<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512</id><updated>2009-11-10T13:25:05.990+07:00</updated><title type="text">Renungan Harian, Cerita Iman dan Kisah Inspirasi Kristen</title><subtitle type="html">Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari Surabaya (e-Mail : gia.jemursari.sby@gmail.com)</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/" /><link rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>235</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><link rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/GerejaIsaAlmasihJemaatJemursariSurabaya" type="application/atom+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-9039976560366945364</id><published>2009-11-10T13:25:00.000+07:00</published><updated>2009-11-10T13:25:05.999+07:00</updated><title type="text">J.O.Y</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cassius Clay, yang kemudian dikenal sebagai Muhammad Ali, adalah seorang petinju legendaris yang akhirnya menjadi penceramah agama di masa tuanya. Petinju berotak cerdas yang selalu tampil dengan ”aksi tarian” setiap kali bertinju ini, membukukan kemenangan 19 kali pada awal karirnya di dunia tinju pro. Selama bertinju di ring professional 56 kali, Ali menang KO 37 kali dan kalah 5 kali. Di masa tuanya, Ali yang menderita sakit parkinson itu berganti kegiatan, yakni menjadi penceramah agama dan banyak melakukan kegiatan bersifat amal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk apa kita hidup di dunia ini? Ada sebuah ungkapan berkata, &lt;em&gt;“Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga.”&lt;/em&gt; Masalahnya, bagaimana kalau kita mati muda ketika sedang menjalani hidup untuk mencari kesenangan dunia ini? Mampukah kita menolak atau mencegah datangnya maut ketika batas usia kita telah habis? Segala jerih payah yang kita tujukan untuk kesenangan diri, masihkah mengandung arti yang layak dibahas dengan bangga hati?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: x-small;"&gt;Tidak sedikit orang yang baru memberi diri bagi Tuhan pada sisa-sisa hidupnya. Ketika sudah tua, tenaga sudah tidak cukup kuat atau sakit-sakitan, ia baru bersedia untuk melayani Tuhan. Kelompok ini menganggap bahwa mengejar kekayaan dan ketenaran sebagai hal utama, sedangkan mencari Tuhan itu urusan belakang. Ironi! Tuhan yang seharusnya diutamakan, justru hanya mendapat remah-remahnya setelah kita mengenyam masa-masa hidup dengan segenap hawa nafsu. Masa ketika fisik masih kuat, dengan potensi penuh kita arahkan untuk kepentingan duniawi. Setelah masa berganti, kita memberikan sisa-sisa kepada-Nya, bukan yang terbaik.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta kepada Tuhan terlihat dari bagaimana kita memprioritaskan Tuhan dalam hidup ini. Pada urutan ke berapa Tuhan diutamakan dalam hidup Anda? Yesus mengajarkan bahwa jika kita memprioritaskan-Nya, mencari kerajaan dan kebenaran-Nya, maka segala berkat akan Tuhan tambahkan. Bagaimana dengan prioritas kita hari ini. Apakah doa pagi ini membuktikan bahwa Tuhan berada di urutan paling akhir? Berbahagialah kita yang menempatkan-Nya sebagai Pribadi Utama di kehidupan ini!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;sumber:http://www.ebahana.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-9039976560366945364?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/9039976560366945364/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=9039976560366945364" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/9039976560366945364" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/9039976560366945364" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/11/joy.html" title="J.O.Y" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-5213820486971023763</id><published>2009-11-09T08:34:00.000+07:00</published><updated>2009-11-09T08:34:24.593+07:00</updated><title type="text">Pasti Bisa</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang pemain gelandang University of Louisiville bermimpi ingin menjadi pemain football yang profesional. tetapi sayang waktu sesudah&amp;nbsp;wisuda ternyata tidak ada satupun klub yang berniat menawarinya masuk dalam tim mereka. Anak muda ini tidak menyerah begitu saja, dia lalu mencoba mengirim lamaran ke beberapa tim dan akhirnya dapat juga kesempatan dicoba di Pittsburgh Steelers. Tapi sekalipun dia sudah coba sekeras mungkin, dia akhirnya tetap ditolak juga. Banyak dari teman-temannya bilang, "Kamu tuh sial banget yach! Tempat kamu bukan di sini kali! Udah gantung sepatu aja!" &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi dia tetap nekat masuk ke klub lain, kirim lamaran, tapi lagi-lagi dia tetap tidak berhasil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebanyakan orang ketika mengalami gagal berkali-kali terus menyerah, namun anak muda ini tetap tidak menyerah. Dia tahu betul bagaimana kemampuannya dan meyakini bahwa suatu saat pasti impiannya menjadi kenyataan. Dia tetap sabar, tekun, terus latihan dan berusaha meraih kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu saat, dia mendapat undangan untuk dicoba di Tim Baltimore dan.... dia berhasil mencetak tiga gol berturut-turut. Sejak saat itu, kariernya melesat dan dia tercatat menjadi pemain gelandang terbaik yang pernah main di NFL, dialah Johnny Unitas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena kegigihan, kesabaran, ketekunan, kemauan untuk terus berlatih, dan sikap optimis, sang pemuda yang berulang kali ditolak, malah menjadi pemain terbaik di NFL.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;em&gt;Di dalam Tuhan, sebenarnya kita bisa meraih semua mimpi-mimpi kita. Terkadang yang membuat kita gagal itu sebenarnya adalah diri kita sendiri, bukan kegagalannya. Kalau kita fokus pada sasaran mimpi kita dan punya keyakinan kalo kita bisa, pasti suatu saat mimpi kita akan menjadi kenyataan. Tidak semua kesuksesan itu diraih dengan cara mudah dan instan.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Jatuh bangun sewaktu membangun mimpi adalah hal biasa. Hanya orang yang tidak berhenti untuk mencoba yang suatu saat bakal meraih impiannya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Andalkan Tuhan, bulatkan tekad, dan jangan berhenti untuk terus mencoba, maka suatu saat pasti kesempatan emas terbuka untuk meraih impian.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;" Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan Allahmu, &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;menyertai engkau kemanapun engkau pergi."&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;( Yosua 1 : 9 )&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-5213820486971023763?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/5213820486971023763/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=5213820486971023763" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5213820486971023763" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5213820486971023763" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/11/pasti-bisa.html" title="Pasti Bisa" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-4294524730582446803</id><published>2009-11-09T08:24:00.001+07:00</published><updated>2009-11-09T08:25:33.953+07:00</updated><title type="text">Sibuk, Sibuk, Sibuk !</title><content type="html">&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Daniel 6: 11&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;... tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mari kita melihat Daniel beberapa saat. Daniel adalah seorang seorang pemimpin besar dari Kerajaan Persia, ia yang bertanggung jawab atas semua tugas-tugas Raja dan segala persoalan pemerintahan. Sekarang apabila ada orang yang sangat sibuk, maka Daniel adalah orangnya. Namun diantara kesibukannya, ia menyediakan waktu untuk memisahkan diri dari semuanya itu dan berdoa tiga kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini sangat menyentuh saya, seberapa sibukkah kita - sesungguhnya? Apakah yang sebenarnya kita lakukan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti ini, apabila kita mengabaikan hal-hal yang penting dari Tuhan, sesungguhnya kita sedang melakukan lebih dari apa yang diharapkanNya. Oleh sebab itu, susunlah kembali prioritas kita dengan teratur! Mari kita menjadi &lt;em&gt;'orang yang berdoa'&lt;/em&gt;! Sebab banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;sumber: jawaban.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-4294524730582446803?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/4294524730582446803/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=4294524730582446803" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4294524730582446803" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4294524730582446803" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/11/sibuk-sibuk-sibuk.html" title="Sibuk, Sibuk, Sibuk !" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-4220472359126254922</id><published>2009-11-06T09:33:00.000+07:00</published><updated>2009-11-06T09:33:26.971+07:00</updated><title type="text">Biarkan Tuhan Menilaimu</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi, tetaplah berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois. Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki, dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mother Theresa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://forumbebas.com/showthread.php?tid=25441" style="font-style: italic;" target="_blank" title="Forum Bebas"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Sumber : Forum Bebas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-4220472359126254922?