<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195</atom:id><lastBuildDate>Fri, 08 Nov 2024 15:35:21 +0000</lastBuildDate><category>Dialog Pembebasan</category><category>Tsaqafah</category><category>sms dakwah</category><category>Muhibbah</category><category>Program Rutin</category><category>khilafah</category><category>opini islam</category><category>Dialogika</category><category>khasanah Islam</category><category>gp unhas</category><category>Training Pembebasan</category><category>mimbar jalanan</category><category>unhas</category><title>Gema Pembebasan Komsat UNHAS</title><description></description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>44</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-8563709992844908873</guid><pubDate>Mon, 20 Jan 2014 11:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-20T03:25:52.588-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tsaqafah</category><title>Menguatkan Peran dan Fungsi Ulama</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sejak dulu, ulama memiliki peran yang sangat besar dalam berbagai peristiwa sejarah penting, terutama sejarah perubahan masyarakat (social engineering). Bahkan nyaris tidak ada satu pun perubahan masyarakat di dunia ini yang tidak melibatkan peran ulama. Mereka jugalah orang pertama yang menyebarkan kesadaran ini di tengah-tengah masyarakat hingga masyarakat memiliki kesadaran kolektif untuk melakukan perubahan. Jika kesadaran terhadap kerusakan masyarakat belum tumbuh di tengah-tengah masyarakat, niscaya tidak akan tumbuh pula keinginan untuk berubah, apalagi upaya untuk melakukan perubahan. Dari sini bisa disimpulkan, bahwa ulama merupakan sumber dan inspirasi perubahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sayang, seiring dengan kemunduran taraf berpikir umat Islam, yang diimbuhi dengan proses sekularisasi di Dunia Islam, umat Islam mulai kesulitan menemukan sosok ulama yang mampu menggerakkan perubahan, seperti yang pernah dilakukan Nabi saw. Yang kita dapati adalah ulama yang fakih dalam masalah agama, tetapi tidak memiliki visi politik dan negarawan yang handal. Akhirnya, mereka mudah dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam. Ada pula ulama yang memisahkan diri dari kekuasaan dan politik, dengan alasan, politik itu kotor dan najis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akibatnya, mereka tidak mampu memberikan konstribusi bagi perubahan masyarakat dan negaranya. Mereka asyik dengan ibadah-ibadah ritual yang sejatinya justru memberangus predikatnya sebagai pewaris nabi. Ada pula ulama yang, sadar atau tidak, terkooptasi oleh pemerintah kufur dan antek-anteknya. Mereka rela menjual agamanya untuk kepentingan dunia. &amp;nbsp;Jahatnya lagi, mereka bahkan rela menyerahkan saudara-saudara Muslimnya untuk memenuhi keinginan kaum kafir. &amp;nbsp;Ada pula yang bertingkah bak seorang artis yang hanya mengejar popularitas belaka. Lantas, apa fungsi dan peran ulama sesungguhnya?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Peran dan Fungsi Para Ulama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Peran dan fungsi strategis ulama dapat diringkas sebagai berikut. Pertama: pewaris para nabi. Tentu, yang dimaksud dengan pewaris nabi adalah pemelihara dan menjaga warisan para nabi, yakni wahyu/risalah, dalam konteks ini adalah al-Quran dan Sunnah. &amp;nbsp;Dengan kata lain, peran utama ulama sebagai pewaris para nabi adalah menjaga agama Allah Swt. dari kebengkokan dan penyimpangan. Hanya saja, peran ulama bukan hanya sekadar menguasai khazanah pemikiran Islam, baik yang menyangkut masalah akidah maupun syariah, tetapi juga bersama umat berupaya menerapkan, memperjuangkan, serta menyebarkan risalah Allah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam konteks saat ini, ulama bukanlah orang yang sekadar memahami dalil-dalil syariah, kaidah istinbâth (penggalian), dan ilmu-ilmu alat lainnya. Akan tetapi, ia juga terlibat dalam perjuangan untuk mengubah realitas rusak yang bertentangan dengan warisan Nabi saw.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kedua: pembimbing, pembina dan penjaga umat. Pada dasarnya, ulama bertugas membimbing umat agar selalu berjalan di atas jalan lurus. Ulama juga bertugas menjaga mereka dari tindak kejahatan, pembodohan, dan penyesatan yang dilakukan oleh kaum kafir dan antek-anteknya; melalui gagasan, keyakinan, dan sistem hukum yang bertentangan dengan Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semua tugas ini mengharuskan ulama untuk selalu menjaga kesucian agamanya dari semua kotoran. Ulama juga harus mampu menjelaskan kerusakan dan kebatilan semua pemikiran dan sistem kufur kepada umat Islam. &amp;nbsp;Ia juga harus bisa mengungkap tendensi-tendensi jahat di balik semua sepak terjang kaum kafir dan antek-anteknya. Ini ditujukan agar umat terjauhkan dari kejahatan musuh-musuh Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketiga: pengontrol penguasa. Peran dan fungsi ini hanya bisa berjalan jika ulama mampu memahami konstelasi politik global dan regional. Ia juga mampu menyingkap makar dan permusuhan kaum kafir dalam memerangi Islam dan kaum Muslim. Dengan ungkapan lain, seorang ulama harus memiliki visi politis-ideologis yang kuat, hingga fatwa-fatwa yang ia keluarkan tidak hanya beranjak dari tinjauan normatif belaka, tetapi juga bertumpu pada konteks ideologis-politis. Dengan demikian, fatwa-fatwanya mampu menjaga umat Islam dari kebinasaan dan kehancuran, bukan malah menjadi sebab malapetaka bagi kaum Muslim. Misalnya, fatwa yang dikeluarkan oleh syaikhul Islam mengenai bolehnya kaum Muslim mengadopsi sistem pemerintahan demokrasi dan perundang-undangan Barat pada akhir Kekhilafahan Islam. &amp;nbsp;Fatwa ini tidak hanya keliru, &amp;nbsp;tetapi juga menjadi penyebab kehancuran Khilafah Islamiyah. Fatwa ini muncul karena lemahnya visi politis-ideologis ulama pada saat itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keempat: sumber ilmu. Ulama adalah orang yang fakih dalam masalah halal-haram. Ia adalah rujukan dan tempat menimba ilmu sekaligus guru yang bertugas membina umat agar selalu berjalan di atas tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Dalam konteks ini, peran sentralnya adalah mendidik umat dengan akidah dan syariah Islam. Dengan begitu, umat memiliki kepribadian Islam yang kuat; mereka juga berani mengoreksi penyimpangan masyarakat dan penguasa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Inilah peran dan fungsi sentral ulama di tengah-tengah masyarakat. Hanya saja, sekularisasi dan demokratisasi telah memberangus fungsi dan peran ulama di atas, sekaligus meminggirkan mereka dari urusan negara dan masyarakat. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ulama: Panutan Umat Sepanjang Masa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada masa keemasan Islam, umat Islam tidak terlalu sulit menemukan sosok ulama sejati. Di era Sahabat, misalnya, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Aisyah, Zaid bin Tsabit, Abu Hurairah, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Abdullah bin Mas’ud, Muadz bin Jabal, dan lain sebagainya adalah para ulama besar. &amp;nbsp;Pada masa awal-awal Islam mereka menjadi panutan dan rujukan kaum Muslim dalam menyelesaikan persoalan mereka. Pada masa tâbi‘în, ulama yang sangat masyhur adalah tujuh fukaha Madinah: Said bin Musayyab, Urwah bin Zubair, Qasim bin Muhammad, Kharijah bin Zaid, Abu Bakar bin Abdirrahman bin Haris bin Hisyam, Sulaiman bin Yasar, Ubaidillah bin Utbah bin Mas‘ud, dan Nafi’, maulanya Abdullah bin Umar ra. &amp;nbsp;Adapun fukaha Kufah adalah Alqamah bin Mas‘ud, Ibrahim an-Nakha’i, Syaikh Himad bin Abi Sulaiman, syaikhnya Abu Hanifah. Fukaha dari kalangan penduduk Bashrah adalah Hasan Bashri. &amp;nbsp;Kalangan tâbi‘în yang juga terkenal sebagai ulama masyhur adalah Ikrimah Maula Ibnu Abbas, Atha’ bin Abi Rabi’ah, Thawus bin Kisan, Muhammad bin Sirin, Aswad bin Yazid, Masruq bin al-A’raj, al-Qamah an-Nakha’i, asy-Sya’bi, Syuraikh, Said bin Jabir, Makhul ad-Dimasyqi, dan Abu Idris al-Khaulani.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Abad ke-2 sampai abad ke-4 Hijrah adalah masa keemasan ijtihad hingga lahir 13 orang mujtahid yang membangun mazhab-mazhab fikih. &amp;nbsp;Mereka adalah Sufyan bin Uyainah di Makkah, Malik bin Anas di Madinah, Hasan Basri di Bashrah, Syafii dan al-Laits di Mesir, Ishaq bin Rahawaih di Naisabur, Abu Tsaur dan Ahmad, Dawud azh-Zhahiri, dan Ibnu Jarir di Baghdad. (As-Sayis, Târikh al-Fiqh al-Islâmi, hlm. 86).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di antara para ulama tersebut, ada empat imam yang pendapatnya menjadi rujukan bagi ulama-ulama selanjutnya, yakni Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, dan Imam Ahmad bin Hanbal. &amp;nbsp;Pendapat dan pemikiran empat ulama ini paling banyak memberikan pengaruh kepada kaum Muslim. Tidak hanya itu, mereka juga meletakkan dasar-dasar istinbâth dan memformulasikan berbagai disiplin ilmu yang sangat besar manfaatnya bagi generasi Islam berikutnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tidak hanya di bidang keilmuan belaka, ulama dulu juga menjadi garda terdepan dalam melakukan aktivitas dakwah dan mengoreksi para penguasa. &amp;nbsp;Imam Ahmad bin Hanbal, misalnya, &amp;nbsp;pernah disiksa dan diasingkan pada masa Khalifah al-Ma’mun, al-Mu’tashim, dan al-Watsiq karena penentangan beliau terhadap gagasan kemakhlukan al-Quran. &amp;nbsp; Imam Ibnu Taimiyah turut berjuang bersama kaum Muslim melawan tentara Mongol. Beliau juga terkenal sebagai ulama yang berani mengoreksi penguasa hingga akhirnya dijebloskan di penjara Damaskus. Masa berikutnya, kaum Muslim juga dianugerahi Allah seorang ulama besar yang mampu menangkis pemikiran filsafat Yunani; beliau adalah Hujjatul Islam Imam al-Ghazali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di kalangan mazhab Syiah, kaum Muslim juga mengenal di antaranya Imam Zaid bin Ali Zainal Abidin bin Husain, pendiri mazhab Syiah Zaidiyah. Beliau terkenal sebagai ulama fakih yang sangat menguasai ulumul Quran, qirâ‘ah, dan fikih hingga mendapat julukan “khâlif al-Qur’ân” (wakil al-Quran).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akan tetapi, saat ini, peran dan fungsi mereka telah dilemahkan oleh sistem demokrasi-sekular hingga mereka tidak lagi berfungsi dan berperan sebagaimana mestinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sebab-Sebab Ketidakberdayaan Ulama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada beberapa faktor dominan yang menyebabkan ketidakberdayaan ulama. Pertama: kurangnya kesadaran ideologis-politis pada diri mereka. Kebanyakan ulama sekarang ini hanya fakih dalam masalah fikih, tafsir, ulumul Quran, hadis, dan ilmu-ilmu keIslaman yang lain; namun visi politis-ideologisnya amat lemah. Akibatnya, mereka sangat gampang dipolitisasi dan dimanfaatkan oleh politikus sekular.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kedua: depolitisasi peran ulama. &amp;nbsp;Dalam sistem pemerintahan demokratik-sekular, adanya depolitisasi ulama merupakan sebuah keniscayaan. &amp;nbsp;Sebab, agama tidak boleh turut campur dalam urusan negara dan publik. Akibatnya, figur ulama tidak lagi memiliki peran politis di level masyarakat dan negara. &amp;nbsp;Ulama tidak lagi memiliki akses yang luas untuk berbicara agama di ranah masyarakat dan negara. &amp;nbsp;Ironisnya lagi, masyarakat umum telah terlanjur beranggapan, bahwa agama harus steril dari masalah politik dan negara. &amp;nbsp;Agama harus dibersihkan dan dijauhkan dari politik dan pengaturan urusan publik. &amp;nbsp; Akibatnya, ulama tidak lagi memiliki peran signifikan di dalam masyarakat dan negara, terutama untuk mempengaruhi kebijakan dan aturan-aturan publilk. &amp;nbsp;Kalaupun masih ada pengaruh, yang tersisa hanyalah keberadaan dirinya sebagai tokoh spiritual belaka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketiga: ada upaya sengaja yang ditujukan untuk memarginalisasi peran ulama dari ranah politik dan negara. &amp;nbsp; Cara kaum sekular untuk memarginalisasi peran ulama di sini cukup banyak, di antaranya adalah menutup akses ulama yang menyerukan diterapkannya syariah Islam dalam kehidupan negara dan masyarakat. Kaum kafir sekular juga berusaha dengan serius membunuh karakter para ulama ideologis dengan berbagai propaganda hitam. &amp;nbsp;Semua ini dilakukan agar umat menjauhi ulama ideologis-politis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keempat: kaum sekular juga berusaha &amp;nbsp;keras memecah-belah kesatuan dan kesatuan para ulama, melalui isu khilafiyyah, perbedaan mazhab, Sunni-dan Syiah, dan lain sebagainya. Di negeri ini, pemunculan istilah “ulama khos” dan “ulama kampung” disinyalir oleh sebagian kalangan juga berpotensi memecah-belah. Untuk itu, para ulama harus menyerukan kesatuan dan persatuan kaum Muslim seraya mengajak umat untuk menyibukkan diri persoalan yang lebih penting, yakni menerapkan kembali syariah Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Bagaimana Memberdayakan Peran dan Fungsi Ulama?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berdasarkan seluruh paparan di atas, dapat dirancang solusi untuk memberdayakan peran dan fungsi ulama untuk kebangkitan umat Islam. &amp;nbsp;Pertama: membangun dan meningkatkan kesadaran ideologis pada diri ulama. &amp;nbsp;Kesadaran ini bisa ditumbuhkan dengan cara selalu memantau peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian politik internasional maupun regional, yang kemudian dianalisis berdasarkan sudut pandang akidah dan syariah Islam. Lebih dari itu, ulama juga harus memperhatikan konteks ideologis-politis yang melatarbelakangi peristiwa tersebut. &amp;nbsp;Misalnya, tatkala Presiden Bush datang ke Indonesia, ulama tidak boleh hanya melihat dari sisi kunjungan itu sendiri, lalu dihukumi menurut hukum syariah; tetapi mereka juga harus mampu menyingkap tendensi politik di balik kunjungan Bush tersebut serta implikasinya bagi kaum Muslim. &amp;nbsp;Dengan demikian, para ulama akan mengeluarkan fatwa yang berbobot. Melalui fatwanya, mereka mampu menjaga Islam dan kaum Muslim dari kejahatan kaum kafir dan antek-anteknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kedua: mendorong ulama untuk berperan lebih aktif dalam urusan-urusan kemasyarakatan dan kenegaraan. &amp;nbsp;Dengan kata lain, ulama harus didorong untuk melakukan peran politis-ideologis. &amp;nbsp;Peran ini bisa diwujudkan oleh ulama dalam bentuk membina umat dengan ajaran Islam yang utuh, mengajak umat untuk menerapkan kembali syariah Islam secara kâffah, dan mengarahkan umat untuk terlibat dalam upaya mengubah masyarakat kufur menjadi masyarakat Islam. Ulama juga harus didorong untuk berperan aktif dalam melakukan koreksi dan kontrol terhadap penguasa yang menyimpang dari akidah dan syariah Islam sekaligus mengguncang sistem kufur melalui lisan mereka yang tajam dan terpercaya. Untuk itu, ulama harus ditopang dan didukung sepenuhnya oleh seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali, agar apa yang mereka lakukan benar-benar berpengaruh di tengah-tengah masyarakat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketiga: harus ada upaya serius yang ditujukan untuk menyatukan kembali para ulama dalam satu visi dan misi, yakni penegakkan syariah Islam melalui tegaknya Khilafah Islamiyah. Yang dimaksud penyatuan di sini, bukanlah penyatuan ulama dalam sebuah organisasi tertentu, tetapi lebih ke arah membangun visi pemikiran minus konflik dan permusuhan. Artinya, harus ditanamkan pada diri ulama, pemikiran-pemikiran Islam yang inklusif dan terbuka—tetapi dalam koridor syariah—serta berorientasi untuk menyatukan umat Islam. Sebab, keragaman dan perbedaan pendapat di dalam Islam bukanlah sesuatu yang tercela selama berada dalam koridor syariah Islam. Begitu pula keragaman organisasi dan kelompok; hal ini juga bukan perkara tercela di dalam Islam selama tetap dalam koridor syariah. Begitu pula tatkala masing-masing kelompok menganggap pendapatnya yang terkuat dan terbenar; ini juga bukan perkara yang tercela. &amp;nbsp;Yang tercela adalah sikap tidak ingin bersatu dan tidak toleran dengan saudaranya dalam hal-hal yang memang boleh berbeda. Oleh karena itu, para ulama harus lebih memfokuskan diri pada masalah-masalah yang urgen, yakni kesatuan dan persatuan kaum Muslim dalam menegakkan syariah dan Khilafah. &amp;nbsp;Sudah seharusnya, ulama tidak mengeluarkan statemen yang justru memancing terjadinya konflik, fanatisme kelompok, dan hal-hal lain yang kontraproduktif dengan persatuan kesatuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keempat: sesungguhnya peran dan fungsi ulama bisa diwujudkan secara sempurna jika telah tegak Khilafah Islamiyah di tengah-tengah umat Islam. &amp;nbsp;Sebab, Khilafah Islamiyah adalah negara yang menjadikan akidah Islam sebagai dasar negara serta syariah Islam sebagai aturan yang mengatur seluruh interaksi yang ada di tengah-tengah masyarakat. &amp;nbsp;Tidak ada pemisahan agama dengan negara (sekular), bahkan urusan negara dan rakyat diatur sepenuhnya dengan syariah Islam. Dalam kondisi seperti ini, ulama sebagai pihak yang paling mengerti risalah Islam akan memegang peran yang sangat besar dalam membina umat dan aparat negara, sekaligus meluruskan penyimpangan rakyat dan penguasa serta melindungi kesucian agama Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Wallâhu a‘lam&lt;/i&gt;. []&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Fathiy Syamsuddin Ramadlan al-Nawiy&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Source: &lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2007/04/01/menguatkan-peran-dan-fungsi-ulama/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Link&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2014/01/menguatkan-peran-dan-fungsi-ulama.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-2647252000727509135</guid><pubDate>Wed, 09 Oct 2013 07:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-10-09T00:43:08.319-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">gp unhas</category><title>Gema Pembebasan Unhas, sambut Maba dengan IPK4</title><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhREpCvaKMa1EraPHggjsW9TAE5w6XJy8g1pBKa2LCt0s1gqoQ42tGhEZbeiOd8M5hZT-rDVtQvApr646FAXWwzvqmSo2SGZU6B7zHX0wBu70G53FwzvCOfeMoWM9GR701IUrAzwq6qbC4/s1600/IMG_0317.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Gema Pembebasan Unhas, sambut Maba dengan IPK4" border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhREpCvaKMa1EraPHggjsW9TAE5w6XJy8g1pBKa2LCt0s1gqoQ42tGhEZbeiOd8M5hZT-rDVtQvApr646FAXWwzvqmSo2SGZU6B7zHX0wBu70G53FwzvCOfeMoWM9GR701IUrAzwq6qbC4/s320/IMG_0317.JPG" title="Gema Pembebasan Unhas, sambut Maba dengan IPK4" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: right;"&gt;Gema Unhas/Doc. GP Unhas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Makassar&lt;/b&gt;-&lt;a href="http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;gemapembebasan&lt;/a&gt;. Bulan September dalam dunia akademik adalah bulan-bulan awal masuknya mahasiswa baru di kampus ataupun di universitas. Momen mahasiswa baru adalah sebuah momen dimana mahasiswa harus mengenal lingkungan baru, beradaptasi, mengenal kampus, maupun mengenal lembaga dan gerakan mahasiswa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Gerakan mahasiswa pembebasan&lt;/i&gt; &amp;nbsp;sebagai sebuah gerakan mahasiswa yang lahir dari rahim ideologi Islam juga berusaha memperkenalkan geliat dirinya dalam ranah kampus. Hal ini pula yang mendasari sehingga gerakan mahasiswa (gema) pembebasan komsat Universitas Hasanudin (Unhas) melakukan sebuah agenda penyambutan mahasiswa baru (maba) yang dikemas dalam bentuk training. Training ini dinamamakan training IPK4.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Training IPK4 (Integrity Personality, Kreatif, Komunikatif, Kooperatif, Komprehensif) yang diadakan oleh gema pembebasan komsat Unhas mengambil tempat di LT. (Lecture Theatre) 8 MKU Unhas. Acara training terlaksana pada hari Ahad, 08 September 2013 dimulai dari jam 08.15 s/d 13.00 WITA denga tema “Menjadi mahasiswa lebih dari Mahasiswa”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Varian materi yang disajikan dalam training ini adalah akidah-thaoriqul iman (memahami pandangan hidup dalam Islam) dan menjadi mahasiswa IPK4. Materi pertama yang menyangkut akidah dibawakan oleh Ardillah Sahi, S.Si (Alumni IPK4) dan materi kedua dibawakan oleh Muhammad Rahmani, S.T (Sekertaris Gema Pembebasan Wilayah Sulselbar).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam testimoninya, Arie Azhari (Alumni IPK4) menyampaikan kepada peserta training bahwa gerakan mahasiswa ideologis telah mengubahnya, memproteksi dirinya agar tidak berperilaku hedonis dalam dunia kampus. Mengenalkannya tentang Islam politik sehingga mampu menghukumi fakta-fakta yang terjadi di dalam masyarakat dengan sudut pandang Islam. “Sebuah training yang ingin mengantarkan Anda menjadi mahasiswa ideologis, aktivis Islam yang tidak hanya mengejar capaian IPK tinggi”, lanjut Arie.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcn40FdY51HcQy_p3cSa98cW8jHM9xVS6YmQVGxmLydjprG1vq7UrQhTU3YF6_BeroK5EzBl7U27KFnkBL9Vc9G7pIHDzW_f088Qo1jk6x5hJBhk6wgRAczQxk11KkVUWvy9X7rN_jjs4/s1600/IMG_0278.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Gema Pembebasan Unhas, sambut Maba dengan IPK4" border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcn40FdY51HcQy_p3cSa98cW8jHM9xVS6YmQVGxmLydjprG1vq7UrQhTU3YF6_BeroK5EzBl7U27KFnkBL9Vc9G7pIHDzW_f088Qo1jk6x5hJBhk6wgRAczQxk11KkVUWvy9X7rN_jjs4/s320/IMG_0278.JPG" title="Gema Pembebasan Unhas, sambut Maba dengan IPK4" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: right;"&gt;IPK4/Doc. GP Unhas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Peserta yang hadir dalam training ini sekira ada 20-an orang yang berasal dari berbagai kampus, yaitu Unhas, Universitas Negeri Makassar (UNM), UIN Alauddin Makkassar, dan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Training ini memang dibungkus agak sedikit berbeda, training ini diadaptasi dari training yang dilakukan oleh BKLDK namun isi konten materinya tetap berpatokan pada TP. (Training Pembebasan) 1 gema pembebasan. Sebuah training motivasi, menyegarkan keimanan mahasiswa baru namun tetap mengajak peserta training untuk berpikir kritis menyoal kondisi kekinian realitas negeri ini, peka terhadap kondisi sosial disekitarnya, dan membahas kondisi ummat Islam dewasa ini. Hal ini terlihat di saat materi kedua yang dibawakan Muh. Rahmani yang konsep acaranya lebih mengarah kepada sharing-diskusi kepada peserta training. Peserta tampak antusias memberikan respon aktif saat pemateri meminta peserta untuk bertanya, memberi tanggapan ataupun komentar. Allahu Akbar. [] &lt;b&gt;Indra.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/10/gema-pembebasan-unhas-sambut-maba.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhREpCvaKMa1EraPHggjsW9TAE5w6XJy8g1pBKa2LCt0s1gqoQ42tGhEZbeiOd8M5hZT-rDVtQvApr646FAXWwzvqmSo2SGZU6B7zHX0wBu70G53FwzvCOfeMoWM9GR701IUrAzwq6qbC4/s72-c/IMG_0317.JPG" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-3107113075336396024</guid><pubDate>Fri, 13 Sep 2013 00:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-09-12T17:54:31.722-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini islam</category><title>Mahasiswa, Entitas dan Identitas Solusi Perubahan</title><description>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;
