang di Amerika tentu tidak ada sensor pada adagan tersebut.</p>
<p>Bila dilihat secara keseluruhan film ini berkisah tentang cinta, konflik dan kekuasaan. Menurut saya GoT ini adalah film wajib yang harus ditonton oleh para mahasiswa ilmu politik. Banyak teori politik yang tergambarkan dalam setiap adegan yang ditayangkan. Memang episode GoT begitu banyak, tentu harus ditonton dari awal hingga akhir agar dapat memahami apa konteks dari &#8220;<i>winter is coming</i>&#8221; yang dikutip oleh Jokowi.</p>
<p>Jangan seperti para elite politik yang berkomentar tanpa memahami konteks dari <i>winter is coming</i> yang terkandung dalam film GoT. Yang mana perebutan kekuasaan diantara kerajaan-kerajaan dalam GoT membuat mereka lupa bahwa musuh sesungguhnya adalah mayat hidup. Musuh tersebut sedang berada dibalik dinding pemisah antara manusia dan mayat hidup, mereka sedang bersiap menyerang umat manusia di saat musim dingin yang panjang. Dinding sebagai benteng terakhir bagi manusia tidak lagi aman jika musim dingin tiba.</p>
<p>Apabila ditarik dari kondisi saat ini terkait dengan perang dagang antara Amerika dan Tiongkok, maka film GoT adalah analogi yang tepat dengan perang dagang tersebut. Yang rugi dari perang tersebut adalah kita semua umat manusia, sebab musuh bersama para bangsa-bangsa tengah menanti yakni kemiskinan, ketidakadilan, kesetaraan gender, perubahan iklim dan lain-lain.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://garammanis.wordpress.com/2018/10/21/winter-is-coming/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>9</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4884</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/f654dcf644c8317f33284cb693c54324a0eef8883bd0d9b16cceabb984e68874?s=96&amp;d=&amp;r=G">
			<media:title type="html">garammanis</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2018/10/fb_img_1540139234177.jpg"/>
	</item>
		<item>
		<title>200 Hari Berlalu</title>
		<link>https://garammanis.wordpress.com/2018/10/21/200-hari-berlalu/</link>
					<comments>https://garammanis.wordpress.com/2018/10/21/200-hari-berlalu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusti 'ajo' Ramli]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Oct 2018 08:09:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://garammanis.wordpress.com/?p=4878</guid>

					<description><![CDATA[Semenjak terakhir kali menulis di blog ini, sudah banyak kejadian yang saya lalui. Namun tidak satupun berbuah menjadi catatan. Terakhir kali posting di blog tepat pada 4 April 2018. Hingga saat ini sudah 200 hari berlalu tanpa ada yang bisa dikenang kembali selain ingatan yang sering mudah lupa. Kerinduan itu tiba-tiba datang kembali. Sayangnya saya &#8230; <a href="https://garammanis.wordpress.com/2018/10/21/200-hari-berlalu/" class="more-link">Lanjutkan membaca <span class="screen-reader-text">200 Hari Berlalu</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Semenjak terakhir kali menulis di blog ini, sudah banyak kejadian yang saya lalui. Namun tidak satupun berbuah menjadi catatan. Terakhir kali posting di blog tepat pada 4 April 2018. Hingga saat ini sudah 200 hari berlalu tanpa ada yang bisa dikenang kembali selain ingatan yang sering mudah lupa.</p>
<p>Kerinduan itu tiba-tiba datang kembali. Sayangnya saya merasa kaku dan kikuk untuk memulai. Satu patah katapun amat susah untuk dituliskan sebagai rangkaian awal paragraf. Ibarat sebuah pisau, bisa jadi jari saya ini sudah berkarat karena lama tidak diasah. Kadang saya merasa tidak pernah menggunakan otak ini selama 200 hari.</p>
<p>Begitulah hidup. Selalu ada sebuah titik dimana kita harus bisa memulai dan sedapat mungkin menghindari titik berhenti hingga mimpi terwujud. Tidak ada kata menyerah selama nafas ini berhembus.</p>
<p>Padahal mimpi saya dalam menulis itu amat sederhana, yakni hanya aktualisasi diri. Makanya blog ini dari awal tidak ada temanya. Semua yang ada dipikiran tumpah disini. Ada sebuah kebahagian yang tidak dapat terlukiskan bila selesai menulis sesuatu.</p>
