<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185</id><updated>2024-12-19T10:30:28.062+07:00</updated><title type='text'>GRESRUTS</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gresruts.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>76</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-1960300343910098726</id><published>2010-01-20T03:35:00.000+07:00</published><updated>2010-01-20T03:35:39.826+07:00</updated><title type='text'>PELUANG USAHA DI FACEBOOK</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSyhVoYswXAtNN5FKYYjjpTDmpKAlxgN8Q1F83WyTnueAW9Q8p8cp82R-qtBnWb3VoEYBlJcXfJ3phm58OTUqev1n3p4sMd7Vl4eeit0Xi77YNlmb1slVAngjctc_hMACquDBK1CnhPp8/s1600-h/img02.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;140&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSyhVoYswXAtNN5FKYYjjpTDmpKAlxgN8Q1F83WyTnueAW9Q8p8cp82R-qtBnWb3VoEYBlJcXfJ3phm58OTUqev1n3p4sMd7Vl4eeit0Xi77YNlmb1slVAngjctc_hMACquDBK1CnhPp8/s320/img02.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Banyak jalan menuju roma. itulah mungkin  istilah yang mungkin cocok untuk banyak cara cari penghasilan. Baru-baru  ini di facebook ada sebuah aplikasi yang memberi keuntungan bagi kita.  Aplikasi ini baru diresmikan pada awal tahun 2010 ini. Nama aplikasi ini  adalah &lt;a href=&quot;http://tinyurl.com/yjeqxhy&quot;&gt;AyoSurvei&lt;/a&gt;. &lt;a href=&quot;http://tinyurl.com/yjeqxhy&quot;&gt;AyoSurvei&lt;/a&gt; adalah aplikasi facebook  yang melayani  perusahaan/organisasi/lembaga survei dengan menyelenggarakan  survei/polling dan menyampaikan suara/pendapat membernya untuk  pengembangan produk dan pelayanan lebih baik. &lt;a href=&quot;http://tinyurl.com/yjeqxhy&quot;&gt;AyoSurvei&lt;/a&gt; akan menyiapkan  survei/polling berdasar kriteria yang telah ditetapkan oleh klien  &lt;a href=&quot;http://tinyurl.com/yjeqxhy&quot;&gt;AyoSurvei&lt;/a&gt;, kemudian member yang  memenuhi kriteria tersebut akan  berpartisipasi dengan cara menjawab survei/polling tersebut. Untuk  mengikuti &lt;a href=&quot;http://tinyurl.com/yjeqxhy&quot;&gt;AyoSurvei&lt;/a&gt; ini kita  tidak dikenakan biaya sepeserpun. Cara mengikutinya pun sangat mudah,  kita masuk dulu ke akun facebook kita, lalu masuk ke aplikasi &lt;a href=&quot;http://tinyurl.com/yjeqxhy&quot;&gt;AyoSurvei&lt;/a&gt;. Untuk masuk ke aplikasi  ini, anda klik saja &lt;a href=&quot;http://tinyurl.com/yjeqxhy&quot;&gt;DI SINI&lt;/a&gt;.  setelah masuk, izinkan aplikasi, daftar, isi data anda, ikuti surveynya  dan anda tinggal mendapatkan penghasilan anda. Tidak ada salahnya anda  untuk mencoba. Karena di sini anda tidak akan dirugikan, bahkan sangat  diuntungkan. Daripada buka facebook hanya mengganti status, mendingan  kita ikut aplikasi ini. Selamat mencoba.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/1960300343910098726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/1960300343910098726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2010/01/peluang-usaha-di-facebook.html' title='PELUANG USAHA DI FACEBOOK'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSyhVoYswXAtNN5FKYYjjpTDmpKAlxgN8Q1F83WyTnueAW9Q8p8cp82R-qtBnWb3VoEYBlJcXfJ3phm58OTUqev1n3p4sMd7Vl4eeit0Xi77YNlmb1slVAngjctc_hMACquDBK1CnhPp8/s72-c/img02.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-4997480385151158285</id><published>2010-01-14T21:42:00.000+07:00</published><updated>2010-01-14T21:42:50.955+07:00</updated><title type='text'>Distro, Tidak Takut dengan FTA</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv18BIohGx92mnWOzyK5VHbPppty5bZxCEPHAo9bhtYZ5rNYssYh0Zhcq3tBUuq6dyjE_kCzbIlqArOrR8GXI8e3bjdWT7_JmpWACWaYpGEtNPO8cswZ1QCyNlFjJUBPJh8xsP0Xinvoc/s1600-h/2153212p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv18BIohGx92mnWOzyK5VHbPppty5bZxCEPHAo9bhtYZ5rNYssYh0Zhcq3tBUuq6dyjE_kCzbIlqArOrR8GXI8e3bjdWT7_JmpWACWaYpGEtNPO8cswZ1QCyNlFjJUBPJh8xsP0Xinvoc/s1600/2153212p.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Puluhan pembeli berjubel memenuhi toko berukuran sekitar 4 x 15  meter. Di luar, di depan pintu masuk, belasan calon pembeli antre dengan  wajah cemas. Mereka khawatir kehabisan stok &lt;em&gt;clothing&lt;/em&gt; yang akan  dibeli.&lt;br /&gt;
Itulah pemandangan utama yang terlihat di Distro Ouval  Research, Jalan Sultan Agung, Bandung, Sabtu (2/1/2010). Saking  banyaknya calon pembeli, sementara kapasitas ruangan kurang memadai,  satpam setempat terpaksa melakukan buka tutup .&lt;br /&gt;
Selama sebulan  terakhir ini, Ouval yang memiliki tujuh cabang (toko) dan ratusan  distributor di seluruh Indonesia ini tengah mengadakan pesta diskon  hingga 70 persen. Tidak ayal, para penggemar fanatik produk mereka  maupun wisatawan dari Jakarta berbondong-bondong menyerbu toko.&lt;br /&gt;
Kondisi  tidak jauh berbeda telihat di distro-distro lainnya yang berada di  kawasan Jalan Trunojoyo dan Sultan Agung. Di akhir pekan atau liburan  panjang, distro hampir selalu penuh sesak pembeli. Menandakan distro  telah tumbuh, menjadi tuan rumah di negeri sendiri.&lt;br /&gt;
Ketika  mayoritas industri garmen di tanah air tengah meradang dilanda kecemasan  menyusul pemberlakuan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) ASEAN-China  mulai 2010 ini, mereka yang menggantungkan hidupnya pada usaha &lt;em&gt;distro  &lt;/em&gt;sama sekali tidak khawatir.&lt;br /&gt;
&quot;Soalnya, dengan modal ciri khas  dan kualitas, produk kami memiliki pasar tersendiri yang loyal.  Buktinya, akhir pekan kemarin toko kami ramai dikunjungi,&quot; tutur M.  Rizki Yanuar (32), pengusaha distro dan salah satu pendiri Ouval  Research. Bahkan, ia percaya, FTA justru memberi hal yang positif, yaitu  menurunkan harga bahan baku.&lt;br /&gt;
Menurutnya, ciri khas produk dan  loyalitas konsumen terbangun berkat dua kunci, yaitu inovasi dan  kreativitas. Setiap tahun, puluhan desain baru t-shirt, kemeja, celana,  tas, dan aksesoris lainnya diciptakan. Semangat inovasi dan kreatif  inilah yang melahirkan nama Research di logo produk mereka.&lt;br /&gt;
Setiap  desain dibatasi hanya diproduksi maksimal 200 buah demi menciptakan  kesan eksklusif. Tidak pasaran seperti produk-produk massal lain,  terutama dari China.&lt;br /&gt;
Rizki pun merasa bangga, produk-produk yang  dibuatnya kini tidak hanya menjadi raja di negeri sendiri. Bahkan, sudah  merambah ke negara-negara lain. Misalnya, Malaysia, Singapura,  Filipina, dan Jerman.&lt;br /&gt;
&quot;Syukurlah, kita sekarang bisa merubah  mindseat anak-anak muda sekarang. Tidak seperti di zaman saya dulu yang  gandrung dengan produk impor, &lt;em&gt;branded&lt;/em&gt;, kini mereka bangga  memakai produk dalam negeri,&quot; tutur alumnus Fakultas Ilmu Komunikasi  Universitas Padjadjaran ini.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Kebangkitan sektor riil &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Ketua  KICK (Kreative Independent Clothing Kommunity) Tubagus Fiki Satari (33)  menuturkan, fenomena pesatnya industri &lt;em&gt;clothing &lt;/em&gt;di Bandung  adalah contoh dari kebangkitan sektor riil dan usaha kecil menengah.&lt;br /&gt;
&quot;Bisnis  &lt;em&gt;clothing&lt;/em&gt; umumnya tidak dikuasai pemodal besar. Beda dengan FO (  &lt;em&gt;factor&lt;/em&gt;&lt;em&gt;y&lt;/em&gt;&lt;em&gt; outlet &lt;/em&gt;) yang perlu modal besar. Di  usaha distro, semangatnya adalah kolaborasi lintas sektor. Mulai dari  desain, produksi, dan distribusi bisa dikerjakan beda orang,&quot; tutur  pendiri Distro Airplane System ini.&lt;br /&gt;
Di Indonesia, saat ini  terdapat sekitar 1.000 distro, dimana separuh diantaranya ada di  Bandung. Industri ini pun menghidupi belasan ribu tenaga kerja. Tidaklah  heran jika distro dan &lt;em&gt;clothing&lt;/em&gt; sungguh menjadi ikon industri  kreatif yang patut dibanggakan warga Bandung!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/01/05/09024110/Distro..Tidak.Takut.dengan.FTA&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/4997480385151158285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/4997480385151158285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2010/01/distro-tidak-takut-dengan-fta.html' title='Distro, Tidak Takut dengan FTA'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv18BIohGx92mnWOzyK5VHbPppty5bZxCEPHAo9bhtYZ5rNYssYh0Zhcq3tBUuq6dyjE_kCzbIlqArOrR8GXI8e3bjdWT7_JmpWACWaYpGEtNPO8cswZ1QCyNlFjJUBPJh8xsP0Xinvoc/s72-c/2153212p.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-937840440211526691</id><published>2010-01-08T07:27:00.000+07:00</published><updated>2010-01-08T07:27:20.338+07:00</updated><title type='text'>Peluang di Bisnis Software Akuntansi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;headline&quot;&gt;      &lt;a class=&quot;more&quot; href=&quot;http://weekend.kontan.co.id/index.php/peluang_usaha/post/3189/peluang-di-bisnis-software-akuntansi&quot;&gt;    &lt;/a&gt;        &lt;/div&gt;&lt;img alt=&quot;k03-26-softwareakuntansi&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-3236&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://weekend.kontan.co.id/wp-content/uploads/2009/07/k03-26-softwareakuntansi.jpg&quot; title=&quot;k03-26-softwareakuntansi&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;KOMPUTER kini  memang telah menjadi perlengkapan wajib banyak pengusaha kelas kecil dan  menengah (UKM). Namun, ternyata, ini tak berarti para pengusaha UKM itu  telah memanfaatkan komputer untuk mengelola keuangan mereka agar  menjadi lebih rapi. &lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buktinya, meski tak ada data resmi, Ketua Asosiasi Piranti Lunak  Telematika Indonesia (Aspiluki) Djarot Subiantoro melihat, jumlah  pengguna peranti lunak (software) akuntansi masih sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain perusahaan-perusahaan skala besar, hanya sebagian UKM yang telah  mengadopsi software akuntansi. Menurut Djarot, banyak perusahaan skala  menengah dengan omzet antara Rp 1 miliar hingga Rp 10 miliar per bulan  memakai software ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi ini menyediakan peluang yang sangat besar bagi para pembuat  software lokal. Apalagi, menurut Fadil Fuad Basymeleh, pendiri PT Zahir  Internasional, di Indonesia ada tak kurang dari 40 juta UKM yang bisa  menjadi pasar software akuntansi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pemain masih sedikit&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, pemain di pasar software akuntansi, terutama yang membidik  segmen UKM, belum terlalu banyak. Betul, kini sudah ada sekitar 20  produsen software akuntansi di Indonesia. &quot;Tapi, yang membidik skala  menengah, saat ini hanya sekitar tiga perusahaan,&quot; tukas Mas Agung  Sachli, pemilik Integritas Makmur Mandiri, produsen peranti lunak  akuntansi merek FINA. Mas Agung mengaku, FINA termasuk pemain kelas  menengah ini. Pesaingnya adalah Accurate dan Zahir Accounting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara, Aspiluki mencatat, ada enam perusahaan yang membuat software  akuntansi untuk UKM. &quot;Karena lahan yang belum tergarap tinggi,  pertumbuhan pengguna software akuntansi ini berkisar 20% tiap tahunnya.  Tapi jumlah produsennya tetap,&quot; tukas Djarot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma, pengusaha yang masuk pasar software akuntansi ini harus siap  menghadapi banyak tantangan. Mas Agung sendiri menyebut ada beberapa  alasan yang membuat pengusaha UKM enggan memakai peranti lunak  akuntansi. Pertama, belum banyak UKM yang menggunakan jasa akuntan.  Kedua,&amp;nbsp; belum ada patokan yang jelas mengenai standar harga software  akuntansi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harga software akuntansi bisa mulai dari puluhan ribu rupiah sampai  puluhan juta rupiah per paket. &quot;Kompetitor ada yang pasang harga satu  paket Rp 1 juta untuk satu orang pemakai. Ada juga yang Rp 5 juta per  paket untuk dipakai sampai 20 orang pegawai,&quot; ujar Mas Agung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya, hingga saat ini, belum ada pihak yang mau mengevaluasi dan  membandingkan kelebihan serta kekurangan paket masing-masing software  itu. &quot;Sehingga bagi pebisnis, terutama yang tidak mengerti TI, membeli  software akuntansi seperti masuk ke hutan belantara,&quot; lanjutnya. Ketiga,  banyak pengusaha masih meyakini, semakin berantakan pembukuan, mereka  akan semakin aman menghindari pajak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, baik Mas Agung maupun Djarot yakin, dengan penerapan standar  pajak yang ketat saat ini, dalam waktu satu atau dua tahun ke depan,  jumlah perusahaan skala menengah yang memakai software akuntansi akan  meningkat pesat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Djarot menyarankan perusahaan pembuat  software akuntansi segera mengembangkan produknya agar mempunyai nilai  plus ketimbang hanya sebagai software penghitung rugi laba saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Produsen harus kreatif melengkapi software akuntansinya dengan aplikasi  bisnis dan manajemen lainnya sehingga juga bisa membantu keputusan  bisnis,&quot; kata Djarot. Singkat kata, kata Djarot, software itu harus bisa  menjadi solusi bisnis bagi pemakainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aspiluki sendiri saat ini sedang gencar mengedukasi  perusahaan-perusahaan skala menengah untuk menggunakan software  akuntansi. &quot;Kami bilang, jangan lihat biayanya, tapi lihat valuenya,&quot;  tutur Djarot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara, Fadil mengingatkan agar pengusaha software juga berani  memberikan layanan purna jual bagi pelanggannya. Dengan jaminan ini,  para pengguna tentu akan merasa lebih nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik Djarot maupun Mas Agung bilang bahwa kondisi krisis saat ini tak  berpengaruh terhadap penggunaan software akuntansi. &quot;Di satu sisi memang  ada industri yang kolaps. Tapi di sisi lainnya masih ada yang  bertumbuh. Tinggal bagaimana produsen melihat dan memanfaatkan peluang  tersebut,&quot; kata Mas Agung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mas Agung mengungkapkan, kini software akuntansi FINA yang terbit sejak  2006 telah merambah sebagian besar Jakarta dan Surabaya. &quot;Saat ini kami  punya 600 pelanggan dengan omzet sekitar Rp 300 juta per bulan,&quot; lanjut  Mas Agung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Produk FINA sendiri tersedia dalam dua paket. Pertama, harga Rp 17 juta  untuk tiga pengguna. Kedua, harga Rp 29 juta untuk enam pengguna. &quot;Di  saat krisis, yang harga Rp 29 juta malah lebih laku,&quot; imbuhnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mas Agung juga mengaku, sejak pertama kali diluncurkan pada 2006, fitur  dasar FINA belum banyak mengalami perubahan. Akan tetapi, fitur FINA  sangat fleksibel mengadopsi perubahan seperti perubahan aturan pajak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara, dengan harga paket antara satu juta sampai belasan juta  rupiah, Zahir Accounting telah menggaet ribuan pelanggan. Menyiasati  krisis, Zahir meluncurkan Zair Merdeka, yakni paket software akuntansi  yang dijual dengan sistem sewa prabayar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://weekend.kontan.co.id/index.php/peluang_usaha/post/3189/peluang-di-bisnis-software-akuntansi&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/937840440211526691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/937840440211526691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2010/01/peluang-di-bisnis-software-akuntansi.html' title='Peluang di Bisnis Software Akuntansi'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-8371124221185850171</id><published>2010-01-08T07:22:00.000+07:00</published><updated>2010-01-08T07:22:31.961+07:00</updated><title type='text'>Dari Lumpur Hingga SPBU</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://mutiaracirebon.files.wordpress.com/2008/09/spbu1.jpg&quot; id=&quot;thumbnail&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Lihat gambar ukuran penuh&quot; height=&quot;177&quot; src=&quot;http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:JjL1hY7WTzYTVM:http://mutiaracirebon.files.wordpress.com/2008/09/spbu1.jpg&quot; style=&quot;border: 1px solid; float: left; margin: 10px 10px 0pt;&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Menapaki  jenjang dari seseorang penjual es kelapa muda, Urpan Dani sukses  mendirikan beberapa perusahaan. Kiatnya; keikhlasan dan doa. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sukatna&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Kru sebuah &lt;em&gt;production house&lt;/em&gt; sedang sibuk menyorotkan  kamera untuk merekam beberapa adegan di sebuah rumah di Citra Gran Blok  E17 No. 6 Cibubur. &lt;br /&gt;
