<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>GISPALA : Generasi ISlam Pecinta ALAm</title>
	
	<link>http://gispala.wordpress.com</link>
	<description>Islam mengajarkan untuk mencintai alam</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 May 2012 04:33:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain="gispala.wordpress.com" port="80" path="/?rsscloud=notify" registerProcedure="" protocol="http-post" />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/8b896e57d36a704a969dbe1c9a136466?s=96&amp;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>GISPALA : Generasi ISlam Pecinta ALAm</title>
		<link>http://gispala.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gispala.wordpress.com/osd.xml" title="GISPALA : Generasi ISlam Pecinta ALAm" />
	
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam" /><feedburner:info uri="gispalagenerasiislampecintaalam" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://gispala.wordpress.com/?pushpress=hub" /><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Sports &amp; Recreation</media:category><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Islam mengajarkan untuk mencintai alam</itunes:subtitle><itunes:category text="Sports &amp; Recreation" /><feedburner:emailServiceId>GispalaGenerasiIslamPecintaAlam</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Danau Zamrud, Si Hijau Nan Memukau dari Propinsi Riau</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~3/cy-VUzwcMH8/</link>
		<comments>http://gispala.wordpress.com/2012/04/08/danau-zamrud-si-hijau-nan-memukau-dari-propinsi-riau/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 06:21:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gispala</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[catatan perjalananku]]></category>
		<category><![CDATA[danau zamrud]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten siak riau]]></category>
		<category><![CDATA[wisata danau zamrud]]></category>
		<category><![CDATA[zamrud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gispala.wordpress.com/?p=525</guid>
		<description><![CDATA[Nun jauh di sebuah tempat di Kabupaten Siak, Riau, terdapat dua danau berdampingan yang airnya berwarna hitam. Danau Pulau Besar dan Danau Bawah itu terletak di daerah yang bernama Zamrud. Warga desa setempat sering juga menyebut dua danau itu dengan nama Danau Zamrud. Sebutan zamrud sendiri diambil dari keelokan tempat tersebut, terutama jika dilihat dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=525&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gispala.files.wordpress.com/2012/04/danau-zamrud.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-527" title="danau zamrud" src="http://gispala.files.wordpress.com/2012/04/danau-zamrud.jpg?w=500&h=325" alt="" width="500" height="325" /></a>Nun jauh di sebuah tempat di Kabupaten Siak, Riau, terdapat dua danau berdampingan yang airnya berwarna hitam. Danau Pulau Besar dan Danau Bawah itu terletak di daerah yang bernama Zamrud. Warga desa setempat sering juga menyebut dua danau itu dengan nama Danau Zamrud.</p>
<p>Sebutan zamrud sendiri diambil dari keelokan tempat tersebut, terutama jika dilihat dari udara. Pantulan airnya yang berwarna hitam di tengah hutan rawa menyerupai permata berwarna hijau. Di tempat itulah hidup satwa dan tumbuhan selama ratusan tahun.</p>
<p>Sejumlah satwa terkenal yang masih hidup di antaranya ikan arwana emas (Schleropages formasus), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrensis), beruang merah (Helarctos malayanus), burung serindit (Loriculus galgulus), serta berbagai jenis ular.<span id="more-525"></span></p>
<p>Kawasan yang terletak kurang lebih 180 kilometer dari Pekanbaru, Riau, itu bisa ditempuh dalam waktu lebih kurang tiga jam perjalanan darat. Namun, begitu memasuki kawasan penyangga sekitar 35 kilometer dari kawasan inti, setiap pendatang harus meminta izin Badan Operasi Bersama (BOB) Coastal Plain Pekanbaru (CPP) Sumatera Basin untuk masuk ke lokasi tersebut. BOB CPP Sumatera Basin merupakan perusahaan konsorsium PT Bumi Siak Pusako dengan PT Pertamina Hulu yang mengeksplorasi kandungan minyak di kawasan<br />
Zamrud. Menurut keterangan operator eksplorasi, sebagian kandungan minyak berada tepat di bawah permukaan air danau.</p>
<p>&#8220;Negeri Siak memang kaya minyak&#8221;, pungkas ku. Tak heran jika di pinggir jalan banyak pompa-pompa minyak, tapi sayang tidak ter-expose langsung dengan kamera handphone ku karena memang hp ku sedang lowbat waktu itu, hiks hiks *sedih <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . hanya ada satu foto ketika dalam perjalanan dengan gaya narsisku. walau cuman satu yang penting bisa narsis. hehe..</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://gispala.files.wordpress.com/2012/04/forester.jpeg"><img class="aligncenter  wp-image-526" title="forester" src="http://gispala.files.wordpress.com/2012/04/forester.jpeg?w=430&h=323" alt="" width="430" height="323" /></a></p>
<p>Area Zamrud itu sendiri merupakan area gambut basah. Hari itu pemandangan mengenaskan terlihat sebelum memasuki kawasan inti. Area pembukaan lahan kelapa sawit tampak semakin terbuka. Bekas pembakaran atau lahan yang terbakar menyisakan bekas hitam dan asap di lahan gambut. Di sebelah barat kawasan inti, tepatnya di Desa Dayun, Kecamatan Dayun, api kebakaran lahan masih menyala-nyala. Padahal, daerah itu merupakan daerah penyangga KSM Danau Pulau Besar dan Danau Bawah.</p>
<p>Suasana segar terasa saat memasuki kawasan inti. Di sepanjang jalan, pohon-pohon khas hutan rawa berdiri rapat. kawasan Zamrud merupakan kawasan hutan rawa primer di atas lahan gambut. Karena itu, tumbuhan dan ekosistem di dalamnya unik. Hutan rawa primer Zamrud berada di ketinggian 100-200 meter dari permukaan air laut. Secara geografis, lapisan tanah di tempat itu membentuk sebuah cekungan raksasa. Air yang berasal dari daerah di sekitarnya tertampung di danau. Pada musim hujan kedalaman air di danau itu bisa mencapai 20 meter. Pada musim ini suhu danau tidak berbeda dengan suhu udara normal. Ikan-ikan yang berada di dalam danau pun biasanya bermunculan. Warga setempat mengatakan, asal menyebut ikan, di danau pasti ada. Aku berpendapat daerah itu sangat cocok untuk kawasan resapan air. Kelak, jika dijaga dengan baik, bisa menjadi pemasok kebutuhan air di Siak. Hanya saja, kawasan ini sangat tergantung dari keberadaan hutan di sekitarnya.</p>
<p>Petang itu, menjelang matahari terbenam, sejumlah satwa di Danau Zamrud menampakkan diri. Burung elang terbang rendah dari pohon ke pohon di kerendahan, sedangkan kawanan kera/beruk bertengger di sebuah pohon sembari mengunyah makanan yang didapatkan dari hutan. &#8220;Benar-benar sesuatu banget deh&#8221;, kicauku.<br />
Beberapa kawanku sesama forester bahkan bercerita, mereka juga kerap menjumpai harimau sumatera melintas jalan sekitar itu. Danau Zamrud menemui malam bersama satwa-satwa tersebut.</p>
<p>Seluruh keindahan yang ada di Danau Zamrud akan terasa nyata bila Anda langsung berkunjung ke Desa Zamrud. Untuk menuju danau ini, pengunjung bisa menempuh perjalanan dari Kota Pekanbaru dengan jarak sekitar 180 km, menggunakan kendaraan bermotor. Bila lancar, perjalanan akan memakan waktu sekitar tiga jam. Biasanya sih gak lancar, karena sepanjang jalanan hancur dan berlubang hingga kedalaman 5-7cm, gile bener deh dah kayak kolam pemancingan kalo lagi hujan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Sobat gispala, barangkali ada minat mau kunjung bisa menghubungi ku ya. Insya Allah ku selalu siap untuk jadi guide nya. itung-itung sambil menikmati hidup sob. hehe <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a title="Dimas Putra Ramadhan" href="http://facebook.com/dimasputraramadhan" target="_blank">Dimas Putra Ramadhan</a></p>
<p>081959002033</p>
<p>Tulisan ini juga ada disini <a title="dymash blog" href="http://dymash.wordpress.com/2012/04/08/danau-zamrud-si-hijau-nan-memukau-dari-propinsi-riau/" target="_blank">http://dymash.wordpress.com/2012/04/08/danau-zamrud-si-hijau-nan-memukau-dari-propinsi-riau/</a></p>
<p><strong>Tulisan Lainnya : [archives]</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gispala.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gispala.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gispala.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gispala.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gispala.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gispala.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gispala.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gispala.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gispala.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gispala.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gispala.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gispala.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gispala.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gispala.wordpress.com/525/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=525&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~4/cy-VUzwcMH8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gispala.wordpress.com/2012/04/08/danau-zamrud-si-hijau-nan-memukau-dari-propinsi-riau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fe47a2ca2f9c7480ab7529a3c0a887?s=96&amp;d=&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gispala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gispala.files.wordpress.com/2012/04/danau-zamrud.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danau zamrud</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gispala.files.wordpress.com/2012/04/forester.jpeg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">forester</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://gispala.wordpress.com/2012/04/08/danau-zamrud-si-hijau-nan-memukau-dari-propinsi-riau/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Biasakan Keras Pada Diri Sendiri</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~3/38Y5HGNgp2E/</link>
		<comments>http://gispala.wordpress.com/2012/04/01/biasakan-keras-pada-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Apr 2012 08:06:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gispala</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[keras pada diri sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[manusia tahan banting]]></category>
		<category><![CDATA[manusia unggulan dalam berbagai keadaan]]></category>
		<category><![CDATA[the power of small habit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gispala.wordpress.com/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita lunak pada diri sendiri, maka kehidupan akan keras kepada kita. Sebaliknya, jika kita keras pada diri sendiri, maka kehidupan akan lunak kepada kita. Karena itu, terus perkuat kebiasaan keras kepada diri sendiri. Disiplin, rajin, bekerja keras, ulet, berani, tegas, pantang menyerah, serta berbagai sikap kaya mental harus terus kita tanamkan. Hanya dengan sikap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=521&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gispala.files.wordpress.com/2012/04/rock-climbing.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-522" title="rock climbing" src="http://gispala.files.wordpress.com/2012/04/rock-climbing.jpg?w=200&h=300" alt="" width="200" height="300" /></a>Jika kita lunak pada diri sendiri, maka kehidupan akan keras kepada kita. Sebaliknya, jika kita keras pada diri sendiri, maka kehidupan akan lunak kepada kita.</p>
<p>Karena itu, terus perkuat kebiasaan keras kepada diri sendiri. Disiplin, rajin, bekerja keras, ulet, berani, tegas, pantang menyerah, serta berbagai sikap kaya mental harus terus kita tanamkan. Hanya dengan sikap tegar dalam mengatasi persoalan, kuat dalam menghadapi goncangan, dan kokoh menghadapi badai ujian, kita akan jadi manusia tahan banting yang selalu siap mengatasi cobaan.</p>
<p>Keras pada diri sendiri akan membuat kita mampu menjadi manusia unggulan dalam berbagai keadaan. Keras pada diri sendiri akan mengantarkan kita jadi pemenang kehidupan.</p>
<p>Maju terus, pertegas langkah, perkuat tekad, maka kerasnya batu-batu penghalang akan dapat kita taklukkan!!!<span id="more-521"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*motivasi untuk diri sendiri</p>
<p>salam lestari,</p>
<p><a title="Dimas Putra Ramadhan" href="http://facebook.com/dimasputraramadhan" target="_blank">Dimas Putra Ramadhan</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gispala.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gispala.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gispala.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gispala.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gispala.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gispala.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gispala.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gispala.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gispala.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gispala.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gispala.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gispala.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gispala.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gispala.wordpress.com/521/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=521&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~4/38Y5HGNgp2E" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gispala.wordpress.com/2012/04/01/biasakan-keras-pada-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fe47a2ca2f9c7480ab7529a3c0a887?s=96&amp;d=&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gispala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gispala.files.wordpress.com/2012/04/rock-climbing.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">rock climbing</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://gispala.wordpress.com/2012/04/01/biasakan-keras-pada-diri-sendiri/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pecinta Alam dan Paradigma Gerakan Lingkungan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~3/pclBmaQrsuk/</link>
