<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0' gd:etag='W/&quot;CEUASXs4eCp7ImA9WhVQEkg.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965</id><updated>2012-03-31T20:50:48.530-07:00</updated><category term='UMUM'/><category term='HERBAL'/><category term='STORY'/><category term='mutiara'/><category term='KISAH PALSU'/><category term='renungan jiwa'/><category term='rahasia'/><category term='FAUNA'/><category term='humor'/><title>gie Cell</title><subtitle type='html'>Jangan awali hari dengan penyesalan hari kemarin, karena akan menggangu hebatnya hari ini, dan akan merusak indahnya hari esok.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default?redirect=false&amp;v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry gd:etag='W/&quot;CEUASXs-cCp7ImA9WhVQEkg.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-7511020861665134111</id><published>2012-03-31T20:50:00.000-07:00</published><updated>2012-03-31T20:50:48.558-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-31T20:50:48.558-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STORY'/><title>KISAH ABU YAZID SANG RAJA PARA MISTIK</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Abu Yazid Thoifur bin Isa bin Surusyan al-Busthami. Lahir di Bustham yang terletak di bagian timur Laut Persi. Meninggal di Bustham pada tahun 261 H/874 M. Beliau adalah salah seorang Sulton Aulia, yang merupakan salah satu Syech yang ada di silsilah dalam thoriqoh Sadziliyah, Thoriqoh Suhrowardiyah dan beberapa thoriqoh lain. Tetapi beliau sendiri menyebutkan di dalam kitab karangan tokoh di negeri Irbil sbb:" ...bahwa mulai Abu Bakar Shiddiq sampai ke aku adalah golongan Shiddiqiah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASA REMAJA&lt;br /&gt;Kakek Abu Yazid al Busthami adalah seorang penganut agama Zoroaster. Ayahnya adalah salah satu di antara orang-orang terkemuka di Bustham. Kehidupan Abu Yazid yang luar biasa bermula sejak ia masih berada dalam kandungan. "Setiap kali aku menyuap makanan yang kuragukan kehalalannya" , ibunya sering berkata pada Abu Yazid, "engkau yang masih berada didalam rahimku memberontak dan tidak mau berhenti sebelum makanan itu kumuntahkan kembali". Pernyataan itu dibenarkan oleh Abu Yazid sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai waktunya, si ibu mengirimkan Abu Yazid ke sekolah. Abu Yazid mempelajari Al Qur-an. pada suatu hari gurunya menerangkan arti satu ayat dari surat Lukman yang berbunyi, "Berterimakasihlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu". Ayat ini sangat menggetarkan hati Abu Yazid. Abu Yazid meletakkan batu tulisnya dan berkata kepada gurunya, "Ijinkanlah aku untuk pulang,. Ada yang hendak kukatakan pada ibuku". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si guru memberi ijin, Abu Yazid lalu pulang kerumahnya. Ibunya menyambutnya dengan kata-kata,"Thoifur, mengapa engkau sudah pulang? Apakah engkau mendapat hadiah atau adakah sesuatu kejadian istimewa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak" jawab Abu Yazid "Pelajaranku sampai pada ayat dimana Alloh memerintahkan agar aku berbakti kepadaNya dan kepadamu. Tetapi aku tak dapat mengurus dua rumah dalam waktu yang bersamaan. Ayat ini sangat menyusahkan hatiku. Maka wahai ibu, mintalah diriku ini kepada Alloh sehingga aku menjadi milikmu seorang atau serahkanlah aku kepada Alloh semata sehingga aku dapat hidup untuk Dia semata-mata". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku" jawab ibunya "aku serahkan engkau kepada Alloh dan kubebaskan engkau dari semua kewajibanmu terhadapku. Pergilah engkau menjadi hamba Alloh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kemudian hari Abu Yazid berkata, "Kewajiban yang semula kukira sebagai kewajiban yang paling ringan, paling sepele di antara yang lain-lainnya, ternyata merupakan kewajiban yang paling utama. Yaitu kewajiban untuk berbakti kepada ibuku. Di dalam berbakti kepada ibuku itulah kuperoleh segala sesuatu yang kucari, yakni segalasesuatu yang hanya bisa dipahami lewat tindakan disiplin diri dan pengabdian kepada Alloh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadiannya adalah sebagai berikut:Pada suatu malam, ibu meminta air kepadaku. Maka akupun mengambilnya, ternyata didalam tempayan kami tak ada air. Kulihat dalam kendi, tetapi kendi itupun kosong. Oleh karena itu, aku pergi kesungai lalu mengisi kendi tersebut dengan air. Ketika aku pulang, ternyata ibuku sudah tertidur"."malam itu udara terasa dingin. Kendi itu tetap dalam rangkulanku. Ketika ibu terjaga, ia meminum air yang kubawa itu kemudian memberkati diriku. Kemudian terlihatlah olehku betapa kendi itu telah membuat tangaku kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa engkau tetap memegang kendi itu?" ibuku bertanya.&lt;br /&gt;"Aku takut ibu terjaga sedang aku sendiri terlena", jawabku.Kemudian ibu berkata kepadaku, "Biarkan saja pintu itu setengah terbuka"&lt;br /&gt;"Sepanjang malam aku berjaga-jaga agar pintu itu tetap dalam keadaan setengah terbuka dan agar aku tidak melalaikan perintah ibuku. Hingga akhirnya fajar terlihat lewat pintu, begitulah yang sering kulakukan berkali-kali". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Wahai ingatkah kita di Qur'an Surat Al-Baqoroh 255) Sedang Alloh tidak pernah mengantuk dan tidak pernah tidur. Selalu terjaga. Mengapakah kita masih sering terlena?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah si ibu memasrahkan anaknya pada Alloh, Abu Yazid meninggalkan Bustham, merantau dari satu negri ke negri lain selama tiga puluh tahun, dan melakukan disiplin diri dengan terus menerus berpuasa di siang hari dan bertirakat sepanjang malam. Ia belajar di bawah bimbingan seratus tiga belas guru spiritual dan telah memperoleh manfaat dari setiap pelajaran yang mereka berikan. Di antara guru-gurunya itu ada seorang yang bernama Shadiq. Ketika Abu Yazid sedang duduk dihadapannya, tiba-tiba Shadiq berkata kepadanya,"Abu Yazid, ambilkan buku yang di jendela itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jendela? Jendela yang mana?", tanya Abu Yazid.&lt;br /&gt;"Telah sekian lama engkau belajar disini dan tidak pernah melihat jendela itu?"&lt;br /&gt;"Tidak", jawab Abu Yazid, "apakah peduliku dengan jendela.Ketika menghadapmu, mataku tertutup terhadap hal-hal lain. Aku tidak datang kesini untuk melihat segala sesuatu yang ada di sini"."Jika demikian", kata si guru," kembalilah ke Bustham. Pelajaranmu telah selesai". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Wahai, bagaimanakah saat kita sholat? Bukankah saat itu kita menghadap pada Sang Maha Kuasa?) Mengapakah masih peduli terhadap lainnya? Pikiran masih melantur kemana-mana, hati masih diskusi sendiri?" Celakalah engkau yang sholat, yaitu engkau yang di dalam sholatmu lalai" Fawailulil musholin aladzinahum ansholatihim sahun". "Inna sholati li dzikri" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid mendengar bahwa di suatu tempat tertentu ada seorang guru besar. Dari jauh Abu Yazid datang untuk menemuinya. Ketika sudah dekat, Abu Yazid menyaksikan betapa guru yang termasyhur itu meludah ke arah kota Mekkah (diartikan menghina kota Mekah), karena itu segera ia memutar langkahnya.&lt;br /&gt;"Jika ia memang telah memperoleh semua kemajuan itu dari jalan Alloh", Abu Yazid berkata mengenai guru tadi,"niscaya ia tidak akan melanggar hukum seperti yang dilakukannya"&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa rumah Abu Yazid hanya berjarak empat puluh langkah dari sebuah mesjid, ia tidak pernah meludah ke arah jalan dan menghormati masjid itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(syari'at tanpa hakekat adalah kosong sedang hakekat tanpa syari'at adalah batal) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali Abu Yazid tiba di depan sebuah masjid, sesaat lamanya ia akan berdiri terpaku dan menangis.&lt;br /&gt;"Mengapa engkau selalu berlaku demikian?" tanya salah seseorang kepadanya. "Aku merasa diriku sebagai seorang wanita yang sedang haid. Aku merasa malu untuk masuk dan mengotori masjid", jawabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lihatlah do'a Nabi Adam atau do'a Nabi Yunus a.s"Laa ilaha ila anta Subhanaka inni kuntum minadholimin", Tidak ada tuhan melainkan engkau yaa Alloh, sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang yang dholim. Atau lihat do'a Abunawas,' Ya Alloh kalau engkau masukkan aku ke dalam sorga, rasanya tidaklah pantas aku berada di dalam sorga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalau aku kau masukkan ke dalam neraka, aku tidak akan tahan, aku tidak akan kuat ya Alloh, maka terimalah saja taubatku) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Abu Yazid menuju Ka'bah memakan waktu dua belas tahun penuh. Hal ini karena setiap kali ia bersua dengan seorang pengkhotbah yang memberikan pengajaran di dalam perjalanan itu, Abu Yazid segera membentangkan sajadahnya dan melakukan sholat sunnah dua roka'at. Mengenai hal ini Abu Yazid mengatakan: "Ka'bah bukanlah serambi istana raja, tetapi suatu tempat yang dapat dikunjungi orang setiap saat". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sampailah ia ke Ka'bah tetapi ia tidak pergi ke Madinah pada tahun itu juga. "Tidaklah pantas perkunjung an ke Madinah hanya sebagai pelengkap saja", Abu Yazid menjelaskan, "Saya akan mengenakan pakaian haji yang berbeda untuk mengunjungi Madinah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berikutnya sekali lagi ia menunaikan ibadah Haji. Ia mengenakan pakaian yang berbeda untuk setiap tahap perjalanannya sejak mulai menempuh padang pasir. Di sebuah kota dalam perjalanan tersebut, suatu rombongan besar telah menjadi muridnya dan ketika ia meninggalkan tanah suci, banyak orang yang mengikutinya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah orang-orang ini?", ia bertanya sambil melihat kebelakang.&lt;br /&gt;"Mereka ingin berjalan bersamamu", terdengar sebuah jawaban.&lt;br /&gt;"Ya Alloh!", Abu Yazid memohon, "Janganlah Engkau tutup penglihatan hamba-hambaMu karenaku". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghilangkan kecintaan mereka kepada dirinya dan agar dirinya tidak menjadi penghalang bagi mereka, maka setelah selesai melakukan sholat shubuh, Abu Yazid berseru kepada mereka, "Ana Alloh ,Laa ilaha illa ana, Fa'budni". Sesungguhnya Aku adalah Alloh, Tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka Sembahlah Aku" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abu Yazid sudah gila!", seru mereka kemudian meninggalkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid meneruskan perjalanannya. Di tengah perjalanan, ia menemukan sebuah tengkorak manusia yang bertuliskan, Tuli, bisu, buta ...mereka tidak memahami. Sambil menangis Abu Yazid memungut tengkorak itu lalu menciuminya."Tampaknya ini adalah kepala seorang sufi", gumamnya," yang menjadi tauhid di dalam Alloh ... ia tidak lagi mempunyai telinga untuk mendengar suara abadi, tidak lagi mempunyai mata untuk memandang keindahan abadi, tidak lagi mempunyai lidah untuk memuji kebesaran Alloh, dan tak lagi mempunyai akal walaupun untuk merenung secuil pengetahuan Alloh yang sejati. Tulisan ini adalah mengenai dirinya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Abu Yazid di dalam perjalanan, ia membawa seekor unta sebagai tunggangan dan pemikul perbekalannya."Binatang yang malang, betapa berat beban yang engkau tanggung. Sungguh kejam!", seseorang berseru.&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali mendengar seruan ini, akhirnya Abu Yazid menjawab, "Wahai anak muda, sebenarnya bukan unta ini yang memikul beban".&lt;br /&gt;Kemudian si pemuda meneliti apakah beban itu benar-benar berada di atas punggung onta tersebut. Barulah ia percaya setelah melihat beban itu mengambang satu jengkal di atas punggung unta dan binatang itu sedikitpun tidak memikul beban tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maha besar Alloh, benar-benar menakjubkan!", seru si pemuda.&lt;br /&gt;"Jika kusembunyikan kenyataan-kenyataan yang sebenarnya mengenai diriku, engkau akan melontarkan celaan kepadaku", kata Abu Yazid kepadanya. &lt;br /&gt;"Tetapi jika kujelaskan kenyataan-kenyataan itu kepadamu, engkau tidak dapat memahaminya. Bagaimana seharusnya sikapku kepadamu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Menuruti orang itu memang nggak ada benernya, seperti kisah Luqman saat mendidik anaknya, diajaknya anaknya kepasar dengan membawa keledai. Awalnya Luqman yang naik keledai itu. Lewatlah di suatu desa. Orang-orang disitu berteriak mencemooh. "Lihatlah itu, seorang Bapak yang tega pada anaknya. Udara panas begini, anaknya disuruh jalan kaki sedang Bapaknya enak-enak di atas keledai." . "Catat itu anakku "kata Luqman, kemudian ganti dia yang berjalan sedang anaknya dinaikkan keledai. Lewatlah mereka di satu desa lagi. Orang-orang di desa itu melihat mereka dengan mencemooh,"Lihat itu , jaman sudah edan, itulah contoh anak durhaka pada orang tua, anaknya enak-enak naik keledai, sedang Bapaknya yang sudah tua disuruh jalan kaki diudara panas seperti ini"."Catat itu anakku", kata Luqman lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dua-duanya berjalan kaki. Jadi iring-iringan bertiga dengan keledainya berjalan kaki. Lewatlah mereka di satu desa. Orang-orang di desa itu mencemooh,"Lihat itu, orang-orang bodoh, mereka bercapek-capek jalan kaki sementara ada tunggangan keledai dibiarkan saja"."Catat itu anakku"kata Luqman . Mereka mencari bambu panjang, dan sekarang keledainya mereka panggul berdua. Lewatlah mereka disatu desa lain. Orang-orang di situ melihat mereka dan mencemooh,"Lihat itu Bapak dan anak sama-sama gila, Keledai tidak apa-apa dipanggul. Enaklah jadi keledainya." Lukman berkata pada anaknya" Catat itu waahai anakku. Kalau engkau menuruti omongan orang-orang, maka tidak akan pernah benar. Maka kuatkanlah keyakinanmu.) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MI'ROJ&lt;br /&gt;Abu Yazid mengisah, "Dengan tatapan yang pasti aku memandang Alloh setelah Dia membebaskan diriku dari semua makhluq-Nya, menerangi diriku dengan Cahaya-Nya, membukakan keajaiban-keajaiban rahasiaNya dan menunjukkan kebesaranNya kepadaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menatap Alloh akupun memandang diriku sendiri dan merenungi rahasia serta hakekat diri ini. Cahaya diriku adalah kegelapan jika dibandingkan dengan CahayaNya, kebesaran diriku sangat kecil jika dibandingkan dengan kebesaranNya, kemuliaan diriku hanyalah kesombongan yang sia-sia jika dibandingkan dengan kemuliaanNya. Di dalam Alloh segalanya suci sedang didalam diriku segalanya kotor dan cemar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kurenungi kembali, maka tahulah aku bahwa aku hidup karena cahaya Alloh. Aku menyadari kemuliaan diriku bersumber dari kemuliaan dan kebesaranNya. Apapun yang telah kulakukan, hanya karena kemahakuasaanNya. Apapun yang telah terlihat oleh mata lahirku, sebenarnya melalui Dia. Aku memandang dengan mata keadilan dan realitas. Segala kebaktianku bersumber dari Alloh, bukan dari diriku sendiri, sedang selama ini aku beranggapan bahwa akulah yang berbakti kepadaNya.&lt;br /&gt;Aku bertanya, "Ya Alloh, apakah ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab, "Semuanya adalah Aku, tidak ada sesuatupun juga kecuali Aku. Dan sesungguhnya tidak ada wujud selain wujudKu"Kemudian Ia menjahit mataku sehingga aku tidak dapat melihat. Dia menyuruhku untuk merenungi akar permasalahan, yaitu diriNya sendiri. Dia meniadakan aku dari kehidupanNya sendiri, dan Ia memuliakan diriku.&lt;br /&gt;Kepadaku dibukakanNya rahasia diriNya sendiri sedikitpun tidak tergoyahkan oleh karena adaku. Demikianlah Alloh, Kebenaran Yang Tunggal menambahkan realitas kedalam diriku. Melalui Alloh aku memandang Alloh, dan kulihat Alloh didalam realitasNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana aku berdiam dan beristirahat untuk beberapa saat lamanya. kututup telinga dari derap perjuangan. Lidah yang meminta-minta kutelan ke dalam tenggorokan keputusasaan. Kucampakkan pengetahuan yang telah kutuntut dan kubungkamkan kata hati yang menggoda kepada perbuatan-perbuatan aniaya. Di sana aku berdiam dengan tenang. Dengan karunia Alloh aku membuang kemewahan-kemewahan dari jalan yang menuju prinsip-prinsip dasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh menaruh belas kasih kepadaku. Ia memberkahiku dengan pengetahuan abadi dan menanam lidah kebajikanNya ke dalam tenggorokanku. Untuk diciptakanNya sebuah mata dari cahayaNya, semua makhluk kulihat melalui Dia. Dengan lidah kebajikan itu aku berkata-kata kepada Alloh, dengan pengetahuan Alloh kuperoleh sebuah pengetahuan, dan dengan cahaya Alloh aku menatap kepadaNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh berkata kepadaku, "Wahai engkau yang tak memiliki sesuatupun jua namun telah memperoleh segalanya, yang tak memiliki perbekalan namun telah memiliki kekayaan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"YaAlloh"jawabku" Jangan biarkan diriku terperdaya oleh semua itu. Jangan biarkan aku puas dengan diriku sendiri tanpa mendambakan diri Mu. Adalah lebih baik jika Engkau menjadi milikku tanpa aku, daripada aku menjadi milikku sendiri tanpa Engkau.Lebih baik jika aku berkata-kata kepadaMu melalui Engkau, daripada aku berkata-kata kepada diriku sendiri tanpa Engkau". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh berkata, "Oleh karena itu perhatikanlah hukumKu dan janganlah engkau melanggar perintah serta laranganKu, agar Kami berterima kasih akan segala jerih payahmu" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku telah membuktikan imanku kepadaMu dan aku benar-benar yakin bahwa sesungguhnya Engkau lebih pantas untuk berterimakasih kepada diriMu sendiri dari pada kepada hambaMu. Bahkan seandainya Engkau mengutuk diriku ini, Engkau bebas dari segala perbuatan aniaya" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari siapakah engkau belajar?", tanya Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia Yang Bertanya lebih tahu dari ia yang ditanya",jawabku," karena Ia adalah Yang Dihasratkan dan Yang Menghasratkan, Yang Dijawab dan Yang Menjawab, Yang Dirasakan dan Yang Merasakan, Yang Ditanya dan Yang Bertanya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Dia menyaksikan kesucian hatiku yang terdalam, aku mendengar seruan puas dari Aloh. Dia mencap diriku dengan cap kepuasanNya. Dia menerangi diriku, menyelamatkan diriku dari kegelapan hawa nafsu dan kecemaran jasmani. Aku tahu bahwa melalui Dialah aku hidup dan karena kelimpahanNya-lah aku bisa menghamparkan permadani kebahagiaan di dalam hatiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mintalah kepadaKu segala sesuatu yang engkau kehendaki", kata Alloh. "Engkaulah yang kuinginkan",jawabku, "karena Engkau lebih dari kemurahan dan melalui Engkau telah kudapatkan kepuasan di dalam Engkau. Karena Engkau adalah milikku, telah kugulung catatan-catatan kelimpahan dan kemurahan. Janganlah Engkau jauhkan aku dari diriMu dan janganlah Engkau berikan kepadaku sesuatu yang lebih rendah daripada Engkau". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lama Dia tak menjawab. Kemudian sambil meletakkan mahkota kemurahan hati ke atas kepalaku, berkatalah Dia,:"Kebenaranlah yang engkau ucapkan dan realitaslah yang engkau cari, karena itu engkau menyaksikan dan mendengarkan kebenaran". "Jika aku telah melihat".,kataku pula, "melalui Engkau-lah aku melihat, dan jika aku telah mendengar, melalui Engkaulah aku mendengar. Setelah Engkau, barulah aku mendengar". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kuucapkan berbagai pujian kepadaNya. Karena itu Ia hadiahkan kepadaku sayap keagungan, sehingga aku dapat melayang-layang memandangi alam kebesaranNya dan hal-hal menakjubkan dari ciptaanNya. Karena mengetahui kelemahanku dan apa-apa yang kubutuhkan, maka Ia menguatkan diriku dengan perhiasan-perhiasanNya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menaruh mahkota kemurahan hati ke atas kepalaku dan membuka pintu istana ketauhidan untukku. Setelah Ia melihat betapa sifat-sifatku tauhid ke dalam sifat-sifaNya, dihadiahkanNya kepadaku sebuah nama dari hadiratNya sendiri dan berkata-kata kepadaku dalam wujudNya sendiri. Maka terciptalah Tauhid Dzat dan punahlah perpisahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kepuasan Kami adalah kepuasanmu", kataNya, "dan kepuasanmu adalah kepuasan Kami. Ucapan-ucapanmu tak mengandung kecemaran dan tak seorangpun akan menghukummu karena ke-aku-anmu". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Dia menyuruhku untuk merasakan hunjaman rasa cemburu dan setelah itu Ia menghidupkan aku kembali. Dari dalam api pengujian itu aku keluar dalam keadaan suci bersih. Kemudian Dia bertanya,: "Siapakah yang memiliki kerajaan ini"&lt;br /&gt;"Engkau", jawabku&lt;br /&gt;"Siapakah yang memiliki kekuasaan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau", jawabku&lt;br /&gt;"Siapakah yang memiliki kehendak?"&lt;br /&gt;"Engkau", jawabku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jawaban-jawabanku itu persis seperti yang didengarkan pada awal penciptaan, maka ditunjukkanNya kepadaku betapa jika bukan karena belas kasihNya, alam semesta tidak akan pernah tenang, dan jika bukan karena cintaNya segala sesuatu telah dibinasakan oleh keMahaPerkasaanNya. Dia memandangku dengan mata Yang Maha Melihat melalui medium Yang Maha memaksa, dan segala sesuatu mengenai diriku sirna tak terlihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kemabukan itu setiap lembah kuterjuni. Kulumatkan tubuhku ke dalam setiap wadah gejolak api cemburu. Kupacu kuda pemburuan di dalam hutan belantara yang luas. Kutemukan bahwa tidak ada yang lebih baik dari pada kepapaan dan tidak ada yang lebih baik dari ketidak berdayaan (fana-red). Tiada pelita yang lebih terang dari pada keheningan dan tiada kata-kata yang lebih merdu dari pada kebisuan. Dan tiada pula gerak yang lebih sempurna dari pada diam. Aku menghuni istana keheningan, aku mengenakan pakaian ketabahan, sehingga segala masalah terlihat sampai keakar-akarnya. Dia melihat betapa jasmani dan rohaniku bersih dari kilasan hawa nafsu, kemudian dibukakanNya pintu kedamaian di dalam dadaku yang kelam dan diberikanNya kepadaku lidah keselamatan dan ketauhidan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini telah kumiliki sebuah lidah rahmat nan abadi, sebuah hati yang memancarkan nur ilahi, dan mata yang ditempa oleh tanganNya sendiri. Karena Dia-lah aku berbicara dan dengan kekuasaanNya-lah aku memegang. Karena melalui Dia aku hidup, karena Dia-lah Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Menghidupi, maka aku tidak akan pernah mati. Karena telah mencapai tingkat keluhuran ini, maka isyaratku adalah abadi, ucapanku berlaku untuk selama-lamanya, lidahku adalah lidah tauhid dan ruhku adalah ruh keselamatan, ruh Islam,. Aku tidak berbicara mengenai diriku sendiri sebagai seorang pemberi peringatan. Dia-lah yang menggerakkan lidahku sesuai dengan kehendakNya, sedang aku hanyalah seseorang yang menyampaikan. Sebenarnya yang berkata-kata ini adalah Dia, bukan aku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memuliakan diriku Dia berkata, "Hamba-hambaKu ingin bertemu denganmu". "Bukanlah keinginanku untuk menemui mereka", jawabku. "Tetapi jika Engkau menghendakiku untuk menemui mereka, maka aku tidak akan menentang kehendakMu. Hiaslah diriku dengan ke-esaanMu, sehingga apabila hamba-hambaMu memandangku yang terpandang oleh mereka adalah ciptaanMu. Dan mereka akan melihat Sang Pencipta semata-mata, bukan diriku ini". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginanku ini dikabulkanNya. DitaruhNya mahkota kemurahan hati ke atas kepalaku dan Ia membantuku mengalahkan jasmaniku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Dia berkata, "temuilah hamba-hambaKu itu".Akupun berjalan selangkah menjauhi hadiratNya. Tetapi pada langkah yang kedua aku jatuh terjerumus. Terdengarlah seruan,: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bawalah kembali kekasihKu kemari. Ia tidak dapat hidup tanpa Aku dan tidak ada satu jalanpun yang diketahuinya kecuali jalan yang menuju Aku". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku mencapai taraf tauhid Dzat-itulah saat pertama aku menatap Yang Esa-bertahun-tahun lamanya aku mengelana di dalam lembah yang berada dikaki bukit pemahaman. Akhirnya aku menjadi seekor burung dengan tubuh yang berasal dari ke-esa-an dan dengan sayap keabadian. Terus menerus aku melayang-layang di angkasa kemutlakan. Setelah terlepas dari segala sesuatu yang diciptakanNya, akupun berkata, " Aku telah sampai kepada Sang Pencipta. Aku telah kembali kepadaNya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kutengadahkan kepalaku dari lembah kemuliaan. Dahagaku kupuaskan seperti yang tak pernah terulang di sepanjang zaman. Kemudian selama tiga puluh ribu tahun aku terbang di dalam sifatNya yang luas, tigapuluh ribu tahun di dalam kemuliaan perbuatanNya, dan selama tiga puluh ribu tahun di dalam keesaan DzatNya. Setelah berakhir masa sembilan puluh ribu tahun, terlihat olehku Abu Yazid, dan segala yang terpandang olehku adalah aku sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku jelajahi empat ribu padang belantara. Ketika sampai diakhir penjelajahan itu terlihat olehku bahwa aku masih berada pada tahap awal kenabian. Maka kulanjutkan pula pengembaraan yang tak berkesudahan di lautan tanpa tepi itu untuk beberapa lama, aku katakan, "Tidak ada seorang manusiapun yang pernah mencapai kemuliaan yang lebih tinggi daripada yang telah kucapai ini. Tidak mungkin ada tingkatan yang lebih tinggi daripada ini". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ketika kutajamkan pandangan ternyata kepalaku masih berada di tapak kaki seorang Nabi. Maka sadarlah aku bahwa tingkat terakhir yang dapat dicapai oleh manusia-manusia suci hanyalah sebagai tingkatan awal dari kenabian. Mengenai tingkat terakhir dari kenabian tidak dapat kubayangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ruhku menembus segala penjuru di dalam kerajaan Alloh. Surga dan neraka ditunjukkan kepada ruhku itu tetapi ia tidak peduli. Apakah yang dapat menghadang dan membuatnya peduli?. Semua sukma yang bukan Nabi yang ditemuinya tidak dipedulikannya. Ketika ruhku mencapai sukma manusia kesayangan Alloh, Nabi Muhammad SAW, terlihatlah olehku seratus ribu lautan api yang tiada bertepi dan seribu tirai cahaya. Seandainya kujejakkan kaki ke dalam lautan api yang pertama itu, niscaya aku hangus binasa. Aku sedemikian gentar dan bingung sehinga aku menjadi sirna. Tetapi betapapun besar keinginanku, aku tidak berani memandang tiang perkemahan Muhammad. Walaupun aku telah berjumpa dengan Alloh, tetapi aku tidak berani berjumpa dengan Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Abu Yazid berkata, "Ya Alloh, segala sesuatu yang telah terlihat olehku adalah aku sendiri. Bagiku tiada jalan yang menuju kepadaMu selama aku ini masih ada. Aku tidak dapat menembus keakuan ini, apakah yang harus kulakukan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terdengarlah perintah, "Untuk melepas keakuanmu itu ikutilah kekasih Kami, Muhammad, si orang Arab. Usaplah matamu dengan debu kakinya dan ikutilah jejaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terjunlah aku ke dalam lautan api yang tak bertepi dan kutenggelamkan diriku kedalam tirai-tirai cahaya yang mengelilingi Muhammad. Dan kemudian tak kulihat diriku sendiri, yang kulihat Muhammad. Aku terdampar dan kulihat Abu Yazid berkata," aku adalah debu kaki Muhammad, maka aku akan mengikuti jejak Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERANG TANDING ANTARA ABU YAZID DAN YAHYA BIN MU'ADZ &lt;br /&gt;Yahya bin Mu'adz-salah seorang tokoh sufi, aulia, waliyulloh, jaman itu, menulis surat kepada Abu Yazid," Apakah katamu mengenai seseorang yang telah mereguk secawan arak dan menjadi mabuk tiada henti-hentinya?"&lt;br /&gt;"Aku tidak tahu", jawab Abu Yazid."Yang kuketahui hanyalah bahwa di sini ada seseorang yang sehari semalam telah mereguk isi samudra luas yang tiada bertepi namun masih merasa haus dan dahaga". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya bin Mu'adz menyurati lagi," Ada sebuah rahasia yang hendak kukatakan kepadamu tetapi tempat pertemuan kita adalah di dalam surga. Di sana, di bawah naungan pohon Tuba akan kukatakan rahasia itu kepadamu". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan surat itu dia kirimkan sepotong roti dengan pesan,"Syech harus memakan roti ini karena aku telah membuatnya dari air zam-zam". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam jawabannya Abu Yazid berkata mengenai rahasia yang hendak disampaikan Yahya itu," Mengenai tempat pertemuan yang engkau katakan, dengan hanya mengingatNya, pada saat ini juga aku dapat menikmati surga dan puhon Tuba. tetapi roti yang engkau kirimkan itu tidak dapat kunikmati. Engkau memang telah mengatakan air apa yang telah engkau pergunakan, tetapi engkau tidak mengatakan bibit gandum apa yang telah engkau taburkan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Yahya bin Mu'adz ingin sekali mengunjungi Abu Yazid. Ia datang pada waktu sholat Isya'. Yahya berkisah sebagai berikut,:" Aku tidak mau mengganggu Syech Abu Yazid. Tetapi aku pun tidak dapat bersabar hingga pagi. Maka pergilah aku ke suatu tempat di padang pasir di mana aku dapat menemuinya pada saat itu seperti dikatakan orang-orang kepadaku. Sesampainya ditempat itu terlihat olehku Abu Yazid sedang sholat Isya'. Kemudian ia berdiri di atas jari-jari kakinya sampai keesokan harinya. Aku tegak terpana menyaksikan hal ini. Sepanjang malam kudengar Abu Yazid berkata di dalam do'anya.," Aku berlindung kepadamu dari segala hasratku untuk menerima kehormatan-kehormatan ini". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sadar, Yahya mengucapkan salam kepada Abu Yazid dan bertanya apakah yang telah dialaminya pada malam tadi. Abu Yazid menjawab," lebih dari dua puluh kehormatan telah ditawarkan kepadaku. Tetapi tak satupun yang kuinginkan karena semuanya adalah kehormatan-kehormatan yang membutakan mata". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Guru, mengapakah engkau tidak meminta pengetahuan mistik, karena bukankah Dia Raja diantara raja yang pernah berkata,"Mintalah kepadaKu segala sesuatu yang engkau kehendaki?" Yahya bertanya."Diamlah!", sela Abu Yazid," Aku cemburu kepada diriku sendiri yang telah mengenalNya, karena aku ingin tiada sesuatupun kecuali Dia yang mengenal diriNya. Mengenai pengetahuanNya, apakah peduliku. Sesungguhnya seperti itulah kehendakNya, Yahya. Hanya Dia, dan bukan siapa-siapa yang akan mengenal diriNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi keagungan Alloh", Yahya bermohon,"berikanlah kepadaku sebagian dari karunia-karunia yang telah ditawarkan kepadamu malam tadi". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seandainya engkau memperoleh kemuliaan Adam, kesucian Jibril, kelapangan hati Ibrahim, kedambaan Musa kepada Alloh, kekudusan Isa, dan kecintaan Muhammad, niscaya engkau masih merasa belum puas. Engkau akan mengharapkan hal-hal lain yang melampaui segala sesuatu", jawab Yazid." Tetaplah merenung Yang Maha Tingi dan jangan rendahkan pandanganmu, karena apabila engkau merendahkan pandanganmu kepada sesuatu hal, maka hal itulah yang akan membutakan matamu" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Abu Yazid berjalan-jalan dengan beberapa orang muridnya. jalan yang sedang mereka lalui sempit dan dari arah yang berlawanan datanglah seekor anjing. Abu Yazid menyingkir kepinggir untuk memberi jalan kepada binatang itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang murid tidak menyetujui perbuatan Abu Yazid ini dan berkata," Alloh Yang Maha Besar telah memuliakan manusia di atas segala makhluk-makhlukNya. Abu Yazid adalah "Raja diantara kaum mistik", tetapi dengan ketinggian martabatnya itu beserta murid-muridnya yang taat masih memberi jalan kepada seekor anjing. Apakah pantas perbuatan seperti itu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid menjawab," Anak muda, anjing tadi secara diam-diam telah berkata kepadaku,'Apakah dosaku dan apakah pahalamu pada awal kejadian sehingga aku berpakaian kulit anjing dan engkau mengenakan jubah kehormatan sebagai raja diantara para mistik?'. Begitulah yang sampai dalam pikiranku dan karena itulah aku memberi jalan kepadanya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Abu yazid melakukan perjalanan menuju Ka'bah di Makkah, tetapi beberapa saat kemudian ia pun kembali lagi. "Di waktu yang sudah-sudah engkau tidak pernah membatalkan niatmu. Mengapa sekarang engkau berbuat demikian?", tanya seseorang kepaa Abu Yazid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baru saja aku palingkan wajahku ke jalan", jawab Abu Yazid,"terlihat olehku seorang hitam yang menghadang dengan pedang terhunus dan berkata,"Jika engkau kembali, selamat dan sejahtera-lah engkau. Jika tidak, akan kutebas kepalamu. Engkau telah meninggalkan Alloh di Bustham untuk pergi kerumahNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatim Tuli-salah seorang waliyulloh masa itu-, berkata kepada murid-muridnya," Barang siapa di antara kamu yang tidak memohon ampunan bagi penduduk neraka di hari berbangkit nanti, ia bukan muridku". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Hatim ini disampaikan orang kepada Abu Yazid. kemudian Abu yazid menambahkan," Barang siapa yang berdiri di tebing neraka dan menangkap setiap orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, kemudian mengantarnya ke surga lalu kembali ke neraka sebagai pengganti mereka, ia adalah muridku". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABU YAZID DAN SEORANG MURIDNYA&lt;br /&gt;Ada seorang pertapa di antara tokoh-tokoh suci terkenal di Bustham. Ia mempunyai banyak pengikut dan pengagum, tetapi ia sendiri senantiasa mengikuti pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh Abu Yazid. Dengan tekun ia mendengarkan ceramah-ceramah Abu Yazid dan duduk bersama sahabat-sahabat beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari berkatalah ia kepada Abu Yazid,"pada hari ini genaplah tigapuluh tahun lamanya aku berpuasa dan memanjatkan do'a sepanjang malam sehingga aku tidak pernah tidur. Namun pengetahuan yang engkau sampaikan ini belum pernah menyentuh hatiku. Walau demikian aku percaya kepada pengetahuan itu dan senang mendengarkan ceramah-ceramahmu". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walaupun engkau berpuasa siang malam selama tiga ratus tahun, sedikitpun dari ceramah-ceramahku ini tidak akan dapat engkau hayati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa demikian?",tanya si murid.&lt;br /&gt;"Karena matamu tertutup oleh dirimu sendiri", jawab Abu Yazid.&lt;br /&gt;"Apakah yang harus kulakukan?",tanya si murid pula.&lt;br /&gt;"Jika kukatakan, pasti engkau tidak mau menerimanya", jawab Abu Yazid.&lt;br /&gt;"Akan kuterima!. Katakanlah kepadaku agar kulakukan seperti yang engkau petuahkan".&lt;br /&gt;"Baiklah!", jawab Abu Yazid."Sekarang ini juga, cukurlah janggut dan rambutmu. Tanggalkan pakaian yang sedang engkau kenakan ini dan gantilah dengan cawat yang terbuat dari bulu domba. Gantungkan sebungkus kacang dilehermu, kemudian pergilah ke tempat ramai. Kumpulkan anak-anak sebanyak mungkin dan katakan pada mereka,"Akan kuberikan sebutir kacang kepada setiap orang yang menampar kepalaku". Dengan cara yang sama pergilah berkeliling kota, terutama sekali ke tempat dimana orang-orang sudah mengenalmu. Itulah yang harus engkau lakukan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maha besar Alloh!Tiada Tuhan kecuali Alloh", cetus simurid setelah mendengar kata-kata Abu Yazid itu.&lt;br /&gt;"Jika seorang kafir mengucapkan kata-kata itu niscaya ia menjadi seorang Muslim",kata Abu Yazid."Tetapi dengan mengucapkan kata-kata yang sama engkau telah mempersekutukan Alloh".&lt;br /&gt;"Mengapa begitu?",tanya si murid.&lt;br /&gt;"Karena engkau merasa bahwa dirimu terlalu mulia untuk berbuat seperti yang telah kukatakan tadi. Kemudian engkau mencetuskan kata-kata tadi untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang penting, dan bukan untuk memuliakan Alloh. Dengan demikian bukankah engkau telah mempersekutukan Alloh?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saran-saranmu tadi tidak dapat kulaksanakan. Berikanlah saran-saran yang lain", si murid berkeberatan.&lt;br /&gt;"Hanya itu yang dapat kusarankan",Abu Yazid menegaskan.&lt;br /&gt;"Aku tak sanggup melaksanakannya", si murid mengulangi kata-katanya.&lt;br /&gt;"Bukankah telah aku katakan bahwa engkau tidak akan sanggup untuk melaksanakannya dan engkau tidak akan menuruti kata-kataku",kata Abu Yazid.&lt;br /&gt;(Duhai, sadarlah aku bahwa kesombongan dalam diriku begitu tebal, betapa pentingnya aku, betapa mulianya aku, betapa orang lain berada lebih rendah dari aku.....lihat nggantengku, lihat kekayaanku, lihat kepandaianku,...lihat kekuatanku....lihat kekuasaanku......! Besi mesti dipanasi untuk dijadikan pedang, besi mesti ditempa untuk dibuat menjadi tajam. Batu kotor mesti digosok supaya jadi berlian. "Gosoklah berlian imanmu dengan Laa illaha ilalloh". 'Jadidu Imanakum bi Laa illaha ilalloh' ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau dapat berjalan di atas air", orang-orang berkata kepada Abu Yazid. "Sepotong kayupun dapat melakukan hal itu", jawab Abu Yazid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau dapat terbang di angkasa". "Seekor burung pun dapat melakukan itu" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau dapat pergi ke Ka'bah dalam satu malam". " Setiap orang sakti dapat melakukan perjalanan dari India ke Demavand dalam satu malam". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika demikian apakah yang harus dilakukan oleh manusia-manusia sejati?", mereka bertanya kepada Abu Yazid. Abu Yazid menjawab,"Seorang manusia sejati tidak akan menautkan hatinya kepada siapapun dan apapun kecuali kepada Alloh". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid ditanya orang,"Bagaimanakah engkau mencapai tingkat kesalehan yang seperti ini?"&lt;br /&gt;. "Pada suatu malam ketika aku masih kecil,", jawab Abu Yazid,"aku keluar dari kota Bustham. Bulan bersinar terang dan bumi tertidur tenang. Tiba-tiba kulihat suatu kehadiran. Di sisinya ada delapan belas ribu dunia yang tampaknya sebagai sebuah debu belaka. hatiku bergetar kencang lalu aku hanyut dilanda gelombang ekstase yang dahsyat. Aku berseru "Ya Alloh, sebuah istana yang sedemikian besarnya tapi sedemikian kosongnya. Hasil karya yang sedemikian agung tapi begitu sepi? " Lalu terdengar olehku sebuah jawaban dari langit." Istana ini kosong bukan karena tak seorangpun memasukinya tetapi Kami tidak memperkenankan setiap orang untuk memasukinya. Tak seorang manusia yang tak mencuci muka-pun yang pantas menghuni istana ini". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka aku lalu bertekat untuk mendo'akan semua manusia. Kemudian terpikirlah olehku bahwa yang berhak untuk menjadi penengah manusia adalah Muhammad SAW. Oleh karena itu aku hanya memperhatikan tingkah lakuku sendiri. Kemudian terdengarlah suara yang menyeruku.," Karena engkau berjaga-jaga untuk selalu bertingkah laku baik, maka Aku muliakan namamu sampai hari Berbangkit nanti dan ummat manusia akan menyebutmu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAJA PARA MISTIK". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid menyatakan," Sewaktu pertama kali memasuki Rumah Suci (Ka'bah), yang terlihat olehku hanya Rumah Suci itu. Ketika untuk kedua kalinya memasuki Rumah Suci itu, yang terlihat olehku adalah Pemilik Rumah Suci. Tetapi ketika untuk ketiga kalinya memasuki Rumah Suci, baik si Pemilik maupun Rumah Suci itu sendiri tidak terlihat olehku". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedemikian khusyuknya Abu Yazid dalam berbakti kepada Alloh, sehingga setiap hari apabila ditegur oleh muridnya, yang senantiasa menyertainya selama 20 tahun, ia akan bertanya," Anakku, siapakah namamu?" Suatu ketika si murid berkata pada Abu Yazid,"Guru, apakah engkau memperolok-olokkanku. Telah 20 tahun aku mengabdi kepadamu, tetapi, setiap hari engkau menanyakan namaku". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku",Abu Yazid menjawab,"aku tidak memperolok-olokkanmu. Tetapi nama-Nya telah memenuhi hatiku dan telah menyisihkan nama-nama yang lain. Setiap kali aku mendengar sebuah nama yang lain, segeralah nama itu terlupakan olehku" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid mengisahkan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ketika sedang duduk-duduk, datanglah sebuah pikiran ke dalam benakku bahwa aku adalah Syaikh dan tokoh suci zaman ini. Tetapi begitu hal itu terpikirkan olehku, aku segera sadar bahwa aku telah melakukan dosa besar. Aku lalu bangkit dan berangkat ke Khurazan. Di sebuah persinggahan aku berhenti dan bersumpah tidak akan meninggalkan tempat itu sebelum Alloh mengutus seseorang untuk membukakan diriku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari tiga malam aku tinggal di persinggahan itu. Pada hari yang ke-empat kulihat seseorang yang bermata satu dengan menunggang seekor unta sedang datang ke tempat persinggahan itu. Setelah mengamati dengan seksama, terlihat olehku tanda-tanda kesadaran Ilahi di dalam dirinya. Aku mengisyaratkan agar unta itu berhenti lalu unta itu segera menekukkan kaki-kaki depannya. Lelaki bermata satu itu memandangiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejauh ini engkau memanggilku", katanya," hanya untuk membukakan mata yang tertutup dan membukakan pintu yang terkunci serta untuk menenggelamkan penduduk Bustham bersama Abu Yazid?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku jatuh lunglai. Kemudian aku bertanya kepada orang itu,"Dari manakah engkau datang?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejak engkau bersumpah itu telah beribu-ribu mil yang kutempuh", kemudian ia menambahkan,"berhati-hatilah Abu Yazid, Jagalah hatimu!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkata demikian ia berpaling dariku dan meninggalkan tempat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASA AKHIR&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Abu Yazid telah tujuh puluh kali diterima Alloh ke hadhiratNya. Setiap kali kembali dari perjumpaan dengan Alloh itu, Abu Yazid mengenakan sebuah ikat pinggang yang lantas diputuskannya pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir hayatnya Abu Yazid memasuki tempat sholat dan mengenakan sebuah ikat pinggang. Mantel dan topinya yang terbuat dari bulu domba itu dikenakannya secara terbalik. Kemudian ia berkata kepada Alloh: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ya Alloh, aku tidak membanggakan disiplin diri yang telah kulaksanakan seumur hidupku, aku tidak membanggakan sholat yang telah kulakukan sepanjang malam. Aku tidak menyombongkan puasa yang telah kulakukan selama hidupku. Aku tidak menonjolkan telah berapa kali aku menamatkan Al Qur'an. Aku tidak akan mengatakan pengalaman-pengalaman spiritual khususku yang telah kualami, do'a- do'a yang telah kupanjatkan dan betapa akrab hubungan antara Engkau dan aku. Engkaupun mengetahui bahwa aku tidak menonjolkan segala sesuatu yang telah kulakukan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang kukatakan ini bukanlah untuk membanggakan diri atau mengandalkannya. Semua ini kukatakan kepadaMu karena aku malu atas segala perbuatanku itu. Engkau telah melimpahkan rahmatMu sehingga aku dapat mengenal diriku sendiri. Semuanya tidak berarti, anggaplah itu tidak pernah terjadi. Aku adalah seorang Torkoman yang berusaha tujuh puluh tahun dengan rambut yang telah memutih di dalam kejahilan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari padang pasir aku datang sambil berseru-seru,'Tangri-Tangri' Baru sekarang inilah aku dapat memutus ikat pinggang ini. Baru sekarang inilah aku dapat melangkah ke dalam lingkungan Islam. Baru sekarang inilah aku dapat menggerakkan lidahku untuk mengucapkan syahadat. Segala sesuatu yang Engkau perbuat adalah tanpa sebab. Engkau tidak menerima ummat manusia karena kepatuhan mereka dan Engkau tidak akan menolak mereka hanya karena keingkaran mereka. Segala sesuatu yang kulakukan hanyalah debu. Kepada setiap perbuatanku yang tidak berkenan kepadaMu limpahkanlah ampunanMu. Basuhlah debu keingkaran dari dalam diriku karena akupun telah membasuh debu kelancangan karena mengaku telah mematuhiMu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Abu Yazid menghembuskan nafas terakhirnya dengan menyebut nama Alloh pada tahun 261 H /874 M. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-7511020861665134111?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/7511020861665134111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/kisah-abu-yazid-sang-raja-para-mistik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/7511020861665134111?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/7511020861665134111?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/kisah-abu-yazid-sang-raja-para-mistik.html' title='KISAH ABU YAZID SANG RAJA PARA MISTIK'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;DUYMRXczfyp7ImA9WhVRFUs.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-4357521883764668864</id><published>2012-03-23T22:33:00.000-07:00</published><updated>2012-03-23T22:33:04.987-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-23T22:33:04.987-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FAUNA'/><title>Penangkaran Parkit</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-t9LuMsg_veU/T21VJka4nGI/AAAAAAAAAGw/LdFlPaMAzsQ/s1600/parkit+g.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="286" src="http://4.bp.blogspot.com/-t9LuMsg_veU/T21VJka4nGI/AAAAAAAAAGw/LdFlPaMAzsQ/s320/parkit+g.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Salah satu sarana terpenting dalam budidaya parkit adalah sangkar. Biasa
 pula disebut dengan kurungan. Sangkang dibuat dari kawat ram/kawat 
ruji, pilihlah yang berkwalitas baik karena tahan lama.Ditinjau dari 
segi tujuannya maka sangkar parkit dapat dibagi menjadi 3 golongan yaitu
 :&lt;br /&gt;
1. Sangkar sistem Pasangan&lt;br /&gt;
2. Sangkar sistem beberapa pasangan&lt;br /&gt;
3. Sangkar sistem besar atau disebut voliere&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;* Sistem sangkar pasangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yang dimaksud sistem sangkar pasangan ialah sangkar yang ukurannya 
relatif kecil untuk memelihara sepasang burung parkit.Ukuran kandang ini
 sekitar 40x30x30cm. Dari sistem ini diharapkan untuk memurnikan 
keturunan, menilai produktifitas induk, lahan terbatas/sempit. 
Keunggulan sistem ini adalah dapat menilai produktifitas induk, 
menghasilkan keturunan yang sesuai keinginan kita, Keturunan dan 
kesehatan lebih mudah terkontrol. adapun kelemahanya apabila memelihara 
dalam jumlah banyak pasti sangat kerepotan dalam pemeliharaannya, Modal 
banyak karena harus membuat banyak kandang, kurang efisien, 
produktifitas parkit umurnya lebih pendek.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;* Sistem sangkar beberapa pasang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sangkar dibuat sedemikian rupa sehingga dapat untuk memelihara beberapa 
ekor parkit. Menurut pengalaman saya kandang ukuran 90x90x90cm cukup 