Beberapa adegan dari sinetron tersebut memang  mengambil lokasi di rumah Urpan Dani, pendiri beberapa perusahaan yang  bergerak di bidang lumpur pengeboran, eksportir kayu manis, pemasok  pasir, pengelola SPBU Petronas dan jual-beli properti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Namun  kisah sukses Urpan bukanlah sebuah kebetulan, seperti yang banyak  terjadi dalam kisah-kisah sinetron kita. Sebelum memiliki beberapa  perusahaan Urpan harus berjuang keras, bahkan sempat menjadi penjual es  kelapa muda di Pintu II Senayan, dan menjual penjual tempe goreng.  Semuanya dilakoni dengan ikhlas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Sebenarnya, setamat  kuliah di Fakultas ekonomi Universitas Pembangunan Nasional Veteran  Yogyakarta pada tahun 1989, pria kelahiran tahun 1964 ini sempat  diterima menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Departemen Koperasi di  tanah kelahirannya Kerinci. Tetapi ia mengaku tidak berminat menjadi  PNS. Justru Urpan pergi ke Jakarta ikut pamannya.&lt;br /&gt;
Lantaran tidak  setuju dengan pilihan anaknya, orangtua&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Urpan tidak  mengirimi uang belanja sehari-hari. Tetapi Urpan tidak menyerah begitu  saja. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari ia harus berjualan  es kelapa muda, kemudian menjadi penjual tempe goreng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di  sela-sela menekuni ‘profesinya’ itu, Urpan mengirimkan lamaran ke  sejumlah perusahaan. Sempat tes di Pertamina sampai tahapan ketiga,  tetapi akhirnya gagal. “Jumlah lamaran sampai 300 lebih,” ungkap Urpan  belum lama ini.&lt;br /&gt;
Dari salah satu lamarannya, Urpan diterima di sebuah  perusahaan lumpur pengeboran yang kantor pusatnya di Jakarta. Tetapi  Urpan ditempatkan di Palangkaraya. Pada pagi hari, Urpan menyelesaikan  pekerjaan kantor. Di siang harinya, belajar mengoperasikan alat-alat  berat, dan sore harinya belajar mengelas. Praktis tidak ada waktu luang  untuk Urpan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Tak lama berselang, Urpan ditarik ke Jakarta  tetapi ditempatkan di pabrik. Di pabrik Urpan banyak belajar, mulai  dari memproduksi bahan-bahan pendukung lumpur pengeboran sampai mengelas  plastik. Ia ingin menyerap semua ilmu tersebut. Ia yakin ilmu itu akan  berguna kelak di kemudian hari. Keyakinannya tidak meleset. Prestasinya  terus melesat, hingga akhirnya dipercaya menjadi &lt;em&gt;general manager&lt;/em&gt;  yang mengurusi semua kebutuhan perusahaan dari A sampai Z.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Di tengah karirnya yang terus menanjak, Urpan menyunting anak  mantan bupati Kerinci, Gladia Rahmawati, pada tahun 1995. Dalam  posisinya sebagai &lt;em&gt;general manager&lt;/em&gt;, sering Urpan mengambil  keputusan-keputusan penting diantaranya memilih rekanan perusahaan.  Ternyata banyak rekanan perusahaan yang memberikan ‘uang terimakasih’.  Hal ini justru membuatnya tidak nyaman. Hal ini ia sampaikan ke pemilik  malah berujar,” ambil saja uang itu. Keuntungan perusahaan lebih besar  daripada yan kamu dapatkan.”&lt;br /&gt;
Urpan merasa tidak nyaman. Ia  berkeputusan untuk mengundurkan diri. Sebelum mengundurkan diri pada  tahun 1997, Urpan melakukan sholat istikharah, untuk meminta petunjuk  kepada Allah. Tak lupa ia meminta dukungan dari keluarganya maupun dari  keluarga istrinya. Tak satu pun yang setuju ia mengundurkan diri,  kecuali satu orang, yakni istrinya. Setelah sholat istikharah beberapa  malam, Urpan mengambil keputusan bulat : mengundurkan diri dan siap-siap  mendirikan usaha jual-beli mobil bekas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Ternyata  menjadi pengusaha itu tidak semudah membayangkannya. Usaha jual beli  mobil bekas yang ia dirikan pada tahun 1997 dengan menggunakan bendera  PT. Salsabila Rizky Pratama nyaris macet. Mobil-mobil terlanjur ia  kirimkan ke Jambi untuk dijual ternyata seret. Tetapi ia sudah tidak  bisa mundur lagi. Mobil-mobil itu ia tarik kembali ke Jakarta dan ia  jual di Lapangan Ros dan Kalibata indah. Pada tahun-tahun awal hasilnya  lumayan. Penjualan terus meningkat.&lt;br /&gt;
Di sela-sela mengiklankan mobil  dagangannya, Urpan juga mengiklankan kayu manis dan menjalankan bisnis  lumpur pengeboran, meski masih kecil-kecilan. Beberapa orang memesan  kayu manisnya tetapi ternyata kebanyakan menipu. Setelah kayu manis  dikirim, mereka tidak mengirimkan uangnya. Sudah jatuh tertimpa tangga,  itu peribahasanya. Usaha kayu manis belum membuahkan hasil, bahkan  ditipu, usaha jual-beli mobil bekasnya lesu. Apalagi, ia juga ditipu  beberpa pedagang yan menjual mobil &lt;em&gt;bodong&lt;/em&gt;. “Kerugian saat itu  mencapai Rp. 250 juta,” tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Di saat kondisi  perusahannya letih lesu, Urpan justru mengambil keputusan untuk  menunaikan ibadah haji bersama istrinya pada tahun 1991. Dengan uang  seadanya, sebagian hasil pinjaman dari keluarganya, Urpan dan Gladia  berangkat ke Tanah Suci.&lt;br /&gt;
Di Al-Mutazzam, Urpan berdoa dengan khusuk.  Memohonkan ampunan untuk leluhurnya yang sudah meninggal serta meminta  keselamatan dan kesehatan bagi keluarga yang masih hidup. Di akhir doa,  ia meminta agar Allah menunjukkan jalan dan meridhoi usahanya. Tak lama  berselang, telepon genggamnya berbunyi. Isi pesan yang dikirim adiknya  mengatakan PT. Salsabila mendapatkan proyek lumpur pengeboran dari  sebuah perusahaan ternama. “Doa saya dibayar tunai. Saking senangnya  saya menangis sampai “&lt;em&gt;nungging-nungging&lt;/em&gt;” ucap Urpan yang kini  membina ribuan petani kayu manis di Kerinci. Dari Al Mutazzam inilah  terjadi perubahan yang luar biasa pada perusahaannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Penjualan  kayu manis, yang semula diniatkan untuk membantu mengangkat harga  sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani, mulai membuahkan hasil.  Usaha lumpur pengeboran yang tadinya kecil mulai menggurita. Bahkan  untuk memperbesar pemasaran 35 item produk Lumpur pengeborannya, Urpan  berpatungan dengan rekannya untuk mendirikan PT. Prima Hidrokarbon  Internusa pada tahun 2002. PT. Salsabila menjual secara ritel dan PT.  Prima Hidrokarbon masuk ke tender-tender besar. Selain memasok 35 item  bahan pendukung Lumpur pengeboran, PT. Prima Hidrokarbon juga melakukan  pengeboran sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Perusahaan terus  menggurita. Keenam adik Urpan ikut terlibat untuk membesarkan usaha yang  didirikan sulung dari tujuh bersaudara ini. Perusahaan yang memiliki  kantor pusat di Cibubur dan pabrik di Karawang ini memiliki sekitar 800  karyawan. Ekspansi usaha terus dilakukan. Bisnis properti (membeli rumah  kemudian merenovasinya) yang sebelumnya tidak dirambah mulai  dimasukinya. Bisnis perkayuan juga mulai dimasuki. Semua bisnis ini  ditangani oleh adik-adiknya.&lt;br /&gt;
Sekitar akhir tahun 2005 lalu, Urpan  kembali mendirikan perusahaan pemasok pasir, PT Pasir Bumi Nusantara.  Salah satu adiknya, Faizal Kadni dipercaya untuk menjalankan usaha  tersebut. Dalam hitungan bulan saja, PT Pasir Bumi Nusantara mampu  memasok pasir ke Cibubur dan Jalan Kali Malang sebanyak 600-800 kubik  per hari.&lt;br /&gt;
Si bungsu, Faizin Kadni yang pilih tinggal di Yogyakarta  mendirikan perusahaan travel PT. Radin Pratama yang mengusung bendera  Radin Tour. “Keberhasilan bukan semata-mata diukur dari banyaknya  materi, tetapi juga keberhasilannya dalam membimbing adik-adik dan  merukunkan keluarga,” kata Urpan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Urpan sendiri sering  mengatakan bahwa usahanya masih kecil. Namun orang lain, melihat pria  ini sosok yang sukses. Buktinya, salah satu rumah produksi meminjam  rumahnya untuk dijadikan lokasi syuting. Pelanggan lumpur pengeborannya  juga perusahaan ternama, di antaranya Pertamina. Sedangkan penjualan  kayu manisnya sudah merambah negara-negara di seantero dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Ketika ditanya kiat suksesnya, Urpan mengatakan keikhlasan dan  doa. “Ikhlas bukan berarti kita menyerah terhadp keadaan. Dalam  berbisnis kita tetap harus berusaha keras. Berusaha untuk menciptakan  produk berkualitas dan berusaha mendapatkan &lt;em&gt;order &lt;/em&gt;sebanyak-banyaknya.  Walau kita sudah bekerja keras tetapi kalau hasilnya tidak sesuai  dengan yang ditargetkan kita harus ikhlas menerimanya. Itulah makna  ikhlas yang saya maksud. Selain ikhlas adalah doa. Bagi saya doa itu  yang pertama, baru kemudian berusaha. Tetapi banyak orang yang  mengatakan berusaha dulu baru berdoa. Silakan, itu pilihan masing-masing  orang. Dan jangan lupa, di balik keuntungan yang kita peroleh terdapat  harta hak orang lain, diantaranya fakir miskin dan anak yatim piatu.  Kalau kita memberikan hak-hak mereka Insya Allah rejeki kita lancar,  seperti Salsabila (oase di surga yang airnya terus mengucur,” pungkas  pria yang Agustus tahun lalu mengoperasikan SPBU Petronas di Lenteng  Agung ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.majalahpengusaha.com/content/view/457/36/&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/8371124221185850171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/8371124221185850171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2010/01/dari-lumpur-hingga-spbu.html' title='Dari Lumpur Hingga SPBU'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-839018923665070800</id><published>2010-01-08T06:42:00.000+07:00</published><updated>2010-01-08T06:42:37.933+07:00</updated><title type='text'>MENGUNDUH UNTUNG LEGIT DARI DEMAM INTERNET</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;isi&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;            &lt;img height=&quot;264&quot; src=&quot;http://resource.kontan.co.id/photo/weekend/2009/12/30/247486802p.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini boleh dibilang internet benar-benar tengah memasyarakat. Semakin  banyak orang yang enggan berpisah dari internet, barang sehari pun. Tak  sedikit orang dan perusahaan yang makin bergantung pada internet, dari  sekadar untuk menyapa teman lama sampai melancarkan urusan bisnis nan  serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak heran, kini banyak warung internet (warnet) selalu penuh  pengunjung. Kian banyak pula orang yang lebih suka mengakses internet di  rumah dengan cara berlangganan layanan akses internet sendiri. Selain  tak perlu keluar rumah, mereka lebih bebas menentukan waktu ngenet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang banyak tawaran berlangganan internet di rumah. Selain  menjadi pelanggan layanan internet service provider (ISP) kelas kakap,  termasuk melalui operator telepon seluler, kita bisa juga berlangganan  layanan dari ISP-ISP kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya nyaris tak ada beda antara ISP kelas rumahan ini dan ISP  kelas kakap. Asal tahu saja, kebanyakan pebisnis ISP kelas rumahan ini  sebenarnya mendapatkan akses internet dari ISP besar juga. “Intinya,  kami berbagi jaringan ke pelanggan,” ujar Mulyadi Bakir, penyedia ISP  kelas rumahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Praktik bisnis ini memang mirip dengan bisnis warnet. Perbedaannya,  pelanggan tidak perlu bertandang ke warnet bila ingin berselancar ke  dunia maya. Penyedia layanan ISP akan menyediakan jaringan internet ke  rumah pelanggan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata, bisnis ini cukup mendapat sambutan yang positif. Selain  karena kualitas internet lebih stabil ketimbang akses internet dari  operator ponsel, akses internet melalui ISP umumnya juga lebih cepat  ketimbang di warnet. Itu sebabnya, banyak orang lebih suka  menggantungkan layanan dari ISP kelas rumahan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Mandiri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tengok saja, pengalaman usaha Mulyadi yang menggeluti usaha internet  rumahan ini sejak empat tahun lalu. Menamai usahanya dengan nama Warnet  Rumahan, Mulyadi mengawali usaha dengan membuka warnet. Seiring dengan  banyaknya permintaan pelanggan untuk pemasangan instalasi internet ke  rumah, Mulyadi bertekad membangun jaringan. “Modal awalnya hanya Rp 40  juta untuk membuat menara dan jaringan,” cetus dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan bisnis warnet yang digelutinya, usaha ISP yang  dilakoninya lebih mudah. Dia, misalnya, tak perlu menyediakan komputer,  pemilik rumah yang jadi pelanggan pasti punya komputer sendiri. Mulyadi  hanya perlu membagi bandwidth atau kapasitas jaringan internet yang  dibelinya dari ISP kelas kakap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Mulyadi menggulirkan bisnis ini kurang lebih seperti berikut.  Dia berlangganan internet dari ISP perusahaan telekomunikasi dengan  kapasitas bandwidth sebesar 1,7 megabyte berbiaya berlangganan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rp 1,1 juta per bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari jatah bandwidth yang dia peroleh, Mulyadi bisa melebarkan  jaringan internet ke sekitarnya melalui teknologi tanpa kabel. Para  pelanggan kudu membayar jaringan yang dipakainya Rp 250.000 per bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang, tawaran ini kurang menarik di mata pelanggan. Kata Mulyadi,  banyak pelanggan lebih suka memanfaatkan jaringan internet yang dia  sediakan dengan sistem perhitungan per jam. “Biayanya cuma&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rp 3.500 per jam,” kata dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, dengan pola perhitungan per jam inilah Mulyadi justru memperoleh  penghasilan lumayan, yakni Rp 400.00 per hari. Dalam sebulan Mulyadi  bisa membukukan omzet Rp 12 juta. Setelah dikurangi biaya operasional  serta gaji pegawai, keuntungan bersih yang dia dapat sekitar Rp 4 juta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya, ada sebab pelanggannya lebih suka hitungan per jam seperti  di warnet. “Pelanggan bisa memaksimalkan penggunaan internet di rumah  saat membutuhkan tanpa perlu ongkos besar,” terang dia. Mulyadi juga  diuntungkan dalam pembagian kecepatan dan kestabilan layanan internet  karena pelanggan umumnya tak memakai dalam waktu bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain usaha ini, Mulyadi juga bisa memperoleh penghasilan lain dari  melayani pemasangan dan instalasi jaringan internet di seluruh DKI  Jakarta. Khusus untuk layanan internet berlangganan di rumah, jangkauan  pasar dia baru seputar rumahnya di Cikokol, Tangerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau tertarik ingin menjalankan bisnis serupa, sebelum membuka usaha  sebaiknya Anda terlebih dulu mengurus izin mendirikan usaha serta izin  menjadi distributor ISP dari Departemen Komunikasi dan Informatika serta  membangun menara. “Ini enggak gampang, tapi bisa dilakukan,” ujar  Mul-yadi berbagi tip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kemitraan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika tak mau repot dengan urusan perizinan, Anda bisa juga menjadi  pengusaha internet rumahan dengan menjadi mitra usaha serupa yang telah  lebih dulu beroperasi. Salah satu ISP yang menawarkan kemitraan adalah  Net Home.