<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Software Tes Kecerdasan Majemuk, Gaya Belajar, dan Dominasi Otak</title>
	
	<link>http://www.gayabelajar.net</link>
	<description>Software Tes Kecerdasan Lengkap Cepat Murah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Dec 2012 23:52:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/GayaBelajar" /><feedburner:info uri="gayabelajar" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><media:copyright>PT Siap Technovation Unggul</media:copyright><item>
		<title>Otak Kiri dan Kanan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GayaBelajar/~3/7z_9fIrJ8QY/otak-kiri-dan-kanan.html</link>
		<comments>http://www.gayabelajar.net/otak-kiri-dan-kanan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2012 23:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siaptech</dc:creator>
				<category><![CDATA[dominasi otak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gayabelajar.net/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang yang ‘hebat’ secara akademis, pada umumnya sangat kuat dalam logika, kata, daftar, angka, linieritas, analisis, dan sejenisnya. Menurut Tony Buzan (Use Your Head: 1993): hasil aktivitas otak kiri manusia. Adapun otak kanan lebih berkaitan menangani irama, imajinasi, warna, angan-angan, &#8230; <a href="http://www.gayabelajar.net/otak-kiri-dan-kanan.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seseorang yang ‘hebat’ secara akademis, pada umumnya sangat kuat dalam logika, kata, daftar, angka, linieritas, analisis, dan sejenisnya. Menurut Tony Buzan (Use Your Head: 1993): hasil aktivitas otak kiri manusia.</p>
<p>Adapun otak kanan lebih berkaitan menangani irama, imajinasi, warna, angan-angan, kesadaran ruang, gambaran menyeluruh dan dimensi. Belakangan berkumandang anjuran, jangan hanya memanfaatkan otak kiri, otak kanan juga dong.<span id="more-341"></span></p>
<p>Konon, para ilmuwan hebat memanfaatkan otak kiri. Para seniman kuat di otak kanan. Mana tahu, Sampeyan hebat memanfaatkan otak kiri, canggih membedayakan otak kiri. Piawai menghitung fulus fasih berimajinasi. Mana tahu lho.</p>
<p>Setiap manusia memiliki kecenderungannya masing2 dalam penggunaan otak kanan atau otak kiri, baik sadar ataupun dibawah sadarnya. Hal ini bergantung pada banyak faktor yang mempengaruhinya sejak masih kecil bahkan sejak dalam kandungan. Kecenderungan berpikir dengan otak kanan ataupun kiri merupakan hasil dari suatu proses yang sangat panjang dan yang tak boleh kita lupakan adalah kecenderungan ini adalah suatu berkah ciptaan Allah, Sang Maha Pencipta.</p>
<p>Dikarenakan kedua kecenderungan berpikir ini, baik dengan otak kanan maupun dengan otak kiri merupakan ciptaan Allah, maka ada baiknya kita masing2 membuka diri untuk menyelami dan menghayati keperbedaan ini, dengan sikap yang positif.</p>
<p>Untuk memahami fungsi otak kita, saya coba uraikan sebagai berikut:<br />
Otak kanan — KREATIF — Bentuk, Intuisi, Lagu &amp;musik, Warna warni, Simbol, Gambar, Imajinasi, Menghayal</p>
<p>Otak kiri – ANALITIK — Bahasa verbal, Matematika, Logika, Angka2, Urutan2, Penilaian, Analisis, Linier</p>
<p>Dari penjabaran diatas, kita dapat simpulkan betapa perbedaan “bahasa” diantara kedua sisi otak kita adalah tidak sama. Seorang yang memilih jurusan, profesi atau pekerjaan berdasarkan kemampuan otaknya dalam mencerna “bahasa” pikiran, tentunya telah terbiasa menggunakan bagian otaknya (kanan atau kiri) sehingga bagian tersebut lebih banyak berperan dalam kehidupannya sehari-hari. Sehingga adalah kurang tepat, bila serta merta seorang seniman musik dipaksakan bekerja untuk menghitung angka2, rumus2 dan analisa. Demikian juga sebaliknya, adalah kurang tepat bila serta merta seorang financial analisis dipaksakan bekerja untuk hal2 yang bebahasa symbol, imajinasi dan gambar abstrak.<br />
Selayaknya kita menganggap kecenderungan ini bukan sebagai suatu kelemahan, tapi justru menjadi suatu kelebihan pada tiap individu. Kelebihan yang bila diolah dengan baik akan menghasilkan KEKUATAN dalam diri individu itu sendiri. .</p>
<p>Bayangkan bila kedua kekuatan ini dapat digunakan secara adil, seimbang dan harmonis dalam suatu frame kehidupan atau kemitraan, akan menjadi suatu kekuatan yang luar biasa, karena tentunya bisa saling mengisi dan saling melengkapi. Penyeimbangan antar kedua fungsi otak kanan dan kiri inilah yang akan memberikan kontribusi pemikiran yang lebih baik daripada pemikiran yang hanya condong pada satu sisi otak saja. Namun sebagai individu yang berbeda, tentunya kendala2 pemahaman “bahasa otak” akan sedikit mengalami adaptasi, dan hal ini dapat diatasi bila kedua pihak saling bertoleransi dan berpikiran positif.</p>
<p>Berikut ini tip atau cara mengetahui apakah anda cenderung menggunakan otak kiri atau otak kanan.</p>
<p>Rentangkan dua tangan anda keatas seperti ini :</p>
<p>Kemudian lakukan suatu gerakan hingga kedua tangan seperti dibawah ini:</p>
<p>Coba anda perhatikan jempol tangan kiri dan tangan anda berada dimanakah?</p>
<p><img title="jempolve4" src="http://ekojuli.files.wordpress.com/2009/05/jempolve41.jpg?w=460&amp;h=345" alt="jempolve4" width="460" height="345" /></p>
<p>Jika “jempol tangan kiri” anda berada paling atas (dipuncak) maka selamat anda telah bertipe “otak kanan”</p>
<p>Sebaliknya jika “jempol tangan kanan” anda berada diatas (dipuncak) maka maka selamat anda telah bertipe “otak kiri”</p>
<p>Selamat mencoba!!</p>
<p>NAHH KLU YANG INI</p>
<p>PERCOBAAN KONFLIK OTAK KIRI DAN OTAK KANAN</p>
<p>dengan TEST WARNA</p>
<p><img title="otak kiri dan otak kanan" src="http://ekojuli.files.wordpress.com/2009/05/otak-kiri-dan-otak-kanan.jpg?w=460&amp;h=342" alt="otak kiri dan otak kanan" width="460" height="342" /></p>
<p><strong>Coba anda perhatikan tulisan-tulisan di atas yang menyatakan warna (</strong><strong>Kuning, orange, biru, hitam</strong><strong>, dan selanjutnya), kemudian sebutkanlah </strong><strong>warnanya</strong><strong> </strong><strong>bukan menyebutkan tulisannya. </strong><strong>Otak kanan</strong><strong>anda berusaha menyebutkan warnanya, tetapi </strong><strong>otak kiri</strong><strong> anda tetap membaca tulisannya ! Coba anda praktekkan, pasti anda akan terganggu oleh konflik otak kiri dan otak kanan anda</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>sumber: milis</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>ps: (updated)<br />
</strong></p>
<p>Berikut sifat-sifat orang yang dominan otak kiri dan kanan:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="247"><strong>Dominan Otak Kiri<br />
</strong></td>
<td valign="top" width="252"><strong>Dominan Otak Kanan<br />
</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="247">Menggunakan logika</td>
<td valign="top" width="252">Menggunakan perasaan</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="247">Berorientasi detail</td>
<td valign="top" width="252">Berorientasi secara keseluruhan</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="247">Melihat fakta</td>
<td valign="top" width="252">Melihat imajinasi</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="247">Kata-kata dan bahasa</td>
<td valign="top" width="252">Simbol dan gambaran</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="247">Hari ini dan masa lalu</td>
<td valign="top" width="252">Hari ini dan masa depan</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="247">Matematika dan ilmu pengetahuan</td>
<td valign="top" width="252">Filosofi dan religi</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="247">Mengetahui</td>
<td valign="top" width="252">Memahami</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="247">Mengetahui</td>
<td valign="top" width="252">Mempercayai</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="247">Mengakui</td>
<td valign="top" width="252">Mengapresiasi</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="247">Mempersepsi urutan/pola</td>
<td valign="top" width="252">Mempersepsi secara spasial/ruang</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="247">Mengetahi nama objek</td>
<td valign="top" width="252">Mengetahui kegunaan objek</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="247">Berdasar pada realita</td>
<td valign="top" width="252">Berdasar pada fantasi</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="247">Menyusun strategi</td>
<td valign="top" width="252">Berdasar pada apa yang terjadi</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="247">Praktis</td>
<td valign="top" width="252">Terburu-buru/tidak sabar</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="247">Bermain aman</td>
<td valign="top" width="252">Mengambil resiko</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sumber : <a href="http://ekojuli.wordpress.com/2009/05/13/otak-kiri-dan-otak-kanan/">http://ekojuli.wordpress.com/2009/05/13/otak-kiri-dan-otak-kanan/</a></strong></p>
<div id="jp-post-flair"></div>
<h4>Pencarian:</h4> <a href="http://www.gayabelajar.net/otak-kiri-dan-kanan.html" title="tes otak kanan dan otak kiri">tes otak kanan dan otak kiri</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/otak-kiri-dan-kanan.html" title="tes otak kiri otak kanan">tes otak kiri otak kanan</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/otak-kiri-dan-kanan.html" title="tes otak kiri dan kanan">tes otak kiri dan kanan</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/otak-kiri-dan-kanan.html" title="test otak kanan dan otak kiri">test otak kanan dan otak kiri</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/otak-kiri-dan-kanan.html" title="test otak kiri dan kanan">test otak kiri dan kanan</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/otak-kiri-dan-kanan.html" title="test kecerdasan otak kanan dan otak kiri">test kecerdasan otak kanan dan otak kiri</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/otak-kiri-dan-kanan.html" title="tes otak kanan dan kiri">tes otak kanan dan kiri</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/otak-kiri-dan-kanan.html" title="tes kecerdasan otak kanan">tes kecerdasan otak kanan</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/otak-kiri-dan-kanan.html" title="tes otak kiri dan otak kanan">tes otak kiri dan otak kanan</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/otak-kiri-dan-kanan.html" title="tes otak kanan">tes otak kanan</a><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GayaBelajar/~4/7z_9fIrJ8QY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gayabelajar.net/otak-kiri-dan-kanan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.gayabelajar.net/otak-kiri-dan-kanan.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Dominasi Otak Manusia</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GayaBelajar/~3/rH8A6VPlFVE/dominasi-otak-manusia.html</link>
		<comments>http://www.gayabelajar.net/dominasi-otak-manusia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2012 00:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siaptech</dc:creator>
				<category><![CDATA[dominasi otak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gayabelajar.net/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Manusia mempunyi otak yang terdiri dari 2 bagian yaitu belahan kiri dan kanan yang lebih dikenal dengan sebutan otak kiri atau otak kanan.  Dominasi otak  manusia kenyataanya ada yang cenderung lebih dominan otak kiri dan sebaliknya ada juga yang lebih &#8230; <a href="http://www.gayabelajar.net/dominasi-otak-manusia.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia mempunyi otak yang terdiri dari 2 bagian yaitu belahan kiri dan kanan yang lebih dikenal dengan sebutan otak kiri atau otak kanan.  Dominasi otak  manusia kenyataanya ada yang cenderung lebih dominan otak kiri dan sebaliknya ada juga yang lebih dominan otak kanan.</p>
<p>Otak kiri tergolong <em>short term memory</em> (memori jangka pendek) bertanggung jawab terhadap kemampuan matematis dan verbal, misalnya berbicara, menulis, membaca dan berhitung. Otak kiri bersifat logis, sistematis dan analitis dalam proses berpikir.</p>
<p>Otak kanan tergolong <em>long term memory</em> (memori jangka panjang). Cara berpikir otak kanan cenderung bersifat kreatif, tak beraturan dan menyeluruh. Otak kanan berurusan dengan emosi, gambar, suara, imajinasi.</p>
<p>Sebagai contoh otak kanan lebih lama menyimpan memori , ketika kita bertemu dengan teman lama, sering kita lupa namanya walaupun wajahnya masih kita ingat. Mengapa? Sebab wajah (gambar) diproses oleh otak kanan yang memorinya jangka panjang sedangkan nama (kata) diproses oleh otak kiri yang memorinya jangka pendek.</p>
<h4>Pencarian:</h4> <a href="http://www.gayabelajar.net/dominasi-otak-manusia.html" title="Memori otak kanan">Memori otak kanan</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/dominasi-otak-manusia.html" title="tes memori otak">tes memori otak</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/dominasi-otak-manusia.html" title="Tes kemampuan otak kiri dan kanan">Tes kemampuan otak kiri dan kanan</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/dominasi-otak-manusia.html" title="test otak dan kemampuan berpikir">test otak dan kemampuan berpikir</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/dominasi-otak-manusia.html" title="manusia dominan otak kiri">manusia dominan otak kiri</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/dominasi-otak-manusia.html" title="manajemen memori otak manusia">manajemen memori otak manusia</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/dominasi-otak-manusia.html" title="kekurangan manusia dominan otak kanan">kekurangan manusia dominan otak kanan</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/dominasi-otak-manusia.html" title="proses belajar otak kiri yang bersifat logis">proses belajar otak kiri yang bersifat logis</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/dominasi-otak-manusia.html" title="Software memory manusia">Software memory manusia</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/dominasi-otak-manusia.html" title="software tentang kecerdasan manusia">software tentang kecerdasan manusia</a><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GayaBelajar/~4/rH8A6VPlFVE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gayabelajar.net/dominasi-otak-manusia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.gayabelajar.net/dominasi-otak-manusia.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tujuh Gaya Belajar Efektif</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GayaBelajar/~3/5deOUFAtSXo/tujuh-gaya-belajar-efektif.html</link>
		<comments>http://www.gayabelajar.net/tujuh-gaya-belajar-efektif.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2012 23:51:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siaptech</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gayabelajar.net/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[Banyak gaya yang bisa dipilih untuk belajar secara efektif. Berikut adalah tujuh gaya belajar yang mungkin bisa Anda ikuti Bermain dengan kata. Gaya ini bisa kita mulai dengan mengajak seorang teman yang senang bermain dengan bahasa, seperti bercerita dan membaca &#8230; <a href="http://www.gayabelajar.net/tujuh-gaya-belajar-efektif.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-family: arial;">Banyak gaya yang bisa dipilih untuk belajar secara efektif. Berikut adalah tujuh gaya belajar yang mungkin bisa Anda ikuti</span></p>
<ul>
<li><strong>Bermain dengan kata</strong>.