untuk menampung 4 pasang burung parkit. Kelebihan dari sistem ini adalah
 kesehatannya mudah terkontrol, keturunannya dapat dikendalikan. 
Sedangkan kelemahannya adalah memerlukan modal yang banyak apabila ingin
 membudidayakan parkit dalam skala besar karena kebutuhan kandang yang 
banyak, Kerepotan dalam memelihara karena harus mengontro per kandang, 
produktifitas parkit umurnya lebih pendek.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;* Sistem Vilitere&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sistem volitere adalah sistem perkandangan yang di peruntukan untuk 
puluhan pasang parkit, sehingga kandang dibuat relatif besar agar burung
 parkit dapat bermain leluasa dikandang.Adapun kelebihan sistem ini 
adalah dapat menampung banyak parkit, hemat biaya apabila ingin 
memelihara dalam jumlah besar, produktifitas burung lebih lama. Adapun 
kelemahannya adalah butuh tempat yang besar, burung sulit dikontrol 
kesehatanya, Walaupun lama masa produksinya tetapi kwalitas dan kwatitas
 anakan cenderung lebih sedikit apabila dibandingkan dengan kedua sistem
 diatasya.&lt;br /&gt;
Menurutpengalaman saya kandang yang paling efektif adalah sistem 
beberapa pasang karena sistem ini adalah penggabuangan antara sistem 
volitere dan kandang pasangan, kesehatan dan keturunan burung mudah 
dikontrol, menejemen pemeliharaan tidak serep0ot sistem pasangan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-4357521883764668864?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/4357521883764668864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/penangkaran-parkit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/4357521883764668864?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/4357521883764668864?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/penangkaran-parkit.html' title='Penangkaran Parkit'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-t9LuMsg_veU/T21VJka4nGI/AAAAAAAAAGw/LdFlPaMAzsQ/s72-c/parkit+g.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;DUcAQXg8cCp7ImA9WhVRFUs.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-2286619857432234977</id><published>2012-03-23T22:30:00.002-07:00</published><updated>2012-03-23T22:30:40.678-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-23T22:30:40.678-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FAUNA'/><title>Prospek Beternak Parkit</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-t9LuMsg_veU/T21VJka4nGI/AAAAAAAAAGw/LdFlPaMAzsQ/s1600/parkit+g.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="286" src="http://4.bp.blogspot.com/-t9LuMsg_veU/T21VJka4nGI/AAAAAAAAAGw/LdFlPaMAzsQ/s320/parkit+g.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Peluang Usaha parkit masih terbuka lebar untuk dikembangkan. Hal ini 
terkait kebutuhan akan burung ini yang terus meningkat, bahkan puluhan 
tahun tetap eksis di pasaraan. Burung yang memiliki warna yang indah ini
 relatif mudah diternakkan dibanding burung lainnya, semisal lovebird, 
kenari atau murai batu. Penggemar burung ini tidak pernah surut Baik itu
 hanya untuk penghias rumah ataupun untuk ditangkarkan kembali. 
Dipasaran sekarang harga anakan rata-rata seharga 60ribu rupiah 
sedangkan ditingkat peternak biasa 50riburupiah untuk harga indukan 
90ribu Rupian.&lt;br /&gt;
Burung mungil mulai bertelur rata-rata pada umur 3 bulan dan setelah 5 
bulan dapat menghasilkan anakan, jenis burung ini bisa berproduksi 2,5 
bulan sekali sehingga rata-rata produksi pertahun antara 4-5 kali masa 
produksi. Burung ini dapat berproduksi sampai umur 3 tahun, kalau 
mekananya baik bahkan 5 tahun masih bisa berproduksi. Bagi peternak 
pemula tahap-tahap yang harus di lakukan yang pertama adalah menyiapkan 
kandang, kemudian diberi tempat/sangkar untuk bertelur (kalau orang solo
 biasa menyebutnya glodok), kemudian pengadaan bibit, Pemberian Pakan, 
Menejemen Pemeliharaan. Kesemuanya sangat penting demi keberhasilan dan 
mendapatkan keuntungan yang maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berikut analisa peluang ternak parkit :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Beberapa asumsi : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Indukan yang dipelihara terdiri dari 50 pasang&amp;nbsp; induk janta/betina &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tenaga kerja juga di abaikan karena sifat usaha ini adalah sampingan/tambahan bukan usaha pokok&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Indukan yang dipelihara mulai dari anakan sehingga masa tunggu sampai menghasilkan anak kurang lebih 5 bulan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perhitungan dihitung selama 3 tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kematian ternak dan Penyusutan kandang juga diabaikan&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Biaya/modal usaha:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Harga anakan perpasang (harga pasar) Rp 60.000/pasang, sehingga 
diperlukan modal untuk induk yaitu : Rp 60.000 x 50 ekor = Rp 3.000.000 &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biaya pakan Rp 50/psg/hari sehingga Rp 200 x 50 ekor x 365 hari = Rp 3.650.000&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Vitamin dan obat-obatan Rp 1000/ekor sehingga total untuk semua Rp 1000 x 60 ekor = Rp 60.000&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biaya pembuatan kandang Rp. 2.000.000&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Total modal usaha &lt;span style="color: red;"&gt;Rp 8.710.000&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Pendapatan usaha :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Harga parkit Rp 50,000/pasang (di jual ke pengepul) dan jumlah 
produksi anakan parkit(tahun pertama 4 kali masa produksi satu pasang 
menghasilkan anak rata-rata 2 pasang : 2 x 4 : 8 pasang) Berarti 50 
pasang dapat menghasilkan anakan (pada tahun pertama) 8 x 50 = 400 
pasang. harga sepasang Rp. 50.000 berati Rp. 50.000 x 400 = 20.000.000&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kita dapat menghasilkan anakan lagi selama 2 tahun dengan keuntungan
 yang berlipat (dirata-rata pertahun sepasang parkit sekali produksi 
dihasilkan 2psg anakan dengan masa produksi 5 kali jadi 2 x 5 x 50 x 
50.000 = Rp. 25.000.000 dikalikan 2 tahun = Rp. 50.000.000&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penjualan induk afkir sepasang Rp. 40.000 jadi 50 x 40.000 = Rp. 2.000.000&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pakan selama 2 tahun (satu tahun Rp. 3.650.000) 2 x 3.650.00 = Rp 7.300.000&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Vitamin dan obat-obatan (satu tahun 60.000) 2 x 60.000 = Rp. 120.000&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Total pendapatan usaha &lt;b&gt;Rp. 72.000.000&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="color: black;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Laba Usaha :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
Total pendapatan tahun pertama Rp. 20.000.000 - Rp. 8.710.000 = 11.290.000&lt;br /&gt;
Total pendapatan tahun ke 2 dan ke 3, Rp. 50.000.000 - (7.300.000 +120.000) = Rp. 42.580.0000&lt;br /&gt;
Total pendapatan yang di hasilkan satu periode =&lt;span style="color: yellow;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;(pendapatan tahun pertama + pendapatan tahun ke 2 dan ke 3 + Penjualan induk afkir) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
= Rp. 11.290.000 + Rp. 42.580.000 + Rp. 2.000.000 =&lt;b&gt; Rp. 55.870.000&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: black;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Analisa Kelayakan Usaha&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
Return Cost Ratio (R/C)&lt;br /&gt;
Total penerimaan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rp 72.000.000&lt;br /&gt;
R/C =&amp;nbsp; ———————– = ——————— = 4,46&lt;br /&gt;
Total biaya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Rp 16.130.000&lt;br /&gt;
Dengan nilai R/C 4,46 berarti usaha ini dinilai layak untuk diusahakan. 
Setiap penambahan biaya Rp 1,- akan memperoleh penerimaan Rp 4,46,-&lt;br /&gt;
Pendapatan akan masih bisa bertambah apabila anakan parkit yang 
dihasilkan 1 pasang parkit bisa maksimal mengingat parkit dapat bertelur
 hingga 8 butir telur setiap periode.&lt;br /&gt;
Berikut analisa kelayakan usaha budidaya parkit untuk saat ini, mohon 
maaf kalau ada kesalahan dan kekeliruan. Diharapkan pada para pembaca 
meninggalkan satu atau dua patah kata demi perkembangan tulisan ini. 
terima kasih atas saran dan kritiknya.&lt;br /&gt;
sumber&amp;nbsp; http://albanna01m.blogspot.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-2286619857432234977?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/2286619857432234977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/prospek-beternak-parkit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/2286619857432234977?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/2286619857432234977?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/prospek-beternak-parkit.html' title='Prospek Beternak Parkit'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-t9LuMsg_veU/T21VJka4nGI/AAAAAAAAAGw/LdFlPaMAzsQ/s72-c/parkit+g.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;DE8DRn4-eyp7ImA9WhVRFUs.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-7331135240270356648</id><published>2012-03-23T22:27:00.006-07:00</published><updated>2012-03-23T22:27:57.053-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-23T22:27:57.053-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FAUNA'/><title>Mengobati Parkit Mencret</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-t9LuMsg_veU/T21VJka4nGI/AAAAAAAAAGw/LdFlPaMAzsQ/s1600/parkit+g.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="286" src="http://4.bp.blogspot.com/-t9LuMsg_veU/T21VJka4nGI/AAAAAAAAAGw/LdFlPaMAzsQ/s320/parkit+g.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Jenis penyakit ini sangat populer dan sering menyerang peternakan 
parkit.Penyakit mencret ini disebabkan karena keadaan kandang yang 
terlalu kotor/lembab atau makanan yang kwalitasnya jelek dan tempat 
minum yang kotor. Karena keadaan ini maka bakteri pun mudah termakan 
oleh burung parkit sehingga pebcernaan parkit ini terganggu.&lt;br /&gt;
Dalam penyembuhan penyakit ini perlu ketlatenan karena biasanya burung 
yang terkena mencret sembuhnya lama bahkan terkadang burung bisa mati. 
Burung yang mencret sebaiknya ditangkap dan dipisahkan dari sangkar agar
 tidak menular ke burung yang lain. Sendirikan burung dalam sangkar 
kecil, kering, bersih dan hangat kemudian beri pil norit 1/4 bagian. 
Pada air minumnya dicampuri obat mencret yang biasa diberikan untuk 
unggas. Berikanlah pucuk daun nangka atau jambu obat ini merupakan resep
 tradisional yang cukup mujarap.&lt;br /&gt;
Untuk parkit yang belum terkena mencret usahakan mengurangi makanan 
tambahan terutama sayuran dan jagung muda. Bersihkan kandang dan tempat 
pakan/minum dengan rutin. Selamat mencoba&lt;br /&gt;
sumber&amp;nbsp; http://albanna01m.blogspot.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-7331135240270356648?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/7331135240270356648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/mengobati-parkit-mencret.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/7331135240270356648?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/7331135240270356648?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/mengobati-parkit-mencret.html' title='Mengobati Parkit Mencret'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-t9LuMsg_veU/T21VJka4nGI/AAAAAAAAAGw/LdFlPaMAzsQ/s72-c/parkit+g.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;DEIGSH87fyp7ImA9WhVRFUs.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-7510265811881973482</id><published>2012-03-23T22:22:00.001-07:00</published><updated>2012-03-23T22:22:09.107-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-23T22:22:09.107-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FAUNA'/><title>Macam-macam Penyakit Parkit</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-t9LuMsg_veU/T21VJka4nGI/AAAAAAAAAGw/LdFlPaMAzsQ/s1600/parkit+g.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="286" src="http://4.bp.blogspot.com/-t9LuMsg_veU/T21VJka4nGI/AAAAAAAAAGw/LdFlPaMAzsQ/s320/parkit+g.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Penyakit merupakan 
hal yang wajar dalam peternakan, baik itu disebabkan oleh virus atau 
bakteri. Skala penyakit ini bermacam-macam dari yang menyebabkan 
kerugian/kematian kecil atau besar. Penyakit seringkali menyerang burung
 parkit yang relative muda karena kekebalan burung ini belum sempurna. 
Penyakit pada burung parkit ini sering membuat peternak frustasi dan 
akhirnya gulung tikar.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Akan
 tetapi berbagai penyakit buring parkit ini dapat di cegah atau di 
minimalisir dampaknya terhadap ternak kita. Dengan menjaga kebersihan 
kandang dan pola makan burung parkit. Berikut kami sampaikan berbagai 
macam penyakit yang menyerang burung parkit :&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Psittacose&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;
Di
 Negara-negara eropa seperti : Perancis, Belanda, Inggris, Jerman, 
Belanda sering menyebutnya dengan istilah “Penyakit Burung Betet”. 
Memang sesuai namanya karena penyakit burung betet ini atau psittacose 
seakan-akan hanya menyerang burung betet atau burung paruh bengkok saja.
 Menjelang perang dunia kedua Negara-negara tersebut pernah dilanda 
penyakit ini dan hamper memusnahkan burung peliharaan dari berbagai 
keluarga paruh bengkok.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;
Penyakit
 ini disebabkan oleh viris yang dapat pula menyerang unggas. Ddalam 
tubuh burung virus ini dapat hidup sehingga bagi yang dihinggapi, tidak 
menunjukkan gejala penyakit akan tetapi tubuhnya lama kelamaan semakin 
kurus karena kurang nafsu makan dan akhirnya burung itu akan mati.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Diarrhae atau gangguan Usus&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;
Penyakit
 ini sangat popular bagi peternak parkit, kalau petrnak telaten 
membersihkan kandang penyakit ini tidak banyak menimbulkan kerugian. 
Tanda-tanda penyakit ini adalah gerakan burung lamban, bertengger dengan
 badan mengkerut, Buku berdiri, mata sayu serta dubur penuh kotoran 
(mencret).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;C.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pilek&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;
Penyakit
 ini sama popular dengan penyakit mencret, apabila peternak kurang cepat
 menanganinya akan cepat sekali menular dan banyak membawa kematian. 
Tanda-tandanya adalah hidung berlendir, gerakannya lamban, nafsu makan 
kurang, bulu berdiri, biasanya kepala disembunyikan diobawah pangkal 
sayap.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;D.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Rabun&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;
Rabun
 adalah penyakit gangguan mata yang menyebabkan berkurang patau rusaknya
 penglihatan burung parkit. Tanda-tandanya adalah burung murung, apabila
 terbang sering nabrak, nafsu makan berkurang.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;E.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Bubul&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;
Penyakit
 ini disebabkan oleh binatang-binatang kecil yang ada di dalam sangkar 
yang membentuk sarang berupa timbunan kapur dalam tubuh burung. 
Tanda-tanda penyakit ini adalah : pada tungkai, jari kaki, paruh, hidung
 dan sekitar mulut dipenuhi kapur yang membengkak. Penyakit ini 
disebabkan karena kandang kotor dan jarang dibersihkan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;F.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kaki Membuka&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;
Penyakit
 kaki membuka adalah penyakit cacat kaki yang diderita sejak anak-anak 
burung masih dalam dekapan induknya. Tanda-tandanya : kaki membuka 
kesamping kanan atau kiri, burung tidak dapat berdiri normal.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;G.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Degeneratie&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;
Sebenarnya
 ini buka merupakan penyakit akantetapi merupakan bawaan dari lahir. 
Misal jari kaki mengepal tidak dapat dibuka, tungkai bengkok, paruh 
bawah terlalu panjang, sayap tidak imbang, kaki terbuka. Hal itu 
disebabkan perkawinan sedarah menyebabkan keturunannya menjadi inteel 
atau degeneratie.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;H.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Vertigo&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;
Penyakit
 ini lebih popular dikenal dengan penyakit ayan atau penyakit saraf, 
mengingat sarafnya yang terganggu. Ntanda-tandanya adalah kepala 
berputar-putar.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;I.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Meranggas&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;
Meranggas
 atau rontok bulu merupakan hal yang wajar terjadi disetiap jenis unggas
 hal itu terjadi karena umur atau pengaruh musikan oleh penyakit, 
tanda-tandanya adalah rontok bulu yang berkepanjangan. Walaupun tidak 
menimbulkan dampak yang besar tapi penyakit ini juga mengganggu peternak
 parkit.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-7510265811881973482?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/7510265811881973482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/macam-macam-penyakit-parkit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/7510265811881973482?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/7510265811881973482?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/macam-macam-penyakit-parkit.html' title='Macam-macam Penyakit Parkit'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-t9LuMsg_veU/T21VJka4nGI/AAAAAAAAAGw/LdFlPaMAzsQ/s72-c/parkit+g.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;D0QGRng8eip7ImA9WhVRFUs.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-1644443418069543351</id><published>2012-03-23T22:02:00.000-07:00</published><updated>2012-03-23T22:02:07.672-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-23T22:02:07.672-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FAUNA'/><title>Alternatif Cara Menjinakkan Burung Parkit</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-t9LuMsg_veU/T21VJka4nGI/AAAAAAAAAGw/LdFlPaMAzsQ/s1600/parkit+g.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="286" src="http://4.bp.blogspot.com/-t9LuMsg_veU/T21VJka4nGI/AAAAAAAAAGw/LdFlPaMAzsQ/s320/parkit+g.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tips atau trik berikut bisa kita gunakan bila beberapa cara sebelumnya tidak berhasil alias &lt;strong&gt;burung parkit&lt;/strong&gt;
 selalu menjauh bila tangan kita ulurkan untuk memberi makan. Mungkin si
 burung kecil eksotis ini mengira tangan kita yang lebih besar dari 
ukuran tubuhnya sebagai suatu ancaman. Nah ada satu trik khusus untuk 
mensiasati hal tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cara-caranya adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;Posisikan duduk kita dekat dengan sangkar burung parkit.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sembari panggil namanya (wajib) letakkan jari kita yang ditempeli 
pakan untuk pemancingan awal. Bila tetap tidak merespon bahkan menjauh 
teruskan pada trik berikut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ambil satu batang lidi dengan panjang kurang lebih 20 cm.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Basahi ujung lidi dengan sedikit air yang berfungsi untuk menempelkan biji milet atau jewawut pada ujungnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ulurkan ujung lidi yang ditempeli biji milet tersebut perlahan-lahan agar burung parkit tidak kaget atau beraksi panik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila burung parkit mau mengambil makanan tersebut itu pertanda positif teruskan berulang-ulang dan jangan lupa panggil namanya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekarang coba kurangi pegangan tangan kita pada lidi, sehingga jarak
 tangan kita dengan ujung lidi semakin dekat. lakukan hingga tangan kita
 berada pada ujung lidi dekat pakan tersebut. Nah kalau burung parkit 
sudah tidak takut lagi maka singkirkan lidi tersebut dan ganti dengan 
ujung jari kita yang dibasahi sedikit air untuk menempelkan biji milet.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalau si burung parkit sudah mau mengambil makanannya langsung maka 
coba tangan kita masukkan sangkar dan beri umpan secara close up. Begitu
 seterusnya hingga dia betul-betul nyaman.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Aksi selanjutnya adalah sodorkan jari telunjuk kita untuk 
tangkringan kaki burung parkit, kalau dia melakukan hal tersebut berarti
 mulai muncul tanda kejinakannya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Nah diatas adalah satu &lt;strong&gt;trik menjinakan burung&lt;/strong&gt; parkit
 ataupun burung yang lainnya. Tentu masih ada trik-trik yang lainnya 
dari para burung yang berpengalaman. Tapi yang jelas trik tersebut saya 
gunakan untuk menjinakkan burung parkit yang kesekian kali dan tampak 
bandel alias susah didekati dengan tangan secara langsung seperti 
burung-burung parkit yang&amp;nbsp;dibudidayakan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-1644443418069543351?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/1644443418069543351/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/alternatif-cara-menjinakkan-burung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/1644443418069543351?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/1644443418069543351?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/alternatif-cara-menjinakkan-burung.html' title='Alternatif Cara Menjinakkan Burung Parkit'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-t9LuMsg_veU/T21VJka4nGI/AAAAAAAAAGw/LdFlPaMAzsQ/s72-c/parkit+g.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CEQFRX45eyp7ImA9WhVREEw.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-5893975630411622632</id><published>2012-03-17T12:25:00.001-07:00</published><updated>2012-03-17T12:25:14.023-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-17T12:25:14.023-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UMUM'/><title>MUDAHNYA BUDIDAYA MELATI ( Jasmine officinalle )</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Crz9R5JHJjs/T2Tk_7LEJsI/AAAAAAAAAGk/p04FSYFz2OQ/s1600/mlathi.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="206" src="http://3.bp.blogspot.com/-Crz9R5JHJjs/T2Tk_7LEJsI/AAAAAAAAAGk/p04FSYFz2OQ/s320/mlathi.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Salam Pertanian. Bunga yang satu ini biasa digunakan sebagai lambang 
kesucian maka jika kita tinggal di daerah Jawa Tengah , bunga melati 
merupakan bunga yang wajib digunakan dalam adat pernikan. Kalau kita 
minum teh&amp;nbsp; pasti tidak akan lepas dari aroma melati (daerah banyumas, 
tegal, brebes dan pantura). Selain kedua hal diatas masih banyak lagi 
manfaat yang bisa diperoleh dari bunga melati sehingga prospek bisnis 
bunga melati masih sangat terbuka lebar. Oleh karena itu kali ini Gerbang Pertanian
 akan menyampaikan sekilas tentang budidaya melati. Tetapi sebelum 
rekan-rekan menekuni budidaya bunga melati alangkah baiknya kita 
pastikan dulu pemasarannya. Kecuali kalau bunga melati tersebut hanya 
kita gunakan sebagai hiasan rumah saja.&lt;br /&gt;
  1. SEJARAH SINGKAT&lt;br /&gt;
  Melati
 merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup 
menahun. Di Italia melati casablanca (Jasmine officinalle), yang disebut
 Spansish Jasmine ditanam tahun 1692 untuk di jadikan parfum. Tahun 1665
 di Inggris dibudidayakan melati putih (J. sambac) yang diperkenalkan 
oleh Duke Casimo de’ Meici. Dalam tahun 1919 ditemukan melati J. parkeri
 di kawasan India Barat Laut, Kemudian dibudidayakan di Inggris pada 
tahun 1923. Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh 
wilayah Nusantara. Nama-nama daerah untuk melati adalah Menuh (Bali), 
Meulu cut atau Meulu Cina (Aceh), Menyuru (Banda), Melur (Gayo dan Batak
 Karo), Manduru (Menado), Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor), 
serta Malete (Madura).&lt;br /&gt;
  2. JENIS TANAMAN&lt;br /&gt;
  Diantara 200 
jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani baru 
sekitar 9 jenis melati yang umum dibudidayakan dan terdapat 8 jenis 
melati yang potensial untuk dijadikan tanaman hias. Sebagian besar jenis
 melati tumbuh liar di hutan-hutan karena belum terungkap potensi 
ekonomis dan sosialnya. Tanaman melati termasuk suku melati-melatian 
atau famili Oleaceae. Kedudukan tanaman melati dalam 
sistematika/taksonomi tumbuhan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
  &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kingdom : Plantae&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Divisi : Spermatophyta&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Subdivisi : Angiospermae&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kelas : Dicotyledonae&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ordo : Oleales&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Famili : Oleaceae&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Genus : Jasminum&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Spesies : Jasminum sambac (L) W. Ait..&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Jenis, Varietas dan Ciri-ciri penting (karakteristik) tanaman melati adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Jasmine sambac Air (melati putih, puspa bangsa) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jasmine multiflora Andr (melati hutan:melati gambir, poncosudo, Star Jasmine, J,. pubescens willd). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jasmine
 officinale (melati casablanca, Spanish Jasmine) sinonim dengan J. 
floribundum=Jasmine grandiflorum). perdu setinggi 1, 5 meter. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jasmine rex (melati Raja, King Jasmine). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jasmine parkeri Dunn (melati pot). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jasmine mensyi (Jasmine primulinum, melati pimrose). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jasmine revolutum Sims (melati Italia) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jasmine simplicifolium ( melati Australia, J. volibile, m. bintang) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melati hibrida. Bunga pink dan harum.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Adapun jenis dan varietes Melati yang ada di Pulau Jawa antara lain:&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Jasmine. Sambac (melati Putih), antara lain varietas: Maid of Orleans, Grand Duke of Tuscany, Menur dan Rose Pikeke &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jasmine. multiflorum (Star Jasmine) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jasmine officinale (melati Gambir)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
3. MANFAAT TANAMAN&lt;br /&gt;
  Bunga
 melati bermanfaat sebagai bunga tabur, bahan industri minyak wangi, 
kosmetika, parfum, farmasi, penghias rangkaian bunga dan bahan campuran 
atau pengharum teh.&lt;br /&gt;
  4. SENTRA PENANAMAN&lt;br /&gt;
  Di Indonesia 
Pusat penyebaran tanaman melati terkonsentrasi di Jawa Tengah, terutama 
di Kabupaten Pemalang, Purbalingga dan Tegal.&lt;br /&gt;
  5. SYARAT PERTUMBUHAN&lt;br /&gt;
  5.1. Iklim&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Curah hujan 112–119 mm/bulan dengan 6–9 hari hujan/bulan, serta mempunyai iklim dengan 2–3 bulan kering dan 5–6 bulan basah. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Suhu udara siang hari 28-36 derajat C dan suhu udara malam hari 24-30 derajat C, &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kelembaban udara (RH) yang cocok untuk budidaya tanaman ini 50-80 %. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selain itu pengembangan budi daya melati paling cocok di daerah yang cukup mendapat sinar matahari.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
5.2. Media Tanam&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Tanaman melati umumnya tumbuh subur pada jenis tanah Podsolik Merah Kuning (PMK), latosol dan andosol. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanaman
 melati membutuhkan tanah yang bertekstur pasir sampai liat, aerasi dan 
drainase baik, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan 
memiliki. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Derajat keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman ini adalah pH=5–7.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
5.3. Ketinggian Tempat&lt;br /&gt;
  Tanaman
 melati dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah 
sampai dataran tinggi pada ketinggian 10-1.600 m dpl. Meskipun demikian,
 tiap jenis melati mempunyai daya adaptasi tersendiri terhadap 
lingkungan tumbuh. Melati putih (J,sambac) ideal ditanam di dataran 
rendah hingga ketinggian 600 m dpl, sedangkan melati Star Jasmine 
(J.multiflorum) dapat beradaptasi dengan baik hingga ketinggian 1.600 m 
dpl. Di sentrum produksi melati, seperti di Kabupaten Tegal, Purbalingga
 dan Pemalang (Jawa Tengah), melati tumbuh dengan baik di dataran rendah
 sampai dataran menengah (0-700 m dpl).&lt;br /&gt;
  6. PEDOMAN BUDIDAYA&lt;br /&gt;
  6.1. Pembibitan&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Teknik
 Penyemaian Benih : Tancapkan tiap stek pada medium semai 10–15 
cm/sepertiga dari panjang stek. Tutup permukaan wadah persemaian dengan 
lembar plastik bening (transparan) agar udara tetap lembab. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian      &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Penyiapan tempat semai:          &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Siapkan tempat/wadah semai berupa pot berukuran besar/polybag, medium semai (campuran tanah, pasir steril/bersih). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Periksa dasar wadah semai dan berilah lubang kecil untuk pembuangan air yang berlebihan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Isikan medium semai ke dalam wadah hingga cukup penuh/setebal 20–30 cm. Siram medium semai dengan air bersih hingga basah.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemeliharaan bibit stek:          &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Lakukan penyiraman secara kontinu 1–2 kali sehari. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Usahakan bibit stek mendapat sinar matahari pagi. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pindahkan
 tanaman bibit stek yang sudah berakar cukup kuat (umur 1–23 bulan) ke 
dalam polybag berisi medium tumbuh campuran tanah, pasir dan pupuk 
organik (1:1:1). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelihara bibit melati secara 
intensif (penyiraman, pemupukan dan penyemprotan pestisida dosis rendah)
 hingga bibit berumur 3 bulan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
6.2. Pengolahan Media Tanam&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pembukaan Lahan      &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bersihkan
 lokasi untuk kebun melati dari rumput liar (gulma), pepohonan yang 
tidak berguna/batu-batuan agar mudah pengelolaan tanah. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Olah tanah dengan cara di cangkul/dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur, kemudian biarkan kering angin selama 15 hari&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembentukan
 Bedengan : Membentuk bedengan selebar 100-120 cm, tinggi 30-40 cm, 
jarak antara bedeng 40–60 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi 
lahan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengapuran : Tanah yang pH-nya masam dapat 
diperbaiki melalui pengapuran, misalnya dengan kapur kalsit (CaCO3) 
dolomit {CaMg (CO3)2}, kapur bakar (Quick lime, CaO)/kapur hidrat 
(Slakked lime,{Ca(OH)2}. Fungsi/kegunaan pengapuran tanah masam adalah 
untuk menaikan pH tanah, serta untuk menambah unsur-unsur Ca dan Mg. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemupukan
 : Tebarkan pupuk kandang di atas permukaan tanah, kemudian campurkan 
secara merata dengan lapisan tanah atas. Pupuk kandang dimasukkan pada 
tiap lubang tanam sebanyak 1-3 kg. Dosis pupuk kandang berkisar antara 
10-30 ton/hektar. Lubang tanam dibuat ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan 
jarak antar lubang 100-150 cm. Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan pada 
musim kemarau/1-2 bulan sebelum musim hujan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
6.3. Teknik Penanaman&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Penentuan
 Pola Tanam : Sebulan sebelum tanam, bibit melati diadaptasikan dulu 
disekitar kebun. Lahan kebun yang siap ditanami diberi pupuk dasar 
terdiri atas 3 gram TSP ditambah 2 gram KCI per tanaman. Bila tiap 
hektar lahan terdapat sekitar 60.000 lubang tanam (jarak tanam 1,0 m x 
1,5 m), kebutuhan pupuk dasar terdiri atas 180 kg TSP dan 120 kg KCI. 
Bersama pemberian pupuk dasar dapat ditambahkan “pembenah dan pemantap 
tanah “ misalnya Agrovit, stratos/asam humus Gro-Mate &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembuatan
 Lubang Tanam : Bibit melati dalam polybag disiram medium tumbuh dan 
akar-akarnya. Tiap lubang tanam ditanami satu bibit melati. Tanah dekat 
pangkal batang bibit melati dipadatkan pelan-pelan agar akar-akarnya 
kontak langsung dengan air tanah. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Cara Penanaman : Jarak 
tanam dapat bervariasi, tergantung pada bentuk kultur budidaya, 
kesuburan tanah dan jenis melati yang ditanam, bentuk kultur perkebunan 
jarak tanam umumnya adalah 1 x 1,5 m, sedang variasi lainnya adalah 40 x
 40 cm, 40 x 25 cm dan 100 x 40 cm.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
6.4. Pemeliharaan Tanaman&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Penjarangan
 dan Penyulaman. : Cara penyulaman adalah dengan mengganti tanaman yang 
mati/tumbuhan abnormal dengan bibit yang baru. Teknik penyulaman 
prinsipnya sama dengan tata laksana penanaman, hanya saja dilakukan pada
 lokasi/blok/lubang tanam yang bibitnya perlu diganti. Periode 
penyulaman sebaiknya tidak lebih dari satu bulan setelah tanam. 
Penyulaman seawal mungkin bertujuan agar tidak menyulitkan pemeliharaan 
tanam berikutnya dan pertumbuhan tanam menjadi seragam. Waktu penyulaman
 sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari, saat sinar matahari tidak 
terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyiangan
 : Pada umur satu bulan setelah tanam, kebun melati sering ditumbuhi 
rumput-rumput liar (gulma). Rumput liar ini menjadi pesaing tanaman 
melati dalam pemenuhan kebutuhan sinar matahari, air dan unsur hara. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemupukan
 : Pemupukan tanaman melati dilakukan tiap tiga bulan sekali. Jenis dan 
dosis pupuk yang digunakan terdiri atas Urea 300-700 kg, STP 300-500 kg 
dan KCI 100-300 kg/ha/tahun. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara
 disebar merata dalam parit di antara barisan tanaman / sekeliling tajuk
 tanaman sedalam 10-15 cm, kemudian ditutup dengan tanah. Pemupukan 
dapat pula dengan cara memasukan pupuk ke dalam lubang tugal di 
sekeliling tajuk tanaman melati. Waktu pemupukan adalah sebelum 
melakukan pemangkasan, saat berbunga, sesuai panen bunga dan pada saat 
pertumbuhan kurang prima. Pemberian pupuk dapat meningkatkan produksi 
melati, terutama jenis pupuk yang kaya unsur fosfor (P), seperti 
Gandasil B (6-20-30)/Hyponex biru (10-40-15) dan waktu penyemprotan 
pupuk daun dilakukan pada pagi hari (Pukul 09.00) atau sore hari (pukul 
15.30-16.30) atau ketika matahari tidak terik menyengat. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengairan
 dan Penyiraman : Pada fase awal pertumbuhan, tanaman melati membutuhkan
 ketersediaan air yang memadai. Pengairan perlu secara kontinyu tiap 
hari sampai tanaman berumur kurang lebih 1 bulan. Pengairan dilakukan 
1-2 kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. Cara pengairan adalah 
dengan disiram iar bersih tiap tanam hingga tanah di sekitar perakaran 
cukup basah. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Waktu Penyemprotan Pestisida : Zat 
perangsang/zat pengatur Tumbuh (ZPT) dapat digunakan untuk 
mempertahankan dan meningkatkan produksi bunga, zat perangsang bunga 
yang berpengaruh baik terhadap pembungaan melati adalah Cycocel 
(Chloromiguat) dan Etherel. Tanaman melati yang di semprot dengan 
Cycocel berkonsentrasi 5.000 ppm memberikan hasil bunga yang paling 
tinggi, yakni 1,45 kg/ tanaman. Cara pemberiannya: zat perangsang bunga 
disemprotkan pada seluruh bagian tanaman, terutama bagian ujung dan 
tunas-tunas pembungaan. Konsentrasi yang dianjurkan 3.000 ppm–5.000 ppm 
untuk Cycocel atau 500-1.500 ppm bila digunakan Ethrel. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lain-lain
 : Tanaman melati umumnya tumbuh menjalar, kecuali pada beberapa jenis 
melati, seperti varietas Grand Duke of tuscany yang tipe pertumbuhannya 
tegak. Tinggi pemangkasan amat tergantung pada jenis melati, jenis 
melati putih (J.sambac) dapat di pangkas pada ketinggian 75 cm dari 
permukaan tanah, sedangkan jenis melati Spnish Jasmine (J. officinale 
var. grandiflorum) setinggi 90 cm dari permukaan tanah.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
7. HAMA DAN PENYAKIT&lt;br /&gt;
  Tanaman melati tidak luput dari gangguan hama dan penyakit, prinsip pokok dan prioritas teknologi pengendalian hama/penyakit .&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pengendalian
 hayati dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan musuh-musuh alami 
hama (parasitoid, perdator, patogen) dengan cara:      &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;memasukan, memelihara, memperbanyak, melepaskan musuh alami &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mengurangi penggunaan pestisida organik sintetik yang berspektrum lebar/menggunakan pestisida selektif.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ekosistem pertanian dikelola dengan cara:      &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;penggunaan bibit sehat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;sanitasi kebun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;pemupukan berimbang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;pergiliran tanaman yang baik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;penggunaan tanaman perangkap,&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pestisida digunakan secara selektif berdasarkan hasil pemantauan dan analisis ekosistem.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
7.1. Hama&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Ulat palpita (Palpita unionalis Hubn) :      &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae, Stadium hama yang merusak tanaman melati adalah larva (ulat). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengendalian:
 dilakukan dengan cara memotong bagian tanaman yang terserang berat dan 
menyemprotkan insektisida yang mangkus dan sangkil, misalnya Decis 2,5 
EC, Perfekthion 400 E/Curacron 500 EC .&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggerek bunga (Hendecasis duplifascials) :      &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gejala:
 menyerang tanaman melati dengan cara menggerek/melubangi bunga sehingga
 gagal mekar. Kuntum bunga yang terserang menjadi rusak dan 
kadang-kadang terjadi infeksi sekunder oleh cendawan hingga menyebabkan 
bunga busuk. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang mangkus, misalnya Decis 2,5 EC, Cascade 50 EC/Lannate L .&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Thips (Thrips sp) :      &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Thrips termasuk ordo Thysanoptera dan famili Thripidae. Hama ini bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gejala: menyerang dengan cara mengisap cairan permukaan daun, terutama daun-daun muda (pucuk). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengendalian:
 dilakukan dengan cara mengurangi ragam jenis tanaman inang di sekitar 
kebun melati dan menyemprotkan insektisida yang mangkus : Mesurol 50 WP,
 Pegasus 500 SC/Dicarzol 25 SP .&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sisik peudococcus (Psuedococcus longispinus) :      &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Hama
 ini termasuk ordo Pseudococcidae dan famili Homoptera yang hidup secara
 berkelompok pada tangkai tunas dan permukaan daun bagian bawah hingga 
menyerupai sisik berwarna abu-abu atau kekuning-kuningan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman dan mengeluarkan cairan madu. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengendalian: dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus, misalnya Bassa 500 EC/Nogos 50 EC.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ulat nausinoe (Nausinoe geometralis) :      &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ciri:
 ngengat berwarna coklat dengan panjang badan rata-rata 12 mm dan 
panjang rentang sayap kurang lebih 24 mm berwarna coklat dan 
berbintik-bintik transparan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gejala: menyerang daun tanaman melati identik (sama) dengan serangan ulat P. unionalis.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hama Lain. :      &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Hama
 lain yang sering ditemukan adalah kutu putih (Dialeurodes citri) dan 
kutu tempurung (scale insects). Bergerombol menempel pada cabang, 
ranting dan pucuk tanaman melati, menyerang dengan cara mengisap cairan 
sel, sehingga proses fotosintesis (metabolisme). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus, seperti Perfekthion 400 EC/Decis 2,5 EC.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
7.2. Penyakit&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Hawar daun :      &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Penyebab: cendawan (jamur) Rhizcotonia solani Kuhn. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gejala: menyerang daun yang letaknya dekat permukaan tanah.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hawar benang (Thread Blight) :      &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Penyebab: jamur Marasmiellus scandens (Mass). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gejala: menyerang bagian cabang tanaman melati.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hawar bunga (Flower Blight) :      &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Penyebab: cendawan (jamur) Curvularia sp. Fusarium sp dan Phoma sp,. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gejala: bunga busuk, berwarna coklat muda dan kadang-kadang bunga berguguran.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jamur upas :      &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Penyebab: jamur Capnodium salmonicolor. Penyakit ini menyerang batang dan cabang tanaman melati yang berkayu. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gejala:
 terjadi pembusukan yang tertutup oleh lapisan jamur berwarna merah 
jambu pada bagian tanaman terinfeksi apnodium sp. dan Meliola jasmini 
Hansf. et Stev. Gejala serangan capnodium adalah permukaan atas daun 
tertutup oleh kapang jelaga berwarna hitam merata.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bercak daun :      &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Penyebab: jamur Pestaloita sp. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gejala: bercak-bercak berwarna coklat sampai kehitam-hitaman pada daun.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Karat daun (Rust) :      &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Penyebab: ganggang hijau parasit (Cephaleuros virescens Kunze). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gejala:
 pada permukaan daun yang terserang tampak bercak-bercak 
kemerah-merahaan dan berbulu. Penyakit ini umumnya menyerang daun-daun 
yang tua.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Antraknosa :      &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Penyebab: jamur Colletotrichum gloesporoides. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gejala
 : terbentuk bintik-bintik kecil berwarna kehitam-hitaman. Bintik-bintik
 tersebut membesar dan memanjang berwarna merah jambu, terutama pada 
bagian daun. Serangan berat dapat menyebabkan mati ujung (die back).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyakit lain :      &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Busuk
 bunga oleh bakteri Erwinia tumafucuens. Bintil akar oleh nematoda 
Meloidogyne incognito, penyebab abnormilitas perakaran tanaman. Virus 
kerdil penyebab terhambatnya pertumbuhan tanaman melati, belang-belang 
daun dan kadang-kadang seluruh ranting dan pucuk menjadi kaku.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
8. PANEN&lt;br /&gt;
  8.1. Ciri dan Umur Panen&lt;br /&gt;
  Ciri-ciri
 bunga melati yang sudah saatnya dipanen adalah ukuran kuntum bunga 
sudah besar (maksimal) dan masih kuncup / setengah mekar. Produksi bunga
 melati di Indoensia masih rendah yakni berkisar antara 20-25 
kg/hektar/hari. Tanaman melati mulai berbunga pada umur 7-12 bulan 
setelah tanam. Panen bunga melati dapat dilakukan sepanjang tahun secara
 berkali-kali sampai umur tanaman antara 5-10 tahun. Setiap tahun 
berbunga tanaman melati umumnya berlangsung selama 12 minggu (3 bulan).&lt;br /&gt;
  8.2. Cara Panen&lt;br /&gt;
  Pemetikan
 bunga melati sebaiknya dilakukan pada pagi sore, yakni saat sinar 
matahari tidak terlalu terik/suhu udara tidak terlalu panas.&lt;br /&gt;
  8.3. Periode Panen&lt;br /&gt;
  Hasil
 panen bunga melati terbanyak berkisar antara 1-2 minggu. Selanjutnya, 
produksi bunga akan menurun dan 2 bulan kemudian meningkat lagi&lt;br /&gt;
  8.4. Prakiraan Produksi&lt;br /&gt;
  Produksi
 bunga melati paling tinggi biasanya pada musim hujan, di Jawa Tengah, 
panen bunga melati pada musim kemarau menghasilkan 5–10 kg/hektar, 
sedangkan panen pada musim hujan mencapai 300-1.000kg/ha. Data produksi 
bunga melati di Indonesia berkisar 1,5–2 ton/ha/th pada musim hujan dan 
0,7-1 ton/ha/th pada musim kemarau.&lt;br /&gt;
  9. PASCAPANEN&lt;br /&gt;
  9.1. Pengumpulan&lt;br /&gt;
  Di
 tempat terbuka bunga melati akan cepat layu untuk 
mempertahankan/memperpanjang kesegaran bunga tersebut dihamparkan dalam 
tampah beralas lembar plastik kemudian disimpan di ruangan bersuhu udara
 dingin antara 0-5 derajat C.&lt;br /&gt;
  9.2. Lain-lain&lt;br /&gt;
  Salah satu produk pengolahan pascapanen bunga melati adalah Jasmine Oil.&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Minyak
 melati istimewa, yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati dengan
 pelarut ether minyak bumi, sebagai bahan baku minyak wangi mutu tinggi.
 &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Minyak melati biasa, yakni minyak yang diekstraksi dari 
bunga melati dengan pelarut benzole, sebagai bahan baku minyak wangi 
