<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363</atom:id><lastBuildDate>Wed, 06 Nov 2024 03:03:48 +0000</lastBuildDate><category>ARTIKEL</category><category>GIRSANG VISION</category><category>GIRSANG-SIMALUNGUN</category><category>GIRSANG</category><category>ALAM TANAH BATAK</category><category>TANOH BATAK</category><category>GIRSANG-HASUSURAN</category><category>GIRSANG LELUHUR</category><category>SIMELOENGOEN</category><category>GALLERY PHOTO</category><category>CERITA RAKYAT</category><category>GIRSANG ZENDING</category><category>BIOGRAFI</category><category>PARIWISATA</category><category>ALKITAB</category><category>BERITA SUMUT</category><category>HOLY BIBLE</category><category>EVENT DAERAH</category><category>GIRSANG TALENT</category><category>INSPIRATIF STORY</category><category>TOKOH GIRSANG</category><category>HUMOR BATAK</category><category>JAGAR-JAGAR</category><category>KETAWA</category><category>GIRSANG ARTIST</category><category>GIRSANG MODELS</category><category>GREETING CARD</category><category>LOKER GIRSANG</category><category>TOKOH SIMALUNGUN</category><title>GIRSANGVision</title><description>Media was created as forums for communication, information and news about the clan of Girsang. Any person who has the clan of Girsang deserve and make information and news on this forum.</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>82</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><copyright>GirsangVision</copyright><itunes:keywords>Girsang,Clan,Girsang,Simalungun</itunes:keywords><itunes:summary>Media was created as forums for communication, information and news about the clan of Girsang. Any person who has the clan of Girsang deserve and make information and news on this forum.</itunes:summary><itunes:subtitle>GIRSANGVision</itunes:subtitle><itunes:category text="Society &amp; Culture"><itunes:category text="History"/></itunes:category><itunes:author>Visi Girsang</itunes:author><itunes:owner><itunes:email>girsangvision@gmail.com</itunes:email><itunes:name>Visi Girsang</itunes:name></itunes:owner><xhtml:meta content="noindex" name="robots" xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml"/><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-2566782522349257758</guid><pubDate>Wed, 22 Feb 2012 14:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-22T21:54:51.992+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG VISION</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">INSPIRATIF STORY</category><title>MOTIVASI Hidup Yang Luar Biasa, The Great Motivation For Life</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5IG8z_GTEUzF_EHJxSpbMLge2TOyRByvD9YFMc2iPlb5V8jHNbtpI4UZBh21Hv252cqw9Sh4jqdMXlbbujN3sGZI4vLU7fKHZeUQwoM2N_1BSzE-WGWTA_bVonBVyGGsd1pLBOk8pWTV0/s1600/MONEY+TREE.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5IG8z_GTEUzF_EHJxSpbMLge2TOyRByvD9YFMc2iPlb5V8jHNbtpI4UZBh21Hv252cqw9Sh4jqdMXlbbujN3sGZI4vLU7fKHZeUQwoM2N_1BSzE-WGWTA_bVonBVyGGsd1pLBOk8pWTV0/s1600/MONEY+TREE.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;[GIRSANG VISION] :Motivasi Hidup Yang Luar Biasa, ada tertulis &amp;nbsp;“Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah terlintas pada benak kita ,hidup sendiri jauh (single/bujangan) lebih mudah ketimbang setelah berkeluarga, itu kesimpulan banyak orang yang sudah merasakan sulitnya mengatur keuangan setelah menikah. “Ketika masih lajang, yang dicukupkan cuma diri sendiri, sekarang ada keluarga yang harus saya tanggung.. tidak bisa lagi seenaknya beli ini itu dan memutuskan ini itu, karena dampaknya bisa mengenai keluarga..” begitulah keluhan beberapa orang. “Cash flow” dalam rumah tangga haruslah dijaga agar tetap sehat, jangan sampai kolom “kredit” jauh melebihi kolom “debet”, dan akhirnya ada banyak lubang menganga yang siap membuat kita terjerat dalam masalah. Ada yang menjadi korban hutang, gali lubang tutup lubang, membuka hutang baru untuk menutupi hutang yang lain terus menerus. Ada yang tergoda untuk melakukan korupsi, mulai dari yang kelas teri hingga kelas kakap dengan mengemplang uang milyaran sekalipun. Ada yang memilih jalan okultisme. Ada yang jadi kecanduan judi. Ada yang akhirnya merampok, mencuri, bahkan membunuh demi harta. Ada yang jatuh dalam dosa perzinahan karena hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;How much enough is enough ?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Manusia punya kecenderungan untuk sulit puas. Apakah anda pernah berpikir, jika saja anda bisa mendapatkan gaji dua kali lipat dibanding saat ini, tentulah hidup akan lebih nyaman ? Misalnya anda mendapatkan 1 juta saat ini, anda akan berpikir bahwa 2 juta mungkin akan cukup.. begitu anda mendapatkan 2 juta, anda akan berpikir bahwa 4 juta akan membuat hidup jauh lebih mudah.. anda mendapatkan 4 juta, anda pun akan berkata 8 juta tentu akan membuat hidup lebih nyaman, dan seterusnya. Tidak akan ada angka final yang bisa membuat kita mencapai kepuasan jika kita terus memandang hidup dari sisi kebutuhan duniawi. Tidak heran jika dikatakan &lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Akar dari segala kejahatan adalah cinta akan uang "&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;. Bermula dari mengejar harta, orang bisa terjerumus ke dalam berbagai dosa yang semakin lama akan semakin parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kehidupan ini melarang untuk kaya ? &lt;b&gt;Tidak..!!!&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Apakah kehidupan ini juga mengharamkan bekerja keras untuk mencari pendapatan ? &lt;b&gt;Sama sekali tidak..&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Yang dipermasalahkan bukanlah uangnya, tetapi motivasinya. Banyak tertulis panjang lebar mengenai kesia-siaan kekayaan jika motivasinya salah. Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya, inipun sia-sia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya ? nyenyaknya tidur orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak, tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur dengan nyenyak. Kekayaan tidak membuat kita bisa tidur nyenyak. Kemiskinan juga tidak membuat kita tidur nyenyak, itu benar. Yang bisa membuat kita tidur nyenyak adalah &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;mensyukuri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; apa yang kita peroleh sebagai hasil kerja keras kita.&lt;/span&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“There is a serious and severe evil which I have seen under the sun..”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“riches were kept by their owner to his hurt”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mati-matian mengejar harta dengan motivasi yang salah adalah seperti orang yang berlelah-lelah menjaring angin, alias sia-sia. Semua itu bisa habis seketika, karena setiap saat ngengat dan karat bisa merusakkannya, pencuri pun bisa membongkar dan mencurinya. Kita di ingatkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;“Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mencari jalan pintas untuk menjadi kaya dalam sekejap mata tidak akan pernah membawa kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;“Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jadi bagaimana yang baik ? Yang baik adalah menetapkan skala prioritas yang tepat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Yang baik adalah melakukan pekerjaan kita dengan serius dan sungguh-sungguh seperti melakukannya untuk Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan sanggup memberkati anda, mencukupi segala kebutuhan anda. Berkat datangnya dari Tuhan, dan bukan dari segala harta kekayaan yang kita kumpulkan. Karena itu tidak perlu cemas akan hari depan, jangan sampai motivasi bergeser menjadi hamba uang, namun lakukanlah pekerjaan dengan sebaik-baiknya disertai rasa syukur akan Tuhan. Jangan lupa memberkati orang lain melalui apa yang telah kita terima, dan jangan lupa memuji dan menyembahNya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Betapa indahnya jika apa yang kita miliki berasal dari berkat Tuhan yang turun atas kita, berapa pun itu, karena apa yang berasal dari Tuhan pasti memberkati hidup kita dan tidak membawa kita ke dalam kesia-siaan. Carilah dahulu kerajaanNya dan kebenarannya, maka ketika semua ditambahkan kepada kita, kita tidak menjadi sesat dan lupa diri sehingga jatuh dalam berbagai jerat dosa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Apapun pekerjaan anda saat ini, selama tidak menyimpang dari firman Tuhan, lakukanlah dengan sungguh-sungguh, walaupun mungkin apa yang anda peroleh belum cukup untuk memenuhi kebutuhan anda sekeluarga. Percayalah Tuhan mampu memberkati anda lewat pekerjaan anda, dan mencukupi kebutuhan anda sehingga anda tidak berkekurangan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Tuhan mampu memberkati pekerjaan yang kecil sekalipun, secara luar biasa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(c)&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://akucintayesus.com/?p=121" target="_blank"&gt;Motivasi Yang Benar&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;a href="http://akucintayesus.com/?p=121"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;http://akucintayesus.com/&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMIzgctHwX8wc-ZDi9LxdRVVdm3nYBlf8kJFadtNa_0mL1B9dBqeIWMJFbZ4H0t53YFLSOhPJDFY_4cJSN6qd7ITFBzRi0v90RwgglV7g0ceXCa9tsnwOntujw0IlmvKvq4cPXb-ZgTD72/s1600/LOGO-3-GIRSANG+VISION-WHITE.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="189" src="http://1.bp.blogspot.com/-

vPrz8TA9iUI/TznKfU854xI/AAAAAAAABAw/7ksfVRzbTps/s200/LOGO-3-GIRSANG+VISION-WHITE.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat kami hargai untuk menambah   dan memperbaiki setiap artikel dalam blog ini, dengan mengirimkan pendapat anda semua ke page/halaman   &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://girsangvision.blogspot.com/p/kirim-berita.html" target="_blank"&gt;"KIRIM ARTIKEL"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang terdapat pada header page blog ini, atau pada kolom   DISQUS commentar dibawah ini.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tanpa mengurangi hormat, kami harapkan tulisan, pendapat anda   tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat serta tidak terdapat unsur pemaksaan pendapat,   serta tidak menyinggung UNSUR SARA &amp;nbsp;sehingga apa yang menjadi koreksi dan tulisan artikel berikutnya   bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan   sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Terimakasih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;GIRSANG VISION&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: xx-large;"&gt;- HABONARON DO BONA -&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="550"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/02/motivasi-hidup-yang-luar-biasa-great.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5IG8z_GTEUzF_EHJxSpbMLge2TOyRByvD9YFMc2iPlb5V8jHNbtpI4UZBh21Hv252cqw9Sh4jqdMXlbbujN3sGZI4vLU7fKHZeUQwoM2N_1BSzE-WGWTA_bVonBVyGGsd1pLBOk8pWTV0/s72-c/MONEY+TREE.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-4677053416581251013</guid><pubDate>Sun, 19 Feb 2012 12:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-19T19:35:23.131+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">INSPIRATIF STORY</category><title>KISAH NYATA ANAK DURHAKA DARI SINGAPURA DAN KEPEDULIAN SEORANG PEMIMPIN, LEE KUAN YEW</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNaPBfQRlvHCqgv0ZjNjrwNfcoar1oboOspkmu2w2VHFAhLrImUp4pj3fc-8bpWoFS7YkjhRjut2LqxOpmdSkOokrwUsJPEdqiN9ci5icNvxBNctufos5MhbYxSLYi_C_aAVJmA4oVTBg-/s1600/FotoSketcher+-+LEE+KUAN+YEW.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNaPBfQRlvHCqgv0ZjNjrwNfcoar1oboOspkmu2w2VHFAhLrImUp4pj3fc-8bpWoFS7YkjhRjut2LqxOpmdSkOokrwUsJPEdqiN9ci5icNvxBNctufos5MhbYxSLYi_C_aAVJmA4oVTBg-/s320/FotoSketcher+-+LEE+KUAN+YEW.jpg" width="268" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;[GIRSANG VISION] : Entah dari mana sumber artikel ini berasal, tapi seorang sahabat &amp;nbsp;&lt;a href="https://www.facebook.com/rosmayadi"&gt;Ud Rose (Yudi Rosmayadi)&lt;/a&gt;&amp;nbsp;membagikannya dalam salah satu media jejaring social, cerita dalam artikel ini sangat mengharukan tetapi juga sangat inspiratif buat pemimpin-pemimpin di negeri kita ini yang sudah sangat jauh dari rakyatnya, sibuk dengan dunia international dan berbagai masalah politik dan korupsi yang tidak ada henti-hentinya. Seorang pemimpin di negeri tetangga yang sangat arif dan bijaksana memimpin negeri dengan memperhatikan rakyatnya, Mr LEE KUAN YEW.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Kisah Nyata dari Negeri tetangga Singapura beberapa dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga Perdana Menteri saat itu, Lee Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia di Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan Pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dinia bisnis ketika istrinya meninggal dunia. Jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi seorang Sarjana.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kemudian setelah anak tunggalnya tersebut menikah, ia minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di Apartemen Ayahnya yang mewah dan besar. Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal bersama-sama dengannya. Terbayang dibenak orangtua tersebut bahwa apartemen nya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih jika ia mempunya cucu. Betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antara Ayah-Anak-Menantu yang membuat Ayahnya yang sangat mencintai anak tunggalnya itu tersebut tanpa sedikitpun ragu-ragu mewariskankan seluruh harta kekayaan termasuk apartment yang mereka tinggali, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui Notaris terkenal di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun-tahun berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah sebab mengapa akhirnya pada suatu hari mereka bertengkar hebat yang pada akhirnya, anaknya tega mengusir sang Ayah keluar dari apartment mereka yang ia warisi dari Ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena seluruh hartanya, Apartemen, Saham, Deposito, Emas dan uang tunai sudah diberikan kepada anaknya, maka mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Rd. Bayangkan, orang kaya mantan pebisnis yang cukup terkenal di Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, tanpa disengaja melintas mantan teman bisnisnya dulu dan memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO7tUKJBFkQxC-JT4DtqKKgqwVC66tJjUEQf9zqYgwv18ryuLfCN9R6FXDI-wvnYa9KFMdf_zLmJuYfGmlcMg1K439q3BHJImjVj27mNOxcDxyyx9GeiSG1cdComrU3E7uhMzIU5AZpk2s/s1600/ANAK+DURHAKA+SINGAPURA.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO7tUKJBFkQxC-JT4DtqKKgqwVC66tJjUEQf9zqYgwv18ryuLfCN9R6FXDI-wvnYa9KFMdf_zLmJuYfGmlcMg1K439q3BHJImjVj27mNOxcDxyyx9GeiSG1cdComrU3E7uhMzIU5AZpk2s/s320/ANAK+DURHAKA+SINGAPURA.jpg" width="236" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tentu saja, si ayah malu danmenjawab bukan, mungkin Anda salah orang, katanya. Akan tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman-temannya yang lain, dan mereka akhirnya bersama-sama mendatangi orang tersebut. Semua mantan sahabat karibnya tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua itu adalah Mantan pebisnis kaya yang dulu mereka kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis tersedu-sedu, menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di sana, karena semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak yang sangat tidak bermoral itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telinga PM Lee Kwan Yew Senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka tersebut. Mereka dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan "Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti kalian" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu PM Lee memanggil sang Notaris dan saat itu juga surat warisan itu dibatalkan demi hukum! Dan surat warisan yang sudah baliknama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik yang sudah diwariskan tersebut kembali ke atas nama Ayahnya, bahkan sejal saat itu anak menantu itu dilarang masuk ke Apartment ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr Lee Kwan Yew ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya dan menghargai para lanjut usia (lansia). Sehingga, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan Kebijakan / Dekrit yaitu "Larangan kepada para orangtua untuk tidak mengwariskan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal. Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat Kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 tahun bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak perlu heran jika Anda pergi ke Toilet di Changi Airport, Mall, Restaurant, Petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak. Satu lagi sebagaimana di negeri maju lainnya, PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak-anak dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan hina, sehingga anak-anak tsb dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri,atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka, warganegara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu mengenang saat mereka masih balita, orangtua merekalah yang membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran, juga yang memberi makan dan kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, dan menggendongnya kala mereka menangis meski dini hari dan merawatnya ketika mereka sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMIzgctHwX8wc-ZDi9LxdRVVdm3nYBlf8kJFadtNa_0mL1B9dBqeIWMJFbZ4H0t53YFLSOhPJDFY_4cJSN6qd7ITFBzRi0v90RwgglV7g0ceXCa9tsnwOntujw0IlmvKvq4cPXb-ZgTD72/s1600/LOGO-3-GIRSANG+VISION-WHITE.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="189" src="http://1.bp.blogspot.com/-

vPrz8TA9iUI/TznKfU854xI/AAAAAAAABAw/7ksfVRzbTps/s200/LOGO-3-GIRSANG+VISION-WHITE.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat kami hargai untuk menambah   dan memperbaiki setiap artikel dalam blog ini, dengan mengirimkan pendapat anda semua ke page/halaman   &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://girsangvision.blogspot.com/p/kirim-berita.html" target="_blank"&gt;"KIRIM ARTIKEL"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang terdapat pada header page blog ini, atau pada kolom   DISQUS commentar dibawah ini.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tanpa mengurangi hormat, kami harapkan tulisan, pendapat anda   tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat serta tidak terdapat unsur pemaksaan pendapat,   serta tidak menyinggung UNSUR SARA &amp;nbsp;sehingga apa yang menjadi koreksi dan tulisan artikel berikutnya   bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan   sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Terimakasih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;GIRSANG VISION&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: xx-large;"&gt;- HABONARON DO BONA -&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="550"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/02/kisah-nyata-anak-durhaka-dari-singapura.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNaPBfQRlvHCqgv0ZjNjrwNfcoar1oboOspkmu2w2VHFAhLrImUp4pj3fc-8bpWoFS7YkjhRjut2LqxOpmdSkOokrwUsJPEdqiN9ci5icNvxBNctufos5MhbYxSLYi_C_aAVJmA4oVTBg-/s72-c/FotoSketcher+-+LEE+KUAN+YEW.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-6174753118895659631</guid><pubDate>Wed, 15 Feb 2012 04:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-15T11:49:40.012+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ALAM TANAH BATAK</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BERITA SUMUT</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">EVENT DAERAH</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG VISION</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-SIMALUNGUN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PARIWISATA</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SIMELOENGOEN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TANOH BATAK</category><title>JERSEY - TSHIRT GIRSANG VISION, (FIRST STEP TO SUPPORT FORHIDOS MOVEMENT), Its Available Now, Make Your Order.</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0MmPllfoGuLCYwy8AbdSTdOrmxgWqHdW1KaA-soNRimsviedSXZA9xsu8l7wHbsxI7Cx88yow_mey-UxfbT03Y677_Kxnno2ADMcICC8Mkv4lL2P9z3_VbHlyV5R8HbjNChx_SLUHc_A_/s1600/GIRSANG+VISION+JERSEY+-+Small.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0MmPllfoGuLCYwy8AbdSTdOrmxgWqHdW1KaA-soNRimsviedSXZA9xsu8l7wHbsxI7Cx88yow_mey-UxfbT03Y677_Kxnno2ADMcICC8Mkv4lL2P9z3_VbHlyV5R8HbjNChx_SLUHc_A_/s200/GIRSANG+VISION+JERSEY+-+Small.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;[GIRSANG VISION) Sebenarnya ide daripada pembuatan T-Shirt ini terucap oleh Saudara &lt;a href="http://www.facebook.com/dori.girsang" target="_blank"&gt;Dori Alam Girsang&lt;/a&gt;, yang meminta Design kepada Saudara &lt;a href="http://www.facebook.com/heri.alfonsGIRSANG" target="_blank"&gt;Heri Tigandu BreCharona&lt;/a&gt;, lalu muncullah beberapa ide-ide beberapa rancangan/design pada bulan Desember 2011, entah kenapa design-design itu berakhir hanya sebagai sebuah wacana maya saja alias diawang-awang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sampai pada suatu saat sebuah organisasi yang bernama&lt;a href="http://www.forhidos.org/" target="_blank"&gt; &lt;b&gt;FORHIDOS&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, sebuah Forum Hijau Dolog Sipisopiso yang merupakan gerakan kesadaran massa lokal (penduduk asli SIMALUNGUN), yang merasakan akan pentingnya mereboisasi hutan (REFORESTATION) yang mulai gundul di BUKIT SIPISOPISO akibat dari penebangan liar (Pembalakan). Gerakan ini dimotori oleh &amp;nbsp;putra-putri SIMALUNGUN (diantaranya : &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/heryanson" target="_blank"&gt;Hanson Munthe&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=622097200" target="_blank"&gt;Karel Girsang&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/samson.girsang" target="_blank"&gt;Samson Girsang&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/benyamin.chef" target="_blank"&gt;Benyamin "PARULTOP" Girsang&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001438179153" target="_blank"&gt;Cahaya Boru Purba&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/gunawanta.girsang" target="_blank"&gt;Gunawanta Girsang&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; Dll, yang tergabung dalam &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/groups/forhidos/" target="_blank"&gt;Group FORHIDOS&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; di jejaring social facebook) yang sangat menyayangi dan mencintai kelestarian lingungan dan keindahan panorama BUKIT SIPISOPISO ditanah SIMALUNGUN Sumatra Utara.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6-jw1_5cfIaVyYL22-LmP-bPBNI7vRupZsLgeI8QiKhlH1LkM_kvPZxpEHZWQM5QX2Sc5a9jeU-3iupgaSxWioZPGu2ozjqDu5UjtAuEwSUfEj5Qg_eo58u6UKfUvPjSItQmjeaRYeJsP/s1600/FORHIDOS+GREEN+WORLD.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6-jw1_5cfIaVyYL22-LmP-bPBNI7vRupZsLgeI8QiKhlH1LkM_kvPZxpEHZWQM5QX2Sc5a9jeU-3iupgaSxWioZPGu2ozjqDu5UjtAuEwSUfEj5Qg_eo58u6UKfUvPjSItQmjeaRYeJsP/s1600/FORHIDOS+GREEN+WORLD.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;FORHIDOS hendak melakukan proses terencana tahap IV reboisasi/penanaman bibit pohon di hutan Bukit Sipisopiso, lantas terbersit keinginan dari GIRSANG VISION yang juga merupakan putra-putri SIMALUNGUN &lt;span style="background-color: lime; color: red;"&gt;"&lt;b&gt;bagaimana kita bisa membantu FORHIDOS&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;?&lt;/b&gt; "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari komunitas masyarakat kita jika mendengar kata DONATION - CHARITY - MENYUMBANG DENGAN SUKARELA artinya memberi dari kelebihan financial/keuangan pribadi per pribadi, padahal hal tersebut adalah kesalahan persepsi turun-temurun bahwa "Yang Kaya lah Yang Menyumbang, &lt;i&gt;Halak na ba'yak do na boi manyumbang&lt;/i&gt;" dimana seharusnya kita mau membesarkan hati dan mampu memberikan sumbangan ditengah kekurangan kita secara keuangan ke hal-hal yang berguna bagi khalayak&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;banyak&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;(MEMBERI DITENGAH KEKURANGAN LEBIH BERHARGA DARIPADA MEMBERI DI BERGELIMPANGAN HARTA). &lt;br /&gt;Maka teringatlah pada ide design T-Shirt pada bulan Desember 2011 itu, Bagaimana jika Ide tersebut bisa berjalan sekaligus juga bisa menyokong program mulia FORHIDOS. Dan saat ini Design tersebut sudah masuk dalam dapur produksi (Production Chamber) meski masih diproduksi secara terbatas (100 Pieces) sembari melihat animo komunitas &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/groups/girsangvision/" target="_blank"&gt;GIRSANG VISION.&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0MmPllfoGuLCYwy8AbdSTdOrmxgWqHdW1KaA-soNRimsviedSXZA9xsu8l7wHbsxI7Cx88yow_mey-UxfbT03Y677_Kxnno2ADMcICC8Mkv4lL2P9z3_VbHlyV5R8HbjNChx_SLUHc_A_/s1600/GIRSANG+VISION+JERSEY+-+Small.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0MmPllfoGuLCYwy8AbdSTdOrmxgWqHdW1KaA-soNRimsviedSXZA9xsu8l7wHbsxI7Cx88yow_mey-UxfbT03Y677_Kxnno2ADMcICC8Mkv4lL2P9z3_VbHlyV5R8HbjNChx_SLUHc_A_/s1600/GIRSANG+VISION+JERSEY+-+Small.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;KONSEP dan TUJUAN :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tidak ada konsep khusus dalam ide pembuatan JERSEY ini, hanya sebuah keinginan untuk menunjukkan eksistensi GIRSANG dalam sebuah media SHOWING dalam JERSEY tersebut (TEXT PUNGGUNG "GIRSANG VISION" Baris-1 "- SIMALUNGUN- " Baris-2) dan LOGO GIRSANG VISION serta PINAR HARUNGGUAN (Musyawarah untuk bermufakat) pada bagian depan.&lt;br /&gt;TUJUAN, yang paling mendasarinya adalah &lt;br /&gt;1. REGISTRASI GIRSANG, &lt;br /&gt;registrasi akan secara otomatis terUpdate melalui Pemesanan dan pengirimin JERSEY tersebut (mungkin dengan cara ini Registrasi bisa terlaksana juga).&lt;br /&gt;2. DONATION FORHIDOS, &lt;br /&gt;tidak dipungkiri masih sulit menghimbau pribadi-lepas pribadi untuk memberikan kontribusi amal dalam kegiatan apapun. TAPI JANGAN SALAH ARTI DULU...., bukan karna saudara-saudara kita GIRSANG dan SIMALUNGUN tidak mau membantu, tetapi karena yang bisa dibantu hanya MURNI RECEHAN (mungkin) 20.000, atau 50.000 saja, karena memang hanya sebegitu yang ada yang bisa di berikan (setelah dikurangi biaya hidup) yang pada akhirnya 20.000 dan 50.000 pun tak jadi di sumbangkan (donation) karena SUNGKAN/SEGAN karena jumlah nominalnya sangat kecil. Naaaahhh melalui JERSEY ini RECEHAN itu akan termasuk dalam harga jualnya (DONATION FORHIDOS 15% dari harga jual).&lt;br /&gt;3. MAINTENANCE TUGU LEHU FEE,&lt;br /&gt;Salah satu hal yang ingin GIRSANG VISION wujudkan adalah keindahan dan kecantikan TUGU GIRSANG di bukit LEHU bisa terjaga, maka harga jersey juga ditambahkan 10% sebagai dana perawatan (langkah ini hanya awalannya saja sampai tercipta 1/satu konsep yang bisa mengakomodir donation/sumbangan untuk perawatan TUGU GIRSANG di LEHU), jangan sampai salah satu symbol MARGA GIRSANG tersebut tidak terawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan posting pada group &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/groups/girsangvision/" target="_blank"&gt;GIRSANGVISION&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, Click tautan&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/groups/girsangvision/"&gt;&lt;b&gt;http://www.facebook.com/groups/girsangvision/&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;bagi anda yang ingin memesan T-Shirt.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;JERSEY (PRODUCTION CHAMBER)&lt;br /&gt;Jersey/T-Shirt sudah diproduksi, Tahap-1 = 100 Pcs (L = 35; XL = 35; XXL = 30)&lt;br /&gt;Spesifikasi : Sesuai Gambar/Image dibawah ini, dengan tambahan penjelasan ;&lt;br /&gt;Bagian DEPAN = BORDIR (Text, GIRSANG VISION + Text dan LOGO PINAR HARUNGGUAN)&lt;br /&gt;Bagian BELAKANG = SABLON PLASTISOL (Bukan karet yang mudah retak, Plastisol adalah Sablon dengan mesin press, sehingga warna menyatu dengan serat cotton, Hal ini dipilih agar LOGO GIRSANGVISION, warna dan bentuk sesuai aslinya, dan tidak berkerut-kerut seperti hasil bordir, karena logo image penuh warna dan besar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARGA = Rp.110.000,-/Pcs&lt;br /&gt;Pemesanan di-isi di kolom COMMENTAR dibawah ini, dengan format Purchase Order, sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PO-1&lt;br /&gt;Nama Pemesan : Guntur Girsang&lt;br /&gt;Nama Penerima : Guntur Girsang/Dessy Shilvia&lt;br /&gt;Jumlah/Size : 2 Pcs / XL&lt;br /&gt;Email : gun-seaman@ovi.com&lt;br /&gt;No. Tlp : 0852 6419 3817&lt;br /&gt;Alamat Pengiriman : &lt;br /&gt;Jl. Ratu Sepudak BTN POLRI Blok B/26 &lt;br /&gt;RT. 012 RW. 004 &lt;br /&gt;Sungai Garam Hilir, Singkawang Utara, &lt;br /&gt;KALIMANYAN BARAT&lt;br /&gt;Kodepos :_ _ _ _ _&lt;br /&gt;Dan seterusnya, pemesan ke-2 akan membuat COMMENTAR awal dengan kode :&lt;br /&gt;PO-2, (Pemesan Ke-2) kemudian &lt;br /&gt;PO-3, (Pemesan Ke-3)&lt;br /&gt;PO-4, (Pemesan Ke-4)&lt;br /&gt;---- dst&lt;br /&gt;Setelah mengisi COMMENTAR PURCHASE ORDER, Harap segera mentransfer Dana (2x24 Jam, Jika tidak = dianggap Batal) sesuai dengan jumlah pemesanan ke Account Bank Sbb,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BANK INTERNATIONAL INDONESIA (Bank Bii) Cabang GOLDEN, Medan.&lt;br /&gt;Atas Nama &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/hertha.nagha" target="_blank"&gt;HERTHA VERONIKA SINAGA.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;No. Rekening : 1-512-201-906&lt;br /&gt;(Konfirmasi SMS melalui No.Hp : 0878 6968 6409 ATAU 0812 7571 7086, jika melakukan transfer dana)&lt;br /&gt;KANTOR : PT Nusapro Telemedia&lt;br /&gt;Jl. Gatot Subroto No 150 N/12C (Simp. Jl. Razak ), Medan - 20118&lt;br /&gt;RUMAH :Jl. Sering No 139 Pancing&lt;br /&gt;Kec. Medan Tembung Kota Medan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INGAT : TAHAP AWAL (1) PRODUKSI HANYA 100 Pieces &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #edeff4; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;PENJELASAN MENGENAI ONGKOS KIRIM.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #edeff4; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;span style="background-color: #edeff4; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Dalam Harga per pieces sudah ada budget ONGKIR sebesar Rp. 22.500,-&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #edeff4; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;span style="background-color: #edeff4; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Jika ada kekurangan bea pengiriman, maka pemesan harus menyetor bea kekurangan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #edeff4; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;span style="background-color: #edeff4; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Sebagai contoh pada PO-1 Sanina&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=100002248014756" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002248014756" style="background-color: #edeff4; color: #3b5998; cursor: pointer; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;&lt;b&gt;Guntur Girsang&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: #edeff4; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;, beliau memesan 2 Pcs, artinya ada budget ONGKIR 2 X Rp. 22.500 = Rp. 45.000,- DAN jika ternyata bea ONGKIR ke SINGKAWANG Rp. 50.000,- ... Maka sanina Guntur Girsang harus menyetor bea kekurangan sebesar Rp. 5.000,-.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #edeff4; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;span style="background-color: #edeff4; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Tapi BILA ternyata bea ONGKIR hanya Rp. 40.000,- ( ada kelebihan Rp. 5.000,-) --- MAKA kelebihan dana tersebut akan dimasukkan oleh BENDAHARA (sementara) kita Botou&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=100000270862661" href="http://www.facebook.com/hertha.nagha" style="background-color: #edeff4; color: #3b5998; cursor: pointer; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;&lt;b&gt;Hertha Veronikha Sinaga&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: #edeff4; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;kedalam KAS TUGU LEHU, dan FEE DONATION ke FORHIDOS tetap 15% per pieces = Rp. 10.500,-/Pieces.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #edeff4; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;span style="background-color: #edeff4; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Begitu pula jika ada yang tinggal di MEDAN AREA dan berkeinginan datang langsung ke Botou Hertha Veronika Sinaga, Bea ONGKIR menjadi TETAP (tidak bisa mengurangi harga Rp.110.000,-/pieces) karena kelebihan dana ONGKIR akan dimasukkan ke KAS TUGU LEHU juga.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMIzgctHwX8wc-ZDi9LxdRVVdm3nYBlf8kJFadtNa_0mL1B9dBqeIWMJFbZ4H0t53YFLSOhPJDFY_4cJSN6qd7ITFBzRi0v90RwgglV7g0ceXCa9tsnwOntujw0IlmvKvq4cPXb-ZgTD72/s1600/LOGO-3-GIRSANG+VISION-WHITE.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="189" src="http://1.bp.blogspot.com/-

vPrz8TA9iUI/TznKfU854xI/AAAAAAAABAw/7ksfVRzbTps/s200/LOGO-3-GIRSANG+VISION-WHITE.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat kami hargai untuk menambah   dan memperbaiki setiap artikel dalam blog ini, dengan mengirimkan pendapat anda semua ke page/halaman   &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://girsangvision.blogspot.com/p/kirim-berita.html" target="_blank"&gt;"KIRIM ARTIKEL"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang terdapat pada header page blog ini, atau pada kolom   DISQUS commentar dibawah ini.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tanpa mengurangi hormat, kami harapkan tulisan, pendapat anda   tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat serta tidak terdapat unsur pemaksaan pendapat,   serta tidak menyinggung UNSUR SARA &amp;nbsp;sehingga apa yang menjadi koreksi dan tulisan artikel berikutnya   bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan   sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Terimakasih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;GIRSANG VISION&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: xx-large;"&gt;- HABONARON DO BONA -&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="550"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/02/jersey-tshirt-girsang-vision-first-step.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0MmPllfoGuLCYwy8AbdSTdOrmxgWqHdW1KaA-soNRimsviedSXZA9xsu8l7wHbsxI7Cx88yow_mey-UxfbT03Y677_Kxnno2ADMcICC8Mkv4lL2P9z3_VbHlyV5R8HbjNChx_SLUHc_A_/s72-c/GIRSANG+VISION+JERSEY+-+Small.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-6545957354362091992</guid><pubDate>Tue, 14 Feb 2012 03:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-14T10:35:35.713+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ALAM TANAH BATAK</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG VISION</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-SIMALUNGUN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SIMELOENGOEN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TANOH BATAK</category><title>BANGUN DAN RUNTUHNYA KERAJAAN SIMALUNGUN SUMATERA TIMUR (Oleh: Erond Litno Damanik, M.Si)</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLcK_AtI8UGn4qfiom9rO1QjxilVKnXjqjQo2wjco8bMc8rjmXgtH0wuEUH5pUkUdctxFEX1uOnk6axpeqyVt_e1FJ30LQDpDO2KofhviUhNlgnLZPBNgoKVnD8_raBgPF-8o8pibI0fVF/s1600/Opstelling+in+het+museum+te+Raja-+Karolanden-+Sumatras+Oostkust+(1920-1925).jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLcK_AtI8UGn4qfiom9rO1QjxilVKnXjqjQo2wjco8bMc8rjmXgtH0wuEUH5pUkUdctxFEX1uOnk6axpeqyVt_e1FJ30LQDpDO2KofhviUhNlgnLZPBNgoKVnD8_raBgPF-8o8pibI0fVF/s320/Opstelling+in+het+museum+te+Raja-+Karolanden-+Sumatras+Oostkust+(1920-1925).jpg" width="228" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://commons.wikimedia.org/wiki/File:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Opstelling_in_het_museum_te_Raja_Karolanden_Sumatra%60s_Oostkust_TMnr_60012248.jpg" target="_blank"&gt;Opstelling in het museum te Raja- &lt;br /&gt;Karolanden- Sumatras Oostkust (1920-1925)&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;[GIRSANG VISION] : Riwayat asal mula kerajaan Simalungun hingga kini belum diketahui pasti, terutama tentang kerajaan pertama yakni Nagur (Nagore, Nakureh). Demikian pula kerajaan Batanghiou serta Tanjung Kasau.  Kehidupan kerajaan ini hanya dapat ditelusuri dari tulisan-tulisan petualang dunia terutama  Marcopolo dan petualang dari  Tiongkok ataupun dari hikayat-hikayat (poestaha partikkian) yang meriwayatkan kerajaan tersebut.  Di zaman purba wilayah Simalungun mempunyai 2 buah kerajaan besar yaitu pertama kerajaan Nagur yang ada di dalam catatan Tiongkok abad ke-15 (“Nakuerh”) dan oleh Marcopolo tatkala ia singgah di Pasai tahun 1292 M. kerajaan besar itu menguasai wilayah sampai-sampai ke Hulu Padang-Bedagai dan Hulu Asahan. Kerajaan tua yang lain ialah Batangio yang terletak di Tanah Jawauri (Tanoh Jawa). Pada masa itu, kerajaan Simalungun dikenal dengan nama harajaon na dua  (kerajaan yang Dua)Selanjutnya, diketahui bahwa pasca keruntuhan kerajaan Nagur, maka terbentuklah harajaon  na opat(kerajaan Berempat) yaitu: Siantar, Tanoh Jawa, Panai dan Dolog Silau.  Ke-empat kerajaan ini menjadi populer pada saat masuknya pengusaha kolonial Belanda, dimana tiga kerajaan yakni Tanoh Jawa, Siantar dan Panei bekerjasama dengan pengusaha kolonial dalam memperoleh perijinan tanah. Setelah masuknya Belanda terutama sejak penandatanganan  perjanjian pendek (korte verklaring)maka tiga (3)  daerah takluk (partuanan) Dolog Silau di naikkan statusnya menjadi kerajaan yang sah dan berdiri sendiri, yakni Silimakuta, Purba dan Raya.  Pada saat itu, kerajaan di Simalungun dikenal dengan nama harajaon na pitu (kerajaan yang Tujuh). Simalungun Sumatera Timur.Akhir dari kerajaan Simalungun ini adalah terjadinya amarah massa pada tahun 1946 yang dikenal dengan revolusi Sosial.  Sejak saat itu,  peradapan rumah bolon (kerajaan) Simalungun punah selama-lamanya. Dengan uraian singkat diatas, penulis berkeinginan untuk menulis kembali sejarah berdiri dan hanucrnya kerajaan.Atas dasar inilah,  penulis berkeinginan untuk mendeskripsikan kembali sejarah bangun dan hancurnya kerajaan Simalungun Sumatera Timur yang banyak diriwayatkan dalam sejarah Simalungun. &lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Tiga fase  Kerajaan Simalungun.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Secara historis, terdapat tiga fase kerajaan yang pernah berkuasa dan memerintah di Simalungun. Berturut-turut fase itu adalah fase kerajaan yang dua(harajaon na dua) yakni kerajaan Nagur (marga Damanik) dan Batanghio (Marga Saragih). Berikutnya adalah kerajaan berempat (harajaon na opat) yakni Kerajaan Siantar (marga Damanik), Panai  (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak) dan Tanoh Jawa (marga Sinaga). Terakhir adalah fase kerajaan yang tujuh (harajaon na pitu) yakni: kerajaan Siantar (Marga Damanik), Panai (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak), Tanoh Jawa (marga Sinaga), Raya (marga Saragih Garingging), Purba (marga Purba Pakpak) dan Silimakuta (marga Purba Girsang).Seperti yang dikemukakan diatas bahwa asal muasal kerajaan Simalungun tidak diketahui secara pasti terutama  dua kerajaan terdahulu yakni Nagur dan Batanghiou.  Sinar (1981) mengemukakan bahwa kerajaan Nagur telah ada dalam catatan Tiongkok abad ke-15 (“Nakuerh”) dan oleh Marcopolo tatkala ia singgah di Pasai tahun 1292 M.  Kerajaan besar itu menguasai wilayah sampai ke Hulu Padang-Bedagai dan Hulu Asahan. Kerajaan tua yang lain ialah Batangio yang terletak di Tanah Jawauri (Tanoh Jawa).           Kendati konsepsi raja dan kerajaan di Simalungun masih kabur, akan tetapi, Kroesen (1904:508) mengemukakan bahwa konsep raja dan kerajaan itu berasal dari orang Simalungun itu sendiri sebagai perwujudan otonomi kekuasaan yang lebih tinggi. Bangun dalam Saragih (2000:310) mengemukakan bahwa kata ‘raja’ berasal dari India yaitu ‘raj’ yang menggambarkan pengkultusan individu penguasa. Mungkin saja konsep itu terbawa ke Simalungun akibat penetrasi kerajaan Hindu-Jawa seperti Mataram lama pada masa ekspansi ke Sumatera Timur (Tideman,1922:58). Lebih lanjut dikemukakan bahwa pengaruh Hindu di Simalungun dapat diamati langsung dari bentuk peninggalan yang mencerminkan pengaruh Hindu-Jawa. Nama kerajaan Tanoh Djawa setidaknya telah mendukung argumentasi itu          Menurut sumber Cina yakni Ying-yai Sheng-ian, pada tahun 1416, kerajaan Nagur (tertulis nakkur) berpusat di Piddie dekat pantai barat Aceh Dikisahkan bahwa raja nagur berperang dengan raja samudra (Pasai) yang menyebabkan gugurnya raja Samodra akibat panah beracun pasukan Nagur. Pemaisuri kerajaan Samodramenuntut balas dan setelah diadakannya sayembara, maka raja Nagur berhasil ditewaskan. Kendati demikian,  sejarawan Simalungun sepakat bahwa lokasi ataupun pematang  kerajaan Nagur adalah di Pematang Kerasaan sekarang yang berada dekat kota Perdagangan terbukti dengan adanya konstruksi tua bekas kerajaan Nagur dari ekskavasi yang dilakukan oleh para ahli (Tideman, 1922:51). Mengenai polemik tentang lokasi defenitif kerajaan Nagur pernah berada dekat Pidie (Aceh) dapat dijelaskan sebagai akibat luasnya kerajaan Nagur. Oleh karenanya, raja Nagur menempatkan artileri panah beracunnya pada setiap perbatasan yang rentan dengan invasi asing.          Kerajaan Batanghio, tidak ditemukan tulisan-tulisan resmi tentang riwatnya maupun pustaha yang mengisahkan asal-usulnya. Hanya saja Tideman (1922) menulis dalam nota laporan penjelasan mengenai Simalungun. Oleh para cerdik pandai Simalungun, Batanghiopada awalnya dipercaya sebagai partuanon  Nagur, akan tetapi karena kemampuannya dan karena luasnya kerajaan Nagur, maka status partuanon itu diangkat menjadi kerajaan.          Pada tahun 1293-1295, kerajaan Nagur danBatanghio diinvasi kerajaan Singasari dengan rajanya yang terkenal, Kertanegara. Ekspedisi itu dikenal dengan ekspedisi Pamalayu yang dipimpin oleh Panglima Indrawarman yang berasal dari Damasraya Djambi (Wibawa, 2001:14-15) yang kemudian mendirikan Kerajaan (Dolog) Silou pada akhir abad XIV. Untuk mempertahankan, daerah vasalnya, maka raja nagur menyerahkan kekuasaannya kepada para panglima dan mempererat hubungan dengan pematang  (central kekuasaan)  semakin erat dan kokoh. Dengan demikian di Simalungun sampai pada tahun 1883 terdapat kerajaan yang sifatnya konfederasi (Dasuha dan Sinaga, 2003:31) yakni kerajaan Siantar (Damanik), Panei (Purba Dasuha), Dolog Silau (Purba Tambak) dan Tanoh Jawa (Sinaga).          Wilayah Dolog Silau yang begitu luas dan intensya pertikaian antar huta, maka dibentuklah tiga partuanon, yakniPartuanon Raya (Saragih Garinging), Partuanon Purba (Purba Pakpak) danPartuanon Silimahuta (Purba Girsang). Strategi ini ditempuh untuk mempererat kekuasaan Dolog Silau dan tiga kerajaan besar lainnya.          Setelah penandatanganan perjanjian pendek (korte verklaring) pada tahun 1907 yang intinya tunduknya seluruhnya kerajaan kepada kolonial, maka untuk mempermudah urusan administrasi serta mempermuda politik devide et impera, maka status partuanon dari tiga partuanon Dolog Silou itu dinaikkan statusnya menjadi kerajaan. Yakni kerajaan Silimahuta (Purba Girsang) yang Pematang nya di Pematang Nagaribu, kerajaan Purba (Purba Pak-pak) dengan pematang di Pematang Raya. Dengan demikian setelah penandatanganan Korte Verklaring,Simalungun mengenal tujuh kerajaan yang bersifat konfederasi, yakni dikenal dengan sebutan Kerajaan nan tujuh (harajaon Na pitu-siebenvorsten)(Tambak,1982:20-128; Tideman,1922:3-11). Pasca penandatanganan perjanjian pendek (korte verklaring) itu, maka oleh pemerintah kolonila Belanda, penguasa pribumi (native states) ditugaskan untuk mengurus daerahnya sendirinya sebagai penguasa swapraja. Sebagai penguasa daerah yang otonom mereka memiliki status sebagai kepala pemerintahan daerah. Penataan itu dilakukan sebagai upaya mempercepat aneksasi dan passifikasi daerah dalam upaya menjaga kondusifitas onderneming kolonial.Dalam poestaha  hikayat Parpadanan na Bolakdapat diketemukan bahwa asal usul monarhi (kerajaan) di Simalungun telah bersentuhan dengan kerajaan yang ada di Pulau Jawa pada saat itu. Keadaan ini juga dipertegas dengan berbagai asumsi penulis Eropa, bahwa pengaruh Jawa telah ada dan berkembang di kawasan ini terbukti dengan penamaan salah satu area (Tanah Djawa) di Simalungun. Lagi pula, terdapat berbagai kesamaan dalam hal perangkat kebudayaan seperti pemakaian destar (gotong dan Bulang) dalam khasanah adat. Di samping itu, juga telah bersentuhan dengan pengaruh Sinkretis (Hindu-Jawa) seperti permainan catur, meluku sawah dan lain-lain. Hal yang paling mengesankan adalah bahwa hewan korban dalam perangkat adat istiadatnya adalah ayam (dayok nabinatur).Ini berarti bahwa, keadaan dimana kerajaan di Simalungun telah mengambil corak modern layaknya sebuah negara yang memiliki perangkat-perangkat tertentu. Keadaan seperti ini tidak dimiliki suku lain seperti Tapanuli (Utara), Karo, Pak-pak, Mandailing, Angkola sungguhpun mereka itu mengenal konsep raja. Dengan demikian, konsep raja dan kerajaan yang telah lama berdiri di Simalungun merupakan peninggalan dalam kebudayaannya sebagai dampak persentuhannya dengan budaya lain (Hindu-Jawa).           Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa masing-masing kerajaan di  Simalungun dengan marga pemerintahnya adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="background-color: white; border-bottom-style: none; border-bottom-width: medium; border-collapse: collapse; border-color: initial; border-image: initial; border-left-style: none; border-left-width: medium; border-right-style: none; border-right-width: medium; border-top-style: none; border-top-width: medium; color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 12px; line-height: 16px; margin-bottom: auto; margin-left: 14.4pt; margin-right: auto; margin-top: auto; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-image: initial; border-left-color: windowtext; border-left-style: solid; border-left-width: 1pt; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: windowtext; border-top-style: solid; border-top-width: 1pt; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fase&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: windowtext; border-top-style: solid; border-top-width: 1pt; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nama Kerajaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: windowtext; border-top-style: solid; border-top-width: 1pt; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Marga Pemerintah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan="2" style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: windowtext; border-left-style: solid; border-left-width: 1pt; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 27pt;" width="36"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td rowspan="2" style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 144pt;" width="192"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kerajaan yang dua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nagur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Damanik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Batanghoiu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saragih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan="4" style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: windowtext; border-left-style: solid; border-left-width: 1pt; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 27pt;" width="36"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;II&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td rowspan="4" style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 144pt;" width="192"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kerajaan yang Empat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Siantar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Damanik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tanoh Jawa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sinaga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dolog Silau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tambak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Panai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dasuha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan="7" style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: windowtext; border-left-style: solid; border-left-width: 1pt; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 27pt;" width="36"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;III&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td rowspan="7" style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 144pt;" width="192"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kerajaan yang Tujuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Siantar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Damanik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tanoh Jawa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sinaga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dolog Silau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tambak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Panai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dasuha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Raya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Garingging&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Purba&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pakpak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Silimahuta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: transparent; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: rgb(236, 233, 216); border-left-style: initial; border-left-width: initial; border-right-color: windowtext; border-right-style: solid; border-right-width: 1pt; border-top-color: rgb(236, 233, 216); border-top-style: initial; border-top-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0px; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Girsang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Runtuhnya Kerajaan Simalungun Sumatera Timur.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kekhasan Sumatera Timur menjelang Indonesia merdeka tahun 1945 adalah adanya perbedaan-perbedaan kelas antara bangsawan dan rakyat jelata. Dalam masyarakat Simalungun, perbedaan kelas tersebut adalah seperti golonganparbapaan (bangsawan), partongah (pedagang), paruma (petani) dan jabolon(budak). Keadaan yang sama ada pada rakyat Melayu Sumatera Timur terutama antara Sulthan dan rakyat.Sebagai negera yang bari terbentuk, nasionalisme rakyat Indonesia masih mengental dan dapat dipahami apabila masih menaruh dendam terhadap feodalisme yang sebelumnya merupakan kaki tangan kolonial. Oleh karena itu, situasi rakyat yang masih baru merdeka, kemudian disulut dengan provokasi orang lain (organisasi) tak pelak lagi apabila kecemburuan sosial dapat berujuk revolusi massa yang menelan ongkos sosial yang tinggi. Termasuk punahnya sebuah peradapan di Sumatera Timur (Simalungun dan Melayu), dimana raja dan kerabatnya beserta istananya musnah selama-lamanya. Keadaan  seperti ini berlanjut hingga memasuki tahun 1946 sehingga mendorong kebencian masyarakat terhadap golongan elit. Sejalan dengan itu, berkembangnya pemahaman politik pada waktu itu, turut pula menyulut keprihatinan terhadap perbedaan kelas yang didorong oleh keinginan untuk menghapuskan sistem feodalisme di Sumatera Timur.Demikianlah hingga akhirnya terjadi peristiwa berdarah yang meluluhlantakkan feodalisme di Sumatera Timur terutama pada rakyat Simalungun dan Melayu.  Pada  peristiwa tersebut  empat dari tujuh kerajaan Simalungun yaitu Tanoh Jawa, Panai, Raya dan Silimakuta pada periode ketiga ini musnah dibakar. Sementara Silau, Purba dan Siantar luput dari serangan kebringasan massa. Raja dan kerabatnya banyak dibunuh. Peristiwa ini menelan banyak korban nyawa, harta dan benda. Kejadian yang sama juga menimpa kesultanan Melayu dimana empat kesultanan besarnya Langkat, Deli, Serdang serta Asahan dibakar dan lebih dari 90 sultan dan kerabatnya tewas dibunuh (Reid, 1980)Riwayat swapraja Simalungun telah berlalu setelah terjadinya revolusi sosial pada tahun 1946. Revolusi itu tidak saja menamatkan kerajaan tapi juga seluruh kerabat perangkat kerajaan dan keluraga raja yang mendapatkan hak istimewa  dari pemerintah kolonial, sehingga telah meningkatkan kecemburuan sosial dari rakyat terhadap raja. Revolusi terjadi setelah rakyat diorganisir dan diagitasi oleh organisasi dan partai revolusioner di Simalungun. Sejak saat itu sistem kerajaan tradisional Simalungun menemui riwayatnya.  Dalam arti lain, lenyapnya atau runtuhnya zaman keemasan monarhi itu telah pula menandai berakhirnya peradapan besar rumah bolon. &lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Penutup.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bentuk peradapan Simalungun yang tidak dimiliki oleh sub etnik Batak lainnya terletak pada sistem pemerintahannya. Orang Simalungun mengenal sistem pemerintahan yang sangat jelas yaitu monarchis (kerajaan), suatu bnetuk pemerintahan yang dikepalai oleh raja beserta aparaturnya. Bentuk pemerintahan tersebut adalah bentuk persinggungan budaya Hindia yang masuk ke tanah Batak memasuki abad ke-4  yang membentuk kerajaan tertua di Sumatera yakni Nagur. Terdapat tiga fase kerajaan yang pernah berkuasa dan memerintah di Simalungun. Berturut-turut fase itu adalah fase kerajaan yang dua(harajaon na dua) yakni kerajaan Nagur (marga Damanik) dan Batanghio (Marga Saragih). Berikutnya adalah kerajaan berempat (harajaon na opat) yakni Kerajaan Siantar (marga Damanik), Panai  (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak) dan Tanoh Jawa (marga Sinaga). Terakhir adalah fase kerajaan yang tujuh (harajaon na pitu) yakni: kerajaan Siantar (Marga Damanik), Panai (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak), Tanoh Jawa (marga Sinaga), Raya (marga Saragih Garingging), Purba (marga Purba Pakpak) dan Silimakuta (marga Purba Girsang).Hancurnya kerajaan Simalungun Sumatera Timur adalah sebagai dampak dari  gejolak amarah massa yang terjadi pada 6 Maret 1946  yang lebih dikenal dengan revolusi sosial terutama di wilayah Simalungun dan Melayu Sumatera Timur. Sejak saat itu,  sistem pemerintahan swapraja Simalungun punah selama-lamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Daftar Pustaka.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anderson. John., 1823 Mission to the Eastcoast of Sumatra: Edinbrugh&lt;br /&gt;Dasuha. Juandarahaya dan Marthin Lukito Sinaga., 2003. Tole!den Timorlanden das Evanggelium. Sejarah Seratus Tahun Pekabaran Injil di Simalungun 2 September 1903-2003: Pematang Siantar: Kolportase GKPS&lt;br /&gt;Kroesen, JA., 1893 Eene reis door de landschappen Tandjoeng Kassau, Siantar en Tanah Djawa.  TBG XXXIX, p. 229-304.&lt;br /&gt;Reid. Anthony., 1981., The Blood of the People, Revolution and the of Traditional rule in Nothern Sumatera. Kuala Lumpur: Oxford University Press.&lt;br /&gt;Saragih .Hisarma., 1999. Zending di Tanah Batak: Study Tentang Konversi Dikalangan Masyarakat Simalungun 1903-1942. (Thesis Magister Humaniora). Yogyakarta: Universitas Gajah Mada&lt;br /&gt;Sinar, T. Luckman,  1981. Tuhan Sang Nahualu, Raja Siantar. Seminar  Sejarah Nasional III, tanggal 12-11-1981 di Jakarta.&lt;br /&gt;Tambak.,T.B.A., 1982. Sejarah Simalungun. Pematang Siantar: Yayasan Museum Simalungun.&lt;br /&gt;Tiderman.J., 1922. Simeloengen: Het Land der Timoer Bataks in Zijn Ontwikling tot Een Deel Van het Kulturgebied van de Ooskust van Sumatera. Leiden: Stamdruskkerij Louis H. Beeherer&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sekilas tentang penulis :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjBU63H9jdzaLnHOM6Fxg2m5gIO60qHP28XzednnDcx71n8O6l-2m7zlS5_yXcZieh9WnddoUglNjAdWd-7_AXcqNRM0tfe7qerwHJQbfzZox-nWBxeSanzeTq09oKKr2ULVd1Wy4bloKt/s1600/Erond+L+Damanik.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjBU63H9jdzaLnHOM6Fxg2m5gIO60qHP28XzednnDcx71n8O6l-2m7zlS5_yXcZieh9WnddoUglNjAdWd-7_AXcqNRM0tfe7qerwHJQbfzZox-nWBxeSanzeTq09oKKr2ULVd1Wy4bloKt/s200/Erond+L+Damanik.jpg" width="156" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;a href="mailto:damanikerondl@yahoo.co.id" target="_blank"&gt;Erond L Damanik&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Account Facebook :&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002928214117"&gt;http://www.facebook.com/profile.php?id=100002928214117&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Employers :&amp;nbsp;State University of Medan&lt;br /&gt;