Mahasiswa, Entitas dan Identitas Solusi Perubahan&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pemuda atau lebih tepatnya mahasiswa masih menjadi sebuah kasta yang patut diperhitungkan di tengah-tengah masyarakat terlebih pada lapisan dan tingkatan akar rumput. Masih tersemat harapan besar di pundak mahasiswa sebagai sosok ideal yang masih memiliki idealisme yang tinggi, energik dan selalu bersemangat disetiap kesempatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kesempatan menjadi mahasiswa di negeri ini terbilang masih mahal tetap bertahan pada level tersier. Pasalanya, baru 7,2 persen anak bangsa nikmati bangku kuliah (Pikiran Rakyat, 05/12). &lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia" rel="wikipedia" target="_blank" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; adalah negara yang memiliki lebih dari 220 juta penduduk, namun untuk tingkat partisipasi kasar pendidikan tinggi baru mencapai 18,4 persen terhadap populasi penduduk berusia 19-24 tahun (Kompas, 3/11).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Kesempatan Emas&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berdasar fakta di atas, menjadi seorang mahasiswa tidak boleh disepelekan apalagi berlalu begitu saja dengan kehampaan. Mahasiswa adalah entitas untuk perubahan. Mahasiswa dengan entitas dan identitasnya merupakan sebuah keberadaan yang unik dan berbeda. Pemuda (syabab), mahasiswa sebuah entitas dan identitas kekuatan intelektualitas masyarakat sekaligus sebagai pembawa dan penjaga nilai-nilai ideal dalam sebuah tatanan kehidupan masyarakat. Karena orientasi idealis dan pembelaannya pada kebenaran, sebagian ahli memasukkannya ke dalam kelompok cendikiawan (&lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Arief_Budiman" rel="wikipedia" target="_blank" title="Arief Budiman"&gt;Arief Budiman&lt;/a&gt; 1983: 150).&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menjadi mahasiswa adalah kesempatan emas. Kesempatan emas jika menjadi salah satu pemberi solusi bukan menjadi bagian dari masalah. Hal ini dikarenakan, mahasiswa adalah usia produktif dalam hal fisik dan pemikiran. Fase teratas tahap kritis dan ketterbukaan. Kampus terutama, tempat lahirnya para penentu kebijakan serta laboratorium multidimensional yang menggambarkan miniatur &amp;nbsp;sebuah negara. Lain halnya, mahasiswa memiliki posisi tawar sebagai statusnya sebagai mahasiswa yang cukup di perhitungkan, termasuk di masyarakat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pembentukan nilai-nilai idealis pada masa mahasiswa telah mengantar mahasiswa kepada gelangang arena perubahan sosial di dalam masyarakat. Tidak surut dalam ingatan kita bahwa gerakan mahasiswa (gema) angkatan ’66 yang bersatu dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) dalam melawan PKI. Pada tahun 1966 juga, saat presiden Soekarno menetapkan sistem presidensil. Gerakan mahasiswa di Indonesia mulai terlibat untuk memperjuangkan sebuah orde yang baru, solusi perubahan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tidak sampai di situ, mahasiswa tetap berada di garda terdepan dalam mengusung solusi perubahan pada masa-masa selanjutnya. Pada tahun 1974 dan 1975 terjadi peristiwa Malari dan titik nadirnya pada tahun 1998 mahasiswa menurunkan rezim &lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/New_Order_%28Indonesia%29" rel="wikipedia" target="_blank" title="New Order (Indonesia)"&gt;Orde Baru&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Problem Orientasi Mahasiswa&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Gerakan-gerakan mahasiswa yang pernah muncul selama ini tampaknya belum mampu membawa kepada perubahan hakiki. Perubahan sosial yang membawa kepada kehidupan sosial yang bermartabat dengan &lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Islam" rel="wikipedia" target="_blank" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt; sebagai basisnya. Mungkin, jenuh menerpa diantara kita bahwa di saat mahasiswa idealisme kebenaran dijunjung tinggi namun di saat ditawari kekuasaan dengan partisipasi aktif di lembaga negara membawa realitas dan pragmatisme bicara lebih tajam daripada idealisme.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Arah dan kecenderungan gerakan mahasiswa (gema) sebagai social movement lahir dari konsep keterdesakan dan ketertindasan. Semakin parah pemerintah menyelewengkan kekuasaan maka akan berbanding lurus pula arah perjuangan dan pergolakan mahasiswa. Inilah kecenderungan social movement. Mahasiswa sama-sama sadar masalah namun untuk sadar akan tataran solusi bersama untuk diusung dan mengisi perubahan selanjutnya mereka akan terpecah belah. Boleh jadi, inilah faktor idealiasme hanya hadir di dunia mahasiswa karena yang nampak hanya sadar masalah namun di saat mengisi dan melanjutkan arah perubahan berubah menjadi pragmatisme dikarenakan mereka tidak menemukan kata sepakat dalam tataran solusi. Solusi mereka hanya mengedapankan kepentingan perut dan kepentingan kelompok mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Solusi : Islamic Ideological Movement&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mandulnya mahasiswa mengusung, mengawal, hingga mengisi sebuah perubahan sosial perlu direvisi ulang untuk mendapatkan solusi yang benar-benar tuntas. Penggalian solusi harus radikal bukan sekedar menilai dari yang tampak di permukaan saja namun harus melibatkan sesuatu yang Azali, memuaskan akal, menentramkan jiwa serta mampu menjawab sebelum dan sesudah penciptaan alam semesta.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Solusi ini bukan untuk golongan tertentu sambil mendikotomikan dan mengesampingkan yang lain, namun akan menjadi sebuah kebenaran yang bisa diterima oleh siapa saja berdasarkan pembuktian, dalil aqli maupun pembuktian secara naqli. Ideologi Islam telah menggabungkan kesemua syarat tersebut. Keuniversalan Islam ditunjukkan dalam nash berikut ini. “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.”[TQS Saba’ (34):28]. &amp;nbsp;Begitu &amp;nbsp;juga hadis-hadis dari Rasulullah Saw, salah satunnya adalah di dalam riwayat &lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Muslim_ibn_al-Hajjaj" rel="wikipedia" target="_blank" title="Muslim ibn al-Hajjaj"&gt;Imam Muslim&lt;/a&gt; bahwa Nabi bersabda: “Adapun para nabi sebelum aku mereka di utus khusus untuk kaumnya,dan aku di utus untuk semua kalangan dari yang &amp;nbsp;merah hingga yang hitam.” Islam dengan ushul ‘aqidah dan hukumnya merupakan pemikiran mendasar yang diatasnya dibangun pemikiran-pemikiran cabang termasuk di dalamnya adalah solusi perubahan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Oleh : Indrawirawan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penulis adalah Mahasiswa Sosial Ekonomi Fakultas Peternakan Unhas Angkatan 2010&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Koordinator Humas Gema Pembebasan komsat Unhas&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
*Terbit pada Koran Kampus Unhas "Identitas", Edisi Akhir Agustus 2013.&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/09/mahasiswa-entitas-dan-identitas-solusi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-2281874747388680382</guid><pubDate>Wed, 11 Sep 2013 05:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-09-10T22:43:04.662-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dialog Pembebasan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">unhas</category><title>Pilwalkot Makassar dan Sikap Politik Mahasiswa</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://gemapembebasan.or.id/foto_berita/32GemapembebasanUH.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img height="145" src="http://gemapembebasan.or.id/foto_berita/32GemapembebasanUH.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Makassar. Gema Pembebasan-Forum bebas &lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Student_Movement_of_Liberation" rel="wikipedia" target="_blank" title="Student Movement of Liberation"&gt;gerakan mahasiswa pembebasan&lt;/a&gt;, Dialog Pembebasan kembali hadir di kampus merah Universitas Hasanuddin. Dialog Pembebasan dalam seri ke lima puluh dua ini mengambil tajuk “Pilwalkot dan Sikap Politik Mahasiswa”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dialog pembebasan dilaksanakan pada hari Rabu, 04 September 2013. Mengambil tempat di sekitar pelataran ruangan kuliah Mata Kuliah Umum (MKU) Unhas. Sekira 20-an peserta forum bergumul membentuk lingkaran dalam diskusi bebas kali ini. Dialog dimulai sekitar pukul 16.15 WITA bertindak sebagai fasilitator adalah Busrah Hisam Ardans. Salah satu anggota gerakan mahasiswa (gema) pembebasan komsat Unhas angkatan 2011, mahasiswa fakultas peternakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Isu yang diambil merupakan isu lokal untuk wilayah kota Makassar. Tema ini terkait dengan kondisi politik kota Makassar yang memanas menjelang pemilihan umum wakil dan walikota Makassar di sekitar pertengahan bulan ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perjamuan pesta demokrasi di tingkat kota provinsi ini merupakan salah satu pilar demokrasi dalam bidang pemerintahan. Setidaknya ada 10 calon walikota dan wakil walikota yang berkompetisi dalam perhelatan dalam memperubutkan tampuk kepemimpinan di tingkat kota ini menjelang berakhirnya masa jabatan Ilham Arif Sirajuddin dan Supomo Guntur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perbincangan peserta diskusi membahas mengenai manuver-manuver politik para calon walikota dalam memenangkan proses pemilihan umum ini. Manuver-manuver politik yang dimainkan oleh para calon walikota ini, seperti biasa tetap menonjolkan jualan-jualan janji manis yang sifatnya pragmatisme. “Beberapa calon walikota menjanjikan listrik gratis, sewa pete-pete gratis dan ada pula yang mengiming-imingi masyarakat dengan sejumlah uang jutaan rupiah per satu keluarga dalam mengembangkan usaha”, papar Busrah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam selebaran yang dibagikan oleh gerakan mahasiswa pembebasan komsat Unhas disampaikan salah satu isu yang ditonjolkan adalah permasalahan gender. Muhyina Muin yang merupakan salah satu calon walikota Makassar mengemukakan bahwa keterwakilan dan aspirasi perempuan perpolitikan di &lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia" rel="wikipedia" target="_blank" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;, khususnya di Makassar masih sangat kurang. Pemimpin perempuan harus memperjuangkan hak-hak perempuan dan memberikan ruang yang sama antara laki-laki dan perempuan dalam setiap kebijakan yang diambil. Demokrasi memang menjadi bekingan tetap bagi kesetaraan gender.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tema kali ini menghadirkan banyak pertanyaan serta tanggapan dari peserta forum ini mengenai aksi politik pemerintah yang menjajikan sebuah harapan kepada masayarakat, namun itu hanyalah sebuah modus politik belaka. Pendidikan politik dalam sistem demokrasi hanya mengahasilkan sikap utilitarian, pragmatisme, hanya mengejar asas manfaat belaka. Praktek ini gampang terlihat dengan ketidak konsistenan masyarakat dalam menentukan siapa yang mereka pilih. Tergantung kepada seberapa besar angpau yang mereka dapatkan. Sehingga praktek black campaign, serangan fajar sudah menjadi cerita lama dalam mekanisme pemilihan umum ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Sebagai seorang mahasiswa kita harus menentukan sikap politik sebagai refleksi fakta yang terjadi di masyarakat dewasa ini. Sikap politik sebagai seorang muslim senantiasa harus disandarkan pada pandangan politik dalam &lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Islam" rel="wikipedia" target="_blank" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;. Dalam Islam, politik artinya mengurusi urusan ummat”, imbuh Indra dalam dialog kali ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam Islam membimbing manusia untuk mengikatkan diri dalam setiap aktivitasnya. Salah satu aktivitas itu adalah pandangan politik seorang mahasiswa. Dalam Islam, pemilu memang ada dan dibolehkan (mubah). &amp;nbsp;Sebab, kekuasaan itu ada di tangan umat (as-sulthan li al-ummah). Ini merupakan salah satu prinsip dalam sistem pemerintahan Islam (&lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Caliphate" rel="wikipedia" target="_blank" title="Caliphate"&gt;Khilafah&lt;/a&gt;). Prinsip ini terlaksana melalui metode ba’iat dari pihak umat kepada seseorang untuk menjadi khalifah. Namun, perlu dipahami, bahwa pemilu hanyalah cara (uslub), bukan metode (thariqah). Cara mempunyai sifat tidak permanen dan bisa berubah-ubah, sedangkan metode bersifat tetap dan tidak berubah-ubah. [] Adi/IW&lt;/div&gt;
&lt;div class="zemanta-pixie" style="height: 15px; margin-top: 10px;"&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/09/pilwalkot-makassar-dan-sikap-politik.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-3210632739018645738</guid><pubDate>Sun, 28 Apr 2013 14:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-28T07:01:53.625-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">mimbar jalanan</category><title>BBM Naik : Tinggalkan Demokrasi, Tegakkan Khilafah</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXAMzaLhvOfRYVm1L8Hf8JbGCZCOk8_-DV9HznW09UI0a9RQA7QLI-bY1vPdj71yPpUdIqp4y8NoopqRRHRniPjeyErQ0Vgd2kLaToSUS-8ywdAJ2EbDl3auUAUJf0aURyH3XjzS6PDc0/s1600/478162_422515631178636_1241647758_o.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="aksi damai gema unhas" border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXAMzaLhvOfRYVm1L8Hf8JbGCZCOk8_-DV9HznW09UI0a9RQA7QLI-bY1vPdj71yPpUdIqp4y8NoopqRRHRniPjeyErQ0Vgd2kLaToSUS-8ywdAJ2EbDl3auUAUJf0aURyH3XjzS6PDc0/s320/478162_422515631178636_1241647758_o.jpg" title="BBM Naik : Tinggalkan Demokrasi, Tegakkan Khilafah" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Makassar (26/04), Gerakan Mahasiswa Pembebasan Komisariat Unhas menggelas aksi damai terkait dengan rencana pemerintah untuk membatasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan menaikkan harganya menjadi Rp6.500 sampai Rp7.000 per liter.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aksi dimulai ditugu Universitas Hasanuddin tepat pukul 13.30 wita, kemudian longmarch menuju pintu 1 (satu) Unhas. Pada aksi tersebut, mereka membentangkan spanduk yang bertuliskan tema aksi “Tolak Pencabutan Subsidi BBM, Tumbangkan Rezim SBY Neoliberal, Tegakkan Khilafah”. Massa juga membawa poster yang berisikan tuntutan untuk segera membatalkan rencana tersebut, serta ajakan untuk meninggalkan demokrasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam orasinya, Ikram (Koordinator Agitasi dan Propaganda Gema Pembebasan Komsat Unhas) menyatakan bahwa “wacana penerapan dua jenis harga BBM hanyalah akal bulus pemerintah untuk menipu rakyatnya. Alasan APBN yang membengkak juga tidak bisa kita terima begitu saja, karena permasalahan APBN sebenarnya bukan disebebkan oleh subsidi. Tapi karena pembayaran bunga dan cicilan pokok utang negara &amp;nbsp;sebesar Rp171.1 triliun, serta pembelanjaan lain yang tidak produktif”. Orator lainnya manambahkan “Rencana pemerintah ini katanya aka menghemat uang negara Rp30 triliun, padahal masih ada sisa saldo APBN 2012 sebesar 32,77 triliun dan sisa lebih anggaran sebesar 43 triliun. Maka semakin jelas, kalau ada permainan dibalik ini semua”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aksi yang didampingi oleh kepolisian berjalan dengan tertib dan lancar tanpa tindakan anarkis, dan tidak terlihat kemacetan sedikitpun. Melanjutkan orator sebelumnya, Arsyam Mawardi menegaskan “walau yang dinaikkan hanya untuk mobil plat hitam, tetap dampaknya akan ditanggung semua rakyat. Kenaikan barang pokok tifak bisa dihindari, karena biaya produksi yang harus meningkat. Janji pemerintah bahwa hal ini tidak akan terjadi, hanyalah menambah daftar janji-janji bohong mereka”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian dalam pernyataan sikapnya, Ahmad Masri (Ketua Umum Gema Pembebasan Komsat Unhas) membacakan bahwa rencana ini jelas akan semakin mengokohkan liberalisasi minyak dan gas di Indonesia. “Pencabutan subsidi BBM adalah bentuk pengkhianatan penguasa” tambahnya. Gema Pembebasan juga menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk sungguh-sungguh berjuang mewujudkan kehidupan Islami &amp;nbsp;dimana di dalamnya diterapkan syariah Islam di bawah naungan Khilafah.Karenahanya dalam kehidupan seperti itu saja, izzul Islam wal muslimin termasuk pengelolaan sumber daya alam yang menyejahterakan dapat diwujudkan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgprpYBFccJ6IInBUwq22_C7-j04_RktT152TbmwNNyyrwF_fSt_OE1C7I9Gris6aqLrQsWnoRlhYCv1dbJ9q8UdH1Y6T6m5aDEF9ZYq-Hx1J4jVHDFOvWKHjAokwG_BsH4mWtIhxA7vuA/s1600/376070_422523794511153_2056218293_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="aksi damai gema unhas" border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgprpYBFccJ6IInBUwq22_C7-j04_RktT152TbmwNNyyrwF_fSt_OE1C7I9Gris6aqLrQsWnoRlhYCv1dbJ9q8UdH1Y6T6m5aDEF9ZYq-Hx1J4jVHDFOvWKHjAokwG_BsH4mWtIhxA7vuA/s320/376070_422523794511153_2056218293_n.jpg" title="BBM Naik : Tinggalkan Demokrasi, Tegakkan Khilafah" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aksi juga dirangkaikan dengan aksi teaterikal dan pembacaan puisi oleh aktivis Gema Pembebasan Komsat Unhas dan berakhir pada pukul 15.15 wita. Aksi ini merupakan salah satu wujud edukasi terhadap masyarakat, bahwa sistem sekuler demokrasi memang selalu membawa petaka kepada Umat Islam, dan sudah saatnya kita memutus kepercayaan serta meninggalkan baik ide maupun pengusungnya dan segera menjemput pertolongan Allah swt. dengan menerapkan Syariah dalam bingkai Khilafah Islamiyah. [AM]&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/04/bbm-naik-tinggalkan-demokrasi-tegakkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXAMzaLhvOfRYVm1L8Hf8JbGCZCOk8_-DV9HznW09UI0a9RQA7QLI-bY1vPdj71yPpUdIqp4y8NoopqRRHRniPjeyErQ0Vgd2kLaToSUS-8ywdAJ2EbDl3auUAUJf0aURyH3XjzS6PDc0/s72-c/478162_422515631178636_1241647758_o.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-6826029456690934257</guid><pubDate>Thu, 25 Apr 2013 02:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-28T06:46:37.066-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dialogika</category><title>Balada Krisis Pangan di Negeri Mapan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;gemapembebasanunhas&lt;/b&gt; -&amp;nbsp; Diskusi Panel DIALOGIKA edisi 9 dengan tema "&lt;i&gt;Balada Krisis Pangan di Negeri Mapan&lt;/i&gt;" yang mengudang pembicara dari:&lt;br /&gt;
- &lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/British_Empire_Medal" rel="wikipedia" target="_blank" title="British Empire Medal"&gt;BEM&lt;/a&gt; Pertanian Unhas&lt;br /&gt;
- BEM Perikanan Unhas,&lt;br /&gt;
- Humas Gema Pembebasan Komsat Unhas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rabu (17 April 2013) pukul 16.00-18.00 wita&lt;br /&gt;
