<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048</id><updated>2024-07-12T22:56:25.801-07:00</updated><title type='text'>Goresan Pena Yunita</title><subtitle type='html'>Goresan dan renungan Yunita Ramadhana dalam bentuk puisi, cerpen dan lain sebagainya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default?alt=atom'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default?alt=atom&amp;start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-6778000764183969508</id><published>2007-03-24T07:32:00.000-07:00</published><updated>2007-03-24T08:16:35.921-07:00</updated><title type='text'>Hujan es di Delhi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Hujan es di Delhi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan es? Sepertinya bukan hal yang aneh bagi orang2 yang berdomisili di negara yang memiliki snowy season. Di India, ada sebagian wilayah yang mengalami snowy season atau bahasa kerennya &#39;musim salju&#39;, namun tidak demikian halnya dengan New Delhi. Di Delhi hanya ada winter season alias &#39;musim dingin&#39; namun tidak bersalju. Kalau ingin melihat salju, anda harus berjalan2 ke state Uttar Pradesh, dari mulai wilayah Simla trus ke atasnya.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, selama hampir 2 tahun saya di India, hujan es turun di ibukotanya India, New Delhi. Hari itu, 21 Maret 2007, tepatnya hari Rabu kemarin, hujan es yang cukup membuat heboh para penduduk melanda kota Delhi. Ini merupakan pengalaman pertama juga buat saya, yang notabene warga Indonesia yang sedang merantau ke negeri Shahrukh Khan untuk menimba ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu, saya sedang ngobrol2 dengan teman2 sesama orang Indonesia yang kebetulan tinggal satu kost2an dengan saya. Tiba2 terdengar suara rintik hujan dan angin yang lumayan kencang. Awalnya kami kira itu hanya hujan biasa, tapi suaranya koq besar sekali, seperti suara batu menimpa atap. Ditambah lagi, suara hiruk pikuk yang terdengar dari luar membuat kami lebih penasaran. Inikan cuma hujan, kenapa mereka berisik dan heboh sekali? Mungkin karena jarang hujan ya di Delhi? Kami saling menebak-nebak. Tapi, suara butiran hujan yang cukup kuat di atas atap rumah, membuat kami curiga, ada apa ini? Tanpa ragu2 lagi kami melangkah ke pintu kamar dan membukanya. Dan ternyata???? Ya ampuuuuuuuuuunnn...hujan es!!!! Sontak kami kaget dan juga kegirangan, dan segera mengambil foto2 sekaligus merekamnya (maklum di Indonesia kan ga ada musim salju, hihihi...) Pantesan nih orang2 India pada heboh, ternyata ada hujan es. Lumayan cukup lama juga hujan es tadi. Yang lebih anehnya lagi, butiran2 es tadi di makan sama mereka, langsung, tanpa dicuci. Emangnya enak? kami saling bertanya satu sama lain. Iseng2 dan ingin tahu aja rasanya gimana, kami mengambil beberapa butiran salju, dan memakannya. Tapi eeiitttsss, dicuci dulu tentunya. Rasanya biasa aja, tapi sangat lembut, padahal keras loh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan terus berlanjut, namun tidak lagi diikuti dengan butiran es, hanya hujan biasa. Menurut para seniorku, itulah tandanya summer alias &#39;musim panas&#39; akan datang. Dan emang benar, setelah hari itu, cuaca di Delhi menjadi cukup panas dan teriiiiiiiiiiiikkk... Anyway, whatever it is, ini adalah pengalaman pertama buatku melihat butiran es langsung turun dari langit ke bumi. Ooohhh...indahnya. Allah memang maha besar dan maha kaya, praise be to Him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Maaf, foto2nya belum bisa di publish, masih di kamera temen, belum di transfer, hehehe...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/6778000764183969508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/6778000764183969508?isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/6778000764183969508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/6778000764183969508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2007/03/hujan-es-di-delhi.html' title='Hujan es di Delhi'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-4244383214019684180</id><published>2007-03-18T06:57:00.000-07:00</published><updated>2007-03-18T08:08:11.786-07:00</updated><title type='text'>Review: Diskusi dan Perbaikan Gizi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Diskusi dan Perbaikan Gizi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, Sabtu, 17 Maret 2007, benar2 hari yang amat sangat menyenangkan buat kami, anak2 PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) di India. Seperti biasa, pada hari itu kami melakukan kegiatan rutin bulanan diskusi ilmiah. Namun, diskusi kali ini berbeda dengan diskusi2 sebelumnya. Bukan hanya beda tempat, tapi juga beda menu makannya, yang mmmm....uenak tenan.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, kegiatan diskusi ilmiah yang biasanya berdomisili di wisma PPI, berpindah tempat ke Kedutaan Besar RI yang ada di New Delhi, lebih tepatnya di rumah salah satu diplomat, Bapak Kol. Laut. Nugroho Mujianto, yang menjabat sebagai Atase Pertahanan di KBRI. Hal seperti ini, sepanjang pengetahuan saya, belum pernah terjadi di dunia per-PPI-an India. Ini kali pertama, alias gebrakan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali itu, ada dua pembicara dengan dua tema yang berbeda. Salah satu pembicara adalah bapak Nugroho sendiri yang mengangkat tema tentang Hukum Laut Indonesia dan Dunia, serta sejarah bagaimana Indonesia akhirnya disebut sebagai negara kepulauan alias archipelago. Tema ini sangat menarik buat kami, karena beliau juga menjelaskan alasan2 mengapa Malaysia ingin merebut pulau Sipandan dan tetangganya dari tangan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara kedua adalah, rekan kami sesama anggota PPI sekaligus Wakil Ketua, yang juga merupakan salah satu pegawai di Mahkamah Konstitusi Indonesia, Pan Mohammad Faiz Kusuma Wijaya. Faiz mengangkat tema tentang struktur ketatanegaraan RI pasca amandemen UUD. Tema ini sama menariknya dengan tema kelautan di atas, karena ternyata sudah banyak yang berubah pada struktur kepemerintahan RI yang belum kami ketahui. Tapi yang lebih menarik lagi adalah, Faiz memberikan inovasi baru, yaitu sebuah Quiz yang berkenaan dengan tema yang dibawakannya, dan berhadiah pula. Mmmm...belum pernah ada pembicara yang melakukan hal ini dalam setiap kali ada diskusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu diskusi ini juga merupakan diskusi termewah. Mengapa demikian? Karena selain menggunakan slide atau LCD sebagai alat bantu presentasi (setahu saya hal ini juga belum pernah dilakukan), selama proses diskusi berlangsung, kami disuguhi berbagai macam makanan ringan dari mulai pisang goreng yang hampir tidak pernah ditemukan selain di KBRI, sampai spring roll isi ayam, lengkap dengan jus buah beraneka rasa, mmmm...nyummy... Sayangnya diskusi ini tidak dapat berlanjut karena keterbatasan waktu dan kami juga harus melakukan kegiatan lain yang sudah di rencanakan yaitu olah raga bersama, yah...sambil menunggu makan malam lah. Makan malam???? Ya, pada hari itu juga ada jamuan makan malam yang dilakukan oleh bapak dan Ibu Nugroho selaku tuan rumah. Benar2 diskusi yang spesial bukan????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong2 soal makan malam, menunya juga uenak tenan. Ada sate ayam, sate kambing, sup kambing, dan yang terpenting adalah BAKSOOOOO... Belum lagi, segala kue, n cake sebagai makanan penutup, n buah untuk cuci mulut, mmmm... perbaikan gizi euuuuuyyyy.... Eiiiitt...cerita diskusi termewah ini, belum berhenti sampai disini. Masih ada lagi yang lebih menyenangkan sekaligus mengharukan. Apa itu???? Berhubung acara pada hari itu berakhir sampai larut malam sekali, sekitar jam 11 malam, Bapa dan Ibu Nugroho berbaik hati mengantarkan kami ke kediaman kami masing2, LANGSUNG TANPA SUPIR! Padahal rumah kami ga ada yang searah, satu di utara satu di selatan. Jadilah malam itu, kami berkeliling2 Delhi, dari South ke North trus ke South lagi. Saya menyebutnya around Delhi in 2,5 hours. Benar2 melelahkan, tapi menyenangkan. Bagaimana tidak, mahasiswa2 biasa diantar langsung ke rumah sama seorang Kolonel!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aaahh... kemarin itu memang hari yang menyenangkan dan bisa dibilang bersejarah. Terima Kasih buat Bapak dan Ibu Nugroho yang sudah berbaik hati menyediakan tempat untuk diskusi kami sekaligus menyediakan makan malam yang enak sekali, plus layanan antar langsung ke rumah masing2, boleh dibilang sampe depan pintu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan lagi yah diskusi seperti ini akan terjadi lagi???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/4244383214019684180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/4244383214019684180?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/4244383214019684180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/4244383214019684180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2007/03/review-diskusi-dan-perbaikan-gizi.html' title='Review: Diskusi dan Perbaikan Gizi'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-5094081756033397701</id><published>2007-03-11T07:40:00.000-07:00</published><updated>2007-03-12T06:33:14.308-07:00</updated><title type='text'>Refleksi: Aku Hanyalah Debu</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTRZSCj4V4hxl-UH6CUvRRFLddzhchtMlnb31MOfU0qb47rXN_EleIlovIAU3hzPy_pz1upbLPr1WwSUfrpkXWs5bElkpQuI8oq3Umlyf-yky6oBAlc8o2oOc5hEGrVaIbA0rl/s1600-h/images.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5040679946606164434&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; height=&quot;116&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTRZSCj4V4hxl-UH6CUvRRFLddzhchtMlnb31MOfU0qb47rXN_EleIlovIAU3hzPy_pz1upbLPr1WwSUfrpkXWs5bElkpQuI8oq3Umlyf-yky6oBAlc8o2oOc5hEGrVaIbA0rl/s400/images.jpg&quot; width=&quot;150&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Aku Hanyalah Debu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca salah satu &lt;a href=&quot;http://hamzarblog.blogspot.com/2007/03/aku-hanyalah-debu.html&quot;&gt;blog&lt;/a&gt; dari pengunjung yang kebetulan mampir ke blog saya, membuat pikiran dan hati saya terbuka, dan menyadarkan saya, bahwa sebenarnya sebagai manusia kita ini bukan apa2. Kita ini tidak lebih dari debu yang terbang kesana kemari mencari tempatnya berpijak dan pada akhirnya satu2nya tempat yang di temui hanyalah tanah. Oleh karena itu, tidak sewajarnyalah sebagai manusia kita sombong dan selalu beranggapan kitalah yang terhebat, karena pada akhirnya kita kembali ke tanah juga. Berikut ini saya lampirkan tulisannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah debu yang kebetulan menempel pada sebuah dahan pohon yang rindang. Sebagai debu, tidaklah pantas ia disandingkan dengan dedaunan hijau, bunga yang memesona, buah yang segar, batang dan akar yang kokoh, dahan yang kekar, dan ranting yang kuat. Bagaimana pun juga, debu tetaplah debu yang kebetulan ikut bersama angin dan menempel pada dedaunan hijau, pada bunga yang memesona, pada buah yang segar, pada batang yang kokoh, pada dahan yang kekar, dan pada ranting yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah debu yang kebetulan menempel pada sebuah dahan pohon yang rindang. Yang kapan saja bisa sirna diterpa hujan dan menyatu dengan tanah, karena pada dasarnya, hakikat dari debu adalah tanah. Keangkuhan yang telah membuat debu meninggalkan tanah, sebuah keangkuhan untuk bebas dan mengembara bersama angin. Namun pada akhirnya, debu akan berpulang juga pada tanah, karena itu adalah takdirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah debu yang kebetulan menempel pada sebuah dahan pohon yang rindang, dan hingga saat ini masih mampu menyaksikan bagaimana pucuk-pucuk hijau muncul dari ujung-ujung ranting, yang kemudian tumbuh dewasa, lalu menguning, mengering dan gugur kepermukaan tanah. Sebagai debu, akupun menyaksikan bagaimana disela-sela tangkai daun muncul titik kecil yang kemudian menjadi bunga-bunga yang memesona dan pada akhirnya membesar dan mengubah dirinya menjadi buah yang ranum. Disini aku menyaksikan bagaimana buah ranum tersebut akhirnya dipetik oleh manusia yang ingin menyantapnya, ada pula yang dilukai dan dimakan oleh kelelawar dan burung, dan ada pula yang membusuk dan akhirnya jatuh kepermukaan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, aku juga menyaksikan bagaimana dahan-dahan, ranting-ranting dan kulit-kulit batang menua dan kering dan akhirnya terkelupas dan gugur pula kepermukaaan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, apakah aku akan menyatu dengan tanah dengan cara diterpa hujan ataukah dengan cara gugur besama menua dan mengelupasnya dahan pohon yang aku lekati, atau mungkin pula aku akan kembali diterpa dan dibawa bersama angin dan akhirnya menempel dan melekat pada dahan pohon yang baru. Entahlah…karena masa depan adalah hamparan kemungkinan-kemungkinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah aku menyadari bahwa ternyata bukan hanya debu yang memiliki takdir untuk kembali pada tanah, namun juga dedaunan hijau, bunga yang memesona, buah yang segar, batang dan akar yang kokoh, dahan yang kekar, dan ranting yang kuat. Semua hanya persoalan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah debu yang kebetulan menempel pada sebuah dahan pohon yang rindang. Walaupun begitu, aku adalah debu yang menjadi saksi sejarah, debu yang telah menyaksikan kelahiran dan kematian, kedatangan dan kepergian. Aku adalah debu yang telah merasakan bagaimana bahagia dan indahnya kelahiran dan kedatangan, dan bagaimana sedih dan pedihnya kematian dan kepergian. Tapi itulah jalan kehidupan, ada yang lahir dan ada yang mati, ada yang datang dan ada yang pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun demikian, aku telah lahir dan datang. Dan suatu saat nanti akupun pasti akan mati dan pergi. Semuanya hanya persoalan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran akan disusul oleh kematian dan kematian akan disusul pula oleh kelahiran yang baru.&lt;br /&gt;Kedatangan akan disusul oleh kepergian dan kepergian akan disusul pula oleh kedatangan yang baru.&lt;br /&gt;Semuanya hanya persoalan waktu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/5094081756033397701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/5094081756033397701?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/5094081756033397701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/5094081756033397701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2007/03/refleksi-aku-hanyalah-debu.html' title='Refleksi: Aku Hanyalah Debu'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTRZSCj4V4hxl-UH6CUvRRFLddzhchtMlnb31MOfU0qb47rXN_EleIlovIAU3hzPy_pz1upbLPr1WwSUfrpkXWs5bElkpQuI8oq3Umlyf-yky6oBAlc8o2oOc5hEGrVaIbA0rl/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-5777248467390421641</id><published>2007-03-09T00:22:00.000-08:00</published><updated>2007-03-09T00:54:48.448-08:00</updated><title type='text'>Puisi: Cahaya</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEho3MHz5D8ilWm8FlRMBpe9quWVQn5zw6SxVQ3vAMr9PmJBy912dEIZZhoIOn-qpkbBhn63uLPE8l2eHhzNa7K3BWGsH8gP_Gdzf3C2u9lfagEM31hmCQqNWTsWL7TL-rRiiSvA/s1600-h/images.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5039845262661859586&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; height=&quot;120&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEho3MHz5D8ilWm8FlRMBpe9quWVQn5zw6SxVQ3vAMr9PmJBy912dEIZZhoIOn-qpkbBhn63uLPE8l2eHhzNa7K3BWGsH8gP_Gdzf3C2u9lfagEM31hmCQqNWTsWL7TL-rRiiSvA/s400/images.jpg&quot; width=&quot;123&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Cahaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh: Yunita Ramadhana&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama aku mengenalmu&lt;br /&gt;Kau goreskan sesuatu di hatiku&lt;br /&gt;Yang tiada ku tahu apa itu&lt;br /&gt;Ku rasakan kau tak asing bagiku&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jiwaku seakan mengenalmu&lt;br /&gt;Mataku seakan akrab denganmu&lt;br /&gt;Tiada ingin ku jauh darimu&lt;br /&gt;Ku ingin selalu di dekatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pernah ku sadari&lt;br /&gt;Alam menjawab risau hati&lt;br /&gt;Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;Hasrat bergejolak di sanubari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta...&lt;br /&gt;Demikian aku menyebutnya&lt;br /&gt;Duniaku jadi berwarna&lt;br /&gt;Di penuhi gemerlap cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan demi perlahan&lt;br /&gt;Cahaya itu mulai meredup&lt;br /&gt;Duniaku tak secerah dulu&lt;br /&gt;Semuanya kabur tak berbentuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa ini?&lt;br /&gt;Kemana jiwa yang ku kenal itu?&lt;br /&gt;Kemana mata yang akrab itu?&lt;br /&gt;Kemana warna-warna itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku berlari ke sana kemari&lt;br /&gt;Mengikuti arah matahari&lt;br /&gt;Namun tiada ku temui&lt;br /&gt;Jawaban pasti yang ku cari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta...&lt;br /&gt;Mengapa kau tinggalkan aku sendiri?&lt;br /&gt;Kau begitu dekat denganku&lt;br /&gt;Tapi tak dapat ku rengkuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirku berkata, hentikan saja semua ini&lt;br /&gt;Tiada guna berkeras hati.&lt;br /&gt;Namun apa yang terjadi?&lt;br /&gt;Mata hati menolak pasti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku terus berjalan tiada henti&lt;br /&gt;Hingga akhirnya ku temui&lt;br /&gt;Secercah sinar mendekati;&lt;br /&gt;Sinar apa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama ku amati&lt;br /&gt;Ku tahu sinar apa ini&lt;br /&gt;Inilah sinar yang ku cari&lt;br /&gt;Sinar yang dulu ku miliki&lt;br /&gt;Duniaku seakan berwarna kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada hitam tanpa putih&lt;br /&gt;Tiada bahagia tanpa perih&lt;br /&gt;Belum sempat sinar itu ku nikmati&lt;br /&gt;Kembali awan hitam menyelimuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai alam...&lt;br /&gt;Mengapa ini terjadi lagi?&lt;br /&gt;Mimpi indah itu punah lagi&lt;br /&gt;Apakah yang harus aku lakui?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta...&lt;br /&gt;Haruskah ku biarkan awan hitam menutupi sinar itu?&lt;br /&gt;Atau haruskah ku abaikan ia dan terus berjalan di jalanku?