<p>Nah, kebetulan sekitar bulan agustus lalu domain garammanis.com tidak saya perpanjang lagi. Jadi dengan sendirinya blog ini kembali lagi ke versi semula. Beberapa tahun lalu, salah satu alasan membeli domain tersebut adalah sebagai motivasi bagi saya untuk produktif menulis. Belakangan sebelum masa berlakunya habis semangat menulis saya pudar ditelan waktu.</p>
<p>Jadi saya bertanya pada diri senduri, ketika tidak lagi menggunakan domain sendiri, apakah saya masih tetap semangat lagi menulis. Mari kita lihat saja nanti, biar waktu yang menjawab. Doakan, mudah-mudahan 200 hari ini adalah waktu terlama bagi saya untuk <i>vakum</i> dalam menulis.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://garammanis.wordpress.com/2018/10/21/200-hari-berlalu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>10</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4878</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/f654dcf644c8317f33284cb693c54324a0eef8883bd0d9b16cceabb984e68874?s=96&amp;d=&amp;r=G">
			<media:title type="html">garammanis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Azan</title>
		<link>https://garammanis.wordpress.com/2018/04/04/azan/</link>
					<comments>https://garammanis.wordpress.com/2018/04/04/azan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusti 'ajo' Ramli]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2018 16:45:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://garammanis.com/?p=4871</guid>

					<description><![CDATA[Tidak soal jika suara azan itu merdu atau tidak, yang penting ketika azan berkumandang adakah hati setiap orang tergerak untuk melangkah ke rumah Allah. Menunaikan ibadah yang telah disyariatkan oleh Nya. Ketika kata maaf telah terucap, maka sudahilah kemurkaan yang tertancap di ubun-ubun. Bukankah memaafkan itu merupakan bagian dari ketakwaan. Biarlah yang berucap mempertanggung jawabkan &#8230; <a href="https://garammanis.wordpress.com/2018/04/04/azan/" class="more-link">Lanjutkan membaca <span class="screen-reader-text">Azan</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak soal jika suara azan itu merdu atau tidak, yang penting ketika azan berkumandang adakah hati setiap orang tergerak untuk melangkah ke rumah Allah. Menunaikan ibadah yang telah disyariatkan oleh Nya.</p>
<p>Ketika kata maaf telah terucap, maka sudahilah kemurkaan yang tertancap di ubun-ubun. Bukankah memaafkan itu merupakan bagian dari ketakwaan.</p>
<p>Biarlah yang berucap mempertanggung jawabkan disisi Allah. Sementara sebagai manusia, kita telah dibangunkan oleh Nya sebuah pintu dalam rupa maaf, terserah mau digunakan atau tidak.</p>
<p>Jangan biarkan politik memecah belah kerukanan yang tengah kita nikmati. Tidakkah kalian lelah dengan apa yang terjadi sebelum ini. Seakan menjadi korban dari tingkah polah para elite.</p>
<p>Begitupun para elite yang enggan belajar dari keriuhan masa lalu. Bisakah mereka menjaga agar tidak lagi silap lidah di tahun politik ini. Bisakah para elite itu menahan diri supaya tidak terpancing emosi.</p>
<p>Akhir kata, karuniakanlah kepada kami rasa marah pada diri sendiri, bukan kepada orang lain. Sebab ketika mendengar suara azan berkumandang, kaki kami masih terasa berat untuk melangkah ke rumah Mu. Itulah waktu yang tepat bagi kami memarahi diri yang telah menistakan syariat Mu.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://garammanis.wordpress.com/2018/04/04/azan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4871</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/f654dcf644c8317f33284cb693c54324a0eef8883bd0d9b16cceabb984e68874?s=96&amp;d=&amp;r=G">
			<media:title type="html">garammanis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Matahari Tenggelam di Pulau Pokhan</title>
		<link>https://garammanis.wordpress.com/2018/03/17/matahari-tenggelam-di-pulau-pokhan/</link>
					<comments>https://garammanis.wordpress.com/2018/03/17/matahari-tenggelam-di-pulau-pokhan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusti 'ajo' Ramli]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Mar 2018 11:45:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://garammanis.com/?p=4864</guid>

