<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-959696210601893261</id><updated>2012-02-08T18:19:54.412-08:00</updated><category term='Info'/><category term='Story'/><category term='Tutorial'/><category term='Gembira'/><title type='text'>GORILA: Gerombolan Remaja IPA Lima</title><subtitle type='html'>Gorila Baleendah 2011-2012</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Saeful Kurnia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18060375594079149122</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='11' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BcFNvHOmgDw/TlsDF6yVxEI/AAAAAAAAAAY/k91jdda6XOI/s220/70371_100000570438913_4010936_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-959696210601893261.post-3693658745635804195</id><published>2012-02-08T08:03:00.000-08:00</published><updated>2012-02-08T18:19:54.623-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Semua Orang Mempunyai Kemampuan Membaca Pikiran?</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://www.kaskus.us/"&gt;http://www.kaskus.us/&lt;/a&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-CGeTIZRFfuE/TzKb1uPMZoI/AAAAAAAAABk/oR-HMDzTpZs/s1600/image.php.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="236" src="http://4.bp.blogspot.com/-CGeTIZRFfuE/TzKb1uPMZoI/AAAAAAAAABk/oR-HMDzTpZs/s320/image.php.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Banyak anggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, paranormal atau bahkan dukun. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang lalu membuat kita dapat menentukan keputusan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melakukan pembacaan ini dengan buruk, dampaknya bisa serius: konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh yang nyata kesulitan mengenali pikiran dan perasaan orang lain—mindblindness, dapat dilihat pada penyandang autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan membaca pikiran ini, yang oleh William Ickes—profesor psikologi di University of Texas, disebut sebagai emphatic accuracy.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;Darimana asalnya?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan (terbatas) kita untuk membaca pikiran menurut Ross Buck–profesor Communication Sciences di University of Connecticut, memiliki sejarah yang amat panjang. Dikatakannya bahwa, melalui jutaan tahun evolusi, sistem komunikasi manusia berkembang menjadi lebih rumit saat kehidupan juga menjadi lebih kompleks. Membaca pikiran lantas menjadi alat untuk menciptakan dan menjaga keteraturan sosial; seperti membantu mengetahui kapan harus menyetujui sebuah komitmen dengan pasangan atau melerai perselisihan dengan tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan ini sendiri muncul sejak manusia dilahirkan. Bayi yang baru lahir lebih menyukai wajah seseorang dibandingkan stimulus lainnya, dan bayi berusia beberapa minggu sudah mampu menirukan ekspresi wajah. Dalam 2 bulan, bayi sudah dapat memahami dan berespon terhadap keadaan emosional dari pengasuhnya. Nancy Eisenberg, profesor psikologi di Arizona State University dan ahli dalam perkembangan emosional, menuturkan bahwa bayi berusia 1 tahun mampu mengamati ekspresi orang dewasa dan menggunakannya untuk menentukan tingkah laku berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutnya, bayi usia 2 tahun mampu menyimpulkan keinginan orang lain dari tatapan matanya, dan di usia 3 tahun, bayi dapat mengenali ekspresi wajah gembira, sedih atau marah. Saat menginjak usia 5 tahun, bayi sudah memiliki kemampuan dasar untuk membaca pikiran orang lain; mereka telah memiliki “teori pikiran.” Bayi tersebut mampu memahami bahwa orang lain memiliki pemikiran, perasaan dan kepercayaan yang berbeda dengan yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak tadi mengembangkan kemampuan membaca pikiran dengan mengamati pembicaraan orang dewasa, dimana mereka membedakan kompleksitas aturan dan interaksi sosial. Selain itu, kegiatan bermain dengan teman sebaya juga dapat melatih anak untuk membaca pikiran anak lainnya. Namun, tak semua anak bisa mengembangkan kemampuan ini. Anak-anak yang mengalami penelantaran dan kekerasan cenderung mengalami hambatan dalam mengembangkan kemampuan membaca pikiran ini. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, mungkin akan jauh lebih peka terhadap ekspresi marah, walaupun sesungguhnya emosi marah tidak muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut lagi, kemampuan membaca pikiran yang lebih maju biasa muncul pada masa remaja akhir. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk menyimpan perspektif dari beberapa orang di saat yang sama—dan lalu mengintegrasikannya dengan pengetahuan kita dan orang yang bersangkutan itu—seringkali membutuhkan kemampuan otak yang sudah jauh berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;Bagaimana Membaca Pikiran?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca bahasa tubuh adalah komponen inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita bisa mengetahui emosi dasar seseorang. Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, mereka dapat mengenali emosi sedih, marah, gembira, takut dll, bahkan ketika pengamatan hanya dilakukan dengan pencahayaan yang minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspresi wajah juga merupakan penanda bagi kita untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak mampu untuk mendeteksi ekpresi ini. Salah satu sumber yang kaya akan penanda ini adalah mata seseorang; otot-otot di sekitar mata. Mata seseorang adalah sumber penanda yang paling kaya jika dibandingkan bagian lain yang ada di wajah. Contohnya: mata yang turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takut, terlihat tidak fokus kala sedang berkhayal, menatap tajam penuh kecemburuan, atau menatap sekitarnya ketika tidak sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat semakin tahu pikiran orang lain dari komponen-komponen dalam percakapan—kata-kata, gerak tubuh, dan nada suara. Namun diantara ketiganya, Ickes menemukan bahwa isi pembicaraan menjadi komponen terpenting dalam membaca pikiran dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;Menjadi Pembaca Pikiran Ulung&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana kita bisa menjadi seorang pembaca pikiran yang lebih baik? Tim dari Psychology Today telah merumuskan beberapa hal yang bisa membantu kita membaca pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Kenalilah orang lain.