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini Net Home baru menawarkan sistem kemitraan usaha yang  berlokasi di daerah Bekasi dan sekitarnya. Namun, kini, Net Home mulai  menge-pakkan sayap ke Depok dan Jakarta. Khusus untuk dua wilayah ini  Net Home baru menyediakan layanan set up jaringan internet dengan sistem  beli putus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berbeda dengan wilayah Bekasi dan sekitarnya. Net Home sudah  berani menawarkan kemitraan ke investor. Bermodalkan Rp 13,5 juta, mitra  berhak mendapatkan instalasi internet, bandwidth dengan kecepatan 128  kilobyte per detik, serta menara pemancar yang siap beroperasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak perlu khawatir sulit mengoperasikan bisnis ini meski Anda tidak  memiliki keahlian atau pengetahuan yang cukup mengenai teknis jaringan  internet. “Kami menyediakan teknisi yang siap melakukan perbaikan  jaringan,“ ujar Deddy Kurniawan, pemasar Net Home, berhawa promosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, Net Home juga akan ikut mencarikan pelanggan bagi semua  mitranya. “Jika kami yang mendapat pelanggan, kami akan menyalurkan ke  mitra yang berada di daerah pelanggan itu,” ujar dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu. Mitra juga punya hak selalu ikut serta dalam iklan dan  promosi Net Home di semua media, baik itu di majalah, koran, maupun di  internet. Dengan berbagai fasilitas dan kewajiban tersebut, Net Home  memakai sistem bagi hasil. Sebesar 60% dari total omzet yang diperoleh  si mitra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Omzet mitra usaha tentu saja diperoleh dari pembayaran biaya  langganan konsumen yang tak lain pemakai yang menggunakan jejaring  internet. Untuk menjadi pelanggan, mereka harus membayar biaya  registrasi sebesar Rp 200.000. Biaya ini belum termasuk kabel dan radio  penangkap sinyal alias jaringan internet (dekoder) yang bisa disediakan  sendiri oleh pelanggan. “Kalau pelanggan menginginkan, kami bisa  menyediakan semua alat ini,” kata Deddy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk itu, pelanggan harus menambah pembayaran total menjadi Rp 1  juta untuk biaya instalasi berikut modem. “Biaya pendaftaran berikut  biaya instalasi menjadi hak Net Home,” ujar Deddy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dari mana mitra mendapat keuntungan? Tentu saja mereka bisa  memperolehnya dari penerimaan layanan berlangganan internet oleh  konsumen. Saban bulan pelanggan harus membayar biaya berlangganan  sebesar Rp 250.000.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan asumsi seperti ini, jika mitra punya minimal lima pelanggan  saja, dia akan mendapatkan omzet sebesar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rp 1,25 juta dari uang berlangganan. Dari omzet ini, mitra memang  harus menyetor&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rp 750.000 ke Net Home. “Sisanya untuk si mitra,” ujar dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut hitungan Deddy, dengan jumlah pelanggan stagnan hanya 10  pelanggan, mitra bisa balik modal dalam 14 bulan. “Semakin banyak jumlah  pelanggan, waktu yang dibutuhkan untuk balik modal tentu semakin  cepat,” ujar dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Deddy yakin, semakin tingginya animo masyarakat untuk menggunakan  internet, pasar dalam bisnis ini akan terus mengembang. Bahkan jika  dalam satu tahun bisa punya 45 pelanggan, omzet mereka mengembang jadi  Rp 11,25 juta, dengan keuntungan sekitar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rp 5,62 juta per bulan untuk mitra. Tentu saja, si mitra harus tetap  menjaga kualitas layanan internet tetap stabil dan cepat. “Berarti ada  konsekuensi penambahan bandwidth,” ujar Deddy. Mereka tak lagi bisa  mengandalkan kapasitas semula yakni 128 kilobyte per detik yang hanya  bisa melayani sekitar 15 pemakai internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ini tak jadi soal bagi mitra karena penambahan bandwidth tidak  berarti ada biaya tambahan. Net Home akan menambah langsung kebutuhan   tambahan bandwidth tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana, tertarikkah Anda  mencoba peruntungan berbisnis akses  internet ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://weekend.kontan.co.id/index.php/peluang_usaha/post/6583/mengunduh-untung-legit-dari-demam-internet&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/839018923665070800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/839018923665070800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2010/01/mengunduh-untung-legit-dari-demam.html' title='MENGUNDUH UNTUNG LEGIT DARI DEMAM INTERNET'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-6464565132285420073</id><published>2010-01-01T00:11:00.000+07:00</published><updated>2010-01-01T00:11:46.795+07:00</updated><title type='text'>Membuka Usaha Toko Aneka Kue &amp; Roti</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;/h1&gt;&lt;img alt=&quot;roti-pisang-rossita&quot; class=&quot;size-medium wp-image-1593 aligncenter&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2009/04/roti-pisang-rossita-300x225.jpg&quot; title=&quot;roti-pisang-rossita&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;Bagi Anda yang punya hobi membuat &lt;a href=&quot;http://anekamesin.com/?s=roti&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Roti&quot;&gt;roti&lt;/a&gt;,  bisa jadi ulasan kali ini bisa menginspirasi Anda untuk membuka toko  roti dan kue, seperti yang dilakukan oleh ibu Henny Rossita, pemilik  toko roti “Rossita”.&lt;span id=&quot;more-1592&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Produk yang ditawarkan toko roti  “Rossita” sebenarnya tidak jauh berbeda dari toko roti kebanyakan. Ada  black forest, aneka taart, roti pisang, roti keju, coklat kacang, roti  semir, tawar manis, isi ayam, roti kering, mandarin, brownies, bolu,  aneka snack dan juga bakery.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yang membuat berbeda dengan toko roti  yang lainnya adalah harga yang terjangkau tetapi mutu dan rasanya tidak  kalah dengan &lt;a href=&quot;http://anekamesin.com/?s=roti&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;roti&quot;&gt;roti&lt;/a&gt; yang lebih mahal. Sebagai gambaran, harga roti  yang ditawarkan hanya berkisar antara 1500 sampai 2 ribu rupiah.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sedangkan untuk cake, aneka taart, black  forest dan bakery tergantung dari besar kecilnya pesanan, berkisar  antara 25 sampai 150 ribu. Padahal dengan kualitas yang sama, di toko  yang lain harganya bisa mencapai 300 ribu rupiah.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Produk unggulan dari toko roti “Rossita”  ini sebenarnya terletak pada roti pisangnya. Banyak sekali pelanggannya  yang mengatakan bahwa&lt;a href=&quot;http://anekamesin.com/?s=roti&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Roti&quot;&gt; roti &lt;/a&gt;pisang  buatan Rossita ini lain dari bakery lainnya. “Rasanya benar-benar kena  di lidah”, begitu ungkapan dari para pelanggannya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Proses Pembuatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bahan dasar untuk pembuatan roti pada  umumnya hampir sama yakni terigu, mentega, gula, garam, telur, dan susu.  Perlakuan dalam proses pembuatannya memang berbeda-beda, sebagai contoh  pembuatan roti tawar manis. Pertama-tama terigu, gula, susu bubuk dan  sedikit ragi dicampur menjadi satu.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian ditambah dengan telur dan  sedikit air es sambil diuleni sampai kalis. Lalu masukkan mentega dan  garam, dan diuleni sampai elastis. Adonan didiamkan selama 30 menit  setelah itu dikempiskan dan ditimbang dengan berat sesuai kebutuhan  kemudian bulatkan dan diamkan lagi sekitar 10 menit.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adonan digiling hingga menjadi lembaran  dan digulung kembali sambil dipadatkan, ulangi proses tersebut sampai  dua kali. setelah itu letakkan diatas loyang yang diolesi margarin dan  dialas kertas roti, diamkan selam 75 menit sampai mengembang, lalu tutup  rapat loyang. Terakhir barulah diopen sekitar 25-35 menit dengan suhu  190 derajad celsius.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam proses pembuatan roti ini Henny  Rossita sama sekali tidak mengalami kesulitan karena ia telah 10 tahun  menggeluti usaha. Masalah yang paling sering ia alami adalah jika  listrik padam sehingga proses pengadukan dengan mixer tidak bisa Dia  lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Peralatan yang digunakan dalam proses  pembuatan roti ini cukup mudah didapat, seperti mesin roti duduk, open,  loyang, mixer, ember, alat-alat pengaduk dan lain-lain. Mesin open duduk  berfungsi untuk memanggang roti dalam kapasitas jumlah yang banyak  tidak seperti open biasa. Mixer digunakan untuk pengaduk bahan-bahan  dalam pembuatan roti.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain peralatan yang berhubungan dengan  produksi tersebut, ibu Henny Rossita membeli beberapa etalase yang ia  taruh di depan ruang usahanya untuk dijadikan sebagai tempat display  beberapa roti agar orang yang datang ke tokonya bisa mengetahui secara  langsung beberapa contoh roti yang ia buat.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk mendapatkan bahan baku biasanya ia  membeli dari beberapa pasar tradisional dan toko bahan kue yang ada di  daerah sekitar tempat usahanya. Selain karena letaknya yang dekat dan  harganya murah, kualitasnya juga bagus dan terpercaya mengingat ia sudah  lama berlangganan di sana.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sampai saat ini, pelanggan toko roti  “Rossita” sudah banyak. Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa.  Sistem pembayarannya-pun dirasa cocok oleh para pelanggannya, yaitu  dengan membayar DP pada waktu memesan roti dan melunasinya pada waktu  roti pesanannya sudah jadi.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika Anda berminat, Anda bisa memesan di  toko &lt;a href=&quot;http://anekamesin.com/?s=roti&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Roti&quot;&gt;roti&lt;/a&gt; “Rossita” baik partai besar maupun partai  kecil.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Simulasi Keuntungan Usaha Roti&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Pemasukan&lt;br /&gt;
Omset = Rp 500.000,00/hari x 30 = Rp 15.000.000,00&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pengeluaran&lt;br /&gt;
Bahan baku = Rp 300.000,00 x 30 = Rp 9.000.000,00&lt;br /&gt;
4 buah Gas = Rp 78.000,00 x 4 = Rp 312.000,00&lt;br /&gt;
Listrik dan air = Rp 250.000,00&lt;br /&gt;
Total pengeluaran = Rp 9.562.000,00&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keuntungan Bersih&lt;br /&gt;
Rp 15.000.000,00 – Rp 9.562.000,00 = Rp 5.438.000,00&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://bisnisukm.com/membuka-usaha-toko-aneka-kue-roti.html&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/6464565132285420073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/6464565132285420073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2010/01/membuka-usaha-toko-aneka-kue-roti.html' title='Membuka Usaha Toko Aneka Kue &amp; Roti'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-5905138605895790956</id><published>2009-12-31T18:28:00.001+07:00</published><updated>2009-12-31T18:28:09.975+07:00</updated><title type='text'>Kisah Sukses Bill Gates</title><content type='html'>&lt;img alt=&quot;Berkas:Bill Gates - World Economic Forum Annual Meeting Davos 2008
 number3.jpg&quot; height=&quot;267&quot; src=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d3/Bill_Gates_-_World_Economic_Forum_Annual_Meeting_Davos_2008_number3.jpg/800px-Bill_Gates_-_World_Economic_Forum_Annual_Meeting_Davos_2008_number3.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;William Henry Gates III atau lebih terkenal dengan  sebutan Bill Gates, lahir di Seattle, Washington pada tanggal 28 Oktober  1955. Ayah Bill, Bill Gates Jr., bekerja di sebuah firma hukum sebagai  seorang pengacara dan ibunya, Mary, adalah seorang mantan guru. Bill  adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Sejak kecil Bill mempunyai hobi  &quot;hiking&quot;,bahkan hingga kini pun kegiatan ini masih sering dilakukannya  bila ia sedang &quot;berpikir&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Bill kecil mampu  dengan mudah melewati masa Sekolah Dasar dengan nilai sangat memuaskan,  terutama dalam pelajaran IPA dan Matematika. Mengetahui hal ini, orang  tua Bill kemudian menyekolahkannya di sebuah sekolah swasta yang  terkenal dengan pembinaan akademik yang baik, bernama LAKESIDE. Pada  saat itu , Lakeside baru saja membeli sebuah komputer, dan dalam waktu  seminggu, Bill Gates, Paul Allen dan beberapa siswa lainnya (sebagian  besar nantinya menjadi programer pertama Microsoft) sudah menghabiskan  semua jam pelajaran komputer untuk satu tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemampuan komputer  Bill Gates sudah diakui sejak dia masih bersekolah di Lakeside. Dimulai  dengan meng-hack komputer sekolah, mengubah jadwal, dan penempatan  siswa. Tahun 1968, Bill Gates, Paul Allen, dan dua hackers lainnya  disewa oleh Computer Center Corp. untuk menjadi tester sistem keamanan  perusahaan tersebut. Sebagai balasan, mereka diberikan kebebasan untuk  menggunakan komputer perusahaan. Menurut Bill saat itu lah mereka benar-  benar dapat &quot;memasuki&quot; komputer. Dan disinilah mereka mulai  mengembangkan kemampuan menuju pembentukan Microsoft, 7 tahun kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya  kemampuan Bill Gates semakin terasah. Pembuatan program sistem  pembayaran untuk Information Science Inc, merupakan bisnis pertamanya.  Kemudian bersama Paul Ellen mendirikan perusahaan pertama mereka yang  disebut Traf-O-Data. Mereka membuat sebuah komputer kecil yang mampu  mengukur aliran lalu lintas. Bekerja sebagai debugger di perusahaan  kontraktor pertahanan TRW, dan sebagai penanggungjawab komputerisasi  jadwal sekolah, melengkapi pengalaman Bill Gates.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musim gugur  1973, Bill Gates berangkat menuju Harvard University dan terdaftar  sebagai siswa fakultas hukum. Bill mampu mengikuti kuliah dengan baik,  namun sama seperti ketika di SMA, perhatiannya segera beralih ke  komputer. Selama di Harvard, hubungannya dengan Allen tetap dekat. Bill  dikenal sebagai seorang jenius di Harvard. Bahkan salah seorang guru  Bill mengatakan bahwa Bill adalah programer yang luar biasa jenius,  namun juga seorang manusia yang menyebalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desember 1974, saat  hendak mengunjungi Bill Gates, Paul Allen membaca artikel majalah  Popular Electronics dengan judul &quot;World`s First Microcomputer Kit to  Rival Commercial Models&quot;. Artikel ini memuat tentang komputer mikro  pertama Altair 9090. Allen kemudian berdiskusi dengan Bill Gates. Mereka  menyadari bahwa era &quot;komputer rumah&quot; akan segera hadir dan meledak,  membuat keberadaan software untuk komputer - komputer tersebut sangat  dibutuhkan. Dan ini merupakan kesempatan besar bagi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian  dalam beberapa hari, Gates menghubungi perusahaan pembuat Altair, MITS  (Micro Instrumentation and Telemetry Systems). Dia mengatakan bahwa dia  dan Allen telah membuat BASIC yang dapat digunakan pada Altair. Tentu  saja ini adalah bohong. Bahkan mereka sama sekali belum menulis satu  baris kode pun. MITS, yang tidak mengetahui hal ini, sangat tertarik  pada BASIC. Dalam waktu 8 minggu BASIC telah siap. Allen menuju MITS  untuk mempresentasikan BASIC. Dan walaupun, ini adalah kali pertama bagi  Allen dalam mengoperasikan Altair, ternyata BASIC dapat bekerja dengan  sempurna. Setahun kemudian Bill Gates meninggalkan Harvard dan  mendirikan Microsoft.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bill Gates Meninggalkan Harvard Demi  Mengejar Impian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia bosan dengan Harvard, Gates melamar  pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan komputer di daerah Boston.  