mutu sedang. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Minyak pomade istimewa, yakni minyak yang diperoleh dengan teknik enfleurage bunga melati, sebagai bahan baku minyak rambut. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Minyak pomade biasa, yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati bekas enfleurage, sebagai pewangi teknis.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Teknik enfleurage disebut teknik olesan. Prinsip kerja ekstraksi bunga melati dengan teknik olesan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Oleskan lemak muri pada permukaan kaca tipis. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Letakan bunga melati yang masih segar (baru petik) diatas permukaan kaca . &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Simpan kaca tipis bersama bunga melati dalam rak-rak penyimpanan yang terbuat dari plastik, kayu/logam tahan karat. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biarkan bunga melati selama 3-4 hari sampai bunga tersebut layu. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bunga melati yang telah layu segera dibuang untuk diganti dengan bunga-bunga baru/masih segar. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lakukan cara tadi secara berulang-ulang selama 2-3 bulan hingga lemak dipenuhi minyak wangi bunga melati.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Teknik ekstraksi minyak melati dapat dilakukan dengan teknik tabung hampa.&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Masukan
 bunga melati segar ke dalam tabung, kemudian alirkan bahan pelarut 
(alkohol, ether, chlorofrom, ecetone, lemak murni, ether minyak bumi) 
secara berkesinambungan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Salurkan cairan ekstrak yang 
mengandung bahan pelarut dan unsur-unsur bunga melati ke tabung hampa 
udara yang dipanaskan sekedarnya untuk menguapkan bahan pelarut. Uap 
pelarut diallirkan kembali ke kondensor agar menjadi cairan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tambahkan
 ethanol ke dalam unsur bunga melati. Unsur bunga melati biasanya berupa
 lilin padat (concrete) yang masih mengandung zat pewarna, damar dan 
unsur lain yang tidak menguap. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Campurkan minyak tadi dengan alkohol kemudian saring kembali untuk menghilangkan kandungan damar. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lakukan
 penyulingan absolut dengan menggunakan sthlene glycol penyinaran dengan
 sinar ultra violet untuk menghilangkan zat pewarna.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN&lt;br /&gt;
  10.1. Analisis Usaha Budidaya&lt;br /&gt;
  Perkiraan analisa budidaya tanaman melati seluas 0,5 ha yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor.&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Biaya produksi     &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Sewa lahan 0,5 ha Rp. 750.000,- &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bibit Rp. 190.000,- &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pupuk Rp. 325.000,- &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pestisida Rp. 50. 000,- &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tenaga kerja Rp. 6.425.000,- &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Alat (penyusunan alat-alat) Rp. 50.000,-&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Jumlah biaya produksi Rp. 7.790.000,-&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendapatan 15.555 kg @ Rp. 850,- Rp.12.750.000,- &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keuntungan bersih Rp. 4.960.000,- &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Parameter kelayakan usaha :      &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;O/I Ratio = 1,637 &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;ROI = 0,698&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;BEP Rp. 1.696.352,84,-&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
10. 2.Gambaran Peluang Agribisnis&lt;br /&gt;
  Pengembangan
 usaha tani melati skala komersial mempunyai prospek cerah danpeluang 
pasarnya bagus. Tiap hari untuk keperluan tabur bunga dibutuhkan 600 
kilogram bunga melati. Pasar potensial bunga melati adalah Jepang, 
Korea, Thailand, Taiwan dan Hongkong. Nilai ekonomi bunga melati semakin
 dibutuhkan dalam kehidupan maju (modern) untuk bahan baku industri 
minyak wangi, kosmetik, pewangi, penyedap the, cat, tinta, pestisida, 
pewangi sabun dan industri tekstil. Meski peluang pasar bunga melati di 
dalam dan luar negeri cukup besar, produksi bunga melati Indonesia baru 
mampu memenuhi sekitar 2% dari kebutuhan melati pasar dunia. Penomena 
ini menunjukan peluang yang perlu dimanfaatkan dengan baik di Indonesia 
karena potensi sumber daya lahan amat luas dan agroekologinya cocok 
untuk tani melati. Hasil studi agribisnis melati yang dilakukan oleh 
pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura di daerah setrum produksi
 Tegal (Jawa Tengah) menunjukan bahwa usaha tani melati menguntungkan 
dan layak dikembangkan.&lt;br /&gt;
  11. STANDAR PRODUKSI&lt;br /&gt;
  11.1. Ruang Lingkup&lt;br /&gt;
  Standar
 melati meliputi ruang lingkup, deskripsi, klasifikasi, syarat mutu, 
cara pengambilan contoh, cara uji, syarat penandaan dan pengemasan.&lt;br /&gt;
  11.2. Diskripsi …&lt;br /&gt;
  11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu&lt;br /&gt;
  Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor.&lt;br /&gt;
  11.4. Pengambilan Contoh&lt;br /&gt;
  Satu partai/lot bunga melati segar terdiri atas maksimum 1.000 kemasan. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan.&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Jumlah kemasan dalam partai 1 – 5, contoh yang diambil semua. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jumlah kemasan dalam partai 6 – 100, contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jumlah kemasan dalam partai 101 – 300, contoh yang diambil sekurang-kurangnya 7. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jumlah kemasan dalam partai 301 – 500, contoh yang diambil sekurang-kurangnya 9. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jumlah kemasan dalam partai 501 – 1000, contoh yang diambil sekurang-kurangnya 10.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
11.5. Pengemasan&lt;br /&gt;
  Bunga
 melati segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kokoh, baik, 
bersih dan kering serta berventilasi. Jumlah tangkai sebanyak 15-20 
tangkai diikat dan dibungkus. Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan 
karton. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah tangkai tertentu dapat 
digunakan atasdasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli. 
Ujung tangkai bunga dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi kapas 
basah mengandung bahan pengawet.&lt;br /&gt;
  12. DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Rukmana H. Rahmat (1997). Usaha Tani Melati, Yogyakarta, Kanisus&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-5893975630411622632?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/5893975630411622632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/mudahnya-budidaya-melati-jasmine.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/5893975630411622632?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/5893975630411622632?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/mudahnya-budidaya-melati-jasmine.html' title='MUDAHNYA BUDIDAYA MELATI ( Jasmine officinalle )'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Crz9R5JHJjs/T2Tk_7LEJsI/AAAAAAAAAGk/p04FSYFz2OQ/s72-c/mlathi.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CEYFRn49fip7ImA9WhVREEw.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-7599387177439947528</id><published>2012-03-17T12:21:00.001-07:00</published><updated>2012-03-17T12:21:57.066-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-17T12:21:57.066-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HERBAL'/><title>MERAMU SIRIH MERAH SEBAGAI OBAT RADANG, ASAM URAT, DARAH TINGGI DAN PENURUN GLUKOSA DARAH</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-dSSCjsyNXfU/T2TkQ7QFzII/AAAAAAAAAGc/Tcmnh42DVW4/s1600/SIRIH+MERAH_thumb%5B1%5D.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-dSSCjsyNXfU/T2TkQ7QFzII/AAAAAAAAAGc/Tcmnh42DVW4/s1600/SIRIH+MERAH_thumb%5B1%5D.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Sirih Merah (Piper Crocatum), kini hadir tidak hanya sebagai tanaman 
hias, tapi juga sebagai tanaman obat tradisional buat penderita Kencing 
Manis (Diabetus Melitus). Secara empiris, selain sebagai obat kencing 
manis, daun sirih merah sering dimanfaatkan sebagai obat alternatif 
Ambeien. Juga meredakan peradangan, kangker, asam, urat, darah tinggi, 
hepatitis, kelelahan, dan sakit maag. &lt;br /&gt;
  Masyarakat Sleman 
Yogyakarta khususnya, telah memanfaatkan khasiat daun sirih ini secara 
turun-temurun.  Senyawa Fitokimia yang terkandung dalam daun sirih merah
 meliputi alkoloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Menurut Ivorra M.D. 
dalam buku A Review of Natural Product and Plants As Potensial 
Antidiabetic, senyawa aktif alkoloid dan flavonoid  memiliki aktivitas 
hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah. Hara (1993) menyatakan 
senyawa tanin dan saponin dapat dipakai sebagai antimikroba (bakteri dan
 virus).  &lt;br /&gt;Ciri khas tanaman tropis ini berbatang bulat hijau 
keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung hati 
dan bagian atasnya meruncing. Permukaan daun mengkilap dan tidak merata.
 Seperti sirih hijau, tanaman sirih merah  tumbuh merambat dipagar atau 
pohon. Daunnya terasa pahit getar tapi beraroma lebih wangi dibanding 
sirih hijau. Bila disobek, daun sirih merah akan berlendir.   &lt;br /&gt;Tanaman
 sirih merah menyukai tempat teduh, berhawa sejuk, dan bersinar matahari
 60-75 persen. Tanaman sirih merah tumbuh subur dan bagus didaerah 
penggunungan. Bila tumbuh di daerah panas, sinar matahari langsung, 
batang akan cepat mengering. Selain itu, warna merah daunnya akan 
memudar. Padahal kemungkinan khasiatnya terletak pada senyawa kimia yang
 terkandung dalam warna merah daunnya.&lt;br /&gt;
  &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aman dikonsumsi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;   &lt;br /&gt;Peneliti
 muda dari Institut Pertanian Bogor, Mega Safithri dan Farah Fahma, 
telah meneliti toksisitas ekstrak air daun sirih merah dan kemampuannya 
dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus.   &lt;br /&gt;Pembuatan ekstrak daun
 sirih merah sangat mudah. Sebanyak 200 gr daun sirih merah direbus 
bersama 1(satu)  liter air sampai volumenya 100 mililiter. Perbandingan 
berat daun sirih merah dengan volume ekstrak rebusan yang diminum adalah
 200 gram : 100 ml atau 2 : 1.   &lt;br /&gt;Untuk mengetahui tingkat keamanan 
dan efek samping daun yang bersifat antiseptik ini, dilakukan uji 
toksisitas. Ekstrak dengan konsentrasi 0, 5, 10, 20 gram per kilogram 
bobot badan diberikan secara oral pada masing-masing enam ekor tikus 
Sparague Dawley. Setelah tujuh hari, bobot tubuh ke-24 tikus bertambah, 
tanpa gangguan kesehatan. Berarti, pemberian ekstrak hingga dosis 20 
gram per kilo berat badan aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksin 
(racun).   &lt;br /&gt;Dosis tepat sebagai obat diabetes bisa ditemtukan melalui
 uji antihiperglikemik pada enam kelompok tikus. Tiap kelompok 4 ekor. 
Kelompok A terdiri atas tikus yang mendapat induksi NaCl 0,9 persen dan 
cekok aquades. Kelompok B berisi tikus yang diinduksi aloksan dosis 150 
miligram per kilogram berat badan dan cekok akuades. Dalam percobaan, 
tikus disengaja dibuat menderita penyakit diabetes melitus, dengan 
pemberian aloksan dosis 150 miligram per kilogram berat badan.   &lt;br /&gt;Kelompok
 C berisi tikus yang diinduksi aloksan dosis 150 miligram per kilogram 
berat badan dan cekok obat antidiabetes komersial, daonil 3,22 mililiter
 per kilogram. Kelompok D, E , F berisi tikus yang diinduksi aloksan 
dosis 150 miligram per kilogram berat badan dan berturut-turut cekok 
ekstrak daun sirih merah 100 x dosis daonil, 1000 x dosis daonil, dan 20
 gram per kilogram berat badan.   &lt;br /&gt;Perlakuan tersebut berlangsung 
selama 10 hari. Hasilnya, kadar glukosa darah kelompok tikus E dan F 
menunjukan tidak berbeda nyata atau sama dengan kelompok tikus normal. 
Ekstrak daun sirih merah dosis 20 gram per kilogram berat badan mampu 
menurunkan kadar glukosa darah tikus 34,3 persen. Lebih tinggi 
penurunannya dibanding pemberian obat antidiabetes komersial, daonil 
3,22 miligram per kilogram, yang menurunkan 27 persen glukosa darah 
tikus.   &lt;br /&gt;Hasil penelitian ini bisa diaplikasikan kepada manusia 
penderita diabetes. Dosisnya, berat badan penderita dikalikan dengan 20 
miligram per kilogram berat badan. Jika berat penderita 50 kg, dia 
membutukan satu kilogram daun sirih merah segar dan 500 mililiter 
ekstrak air rebusan. Ekstrak ini diminum dua kali sehari setiap pagi dan
 sore sebanyak 250 mililiter. Meski demikian, uji klinis langsung 
penderita kencing manis belum pernak dilakukan.   &lt;br /&gt;(Koran Tempo - Jumat, 7 Juli 2006).&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-7599387177439947528?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/7599387177439947528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/meramu-sirih-merah-sebagai-obat-radang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/7599387177439947528?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/7599387177439947528?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/meramu-sirih-merah-sebagai-obat-radang.html' title='MERAMU SIRIH MERAH SEBAGAI OBAT RADANG, ASAM URAT, DARAH TINGGI DAN PENURUN GLUKOSA DARAH'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-dSSCjsyNXfU/T2TkQ7QFzII/AAAAAAAAAGc/Tcmnh42DVW4/s72-c/SIRIH+MERAH_thumb%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;C04AQXc6eip7ImA9WhVREEw.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-8928367287113104354</id><published>2012-03-17T12:19:00.000-07:00</published><updated>2012-03-17T12:19:00.912-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-17T12:19:00.912-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UMUM'/><title>BERAS SEHAT BERKUALITAS ORGANIK (BERSAHABAT)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ttN5cDtbGQc/T2Tjh8n8d6I/AAAAAAAAAGU/0VuN8X1wHmI/s1600/benih-padi-unggul-beranak-berbulir-banyak.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-ttN5cDtbGQc/T2Tjh8n8d6I/AAAAAAAAAGU/0VuN8X1wHmI/s320/benih-padi-unggul-beranak-berbulir-banyak.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Salam Tani !! Berbicara tentang beras organik 
(organic rice) tentu menjadi sesuatu hal yang menarik dan masih menjadi 
hal yang membingungkan bagi sebagian orang. Sebagian orang berpendapat 
bahwa beras organik adalah merupakan hasil dari proses budidaya padi 
secara organik. Yaitu budidaya padi yang menghindari penggunaan 
bahan-bahan kimia, seperti pupuk kimia, pestisida kimia maupun ZPT kimia
 dan mengutamakan penggunaan bahan-bahan organik untuk menggantikan yang
 serba kimia tersebut karena mengutamakan kesehatan manusia dan 
kelestarian alam. &lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Sedangkan sebagian orang 
berpendapat bahwa beras organik adalah beras yang tidak mengandung 
bahan-bahan kimia yang berbahaya seperti mercury, timbal, organophospat,
 karbamat dan pestisida anorganik. Jadi penggunaan pupuk kimia seperti 
urea dan KCl masih diperkenankan asalkan tidak berlebihan, bahkan 
penggunaan pestisida selama bukan dari ke 3 golongan tersebut diatas 
juga masih diperbolehkan. Silahkan para pembaca menentukan pilihannya 
sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Untuk mendapatkan label atau sertifikat
 beras organik bukanlah hal yang mudah bagi petani, selain harus melalui
 proses yang panjang dan ribet tetapi juga memerlukan biaya yang tidak 
sedikit. Oleh karena itu yang biasa mendapatkan label atau sertifikat 
beras organik biasanya adalah para pedagang besar bermodal besar yang 
biasanya berbendera CV ataupun PT. Namun sayang dalam menjalankan 
perdagangan beras organik tersebut para pedagang&amp;nbsp; terkadang melupakan 
makna yang terkandung dalam beras organik tersebut yaitu “menyehatkan 
manusia dan melestarikan bumi” para pedagang tersebut hanya mengejar 
kuantitas. Tetapi itu tidak semua pedagang, tapi maspary yakin ada 
pedagang yang bersikap seperti itu. Mereka menjual beras organik hanya 
bungkusnya saja yang berlabel &lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Beras Organik atau organic rice&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; tetapi isinya beras biasa.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Kenapa maspary menulis seperti itu ? Tentunya fakta dilapangan. &lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Maspary
 mempunyai teman&amp;nbsp; seorang pemilik penggilingan padi (rice mill) yang 
biasa memasok pedagang beras organik. Beliau mengatakan kalau yang 
dimasukkan tidak harus beras organik yang penting berasnya bagus, bening
 dan tidak banyak yang pecah. Itulah syarat yang diminta oleh pedagang 
beras organik tersebut.&amp;nbsp; Beliau biasa mensuplay pedagang beras tersebut 
dengan harga Rp.200 diatas harga pasar. Dan ketika maspary mencoba 
survei ke supermarket terkenal di Purwokerto mendapatkan beras tersebut 
telah di label dengan harga Rp.63.500/ 5 Kg dan saat ini harga beras 
adalah Rp.7300/ kg. &lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Wah… untungnya luar biasa ya…&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Dalam
 perdagangan beras organik mengandung makna kejujuran. Para petani dan 
pedagang benar-benar dituntut untuk berlaku&amp;nbsp; jujur. Tidak mungkin 
pemerintah mengecek setiap saat produk beras organik&amp;nbsp; yang akan dijual 
ke pasaran. Juga tidak mungkin para konsumen membedakan beras tersebut 
beras organik atau bukan Karena dari segi penampilan tidak bisa 
dibedakan oleh konsumen. Konsumen belanja beras organik tersebut pasti 
karena adanya kepercayaan terhadap produk tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Sebenarnya
 maspary sendiri sedikit prihatin dengan adanya pencemaran perdagangan 
beras organik tersebut. Kasihan para pedagang yang masih menjunjung 
tinggi nilai kejujuran dan masih berharap supaya tercipta suatu 
perdagangan yang adil. Adil untuk produsen (memberikan&amp;nbsp; harga yang 
sesuai dengan jerih payah para petani organik) adil juga untuk konsumen 
(memberikan kualitas beras yang bagus sesuai dengan harga dan label yang
 tertulis dikemasannya)&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Lalu bagaimana nasib 
para petani yang membudidayakan tanaman padinya secara organik namun 
belum memiliki sertifikat penjualan beras organik ? Mereka tentunya bisa
 menjual beras organik mereka melalui pedagang yang memiliki sertifikat 
beras organik tersebut. Bagi mereka yang belum menemukan mitra pedagang 
yang memiliki sertifikat bisa menjual beras organik mereka dengan 
kepercayaan, bisa juga menjual beras organik mereka dengan nama beras 
sehat. Jika menjual dengan nama beras sehat pemerintah belum punya 
aturan tentang beras sehat sehingga kita masih bisa bebas menjual&amp;nbsp; 
dengan label beras sehat. Diberi nama beras sehat karena bebas dari 
berbagai bahan kimia yang bisa meracuni tubuh sehingga jika dikonsumsi 
diharapkan bisa lebih menyehatkan tubuh bukan sebaliknya justru 
menimbulkan penyakit.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Maspary dari &lt;a href="http://www.gerbangpertanian.com/"&gt;Gerbang Pertanian&lt;/a&gt; dan rekan-rekan petani dari paguyuban &lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;BAWOR TANI BANYUMAS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;
 yang menekuni budidaya padi secara organik belajar menanam padi tanpa 
menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia sedikitpun. Kami belajar 
menggunakan pupuk organik padat, pupuk organik cair dan agensia hayati 
seperti corynebacterium, trichoderma, PGPR, ZPT Organik dll&amp;nbsp; yang 
semuanya kami produksi sendiri tanpa membeli dari pihak lain.&amp;nbsp; Oleh 
karena itu beras dari hasil panen tersebut saya kira layak kalau diberi 
label “&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;em&gt;Beras Sehat Berkualitas Organik&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;”.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-8928367287113104354?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/8928367287113104354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/beras-sehat-berkualitas-organik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/8928367287113104354?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/8928367287113104354?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/beras-sehat-berkualitas-organik.html' title='BERAS SEHAT BERKUALITAS ORGANIK (BERSAHABAT)'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ttN5cDtbGQc/T2Tjh8n8d6I/AAAAAAAAAGU/0VuN8X1wHmI/s72-c/benih-padi-unggul-beranak-berbulir-banyak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;C0AMQHY4fCp7ImA9WhVREEw.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-3854262461215459260</id><published>2012-03-17T12:16:00.001-07:00</published><updated>2012-03-17T12:16:21.834-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-17T12:16:21.834-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UMUM'/><title>BENIH PADI UNGGUL B3 (BERANAK DAN BERBULIR BANYAK)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GYkF22iPfz8/T2TimvgAufI/AAAAAAAAAGM/2HZsnPX5Mtk/s1600/benih-padi-unggul-beranak-berbulir-banyak.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-GYkF22iPfz8/T2TimvgAufI/AAAAAAAAAGM/2HZsnPX5Mtk/s320/benih-padi-unggul-beranak-berbulir-banyak.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Gerbang Pertanian kini telah menyediakan benih padi unggul B3 yang mampu beranak dan memproduksi bulir banyak .  Benih ini bukanlah benih padi hibrida yang hasil panennya tidak boleh ditanam ulang.  Jika anda menyukainya anda boleh menanamnya lagi tentunnya dengan tehnik &lt;a href="http://www.gerbangpertanian.com/2011/03/membuat-benih-padi-unggul.html"&gt;cara memproduksi benih padi unggul&lt;/a&gt; seperti yang telah saya tuliskan beberapa waktu yang lalu.  &lt;br /&gt;
Benih unggul B3  (beranak dan berbulir banyak) ini telah melalui berbagai demplot di beberapa lokasi (daerah) :&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Bapak Kasman (Cindaga, Kab. Banyumas),&lt;/strong&gt; Pada demplot ditempat Bapak Kasman benih padi ini mampu berproduksi &lt;strong&gt;10,15 ton/ ha&lt;/strong&gt;. Sedangkan rata-rata produksi padi didaerah tersebut (varietas IR 64, Ciherang, situbagendit, cilamaya dll) adalah &lt;strong&gt;8,05 ton/ ha.&lt;/strong&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Bapak Wirdal (Adipala, Kab. Cilacap),&lt;/strong&gt; Ditangan Bapak Wirdal padi ini mampu berproduksi &lt;strong&gt;9,52 ton/ ha&lt;/strong&gt;. Rata-rata produksi padi di daerah tersebut sekitar &lt;strong&gt;8,4 ton/ ha.&lt;/strong&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Bapak Marjo (Gambarsari, Kab, Banyumas),&lt;/strong&gt; Dengan cara penanaman semi organik (tanpa pestisida kimia dan hanya menggunakan pupuk urea sang&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;at sedikit)padi ini mampu berproduksi &lt;strong&gt;10 ton/ ha&lt;/strong&gt;, biasanya beliau hanya mampu panen sekitar &lt;strong&gt;8 ton/ ha.&lt;/strong&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Bapak sansuhidi (Sawangan, Kab. Banyumas),&lt;/strong&gt; dengan pengelolaan sederhana padi ini mampu berproduksi&lt;strong&gt; 9,52 ton/ ha&lt;/strong&gt; dengan rata-&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;rata produksi hanya &lt;strong&gt;5,6 ton/ ha&lt;/strong&gt;. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Dari
 hasil pengamatan ke empat demplot tersebut kami bisa mencatat beberapa 
spesifikasi benih padi unggul B3 (beranak dan berbulir banyak).  Adapun&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; spesifikasi benih padi tersebut adalah:&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Umur panen lebih cepat sekitar 5 hari dibanding IR 6&lt;strong&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-JXIHD9M85s4/Ta4eUkFm-rI/AAAAAAAAA1Q/PXIUAAxgKgE/s1600/benih-padi-unggul.jpg"&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;4 (kira-kira 85 hst dimusim kemarau dan 95 hst dimusim hujan).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Potensi jumlah anakan sekitar 15-35/ rumpun (dengan jarak tanam 20 cm X 30 cm) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jumlah bulir sekitar 460-550/ malai
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanaman tahan terhadap kresek&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanaman tahan terhadap penyakit busuk leher&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kurang tahan terhadap penyakit busuk pelepah
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Batang kokoh dan tahan roboh &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebar daun kurang lebih 2 cm &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tinggi tanaman 120 cm&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Panjang malai 32-36 cm
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Daun tumbuh tegak sehingga tidak saling menutupi &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nasi agak pulen &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wKQwBDIV-4E/TZiLzuiVY0I/AAAAAAAAA0o/SQ7NedzXjGY/s1600/29032011%2528020%2529.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591372658162099010" src="http://2.bp.blogspot.com/-wKQwBDIV-4E/TZiLzuiVY0I/AAAAAAAAA0o/SQ7NedzXjGY/s400/29032011%2528020%2529.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;
 Jika kita lihat foto diatas, Coba bandingkan antara malai padi B3 
(kiri) dan Malai padi Ciherang (kanan), jauh lebih banyak dan panjang 
malai padi B3 bukan?
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9dbaMtJUFW0/TZiNVnSgaoI/AAAAAAAAA0w/ZViLEQfU2jg/s1600/29032011%2528027%2529.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591374339843844738" src="http://1.bp.blogspot.com/-9dbaMtJUFW0/TZiNVnSgaoI/AAAAAAAAA0w/ZViLEQfU2jg/s400/29032011%2528027%2529.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;Dari
 foto diatas malai padi B3 (atas dan bawah) jauh lebih banyak bulirnya 
dan lebih panjang malainya  daripada malai padi ciherang (tengah)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan benih padi unggul B3 (beranak dan berbulir banyak) ini adalah:&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Usahakan tanam bibit muda sekitar 15 - 18 hss &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gunakan jarak tanam 20 cm X 30 cm atau tergantung kesuburan (semakin subur semakin jarang) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gunakan sistem tanam legowo 4 : 1 &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan gunakan pupuk urea terlalu banyak, alihkan ke NPK &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perbanyak pupuk organik baik yang padat maupun pupuk organik cair. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Untuk
 meningkatkan suatu produksi tanaman padi benih memegang peranan sangat 
penting bahkan bisa saya bilang benih adalah faktor utama. Faktor yang 
lain seperti pemupukan, pengairan, pengendalian hama penyakit dan tehnik
 budidaya yang lain hanyalah faktor pemaksimalan potensi benih. 
Bagaimanapun baiknya cara berbudidaya (pemupukan, pengendalian hama 
penyakit, pengairan dll) namun jika benih yang kita tanam jelek saya 
yakin hasilnya juga kurang memuaskan. &lt;br /&gt;
  Ada beberapa faktor yang perlu kita lihat sebagai indikator bahwa benih tersebut layak untuk kita kembangkan:&lt;br /&gt;
  &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Daya adaptasi terhadap lingkungan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemampuan membentuk anakan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemampuan memproduksi bulir. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Daya tahan terhadap hama penyakit. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Trimakasih atas kesediannya untuk membaca artikel tentang benih padi unggul B3 (beranak dan berbulir banyak)  dari &lt;a href="http://www.gerbangpertanian.com/"&gt;Gerbang Pertanian&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-JXIHD9M85s4/Ta4eUkFm-rI/AAAAAAAAA1Q/PXIUAAxgKgE/s1600/benih-padi-unggul.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597444725501524658" src="http://1.bp.blogspot.com/-JXIHD9M85s4/Ta4eUkFm-rI/AAAAAAAAA1Q/PXIUAAxgKgE/s400/benih-padi-unggul.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;Jika anda berminat untuk mencoba silahkan &lt;a href="http://www.gerbangpertanian.com/p/cara-pembelian-produk-gerbang-pertanian.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt; atau pada &lt;a href="http://www.gerbangpertanian.com/p/cara-pembelian-produk-gerbang-pertanian.html"&gt;menu order&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
NB:
 Mohon maaf bagi rekan-rekan Gerbang Pertanian yang berminat dengan B3 
ada sedikit salah informasi terhadap ketahanan terhadap busuk leher, 
ternyata benih padi B3 kurang tahan terhadap penyakit busuk malai atau 
patah leher. Sehingga petani yang mau tanam B3 bisa melakukan pencegahan
 secara dini.&lt;br /&gt;
http://www.gerbangpertanian.com&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-3854262461215459260?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/3854262461215459260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/benih-padi-unggul-b3-beranak-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/3854262461215459260?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/3854262461215459260?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/benih-padi-unggul-b3-beranak-dan.html' title='BENIH PADI UNGGUL B3 (BERANAK DAN BERBULIR BANYAK)'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-GYkF22iPfz8/T2TimvgAufI/AAAAAAAAAGM/2HZsnPX5Mtk/s72-c/benih-padi-unggul-beranak-berbulir-banyak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;C0IHR3oycCp7ImA9WhVREEw.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-3309459828116841617</id><published>2012-03-17T12:12:00.001-07:00</published><updated>2012-03-17T12:12:16.498-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-17T12:12:16.498-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan jiwa'/><title>Era Badai Fitnah Ancaman Dosa Riddah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-paSHELCoOYU/T2Th80Jm2bI/AAAAAAAAAGE/TDkim-rLcaM/s1600/NWO.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="308" src="http://4.bp.blogspot.com/-paSHELCoOYU/T2Th80Jm2bI/AAAAAAAAAGE/TDkim-rLcaM/s320/NWO.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Dalam sebuah hadits shahih Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم menggambarkan bakal tibanya suatu masa di Akhir Zaman dimana fitnah datang secara massif sehingga dunia digambarkan menjadi laksana malam yang gelap gulita. Selanjutnya Nabi صلى الله عليه و سلم menerangkan betapa di masa itu jenis pelanggaran yang dilakukan kaum muslimin tidak lagi dapat digolongkan sebagai dosa kecil, bahkan tidak juga dosa besar. Sebab betapapun besarnya dosa seseorang, namun jika ia masih memiliki iman-tauhid yang benar dan ia bertaubat dengan sungguh-sungguh, niscaya Allah سبحانه و تعالى akan mengampuninya. Di era badai fitnah, kata Nabi صلى الله عليه و سلم , ancaman terbesar ialah kaum muslimin bakal melakukan pelanggaran yang tergolong&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;nawaqidh al-iman&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(pembatal keislaman) alias terjangkiti virus MTS (Murtad Tanpa Sadar).&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Pagi hari seorang lelaki masih beriman, tiba-tiba sore harinya ia telah menjadi kafir. Atau sore hari seseorang masih beriman, tiba-tiba pagi harinya ia telah menjadi kafir. Nabi صلى الله عليه و سلم tidak mengatakan “seseorang di pagi hari berbuat&amp;nbsp;&lt;b style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;kebaikan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, lalu di sore harinya berbuat&lt;b style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;kejahatan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;”. Tidak..! Tapi secara eksplisit Nabi صلى الله عليه و سلم mengatakan “&lt;b style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;pagi beriman, sore kafir&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.” Perbandingannya bukan antara berbuat baik dengan berbuat jahat, tetapi antara beriman dan kafir.&lt;/div&gt;
&lt;div class="ArabCenter" style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line2.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; direction: rtl; font-family: 'KFGQPC Uthman Taha Naskh', KFGQPC_Naskh, 'traditional arabic'; font-size: 2em; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 46px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;
بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ&amp;nbsp;يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا&amp;nbsp;وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: "Segeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti malam yang gelap gulita. Di pagi hari seorang laki-laki dalam keadaan mukmin, lalu kafir di sore harinya. Di sore hari seorang laki-laki dalam keadaan mukmin, lalu kafir di pagi harinya. Dia menjual agamanya dengan barang kenikmatan dunia."&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(Hadits Shahih Riwayat Muslim No.&amp;nbsp;169)&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Jelas Nabi صلى الله عليه و سلم memperingatkan bahwa ketika dunia diwarnai oleh badai fitnah, maka ancaman yang muncul bukanlah sekedar keterlibatan dalam dosa-dosa kecil, bahkan tidak pula dosa-dosa yang besar, melainkan munculnya gejala&amp;nbsp;&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;riddah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(kemurtadan). Bila seseorang telah terlibat dalam dosa kemurtadan, berarti ia telah kehilangan iman-tauhidnya. Ia telah kehilangan barang paling berharga dalam hidupnya. Ia telah kehilangan&amp;nbsp;&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;miftah al-jannah&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(kunci pembuka pintu surga). Sehingga bila ia sibuk mengerjakan berbagai amal seperti sholat, puasa di bulan Ramadhan, sedekah, umrah dan lain sebagainya, maka semua perbuatan itu menjadi sia-sia. Sebab tanpa iman segala amal kebaikan seseorang menjadi tidak bernilai di mata Allah سبحانه و تعالى .&lt;/div&gt;
&lt;div class="ArabCenter" style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line2.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; direction: rtl; font-family: 'KFGQPC Uthman Taha Naskh', KFGQPC_Naskh, 'traditional arabic'; font-size: 2em; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 46px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;
وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ&amp;nbsp;الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّى إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun.”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(QS. An-Nur [24] : 39)&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Orang yang asalnya beriman (muslim) lalu terjangkiti virus kemurtadan, maka ia tidak ada bedanya dengan orang yang kafir. Amal apapun yang ia kerjakan menjadi laksana fatamorgana, terhapus tanpa bekas dan penilaian di sisi Allah سبحانه و تعالى .&lt;/div&gt;
&lt;div class="ArabCenter" style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line2.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; direction: rtl; font-family: 'KFGQPC Uthman Taha Naskh', KFGQPC_Naskh, 'traditional arabic'; font-size: 2em; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 46px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;
وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ&amp;nbsp;أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(QS. Al-Baqarah [2] : 217)&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Oleh karena itu, sangat penting sekali bagi muslim yang sadar bahwa ia sedang hidup di era badai fitnah untuk mempelajari apa saja perkara yang termasuk&amp;nbsp;&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;nawaqidh al-iman&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(pembatal keislaman) agar ia dapat menghindarkan dirinya dari terjangkit virus MTS alias gejala kemurtadan. Dan perlu diketahui bahwa era badai fitnah ini merupakan pra-kondisi menjelang hadirnya puncak fitnah. Sebab seluruh fitnah yang terjadi di dunia pada hakikatnya adalah dalam rangka menyongsong kehadiran puncak fitnah alias fitnah paling dahsyat sepanjang zaman, yaitu fitnah Ad-Dajjal. Dan menjelang kehadiran puncak fitnah dunia akan menyaksikan aneka fitnah bermunculan dan kian mewabah sampai hadirnya puncak fitnah. Demikian pula, karena Ad-Dajjal merupakan puncak fitnah, maka ia akan menjadi puncak thaghut penguasa zalim. Dan sebelum kehadiran Ad-Dajjal sebagai puncak thaghut penguasa zalim, maka dunia bakal diramaikan oleh hadirnya aneka thaghut penguasa zalim dalam rangka menyongsong puncak thaghut penguasa zalim yang mereka nantikan kehadirannya itu. Inilah yang disebut oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم di dalam haditsnya mengenai periodisasi perjalanan sejarah ummat Islam sebagai babak keempat, yaitu babak kepemimpinan para&amp;nbsp;&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Mulkan Jabriyyan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(para penguasa yang memaksakan kehendak). Inilah babak yang sedang dijalani ummat Islam dewasa ini.&amp;nbsp;&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;The darkest ages of the Islamic history&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(era paling kelam dalam sejarah Islam).&lt;/div&gt;
&lt;div class="ArabCenter" style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line2.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; direction: rtl; font-family: 'KFGQPC Uthman Taha Naskh', KFGQPC_Naskh, 'traditional arabic'; font-size: 2em; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 46px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;
ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ad-Dajjal disebut-sebut di dekat Rasulullah صلى الله عليه و سلم lalu beliau bersabda, "Sungguh fitnah sebagian dari kalian lebih aku takutkan dari fitnahnya Ad-Dajjal dan tiada seseorang dapat selamat dari aneka fitnah sebelum fitnah Ad-Dajjal melainkan pasti selamat pula darinya (fitnah Dajjal) sesudahnya. Dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini —baik kecil ataupun besar— kecuali untuk (menjemput) fitnah Ad-Dajjal."&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(Hadits Shahih Riwayat Ahmad No. 22215)&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Artinya, barangsiapa yang mengaku muslim dan sanggup menyelamatkan dirinya menghadapi aneka fitnah sebelum Ad-Dajjal keluar, maka Nabi صلى الله عليه و سلم menjamin bahwa muslim tersebut bakal selamat menghadapi puncak fitnah, yaitu Ad-Dajjal ketika ia keluar. Barangsiapa yang mengaku muslim sanggup menyelamatkan diri menghadapi aneka thaghut penguasa zalim yang ada sebelum keluarnya Ad-Dajjal, maka Nabi صلى الله عليه و سلم menjamin bahwa muslim tersebut bakal selamat menghadapi puncak thaghut penguasa zalim Ad-Dajjal saat ia keluar. Allah سبحانه و تعالى menggambarkan seorang muslim-muwahhid sejati ialah yang secara istiqomah beriman kepada Allah سبحانه و تعالى seraya mengingkari thaghut.&lt;/div&gt;
&lt;div class="ArabCenter" style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line2.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; direction: rtl; font-family: 'KFGQPC Uthman Taha Naskh', KFGQPC_Naskh, 'traditional arabic'; font-size: 2em; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 46px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;
فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ&amp;nbsp;بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat (La ilaha illa Allah) yang tidak akan putus.”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(QS. Al-Baqarah [2] : 256)&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Bagaimana seorang muslim dikatakan sebagai muwahhid (ahli tauhid) sejati bila ia hanya beriman kepada Allah سبحانه و تعالى namun tidak siap dan rela mengingkari thaghut? Apalagi saat menyadari bahwa kondisi dunia dewasa ini sedang didominasi oleh para Mulkan Jabriyyan berupa thaghut penguasa zalim yang menjadi pra-kondisi menjelang keluarnya puncak thaghut penguasa zalim Ad-Dajjal. Tidak sah, bukan tidak sempurna, tauhid seorang muslim bila ia sibuk menghamba kepada Allah سبحانه و تعالى namun ia tidak mau menjauhi dan mengingkari thaghut. Sikap separuh-separuh dalam ber-tauhid, sangat potensial menyebabkan seseorang terjangkit virus MTS alias dosa riddah...! Sebab ber-tauhid dengan dua sisi (beribadah kepada Allah سبحانه و تعالى dan menjauhi thaghut) merupakan pesan abadi para Rasul utusan Allah سبحانه و تعالى sepanjang masa:&lt;/div&gt;
&lt;div class="ArabCenter" style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line2.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; direction: rtl; font-family: 'KFGQPC Uthman Taha Naskh', KFGQPC_Naskh, 'traditional arabic'; font-size: 2em; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 46px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ&amp;nbsp;اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu.”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(QS. An-Nahl [16] : &amp;nbsp;36)&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Nabi صلى الله عليه و سلم memperingatkan kita bahwa pada saat Ad-Dajjal kelak keluar, maka Allah سبحانه و تعالى akan izinkan setiap orang yang iman-tauhidnya benar sanggup mendeteksi dan membaca tulisan “kafir’ di dahi Ad-Dajjal.&lt;/div&gt;
&lt;div class="ArabCenter" style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line2.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; direction: rtl; font-family: 'KFGQPC Uthman Taha Naskh', KFGQPC_Naskh, 'traditional arabic'; font-size: 2em; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 46px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;
وَإِنَّ الدَّجَّالَ مَمْسُوحُ الْعَيْنِ عَلَيْهَا ظَفَرَةٌ غَلِيظَةٌ مَكْتُوبٌ&amp;nbsp;بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٍ وَغَيْرِ كَاتِبٍ&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Sesungguhnya Ad-Dajjal buta (sebelah) matanya, di atas matanya ada kulit tebal, diantara kedua matanya tertulis KAFIR yang bisa dibaca oleh setiap mu`min yang bisa baca tulis atau pun tidak.”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(Hadits Shahih Riwayat Muslim No. 5223)&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Artinya, barangsiapa yang sebelum keluarnya Ad-Dajjal sudah terkena aneka fitnah yang menyebabkan ancaman dosa riddah, maka jangan harap ia akan diizinkan Allah سبحانه و تعالى sanggup mendeteksi dan membaca tulisan kafir di dahi Ad-Dajjal. Malah karena ia tidak sanggup membacanya akibat raibnya iman-tauhid, maka besar kemungkinan iapun akan mengagumi Ad-Dajjal sebagaimana kaum kuffar akan mengaguminya. Jadi alih-alih ia sanggup menjauhi dan mengingkari puncak thaghut penguasa zalim Ad-Dajjal sebagaimana diperintahkan Allah سبحانه و تعالى , malah ia segera menyambut, bekerja-sama, mematuhi, mentaati bahkan menghamba kepada Ad-Dajjal.&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Na’udzubillahi min dzaalika...!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Semoga Allah سبحانه و تعالى memelihara dan memantapkan iman-tauhid kita di era badai fitnah menjelang keluarnya puncak fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.&lt;/div&gt;
&lt;div class="ArabCenter" style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line2.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; direction: rtl; font-family: 'KFGQPC Uthman Taha Naskh', KFGQPC_Naskh, 'traditional arabic'; font-size: 2em; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 46px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;
اللهم إني أعوذبك بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ&amp;nbsp;وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;i style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;"Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari azab jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian dan dari jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal."&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(HR. Muslim No. 923)&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;a href="http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/era-badai-fitnah-ancaman-dosa-riddah.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/era-badai-fitnah-ancaman-dosa-riddah.htm&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-3309459828116841617?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/3309459828116841617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/era-badai-fitnah-ancaman-dosa-riddah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/3309459828116841617?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/3309459828116841617?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/era-badai-fitnah-ancaman-dosa-riddah.html' title='Era Badai Fitnah Ancaman Dosa Riddah'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-paSHELCoOYU/T2Th80Jm2bI/AAAAAAAAAGE/TDkim-rLcaM/s72-c/NWO.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CkADRXs7fSp7ImA9WhVSFk8.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-3568985776879729997</id><published>2012-03-12T23:39:00.000-07:00</published><updated>2012-03-12T23:39:34.505-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-12T23:39:34.505-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan jiwa'/><title>Kisah-kisah di Balik Keajaiban Shalat Hajat</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Qx0uC03OVDM/T17rV6dO7pI/AAAAAAAAAF8/zMq9YcmuPDs/s1600/solathajat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-Qx0uC03OVDM/T17rV6dO7pI/AAAAAAAAAF8/zMq9YcmuPDs/s320/solathajat.jpg" width="307" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Mereka yang mendapatkan keajaiban Shalat Hajat&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;A. Menghidupkan Keledai yang Mati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, &lt;em&gt;“Seorang 
laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya 
mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat, setelah itu 
berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri
 yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya 
bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan 
membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya 
berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya 
memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati 
ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua 
telinganya.”&lt;/em&gt; (HR Baihaqi; ia mengatakan, sanad cerita ini shahih)&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;B. Tercapainya Seluruh Hajat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

