<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">
  <channel>
    <title>Siaran Pers</title>
    <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases</link>
    <language>id-id</language>
    <atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Greenpeacesiaranpers" /><feedburner:info uri="greenpeacesiaranpers" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
      <title>RSPO Nyatakan Sinar Mas Melanggar Aturan   Greenpeace Mendesak Aksi Tegas Untuk Perusak Hutan</title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/puoN8XYa1Q4/rspo-nyatakan-sinar-mas-melang</link>
      <description>Tadi malam Meja Bundar Minyak Sawit Berkelanjutan (Roundtable on Sustainable Palm Oil – RSPO) mengeluarkan pernyataan dan tiga surat di situsnya (1), menyatakan bahwa Sinar Mas berulang kali telah melanggar aturan dan kriteria, serta dalam suratnya mendesak langkah perbaikan segera dari perusahaan itu atau terancam dikeluarkan.</description>
      <pubDate>Thu, 23 Sep 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/rspo-nyatakan-sinar-mas-melang</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/rspo-nyatakan-sinar-mas-melang</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>Greenpeace Menyaksikan Fonterra Terus Berperan dalam Perusakan Hutan  </title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/yVyuuNyTmxo/greenpeace-menyaksikan-fonterr</link>
      <description>Menyusul bukti-bukti baru, Greenpeace mendesak Fonterra dan pemerintah Selandia Baru berhenti mengimpor cangkang sawit (palm kernel) yang berasal dari perusakan hutan. 
Deforestasi di Indonesia menjadi salah satu penyumbang perubahan iklim dan membawa spesies terancam punah seperti orang utan ke arah kepunahan.</description>
      <pubDate>Tue, 21 Sep 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/greenpeace-menyaksikan-fonterr</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/greenpeace-menyaksikan-fonterr</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>Terungkap: Sinar Mas Terbukti Membohongi Masyarakat dan Bursa Saham   Auditor Nyatakan Sinar Mas Manipulasi Hasil Audit</title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/7CTpof9mihM/terungkap-sinar-mas-terbukti</link>
      <description>Sinar Mas harus menghadapi fakta memalukan setelah auditor independen yang mereka tunjuk hari ini mengeluarkan pernyataan bahwa Sinar Mas dengan sengaja menyalah artikan hasil audit dan kemudian mempresentasikan hasil yang salah itu kepada masyarakat. Auditor itu juga membenarkan bahwa Sinar Mas melanggar hukum dengan melakukan pembukaan di lahan gambut dalam, serta menghancurkan hutan tanpa izin yang diperlukan. (1) Auditor itu juga menuntut klarifikasi dari mereka dicantumkan di situs Sinar Mas.
 </description>
      <pubDate>Thu, 19 Aug 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/terungkap-sinar-mas-terbukti</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/terungkap-sinar-mas-terbukti</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>Greenpeace Desak Pemerintah Indonesia Untuk Menghentikan Perusakan Hutan</title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/M6PT69-I1k0/desak-pemerintah-hentikan-perusakan-hutan</link>
      <description>Greenpeace hari ini bertemu dengan Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Penegakan dan Penataan Hukum Lingkungan Ilyas Asaad untuk menyerahkan laporan penelitian Greenpeace selama 8 bulan terakhir, mendesak Pemerintah untuk menyelidiki perusakan hutan dan lahan gambut yang masih terus dilakukan oleh perusahaan-perusahaan seperti Sinar Mas.</description>
      <pubDate>Mon, 09 Aug 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/desak-pemerintah-hentikan-perusakan-hutan</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/desak-pemerintah-hentikan-perusakan-hutan</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>APP, Hentikan Menghancurkan Hutan Harimau - Greenpeace</title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/RkkZt2Eh8YE/app-hentikan-menghancurkan-hutan</link>
      <description>Aktivis Greenpeace dan KKI Warsi pagi ini membentangkan banner raksasa “APP – Hentikan Menghancurkan Hutan Harimau” untuk membeberkan penghancuran hutan oleh PT. Tebo Multi Agro (TMA) afiliasi  Asia Pulp &amp; Paper (APP), divisi pulp and paper Sinar Mas, di bagian Selatan dari kawasan Bukit Tigapuluh.</description>