College :&amp;nbsp;State University of Medan&lt;br /&gt;
High School :&amp;nbsp;SMA RK Budi Mulia Pematang Siantar&lt;br /&gt;
Born &amp;nbsp;: June 24 19--&lt;br /&gt;
Email : &lt;a href="mailto:damanikerondl@yahoo.co.id"&gt;damanikerondl@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Current City&lt;/span&gt;&amp;nbsp; :&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Medan, Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMIzgctHwX8wc-ZDi9LxdRVVdm3nYBlf8kJFadtNa_0mL1B9dBqeIWMJFbZ4H0t53YFLSOhPJDFY_4cJSN6qd7ITFBzRi0v90RwgglV7g0ceXCa9tsnwOntujw0IlmvKvq4cPXb-ZgTD72/s1600/LOGO-3-GIRSANG+VISION-WHITE.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="189" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMIzgctHwX8wc-ZDi9LxdRVVdm3nYBlf8kJFadtNa_0mL1B9dBqeIWMJFbZ4H0t53YFLSOhPJDFY_4cJSN6qd7ITFBzRi0v90RwgglV7g0ceXCa9tsnwOntujw0IlmvKvq4cPXb-ZgTD72/s200/LOGO-3-GIRSANG+VISION-WHITE.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat kami hargai untuk menambah dan memperbaiki setiap artikel dalam blog ini, dengan mengirimkan pendapat anda semua ke page/halaman &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://girsangvision.blogspot.com/p/kirim-berita.html" target="_blank"&gt;"KIRIM ARTIKEL"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang terdapat pada header page blog ini, atau pada kolom DISQUS commentar dibawah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tanpa mengurangi hormat, kami harapkan tulisan, pendapat anda tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat serta tidak terdapat unsur pemaksaan pendapat, serta tidak menyinggung UNSUR SARA &amp;nbsp;sehingga apa yang menjadi koreksi dan tulisan artikel berikutnya bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Terimakasih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;GIRSANG VISION&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: xx-large;"&gt;- HABONARON DO BONA -&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="550"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/02/bangun-dan-runtuhnya-kerajaan.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLcK_AtI8UGn4qfiom9rO1QjxilVKnXjqjQo2wjco8bMc8rjmXgtH0wuEUH5pUkUdctxFEX1uOnk6axpeqyVt_e1FJ30LQDpDO2KofhviUhNlgnLZPBNgoKVnD8_raBgPF-8o8pibI0fVF/s72-c/Opstelling+in+het+museum+te+Raja-+Karolanden-+Sumatras+Oostkust+(1920-1925).jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-8175397224497157589</guid><pubDate>Thu, 02 Feb 2012 09:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-07T05:50:19.694+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ALKITAB</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BIOGRAFI</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG VISION</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG ZENDING</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-SIMALUNGUN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">HOLY BIBLE</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SIMELOENGOEN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TOKOH SIMALUNGUN</category><title>TOKOH SIMALUNGUN : PENDETA DJAULUNG WISMAR SARAGIH SUMBAYAK "Een Simaloengoense Luther", Comite Na Ra Marpodah Simaloengoen.</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuWaY5wR5rP7djGQtZ7LjEhGaf96Git9fpOf7QnGdEkUFSuYwz8cGgA9QyP0kSPImBV-XyEydlUDo4CSYxE_DzYESbwjgFIYEqaw0hTMxSiKjWdnZQVTbWIaIRKxnlba8vbQlzl3Wtu-pL/s1600/Djaulung+Wismar+Saragih+Sumbayak.png" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuWaY5wR5rP7djGQtZ7LjEhGaf96Git9fpOf7QnGdEkUFSuYwz8cGgA9QyP0kSPImBV-XyEydlUDo4CSYxE_DzYESbwjgFIYEqaw0hTMxSiKjWdnZQVTbWIaIRKxnlba8vbQlzl3Wtu-pL/s320/Djaulung+Wismar+Saragih+Sumbayak.png" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pdt. Djaulung Wismar Saragih Sumbayak&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;[GIRSANG VISION] : Djaulung Wismar Saragih Sumbayak (lahir 1888 di Sinondang Utara, kira-kira 3 km selatan Pematang Raya, meninggal dunia 7 Maret 1968) adalah Pendeta pertama dari suku asli Simalungun, dan seorang Budayawan yang gigih memperjuangkan kemajuan suku Simalungun. Sebagian karyanya adalah terjemahan Alkitab dalam Bahasa Simalungun yang membuatnya menjadi &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;orang Indonesia pertama yang menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Nusantara (dalam hal ini Simalungun).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Djaulung Saragih Sumbayak dilahirkan dari keluarga terpandang. &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ayahnya, Jalam Saragih Sumbayak&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; bekerja untuk Raja Raya, Tuan Rondahaim Saragih Garingging (1828-1891) dan penggantinya, Tuan Soemajan Saragih Garingging (1857-1932), sebagai pembuat sarung senapan, yang membuatnya digelari &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;"Tuhang Sarung ni Bodil."&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; Ibunya bernama &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Roggainim boru Purba Sigumonrong&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; dari kampung Raya Dolog.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pada saat pergantian Raja di Kerajaan Raya setelah meninggalnya Tuan Rondahaim Saragih Garingging di tahun 1891, pecah perang saudara akibat ketidakcocokan pendapat mengenai siapa yang layak diangkat sebagai raja selanjutnya. Perang saudara ini mengakibatkan penderitaan mendalam bagi rakyat Simalungun di Kerajaan Raya, termasuk pada keluarga Jaulung Saragih. Penderitaan ini mendorongnya untuk mengangkat harkat keluarga sehingga menjadi pelopor kebangunan Simalungun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kedatangan penginjil &lt;b&gt;RMG (Rheinische Missions-Gesselschaft - kelompok penginjil dari Jerman)&lt;/b&gt; ke daerah Simalungun, terutama Pematang Raya yang dipimpin oleh &lt;b&gt;Pdt. August Theis&lt;/b&gt; untuk memperkenalkan Alkitab dan ajaran Kristen pada Djaulung muda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFLt4cSRp0V1I6Ehp4-lVVjuHO5kw6I-QwuUatOoHNwSMY0Bb496WXv_wipthDflEqZ2u7TjTD26Jc0nZq-6kzXECwJE1hPfIK8KhnqSbomWXYEeqLoFm8lt7MF5xKWjEWv_XRWE9Pr4tx/s1600/PENDETA+AUGUST+THEIS+-+PENGINJIL+RMG+DI+SIMALUNGUN.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFLt4cSRp0V1I6Ehp4-lVVjuHO5kw6I-QwuUatOoHNwSMY0Bb496WXv_wipthDflEqZ2u7TjTD26Jc0nZq-6kzXECwJE1hPfIK8KhnqSbomWXYEeqLoFm8lt7MF5xKWjEWv_XRWE9Pr4tx/s320/PENDETA+AUGUST+THEIS+-+PENGINJIL+RMG+DI+SIMALUNGUN.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;PENDETA AUGUST THEIS - &lt;br /&gt;
PENGINJIL RMG DI SIMALUNGUN&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Semangatnya untuk maju mendorongnya untuk masuk sekolah Zending di Pematang Raya setelah ia dibaptis pada tanggal 11 September 1910. &lt;b&gt;Setelah dibaptis inilah ia menambahkan nama Wismar ke dalam namanya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Selanjutnya ia meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di Kweekschool (sekolah guru) di Narumonda, Tapanuli, selama tahun 1911-1915. Setelah lulus ia sempat mengajar selama 6 tahun. Namun pengangkatannya sebagai pegawai negri pada tahun 1921 menghentikan kariernya sebagai Guru. Pada tahun itu ia mulai menjabat sebagai Pangulu Balei, satu jabatan Sekretaris Wilayah pada pemerintahan Kerajaan Panei.&lt;br /&gt;
Saat terbuka kesempatan untuk menjadi Pendeta di tahun 1927, ia meninggalkan profesinya sebagai pegawai negri dan mendaftarkan diri. Ia diterima di &lt;b&gt;sekolah pendeta HKBP di Sipoholon&lt;/b&gt;, Tapanuli (1927-1929). Selulusnya dari sekolah pendeta ini ia ditahbiskan di Simanungkalit pada tanggal 15 Desember 1929 menjadi seorang Pendeta HKBP,[8] yang menjadikannya sebagai pendeta pertama dari Simalungun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dj. Wismar berpendapat bahwa kunci kemajuan orang Simalungun ada pada peningkatan kesadaran akan harkat dan martabat dirinya sendiri dan peningkatan taraf hidupnya di berbagai bidang kehidupan, terutama pada wawasan berpikir orang Simalungun melalui budaya baca dan tulis.&lt;br /&gt;
Proses pelayanan penginjilan yang dilakukan RMG dengan menggunakan bahasa pengantar Toba dengan anggapan bahwa suku Simalungun merupakan sub-etnis dari suku Toba mengakibatkan suku Simalungun semakin termarginalisasi. Hal ini melahirkan semangat oposisi dari Dj. Wismar Saragih dan rekan-rekannya yang merasa bahwa Suku Simalungun telah terabaikan oleh RMG. Semangat itu termanifestasikan dalam "Sinalsal" (sebuah majalah periodik yang diterbitkan pada periode 1928-1940) dan buku-buku yang dikarangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sadar akan perlunya memajukan dan melestarikan budaya Simalungun,&lt;b&gt; J. Wismar Saragih telah merintis penyusunan Kamus Simalungun pada tahun 1916&lt;/b&gt;. Namun usaha itu menemui halangan saat Kamus tersebut selesai dikerjakan pada tahun 1918 tapi ditolak penerbitannya oleh Pemerintahan di kala itu. Di kemudian hari &lt;b&gt;Kamus ini berhasil diterbitkan pada tahun 1936 dengan judul Partingkian ni Hata Simalungun.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/Fo-GVRfwKBE" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pada tahun 1917 Dj. Wismar Saragih mulai mengusahakan penggunaan buku pelajaran dengan bahasa Simalungun di sekolah-sekolah untuk menggantikan buku yang ada yang menggunakan bahasa pengantar Toba. Hal ini dilakukannya &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;tanpa seizin Pendeta Muller dari RMG di Pematang Siantar&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; (sesuai rekomendasi inspektur pendidikan di Medan) karena pengalamannya dengan RMG yang memarginalisasi suku Simalungun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
Upaya Dj. Wismar Saragih dalam memajukan unsur "hasimalungunan" (ke-Simalungunan) secara konkrit dimulai saat ia masih mengikuti sekolah pendeta di Sipoholon, dengan menerbitkan &lt;b&gt;buku Podah Pasal Marhorja (Nasihat tentang Pekerjaan-1929)&lt;/b&gt;, diikuti oleh serangkaian buku dalam bahasa Simalungun, yaitu:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Panggomgomion (Pemerintahan, 1929),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pitoeah Banggal (Sexuele Leven) (Kitab Tuntunan Kehidupan Seksual, 1938),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Partingkian ni Hata Simaloengoen (Kamus Bahasa Simalungun, 1936), dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berbagai buku-buku pelajaran untuk Sekolah Rakyat seperti &lt;b&gt;Sitoloe Saodoran&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Rondang Ragiragian.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Keinginannya untuk memajukan rakyat Simalungun juga mendorongnya untuk berperan aktif mengajar masyarakat Simalungun agar mau bersekolah. Ia juga telah merintis sebuah sekolah sore khusus untuk puteri, suatu hal yang tidak biasa saat itu di bagian daerah manapun di Nusantara. Selain itu ia juga mendorong peningkatan minat baca orang Simalungun dengan &lt;b&gt;mendirikan taman bacaan "Dos ni Riah" dan perpustakaan "Parboekoean ni Pan Djaporman" di Pamatang Raya (1937)&lt;/b&gt;. Dj. Wismar Saragih juga mewujudkan kepeduliannya pada kelestarian budaya Simalungun dengan mendirikan &lt;b&gt;Roemah Poesaka Simaloengoen (Museum Simalungun) di tahun 1940 dan sanggar kesenian "Parsora na Laingan" pada tahun 1937.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Usahanya membebaskan bangsa Simalungun melalui kekristenan terutama dilakukan melalui penterjemahan teks-teks Alkitab ke dalam Bahasa Simalungun, hal mana menyebabkan ia &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;dijuluki "Een Simaloengoense Luther" (Luther dari Simalungun)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Dj. Wismar Saragih dan beberapa teman-temannya menganggap bahwa laju penginjilan RMG di kalangan Suku Simalungun terhambat karena tidak digunakannya bahasa Simalungun sebagai media pengantar. Karenanya pada peringatan 25 tahun sampainya Injil di Simalungun (2 September 1928) Dj. Wismar Saragih turut &lt;b&gt;merintis pendirian sebuah lembaga bahasa Simalungun bernama "Comite Na Ra Marpodah Simaloengoen."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada tanggal 13 Oktober 1928 diadakan pertemuan di rumah &lt;b&gt;Djaoedin Saragih di Pematang Raya&lt;/b&gt; yang dihadiri oleh 14 tokoh-tokoh Kristen Simalungun. Dalam pertemuan inilah disepakati pendirian badan yang memiliki tujuan untuk melestarikan dan memberdayakan bahasa Simalungun dengan nama di atas.&lt;br /&gt;
Selain melalui Comite Na Ra Marpodah Simaloengoen, Wismar juga turut aktif mendukung berbagai gerakan yang memajukan suku Simalungun seperti &lt;b&gt;Kongsi Laita&lt;/b&gt; dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Peranan Pdt. Dj. Wismar Saragih dalam mempercepat penyebaran Injil di kalangan rakyat Simalungun berlanjut di saat ia mengajukan surat protes kepada penginjil &lt;b&gt;H. Volmer di Saribudolog&lt;/b&gt; pada tanggal 27 Oktober 1937. Surat itu memprotes perubahan nama Distrik Simalungun-Pesisir Timur (Simalungun-Oostkust) menjadi "Sumatera Timur, Aceh dan Dairi" yang disahkan HKBP dalam tata gerejanya pada tahun 1940. Hal itu dilakukannya atas kekhawatiran hilangnya identitas Simalungun pada rakyat Simalungun yang bergereja di Distrik tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl3TJ1PiflSIcl_FS0UST0pYzGaYZhrSe5QwUAZeFao9BlQUj349_G8hm0YGstK0k3-EtUew6qgmCGChZIncujXHrubbIkbTc4W4qY8Db-WA8sqlTT8yKETPvjMfnaCr9GRnpArraAMY0H/s1600/Djaulung+Wismar+Saragih-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl3TJ1PiflSIcl_FS0UST0pYzGaYZhrSe5QwUAZeFao9BlQUj349_G8hm0YGstK0k3-EtUew6qgmCGChZIncujXHrubbIkbTc4W4qY8Db-WA8sqlTT8yKETPvjMfnaCr9GRnpArraAMY0H/s1600/Djaulung+Wismar+Saragih-2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Walaupun surat itu ditolak, namun keberatan yang secara berkelanjutan diajukan oleh komunitas Kristen-Simalungun tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Sinode am HKBP yang diadakan pada tanggal &lt;b&gt;10-11 Juli 1940 di Pearaja&lt;/b&gt; membicarakan keberatan mereka dan memutuskan agar Kerkbestuur HKBP membicarakan hal tersebut dengan jemaat Simalungun. Pembicaraan tersebut kemudian diadakan di Raya, Saribudolog dan Nagoridolog pada tanggal 26 September 1940 dan memutuskan agar komunitas Simalungun diberi satu distrik tersendiri bernama Distrik Simalungun dengan wakil orang Simalungun di sinode HKBP.&lt;br /&gt;
Dj. Wismar Saragih kemudian menjadi salah seorang peserta rapat yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1952 yang bertujuan agar Jemaat-jemaat HKBP distrik Simalungun berdiri sendiri dan terpisah dari HKBP, dan membentuk HKBPS serta pengurus-pengurus dan majelis-majelis gerejanya. Pemisahan ini dilakukan secara sepihak oleh HKBP distrik Simalungun, dan baru diakui oleh wakil-wakil HKBP pada rapat bersama antara delegasi HKBP dan Pengurus Harian &lt;b&gt;HKBP Simalungun (HKBPS) tentang pandjaeon (pemisahan) HKBP Simalungun di Pematang Siantar, 21-22 Januari 1953&lt;/b&gt; yang keputusannya ditandatangani pada tanggal 22 Januari 1953. Pada kepengurusan HKBPS, &lt;b&gt;Dj. Wismar Saragih menduduki jabatan Wakil Ephorus&lt;/b&gt;, yang merupakan jabatan tertinggi di kepengurusan pusat HKBPS dan diwakili oleh seorang Sekretaris Jendral. Saat itu HKBPS tidak memiliki Ephorus sebagai upaya untuk tetap memelihara hubungan baik dengan HKBP. HKBPS merupakan rintisan menuju kemandirian penuh jemaat-jemaat di Simalungun di dalam &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;Gereja Kristen Protestan Simalungun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pelestarian dan pengembangan adat istiadat Simalungun juga mendapat perhatian khusus J. Wismar Saragih. Salah satunya adalah idenya yang menganjurkan penggunaan pakaian adat Simalungun dalam kegiatan ibadah di Gereja, sesuatu yang mengundang kontroversi mengingat para penginjil RMG menganjurkan penanggalan tutup kepala, termasuk Gotong dan Suri-suri (tutup kepala khas adat Simalungun), di dalam masa ibadah di Gereja.&lt;br /&gt;
J. Wismar Saragih juga mendirikan lembaga kesenian yang bertujuan untuk memelihara kesenian musik tradisional dan mengembangkannya sebagai lagu Gereja.&lt;br /&gt;
Bersama-sama dengan tokoh Simalungun lainnya seperti &lt;b&gt;Haji Ulakma Sinaga&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Rajamin Purba (Bupati Simalungun saat itu)&lt;/b&gt; ia kemudian mendirikan sebuah wadah pengetua-pengetua adat Simalungun yang diberi nama &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;Partuha Maujana Simalungun.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia, J. Wismar Saragih turut berperan serta aktif dalam memimpin rakyat untuk mendukung kemerdekaan. Hal ini dilakukannya secara efektif melalui mimbar gereja maupun &lt;b&gt;pidato umum, seperti yang dilakukannya di Lapangan Sepak Bola Pematang Raya pada tanggal 23 Desember 1945. J. Wismar Saragih juga terpilih sebagai ketua saat dibentuknya Komite Nasional Kecamatan dan kemudian menjadi perutusan ke tingkat Kabupaten.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berikut sebagian dari karya-karya Pdt. Djaulung Wismar Saragih:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Tadah ni tondujta: in ma hata ni Naibata rupeita ari-ari (ayat marhasoman hatorangan), Tandjung Pengharapan, 1967.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memorial peringatan pendeta J. Wismar Saragih: marsinalsal, 240 halaman, BPK Gunung Mulia, 1977.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ambilan na madear pasai Toehan Jesoes Kristoes: songon sinoeratkon ni Si Loekas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Loopbaan J. Wismar Saragih, 141 halaman, British and Foreign Bible Society, 1939.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Portama i tongah djaboe, 59 halaman, Pan Djaporman, 1942.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pasal panggomgomion (pamerentahan), 48 halaman, Comite "Na Ra Marpodah", 1929.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Barita ni toean Rondahaim na ginoran ni halak toean raja na Mabadjan, 79 halaman.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siluah hun pulou Djawa (oleh-oleh dari Djawa), 38 halaman, Adventus, 1950.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Roehoet manoeratkon hata Batak Simaloengoen, marhiteihon soerat Boelanda (soerat Latijn): marondolan bani besluit ni Directeur O &amp;amp; E, 27 April 1920, Issue 14246, 24 halaman, 1934.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buei ambilan na binuat humbani buku na pansing padan na basaia, 136 halaman, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), 1957.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Partingkian ni hata Simaloengoen: Simaloe-ngoen Bataks verklarend woordenboek, 280 halaman, Comite "Na Ra Marpodah Simaloe-ngoen," 1938 (mulai diproduksi oleh Zendingsdrukkerij pada 1936).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Padan Na Baru, bersama Petrus Purba dan LAI, 403 halaman, LAI, 1978.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pardiateihon ma, ise do ia: Goluh pakon pangajarion ni Jesus, bersama Petrus Purba dan LAI, 91 halaman, LAI, 1976.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ambilan na madear mangihutkon si Johannes: indjil Johannes, bersama Petrus Purba dan LAI, 63 halaman, LAI, 1971.&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjswADPgpSHZFYIxS1hTQb9F5l6Gy7ROvkcqjY8E-YwyQYlhJtClyCPEWO2GggMhMZa23b6etounG5aU3mFMsyUpoceWF9Tl_ulmxhq2eDbWboylPRv5RZGECN7W-QJ0hoB84CEEkHTBtOF/s1600/Kantor+Pusat+GKPS.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjswADPgpSHZFYIxS1hTQb9F5l6Gy7ROvkcqjY8E-YwyQYlhJtClyCPEWO2GggMhMZa23b6etounG5aU3mFMsyUpoceWF9Tl_ulmxhq2eDbWboylPRv5RZGECN7W-QJ0hoB84CEEkHTBtOF/s1600/Kantor+Pusat+GKPS.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-color: #f9f9f9; font-family: sans-serif; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;Kantor Pusat GKPS di Jalan Pendeta J. Wismar Saragih, &lt;br /&gt;
Beroperasi sejak 2 Maret 1992.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s1600/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s200/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" width="161" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat kami hargai untuk menambah dan memperbaiki setiap artikel dalam blog ini, dengan mengirimkan pendapat anda semua ke page/halaman "KIRIM ARTIKEL" yang terdapat pada header page blog ini. &amp;nbsp;Tanpa mengurangi hormat, kami harapkan tulisan pendapat anda tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Terimakasih GIRSANG VISION&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;HABONARON DO BONA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="550"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/02/tokoh-simalungun-pendeta-djaulung.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuWaY5wR5rP7djGQtZ7LjEhGaf96Git9fpOf7QnGdEkUFSuYwz8cGgA9QyP0kSPImBV-XyEydlUDo4CSYxE_DzYESbwjgFIYEqaw0hTMxSiKjWdnZQVTbWIaIRKxnlba8vbQlzl3Wtu-pL/s72-c/Djaulung+Wismar+Saragih+Sumbayak.png" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-2920229609343842842</guid><pubDate>Thu, 02 Feb 2012 08:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-02T15:35:52.959+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ALAM TANAH BATAK</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">CERITA RAKYAT</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SIMELOENGOEN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TANOH BATAK</category><title>CERITA RAKYAT SIMALUNGUN " LEGENDA PUTRI ULAR "</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFmZn1OlEO80uTs3XZUPukyU8L9AAOFi9JuTxxaYxHN1v-HRSl1wjnSVulNAgPnJ75Y0-a3j8iaTQXGVtz2FXiGTN256c1h4zXaXx8Zwyd8baPqFEQFJJBHQNv79csNInu8KGmrFBHWZXj/s1600/CERITA+RAKYAT+SIMALUNGUN+-+LEGENDA+PUTRI+ULAR.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFmZn1OlEO80uTs3XZUPukyU8L9AAOFi9JuTxxaYxHN1v-HRSl1wjnSVulNAgPnJ75Y0-a3j8iaTQXGVtz2FXiGTN256c1h4zXaXx8Zwyd8baPqFEQFJJBHQNv79csNInu8KGmrFBHWZXj/s200/CERITA+RAKYAT+SIMALUNGUN+-+LEGENDA+PUTRI+ULAR.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;LEGENDA PUTRI ULAR&lt;br /&gt;SIMALUNGUN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;[GIRSANG VISION] : Berita tentang kecantikan putri raja itu tersebar ke berbagai pelosok negeri. Berita tersebut juga didengar oleh seorang raja muda yang memerintah di sebuah kerajaan yang letaknya tidak jauh dari kerajaan ayah sang Putri.Mendengar kabar tersebut, Raja Muda yang tampan itu berniat melamar sang putri. Sang raja kemudian mengumpulkan para penasehat kerajaan untuk memusyawarahkan keinginannya tersebut.&lt;br /&gt;“Wahai, para penasehatku! Apakah kalian sudah mendengar berita kecantikan putri itu?” tanya sang raja kepada penasehatnya.&lt;br /&gt;“Sudah, Tuan!” jawab para penasehat serantak.&lt;br /&gt;“Bagaimana menurut kalian, jika sang putri itu aku jadikan sebagai permaisuri?” sang Raja kembali bertanya.&lt;br /&gt;“Hamba setuju, Tuan!” jawab salah seorang penasehat.&lt;br /&gt;“Iya, Tuan! Hamba kira, Tuan dan Putri adalah pasangan yang sangat serasi. Tuan seorang raja muda yang tampan, sedangkan sang putri seorang gadis yang cantik jelita,” tambah seorang penasehat.&lt;br /&gt;“Baiklah kalau begitu. Segera persiapkan segala keperluan untuk meminang sang putri,” perintah sang raja.&lt;br /&gt;“Baik, Baginda!” jawab seluruh penasehat serentak.&lt;br /&gt;Keesokan harinya, tampak rombongan utusan raja muda meninggalkan istana menuju negeri tempat tinggal sang putri. Sesampainya di sana, mereka disambut dan dijamu dengan baik oleh ayah sang putri. Usai perjamuan, utusan sang raja muda pun menyampaikan maksud kedatangan mereka.&lt;br /&gt;“Ampun, Baginda! Maksud kedatangan kami ke sini adalah hendak menyampaikan pinangan Raja kami,” jawab salah seorang utusan yang bertindak sebagai juru bicara.&lt;br /&gt;“Kami menerima pinangan Raja kalian dengan senang hati, karena kedua kerajaan akan bersatu untuk mewujudkan masyarakat yang makmur, damai dan sejahtera,” jawab sang raja.&lt;br /&gt;“Terima kasih, Baginda! Berita gembira ini segera kami sampaikan kepada Raja kami. Akan tetapi…, Raja kami berpesan bahwa jika lamaran ini diterima pernikahan akan dilangsungkan dua bulan lagi,” ujar utusan tersebut.&lt;br /&gt;“Kenapa begitu lama?” tanya sang Raja tidak sabar.&lt;br /&gt;“Raja kami ingin pernikahannya dilangsungkan secara besar-besaran,” jawab utusan itu.&lt;br /&gt;“Baiklah kalau begitu, kami siap menunggu,” jawab sang Raja.&lt;br /&gt;Usai berunding, utusan Raja Muda berpamitan kepada sang Raja untuk kembali ke negeri mereka. Setibanya di sana, mereka langsung melaporkan berita gembira itu kepada Raja mereka, bahwa pinangannya diterima. Sang Raja Muda sangat gembira mendengar berita itu.&lt;br /&gt;“Kalau begitu, mulai saat ini kita harus menyiapkan segala keperluan untuk upacara pernikahan ini!” seru Raja Muda.&lt;br /&gt;“Baiklah, Tuan! Segera kami kerjakan,” jawab seorang utusan.&lt;br /&gt;Sementara itu, setelah para utusan Raja Muda kembali ke negeri mereka, ayah sang Putri menemui putrinya dan menyampaikan berita pinangan itu.&lt;br /&gt;“Wahai, putriku! Tahukah engkau maksud kedatangan para utusan itu?” tanya sang Raja kepada putrinya.&lt;br /&gt;“Tidak, ayah! Memangnya ada apa, yah?” sang putri balik bertanya.&lt;br /&gt;“Ketahuilah, putriku! Kedatangan mereka kemari untuk menyampaikan pinangan raja mereka yang masih muda. Bagaimana menurutmu?” tanya sang Ayah.&lt;br /&gt;“Jika ayah senang, putri bersedia,” jawab sang Putri malu-malu.&lt;br /&gt;“Ayah sangat bangga memiliki putri yang cantik dan penurut sepertimu, wahai putriku!” sanjung sang Ayah.&lt;br /&gt;“Putriku, jagalah dirimu baik-baik! Jangan sampai terjadi sesuatu yang dapat membatalkan pernikahanmu,” tambah sang ayah.&lt;br /&gt;“Baik, ayah!” jawab sang putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang hari pernikahannya, sebagaimana biasa, setiap pagi sang putri pergi mandi dengan ditemani beberapa orang dayangnya di sebuah kolam yang berada di belakang istana. Di pinggir kolam disiapkan sebuah batu besar untuk tempat duduk sang putri. Usai berganti pakaian, sang putri segera masuk ke dalam kolam berendam sejenak untuk menyejukkan sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat berendam, sang putri duduk di atas batu di tepi kolam. Sambil menjuntaikan kakinya ke dalam air, sang putri membayangkan betapa bahagianya saat pernikahan nanti, duduk bersanding di pelaminan bersama sang suami, seorang Raja Muda yang gagah dan tampan.&lt;br /&gt;Di tengah-tengah sang putri asyik mengkhayal dan menikmati kesejukan air kolam itu, tiba-tiba angin bertiup kencang. Tanpa diduga, sebuah ranting pohon yang sudah kering mendadak jatuh tepat mengenahi ujung hidung sang putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduuuh, hidungku!” jerit sang putri sambil memegang hidungnya.&lt;br /&gt;Dalam sekejap, tangan putri yang malang itu penuh dengan darah. Sambil menahan rasa sakit, sang putri menyuruh dayang-dayangnya untuk diambilkan cermin. Betapa terkejut dan kecewanya sang putri saat melihat wajahnya di cermin. Hidungnya yang semula mancung itu tiba-tiba menjadi sompel (hilang sebagian) tertimpa ranting pohon yang ujungnya tajam. Kini wajah sang putri tidak cantik lagi seperti semula. Ia sangat sedih dan air matanya pun bercucuran keluar dari kelopak matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Celaka! Pernikahanku dengan raja muda akan gagal. Ia pasti akan mencari putri lain yang tidak memiliki cacat. Jika aku gagal menikah dengan raja muda, ayah dan ibu pasti kecewa dan malu di hadapan rakyatnya,” pikir sang putri.&lt;br /&gt;Sang putri sangat tertekan. Pikiran-pikiran itu terus berkecamuk di kepalanya. Hatinya pun semakin bingung. Ia tidak ingin membuat malu dan kecewa kedua orang tuanya. Namun, ia tidak mampu mengatasi permasalahan yang sedang dihadapinya. Ia tidak dapat berbuat apa-apa lagi, selain menyesali nasibnya yang malang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang putri pun jadi putus asa. Sambil menangis, ia menengadahkan kedua tangannya ke atas, lalu berdoa:&lt;br /&gt;“Ya, Tuhan! Hukumlah hambamu ini yang telah membuat malu dan kecewa orang tuanya!” doa sang putri dengan mata berkaca-kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja doa itu terucap dari mulut sang putri, tiba-tiba petir menyambar-nyambar sebagai tanda doa sang putri didengar oleh Tuhan. Beberapa saat kemudian, tubuh sang putri mengalami perubahan yang sangat mengejutkan. Kakinya yang putih mulus tiba-tiba mengeluarkan sisik. Sisik tersebut semakin merambat ke atas. Dayang-dayangnya pun tersentak kaget saat melihat peristiwa itu. Ketika sisik itu mencapai dada, sang putri segera memerintahkan seorang dayang-dayangnya untuk memberi tahu ayah dan ibunya di dalam istana.&lt;br /&gt;“Ampun, Tuan!” hormat sang dayang kepada raja.&lt;br /&gt;“Ada apa, dayang-dayang?” tanya sang raja.&lt;br /&gt;“Ampun, Tuan! Kulit tuan putri mengeluarkan sisik seperti ular,” lapor sang dayang.&lt;br /&gt;“Apa…? Anakku mengeluarkan sisik!” tanya sang raja tersentak kaget.&lt;br /&gt;“Benar, Tuan! Hamba sendiri tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi,” jawab sang dayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar laporan itu, sang raja dan permaisuri segera menuju ke kolam permandian. Sesampainya di tempat itu, mereka sudah tidak melihat tubuh sang putri. Yang tampak hanya seekor ular besar yang bergelung di atas batu yang biasa dipakai sang putri untuk duduk.&lt;br /&gt;“Putriku!” seru sang raja kepada ular itu.&lt;br /&gt;Ular itu hanya bisa menggerakan kepala dan menjulurkan lidahnya dengan tatapan mata yang sayu. Ia seakan hendak berbicara, namun tak satu kata pun yang terucap dari mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Putriku! Apa yang terjadi denganmu?” tanya permaisuri cemas.&lt;br /&gt;Meskipun permaisuri sudah berteriak memanggilnya, namun ular itu tetap saja tidak bisa berkata apa-apa. Tak lama kemudian, ular besar penjelmaan sang putri pergi meninggalkan mereka dan masuk ke dalam semak belukar. Sang raja dan permaisuri beserta dayang-dayang tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka sangat sedih dan menangis atas nasib malang yang menimpa sang putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa penjelmaan sang putri menjadi seekor ular adalah hukuman dari Yang Kuasa atas permintaannya sendiri, karena keputusasaannya. Ia putus asa karena telah membuat malu dan kecewa kedua orang tuanya. Ia tidak berhasil menjaga amanah ayahnya untuk selalu jaga diri agar tidak terjadi sesuatu yang dapat membatalkan pernikahannya dengan Raja Muda yang tampan itu.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;PESAN MORAL : Setiap kata dan perbuatan adalah cerminan dan doa kita, maka bijaksanalah dalam berucap dan bertindak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;SUMBER CERITA :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://ebookbrowse.com/424-legenda-putri-ular-dari-simalungun-pdf-d223616488"&gt;http://ebookbrowse.com/424-legenda-putri-ular-dari-simalungun-pdf-d223616488&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://bom2000.com/legenda-putri-ular-dari-simalungun.html"&gt;http://bom2000.com/legenda-putri-ular-dari-simalungun.html&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://ceritarakyatnusantara.com/id/browse/14-Sumatra-Utara"&gt;http://ceritarakyatnusantara.com/id/browse/14-Sumatra-Utara&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s1600/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s200/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" width="161" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat kami hargai untuk menambah dan memperbaiki setiap artikel dalam blog ini, dengan mengirimkan pendapat anda semua ke page/halaman "KIRIM ARTIKEL" yang terdapat pada header page blog ini. &amp;nbsp;Tanpa mengurangi hormat, kami harapkan tulisan pendapat anda tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Terimakasih GIRSANG VISION&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;HABONARON DO BONA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="550"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/02/cerita-rakyat-simalungun-legenda-putri.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFmZn1OlEO80uTs3XZUPukyU8L9AAOFi9JuTxxaYxHN1v-HRSl1wjnSVulNAgPnJ75Y0-a3j8iaTQXGVtz2FXiGTN256c1h4zXaXx8Zwyd8baPqFEQFJJBHQNv79csNInu8KGmrFBHWZXj/s72-c/CERITA+RAKYAT+SIMALUNGUN+-+LEGENDA+PUTRI+ULAR.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-8934045602959032444</guid><pubDate>Thu, 02 Feb 2012 08:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-02T15:01:09.043+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ALAM TANAH BATAK</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">CERITA RAKYAT</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TANOH BATAK</category><title>CERITA RAKYAT SIMALUNGUN " SI DAYANG BANDIR " (Z, PANGADUAN LUBIS)</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKY0nM3aKnT5iUzCYOeXtU77U0uRUo_uWVhWYOmzjgUZXW4IvmkF2L1_mlqy5w0MU5hBAx2zPln8r2H-dwIBqrJhGTkFmKLDi9NHH0-FaNZOFS8wNpTzAClRrw7-fjb3dY7jzXdKapQ4nu/s1600/CERITA+RAKYAT+SIMALUNGUN+-+Z+PANGADUAN+LUBIS.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKY0nM3aKnT5iUzCYOeXtU77U0uRUo_uWVhWYOmzjgUZXW4IvmkF2L1_mlqy5w0MU5hBAx2zPln8r2H-dwIBqrJhGTkFmKLDi9NHH0-FaNZOFS8wNpTzAClRrw7-fjb3dY7jzXdKapQ4nu/s200/CERITA+RAKYAT+SIMALUNGUN+-+Z+PANGADUAN+LUBIS.jpg" width="148" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;[GIRSANG VISION] :&amp;nbsp;Dahulu di propinsi Sumatera Utara terdapat dua kerajaan. Kerajaan itu dikenal dengan nama Kerajaan Timur dan Kerajaan Barat. Pada suatu ketika, raja yang berkuasa di Kerajaan Timur menikah dengan adik perempuan dari raja yang berkuasa di Kerajaan Barat. Beberapa tahun kemudian lahir seorang bayi perempuan yang diberi nama ‘Si Dayang Bandir’, tujuh tahun kemudian lahir seorang anak laki-laki yang bernama Sandean Raja. Ketika masih kecil, ayah Si Dayang Bandir dan Sandean Raja meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dengan meninggalnya raja di Kerajaan Timur, maka tahta Kerajaan Timur menjadi kosong. Berhubung Sandean Raja  masih kecil dan belum bisa menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja, maka dalam sidang istana kerajaan menunjuk Paman Kareang untuk mengendalikan pemerintahan kerajaan. Si Dayang Bandir mempunyai akal untuk menyelamatkan benda-benda pusaka agar jangan sampai jatuh ke tangan pamannya yang hanya menggantikan pemerintahan sementara. “Hmm.. benda-benda pusaka ini haurs kuselamatkan agar jangan sampai jatuh di tangan pamanku, kelak adik Sandean Raja lah yang berhak atas benda-benda pusaka ini,” gumam Si Dayang Bandir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama, Paman Kareang mengetahui benda-benda pusaka peninggalan raja telah disimpan Si Dayang Bandir. Ia mendesak Si Dayang Bandir agar menyerahkan benda-benda itu. “Awas! Kalau benda-benda itu tidak diserahkan padaku, keselamatanmu akan terancam!” Itulah ancaman Paman Kareang kepada Si Dayang Bandir. Namun Si Dayang Bandir tetap tidak mau menyerahkan benda-benda pusaka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekesalan Paman Kareang menyebabkan Si Dayang Bandir dan  Sandean Raja dibuang ke hutan. Sesampainya di hutan, Paman Kareang mengikat Si Dayang Bandir di atas sebatang pohon sehingga tidak dapat dijangkau adiknya, Sandean Raja. Sandean Raja menangis tak henti-henti sampai kehabisan air mata. Sandean Raja mencoba membebaskan kakaknya. Tapi ia tidak berhasil memanjat pohon tersebut, setiap mencoba ia pun jatuh. Tubuhnya menjadi tergores dan luka-luka. “Biarlah kekejaman paman ini kutanggung sendiri,” kata Si Dayang Bandir lemah. “Bila kau lapar, makanlah pucuk-pucuk daun yang berada di sekitarmu,” ucap Si Dayang Bandir, kepada adiknya yang kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari terikat di batang pohon, akhirnya Si Dayang Bandir tampak mulai lemas dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir. “Begitu kejam pamanku!” umpat Sandean Raja. Ia pun hidup seorang diri di hutan selama beberapa tahun hingga ia menjadi seorang pemuda yang gagah perkasa. Selama di hutan, ia selalu ditemani roh Si Dayang Bandir. “Ku harap kau segera menghadap Raja Sorma,” bisik halus Roh Si Dayang Bandir, kepada Sandean Raja. Raja Sorma adalah adik kandung dari Ibu Sandean Raja. Raja Sorma tidak kejam seperti Paman Kareang yang saat ini sudah menjadi raja di Kerajaan Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandean Raja berhasil keluar dari  hutan dan segera menuju ke wilayah Kerajaan Barat untuk menghadap Raja Sorma. “Ampun Sri Baginda Raja Sorma. Hamba adalah Sandean Raja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEil8Px01JyREKvzh659ZRMb2th8LV-egbFp7mUA2e2Vio9uRFiisCBvLsDt5MmCJP-CWnERJTj4hRuY-dkDDAiq2VAtLGCcC-13kqEF0QZSW8nS-F3gIQqF1bs2W4WSL9k1rQgPNtE5hb_n/s1600/JABU+BOLON.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="248" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEil8Px01JyREKvzh659ZRMb2th8LV-egbFp7mUA2e2Vio9uRFiisCBvLsDt5MmCJP-CWnERJTj4hRuY-dkDDAiq2VAtLGCcC-13kqEF0QZSW8nS-F3gIQqF1bs2W4WSL9k1rQgPNtE5hb_n/s320/JABU+BOLON.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/431360_309026672480881_100001206519560_914267_822239881_n.jpg"&gt;http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/431360_&lt;br /&gt;309026672480881_&lt;br /&gt;100001206519560_914267_822239881_n.jpg&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Putra Mahkota Kerajaan Timur,” kata Sandean Raja. Raja Sorma sangat terkejut dengan ucapan Sandean Raja karena ia mendengar bahwa Sandean Raja dan Si Dayang Bandir telah meninggal dunia. Untuk membuktikan bahwa Sandean Raja benar-benar keponakannya, Sandean Raja diuji memindahkan sebatang pohon hidup dari hutan ke Istana. Ujian selanjutnya, Sandean Raja diharuskan menebas sebidang hutan untuk dijadikan perladangan. Pekerjaan itu diselesaikan Sandean Raja dengan baik. Selanjutnya, Sandean Raja diperintahkan untuk membangun istana besar yang disebut “Rumah Bolon” dan ternyata berhasil dan selesai dalam waktu tiga hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Sorma belum mau mengakui Sandean Raja sebagai keponakannya sebelum menempuh ujian terakhir. Yaitu, menunjuk  seorang puteri raja di antara puluhan gadis di sebuah ruang yang gelap gulita. Sandean Raja merasa khawatir kalau ujian yang terakhir ini ia tidak berhasil. “Jangan khawatir, aku akan membantumu,” bisik roh Si Dayang Bandir. Akhirnya Sandean Raja berhasil memegang kepala puteri raja yang sedang bersimpuh. Atas keberhasilannya, Sandean Raja diakui sebagai keponakan Raja Sorma dan dinikahkan dengan puterinya. Setahun kemudian, Sandean Raja bersama prajurit Kerajaan Barat menyerang Kerajaan Timur yang dikuasai oleh paman Raja Kareang. Dalam waktu yang tidak lama, Kerajaan Timur berhasil ditaklukkan dan Raja Kareang terbunuh oleh Sandean Raja. Kerajaan Timur akhirnya di kuasai oleh Sandean Raja. Dan akhirnya Sandean Raja dinobatkan menjadi raja Kerajaan Timur dan hidup bahagia bersama istri dan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN MORAL : &lt;br /&gt;Untuk membuktikan sebuah kebenaran diperlukan ujian yang keras. Hanya orang-orang yang bersemangat, sabar dan besar hatilah yang dapat melewati ujian seberat apapun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;SUMBER CERITA :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://books.google.co.id/books?id=WRVqBATWN_YC&amp;amp;pg=PA13&amp;amp;lpg=PA13&amp;amp;dq=Si+Dayang+Bandir&amp;amp;source=bl&amp;amp;ots=mEsExLdXRv&amp;amp;sig=gxvnlFcyuXloyYNvrJbLn3dT0mg&amp;amp;hl=id&amp;amp;sa=X&amp;amp;ei=oDkqT8XeLpCurAehk5jtDA&amp;amp;ved=0CCwQ6AEwAg#v=onepage&amp;amp;q=Si%20Dayang%20Bandir&amp;amp;f=false"&gt;http://books.google.co.id/books?id=WRVqBATWN_YC&amp;amp;pg=PA13&amp;amp;lpg=PA13&amp;amp;dq=Si+Dayang+Bandir&amp;amp;source=bl&amp;amp;ots=mEsExLdXRv&amp;amp;sig=gxvnlFcyuXloyYNvrJbLn3dT0mg&amp;amp;hl=id&amp;amp;sa=X&amp;amp;ei=oDkqT8XeLpCurAehk5jtDA&amp;amp;ved=0CCwQ6AEwAg#v=onepage&amp;amp;q=Si%20Dayang%20Bandir&amp;amp;f=false&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s1600/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s200/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" width="161" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat kami hargai untuk menambah dan memperbaiki setiap artikel dalam blog ini, dengan mengirimkan pendapat anda semua ke page/halaman "KIRIM ARTIKEL" yang terdapat pada header page blog ini. &amp;nbsp;Tanpa mengurangi hormat, kami harapkan tulisan pendapat anda tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Terimakasih GIRSANG VISION&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;HABONARON DO BONA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="550"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/02/cerita-rakyat-simalungun-si-dayang.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKY0nM3aKnT5iUzCYOeXtU77U0uRUo_uWVhWYOmzjgUZXW4IvmkF2L1_mlqy5w0MU5hBAx2zPln8r2H-dwIBqrJhGTkFmKLDi9NHH0-FaNZOFS8wNpTzAClRrw7-fjb3dY7jzXdKapQ4nu/s72-c/CERITA+RAKYAT+SIMALUNGUN+-+Z+PANGADUAN+LUBIS.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-675099967112074527</guid><pubDate>Wed, 01 Feb 2012 18:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-02T01:33:06.870+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">INSPIRATIF STORY</category><title>TERLEBIH DULU DIDAHULUKAN DALAM HIDUP. - BEING WISE TO FILL YOUR LIFE, FAMILY IS THE FIRST STONE</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsABPTQYebDyiurt4iAhhgGcMdIsQ62ElqWp7eQABGoBxT2vlh8yQEixEmq6IjfrSruLflhB8htUYh4VWmqql3QKIGgRL6teFzkmKYCcA4s1p9XU1211ftEoZaxivMIIxzrZaXMV1KhyyZ/s1600/FAMILY+IS+THE+FIRST+STONE.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsABPTQYebDyiurt4iAhhgGcMdIsQ62ElqWp7eQABGoBxT2vlh8yQEixEmq6IjfrSruLflhB8htUYh4VWmqql3QKIGgRL6teFzkmKYCcA4s1p9XU1211ftEoZaxivMIIxzrZaXMV1KhyyZ/s200/FAMILY+IS+THE+FIRST+STONE.jpg" width="182" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;FAMILY is the first stone&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;[GIRSANG VISION] : Seorang profesor filsafat berdiri di depan kelas dengan beberapa item di atas meja di depannya. Ketika kelas mulai, tanpa berkata-kata dia mengambil sebuah toples mayones yang sangat besar dan kosong dan mulai mengisinya dengan batu, sekitar 2 inci diameter.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dia kemudian bertanya kepada siswa apakah toples sudah penuh. Mahasiswa menjawab dan sepakat bahwa toples itu memang sudah penuh dengan batu-batu itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jadi profesor kemudian mengambil sekotak kerikil dan menuangkan isinya ke dalam toples itu lagi, Dia mengguncang toples itu dengan ringan, sehingga kerikil itu meluncur ke area terbuka di antara bebatuan yang besar tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kemudian menyakan kepada siswa-siswanya lagi apakah toples sudah penuh. Mereka pun setuju bahwa toples itu sudah penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor mengambil sekotak pasir dan menuangkannya ke dalam toples. Tentu saja, dengan menggoyang-goyangkan toples itu, maka pasir mengisi segala sesuatu yang kosong diantara bebatuan dan kerikil-kerikil itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dia kemudian bertanya sekali lagi apakah toples itu penuh. Para siswa menjawab dengan suara bulat "Ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang," kata profesor, "Saya ingin Anda untuk mengenali bahwa toples ini mewakili kehidupan Anda ;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Batuan adalah hal-hal penting - keluarga Anda, pasangan Anda, kesehatan Anda, anak-anak Anda - hal-hal bahwa jika segala sesuatu telah hilang dan hanya mereka tetap, hidup Anda akan tetap penuh.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kerikil adalah hal-hal lain yang penting - menyukai pekerjaan Anda, rumah Anda, mobil Anda.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pasir adalah segala sesuatu yang lain. Hal-hal kecil. "&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;"Jika Anda meletakkan pasir ke dalam botol yang pertama," lanjutnya "tidak ada ruang untuk kerikil atau batu. Hal yang sama berlaku untuk hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda menghabiskan seluruh waktu dan energi Anda pada hal-hal kecil, Anda tidak akan pernah memiliki ruang untuk hal-hal yang penting bagi Anda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Perhatikan hal-hal yang penting untuk kebahagiaan Anda. Bermain dengan anak Anda. Ambil pasangan Anda untuk menikmati suasana berdua.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Akan selalu ada waktu untuk pergi bekerja, membersihkan rumah, memberikan pesta makan malam dan memperbaiki pembuangan, dan hal-hal kecil lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jaga batu pertama - hal-hal yang benar-benar penting. Tetapkan prioritas Anda. Sisanya hanya pasir.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s1600/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s200/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" width="161" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat kami hargai untuk menambah dan memperbaiki setiap artikel dalam blog ini, dengan mengirimkan pendapat anda semua ke page/halaman "KIRIM ARTIKEL" yang terdapat pada header page blog ini. &amp;nbsp;Tanpa mengurangi hormat, kami harapkan tulisan pendapat anda tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Terimakasih GIRSANG VISION&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;HABONARON DO BONA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="550"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/02/yang-terpenting-yang-lebih-dulu.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsABPTQYebDyiurt4iAhhgGcMdIsQ62ElqWp7eQABGoBxT2vlh8yQEixEmq6IjfrSruLflhB8htUYh4VWmqql3QKIGgRL6teFzkmKYCcA4s1p9XU1211ftEoZaxivMIIxzrZaXMV1KhyyZ/s72-c/FAMILY+IS+THE+FIRST+STONE.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-212537187785765317</guid><pubDate>Wed, 01 Feb 2012 01:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-01T08:41:02.394+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ALAM TANAH BATAK</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TANOH BATAK</category><title>Makna Dan Arti Apakah Kata BATAK dalam Suku Batak Di Sumatra Utara..</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH43tBp7wwcSA1pQ6WuqvzP3vsYPEmSm3X1rHkbxUOAF4gosv3ucMDfpZqcllA8FiwbqoQWhC-DxPmqereWF2YLVBFC0kYrFxGYmG4EYgYT9Xe4veDTfY3-BqOPsufk_0df_lGdBS3Y2L5/s1600/BATAK-.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH43tBp7wwcSA1pQ6WuqvzP3vsYPEmSm3X1rHkbxUOAF4gosv3ucMDfpZqcllA8FiwbqoQWhC-DxPmqereWF2YLVBFC0kYrFxGYmG4EYgYT9Xe4veDTfY3-BqOPsufk_0df_lGdBS3Y2L5/s1600/BATAK-.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