Di dalam kitab Hasyiyatu Ibnu ‘Aabidiin, disebutkan bahwa di dalam 
shalat hajat, pada rakaat pertama dibaca surah Al-Fatihah dan ayat Kursi
 tiga kali kemudian pada tiga rakaat sisanya dibaca surah Al-Fatihan dan
 Al-Ikhlash, Al-Falak, dan An-Nas satu kali. Maka itu sebanding dengan 
Lailatul Qadr . Guru-gurunya melaksanakan shalat ini, dan tercapai 
seluruh hajatnya.&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;C. Dikabulkan Permintaannya Oleh Khalifah Utsman bin Afan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

Dalam kitab Mu’jamu ash-Shoghir wal Kabiir, Imam Thabrani menceritakan:&lt;br /&gt;

Ada seorang laki-laki memiliki kebutuhan (hajat), kemudian ia 
memintanya kepada Amirulmukminin Utsman bin Afan, tetapi Utsam bin Afan 
tidak memberikan apa yang dimintanya. Kemudian ia bertemu seseorang, 
yaitu Utsman bin Hunaif. Lalu ia mengadukan permasalannya kepadanya. 
Akhirnya, Utsman bin Hunaif menyuruhnya untuk melaksanakan shalat hajat,
 sebagaimana yang telah diajarkan –tata caranya– dalam hadits. Kemudian,
 ia pun mengerjakannya. Setelah itu, ia pun datang kembali menemui Utsam
 bin Afan. Tidak disangka, Utsam bin Afan memuliakannya dan mengabulkan 
permintaan laki-laki tersebut. Dengan kejadian itu, ia pun menemui Utman
 bin Hunaif (yang telah mengajarkannya shalat hajat) dan mengucapkan 
terima kasih kepadanya.&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;D. Ditolong Oleh Gubernur Thulun –Mesir–&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