		<comments>http://gispala.wordpress.com/2012/03/03/pecinta-alam-dan-paradigma-gerakan-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2012 17:51:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gispala</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[alam dan pecintanya]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[paradigma lingkungan dan alam]]></category>
		<category><![CDATA[paradigma pecinta alam]]></category>
		<category><![CDATA[pecinta alam]]></category>
		<category><![CDATA[pecinta alam dan lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pecinta alam dan paradigma]]></category>
		<category><![CDATA[pecinta alam indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gispala.wordpress.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[” jika ingin mengubah negara untuk kegiatan &#8211; kegiatan yang sulit tentang persoalan kebijakan politik, pencinta lingkungan menjadi sumber kekuatan dengan apa saja dapat dilakukan. Jika anda ingin mempunyai negara untuk kepentingan ekonomi, pikirkan diri anda dan generasi anda yang akan datang, saya yakin anda dapat melakukannya” (Gerlorfd Nelson dalam catalyst conference speech university of [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=515&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://gispala.files.wordpress.com/2012/03/paradigma-pecinta-alam.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-516" title="paradigma pecinta alam" src="http://gispala.files.wordpress.com/2012/03/paradigma-pecinta-alam.jpg?w=300&h=212" alt="" width="300" height="212" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">” jika ingin mengubah negara untuk kegiatan &#8211; kegiatan yang sulit tentang persoalan kebijakan politik, pencinta lingkungan menjadi sumber kekuatan dengan apa saja dapat dilakukan. Jika anda ingin mempunyai negara untuk kepentingan ekonomi, pikirkan diri anda dan generasi anda yang akan datang, saya yakin anda dapat melakukannya”<br />
(Gerlorfd Nelson dalam catalyst conference speech university of Illionis, 1990)</p>
<p>Pencinta alam di Indonesia saat ini belum dirasakan sebagai salah satu akar gerakan lingkungan, terbukti dalam korelasinya saat ini dengan menjamurnya perhimpunan pencinta alam seiring pula dengan kerusakan yang tidak terkendali. Dimanakah letak penyimpangan ini karena keberadaan pencinta alam<span id="more-515"></span> dalam tataran yang ideal dapat menumbuhkembangkan generasi yang peduli lingkungan. ini patut dikembangkan baik dalam pola gerakan maupun pengembangan organisasinya. Namun dalam tataran real tidak bisa di bedakan antara pencinta alam dan penggiat alam terbuka karena keduanya hampir tidak bisa dibedakan mana yang penggiat dan mana pencinta alam</p>
<p>Model gerakan lingkungan yang berasal dari pencinta alam pada periode kelahirannya lebih menekankan pada kecintaan terhadap alam yang diwujudkan dengan naik gunung, camping, pelatihan konservasi, dan penghijauan di lereng-lereng gunung. Selain kecintaan terhadap alam, mereka ornop dan sebagian pencinta alam masih terkonsentrasi pada model pembangunan. Karena mereka masih meyakini kebenaran model pembengunan berkelanjutan dengan standar kemajuan ekonomi yang sesungguhnya menimbulkan dampak.</p>
<p>Simpulan Paradigma</p>
<p>Dua nama, pencinta alam dan penggiat alam terbuka seolah-olah merupakan satu kesatuan utuh yang tidak bisa di pisahkan antara keduanya. Namun kalau dilihat secara etimologi kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia akan nampak kelihatan bahwa keduanya tidak ada hubungan satu sama lainnya.</p>
<p>Dalam KBBI, pecinta (alam) ialah orang yang sangat suka akan (alam), sedangkan petualang ialah orang yang suka mencari pengalaman yang sulit-sulit, berbahaya, mengandung resiko tinggi dsd. Dengan demikian, secara etimologi jelas disiratkan dimana keduanya memiliki arah dan tujuan yang berbeda, meskipun space, ruang gerak aktivitas yang dipergunakan keduanya sama, alam.</p>
<p>Dilain pihak, perbedaan itu tidak sebatas lingkup “istilah” saja, tetapi juga langkah yang dijalankan. Seorang pencinta alam lebih populer dengan gerakan enviromentalisme-nya, sementara itu, petualang lebih aktivitasnya lebih lekat dengan aktivitas-aktivitas petualangan seperti pendakian gunung, pemanjatan tebing, pengarungan sungai dan masih banyak lagi kegiatan yang menjadikan alam sebagai medianya.</p>
<p>Belakangan, berlahiran kelompok-kelompok yang mengatasnamakan dirinya sebagai “Kelompok Pecinta Alam, (KPA)”. Namun, keberadaaan mereka belum mencirikan kejelasan arah gerak dan pola pengembangan kelompoknya. Jangankan mencitrakan kelompoknya sebagai pecinta alam, sebagai petualang pun tidak. Aktivitas mereka cenderung merupakan aksi-aksi spontanitas yang terdorong atau bahkan terseret oleh medan ego yang tinggi dan sekian image yang telah terlebih dulu dicitrakan oleh KPA-KPA lain, dengan demikian banyak diantara para “pencinta alam” itu cuma sebatas “gaya” yang menggunakan alam sebagai alat.</p>
<p>Pencinta alam dunia dengan gerakan enviromentalisme yang berjuang keras dalam menjaga keseimbangan alam ini patut kita contoh sebagai satu gerakan untuk masa depan, kini yang sering ditanyakan ketika kerusakan alam di negeri ini semakin parah dimanakah pencinta alam, begitupun dengan para petualang yang menggunakan alam sebagai medianya. Bahkan Tak jarang aktivitas mereka berakhir dengan terjadinya tindakan yang justru sangat menyimpang dari makna sebagai pecinta alam, misalkan terjadinya praktek-paktek vandalisme. Inilah sebenarnya yang harus di kembalikan tujuan dan arahnya sehingga jelas fungsi dan gerak merekapun bukan hanya sebagai ajang hura-hura belaka.</p>
<p>Sebuah harapan untuk mengembalikan keseimbangan alam ini supaya terhindar dari terputusnya sistem dalam kehidupan ini bukan tanggung jawab pencinta alam atau penggiat alam terbuka saja tapi tugas kita semua sebagai mahluk penghuni bumi dan dua arah yang berbeda dapat bersatu untuk menciptakan kelestarian alam ini khususnya lingkungan hidup.</p>
<p>Aktivis lingkungan hidup dunia dengan gerakan cinta lingkungannya akan lebih berarti tindakannya dengan dukungan dari para pencinta alam yang ada di negeri ini. Dalam perbedaan pola fikir dan arah gerak pencinta alam dengan penggiat alam terbuka terdapat kesamaan pula dengan media yang sama untuk itu bukanlah suatu kemustahilan keduanya bersatu untuk masa depan lingkungan hidup Indonesia sehingga terciptanya lingkungan hidup yang seimbang, stabil dan bermanfaat bagi kehidupan sekarang dan masa depan.</p>
<p>Sebuah peringatan kepada kemanusiaan yang diterbitkan oleh 1.575 ilmuwan dari enam puluh sembilan negara yan mengikuti Konverensi Rio tahun 1992 perlu kita ketahui sebagai sebuah awal penyadaran untuk lingkungan hidup ini.</p>
<p>“Peringatan ” itu berisi bahwa umat manusia dan alam berada pada arah yang bertabrakan. Kegiatan manusia mengakibatkan kerusakan besar pada lingkungan dan sumber daya yang sangat penting yang seringkali tidak dapat di pulihkan. Jika tidak dikaji, banyak dari kegiatan kita skang yang ini menempatkan masa depan pada keadaan yang sangat beresiko, sehingga kita menghadapi realitas masyarakat manusia dan alam tumbuhan dan hewan dan mungkin juga dunia tempat kita hidup ini berubah sedemikian rupa, sehingga tidak dapat lagi mendukung kehidupan menurut cara yan kita kenal. Perubahan fundamental adalah urgen jika kita ingin menghindarkan benturan dalam arah perjalanan kita yang sekarang ini terjadi.(” World scientist Warning to Humanity “) , Pernyataan siaran pers diterbitkan 18 November 1992 oleh The Union of Concerned Scientist.) “</p>
<p>Ancaman yang menempatkan alam dan penghuninya (manusia maupun bukan manusia) berada dalam bahaya ini patut kita ketahui bersama tentang konsekuensi dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh umat manusia sebagai penghuni bumi ini.</p>
<p>Enviromentalisme dan gerakan lingkungan</p>
<p>sebelum melangkah lebih jauh melihat gerakan lingkungan baiknya kita tinjau masalah lingkungan. Masalah masalah lingkungan hidup seringkali tidak menjadi prioritas yang tinggi dan seringkali menjadi sub agenda dengan demikian akhirnya larut dan tenggelam dalam tema-tema kampanye yang lebih luas dan abstrak. sementara itu gerakan lingkungan atau dsebut juga enviromentalisme yaitu suatu faham yang menempatkan lingkungan hidup sebagai pola dan arah gerakannya. Bagi sebagian pihak enviromentalisme mungkin asing karena enviromentalisme dianggap sebagai gerakan yang membahayakan orde pada waktu itu (orde baru) terutama dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan ekploitasi hutan. Organisasi non politik yang concern pada lingkungan pada masa itu pun di arahkan langsung oleh Emil Salim waktu itu menjabat Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup untuk tidak mengikuti taktik Green Peace ataupun The German Green yang bisa masuk mengkritisi setiap kebijakan pemerintah yang tidak memperhatikan dampak lingkungan hidup terhadap alam ataupun masyarakat.</p>
<p>Sedangkan gerakan lingkungan hidup menurut literatur sosiologi istilah “gerakan lingkungan hidup” digunakan dalam tiga pengertian yaitu pertama sebagai penggambaran perkembangan tingkah laku kolektif (collective behavior). Kedua, sebagai jaringan konflik-konflik dan interaksi politis seputar isu-isu lingkungan hidup dan isu-isu lain yang terkait. Ketiga, sebagai perwujudan dari perubahan opini publik dan nilai-nilai yang menyangkut lingkungan.</p>
<p>Di Indonesia istilah gerakan lingkungan hidup di pakai dalam konsorsium : “15 tahun Gerakan Lingkungan Hidup : Menuju Pembangunan Berwawasan Lingkungan”. Yang di selenggarakan oleh kantor Meneg Kependudukan Dan Lingkungan Hidup di Jakarta, 5 Juni 1972.</p>
<p>Denton E Morrison mengusulkan bahwa yang di sebutkan gerakan lingkungan hidup sesungguhnya terdiri dari 3 komponen yaitu komponen pertama, the organized or voluntary enviromental movement ( gerakan lingkungan yang terorganisir atau gerakan yang sukarela ) termasuk dalam kategori ini adalah organisasi lingkungan seperti Enviromental Devense Fund, Green Peace atau di Indonesia ada WALHI Jaringan Pelestarian Hutan “SKEPHI”. Komponen kedua, The public enviromental movement (gerakan lingkungan publik ) adalah khalayak ramai yang dengan sikap sehari-hari dalam tindakan dan kata-kata mereka menyatakan kesukaan mereka terhadap ekosistem tertentu, pola hidup tertentu serta flora dan fauna tertentu. Komponen ketiga The Institusional Enviromental Movement (gerakan lingkungan terlembaga ) ini sangat menentukan dalam negara negara berkembang dimana peranan negara sangat dominan dan peranan aparat-aparat birokrasi resmi mempunyai kewenangan hukum (yuridiksi) terhadap kebijakan umum tentang lingkungan hidup atau yang berkaitan dengan lingkungan hidup sebagai contoh di Amerika ada Badan Perlindungan Lingkungan ( EPA &#8211; Enviromental Protection Agency), Dinas Pertamanan Nasional ( National Park Service) padanannya di Indonesia adalah Kantor Meneg KLH, DEPHUT.</p>
<p>Komponen gerakan lingkungan terlembaga ini penting untuk di amati sendiri ambilah contoh keberhasilan EPA dalam mengendalikan polusi air dan udara misalnya di pengaruhi kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, kebijaksanaan luar negeri serta ketersediaan sumber-sumber energi</p>
<p>Hakikat gerakan lingkungan menurut Buttel dan Larson mempunyai beberapa manfaat, pertama struktur gerakan lingkungan di setiap negara yakni hubungan diantara tiga komponen itu bisa berbeda-beda dan ini membawa variasi yang cukup berarti di antara paham lingkungan (enviromentalism) negara-negara itu. Kedua, taktik dan ideologi gerakan lingkungan terorganisir di suatu negara dapat di lihat sebagai hasil interaksi diantara komponen &#8211; komponen kelas negara itu satu pihak, dan kelompok-kelompok kepentingan (interces group) dilain pihak.</p>
<p>Epilog</p>
<p>Perubahan paradigma dalam tubuh pencinta alam bukan sebuah kemustahilan untuk berubah dan seimbang dengan kegiatan kegiatan alam terbuka yang biasa di gelutinya. Tidak menutup kemungkinan sebuah gerakan radikal untuk masalah kesadaran lingkungan terwujud dalam satu koridor gerakan lingkungan karena masalah lingkungan adalah masalah bersama yang membutuhkan kerjasama dari setiap stake holder pelaku,pemerhati dan aktivis yang bergerak atasnama lingkungan</p>
<p>Dalam konteks gerakan lingkungan, maka tantangan semakin yang semakin besar di masa mendatang mengharuskan kita untuk melakukan reposisi gerakan lingkungan menjadi gerakan sosial, karena ini adalah satu-satunya jalan untuk menghadapi dominasi pasar dan globalisasi.</p>
<p style="text-align:left;">Oleh:  Iden Wildensyah, saat ini tercatat mahasiswa UPI Bandung aktif di KPALH Gandawesi serta relawan lingkungan di Bandung pernah menjadi peserta PEKA (pelatihan konservasi dan advokasi) PA region jawa di WALHI D.I.Y</p>
<p>sumber :</p>
<ul>
<li>George Junus Aditjondro,2003. Pola-pola Gerakan Lingkungan. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.</li>
<li>Philif Shobecof,1998. Sebuah Nama Baru Untuk Perdamaian. Yayasan Obor Indonesia.Jakarta.</li>
<li>soemarwotto,otto,2001, Ekologi,Lingkungan Hidup dan Pembangunan.Djambatan.Jakarta</li>
<li>Jurnal WACANA Edisi12,Tahun III,2002 Lingkungan Versus Kapitalisme Global, penerbit INSIST Press</li>
<li>Buletin Wanadri no 17, 2002</li>
<li>Kalam Jabar, Republika Rabu 25 februari 2004.</li>
<li>Habitat Newsletter KONUS Volume 03 no 02. Juni &#8211; September 2003</li>
<li>Isola Magazine, media Unit Pers Mahasiswa UPI edisi I,Juli &#8211; September 2003</li>
</ul>
<p><strong>Tulisan Lainnya : [archives]</strong></p>