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“Kemampuan membaca pikiran akan meningkat, semakin kita mengenal lawan bicara kita,” kata William Ickes. Jika kita berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, kita akan lebih mudah untuk mengenali apa yang ia pikirkan dan rasakan. Hal tersebut dapat terjadi karena: kita mampu mengartikan kata-kata dan tidakan orang lain dengan lebih tepat, setelah mengamatinya dalam berbagai situasi; kedua, kita mengetahui apa yang terjadi dalam hidup mereka, dan mampu menggunakan pengetahuan itu untuk memahami mereka dalam konteks yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;b&gt; Minta umpan balik.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan cara menanyakan kebenaran dari tebakan kita. Misalnya, “Saya mendengar, sepertinya Engkau sedang marah. Benar tidak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Perhatikan bagian atas dari wajah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Emosi yang palsu, biasanya diungkapkan pada bagian bawah wajah seseorang. Sedangkan, menurut Calin Prodan—profesor neurologi di University of Oklahoma Health Sciences Center, emosi utama bisa dilihat dari sebagian ke atas wajah, biasanya di sekitar mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Lebih ekspresif.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. Ross Buck, “semakin kita ekspresif, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Santai.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lavinia Plonka, pengarang Walking Your Talk, seseorang cenderung “menyamakan diri” dengan lawan bicaranya melalui postur tubuh dan pola napas. Jika anda merasa tegang, teman bicara anda bisa saja, secara tak sadar, menjadi tegang pula lalu terhambat, dan akhirnya menjadi sulit untuk dibaca. Ambillah napas panjang, senyumlah, dan coba untuk menampilkan keterbukaan dan penerimaan kepada siapapun yang bersama anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;Tinjauan Kritis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kita ingat, bahwa ekspresi emosi bisa berbeda di berbagai budaya. Ekspresi sedih di satu budaya, bisa jadi diinterpretasikan sebagai emosi lain di budaya lain. Jadi jika ingin membaca seseorang, kita perlu memperhatikan pula unsur budaya yang berlaku di tempat tinggal orang itu, jangan sampai salah menebak, atau bahkan memicu terjadinya kesalahpahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga tak bisa mengesampingkan fenomena membaca pikiran ini sebagai sebuah fenomena yang biasa diasosisasikan dengan kemampuan supranatural, sebab percaya tidak percaya, memang ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran yang sulit dijelaskan ilmu pengetahuan. Setidaknya penulis telah menemukan beberapa orang dengan kemampuan membaca pikiran, yang bahkan mampu melihat masa depan dan berbagai macam hal yang sulit diterima nalar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/959696210601893261-3693658745635804195?l=sman1be-xiipa5.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/feeds/3693658745635804195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/02/semua-orang-mempunyai-kemampuan-membaca.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/3693658745635804195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/3693658745635804195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/02/semua-orang-mempunyai-kemampuan-membaca.html' title='Semua Orang Mempunyai Kemampuan Membaca Pikiran?'/><author><name>.::| #155 GASSPOOL|burhan hamdani|251095|::.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05852460681168911397</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-ypLHQvvYSMM/TzKXXtPMRUI/AAAAAAAAAA0/B9s4eu-ksfA/s220/IMG00430-20111226-1136.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-CGeTIZRFfuE/TzKb1uPMZoI/AAAAAAAAABk/oR-HMDzTpZs/s72-c/image.php.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-959696210601893261.post-913677234566726243</id><published>2012-02-03T04:56:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T19:45:37.269-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Novel</title><content type='html'>&lt;div class="MsoHeading7" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 26pt;"&gt;Hiji&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 150%;"&gt;Imah anu ngariung lima disaburuankeun di wewengkon Margaluyu ngadadak rame ku musik dangdutan. Sakabeh panon lir dihipnotis museur kana layar kaca. Lobaan oge panon teh. Geura we tataan, nya? Di barisan panghareupna aya panon Peter, Arestia, Zakia jeung Istiqomah. Sisi kenca-katuhueunana aya panon Habibah, Reza, Aulia, Bayu, Amin, Nunik…&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ambuiiing, etah panon Adzimattinur budak lembut umur dua taun anu kuduna wanci ngeleyep lir lampu lima watt oge… pipilueun, euy!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 150%;"&gt;Jleeeng! &lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4 style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 150%;"&gt;Geus ngabaku tamah Butet ngajleng tilu umpakan disakaliguskeun ti loteng. Siiiuuuut… hhhkkk, cenah, manehna ngerem disakalikeun deui bae. Sajongjongan mah budak awewe umur tiluwelasan teh molotot mata simeuteun, heran mireng kalakuan barudak. Enya dulur-dulur sabrayna, sanini-saaki ti pihak indungna. &lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4 style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 150%;"&gt;Indung jeung bapana geus taya dikieuna alatan kacilakaan kapal terbang dua taun katukang. Mimitina mah Butet dirawatan ku kulawedet bapana. Ngan beak dikakaya ku emang-bibi jeung dulur-dulur sabrayna di Jakarta. Sataun kaliwat kulawedet indungna hasil meunangkeun hak perwalian Butet, numutkeun kaputusan Pangadilan. Moal bisa diganggu gugat deui, ongkoh budakna oge leuwih bagja cicing di tengah kulawedet indungna.