Abu Al-Hasan As-Shaffar Al-Faqih berkata dan menceritakan,&lt;br /&gt;

Suatu ketika, kami bersama Al-Hasan bin Sufyan An-Naswi. Banyak 
orang-orang terhormat yang mengunjunginya dari berbagai negeri yang jauh
 untuk mengikuti majelis taklimnya, guna menuntut ilmu dan mencatat 
riwayat hadits.&lt;br /&gt;

Suatu hari, ia pergi menuju majelisnya, tempat ia menyampaikan 
riwayat-riwayat hadis, lalu ia berkata, “Dengarkanlah apa yang akan aku 
sampaikan kepada kalian sebelum kita memulai pelajaran. Kami memaklumi 
bahwa kalian adalah sekelompok orang yang diberikan banyak kenikmatan 
dan termasuk orang-orang yang terpandang. Kalian tinggalkan negeri 
kalian, berpisah dari kampung halaman dan teman-teman, hanya demi 
menuntut ilmu dan mencatat riwayat hadits. Kalian tidak menyadari bahwa 
kalian telah menempuh semua kesulitan ini demi ilmu, atau telah 
menanggung apa yang telah kalian tanggung, yaitu berupa kesusahan dan 
kelelahan yang menjadi salah satu konsekuensinya. Sesungguhnya aku ingin
 menceritakan kepada kalian sebagian kesulitan yang aku alami di dalam 
menuntut ilmu, serta bagaimana Allah SWT memberikan jalan keluar untukku
 dan para sahabatku –dengan keberkahan ilmu dan kemurnian aqidah– dari 
segala kesempitan dan kesulitan. Ketahuilah, sejak muda aku telah 
meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu dan mencatat riwayat 
hadits.&lt;br /&gt;

Takdir membawaku sampai ke Maroko, kemudian menuju Mesir, bersama 
tujuh orang sahabatku sesama penuntut ilmu dan pendengar hadits. Kami 
lalu berguru kepada seorang guru, ulama yang paling menonjol pada waktu 
itu. Paling banyak meriwayatkan hadits, paling mengetahui 
sanad-sanadnya, dan paling otentik periwayatan hadisnya. Ia menjelaskan 
hadis setiap hari sedikit demi sedikit, sehingga memakan waktu yang 
cukup lama. Akibatnya, kami menjadi kehabisan bekal. Kondisinya sampai 
memaksa kami untuk menjual barang-barang yang kami bawa, berupa baju dan
 celana. Akhirnya, tidak ada lagi milik kami yang tersisa untuk 
memperoleh biaya makan satu hari pun.&lt;br /&gt;

Tiga hari tiga malam kami lalui tanpa dapat mencicipi sesuatu apa 
pun. Sampai pada suatu pagi di hari keempat, tak satu pun di antara kami
 yang dapat bergerak karena kelaparan. Kondisinya memaksa kami harus 
menahan rasa malu dan mengorbankan muka kami untuk meminta-minta, 
padahal diri kami menolak dan hati kami merasa keberatan.&lt;br /&gt;

Setiap orang dari kami menolak melakukan hal itu, namun situasi dan 
kondisinya benar-benar memaksa untuk meminta-minta. Akhirnya, semuanya 
sepakat untuk menuliskan nama-nama kami di atas sebuah kain dan 
meletakkannya di atas air, barangsiapa yang namanya muncul ke permukaan,
 maka ia yang harus pergi meminta dan mencari makanan untuk dirinya 
serta sahabat-sahabatnya.&lt;br /&gt;

Kain yang tertulis dengan namaku kemudian muncul ke permukaan. Aku 
bingung dan terkejut, dalam hatiku menolak untuk meminta-minta dan 
menanggung hina. Lalu, aku bergegas pergi ke satu sudut masjid untuk 
melakukan shalat dua rakaat dalam waktu cukup lama. Berdoa kepada Allah 
SWT dengan nama-nama-Nya yang Mahaagung dan kalimat-kalimat-Nya yang 
Mahamulia, agar menghilangkan kesusahan ini dan memberikan jalan 
keluarnya.&lt;br /&gt;

Belum selesai aku melakukan shalat, seorang pemuda tampan tiba-tiba 
masuk ke dalam masjid dengan pakaian bersih dan bau yang wangi, diikuti 
oleh seorang pengawal yang memegang sebuah sapu tangan.&lt;br /&gt;

Ia bertanya, “Siapa di antara kalian yang bernama Al-Hasan bin Sufyan?”&lt;br /&gt;

Aku mengangkat kepalaku dari sujudku, lalu menjawab, “Aku Al-Hasan bin Sufyan, apa yang Anda inginkan?”&lt;br /&gt;

Ia menjawab, “Sesungguhnya sahabatku, Gubernur Ibnu Thulun 
menyampaikan salam hormat dan permohonan maafnya atas kelalaiannya di 
dalam memberikan perhatian mengenai kondisi kalian, juga atas kelalaian 
yang terjadi di dalam memenuhi hak-hak kalian. Ia mengirimkan sejumlah 
bekal untuk hari ini. Sedangkan besok, ia sendiri yang akan mengunjungi 
kalian untuk meminta maaf secara langsung.”&lt;br /&gt;

Pemuda tersebut memberikan di tanganku masing-masing sebuah pundi berisi uang seratus dinar. Aku heran dan kebingungan.&lt;br /&gt;

Maka, aku berkata kepada pemuda tersebut, “Ada kisah apakah dibalik ini semua?”&lt;br /&gt;

Ia berkata, “Aku adalah salah seorang pelayan khusus Gubernur Ibnu Thulun.&lt;br /&gt;

Pagi tadi, aku menemuinya bersama sejumlah sahabat yang lain, lalu 
gubernur mengatakan kepadaku, “Hari ini aku ingin menyendiri, maka 
pulanglah kalian ke rumah masing-masing!”&lt;br /&gt;

Aku pun pulang bersama yang lainnya. Sesampainya di rumah, belum 
sempat aku duduk, seorang utusan gubernur mendatangiku dengan 
tergesa-gesa, memintaku untuk kembali. Aku segera memenuhi panggilannya 
dan mendapatkan gubernur sedang berada sendirian di rumahnya. Ia 
meletakkan tangan kanannya di atas pinggangnya, menahan rasa sakit yang 
teramat sangat di dalam perutnya.&lt;br /&gt;

Ia berkata kepadaku, “Apakah engkau mengenal Al-Hasan bin Sufyan dan sahabat-sahabatnya?”&lt;br /&gt;

Aku menjawab, “Tidak.”&lt;br /&gt;

Ia berkata lagi, “Pergilah ke sektor fulan dan masjid fulan, bawalah 
pundi-pundi ini dan serahkan kepadanya dan para sahabatnya. Sudah tiga 
hari mereka kelaparan dengan kondisi yang mengenaskan. Sampaikan 
permintaan maafku, dan katakan bahwa besok pagi aku akan mengunjungi 
mereka untuk meminta maaf secara langsung.”&lt;br /&gt;

Pemuda itu berkata, “Aku menanyakan tentang sebab yang membuatnya 
berbuat demikian, maka ia berkata, ‘Ketika aku masuk ke dalam rumah ini 
sendiri untuk beristirahat sesaat, aku tertidur dan bermimpi melihat 
seorang penunggang kuda sedang berlari di angkasa dengan begitu 
stabilnya –seperti layaknya berlari di atas hamparan bumi– sambil 
memegang sebilah tombak. Aku melihatnya sambil tercengang hingga ia 
turun di depan pintu rumah ini, lalu meletakkan tombaknya di atas 
pinggangku, dan berkata, ‘Bangun, dan temuilah Al-Hasan bin Sufyan dan 
para sahabatnya.’ Bangun, dan temuilah mereka, sesungguhnya mereka 
kelaparan sejak tiga hari yang lalu di masjid fulan!’&lt;br /&gt;

Aku bertanya, ‘Siapakah engkau?” Ia menjawab, ‘Aku Ridhwan, penjaga 
pintu surga.’ Semenjak ia meletakkan ujung tombaknya di pinggangku, aku 
merasakan sakit yang teramat sangat, membuatku tidak dapat bergerak. 
Maka, segeralah engkau sampaikan uang ini kepada mereka, agar rasa sakit
 ini menghilang dariku.”&lt;br /&gt;

Al-Hasan berkata, “Kami tercengang mendengar kisah tersebut, 
bersyukur kepada Allah SWT dan dapat memperbaiki kembali kondisi kami. 
Namun, diri kami merasa tidak nyaman lagi untuk menetap di tempat itu. 
Agar kami tidak dikunjungi oleh gubernur dan rahasia kami diketahui oleh
 orang lain, sehingga menyembabkan melambungnya reputasi dan kedudukan 
kami, dan semua itu akan menimbulkan sifat riya’. Maka, malam itu juga 
kami meninggalkan Mesir. Dan, ternyata setiap orang dari kami menjadi 
seorang tokoh ulama dan terpandang di zamannya.&lt;br /&gt;

Keesokan paginya, Gubernur Ibnu Thulun datang ke tempat itu untuk 
mengunjungi kami, lalu dikabarkan kepadanya mengenai kepergian kami. 
Kemudian, ia memerintahkan untuk membeli pertokoan/pasar seluruhya dan 
mewakafkannya untuk kepentingan masjid dan para perantau, orang-orang 
penting, dan para penuntut ilmu sebagai bekal mereka, agar kebutuhan 
mereka tidak lagi terabaikan dan tidak mengalami seperti yang kami 
alami. Semua itu disebabkan oleh kekuatan agama, kebersihan aqidah dan 
Allah SWT Maha Pemberi Taufiq.”&lt;br /&gt;

***&lt;br /&gt;

Dari Sahabat&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-3568985776879729997?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/3568985776879729997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/kisah-kisah-di-balik-keajaiban-shalat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/3568985776879729997?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/3568985776879729997?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/kisah-kisah-di-balik-keajaiban-shalat.html' title='Kisah-kisah di Balik Keajaiban Shalat Hajat'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Qx0uC03OVDM/T17rV6dO7pI/AAAAAAAAAF8/zMq9YcmuPDs/s72-c/solathajat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CkQERXwycCp7ImA9WhVSFk8.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-5853782873544024162</id><published>2012-03-12T23:31:00.001-07:00</published><updated>2012-03-12T23:31:44.298-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-12T23:31:44.298-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan jiwa'/><title>Pintu-Pintu Surga</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0cm;
 mso-para-margin-right:0cm;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0cm;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-qI0Df_G8EqQ/T17pp0OutDI/AAAAAAAAAF0/mGdIOnVhVQU/s1600/pintu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-qI0Df_G8EqQ/T17pp0OutDI/AAAAAAAAAF0/mGdIOnVhVQU/s1600/pintu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Terjemah
Daqoiqul Akhbar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;***&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Ibnu
Abbas ra. berkata: &lt;i&gt;Surga mempunyai 8 pintu yang terbuat dari emas, yang
dihiasi dengan jauhar (sejenis mutiara) dan pada &lt;u&gt;pintu yang pertama&lt;/u&gt;
tertulis kalimat LAA ILAAHA ILLALLAAH MUHAMMADUR RASUULULLAH, yaitu pintu bagi
para Nabi dan Rasul, syuhada’ dan juga pintunya orang-orang yang dermawan. &lt;u&gt;Pintu
yang kedua&lt;/u&gt; yaitu pintu bagi orang-orang yang mendirikan shalat, orang yang
menyempurnakan wudhunya dan orang yang menyempurnakan rukun-rukun shalatnya. &lt;u&gt;Pintu
yang ketiga&lt;/u&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;yaitu pintu bagi orang-orang yang memberikan zakatnya
dengan senang hati dan ikhlas. &lt;u&gt;Pintu yang keempat&lt;/u&gt; yaitu pintu bagi
orang-orang yang memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah terhadap perbuatan
munkar. &lt;u&gt;Pintu yang kelima&lt;/u&gt; yaitu pintu bagi orang-orang yang dapat
memelihara syahwatnya dan mencegah dari nafsu yang buruk. &lt;u&gt;Pintu yang keenam&lt;/u&gt;
yaitu pintu bagi orang-orang yang melaksanakan haji dan umrah. &lt;u&gt;Pintu yang
ketujuh&lt;/u&gt; yaitu pintu bagi orang-orang yang berjihad (dijalan Allah). Dan &lt;u&gt;pintu
yang kedelapan&lt;/u&gt; yaitu pintu bagi orang-orang yang bertaqwa, yaitu orang yang
memejamkan matanya dari perbuatan dan sesuatu yang haram, orang-orang yang
melakukan kebaikan, diantaranya: berbuat baik kepada orang tua, mempererat tali
persaudaraan (silaturrahim) dan lain sebagainya.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Surga ada
8 (delapan)macam:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Darul
     Jalal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt; yaitu surga yang terbuat dari
     mutiara putih.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Darus
     Salam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt; yaitu surga yang terbuat dari
     yaqut merah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Jannatul
     Ma’wa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt; yaitu surga yang terbuat dari
     zabarjud hijau.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Jannatul
     Khuldi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt; yaitu surga yang terbuat dari
     marjan yang berwarna merah dan kuning.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Jannatun
     Na’im&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt; yaitu surga yang terbuat dari
     perak putih.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Jannatul
     Firdaus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt; yaitu surga yang terbuat
     dari emas merah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Jannatul
     ‘Adn&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt; yaitu surga yang terbuat dari
     intan putih.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Darul
     Qarar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt; yaitu surga yang terbuat dari
     emas merah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Darul
Qarar&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt; adalah surga yang paling utama
dibandingkan dengan surga yang lain. Surga ini mempunyai dua pintu dan dua daun
pintu, satu daun pintu terbuat dari emas, dan yang satunya terbuat dari perak.
Jarak setiap pintu adalah sebagaimana jarak antara bumi dan langit. Adapun
bangunan yang ada didalamnya terbuat dari bata emas dan bata perak, tanahnya
dari misik, debunya dari anbar, rumputnya dari za’faran, istana-istananya
terbuat dari mutiara, punggungnya dari yaqut dan pintunya dari jauhar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Didalam
surga ini terdapat sungai yang namanya sungai Rahmat yaitu sungai yang mengalir
keseluruh surga, kerikil-kerikilnya dari mutiara yang sangat putih, lebih putih
dari embun dan lebih manis dari madu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Didalam
surga terdapat sungai yang bernama Sungai Kautsar yaitu sungai Nabi kita
Muhammad Saw. pohon-poinnya terbuat dari intan dan yaqut. Didalam surga juga
terdapat sungai Kafur, sungai Tasnim, sungai Salsabil, sungai Rahiqul Makhtum
dan dibelakang sungai-sungai ini terdapat sungai-sungai lain yang tidak
terhitung jumlahnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Diriwayat
Nabi Saw. beliau bersabda: &lt;i&gt;“Pada malam aku dijalankan (isra’) ke langit,
telah diperlihatkan kepadaku seluruh surga, maka aku melihat empat sungai, yang
pertama sungai dari air yang tidak berubah warnanya, kedua sungai dari susu
yang tidak pernah berubah rasanya, dan ketiga sungai dari arak dan yang keempat
sungai dari madu yang sangat bening.”&lt;/i&gt; Sebagaimana firman Allah Swt.:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;“Yang
didalamnya terdapat sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya,
sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari
khamer yang lezat rasanya bagi orang yang meminumnya dan sungai-sungai dari
madu yang bersih dan jernih.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt; (Qs.
muhammad: 15).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Maka aku
tanyakan keada Malaikat Jibril as.: “Darimanakah datangnya sungai-sungai ini
dan kemana mengalirnya? ” Maka Malaikat Jibril as. menjawab: “Sungai itu
mengalir ke telaga kautsar dan aku tidak tau dari mana asalnya, maka
tanyakanlah kepada Allah agar Dia memberi tau dan memperlihatkan kepadamu.”
Maka berdoalah Nabi Muhammad kepada Allah Swt. Kemudian datanglah seorang
malaikat kepada beliau dan memberi salam, seraya berkata:”Wahai Muhammad,
pejamkanlah kedua matamu” Maka aku pejamkan mataku, lalu ia berkata:”Bukalah
kedua matamu” maka aku buka kedua mataku, tiba-tiba aku berada dibawah pohon
dan aku melihat kubah dari intan putih yang memiliki pintu-pintu dari yaqut
hijau dan kunci-kuncinya dari emas merah. Andaikata semua makhluk yang ada
didunia baik jin atau manusia berhenti diatas kubah itu, sungguh mereka hanya
seperti burung yang hinggap diatas gunung. Maka aku melihat empat sungai itu
mengalir dari kubah itu. Ketika aku ingin kembali malaikat tadi berkata
kepadaku: “Kenapa engkau tidak masuk kedalam kubah itu?” aku menjawab:”Bagaimana
aku bisa memasukinya, sedangkan pintu-pintunya tertutup.” Dia berkata:”Bukalah
dia” Aku bertanya:”Bagaimana aku harus membukanya?” Lalu dia berkata:”Kuncinya
berada ditanganmu” Aku berkata:”Apa kuncinya?” Dia menjawab:”Yaitu lafazh
BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIM” maka terbukalah pintu itu lalu aku masuk
kedalamnya. Maka aku melihat sungai-sungai itu mengalir dari empat tiang kubah.
Ketika aku hendak keluar, maka malaikat itu berkata kepadaku:”Apakah engkau
telah melihat dan mengetahuinya? ” Aku menjawab:”Ya” Malaikat itu berkata
kepadaku: “Lihatlah sekali lagi.” Ketika aku melihatnya, maka tertulis diatas
empat kubah tersebut lafazh BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIM Aku melihat sungai air
itu keluar dari huruf Mim-nya lafazh BISMI, sungai susu keluar dari huruf Ha’-nya
lafazh Allah, sungai arak (khamer) keluar dari Mim-nya lafazh RAHMAN, dan
sungai madu keluar dari Mim-nya lafazh RAHIM. Maka aku baru mengerti bahwa
asalnya sungai-sungai tersebut adalah dari lafazh Basmalah. Kemudian Allah Swt.
berfirman: “Wahai Muhammad, barang siapa yang mengingat-Ku dengan nama ini dari
golongan umatmu dengan hati tulus (ikhlas) lafazh BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM
maka aku beri dia minum dari empat sungai ini.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Kemudian
Allah memberi minum kepada ahli-ahli surga itu dengan air surga pada hari
sabtu, memberi minum dengan madu surga pada hari ahad, memberi minum dengan
susu surga pada hari senin, dan memberi minum dengan arak pada hari selasa.
Disaat mereka minum, mabuklah mereka lalu terbanglah ahli surga itu selama
seribu tahun hingga mereka berhenti pada suatu gunung yang besar yang terbuat
dari kasturi yang harum semerbak baunya dan sungai Salsabil mengalir
dibawahnya. Maka minumlah mereka pada sungai itu tepat pada hari rabu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Kemudian
terbanglah mereka selama seribu tahun hingga berhenti pada suatu istana yang
indah, didalamnya terdapat ranjang-ranjang yang tinggi, dan beberapa gelas yang
sudah disediakan sebagaimana yang sudah diterangkan dalam Al-Quran. Maka
duduklah setiap orang dari mereka diatas ranjang, lalu datanglah pada mereka
minuman Zanzabil kemudian mereka meminumnya tepat pada hari kamis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Setelah
itu mereka dihujani oleh awan yang putih selama seribu tahun, sehingga mereka
sampai ketempat duduknya orang yang benar, pada hari itu tepat pada hari jumat,
mereka duduk diatas hidangan yang kekal abadi dan turunlah pada mereka minuman
Rahiqul Makhtum, yang ditutupi dengan misik. Kemudian mereka membuka tutup
tersebut dan mereka meminumnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Nabi Saw.
bersabda: &lt;i&gt;“Mereka itulah orang-orang yang melakukan kebaikan dan menjauhi
perbuatan maksiat”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;FASAL:
Pepohonan Di Surga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Ka’ab
ra.: Aku bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang pohon-pohonan di surga. Maka
beliau menjawab: &lt;i&gt;“Tidak pernah kering dahan-dahannya dan daun-daunnya tidak
pernah berguguran dan tidak rusak buahnya. Sesungguhnya pohon yang paling besar
di surga adalah pohon Thuba, yang akarnya terbuat dari intan, batangnya dari
yaqut, dahannya dari zabarjud dan daun-daunnya dari sutra yang halus. Pohon ini
memiliki 70.000 cabang, setiap cabang itu menyentuh Arasy dan lebih
rendah-rendahnya cabang itu berada di langit dunia.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Tidak ada
didalam surga sebuah kamar, tidak ada sebuah kubah dan tidak ada bilik kecuali
didalamnya terdapat cabang pohon itu, yang bisa mengayomi diatas surga. Pada
pohon itu mengeluarkan buah-buahan menurut apa yang dikehendaki oleh hati.
Bandingan dari pohon itu di dunia adalah matahari, asalnya matahari berada di
langit tetapi sinarnya sampai kesegala tempat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Ali ra.
berkata: “Aku menyatakan dari beberapa hadits, sesungguhnya pohon-pohon di
surga itu berasal dari perak, sedangkan daun-daunnya sebagian dari perak dan
sebagian (yang lain) dari emas. Kalau sekiranya batang pohon itu dari perak,
maka akar-akarnya dari emas. Pohon-pohon didunia akarnya di bumi dan cabang-cabangnya
berada di udara, karena sesungguhnya dunia itu tempat yang fana (rusak). Akan
tetapi pohon-pohonan yang terdapat di surga tidaklah demikian halnya, akarnya
di udara dan cabang-cabangnya di bumi. Sebagaimana firman Allah Swt.:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;“Buah-buahnya
dekat. Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan
pada hari-hari yang telah lalu.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt; (Qs.
Al-Haqqah: 23-24).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Dan
debu-debu di surga itu dari misik, anbar dan kafur, dan sungai-sungainya
terdiri dari susu, madu, arak dan air yang sangat jernih. Apabila angin bertiup
menerpa dedaunan, maka bersentuhlah antara daun yang satu dengan daun yang
lainnya hingga menimbulkan suara yang sangat indah (merdu), dan suara seindah
itu belum pernah didengar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Dengan
sanad dari Ali ra. Sesungguhnya ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah Saw.
bersabda: &lt;i&gt;“Sesungguhnya didalam surga terdapat suatu pohon , yang dibagian
atasnya keluar perhiasan dan pada bagian bawahnya keluar kuda yang memiliki
sayap yang diberi pelana, yang dikendalikan, yang ditaburi dengan intan dan
yaqut. Kuda tersebut tidak pernah mengeluarkan kotoran dan tidak pernah buang
air kecil. Adapun yang menaiki kuda itu adalah para wali Allah Swt. dan kuda
ini akan membawa terbang para wali Allah tersebut ke surga. Lalu berkatalah
orang-orang yang berada dibawah mereka:”Wahai Tuhanku, lantaran apa
hamba-hamba- Mu itu mencapai kemulian semcam itu?” Maka Allah Swt. berfirman
kepada mereka: “Mereka itulah orang-orang yang mengerjakan shalat ketika kalian
semua masih tidur, mereka melakukan puasa sedangkan kalian tidak, mereka
berjihad membela agama Allah sedangkan kalian semua duduk disisi istri kalian,
dan mereka bersedekah dengan harta mereka dijalan Allah, sedangkan kalian semua
bakhil (kikir).”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Dari Abu
Hurairah ra. beliau berkata: Sesungguhnya didalam surga itu terdapat sebuah
pohon, orang yang menaiki bisa berjalan dibawah naungannya selama 100 tahun dan
naungan itu tidak akan putus. Sebagaimana firman Allah Swt.:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;“Dan
naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang
banyak. Yang buah-buahnya tidak berhenti dan tidak terlarang mengambilnya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;
(Qs. Al-Waqi’ah: 30-33).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Diibaratkan
waktu didunia adalah waktu sebelum matahari terbit dan sudah terbenamnya
matahari, sampai hilangnya mega dan gelap malam yang menutupi di dunia. Maka
sesungguhnya waktu itu adalah naungan yang terbentang luas. Sebagaimana firman
Allah Swt.:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;“Apakah
kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan
bayang-bayang. “&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt; (Qs. Al-Furqan: 45).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Maksudnya
adalah waktu sebelum terbitnya matahari dan sesudah terbenamnya, sampai masuk
pada kegelapan malam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;Diriwayatkan
dari Nabi Saw. sesungguhnya beliau bersabda: &lt;i&gt;“Apakah aku tidak pernah
menceritakan kepadamu tentang waktu(saat), yaitu waktu yang serupa dengan waktu
yang ada di surga. Dia adalah waktu dimana sebelum matahari terbit,
bayang-bayangnya itu memanjang, rahmatnya saat itu merata dan berkahnya saat
itu banyak.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-5853782873544024162?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/5853782873544024162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/pintu-pintu-surga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/5853782873544024162?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/5853782873544024162?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/pintu-pintu-surga.html' title='Pintu-Pintu Surga'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-qI0Df_G8EqQ/T17pp0OutDI/AAAAAAAAAF0/mGdIOnVhVQU/s72-c/pintu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;A0AER349eCp7ImA9WhVSFkw.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-2906173459655701800</id><published>2012-03-12T23:21:00.002-07:00</published><updated>2012-03-12T23:21:46.060-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-12T23:21:46.060-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STORY'/><title>Durroh al-Hasyimiyah Radhiyallahu ‘Anha</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-o1k6UFHENFc/T17nS7c9bGI/AAAAAAAAAFs/lovOltFMayA/s1600/water-lily-main-page.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-o1k6UFHENFc/T17nS7c9bGI/AAAAAAAAAFs/lovOltFMayA/s1600/water-lily-main-page.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Mutiara ini adalah mutiara yang ajaib, bahkan mungkin orang akan
 menjadi heran bila mengetahui dari mana keluarnya mutiara ini. Ia 
terlahir dari kegelapan, dari orang tua yang mati hati dan perasaan. Abu
 Lahab itulah ayahnya, paman Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, 
akan tetapi sangat membenci beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan 
dakwahnya. Adapun ibunya adalah Ummu Jamil, sang pembawa kayu bakar, 
yang selalu bahu-membahu dengan suaminya untuk menyakiti Rosululloh 
Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan selalu mempunyai ide-ide gila untuk 
menghalangi dakwah beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;