@Pelataran &lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Baruga_language" rel="wikipedia" target="_blank" title="Baruga language"&gt;Baruga&lt;/a&gt; AP.Pettarani Unhas&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGbdxSMbdaA0hYI3bBYOrqtz0IMms6-CzaALW8TFn-SEZbljtWIVuVQsNXU5GdYRDfB9mI-Zu-HVM16sbIpADOZzjwWmL6cxr0zlDd4nV_qVhleypW0poErLEh_3E-BZ5egj4FwHdRfvo/s1600/882990_417798751650324_568626866_o.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="dialogika anak unhas, gema pembebasan unhas" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGbdxSMbdaA0hYI3bBYOrqtz0IMms6-CzaALW8TFn-SEZbljtWIVuVQsNXU5GdYRDfB9mI-Zu-HVM16sbIpADOZzjwWmL6cxr0zlDd4nV_qVhleypW0poErLEh_3E-BZ5egj4FwHdRfvo/s1600/882990_417798751650324_568626866_o.jpg" title="dialogika anak unhas, gema pembebasan unhas" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-XHhRgbO88Ed0XftO0Ly3ZNOZ8BkRRCPJLtmX8SCNYKp34Lrw0NskEQpzaEjxdawDCSCkrhLHdijddtJI0mPe9o0ogTzL9vRMPsyYgGmKFTB8keNrXtCe7hj-YEVCRv-alWmzLRNMOVI/s1600/BIIwfc3CIAIZwvC.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="humas gema unhas" border="0" height="302" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-XHhRgbO88Ed0XftO0Ly3ZNOZ8BkRRCPJLtmX8SCNYKp34Lrw0NskEQpzaEjxdawDCSCkrhLHdijddtJI0mPe9o0ogTzL9vRMPsyYgGmKFTB8keNrXtCe7hj-YEVCRv-alWmzLRNMOVI/s320/BIIwfc3CIAIZwvC.jpg" title="humas gema unhas" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsegGm0pgK3pQRhJ8SuxebD_69igjtT72O4zJOOu1BXdzm4vQrZCtV6_J3IEJzUItZRwlt3TtsZnMussmVKHW_Sr80N2En0rI1PmTlCsHCMkVBsmj14Qa8NYCPSao9dCa1Gm1yzkkehMw/s1600/BICso0FCUAApCWt.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img alt="dialogika anak unhas, gema pembebasan unhas" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsegGm0pgK3pQRhJ8SuxebD_69igjtT72O4zJOOu1BXdzm4vQrZCtV6_J3IEJzUItZRwlt3TtsZnMussmVKHW_Sr80N2En0rI1PmTlCsHCMkVBsmj14Qa8NYCPSao9dCa1Gm1yzkkehMw/s1600/BICso0FCUAApCWt.jpg" title="dialogika anak unhas, gema pembebasan unhas" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-XHhRgbO88Ed0XftO0Ly3ZNOZ8BkRRCPJLtmX8SCNYKp34Lrw0NskEQpzaEjxdawDCSCkrhLHdijddtJI0mPe9o0ogTzL9vRMPsyYgGmKFTB8keNrXtCe7hj-YEVCRv-alWmzLRNMOVI/s1600/BIIwfc3CIAIZwvC.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/04/balada-krisis-pangan-di-negeri-mapan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGbdxSMbdaA0hYI3bBYOrqtz0IMms6-CzaALW8TFn-SEZbljtWIVuVQsNXU5GdYRDfB9mI-Zu-HVM16sbIpADOZzjwWmL6cxr0zlDd4nV_qVhleypW0poErLEh_3E-BZ5egj4FwHdRfvo/s72-c/882990_417798751650324_568626866_o.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-4521709896830450600</guid><pubDate>Sat, 20 Apr 2013 11:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-20T04:29:06.595-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tsaqafah</category><title>Meningkatkan Kualitas Kepribadian Islam</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Tsaqafah &lt;/a&gt;- Dalam membahas dan mengungkap kepribadian manusia telah banyak dilakukan oleh manusia. Kepribadian manusia menjadi teka-teki tersendiri bagi mereka. Kepribadian ini telah banyak dikaji oleh orang-orang Barat hingga Islam pun mengkaji permasalah demikian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/04/meningkatkan-kualitas-kepribadian-islam.html" target="_blank"&gt;Kepribadian manusia&lt;/a&gt; penting untuk diidentifikasi pasalnya ini menjadi misteri kenapa manusia melakukan sesuatu dan dengan ini pula kita dapat merubah suatu kaum. Kepribadian manusia salah satunya telah dirumuskan dengan cemerlang oleh salah satu ulama Islam dewasa ini dengan sangat gamblang yaitu Syaikh Taqiyuddin An Nabhani.&amp;nbsp; Menurut syaikh Taqiyuddin An Nabhani bahwa kepribadian (syakshyiah) dibentuk dari pemikiran (aqliyah) dan perasaan (nafshiyah) seseorang. Jadi, unsur pembentuk sebuah kepribadian seseorang adalah pemikiran dan perasaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sehingga dengan definisi ini, maka akan dikenal secara umum kepribadian yaitu kepribadian yang Islami, kepribadian unik (amburadul) dan kepribadian yang tidak Islami. Kepribadian yang unik (amburadul) sebenarnya termasuk kepribadian yang tidak Islami pasalnya dalam kepribadian yang unik biasanya tidak terjadi perpaduan sumber yang sama antara pemikiran dan perasaan. Pemikiran dan perasaannya berasal dari sumberyang berbeda. Misalnya, seseorang yang memiliki perasaan yang Islami tetapi pemikirannya mengambil atau bersandar pada Kapitalisme-Sekularisme maupun Materialisme-Sosialisme.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sedangkan kepribadian yang tidak Islami adalah kepribadian yang pemikiran dan perasaannya tidak bersumber pada Islam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebenarnya akan sangat penting mengetahui dan membahas kepribadian ini. Karena ini yang akan menentukan pola pikir seseorang hingga akhirnya akan menentukan pola sikap dan tindakan seseorang. Ini pula akan berimplikasi lebih lanjut terhadap bagaimana seseorang menghukumi sebuah fakta atau benda yang sedang menjadi objek pemikirannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk membangun pondasi kuat pemikiran yang Islami harus dilandasi dengan akidah Islam yang dapat dilakukan dengan cara berpikir secara rasional. Berpikir secara rasional sebenarnya berpikir menurut kaidah berpikir yang benar karena melibatkan 4 elemen berpikir yaitu adanya fakta yang bisa diindera, adanya alat indera yang normal, ada otak yang sehat, dan ada informasi awal terhadap fakta yang menjadi objek berpikir.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam Al Quran sebenarnya juga telah memberikan sinyalimen dan indikasi yang kuat mengenai cara berpikir seperti ini. Dalam Al Quran kita sebagai manusia selalu diseru oleh Allah SWT untuk selalu memperhatikan penciptaan langit dan bumi sebagai tanda-tanda kebesaran dari Allah SWT. Inilah cara yang berpikir yang benar menurut Al Quran. Sehingga dari proses berpikir inilah kita dapat menghubungkan antara manusia, kehidupan, dan alam semesta dan hubungannya terhadap sebelum dan sesudah kehidupan ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah kita membangun pondasi yang kuat dalam membangun akidah Islam maka langkah selanjutnya yang dilakukan adalah dengan mengikat diri kita dengan hukum-hukum Syara' dari Allah SWT. Mengikat diri dari Hukum Syara' adalah sebagai konsenkuensi logis dari keberimanan kita kepada Allah SWT. Mengikat diri dalam ketaatan dalam bentuk mematuhi perintah dan menjauhi larangan adalah sebuah pengakuan, keyakinan yang tunduk terhadap kebesaran dan ke-Maha Kuasaan Allah SWT.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian langkah terkahir yang kita lakukan adalah dengan cara menjaga serta &lt;a href="http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/04/meningkatkan-kualitas-kepribadian-islam.html" target="_blank"&gt;meningkatkan kualitas kerpribadian Islam&lt;/a&gt;. Bagian inilah sebanarnya yang menjadi inti dari artikel ini. Bagaimana setelahnya kita mampu untuk senantiasa meningkatkan kualitas kepribadian Islam kita. Olehnya itu, diperlukan upaya sadar dari awal untuk berkomitmen senantiasa belajar terus menerus dalam meningkatkan tsaqafah (pemahaman) Islam kita. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemampuan tsaqafah Islamiyah seseorang akan sangat ditentukan ke depannya oleh kemampuan intelektual, daya ingat dan kesungguhan seseorang untuk selalu meng-up date dan meng-up grade tsaqafahnya.Inilah yang akan membedakan nantinya antara individu satu dengan individu yang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sedangkan untuk perasaan atau nafsiyah Islamiyah hanya dapat ditingkatkan dengan cara selalu membiasakan naluri dan kebutuhan jasmani kita untuk selalu mengikut dengan ketentuan Syara'. Oleh karena itu memang untuk meningkatkan kualitas nafsiyah Islamiyah kita maka kita harus senantiasa hidup dalam suasana keimanan, seperti memperbanyak amalan-amalan sunnah, membaca dan memahami isi Al Quran (tadabbur), membaca sirah Nabi SAW dan para sahabat untuk mendapatkan dan memberikan inspirasi bagaimana contoh agung ketaatan seorang hamba kepada Tuhan-nya, khusyu' dalam Sholat, serta selalu menyempatkan diri untuk melaksanakan Qiyamul Lail. Selain itu, hendaknya pula kita selalu bergaul dengan orang-orang sholeh untuk sedapat mungkin menjaga suhu keberimanan kita dan hidup dalam suasana atau lingkungan yang penuh dengan keshalihan. Ini merupakan langkah yang akan menunjang dalam meningkatkan kualitas kepribadian Islam kita. &lt;i&gt;Wallahu A'lam...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/04/meningkatkan-kualitas-kepribadian-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-310112720485934097</guid><pubDate>Sun, 10 Mar 2013 13:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-10T06:09:32.133-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dialog Pembebasan</category><title>Densus 88 Pembasmi Teror atau Penebar Teror ?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Ada wacana pembubaran DENSUS 88, terkait banyaknya kasus "Extra Judicial Killing", namun disisi lain ketua BNPT Ansyad Mbai mengatakan "&lt;i&gt;&lt;b&gt;siapa lagi yg melindungi Indonesia dari aksi terorisme&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt; ?&lt;/b&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiri...&lt;br /&gt;Dialog Pembebasan #5 tema: "Densus 88 Pembasmi Teror atau Penebar Teror ?"&lt;br /&gt;Fasilitator: Abd khaliq (aktivis GP UNHAS)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Senin, 11/3/2013 pukul 16.10-18.00 Wita&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
di bawah tangga kampus Gowa Fakultas Teknik Unhas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gema Pembebasan Komsat Unhas Biro Teknik Gowa&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bersatu Bergerak Tegakkan Ideologi ISLAM&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/03/densus-88-pembasmi-teror-atau-penebar.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-1256617805283637975</guid><pubDate>Sun, 10 Mar 2013 12:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-10T05:18:52.897-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dialog Pembebasan</category><title>Galeri Dialog Pembebasan Edisi 40</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Galeri Dialog Pembebasan Edisi 40&lt;/b&gt; - Tema yang diangkat dalam dialog pembebasan seri ke 40 ini adalah 
“89 tahun tanpa KHILAFAH”. GP sengaja mengangkat tema ini sebagai bentuk
 refleksi atas runtuhnya perisai kaum muslim ini di tahun 1924.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dialog pembebasan kali ini difasilitasi oleh Annas Hawa. Sebelum 
dialog berjalan lebih lanjut, fasilitator memberikan preview atas tema 
yang diangkat. Beliau memaparkan garis besar mengapa negeri adidaya ini 
bisa runtuh.&lt;style type="text/css"&gt;
#simplegallery2 {
    //CSS for sample Gallery
position: relative;
    visibility: hidden;
    border: 5px solid black;
    margin: auto;
}

#simplegallery2 .gallerydesctext {
    //CSS for description DIV of Example 1 (if defined)
text-align: left;
    padding: 2px 5px;
    font-family: calibri;
}
&lt;/style&gt;

&lt;script src="http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.7.2/jquery.min.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;script src="http://code.helperblogger.com/image-gallery.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;

&lt;script type="text/javascript"&gt;
var mygallery2=new simpleGallery({
 wrapperid: "simplegallery2", //ID of main gallery container,
 dimensions: [450, 300], //width/height of gallery in pixels. Should reflect dimensions of the images exactly
 imagearray: [
   
       ["https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwqrIiZv3q5bIb-8GITmOxDoxWNv4LKnv9-9DEd3DljRTtgPYtlvC4-fdMKMGUIHbM3Wz6t1oQGNNl3MrJIrO1Oze-kLvFbXC6h2k1AKhEwRt-xZ1h9fIN8p1DFblayM8V0dRYRTTzCU8/w703-h641-p-o-k/830306_4572477117692_350990227_o.jpg", "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwqrIiZv3q5bIb-8GITmOxDoxWNv4LKnv9-9DEd3DljRTtgPYtlvC4-fdMKMGUIHbM3Wz6t1oQGNNl3MrJIrO1Oze-kLvFbXC6h2k1AKhEwRt-xZ1h9fIN8p1DFblayM8V0dRYRTTzCU8/w703-h641-p-o-k/830306_4572477117692_350990227_o.jpg", "_new", "Suasana Dialog Pembebasan Unhas Edisi 40"],

       ["https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh14ui2KOyXs1OfbxWnf5PB8EXacPOZ0ETvmnkzfhNXS7SAe-Ln4JpjRKYvFnnReQCJV22y4GPv92DdWmEPsxk2ZE7NoUuuyWFOBohM2ETDXAyrOI1l8nUocbtDeHWKYvlIjFrsofKJFPQ/w423-h316-o-k/856785_4572497798209_1575918972_o.jpg", "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh14ui2KOyXs1OfbxWnf5PB8EXacPOZ0ETvmnkzfhNXS7SAe-Ln4JpjRKYvFnnReQCJV22y4GPv92DdWmEPsxk2ZE7NoUuuyWFOBohM2ETDXAyrOI1l8nUocbtDeHWKYvlIjFrsofKJFPQ/w423-h316-o-k/856785_4572497798209_1575918972_o.jpg", "_new", "Antusiasme Peserta"],

       ["https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbzxHxTLAns1tWopygoe6VIyZElfAPUvaNJQzhPAa2D7suznNZ7xUbAgDhn4e6Syl_YR9daNI0mYNEAE4F0IgmwJXMPSyTZslCNTZTqrBOrUdSM1vb9LPf29UnjJq4TrTVLE_CCv0YvCg/w424-h316-o-k/886973_4572688682981_1409088223_o.jpg","https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbzxHxTLAns1tWopygoe6VIyZElfAPUvaNJQzhPAa2D7suznNZ7xUbAgDhn4e6Syl_YR9daNI0mYNEAE4F0IgmwJXMPSyTZslCNTZTqrBOrUdSM1vb9LPf29UnjJq4TrTVLE_CCv0YvCg/w424-h316-o-k/886973_4572688682981_1409088223_o.jpg", "_new", "Makan Bersama Peserta"],

       ["https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqlTno3gvhCVgvn7NLQTwFTibf_J9cGGcTxYd1PssD4zSs-OCtHkBdA6KxuD1D4lFDS-E84HH2vT8h24atgzTV2yiA8ncflanEt9Rsd33yRRHglHy7DosArI2QIOPbWNqUIRDP2dGE89I/w424-h316-o-k/887042_401279373302262_388273438_o.jpg", "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqlTno3gvhCVgvn7NLQTwFTibf_J9cGGcTxYd1PssD4zSs-OCtHkBdA6KxuD1D4lFDS-E84HH2vT8h24atgzTV2yiA8ncflanEt9Rsd33yRRHglHy7DosArI2QIOPbWNqUIRDP2dGE89I/w424-h316-o-k/887042_401279373302262_388273438_o.jpg", "_new", "Selalu ikuti Perkembangan Gerak Dakwah Kami"],

       ["https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLbX8ERvlp7zI6wrlrQesgqTQ-SxjsehATnOnaFIv0nOBP-ki5J1KEG5_A590PmQcCBotydgIZGHmNzhQA3IdgXLVP43pA_8pdwaL9wE7bmIscjL5bbXYy-FwzvPBwtJClkMt8X0kRsr8/w423-h316-o-k/dp40.jpg", "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLbX8ERvlp7zI6wrlrQesgqTQ-SxjsehATnOnaFIv0nOBP-ki5J1KEG5_A590PmQcCBotydgIZGHmNzhQA3IdgXLVP43pA_8pdwaL9wE7bmIscjL5bbXYy-FwzvPBwtJClkMt8X0kRsr8/w423-h316-o-k/dp40.jpg", "_new", "Peserta Dialog Pembebasan"]
 ],
 autoplay: [true, 2500, 2], //[auto_play_boolean, delay_btw_slide_millisec, cycles_before_stopping_int]
 persist: true,
 fadeduration: 1000, //transition duration (milliseconds)
 oninit:function(){ //event that fires when gallery has initialized/ ready to run
 },
 onslide:function(curslide, i){ //event that fires after each slide is shown
  //curslide: returns DOM reference to current slide's DIV (ie: try alert(curslide.innerHTML)
  //i: integer reflecting current image within collection being shown (0=1st image, 1=2nd etc)
 }
})
&lt;/script&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="simplegallery2"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dihidangkannya snack and soft drink oleh panitia membuat dialog antar mahasiswa makin seru. Dialog ditutup dengan closing statement dari ketua GP Komsat Unhas. “Mari kita berjuang bersama tuk menggapai kemenangan Islam yang Allah janjikan, yakni tegaknya kembali Daulah Khilafah Islamiyyah berdasarkan metode kenabian. &lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/03/galeri-dialog-pembebasan-edisi-40.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-3804723585663029255</guid><pubDate>Sun, 10 Mar 2013 11:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-10T04:52:02.402-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dialog Pembebasan</category><title>89 Tahun Tanpa Khilafah</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;89 Tahun Tanpa Khilafah &lt;/b&gt;- Jumat, 08 Maret 2013 pukul 16.15 bertempat di depan Ruang LT. 3 Unhas, Gerakan Mahasiswa Pembebasan kembali mengadakan dialog terbuka untuk kesekian kalinya. Kurang lebih 20an peserta tampak memadati halaman LT.3. Tema yang diangkat dalam dialog pembebasan seri ke 40 ini adalah “89 tahun tanpa KHILAFAH”. GP sengaja mengangkat tema ini sebagai bentuk refleksi atas runtuhnya perisai kaum muslim ini di tahun 1924.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dialog pembebasan kali ini difasilitasi oleh Annas Hawa. Sebelum dialog berjalan lebih lanjut, fasilitator memberikan preview atas tema yang diangkat. Beliau memaparkan garis besar mengapa negeri adidaya ini bisa runtuh. “3 Maret tepatnya tahun 1924, negeri Khilafah resmi diruntuhkan oleh penghianat Islam Mustafa Kemal Attaturk (Bapak Turki) La’natullah,” pungkasnya. Bukan sekedar mengenang, namun mengambil makna agar memahami apa obat bagi kehancuran Khilafah Islam yg pernah menaungi seluruh Muslim. Meniti sejarah memahami kesalahan masa lalu untuk jadi amaran bagi jalan yang dibangun di masa depan ketika menyambut kembalinya Khilafah.&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Sebagaimana kita ketahui matinya manusia saat khilafah tidak ada, maka matinya mati jahiliyyah, namun berbeda dengan orang yang memperjuangkannya, pun haram tidak memiliki khalifah setelah 3 hari,” kata Annas mahasiswa Geofisika angkatan 2012. Peradaban itu seperti pendulum, awalnya tak terorganisir, lalu menjadi rapi, dan kembali lagi rapuh. Begitu pula Islam, setelah menikmati zaman keemasan (Islamic Golden Age) pada kurun 750-1500, dari sana perlahan mengalami degradasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi makin asyik ketika pertanyaan dilontarkan ke forum. Ada oknum yang berpendapat bahwa negeri kita juga negara Islam, sebab kita masih bisa sholat, puasa dan ibadah lain, berbeda dengan muslim di negara Myanmar sana, sholat pun dilarang. Apakah ini bisa disebut negeri Khilafah (Islam). Arif menjawab,”pertama kita harus mengetahui dulu arti hakiki Khilafah. Khilafah adalah kemimpinan seluruh kaum muslimin yg dipimpin oleh satu pemimpin yang melakasanakan hukum islam secara utuh tanpa memandang lagi sekat-sekat geografis (seperti yang terjadi sekarang). Maka dari itu negeri kita tidak bisa dikatakan sebagai negeri Khilafah Islam, pun sama dengan negara Arab, tidak ada satupun negara di dunia ini yang bisa dikatakan sebagai negara Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihidangkannya snack and soft drink oleh panitia membuat dialog antar mahasiswa makin seru. Secara internal ada 3 sebab runtuhnya Khilafah, 1) Ditinggalkannya bahasa arab, 2) Berhentinya jihad, 3) Lemahnya pemahaman ummat Muslim, dan secara eksternal 4) Serangan fisik kaum kuffar, 5) Pengaruh pemikiran asing seperti nasionalisme, liberalisme dll. Dan pengaruh dari hilangnya Khilafah ini sangat besar, sebagaimana kata Rasulullah “Imam itu laksana perisai (bagi ummat Muslim)”.Maka sekarang ummat Islam bagaikan anak ayam tanpa induk, berperang tanpa perisai, sehingga dihinakan dan menghinakan dirinya. Secara ekonomi, politik, soasial-budaya mereka terjajah, baik imperialisme fisik ataupun neo-kolonialisme, terjadi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog ditutup dengan closing statement dari ketua GP Komsat Unhas. “Mari kita berjuang bersama tuk menggapai kemenangan Islam yang Allah janjikan, yakni tegaknya kembali Daulah Khilafah Islamiyyah berdasarkan metode kenabian. Perjuangan dakwah ini murni hanya untuk mendapatkan ridho Allah swt. Dan hanya dengan solusi inilah kehidupan ummat betul-betul sejahtera.” Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah. Sembari peserta meneriakkan takbir. “Allahuakbar”. [&lt;b&gt;Imam G.M&lt;/b&gt;.]&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/03/89-tahun-tanpa-khilafah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-3325539419856066768</guid><pubDate>Sat, 09 Mar 2013 03:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-08T19:05:01.032-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sms dakwah</category><title>SMS Dakwah : Daulah Islam bukan Khayalan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Daulah Islam bukanlah khayalan seseorang yang tengah bermimpi,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
sebab terbukti telah memenuhi pentas sejarah selama 13 abad.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ini adalah kenyataan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keberadaan daulah Islam merupakan sebuah kenyataan di masa lalu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
dan akan menjadi kenyataan pula di masa depan, tidak lama lagi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebab,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;faktor-faktor yang mendukung keberadaannya jauh lebih kuat untuk diingkari oleh zaman&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
atau&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
lebih kuat untuk ditentang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saat ini telah banyak orang-orang yang berpikiran cemerlang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mereka itu adalah bagian umat Islam yang sangat haus akan kejayaan Islam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Daulah Islam bukan sekadar harapan yang dipengaruhi hawa nafsu,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
tetapi kewajiban yang telah Allah tetapkan kepada kaum Muslim.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah memerintahkan mereka untuk menegakkannya&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