&lt;br /&gt;Atau ku serahkan semua pada alam dan waktu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu hal yang ku tahu&lt;br /&gt;Mudah menyerah bukanlah diri dan jiwaku&lt;br /&gt;Kalaulah memang alam dan waktu akan membimbing jalanku&lt;br /&gt;Akan ku minta pemiliknya untuk membimbingku&lt;br /&gt;Guna menembus awan hitam itu&lt;br /&gt;Dan mendapatkan kembali cahaya hidupku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Rabu, 7 Maret 2007&lt;br /&gt;Pukul: 00.15&lt;br /&gt;Okhla, New Delhi&lt;br /&gt;India&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/5777248467390421641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/5777248467390421641?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/5777248467390421641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/5777248467390421641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2007/03/puisi-cahaya.html' title='Puisi: Cahaya'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEho3MHz5D8ilWm8FlRMBpe9quWVQn5zw6SxVQ3vAMr9PmJBy912dEIZZhoIOn-qpkbBhn63uLPE8l2eHhzNa7K3BWGsH8gP_Gdzf3C2u9lfagEM31hmCQqNWTsWL7TL-rRiiSvA/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-3765066378443021854</id><published>2007-03-08T05:45:00.000-08:00</published><updated>2007-03-11T07:33:28.415-07:00</updated><title type='text'>Refleksi: Indonesia berduka lagi</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4HwkadBlRIJVjaedR_w35OgYa5YzcpR_N9Xin_bMydo7W8AimJ8jXtogI5hyDkLT9HBxjRMoIHO2Zufox9zviifxs6PprCDOo4YnZ7sKEzLaX-J11gTYxz8E3OljPan9T_nUq/s1600-h/garuda-wak4.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5039565727385699794&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 184px&quot; height=&quot;209&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4HwkadBlRIJVjaedR_w35OgYa5YzcpR_N9Xin_bMydo7W8AimJ8jXtogI5hyDkLT9HBxjRMoIHO2Zufox9zviifxs6PprCDOo4YnZ7sKEzLaX-J11gTYxz8E3OljPan9T_nUq/s320/garuda-wak4.jpg&quot; width=&quot;303&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Indonesia berduka: Jatuhnya Pesawat Garuda Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh: Yunita Ramadhana&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca dan mendengar berita jatuhnya pesawat Garuda di bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, pada tanggal 7 maret kemarin, mengingatkan saya akan puluhan kecelakaan pesawat yang terjadi di Indonesia. Ada apa dengan armada terbang Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sebelum terjadinya peristiwa na&#39;as itu, salah seorang&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFaKPqCtaTuntakxlGB00mhL-ycsNpln-9SLQwyddU36Ew_ws0r_R9lcNeUoHGXJjdT4dRgeCWXbSuRxm_PUBzAE-oV6M_-_ph5wpiKJT1T3HsEDfHbvRPRn3D-C1B4LWZJhNg/s1600-h/garudagaruda2.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5039566779652687346&quot; style=&quot;FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 123px; CURSOR: hand; HEIGHT: 117px&quot; height=&quot;94&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFaKPqCtaTuntakxlGB00mhL-ycsNpln-9SLQwyddU36Ew_ws0r_R9lcNeUoHGXJjdT4dRgeCWXbSuRxm_PUBzAE-oV6M_-_ph5wpiKJT1T3HsEDfHbvRPRn3D-C1B4LWZJhNg/s400/garudagaruda2.jpg&quot; width=&quot;70&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt; teman saya, sebut saja &lt;em&gt;the judge&lt;/em&gt;, pernah mengutarakan, demi kenyamanan hati sebaiknya gunakan pesawat garuda apabila kita ingin &lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqyRBrKqrc3rL5q_GOMHlnbrANFYbwu484ar2ff20plU8T5bTFCWTg_DqBpyM1UgH68FmMQqCoT96c3su5G2gi4E8BfPuHnsZxXD8rPHdbqURsu96n37msIEhNHO02zTkcP4IV/s1600-h/garudagaruda2.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;terbang di dalam negeri (Indonesia). Kenapa? saya bertanya. Karena Garuda sedikit sekali mengalami kecelakaan di banding pesawat2 lainnya, lagipula Garuda itu milik pemerintah, kemungkinan kucuran biaya pemeliharaan yang lumayan jumlahnya pasti lebih besar dibanding armada2 yang lain. Saya pikir2 iya juga sih. Berita kecelakaan pesawat yang terdahulu bukanlah berasal dari penerbangan Garuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apa yang terjadi kini. Belum ada dua hari &lt;em&gt;the judge&lt;/em&gt; mengungkapkan hal itu, eehh...pesawat Garuda malah jatuh di Yogyakarta dan hampir seluruh tubuh pesawat kecuali bagian ekor terbakar. Belum ada jumlah pasti tentang jumlah korban yang meninggal. Sebenarnya berita ini tidak terlalu mengagetkan, mengingat sudah begitu banyak berita kecelakaan pesawat yang kita terima. Yang cukup ironis adalah Garuda yang cukup di percaya oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia pengguna jasa pelayanan udara, juga mengalami kecelakaan yang kemungkinan karena ada masalah tekhnis ataupun cuaca. Dengan kejadian ini, pesawat lokal mana lagi yang dapat di percaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kejadian ini juga menambah rentetan kecelakaan dan bencana yang menimpa negeri kita tercinta, Indonesia. Bencana datang bertubi2 seolah tak kenal ampun. Gempa bumi, gunung meletus, longsor, kecelakaan pesawat, kecelakaan feri, serta banjir jilid 2 yang melanda ibukota yang datang secara silih berganti, yang boleh dikatakan tanpa rentang waktu yang cukup panjang dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Ada apa ini? Siapa yang patut di salahkan? Alam atau manusianya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam tidaklah patut untuk di salahkan, karena dia menjalankan semuanya sesuai dengan kodratnya. Bagaimana dengan manusianya? Lebih relevan untuk di salahkan, karena manusia mempunyai sifat tak pernah puas sehingga cenderung untuk melakukan sesuatu yang terkadang mengabaikan akibat apa yang bakal ditimbulkannya. Bisa juga sang pencipta murka karena melihat makhluk ciptaanya sudah terlalu jauh dari ajarannya, dan seakan2 bangga dengan dosa2 yang telah di perbuatnya, seperti yang dituturkan Ebiet G. Ade dalam syairnya &quot;Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita, yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa; Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dengan alasan itulah, salah satu partai besar di tanah air, &lt;strong&gt;Golkar&lt;/strong&gt;, mengusulkan agar pemerintah melakukan tobat nasional yang dilakukan oleh seluruh pemeluk agama yang ada di Indonesia. Usulan ini mungkin ada benarnya, namun tidak terlalu. Mengapa? Sangat simple alasannya. Buat apa kita melakukan tobat nasional kalau hanya sebagai topeng belaka dan bukan berasal dari hati yang terdalam, atau yang lebih dikenal dengan sebutan &quot;tobat makan cabai&quot;? Tobat ketika terasa pedas, makan lagi ketika pedasnya hilang. Tidaklah terlalu perlu mengadakan tobat nasional, yang terpenting adalah kita introspeksi diri sendiri dan menyadari akan kesalahan yang telah di perbuat, dan merubahnya. Bukan dengan mengadakan &quot;tobat nasional&quot; yang ujung2nya mengarah kepada kemunafikan, yang pastinya akan lebih membuat murka alam dan Sang Penciptanya. Mungkin apa yang dikatakan aktivis muda era tahun 60-70an &lt;strong&gt;Sue Hok Gie&lt;/strong&gt;, ada benarnya. &lt;em&gt;&quot;Lebih baik di asingkan daripada bersandar pada kemunafikan.&quot;&lt;/em&gt; Inilah yang selalu dilakukan kebanyakan masyarakat Indonesia, bangga akan kemunafikan. Padahal, Allah Swt sangat membenci apa itu yang disebut dengan kemunafikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/3765066378443021854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/3765066378443021854?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/3765066378443021854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/3765066378443021854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2007/03/refleksi-indonesia-berduka-lagi.html' title='Refleksi: Indonesia berduka lagi'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4HwkadBlRIJVjaedR_w35OgYa5YzcpR_N9Xin_bMydo7W8AimJ8jXtogI5hyDkLT9HBxjRMoIHO2Zufox9zviifxs6PprCDOo4YnZ7sKEzLaX-J11gTYxz8E3OljPan9T_nUq/s72-c/garuda-wak4.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-8977408807180245205</id><published>2007-03-08T04:54:00.000-08:00</published><updated>2007-03-08T05:25:39.556-08:00</updated><title type='text'>Puisi: Selamanya Padamu</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXxIDPhE04M4szu9nV_jvtRHxEWbx1A8pKLrpSsY3-ifn7MJ5yFpTwffhwEJzLfWqhAWT1FbI6Rrpg6sxTuo5HQx1_nSm5ic9Grxy3AveIbGdDZslWmWZpUy2pN4YgN3tKp8yO/s1600-h/images.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5039541422165771714&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXxIDPhE04M4szu9nV_jvtRHxEWbx1A8pKLrpSsY3-ifn7MJ5yFpTwffhwEJzLfWqhAWT1FbI6Rrpg6sxTuo5HQx1_nSm5ic9Grxy3AveIbGdDZslWmWZpUy2pN4YgN3tKp8yO/s320/images.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Selamanya Padamu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh: Yunita Ramadhana&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang...&lt;br /&gt;Sekali lagi kau lukai aku&lt;br /&gt;Sekali lagi kau sayangi aku&lt;br /&gt;Sekali lagi kau inginkan aku&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sayang...&lt;br /&gt;Ada apa denganmu?&lt;br /&gt;Siapakah sebenarnya dirimu?&lt;br /&gt;Kemana perginya jiwa yang ku kenal itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang...&lt;br /&gt;Jangan pernah kau ragukan aku&lt;br /&gt;Aku tetap kelopakmu yang dulu&lt;br /&gt;Aku tetap ingin di dahanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang...&lt;br /&gt;Aku tak perduli seberapa kencang angin itu&lt;br /&gt;Aku tetap bertahan di dahanmu&lt;br /&gt;Angin hanyalah ujian buat aku dan kau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang...&lt;br /&gt;Ku abaikan semua bisikan angin dan pasir&lt;br /&gt;Yang menganggapku dungu&lt;br /&gt;Ku tutup mata dan telingaku&lt;br /&gt;Dan terus bertengger di dahanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang...&lt;br /&gt;Aku akan terus di dahanmu&lt;br /&gt;Menjadi kelopakmu, menjadi daunmu&lt;br /&gt;Melindungimu dari hujan dan kemarau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang...&lt;br /&gt;Aku akan terus menghiasimu&lt;br /&gt;Walau daun dan kelopak lain terbang meninggalkanmu&lt;br /&gt;Ku tetap menjadi daun dan kelopak terakhir buatmu&lt;br /&gt;Sampai alam jua yang mentitahku&lt;br /&gt;Untuk terbang meninggalkanmu&lt;br /&gt;Karena ke-fanaan-ku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Rabu, 28 Februari 2007&lt;br /&gt;Pukul: 13.00&lt;br /&gt;JMI, New Delhi&lt;br /&gt;India&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/8977408807180245205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/8977408807180245205?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/8977408807180245205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/8977408807180245205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2007/03/puisi-selamanya-padamu.html' title='Puisi: Selamanya Padamu'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXxIDPhE04M4szu9nV_jvtRHxEWbx1A8pKLrpSsY3-ifn7MJ5yFpTwffhwEJzLfWqhAWT1FbI6Rrpg6sxTuo5HQx1_nSm5ic9Grxy3AveIbGdDZslWmWZpUy2pN4YgN3tKp8yO/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-117094607582110966</id><published>2007-02-08T06:27:00.000-08:00</published><updated>2007-02-08T06:47:55.843-08:00</updated><title type='text'>Pohon, Daun dan Angin</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Pohon, Daun, dan Angin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca salah satu &lt;a href=&quot;http://astradewi.blogs.friendster.com/it_just/2007/02/pohon_daun_dan_.html&quot;&gt;blog di friendster&lt;/a&gt;, membuat saya ingin membagikan cerita yang amat melankolis yang membuat hati serasa teriris2 (halah2...tu kan jadi melow deee...) ini ke seluruh pembaca dunia maya. Selamat menikmati....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Imel dari seorang teman di sore yang mendung, membuat hati jadi melow gumelow.. ;p&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POHON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang2 memanggilku &quot;POHON&quot; karena Aku sangat baik dalam menggambar pohon.&lt;br /&gt;AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku.&lt;br /&gt;Aku telah berpacaran sebanyak 5 kali...&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ada satu wanita yang sangat Aku cintai,tapi Aku tidak punya keberanian&lt;br /&gt;untuk mengatakannya. Dia tidak cantik, tidak memiliki tubuh yang sexy..&lt;br /&gt;Dia sangat peduli dengan orang lain. Tapi diahanya wanita biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyukainya. .. sangat menyukainya. ..&lt;br /&gt;Gayanya yang apa adanya, kemandiriannya, kepandaiannya dan kekuatannya. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan Aku tidak mengajaknya kencan karena Aku merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku...&lt;br /&gt;Aku takut jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang...&lt;br /&gt;Aku takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya. ..&lt;br /&gt;Aku merasa dia adalah &quot;sahabatku&quot;. ..&lt;br /&gt;Aku akan memilikinya tiada batasnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang terakhir, membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama beberapa tahun ini...Dia tau Aku mengejar gadis2 lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Aku telah membuatnya menangis selama 3 tahun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Aku mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya.Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah, &quot;lanjutkan saja&quot; katanya,setelah itu pergi meninggalkan kami.&lt;br /&gt;Esoknya, matanya bengkak dan merah.&lt;br /&gt;Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis. Tapi Aku tertawa, bercanda dengannya seharian di ruang itu.&lt;br /&gt;Di sudut ruang itu dia menangis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak tau bahwa AKU kembali untuk mengambil se uatu yang tertinggal.. .&lt;br /&gt;Hampir 1 jam kulihat dia menangis disana....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. ..&lt;br /&gt;Pernah sekali mereka berdua perang dingin, Aku tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin. Tapi Aky masih tetap bersama pacarku...&lt;br /&gt;Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget.&lt;br /&gt;Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya.&lt;br /&gt;AKU tau dia sangat sedih dan kec ewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia. Aku juga sedih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Aku putus dengan pacarku yang ke 5, Aku mengajaknya pergi...&lt;br /&gt;Setelah kencan satu hari itu, Aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang&lt;br /&gt;ingin kukatakan padanya...&lt;br /&gt;Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan&lt;br /&gt;sesuatu padaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cerita tentang putusnya Aku dengan pacarku...&lt;br /&gt;Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang...&lt;br /&gt;Aku tau pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang baik, penuh energi dan menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan Aku tidak dapat menahannya.&lt;br /&gt;Seperti ada batu yang sangat berat didadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun apa daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mataku mengalir tak terasa Aku menangis karenanya...&lt;br /&gt;Sudah sering Aku melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya. ..&lt;br /&gt;Handphoneku bergetar... ternyata ada SMS masuk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika Aku sedih dan menangis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS itu berbunyi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON&lt;br /&gt;tidak memintanya untuk tinggal?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAUN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku suka mengoleksi daun-daun, kenapa ?&lt;br /&gt;Karena Aku merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini&lt;br /&gt;ditinggali membutuhkan banyak kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 3 tahun Aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi &quot;Sahabat&quot; .&lt;br /&gt;Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya...&lt;br /&gt;Aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah Aku pelajari sebelumnya - CEMBURU...&lt;br /&gt;Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon.&lt;br /&gt;Hal itu seperti 100 butir lemon busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanya bersama selama 2 bulan...&lt;br /&gt;Ketika mereka putus, Aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya.&lt;br /&gt;Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyukainya dan Aku tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah?&lt;br /&gt;Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih...&lt;br /&gt;Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan...&lt;br /&gt;Tapi.. mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu kesukaannya. .. kebiasaannya. ..&lt;br /&gt;Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui...&lt;br /&gt;Kau tidak mengharapkan Aku seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar itu, Aku mau tetap disampingnya, memberinya perhatian, menemani, dan mencintainya. Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam.,mengharapkan mengirimku SMS.&lt;br /&gt;Aku tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untuk ku...&lt;br /&gt;Karena itu, Aku menunggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 tahun cukup berat untuk kulalui dan Aku mau menyerah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang Aku berpikir untuk tetap menunggu...&lt;br /&gt;Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku.. Setiap hari dia mengejarku tanpa lelah...&lt;br /&gt;Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku.&lt;br /&gt;AKU berpikir apakah Aku ingin memberikan ruang kecil di hatiku untuknya ?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon.&lt;br /&gt;Akhirnya, AKU sadar bahwa Aku tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tau Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik.&lt;br /&gt;Akhirnya Aku meninggalkan Pohon..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal...&lt;br /&gt;Aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya&lt;br /&gt;untuk tinggal?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyukai seorang gadis bernama Daun. Karena dia sangat bergantung pada Pohon..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Aku harus menjadi ANGIN yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin akan meniup Daun terbang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kalinya, Aku melihat seseorang memperhatikan kami.