<p style="text-align:left;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gispala.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gispala.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gispala.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gispala.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gispala.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gispala.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gispala.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gispala.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gispala.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gispala.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gispala.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gispala.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gispala.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gispala.wordpress.com/515/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=515&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~4/pclBmaQrsuk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gispala.wordpress.com/2012/03/03/pecinta-alam-dan-paradigma-gerakan-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fe47a2ca2f9c7480ab7529a3c0a887?s=96&amp;d=&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gispala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gispala.files.wordpress.com/2012/03/paradigma-pecinta-alam.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">paradigma pecinta alam</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://gispala.wordpress.com/2012/03/03/pecinta-alam-dan-paradigma-gerakan-lingkungan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Siap-siap Gispala Buka Perekrutan Anggota Baru Lho ^_^</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~3/rtvU38CmkZw/</link>
		<comments>http://gispala.wordpress.com/2012/02/11/siap-siap-gispala-buka-perekrutan-anggota-baru-lho-_/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 07:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gispala</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekedar info]]></category>
		<category><![CDATA[april 2012]]></category>
		<category><![CDATA[gispala]]></category>
		<category><![CDATA[perekrutan anggota baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gispala.wordpress.com/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmaanirrahiim.. Salam Lestari! Manteman gispala mau buka perekrutan anggota baru lho..  Seiring dengan terselenggaranya program Camping Gathering II yang berlokasi di Bumi Perkemahan Cidahu- Sukabumi pada 2 minggu lalu, kami melihat  antusiasme pendaki maupun petualang muda muslim sangat tinggi untuk bisa bergabung dengan kami. Terbukti ketika kamis dini hari kemarin Ketua kami, mas Wicaksono Tri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=507&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://gispala.files.wordpress.com/2012/02/161900_103982686308443_7253924_n.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-508" title="161900_103982686308443_7253924_n" src="http://gispala.files.wordpress.com/2012/02/161900_103982686308443_7253924_n.jpg?w=150&h=136" alt="" width="150" height="136" /></a>Bismillahirrahmaanirrahiim..</strong></p>
<p><em>Salam Lestari!</em></p>
<p>Manteman <a title="Gispala" href="http://gispala.wordpress.com" target="_blank">gispala</a> mau buka perekrutan anggota baru lho..  Seiring dengan terselenggaranya program <strong>Camping Gathering II</strong> yang berlokasi di Bumi Perkemahan Cidahu- Sukabumi pada 2 minggu lalu, kami melihat  antusiasme pendaki maupun petualang muda muslim sangat tinggi untuk bisa bergabung dengan kami.<span id="more-507"></span></p>
<p>Terbukti ketika kamis dini hari kemarin Ketua kami, mas <em>Wicaksono Tri Prastantyo Putro</em> atau lebih akrabnya bisa dipanggil <em>mas soni</em> atau <em>mas ganteng</em> (katanya <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ) menelpon saya dan mengabarkan bahwa <strong>Program Perekrutan Anggota baru</strong> <a title="Gispala" href="http://gispala.wordpress.com" target="_blank">Gispala</a> akan dilaksanakan 2 bulan lagi, yaitu pada <strong>bulan April 2012</strong> tepatnya.</p>
<p>Adapun teman-teman apabila berminat ingin bergabung bersama kami, kami mohon agar dipersiapkan segala sesuatunya, mulai dari materi, fisik, mental, dan yang lainnya.</p>
<p>Sekian dari saya, Semoga Sukses dan Sampai bertemu di Gispala!</p>
<p><a title="Dimas Putra Ramadhan" href="http://facebook.com/dimasputraramadhan" target="_blank">Dimas Putra Ramadhan</a></p>
<p>G.003.001/Salak 1 2211</p>
<p>Lintas Bono, Pelelawan, Riau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tulisan Lainnya : [archives]</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gispala.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gispala.wordpress.com/507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gispala.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gispala.wordpress.com/507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gispala.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gispala.wordpress.com/507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gispala.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gispala.wordpress.com/507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gispala.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gispala.wordpress.com/507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gispala.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gispala.wordpress.com/507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gispala.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gispala.wordpress.com/507/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=507&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~4/rtvU38CmkZw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gispala.wordpress.com/2012/02/11/siap-siap-gispala-buka-perekrutan-anggota-baru-lho-_/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fe47a2ca2f9c7480ab7529a3c0a887?s=96&amp;d=&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gispala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gispala.files.wordpress.com/2012/02/161900_103982686308443_7253924_n.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">161900_103982686308443_7253924_n</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://gispala.wordpress.com/2012/02/11/siap-siap-gispala-buka-perekrutan-anggota-baru-lho-_/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>55 Adab Mendaki Gunung Menurut Syariat</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~3/q6cJM8JGujw/</link>
		<comments>http://gispala.wordpress.com/2012/01/14/55-adab-mendaki-gunung-menurut-syariat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 10:02:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gispala</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[adab mendaki gunung]]></category>
		<category><![CDATA[adab-adab mendaki gunung]]></category>
		<category><![CDATA[alam dan islam]]></category>
		<category><![CDATA[bekal selama mendaki gunung]]></category>
		<category><![CDATA[gunung dan manusia]]></category>
		<category><![CDATA[islam dan alam]]></category>
		<category><![CDATA[manusia dan gunung]]></category>
		<category><![CDATA[mendaki gunung]]></category>
		<category><![CDATA[mendaki gunung menurut syariat]]></category>
		<category><![CDATA[muslim pendaki]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki gunung]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki muslim]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan dalam mendaki gunung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gispala.wordpress.com/?p=499</guid>
		<description><![CDATA[Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Az-Zumar:9). Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=499&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gispala.files.wordpress.com/2012/01/pendaki-gunung.jpeg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-503" title="pendaki gunung" src="http://gispala.files.wordpress.com/2012/01/pendaki-gunung.jpeg?w=150&h=113" alt="" width="150" height="113" /></a>Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Az-Zumar:9).</p>
<p>Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.” (Ar-Ra’d:19).</p>
<p><span id="more-499"></span></p>
<p><strong>01. Shalat Istikharah.</strong></p>
<p>Melakukan shalat istikharah terlebih dahulu untuk memohon petunjuk kepada Allah mengenai waktu safar, kendaraan yang digunakan, teman perjalanan dan arah jalan. Dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau berkata,</p>
<p>كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كُلِّهَا ، كَمَا يُعَلِّمُ السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ</p>
<p>“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengajari para sahabatnya shalat istikhoroh dalam setiap urusan. Beliau mengajari shalat ini sebagaimana beliau mengajari surat dari Al Qur’an.” [HR. Bukhari no. 7390]</p>
<p><strong>02. Bermusyawarah dengan keluarga atau orang yang berilmu.</strong></p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:</p>
<p>وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ</p>
<p>“Dan perkara mereka dimusyawarahkan di antara mereka.” (Asy-Syura: 38)</p>
<p>Yaitu mereka memusyawarahkan permasalahan di antara mereka, tidak bersikap terburu-buru/tergesa-gesa, dan mereka tidak menuruti pendapat mereka sendiri. Adalah kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak musyawarah para sahabatnya dalam urusan-urusan beliau dan Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan hal ini kepada beliau dalam firman-Nya:</p>
<p>وَشَاوِرْهُمْ فِي اْلأَمْرِ</p>
<p>“Dan ajaklah mereka musyawarah dalam urusan-urusan yang ada.” [Fathul Qadir, 4/642].</p>
<p><strong>03. Meminta izin kepada orangtua. </strong></p>
<p>Seseorang datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam meminta izin untuk pergi Jihad, maka Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya, “Apakah kedua ibu bapakmu masih hidup?”</p>
<p>Laki-laki itu menjawab, “Ya.”</p>
<p>Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tinggallah dengan kedua orangtuamu, maka itulah Jihadmu.”</p>
<p>Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Hadits di atas dijadikan dalil haramnya safar tanpa izin orangtua. Karena menakala Jihad dilarang, padahal keutamaannya sangat agung, maka safar yang mubah tentu lebih dilarang…” [Fathul Bari, VI/174].</p>
<p><strong>04. Mencukupi bekal dan harta dengan baik baik untuk orang yang safar maupun keluarga yang ditinggalkan. </strong></p>
<p>Allah Ta’ala berfirman, “…dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” [QS Al-Baqarah: 195].</p>
<p>Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh memudharatkan diri sendiri dan memudharatkan orang lain.” [HR Malik II/745].</p>
<p><strong>05. Pergi dengan harta yang halal. </strong></p>
<p>Rasulullah menyebutkan seseorang yang mengadakan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, ia mengangkat kedua tangannya ke arah langit sambil mengatakan: &#8220;Ya rabb, ya rabb, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya juga haram, bahkan diberi dari yang haram-haram, maka (beliau berkata:) mana mungkin akan dikabulkan keinginannya.&#8221; [HR. Muslim bab Qubulus Shadaqah minal Kasbit-Thayyib no. 1015].</p>
<p><strong>06. Berwasiat atau menulis wasiat untuk kerabatnya. </strong></p>
<p>Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah layak bagi orang muslim yang mempunyai sesuatu yang hendak diwasiatkan selagi masih hidup selama dua malam, melainkan wasiatnya harus sudah ditulis di sisinya.” [Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim].</p>
<p>Ibnu Umar berkata, “Semenjak kudengar sabda beliau ini, tidak pernah lewat satu malam pun, melainkan aku sudah mempunyai wasiat.”</p>
<p><strong>07. Melakukan perjalanan bersama 3 orang atau lebih. </strong></p>
<p>Sebagaimana hadits,</p>
<p>الرَّاكِبُ شَيْطَانٌ وَالرَّاكِبَانِ شَيْطَانَانِ وَالثَّلاَثَةُ رَكْبٌ</p>
<p>“Satu pengendara (musafir) adalah syaithan, dua pengendara (musafir) adalah dua syaithan, dan tiga pengendara (musafir) itu baru disebut rombongan musafir.”[HR. Abu Daud no. 2607, At Tirmidzi no. 1674 dan Ahmad 2/186. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 62].</p>
<p>Yang dimaksud dengan syaithan di sini adalah jika kurang dari tiga orang, musafir tersebut sukanya membelot dan tidak taat.[Lihat Fathul Bari,  Ibnu Hajar Al Asqolani, Darul Ma’rifah, 1379, 6/53 dan penjelasan Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 62].</p>
<p>Namun larangan di sini bukanlah haram (tetapi makruh) karena larangannya berlaku pada masalah adab.[Lihat perkataan Ath Thobari yang dibawakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Fathul Bari,  6/53].</p>
<p><strong>08. Mencari orang atau teman-teman seperjalanan yang shalih. </strong></p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p>الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ (رواه الترمذي)</p>
<p>“Seseorang itu tergantung kepada kepribadian teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat siapa yang dijadikan teman karibnya.” [HR. At-Tirmidzi].</p>
<p><strong>09. Memilih atau mengangkat pemimpin rombongan. </strong></p>
<p>Adapun perintah untuk mengangkat pemimpin ketika safar adalah,</p>
<p>إِذَا كَانَ ثَلاَثَةٌ فِى سَفَرٍ فَلْيُؤَمِّرُوا أَحَدَهُمْ</p>
<p>“Jika ada tiga orang keluar untuk bersafar, maka hendaklah mereka mengangkat salah di antaranya sebagai ketua rombongan.” [HR. Abu Daud no. 2609. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih].</p>
<p><strong>10. Dianjurkan bepergian pada hari Kamis. </strong></p>
<p>Dari Ka’ab bin Malik, beliau berkata,</p>
<p>أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – خَرَجَ يَوْمَ الْخَمِيسِ فِى غَزْوَةِ تَبُوكَ ، وَكَانَ يُحِبُّ أَنْ يَخْرُجَ يَوْمَ الْخَمِيسِ</p>
<p>“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju perang Tabuk pada hari Kamis. Dan telah menjadi kebiasaan beliau untuk bepergian pada hari Kamis.”[HR. Bukhari no. 2950].</p>
<p><strong>11. Melakukan perjalanan pada malam hari. </strong></p>
<p>Waktu terbaik untuk melakukan safar adalah di waktu duljah. Sebagian ulama mengatakan bahwa duljah bermakna awal malam. Ada pula yang mengatakan seluruh malam karena melihat kelanjutan hadits. Jadi dapat kita maknakan bahwa perjalanan di waktu duljah adalah perjalanan di malam hari[Lihat ‘Aunul Ma’bud, Muhammad Syamsul Haq Abu Ath Thoyib, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, Beirut, cetakan kedua, 1415 H, 7/171].</p>