<p align="justify">Gaya ini bisa kita mulai dengan mengajak seorang teman yang senang bermain dengan bahasa, seperti bercerita dan membaca serta menulis. Gaya belajar ini sangat menyenangkan karena bisa membantu kita mengingat nama, tempat, tanggal, dan hal-hal lainya dengan cara mendengar kemudian menyebutkannya.</p>
</li>
<li><strong>Bermain dengan pertanyaan.</strong>
<p align="justify">Bagi sebagian orang, belajar makin efektif dan bermanfaat bila itu dilakukan dengan cara bermian dengan pertanyaan. Misalnya, kita memancing keinginan tahuan dengan berbagai pertanyaan. Setiaop kali muncuil jawaban, kejar dengan pertanyaan, hingga didapatkan hasil yang paling akhirnya atau kesimpulan.</p>
</li>
<li><strong>Bermain dengan gambar.</strong>
<p align="justify">Anda sementar orang yang lebih suka belajar dengan membuat gambar, merancang, melihat gambar, slide, video atau film. Orang yang memiliki kegemaran ini, biasa memiliki kepekaan tertentu dalam menangkap gambar atau warna, peka dalam membuat perubahan, merangkai dan membaca kartu. Jika Anda termasuk kelompok ini, tak salah bila Anda mencoba mengikutinya.</p>
</li>
<li><strong>Bermain dengan musik.</strong>
<p align="justify">Detak irama, nyanyian, dan mungkin memainkan salah satu instrumen musik, atau selalu mendengarkan musik. Ada banyak orang yang suka mengingat beragam informasi dengan cara menginat notasi atau melodi musik. Ini yang disebut sebagai ritme hidup. Mereka berusaha mendapatkan informasi terbaru mengenai beragam hal dengan cara mengingat musik atau notasinya yang kemudian bisa membuatnya mencari informasi yang berkaitan dengan itu. Misalnya mendegarkan musik jazz, lalu tergeliik bagaimanalagu itu dibuat, siapa yang membuat, dimana, dan pada saat seperti apa lagu itu muncul. Informasi yang mengiringi lagu itu, bisa saja tak sebatas cerita tentang musik, tapi juga manusia, teknologi, dan situasi sosial politik pada kurun waktu tertentu.</p>
</li>
<li><strong>Bermain dengan bergerak.</strong>
<p align="justify">Gerak manusia, menyentuh sambil berbicara dan menggunakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan adalah salah satu cara belajar yang menyenangkan. Mereka yang biasanya mudah memahami atau menyerap informasi dengan cara ini adalah kalangan penari, olahragawan. Jadi jika Anda termasuk kelompok yang aktif, tak salah mencoba belajar sambil tetap melakukan beragam aktivitas menyenangkan seperti menari atau berolahraga.</p>
</li>
<li><strong>Bermain dengan bersosialisasi.</strong>
<p align="justify">Bergabung dan membaur dengan orang lain adalah cara terbaik mendapat informasi dan belajar secara cepat. Dengan berkumpul, kita bisa menyerap berbagai informasi terbaru secara cepat dan mudah memahaminya. Dan biasanya, informasi yang didapat dengan cara ini, akan lebih lama terekam dalam ingatan.</p>
</li>
<li><strong>Bermain dengan Kesendirian.</strong>
<p align="justify">Ada sebagian orang yang gemar melakukan segala sesuatunya, termasuk belajar dengan menyepi. Untuk mereka yang sepetti ini, biasanya suka tempat yang tenang dan ruang yang terjaga privasinya. Jika Anda termasuk yang seperti ini, maka memiliki kamar pribadi akan sangat membantu Anda bisa belajar secara mandiri. [sumber <a href="http://www.tempo.co.id/edunet/">http://www.tempo.co.id/edunet/</a> ]</p>
</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Pencarian:</h4> <a href="http://www.gayabelajar.net/tujuh-gaya-belajar-efektif.html" title="bermain dengan pertanyaan">bermain dengan pertanyaan</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/tujuh-gaya-belajar-efektif.html" title="kecerdasan efektif">kecerdasan efektif</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/tujuh-gaya-belajar-efektif.html" title="pertanyaan tentang belajar efektif">pertanyaan tentang belajar efektif</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/tujuh-gaya-belajar-efektif.html" title="software belajar efektif">software belajar efektif</a><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GayaBelajar/~4/5deOUFAtSXo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gayabelajar.net/tujuh-gaya-belajar-efektif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.gayabelajar.net/tujuh-gaya-belajar-efektif.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kecerdasan Anak</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GayaBelajar/~3/aMVgC5ylb54/kecerdasan-anak.html</link>
		<comments>http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2012 12:09:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siaptech</dc:creator>
				<category><![CDATA[kecerdasan majemuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gayabelajar.net/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Semua orangtua akan merasa sangat bahagia sekali jika memiliki anak yang cerdas, tidak ada satu orangtuapun yang mengharapkan anaknya tidak cerdas, bisa dikatakan 100% orangtua yang memiliki anak pasti mengharapkan anaknya cerdas. Supaya anak menjadi cerdas dibutuhkan berbagai macam bentuk &#8230; <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-anak.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Semua orangtua akan merasa sangat bahagia sekali jika memiliki anak yang cerdas, tidak ada satu orangtuapun yang mengharapkan anaknya tidak cerdas, bisa dikatakan 100% orangtua yang memiliki anak pasti mengharapkan anaknya cerdas. Supaya anak menjadi cerdas dibutuhkan berbagai macam bentuk upaya yang mendorong agar kecerdasan anak tersebut timbul dan terpancing untuk muncul. Berbagai macam model untuk memacu kecerdasan majemuk anak banyak dilakukan, seperti salah satunya yang diuraikan di bawah ini.<span id="more-335"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Aktivitas seni multimedia berupa operet musikal akan mengasah multiple intelligences anak (kecerdasan majemuk), kreativitas, serta menyeimbangkan otak kiri dan kanan anak.<br />
”Sekarang kamu jadi kurcacinya, aku mau jadi putri Cinderella,” kata Jessica kepada Sekar, adiknya. ”Tapi, aku maunya jadi putri Cinderella yang pake baju putih seperti bidadari.” ”Iya deh. Aku jadi kurcacinya yang suka menolong dan rajin bekerja ya,” kata Sekar. Dan suara tawa pun terdengar di beranda rumah.<br />
Kalau sudah bermain bersama teman-temannya, anak-anak akan merasa gembira luar biasa. Terkadang mereka main sekolah-sekolahan, masak-masakan, dokter-dokteran, putri dan tukang sihir. Macam-macamlah. Apalagi jika mereka habis menonton suatu pertunjukan panggung yang membuai khayalan mereka pasti terkenang selalu. Karena bagi seorang anak, hidup adalah sebuah petualangan kreatif yang menakjubkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah operet musikal yang penuh warna, tarian, lagu, gerakan, musik, dialog, humor, dan penuh kegembiraan bila disuguhkan kepada anak, maka akan melekat terus selama berminggu-minggu dalam otaknya. Anak juga akan meniru gerakan tokoh yang disukainya, berpura-pura menjadi balerina, menggunakan benda yang ada di kamarnya untuk mengulang adegan yang pernah dilihat olehnya. Mengapa otak anak bisa merekam ”keajaiban” operet dalam otaknya sedangkan pelajaran sekolah sulit?<br />
Roger Sperry menemukan fungsi di dua belahan otak. Jadi sebenarnya meski kita memiliki satu otak, tetapi ia memiliki bagian-bagian tersendiri. Otak kiri mengontrol kemampuan berbicara, pemikiran logis dan tubuh bagian kanan. Sedangkan otak kanan mengontrol penglihatan mengenai ruang atau tempat, pengenalan pola (atau susunan gambar atau warna), dan tubuh bagian kiri.<br />
Walaupun masing-masing bagian mempunyai fungsi yang berbeda tetapi ia bekerja sama secara sinergi satu dengan yang lainnya. Aktivitas otak kiri berkaitan dengan angka-angka, kata-kata, struktur atau susunan, hal yang bersifat matematis dan ilmiah, hal yang bersifat linear, dan hal yang mempunyai pertimbangan secara analisis.<br />
Aktivitas otak kanan berkaitan dengan gambar, bentuk, warna, irama, musik, imajinasi, kreativitas, orisinalitas, daya cipta, seni, dan pikiran secara menyeluruh. Oleh karena itu bila anak belajar dengan kedua sisi otaknya, maka akan membentuk sinergi dan lebih baik. Itu sebabnya mengapa ia lebih mudah menghapalkan dialog para pemain operet daripada pelajaran sekolah. Imajinasi anak pun akan meningkat secara drastis dan luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, dengan membiarkan anak menonton pertunjukan seni secara langsung dan ”hidup”, maka keuntungan akan langsung diperoleh oleh anak. Anak akan menjadi lebih aktif dalam mempergunakan indera kreatif dan multiple intelligences (kecerdasan majemuk) mereka. Menurut Howard Gardner ada delapan kecerdasan majemuk yang ada dalam diri setiap anak, dan bagaimana cara operet mengasah kecerdasan dalam diri anak:</p>
<ol>
<li><strong>Kecerdasan Linguistik</strong>: kemampuan berbicara atau menulis dengan baik. Saat melihat operet, anak diajak menyimak dialog dan permainan kata antar pemain serta menanggapi humor yang diselipkan. Dengan begitu kecerdasan linguistik anak juga akan terasah.</li>
<li><strong>Kecerdasan Logis-matematis</strong>: kemampuan menalar, menghitung, dan menangani pemikiran logis. Saat melihat pertunjukan anak dirangsang untuk mengikuti alur dan logika cerita yang disampaikan dari awal sampai akhir pertunjukan. Anak juga bisa belajar matematika secara tidak langsung dengan melihat berapa jumlah pemain dengan kostum yang sama atau berapa tokoh yang memainkan tokoh jahat misalnya. Dengan begitu konsentrasi dan kecerdasan logis matematis anak akan terangsang.</li>
<li><strong>Kecerdasan Visual Spasial</strong>: kemampuan melukis, memotret, atau mematung. Saat operet berlangsung ditambah dengan tata lampu yang fantastis akan memanjakan mata anak akan warna, visualisasi gerakan tarian, kostum, dan tata ruang dekorasi pentas yang menakjubkan. Hal ini akan meningkatkan kecerdasan visual spasial dan daya khayal anak.</li>
<li><strong>Kecerdasan Kinestetik</strong>: kemampuan menggunakan anggota tubuh, yang dicontohkan oleh para olahragawan dan aktor besar. Kelenturan gerakan para pemain dan balerina akan memacu kecerdasan kinestetik anak dengan meniru gerakan mereka di rumah.</li>
<li><strong>Kecerdasan Musikal</strong>: kemampuan menggubah lagu, bernyanyi, dan memainkan alat musik. Tata suara operet yang hingar bingar akan langsung memicu kecerdasan musikal dalam diri anak.</li>
<li><strong>Kecerdasan Antarpribadi</strong>: disebut juga kecerdasan ”sosial”-adalah kemampuan berhubungan dengan orang lain. Saat melihat pertunjukan musikal, anak akan melihat bagaimana kerjasama antar pemain, dan anak bisa berkenalan dengan teman baru yang juga sama-sama menonton pertunjukan. Dengan begitu kecerdasan antarpribadi anak juga akan dipicu.</li>
<li><strong>Kecerdasan Intrapribadi</strong>: kemampuan mengelola perasaan dan kesadaran diri sendiri. Dialog-dialog tokoh utama yang mengharu biru, humor-humor segar, persahabatan, atau saat Alice ditangkap penjahat yang melibatkan emosi anak akan mampu meningkatkan kecerdasan intrapribadi anak serta ide-ide cemerlang anak.</li>
<li><strong>Kecerdasan Naturalis</strong>: kemampuan mengeksplorasi alam, hewan, tumbuhan dan lingkungannya. Pertunjukan operet kerap menyuguhkan tokoh hewan atau tumbuhan serta pemandangan alam sebagai latar belakang panggung untuk merangsang kecerdasan naturalis anak.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Walaupun kadar masing-masing kecerdasan ini berbeda-beda pada setiap anak. Namun pengalaman anak tentang kreativitas pada masa kecilnya akan banyak menentukan apa yang akan ia lakukan ketika dewasa, mulai dari soal kerja sampai soal keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam masa pertumbuhan, terutama pada periode emas dibawah usia 12 tahun, anak juga akan menjadi lebih impresif dalam memanfaatkan semua indera yang dimilikinya. Karena itu, anak menjadi lebih kuat sisi emosional, psikologis, dan imajinasi mereka. Bahkan lebih jauh lagi, sejumlah pakar menyebutkan, bermain peran membantu anak belajar bekerja sama, bergiliran. Dan hasilnya, permainan seperti ini mendorong rasa percaya diri dan sosialisasi. Jadi ketika anak memerankan suatu cerita dalam suatu operet, akan membantu mereka menghargai perspektif dan perasaan orang lain. Bagaimana perasaan Alice di negeri ajaib atau saat dikejar-kejar penjahat. Ini mendorong perasaan empati. Selain itu, dengan mengulang dialog, membantu anak membangun keterampilan bahasa dan perbendaharaan kata.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat anak tampil di depan penonton dengan bernyanyi, memainkan alat musik, melawak membantu anak mengembangkan bakat dan kepercayaan pada dirinya sendiri. Aplaus yang mengikuti pertunjukan yang berhasil adalah pembangun kepercayaan diri yang luar biasa bagi anak. Hal penting lainnya adalah operet yang diadakan dalam gedung pertunjukan akan mendorong anak menciptakan dunia khayal. Dalam ruang ajaib ini anak merasa bebas menjadi siapapun, meninggalkan dunia keseharian di belakang dan membiarkan khayalan berkembang dengan perasaan gembira. Dengan kata lain, operet akan memberikan anak pengalaman belajar di lapangan. Karena anak-anak diajak bagaimana rasanya terlibat dalam suatu karya seni, tertawa senang, mengamati kemampuan para pemain serta mengaktifkan otak kiri dan kanannya lewat warna, suara, kata, gerak dan sebagainya. Pengalaman ini akan tertanam dalam ingatan anak dan bisa dijadikan modal untuknya dalam menyuburkan kreativitas dalam dirinya. Mereka pun akan tumbuh menjadi pribadi kreatif, mampu mengapresiasi seni dan bahagia.</p>