					<description><![CDATA[Setiap sore aku selalu mendatangi pelabuhan satu-satunya di negeri ini.Di bibir dermaga aku duduk termenung sembari memperhatikan ujung selat, dimana matahari tenggelam bersama rona merah jingga. Sudah tak terhitung lagi hari-hari yang ku habiskan di tempat ini. Kapal-kapal datang dan pergi bagaikan siklus siang dan malam. Dikala malam, kapal membawa penduduk pulau ini menuju hamparan &#8230; <a href="https://garammanis.wordpress.com/2018/03/17/matahari-tenggelam-di-pulau-pokhan/" class="more-link">Lanjutkan membaca <span class="screen-reader-text">Matahari Tenggelam di Pulau&#160;Pokhan</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full" src="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/02/6d18f-original.jpg?w=685"  /></p>
<p>Setiap sore aku selalu mendatangi pelabuhan satu-satunya di negeri ini.Di bibir dermaga aku duduk termenung sembari memperhatikan ujung selat, dimana matahari tenggelam bersama rona merah jingga. Sudah tak terhitung lagi hari-hari yang ku habiskan di tempat ini.</p>
<p>Kapal-kapal datang dan pergi bagaikan siklus siang dan malam. Dikala malam, kapal membawa penduduk pulau ini menuju hamparan darat nan luas. Namun kembali lagi dikala pagi tiba. Aku berpikir apakah mereka terjebak dalam labirin terumit dari kehidupan.</p>
<p>Banyak diantara mereka telah beranak-pinak di pulau ini. Sehingga tak ada lagi dunia yang perlu mereka jelajahi. Lalu untuk apa mereka pergi saat malam tiba ke negeri seberang. Kenapa mereka tak berani tinggal dimalam hari.</p>
<p>Ditengah masyarakat tersiar sebuah cerita yang dipercaya oleh semua penghuni pulau pokhan. Konon dahulu kala tinggal sepasang suami istri yang hidup bahagia dipulau ini. Tuhan menjadikan pulau pokhan sebagai surga yang hanya dihuni sepasang kekasih tersebut. Segala kebutuhan mereka terpenuhi dan tak pernah habis. Apapun yang mereka minta selalu tersedia.</p>
<p>Mereka bebas melakukan apapun. Kecuali untuk satu hal, yakni dilarang mendatangi satu-satunya goa di pulau pokhan pada waktu malam hari.</p>
<p>Sang istri begitu penasaran dengan apa yang terjadi dalam goa tersebut di malam hari. Sehingga setiap malam sebelum tidur ia membujuk suaminya untuk pergi kesana. Sang suami dengan penuh ketegasan melarang istrinya ke sana.</p>
<p>Pada suatu hari, ditengah malam yang gelap si istri menyelinap keluar tanpa sepengetahuan suami. Ia pergi ke goa dengan mengendap-endap di malam hari. Dengan langkah hati-hati ia memasuki goa dengan cahaya seadanya, di dalam goa ia tidak menemukan apapun selain sebuah telaga. Ia dekati telaga tersebut. Tiba-tiba dalam telaga muncul sosok raksasa berbentuk dirinya.</p>
<p>Raksasa itu berkata padanya &#8220;<i>wahai wanita penghuni pulau. Bukankah kalian telah dilarang mendekati goa ini di malam hari, apalagi memasukinya. Tahukah kenapa kamu dilarang mendekatinya?. Karena Sang Pencipta sedang menguji keyakinan kamu akan perintah dan larangan Nya. Dia melarang kamu menzalimi dirimu. Goa ini adalah simbol kezaliman. Ketika kamu mendekatinya, berarti kamu sedang menzalimi dirimu</i>&#8221;</p>
<p>Lalu wanita itu bertanya &#8220;<i>kenapa rupamu mirip dengan diriku</i>?.&#8221;</p>
<p>Raksasa menjawab &#8220;<i>aku adalah wujud dari ego mu wahai wanita penghuni pulau. Dikala kamu telah melanggar aturan maka sudah sepatutnya kalian menerima konsekuensinya, yaitu separuh kebahagian kalian akan dirampas dan rampasan itu kami jadikan ribuan srigala buas yang siap menerkam kalian malam hari. Jika malam ini kalian tidak meninggalkan pulau ini, maka srigala itu akan memakan kalian berdua</i>&#8221;</p>
<p>Sejak malam itu, pasangan suami istri tersebut pergi meninggalkan pulau. Dan kembali pada pagi hari ini untuk mencari kebutuhan hidup mereka. Menjelang malam, mereka pergi meninggalkan pulau pokhan.</p>
<p>Kezaliman telah merenggut kebahagian sepasang suami istri tersebut. Sang suami telah menzalimi dirinya sendiri karena tidak mampu menuntun istrinya dengan baik. Sedangkan si istri juga menzalimi dirinya sendiri karena takluk oleh ego dan bujukan setan untuk masuk ke dalam goa.</p>
<p>Cerita tersebut diyakini oleh penduduk pokhan. Nenek moyang mereka pernah diterkam oleh srigala buas. Bahkan baru-baru ini seorang penduduk juga tewas dihabisi srigala karena tidak meninggalkan pulau di malam hari.</p>