<p>Perjalanan di waktu malam itu sangatlah baik karena ketika itu jarak bumi seolah-olah didekatkan. Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>عَلَيْكُمْ بِالدُّلْجَةِ فَإِنَّ الأَرْضَ تُطْوَى بِاللَّيْلِ</p>
<p>“Hendaklah kalian melakukan perjalanan di malam hari, karena seolah-olah bumi itu terlipat ketika itu.”[HR. Abu Daud no. 2571, Al Hakim dalam Al Mustadrok 1/163, dan Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro 5/256. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shahihah no. 681].</p>
<p><strong>12. Melaksanakan shalat 2 rakaat sebelum pergi dan tatkala pulang (atau mau masuk rumah). </strong></p>
<p>Sebagaimana terdapat hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>إِذَا خَرَجْتَ مِنْ مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَخْرَجِ السُّوْءِ وَإِذَا دَخَلْتَ إِلَى مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَدْخَلِ السُّوْءِ</p>
<p>“Jika engkau keluar dari rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah.”[HR. Al Bazzar, hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shohihah no. 1323].</p>
<p><strong>13. Berpamitan ketika mau pergi kepada orang yang ditinggalkan. </strong></p>
<p>Do’a yang biasa diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang hendak bersafar adalah,</p>
<p>أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ</p>
<p>“Astawdi’ullaha diinaka, wa  amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)”[HR. Abu Daud no. 2600, Tirmidzi no. 3443 dan Ibnu Majah no. 2826. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shahihah no. 14 dan 15.].</p>
<p><strong>14. Mendoakan keluarga atau kerabat yang ditinggalkan. </strong></p>
<p>Hendaklah musafir atau yang berpergian mengatakan kepada orang yang ditinggalkan,</p>
<p>أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ</p>
<p>“Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’ahu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya).”[HR. Ibnu Majah no. 2825. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih].</p>
<p><strong>15. Membaca doa ketika keluar dari rumah. </strong></p>
<p>ketika keluar rumah dianjurkan membaca do’a:</p>
<p>بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ</p>
<p>“Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa hawla wa laa quwwata illa billah” (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya). [HR. Abu Daud no. 5095 dan Tirmidzi no. 3426, dari Anas bin Malik. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1605].</p>
<p><strong>16. Membaca doa naik kendaraan. </strong></p>
<p>Ketika menaikkan kaki di atas kendaraan hendaklah seorang musafir membaca, “Bismillah, bismillah, bismillah”. Ketika sudah berada di atas kendaraan, hendaknya mengucapkan, “Alhamdulillah”. Lalu membaca,</p>
<p>سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ</p>
<p>“Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna  lahu muqriniin. Wa inna ilaa robbina lamun-qolibuun” (Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami).</p>
<p>Kemudian mengucapkan, “Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah”. Lalu mengucapkan, “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.” Setelah itu membaca,</p>
<p>سُبْحَانَكَ إِنِّى قَدْ ظَلَمْتُ نَفْسِى فَاغْفِرْ لِى فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ</p>
<p>“Subhaanaka inni qod zholamtu nafsii, faghfirlii fa-innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta” (Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku telah menzholimi diriku sendiri, maka ampunilah aku karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau).[HR. At Tirmidzi no. 3446, dari ‘Ali bin Abi Thalib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]</p>
<p><strong>17. Membaca doa safar atau bepergian. </strong></p>
<p>Jika sudah berada di atas kendaraan untuk melakukan perjalanan, hendaklah mengucapkan, “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.” Setelah itu membaca,</p>
<p>سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ</p>
<p>“Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna  lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun[1]. Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.” (Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga). [HR. Muslim no. 1342, dari ‘Abdullah bin ‘Umar].</p>
<p><strong>18. Memperbanyak doa, karena doanya musafir adalah dikabulkan/mustajab. </strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَالْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ</p>
<p>“Tiga do’a yang tidak diragukan lagi terkabulnya yaitu do’a seorang musafir, do’a orang yang terzholimi, dan do’a orang tua kepada anaknya.”[HR. Ahmad 2/434. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lainnya].</p>
<p><strong>19. Membaca doa ketika singgah di suatu tempat. </strong></p>
<p>Tujuannya agar terhindar dari berbagai macam bahaya dan gangguan.</p>
<p>Dari Khowlah binti Hakim As Sulamiyah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>مَنْ نَزَلَ مَنْزِلاً ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. لَمْ يَضُرُّهُ شَىْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ</p>
<p>“Barangsiapa yang singgah di suatu tempat kemudian dia mengucapkan, ”A’udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan setiap makhluk)”, maka tidak ada satu pun yang akan membahayakannya sampai dia pergi dari tempat tersebut.”[HR. Muslim no. 2708].</p>
<p><strong>20. Membaca dzikir pagi petang selama safar. </strong></p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعاً وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلاَ تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ</p>
<p>“Dan sebutlah (nama) Rabbmu dalam hatimu dengan merendahkan diri, penuh dengan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” [QS. Al-A’raf: 205].</p>
<p>Ibnul Qayim mengatakan,“Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah suatu saat shalat shubuh. Kemudian (setelah shalat shubuh) beliau duduk sambil berdzikir kepada Allah Ta’ala hingga pertengahan siang. Kemudian berpaling padaku dan berkata, ‘Ini adalah kebiasaanku di pagi hari. Jika aku tidak berdzikir seperti ini, hilanglah kekuatanku’ –atau perkataan beliau yang semisal ini-.” [Al Wabilush Shoyib min Kalamith Thoyib, hal.63, Maktabah Syamilah].</p>
<p><strong>21. Berpakaian tebal ketika suhu dingin. </strong></p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>وَالْأَنْعَامَ خَلَقَهَا لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌ وَمَنَافِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ</p>
<p>“Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan.” (QS. An Nahl: 5).</p>
<p>Umar bin Al Khottob radhiyallahu ‘anhu pun pernah memberi wasiat ketika masuk musim dingin untuk berbekal dengan pakaian-pakaian tebal karena beliau katakan bahwa musim dingin adalah musuh, begitu cepat menyerang dan amat sulit untuk keluar.[Lathoif Al Ma’arif, hal. 571].</p>
<p><strong>22. Berwudhu dengan air sedikit ( atau berwudhu dengan membasuh masing-masing 1 x atau 2 x). </strong></p>
<p>Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu : “Bahwasanya Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam biasa berwudhu dengan 1 mud ( 1 genggaman tangan orang Arab zaman Nabi ) air dan mandi dengan 4 sampai 5 mud air.” [HR: Al Bukhari no. 201, Muslim no. 325, menurut lafazh Muslim].</p>
<p>Diriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal bahwa dia pernah mendengar Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Akan ada di kalangan umatku suatu kaum yang berlebih-lebihan dalam bersuci dan berdoa.” [R: Abu Dawud (I/24) no.96, dan dishahihkan oleh Al Albani].</p>
<p><strong>23. Berwudhu dalam cuaca yang sangat dingin atau memberatkan. </strong></p>
<p>Disebutkan dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,</p>
<p>أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ. قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ  إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ.</p>
<p>“Maukah kalian untuk aku tunjukkan atas sesuatu yang dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajat?&#8221; Mereka menjawab, &#8220;Tentu, wahai Rasulullah.&#8221; Beliau bersabda, &#8220;Menyempurnakan wudhu pada sesuatu yang dibenci (seperti keadaan yang sangat dingin pent), banyaknya langkah kaki ke masjid, dan menunggu shalat berikutnya setelah shalat. Itulah ribath.”[HR. Muslim no. 251].</p>
<p><strong>24. Tayammum jika tidak ada air. </strong></p>
<p>Dari Abu Dzar bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya tanah yang suci adalah alat bersuci bagi seorang muslim sekalipun dia tidak mendapatkan air sepuluh tahun.” [HR. Nasa’i (321), Tirmidzi (124), Abu Dawud (332), Ahmad (5/160). Tirmidzi berkata, “Hadits hasan shahih.”].</p>
<p><strong>25. Mengusap khuf atau sepatu ketika berwudhu. </strong></p>
<p>Dan dari Shafwan bin Asad berkata, “Artinya : Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kami apabila kami musafir supaya tidak melepas khuf-khuf kami selama tiga hari tiga malam, kecuali disebabkan jenabat (junub). Akan tetapi (tidak harus dilepas kalau) dikarenakan buang air besar, kencing dan tidur” [Hadits Riwayat Nasa’i dan Tirmidzi. Hadits diatas yang terdpat dalam lafal Tirmidzi. Ibnu Khuzaimah juga meriwayatkan hadits ini, dan sekaligus menilainya shahih].</p>
<p><strong>26. Menentukan arah kiblat untuk shalat. </strong></p>
<p>Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,</p>
<p>فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ</p>
<p>“Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” (QS. Al Baqarah: 144)</p>
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda kepada orang jelek shalat (musi’ salatahu),</p>
<p>إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَأَسْبِغِ الْوُضُوءَ ثُمَّ اسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ فَكَبِّرْ</p>
<p>“Jika engkau hendak mengerjakan shalat, maka sempurnakanlah wudhumu lalu menghadaplah ke kiblat, kemudian bertakbirlah.” [HR. Bukhari no. 6251 dan Muslim no. 912].</p>
<p><strong>27. Berdoa ketika menjelang shubuh. </strong></p>
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bersafar dan bertemu dengan waktu sahur, beliau mengucapkan,</p>
<p>سَمَّعَ سَامِعٌ بِحَمْدِ اللَّهِ وَحُسْنِ بَلاَئِهِ عَلَيْنَا رَبَّنَا صَاحِبْنَا وَأَفْضِلْ عَلَيْنَا عَائِذًا بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ</p>
<p>“Samma’a saami’un bi hamdillahi wa husni balaa-ihi ‘alainaa. Robbanaa shohibnaa wa afdhil ‘alainaa ‘aa-idzan billahi minan naar (Semoga ada yang memperdengarkan pujian kami kepada Allah atas nikmat dan cobaan-Nya yang baik bagi kami. Wahai Rabb kami, peliharalah kami dan berilah karunia kepada kami dengan berlindung kepada Allah dari api neraka).”[HR. Muslim no. 2718].</p>
<p><strong>28. Bisa menyaksikan fajar shadiq dan menentukan waktu shalat. </strong></p>
<p>Allah ta’ala berfirman :</p>
<p>أَقِمِ الصَّلاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا</p>
<p>“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) shubuh. Sesungguhnya salat shubuh itu disaksikan (oleh malaikat)” [QS. Al-Israa’ : 78].</p>
<p>حديث جبريل ثُمَّ أَتَاهُ حِينَ امْتَدَّ الْفَجْرُ وَأَصْبَحَ وَالنُّجُومُ بَادِيَةٌ مُشْتَبِكَةٌ فَصَنَعَ كَمَا صَنَعَ بِالْأَمْسِ فَصَلَّى الْغَدَاةَ (رواه النسائي: 513)ـ</p>
<p>Hadits Jibril (tentang waktu sholat): “…kemudian Jibril mendatangi beliau (di hari kedua) ketika fajar memanjang, dan bintang-bintang masih jelas dan bercampur, lalu ia melakukan apa yang dilakukannya kemarin, kemudian sholat shubuh. [HR. Nasa’i, dishohihkan oleh Albani].</p>
<p><strong>29. Shalat fardhu dengan jama’ dan qashar. </strong></p>
<p>Mengqoshor shalat di sini hukumnya wajib sebagaimana hadits dari ‘Aisyah,</p>
<p>فُرِضَتِ الصَّلاَةُ رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ فِى الْحَضَرِ وَالسَّفَرِ فَأُقِرَّتْ صَلاَةُ السَّفَرِ وَزِيدَ فِى صَلاَةِ الْحَضَرِ.</p>
<p>“Dulu shalat diwajibkan dua raka’at dua raka’at ketika tidak bersafar dan ketika bersafar. Kewajiban shalat dua raka’at dua raka’at ini masih berlaku ketika safar. Namun jumlah raka’atnya ditambah ketika tidak bersafar.”[HR. Bukhari no. 350 dan Muslim no. 685].</p>
<p>Hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,</p>
<p>كَانَ النَّبِىُّ &#8211; صلى الله عليه وسلم &#8211; يَجْمَعُ بَيْنَ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ فِى السَّفَرِ</p>
<p>“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menjama’ shalat Maghrib dan Isya’ ketika safar”[HR. Bukhari no. 1108].</p>
<p><strong>30. Shalat dengan berjama’ah. </strong></p>
<p>Imam Asy Syafi’i mengatakan, “Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ada udzur.”[Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, Darul Imam Ahmad, Kairo-Mesir, hal. 107].</p>
<p>Syaikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah bin Baz mengatakan, “Apabila musafir berada di perjalanan, maka tidak mengapa dia shalat sendirian. Adapun jika telah sampai negeri tujuan, maka janganlah dia shalat sendiri. Akan tetapi hendaknya dia shalat secara berjama’ah bersama jama’ah di negeri tersebut, kemudian dia menyempurnakan raka’atnya (tidak mengqoshor). Adapun jika dia melakukan perjalanan sendirian dan telah masuk waktu shalat, maka tidak mengapa dia shalat sendirian ketika itu dan dia mengqoshor shalat yang empat raka’at (seperti shalat Zhuhur) menjadi dua raka’at.”[Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, Mawqi’ Al Ifta’, 12/243].</p>
<p><strong>31. Shalat diatas kendaraan ketika dalam perjalanan. </strong></p>
<p>Dari Jabir bin ’Abdillah, beliau mengatakan,</p>
<p>كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُصَلِّى عَلَى رَاحِلَتِهِ حَيْثُ تَوَجَّهَتْ ، فَإِذَا أَرَادَ الْفَرِيضَةَ نَزَلَ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ</p>
<p>“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melaksanakan shalat sunnah di atas kendaraannya sesuai dengan arah kendaraannya. Namun jika ingin melaksanakan shalat fardhu, beliau turun dari kendaraan dan menghadap kiblat.”[HR. Bukhari no. 400].</p>