<p style="text-align: justify;">Lewat operet ini juga, baik anak yang terlibat di dalam pertunjukan dan yang menontonnya akan mendapat kesempatan untuk mendorong kreativitas serta mengasah rasa ingin tahu dan spontanitasnya sebanyak mungkin. Anak juga akan terinspirasi oleh tokoh-tokoh yang lucu dan menjadikan kenangan indah yang tidak menimbulkan trauma baginya. Akhirnya, ketertarikan yang spontan ini mengantarkan anak pada usaha tanpa henti dan pengalaman langsung yang membangun penguasaan, entah itu untuk bermain musik, menari, atau menciptakan koreografi dan dekorasi panggung.</p>
<p style="text-align: justify;">Kreativitas akan tumbuh subur jika sesuatu dilakukan dengan gembira. Ketika anak-anak belajar berkreasi, menciptakan suasana yang gembira sama penting atau malah lebih daripada ”melakukannya dengan benar”.Yang penting adalah kesenangannya, bukan kesempurnaannya dan menyeimbangkan antara kehidupan formal dan informal anak, anak merupakan anugrah paling berharga dalam kehidupan kita. Semoga artikel rangkuman dari berbagai sumber mengenai kecerdasan majemuk anak dalam blog ini dapat menjadikan manfaat bagi siapa saja.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber : <a href="http://www.andreysubiantoro.jigsy.com/entries/artikel/kecerdasan-majemuk-anak">http://www.andreysubiantoro.jigsy.com/entries/artikel/kecerdasan-majemuk-anak</a></p>
<h4>Pencarian:</h4> <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-anak.html" title="kecerdasan otak kiri">kecerdasan otak kiri</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-anak.html" title="kecerdasan otak kanan">kecerdasan otak kanan</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-anak.html" title="aplikasi kecerdasan anak">aplikasi kecerdasan anak</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-anak.html" title="makalah kecerdasan anak">makalah kecerdasan anak</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-anak.html" title="tokoh sofware anak-anak">tokoh sofware anak-anak</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-anak.html" title="kecerdasan majemuk pada anak">kecerdasan majemuk pada anak</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-anak.html" title="tokoh-tokoh terkenal yang memiliki masing-masing kecerdasan linguistik">tokoh-tokoh terkenal yang memiliki masing-masing kecerdasan linguistik</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-anak.html" title="cara menguji kecerdasan majemuk pada anak?">cara menguji kecerdasan majemuk pada anak?</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-anak.html" title="cara merangsang kecerdasan majemuk">cara merangsang kecerdasan majemuk</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-anak.html" title="tes kecerdasan anak sd">tes kecerdasan anak sd</a><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GayaBelajar/~4/aMVgC5ylb54" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-anak.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mengetahui Gaya Belajar Anak</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GayaBelajar/~3/YKuOHVjWgFM/mengetahui-gaya-belajar-anak.html</link>
		<comments>http://www.gayabelajar.net/mengetahui-gaya-belajar-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2011 23:55:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siaptech</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gayabelajar.net/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengetahui gaya belajar ini. Cara Pertama, adalah dengan menggunakan observasi secara mendetail terhadap setiap siswa melalui penggunaan berbagai metode belajar mengajar di kelas. Gunakan metode ceramah secara umum, catatlah siswa-siswa yang mendengarkan &#8230; <a href="http://www.gayabelajar.net/mengetahui-gaya-belajar-anak.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengetahui gaya belajar ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cara Pertama</strong>, adalah dengan menggunakan <strong>observasi secara mendetail</strong> terhadap setiap siswa melalui penggunaan berbagai metode belajar mengajar di kelas. Gunakan metode ceramah secara umum, catatlah siswa-siswa yang mendengarkan dengan tekun hingga akhir. Perhatikan siswa-siswa yang “kuat” bertahan berapa lama dalam mendengar. Klasifikasikan mereka sementara dalam golongan orang-orang yang bukan tipe pembelajar yang cenderung mendengarkan. Dari sini kita bisa mengklasifikasikan secara sederhana tipe-tipe siswa dengan model-model pembelajar auditori yang lebih menonjol.<span id="more-179"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Metode lain bisa digunakan, misalnya dengan memutar film, menunjukkan gambar atau poster, dan juga menunjukkan peta ataupun diagram. Dengan proses belajar mengajar seperti ini, kita bisa melihat para siswa yang mempunyai kecenderungan belajar secara <em>visual</em> dan juga mempunyai kecerdasan <em>visual-spasial</em> akan lebih tertarik dan antusias.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu, cobalah dengan metode pembelajaran menggunakan praktek atau simulasi. Para pembelajar kinestetik tentu saja akan sangat antusias dengan model belajar mengajar semacam ini. Begitu seterusnya kita melihat bagaimana reaksi siswa terhadap setiap model pembelajaran sehingga lambat laun kita akan lebih mudah memahami dan mengetahui kecenderungan gaya belajar yang mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cara Kedua</strong>, adalah dengan <strong>memberikan tugas</strong> kepada siswa untuk melakukan pekerjaan yang membutuhkan proses penyatuan bagian-bagian yang terpisah, misalnya menyatukan model rumah yang bagian-bagiannya terpisahkan. Ada tiga pilihan cara yang bisa dilakukan dalam menyatukan model rumah ini, pertama adalah melakukan praktek langsung dengan mencoba menyatukan bagian-bagian rumah ini setelah melihat potongan-potongan yang ada; kedua adalah dengan melihat gambar desain rumah secara keseluruhan, baru mulai menyatukan; dan ketiga adalah petunjuk tertulis langkah-langkah yang diperlukan untuk membangun rumah tersebut dari awal hingga akhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembelajar visual akan cenderung memulai dengan melihat gambar rumah secara utuh. Ia lebih cepat menyerap melalui gambar-gambar tersebut sebelum menyatukan bagian-bagian rumah secara keseluruhan. Pembelajar auditory cenderung membaca petunjuk tertulis mengenai langkah-langkah yang diperlukan untuk membangun rumah, dan tidak terlalu mempedulikan gambar yang ada. Sedangkan pembelajar kinestetik akan langsung mempraktekkan dengan mencoba-coba menyatukan satu bagian dengan bagian yang lain tanpa terlebih dahulu melihat gambar ataupun membaca petunjuk tulisan. Dari pengamatan terhadap cara kerja siswa dalam menyelesaikan tugas ini, kita akan lebih memahami gaya mengajar siswa secara lebih mendetail.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cara Ketiga</strong>, merupakan cara yang lebih komprehensif yaitu dengan melakukan survey atau tes gaya belajar. Namun demikian, alat survey ataupun tes ini biasanya mengikat pada satu konsultan atau psikolog tertentu sehingga jika kita ingin melakukan tes tersebut harus membayar dengan sejumlah biaya tertentu, yang terkadang dirasa cukup mahal. Namun demikian, karena menggunakan metodologi yang sudah cukup teruji, biasanya survey atau tes psikologi semacam ini mempunyai akurasi yang tinggi sehingga memudahkan bagi guru untuk segera mengetahui gaya belajar siswa.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, dari ketiga cara mengetahui gaya belajar siswa di atas tergantung kita untuk menggunakan cara yang mana. Cara pertama dan kedua membutuhkan usaha yang keras dari kita dalam memetakan dan mengklasifikasikan gaya mengajar siswa yang terdapat dalam satu kelas. Namun demikian, kedua cara ini tidak membutuhkan biaya yang mahal. Untuk lebih akurat, memang cara ketiga bisa diambil, namun konsekuensinya tentu saja perlu mengeluarkan biaya untuk survey ataupun tes gaya belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh : <a href="http://www.kompasiana.com/akbarzainudin">Akbar Zainudin</a><br />
Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/20/memahami-gaya-belajar-siswa/</p>
<h4>Pencarian:</h4> <a href="http://www.gayabelajar.net/mengetahui-gaya-belajar-anak.html" title="tes modalitas belajar">tes modalitas belajar</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengetahui-gaya-belajar-anak.html" title="mengetahui cara belajar">mengetahui cara belajar</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengetahui-gaya-belajar-anak.html" title="mengetahui cara belajar anak">mengetahui cara belajar anak</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengetahui-gaya-belajar-anak.html" title="Tes Siwa prawda">Tes Siwa prawda</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengetahui-gaya-belajar-anak.html" title="cara mengetahui tipe belajar anak">cara mengetahui tipe belajar anak</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengetahui-gaya-belajar-anak.html" title="belajar tes psikologi">belajar tes psikologi</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengetahui-gaya-belajar-anak.html" title="tes psikologi cara belajar">tes psikologi cara belajar</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengetahui-gaya-belajar-anak.html" title="cara mengidentifikasi kecerdasan majemuk">cara mengidentifikasi kecerdasan majemuk</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengetahui-gaya-belajar-anak.html" title="cara mengetahui kecerdasan majemuk">cara mengetahui kecerdasan majemuk</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengetahui-gaya-belajar-anak.html" title="cara praktis mengetahui cara belajar anak">cara praktis mengetahui cara belajar anak</a><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GayaBelajar/~4/YKuOHVjWgFM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gayabelajar.net/mengetahui-gaya-belajar-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.gayabelajar.net/mengetahui-gaya-belajar-anak.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mengajar dengan Gaya Belajar Siswa yang Berbeda</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GayaBelajar/~3/zMyKXp2CPuc/mengajar-dengan-gaya-belajar-siswa-yang-berbeda.html</link>
		<comments>http://www.gayabelajar.net/mengajar-dengan-gaya-belajar-siswa-yang-berbeda.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 11:55:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siaptech</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gayabelajar.net/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Setelah mengetahui gaya belajar siswa dan kecenderungan kecerdasan yang paling menonjol dimilikinya melalui artikel Mengetahui Gaya Belajar Anak, saatnya sebagai guru kita menyesuaikan dengan gaya belajar mereka. Bagaimana kita menyesuaikan diri dengan gaya belajar mereka masing-masing? Untuk pembelajar visual, di &#8230; <a href="http://www.gayabelajar.net/mengajar-dengan-gaya-belajar-siswa-yang-berbeda.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah mengetahui gaya belajar siswa dan kecenderungan kecerdasan yang paling menonjol dimilikinya melalui artikel<a title="Permalink to Mengetahui Gaya Belajar Anak" href="../mengetahui-gaya-belajar-anak.html" rel="bookmark"> Mengetahui Gaya Belajar Anak</a>, saatnya sebagai guru kita menyesuaikan dengan gaya belajar mereka. Bagaimana kita menyesuaikan diri dengan gaya belajar mereka masing-masing?</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-188"></span>Untuk <strong>pembelajar <em>visual</em></strong><em>,</em> di mana lebih banyak menyerap informasi melalui mata, hal-hal yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan kemampuan belajar mereka adalah:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Biarkan mereka duduk di bangku paling depan, sehingga mereka bisa langsung melihat apa yang dituliskan atau digambarkan guru di papan tulis.</li>
<li>Selain tulisan, buatlah lebih banyak bagan-bagan, diagram, flow-chart menjelaskan sesuatu.</li>
<li>Putarkan film. Minta mereka untuk menuliskan poin-poin penting yang harus dihapalkan.</li>
<li>Gunakan berbagai ilustrasi dan gambar.</li>
<li>Tulis ulang apa yang ada di papan tulis.</li>
<li>Gunakan warna-warni yang berbeda pada tulisan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Untuk <strong>pembelajar <em>auditory</em></strong>, di mana mereka lebih banyak menyerap informasi melalui pendengaran, hal-hal yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan kemampuan belajar mereka adalah:</p>
<ol>
<li>Gunakan audio dalam pembelajaran (musik, radio, dll)</li>
<li>Saat belajar, biarkan mereka membaca dengan nyaring dan suara keras.</li>
<li>Seringlah memberi pertanyaan kepada mereka.</li>
<li>Membuat diskusi kelas.</li>
<li>Menggunakan rekaman.</li>
<li>Biarkan mereka menjelaskan dengan kata-kata.</li>
<li>Biarkan mereka menuliskan apa yang mereka pahami tentang satu mata pelajaran.</li>
<li>Belajar berkelompok.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk <strong>pembelajar <em>kinestetic</em></strong>, di mana mereka lebih banyak menyerap informasi melalui gerakan fisik, hal-hal yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan kemampuan belajar mereka adalah:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Perbanyak praktek lapangan (<em>field trip</em>).</li>
<li>Melakukan demonstrasi atau pertunjukan langsung terhadap suatu proses.</li>
<li>Membuat model atau contoh-contoh.</li>
<li>Belajar tidak harus duduk secara formal, bisa dilakukan dengan duduk dalam posisi yang nyaman, walaupun tidak biasa dilakukan oleh murid-murid yang lain.</li>