&lt;br /&gt;Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya memerhatikan Pohon...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya.&lt;br /&gt;Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya.&lt;br /&gt;Memperhatikannya menjadi kebiasaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti daun yang suka melihat Pohon.&lt;br /&gt;Satu hari saja tak kul ihat dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa sangat kehilangan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun. Air mengalir di mata daun ketika Pohon pergi. Esoknya, Ku lihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon.&lt;br /&gt;AKU melangkah dan tersenyum padanya. Kuambil secarik kertas. Kutulis dan kuberikan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sangat kaget...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melihat ke arahku, te rsenyum dan menerima kertas dariku.&lt;br /&gt;Esoknya... dia datang menghampiriku dan memberikan kembali kertas itu.&lt;br /&gt;Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU melihat kearahnya kuhampiri dengan kata2 itu. Sangat pelan, dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan telponku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tau orang yang dia cintai bukan Aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Aku akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku.&lt;br /&gt;Selama 3 tahun, Aku telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 10000x kepadanya.&lt;br /&gt;Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Aku tidak menyerah.&lt;br /&gt;Keputusanku bulat. Aku ingin memilikinya. Dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya,&quot; apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas? Mengapa kau selalu membisu?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata, &quot;Aku menengadahkan kepalaku&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ah?&quot; Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar.&lt;br /&gt;&quot;Aku menengadahkan kepalaku&quot; dia berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuletakkan telepon. Melompat. Berlari seribu langkah ke rumahnya.&lt;br /&gt;Dia membuka pintu bagiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku peluk erat-erat tubuhnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya&lt;br /&gt;untuk tinggal?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Moral:&lt;br /&gt;JIKA KAU MENGINGINKAN CINTA DARI SESEORANG, TUNJUKKAN CINTAMU&lt;br /&gt;CINTA TIDAK MEMBUTUHKAN KERAGUAN. TUNJUKKAN SAJA !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/117094607582110966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/117094607582110966?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/117094607582110966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/117094607582110966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2007/02/pohon-daun-dan-angin.html' title='Pohon, Daun dan Angin'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-117051670066893858</id><published>2007-02-03T07:11:00.000-08:00</published><updated>2007-02-03T07:31:40.700-08:00</updated><title type='text'>Fenomena: Capeee Deeee....</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/x/blogger/586/1879/1600/504310/images.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 152px; CURSOR: hand; HEIGHT: 120px&quot; height=&quot;121&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/x/blogger/586/1879/320/247823/images.jpg&quot; width=&quot;130&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Capeee Deeee....&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akrab dengan kata &lt;em&gt;&quot;capeee deeee...&quot;&lt;/em&gt;? Bagi anda yang berdomisili di kota metropolitan seperti Jakarta, pasti sudah tidak asing lagi mendengar kata ini. Mengapa fenomena ini menjadi mewabah seperti jamur di musim hujan? Setelah membaca tulisan salah satu teman saya dari sebuah milist yang saya ikuti, saya akhirnya tahu asal muasal kata &lt;em&gt;&quot;capeee deeee...&quot;&lt;/em&gt;, dan bagaimana dia bisa berkembang biak begitu pesat. Anda ingin tahu jawabannya? Berikut kutipannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiriman spesial untuk teman-teman Agra (Sdr. Tasar, Mustafa, Rizki, Mahirul, dkk)&lt;br /&gt;yang sedang ada di New Delhi. Semoga tidak ikutan &quot;capeee deeee…&quot; ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini terjadi di suatu sekolah anak TK...&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pelajaran pertama : Membaca...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;ABCDEFG..!! ....&lt;br /&gt;Aduh Bo&#39; Cape Deh Eike, Fusing... Gila!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pelajaran ke2 : Menulis...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketik C spasi D... Cape &#39; deeeee .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pelajaran ke3 : Berhitung!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;50+50 = Cepe&#39; deeeeeee.... ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pelajaran ke4 : Bahasa Inggris&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bahasa inggrisnya bentuk apa anak2..??&lt;br /&gt;.... Shape Bu..!!&lt;br /&gt;ejaannya...? ?&lt;br /&gt;Sha...pe.. deeeeee..... .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pelajaran ke5 : Belajar bersosialisasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ibu guru, dapet salam dari Echa...&lt;br /&gt;E...Chape deeeee......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Masih mau lanjut temen-temen? (jawab Bang Izam) &quot;Lanjuttt…&quot; ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai ibu guru berbincang-bincang dengan muridnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah anak2...pelajaran selesai...kalian makan siang mo kemana??&lt;br /&gt;McD..!!! ... Makin cape&#39; deeeeeee .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makannya pake saos tomat dan …?&lt;br /&gt;Cabe deeee...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo lagi ngemil iseng2 beli apa??&lt;br /&gt;Cakwe deeeee..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis itu maem pencuci mulutnya di mana..??&lt;br /&gt;ROPITA... Roti...Pisang. ..dan...Tape deeee.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo pulang naek bus mayasari bakti jenis apa...?&lt;br /&gt;Pe..Pe.. Deee...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulus eS De naek ke ....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eS eM Pe deeeee...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagoooeeesssss anak-anak..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= = = = =&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup yah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pesan Moral minggu ini &lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan pernah menyerah mendidik anak walaupun akhirnya, capeee deee..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Selamat berakhir pekan..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warm Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PMF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/117051670066893858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/117051670066893858?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/117051670066893858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/117051670066893858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2007/02/fenomena-capeee-deeee.html' title='Fenomena: Capeee Deeee....'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-117007150106929117</id><published>2007-01-29T01:58:00.000-08:00</published><updated>2007-02-03T03:40:28.030-08:00</updated><title type='text'>Review: Pornografi di masyarakat plural</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/x/blogger/586/1879/1600/331521/P1282294.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/x/blogger/586/1879/320/861139/P1282294.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Pornografi di masyarakat plural&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, tanggal 28 januari 2007, pukul 2.30, di salah satu rumah mungil di New Delhi, India, tepatnya di daerah Safdarjung Enclave, berlangsung sebuah diskusi kecil2an antar sesama pelajar yang sedang bermukim di India yang tergabung dalam organisasi PPI-India. Diskusi ini rutin dilakukan setiap sebulan sekali oleh salah satu dept. di organisasi ini yaitu Dept. Pendidikan dan Kajian Ilmiah dimana saya terdaftar sebagai salah satu anggotanya, guna menjalin silaturahmi antar sesama anggota dan saling berbagi pendapat mengenai masalah yang sedang &#39;in&#39; di tanah air. Kedengarannya serius memang, tapi tidak terlalu, karena kalau terlalu serius dijamin hanya beberapa yang akan menghadiri diskusi tersebut. Seperti biasa, sebelum diskusi di mulai kami terlebih dahulu melakukan santap siang. Menunya adalah tauco, yang menurut para peserta cukup pedas tapi uenak (berhubung saya yang masak), hehehe... Tapi beneran uenak lho, wong sampai-sampai ada yang minta resepnya koq, ya kan Nidya? hehehe...&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke topik semula, adapaun tema diskusi kami pada hari itu adalah bagaimana caranya menanggulangi pornografi di masyarakat plural, berhubung masalah ini tidak ada habis2nya di bahas di Indonesia. Mengapa tema ini di angkat ke permukaan, menurut pembicara kami yaitu saudara Ery Satria Pamungkas, salah satu anggota PPI-India yang tercatat sebagai mahasiswa S2 di fakultas hukum Delhi University, adalah untuk merangsang kembali pikiran kita tentang apa itu sebenarnya pornografi. Menurut beliau, pornografi merupakan masalah yang sering timbul tenggelam di masyarakat kita. Mengapa? Semua ini dikarenakan oleh dampak media massa yang menggebu-gebu memaparkan pornografi. Apabila tidak ada rangsangan dari media, maka masalah ini tidak akan di bahas sedemikian rupa sehingga melahirkan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang pada akhirnya menimbulkan pro dan kontra antar kalangan. (Menurut salah satu &lt;a href=&quot;www.media-indonesia.com/berita.asp?id=122408&quot;&gt;situs&lt;/a&gt;, RUU Pornografi ini akan disahkan Februari tanpa perubahan) Sampai-sampai ada sebuah pendapat yang mengatakan &quot;Indonesia itu adalah surganya pornografi karena tidak adanya regulasi khusus yang membatasinya&quot;. Saya sendiri merasa hal ini ada benarnya, mengingat tidak adanya aturan khusus itu tadi. Kalaupun ada, misalnya yang terdapat di KUHP pasal 282, menurut saya tidak begitu gamblang menjabarkan apa itu yang disebut pornografi dan cenderung berbelit-belit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung temanya menarik, diskusi ini berjalan, lancar dan &#39;panas&#39;, namun relax, di tambah lagi sisa-sisa kepedasan setelah menyantap tauco, hehehe... Setiap peserta mengutarakan pendapat masing2 mengenai apa itu pornografi dan mengapa sulit sekali untuk mengatasinya. Berbagai pendapat bermunculan. Namun pada akhirnya mencapai beberapa kesimpulan yang sama bahwa pornografi tidak bisa di berantas secara utuh, hanya bisa di batasi. Hal ini di karenakan oleh beberapa faktor, antara lain:&lt;br /&gt;1. Behind the pornography, ada para pihak terkait yang akan memback-up habis-habisan apabila pornografi itu sampai di tentang. Mereka adalah para pebisnis raksasa yang meraup rezeki dari hal tersebut.&lt;br /&gt;2. Pelarangan ini akan berdampak pada dunia hiburan yang mau ataupun tidak harus diakui melibatkan sisi pornografi. Kita bisa lihat dari cara berpakaian, bergoyang, yang selalu menampilkan sisi erotis dan sensual, dan memperlihatkan bagian2 tubuh yang seharusnya tidak boleh diperlihatkan. Dan harus di akui pula bahwa, apabila dilarang mereka akan mengatakan ini adalah seni, jadi tidak masalah. Selain itu mereka juga akan mengatakan &quot;ini adalah &#39;periuk nasi&#39; kami, kalau tidak begini tidak akan ada yang melirik&quot;. Dengan kata lain, apabila hal ini di larang secara utuh, maka kita telah merusak mata pencaharian seseorang.&lt;br /&gt;3. Seringnya seni di kaitkan terhadap ketidakjelasan pornografi. Mengapa? Karena apabila kita melihat kebelakang, khususnya dunia tari2an tradisional kita, ada beberapa yang memperlihatkan sisi erotis tubuh manusia, dan itu di sengaja, misalnya saja tari jaipong yang memperlihatkan goyangan lekuk tubuh seorang perempuan, yang pastinya akan mambuat mata pria tak berkedip. Dengan begitu, pihak2 yang tidak ingin pornografi di berantas secara tuntas akan mempergunakan hal ini sebagai landasan. Mengapa tarian kami di atas panggung di anggap sebagai pornografi, sementara tari tradisional yang harus kita pertahankan hingga ke anak cucu saja juga memperlihatkan sisi erotis? Semakin tidak jelas lah kemana arah batasan pornografi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kami sampai pada kesimpulan ini, kemudian kami mencoba untuk mencari jalan keluar kira-kira apa yang harus dilakukan sehingga masalah ini bisa sedikit di atasi. Akhirnya, kami sepakat bahwa:&lt;br /&gt;1. Perlunya regulasi atau batasan2 khusus yang harus di terapkan yang tidak merugikan pihak manapun, sehingga akan ada kejelasan mana yang disebut pornografi mana yang seni. Dan perlu di ingat, batasan atau regulasi tersebut harus menggunakan bahasa yang gamblang sehinggga tidak menimbulkan ke-ambiguitas-an, yang pada akhirnya akan menghasilkan masalah baru.&lt;br /&gt;2. Mengingat dampak pornografi yang semakin mewabah di tanah air, di perlukannya peranan keluarga, dalam hal ini orang tua, dalam membimbing anak-anak mereka sehingga tidak terjerumus dalam pornografi dan akibatnya.&lt;br /&gt;3. Perlunya sex-education yang harus diterapkan semenjak dini, mengingat dampak yang ditimbulkan biasanya mengarah kepada sex-abuse.&lt;br /&gt;4. Semuanya berpulang kepada diri sendiri, karena sebagai menusia kita sudah diberikan akal dan pikiran oleh Allah Swt, agar bisa memutuskan mana yang baik mana yang tidak. Selain itu sebagai anggota masyarakat, kita juga telah di bekali dengan berbagai macam norma, yang mana apabila di patuhi maka tidak akan ada penyalahgunaan yang akan timbul dari segi apapun, termasuk pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kesimpulan dan saran yang kami hasilkan dari diskusi bulanan kali ini. Sangat sederhana dan singkat memang, tapi saya rasa cukup padat. Sebenarnya kami ingin melanjutkan diskusi ini karena memang sangat menarik, tapi berhubung pembicara kami harus segera pulang dan bermain bola, maka diskusi ini kami akhiri. Apakah ada di antara pembaca tulisan ini yang ingin memberikan sedikit saran?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/117007150106929117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/117007150106929117?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/117007150106929117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/117007150106929117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2007/01/review-pornografi-di-masyarakat-plural.html' title='Review: Pornografi di masyarakat plural'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-116549145214322641</id><published>2006-12-07T00:58:00.000-08:00</published><updated>2006-12-07T04:34:40.000-08:00</updated><title type='text'>Fenomena: Aa Gym, Poligami dan Revisi UU Pernikahan</title><content type='html'>&lt;em&gt;Oleh: Yunita Ramadhana&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah rahasia umum lagi bahwa poligami telah menjadi pokok pembahasan yang amat menarik di masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia. Fenomena ini semakin marak di bicarakan setelah kebanyakan para public figure yang tidak pernah lepas dari perhatian umum, melakukan poligami dan mempublikasikannya ke khalayak ramai. Sebenarnya hal ini bukanlah hal yang baru dan tidak hanya dilakukan oleh public figure, masyarakat biasapun banyak yang melakukannya. Hanya saja hal ini mencuat ke permukaan karena pelakunya seorang public figure, dengan demikian media massa yang gemar mencari sisi lain dari kehidupan seorang public figure mempublikasikannya secara besar2an.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Maraknya fenomena poligami ini, telah melahirkan begitu banyak pro dan kontra di masyarakat, terutama kaum perempuan. Ditambah lagi dengan adanya kabar terbaru bahwa seorang pemuka agama yang cukup kondang dan ternama, &lt;strong&gt;K. H. Abdullah &quot;Aa Gym&quot; Gymnastiar&lt;/strong&gt;, yang pernah mengatakan bahwa: satu istri saja sudah menghasilkan anak tujuh, sudah cukuplah, melaksanakan pernikahannya yang kedua baru2 ini. Tentu saja hal ini mengejutkan seluruh masyarakat, bagaimana mungkin seorang Aa yang selama ini terlihat begitu mesra dan sayang pada istrinya melakukan tindakan ini? Ada apa dengan beliau dan pernikahannya? Mayoritas masyarakat terutama perempuan menentang tindakan poligami ini, dan tentu saja ini berpengaruh terhadap karir beliau sebagai seorang ulama. Kebanyakan dari mereka menganggap hal ini sebagai pelecehan terhadap kaum perempuan dan melanggar HAM. Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita lihat dari satu sisi aja, tentulah kita sebagai kaum perempuan menggapnya benar. Tapi, untuk menganalisa sebuah fenomena di masyarakat, kita tidak boleh memandang dari satu sisinya saja. Sebagai contoh, selain mempertimbangkan segi emosi diri kita sendiri, kita juga harus mempertimbangkan aturan2 yang ada dalam masyarakat, terutama aturan agama. Di dalam agama, dalam hal ini agama Islam, Poligami bukanlah hal yang di larang. Islam memperbolehkan poligami, tapi dengan beberapa ketentuan. Jika seseorang melakukan poligami dia harus mempunyai alasan yang kuat mengapa ia melakukan poligami dan harus dapat adil dlm berbagai hal terhadap istri2nya. Apabila ia tidak mempunyai alasan yang kuat dan tidak bisa berlaku adil, maka poligami itu tidak di perbolehkan. Dan yang lebih penting lagi, sebelum melakukan poligami, seorang suami harus sudah mengantongi surat izin dari istri pertamanya, jika tidak, tidaklah halal baginya melakukan poligami. Alasan2 ini bisa meliputi berbagai hal, bisa karena ingin memperoleh keturunan, atau sang istri sudah tidak mampu lagi melayani suaminya baik lahir maupun batin, dan alasan2 lain yang sesuai dengan syariat Islam, dan melakukannya karena Allah semata bulan karena kepuasan sesaat, karena manusia itu tidak akan pernah ada puasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal Aa Gym tentang pernikahan keduanya dan tanggapan masyarakat akan hal itu. Tentu saja sudah dapat di tebak, bahwa mayoritas masyarakat menentang pernikahan itu dan mengecam tindakannya sebagai tindakan yang melecehkan kaum perempuan dan mengecapnya sebagai suami yang tidak setia, yang tega menyakiti hati istrinya, karena bagaimanapun tidaklah ada seorang perempuan pun di muka bumi ini yang rela berbagi kasih dengan orang lain apalagi harus berbagi suami. Namun, di dalam Islam juga di jelaskan bahwa bagi istri yang dengan ikhlas menerima suaminya menikah lagi akan mendapatkan surga dan tempat mulia di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi pernikahan kedua Aa Gym, saya sebagai seorang perempuan jujur saja merasa kecewa dan kurang respect dengan tindakan beliau. Perasaan saya mengatakan itu tidak adil. Mengapa pernikahan yang telah sekian lama di rintis harus di selingi dengan poligami? Apakah ia tidak tahu, bahwa hal ini pasti menyakiti hati istrinya? Saya yang bukan Teh Ninih aja merasa sakit hati dan emosi mendengarnya, apalagi Teh Ninih sendiri? Omong kosong belaka kalau dikatakan cemburu itu tidak ada, pastilah ada walaupun sedikit. Istri Nabi Muhammad SAW, Aisyah, pun merasakan cemburu, apalagi kita yang bukan apa2. Tapi, logika saya kembali berfikir. Mengapa saya harus mengahakimi mereka? Sebagai pengamat kita hanya bisa memberikan pendapat bukan menghakimi, karena kita juga tidak tahu apa yang sedang terjadi di keluarga mereka dan apa yang mereka bicarakan. Hanya mereka dan Allah sajalah yang tahu apa yang terjadi di keluarga mereka. Seingat saya, Teh Ninih pernah berkata, dia mengikhlaskan Aa untuk menikah lagi karena dia tidak bisa terus2an menemani Aa kalau ia harus berceramah ke luar daerah. Mungkin dengan adanya poligami ini dapat menjadi solusi untuk permasalahan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sikap istri pertama beliau, Teh Ninih, membuat saya berdecak kagum. Sungguh tegar dan kuat perempuan ini, mampu menghadapi dan menerimanya dengan lapang dada walau tidak bisa di pungkiri lagi rasa kecewa itu pasti ada, masih mampu tersenyum ikhlas kepada suaminya, benar2 seorang muslimah sejati. Tiada hadiah yang pantas baginya selain surga dan tempat yang mulia di sisi Allah. Walaupun di salah satu &lt;a href=&quot;http://http://www.kompas.com/ver1/Hiburan/0612/05/084113.htm&quot;&gt;Headline&lt;/a&gt; media massa di katakan bahwa antara Teh Ninih dan Alfarini-istri kedua Aa-tidak saling bertegur sapa walau mereka jalan bersama, wallahua&#39;lam itu benar atau tidak. Tapi, menurut saya itu hal yang wajar. Terlebih lagi melihat anak2 beliau yang begitu tegar mengetahui bapaknya menikah lagi, kekaguman saya semakin bertambah. Kalau saya anaknya, tau deh apa yang akan saya lakukan dengan madu ibu saya, wallahua&#39;lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tindakan poligami ini janganlah di salah artikan, karena kebanyakan lelaki di negeri ini menyalah artikan poligami. Poligami bukanlah hanya beristri lebih dari satu. Poligami bukan hanya untuk menghindari zina. Kalau niatnya hanya untuk menghindari zina, Allah juga tidak menyukainya. Karena, di dalam Al-Qur&#39;an, Allah menegaskan bahwa kita harus mampu untuk mengendalikan hawa nafsu dan emosi kita. Poligami itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Jika ingin berpoligami, harus siap dengan segala konsekwensinya, harus bisa berlaku adil yang sebenar2nya adil, bisakah anda melakukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semakin bertambahnya pelaku poligami dalam masyarakat, pemerintah segera mengambil tindakan dengan rencana untuk merevisi &lt;strong&gt;UU No. 49&lt;/strong&gt;, tentang pelarangan poligami, dimana sebelumnya dikatakan bahwa poligami tidak diperbolehkan untuk PNS (Pegawai Negeri Sipil)saja, yang juga tercantum di dalam peraturan kepegawaian yakni &lt;strong&gt;PP No. 13&lt;/strong&gt;, kini akan diperluas dan tidak hanya berlaku untuk PNS tapi juga warga sipil biasa dan pejabat tinggi negara. Kemungkinan hal ini diakibatkan oleh tuntutan kaum perempuan yang tidak menyetujui poligami. Pada awalnya saya menyambut baik rencana perevisian ini. Namun ketika saya kaji lebih lanjut apa dampak yang akan di timbulkan oleh tindakan ini, saya menarik kembali pendapat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya pelarangan ini, maka akan banyak dampak negatif yang akan di timbulkan, Sebagai contoh, hal ini bisa saja membuat sarana prostitusi semakin bertambah, karena para suami akan &quot;jajan&quot; di luar, anak2 yang lahir tanpa adanya pengakuan secara hukum, perzinahan yang merajalela, dan mungkin saja hal2 lain yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Tanpa di larang saja, hal ini sudah banyak terjadi, apalagi kalau di larang. Tidak ubahnya seperti seorang anak kecil yang di larang orang tuanya untuk memanjat pohon, semakin dia di larang semakin besar keinginannya untuk memanjat pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, timbul ide di pikiran saya, bahwa poligami itu jangan di larang, tapi di berikan lagi aturan2 baru yang mempertegas boleh tidaknya seorang melakukan poligami. Misalnya, adanya bukti hitam di atas putih bahwa istri yang akan di madu bersedia melepaskan suaminya untuk menikah lagi, dan di sahkan melalu notaris. Apabila ketentuan ini tidak ada, maka secara otomatis pernikahan kedua itu gugur dan cacat hukum. Selain contoh di atas, masih ada aturan2 lain yang bisa di terapkan untuk mementapkan aturan tentang poligami. Karena kalau poligami itu di larang, sama saja artinya kita menentang aturan agama yang sudah di tetapkan dalam Al-Qur&#39;an, sebab di dalam Al-Qur&#39;an sudah di jelaskan secara terperinci tentang aturan poligami. Jika kita tidak sanggup untuk di poligami, kita boleh tidak menerimanya, karena Allah tidak pernah memaksa umatnya untuk menerima poligami. Sebagai muslimah kita boleh tidak mau di poligami, apabila kita memang tidak siap dan tidak ikhlas, Islam itu agama yang fleksibel. Kita hanya boleh tidak menyetujui poligami, tapi tidak menentangnya. Kalau sebagai manusia saja kita sudah berani menentang aturan yang ada dalam agama, maka niscaya laknat Allah akan segera datang. Dan apa gunanya kita meyakini agama sebagai pedoman kita dalam menjalani kehidupan ini, kalau toh akhirnya kita masih meragukan aturan yang sudah di gariskan oleh sang Khalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anda, setujukah anda dengan rencana perevisian UU No. 49 tentang pelarangan poligami? Semua kembali kepada anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/116549145214322641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/116549145214322641?isPopup=true' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/116549145214322641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/116549145214322641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2006/12/fenomena-aa-gym-poligami-dan-revisi-uu.html' title='Fenomena: Aa Gym, Poligami dan Revisi UU Pernikahan'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-115952289239663608</id><published>2006-09-29T02:30:00.000-07:00</published><updated>2006-09-29T02:41:32.410-07:00</updated><title type='text'>Opini: Kebebasan Berekspresi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Kebebasan Berekspresi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Yunita Ramadhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Mari berkarya..dalam puisi dan lagu..musik dan tari..layar perak panggung gerak adalah tempat kita..insan dunia..EKSPRESIkan diri...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar lirik lagu EKSPRESI yang dipopulerkan oleh salah satu Diva Pop Indonesia, Titi Dj, menggelitik saya untuk menuangkan sedikit ide tentang kebebasan mengekspresikan ide yang ada dalam pikiran kita, tidak hanya dalam wadah yang serius tapi juga dalam wadah yang sedikit FUN.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Mengekspresikan suatu ide atau pendapat adalah hal yang sangat bagus untuk dilakukan. Setiap orang berhak untuk menyampaikan ide ataupun pendapat yang dimilikinya. Dalam pengungkapan pendapat atau ide, kita tidak hanya bisa menggunakan media yang serius seperti jurnal, artikel, majalah, atau forum diskusi yang sifatnya ilmiah,yang mungkin bagi sebagian orang sangatlah menjemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia kita telah di anugerahi oleh Sang Pencipta akal dan pikiran sehingga kita dapat memilih sendiri apa yang kita inginkan dan yang tidak. Dengan anugerah itu, kita bisa menentukan sarana yang manakah yang kira-kira bisa membantu kita untuk mengekspresikan ide ataupun unek-unek yang kita miliki dengan lebih terbuka dan leluasa namun masih dalam batas-batas kewajaran. Sarana manakah yang sesuai dengan keahlian kita, karena tidak semua orang mau berfikir yang rumit-rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran lain yang mungkin tepat untuk menyalurkan ide kita adalah melalui dunia seni. Sejak zaman dahulu, baik sebelum ataupun sesudah Renaissance, banyak para seniman yang menuangkan pikiran dan ide mereka melalui puisi, drama dan novel yang biasanya merepresentasikan situasi yang sedang terjadi di masa itu. Kita ambil contoh, W.H.Auden, salah seorang penulis puisi pada era 1930-an, mencoba menuangkan apa yang dipikirkannya tentang keadaan masyarakat pada masa itu. Salah satu puisinya berjudul &#39;Consider This and in Our Times&#39; menceritakan tentang kritikannya terhadap salah satu golongan masyarakat kala itu, yaitu kaum Borjuis, dimana masyarakat telah kehilangan norma-norma yang seharusnya tetap ada dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan puisi ini, dapat kita lihat bahwa kritikan ataupun ide dapat dituangkan dalam wadah seni yang kelihatannya sederhana namun penuh arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melalui puisi,kita juga bisa menuangkan saran atau kritik kita melalui sarana yang lebih FUN lagi, misalnya melalui dunia tarik suara. Tidak perlu jauh-jauh melihat ke belakang, langsung saja kita ambil contoh IWAN FALS, salah satu penyanyi balada Indonesia yang selalu mengisi setiap lirik lagunya dengan berbagai macam krikitan terhadap situasi negara kita tercinta baik dulu maupun sekarang. Dia tidak pernah perduli walaupun kaset-kasetnya di boikot oleh pemerintah karena di anggap terlalu &#39;berani&#39;. Namun pada kenyataannya apa yang ia tuliskan itu benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dengan bertitik tolak pada pendahulu-pendahulu kita, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk takut ataupun bingung dalam mengungkapkan apa yang kita rasakan, apalagi di zaman yang modern seperti ini. Kita bisa melakukannya melalui jurnal-jurnal yang bersifat formal ataupun melalui dunia seni yang lebih fleksibel dan fun, seperti yang terdapat dalam lirik awal lagu EKSPRESI di atas, (Begitu banyak yang ada di benak menanti tersirat, untuk berbagi rasa berbagi suka dengan cara yang mulia..wujudkan semua harapan ke dalam cinta dan seni...) So...para kawula muda, jangan pernah takut untuk mengeksprsikan apapun yang ada di dirimu selama itu masih dalam batas-batas kewajaran dan norma-norma yang berlaku, dan satu lagi janganlah takut untuk di kritik, karena kritikan akan membuat kita lebih maju dan berpikiran terbuka. EXPRESS YOURSELF.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/115952289239663608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/115952289239663608?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/115952289239663608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/115952289239663608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2006/09/opini-kebebasan-berekspresi.html' title='Opini: Kebebasan Berekspresi'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-115607884725929919</id><published>2006-08-20T05:55:00.000-07:00</published><updated>2006-08-28T02:35:21.436-07:00</updated><title type='text'>Puisi: Salahkah Aku</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/1600/images.2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/400/images.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Salahkah Aku?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Yunita Ramadhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fajar hilang siang menanti&lt;br /&gt;Siang sirna senja kembali&lt;br /&gt;Detik berlalu jam berganti&lt;br /&gt;Jam berlalu mengubah hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa waktu begitu cepat?&lt;br /&gt;Ataukah ia terlalu lambat?&lt;br /&gt;Atau karena hatiku yang terhambat?&lt;br /&gt;Entahlah...&lt;br /&gt;Ku tak tahu jawaban tepat&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Lalu kau datang padaku&lt;br /&gt;Kau hangatkan dingin jiwaku&lt;br /&gt;Kau merahkan biru hatiku&lt;br /&gt;Dengan suguhan derai tawamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau hadir di hidupku&lt;br /&gt;Membuat waktu terasa laju&lt;br /&gt;Kau sadarkan diriku&lt;br /&gt;Hingga ku tahu jawaban satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahkah aku bila...&lt;br /&gt;Akh...kurasa tiada&lt;br /&gt;Dia hadir tanpa ku minta&lt;br /&gt;Tapi kusuka kehadirannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan...ku sayang dia&lt;br /&gt;Perpanjanglah nafasku untuknya&lt;br /&gt;Kan ku cintai dia seutuhnya&lt;br /&gt;Sampai akhir nafas menghela...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monday, August 14, 2006&lt;br /&gt;New Delhi, 5.00 pm.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/115607884725929919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/115607884725929919?isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/115607884725929919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/115607884725929919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2006/08/puisi-salahkah-aku.html' title='Puisi: Salahkah Aku'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-114319429699181824</id><published>2006-03-24T01:13:00.000-08:00</published><updated>2006-03-24T01:58:17.040-08:00</updated><title type='text'>Puisi: DIA</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/1600/alone.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; height=&quot;122&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/400/alone.jpg&quot; width=&quot;104&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;DIA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Yunita Ramadhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kehampaan hatiku&lt;br /&gt;Ku sendiri membisu,&lt;br /&gt;terdiam, dan terpaku,&lt;br /&gt;Merenungi nasib diriku,&lt;br /&gt;Melemparku ke waktu lalu&lt;br /&gt;Waktu terindahku bersamamu.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dia...&lt;br /&gt;Dia yang selalu disampingku,&lt;br /&gt;Dia yang selalu menemaniku,&lt;br /&gt;Dia yang selalu mendengar keluhku,&lt;br /&gt;Tanpa pernah mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia...&lt;br /&gt;Dengan tangan lembut dan hangat,&lt;br /&gt;Selalu mendekapku dengan erat,&lt;br /&gt;Membelaiku dengan sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia...&lt;br /&gt;Dia yang sudi membukakan hatinya untukku,&lt;br /&gt;Dia yang sudi menyayangiku,&lt;br /&gt;Dia yang sudi memaafkanku&lt;br /&gt;Dalam setiap khilafku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala dirinya berbicara,&lt;br /&gt;Lembut terdengar di telinga&lt;br /&gt;Sejuk terasa di dada.&lt;br /&gt;Perhatian, kasih sayang dan cinta&lt;br /&gt;Kau curahkan penuh suka&lt;br /&gt;Meredakan segala gundah&lt;br /&gt;Menghentikan tangis yang membuncah&lt;br /&gt;Tanpa pernah merasa lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia...&lt;br /&gt;Dialah yang selalu ku cintai,&lt;br /&gt;Dialah yang selalu ku kasihi,&lt;br /&gt;Dialah yang selau ku sayangi,&lt;br /&gt;Dialah yang selalu ku kagumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia...&lt;br /&gt;Dialah wanita itu,&lt;br /&gt;Wanita yang ku sapa &#39;IBU&#39;,&lt;br /&gt;Ibu yang selalu ku rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu sayangku...&lt;br /&gt;Ku rindu hangat tubuhmu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Ku rindu indahnya katamu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Ibuku...&lt;br /&gt;Ku kan berlari ke pelukmu&lt;br /&gt;Setelah dua purnama berlalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;New Delhi,INDIA&lt;br /&gt;Friday,March 24,2006&lt;br /&gt;(...Untuk ibuku tersayang. Hanya ini yang dapat anakmu berikan sebagai tanda kasihku untukmu, dan sekaligus menjadi hadiah ulang tahunmu yang tertunda...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/114319429699181824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/114319429699181824?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/114319429699181824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/114319429699181824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2006/03/puisi-dia.html' title='Puisi: DIA'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-114268864922457283</id><published>2006-03-18T05:26:00.000-08:00</published><updated>2006-03-18T05:30:49.243-08:00</updated><title type='text'>Info: Obesitas di usia dini dan solusinya</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/1600/obese.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 152px; CURSOR: hand; HEIGHT: 142px&quot; height=&quot;156&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/400/obese.jpg&quot; width=&quot;152&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Operasi perut sebagai pilihan untuk mengatasi obesitas pada anak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obesitas merupakan masalah yang akhir-akhir ini sering menjadi pembicaraan masyarakat, terutama orang dewasa. Masalah ini selalu menjadi pembicaraan yang menarik buat orang dewasa terutama wanita, karena obesitas akan sangat mengganggu penampilan. Namun, dewasa ini, obesitas tidak hanya mengusik tidur kaum wanita saja, tetapi juga pria, terutama para pria yang mendapat julukan &#39;metroseksual&#39;, yaitu pria yang selalu menomor-satukan penampilan. Di zaman modern ini, hal yang demikian sangat lumrah, tidak hanya wanita, para pria pun sibuk mengontrol berat badan mereka, apakah melebihi standard atau tidak. Namun, bagaimana halnya dengan anak-anak? Apakah obesitas berbahaya apabila dialami oleh anak-anak?