[GIRSANG VISION] :&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Batak merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia. Nama ini merupakan sebuah terma kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Tapanuli dan Sumatera Timur, di Sumatera Utara. Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak adalah: &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Batak Toba,Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Orang Batak adalah penutur bahasa Austronesia namun tidak diketahui kapan nenek moyang orang Batak pertama kali bermukim di Tapanuli dan Sumatera Timur. Bahasa dan bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;orang yang berbahasa Austronesia dari Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; telah berpindah ke wilayah Filipina &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;(BATAC)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dan Indonesia &lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;(BATAK)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; sekitar 2.500 tahun lalu, yaitu di zaman batu muda (Neolitikum). Karena hingga sekarang belum ada artefak Neolitikum (Zaman Batu Muda) yang ditemukan di wilayah Batak maka dapat diduga bahwa nenek moyang Batak baru bermigrasi ke Sumatra Utara di zaman logam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pada abad ke-6, &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;pedagang-pedagang Tamil asal India mendirikan kota dagang Barus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, di pesisir barat Sumatera Utara. Mereka berdagang kapur Barus yang diusahakan oleh petani-petani di pedalaman. Kapur Barus dari tanah Batak bermutu tinggi sehingga menjadi salah satu komoditas ekspor di samping kemenyan. Pada abad ke-10, &lt;b&gt;Barus diserang oleh Sriwijaya&lt;/b&gt;. Hal ini menyebabkan terusirnya pedagang-pedagang Tamil dari pesisir Sumatera. Pada masa-masa berikutnya, perdagangan kapur Barus mulai banyak dikuasai oleh &lt;b&gt;pedagang Minangkabau&lt;/b&gt; yang mendirikan koloni di pesisir barat dan timur Sumatera Utara. Koloni-koloni mereka terbentang dari Barus, Sorkam, hingga Natal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;R.W Liddle&lt;/b&gt; mengatakan, bahwa sebelum abad ke-20 di Sumatra bagian utara tidak terdapat kelompok etnis sebagai satuan sosial yang koheren. Menurutnya sampai abad ke-19, interaksi sosial di daerah itu hanya terbatas pada hubungan antar individu, antar kelompok kekerabatan, atau antar kampung. Dan hampir tidak ada kesadaran untuk menjadi bagian dari satuan-satuan sosial dan politik yang lebih besar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pendapat lain mengemukakan, bahwa munculnya kesadaran mengenai sebuah keluarga besar Batak baru terjadi pada zaman kolonial. Dalam disertasinya&lt;b&gt; J. Pardede&lt;/b&gt; mengemukakan bahwa istilah "Tanah Batak" dan "rakyat Batak" diciptakan oleh pihak asing. Sebaliknya, &lt;b&gt;Siti Omas Manurung&lt;/b&gt;, seorang istri dari putra pendeta Batak Toba menyatakan, bahwa sebelum kedatangan Belanda, semua orang baik Karo maupun Simalungun mengakui dirinya sebagai Batak, dan Belandalah yang telah membuat terpisahnya kelompok-kelompok tersebut. Sebuah mitos yang memiliki berbagai macam versi menyatakan, bahwa&lt;b&gt; Pusuk Bukit&lt;/b&gt;, salah satu puncak di barat Danau Toba, adalah tempat "kelahiran" bangsa Batak. &lt;b&gt;Selain itu mitos-mitos tersebut juga menyatakan bahwa nenek moyang orang Batak berasal dari Samosir.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Terbentuknya masyarakat Batak yang tersusun dari berbagai macam marga, sebagian disebabkan karena adanya migrasi keluarga-keluarga dari wilayah lain di Sumatra. Penelitian penting tentang tradisi Karo dilakukan oleh &lt;b&gt;J.H Neumann&lt;/b&gt;, berdasarkan sastra lisan dan transkripsi dua naskah setempat, yaitu &lt;b&gt;Pustaka Kembaren&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Pustaka Ginting&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Menurut Pustaka Kembaren, daerah asal marga Kembaren dari Pagaruyung di Minangkabau. Orang Tamil diperkirakan juga menjadi unsur pembentuk masyarakat Karo. Hal ini terlihat dari banyaknya nama marga Karo yang diturunkan dari Bahasa Tamil. Orang-orang Tamil yang menjadi pedagang di pantai barat, lari ke pedalaman Sumatera akibat serangan pasukan Minangkabau yang datang pada abad ke-14 untuk menguasai Barus. Dari sekian pustaka dan artikel penulis belum ditemukan "&lt;b&gt;Sejak Kapan Dan Memiliki Arti Apakah Kata BATAK dalam Suku Batak ? "&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sudah sejak lama sebutan "Batak" sebagai nama salah satu etnis di Indonesia diteliti dan diperbincangkan banyak orang asal kata atau pengertiannya. Bahkan melalui beberapa penerbitan suratkabar pada awal abad 20 atau juga masa sebelumnya, pernah terjadi polemik antara sejumlah penulis yang intinya memperdebatkan apa sebenarnya pengertian kata (nama) Batak, dan dari mana asal muasal nama itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Di &lt;b&gt;suratkabar Pewarta Deli&lt;/b&gt; no. 82 tahun 1919 misalnya, polemik yang paling terkenal adalah antara seorang penulis yang memakai nama samaran &lt;b&gt;“Batak na so Tarporso”&lt;/b&gt; dengan&lt;b&gt; J. Simanjutak.&lt;/b&gt; Keduanya saling mempertahankan pendirian dengan argumentasi masing-masing, serta polemik di surat kabar tersebut sempat berkepanjangan. Demikian pula di &lt;b&gt;suratkabar keliling mingguan&lt;/b&gt; yang di terbitkan HKBP pada edisi tahun 1919 dan 1920, perbincangan mengenai arti sebutan Batak itu cukup ramai dimunculkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seorang penulis memakai inisial &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“JS”&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;bukan J, Simanjuntak&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;) dalam tulisan pendeknya di &lt;b&gt;suratkabar Imanuel &lt;/b&gt;edisi 17 Agustus 1919, akhirnya menyatakan diri tampil sebagai penengah diantara silang pendapat tersebut. &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;JS&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; dalam tulisannya antara lain mengutip buku berjudul &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;“Riwayat Poelaoe Soematra”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; karangan &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dja Endar Moeda&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;yang diterbitkan tahun 1903, yang pada halaman 64 cuplikannya sebagai berikut :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Adapoen bangsa yang mendoedoeki residetie Tapanoeli itoe, ialah bangsa Batak namanya. Adapoen kata “Batak” itoe pengertiannya : &lt;span style="font-size: large;"&gt;orang pandai berkuda&lt;/span&gt;. Masih ada kata Batak yang terpakai, jaitoe “mamatak“, yang ertinya menaiki koeda. Kemoedian hari orang perboeatlah kata itoe djadi kata pemaki kepada bangsa itoe…”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;keterangan serupa juga dikemukakan &lt;b&gt;Dr. J. Warneck (Ephorus HKBP)&lt;/b&gt; dalam bukunya berjudul “Tobabataksch-Deutsche Woterbuch” seperti tertulis di halaman 26.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut JS yang beralamat di Pangaribuan seperti tertulis di suratkabar Imanuel, dan &lt;b&gt;Tuan L.Th. Meyer &lt;/b&gt;juga menulis dalam bukunya berjudul “Maleisch Hollandsch Wordenboek”, pada halaman 37 : “Batak, Naam van een volksstamin in Sumatra…” (Batak adalah nama satu Bangsa di pulau Sumatra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan itu dituturkan JS dalam tulisan pendeknya sebagai meluruskan adanya anggapan ketika itu seolah-olah perkataan Batak memberi pengertian terhadap suatu aliran/kepercayaan tentang agama tertentu yang dikembangkan pihak tertentu &lt;i&gt;mendiskreditkan&lt;/i&gt; citra orang Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Citra Keperkasaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menyimak beragam catatan tentang topik yang sama, ternyata pada umumnya kata Batak meyiratkan defenisi-defenisi tentang keberanian atau keperkasaan. Sebab menurut &lt;b&gt;Amborsius Hutabarat&lt;/b&gt; dalam sebuah catatannya di &lt;b&gt;suratkabar Bintang&lt;/b&gt; Batak tahun 1938 menyimpulkan, &lt;i&gt;pengertian Batak sebagai orang yang mahir menaiki kuda&lt;/i&gt; memberi gambaran pula bahwa suku itu dikenal sebagai suku yang memiliki jiwa keras, berani, perkasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvxOI3OKMB5vk4Uj04_grydup-VwH5MqXWaBkQTKwCA4JKFDA6AgkC4e_as_q-tlzsQDIqxnKbljpl4OOxo6CujZlsG32Wgs5luUZB8L-KLtkkvgvg-JkncAtKl7GJUbG90jhC24FLwR1J/s1600/Batak+Tempo+Dulu.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvxOI3OKMB5vk4Uj04_grydup-VwH5MqXWaBkQTKwCA4JKFDA6AgkC4e_as_q-tlzsQDIqxnKbljpl4OOxo6CujZlsG32Wgs5luUZB8L-KLtkkvgvg-JkncAtKl7GJUbG90jhC24FLwR1J/s200/Batak+Tempo+Dulu.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kuda merupakan perlambang kejantanan, keberanian di medan perang, atau kegagahan dalam menghadapi bahaya/rintangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Drs DJ Gultom Raja Marpodang&lt;/b&gt; menulis adanya teori mengatakan bahwa suku Batak adalah Si-Batak Hoda yang artinya suku pemacu kuda. Asal usul suku Batak berdasarkan teori adalah pendatang dari Hindia Belanda sekitar Asia Tenggara sekarang memasuki pulau Sumatera pada masa perpindahan bangsa-bangsa di Asia. (Buku Dalihan Natolu, Nilai Budaya Suku Batak, hal 32 cetakan 1992).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs DJ Gultom dengan bersusah payah telah melakukan serangkaian penyelidikan intensif seputar arti kata Batak, dengan membaca sejarah, legenda, methologi, termasuk wawancara dengan orang-orang tua, budayawan dan tokoh adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa perkataan “batak” antara lain dalam bahasa &lt;b&gt;Batak Pakpak Dairi berbunyi :&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;“Mmas Batakn mahan gmgmmn laho mahan tabungn, biat ni kata mahan sungkunn mndahi kalak sipantas singg ddang radumn“.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Maksudnya adalah bahwa &lt;i&gt;mmas&lt;/i&gt; batak dijadikan warisan (homitan) dibuat menjadi tapak sirih, sudah sepantasnya tempat untuk bertanya itu adalah orang yang mengetahui. Penggertian kata &lt;i&gt;mmas&lt;/i&gt; batak dalam umpasa itu disimpulkan sebagai serbuk emas dulangan menjadi emas murni atau logam mulia. Dengan demikian pengertian &lt;i&gt;batakn&lt;/i&gt; pada masyarakat Dairi adalah asli, sejati, murni, atau mulia. Sebutan kata Batak pada masyarakat Dairi konon sangat bermakna, tak bisa sembarangan disebut, sehingga kata batak itu seperti disucikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan perkataan “batak” pada &lt;b&gt;Batak Karo&lt;/b&gt; antara lain adalah :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Mbatak-mbatakken jenujung si Tongat kari berngi“.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Maksudnya, nanti malam akan diadakan mbatak-mbatakken jenujung si Tongat. Masyarakat Karo berpandangan bahwa seorang manusia ada jenujungnya (junjungan) yang selalu mendampingi. Jenujung adalah roh yang mengikuti seseorang, dan sering membantu seseorang itu disaat dia terancam bahaya. Apabila jenujung seseorang meninggalkan atau tidak lagi mengikutinya alamat yang bersangkutan akan mendapatkan bahaya atau sakit-sakitan. Usaha agar jenujung seseorang kembali mengikutinya harus dengan melaksanakan upacara spritual. Itulah yang disebut orang Karo mbatak-mbataken. Dengan pengertian ringkas sebutan tersebut adalah suatu usaha suci agar seseorang tetap sehat kuat selamat sentausa. Masih ada ungkapan pada bahasa Karo berbunyi “Ibatakkenmin adah nda”, artinya bentuklah tempat itu. maksudnya apabila seseorang hendak mendirikan rumah, langkah pertama adalah meratakan tanah pertapakan didahului suatu kegiatan ritual agar rumah yang dibangun menjadi tempat yang sehat sejahtera bagi penghuninya. Itu dimaksud pula untuk pembuatan pundasi yang kuat agar rumah yang dibangun kokoh. Jadi pengertian &lt;i&gt;ibatakken&lt;/i&gt; atau batak pada masyarakat Karo adalah usaha yang suci agar sehat dan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun temuan perkataan “batak” pada bahasa &lt;b&gt;Batak Simalungun&lt;/b&gt;, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;” Patinggi ma batohon i, ase dear sabahtaon“.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Artinya, tinggikanlah batohan agar bagus sawah kita ini. Sawah yang terletak di pinggir sungai atau di lereng gunung sering rusak karena banjir. Untuk mencegahnya, maka di pinggir sawah dibuat benteng yang kuat penahan serangan banjir. Itu sebabnya, ada ungkapan “patinggi ma batohan i, ase dear sabahtaon“. Jadi pengertian Batahon pada masyarakat Simalungun adalah tumpuan kekuatan untuk menahan bahaya serangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pilipina konon ada satu wilayah yang bernama Batac (huruf “c” dibelakang). Di pulau itulah terdapat masyarakat yang banyak memiliki persamaan budaya dan bahasa dengan orang Batak Toba di Sumatera Utara.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Konon pengertian &lt;b&gt;kata “batac” di sana juga mencerminkan makna sesuatu yang kokoh, kuat, tegar, berani, perkasa. &amp;nbsp;&lt;/b&gt;Seperti pernah diturunkan dalam satu tulisan di media Liputan Bona Pasogit, orang Philipina terutama yang berasal dari kawasan daerah Batac di sana, merasa berada di negaranya saat berkunjung ke Sumatera Utara. Mereka menemukan pula sejumlah perkataan yang sebutan dan artinya sama dengan yang ada di negaranya. Misalnya kata “mangan” (makan), “inong” (inang), “ulu” (kepala), “sangsang” (daging babi cincang dimasak pakai darahnya) dan banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;CUPLIKAN DARI&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Batac"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Batac&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7i1csYODFkWiIoZE6FJkMRmovU9yvzEmQg1i5XLV7GXYspCZ4Lr23E3bAG7zcIs_RU15x392DmeYfoY0EH5ebuTMX5QTCwpfxPx2OZyttQANxvFPDOPq3_o5wOPWR5Rsyy5LUsUfgdmuo/s1600/BATAC.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7i1csYODFkWiIoZE6FJkMRmovU9yvzEmQg1i5XLV7GXYspCZ4Lr23E3bAG7zcIs_RU15x392DmeYfoY0EH5ebuTMX5QTCwpfxPx2OZyttQANxvFPDOPq3_o5wOPWR5Rsyy5LUsUfgdmuo/s1600/BATAC.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;i&gt;Origin of the town's name :&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;i&gt;The word "Batac" in a local dialect translates as "pull". More loosely, it refers to "the people's pulling their efforts together."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;i&gt;Batac has an interesting colloquial origin of its name. According to a legend, set in pre-settlement Batac, a man fell into a deep hole while he was digging for the root crop "camangeg". He struggled to get out but could not despite his best efforts. He cried for help but nobody was around. He waited for hours and had given up hope of being saved. Fortunately, two men from the neighboring town of Paoay happened to pass by. They heard the man shouting and traced it to where he was trapped. Upon seeing him, they heard the man say &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"Bataquennac! Bataquennac!"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; The two men did not understand until the man explained that he was saying, "Pull me up! Pull me up!" They did just that. When the two men reached their hometown, they told their story to their friends. Since then, the town has been called &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"Batac" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;which is derived from the word "bataquennac." &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;but that is only a tale, the true origin of the Batac was named by the Batak tribe who exist five hundred years ago. Before the Spanish colonization. And the ancient tribe of Batak in Ilocos Norte is related to the Batak Tribe of Toba Lake In the province of North Sumatra Indonesia&lt;/span&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;TERJEMAHAN :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Asal nama kota:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Kata &lt;b&gt;"Batac"&lt;/b&gt; dalam dialek lokal diterjemahkan sebagai "tarik". Kata itu lebih mendekati pada arti "rakyat menarik upaya mereka bersama-sama."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Batac memiliki asal sehari-hari yang menarik dari namanya. Menurut legenda,ditetapkan dalam pra-pemukiman Batac, seorang pria jatuh ke dalam lubang yang dalam, sementara ia menggali untuk tanaman akar "camangeg". Dia berjuang untuk keluar tetapi tidak bisa meskipun upaya yang terbaik. Dia berteriak minta tolong tetapi tidak ada yang sekitar. Dia menunggu berjam-jam dan hampir putus asa akan keselamatannya. Untungnya, dua orang dari kota tetangga Paoay kebetulan lewat. Mereka mendengar pria itu berteriak dan ditelusuri ke mana ia terjebak.Setelah melihat dia, mereka mendengar orang itu berkata &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"Bataquennac!Bataquennac!"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Kedua laki-laki tidak mengerti sampai pria itu menjelaskan bahwa ia berkata, "Tarik aku! Tarik aku!" Mereka tidak hanya itu. Ketika dua pria mencapai kampung halaman mereka, mereka menceritakan kisah mereka kepada teman-teman mereka. Sejak itu, kota telah disebut &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"Batac"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang berasal dari kata"bataquennac." &lt;b style="font-size: x-large;"&gt;tapi itu hanya dongeng, asal sejati itu bernama Batac oleh suku Batak yang ada lima ratus tahun lalu. Sebelum penjajahan Spanyol. Dan suku kuno Batak di Ilocos Norte &lt;/b&gt;(GV-Red- "nama county/kabupaten dimana kota BATAC berada")&lt;b style="font-size: x-large;"&gt;ini terkait dengan Suku Batak Toba Danau Di propinsi Sumatera Utara Indonesia.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Apakah ada pula hubungan kata Batak dengan “batu bata” atau batako (batu yang dibuat persegi empat memakai semen) yang digunakan untuk bangun-bangunan? Belum diketahui persis. Tapi arti kata “batu bata” dari “batako” juga dilukiskan sebagai bermaknaa kuat, kokoh, tahan lama. Sehingga bisa juga mendekati pengertian Batohan pada bahasa Simalungun.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Catatan ini mungkin belum tentu sudah menjadi pengertian final tentang arti sebutan /kata Batak. Tapi berdasarkan berbagai catatan yang dikemukakan diatas, barangkali satu sama lain cukup mendekati untuk dirumuskan menjadi suatu kesimpulan. Apabila sebutan Batak itu berasal dari perkataan “mamatak” (penunggang kuda) kita mungkin bisa membayangkan kedekatan sejarah nama itu dengan karakter dan gaya hidup para leluhur di masa lampau yang diwarnai perjuangan, pertarungan, pertempuran, keberanian menghadapi berbagai tantangan demi mempertahankan eksistensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuda selalu di ilustrasikan menjadi simbol keberanian, keperkasaan, keuletan dan jiwa kejuangan. Di jaman dulu, siapa tahu, orang Batak menggunakan kuda dalam merintis perkampungan ke daerah-daerah pedalaman, atau saat bertarung dengan musuh-musuhnya. Mungkin karena itu pula, &lt;b&gt;lukisan Sisingamagaraja XII oleh Agustin Sibarani&lt;/b&gt; dibuat menunggang kuda sehingga nampak lebih menekankan keperkasaan seorang tokoh pejuang. Sementara hingga saat ini di berbagai pelosok daerah terpencil di Tanah Batak, masih banyak penduduk yang menggunakan jasa kuda meskipun hanya sebatas pengangkutan barang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsBDcrViqgQUz9Byrf_tFwia0KGSzpVANeljbanmdlFfGwdTMNeU8Z_4v4MuNkGi6q994mxhQo0uliFbuUEKaMzsejHf4yCIFuxeK87JXpEo8Y7dG3o7SN2Ea9_ljbL9Lp0KuFh77Ik-_X/s1600/Ichwan+Azhari+-+UNIMED.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsBDcrViqgQUz9Byrf_tFwia0KGSzpVANeljbanmdlFfGwdTMNeU8Z_4v4MuNkGi6q994mxhQo0uliFbuUEKaMzsejHf4yCIFuxeK87JXpEo8Y7dG3o7SN2Ea9_ljbL9Lp0KuFh77Ik-_X/s200/Ichwan+Azhari+-+UNIMED.jpg" width="148" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Ichwan Azhari S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;ejarawan Universitas Negeri Medan (UNIMED)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ichwan Azhari, yang baru usai melakukan penelitian di Jerman. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Di Jerman, sejarahwan bergelar doktor ini memeriksa arsip-arsip yang ada di Wuppertal, Jerman. Dalam sumber-sumber lisan dan tertulis, terutama di dalam pustaha, atau tulisan tangan asli Batak, tidak ditemukan kata Batak untuk menyebut diri sebagai orang atau etnik Batak. Jadi dengan demikian nama Batak tidak asli berasal dari dalam kebudayaan Batak, tetapi diciptakan dan diberikan dari luar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kata Batak awalnya diambil para musafir yang menjelajah ke wilayah Pulau Sumatera dari para penduduk pesisir untuk menyebut kelompok etnik yang berada di pegunungan dengan nama bata. Tapi nama yang diberikan penduduk pesisir ini berkonotasi negatif bahkan cenderung menghina untuk menyebut penduduk pegunungan itu sebagai kurang beradab, liar, dan tinggal di hutan.&lt;br /&gt;Dalam penelitiannya, selain memeriksa arsip-arsip di Jerman, Ichwan juga melengkapi datanya dengan mendatangi &lt;b&gt;KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde atau the Royal Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies) di Belanda.&lt;/b&gt; Dia juga mewawancari sejumlah pakar ahli Batak di Belanda dan Jerman seperti Johan Angerler dan Lothar Schreiner.&lt;br /&gt;Hasilnya, pada sumber-sumber manuskrip Melayu klasik yang ditelusurinya, seperti manuskrip abad 17 koleksi Leiden, memang ditemukan &lt;b&gt;kata Batak di kalangan orang Melayu di Malaysia&lt;/b&gt;, tetapi kta "Batak" sebagai label untuk penduduk yang tinggal di rimba pedalaman semenanjung Malaka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dalam manuskrip itu, saat Malaka jatuh ke tangan Portugis tahun 1511, Puteri Gunung Ledang yang sangat dihina dan direndahkan oleh teks ini, melarikan diri ke hulu sungai dan dalam teks itu disebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"... masuk ke dalam hutan rimba yang amat besar hampir dengan negeri Batak. Maka diambil oleh segala menteri Batak itu, dirajakannya Puteri Gunung Ledang itu dalam negeri Batak itu." &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tidak hanya di Malaysia, di Filipina juga penduduk pesisir menyebut penduduk pedalaman dengan streotip atau label negatif sebagai Batak. Untuk itu menurut Ichwan, cukup punya alasan dan tidak mengherankan kalau peneliti Batak terkenal asal Belanda bernama&lt;b&gt; Van der Tuuk&lt;/b&gt; pernah risau&lt;br /&gt;dan mengingatkan para misionaris Jerman agar tidak menggunakan nama Batak untuk nama etnik karena imej negatif yang terkandung pada kata itu.&lt;br /&gt;"Di Malaysia dan Filipina penduduk yang diberi label Batak tidak mau menggunakan label merendahkan itu menjadi nama etnik mereka. Di Sumatera Utara label itu terus dipakai karena peran misionaris Jerman dan pemerintah kolonial Belanda yang memberi konstruksi dan makna baru atas kata itu," katanya.&lt;br /&gt;Disebutkan Ichwan, para misionaris itu sendiri awalnya ragu-ragu menggunakan kata Batak sebagai nama etnik, karena kata Batak tidak dikenal oleh orang Batak itu sendiri ketika para misionaris datang dan melakukan penelitian awal. Para misionaris awalnya menggunakan kata bata sebagai satu kesatuan dengan lander, jadi &lt;b&gt;&lt;i&gt;batalander&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang berarti tanah Batak, merupakan suatu nama yang lebih menunjuk ke kawasan geografis dan bukan kawasan budaya atau suku.&lt;br /&gt;Di arsip misionaris yang menyimpan sekitar 100 ribu dokumen berisi informasi penting berkaitan dengan aktivitas dan pemikiran di tanah Batak sejak pertengahan abad ke-19 itu, Ichwan menemukan dan meneliti&amp;nbsp;puluhan peta, baik peta batalander yang dibuat peneliti Jerman &lt;b&gt;Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn&lt;/b&gt;, maupun peta-peta lain sebelum dan setelah peta Junghuhn dibuat.&lt;br /&gt;"Peta-peta itu memperlihatkan adanya kebingungan para musafir barat dan misionaris Jerman untuk meletakkan dan mengkonstruksi secara pas sebuah kata Batak dari luar untuk diberikan kepada nama satu kelompok etnik yang heterogen yang sesungguhnya tidak mengenal kata ini dalam warisan sejarahnya," tukas Ichwan.&lt;br /&gt;Dalam peta-peta kuno itu, kata bata ander hanya digunakan sebagai judul peta tapi di dalamnya hanya nampak lebih besar dari judulnya nama-nama seperti Toba, Silindung, Rajah, Pac Pac, Karo, simeloengoen dan tidak ada nama batak sama sekali. Dalam salah satu peta kata Batak di dalam peta digunakan sebagai pembatas kawasan Aceh dengan Minangkabau.&lt;br /&gt;Kebingungan para misionaris Jerman untuk mengkonstruksi kata Batak sebagai nama suku juga nampak dari satu temuan Ichwan terhadap peta misionaris Jerman sendiri yang sama sekali tidak menggunakan judul batalander sebagai judul peta dan membuang semua kata Batak yang ada dalam edisi penerbitan peta itu di dalam laporan tahunan misionaris. Padahal sebelumnya mereka telah menggunakan kata Batak itu.&lt;br /&gt;Kata Batak yang semula nama ejekan negatif penduduk pesisir kepada penduduk pedalaman, kemudian menjadi nama kawasan geografis penduduk dataran tinggi Sumatera Utara yang heterogen dan memiliki nama-namanya sendiri pada awal abad 20, bergeser menjadi nama etnik dan sebagai nama identitas yang terus mengalami perubahan.&lt;br /&gt;"Setelah misionaris Jerman berhasil menggunakan nama Batak sebagai nama etnik, pihak pemerintah Belanda juga menggunakan konsep Jerman itu dalam pengembangan dan perluasan basis-basis kolonialisme mereka. Nama Batak juga digunakan sebagai nama etnik para elit yang bermukim di Tapanuli Selatan yang beragama Islam," ujar Ichwan Azhari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Semoga segala yang diutarakan diatas menjadi sumber bacaan dan wawasan serta pengetahuan kita bersama, tidak ada yang paling benar dan tidak ada juga yang salah, karena semuanya ditulis dalam sebuah resume dan opini masing-masing, dan untuk kita seperti telah diutarakan diatas, kita hanya akan menjadi lebih tahu dan dapat menelaah setiap inputan dengan pandangan yang positif.&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;SUMBER BERITA :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://emperantrotoar.blogspot.com/2010/11/asal-usul-kata-batak.html"&gt;http://emperantrotoar.blogspot.com/2010/11/asal-usul-kata-batak.html&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Batac"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Batac&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Batak"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Batak&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapolo.wordpress.com/2003/11/28/batak-artinya-penunggang-kuda/"&gt;http://rapolo.wordpress.com/2003/11/28/batak-artinya-penunggang-kuda/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://ichwanazhari.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;http://ichwanazhari.blogspot.com/&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s1600/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s200/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" width="161" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat kami hargai untuk menambah dan memperbaiki setiap artikel dalam blog ini, dengan mengirimkan pendapat anda semua ke page/halaman "KIRIM ARTIKEL" yang terdapat pada header page blog ini. &amp;nbsp;Tanpa mengurangi hormat, kami harapkan tulisan pendapat anda tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Terimakasih GIRSANG VISION&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;HABONARON DO BONA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="550"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/02/sejak-kapan-dan-memiliki-arti-apakah.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH43tBp7wwcSA1pQ6WuqvzP3vsYPEmSm3X1rHkbxUOAF4gosv3ucMDfpZqcllA8FiwbqoQWhC-DxPmqereWF2YLVBFC0kYrFxGYmG4EYgYT9Xe4veDTfY3-BqOPsufk_0df_lGdBS3Y2L5/s72-c/BATAK-.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-5127233388197938896</guid><pubDate>Tue, 31 Jan 2012 23:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-01T06:35:00.133+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ALAM TANAH BATAK</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG LELUHUR</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG VISION</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-HASUSURAN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-SIMALUNGUN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TANOH BATAK</category><title>SAYA ORANG (SUKU) BATAK...., BATAK APA ? Sekilas Tentang Suku Batak, Sumatra Utara</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi49v3DdkQxF-RV0VEwuoKAGMnSjnriKkOmB1czMO8fV5pwcwKaPNPi-qP9JIp9gE2V9psUU8Eib8K_KK4p69zmg7g-R4sjcuaS3er8l4mh4REFpBQSV2BGhyphenhypheneRbqCG9y48WQg996ijW4Z1/s1600/http_batakjawaku.blogspot.com_2010_12_fashion-batakpakaian-adat-simalungun_html.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi49v3DdkQxF-RV0VEwuoKAGMnSjnriKkOmB1czMO8fV5pwcwKaPNPi-qP9JIp9gE2V9psUU8Eib8K_KK4p69zmg7g-R4sjcuaS3er8l4mh4REFpBQSV2BGhyphenhypheneRbqCG9y48WQg996ijW4Z1/s320/http_batakjawaku.blogspot.com_2010_12_fashion-batakpakaian-adat-simalungun_html.jpg" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;http_batakjawaku.blogspot.com_2010_12_&lt;br /&gt;
fashion-batakpakaian-adat-simalungun_html&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;GIRSANG VISION : Batak merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia. Nama ini merupakan sebuah terma kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Tapanuli dan Sumatera Timur, di Sumatera Utara. Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak adalah: Batak Toba,Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mayoritas orang Batak menganut agama Kristen dan sisanya beragama Islam. Tetapi ada pula yang menganut agama Malim dan juga menganut kepercayaan animisme (disebut Sipelebegu atau Parbegu), walaupun kini jumlah penganut kedua ajaran ini sudah semakin berkurang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;MALIM;&amp;nbsp;Istilah Parmalim merujuk kepada penganut agama Malim. Agama Malim yang dalam bahasa Batak disebut Ugamo Malim adalah bentuk moderen agama asli suku Batak. Agama asli Batak tidak memiliki nama sendiri, tetapi pada penghujung abad kesembilan belas muncul sebuah gerakan anti kolonial. Pemimpin utama mereka adalah Guru Somalaing Pardede. Agama Malim pada hakikatnya merupakan agama asli Batak, namun terdapat pengaruh agama Kristen, terutama Katolik, dan juga pengaruh agama Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dewa tertinggi dalam kepercayaan Malim adalah &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"Debata Mulajadi Na Bolon"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; sebagai pencipta manusia, langit, bumi dan segala isi alam semesta yang disembah oleh "Umat Ugamo Malim" ("Parmalim"). Agama Malim terutama dianut oleh suku Batak Toba di provinsi Sumatra Utara. Sejak dahulu kala terdapat beberapa kelompok Parmalim namun kelompok terbesar adalah kelompok Malim yang berpusat diHuta Tinggi, Kecamatan Lagu Boti, Kab. Toba Samosir. Hari Raya utama Parmalim disebut Si Pahasada (yaitu '[bulan] Pertama') serta Si Pahalima (yaitu '[bulan] Kelima) yang secara meriah dirayakan di kompleks Parmalim di Huta Tinggi.&lt;br /&gt;
Pimpinan Parmalim saat ini Raja Marnangkok Naipospos&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;SEJARAH&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Orang Batak termasuk ras Mongoloid Selatan yang berbahasa Austronesia namun tidak diketahui kapan nenek moyang orang Batak pertama kali bermukim di Tapanuli dan Sumatera Timur. Bahasa dan bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa orang yang berbahasa Austronesia dari Taiwan telah berpindah ke wilayah Filipina dan Indonesia sekitar 2.500 tahun lalu, yaitu di zaman batu muda (Neolitikum).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1KIdkScm5VOOPcMneo3_S4JUFTVnqZUrCP8RylxVRPlc8HRJhJ62N_1IOZyd_pP9lJ3m1N4wnze7OhM8HsP_Z3j6epW0zVAXs3_oKj7TO69zoPaPfO7acqX-aqAOAavYj6h4LwiCukL_U/s1600/ETNIS+BATAK.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="267" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1KIdkScm5VOOPcMneo3_S4JUFTVnqZUrCP8RylxVRPlc8HRJhJ62N_1IOZyd_pP9lJ3m1N4wnze7OhM8HsP_Z3j6epW0zVAXs3_oKj7TO69zoPaPfO7acqX-aqAOAavYj6h4LwiCukL_U/s400/ETNIS+BATAK.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;SUKU BATAK - SUMATRA UTARA&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Karena hingga sekarang belum ada artefak Neolitikum (Zaman Batu Muda) yang ditemukan di wilayah Batak maka dapat diduga bahwa nenek moyang Batak baru bermigrasi ke Sumatra Utara di zaman logam. Pada abad ke-6, pedagang-pedagang Tamil asal India mendirikan kota dagang Barus, di pesisir barat Sumatera Utara. Mereka berdagang kapur Barus yang diusahakan oleh petani-petani di pedalaman. Kapur Barus dari tanah Batak bermutu tinggi sehingga menjadi salah satu komoditas ekspor di samping kemenyan. Pada abad ke-10, Barus diserang oleh Sriwijaya. Hal ini menyebabkan terusirnya pedagang-pedagang Tamil dari pesisir Sumatera. Pada masa-masa berikutnya, perdagangan kapur Barus mulai banyak dikuasai oleh pedagang Minangkabau yang mendirikan koloni di pesisir barat dan timur Sumatera Utara. Koloni-koloni mereka terbentang dari Barus, Sorkam, hingga Natal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;IDENTITAS BATAK&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;R.W Liddle mengatakan, bahwa sebelum abad ke-20 di Sumatra bagian utara tidak terdapat kelompok etnis sebagai satuan sosial yang koheren. Menurutnya sampai abad ke-19, interaksi sosial di daerah itu hanya terbatas pada hubungan antar individu, antar kelompok kekerabatan, atau antar kampung. Dan hampir tidak ada kesadaran untuk menjadi bagian dari satuan-satuan sosial dan politik yang lebih besar. Pendapat lain mengemukakan, bahwa munculnya kesadaran mengenai sebuah keluarga besar Batak baru terjadi pada zaman kolonial. Dalam disertasinya J. Pardede mengemukakan bahwa istilah "Tanah Batak" dan "rakyat Batak" diciptakan oleh pihak asing. &lt;b&gt;Sebaliknya, Siti Omas Manurung, seorang istri dari putra pendeta Batak Toba menyatakan, bahwa sebelum kedatangan Belanda, semua orang baik Karo maupun Simalungun mengakui dirinya sebagai Batak, dan Belandalah yang telah membuat terpisahnya kelompok-kelompok tersebut. Sebuah mitos yang memiliki berbagai macam versi menyatakan, bahwa Pusuk Bukit, salah satu puncak di barat Danau Toba, adalah tempat "kelahiran" bangsa Batak. Selain itu mitos-mitos tersebut juga menyatakan bahwa nenek moyang orang Batak berasal dari Samosir.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbentuknya masyarakat Batak yang tersusun dari berbagai macam marga, sebagian disebabkan karena adanya migrasi keluarga-keluarga dari wilayah lain di Sumatra. Penelitian penting tentang tradisi Karo dilakukan oleh J.H Neumann, berdasarkan sastra lisan dan transkripsi dua naskah setempat, yaituPustaka Kembaren dan Pustaka Ginting. Menurut Pustaka Kembaren, daerah asal marga Kembaren dari Pagaruyung di Minangkabau. Orang Tamil diperkirakan juga menjadi unsur pembentuk masyarakat Karo. Hal ini terlihat dari banyaknya nama marga Karo yang diturunkan dari Bahasa Tamil. Orang-orang Tamil yang menjadi pedagang di pantai barat, lari ke pedalaman Sumatera akibat serangan pasukan Minangkabau yang datang pada abad ke-14 untuk menguasai Barus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;PENYEBARAN AGAMA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Masuknya Islam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dalam kunjungannya pada tahun 1292, Marco Polo melaporkan bahwa masyarakat Batak sebagai orang-orang "liar" dan tidak pernah terpengaruh oleh agama-agama dari luar. Meskipun Ibn Battuta, mengunjungi Sumatera Utara pada tahun 1345 dan mengislamkan Sultan Al-Malik Al-Dhahir, masyarakat Batak tidak pernah mengenal Islam sebelum disebarkan oleh pedagang Minangkabau. Bersamaan dengan usaha dagangnya, banyak pedagang Minangkabau yang melakukan kawin-mawin dengan perempuan Batak. Hal ini secara perlahan telah meningkatakan pemeluk Islam di tengah-tengah masyarakat Batak. Pada masa Perang Paderi di awal abad ke-19, pasukan Minangkabau menyerang tanah Batak dan melakukan pengislaman besar-besaran atas masyarakat Mandailing dan Angkola. Namun penyerangan Paderi atas wilayah Toba, tidak dapat mengislamkan masyarakat tersebut, yang pada akhirnya mereka menganut agama Kristen Protestan. Kerajaan Aceh di utara, juga banyak berperan dalam mengislamkan masyarakat Karo dan Pakpak. Sementara Simalungun banyak terkena pengaruh Islam dari masyarakat Melayu di pesisir Sumatera Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Misionaris Kristen&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada tahun 1824, dua misionaris Baptist asal Inggris, Richard Burton dan Nathaniel Ward berjalan kaki dari Sibolgamenuju pedalaman Batak. Setelah tiga hari berjalan, mereka sampai di dataran tinggi Silindung dan menetap selama dua minggu di pedalaman. Dari penjelajahan ini, mereka melakukan observasi dan pengamatan langsung atas kehidupan masyarakat Batak. Pada tahun 1834, kegiatan ini diikuti oleh Henry Lyman dan Samuel Munson dari Dewan Komisaris Amerika untuk Misi Luar Negeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1850, Dewan Injil Belanda menugaskan Herman Neubronner van der Tuuk untuk menerbitkan buku tata bahasa dan kamus bahasa Batak - Belanda. Hal ini bertujuan untuk memudahkan misi-misi kelompok Kristen Belanda dan Jerman berbicara dengan masyarakat Toba dan Simalungun yang menjadi sasaran pengkristenan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misionaris pertama asal Jerman tiba di lembah sekitar Danau Toba pada tahun 1861, dan sebuah misi pengkristenan dijalankan pada tahun 1881 oleh Dr. Ludwig Ingwer Nommensen. Kitab Perjanjian Baru untuk pertama kalinya diterjemahkan ke bahasa Batak Toba oleh Nommensen pada tahun 1869 dan penerjemahan Kitab Perjanjian Lama diselesaikan oleh P. H. Johannsen pada tahun 1891. Teks terjemahan tersebut dicetak dalam huruf latin di Medan pada tahun 1893. Menurut H. O. Voorma, terjemahan ini tidak mudah dibaca, agak kaku, dan terdengar aneh dalam bahasa Batak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masyarakat Toba dan Karo menyerap agama Kristen dengan cepat, dan pada awal abad ke-20 telah menjadikan Kristen sebagai identitas budaya. Pada masa ini merupakan periode kebangkitan kolonialisme Hindia-Belanda, dimana banyak orang Batak sudah tidak melakukan perlawanan lagi dengan pemerintahan kolonial. Perlawanan secara gerilya yang dilakukan oleh orang-orang Batak Toba berakhir pada tahun 1907, setelah pemimpin kharismatik mereka, Sisingamangaraja XII wafat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Gereja HKBP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) telah berdiri di Balige pada bulan September 1917. Pada akhir tahun 1920-an, sebuah sekolah perawat memberikan pelatihan perawatan kepada bidan-bidan disana. Kemudian pada tahun 1941, Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) didirikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxg3cQr2fsg340cugeVlWcBmdXhUjslKx6BdJCNrqACZ0dNMzqCel1n6ZQyzWbAx1wkzS48vwxfEZJpcI1dA3zx2Bw5tI70Fc6SeeFTcPHzt8t65F9a3b1VCbxPEcTLDjD9vZAH0XRMZV0/s1600/PENDETA+AUGUST+THEIS+-+PENGINJIL+RMG+DI+SIMALUNGUN.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxg3cQr2fsg340cugeVlWcBmdXhUjslKx6BdJCNrqACZ0dNMzqCel1n6ZQyzWbAx1wkzS48vwxfEZJpcI1dA3zx2Bw5tI70Fc6SeeFTcPHzt8t65F9a3b1VCbxPEcTLDjD9vZAH0XRMZV0/s320/PENDETA+AUGUST+THEIS+-+PENGINJIL+RMG+DI+SIMALUNGUN.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;PENDETA AUGUST THEIS - &lt;br /&gt;
PENGINJIL RMG DI SIMALUNGUN&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pada tanggal 2 September 1903 sekelompok penginjil dari RMG yang dipimpin oleh &lt;b&gt;Pendeta August Theis&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;(Rheinische Missions-Gesselschaft (RMG), sebuah badan pengabaran Injil dari Jerman)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;tiba di Pematang Raya untuk menyebarkan Injil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
Tanggal 2 September sampai saat ini diperingati setiap tahunnya oleh anggota GKPS di seluruh dunia sebagai hari olob-olob (bahasa Simalungun untuk "suka cita") untuk mensyukuri masuknya ambilan na madear (bahasa Simalungun untuk Firman-Firman Alkitab/ajaran Kristen) di Simalungun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;KEPERCAYAAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum suku Batak Toba menganut agama Kristen Protestan, mereka mempunyai sistem kepercayaan dan religi tentang Mulajadi Nabolon yang memiliki kekuasaan di atas langit dan pancaran kekuasaan-Nya terwujud dalam Debata Natolu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyangkut jiwa dan roh, suku Batak Toba mengenal tiga konsep, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Tondi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; : adalah jiwa atau roh seseorang yang merupakan kekuatan, oleh karena itu tondi memberi nyawa kepada manusia. Tondi di dapat sejak seseorang di dalam kandungan.Bila tondi meninggalkan badan seseorang, maka orang tersebut akan sakit atau meninggal, maka diadakan upacara mangalap (menjemput) tondi dari sombaon yang menawannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Sahala&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; : adalah jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. Semua orang memiliki tondi, tetapi tidak semua orang memiliki sahala. Sahala sama dengan sumanta, tuah atau kesaktian yang dimiliki para raja atau hula-hula.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Begu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; : adalah tondi orang telah meninggal, yang tingkah lakunya sama dengan tingkah laku manusia, hanya muncul pada waktu malam.&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
Demikianlah religi dan kepercayaan suku Batak yang terdapat dalam pustaha. Walaupun sudah menganut agama Kristen dan berpendidikan tinggi, namun orang Batak belum mau meninggalkan religi dan kepercayaan yang sudah tertanam di dalam hati sanubari mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;SALAM KHAS ORANG BATAK&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tiap puak Batak memiliki salam khasnya masing masing. Meskipun suku Batak terkenal dengan salam Horasnya, namun masih ada dua salam lagi yang kurang populer di masyarakat yakni Mejuah juah dan Njuah juah. Horas sendiri masih memiliki penyebutan masing masing berdasarkan puak yang menggunakannya&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pakpak “Njuah-juah Mo Banta Karina!”&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Karo “Mejuah-juah Kita Krina!”&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Toba “Horas Jala Gabe Ma Di Hita Saluhutna!”&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Simalungun “Horas banta Haganupan, Salam Habonaran Do Bona!”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mandailing dan Angkola “Horas Tondi Madingin Pir Ma Tondi Matogu, Sayur Matua Bulung!”&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;KEKERABATAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kekerabatan adalah menyangkut hubungan hukum antar orang dalam pergaulan hidup. Ada dua bentuk kekerabatan bagi suku Batak, yakni berdasarkan garis keturunan (genealogi) dan berdasarkan sosiologis, sementara kekerabatan teritorial tidak ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk kekerabatan berdasarkan garis keturunan (genealogi) terlihat dari silsilah marga mulai dari Si Raja Batak, dimana semua suku bangsa Batak memiliki marga. Sedangkan kekerabatan berdasarkan sosiologis terjadi melalui perjanjian (padan antar marga tertentu) maupun karena perkawinan. Dalam tradisi Batak, yang menjadi kesatuan Adat adalah ikatan sedarah dalam marga, kemudian Marga. Artinya misalnya Harahap, kesatuan adatnya adalah Marga Harahap vs Marga lainnya. Berhubung bahwa Adat Batak/Tradisi Batak sifatnya dinamis yang seringkali disesuaikan dengan waktu dan tempat berpengaruh terhadap perbedaan corak tradisi antar daerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adanya falsafah dalam perumpamaan dalam bahasa Batak Toba yang berbunyi: Jonok dongan partubu jonokan do dongan parhundul. merupakan suatu filosofi agar kita senantiasa menjaga hubungan baik dengan tetangga, karena merekalah teman terdekat. Namun dalam pelaksanaan adat, yang pertama dicari adalah yang satu marga, walaupun pada dasarnya tetangga tidak boleh dilupakan dalam pelaksanaan Adat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;FALSAFAH DAN SISTEM KEMASYARAKATAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Masyarakat Batak memiliki falsafah, azas sekaligus sebagai struktur dan sistem dalam kemasyarakatannya yakni yang dalam Bahasa Batak Toba disebut Dalihan na Tolu. Berikut penyebutan Dalihan Natolu menurut keenam puak Batak&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dalihan Na Tolu (Toba) • Somba Marhula-hula • Manat Mardongan Tubu • Elek Marboru&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Dalian Na Tolu (Mandailing dan Angkola) • Hormat Marmora • Manat Markahanggi • Elek Maranak Boru&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tolu Sahundulan (Simalungun) • Martondong Ningon Hormat, Sombah • Marsanina Ningon Pakkei, Manat • Marboru Ningon Elek, Pakkei&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rakut Sitelu (Karo) • Nembah Man Kalimbubu • Mehamat Man Sembuyak • Nami-nami Man Anak Beru&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Daliken Sitelu (Pakpak) • Sembah Merkula-kula • Manat Merdengan Tubuh • Elek Marberru&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Hulahula/Mora adalah pihak keluarga dari isteri. Hula-hula ini menempati posisi yang paling dihormati dalam pergaulan dan adat-istiadat Batak (semua sub-suku Batak) sehingga kepada semua orang Batak dipesankan harus hormat kepada Hulahula (Somba marhula-hula).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dongan Tubu/Hahanggi disebut juga Dongan Sabutuha adalah saudara laki-laki satu marga. Arti harfiahnya lahir dari perut yang sama. Mereka ini seperti batang pohon yang saling berdekatan, saling menopang, walaupun karena saking dekatnya kadang-kadang saling gesek. Namun, pertikaian tidak membuat hubungan satu marga bisa terpisah. Diumpamakan seperti air yang dibelah dengan pisau, kendati dibelah tetapi tetap bersatu. Namun demikian kepada semua orang Batak (berbudaya Batak) dipesankan harus bijaksana kepada saudara semarga. Diistilahkan, manat mardongan tubu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Boru/Anak Boru adalah pihak keluarga yang mengambil isteri dari suatu marga (keluarga lain). Boru ini menempati posisi paling rendah sebagai 'parhobas' atau pelayan, baik dalam pergaulan sehari-hari maupun (terutama) dalam setiap upacara adat. Namun walaupun berfungsi sebagai pelayan bukan berarti bisa diperlakukan dengan semena-mena. Melainkan pihak boru harus diambil hatinya, dibujuk, diistilahkan: Elek marboru.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
Namun bukan berarti ada kasta dalam sistem kekerabatan Batak. Sistem kekerabatan Dalihan na Tolu adalah bersifat kontekstual. Sesuai konteksnya, semua masyarakat Batak pasti pernah menjadi Hulahula, juga sebagai Dongan Tubu, juga sebagai Boru. Jadi setiap orang harus menempatkan posisinya secara kontekstual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga dalam tata kekerabatan, semua orang Batak harus berperilaku 'raja'. Raja dalam tata kekerabatan Batak bukan berarti orang yang berkuasa, tetapi orang yang berperilaku baik sesuai dengan tata krama dalam sistem kekerabatan Batak. Maka dalam setiap pembicaraan adat selalu disebut Raja ni Hulahula, Raja no Dongan Tubu dan Raja ni Boru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;RITUAL KANIBALISME&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ritual kanibalisme telah terdokumentasi dengan baik di kalangan orang Batak, yang bertujuan untuk memperkuat tondi pemakan itu. Secara khusus, darah, jantung, telapak tangan, dan telapak kaki dianggap sebagai kaya tondi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam memoir Marco Polo yang sempat datang berekspedisi dipesisir timur Sumatera dari bulan April sampai September 1292, ia menyebutkan bahwa ia berjumpa dengan orang yang menceritakan akan adanya masyarakyat pedalaman yang disebut sebagai "pemakan manusia". Dari sumber-sumber sekunder, Marco Polo mencatat cerita tentang ritual kanibalisme di antara masyarakat "Battas". Walau Marco Polo hanya tinggal di wilayah pesisir, dan tidak pernah pergi langsung ke pedalaman untuk memverifikasi cerita tersebut, namun dia bisa menceritakan ritual tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Niccolò Da Conti (1395-1469), seorang Venesia yang menghabiskan sebagian besar tahun 1421 di Sumatra, dalam perjalanan panjangnya untuk misi perdagangan di Asia Tenggara (1414-1439), mencatat kehidupan masyarakat. Dia menulis sebuah deskripsi singkat tentang penduduk Batak: "Dalam bagian pulau, disebut Batech kanibal hidup berperang terus-menerus kepada tetangga mereka ".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thomas Stamford Raffles pada 1820 mempelajari Batak dan ritual mereka, serta undang-undang mengenai konsumsi daging manusia, menulis secara detail tentang pelanggaran yang dibenarkan.Raffles menyatakan bahwa: "Suatu hal yang biasa dimana orang-orang memakan orang tua mereka ketika terlalu tua untuk bekerja, dan untuk kejahatan tertentu penjahat akan dimakan hidup-hidup".. "daging dimakan mentah atau dipanggang, dengan kapur, garam dan sedikit nasi".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para dokter Jerman dan ahli geografi Franz Wilhelm Junghuhn, mengunjungi tanah Batak pada tahun 1840-1841. Junghuhn mengatakan tentang ritual kanibalisme di antara orang Batak (yang ia sebut "Battaer"). Junghuhn menceritakan bagaimana setelah penerbangan berbahaya dan lapar, ia tiba di sebuah desa yang ramah. Makanan yang ditawarkan oleh tuan rumahnya adalah daging dari dua tahanan yang telah disembelih sehari sebelumnya. Namun hal ini terkadang dibesar-besarkan dengan maksud menakut-nakuti orang/pihak yang bermaksud menjajah dan/atau sesekali agar mendapatkan pekerjaan yang dibayar baik sebagai tukang pundak bagi pedagang maupun sebagai tentara bayaran bagi suku-suku pesisir yang diganggu oleh bajak laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oscar von Kessel mengunjungi Silindung di tahun 1840-an, dan pada tahun 1844 mungkin orang Eropa pertama yang mengamati ritual kanibalisme Batak di mana suatu pezina dihukum dan dimakan hidup. Menariknya, terdapat deskripsi paralel dari Marsden untuk beberapa hal penting, von Kessel menyatakan bahwa kanibalisme dianggap oleh orang Batak sebagai perbuatan berdasarkan hukum dan aplikasinya dibatasi untuk pelanggaran yang sangat sempit yakni pencurian, perzinaan, mata-mata, atau pengkhianatan. Garam, cabe merah, dan lemon harus diberikan oleh keluarga korban sebagai tanda bahwa mereka menerima putusan masyarakat dan tidak memikirkan balas dendam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ida Pfeiffer mengunjungi Batak pada bulan Agustus 1852, dan meskipun dia tidak mengamati kanibalisme apapun, dia diberitahu bahwa: "Tahanan perang diikat pada sebuah pohon dan dipenggal sekaligus, tetapi darah secara hati-hati diawetkan untuk minuman, dan kadang-kadang dibuat menjadi semacam puding dengan nasi. Tubuh kemudian didistribusikan; telinga, hidung, dan telapak kaki adalah milik eksklusif raja, selain klaim atas sebagian lainnya. Telapak tangan, telapak kaki, daging kepala, jantung, serta hati, dibuat menjadi hidangan khas. Daging pada umumnya dipanggang serta dimakan dengan garam. Para perempuan tidak diizinkan untuk mengambil bagian dalam makan malam publik besar ".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 1890, pemerintah kolonial Belanda melarang kanibalisme di wilayah kendali mereka. Rumor kanibalisme Batak bertahan hingga awal abad ke-20, dan nampaknya kemungkinan bahwa adat tersebut telah jarang dilakukan sejak tahun 1816. Hal ini dikarenakan besarnya pengaruh Islam dalam masyarakat Batak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;TAROMBO&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Silsilah atau Tarombo merupakan suatu hal yang sangat penting bagi orang Batak. Bagi mereka yang tidak mengetahui silsilahnya akan dianggap sebagai orang Batak kesasar (nalilu). Orang Batak khusunya kaum laki-laki diwajibkan mengetahui silsilahnya minimal nenek moyangnya yang menurunkan marganya dan teman semarganya (dongan tubu). Hal ini diperlukan agar mengetahui letak kekerabatannya (partuturanna) dalam suatu klan atau marga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;KONTROVERSI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sebagian :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Orang Karo,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Orang Angkola, dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Orang Mandailing&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghyphenhyphenloQx15RVgXnrjCM5MlbeKvtOnfGxrGDvDATQKVsycU7n642we5IqulcDVpIdEU45CzpMAsj209UxqS2MjJfzhVNkNr8fFC4f8e6Te5EP2opaXefltYwSaKz_W3Ga181FrBLiy4VxaS0/s1600/SIMALUNGUN+DRESS.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghyphenhyphenloQx15RVgXnrjCM5MlbeKvtOnfGxrGDvDATQKVsycU7n642we5IqulcDVpIdEU45CzpMAsj209UxqS2MjJfzhVNkNr8fFC4f8e6Te5EP2opaXefltYwSaKz_W3Ga181FrBLiy4VxaS0/s1600/SIMALUNGUN+DRESS.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;tidak menyebut dirinya sebagai bagian dari suku Batak.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Wacana itu muncul disebabkan karena pada umumnya kategori "Batak" dipandang rendah oleh bangsa-bangsa lain. Selain itu, &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;perbedaan agama juga menyebabkan sebagian orang Tapanuli tidak ingin disebut sebagai Batak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Di pesisir timur laut Sumatera, khususnya di Kota Medan, perpecahan ini sangat terasa. Terutama dalam hal pemilihan pemimpin politik dan perebutan sumber-sumber ekonomi. Sumber lainnya menyatakan kata Batak ini berasal dari rencana Gubernur Jenderal Raffles yang membuat etnik Kristen yang berada antara Kesultanan Aceh dan Kerajaan Islam Minangkabau, di wilayah Barus Pedalaman, yang dinamakan Batak. Generalisasi kata Batak terhadap etnik Mandailing (Angkola) dan Karo, umumnya tak dapat diterima oleh keturunan asli wilayah itu. Demikian juga di Angkola, yang terdapat banyak pengungsi muslim yang berasal dari wilayah sekitar Danau Toba dan Samosir, &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;akibat pelaksanaan dari pembuatan afdeeling Bataklanden oleh pemerintah Hindia Belanda, yang melarang penduduk muslim bermukim di wilayah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konflik terbesar adalah pertentangan antara masyarakat bagian utara Tapanuli dengan selatan Tapanuli, mengenai identitas Batak dan Mandailing. Bagian utara menuntut identitas Batak untuk sebagain besar penduduk Tapanuli, bahkan juga wilayah-wilayah di luarnya. Sedangkan bagian selatan menolak identitas Batak, dengan bertumpu pada unsur-unsur budaya dan sumber-sumber dari Barat. Penolakan masyarakat Mandailing yang tidak ingin disebut sebagai bagian dari etnis Batak, sempat mencuat ke permukaan dalam Kasus Syarikat Tapanuli (1919-1922), Kasus Pekuburan Sungai Mati (1922), dan Kasus Pembentukan Propinsi Tapanuli (2008-2009).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Dalam sensus penduduk tahun 1930 dan 2000, pemerintah mengklasifikasikan Simalungun, Karo, Toba, Mandailing, Pakpak dan Angkola sebagai etnis Batak.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: white; color: #6d6d6d; font-family: Georgia, 'Times New Roman Times', serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Batak" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; line-height: normal;"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Batak&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: white; color: #6d6d6d; font-family: Georgia, 'Times New Roman Times', serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat terbuka untuk mengedit artikel ini (open source) yang tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #6d6d6d; font-family: Georgia, 'Times New Roman Times', serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Terimakasih&lt;br /&gt;
GIRSANG VISION-&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue; font-size: xx-small;"&gt;HABONARON DO BONA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="background-color: white; clear: both; color: #6d6d6d; font-family: Georgia, 'Times New Roman Times', serif; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigy6HA9k4gH31M3EiHkY4X35DHp0KGFughHAcga4ZrgBw8onGQ3ctn1FOOxNonbvJQbrRkJyHtYV33JlCaDJyXG-Ajv32Q_cWY2Vl5aPDXX8ySVXJMFz6RjX7rvk9U9dBrM-7TQv8I7F5b/s1600/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; color: #1d6fb6; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" height="166" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigy6HA9k4gH31M3EiHkY4X35DHp0KGFughHAcga4ZrgBw8onGQ3ctn1FOOxNonbvJQbrRkJyHtYV33JlCaDJyXG-Ajv32Q_cWY2Vl5aPDXX8ySVXJMFz6RjX7rvk9U9dBrM-7TQv8I7F5b/s200/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-style: none; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-left-color: rgb(227, 227, 227); border-left-style: none; border-right-color: rgb(227, 227, 227); border-right-style: none; border-top-color: rgb(227, 227, 227); border-top-style: none; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; margin-bottom: 4px; margin-left: 0px; margin-right: 4px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="510"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/saya-orang-suku-batak-batak-apa-sekilas.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi49v3DdkQxF-RV0VEwuoKAGMnSjnriKkOmB1czMO8fV5pwcwKaPNPi-qP9JIp9gE2V9psUU8Eib8K_KK4p69zmg7g-R4sjcuaS3er8l4mh4REFpBQSV2BGhyphenhypheneRbqCG9y48WQg996ijW4Z1/s72-c/http_batakjawaku.blogspot.com_2010_12_fashion-batakpakaian-adat-simalungun_html.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-5975831454377485513</guid><pubDate>Tue, 31 Jan 2012 23:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-01T06:34:25.770+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ALAM TANAH BATAK</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG LELUHUR</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-HASUSURAN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-SIMALUNGUN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SIMELOENGOEN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TANOH BATAK</category><title>SUKU BATAK SIMALUNGUN DALAM SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA.</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwkAlRMPOiJv9UquAvOnmsQzfINfcrr8_6XGpmD9nMUhOELB41m4SmsLAd4BlXZAz53s4c5amJIzL-2MP_IFGMHO0obyxOLFQzkdgi3zDPHiEIKeW_yWN3tZgbUAi7DQs4PpQ0ABHMT6S/s1600/GIRSANG+RUN+THE+WORLD.gif" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwkAlRMPOiJv9UquAvOnmsQzfINfcrr8_6XGpmD9nMUhOELB41m4SmsLAd4BlXZAz53s4c5amJIzL-2MP_IFGMHO0obyxOLFQzkdgi3zDPHiEIKeW_yWN3tZgbUAi7DQs4PpQ0ABHMT6S/s1600/GIRSANG+RUN+THE+WORLD.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;MountDeer&lt;br /&gt;Symbol Of Girsang Clan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;GIRSANG VISION : Hal yang mendasari penayangan artikel ini adalah kecintaan tokoh muda dan tua bermarga GIRSANG yang berkumpul dalam sebuah komunitas group facebook GIRSANGVISION (&lt;a href="http://www.facebook.com/groups/girsangvision/"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http://www.facebook.com/groups/girsangvision/&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;) yang saling berdiskusi demi kecintaan akan tanah leluhur serta adat istiadatnya. Dalam sebuah diskusi yang saling memberi dan mengasihi tersebut, terlintas pemikiran dari para anggotanya &lt;a href="http://www.facebook.com/dori.girsang" target="_blank"&gt;DORI ALAM GIRSANG (Denpasar, Bali)&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001737171810" target="_blank"&gt;HORASTON GIRSANG (Perawang, Riau)&lt;/a&gt; untuk membagi pengetahuan kepada sesama GIRSANG, terutama pada generasi penerus yang mungkin belum memahami tentang adat-istiadat dan tata krama kekerabatan dalam SUKU BATAK SIMALUNGUN, yakni Perkerabatan dalam masyarakat Simalungun disebut sebagai &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;PARTUTURAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Partuturan ini menetukan dekat atau jauhnya hubungan kekeluargaan (&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;pardihadihaon&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;), dan dibagi kedalam beberapa kategori sebagai berikut :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;TUTUR MANORUS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;/LangsungPerkerabatan yang langsung terkait dengan diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;TUTUR HOLMOUAAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;/ KelompokMelalui tutur Holmouan ini bisa terlihat bagaimana berjalannya adat Simalungun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;TUTUR NATIPAK&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;/ Kehormatan, Tutur Natipak digunakan sebagai pengganti nama dari orang yang diajak berbicara sebagai tanda hormat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Maka kami melakukan penelusuran dan mendapatkan beberapa sumber dari beberapa website sbb:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Simalungun Online - &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.simalungunonline.com/" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;http://www.simalungunonline.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Wikipedia -&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Batak_Simalungun"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Batak_Simalungun&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dan sumber lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Menurut kami ada baiknya, pada kesempatan ini juga dmuatkan sedikit sejarah SUKU BATAK SIMALUNGUN, agar apa yang menjadi keinginan generasi penerus mengetahui sedikit sejarahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Suku Simalungun&lt;/b&gt; atau juga disebut Batak Simalungun adalah salah satu suku asli dari provinsi Sumatera Utara, Indonesia, yang menetap di Kabupaten Simalungun dan sekitarnya. Beberapa sumber menyatakan bahwa leluhur suku ini berasal dari daerah India Selatan. Sepanjang sejarah suku ini terbagi ke dalam beberapa kerajaan. Marga asli penduduk Simalungun adalah Damanik, dan 3 marga pendatang yaitu, Saragih, Sinaga, dan Purba. Kemudianmarga marga (nama keluarga) tersebut menjadi 4 marga besar di Simalungun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Orang Batak menyebut suku ini sebagai suku "Si Balungu" dari legenda hantu yang menimbulkan wabah penyakit di daerah tersebut, sedangkan orang Karo menyebutnya Timur karena bertempat di sebelah timur mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3LSSarZHkYz7HDiUoJskPOTEW0NpmTioOCWwyva-qigS40_d0SVQu97-96LOpk4kB7pr0tA7A94ZxZ8i5QKQdhqEknhNmmTBx-0bl5whyphenhyphenMsHkHMl360yLlON4sFVVUgCGXuP_LHVoyJhJ/s1600/Simalungun+Atas+dan+Simalungun+Bawah+tempo+dulu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3LSSarZHkYz7HDiUoJskPOTEW0NpmTioOCWwyva-qigS40_d0SVQu97-96LOpk4kB7pr0tA7A94ZxZ8i5QKQdhqEknhNmmTBx-0bl5whyphenhyphenMsHkHMl360yLlON4sFVVUgCGXuP_LHVoyJhJ/s400/Simalungun+Atas+dan+Simalungun+Bawah+tempo+dulu.jpg" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:LiddleSimalungunOri.jpg&amp;amp;filetimestamp=20081004083707" target="_blank"&gt;Peta Simalungan seperti pada Laporan Daerah Tingkat II Simalungun, tahun 1963, P. Siantar, 1963, hlm. 2. Dimuat dalam: R.W. Liddle, Suku Simalungun: An Ethnic Group in Search of Representation, dalam Indonesia, Vol. 3, (Apr., 1967), hlm. 1-28. Referensi permanen: http://cip.cornell.edu/seap.indo/1107136727&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;ASAL USUL&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Terdapat berbagai sumber mengenai asal usul Suku Simalungun, tetapi sebagian besar menceritakan bahwa nenek moyang Suku Simalungun berasal dari luar Indonesia.&lt;br /&gt;