dan mengancam mereka dengan siksa Nya jika mengabaikan pelaksanaannya&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/03/sms-dakwah-daulah-islam-bukan-khayalan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-8557095379843016338</guid><pubDate>Thu, 07 Mar 2013 19:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-07T11:30:27.368-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tsaqafah</category><title>Mencari Ilmu yang Paling Utama</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7JIz-bhYypSnVxuppxBD3OSBGRHRbVzr1PfBXR3uQ4agiDWkeIGB1yqr8-W3PeAhtD2w9jNXQiao11GGiBZpvtgJLMzF0uiW38qq1q8TgbR_FWbTBjxEVAMczDkFEU78jokAkyCwRkco/s1600/buku-tua.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Ilmu yang Paling Utama" border="0" height="167" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7JIz-bhYypSnVxuppxBD3OSBGRHRbVzr1PfBXR3uQ4agiDWkeIGB1yqr8-W3PeAhtD2w9jNXQiao11GGiBZpvtgJLMzF0uiW38qq1q8TgbR_FWbTBjxEVAMczDkFEU78jokAkyCwRkco/s320/buku-tua.jpg" title="Ilmu yang Paling Utama" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Mencari Ilmu yang Paling Utama&lt;/b&gt; - Apakah ilmu yang paling utama untuk dipelajari umat Islam?&amp;nbsp; Dalam beberapa kali seminar tentang peradaban Islam, di mana disampaikan berbagai prestasi sains dan teknologi umat Islam di masa Khilafah, sering muncul pertanyaan, “apakah itu ilmu-ilmu yang paling utama, yang akan mendekatkan kita kepada Allah?”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Di sisi lain ada fenomena di antara calon mahasiswa (Muslim) yang galau ketika memilih program studi di perguruan tinggi.&amp;nbsp; Ada di antara mereka yang bertanya, “Ustadz, keahlian apa yang paling utama jika nanti Khilafah tegak kembali, saya ingin mengambil program studi itu saja”.&amp;nbsp; Sementara itu ada fenomena, sebagian mahasiswa Muslim di universitas favorit –&amp;nbsp; justru mereka yang berprestasi – telah memilih berhenti kuliah dengan alasan mereka merasa telah “tersesat”, karena belajar ilmu-ilmu “sekuler” (seperti kedokteran atau teknik), sementara ilmu-ilmu yang terkait kebahagiaan dunia dan akhirat (yaitu ilmu-ilmu agama) belum cukup mereka teguk.&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Di dunia pendidikan sendiri rupanya, soal ilmu apa yang paling utama diajarkan ke anak didik ini, masih terus diperdebatkan.&amp;nbsp; Anak-anak sekolah dasar kita tampak kelebihan beban, bahkan dalam arti harfiah.&amp;nbsp; Di beberapa sekolah dasar Islam, tas ransel yang dibawa siswa SD itu sangat berat.&amp;nbsp; Untuk pelajaran bahasa saja, mereka harus belajar empat bahasa: Indonesia, Inggris, Arab dan bahasa daerah.&amp;nbsp; Kementerian Pendidikan bermaksud memangkas sejumlah pelajaran, bahkan termasuk IPA yang akan dimasukkan ke pelajaran Matematika, dan IPS akan dimasukkan ke pelajaran Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seperti apakah para ulama terdahulu itu mencari ilmu dan mengetahui ilmu yang paling utama itu, sehingga kemudian mereka mampu menguasai sains dan teknologi pada usia yang sangat muda dan sangat produktif menghasilkan kreasi-kreasi baru pada zamannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus melihat bahwa keadaan masyarakat zaman Khilafah masih tegak dengan sekarang sangatlah berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu, pendidikan masih memiliki visi dan misi yang sangat jelas.&amp;nbsp; Mereka ingin mencetak generasi hamba Allah yang taat, menjadi umat terbaik untuk dihadirkan ke tengah manusia, dan cakap memberi rahmat ke seluruh alam.&amp;nbsp; Oleh sebab itu, seluruh pelajaran dan bidang ilmu dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi diarahkan ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi prioritas juga sangat jelas: amal yang fardhu ‘ain bagi seseorang, maka mempelajari ilmunya juga fardhu ’ain.&amp;nbsp; Amal yang fardhu kifayah, ilmunya juga fardhu kifayah.&amp;nbsp; Amalan sunnah, ilmunya juga sunnah.&amp;nbsp; Demikian seterusnya untuk yang mubah, makruh dan haram.&amp;nbsp; Karena itu, belajar cara membuat khamr atau ilmu tenung, hukumnya jelas haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ilmu yang fardhu ‘ain itu cukup banyak.&amp;nbsp; Ilmu tentang tatacara ibadah mahdhoh (thaharah, shalat, puasa) atau tentang akidah dasar, mengetahui halal-haram sehari-hari, membaca Alquran, bahasa Arab dasar, itu fardhu dipelajari sebelum seseorang baligh. Untuk wanita hamil, adalah fardhu ‘ain belajar soal tatacara merawat dan menyusui bayi.&amp;nbsp; Orang yang akan diangkat dalam suatu jabatan atau memangku sebuah profesi, maka fardhu ‘ain baginya mempelajari segala sesuatu yang terkait jabatan atau profesi itu.&amp;nbsp; Tidak bisa diterima orang yang diangkat sebagai sekretaris tapi belum mampu membaca atau menulis.&amp;nbsp; Atau orang diangkat sebagai kepala daerah tapi buta soal geografi, hukum, seluk beluk birokrasi atau wawasan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, sebagian besar ilmu sesungguhnya masuk kategori fardhu kifayah.&amp;nbsp; Ilmu akidah dalam kedalamannya, ilmu fiqih dan ushul fiqih dalam kedalamannya, ilmu tafsir dan hadits, ilmu mengurus jenazah, bahasa dan sastra Arab, dan juga sains dan teknologi dalam kedalamannya, mulai dari teknik membuat sumur hingga merancang pesawat, dari menjahit baju hingga menjahit luka sebagai dokter bedah, adalah ilmu-ilmu yang bila di suatu wilayah tidak cukup jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan umat, maka semua yang belum terlibat masih berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu menjadi jelas, bahwa ilmu yang paling utama untuk diajarkan di pendidikan dasar adalah ilmu-ilmu fardhu ‘ain untuk menyambut akil baligh.&amp;nbsp; Termasuk yang ditanamkan sejak dini adalah kecintaannya pada ilmu, pada para ilmuwan, dan pada proses pembelajaran.&amp;nbsp; Wahyu pertama adalah soal membaca, bagian paling penting dalam belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu pula yang terjadi dengan para ilmuwan di masa lalu.&amp;nbsp; Nyaris seluruhnya bahkan telah hafal Alquran sebelum 10&amp;nbsp; tahun. Sedang bahasa Arab telah menjadi bahasa sehari-hari sejak Negara Khilafah melayani daerah kelahirannya. Sedang minat mereka dalam mencari ilmu telah menyala-nyala.&amp;nbsp; Sebagian mereka bahkan sudah menuntaskan ilmu fardhu ‘ain-nya jauh sebelum baligh (yang paling lambat usia 15 tahun), sehingga mereka sudah bisa fokus pada berbagai ilmu fardhu kifayah yang dibutuhkan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bisa dipahami bahwa tokoh-tokoh seperti Ibnu Sina (980-1037), al-Idrisi (1100–1165), Ibn Battutah (1305-1368) dan Mimar Sinan (1489-1588), itu jumlahnya saat itu tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Sina di usia 10 sudah hafal Alquran dan kitab-kitab kuno.&amp;nbsp; Setelah ia menamatkan fiqih pada seorang faqih dan aritmatika pada seorang pedagang, ayahnya memanggil Abu Abdullah an-Natsibi, yang terkenal sebagai filosof dan matematikawan.&amp;nbsp; Tapi tak lama kemudian terbukti sang murid lebih pandai dari gurunya.&amp;nbsp; Baru saja gurunya mengajari 5-6 gambar dari kitab geometri karya Euklides, Ibnu Sina melanjutkan sendiri dengan bantuan kitab syarah.&amp;nbsp; Selesai kitab Euklid, dia teruskan dengan Almagest dari Ptolomeus, yakni kitab astronomi termasyhur saat itu.&amp;nbsp; Itupun tidak lama.&amp;nbsp; Dia kemudian pindah ke fisika, lalu di bawah bimbingan Isa bin Yahya al Masihi, ke kedokteran.&amp;nbsp; Dia diminta membaca buku yang tersulit.&amp;nbsp; Belakangan dia katakan kedokteran tidak sulit, karena dia hanya butuh waktu singkat.&amp;nbsp; Saat menamatkan semua ini, usianya baru 16!&amp;nbsp; Maka Sultan memanggilnya untuk menjadi ilmuwan istana.&amp;nbsp; Dia menambah ilmunya lagi dengan belajar di perpustakaan sultan dan di rumah sakit.&amp;nbsp; Di usia 18, dia benar-benar menamatkan semua yang dapat dipelajarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Idrisi pada usia muda dia sudah gemar bepergian ke tempat-tempat yang jauh, ke Eropa, Asia dan Afrika, untuk mengumpulkan sendiri data dan fakta geografi.&amp;nbsp; Walhasil, pada usia di bawah 30 tahun, dia sudah menulis kitab geografi berjudul “Nuzhat al Mushtaq fi Ikhtiraq al-Afat” (Tempat Orang yang Rindu Menembus Cakrawala). Kitab ini berpengaruh di Barat sehingga diterjemahkan menjadi&amp;nbsp; “Geographia Nubiensis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang Ibn Battutah adalah ulama, qadhi, penjelajah dan geografer. Hingga wafatnya dia telah melawat sejauh 117.000 km, meliputi seluruh dunia Islam yang telah dikenal dan selebihnya, sejak dari Afrika Barat, Afrika Utara, Eropa Selatan, Eropa Timur, Timur Tengah, India, Asia Tengah, hingga Cina.&amp;nbsp; Total 44 negara modern telah dia jelajahi, jauh melampaui penjelajah paling top hingga saat itu yaitu Marco Polo.&amp;nbsp; Dan dia memulainya pada usia 20 tahun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Mimar Sinan, arsitek Daulah Utsmaniyah ketika wafat pada usia hampir 100 tahun, ternyata telah membangun 94 masjid besar, 52 masjid kecil, 57 sekolah tinggi, 48 pemandian umum (hamam), 35 istana, 20 rest area (caravanserai), 17 dapur umum (imaret), 8 jembatan besar, 8 gudang logistik (granisaries), 7 sekolah Alquran, 6 saluran air (aquaduct), dan 3 rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang ini telah berhasil mempelajari ilmu dari yang paling utama, di negeri yang menerapkan politik yang utama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dr. Fahmi Amhar&lt;/b&gt;, di publish Mediaumat.com (19/12/2012)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kunjungi URL asli di sini : &lt;a href="http://mediaumat.com/mercusuar/4023-94-mencari-ilmu-yang-paling-utama.html" target="_blank"&gt;Media Umat&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/03/mencari-ilmu-yang-paling-utama.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7JIz-bhYypSnVxuppxBD3OSBGRHRbVzr1PfBXR3uQ4agiDWkeIGB1yqr8-W3PeAhtD2w9jNXQiao11GGiBZpvtgJLMzF0uiW38qq1q8TgbR_FWbTBjxEVAMczDkFEU78jokAkyCwRkco/s72-c/buku-tua.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-652847439935030031</guid><pubDate>Tue, 05 Mar 2013 10:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-05T02:17:05.310-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">khilafah</category><title>Detik-Detik Runtuhnya Khilafah Islam</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOA7hgDTAljCnRGjiEU4NxORuZo6BIB_WRUUU8J0GV91Je63Om5dGwWx58Ass6FAu30_PdR3NnTk8lfYy3l7WrO2qETJti-C0DktJQ8hiGa-HWPswqoQGg3mJP0kdq2F-uWYXhkckWR_A/s1600/Optimized-khilafah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="210" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOA7hgDTAljCnRGjiEU4NxORuZo6BIB_WRUUU8J0GV91Je63Om5dGwWx58Ass6FAu30_PdR3NnTk8lfYy3l7WrO2qETJti-C0DktJQ8hiGa-HWPswqoQGg3mJP0kdq2F-uWYXhkckWR_A/s320/Optimized-khilafah.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Detik-Detik Runtuhnya Khilafah Islam &lt;/b&gt;-&amp;nbsp; KHILAFAH Islamiyyah telah bermula sejak zaman selepas kewafatan Rasulullah SAW, sejak pemerintahan Khulafaur Rasyidin, dilanjutkan pemerintahan Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah, serta beberapa kerajaan lain sebelum kejatuhan kerajaan Islam yang terakhir, yaitu kerajaan Turki Utsmaniyyah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Khilafah Islamiyyah merupakan kekuatan umat Islam yang amat menggetarkan pihak Barat. Khalifah adalah pengganti Rasulullah dalam mentadbir dan memerintah negara Islam, sekaligus sebagai pemimpin bagi umat Islam secara keseluruhan.&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa abad menguasai dua pertiga dunia, Kerajaan secara resmi dibubarkan pada 3 Maret 1924 M bertepatan dengan 27 Rejab 1342 H oleh Mustafa Kemal Atartuk. Kerajaan Islam terakhir yang mampu bertahan sehingga jatuhnya Khilafah Islamiyyah ini adalah Kerajaan Utsmaniyyah.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Siapa Mustafa Kemal Atartuk?&lt;br /&gt;Mustafa Kemal Atartuk merupakan dalang dan pengkhianat di balik kejatuhan kerajaan Utsmaniyyah dan pembubaran Khilafah Islamiyyah khususnya. Mustafa dilahirkan di Salonica pada 12 Maret 1881 Salonica merupakan kota orang Yahudi yang mempunyai penduduk sejumlah 140.000 orang. Sebanyak 20 000 dari mereka merupakan orang Yahudi Aldunama, yaitu kaum Yahudi yang berpura-pura memeluk agama Islam. Sewaktu kecil, Mustafa Kemal Atartuk sangat dibenci dan disisihkan oleh teman-temannya. Dia&amp;nbsp; sering bertengkar dengan guru, dan merasa senang jika mampu menyakiti seseorang. Dia sangat membenci bangsa Arab.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Ia mulai sekolah di Sekolah Fatimah, sebuah sekolah agama yang terkenal.Namun karena ayahnya membenci guru guru agama, Mustafa dipindahkan ke sekolah lain yang memasukkan Kurikulum Barat dalam pendidikannya. Pada usia dua belas tahun, Mustafa telah memasuki sekolah tentera di Salonica. Di sinilah guru-gurunya memberi gelar “Kemal” yang berarti pandai dalam pelajaran dan matematika. Pada tahun 1898 ketika berusia 17 tahun, Dia memasuki Sekolah Tentara Monaster dan pada 1899, dia masuk Sekolah Tentara Istanbul. Di sini dia mulai aktif di bidang politik dan memasuki gerakan – gerakan rahasia. Pada tahun 1902 dia mendapat pendidikan di Akademi Staf Komando Militer dan lulus pada tahun 1905.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Mustafa Kemal Atartuk merupakan militer Turki yang melakukan konspirasi bersama pihak Barat untuk menjatuhkan Khilafah Islamiyyah dan menjadikan Turki sebuah Republik yang berdasarkan ideologi sekular. Dia meninggal dunia pada hari Kamis, 10 November 1938 karena mengidap berbagai penyakit, diantaranya Sirosis Hepatis karena mengkonsumsi alkohol yang banyak, penyakit kelamin (GO) serta beberapa penyakit lain yang mengerikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
BANYAK peristiwa yang terjadi sebelum kejatuhan Khilafah secara rasmi pada 3 Maret 1924 M.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peperangan Yunani-Turki&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Peperangan antara Yunani dan Mustafa Kemal Atartuk merupakan peperangan yang telah lama diatur. Negara-negara Sekutu mendatangi Perdana Menteri Yunani, Venizelos untuk mendukung mereka agar Yunani menjalankan misi menjatuhkan Khilafah Islamiyyah. Dan Vinezelos setuju setelah mendapat dorongan dari pemuka pemuka agamanya dengan beberapa syarat, diantaranya penyerahan Kota Konstantinopel kepada Yunani jika mereka menang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Atas persetujuan ini, Perancis kemudian mengirim dua orang wakil ke Turki untuk menawarkan Konsep Freemasonary kepada Turki dan bantuan dari Perancis dalam bentuk peralatan perang yang cukup untuk 40,000 orang tentara dan bala tentara dari Syria sebanyak 8,000 orang. Amerika dan Italia ikut terlibat di dalam perdagangan senjata ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Pertempuran Tentara Yunani dan Turki berlangsung beberapa kali dan akhirnya Yunani dikalahkan oleh tentara Turki. Perang pertama pada tanggal 10 Juli 1920 menyebabkan mundurnya Tentara Turki. Pertempuran kedua pada 23 Agustus 1921 juga menyebabkan kekalahan buruk bagi Turki.&lt;br /&gt;Namun pada 13 September 1921, peperangan yang berlaku di Saqoria menunjukkan kekuatan tentara Turki yang dipimpin oleh Mustafa Kemal Atartuk dengan mengalahkan tentara Yunani. Kemenangan Turki ini memberikan kepercayaan kepada kepimpinan Mustafa Kemal. Umat Islam mulai memberikan perhatian kepadanya dan tidak lagi mempedulikan Khalifah.Sikap Umat Islam ini sesuai dengan Konsep Freemason dan Barat untuk mengorbitkan nama Mustafa Kemal Atartuk.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Muktamar Luzan I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Muktamar ini diadakan pada tanggal 28 Oktober 1922 M. Muktamar ini mendatangkan perwakilan Kerajaan Sementara Ankara, perwakilan Kerajaan Utsmaniyyah serta negara-negara Sekutu. Undangan kepada perwakilan Kerajaan Utsmaniyyah hanyalah sebagai rasa keadilan semata. Dalam Muktamar ini, tidak dibicarakan masalah kepentingan bersama, tetapi secara bulat memutuskan bahwa Turki akan dibentuk menjadi sebuah negara Republik dan kerajaan Utsmaniyyah dihapuskan. Turki secara rasmi menjadi sebuah negara Republik pada tanggal 17 November 1922 oleh Majelis Kebangsaan Turki di Ankara. Akan tetapi, jabatan khalifah masih dipertahankan, namun hanya mengurusi hal hal yang berkaitan dengan agama saja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mukmatar Luzan II&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Muktamar Luzan tidak hanya berhenti sampai disitu, selanjutnya diadakan muktamar yang kedua dengan beberapa rancangan sulit yang telah disampaikan oleh wakil Mustafa Kemal Atartuk yaitu Esmet Inono dan wakil Negara-negara Sekutu yaitu Lord Qiruzon. Rancangan sulit yang dibicarakan adalah:&lt;br /&gt;- Mustafa Kemal Atartuk harus membebaskan Turki dari pengaruh Islam.&lt;br /&gt;- Jabatan Khalifah harus dihapuskan.&lt;br /&gt;- Gaya hidup Islam harus diganti dengan gaya hidup Barat yang bertentangan dengan ajaran Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perjanjian Esmut Inono dan Lord Qiruzon&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Perjanjian ini berlangsung lebih kurang delapan bulan setelah Muktamar Luzan II diadakan. Perjanjian yang ditandatangani adalah : Turki harus membebaskan Qobrus, Syam, Iraw, Al-Jazair, Tunis, Mesir dan Libya dari pemerintahannya.Tujuannya jelas bahwa Inggris berniat memperluas jajahannya setelah kejatuhan Khilafah Islamiyyah nanti.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Muktamar Luzan 1923 M&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Muktamar Luzan 1923 M menetapkan beberapa syarat yang harus diterima oleh Turki. Syarat-syarat tersebut ialah:&lt;br /&gt;- Penghapusan semua hal yang berkaitan dengan Islam dari Turki&lt;br /&gt;Penghapusan Khalifah untuk selama-lamanya&lt;br /&gt;- Mengeluarkan Khalifah, para pendukungnya dan Islam dari negeri – Turki, serta mengambil harta Khalifah&lt;br /&gt;- Mengambil undang-undang sipil menggantikan undang-undang Turki yang lama&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pembubaran Khilafah Islamiyah 3 Maret 1924 M&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Setelah lama merancang secara teliti dan mengadakan kesepakatan – kesepakatan rahasia, membawa masuk unsur-unsur negatif kepada kerajaan Utsmaniyyah, serta pengaruh individu – individu yang bermuka dua terutama Mustafa Kemal Atartuk sebagai dalang utama serta membawa harapan Barat.Mereka melaksanakan impiannya&amp;nbsp; untuk menghapuskan Khilafah Islamiyyah yang menjadi nadi kekuatan umat Islam. Dan akhirnya pada 3 Maret 1924, secara rasminya Khilafah Islamiyyah dibubarkan. Pada tanggal ini juga Mustafa Kemal Atartuk dengan resmi telah melakukan beberapa perubahan drastik, di antaranya:&lt;br /&gt;- Mengumumkan pemisahan agama dari pemerintahan negara&lt;br /&gt;- Menutup mahkamah – mahkamah Syariah&lt;br /&gt;- Menghapus jabatan Menteri Syariah dan Menteri Auqaf&lt;br /&gt;- Mengusir Khalifah Abdul Majid II serta semua keluarganya dari Turki.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
KEJATUHAN Khilafah Islamiyyah, secara keseluruhan memberi dampak yang amat mendalam bagi umat Islam dari berbagai aspek, sejak detik kejatuhannya 88 tahun yang lalu, hingga hari ini. Diantaranya terhadap identitas umat Islam, agama, sosial, undang-undang, pendidikan, ekonomi, bahasa, kesatuan umat Islam, bahasa dan pemikiran.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hilangnya Identitas Umat Islam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Dampak kejatuhan Turki Utsmaniyyah diantaranya&amp;nbsp; adalah hilangnya identitas umat islam yang tidak memiliki sistem pemerintahan khilafah. Umat islam menjadi lemah sehingga mudah dijajah satu persatu dan umat islam mulai dikotak-kotakkan serta ditindas karena tiada ada pemerintah yang adil lagi bijak. Umat islam tidak mampu mengamalkan ajaran islam yang sebenarnya karena tidak ada pemimpin Islam. Selain itu, umat Islam mengalami gejala perpecahan yang amat dahsyat yang semula berada di bawah satu khilafah Islamiyyah. Munculnya kerajaan – kerajaan kecil yang mempunyai sistem perundangan dan identitas sendiri.Kedatangan penjajah yang telah menghapuskan sistem Khilafah islamiyyah dan membagi Negara-negara umat islam menjadi kerajaan kerajaan kecil mengikuti identitas bangsa dan budaya negeri. Maka lahirlah Negara Mesir, Iran, Arab Saudi, Kuwait dan lain-lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Agama&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Dari sisi agama, Mustafa Kemal Atartuk memerintahkan penerjemahan Al-Quran ke dalam bahasa Turki, sehingga kehilangan makna-makna dan cita rasa bahasanya. Hari libur umat islam yaitu hari Jumat diganti menjadi hari Ahad mengikuti hari libur orang Kristen. Perayaan hari raya Aidilfitri dan hari raya Aidiladha dihapuskan karena dianggap mengganggu ketenteraman rakyatnya. Kaum muslimin Turki dilarang menunaikan Haji. Kalendar Barat menggantikan Kalendar Hijriyyah. Kaum muslimin dipaksa menyerukan azan dengan bahasa Turki. Suatu ketika dia mendengar azan subuh dari masjid yang dekat dengan istananya, maka dia memerintahkan supaya tempat azan tersebut dirobohkan.Umat Islam dipaksa membaca Al-Quran dengan bahasa Turki bukan dengan bahasa arab.