&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4 style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 150%;"&gt;Aya sawatara sekon mah panon Butet kabawakeun museur kana televisi 30 inch. Ngan barang pirajeunan ngareret ka palebah lawang panto, bet aya anu ngurumuy, dikukuncung hideung lir… naon nya?!&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Whooooaaaa!” Butet ngaweuleuhweuh, kituna teh bari adugabret tea. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;Gorowokna kontan dibarengan ku gorowok barudak, antukna pating jarerit pating koceak alahmanan di pajagalan weh. Puguh imah utama paragi Nini Dijah&amp;nbsp; niis anu sasarina adem-ayem, tiis tingtrim teh ngadadak ibur. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;Atuh anu nyicingan imah kenca-katuhueunana oge rajol, teu sirikna tibabaranting muru rohang kulawedet Nini Dijah. Tingali we geura, Tanteu Irin, Tanteu Riani, Tanteu Siti kalih caroge sewang-sewang; Um Didih, Um Bimo jeung Um Danang. Aeh enya, Tanteu Riani jeung Tante Siti mah kocapkeun keur garendut deui. Sarua umur utun injina teh deuih tujuh bulan. Mani kompak, nya?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Astaghfirullaaah…” Euis ngagerencem bari gogodeg.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cikeneh Euis oge sukses luncat disakalikeun tina tetecean pangluhurna. Bubuhan taekwondoin ti lelembut, rengkak paripolahna mungguh sing sarwa rancingeus. Nasibna sarua jeung Butet, kiwari dirorok ku kulawedet indungna di Cimahi. Saminggu ti kajadian indung-bapa Butet katiwasan, Euis oge kamusibatan. Mobil indung-bapana ragrag ka jurang di Puncak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Samemeh ngahiji di imah anu jadi nini, Euis jeung Butet hirupna lir kalakay. Taya sumanget, sararedih, mungguh matak pikarunyaeun anu ningal. Ngan barang geus ngahiji sataun kaliwat, pasipatan maranehna dadak sakala robah total. Balik deui sabihari, sumanget, pinter, resep heureuy malah ngaharib-harib atraktif. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ongkoh remen kawenehan nembongkeun kamampuhna, nyaeta kakuatan supranatural, telekinetik. Ngan tara dikaluarkeun sambarangan, kitu we lamun nincak kaayaan darurat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Aduuuh, aku pikir dia itu… dia itu… poconglah!” beungeut Butet tangka pias lir… pocong! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sakapeung nyaritana direumbeuy keneh ku lentong Batak. Bubuhan bapana Daniel Rajagukguk, asli terah Batak. Manehna tutunjuk keneh ka palebah Haekal.&amp;nbsp; Karek balik ti masjid, pirajeunan sarungna dibagudedkeun kana sirahna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent"&gt;Barudak eureun ributna sanggeus lalumpatan kana tangkeupan indungna masing-masing. Peter, panggedena ti tiluwelas incu nyampeurkeun Haekal anu geus ngudaran sarung hideungna. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent"&gt;Peter lanceukna Haekal, Zakia, Istiqomah, Habibah jeung Aulia. Maranehna anakna pasangan Um Didih-Tanteu Irin. Amin jeung Nunik anakna pasangan Um Bimo-Tanteu Siti. Sedengkeun Reza, Arestia jeung Bayu anakna pasangan Tanteu Riani-Um Danang. Ari Euis anakna Andini, dulur kembar Andina indungna Butet. Anakna Nini Dijah-Aki Aba (tos maot) anu kadua.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Nyingsieunan bae!” ceuk mahasiswa Kedokteran Unpad, nonjok laun beuteung adina. Haekal, mahasiswa Teknik Informatika-ITB malik kukulutus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;“Sakieu kasepna geura… kalah disangka pocong? Wheeeiii!” Manehna pamer beungeut. Cengar-cengir tampa dosa, kereeen!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Mana kutahu kalau itu kau!” Butet ngumpulkeun pangacianana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Salah sorangan! Sidikanan wancina dialajar, kalah lalajo…”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ngeboooor… Inuuul!” barudak gasik megat kalimah Haekal. Bari pating irihil ayeuna mah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Puguh Tanteu kalih Um garogodeg. Sajongjongan mah para sesepuh mere piwejang, kuliah sacara estafet tea. Barudak bati arunggut-unggutan, heueuh-heueuh buek, duka didenge henteuna mah. Karek rengse kuliah estafetna basa aya sora bel. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;Nini Dijah&amp;nbsp; nembe uih ti pangaosan. Mangkaning pangaosan Ibu Guru, tangtu aya berekatna teh. Bener we, barang panto dibuka ku Um Didih, lol Nini Dijah ngajingjing kantong keresek eusi berekat… Ana gerewek teh!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Nini…!” ceuk sawareh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Berekaaaattt…!” ceuk sawarehna deui. Barudak pating beretek moro Nini Dijah. Meh weh anu jadi Nini Dijah ngagubrag nyungsep. Hadena Butet kompak jeung Euis gasik nyangga tonggong ninina.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Masya Allah! Na aya barudak…” Nini Dijah&amp;nbsp; teu kebat gegelendeng. Buru-buru masrahkeun berekatna ka Peter anu pangmerodna ngengenyang keresek tina panangan ingkang nini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Henteu gede henteu leutik sarua bae. Resep jeung panasaran ari geus marebutkeun nini-nini… ups, berekatna! Rek beunang rek henteu da apal kadaharanana oge teu sabaraha. Pentingna mah eta palebah silih sered silih dorong, kituna teh bari pating cikikik. Heee-booooh, Meeen!