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/4220472359126254922/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=4220472359126254922" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4220472359126254922" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4220472359126254922" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/11/biarkan-tuhan-menilaimu.html" title="Biarkan Tuhan Menilaimu" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-5369885508279875518</id><published>2009-11-06T09:32:00.001+07:00</published><updated>2009-11-06T09:35:25.569+07:00</updated><title type="text">Bangunlah dan Berjalanlah</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Temanku... hari ini aku menantikan kehadiran dirimu. Namun pintu kamarmu tetap tertutup, pintu kamarmu belum dibuka. Engkau seakan tak ingin membiarkan dirimu dilihat orang lain, engkau tak ingin wajahmu yang mendung diketahui orang. Tapi temanku, seorang bijak pernah berkata; "Kadang aku harus keluar meninggalkan rumahku untuk menempuh suatu perjalanan panjang. Karena saya tahu bahwa dengan berbuat demikian sebagian masyalahku akan menjadi hilang." &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena itu temanku, ketika engkau menemukan bahwa dirimu telah dipenuhi oleh berbagai bentuk ketakutan dan kecemasan, ketahuilah bahwa saat itu anda hendaknya ke luar rumah, menutup pintunya dan memulai suatu perjalanan. Dakilah bukit di samping rumahmu, berjalanlah di taman yang biasa kau kunjungi. Keluarlah dari kamarmu!! &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hidup, tak ada sesuatupun yang sungguh amat menakutkan. Tak ada sesuatupun yang sungguh mencemaskan. Namun aku katakan padamu bahwa aku takut satu hal; aku takut berputar dan terus berputar di tempat tanpa suatu tujuan yang pasti. Ketika engkau menyembunyikan diri di balik pintu kamarmu, ketahuilah engkau seakan berputar di tempat, dan bebanmu tak akan pernah menjadi lebih ringan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lingkungan sekitarmu bukanlah hambatan yang besar. Orang lainpun bukanlah rintangan. Namun tantangan yang teramat berat adalah jiwa yang kian menyusut kecil. Bangunlah, angkatlah kopermu dan memulailah suatu perjalanan. Karena hidup manusia tak lebih dari pada sebuah ziarah. Kita selalu berada di jalan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;Aku yakin bahwa Yesus pun akan mengatakan yang sama: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah!" (Yoh. 5:8)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;em&gt;Tarsis Sigho - Taipei&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:sighotarsi@yahoo.com"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;em&gt;sighotarsi@yahoo.com&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;em&gt;Pondok Renungan - &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.pondokrenungan.com/"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;em&gt;http://www.pondokrenungan.com&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-5369885508279875518?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/5369885508279875518/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=5369885508279875518" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5369885508279875518" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5369885508279875518" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/11/bangunlah-dan-berjalanlah.html" title="Bangunlah dan Berjalanlah" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-2285283097777453028</id><published>2009-11-06T09:18:00.002+07:00</published><updated>2009-11-06T09:21:55.621+07:00</updated><title type="text">Aspal Surga</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Wahyu 21:21&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu hari seorang penambang menemukan emas dalam yang sangat banyak. Tanpa berpikir lama, emas-emas batangan tersebut dimasukan dalam sebuah tas. Setiap hari kemanapun dia pergi, tas tersebut selalu ditentengnya hingga dia meninggal dan sudah masuk ke surga. Saat penambang itu tiba di tempat barunya itu, seorang malaikat bertanya mengapa ia membawa aspal. "Ini bukan aspal," jelasnya, "Ini emas." Sang Malaikat menanggapi perkataan manusia itu dengan berkata, "Di bumi, benda itu memang disebut emas, tetapi disini, di surga, kami memakainya untuk mengeraskan jalan-jalan."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kisah diatas memang hanya sebuah lelucon. Namun, cerita ini mengajak kita berpikir tentang apa yang kita anggap berharga, dan apa yang benar-benar berharga bagi Allah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam Wahyu 21, digambarkan bagaimana jalan-jalan di surga adalah "emas murni bagaikan kaca bening" (ayat 21). Di dunia, kita bisa menilai emas sebagai logam yang paling berharga dan menjadikannya sebagai harta milik kita yang paling berharga. Namun di surga, kita berjalan di atas emas. Sungguh kontras!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Benda apa yang Anda anggap berharga di bumi ini? Saham, rekening bank. Kekaguman dan kemasyuran diri sendiri; itu semua tidak dinilai tinggi di surga. Bila tiba waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal di bumi, nilai apakah yang masih tertinggal pada barang-barang tersebut?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ingat, kekayaan sejati hanya ada di surga. Harta benda duniawi yang Anda miliki saat ini sifatnya hanyalah sementara.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mereka yang menyimpan harta di surga adalah orang-orang terkaya di bumi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: Kingdom Magazine Edisi Oktober 2009 - &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.jawaban.com/" target="_blank"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;www.jawaban.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-2285283097777453028?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/2285283097777453028/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=2285283097777453028" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2285283097777453028" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2285283097777453028" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/11/aspal-surga.html" title="Aspal Surga" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-7302409811313848575</id><published>2009-10-14T15:36:00.002+07:00</published><updated>2009-10-14T15:40:28.715+07:00</updated><title type="text">Ingat Bebek</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek dan neneknya di pertanian mereka. Dia mendapat sebuah katapel untuk bermain-main di hutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran. Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan malam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada waktu pulang, dilihatnya bebek peliharaan neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek itu dikepala, matilah si bebek. Dia terperanjat dan sedih.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak berkata apapun. Setelah makan, nenek berkata, "Sally, cuci piring."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi Sally berkata, "Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu didapur, bukankah demikian Johnny?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan Sally berbisik, "Ingat bebek?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi Johnny mencuci piring.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi memancing, dan nenek berkata, "Maafkan, tetapi aku perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi Sally tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kembali dia berbisik, "Ingat bebek?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan tugas-tugasnya dan juga tugas-tugas Sally, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi. Ditemuinya nenek dan mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, "Sayangku, aku tahu. Tidakkah kau lihat, aku berdiri dijendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan membiarkan Sally memanfaatkanmu."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;em&gt;Aku tidak tahu masa lalumu. Aku tidak tahu dosa apakah yang dilemparkan musuh ke mukamu. Tetapi apapun itu, aku ingin memberitahu sesuatu. Yesus Kristus juga selalu berdiri dijendela. Dan Dia melihat segalanya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila engkau memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama engkau membiarkan musuh memperbudakmu. Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga melupakan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Judul asli: The Duck &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-7302409811313848575?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/7302409811313848575/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=7302409811313848575" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7302409811313848575" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7302409811313848575" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/10/ingat-bebek.html" title="Ingat Bebek" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-2596660523466320918</id><published>2009-10-13T09:07:00.002+07:00</published><updated>2009-10-13T09:11:24.070+07:00</updated><title type="text">Berserah</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Seorang anak kecil sedang bermain sendirian dengan mainannya. Sedang asyik-asyiknya bermain tiba-tiba mainannya itu rusak. Dia mencoba untuk membetulkannya sendiri, tapi rupanya usahanya itu dari tadi sia sia saja. Maka dia mendatangi ayahnya untuk minta ayahnya itu yang membetulkannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi sambil memperhatikan ayahnya dia terus memberikan instruksi kepada ayahnya, “Ayah, coba lihat bagian sebelah kiri, mungkin di situ kerusakannya.” &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ayahnya menurutinya, tapi ternyata belum betul juga mainannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka dia memberi komentar lagi, ”Oh, bukan di situ Yah, mungkin yang sebelah kanan, coba lihat lagi deh Yah.” &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kali ini ayahnya juga menurutinya, tapi lagi-lagi mainannya itu belum betul.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Kalau begitu coba yang di bagian depan Yah, kali aja masalahnya ada di situ.” Kali ini ayahnya marah, ”Sudah, kalau kamu memang bisa, mengapa tidak kamu kerjakan sendiri saja? Jangan ganggu Ayah lagi. Ayah banyak kerjaan lain.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi setelah dia mencoba beberapa saat untuk membetulkan sendiri dan masih belum berhasil, maka akhirnya dia kembali kepada ayahnya sambil merengek. “Tolonglah Yah, aku suka sekali mainan ini, kalau rusak begini bagaimana? Tolong Ayah betulkan supaya bisa jalan lagi ya.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena tidak tega mendengar rengekan anaknya, si ayah akhirnya menyerah, ”Baiklah Nak. Ayah akan membetulkan mainanmu asal kamu berjanji tidak boleh memberitahu Ayah apa yang harus dilakukan. Kamu duduk saja dan perhatikan Ayah bekerja. Tidak boleh mencela.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika ayahnya sedang memperbaiki mainannya, si anak mulai berkomentar lagi, ”Jangan yang itu Yah, kayaknya bagian lain yang rusak.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi kali ini ayahnya berkata, ”Kalau kamu berkomentar lagi, mainan ini akan ayah lepaskan dan silahkan kamu berusaha sendiri.” &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akhirnya karena takut ayahnya akan benar-benar melakukan apa yang dikatakannya, anak itu diam dan duduk manis melihat ayahnya membetulkan mainannya sampai bisa berjalan lagi tanpa mengeluarkan komentar apa pun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;Seperti anak kecil itu, kita pun sering kali berserah kepada Tuhan tapi masih ingin mengatur Tuhan bagaimana sebaiknya jalan hidup kita. Bila kita sungguh-sungguh pasrah kepada kehendak Tuhan, maka niscaya Tuhan yang adalah Maha Tahu dan sangat mencintai kita akan melakukan yang terbaik, lebih dari apa yang bisa kita pikirkan dan doakan, sesuai dengan kehendak-Nya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-2596660523466320918?