Kedatangan ini terbagi dalam 2 gelombang :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Gelombang pertama (&lt;b&gt;Simalungun Proto&lt;/b&gt;), &lt;i&gt;diperkirakan datang dari Nagore (India Selatan) dan pegunungan Assam (India Timur) di sekitar abad ke-5, menyusuri Myanmar, ke Siam dan Malakauntuk selanjutnya menyeberang ke Sumatera Timur dan mendirikan kerajaan Nagur dari Raja dinasti Damanik.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gelombang kedua (&lt;b&gt;Simalungun Deutero&lt;/b&gt;), &lt;i&gt;datang dari suku-suku di sekitar Simalungun yang bertetangga dengan suku asli Simalungun.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; Pada gelombang Proto Simalungun di atas, &lt;b&gt;Tuan Taralamsyah Saragih&lt;/b&gt; menceritakan bahwa rombongan yang terdiri dari keturunan dari 4 Raja-raja besar dari Siam dan India ini bergerak dari Sumatera Timur ke daerah Aceh, Langkat, daerah Bangun Purba, hingga ke Bandar Kalifah sampai Batubara.&lt;br /&gt;
Kemudian mereka didesak oleh suku setempat hingga bergerak ke daerah pinggiran danau Toba dan Samosir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Pustaha Parpandanan Na Bolag&lt;/b&gt; (pustaka Simalungun kuno) mengisahkan bahwa Parpandanan Na Bolag (cikal bakal daerah Simalungun) merupakan kerajaan tertua di Sumatera Timur yang wilayahnya bermula dari Jayu (pesisir Selat Malaka) hingga ke Toba. Sebagian sumber lain menyebutkan bahwa wilayahnya meliputi Gayo dan Alas di Aceh hingga perbatasan sungai Rokan di Riau.&lt;br /&gt;
Kini, di Kabupaten Simalungun sendiri, Akibat derasnya imigrasi, suku Simalungun hanya menjadi mayoritas di daerah Simalungun Atas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;KEHIDUPAN MASYARAKAT SIMALUNGUN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sistem mata pencaharian orang Simalungun yaitu bercocok tanam dengan padi dan jagung, karena padi adalah makanan pokok sehari-hari dan jagung adalah makanan tambahan jika hasil padi tidak mencukupi. Jual-beli diadakan dengan barter, bahasa yang dipakai adalah bahasa dialek, dialek simalungun. "Marga" memegang peranan penting dalam soal adat Simalungun. Jika dibandingkan dengan keadaan Simalungun dengan suku Batak yang lainnya sudah jauh berbeda, baik dalam bahasa dan dialek juga system kekerabatannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-large;"&gt;SYSTEM POLITIK&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pada masa sebelum Belanda masuk ke Simalungun, suku ini terbagi ke dalam 7 daerah yang terdiri dari 4 Kerajaan dan 3 Partuanan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kerajaan tersebut adalah:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Siantar (menandatangani surat tunduk pada belanda tanggal 23 Oktober 1889, SK No.25)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Panei (Januari 1904, SK No.6)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dolok Silou&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanoh Djawa (8 Juni 1891, SK No.21)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; Sedangkan Partuanan (dipimpin oleh seseorang yang bergelar "tuan") tersebut terdiri atas: &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Raya (Januari 1904, SK No.6)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Purba&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Silimakuta&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kerajaan-kerajaan tersebut memerintah secara swaparaja. Setelah Belanda datang maka ketiga Partuanan tersebut dijadikan sebagai Kerajaan yang berdiri sendiri secara sah dan dipersatukan dalam Onderafdeeling Simalungun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dengan Beslit tanggal 24 April 1906 nomor 1 kemudian diperkuat lagi dengan Besluit tanggal 22 Januari 1908 nomor 57, Raja Siantar Sang Nahualu dinyatakan dijatuhkan dari tahtanya selaku Raja Siantar oleh pemerintah Hindia Belanda. Pemerintahan kerajaan Siantar, menunggu akil baligh Tuan Kodim dipimpin oleh suatu Dewan Kerajaan terdiri dari Tuan Marihat, Tuan Sidamanik dan diketuai oleh Kontelir Simalungun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Setelah dibuangnya Raja Siantar Sang Naualuh dan Perdana Menterinya Bah Bolak oleh Belanda dalam tahun 1906 ke Bengkalis, maka sudah ratalah kini jalan untuk memaksakan Dewan Kerajaan Siantar yang diketuai Kontelir Belanda itu dan dibentuklah Besluit tanggal 29-7-1907 nomor 254 untuk membuat Pernyataan Pendek (Korte Verklaring) takluknya Siantar kepada Pemerintah Hindia Belanda. Dari isi surat-surat dokumen Belanda dapatlah direka yang tersirat bahwa dimakzulkannya dari tahta Siantar Tuan Sang Nahualu dan dibuangnya ia bersama perdana menterinya Bah Bollak ke Bengkalis 1906, adalah terutama karena background : Ia bersama hampir seluruh Orang-orang Besar Kerajaan Siantar adalah anti penjajahan Belanda; bahwa merembesnya propaganda Islam ke Simalungun khususnya dan Tanah Batak umumnya tidaklah disenangi oleh penjajah Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 16 Oktober 1907 oleh Tuan Torialam (Tuan Marihat) dan Tuan Riah Hata (Tuan Sidamanik), melalui Verklaring (Surat Ikrar), dinyatakan tunduk kepada Belanda.&lt;br /&gt;
Dalam butir satu dari Verklaring yang memakai aksara Arab Melayu dengan Bahasa Melayu dan aksara Latin dengan Bahasa Belanda itu, tertulis,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;“Ten eerste: dat het landschap Siantar een gedeelte uitmaakt van Nederlandsch Indie en derhalve staat onder de heerschappij van Nederland..” (Pertama: bahwa wilayah Siantar merupakan bagian dari Hindia Belanda dan karena itu berada di bawah kerajaan Belanda…). &lt;/i&gt;Masih ditambahkan bahwa akan setia kepada Ratu Belanda dan Gubernur Jenderal.&lt;i&gt;"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sejak Surat Ikrar Torialam dari Marihat dan Riah Hata dari Sidamanik itu, Kerajaan Siantar akhirnya di bawah pengawasan Belanda. Belanda kemudian menobatkan putra Sang Naualuh bukan dari permaisuri, yang masih teramat muda, Tuan Riah Kadim menjadi raja pengganti. Tuhan Riah Kadim yang masih polos itu kemudian diserahkan Belanda kepada Pendeta Zending Guillaume di Purba. Pada Tahun 1916, Tuhan Riah Kadim diubah namanya menjadi Waldemar Tuan Naga Huta dan diakui Belanda sebagai Raja. (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Suntingan dari Muhar Omtatok , Erond Damanik dan Juandaha Raya Purba Dasuha&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain 3 partuanan yang tersebut atas masih terdapat beberapa partuaan yang lain antara lain: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Parbalogan (tuan parbalogan op.Dja Saip Saragih Napitu) yang wilayahnya dari parmahanan hingga ke tigaras&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Tahan Batoe Toean Van Si Polha , Si Ria Kadi Toean Van Manik Si Polha , Toean Gurasa Dolok Sumurung / Bandar Sipolha , Toean Intan Pulo Bosar Sipolha , Tuan Kalabosar ( Dolok Maraja Sipolha ), Tuan Paraloangin ( Jambur Na Bolag Sipolha ), Tuan Parangsangbosi ( Paribuan Sipolha ) semua Keturunan Raja Naposo Damanik.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Tahan Batoe Toean Van Si Polha / Toean Laen / Nai Tukkup , salah satu keturunannya adalah Tuan Jahutar Damanik dan Tuan Humala Sahkuda Damanik ( Hutabolon Sipolha ) orang tua dari: Tuan Djapurba Damanik, Tuan Djabagus Damanik, Tuan Djabanten Damanik, mantan Bupati Kabupaten Simalungun, Tuan Djahormat Damanik, Mora br.Damanik, Mayun br. Damanik.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Ria Kadi Toean Van Manik Si Polha / Toean Markadim / Nai Simin , keturunannya sebagai berikut pada no 5 , 6 , 7 :&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tuan Paraloangin Damanik ( Tuan Jambur Na Bolag Sipolha ) dengan laweinya Radja Israel Sinaga Prapat dari Parapat salah satu keturunannya adalah Tuan Labuhan Asmin Damanik ( Tuan Jambur Na Bolag berikutnya ) keturunannya adalah Prof.DR SC Reynold Kamrol Damanik ( USU ) , Prof DR David Tumpal Damanik ( USA ) , Cand.DR.Ec Daulat Damanik MA. ( Jerman ).&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tuan Parangsangbosi Damanik ( Tuan Paribuan Sipolha ) salah satu keturunannya adalah Brigjen Pol (Purn) Muller Damanik , SH ( Mantan Rektor USI P.Siantar).&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tuan Kalabosar Damanik ( Tuan Dolok Maraja Sipolha ) salah satu keturunannya adalah Ir. Syamsirun Damanik ( mantan salah satu Direktur Kem. Pertanian RI ) , Drs Pangsa Damanik.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Toean Gurasa Dolok Sumurung / Bandar Sipolha , salah satu keturunannya Mayjen TNI (Purn) Pieter Damanik ( Mantan Dubes RI di Philipina ) , Ir Djagunung Damanik , Revol Damanik.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sipintu angin (tuan op.S.Saragih Turnip) merupakan orang tua dari Saragih Ras. Yang hingga kini tugunya (tugu hoda bottar)masih terlihat di Perbatasan Panatapan Ds.Tigaras&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; DENGAN KORT VERKLARING, 16 OKTOBER 1907, BELANDA MEMBAGI KERAJAAN SIANTAR MENJADI 37 PERBAPAAN dan &lt;b&gt;Tuan SAUADIM DAMANIK KE XV&lt;/b&gt;, PERBAPAAN DARI BANDAR diangkat BELANDA MENJADI RAJA SIANTAR yang berakhir sampai tahun Revolusi Simalungun 1946. Adapun ikrar setia dan perjanjian dengan pemerintahan kerajaan Belanda, berisi sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;3. SURAT IKRAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bahwa ini ikrar kami :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Si Tori Alam&lt;/b&gt; , Tuan Marihat dan Si Ria Hata Tuan Sidamanik.&lt;br /&gt;
Yaitu : bersama masuk komisi pemerintahan jajahan negeri Siantar mengaku tiga perkara yang tersebut di bawah ini , yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Pasal yang pertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Bermula ikrar kami bahwa sesungguhnya negeri Siantar jadi suatu bahagian daripada Hindia Nederland , maka takluklah negeri Siantar itu kepada kerajaan Belanda , maka wajiblah atas kami selama-lamanya bersetia kepada Baginda Sri Maharaja Belanda dan kepada wakil baginda yaitu Sri Paduka yang dipertuan besar Gubernur Jenderal Hindia Nederland , maka oleh Sri Paduka yang dipertuan besar Gubernur dikurniakan kepada kami jabatan pemerintahan di dalam Negeri Siantar.&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Pasal yang kedua&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;. Maka mengakulah dan berjanjilah kami , bahwa kami tiada akan membicarakan suatu apa dari pada ikwal kami dengan Raja - raja yang asing , melainkan musuh Baginda Sri Maharaja itu musuh kami , begitu juga sahabat Sri Maharaja Belanda itu Sahabat kami adanya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Pasal yang ketiga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Bahwa mengakulah dan berjanjilah kami , bahwa sesungguhnya segala peraturan hal ikwal Siantar , baik yang telah diaturkan , baik yang akan diikrarkan oleh atau dengan nama Baginda Sri Paduka yang dipertuan besar Gubernur Jenderal Hindia Nederland atau wakilnya semua pengaturan itu kami hendak menjalankan akan segala perintah yang diperintahkan kepada kami , baik oleh Sri paduka yang dipertuan besar Gubernur Jenderal baik oleh wakilnya , semua perintah itu kami hendak menurutkan juga adanya. Demikianlah Ikrar yang telah kami mengaku dengan bersumpah di Pematang Siantar pada enam belas Oktober 1907, dan tersurat tiga helai yang sama bunyinya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Si Tori Alam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Si Ria Hata ( Anggota dari komisi Kerajaan Siantar ) Disaksikan oleh Si Jure Lucan O'Brien , Controleur Simalungun. Ikrar ini disyahkan dan dikuatkan pada tanggal 22 Januari, 1908. Gubernur Jenderal Hindia Belanda -&amp;nbsp;d.t.o&amp;nbsp;&lt;b&gt;V.Heutz&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;4. Proces - Verbal / Berita Acara.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pada hari ini tanggal 16 Oktober 1907 hadir di hadapan saya Jure Lucan O'Brien . Controleur Simalungun.&lt;br /&gt;
Op heden , den Zestienden october negentien honderd en zevend , voor mij , J.L.O'Brien , Controleur van Simeloengoen,&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Si Saoeadim , Toean Van Bandar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Si Badjandin , Toean Van Bandar Poelau (salah 1 keturunannya adalah Drs. Tuan Zulkarnain Damanik, MM, Bupati Simalungun periode 2005-2010)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Kani , Toean Van Bandar Bajoe&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Djamin , pemangkoe Van Toean Negeri Bandar&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Mia , Toean Van Si Malangoe&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Kama , Roumah Suah&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Bisara , Nagodang&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Djommaihat , Toean Kahaha&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Djarainta , Toean Boentoe&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Djandioeroeng , Toean Dolok Siantar&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Silim , Toean Van Bandar Sakoeda&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Djontahali , Toean Van Mariah Bandar&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Rimmahala , Toean Van Naga Bandar&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Kadim , Toean Van Bandar Tonga&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Tongma , Bah Bolak Van Pematang Siantar&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Naman , Toean Van Lingga&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Djaha , Toean Van Bangoen&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Djibang , Toean Van Dolok Malela&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Djandiain , Toean Van Silo Bajoe&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Lampot , Toean Van Djorlang Hoeloean&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Djanji-arim , Toean Van Maligas Bandar&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Djadi , Toean Van Sakuda&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Radjawan , Toean Van Gunung Maligas&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Djaoelak , Toean Van Tamboen&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Tahan Batoe , Toean Van Si Polha&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Ria Kadi , Toean Van Manik Si Polha&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Ganjang , Toean Van Repa&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Djoinghata , Toean Van Pagar Batoe&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Djaingot , Toean Van Si Lampoeyang&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Djaoeroeng , Toean Van Gadjing&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Mahata , Toean anggi Van Sidapmanik&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Bandar , Toean Manik Hataran&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Takkang , Toean Van Tamboen Rea&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Rian , Toean Van Manik Maradja&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Marihat , Toean Van Perbalogan&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Pinggan , Toean Van Hoeta Bajoe&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Si Djoegmahita , Toean Van Manggoetoer&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dimana mereka sebagai para kepala kerajaan / perbapaan , dihadapan saya telah menerangkan dan bersetuju dengan keterangan yang dibuat ini hari oleh komisi kerajaan Siantar dengan kehadirannya atas sumpah dan dikuatkan dalam ikrar ini. Demikian diperbuat ikrar ini berdasarkan berita acara dengan tiga rangkap.&lt;br /&gt;
Pematang Siantar , 16 Oktober 1907.-&amp;nbsp;Controleur Simalungun.&amp;nbsp;d.t.o&amp;nbsp;&lt;b&gt;Jure Lucan O'Brien&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Partuanan-partuanan ini tidak pernah tunduk kepada pemerintahan Belanda saat itu, di daerah dilakukan perlawanan perlawanan kecil secara bergerilya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;BAHASA dan AKSARA.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Suku Simalungun menggunakan Bahasa Simalungun (bahasa simalungun: hata/sahap Simalungun) sebagai bahasa Ibu. Derasnya pengaruh dari suku-suku di sekitarnya mengakibatkan beberapa bagian Suku Simalungun menggunakan bahasa Melayu, Karo, Batak, dan sebagainya. Penggunaan Bahasa Batak (bahasa batak toba) sebagian besar disebabkan penggunaan bahasa ini sebagai bahasa pengantar oleh penginjil RMG yang menyebarkan agama Kristen pada Suku Simalungun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bahasa Batak Simalungun yang lebih lazim disebut "Bahasa Simalungun" termasuk dalam &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;rumpun bahasa Melayu-Polinesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, cabang terbesar dalam rumpun bahasa Austronesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bahasa Simalungun termasuk salah satu bahasa Batak. Oleh &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;P. Voorhoeve&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, seorang ahli bahasa yang pada tahun 1930-an menjabat sebagai taalambtenaar (pegawai bahasa) di Simalungun menyatakan bahwa bahasa Simalungun berada pada posisi menengah antara rumpun Batak Utara dan rumpun Batak Selatan. Penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;A. Adelaar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; menunjukkan bahwa bahasa Simalungun sesungguhnya merupakan cabang dari rumpun Batak Selatan yang terpisah dari bahasa-bahasa Batak Selatan sebelum terbentuknya bahasa Toba atau Mandailing yang sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Hal itu sering diinterpretasikan seolah-olah bahasa Simalungun "lebih tua" daripada bahasa Toba atau Mandailing namun pandangan itu keliru.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Beberapa kata dalam bahasa Simalungun memang memiliki persamaan dengan bahasa Toba atau Karo yang ada di sekitar wilayah tinggalnya suku Simalungun, namun menurut&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt; Pdt. Djaulung Wismar Saragih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; banyak kata yang penulisannya sama dalam bahasa Simalungun dan Toba namun memiliki makna yang berlainan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Henry Guntur Tarigan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; membedakan dialek bahasa Simalungun ke dalam 4 macam dialek:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Silimakuta.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Raya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Topi Pasir (Horisan).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jahe-jahe (pesisir pantai timur)&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; Aksara yang digunakan suku Simalungun merupakan salah satu varian aksara Batak yang di Simalungun disebut &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;surat sampuluh siah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Aksara Simalungun diteliti oleh &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/uli.kozok" target="_blank"&gt;Profesor Dr. Uli Kozok&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang juga menciptakan aksara komputer yang dapat digunakan untuk mencetak aksara Simalungun. Profesor Dr. Uli Kozok sendiri adalah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Professor di University of Hawaii, Manoa, yang belajar di Leiden University dan saat ini tinggal di Honolulu, Hawaii. Dan beliau sering dimintakan untuk menerjemahkan aksara-aksara kuno Simalungun oleh para kalangan/praktisi sejarah dari Indonesia dan bahkan oleh masyarakat Simalungun sendiri, senang rasanya bahwa dunia international tertarik dengan sejarah, budaya dan keberagaman Simalungun, tetapi juga sebuah ironi yang menyesakkan dada, mengapa orang simalungun asli bertanya pada seorang non-simalungun, apakah selama ini sejarawan dan tokoh-tokoh suku simalungun tidak mewariskan kepada anak cucu sendiri tentang budayanya sendiri ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;KEPERCAYAAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bila diselidiki lebih dalam suku Simalungun memiliki berbagai kepercayaan yang berhubungan dengan pemakaian mantera-mantera dari "Datu" (dukun).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEbbBfFHtzKBQDMua-XQmj9zOfvBpgXh3Zbtu-0QZUMX4DU4dJucA6i3CeiXtPCk2nUzLpCnkXWqdqgPqnQmVX3HNOGJxHhcLV-Ut4u9LMFBmbZGlNxMOX_X_0EEh2nPME2ZGztQXlNew3/s1600/RUMAH+ADAT+SIMALUNGUN+DENGAN+3+WARNA+NAIBATA+(MERAH,+PUTIH+dan+HITAM).jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEbbBfFHtzKBQDMua-XQmj9zOfvBpgXh3Zbtu-0QZUMX4DU4dJucA6i3CeiXtPCk2nUzLpCnkXWqdqgPqnQmVX3HNOGJxHhcLV-Ut4u9LMFBmbZGlNxMOX_X_0EEh2nPME2ZGztQXlNew3/s400/RUMAH+ADAT+SIMALUNGUN+DENGAN+3+WARNA+NAIBATA+(MERAH,+PUTIH+dan+HITAM).jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Miniatur Rumah Adat Suku Batak Simalungun Dengan 3 Warna Naibata&lt;br /&gt;
Merah, Putih dan Hitam.&lt;br /&gt;
Photo Milik Saudara &lt;a href="http://www.facebook.com/rhpurba" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Rudin Herbert Purba&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Disertai persembahan kepada roh-roh nenek moyang yang selalu didahului panggilan kepada Tiga Dewa yang disebut Naibata, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Naibata di atas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, dilambangkan dengan warna Putih,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Naibata di tengah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, dilambangkan dengan warna Merah, dan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Naibata di bawah&lt;/b&gt;, dilambangkan dengan warna Hitam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;3/tiga warna yang mewakili Dewa-Dewa tersebut (Putih, Merah dan Hitam) mendominasi berbagai ornamen suku Simalungun dari pakaian sampai hiasan rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiscIobKs4S12lfyABjeS3n_w3c0IcSPdSfrBxNauuFzzQ4lv89x42-1ERO_IToTwSNN2URsBlWumefQpjCg8Liq_WpKJGYyQsPEkFURZicNNdVAXOo7-WPLS-hhGBHIpuxL5xVykPb2ong/s1600/Patung+Budha+Menaiki+Gajah+Di+Simalungun.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiscIobKs4S12lfyABjeS3n_w3c0IcSPdSfrBxNauuFzzQ4lv89x42-1ERO_IToTwSNN2URsBlWumefQpjCg8Liq_WpKJGYyQsPEkFURZicNNdVAXOo7-WPLS-hhGBHIpuxL5xVykPb2ong/s1600/Patung+Budha+Menaiki+Gajah+Di+Simalungun.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:PatungSimalungunBudha.jpg&amp;amp;filetimestamp=20070731065524" target="_blank"&gt;Patung Sang Budha menunggang Gajah &lt;br /&gt;
koleksi Museum Simalungun, &lt;br /&gt;
yang menunjukkan pengaruh &lt;br /&gt;
ajaran Budha pada &lt;br /&gt;
Masyarakat Simalungun&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Orang Simalungun percaya bahwa &lt;b&gt;manusia dikirim ke dunia oleh Naibata dan dilengkapi dengan Sinumbah&lt;/b&gt; yang dapat juga menetap di dalam berbagai benda, seperti alat-alat dapur dan sebagainya, sehingga benda-benda tersebut harus disembah. Orang Simalungun menyebut roh orang mati sebagai &lt;b&gt;Simagot&lt;/b&gt;. Baik Sinumbah maupun Simagot harus diberikan korban-korban pujaan sehingga mereka akan memperoleh berbagai keuntungan dari kedua sesembahan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ajaran Hindu dan Budha juga pernah memengaruhi kehidupan di Simalungun, hal ini terbukti dengan peninggalan berbagai patung dan arca yang ditemukan di beberapa tempat di Simalungun yang menggambarkan makna &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Trimurti (Hindu)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sang Buddha yang menunggangi Gajah (Budha)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Patung peninggalan budaya dari daerah Simalungun yang memperlihatkan pengaruh ajaran Budha di daerah ini pada zaman dahulu, walau belum ada perkiraan waktu dibuatnya Patung. Patung menggambarkan wujud sang Budha yang mengendarai seekor Gajah. Patung ini adalah bagian dari koleksi Museum Simalungun dan dipajang di halaman Museum tersebut di Jalan Jendral Sudirman, Pematang Siantar, Simalungun, Sumatera Utara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;MARGA SUKU BATAK SIMALUNGUN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Marga Simalungun merujuk kepada nama keluarga atau marga yang dipakai di belakang nama depan masyarakat Simalungun yang berasal dari daerah Kabupaten Simalungun. Ada 4 marga asli dari Simalungun: Damanik, Purba, Saragih dan Sinaga. Keempat marga tersebut berasal dari marga raja-raja di Simalungun yang bermufakat untuk tidak saling menyerang. Beberapa marga dari luar Simalungun kemudian menganggap dirinya sebagai bagian dari 4 marga tersebut ketika mereka menetap di Simalungun. Sebagai suku yang menganut Paterilinear, marga pada suku Simalungun diturunkan melalui garis Ayah, oleh karena itu orang yang memiliki marga yang sama dianggap sebagai kakak-adik sehingga tidak diperbolehkan untuk saling menikah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sejarah asal-usul dari marga-marga yang ada di dalam suku Simalungun sangatlah minim, namun beberapa sumber tertulis menyatakan bahwa ada 4 marga asli dalam Suku Simalungun yang biasa diberi akronim &lt;b&gt;SISADAPUR&lt;/b&gt;. Beberapa sumber juga menyatakan bahwa 4 marga tersebut berasal dari “Harungguan Bolon” (permusyawaratan besar) antara 4 raja besar untuk tidak saling menyerang dan tidak saling bermusuhan (dalam bahasa simalungun yaitu: &lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;marsiurupan bani hasunsahan na legan, rup mangimbang munssuh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Keempat raja itu adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;Raja Nagur Bermarga Damanik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Damanik berarti Simada Manik (pemilik manik), dalam bahasa Simalungun, Manik berarti Tonduy, Sumangat, Tunggung, Halanigan (bersemangat, berkharisma, agung/terhormat, paling cerdas).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Raja ini berasal dari kaum bangsawan India Selatan dari Kerajaan Nagore. Pada abad ke-12, keturunan raja Nagur ini mendapat serangan dari Raja Rajendra Chola dari India, yang mengakibatkan terusirnya mereka dari Pamatang Nagur di daerah Pulau Pandan hingga terbagi menjadi 3 bagian sesuai dengan jumlah puteranya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Marah Silau&lt;/b&gt; (yang menurunkan Raja Manik Hasian, Raja Jumorlang, Raja Sipolha, Raja Siantar, Tuan Raja Sidamanik dan Tuan Raja Bandar)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Soro Tilu&lt;/b&gt; (yang menurunkan marga raja Nagur di sekitar gunung Simbolon: Damanik Nagur, Bayu, Hajangan, Rih, Malayu, Rappogos, Usang, Rih, Simaringga, Sarasan, Sola)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Timo Raya&lt;/b&gt; (yang menurunkan raja Bornou, Raja Ula dan keturunannya Damanik Tomok)&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; Selain itu datang marga keturunan Silau Raja, Ambarita Raja, Gurning Raja, Malau Raja, Limbong, Manik Raja yang berasal dari Pulau Samosir dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;mengaku&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Damanik di Simalungun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Marga-marga perbauran Damanik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Malau&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Limbong&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sagala&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gurning&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Manikraja&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tambak&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Raja Banua Sobou Bermarga Saragih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Saragih dalam bahasa Simalungun berarti Simada Ragih, yang mana Ragih berarti atur, susun, tata, sehingga simada ragih berarti Pemilik aturan atau pengatur, penyusun atau pemegang undang-undang.&lt;br /&gt;
Keturunannya adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Saragih Garingging yang pernah merantau ke Ajinembah dan kembali ke Raya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saragih Sumbayak keturunan Tuan Raya Tongah, Pamajuhi, dan Bona ni Gonrang.&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; Saragih Garingging kemudian pecah menjadi 2, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dasalak, menjadi raja di Padang Badagei&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Dajawak, merantau ke Rakutbesi dan Tanah Karo dan menjadi marga Ginting Jawak.&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Walaupun jelas terlihat bahwa hanya ada 2 keturunan Raja Banua Sobou, pada zaman &lt;b&gt;Tuan Rondahaim&lt;/b&gt; terdapat beberapa marga yang mengaku dirinya sebagai bagian dari Saragih (berafiliasi), yaitu: Turnip, Sidauruk, Simarmata, Sitanggang, Munthe, Sijabat, Sidabalok, Sidabukke, Simanihuruk.&amp;nbsp;Ada satu lagi marga yang mengaku sebagai bagian dari Saragih yaitu Pardalan Tapian, marga ini berasal dari daerah Samosir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Marga-marga perbauran Saragih :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Munthe&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siadari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sidabutar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sidabalok&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sidauruk&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Simarmata&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Simanihuruk&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sijabat&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Raja Banua Purba Bermarga Purba&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Purba menurut bahasa berasal dari bahasa Sanskerta yaitu Purwa yang berarti timur, gelagat masa datang, pegatur, pemegang Undang-undang, tenungan pengetahuan, cendekiawan/sarjana.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Keturunannya adalah: Tambak, Sigumonrong, Tua, Sidasuha (Sidadolog, Sidagambir). Kemudian ada lagi Purba Siborom Tanjung, Pakpak, &lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;Girsang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, Tondang, Sihala, Raya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pada abad ke-18 ada beberapa marga Simamora dari Bakkara melalui Samosir untuk kemudian menetap di Haranggaol dan mengaku dirinya Purba. Purba keturunan Simamora ini kemudian menjadi Purba Manorsa dan tinggal di Tangga Batu dan Purbasaribu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Marga-marga perbauran Purba :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Manorsa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Simamora&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sigulang Batu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Parhorbo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sitorus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pantomhobon&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sigumonrong&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pak-pak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Manalu&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Raja Saniang Naga Bermarga Sinaga&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sinaga berarti Simada Naga, dimana Naga dalam mitologi dewa dikenal sebagai penebab Gempa dan Tanah Longsor.&amp;nbsp;Keturunannya adalah marga Sinaga di Kerajaan Tanah Jawa, Batangiou di Asahan.&amp;nbsp;Saat kerajaan Majapahit melakukan ekspansi di Sumatera pada abad ke-14, pasukan dari Jambi yang dipimpin &lt;b&gt;Panglima Bungkuk&lt;/b&gt; melarikan diri ke kerajaan Batangiou dan mengaku bahwa dirinya adalah Sinaga.&amp;nbsp;Menurut &lt;b&gt;Taralamsyah Saragih&lt;/b&gt;, nenek moyang mereka ini kemudian menjadi raja Tanoh Djawa dengan marga Sinaga Dadihoyong setelah ia mengalahkan Tuan Raya Si Tonggang marga Sinaga dari kerajaan Batangiou dalam suatu ritual adu sumpah (Sibijaon). [&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Catatan J, Tideman, 1922&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Beberapa Sumber mengatakan bahwa Sinaga keturunan raja Tanoh Djawa berasal dari India, salah satunya adalah menrurut Tuan Gindo Sinaga keturunan dari Tuan Djorlang Hatara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Beberapa keluarga besar Partongah Raja Tanoh Djawa menghubungkannya dengan daerah Nagaland (Tanah Naga) di India Timur yang berbatasan dengan Myanmar yang memang memiliki banyak persamaan dengan adat kebiasaan, postur wajah dan anatomi tubuh serta bahasa dengan suku Simalungun dan Batak lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Marga-marga perbauran Sinaga :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Sipayung&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sihaloho&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sinurat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sitopu&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;PERKERABATAN SUKU BATAK SIMALUNGUN (PARTUTURAN)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Partuturan adalah cara suku Simalungun menentukan perkerabatan atau keteraturan yang merupakan bagian dari hubungan keluarga (pardihadihaon) dalam kehidupan sosialnya sehari-hari terutama dalam acara adat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Awalnya orang Simalungun tidak terlalu mementingkan soal “silsilah” karena penentu partuturan di Simalungun adalah “&lt;b&gt;hasusuran&lt;/b&gt;” (tempat asal nenek moyang) dan "&lt;b&gt;tibalni parhundul&lt;/b&gt;" (kedudukan/peran) dalam "&lt;b&gt;horja-horja adat&lt;/b&gt;" (acara-acara adat). Hal ini dapat dilihat pada pertanyaan yang diajukan oleh seorang Simalungun di saat orang mereka saling bertemu, dimana bukan langsung bertanya “aha marga ni ham?” (apa marga anda) tetapi “hunja do hasusuran ni ham (dari mana asal-usul anda)?" Hal ini dipertegas lagi oleh pepatah Simalungun :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“Sin Raya, sini Purba, sin Dolog, sini Panei. Na ija pe lang na mubah, asal ma marholong ni atei” (dari Raya, Purba, Dolog, Panei. Yang manapun tak berarti, asal penuh kasih).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sebagian sumber menuliskan bahwa hal tersebut disebabkan karena seluruh marga raja-raja Simalungun itu diikat oleh persekutuan adat yang erat oleh karena konsep perkawinan antara raja dengan “puang bolon” (permaisuri) yang adalah puteri raja tetangganya. Seperti raja Tanoh Djawa dengan puang bolon dari Kerajaan Siantar (Damanik), raja Siantar yang puang bolonnya dari Partuanan Silappuyang, Raja Panei dari Putri Raja Siantar, Raja Silau dari Putri Raja Raya, Raja Purba dari Putri Raja Siantar dan Silimakuta dari Putri Raja Raya atau Tongging.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Setelah marga-marga dalam suku Simalungun semakin membaur, partuturan semakin ditentukan oleh partongah-jabuan (pernikahan), yang mengakibatkan pembentukan hubungan perkerabatan antara keluarga-keluarga Simalungun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Partuturan dalam suku Simalungun di bagi ke dalam 3 kategori menurut kedekatan hubungan seseorang,&amp;nbsp;Di Tulis dari BUKU ADAT NI SIMALUNGUN na isusun PRESIDIUM PARTUHA MAUJANA SIMALUNGUN thn 2002. [Dimuat juga dalam artikel wikipedia :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partuturan"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Partuturan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;]&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;yaitu ;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Tutur Manorus (langsung)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Perkerabatan yang langsung terkait dengan diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ompung: orang tua ayah atau ibu, saudara (kakak/adik) dari orang tua ayah atau ibu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bapa/Amang: ayah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Inang: ibu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Abang: saudara lelaki yang lahir lebih dulu dari kita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Anggi: adik lelaki; saudara lelaki yang lahir setelah kita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Botou: saudara perempuan (baik lebih tua atau lebih muda).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Amboru: saudara perempuan ayah; saudara perempuan pariban ayah; saudara perempuan mangkela. Bagi wanita: orang tua dari suami kita; amboru dari suami kita; atau mertua dari saudara ipar perempuan kita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mangkela: suami dari saudara perempuan dari ayah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tulang: saudara lelaki ibu; saudara lelaki pariban ibu; ayah dari besan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Anturang: istri dari tulang; ibu dari besan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Parmaen: istri dari anak; istri dari keponakan; anak perempuan dari saudara perempuan istri; amboru dan mangkela kita memanggil istri kita parmaen&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Nasibesan: istri dari saudara (Ipar) lelaki dari istri kita atau saudara istri kita&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Hela: suami dari puteri kita; suami dari puteri dari kakak/adik kita&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Gawei: hubungan wanita dengan istri saudara lelakinya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Lawei: hubungan laki-laki dengan suami dari saudara perempuannya; panggilan laki-laki terhadap putera amboru; hubungan laki-laki dengan suami dari puteri amboru (botoubanua).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Botoubanua: puteri amboru; bagi wanita: putera tulang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pahompu: cucu; anak dari botoubanua; anak pariban&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Nono: pahompu dari anak (lelaki).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Nini: cucu dari boru.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sima-sima: anak dari Nono/Nini&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Siminik: cucu dari Nono/Nini&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sebagian orang mengartikan nono sebagai cucu dari putera/puteri kita, hal ini karena walaupun sudah tua, tapi nenek/kakek buyut tersebut masih dapat melihat (bahasa simalungun: Manonoi)si Nono.&amp;nbsp;Sebagian orang mengartikan nini sebagai cucu dari cucu kita, hal ini karena walaupun sudah tua, tapi nenek/kakek buyut tersebut hanya dapat mendengar apa yang dikatakan (bahasa simalungun: nini) si Nini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Tutur Holmouan (kelompok)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Melalui tutur Holmouan ini bisa terlihat bagaimana berjalannya adat Simalungun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ompung Nini: ayah dari ompung&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ompung Martinodohon: saudara (kakak/adik) dengan ompung&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ompung Doli: ayah kandung dari ayah, kalau nenek perempuan disebut inang tutua&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bapa Tua: saudara lelaki paling tua dari ayah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bapa Godang: saudara lelaki yang lebih tua dari ayah, di beberapa tempat biasa juga disebut bapa tua&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Inang Godang: istri dari bapa godang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bapa Tongah: saudara lelaki ayah yang lahir dipertengahan (bukan paling tua, bukan paling muda)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Inang Tongah: istri dari bapa tongah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bapa Gian / Bapa Anggi: saudara lelaki ayah yang lahir paling belakang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Inang Gian / Inang Anggi: istri dari bapa gian/Anggi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sanina / Sapanganonkon: saudara satu ayah/ibu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pariban: sebutan bagi orang yang dapat kita jadikan pasangan (suami atau istri) atau adik/kakaknya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tondong Bolon: pambuatan (orang tua atau saudara laki dari istri/suami) kita&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tondong Pamupus: pambuatan ayah kandung kita&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tondong Mata ni Ari: pambuatan ompung kita&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tondong Mangihut&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Anakborujabu: sebagai pimpinan dari semua boru, anakborujabu dituakan karena bertanggung jawab pada tiap acara suka/duka Cita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Panogolan: anak laki/perempuan dari saudara perempuan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Boru Ampuan: hela kandung yang menikahi anak perempuan kandung kita&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Anakborumintori: istri/suami dari panogolan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Anakborumangihut: lawei dari botou&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Anakborusanina :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Tutur Natipak (kehormatan)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tutur natipak digunakan sebagai pengganti nama dari orang yang diajak berbicara sebagai tanda hormat.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kaha: digunakan pada istri dari saudara laki-laki yang lebih tua. Bagi wanita, kaha digunakan untuk memanggil suami boru dari kakak ibu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Nasikaha: digunakan istri kita untuk memanggil saudara laki kita yang lebih tua&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nasianggiku: untuk memanggil istri dari adik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ham: digunakan pada orang yang membesarkan/memelihara kita (orang tua) atau pada orang yang seumur yang belum diketahui hubungannya dengan kita&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Handian: serupa penggunaannya dengan ham, tapi memiliki arti yang lebih luas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dosan: digunakan tetua terhadap sesama tetua&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anaha: digunakan tetua terhadap anak muda laki&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kakak: digunakan anak perempuan kepada saudara lakinya yang lebih tua&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ambia: Panggilan seorang laki terhadap laki lain yang seumuran&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ho: panggilan bagi orang yang sudah akrab (sakkan) atau pada orang yang derajadnya lebih rendah, kadang digunakan oleh suami pada istrinya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hanima: sebutan untuk istri (kasar) atau pada orang yang berderajad lebih rendah dari kita (jamak, lebih dari seorang)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nasiam: sebutan untuk yang secara kekerabatan berderajad di atas (jamak, lebih dari seorang)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Akkora: sebutan orang tua bagi anak perempuan yang dekat hubungan kekerabatannya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Abang: panggilan pada saudara laki yang lebih tua atau yang berderajad lebih dari kita&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tuan: dulu digunakan untuk memanggil pemimpin huta (kampung), atau pada keturunan Raja&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sibursok: sebutan bagi anak laki yang baru lahir&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sitatap: sebutan bagi anak perempuan yang baru lahir&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Awalan Pan/Pang: sebutan bagi seorang Laki yang sudah memiliki Anak, misal anaknya Ucok, maka Ayahnya disebut pan-Ucok/pang-Ucok.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Awalan Nang/Nan: sebutan bagi seorang perempuan yang sudah memiliki anak, misal anaknya Ucok, maka ibunya disebut nan-Ucok/nang-Ucok.&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;PAKAIAN ADAT SUKU BATAK SIMALUNGUN.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sama seperti suku-suku lain di sekitarnya, pakaian adat suku Simalungun tidak terlepas dari penggunaan kain Ulos (disebut Uis di suku Karo). Kekhasan pada suku Simalungun adalah pada kain khas serupa Ulos yang disebut Hiou dengan berbagai ornamennya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ulos pada mulanya identik dengan ajimat, dipercaya mengandung "kekuatan" yang bersifat religius magis dan dianggap keramat serta memiliki daya istimewa untuk memberikan perlindungan. Menurut beberapa penelitian penggunaan ulos oleh suku bangsa Batak, memperlihatkan kemiripan dengan bangsa Karen di perbatasan Myanmar, Muangthai dan Laos, khususnya pada ikat kepala, kain dan ulosnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Secara legenda ulos dianggap sebagai salah satu dari 3 sumber kehangatan bagi manusia (selain Api dan Matahari), namun dipandang sebagai sumber kehangatan yang paling nyaman karena bisa digunakan kapan saja (tidak seperti matahari, dan tidak dapat membakar (seperti api). Seperti suku lain di rumpun Batak, Simalungun memiliki kebiasaan "&lt;b&gt;mambere hiou&lt;/b&gt;" (memberikan ulos)/&lt;b&gt;Mangulosi&lt;/b&gt; yang salah satunya melambangkan pemberian kehangatan dan kasih sayang kepada penerima Hiou. Hiou dapat dikenakan dalam berbagai bentuk, sebagai kain penutup kepala, penutup badan bagian bawah, penutup badan bagian atas, penutup punggung dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