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Asoooy…” ceuk Peter bari ngaronyok berekat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Gebooy, euy…!” adi-adina nyambung. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Haekal gogodeg, manehna mah ngakuna geus jadi ikhwan. Getol ka masjid, aktif di pangajian boh di kampus boh di kampung, leubeut bacaan Al Quranna, fasih hadis Rasulullah. Karesep make baju koko, calana bodas, peci bodas, sakapeung nyalindangkeun burdah atawa sajadah. Disarebutna oge Al Ustadz Komputer, pedah eta cenah kacanduan ngadedeluk nyieun program komputer. Tapi kituna teh bari jeung tara poho nyiar elmu pangaweruh Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Koloyong Haekal ka hareupeun televisi, jetrek dipareuman. Sedengkeun para Tanteu kalih caroge sanggeus amitan ka Nini Dijah mah, nyalingkir baralik deui ka imahna masing-masing. Sareretan Euis mireng Tanteu Siti jeung Tanteu Riani gegerendengan teu jelas, kituna teh bari ngusapan beuteung. Amit-amit jabang bebi sugan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sakedapan mah Euis jeung Butet bati ceuleumeut, heg silih teuteup. Kajadian siga kieu, marebutkeun berekat nini-nini geus biasa deui di kulawedet Margaluyu 75. Ngan angger we matak kaget maranehna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Miluan?” ceuk Euis bari ngiceupan Butet.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Oce Booos!” tembal Butet. Antukna budak ABG, ceuk basa gaulna mah, miluan ngaronyok berekat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Basa baralik deui ka kamarna di loteng. Butet jeung Euis nyigeung fenomena Inul Daratista. Mimitina mah maranehna teu apal ka biduan dangdut Pasuruan, Ratu Ngebor. Ngan babaturanana di sakola asa mingkin rame bae nyaritakeun Inul Surinul, eh, Daratista. Jadi weh kabawakeun panasaran!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Vokalna mah payah-payah-payaaaah pisan, nya!” Euis kukulutus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Barina ge lain vokalna anu dijual, tapi ngeborna, goyang dombreeet!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Heeh, gara-gara digencarkeun pisan beritana ku media televisi…”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Yap, bajinguklah itu!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Euis mesem ngadenge lentong Butet anu dipikanyaah. Manehna ngarandeg hareupeun kamarna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Eh, Tet… Tadi teh naha enya kabehanana keur lalajo si Inul?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;“Iyalah begitu. Aa Peter pun kulihat tadi ikutan melototin ngebornya!” Butet gagaro buukna anu dijilbab kaos. Gancang dileupaskeun jilbab kaosna, breh weh buukna anu trondol. Persisss budak lalaki!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Euis mureleng kana trondolna, curiga. “Naon… kutuan, katombean?” Meh sataun babarengan, Euis asa tacan mireng buuk Butet manjangan. Hayoh weh pondok, sakitu-kitu keneh. Sugan dicukuran sorangan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent"&gt;“Enak saja kau!” Butet nyureng. “Ngebor… do you remember, ngebooor?! Ini urusan si Inul lah, Euis. Bukan rambutku, bah!”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Euis nyengir. Dasar anak Batak. Sanajan sabeulah oge, angger we make bah, bah jeung lah. “Kan ngebornya identik sama kutuan, ketombean, hihihi…” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Euis loncat asup ka kamarna. Kahayangna mah gancang ditutup. Eeeh, edas we! Butet gasik ngaganjel pantona ku sabeulah sukuna. “Bah! Tacan beres ngabahasna, yeuh, Iiis!” cenah ngahembos lir anu kaladaan cabe hejo bae. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Panonna nyureng ngaburilak lir panon heulang. Euis garo-garo teu ateul, ngarorod kaos jilbabna, lung diapungkeun kana luhureun dipan. Bayatak ku buku. “Ngebut nyieun laporan penelitian cai tea, Butet. Help, don’t disturb please&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;…”&lt;/i&gt; cenah kadenge serieus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Deueu, abong-abong finalis murid teladan sa-Cimahi!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Ulah sinis kitu atuh, Neng! Suer serieus, yeuh! Lamun kapilih apan meunang bea-siswa. Lumayan&amp;nbsp; keur ngurang-ngurang beaya Nini…”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Panon Butet ngaburilak deui. “Egoooiiis!” cenah lir gemeseun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Aduuuh… asuplah, asuuuup!” Euis ngelehan, Sup Butet ngabebeskeun awakna anu bongsor ka jero kamar Euis. Bener bayataaak!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Demi kebaikan umat nih, yeaaah?” cenah sumanget ku ghirah Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Rek ngabahas naonana sih?” Euis henteu sabar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Soal si Inul Surinul itulah tadi. Cem mana kau ini, hah…?!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Hahaha…” Euis nyeuleukeuteuk. Bener-bener asli mbataaak! Butet teu malire anu kagugu ku lentong manehna. Der manehna nuluykeun kahariwang hatena.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;“Ini nggak bisa dibiarkan lagi, Is! Ngebor Inul makin marak saja di media. Betul-betul sudah jadi wabah… Apa mereka nggak kasihan sama generasi kita? Mending kalo anaknya menyikapi dengan baik dan benar. Kalo menyikapinya negatif… gimana hayoo?!” Mani nyoroscos lir hujan ninggangan kenteng bae.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Euis bengong. Saha anu nyangka, budak anu asalna apatis, a-sosial, robah total? Kebek ku empati, perhatian kana situasi-kondisi lingkunganana.