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/2596660523466320918/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=2596660523466320918" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2596660523466320918" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2596660523466320918" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/10/berserah.html" title="Berserah" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-1186936493134741756</id><published>2009-10-13T08:50:00.002+07:00</published><updated>2009-10-13T08:56:42.630+07:00</updated><title type="text">Keranjang Arang &amp; Kitab Suci</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Seorang Kakek hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky (Amerika) dengan cucu lelakinya yang masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Alkitab di meja makan di dapurnya. Cucu lelakinya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu hari sang cucu nya bertanya, ”Kakek! Aku mencoba untuk membaca Alkitab seperti yang kakek lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Alkitab?” &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan tenang sang Kakek dengan mengambil keranjang tempat arang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, ”Bawa keranjang ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya. Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukannya lebih cepat lagi."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi-kagi keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakeknya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, ”Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang arang itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup." &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cucunya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah. Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai di depan kakek keranjang sudah kosong lagi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sambil terengah-engah ia berkata, ”Lihat Kek, percuma!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jadi kamu pikir percuma?” jawab kakek. Kakek berkata, ”Lihatlah keranjangnya.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu TELAH BERUBAH dari keranjang arang yang tua kotor dan kini BERSIH LUAR DAN DALAM. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;“Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu MEMBACA ALKITAB. Kamu TIDAK BISA MEMAHAMI atau INGAT segalanya, tetapi KETIKA kamu MEMBACANYA LAGI, kamu AKAN BERUBAH, luar dalam. Itu adalah KARUNIA dari ALLAH di dalam hidup kita.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sepenggal kata mutiara:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;“Teman yang baik adalah seseorang yang dapat berkata BENAR kepada kita, dan bukan orang yang selalu MEMBENAR-BENARKAN perkataan kita, tanpa memberi NASIHAT dan KOREKSI”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah teman, jadilah BERKAT bagi yang lain, dan TEMAN YANG SEJATI. Tuhan Yesus memberkati. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Kiriman email dari : Yori Sahanaya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-1186936493134741756?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/1186936493134741756/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=1186936493134741756" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1186936493134741756" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1186936493134741756" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/10/keranjang-arang-kitab-suci.html" title="Keranjang Arang &amp; Kitab Suci" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-5493998529431986004</id><published>2009-10-02T10:10:00.001+07:00</published><updated>2009-10-02T10:13:23.794+07:00</updated><title type="text">Sang Bapak dan Paduan Katak</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Seorang bapak. Demi membantu perkembangan kehidupan rohaninya, ia secara teratur mengadakan retret pribadi. Ia akan meninggalkan lingkungan hidup hariannya yang senantiasa gaduh, dan datang ke tempat sunyi untuk berdoa dan merenungkan derap langkah masa silamnya serta melihat arah yang harus dijalaninya di masa datang. &lt;p align="justify"&gt;Suatu saat di malam hari ketia ia sedang berdoa. Di luar gubuk retretnya terdengar suara yang begitu ramai. Ternyata sekolompok katak sedang bernyanyi ria. Ia mencoba menutup telinganya sedemikian agar suara tersebut tak kedengaran. Namun semakin dia berusaha semakin suara katak tersebut kedengaran semakin kuat. Ia menjadi semakin terganggu. &lt;p align="justify"&gt;Dengan berang ia berdiri, membuka jendela kamarnya dan menjulurkan kepalanya keluar lewat jendela tersebut, dan dengan keras berteriak; "Diamlah katak bodoh! Tutup mulutmu! Tidak tahukah kamu bahwa saya sedang berdoa? Tidak tahukah kamu bahwa saya sedang membutuhkan ketenangan?" &lt;p align="justify"&gt;Seketika sebuah mukjizat terjadi. Katak-katak itu diam..., hening...., sepi...!! Mungkin katak-katak itu dikagetkan oleh suara keras sang bapak tersebut. Dan dalam ketenagan tersebut sang bapak seakan mendapat sebuah ilham dan bertanya diri; "Mungkinkah mereka juga sedang memuji dan memuliakan Tuhan dengan cara mereka sendiri? Siapa tahu, paduan suara katak ini justru menyenangkan hati Tuhan?" &lt;p align="justify"&gt;Ia kembali membuka jendela kamarnya memperhatikan pemandangan gelap di luar gubuk retret tersebut dan berseru; "Wahai katak sahabatku. Bernyanyilah. Pujilah Tuhan dengan suaramu yang merdu!" Tak berapa lama kedengaran lagi paduan suara katak yang merdu. Dan aneh!! Saat ini ia tidak merasa terganggu oleh dendang riang sang katak, bahkan ia merasa bahwa paduan suara tersebut justru menambah syahdunya malam yang hening dan kudus itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;------------------- &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Perubahan batinku akan menjadikan aku bersahabat dengan dunia sekitarku. Bukan ketenangan fisik yang menjadi prasyarat sebuah doa, tetapi ketenangan batinlah yang dibutuhkan. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian." (Yoh 4: 23). &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Tarsis Sigho - Taipei&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="mailto:sighotarsi@yahoo.com"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sighotarsi@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-5493998529431986004?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/5493998529431986004/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=5493998529431986004" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5493998529431986004" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5493998529431986004" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/10/sang-bapak-dan-paduan-katak.html" title="Sang Bapak dan Paduan Katak" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-5754350262937287486</id><published>2009-10-01T15:29:00.002+07:00</published><updated>2009-10-01T15:34:31.193+07:00</updated><title type="text">Air Terjun</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Adalah air terjun di suatu daerah yang terpencil dan jauh yang dikenal berkhasiat menyembuhkan bagi yang sakit dan memuaskan dahaga bagi setiap pendatangnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Air terjun ini bebas bagi setiap pengunjung yang ingin mendatangi dan mengagumi panorama di sekitarnya. Banyak orang yang iri pada penduduk yang tinggal di sekitar air terjun ini karena mereka bisa menikmati air berkhasiat itu serta damai, segar dan tenangnya alam. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada air terjun itu ada yang bersenang-senang dan berenang dibawah guyuran air, ada yang menampung air itu untuk dibawa ke rumah masing-masing.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Beberapa orang membeli dan membawa ember berwarna hijau untuk menampung air terjun yang berkhasiat itu, beberapa orang lagi membawa ember berwarna merah dan warna warna lainnya sesuai dengan kesukaan mereka. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Disaat mereka telah tiba di rumah masing masing maka mulailah mereka bercerita tentang indahnya alam di sekitar air terjun itu dan menunjukkan oleh-oleh air yang mereka dapatkan. Serta membagi-baginya pada sanak saudara dan handai taulan dengan botol yang berwarna sama seperti embernya. Mereka yang menerima oleh-oleh itu begitu bangga sehingga menyimpannya sebagai hiasan dan bukti bahwa mereka mempunyai air dari air terjun yang sangat terkenal itu. &lt;p align="justify"&gt;Si pembawa oleh-oleh air itu akhirnya meninggal dan oleh-oleh yang dia bagikan tetap tersimpan berikut cerita tentang keindahannya dan menjadi kenang-kenangan turun temurun. Pada akhirnya mereka yang menyimpan air itu menyatakan bahwa mereka mengerti sepenuhnya tentang air terjun tersebut dan mulai bercerita begitu lancarnya. Semua orang yang diceritakan tentang alam air terjun itu berikut kenang-kenangan air yang ada terus mengaguminya dan mulailah air itu menjadi begitu tak ternilai sehingga banyak orang yang menyatakan bahwa air yang diambil dari ember merahlah yang asli dan sebaliknya bagi mereka yang mendapat air dari ember dari warna yang berbeda pun menyatakan hal yang sama. &lt;p align="justify"&gt;Pada suatu saat bertemulah salah satu penyimpan oleh-oleh air dari botol berwarna merah dengan botol berwarna biru, merekapun mulai memperdebatkan keaslian air yang mereka punya. Tanya jawab sengitpun bergulir baik pertanyaan tentang posisi air terjun, susunan batu disekitar air terjun dan habitat tanaman ataupun hewan apa saja yang ada disana untuk membuktikan air siapakah yang asli. Perdebatan tak pernah berakhir karena semuanya merasa bahwa hanya air merekalah yang asli dari air terjun itu. &lt;p align="justify"&gt;Di lain tempat di sekitar air terjun yang menjadi perbincangan masih ditemukan penjual yang menjajakan ember berbagai warna bagi para pengunjung yang ingin membawa air sebagai oleh-oleh dan tak jauh adapula beberapa orang yang membawa ember yang berwarna apa saja saat menjumpai para pencari air terjun yang cedera juga kehausan dan belum sampai di tujuan dengan senangnya mereka membagi air tersebut supaya para pejalan itu mendapatkan kekuatan untuk sampai di air terjun itu. &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;em&gt;Kasih karunia Tuhan itu bagaikan air terjun yang takkan pernah habis dan bebas bagi siapa saja. Rasanya hanya membuang waktu jika kita memperdebatkannya. Adalah lebih berguna jika air itu dapat kita bagi bagi siapa saja yang membutuhkan ataupun yang kehausan tanpa harus melihat botol warna apa yang kita punya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;em&gt;Sungguh melelahkan jika harus mencari orang yang membutuhkan tetapi harus dengan botol yang berwarna sama dengan ember yang kita punya, seperti air terjun yang tak memilih ember yang ingin menampung airnya, terus mengalir dengan derasnya. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dewi Hoediati - &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="mailto:dewi_hoedi@yahoo.com"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;dewi_hoedi@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-5754350262937287486?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/5754350262937287486/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=5754350262937287486" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5754350262937287486" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5754350262937287486" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/10/air-terjun.html" title="Air Terjun" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-4672209282362777943</id><published>2009-10-01T15:08:00.002+07:00</published><updated>2009-10-01T15:12:50.833+07:00</updated><title type="text">Benih Kebaikan</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Sebuah surat kabar memuat wajah seorang wanita muda dengan wajah marah dan bermusuhan. Dibawah tulisan itu tertulis ucapan ibunya, "Saya ingin orang-orang tahu bahwa dia adalah orang yang baik."&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perempuan itu dipenjara bersama suaminya karena dituduh menculik dan membunuh seorang penjual mobil. Kemudian mereka mencuri mobil pick up terbaru untuk melarikan diri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibunya mengenal dia sebagai perempuan pekerja keras dan orangtua yang penuh pengabdian, yang menjadi sahabat terbaik baginya dan mereka sering berbagi cerita berdua. Namun para pembeli surat kabar mengenalnya sebagai pencuri, pecandu narkoba dan kaki tangan pembunuh.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebelum dicobai dan diuji dalam api, kita tidak akan tahu apakah kita orang baik atau bukan. Seringkali, kita kecewa dengan diri sendiri ketika tahu siapa sebenarnya diri kita. Namun ada sebuah pelajaran yang perlu Anda teladani dari Petrus. Ketika dia menyangkal Yesus tiga kali, pasti Petrus sangat kecewa. Namun dia bertobat dan datang kembali pada Yesus. Dalam Lukas 22:62 menulis, "Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Petrus kecewa dan sedih pada dirinya, namun dia tidak berhenti sampai disitu. Dia bangkit kembali, dan di awal Kisah Para Rasul Petrus membuktikan kembali siapa dirinya. Dia bersaksi dan membawa ribuan jiwa kepada Kristus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kadang Allah membawa kita melalui pelajaran yang menyakitkan agar kita mengetahui siapa diri kita. Dan apa yang bukan diri kita. Agar kita dapat melihat kesetiaan kita yang bukan pada tempatnya... keinginan kita yang bukan main banyaknya... pendapat kita yang gila-gilaan... ketakutan kita... angan-angan kita yang kukuh... kecemburuan... kemarahan... sifat pengecut... kekikiran... keserakahan kita... kecenderungan kita untuk berbohong... sifat materialistis... kemampuan kita dalam menghancurkan... kecongkakan kita... dan banyak lagi hal lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila kita buta terhadap sifat dosa kita, kawah beruap dari dosa kesombongan yang jahat yang terpendam di dasar hati kita, maka kabar injil akan menjadi seperti omong kosong bagi kita. Kebaikan Allah tampak tidak ada hubungannya. Sampai kita terpojok di sudut yang kotor. Sampai ada tusukan kebenaran yang menyadarkan kita. Seorang pasien harus tahu bahwa penyakitnya akan membawa kepada kematian sebelum dia mampu menghargai kemampuan dokternya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kadang banyak orang merasa dirinya baik bahkan lebih baik daripada orang lain. Meskipun itu tidak pernah dikatakan, namun tindakannya seringkali menceritakan hal itu. Namun diberkatilah orang yang tahu bahwa dirinya tidak baik. Dia yang bersandar kepada Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita tidak bisa menjadi baik tanpa Tuhan. Kecenderungan manusia adalah berbuah jahat, dan benih kebaikan itu hanya Anda dapat dari Tuhan. Jika Anda ingin berbuat baik dengan segenap hati, itu karena ada dorongan Roh Kudus dalam hati Anda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;Mazmur 139:23-24&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber : Jawaban.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-4672209282362777943?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/4672209282362777943/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=4672209282362777943" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4672209282362777943" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4672209282362777943" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/10/benih-kebaikan.html" title="Benih Kebaikan" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-8320276763353646161</id><published>2009-09-10T10:09:00.002+07:00</published><updated>2009-09-10T10:17:59.172+07:00</updated><title type="text">Hadiah Seorang Malaikat Kecil</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Pada suatu hari, di sebuah desa ada seorang nenek tua yang sakit-sakitan. Nenek tua ini hidup dari belas kasihan orang-orang. Nenek tua ini tinggal berdua dengan cucunya yang masih remaja karena dari kecil mamanya meninggalkannya dan papanya meninggalkan mamanya saat mamanya mengandung anak remaja ini. Singkat cerita dia sama sekali tidak mengenal orangtua-nya. Semenjak bayi, sang cucu dirawat dengan penuh kasih sayang dari sang nenek sampai tiba waktunya nenek itu sudah tua dan mulai sakit-sakitan. Anak remaja ini sangat sedih melihat kondisi neneknya dan ingin membawa neneknya ke rumah sakit namun tidak ada uang. Sedangkan untuk bersekolah saja tidak bisa, anak remaja ini sekolah sampai kelas 3 SMP. Desa yang ditempati oleh mereka adalah desa yang sangat jarang penduduknya dan merupakan desa terpencil. Dia tidak tahu harus bagaimana sementara kondisi neneknya makin parah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara cucunya ( anak remaja ini) berjalan kian kemari meminta pertolongan. Sambil mengamen di jalanan untuk biaya makan dan berobat neneknya, ada seorang anak TK yang melambaikan tangan ke arah anak remaja itu dari dalam mobil. Anak remaja itu melihat ke arah anak TK itu dan anak TK itu memanggilnya “Hai kak, ayo kemari”. Di tangan anak itu dipegangnya sebuah kantong plastik berwarna hitam lalu diberikannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sang remaja ini heran dan membukanya dan ternyata nasi kotak dengan lauk yang enak. Sang remaja ini berpikir “Pas sekali, bisa dimakan untuk kami berdua dengan nenek.” Lalu anak remaja itu mengucapkan terima kasih kepada anak TK ini dan segera pergi membawanya kepada neneknya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun, sementara anak remaja ini hendak pergi, sang anak TK itu memanggil lagi “Kak kemari!”. Lalu dia melap mukanya yang kotor dan bajunya yang kusam dan bau dan segera menghampiri anak TK ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sang remaja berkata ”Ada apa dik ? ” Dia terheran-heran dengan anak TK ini. Lalu sang ayah membuka mobilnya dan segera turun menjumpainya. Anak remaja ini mulai ketakutan dan berkata ” Ada apa pak, apakah saya salah ?”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu sang bapak segera tertawa dan mengajak remaja itu naik ke mobilnya bersama anaknya untuk pergi jalan-jalan ke mal. Spontan anak remaja itu menolak dan mengatakan, “Tidak usah, terima kasih. Di rumah saya ada seorang nenek yang sedang menunggu saya , namun dia sedang sakit keras, dia butuh pengobatan untuk kesembuhannya dan jikalau tidak maka nenek akan segera meninggal”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bapak itu terharu, sementara anaknya yang TK asyik merengek meminta anak remaja itu ikut . Bapak itu berkata “Nak, naiklah, kita pergi membeli pakaian untukmu dan kemudian kita segera pergi ke rumahmu dan membawa nenekmu ke rumah sakit.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Remaja itu menangis seolah tidak percaya maka dia menanyakan ulang “Apa pak,benarkah demikian?”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bapak itu mengatakan ” Betul nak, mari naiklah.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Singkat cerita bapak itu naik dan kemudian dia baru menyadari bahwa bapak dan anak TK itu adalah orang Kristen. Kemudian remaja ini bertanya ” Pak, kenapa bapak dan anak bapak baik sekali pada kami orang pengamen?”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu bapak itu tersenyum dan berkata “Nak, ini adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan kepadamu yaitu lewat seorang anak TK yang memberikan nasi kotak yang dimilikinya untukmu dan terlebih lagi nenekmu akan segera sembuh dan kamu akan segera sekolah kembali dan tinggal di rumah kami yang besar.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Remaja ini menangis terharu dan berkata “Terima kasih Tuhan, hari ini Engkau memberikan kepadaku malaikat kecil yang mau membantuku dan seorang bapak yang mau memperhatikan keadaanku.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Dalam kehidupan ini banyak cara yang Tuhan pakai untuk menolong sesama yang kurang mampu. Tuhan akan mengirim malaikat-malaikat kecilnya untuk membantu sesama dan semua yang dilakukan kepada orang yang berkekurangan maka itu juga dilakukannya untuk kemuliaan nama Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Matius 25:40).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-8320276763353646161?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/8320276763353646161/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=8320276763353646161" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8320276763353646161" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8320276763353646161" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/09/hadiah-seorang-malaikat-kecil.html" title="Hadiah Seorang Malaikat Kecil" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-6256542034461147152</id><published>2009-09-03T13:58:00.002+07:00</published><updated>2009-09-03T14:02:28.801+07:00</updated><title type="text">Si Kikir Dan Malaikat Maut</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Setelah bekerja keras, berdagang dan menjadi rentenir, si kikir telah menumpuk harta, tiga ratus ribu dinar. Ia memiliki tanah luas, beberapa gedung, dan segala macam harta benda. Kemudian ia memutuskan untuk beristirahat selama satu tahun, hidup nyaman, dan kemudian menentukan tentang masa depannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi, segera setelah ia berhenti mengumpulkan uang, Malaikat Maut muncul di hadapannya untuk mencabut nyawanya. Si kikir pun berusaha dengan segala daya upaya agar Malaikat Maut itu tidak jadi menjalankan tugasnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Si kikir berkata, "Bantulah aku, barang tiga hari saja. Maka aku akan memberimu sepertiga hartaku." Malaikat Maut menolak, dan mulai menarik nyawa si kikir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian si kikir memohon lagi, "Jika engkau membolehkan aku tinggal dua hari saja, akan kuberi engkau dua ratus ribu dinar dari gudangku."