Hiou dalam berbagai bentuk dan corak/motif memiliki nama dan jenis yang berbeda-beda, misalnya Hiou penutup kepala wanita disebut suri-suri, Hiou penutup badan bagian bawah bagi wanita misalnya ragipanei, atau yang digunakan sebagai pakaian sehari-hari yang disebut jabit. Hiou dalam pakaian penganti Simalungun juga melambangkan kekerabatan Simalungun yang disebut tolu sahundulan, yang terdiri dari tutup kepala (ikat kepala), tutup dada (pakaian) dan tutup bagian bawah (abit).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Muhar Omtatok, Budayawan Simalungun, awalnya Gotong (Penutup Kepala Pria Simalungun) berbentuk destar dari bahan kain gelap ( Berwarna putih untuk upacara kemalangan, disebut Gotong Porsa), namun kemudian Tuan Bandaralam Purba Tambak dari Dolog Silou juga menggemari trend penutup kepala ala melayu berbentuk tengkuluk dari bahan batik, dari kegemaran pemegang Pustaha Bandar Hanopan inilah, kemudian Orang Simalungun dewasa ini suka memakai Gotong berbentuk Tengkuluk Batik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s1600/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s200/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" width="161" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat kami hargai untuk menambah dan memperbaiki setiap artikel dalam blog ini, dengan mengirimkan pendapat anda semua ke page/halaman "KIRIM ARTIKEL" yang terdapat pada header page blog ini. &amp;nbsp;Tanpa mengurangi hormat, kami harapkan tulisan pendapat anda tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Terimakasih GIRSANG VISION&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;HABONARON DO BONA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="510"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/01/suku-batak-simalungun-dalam-sejarah-dan.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwkAlRMPOiJv9UquAvOnmsQzfINfcrr8_6XGpmD9nMUhOELB41m4SmsLAd4BlXZAz53s4c5amJIzL-2MP_IFGMHO0obyxOLFQzkdgi3zDPHiEIKeW_yWN3tZgbUAi7DQs4PpQ0ABHMT6S/s72-c/GIRSANG+RUN+THE+WORLD.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-6571745883189004527</guid><pubDate>Tue, 31 Jan 2012 04:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-31T11:50:34.864+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">HUMOR BATAK</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JAGAR-JAGAR</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KETAWA</category><title>JAGAR - JAGAR, HUMOR BATAK - 1</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgISWepAS8CdrJB9BsNsZwmYcs4ZA8ZALiIgy9dUIayxbzk3fkHpSqBVo9NNmY38boM0UNgirltCv1z4SHZSW4YgErzAu6-iLZDYQ50SqUuR0REdObONX9YPiCzPk72swUGWTTsvjuF3Dzm/s1600/KETAWA+AJAH.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgISWepAS8CdrJB9BsNsZwmYcs4ZA8ZALiIgy9dUIayxbzk3fkHpSqBVo9NNmY38boM0UNgirltCv1z4SHZSW4YgErzAu6-iLZDYQ50SqUuR0REdObONX9YPiCzPk72swUGWTTsvjuF3Dzm/s1600/KETAWA+AJAH.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;[GIRSANG VISION] : JAGAR-JAGAR. Namanya juga jagar-jagar alias hanya canda dan humor saja, tidak perlu diambil hati kalaupun ada bagian-bagian dari jagar-jagar ini yang tanpa disengaja ada kemiripan nama, tempat, tokoh atau apapun, sekali lagi itu hanya kebetulan semata HANYA JAGAR-JAGAR, CANDA DAN TAWA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Manjual Lampet&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sada Pandita maniroi ruasna sada ina partigatiga lampet...,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pdt : "Bah repot nai hamu inang didia angka anakta huroha?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jawab Inang : "Behama Amang ai karejobe do sude..."&lt;br /&gt;Pdt : "Bah mauliatema,basado Tuhani diangka ina namabalu, angkupni didia karejobe anak tai...?"&lt;br /&gt;Alusni inantai: "Naumbalga di Kejaksaan, paidua di Kepolisian, paitolu di Pemda..."&lt;br /&gt;Pdt: "Bah mauliate di Tuhan, angka ahama jabatan ni anaktaon??"&lt;br /&gt;Alusni Inang : "Sarupa do Amang tolunsa rap manjual lampet..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Pir atau Piro,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang Mandailing (bukan Batak, Mandailing adalah suku lain di daerah Selatan Sumut) merantau ke Jakarta, karena tidak berhasil mendapat kerja kantoran akhirnya si Mandailing ini berwirasta alias berjualan apa saja di pasar Manggarai, hari ini jualan sayur, besok jualan barang bekas, pokoknya apa saja yang memberikan untung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwWEy3M1qkUuiEwx9v3YoCzZrgmvEo3glOT3oFnTfggpU8qLLTBdlEosZseAeciRuVmMd2TBaMyQKON39eO-dpDeu6dp51mM2KPpFCm_i1mfUYfJQJYuSTTpkM4fEuRCEromu6AJNocyyI/s1600/BECANDA.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwWEy3M1qkUuiEwx9v3YoCzZrgmvEo3glOT3oFnTfggpU8qLLTBdlEosZseAeciRuVmMd2TBaMyQKON39eO-dpDeu6dp51mM2KPpFCm_i1mfUYfJQJYuSTTpkM4fEuRCEromu6AJNocyyI/s1600/BECANDA.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari si Mandailing ini berjualan pepaya, tengah hari datang seorang pembeli, kebetulan seorang Jawa pembantu rumah tangga yang baru datang di Jakarta, bahasa Indonesia-nya belum lancar. Sesuai instruksi majikan, si Jawa mencoba merasakan apakah pepaya yang dijual sudah masak atau belum. Dengan halus si Mandailing memperingati : “zangan keras-keras mas, supaya tidak penyok” (dengan logat Mandailing tentunya yang mirip dengan logat Batak). Setelah yakin bahwa pepaya yang mau dibeli sudah matang, si Jawa bertanya: “piro siji?”, si Mandailing heran dan tidak mengerti dan dia menjawab: “tidak keras mas ... lunak kok, coba lagi” (pir -dari piro- dalam bahasa Mandailing artinya keras).&lt;br /&gt;“Ya ..... piro siji?”, si Jawa bertanya lagi, mulai keheranan.&lt;br /&gt;“Tidak keras mas .... coba lagi”, si Mandailing menjelaskan lagi dengan nada mulai meninggi.&lt;br /&gt;“Lha iya ...... piro?”, si Jawa bertanya lagi, tambah heran.&lt;br /&gt;Misunderstanding terus berlanjut, si Mandailing makin marah dan si Jawa makin heran. Akhirnya si Mandailing bilang : “sudah kubilan lunak ... keras (pir) kau bilang .... lihat ini .....”, si Mandailing menonjok pepayanya sampai hancur.&lt;br /&gt;“Dasar zawa .... sekarang kau mau apa?!”, tantang si Mandailing. Si Jawa kita terpaksa lari terbirit-birit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;SINAGA,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Di sebuah bus jurusan Medan yang berasal dari Solo terdapat 2 orang yang berlainan suku, yaitu orang Batak dan orang Jawa. Semasa dalam perjalanan mereka berdua saling membanggakan daerah mereka masing-masing. Si Jawa membanggakan daerahnya seperti: banyaknya candi di jawa tengah yang sangat terkenal.&lt;br /&gt;Begitupun si Medan yang membanggakan Danau Toba yang insah dan sangat terkenal pula. Tidak terasa bahwa bus yang mereka naiki akhirnya tiba di terminal bus Medan,tetapi mereka berdua masih saja berdebat. Akhirnya dengan berat hati mereka turun dari bus.&lt;br /&gt;Begitu menjajakkan kakinya ketanah si jawa merasa kurang enak apabila mereka belum bisa cocok akhirnya ia minta maaf dengan keangkuhannya tadi dan si Medanpun tidak keberatan. Si Medan berkata,&lt;br /&gt;"Ngomong-ngomong dari Solo sampai ke Medan kita belum tahu nama masing-masing".&lt;br /&gt;"Oh iya benar juga", kata si Jawa.&lt;br /&gt;Dan merekapun berjabat tangan dan yang mulai menyebutkan namanya yaitu si Medan dengan agak keras si Medan menyebutkan namanya "Sinaga".&lt;br /&gt;Mendengar kata itu si Jawa merasa kaget dan dalam hati Ia berkata 'Udah turun masih sombong juga' maka Ia menyebutkan namanya "Embahe Ulo (embahnya Ular)".&lt;br /&gt;Ternyata si Jawa mengira nama sinaga adalah dibuat-buat maka ia membalas dengan mengatakan namanya embahnya ular agar setaraf dengan nama "NAGA".&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Membeli Rokok Dunhill,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seorang pemuda Batak, dengan penuh percaya diri, mendongakkan kepala dari jendela mobilnya, hendak membeli sebungkus rokok “Dunhill” dari pedagang di pinggir jalan.&lt;br /&gt;“Hei, tolong dulu kasi sebungkus ‘dunhil’…” katanya dengan mantapnya.&lt;br /&gt;“Mas,” kata si pedagang rokok mengoreksi. “Bilangnya bukan ‘dunhil’, tapi ‘danhil’…”&lt;br /&gt;Si pemuda Batak melotot lalu berkata, “Hah, sudah bagus kubilang ‘dunhil’. Kalau kubilang ‘hildun’; mau apa kau?!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kuliah Minta Motor,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ada anak dr Sipiongot kuliah di ITB, suatu saat dia ngirim sms ke bapaknya dikampung Medan:&lt;br /&gt;"Pak,semua kawan-kawanku ke kampus naik Kijang, Kuda, Phanter, Jaguar dan Tiger, kirimlah dulu uang biar ku beli macam gitu,kepinginnya aku Pak.."&lt;br /&gt;Balas bapaknya : "Kek mana lah kubikin nak, gak ada uang bapak untuk beli macam gitu, kalau gak gini ajalah, Kebetulan bapak kan baru beli babi dikampung, naik babi ajalah kau ke ke kampus ya nak..."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Dua Orang Mabuk di Bar,&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seorang pria sedang minum di sebuah bar. Setelah beberapa gelas ia menoleh ke pria yang duduk disebelahnya, "Kayaknya aku pernah ketemu kau?!? Kau orang Batak ya?"&lt;br /&gt;Pria itu mengangguk, "Ya, aku Batak! Aku juga familiar dengan mukamu; Kau orang batak juga?!?"&lt;br /&gt;"Ha..haaaa..sama kita!!! Horas bah!!", kata pria pertama. "Horas..horas!!, sahut pria disebelahnya gembira.&lt;br /&gt;"Kampungmu dimana?" tanya pria kedua. "Aku dari Balige", jawab pria pertama, "Kau???", lanjut pria pertama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbtORNZcedGBk084B73IIDdskS0XaU6XRNIv6tc9_RXSAJ-Wf3i_dTkKiExGLG-DhuL43SW-IA0s7omD_3QfBZblQLD7EbBb3p1QQHJ9KU_UPFE2_aLqQfg8zX8bL2_4XDyDFqKh-QSxDR/s1600/KETAWA+LAGI.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="183" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbtORNZcedGBk084B73IIDdskS0XaU6XRNIv6tc9_RXSAJ-Wf3i_dTkKiExGLG-DhuL43SW-IA0s7omD_3QfBZblQLD7EbBb3p1QQHJ9KU_UPFE2_aLqQfg8zX8bL2_4XDyDFqKh-QSxDR/s200/KETAWA+LAGI.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;"Bah!!! sama kita, aku juga Balige-Man..ha.ha.ha..ha..horas..horas!!!", balas pria kedua.&lt;br /&gt;"Ngomong-ngomong Lae, kau SMA dimana dulu di Balige???", pria pertama sambung bertanya.&lt;br /&gt;"Aku di SMA 1 Lae...kalo kau Lae..jangan-jangan SMA 1 juga ha..ha..ha...haaa..", jawab pria disebelah pria pertama.&lt;br /&gt;"Alamaaaak, aku sekolah SMA 1 juga..bah..bah..pantas kayak kukenal Lae...mantap kali!!..sempit kali dunia ini bah!!!" teriak pria pertama.&lt;br /&gt;Semakin bersemangat dan panas keduanya. Pria pertama berdiri dan bertanya, "Lalu dimana kau tinggal di Balige Lae." Dia turun dari bangkunya, mendekat pada pria kedua dan mencoba memegang tangan pria disebelahnya itu.&lt;br /&gt;"Jalan Tobing!! Lae??", jawab pria kedua bersemangat dan juga turun dari bangkunya, ditariknya tangan pria pertama.&lt;br /&gt;"Haaaaa..akupun tinggal di Jalan Tobiiiing Laeee...sama kitaaa, sempit kali dunia ini bah, sempit kali bah!!!", tertawa dan berteriak pria pertama.&lt;br /&gt;Keduanya meloncat-loncat, tertawa keras-keras sambil berpegangan tangan.&lt;br /&gt;Bartender yang dari tadi ada didekat mereka dan memperhatikan percakapan ini geleng-geleng kepala, katanya, "Aah..Cape deeh... si kembar Hutagalung mabook lagi..!!!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Tanah Abang,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dua pemuda yang baru datang dari daerahnya saling bertegur sapa di Daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pemuda Jawa : "Maaf, saya orang baru di Jakarta, baru datang dari Jawa... apakah ini Tanah Abang?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pemuda Batak : "Oh bukan.... ini bukan tanah aku, sumpah! Aku juga baru datang dari Medan, jadi aku juga tidak tahu tanah siapa ini..."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;PSMS Medan VS PS Karo-Karo,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pada sebuah pertandingan persahabatan antara PSMS Medan dengan PS Karo-karo, pertandingan di selenggarakan di kota medan. Sebelum pertandingan MC lapangan memperkenalakan nama-nama kedua tim, untuk kesempatan pertama di sampaikan nama-nama pemain dari PS Karo-Karo karena sebagai tamu.&lt;br /&gt;"Selamat datang para penonton di Stadion Teladan Medan inilah pertandingan persahabatan yang kita nantikan antara PS Karo melawan PSMS Medan" kata MC Membuka&lt;br /&gt;"Sebelum pertandingan di mulai baik kita perkenalkan dulu kekuatan kedua tim kita mulai dengan PS Karo sebagai tamu"&lt;br /&gt;"Dibawah mistar ada Lengket Silangit, kita lihat di barisan belakang ada Jatuh Bangun dan Jegal Tarigan, ...." &lt;br /&gt;MC terus melanjutkan pengumumannya "Di barisan depan ada Lari Peranginangin dan Tembak Sitepu...... dan untuk mengkomandokan tim dipimpin..." MC berhenti sesaat menarik napas panjang "Bah.....oleeeeh Pasti Menang Karo-Karo......" &lt;br /&gt;Penonton terdiam mendengar pengumuman MC dan tiba-tiba kapten tim PSMS Medan berteriak dari tengah lapangan "Menyerah..... bah......namanya saja sudah menakutkan apa lagi mainnya....Dak akan pernah menang nya.. kita lawan dia"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;Ucok Sakit Perut,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seteleh tamat SMU di Aek Kanopan, Uccok memutuskan merantau karena tidak memiliki biaya untuk meneruskan kuliah, plus ditambah otak yang pas-pasan. &lt;br /&gt;Orang tua Ucok memberi ongkos sekali jalan Rp.100.000, karena keuangan yang terjepit. Ucok memilih merantau ke daerah Pekan Baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwYRios3-_VJnSUOTXWFLbV1ywEMMcfdOaqCoL9IT04alGpuwmGFxUTn399KSk4Dz0c6J3owpImzd-aIocR9kedYD8MVvT_pJZ_yDXRN4idLW7Zsy1FmMe3jXXgZccz8zhi-pLMYq6zaGH/s1600/KETAWA.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwYRios3-_VJnSUOTXWFLbV1ywEMMcfdOaqCoL9IT04alGpuwmGFxUTn399KSk4Dz0c6J3owpImzd-aIocR9kedYD8MVvT_pJZ_yDXRN4idLW7Zsy1FmMe3jXXgZccz8zhi-pLMYq6zaGH/s200/KETAWA.gif" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Di Kota Pekan Baru, Ucok tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, setelah lima hari disana, uang sisa ongkos sudah habis, saudara tidak ada.&lt;br /&gt;Singkat Cerita Ucok rela jadi Kernet (Kondektur) alat berat Eskapator ke hutan untuk membuka lahan garapan, nama operator alat beratnya, Sidabutar.&lt;br /&gt;Sesampainya di Hutan, banyak juga orang yang kerja di sini! gumam Ucok dalam hati! dan dia tidak menemukan Toilet untuk MCK yang ada adalah lahan hamparan Luas, Mereka pun buat beskem untuk berteduh dimalam hari. &lt;br /&gt;Karena mereka baru turun (masuk) dari kota ke Hutan, orang-orang yang ada dihutan memutuskan untuk Tidur Bareng di Beskem yang dibangun oleh Sidabutar dan Ucok sambil cerita-cerita. &lt;br /&gt;Pada malan hari, kira kira jam 2 pagi, Sardi (orang yang mereka temui dihutan) sakit perut, dan memutuskan untuk buang air dibalik pohon yang besar dekat beskem mereka. &lt;br /&gt;Secara kebetulan, jam 2 lewat 3 menit, Ucok juga sakit perut, dan bergegas keluar beskem untuk buang juga, dan Ucok memutuskan untuk buang di balik pohon yang sama dengan Sardi, Karena pohonnya besar dan agak rimbun gelap, Ucok ingat pesan orang tuanya dikampung, ( kalau mau buang air kecil/besar, harus permisi dengan kata Sattabi ditempat yang baru), begitu Ucok dekat dengan pohon itu, Ucok buka celana, dan berkata..&lt;br /&gt;Ucok : "Sattabi Oppung dipangisi ni luat on" ( Permisi kepada pemilik wilayah ini). karena Sardi masih dibalik pohon, Sardi menjawab dari balik pohon...&lt;br /&gt;Sardi : "Dang Boi ( Gak boleh)..!"&lt;br /&gt;Seketika itu juga, Sakit perut Ucok sembuh, yang ada Ucok ketakutan, karena dia mengira pohon itu menjawab, karena tidak tahu kalau sebelum dia, Sardi sudah lebih dulu Jongkok disana, segera balik ke Beskem dengan pucat pasih dan langsung tidur.&lt;br /&gt;Besok paginya baru cerita, dan semua temannya terbahak-bahak setelah Sardi cerita juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Berjalan di Atas Air,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seorang Turis Batak berkunjung ke Israel. Dia menawar perahu mau keliling-keliling di Danau Galilea dan diberitahu pemilik perahu bahwa sewa perahu US$10/jam.&lt;br /&gt;"Wah... mahal kali kau!!! di Danau Toba di negara saya Indonesia, sewa perahu gak sampai separuh-nya... itupun sudah bisa naik perahu keliling sampe puas...!"&lt;br /&gt;Pemilik perahu itupun mencoba menjelaskan, "Ini kan di Israel ... bukan di Indonesia... di danau ini-lah Tuhan Yesus berjalan di atas air ..."&lt;br /&gt;Mendengar jawaban pemilik perahu itu, spontan sang turis batak tersebut berjalan pergi ... sambil merepet dan menggerutu,&lt;br /&gt;"Oooo... PATUT MA ANTONG, GABE MARDALAN PAT TUHAN YESUS NAJOLO, AI SUMALING DO HAPE ARGANI SEWA NI SOLU DI TAO GALILEA ON !!!"&lt;br /&gt;(Pantesan, Tuhan Yesus jadi jalan kaki jaman dulu, habis kebangetan sih mahalnya harga nyewa perahu di galilea ini...)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Orang Batak Menyetop Taksi,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Suatu hari, ada orang Batak yang sedang berwisata di kota Jakarta dan ia bermarga Manalu, saat menunggu taksi yang lewat iapun duduk untuk beristirahat. &lt;br /&gt;Saat itu ia melihat ada taksi tak berpenumpang yang kebetulan lewat maka segera iapun menyetop taksi itu, dan saat diberhentikan sang supir taksi bertanya kepada si Batak ini. "Mana lu?" tanyanya sambil mengintip dari jendela (maksudnya kamu mau ke mana?), si Batak ini kaget dan bergumam "Bah, hebat kali supir taksi di Jakarta ini? Belum apa-apa sudah tahu namaku." &lt;br /&gt;Lalu ia bertanya lagi pada si supir taksi ini "Hei kau, kau paranormal ya?" Lalu supir taksi ini menjawab sambil nyeleneh dan pergi "Sinting." Si Batak ini bergumam lagi "Bah, lebih hebat lagi supir taksi ini, dia tahu kemana tujuanku. &lt;br /&gt;Aku kan mau pergi ke rumah temanku si Ginting." Karena dari 5 taksi yang ia berhentikan mengatakan hal yang sama saja, si Batak ini frustasi dan akhirnya memutuskan untuk naik metro mini saja daripada repot-repot cari taksi. &lt;br /&gt;Di dalam metro mini ia berkata dalam hati "Supir-supir taksi di Jakarta ini paranormal semua kelihatannya tetapi aneh, kok mereka tak mau kutumpangi ya? Padahal uangku cukup."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Salah Pengertian,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Setelah sehari Tagor Sitompul di kota kembang Bandung, dia sudah akrab dengan seseorang yang bernama Amit. Pada suatu hari ada undangan pernikahan dari teman Amit yang ditujukan untuk si Amit dan si Tagor Sitompul.&lt;br /&gt;Mengingat bangku yang kosong hanya ada di depan, maka si Amit pun melewati para undangan dengan mengucapkan :&lt;br /&gt;"Amit Pak.....Amit Bu......Amit Pak...... dst", (&lt;i&gt;kata AMIT dalam bahasa sunda artinya = permisi&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;namun si Tagor pun mencari akal melawati para undangan dengan mengucapkan :&lt;br /&gt;"Tompul Pak.....Tompul Bu.....Tompul Pak.... dst", &lt;br /&gt;sampai dia duduk di kursi depan tanpa merasa bersalah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Dolok Saribu Dari Saribu Dolok,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Setelah menginjakkan kaki di kota Jakarta, Duga bermaksud mendapatkan teman sebanyak-banyaknya. Maklum Duga belum fasih berbahasa Indonesia. &lt;br /&gt;Menurutnya semua perkataan dalam bahasa Batak harus diterjemahkan ke bahasa Indonesia termasuk identitas diri. &lt;br /&gt;Sambil bersalaman lalu dia memperkenalkan diri dan berkata: "Gunung Seribu dari Seribu Gunung". Sejak itu para sahabatnya pada takut dan segan, mereka menganggap Dolok Seribu bersaudara dengan gunung Kidul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Perempuan yang Tersinggung,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ganda merasa senang berkeliling-keliling kota Bandung. Sambil menaiki sebuah bis di samping kiri dan kanannya dia memberanikan diri untuk berkenalan dengan cewek sebelah kiri.&lt;br /&gt;Ganda: "Perempuan apakah engkau ito?" (Batak: Boru aha do hamu ito)&lt;br /&gt;Cewek: "Kau pikir aku cewek murahan ya..?"&lt;br /&gt;Ganda: "Bukan, ito..saya mau bertanya marga apa ito?"&lt;br /&gt;Cewek: "Dasar orang kampung!!"&lt;br /&gt;Sampai di rumah Ganda menceritakan pengalamannya kepada tantenya Tiur. Tantenya terbahak-bahak. Ganda...Ganda. Tantenya menasihati Ganda sekali lagi jangan bertanya seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Jalan-jalan ke Medan Plaza,&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Liburan di kampung halaman rasanya membosankan, pikir Yodi. Akhirnya dia berkunjung ke tempat tulangnya di Medan.&lt;br /&gt;Robet mengajak Yodi jalan-jalan ke Medan Plaza, di perjalanan menuju Medan plaza naik angkot 51 Robet kesal saking panasnya kota Medan. &lt;br /&gt;Sambil mengipas-ngipas dadanya karena keringatan Robert mengucap...."Brengsek...panas benar..!!" Mendengar keluhan Robert, Yodi berkata "Tulang..., aku juga brengsek..!!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Sihombing Pertama Kali Datang Ke Jakarta,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pertama sekali Si Ucok Tahan Sihombing datang ke Jakarta, dia coba jalan-jalan mau tahu keadaan Jakarta, Pertama dia pergi ke Terminal Pl.Gadung&lt;br /&gt;Kondektur : "Blok M... blok M.."&lt;br /&gt;Ucok : Naik Bus kota jurusan blok M, selama dalam perjalanan setiap orang mau turun selalu sebut nama halte.&lt;br /&gt;Penumpang lain : "Bang Senopati.. kiri!!", bus berhenti.&lt;br /&gt;Penumpang lain : "Bang Sudirman.. kiri!!", bus berhenti.&lt;br /&gt;Ucok : Wah gimana ya saya mau turun, dengan yakin ucok teriak,&lt;br /&gt;Ucok : "Tahan Sihombing.. kiri!!", bus jalan terus,&lt;br /&gt;Ucok : Teriak lagi, "Bang Tahan Sihombing.. kiri!!", akhirnya semua penumpang bis melihat ke arah ucok.&lt;br /&gt;Ucok : Berdiri menghampiri kondektur, "Bang kau tuli ya saya tadi sudah bicara Tahan Sihombing kiri, kok bis jalan terus."&lt;br /&gt;Ucok : "Tadi penumpang lain tinggal sebut nama, bus berhenti, kamu belum tahu saya ya?"&lt;br /&gt;Kondektur : "Maaf bang yang mereka sebut tadi nama halte bus ,dan di Jakarta namanya Halte Tahan Sihombing tidak ada, makanya jalan terus."&lt;br /&gt;Ucok : "Maaf juga bang lain kali buatkan halte Tahan Sihombing."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Liburan ke Saribudolok,&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pada suatu hari libur anak-anak pak Sabam mau mengunjungi keluarganya di Medan, perencanaan mereka berangkat bersama keluarga dengan mengendarai mobil Pribadi dari Jawa ke Medan. &lt;br /&gt;Tanya punya tanya (kebetulan mereka belum pernah ke Medan sebelumnya) alternatif perjalanan menembus rute Jakarta - Lampung - Pekanbaru - P.siantar - Saribu dolok - Kabanjahe - Medan (katanya sekaligus refreshing).&lt;br /&gt;Mereka pun memulai perjalanan dan beberapa hari mereka tiba di Saribu dolok Kab. Simalungun. Keluarga pak Sabam sejenak istirahat dan makan siang untuk mengisi perut yang sudah mulai keroncongan.&lt;br /&gt;Setelah mereka kenyang mereka pun melanjutkan perjalanan sambil melihat-lihat kiri kanan nama kota yang dilalui, kira-kira 2,5 jam mereka terperanjat melihat kota yang dilalui yaitu desa tiga dolok. Tersentak kaget Pak Sabam langsung memberi Perintah kepada Driver untuk kembali ke Jawa :&lt;br /&gt;Pak Sabam : "Mas Selamet kita pulang aja "&lt;br /&gt;Selamet : " ... (heran) kenapa pak? kan belum ke Medan ?"&lt;br /&gt;Pak Sabam : " 2.5 jam yang lalu kita berangkat dari tempat kita makan yaitu saribu dolok, sudah 2.5 jam kita baru melewati tiga dolok, berarti 1 dolok kita menempuh dengan lebih kurang 50 menit, kalau seribu dolok berapa ????"&lt;br /&gt;Selamet : "...(1000 x 50 = 50.000 menit / 60 menit =....... jam?) ##&amp;amp;%$@%"&lt;br /&gt;Pak Sabam : " Sudah pulang saja nanti keburu masa liburan habis "&lt;br /&gt;Selamet : " oke Pak siap dilaksanakan!!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Banyak Hutan Singarimbun,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Banyak hutan yang Singarimbun&lt;br /&gt;Jalan di bukit naik dan Manurung&lt;br /&gt;Sumber daya alamnya Batubara&lt;br /&gt;Wirausahanya Panjaitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pisau tak tajam namanya pisau Sitompul&lt;br /&gt;Banyak plasa, mal, dan Departemen Sitorus&lt;br /&gt;Hobi orang Batak memanjat Tobing&lt;br /&gt;Kucing si meong milik Situmeang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari terbenam ke arah Hutabarat&lt;br /&gt;Tidak bisa baca tulis namanya Hutauruk&lt;br /&gt;Kalau hujan pakailah Sipayung&lt;br /&gt;Makanan kecilnya kue Lubis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang jahit pasti punya Ginting&lt;br /&gt;Musim kemarau sawahnya Girsang&lt;br /&gt;Kalau kirim surat lewat Naipospos&lt;br /&gt;Hobinya naik tebing dan naik Pohan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertigaan ada Parapat&lt;br /&gt;Di Jawa ada Pak De di Batak ada Pardede&lt;br /&gt;Sarapannya nasi Sembiring&lt;br /&gt;Mereka suka berkumpul baik si muda maupun Situa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s1600/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s200/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" width="161" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat kami hargai untuk menambah dan memperbaiki setiap artikel dalam blog ini, dengan mengirimkan pendapat anda semua ke page/halaman "KIRIM ARTIKEL" yang terdapat pada header page blog ini. &amp;nbsp;Tanpa mengurangi hormat, kami harapkan tulisan pendapat anda tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Terimakasih GIRSANG VISION&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;HABONARON DO BONA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="550"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/01/jagar-jagar-humor-batak-1.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgISWepAS8CdrJB9BsNsZwmYcs4ZA8ZALiIgy9dUIayxbzk3fkHpSqBVo9NNmY38boM0UNgirltCv1z4SHZSW4YgErzAu6-iLZDYQ50SqUuR0REdObONX9YPiCzPk72swUGWTTsvjuF3Dzm/s72-c/KETAWA+AJAH.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-8670818870732205129</guid><pubDate>Tue, 31 Jan 2012 04:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-31T11:49:51.689+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">HUMOR BATAK</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JAGAR-JAGAR</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KETAWA</category><title>JAGAR - JAGAR, HUMOR BATAK - 2</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDUwZDXdkDxQYEQtvQ8H3AzOgph0LIaAtgErEsbtBAHlP91igg-tlCFAGxRGxR_KxYJbzOJwSb0UC1QbNBH-ivtAgDvEtCV_84bBYBop_gFJDOFwWKqWScFwCxOiFOOd1jGWLoOeYGTqny/s1600/BABY+LAUGH.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDUwZDXdkDxQYEQtvQ8H3AzOgph0LIaAtgErEsbtBAHlP91igg-tlCFAGxRGxR_KxYJbzOJwSb0UC1QbNBH-ivtAgDvEtCV_84bBYBop_gFJDOFwWKqWScFwCxOiFOOd1jGWLoOeYGTqny/s1600/BABY+LAUGH.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;[GIRSANG VISION] :JAGAR-JAGAR.&amp;nbsp;Namanya juga jagar-jagar alias hanya canda dan humor saja, tidak perlu diambil hati kalaupun ada bagian-bagian dari jagar-jagar ini &amp;nbsp;yang tanpa disengaja ada kemiripan nama, tempat, tokoh atau apapun, sekali lagi itu hanya kebetulan semata HANYA JAGAR-JAGAR, CANDA DAN TAWA.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Orang Batak Punya Trisila,&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kalau bangsa Indonesia mempunyai Pancasila, suku Batak hanya punya Trisila: &lt;b&gt;Sila&lt;/b&gt;ban, &lt;b&gt;Sila&lt;/b&gt;en dan &lt;b&gt;Sila&lt;/b&gt;lahi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Film Box Office dalam Bahasa Batak,&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Enemy at the gates -- Matte ho, nga ro !&lt;br /&gt;Remember the Titans -- Ingot hamu partompaon i&lt;br /&gt;The Italian Job -- Parbola&lt;br /&gt;Die Hard -- Dang ra mate&lt;br /&gt;Die Hard II -- Tong, dang olo mate&lt;br /&gt;Die Hard III -- Dang marna mate fuang !!&lt;br /&gt;Bad Boys -- Si roa balangs&lt;br /&gt;Sleepless in Seattle -- Markombur di radio, dia boi modom ?&lt;br /&gt;Lost in Space -- Dibondut banua holling&lt;br /&gt;X-Men -- Pantang so bilak&lt;br /&gt;X-Men 2 -- Tong sai pabilak-bilakhon&lt;br /&gt;The Brotherhood of War -- Manat Mardongan-tubu&lt;br /&gt;Paycheck -- Bayar habis panen ma i, bah!&lt;br /&gt;Independence Day -- Agustusan&lt;br /&gt;The Day After Tomorrow -- Haduan&lt;br /&gt;Die Another Day -- Dang jadi mate sadarion&lt;br /&gt;There is Something About Marry -- Si Maria Pargabus&lt;br /&gt;Silence of the Lamb -- Hambing Parhohom&lt;br /&gt;Planet of the Apes -- Huta ni Bodat&lt;br /&gt;Gone in Sixty Second -- Marimpot-impot&lt;br /&gt;Freddy vs Jason -- Peredi VS Jekson&lt;br /&gt;Air Bud -- Panangga (biang)&lt;br /&gt;How To Lose A Girl in 10 Days -- Topar&lt;br /&gt;Lord Of The Ring -- Tulang. (ai tulang do si jalo tintin marangkup )&lt;br /&gt;Deep Impact -- Hansit naii&lt;br /&gt;Million Dollar Baby -- Ai sajuta arga ni Babi saonari?&lt;br /&gt;Blackhawk Down -- Lali lao manangkup manuk&lt;br /&gt;Saving Private Ryan -- (Ai ise si Ryan on? So ditanda batak goar 'rian'. Peredi, Jekson, Mikael, Ultop, ... dll.)&lt;br /&gt;Dumb and Dumber -- Lam Loakon&lt;br /&gt;The Collateral -- Si Padalan Hepeng&lt;br /&gt;Braveheart -- Parate-ate&lt;br /&gt;Payback -- Garar Utangmu&lt;br /&gt;My Greek Big Fat Wedding -- Muli Sikobol-kobol&lt;br /&gt;I Know What You Did Last Summer -- Datu&lt;br /&gt;I Still Know What You Did Last Summer -- Unang gabusi ahu, hutanda do ho Ito&lt;br /&gt;Cold Mountain -- Dolok Sanggul ma i...&lt;br /&gt;Any Given Sunday -- Marminggu Hamu Fuang&lt;br /&gt;Beautiful Mind -- Nipi Nama i&lt;br /&gt;Drunken Master -- Parmitu&lt;br /&gt;The Gift -- Durung-durung&lt;br /&gt;Lion King -- Sisingamangaraja&lt;br /&gt;Mr. &amp;amp; Mrs. Smith -- Smith Dohot Oroan na&lt;br /&gt;Rest In Peace -- Dison Do Maradian (bah, judul film apa pulak lagi ini?)&lt;br /&gt;Run Away Jury -- Martabuni Ho Tulang a&lt;br /&gt;Step Mom -- Inang Panirang-Nirangan&lt;br /&gt;Band of Brother --- Dongan Sabutuha, Dongan Sapargaulan&lt;br /&gt;2 Fast 2 Furious --- Manat-manat di dalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Butet Menghadapi Ujian Semester,&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Alkisah, Butet si Gadis Cantik dari Batak akan menghadapi ujian semester. Agar bisa konsentrasi, dia memutuskan menyepi ke villanya di Puncak. Setelah keluar dari jalan tol Jagorawi, Butet merasa lapar sehingga memutuskan untuk mampir di Pasaribu Cipanas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiikwrxeS830ELN0draWYF7As5hfLpwK3MQcwcHgOQgotVP_Kzk5s1oB3ot_bcIm4u4pg4AgTxUVoUwseCYwI0d4G0rd8iY5PoAgZlHqr6K0QtUCTfi6IRNvzif7FzNWAftuKg1l1bBegmZ/s1600/KETAWA+YO.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiikwrxeS830ELN0draWYF7As5hfLpwK3MQcwcHgOQgotVP_Kzk5s1oB3ot_bcIm4u4pg4AgTxUVoUwseCYwI0d4G0rd8iY5PoAgZlHqr6K0QtUCTfi6IRNvzif7FzNWAftuKg1l1bBegmZ/s200/KETAWA+YO.jpg" width="190" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pemuda tanggung langsung hutasoit-soit melihat butet yang seksi itu. Tapi butet tidak peduli, dia jala sitorus memasuki rumah tanpa menanggapi. Sepiring Naibaho yang hangat dengan ikan gurame yang dibakar dengan batubara membuatnya semakin berselera. Apalagi diberi sambal terasi dan semangkok nababan yang hijau segar. Setelah mengisi perut , Butet melanjutkan perjalanan. Ternyata jalan kesana ber-bukit-bukit. Kadang nainggolan, kadang manurung. Di tepi jalan dilihatnya banyak pohan. Kebanyakan pohan ”tanjung“. Beberapa diantaranya ada yang simatupang diterjang badai semalam.&lt;br /&gt;Begitu sampai di villa, Butet membuka pintu mobil, wow, siregar sekali hawanya, berbeda dengan jakarta yang panggabean penuh asap. Hembusan perangin-angin pun sepoi-sepoi menyejukkan. Sejauh simarmata memandang warna hijau semuanya. Tidak ada tanah yang girsang.&lt;br /&gt;Mulanya butet ingin berenang. Tetapi yang ditemukan hanyalah bekas kolam renang yang akan di -hutahuruk dengan tambunan tanah. Akhirnya dia memutuskan untuk berjalan-jalan di kebun teh saja. Sedang asik-asiknya menikmati keindahan alam, tiba-tiba dia dikejutkan oleh seekor ular yang sangat besar ”Sinaga... !” teriaknya sambil lari sitanggang langgang.&lt;br /&gt;Celakanya dia malah terpeleset dari tobing yg tinggi sehingga bibirnya sihombing. Kasihan sekali..., butet menangis marpaung-paung lantaran kesakitan.&lt;br /&gt;Tetapi..., dia lantas ingat... bahwa sebagai orang batak pantang untuk menangis. Dia harus togar...!&lt;br /&gt;Maka, dengan menguatkan, dia pergi ke puskesmas setempat untuk melakukan panjaitan terhadap bibirnya yang sihombing itu. Mantri puskesmas tergopoh-gopoh simangunsong di pintu untuk menolongnya.&lt;br /&gt;”Hem... ongkosnya pangaribuan... ” kata mantri setelah memeriksa sejenak.&lt;br /&gt;”Itu terlalu mahal... bagaimana kalau napitupulu saja?” tawar si Butet&lt;br /&gt;”Napitupulu terlalu murah, mengertilah saya sebagai PNS pandapotan saya khan kecil sekali , ekonomi keluarga saya sudah sangat ginting sekali,” kata mantri memelas&lt;br /&gt;”Jangan begitulah, masa tidak siahaan melihat bibir saya begini?“.&lt;br /&gt;”Baiklah , tapi panjaitan nya pakai jarum sitompul saja” sahut mantri mulai agak kesal.&lt;br /&gt;”Cepatlah! aku sudah hampir munthe, yach... saragih sedikit tidak apa-apalah, dari pada bibirku sihombing terus...”&lt;br /&gt;Malamnya...,&lt;br /&gt;Ketika sedang asik belajar sambil makan kue lubis kegemarannya, sayup-sayup dia mendengar lolongan rajagukguk. Wah... Butet bonar-bonar ketakutan. Apalagi ketika mendengar suara di pintunya berbunyi ”Poltak...!” keras sekali.&lt;br /&gt;”Ada situmorang ……! “,&lt;br /&gt;”Sialan, cuma kucing...” desahnya lega. Dia sudah sempat berpikir yang silaen-laen.&lt;br /&gt;Selesai belajar...,&lt;br /&gt;Butet menyalakan televisi. Ternyata ada siaran Discovery chanel yang menampilkan hutabarat Amazon di Kanada yg terkenal itu serta simamora gajah purba yang berbulu lebat. Saat commercial break, muncul lagu nasional RI yang terkenal dengan seruannya ”Simanjuntak gentar, sinambela yang benar...!”.&lt;br /&gt;Keesokan harinya...,&lt;br /&gt;Butet kembali ke Jakarta dan langsung pergi ke kampus.&lt;br /&gt;Di depan ruang ujian dia membaca tulisan ”Harahap tenang, ada ujian “.&lt;br /&gt;Butet bergumanm ” ah ….. aku kan marpaung, boleh ribut dong …. ! “.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Bawa Oleh-Oleh Mangga,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Satu waktu seorang Bapak yang baru datang dari Toba mengunjungi anaknya yang sudah lama merantau di Bandung. Setelah beberapa hari tinggal di rumah anaknya dia pun bermaksud mengunjungi familinya yang tidak jauh tinggalnya dari tempat kost anaknya di perkampungan yang padat dan harus melewati gang-gang. Dia pun membeli 2 kg mangga sebagai oleh-oleh.&lt;br /&gt;Di perjalananan karena gangnya memang sempit, setiap kali dia melewati orang-orang yang sedang duduk depan rumahnya, si Bapak mengatakan permisi dan disahut mangga. Si Bapak merasa heran, kok mereka tahu ya saya bawa mangga? Lalu diberikannya sebuah mangga kepada orang tersebut, demikian seterusnya setiap kali dia mengatakan permisi dan disahut mangga, dia memberikan sebuah mangga. Sampai akhirnya habislah mangga yang dibelinya tersebut.&lt;br /&gt;Sesampai di rumah kerabatnya, dia pun menceritakan bahwa tadinya dia membawa mangga untuk oleh-oleh, tetapi diperjalanan habis diminta orang-orang. Dia pun menceritakan apa yang dialaminya dan kerabatnya itu pun tertawa terbahak-bahak...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Manuhor Handphone, Pulsa Dohot JaringanNa,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Adong ma sada ama-ama sian huta pardomuan, sukses besar dalam bisnis durianna. Panen na sukses hampir mencapai omzet 10 juta dalam 1 bulan. Alani lumayan do untung na, gabe kepingin ma amanta i laho mar handphone sebagaimana nadi nipi-ipihon salelengon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laho ma amatta i tu sada toko handphone di bilangan segitiga emas Sidikalang, alias jalan Sisingamangaraja. Songonon ma kira-kira pembicaraan antara amanta i dohot par toko handphone on:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : "Ai laho manuhor handphone au lae, na songon dia do na pas di natua-tua songon au. Argana hira-hira 1 tu 2 juta. Ai nasai do pe adong hepengku."&lt;br /&gt;TH : "Ohh... adong amang, type na NOKIA 3260, balga-balga do tombol na, dang susa amang molo lau mamiccit nomorna. On ma contoh na amang. Argana holan 1,5 juta do."&lt;br /&gt;A : "Boi .. boi ma i. Baen ma dohot nomor na sekalian. Pasang ma sekaligus, dang hupaboto-boto mamasang i, sekalian ma dohot pulsana."&lt;br /&gt;TH: "Boi amang, on ma nomor na, pillit hamu ma. Molo pulsana, na sadia ma ta baen amang, adong 25 ribu, 50 ribu dohot 100 ribu."&lt;br /&gt;A : "Ai hamu ma mamillit nomor nai, baen ma nomor na bagak. Molo pulsanai si 100 ribu ma baen."&lt;br /&gt;TH : "Boi amang, alai sebelum hupillit no nai, ai didia do halak amang tinggal?"&lt;br /&gt;A : "Di pardomuan, jonok do tu tigalingga"&lt;br /&gt;TH : "Ohh... alai hurasa amang, dang adong dope sahat jaringan tu Pardomuan."&lt;br /&gt;A : "Ima... ima .. nga boi i . Baen ma 100 ribu dohot jaringan na i, bila porlu 200 ribu pe boi, asa unang mulak-ulak iba tu Sidikkalang on."&lt;br /&gt;TH : "???!!??"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Orang Batak Medan,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seorang supir truk berpelat nomor BK berhenti di depan gerobak penjaja minuman, di sebuah pasar di Solo.&lt;br /&gt;“Kasih dulu cendolnya, Embak..”&lt;br /&gt;“Mboten enten, Mas,” jawab si pedagang perempuan dengan lembutnya. Cendol sudah tidak ada.&lt;br /&gt;“Hah, nggak pakek santen pun tak ‘papalah…” kata si supir Batak lagi dengan sedikit memaksa.&lt;br /&gt;“Sampun telas, Maaas,” jawab si pedagang perempuan lagi dengan sabarnya. Cendol sudah habis.&lt;br /&gt;“Hah, nggak pakek gelas pun tak ‘papalah…”&lt;br /&gt;“Dasar wong edan,” gerutu si pedagang sambil kebingungan.&lt;br /&gt;“Heh?! Koq tau pulak kau kalau aku orang Medan?!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Mencoba Minum Tuak Batak 15 Gelas,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seorang bule yang sedang jalan-jalan ke Medan mendengar soal tuaknya orang Batak dan betapa kerasnya minuman itu. Iseng-iseng dia masuk ke sebuah kedai tuak dan menantang pengunjungnya.&lt;br /&gt;"Siapa yang bisa minum 15 gelas tuak sekaligus, saya kasih uang 500 dollar", katanya sambil meletakkan uang yang dimaksud.&lt;br /&gt;Semua pengunjung terdiam, tak ada yang melayani tantangan itu. Bahkan si Tigor yang sedang duduk di sana melangkah keluar.&lt;br /&gt;30 menit kemudian Tigor terlihat kembali ke kedai itu, mendekati si bule dan bertanya, "Hei Mister! Apa tantanganmu tadi masih berlaku?"&lt;br /&gt;"Masih!" jawab Bule itu.&lt;br /&gt;"Ok, aku terima tantangan kau Mister," jawab Tigor.&lt;br /&gt;Segeralah dideretkan 15 gelas tuak di meja. Si Tigor langsung menenggak satu demi satu gelas tuak itu tanpa henti, dan segera saja seluruh gelas kosong.&lt;br /&gt;Si bule hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya. 15 gelas tuak habis di minum semua oleh Tigor. Diserahkannya 500 dollar itu ke tangan Tigor sambil bertanya, "Boleh saya tanya tadi waktu anda keluar, anda pergi ke mana?"&lt;br /&gt;"Ooo..itu", jawab Tigor.&lt;br /&gt;"Aku kan tidak tolol Mister. Sebelum menerima tantangan Mister, aku pergi ke Kedai tuak sebelah, di sana aku cobak dulu apa aku bisa..." (Makanya jangan coba-coba tantangin orang batak minum tuak... baru 15 gelas, 30 gelas juga ditelan abis...tapi..? mabok gak yahhhh ?)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Horas Bah !&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;BBM naik, hidup tambah SIMANUNGKALIT&lt;br /&gt;Harga2 NAEK, SAGALA PANDAPOTAN MANURUNG,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3iJSnEXYJjAkGTufpwV7Qq_6xlJMU3Rva9u-e4yu-vCyTWMkaRORKUEh4IlsA6jP9rilYwawQw6WB99sJ3tO2z1xM28Rr3usyh3UE6mnVh87A11jMIXYUFsd_BiDSatlESFvbeYvn6_fv/s1600/Oppung+Mekkel-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="196" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3iJSnEXYJjAkGTufpwV7Qq_6xlJMU3Rva9u-e4yu-vCyTWMkaRORKUEh4IlsA6jP9rilYwawQw6WB99sJ3tO2z1xM28Rr3usyh3UE6mnVh87A11jMIXYUFsd_BiDSatlESFvbeYvn6_fv/s200/Oppung+Mekkel-2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Banyak SIHOTANG&lt;br /&gt;Hidup bagaikan mendaki TOBING&lt;br /&gt;Tak ada lagi HARAHAP&lt;br /&gt;Kepala pusing sampai SIBUTAR BUTAR&lt;br /&gt;Rambut rontok dan nyaris POLTAK&lt;br /&gt;Jumlah rakyat miskin sudah PANGARIBUAN&lt;br /&gt;Anak-anak menangis MARPAUNG-PAUNG&lt;br /&gt;Otak sudah SITOMPUL&lt;br /&gt;Tapi kita masih diminta sabar SITORUS&lt;br /&gt;Jangan putus HARAHAP katanya..&lt;br /&gt;Mintalah PARLINDUNGAN,&lt;br /&gt;supaya BONAR-BONAR selamat ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUTET dah... !!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Pertama Kali Lihat Lift,&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seorang Batak kampung menang undian untuk bisa ke Jakarta dengan keluarganya. Sampai di Jakarta mereka sekeluarga pergi belanja ke Pondok Indah Mall. mereka terheran-heran melihat segala sesuatu di sana.&lt;br /&gt;Mereka kemudian berhenti di depan dua buah pintu perak yg bisa buka-tutup sendiri. Si anak kemudian bertanya kepada bapaknya dgn logat Batak &lt;br /&gt;"Pak benda apa ini ?" &lt;br /&gt;Si bapak pun menjawab " Bah ! mana aku tau.... seumur hidupku aku tak &lt;br /&gt;pernah melihat benda seperti ini !"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirGE4eFKmT4xVOvk_FZBxVcsfWPvGWmyhCUvBZ_he0ZgXTXDVybF1e60E7FSp3EkjOuu57EqA4gwkv_J6x3bbA9Y645JlZA7CPPXtJ6N1Q2QRnvY7-TrqRqbjPTGtOLMJssKvpRgm7ZZgQ/s1600/Oppung+Mekkel.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirGE4eFKmT4xVOvk_FZBxVcsfWPvGWmyhCUvBZ_he0ZgXTXDVybF1e60E7FSp3EkjOuu57EqA4gwkv_J6x3bbA9Y645JlZA7CPPXtJ6N1Q2QRnvY7-TrqRqbjPTGtOLMJssKvpRgm7ZZgQ/s1600/Oppung+Mekkel.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan masih terheran-heran, mereka melihat seorang wanita tua menekan sebuah tombol di depan dua buah pintu perak itu, kemudian pintu terbuka, &amp;amp; wanita tua itu masuk ke dalam ruangan kecil didalam dua pintu perak itu. &lt;br /&gt;Mereka melihat lampu-lampu dengan angka-angka menyala-nyala mulai dari yg paling kiri ke yg paling kanan dan kemudian balik lagi ke yang paling kiri. &lt;br /&gt;Kedua pintu perak itu kemudian terbuka, dan keluarlah seorang wanita cantik dan sexy dari sebuah ruangan di dalam kedua pintu itu. &lt;br /&gt;Si bapak kemudian berbisik kepada anaknya, &lt;br /&gt;"Cepat...Panggil mamak kau &amp;nbsp;!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Batak, Jawa, Arab ,dan Amerika,&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seorang lelaki Batak sedang mengadakan perjalanan dari Jakarta ke Hawaii dengan menumpang pesawat terbang ...&lt;br /&gt;Beberapa lelaki lain duduk sejajar dengannya, yaitu lelaki Jawa asli, Arab dan Amerika.&lt;br /&gt;Pada jam makan siang, Pramugari menghidangkan makanan pada semua penumpang. Setelah selesai makan lelaki Batak ini memperhatikan lelaki lain yang duduk sejajar dengannya.&lt;br /&gt;Pertama sekali dia lihat si orang Amerika mengeluarkan selembar uang 100 dollar Amerika, membersihkan mulut dan tangannya dengan uang itu... kemudian dibuang...&lt;br /&gt;Si orang Batak terkejut... "Bahh... kok kau buang uang 100 dollar mu itu???"&lt;br /&gt;Dengan tenangnya si Amerika menjawab (setelah diterjemahkan..) "Ah, tenang saja Amerika kan kaya, masih banyak dollar!!"&lt;br /&gt;Seterusnya dia lihat si orang Arab, selesai makan mengeluarkan sebotol minyak wangi yang (pasti) mahal... menyemprotkannya ke tangan dan dada...dan dibuang...&lt;br /&gt;Si orang Batak terkejut lagi...&lt;br /&gt;"Bahh... kok kau buang minyak wangi mu itu? Kan masih banyak isinya??"&lt;br /&gt;Dengan tenang si Arab menjawab (juga setelah diterjemahkan..)&lt;br /&gt;"Ah, tenang saja, kan Arab kaya, masih banyak minyak di sana!"...&lt;br /&gt;Busyet, si orang Batak terkejut setengah mati. Akhirnya dia ambil lelaki Jawa disebelahnya dia lempar keluar pesawat. Kali ini lelaki Amerika dan&lt;br /&gt;Arab yang terkejut...&lt;br /&gt;"Kenapa kamu lempar dia??"&lt;br /&gt;Dengan tenang si orang Batak menjawab,&lt;br /&gt;"Ah, tenang sazza lah, Indonesia kaya, masih banyak orang Zawa di sana..."&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s1600/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s200/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" width="161" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat kami hargai untuk menambah dan memperbaiki setiap artikel dalam blog ini, dengan mengirimkan pendapat anda semua ke page/halaman "KIRIM ARTIKEL" yang terdapat pada header page blog ini. &amp;nbsp;Tanpa mengurangi hormat, kami harapkan tulisan pendapat anda tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Terimakasih GIRSANG VISION&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;HABONARON DO BONA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="550"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/01/jagar-jagar-humor-batak-2.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDUwZDXdkDxQYEQtvQ8H3AzOgph0LIaAtgErEsbtBAHlP91igg-tlCFAGxRGxR_KxYJbzOJwSb0UC1QbNBH-ivtAgDvEtCV_84bBYBop_gFJDOFwWKqWScFwCxOiFOOd1jGWLoOeYGTqny/s72-c/BABY+LAUGH.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-3941698847676150252</guid><pubDate>Mon, 30 Jan 2012 22:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-31T05:45:49.201+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ALAM TANAH BATAK</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BERITA SUMUT</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BIOGRAFI</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TANOH BATAK</category><title>Sisingamangaraja XII Pahlawan Perjuangan Dan Pluralis Nasional Dari Tanah Batak.</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWAkyiQ-NoXOsMTJeVAwQ6Mak4RRcraecJNInPiiGmvHt206ldmgln2L68o7Im0V6D-M-vdkpFFMsLuRtDLsxX8VqsR-cftU9WgwjV-kBwIenlvRSuaFPfppYKBWcKv9IbmngO9JuCMtJ7/s1600/Sisingamangaraja+XII.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWAkyiQ-NoXOsMTJeVAwQ6Mak4RRcraecJNInPiiGmvHt206ldmgln2L68o7Im0V6D-M-vdkpFFMsLuRtDLsxX8VqsR-cftU9WgwjV-kBwIenlvRSuaFPfppYKBWcKv9IbmngO9JuCMtJ7/s200/Sisingamangaraja+XII.jpg" width="188" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;SISINGAMANGARAJA XII&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;[GIRSANG VISION] : Raja Sisingamangaraja XII, merupakan tokoh pembaharu dari tanah Batak yang ingin mencairkan kebuntuan eksklusivisme sistem politik Batak dengan memperbaiki sistem yang bisa digunakan saat itu untuk merespons perubahan zaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Raja Sisingamangaraja XII juga melakukan aliansi-aliansi politik dengan kekuasaan yang ada di luar tanah Batak, yakni dengan Asahan, Simalungun, Tanah Karo, Dairi, Pakpak, Deli Serdang, dan Aceh," kata sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr Phil Ichwan Azhari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok Raja Sisingamangaraja XII, juga dikenal sangat menghargai hak hidup, hak bebas, hak merdeka, dan begitu juga hak kesehatan. Dalam suasana pertempuran di medan perang, dia juga masih sempat memperhatikan dan mencermati kehidupan dan kesehatan rakyatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Walau dalam pertempuran di medan perang, dia juga mampu menyembuhkan orang-orang yang sakit. Itulah sebabnya seluruh rakyat di tanah Batak sangat mencintai dan menghormatinya," katanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembari bertempur melawan penjajahan Belanda di tanah Batak, Sisingamangaraja XII juga melawan berbagai tindakan perbudakan dan pencengkeraman terhadap kebebasan rakyat. Dia membebaskan para tawanan yang dipasung, diikat dan dihukum secara tidak manusiawi oleh kekuasaan raja-raja lokal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Raja Sisingamangaraja XII juga layak dinyatakan sebagai pahlawan pluralisme dan multikulturalisme, karena dalam setiap bagian perjuangannya tetap menghargai kebudayaan dan menjalin hubungan yang kuat dengan daerah lainnya seperti Aceh dan etnik berbeda budaya lainnya," kata Ichwan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilfS0Qi2KT4uClcbEegNo3qX9AcyMsBDns_TzqkEpzh1-NKe5Lgr4yjZ0CQt8sfq6wyW_GUPHdqPtqRsNu_NSGgFd43ZW-gUZFToPshX1obbnEJH9CZEXdPb_KUuxlnzbVAQnE4TB5Q2hy/s1600/JIARAH+DIMAKAM+SISINGAMANGARAJA+XII-1975.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilfS0Qi2KT4uClcbEegNo3qX9AcyMsBDns_TzqkEpzh1-NKe5Lgr4yjZ0CQt8sfq6wyW_GUPHdqPtqRsNu_NSGgFd43ZW-gUZFToPshX1obbnEJH9CZEXdPb_KUuxlnzbVAQnE4TB5Q2hy/s1600/JIARAH+DIMAKAM+SISINGAMANGARAJA+XII-1975.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2008/11/18/10200497/sisingamangaraja.xii.pluralis.dari.tanah.batak" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small; text-align: -webkit-auto;"&gt;JIARAH DI MAKAM SISINGAMANGARAJA XII, Tanggal 17 Juni 1975&lt;/span&gt;&lt;span style="text-align: -webkit-auto;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tanggal 17 Juni 1975, tepat pada tahun ke-58 wafatnya pahlawan nasional Raja Bakara Sisingamangaraja XII, warga Tapanuli di Jakarta telah memperingatinya di Taman Pahlawan Kalibata. Acara kemudian dilanjutkan di Istora Senayan, dimana bendera asli yang digunakan Sisingamangaraja XII bergerilya selama 30 tahun melawan penjajah Belanda, ikut ditampilkan. Sisingamangaraja XII gugur oleh ekspedisi Christoffel di daerah Dairi, Sumut bersama Patuan Anggi, Patuan Nagari dan Boru Lopi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQj6BQhBPP09HI6MXnjNZ0YBb4CTKM7evcEb5_yLWlO4bzK34yHWCFppLNdMxyswzXFZ_gf-IMRxH_beKWzgIbHAhVwbd2yA118QjfJ6N3EwN8t8xpSCmTISJH_7ieb9kcoxoLGUnrFd3w/s1600/BENDERA+SISINGAMANGARAJA+XII.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQj6BQhBPP09HI6MXnjNZ0YBb4CTKM7evcEb5_yLWlO4bzK34yHWCFppLNdMxyswzXFZ_gf-IMRxH_beKWzgIbHAhVwbd2yA118QjfJ6N3EwN8t8xpSCmTISJH_7ieb9kcoxoLGUnrFd3w/s1600/BENDERA+SISINGAMANGARAJA+XII.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;BENDERA PERJUANGAN SISINGAMANGARAJA XII&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sisingamangaraja XII memiliki tiga jenis stempel berbeda yang diketahui dari cap yang dibubuhkan pada surat-suratnya yang ditujukan kepada pemerintah Belanda maupun Zending Kristen I.L Nomensen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor. Dr. Uli Kozok MA dari University of Hawaii, Minoa, USA, di Medan, Kamis, mengatakan, stempel yang digunakan Sisingamangaraja XII sama-sama berasal dari abad ke- XIX dengan rentang waktu 10 sampai 20 tahun antara satu stempel dengan stempel lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Ini sekaligus membuktikan bahwa Sisingamangaraja XII telah melakukan tiga kali percobaan dalam pembuatan stempel untuk berhubungan dengan pihak lain. Stempel yang ketiga bentuknya lebih baik dan sempurna dari dua stempel sebelumnya," katanya dalam ceramah ilmiahnya di Universitas Negeri Medan mengupas tentang misteri surat-surat Sisingamangaraja XII.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengatakan, ada empat surat Sisingamangaraja XII yang saat ini sedang ditelitinya, tiga surat ditujukan kepada Zending Kristen I.L Nomensen dan satu surat ditujukan kepada pemerintah Hindia Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I.L Nomensen sendiri sebenarnya sangat tidak suka terhadap Sisingamangaraja XII karena sangat menentang kehadirannya di tanah Batak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan, I.L Nomensen pernah mengatakan bahwa musuh abadi pemerintah Belanda dan Zending Kristen adalah Sisingamngaraja XII. Nomensen  pula yang memanggil tentara Belanda agar masuk ketanah Batak dengan menggunakan pasukan yang terdiri dari orang-orang Jawa, Manado dan Maluku. &lt;b&gt;"Saat ini keempat surat-surat asli Sisingamangaraja XII tersebut masih tersimpan dengan cukup baik di Wuppertal Jerman,"&lt;/b&gt;katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang uniknya, kata dia, stempel dan surat-surat  Sisingamangaraja XII tersebut bukan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menggunakan aksara Batak asli tetapi sudah menggunakan campuran aksara Batak Mandailing Angkola, Arab Melayu dan huruf Kawi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGupXm-A2JIJ2FvE0LB5DxwF1Rhm3zCH04-Kki2xFXv2qmb8wZ-Z5K8uMaS3kTbL5Gt0Nk_ca81Qi4jQlbnztGbykbHkd6ZejfV4iJHin2NQAsN6kWT38Ye8mhY3duJHrRAu7jw9VQy48d/s1600/SISINGAMANGARAJA+XII+-+stempel.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGupXm-A2JIJ2FvE0LB5DxwF1Rhm3zCH04-Kki2xFXv2qmb8wZ-Z5K8uMaS3kTbL5Gt0Nk_ca81Qi4jQlbnztGbykbHkd6ZejfV4iJHin2NQAsN6kWT38Ye8mhY3duJHrRAu7jw9VQy48d/s1600/SISINGAMANGARAJA+XII+-+stempel.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-weight: bold; line-height: 23px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Salah satu Stempel SISINGAMANGARDJA XII&lt;br /&gt;
- Ahu sasap tangan sisingamangaraja sian bakara -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Lebih jauh ia mengatakan, Sisingamangaraja XII sendiri sebenarnya tidak mengenal huruf, untuk itu ia menggunakan dua orang juru tulis dalam persoalan surat-menyurat yakni Heman Silaban dan Manse Simorangkir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua juru tulisnya tersebut merupakan alumni Zending I.L Nomensen yang kemudian berbelok arah memihak Sisingamangaraja karena tidak lulus dalam ujian untuk menjadi guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr. Phill Ichwan Azhari, mengatakan, sedikitnya ada lima misteri yang masih perlu diteliti lebih jauh tentang Sisingamangraja XII, baik tentang hidupnya, surat-suratnya maupun agamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan tentang kematiannya juga masih menjadi misteri. Kalau benar Sisingamangaraja XII di tembak mati oleh serdadu Belanda yang bernama Christopel, kenapa dia tidak naik pangkat seperti layaknya pasukan-pasukan Belanda lainnya yang berhasil mematahkan perlawanan-perlawanan para pahlawan lainnya dari daerah lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Begitu juga dengan surat-suratnya yang sudah berusia lebih dari 100 tahun, tetapi kita tidak mengetahui apa sebenarnya isinya, " katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
SUMBER BERITA (Courtesy Of&lt;i&gt; KOMPAS.COM&lt;/i&gt;) :&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2008/11/18/10200497/sisingamangaraja.xii.pluralis.dari.tanah.batak"&gt;Sisingamangaraja XII Pluralis dari Tanah Batak - KOMPAS.com&lt;/a&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://chrome.google.com/webstore/detail/pengoopmcjnbflcjbmoeodbmoflcgjlk" style="font-size: 13px;"&gt;'via Blog this'&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s1600/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s200/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" width="161" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat kami hargai untuk menambah dan memperbaiki setiap artikel dalam blog ini, dengan mengirimkan pendapat anda semua ke page/halaman "KIRIM ARTIKEL" yang terdapat pada header page blog ini. &amp;nbsp;Tanpa mengurangi hormat, kami harapkan tulisan pendapat anda tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Terimakasih GIRSANG VISION&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;HABONARON DO BONA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="550"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/01/sisingamangaraja-xii-pahlawan.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWAkyiQ-NoXOsMTJeVAwQ6Mak4RRcraecJNInPiiGmvHt206ldmgln2L68o7Im0V6D-M-vdkpFFMsLuRtDLsxX8VqsR-cftU9WgwjV-kBwIenlvRSuaFPfppYKBWcKv9IbmngO9JuCMtJ7/s72-c/Sisingamangaraja+XII.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-8928617127563718842</guid><pubDate>Mon, 30 Jan 2012 07:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-30T06:43:54.675+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BERITA SUMUT</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG VISION</category><title>Puluhan Massa Demo PTPN-IV dan DPRD, Tolak Konversi Lahan di Simalungun.</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpplPwS0ac3YqwOW_5c2EZ3hzsPrRa65ThbzVtfmrQF6BrR90SqCjAyu3xFSlnHjMNhHfiiQKo3TmyWrZewMogrZvcOrhQmnHG0fFHoYnAlNiK8C61hpKSv1hha7ouS4fNab8FCi_XNzcF/s1600/Tolak+Konversi+Lahan+di+Simalungun,+Puluhan+Massa+Demo+PTPN-IV-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpplPwS0ac3YqwOW_5c2EZ3hzsPrRa65ThbzVtfmrQF6BrR90SqCjAyu3xFSlnHjMNhHfiiQKo3TmyWrZewMogrZvcOrhQmnHG0fFHoYnAlNiK8C61hpKSv1hha7ouS4fNab8FCi_XNzcF/s200/Tolak+Konversi+Lahan+di+Simalungun,+Puluhan+Massa+Demo+PTPN-IV-2.jpg" width="186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;GIRSANG VISION&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;Puluhan mahasiswa dari sejumlah kampus di Pematang Siantar dan Simalungun, menggelar aksi unjukrasa di gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut), Kamis (19/1/2012) siang. Dalam aksinya, mahasiswa bertelanjang dada dan melukis tubuhnya dengan cat putih sebagai bentuk penolakan atas rencana PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 4 mengkonversi lahan teh di Simalungun menjadi sawit. &lt;br /&gt;Aksi sekitar 70 mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pemuda Siantar (Himapsi) ini berlangsung tertib. Mahasiswa bernyanyi dan menggelar orasi di depan pintu masuk gedung dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delapan mahasiswa sengaja tidak mengenakan baju dan melumuri tubuhnya dengan cat putih. Pada bagian dada tertulis rangkaian huruf “Tolak Konversi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membawa spanduk dan poster kecaman, mahasiswa juga menggelar orasi. Dalam orasinya, mahasiswa mendesak DPRD Sumut segera memanggil manajemen PTPN 4 dan membatalkan rencana alih fungsi lahan perkebunan teh di kawasan Sidamanik dan Bah Butong, Kabupaten Simalungun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Himapsi, Teguh Karunia Sinaga mengatakan, perkebunan teh di kawasan Sidamanik dan Bah Butong kini menjadi lokasi wisata alam. Tidak semata-mata perkebunan teh milik PTPN 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini perkebunan teh di dua lokasi di Kabupaten Simalungun menjadi kawasan wisata. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang untuk menikmati udara sejuk. Kebun teh di Simalungun merupakan perkebunan teh yang tersisa di Pulau Sumatera," kata Teguh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi tuntutan mahasiswa, Sekretaris Komisi B DPRD Sumut, Muhammad Nuh, berjanji akan memanggil pihak PTPN 4 terkait rencana konversi perkebunan teh menjadi lahan sawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"DPRD Sumut akan memanggil pihak terkait untuk membicarakan rencana konversi kebun teh ini kata Nuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun sendiri telah melayangkan surat penolakan secara resmi kepada pihak PTPN 4 untuk tidak melakukan konversi teh seluas 1.647 hektar lebih menjadi kelapa sawit di Kecamatan Sidamanik dan Bah Butong. Pertimbangannya, tanaman kelapa sawit lebih memberikan dampak negatif. Selain itu menyalahi tata ruang dan perubahan fungsi lahan akan mempengaruhi ekosistem flora dan fauna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;SUMBER BERITA :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/"&gt;http://www.detiknews.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQ8bvgwYJoKNvYofvs3diSrAoSWHr1cfnFqMVZvDQ8Hr_rN2N_oJHenOm70R5tfSJAEmdchmx5bMbucziwm_n1XhFjxnwJrKDXYGXz0rREkOuf89isFimi33v69nFpfr5fANBTB1vo_evv/s1600/Tolak+Konversi+Lahan+di+Simalungun,+Puluhan+Massa+Demo+PTPN-IV.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQ8bvgwYJoKNvYofvs3diSrAoSWHr1cfnFqMVZvDQ8Hr_rN2N_oJHenOm70R5tfSJAEmdchmx5bMbucziwm_n1XhFjxnwJrKDXYGXz0rREkOuf89isFimi33v69nFpfr5fANBTB1vo_evv/s1600/Tolak+Konversi+Lahan+di+Simalungun,+Puluhan+Massa+Demo+PTPN-IV.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sementara itu juga massa mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) berunjuk rasa di depan kantor pusat PTPN-IV Jalan Suprapto Medan, Kamis (19/1). Mereka menolak konversi lahan yang dilaksanakan BUMN Perkebunan tersebut di Kabupaten Simalungun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dalam aksi damainya, selain membawa spanduk tuntutannya para pendemo juga menggelar aksi teatrikal di hadapan para direksi yang turut menyaksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pendemo menyebutkan, konversi lahan kebun teh menjadi tanaman kelapa sawit di Sidamanik dan Bah Butong dinilai telah menghilangkan ciri khas lokal. Sebab selama ini sejarahnya areal kebun teh kawasan itu merupakan ikon Simalungun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dengan adanya pengalihan ke tanaman kelapa sawit, nantinya akan berdampak terjadinya pemanasan global. Bahkan dengan tanaman sawit dikhawatirnya sering muncul banjir serta kekeringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tak ingin Simalungun diterjang banjir bandang yang membawa patahan gelondongan batang sawit ke pemukiman, akibat perubahan peruntukan lahan tersebut,"kata pengunjuk rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait aksi demo ini, Sekretaris Perusahaan PTPN-IV Andi Wibisono yang menemui pendemo menjelaskan, rencana konversi hanya dilakukan di sebagian lahan teh, seperti Kebun Bah Butong seluas 937,67 hektar dan di Sidamanik 709,58 ha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keseluruhan areal kebun teh di Simalungun seluas 5.347 hektar, totalnya 1.647, 25 ha yang akan dikonversi ke sawit. Selebihnya 3.721,02 hektar tetap dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nantinya kami terus akan mengembangkan lahan teh itu dengan klon-klon unggul,"papar Andi didampingi Kaur Humas Lidang Panggabean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Andi, rencana konversi ini dilakukan mengingat kondisi lahannya kurang dari 1.000 meter dari atas permukaan laut (dpl). Disebabkan kurang baik untuk tanaman teh yang asimilasi sinar mataharinya tak menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga saat ini, rata-rata harga jual teh selama 10 tahun terakhir ini tidak adanya peningkatan yang nyata dibanding biaya produksi. Sehingga PTPN-IV mengalami kerugian rata-rata Rp54,8 miliar per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini mengingat harga pokok produksi teh Indonesia meningkat 13 persen per tahun. Sedangkan harga jualnya cuma 4,8 persen/tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya dengan konversi ke tanaman sawit akan memberikan keuntungan yang lebih baik, dimana produktivitas sawit sebesar 19 t TBS/ha/tahun saja memberikan B/C ratio 1,12,"katanya sementara teh dengan bibit unggul produktivitas 2,2 t DTK/ha/tahun hanya memberikan B/C ratio 0,42.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, untuk konversi sawit seperti ini bukanlah yang pertama kali dilakukan PTPN-IV. Contohnya pada tahun 1994 di Kebun Balimbingan -Tanah Jawa seluas 3.059 ha yang sebelumnya tanaman kakao dan teh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hasilnya setiap tahun lahan itu terus mendapat penghargaan sebagai Sawit Terbaik BUMN,"tambah Lidang demikian juga konversi sawit di Kebun Bahbirong Ulu seluas 400 ha pada tahun 1995 tidak pernah menimbulkan masalah seperti banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara ini, konversi di Sidamanik dan Bah Butong terpaksa ditunda sampai adanya kajian ilmiah yang dilakukan institusi independen, pungkas Lidang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;SUMBER BERITA :&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.analisadaily.com/"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http://www.analisadaily.