<p>Akan tetapi jika seseorang berada di mobil, pesawat, kereta api atau kendaraan lainnya, lalu musafir tersebut tidak mampu melaksanakan shalat dengan menghadap kiblat dan tidak mampu berdiri, maka dia boleh melaksanakan shalat fardhu di atas kendaraannya dengan dua syarat,</p>
<p>- Khawatir akan keluar waktu shalat sebelum sampai di tempat tujuan. Namun jika bisa turun dari kendaraan sebelum keluar waktu shalat, maka lebih baik menunggu. Kemudian jika sudah turun, dia langsung mengerjakan shalat fardhu.</p>
<p>- Jika tidak mampu turun dari kendaraan untuk melaksanakan shalat. Namun jika mampu turun dari kendaraan untuk melaksanakan shalat fardhu, maka wajib melaksanakan shalat fardhu dengan kondisi turun dari kendaraan.</p>
<p>Jika memang kedua syarat ini terpenuhi, boleh seorang musafir melaksanakan shalat di atas kendaraan.[Lihat pembahasan shalat di mobil dan pesawat di Fatawa Al Islam Sual wa Jawab no. 21869 pada link http://www.islamqa.com/ar/ref/21869].</p>
<p><strong>32. Shalat witir dan Shalat Sunnah Shubuh (qabliyah shubuh) selama safar. </strong></p>
<p>Shalat witir adalah sunnah yang ditekankan sekali. Oleh sebab itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan shalat sunnah witir dengan sunnah Shubuh ketika bermukim atau ketika bepergian. [Lihat Zaadul Ma’aad, I : 315 dan Al-Mughni, III : 196, dan II : 240].</p>
<p><strong>33. Mengucapkan takbir ketika mendaki. </strong></p>
<p>عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدَ الله رضي الله عنه قَالَ : كُنَّا إذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا وَ إذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا</p>
<p>Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu &#8216;anhu, ia berkata,”Kami bertakbir, jika menaiki (tempat yang tinggi), dan bertasbih manakala kami menuruni lembah.” [HR Al Bukhari. Syaikh Salim bin Id Al Hilali berkata,”Dikeluarkan oleh Bukhari (6/135-Fathul Bari).” Lihat Bahjatun Nazhirin (2/214)].</p>
<p><strong>34. Mengucapkan Tasbih ketika turun. </strong></p>
<p>Dalilnya sudah disebutkan sebelumnya.</p>
<p><strong>35. Berdzikir ketika melihat kebesaran Allah.</strong></p>
<p>Karena di gunung banyak sekali kami melihat kebesaran Allah yang belum pernah kami lihat sebelumnya atau tidak kami lihat di tempat tinggal kami.</p>
<p>Rasulullah ShallallaHu ‘alaihi wa sallam bersabda, “tidaklah seorang musafir di dalam perjalanannya berkhalwat dengan Allah dan berdzikir kepada-Nya, melainkan ia akan disertai oleh Malaikat dan tidaklah ia mengisi perjalannya dengan syair dan sebagainya, melainkan syaithan akan menyertainya.&#8221; [HR: Ath Thabrani dalam kitab al Kabir 895/17.Lihat Shahihul Jami 5706].</p>
<p>Lafazh &#8220;Subhanallah&#8221; dapat kita ucapkan ketika kita sedang takjub dengan kebesaran ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala [HR. Bukhari].</p>
<p>Lafadz &#8220;Allahu Akbar&#8221; juga sunnah diucapkan ketika melihat sesuatu yang menakjubkan dari ciptaan Allah [HR. Bukhari dalam al-Fath].</p>
<p>Seorang yang terkejut disunnahkan untuk mengucapkan lafadz &#8220;Laa ilah illallah&#8221;. [HR. Bukhari dalam Fathul Baari VI/181 dan Muslim IV/22208].</p>
<p>Lafadz &#8220;Masya Allah&#8221; bisa diucapkan ketika kita takjub melihat kelebihan yang dimiliki oleh orang lain, baik berupa harta, kondisi fisik atau yang lainnya. Dalam surat Al Kahfi, terdapat tambahan, “Masya Allah laa quwwata illa billah”</p>
<p><strong>36. Olahraga agar tubuh kuat dan sehat. </strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah, Rasulullah ShallallaHu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah dan keduanya memiliki kebaikkan.” [Shahih Muslim, kitab al Qadar, bab al Iimaan bin Qadar wa idzan lahu no. 2664. Dikeluarkan juga pada Sunan Ibni Majah, al Muqaddimah, bab fil Iimaan no. 79].</p>
<p><strong>37. Memperbanyak jalan kaki. </strong></p>
<p>Dalam keseharian, bila perjalanan jarak pendek, Rasulullah selalu berjalan kaki, yaitu dari rumah ke masjid, dari masjid ke pasar dan dari pasar ke rumah-rumah sahabat. Bahkan beliau berjalan kaki ketika mengunjungi makam pahlawan di Baqi sekitar tiga kilometer dari pusat kota Madinah, baik pada waktu terik matahari maupun malam. Beliau tidak suka hidup manja. Sebab ketika berjalan kaki keringat mengalir di sekjur badan, pori-pori kulit terbuka dan peredaran darah berjalan nomal sehingga terhindar dari penyakit jantung. Ingatlah mencegah itu lebih baik daripada mengobati.</p>
<p>Ulama salaf mengajarkan, “Seseorang hendaknya menjaga tiga hal pada dirinya: Jangan sampai tidak berjalan kaki, agar jika suatu saat harus melakukannya tidak akan mengalami kesulitan; Jangan sampai tidak makan, agar usus tidak menyempit; dan jangan sampai meninggalkan hubungan seks, karena air sumur saja bila tidak digunakan akan kering sendiri. [Ath Thib An Nabawi, Ibnu Qayyim Al Jauziyah].</p>
<p><strong>38. Beristirahat di tengah jalan. </strong></p>
<p>Rasulullah ShallallaHu ‘alaihi wa sallam bersabda, &#8220;Apabila kalian tengah melintas tanah yang subur, maka berilah bagian kepada unta tunggangan untuk makan dari rerumputan&#8230;&#8221;</p>
<p><strong>39. Berkumpul ketika singgah dan istirahat. </strong></p>
<p>Dari Abu Tsa’labah Al Khusyani Radhiyallahu &#8216;anhu, ia berkata,”Dahulu, jika para sahabat singgah di suatu tempat, mereka berpencar di bukit-bukit dan lembah-lembah. Maka Rasulullah bersabda,’Sesungguhnya berpencarnya kalian ke bukit-bukit dan lembah-lembah merupakan kehinaan bagi kalian (dan itu berasal) dari syethan’. Maka setelah kejadian itu, mereka tidak singgah di suatu tempat, kecuali mereka bergabung satu sama lainnya.”[Hadits shahih, dikeluarkan oleh Abu Dawud (2.627), Ahmad (4/193), Al Hakim (2/115), Al Baihaqi (6/152), Ibnu Majah (2.690)].</p>
<p><strong>40. Membuat kemah yang jauh dari jalanan. </strong></p>
<p>عَنْ أبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه و سلم (( إذَا سَافَرْتُمْ فِيْ الخِصْبِ فَأعْطُوْا الإبِلَ حَظَّهُ مِنَ الأرْضِ ، وَ إذَا سَافَرْتُمْ في الجَدْبِ فَأسْرِعُواْ عَلَيْهَا السَّيْرَ وَ بَادِرُوا بِهَا نِقْيَهَا وَ إذَا عَرَّسْتُمْ فَاجْتَنِبُوْا الطَّرِيْقَ فَإنَّهَا طُرُقَ الدَّوَابِ وَ مَأوَى الهَوَامِّ بِاللَّيْلِ</p>
<p>Dari Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa salam bersabda,”Jika kalian bepergian dan melewati daerah padang rumput, maka berikanlah unta haknya dari (rumput yang tumbuh di) tanah tersebut. Dan jika kalian melewati daerah tandus, maka percepatlah langkah kalian. Dan jika kalian hendak bermalam, maka janganlah bermalam di jalan, karena ia merupakan tempat lewat hewan dan tempat tinggal serangga pada malam hari.”[HR Muslim. Syaikh Salim bin Id Al Hilali berkata,”Dikeluarkan oleh Muslim (1927).” Lihat Bahjatun Nazhirin (2/203)].</p>
<p><strong>41. Saling bekerja sama dan membantu antara sesama pendaki. </strong></p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa salam bersabda,”Barangsiapa yang memiliki kelebihan tempat, hendaklah ia menyilahkannya bagi orang yang tidak mempunyai tempat. Barangsiapa yang memiliki kelebihan bekal, hendaklah ia menyilahkan kepada orang yang tidak memiliki bekal.&#8221; [HR: Muslim, 1728, dari Abu Sa'id radhiyallahu anhu].</p>
<p><strong>42. Membaca doa-doa atau dzikir ketika hendak tidur dan setelah bangun tidur. </strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,</p>
<p>وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ »</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan kemudian ada orang yang datang mencuri makanan namun aku merebutnya kembali, lalu aku katakan, “Aku pasti akan mengadukan kamu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“. Lalu Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan suatu hadits berkenaan masalah ini. Selanjutnya orang yang datang kepadanya tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi“. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu syetan“. [HR. Bukhari no. 3275].</p>
<p><strong>43. Makan secara berjama’ah/bersama-sama. </strong></p>
<p>Dari Wahsyi bin Harb dari bapaknya dari kakeknya, “Sesungguhnya para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengadu, wahai Rasulullah sesungguhnya kami makan namun tidak merasa kenyang. Nabi bersabda, “Mungkin kalian makan sendiri-sendiri?” “Betul”, kata para sahabat. Nabi lantas bersabda, “Makanlah bersama-sama dan sebutlah nama Allah sebelumnya tentu makanan tersebut akan diberkahi.” [HR Abu Dawud no. 3764 dan dinilai shahih oleh al-Albani].</p>
<p><strong>44. Tidak mengeluh dan putus asa selama dalam perjalanan. </strong></p>
<p>Dalam Shahih al Bukhari, dari Anas Radhiyallahu &#8216;anhu, Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ وَيُعْجِبُنِي الْفَأْلُ الْكَلِمَةُ الْحَسَنَةُ</p>
<p>Tidak ada penyakit yang menular sendiri, dan tidak ada kesialan. Optimisme (yaitu) kata-kata yang baik membuatku kagum.[HR al Bukhari (10/181) dan Muslim (2224)].</p>
<p>Al Hulaimi rahimahullah mengatakan: &#8220;Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam suka dengan optimisme, karena pesimis merupakan cermin persangkaan buruk kepada Allah l tanpa alasan yang jelas. Optimisme diperintahkan dan merupakan wujud persangkaan yang baik. Seorang mukmin diperintahkan untuk berprasangka baik kepada Allah dalam setiap kondisi&#8221;.[Fathu al Bari (10/226)].</p>
<p><strong>45. Menjaga kebersihan selama perjalanan. </strong></p>
<p>Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”[HR Muslim (no. 91)].</p>
<p><strong>46. Mengucapkan salam jika saling bertemu. </strong></p>
<p>Dari Abdullah bin Amr -radhiallahu anhu- dia berkata: Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Islam apakah yang paling baik?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:</p>
<p>تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ</p>
<p>“Kamu memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal”. [HR. Al-Bukhari no. 11, 27 dan Muslim no. 39].</p>
<p><strong>47. Menyingkirkan rintangan di jalan sesuai dengan kemampuan. </strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ، تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تََمْشِيْهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ، وَتُمِيْطُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ</p>
<p>“Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedakah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah ”. [HR. Bukhari dan Muslim].</p>
<p><strong>48. Saling memberi nasehat atau beramar ma’ruf nahi munkar selama perjalanan, seperti mengajak teman kita untuk shalat atau melarang merokok, dsb. </strong></p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ</p>
<p>“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imron: 110)</p>
<p>Sebagian ulama salaf mengatakan, “Mereka bisa menjadi umat terbaik jika mereka memenuhi syarat (yang disebutkan dalam ayat di atas). Siapa saja yang tidak memenuhi syarat di atas, maka dia bukanlah umat terbaik.”</p>
<p><strong>49. Membawa hadiah ketika pulang. </strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencinta”. [HR Bukhari dalam Adabul Mufrad, no. 594. Ibnu Hajar berkata,”Sanadnya shahih”].</p>
<p><strong>50. Bersegera pulang jika urusan telah selesai. </strong></p>
<p>عَنْ أبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أنَّ رَسُوْلَ الله صلى الله عليه و سلم قال (( السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ العَذَابِ يَمْنَعُ أحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَ شَرَابَهُ وَ نَوْمَهُ فَإذَا قَضَى أحَدُكُمْ نَهْمَتَهُ مِنْ سَفَرِهِ فَليُعَجِّلِ إلى أهْلِهِ)).</p>
<p>Dari Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda,”Safar (perjalanan) adalah bagian dari adzab yang mencegah salah seorang kalian dari makan, minum dan tidur. Maka bila salah seorang kalian telah mencapai maksud dari perjalanannya, hendaklah segera kembali kepada keluarganya.” [Mutaffaqun ‘alaih, dan Syaikh Salim berkata,”Dikeluarkan oleh Bukhari (3/262-Fathul Bari) dan Muslim (1.927).” Lihat Bahjatun Nazhirin (2/220)].</p>
<p><strong>51. Memberi kabar ketika hendak pulang kepada orang yang ditinggalkan. </strong></p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pelan-pelanlah, jangan tergesa-gesa (untuk masuk ke rumah kalian) hingga kalian masuk di waktu malam –yakni waktu Isya’– agar para istri yang ditinggalkan sempat menyisir rambutnya yang acak-acakan/kusut dan sempat beristihdad (mencukur rambut kemaluan). ” [HR. Al-Bukhari no. 5245 dan Muslim].</p>
<p><strong>52. Menghindari pulang malam-malam ketika sampai rumah. </strong></p>
<p>Dari Jabir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>نَهَى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَنْ يَطْرُقَ أَهْلَهُ لَيْلاً</p>
<p>“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang untuk pulang dari bepergian lalu menemui keluarganya pada malam hari.”[HR. Bukhari no. 1801].</p>
<p>Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan,</p>
<p>أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ لاَ يَطْرُقُ أَهْلَهُ لَيْلاً وَكَانَ يَأْتِيهِمْ غُدْوَةً أَوْ عَشِيَّةً</p>
<p>“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidak pulang dari bepergian lalu menemui keluarganya pada malam hari. Beliau biasanya datang dari bepergian pada pagi atau sore hari.”[HR. Bukhari no. 1800 dan Muslim no. 1928].</p>
<p><strong>53. Membaca doa ketika kembali dari safar. </strong></p>
<p>Do’a ketika kembali dari safar sama dengan do’a ketika hendak pergi safar. Dan ditambahkan membaca,</p>
<p>آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ</p>
<p>“Aayibuuna taa-ibuuna ‘aabiduun. Lirobbinaa haamiduun (Kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan selalu memuji Rabb kami).”[HR. Muslim no. 1342, dari ‘Abdullah bin ‘Umar].</p>
<p><strong>54. Shalat dua rakaat di masjid ketika tiba dari safar. </strong></p>
<p>Dari Ka’ab, beliau mengatakan,</p>
<p>أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ ضُحًى دَخَلَ الْمَسْجِدَ ، فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ</p>