<p>Ditengah renungan, ada suara Rindu yang memanggilku untuk naik ke kapal. Kapal itu adalah kapal terakhir mengangkut penduduk pulau pokhan. &#8220;Ayo berangakat, matahari sudah mulai tenggelam.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://garammanis.wordpress.com/2018/03/17/matahari-tenggelam-di-pulau-pokhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4864</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/f654dcf644c8317f33284cb693c54324a0eef8883bd0d9b16cceabb984e68874?s=96&amp;d=&amp;r=G">
			<media:title type="html">garammanis</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/02/6d18f-original.jpg"/>
	</item>
		<item>
		<title>Setahun Tanpa Rindu</title>
		<link>https://garammanis.wordpress.com/2017/11/26/setahun-tanpa-rindu/</link>
					<comments>https://garammanis.wordpress.com/2017/11/26/setahun-tanpa-rindu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusti 'ajo' Ramli]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Nov 2017 06:47:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[500-1000]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://garammanis.com/?p=4860</guid>

					<description><![CDATA[Rindu hadir ketika jarak membatasi kami. Setahun yang lalu, tepat pada tanggal 26, telah lahir seorang perempuan mungil. Putri kecil itu kami panggil Rindu. Ketika dalam kandungan, dokter menduga terdapat cairan putih dalam otak Rindu. Mendengar hal itu kami terkejut dan cemas, apakah saat melahirkan Rindu akan tetap sehat. Beruntung kami mendapatkan opini dokter kedua, &#8230; <a href="https://garammanis.wordpress.com/2017/11/26/setahun-tanpa-rindu/" class="more-link">Lanjutkan membaca <span class="screen-reader-text">Setahun Tanpa Rindu</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rindu hadir ketika jarak membatasi kami. Setahun yang lalu, tepat pada tanggal 26, telah lahir seorang perempuan mungil. Putri kecil itu kami panggil Rindu.</p>
<p>Ketika dalam kandungan, dokter menduga terdapat cairan putih dalam otak Rindu. Mendengar hal itu kami terkejut dan cemas, apakah saat melahirkan Rindu akan tetap sehat. Beruntung kami mendapatkan opini dokter kedua, ia menyatakan beberapa pasiennya mengalami hal serupa dan ketika melahirkan tetap sehat.</p>
<p>Meskipun sedikit lega, aneka ragam kehawatiran menghampiri kami. Setelah melahirkan, saya konsultasi dengan dokter anak perihal cairan putih tersebut. Alhamdulillah, dokter tidak menemukan kejanggalan pada bayi kami. Namun, dengan catatan kami harus memonitoring perkembangan lingkar kepala Rindu.</p>
<p>Setahun telah berlalu, perkembangan kepala Rindu normal seperti bayi lainnya. Namun hal itu tidak menghilangkan kekhawatiran kami, sebab muncul lagi kekhawatiran lain. Khawatir bagaimana perkembangan otaknya takkala orang tuanya tidak hadir dalam tumbuh kembangnya.</p>
<p>Sejumlah penelitian menyatakan bahwa ketidakhadiran ayah dan ibu dalam perkembangan anak akan berdampak buruk pada anak tersebut di masa yang akan datang, saat dimana ia dewasa.</p>
<p>Ketidakhadiran ini bisa dipahami sebagai tidak adanya sosok ayah atau ibu disisi anak. Bisa juga dimaknai ayah atau ibu berada disamping anak, namun orang tua tidak hadir dalam diri anak. Misal ketika anak ingin bermain, tapi orang tua sibuk dengan gedget nya. Ini dapat dimaknai sebagai orang tua tidak hadir dalam proses tumbuh kembang anak.</p>
<p>Hal itulah yang saya ketahui dari sumber referensi tentang perkembangan anak. Lantas diposisi manakah kami berada? Tidak dipungkiri kami berada pada kelompok pertama. Karena sama-sama bekerja, tentu banyak waktu yang seharusnya bersama anak terkorbankan dengan pekerjaan.</p>
<p>Sudah setahun kami lalui tanpa Rindu. Dengan dalih kondisi yang tidak memungkinkan akibat konsekuensi dari pekerjaan. Ketika Rindu lahir, pilihan ini akan dievaluasi demi kepentingan Rindu. Harapannya, dihari ulang tahun ini Rindu memperoleh hadiah istimewa, yakni hadirnya kedua orang tua dalam dirinya. Kado yang kami persiapkan adalah kesadaran kami sebagai orang tua tentang hadirnya orang tua dalam diri anak.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://garammanis.wordpress.com/2017/11/26/setahun-tanpa-rindu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4860</post-id>