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Selain itu, Dia terus menerus menghina masjid-masjid dan mengurangi jumlah khatib yang dibayar pemerintah sehingga berjumlah hanya 300 khatib. Dia juga memerintahkan mereka untuk membicarakan banyak perkara dalam khutbah Jumat antaranya masalah pertanian, industri, politik dan disertai dengan pujian ke atasnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sosial&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari segi sosial, Umat islam dilarang memakai Tarbus dan menggantikannya dengan topi yang menjadi simbol kekafiran dalam pandangan bangsa Turki Muslim. Mustafa Kemal memerintahkan tentaranya membuat tiang gantung di seluruh lapangan yang terdapat di Bandar. Mereka yang menolak memakai topi, akan digantung di lapangan tersebut.Pelarangan jilbab bagi wanita juga dilakukan. Kaum wanita diperintah menanggalkan jilbab termasuk di universitas dan sekolah. Ketika kaki dan tangan seorang wanita mengenakan penutup, maka mereka dianggap melakukan kesalahan dan dipecat dari jabatan. Dia juga melarang poligami, menyamakan hak dan kewajipan antara lelaki dan wanita. Pemerintah memaksa wanita keluar rumah untuk memegang jabatan kerajaan yang dulu wanita kebanyakan berperan sebagai ibu rumahtangga.Pemerintah mendorong diselenggarakan pesta-pesta tari dan drama-drama yang menggabungkan antara lelaki dan perempuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Undang Undang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi undang – undang, Al-Quran tidak lagi dijadikan dasar utama dalam penyelenggaraan negara dan pembentukan undang-undang. Undang-undang Allah SWT dianggap kuno dan ketinggalan jaman. Undang-undang Syariah digantikan dengan undang-undang Sipil yang berdasarkan sekularisme dengan mengadopsi Undang-undang Swiss, Itali dan Jerman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pendidikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi pendidikan, kebanyakan sekolah agama diganti dengan sekolah sekuler, yang menerapkan sistem pendidikan sekular sebagai dasar sistem pendidikan negara. Sistem yang bertujuan memisahkan islam dari kehidupan dunia manusia. Mereka mendirikan sekolah yang mengajarkan Tarian Timur dan Tarian Barat supaya negara Islam terus mengalami kemunduran melalui hiburan dan berbagai bentuk maksiat yang meninggalkan syariat dan pertimbangan akal yang normal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi Islam dihapus dan diganti dengan sistem ekonomi barat seperti Kapitalis, Sosialis, atau globalisasi ekonomi dan sebagainya. Bank-bank riba bebas bergerak&amp;nbsp; dalam negara negara Islam. Penyelenggaraan ekonomi berbasis riba adalah hal biasa dalam kehidupan umat islam walaupun Islam dengan jelas mengharamkannya. Arak dan judi diperjualbelikan dan dijadikan sumber pemasukan utama bagi individu dan negara tanpa melihat dampak negatifnya dalam masyarakat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga mengganti bahasa Arab dan bahasa Turki dengan huruf Latin.Dengan cara tersebut, bangsa Turki dipisahkan secara total dari agama dan warisan mereka. Mereka yang tidak menguasai huruf latin dengan baik pada ketika itu dihukum dengan pengharaman kerja, menarik balik kewarganegaraan, pengusiran dari tanah air dan penjara. Selain itu, pengajaran bahasa arab dan bahasa Turki dihapuskan serta penggunaan bahasa arab dalam penulisan dan komunikasi diharamkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemikiran Umat Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran umat islam mulai ditanamkan pemikiran sekulerisme yang meyakini bahwa kemajuan hanya dapat dicapai dengan mengikut cara barat. Pemikiran ini berbahaya karena masyarakat akan meninggalkan agama dan rusaklah tatanan masyarakat. Kekuatan umat Islam yang sebenarnya adalah Khilafah Islamiyyah. Ia merupakan sesuatu yang dianggap Barat sebagai kekuatan ancaman yang dapat menyatukan umat Islam di bawah pemerintahan yang satu Namun kejayaan Khilafah Islamiyyah yang telah bertahan lebih dari 1000 tahun lenyap begitu saja oleh kehadiran pihak Barat yang oleh orang orang munafik yang bermuka dua. Mereka rela membantu Barat untuk menghancurkan Khilafah&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Dampak kejatuhan Khilafah sangat merugikan umat Islam. Sebagai umat Islam, kita&amp;nbsp; harus senantiasa mengambil pengajaran dan menyadari kelemahan kita sendiri dan sungguh sungguh mencari kekuatan untuk mengembalikan Khilafah Islamiyyah, agar umat Islam kembali bersatu padu seperti zaman Rasulullah s.a.w lebih 1400 tahun yang lalu. [kombi/ISLAMPOS/&lt;a href="http://www.bringislam.web.id/2013/03/detik-detik-runtuhnya-khilafah-islam.html" target="_blank"&gt;www.bringislam.web.id&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/03/detik-detik-runtuhnya-khilafah-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOA7hgDTAljCnRGjiEU4NxORuZo6BIB_WRUUU8J0GV91Je63Om5dGwWx58Ass6FAu30_PdR3NnTk8lfYy3l7WrO2qETJti-C0DktJQ8hiGa-HWPswqoQGg3mJP0kdq2F-uWYXhkckWR_A/s72-c/Optimized-khilafah.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-7305397369041887947</guid><pubDate>Tue, 05 Mar 2013 10:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-05T02:04:29.671-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">khilafah</category><title>3 MARET 1924</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;3 MARET 1924&lt;/b&gt; - 3 Maret 1924 (28 Rajab 1342 ) merupakan tanggal penting dalam perjalanan sejarah umat Islam. Pada saat itu , secara resmi Khilafah Islamiyah dibubarkan oleh Kamal at Tartuk, seorang&amp;nbsp; keturunan Yahudi, yang merupakan agen Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu umat Islam, tidak lagi memiliki institusi politik yang menyatukan umat Islam diseluruh dunia. Umat Islam tercerai berai menjadi lebih dari 50 negara bangsa (nation-state), yang membuat umat Islam lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal adalah perkara yang qot’i (pasti) di dalam Islam tentang kewajiban adanya persatuan umat&amp;nbsp; yang hanya akan terwujud secara riil&amp;nbsp; dengan kesatuan negara yaitu Khilafah. Kesatuan Khilafah , berarti kesatuan kepemimpinan, yakni satu Kholifah untuk seluruh kaum muslimin di dunia.&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Wajibnya adanya satu kholifah untuk seluruh dunia, ditegaskan oleh Rosululllah tentang larangan adanya dua kholifah. Rosulullah SAW bersabda : “Jika dibai’at dua orang Kholifah maka bunuhlah&amp;nbsp; yang terakhir dari keduanya” HR Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan tentang masalah ini , Imam an-Nawawi dalam Syarh an-Nawâwî ‘alâ Shahîh Muslim, XII/232, berkata, “Para ulama telah bersepakat bahwa tidak boleh diakadkan baiat kepada dua orang khalifah pada satu masa, baik wilayah Negara Islam itu luas ataupun tidak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu umat Islam tidak lagi memiliki institusi negara khilafah yang menerapkan syariah Islam secara menyeluruh. Ketiadaan Khilafah telah membuat demikian banyak hukum-hukum Allah SWT terutama dalam perkara mu’amalah yang terabaikan.&amp;nbsp; Dalam masalah ekonomi, politik, pendidikan, peradilan , uqubat (sanksi), umat Islam tidak lagi secara totalitas mendasarkan kepada Al Qur’an dan as Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam disebagian besar negeri Islam diatur oleh hukum-hukum kufur yang banyak diantaranya justru berasal dari penjajah mereka sendiri. Padahal menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dalam segenap aspek kehidupan adalah kewajiban setiap muslim yang merupakan bukti keimanannya kepada Allah SWT dan Rosul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu umat Islam juga tidak lagi memiliki&amp;nbsp; pelindung umat.&amp;nbsp; Penguasa-penguasa negeri Islam yang lemah saat ini , alih-alih melindungi mereka justru menjadi pembantai rakyat mereka sendiri. Seperti yang terjadi saat ini di Suriah rezim Basyar assad dan begundal-begundalnya, membantai rakyatnya, memperkosa muslimah, memutuskan hubungan listrik dan air. Saat ini lebih dari 90 ribu telah menjadi korban kekejaman Assad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya tidak melindungi rakyat dan negaranya, penguasa-penguasa&amp;nbsp; negeri Islam yang menjadi boneka-boneka Barat malah membiarkan rakyatnya sendiri dibunuh oleh negara-negara imperialis. Rezim pengkhianat Pakistan membiarkan pesawat-pesawat tanpa awak (drone) menjatuhkan bom-bom yang membunuh rakyat sipil termasuk anak-anak. Demikian juga penguasa Yaman, Saudi, dan antek-antek Barat lainnya.&amp;nbsp; Saat ini lebih dari 1 juta umat Islam yang terbunuh di Irak, Afghanistan , Pakistan, Yaman, Mali dan negeri-negeri Islam lainnya, akibat kebuasan&amp;nbsp; negara-negara imperialis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasa&amp;nbsp; boneka seperti di Sudan dan Indonesia membiarkan Barat memecah belah negeri-negeri Islam , Sudan Selatan memisahkan diri Sudan. Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia. Sementara Papua dan Aceh juga berpotensi untuk melepaskan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga menjual kekayaan alam negeri-negeri Islam untuk kepentingan elit-elit politik , keluarga, dan kroni-kroni rezim yang berkuasa. Neger-negeri Islam yang kaya minyak, batu bara, emas, dan tambang lainnya, malah diberikan kepada perusahan-perusahan swasta baik lokal maupun asing . Di sisi lain mereka membiarkan rakyat mereka sendiri kelaparan dan hidup dalam kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dalam Islam adalah sudah sangat jelas, barang-barang tambang&amp;nbsp; yang melimpah itu adalah milik rakyat karena masuk dalam katagori milkiyah ‘amah (pemilikan umum). Seharusnya dikelola&amp;nbsp; oleh negara dengan baik, transparan, professional, dan hasilnya digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, seruan kepada umat untuk meninggalkan sistem kapitalisme sekuler secara total , baik liberalisme dalam ekonomi, atau demokrasi dalam politik, pluralisme dalam sistem bermasyarakat menjadi sangat penting. Karena sistem kapitalisme ini merupakan produk negara-negara penjajah&amp;nbsp; yang menjadi pangkal derita umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga seruan untuk kembali menegakkan Khilafah untuk menggantikan sistem kapitalisme ini menjadi sangat penting.&amp;nbsp; Sudahlah , sudah lebih selama 89 tahun umat Islam hidup dalam sistem kufur dengan penguasa pengkhianat yang menjadi boneka Barat. Kehidupan umat Islam sudah sangat menderita. Apalagi sistem kapitalisme Barat sendiri sedang sekarat menyusul kematian sistem sosialism komunisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal umat Islam haram hukumnya lebih dari 3 hari hidup tanpa Khilafah. Apa yang dilakukan Umar ra. adalah berwasiat kepada ahlusy-syura dan memberi mereka masa jeda (jelang waktu) selama tiga hari untuk memilih khalifah penggantinya. Bahkan Umar ra. berwasiat bahwa jika dalam tiga hari khalifah belum disepakati, maka orang yang menentang hendaklah dibunuh. Umar ra. juga mewakilkan kepada lima puluh orang dari kaum Muslim Anshar untuk melaksanakan itu, yaitu membunuh orang yang menentang khalifah terpilih. Padahal mereka semua adalah ahlusy-syura dan para Sahabat senior. Semua itu dilihat dan didengar langsung oleh para Sahabat dan tidak terdapat satu riwayat pun bahwa ada seorang dari mereka menentang atau mengingkari ketetapan Umar ra. ini. Dengan demikian, menjadi Ijmak Sahabat bahwa kaum Muslim tidak boleh kosong dari khalifah lebih dari tiga hari. Ijmak Sahabat dalah dalil syariah, sebagaimana al-Quran dan as-Sunnah (Hizbut Tahrir, Ajhizah Dawlah al-Khilâfah, hlm. 27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pilihan yang paling rasional sekaligus syar’I (sesuai dengan hukum Islam) adalah kembali kepada Khilafah. Keberadaan Khalifah dalam penegakan syariah merupakan tâj al-furûdh (mahkota dari semua kewajiban).&amp;nbsp; Menegakkan Khilafah merupakan kewajiban yang paling penting. Al-Hashkifi al-Hanafi berkata: Menegakkan Khilafah merupakan kewajiban yang paling penting. Oleh karena itu, para Sahabat Nabi saw.&amp;nbsp; Mendahulukan kewajiban ini atas pemakaman jenazah pemilik mukjizat (Rasulullah saw.) (Al-Hashkifi, ad-Durr al-Mukhtâr, hlm. 75).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khaththab ra., dalam Shahîh al-Bukhâri, hadis nomor 6829, juga pernah menyatakan, “Aku takut manusia hidup dalam waktu lama (tanpa Khalifah) sehingga ada yang berkata, ‘Saya tidak menemukan had rajam dalam Kitabullah.’ Akibatnya, ia menjadi sesat karena meninggalkan kewajiban yang Allah turunkan.” Na’udzubillahi min dzalik (Farid Wadjdi).&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Source : &lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2013/03/05/3-maret-1924/" target="_blank"&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/2013/03/05/3-maret-1924/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/03/3-maret-1924.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-5056302316026743278</guid><pubDate>Sat, 02 Mar 2013 15:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-02T07:58:55.962-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tsaqafah</category><title>Korupsi dimana-mana</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Korupsi dimana-mana&lt;/b&gt; - Sedemikian rupa orang percaya pada demokrasi, seolah ia adalah pangkal dari segala kebaikan dan senjata pamungkas untuk setiap persoalan. Segala hal yang baik pastilah demokratis dan segala hal yang buruk pastilah tidak demokratis. Menolak demokrasi sama artinya dengan menolak zaman. Benarkah begitu ?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ingat, pangkal korupsi adalah sistem demokrasi. Ketika kedaulatan diserahkan kepada manusia atas nama rakyat, hukum pun kemudian ditentukan oleh manusia untuk kepentingan manusia. Dalam kondisi seperti ini uang menjadi panglima, menjadi tujuan kepentingan manusia dan paling mempengaruhi manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Realita sistem demokrasi yang memang mahal menyebabkan terjadinya politik transaksional, jual beli kekuasaan. Disinilah demokrasi menjadi pangkal korupsi untuk membiayai mahar politik yang mahal atau mempertahankan kekuasaan membutuhkan modal besar. Balas budipun harus dilakukan kepada pemberi modal politik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka terjadilah lingkaran setan, &lt;i&gt;money to politics&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;politics to money&lt;/i&gt;. Kebijakan politik bukan lagi untuk kepentingan rakyat tapi kepentingan elit politik dan pemilik modal. !&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;* Opini Hizbut Tahrir Indonesia menuju Muktamar Khilafah 2013&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/03/korupsi-dimana-mana.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-364702233448871129</guid><pubDate>Sat, 02 Mar 2013 07:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-01T23:29:31.875-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">khilafah</category><title>Menjawab Tuduhan tentang Hizbut Tahrir</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdjp8OB6b5GP_5SeS2JUAOkk-ImQ3Q0SElrR4sSVbuI4KP8PLlS7GydQ6VK2T2jMqFC943aGrgOz0viy5HIpoEe_5gOWyXFdegyFJB57urEyATAJc9NKVnjVYCTPfJPslShZSGYm1Jg0c/s1600/bendera.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="243" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdjp8OB6b5GP_5SeS2JUAOkk-ImQ3Q0SElrR4sSVbuI4KP8PLlS7GydQ6VK2T2jMqFC943aGrgOz0viy5HIpoEe_5gOWyXFdegyFJB57urEyATAJc9NKVnjVYCTPfJPslShZSGYm1Jg0c/s320/bendera.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Menjawab Tuduhan tentang Hizbut Tahrir&lt;/b&gt; - Dalam perjalanan dakwah menegakkan Kalimatullah di muka Bumi ini bukanlah soal yang mudah. Bebagai macam rintangan dan halangan akan muncul disana-sini. Bentuknya pun bermacam-macam, dan rintangan seperti ini adalah bumbu-bumbu dakwah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam banyak tulisan, banyak fitnah atau tuduhan yang dialamatkan kepada Hizbut Tahrir terhadap aktivitas dakwah yang dilakukannya. Hizbut Tahrir adalah sebuah sekelompok kaum (sesuai seruan yang termaktub dalam Al Quran),&amp;nbsp; apabila ingin di Indonesiakan adalah sebuah partai politik Islam (red: arti partai disini tidak sama dengan definisi partai politik dalam dunia demokrasi) yang dalam aktivitas dakwahnya semata-mata mendakwahkan Islam untuk diadopsi oleh masyarakat sebagai pandangan hidupnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Banyak tuduhan miring yang dilayangkan kepada Hizbut Tahrir, berbagai diantaranya adalah &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Batas Perjuangannya adalah 13 Tahun ? melalaikan aspek ruhani ? Menyangkal tentang Azab Kubur dan Dajjal ? Mengabaikan amar ma'ruf nahi mungkar ? Cita-cita Utama Hizbut Tahrir : Merebut Kekuasaan ? Membolehkan Orang Kafir (Non Muslim) Menjadi Anggota ? Membolehkan Mencium Wanita Asing ? Membolehkan Memandang Gambar Porno ?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;. Tulisan yang diposting kali ini saya ambil dari salah satu situs yang bisa memberikan jawaban yang benar dan tepat mengenai fakta tuduhan-tuduhan tersebut. Sumber asli tulisan di &lt;a href="http://www.syahidah.web.id/2012/06/jawaban-atas-fitnah-keji-kepada-hizbut.html" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Banyak tulisan dan fitnah yang merujuk pada buku Al-Mawsu’ah al-Maysirah fi al-Adyan wa al-Madzahib al-Mu’ashirah yang dikeluarkan oleh An-Nadwah al-’Alamiyah li asy-Syabab al-Islami (WAMY), dan tidak merujuk pada sumber-sumber primer Hizbut Tahrir. Padahal buku keluaran WAMY itu juga tidak merujuk pada sumber-sumber primer Hizbut Tahrir, tetapi merujuk pada buku lain karya Shadiq Amin yang berjudul Ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah. Buku karya Shadiq Amin ini pun dipenuhi dengan fitnah dan kedustaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fitnah 1 : Batas Perjuangannya adalah 13 Tahun ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ini tidak pernah diungkap dalam kitab-kitab mutabannat (rujukan), nasyrah (selebaran), ta’mim maupun kutaib yang dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir. Yang dibahas oleh Hizbut Tahrir adalah batas waktu umat Islam kosong tanpa Khilafah. Dalam konteks penegakkan Khilafah dan pengangkatan seorang khalifah, Hizbut Tahrir justru berpendapat bahwa tenggat waktu yang ditetapkan syariah adalah 3 hari 3 malam. Artinya, kaum Muslim dilarang tidak memiliki seorang khalifah lebih dari 3 hari 3 malam. Ketentuan seperti ini ditetapkan berdasarkan Ijmak Sahabat. Ketika Umar bin al-Khaththab ra. tertikam, beliau memberi batas waktu 3 hari kepada dewan syura yang dipimpin oleh ‘Abdurrahman bin ‘Auf untuk mengangkat seorang khalifah. Umar juga berwasiat kepada dewan syura, jika lebih dari 3 hari mereka tidak bisa mengangkat seorang khalifah dari mereka, maka anggota yang menolak akan dibunuh. Untuk melaksanakan wasiat itu, Umar bin al-Khaththab memerintah-kan 50 orang pemuda yang dipersenjatai dengan pedang (Ajhizah Dawlah al-Khilafah fi al-Hukm wa al-Idarah, hlm. 53).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fitnah 2 : melalaikan aspek ruhani ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan fitnah : “Hizbut-Tahrir melalaikan aspek ruhani. Ruhani dipandang hanya sebagai ide. Hizbut-Tahrir berpendapat, di dalam diri manusia tidak ada gejolak ruhani dan kecerdasan jasadi. Di dalam diri manusia hanya ada kebutuhan dan insting yang harus dipenuhi….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan semacam ini pun tidak pernah ditemukan dalam kitab-kitab mutabannat (rujukan) Hizbut Tahrir. Pandangan Hizbut Tahrir tentang ruh telah dijelaskan panjang lebar dalam Kitab Mafahim Hizb at-Tahrir. Hizbut Tahrir berpandangan bahwa ruh itu memiliki makna ganda. Ruh bisa bermakna nyawa (sirr al-hayah/rahasia hidup manusia) yang menghidupkan kesadaran dan organ manusia. Ruh juga bisa bermakna idrak shillah billah (kesadaran akan hubungan dengan Allah swt). Hizbut Tahrir juga mengenalkan istilah ruhiyyah dan nahiyah ar-ruhiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika yang dimaksud aspek ruhani adalah kesadaran akan hubungan dengan Allah, bagaimana bisa dinyatakan Hizbut Tahrir mengabaikan aspek ruhani? Di dalam kitab-kitab pembinaannya, Hizbut Tahrir selalu menekankan kepada anggotanya untuk berpegang teguh dengan akidah Islam, terikat dengan syariah Islam dan selalu menampilkan perilaku yang berakhlakul karimah sebagai wujud kesadaran hubungan dengan Allah SWT. Hizbut Tahrir mengeluarkan banyak kitab mutabannat yang menekankan kewajiban dan pentingnya terikat dengan akidah dan syariah Islam; misalnya Asy Syakhshiyyah al-Islamiyyah, juz 1, Nizham al-Islam, Mafahim Hizbut Tahrir, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencetak kader dakwah yang memiliki kepribadian Islam yang tinggi, Hizbut Tahrir juga mensyaratkan anggotanya untuk mengkaji kitab Min Muqawwimat an-Nafsiyah al Islamiyah (Pilar-pilar pengokoh Nafsiyah Islamiyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fitnah 3 :Tentang Azab Kubur dan Dajjal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyataan fitnah : "Hizbut Tahrir melarang anggotanya percaya pada siksa kubur dan munculnya Dajjal. Menurut mereka, orang yang memercayainya dipandang sebagai pendosa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi, tak ada satu pun kitab yang menjadi rujukan di Hizbut Tahrir menyatakan hal itu. &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Dalam masalah-masalah akidah, pandangan Hizbut Tahrir sejalan dengan pandangan para ulama dari kalangan Sahabat, tabi’in, tabi’ at-tabi’in, dan ulama-ulama mu’tabar lainnya. Intinya, akidah harus dibangun di atas dalil qath’i (pasti), baik tsubut maupun dilalah-nya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;. Dalil yang memenuhi syarat ini hanya al-Quran dan hadis mutawatir yang dilalah-nya qath’i. Adapun terkait hadis ahad, Hizbut Tahrir—seperti pendapat mayoritas kaum Muslim dari kalangan Sahabat dan ulama salafush-shalih—berpandangan bahwa hadis ahad wajib diamalkan (wujub al-‘amal), dan tidak menghasilkan keyakinan (al-‘ilm), dalam pengertian hanya menghasilkan zhann belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dipegang oleh Hizbut Tahrir sama persis seperti yang dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dalam Muqaddimah Syarh Shahih Muslim:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khabar ahad adalah hadis yang tidak memenuhi syarat-syarat mutawatir, baik perawinya satu atau lebih. Masih diperselisihkan hukum hadis ahad. Pendapat mayoritas kaum Muslim dari kalangan Sahabat dan tabi’in, kalangan ahli hadis, fukaha, dan ulama ushul yang datang setelah para Sahabat dan tabi’in adalah: khabar ahad (hadis ahad) yang tsiqqah adalah hujjah syar’i yang wajib diamalkan; khabar ahad hanya menghasilkan zhann, tidak menghasilkan ilmu (keyakinan). Kewajiban mengamalkan hadis ahad kita ketahui berdasarkan syariah, bukan karena akal….Sebagian ahli hadis berpendapat bahwa hadis-hadis ahad yang terdapat di dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim menghasilkan ilmu (keyakinan), berbeda dengan hadis-hadis ahad lainnya. Pada penjelasan sebelumnya kami telah menjelaskan kesalahan pendapat ini secara rinci. Semua pendapat selain pendapat jumhur adalah batil. Kebatilan orang yang berpendapat tanpa hujjah dalam masalah ini telah tampak jelas….Adapun orang yang berpendapat bahwa hadis ahad menghasilkan keyakinan, sesungguhnya orang itu terlalu berbaik sangka. Bagaimana bisa dinyatakan hadis ahad menghasilkan keyakinan (ilmu), sedangkan hadis ahad masih mungkin mengandung ghalath, wahm, dan kadzb? Wallahu a’lam bish shawab (Imam an-Nawawi, Syarh Shahih Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Hizbut Tahrir tidak pernah menolak hadis ahad yang sahih,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; baik yang berkaitan dengan syariah (amal) maupun keyakinan (akidah). Hadis ahad yang berbicara masalah amal (syariah) waijib diamalkan. Hadis ahad yang berbicara tentang keyakinan/akidah cukup dibenarkan (tashdiq). Sebab, hadis ahad itu tidak menghasilkan keyakinan yang pasti (tashdiq al-jazim), tetapi sekadar zhann belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan siksa kubur, Hizbut Tahrir tidak pernah menyinggung masalah ini secara rinci di dalam kitab-kitab mutabannat. Hizbut Tahrir juga tidak pernah mengeluarkan instruksi kepada anggotanya untuk tidak memercayai siksa kubur dan kemunculan Dajjal. Yang benar, Hizbut Tahrir meminta kepada anggotanya untuk menerima semua hadis sahih dan melarang anggota mengingkari atau menolak hadis-hadis sahih (baik mutawatir maupun ahad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fitnah 4 : Mengabaikan amar ma'ruf nahi mungkar ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penyataan fitnah : "Hizbut Tahrir Mengabaikan Amar Ma'ruf Nahi Mungkar : “Tokoh-tokoh Hizb al-Tahrir memandang tidak perlu adanya usaha amar ma’ruf dan nahi munkar. Menurut mereka, usaha tersebut pada saat ini merupakan salah satu kendala tahapan pergerakan. Sebab, kewajiban amar makruf nahi munkar merupakah salah satu tugas negara Islam jika telah berdiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas ini pun keliru. Dalam Kitab Manhaj Hizbut Tahrir fi at-Taghyir disebutkan dengan sangat jelas sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amar makruf nahi mungkar termasuk perkara yang Allah wajibkan atas kaum Muslim. Sebab, Allah SWT berfirman: Hendaklah ada di antara kakian segolongan umat yang menyerukan kebajikan dan melakukan amar makruf nahi mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung (QS Ali Imran [3]: 104). Amar makruf nahi mungkar adalah kewajiban bagi kaum Muslim dalam setiap kondisi, baik Daulah Khilafah telah berdiri maupun belum; baik hukum Islam sudah diterapkan di pemerintahan dan masyarakat atau belum. Amar makruf nahi mungkar telah ada pada masa Rasulullah saw. dan Khulafaur Rasyidin dan orang-orang setelah mereka. Amar makruf nahi mungkar tetap fardhu bagi kaum Muslim hingga akhir zaman. Akan tetapi, amar makruf nahi mungkar bukanlah thariqah (metode) untuk menegakkan Khilafah dan mengembalikan Islam dalam kehidupan negara dan masyarakat, walaupun ia merupakan bagian dari aktivitas “melangsungkan kehidupan Islam” karena di dalamnya ada aktivitas mengoreksi penguasa, yakni menyeru penguasa untuk mengerjakan yang makruf dan meninggalkan yang mungkar. Akan tetapi, aktivitas melangsungkan kehidupan Islam berbeda dengan amar makruf nahi mungkar…. (Manhaj Hizbut Tahrir fi al-Taghyir, hlm. 