&amp;nbsp; Ti iraha nya kituna teh? Sigana mah ti saprak cicing di kulawedet Nini Dijah. Diciprukan kadeudeuh, dibaluran kanyaah sarerea. Tug nepikeun ka beunang hidayah-Na ti Gusti Allah Anu ngeundeurkeun sakabeh hate manusa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Sok atuh, kumaha saran kandidat siswa teladan sa-Jabar teh?” cenah sanggeus medar sagala kahariwang hatena. Goyang ngebor teh matak ngarugrugkeun moral barudak, cenah keukeuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Euh, saran naon atuh nya?” Euis kalah malik nanya, kituna teh bari kerung-kerung we. Butet ngadagoan kalawan sabar. Apan sasarina oge Euis pang gresna mun geus mere nasehat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent"&gt;Barang direret ka gigireunana, eeh, budak teh! Panon Euis kalah mencrong leleb kana layar komputerna. Penelitian cai geus saminggu dipigawean bareng kelompokna. Make kudu turun ka lapangan sagala. Walungan leutik Cimahi anu kiwari mah geus butek, kotor, jarorok loba runtahna. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent"&gt;Aya pabrik tahu-tempe, geus loba spesis anu arilang tanpa karana duka kabawa nahaon mah. Terus, kumaha atuh nyieun laporanana? Sangkan genah dibaca pas dipresentasikeunana isukan, hayoooh kumaha tah?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Iiis… Alooo, darliiiing?!” Butet leungiteun kasabaranana.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Hmmm…” Euis asal nginyem. Butet neges-neges dulur sabrayna.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;Whoooi! Panon Euis manteng-manteng we kana layar komputer. Butet ngabarkeun talapak leungeunna hareupeun beungeut Euis. Nehiiii! &lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Nyambung&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/959696210601893261-913677234566726243?l=sman1be-xiipa5.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/feeds/913677234566726243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/02/novel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/913677234566726243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/913677234566726243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/02/novel.html' title='Novel'/><author><name>Saeful Kurnia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18060375594079149122</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='11' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BcFNvHOmgDw/TlsDF6yVxEI/AAAAAAAAAAY/k91jdda6XOI/s220/70371_100000570438913_4010936_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-959696210601893261.post-7902918606748637567</id><published>2012-01-27T06:51:00.000-08:00</published><updated>2012-01-27T06:51:34.898-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gembira'/><title type='text'>Orang Kaya Yang Ngiklan Di Koran</title><content type='html'>Begini nih kalo orang kaya yang ngiklan di Koran..&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/308318_10150435189834937_666399936_10870698_5650014_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/308318_10150435189834937_666399936_10870698_5650014_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/959696210601893261-7902918606748637567?l=sman1be-xiipa5.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/feeds/7902918606748637567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/01/orang-kaya-yang-ngiklan-di-koran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/7902918606748637567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/7902918606748637567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/01/orang-kaya-yang-ngiklan-di-koran.html' title='Orang Kaya Yang Ngiklan Di Koran'/><author><name>Saeful Kurnia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18060375594079149122</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='11' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BcFNvHOmgDw/TlsDF6yVxEI/AAAAAAAAAAY/k91jdda6XOI/s220/70371_100000570438913_4010936_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-959696210601893261.post-3464602081738917100</id><published>2012-01-27T06:13:00.000-08:00</published><updated>2012-01-27T08:16:28.910-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Lakon: Pada Suatu Ketika</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="300" src="http://www.youtube.com/embed/xNjhYzu41o0" width="545"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mengesankan! Cukup untuk mencuci mata kita bahwa di ada Pelopor di Indonesia yang juga dapat bersaing di kancah Internasional. Meski hanya untuk sebuah memperkenalkan saja, dan sebenarnya bukan untuk mengeksposnya menjadi sebuah film. Lakon, hanya hanya berminat untuk memberikan pembelajaran kepada seluruh pengembang di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Animasi yang berjudul Pada Suatu Ketika ini,&amp;nbsp; mirip transformasi dari robot yang kita kenal. Ya. Transformer! Meski terlihat sederhana dan masih kalah dengan keglamoran Transfomer, tapi video tersebut sudah cukup untuk mencuci mata para Designer 3D Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita lebih lanjut klik &lt;a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;amp;rct=j&amp;amp;q=bajaj+berubah+jadi+robot&amp;amp;source=web&amp;amp;cd=2&amp;amp;ved=0CDIQFjAB&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.beritasatu.com%2Fhiburan%2F22717-bajaj-berubah-jadi-robot.html&amp;amp;ei=ubAiT5PLLI3wrQeAvPG9CA&amp;amp;usg=AFQjCNGQncUg761jAk1dxT5t1UWG9mL8xw&amp;amp;cad=rja"&gt;Di Sini!&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/959696210601893261-3464602081738917100?l=sman1be-xiipa5.