Bila Alloh menginginkan kebaikan untuk seseorang, maka Dia akan 
menunjukkan kebaikan kepadanya dan menjauhkannya dari keburukan. Itulah 
yang terjadi pada Durroh binti Abi Lahab. Dan berlindungnya ia di bawah 
naungan Islam adalah suatu yang menakjubkan dan sebuah keistimewaan.&lt;br /&gt;

Bagaimana mungkin bukan suatu keistimewaan, Abu Lahab, ayahnya yang 
selalu menghalangi dakwah Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, 
yang membuntuti ke mana saja beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam 
melangkah. Bila beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam berhenti untuk 
berbicara dengan satu orang atau sekelompok orang, maka ia akan 
menghasut orang itu setelah beliau pergi dengan mengatakan,&lt;em&gt; “Janganlah kalian tertipu dengan perkataannya dan terhasut dengan kedustaannya.”&lt;/em&gt;
 Sehingga, orang pun akan ragu kepada perkataan Rosululloh Shallallaahu 
‘alaihi wa sallam karena beranggapan, “Kalau pamannya saja berpendapat 
seperti itu, maka untuk apa kita mempercayai perkataannya.” Hal ini 
sangat menyakiti Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan menambah 
kesusahan serta kegundahannya.&lt;br /&gt;

Tidak jauh berbeda dengan Ummu Jamil, ibunya. Hatinya penuh dengan 
kedengkian dan kebusukan. Kejahatan wanita ini terkadang sudah melampaui
 batasnya, sampai-sampai ia meletakkan ranjau dan duri di jalan di mana 
Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam lewat. Namun, Alloh tidak akan
 membiarkan Rosul-Nya celaka. Dia melindungi Rosululloh Shallallaahu 
‘alaihi wa sallam sehingga duri dan ranjau itu tidak menyakiti beliau 
Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;

Dalam suasana seperti itulah Durroh menjalani kehidupannya, hatinya 
meronta dan membantah perbuatan kedua orang tuanya. Akan tetapi apa 
daya, ia hanya seorang wanita yang lemah dan tak mampu berbuat sesuatu 
untuk membantu menjauhkan atau mengurangi kezholiman yang dilakukan 
kedua orang tuanya terhadap Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;

Di dalam hatinya ingin sekali ia mengenal agama yang dibawa oleh 
Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tetapi hal itu sangat 
mustahil karena pengawasan yang ketat dan ancaman dari kedua orang 
tuanya terhadapnya. Apalagi sang ibunya yang selalu mengawasi setiap 
gerak-geriknya, bahkan bila mungkin ia akan menghitung setiap detak 
jantung dan tarikan napasnya.&lt;br /&gt;

Pernah terpikir olehnya untuk meminta tolong kepada kepada kedua 
saudaranya, Utbah dan Utaibah, karena mereka adalah suami dua putri 
Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, Ruqoyyah dan Ummu Kultsum. 
Akan tetapi niat itu diurungkannya, karena sebelum ia menyampaikan 
niatnya, ayahnya telah membuat kejahatan yang baru dengan menyuruh kedua
 saudaranya untuk menceraikan kedua putri Rosululloh Shallallaahu 
‘alaihi wa sallam, hanya untuk menyakiti perasaan Rosululloh 
Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Maka mereka pun menceraikan istri-istri 
mereka. Namun Utaibah tidak cukup hanya menceraikan Ummu Kultsum, ia 
bahkan menarik baju Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan 
meludahi muka beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Maka Rosululloh 
berdo’a kepada Alloh semoga ia dimakan oleh binatang buas, maka Alloh 
mengabulkan do’a Rosul-Nya.&lt;br /&gt;

Maka tertutup harapan bagi Durroh untuk mengenal Islam. Setelah 
menikah dengan al-Harits bin Naufal bin al-Harits bin Abdul Mutholib 
keadaan pun tak jauh berbeda. Suaminya juga seorang musyrik dan juga 
memusuhi Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Tak ada pilihan 
baginya kecuali bersabar. Yang ada hanya pengharapan, semoga ia masih 
diberi umur panjang untuk bertemu dengan Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi
 wa sallam. Ketika perang Badar, al-Harits yang berperang di barisan 
kaum musyrikin terbunuh oleh kaum muslimin. Darinya Durroh dikaruniai 
tiga orang putra, Uqbah, Walid dan Abu Muslim.&lt;br /&gt;

Alloh Subhaanahu wa ta’aala yang maha pedih balasan-Nya 
memperlihatkan balasan-Nya di dunia terhadap orang-orang yang 
membangkang dan menyakiti Rosul-Nya. Sebagaimana Utaibah yang mati 
dimangsa binatang buas, maka Alloh menyiksa Abu Lahab dengan penyakit 
yang ganas sebelum mati. Penyakit yang membuatnya lumpuh total dan dari 
tubuhnya keluar bau yang sangat busuk. Tak seorang pun mau mendekatinya,
 baik anak atau pun teman. Dan ketika ia meninggal, tak ada yang mau 
mengusung mayatnya ke kuburan karena bau busuk yang bersangatan. Dan 
diceritakan bahwa ia didorong dengan kayu ke dalam kuburnya kemudian 
ditimbun dengan tanah dan disiram dengan air. Dan tak lama setelah itu, 
istrinya Ummu Jamil pun menyusulnya ke alam baka yang mana adzab yang 
pedih telah menantinya di sana.&lt;em&gt; Na’udzubillahi min dzalik….&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Adapun Durroh, setelah itu ia masuk Islam, yang membersihkan dirinya 
dari gelimang kemusyrikan dan kejahiliyahan menuju cahaya iman yang 
terang benderang. Kemudian ia memutuskan untuk menyusul Rosululloh 
Shallallaahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah.&lt;br /&gt;

Setelah sampai di Madinah dan bergabung dalam bahtera islam, Durroh 
dilamar oleh sahabat Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang 
bernama Dihyah al-Kalby, dan terjadilah pernikahan itu. Dihyah adalah 
seorang yang mulia dan ia adalah seorang laki-laki yang tampan, yang 
terkadang Malaikat Jibril menyerupainya bila datang menemui Rosululloh 
Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;

Durroh merasa sangat bahagia hidup di Madinah. Hanya saja, ada 
sesuatu yang terkadang mengganjal perasaannya, pandangan sinis sebagian 
wanita kepadanya karena ia adalah putri Abu Lahab dan Ummu Jamil. Mereka
 berkata kepadanya sambil mengejek, “Tak ada guna engkau hijrah, ayah 
dan ibumu siapa?!”&lt;br /&gt;

Durroh merasa sangat sedih mendengar perkataan itu. Akan tetapi akal 
sehatnya mendorongnya untuk mengadukan hal itu kepada Rosululloh 
Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, untuk meminta pendapat dan nasihat 
beliau. Kemudian ia menemui Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam 
dengan hati hancur dan kesedihan yang tak dapat disembunyikannya dari 
Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Lalu ia menceritakan sikap 
wanita-wanita terhadapnya, dan Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam
 kemudian menenangkan dan menghiburnya dan menyuruhnya duduk, sementara 
beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam pergi melaksanakan sholat Zhuhur. 
Setelah melaksanakan sholat, beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam naik 
ke atas mimbar. Beliau duduk diam tanpa mengeluarkan satu kata pun, dan 
tahulah orang-orang bahwa ada hal yang sangat penting yang akan beliau 
sampaikan, kemudian beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata, &lt;em&gt;“Wahai manusia! Kenapa ada yang tega menyakitiku dengan menyakiti kerabatku….”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Maka pulanglah Durroh ke rumah dengan hati gembira, dengan pembelaan 
Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam terhadapnya, karena ia berada 
pada posisi yang benar. Maka orang yang benar tidaklah boleh takut untuk
 mengadu, tidak ada yang perlu ditakuti kecuali Alloh.&lt;br /&gt;

Setelah kejadian itu, Durroh memilih untuk lebih sering mengunjungi 
Ummul Mukminin Aisyah daripada ke tempat lain, baik ketika Rosululloh 
Shallallaahu ‘alaihi wa sallam masih hidup maupun setelah beliau 
Shallallaahu ‘alaihi wa sallam wafat. Karena itu adalah yang terbaik 
baginya, sebab Aisyah adalah wanita yang luas ilmunya, dalam pemahaman 
agama, kedokteran, fatwa dan juga syair. Karena itulah Durroh banyak 
meriwayatkan hadits darinya yang menempatkannya dalam kedudukan wanita 
muslimah yang ahli ibadah.&lt;br /&gt;

Maut menjemputnya pada tahun 20 H, pada masa khilafah Umar bin 
Khoththob Radhiyallaahu ‘anhu. Semoga Alloh meridhoinya, dan 
menempatkannya di surga yang penuh kenikmatan bersama para nabi dan 
syuhada serta orang-orang sholih.&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;[ Oleh: Ustadzah Gustini Ramadhani ]&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Referensi:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Usudul Ghobah,&lt;/em&gt; Ibnul Atsir&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Al-Ishobah fi Tamyiz Shohabah,&lt;/em&gt; Ibnu Hajr&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Shofahat Musyriqoh min Hayat Shohabiyat,&lt;/em&gt; Abdul Majid Tho’mah Halaby&lt;br /&gt;