<li>Perbanyak praktek di laboratorium.</li>
<li>Boleh menghapal sesuatu sambil bergerak, berjalan atau mondar-mandir misalnya.</li>
<li>Perbanyak simulasi dan role playing.</li>
<li>Biarkan murid berdiri saat menjelaskan sesuatu.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dalam prakteknya, satu kelas biasanya terdiri dari tiga kelompok pembelajar semacam ini. Karena itulah, tidak bisa seorang guru hanya mempraktekkan satu metode belajar mengajar untuk diterapkan di seluruh kelas. Bayangkan jika guru mengajar hanya dengan metode ceramah mulai dari awal hingga akhir. Jika dalam satu kelas kecenderungannya lebih banyak pembelajar visual atau kinestetis, maka yang terjadi adalah suasana yang tidak menyenangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang-orang visual dan kinestetis akan mulai merasa bosan dengan apa yang diomongkan, hingga yang terjadi mereka akan mulai mencari perhatian dengan berbagai hal yang mengganggu. Ada yang tidak mendengarkan, tidur di kelas, ataupun berlarian ke sana kemari karena tidak tahan untuk terus menerus mendengarkan apa yang dijelaskan oleh guru di dalam kelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, dalam situasi semacam ini, guru-guru kreatif dan mempunyai inovasi yang tinggi akan segera mengganti proses belajar mengajar dengan mempertimbangkan keragaman gaya belajar siswa. Tidak lagi kemudian menggunakan metode ceramah, tetapi menggunakan metode yang lain yang memungkinkan, misalnya diskusi kelompok ataupun mengajak mereka dalam suatu permainan agar tidak membosankan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun demikian, yang masih sering terjadi adalah, karena guru merasa tidak diperhatikan, mereka kemudian menggunakan kekuasaan mereka sebagai guru dengan melakukan bentakan yang keras, biasanya disertai ancaman kalau tidak mendengarkan maka mereka akan mendapatkan hukuman.</p>
<p style="text-align: justify;">Pola belajar mengajar semacam ini tidak saja membuat proses belajar mengajar menjadi sesuatu yang mengerikan dan membuat trauma bagi anak didik, tetapi juga mengaduk-aduk dan menyita emosi guru secara terus menerus. Akibatnya, bisa ditebak, tekanan kerja yang semakin berat membuat proses belajar mengajar bagi guru menjadi beban yang tidak lagi menyenangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Situasi semacam ini melahirkan “kalah-kalah”, di mana guru kalah karena walaupun sudah bekerja keras tetapi tidak bisa menikmati pekerjaannya, sementara bagi siswa juga kalah karena proses belajar mengajar tidak lagi menjadi proses yang menyenangkan, tetapi membuat trauma dan kesedihan untuk belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itulah, kreativitas dan kemampuan guru untuk memahami gaya belajar siswa sangat penting agar suasana di dalam kelas bisa dibangun dengan lebih kondusif dan menyenangkan untuk belajar. Dengan demikian, sekolah akan menjadi tempat yang menyenangkan, bagi guru, siswa, dan semua pihak yang terlibat di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh : <a href="http://www.kompasiana.com/akbarzainudin">Akbar Zainudin</a><br />
Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/20/memahami-gaya-belajar-siswa/</p>
<h4>Pencarian:</h4> <a href="http://www.gayabelajar.net/mengajar-dengan-gaya-belajar-siswa-yang-berbeda.html" title="kemampuan belajar siswa">kemampuan belajar siswa</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengajar-dengan-gaya-belajar-siswa-yang-berbeda.html" title="belajar maksimal">belajar maksimal</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengajar-dengan-gaya-belajar-siswa-yang-berbeda.html" title="siswa itu berbeda">siswa itu berbeda</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengajar-dengan-gaya-belajar-siswa-yang-berbeda.html" title="bagaimana mengajar siswa yang kurang">bagaimana mengajar siswa yang kurang</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengajar-dengan-gaya-belajar-siswa-yang-berbeda.html" title="cara mengajar anak dengan kecerdasan yang berbeda">cara mengajar anak dengan kecerdasan yang berbeda</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengajar-dengan-gaya-belajar-siswa-yang-berbeda.html" title="mengajar untuk kecerdasan anak">mengajar untuk kecerdasan anak</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengajar-dengan-gaya-belajar-siswa-yang-berbeda.html" title="membuat murid agar tidak bosan dengan metode ceramah">membuat murid agar tidak bosan dengan metode ceramah</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengajar-dengan-gaya-belajar-siswa-yang-berbeda.html" title="makalah kemampuan belajar siswa yang berbeda">makalah kemampuan belajar siswa yang berbeda</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengajar-dengan-gaya-belajar-siswa-yang-berbeda.html" title="keragaman cara untuk mengajar">keragaman cara untuk mengajar</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/mengajar-dengan-gaya-belajar-siswa-yang-berbeda.html" title="metode pembelajaran di labor dengan role play">metode pembelajaran di labor dengan role play</a><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GayaBelajar/~4/zMyKXp2CPuc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gayabelajar.net/mengajar-dengan-gaya-belajar-siswa-yang-berbeda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.gayabelajar.net/mengajar-dengan-gaya-belajar-siswa-yang-berbeda.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kecerdasan Majemuk</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GayaBelajar/~3/oLnF2yY_xc8/kecerdasan-majemuk.html</link>
		<comments>http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-majemuk.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 00:11:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siaptech</dc:creator>
				<category><![CDATA[kecerdasan majemuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gayabelajar.net/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Kecerdasan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan sukses gagalnya peserta didik belajar di sekolah. Peserta didik yang mempunyai taraf kecerdasan rendah atau di bawah normal sukar diharapkan berprestasi tinggi. Tetapi tidak ada jaminan bahwa dengan taraf kecerdasan tinggi seseorang &#8230; <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-majemuk.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kecerdasan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan sukses gagalnya peserta didik belajar di sekolah. Peserta didik yang mempunyai taraf kecerdasan rendah atau di bawah normal sukar diharapkan berprestasi tinggi. Tetapi tidak ada jaminan bahwa dengan taraf kecerdasan tinggi seseorang secara otomatis akan sukses belajar di sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagi ilmu dari Profesor Gardner yang telah menemukan teori kecerdasan majemuk atau Multiple Intelligences, bahwa ada banyak kecerdasan yang dimiliki setiap orang. Teori ini juga menekankan pentingnya “model” atau teladan yang sudah berhasil mengembangkan salah satu kecerdasan hingga puncak.<span id="more-223"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam buku konsep dan makna pembelajaran (Sagala, 2005 : 84) memaparkan 8 kecerdasan yaitu kecerdasan verbal/bahasa, kecerdasan logika/matematika, kecerdasan spasial/visual, kecerdasan tubuh/kinestetik, kecerdasan musical/ritmik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan spiritual.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari kita bahas satu per satu kecerdasan di atas. Selain penjelasan bentuk kecerdasan, juga dikaitkan dengan pelajaran yang diajarkan di sekolah serta tokoh atau profesi yang memiliki kecerdasan tersebut.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Kecerdasan Verbal (Bahasa)</strong></h2>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">Bentuk kecerdasan ini dinampakkan oleh kepekaan akan makna dan urutan kata serta kemampuan membuat beragam penggunaan bahasa untuk menyatakan dan memaknai arti yang kompleks.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">Berkaitan dengan pelajaran bahasa. William Shakespeare, Martin Luther King Jr, Soekarno, Putu Wijaya, Taufiq Ismail, Hilman “Lupus” Hariwijaya merupakan tokoh yang berhasil menunjukkan kecerdasan ini hingga puncak, demikian pula para jurnalis hebat, ahli bahasa, sastrawan, orator pasti memiliki kecerdasan ini.</span></p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Kecerdasan Logika/Matematika</strong></h2>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff00ff;">Bentuk kecerdasan ini termasuk yang paling mudah distandarisasikan dan diukur. Kecerdasan ini sebagai pikiran analitik dan sainstifik, dan bisa melihatnya dalam diri ahli sains, programmer komputer, akuntan, banker dan tentu saja ahli matematika.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff00ff;">Berkaitan dengan pelajaran matematika. Tokoh2 yang terkenal antara lain Madame Currie, Blaise Pascal, B.J. Habibie.</span></p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Kecerdasan Spasial/Visual</strong></h2>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Bentuk kecerdasan ini umumnya terampil menghasilkan imaji mental dan menciptakan representasi grafis, mereka sanggup berpikir tiga dimensi, mampu mencipta ulang dunia visual.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Kecerdasan ini dapat ditemukan pada pelukis, pematung, programmer komputer, desainer, arsitek.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Berhubungan dengan pelajaran menggambar. Tokoh yang dapat diceritakan berkaitan dengan kecerdasan ini, misalnya Picasso, Walt Disney, Garin Nugroho.</span></p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Kecerdasan Tubuh/Kinestetik</strong></h2>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Bentuk kecerdasan ini memungkinkan terjadinya hubungan antara pikiran dan tubuh yang diperlukan untuk berhasil dalam aktivitas2 seperti menari, melakukan pantomim, berolahraga, seni bela diri dan memainkan drama.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Sebut saja Michael Jordan, Martha Graham (penari balet), Susi Susanti. Kecerdasan ini berkaitan dengan pejaran olahraga atau kegiatan ekstrakurikuler seperti menari, bermain teater, pantomim.</span></p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Kecerdasan Musical/Ritmik</strong></h2>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;">Bentuk kecerdasan ini mendengarkan pola musik dan ritmik secara natural dan kemudian dapat memproduksinya. Bentuk kecerdasan ini sangat menyenangkan, karena musik memiliki kapasitas unutk mengubah kesadaran kita, menghilangkan stress dan meningkatkan fungsi otak.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;">Berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler. Tokoh2 yang sudah mengembangkan kecerdasan ini misalnya Stevie Wonder, Melly Goeslow, Titik Puspa.</span></p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Kecerdasan Interpersonal</strong></h2>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;">Bentuk kecerdasan ini wajib bagi tugas2 ditempat kerja seperti negosiasi dan menyediakan umpan balik atau evaluasi. Berkaitan dengan pelajaran PPKn, sosiologi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;">Manajer, konselor, terapis, politikus, mediator menunjukkan bentuk kecerdasan ini. Mereka biasanya pintar membaca suasana hati, temperamen, motivasi dan maksud orang lain. Abraham Lincoln dan Mahatma Gadhi memanfaatkan kecerdasan ini untuk mengubah dunia.</span></p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Kecerdasan Intrapersonal</strong></h2>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #33cccc;">Bentuk kecerdasan ini merupakan kemampuan untuk memahami dan mengartikulasikan cara kerja terdalam dari karakter dan kepribadian. Kita sering menamai kecerdasan ini dengan kebijaksanaan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #33cccc;">Berkaitan dengan jurusan psikologi atau filsafat. Tokoh2 sukses yang dapat dikenalkan untuk memperkaya kecerdasan ini adalah para pemimpin keagamaan dan para psikolog.</span></p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Kecerdasan Spiritual</strong></h2>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #666699;">Bentuk kecerdasan ini dapat dipandang sebagai sebuah kombinasi dan kesadaran interpersonal dan kecerdasan intrapersonal dengan sebuah komponen “nilai” yang ditambahkan padanya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #666699;">Kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan rohaniah, yang menuntun diri kita menjadi manusia yang utuh, berada pada bagian yang paling dalam diri kita.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan beragamnya kecerdasan manusia, menjadikan peran guru amat penting untuk memberikan arahan pada apa yang cocok dan sesuai bagi para siswanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : http://nuritaputranti.wordpress.com/2007/11/27/kecerdasan-majemuk-multiple-intelligences/</p>