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/feeds/3464602081738917100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/01/lakon-pada-suatu-ketika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/3464602081738917100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/3464602081738917100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/01/lakon-pada-suatu-ketika.html' title='Lakon: Pada Suatu Ketika'/><author><name>Saeful Kurnia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18060375594079149122</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='11' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BcFNvHOmgDw/TlsDF6yVxEI/AAAAAAAAAAY/k91jdda6XOI/s220/70371_100000570438913_4010936_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/xNjhYzu41o0/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-959696210601893261.post-6573444286900911101</id><published>2012-01-25T19:58:00.000-08:00</published><updated>2012-01-26T19:39:47.730-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Story'/><title type='text'>Di Mana Tempat Terbaik Kita?</title><content type='html'>&lt;div&gt;Ditulis oleh: Anne Ahira&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;GORILA, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Dimanapun kita berada, maka disitulah&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;tempat terbaik kita..!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita merasa terkungkung&lt;br /&gt;dengan lingkungan dimana kita berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang orang berpikir dan merasa &lt;br /&gt;bahwa tidak mungkin bagi mereka untuk &lt;br /&gt;bisa meraih sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya mereka yang hidup di daerah &lt;br /&gt;terpencil, merasa susah, dan jauh untuk &lt;br /&gt;mendapat sentuhan teknologi, atau &lt;br /&gt;menerima informasi terbaru dengan cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga berpikir, begitu susahnya&lt;br /&gt;berjuang dan mengembangkan usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, mereka yang hidup di kota&lt;br /&gt;besar berpikir betapa sesaknya dunia.&lt;br /&gt;Begitu ketatnya tingkat persaingan&lt;br /&gt;hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana pun berada, saling sikut, saling&lt;br /&gt;senggol, saling tendang. Hingga akhirnya &lt;br /&gt;memutuskan, memang susah untuk menjadi &lt;br /&gt;yang terdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berjuang segala sesuatunya memang&lt;br /&gt;seringkali tidak sesuai keinginan kita. &lt;br /&gt;Bisa jadi kita merasa lingkungan tidak &lt;br /&gt;lagi ramah, dan kondisinya tidak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sesungguhnya, dimanapun kita&lt;br /&gt;berada, pahami bahwa ITULAH tempat&lt;br /&gt;terbaik kita. Tempat dimana kita hidup,&lt;br /&gt;tempat di mana kita memperjuangkan apapun &lt;br /&gt;yang kita inginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, mari kita renungkan sejenak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jika kita selalu saja berpikir bahwa&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; tempat lain adalah lebih baik, maka&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sampai kapan kita akan mulai berjuang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika kita selalu saja menunggu&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; datangnya kesempatan emas di tempat&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; lain, berapa banyak waktu yang&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; terbuang, hanya sekadar untuk&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; menunggunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika kita selalu saja menunda apapun&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; yang bisa kita lakukan di tempat kita&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; berada sekarang, maka berapa banyak&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; kesempatan yang terbuang percuma?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi hal yang perlu&lt;br /&gt;kita renungkan..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, jika saja kita mau berpikir &lt;br /&gt;&lt;div&gt;bahwa &lt;i&gt;inilah tempat terbaik kita&lt;/i&gt;, maka &lt;/div&gt;kita akan memiliki kesadaran dan kemampuan&lt;br /&gt;untuk membuat segala sesuatunya menjadi&lt;br /&gt;&lt;div&gt;lebih baik, lebih bernilai, dan penuh arti!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;GORILAku tersayang... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua memiliki kesempatan emas untuk &lt;br /&gt;menjadi besar &amp;amp; benar dimana saja... asal, &lt;b&gt;&lt;br /&gt;kita mau memperjuangkannya!&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/959696210601893261-6573444286900911101?l=sman1be-xiipa5.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/feeds/6573444286900911101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/01/di-mana-tempat-terbaik-kita-ditulis.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/6573444286900911101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/6573444286900911101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/01/di-mana-tempat-terbaik-kita-ditulis.html' title='Di Mana Tempat Terbaik Kita?'/><author><name>Aty Fujiaty Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11492377923621641418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-Sd7JJIp9WaI/TyDE_D8SdLI/AAAAAAAAAAQ/12H0oMF8kPU/s220/IMG00566-20120108-0649.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-959696210601893261.post-4351040249971172253</id><published>2012-01-25T08:34:00.000-08:00</published><updated>2012-01-25T08:40:29.609-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Blog Indah, Isinya pun Indah!