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi Malaikat Maut pantang menyerah dan tak mau mendengarkannya. Bahkan ia menolak memberi tambahan satu hari demi tiga ratus ribu dinar dari si Kikir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akhirnya si kikir menulis berkata, "Kalau begitu, tolong beri aku waktu untuk menulis sebentar."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kali ini Malaikat Maut mengijinkannya, dan si kikir menulis dengan darahnya sendiri: "Wahai manusia, manfaatkanlah hidupmu. Aku tidak dapat membelinya dengan tiga ratus ribu dinar. Pastikan engkau menyadari nilai dari waktu yang engkau miliki."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kolose 4:5&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;"Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Efesus 5:16&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;"...dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Mahyudin Purwanto&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber : heartnsouls.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-6256542034461147152?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/6256542034461147152/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=6256542034461147152" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6256542034461147152" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6256542034461147152" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/09/si-kikir-dan-malaikat-maut.html" title="Si Kikir Dan Malaikat Maut" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-3788168013283911118</id><published>2009-09-02T16:25:00.001+07:00</published><updated>2009-09-02T16:27:29.728+07:00</updated><title type="text">Lari !! Jangan Diam</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Suatu kali ada seorang pemuda yang bertanya demikian, “Apa yang harus saya lakukan jika suatu hari saya jalan-jalan di pantai lalu melihat seorang wanita dengan pakaian ala kadarnya? Kan pada saat itu saya tidak sengaja melihatnya.” Jawabannya bukan pura-pura tidak melihat, menutup mata, atau mengalihkan pandangan ke arah yang lain, tetapi “&lt;em&gt;LARILAH&lt;/em&gt;”. Pergilah dari tempat itu jangan berdiam diri. Mengapa? Karena kita harus menyadari kelemahan kita untuk jatuh dalam dosa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa yang dilakukan oleh Yusuf sangatlah tepat. Ketika godaan datang, ia tidak cuma “&lt;em&gt;pura-pura tidak melihat&lt;/em&gt;”, tetapi benar-benar lari ke luar. Padahal saat itu sangatlah mudah bagi Yusuf untuk berbuat dosa sekaligus menutupinya. Pertama, dalam rumah Potifar pada saat itu sepi, tidak ada siapa-siapa. Kedua, Yusuf memiliki kuasa yang sangat besar untuk menutup mulut semua pegawainya agar tak memberitahukan perselingkuhannya kepada Potifar. Yusuf adalah seorang kepala rumah tangga yang mana semua pegawai di rumah itu harus tunduk kepada perintahnya, terlebih jikalau istri potifar terlibat disana. Jadi, secara posisi Yusuf berada di posisi yang aman untuk berbuat dosa. Akan tetapi, Yusuf tak melakukannya, dan ia tidak diam di tempat, tetapi ia lari meninggalkan godaan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;Dalam hidup ini, jangalah sekali-kali merasa kuat terhadap godaan. Seperti Tuhan Yesus juga pernah mengingatkan, “roh memang penurut tetapi daging lemah” (Matius 26:41). Intinya jangan “bermain-main” dengan godaan, sebab akan ada satu titik di mana kita malah akan terseret. Jangan! Larilah menjauh.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;JIKALAU ADA SINGA DI DEPAN JALAN, KENAPA TIDAK MENCARI JALAN LAIN UNTUK MENGHINDARINYA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;By:Riand Yovindra - &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.renunganharian.net/" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;www.renunganharian.net&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-3788168013283911118?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/3788168013283911118/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=3788168013283911118" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3788168013283911118" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3788168013283911118" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/09/lari-jangan-diam.html" title="Lari !! Jangan Diam" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-5040472348685341218</id><published>2009-09-01T10:29:00.002+07:00</published><updated>2009-09-01T10:33:40.947+07:00</updated><title type="text">Sendok Surga dan Sendok Neraka</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, "Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya. Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tuhan berkata, "Kamu sudah melihat NERAKA."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata "Apa yang terjadi ? Kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira ?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tuhan kemudian menjelaskan, "Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah &lt;strong&gt;satu sifat baik&lt;/strong&gt;."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-5040472348685341218?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/5040472348685341218/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=5040472348685341218" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5040472348685341218" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5040472348685341218" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/09/surga-dan-neraka.html" title="Sendok Surga dan Sendok Neraka" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-422188269582957241</id><published>2009-09-01T10:03:00.002+07:00</published><updated>2009-09-01T10:25:51.154+07:00</updated><title type="text">Merubah Fokus</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Ini adalah sebuah wawancara yang benar-benar luar biasa dengan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Rick Warren&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, penulis Purpose Driven Life dan pastor dari Gereja Saddleback di California.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam sebuah wawancara dengan Paul Bradshaw, Rick Warren mengatakan: Orang-orang bertanya kepada saya, apa tujuan dari hidup? Dan jawab saya adalah: secara ringkas, hidup adalah persiapan untuk kekekalan. Kita diciptakan untuk hidup selama-lamanya, dan Tuhan menginginkan kita untuk bersama-sama dengan Dia di surga. Suatu hari jantung saya akan berhenti, dan itu akan menjadi akhir dari tubuh saya tapi bukan akhir dari saya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya mungkin hidup 60 sampai 100 tahun di bumi, tapi saya akan menghabiskan trilyunan tahun dalam kekekalan. Ini adalah sekedar pemanasan, persiapan untuk yang sesungguhnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah menginginkan kita melatih di dunia apa yang akan kita lakukan selamanya dalam kekekalan. Kita diciptakan oleh Allah dan untuk Allah, dan sampai engkau bisa memahami hal itu, hidup tidak akan pernah masuk akal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hidup adalah sebuah seri dari masalah-masalah: apakah engkau sedang dalam masalah sekarang, baru saja selesai dari satu masalah, atau akan segera masuk dalam satu masalah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alasan untuk ini adalah: &lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;Tuhan lebih tertarik kepada karaktermu daripada kesenangan / kenyamanan hidupmu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tuhan lebih tertarik untuk membuat hidupmu suci daripada membuat hidupmu senang. Kita bisa cukup senang di dunia, tapi itu bukanlah tujuan darihidup. Tujuannya adalah pertumbuhan karakter, dalam kemiripan kepada Kristus.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setahun terakhir ini telah menjadi tahun yang paling hebat dalam hidup saya tapi juga tahun yang paling sulit, dengan istri saya, Kay, terkena kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dulu saya terbiasa berpikir bahwa hidup adalah bukit dan lembah suatu saat kamu melalui masa-masa gelap, kemudian kamu naik ke puncak, bolak-balik seperti itu. Saya tidak percaya itu lagi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hidup bukannya dalam bentuk bukit dan lembah, sekarang saya percaya bahwa hidup adalah seperti 2 rel di rel kereta api, dan pada setiap waktu kamu mengalami sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk dalam hidupmu. Tidak penting seberapa baiknya berbagai hal terjadi dalam hidupmu, selalu ada hal-hal yang buruk yang perlu diselesaikan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan tidak peduli seberapa buruknya yang terjadi dalam hidupmu, selalu ada sesuatu yang baik dimana engkau bisa bersyukur kepada Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Engkau bisa fokus pada tujuan hidupmu, atau engkau bisa fokus pada masalahmu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika engkau fokus pada masalahmu, engkau akan menjadi terpusat pada dirimu (&lt;em&gt;self-centeredness&lt;/em&gt;) , masalahku, urusanku, sakitku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi satu cara yang paling mudah untuk menyingkirkan rasa sakit itu adalah dengan melepaskan fokusmu pada dirimu sendiri dan mulai memfokuskan diri kepada Allah dan kepada sesama. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami dengan cepat menemukan bahwa walaupun didoakan oleh ratusan ribu orang, Tuhan tidak akan menyembuhkan Kay atau meringankan penderitaannya. Keadaan sangat sulit untuk dia, tapi Allah sudah memperkuat karakternya, memberinya pelayanan menolong orang lain, memberinya sebuah kesaksian, menarik dia lebih dekat lagi kepada Allah dan kepada sesama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Engkau harus belajar untuk berhadapan dengan hal yang baik maupun yangburuk dalam hidup. Sebenarnya, terkadang berurusan dengan yang baik bisa lebih sulit. Sebagai contoh, dalam setahun terakhir ini, secara begitu tiba-tiba, ketika sebuah buku terjual 15 juta buah, hal itu membuat saya langsung sangat kaya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Itu juga membawa banyak kepopuleran yang belum pernah saya hadapi sebelumnya. Saya pikir Allah tidak memberimu uang ataupun kepopuleran untuk ego dirimu sendiri atau untuk engkau hidup enak-enakan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi saya mulai bertanya kepada Allah apa yang Ia inginkan untuk saya lakukan dengan uang, kepopuleran, dan pengaruh ini. Dia memberiku 2 pasal yang berbeda yang menolong saya menentukan apa yang harus dilakukan, &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;2Korintus 9&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Mazmur 72&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;,meskipun ada begitu banyak uang yang kami terima, kami tidak akan mengubah gaya hidup kami sedikitpun. Kami tidak melakukan pembelian besarapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, mulai sekitar tengah tahun lalu, saya berhenti mengambil gaji dari gereja.  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, kami mendirikan yayasan-yayasan untuk mendanai sebuah inisiatif yang kami sebut The Peace Plan: untuk mendirikan gereja, memperlengkapi pemimpin-pemimpin, menolong orang miskin, merawat yang sakit, dan mendidik generasi masa depan.  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Keempat&lt;/strong&gt;, saya menjumlahkan semua yang telah gereja bayarkan kepada saya selama 24 tahun sejak saya memulai gereja, dan saya mengembalikan semuanya. Terasa sangat membebaskan untuk bisa melayani Allah secara cuma-cuma.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita harus bertanya pada diri kita: Apakah saya akan hidup untuk kekayaan? Popularitas?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah saya akan diarahkan oleh tekanan? Perasaan bersalah? Kepahitan? Materialisme?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Atau saya akan diarahkan oleh rencana-rencana Allah untuk hidup saya? Ketika saya bangun pagi, saya duduk di sisi tempat tidur saya dan berkata, Tuhan, jika saya tidak menyelesaikan satu halpun pada hari ini, saya ingin mengenal Engkau lebih lagi dan mengasihi Engkau lebih lagi. Tuhan tidak meletakkanmu di bumi hanya untuk mengisi daftar hal-hal yang harus dikerjakan. Dia lebih tertarik kepada siapa saya daripada apa yang saya lakukan. Karena itulah kita disebut &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;human beings&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, bukan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;human doings&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam masa-masa yang menyenangkan, PUJI TUHAN.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam masa-masa sulit, CARI TUHAN.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam masa-masa tenang, SEMBAH TUHAN.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam masa-masa yang menyakitkan, PERCAYAI TUHAN.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Setiap saat, BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-422188269582957241?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/422188269582957241/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=422188269582957241" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/422188269582957241" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/422188269582957241" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/09/merubah-fokus.html" title="Merubah Fokus" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-3033776036926585280</id><published>2009-08-27T11:33:00.002+07:00</published><updated>2009-08-27T11:35:32.920+07:00</updated><title type="text">Layang-layang</title><content type="html">Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa layang-layang bisa terbang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena ada angin dan ia berani melawan angin itu! Ya, angin membawa layang-layang naik hingga tinggi ke awan. Dan hanya dengan berani melawan angin, maka layang-layang itu bisa terus terbang dengan terarah. Layang-layang yang mengikuti arah angin adalah layang-layang yang putus, dan akan jatuh.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kadang kita begitu takut saat angin pencobaan datang menerpa. Kalau boleh meminta, kita tidak berharap mengalami masalah, kesulitan, dan tekanan hidup. Sebaliknya, kita ingin jalan kita lurus dan mulus seperti jalan tol. Namun, bukankah kekristenan seperti itu hanya akan membuat kita tidak dewasa dalam Tuhan?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila hidup dihadapkan pada situasi atau keadaan yang sangat menakutkan, tak ada jalan lain kecuali harus memilih. Apakah kita akan seperti layang-layang yang berani melawan angin, atau mengikuti arus angin saja? Memang yang kedua lebih mudah. Ya, lebih mudah bagi kita untuk menyerah dalam situasi sulit. Namun, hari ini Tuhan ingin kita bertindak seperti pahlawan yang tak kenal menyerah saat dihadapkan pada pencobaan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Janganlah takut jika hari ini angin yang sepoi-sepoi tiba-tiba menjadi badai. Tetaplah kuat di dalam Tuhan dan yakinlah bahwa bersama Tuhan kita akan cakap menanggung segala perkara. Bahkan kita akan mengalami perkara-perkara yang luar biasa bersama Tuhan. Jangan buru-buru menyalahkan angin besar yang menerpa layang-layang kita, sebab kita justru akan segera melihat awan, langit indah, dan pemandangan menakjubkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;ANGIN TIDAK PERNAH MENJADI MUSUH LAYANG-LAYANG, &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;ANGIN SELALU MENJADI SAHABAT TERBAIK LAYANG-LAYANG.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-3033776036926585280?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/3033776036926585280/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=3033776036926585280" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3033776036926585280" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3033776036926585280" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/08/layang-layang.html" title="Layang-layang" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-493526070810580594</id><published>2009-08-25T16:51:00.003+07:00</published><updated>2009-08-25T16:57:19.527+07:00</updated><title type="text">Makan Siang dengan Tuhan</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Ada suatu kisah mengenai seorang pemuda kecil yang ingin bertemu dengan Tuhan. Ia tahu bahwa itu memerlukan sebuah perjalanan jauh untuk pergi ke tempat dimana Tuhan tinggal, jadi ia menyiapkan segala bawaannya yakni makanan kecil &lt;em&gt;Twinkies&lt;/em&gt; dan sebuah enam pak &lt;em&gt;rootbeer&lt;/em&gt;, dan ia memulai perjalanannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika ia pergi sejauh kira-kira tiga blok, ia bertemu dengan seorang wanita tua. Ia hanya duduk di taman memandang burung-burung merpati. Pemuda kecil itu duduk di sampingnya dan membuka tas perlengkapannya. Ia ingin untuk meminum &lt;em&gt;rootbeer&lt;/em&gt;-nya dan ia memperhatikan bahwa wanita tua itu terlihat kelaparan jadi ia menawarkan wanita tua itu &lt;em&gt;Twinkies&lt;/em&gt;-nya. Ia dengan senang hati menerimanya dan tersenyum kepadanya. Senyumnya begitu cantik hingga pemuda kecil itu ingin melihatnya lagi, jadi ia menawarkan wanita tua itu sekaleng &lt;em&gt;rootbeer&lt;/em&gt;. Sekali lagi, ia tersenyum kepadanya. Pemuda kecil itu senang sekali! Mereka duduk di situ sepanjang sore hanya makan dan tersenyum, tetapi mereka tak mengucapkan sepatah kata pun. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu gelap pun mulai menyelimuti, pemuda kecil tu menyadari betapa lelahnya ia dan ia harus bangkit untuk pergi tetapi sebelum ia melangkah lebih jauh lagi; ia berputar kembali, berlari kepada sang wanita tua tadi, dan memberikan ia sebuah pelukan. Wanita tua itu memberikan senyum terbaiknya. Ketika pemuda kecil itu membuka pintu rumahnya, tak lama kemudian ibunya terkejut melihat kegembiraan yang teraut di wajah putranya. Ia bertanya kepadanya, “Apa yang kau lakukan pada hari ini hingga membuat kamu begitu gembira?” Ia menjawab, “Saya makan siang dengan Tuhan.” Tetapi sebelum ibunya sudah merespon, ia menambahkan, “Ibu tahu? Ia memiliki senyum tercantik yang pernah saya lihat!” &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di tempat yang lain, sang wanita tua, yang juga tersuntik oleh kegembiraan, kembali ke rumahnya. Putranya terkejut oleh tampak kedamaian di wajah ibunya dan ia bertanya, “Ibu, apa yang Ibu lakukan hari ini hingga membuat Ibu begitu gembira?” Ibunya menjawab, “Saya memakan &lt;em&gt;Twinkies&lt;/em&gt; di taman dengan Tuhan.” Tetapi sebelum putranya merespon, ia menambahkan, “Kamu tahu, ia lebih muda dari yang saya perkirakan.” &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Terlalu sering kita meremehkan kekuatan dari sentuhan, sebuah senyuman, kata-kata yang manis, telinga yang mendengar, sebuah pujian yang tulus, atau perhatian yang kecil, yang semuanya memiliki potensi untuk mengubah kehidupan menjadi berbalik. Orang-orang datang ke dalam kehidupan kita untuk sebuah alasan, sebuah musim waktu, atau seluruh masa hidup kita. Rangkullah semuanya!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-493526070810580594?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/493526070810580594/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=493526070810580594" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/493526070810580594" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/493526070810580594" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/08/makan-siang-dengan-tuhan.html" title="Makan Siang dengan Tuhan" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-7150378721084904586</id><published>2009-08-11T16:20:00.002+07:00</published><updated>2009-08-11T16:41:14.959+07:00</updated><title type="text">Kue dari Tuhan</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, "Tentu saja, &lt;em&gt;I love your cake&lt;/em&gt;."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Nih, cicipi mentega ini," kata Ibunya menawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yaiks," ujar anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana dgn telur mentah ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;You're kidding me&lt;/em&gt;, Mom."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau coba tepung terigu atau baking soda ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mom, semua itu menjijikkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu Ibunya menjawab, "Ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dgn rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita. Tuhan teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi. Setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-7150378721084904586?