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s1600/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s200/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" width="161" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat kami hargai untuk menambah dan memperbaiki setiap artikel dalam blog ini, dengan mengirimkan pendapat anda semua ke page/halaman "KIRIM ARTIKEL" yang terdapat pada header page blog ini. &amp;nbsp;Tanpa mengurangi hormat, kami harapkan tulisan pendapat anda tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Terimakasih GIRSANG VISION&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;HABONARON DO BONA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="550"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/01/puluhan-massa-demo-ptpn-iv-dan-dprd.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpplPwS0ac3YqwOW_5c2EZ3hzsPrRa65ThbzVtfmrQF6BrR90SqCjAyu3xFSlnHjMNhHfiiQKo3TmyWrZewMogrZvcOrhQmnHG0fFHoYnAlNiK8C61hpKSv1hha7ouS4fNab8FCi_XNzcF/s72-c/Tolak+Konversi+Lahan+di+Simalungun,+Puluhan+Massa+Demo+PTPN-IV-2.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-1359771456986666971</guid><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 23:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-30T06:44:56.243+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BERITA SUMUT</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG VISION</category><title>MANTAN BUPATI SIMALUNGUN dan PADANG LAWAS DITAHAN - Diduga Melakukan Tindak Kejahatan Korupsi.</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoKzueycM8v-1dLeZ7gXYpf5NPfosiiHJB78ICTwRT0UmMwcnRCBQ-av5re2O0doRJ0SZJ6sZ6y19LurQQk6nm4z2PRw4NsfXMySW4mJsi-SZX-ShgQybg7cgcy_hsp105XJgo1EL4y1oW/s1600/DRS+HTZULKARNAIN+DAMANIK+MM.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoKzueycM8v-1dLeZ7gXYpf5NPfosiiHJB78ICTwRT0UmMwcnRCBQ-av5re2O0doRJ0SZJ6sZ6y19LurQQk6nm4z2PRw4NsfXMySW4mJsi-SZX-ShgQybg7cgcy_hsp105XJgo1EL4y1oW/s200/DRS+HTZULKARNAIN+DAMANIK+MM.jpg" width="166" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Bupati Simalungun, &lt;br /&gt;Periode 2005-2010, &lt;br /&gt;Drs.HT Zulkarnain Damanik,MM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;GIRSANG VISION : Dugaan korupsi yang melibatkan dua bupati di wilayah Sumut mencuat. &lt;b&gt;Bupati Padang Lawas (Palas) Basyrah Lubis&lt;/b&gt; ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi, sementara mantan &lt;b&gt;Bupati Simalungun Drs. HT Zulkarnain Damanik, MM&lt;/b&gt;, langsung ditahan aparat Poldasu.&lt;br /&gt;Pada hari Rabu (25/1/2012), Tim Penyidik Tipikor Direktorat Reserse Polda Sumut melakukan gelar perkara kasus korupsi di Kabupaten Palas. Dalam gelar perkara itu, ditetapkan 5 orang yang menjadi tersangka, salah satunya Basyrah Lubis. Gelar perkara yang berlangsung dari siang hari hingga pukul 18.00 WIB tersebut telah menetapkan 5 orang dari sembilan orang yang diduga terlibat dalam kasus korupsi anggaran Pembangunan  Kabupaten Palas (Padang Lawas).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho yang ditemui Sumut Pos di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Khusus Polda Sumut, mengaku nantinya kasus korupsi tersebut akan ditangani Tim Penyididik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut. “Yang jelas Kadis PU Palas dan Bupatinya. Dari sembilan sudah lima yang kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Sadono.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Namun, Sadono mengatakan nantinya kasus ini akan lambat karena menurut prosedur hukum yang berlaku dalam setiap memeriksa kepala daerah harus ada izin presiden.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcuEWSNpTm4qjQxvoZqjaiqen_0qW7Oql2f_9XWfyGgNhE4PQpTxfnCNaxVpIrM6Ck7gaUJSDW-L36vcHq44Wsb9kssT5lMbA80S8P8cCIyB6FsYTwWeyPR3CpQKo61qZC_9ZfMJ1jcytN/s1600/Bupati+Palas+Basyrah+Lubis.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcuEWSNpTm4qjQxvoZqjaiqen_0qW7Oql2f_9XWfyGgNhE4PQpTxfnCNaxVpIrM6Ck7gaUJSDW-L36vcHq44Wsb9kssT5lMbA80S8P8cCIyB6FsYTwWeyPR3CpQKo61qZC_9ZfMJ1jcytN/s320/Bupati+Palas+Basyrah+Lubis.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“Tapi, untuk memberantas korupsi, waktu tidak penting. Yang penting terungkap kasus korupsinya,” ucap Sadono.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seperti diketahui, Basyrah Lubis dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung RI dalam kasus pemalsuan data autentik, mengubah fungsi hutan marga satwa di daerah Kecamatan Barumun sewaktu yang bersangkutan menjabat sebagai Camat Kecamatan Barumun Kabupaten Tapsel (sebelum dimekarkan). Dalam putusan MA dengan nomor: 1021k/Pid/2009 Basyrah Lubis dinyatakan bersalah karena mengeluarkan surat akte tanah, sementara yang bersangkutan tidak pernah dilantik atau menjabat sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Terkait persoalan putusan MA tersebut Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Prof Dr H Djohermasyah Djohan MA telah menyurati Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dengan nomor surat 131.12/5301/Otda tertanggal 8 November 2011 perihal minta penjelasan dan klarifikasi terkait permasalahan kasus yang menimpa Bupati Palas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Oleh Plt Gubsu langsung menyurati Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan tertanggal 5 Desember 2011 dengan nomor 132/13368 dengan isi untuk meminta klarifikasi terkait Putusan MA tersebut. PN Padangsidimpuan membalas surat dari Plt Gubernur dan menegaskan dalam surat tersebut bahwa putusan Mahkamah Agung RI terkait kasus Basyrah Lubis SH telah berkekuatan hukum tetap.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Setelah mendapat penjelasan dari PN Padangsidempuan melalui surat resmi berikut berkas yang dileges PN Sidempuan, Plt Gubsu kembali membuat surat untuk membalas surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) perihal status Basyrah Lubis SH. Selain itu, Bupati Palas diduga melakukan korupsi beberapa ratus miliar rupiah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;D&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;i tempat terpisah, mantan bupati Simalungun, periode 2005-2010, Zulkarnain Damanik ditahan Polres Simalungun karena diduga terlibat korupsi dana APBD TA 2006 sebesar Rp230 juta, kemarin. Namun karena tiba-tiba sakit, akhirnya dibantarkan ke RSU Horas Insani Pematang Siantar, dengan pengawalan pihak kepolisian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sebelum dilakukan penahanan, mantan ‘penguasa’ Kab Simalungun itu sudah dua kali diperiksa dan pemeriksaan terakhir dilakukan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pada hari kamis (26/1/2012)&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;selama lima jam, dengan didampingi tim kuasa hukumnya, Sarles Gultom SH MH,&amp;nbsp;Marolop Sinaga SH&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;dan Sarbudin Panjaitan SH MH. Pemeriksaan dimulai sekira pukul 10.00 WIB hingga 15.30 WIB. Mereka tiba di Mapolres Simalungun, dengan mengendarai Toyota Innova warna hitam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Di ruang periksa unit Tipikor Reskrim Polres Simalungun tersangka diperiksa oleh juru periksa oleh Aiptu Sy Siregar di dampingi ketiga tim pengacaranya. Terlihat pula Kanit Tipikor Polres Simalungun Iptu Ferry Kusnadi SH.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mantan Bupati Simalungun itu dicerca dengan 49 pertanyaan. Dalam pemeriksaan hingga dilakukan penahanan, wartawan tidak mendapat keterangan dari tim kuasa hukum tersangka. “Ya, sudah kita jadikan tersangka,” kata Kapolres Simalungun AKBP M Agus Fajar H, SIK melalui Kasat Reskrim AKP M Adenan dikonfirmasi melalui ponsel, kemarin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;AKP Adenan menjelaskan, mantan Bupati Simalungun itu terlibat dalam dugaan kasus korupsi dana APBD Tahun Anggaran (TA) 2006  sebesar Rp500 juta.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tim Kuasa hukum tersangka, Sarbudin Panjaitan SH MH saat dikonfirmasi menilai, penahanan kliennya itu tidak logika sebab pihak kepolisian dalam pemeriksaan pertama mengetahui bahwa mantan Bupati Simalungun itu sedang sakit. Bahkan, penyidik Polres dinilai kurang profesional yang memasukkan dana yang sudah dikembalikan ke kas Pemkab dijadikan sebagai kerugian Negara.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“Perlu kami tegaskan, jauh sebelum kasus ini dilaporkan, klien kami sudah mengembalikan uang Rp225 juta ke kas Pemkab. Sedangkan Rp72 juta diberikan sebagai panjar kerja untuk 11 orang. Sementara dana dua lembar cek bodong masing-masing Rp100 juta dan Rp130 juta dicairkan dan diambil sendiri oleh mantan bendahara, Sugiati yang kini sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana APBD TA 2005 sebesar Rp 1,2 miliar. Jadi sebenarnya, kerugian Negara hanya Rp72 juta, tidak benar Rp529 juta sebagaimana tuduhan yang diberikan penyidik kepolisian,” kata Sarbudin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pencairan dana oleh Sugiati, tambah Sarbudin, dengan cara memalsukan tandatangan mantan bupati dalam SPM (Surat Perintah Membayar). Kuasa hukum tersangka mengatakan, seharusnya, kliennya lepas dari jeratan hukum apabila penyidik Polri  profesional. “Seharusnya, dana Rp72 untuk panjar kerja 11 orang menjadi tanggung jawab Kadispenda (Kepala Dinas Pendapatan Daerah) Kab Simalungun, sedangkan Rp230 juta menjadi tanggung jawab Sugiati. Sementara yang Rp225 juta sudah dikembalikan ke kas Pemkab 2006, sebelum kasus itu dilaporkan ke polisi,” terang Sarbudin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sarbudin meminta, agar masyarakat bisa menilai secara jernih, dimana kesalahan Zulkarnain Damanik. “Biarlah masyarakat yang menilai apakah kasus ini penuh nuansa politis akibat kepentingan oknum-oknum pejabat di Simalungun,” pungkasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sumber Berita :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.analisadaily.com/"&gt;http://www.analisadaily.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://www.jpnn.com/"&gt;http://www.jpnn.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s1600/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s200/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" width="161" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat kami hargai untuk menambah dan memperbaiki setiap artikel dalam blog ini, dengan mengirimkan pendapat anda semua ke page/halaman "KIRIM ARTIKEL" yang terdapat pada header page blog ini. &amp;nbsp;Tanpa mengurangi hormat, kami harapkan tulisan pendapat anda tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Terimakasih GIRSANG VISION&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;HABONARON DO BONA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="550"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/01/mantan-bupati-simalungun-dan-padang.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoKzueycM8v-1dLeZ7gXYpf5NPfosiiHJB78ICTwRT0UmMwcnRCBQ-av5re2O0doRJ0SZJ6sZ6y19LurQQk6nm4z2PRw4NsfXMySW4mJsi-SZX-ShgQybg7cgcy_hsp105XJgo1EL4y1oW/s72-c/DRS+HTZULKARNAIN+DAMANIK+MM.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-8964748953197714472</guid><pubDate>Fri, 27 Jan 2012 20:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-28T03:28:10.637+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG VISION</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-SIMALUNGUN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SIMELOENGOEN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TANOH BATAK</category><title>HIOU - Pakaian Adat Batak Simalungun [Ragam Hiou].</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy2uc6OyvBBdsoX3jrltesAf7B_ZA3BS97GOaVc4DnzVCdmeBHBxUkVdD2aFg91nafDM9eaPwBcoRBALgr0Q7aiSxDUNyo2wUchmVpPJLeibXmyxOvvS7MEtxnG8JroQh55NdEV611ouO7/s1600/Kain+Adat+Simalungun.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy2uc6OyvBBdsoX3jrltesAf7B_ZA3BS97GOaVc4DnzVCdmeBHBxUkVdD2aFg91nafDM9eaPwBcoRBALgr0Q7aiSxDUNyo2wUchmVpPJLeibXmyxOvvS7MEtxnG8JroQh55NdEV611ouO7/s640/Kain+Adat+Simalungun.jpg" width="435" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kain Adat Simalungun disebut Hiou.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Penutup kepala lelaki disebut Gotong,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Penutup kepala wanita disebut Bulang,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;sedangkan yang kain yang disandang ataupun kain samping&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;disebut Suri-suri.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;GIRSANG VISION : Kain Adat Suku Batak Simalungun disebut &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;HIOU&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Sama seperti suku-suku lain di sekitarnya, pakaian adat suku Simalungun tidak terlepas dari penggunaan kain Ulos (disebut Uis di suku Karo). Kekhasan pada suku Simalungun adalah pada kain khas serupa Ulos yang disebut Hiou dengan berbagai ornamennya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ulos pada mulanya identik dengan ajimat, dipercaya mengandung "kekuatan" yang bersifat religius magis dan dianggap keramat serta memiliki daya istimewa untuk memberikan perlindungan. Menurut beberapa penelitian penggunaan ulos oleh suku bangsa Batak, memperlihatkan kemiripan dengan bangsa Karen di perbatasan Myanmar, Muangthai dan Laos, khususnya pada ikat kepala, kain dan ulosnya.[13]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara legenda ulos dianggap sebagai salah satu dari 3 sumber kehangatan bagi manusia (selain Api dan Matahari), namun dipandang sebagai sumber kehangatan yang paling nyaman karena bisa digunakan kapan saja (tidak seperti matahari, dan tidak dapat membakar (seperti api). Seperti suku lain di rumpun Batak, Simalungun memiliki kebiasaan "mambere hiou" (memberikan ulos) yang salah satunya melambangkan pemberian kehangatan dan kasih sayang kepada penerima Hiou. Hiou dapat dikenakan dalam berbagai bentuk, sebagai kain penutup kepala, penutup badan bagian bawah, penutup badan bagian atas, penutup punggung dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hiou dalam berbagai bentuk dan corak/motif memiliki nama dan jenis yang berbeda-beda, misalnya Hiou penutup kepala wanita disebut suri-suri, Hiou penutup badan bagian bawah bagi wanita misalnya ragipanei, atau yang digunakan sebagai pakaian sehari-hari yang disebut jabit. Hiou dalam pakaian penganti Simalungun juga melambangkan kekerabatan Simalungun yang disebut tolu sahundulan, yang terdiri dari tutup kepala (ikat kepala), tutup dada (pakaian) dan tutup bagian bawah (abit).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Muhar Omtatok, Budayawan Simalungun, awalnya Gotong (Penutup Kepala Pria Simalungun) berbentuk destar dari bahan kain gelap ( Berwarna putih untuk upacara kemalangan, disebut Gotong Porsa), namun kemudian Tuan Bandaralam Purba Tambak dari Dolog Silou juga menggemari trend penutup kepala ala melayu berbentuk tengkuluk dari bahan batik, dari kegemaran pemegang Pustaha Bandar Hanopan inilah, kemudian Orang Simalungun dewasa ini suka memakai Gotong berbentuk Tengkuluk Batik.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berikut adalah macam-macam Hiou yang menjadi ciri khas Adat Suku Batak Simalungun, sumber artikel dan photo dari &lt;a href="http://simalungunonline.com/ragam-hiou.html" target="_blank"&gt;SIMALUNGUN ON LINE&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://rapolo.wordpress.com/2009/01/27/hiou-pakaian-adat-batak-simalungun/" target="_blank"&gt;RAPOLO WORDPRESS&lt;/a&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Hiou Nanggar Soeasah.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-a9-vFOURGQXZ9EavgVX8GzV-gXEMS4GN864A7fLKjdym1LOWAmDhaQW7_SRMhdRcZ4BHkprs4-j6uRM6mJjPPn_73eWzfa2fXV1l2vB24ciolD3UMNc41IJAlOdgk8hVxlV0iDvy-OUS/s1600/nanggar-susah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-a9-vFOURGQXZ9EavgVX8GzV-gXEMS4GN864A7fLKjdym1LOWAmDhaQW7_SRMhdRcZ4BHkprs4-j6uRM6mJjPPn_73eWzfa2fXV1l2vB24ciolD3UMNc41IJAlOdgk8hVxlV0iDvy-OUS/s1600/nanggar-susah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWm6KjWQwJ3acX6uSpzvHL8YGSdz9VAxe8AyONGti_TdfM3bPJxCBr0csxCY98qwYc78mvEYuwLMfFnJ9pcQJbiuUWPIkfUqh9IRa9LHKM_yY1OS8PN_NqkOSkJFKZgPoiw8nAFXSUfQ-S/s1600/hiou-simalungun-nanggar-suasa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWm6KjWQwJ3acX6uSpzvHL8YGSdz9VAxe8AyONGti_TdfM3bPJxCBr0csxCY98qwYc78mvEYuwLMfFnJ9pcQJbiuUWPIkfUqh9IRa9LHKM_yY1OS8PN_NqkOSkJFKZgPoiw8nAFXSUfQ-S/s1600/hiou-simalungun-nanggar-suasa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: medium; text-align: -webkit-auto;"&gt;Hiou Nanggar Soeasah&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tenun ini berwarna biru gelap dan memiliki jumbai hitam panjang dengan ujung pendek. Kain ini memiliki garis memanjang ringan dan garis titik-titik. Pada lebarnya diberikan hiasan, yang paling rinci adalah pada bagian penutupnya. Tenun ini oleh setiap orang dikenakan sebagai kain penutup pundak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;Hiou Ragi Tinaboer.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigEyIXdM2HCkJxjy4fz6YxccdSjNvZ_1nXlOdDhx2s3yZCcVaCtgyoyaFLgWTOvhIUUVRCtSPi-EhP1jMepaQdz8ud6KDsXzJbzNho-RJStfJazz1phZuwdI5Q8Tw_dEbWSC16ipgMXpFR/s1600/Ragi-Tinabur.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigEyIXdM2HCkJxjy4fz6YxccdSjNvZ_1nXlOdDhx2s3yZCcVaCtgyoyaFLgWTOvhIUUVRCtSPi-EhP1jMepaQdz8ud6KDsXzJbzNho-RJStfJazz1phZuwdI5Q8Tw_dEbWSC16ipgMXpFR/s1600/Ragi-Tinabur.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: medium; text-align: -webkit-auto;"&gt;Hiou Ragi Tinaboer.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tenun ini berwarna biru gelap dan pinggiran pelipit kecil yang cerah dan jumbai ringan. Kain ini dikenakan oleh pemuda dan pemudi yang belum menikah.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Hiou Ragi Panei.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgizR8nci7SdL1FpZFFPqPgRUC1Bv5ZQP7KdQw5pkA5wtiwjgHMK1OUfS-Tl3RXh-XHwnhkwzf2clCz0i-rUHiHEuNBLNBZl2_5xIMf1CLpOkA1tXaiY7HYkAG946Xtuf5pxpgiMY8bpKYA/s1600/Ragi-Panai.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgizR8nci7SdL1FpZFFPqPgRUC1Bv5ZQP7KdQw5pkA5wtiwjgHMK1OUfS-Tl3RXh-XHwnhkwzf2clCz0i-rUHiHEuNBLNBZl2_5xIMf1CLpOkA1tXaiY7HYkAG946Xtuf5pxpgiMY8bpKYA/s1600/Ragi-Panai.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: medium; text-align: -webkit-auto;"&gt;Hiou Ragi Panai.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Potongan bagian tengah ini berwarna hampir sama seperti pinggiran tetapi memiliki banyak garis memanjang berwarna biru muda. Pada kedua sisi bagian tengah ini terdapat sebuah garis pemisah berwarna putih kelabu atau biru muda. Kain sederhana ini dikenakan oleh pria dan wanita tua, tetapi tidak terlarang bagi orang muda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Hiou Ragi Sapot.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1ugc6pbSXD72l2QI0cG0LnVk-AE21Dx-XMxm4tfvtDMd59tR7sCagd9eJa-17iMcfw1eRfrLyUeciWg0W9xUH3XgFqQKUcTRY7RGFI_0RGEh2Wt92oP1n22gD6Yjrr6t0yLcaXnak-bAW/s1600/ragi-sapot.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1ugc6pbSXD72l2QI0cG0LnVk-AE21Dx-XMxm4tfvtDMd59tR7sCagd9eJa-17iMcfw1eRfrLyUeciWg0W9xUH3XgFqQKUcTRY7RGFI_0RGEh2Wt92oP1n22gD6Yjrr6t0yLcaXnak-bAW/s1600/ragi-sapot.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: medium; text-align: -webkit-auto;"&gt;Hiou Ragi&amp;nbsp;Sapot.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tenun yang sama seperti Ragi Siattar, tetapi tanpa hiasan beludru. Kain ini bisa dikenakan oleh siapa saja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Hiou Ragi Siattar.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVDH22Sneawo5ubEAnEoZ20pM0pePopYrZ51GpOnMDx0d4dvN8J9J9NzJ7kQBHGXR2m8EDGV38HbYKpO8oDGlcTm976K7nshTIMDKW1DmtUXnvwXMr_yu10Dog3FTfwLjPOV3S1sAv4ULN/s1600/RAGI+SIATTAR.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVDH22Sneawo5ubEAnEoZ20pM0pePopYrZ51GpOnMDx0d4dvN8J9J9NzJ7kQBHGXR2m8EDGV38HbYKpO8oDGlcTm976K7nshTIMDKW1DmtUXnvwXMr_yu10Dog3FTfwLjPOV3S1sAv4ULN/s1600/RAGI+SIATTAR.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwYoG_mAR9V9aE4nARXtWgcqI85O6PWFeadLYPND2qTnZp8kHCEyWpi7kpPGajR5lAZG05l6MC8zDG5mJws4orFdFjpyBzXI35DqXZmvJC7MDqq1g5yZJ0MmUt6vnFVhS6W0SdmcGI1IoL/s1600/ragi-siattar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwYoG_mAR9V9aE4nARXtWgcqI85O6PWFeadLYPND2qTnZp8kHCEyWpi7kpPGajR5lAZG05l6MC8zDG5mJws4orFdFjpyBzXI35DqXZmvJC7MDqq1g5yZJ0MmUt6vnFVhS6W0SdmcGI1IoL/s1600/ragi-siattar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: medium; text-align: -webkit-auto;"&gt;Hiou Ragi Siattar.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Garis samping gelap dengan garis tengah yang benang lungsingnya berwarna putih dan benang melintangnya berwarna gelap, dihiasi dengan jumbai putih, merah dan hitam. Raja danpuang bolon (permaisuri raja) mengenakan kain ini seperti halnya rohaniawan-dukun-tabib ketika mereka bertindak sebagai perantara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Hiou Ragi Sattik.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKCuxVX5W_NvBmogJH_w47qdOKriJIL682BG2Nn6DrwDjT9YORsx-4POrfAyWYi27iadArnUpYJSJrfi3i_4X9Wh9XqIkTrLkWrgAliX_WucC5RZgcuk4QBZ-gJ3bb0QQlPhCSu-2QIucV/s1600/Ragi-Sattik.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKCuxVX5W_NvBmogJH_w47qdOKriJIL682BG2Nn6DrwDjT9YORsx-4POrfAyWYi27iadArnUpYJSJrfi3i_4X9Wh9XqIkTrLkWrgAliX_WucC5RZgcuk4QBZ-gJ3bb0QQlPhCSu-2QIucV/s1600/Ragi-Sattik.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: medium; text-align: -webkit-auto;"&gt;Hiou Ragi&amp;nbsp;Sattik.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kain yang sama seperti  Ragi Sapot&amp;nbsp;tetapi pada ujung luarnya dilengkapi dengan jumbai.&amp;nbsp;Kain ini bisa dikenakan oleh siapapun.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Hiou Hati Rongga.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikLDArFzte3nUcQ0pBSnzNo2UqJu1xXI32pXJ0kyRaKfP9_AFVOwKY9H1aiA_oCnF_YhNtffe4g9U_XzrEbRS7DCe94CkD18-dF0F7-AkDu9l094TEe-iJVVsaJtQ9HPWgzM3sDx4mscgp/s1600/hati-rongga.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikLDArFzte3nUcQ0pBSnzNo2UqJu1xXI32pXJ0kyRaKfP9_AFVOwKY9H1aiA_oCnF_YhNtffe4g9U_XzrEbRS7DCe94CkD18-dF0F7-AkDu9l094TEe-iJVVsaJtQ9HPWgzM3sDx4mscgp/s1600/hati-rongga.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8FZVxJyi0Wrggb9UmeXzf7TZDueMEp8QFGd4RnDNOoz-YrwvRZt2L7FSXnCaH5g8pZLrgDCJyKeb1q5NBl7uSrFW6A2pYUgilzxKKv2DQ5QuMlJzFzOmsHgy8SdHoq72csrRYNlE_lZ37/s1600/hiou-simalungun-hati-rongga2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8FZVxJyi0Wrggb9UmeXzf7TZDueMEp8QFGd4RnDNOoz-YrwvRZt2L7FSXnCaH5g8pZLrgDCJyKeb1q5NBl7uSrFW6A2pYUgilzxKKv2DQ5QuMlJzFzOmsHgy8SdHoq72csrRYNlE_lZ37/s1600/hiou-simalungun-hati-rongga2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: medium; text-align: -webkit-auto;"&gt;Hiou Hati Rongga.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Garis samping berwarna biru gelap dan bagian tengah sedikit lebih gelap memiliki garis titik-titik berwarna terang pada bagian memanjang. Kain ini bisa dikenakan oleh siapapun sebagai ikat pinggang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Hiou Gobar.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4aZJLsg1s8vQj9S2t_5T1Vm5CMTNkLgfSituaqOLS9j-C3swwrkcV7IPmkWCWhGAlZnLeLphW2-b_dfQF7hYAQBPcGcgUnWkjQDu7mbja57GOa7lHx4JE3a3wrYVqM2QSPa2IILdueDxU/s1600/gobar-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4aZJLsg1s8vQj9S2t_5T1Vm5CMTNkLgfSituaqOLS9j-C3swwrkcV7IPmkWCWhGAlZnLeLphW2-b_dfQF7hYAQBPcGcgUnWkjQDu7mbja57GOa7lHx4JE3a3wrYVqM2QSPa2IILdueDxU/s1600/gobar-2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvfR2W-OGzTzmN1uoznz878U6gHM3XKXFy_Ag_2DygdeXZolghMiHpf55m0gxWJI6Oxx6pthIUBLqVtcxQalar6RdDyT8a2TsbeQHwKuG-pzTRP9WXOXZIXddmeKPnmuQIE2WL9USSjupP/s1600/gobar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvfR2W-OGzTzmN1uoznz878U6gHM3XKXFy_Ag_2DygdeXZolghMiHpf55m0gxWJI6Oxx6pthIUBLqVtcxQalar6RdDyT8a2TsbeQHwKuG-pzTRP9WXOXZIXddmeKPnmuQIE2WL9USSjupP/s1600/gobar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: medium; text-align: -webkit-auto;"&gt;Hiou Gobar.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kain ini dikenakan oleh para kepala rendahan dan anak-anak bangsawan mengenakannya sebagai kain. Garis sampingnya berwarna merah tua, garis memanjang pada bagian tengah berwarna merah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Hiou Boelang-boelang.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdBvD16AzyptjU1rBztDPivE7sEShxMKlc36sruQbXfjIxIk9vX17cZMCfZzEzNIY29ThGsNpbacGX7mZ_CB2tGELFhElxiII6IJIFq4U4zhKDnIjxkMIAFTk1iHiNpdqfkRqqj5Y1Y0Hv/s1600/bulang-bulang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdBvD16AzyptjU1rBztDPivE7sEShxMKlc36sruQbXfjIxIk9vX17cZMCfZzEzNIY29ThGsNpbacGX7mZ_CB2tGELFhElxiII6IJIFq4U4zhKDnIjxkMIAFTk1iHiNpdqfkRqqj5Y1Y0Hv/s1600/bulang-bulang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: medium; text-align: -webkit-auto;"&gt;Hiou Boelang-boelang.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kain penutup kepala ini berwarna merah tua. Garis tengahnya memiliki tiga garis memanjang berwarna putih kelabu dengan bagian penutup berwarna putih kelabu, penuh bentuk simetris sebagai ragam hias. Pada ujung luarnya, kain ini memiliki jumbai panjang yang memberikan kesan dominan. Kain ini dikenakan oleh wanita yang sudah menikah dan hanya dibuat di Simalungun&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: medium;"&gt;&lt;span style="line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s1600/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLj7Td28c5dH-3YuA9ARe7i24mVRJ_ibfbEdmTUneLSiV9qcPcyXdgc1Yi6QpqM2iL8SmFhXpMDo74pwYHYkmxGUJXjU2xnpokGqDjbVkHWEJWnx5pey0Hn1oNWSHk7I_XErhDCFM-nzLr/s200/THE+WORLD+OF+GIRSANG+VISION-3.jpg" width="161" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat kami hargai untuk menambah dan memperbaiki setiap artikel dalam blog ini, dengan mengirimkan pendapat anda semua ke page/halaman "KIRIM ARTIKEL" yang terdapat pada header page blog ini. &amp;nbsp;Tanpa mengurangi hormat, kami harapkan tulisan pendapat anda tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Terimakasih GIRSANG VISION&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;HABONARON DO BONA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="550"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/01/hiou-pakaian-adat-batak-simalungun.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy2uc6OyvBBdsoX3jrltesAf7B_ZA3BS97GOaVc4DnzVCdmeBHBxUkVdD2aFg91nafDM9eaPwBcoRBALgr0Q7aiSxDUNyo2wUchmVpPJLeibXmyxOvvS7MEtxnG8JroQh55NdEV611ouO7/s72-c/Kain+Adat+Simalungun.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-7934589790379672706</guid><pubDate>Thu, 26 Jan 2012 23:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-27T06:47:06.734+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ALAM TANAH BATAK</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">EVENT DAERAH</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG VISION</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-SIMALUNGUN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PARIWISATA</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TANOH BATAK</category><title>FORHIDOS, SIPISO-PISO HILL REFORESTATION PROGRAM FORUM</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYp9xYlkSTIXyHRDP-QOXMqFVJhdFtILEYg-mANJlIcO7MW_bXrmhICNDpQNndzjwEiaI7mEjN9CEN6eULBeeAmC_eMFhqDqWwqiT2OiRC_t8P3iF1eW_lItoMlgz2S1vvo2YqRQMlEMWj/s1600/FORHIDOS-Sipisopiso-2.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYp9xYlkSTIXyHRDP-QOXMqFVJhdFtILEYg-mANJlIcO7MW_bXrmhICNDpQNndzjwEiaI7mEjN9CEN6eULBeeAmC_eMFhqDqWwqiT2OiRC_t8P3iF1eW_lItoMlgz2S1vvo2YqRQMlEMWj/s1600/FORHIDOS-Sipisopiso-2.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;GIRSANG VISION : FORHIDOS, &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;FO&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;rum peng&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;HI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;jauan &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;DO&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;lok &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ipiso-piso – Forum Penghijauan Bukit Sipiso-piso (SIPISO-PISO HILL REFORESTATION PROGRAM ), Forum ini digerakkan oleh swadaya masyaakat baik yang berada di daerah asal maupun di daerah lain (perantauan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;br /&gt;
Aksi penghijauan forum ini didasari atas keprihatinan para putra-putra daerah akan kondisi alam (bukit dan hutan) di bukit sipiso-piso yang mengalami pengrusakan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tenaga dan dana yang digalang juga masih berasal dari para putra-putri daerah yang memiliki kesadaran tinggi dan cinta akan tanah leluhur SIMALUNGUN dan BUKIT SIPISO-PISO. Adapun susunan kepengurusan Forum ini sbb :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiv5_xadjt2qTDnU1jtVUdGKXmkjrIiSnow_b9b5iksZm395axHezIC3-EUoQw9dGaVycHen26a5Vws-bvdtYflVTJRiw8cl6-tIgPKJrAaN7RGiEdl_3q18b65EhCGdfoczx2i-bf59Cqh/s1600/249705_216678991684029_100000257898539_845875_400169_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiv5_xadjt2qTDnU1jtVUdGKXmkjrIiSnow_b9b5iksZm395axHezIC3-EUoQw9dGaVycHen26a5Vws-bvdtYflVTJRiw8cl6-tIgPKJrAaN7RGiEdl_3q18b65EhCGdfoczx2i-bf59Cqh/s400/249705_216678991684029_100000257898539_845875_400169_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Berikut adalah Struktur BPH Forum Hijau Dolok Sipisopiso :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penasehat : Karel Girsang (Amerika Serikat)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Frans Purba (Jakarta)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua Umum : Ayannes Santra Girsang (Medan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wakil Ketua Umum : Dori Girsang (Denpasar)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekertaris Umum : Hanson Munthe (Medan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wakil Sekertaris Umum : Sultan Saragih II (P Siantar)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bendahara Umum : Rudin Herbert Purba (P Siantar)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Location Jl. Kapten Purba I, Perumahan Bekala Asri Blok D.06, Simalingkar, Medan, Indonesia -&amp;nbsp;Phone 081361711500 - 08126220296&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berikut ini adalah Laporan Kegiatan FORHIDOS yang sudah dilakukan pada 18 Maret 2011&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;(Dokumen asli milik FORHIDOS FAN PAGE : &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=173883785996491"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=173883785996491&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/pages/FORUM-HIJAU-DOLOG-SIPISO-PISO/173874859330717"&gt;http://www.facebook.com/pages/FORUM-HIJAU-DOLOG-SIPISO-PISO/173874859330717&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;KATA PENGANTAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat-Nya kami dapat menyelesaikan laporan pertanggungjawaban atas kegiatan Penghijauan Dolog Sipiso-Piso Maret 2011 tepat pada waktunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laporan ini kami buat sebagai sarana pertanggungjawaban atas kegiatan Penghijauan Dolog Sipiso-Piso 2011. Dalam laporan ini ...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2WME1LCbe47ymDI4Hl6OVRgKqxYwTpueP_6091RA8IC23FMmfIMtpCKpm8Vpu5Es9p1EBfOfRtacwiCUgbHE7ee58iDEv8OQKKdea5wL4y7eRwBYSmNtJrjSZaIWwbPJEWmTEqrPo9L_s/s1600/TAHAP+I+-+FORUM+PENGHIJAUAN+DOLOG+SIPISO_PISO.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="282" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2WME1LCbe47ymDI4Hl6OVRgKqxYwTpueP_6091RA8IC23FMmfIMtpCKpm8Vpu5Es9p1EBfOfRtacwiCUgbHE7ee58iDEv8OQKKdea5wL4y7eRwBYSmNtJrjSZaIWwbPJEWmTEqrPo9L_s/s400/TAHAP+I+-+FORUM+PENGHIJAUAN+DOLOG+SIPISO_PISO.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;kami paparkan secara jelas seluruh hasil kegiatan tersebut, baik sebelum acara maupun sesudah acara, guna mengadakan evaluasi terhadap kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhucLBgi9_9j024EFGJk4rCOwGy8oty1ncORabvMLGZ6ctgSF4vS3BrA_CNVGn18iDokelSqRw8LeMlzSfi7MGvIBtQRFFqPWqP4XBqL7iBLoTmMWEd8Mud34BcpxicVri66SXO5zgNC3H5/s1600/190094_174026125982257_173874859330717_443422_1003227_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhucLBgi9_9j024EFGJk4rCOwGy8oty1ncORabvMLGZ6ctgSF4vS3BrA_CNVGn18iDokelSqRw8LeMlzSfi7MGvIBtQRFFqPWqP4XBqL7iBLoTmMWEd8Mud34BcpxicVri66SXO5zgNC3H5/s200/190094_174026125982257_173874859330717_443422_1003227_n.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;baik yang secara langsungmaupun tidak langsung telah membantu kelancaran kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban ini. Oleh karena itu, besar harapan kami atas kritik dan saran dalam penyempurnaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Medan, 22 Maret 2011&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Panitia Pelaksana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Nama kegiatan ini adalah Forum Hijau Dolog Sipiso-piso. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:&lt;br /&gt;
Hari : Jumat, 18 Maret 2011 s/d Senin 21 Maret 2011&lt;br /&gt;
Tempat : Sepanjang jalan pengubung Situnggaling – Tongging dan Gunung Sipiso-piso&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;SPIRIT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Lebih baik kita menyalakan sebuah lilin, daripada kita membahas kegelapan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Putus asa adalah tindakan para orang kalah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika kita yakin akan sesuatu dan berusaha mewujudkannya maka kemungkinan gagal adal 0,0%.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebuah hasil dari keringat bukan hanya untuk kita namun juga untuk generasi penerus kita.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika kita ingin menjadi seorang pemenang, wariskan mata air pada penerus kita bukan air mata.&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kelima kalimat diatas adalah merupakan penyemangat kami dalam mewujudkan keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;PANITIA FORUM HIJAU DOLOK SIPISO-PISO&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berikut adalah struktur BPH Forum Hijau Dolok Sipisopiso yang membawahi Panitia pelaksana:&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penasehat : Karel Girsang (Amerika Serikat)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Frans Purba (Jakarta)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua Umum : Ayannes Santra Girsang (Medan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wakil Ketua Umum : Dori Girsang (Denpasar)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekertaris Umum : Hanson Munthe (Medan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wakil Sekertaris Umum : Sultan Saragih II (P Siantar)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bendahara Umum : Rudin Herbert Purba (P Siantar)&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berikut adalah susunan panitia pelaksana kegiatan Hijau Dolok Sipiso-piso:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Panitia Pelaksana Penghijauan Dolok Sipiso-piso&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ketua : Rendi Laia&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Wakil Ketua : Jon Girsang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekretaris : Alvian E Munthe&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wakil Sekretaris : Ricky Silitonga&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bendahara : Yob Darma Putra Munthe&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Koordinator Humas : Jimmy H Sitorus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Koordinator Logistik : Baniswan Laia&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Koordinator Tempat/Lapangan : Ellison Sidebang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Koordinator Konsumsi : Laura Fransiska Nainggolan&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Koordinator Daerah/Penggalang Massa/Kontribusi Massa :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Medan : Sardi Malau&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Pematan Siantar : Anca Damanik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Batam : Samson Girsang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Riau/Pekan Baru : Boston Girsang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jogyakarta : A Simanjorang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bali : Dori Girsang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bandung : Andiko Sipayung&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jakarta : Gunawanta Girsang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalimantan : Evalinda Girsang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Irian Jaya : Ribel Jaya Putra Karo-Karo/Riahman Girsang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bogor : Lina Sipayung&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Koordinator Penggalang Massa/Kontribusi Massa Daerah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sipituhuta : Jimmy H Sitorus&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Sitoluhuta : Ramos Girsang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Silimakuta : Apriando Purba&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;PELAKSANA DAN PESERTA KEGIATAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Rangkaian acara ini merupakan kegiatan yang digagas oleh Forum Hijau Dolog Sipiso-Piso yang berbasis Facebook . Kegiatan melibatkan para relawan dari masyarakat dan dikoordinir oleh Panitia Hijau Dolok Sipiso-piso:&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Panitia pelaksana dan panitia umum gerakan hijau Dolog Sipiso-piso&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Anggota Forum Hijau Dolog Sipiso-piso (15 orang)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Karang Taruna Situnggaling (14 orang)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;MAPA- PULMED (Mahasiswa Pencinta Alam Politeknik Unggul LP3M Medan) (2 orang)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;SMU Yapim Situnggaling (55 orang)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;SMP Negeri 2 Kabanjahe (44 orang, terlampir)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;SMP Karya Tongging (51 orang, terlampir)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Simpatisan dari Naga Saribu (6 orang)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemuda GKPS-1 Seribudolok (6 orang)&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;JENIS POHON YANG DITANAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pohon Ingul/ Suren (Toona sinensis) ditanam 1000 pohon di sepanjang jalan Situnggaling – Tongging sepanjang 7 km&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Pohon Dadap/Cangkring (Erythrina variegate) (batak: dap-dap) ditanam 5000pohon di lereng Gunung Sipiso-piso sisi sebelah Air Terjun Sipiso-piso.&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue; font-size: large;"&gt;LAPORAN KEUANGAN PANITA PELAKSANA HIJAU SIPISO-PISO TAHAP I (PERTAMA) 18-21 MARET 2011&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;I. PENERIMAAN :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Petrus Sitepu - Yogyakarta Rp. 200.000,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Samson Girsang - Batam Rp. 225.000,-&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Daulat Simanjorang - Situnggaling Rp. 500.000,-&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;A. Santra Girsang - Medan Rp. 500.000,-&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dewi Jelita S ATM-ALFA JTSARI - Jakarta Rp. 250.000,-&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mariani Sipayung - JAMBI Rp. 300.000,-&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fransiscus Purba - Via BII Jakarta - 2.000.000,-&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;DARI ELMEKINS S1ADA2E7 /3672 /ATM-KK KLENDER3- Jakarta Rp. 300.000,-&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;16/03/2011 SA Cash Dep NoBook BUNDA EVA - Kalimantan Rp. 300.000,-&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;M-BK TRF CA/SA DARI CAHAYA PURBA -JKT/BEKASI Rp. 250.000,-&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bpk Karel Girsang Menyumbang 100 U$= 850.000,-&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bpk. Jones Hutasoit – Rp. 100.000,- via Bp. Santra Girsang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bpk Darwin Simanjuntak - K. Jahe, Rp. 1.000.000&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bpk Junimart Girsang, SH.MH RP. 5.000.000, (melalui Bpk Santra Girsang )&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;TOTAL PENERIMAAN Rp. 11.975.000&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Pinjaman Panitia : Rp. 1.959.000,-&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Total Pemasukan : 13.934.000&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;II. PENGELUARAN :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pengadaan bibit stek pohon DAPDAP, 4.700 stek, Rp 6.000.000&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Konsumsi Peserta 18-21 Maret 2011 Rp. 4.099.000,-&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Transportasi Umum Panitia, dan Bantuan Transportasi Ke : (1 Mobil)Pemuda GKPS Seribudolok, (3 Mobil) SMP Negeri 2 Kabanjahe, 2 Mobil SMP-Karya Tongging, Total Rp. 1.290.000&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peralatan Rp. 775.000 ( Sewa Losd dan Listrik, Penggantian Alat Rusak)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;P3K Rp. 100.000 (Pengobatan Siswa dari Tongging)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dokumentasi/foto/dan penggandaan vcd utk laporan dan proposal Tahap II Rp. 500.000,-&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Administrasi Rp. 270.000,-&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Spanduk dan publikasi media massa Rp. 500.000,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Upah Tenaga penanam pada hari Senin, 21 Maret 2011untuk menghabiskan bibit yang masih sisa Rp. 400.000&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Total Pengeluaran : 13.934.000,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Total Pemasukan : 13.934.000,-&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue; font-size: large;"&gt;BALANCE : 0,-&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;UCAPAN TERIMAKASIH :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Atas nama Panitia Umum dan Panitia Pelaksana, kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung hingga terlaksananya Program Penghijauan Tahap I (Pertama ) ini. Secara khusus kepada para donatur kami, perpanjangan tangan andalah yang membuat kami bisa melaksanakan penghijauan ini, dengan harapan untuk penghijauan tahap kedua nantinya, semoga dengan dukungan kita semua, program ini berkelanjutan. Dengan mengajak teman dan keluarga kita berpartisipasi, kami berharap akan merawat yang sudah ditanam, dan melanjutkan program tahap yang kedua bulan Juli. Semoga amal dan kebaikan anda sekalian diberkahi oleh yang maha kuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepada para peserta yang telah berpartisipasi, kami juga mengucapkan terimakasih atas kebersamaanya, SMP-N 2 Kabanjahe, SMP-Karya Tongging, SMU-YAPIM Situnggaling, Karang Taruna Situnggaling, Kades Situnggaling, Masyarakat Tongging, Masyarakat Situnggaling, MAPA-PULMED, POS-PJR MEREK, dan semua fihak yang telah membantu, dengan kebersamaan, kita tanamkan rasa peduli terhadap lingkungan, demi hijaunya sipiso-piso.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TERIMAKASIH.&lt;br /&gt;
PANITIA PELAKSANA&amp;nbsp;HIJAU DOLOG SIPISO-PISO&lt;br /&gt;
Ketua &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Sekertaris&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Rendy Laia) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(Alvian E Munthe)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diketahu dan Disetujui :&lt;br /&gt;
BADAN PENGURUS HARIAN&amp;nbsp;FORUM HIJAU DOLOK SIPISO-PISO&lt;br /&gt;
Ketua Umum Sekretaris Umum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ir. A. Santra Girsang) (Hanson Munthe, ST)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
NB : LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN SECARA TERTULIS AKAN DIBUAT, DAN AKAN DIKIRIM KEPADA PARA DONATUR DAN PEMERHATI LINGKUNGAN, DAN PIHAK TERKAIT LAINNYA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Anggaran Biaya Penghijauan Tahap III&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(DOKUMEN ASLI /SOURCE : &lt;a href="http://simalungunonline.com/anggaran-biaya-penghijauan-tahap-iii.html"&gt;http://simalungunonline.com/anggaran-biaya-penghijauan-tahap-iii.html&lt;/a&gt; OCTOBER 20, 2011 DORI ALAM GIRSANG)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rencana Anggaran Biaya Penghijauan Tahap III tanggal 12-13 November 2011&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pengadaat Bibit Kaliandra 20 Tumba x 150.000 = Rp. 3.000.000&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Pengadaan Bibit Dap-dap Rp. 1.000.000,-&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tenaga Kerja dari Silimakuta/Sipituhuta 40 Orang x 50.000 = Rp. 2.000.000&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Konsumsi 120+40+40 = 200 Orang x 8000 1 hari = Rp 1.600.000&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Konsumsi 40+40 = 80 x 3 = 240 bks = Rp. 1.920.000.-&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengadaan Inventaris FORHIDOS Rp. 1.000.000,- (Cangkul dan Tajak)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biaya Transportasi Rp. 1.000.000,-&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biaya Administrasi Sekretariat/Surat²/Proposal Rp. 500.000,-&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;(Perkiraan diatas adalah rencana kerja 1 hari untuk 200 orang (Keseluruhan),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Orang utk hari kedua, (Kemungkinan Menginap di Lokasi Penghijauan)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Total Biaya yang dibutuhkan adalah Rp. 12.020.000&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Jumlah Dana Terkini adalah Rp. 4.843.000,-&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Demikian Perencanaan Penghijauan Tahap III Oleh FORHIDOS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgii-gBCEOjFLz3uDAKoDTOLcC6uKmgGZEL5YqitvsDOF1vhLupH3HMUyggxt6du4QLaMj54e2N5oc5W2hyphenhypheno9U6Na2s3Ua7c2f_9EZEX1BzH43sum8oPEsaV2CO4dVr71PUjNGOg54nf2rY/s1600/TAHAP+III+-+FORUM+PENGHIJAUAN+DOLOG+SIPISO_PISO.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgii-gBCEOjFLz3uDAKoDTOLcC6uKmgGZEL5YqitvsDOF1vhLupH3HMUyggxt6du4QLaMj54e2N5oc5W2hyphenhypheno9U6Na2s3Ua7c2f_9EZEX1BzH43sum8oPEsaV2CO4dVr71PUjNGOg54nf2rY/s400/TAHAP+III+-+FORUM+PENGHIJAUAN+DOLOG+SIPISO_PISO.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
Ketua Umum Sekretaris Umum&lt;br /&gt;
Ayannes Santra Girsang, Hanson Munthe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gerakan dan aksi Forum ini membutuhkan support inmaterial dan material dan dapat dilakukan dengan aksi dukungan sbb:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt; &lt;img border="1" img="" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/206503_174721952578021_100001206519560_422941_1947101_n.jpg" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;Recehku Untuk Sipiso-piso&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;small&gt;&lt;strong&gt;H.Anson Munthe&lt;/strong&gt;&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;small&gt;&lt;strong&gt;BRI. 0336-01-050315-50-5&lt;/strong&gt;&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;small&gt;&lt;strong&gt;Mandiri : 105-00-0982475-0&lt;/strong&gt;&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;small&gt;Mohon di kirim sms atau pesan inbox kesini.&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;small&gt;&lt;strong&gt;Email/ym : vinindo57@yahoo.com,&lt;/strong&gt;&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;strong&gt;Dan apabila sudah&lt;/strong&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;strong&gt;mentransfer segera sms&lt;/strong&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;strong&gt;ke 0813 6171 1500&lt;/strong&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/groups/forhidos"&gt;Forum di Facebook, forhidos@groups.facebook.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: white; color: #6d6d6d; font-family: Georgia, 'Times New Roman Times', serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcehx_UcQRLOuTugLXAKfnQoDV04T54eBn6aLVG-OZX29ccIP2VgyUITyI9SAaFFfOBjqvdMouihW3qsvh9wW-hvQLa-730x9xa5xfdJnxQyvAMFb1cerhOrAQI9JvAFGuVb45SeimLw3k/s1600/FORHIDOS+-+FORUM+PENGHIJAUAN+DOLOK+SIPISO_PISO.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcehx_UcQRLOuTugLXAKfnQoDV04T54eBn6aLVG-OZX29ccIP2VgyUITyI9SAaFFfOBjqvdMouihW3qsvh9wW-hvQLa-730x9xa5xfdJnxQyvAMFb1cerhOrAQI9JvAFGuVb45SeimLw3k/s1600/FORHIDOS+-+FORUM+PENGHIJAUAN+DOLOK+SIPISO_PISO.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: white; color: #6d6d6d; font-family: Georgia, 'Times New Roman Times', serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat terbuka untuk mengedit artikel ini (open source) yang tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #6d6d6d; font-family: Georgia, 'Times New Roman Times', serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Terimakasih&lt;br /&gt;
GIRSANG VISION-&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue; font-size: xx-small;"&gt;HABONARON DO BONA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: white; clear: both; color: #6d6d6d; font-family: Georgia, 'Times New Roman Times', serif; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigy6HA9k4gH31M3EiHkY4X35DHp0KGFughHAcga4ZrgBw8onGQ3ctn1FOOxNonbvJQbrRkJyHtYV33JlCaDJyXG-Ajv32Q_cWY2Vl5aPDXX8ySVXJMFz6RjX7rvk9U9dBrM-7TQv8I7F5b/s1600/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; color: #1d6fb6; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" height="166" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigy6HA9k4gH31M3EiHkY4X35DHp0KGFughHAcga4ZrgBw8onGQ3ctn1FOOxNonbvJQbrRkJyHtYV33JlCaDJyXG-Ajv32Q_cWY2Vl5aPDXX8ySVXJMFz6RjX7rvk9U9dBrM-7TQv8I7F5b/s200/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-style: none; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-left-color: rgb(227, 227, 227); border-left-style: none; border-right-color: rgb(227, 227, 227); border-right-style: none; border-top-color: rgb(227, 227, 227); border-top-style: none; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; margin-bottom: 4px; margin-left: 0px; margin-right: 4px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="510"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/forhidos-forum-sipiso-piso-hill.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYp9xYlkSTIXyHRDP-QOXMqFVJhdFtILEYg-mANJlIcO7MW_bXrmhICNDpQNndzjwEiaI7mEjN9CEN6eULBeeAmC_eMFhqDqWwqiT2OiRC_t8P3iF1eW_lItoMlgz2S1vvo2YqRQMlEMWj/s72-c/FORHIDOS-Sipisopiso-2.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-4180641300986448640</guid><pubDate>Wed, 25 Jan 2012 03:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-25T10:50:07.934+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG LELUHUR</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG VISION</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-SIMALUNGUN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TANOH BATAK</category><title>MENGENAL LEBIH DEKAT J, TIDEMAN - Penulis Simeloengoen: het land der Timoer-Bataks ........van Sumatra</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdu79HJFHBWzTZR1TgUQoJXGJjsg-fowEGb7EDte-ROedqSb2jF4UeuU7Tf7qs4l77W3a42hZhu2KHjAt9p-UfNPfuzY7cIbEkew4tdQpMnmLIgzQ3rYcuhbpIKJZ3_QKW_tsu7IB71QMe/s1600/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Portret_van_J._Tideman_gouverneur_van_de_Molukken_voor_zijn_paleis_TMnr_10027911.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdu79HJFHBWzTZR1TgUQoJXGJjsg-fowEGb7EDte-ROedqSb2jF4UeuU7Tf7qs4l77W3a42hZhu2KHjAt9p-UfNPfuzY7cIbEkew4tdQpMnmLIgzQ3rYcuhbpIKJZ3_QKW_tsu7IB71QMe/s200/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Portret_van_J._Tideman_gouverneur_van_de_Molukken_voor_zijn_paleis_TMnr_10027911.jpg" width="144" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;b&gt;GIRSANG VISION : IDE ARTIKEL DAN DOKUMEN MILIK SAUDARA &lt;a href="http://www.simalungunonline.com/" target="_blank"&gt;DORI ALAM GIRSANG&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; - Mengenal J, TIDEMAN - Penulis Simeloengoen: het land der Timoer-Bataks in zijn vroegere isolatie en zijn ontwikkeling tot een deel van het cultuurgebied van de oostkust van Sumatra - &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Simeloengoen: the land of Timur-Batak in his former isolation and its developmentinto a part of the culture of the east coast of Sumatra&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;-&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Simeloengoen: Daerah di Timur-Batak dalam isolasi jajahan dan perkembangannya menjadi bagian dari budaya pantai timur Sumatera&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(resensi :&amp;nbsp;&lt;a href="http://books.google.com/books?id=g29CAAAAIAAJ&amp;amp;hl=id&amp;amp;source=gbs_book_other_versions"&gt;http://books.google.com/books?id=g29CAAAAIAAJ&amp;amp;hl=id&amp;amp;source=gbs_book_other_versions&lt;/a&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penerjemah sekaligus menuliskan "J. TIDEMAN : RIWAYAT DAN KARYANYA " yang merupakan kata pengantar terjemahan dari "&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;b&gt;Simeloengoen: het land der Timoer-Bataks in zijn vroegere isolatie en zijn ontwikkeling tot een deel van het cultuurgebied van de oostkust van Sumatra" &lt;/b&gt;Adalah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dr. Djoko&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Marihandono dan Harto Juwono, M.Hum. yang keduanya adalah ahli sejarah dari Universitas Indonesia dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dr. Djoko&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Marihandono adalah Guru Besar juga di Universitas Indonesia. (Petikan pidato ilmiah pada saat pengangkatan beliau menjadi GURU BESAR UNIVERSITAS INDONESIA&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3Pz2Wy7axtoMsLwD6IUGDL1l-JBT7daX7ZiwCa0FALoCnjOcjEpw2Lx64dYe6S07jzkU_Va4DOo0vzuCW_ht9ukIhBdCWU_At1L4cKK4xcUh99wWqM0VTrQirA7SZFDuj1GuQx25wJvta/s1600/Dr+Djoko+Marihandono-+GURU+BESAR+UNIVERSITAS+INDONESIA.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3Pz2Wy7axtoMsLwD6IUGDL1l-JBT7daX7ZiwCa0FALoCnjOcjEpw2Lx64dYe6S07jzkU_Va4DOo0vzuCW_ht9ukIhBdCWU_At1L4cKK4xcUh99wWqM0VTrQirA7SZFDuj1GuQx25wJvta/s1600/Dr+Djoko+Marihandono-+GURU+BESAR+UNIVERSITAS+INDONESIA.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small; text-align: -webkit-auto;"&gt;Prof.Dr.Djoko Marihandono, &lt;br /&gt;