&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang tua pada zaman sekarang ini selalu merasa resah ketika melihat anak mereka kurus dan beranggapan bahwa anak mereka kurang sehat. Apakah benar seperti itu? Pendapat itu sebagian ada benarnya, namun ada tidak benarnya juga. Sehat atau tidaknya seorang anak tidak dapat diukur dari kurus atau tidaknya dia. Memang, kebanyakan anak yang kurus adalah anak yang kurang sehat. Namun, anak yang gemuk juga bukan berarti anak yang sehat. Karena, kegemukan ini pada akhirnya dapat mengakibatkan obesitas pada usia dini apabila pola makan pada anak tidak terkontrol. Dan itulah yang saat ini sering menjadi perbincangan para orang tua yang merasa resah melihat anak mereka semakin hari semakin bertambah berat badannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan reporter &lt;a href=&quot;http://http://news.bbc.co.uk/2/hi/health/4814504.stm&quot;&gt;BBC&lt;/a&gt;, dikatakan bahwa hampir sepertiga anak di Inggris telah terjangkit obesitas. Hal ini amat meresahkan salah satu badan kesehatan nasional - The National Institute for health and Clinical Excellence (NICE). Untuk mengatasinya, mereka telah membuat sejumlah draft tentang bagaimana mencegah dan menanggulangi obesitas yang terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. Kebanyakan pakar kesehatan mengatakan bahwa &#39;operasi&#39; merupakan cara terakhir untuk menanggulangi obesitas, baik untuk orang dewasa ataupun pada anak. Tetapi, &#39;operasi&#39; ini hanya bisa dilakukan pada anak di atas 16 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NICE mengatakan bahwa pengobatan ataupun tindakan operasi untuk mengatasi obesitas pada anak ini hanya dilakukan apabila anak tersebut telah atau hampir mencapai batas obesitasnya orang dewasa yang bisa membahayakan kesehatan mereka. Penanggulangan dengan menggunakan obat-obatan hanya dapat dilakukan pada anak di atas 12 tahun dan hanay seorang spesialis yang dapat memberikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dr. Ian Campbell&lt;/strong&gt;, seorang spesialis di Nottingham mengatakan bahwa pengobatan ataupun operasi adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah obesitas pada anak. Dia mengatakan bahwa kebanyakan dari anak tersebut dapat menderita diabetes dan gagal jantung karena obesitas yang dideritanya. Namun walaupun demikian, &#39;operasi&#39; hanya dijadikan pilihan akhir apabila penyembuhan dengan obat-obatan sudah tidak berguna lagi. Ia juga mengatakan bahwa ada seorang anak di Sheffield dan Glasgow telah melakukan operasi ini. Namun, ia mengatakan operasi dan pengobatan untuk mengatasi obesitas pada anak hanya dilakukan apabila sudah tidak ada treatment lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NICE juga menambahkan, cara yang paling efektif untuk mencegah obesitas pada anak adalah dengan pengawasan orang tua. Orang tua memegang peranan penting akan masalah ini. Selain itu NICE juga menambahkan bahwa sarana formal seperti institusi pendidikan juga mempunyai peranan. Sekolah diharapkan mampu memberikan penyuluhan tentang bahaya obesitas dan cara pencegahannya, misalnya saja dengan melakukan olah raga ataupun latihan-latihan fisik lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjabaran yang telah dijelaskan di atas, dapat dilihat bahwa gemuk atau tidaknya seorang anak bukan menjadi ukuran kesehatannya, karena bisa jadi tanpa kita sadari mereka telah melampaui batas berat normal dan mengarah kepada obesitas. Hal ini dapat dijadikan acuan bagi para orang tua agar selalu memperhatikan pola makan anak sehingga obesitas tidak terjadi pada anak-anak mereka baik dari segi kuantitas ataupun kualitas makanannya, karena obesitas bukan hanya diakibatkan makan berlebihan tetapi juga jenis makanannya. Jadi, hal ini berpulang kepada diri masing-masing, apakah anda akan mengontrol pola makan anda dan keluarga anda atau tidak. Tetapi, bukankah mencegah itu lebih baik daripada mengobati? It&#39;s up to you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/114268864922457283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/114268864922457283?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/114268864922457283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/114268864922457283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2006/03/info-obesitas-di-usia-dini-dan.html' title='Info: Obesitas di usia dini dan solusinya'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-114173576510869524</id><published>2006-03-07T02:41:00.000-08:00</published><updated>2006-03-07T04:49:25.146-08:00</updated><title type='text'>Puisi: What Should I Do?</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/1600/bimbang.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 91px; CURSOR: hand; HEIGHT: 106px&quot; height=&quot;67&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/400/bimbang.jpg&quot; width=&quot;56&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Bimbang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Yunita Ramadhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpakuku dalam bimbang&lt;br /&gt;Pikiranku berkata, &quot;Jangan lakukan!&quot;&lt;br /&gt;Hatiku berkata, &quot;Kenapa tidak?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ini harus terjadi?&lt;br /&gt;Apakah ada yang salah dengan diriku?&lt;br /&gt;Aku tak mengerti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam terasa sunyi&lt;br /&gt;Siang seakan membakar&lt;br /&gt;Pagiku begitu suram&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu bertanya&lt;br /&gt;Ada apa denganku?&lt;br /&gt;Kenapa aku selalu dirundung bimbang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemanakah kucari jawabnya?&lt;br /&gt;Kutemukan tiada tempat&lt;br /&gt;Hanya kebingungan yang ku dapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya seakan sirna tiada&lt;br /&gt;Dunia sekan tak berwarna&lt;br /&gt;Udara seakan tak berguna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar terpojok&lt;br /&gt;Maju salah, mundur pun salah&lt;br /&gt;Bumi dan segala isinya seolah menimpaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaju seperti bom waktu&lt;br /&gt;Yang dapat meledakkan seluruh tubuhku&lt;br /&gt;Tanpa kepastian waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Siapapun yang di sana&lt;br /&gt;Dapatkah kalian menolongku?&quot;&lt;br /&gt;Tiada jawaban, sunyi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku hanya bisa terdiam,&lt;br /&gt;Merintih, menangis dan mengutuk&lt;br /&gt;Tanpa tahu berbuat apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya...&lt;br /&gt;Kutemukan satu jawaban pasti&lt;br /&gt;Yang menyejukkan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan ku langkahkan kaki&lt;br /&gt;Ku basuh muka dan bersuci&lt;br /&gt;Inilah jalan yang terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa aku lupa pada-Nya?&lt;br /&gt;Dialah yang tahu segalanya&lt;br /&gt;Dialah penerang dalam hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Kau yang di atas sana&lt;br /&gt;Ku datang ke istana-Mu&lt;br /&gt;Dengan membawa segala kebimbanganku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Kau yang Maha Tahu&lt;br /&gt;Berilah petunjuk-Mu padaku...&lt;br /&gt;What Should I do?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;New Delhi, March 07, 2006&lt;br /&gt;INDIA&lt;br /&gt;(Disela-sela kegundahanku)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/114173576510869524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/114173576510869524?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/114173576510869524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/114173576510869524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2006/03/puisi-what-should-i-do.html' title='Puisi: What Should I Do?'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-113637962518267127</id><published>2006-01-04T04:39:00.000-08:00</published><updated>2006-01-10T03:15:14.130-08:00</updated><title type='text'>Resensi: Ayat-ayat Cinta</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/1600/islam.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 89px; CURSOR: hand; HEIGHT: 120px&quot; height=&quot;113&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/400/islam.jpg&quot; width=&quot;88&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Ayat-ayat Cinta: Makna Cinta Dalam Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Yunita Ramadhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat cinta adalah sebuah novel 411 halaman yang ditulis oleh seorang novelis muda Indonesia kelahiran 30 September 1976 yang bernama Habiburrahman El-Shirazy. Ia adalah seorang sarjana lulusan Mesir dan sekarang sudah kembali ke tanah air. Sepintas lalu, novel ini seperti novel-novel Islami kebanyakan yang mencoba menebarkan dakwah melalui sebuah karya seni, namun setelah ditelaah lebih lanjut ternyata novel ini merupakan gabungan dari novel Islami, budaya dan juga novel cinta yang banyak disukai anak muda. Dengan kata lain, novel ini merupakan sarana yang tepat sebagai media penyaluran dakwah kepada siapa saja yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam, khususnya buat para kawula muda yang kelak akan menjadi penerus bangsa.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Novel ini bercerita tentang perjalanan cinta dua anak manusia yang berbeda latar belakang dan budaya; yang satu adalah mahasiswa Indonesia yang sedang studi Universitas Al-Azhar Mesir, dan yang satunya lagi adalah mahasiswi asal Jerman yang kebetulan juga sedang studi di Mesir. Kisah percintaan ini berawal ketika mereka secara tak sengaja bertemu dalam sebuah perdebatan sengit dalam sebuah metro (sejenis trem).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mein Neim Ist Aisha&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu, si pemuda yang bernama lengkap Fahri bin Abdullah Shiddiq, sedang dalam perjalanan menuju Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq yang terletak di Shubra El-Kaima, ujung utara kota Cairo, untuk &lt;em&gt;talaqqi&lt;/em&gt; (belajar secara face to face pada seorang syaikh) pada Syaikh Utsman Abdul Fattah, seorang Syaikh yang cukup tersohor di seantero Mesir. kepadanya Fahri belajar tentang &lt;em&gt;qiraah Sab&#39;ah &lt;/em&gt;(membaca Al-Qur&#39;an dengan riwayat tujuh imam) dan &lt;em&gt;ushul tafsir &lt;/em&gt;(ilmu tafsir paling pokok). Hal ini sudah biasa dilakukannya setiap dua kali seminggu, setiap hari Ahad/Minggu dan Rabu. Dia sama sekali tidak pernah melewatkannya walau suhu udara panas menyengat dan badai debu sekalipun. Karena baginya itu merupakan suatu kewajiban karena tidak semua orang bisa belajar pada Syaikh Utsman yang sangat selektif dalam memilih murid dan dia termasuk salah seorang yang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam metro, Fahri tidak mendapatkan tempat untuk duduk, mau tidak mau dia harus berdiri sambil menunggu ada kursi yang kosong. Kemudian ia berkenalan dengan seorang pemuda mesir bernama Ashraf yang juga seorang Muslim. Merteka bewrcerita tentang banyak hal, termasuk tentang kebencian Ashraf kepada Amerika. Tak berapa lama kemudian, ada tiga orang bule yang berkewarganegaraan Amerika (dua perempuan dan satu laki-laki) naik ke dalam metro. Satu diantara dua perempuan itu adalah seorang nenek yang kelihatannya sudah sangat lelah. Biasanya orang Mesir akan memberikan tempat duduknya apabila ada wanita yang tidak mendapatkan tempat duduk, namun kali ini tidak. Mungkin karena kebencian mereka yang teramat sangat kepada Amerika. Sampai pada suatu saat, ketika si nenek hendak duduk menggelosor di lantai, ada seorang perempuan bercadar putih bersih yang sebelumnya dipersilahkan Fahri untuk duduk di bangku kosong yang sebenarnya bisa didudukinya, memberikan kursinya untuk nenek tersebut dan meminta maaf atas pwerlakuan orang-orang Mesir lainnya. Disinilah awal perdebatan itu terjadi. Orang-orang Mesir yang kebetulan mengerti bahasa Inggris merasa tersinggung dengan ucapan si gadis bercadar. Mereka mengeluarkan berbagai umpatan dan makian kepada sang gadis, dan ia pun hanya bisa menangis. Kemudian Fahri berusaha untuk meredakn perdebatan itu dengan menyuruh mereka membaca shalawat Nabi karena biasannya dengan shalawat Nabi, orang Mesir akan luluh kemarahannya dan ternyata berhasil. Lalu ia mencoba menjelaskan pada mereka bahwa yang dilakukan perempuan bercadar itu benar, dan umpatan-umpatan itu tidak layak untuk dilontarkan. Namun apa yang terjadi, orang-orang Mesir itu kembali mrah dan meminta Fahri untuk tidak ikut campur dan jangan sok alim karena juz Amma saja belumtentu ia hafal. Kemudian emosi mereka mereda ketika Ashraf yang juga ikut memaki perempuan bercadar itu, mengatakan bahwa Fahri adalah mahasiswa Al-Azhar dan hafal Al-Qur&#39;an dan juga murid dari Syaikh Utsman yang terkenal itu. Lantas orang-orang Mesir itu meminta maaf pada fahri. Fahri kemudian menjelaskan bahwasanya mereka tidak seharusnya bertindak seperti itu karena ajaran Baginda Nabi tidak seperti itu. Lalu ia pun menjelaskan bagaimana seharusnya bersikap kepada tamu apalagi orang asing sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Mereka pun mengucapkan terima kasih pada fahri karena sudah megingatkan mereka. Sementara itu, si bule perempuan muda, Alicia, sedang mendengarkan penjelasan tentang apa yang terjadi dari si perempuan bercadar dengan bahasa Inggris yang fasih.Kemudian Alicia berterima kasih dan menyerahkan kartu namanya pada Fahri. Tak berapa lama kemudian metro berhenti dan perempuan bercadar itupun bersiap untuk turun. Sebelum turun ia mengucapkan terima kasih pada Fahri karena sudah menolongnya tadi. Akhirnya mereka pun berkenalan. Dan ternyata si gadis itu bukanlah orang Mesir melainkan gadis asal Jerman yang sedang studi di Mesir. Ia bernama Aisha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Maria, Gadis Koptik yang Aneh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di Mesir, Fahri tinggal bersama dengan keempat orang temannya yang juga berasal dari Indonesia, yaitu Saiful, Rudi, Hamdi dan Misbah. Fahri sudah tujuh tahun hidup di Mesir. Mereka tinggal di sebuah apartemen sederhana yang mempunyai dua lantai, dimana lantai dasar menjadi tempat tinggal Fahri dan empat temannya, sedangkan yang lantai atas ditempati oleh sebuah keluarga Kristen Koptik yang sekaligus menjadi tetangga mereka. Keluarga ini terdiri dari Tuan Boutros, Madame Nahed, dan dua orang anak mereka - Maria dan Yousef. Walau keyakinan dan aqidah mereka berbeda, namun antara keluarga Fahri (Fahri dkk) dan keluarga Boutros terjalin hubungan yang sangat baik. Di Mesir, bukanlah suatu keanehan apabila keluarga Kristen koptik dan keluarga Muslim dapat hidup berdampingan dengan damai dalam masyarakat. Keluarga ini sangat akrab dengan Fahri terutama Maria. Maria adalah seorang gadis Mesir yang manis dan baik budi pekertinya. Kendati demikian, Fahri menyebutnya sebagai gadis koptik yang aneh, karena walaupun Maria itu seorang non-muslim ia mampu menghafal dua surah yang ada dalam Al-Quran dengan baik yang belum tentu seorang Muslim mampu melakukannya. Ia hafal surat Al-Maidah dan surah Maryam. Fahri juga baru mengetahuinya ketika mereka secara tak sengaja bertemu di metro. Seluruh anggota keluarga Boutros sangat baik kepada Fahri dkk. Bahkan ketika Fahri jatuh sakit pun keluarga ini jugalah yang membantu membawa ke rumah sakit dan merawatnya selain keempat orang teman Fahri. Apalagi Maria, dia sangat memperhatikan kesehatan Fahri. Keluarga ini juga tidak segan-segan mengajak Fahri dkk untuk makan di restoran berbintang di tepi sungai Nil,kebanggaan kota Mesir, sebagai balasan atas kado yang mereka berikan. Pada waktu itu Madame Nahed berulang-tahun dan malam sebelumnya Fahri dkk memberikan kado untuknya hanya karena ingin menyenangkan hati beliau karena bagi Fahri menyenangkan hati orang lain adalah wajib hukumnya. Setelah makan malam, tuan dan nyonya Boutros ingin berdansa sejenak. Madame Nahed meminta Fahri untuk mengajak Maria berdansa karena Maria tidak pernah mau di ajak berdansa. Setelah tuan dan nyonya Boutros melangkah ke lantai dansa dan terhanyut dengan alunan musik yang syahdu, Maria pun memberanikan diri mengajak Fahri untuk berdansa, namun Fahri menolaknya dengan alasan Maria bukan mahramnya kemudian menjelaskannya dengan lebih detail. Begitulah Fahri, ia selalu berusaha untuk menjunjung tinggi ajaran agama yang dianutnya dan selalu menerapkannya dalm kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Si Muka Dingin Bahadur dan Noura yang Malang&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Selain bertetangga dengan keluarga Boutros, Fahri juga mempunyai tetangga lain berkulit hitam yang perangainya berbanding 180 derajat dengan keluarga Boutros. Kepala keluarga ini bernama Bahadur yang terkenal dengan julukan si Muka Dingin karena ia selalu berperangai kasar kepada siapa saja bahkan dengan istrinya madame Syaima dan putri bungsunya Noura. Bahadur dan istrinya mempunyai tiga orang putri, Mona, Suzanna, dan Noura. Mona dan Suzanna berkulit hitam namun tidak halnya dengan Noura, dia berkulit putih dan berambut pirang. Hali inilah ang membuat Noura dimusuhi keluarganya yang pada akhirnya membuat dirinya tercebur kedalam penderitaan yang amat sangat. Bahadur mempunyai watak yang keras dan bicaranya sangat kasar, Nouralah yang selalu menjadi sasaran kemarahannya. Dan kedua orang saudaranya yang juga tidak menyukai Noura mengambil kesempatan ini untuk ikut-ikutan memaki dirinya. Sampai tibalah pada suatu malam yang tragis dimana Bahadur menyeret Noura ke jalanan dan punggungnya penuh dengan luka cambukan. Hal ini sudah sering terjadi, namun malam itu yang terparah. Tak ada satu orang pun yang berani menolong. Selain hari sudah larut, Bahadur juga dikenal amat kejam. Akhirnya, karena sudah tak tahan lagi melihat penderitaan Noura, Fahri pun meminta bantuan Maria melaui sms untuk menolong Noura. Awalnya Maria menolak karena tidak mau keluarganya terlibat dengan keluarga Bahadur. Namun setelah Fahri memohon agar Maria mau menolongnya demi kecintaan Maria terhadap Al-Masih, Maria akhirnya luluh juga. Jadilah malam itu Noura menginap di rumah keluarga Boutros. Malam ini jualah yang akhirnya menghantarkan Fahri ke dalam penderitaan yang amat sangat dan juga membuatnya hampir kehilangan kesempatan untuk hidup di dunia fana ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;(Bersambung...