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian yang tersebut dalam Kitab Manhaj Hizbut Tahrir fi at-Taghyir jelas, bahwa tidak ada satu pun pernyataan dari Hizbut Tahrir yang menunjukkan pengabaian dirinya terhadap aktivitas amar makruf nahi mungkar. Bahkan perjuangan Hizbut Tahrir di berbagai belahan dunia justru menunjukkan kenyataan sebaliknya. Di berbagai negara, banyak syabab Hizbut Tahrir ditangkap, dibunuh, dan diintimidasi oleh para penguasa zalim dan fasik karena keberanian mereka dalam mengoreksi penguasa dan menyingkap persekongkolan jahat dengan negara-negara kafir imperialis. Tulisan Sabili juga memuat peristiwa penangkapan, penyiksaan serta kesulitan-kesulitan yang dihadapi syabab Hizbut Tahrir di berbagai belahan dunia akibat keberanian para syabab Hizbut Tahrir dalam menegakkan amar makruf nahi mungkar. Lalu bagaimana dia bisa menyatakan tokoh-tokoh Hizbut Tahrir mengabaikan amar makruf nahi mungkar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fitnah 5 : Cita-cita Utama Hizbut Tahrir : Merebut Kekuasaan ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita utama Hizbut Tahrir sebagaimana disebut dalam Kitab Hizbut Tahrir adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Tujuan Hizbut Tahrir adalah melangsungkan kembali kehidupan Islam, mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; Tujuan ini bermakna mengembalikan kaum Muslim ke kehidupan islami di Darul Islam dan masyarakat Islam. Di dalamnya seluruh urusan kehidupan masyarakat berjalan sesuai dengan hukum-hukum Islam dan sudut pandang masyarakat adalah halal dan haram di bawah naungan Daulah Islamiyah, yakni Daulah Khilafah, yang di dalamnya kaum Muslim mengangkat seorang khalifah yang dibaiat atas dasar pendengaran dan ketaatan, untuk berhukum dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, dan untuk mengemban Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad (Hizb at-Tahrir, hlm. 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, kekuasaan dibutuhkan untuk bisa melanjutkan kehidupan Islam, namun itu bukanlah tujuan. Kekuasaan hanyalah thariqah (metode) untuk melanjutkan kehidupan Islam dengan menerapkan syariah Islam secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fitnah 6 : Membolehkan Orang Kafir (Non Muslim) Menjadi Anggota ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Fitnah : “Orang kafir (non muslim) diperbolehkan menjadi anggota Hizbut Tahrir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ini sangat keliru dan fitnah. Pasalnya, &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Hizbut Tahrir sejak didirikan pada tahun 1953 tidak pernah mengubah pendiriannya. Sejak berdirinya, Hizbut Tahrir hanya beranggotakan kaum Muslim saja&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;. Di dalam Kitab At-Ta’rif (Mengenal Hizbut Tahrir (terj.) dalam bab Keanggotaan Hizbut Tahrir tertulis dengan jelas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir menerima keanggotaan setiap orang Islam, baik laki-laki maupun wanita, tanpa memperhatikan lagi apakah mereka keturunan Arab atau bukan, berkulit putih ataupun hitam. Hizbut Tahrir adalah sebuah partai untuk seluruh kaum Muslim dan menyeru umat untuk mengemban dakwah Islam… (Mengenal Hizbut Tahrir dan Strategi Dakwah Hizbut Tahrir, hlm. 27, 2008, Pustaka Thariqul Izzah, Bogor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fitnah 7 : Membolehkan Mencium Wanita Asing ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas ini adalah tuduhan palsu. Pasalnya, Hizbut Tahrir mengharamkan kaum Muslim mencium wanita ajnabiyyah atau sebaliknya. Keharaman mencium wanita ajnabiyyah atau sebaliknya disebutkan dengan jelas dalam Kitab An-Nizham al-Ijtima’i fi al-Islam, ed. IV (Mu’tamadah) halaman 53 yang menjadi kitab rujukan utama Hizbut Tahrir: &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Ciuman seorang laki-laki terhadap wanita asing yang diinginkannya, atau sebaliknya, adalah ciuman yang diharamkan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fitnah 8 : Membolehkan Memandang Gambar Porno ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan seperti ini pun tak pernah tercantum dalam kitab-kitab mutabannat, nasyrah, ta’mim, qarar maupun kutaib yang dikeluarkan Hizbut Tahrir. &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Al-‘Alim al-’Allam Syaikh Atha’ Abu Rusytah, Amir Hizb, dalam tulisannya telah mengharamkan kaum Muslim melihat gambar porno&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;. Pasalnya, melihat gambar porno adalah wasilah menuju tindak keharaman (Lihat: Website Hizbut Tahrir Pusat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fitnah 9 : Ikhtilaf Bukanlah Kesesatan ?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Ada yang&amp;nbsp; mengangkat pendapat-pendapat Hizbut Tahrir yang dikesankan sebagai pendapat sesat dan menyimpang. Padahal pendapat-pendapat tersebut adalah pendapat islami meski masih dijadikan perdebatan oleh ulama-ulama mu’tabar. Namun sayang, pendapat-pendapat tersebut dikesankan sebagai pendapat aneh dan menyimpang dari Islam. Misalnya, menyebutkan, “Seorang laki-laki dan perempuan yang berzina dengan salah seorang muhrimnya harus dipenjara selama 10 tahun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ini berasal dari Kitab Nizham al-’Uqubat karya Dr. Abdurrahman al-Maliki. Namun, redaksinya tidak lengkap. Lengkapnya: “&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;Siapapun yang menikah (bukan berzina) dengan salah seorang mahram yang abadi, seperti ibu dan saudara perempuan, dipenjara 10 tahun.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. ‘Abdurrahman al-Maliki berpendapat bahwa orang yang menikahi mahram abadinya tidak boleh dikenai had zina, sebab masih ada syubhat akad yang menghalalkan farji seseorang, meskipun akad nikah itu fasid. Pendapat seperti ini juga dipegang oleh ulama Hanafiyah. ‘Abdul Qadir al-Audah dalam kitabnya (At-Tasyri’ al-Jana’i al-Islami, II/363), menyatakan, “Akan tetapi Abu Hanifah sendiri berpendapat, orang yang menikahi ibunya, anak perempuannya, bibi, (mahram abadi), kemudian menyetubuhinya, maka untuk kasus ini tidak dikenai had zina, meskipun mereka mengaku mengetahui hal itu adalah tindakan haram. Untuk kasus semacam ini cukup dikenai hukuman ta’zir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan, “Imam Abu Hanifah tidak menjatuhkan had untuk kasus semacam ini karena ada syubhat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itu, pendapat Dr. ‘Abdurrahman al-Maliki bukanlah pendapat yang menyimpang. Bahkan pendapat ini merupakan pendapat tangguh yang dipegang oleh Imam Abu Hanifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Menangkis Berita Sepihak Dengan Tabayyun&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah&amp;nbsp; satu&amp;nbsp; kewajiban&amp;nbsp; seorang&amp;nbsp; muslim&amp;nbsp; terhadap&amp;nbsp; muslim&amp;nbsp; lainnya&amp;nbsp; adalah melakukan&amp;nbsp; tabayyun&amp;nbsp; tatkala&amp;nbsp; menerima&amp;nbsp; informasi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; masih&amp;nbsp; samar&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; kabur. Selain karena pertimbangan normative, tabayyun akan menyelamatkan seorang muslim dari fitnah dan perselisihan tanpa dasar yang jelas.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tabayyun juga akan menghindarkan&amp;nbsp;&amp;nbsp; seorang&amp;nbsp;&amp;nbsp; muslim&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; sikap&amp;nbsp; tergesa-gesa&amp;nbsp;&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; menilai&amp;nbsp; dan menjustifikasi&amp;nbsp; saudara&amp;nbsp; muslim&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; lain.&amp;nbsp; Jika&amp;nbsp; seseorang&amp;nbsp; memvonis&amp;nbsp; saudaranya hanya karena berita dan informasi sepihak, tentunya ia telah mendzalimi dirinya sendiri&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; saudaranya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk&amp;nbsp; itu,&amp;nbsp; tabayyun&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; sikap&amp;nbsp; mulia&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; akan menjaga akal sehat, kejernihan hati, dan persaudaraan sesama muslim.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lebih dari itu, tabayyun akan menjauhkan kita dari perilaku dzalim yang sangat dibenci oleh Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa&amp;nbsp; saja&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; mengabaikan&amp;nbsp; tabayyun,&amp;nbsp; berarti&amp;nbsp; ia&amp;nbsp; telah&amp;nbsp; meninggalkan kaedah-kaedah ilmiah dalam menyikapi informasi sepihak.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lebih dari itu, orang tersebut telah terjatuh pada perbuatan haram&amp;nbsp; dan memperturutkan hawa nafsu. Mengapa&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bisa&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dikatakan&amp;nbsp;&amp;nbsp; demikian?&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pasalnya,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; orang&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; hanya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mau mendengarkan berita sepihak, tanpa&amp;nbsp; pernah melakukan tabayyun&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; pihak kedua,&amp;nbsp; sama&amp;nbsp; artinya ia&amp;nbsp; telah&amp;nbsp; mendzalimi&amp;nbsp; saudaranya&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; lain&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; juga dirinya sendiri.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bisa&amp;nbsp; jadi,&amp;nbsp; justru&amp;nbsp; pihak&amp;nbsp; kedualah&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; berada&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; pihak&amp;nbsp; kebenaran, sedangkan&amp;nbsp; pihak&amp;nbsp; pertama&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; membawa&amp;nbsp; berita&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sepihak&amp;nbsp; itu,&amp;nbsp; justru&amp;nbsp; tengah berusaha melakukan fitnah keji terhadap saudaranya yang lain.&amp;nbsp; Seandainya kita mengiyakan&amp;nbsp;&amp;nbsp; informasi&amp;nbsp;&amp;nbsp; sepihak&amp;nbsp;&amp;nbsp; dari&amp;nbsp;&amp;nbsp; pihak&amp;nbsp;&amp;nbsp; pertama&amp;nbsp;&amp;nbsp; tanpa&amp;nbsp;&amp;nbsp; menggubris&amp;nbsp;&amp;nbsp; pihak kedua,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; tentunya,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kita&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; telah&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; terjatuh&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pada&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; aktivitas&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; haram&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; tindakan mendzalimi orang lain (pihak kedua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dzalimnya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; orang-orang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; tergesa-gesa&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; menjustifikasi saudaranya&amp;nbsp;&amp;nbsp; hanya&amp;nbsp;&amp;nbsp; karena&amp;nbsp;&amp;nbsp; berita&amp;nbsp;&amp;nbsp; sepihak&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp;&amp;nbsp; jelas&amp;nbsp;&amp;nbsp; kebenarannya? Dalam hal ini, Allah swt berfirman, artinya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;Hai&amp;nbsp;&amp;nbsp; orang-orang&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; beriman,&amp;nbsp;&amp;nbsp; jika&amp;nbsp;&amp;nbsp; datang&amp;nbsp;&amp;nbsp; kepadamu&amp;nbsp;&amp;nbsp; orang&amp;nbsp;&amp;nbsp; fasiq membawa&amp;nbsp; suatu&amp;nbsp; berita,&amp;nbsp; maka&amp;nbsp; periksalah&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; teliti,&amp;nbsp; agar&amp;nbsp; kamu&amp;nbsp; tidak menimpakan&amp;nbsp;&amp;nbsp; suatu&amp;nbsp;&amp;nbsp; musibah&amp;nbsp;&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp;&amp;nbsp; suatu&amp;nbsp;&amp;nbsp; kaum&amp;nbsp;&amp;nbsp; tanpa&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengetahui keadaannya&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; menyebabkan&amp;nbsp; kamu&amp;nbsp; menyesal&amp;nbsp; atas&amp;nbsp; perbuatanmu&amp;nbsp; itu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;”.[al-Hujurat:6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;Hai&amp;nbsp; orang-orang&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; beriman,&amp;nbsp; janganlah&amp;nbsp;&amp;nbsp; suatu&amp;nbsp; kaum&amp;nbsp; mengolok-olok kaum&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; lain&amp;nbsp; (karena)&amp;nbsp; boleh&amp;nbsp; jadi&amp;nbsp; mereka&amp;nbsp; (yang&amp;nbsp; diolok-olok)&amp;nbsp; lebih&amp;nbsp; baik dari&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mereka&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (yang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengolok-olok),&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; jangan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pula&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; wanita-wanita(mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan)&amp;nbsp; lebih&amp;nbsp; baik&amp;nbsp; daripada&amp;nbsp; wanita&amp;nbsp; (yang&amp;nbsp; mengolok-olok)&amp;nbsp; dan janganlah&amp;nbsp;&amp;nbsp; kamu&amp;nbsp;&amp;nbsp; mencela&amp;nbsp;&amp;nbsp; dirimu&amp;nbsp;&amp;nbsp; sendiri,&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;&amp;nbsp; janganlah&amp;nbsp;&amp;nbsp; kamu&amp;nbsp;&amp;nbsp; panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah(panggilan)&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; buruk&amp;nbsp;&amp;nbsp; sesudah&amp;nbsp;&amp;nbsp; iman&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;&amp;nbsp; barangsiapa&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;.”[al-Hujurat:11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;Hai&amp;nbsp;&amp;nbsp; orang-orang&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; beriman,&amp;nbsp;&amp;nbsp; jauhilah&amp;nbsp;&amp;nbsp; kebanyakan&amp;nbsp;&amp;nbsp; dari&amp;nbsp;&amp;nbsp; prasangka, sesungguhnya&amp;nbsp; sebagian&amp;nbsp; prasangka&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; dosa&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; janganlah&amp;nbsp; kamu mencari-cari&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kesalahan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; orang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; lain,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; janganlah&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sebagian&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kamu menggunjing&amp;nbsp; sebagian&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; lain.&amp;nbsp; Sukakah&amp;nbsp; salah&amp;nbsp; seorang&amp;nbsp; diantara&amp;nbsp; kamu memakan&amp;nbsp; daging&amp;nbsp; saudaranya&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; sudah&amp;nbsp; mati?&amp;nbsp; Maka&amp;nbsp; tentulah&amp;nbsp; kamu merasa&amp;nbsp; jijik&amp;nbsp; kepadanya.&amp;nbsp; Dan&amp;nbsp; bertaqwalah&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; Allah.&amp;nbsp; SesungguhnyaAllah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;”[al-Hujurat:12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam&amp;nbsp; sebuah&amp;nbsp; riwayat&amp;nbsp; dituturkan&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp; sebab&amp;nbsp; turunnya&amp;nbsp; surat&amp;nbsp; al-Hujurat ayat&amp;nbsp; 6&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; peristiwa&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; menimpa&amp;nbsp; al-Harits&amp;nbsp; ibn&amp;nbsp; Abi&amp;nbsp; Dlarar.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Peristiwanya adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; peperangan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bani&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Musthaliq&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (5H/627&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; H)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; berakhir&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dengan dikalahkan&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;&amp;nbsp; ditawannya&amp;nbsp;&amp;nbsp; kabilah&amp;nbsp;&amp;nbsp; itu&amp;nbsp;&amp;nbsp; oleh&amp;nbsp;&amp;nbsp; kaum&amp;nbsp;&amp;nbsp; muslim,&amp;nbsp;&amp;nbsp; seluruh&amp;nbsp;&amp;nbsp; kabilah tersebut&amp;nbsp; dibagi-bagi&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; diserahkan&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; kaum&amp;nbsp; muslim&amp;nbsp; Madinah&amp;nbsp; sebagai budak.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nabi saw lalu menikahi Juwayriyah, putri bekas kepala kabilah tersebut, al-Harits&amp;nbsp; ibn&amp;nbsp; Abi&amp;nbsp; Dlarar.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pernikahan&amp;nbsp; nabi&amp;nbsp; tersebut&amp;nbsp; membuat&amp;nbsp; para&amp;nbsp; shahabat menjadi&amp;nbsp; malu&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; memiliki&amp;nbsp; budak-budak&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; keluarga&amp;nbsp; istri&amp;nbsp; Nabi&amp;nbsp; saw.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Para shahabat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; segera&amp;nbsp;&amp;nbsp; membebaskan&amp;nbsp;&amp;nbsp; anggota&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kabilah&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; lainnya. Setelah semuanya&amp;nbsp; bebas,&amp;nbsp; Rasulullah&amp;nbsp; saw&amp;nbsp; meminta&amp;nbsp; al-Haris&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; masuk&amp;nbsp; Islam,&amp;nbsp; yang segera diterimanya dengan sungguh-sungguh. Rasulullah saw meminta dirinya untuk mengajak anggota kabilah lainnya untuk masuk Islam dan mengumpulkan zakat&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; mereka.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Al-Harits&amp;nbsp; sepakat,&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; meminta&amp;nbsp; Rasulullah&amp;nbsp; saw&amp;nbsp; mengirim utusan untuk menarik zakat pada waktu-waktu tertentu.