Gates mendorong Paul Allen untuk mencoba melamar sebagai pembuat program  di Honey-well agar keduanya dapat melanjutkan impian mereka untuk  mendirikan sebuah perusahaan perangkat lunak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu hari di  bulan Desember yang beku, Paul Allen melihat sampul depan majalah  Popular Mechanics, terbitan Januari 1975, yaitu gambar komputer mikro  rakitan baru yang revolusioner MITS Altair 8080 (komputer kecil ini  menjadi cikal bakal PC di kemudian hari). Kemudian Allen menemui Gates  dan membujuknya bahwa mereka harus mengembangkan sebuah bahasa untuk  mesin kecil sederhana itu. Allen terus-menerus mengatakan, &quot;Yuk kita  dirikan sebuah perusahaan. Yuk kita lakukan&quot;. Saat itulah mereka  menemukan jalan hidup mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua sahabat itu bergegas ke  sebuah komputer Harvard untuk menulis sebuah adaptasi dari program  bahasa BASIC. Gates dan Allen percaya bahwa komputer kecil itu dapat  melakukan keajaiban. Dari sana pula mereka mempunyai mimpi, tersedianya  sebuah komputer di setiap meja tulis dan di setiap rumah tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat  Allen dan Gates tidak percuma, dan dari sana mereka mendirikan  perusahaan Microsoft. Berawal dari komputer kecil itulah yang menjadi  model dari segala macam komputasi. Dan sekarang bisa Anda lihat bahwa  Microsoft telah benar-benar menjadi bagian dari kebutuhan komputasi di  seluruh dunia. Dan hampir setiap orang mengenal Bill Gates sebagai orang  terkaya di dunia saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Orang yang sukses adalah orang yang  memiliki mimpi dan keyakinan bahwa mimpi itu akan dapat terjadi  berapapun harga yang harus ia bayar&quot;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/5905138605895790956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/5905138605895790956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/kisah-sukses-bill-gates.html' title='Kisah Sukses Bill Gates'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-3021592288155370302</id><published>2009-12-29T23:07:00.000+07:00</published><updated>2009-12-29T23:07:19.921+07:00</updated><title type='text'>Tampilan Sama-Sama Mewah, Harga Jual Bisa Lebih Murah</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;isi&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;                &lt;img alt=&quot;vinil_k_anastasia-lilin&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-6460&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://weekend.kontan.co.id/wp-content/uploads/2009/12/vinil_k_anastasia-lilin.jpg&quot; title=&quot;vinil_k_anastasia-lilin&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;Kulit binatang  sudah jadi langganan untuk bahan produksi kerajinan. Sayang, karena  harga kulit mahal, harga jual produknya melambung. Pengusaha di Sleman,  Yogyakarta, memilih bahan dasar kulit sintetis (vinil) sebagai pengganti  kulit. Aneka kreasi kerajinan tercipta dan masuk pasar ekspor.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Anda pandang sekilas, produk berbahan vinil alias kulit  sintetis tak jauh beda dari kulit asli. Kulit-kulitan bikinan pabrik ini  sama tebal dan licin juga. Banyak orang memanfaatkan vinil untuk  membalut jok kursi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, keberadaan vinil ini menginspirasi sejumlah pengusaha di daerah  Sleman, Yogyakarta. Mereka mengembangkan vinil menjadi bahan dasar aneka  kerajinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satunya Sumadiyono, pemilik usaha kerajinan vinil Yor &amp;amp; Craft.  Dia mengawali bisnis ini pada 2005 dengan modal Rp 15 juta. Saat itu,  Sumadiyono belum memakai vinil pada semua produk kerajinannya.  Sumadiyono lebih dulu melenggang pada kreasi kerajinan kulit binatang.  Aktivitas ini berlangsung dari 1990 hingga 1995. Tak hanya itu, bapak  tiga anak ini juga berkreasi pada kerajinan berbahan dasar tanaman  seperti enceng gondok dan lidi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sifat Sumadiyono yang dinamis ini kemudian memicunya untuk mulai  menjajal kreasi kerajinan berbahan dasar vinil. Bersama lima orang  temannya, Sumadiyono memelopori usaha kerajinan rumahtangga di  daerahnya. &quot;Soalnya, dengan vinil, tampilan kerajinan saya terlihat  lebih elegan dan harga jualnya lebih murah dibandingkan kulit,&quot; kata  Sumadiyono.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu membuat beraneka wadah dari vinil. Antara lain boks tisu, boks  pakaian kotor, kotak permen, tempat buah, dan tempat majalah. Bentuknya  beragam, mulai dari bentuk kubus, persegi panjang, hingga bulat. Begitu  pula dengan besarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menetapkan harga jual untuk produk-produknya itu sesuai ukuran.  Produk boks tisu berbanderol Rp 70.000, tempat majalah Rp 250.000, dan  tempat permen Rp 125.000. Sementara, harga satu set boks laundry yang  terdiri dari tiga wadah antara Rp 300.000–Rp 450.000.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantaran motif vinil yang beragam, Sumadiyono mengatakan, konsumen  me-miliki banyak pilihan. Sumadiyono pun semakin mudah untuk terus  mengembangkan kreasi. Pabrikan vinil menyiapkan motif kulit ular, kulit  buaya, kulit polos dengan berbagai variasi warna, hingga motif anyaman.  &quot;Tampilannya seperti kulit binatang asli dan yang paling penting mudah  dibersihkan,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak sulit bagi Sumadiyono untuk mendapatkan bahan baku pembuat  kerajinannya. Dia bisa belanja bahan di kawasan Malioboro, Yogyakarta.  Harga vinil berada di kisaran Rp 18.500 per meter. Untuk pemasaran,  hingga kini dia masih memilih menyetorkannya ke pemasok. Pemasok itu  lebih suka mengekspor kerajinannya. &quot;Kebanyakan ke Singapura, dan  sisanya ke Eropa,&quot; ungkap Sumadiyono.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengaku mengalami puncak kejayaan penjualan sejak 2005 hingga 2008,  tepat-nya sebelum krisis finansial global terjadi. Pada masa jaya itu,  dia mampu menangguk omzet rata-rata antara Rp 10 juta-Rp 15 juta per  minggu. Ini belum termasuk permintaan tambahan dari pemasok yang datang  dadakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini, omzet Sumadiyono memang sedang mengempis. Alasannya, pasar belum  pulih, sehingga permintaan pesanan dari pemasok pun sedikit tersendat.  Omzet yang direguk Omset Sumadiyono akhir-akhir ini paling banter hanya  Rp 5 juta per minggu. &quot;Untungnya paling cuma 30% saja,&quot; akunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, Sumadiyono optimistis usaha ini bisa kembali berkembang.  &quot;Soalnya, bahan baku kerajinan itu biasanya akan lumayan lama menjadi  tren,&quot; ujarnya. Untuk mengembangkan usaha, Sumadiyono sebenarnya  mempunyai harapan besar untuk bisa menjual sendiri barang produksinya ke  luar negeri. Dengan begitu, keuntungan tak lagi banyak dipotong  eksportir. Namun, untuk melangkah sampai ke sana, dia butuh persiapan  matang. &quot;Makanya saya sedang berusaha cari pendanaan,&quot; ungkapnya.         &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a class=&quot;more&quot; href=&quot;http://weekend.kontan.co.id/index.php/peluang-usaha/post/6459/tampilan-sama-sama-mewah-harga-jual-bisa-lebih-murah&quot;&gt;&lt;/a&gt;             &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://weekend.kontan.co.id/index.php/peluang_usaha/post/6459/tampilan-sama-sama-mewah-harga-jual-bisa-lebih-murah&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/3021592288155370302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/3021592288155370302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/tampilan-sama-sama-mewah-harga-jual.html' title='Tampilan Sama-Sama Mewah, Harga Jual Bisa Lebih Murah'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-5772443236046563472</id><published>2009-12-27T11:37:00.000+07:00</published><updated>2009-12-27T11:37:31.841+07:00</updated><title type='text'>PERNIK UNIK DARI LIMBAH KAYU DAN GABAH</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;headline&quot;&gt;      &lt;a class=&quot;more&quot; href=&quot;http://weekend.kontan.co.id/index.php/peluang-usaha/post/6563/pernik-unik-dari-limbah-kayu-dan-gabah&quot;&gt;    &lt;/a&gt;        &lt;/div&gt;&lt;img src=&quot;http://resource.kontan.co.id/photo/weekend/2009/12/15/168378009p.jpg&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tak semua limbah berujung di tempat  sampah. Di tangan orang yang jeli lagi kreatif, bahan limbah bekas  industri mebel kayu dan kulit padi kering mampu menghasilkan kerajinan  yang menarik. Karena tak ada biaya bahan baku, usaha kerajinan ini  mendatangkan fulus yang lumayan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kreatif dan jeli melihat peluang bisnis  adalah modal yang dibutuhkan seorang pelaku usaha. Salah seorang perajin  asal Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, memanfaatkan limbah kayu dan  kulit padi yang banyak tersedia di daerahnya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memakai bendera Galuh Kirana, Maryuki  mulai menggeluti kerajinan berbahan limbah ini sejak 2006 silam. Dia  hanya menggelontorkan modal Rp 100.000. Sebagian duit ini ia gunakan  untuk mengongkosi temannya yang merakit alat penghalus atau pengamplas  bertenaga listrik. “Bahan limbah tak perlu beli karena di tempat saya  banyak dan dibuang-buang,” terang Maryuki.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ide membuat kerajinan berbahan limbah  muncul kala ada pelanggan yang meminta Maryuki membuatkan barang  kerajinan. Pelanggan ini merupakan bekas pelanggan keramik buatan  Maryuki. Ya, sebelum terjun di kerajinan berbahan limbah, Maryuki  menekuni kerajinan keramik sejak 1998. Namun, karena permintaan keramik  tidak bagus, usaha ini berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Nah, melihat di sekitar rumahnya banyak  serutan kayu limbah usaha mebel, Maryuki memiliki ide untuk memanfaatkan  limbah tersebut. Selain kayu, ia juga bereksperimen membuat kerajinan  dari kulit beras atau gabah kering. Maryuki mendapatkan semua  bahan-bahan ini secara cuma-cuma.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain limbah kayu atau gabah, Maryuki  butuh resin dan sedikit palk. Untuk membuat patung, misalnya, langkah  pertama, ia membuat cetakan memakai bahan silikon, lengkap dengan  detil-detilnya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian bahan resin yang telah dicampur  dengan sedikit palk dicetak menggunakan cetakan berbahan silikon  tersebut. Sementara, bahan limbah berupa serutan kayu atau gabah tadi  dituang ke dalam patung tersebut agar patung padat dan tak berlubang.  Patung dengan tema Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pesawat tempur  merupakan salah satu patung andalan Maryuki.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain patung, Maryuki juga suka  membikin relief dan asbak. Untuk asbak, Maryuki memilih bahan resin yang  transparan agar tekstur bahan limbah yang ada di dalamnya tetap  terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kini, Maryuki mempekerjakan lima  karyawan dan sejumlah pekerja tidak tetap yang berasal dari kalangan  remaja karang taruna dan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang  sedang magang. Ia membayar  tenaga kerja ini antara Rp 15.000 sampai Rp  25.000 per hari.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Harga jual produk Maryuki cukup  bervariasi. Harga patung yang tersedia dalam tiga ukuran tinggi, yakni  10 centimetar (cm), 30 cm, dan 40 cm, antara  Rp 5.000 sampai Rp 40.000  per unit. Sementara produk relief dan asbak dijual antara Rp 10.000  sampai Rp 30.000 per unit.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maryuki menjual barang-barang  produksinya ini kepada bekas pelanggan keramiknya yang tersebar di  Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Dalam sebulan, Maryuki bisa  memproduksi patung prajurit TNI ukuran sedang sampai 500 unit. Jika  ditotal dengan ukuran yang lain plus kerajinan di luar patung, produksi  barang per bulan mencapai ribuan unit.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan hanya menghitung hasil penjualan  patung ukuran sedang saja, per bulan, Maryuki mampu menangguk omzet  hingga Rp 12,5 juta. Ini dengan asumsi Maryuki menjual patung itu  seharga Rp 25.000. “Keuntungan saya maksimal sepertiganya,” aku pria  lulusan Sekolah Menengah Seni rupa (SMSR), Yogyakarta ini.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sejauh ini, Maryuki mengaku, kendala  utama yang ia hadapi adalah keterbatasan modal. Pria yang hobi fotografi  ini memendam keinginan untuk mengembangkan usahanya. Dia berkeinginan  menempatkan produknya di sejumlah toko-toko suvenir di Yogyakarta dengan  sistem bagi hasil atau konsinyasi.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://weekend.kontan.co.id/index.php/peluang_usaha/post/6563/pernik-unik-dari-limbah-kayu-dan-gabah&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/5772443236046563472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/5772443236046563472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/pernik-unik-dari-limbah-kayu-dan-gabah.html' title='PERNIK UNIK DARI LIMBAH KAYU DAN GABAH'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-3808431813016007905</id><published>2009-12-27T11:17:00.000+07:00</published><updated>2009-12-27T11:17:59.280+07:00</updated><title type='text'>Menentukan Rate Per Jam Bagi Pemula</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/13475784@N07/1764702488/&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Rate Freelancer&quot; class=&quot;alignnone 
size-full wp-image-2584&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2009/12/1764702488_87b154e90d.jpg&quot; title=&quot;Rate Freelancer&quot; width=&quot;263&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Di beberapa freelance marketplace seperti oDesk dan RAC (fitur baru  RAC), freelancer bisa bekerja berbasis jam dan dibayar sesuai harga/rate  per jam yang ditentukan oleh freelancer itu sendiri. Baru saja seorang  teman bertanya kepada saya, sebagai pemula berapa sebaiknya rate yang  wajar. Saya menyarankan teman saya itu untuk menghitungnya sendiri di &lt;a href=&quot;http://freelanceswitch.com/rates/&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;http://freelanceswitch.com/rates/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id=&quot;more-2582&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://freelanceswitch.com/rates/&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;http://freelanceswitch.com/rates/&lt;/a&gt;  adalah kalkulator freelance untuk menentukan berapa sebaiknya biaya per  jam yang dapat memenuhi kebutuhan freelancer tersebut. Di kalkulator  digunakan tanda $ tetapi ada catatan bahwa angka bisa dalam satuan mata  uang apapun, asalkan konsisten. Jika kita hendak menghitung dalam  rupiah, maka isikan semua dalam rupiah, jangan dicampur dengan angka  dalam USD, karena nanti hasilnya akan beda jauh&lt;br /&gt;
Langkah pertama adalah menghitung biaya usaha / Business Cost. Tidak  semua mesti diisi, sesuaikan dengan keadaan saat ini dan perkiraan untuk  tahun depan. Kebetulan sekarang mendekati akhir tahun, kita semua  pastinya sudah bisa mengira tahun ini sudah menghabiskan berapa saja  untuk tiap komponen biaya usaha ini. Perhitungkan juga kemungkinan  kenaikan harga di tahun mendatang, karena hasil perhitungan akhir nanti  pastinya digunakan untuk membayar biaya bisinis tahun depan.&lt;br /&gt;
Langkah kedua adalah perhitungan biaya pribadi. Sama seperti di  langkah pertama angka yang diisikan adalah perkiraan biaya total dalam  setahun. Isikan berdasarkan data tahun ini plus penyesuaian untuk tahun  mendatang.&lt;br /&gt;
Langkah ketiga terkait jam kerja. Tidak mungkin kita bekerja 24 jam  dalam sehari bukan. Isikanlah jam kerja yang bisa dicapai dalam sehari,  berapa hari kerja yang diinginkan, hari libur yang diinginkan, dll. Dari  jam kerja juga tidak semua bisa ditagih ke client, ada jam-jam yang  digunakan untuk mencari project baru. Isikan di isian terakhir, berapa  persen dari jam kerja yang bisa ditagih ke client.&lt;br /&gt;
Langkah keempat dan terakhir terkait target tabungan. Isikan dengan  angka target tabungan yang ingin Anda capai dalam setahun.&lt;br /&gt;
Hasil akhir akan didapatkan rate per jam dan break even rate per jam.  Jika angka diisikan dalam rupiah, maka hasil akhir adalah dalam satuan  rupiah per jam. Tinggal dikonversi ke satuan $ per jam sesuai rate saat  ini + perkiraan rate tahun depan.&lt;br /&gt;