      <pubDate>Thu, 05 Aug 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/app-hentikan-menghancurkan-hutan</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/app-hentikan-menghancurkan-hutan</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>Sang Perusak Hutan Lagi-lagi Terbukti Melanggar Janji </title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/NZJByme5MvQ/sinarmas-terbukti-melanggar-janji</link>
      <description>Hasil investigasi terbaru Greenpeace terhadap operasi Sinar Mas, salah satu perusak terbesar hutan Indonesia, mengungkapkan bagaimana mereka masih terus saja melanggar komitmen lingkungan mereka sendiri dalam melindungi hutan dan lahan gambut.</description>
      <pubDate>Thu, 29 Jul 2010 07:22:04 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/sinarmas-terbukti-melanggar-janji</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/sinarmas-terbukti-melanggar-janji</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>Generasi Baru Pemimpin Lingkungan Siap Beraksi</title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/ncl3-DAwA9E/greenpeace-university-2010</link>
      <description>Hari ini Greenpeace menggelar wisuda bagi sembilan siswa yang telah menyelesaikan program Greenpeace University. Ini adalah program tahun kedua yang berturut-turut diselenggarakan Greenpeace dengan tujuan mengidentifikasi dan menyiapkan pemimpin lingkungan masa depan guna menghadapi tantangan-tantangan yang akan datang.</description>
      <pubDate>Wed, 28 Jul 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/greenpeace-university-2010</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/greenpeace-university-2010</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>Masyarakat Lakukan Restorasi Semenanjung Kampar</title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/1VeS_AuCCHk/restorasi-semenanjung-kampar</link>
      <description>Hari ini masyarakat Teluk Meranti bersama Greenpeace, Jikalahari dan Yayasan Mitra Insani mulai melakukan restorasi atau pemulihan ekologi kaya karbon di Semenanjung Kampar, Riau, Sumatera. Kegiatan ini termasuk pembendungan kanal yang sudah dilakukan untuk melindungi gambut dan dimulainya penanaman sembilan ribu bibit pohon di areal gambut yang rusak dan rentan terbakar.</description>
      <pubDate>Thu, 22 Jul 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/restorasi-semenanjung-kampar</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/restorasi-semenanjung-kampar</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>Greenpeace Kembali Menghentikan Perusakan Hutan Alam Kampar oleh Raksasa Pulp and Paper APRIL</title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/GDz59MStMEk/greenpeace-kembali-menghentika</link>
      <description>Hari ini Aktivis Greenpeace memblokade kapal tongkang yang mengangkut ribuan meter kubik kayu yang berasal dari hutan alam di Semenanjung Kampar, Sumatra. Aktivis membentangkan spanduk bertuliskan “APRIL Hentikan Merusak Masa Depan Kami” dan mendesak perusahaan pulp and paper raksasa APRIL serta Pemerintah Indonesia untuk menghentikan perusakan hutan.</description>
      <pubDate>Thu, 15 Jul 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/greenpeace-kembali-menghentika</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/greenpeace-kembali-menghentika</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>Raksasa Pulp and Paper Terus Menghancurkan Hutan Alam dan  Gambut</title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/cQmrN9znnTc/pulp-paper-menghancurkan-hutan</link>
      <description>Divisi pulp and paper Sinar Mas, Asia Pulp and Paper (APP), masih terus melakukan perusakan hutan, membawa keanekaragaman hayati penting ke arah kepunahan, dan jika terus dibiarkan, akan mengancam upaya Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim. Demikian diungkap dalam sebuah laporan baru Greenpeace yang diluncurkan hari ini.</description>
      <pubDate>Tue, 06 Jul 2010 05:37:13 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/pulp-paper-menghancurkan-hutan</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/pulp-paper-menghancurkan-hutan</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>Masyarakat Asia Mengatakan Tidak Pada Batubara</title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/dvyCZ15ndeQ/asia-katakan-tidak-batubara</link>