<p>“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika tiba dari safar pada waktu Dhuha, beliau memasuki masjid kemudian beliau melaksanakan shalat dua raka’at sebelum beliau duduk.”[HR. Bukhari no. 3088].</p>
<p>Dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau mengatakan, “Aku pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam safar. Tatkala kami tiba di Madinah, beliau mengatakan padaku,</p>
<p>ادْخُلِ الْمَسْجِدَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ</p>
<p>“Masukilah masjid dan lakukanlah shalat dua raka’at.”[HR. Bukhari no. 3087].</p>
<p><strong>55. Saling berpelukan ketika tiba dari safar. </strong></p>
<p>Aisyah berkata: “Zaid bin Haritsah baru tiba dari Madinah dan Rasulullah sedang berada dalam rumahku. Dia datang dan mengetuk pintu, mendengar itu rasulullah bangkit dengan segera sambil mengangkat bajunya. Beliau memeluknya dan menciumnya. [HR.Tirmidzi : 2732].</p>
<p>Asy-Sya’bi berkata: “Adalah para sahabat rasulullah apabila tiba dari safar mereka saling berpelukan”.</p>
<p><strong>BEKAL YANG HARUS DIMILIKI OLEH PENDAKI : </strong></p>
<p><strong>1. Bekal Rohani: </strong></p>
<p>- Bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p>- Mendapat izin dan ridha dari orangtua (bagi yang masih memiliki orangtua).</p>
<p>- Ikhlas dan bukan melakukan safar/perjalanan yang bid’ah atau terlarang.</p>
<p>- Melaksanakan segala kewajiban dan tidak meninggalkannya baik dalam masalah agama ibadah dan lainnya, seperti shalat yang 5 waktu, dsb.</p>
<p>- Meninggalkan dan menjauhi segala perbuatan maksiat.</p>
<p>- Wajib mentaati pemimpin, kecuali jika disuruh bermaksiat.</p>
<p>- Saling tolong menolong dan meringankan beban sahabatnya.</p>
<p>- Menghindari sifat egois (mengutamakan diri sendiri) dan rasa malas.</p>
<p>- Tidak boleh takabbur atau sombong dan meremehkan segala sesuatu.</p>
<p>- Memperbanyak berdzikir, khususnya dzikir-dzikir yang dianjurkan.</p>
<p>- memperbanyak berdoa, karena doa seorang musafir adalah mustajab.</p>
<p>- Menyingkirkan segala gangguan di jalan.</p>
<p>- Qana’ah, yaitu menerima apa adanya.</p>
<p>- Hemat dalam segala kondisi.</p>
<p>- Memiliki sifat tawakkal kepada Allah, dan tidak boleh putus asa.</p>
<p><strong>2. Bekal perlengkapan pribadi: </strong></p>
<p>- Carier / Ransel / Tas besar minimal ukuran 60 liter.</p>
<p>- Pakaian pribadi (cadangan) secukupnya.</p>
<p>- Perlengkapan mandi (handuk, sikat gigi).</p>
<p>Ket: Jangan bawa sabun, odol dan detergent di tempat-tempat tertentu.</p>
<p>- Jaket tebal atau sweater.</p>
<p>- Mantel / Jas hujan.</p>
<p>- Senter.</p>
<p>- Lampu emergency atau lampu badai.</p>
<p>- Penutup kepala / kupluk, sarung tangan, kaos kaki dan sal/slayer (penutup leher) jika ada.</p>
<p>- Perlengkapan makan (piring, sendok dan gelas) yang terbuat dari plastik atau aluminium.</p>
<p>- Sleeping bag (penting).</p>
<p>- Korek api gas.</p>
<p>- Sepatu atau sendal gunung.</p>
<p>- Plastik kresek sebanyak-banyaknya.</p>
<p>- Baterai HP cadangan (bagi yang bawa HP).</p>
<p>- Matras untuk tidur.</p>
<p><strong>Penulis : Abu Fahd Negara Tauhid</strong></p>
<p><strong>Penyunting : <a title="Dimas Putra Ramadhan" href="http://facebook.com/dimasputraramadhan" target="_blank">Dimas Putra Ramadhan</a></strong></p>
<p><strong>Referensi: </strong></p>
<p>- “Riyadhus Shalihin”, oleh Imam An Nawawi.</p>
<p>- &#8220;Ath Thib An Nabawi&#8221;, Ibnu Qayyim Al Jauziyah.</p>
<p>- &#8220;Ensiklopedi Adab Islami&#8221;, oleh Abdul Aziz bin Fathi as Sayyid Nada. Penerbit Pustaka Imam Syafi&#8217;i.</p>
<p>- &#8220;Serial Mudik&#8221;, oleh Muhammad Abduh Tuasikal.</p>
<p>- “Pedoman Safar”, oleh Syaikh Sa’id bin Ali Wahf al Qahthani, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, dan Azhari Ahmad Mahmud, diterbitkan oleh Pustaka Ibnu Umar, cetakan pertama tahun 2010.</p>
<p>- &#8220;Kesalahan-kesalahan ketika mendaki gunung menurut syariat&#8221;, oleh Abu Fahd Negara Tauhid.</p>
<p>- &#8220;Ibadah di musim dingin&#8221;, oleh Muhammad Abduh Tuasikal.</p>
<p>- &#8220;FIQIH WUDHU BAB WUDHU&#8221;, Oleh Syaikh Abdul Aziz Muhammad As-Salman.</p>
<p>- &#8220;Waktu-Waktu Shalat Wajib dalam Sehari dan Semalam&#8221;, oleh Abu Al-Jauzaa.</p>
<p>- &#8220;Lafadz-Lafadz yang Ringan di Lidah&#8221;, oleh Ummu Ziyad.</p>
<p>- &#8220;Hiburan Bagi Orang Sakit&#8221;, karya Abdullah bin Ali Al-Ju’aitsin (penerjemah: Kathur Suhardi), penerbit: Pustaka Al-Kautsar cet. Kelima, November 1999, hal. 181-183.</p>
<p>- &#8220;Pendakian gunung gede jawa barat&#8221;, oleh Abu Fahd Negara tauhid.</p>
<p>- &#8220;Pendakian gunung gede 9-juli-2011&#8243;, oleh Abu Fahd negara tauhid.</p>
<p>- http://gispala.wordpress.com</p>
<p>- http://gizanherbal.wordpress.com</p>
<p>- http://muslim.or.id</p>
<p>- http://rumaysho.com</p>
<p>- http://almanhaj.or.id</p>
<p>- http://abul-jauzaa.blogspot.com</p>
<p>- http://muslimah.or.id</p>
<p>- http://yaaukhti.wordpress.com</p>
<p>- http://al-atsariyyah.com</p>
<p><strong>Tulisan Lainnya : [archives]</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gispala.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gispala.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gispala.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gispala.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gispala.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gispala.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gispala.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gispala.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gispala.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gispala.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gispala.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gispala.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gispala.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gispala.wordpress.com/499/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=499&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~4/q6cJM8JGujw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gispala.wordpress.com/2012/01/14/55-adab-mendaki-gunung-menurut-syariat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fe47a2ca2f9c7480ab7529a3c0a887?s=96&amp;d=&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gispala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gispala.files.wordpress.com/2012/01/pendaki-gunung.jpeg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pendaki gunung</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://gispala.wordpress.com/2012/01/14/55-adab-mendaki-gunung-menurut-syariat/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Dicari Agen Penjualan Alat-alat Mendaki Gunung dan Survival di Hutan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~3/x2iEWM2ZqAg/</link>
		<comments>http://gispala.wordpress.com/2011/12/07/dicari-agen-penjualan-alat-alat-mendaki-gunung-dan-survival-di-hutan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 12:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gispala</dc:creator>
				<category><![CDATA[jual alat mendaki gunung]]></category>
		<category><![CDATA[jual alat survival]]></category>
		<category><![CDATA[survival]]></category>
		<category><![CDATA[aku cinta mendaki gunung]]></category>
		<category><![CDATA[alat kebutuhan survival]]></category>
		<category><![CDATA[alat mendaki gunung]]></category>
		<category><![CDATA[alat untuk survival]]></category>
		<category><![CDATA[alat-alat nanjak gunung]]></category>
		<category><![CDATA[alat-alat survival]]></category>
		<category><![CDATA[cara bertahan hidup di hutan]]></category>
		<category><![CDATA[jual alat mendaki gunung murah meriah]]></category>
		<category><![CDATA[jual alat-alat survival]]></category>
		<category><![CDATA[jual peralatan mendaki gunung]]></category>
		<category><![CDATA[mendaki gunung]]></category>
		<category><![CDATA[pecinta alam indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan lengkap pendakian]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan lengkap survival]]></category>
		<category><![CDATA[survival di hutan]]></category>
		<category><![CDATA[survival indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[survival kit]]></category>
		<category><![CDATA[survival tools indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[survivor]]></category>
		<category><![CDATA[survivor indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[tekhnik bertahan di hutan]]></category>
		<category><![CDATA[tekhnik survival]]></category>
		<category><![CDATA[toko gispala menjual alat-alat survival]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gispala.wordpress.com/?p=484</guid>
		<description><![CDATA[Kegiatan petualangan kini semakin dinikmati. Baik itu Pecinta alam, Penikmat alam, Rem Pakem (Remaja Pecinta Kemping) kini juga makin menebar dimana-mana. Jaringan pencinta alam sangat luas, baik itu pencinta alam umum maupun pencinta alam sekolah dan perguruan tinggi, di hampir semua kampus, bahkan terkadang sampai di level fakultas dan jurusan. Ditambah lagi pencinta alam selalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=484&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gispala.files.wordpress.com/2011/12/pecinta-alam-indonesia.jpg"><img class="alignleft  wp-image-485" title="pecinta alam indonesia" src="http://gispala.files.wordpress.com/2011/12/pecinta-alam-indonesia.jpg?w=273&h=205" alt="" width="273" height="205" /></a>Kegiatan petualangan kini semakin dinikmati. Baik itu Pecinta alam, Penikmat alam, Rem Pakem (Remaja Pecinta Kemping) kini juga makin menebar dimana-mana. Jaringan pencinta alam sangat luas, baik itu pencinta alam umum maupun pencinta alam sekolah dan perguruan tinggi, di hampir semua kampus, bahkan terkadang sampai di level fakultas dan jurusan. Ditambah lagi pencinta alam selalu memiliki jaringan alumni yang sangat kuat, yang siap mensupport yunior-yuniornya. Bahkan tidak hanya itu, sekarang ini banyak organisasi-organisasi yang mengatasnamakan dirinya pecinta alam juga semakin merajalela.<span id="more-484"></span></p>
<p><a href="http://gispala.files.wordpress.com/2011/12/survival_kit.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-486" title="survival_kit" src="http://gispala.files.wordpress.com/2011/12/survival_kit.gif?w=293&h=300" alt="" width="293" height="300" /></a>Dengan potensi tersebut, ini kami manfaatkan untuk memasarkan alat-alat mendaki gunung dan alat untuk bertahan hidup atau survival di hutan. Alat-alat ini kami datangkan langsung dari negara Taiwan dan negara-negara bagian Amerika, yang disana ada beberapa teman kami sebagai distributornya. kami siap menerima agen reseller baik itu membeli grosir atau dengan drop shipping. Harga sangatlah murah dan kualitas kelas dewa yg jauh di atas produk lokal. detail produk dan persyaratan reseller dapat dilihat di <a title="alat-alat mendaki gunung dan survival" href="http://gispala.wordpress.com/jual-peralatan-survival/" target="_blank">http://gispala.wordpress.com/jual-peralatan-survival/</a>. pembeli dan calon agen atau reseller dapat menghubungi kami di 08990634351 (sms dilayani) atau ke 021-96545276(esia) atau ym: dhimaz_sebastian@yahoo.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gispala.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gispala.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gispala.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gispala.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gispala.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gispala.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gispala.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gispala.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gispala.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gispala.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gispala.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gispala.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gispala.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gispala.wordpress.com/484/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=484&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~4/x2iEWM2ZqAg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gispala.wordpress.com/2011/12/07/dicari-agen-penjualan-alat-alat-mendaki-gunung-dan-survival-di-hutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fe47a2ca2f9c7480ab7529a3c0a887?s=96&amp;d=&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gispala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gispala.files.wordpress.com/2011/12/pecinta-alam-indonesia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pecinta alam indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gispala.files.wordpress.com/2011/12/survival_kit.gif?w=293" medium="image">
			<media:title type="html">survival_kit</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://gispala.wordpress.com/2011/12/07/dicari-agen-penjualan-alat-alat-mendaki-gunung-dan-survival-di-hutan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Jual Alat-alat Survival Lengkap dan Murah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~3/zZpTu9LhLIc/</link>
		<comments>http://gispala.wordpress.com/2011/11/11/jual-alat-alat-survival-lengkap-dan-murah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2011 03:02:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gispala</dc:creator>
				<category><![CDATA[jual alat survival]]></category>
		<category><![CDATA[survival]]></category>
		<category><![CDATA[toko gispala]]></category>
		<category><![CDATA[alat-alat survival]]></category>
		<category><![CDATA[alat-alat untuk bertahan hidup di gunung]]></category>
		<category><![CDATA[cara bertahan hidup di gunung hutan]]></category>
		<category><![CDATA[distributor alat survival]]></category>
		<category><![CDATA[jual alat-alat survival]]></category>
		<category><![CDATA[jual alat-alat survival murah]]></category>
		<category><![CDATA[jual peralatan untuk survival]]></category>