Selamat menghitung dan selamat berburu proyek di freelancer market  place.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://feeds2.feedburner.com/ruangfreelance&quot;&gt;sumber &lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/3808431813016007905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/3808431813016007905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/menentukan-rate-per-jam-bagi-pemula.html' title='Menentukan Rate Per Jam Bagi Pemula'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-622835903287612820</id><published>2009-12-27T11:05:00.002+07:00</published><updated>2009-12-27T11:05:40.989+07:00</updated><title type='text'>Freelancep(r)eneur</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;a href=&quot;http://www.ruangfreelance.com/2009/12/11/freelancepeneur/#comments&quot; title=&quot;Comment on Freelancep(r)eneur&quot;&gt;&lt;/a&gt; &lt;!-- etc --&gt;       &lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/42338073@N07/4094384773/&quot; onclick=&quot;javascript:pageTracker._trackPageview(&#39;/outgoing/www.flickr.com/photos/42338073@N07/4094384773/&#39;);&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;freelancepreneur&quot; class=&quot;alignnone size-medium wp-image-2635&quot; height=&quot;243&quot; src=&quot;http://www.ruangfreelance.com/wp-content/uploads/2009/12/4094384773_3213b23e89-300x243.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Judul diatas sengaja saya buat dengan kosakata baru, karena saya  belum menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana seorang  Freelancer seharusnya mulai berfikir untuk menjadi seorang &lt;strong&gt;Entrepreneur&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;
Maksud tulisan saya disini adalah bagaimana agar seorang Freelancer  bisa menjaga ritme hidupnya dengan tidak terlalu terforsir mengejar  project sehingga kehidupan dapur sangat tergantung seberapa project yang  bisa dia handle tiap bulannya. Cara mengurangi efek domino yang bagi  saya tidak sehat ini adalah dengan mengembankan jiwa Freelancenya dengan  menjadi seorang Entrepreneur yang istilah disini saya sebut &lt;strong&gt;Freelancepreneur&lt;/strong&gt;.&lt;span id=&quot;more-2629&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;Berbagi tips agar Frelancepreneur bisa berjalan sukses.&lt;/h3&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;h4&gt;Bikin Team&lt;/h4&gt;Bagaimanapun Team sangat perlu, walaupun terkadang satu orang bisa  mengerjakan banyak kemampuan, tetapi dengan adanya Team kerjaan bisa  cepat selesai sehingga beban kerja terkurangi dan tentu saja akan lebih  banyak project bisa di handle &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;h4&gt;Lemparkan Project&lt;/h4&gt;Ketika kita merasa load kita sedang tinggi dan dikejar deadline,  salah satu cara cerdas tanpa mengecewakan pelanggan adalah dengan  membagi project kita kepada freelancer lain, walaupun nilai project  berkurang tapi dengan cara ini kita masih bisa mencari margin yang cukup  nyaman dan menjaga pelanggan kita. Selain itu ini juga sebagai wujud &lt;em&gt;freelance  sosial&lt;/em&gt; dan melatih kita untuk mejadi seorang manager. &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;h4&gt;Bikin Produk&lt;/h4&gt;Membikin sesuatu yang bermafaat bagi orang lain adalah salah satu  cara cerdas bagi seorang freelancer untuk menambah pundi pundi  rejekinya. Dengan cara ini pula income alternatif bisa selalu terjaga  dan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi &lt;em&gt;passive income&lt;/em&gt; yang  menarik &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;h4&gt;Jangan Taruh telur dalam satu keranjang&lt;/h4&gt;Tips ini lebih kepada pemanfaatan hasil dari kerja keras&lt;strong&gt;  dunia freelance&lt;/strong&gt; kita, dimana sebagian yang kita dapatkan kita  sisihkan untuk usaha dibidang lain, tujuannya sederhananya untuk  menghindari pontang panting dana ketika project sedang sepi. &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Keempat hal tadi adalah sebagian kecil bagaimana seorang Freelancer  memanfaatkan kemampuannya agar bisa lebih nyaman dalam menggeluti dunia  Freelancer ini. Selamat mencari klien baru serta menjaga klien lama dan  jika ada tips tips lain mari kita diskusikan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.ruangfreelance.com/2009/12/11/freelancepeneur/&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/622835903287612820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/622835903287612820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/freelancepreneur.html' title='Freelancep(r)eneur'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-8734212194419779326</id><published>2009-12-24T21:07:00.000+07:00</published><updated>2009-12-24T21:07:56.982+07:00</updated><title type='text'>Triyono, Guru yang Pengusaha Mainan Edukatif</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5gw5ckuA9JjHCS2OOhkh7WPMaTLzc6qRGh7dGdZ-tTCzpZ6z1GRkxJopa9rtu73kAMT5-nvmS-NzDGVYyCcqZbbcVaCfgbHxtRGqBCayNBkQ8rKrbzyKfiXKknP3OAbb63fHo_DqGu6c/s1600-h/3439828p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;172&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5gw5ckuA9JjHCS2OOhkh7WPMaTLzc6qRGh7dGdZ-tTCzpZ6z1GRkxJopa9rtu73kAMT5-nvmS-NzDGVYyCcqZbbcVaCfgbHxtRGqBCayNBkQ8rKrbzyKfiXKknP3OAbb63fHo_DqGu6c/s320/3439828p.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Triyono tergolong orang yang susah diam. Di sela-sela kesibukan  sebagai guru sekolah dasar, ia mendirikan usaha pembuatan alat permainan  edukatif. Tidak sekadar membangun usaha beromzet puluhan juta rupiah  sebulan, tetapi ia juga menyediakan lapangan pekerjaan bagi banyak  orang. Ini belum termasuk 10 kelompok usaha serupa yang dilatihnya dan  kini beranjak mandiri.Setiap bulan Triyono bisa memproduksi  sekitar 120 paket alat permainan edukatif untuk pendidikan anak usia  dini (PAUD) dan taman kanak-kanak. Omzetnya rata-rata setiap bulan Rp 75  juta. Kualitas barang yang memadai dan jenis yang beragam membuat  produk milik Triyono merambah berbagai kabupaten dan kota sampai ke  Kalimantan dan Sumatera. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan  Nonformal dan Informal (P2PNFI) Regional II Semarang Ade Kusmiadi  mengakui jaminan kualitas produk Triyono. Dia yakin bahwa alat permainan  edukatif tersebut mampu bersaing apabila dipasarkan ke luar negeri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan  baku dan cat yang digunakan Triyono, menurut Ade, aman bagi anak-anak.  Sayang, upaya ekspor ini masih terkendala minimnya jejaring usaha yang  dimiliki perajin setempat.&amp;nbsp; ”Selama ini kami turut membantu memasarkan  produk itu ke berbagai daerah. Kami juga sudah meneliti alat permainan  yang dihasilkan Triyono itu memiliki makna apa saja, semisal ada yang  merangsang emosi atau motorik anak, dan berbagai aspek tumbuh kembang  anak,” tutur Ade. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menyebut puzzle sebagai contoh. Puzzle  angka yang terbuat dari papan keras berfungsi mengenalkan angka atau  huruf, sekaligus melatih motorik halus anak-anak. Balok umum dari kayu  mahoni untuk anak usia 4-6 tahun bermanfaat mengembangkan kreativitas,  melatih motorik halus, daya cipta, serta mengenalkan bentuk dan ukuran  untuk mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Triyono sudah menciptakan dan memproduksi sekitar  180 jenis alat permainan edukatif.&amp;nbsp; ”Syukurlah, hasilnya selama ini  cukup baik. Dari usaha ini, saya bisa membeli mobil, sawah, dan kebun.  Saya juga masih bisa menabung dan punya cadangan uang untuk pendidikan  anak-anak serta biaya naik haji,” tutur Triyono. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk memenuhi  bertambahnya jumlah pesanan alat permainan edukatif, Triyono dibantu 18  pekerja. Mereka bisa dibilang bekerja terus-menerus karena pesanan yang  diterima Triyono relatif bertambah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tengok pula nilai aset  produksinya yang sudah mencapai lebih dari Rp 150 juta. Dari usahanya  itu, Triyono juga bisa mempunyai ruang pamer berukuran 6 meter x 12  meter di samping rumahnya, di Desa Ujung-ujung, Kecamatan Pabelan,  Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Modal berani &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal,  saat memulai usaha alat permainan edukatif ini, tahun 2001, Triyono  hanya dibantu seorang pekerja. Modal awalnya pun hanya sekitar Rp  300.000. Uang itu dia gunakan untuk membeli bahan baku dan sejumlah alat  pertukangan manual, seperti gergaji, ampelas, dan alat penghalus kayu.  Namun, modal seadanya itu lalu dia olah dengan tambahan ”bumbu”  keberanian, ketekunan, keuletan, dan pantang menyerah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Triyono  mengaku masa awal usahanya itu relatif penuh tantangan. Dia belum banyak  tahu soal alat permainan edukatif. Namun, dia yakin produk itu bakal  laku di pasaran karena semakin banyak orangtua yang memberi perhatian  lebih baik terhadap pendidikan anak usia dini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia kemudian  mencari-cari bentuk alat permainan edukatif itu, dengan belajar dari  berbagai buku dan mencoba membuatnya sendiri. ”Ketika mencoba membuat  alat permainan edukatif ini, saya tidak langsung jadi. Ya, bisa dibilang  saya pun mengalami proses trial and error,” ceritanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkali-kali  ia gagal. Dari kegagalan produk itu pula, Triyono lalu belajar  memperbaikinya. Misalnya, saat produk kayunya banyak terbuang akibat  jamur. Dia kemudian berusaha mengatasi jamur dengan lebih dulu  memasukkan kayu ke dalam oven agar benar-benar kering. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga  pernah tertipu sekitar Rp 14 juta hanya gara-gara kurang teliti. Ketika  pesanan datang, Triyono tak meminta uang muka produksi. Oleh karena itu,  belakangan ini ia mewajibkan para pemesan memberikan uang muka setengah  dari harga barang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangatnya yang tinggi juga dipicu  kenyataan bahwa ia tak bisa sekadar mengandalkan gajinya sebagai guru  sekolah dasar untuk menghidupi dan mencukupi kebutuhan pendidikan kedua  anaknya. ”Saya sampai mencari-cari peluang dengan mendatangi rumah  pengelola P2PNFI, yang dulu bernama BPPNFI (Balai Pengembangan  Pendidikan Nonformal dan Informal). Saya sempat takut ditolak, tetapi  terus berusaha memberanikan diri,” kenang Triyono. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gayung pun  bersambut. Barang yang dihasilkan Triyono ternyata cukup memuaskan  sehingga BPPNFI ketika itu memesan sejumlah alat permainan edukatif.  Instansi itu pula yang awalnya menyebarluaskan produk alat permainan  edukatif tersebut ke berbagi daerah hingga pesanan terus berlanjut  hingga kini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Melatih penganggur &lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Sejak  tahun 2006 Triyono juga disibukkan dengan pekerjaan tambahan sebagai  instruktur bagi 10 kelompok, yang setiap kelompok terdiri dari 3 orang.  Mereka dilatih cara membuat alat permainan edukatif. Anggota kelompok  itu sebagian besar penganggur atau siswa yang baru lulus sekolah di Desa  Ujung-ujung dan Jembrak, Kecamatan Pabelan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Saya mau melatih  dan berbagi ilmu dengan anak-anak itu. Buat saya, mereka bukan saingan,  tetapi justru mitra usaha. Saat ini enam kelompok di antaranya sudah  sangat aktif. Selain memasok produk lewat koperasi yang saya pimpin,  mereka juga sudah bisa memasarkan sendiri produknya,” katanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengelola  usaha tak lantas membuat Triyono menganaktirikan tugas utamanya sebagai  guru. Ia tetap berusaha membagi waktu dengan baik. Caranya, dengan  berbagi tugas dengan sang istri, Siti Munjaemah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena  itu, tak heran kalau atas prestasi mengajarnya selama ini, mulai Juli  2009 dia dipercaya menjadi Kepala Sekolah SDN 3 Kopeng di Kecamatan  Getasan.&amp;nbsp; ”Saya ingin pembuatan alat permainan edukatif ini lebih  berkembang, agar semakin banyak orang muda pengangguran di desa kami  yang bisa bekerja,” kata Triyono.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/08/05/11073094/triyono.guru.yang.pengusaha.mainan.edukatif&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/8734212194419779326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/8734212194419779326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/triyono-guru-yang-pengusaha-mainan.html' title='Triyono, Guru yang Pengusaha Mainan Edukatif'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5gw5ckuA9JjHCS2OOhkh7WPMaTLzc6qRGh7dGdZ-tTCzpZ6z1GRkxJopa9rtu73kAMT5-nvmS-NzDGVYyCcqZbbcVaCfgbHxtRGqBCayNBkQ8rKrbzyKfiXKknP3OAbb63fHo_DqGu6c/s72-c/3439828p.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-1407115092909978554</id><published>2009-12-24T21:03:00.000+07:00</published><updated>2009-12-24T21:03:30.113+07:00</updated><title type='text'>Putu, dari Laptop Pinjaman Sekarang Omzet Miliaran</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivnDchr_x6sAo1DF5N7fX03-RABUFTD72uDZMfrlUaQM3cRBL48b3Qt7Nb_T8ByHjxnbiCIqBKTYxfIja_0CTFY2R49LeBAr3qgRotCfsYMSGe6l0loUfbDLtfTi0n8srAtrduKOnRTAU/s1600-h/0538595p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivnDchr_x6sAo1DF5N7fX03-RABUFTD72uDZMfrlUaQM3cRBL48b3Qt7Nb_T8ByHjxnbiCIqBKTYxfIja_0CTFY2R49LeBAr3qgRotCfsYMSGe6l0loUfbDLtfTi0n8srAtrduKOnRTAU/s320/0538595p.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Berawal dari sebuah ruangan dan laptop pinjaman seorang teman, Putu Sudiarta membangun penyebaran teknologi dengan cara unik ke seluruh Indonesia hingga mancanegara. Bahkan, PT Bamboomedia Cipta Persada di Jalan Merdeka, Denpasar, Bali, sebagai aktualisasi karyanya itu pun tak pernah sepi dari kunjungan mahasiswa sampai rekan bisnis kecil dan besar. Lalu, keunikan apa yang membuatnya beromzet miliaran rupiah sejak berdiri tahun 2002 lalu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Putu Sudiarta yang berperawakan tinggi, kurus, dan berpenampilan sederhana ini pun langsung menunjuk ke sebuah lemari kaca di salah satu sudut ruangan rapat di kantornya. ”Ini adalah lemari sejarah perjalanan Bamboomedia,” katanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam lemari itu tersimpan beberapa disket, telepon rumah, brosur-brosur, CD, kabel internet, beberapa buku, serta sebuah hair dryer. Barang-barang tersebut yang mengawalnya menjadi dikenal di dunia teknologi informasi. Ia sendiri pun tak menyangka bisa sebesar sekarang dan banyak pebisnis dan puluhan mahasiswa teknik informatika dengan beberapa bus dari luar Bali mengunjunginya karena penasaran dengan siapa di balik Bamboomedia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bamboomedia Cipta Persada dikenal sebagai penghasil perangkat lunak (software) aplikasi komputer untuk perkantoran, pelajar, karyawan, perusahaan besar ataupun kecil, sampai ke anak-anak. Intinya, perusahaan ini hanya mementingkan pendidikan dan bagaimana aplikasi ini bisa menyebar secara benar, baik, mudah, dan murah tanpa batas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayangkan, Putu Sudiarta hanya menjual CD aplikasinya itu mulai harga Rp 25.000 per keping dan kurang dari Rp 50.000 per keping. Tidak berhenti di situ, aplikasinya juga boleh diakses oleh siapa pun dari CD, hanya dengan mendaftar atau membayar sejumlah uang sesuai harga CD tanpa harus datang ke kantornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Kami ingin siapa pun bisa mudah untuk belajar meski jaraknya jauh dari sini. Buktinya, kami memiliki pelanggan di daerah Papua yang hanya dengan mengirimkan pesan singkat untuk mendapatkan nomor registrasi dan transfer uang. Satu CD bisa dipakai berulang kali,” jelasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum memutuskan pulang ke pulau kelahirannya, Bali, Putu Sudiarta menyelesaikan S-1 di Jurusan Informatika Stikom Surabaya, Jawa Timur, dan pernah bekerja di kota itu. Ia yang lahir dan besar dari keluarga cukup mampu ini mulai merasa iba ketika suatu saat menemui lingkungannya yang serba kekurangan, termasuk sulitnya siswa mengakses teknologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pengalaman itu, Putu Sudiarta bertekad mencari cara bagaimana ilmu yang selama ini dia geluti juga bisa dinikmati oleh mereka yang minim bangku pendidikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dia, dunia akan terus berkembang. Namun, apa artinya jika ada bagian dari negara ini masih serba kekurangan hanya karena tak memiliki