<h4>Pencarian:</h4> <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-majemuk.html" title="kecerdasan majemuk">kecerdasan majemuk</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-majemuk.html" title="makalah kecerdasan majemuk">makalah kecerdasan majemuk</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-majemuk.html" title="kecerdasan spasial">kecerdasan spasial</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-majemuk.html" title="kecerdasan">kecerdasan</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-majemuk.html" title="teori kecerdasan majemuk">teori kecerdasan majemuk</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-majemuk.html" title="kecerdasan belajar">kecerdasan belajar</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-majemuk.html" title="kecerdasan majemuk adalah">kecerdasan majemuk adalah</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-majemuk.html" title="Kecenderungan Kecerdasan Majemuk">Kecenderungan Kecerdasan Majemuk</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-majemuk.html" title="tes kecerdasan majemuk(kecerdasan interpersonal)">tes kecerdasan majemuk(kecerdasan interpersonal)</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-majemuk.html" title="tes kecerdasan logis matematis">tes kecerdasan logis matematis</a><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GayaBelajar/~4/oLnF2yY_xc8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-majemuk.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.gayabelajar.net/kecerdasan-majemuk.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Memahami Gaya Belajar Agar Makin Pintar</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GayaBelajar/~3/HfhMybyPR0U/memahami-gaya-belajar-agar-makin-pintar.html</link>
		<comments>http://www.gayabelajar.net/memahami-gaya-belajar-agar-makin-pintar.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2011 23:57:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siaptech</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gayabelajar.net/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Belajar ternyata punya gaya berbeda-beda. Bila kita paham gaya kita, boleh jadi kita lebih pintar dari seharusnya. Lain ladang, lain ikannya. Lain orang, lain pula gaya belajarnya. Pepatah di atas memang pas untuk menjelaskan fenomena bahwa tak semua orang punya &#8230; <a href="http://www.gayabelajar.net/memahami-gaya-belajar-agar-makin-pintar.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h2 style="text-align: center;"><strong><span style="color: navy; font-family: arial;">Belajar ternyata punya gaya berbeda-beda. Bila kita paham gaya kita, boleh jadi kita lebih pintar dari seharusnya. </span></strong></h2>
</blockquote>
<hr noshade="noshade" size="-2" />
<p align="justify"><span style="font-family: arial;"> Lain ladang, lain ikannya. Lain orang, lain pula gaya belajarnya. Pepatah di atas memang pas untuk menjelaskan fenomena bahwa tak semua orang punya gaya belajar yang sama. Pun bila mereka bersekolah di sekolah atau bahkan duduk di kelas yang sama. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: arial;">Kemampuan seseorang untuk memahami dan menyerap pelajaran sudah pasti berbeda tingkatnya. Ada yang cepat, sedang dan ada pula yang sangat lambat. Karenanya, mereka seringkali harus menempuh cara berbeda untuk bisa memahami sebuah informasi atau pelajaran yang sama. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: arial;"><span id="more-154"></span>Sebagian siswa lebih suka guru mereka mengajar dengan cara menuliskan segalanya di papan tulis. Dengan begitu mereka bisa membaca untuk kemudian mencoba memahaminya. Tapi, sebagian siswa lain lebih suka guru mereka mengajar dengan cara menyampaikannya secara lisan dan mereka mendengarkan untuk bisa memahaminya. Sementara itu, ada siswa yang lebih suka membentuk kelompok kecil untuk mendiskusikan pertanyaan yang menyangkut pelajaran tersebut. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: arial;">Cara lain yang juga kerap disukai banyak siswa adalah model belajar yang menempatkan guru tak ubahnya seorang penceramah. Guru diharapkan bercerita panjang lebar tentang beragam teori dengan segudang ilustrasinya, sementara para siswa mendengarkan sambil menggambarkan isi ceramah itu dalam bentuk yang hanya mereka pahami sendiri. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: arial;">Apa pun cara yang dipilih, perbedaaan gaya belajar itu menunjukkan cara tercepat dan terbaik bagia setiap individu bisa menyerap sebuah informasi dari luar dirinya. Karenanya, jika kita bisa memahami bagaimana perbedaan gaya belajar setiap orang itu, mungkin akan lebih mudah bagi kita jika suatu ketika, misalnya, kita harus memandu seseorang untuk mendapatkan gaya belajar yang tepat dan memberikan hasil yang maksimal bagi dirinya. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: arial;">Tentu saja, sebelum kita sendiri mengajarkannya pada orang lain, langkah terbaik adalah mengenali gaya belajar kita sendiri. Pertimbangan ini yang seringkali kita lupakan. Dengan kata lain, kita sendiri harus merasakan pengalaman mendapatkan gaya belajar yang tepat bagi diri sendiri, sebelum menularkannya pada orang lain. Ada banyak alasan dan keuntungan yang bisa kita dapatkan bila kita mampu memahami ragam gaya belajar, termasuk gaya kita sendiri. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: arial;">Kalangan tua, biasanya menyerap banyak pengetahuan tentang gaya belajar, berdasarkan pengalaman yang telah mereka lewati. Misalnya, mereka pernah bekerja, menjalani latihan militer, mendidik dan membimbing anak, dan sebagainya. Rangkaian pengalaman yang mereka lewati itu, sesungguhnya, adalah bagian dari cara mereka mendapatkan pelajaran berarti yang mungkin bisa kita serap untuk melihat seperti apa sebetulnya gaya belajar yang tepat bagi kita. Apa pun gaya yang akan kita pilih dan ikuti, hal terpenting yang tak boleh dilupakan: lakukan apa yang memang akan bermanfaat bagi Anda! </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: arial;">Ada beberapa tipe gaya belajar yang bisa kita cermati dan mungkin kita ikuti bila memang kita merasa cocok dengan gaya itu. Pertama, Gaya Belajar Visual <em>(Visual Learners)</em>. Gaya belajar seperti ini menjelaskan bahwa kita harus melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: arial;">Ada beberapa karakteristik yang khas bagai orang-orang yang menyukai gaya belajar visual ini. Pertama adalah kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau memahaminya, kedua memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, ketiga memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik, keempat memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung, kelima terlalu reaktif terhadap suara, keenam sulit mengikuti anjuran secara lisan, ketujuh seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: arial;">Untuk mengatasi ragam masalah di atas, ada beberapa pendekatan yang bisa digunakan, sehingga belajar tetap bisa dilakukan dengan memberikan hasil yang menggembirakan. Pertama adalah menggunakan beragam bentuk grafis untuk menyampaikan informasi atau materi pelajaran. Perangkat grafis itu bisa berupa film, <em>slide</em>, gambar ilustrasi, coretan-coretan, kartu bergambar, catatan dan kartu-kartu gambar berseri yang bisa digunakan untuk menjelaskan suatu informasi secara berurutan. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: arial;">Gaya belajar kedua disebut <em>Auditory Learners</em> atau gaya belajar yang mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu. Karakter pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran, kedua memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, ketiga memiliki kesulitan menulis ataupun membaca. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: arial;">Ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan untuk belajar bila kita termasuk orang yang memiliki kesulitan-kesulitan belajar seperti di atas. Pertama adalah menggunakan tape perekam sebagai alat bantu. Alat ini digunakan untuk merekam bacaan atau catatan yang dibacakan atau ceramah pengajar di depan kelas untuk kemudian didengarkan kembali. Pendekatan kedua yang bisa dilakukan adalah dengan wawancara atau terlibat dalam kelompok diskusi. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: arial;">Sedang pendekatan ketiga adalah dengan mencoba membaca informasi, kemudian diringkas dalam bentuk lisan dan direkam untuk kemudian didengarkan dan dipahami. Langkah terakhir adalah dengan melakukan review secara verbal dengan teman atau pengajar. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: arial;">Gaya belajar lain yang juga unik adalah yang disebut <em>Tactual Learners</em> atau kita harus menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar kita bisa mengingatnya. Tentu saja, ada beberapa karekteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar kita bisa terus mengingatnya. Kedua, hanya dengan memegang kita bisa menyerap informasinya tanpa harus membaca penjelasannya. Karakter ketiga adalah kita termasuk orang yang tidak bisa/tahan duduk terlalu lama untuk mendengarkan pelajaran. Keempat, kita merasa bisa belajar lebih baik bila disertai dengan kegiatan fisik. Karakter terakhir, orang-orang yang memiliki gaya belajar ini memiliki kemampuan mengkoordinasikan sebuah tim dan kemampuan mengendalikan gerak tubuh <em>(athletic ability).</em> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: arial;">Untuk orang-orang yang memiliki karakteristik seperti di atas, pendekatan belajar yang mungkin bisa dilakukan adalah belajar berdasarkan atau melalui pengalaman dengan menggunakan berbagai model atau peraga, bekerja di laboratorium atau bermain sambil belajar. Cara lain yang juga bisa digunakan adalah secara tetap membuat jeda di tengah waktu belajar. Tak jarang, orang yang cenderung memiliki karakter <em>Tactual Learner</em> juga akan lebih mudah menyerap dan memahami informasi dengan cara menjiplak gambar atau kata untuk belajar mengucapkannya atau memahami fakta. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: arial;">Penggunaan komputer bagi orang-orang yang memiliki karakter <em>Tactual Learner</em> akan sangat membantu. Karena, dengan komputer ia bisa terlibat aktif dalam melakukan <em>touch</em>, sekaligus menyerap informasi dalam bentuk gambar dan tulisan. Selain itu, agar belajar menjadi efektif dan berarti, orang-orang dengan karakter di atas disarankan untuk menguji memori ingatan dengan cara melihat langsung fakta di lapangan. (sumber : <a href="http://www.tempo.co.id/edunet/">http://www.tempo.co.id/edunet/</a> ; meiky/berbagai sumber)</span></p>
<h4>Pencarian:</h4> <a href="http://www.gayabelajar.net/memahami-gaya-belajar-agar-makin-pintar.html" title="cara belajar orang pintar">cara belajar orang pintar</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/memahami-gaya-belajar-agar-makin-pintar.html" title="metode pembelajaran unik">metode pembelajaran unik</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/memahami-gaya-belajar-agar-makin-pintar.html" title="tujuan pemahaman diri">tujuan pemahaman diri</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/memahami-gaya-belajar-agar-makin-pintar.html" title="cara memahami pelajaran">cara memahami pelajaran</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/memahami-gaya-belajar-agar-makin-pintar.html" title="cara cepat memahami suatu pelajaran">cara cepat memahami suatu pelajaran</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/memahami-gaya-belajar-agar-makin-pintar.html" title="cara agar cepat memahami pelajaran">cara agar cepat memahami pelajaran</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/memahami-gaya-belajar-agar-makin-pintar.html" title="tips agar cepat menangkap pelajaran">tips agar cepat menangkap pelajaran</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/memahami-gaya-belajar-agar-makin-pintar.html" title="belajar agar pintar">belajar agar pintar</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/memahami-gaya-belajar-agar-makin-pintar.html" title="cara belajar agar pintar">cara belajar agar pintar</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/memahami-gaya-belajar-agar-makin-pintar.html" title="cara memahami suatu pelajaran">cara memahami suatu pelajaran</a><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GayaBelajar/~4/HfhMybyPR0U" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gayabelajar.net/memahami-gaya-belajar-agar-makin-pintar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.gayabelajar.net/memahami-gaya-belajar-agar-makin-pintar.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gaya Belajar Anda Visual, Auditori, atau Kinestetik ?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GayaBelajar/~3/PblIAlRgjMA/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik.html</link>
		<comments>http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 12:23:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siaptech</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gayabelajar.net/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu : “modalitas visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun masing2 dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modlaitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”. &#8230; <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu : <em>“modalitas visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun masing<sup>2</sup> dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modlaitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”</em>.</p>
<p><span id="more-158"></span></p>
<h2><span style="color: #ff0000;"><strong>1. Visual (belajar dengan cara melihat)</strong></span></h2>
<p><strong>Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. </strong>Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.<br />
<strong>Ciri-ciri gaya belajar visual :</strong></p>
<ul>
<li>Bicara agak cepat</li>
<li>Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi</li>