Dinukil dari &lt;a href="http://almawaddah.or.id/?p=44"&gt;&lt;strong&gt;Majalah al-Mawaddah&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; :. Edisi 02 Tahun ke-4.: Rubrik &lt;strong&gt;Profil Wanita Sejati.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-2906173459655701800?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/2906173459655701800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/durroh-al-hasyimiyah-radhiyallahu-anha.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/2906173459655701800?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/2906173459655701800?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/durroh-al-hasyimiyah-radhiyallahu-anha.html' title='Durroh al-Hasyimiyah Radhiyallahu ‘Anha'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-o1k6UFHENFc/T17nS7c9bGI/AAAAAAAAAFs/lovOltFMayA/s72-c/water-lily-main-page.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CEEHQng6cCp7ImA9WhVSFEU.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-4962478729808770538</id><published>2012-03-11T09:17:00.000-07:00</published><updated>2012-03-11T09:17:13.618-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-11T09:17:13.618-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan jiwa'/><title>Membangun Keluarga Sakinah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-46aH8oogMCw/T1zIp-DqDwI/AAAAAAAAAFU/4UxPlkRyN-0/s1600/keluarga-sakinah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-46aH8oogMCw/T1zIp-DqDwI/AAAAAAAAAFU/4UxPlkRyN-0/s1600/keluarga-sakinah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Keluarga sakinah adalah idaman setiap manusia. Tapi tidak jarang dari mereka menemukan jalan buntu, baik yang berkecupan secara materi maupun yang berkekurangan. Apa sebenarnya rahasianya? Mengapa kebanyakan manusia sulit menemukannya? Mengapa sering terjadi percekcokan dan pertengkaran di dalam rumah tangga, yang kadang-kadang akibatnya&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;meruntuhkan keutuhan rumah tangga?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Padahal Allah swt menyebutkan perjanjian&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;untuk membangun rumah tangga sebagai perjanjian yang sangat kuat dan kokoh yaitu “Mîtsâqan ghalîzhâ. Allah swt menyebutkan kalimat “Mîtsâqan ghalîzhâ hanya dalam dua hal: dalam membangun rumah tangga, dan dalam membangun missi kenabian. Tentang “Mîtsâqan ghalîzhâ dalam urusan rumah tanggah terdapat dalam surat An-Nisa’: 21. Adapun dalam hal missi kenabian terdapat dalam surat An-Nisa’: 154, tentang perjanjian kaum nabi Musa (as); dan dalam surat Al-Ahzab: 7, tentang perjanjian para nabi: Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa (as).&lt;span id="more-27"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Bangunan rumah tangga bagaikan bagunan missi kenabian. Jika bangunan runtuh, maka maka runtuhlah missi kemanusiaan. Karena itu Rasulullah saw bersabda: “Perbuatan halal yang paling Allah murkai adalah perceraian.” Sebenarnya disini ada suatu yang sangat rahasia. Tidak ada satu pun perbuatan halal yang Allah murkai kecuali perceraian. Mengapa ini terjadi dalam perceraian? Tentu masing-masing kita punya jawaban, paling tidak di dalam hati dan pikiran. Dan saya tidak akan menjawab masalah ini, perlu pembahasan yang cukup rinci dan butuh waktu yang cukup lama. Tentu perlu farum tersendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Keluarga sakinah sebagai idaman setiap manusia tidak mudah diwujudkan sebagaimana tidak mudahnya mewujudkan missi kenabian oleh setiap manusia. Perlu persyaratan-persyaratan yang ketat dan berat. Mengapa? Karena dua persoalan ini bertujuan mewujudkan kesucian. Kesucian berpikir, mengolah hati, bertindak, dan gerasi penerus ummat manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Karena itu, dalam bangunan rumah tangga Allah swt menetapkan hak dan kewajiban. Maaf saya pinjam istilah AD/ART. Bangunan yang lebih kecil missinya dari bangunan rumah tangga punya AD/ART, vissi dan missi. Bagaimana mungkin bangunan yang lebih besar tidak punya AD/ART, Vissi dan Missi bisa mencapai tujuan? Tentu AD/ART, Missi dan Missi dalam rumah tangga, menurut saya, tidak bisa dibuat berdasarkan mu’tamar atau kongres atau musyawarah seperti layaknya organisasi umumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Dalam hal rumah tangga kita jangan coba-coba buat AD/ART sendiri, pasti Allah swt tidak ridha dan murka. Karena itu Allah swt menetapkan hak dan kewajiban dalam bangunan rumah tangga. Tujuannya jelas mengantar manusia pada kebahagiaan, sakinah, damai dan tenteram sesuai dengan rambu-rambu yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Menurut pemahaman saya, tidak cukup AD/ART itu dalam bentuk tek dan buku, perlu sosok contoh yang telah mewujudkan AD/ART itu. Siapa mereka? Ini juga perlu farum khusus untuk membahasnya secara detail dan rinci.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Tapi sekilas saja saya ingin mengantarkan pada diskusi contoh tauladan rumah tangga yang telah mewujudkan keluarga sakinah. Dan ini tidak akan terbantah oleh semua kaum muslimin. Yaitu rumah tangga Rasulullah saw dengan Sayyidah Khadijah Al-Kubra (sa), dan rumah tangga Imam Ali bin Abi Thalib (sa) dengan&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sayyidah Fatimah Az-Zahra’ (sa).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Disini sebenarnya ada hal yang sangat menarik dikaji, khususnya bagi kaum wanita dan kaum ibu. Apa itu? Fakta berbicara bahwa Rasulullah saw banyak dibicarakan oleh kaum laki-laki bahwa beliau contoh poligami, kemudian mereka melaksanakan dengan dalil mencontoh Rasulullah saw. Tapi kita harus ingat kapan Rasulullah saw berpoligami? Dan mengapa beliau melakukan hal ini? Pakta sejarah berbicara bahwa Rasulullah saw tidak melakukan poligami saat beliau berdampingan dengan Khadijah sampai ia meninggal. Mengapa? Kalau alasannya perjuangan. Bukankah di zaman dengan Khadijah beliau tidak berjuang? Justru saat-saat itu perjuangan beliau sangat berat. Dimanakah letak persoalannya? Lagi-lagi menurut saya, pribadi Khadijah yang luar biasa, sosok seorang isteri yang benar-benar memahami jiwa dan profesi suaminya. Sehingga Rasulullah saw tidak pernah melupakan Khadijah walaupun sudah meninggal, dan disampingnya telah ada pendamping wanita yang lain bahkan tidak satu isteri. Kaum wanita khususnya kaum ibu, kalau ingin keluarga sakinah harus mempelajari sosok Khadijah Al-Khubra (sa), supaya suaminya tidak mudah terpikat hatinya pada perempuan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Sekarang tentang keluarga Imam Ali dengan Fatimah Az-Zahra (sa). Sejarah bercerita pada kita bahwa Rasulullah saw sangat menyukai rumah tangga puterinya dengan kehidupan sederhana bahkan sangat sederhana. Saking sederhananya, hampir-hampir&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tidak mampu dijalani oleh ummatnya, khususnya sekarang. Sama dengan Rasulullah saw Imam Ali (sa) saat berdampingan dengan Fatimah puteri Nabi saw beliau tidak berpoligami. Beliau berpoligami setelah Fatimah Az-Zahra’ meninggal. Ada apa sebenarnya dengan dua wanita ini, sepertinya mereka dapat mengikat laki-laki tidak kawin lagi? Apa Imam Ali takut dengan Fatimah, atau Rasulullah saw takut dengan Khadijah? Atau sebaliknya, Khadijah berani dan menundukkan Rasululah saw, juga Fatimah (sa) seperti itu terhadap suaminya? Tentu jawabannya tidak. Lalu mengapa? Jawabannya perlu forum tersendiri untuk kita diskusikan dan mengambil pelajaran darinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Sebagi konsep dasar diskusi kita: Perempuan adalah sumber sakinah, bukan laki-laki. Mari kita perhatikan firman Alla swt:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya Dia menciptakan untuk kalian isteri dari species kalian agar kalian merasakan sakinah dengannya; Dia juga menjadikan di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya dalam hal itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berpikir.” (Ar-Rûm: 21).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Dalam ayat ini ada kalimat “Litaskunû”, supaya kalian memperoleh atau merasakan sakinah. Jadi sakinah itu ada pada diri dan pribadi perempuan. Laki-laki harus mencarinya di dalam diri dan pribadi perempuan. Tapi perlu diingat laki-laki harus menjaga sumber sakinah, tidak mengotori dan menodainya. Agar sumber sakinah itu tetap terjaga, jernih dan suci, dan mengalir tidak hanya pada kaum bapak tetapi juga anak-anak sebagai anggota rumah tangga, dan gerasi penerus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Kita bisa belajar dari fakta dan relialita. Kaum isteri yang sudah ternoda mata air sakinahnya berdampak pada anak-anak sebagai penerus ummat Rasulullah saw. Siapa yang paling berdosa? Jelas yang mengotori dan menodainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Sebagai pengantar untuk membangun keluarga sakinah baiklah kita pelajari Hak dan Kewajiban yang buat oleh Allah dan Rasul-Nya, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Hak-hak Suami&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;1. Suami adalah pemimpin rumah tangga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita)..”(An-Nisa’: 34)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;2. Suami dipatuhi dan tidak boleh ditentang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;3. Tanpa izin suami, isteri tidak boleh mensedekahkan harta suami, dan tidak boleh berpuasa sunnah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;4. Suami harus dilayani oleh isteri dalam hubungan badan kecuali uzur, dan isteri tidak boleh keluar rumah tanpa izinnya. Rasulullah saw bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Isteri harus patuh dan tidak menentangnya. Tidak mensedekahkan apapun yang ada di rumah suami tanpa izin sang suami. Tidak boleh berpuasa sunnah kecuali dengan izin suami. Tidak boleh menolak jika suaminya menginginkan dirinya walaupun ia sedang dalam kesulitan. Tidak diperkenankan keluar rumah kecuali dengan izin suami.” (Al-Faqih, 3:277)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;5. Menyalakan lampu dan menyambut suami di pintu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;6. Menyajikan makanan yang baik untuk suami&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;7. Membawakan untuk suami bejana dan kain sapu tangan untuk mencuci tangan dan mukanya&lt;br /&gt;8. Tidak menolak keinginan suami hubungan badan kecuali dalam keadaan sakit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Rasulullah saw juga bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Hak suami atas isteri adalah isteri hendaknya menyalakan lampu untuknya, memasakkan makanan, menyambutnya di pintu rumah saat ia datang, membawakan untuknya bejana air dan kain sapu tangan lalu mencuci tangan dan mukanya, dan tidak menghindar saat suami menginginkan dirinya kecuali ia sedang sakit.” (Makarim Al-Akhlaq: 215)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Rasulullah saw juga bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“(Ketahuilah) bahwa wanita tidak pernah akan dikatakan telah menunaikan semua hak Allah atasnya kecuali jika ia telah menunaikan kewajibannya kepada suami.” (Makarim Al-Akhlaq:215)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Hak-Hak Isteri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;1. Isteri sebagai sumber sakinah, cinta dan kasih sayang. Suami harus menjaga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;kesuciannya. (QS Ar-Rum: 21)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;2. Isteri harus mendapat perlakukan yang baik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Ciptakan hubungan yang baik dengan isterimu.” ( Al-Nisa’ :19)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;3. Mendapat nafkah dari suami&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;4. Mendapatkan pakaian dari suami&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;5. Suami tidak boleh menyakiti dan membentaknya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Pada suatu hari Khaulah binti Aswad mendatangi Rasulullah saw dan bertanya tentang hak seorang isteri. Beliau menjawab:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Hak-hakmu atas suamimu adalah ia harus memberimu makan dengan kwalitas makanan yang ia makan dan memberimu pakaian seperti kwalitas yang ia pakai, tidak menampar wajahmu, dan tidak membentakmu” (Makarim Al-Akhlaq:218)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Rasulullah saw juga bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Orang yang bekerja untuk menghidupi keluarganya sama dengan orang yang pergi berperang di jalan Allah.”. (Makarim Al-Akhlaq:218)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Terkutuklah! Terkutuklah orang yang tidak memberi nafkah kepada mereka yang menjadi tanggung jawabnya.” (Makarim Al-Akhlaq:218)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;6. Suami harus memuliakan dan bersikap lemah lembut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;7. Suami harus memaafkan kesalahannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Cucu Rasulullah saw Imam Ali Zainal Abidin (sa) berkata:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Adapun hak isteri, ketahuilah sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menjadikan untukmu dia sebagai sumber sakinah dan kasih sayang. Maka, hendaknya kau sadari hal itu sebagai nikmat dari Allah yang harus kau muliakan dan bersikap lembut padanya, walaupun hakmu atasnya lebih wajib baginya. Karena ia adalah keluargamu Engkau wajib menyayanginya, memberi makan, memberi pakaian, dan memaafkan kesalahannya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Menghindari pertikaian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Laki-laki yang terbaik dari umatku adalah orang yang tidak menindas keluarganya, menyayangi dan tidak berlaku zalim pada mereka.” (Makarim Al-Akhlaq:216-217)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Barangsiapa yang bersabar atas perlakuan buruk isterinya, Allah akan memberinya pahala seperti yang Dia berikan kepada Nabi Ayyub (a.s) yang tabah dan sabar menghadapi ujian-ujian Allah yang berat. (Makarim Al-Akhlaq:213)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Barangsiapa yang menampar pipi isterinya satu kali, Allah akan memerintahkan malaikat penjaga neraka untuk membalas tamparan itu dengan tujuh puluh kali tamparan di neraka jahanam.” (Mustadrak Al- Wasail 2:550)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Isteri tidak boleh memancing emosi suaminya, Rasulullah saw bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Isteri yang memaksa suaminya untuk memberikan nafkah di luar batas kemampuannya, tidak akan diterima Allah swt amal perbuatannya sampai ia bertaubat dan meminta nafkah semampu suaminya.” (Makarim Al-Akhlaq: 202)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Ada suatu kisah, pada suatu hari seorang sahabat mendatangi Rasulullah dan berkata: “Ya Rasulullah, aku memiliki seorang isteri yang selalu menyambutku ketika aku datang dan mengantarku saat aku keluar rumah. Jika ia melihatku termenung, ia sering menyapaku dengan mengatakan: Ada apa denganmu? Apa yang kau risaukan? Jika rizkimu yang kau risaukan, ketahuilah bahwa rizkimu ada di tangan Allah. Tapi jika yang kau risaukan adalah urusan akhirat, semoga Allah menambah rasa risaumu.”&lt;br /&gt;Setelah mendengar cerita sahabatnya Rasulullah saw bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Sampaikan kabar gembira kepadanya tentang surga yang sedang menunggunya! Dan katakan padanya, bahwa ia termasuk salah satu pekerja Allah. Allah swt mencatat baginya setiap hari pahala tujuh puluh syuhada’.” Kisah ini terdapat dalam kitab Makarimul Akhlaq: 200.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;a href="http://syamsuri149.wordpress.com/"&gt;http://syamsuri149.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-4962478729808770538?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/4962478729808770538/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/membangun-keluarga-sakinah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/4962478729808770538?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/4962478729808770538?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/membangun-keluarga-sakinah.html' title='Membangun Keluarga Sakinah'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-46aH8oogMCw/T1zIp-DqDwI/AAAAAAAAAFU/4UxPlkRyN-0/s72-c/keluarga-sakinah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CEQNQHsyeip7ImA9WhVSFEU.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-5651165025351333498</id><published>2012-03-11T09:13:00.001-07:00</published><updated>2012-03-11T09:13:11.592-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-11T09:13:11.592-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan jiwa'/><title>Membentuk Keluarga Sakinah wa Rahmah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #ccff99; font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-46aH8oogMCw/T1zIp-DqDwI/AAAAAAAAAFU/4UxPlkRyN-0/s1600/keluarga-sakinah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-46aH8oogMCw/T1zIp-DqDwI/AAAAAAAAAFU/4UxPlkRyN-0/s1600/keluarga-sakinah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Memasuki dunia baru bagi pasangan baru, atau lebih dikenal dengan pengantin baru memang merupakan suatu yang membahagiakan. Tetapi bukan berarti tanpa kesulitan. Dari pertama kali melangkah ke pelaminan, semuanya sudah akan terasa lain. Lepas dari ketergantungan terhadap orang tua, teman, saudara, untuk kemudian mencoba hidup bersama orang – yang mungkin – belum pernah kenal sebelumnya. Semua ini memerlukan persiapan khusus (walaupun sebelumnya sudah kenal), agar tidak terjebak dalam sebuah dilema rumah tangga yang dapat mendatangkan penyesalan di kemudian hari. Diantara persiapan yang harus dilakukan oleh pasangan baru yang akan mengarungi bahtera rumah tangga:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span align="justify" style="font-size: x-small;"&gt;Persiapan mental. Perpindahan dari dunia remaja memasuki fase dewasa – di bawah naungan perkawinan – akan sangat berpengaruh terhadap psikologis, sehingga diperlukan persiapan mental dalam menyandang jabatan baru, sebagai ibu rumah tangga atau kepala rumah tangga. Kalaupun sekarang anda telah terlanjur menyandang predikat tersebut sebelum anda sempat berpikir sebelumnya, anda belum terlambat. Anda bisa memulainya dari sekarang, menyiapkan mental anda lewat buku-buku bacaan tentang cara-cara berumah tangga, atau anda dapat belajar dari orang-orang terdekat, yang dapat memberikan nasehat bagi rumah tangga anda&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;engenali Pasangan. Kalau dulu orang dekat anda adalah ibu, teman, atau saudara anda yang telah anda kenal sejak kecil, tetapi sekarang orang yang nomor satu bagi anda adalah pasangan anda. Walaupun pasangan anda adalah orang yang telah anda kenal sebelumnya, katakanlah dalam masa pacaran, tetapi hal ini belumlah menjamin bahwa anda telah benar-benar mengenal kepribadiannya. Keadaannya lain. Masa pacaran dengan lingkungan rumah tangga jauh berbeda. Apalagi jika pasangan anda adalah orang yang belum pernah anda kenal sebelumnya. Disini perlu adanya penyesuaian-penyesuaian. Anda harus mengenal lebih jauh bagi pasangan anda, segala kekurangan dan kelebihannya, untuk kemudian anda pahami bagaimana sebaiknya anda bersikap, tanpa harus mempersoalkan semuanya. Karena sesungguhnya anda bersama pasangan anda hidup dalam rumah tangga untuk saling melengkapi satu dengan yang lainnya, sehingga tercipta keharmonisan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Menyusun agenda Kegiatan. Kesibukan anda sebagai ibu rumah tangga atau kepala rumah tangga tentunya akan lebih banyak menyita waktu di banding ketika anda masih sendiri. Hari-hari kemarin bisa saja anda mengikuti segala macam kegiatan yang anda sukai kapan saja anda mau. Persoalannya sekarang adalah anda tidak sendiri, kehadiran pasangan anda disamping anda tidak boleh anda abaikan. Tetapi anda tak perlu menarik diri dari aktifitas atau kegiatan yang anda butuhkan. Anda dapat membuat agenda untuk efektifitas kerja, anda pilah, dan anda pilih kegiatan apa yang sekiranya dapat anda ikuti sesuai dengan waktu yang anda miliki dengan tanpa mengganggu tugas anda sebagai ibu rumah tangga atau kepala rumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mempelajari kesenangan pasangan. Perhatian-perhatian kecil akan mempunyai nilai tersendiri bagi pasangan anda, apalagi di awal perkawinan anda. Anda dapat melakukannya dengan mempelajari kesenangan pasangan anda, mulai dari selera makan, kebiasaan, hobi yang tersimpan dan lainnya. Tidak menjadi masalah jika ternyata apa yang disenanginya tidak anda senangi. Anda bisa mempersiapkan kopi dan makanan kesukaannya disaat pasangan anda yang punya hobi membaca sedang membuka-buka buku. Atau anda bisa sekali-kali menyisihkan waktu untuk sekedar mengantar pasangan anda berbelanja, untuk menyenangkan hatinya. Atau kalau mungkin anda bisa memadukan hobi anda yang ternyata sama, dengan demikian anda telah memasang saham kasih sayang di hati pasangan anda sebagai kesan pertama, karena kesan pertama akan selalu diingatnya. Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda (kayak iklan saja). Dan anda bisa menjadikannya sebagai kebiasaan yang istimewa dalam rumah tangga anda.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Adaptasi lingkungan. Lingkungan keluarga, famili dan masyarakat baru sudah pasti akan anda hadapi. Anda harus bisa membawa diri untuk masuk dalam kebiasaan-kebiasaan (adat) yang ada di dalamnya. Kalau anda siap menerima kehadiran pasangan anda, berarti pula anda harus siap menerimanya bersama keluarga dan masyarakat disekitarnya. Awalnya mungkin anda akan merasa asing, kaku, tapi semuanya akan terbiasa jika anda mau membuka diri untuk bergaul dengan mereka, mengikuti adat yang ada, walaupun anda kurang menyukainya. Sehingga akan terjalin keakraban antara anda dengan keluarga, famili dan lingkungan masyarakat yang baru. Karena hakekat pernikahan bukan perkawinan antara anda dan pasangan anda, tetapi, lebih luas lagi antara keluarga anda dan keluarga pasangan anda, antara desa anda dengan desa pasangan anda, antara bahasa anda dengan bahasa pasangan anda, antara kebiasaan (adat) anda dengan kebiasaan pasangan anda. Dst.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Menanamkan rasa saling percaya. Tidak salah jika suatu saat anda merasa curiga dan cemburu. Tetapi harus anda ingat, faktor apa yang membuat anda cemburu dan seberapa besar porsinya. Tidak lucu jika anda melakukannya hanya dengan berdasar perasaan. Hal itu boleh saja untuk sekedar mengungkapkan rasa cinta, tetapi tidak baik juga kalau terlalu berlebihan. Sebaiknya anda menanamkan sikap saling percaya, sehingga anda akan merasa tenang, tidak diperbudak oleh perasaan sendiri. Yakinkan, bahwa pasangan anda adalah orang terbaik yang anda kenal, yang sangat anda cintai dan buktikan juga bahwa anda sangat membutuhkan kehadirannya, kemudian bersikaplah secara terbuka.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Musyawarah. Persoalan-persoalan yang timbul dalam rumah tangga harus dihadapi secara dewasa. Upayakan dalam memecahkan persoalan anda mengajak pasangan anda untuk bermusyawarah. Demikian juga dalam mengatur perencanaan-perencanaan dalam rumah tangga, sekecil apapun masalah yang anda hadapi, semudah apapun rencana yang anda susun. Anda bisa memilih waktu-waktu yang tepat untuk saling tukar pikiran, bisa di saat santai, nonton atau dimana saja sekiranya pasangan anda sedang dalam keadaan bugar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Menciptakan suasana Islami. Suasana Islami ini bisa anda bentuk melalui penataan ruang, gerak, tingkah laku keseharian anda dan lain-lain. Sholat berjama’ah bersama pasangan anda, ngaji bersama (tidak perlu setiap waktu, cukup habis maghrib atau shubuh), mendatangi majlis ta’lim bersama dan memnbuat kegiatan yang Islami dalam rumah tangga anda. Hal ini akan menambah eratnya ikatan bathin antara anda dan pasangan anda. Dari sini akan terbentuk suasana Islami, Sakinah, Mawaddah wa Rahmah. Insya’allah. (assyarif/mus)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-5651165025351333498?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/5651165025351333498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/membentuk-keluarga-sakinah-wa-rahmah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/5651165025351333498?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/5651165025351333498?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/membentuk-keluarga-sakinah-wa-rahmah.html' title='Membentuk Keluarga Sakinah wa Rahmah'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-46aH8oogMCw/T1zIp-DqDwI/AAAAAAAAAFU/4UxPlkRyN-0/s72-c/keluarga-sakinah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CEUAQXYyfCp7ImA9WhVSFEU.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-5731943644935911357</id><published>2012-03-11T09:10:00.003-07:00</published><updated>2012-03-11T09:10:40.894-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-11T09:10:40.894-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humor'/><title>Tidak Ikhlas Menolong</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #748669; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Tidak etis jika kita selalu menyebut-nyebut pertolongan yang kita berikan kepada orang lain. Hoja hampir saja terjatuh ke dalam sebuah kolam. Tapi seseorang yang tidak terlalu dikenalnya berada di dekat tempat itu dan kemudian menolongnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Setelah itu, setiap kali orang itu bertemu dengan Hoja, ia selalu mengingatkan kebaikan yang pernah dilakukannya terhadap Hoja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Suatu kali, Hoja membawa laki-laki itu ke dekat kolam, kemudian Hoja menerjunkan diri ke dalam air. Dengan kepala menyembul di permukaan air, Hoja berteriak: “Kau lihat, sekarang aku sudah benar-benar basah, seperti yang seharusnya terjadi jika engkau dulu tidak menolongku! Sudah, pergi sana!”&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-5731943644935911357?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/5731943644935911357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/tidak-ikhlas-menolong.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/5731943644935911357?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/5731943644935911357?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/tidak-ikhlas-menolong.html' title='Tidak Ikhlas Menolong'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;C0ABRXs7fyp7ImA9WhVSFEU.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-2279843612183669000</id><published>2012-03-11T09:02:00.001-07:00</published><updated>2012-03-11T09:02:34.507-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-11T09:02:34.507-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan jiwa'/><title>PERSAUDARAAN KARENA ALLAH</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #748669; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-B6Vhblv6F6M/T1zMhBMEskI/AAAAAAAAAFk/3l1ZY9ZjypE/s1600/bersaudara.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-B6Vhblv6F6M/T1zMhBMEskI/AAAAAAAAAFk/3l1ZY9ZjypE/s320/bersaudara.jpg" width="319" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
&lt;em&gt;Oleh: Ust. H. Yasir Maqosid, Lc&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Hubungan antar manusia selalu dinamis dan berkembang. Sebab, manusia bukanlah materi semata, bukan pula sekadar akal. Lebih dari itu, manusia juga mampunyai hati dan perasaan. Artinya, manusia punya kehidupan emosional yang tidak bisa disepelekan. Hubungan antara manusia memiliki ragam bentuk; adakalanya merupakan hubungan cinta dan persaudaraan, bisa sebatas hubungan pertemanan, hubungan yang saling menguntungkan, bahkan hubungan yang tidak harmonis karena saling membenci, dan sebagainya. Berangkat dari semua itu, maka kuat-lemahnya hubungan antar manusia sangat berbeda-beda.&lt;br /&gt;Di antara nilai luhur yang menyatukan manusia adalah persaudaraan, yaitu persaudaraan yang dilandasi karena Allah swt. Selaras dalam hal ini, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya tali keimanan yang paling kuat adalah engkau saling mencintai karena Allah, dan saling membenci karena Allah.” (HR. Ahmad) Artinya, dalam berinteraksi dengan orang lain yang menjadi ukurannya adalah ridha Allah. Ketika kita mencintai seseorang, dasarnya adalah karena mengharap ridha Allah. Begitu pula ketika kita membenci seseorang, dasarnya karena mengharap ridha Allah dan takut terhadap siksa Allah.&lt;br /&gt;Adapun saling mencintai karena Allah memiliki banyak sekali manfaat antara lain :&lt;br /&gt;1. Mencintai karena Allah menyebabkan Allah mencintai kita.&lt;br /&gt;Ketika kita mencintai seseorang didasari mengharap ridha Allah, maka Allah akan mengetahui hal itu dan memberi balasan berupa rasa cinta dan ridha-Nya kepada kita. Sedangkan ketika dua orang sahabat saling mencintai karena Allah, maka yang paling dicintai Allah di antara keduanya adalah yang paling besar rasa cintanya kepada sahabatnya. Rasulullah saw bersabda, “Tiada dua orang yang saling mencintai karena Allah, kecuali yang paling dicintai Allah di antara mereka berdua adalah yang paling besar kecintaannya terhadap temannya.” (HR. Ath-Thabrani)&lt;span id="more-557"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. Pada Hari Kiamat, Allah akan menaungi orang-orang yang saling mencintai karena-Nya.&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman di Hari Kiamat, ‘Di manakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku-naungi mereka dengan naungan-Ku ketika tidak ada naungan selain naungan-Ku.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Di Hari Kiamat kelak, manusia akan mengalami sesuatu yang sangat dahsyat ketika berada di padang mahsyar. Di sana seluruh manusia dari zaman awal hingga akhir berkumpul menjadi satu. Sementara itu, matahari berada di atas kepala sehingga semua orang merasa kepanasan. Pada saat itulah, orang-orang yang mendapat naungan dari Allah swt akan merasa sangat beruntung. Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah.&lt;br /&gt;3. Mencintai dan membenci karena Allah adalah bukti kesempurnaan iman seorang hamba.&lt;br /&gt;Umat Islam dituntut untuk saling mengasihi satu sama lain karena itu adalah bukti dari kesempurnaan iman. Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa mencintai karena Allah, dan membenci karena Allah, dan memberi karena Allah, dan melarang karena Allah, berarti ia telah sempurna keimanannya.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;4. Mencintai karena Allah menjadikan kita dapat merasakan manisnya iman.&lt;br /&gt;Orang yang beriman memiliki tingkatan masing-masing. Dari tingkatan iman tersebut, ada sebagian orang yang merasakan manisnya keimanan. Jika seseorang sudah merasakan manisnya iman, maka segala ibadah yang dilakukannya menjadi indah. Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa ingin menemukan cita rasa keimanan, hendaklah ia mencintai seseorang karena Allah.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;5. Dimuliakan Allah.&lt;br /&gt;Sungguh indah jika seseorang dimuliakan oleh Allah. Kemuliaan yang diberikan Allah swt tersebut meliputi kemuliaan berupa iman, ilmu yang bermanfaat, amal saleh, dan nikmat-nikmat lainnya. Dan, untuk mendapatkan kemuliaan dari Allah maka perlu kita simak sabda Rasulullah saw berikut ini, “Tiada seorang hamba mencintai orang lain karena Allah, kecuali Allah memuliakannya.” (HR. Abi Dunya)&lt;br /&gt;6. Mendapat mimbar dari cahaya&lt;br /&gt;Sungguh beruntung orang-orang yang mencintai karena Allah. Kelak meraka akan mendapatkan hadiah luar biasa dari Sang Pencipta. Rasulullah saw bersabda, “Orang-orang yang saling mencintai karena keagunganku, bagi mereka mimbar dari cahaya yang membuat iri para nabi dan syuhada.” (At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;Dari itulah, mari kita saling mencintai sesama karena Allah yaitu dengan membantu orang-orang sedang terkena bencana, meringankan beban orang yang sedang kesulitan, menyantuni anak yatim, menolong fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan. Mudah-mudahan kita digolongkan sebagai orang-orang yang mendapat surga Allah kelak di Hari Kiamat. Amin Ya Robbal Alamin.&lt;/div&gt;
&lt;div class="sharedaddy sd-like-enabled" style="border-bottom-left-radius: 0px 0px !important; border-bottom-right-radius: 0px 0px !important; border-top-left-radius: 0px 0px !important; border-top-right-radius: 0px 0px !important; clear: both; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 12px; zoom: 1;"&gt;
&lt;div class="sd-block sd-like" id="wpl-likebox" style="border-bottom-left-radius: 0px 0px !important; border-bottom-right-radius: 0px 0px !important; border-top-color: rgba(0, 0, 0, 0.128906); border-top-left-radius: 0px 0px !important; border-top-right-radius: 0px 0px !important; border-top-style: solid; border-top-width: 1px; bottom: auto !important; margin-bottom: 0px !important; margin-left: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-top: 0px !important; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 10px !important; position: static !important; width: 472px; zoom: 1;"&gt;
&lt;div class="sd-content" style="border-bottom-left-radius: 0px 0px !important; border-bottom-right-radius: 0px 0px !important; border-top-left-radius: 0px 0px !important; border-top-right-radius: 0px 0px !important; float: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; width: 472px;"&gt;
&lt;div id="wpl-button" style="border-bottom-left-radius: 0px 0px !important; border-bottom-right-radius: 0px 0px !important; border-top-left-radius: 0px 0px !important; border-top-right-radius: 0px 0px !important; float: left; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 5px; margin-top: 0px;"&gt;
&lt;a class="like needs-login sd-button" href="http://syafiiakrom.wordpress.com/2010/11/20/persaudaraan-karena-allah/?like=1&amp;amp;_wpnonce=e486a627d1" rel="nofollow" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: -webkit-linear-gradient(top, rgb(247, 247, 247) 0%, rgb(239, 239, 239) 100%); background-origin: initial; border-bottom-color: rgb(221, 221, 221) !important; border-bottom-left-radius: 3px 3px; border-bottom-right-radius: 3px 3px; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; border-left-color: rgb(221, 221, 221) !important; border-left-style: solid !important; border-left-width: 1px !important; border-right-color: rgb(221, 221, 221) !important; border-right-style: solid !important; border-right-width: 1px !important; border-top-color: rgb(221, 221, 221) !important; border-top-left-radius: 3px 3px; border-top-right-radius: 3px 3px; border-top-style: solid !important; border-top-width: 1px !important; box-shadow: rgb(255, 255, 255) 0px 1px 0px inset; color: rgb(0, 0, 0) !important; display: block; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; line-height: 1; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;" tip="I like this post"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/post-flair/like/images/icon-like.png?2); background-origin: initial; background-position: 2px 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; display: block; line-height: 1; opacity: 0.8; padding-bottom: 3px; padding-left: 20px; padding-right: 5px; padding-top: 3px; text-shadow: none;"&gt;Suka&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-2279843612183669000?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/2279843612183669000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/persaudaraan-karena-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/2279843612183669000?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/2279843612183669000?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/persaudaraan-karena-allah.html' title='PERSAUDARAAN KARENA ALLAH'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-B6Vhblv6F6M/T1zMhBMEskI/AAAAAAAAAFk/3l1ZY9ZjypE/s72-c/bersaudara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;C0IDSHk7fCp7ImA9WhVSFEU.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-7842377121610755584</id><published>2012-03-11T08:59:00.001-07:00</published><updated>2012-03-11T08:59:39.704-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-11T08:59:39.704-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STORY'/><title>Keutamaan Madinah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #748669; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XJ7U9fenEaw/T1zL2Oif9DI/AAAAAAAAAFc/8Nn6S_zcH3s/s1600/madinah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-XJ7U9fenEaw/T1zL2Oif9DI/AAAAAAAAAFc/8Nn6S_zcH3s/s320/madinah.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
&lt;em&gt;Oleh: Ust. H. Yasir Maqosid, Lc&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Kota Madinah merupakan kota suci kedua setelah kota Mekkah. Karena itu, kota ini memiliki beberapa keutamaan sebagaimana kota Mekkah juga memilikinya. Di antara keutamaan kota Madinah yang penuh berkah ini adalah sebagai berikut:&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
&lt;strong&gt;1-&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Kota Suci&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Madinah oleh Rasulullah saw dijadikan sebagai kota suci. Di sinilah Islam tumbuh, berkembang, dan menyebar luas, sehingga semesta yang pada waktu itu tertutup oleh kegelapan jahiliyah menjadi terang benderang oleh cahaya Islam. Rasulullah saw bersabda,&lt;em&gt;&amp;nbsp;“Sesungguhnya Ibrahim telah menjadian Kota Makkah sebagai tempat suci dan berdoa untuk kebaikan penduduknya. Dan sesungguhnya aku menjadikan Madinah sebagai Kota Suci sebagaimana Ibrahim menjadikan Makkah sebagai tempat suci. Dan sesungguhnya aku berdoa untuk kebaikan sha’nya dan mudnya sebagaimana yang didoakan Ibrahim untuk kebaikan penduduk Makkah.”&lt;/em&gt;(HR. Muslim)&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
&lt;strong&gt;2-&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Jaminan Syafaat Bagi Orang yang Menanggung Kesusahan di Madinah&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Sebuah kehormatan bagi penduduk Madinah karena mereka akan mendapatkan syafaat atau persaksian dari Nabi saw. Hal ini berlaku bagi mereka yang mau menanggung kesusahan untuk tetap tinggal di Madinah. Dan, ini tidak lain karena kemulian dari kota Madinah yang terkenal dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;Madinatur Rasul&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(Madinah tempat tinggal Rasulullah). Rasulullah saw bersabda,&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
“&lt;em&gt;K&lt;/em&gt;&lt;em&gt;ota Madinah ini lebih baik bagi mereka sekiranya mereka mengetahui. Tidaklah seseorang meninggalkan Madinah melainkan Allah akan mengganti dengan seseorang yang lebih baik lagi, dan tidaklah seseorang tetap bersabar atas kesulitan (kelaparan) dan kesusahan Madinah melainkan aku akan menjadi penolong dan saksinya pada hari Kiamat.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(HR. Muslim)&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Menafsiri sabda Rasulullah tersebut, Imam An-Nawawi berkata, “Adapun syafaat yang diberikan kepada penduduk Madinah adalah dengan bertambahnya derajat, atau ringannya Hisab (perhitungan amal di Hari Kiamat), atau dengan kelebihan lainnya sebagaimana yang dikehendaki Allah. Atau dengan memuliakan mereka para penduduk Madinah dengan aneka kemuliaan, seperti mendapatkan naungan Arsy, berada di atas Mimbar, segera masuk ke surga, ataupun kemuliaan lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
&lt;strong&gt;3-&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Keimanan Meluncur Dari Madinah&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana semula. Demikianlah, mendekati Hari Kiamat nanti banyak sekali orang yang pada siang harinya beriman dan di sore harinya ingkar, begitu pula sebaliknya. Maka, pada hari akhir nanti, keimanan akan meluncur dari Madinah, sebagaimana sabda Rasulullah saw,&amp;nbsp;&lt;em&gt;“Sesungguhnya keimanan meluncur ke Madinah sebagaimana ular yang meluncur ke lubangnya.”&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(Muttafaq Alaih)&lt;span id="more-547"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
&lt;strong&gt;4-&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Rasulullah Mendoakan Keberkahan Padanya&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Ketika Rasulullah dan para sahabat hijrah dari Makkah ke Madinah, ada sebagian dari para sahabat yang belum bisa beradaptasi terhadap kondisi cuaca dan lingkungan di Madinah. Sehingga salah seorang sahabat bernama Bilal bin Rabah terkena demam. Melihat hal ini Rasulullah saw berdoa,&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
&lt;em&gt;“Ya Allah, jadikanlah Madinah kota yang kami cintai sebagaimana kami mencintai Makkah atau melebihinya dan berilah keselamatan di Madinah. Dan, berkahilah timbangan dan takarannya, dan pindahlah panasnya Madinah ke tanah Juhfah.”&lt;/em&gt;(Muttafaq Alaih)&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Berkat doa Nabi inilah, sampai sekarang Madinah menjadi kota yang subur dengan hasil pertaniannya terutama kormanya yang sangat terkenal. Bahkan korma Ajwah—korma terbaik di Madinah—bisa menolak sihir dan racun.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
&lt;strong&gt;5-&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Kota yang Memakan Kota Lainnya&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Madinah menjadi saksi kebesaran Islam sehingga pengaruhnya menyebar ke seluruh penjuru dunia. Madinah dipilih untuk menjadi tempat hijrah tiada lain oleh karena perintah dari Allah swt sebagaimana sabda Rasulullah saw,&amp;nbsp;&lt;em&gt;“Aku diperintahkan untuk menuju kota yang memakan kota-kota lain. Mereka menyebutnya dengan sebutan Yatsrib, yaitu Madinah.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(HR. Al-Bukhari)&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Dalam menafsiri hadits ini, Imam An-Nawawi mengatakan, bahwasanya maksud dari memakan kota-kota lainnya adalah Madinah menjadi pusat pertama keberadaan prajurit Islam. Dan, kota inilah (Madinah yang berhasil membuka kota-kota lainnya sehingga ghanimah, harta dan tawanannya diserahkan ke kota ini. Ada pula yang berpendapat bahwa maksudnya adalah makanan dan hasil pangan kota Madinah berasal dari kota-kota yang ditaklukkan olehnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
&lt;strong&gt;6-&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Rasulullah Menggelarinya Thayyibah&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Sebelum dinamakan oleh Nabi dengan Madinah kota ini dinamakan dengan Yatsrib. Namun nama Yatsrib tidak baik karena maknanya adalah tercela atau kerusakan. Nabi lalu mengganti namanya dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;Thaba&lt;/em&gt;&amp;nbsp;atau&lt;em&gt;&amp;nbsp;Thayyibah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dari asal kata&amp;nbsp;&lt;em&gt;At-Thib&lt;/em&gt;&amp;nbsp;yang artinya wewangian yang harum baunya. Adapula yang mengatakan berasal dari kata Ath-Thayyib yang artinya adalah suci, karena Madinah dibersihkan dari kemusyrikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
&lt;strong&gt;7-&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Bebas dari&amp;nbsp;&lt;em&gt;Thaun&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dan Dajjal&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Merupakan salah satu keutamaan Madinah lainnya adalah kota ini dijaga oleh para malaikat sehingga&amp;nbsp;&lt;em&gt;tha’un&lt;/em&gt;—yaitu wabah penyakit menular yang bisa memusnahkan semua penduduk suatu negeri—dan Dajjal tidak bisa memasukinya. Rasulullah saw bersabda,&amp;nbsp;&lt;em&gt;“Di pintu-pintu masuk Madinah terdapat para malaikat sehingga wabah tha’un dan Dajjal tidak bisa memasukinya&lt;/em&gt;.” (Muttafaq Alaih)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-7842377121610755584?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/7842377121610755584/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/keutamaan-madinah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/7842377121610755584?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/7842377121610755584?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/keutamaan-madinah.html' title='Keutamaan Madinah'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-XJ7U9fenEaw/T1zL2Oif9DI/AAAAAAAAAFc/8Nn6S_zcH3s/s72-c/madinah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;C0QEQn4-cCp7ImA9WhVSFEU.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-7491569440835950225</id><published>2012-03-11T08:55:00.000-07:00</published><updated>2012-03-11T08:55:03.058-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-11T08:55:03.058-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STORY'/><title>Dipanggil Namanya oleh Syaikh untuk Menempati Raudhah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #748669; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-46aH8oogMCw/T1zIp-DqDwI/AAAAAAAAAFU/4UxPlkRyN-0/s1600/keluarga-sakinah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-46aH8oogMCw/T1zIp-DqDwI/AAAAAAAAAFU/4UxPlkRyN-0/s1600/keluarga-sakinah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Kesempatan untuk berdoa di Raudhah—tempat di antara rumah dan maqam Nabi di Madinah—yang merupakan tempat mustajab merupakan impian semua orang.&amp;nbsp; Sehingga mereka rela mengantre supaya mendapat kesempatan shalat dan berdoa di tempat tersebut. Ada sebuah kisah ajaib yang dialami oleh Muchtarullah saat mengantre untuk mendapat tempat di Raudhah sebagaimana yang dituturkannya dalam surat kabar Republika.&lt;br /&gt;“Sama seperti jamaah lain, saya pun mengantre cukup jauh dari Raudhah. Namun, tanpa disangka, ketika sedang asyik mengantre itu, tiba-tiba saya dipanggil oleh seorang syeikh yang tidak saya kenal, saat itu beliau usai sholat sunnat di Raudhah. Beliau meminta saya untuk maju dan sholat di tempat tersebut (Raudhah, red). Muchtarullah, Antum ta’al huna (kamu, datanglah kemari, red),” ujarnya.&lt;br /&gt;Muchtarullah pun kaget. Ia langsung maju dan langsung sholat sunnat dua rakaat di tempat tersebut. Bagaimana rasanya? ”Saya tak bisa membayangkan. Yang ada hanya keindahan. Alhamdulillah, betapa indahnya bisa sholat sunnat di Raudhah ketika itu. Apalagi, jalan menuju kesana yang penuh dengan tantangan dan perjuangan, bisa saya laksanakan dengan mudah atas kehendak Allah,” katanya.&lt;br /&gt;Muchtarullah pun tidak menyangka, dirinya mendapatkan kesempatan berdoa dan sunnat di Raudhah itu dengan mudahnya. Lalu siapa syeikh yang memintanya itu? Muchtarullah mengaku tidak tahu. Sebab, kata dia, dirinya sama sekali tidak mengenal syeikh bersangkutan dan tidak pula tahu asal usulnya. ”Saya tidak tahu beliau dari mana. Tiba-tiba saja, beliau memanggil saya dan menunggu saya hingga usai sholat sunnat,” paparnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Mungkinkah waliyullah atau malaikat?&lt;em&gt;&amp;nbsp;Wallahu A’lam.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
&lt;em&gt;&lt;a href="http://syafiiakrom.wordpress.com/"&gt;http://syafiiakrom.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-7491569440835950225?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/7491569440835950225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/dipanggil-namanya-oleh-syaikh-untuk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/7491569440835950225?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/7491569440835950225?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/dipanggil-namanya-oleh-syaikh-untuk.html' title='Dipanggil Namanya oleh Syaikh untuk Menempati Raudhah'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-46aH8oogMCw/T1zIp-DqDwI/AAAAAAAAAFU/4UxPlkRyN-0/s72-c/keluarga-sakinah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;C0YEQXk4eSp7ImA9WhVSFEU.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-3426487832043103904</id><published>2012-03-11T08:51:00.003-07:00</published><updated>2012-03-11T08:51:40.731-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-11T08:51:40.731-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STORY'/><title>Khadijah binti Khuwailid</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #748669; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-46aH8oogMCw/T1zIp-DqDwI/AAAAAAAAAFU/4UxPlkRyN-0/s1600/keluarga-sakinah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-46aH8oogMCw/T1zIp-DqDwI/AAAAAAAAAFU/4UxPlkRyN-0/s1600/keluarga-sakinah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Sayyidah Khadijah dilahirkan di kota Makkah pada tahun 68 sebelum Hijriyah atau tahun 556 Masehi di sebuah keluarga yang mulia dan terhormat. Ayahnya bernama Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qusayyi bin Kilab. Sedangkan ibunya bernama Fathimah binti Zaidah bin Al-Asham bin Hadam. Beliau tumbuh dalam suasana yang dipenuhi dengan perilaku terpuji. Ia seorang yang cantik, kaya, mulia dan menjaga kehormatannya. Sehingga masyarakat di zaman Jahiliyah menjulukinya sebagai&amp;nbsp;&lt;em&gt;At-Thahirah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(wanita yang suci).&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Sebelum menikah dengan Rasulullah saw, Sayyidah Khadijah pernah menikah dengan Abu Halah bin An Nabasyi &amp;nbsp;dan dikaruniai seorang anak bernama Halah. Setelah suaminya meninggal dunia, seluruh pemuka Quraisy berharap bisa bersanding dengannya. Tetapi semuanya ditolak dengan sopan oleh Sayyidah Khadijah karena ia ingin lebih berkonsentrasi untuk mengasuh anaknya dan mengurus usaha dagangnya. Itulah hikmah di balik kehendak Allah yang ingin menikahkannya dengan seorang manusia terbaik di muka bumi.&lt;span id="more-683"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Sayyidah Khadijah adalah pedagang yang senantiasa mengirimkan dagangannya ke Syam. Ia mempekerjakan orang untuk menjalankan usaha ini. Ketika Nabi Muhammad saw yang terkenal dengan julukan Al Amin (yang amanah), menginjak umur 25 tahun, Sayyidah Khadijah meminta beliau untuk membawa dagangan ke Syam bersama budaknya yang bernama Maisarah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Nabi Muhammad saw lalu membawa dagangan milik Sayyidah Khadijah bersama Maisarah ke pasar Bushra, dan kembali dengan membawa keuntungan yang berlipat-lipat dari biasanya. Sayyidah Khadijah yang hatinya sudah tertambat kepada beliau semakin menaruh perhatian. Ia banyak bertanya kepada budaknya mengenai kepribadian Nabi Muhammad saw.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Maisarah pun menceriterakan keluhuran budi pekerti yang ia ketahui semenjak bersama&amp;nbsp;Nabi Muhammad saw dalam perjalanan dagang tersebut, terutama sifat amanah dan kejujuran beliau dalam menjalankan usahanya. Hati Sayyidah Khadijah semakin terpaut dengan Nabi Muhammad saw dan ingin menikah dengan beliau.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Selanjutnya diutuslah Sayyidah Nafisah binti Munabbih untuk menyampaikan keinginannya kepada Nabi Muhammad saw. Sayyidah Nafisah lalu mengatakan kepada Rasulullah saw,”Kenapa engkau tidak menikah?” Beliau menjawab,”Aku tidak memiliki apa-apa.” Sayyidah Nafisah mengatakan,”Apabila engkau dicukupi, menikah dengan orang yang memiliki harta, kecantikan, dan kemuliaan, apakah engkau bersedia?” Beliau bertanya,”Siapa?” Sayyidah Nafisah menjawab, “Sayyidah Khadijah.”. Beliau pun menyanggupinya. Beliau dinikahkan oleh paman Sayyidah Khadijah yaitu Amr bin Asad Al-Qurasyi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Ketika akad pernikahan berlangsung, Sayyidah Khadijah menyembilah beberapa ekor ternak untuk dibagikan kepada fakir miskin. Ia juga mempersilahkan dan mengundang kerabat dan handai taulannya untuk datang ke rumahnya. Di antara mereka yang hadir ada Sayyidah Halimah As-Sa’diyyah, ibu susuan Nabi Muhammad saw. Ia datang untuk menyaksikan pernikahan anak susuannya. Setelah selesai, Sayyidah Halimah pun kembali ke rumahnya dengan membawa empat puluh ekor kambing sebagai hadiah dari Sayyidah Khadijah kepada wanita yang pernah menyusui Nabi Muhammad saw, suami tercintanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Allah swt memberikan kepada rumah tangga bahagia ini berbagai nikmat. Mereka dikarunia anak laki-laki dan perempuan, yaitu Sayyidina Qasim, Sayyidina Abdullah, Sayyidah Zainab, Sayyidah Ruqayyah, Sayyidah Ummu Kultsum, dan Sayyidah Fathimah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Pada umur 40 tahun, Nabi Muhammad saw gemar berkhalwat di Gua Hira’, dan ini terus dilakukan beliau hingga pada bulan Ramadhan, Malaikat Jibril as datang membawa wahyu dari Allah swt. Sepeninggal Malaikat Jibril, beliau pulang pada kegelapan fajar dalam keadaan takut, pucat, dan menggigil. Sesampainya di rumah, beliau langsung berkata kepada istrinya, Sayyidah Khadijah, “Selimuti aku, selimuti aku…..”&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Setelah Sayyidah Khadijah menanyakan hal apa yang sebenarnya terjadi, beliau berkata, “Wahai Khadijah, sungguh aku mengawatirkan diriku.” Dengan penuh percaya diri dan yakin, Sayyidah Khadijah menjawab, “Demi Dzat yang jiwa Khadijah berada dalam kekuasaan-Nya, Dia (Allah) sekali-kali tidak akan pernah menjadikanmu hina, karena engkau selalu menyambung silaturrahmi, berbicara benar, memikul beban orang lain, menghormati tamu, dan selalu membantu meringankan musibah orang lain.” Ketulusan tutur kata Sayyidah Khadijah itu membuat hati Rasulullah saw tenang dan merasa tentram karena istrinya mempercayai apa yang terjadi pada dirinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Sayyidah Khadijah adalah orang pertama yang masuk Islam. Bukan itu saja, dia juga memberikan segenap harta, jiwa, pikiran, dan seluruhnya untuk kepentingan dakwah suaminya, Rasulullah saw. Dia dengan setia menolong suaminya dan menanggung beban yang amat berat akibat ejekan dan penghinaan yang begitu kejam dari kaum kafir, sehingga berkat bantuannya, hal itu dirasakan ringan oleh Rasulullah saw.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Karena sakit berkepanjangan Sayyidah Khadijah yang berumur enam puluh lima tahun itu meninggal dunia. Jasadnya dikuburkan di dataran tinggi Mekah, yang dikenal dengan sebutan Al-Hajun. Rasulullah saw sendiri yang mengurus jenazah istrinya, dan kalimat terakhir yang beliau ucapkan ketika melepas kepergiannya adalah, “Sebaik-baik wanita penghuni surga adalah Sayyidah Maryam binti Imran dan Sayyidah Khadijah binti Khuwailid.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Sayyidah Khadijah meninggal setelah mendapatkan kemuliaan yang tidak pernah dimiliki oleh wanita lain, Dialah Ummul Mukminin istri Rasulullah saw yang pertama, wanita pertama yang mempercayai risalah Rasulullah saw, dan wanita pertama yang melahirkan putra-putri Rasulullah saw. Dia merelakan harta benda yang dimilikinya untuk kepentingan jihad di jalan Allah. Dialah orang pertama yang mendapat kabar gembira bahwa dirinya adalah ahli surga. Kenangan terhadap Khadijah senantiasa lekat dalam hati Rasulullah saw sampai beliau wafat. Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai Sayyidah Khadijah binti Khuwailid dan semoga Allah memberinya tempat yang layak di sisi-Nya. Amin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
sumber&amp;nbsp;&lt;a href="http://syafiiakrom.wordpress.com/"&gt;http://syafiiakrom.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="sharedaddy sd-like-enabled" style="border-bottom-left-radius: 0px 0px !important; border-bottom-right-radius: 0px 0px !important; border-top-left-radius: 0px 0px !important; border-top-right-radius: 0px 0px !important; clear: both; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 12px; zoom: 1;"&gt;
&lt;div class="sd-block sd-like" id="wpl-likebox" style="border-bottom-left-radius: 0px 0px !important; border-bottom-right-radius: 0px 0px !important; border-top-color: rgba(0, 0, 0, 0.128906); border-top-left-radius: 0px 0px !important; border-top-right-radius: 0px 0px !important; border-top-style: solid; border-top-width: 1px; bottom: auto !important; margin-bottom: 0px !important; margin-left: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-top: 0px !important; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 10px !important; position: static !important; width: 472px; zoom: 1;"&gt;
&lt;div class="sd-content" style="border-bottom-left-radius: 0px 0px !important; border-bottom-right-radius: 0px 0px !important; border-top-left-radius: 0px 0px !important; border-top-right-radius: 0px 0px !important; float: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; width: 472px;"&gt;
&lt;div id="wpl-button" style="border-bottom-left-radius: 0px 0px !important; border-bottom-right-radius: 0px 0px !important; border-top-left-radius: 0px 0px !important; border-top-right-radius: 0px 0px !important; float: left; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 5px; margin-top: 0px;"&gt;
&lt;a class="like needs-login sd-button" href="http://syafiiakrom.wordpress.com/2012/03/08/khadijah-binti-khuwailid/?like=1&amp;amp;_wpnonce=e486a627d1" rel="nofollow" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: -webkit-linear-gradient(top, rgb(247, 247, 247) 0%, rgb(239, 239, 239) 100%); background-origin: initial; border-bottom-color: rgb(221, 221, 221) !important; border-bottom-left-radius: 3px 3px; border-bottom-right-radius: 3px 3px; border-bottom-style: solid !important; border-bottom-width: 1px !important; border-left-color: rgb(221, 221, 221) !important; border-left-style: solid !important; border-left-width: 1px !important; border-right-color: rgb(221, 221, 221) !important; border-right-style: solid !important; border-right-width: 1px !important; border-top-color: rgb(221, 221, 221) !important; border-top-left-radius: 3px 3px; border-top-right-radius: 3px 3px; border-top-style: solid !important; border-top-width: 1px !important; box-shadow: rgb(255, 255, 255) 0px 1px 0px inset; color: rgb(0, 0, 0) !important; display: block; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; line-height: 1; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;" tip="I like this post"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/post-flair/like/images/icon-like.png?2); background-origin: initial; background-position: 2px 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; display: block; line-height: 1; opacity: 0.8; padding-bottom: 3px; padding-left: 20px; padding-right: 5px; padding-top: 3px; text-shadow: none;"&gt;Suka&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-3426487832043103904?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/3426487832043103904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/khadijah-binti-khuwailid.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/3426487832043103904?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/3426487832043103904?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/khadijah-binti-khuwailid.html' title='Khadijah binti Khuwailid'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-46aH8oogMCw/T1zIp-DqDwI/AAAAAAAAAFU/4UxPlkRyN-0/s72-c/keluarga-sakinah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Ck8DQ307cCp7ImA9WhVSFEU.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-1394068571933403097</id><published>2012-03-11T08:47:00.002-07:00</published><updated>2012-03-11T08:47:52.308-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-11T08:47:52.308-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UMUM'/><title>Keharmonisan Rumah Tangga Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #748669; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
“ Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah “ (Qs : Al-Ahzab : 21)&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Telah menjadi kesepakatan bersama bahwa Rasulullah adalah hamba Allah yang patut diteladani dan dicontoh, maka tak salah kalau kemudian Allah mengutusnya ke bumi ini hanya semata membawa satu misi yaitu membentuk kepribadian kaffah dhahir dan bathin menyempurnakan akhlaq mulia (HR. Muslim)&lt;span id="more-471"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Rasulullah telah mengajari kita akan makna hidup yang sebenamya serta membawa kita menuju jalan hikmah yang diridloi Allah SWT, beliau memberikan ilmu yang belum kita ketahui dan mewariskan Islam sebagai agama yang patut diagungkan. Beliau pulalah yang memberikan kepada kita keteladanan dalam membina rumah tangga yang dipenuhi keharmonisan. Di bawah naungan rumah tangga yang bersahaja di situlah tinggal sang istri, pahlawan di balik layar pembawa ketenangan dan kesejukan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Rasulullah saw bersabda: “Dunia itu penuh dengan kenikmatan. Dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah istri yang shalihah.” Di antara keelokan budi pekerti Rasulullah saw dan keharmonisan rumah tangga beliau ialah memanggil istri-istrinya dengan panggilan yang membahagiakan dengan nama kesayangan. Aisyah r.a. menuturkan: “Pada suatu hari Rasulullah saw berkata kepadanya: “Wahai ‘Aisy (panggilan kesayangan ‘Aisyah r.a.), Malaikat Jibril tadi menyampaikan salam buatmu.” (Muttafaq ‘alaih).&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Bahkan beliau selaku Nabi umat ini yang paling sempurna akhlaknya dan paling tinggi derajatnya telah memberikan sebuah contoh yang berharga dalam hal berlaku baik kepada sang istri dan dalam hal kerendahan hati, serta dalam hal mengetahui keinginan dan kecemburuan wanita. Beliau menempatkan mereka pada kedudukan yang diidam-idamkan oleh seluruh kaum hawa. Yaitu menjadi seorang istri yang memiliki kedudukan terhormat di samping suaminya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Aisyah r.a. menuturkan: Suatu ketika aku minum, dan aku sedang haidh, lantas aku memberikan gelasku kepada Rasulullah saw dan beliau meminumnya dari mulut gelas tempat aku minum. Dalam kesempatan lain aku memakan sepotong daging, lantas beliau mengambil potongan daging itu dan memakannya tepat di tempat aku memakannya.” (HR. Muslim).&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Dalam berkeluarga, kehidupan yang penuh cinta dan keharmonisan yang dihiasi kasih sayang bisa beliau gapai. Hal ini membuktikan bahwa beliau berhasil membina dan memimpin rumah tangga yang beliau hadapi. Beliau selalu mengedepankan keadilan dan kejujuran, tranformasi ilmu dari Allah dilakoni dengan sebenamya. ini bukan karena beliau menjadi kekasih Allah tetapi beliau lebih menginginkan apa yang beliau praktekkan nantinya bisa dicontoh oleh umatnya. Dari sekian banyak perempuan yang beliau nikahi, tak satupun yang pemah dikecewakan, perlakuan baik selalu mengumbar damai dari kelembutan bicara dan keindahan akhlaqnya, malah beliau tidak segan-segan mencuci baju sendiri manakala sang istri sibuk dan terlupakan untuk mencucinya. Dalam berbicara tak pemah berkata dusta, hal yang hak dan bathil disampaikan sebagaimana mestinya, dalam melangkah dan bertindak beliau penuh keadilan, setiap permasalahan yang beliau hadapi ataupun pengaduan istri beliau tidak serta merta memutuskan dimana yang benar ataupun yang salah, karena beliau mengedepakankan tabayyun dan sering berkomunikasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Beliau berkeyakinan bahwa dengan seringnya berkomunikasi dengan kekuarganya akan menemukan titik terang yang baik. Walaupun tidak hanya sekali Rasulullah menikahi perempuan, beliau tetap memperlakukan istri-istri sebagaimana yang telah disyariatkan Allah. Hak dan kewajiban terlaksana sesuai aturan dan keadilan selalu menghiasi pernak-pernik keluarganya. Kewajiban memberi makan dan menafkahkan keluarganya beliau kerjakan sendiri tanpa meminta bantuan sedikitpun pada sahabat, sedang kan hak-hak isteri beliau berikan penuh cinta dan keikhlasan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Begitulah kehidupan Rasulullah dalam membangun dan memimpin keluarganya sehingga istri-istri Rasulullah dibuat tak berdaya menghadapi kelembutan akhlaqnya. Mereka tidak menegur Rasul karena memang tidak ada kesalahan yang pantas ditegur. Pernah suatu malam Rasulullah terlambat pulang karena dakwah yang beliau lakukan sedikit mengalami kesulitan, sesampai dirumah beliau tidak menemukan pintu karena telah ditutup oleh Siti Aisyah, Rasulullah merasa kasihan untuk membangunkan Siti Aisyah kerena beliau yakin istrinya lelah menunggu kedatangannya. Akhirnya Rasulullah tidur didepan pintu sampai pagi datang. Dan Aisyah r.a. merasa bersalah atas kejadian itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Dari istri-istri Rasulullah, tak satupun yang mengalami kecemburuan, sebab Rasulullah membagi cinta dan kasih sayang penuh keadilan. Beliau tetap mempertahankan keimanan dari pada mengikuti kata nafsu serakah. Suatu hari siti Aisyah pernah bertanya tentang siapa istri beliau yang paling dicintai, beliau tidak menyebutkan nama melainkan hanya memberikan isyarah bahwa istri yang paling dicintai adalah yang menerima cincin darinya. Sudah barang tentu semua isteri Rasulullah berdo’a semoga dirinya nanti malam yang akan dikasih cincin olehnya. Namun apa yang diprediksi mereka (isteri Rasul) tepat karena mereka yang mengharap dikasi cincin oleh Rasul betul-betul dikasih, namun ada satu yang mereka tidak ketahui yaitu Rasulullah memberikan cincin dengan cara mendatangi satu persatu isterinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Disinilah letak keadilan Rasulullah dalam membina keluarga. Sehingga mereka semua menganggap dirinya yang paling dicintai. Beliau saw tidaklah seperti yang diduga oleh kaum munafikin atau seperti yang dituduhkan kaum orientalis dengan tuduhan-tuduhan palsu dan pengakuan-pengakuan bathil. Bahkan beliau saw lebih memilih etika berumah tangga yang paling elok dan sederhana. Dalam berbagai kesempatan, beliau selalu menjelaskan dengan gamblang tingginya kedudukan kaum wanita. Mereka kaum hawa memiliki kedudukan yang agung dan derajat yang tinggi. Rasulullah saw pernah menjawab pertanyaan ‘Amr bin Al-‘Ash r.a. seputar masalah ini, beliau jelaskan kepadanya bahwa mencintai istri bukanlah suatu hal yang tabu bagi seorang lelaki yang normal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Rasulullah saw tidak melewatkan kesempatan sedikit pun kecuali beliau manfaatkan untuk membahagiakan dan menyenangkan istri melalui hal-hal yang dibolehkan. Aisyah r.a. mengisahkan: Pada suatu ketika aku ikut bersama Rasulullah saw dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau saw memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku: “Kemarilah! sekarang kita berlomba lari.” Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau. Beliau saw hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau saw memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata: “Inilah penebus kekalahan yang lalu!” (HR. Ahmad).&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Sungguh! merupakan sebuah bentuk permainan yang sangat lembut dan sebuah perhatian yang sangat besar. Beliau perintahkan rombongan untuk berangkat terlebih dahulu agar beliau dapat menghibur hati sang istri dengan mengajaknya berlomba lari. Kemudian beliau memadukan permainan yang lalu dengan yang baru, beliau berkata: “Inilah penebus kekalahan yang lalu!” Bagi mereka yang sering bepergian melanglang buana serta memperhatikan keadaan orang-orang yang terpandang pada tiap-tiap kaum, pasti akan takjub terhadap perbuatan Rasulullah saw. Beliau adalah seorang Nabi yang mulia, pemimpin yang selalu berjaya, keturunan terhormat suku Quraisy dan Bani Hasyim. Pada saat-saat kejayaan, beliau kembali dari sebuah peperangan dengan membawa kemenangan bersama rombongan pasukan besar. Meskipun demikian, beliau tetap seorang yang penuh kasih sayang dan rendah hati terhadap istri-istri beliau para Ummahaatul Mukiminin radhiyallah ‘anhun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Kedudukan beliau sebagai pemimpin pasukan, perjalanan panjang yang ditempuh, serta kemenangan demi kemenangan yang diraih di medan pertempuran, tidak membuat beliau lupa bahwa beliau didampingi para istri-istri kaum hawa yang lemah yang sangat membutuhkan sentuhan lembut dan bisikan manja. Agar dapat menghapus beban berat perjalanan yang sangat meletihkan. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa ketika Rasulullah saw kembali dari peperangan Khaibar, beliau menikahi Shafiyyah binti Huyaiy r.a. Beliau saw mengulurkan tirai di dekat unta yang akan ditunggangi untuk melindungi Shafiyyah r.a. dari pandangan orang. Kemudian beliau duduk bertumpu pada lutut di sisi unta tersebut, beliau persilakan Shafiyyah r.a. untuk naik ke atas unta dengan bertumpu pada lutut beliau.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
Pemandangan seperti ini memberikan kesan begitu mendalam yang menunjukkan ketawadhu’an beliau. Rasulullah saw selaku pemimpin yang berjaya dan seorang Nabi yang diutus memberikan teladan kepada umatnya bahwa bersikap tawadhu’ kepada istri, mempersilakan lutut beliau sebagai tumpuan, membantu pekerjaan rumah, membahagiakan istri, sama sekali tidak mengurangi derajat dan kedudukan beliau. Barangsiapa yang mengidamkan kebahagiaan rumah tangga, hendaklah ia memperhatikan kisah-kisah kehidupan rumah tangga Rasulullah saw. Wallahu a’lam bish showab.&lt;/div&gt;
sumber&amp;nbsp;&lt;a href="http://syafiiakrom.wordpress.com/2010/03/20/keharmonisan-rumah-tangga-rasulullah-saw/"&gt;http://syafiiakrom.wordpress.com/2010/03/20/keharmonisan-rumah-tangga-rasulullah-saw/&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #748669; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-1394068571933403097?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/1394068571933403097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/keharmonisan-rumah-tangga-rasulullah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/1394068571933403097?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/1394068571933403097?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/keharmonisan-rumah-tangga-rasulullah.html' title='Keharmonisan Rumah Tangga Rasulullah SAW'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CkACRH88fCp7ImA9WhVSFEU.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-6373722526560626888</id><published>2012-03-11T08:46:00.000-07:00</published><updated>2012-03-11T08:46:05.174-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-11T08:46:05.174-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UMUM'/><title>Resep menciptakan hubungan yang sehat dan bahagia</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-46aH8oogMCw/T1zIp-DqDwI/AAAAAAAAAFU/4UxPlkRyN-0/s1600/keluarga-sakinah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-46aH8oogMCw/T1zIp-DqDwI/AAAAAAAAAFU/4UxPlkRyN-0/s1600/keluarga-sakinah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: black; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;"&gt;Resep
menciptakan hubungan yang sehat dan bahagia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: black; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;* Jangan menilai buku hanya dari sampulnya saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;* Selalu bersikap jujurlah satu sama lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;* Tanyakan pada diri anda sendiri apa yang
sebenarnya anda inginkan dan butuhkan, lalu ungkapkan secara jelas kepada
pasangan anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="textexposedshow"&gt;* Rasa saling menghormati itu penting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="textexposedshow"&gt;* Selalu bekerjasama dengan pasangan anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="textexposedshow"&gt;* Selesaikan semua masalah secepat mungkin saat
mereka baru muncul ke permukaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="textexposedshow"&gt;* Jangan merasa takut untuk meminta maaf atau
memberi maaf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="textexposedshow"&gt;* Dengarkanlah pendapat-pendapat dan
keluhan-keluhan yang disampaikan pasangan anda tanpa menghakimi terlebih dahulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="textexposedshow"&gt;* Seks bukanlah satu-satunya jalan untuk
membuktikan cinta (proof of love) anda kepada pasangan anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="textexposedshow"&gt;* Selalu berusaha keras untuk menjaga kebersamaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="textexposedshow"&gt;* Jangan pernah berharap pasangan anda saja seorang
diri bisa memenuhi semua kebutuhan-kebutuhan hidup anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="textexposedshow"&gt;* Orang-orang bijak belajar dari
pengalaman-pengalaman mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-6373722526560626888?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/6373722526560626888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/resep-menciptakan-hubungan-yang-sehat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/6373722526560626888?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/6373722526560626888?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/resep-menciptakan-hubungan-yang-sehat.html' title='Resep menciptakan hubungan yang sehat dan bahagia'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-46aH8oogMCw/T1zIp-DqDwI/AAAAAAAAAFU/4UxPlkRyN-0/s72-c/keluarga-sakinah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;DkYARHsyeCp7ImA9WhVSEU4.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-2827336414230846883</id><published>2012-03-07T07:29:00.001-08:00</published><updated>2012-03-07T07:29:05.590-08:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-07T07:29:05.590-08:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UMUM'/><title></title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-WDsNFI03q1Y/T1d9tUGg6gI/AAAAAAAAAFM/tr-DKLDOa_Y/s1600/asam-lambung.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://4.bp.blogspot.com/-WDsNFI03q1Y/T1d9tUGg6gI/AAAAAAAAAFM/tr-DKLDOa_Y/s320/asam-lambung.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="color: #0d507a; font-family: &amp;quot;Helvetica&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 23.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: black; font-family: &amp;quot;Helvetica&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;utaan orang telah diserang oleh penyakit naiknya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Helvetica&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;a href="http://doktermu.com/Asam-lambung/" title=""&gt;&lt;span style="color: #003869; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;asam lambung&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,
dewasa, anak-anak, bahkan bayi tidak bisa lepas dari penderitaan ini. Pada
dasarnya, penyakit naiknya&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;a href="http://doktermu.com/Asam-lambung/Istilah-kesehatan-1/A/Asam-lambung-226.html" title="Asam lambung: Asam lambung adalah cairan pencernaan, dibentuk di perut. Ini memiliki pH 1 sampai 2 dan terdiri dari asam klorida (HCl) (sekitar 0,5%, atau 5000 bagian per juta), dan sejumlah besar kalium klorida (KCl) dan natrium klorida (NaCl). Asam ini "&gt;&lt;span style="color: #0269b3; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;asam lambung&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background: white;"&gt;atau&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;a href="http://doktermu.com/Maag/" title=""&gt;&lt;span style="color: #003869; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;maag&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background: white;"&gt;merupakan
penyakit yang disebabkan oleh naiknya asam dari perut ke tenggorokan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 12.0pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 7.5pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background: white; color: black; font-family: &amp;quot;Helvetica&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
Secara ilmiah, proses tersebut terjadi ketika ada relaksasi yang terjadi di&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Helvetica&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Lower
Esophageal Sphincter&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background: white;"&gt;(LES), yang
kemudian memungkinkan cairan di perut mengalir kembali ke kerongkongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah ada berbagai kondisi yang telah berhubungan dengan masalah ini. Beberapa
diantaranya adalah meningkatnya jumlah rata-rata orang yang berada dalam&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;a href="http://doktermu.com/Kecemasan/" title=""&gt;&lt;span style="color: #003869; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;kecemasan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, kurangnya&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;a href="http://doktermu.com/Olahraga-dan-kesehatan/" title=""&gt;&lt;span style="color: #003869; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;olahraga&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background: white;"&gt;dan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;a href="http://doktermu.com/Diet/" title=""&gt;&lt;span style="color: #003869; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;diet&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background: white;"&gt;yang
tidak sehat. Semua ini dapat menyebabkan satu hal dalam tubuh, meningkatnya
produksi asam dalam tubuh, sehingga, menyebabkan penyakit naiknya asam lambung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah ada temuan yang menunjukkan bahwa dalam peningkatan produksi asam dalam
tubuh juga dapat terhubung ke gangguan ginjal, pencernaan, pernapasan dan juga
jantung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Gejala-&lt;a href="http://doktermu.com/Gejala/" title=""&gt;&lt;span style="color: #003869; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;gejala&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style="background: white;"&gt;dari penyakit naiknya asam lambung muncul berupa&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;kesulitan
untuk menelan, muntah,&amp;nbsp;&lt;a href="http://doktermu.com/Sakit-kepala/" title=""&gt;&lt;span style="color: #003869; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;sakit kepala&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://doktermu.com/Asam-lambung/Istilah-kesehatan-1/S/Sembelit-97.html" title="Sembelit: lih: Konstipasi "&gt;&lt;span style="color: #0269b3; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;sembelit&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a href="http://doktermu.com/Asam-lambung/Istilah-kesehatan-1/I/Insomnia-68.html" title="Insomnia: Gejala kelainan tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.  Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit ata"&gt;&lt;span style="color: #0269b3; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;insomnia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="background: white;"&gt;. Ini semua adalah indikasi bahwa asam sudah menyerang
kerongkongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya cara untuk melawan penyakit ini pastinya adalah dengan mengurangi
jumlah asam dalam tubuh. Dengan cara ini, produksi asam tubuh akan diperbaiki,
gangguan akan diperbaiki, sehingga, menghilangkan gejala naiknya asam lambung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika terdapat asam di kerongkongan secara terus-menerus dan tidak segera
diobati, orang yang terkena ini akan terus menderita rasa sakit yang hebat
karena hal ini akan membawanya ke tingkat penyakit naiknya asam lambung yang
lebih parah, dan mungkin bisa menimbulkan situasi yang fatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun seiring waktu dapat ditemukan berbagai obat yang khusus dibuat untuk
mengobati penyakitnya. Sebagian besar masih memiliki masalah serius, efek
samping, harga mahal, hasil jangka pendek, resep permanen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah biaya penyembuhan obat selalu menjadi tekanan untuk para pasien, ini
adalah skenario umum, khususnya bagi mereka yang tidak mampu membayarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk alasan ini, ada beberapa cara yang juga telah dilakukan untuk
menyembuhkan penyakit ini. Cara ini hanya akan membutuhkan metode yang
sederhana yang bebas dari tekanan untuk memikirkan biaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode-metodenya hanyalah metode sederhana. Perawatan di rumah secara khusus
dapat memperbaiki ketidakseimbangan asam dalam tubuh dan ini dijamin dapat
membantu selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rekomendasi utama untuk penyakit ini yang tidak akan membutuhkan untuk biaya
berat adalah&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;a href="http://doktermu.com/Asam-lambung/Istilah-kesehatan-1/D/Diet-9.html" title="Diet: 1-Arahan dalam memilih makanan dengan referensi pada keadaan kesehatan khusus; makanan yang diperbolehkan untuk dikonsumsi; cara hidup yang dianjurkan.    2-arah dan tujuan dalam memberi nutrisi kehidupan; apa yang biasa dimakan dan diminum; makanan"&gt;&lt;span style="color: #0269b3; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;diet&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background: white;"&gt;yang tepat, khususnya,&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;kebiasaan makan
yang sehat dan latihan fisik secara teratur&lt;/b&gt;&lt;span style="background: white;"&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percaya atau tidak,&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;mengunyah permen karet&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style="background: white;"&gt;dianjurkan untuk menetralkan asam secara langsung, dan
ini akan membantu secara instan. Demikian juga&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;madu&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style="background: white;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;jus lidah buaya&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background: white;"&gt;juga memberikan efek yang sama yaitu menetralkan asam
di tenggorokan, dan barang-barang ini ditawarkan di toko-toko lokal di sekitar
Anda. Semua ini secara langsung setara dengan resep medis dari dokter,
satu-satunya perbedaan terletak pada harga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga cobalah untuk menghindari minuman yang mengandung&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;a href="http://doktermu.com/Asam-lambung/Istilah-kesehatan-1/K/Kafein-381.html" title="Kafein: Kafeina, atau lebih populernya kafein, ialah senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretik ringan. Kafeina ditemukan oleh seorang kimiawan Jerman, Friedrich Ferdinand Runge"&gt;&lt;span style="color: #0269b3; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;kafein&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, minuman&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;a href="http://doktermu.com/Alkohol-dan-Obat-terlarang/" title=""&gt;&lt;span style="color: #003869; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;alkohol&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, makanan
lemak dan makanan yang digoreng, makanan pedas, buah jeruk dan coklat dalam
diet Anda. Jika Anda berpikir Anda benar-benar&lt;a href="http://doktermu.com/Kecanduan/" title=""&gt;&lt;span style="color: #003869; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;kecanduan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background: white;"&gt;makanan tersebut, Anda masih dapat mengonsumsinya, meskipun hanya dalam
jumlah yang wajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, jika Anda sering terkena gejala-gejalanya, Anda tidak punya pilihan lain
selain benar-benar menyingkirkan makanan-makanan tersebut, atau yang lainnya,
konsekuensinya adalah diri Anda sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, selama Anda berlatih diet Anda , jagalah kebiasaan untuk segera pergi
tidur setelah jeda selama dua sampai tiga jam setelah Anda makan makanan
terakhir Anda .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-2827336414230846883?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/2827336414230846883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/j-utaan-orang-telah-diserang-oleh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/2827336414230846883?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/2827336414230846883?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/j-utaan-orang-telah-diserang-oleh.html' title=''/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-WDsNFI03q1Y/T1d9tUGg6gI/AAAAAAAAAFM/tr-DKLDOa_Y/s72-c/asam-lambung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CU4DQ3s9fyp7ImA9WhVSEU4.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9101260644308953965.post-6754586843465071524</id><published>2012-03-07T07:26:00.000-08:00</published><updated>2012-03-07T07:26:12.567-08:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2012-03-07T07:26:12.567-08:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UMUM'/><title>JANGAN SEPELEKAN PENYAKIT ASAM LAMBUNG</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-line-height-alt: 12.0pt;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0d507a; font-family: Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 31px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0d507a; font-family: Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-WDsNFI03q1Y/T1d9tUGg6gI/AAAAAAAAAFM/tr-DKLDOa_Y/s1600/asam-lambung.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://4.bp.blogspot.com/-WDsNFI03q1Y/T1d9tUGg6gI/AAAAAAAAAFM/tr-DKLDOa_Y/s320/asam-lambung.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0d507a; font-family: Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background: white; color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;PENYAKIT
yang diakibatkan asam lambung terkadang dianggap sepele oleh pasien. Padahal,
jika asam lambung ini naik ke tenggorokan atau kerongkongan, akan menyebabkan
kerusakan saluran tenggorokan yang pada gilirannya akan menyebabkan kanker.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0d507a; font-family: Helvetica, sans-serif;"&gt;