kemampuan menjangkau dan dijangkau dari perkotaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun bertekad pulang ke Bali. Selanjutnya bersama seorang adik dan seorang temannya, Putu Sudiarta menggalang kekuatan menembus pasar dengan menjual beberapa aplikasi yang sudah disusun secara mudah untuk dicerna dan diikuti tanpa merasa digurui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermodalkan persis sama seperti di ”lemari sejarah”-nya, Putu Sudiarta yang gemar masakan Padang ini terus menggali potensi. Sejak tahun 2002 hingga sekarang, ia sudah menyabet beberapa penghargaan edukasi untuk produk-produknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koleksi produknya pun sudah sekitar 108 produk. Omzetnya pun bisa jutaan rupiah dan pernah mencatat sampai Rp 1,6 miliar. Tapi menurut dia, lagi-lagi ini merupakan bagian dari perjalanan. Baginya, kegigihan menjadi salah satu motivasinya agar air itu pun terus mengalir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat awal membangun Bamboomedia dia hanya berbekal laptop pinjaman untuk menembus pasar melalui Gramedia pada tahun 2003. ”Wah, kala itu bergaya sekali memamerkan aplikasi produk kami kepada pihak Gramedia di salah satu tokonya di Denpasar ini. Padahal, laptopnya pinjaman. Siapa yang tahu, kan?” ujarnya sambil sedikit berkelakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menembus Microsoft&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mimpinya menembus pasar melalui Gramedia pun terkabul. Lalu bagaimana dia bisa pula menggaet Microsoft, perusahaan teknologi informasi besar itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Putu Sudiarta, itu lagi-lagi merupakan sebuah keberuntungan yang tak terkira. Dengan ilmu coba-coba, ia menelepon kantor Microsoft. Singkatnya, setelah diminta menghubungi ini dan itu, dia berangkat ke Jakarta dan lagi-lagi harus memperagakan produknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berhasil. Microsoft bersedia menggaetnya sebagai salah satu vendor bisnis. Uniknya, banyak perusahaan bisnis besar yang telah ditembusnya selalu tak percaya dengan keberadaan kantor Bamboomedia yang hanya sebuah rumah sebelum menempati kantor besarnya di kawasan mewah Renon, Denpasar, sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Distribusinya pun terus berkembang hingga ke seluruh pelosok Tanah Air. Termasuk sedikitnya 30.000 perusahaan kecil dan menengah yang sudah menggunakan produknya. Ini juga berawal dari kepedulian dan keprihatinannya terhadap pembajakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayangkan, jelasnya, para perusahaan kecil dan menengah ini bisa menjadi sasaran empuk dari mereka yang tidak punya hati dengan pembajakan atau permainan harga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Kasihan kan, perusahaan kecil dan menengah ini tak bisa maju hanya karena alasan membeli aplikasi untuk usahanya saja mahal sekali. Bisa sampai jutaan rupiah. Kami tidak menginginkan itu. Kami melayani dan memberikan aplikasi yang mudah dan murah agar bisa maju bersama. Bisa menghemat karena cuma dengan puluhan atau kurang dari satu juta rupiah, usaha tetap berjalan dengan aplikasi modern,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/08/06/10033293/putu.dari.laptop.pinjaman.sekarang.omzet.miliaran&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/1407115092909978554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/1407115092909978554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/putu-dari-laptop-pinjaman-sekarang.html' title='Putu, dari Laptop Pinjaman Sekarang Omzet Miliaran'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivnDchr_x6sAo1DF5N7fX03-RABUFTD72uDZMfrlUaQM3cRBL48b3Qt7Nb_T8ByHjxnbiCIqBKTYxfIja_0CTFY2R49LeBAr3qgRotCfsYMSGe6l0loUfbDLtfTi0n8srAtrduKOnRTAU/s72-c/0538595p.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-2343100992060142049</id><published>2009-12-24T20:58:00.000+07:00</published><updated>2009-12-24T20:58:42.623+07:00</updated><title type='text'>Sukarjo, dari Preman Jadi Kades Petani</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiD4Durbd57YtEXIG6UgKSiSVpwl6ud5p9zvO_BO2ylfC6eKQpAtKFGj4JuIESL1eTDlNMv82-SzyVgfMhiLKwpAUUyaW1rY5GY_wToo4R5sR63H4Q8A5IkH002i7iQU1HwvAiamAftm5mc/s1600-h/0808476p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;241&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiD4Durbd57YtEXIG6UgKSiSVpwl6ud5p9zvO_BO2ylfC6eKQpAtKFGj4JuIESL1eTDlNMv82-SzyVgfMhiLKwpAUUyaW1rY5GY_wToo4R5sR63H4Q8A5IkH002i7iQU1HwvAiamAftm5mc/s320/0808476p.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Siapa itu Sukarjo ? Jika  pertanyaan tersebut dilontarkan 12 tahun  lalu, warga Desa Sukoharjo  Ngalik, Sleman bakal menjawab Sukarjo itu  preman. Namun jika  pertanyaannya dijawab sekarang, Sukarjo adalah petani  yang juga kepala  desa.&lt;br /&gt;
Sukarjo (49) baru 1,5 tahun menjabat.  Namun ketika  peringatan Hari Pangan Sedunia di DIY dua pekan lalu ia  ditunjuk  mewakili kepala-kepala desa se-DIY menerima bantuan 500-an  bibit sukun  sebagai program diverifikasi pangan dan penghijauan desa ,  tentu ada  alasannya.&lt;br /&gt;
Salah satu alasannya ialah, Sukarjo dianggap  sukses  memberdayakan tanah bengkok dan mengajak masyarakat untuk  menyelami  pertanian dan banyak menanam pohon . Tanah bengkok yang oleh  banyak  kepala desa hanya disewakan, di tangan Sukarjo, tanah bengkok  ditanami  aneka macam.&lt;br /&gt;
Tanah bengkok seluas sembilan hektar  ditanami ketela  pohon dan cabai. Ketela pohon juga ditanam di lahan  miliknya yang  seluas 2.000 meter persegi lebih. Dari hasil bertaninya  ini, dalam  sebulan Sukarjo bisa mendapat keuntungan Rp 30 juta lebih.&lt;br /&gt;
Dari   daun ketela ketela pohon saja, yang didapat sudah lebih Rp 4 juta per   bulan. Konsumennya adalah sejumlah rumah makan padang. Saat ini Sukarjo   bisa mempekerjakan 25 orang, yang sebagian adalah warga. Beberapa  petani  lain warga desa yang sudah melihat cara bertaninya, lantas  terinspirasi  meniru. Beberapa tenaga kerjanya pun sudah mengundurkan  diri karena  ingin mandiri sebagai petani. Tapi, sejatinya hal itulah  yang diinginkan  Sukarjo.&lt;br /&gt;
Titik tolak hidup Sukarjo yang akrab  dipanggil Gandung  ini bermula tahun 1998, saat dia jenuh dengan  dunianya: sebagai tenaga  kontrak perusahaan kayu, sekaligus preman,  tukang onar, dan tukang judi.  Namun di sisi lain, kejenuhan itu  tampaknya berbarengan dengan  keinginannya menanam padi.&lt;br /&gt;
&quot;Saya  ingin menanam padi, juga menanam  apa saja. Mungkin karena orang tua  saya adalah petani, yang ditanam  dikonsumsi sendiri dan rasanya kok  enak. Saya lantas bilang ke orang tua  dan saudara bahwa saya mau &lt;i&gt;nggarap&lt;/i&gt;  sawah, eh mereka ketawa.  Sepertinya mereka nggak percaya bahwa saya  yang sering gonta-ganti  sekolah karena berkelahi ini, mau jadi petani,&quot;  ujar lelaki tamatan SMP  ini.&lt;br /&gt;
Namun karena berani ditantang,  akhirnya sebagian tanah milik  keluarga bisa didapat. Sukarjo lalu minta  bantuan beberapa petani asal  Magelang untuk bercocok tanam, dan ia  sendiri berguru pada mereka. Nada  sinis plus ditertawakan sering  diterima, sehingga dalam bertani Sukarjo  seperti petani yang &lt;i&gt;single  fighter &lt;/i&gt;, sendirian,&lt;br /&gt;
&quot;Orang  lebih gampang percaya jika  melihat saya membawa kartu untuk judi dan  keluyuran buat onar,  ketimbang melihat saya mengangkut bibit dan  menyentuh tanah. Karena  itu, dulu kalau saya ke lahan, seringnya  malam-malam karena agak malas  ketemu warga dan dicurigai melulu. Kalau  saya membawa bambu untuk  tonggak tanaman cabai, lha nanti malah dikira  mencuri bambu, hahahaha,&quot;  ujarnya.&lt;br /&gt;
Walau Sukarjo sudah menjadi  petani sejak tahun 1998 dan  warga desa melihat gambaran kerjanya, urusan  maju sebagai calon kades  tetap tak mudah. Butuh kerja keras menyakinkan  warga bahwa ia sekarang  punya dunia baru, yaitu bertani, dan dia ingin  memajukan desa lewat  pertanian. Ia berprinsip jadi petani bisa kaya asal  strateginya tepat.&lt;br /&gt;
Sekitar  20 tahun menjadi preman dan penjudi,  dianggap Sukarjo cukup untuk  memberinya karakter tak kenal takut dan tak  ragu berspekulasi. &quot;Seperti  menanam cabai dan ketela, ya tanam saja.  Rugi ya sudah, tapi besok  coba menanam lagi. Jika rugi lagi ya menanam  lagi. Kalau tetap rugi ya  apes. Judi dan bertani sama-sama &lt;i&gt;gambling&lt;/i&gt;.  Dulu, uang jutaan  saja bisa lenyap di meja judi dalam semalam dan saya  tidak sedih. Masa  sekarang saya takut berspekulasi, padahal istri dan  anak saya  mendukung,&quot; ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/10/20/0809521/sukarjo.dari.preman.jadi.kades.petani&quot;&gt;sukses&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/2343100992060142049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/2343100992060142049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/sukarjo-dari-preman-jadi-kades-petani.html' title='Sukarjo, dari Preman Jadi Kades Petani'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiD4Durbd57YtEXIG6UgKSiSVpwl6ud5p9zvO_BO2ylfC6eKQpAtKFGj4JuIESL1eTDlNMv82-SzyVgfMhiLKwpAUUyaW1rY5GY_wToo4R5sR63H4Q8A5IkH002i7iQU1HwvAiamAftm5mc/s72-c/0808476p.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-2031848803953257432</id><published>2009-12-24T20:44:00.000+07:00</published><updated>2009-12-24T20:44:17.961+07:00</updated><title type='text'>101 Ide Bisnis Tanpa Kantor, Apa Itu?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLJ03xjJvLDxxluU9xXt_ede-N0g8kko8hvYl5r7d-kmz1w8RuhaaN_93Z25UPeanCYLyOdagUsKHum8zbToa4bVtH-wm4hyphenhyphen9W-t24uyUoaSM0B-cDBh_UDhrq-tS6L93hWQze0TOy430/s1600-h/132341p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLJ03xjJvLDxxluU9xXt_ede-N0g8kko8hvYl5r7d-kmz1w8RuhaaN_93Z25UPeanCYLyOdagUsKHum8zbToa4bVtH-wm4hyphenhyphen9W-t24uyUoaSM0B-cDBh_UDhrq-tS6L93hWQze0TOy430/s320/132341p.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Bagi anda yang belum mendapatkan pekerjaan, bosan dengan rutinitas  kerja kantor dan kemacetan setiap hari, ingin memulai tantangan baru,  mungkin anda bisa mulai mencoba usaha sederhana di rumah yang dapat  memberikan berbagai keuntungan.&lt;br /&gt;
&quot;Pertumbuhan usaha yang dijalankan  dari rumah terus meningkat secara signifikan,&quot; kata perencana keuangan  serta penulis buku Sulistyawati, saat peluncuran bukunya yang berjudul&amp;nbsp; &lt;em&gt;101  Ide Bisnis Tanpa Kantor&lt;/em&gt; di Jakarta, Sabtu (6/6).&lt;br /&gt;
Sulistyawati  mengatakan, banyak keuntungan yang didapat dengan berbisnis di rumah  seperti tidak perlu menyewa tempat khusus, cukup mendesain dan mengatur  ulang ruangan rumah untuk dijadikan ruang kerja sesuai yang diinginkan.  &quot;Tinggal menentukan ruang mana yang memungkinkan, bahkan ruang tidur pun  bisa disulap menjadi kantor,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
Selain itu, tidak perlu  waktu khusus untuk berangkat ke lokasi kerja yang bisa memakan waktu  berjam-jam akibat kemacetan dan dapat menghindari stres di jalan.&lt;br /&gt;
Keuntungan  lain adalah, menghemat biaya baik untuk kendaraan, baju, sepatu, tas  kerja, makan siang, dan sebagainya, serta waktu kerja yang fleksibel.  &quot;Bisa juga melakukan peran ganda seperti mengurus keluarga, serta dapat  menjadi potensi peningkatan pendapatan keluarga,&quot; ucapnya.&lt;br /&gt;
Sedangkan  kelemahan berbisnis di rumah, kata Sulistyawati, adanya perasaan  terisolir dari lingkungan kerja, kesendirian, pendapatan yang tidak  teratur, perasaan jenuh bekerja di tempat yang sama.&lt;br /&gt;
Selain itu,  ada anggapan usaha di rumah sebagai pekerjaan yang tidak serius dan  kurang profesional karena lokasinya di rumah dan tanpa ikatan. &quot;Kendala  lain usaha di rumah sering dilakukan tidak kosisten, banyak gangguan  seperti dari anak, tetangga, serta adanya perasaan takut gagal,&quot;  katanya.&lt;br /&gt;
Untuk itu, lanjutnya, sebelum terjun ke dalam bisnis  sebaiknya mempelajari resiko dan kelemahan sehingga mampu menghadapi  segala kemungkinan.&lt;br /&gt;
Menurut Sulistyawati, banyak ide bisnis  sederhana yang banyak dibutuhkan orang. Sebagai contoh, usaha yang  berhubungan dengan kamar tidur seperti produksi seprei dan bed cover,  agen atau toko seprei dan bed cover. Contoh lain, yang berhubungan  dengan kamar mandi seperti distributor detergen dan pembersih kamar  mandi, sabun, lulur, dan peralatan mandi.&lt;br /&gt;
&quot;Usaha lain yang banyak  dibutuhkan khususnya kaum wanita, seperti salon, butik, penjahit,  distributor busana muslim, produksi jilbab, ritel aksesoris, penjual  parfum, Multi Level Marketing produk kecantikan, kerajinan aksesoris dan  sebagainya,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
Untuk usaha yang berhubungan dengan dapur,  kata Sulistyawati, seperti toko sembako, pembuatan kue, katering, kafe,  kursus memasak dan membuat kue, penyedia pembantu rumah tangga dan  sebagainya.&lt;br /&gt;
Sedangkan yang berhubungan dengan anak, lanjut dia,  seperti butik perlengkapan bayi, desainer kamar anak, jasa penitipan  anak,toko mainan anak dan kado, serta kelompok bermain dan taman  kanak-kanak. &quot;Usaha lain seperti penerjemah, agen koran dan majalah,  rental buku dan komputer, penulis, kreasi bunga, penyedia jasa kurir,  percetakan, budidaya tanaman hias,rental sepeda motor,&quot; kata dia.&lt;br /&gt;
Sulistyawati  juga membagi ide usaha sederhana lainya dari banyak bidang yang dapat  di lakukan di rumah dengan modal yang tidak terlalu banyak dalam buku  setebal 194 halaman tersebut.&lt;br /&gt;
Sulistyawati manambahkan, untuk  memulai usaha harus diperhatikan beberapa hal, seperti apakah menyukai  bisnis tersebut, adakah keahlian yang mendukung, tahu bagaimana  menjalankanya, modal yang cukup, dan ada kaitannya dengan hobi. &quot;Jika  jawabannya &#39;ya&#39; berarti siap memulai usaha tersebut,&quot; ucapnya.&lt;br /&gt;
Selain  itu, harus dibuat perencanaan dan konsep bisnis yang baik, meliputi  nama usaha, jenis usaha, rencana pengembangan, keuangan, cara memperoleh  dan pengembalian modal, perkiraan laba rugi, rencana pemasaran dan  sebagainya..&lt;br /&gt;
Sulistyawati juga membagikan tips bagaimana cara  menjalankan usaha dan bagaimana memasarkan produk yang baik dalam buku  tersebut.&lt;br /&gt;
Jadi sekarang anda tidak perlu lagi khawatir memulai  bisnis di rumah. Silahkan mencoba...&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/06/06/17234792/101.ide.bisnis.tanpa.kantor.apa.itu&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/2031848803953257432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/2031848803953257432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/101-ide-bisnis-tanpa-kantor-apa-itu.html' title='101 Ide Bisnis Tanpa Kantor, Apa Itu?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLJ03xjJvLDxxluU9xXt_ede-N0g8kko8hvYl5r7d-kmz1w8RuhaaN_93Z25UPeanCYLyOdagUsKHum8zbToa4bVtH-wm4hyphenhyphen9W-t24uyUoaSM0B-cDBh_UDhrq-tS6L93hWQze0TOy430/s72-c/132341p.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-7686944401312547340</id><published>2009-12-24T20:32:00.000+07:00</published><updated>2009-12-24T20:32:44.292+07:00</updated><title type='text'>Peluang Usaha - Rental mobil rumahan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7rWpY-4VUMFPijHMExRAz6dhdeby4ubhs7whFzIW76fXkYPLupQkxC8fwhmMjLEjlkvPQMWi57T5zahBED74y7hi_plYVbxYrGYcJoAaLbJb49Yqjx1v3WN5ZvKoHpylWbRGkW5TQZKU/s1600-h/rental-mobil-terlengkap-0.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7rWpY-4VUMFPijHMExRAz6dhdeby4ubhs7whFzIW76fXkYPLupQkxC8fwhmMjLEjlkvPQMWi57T5zahBED74y7hi_plYVbxYrGYcJoAaLbJb49Yqjx1v3WN5ZvKoHpylWbRGkW5TQZKU/s320/rental-mobil-terlengkap-0.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Sebenarnya bisnis rental mobil rumahan ini sudah banyak di masyarakat, jadi mereka yang memiliki mobil niaga berkapasitas penumpang banyak, (misalnya xenia, avanza, panther, kijang dan sebagainya) juga menerima carteran pada hari-hari tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peluang ini sebenarnya sangat menguntungkan, saya sendiri sudah menjalankannya tahun 2009 ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beli mobil tanpa perlu mengangsur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menjalankan usaha rental mobil rumahan ini, bisa dibilang Anda membeli mobil hanya keluar DP, tanpa perlu mengangsur. Begini misalnya, Anda membeli mobil Xenia yang standard (ada AC, tape), DP 15-20 jt, dengan tenor 3 tahun, angsuran Anda sekitar 3 jt per bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari situ berarti tiap bulan Anda tinggal mengangsur 3 jt, asumsi harga sewa sekitar 300rb tanpa sopir, dan 400rb dengan sopir per hari, maka tiap bulan mobil Anda hanya harus &quot;bekerja&quot; 10 hari. yang 20 hari bisa dipakai sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan pengalaman saya selama ini, dalam 1 bulan, rata-rata disewa 15-20 hari, bahkan kemarin itu pada saat musim pengantin, mobil tidak pernah dirumah, bahkan saya sampai menolak beberapa permintaan sewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilihan jenis mobil&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berdasarkan survey saya sendiri di kota tempat tinggal saya, mobil yang paling laku disewa adalah xenia dan avanza, kalau menggunakan APV, penyewa banyak yang ndak mau, ada yang bilang karena kemudinya tegak seperti truk, kalau xenia dan avanza nyetirnya seperti sedan. Kalu kijang, boros di bensin apalagi yang innova, panther banyak yang tidak suka bau solarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dilihat dari sisi jumlah penumpang, xenia dan avanza meski dari luar kelihatannya kecil, tetapi diisi 7 orang masih muat, sama dengan mobil-mobil diatas. malah karena kecil itu, banyak yang suka karena lincah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa xenia?&lt;br /&gt;