S.S., M.Si&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;"&amp;nbsp;&lt;i&gt;Prof. Dr. Djoko Marihandono, S.S., M.Si menyampaikan pidato ilmiah yang berjudul "Menjadi Sejarawan Profesional : Kajian Tentang Sumber Sejarah dan Metodeloginya". &amp;nbsp;Djoko menjelaskan bahwa sejarawan atau orang yang menulis sejarah dituntut memiliki tiga kemampuan, bahasa asing, pemahaman akan sumber, dan pengembangan metodologi. Dengan menguasai berbagai macam bahasa, akan membuka cakrawala sejarawan menjadi lebih luas dan lebih tajam,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEishLsaOjMQ_PJs6LlH7lsZdcFpPVwCA0xRGTWW3_Zzk8tYbS9419shJzBONcbkeRqAgSt4BS8G2XACxiiXrhM8622CHti0A_JLklkdL-W6GnupyWyPKLRrBa47nsG5Cx3Kscjig1kgtC5e/s1600/Harto+Juwono-+MHum.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEishLsaOjMQ_PJs6LlH7lsZdcFpPVwCA0xRGTWW3_Zzk8tYbS9419shJzBONcbkeRqAgSt4BS8G2XACxiiXrhM8622CHti0A_JLklkdL-W6GnupyWyPKLRrBa47nsG5Cx3Kscjig1kgtC5e/s200/Harto+Juwono-+MHum.jpg" width="178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;"&gt;Harto Juwono, M.Hum&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;khususnya dalam memahami sumber sejarah, dalam hal ini arsip. Sementara itu, kemampuan menerapkan metodologi dalam analisis historis merupakan ketrampilan yang harus terus diasah, karena sejarawan sangat menyadari bahwa tidak ada satu karya sejarah yang steril dari pemikiran orang lain."&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berikut adalah hasil penulisannya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;"J. TIDEMAN : RIWAYAT DAN KARYANYA " oleh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dr. Djoko&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Marihandono dan&amp;nbsp;Harto Juwono, M.Hum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Voor het juiste begrip der naar voren tredende gegevens is een kennis van volken, zeden, talen en kunstrichtingen nodig, die men niet mag veronderstellen bij hem, die de”koloniale” geschiedenis, de daden en invloeden der Nederlanders in de Oost, tot voorwerp van zijn studie wil maken. -&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;H. Terpstra, Insulinde, 1949&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;(Terjemahan dari kalimat ini kurang lebih adalah demikian:”Bagi pemahaman yang benar tentang informasi yang muncul, diperlukan suatu pengetahuan tentang bangsa, adat, bahasa dan lembaga seninya, yang tidak bisa diduga pada dia yang menjadikan sejarah ‘kolonial’, tindakan dan pengaruh orang-orang Belanda di Timur sebagai kajiannya”. Lihat H. Terpstra, Insulinde: Nederland’s verleden in het Veere Oosten (Den Haag, 1949, W. van Hoeve), halaman 8,)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kutipan di atas menunjukkan betapa perlunya pengetahuan mengenai suatu suku bangsa secara utuh bagi orang yang ingin mempelajari sejarah tindakan dan pengaruh orang Belanda di Timur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZal8lG3pn8aRWgJUDvRtcS3iBDEHYk9sLGiuxYtQ4XhLBlI9k4No_QTPDJA8EPZmxYTm9BYJBaXgetYfs88qe-y8tPQ2yhAWWWodmfhyPsao6BeqVYImSdtbDRzlgcSGHVpbMUa7iEnL3/s1600/SIMELOENGOEN.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZal8lG3pn8aRWgJUDvRtcS3iBDEHYk9sLGiuxYtQ4XhLBlI9k4No_QTPDJA8EPZmxYTm9BYJBaXgetYfs88qe-y8tPQ2yhAWWWodmfhyPsao6BeqVYImSdtbDRzlgcSGHVpbMUa7iEnL3/s320/SIMELOENGOEN.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ada dua hal yang bisa diambil dari kutipan tersebut. Pertama, pengetahuan suatu bangsa secara utuh mencakup tidak hanya fisik dan bahasa yang digunakan oleh bangsa itu tetapi juga kebiasaan, tradisi, adat dan keyakinannya. Kedua, tindakan dan pengaruh orang Belanda yang dimaksudkan adalah mereka yang diserahi tugas dan wewenang untuk mengatur tanah koloninya di Timur. Kini persoalan muncul untuk menghubungkan dua hal di atas, yaitu antara eksistensi suatu bangsa dan pejabat Belanda di negara jajahan. Bagaimana hubungan antara keduanya, merupakan persoalan yang sering muncul di masa lalu. Para pejabat Belanda yang akan ditempatkan di tanah koloni harus mengalami proses persiapan yang sangat panjang. Mereka harus mempelajari semua unsur kebudayaan dari suku bangsa yang akan diperintahnya. Tanpa pengetahuan itu, tidak ada kemungkinan sukses bagi para pejabat ini dalam memerintah daerah yang menjadi tanggungjawabnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dengan&amp;nbsp;demikian antara kedua unsur ini tidak bisa saling dipisahkan. Keduanya menjadi suatu kesatuan utuh yang mewujudkan suatu kehidupan koloni Belanda di Hindia Timur. &lt;br /&gt;
Di bawah ini akan disampaikan salah seorang pejabat kolonial yang tiba dari Eropa dan menerapkan apa yang dipelajarinya dari sana pada semua tugas yang diserahkan kepadanya. Ini semua dicoba dilaksanakan dalam berbagai penugasan yang menjadi tanggungjawab karirnya di sejumlah tempat di tanah jajahan Belanda ini. Pejabat itu bernama Johannes Tideman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Karir Tideman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
J. Tideman adalah seorang pejabat karir Belanda yang menempuh pengalaman kerjanya dalam birokrasi pemerintahan sipil tanah jajahan Hindia Belanda. Persiapan karirnya dilakukan dengan memasuki jurusan Indologi pada akhir abad XIX di Universitas Kerajaan, Leiden. Setelah lulus dari pendidikan tinggi ini, J. Tideman berangkat ke Hindia Belanda. Setibanya di Batavia pada awal Mei 1902, J. Tideman langsung memperoleh penugasan pertama sebagai Aspiran Kontrolir. Jabatan ini diserahkan kepada para pegawai baru sebagai jabatan terendah dalam jenjang birokrasi pemerintahan kolonial (&lt;b&gt;Binnenlandsch Bestuur&lt;/b&gt; -&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;H.W. van den Doel, Het Rijk van Insulinde (Den Haag, 1995, KITLV), halaman 149. Pada periode tersebut, kondisi psikologis para pejabat kolonial Belanda sedang mengalami pergolakan. Kedatangan para pejabat baru hasil didikan perguruan tinggi di Belanda dianggap sebagai ancaman yang akan menggeser tuwan-tuwan lama para birokrat kolonial, yang telah terbiasa menerima penghormatan dan pelayanan dari orang-orang pribumi di tempat mereka berdinas.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jabatan ini tidak lama dipegangnya. Ketika pada tanggal 17 Mei 1902 ia dilantik menjadi aspiran kontrolir, pada bulan September 1902 J. Tideman diangkat menjadi Kontrolir. Pengangkatan yang menyenangkan hatinya ini ternyata menjadi batu ujian pertama bagi karir dan sekaligus keselamatannya di tanah jajahan Belanda. J. Tideman dikirim ke tempat tugasnya sebagai pemerintah daerah Onderafdeeling Camba, di Sulawesi Selatan (Celebes en Onderhoorigheden). Di tempat tugasnya itu, J. Tideman harus berjuang hidup di tengah masyarakat Makasar selama dua tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Meskipun menghadapi tantangan yang berat karena harus memerintah suatu masyarakat yang tidak menyukai orang Eropa, J. Tideman mampu mengatasi persoalan. Penugasannya dianggap berhasil oleh atasannya dan J. Tideman dipindahkan ke daerah Takalar, yang terletak di dekat wilayah tugas lamanya. Jabatannya tetap sebagai Kontrolir. Takalar merupakan daerah dengan dominasi etnis Makasar yang memiliki potensi rentan akan  konflik. Terutama pada masa itu, situasi Sulawesi Selatan tidak kondusif bagi J. Tideman. Ketegangan terjadi antara pemerintah Belanda dan kerajaan Bugis Bone akibat penutupan pelabuhan Pare-Pare dan kemudian juga pengalihan perdagangan kopi yang melibatkan daerah Luwu. Puncak dari persaingan antara Belanda dan Bone terjadi pada tahun 1905 ketika Belanda menuduh penguasa Bone La Pawawoi melanggar perjanjian tahun 1860 yang melarang Bone intervensi terhadap kerajaan Bugis lainnya. Akibatnya perang Bone III terjadi dan berakhir dengan penghapusan kerajaan ini oleh Belanda pada tahun 1906. Dengan demikian sejak tahun itu seluruh Sulawesi Selatan langsung diperintah oleh pemerintah jajahan Belanda. (&lt;b&gt;Christiaan Pelras, The Bugis&lt;/b&gt;&amp;nbsp;-&amp;nbsp;&lt;i&gt;Oxford, 1996, Blackwell), halaman 274)&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHx5NTT0w4Zc6jqNCoZR2LL9dwvuRL5bX75leLImq2GBRzJFe4mJVYJ9bHuPLQ30lr1MSHMPkwSAngRD9PadJ2a6CzNAMuSCCRKXmuS8iscx5rGcGZLoPvUgzsAEeBEIHFMLaH2k8SawY4/s1600/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Gouverneur_J._Tideman_op_koninginnedag_met_gasten_bij_zijn_paleis_na_afloop_van_de_aubades_door_de_schoolkinderen_TMnr_10028183.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="288" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHx5NTT0w4Zc6jqNCoZR2LL9dwvuRL5bX75leLImq2GBRzJFe4mJVYJ9bHuPLQ30lr1MSHMPkwSAngRD9PadJ2a6CzNAMuSCCRKXmuS8iscx5rGcGZLoPvUgzsAEeBEIHFMLaH2k8SawY4/s400/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Gouverneur_J._Tideman_op_koninginnedag_met_gasten_bij_zijn_paleis_na_afloop_van_de_aubades_door_de_schoolkinderen_TMnr_10028183.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Gouverneur_J._Tideman&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Masa dinas J. Tideman di Takalar ditandai dengan pendekatan yang dilakukannya kepada masyarakat Makasar. Tugasnya adalah untuk menaikkan citra dan pengaruh pemerintah Belanda di kalangan penduduk dan mencegah mereka terseret dalam Perang Bone. J. Tideman melaksanakan tugas itu dengan baik sehingga Gubernur Jenderal J.B. van Heutsz di Batavia memandang perlu untuk mempromosikan J. Tideman pada karir yang lebih tinggi. Pada tahun 1909, J. Tideman ditarik ke Batavia dan ditempatkan di Departemen Pemerintahan (Departement van Binnenlandsch Bestuur).             Penugasannya di departemen ini merupakan tugas administratif, bukan tugas pejabat karir. Tideman ditempatkan sebagai pengajar di akademi pemerintahan Batavia, yang mengajar para siswa sebagai calon pamong praja Eropa.&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;(Anon,”Nadere regelen ten aanzien van de Nederlandsch Bestuur Academie”, dalam majalah Tijdschrift voor Binnenlandsch Bestuur, jilid XXXIV, tahun 1910, halaman 34. Akademi Pemerintahan ini didirikan pada tahun 1906 dan hanya menerima siswa Eropa alumnus sekolah dasar Eropa (Europeesch Lagere School) yang akan menjadi pejabat pemerintahan. Bagi anak-anak pribumi, sekolah serupa adalah Hoofdenschool yang dibuka di beberapa tempat di Hindia Belanda, tetapi sekolah ini setara dengan pendidikan dasar yang diperluas)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dalam penugasannya&amp;nbsp;sebagai pengajar, Tideman menyampaikan banyak pengalamannya di daerah penempatannya sebagai Kontrolir. J. Tideman menegaskan kepada para siswanya agar mereka lebih banyak mendekatkan diri kepada masyarakat yang diperintahnya dari sisi psikologi dan kebudayaan. Pendekatan tersebut dianggapnya lebih positif dan berhasil daripada dari sisi hubungan kekuasaan. &lt;br /&gt;
Sampai tahun 1911, J. Tideman bertugas sebagai dosen. Pada tahun itu kembali J. Tideman menerima penugasan sebagai pejabat pemerintahan di daerah. Ia diangkat sebagai Kontrolir di Palembang. Penugasannya di Sumatera Selatan ini memberikan pengalaman baru kepadanya, khususnya yang berkaitan dengan program desentralisasi pada saat itu di wilayah luar Jawa. Palembang menerima status sebagai kotapraja (gemeente), dengan demikian sebagai mitra kerja walikota (burgermeester) harus ada dewan kotapraja (gemeenteraad). Dewan kotapraja Palembang dibentuk dengan sejumlah anggota yang terdiri atas beberapa orang Eropa, Timur Asing dan pribumi yang tugasnya berunding untuk memberikan nasehat kepada walikota dan ikut berperan dalam membuat peraturan daerah. J. Tideman menjadi salah satu anggota Dewan Kotapraja Palembang pada tahun 1912. &lt;br /&gt;
Namun demikian, penugasan itu juga tidak lama. Pada awal Januari 1914, ia kembali dipanggil oleh Gubernur Jenderal H.W. Idenburg ke Batavia. Setibanya di ibukota itu, J. Tideman menerima keputusan Idenburg bahwa dirinya telah menunjukkan pengabdian yang baik selama lebih dari satu dekade sebagai pegawai pemerintah kolonial. Karena itu, Idenburg menganggap wajar bila J.Tideman menerima bintang tanda jasa klas-5 sebagai pejabat muda. Bersamaan dengan penerimaan tanda jasa ini, J. Tideman juga menerima penugasan baru untuk berangkat ke Ambon.             Pada tanggal 30 Januari 1914 J.Tideman memulai tugas barunya di pulau Ambon. Saat itu  ia dipromosikan untuk menduduki jabatan sebagai Asisten Residen meskipun statusnya masih sebagai staf di kantor. Dengan demikian, jabatan J.Tideman lebih berfungsi sebagai sekretaris dalam pemerintahan Residen Maluku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQxsOG5IiWFA2CqyRNsD4MhXqPbCi4oqfogAilIVFQxDrmDjqV9izGiSIJupr44tOXx1EM_jt7F7w1tEmIJhQMKjw1cllBKPIPYCrcCOCESs9i9rxGzeRgNbaq3eifmHnZLu0bHPufG5mJ/s1600/The+residency+of+the+governor+of+Maluku%252C+J.+Tideman.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="290" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQxsOG5IiWFA2CqyRNsD4MhXqPbCi4oqfogAilIVFQxDrmDjqV9izGiSIJupr44tOXx1EM_jt7F7w1tEmIJhQMKjw1cllBKPIPYCrcCOCESs9i9rxGzeRgNbaq3eifmHnZLu0bHPufG5mJ/s400/The+residency+of+the+governor+of+Maluku%252C+J.+Tideman.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;The residency of the governor of Maluku, J. Tideman&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Di samping itu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;J.Tideman juga diberi jabatan sebagai notaris di wilayah kerjanya yang memiliki wewenang dalam keperdataan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bagi dirinya, jabatan ini merupakan masa persiapan dan transisi untuk meraih jabatan berikutnya. Dugaan J. Tideman tidak meleset. Menjelang dua tahun masa dinasnya di Ambon, ia menerima berita bahwa dirinya akan dicalonkan sebagai seorang asisten residen pemerintahan. Kabar ini terbukti benar ketika pada pertengahan Januari 1916 Gubernur Jenderal Idenburg menugaskannya untuk memegang pemerintahan di Afdeeling Simalungun dan Tanah Karo, menyusul reorganisasi pemerintahan yang terjadi di Karesidenan Pantai Timur Sumatera.&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;(&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;ANRI&lt;/b&gt;&lt;i&gt;, Besluit van Gouverneur Generaal 22 Januari 1916 no. 3, bundel Algemeen Secretarie. Sebelumnya ada pertimbangan bahwa Tideman akan ditempatkan sebagai Asisten Residen Bontain. Ini didasarkan pada pertimbangan pengalamannya di wilayah Sulawesi Selatan. Namun karena hubungan kurang baik dengan Residen de Vogel, bekas atasannya di Takalar. Lihat ANRI, Laporan Departemen Pemerintahan tanggal 19 Januari 1916 no. 1 G/CI, bundel Algemeen Secretarie.)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;J. Tideman menggantikan P.E. Moolenburg sebagai pejabat lama yang meninggalkan Simalungun pada tanggal 5 Pebruari 1916. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Karir Tideman di Simalungun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Kedatangan J.Tideman ke Simalungun telah dinanti dengan kondisi yang sangat kompleks. Kondisi ini muncul karena berbagai masalah baik politik, ekonomi maupun sosial. J. Tideman berkedudukan di ibukota Afdeeling ini yaitu Pematang Siantar, yang juga menjadi pusat kerajaan Siantar. Sebelum kedatangannya, hubungan antara Kerajaan Siantar dan pemerintah Belanda ditandai dengan berbagai ketegangan. Ketegangan ini terjadi akibat penurunan tahta dan pembuangan raja Siantar Sang Nahualu ke Bengkalis oleh pemerintah Belanda.             Kedudukan Sang Nahualu sebagai raja Siantar untuk sementara digantikan oleh Tuan Bandar sebagai penguasa sementara. Setelah Tuan Bandar, kedudukan raja Siantar mengalami kekosongan. Meninggalnya Tuan Bandar juga diikuti dengan Tuan Sidamanik. Akibatnya, semua jabatan penting penguasa di Siantar mengalami kekosongan dan hal ini menimbulkan persoalan bagi masyarakat Siantar, khususnya bila &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;berhubungan dengan pemerintah kolonial. Para pejabat kolonial mengeluh bahwa banyak program pemerintah yang tidak bisa berjalan di daerah ini karena penguasa pribumi yang menjadi mitra mereka tidak ada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiATVDP4_MrqzKo1ZhpJXwvVPQzcBclqEpe4Vqaf2ZQqqnu0W3Dt9XK2E3Ig_J5Tha1VLe2hWTY3w7U26NGoOO8U9s_rBE6pKhq3IvaHJRwg7H5M10YqgIAMTn9mF2xRqpvGHB4XPF1hhN-/s1600/J+TIDEMAN+DAN+STAFF+DI+SIMALUNGUN.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="293" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiATVDP4_MrqzKo1ZhpJXwvVPQzcBclqEpe4Vqaf2ZQqqnu0W3Dt9XK2E3Ig_J5Tha1VLe2hWTY3w7U26NGoOO8U9s_rBE6pKhq3IvaHJRwg7H5M10YqgIAMTn9mF2xRqpvGHB4XPF1hhN-/s400/J+TIDEMAN+DAN+STAFF+DI+SIMALUNGUN.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;J TIDEMAN dan STAFF Adminitrasinya di Tanah Simalungun &lt;br /&gt;
(http://www.simalungunonline.com)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Menghadapi situasi demikian, J.Tideman tidak menunggu terlalu lama. Dua bulan pertama masa pemerintahannya diisi dengan pendekatan kepada para kepala adat di Kerajaan Siantar. Akhirnya, ia menemukan salah seorang putra almarhum Tuan Sidamanik yaitu Sirenjah. J.Tideman bertemu sendiri dengan Sirenjah dan diketahui bahwa anak ini telah beranjak dewasa, serta memiliki kemampuan fisik dan psikis yang memadai untuk memimpin daerah itu. Dengan pertimbangan tersebut, pada pertengahan Maret 1916 ia mengusulkan kepada Residen Pantai Timur Sumatera di Medan agar mengangkat Sirenjah sebagai pengganti Tuan Sidamanik dengan gelar yang sama. Residen meneruskan usul J.Tideman ini kepada pemerintah pusat di Batavia. Gubernur Jenderal A.W.F. Idenburg mengabulkannya. Namun, sebelum keputusan dikeluarkan, Idenburg telah meninggalkan Batavia dan kembali ke Belanda. Gubernur Jenderal baru, J.P. Graaf van Limburg Stirrum, menindaklanjuti usul J.Tideman itu dan pada tanggal 27 Maret 1916 melalui sekretaris negara menyetujui pengangkatan Sirenjah menjadi Tuan Sidamanik. (&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;ANRI&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;Telegram Gouvenerment Secretarie 27 Maret 1916 no. 453, bundel Algemeen Secretarie.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;Selama menjabat sebagai penguasa daerah Sidamanik, Sirenjah berada di bawah pengawasan J.Tideman. Dalam bulan-bulan pertama setelah pengangkatannya, Sirenjah telah menunjukkan kecapakannya dengan jabatan itu. Dari sini J.Tideman merasa yakin bahwa Sirenjah layak apabila diangkat menjadi penguasa di Kerajaan Siantar. Pada awal Juni 1916 Tideman mengirimkan usulannya melalui Residen Pantai Timur Sumatera kepada Gubernur Jenderal van Limburg Stirrum di Batavia. Baik Residen di Medan maupun pemerintah di Batavia menyetujui hal itu dan menetapkan bahwa Sirenjah bisa menjadi raja Siantar tetapi dengan syarat bersedia untuk menandatangani kontrak politik baru. (&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;ANRI&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;Renvooi 24 Juni 1916 no. 18307, bundel Algemeen Secretarie.)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sirenjah sebagai Tuan Sidamanik diberitahu oleh J.Tideman tentang tuntutan pemerintah pusat Batavia. Atas kesepakatan dengan para kepala adat Siantar lainnya, mereka akhirnya menyetujui bila Tuan Sidamanik menjadi raja Siantar yang baru. Persoalan kontrak politik tidak dipermasalahkan sejauh eksistensi Kerajaan Siantar tetap diakui oleh pemerintah Belanda. Melalui kesepakatan mereka Sirenjah resmi menjadi raja Siantar dengan gelar Tuan Waldemar Raja Huta Damanik.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ANRI&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;Besluit van Gouverneur Generaal 11 Oktober 1916 no. 49, bundel Algemeen Secretarie&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;.).&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;Pelantikan dilakukan pada awal Oktober 1916 dan diikuti dengan penandatanganan Korte Verklaring (Pelakat Pendek) sebagai kontrak politik baru oleh raja Siantar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;J.M. Somer, Korte Verklaring&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;(Breda, 1934, Corona),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;halaman 301. Ini adalah model kontrak politik yang ditandatangani oleh raja pribumi setiap naik tahta dengan pemerintah Belanda. Selama raja itu berkuasa, kontrak ini wajib ditaati dengan resiko diturunkan dari tahta. Korte Verklaring dibuat pertama bagi para uleebalang Aceh sebagai pengikat mereka dengan pemerintah Belanda oleh Jenderal van Heutsz. Setelah van Heutsz menjadi Gubernur Jenderal pada tahun 1904, Korte Verklaring ini diterapkan bagi raja-raja pribumi lainnya.)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
Sementara persoalan politik di Kerajaan Siantar berhasil diselesaikan oleh J.Tideman dengan naiknya Waldemar sebagai raja baru, persoalan sosial yang juga berbahaya muncul. Persoalan ini berbahaya tidak hanya bagi Kerajaan Siantar atau kerajaan lain, tetapi bagi seluruh masyarakat Simalungun. Persoalan ini adalah semakin banyaknya imigran dari Tapanuli yang masuk ke wilayah Simalungun. Mereka terdiri atas orang-orang Batak Toba dan tinggal di Simalungun sebagai pekerja penggarap tanah. Dengan kemampuan mereka bertani, tanah-tanah Simalungun yang subur digarap dan memproduksi hasil tanaman pangan. Mereka menerima tanah-tanah ini dari raja-raja dan dari pemerintah kolonial. Ketika jumlah komunitas Batak Toba ini semakin besar, dominasi budaya Toba mulai terasa dan mendesak budaya Simalungun. Bahasa Toba lama kelamaan menjadi bahasa pergaulan daripada bahasa Simalungun. Gereja Kristen Toba lebih banyak dibangun di Simalungun dan orang-orang Kristen Simalungun beribadah di gereja Toba.             J. Tideman melihat bahwa kondisi demikian menunjukkan kerawanan dalam interaksi sosial. Ada kekhawatiran bahwa suatu saat hal ini akan menimbulkan gejolak&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;sosial. Sebelum resiko itu terjadi, J. Tideman memandang perlu untuk mengatur hubungan di antara mereka dan terutama eksistensi orang-orang Toba. Mereka perlu diatur secara tersendiri dan dijadikan sebagai kawula pemerintah. Untuk memudahkan pengaturan oleh pemerintah, orang-orang Toba ini dipimpin oleh para pemimpin mereka sendiri. Hari-hari pertama penugasannya di Simalungun digunakan oleh J.Tideman untuk menyelesaikan persoalan ini. Hanya seminggu setelah pengangkatannya, ia berhasil meminta pemerintah pusat di Batavia mengesahkan pengangkatan para kepala Toba tersebut sebagai pemimpin mereka yang sah dan diakui oleh pemerintah kolonial.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ANRI&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;Besluit van Gouverneur Generaal 31 Januari 1916 nomor 43, bundel Algemeen Secretarie.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sejak itu, semua persoalan yang menyangkut orang-orang Toba di Simalungun diserahkan penyelesaiannya kepada keputusan aparat kolonial, termasuk juga pencegahan apabila terjadi sengketa antara orang-orang Toba dan Simalungun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dengan demikian, dalam waktu kurang dari satu tahun, J.Tideman berhasil menyelesaikan persoalan penting yang menentukan masa depan daerah Simalungun. Masih banyak peristiwa penting yang terjadi pada masa pemerintahannya. Di bidang pemerintahan, ia menyaksikan kemunculan generasi muda raja-raja Simalungun yang baru. Hampir semua raja di kerajaan-kerajaan Simalungun tampil sebagai penguasa baru. Kondisi ini muncul bersamaan dengan kebijakan yang diambilnya untuk mempercepat proses perkembangan dan kemajuan daerah tersebut. Lembaga pendidikan diperbanyak, sehingga anak-anak Simalungun menerima menjalani pendidikan di daerahnya sendiri.             Pemerintah kolonial pusat melihat bahwa J.Tideman berhasil menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah. Ia dianggap mampu bekerjasama dengan penduduk setempat termasuk kalangan elite mereka untuk memajukan daerahnya. Selama pemerintahannya, kondisi keamanan juga dianggap kondusif dengan tidak adanya peristiwa kerusuhan atau pemberontakan besar yang merugikan pemerintah kolonial. Sebaliknya, usaha perkebunan besar diperluas yang berdampak pada semakin banyaknya tenaga kuli kontrak yang datang dan bermukim di Simalungun. Hampir enam tahun ia menjabat sebagai kepala daerah di Simalungun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Hal ini berarti bahwa J.Tideman adalah Asisten Residen terlama di masa rezim kolonial berkuasa di Simalungun. Ia diberhentikan dari jabatannya pada tanggal 2 Desember 1921 dan digantikan oleh H.E.K. Ezerman sebagai asisten residen yang baru. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Penutup &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Melihat karir J. Tideman sebagai seorang birokrat kolonial, dapat diketahui bahwa ia adalah sosok aparat pemerintah yang sukses. Dari seorang magang pegawai menjadi asisten residen dalam waktu kurang dari dua puluh tahun merupakan kemajuan karir yang pesat.  Sebagai seorang pejabat baru dan tenaga muda yang berasal dari birokrasi kolonial yang datang langsung ke Hindia Belanda, J.Tideman menjadi contoh dari seorang birokrat ilmuwan. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa ia memerintah dengan menggunakan pendekatan ilmiah dalam mempelajari konteks lingkup kerja yang dihadapinya. &lt;br /&gt;
Di setiap tempat tugasnya, ia tampil sebagai seorang pejabat profesional dengan menerapkan ilmu pengetahuan teoritis yang diterima di sekolah calon pegawai kolonial di Den Haag. Namun demikian, berbekal ilmu saja tidak akan mencukupi untuk memecahkan persoalan di suatu masyarakat yang berbeda adat, agama, bahasa dan habitat dengan dirinya. Apapun kondisi perbedaan yang ada, ia harus menghadapinya karena daerah penugasannya menjadi obyek kebijakannya. Jika pogram yang menjadi targetnya ingin berjalan dengan sukses, ia harus mampu menyelami apa yang dikehendaki oleh masyarakat di tempat pemerintahannya. &lt;br /&gt;
Dalam rangka mewujudkan sasaran tersebut, J.Tideman melakukan pendekatan pribadi. Pertama-tama hal itu dilakukan kepada para pejabat kolonial khususnya atasannya langsung. Kondisi ini diperlukan untuk menjamin kerjasama mereka dan persetujuan bila usul-usul pembaharuan diperlukan. Selanjutnya, J.Tideman harus melakukan pendekatan dengan kalangan elit pribumi, karena ia menyadari bahwa posisi elit ini menentukan perubahan dalam masyarakat koloni. Dengan mendapatkan dukungan dari kelompok elit, setidaknya pemerintah kolonial dapat dengan mudah memberikan instruksi pelaksanaan program kerja dan kebijakannya. Baru kemudian bila diperlukan, ia turun langsung untuk mendekati warga masyarakat terutama ketika dipandang perlu untuk mencegah terjadinya keresahan sosial dan memberikan kepuasan kepada warga. Dengan pendekatan seperti ini, ia termasuk salah satu dari sedikit birokrat kolonial yang mampu meraih nama sebagai seorang aparat yang sukses di tanah jajahan Hindia Belanda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Demikian Kata Pengantar dari alih bahasa buku&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Simeloengoen: het land der Timoer-Bataks in zijn vroegere isolatie en zijn ontwikkeling tot een deel van het cultuurgebied van de oostkust van Sumatra. &amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Artikel selanjutnya akan memuat isi dari buku tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2OOIIb2hYXLuDgTNT2fbeaiHhwTBKYXvXfhOzEwzCEwvM6XBd4aEIQyhyKb2cuudftKxAybU-PxWlHQRvdLAQeKOnfvjIWmfpw5nl_ix8-FS-65ccBEkJBxuY3R7mCKaFZHzwIKNG7puc/s1600/J+TIDEMAN.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2OOIIb2hYXLuDgTNT2fbeaiHhwTBKYXvXfhOzEwzCEwvM6XBd4aEIQyhyKb2cuudftKxAybU-PxWlHQRvdLAQeKOnfvjIWmfpw5nl_ix8-FS-65ccBEkJBxuY3R7mCKaFZHzwIKNG7puc/s1600/J+TIDEMAN.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;LINK :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;6.J, TIDEMAN&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/girsang-vision-mengenal-lebih-dekat-j.html&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;7. GIRSANG VISION : J, TIDEMAN SIMELOENGOEN : HET LAND DER TIMOER-BATAKS (I)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/girsang-vision-j-tideman-simeloengoen.html&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;9.J, TIDEMAN SIMELOENGOEN : HET LAND DER TIMOER-BATAKS (II - SEJARAH)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/girsang-vision-j-tideman-simeloengoen_24.html&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;10.J, TIDEMAN SIMELOENGOEN : HET LAND DER TIMOER-BATAKS (III - PENDUDUK/MASYARAKAT-1)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/j-tideman-simeloengoen-het-land-der.html&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;11.J, TIDEMAN SIMELOENGOEN : HET LAND DER TIMOER-BATAKS (III - PENDUDUK/MASYARAKAT-2)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/j-tideman-simeloengoen-het-land-der_24.html&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;12.J, TIDEMAN SIMELOENGOEN : HET LAND DER TIMOER-BATAKS (III - PENDUDUK/MASYARAKAT-3)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/j-tideman-simeloengoen-het-land-der_8831.&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;12.J, TIDEMAN SIMELOENGOEN : HET LAND DER TIMOER-BATAKS (IV - PEMERINTAHAN)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/j-tideman-simeloengoen-het-land-der_1916.html&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;13.J, TIDEMAN SIMELOENGOEN : HET LAND DER TIMOER-BATAKS (V - PERADILAN)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/j-tideman-simeloengoen-het-land-der_2358.html&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;13.J, TIDEMAN SIMELOENGOEN : HET LAND DER TIMOER-BATAKS (VI - KEUANGAN)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/j-tideman-simeloengoen-het-land-der_25.html&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;14. J, TIDEMAN SIMELOENGOEN : HET LAND DER TIMOER-BATAKS (VII - IRIGASI)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/j-tideman-simeloengoen-het-land-der_3921.html&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;15. J, TIDEMAN SIMELOENGOEN : HET LAND DER TIMOER-BATAKS (VIII - PENDIDIKAN)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/j-tideman-simeloengoen-het-land-der_839.html&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;16. J, TIDEMAN SIMELOENGOEN : HET LAND DER TIMOER-BATAKS (IX - ZENDING)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/j-tideman-simeloengoen-het-land-der_3742.html&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;17. J, TIDEMAN SIMELOENGOEN : HET LAND DER TIMOER-BATAKS (X - DINAS KESEHATAN)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/j-tideman-simeloengoen-het-land-der_1457.html&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;18. J, TIDEMAN SIMELOENGOEN : HET LAND DER TIMOER-BATAKS (XI - DINAS SOSIAL)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/j-tideman-simeloengoen-het-land-der_26.html&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;19. J, TIDEMAN SIMELOENGOEN : HET LAND DER TIMOER-BATAKS (XII - KEHUTANAN)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/j-tideman-simeloengoen-het-land-der_4059.html&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;20. J, TIDEMAN SIMELOENGOEN : HET LAND DER TIMOER-BATAKS (XIII - PERDAGANGAN)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/j-tideman-simeloengoen-het-land-der_4798.html&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;21. J, TIDEMAN SIMELOENGOEN : HET LAND DER TIMOER-BATAKS (XIV - PERKEBUNAN EROPA) - SELESAI&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/j-tideman-simeloengoen-het-land-der_9673.html&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #6d6d6d; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat terbuka untuk mengedit artikel ini (open source) yang tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #6d6d6d; font-family: Georgia, 'Times New Roman Times', serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Terimakasih&lt;br /&gt;
GIRSANG VISION-&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue; font-size: large;"&gt;HABONARON DO BONA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: white; clear: both; color: #6d6d6d; font-family: Georgia, 'Times New Roman Times', serif; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigy6HA9k4gH31M3EiHkY4X35DHp0KGFughHAcga4ZrgBw8onGQ3ctn1FOOxNonbvJQbrRkJyHtYV33JlCaDJyXG-Ajv32Q_cWY2Vl5aPDXX8ySVXJMFz6RjX7rvk9U9dBrM-7TQv8I7F5b/s1600/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; color: #1d6fb6; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial;"&gt;&lt;img border="0" height="166" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigy6HA9k4gH31M3EiHkY4X35DHp0KGFughHAcga4ZrgBw8onGQ3ctn1FOOxNonbvJQbrRkJyHtYV33JlCaDJyXG-Ajv32Q_cWY2Vl5aPDXX8ySVXJMFz6RjX7rvk9U9dBrM-7TQv8I7F5b/s200/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(227, 227, 227); border-bottom-style: none; border-bottom-width: 1px; border-color: initial; border-left-color: rgb(227, 227, 227); border-left-style: none; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(227, 227, 227); border-right-style: none; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(227, 227, 227); border-top-style: none; border-top-width: 1px; border-width: initial; margin-bottom: 4px; margin-left: 0px; margin-right: 4px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="510"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/girsang-vision-mengenal-lebih-dekat-j.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdu79HJFHBWzTZR1TgUQoJXGJjsg-fowEGb7EDte-ROedqSb2jF4UeuU7Tf7qs4l77W3a42hZhu2KHjAt9p-UfNPfuzY7cIbEkew4tdQpMnmLIgzQ3rYcuhbpIKJZ3_QKW_tsu7IB71QMe/s72-c/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Portret_van_J._Tideman_gouverneur_van_de_Molukken_voor_zijn_paleis_TMnr_10027911.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-8646172601794947063</guid><pubDate>Wed, 25 Jan 2012 03:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-25T10:44:55.566+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ALAM TANAH BATAK</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG VISION</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-SIMALUNGUN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PARIWISATA</category><title>Air Terjun Sipiso-piso, Permata Tongging di Kabupaten Karo Sumatra Utara  - Sipiso-piso Waterfall, Jewel Tongging Tourism in the Land of Karo District of North Sumatra</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizDIZd3JTbvAVr4dPPMDYS_trDFTEBLSmNunxzJbvCHap1XAGEvoXjZT3Fn1buMY_z09RW_Wc7DcqXifEo35qKZMRrtXG6XfiK1xS79JRYkWOfy9cujiWeSRAKk1sWC2u00DozimwPEvGO/s1600/AIR+TERJUN+SIPISO-PISO.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizDIZd3JTbvAVr4dPPMDYS_trDFTEBLSmNunxzJbvCHap1XAGEvoXjZT3Fn1buMY_z09RW_Wc7DcqXifEo35qKZMRrtXG6XfiK1xS79JRYkWOfy9cujiWeSRAKk1sWC2u00DozimwPEvGO/s1600/AIR+TERJUN+SIPISO-PISO.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;GIRSANG VISION : IDE ARTIKEL DAN DOKUMEN MILIK SAUDARA &lt;a href="http://www.facebook.com/marthingirsang" target="_blank"&gt;MARTHIN GIRSANG&lt;/a&gt;, dalam info di account Facebooknya&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt; (&lt;a href="http://www.facebook.com/marthingirsang"&gt;http://www.facebook.com/marthingirsang&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #6d6d6d; font-family: Georgia, 'Times New Roman Times', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ketika seseorang berkunjung ke Sumatera Utara, tujuan utama wisata mereka pastilah Danau Toba. Air terjun Sipiso-piso pun berada di tepi Danau Toba, sayangnya objek wisata yang sangat menarik ini kurang dikunjungi wisatawan karena letaknya di tepi yang berbeda dengan kota Parapat, di mana wisatawan biasanya berkunjung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sipiso-piso terletak di sebelah utara Danau Toba, sekitar 24 kilometer dari kota Kabanjahe. Air terjun ini merupakan yang tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 120 meter. Air terjun Sipiso-piso terbuat dari sungai bawah tanah di plato Karo yang mengalir melalui sebuah gua di sisi kawah Danau Toba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika saya berkesempatan berkunjung ke tempat ini, pemandangan air terjun sungguh luar biasa. Air terjun yang kecil namun tinggi jatuh di antara tebing berwarna kehijauan. Dari gardu pandang yang dibangun pemerintah di Merek ini pengunjung tidak hanya dapat menikmati pemandangan air terjun, melainkan juga Danau Toba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air terjun Sipiso-piso berada di sekitar 800 meter di atas permukaan air laut. Air terjun itu deras mengalir ke bawah mengiris bukit-bukit hijau yang ditumbuhi pohon pinus. Sipiso-piso sendiri arti harafiahnya adalah “pisau”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda tidak hanya dapat melihat air terjun dari kejauhan, namun turun untuk mendekatinya. Tangganya terjal dan cukup jauh sehingga pastikan anda memiliki stamina yang kuat serta membawa bekal air minum. Turunnya mungkin tidak menjadi masalah, namun untuk naik kembali ratusan tangga setelah selesai bermain-main air di bawah tentu cukup melelahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gardu pandang ini sendiri cukup luas, dan ketika itu banyak dikunjungi oleh wisatawan setempat. Sayangnya infrastruktur di gardu pandang ini kurang memadai. Hanya ada fasilitas dasar seperti toilet dan warung, yang menurut saya jumlah serta kebersihannya kurang memadai. Pengunjung yang ingin mengeksplorasi daerah ini lebih lanjut sebaiknya menginap di desa terdekat, yaitu Tongging.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TONGGING&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tongging berada di tepi Danau Toba, di bagian utara. Di Tongging anda dapat melakukan berbagai aktivitas, seperti misalnya berenang di danau, melakukan trekking di hutan, atau mengunjungi satu air terjun kecil bernama Sidompak. Anda dapat naik ke Gunung Sipiso-piso, dan melakukan paragliding dari puncaknya..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain berenang, anda juga dapat naik perahu yang disewa dari nelayan setempat untuk berkeliling danau. Bersepeda dari satu desa ke desa lain juga merupakan aktivitas menyenangkan untuk melihat kehidupan sehari-hari penduduk Karo. Bagi anda penggemar kain-kain etnik, anda dapat pergi ke Desa Silalahi di Sabungan, Dairi. Desa ini terletak sekitar 11 km dari Tongging.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penduduk Desa Tongging kebanyakan adalah nelayan dan petani. Mereka bertani padi dan bawang serta mencari ikan di danau Toba. Ikan mas arsik dan ikan nilai merah merupakan jenis ikan yang umum diternakkan di Danau Toba. Anda harus mencoba sajian ikan dengan bumbu tradisional&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa pilihan akomodasi di Tongging antara lain Wisma Sibayak, Wisma parultop, dan Roman Sinasi Bungalows, yang semuanya ada di Jalan Silalahi, Tongging. Berwisata ke sini sangat cocok untuk para backpacker dengan anggaran terbatas karena akomodasi pun murah meriah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;MENUJU SIPISO-PISO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketika saya berkunjung ke Sipiso-piso, saya sedang melakukan perjalanan mengelilingi Sumatera Utara dengan awal di Berastagi, melalui Kabanjahe, ke Sipiso-piso, Pematang Siantar, Parapat, Tuk-Tuk, dan berakhir di Bukit Lawang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena anggaran yang terbatas, saya memilih menggunakan angkutan umum melalui jalan lintas Pematang Siantar. Dari Berastagi saya menggunakan bus umum yang menuju ke Kabanjahe, ibu kota kabupaten Tanah Karo , dengan tarif kurang dari 5 ribu rupiah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Kabanjahe, saya menaiki angkutan pedesaan yang melintasi Merek. Dari pertigaan jalan utama, saya memilih becak motor untuk sampai di gardu pandang. Dari gardu pandang Anda masih harus menempuh perjalanan dengan angkutan umum atau becak ke Tongging, dengan jalanan yang menurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Anda yang menggunakan kendaraan pribadi, perjalanan ke Sipiso-piso lebih mudah. Dari Berastagi, Anda hanya akan membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Pemandangan alam dan pedesaan di Tanah Karo sangat menarik, sayangnya jalanan kurang baik. Jadi, berhati-hatilah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;-----------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;When someone visiting North Sumatra&lt;/b&gt;, they must have been major tourist destination of Lake Toba. Sipiso-piso waterfall was located on the shores of Lake Toba, unfortunately, a very interesting tourist attraction is less visited by tourists because of its location on the edge of which is different from Parapat city, where tourists usually visit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sipiso-piso is located in the north of Lake Toba, about 24 kilometers from the city Kabanjahe. This waterfall is the highest in Indonesia with a height of 120 meters.Sipiso-piso waterfall made from an underground river in the Karo plateau that runs through a cave on the side of the crater of Lake Toba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
When I had occasion to visit this place, the scenery was incredible waterfalls.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfF_jiVnYCkkqf9PuD1WgWx6WFZtrOExYFW8KB6jrY80RsfW8IeGMYcxz7jpZQKWo8VgIJscnHZ0PEY783vZeAXEqDehZGE68jVM43uqjGa_zfwWLmrS48V9rsQwVscTxoBPFbHbDs2IrZ/s1600/SIPISO-PISO.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfF_jiVnYCkkqf9PuD1WgWx6WFZtrOExYFW8KB6jrY80RsfW8IeGMYcxz7jpZQKWo8VgIJscnHZ0PEY783vZeAXEqDehZGE68jVM43uqjGa_zfwWLmrS48V9rsQwVscTxoBPFbHbDs2IrZ/s1600/SIPISO-PISO.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sipiso-piso Waterfall, Jewel Tongging Tourism in the Land of Karo District of North Sumatra &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;A small waterfall, but a high fall in between the cliffs greenish. From the viewing post built by the government in this Brand visitors not only enjoy the scenic waterfall, but also of Lake Toba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sipiso-piso waterfall is about 800 meters above sea level. Waterfall flowing down the cutting of green hills covered with pine trees. Sipiso-piso itself literally means "blade".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Not only can you see the waterfall from a distance, but fell for him. The stairs are steep and far enough away so make sure you have strong stamina and bring drinking water supplies. The drop may not be a problem, but hundreds of stairs to climb back after playing under the water of course is quite tiring.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Viewing post itself is quite broad, and when it is much visited by local tourists.Unfortunately substation infrastructure in this view is inadequate. There are only basic facilities such as toilets and food stalls, which I think the number and inadequate hygiene. Visitors who want to explore this area further should stay in a nearby village, which is Tongging.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TONGGING&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tongging located on the shores of Lake Toba, in the north. In Tongging you can perform various activities, such as swimming in the lake, do trekking in the jungle, or visit a small waterfall called Sidompak. You can go up to Mount Sipiso-piso, and did paragliding from the top ..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Besides swimming, you can also ride a boat hired from local fishermen to get around the lake. Cycling from one village to another is also a fun activity to look at everyday life Karo residents. For you fans of ethnic fabrics, you can go to the Village Silalahi in cockfighting, Dairi. The village is located about 11 km from Tongging.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tongging Villagers are mostly fishermen and farmers. They farmed rice and onions as well as fishing in the lake Toba. Arsik carp and the red fish is a common species of fish reared in Lake Toba. You should try the traditional dish of fish with seasoning&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Some options include accommodation in Tongging Sibayak Pensions, Pensions parultop, and Roman Sinasi Bungalows, all of which exist in the Road Silalahi, Tongging. Travelling here is perfect for the backpacker on a budget because it was cheap accommodation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;GO TO SIPISO-PISO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
When I visited Sipiso-piso, I was traveling around North Sumatra early in Medan, through Kabanjahe, to Sipiso-piso, Siantar, Parapat, Tuk-Tuk, and ended up in Bukit Lawang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Due to the limited budget, I chose to use public transport through the causeway Siantar. From Berastagi I use public buses that go to Kabanjahe "Tanah Karo district capital, at a rate of less than five thousand rupias (50 Cents).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In Kabanjahe, I climbed the rural transportation across Brand. From the main road junction, I chose the motor rickshaw to reach the substation of view. From the substations of view you still have to travel by public transport or rickshaw to Tongging, with declining street.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
For those of you who use a personal vehicle, a trip to Sipiso-piso easier. From Berastagi, you will only take about 2 hours. Landscapes and countryside in Tanah Karo is very interesting, unfortunately the road is not good. So, be careful.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="325" src="http://www.youtube.com/embed/YK3Aqqq6lz4" width="500"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="325" src="http://www.youtube.com/embed/Yakt7rPXvPM" width="500"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="325" src="http://www.youtube.com/embed/H3lPm0cyvkI" width="500"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #6d6d6d; font-family: Georgia, 'Times New Roman Times', serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat terbuka untuk mengedit artikel ini (open source) yang tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #6d6d6d; font-family: Georgia, 'Times New Roman Times', serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Terimakasih&lt;br /&gt;
GIRSANG VISION-&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue; font-size: medium;"&gt;HABONARON DO BONA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: white; clear: both; color: #6d6d6d; font-family: Georgia, 'Times New Roman Times', serif; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigy6HA9k4gH31M3EiHkY4X35DHp0KGFughHAcga4ZrgBw8onGQ3ctn1FOOxNonbvJQbrRkJyHtYV33JlCaDJyXG-Ajv32Q_cWY2Vl5aPDXX8ySVXJMFz6RjX7rvk9U9dBrM-7TQv8I7F5b/s1600/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; color: #1d6fb6; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial;"&gt;&lt;img border="0" height="166" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigy6HA9k4gH31M3EiHkY4X35DHp0KGFughHAcga4ZrgBw8onGQ3ctn1FOOxNonbvJQbrRkJyHtYV33JlCaDJyXG-Ajv32Q_cWY2Vl5aPDXX8ySVXJMFz6RjX7rvk9U9dBrM-7TQv8I7F5b/s200/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-style: none; border-color: initial; border-color: initial; border-left-color: rgb(227, 227, 227); border-left-style: none; border-right-color: rgb(227, 227, 227); border-right-style: none; border-top-color: rgb(227, 227, 227); border-top-style: none; border-width: initial; border-width: initial; margin-bottom: 4px; margin-left: 0px; margin-right: 4px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="510"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/girsang-vision-air-terjun-sipiso-piso.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizDIZd3JTbvAVr4dPPMDYS_trDFTEBLSmNunxzJbvCHap1XAGEvoXjZT3Fn1buMY_z09RW_Wc7DcqXifEo35qKZMRrtXG6XfiK1xS79JRYkWOfy9cujiWeSRAKk1sWC2u00DozimwPEvGO/s72-c/AIR+TERJUN+SIPISO-PISO.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-6726953029715488178</guid><pubDate>Wed, 25 Jan 2012 03:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-25T10:27:01.404+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG LELUHUR</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG VISION</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-HASUSURAN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-SIMALUNGUN</category><title>SIMALUNGUN_JEJAK LELUHUR MARGA GIRSANG (1)_Sample HiStory</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhA-aR4_DdygYwIGWYkzfVlrjMhY8q1B4Qo5CNkAEABY96VXdDZIkaFlVuC9s2Dl7n-OAsT2rbmmlzQa_Z-gx-oeoS_Xbpiz0wZZqYG08scatqgpsQ95BMQDrQwd6Ah04f1NHu9sW9DqYtS/s1600/GIRSANGVision-Logo-Smallest.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhA-aR4_DdygYwIGWYkzfVlrjMhY8q1B4Qo5CNkAEABY96VXdDZIkaFlVuC9s2Dl7n-OAsT2rbmmlzQa_Z-gx-oeoS_Xbpiz0wZZqYG08scatqgpsQ95BMQDrQwd6Ah04f1NHu9sW9DqYtS/s200/GIRSANGVision-Logo-Smallest.jpg" width="153" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;GIRSANG VISION : Ini adalah kutipan dari kumpulan informasi yang dirangkum di WIKIPEDIA.COM &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;b&gt;(&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Girsang#Asal-Usul"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Girsang#Asal-Usul&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;). &amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dan selanjutnya bisa kita koreksi dan tambahkan sebagai JENDELA INFORMASI bersama kita. Berikut kutipan Sejarah asal-usul MARGA GIRSANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;GIRSANG&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; adalah sebuah marga atau morga pada suku Simalungun yang berasal dari Sumatera Utara,Indonesia. Walaupun sekarang marga girsang dianggap sebagai salah satu marga simalungun, namun banyak menganggap girsang bukan dianggap marga asli dari Marga Simalungun. Yang dianggap marga asli simalugun adalah :Damanik, Purba, Saragih dan Sinaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daftar isi :&lt;br /&gt;
1 Asal-Usul&lt;br /&gt;
2 Kerajaan Girsang/Silimakuta dan Sejarahnya&lt;br /&gt;
3 Sub-Marga Girsang&lt;br /&gt;
4 Referensi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Asal-Usul&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa pendapat mengenai asal-usul marga girsang ini.Hal ini dikarenakan referensi atau dokumen yang sedikit serta belum diadakan penyelidikan secara maksimal. Ada pendapat yang mengatakan bahwa girsang berasal dari keturunan Lumbantoruan. Referensi ini berasal dari buku&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;" Sejarah &amp;amp; Silsilah, Asal Usul Marga Girsang" karangan Jaludin Purba Girsang BA yang dicetak tahun 1970-an.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penulis mengungkapkan dalam buku tersebut data-data yang diperoleh berdasarkan wawancara kepada para pihak yang dianggap kompeten (serta cek silang antara sumber yang satu dengan sumber yang lainnya) dan kumpulan dokumen-dokumen yang tersedia dari sumber-sumber yang diwawancarai. Dijelaskan, Opung (Op) &lt;b&gt;&lt;i&gt;Girsang pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dilahirkan di kampung Nagasaribu/ Sigalingging 6 Km dari Kota Siborongborong arah Lintongnihuta, Kabupaten Tapanuli Utara (Bukan Nagasaribu yang ada di kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun).Op Girsang (Lumbantoruan) ini karena membunuh seorang abang kerabatnya, terpaksa melarikan diri untuk menyelamatkan diri, dan hidup berpindah-pindah sebelum akhirnya tiba di 'Lehu, Kec.Tigalingga Kabupaten Dairi, provinsiSumatera Utara. Dari Lehu ini kemudian keturunannnya ada yang berpindah ke nagasaribu, silimakuta, kabupaten simalungun dan bertambah banyak disana, dan akhirnya menyebar. Oleh karena itu sampai sekarang, nagasaribu di silimakuta, kabupaten simalungun dianggap sebagai kampung halaman marga girsang sementara Lehu dianggap asal nenek moyang marga girsang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Versi lain ada yang mengatakan bahwa marga girsang adalah berasal sub marga Purba dan tidak ada hubungannya dengan Lumbantoruan. Oleh karena itu girsang dianggap suku simalungun asli juga. Namun tidak sedikit juga yang menolak bahwa girsang bagian dari marga Purba.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kerajaan Girsang/Silimakuta dan Sejarahnya&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengakuan kerajaan Girsang di Silimakuta tidak terlepas dari sejarah historis suku Simalungun. Suku Simalungun dalam sejarah historis memiliki 3 fase kerajaan yangg pernah berkuasa dan memerintah di Simalungun. Berturut-turut fase itu adalah :&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Fase kerajaan yang dua (harajaon na dua) yakni Kerajaan Nagur (marga Damanik) dan Batanghio (Marga Saragih).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;Fase Kerajaan berempat (harajaon na opat) yakni Kerajaan Siantar (marga Damanik), Panai (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak) dan Tanoh Jawa (marga Sinaga).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fase 7 kerajaan (harajaon na pitu) yakni: kerajaan Siantar (Marga Damanik), Panai (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak), Tanoh Jawa (marga Sinaga), Raya (marga Saragih Garingging), Purba (marga Purba Pakpak) dan Silimakuta (marga Girsang).&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Fase ke -3 ini berkaitan dengan kolonial Belanda di simalungun. Tahun 1907,diadakan perjanjian pendek (korte verklaring) yang intinya tunduknya seluruhnya kerajaan kepada kolonial, maka untuk mempermudah urusan administrasi serta mempermudah politik devide et impera, maka status partuanon dari tiga partuanon Dolog Silou itu dinaikkan statusnya menjadi kerajaan. Yakni Silimakuta, Simalungun (Girsang) di Naga aribu, kerajaan Purba (Purba Pak-pak) di Pematang Raya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejarah Kerajaan Silimakuta bermula dari seorang Girsang membantu Tuhan Naga Mariah, Raja Sinaga untuk mengusir musuh Tuhan Naga Mariah dari Siantar. Girsang ini menyuruh penduduk mengumpulkan sebanyak mungkin bermacam- macam duri dan diambilnya cendawan merah, diperasnya dalam air, racunnya diletakkannya pada duri-duri dan diletakkan di sepanjang jalan yang bakal dilalui musuh., sedangkan air yang beracun itu dimasukkannya ke dalam Paya Siantar. Musuh oleh karena itu semuanya mati kena racun.Ia melapor kepada Tuhan Naga Mariah dan berkata, "Nunga mate marsinggalang saribu di dolok i!" (beribu-ribu musuh sudah mati bergelimpangan di gunung itu), sehingga gunung itu dinamakan Dolok Singgalang dan namanya Saribu Dolok. Girsang lalu kawin dengan puteri dari Tuhan Naga Mariah dan karena ahli mencampur racun dinamai Datu Parulas. Setelah Raja Sinaga itu mati maka Datu Parulas ini naik tahta dan mendirikan kampungnya Naga Saribu yang menjadi ibukota kerajaan Silimakuta. Kerajaannya dinamainya Si Lima Kuta karena dalam kerajaannya ada lima kampung yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
1. Rakutbesi&lt;br /&gt;
2. Dolok Panribuan&lt;br /&gt;
3. Saribu Djandi&lt;br /&gt;
4. Mardingding&lt;br /&gt;
5. Nagamariah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Sub-Marga Girsang&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Marga Girsang terdiri dari 5 sub marga antara lain :&lt;br /&gt;
1. Girsang Jabu Bolon&lt;br /&gt;
2. Girsang Na Godang&lt;br /&gt;
3. Girsang Parhara&lt;br /&gt;
4. Girsang Rumah Parik&lt;br /&gt;
5. Girsang Bona Gondang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;--- &amp;gt; GIRSANG VISION : SIMALUNGUN_JEJAK LELUHUR MARGA GIRSANG (2)_Sample HiStory&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1q-vhSIZh2FooJbn9qjtI2ACdvJGrbufeHrHfAs5QyXYXzMUg_-mSO2lv4apJAu4UPbmsRmu9lROxFUCB2W4RwxKwiwN-KB5vSJ5R-Bp53jRN1OEO9v_8aHI4pr4aDzkTq8HYO0gaVnI3/s1600/GIRSANG+VISION_SIMALUNGUN.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1q-vhSIZh2FooJbn9qjtI2ACdvJGrbufeHrHfAs5QyXYXzMUg_-mSO2lv4apJAu4UPbmsRmu9lROxFUCB2W4RwxKwiwN-KB5vSJ5R-Bp53jRN1OEO9v_8aHI4pr4aDzkTq8HYO0gaVnI3/s1600/GIRSANG+VISION_SIMALUNGUN.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #6d6d6d; font-family: Georgia, 'Times New Roman Times', serif; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat terbuka untuk mengedit artikel ini (open source) yang tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #6d6d6d; font-family: Georgia, 'Times New Roman Times', serif; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Terimakasih&lt;br /&gt;