&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="background: white; color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;“Ya,
yang fatal bisa menyebabkan kematian,” sebut Dr Lianda Siregar SpPD, dokter
spesialis penyakit dalam dari RSU AW Sjahranie Samarinda yang berbicara dalam
Simposium Gastroesophageal Reflux Disease dan Gastropati Oains di Hotel Mesra
International Minggu (27/11) kemarin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="background: white; color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Lianda
melanjutkan, naiknya asam lambung ke kerongkongan bisa disebabkan banyak hal.
Baik itu pola makan maupun pola hidup tidak sehat, hingga kegemukan. Pola makan
yang tidak sehat di antaranya mengonsumsi teh, kopi, dan juga mengisap rokok.
“Kegemukan bisa menyebabkan asam lambung mudah tertekan ke kerongkongan. Ini
yang terkadang membuat perasaan sakit seperti terbakar di ulu hati,” bebernya.
Jika kondisi itu dibiarkan, makin lama akan membuat kondisi tenggorokan makin
kronis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="background: white; color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dia
menyampaikan, bagi orang awam, keluhan di sekitar lambung pasti diidentikkan dengan
penyakit maag. Padahal, maag bukan satu-satunya penyakit di lambung. Nah, dalam
dunia kedokteran, penyakit akibat asam lambung yang naik ke kerongkongan
(esofagus) itu disebut GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="background: white; color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;“Gejala
khas GERD adalah rasa panas di dada, rasa tidak nyaman waktu menelan, dan rasa
sakit waktu menelan. Gejala tambahannya meliputi serangan asma yang frekuen,
batuk lama rekfakter dengan pengobatan, suara serak, mual dan muntah, nyeri
dada nonkardiak, dan sendawa,” bebernya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="background: white; color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Disebutkan,
untuk medeteksi keberadaan GERD pada tubuh, perlu dilakukan pemeriksaan
endoskopi. Dan kedua, mengambil sampel jaringan untuk evaluasi histologi pada
barret esofagus dan gaster untuk mendeteksi sel ganas dan adanya infeksi
Helicobacter pylori. Bagaimana mengobati GERD? Untuk terapi medis, pasien
menggunakan penghambat pompa proton (PPI) standar selama delapan minggu,
kemudian diturunkan setengah dosis, selanjutnya diteruskan dengan H2 antagonis.
Terapi ini berguna untuk menyembuhkan lesi esofagus, menghilangkan
gejala/keluhan, mencegah kekambuhan, memperbaiki kualitas hidup, dan mencegah
timbulnya komplikasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="background: white; color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;“Sebagai
pencegahan, kita perlu mengetahui cara mengatur kebiasaan makan, pengertian
mengenai peranan posisi tubuh terhadap kejadian refluks. Kebiasaan yang
dianjurkan, antara lain, meninggikan kepala (15 cm) saat tidur, menghindari
makanan berlemak, asam, kopi, cokelat, mint, produk makanan dari tomat, dan
minumat berkarbonasi, obat-obatan tertentu seperti golongan anticholinergik,
theophyllin. Ada juga kebiasaan yang harus ditinggalkan,” beber ketua panitia
simposium.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="background: white; color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Misalnya,
makan sambil tiduran atau tiduran kurang dari 2-3 jam sesudah makan, makan
terlalu banyak sekaligus, merokok, menurunkan berat badan secara drastis bagi
yang obesitas. Malangnya, banyak orang di kota besar terpaksa mempunyai gaya
hidup tak sehat. Karena kemacetan, mereka baru bisa sampai di rumah malam hari.
Akibatnya, makan malam di rumah baru bisa dilakukan pukul delapan atau sembilan
malam dan tidur kurang lebih pukul 11 malam. Untuk kasus seperti itu,
disarankan agar makan malam dilakukan sebelum pulang ke rumah, pukul 18.00 atau
18.30. Dengan demikian, ketika sampai di rumah bisa langsung tidur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="background: white; color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;“Karena
kalau tidak demikian atau sehabis makan langsung tidur, tubuh akan memproduksi
asam lambung secara besar dan akan membahayakan kesehatan,” katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="background: white; color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Karena
penyakit lambung ini juga cukup berbahaya, kata Lianda, tentu perlu juga
diketahui secara detil, seperti apa sebenarnya penyakit GERD ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="background: white; color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dalam
Simposium gratis bagi kalangan medis yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Kaltim dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) Kaltim
bekerjasama dengan PT Eisai Indonesia kemarin juga menghadirkan Dr Chudaman
Manan SpPD-KGEH dari Jakarta yang membahas Sitoproteksi dan Lesi Mukosa Akut
Gaster Akibat OAINS. Selain itu Bambang Setyawan dari PT Eisai Indoensia
Jakarta. Pada kesempatan itu, PT Eisai Indonesia memperkenalkan obat untuk
mencegah dan mengatasi penyakit GERD yakni Pariet 10 mg dan Pariet 20 Mg.(eff)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="background: white; color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sumber
: http://www.samarinda.go.id&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9101260644308953965-6754586843465071524?l=giyonopunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/feeds/6754586843465071524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/jangan-sepelekan-penyakit-asam-lambung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/6754586843465071524?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9101260644308953965/posts/default/6754586843465071524?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giyonopunyablog.blogspot.com/2012/03/jangan-sepelekan-penyakit-asam-lambung.html' title='JANGAN SEPELEKAN PENYAKIT ASAM LAMBUNG'/><author><name>giyono punya blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04563361765809231215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-L7d4QX7LX3Q/T0yukaXL83I/AAAAAAAAAEA/zMP--GiaNnQ/s220/forgive%2Bme.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-WDsNFI03q1Y/T1d9tUGg6gI/AAAAAAAAAFM/tr-DKLDOa_Y/s72-c/asam-lambung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>