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada hal yang sangat unik dalam hati semua orang. Salah satunya tanggapan mengenai selera blog. Sebenarnya bukan hal khusus lagi, problema seperti ini sudah banyak terjadi di kalangan masyarakt luas. Di Indonesia, dan seluruh belahan dunia. Contoh di Indonesia, banyak sekali para blogger Indonesia yang memadukan berbagai macam widget (Aplikasi tambahan untuk blog), dari A sampai Z. Semuanya terpasang. Bahkan aksesoris seperti jam. Di pasang di belahan sisi sidebar (Menu disamping post). Dan jikalau hal tersebut tidak dilakukan, nampaknya bukan hal yang lazim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernyataan tersebut memang patut untuk dikoreksi. Tujuan dari sebuah Blog untuk menginformasikan sesuatu dari A sampai Z. Bukannya memasang aksesoris dari A sampai Z. Sekalipun kita tidak merasa dirugikan, namun sebagai sarana perkembangan dan kemajuan suatu wilayah atau negara. Hal tersebut perlu diperhatikan. Apalagi Indonesia, negara yang sangat kurang para pakar ahli teknologi. Banyak sumber daya yang tidak diraup sendiri. Malah dijual pada orang lain. keuntungannya hanya 1% saja bahkan tidak ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa sebuah blog begitu penting? Padahal itu hanya suatu media? Masih banyak lagi situs-situs lain yang lebih berwawasan dan dapat diandalkan daripada blog pribadi yang penuh dengan ketidak jelasan. Kenapa? Karena awal suatu pengetahuan datang dari pribadi. Jika saja pribadi itu tidak mengungkapkannya maka tidak akan diketahui dan tidak akan mendapat pengetahuan. Meski sebenarnya privasi, tapi alangkah baiknya dibagikan bersama (tergantung seberapa besar privasi itu) atau bila ada suatu informasi kabar berita alangkah baiknya kita tuangkan dalam bentuk artikel yang jelas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sama halnya seperti menulis diary (namun untuk diekspos). Blog sanggup untuk memberitakan kepada seluruh dunia bahwa kita punya cerita, berita, dan pengetahuan. Tidak hanya blog yang kita buat ini cuman sebatas media yang penuh dengan desain glamor. Namun isinya juga harus lebih glamor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam suatu kasus umum terkadang seorang blogger lebih mementingkan desain dan widget ketimbang isinya. Hal tersebut yang menjadikan blog tersebut tak pernah untuk dikunjungi oleh berbagai macam pengungjung. Lalu ada juga yang membuat isi penuh, menarik, akan tetapi karena desainnya juga yang kurang menarik. Pengunjung juga enggan untuk membaca artikel yang dibuat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua pernyataan tersebut memang saling bertolak belakang. Apabila dikaji, maka harusnyalah kita memadukan keduanya artinya jangan berat sebelah. Desain dan isi harus seimbang. Dan jikalau hal tersebut dilakukan, mungkin seorang pengungjung akan merasa senang dan membaca artikel yang kita buat. Bahkan bisa jadi beberapa komentar akan ditulis oleh pengunjung tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal yang suka mengganggu selain widget yang paling umum adalah iklan. Tujuannya memang sangat sederhana. Ingin mendapat keuntungan dari kunjungan. Tapi bagaimana dengan iklan yang terlalu banyak? Karena seorang blogger berfikir untuk mendapat keuntungan yang sangat banyak. Jelaslah hal tersebut takkan efektif. Dan terlebih pengunjung akan menutup laman blog kita. Karena keterbatasan koneksi atau lamanya suatu laman dibuka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, dalam suatu pembuatan blog sah-sah saja bila ingin membuat desain yang indah, dan hal tersebut patut diimbangi dengan isi yang juga indah. Dan bila ingin mendapatkan keuntungan dalam bisnis blogging, sebaiknya cari suatu alternatif yang lebih jitu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/959696210601893261-4351040249971172253?l=sman1be-xiipa5.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/feeds/4351040249971172253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/01/blog-bukan-indah-tapi-bermutu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/4351040249971172253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/4351040249971172253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/01/blog-bukan-indah-tapi-bermutu.html' title='Blog Indah, Isinya pun Indah!'/><author><name>Saeful Kurnia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18060375594079149122</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='11' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BcFNvHOmgDw/TlsDF6yVxEI/AAAAAAAAAAY/k91jdda6XOI/s220/70371_100000570438913_4010936_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-959696210601893261.post-1002405879939210961</id><published>2012-01-25T06:43:00.000-08:00</published><updated>2012-01-25T07:09:38.203-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial'/><title type='text'>Konfirmasi E-Mail Hak Kepenulisan</title><content type='html'>Mengkonfirmasi E-Mail Hak Kepenulisan berlaku pada e-mail kontak yang dikirim oleh pencipta blogger kepada orang-orang kepercayaannya. Sebagai seorang penulis yang diberi hak untuk menulis di blog sang pencipta. Hak kepenulisan hanya berlaku pada setiap tulisan yang dibuat. Tidak serta merta mengelola seluruh blog yang diciptakan sang pencipta blog. Namun hak kepenulisan hanya berlaku pada penambahan artikel dan edit artikel yang dibuat oleh penulis yang diberi hak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut langkah-langkah apabila anda diberi hak sebagai seorang penulis. (Pada blogspot)&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Pertama anda akan dikirim email oleh sang pencipta blog dan meminta anda untuk mengkonfirmasi-nya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-COpmIEZXKIY/TyASy6FJl4I/AAAAAAAAADI/5mW8ZQrR8NI/s1600/blog3.png" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="232" src="http://2.bp.blogspot.com/-COpmIEZXKIY/TyASy6FJl4I/AAAAAAAAADI/5mW8ZQrR8NI/s400/blog3.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;tampilan email&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;2. Bagi anda yang belum punya akun google setelah mengklik link yang tertera misal ..&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GGzBedEI8ag/TyAUXlkN5AI/AAAAAAAAADQ/LBLXC6dRGSM/s1600/blog4.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-GGzBedEI8ag/TyAUXlkN5AI/AAAAAAAAADQ/LBLXC6dRGSM/s1600/blog4.