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/7150378721084904586/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=7150378721084904586" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7150378721084904586" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7150378721084904586" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/08/kue-dari-tuhan.html" title="Kue dari Tuhan" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-1072014057869724360</id><published>2009-08-11T15:32:00.004+07:00</published><updated>2009-08-11T16:04:29.996+07:00</updated><title type="text">Harimau dan Serigala</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Di sebuah hutan, tinggal seekor serigala pincang. Hewan itu hidup bersama seekor harimau besar berbulu coklat keemasan. Luka yang diderita serigala, terjadi ketika ia berusaha menolong harimau yang dikejar pemburu. Sang serigala berusaha menyelamatkan kawannya. Namun sayang, sebuah panah yang telah terbidik mengenai kaki belakangnya. Kini, hewan bermata liar itu tak bisa lagi berburu. Ia tinggal di sebuah gua, jauh dari perkampungan penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang harimau pun tahu bagaimana balas budi. Setiap selesai berburu, di mulutnya selalu tersisa sepotong daging untuk dibawa pulang. Walau sedikit, sang serigala selalu dapat bagian. Sang harimau paham bahwa tanpa bantuan sang kawan, ia pasti sudah mati terpanah. Sebagai balasannya, sang serigala selalu berusaha menjaga keluarga sang harimau dari gangguan hewan-hewan lain. Walaupun sebenarnya ia tak bisa berjalan dan hanya duduk teronggok di pojok gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, peristiwa itu telah sampai ke telinga seorang pertapa. Ia dan beberapa muridnya ingin melihat dan mengambil pelajaran. Di pagi hari, berangkatlah mereka. Setelah seharian berjalan, sampailah mereka di mulut gua, tempat sang harimau dan serigala itu menetap. Kebetulan, sang harimau baru saja pulang dari berburu, dan sedang memberikan sepotong daging kepada serigala. "Pelajaran apa yang dapat kalian lihat dari sana?" tanya pertapa ke murid-muridnya. Seorang murid menjawab, "Guru, aku melihat kekuasaan dan kebaikan Tuhan. Tuhan pasti akan memenuhi kebutuhan setiap hamba-Nya lewat berbagai cara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pertapa tersenyum. Sang murid melanjutkan ucapannya, "Lihatlah serigala itu. Tanpa bersusah payah, dia bisa tetap hidup, dan mendapat makanan." Ia menanti jawaban dari gurunya. "Ya, kamu tidak salah. Kamu memang memperhatikan, tapi sesungguhnya kamu buta. Walaupun mata lahirmu bisa melihat, tapi mata batinmu lumpuh. Berhentilah berharap menjadi serigala, dan mulailah berlaku seperti harimau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah benar bahwa Tuhan menciptakan ikan buat umat manusia. Adalah benar pula, Tuhan menghamparkan gandum di tanah-tanah petani. Tapi apakah Tuhan ciptakan ikan-ikan itu dalam kaleng-kaleng sardin? Atau, gandum-gandum yang hadir dalam bentuk seplastik roti manis? Saya percaya, ikan-ikan itu dihadirkan kepada kita lewat peluh dan kerja keras dari nelayan. Saya juga pun percaya, bahwa gandum-gandum terhidang di meja makan kita, lewat usaha dari para petani, dan kepandaian mereka mengolah alat panggang roti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, acapkali memang dalam kehidupan kita, ada fragmen tentang serigala yang lumpuh dan harimau yang ingin membalas budi. Memang tak salah jika di sana kita akan dapat menyaksikan kebesaran dan kasih sayang Tuhan. Dari sana pula kita akan mendapatkan pelajaran tentang persahabatan dan kerjasama. Namun, ada satu hal kecil yang patut diingat bahwa: &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;berbagi, menolong, membantu sudah selayaknya menjadi prioritas dalam kehidupan kita&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Bukan karena hal itu suatu keterpaksaan, bukan pula karena didorong rasa kasihan dan ingin balas budi. Berbagi dan menolong, memang sepatutnya mengalir dalam darah kita. Di sana akan ditemukan nilai-nilai dan percikan cahaya Tuhan. Sebab di sana, akan terpantul bahwa kebesaran Tuhan hadir dalam tindak dan perilaku yang kita lakukan. Di dalam berbagi akan bersemayam keluhuran budi, keindahan hati dan keagungan kalbu. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Teman, jika kita bisa memilih, berhentilah berharap menjadi serigala lumpuh, dan mulailah meniru teladan harimau.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-1072014057869724360?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/1072014057869724360/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=1072014057869724360" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1072014057869724360" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1072014057869724360" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/08/harimau-dan-serigala.html" title="Harimau dan Serigala" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-7291115886912417194</id><published>2009-08-01T11:01:00.002+07:00</published><updated>2009-08-01T11:08:25.318+07:00</updated><title type="text">Sang Dadu</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Ketika saya pulang di sebuah senja, saya masih melihatnya duduk disana. Seorang wanita empat puluhan duduk dalam kiosnya di tepi seruas jalan di kotaku yang telah ribuan kali kulewati. &lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Puluhan tahun yang lalu ketika usia saya masih belum genap sembilan tahun, kios itu sudah ada disana. Menjajakan majalah, koran, dan sejumlah barang kelontong. Ketika itu mobil kami berhenti di depan kiosnya dan wanita itu datang menghampiri membawa apa yang biasanya kami inginkan, majalah Ananda dan Bobo buat saya serta majalah Tempo dan Intisari untuk ayah. Demikian terjadi sepekan sekali sepulang sekolah selama bertahun-tahun hingga tiba saatnya saya beranjak remaja dan berganti selera baca, saya tak lagi menemui wanita itu.&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekonyong-konyong di senja itu, tatapan mata saya ke luar angkot yang tengah membawa saya pulang ke rumah, menyapu kios itu dan wanita yang sama di dalamnya. Bedanya, kali ini ia tak lagi menjajakan koran dan majalah. Hanya rokok, minuman cola, air mineral, dan sejumlah barang lain. Apakah itu semacam kemunduran perniagaan, saya tak tahu persis. Yang tampak jelas bagi sel-sel kelabu saya adalah kenyataan bahwa ia, untuk menafkahi hidupnya, masih saja duduk di tempat yang sama, setelah lewat bertahun-tahun.&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu sore lain dalam sebuah gerbong kereta yang saya tumpangi, saya menatap puluhan gubuk dan rumah petak di sepanjang lintasan rel yang menuju stasiun Senen. Benak saya digelayuti iba dan juga pertanyaan. Sejumlah gerobak mie ayam melintas di jendela dengan cepat. Apa yangbegitu menarik dari kota ini, begitu pertanyaan saya, sehingga mereka sanggup bertahan dalam kepapaannya di tengah gemuruh Jakarta yang keras.&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah itu nasib? Adakah nasib yang membuat Ibu penjaja koran yang tinggal di Semarang dan mereka yang tinggal di kompleks kumuh Jakarta tetap bertahan di sana? Bagaimana bisa kita memahami nasib? Saya tak bisa. Tetapi keponakan saya yang berumur lima tahun punya petunjuknya.&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat itu saya sedang bermain berdua dengannya: Ular-Tangga. Setelah beberapa lama bermain dan bosan mulai merambati benak, saya meraih surat kabar dan mulai membaca-baca. Nanda, keponakan saya itu, kemudian berkata, "Ayo jalan! Gililan Om. Kalo nggak jalan juga, Om bakal nggak naik-naik, di situ telus, dan mainnya nggak selesai-selesai."&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya tersadar. Ular-Tangga, permainan semasa kita kanak-kanak, adalah contoh yang bagustentang permainan nasib manusia. Ada petak-petak yang harus dilewati. Ada Tangga yang akan membawa kita naik ke petak yang lebih tinggi. Ada Ular yang akan membuat kita turun ke petak di bawahnya.&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Kita hidup. Dan sedang bermain dengan banyak papan Ular-Tangga. Ada papan yang bernama sekolah. Ada papan yang bernama karir. Suka atau tidak dengan permainan yang sedang dijalaninya, setiap orang harus melangkah. Atau ia terus saja ada di petak itu. Suka tak suka, setiap orang harus mengocok dan melempar dadunya. Dan sebatas itulah ikhtiar manusia:melempar dadu (dan memprediksi hasilnya dengan teori peluang). Hasil akhirnya, berapa jumlahan yang keluar, adalah mutlak kuasa Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah Ular yang akan kita temui, ataukah Tangga, Allah lah yang mengatur. Dan disitulah Nasib. Kuasa kita hanyalah sebatas melempar dadu. Malangnya, ada juga manusia yang enggan melempar dadu dan menyangka bahwa itulah nasibnya. Bahwa di situlah nasibnya, di petak itu. Mereka yang malang itu, terus saja ada di sana. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Menerima keadaan sebagai Nasib, tanpa pernah melempar dadu. Mereka yang takut melempar dadu, takkan pernah beranjak ke mana-mana. Mereka yang enggan melempar dadu, takkan pernah menyelesaikan permainannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Setiap kali menemui Ular, lemparkan dadumu kembali. Optimislah bahwa di antara sekian lemparan, kau akan menemukan Tangga. Beda antara orang yg optimis dan pesimis bila keduanya sama-sama gagal, Si Pesimis menemukan kekecewaan dan Sang Optimis mendapatkan harapan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-7291115886912417194?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/7291115886912417194/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=7291115886912417194" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7291115886912417194" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7291115886912417194" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/08/sang-dadu.html" title="Sang Dadu" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-4949083348601249554</id><published>2009-08-01T10:32:00.002+07:00</published><updated>2009-08-01T10:40:54.096+07:00</updated><title type="text">Setiap Langkah Adalah Anugerah</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Seorang professor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana , ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Ralph, penjemputnya di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju tempat pengambi lan bagasi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi sang professor dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari mana Anda belajar melakukan semua hal itu ? tanya sang professor.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Melakukan apa ? tanya Ralph.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu ? desak sang professor.