<li>Tidak mudah terganggu oleh keributan</li>
<li>Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar</li>
<li>Lebih suka membaca dari pada dibacakan</li>
<li>Pembaca cepat dan tekun</li>
<li>Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata</li>
<li>Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato</li>
<li>Lebih suka musik dari pada seni</li>
<li>Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual : </strong></p>
<ul>
<li>Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.</li>
<li>Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.</li>
<li>Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.</li>
<li>Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).</li>
<li>Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.</li>
</ul>
<h2><span style="color: #ff0000;"><strong> 2. Auditori (belajar dengan cara mendengar)</strong></span></h2>
<p><strong>Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang<sup>2</sup> saja. </strong>Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.<br />
<strong>Ciri-ciri gaya belajar auditori :</strong></p>
<ul>
<li>Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri</li>
<li>Penampilan rapi</li>
<li>Mudah terganggu oleh keributan</li>
<li>Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat</li>
<li>Senang membaca dengan keras dan mendengarkan</li>
<li>Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca</li>
<li>Biasanya ia pembicara yang fasih</li>
<li>Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya</li>
<li>Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik</li>
<li>Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual</li>
<li>Berbicara dalam irama yang terpola</li>
<li>Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara</li>
</ul>
<p><strong>Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori : </strong></p>
<ul>
<li>Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.</li>
<li>Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.</li>
<li>Gunakan musik untuk mengajarkan anak.</li>
<li>Diskusikan ide dengan anak secara verbal.</li>
<li>Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.</li>
</ul>
<h2><span style="text-decoration: underline; color: #ff0000;"><strong>3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)</strong></span></h2>
<p><strong>Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. </strong>Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.<br />
<strong>Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :</strong></p>
<ul>
<li>Berbicara perlahan</li>
<li>Penampilan rapi</li>
<li>Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan</li>
<li>Belajar melalui memanipulasi dan praktek</li>
<li>Menghafal dengan cara berjalan dan melihat</li>
<li>Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca</li>
<li>Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita</li>
<li>Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca</li>
<li>Menyukai permainan yang menyibukkan</li>
<li>Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu</li>
<li>Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi</li>
</ul>
<p><strong>Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik: </strong></p>
<ul>
<li>Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.</li>
<li>Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).</li>
<li>Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.</li>
<li>Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.</li>
<li>Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.</li>
</ul>
<p>Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Bagaimana dengan gaya belajar Anda?</p>
<p>Sumber : http://nuritaputranti.wordpress.com/2007/12/28/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik/</p>
<h4>Pencarian:</h4> <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik.html" title="kinestetik">kinestetik</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik.html" title="cara belajar kinestetik">cara belajar kinestetik</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik.html" title="cara belajar anak kinestetik">cara belajar anak kinestetik</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik.html" title="anak kinestetik">anak kinestetik</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik.html" title="maksud kinestetik">maksud kinestetik</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik.html" title="metode kinestetik">metode kinestetik</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik.html" title="kinestetika">kinestetika</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik.html" title="auditori">auditori</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik.html" title="kinestetik maksud">kinestetik maksud</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik.html" title="metode belajar kinestetik">metode belajar kinestetik</a><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GayaBelajar/~4/PblIAlRgjMA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Jam Belajar Anak Indonesia Mengeksploitasi Anak</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GayaBelajar/~3/nnyNUBa17OA/jam-belajar-anak-indonesia-mengeksploitasi-anak.html</link>
		<comments>http://www.gayabelajar.net/jam-belajar-anak-indonesia-mengeksploitasi-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 01:31:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siaptech</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[belajar mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[full day school]]></category>
		<category><![CDATA[kak seto]]></category>
		<category><![CDATA[PEMBELAJARAN]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>
		<category><![CDATA[uasbn]]></category>
		<category><![CDATA[un 20011]]></category>
		<category><![CDATA[unas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gayabelajar.net/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, mengatakan, jam belajar anak Sekolah Dasar (SD) di Indonesia mencapai 1.400 jam per tahun, melebihi standar jam belajar 800 jam per tahun yang telah ditetapkan UNESCO. &#8221;Standar belajar UNESCO 800 jam per tahun untuk anak &#8230; <a href="http://www.gayabelajar.net/jam-belajar-anak-indonesia-mengeksploitasi-anak.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, <a title="Lihat Biografi Seto Mulyadi" href="http://selebriti.kapanlagi.com/indonesia/s/seto_mulyadi/"><strong>Seto Mulyadi</strong></a>, mengatakan, jam belajar anak Sekolah Dasar (SD) di Indonesia mencapai 1.400 jam per tahun, melebihi standar jam belajar 800 jam per tahun yang telah ditetapkan UNESCO. &#8221;Standar belajar UNESCO 800 jam per tahun untuk anak SD, sedangkan anak SD di Indonesia belajarnya mencapai 1.400 jam. <span id="more-89"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kejamnya luar biasa,&#8221; ujar Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak yang akrab dipanggil <strong>Kak Seto</strong>, . Menurut dia, istilah wajib belajar sekarang ini salah. Mengenyam pendidikan bagi anak merupakan hak bukan kewajiban, justru yang wajib adalah pemerintah yang harus menyediakan tempat belajar yang menyenangkan. Dia mengatakan, seharusnya semua orang dapat membuat belajar itu terkait dengan pengalaman yang menyenangkan. &#8221;Anak-anak pada dasarnya sejak kecil senang belajar. Yang membuat mereka tidak senang ya gara-gara sekolah itu dibuat jadi &#8216;susah&#8217;, PR-nya, kurikulumnya terlalu padat,&#8221; ujar dia. Oleh karena itu para orang tua dengan berbagai macam cara berusaha untuk meningkatkan prestasi akademik sang anak.  Entah itu dengan memasukkan anak ke full day school,  les privat maupun bimbingan belajar  sampai menyita waktu bermain anak.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.gayabelajar.net/wp-content/uploads/2011/05/anak-stress1.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-90" title="anak-stress1" src="http://www.gayabelajar.net/wp-content/uploads/2011/05/anak-stress1.gif" alt="" width="445" height="296" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Yang  jadi  masalah,  kita  belum  bisa  secara  efektif  &amp;  efisien memaksimalkan metode belajar mengajar yang baik. Artinya,  secara kasar  dapat  kita  lakukan  bahwa  jam  belajar  yang  panjang  (seperti yang kita  terapkan selama  ini) bukanlah  jaminan seorang siswa akan menjadi  lebih pandai. Bahkan bisa  jadi sebaliknya,problema  murid  ini  juga  nggak  lepas  dari  masalah  pengajarnya. “memang  belum  ada  penelitian  yang  khusus  dan  mendalam.  Tapi , persoalan guru di Indonesia, juga harus dibenahi.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika  kita mau meninjau  ulang  berbagai macam  usaha  untuk memajukan  pendidikan  di  negeri  ini,  semuanya  terpusat  pada “Bagaimana cara menggembleng siswa dan mencekoki siswa dengan materi‐materi  yang  sudah  ditetapkan  oleh  kurikulum  di  Negeri  ini. Semua berorientasi pada Kuantitas bukan Kualitas”.  Lalu, walaupun secara  kuantitas  jam  belajar  di  negeri  ini  melebihi  jam  belajar  di jepang atau perancis. Apakah kualitas dari proses pembelajaran yang berlangsung di Indonesia bisa dikatakan lebih baik dari kedua Negara tersebut?  Lalu  apakah  visi  pembelajaran  yang  dicanangkan  sudah tercapai? Lalu adakah faktor lain yang bisa mempengaruhi keefektifan proses  Kegiatan  Belajar  Mengajar? Padahal,  data  dari  UNESCO  menyebutkan  bahwa Jam belajar anak‐anak sekolah di  Indonesia mencapai 1.680  jam per tahun  untuk  SMP  dan  SMP  atau  42  jam  dalam  seminggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila dibandingkan dengan anak‐anak di  Jepang  jenjang yang  sama hanya memerlukan  waktu  30  jam  atau  32  jam  untuk  anak  sekolah  di perancis,  dua Negara yang  system pendidikannya diakui  cukup baik di dunia. Di Australia jam belajarnya malah hanya 25 jam.    Bisa  dibayangkan  betapa  besar  tekanan  yang  di  alami  siswa dengan  banyaknya  beban  serta  tuntutan  yang mereka  emban  baik dari orang tua, guru maupun lingkungan sekitar. Siswa dituntut untuk belajar  dengan  waktu  yang  lama  yaitu  42  jam  dalam  seminggu bahkan  jam  belajar  itu  melebihi  jam  belajar  2  negara  yang  sistem pendidikannya  diakui  cukup  baik  di  dunia.  Lalu  pertanyaan  yang muncul  adalah  apakah  hasil  yang  dicapai  system  pendidikan  di Indonesia  bisa maksimal dan bisa melebihi ke 2 negara tersebut? Sisi positif  dari  ‘belajar  lama’  ini mungkin  saja  ada, namun  tak  begitu  kelihatan.  Yang  ‘kelihatan’ malah  sisi  kelemahan kita.  Sebut  saja,  katanya,  jika  diambil  rata‐rata  kemampuan intelektual siswa Indonesia dari SD sampai SMA disbanding anak‐anak Negara  lain  yang  menerapkan  jam  belajar  yang  lebih  pendek, misalnya  jepang  atau  perancis.  “Apakah  anak‐anak  Indonesia  lebih berkualitas secara rata‐rata? Rasanya tidak. Atau jika Negara tetangga seperti  Singapura,  kita  juga masih  kalah.  Apakah  kita  lebih  bodoh? . Gurupun  juga tidak kalah  takutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Para guru sangat ditekan oleh  tuntutan kurikulum yang padat dalam waktu yang singkat. Para guru   dituntut  untuk  menyampaikan  banyak  materi  dengan  cepat, melakukan  evaluasi  permateri  dan  belum  lagi  untuk  memenuhi tuntutan  kelulusan  juga  kewajiban  secara  tidak  langsung  untuk menjaga  reputasi  sekolah.  Dan  tentunya  guru  akan  semakin  intens menggembleng  siswa  walau  harus  dengan  menambah  jam  belajar siswa  di  sekolah.</p>
<h4>Pencarian:</h4> <a href="http://www.gayabelajar.net/jam-belajar-anak-indonesia-mengeksploitasi-anak.html" title="anak sekolah">anak sekolah</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/jam-belajar-anak-indonesia-mengeksploitasi-anak.html" title="gambar orang belajar">gambar orang belajar</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/jam-belajar-anak-indonesia-mengeksploitasi-anak.html" title="gambar anak sekolah">gambar anak sekolah</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/jam-belajar-anak-indonesia-mengeksploitasi-anak.html" title="anak">anak</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/jam-belajar-anak-indonesia-mengeksploitasi-anak.html" title="jam belajar">jam belajar</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/jam-belajar-anak-indonesia-mengeksploitasi-anak.html" title="jam belajar anak">jam belajar anak</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/jam-belajar-anak-indonesia-mengeksploitasi-anak.html" title="waktu belajar anak">waktu belajar anak</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/jam-belajar-anak-indonesia-mengeksploitasi-anak.html" title="jam belajar di jepang">jam belajar di jepang</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/jam-belajar-anak-indonesia-mengeksploitasi-anak.html" title="jam belajar di indonesia">jam belajar di indonesia</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/jam-belajar-anak-indonesia-mengeksploitasi-anak.html" title="gambar anak">gambar anak</a><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GayaBelajar/~4/nnyNUBa17OA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gayabelajar.net/jam-belajar-anak-indonesia-mengeksploitasi-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.gayabelajar.net/jam-belajar-anak-indonesia-mengeksploitasi-anak.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pentingnya Memahami Gaya Belajar Untuk Melejitkan Prestasi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GayaBelajar/~3/kp29k4ihAUc/pentingnya-memahami-gaya-belajar-untuk-melejitkan-prestasi.html</link>