		<media:thumbnail url="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2017/01/photogrid_1485670677046.jpg"/>
		<media:content medium="image" url="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2017/01/photogrid_1485670677046.jpg">
			<media:title type="html">photogrid_1485670677046.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/f654dcf644c8317f33284cb693c54324a0eef8883bd0d9b16cceabb984e68874?s=96&amp;d=&amp;r=G">
			<media:title type="html">garammanis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa</title>
		<link>https://garammanis.wordpress.com/2017/10/26/doa/</link>
					<comments>https://garammanis.wordpress.com/2017/10/26/doa/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusti 'ajo' Ramli]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Oct 2017 22:15:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://garammanis.com/?p=4856</guid>

					<description><![CDATA[Bagaimana mungkin kami meminta lagi, sementara yang sudah ada tidak kami syukuri. Bisa jadi kami lupa, apa yang telah kami dapatkan, dulu pernah kami pinta kepada pemilik semesta. Jangan-jangan kami terlalu banyak menengadahkan tangan, sembari meminta pernak pernik dunia. Kami tidak menyadari bahwa sesungguhnya dunia hanyalah jembatan menuju akhirat. Ketika dunia dalam genggaman, kufur nikmat &#8230; <a href="https://garammanis.wordpress.com/2017/10/26/doa/" class="more-link">Lanjutkan membaca <span class="screen-reader-text">Doa</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>Bagaimana mungkin kami meminta lagi, sementara yang sudah ada tidak kami syukuri. Bisa jadi kami lupa, apa yang telah kami dapatkan, dulu pernah kami pinta kepada pemilik semesta.</div>
<div>Jangan-jangan kami terlalu banyak menengadahkan tangan, sembari meminta pernak pernik dunia. Kami tidak menyadari bahwa sesungguhnya dunia hanyalah jembatan menuju akhirat. </div>
<div>Ketika dunia dalam genggaman, kufur nikmat selalu siap mengintai. Lengah sedikit saja, lubang kekufuran menelan jiwa-jiwa yang hampa.  </div>
<div>Lantas, haruskah kami kalah dengan godaan yang hanya bisa ditangkal dengan keyakinan. Yakin bahwa plastik kotor yang berlubang akan bersih jika diisi dengan air, meskipun airnya tumpah tapi debunya keluar disela lingkaran.  </div>
<div>Begitukah cara doa bekerja, membersihkan setiap debu dalam qalbu. Semakin banyak lisan ini memuji Nya, semakin lapang rasanya. Walau tak semua kotoran itu sirna, setidaknya selalu ada waktu untuk menyucikan hati ini dengan ingat pada Nya.</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://garammanis.wordpress.com/2017/10/26/doa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4856</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/f654dcf644c8317f33284cb693c54324a0eef8883bd0d9b16cceabb984e68874?s=96&amp;d=&amp;r=G">
			<media:title type="html">garammanis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ruang sekolah bagi para santri</title>
		<link>https://garammanis.wordpress.com/2017/10/23/ruang-sekolah-bagi-para-santri/</link>
					<comments>https://garammanis.wordpress.com/2017/10/23/ruang-sekolah-bagi-para-santri/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusti 'ajo' Ramli]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Oct 2017 22:15:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://garammanis.com/?p=4846</guid>

					<description><![CDATA[Sejujurnya saya tidak tahu ternyata ada hari santri. Berhubung di timeline facebook banyak status tentang hari santri, barulah sadar. Entah sejak kapan dan berawal dari mana ide hari santri, katanya sih sudah tahun ketiga diperingati. Bahkan akun Jokowi pun nyestatus tentang tempat sekolah para santri yang sering dikunjungi. Hari santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober &#8230; <a href="https://garammanis.wordpress.com/2017/10/23/ruang-sekolah-bagi-para-santri/" class="more-link">Lanjutkan membaca <span class="screen-reader-text">Ruang sekolah bagi para&#160;santri</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full" src="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2013/09/13256-di2bmata2btelah2bkau2bbuang2bkunci2bhatiku252chingga2baku2btak2bdapat2blagi2bmembuka2bpintu2bhati2bini2butk2borg2blain.jpg?w=685"  />Sejujurnya saya tidak tahu ternyata ada hari santri. Berhubung di <i>timeline</i> facebook banyak status tentang hari santri, barulah sadar. Entah sejak kapan dan berawal dari mana ide hari santri, katanya sih sudah tahun ketiga diperingati. Bahkan akun Jokowi pun <i>nyestatus</i> tentang tempat sekolah para santri yang sering dikunjungi.</p>