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oh, kata Ralph, selama perang ..... Saya kira, perang telah mengajari saya banyak hal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah. katanya ......&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya tidak pernah tahu, apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki serta mensyukuri langkah sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini. Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;Nilai manusia ...... tidak ditentukan dengan bagaimana ia mati, melainkan bagaimana ia hidup. Kekayaan manusia bukan apa yang ia peroleh, melainkan apa yang telah ia berikan. Selamat menikmati setiap langkah hidup Anda dan BERSYUKURLAH SETIAP SAAT .......Banyak orang berpikir bagaimana mengubah dunia ini. Hanya sedikit yang memikirkan bagaimana mengubah dirinya sendiri.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-4949083348601249554?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/4949083348601249554/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=4949083348601249554" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4949083348601249554" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4949083348601249554" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/08/setiap-langkah-adalah-anugerah.html" title="Setiap Langkah Adalah Anugerah" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-7182804406063941364</id><published>2009-08-01T10:08:00.003+07:00</published><updated>2009-08-01T10:21:40.574+07:00</updated><title type="text">Esensi Diri</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Alkisah di suatu desa, ada kabar yang menggembirakan. Orang-orang di desa itu gembira mendengar bahwa putra sulung sang kepala desa akhirnya akan pulang ke desanya setelah meraih gelar sebagai seorang dokter. Rencananya, ia pulang untuk mencari istri alias pendamping hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mendengar si putra sulung kepala desa akan mencari seorang calon istri, orang-orang di desa sibuk memikirkan putri siapa yang pantas disandingkan dengan putra sulung kepala desa. Ketika berkumpul di aula desa, diputuskanlah bahwa ada 3 orang gadis yang menurut mereka paling sesuai disandingkan dengan putra sulung kepala desa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang pertama adalah putri seorang juragan beras yang kaya di desa. Selain kaya, putri juragan ini sangat cantik dan molek. Perawakannya bak peragawati. Ramping, langsing dan singset. Menurut mereka, inilah pasangan yang cocok bagi putra sulung kepala desa. Yang satu cantik, dan yang lainnya ganteng.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang kedua adalah putri bendahara desa. Bendahara desa adalah seorang yang terpelajar, semua anaknya terpelajar. Putri sulung bendahara adalah seorang yang sangat pintar. Ia sangat jeli dan banyak membantu ayahnya. Nantinya ia diharapkan bisa menjadi pengganti ayahnya sebagai bendahara desa. Lagi-lagi, menurut orang-orang desa, inilah pasangan yang ideal. Sama-sama pintar, bendahara pintar dan dokter hebat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang ketiga adalah putri seorang dokter desa. Menurut orang-orang desa, pasangan ini ideal ‘wong sama-sama dokter. Apalagi yang kurang?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu, tibalah saat yang mendebarkan bagi seluruh isi desa. Putra sulung kepala desa akhirnya tiba di desa. Untuk membuktikan pilihan siapa yang paling tepat. Maka bergiliranlah putri si juragan, putri bendahara desa, dan putri dokter desa bertandang ke rumah pak kepala desa untuk berkenalan dengan putra sulung pak kepala desa. Tiga hari berturut-turut mereka berdatangan. Tetapi, tidak ada satu pun dari mereka yang dipilih oleh putra sulung kepala desa menjadi istrinya. Orang-orang di desa terheran-heran akan kenyataan ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satu bulan kemudian, putra sulung kepala desa meminang putri seorang tukang kayu. Setelah melangsungkan pernikahan, mereka langsung meninggalkan desa, menuju ke kota tempat praktek si putra sulung sebagai dokter.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah kepergian mereka, orang-orang desa yang penasaran bertanya kepada pak kepala desa. “Bapak, kenapa anak bapak malah memilih anak seorang tukang kayu menjadi istrinya?”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan tersenyum pak kepala desa menjawab, ”Ia sudah memilih yang terbaik. Ia memilih apa yang ada di dalam, bukan apa yang tampak di luar.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Maksud bapak ?” Tanya orang-orang desa yang penasaran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu pak kepala desa menjelaskan dengan bijaksana, “Benar, bukan putri juragan yang cantik, molek, dan langsing yang dipilih anakku. Karena, ia tidak melihat fisik seseorang. Wajah yang cantik, tubuh yang langsing tidak akan bertahan lama. Ia akan pudar seiring waktu. Bukan juga, putri bendahara desa yang pintar. Karena, kepintaran tidak menjamin apapun. Ia juga tidak memilih putri dokter desa. Karena, profesi hanyalah bagian dari pekerjaan seseorang. Bukan menentukan bagaimana sebenarnya orang itu.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Kalau akhirnya anakku memilih putri si tukang kayu, itu lebih karena &lt;em&gt;esensi diri&lt;/em&gt; yang baik. Putri si tukang kayu setiap sore selalu menyempatkan diri memberi minum pada beberapa kelinci yang tidak ia pelihara. Meskipun ia telah lelah membantu ayahnya bekerja. Esensi dirinya yang sederhana, tulus, dan rela melakukan pekerjaan yang sekecil apapun membuat anakku memilihnya sebagai pendamping hidupnya. Itu adalah hal yang terpenting bagi anakku.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Tuhan tidak memerlukan seorang &lt;em&gt;worship leader&lt;/em&gt; yang cantik luar biasa atau langsing luar biasa di dalam pelayanan-Nya. Tuhan juga tidak memerlukan seorang yang luar biasa pintar mengatur di dalam pelayanan-Nya. Bahkan, Tuhan juga tidak memerlukan seseorang yang punya jabatan luar biasa tinggi di perusahaannya untuk pelayanan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Ia hanya melihat esensi diri kita. Hati kita yang tulus, rela dalam melakukan pelayanan-Nya. Itu saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel: &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;“Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan apa yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” ( 1 Samuel 16:7)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-7182804406063941364?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/7182804406063941364/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=7182804406063941364" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7182804406063941364" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7182804406063941364" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/08/esensi-diri.html" title="Esensi Diri" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-6558136742670353127</id><published>2009-07-27T14:39:00.003+07:00</published><updated>2009-07-27T14:44:50.736+07:00</updated><title type="text">Haus</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Di tengah suatu padang gurun, seorang pengembara sedang bergumul untuk bertahan hidup karena kehabisan air minum. Namun, akhirnya ia menemukan sumber mata air minum satu-satunya di daerah tersebut. Dan dia menemukan sepucuk surat tersimpan di dalam kaleng yang terikat pada pompa tua yang terpasang di sumber mata air tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Isi suratnya sebagai berikut, "Pompa ini berfungsi sebagaimana mestinya karena saya telah mengganti perangkat penghisap didalamnya yang seharusnya bisa bertahan cukup lama. Namun bagian penghisap ini pasti akan kering setelah beberapa saat dan perlu 'dipancing' kembali dengan air. Nah, di bawah batu yang berwarna putih, jauh dari sinar matahari saya telah mengubur sebotol air bersih. Didalam botol itu tersedia cukup air untuk dapat dipakai 'memancing' air dari sumur."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Namun, airnya akan kurang apabila air tersebut Anda minum terlebih dahhulu. Percayalah, sumur ini tidak pernah kering. Setelah Anda berhasil mengeluarkan air dari sumur, jangan lupa untuk mengisi penuh botol ini kembali dan kuburkan botol ini ke tempat semula untuk orang lain yang membutuhkannya. Tertanda, temanmu di saat haus. N.B.: Ingat, jangan minum isi botolnya, pakailah untuk memancing pompanya, maka Anda akan mendapatkan air jauh lebih banyak dari yang Anda butuhkan."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dapatkah Anda bayangkan pergumulan di dalam batin orang ini, antara segera menyelamatkan diri dengan meminum isi botol tersebut atau mempergunakannya unuk mendapatkan air yang lebih banyak dari sumur, seperti yang dijanjikan surat itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun sesungguhnya kepercayaannya kepada surat tersebut untuk kemudian melakukan persis seperti yang dianjurkan surat tersebutlah yang akan membuat dia tetap dapat bertahan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;Bukankah dalam kehidupan rohani kita sering menghadapi pergumulan yang sama? Kita cenderung melakukan apa yang kita anggap sebagai sesuatu yang lebih pasti (tapi bersifat sementara) karena kasat mata dan ada di depan kita, dibandingkan dengan kepercayaan kepada firman Tuhan, yang sering kita anggap mengandung "resiko" untuk ditaati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Alkitab bukan sekedar "Surat" yang berisi janji-janji yang tidak teruji. Alkitab adalah kebenaran yang dapat memenuhi lebih dari semua yang Anda butuhkan. Namun, dibutuhkan iman untuk melakukan apa yang diperintahkanNya. Dan iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Apabila Anda mempergunakan apa yang ada di dalam tangan Anda dalam memiliki iman kepada Nya dengan melakukan seperti apa yang difirmankanNya, maka Anda menemukan lebih dari semua yang Anda butuhkan didalam segala aspek kehidupan Anda. Firman Tuhan berkata bahwa iman bekerja sama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman kita menjadi sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-6558136742670353127?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/6558136742670353127/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=6558136742670353127" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6558136742670353127" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6558136742670353127" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2009/07/haus.html" title="Haus" /><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>gia.jemursari.sby@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="11166612112086666466" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry></feed>