GIRSANG VISION-&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue; font-size: large;"&gt;HABONARON DO BONA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: white; clear: both; color: #6d6d6d; font-family: Georgia, 'Times New Roman Times', serif; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigy6HA9k4gH31M3EiHkY4X35DHp0KGFughHAcga4ZrgBw8onGQ3ctn1FOOxNonbvJQbrRkJyHtYV33JlCaDJyXG-Ajv32Q_cWY2Vl5aPDXX8ySVXJMFz6RjX7rvk9U9dBrM-7TQv8I7F5b/s1600/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; color: #1d6fb6; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial;"&gt;&lt;img border="0" height="166" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigy6HA9k4gH31M3EiHkY4X35DHp0KGFughHAcga4ZrgBw8onGQ3ctn1FOOxNonbvJQbrRkJyHtYV33JlCaDJyXG-Ajv32Q_cWY2Vl5aPDXX8ySVXJMFz6RjX7rvk9U9dBrM-7TQv8I7F5b/s200/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(227, 227, 227); border-bottom-style: none; border-bottom-width: 1px; border-color: initial; border-left-color: rgb(227, 227, 227); border-left-style: none; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(227, 227, 227); border-right-style: none; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(227, 227, 227); border-top-style: none; border-top-width: 1px; border-width: initial; margin-bottom: 4px; margin-left: 0px; margin-right: 4px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="510"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2011/11/girsang-vision-simalungunjejak-leluhur.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhA-aR4_DdygYwIGWYkzfVlrjMhY8q1B4Qo5CNkAEABY96VXdDZIkaFlVuC9s2Dl7n-OAsT2rbmmlzQa_Z-gx-oeoS_Xbpiz0wZZqYG08scatqgpsQ95BMQDrQwd6Ah04f1NHu9sW9DqYtS/s72-c/GIRSANGVision-Logo-Smallest.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-4937804879093586047</guid><pubDate>Fri, 20 Jan 2012 19:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-21T02:25:22.910+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG VISION</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-SIMALUNGUN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SIMELOENGOEN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TOKOH GIRSANG</category><title>TOKOH MUDA GIRSANG - MANAMPIN "PIPIN" GIRSANG - FROM DROPOUT TO SUCCESS</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMcyTxlPTUf7SItJJI4XPqBDt9NXIWpI3O4DA3HhVY4YhFjvV3BBhLW_GqXYC4X6kZBUBf3bcdAjhp0i_QKXx2pIUkaLPHJCUMbQ5gLBc_CvI5JqB6Agp0Yskk7x2KzXXEHiq0yZoxmz3-/s1600/PIPIN.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMcyTxlPTUf7SItJJI4XPqBDt9NXIWpI3O4DA3HhVY4YhFjvV3BBhLW_GqXYC4X6kZBUBf3bcdAjhp0i_QKXx2pIUkaLPHJCUMbQ5gLBc_CvI5JqB6Agp0Yskk7x2KzXXEHiq0yZoxmz3-/s320/PIPIN.jpg" width="243" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Manampin "PIPIN" Girsang &lt;br /&gt;
Man and Woman Of The Year 2011&lt;br /&gt;
Versi SUARA MERDEKA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;GIRSANG VISION : Artikel dan Tokoh yang dipilih ini adalah berdasarkan prestasi dari sebuah kegagalan yang mampu bangkit menuju kesuksesan. Sebagian isi artikel ini sudah pernah dimuat di beberapa media, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blog.binder724studio.com/?p=1353"&gt;http://www.blog.binder724studio.com/?p=1353&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.blog.binder724studio.com/?p=1353"&gt;Kisah Sukses Eksportir Yang Nggak Lulus Kuliah – Manampin “Pipin” Girsang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dari beberapa tulisan-tulisan artikel tersebut, bisa kita ambil hikmah dan pelajaran yang sangat berharga betapa pentingnya arti SEMANGAT dan KERJA KERAS.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Anggapan akan pendidikan tinggi yang bisa menjamin langsung sukses setelah lulus kuliah tidaklah 100% benar. Hal ini salah satunya dibuktikan dengan suksesnya seorang eksportir mebel kelas atas yang bernama Manampin Girsang. Kreatif, ulet dan pantang menyerah adalah kunci sukses beliau. Baca profil selengkapnya kisah sukses pengusaha ekportir sukses mebel yang nggak lulus kuliah di bawah ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;Mantan Pramuwisata yang Sukses Jadi Eksportir Mebel&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jika tidak bermodal nekat, Manampin Girsang tidak akan pergi ke Bali dan sukses menjadi eksportir mebel. Bermodal Rp 1,5 juta dan bahasa Inggris, ia dipercaya mengelola bisnis mebel antik dan akhirnya sukses membuka bisnis sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sukses sering berawal dari sebuah pertemanan atau kemitraan. Itu juga yang dialami Manampin Girsang. Berawal dari bekerja sama dengan seorang pedagang barang antik, kini pria kelahiran Brastagi, Sumatra Utara, ini berhasil menjadi eksportir mebel antik ke Eropa, Amerika Serikat, hingga Timur Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dengan menggunakan merek Gabe International, produk mebel Manampin sudah dikenal sebagian pengusaha hotel atau vila di luar negeri. Sejak 20 tahun silam, ia memasok mebel antik ke beberapa hotel dan vila mewah di Cayman Island, Kepulauan Fiji, Bahama, dan Mauritius. Tiap bulan, ia mengekspor setidaknya enam hingga delapan kontainer. Nilai tiap kontainer ukuran 40 kaki antara US$ 20.000–US$ 25.000.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;iframe frameborder="0" height="300" scrolling="no" src="http://www.suaramerdeka.tv/embed/video/31219" width="500"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
Courtesy Video :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.suaramerdeka.tv/view/video/31219/19-orang-raih-penghargaan-man-and-woman-of-the-year-2011"&gt;http://www.suaramerdeka.tv/view/video/31219/19-orang-raih-penghargaan-man-and-woman-of-the-year-2011&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Saat ini, selain memiliki gerai mebel di Bali, Pipin, panggilan akrab Manampin, juga mempunyai galeri, workshop, dan pabrik di Jepara, Jawa Tengah. Maklum, beragam produk yang diekspornya, dari meja, bufet, kursi, hingga dipan, semuanya diukir, dipahat, dan dikerjakan para perajin di Jepara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua produk itu rata-rata diekspor tanpa merek, terutama jika pemesannya adalah perusahaan. Berdasar informasi dalam situsnya, klien Pipin antara lain Soneva Hotel, Club Med, serta Great Bay Hotels and Casino. Selain korporat, pelanggan mebel Gabe adalah para pemilik rumah atau vila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pipin, kini berusia 42 tahun, tidak menyangka bakal menjadi eksportir mebel seperti sekarang. Sejak kecil, ayahnya yang bekerja di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengarahkannya untuk belajar teknik. Setelah masuk Sekolah Teknik Mesin (STM) di Brastagi, ia lantas kuliah di Jurusan Teknik Mesin Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, sebenarnya, anak keempat dari tujuh bersaudara ini lebih menyukai bahasa ketimbang teknik. Saat masih sekolah di STM, ia senang memandu turis yang datang ke Brastagi. Nah, lantaran orientasinya berbeda, Pipin tidak lulus di UI. Alhasil, ia memilih merantau ke Bali pada tahun 1989. “Saya kabur karena drop out,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, dengan bekal duit Rp 1,5 juta dan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris, Pipin ingin mencari kerja di Bali. Sementara masih lontang-lantung, ia lebih banyak bergaul dengan para turis dan acap memandu mereka. Lewat seorang teman dari Kanada yang dikenal saat masih di UI, ia bertemu Giovanni, pria asal Italia yang berbisnis di Bali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, oleh Giovanni, Pipin ditawari menjual bikini aspal. Artinya, merek terkenal tapi palsu. Celakanya, usaha ini tidak berjalan lama. Dia ditangkap oleh petugas keamanan lantaran tidak menjadi anggota paguyuban penjual. “Karena saya bukan anggota mereka, saya dianggap ilegal,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibatnya, Pipin masuk dalam daftar hitam untuk berjualan dan beroperasi di kawasan Kuta. Giovanni menawari Pipin bisnis lain, yakni berjualan barang antik. “Orang Italia memiliki selera yang bagus untuk seni,” ujarnya. Ia melihat kebutuhan mebel di Bali sangat besar. Giovanni langsung percaya, dan memberi modal kamera dan uang agar pria yang pernah ingin menjadi tentara angkatan laut ini bisa berburu mebel antik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;Berjualan mebel antik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, naluri bisnis Pipin tidak meleset. Ia berburu mebel antik ke Madura dan Jepara. Produknya dijual di Indonesia maupun diekspor ke luar negeri. Sebelum dijual, kadang ia harus memoles, mengecat, dan memperbaiki sendiri mebel antik itu. Pipin mendapat bagian 10% dari hasil penjualan mebel itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hasil kerjanya bagus, akhirnya, Pipin mendapat modal Rp 30 juta dari Giovanni untuk membangun workshop di Jepara. “Jepara memiliki banyak talenta dan mebelnya bagus,” katanya. Ia juga mendapat hak untuk mencari pembeli sendiri, di luar pelanggan Giovanni. Tahun 1991, ia resmi mendirikan Gabe International. “Gabe berasal dari nama malaikat, Gabriel,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk memperluas pemasarannya, Pipin membuat website. Ia rela merogoh kocek Rp 2,5 juta untuk menyewa jasa pembuat situs. Nah, dari situsnya itu, para pembeli (buyers) berdatangan, kebanyakan dari luar negeri. “Berbisnis lewat internet juga bisnis kepercayaan. Karena itu, saya menjaga kualitas mebel yang saya kirim,” kata Pipin yang sering terjun sendiri menjual produknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai tahun 2003, Pipin mengembangkan bisnis sendiri, lepas dari Giovanni yang sedang terbelit masalah keuangan. Saat itu, ia tidak ada persoalan dengan modal lantaran punya simpanan dalam dolar AS yang setara dengan Rp 1,7 miliar. Berbekal itu, Pipin menggenjot penjualan lewat website.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantaran selalu menjaga kepercayaan pemesan, pelanggan mebel antik buatan Pipin semakin banyak. Hampir semuanya memesan lewat internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini permintaan ekspor mebel tetap bagus. Ia bahkan menargetkan, dalam beberapa tahun ke depan, nilai ekspornya mencapai Rp 1 triliun per tahun. “Saya juga ingin punya merek sendiri,” katanya. Maklum, ia ingin mengharumkan nama produk asal Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;MAN OF THE YEAR 2011&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sebanyak 19 orang mendapat penghargaan Man and Woman Of The Year 2011 dari Forum Komunikasi Wartawan Mahasiswa Jawa Tengah (FWM) bekerjasama dengan LSM Lembaga Masyarakat Peduli Pariwisata (Lemppar) Jawa Tengah menggelar malam penganugerahan penghargaan  di Hotel Santika Premier Semarang Jalan Pandanaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ke-19 yang orang menerima penghargaan adalah Muhammad Jusuf Kalla, Andi Mallarangeng, Cipto Junaedy, H Aang Hamid Suganda, Suyanto, H Djajadi, Novita Wijayanti, rosyinah, Julie Shie, dr HM Basyir Ahmad, Rendra Dwi Lesmana, Budiharto, Tukimin Notowicaksono, Felix Sia, &lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Pipin Girsang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, Sultoni, Muhammad Solikhin, Bambang Eko Suratmoko dan Yoyok Bambang Priyambodo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Acara dibuka dengan Tari pesisiran dari Sanggar Greget Semarang. Tidak semua penerima penghargaan datang langsung dengan berbagai alasan. Dalam sambutannya Ketua panitia Tri Andi Mulyandono mengatakan acara ini diselenggarakan yang ketiga kalinya.&lt;br /&gt;
Adapun, Puji Kepala Museum yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan diharapkan para tokoh yang berprestasi dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda dalam membangun Jawa Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDjTTw7WD9PjMz_Mb32lkfupKk5SxO6grONK5yATzprfU9GfSU8zA4OF29DeiQOHVejHLvgNVXYboaBs3rn-dlN0MRh0D8q4LGGuusj_HC9omVy3BZLflfQr6l1sAUmBmB8GkfpW7UFCpU/s1600/PIPIN-4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDjTTw7WD9PjMz_Mb32lkfupKk5SxO6grONK5yATzprfU9GfSU8zA4OF29DeiQOHVejHLvgNVXYboaBs3rn-dlN0MRh0D8q4LGGuusj_HC9omVy3BZLflfQr6l1sAUmBmB8GkfpW7UFCpU/s400/PIPIN-4.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Manampin PIPIN Girsang With Award Certificate&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq8X7AmXr8U2Yji-0P5c3mgaryVAXIExV4_S_yTcXv8lWlxZb2iP_z49ewFHMoYV6bgWsgt-FdsWrBNRrVQIAdXoqIBrCGSYt3V9x3KRMqbWRjW01lnteg63f3PdjHldi5kAZtdAf2ON-H/s1600/PIPIN-5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq8X7AmXr8U2Yji-0P5c3mgaryVAXIExV4_S_yTcXv8lWlxZb2iP_z49ewFHMoYV6bgWsgt-FdsWrBNRrVQIAdXoqIBrCGSYt3V9x3KRMqbWRjW01lnteg63f3PdjHldi5kAZtdAf2ON-H/s400/PIPIN-5.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Manampin PIPIN Girsang With Others &lt;br /&gt;
Man &amp;amp; Women Of The Year 2011&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCwgXkgXsTtjK9Kb1bpZiPPAXxZ3UA0X2a_NhtSPvnthIks5h_cbEsmvbywcGJY4E58kcalVoOeu1pL0bihH0ancMvV1E7opdT8VqXmvF-2yvalrblAKo0HOfGRntDBVW2vsvX-n3V7_h3/s1600/PIPIN-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCwgXkgXsTtjK9Kb1bpZiPPAXxZ3UA0X2a_NhtSPvnthIks5h_cbEsmvbywcGJY4E58kcalVoOeu1pL0bihH0ancMvV1E7opdT8VqXmvF-2yvalrblAKo0HOfGRntDBVW2vsvX-n3V7_h3/s400/PIPIN-2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Manampin PIPIN Girsang With Others&lt;br /&gt;
Man &amp;amp; Women Of The Year 2011&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI0SmtuaiH9rl38uf2PemtZoFliZaJJ_6QgcQixoI_29LYcEzjOvvTjpO55atKZKXIjfrXzw96w905euqm6euGxZ6tlfpDXkwfZjbnspziVQypr4aUIzEKGGEdpSjCayFK9NZa6F8San8T/s1600/PIPIN-3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI0SmtuaiH9rl38uf2PemtZoFliZaJJ_6QgcQixoI_29LYcEzjOvvTjpO55atKZKXIjfrXzw96w905euqm6euGxZ6tlfpDXkwfZjbnspziVQypr4aUIzEKGGEdpSjCayFK9NZa6F8San8T/s400/PIPIN-3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Manampin PIPIN Girsang &lt;br /&gt;
receipt handshake and certificate award&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi12CGRJNHsqCQcJJJfz21ZO3Q9J1nyIE4VZtU7ayqRM1N5YLkxh9hbMtEiex-MsSmuQzna_22j8u4mV_7W1WcjVpZNdS3vWBWohAJFYOVw-vPS5k4sP5XZyM65lpyohIwzXCd44sHfhmpQ/s1600/PIPIN-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi12CGRJNHsqCQcJJJfz21ZO3Q9J1nyIE4VZtU7ayqRM1N5YLkxh9hbMtEiex-MsSmuQzna_22j8u4mV_7W1WcjVpZNdS3vWBWohAJFYOVw-vPS5k4sP5XZyM65lpyohIwzXCd44sHfhmpQ/s400/PIPIN-1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Manampin PIPIN Girsang with oldfriend&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Semoga dengan keberhasilan dari Tokoh Muda Girsang MANAMPIN " PIPIN" GIRSANG ini, bisa menginspirasi kita semua, bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda dan jalan menuju sukses hanya bisa diraih oleh pribadi-pribadi yang memiliki semangat dan etos kerja keras yang bisa memotivasi dirinya dan lingkungannya menuju kesuksesan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Manampin PIPIN Girsang Site :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Facebook Account : &lt;a href="http://www.facebook.com/pipin007"&gt;http://www.facebook.com/pipin007&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bussiness Site :&amp;nbsp; &lt;a href="http://gabeart.com/"&gt;http://gabeart.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Personal Blog :&amp;nbsp; &lt;a href="http://1pipin.blogspot.com/"&gt;http://1pipin.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat terbuka untuk mengedit artikel ini (open source) yang tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.  Terimakasih GIRSANG VISION- HABONARON DO BONA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUEMkyeyZ3UFldoY445O_fRAmMaeGP3fuWoMIE5ZxKv7ogmcLxxAMhp18GaSjzg9ayDk7Bbf1b3TKsix6rXy6m-mw-yYSB08l4R5cSRUFXp6kLHxbrslYUPxGw39bpt1maq7QrfmzJcbg3/s1600/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUEMkyeyZ3UFldoY445O_fRAmMaeGP3fuWoMIE5ZxKv7ogmcLxxAMhp18GaSjzg9ayDk7Bbf1b3TKsix6rXy6m-mw-yYSB08l4R5cSRUFXp6kLHxbrslYUPxGw39bpt1maq7QrfmzJcbg3/s200/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="510"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/01/tokoh-muda-girsang-manampin-pipin.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMcyTxlPTUf7SItJJI4XPqBDt9NXIWpI3O4DA3HhVY4YhFjvV3BBhLW_GqXYC4X6kZBUBf3bcdAjhp0i_QKXx2pIUkaLPHJCUMbQ5gLBc_CvI5JqB6Agp0Yskk7x2KzXXEHiq0yZoxmz3-/s72-c/PIPIN.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-7993227182040658392</guid><pubDate>Thu, 19 Jan 2012 00:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-19T07:04:03.632+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG VISION</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-SIMALUNGUN</category><title>MENGIRIM ARTIKEL/BERITA/INFORMASI KE BLOG GIRSANG VISION - DARI KITA UNTUK DUNIA</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsUAqgdC893pQASXuHO4qqURUTOgsXHiPobc3iEh0wldpXJoovPGj-Az5x_Wt9aV1Q2l1RTSIilqJa6km9i9r4UkeqkSd6eBVVkSBfNgPCmJCcSl-dHe5LO1CWZqkq_CXpbonwGjnZ9oW8/s1600/LOGO-3-GIRSANG+VISION-KECIL.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsUAqgdC893pQASXuHO4qqURUTOgsXHiPobc3iEh0wldpXJoovPGj-Az5x_Wt9aV1Q2l1RTSIilqJa6km9i9r4UkeqkSd6eBVVkSBfNgPCmJCcSl-dHe5LO1CWZqkq_CXpbonwGjnZ9oW8/s200/LOGO-3-GIRSANG+VISION-KECIL.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;GIRSANG VISION : HORAS BANTA HAGANUPAN, Sesuai dengan tag blogsite ini, bahwa blogsite ini diperuntukkan sebagai media komunikasi, informasi dan berita bagi marga/boru GIRSANG. Kita semua berhak mengirimkan ARTIKEL, sebagai contoh dan juga misi dari GIRSANG VISION, ARTIKEL bisa dalam kriteria-kriteria sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;PARADATON&lt;/b&gt;, Berita/Artikel tentang adat-istiadat SIMALUNGUN dan GIRSANG (contohnya ada suatu pesta adat yang diadakan disuatu daerah yang ingin di share untuk kita semua.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;HASUSURAN&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berita/Artikel tentang Leluhur.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;SOSIAL&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berita/Artikel tentang kehidupan sosial masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;EKONOMI&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berita/Artikel tentang kegiatan perekonomian, baik sarana dan prasarana perekonomian yang menunjang ataupun yang menjadi kendala dalam roda perekonomian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;PROFESI&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berita/Artikel tentang pekerjaan/profesi, dan juga info-info tentang kebutuhan dan hal-hal ketenagakerjaan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;JAGAR-JAGAR&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berita/Artikel ringan tentang hikayat lucu, humor ataupun cerita rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;PARIWISATA/ALAM&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berita/Artikel tentang kegiatan dan lokasi pariwisata dan&amp;nbsp; juga kondisi alam&amp;nbsp;yang perlu di publish.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;TOKOH GIRSANG&lt;/b&gt;, Berita/Artikel tentang TOKOH-TOKOH GIRSANG yang biographynya bisa kita share dan menjadi figur serta panutan bagi kita semua.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berita dan Artike dalam TEKS, cukup isi dengan mengisi form dibawah ini, JIKA berita dan artikel menggunakan berita dengan GAMBAR/PHOTO atau VIDEO kirim saja VIDEO dan PHOTOnya ke alamat email :&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;girsangvision.monang@blogger.com. (tetapi berita/artikel teks tetap di isi di form dibawah ini).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;SARAN :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;AGAR LEBIH MUDAH DAN TIDAK TERLALU LAMA ONLINE, SEBAIKNYA ISI BERITA DI KETIK DULU DI WORDPAD ATAU MICROSOFT WORD, SETELAH SELESAI, COPY-PASTE SAJA ISI ARTIKEL TERSEBUT DI KOLOM "ISI ARTIKEL" PADA FORM DIBAWAH.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat terbuka untuk mengedit artikel ini (open source) yang tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terimakasih&lt;br /&gt;
GIRSANG VISION- HABONARON DO BONA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUEMkyeyZ3UFldoY445O_fRAmMaeGP3fuWoMIE5ZxKv7ogmcLxxAMhp18GaSjzg9ayDk7Bbf1b3TKsix6rXy6m-mw-yYSB08l4R5cSRUFXp6kLHxbrslYUPxGw39bpt1maq7QrfmzJcbg3/s1600/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUEMkyeyZ3UFldoY445O_fRAmMaeGP3fuWoMIE5ZxKv7ogmcLxxAMhp18GaSjzg9ayDk7Bbf1b3TKsix6rXy6m-mw-yYSB08l4R5cSRUFXp6kLHxbrslYUPxGw39bpt1maq7QrfmzJcbg3/s200/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br class="Apple-interchange-newline" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2011/12/mengirim-artikelberitainformasi-ke-blog.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsUAqgdC893pQASXuHO4qqURUTOgsXHiPobc3iEh0wldpXJoovPGj-Az5x_Wt9aV1Q2l1RTSIilqJa6km9i9r4UkeqkSd6eBVVkSBfNgPCmJCcSl-dHe5LO1CWZqkq_CXpbonwGjnZ9oW8/s72-c/LOGO-3-GIRSANG+VISION-KECIL.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-5528404646895062560</guid><pubDate>Wed, 18 Jan 2012 16:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-21T02:25:50.715+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BIOGRAFI</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG TALENT</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG VISION</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-SIMALUNGUN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TOKOH GIRSANG</category><title>TOKOH MUDA GIRSANG -FREDERIKA GIRSANG : Young Women Figure Of Girsang Clan</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQtfcTTMdoiciYOopQKlt-1p_Emn_L6XLq6I8fNazGOU2bJbz9hXp4LeAiS78PlCIXMOAjNEgNhAMiv6gcXcVKN73QzTqpKKdNVVaXSyUg2xNc3MiM5_cOb1AgSVq4v5cXr-0gDH5LvInQ/s1600/FREDERIKA+GIRSANG.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQtfcTTMdoiciYOopQKlt-1p_Emn_L6XLq6I8fNazGOU2bJbz9hXp4LeAiS78PlCIXMOAjNEgNhAMiv6gcXcVKN73QzTqpKKdNVVaXSyUg2xNc3MiM5_cOb1AgSVq4v5cXr-0gDH5LvInQ/s320/FREDERIKA+GIRSANG.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://ballstatesports.com/ViewArticle.dbml?DB_OEM_ID=14200&amp;amp;ATCLID=751078" target="_blank"&gt;FREDERIKA GIRSANG&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;GIRSANG VISION:&amp;nbsp;Frederika Girsang Young Women Figure Of Girsang Clan&amp;nbsp;By&lt;a href="http://www.harangan-sitora.blogspot.com/2010/12/frederika-girsang.html" target="_blank"&gt; Jannerson Girsang.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Nama Frederika Girsang tidak asing lagi di dunia tennis Indonesia. Mungkin anda bilang saya emosional. Itu benar. Bagi saya sendiri selama ini, Frederika Girsang mendapat tempat khusus karena dia boru Girsang--satu marga dengan saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau saya tidak pernah mengenalnya secara pribadi, tetapi dia adalah idola saya di olah raga tenis. Mantan pemegang ranking 138 International Tennis Federation (ITF) ini telah mengukir nama Indonesia di dunia internasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bertahun-tahun tidak melihatnya tampil, muncul kerinduan untuk sekedar mengetahui dimana dia sekarang. Mungkin saya bernasib baik hari ini, karena secara kebetulan menemukannya di situs :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://ballstatesports.com/ViewArticle.dbml?DB_OEM_ID=14200&amp;amp;ATCLID=751078"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;http://ballstatesports.com/ViewArticle.dbml?DB_OEM_ID=14200&amp;amp;ATCLID=751078&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://www2.owlsports.com/coaches.aspx?rc=560&amp;amp;path=wten."&gt;&lt;b&gt;http://www2.owlsports.com/coaches.aspx?rc=560&amp;amp;path=wten.&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata, sekarang dia menjadi Assistant Head Coach Temple, Amerika Serikat. Kerinduan saya sedikit terobati membaca kisahnya dan melihat gambarnya. Frederika, perempuan Indonesia berprestasi dan memberikan inspirasi. Selain sukses di Tennis, dia juga sukses dalam perkuliahannya. Bahkan sudah memegang gelar Master dari Ball State, USA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah kutipan lengkap, tentang kisahnya. Saya tidak menerjemahkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9ddqceOhxi6MSQwzMooA2Wm7klOS6K62pBIsSeFFXDSQZl2Ydthq2Fwr9QztKGQlM1PqtzuzF6q7tQFgazs09U5pgAze0AV70sO5pQvkXRpSQb39o10bIFBZIU0lcxlqIij0K-HxcP7g3/s1600/FREDERIKA+GIRSANG-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9ddqceOhxi6MSQwzMooA2Wm7klOS6K62pBIsSeFFXDSQZl2Ydthq2Fwr9QztKGQlM1PqtzuzF6q7tQFgazs09U5pgAze0AV70sO5pQvkXRpSQb39o10bIFBZIU0lcxlqIij0K-HxcP7g3/s320/FREDERIKA+GIRSANG-2.jpg" width="231" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://onlyfans.cstv.com/schools/tem/sports/w-tennis/mtt/girsang_frederika00.html" target="_blank"&gt;FREDERIKA GIRSANG&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Women's Tennis Coaching StaffFrederika Girsang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Frederika Girsang&lt;br /&gt;
Assistant Head Coach&lt;br /&gt;
fgirsang@temple.edu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frederika Girsang is in her second season as an assistant men's and women's tennis coach at Temple.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
She arrived on North Broad Street after two seasons as an assistant women's tennis coach at Ball State. At Ball State University, she assisted the head coach with on and off court duties, as well as working with the team. She also guided individual players through one-on-one sessions.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A four-year letterwinner in tennis at Western Michigan, Girsang was tabbed the 2003 Mid-American Conference Player of the Year, which was the first time a WMU player had received the award since its inauguration in 1998. During her career she also was named the 2001 MAC Newcomer of the Year and helped the Broncos to win the MAC championship. Girsang was ranked nationally and regionally over her tenure with the Broncos with her highest ranking being 62nd.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Girsang was the 2003 singles champion at the ITA National Summer Championships and was runner-up in doubles play. She competed in the Riviera All-American Championship in Pacific Palisades, Calif., also in 2003.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prior coming to the United States, Girsang was the top Indonesian junior player with International Tennis Federation (ITF) ranked 138, where she also competed at the Australian Open Junior. She then continued her success by achieving her highest national ranking (#4) in Indonesia, and competed internationally at the ITF Women's Circuits.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In December 2008, she competed at the USTA National Championships at Flushing, NY, and captured the USTA gold ball at the Women's Doubles event.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A native of Jakarta, Indonesia, Girsang earned a bachelor's degree in recreation from Western Michigan in 2005 and a master's degree in sports management from Ball State in 2008.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source: &lt;a href="http://www2.owlsports.com/coaches.aspx?rc=560&amp;amp;path=wten"&gt;http://www2.owlsports.com/coaches.aspx?rc=560&amp;amp;path=wten&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeoL31VA02ErzhTp_dO1YekvpUabIUVQlwPD-nWpDgnplD8GQAX0k7kexvEnjV7gBeZJ0vqO9uU_T5XgpYc5hIgDrkIHeJ97CKBFkUKF7bPUzMUkVeX0JCZVCCfpGoggjaHwyGw62VdMYt/s1600/Player+Bio++Frederika+Girsang+-+TEMPLE+OFFICIAL+ATHLETIC+SITE-082040.png" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="700" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeoL31VA02ErzhTp_dO1YekvpUabIUVQlwPD-nWpDgnplD8GQAX0k7kexvEnjV7gBeZJ0vqO9uU_T5XgpYc5hIgDrkIHeJ97CKBFkUKF7bPUzMUkVeX0JCZVCCfpGoggjaHwyGw62VdMYt/s400/Player+Bio++Frederika+Girsang+-+TEMPLE+OFFICIAL+ATHLETIC+SITE-082040.png" width="510" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih Frederika karena telah membalas email saya 17 Desember 2010. Semoga sukses selalu. Kami bangga punya Frederika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Email Frederika Girsang, 18 Desember 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Hallo Jannerson!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam kenal juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih atas blog-nya. Saya sangat terkesan sewaktu membacanya&lt;br /&gt;
dan bangga bisa membawa nama Girsang sampai dimana saya berada saat&lt;br /&gt;
ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga sukses selalu dan marga Girsang bisa membawa inspirasi&lt;br /&gt;
buat rekan-rekan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frederika Girsang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber :&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.harangan-sitora.blogspot.com/2010/12/frederika-girsang.html"&gt;http://www.harangan-sitora.blogspot.com/2010/12/frederika-girsang.html&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgj8kPt_u9wLJZfgcsaMOawRHRZjpepLthLMTh9tT7GSfEGz3RAkSe-7RTrGK_v7Es8vIu8KAGNvVuWdwMrI4jKo7xaDEA8RkUBwDinbGqLFsH2AsU7cYZt-GDVW87MdHFkpq0INMvNU3VI/s1600/Jannerson+Girsang.png" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgj8kPt_u9wLJZfgcsaMOawRHRZjpepLthLMTh9tT7GSfEGz3RAkSe-7RTrGK_v7Es8vIu8KAGNvVuWdwMrI4jKo7xaDEA8RkUBwDinbGqLFsH2AsU7cYZt-GDVW87MdHFkpq0INMvNU3VI/s200/Jannerson+Girsang.png" width="136" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Jannerson Girsang&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;oleh Jannerson Girsang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat terbuka untuk mengedit artikel ini (open source) yang tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.  Terimakasih GIRSANG VISION- HABONARON DO BONA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUEMkyeyZ3UFldoY445O_fRAmMaeGP3fuWoMIE5ZxKv7ogmcLxxAMhp18GaSjzg9ayDk7Bbf1b3TKsix6rXy6m-mw-yYSB08l4R5cSRUFXp6kLHxbrslYUPxGw39bpt1maq7QrfmzJcbg3/s1600/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUEMkyeyZ3UFldoY445O_fRAmMaeGP3fuWoMIE5ZxKv7ogmcLxxAMhp18GaSjzg9ayDk7Bbf1b3TKsix6rXy6m-mw-yYSB08l4R5cSRUFXp6kLHxbrslYUPxGw39bpt1maq7QrfmzJcbg3/s200/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="510"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2012/01/frederika-girsang-young-women-figure-of.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQtfcTTMdoiciYOopQKlt-1p_Emn_L6XLq6I8fNazGOU2bJbz9hXp4LeAiS78PlCIXMOAjNEgNhAMiv6gcXcVKN73QzTqpKKdNVVaXSyUg2xNc3MiM5_cOb1AgSVq4v5cXr-0gDH5LvInQ/s72-c/FREDERIKA+GIRSANG.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8912591035778841363.post-6090505041462238414</guid><pubDate>Sun, 15 Jan 2012 18:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-19T21:52:45.530+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BIOGRAFI</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG TALENT</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG VISION</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG ZENDING</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-HASUSURAN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">GIRSANG-SIMALUNGUN</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TOKOH GIRSANG</category><title>TOKOH GIRSANG - HAMONANGAN, M GIRSANG: Pendeta Asia Pertama Sekretaris VEM</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKk2nztow3NkJXLj4Q4IN-vvpMdAp-OCN_osdBX3ALDE2gYbjU6NgD_xrYdGXNc5muNuLWnpEiHVeuVbqudh3mh4jfLqKPhC4nv4aXYyYtIeoUgm5vSBvHitEcadNZDR_NdW6ELQJLhyphenhyphenwi/s1600/PENDETA+HM+GIRSANG.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKk2nztow3NkJXLj4Q4IN-vvpMdAp-OCN_osdBX3ALDE2gYbjU6NgD_xrYdGXNc5muNuLWnpEiHVeuVbqudh3mh4jfLqKPhC4nv4aXYyYtIeoUgm5vSBvHitEcadNZDR_NdW6ELQJLhyphenhyphenwi/s400/PENDETA+HM+GIRSANG.jpg" width="285" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Pendeta Hamonangan Girsang&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://harangan-sitora.blogspot.com/2010/10/pendeta-hm-girsang-pendeta-asia-pertama.html"&gt;HM Girsang: Pendeta Asia Pertama Sekretaris VEM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Sebuah Ringkasan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Oleh : Jannerson Girsang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pendeta Hamonangan Girsang&lt;/b&gt; adalah mantan Sekjen Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS). Selain itu cucu Tahan Girsang ini pernah duduk dalam  kepengurusan di berbagai organisasi oikumene di dalam dan di luar negeri. Usai melepas jabatannya sebagai Sekjen GKPS, putra seorang Pangulu Balei ini menjadi pendeta Asia pertama menjabat Sekretaris Eksekutif di&lt;a href="http://www.vemission.org/en/home.html" target="_blank"&gt; &lt;b&gt;VEM (Vereinte Evangelische Mission&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;)&lt;/b&gt;/UEM (&lt;a href="http://www.oikoumene.org/en/handbook/global-bodies-and-mission-communions/uem.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;United Evangelical Mission&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta Hamonangan Girsang, lebih populer dipanggil Pendeta HM, lahir di Saribudolok, sebuah desa yang terletak 1400 meter di atas permukaan laut di Kabupaten Simalungun, 23 Nopember 1939. Pria tegap berambut putih ini memiliki sikap teguh, disiplin, tekun belajar khususnya manajemen gereja, serta menguasai bahasa asing (Inggeris, Jerman dll) dan memiliki kemampuan dialog dan komunikasi yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak pihak tidak menyangka kalau pendidikan pria yang berpenampilan rapi dan serius ini, hanyalah Sekolah Teologia Menengah (lima tahun setelah lulus SMP). Selebihnya adalah&lt;b&gt; learning by doing&lt;/b&gt;, seperti pendidikan informal melalui studi orientasi di DGI (Dewan Gereja-gereja di Indonesia) dan Jerman, serta pengalamannya di lapangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Masa Kecil&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pendeta HM Girsang adalah anak ketiga dari pasangan &lt;b&gt;Djarani Girsang&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Elina Saragih Sumbayak&lt;/b&gt; yang telah terdidik dalam sistem pendidikan Eropah. Ayahnya adalah lulusan sekolah yang dikelola pemerintah Belanda Normaal School di Pematangsiantar dan kemudian menjadi Pangulu Balei (sekretaris raja) Raja Silima Kuta, di Nagasaribu dan Pamatangraya. Sebelum menjadi Pangulu Balei, ayahnya adalah seorang guru Holland Inlandische School (HIS) di Medan. Sedangkan ibunya Elina Saragih Sumbayak adalah lulusan sekolah bidan yang dikelola Rheinische Mission Gesellschaft (RMG), Zending’s Hospital di Pearaja, Tarutung dan pernah bekerja sebagai bidan di Tapanuli Selatan sebelum menikah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahnya meninggal saat dirinya masih berusia kurang dari 5 tahun. Ia mengetahui kisah ayahnya dari cerita ibunya dan teman-teman ayahnya. ”Saya tidak begitu ingat kisah tentang ayah,”ujarnya. Sebagai pangulu balei—di Silima Kuta, dan Pematangraya, semasa hidupnya bapaknya adalah seorang yang banyak bekerja di luar rumah. Lagi pula, &lt;b&gt;sang ayah meninggal karena sakit di usia 34 tahun, pada 1944. Dari kisah yang diketahuinya, ayahnya jatuh sakit setelah Jepang menangkap dan kemudian menahan ayahnya beberapa saat di Pematangsiantar. Waktu itu ayahnya bertugas sebagai Pangulu Balei di Pamatangraya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sepeninggal ayahnya, di bawah asuhan ibu yang menurutnya ”tekun berdoa dan gigih bekerja”, anak ketiga dari empat bersaudara ini dibesarkan dalam kehidupan ekonomi keluarga yang cukup memprihatinkan. Beberapa tahun setelah ayahnya meninggal, menyusul agresi Belanda, 1947. Keluarganya bersama dengan penduduk lainnya terpaksa mengungsi ke berbagai lokasi. Keluarga HM sendiri mengungsi ke Paropo, di tepi Danau Toba, terletak sekitar 20 kilometer dari kampungnya. Keluarganya di Tigalingga menjemput mereka dari Paropo dan kemudian tinggal sementara di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Tigalingga (Dairi) ibunya jatuh sakit. Setelah suasana agak aman dan kesehatan ibunya kembali pulih, keluarga ini sempat tinggal di Siborgung, Raya. Akhirnya kembali ke Mardingding dan tinggal di sana sementara waktu. Di sana mereka menumpang di rumah keluarga karena rumah mereka turut terbakar sewaktu revolusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai seorang lulusan bidan di jaman Belanda, ibunya kemudian memperoleh pekerjaan sebagai bidan di Rumah Sakit Murni, Saribudolok. Keadaan ekonomi keluarganya mulai membaik dan keluarga ini kemudian menetap di Saribudolok. Di rumah sakit ini, ibunya bekerja beberapa tahun. Setelah merasa mampu mandiri, kemudian ibunya membuka klinik sendiri di rumahnya, di Jalan Kartini Saribudolok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari profesinya ini Elina, ibunya bekerja keras dan membiayai sekolahnya bersama tiga saudaranya yang lain, Pintauli, Paradatan dan Sadariah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Memasuki Sekolah Teologia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Karena alasan ekonomi keluarga, usai menyelesaikan Sekolah Rakyat (SR) di Saribudolok pada 1953, ibunya menyarankan agar HM melanjutkan sekolahnya ke Sekolah Guru Bawah (SGB), karena mendapat ”tulage” (bebas uang sekolah dan menerima uang saku). Namun, nasib menentukan lain. Cita-cita ibunya agar dia menjadi guru kandas, karena saat mendaftar bersama JL Girsang ternyata pendaftaran SGB sudah tutup.&lt;br /&gt;
Akhirnya, pilihan terakhir adalah mendaftar bersama temannya itu di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pematangsiantar dan lulus pada 1956. Selepas SMP, didampingi Pendeta H.Vollmer dan Pendeta Mailam Purba Tambak, HM mendaftar ke Sekolah Teologia Menengah Nommensen dan lulus pada 1961.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria yang menguasai harmonium yang dipelajarinya sendiri ketika masih siswa ini, kemudian sering menjadi pemain harmonium di gereja HKBP-Simalungun Sudirman, Pematangsiantar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berbaur dengan suku-suku lain di Pematangsiantar dengan keterlibatannya dalam kegiatan olah raga sepak bola semasa menjadi siswa SMPdi kota itu. Semasa menjadi siswa Sekolah Teologia Menengah dia aktif di organisasi siswa dan menjadi salah seorang pengurus. Semasa siswa inilah dia bertemu pertama kali dengan Armencisus Munthe di kampusnya. Di kemudian hari, keduanya menjadi Pimpinan Pusat GKPS—Munthe menjadi Ephorus dan HM Girsang menjadi Sekjen (1977-1990). Pendeta HM Girsang adalah salah seorang lulusan terbaik seangkatannya di Sekolah Teologia Menengah pada 1961.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta HM Girsang menapaki karier kependetaannya mulai dari vikar di Pematangraya dibawah asuhan Pendeta JP Siboro, mantan Ephorus GKPS. Setelah menjalani masa vicariat, HM Girsang ditahbiskan menjadi pendeta dan ditugaskan sebagai Pendeta di Tebingtinggi, sejak 1962. Masa inilah dia melakukan evangelisasi pada malam hari di pedalaman Simalungun, seperti di Raya Kahean dan Silau Kahean. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 1963, Pimpinan Pusat GKPS mengangkatnya menjadi Pendeta Resort Sipitu Huta di Kabanjahe, kemudian ke Saribudolok, Galang dan Polonia-Medan. Selain sebagai pendeta Resort, dalam kurun waktu 1965-1970 dia merangkap sebagai Praeses Distrik Huluan yang terdiri dari lima Resort : Saribudolok, Tiga Runggu, Haranggaol, Saranpadang dan Sipituhuta.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak menjadi pendeta, HM Girsang gemar belajar hal-hal baru khususnya manajemen dan kegiatan oikumene. Di sela-sela pelayanannya di GKPS, Pimpinan Pusat gereja yang berpusat di Pematangsiantar itu, pernah menugaskannya belajar manajemen gereja dan masyarakat dalam bentuk orientasi di kantor DGI (Dewan Gereja-gereja di Indonesia), Jakarta dan VEM, Wuppertal, Jerman dalam kurun waktu 1969-1971.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengalamannya dalam struktur organisasi GKPS, kepiawiannya dalam menyelesaian berbagai masalah, serta keahlian manajemen gereja yang dimilikinya membuatnya dikenal luas di kalangan pendeta dan tokoh-tokoh GKPS. Dia terlibat dalam penyelesaian berbagai masalah di dalam GKPS sendiri serta penyusunan Tata Gereja dan Peraturan Rumah Tangga GKPS yang disyahkan oleh Synode Bolon GKPS 1974.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; Menjadi Sekjen GKPS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Meninggalnya Ephorus Pendeta SP Dasuha pada 1977, disusul Synode Bolon Istimewa dengan terpilihnya Armencius Munthe sebagai Ephorus GKPS—saat itu sebagai Sekjen GKPS, menyebabkan jabatan Sekjen lowong. Synode Bolon Istimewa GKPS 1977 kemudian memilih HM Girsang menjadi Sekjen GKPS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat menjabat Sekjen GKPS, Pendeta HM Girsang dikenal sebagai administrator dan bendaharawan yang handal. Semasa menjadi Sekjen (1977-1990) dan bertanggungjawab dalam bidang Administrasi dan keuangan GKPS, dia dinilai berhasil membawa perbaikan performansi administrasi dan keuangan GKPS dan mampu melakukan peningkatan kesejahteraan pelayan (pendeta, penginjil dan pegawai GKPS) dan perbaikan sistem keuangan sampai ke level jemaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain mengelola keuangan dan administrasi gereja, dia juga ikut membidangi penyusunan dan penerapan GBKU (Garis-garis Besar Kebijakan Umum) GKPS, salah satu penugasan Synode Bolon GKPS 1982, sebagai pedoman menetapkan program-program kegiatan di GKPS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu belum satupun gereja-gereja menerapkan GBKU dalam merumuskan program-programnya. Baru kemudian, beberapa tahun sesudahnya gereja-gereja lain mengikuti langkah GKPS. Tak heran, kalau saat itu GKPS menjadi laboratorium studi perbandingan bagi gereja-gereja tetangga di dalam maupun di luar negeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duet kepemimpinannya dengan Armencius Munthe dikenal sebagai duet yang serasi. &lt;b&gt;”Saya dan Pendeta A. Munthe &lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;memang berbeda&lt;/span&gt;. Namun, perbedaan itu menjadi kekayaan bagi kepemimpinan kami berdua selama bertugas sebagai Pimpinan Pusat GKPS selama 13 tahun berturut-turut. Banyak yang menilai kami sebagai duet yang serasi,”ujar HM Girsang dalam buku ini.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semasa aktif sebagai pendeta maupun salah seorang Pimpinan Pusat GKPS, HM Girsang memberikan perhatian besar dalam kegiatan oikumene baik di tingkat regional, nasional maupun internasional.&lt;br /&gt;
Aktif di Berbagai Organisasi Oikumene&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kurun waktu lebih dari 30 tahun, pria yang menguasai bahasa Jerman dan Inggeris secara aktif ini aktif di berbagai organisasi oikumene baik di tingkat regional,nasional maupun internasional, seperti Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Wilayah Sumut, PGI, dan menghadiri berbagai sidang internasional seperti Lutheran World Federation (LWF), Christian Conference of Asia (CCA), World Council of Churches (WCC) dan VEM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegiatannya di oikumene diawali saat menjadi Pendeta GKPS Resort di Kabanjahe dan Praeses Distrik Huluan. Ketika itu, Pendeta HM Girsang menjadi utusan GKPS saat pembentukan DGI Wilayah Sumatera di gereja GBKP, Kabanjahe pada 1965. Sejak itu, namanya tak pernah lepas dari lembaga itu. Bahkan kemudian dia menjabat sebagai salah seorang Ketua lembaga itu (1973-1977), dan kemudian menjadi Ketua Umum PGI Wilayah Sumatera Utara selama dua periode (1981-1990).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai masalah penting ditangani oleh PGI-W Sumut, diantaranya penyediaan kebutuhan pendeta mahasiswa dari gereja-gereja anggota, Regional Development Center (RDC), pelaksanaan Natal Oikumene, Paskah Oikumene, Mimbar Agama di TVRI Medan, masalah kepemilikian tanah dan kantor PGIW di Jalan Gatot Subroto, Medan, penyelesaian masalah BNKP dan ONKP dan lain-lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, HM adalah pemrakarsa pembentukan Sekretariat Bersama gereja-gereja partner VEM di Sumatera Utara, Februari 1979. Sejak 1996 nama lembaga ini kemudian berubah menjadi Sekretaris Sekber VEM dengan menghilangkan kata Partner, karena sejak itu gereja-gereja di Sumatera Utara tidak lagi menjadi partner, tetapi sudah menjadi anggota VEM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sewaktu menjadi Sekretaris Sekber Partner VEM dia turut memprakarsai pembentukan Badan Pengembangan GKPM (Gereja Kristen Protestan Mentawai). Walaupun tidak lagi menjadi Sekretaris Sekber VEM, dia masih diminta menjadi konsultan pada badan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Partisipasinya dalam kegiatan oikumene di level nasional dimulai ketika dia pertama kali mengikuti Sidang Raya PGI di Salatiga pada 1976. Sejak itu, keterlibatan HM Girsang tak pernah absen di lembaga itu. Sejak menjabat Sekjen GKPS pada 1977, dia kemudian terpilih menjadi anggota Majelis Pekerja Lengkap DGI Utusan GKPS (1978-1990), Anggota Majelis Ketua pada Sidang Raya PGI di Ambon, 1984.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurutnya, sidang di Ambon ini mempunyai arti penting, karena saat itu terjadi perubahan nama DGI menjadi PGI, ditetapkannya Ketua Umum menjadi pejabat penuh waktu, ditetapkannya 5 dokumen keesaan gereja dan dicantumkannya Pancasila dalam Bab tersendiri di Tata Dasar PGI merespon UU Kemasyarakatan yang mewajibkan semua organisasi kemasyarakatan di Indonesia mencantumkan Pancasila sebagai satu-satunya azas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tanpa mencantumkan Pancasila sebagai azas tunggal, maka menurut ketentuan undang-undang organisasi kemasyarakatan itu dapat dibekukan dan atau dibubarkan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta HM Girsang menjadi Ketua Panitia Tata Dasar PGI di Sidang Raya PGI 1989. Selain itu sejak 1989, dia menjadi anggota Komisi Parpem PGI sampai 1992 dan kemudian mengundurkan diri, karena berangkat ke Jerman, setelah VEM menetapkan dirinya menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif di lembaga yang berkantor pusat di Wuppertal, Jerman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kegiatan oikumene di level internasional, Pendeta HM Girsang turut berpastisipasi dalam sidang-sidang sebagai utusan GKPS. Sidang-sidang Badan Oikumene Internasional yang dihadirinya antara lain yang diselenggarakan oleh LWF (Lutheran World Federation), CCA (Christian Conference of Asia), WWC (World Council of Churches) dan lain-lain. Pernah menjadi Sekretaris Panitia Penyelenggara Sidang Raya LWF Wilayah Asia (1983)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta HM Girsang memahami pergumulan gereja-gereja dari berbagai negara dengan kehadirannya pada pertemuan-petemuan LWF di Manila (1979), di Hong Kong (1981), di Samosir (1983), Penang, Malaysia (1989), tamu gereja LCA Australia selama 3 Bulan (1985), Pertemuan LWF Church and Civil Society di Tokyo, Jepang (1985). Sidang Raya CCA di Bengalor, India (1981), Seoul, Korea Selatan (1984), Konsultasi gereja-gereja pendukung dan mitra VEM di Bethel (1978) dan Mulhein (1988) keduanya di Jerman. Sidang Raya LWF di Curitiba, Brazil (1990). Sidang WWC di Canberra (1991).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengalamannya sebagai Sekjen GKPS, pengurus PGI dan Sekber VEM beberapa tahun sebelumnya, ternyata mendapat perhatian dari lembaga oikumene internasional. Tak heran, dua tahun sesudah melepas jabatannya sebagai Sekjen GKPS pada 1990—di tengah-tengah masa tugasnya sebagai pendeta GKPS Resort Medan Barat, VEM sempat hingga dua kali memohon dirinya untuk memegang jabatan eksekutif di lembaga itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permintaan pertama untuk mengisi jabatan Sekretaris Eksekutif Urusan Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) ditolaknya karena merasa dirinya tidak sesuai dengan tugas itu. Kemudian VEM menawarkan jabatan Sekretaris Eksekutif UIM Committee. Setelah mempertimbangkan beberapa bulan, dia memenuhi permintaan kedua dari lembaga yang berpusat di Wuppertal, Jerman itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persetujuan keluarga lebih merupakan alasan baginya untuk menerima jabatan baru tersebut. Bak gayung bersambut, keluarganya menyetujui dirinya memenuhi permohonan itu dan Pimpinan Pusat GKPS membebaskannya dari tugas-tugasnya di GKPS ketika itu (yakni sebagai Pendeta GKPS Resort Medan Barat, Ketua Majelis Pendeta GKPS dan Anggota Majelis Gereja GKPS). Pergantian HM Girsang dalam jabatannya kepada penggantinya dilaksanakan sebelum keberangkatannya ke Jerman, Februari 1993.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria yang menikah dengan Regina Silalahi pada 6 September 1963 ini, sejak 1993 diangkat menjadi Sekretaris Eksekutif UIM Committee, selama 3,5 tahun menggantikan Pendeta P Sandner (Direktur VEM merangkap Sekretaris Eksekutif UIM Commitee). Selama kurun waktu tersebut, kakek dari dua putri dan dua putra ini bertugas mempersiapkan Internasionalisasi VEM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak 1996, selama 5,5 tahun, ayah dari Ermie Junita, John Haris Pardomuan, Elizabeth Septianur dan Irene Dermawati ini, diangkat menjadi Sekretaris Eksekutif VEM untuk gereja-gereja di Asia Bagian Barat. VEM adalah persekutuan dari beberapa gereja yang anggotanya terdiri dari tiga benua yakni Asia, Afrika dan Eropah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama bertugas sebagai Sekretaris Eksekutif VEM untuk Asia Barat, dia juga menjadi salah seorang dari pengurus Eukumindo (Perhimpunan Gereja-gereja Eropah yang bermitra dengan PGI dan STT Jakarta. Dialah orang Non-Eropah pertama menjadi pengurus Eukumindo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt; Perlu dicatat, Pendeta HM Girsang menjadi pendeta Asia pertama menjabat Sekretaris Eksekutif VEM, yang berpusat di Wuppertal, Jerman.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; Sebelumnya, sejak 1828, lembaga itu selalu dipimpin oleh orang Jerman. Dr Kakulo Molo, tokoh gereja dari Zaire (Kongo sekarang), bersama dengan HM Girsang merupakan Sekretaris VEM pertama yang bukan orang Jerman. Selama 9 tahun bertugas mula-mula menginternasionalisasi VEM dan kemudian membina hubungan membina hubungan bilateral antara VEM dengan gereja-gereja anggota di Asia Bagian Barat. Sejak internasionalisasi VEM, selain jabatan eksekutif, dan staf mulai dipegang oleh orang non-Jerman. Mertua dari Indra, Susanty dan Felix ini mengakhiri tugasnya di VEM dan kembali ke Indonesia pada 2002.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta HM Girsang adalah orang yang tegas dan kokoh dalam pendirian. Dia tidak pernah keluar dari ketentuan peraturan yang diyakininya benar. ”Lebih baik kita dicaci-maki orang karena menjalankan peraturan dari pada berusaha menyenangkan semua orang, termasuk mereka yang tidak mau tahu dengan peraturan, dengan ikut berbuat yang bertentangan dengan peraturan,” katanya. . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengakui bahwa kemampuan manusia membuat peraturan adalah terbatas. Tidak mungkin manusia mampu menciptakan peraturan yang sempurna. ”Gereja yang hidup adalah gereja yang memiliki peraturan, tetapi hidup mati gereja tidak ditentukan oleh sesuatu peraturan. Sebaik-baiknya satu peraturan, hanya bisa menghasilkan hal yang baik apabila orang yang melaksanakan peraturan itu adalah orang yang beritikad baik. &lt;br /&gt;
Karena, tidak ada peraturan yang sempurna”. Dia yakin, The man behind the gun sangat menentukan berhasil tidaknya suatu organisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak kembali ke Indonesia, mereka bertempat tinggal di Medan. Walaupun telah mengakhiri tugasnya di VEM, karena terjadinya kelowongan Regional Coordinator wilayah Asia yang berkedudukan di Medan, dia masih diminta untuk menjadi care taker—pelaksana tugas. HM hanya bersedia menjalaninya selama 3 bulan. Selama kurun waktu itu, selain melaksanakan tugas utamanya, dia mendaftarkan VEM di lembaga pemerintahan terkait dan membuka rekening di bank. Memindahkan kantor VEM ke kantor PGI-W. Selain itu, dia masih tetap dipercaya sebagai salah seorang penanda tangan cek VEM sampai 2005.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta HM Girsang kini aktif menyampaikan khotbah di GKPS dan gereja-gereja lain, menjadi peninjau pada sidang-sidang gereja, diundang menyampaikan ceramah di berbagai kesempatan. Dia juga ikut menjadi Panitia Peninjauan Tata Gereja dan Peraturan Rumah Tangga GKPS sebagai pelaksanaan Keputusan Synode Bolon GKPS 2005. Dia masih mampu menyumbangkan pemikiran, dan pengalamannya selama ini di GKPS dan organisasi Oikumene yang digelutinya, baik di tingkat wilayah, Nasional, dan Internasional, VEM khususnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku Otobiografinya setebal 380 halaman berjudul ”Hanya Karena Kasih Kristus” mengisahkan tentang pengalaman hidupnya yang begitu kaya dalam menangani persoalan gereja dan manajemen gereja. Melalui buku yang diluncurkan di Medan, 26 Desember 2009 itu, pembaca mendapat pencerahan dalam mengelola gereja agar lebih mampu mewujudkan tritugas panggilan gereja ke depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://harangan-sitora.blogspot.com/2010/10/pendeta-hm-girsang-pendeta-asia-pertama.html"&gt;BIOGRAFI : Menulis Fakta Memberi Makna: HM Girsang: Pendeta Asia Pertama Sekretaris VEM&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://chrome.google.com/webstore/detail/pengoopmcjnbflcjbmoeodbmoflcgjlk" style="font-size: 13px;"&gt;'via Blog this'&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Oleh :&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/jannerson.girsang" target="_blank"&gt; Jannerson Girsang&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguK4h-V2bccfwF44ZgH-elwx-R7P372vApvROhqbdcsAh5JN9gwBaF0QpIxJKM0lZnJ53Fuj9F-AjT4xojgIMR-EEfgPsvIv7GXqFN4xfEAfsY0Rkx3SKxT-Kgo_Ujwd6l4R3Lf_nNJtZ5/s1600/Jannerson+Girsang.png" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguK4h-V2bccfwF44ZgH-elwx-R7P372vApvROhqbdcsAh5JN9gwBaF0QpIxJKM0lZnJ53Fuj9F-AjT4xojgIMR-EEfgPsvIv7GXqFN4xfEAfsY0Rkx3SKxT-Kgo_Ujwd6l4R3Lf_nNJtZ5/s1600/Jannerson+Girsang.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: medium; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/jannerson.girsang" target="_blank"&gt;Jannerson Girsang&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Segala masukan dan koreksi sangat terbuka untuk mengedit artikel ini (open source) yang tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Terimakasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;GIRSANG VISION- HABONARON DO BONA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigy6HA9k4gH31M3EiHkY4X35DHp0KGFughHAcga4ZrgBw8onGQ3ctn1FOOxNonbvJQbrRkJyHtYV33JlCaDJyXG-Ajv32Q_cWY2Vl5aPDXX8ySVXJMFz6RjX7rvk9U9dBrM-7TQv8I7F5b/s1600/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigy6HA9k4gH31M3EiHkY4X35DHp0KGFughHAcga4ZrgBw8onGQ3ctn1FOOxNonbvJQbrRkJyHtYV33JlCaDJyXG-Ajv32Q_cWY2Vl5aPDXX8ySVXJMFz6RjX7rvk9U9dBrM-7TQv8I7F5b/s200/GIRSANGVISION-SHAKE+HAND.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="fb-comments" data-href="http://girsangvision.blogspot.com" data-num-posts="10" data-width="510"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Media Communication, Information And News Girsang Clan&lt;/div&gt;</description><link>http://girsangvision.blogspot.com/2011/12/tokoh-girsang-hm-girsang-pendeta-asia.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKk2nztow3NkJXLj4Q4IN-vvpMdAp-OCN_osdBX3ALDE2gYbjU6NgD_xrYdGXNc5muNuLWnpEiHVeuVbqudh3mh4jfLqKPhC4nv4aXYyYtIeoUgm5vSBvHitEcadNZDR_NdW6ELQJLhyphenhyphenwi/s72-c/PENDETA+HM+GIRSANG.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>girsangvision@gmail.com (Visi Girsang)</author></item></channel></rss>