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/113637962518267127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/113637962518267127?isPopup=true' title='63 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113637962518267127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113637962518267127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2006/01/resensi-ayat-ayat-cinta.html' title='Resensi: Ayat-ayat Cinta'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>63</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-113570446331846754</id><published>2005-12-27T07:57:00.000-08:00</published><updated>2005-12-27T09:27:43.363-08:00</updated><title type='text'>Tips: Batasan dalam Pergaulan</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/1600/teman.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; height=&quot;104&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/400/teman.jpg&quot; width=&quot;115&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Batasan dalam Pergaulan, Perlukah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Direvisi oleh: Yunita Ramadhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemanan, kita sering kali dihadapkan pada permasalahan yang cenderung membuat kita terpojok pada sisi yang dilematis. Masalah ini biasanya berupa pertanyaan yang sering muncul pada pikiran kita apabila kita ingin mengutarakan sesuatu tentang hal yang tidak kita sukai pada teman, saudara, sahabat, ataupun pacar kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kita sering berfikir, &quot;kalau hal ini ku katakan padanya, dia marah gak ya?&quot;, &quot;apa nanti aku gak terkesan menyepelekannya?&quot;, &quot;jangan-jangan, kalau ku katakan dia akan memutuskan hubungannya denganku?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk menghentikan keadaan yang dilematis seperti ini, batasan antar teman itu ternyata amat sangat diperlukan. Memang pada awalnya sikap seperti ini cenderung mengarah kepada keegoisan, dan orang-orang akan beranggapan kalau kita ini teman yang tidak bisa diandalkan. Namun sebenarnya ini anggapan yang keliru. Batasan ini dibuat bukan untuk membiarkan teman kita dalam kesusahan, tapi kita ingin membuat teman kita itu menjadi mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini akan saya utarakan beberapa langkah dalam membuat batasan dalam sebuah hubungan, baik itu teman, saudara, hubungan bisnis, ataupun percintaan. Hal ini saya kutip dari surat kabar harian terbitan India, Hindustan Times tanggal 22 Desember 2005, yang setelah saya baca ternyata sangat membantu kita untuk memecahkan persoalan di atas. Berikut kutipannya yang sudah saya interpretasikan sesuai dengan pemahaman saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lima langkah yang bisa di lakukan dalam membuat batasan dalm sebuah hubungan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Mulailah membuat batasan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam langkah ini, mulailah memilah hal-hal mana saja yang bisa anda tolerir, sehingga and tidak terjebak pada situasi yang dilematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Ketahuilah perasaan anda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita merasa bingung, apakah pantas kalau kita marah. Jadi sebelumnya, kita harus mengetahui lebih dahulu apa penyebab kemarahan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Tentukan arah batasan anda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam langkah ini, anda juga harus memikirkan waktu dan perasaan anda. Kapan anda memutuskan untuk membantu teman anda atau sekedar membuat perasaannya menjadi tenang. Misalnya: Anda harus pergi lima menit lagi karena anda sudah ada janji dengan relasi anda dan pertemuan ini amat penting. Namun tiba-tiba teman anda menelpon dan ingin mencurahkan segala permasalahan yang sedang dihadapinya. Dalam hal ini anda harus tegas, karena anda juga punya rutinitas yang jauh lebih penting daripada sekedar curhat. Anda bisa mengatakan, &quot;maaf ya, aku harus pergi karena ada pertemuan penting, nanti aja telp lagi.&quot; Cenderung kasar memang, tapi apa boleh buat, namanya juga keadaan memaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Utarakan batasan itu dengan jelas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, masalah yang amat rumit dan sangat sensitif dalam pergaulan adalah apabila menyangkut dengan keuangan. Kalau kita terlalu &#39;strength&#39;, kita dikatakan pelit, tapi kalau gak malah kita yang di&#39;kadal&#39;in. Biasanya ini terjadi dalam masalah hutang-piutang. Misalnya: Teman anda meminta pinjaman pada anda sebesar Rp. 500.000,-. Ketika anda memberikan pinjaman, anda harus mengatakan dengan jelas kapan hutang tersebut harus dibayar. &quot;Aku berikan pinjaman, tapi dengan syarat kamu harus melunasinya dalam tempo satu bulan.&quot; Atau dalam kasus lain, ada teman anda yang membutuhkan tumpangan tempat tinggal untuk satu bulan. Anda boleh saja membantunya, bahkan harus karena anda temannya. Namun, anda juga harus memberikan tenggang waktu yang jelas. &quot;Kamu boleh tinggal di tempatku dalam sebulan ini sambil kamu mencari tempat tinggalmu yang baru, tidak lebih.&quot; Terlihat arogan memang, tapi dengan cara ini,anda bisa mendidik teman anda agar lebih bertanggung jawab dengan kehidupan pribadinya, tidak tergantung pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Bersikap tegaslah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam membuat batasan, anda harus konsisten dengan batasan yang telah anda tetapkan. Anda yang membuat peraturan, dan anda jugalah yang harus konsisten dengan peraturan yang anda buat. Misalnya: Kemudian pada waktu yang telah ditentukan dia membayar pinjamannya,namun hanya sebesar Rp. 300.000,-. Lalu dia ingin pinjam lagi sebesar Rp. 100.000,-. Anda harus mengatakan &#39;tidak&#39;, dan pasti teman anda akan mengatakan, &quot;ayolah, pinjamin aku seratus ribu aja, aku ada keperluan penting nih. Kalau kamu memang perduli sama pertemanan kita, kamu pasti minjamin.&quot; Anda jangan terpengaruh denga perkataan teman anda ini. Anda harus tetap mengatakan &#39;tidak&#39;, bukan karena anda tidak perduli dengannya, namun karena anda sangat perduli makanya anda berbuat demikian. Karena kalau anda memberikannya, anda akan membuatnya terjerumus dalam hutang yang semakin banyak, dan mungkin dia akan kesulitan membayarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kelima langkah yang bisa diterapkan dalam membuat batasan dalam pergaulan. Semuanya berpulang kepada pembaca, apakah anda setuju atau tidak. Namun menurut pendapat saya, walaupun terkesan arogan dan egois batasan itu amat diperlukan walaupun saya sendiri juga sulit untuk menerapkannya. Tapi segala sesuatu itu harus dicoba kan, bagaimana dengan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/113570446331846754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/113570446331846754?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113570446331846754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113570446331846754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2005/12/tips-batasan-dalam-pergaulan.html' title='Tips: Batasan dalam Pergaulan'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-113551267749415919</id><published>2005-12-25T03:28:00.000-08:00</published><updated>2005-12-25T04:11:17.506-08:00</updated><title type='text'>Obrolan: Kopi dan Terasi</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/1600/coffee.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; height=&quot;110&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/400/coffee.jpg&quot; width=&quot;103&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Kopi dan Terasi, Apa Hubungannya?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Yunita Ramadhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui, kedua kata di atas (kopi dan terasi) sama sekali tidak saling terkait baik dari segi bentuk maupun rasa. Namun ada hal yang menurut saya sangat lucu mengenai kopi dan terasi ini, dan hal itu akan berusaha saya sampaikan dalam bentuk obrolan santai. Bagi yang berminat ingin mengetahui ada apa sih sebenarnya antara kopi dan terasi, apa ada hubungannya antara kopi dan terasi, silahkan baca obrolan santai di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bermula ketika salah seorang teman saya ingin membuat nasi goreng untuk sarapan kami. Salah satu teman saya, sebut saja namanya si A, meminta terasi yang dititipkannya kepada teman saya yang lain, sebut saja si B. Hari itu Rabu pagi tanggal 21 Desember 2005. Dua orang teman saya, si A dan si C yang kebetulan satu kampus, akan berangkat kuliah. Namun tiba-tiba teman saya si B ingin membuat nasi goreng untuk sarapan, karena kami semua pada saat itu sedang kelaparan. Kemudian si A nyeletuk: &quot;Ya bener tuh, aku juga laper. Tapi buatnya pakai terasi dikit, biar lebih legit. Terasinya ada sama kamu kan?&quot; tanya si A kepada si B. Aku dan temenku si C cuma diam aja. Lalu si B menjawab: &quot;Terasi? yang di botol itu terasi toh?&quot; Si A menjawab: &quot;Ya iya. Terasinya dihancurin terus aku masukin ke botol.&quot;&lt;br /&gt;Kemudian aku nanya ke si B, &quot;Lho koq heran? emangnya ada apa?&quot; Kemudian sambil tertawa si B menjawab, &quot;Gak, aku kirain itu kopi.&quot; Kemudian temenku si C nyambung: &quot;Jadi dah sempat diminum?&quot; Lantas si B berkata, &quot;Belum sih, cuma nyaris.&quot; Karena penasaran akupun ikut nimbrung, &quot;Koq nyaris, gimana ceritanya?&quot; Setelah tertawanya selesai temenku si B mulai bercerita. &quot;Gini, waktu itu aku lihat ada botol nescafe di atas meja, wah kebeneran nih ada kopi, pas banget. Karena kedinginan,spontan aja bayangan kopi panas terasa begitu nikmatnya. Kemudian aku panasin air, ku taruh kopi dan gula ke dalam gelas. Setelah airnya mendidih, ku tuanglah air ke dalam gelas. Nah...setelah kutuang aku heran, lho koq bau terasi, darimana asalnya? pikirku sambil terus mengaduk air seduhan kopi tadi. Setelah kucari-cari ternyata baunya datang dari gelasku. Ya ampun, ternyata itu bukan kopi tapi terasi, ya udah kubuang aja.&quot; Karena sudah menahan ketawa sedari tadi, aku dan dua orang temanku pun tertawa terbahak-bahak, termasuk si B dengan wajah yang bersemu merah dia pun ikut tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu aku berfikir, ternyata kopi dan terasi ada hubungannya. Untung saja Tuhan menciptakan kopi dan terasi dengan aroma yang berbeda, bayangin aja kalau sama, bisa-bisa di warkop(warung kopi) pinggir jalan tidak hanya tersedia kopi dan teh panas, tapi juga terasi panas, ha...ha...ha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tips dari saya buat semuanya, apabila anda terbiasa menggunakan botol sebagai wadah untuk kopi dan terasi, buatlah perbedaan misalnya dengan memberikan label pada botol masing2 dengan tulisan kopi dan terasi, karena kalau tidak, kejadian di atas mungkin berulang kepada anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila teman saya yang bersangkutan membaca cerita ini, saya harap jangan marah ya, inikan cuma candaan aja,ok? Esmile...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/113551267749415919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/113551267749415919?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113551267749415919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113551267749415919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2005/12/obrolan-kopi-dan-terasi.html' title='Obrolan: Kopi dan Terasi'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-113492087195984668</id><published>2005-12-18T07:33:00.000-08:00</published><updated>2005-12-18T07:47:51.980-08:00</updated><title type='text'>Cerpen: Balada Cinta Tak Terungkap</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/1600/zie.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 113px; CURSOR: hand; HEIGHT: 124px&quot; height=&quot;114&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/400/zie.jpg&quot; width=&quot;118&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Balada Cinta Tak Terungkap&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Yunita Ramadhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinginnya angin malam membuatku tersadar dari rasa kantuk yang sudah menderaku dari dua jam yang lalu. Kulihat ke arah dinding jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Di sekelilingku sudah tidak ada yang bersuara, ruangan ini terasa amat sunyi. Hanya ada suara jam dinding yang berdetak, ditemani dengan suara tetesan air dari jarum infus yang menggantung disertai dengan detakan alat pendeteksi nadi, dan suara tarikan nafas yang naik turun dari balik masker oksigen. Ku amati tubuh lemah di depanku yang sedang berbaring tak berdaya di atas tempat tidur dimana aku merebahkan kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ku amati tubuh itu dengan penuh rasa haru. Ingin rasanya aku keluarkan semua perasaan yang ada di dadaku, namun apa gunanya? Tubuh itu tak akan bisa bersuara, dia hanya bisa diam tanpa menjawab. Seribu rasa penyesalan berkecamuk di dadaku, seperti bom waktu yang sebentar lagi akan meledak. Ku amati tubuh itu dengan lebih seksama. Tubuh itu, tubuh lemah seorang Sinta, sedang bersusah payah menarik nafas dari balik masker oksigen agar tetap bisa melihat indahnya dunia. Tanpa kusadari, pikiranku pun melayang pada saat pertama kali aku mengenalnya sampai akhirnya semua peristiwa ini terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu pertengahan bulan Juli sedang berlangsung masa orientasi di kampusku. Kebetulan aku menjadi salah satu panitia ospek dimana pada saat itu Sinta baru bergabung di kampusku alias mahasiswi baru. Semuanya berjalan lancar tanpa ada keributan, sampai tiba-tiba dari kejauhan...&lt;br /&gt;“Tolong...tolong...ada yang pingsan nih.” Terdengar suara seorang mahasiswi sedang berteriak minta tolong.&lt;br /&gt;“Ada apa tuh Ton?” tanya Bobi,temanku.&lt;br /&gt;Tanpa menjawab, Aku dan Bobi langsung berlari ke arah teriakan berasal.&lt;br /&gt;“Kenapa ini?” tanyaku. “Capat bantu aku! Bawa dia ke ruang perawatan.&lt;br /&gt;Sesampainya di ruang perawatan, ku baringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Nafasnya terdengar naik turun. Ku sapukan alkohol ke hidungnya, dan syukurlah akhirnya dia sadar juga.&lt;br /&gt;“Kamu kenapa?” tanyaku. “Gak papa kak, mungkin karena belum sarapan,” jawabnya dengan lembut.&lt;br /&gt;“Pantesan. Lain kali sarapan dulu baru pergi,” sahutku. “Sekarang kamu istirahat aja, gak usah ikutan ospek, ntar biar aku yang urus. Oh ya, nama kamu siapa?”tanyaku.&lt;br /&gt;“Sinta kak. Makasih banyak ya kak.”&lt;br /&gt;“Dasar Anton, gak bisa lihat yang bening dikit,” celoteh Bobi.&lt;br /&gt;“Diem lue,” jawabu sambil tersenyum dan melangkah pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, Aku dan Sinta semakin dekat. Kami sering pergi dan pulang bareng. Semua teman-teman kami mengira aku dan Sinta pacaran, padahal tidak. Kami memang selalu berbagi dalam hal apapun. Dia selalu mendukungku apabila aku benar dan mengkritikku kalau aku salah, demikian sebaliknya. Tidak pernah ada yang kami sembunyikan, apapun bentuknya, walau masalah yang amat pribadi sekalipun. Sinta sangat berarti bagiku. Aku tidak tahu apa ini cinta atau hanya sekedar rasa sayang kakak pada adiknya. Entahlah.... yang ku tahu hanyalah hari-hariku akan terasa sepi tanpa kehadirannya. Sampai akhirnya Bobi menginterogasiku.&lt;br /&gt;“Ton, sebenarnya kamu itu suka gak sih ama Sinta? Jangan gak jelas gitu. Kalau kamu emang suka, kamu harus milih dia apa pacarmu yang di Bandung, jangan dua-duanya kamu gantung begini, kasihan kan anak orang. Yang gentle dikit lah. Malah aku lihat Sinta itu sayang banget ama kamu, kelihatan koq dari sikapnya ke kamu.”&lt;br /&gt;“Itulah masalahnya Bob. Awalnya rasa sayangku padanya biasa-biasa aja, namun sekarang aku lebih menyayangi Sinta daripada pacarku yang di Bandung. Aku selalu ingin memberikan yang terbaik untuknya dan menjadikannya lebih baik dari sekarang. Aku juga tahu kalau dia itu sayang ama aku, tapi aku gak tahu harus apa. Sementara untuk memutuskan pacarku rasanya sulit, karena keluarga kami sudah terlalu dekat. Aku bingung!”&lt;br /&gt;“Kenapa harus bingung, ikuti aja apa kata hatimu karena yang ku tahu kata hati itu gak akan pernah berbohong. Kalau soal keluarga, kamu ngomong aja baik-baik, aku yakin mereka bakalan ngerti koq. Orang tuakan selalu ingin anaknya bahagia. Percaya deh ama aku.”&lt;br /&gt;“Ok deh, aku akan memikirkannya benar-benar, thanks ya.”&lt;br /&gt;“It’s ok man, that’s what friends are for,” tambahnya. Temanku yang satu ini memang teman yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu minggu sudah berlalu, dan akupun telah memutuskan apa yang akan kulakukan. Kuputuskan untuk pulang ke Bandung untuk menceritakan semuanya. Keputusanku sudah bulat, aku akan memilih Sinta. Tapi hal ini belum kuutarakan padanya karena aku ingin memberikannya kejutan. Ku katakan padanya kalau aku harus ke Bandung karena ada urusan keluarga. Sesampainya di Bandung, kukatakan pada orang tuaku tentang rencanaku. Awalnya mereka menentang, namun setelah ku jelaskan permasalahannya, akhirnya mereka mau mengerti dan mendukungku. Dengan syarat, Ranti (pacarku) dan keluarganya gak keberatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku memberanikan diri untuk menemui Ranti dan keluarganya. Kedua orang tuaku ikut bersamaku. Sama halnya dengan kedua orang tuaku, awalnya orang tua Ranti sangat marah padaku dan memaki-maki aku. Aku maklum, namanya juga orang tua, mereka pasti marah kalu anaknya disakiti. Sementara Ranti hanya diam. Kemarahan mereka mereda setelah ku jelaskan kalau Ranti akan lebih terluka kalau hubungan kami tetap dilanjutkan. Dan tiba-tiba Ranti angkat bicara...&lt;br /&gt;“Pak, Bu, mas Anton benar. Ranti akan lebih terluka kalau mas Anton mengkhianati Ranti. Biar bagaimanapun ini jauh lebih baik. Lagipula, kalau dipaksakan hasilnya tidak akan baik. Tidak akan pernah ada rasa saling sayang yang tulus diantara kami. Biarlah mas Anton bersama yang lain. Bapak dan Ibu kan sudah berusaha menjodohkan kami, namun Tuhan berkata lain, lantas kita bisa apa? Dan buat mas Anton, Ranti ikhlas koq kalau ini semua harus berakhir.”&lt;br /&gt;Aku terkejut dengan apa yang dikatakan Ranti barusan.&lt;br /&gt;“Be...be...benar kamu ikhlas?” tanyaku terbata-bata sambil menatap wanita bijak dihadapanku dengan penuh kekaguman. Sikap bijaksananya inilah yang membuatku menerima perjodohan kami.&lt;br /&gt;“Benar.”&lt;br /&gt;Sekali lagi aku terdiam beberapa saat.&lt;br /&gt;“Terima kasih banyak ya Ran, dan maafin mas kalau keputusan mas menyakiti perasaan Ranti.”