      <description>Para pemimpin masyarakat dari enam negara hari ini mendesak pemerintah untuk menghapuskan batubara dan mulai memfokuskan diri pada sumber energi bersih terbarukan. Pernyataan ini muncul di akhir pertemuan regional yang difasilitasi oleh Greenpeace, dihadiri oleh para pemuka masyarakat dari Indonesia, China, India, Filipina, dan Thailand di Cirebon, 3-5 Juli, untuk berbagi pengalaman dan menemukan keterkaitan dalam isu batubara. </description>
      <pubDate>Mon, 05 Jul 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/asia-katakan-tidak-batubara</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/asia-katakan-tidak-batubara</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>Greenpeace: Tidak Ada Minyak Sawit Berkelanjutan Tanpa Moratorium</title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/VYneYUDvSC0/tidak-ada-minyak-sawit-berkelanjutan-tanpa-moratorium</link>
      <description>Hari ini Greenpeace  mengungkapkan kekhawatiran atas inisiatif baru sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO) yang tidak menuntut lebih dari sekadar penataan terhadap peraturan yang berlaku dan tidak mengatasi penggundulan hutan untuk ekspansi kelapa sawit. Konsesi yang telah berjalan saat ini yang diberikan kepada perkebunan kelapa sawit dan komoditas lainnya seperti pulp dan kertas tidak masuk dalam moratorium yang baru-baru ini diumumkan Presiden Indonesia. Hal ini berarti perusahaan perusak hutan seperti Sinar Mas dapat terus melakukan penggundulan hutan dan gambut di konsesi mereka dan ISPO dalam bentuknya yang sekarang tidak akan bisa menghentikannya.</description>
      <pubDate>Fri, 25 Jun 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/tidak-ada-minyak-sawit-berkelanjutan-tanpa-moratorium</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/tidak-ada-minyak-sawit-berkelanjutan-tanpa-moratorium</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>Greenpeace University Menyambut Angkatan Kedua Pemimpin Lingkungan Masa Depan</title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/c4kKwAylpYk/greenpeace-university-angkatandua</link>
      <description>Greenpeace University (GPU), satu inisiatif yang mempelopori pencarian calon pemimpin lingkungan muda, menyambut kedatangan angkatan baru pelajar-aktivis pada minggu ini. Program ini, yang memasuki tahun kedua bersamaan dengan 10 tahun keberadaan Greenpeace di Asia Tenggara, akan melibatkan sembilan orang environmentalis muda dari Indonesia dan Malaysia untuk menjalani program pelatihan aktivis lingkungan intensif yang meliputi praktik langsung maupun program belajar di dalam kelas.</description>
      <pubDate>Wed, 23 Jun 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/greenpeace-university-angkatandua</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/greenpeace-university-angkatandua</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>Greenpeace Menyerukan [R]evolusi Energi di Asia Tenggara</title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/-NAtse4vae0/revolusi-energi-asia-tenggara</link>
      <description>Sebuah laporan baru dirilis Greenpeace menunjukkan bagaimana perekonomian Asia Tenggara dapat ditopang hampir 100 persen oleh energi terbarukan pada tahun 2050, sekaligus mencegah dampak terburuk perubahan iklim dan menghindari bahaya akibat penggunaan bahan bakar fosil dan energi nuklir. Greenpeace menyerukan [R]evolusi Energi di Asia Tenggara pada malam sebelum berlangsungnya Forum Energi Bersih Asia yang kelima, yang diselenggarakan oleh Bank Pembangunan Asia di Manila.</description>
      <pubDate>Tue, 22 Jun 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/revolusi-energi-asia-tenggara</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/revolusi-energi-asia-tenggara</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>Masyarakat Beraksi Pulihkan Hutan Semenanjung Kampar,Meminta Dukungan Pemerintah</title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/TaCeiL3b4Vk/masyarakat-beraksi-pulihkan-hu</link>
      <description>Greenpeace, Jikalahari dan Forum Masyarakat untuk Penyelamatan Semenanjung Kampar (FMPSK) membuka pembibitan tanaman dan tumbuhan hutan asli saat peresmian kembali "Kamp Masyarakat untuk Perlindungan Semenanjung Kampar" pada pembukaan yang meriah di Desa Teluk Meranti, Provinsi Riau, Sumatera hari ini. </description>
      <pubDate>Mon, 21 Jun 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/masyarakat-beraksi-pulihkan-hu</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/masyarakat-beraksi-pulihkan-hu</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>Gerakan Masyarakat Mengatakan Tidak pada Rencana Pembangunan Nuklir</title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/GhAybxEfOSM/tidak-pembangunan-nuklir</link>