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;isi email dan link&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;akan mengalami kesulitan. Sebelum mengklik link tersebut sebaiknya anda meregistrasi blog anda ke&lt;a href="https://accounts.google.com/NewAccount?continue=http%3A%2F%2Fwww.blogger.com%2Fhome&amp;amp;followup=http%3A%2F%2Fwww.blogger.com%2Fhome&amp;amp;service=blogger&amp;amp;ltmpl=start"&gt;Daftar Blogger&lt;/a&gt;&amp;nbsp;. Selanjutnya anda hanya akan meregistasi seperti biasa.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;3. Setelah mendapatka akun Blogger, silahka klik link pada email anda (seperti tertera pada nomor 2). Dan selesai.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/959696210601893261-1002405879939210961?l=sman1be-xiipa5.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/feeds/1002405879939210961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/01/konfirmasi-e-mail-hak-kepenulisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/1002405879939210961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/1002405879939210961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/01/konfirmasi-e-mail-hak-kepenulisan.html' title='Konfirmasi E-Mail Hak Kepenulisan'/><author><name>Saeful Kurnia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18060375594079149122</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='11' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BcFNvHOmgDw/TlsDF6yVxEI/AAAAAAAAAAY/k91jdda6XOI/s220/70371_100000570438913_4010936_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-COpmIEZXKIY/TyASy6FJl4I/AAAAAAAAADI/5mW8ZQrR8NI/s72-c/blog3.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-959696210601893261.post-8335397905365796890</id><published>2012-01-25T05:33:00.000-08:00</published><updated>2012-01-25T07:08:01.578-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial'/><title type='text'>Untuk komentar bagi yang tidak punya OpenID</title><content type='html'>Bagi anda yang tidak punya OpenID anda dapat mengkomen artikel yang berada di blog ini dengan menggunakan id Anonymous (anomnin/tanpa nama). Biasanya format anonymous ini digunakan oleh sejumlah pihak tertentu agar tidak usah repot registrasi untuk meng-komen artikel-artikel. Kelemahannya hanya karena tidak diketahui siapa yang mengomentari artikel yang anda buat. Selebihnya seperti berkomentar biasa. Dan alangkah baiknya anda menggunakan nama pada komen anda... sekedar untuk memberitahu admin, atau teman anda dalam berkomentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan ID Anonymous:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Untuk mengaktifkan Anonymous sebagai ID yang digunakan bebas... sebaiknya atur dari blog terlebih dahulu (blog yang kita gunakan adalah blogspot)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk fitur blog yang baru &amp;gt; klik blog anda misal XI IPA 5 &amp;gt; Setelan &amp;gt; Pos dan Komentar &amp;gt; lalu pilih "Siapa yang dapat mengomentari?" dengan option semua orang...&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-9B4P-VJJ8Ts/TyAB5H3ykJI/AAAAAAAAAC4/jXTM9ZJqSCE/s1600/blog1.png" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="232" src="http://4.bp.blogspot.com/-9B4P-VJJ8Ts/TyAB5H3ykJI/AAAAAAAAAC4/jXTM9ZJqSCE/s400/blog1.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;klik untnk memperbesar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;2. Klik simpan setelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang sebagai pengunjung anda hanya tinggal mengganti Combo Box pada "Beri komentar sebagai:" dengan format Anonymous&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-tE1g3wlComw/TyAD_Ld3_II/AAAAAAAAADA/GApiT1ClcWM/s1600/blog2.png" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="233" src="http://4.bp.blogspot.com/-tE1g3wlComw/TyAD_Ld3_II/AAAAAAAAADA/GApiT1ClcWM/s400/blog2.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan pada blog&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/959696210601893261-8335397905365796890?l=sman1be-xiipa5.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/feeds/8335397905365796890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/01/untuk-komentar-bagi-yang-tidak-punya.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/8335397905365796890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/8335397905365796890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/01/untuk-komentar-bagi-yang-tidak-punya.html' title='Untuk komentar bagi yang tidak punya OpenID'/><author><name>Saeful Kurnia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18060375594079149122</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='11' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BcFNvHOmgDw/TlsDF6yVxEI/AAAAAAAAAAY/k91jdda6XOI/s220/70371_100000570438913_4010936_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-9B4P-VJJ8Ts/TyAB5H3ykJI/AAAAAAAAAC4/jXTM9ZJqSCE/s72-c/blog1.png' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-959696210601893261.post-443402887133936283</id><published>2012-01-25T00:26:00.001-08:00</published><updated>2012-01-25T00:26:12.995-08:00</updated><title type='text'>Halo</title><content type='html'>Halo Dunia!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/959696210601893261-443402887133936283?l=sman1be-xiipa5.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/feeds/443402887133936283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/01/halo.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/443402887133936283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/959696210601893261/posts/default/443402887133936283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sman1be-xiipa5.blogspot.com/2012/01/halo.html' title='Halo'/><author><name>Saeful Kurnia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18060375594079149122</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='11' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BcFNvHOmgDw/TlsDF6yVxEI/AAAAAAAAAAY/k91jdda6XOI/s220/70371_100000570438913_4010936_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>