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tatkala waktunya telah tiba,&amp;nbsp; ternyata&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; ada&amp;nbsp; utusan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; datang,&amp;nbsp; sehingga&amp;nbsp; al-Harits&amp;nbsp; khawatir&amp;nbsp; bahwa Nabi&amp;nbsp; saw&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; senang&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; dirinya&amp;nbsp; karena&amp;nbsp; suatu&amp;nbsp; sebab. Akhirnya,&amp;nbsp; ia berunding&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; anggota&amp;nbsp; kabilahnya&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; sepakat&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; mengirim&amp;nbsp; delegasi kepada Rasulullah saw untuk mencari tahu sebab penundaan itu.Sementara itu, Rasulullah saw telah mengirim Walid ibn ‘Uqbah untuk menarik zakat dari al- Harits.&amp;nbsp; Di tengah jalan, Walid ibn ‘Uqbah mendengar berita bahwa serombongan Bani Musthaliq telah keluar, sehingga ia menjadi ketakutan. Ia segera kembali kepada&amp;nbsp; Rasulullah&amp;nbsp; saw&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; melaporkan&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; beliau&amp;nbsp; saw&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp; al-Harits enggan&amp;nbsp; membayar&amp;nbsp; zakat&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; telah&amp;nbsp; mengancam&amp;nbsp; hidupnya. Rasulullah&amp;nbsp; saw marah,&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengutus&amp;nbsp;&amp;nbsp; serombongan&amp;nbsp;&amp;nbsp; shahabat&amp;nbsp;&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp;&amp;nbsp; membuat&amp;nbsp;&amp;nbsp; perhitungan dengan&amp;nbsp; al-Harits. Dua&amp;nbsp; rombongan&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; akhirnya&amp;nbsp; bertemu,&amp;nbsp; lalu&amp;nbsp; menghadap Rasulullah saw. Rasulullah saw segera menanyai al-Harits, “Mengapa engkau menolak&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; membayar&amp;nbsp; zakat dan hendak membunuh utusanku?Al-Harits menjawab,”Demi Yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak melihat dia,&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; juga&amp;nbsp; dia&amp;nbsp; datang&amp;nbsp; menghadap&amp;nbsp; kepadanya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Satu-satunya&amp;nbsp; alasan&amp;nbsp; aku datang&amp;nbsp;&amp;nbsp; ke&amp;nbsp;&amp;nbsp; sini,&amp;nbsp;&amp;nbsp; karena&amp;nbsp;&amp;nbsp; aku&amp;nbsp;&amp;nbsp; takut&amp;nbsp;&amp;nbsp; alasanmu&amp;nbsp;&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp;&amp;nbsp; menghubungiku&amp;nbsp;&amp;nbsp; karena ketidaksukaan Allah kepada kami.”&amp;nbsp; Lalu turunlah ayat ini [surat al-Hujurat:6].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini diturunkan untuk membenarkan alasan al-Harits, sekaligus teguran dari Allah swt kepada Rasulullah saw atas keputusan kilatnya.&amp;nbsp; Selain itu, ayat ini juga&amp;nbsp;&amp;nbsp; memperingatkan&amp;nbsp;&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp;&amp;nbsp; orang-orang&amp;nbsp;&amp;nbsp; beriman&amp;nbsp;&amp;nbsp; agar&amp;nbsp;&amp;nbsp; meneliti&amp;nbsp;&amp;nbsp; dengan sungguh-sungguh&amp;nbsp; setiap&amp;nbsp; informasi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; datang&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; sumber-sumber&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip&amp;nbsp;&amp;nbsp; ini&amp;nbsp;&amp;nbsp; ditetapkan&amp;nbsp;&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; menghindari&amp;nbsp;&amp;nbsp; segala&amp;nbsp;&amp;nbsp; keputusan&amp;nbsp;&amp;nbsp; ataupun justifikasi&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; bisa&amp;nbsp;&amp;nbsp; mencelakakan&amp;nbsp;&amp;nbsp; orang&amp;nbsp;&amp;nbsp; lain.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebab,&amp;nbsp;&amp;nbsp; sebesar&amp;nbsp;&amp;nbsp; apapun kesedihan&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; penyesalan&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; dapat&amp;nbsp; menghapus&amp;nbsp; luka&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; disebabkan karena tuduhan bohong, walaupun mungkin tanpa disengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Rasulullah&amp;nbsp; saw&amp;nbsp; yang mas’hum&amp;nbsp; saja masih ditegur&amp;nbsp; oleh&amp;nbsp; ayat&amp;nbsp; tersebut, sudah&amp;nbsp; sepantasnya&amp;nbsp; umatnya&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; makshum&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; lebih&amp;nbsp; berhati-hati&amp;nbsp; dalam menyikapi&amp;nbsp; informasi&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; berita&amp;nbsp; sepihak&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; belum&amp;nbsp; jelas&amp;nbsp; benar&amp;nbsp; keabsahannya. Kita&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; bisa&amp;nbsp; membayangkan&amp;nbsp; apa&amp;nbsp; jadinya&amp;nbsp; jika&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; tergesa-gesa&amp;nbsp; membuat keputusan dan justifikasi premature hanya berdasarkan berita sepihak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, semoga risalah ini mampu menyingkap mana yang benar dan mana yang batil, sekaligus mengembalikan kita pada pangkuan kebenaran dan cahaya persaudaraan karena Allah. WaLlâhu a’lam bi ash-shawâb. []&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/03/hizbut-tahrir-sesat-menjawab-masalah-tuduhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdjp8OB6b5GP_5SeS2JUAOkk-ImQ3Q0SElrR4sSVbuI4KP8PLlS7GydQ6VK2T2jMqFC943aGrgOz0viy5HIpoEe_5gOWyXFdegyFJB57urEyATAJc9NKVnjVYCTPfJPslShZSGYm1Jg0c/s72-c/bendera.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-3224722577115336088</guid><pubDate>Sat, 02 Mar 2013 06:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-01T22:26:21.509-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dialog Pembebasan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Program Rutin</category><title>Galeri Dialog Pembebasan Edisi 39</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Galeri Dialog Pembebasan Edisi 39 - &lt;/b&gt;Dialog Pembebasan #39 "Tanda-tanda Keruntuhan Kapitalisme" Jumat (1/3/13) pkl 16.15-18.00 wita @pelataran LT.3 MKU Unhas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fbPhotosPhotoCaption" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:45}" id="fbPhotoSnowliftCaption" tabindex="0"&gt;&lt;span class="hasCaption"&gt;"Awalnya
 saya merasa terpaksa untuk ikut duduk sama2 disini, tapi setelah saya 
mendengar dan mengikuti arah pembicaraan saya sadar bahwa teman2 GP 
hanya mau mengajak kita untuk berpikir lebih daripada mahasiswa2 yg 
lain" komentar Sukri, Mahasiswa Pertanian 2012 pada Dialog Pembebasan 
#39 "Tanda-tanda Keruntuhan Kapitalisme" Jumat (1/3/13) pkl 16.15-18.00 
wita @pelataran LT.3 MKU Unhas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;embed flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;amp;noautoplay=1&amp;amp;hl=id&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0x000000&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F117130790111705837066%2Falbumid%2F5850608002041209937%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Did" height="267" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" src="https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="400"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/div&gt;
Dalam dialog Pembebasan Edisi 39 ini, tampil sebagai Fasilitator adalah Muhammad Ikram Sutanto. Tampak pada galeri foto di atas para Peserta menyimak pembicaraan dengan Seksama.</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/03/galeri-dialog-pembebasan-edisi-39_1.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total><enclosure length="22253" type="application/x-shockwave-flash" url="https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Galeri Dialog Pembebasan Edisi 39 - Dialog Pembebasan #39 "Tanda-tanda Keruntuhan Kapitalisme" Jumat (1/3/13) pkl 16.15-18.00 wita @pelataran LT.3 MKU Unhas. "Awalnya saya merasa terpaksa untuk ikut duduk sama2 disini, tapi setelah saya mendengar dan mengikuti arah pembicaraan saya sadar bahwa teman2 GP hanya mau mengajak kita untuk berpikir lebih daripada mahasiswa2 yg lain" komentar Sukri, Mahasiswa Pertanian 2012 pada Dialog Pembebasan #39 "Tanda-tanda Keruntuhan Kapitalisme" Jumat (1/3/13) pkl 16.15-18.00 wita @pelataran LT.3 MKU Unhas. Dalam dialog Pembebasan Edisi 39 ini, tampil sebagai Fasilitator adalah Muhammad Ikram Sutanto. Tampak pada galeri foto di atas para Peserta menyimak pembicaraan dengan Seksama.</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Anonymous)</itunes:author><itunes:summary>Galeri Dialog Pembebasan Edisi 39 - Dialog Pembebasan #39 "Tanda-tanda Keruntuhan Kapitalisme" Jumat (1/3/13) pkl 16.15-18.00 wita @pelataran LT.3 MKU Unhas. "Awalnya saya merasa terpaksa untuk ikut duduk sama2 disini, tapi setelah saya mendengar dan mengikuti arah pembicaraan saya sadar bahwa teman2 GP hanya mau mengajak kita untuk berpikir lebih daripada mahasiswa2 yg lain" komentar Sukri, Mahasiswa Pertanian 2012 pada Dialog Pembebasan #39 "Tanda-tanda Keruntuhan Kapitalisme" Jumat (1/3/13) pkl 16.15-18.00 wita @pelataran LT.3 MKU Unhas. Dalam dialog Pembebasan Edisi 39 ini, tampil sebagai Fasilitator adalah Muhammad Ikram Sutanto. Tampak pada galeri foto di atas para Peserta menyimak pembicaraan dengan Seksama.</itunes:summary><itunes:keywords>Dialog Pembebasan, Program Rutin</itunes:keywords></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-2354020536051209736</guid><pubDate>Sun, 24 Feb 2013 15:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-24T07:56:37.423-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">khilafah</category><title>Hanya Khilafah Yang Akan Menghilangkan Ancaman Tingginya Inflasi</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Khilafah &lt;/b&gt;- Rupee, sebagaimana mata uang lainnya seperti Dolar dan Poundsterling, pada awalnya didukung oleh logam mulia. Dalam kasus Dollar dukungan itu adalah emas dan dalam kasus Rupee dukungannya adalah perak. Sistem ini menstabilkan nilai unit moneter baik secara internal di dalam negeri maupun eksternal pada perdagangan internasional. Saat ini, ada jumlah emas dan perak yang cukup di dunia untuk dapat mendukung ekonomi yang sesungguhnya, transaksi seperti membeli dan menjual makanan, pakaian, tempat berlindung, kemewahan, mesin-mesin manufaktur, teknologi dan sebagainya. Namun, karena praktek-praktek kapitalis permintaan untuk mencetak uang melampaui jumlah pasokan emas dan perak. Pemerintah meninggalkan standar logam mulia, sehingga mata uang hanya didukung oleh otoritas negara, yang memungkinkan dicetaknya yang lebih banyak tanpa didukung sepenuhnya oleh emas dan perak, sehingga uang menjadi tidak berharga, atau hampir tidak berharga. Meskipun klaim palsu meyakinkan pemerintah suatu yang berlawanan, Rupee yang jatuh nilainya secara terus-menerus, menyebabkan kenaikan besar dalam harga. Namun, pemerintah terus mencetak lebih banyak uang tanpa peduli konsekuensinya yang mengerikan, dengan sibuk menggali liang lahat bagi urat nadi perekonomian – yakni mata uang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kapitalisme memberikan mandat manipulasi kepada suku bunga untuk mengendalikan perekonomian. Bank-bank swasta menggunakan uang deposan dan menyimpannya pada bank pemerintah Pakistan dalam rekening khusus untuk memperoleh tingkat bunga yang lebih tinggi. Karena Bank Negara tidak punya uang yang lebih untuk membayar kembali bunga kepada bank-bank swasta itu, maka Bank Negara “menciptakan uang” dengan mencetak lebih banyak uang, untuk membayar bunga kepada bank-bank pemilik deposito itu.&lt;br /&gt;Saldo kebijakan perdagangan kapitalis melalui devaluasi Rupee juga menyebabkan inflasi. Menjadi sebuah negara pengimpor dengan basis manufaktur yang lemah, Pemerintah kapitalis Pakistan mengawasi devaluasi Rupee sesuai dengan perintah IMF. Hal ini diklaim dilakukan terutama dilakukan untuk mengatasi masalah neraca perdagangan Pakistan. Namun, dengan mendevaluasi Rupee, Pemerintah Pakistan meningkatkan biaya input produksi, sehingga menyebabkan kekacauan di sektor pertanian, tekstil, dan lainnya yang sudah terhuyung-huyung oleh kebijakan suku bunga yang tinggi. Oleh karena itu, tingginya biaya pinjaman bersama dengan kenaikan biaya produksi, menyebabkan banyak industri dan perusahaan tidak dapat bersaing di tingkat internasional.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Islam telah mengamanatkan bahwa mata uang negara harus didukung oleh kekayaan logam mulia, sehingga mengakhiri akar penyebab inflasi. Islam mendefinisikan mata uang negara sebagai Dinar Emas seberat 4.25 gram, dan Dirham Perak seberat 2.975 gram. Inilah sebabnya mengapa Khilafah menikmati harga yang stabil selama lebih dari seribu tahun. Kembali ke standar emas dan perak bagi umat Islam adalah suatu hal yang sungguh praktis. Negeri-negeri Muslim di mana Daulah Khilafah akan timbul banyak mengandung sumber daya emas dan perak, seperti Sandaik dan Reko Diq di Pakistan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Khilafah di masa datang akan memperkuat dan menstabilkan mata uangnya dengan dukungan kekayaan yang riil, yakni emas dan perak, untuk mengakhiri inflasi yang secara pasti telah melumpuhkan rumah tangga, industri dan pertanian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan rincian lebih lanjut tentang hal ini lihat kebijakan ekonomi yang lengkap dan artikel yang relevan dari konstitusi negara Khilafah dalam buku:Manifesto of Hizb ut-Tahrir for Pakistan (Khilafah.com,16/2/www.globalmuslim.web.id)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Source : &lt;a href="http://www.globalmuslim.web.id/2013/02/hanya-khilafah-yang-akan-menghilangkan.html" target="_blank"&gt;http://www.globalmuslim.web.id/2013/02/hanya-khilafah-yang-akan-menghilangkan.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/02/hanya-khilafah-yang-akan-menghilangkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-1591709999445288370</guid><pubDate>Sun, 24 Feb 2013 15:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-24T07:08:35.895-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dialogika</category><title>Parpol : Penegak Demokrasi yang Pelaku Korupsi ?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Dialogika &lt;/b&gt;- Makassar (20/02/2013). Rentetan kasus korupsi yang terungkap di negeri ini serta keterlibatan beberapa petinggi partai politik telah menyita perhatian banyak pihak, termasuk kalangan pergerakan mahasiswa. Hal ini pula yang mendasari Gerakan Mahasiswa Pembebasan Komisariat Unhas mengadakan diskusi panel DIALOGIKA edisi ke-8 yang mengangkat tema "Parpol : Penegak Demokrasi yang Pelaku Korupsi ?" bertempat di di pelataran Baruga AP. Pettarani Universitas Hasanuddin dan dihadiri tidak kurang dari 50 mahasiswa dari berbagai fakultas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Diskusi panel yang menghadirkan pembicara dari KAMMI dan Gema Pembebasan Komsat Unhas ini dimulai pada pukul 16.15 waktu setempat dan berakhir pada pukul 18.00, dan dipandu oleh Rizal (Aktivis Gema Pembebasan Komsat Unhas) sebagai moderator. "Demokrasi sebagai sitem politik yang diadopsi oleh Indonesia tak bisa lepas dari keberadaan partai politik. Di indonesia parpol menjadi kunci utama bagi keberlangsungan demokrasi. Melalui parlemen parpol mampu berbicara banyak, pembuatan undang-undang dan pengawasan juga di lakukan oleh parpol yang ada di parlemen" ungkap AL Hajar (pembicara dari Gema Pembebasan) saat memulai pemaparannya.&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sedangkan Muhammad Fadly, pembicara dari KAMMI memulai pemaparannya bahwa "jika kita melihat dengan seksama maka akan kita dapati bahwa tidak satu pun partai politik yang menganjurkan anggotanya untuk melakukan tindak pidana korupsi". Al Hajar kemudian menambahkan bahwa apa yang terjadi dengan parpol hari ini sebenarnya karena buah dari demokrasi itu sendiri, sistem yang dari asasnya sudah cacat ketika meletakkan kedaulatan ditangan rakyat. Kemudian dengan mekanisme pemilihan dalam demokrasi yang mewajibkan popularitas (kampanye) sebagai syarat untuk meraih kemenangan akan memaksa setiap kompetitornya untuk mencari talangan dana yang tidak sedikit dan disinilah kehadiran para pemilik modal sangat berpengaruh.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Membawa isu-isu demokrasi kedalam ranah diskusi memang selalu menarik, terbukti pada sesi tanya jawab hampir semua peserta berebut kesempatan untuk berbicara. Ada yang bertanya dan ada juga yang melontarkan pernyataan, seperti Ardilla mahasiswa FMIPA Unhas yang menyatakan bahwa "sudah saatnya kita mengucapkan selamat tinggal kepada demokrasi jika kebangkitan yang kita inginkan, karena mencoba menegakkan demokrasi ibarat menegakkan benang basah" ucapnya serius.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Diakhir kesempatannya, Fadly mengatakan bahwa "demokrasi adalah anugerah dari Allah swt yang diberikan untuk kita, karena dengannya kita bebas menyuarakan Islam". Namun jauh-jauh hari sebelumnya dunia telah membantah pernyataan tersebut. Francis, negara asal demokrasi melarang pakaian muslimah ditempat umum. Ataukah sebaliknya, seruan-seruan untuk kembali mendirikan Daulah Khilafah Islamiyah justru semakin gencar dinegara timur-tengah seperti Suriah yang katanya tidak demokratis. "Jadi, dibutuhkan Islam sebagai sebuah solusi fundamental untuk negeri. Karena kita menyadari bahwa kebobrokan negeri ini disebabkan kesalahan ideologi dan sistem yang diambil. Korupsi, suap, kebobrokan moral pejabat hanyalah turunan masalah. Sebaik apa-pun orang yang memasuki sistem ini pasti akan terjerembab dalam jebakan kekuasaan. Jika selamat dari jebakan pasti akan diasingkan dalam kekuasaan. Itulah wajah hipokrit penerapan demokrasi dalam kehidupan", jelas Rizal saat menutup diskusi tadi. [AM]&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/02/parpol-penegak-demokrasi-yang-pelaku.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-2738817532542847945</guid><pubDate>Sun, 24 Feb 2013 15:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-24T07:02:38.000-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Muhibbah</category><title>Kunjungan Politik GEMA Pembebasan ke BEM Pertanian Unhas</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjCkhImxluDaH8CsZTXOcXsGp7RMjxg7XYZn-hLabvd2ggYj8b2ZymLoyq8VdSaRuWwwSadqV7NaUw-vJa__xJH3h9r6b0fQwC1ngPjDZJwN0fy_UwYbi1dmUSVpljxOTuT4UY22xw0T4/s1600/muhibbah+pertanian.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjCkhImxluDaH8CsZTXOcXsGp7RMjxg7XYZn-hLabvd2ggYj8b2ZymLoyq8VdSaRuWwwSadqV7NaUw-vJa__xJH3h9r6b0fQwC1ngPjDZJwN0fy_UwYbi1dmUSVpljxOTuT4UY22xw0T4/s320/muhibbah+pertanian.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Kunjungan Politik GEMA Pembebasan ke BEM Pertanian Unhas&lt;/b&gt; -&amp;nbsp; Makassar, Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Komisariat Universitas Hasanuddin melakukan kunjungan ke salah satu&amp;nbsp; lembaga internal kampus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM),&amp;nbsp; tepatnya di BEM Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin. Kunjungan ini dilakukan pada hari Selasa sore, 19 Februari 2013 sebelum aktivitas perkuliahan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan yang dilakukan merupakan salah satu agenda rutin Gema&amp;nbsp; Pembebasan komsat Unhas untuk menjalin sinergitas lembaga, menjalin komunikasi antar lembaga internal maupun eksternal kampus, dan memperkenalkan Gema Pembebasan pada khayalak mahasiswa, selain mengopinikan Gema Pembebasan sebagai gerakan mahasiswa yang menyerukan Islam di tengah-tengah kampus.&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Rombongan pengurus&amp;nbsp; Gema Pembebasan Komsat Unhas kemudian disambut dengan ramah oleh para pengurus BEM Fakultas Pertanian. Kunjungan Gema Pembebasan Komsat Unhas ke BEM Pertanian sebelumnya sudah dinanti oleh rekan-rekan pengurus BEM Pertanian. Setelah masuk, pengurus Gema Pembebasan Komsat Unhas kemudian mengutarakan lebih lanjut maksud dan tujuan kedatangan mereka ke BEM Pertanian. Ahmad Masri, Ketua Gema Pembebasan komsat Unhas dalam dialog dan diskusi lepas dengan pengurus BEM Pertanian menjelaskan bahwa Gerakan Masiswa Pembebasan adalah gerakan mahasiswa ekstra kampus yang dalam pergerakannya, aktivitas dan ide yang diusung selalu mengedepankan pemikiran Islam dan tanpa kekerasan. “Kami adalah gerakan mahasiswa yang memberikan tantangan intelektual kepada para mahasiswa dengan menjadikan ideologi Islam sebagai landasan dan solusi atas setiap fakta kerusakan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia”, ungkap Ahmad Masri menjelaskan. Para pengurus dari BEM Pertanian kemudian dengan antusias merespon apa yang disampaikan oleh Gema Pembebasan komsat Unhas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir kunjungan, Gema Pembebasan komsat Unhas mengundang rekan-rekan pengurus BEM Pertanian untuk hadir ke dalam beberapa agenda rutin yang dilakukan oleh Gerakan Mahasiswa Pembebasan komsat Unhas termasuk Dialogika dan Training Pembebasan 1 yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini yaitu pada hari Rabu dan Sabtu tanggal&amp;nbsp; 20 dan 23 Februari 2013.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan dengan adanya kunjungan antar lembaga seperti ini akan memperkuat jalinan kerjasama antar lembaga dan sama-sama bergerak dalam melakukan perubahan yang hakiki yang merupakan salah satu bagian terpenting dari peran dan fungsi mahasiswa sebagai agent of change. &lt;b&gt;[Indrawirawan]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/02/kunjungan-politik-gema-pembebasan-ke.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjCkhImxluDaH8CsZTXOcXsGp7RMjxg7XYZn-hLabvd2ggYj8b2ZymLoyq8VdSaRuWwwSadqV7NaUw-vJa__xJH3h9r6b0fQwC1ngPjDZJwN0fy_UwYbi1dmUSVpljxOTuT4UY22xw0T4/s72-c/muhibbah+pertanian.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-7846474538765554476</guid><pubDate>Thu, 14 Feb 2013 17:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-14T09:29:30.519-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">khasanah Islam</category><title>Sistem Pendidikan Islam Lahirkan : Ibnu Sina</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiU8R3GGEsCfZ_O1ryBoD_AEPW9m3uY4kyBpdn2nBFOvAhjFHfJa3T4WYWxm82Gwp2PcvxGbCeDsvh6_zqQZyP_Ed_JzG1nRGTGUvJlh02lsjaiva_OkrWadxS0deP2NeiwdPJQLU0TNzY/s1600/ibnu-sina-ilustrasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="biografi ibnu sina sistem pendidikan islam" border="0" height="144" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiU8R3GGEsCfZ_O1ryBoD_AEPW9m3uY4kyBpdn2nBFOvAhjFHfJa3T4WYWxm82Gwp2PcvxGbCeDsvh6_zqQZyP_Ed_JzG1nRGTGUvJlh02lsjaiva_OkrWadxS0deP2NeiwdPJQLU0TNzY/s200/ibnu-sina-ilustrasi.jpg" title="biografi ibnu sina sistem pendidikan islam" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Sistem Pendidikan Islam Lahirkan : Ibnu Sina&lt;/b&gt; - Dunia Islam memanggilnya dengan sebutan Ibnu Sina. Namun di kalangan orang-orang Barat, ia dikenal dengan panggilan Avicenna. Ia merupakan seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter pada abad ke-10. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib atau The Canon of 