      <description>Aktivis Greenpeace dan beberapa perwakilan masyarakat hari ini melakukan aksi menentang rencana Indonesia membangun pembangkit listrik tenaga nuklir dengan mendeklarasikan gerakan anti tenaga nuklir Indonesia di Tugu Proklamasi, Jakarta.</description>
      <pubDate>Sat, 12 Jun 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/tidak-pembangunan-nuklir</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/tidak-pembangunan-nuklir</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>Regulasi ‘Lemah' Uni Eropa akan Tinggalkan Minyak Kelapa Sawit yang Berasal dari Perusakan Hutan</title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/TwXuBDWic9U/eropa-tinggalkan-kelapasawit-dari-hutan-rusak</link>
      <description>Panduan Berkelanjutan ‘lemah' yang dikeluarkan Uni Eropa (EU) kemarin, meski harus diperkuat, tetap mengakomodasi keprihatinan konsumen terhadap produksi minyak kelapa sawit yang merusak hutan. Dalam panduan yang baru direvisi ini, para produsen minyak kelapa sawit akan diminta untuk menunjukkan bahwa mereka tidak melakukan konversi hutan atau mengeringkan lahan gambut setelah 2008. (1)</description>
      <pubDate>Sat, 12 Jun 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/eropa-tinggalkan-kelapasawit-dari-hutan-rusak</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/eropa-tinggalkan-kelapasawit-dari-hutan-rusak</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>LSM dan Tokoh Masyarakat Riau Desak Dibentuk Tim Investigasi independen atas Dugaan Pelanggaran HAM Tragedi Pucuk Rantau Berdarah</title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/Tj47LAq519s/investigasi-pelangaran-ham-pucuk-rantau</link>
      <description>Walhi Riau, Scale Up, JIKALAHARI, Greenpeace dan Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) ) turut berduka sedalam-dalamnya dan mengutuk keras insiden penembakan di Kenegerian Pucuk Rantau, Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa kemarin yang menyebabkan seorang janda beranak empat anak, Yuniar (35) tewas dan satu warga lainnya kritis di rumah sakit dan belasan masyarakat dimintai keterangan di Mapolres Kuansing.</description>
      <pubDate>Wed, 09 Jun 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/investigasi-pelangaran-ham-pucuk-rantau</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/investigasi-pelangaran-ham-pucuk-rantau</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>Semenanjung Kampar Masih Terus dirusak, Presiden Harus Ambil Langkah Segera untuk Melindungi Kampar dan Hutan Sumatra  </title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/PQrsSGWxWdY/semenanjung-kampar-masih-terus</link>
      <description>Jakarta. Greenpeace hari ini meminta Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengambil langkah nyata melindungi jutaan hektar hutan dan lahan gambut yang belum terlindungi dalam moratorium yang diumumkan di Norwegia pekan lalu. Dengan menyajikan kondisi terbaru hutan di Sumatra, organisasi lingkungan ini memperlihatkan bukti-bukti baru betapa perusahaan pulp and paper masih melakukan penghancuran hutan dan lahan gambut di sana, termasuk di kawasan kaya karbon Semenanjung Kampar.</description>
      <pubDate>Thu, 03 Jun 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/semenanjung-kampar-masih-terus</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/semenanjung-kampar-masih-terus</feedburner:origLink></item>
    <item>
      <title>Raksasa Elektronik Gagal "Go Green"</title>
      <link>http://feedproxy.google.com/~r/Greenpeacesiaranpers/~3/kvnMFNxt6Yc/raksasa-elektronik-gagal-go-g</link>
      <description>Versi terbaru (versi 15) Greenpeace Guide to Greener Electronics (1) memperlihatkan Samsung, Toshiba dan Dell terkena poin penalti karena gagal memenuhi jadwal yang telah mereka janjikan untuk menghilangkan beberapa kadar bahan beracun dalam produk-produk mereka. Kinerja buruk perusahaan ini bertolak belakang dengan kompetitor mereka seperti Apple dan HP yang telah melangkah maju dengan menyediakan konsumen pilihan produk-produk yang lebih ramah lingkungan (2).</description>
      <pubDate>Mon, 31 May 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/raksasa-elektronik-gagal-go-g</guid>
    <feedburner:origLink>http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/raksasa-elektronik-gagal-go-g</feedburner:origLink></item>
  </channel>
</rss>