&lt;br /&gt;“Ranti gak papa koq mas. Mas gak salah, lagian cinta itu kan hak pribadi setiap orang,” ujarnya sambil tetap tersenyum.&lt;br /&gt;Kemudian aku dan keluargaku pamit pada Ranti dan keluarganya. Aku tak henti-hentinya memohon maaf dan memohon agar hubungan dua keluarga yang sudah terjalin jangan sampai putus. Ku ucapkan ribuan terima kasih pada Ranti yang sudah mau mengerti akan keputusanku. Kemudian Ranti dan keluarganya mengatakan bahwa hubungan keluarga kami akan baik-baik saja, aku tak perlu khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemudian kuputuskan untuk kembali ke Jakarta karena aku sudah gak sabar lagi ingin menemui Sinta dan mengutarakan isi hatiku. Namun sesampainya di Jakarta, bukannya kabar baik yang kuterima. Maksud hati ingin memberikan kejutan, tapi malah berbalik menjadi keterkejutanku.&lt;br /&gt;“Sintanya ada bik?” tanyaku pada pekerja di rumah Sinta ketika aku sampai di rumahnya.&lt;br /&gt;“Eeh mas Anton. Mbak Sintanya gak ada, kan lagi di rumah sakit Cipto,” jawab si bibi.&lt;br /&gt;“Lho, siapa yang sakit bik?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Mas Anton gak tahu toh? Dua hari yang lalu mbak Sinta pingsan dan di bawa ke rumah sakit. Katanya Ibu sih sampai sekarang belum sadar, lagi koma kalau gak salah,” ujar si bibi dengan lugunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ba-bi-bu lagi, aku langsung beranjak pergi tanpa memperdulikan teriakan si bibi. Tujuanku hanya satu, rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, kulihat orang tua Sinta sedang terduduk lesu tak berdaya di depan ruangan ICU. Dari sinilah awal penyesalan itu datang.&lt;br /&gt;“Ada apa dengan Sinta om, koq tiba-tiba anfal? Waktu saya pergi kemarin sepertinya dia gak papa,” tanyaku pada papanya Sinta. Mereka hanya diam tanpa bisa menjawab, sampai akhirnya kutanyakan sekali lagi, baru mereka menjawab.&lt;br /&gt;“Sinta memang sering seperti ini nak Anton, tapi kali ini yang terparah,” jawab papanya.&lt;br /&gt;“Sering? Ada apa sebenarnya om?”&lt;br /&gt;“Sebenarnya...sebenarnya...” Setelah menarik nafas panjang, papanya Sinta melanjutkan ucapannya. “Sebenarnya Sinta sudah terjangkit Leukimia sejak SMP dulu. Kami sudah membawanya berobat kemana-mana, tapi nihil,” ujar papanya sambil berusaha menahan air mata.&lt;br /&gt;Lututku langsung lemas seketika, jantungku seakan berhenti berdetak. Ini benar-benar kejutan yang amat sangat mengejutkanku. Leu...leu...leukimia? Ya Tuhan, kenapa? Sintaku sayang...sesalku dalam hati. Ku alihkan pandanganku ke dalam ruangan melalui bagian pintu transparan. Kulihat Sinta terbaring dikelilingi dengan berbagai macam alat-alat kedokteran yang entah apa namanya aku tak tahu. Sadarlah Sinta, ujarku dalam hati. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, sadarlah sayangku... Penyesalanku semakin bertambah ketika orang tua Sinta mengatakan padaku kalau selama ini Sinta sangat menyayangiku, namun tak berani mengatakannya dengan alasan penyakit yang dideritanya. Dia hanya bisa mencurahkan perasaannya pada orang tuanya dan pada buku hariannya yang kini sudah berada di tanganku. Orang tuanya yang memberikan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Nak Anton, bangun, makan dulu. Kamu kan belum makan dari tadi. Dah jam 11 nih.” Terdengar suara seorang wanita memanggilku. Ya ampun...rupanya aku tertidur. Mungkin karena terlalu asyiknya melamun, tanpa sadar aku tertidur.&lt;br /&gt;“Eeh iya tante, ntar lagi aja, masih kenyang, tadi sore dah makan di kampus,” jawabku sambil membetulkan posisi dudukku.&lt;br /&gt;“Ooh ya sudah, tapi kalau dah lapar makan aja, ntar sakit lagi.”&lt;br /&gt;“Iya tante.”&lt;br /&gt;Suasana kembali sunyi seperti semula. Kulihat Sinta masih belum sadarkan diri. Ku tatap dia dengan penuh rasa sayang. Sadarlah Sinta... Ya Tuhan, sadarkanlah Sinta, izinkanlah kami berbagi kasih sayang, izinkanlah aku mengatakan apa yang kurasakan padanya, agar dirinya tahu bahwa aku juga sangat menyayanginya, aku gak mau kehilangan dia, doaku dalam hati. Seandainya aku tidak terlalu lama mengambil keputusan semuanya mungkin tidak akan seperti ini. Seandainya aku mengatakannya lebih awal mungkin aku bisa membuatnya bahagia, bukannya malah membiarkannya menderita menahan perasaannya sendiri sampai akhirnya dia anfal. Ya Tuhan, aku menyesal, aku memang bodoh. Seandainya waktu dapat kuputar kembali... Seandainya... Seandainya... Aku berusaha menahan air mataku. Namun tiba-tiba...&lt;br /&gt;“Om, tante! Sinta bergerak, dia sadar! Saya akan panggil dokter,” teriakku setelah keluar dari ruang ICU. “Apa? Sinta sadar?” kedua orang tua malang itu langsung berlari ke tempat tidur Sinta. Aku pun dengan segera berlari disepanjang lorong rumah sakit untuk memanggil dokter. Aku dan dokter yang menangani Sinta pun kembali ke ruang ICU sambil berlari. Namun ketika dokter memeriksa keadaan Sinta....&lt;br /&gt;“Pak, Bu, nak Anton, maafkan saya,” kata sang dokter sambil menggeleng-gelengkan kepala.&lt;br /&gt;“Apa maksud anda?” tanyaku. “Tadi kami lihat Sinta bergerak.”&lt;br /&gt;“Saya tahu, mungkin itulah saat terakhirnya. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkata lain, maaf,” ujar sang dokter.&lt;br /&gt;Kami semua terdiam. Kedua orang tua Sinta saling berpelukan sambil menangis karena anak mereka satu-satunya sudah dipanggil yang maha kuasa. Oh Tuhan, tidak! Kenapa harus begini? Tidak, tidak, tidaaaaaaakkkk!!!!!!! Teriakku sambil berlari keluar ruangan. Tak kuperdulikan teriakan orang tua Sinta yang memanggilku. Aku menuju ke tempat dimana sepeda motorku terparkir. Ku hidupkan mesin dan langsung tancap gas tanpa tujuan yang pasti. Di sepanjang jalan aku terus berteriak mengeluarkan semua penyesalan yang ada di dadaku. Sinta maafkan aku... Kalaupun ini harus terjadi setidaknya kamu tahu kalau aku juga mencintaimu dan mungkin kamu akan bahagia walau hanya sebentar, tidak seperti sekarang, ini semua salahku! Tidaaaakkkkk!!!!!teriakku sekali lagi, aku tidak perduli dengan situasi jalan raya yang masih ramai. Semua kenangan itu terlintas dalam pikiranku tanpa terkecuali. Semua candanya, kelembutannya, pengertiannya, kasih sayang yang ditunjukkannya padaku, semuanya...semuanya... Oh Tuhan...alangkah bodohnya aku, kutukku dalm hati. Aku terus melajukan sepeda motorku dengan kecepatan tinggi. Semua rasa penyesalan itu terus hadir secara bergantian dalam kepalaku. Sampai tiba-tiba... “Aaakkhh...” aku dan motorku terguling-guling ke luar jalan raya. Beberapa menit kemudian, aku terbangun. Kulihat masyarakat sudah ramai disekelilingku, tubuhku penuh darah. Namun....dari kejauhan kulihat seseorang mirip Sinta. Aku tidak perduli dengan keramaian disekitarku dan darah di tubuhku. Ku dekati orang itu. Ya ampun...itu memang Sinta!&lt;br /&gt;“Sinta? Ini kamu?” ku peluk tubuhnya dengan erat penuh kerinduan. Tapi Sinta hanya diam. Dia mengajakku pergi dari tempat itu, dan tentu saja aku memenuhi permintaannya. Aku dan Sinta beranjak pergi meninggalkan tempat itu, tempat dimana sekumpulan masyarakat sedang mengerubungi sesosok tubuh yang tergeletak kaku penuh luka sambil bertanya-tanya siapa gerangan pria ini. Dan tak jauh dari tubuh tak bernyawa itu terlihat sebuah sepeda motor yang sudah hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;*** T A M A T ***&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/113492087195984668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/113492087195984668?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113492087195984668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113492087195984668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2005/12/cerpen-balada-cinta-tak-terungkap.html' title='Cerpen: Balada Cinta Tak Terungkap'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-113455185422967338</id><published>2005-12-14T01:11:00.000-08:00</published><updated>2005-12-20T09:34:25.823-08:00</updated><title type='text'>Puisi: Hati Lemah Seorang Hawa</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/1600/kamu.1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 112px; CURSOR: hand; HEIGHT: 117px&quot; height=&quot;105&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/400/kamu.1.jpg&quot; width=&quot;117&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;HATI LEMAH SEORANG HAWA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Yunita Ramadhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesosok adam hadir menjelma&lt;br /&gt;Menyelusup ke dalam relung sukma&lt;br /&gt;Menelusuri ruang demi ruang&lt;br /&gt;Seiring detak jantung yang berdentang&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekosongan berganti kesenangan&lt;br /&gt;Kehampaan berganti kehangatan&lt;br /&gt;Kesunyian sirna tiada&lt;br /&gt;Kebahagiaan datang berirama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap waktu menjadi berharga&lt;br /&gt;Setiap kata terasa bermakna&lt;br /&gt;Mengalir bagai butiran air&lt;br /&gt;Terasa sejuk bagai salju yang mencair&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah anugerah itu?&lt;br /&gt;Anugerah yang tak pernah ku tahu&lt;br /&gt;Yang datang kian merasuk&lt;br /&gt;Bagai anak panah yang menusuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Engkau yang maha tahu&lt;br /&gt;Jadikanlah ini takdir akhirku&lt;br /&gt;Takdir indah yang bertahta&lt;br /&gt;Di hati lemah seorang hawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Thursday, December 08, 2005&lt;br /&gt;New Delhi, INDIA&lt;br /&gt;10.50 pm.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/113455185422967338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/113455185422967338?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113455185422967338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113455185422967338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2005/12/puisi-hati-lemah-seorang-hawa.html' title='Puisi: Hati Lemah Seorang Hawa'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-113455144546483548</id><published>2005-12-14T01:05:00.000-08:00</published><updated>2005-12-20T09:27:58.326-08:00</updated><title type='text'>Puisi: Asa dan Masa</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/1600/spring.0.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 124px; CURSOR: hand; HEIGHT: 126px&quot; height=&quot;140&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/400/spring.jpg&quot; width=&quot;135&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;ASA &amp;amp; MASA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Yunita Ramadhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kesunyian malam&lt;br /&gt;Sendiriku dalam diam&lt;br /&gt;Hanya bisa ku menatap&lt;br /&gt;Tanpa bisa tuk berucap&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya langit, bintang dan bulan&lt;br /&gt;Menyibakkan tabir kenangan&lt;br /&gt;Yang tak henti ku kenang&lt;br /&gt;Walau waktu kian menjelang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyuman indah tatapan syahdu&lt;br /&gt;Sentuhan hangat membakar kalbu&lt;br /&gt;Akankah lagi dapat ku rengkuh&lt;br /&gt;Kehangatan hati yang kian jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahkah ini di akhirnya?&lt;br /&gt;Semua terserah pada-Nya&lt;br /&gt;Namun satu yang ku tahu&lt;br /&gt;Ku kan menunggu&lt;br /&gt;Hingga terhentinya putaran waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tuesday, December 06, 2005&lt;br /&gt;New Delhi, INDIA&lt;br /&gt;10.00 pm.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/113455144546483548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/113455144546483548?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113455144546483548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113455144546483548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2005/12/puisi-asa-dan-masa.html' title='Puisi: Asa dan Masa'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-113455101320918268</id><published>2005-12-14T00:52:00.000-08:00</published><updated>2005-12-20T09:28:32.800-08:00</updated><title type='text'>Puisi: Kerinduan</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/1600/autumn.0.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 112px; CURSOR: hand; HEIGHT: 113px&quot; height=&quot;95&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/400/autumn.jpg&quot; width=&quot;114&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;KERINDUAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Yunita Ramadhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat hari mulai berlalu&lt;br /&gt;Melayangku ke masa lalu&lt;br /&gt;Kau selalu ada di dekatku&lt;br /&gt;Kapanpun aku membutuhkanmu&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau menatapku dengan syahdu&lt;br /&gt;Melalui tatapan matamu yang sendu&lt;br /&gt;Kau hibur kegundahanku&lt;br /&gt;Melalui derai tawamu yang lucu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kita terpisah jarak dan waktu&lt;br /&gt;Ku hanya mampu merindumu&lt;br /&gt;Tanpa bisa menatapmu&lt;br /&gt;Tanpa bisa menyentuhmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapankah ini akan berlalu?&lt;br /&gt;Ku hanya bisa menunggu waktu&lt;br /&gt;Tuk berlari ke arahmu&lt;br /&gt;Memelukmu...melepas kerinduanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Especially for:&lt;br /&gt;My best friend who misses someone that he loves very much.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;New Delhi, November 29, 2005&lt;br /&gt;JMI, New Delhi, INDIA&lt;br /&gt;Around 12.30 pm.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/113455101320918268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/113455101320918268?isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113455101320918268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113455101320918268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2005/12/puisi-kerinduan.html' title='Puisi: Kerinduan'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-113449486391839682</id><published>2005-12-13T09:27:00.000-08:00</published><updated>2006-01-10T03:25:26.870-08:00</updated><title type='text'>Cerber: Psikopat dan Perpustakaan (1)</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/1600/rain2.0.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 103px; CURSOR: hand; HEIGHT: 100px&quot; height=&quot;106&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/400/rain2.0.jpg&quot; width=&quot;116&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;PSYCHOPATH AND LIBRARY (1)&lt;br /&gt;By: Yunita Ramadhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tik...tik...tik...&lt;br /&gt;Kudengar suara air menitik di atas atap gedung. Ah sial...!pikirku. Kenapa hujannya harus turun sekarang, apa gak bisa sebentar lagi. Malah tugasku belum selesai, ‘dead line’ semakin dekat. Aku harus segera pulang sebelum hujan bertambah deras, dan semakin larut. Aku tidak berani berlama-lama di sini. Dasar emang lagi sial, tiba-tiba listrik di perpustakaan ini mati, menambah seramnya suasana yang memang udah seram dari awalnya. Come on Joe, hurry up!pikirku. Benahi semua bukumu dan pergi dari tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun terburu-buru membereskan semua bukuku dan segera beranjak dari tempat dudukku menuju pintu keluar. Sambil berjalan ke arah gerbang utama kampusku, aku kembali teringat ke cerita salah satu temanku satu minggu yang lalu, satu bulan semenjak pertama kali menginjakkan kaki di salah satu kampus di kota kembang ini.&lt;br /&gt;“Hi, kamu anak baru ya? Kenalin nama saya Anti, kamu?”tanyanya. Hari itu tanggal 17 Juli 2003, tepatnya jam 7 malam di perpus (red: perpustakaan), seorang mahasiswi mendatangi tempat dudukku sambil memperkenalkan diri.&lt;br /&gt;“Ya, namaku Joyce, biasa dipanggil Joe,”jawabku.&lt;br /&gt;“Ooo... fakultas apa?”&lt;br /&gt;“Fakultas Sastra.”&lt;br /&gt;“Sama donk. Semester berapa?”&lt;br /&gt;“Semeter III.”&lt;br /&gt;“Berarti kamu juniorku, aku semester V. BTW, kamu pindahan darimana?”&lt;br /&gt;“Dari Surabaya,”jawabku singkat.&lt;br /&gt;“Lagi buat tugas ya?”&lt;br /&gt;“Gak, hanya cari bahan buat presentasi besok, dah selesai koq.”&lt;br /&gt;Kemudian, aku membenahi semua buku dan alat tulisku.&lt;br /&gt;“Mau pulang sekarang? Bareng yuk,” ajaknya.&lt;br /&gt;“Ya nih, ntar kemalaman susah dapat bis.”&lt;br /&gt;Aku dan Anti, teman baruku, melangkah keluar dari perpus menuju gerbang kampus.&lt;br /&gt;“Aku perhatikan kamu rajin sekali ke perpus, sampai malam lagi, hobi baca ya Joe?”&lt;br /&gt;“Ya, aku memang suka baca dari kecil. Kenapa?”&lt;br /&gt;“Gak apa-apa sih. Tapi, diantara semua mahasiswi di kampus ini, khususnya anak baru, hanya kamu yang berani berlama-lama di perpus sampai malam hari.”&lt;br /&gt;“Memangnya ada apa? Apa ada masalah?”tanyaku. Tanpa terasa kami sudah sampai di halte bis.&lt;br /&gt;“Gak ada sih, tapi... Wah bisku sudah datang nih, see you...”&lt;br /&gt;“Hey tunggu, tapi apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat Anti sudah masuk ke dalam bis. Tak berapa lama bis yang menuju rumahku pun lewat. Sepanjang perjalanan aku bertanya-tanya, ada apa sebenarnya. Kenapa mahasiswi di kampusku gak ada yang berani di perpus sampai malam, ada apa ini? Ah, mungkin Anti cuma bercanda, berusaha menakut-nakutiku. Sudahlah Joe, jangan terlalu dipikirkan, ujarku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar sial! Sudah hampir satu jam aku berdiri di halte bis, namun tak ada satupun bis jurusan rumahku yang lewat. Hujan turun semakin deras. Tiba-tiba sebuah sedan melintas di depanku dan berhenti mendadak kemudian mundur ke arahku. Kaca mobil dibuka dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hi Joe, baru mau pulang? Ayo bareng, ntar aku anterin. Ayo masuk, hujannya makin deras nih.”&lt;br /&gt;“Eh Anti. Gak usah, ntar lagi bisnya lewat koq.”&lt;br /&gt;“Sudahlah, ayo buruan!gak usah sungkan, ayo!”&lt;br /&gt;Pintu mobil terbuka. Ya sudahlah pikirku, hari juga dah tambah larut.&lt;br /&gt;“Apa kabar Anti?”tanyaku di dalam mobil. “Dah lama gak kelihatan.”&lt;br /&gt;“Ya nih, dah satu minggu ini aku gak ke kampus. Aku pergi ke Yogya karena ada sepupuku yang mau nikah, ya sekalian menghilangkan kejenuhan, boring belajar terus.”&lt;br /&gt;“Ooh, asyik donk!”&lt;br /&gt;“Ya begitulah. Di depan belok apa terus nih Joe?”&lt;br /&gt;“Di depan belok kiri, lalu terus. Simpang lampu merah yang ketiga belok kanan, lurus. Rumahku yang pagar biru di sebelah kiri no.52.”&lt;br /&gt;“I’ll get it!”&lt;br /&gt;Dalam perjalanan, pikiranku kembali ke satu minggu yang lalu, ke cerita Anti yang masih mengambang.