		<category><![CDATA[pentingnya alat survival]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan lengkap survival]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan naik gunung]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan survival]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan survival praktis dan murah]]></category>
		<category><![CDATA[perlengkapan untuk survival]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan sebelum mendaki gunung]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan sebelum trekking]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan survival]]></category>
		<category><![CDATA[reseller alat-alat survival]]></category>
		<category><![CDATA[survival di hutan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gispala.wordpress.com/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah.. Kami menjual berbagai macam alat untuk survival, sementara website toko kami (http://toko-gispala.com) sedang dalam proses penyempurnaan, oleh karena itu kami mempublikasikan produk kami di blog ini. Alat-alat survival ini dipasok langsung dari seorang teman kami di Taiwan dan beberapa negara di benua Amerika. Berikut adalah alat-alat survival yang kami tawarkan:  KLIK DISINI Tulisan Lainnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=473&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..</p>
<p>Kami menjual berbagai macam alat untuk survival, sementara website toko kami (http://toko-gispala.com) sedang dalam proses penyempurnaan, oleh karena itu kami mempublikasikan produk kami di blog ini. Alat-alat survival ini dipasok langsung dari seorang teman kami di Taiwan dan beberapa negara di benua Amerika. Berikut adalah alat-alat survival yang kami tawarkan: <span id="more-473"></span></p>
<p><a title="JUAL ALAT-ALAT SURVIVAL MURAH" href="http://gispala.wordpress.com/jual-peralatan-survival/" target="_blank">KLIK DISINI</a></p>
<p><strong>Tulisan Lainnya : [archives]</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gispala.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gispala.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gispala.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gispala.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gispala.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gispala.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gispala.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gispala.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gispala.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gispala.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gispala.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gispala.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gispala.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gispala.wordpress.com/473/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=473&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~4/zZpTu9LhLIc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gispala.wordpress.com/2011/11/11/jual-alat-alat-survival-lengkap-dan-murah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fe47a2ca2f9c7480ab7529a3c0a887?s=96&amp;d=&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gispala</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://gispala.wordpress.com/2011/11/11/jual-alat-alat-survival-lengkap-dan-murah/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Apakah Seperti Ini Pecinta Alam Indonesia abad 21?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~3/qt_JZ4v9Rjs/</link>
		<comments>http://gispala.wordpress.com/2011/10/12/apakah-seperti-ini-pecinta-alam-indonesia-abad-21/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 09:45:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gispala</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[definisi pecinta alam]]></category>
		<category><![CDATA[dunia petualang]]></category>
		<category><![CDATA[generasi pecinta alam]]></category>
		<category><![CDATA[orang yang suka akan alam]]></category>
		<category><![CDATA[pecinta alam dan penggiat alam]]></category>
		<category><![CDATA[pecinta alam dan penikmat alam]]></category>
		<category><![CDATA[pecinta alam indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pecinta alam indonesia abad 21]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gispala.wordpress.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Seandainya pohon bisa memberontak dan bicara tentunya ia bakal menjerit ketika ditebang, seadainya satwa liar itu bisa bicara tentunya ia bakal menyelamatkan hidupnya, namun kita sebagai manusia punya mulut, hati, telinga, otak malah diam saja melihat, mendengar jeritan-jeritan alam yang rusak ditangan kerakusan spesies manusia seperti kita ini. Apakah kita bangga dengan kekuasaan kita sendiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=426&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gispala.files.wordpress.com/2011/10/gbrdalem1rinja01a.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-427" title="rinjani" src="http://gispala.files.wordpress.com/2011/10/gbrdalem1rinja01a.jpg?w=300&h=177" alt="" width="300" height="177" /></a>Seandainya pohon bisa memberontak dan bicara tentunya ia bakal menjerit ketika ditebang, seadainya satwa liar itu bisa bicara tentunya ia bakal menyelamatkan hidupnya, namun kita sebagai manusia punya mulut, hati, telinga, otak malah diam saja melihat, mendengar jeritan-jeritan alam yang rusak ditangan kerakusan spesies manusia seperti kita ini. Apakah kita bangga dengan kekuasaan kita sendiri sementara kita telah melakukan bunuh diri secara perlahan bersama-sama oleh perbuatan kita sendiri.</p>
<p>Sebelum kita membahas pecinta alam dan kegiatannya mari kita pahami betul apa epistemologi dari “Pencinta Alam”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Cinta mempunyai empat makna, yakni, [1] ‘suka sekali’ ; ‘sayang benar’ ; [2] ‘kasih sekali’ ; terpikat’ ; terpikat ; [3] ‘ingin sekali’ ; berharap sekali ; ‘rindu’ ; dan [4] ‘susah hati ; risau’ (1993 -190). Yang artinya pencinta diberi makna ‘orang yang suka akan’ (h191). <span id="more-426"></span>Selain itu kata alam yang diserap dari bahasa Arab, di Indonesia berkembang sehingga mempunyai tujuh makna. Ketujuh makna itu ialah [1] ‘segala ada yang dilangit dan dibumi’ ; [2] ‘lingkungan dan kehidupan’ ; [3] ‘segala sesuatu yang termasuk dalam satu lingkungan dan dianggap satu lingkungan dan dianggap sebagai satu keutuhan’ [4] ‘segala daya yang menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini [5] ‘yang bukan buatan manusia’ ; [6] ‘dunia’ ; dan [7] ‘kerajaan ; daerah ; negeri ‘ (h.22). Kalau kedua kata tersebut digabung maka arti dari pencinta alam adalah ‘orang yang sangat suka akan alam’.</p>
<p>Namun tidak disaat ini, pencinta alam yang sebenarnya hanya pantas ditunjukan pada masyarakat asli hutan, organisasi non pemerintah yang peduli terhadap lingkungan dan alam, individu yang peduli dengan lingkungan hidup lewat kemampuan yang dia bisa, seperti menanam pohon, membuang sampah tidak sembarangan, tidak memelihara satwa liar yang dilindungi UU, tidak menebang pohon ditaman nasional dan disekitar hutan lainnya, naik sepeda, menulis tentang lingkungan, membuat film tentang hutan dan kelestariannya, dan masih banyak lagi bentuk kepedulian terhadap lingkungan.</p>
<p>Makna ‘orang yang suka akan alam’ berarti manusia yang peduli dengan alam dan menjaga kelestariannya. Dengan menjaga kelesatariannya berarti ia membela nasib hutan dan satwa liar yang sedang mengalami kepunahan bukan berpetualang menantang andrenallin naik gunung, memanjat tebing, atau membuka jalur untuk latihan atau dengan bangga bisa menaklukan alam.</p>
<p>Sejarah memang harus dipelajari tentang pendirian pencinta alam yang motori almarhum Soe Hok Gie, Herman Lantang dan kawan-kawan. Di era 60-an memang terjadi pergolakan masa transisi kemerdekaan. Invansi politik praktis diluar kampus Universitas Indonesia lewat organisasi dan kesatuan aksi mahasiswa dari berbagai atribut dan ideologinya berusaha memasuki Universitas. Namun, Almarhum Soe dan rekan-rekannya tidak peduli dan menjadi kelompok yang tidak memihak dengan kemelut politik saat itu. Mereka lari ke gunung dan pergi ke tempat-tempat sepi terpencil. Kalau penulis menyimpulkan contemplasi ala raja-raja Jawa seperti pendeta-pendeta hinduisme. Mereka paham waktu itu posisi benar-benar terjepit. Kebersamaan dan pengalaman itulah lahir istilah pencinta alam, yaitu Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Prajnaparamita FSUI. Di Tahun 1971 nama Prajnaparamita dilepas diganti dengan Mapala UI. Alhasil bangsa yang euforia ini bermunculan organisasi pencinta alam baik dari kampus dan diluar kampus.</p>
<p>Kegiatan mereka hanya berlarian ke gunung, ke goa, ke tebing hanya untuk menikmati alam. Jaman abad ini sudah berubah namun masih ada saja organisasi pencinta alam baik dari kampus dan masyarakat yang bergiat untuk naik gunung, ke goa, arung jeram, ke tebing atau pendidikan seperti gaya militer, menggampar seenaknya calon peserta dengan alasan biar berdisiplin seperti militer. Padahal pendidikan ala militer dewasa ini dengan kekerasan sudah mulai dikurangi.</p>
<p>Pernah penulis mendengar cerita dari aktivis lingkungan dari negeri yang hutannya sudah hilang bahwa seandainya gunung itu dipenuhi sampah dan hutannya gundul, iklimnya panas, sungai dipenuhi limbah pabrik, tebing karst di bom dan batunya diambil untuk bahan lantai, meja, dan satwa liar yang eksotik punah seperti Harimau Jawa, Jalak Bali. Apakah organisasi pencinta alam baik itu dikampus maupun diluar kampus diam saja melihat itu semua.<br />
<a href="http://gispala.files.wordpress.com/2011/10/dmp-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-428" title="satu bumi" src="http://gispala.files.wordpress.com/2011/10/dmp-1.jpg?w=500" alt=""   /></a>Memang hutan Indonesia belum parah meski terlihat parah atau sungai-sungai masih belum tercemar hingga bisnis olah raga arus deras pun menjamur atau gunung masih ada tempat menarik meski jauh paling atas, goa-goa masih banyak yang bagus, tebing-tebing masih menjulang tinggi toh mereka hanya santai-santai saja atau tidak perduli sama sekali lebih mementingkan event-event kejuaraan atau pelatihan-pelatihan yang tidak ada hubungannya dengan makna dari pencinta alam. Sangat tragis benar.</p>
<p>Apa ada yang salah dari Almarhum Soe Hok Gie dan kawan-kawan lamanya hingga penerusnya hanya mementingkan kepuasaan sesaat atau kode etik pencinta alam Se-Indonesia yang syahkan bersama dalam gladian ke-4 yang setiap kegiatan wajib dibacakan setiap kegiatan seperti maksud dari pesannya Pencinta Alam Indonesia adalah sebagai dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kami kepada Tuhan, Bangsa dan Tanah Air. Dengan kesadarannya mereka (Pencinta Alam) menyatakan pada poin 2 yang isinya memelihara alam beserta isinya menjadi ucapan atau janji tanpa makna (Lip Service).</p>
<p>Namun hasilnya pun hutan tetap gundul, satwa liar makin lama makin punah, bencana lingkungan mulai bermunculan, bahkan pemanasan global yang dibicarakan setiap negara dan para aktifis lingkungan dari LSM dengan gencarnya mencari solusi. Sedangkan organisasi yang namanya Pencinta Alam belum menunjukan taringnya untuk peduli terhadap lingkungan. Bahkan hanya bisa dihitung oleh jari organisasi pencinta alam yang peduli terhadap lingkungan. Atau menurut saran respon dari pembaca tulisan Quo Vadis Pecinta Alam yang ditulis penulis mending diganti saja nama pencinta alam dengan nama jenis petualang. Biar tidak terjadi pembiasan makna dari kata Pencinta Alam.</p>
<p>Alhasil, makin sepinya minat pemuda sekarang untuk masuk organisasi pencinta alam. Tradisi lama masih dipakai tidak ada formulasi-formulasi baru untuk merefleksikan kegiatan-kegiatannya. Atau organisasi pencinta alam dewasa ini telah bangga dengan “establishment” (kemapanan). Kebiasaan-kebiasaan lama yang harus ditinggalkan malah terus diulang-ulang saja seperti pendidikan dengan kekerasan atau perbedaan yang antara senior dan yunior, pendendaman akibat dari pendidikan yang keras, menebang pohon untuk simulasi SAR, atau pembukaan jalur. Meski kecil namun tetap saja kita memberikan pendidikan yang tidak baik terhadap masyarakat sekitar gunung atau hutan.</p>
<p>Pernah penulis ditanya saat masuk organisasi mahasiswa pencinta alam waktu masih kuliah dulu oleh senior, apa tujuan anda masuk pencinta alam? Penulis menjawab ingin mengenal alam lebih dekat. Namun, ketika pendidikan tidak dikenalkan dengan alam malah disiksa di bentak meski tidak ada kekerasan fisik, membuka jalur hutan dengan parang seperti kesatria.</p>
<p>Ironisnya, bencana-bencana alam tidak separah di jaman itu. Namun saat ini kita mendengar dan merasakan dampak dari penyakit lingkungan seperti pemanasan global, banjir, longsor, tsunami, belum lagi penyakit-penyakit aneh lainnya. Apa kita sebagai pencinta alam terus merenung naik gunung?Apa kita sebagai pencinta alam masih saja manjat memenuhi kepuasaan jiwa? Apa kita sebagai pencinta alam terus menelusuri goa?Apa kita sebagai pencinta alam terus pergi keriam berarung jeram melintasi sungai?Apa kita sebagai pencinta alam bangga dengan ucapan sebagai penikmat alam? Waktunya kita bergabung dan belajar dari organisasi-organisasi non pemerintah, masyarakat dengan kearifan tradisional sekitar hutan yang peduli terhadap lingkungan untuk melakukan sinergi bersama mencari solusi tentang kerusakan alam. Ini tugas semua pencinta alam Indonesia di abad 21 ini. Waktunya meninggalkan dunia petualang. Take Action Now. (DPR/GP)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gispala.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gispala.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gispala.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gispala.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gispala.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gispala.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gispala.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gispala.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gispala.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gispala.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gispala.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gispala.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gispala.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gispala.wordpress.com/426/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=426&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~4/qt_JZ4v9Rjs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gispala.wordpress.com/2011/10/12/apakah-seperti-ini-pecinta-alam-indonesia-abad-21/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fe47a2ca2f9c7480ab7529a3c0a887?s=96&amp;d=&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gispala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gispala.files.wordpress.com/2011/10/gbrdalem1rinja01a.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rinjani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gispala.files.wordpress.com/2011/10/dmp-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">satu bumi</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://gispala.wordpress.com/2011/10/12/apakah-seperti-ini-pecinta-alam-indonesia-abad-21/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>40 Sunnah Yang Biasa Kami Lakukan Tatkala Mendaki Gunung</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~3/UfNRv5HTCVk/</link>