		<comments>http://www.gayabelajar.net/pentingnya-memahami-gaya-belajar-untuk-melejitkan-prestasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 00:28:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siaptech</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[GAYA BELAJAR]]></category>
		<category><![CDATA[LEARNING STYLE]]></category>
		<category><![CDATA[MEDIA PEMBELAJARAN]]></category>
		<category><![CDATA[METODE BELAJAR]]></category>
		<category><![CDATA[METODE PEMBELAJARAN]]></category>
		<category><![CDATA[METODE-METODE PEMBELAJARAN]]></category>
		<category><![CDATA[PEMBELAJARAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gayabelajar.net/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Anda dapat memahami dengan lebih baik di bawah bimbingan salah satu instruktur dibandingkan dengan instruktur lain  dalam subjek yang sama persis? Jawabannya adalah hal itu bisa terletak pada cara instruktur menyajikan informasi dan jenis gaya &#8230; <a href="http://www.gayabelajar.net/pentingnya-memahami-gaya-belajar-untuk-melejitkan-prestasi.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="../wp-content/uploads/2011/04/learning_styles1.jpg"><img title="Gaya Belajar" src="../wp-content/uploads/2011/04/learning_styles1.jpg" alt="" width="225" height="173" /></a><p class="wp-caption-text">Gaya Belajar</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Anda dapat memahami dengan lebih baik di bawah bimbingan salah satu instruktur dibandingkan dengan instruktur lain  dalam subjek yang sama persis? Jawabannya adalah hal itu bisa terletak pada cara instruktur menyajikan informasi dan jenis gaya belajar yang melekat pada diri Anda. Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda dan bisa belajar dengan lebih baik melalui cara-cara yang berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Memahami gaya  belajar yang Anda miliki  adalah cara terbaik untuk memaksimalkan proses belajar di kelas.  Setelah Anda menemukan gaya belajar Anda dan mengetahui metode terbaik untuk membantu Anda dalam belajar melalui gaya itu, Anda akan terkejut bila mengetahui betapa Anda dapat berkembang dengan pesat di dalam kelas, bahkan di mata pelajaran yang sebelumnya Anda anggap susah dan rumit.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span id="more-1"></span><span style="color: #0000ff;">Apa  yang di sebut dengan Gaya Belajar?</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Sebelum kita mempelajari apa manfaat dari mengidentifikasi gaya belajar yang Anda miliki, kitaperlu meluangkan waktu beberapa saat untuk mempelajari berbagai jenis gaya belajar danbagaimana cara yang terbaik untuk mengidentifikasi kategori gaya belajar yang Anda miliki</p>
<p style="text-align: justify;">Gaya belajar adalah variasi cara  yang dimiliki seseorang untuk mengakumulasi sertamengasimilasi informasi. Pada dasarnya, gaya belajar Anda adalah metode yang terbaikmemungkinkan Anda dalam mengumpulkan dan menggunakan pengetahuan secara spesifik. Kebanyakan ahli setuju bahwa ada tiga  macam dasar gaya belajar. Setiap individu memungkinkan untuk memiliki satu macam gaya belajar atau dapat memiliki kombinasi dari gaya belajar yang berbeda. Di sebagian besar kasus, karakteristik gaya belajar bahkan dapat diamati pada anak yang mempunyai usia relatif muda.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekali Anda telah mengenali gaya belajar yang Anda miliki,Anda dapat menerapkancara  belajar yang baik yang sesuai dengan gaya belajar Anda untuk memaksimalkan Prestasi pendidikan Anda.<br />
Manfaat Memahami Gaya Belajar Anda Penting untuk diingat bahwa Anda sebagai seorang individu adalah pembelajar yang unik. Tidak ada dua orang yang persis sama dan tidak ada dua orang yang bisa belajar dengan  cara yang persis sama. Ada banyak keuntungan untuk memahami gaya belajar yang Anda miliki agar dalam belajar, kita bisa  memproses informasi dengan lebih efisien. Beberapa manfaat tersebut meliputi:</p>
<h4 style="text-align: justify;">Keuntungan Akademik</h4>
<ol>
<li>· Memaksimalkan potensi belajar Anda</li>
<li>· Sukses pada semua tingkat pendidikan</li>
<li>· Memahami cara belajar terbaik dan bisa mendapatkan nilai lebih baik pada ujian dan tes</li>
<li>· Mengatasi keterbatasan di dalam kelas</li>
<li>· Mengurangi frustrasi dan tingkat stres</li>
<li>· Mengembangkan strategi belajar Anda</li>
</ol>
<h4><strong>Keuntungan Pribadi</strong></h4>
<ol>
<li>· Meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri</li>
<li>· Mempelajari cara terbaik menggunakan otak Anda</li>
<li>· Mendapatkan wawasan kekuatan serta kelemahan diri Anda</li>
<li>· Mempelajari bagaimana menikmati belajar dengan lebih dalam</li>
<li>· Mengembangkan motivasi untuk belajar</li>
<li>· Mempelajari Bagaimana memaksimalkan kemampuan serta keterampilan alami Anda Keuntungan Profesional</li>
<li>· Unggul dalam kompetisi/persaingan</li>
<li>· Mengelola tim dengan cara yang lebih efektif</li>
<li>· Mempelajari bagaimana cara memberikan presentasi dengan lebih efektif</li>
<li>· Meningkatkan keterampilan dalam menjual</li>
<li>· Meningkatkan produktivitas Anda</li>
</ol>
<p>Perlu diingat bahwa tidak ada cara yang benar atau salah dalam belajar.Setiap orang adalah unik dan setiap gaya belajar memberikan keuntungan sertakekurangan masing-masing. Memahami gaya belajar Anda sendiri dapat membantu Anda untuk belajar serta bekerja secara lebih efisien dan efektif. Sekarang , Agar Anda  bisa memahami gaya belajar sendiri yang unik, kita akanmembahas setiap gaya belajar lebih detail dan mempelajari langkah-langkah apa yang dapat Anda ambil untuk memilih strategi belajar Anda sesuai dengan gaya belajar yang Anda miliki.</p>
<h4>Pencarian:</h4> <a href="http://www.gayabelajar.net/pentingnya-memahami-gaya-belajar-untuk-melejitkan-prestasi.html" title="manfaat pemahaman diri">manfaat pemahaman diri</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/pentingnya-memahami-gaya-belajar-untuk-melejitkan-prestasi.html" title="manfaat strategi belajar">manfaat strategi belajar</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/pentingnya-memahami-gaya-belajar-untuk-melejitkan-prestasi.html" title="metode pembelajaran yang unik">metode pembelajaran yang unik</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/pentingnya-memahami-gaya-belajar-untuk-melejitkan-prestasi.html" title="cara belajar yang unik">cara belajar yang unik</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/pentingnya-memahami-gaya-belajar-untuk-melejitkan-prestasi.html" title="cara belajar unik">cara belajar unik</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/pentingnya-memahami-gaya-belajar-untuk-melejitkan-prestasi.html" title="cara memaksimalkan belajar">cara memaksimalkan belajar</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/pentingnya-memahami-gaya-belajar-untuk-melejitkan-prestasi.html" title="mengoptimalkan waktu belajar dengan baik">mengoptimalkan waktu belajar dengan baik</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/pentingnya-memahami-gaya-belajar-untuk-melejitkan-prestasi.html" title="metode belajar unik">metode belajar unik</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/pentingnya-memahami-gaya-belajar-untuk-melejitkan-prestasi.html" title="siapbos net loc:US">siapbos net loc:US</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/pentingnya-memahami-gaya-belajar-untuk-melejitkan-prestasi.html" title="apa manfaat bagi anak melejitkan melalui berbicara">apa manfaat bagi anak melejitkan melalui berbicara</a><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GayaBelajar/~4/kp29k4ihAUc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gayabelajar.net/pentingnya-memahami-gaya-belajar-untuk-melejitkan-prestasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.gayabelajar.net/pentingnya-memahami-gaya-belajar-untuk-melejitkan-prestasi.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gaya Belajar dan Strategi Belajar Mahasiswa</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GayaBelajar/~3/qp2Kl3oOZwQ/gaya-belajar-dan-strategi-belajar-mahasiswa.html</link>
		<comments>http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-dan-strategi-belajar-mahasiswa.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 May 2011 12:55:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siaptech</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[BEASISWA]]></category>
		<category><![CDATA[LOWONGAN KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[MAHASISWA]]></category>
		<category><![CDATA[PERGURUAN TINGGI]]></category>
		<category><![CDATA[SNMPTN]]></category>
		<category><![CDATA[UJIAN MASUK]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gayabelajar.net/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Secara umum, gaya belajar dapat dikelompokkan berdasarkan kemudahan dalam menyerap informasi (perceptual modality), cara memproses informasi (information processing), dan karakteristik dasar kepribadian (personality pattern). Pengelompokan berdasarkan perceptual modality didasarkan pada reaksi individu terhadap lingkungan fisik dan cara individu menyerap data &#8230; <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-dan-strategi-belajar-mahasiswa.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_64" class="wp-caption alignleft" style="width: 316px"><a href="http://www.gayabelajar.net/wp-content/uploads/2011/04/boystudy1.gif"><img class="size-full wp-image-64" title="bingung" src="http://www.gayabelajar.net/wp-content/uploads/2011/04/boystudy1.gif" alt="" width="306" height="256" /></a><p class="wp-caption-text">Bingung belajar</p></div>
<p>Secara umum, gaya belajar dapat dikelompokkan berdasarkan kemudahan dalam menyerap informasi (perceptual modality), cara memproses informasi (information processing), dan karakteristik dasar kepribadian (personality pattern). Pengelompokan berdasarkan perceptual modality didasarkan pada reaksi individu terhadap lingkungan fisik dan cara individu menyerap data secara lebih efisien. Pengelompokan berdasarkan information processing didasarkan pada cara individu merasa, memikirkan, memecahkan masalah, dan mengingat informasi. Sedangkan pengelompokan berdasarkan personality pattern didasarkan pada perhatian, emosi, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh individu.</p>
<p>DePorter dan Hernacki (1999) mengemukakan tiga jenis gaya belajar berdasarkan modalitas yang digunakan individu dalam memproses informasi (perceptual modality). Ketiga gaya belajar tersebut adalah gaya belajar visual (belajar dengan cara melihat), auditorial (belajar dengan cara mendengar), dan kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh).</p>
<p><span id="more-63"></span>Setiap individu menggunakan semua indera dalam menyerap informasi. Tetapi, secara umum, individu mempunyai kecenderungan lebih kuat pada salah satu gaya belajar. Sebagian individu mudah menangkap informasi dalam bentuk visual, sebagian yang lain menyukai informasi bentuk verbal dan sebagian yang lain lebih nyaman dengan cara aktif dan interaktif.</p>
<p>Individu yang memiliki kecenderungan gaya belajar visual lebih senang melihat apa yang sedang dipelajari. Gambar/visualisasi akan membantu mereka yang memiliki gaya belajar visual untuk lebih memahami ide atau informasi daripada apabila ide atau informasi tersebut disajikan dalam bentuk penjelasan. Apabila seseorang menjelaskan sesuatu kepada orang yang memiliki kecenderungan gaya belajar visual, mereka akan menciptakan gambaran mental tentang apa yang dijelaskan oleh orang tersebut.</p>
<p>Sementara itu, individu yang cenderung memiliki gaya belajar auditorial kemungkinan akan belajar lebih baik dengan mendengarkan. Mereka menikmati saat-saat mendengarkan apa yang disampaikan orang lain.</p>
<p>Individu yang memiliki kecenderungan gaya belajar kinestetik akan belajar lebih baik apabila terlibat secara fisik dalam kegiatan langsung. Mereka akan belajar sangat baik apabila mereka dilibatkan secara fisik dalam pembelajaran. Mereka akan berhasil dalam belajar apabila mereka mendapat kesempatan untuk memanipulasi media untuk mempelajari informasi baru.</p>
<p>Untuk membantu mahasiswa yang memiliki kecenderungan gaya belajar visual, bahan ajar yang digunakan hendaknya (a) menggunakan grafik, film, slide, dan ilustrasi untuk memperkuat proses belajar; (b) memanfaatkan warna dalam menunjukkan pokok-pokok materi yang penting; (c) memberikan petunjuk secara tertulis; (d) menyediakan bahan belajar berupa program video dan televisi; serta (e) memvisualkan kata atau fakta yang harus diingat .</p>
<p>Bahan ajar yang cocok untuk mahasiswa yang cenderung memiliki gaya belajar auditorial adalah yang dilengkapi dengan bahan terekam atau program siaran . Mahasiswa yang memiliki kecenderungan gaya belajar auditorial hendaknya diberi kesempatan untuk aktif dalam kegiatan kelompok. Melalui kegiatan kelompok, mahasiswa dapat mendiskusikan materi yang disajikan dalam bahan ajar atau menjadi tutor sebaya satu sama lain. Di samping itu, mahasiswa dapat merekam ringkasan materi pelajaran yang telah dibuatnya setelah mempelajari bahan ajar.</p>
<p>Bagi mahasiswa yang memiliki kecenderungan gaya belajar kinestetik, bahan ajar yang digunakan hendaknya memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan belajar melalui pengalaman, seperti membuat model, melakukan praktek atau praktikum, bermain peran, dan sebagainya . Selain itu, ada baiknya apabila bahan ajar dilengkapi dengan program komputer untuk memperkuat belajar melalui sentuhan. Di samping itu, mahasiswa yang memiliki kecenderungan gaya belajar kinestetik dianjurkan untuk melakukan, misalnya, menulis fakta yang harus dikuasai berulang kali, mengingat fakta sambil bekerja atau berolahraga, atau menerapkan semboyan bahwa belajar selama 4 x 10 menit lebih baik daripada selama 1 x 40 menit.</p>