&lt;br /&gt;“An, aku mau nanya nih.”&lt;br /&gt;“Tanya apa?”&lt;br /&gt;“Satu minggu yang lalu kamu pernah bilang hanya aku yang berani pulang malam dari perpus. Emangnya ada apa?”&lt;br /&gt;Anti terdiam tanpa bisa menjawab pertanyaanku. Cukup lama ia terdiam sampai akhirnya aku menegurnya.&lt;br /&gt;“Anti, kenapa?”&lt;br /&gt;“Eh...anu...eh...gak ada apa-apa koq. Aku hanya nanya aja, biasanya cewek kan takut pulang malam, itu aja koq.”&lt;br /&gt;“Ehm...”&lt;br /&gt;Hanya karena itu? Apa iya? Aku rasa ada yang disembunyikan oleh seniorku yang satu ini, gambaran itu terlihat jelas dari pancaran matanya yang berusaha menutupi sesuatu. Baiklah, pikirku, aku akan berusaha mencari jawabannya sendiri.&lt;br /&gt;“Berhenti Anti, ini rumahku, kita dah nyampe.” Cii...t, terdengar suara ban mobil yang berhenti mendadak.&lt;br /&gt;“Oops, sorry Joe, aku ngelamun.”&lt;br /&gt;“Gak apa-apa,”jawabku. “Kamu gak mampir dulu, minum teh sambil menghangatkan badan, lagian hujankan sudah berhenti.”&lt;br /&gt;“Lain kali aja Joe, dah malam nih! Dag....”&lt;br /&gt;“Ok deh, thanks a lot ya. Dag....”&lt;br /&gt;Aku berjalan menuju pintu rumahku sambil memikirkan apa gerangan yang Anti sembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya...&lt;br /&gt;Kring...kring...kring...&lt;br /&gt;Suara alarm berbunyi membangunkanku. Ya ampun, aku kesiangan! bisa telat ke kampus nih. Aku bergegas ke kampus ke kamar mandi, kemudian bersiap-siap berangkat ke kampus. Malah jalanan pakai acara macet lagi, bisa gak masuk kelas nih. Setelah beberapa lama akhirnya aku sampai di gerbang kampus. Wah gawat!dah telat 10 menit nih! Aku berlari-lari menuju kelasku. Sesampainya di kelas... Lho koq sepi? Anak-anak yang lain pada kemana? Hanya ada beberapa orang di dalam kelas.&lt;br /&gt;“Pagi Hani,” sapaku. “Koq sepi? emangnya pak Sastro gak masuk?”&lt;br /&gt;“Pagi Joe. Pak Sastro gak masuk, katanya sakit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bersambung...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat juga site ini:&lt;br /&gt;1.&lt;a href=&quot;http://http://goresanyuyun.blogspot.com/2005/12/cerber-psikopat-dan-perpustakaan-2.html&quot;&gt; Cerber 2 &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href=&quot;http://http://goresanyuyun.blogspot.com/2005/12/cerber-psikopat-dan-perpustakaan-3.html&quot;&gt;Cerber 3&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;3. &lt;a href=&quot;http://http://goresanyuyun.blogspot.com/2005/12/cerber-psikopat-dan-perpustakaan-4.html&quot;&gt;Cerber 4&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;4. &lt;a href=&quot;http://http://goresanyuyun.blogspot.com/2005/12/cerber-psikopat-dan-perpustakaan-5.html&quot;&gt;Cerber 5&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/113449486391839682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/113449486391839682?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113449486391839682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113449486391839682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2005/12/cerber-psikopat-dan-perpustakaan-1.html' title='Cerber: Psikopat dan Perpustakaan (1)'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-113449475655682717</id><published>2005-12-13T09:25:00.000-08:00</published><updated>2005-12-20T09:30:14.606-08:00</updated><title type='text'>Cerber: Psikopat dan Perpustakaan (2)</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/1600/pic.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 109px; CURSOR: hand; HEIGHT: 107px&quot; height=&quot;103&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/400/pic.jpg&quot; width=&quot;114&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt; PSYCHOPATH AND LIBRARY (2)&lt;br /&gt;By: Yunita Ramadhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooh... Han, aku boleh nanya gak?” Pikiranku kembali ke percakapanku dengan Anti tadi malam.&lt;br /&gt;“Boleh, mau nanya apa?”&lt;br /&gt;“Kamu kenal Anti anak semester V gak?”&lt;br /&gt;“Oh...mbak Anti. Kenal, kenapa?”&lt;br /&gt;“Satu minggu yang lalu aku ketemu dengan dia di perpus, katanya aku koq berani pulang malam dari perpus, emang ada apa sih Han?”&lt;br /&gt;Hani terdiam beberapa saat.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Han???”&lt;br /&gt;“Ya...eh...eh...”&lt;br /&gt;“Ada apa sih?”&lt;br /&gt;Sambil menarik nafas panjang, Hani mencoba menjawab pertanyaanku.&lt;br /&gt;“Bener kamu pengen tahu?”&lt;br /&gt;Aku menganggukkan kepala sambil berpikir ada apa sebenarnya.&lt;br /&gt;“Kira-kira 3 tahun yang lalu, ada seorang mahasiswi ditemukan meninggal di depan pintu perpus kampus, dengan luka 10 tusukan di sekitar dada dan perut.”&lt;br /&gt;Aku terkejut dan tubuhku tiba-tiba terasa hangat, seluruh bulu kudukku berdiri mendengar cerita temanku ini. Jantungku terasa hampir copot.&lt;br /&gt;“Setelah diselidiki, ternyata mahasiswi tersebut adalah mahasiswi baru dikampus ini.”&lt;br /&gt;“Kamu tahu darimana?”tanyaku.&lt;br /&gt;“Dari senior,”jawabnya.&lt;br /&gt;“Terus?”&lt;br /&gt;“Dan 2 tahun yang lalu terjadi peristiwa yang sama dengan ciri luka yang sama, korban dengan status yang sama yaitu mahasiswi baru pindahan dari Surabaya dan suka berlama-lama di perpus sampai malam. Kemudian peristiwa yang sama terjadi lagi tahun lalu.”&lt;br /&gt;Mahasiswi baru? Pindahan dari Surabaya? Suka ke perpus? Ya ampun, aku kah yang berikutnya? Pikiran itu melintas di kepalaku.&lt;br /&gt;Kami sama-sama terdiam beberapa saat. Aku menarik nafas panjang, sambil berusaha menenangkan detak jantungku yang naik turun tak berirama. Kerongkonganku terasa kering. Sepatah katapun tak keluar dari mulutku. Akupun mengerti tentang apa yang dikatakan Anti satu minggu yang lalu.&lt;br /&gt;“Kenapa Joe, koq diam? Kaget ya?”&lt;br /&gt;“Eh...ah...eh...ya begitulah.”&lt;br /&gt;“Emang kamu belum pernah dengar ceritanya ya Joe?”&lt;br /&gt;“Belum. Trus apa pembunuhnya tertangkap?”&lt;br /&gt;“Sampai sekarang belum. Polisi juga belum bisa menyimpulkan siapa pembunuhnya. Pelakunya terlalu lihai. Polisi menduga pelakunya adalah satu orang yang sama, dan mungkin pelakunya adalah seorang psikopat yang membunuh seseorang tanpa alasan yang jelas.”&lt;br /&gt;“Apa mungkin pelakunya mahasiswa atau mahasiswi kampus ini juga?”&lt;br /&gt;“Gak tahu, mungkin juga sih.”&lt;br /&gt;“Koq mungkin? Apa kalian punya prediksi sendiri?”&lt;br /&gt;“Begitulah. Kebanyakan anak mengira kalau pelakunya adalah Sammy. Kamu tahu Sammy gak?”&lt;br /&gt;“Sammy anak semester VII yang pendiam dan jarang bergaul itu kan?”&lt;br /&gt;“Ya benar.”&lt;br /&gt;“Koq bisa Sammy apa alasannya?”&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar suara gemuruh langkah kaki memasuki ruangan. Kulihat teman-temanku masuk dengan terburu-buru, dan dibelakang mereka terlihat pak Samson dengan wajah killernya. Seorang pria yang tak ku kenal, berpostur tinggi, atletis, dan berwajah tampan berjalan mengikuti pak Samson masuk ke dalam kelas. Ruangan menjadi sepi, percakapanku dengan Hani pun tertunda.&lt;br /&gt;“Pagi semua...”&lt;br /&gt;“Pagi pak...”&lt;br /&gt;“Sebelum kita melanjutkan pelajaran, saya ingin memperkenalkan mahasiswa baru di kampus kita. Namanya Soni, dia pindahan dari Jakarta,”ujar pak Samson sembari menunjuk ke arah pria tampan yang tak ku kenal tadi.&lt;br /&gt;“Pagi,” ujarnya sambil tersenyum manis, manis sekali.&lt;br /&gt;“Pagi...” jawab kami.&lt;br /&gt;Semua mahasiswi yang ada di kelas berbisik-bisik dan terus memandang ke arah Soni dengan penuh kekaguman termasuk aku. Memang harus diakui bahwa Soni sangat tampan dan amat menarik, sungguh sempurna. Kemudian dia berjalan mencari tempat duduk kosong dan akhirnya ia duduk di belakangku yang kebetulan tidak ada penghuninya. Pelajaranpun dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 12.30, setelah pelajaran usai...&lt;br /&gt;Pak Samson keluar dari kelas, disusul dengan teman-teman yang lain yang sudah gak sabar sedari tadi menunggu pelajaran usai. Kelas pun menjadi kosong, hanya tinggal aku, Hani dan Soni, si tampan.&lt;br /&gt;“Joe, ke kantin yuk, laper nih!”&lt;br /&gt;“Ya duluan aja, ntar aku nyusul. Aku mau ke perpus dulu ngembaliin buku,” sahutku.&lt;br /&gt;“Oh ya sudah, aku duluan ya,” ujar Hani sambil tersenyum ke arah Soni.&lt;br /&gt;“Yoi.”&lt;br /&gt;Akupun segera membenahi buku dan tasku untuk segera beranjak ke perpus. Tapi tiba-tiba...&lt;br /&gt;“Nama kamu Joe ya?” terdengar suara Soni memanggilku dari belakang.&lt;br /&gt;“Ya, sebenarnya Joyce, tapi di panggil Joe.”&lt;br /&gt;“Kamu mau ke perpus? bareng dong. Aku juga mau ke perpus cari buku untuk mengejar pelajaranku yang tertinggal, sekalian kamu bantuin aku. Hitung-hitung nolongin anak barulah, boleh kan?”&lt;br /&gt;“Oh boleh aja, tapi aku juga gak bisa bantu banyak, karena aku juga anak baru disini. Aku pindahan dari Surabaya.”&lt;br /&gt;“Anak baru juga toh? Tapi gak apa-apa lah, yang jelas kamu kan lebih dulu masuk kesini daripada aku, ya kan?”&lt;br /&gt;“Ya sih. Kalau gitu kita sekarang ke perpus, sebelum pelajaran berikutnya dimulai.”&lt;br /&gt;“Ok.”&lt;br /&gt;Kamipun berjalan menuju perpus kampus. Sesampainya disana aku segera mengembalikan buku yang kupinjam, agar aku bisa minjam buku yang baru. Setelah mengembalikan buku, aku dan Soni berjalan ke arah rak buku yang tertata rapi namun tetap kelihatan seram, mungkin karena bangunannya yang berasitektur Belanda tempo dulu. Setelah 15 menit berkutat dengan rak-rak buku, aku menemukan salah satu buku yang ku cari. Sambil membantu Soni mencari buku-buku yang ia perlukan, aku terus mencari satu buku lagi yang sangat penting untuk mengejar ‘dead line’ presentasiku yang tinggal 3 hari lagi, namun sayang tidak kutemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bersambung...)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/113449475655682717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/113449475655682717?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113449475655682717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113449475655682717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2005/12/cerber-psikopat-dan-perpustakaan-2.html' title='Cerber: Psikopat dan Perpustakaan (2)'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19835048.post-113449465985034372</id><published>2005-12-13T09:23:00.000-08:00</published><updated>2005-12-20T09:30:58.986-08:00</updated><title type='text'>Cerber: Psikopat dan Perpustakaan (3)</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/1600/tur.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 103px; CURSOR: hand; HEIGHT: 111px&quot; height=&quot;122&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/586/1879/400/tur.jpg&quot; width=&quot;112&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt; PSYCHOPATH AND LIBRARY (3)&lt;br /&gt;By: Yunita Ramadhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Son, aku tinggal ke depan ya, aku mau nanya soal buku yang belum aku temuin ke pegawai perpus, mungkin dipinjam, karena satu minggu yang lalu aku lihat ada, gak apa-apa kan?”&lt;br /&gt;“Gak apa-apa, ntar kamu balikkan?”&lt;br /&gt;“Ya. Kamu baca aja dulu buku-buku yang aku cariin tadi, buku-buku tersebut cukup koq untuk mengejar ketertinggalanmu, ok?”&lt;br /&gt;“Ok.”&lt;br /&gt;Akupun melangkah ke arah meja depan, tempat peminjaman buku. Langsung kutanyakan kepada pegawai perpus, bu Santi, tentang buku karangan Daniel Jones, An Outline of English Phonetics. Bu Santi mengatakan kalau buku tersebut sedang dipinjam, dan mungkin akan dikembalikan sore ini. Ya ampun kenapa bukunya belum dikembalikan? Sore ini harus kembali lagi ke perpus? Ya ampun... Cerita tentang pembunuhan di perpus yang diceritakan Hani tadi pagi kembali terlintas di kepalaku. Mau gak mau aku harus kembali ke perpus sore ini, karena tanpa buku tersebut bahan buat presentasiku kurang. Aku kembali ke meja dimana Soni membaca buku.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana? Bukunya bagus kan?”&lt;br /&gt;“Eh Joe, iya nih bagus, tapi sayang aku belum punya kartu perpus, jadi gak bisa pinjam, sayang sekali. Kamu gimana, bukunya ada?”&lt;br /&gt;“Gak ada, lagi dipinjam, katanya sih ntar sore dipulangin. Kalau kamu mau, ntar buku-buku ini aku yang pinjam pakai kartuku lalu kupinjamin ke kamu, mau?”&lt;br /&gt;“Mau sekali, gak ngerepotin kan?”&lt;br /&gt;“Gak lah, kan ntar sore aku memang harus kembali ke sini pinjam buku. Wah gawat! 10 menit lagi ada kelas nih!”&lt;br /&gt;Aku dan Soni tergesa-gesa berjalan menuju kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore harinya... pukul 17.00 WIB&lt;br /&gt;Akhirnya pelajaran usai. Aku segera beranjak dari tempat dudukku dan mendatangi meja Soni.&lt;br /&gt;“Son, jadi gak pinjam bukunya?”&lt;br /&gt;“Gak usah deh, aku mau berburu-buru pulang nih, mau anterin mamaku belanja. Ntar aja deh, lagian aku mau buat kartu perpus aja biar gampang.”&lt;br /&gt;“Ok deh kalau begitu, aku duluan ya.”&lt;br /&gt;Aku keluar dari kelas menuju perpus. Cuaca kelihatan mendung, awan hitam berarak di atas langit. Sepertinya mau hujan nih, aku harus cepat. Akhirnya aku sampai ke perpus setelah setengah berlari agar aku tiba lebih cepat. Aku langsung melangkah ke meja bu Santi.&lt;br /&gt;“Gimana bu, bukunya dah dikembalikan belum?”&lt;br /&gt;“Aduh Joe, belum tuh, mungkin ntar lagi sekitar jam 17.30.”&lt;br /&gt;“Emang yang minjam siapa sih bu?”&lt;br /&gt;“Sammy, anak semester VII. Dia rajin minjam buku disini dan biasanya dikembalikan tepat waktu, tunggu aja.”&lt;br /&gt;Sammy? Cerita Anti tadi pagi kembali terlintas di pikiranku. Nunggu sampai 5.30 sore? Setengah jam lagi? Ya ampun...malah hari mau hujan lagi. Ya sudahlah, lagian di perpus ini juga banyak orang. Aku menunggu sambil membaca buku dan mempersiapkan data untuk presentasiku. Tanpa terasa kulihat jam, wah sudah jam 6! Kulihat keluar jendela hujan mulai turun. Kubalikkan badan ke arah meja bu Santi. Kulihat seorang pria sedang berbicara dengan bu Santi sambil mengembalikan buku. Wajahnya tidak terlalu jelas karena tertutup topi dan kebetulan tempat dudukku jauh dari meja bu Santi. Tiba-tiba dia menatap ke arahku. Matanya yang bersinar menatapku dengan tajam, seperti mata elang yang hendak memakan mangsanya. Jantungku langsung berdebar kencang. Aku langsung membalikkan badan. Ya Tuhan...aku harus segera keluar dari tempat ini, tapi...ya hujannya tambah deras, gimana mau pulang, malah orang tinggal sedikit di sini. Ketakutan menjalar ke sekujur tubuhku, aku kah korban berikutnya?pikirku dalam hati. Tenang Joe belum tentu dia pelakunya, hiburku dalam hati.&lt;br /&gt;Kupalingkan muka ke meja bu Santi. Alhamdulillah, dia udah gak ada. Tapi ketika mataku tertuju pada satu meja, kulihat sesosok pria bertopi lagi membaca buku. Itu dia, Sammy! Ya Tuhan, tolonglah hambamu ini, doaku dalam hati. Dengan berat, aku melangkah ke meja bu Santi.&lt;br /&gt;“Kenapa Joe? Koq pucat?”&lt;br /&gt;“Gak apa-apa bu, mungkin kedinginan,”jawabku. Setakut itukah aku? Sampai-sampai wajahku menjadi pucat pasi.&lt;br /&gt;“Oh ya, nih bukunya, tadi barusan dikembaliin, tuh dia orangnya,”sahut bu Santi sambil menunjuk ke arah Sammy yang sedang asyik membaca buku.&lt;br /&gt;“Kalau gitu saya pinjam sekarang bu, dah malam nih, mau pulang,”jawabku sekenanya sambil menyerahkan kartuku.&lt;br /&gt;“Ok. Tapi diluarkan masih hujan, sebentar lagi aja tunggu agak reda,”ujar bu Santi sambil mengisi kartu perpusku.&lt;br /&gt;Aku diam tak menjawab. Menunggu? Satu menit saja seperti satu abad mengingat ada sosok seorang Sammy di dalam gedung ini. Tapi ya sudahlah, aku akan tunggu kira-kira 15 menit, kalau gak reda juga aku harus pulang sebelum menyesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 menit telah berlalu...&lt;br /&gt;Hujan sudah mulai reda. Akupun bergegas pulang. Kulihat Sammy masih asyik dengan buku-bukunya. Setelah permisi dengan bu Santi, akupun melangkah keluar perpus. Sambil kedinginan, aku menerobos hujan yang kelihatannya akan deras lagi. Tiba-tiba aku merasa ada sepasang mata yang mengintaiku, dan kudengar langkah kaki mengikutiku dari belakang. Dari sudut mataku, samar-samar kulihat sosok tinggi bertopi berjalan tepat di belakangku. Kupercepat langkahku dan akhirnya aku sampai di gerbang kampus, dengan tergesa-gesa aku berjalan menuju halte bis yang kebetulan ramai orang. Kulihat ke belakang, sosok pria bertopi itu ternyata Sammy! Ya ampun...benarkah dia pelakunya? Dari kejauhan kulihat sedan hitam yang sepertinya kukenal melaju ke halte dan berhenti tepat di depanku.&lt;br /&gt;“Hi Joe, ayo naik, dah malam nih,”Anti berteriak ke arahku sambil membuka pintu mobil.&lt;br /&gt;“Hi An,”akupun melangkah masuk ke dalam mobil. Alhamdulillah, pikirku.&lt;br /&gt;“Dasar anak rajin, pasti dari perpus ya kan?”&lt;br /&gt;“Ya, pinjam buku buat presentasi.”&lt;br /&gt;Kami terdiam untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;“An,”sela ku untuk memecah keheningan. “Aku dah tahu koq alasannya kenapa kamu heran aku berani pulang malam dari perpus. Hani teman sekelasku yang cerita.”&lt;br /&gt;“Oh bagus deh. Dia cerita semuanya?”&lt;br /&gt;“Semuanya. Dari cerita 3 tahun yang lalu sampai sekarang, sekalian sama yang diduga jadi pelakunya. Sammy kan yang kemungkinan jadi pelakunya?”&lt;br /&gt;“Sammy? Ya sih kebanyakan orang menduga bahwa Sammy pelakunya karena di dekat dan sering terlihat bersama dan akrab dengan ketiga korban. Sammy itu anak pintar, rajin, suka menolong, jadi banyak mahasiswa/i yang sering bertanya dan dekat dengannya. Semenjak rumours itu beredar, tidak ada lagi yang berani dekat dengannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bersambung...)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/feeds/113449465985034372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/19835048/113449465985034372?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113449465985034372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19835048/posts/default/113449465985034372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goresanyuyun.blogspot.com/2005/12/cerber-psikopat-dan-perpustakaan-3.html' title='Cerber: Psikopat dan Perpustakaan (3)'/><author><name>Yunita Ramadhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02742161383226115439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tKQOg5RdMS1c2JeZpnmUNPlgD4ebdpayO5pi2W851Y7nvSdy693VKqLoR7cwlBzarOvUxMpx0__y1mNHZ8jcBR5y37E5GE0bDvYMyCIgVxE3HFW7EHBh3kBXQCmsa-U/s220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>