<p>Hari santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober berdasarkan Keppres no 22 tahun 2015. Sejarah mencatat para santri yang telah mewakafkan hidup mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Penetapan hari santri menjadi teladan bagi generasi muda akan peran para santri berjihad dalam kemerdekaan bangsa.</p>
<p>Jika anda pernah kuliah di kampus islam, pernah mondok atau punya teman anak pondok pesantren, maka besar kemungkinan di timeline anda akan berseliwer status tentang hari santri. Disisi lain ada pula yang nyinyir tentang hari santri, mungkin <i>doi</i> kurang piknik dan ndak pernah mondok atau berprasangka buruk kepada santri.</p>
<p>Nah, menurut saya bagus saja hari santri diperingati. Gak perlu nyinyirlah, <i>toh</i> gak merugikan siapa pun <i>kok</i>. Malah bisa jadi kebanggaan bagi para santri, bahwa mereka dulu pernah mengenyam pendidikan umum dan agama secara bersamaan. Lagian para santri, dari dulu hingga sekarang memiliki peran dalam kemerdekaan dan pembangunan Indonesia.</p>
<p>Bicara soal santri, saya jadi ingat masa selepas lulus dari sekolah dasar. Saya nyaris jadi santri pondok pesantren. Waktu itu orang tua kasih pilihan untuk masuk pesantren. Sementara arus utama anak-anak kala itu adalah masuk sekolah menengah pertama (SMP). Untung saja diberi kebebasan oleh orang tua memilih sekolah mana yang disukai. Jadi, saya malah memilih masuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) . Alasannya karena di MTs sekolahnya pakai celana panjang. Hahaha</p>
<p>Alasan yang <i>gak</i> masuk akal, namanya juga anak-anak. Namun saya tetap bangga pernah sekolah disana. Dari sana pula Allah mempertemukan saya dengan bunda Rindu. Saya gak tahu, murid MTs termasuk santri juga atau tidak. Kelak, saya pengen Rindu menjatuhkan pilihan bersekolah di sekolah agama. Sebagai orang tua saya tidak mau memaksa anak untuk bersekolah sesuai dengan keinginan kami, tapi biarkan anak sekolah di tempat yang ia inginkan agar nanti ia pergi sekolah dengan senang dan menyukai setiap pelajaran.</p>
<p>Sementara itu, dalam kamus bahasa Indonesia santri adalah orang yang mendalami ilmu agama, orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh dan orang yang sholeh. Jadi pada hakikatnya seorang santri tidak hanya mengenyam pendidikan formal berbasis agama, tapi seorang yang bersunguh-sungguh belajar agama juga bisa dapat dikatakan seorang santri.</p>
<p>Seperti kata pepatah “<i>Hati</i> <i>seorang</i> <i>ibu</i> <i>adalah</i> <i>ruang</i> <i>kelas</i> <i>tempat</i> <i>anaknya</i> <i>belajar</i>.” – Henry Ward Beecher. Pendidikan itu berawal dari keluarga. Dalam keluarga nila-nilai agama itu ditanamkan sebagai pondasi hidup. Dimanapun seorang anak bersekolah, nilai-nilai itu akan mereka bawa karena sedari kecil ia telah <i>nyantri</i> kepada ibu dan ayahnya.</p>
<p>Maka, jadikan hari santri ini sebagai momentum bagi para orang tua atau (calon orang tua) untuk menanamkan nilai-nilai agama pada anak. Nilai yang paling sederhana adalah membuang sampah pada tempatnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://garammanis.wordpress.com/2017/10/23/ruang-sekolah-bagi-para-santri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4846</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/f654dcf644c8317f33284cb693c54324a0eef8883bd0d9b16cceabb984e68874?s=96&amp;d=&amp;r=G">
			<media:title type="html">garammanis</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://garammanis.wordpress.com/wp-content/uploads/2013/09/13256-di2bmata2btelah2bkau2bbuang2bkunci2bhatiku252chingga2baku2btak2bdapat2blagi2bmembuka2bpintu2bhati2bini2butk2borg2blain.jpg"/>
	</item>
	</channel>
</rss>