<p>Dalam sistem belajar mandiri, bahwa strategi belajar merupakan salah satu teknik yang harus dimiliki oleh individu agar berhasil dalam belajarnya. strategi belajar adalah teknik atau keterampilan yang dipilih individu untuk menguasai materi yang dipelajari. Sementara itu, strategi belajar sebagai pendekatan kognitif yang digunakan individu dalam mempelajari pengetahuan baru.</p>
<p>Ada dua kategori strategi belajar yaitu strategi belajar holistik dan atomistik. Individu yang menerapkan strategi belajar holistik menghubungkan materi yang sedang dipelajari dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki. Di samping itu, mereka juga menekankan pada pentingnya pengenalan pengetahuan baru dalam kaitannya dengan struktur pengetahuan yang sudah ada. Sedangkan individu yang menerapkan strategi belajar atomistik menekankan pada pentingnya hafalan dan mengulang pelajaran untuk mempersiapkan diri mengikuti ujian.</p>
<p>Sementara itu, Weinstein dan Mayer mengemukakan 8 kategori strategi belajar berdasarkan proses enkoding. Kedelapan strategi belajar tersebut adalah sebagai berikut</p>
<ol>
<li>Basic Rehearsal Strategies, misalnya mengingat nama atau fakta secara berurutan.</li>
<li>Complex Rehearsal Strategies, misalnya mencatat atau menggarisbawahi materi yang dibahas.</li>
<li>Basic Elaboration Strategies, misalnya membentuk gambaran mental atau kalimat yang menunjukkan hubungan.</li>
<li>Complex Elaboration Strategies, misalnya memparafrase, merangkai, atau menjelaskan hubungan informasi baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki.</li>
<li>Basic Organizational Strategies, misalnya mengelompokkan atau mengurutkan hal-halyang harus dipelajari.</li>
<li>Complex Organizational Strategies, misalnya membuat out line atau mengembangkan diagram atau tabel yang menunjukkan hubungan.</li>
<li>Comprehension Monitoring Strategies, misalnya membuat self- questioning untuk mengecek pemahaman materi yang dipelajari.</li>
<li>Affective Strategies, misalnya belajar di tempat yang sepi untuk menghindari gangguan,atau bersikap santai untuk mengatasi kecemasan mengikuti ujian.</li>
</ol>
<p>Mengetahui gaya dan strategi belajar sangat diperlukan oleh seorang mahasiswa agar dapat belajar lebih efektif dan produktif. Tuntutan lebih tinggi bagi mahasiswa yang harus belajar secara mandiri seperti mahasiswa. Berkenaan dengan hal tersebut, mahasiswa harus mengetahui strategi belajar yang sesuai dengan gaya belajarnya sehingga kegiatan belajar mandiri yang dilakukan dapat berjalan efektif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Pencarian:</h4> <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-dan-strategi-belajar-mahasiswa.html" title="belajar">belajar</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-dan-strategi-belajar-mahasiswa.html" title="cara belajar mahasiswa">cara belajar mahasiswa</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-dan-strategi-belajar-mahasiswa.html" title="belajar gif">belajar gif</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-dan-strategi-belajar-mahasiswa.html" title="cara belajar yang baik untuk mahasiswa">cara belajar yang baik untuk mahasiswa</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-dan-strategi-belajar-mahasiswa.html" title="cara belajar mahasiswa yang baik">cara belajar mahasiswa yang baik</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-dan-strategi-belajar-mahasiswa.html" title="cara belajar yang efektif untuk mahasiswa">cara belajar yang efektif untuk mahasiswa</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-dan-strategi-belajar-mahasiswa.html" title="strategi belajar mahasiswa">strategi belajar mahasiswa</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-dan-strategi-belajar-mahasiswa.html" title="gambar belajar">gambar belajar</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-dan-strategi-belajar-mahasiswa.html" title="metode belajar mahasiswa">metode belajar mahasiswa</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-dan-strategi-belajar-mahasiswa.html" title="strategi belajar">strategi belajar</a><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GayaBelajar/~4/qp2Kl3oOZwQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-dan-strategi-belajar-mahasiswa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.gayabelajar.net/gaya-belajar-dan-strategi-belajar-mahasiswa.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Home Schooling berdasarkan gaya belajar anak</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GayaBelajar/~3/624IAP3YXp4/home-schooling-berdasarkan-gaya-belajar-anak.html</link>
		<comments>http://www.gayabelajar.net/home-schooling-berdasarkan-gaya-belajar-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 May 2011 01:14:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siaptech</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[home schooling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gayabelajar.net/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Ketika orangtua memilih homeschooling sebagai alternatif &#8220;Sekolah&#8221; anaknya, banyak orang tua mencari rekomendasi dari teman  apa kurikukulum dan Kualitas guru saja tanpa mempertimbangkan gaya anak-anak mereka belajar. Gaya belajar, atau modalitas belajar, menggambarkan modus dominan seorang anak menerima, memproses dan &#8230; <a href="http://www.gayabelajar.net/home-schooling-berdasarkan-gaya-belajar-anak.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_61" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.gayabelajar.net/wp-content/uploads/2011/04/homeschooling.jpg"><img class="size-full wp-image-61 " title="Home Schooling" src="http://www.gayabelajar.net/wp-content/uploads/2011/04/homeschooling.jpg" alt="Home Schooling" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Home Schooling</p></div>
<p>Ketika orangtua memilih homeschooling sebagai alternatif &#8220;Sekolah&#8221; anaknya, banyak orang tua mencari rekomendasi dari teman  apa kurikukulum dan Kualitas guru saja tanpa mempertimbangkan gaya anak-anak mereka belajar.</p>
<p>Gaya belajar, atau modalitas belajar, menggambarkan modus dominan seorang anak menerima, memproses dan mempertahankan informasi di dalam otaknya. Ada tiga gaya belajar auditori, visual dan kinestetik (atau sentuhan). Anak-anak yang auditori belajar dengan berbicara atau mendengarkan. Anak-anak yang belajar visual dengan melihat atau membuat visualisasi dalam pikiran mereka. Anak-anak yang kinestetik belajar melalui gerakan atau sentuhan.</p>
<p>Dengan memahami gaya utama anak Anda belajar, Anda dapat memilih kurikulum dan metode belajar yang mendorong potensi atau kekuatan anak Anda serta mengkompensasi kelemahannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span id="more-60"></span></p>
<h2><span style="color: #ff0000;">Anak Auditory</span></h2>
<p>Seorang anak auditory menerima, memproses dan menyimpan informasi dengan mendengarkan atau berbicara. Mereka cenderung vokal dan umumnya menikmati musik, instrumen, bercerita, membaca dengan keras dan menyukai audio book. Anak-anak ini mungkin lebih suka diskusi kelompok dan berbicara dalam belajar sendiri.</p>
<p>Anak Anda termasuk pelajar auditory jika memiliki ciri-ciri:</p>
<ul>
<li>mengekspresikan emosi dengan mengubah nada suaranya</li>
<li>menikmati hobi yang melibatkan pembicaraan atau suara,nada dan musik</li>
<li>mengajukan pertanyaan-pertanyaan ketika menemukan sesuatu yang baru</li>
<li>berbicara bebas dalam kelompok,memecahkan masalah dan berkomunikasi melalui percakapan.</li>
</ul>
<p>Ketika belajar, anak-anak auditori akan berbicara keras ketika membaca, atau menulis jawaban sambil mengatakannya. Anak-anak ini mungkin juga perlu bersenandung atau bersiul untuk diri mereka sendiri dalam rangka untuk berkonsentrasi. Ketika mencoba untuk mencari tahu apakah jawaban benar, peserta didik auditory mungkin bertanya sendiri, &#8220;Apakah itu terdengar benar?&#8221;</p>
<p>Ketika memilih kurikulum homeschooling untuk pelajar auditori, cari program yang melibatkan membaca dan diskusi kelompok.Metode Charlotte Mason sangat sesuai untuk pelajar auditori</p>
<h2><span style="color: #ff0000;">Pembelajar visual</span></h2>
<p>Pelajar visual menerima, memproses dan mempertahankan informasi melalui penglihatan atau dengan membuat citra mental. Anak-anak ini mungkin berpikir melalui membaca dan menulis, atau gambar, grafik dan peta Pelajar visual sangat menyukai kerapian dan teratur. Mereka cenderung menyukai seperti permainan membaca, matematika, seni, televisi dan komputer. Mereka mudah melihat persamaan dan perbedaan, dan pandai menghafal kata-kata tertulis.</p>
<p>Anak Anda mungkin menjadi pelajar visual jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut</p>
<ul>
<li>Ketika belajar, pelajar visual memerlukan membuat catatan, menstabilo tulisan, atau membuat garis besar dan diagram.</li>
<li>Mereka cenderung lebih mudah memahami tulisan daripada instruksi lisan.</li>
<li>Ketika mencoba untuk mencari tahu apakah jawaban benar, pelajar visual mungkin bertanya sendiri, &#8220;Apakah ini kelihatan benar?&#8221;</li>
</ul>
<p>Pelajar Visual sangat menikmati lembar kerja dan biasanya menikmati membaca text book. Anak-anak visual biasanya senang membaca buku-buku berbasis sastra. Mereka biasanya senang dengan komputer sehingga pilihan Homeschooling akan sangat sesuai homeschooling berbasis komputer.</p>
<h2><span style="color: #ff0000;">Pelajar kinestetik</span></h2>
<p>Pembelajar Kinestetik menerima, memproses dan mempertahankan informasi melalui gerakan atau sentuhan. Mereka berkembang dengan melakukan aktivitas fisik atau ketrampilan tangan. Mereka lebih mudah mengingat informasi yang berhubungan dengan suatu kegiatan atau aktivitas fisik.</p>
<p>Anak Anda mungkin menjadi pembelajar kinestetik jika ia:</p>
<ul>
<li>mengekspresikan emosi melalui bahasa tubuh</li>
<li>menikmati hobi yang melibatkan sentuhan atau gerakan</li>
<li>menggunakan indera peraba ketika menemukan sesuatu yang baru</li>
<li>menggunakan gerak tubuh untuk berkomunikasi.</li>
</ul>
<p>Ketika belajar, pembelajar kinestetik mungkin perlu membangun model untuk meningkatkan pemahaman. Anak-anak ini mungkin akan lebih berkonsentrasi jika sambil berjingkrak-jingkrak atau memainkan bola sambil mendengarkan kuliah atau menyelesaikan tugas. Mereka dapat mengingat informasi lebih mudah sementara mondar-mandir menggiring bola, berayun atau melompat-lompat di trampolin.Anak Kinestetik cenderung memiliki masalah jika mengikuti kelas konvensional. Motode homeschool terbaik untuk anak-anak ini jika melibatkanaktivitas eksperimen dan kegiatan membangun model, homeschooling seperti  Montessorisangat cocok untuk anak kinestetik</p>
<p>Untuk menentukan Gaya Belajar Anak Anda perlu anda Luangkan waktu mengamati anak Anda dan jangan takut untuk bertanya bagaimana dia memilih cara yang nyaman untuk belajar. Dengan memahami gaya belajar anak Anda, Anda mengambil langkah di arah yang benar. Untuk mengetahui profil gaya belajar anak anda secara lebih cepat dan praktis anda dapat menggunakan  software siapcerdas 283 yang secara cepat dapat mengetahui gaya belajar sekaligus dominasi otak dan kecerdasan majemuk anak anda.</p>
<h4>Pencarian:</h4> <a href="http://www.gayabelajar.net/home-schooling-berdasarkan-gaya-belajar-anak.html" title="pelajar kinestetik">pelajar kinestetik</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/home-schooling-berdasarkan-gaya-belajar-anak.html" title="home schooling">home schooling</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/home-schooling-berdasarkan-gaya-belajar-anak.html" title="ciri-ciri homeschooling">ciri-ciri homeschooling</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/home-schooling-berdasarkan-gaya-belajar-anak.html" title="metode pembelajaran visual">metode pembelajaran visual</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/home-schooling-berdasarkan-gaya-belajar-anak.html" title="anak auditory">anak auditory</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/home-schooling-berdasarkan-gaya-belajar-anak.html" title="tes untuk mengetahui cara belajar">tes untuk mengetahui cara belajar</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/home-schooling-berdasarkan-gaya-belajar-anak.html" title="tes untuk mengetahui visual auditori">tes untuk mengetahui visual auditori</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/home-schooling-berdasarkan-gaya-belajar-anak.html" title="metode pengajaran visual">metode pengajaran visual</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/home-schooling-berdasarkan-gaya-belajar-anak.html" title="ciri anak auditori">ciri anak auditori</a>, <a href="http://www.gayabelajar.net/home-schooling-berdasarkan-gaya-belajar-anak.html" title="tes auditori">tes auditori</a><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GayaBelajar/~4/624IAP3YXp4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gayabelajar.net/home-schooling-berdasarkan-gaya-belajar-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.gayabelajar.net/home-schooling-berdasarkan-gaya-belajar-anak.html</feedburner:origLink></item>
	<copyright>PT Siap Technovation Unggul</copyright><media:credit role="author">siaptech</media:credit><media:rating>nonadult</media:rating></channel>
</rss>