		<comments>http://gispala.wordpress.com/2011/07/20/40-sunnah-yang-biasa-kami-lakukan-tatkala-mendaki-gunung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 09:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gispala</dc:creator>
				<category><![CDATA[taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[40 amalan sunnah mendaki gunung]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki muslim]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah mendaki gunung]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah-sunnah ketika mendaki gunung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gispala.wordpress.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahim.. Posting kali ini agak berbeda sob, biasa saya njiplak dari situs lain tetapi kali ini saya njiplak dari status facebook seorang teman yang sehobi dengan saya, yaitu &#8220;muncak&#8221; alias mendaki gunung.. Kebetulan beliau mengizinkan saya untuk memposting ulang tulisannya di blog ini. Hehe..syukran Abu Fahd sudah mengizinkan saya untuk repost . Lalu tujuannya apa yah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=413&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gispala.files.wordpress.com/2011/07/sindoro1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-416" title="sindoro" src="http://gispala.files.wordpress.com/2011/07/sindoro1.jpg?w=300&h=201" alt="" width="300" height="201" /></a>Bismillahirrahmanirrahim..</p>
<p>Posting kali ini agak berbeda sob, biasa saya njiplak dari situs lain tetapi kali ini saya njiplak dari status facebook seorang teman yang sehobi dengan saya, yaitu &#8220;muncak&#8221; alias mendaki gunung.. Kebetulan beliau mengizinkan saya untuk memposting ulang tulisannya di blog ini. Hehe..syukran Abu Fahd sudah mengizinkan saya untuk repost <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Lalu tujuannya apa yah sampe dibuat ni tulisan? kata yang punyanya sih ini ditujukan kepada orang-orang yang tidak mengetahui manfaat dan faedah mendaki gunung, dan untuk orang-orang yang tidak suka khususnya kepada kami yang suka mendaki gunung. Hmm pikir saya, kok ada ya orang yang gak suka olahraga mengasyikkan kayak gini? ngedabrus tuh orang <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Padahal mendaki gunung itu udah sehat, pahalanya banyak lagi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Langsung aja sob, semoga bermanfaat! berikut adalah 40 amalan Sunnah yang biasa kami lakukan tatkala mendaki gunung:<span id="more-413"></span></p>
<ol>
<li>Shalat Istikharah.</li>
<li>Meminta izin kepada orangtua.</li>
<li>Melakukan perjalanan bersama 3 orang atau lebih.</li>
<li>Memilih atau mengangkat pemimpin rombongan.</li>
<li>Melakukan perjalanan pada malam hari.</li>
<li>Melaksanakan shalat 2 rakaat sebelum pergi dan tatkala pulang (atau mau masuk rumah).</li>
<li>Berpamitan ketika mau pergi kepada orang yang ditinggalkan.</li>
<li>Membaca doa safar atau bepergian.</li>
<li>Membaca doa naik kendaraan.</li>
<li>Memperbanyak doa, krn doanya musafir adalah dikabulkan/mustajab.</li>
<li>Membaca doa ketika singgah di suatu tempat.</li>
<li>Membaca dzikir pagi petang.</li>
<li>Berwudhu dengan air sedikit ( atau berwudhu dengan membasuh masing-masing 1 x atau 2 x).</li>
<li>Berwudhu dalam cuaca yang sangat dingin atau memberatkan.</li>
<li>Tayammum jika tidak ada air.</li>
<li>Mengusap khuf atau sepatu ketika berwudhu.</li>
<li>Menentukan arah kiblat untuk shalat.</li>
<li>Berdoa ketika menjelang subuh.</li>
<li>Bisa melihat dan menentukan fajar shadiq.</li>
<li>Shalat dengan jama’ dan qashar.</li>
<li>Shalat dengan berjama’ah.</li>
<li>Shalat witir dalam keadaan safar.</li>
<li>Mengucapkan takbir ketika mendaki.</li>
<li>Mengucapkan Tasbih ketika turun.</li>
<li>Berdzikir ketika melihat kebesaran Allah , karena di gunung kami banyak sekali melihat kebesaran Allah yang belum pernah kami lihat sebelumnya atau tidak kami lihat di tempat tinggal kami.</li>
<li>Olahraga agar tubuh kuat dan sehat.</li>
<li>Memperbanyak jalan kaki.</li>
<li>Membuat kemah yang jauh dari jalanan.</li>
<li>Membaca doa atau dzikir ketika hendak tidur dan setelah bangun tidur.</li>
<li>Makan secara berjama’ah/bersama2.</li>
<li>Tidak boleh mengeluh dan putus asa selama dalam perjalanan.</li>
<li>Menjaga kebersihan selama perjalanan.</li>
<li>Mengucapkan salam jika saling bertemu.</li>
<li>Menyingkirkan rintangan di jalan sesuai dengan kemampuan.</li>
<li>Saling memberi nasehat atau beramar ma’ruf nahi munkar selama perjalanan, seperti mengajak teman kita untuk shalat atau melarang merokok, dsb.</li>
<li>Membawa hadiah atau oleh-oleh ketika pulang.</li>
<li>Bersegera pulang jika urusan telah selesai.</li>
<li>memberi kabar ketika hendak pulang kepada orang yang ditinggalkan.</li>
<li>Menghindari pulang malam-malam ketika sampai rumah.</li>
<li>Shalat dua rakaat di masjid ketika tiba dari safar.</li>
</ol>
<div><strong><em>Catatan Penulis:</em></strong></div>
<div>
<p>Dari semua point-point diatas, masing-masing mempunyai dalil tersendiri yang sengaja tidak disebutkan disini karena keterbatasan tempat dan waktu. Perlu catatan tersendiri jika ingin mengetahui dalil-dalil semuanya. Mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan kepada ana untuk membuat catatan tersendiri tentang hal ini beserta dalil-dalinya secara lengkap, Insya Allah.</p>
<p>Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Az-Zumar:9).</p>
<p>Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.” (Ar-Ra’d:19).</p>
<p>Point-point diatas hanya sebagian dari yang ana ingat saja, masih banyak sunnah-sunnah yang lain, seperti ketika turun hujan, ketika menghadapi musibah, dan sebagainya.</p>
<div><em><strong>Ada salah seorang Penanya yang bertanya:</strong></em></div>
<div><em>-pada point 5, yaitu melakukan perjalanan malam hari apa ibrohnya ya?</em></div>
<p>&nbsp;</p>
<div><em><strong>Penulis menjawab:</strong></em></div>
<div style="text-align:left;">
<p>Hikmahnya adalah sesuai dengan hadits: Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>عَلَيْكُمْ بِالدُّلْجَةِ فَإِنَّ الأَرْضَ تُطْوَى بِاللَّيْلِ</p>
<p>“Hendaklah kalian melakukan perjalanan di malam hari, karena seolah-olah bumi itu terlipat ketika itu.”[HR. Abu Daud no. 2571, Al Hakim dalam Al Mustadrok 1/163, dan Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro 5/256. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shahihah no. 681.]</p>
</div>
<div style="text-align:left;">sumber        : <a href="http://www.facebook.com/negara.tauhid">http://www.facebook.com/negara.tauhid</a></div>
<div style="text-align:left;">penulis         : Abu Fahd NegaraTauhid<br />
penyunting   : Dimas Putra Ramadhan</div>
<p>&nbsp;</p>
<div style="text-align:left;"><strong>Tulisan Lainnya : [archives]</strong></div>
<div><span style="color:#333333;font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"><span class="Apple-style-span" style="font-size:11px;line-height:normal;"><br />
</span></span></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gispala.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gispala.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gispala.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gispala.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gispala.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gispala.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gispala.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gispala.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gispala.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gispala.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gispala.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gispala.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gispala.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gispala.wordpress.com/413/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=413&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~4/UfNRv5HTCVk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gispala.wordpress.com/2011/07/20/40-sunnah-yang-biasa-kami-lakukan-tatkala-mendaki-gunung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fe47a2ca2f9c7480ab7529a3c0a887?s=96&amp;d=&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gispala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gispala.files.wordpress.com/2011/07/sindoro1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sindoro</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://gispala.wordpress.com/2011/07/20/40-sunnah-yang-biasa-kami-lakukan-tatkala-mendaki-gunung/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Keheningan Adalah Nyanyian Yang Tiada Bertara: Antara Aku dan Merbabu</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~3/yXr0SEivLqo/</link>
		<comments>http://gispala.wordpress.com/2011/07/02/keheningan-adalah-nyanyian-yang-tiada-bertara-antara-aku-dan-merbabu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 02:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gispala</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[antara aku dan merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[catatan perjalananku]]></category>
		<category><![CDATA[puisi ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gispala.wordpress.com/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[Sepercik hembusan sinar mentari membelai hangat sekujur tubuh daun-daun rapuh gugur warnai semua jalanku kicauan indah burung-burung menepis segala sunyi sepi tiada kata mundur dalam langkah hariku memandang jauh meneroka setiap sudut suci alam ini mengungkap rahasia dibalik pekatnya hutan, tingginya gunung dan dalamnya laut agar ku dapat tahu dan mengerti jawaban untuk pertanyaan anak-cucuku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=407&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_408" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://gispala.files.wordpress.com/2011/07/p1000135.jpg"><img class="size-medium wp-image-408 " title="dimas dan merbabu" src="http://gispala.files.wordpress.com/2011/07/p1000135.jpg?w=300&h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Puncak Merbabu, 29 Juni 2011</p></div>
<p>Sepercik hembusan sinar mentari membelai hangat sekujur tubuh</p>
<p>daun-daun rapuh gugur warnai semua jalanku</p>
<p>kicauan indah burung-burung menepis segala sunyi sepi</p>
<p>tiada kata mundur dalam langkah hariku</p>
<p>memandang jauh meneroka setiap sudut suci alam ini</p>
<p>mengungkap rahasia dibalik pekatnya hutan, tingginya gunung dan dalamnya laut</p>
<p>agar ku dapat tahu dan mengerti jawaban untuk pertanyaan anak-cucuku nanti</p>
<p>Ya Rabb, terima kasih atas alam-Mu yang indah ini, meskipun lelah namun terbayarkan.</p>
<p><em>Merbabu, 29 Juni 2011</em></p>
<p><em>disini, diantara mountaineering-tools yang masih berserakan</em></p>
<p><em>Dimas Putra Ramadhan<span id="more-407"></span></em></p>
<p><strong>Tulisan Lainnya : [archives]</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gispala.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gispala.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gispala.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gispala.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gispala.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gispala.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gispala.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gispala.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gispala.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gispala.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gispala.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gispala.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gispala.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gispala.wordpress.com/407/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gispala.wordpress.com&#038;blog=12897314&#038;post=407&#038;subd=gispala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/GispalaGenerasiIslamPecintaAlam/~4/yXr0SEivLqo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gispala.wordpress.com/2011/07/02/keheningan-adalah-nyanyian-yang-tiada-bertara-antara-aku-dan-merbabu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fe47a2ca2f9c7480ab7529a3c0a887?s=96&amp;d=&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gispala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gispala.files.wordpress.com/2011/07/p1000135.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dimas dan merbabu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://gispala.wordpress.com/2011/07/02/keheningan-adalah-nyanyian-yang-tiada-bertara-antara-aku-dan-merbabu/</feedburner:origLink></item>
	<media:rating>nonadult</media:rating></channel>
</rss>