Medicine yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama 
berabad-abad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al Qanun 11 al-Tibb yang di Barat dikenal dengan Canons, boleh dikata merupakan 'kitab suci' ilmu kesehatan pada masanya. Tanpa merujuk ke buku tersebut, ilmu obat-obatan dan farmakologi dirasakan tidak akan sempurna. Tidak heran bila Ibnu Sina, pengarang buku tersebut begitu dihargai kejeniusan dan kontribusinya dalam ilmu kedokteran, sampai sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Cameron Gruner pada tahun 1930 menerjemahkan sebagian isi buku itu ke bahasa Inggris dengan judul Risalah atas Norma Medis Avicenna. Dan selama lebih dari lima abad, Qanun menjadi pemandu bagi ilmu kedokteran di Barat. Tidak heran bila Dr. William Osier, penulis buku Evolution of Modern Science, mengatakan bahwa Qanun telah menjadi semacam 'kitab suci' kesehatan yang bertahan lebih lama dibanding karya mana pun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Sina lahir pada tahun 370 H/ 980 M di Afsyanah, sebuah kota kecil 
di wilayah Uzbekistan saat ini. Ayahnya yang berasal dari Balkh Khorasan
 adalah seorang pegawai tinggi pada Dinasti Samaniah (204-395 H/819-1005
 M).&amp;nbsp; Sejak kecil, Ibnu Sina sudah menunjukkan kepandaian yang 
luar biasa. Di usia 5 tahun, ia telah belajar menghafal Alquran. Selain 
menghafal Alquran, ia juga belajar mengenai ilmu-ilmu agama. Ilmu 
kedokteran baru ia pelajari pada usia 16 tahun. Tidak hanya belajar 
mengenai teori kedokteran, tetapi melalui pelayanan pada orang sakit dan
 melalui perhitungannya sendiri, ia juga menemukan metode-metode baru 
dari perawatan.Profesinya di bidang kedokteran dimulai sejak 
umur 17 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain terkenal sebagai orang yang ahli dalam ilmu agama dan kedokteran, Ibnu Sina juga ahli dalam bidang matematika, logika, fisika, geometri, astronomi, metafisika dan filsafat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Sina meninggal pada tahun 1073, saat kembali di kota yang disukainya, Hamadan. Walau ia sudah meninggal, namun berbagai ilmunya sangat berguna dan digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang kini diderita umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Ibnu Sina, Lahir karena Sistem Pendidikan Islam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyaknya ilmuwan-ilmuwan Islam yang mumpuni dalam berbagai ilmu pengetahuan, banyak melakukan penelitian-penemuan,bahkan pakar di berbagai disiplin ilmu ini tidak lepas dari sistem pendidikan pada waktu. Dalam masa mereka, dimana Islam masih diterapkan dalam setiap lini kehidupan begitu pun dengan sistem pendidikan menghasilkan ilmuwan-ilmuwan Islam yang cemerlang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Lantas bagaimana sistem, kebijakan pendidikan pada waktu itu...?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebijakan pendidikan Daulah Khilafah Islamiyah adalah sebagai berikut;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Asas pendidikan formal adalah akidah Islam.&amp;nbsp; Seluruh mata pelajaran dan metode pengajaran harus berdasarkan akidah Islam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebijakan pendidikan adalah pembentukan sistem berpikir dan kejiwaan islami pada anak didik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tujuan pendidikan adalah membentuk kepribadian islami serta membekali anak didik dengan sejumlah ilmu dan pengetahuan yang berhubungan dengan urusan hidupnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalam pendidikan, ilmu eksperimental beserta derivatnya harus dibedakan dengan pengetahuan yang berhubungan dengan tsaqâfah.&amp;nbsp; Ilmu-ilmu eksperimental diajarkan tanpa terikat dengan jenjang-jenjang pendidikan dan disajikan sesuai dengan kebutuhan. Adapun pengetahuan yang berhubungan dengan tsaqâfah diberikan pada jenjang pendidikan pertama sebelum jenjang pendidikan tinggi, berdasarkan kebijakan tertentu yang tidak bertentangan dengan pemikiran-pemikiran dan hukum-hukum Islam.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada jenjang pendidikan tinggi, tsaqâfah diajarkan dalam bentuk pengetahuan, dengan syarat, tidak keluar dari kebijakan dan tujuan pendidikan Islam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendidikan tsaqâfah Islam harus disajikan di setiap jenjang pendidikan.&amp;nbsp; Adapun cabang-cabang tsaqâfah Islam beserta ragamnya disajikan pada jenjang pendidikan tinggi. Ilmu-ilmu kedokteran, teknik, dan lain sebagainya juga disajikan pada jenjang pendidikan tinggi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ilmu sains dan teknologi yang terkategori dalam ilmu yang bebas nilai (free of value) boleh diambil tanpa ada persyaratan apapun. Yang berkaitan dengan tsaqâfah atau pandangan hidup tertentu tidak boleh diambil jika bertentangan dengan Islam, misalnya at-tashwîr (seni melukis, menggambar atau membuat patung makhluk yang bernyawa).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kurikulum pendidikan harus tunggal.&amp;nbsp; Tidak diperkenankan ada kurikulum lain selain kurikulum Negara.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lembaga pendidikan swasta boleh berdiri selama kurikulum pendidikannya terikat dengan kurikulum Negara dan berdiri di atas asas kebijakan umum pendidikan Negara.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Negara menjamin penyelenggaraan pendidikan bagi seluruh rakyatnya, tanpa memandang agama, suku, dan ras.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Negara bertanggung jawab sepenuhnya dalam menyediakan fasilitas pendidikan bagi rakyatnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(Usus at-Ta‘lîm al-Manhaji fî Dawlah al-Khilâfah, hlm. 9-12)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/02/biografi-tokoh-ibnu-sina.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiU8R3GGEsCfZ_O1ryBoD_AEPW9m3uY4kyBpdn2nBFOvAhjFHfJa3T4WYWxm82Gwp2PcvxGbCeDsvh6_zqQZyP_Ed_JzG1nRGTGUvJlh02lsjaiva_OkrWadxS0deP2NeiwdPJQLU0TNzY/s72-c/ibnu-sina-ilustrasi.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-843483948274209542</guid><pubDate>Wed, 13 Feb 2013 14:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-13T06:02:49.770-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">khasanah Islam</category><title>Harun Al-Rasyid, Khalifah Pemberani</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Harun Al-Rasyid, Khalifah Pemberani&lt;/b&gt; - Harun Al-Rasyid adalah khalifah islam kelima dari Kerajaan Abbasiyah, lahir dari khalifah Al-Mahdi dan wanita mantan Al-Khayzuran. Harun Al-Rasyid menerima sebagian besar pendidikannya dari Yahya, Barmakid (seorang pendukung setia ibu Harun).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika memasuki masa remaja, Harun memimpin beberapa pertempuran melawan Kekaisaran Romawi Timur, di mana keberhasilan memperoleh gelar Jenderal dengan sebutan ‘Al-Rasyid‘ (yang mengikuti jalan benar, atau orang yang benar). Dia juga ditunjuk sebagai gubernur Armenia, Azerbaijan, Mesir, Suriah dan Tunisia, yang diberikan Yahya untuknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Harun Al-Rasyid menjadi khalifah ketika ia hampir mencapai usia 21 tahun. Pemerintahan Harun Al-Rasyid dimulai dengan menunjuk menteri yang membawa pada pemerintahan dengan baik sehingga meningkatkan masyarakat. Harun membangun istana di kota Bagdad, jauh lebih megah dan lebih indah dari khalifah yang ada saat itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Mencintai Seni Dan Pendidikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Harun Al-Rasyid adalah pelindung besar seni dan pendidikan, dan terkenal karena keindahan istana yang tak tertandingi serta gaya hidupnya. Harun Al-Rasyid dan putranya membangun Bayt Al-Hikmah (House Of Wisdom) di Baghdad, di mana karya-karya klasik Yunani diterjemahkan, dipelajari, dan diawetkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagdad dan kota-kota Islam di Spanyol terkenal karena pendidikan dan tempat berkumpulnya orang-orang terpelajar. Guru-guru asal Arab pertama kali diperkenalkan ke Eropa Barat baik aljabar dan angka-angka yang kita gunakan dalam aritmatika. Harun al-Rasyid memberikan dorongan besar dalam pendidikan. Dia seorang sarjana dan penyair yang setiap kali mengundang orang-orang terpelajar di kerajaannya sendiri, atau di negara tetangga. Harun Al-Rasyid menjadi dikenal dunia, dalam sejarah dikatakan bahwa korespondensi terjadi antara Harun Al-Rasyid dan Charlemagne yangh dikirimi Kaisar sebuah jam dan gajah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Source : &lt;a href="http://cutpen.com/2012/05/harun-al-rasyid.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://cutpen.com/2012/05/harun-al-rasyid.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/02/harun-al-rasyid-khalifah-pemberani.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-3477516155256694363</guid><pubDate>Tue, 05 Feb 2013 23:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-05T15:22:57.192-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Muhibbah</category><title>Kunjungan Gema Pembebasan Komsat Unhas ke Kantor Satuan Pengamanan Unhas</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;Kunjungan Gema Pembebasan Komsat Unhas ke Kantor Satuan Pengamanan Unhas&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzpXSOFBBMSeaWbDbWOsSBCWRtJYMzVPeJ7BtVVba1IAuaoGxtBH8N1D4FjggeY0AQI8YFoftXksJiWZ4Xm9L-Yu07dJkgbXvaVKu1AxFPzFT0sQG7QJH7aIBGvQJC4RhpgOT-fIBKe4/s1600/Muhibbah+ke+satpam.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="gema dan satuan pengamanan" border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzpXSOFBBMSeaWbDbWOsSBCWRtJYMzVPeJ7BtVVba1IAuaoGxtBH8N1D4FjggeY0AQI8YFoftXksJiWZ4Xm9L-Yu07dJkgbXvaVKu1AxFPzFT0sQG7QJH7aIBGvQJC4RhpgOT-fIBKe4/s400/Muhibbah+ke+satpam.jpg" title="gema dan satuan pengamanan" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Foto Bersama dengan Satuan Pengamanan Unhas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Kami sangat mendukung ade’-ade’ dari Gema Pembebasan ini, karena pertama berdasarkan Islam dan kedua dalam menjalankan aktifitas-aktifitasnya, dalam menyuarakan hak-hak rakyat tidak pernah diwarnai dengan aksi kekerasan ataukah aksi-aksi anarkis.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Harapan saya lembaga ini (red : Gema Pembebasan) bisa terus berjalan dan membesar sehingga menjadi wadah bagi civitas akademika, khususnya di Kampus Unhas ini.”

Ungkap Bpk Said, Kepala Satuan Pengamanan Kampus Universitas Hasanuddin saat menerima kunjungan dari Gerakan Mahasiswa Pembebasan Komisariat Unhas. Kamis (17/01/2013) pukul 13.30 wita.
&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/02/kunjungan-gema-pembebasan-komsat-unhas.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzpXSOFBBMSeaWbDbWOsSBCWRtJYMzVPeJ7BtVVba1IAuaoGxtBH8N1D4FjggeY0AQI8YFoftXksJiWZ4Xm9L-Yu07dJkgbXvaVKu1AxFPzFT0sQG7QJH7aIBGvQJC4RhpgOT-fIBKe4/s72-c/Muhibbah+ke+satpam.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-4454240677985749742</guid><pubDate>Tue, 05 Feb 2013 23:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-05T15:13:37.164-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Muhibbah</category><title>Kemesraan GP Komsat Unhas dengan KAMMI Komsat Unhas</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV1nOvH0ua4o057J8fmKbfQLBR-MAKGWiIIr3bVhMFz0fLhhawiiNm7Vk6fJvjqqXy1C7jcXWBAouuwhh1KYjGTOaIlVim9JAEiiwsL3md1G2PGpD6bDJG44HG05o44wwgg-_0R2HHjS0/s1600/812743_4255437789099_1788252915_o.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV1nOvH0ua4o057J8fmKbfQLBR-MAKGWiIIr3bVhMFz0fLhhawiiNm7Vk6fJvjqqXy1C7jcXWBAouuwhh1KYjGTOaIlVim9JAEiiwsL3md1G2PGpD6bDJG44HG05o44wwgg-_0R2HHjS0/s200/812743_4255437789099_1788252915_o.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;gemapembebasan-unhas.blogspot.com&lt;/b&gt; - Ahad malam (27/01/13) pukul 20.30 wita. Gema Pembebasan Komisariat Unhas berkunjung ke sekretariat KAMMI komisariat Unhas, yang sebelumnya disepakati di sekretariat KAMMI Daerah Makassar, tapi karena alasan mendadak kunjungan dialihkan ke Masjid Al-Aqsha, masjid yang berada di kawasan Universitas Hasanuddin yang juga menjadi basis perkumpulan personil KAMMI. Selain untuk mempererat ukhuwah sesama muslim, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk mendiskusikan beberapa hal yang dianggap sering menjadi jurang pemisah antar pergerakan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disambut hangat oleh Fadly (ketua KAMMI Komsat Unhas) dan 4 orang pengurus yang KAMMI yang lain, Ahmad Masri menuturkan maksud kedatangan serta memperkenalkan 7 orang dari Gema Pembebasan yang lain, termasuk ketua wilayah SulSelBar dan ketua Daerah Makassar dan pemaparan sepintas tentang Gema Pembebasan, tujuan, visi misi dan corak gerakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi berlanjut dengan membahas isu-isu strategis saat ini, baik lokal, nasional bahkan internasional. Arif Shidiq ketua Gema Pembebasan wil. Sulsebar menjelaskan dengan gamblang kondisi Suriah sekarang dan belahan timur tengah lainnya ketika menjawab pertanyaan dari Hendra seputar perkembangan di Suriah. “&lt;i&gt;Rakyat Suriah sekarang menginginkan mereka diatur dengan Islam, bukan negara sipil ataukah negara demokrasi&lt;/i&gt;” ucap Arif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pertemuan kemarin, juga terungkap banyak hal. Bahwa KAMMI senantiasa menjadikan tegaknya Syariat Islam sebagai cita-cita utama perjuangannya sebagaimana Gema Pembebasan. Walau pada metode perjuangannya nampak beberapa perbedaan. “Namun semestinya hal ini tidak perlu menjadi pertentangan. Kita anggap saja sebagai upaya saling menutupi kekurangan” ujar salah seorang pengurus KAMMI Daerah Makassar yang datang disela-sela kunjungan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Kawan-kawan dari Gema pun menimpali bahwa “Kami sepakat dengan KAMMI dalam penerapan syariah, namun kami tetap konsisten dengan jalan yang kami tempuh ini dengan memberikan edukasi langsung ke masyarakat. Dan kami meyakini bahwa cara parsial (melalui parlemen) tidaklah efektif dalam mengusung penerapan syariah. Seperti Arab Spring, ada pada suatu saat seluruh ormas islam bersatu ketika diperhadapkan dengan problem serius. Dan bersatunya ummat Muslim merupakan langkah menuju revolusi. Ideologi Islam yang kami emban tidak akan kami gadaikan untuk menikmati demokrasi“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak KAMMI pun mendukung penuh cita-cita yang diusung oleh GP yakni penerapan syariah dalam bingkai Khilafah. “Dan jika suatu saat dibaiat maka pihak kami yang pertama mengambil posisi terdepan.” Tutur dengan penuh semangat pengurus daerah KAMMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Amin Yaa Allah, Allahuakbar&lt;/i&gt;”. Respon kedua kubu denga penuh keyakinan. Acara diakhiri dengan foto bersama, penyerahan tabloid Media Ummat, dan saling berjabat tangan kepada personil KAMMI, pertanda kami kan bersatu tuk mengusung ideologi Islam sebagai sistem yang sungguh memberikan kesejahteraan bagi ummat. &lt;b&gt;Allahuakbar&lt;/b&gt; ! [IG]&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/02/kemesraan-gp-komsat-unhas-dengan-kammi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV1nOvH0ua4o057J8fmKbfQLBR-MAKGWiIIr3bVhMFz0fLhhawiiNm7Vk6fJvjqqXy1C7jcXWBAouuwhh1KYjGTOaIlVim9JAEiiwsL3md1G2PGpD6bDJG44HG05o44wwgg-_0R2HHjS0/s72-c/812743_4255437789099_1788252915_o.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-696656922254166195.post-8745914373479334865</guid><pubDate>Tue, 05 Feb 2013 23:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-05T15:03:37.784-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dialog Pembebasan</category><title>Narkoba Dan Pergaulan Bebas</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Narkoba Dan Pergaulan Bebas&lt;/b&gt; - Jumat 1 januari 2013, Gerakan Mahasisiwa Pembebasan Komisariat Unhas kembali menyajikan jamuan rutin kepada civitas akademika unhas dengan kegiatan rutin pekanan, dialog pembebasan. Dialog pembebasan edisi ke-35 ini kembali mengangkat tema yang sangat relevan dengan kegelapan yang menimpa negeri ini,” Narkoba Dan Pergaulan Bebas” itulah tema yang terucap&amp;nbsp; dari alat artikulasi fasilitator yang kemudian menggema ditelinga peserta dialog pembebasan sore ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narkoba dan pergaulan bebas,&amp;nbsp; inilah yang menjadi ukuran gaul tidaknya remaja kita hari ini, mereka dianggap culun bahkan tidak mendapat tempat dalam pergaulannya ketika tidak punya pacar, punya pacar tetapi tidak menciumnya, menciumnya namun tidak berhubungan dengannya dan lebih dari itu, mengonsumsi barang harampun tak lepas dari tolak ukur mereka. Sebenarnya beberapa komponen bangsa ini sadar akan dampak negatif keadaan ini namun sayang kesadaran itu tak tercermin ketika kita bertanya apa solusinya ?.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;“Bagaimana solusi yang ditawarkan oleh BNN terhadap masalah ini?” tanya salah seorang&amp;nbsp; peserta dioalog pembebasan sore itu kepada forum, tak menunggu waktu lama gayung langsung bersambut. Kanda Ahmad Masri ketua GP komsat UH pun menjawab pertanyaan tersebut “BNN telah melakukan beberapa langkah seperti penyuluhan-penyuluhan melalui duta-duta narkoba, rehabilitasi serta regulasi atau Undang-Undang. Namun sayang, segala langkah-langkah tersebut terbukti gagal memerangi narkoba itu terbukti dengan peningkataan kasus narkoba dari tahun ketahun yang semakin tak terkendali”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZLLPil_SnI_B_zTKtBWxBw-kWYaZaEFrlB7wDsPPi-gE5NAyfkWVMEXtcZIgvm1TkAzPPTXGIFu3PweYTSMKBYaZO6idZk_oc5FnQ1qPOW4kPrLnDnEQ87qEcHti_Uvq9QFVlpuCERus/s1600/dp+35.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Narkoba Dan Pergaulan Bebas" border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZLLPil_SnI_B_zTKtBWxBw-kWYaZaEFrlB7wDsPPi-gE5NAyfkWVMEXtcZIgvm1TkAzPPTXGIFu3PweYTSMKBYaZO6idZk_oc5FnQ1qPOW4kPrLnDnEQ87qEcHti_Uvq9QFVlpuCERus/s320/dp+35.jpg" title="Narkoba Dan Pergaulan Bebas" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span&gt;Suasana Dialog Pembebasan #35&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sejak dimulai pukul 16.30, semakin lama dialog pembebasan ini berlangsung semakin banyak pula argumen-argumen yang bermunculan hingga adu argumen antar peserta pun tak terhindarkan, akan tetapi seperti kegiatan-kegiatan Gema Pembebasan sebelumnya adu argumen tersebut berlangsung tertib dan sangat mencerminkan nilai kesopanan. Kak Wahid mengemukakan teori yang mengatakan bahwa masalah-masalah besar seperti narkoba, pergaulan bebas, HIV, dll ini adalah hasil dari proyek besar untuk mengurangi jumlah penduduk dunia sehingga dengan masalah itu pembunuhan yang lebih kasar dapat dihindari. Namun seorang peserta menyangga teori yang dikemukakan kak wahid “teori konspirasi semacam ini adalah teori yang lebay karena tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara empirik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kasat mata memang kita melihat pemerintah sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat tidak mampu menjaga masyarakatnya, malah semakin menjerumuskan masyarakatnya kedalam jurang-jurang kemaksiatan ala sekuler-kapitalis hal ini terbukti dengan regulasi yang lemah serta tidak adanya keseriusan untuk menyelesaikan ini. Satu realita yang sangat miris adalah berdirinya tempat-tempat prostitusi dan club-club malam yang menjadi pertanda bahwa indonesia sedang asik mengkomersialisasi jurang kemaksiatan ini. Penertiban wanita pezinah atau yang lebih keren dengan nama PSKpun sangat tidak serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulan yang di dapat diperoleh dari dialog pembebasan yang dihadiri belasan mahasiswa hebat ini adalah sekali lagi sistem kufur demokrasi ala kapitalisme dengan segala antek-anteknya terbukti GAGAL menyejahterakan, malah semakin menjerumuskan masyarakat kejurang kemaksiatan. dan Daulah Khilafah Islamiyah-lah yang mampu mengubah segalannya menjadi lebih baik. Bersatu Bergerak Tegakkan Ideologi Islam. Allahu akbar.... [Almunatsir]&lt;/div&gt;
</description><link>http://gemapembebasan-unhas.blogspot.com/2013/02/narkoba-dan-pergaulan-bebas.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZLLPil_SnI_B_zTKtBWxBw-kWYaZaEFrlB7wDsPPi-gE5NAyfkWVMEXtcZIgvm1TkAzPPTXGIFu3PweYTSMKBYaZO6idZk_oc5FnQ1qPOW4kPrLnDnEQ87qEcHti_Uvq9QFVlpuCERus/s72-c/dp+35.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item></channel></rss>