sebenarnya yang paling banyak dicari adalah avanza, tetapi xenia dan avanza harganya beda jauh sekali, sedangkan tarif sewanya cuma selisih 50rb. sedangkan penyewa kalau mencari avanza, tetapi anda adanya xenia, hampir bisa dipastikan mereka mau saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kenapa harus baru?&lt;br /&gt;
sbenarnya tidak harus baru, jika anda sudah ada mobil di rumah, anda bisa menggunakan mobil anda itu, tetapi jika harus membeli, maka saya sarankan sebaiknya baru saja, karena mobil baru dalam 3 tahun pertama tidak memerlukan perawatan besar. kedua, pihak asuransi akan lebih suka jika kliennya adalah mobil baru. ketiga, penyewa pastinya lebih memilih mobil baru. dan meski harganya lebih mahal yang baru, tetapi anda akan mendapatkan fasilitas kredit jika membeli mobil baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keamanan mobil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini penting sekali untuk menjaga aset Anda, apalagi jika anda menggunakan sistem sewa tanpa sopir :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pertama, anda harus menggunakan asuransi all risk, jadi segala resiko akan dicover asuransi, Anda bisa menkonsultasikan dengan agen asuransi, meski keluar biaya lebih banyak, tetapi yang penting aset Anda aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kedua, pasang GPS, saat ini banyak sekali dijual GPS untuk mobil, jadi bentuknya seperti kotak kecil, bisa ditaruh di tempat tersembunyi dalam mobil Anda, setelah itu dari depan komputer anda dirumah anda bisa melihat kemanapun mobil anda dibawa pergi, bahkan ada yang memiliki fitur record log, yaitu semua perjalanan dicatat, mulai dari rute, waktu, dan sebagainya. alat ini dijual dipasaran dengan harga 2-4juta. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Ketiga, hindari sewa perorangan dalam jangka waktu lama. Banyak kejadian mobil anda disewa lama, ternyata oleh penyewa, mobil anda digadaikan, atau kadang disewakan lagi ke orang lain dengan tarif diatas tarif Anda.untuk menjaga hal ini bisa dilakukan dari pengamatan melalui GPS, misal di GPS terlihat mobil ada di kota Bandung, tetapi penyewa anda hubungi mengatakan mobil ada di semarang, ini bisa segera ditindaklanjuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sistem pemasaran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya hal ini sangat mudah, anda tidak akan mengalami kesulitan dalam memasarkan mobil anda, ini karena banyak sekali orang yang berminat menyewa mobil, sedangkan mobil sewaan tidak banyak jumlahnya, ditambah lagi jika mobil anda baru, pasti banyak sekali yang berminat menyewanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda bisa juga menerapakn strategi ini, yaitu beritahu semua teman kantor anda, rekan kerja, tetangga, kenalan dan sebagainya tentang rental anda itu, taruh brosur di tempat usaha anda, atau jika perlu anda bisa beriklan di radio kota anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi jika mobil anda hanya satu, sebenarnya anda tidak perlu melakukan itu, saya yakin dari pemasaran mulut ke mulut saja anda pasti sudah akan kesulitan menolak permintaan sewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peluang lain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini banyak sekali perusahaan yang berminat menyewa kendaraan, jika Anda memutuskan menyewakan kepada mereka, sebaiknya Anda memiliki lebih dari satu kendaraan sewa sejenis, dan pilihlah perusahaan yang besar, misalkan provider komunikasi, perbankan dsb..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
keuntungan disewa perusahaan adalah mereka menyewa dalam jangka waktu lama (+/- 3 bulan per periode), tetapi kekurangannya ada juga, antara lain harga sewa lebih rendah, misal anda menyewakan pada orang langsung 300rb tanpa sopir, maka di perusahaan biasanya sekitar 200rb per hari. yang kedua, jika mobil anda rusak, maka anda hari itu juga harus mengirimkan mobil pengganti, oleh sebab itu sebaiknya anda memiliki lebih dari 1 mobil sewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di mana keuntungannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dalam sebulan selama 3 tahun anda hanya bisa menyewakan 10 hari per bulan, maka anda hanya akan bisa menutup angsuran bulannanya, nah, kalau seperti itu keadaannya, maka pada akhir masa angsuran, anda akan memiliki mobil itu sepenuhnya, dengan asumsi harga jual xenia dalam 3 tahun kedepan masih sekitar 75-85jt, dikurangi DP 20jt = +/- 60jt, atau 20jt per tahun, itu berarti sekitar 1,6jt / bln. lumayan kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
belum lagi dalam waktu 3 tahun itu bisa dibilang anda memiliki mobil pribadi, sekaligus juga memiliki perusahaan rental mobil... keren juga... :D&lt;br /&gt;
bagi rekan-rekan yang belum memiliki mobil, ini bisa dibilang sangat menarik, apalagi bagi yang belum menikah, harga diri anda akan meningkat drastis dimata calon mertua Anda. hehehehe...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke, bagi yang berminat membuka usaha ini mari kita berdiskusi dengan berkomentar dibawah sini, mungkin ada beberapa point yang lupa saya sampaikan dalam paparan saya diatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://peluangusaha.web.id/2009/12/peluang-usaha-rental-mobil-rumahan.html&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.iklanwebid.com/images/20091011/50870/rental-mobil-terlengkap-0.jpg&quot;&gt;sumber gambar&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/7686944401312547340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/7686944401312547340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/peluang-usaha-rental-mobil-rumahan.html' title='Peluang Usaha - Rental mobil rumahan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7rWpY-4VUMFPijHMExRAz6dhdeby4ubhs7whFzIW76fXkYPLupQkxC8fwhmMjLEjlkvPQMWi57T5zahBED74y7hi_plYVbxYrGYcJoAaLbJb49Yqjx1v3WN5ZvKoHpylWbRGkW5TQZKU/s72-c/rental-mobil-terlengkap-0.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-2490409674307089200</id><published>2009-12-24T20:16:00.000+07:00</published><updated>2009-12-24T20:16:06.558+07:00</updated><title type='text'>Bisnis Dunia Periklanan Menjalankan Bisnis dengan Sistem Kepercayaan</title><content type='html'>Dunia pemasaran dan periklanan seperti mata uang koin satu sama lain  saling bertautan. Keduanya harus saling berjalan seiring dan tidak dapat  dipisahkan. Begitu juga dalam penciptaan suatu brand hingga menjadi top  of mind di benak konsumen juga tidak meninggalkan kedua hal di atas. &lt;br /&gt;
Kedua peranan tersebut merupakan core business usaha dengan didukung  unit usaha produksi. Sehingga, akan tercipta suatu konsep komunikasi  pemasaran yang terkontrol hingga sampai dengan penerapan eksekusinya di  berbagai media. &lt;br /&gt;
Hal tersebut diterapkan oleh Tatang Sugiar dalam menjalankan bisnisnya.  Dia  merupakan Direktur Soloutama Advertising yang berlokasi di Jalan  Jalan Manduro No 42 Kartotiyasan, Solo. Bisnis tersebut, dijalankan  Tatang dengan mengambil prinsip think fresh, helpfull, friendly, and get  more. Dari sana, Tatang pun mampu mendapatkan kepercayaan dari  masyarakat, perusahaan dengan berbagai order yang terus mengalir. &lt;br /&gt;
Sejak didirikan Agustus 2008 lalu, Soloutama Advertising telah banyak  mengerjakan berbagai order dari Solo dan juga luar Kota Solo. Di  antaranya, pemasangan billboard, baliho, mengerjakan desain, dan  lain-lain. ”Dalam dunia pemasaran dan periklanan, kita harus mampu  berkreasi. Tidak hanya kreasi, tetapi juga saling berkompetisi, dalam  artian positif tentunya. Hal itu untuk kemajuan dikemudian hari,”  ujarnya dengan ramah.&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, berbagai order terus mengalir kepadanya. Mulai dari  mengerjakan produksi dan pemasangan billboard atau baliho serta  menyewakan lokasi, Soloutama Advertising juga mengerjakan desain kreatif  untuk billboard. Tidak hanya itu, pekerjaan luar ruangan (outdoor) juga  dirinya kerjakan. Di antaranya meliputi produksi spanduk, neon box,  shop sign, papan nama toko, dan jasa pemasangan. Dikatakan, beberapa  perusahaan telah mempercayakan kepada Soloutama Advertising untuk  menangani pengadaan media luar ruangan.  ”Orderan Alhamdullilah sudah  banyak. Kita telah mengerjakan orderan untuk pengadaan media luar  ruangan, antara lain, Bank Ekonomi, AIA Financial, Star Coffee, Optik  Melawai, HSBC, Smart, Starone, Bank BRI, Pertamina dan Cosmos,” sebut  Tatang kepada Joglosemar. &lt;br /&gt;
Aktivasi Merek&lt;br /&gt;
Selain itu, Soloutama Advertising dapat membantu aktivasi merek produk,  mulai dari konsep sampai eksekusi. Dalam kata lain, Soloutama  Advertising bisa menjadi kepanjangan tangan klien untuk program aktivasi  di lapangan. Tatang mengatakan untuk program yang sudah sering  dilakukan adalah edukasi pasar, sampling, launching, pameran,  pertunjukan, serta channel gathering. ”Perusahaan yang mempercayakan  kepada SoloUtama Advertising untuk mengerjakan program aktivasi merek  adalah Cosmos, Fren Mobile 8 dan Bank BRI,” ungkapnya.&lt;br /&gt;
Sebagai fungsi kepanjangan tangan dari perusahaan seperti aktivasi  merek, di sini, juga memberikan layanan untuk belanja iklan koran baik  lokal maupun nasional serta media radio serta televisi lokal. Untuk  kebutuhan ketersediaan garda depan tenaga promosi dan kehumasan program,  Soloutama  juga memberikan layanan terpadu untuk menunjang kegiatan  promosi merek pelanggan.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://harianjoglosemar.com/berita/bisnis-dunia-periklanan-menjalankan-bisnis-dengan-sistem-kepercayaan-776.html&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/2490409674307089200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/2490409674307089200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/bisnis-dunia-periklanan-menjalankan.html' title='Bisnis Dunia Periklanan Menjalankan Bisnis dengan Sistem Kepercayaan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-6582306259869551033</id><published>2009-12-24T14:24:00.000+07:00</published><updated>2009-12-24T14:24:10.466+07:00</updated><title type='text'>Wanita Lulusan SMP Itu Punya 22 Pesawat</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEif_3H41H0hfn3LnYdUTv_n2f-fq-KvOyZ3BTOapt3TjOLJORxJndJbtY29D37eLiZL-M1vnYd0LKPABP1AgpQdTWecU0rB51Mq0gMGAkBONqLpEhdCmzQfO73HuC3fN2zHie6SlkRMhD0/s1600-h/1026495p.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEif_3H41H0hfn3LnYdUTv_n2f-fq-KvOyZ3BTOapt3TjOLJORxJndJbtY29D37eLiZL-M1vnYd0LKPABP1AgpQdTWecU0rB51Mq0gMGAkBONqLpEhdCmzQfO73HuC3fN2zHie6SlkRMhD0/s320/1026495p.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Kerut di wajah wanita ini menggambarkan betapa keras jalur hidup yang ditempuhnya. Susi Pujiastuti (45) merangkak sebagai pedagang ikan segar. Ia sukses di industri perikanan modern dan penerbangan carter beraset ratusan miliar rupiah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak pelak, PT Excelcomindo Pratama (Tbk), perusahaan telekomunikasi, menganugerahinya predikat The Best Indonesia Berprestasi 2009. Saat ini, wanita yang hanya lulusan SMP itu mengelola dua perusahaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masing-masing adalah PT ASI Pujiastuti Marine Product yang bergerak di bisnis perikanan, dan Susi Air yang merupakan maskapai sewa dengan 22 pesawat propeler. Dari dua perusahaan itu, Susi bisa menghidupi ribuan karyawan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalan hidup wanita ini memang penuh liku. Seusai memutuskan keluar dari bangku SMA di Cilacap, Jawa Tengah, pada 1983, Susi mulai menjalani pekerjaannya sebagai pengepul ikan dengan modal pas-pasan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usahanya terus berkembang. Setahun kemudian, dia berhasil menguasai pasar Cilacap. Tidak puas hanya berbisnis ikan laut di satu daerah, Susi mulai melirik daerah Pangandaran di pantai selatan Jawa Barat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata, di sana keberuntungan Susi datang. Usaha perikanannya maju pesat. Jika semula dia hanya memperdagangkan ikan dan udang, maka Susi mulai memasarkan komoditas yang lebih berorientasi ekspor, yaitu lobster. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membawa dagangannya sendiri ke Jakarta untuk ditawarkan ke berbagai restoran &lt;em&gt;seafood &lt;/em&gt;dan diekspor. Karena permintaan luar negeri sangat besar, untuk menyediakan stok lobster, Susi harus berkeliling Indonesia mencari sumber suplai lobster. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah pun timbul. Problem justru karena stok sangat banyak, tetapi transportasi, terutama udara, sangat terbatas. Untuk mengirim dengan kapal laut terlalu lama karena lobster bisa terancam busuk atau menurun kualitasnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itulah timbul ide Susi lainnya untuk membeli sebuah pesawat. Christian von Strombeck, suaminya yang kebetulan warga negara asing yang berprofesi sebagai pilot pesawat carteran asal Jerman mendukungnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pesawat jenis Cessna dia beli. Alat transportasi itu sangat membantunya meningkatkan produktivitas perdagangan ikannya. Nilai jual komoditas nelayan di daerah juga naik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nelayan bisa mendapatkan nilai tambah. Misalnya saja, lobster di Pulau Mentawai yang tadinya hanya dijual Rp 40.000 per kilo, setelah itu bisa dinaikkan menjadi Rp 80.000 per kilo saat itu,” kata Susi kepada &lt;strong&gt;Persda Network.&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, kebutuhan terhadap pesawat penumpang pun semakin meningkat seiring dengan ekspor yang terus bertambah. Belakangan, pesawat yang tadinya hanya untuk mengangkut barang dagangan laut, dia coba sewakan kepada masyarakat yang ingin menumpang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ternyata, permintaan transportasi sangat besar karenanya kita pun mengembangkan bisnis pesawat carter ini dan Susi Air,” ujarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Susi Air memiliki 22 pesawat kecil, antara lain jenis Cessna Grand, Avanti, dan Porter yang dioperasikan oleh 80 pilot. Sebanyak 26 pilot di antaranya adalah pilot asing. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harga pesawat Cessna saat ini Rp 20 miliar per unit. Adapun harga pesawat Avanti bisa empat kali lebih mahal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maskapai Susi Air saat ini beroperasi di hampir semua daerah pelosok di Indonesia. Untuk mengembangkan bisnisnya ini, Susi bertekad menambah pesawat lagi hingga mencapai 40 unit pada akhir tahun depan dengan investasi sekitar Rp 200 miliar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang penting kita tingkatkan layanan agar pelanggan semakin suka pada kita,” ujarnya berfalsafah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/10/28/10280792/wanita.lulusan.smp.itu.punya.22.pesawat&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/6582306259869551033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/6582306259869551033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/wanita-lulusan-smp-itu-punya-22-pesawat.html' title='Wanita Lulusan SMP Itu Punya 22 Pesawat'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEif_3H41H0hfn3LnYdUTv_n2f-fq-KvOyZ3BTOapt3TjOLJORxJndJbtY29D37eLiZL-M1vnYd0LKPABP1AgpQdTWecU0rB51Mq0gMGAkBONqLpEhdCmzQfO73HuC3fN2zHie6SlkRMhD0/s72-c/1026495p.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-646947696650007453</id><published>2009-12-24T14:19:00.000+07:00</published><updated>2009-12-24T14:19:39.156+07:00</updated><title type='text'>Nasrudin, Bapak Lele Sangkuriang</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEItWZI4v4vT9SR_70t83y8-i0KLA95PckJ2zENE_PHiV_mUz6H9aETETHNWPd5Kd_1HVr31AynbC1HO2RyYQWpJFJVRHaNewHu4XWmShm7IUFzNiC29gyonFvi57LgPytB6DQdefovK0/s1600-h/3623060p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;263&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEItWZI4v4vT9SR_70t83y8-i0KLA95PckJ2zENE_PHiV_mUz6H9aETETHNWPd5Kd_1HVr31AynbC1HO2RyYQWpJFJVRHaNewHu4XWmShm7IUFzNiC29gyonFvi57LgPytB6DQdefovK0/s320/3623060p.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Kecebong, anak kodok, muncul di kolam, membuat Nasrudin gembira karena dia mengira kecebong itu anak ikan lele. Kegembiraannya itu sirna dan dia tersipu malu ketika diberi tahu bahwa yang dikira anak ikan lele itu adalah kecebong. Kodok betina yang masuk ke kolam tanpa diketahui, bertelur dan menetas bersama dua indukan ikan lele betina dan seekor jantan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu pengalaman pertama Nasrudin (61) sejak delapan tahun lalu saat belajar beternak ikan lele. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Kecebong disangka anak lele. Ngerakeun pisan (sangat memalukan),” kata Nasrudin, menuturkan awal usahanya menjadi peternak ikan lele delapan tahun lalu, di Saung Pertemuan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Jaya Sentosa, awal November lalu. Saung itu berdiri di tepi puluhan kolam ikan lele yang terbuat dari terpal dan tembok di lahan seluas 12.000 meter persegi di Kampung Sukabirus, Desa Gadog, Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini, dia tak lagi dipermalukan atas ketidaktahuannya. Nasrudin sudah tersohor berkat lele sangkuriang yang mulai dikembangbiakkan pada 2001. Dia mengawali usaha beternak lele dengan benih sekitar 100.000 lele sangkuriang yang diperoleh dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi. Nama sangkuriang yang diberikan itu memang diambil dari legenda Tanah Pasundan untuk menandakan lokasi asal pembiakan lele jenis tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lele sangkuriang ini merupakan perbaikan genetik melalui silang balik antara induk betina lele dumbo generasi kedua (F2) dan jantan lele dumbo generasi keenam (F6). Induk betina (F2) berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia pada 1985. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petugas penyuluh pertanian dan perikanan setempat memberikan bimbingan beternak ikan secara benar. Berkat ketekunannya, Nasrudin berhasil mengembangkan ikan lele sangkuriang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia kini sudah menjadi ”pendekar lele”, bukan saja mahir dalam membesarkan lele dengan jurus-jurus yang jitu, tetapi juga mampu mengobati lele yang diserang penyakit, seperti radang kulit, dengan obat herbal ramuannya sendiri. Obat ini diberikan cuma-cuma kepada yang memerlukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;”Letkol” &lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Sejak 2005, dia menjadi pelatih bagi kelompok dari sejumlah daerah, termasuk sejumlah karyawan perusahaan swasta dan pemerintah menjelang pensiun yang ingin beternak lele. Namanya pun sohor menjadi ”Nasrudin Lele” dari Desa Gadog. Bahkan, kalangan pembudidaya lele dan warga setempat menjuluki Nasrudin dengan sebutan Bapak Letkol—akronim dari Lele Kolam yang dipelesetkan menjadi Letkol—sehingga dia kemudian disebut ”Letkol” Nasrudin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petani lele sangkuriang dari Desa Gadog ini kini lebih jauh berangan-angan membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran dengan memelihara lele. ”Budidaya lele tidak terlalu sulit, teknologinya juga mudah dan tiga bulan sudah bisa dipanen. Masyarakat kecil bisa membudidayakan lele di halaman rumahnya. Cukup dengan lahan minim, hanya dengan luas 1 meter x 1 meter, serta modal Rp 75.000 untuk bibit dan pakan, sudah bisa beternak lele skala kecil,” kata Nasrudin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tak segan-segan membagi pengetahuan memelihara lele secara benar kepada mereka yang ingin membudidayakan lele. Dia juga siap membantu mereka yang datang menimba ilmu di P4S Gadog tanpa dipungut biaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejumlah petugas penyuluh pertanian dan perikanan serta pakar perikanan pun mendukung kegiatan Nasrudin membudidayakan lele sangkuriang dan melakukan pelatihan. Dukungan ini membuat Nasrudin bersemangat dan bertambah yakin akan angan-angannya untuk menjadikan Desa Gadog sebagai sentra budidaya lele sangkuriang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan, 7 September lalu, Nasrudin diangkat menjadi Ketua Gabungan Kelompok (Gapok) Budidaya Ikan Lele Sangkuriang ”Cahaya Kita” untuk wilayah tengah Provinsi Jabar dengan pusat aktivitas di wilayah Kabupaten/Kota Bogor.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;1,5 juta benih &lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Nasrudin yang puluhan tahun sebagai petani padi dan kemudian beralih menjadi pembudidaya lele ini, bersama kelompok pembenih lele sangkuriang yang tergabung dalam Gapok Cahaya Kita, ingin memproduksi sekitar 1,5 juta benih lele sangkuriang setiap bulan untuk memasok anggota kelompok budidaya lele sangkuriang yang saat ini berjumlah sekitar 50 orang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan produksi benih sebanyak itu, kelompok budidaya/pembesar ikan lele sangkuriang diharapkan mampu memenuhi sebagian kebutuhan lele di wilayah Jakarta. Adapun kebutuhan lele di wilayah Jabotabek diperkirakan sekitar 75 ton sehari. Pemasoknya bukan saja berasal dari petani lele Jabar, tetapi juga dari Jawa Tengah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Saat ini boro-boro memasok ke Jakarta, untuk memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah Kota/Kabupaten Bogor saja kekurangan. Kami peternak lele sangkuriang di daerah Gadog dan sekitarnya, meliputi Kecamatan Ciawi, Megamendung, dan Cisarua, baru mampu memproduksi sekitar 3 ton per hari dari kebutuhan sekitar 10 ton,” kata ”Letkol” Nasarudin. Dari kolamnya sendiri, Nasrudin baru mampu memasok sekitar 2 ton per minggu kepada pelanggannya. Lele sangkuriang dijual Rp 10.500-Rp 11.000 per kilogram. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa depan budidaya lele cukup cerah. Apalagi, menurut Muhamad Abduh Nur Hidayat, anggota staf Ditjen Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan, ikan lele akan dijadikan komoditas ketahanan pangan. Konsepnya kini sedang disiapkan. Ikan lele saat ini sudah digemari oleh kalangan bawah sampai atas. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga sempat mempromosikannya dengan menikmati ikan lele di kampung lele Boyolali, Jateng, tahun 2007. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andil pedagang tenda pecel lele di Jabotabek dan daerah lainnya cukup besar dalam meningkatkan produksi ikan lele. ”Sekarang lele juga dijual di restoran, bahkan sampai ke daerah Kalimantan Barat yang dulu tak suka ikan lele,” kata Muhamad Abduh Nur Hidayat, penasihat Gapok Cahaya Kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lele sangkuriang yang dirilis sebagai varietas unggul oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri pada 2004 ini lebih cepat dipanen dibandingkan jenis ikan lainnya dan tahan penyakit. Ukurannya lebih besar dibandingkan lele jenis lain. Dua bulan sudah bisa dipanen. Rasa dagingnya juga lebih gurih dibandingkan lele jenis lain. ”Karena itu, tak heran kalau lele sangkuriang disukai konsumen,” kata ”Letkol” Nasrudin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/12/21/10190715/nasrudin.bapak.lele.sangkuriang&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/646947696650007453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/646947696650007453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/nasrudin-bapak-lele-sangkuriang.html' title='Nasrudin, Bapak Lele Sangkuriang'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEItWZI4v4vT9SR_70t83y8-i0KLA95PckJ2zENE_PHiV_mUz6H9aETETHNWPd5Kd_1HVr31AynbC1HO2RyYQWpJFJVRHaNewHu4XWmShm7IUFzNiC29gyonFvi57LgPytB6DQdefovK0/s72-c/3623060p.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-819924605788173421</id><published>2009-12-22T15:22:00.000+07:00</published><updated>2009-12-22T15:22:57.182+07:00</updated><title type='text'>Kiat Mengembangkan Usaha Makanan dan Minuman Kaki Lima</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6RFCmGRaPHk4P8euQR7EJqI1Zk1DMQfsTSUFnlwmCm6O6Olo6dANGhIOGVdxyFcNAYCenm0ENY55XpGxy4WMmwck51-LewieGvqJuiC6ozKfZmMUkrru4_g20q3qFKBk7lMb_zJ3BSuY/s1600-h/PKL-300x180.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6RFCmGRaPHk4P8euQR7EJqI1Zk1DMQfsTSUFnlwmCm6O6Olo6dANGhIOGVdxyFcNAYCenm0ENY55XpGxy4WMmwck51-LewieGvqJuiC6ozKfZmMUkrru4_g20q3qFKBk7lMb_zJ3BSuY/s320/PKL-300x180.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;1. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Membuat catatan keuangan (&lt;em&gt;cash flow&lt;/em&gt;)&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;
Setiap usaha seharusnya memiliki catatan keuangan, meskipun hanya catatan sederhana. Catatan keuangan tersebut dapat digunakan untuk mengetahui dengan pasti jumlah modal, biaya operasional sehari-hari yang dikeluarkan, dan keuntungan yang diperoleh. Selain itu juga, catatan keuangan juga bisa berfungsi sebagai control atau mengetahui kepastian keuntungan yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari dan bagian mana saja yang harus disisihkan untuk ditabung dan digunakan untuk pengembangan usaha.&lt;span id=&quot;more-5324&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Untuk pengajuan peminjaman ke bank, sebuah catatan keuangan juga bisa menentukan diterima atau tidaknya pengajuan tersebut. Catatan tersebut dapat dijadikan jaminan bahwa pedagang telah benar-benar membuka dan menjalankan usahanya. Pihak bank menilai perkembangan usaha dan menentukan layak tidaknya memberikan modal yang diajukan.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;2. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Tepat menentukan harga jual&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Dalam hal ini, Anda harus memastikan harga jual makanan dan minuman bersaing dengan penjual makanan dan minuman yang lainnya. Hampir semua makanan dan minuman kali lima memiliki banyak pesaing. Harga merupakan salah satu faktor penting untuk memenangkan persaingan di tengah banyaknya produk sejenis di pasaran.&lt;br /&gt;
Sebagian penjual makanan dan minuman kaki lima tidak mencantumkan harga di daftar menu. Sebaiknya hal ini tidak dilakukan. Selain membuat pembeli bertanya-tanya dalam hati, juga membuat pembeli ragu memesan berbagai menu karena tidak ada harga yang tercantum. Selain itu juga bisa menimbulkan kekecewaan pembeli, ketika harga yang diberikan ternyata juah berbeda dengan perkiraan.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;3. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Mengelola karyawan secara benar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jumlah karyawan yang dimiliki harus sesuai dengan kabutuhan usaha. Jangan terlalu banyak sehingga menjadi tidak efisien. Sebaliknya juga jangan terlalu ‘pelit’ menambah karyawan ketika jumlah yang ada sudah tidak sesuai dengan perkembangan usaha.&lt;br /&gt;
Buat aturan yang jelas mengenai hubungan antara pemilik dan karyawan. Hak dan kewajiban harus jelas dan diketahui oleh karyawan sejak awal bekerja.&lt;br /&gt;
Upah karyawan sebaiknya disesuaikan dengan perkembangan usaha. Kenaikan upah dan pemberian bonus sesuai dengan peningkatan omzet tentunya akan meningkatkan kinerja keryawan.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;4. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Menyisihkan keuntungan untuk pengembangan usaha&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Keuntungan yang didapat harus disisihkan, antara lain untuk persiapan mengganti perlengkapan usaha yang rusak atau menurun fungsinya dan untuk pengembangan usaha. Salah satu criteria keberhasilan usaha makanan dan minuman kaki lima adalah semakin berkembangnya usaha. Misalnya, jumlah karyawan bertambah, tempat usaha semakin besar dan dapat menampung lebih banyak pembeli, atau cabangnya terus bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;5. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Memiliki menu andalan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Biasanya tempat usaha dikenal karena menu andalannya, terutama yang menyajikan berbagai menu. Misalnya usaha aneka es buah. Es telernya bisa dijadikan menu andalan. Tidak sedikit nama usaha yang berasal dari nama menu andalan.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;6. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Pelayanan yang professional&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Meskipun hanya usaha sekelas kaki lima, pelayanan tetap harus propesional. Tidak membiarkan pembeli menunggu terlalu lama, mendahulukan pembeli yang datang lebih dulu, dan selalu ramah terhadap pembeli merupakan beberapa contoh pelayanan yang profesional dan memuaskan konsumen. Pastikan karyawan yang Anda rekrut sudah diberi pelatihan sebelum memulai membantu usaha. Tidak hanya pengetahuan secara teknis, tetapi juga cara-cara melayani pembeli secara benar dan tulus.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;7. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Membuka cabang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Selain merupakan salah satu kriteria perkembangan usaha, membuka cabang memberikan beberapa keuntungan. Antara lain produk yang dijual dan merek usaha lebih dikenal masyarakat. Membuka cabang tersebut tidak harus menggunakan modal sendiri. Sistem bagi hasil menggunakan modal tambahan dari orang lain atau sistem waralaba merupakan cara mempercepat pertumbuhan usaha.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;8. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Menjaga kebersihan dan kerapihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Menjaga kebersihan menjadi faktor yang sangat penting bagi usaha makanan dan minuman. Kebersihan yang dimaksud meliputi kebersihan tempat, perlengkapan, dan makanan. Tidak hanya itu, kebersihan dan kerapihan pelayanan atau penjual perlu diperhatikan.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;9. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Kerja keras, cerdas, dan kreatif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Tidak ada cara lain untuk mewujudkan mimpi memiliki usaha makanan dan minuman selain memulainya dan bekerja keras serta cerdas untuk membuatnya lebih berkembang.&lt;br /&gt;
Kreativitas harus terus digali untuk menciptakan hal-hal baru pada usaha yang dijalankan. Seluruh aspek usaha mulai dari produk, pelayanan, harga, hingga teknik pengelolaan karyawan terus digali hingga didapatkan yang terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://bisnisukm.com/kiat-mengembangkan-usaha-makanan-dan-minuman-kaki-lima.html&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/819924605788173421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/819924605788173421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/kiat-mengembangkan-usaha-makanan-dan.html' title='Kiat Mengembangkan Usaha Makanan dan Minuman Kaki Lima'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6RFCmGRaPHk4P8euQR7EJqI1Zk1DMQfsTSUFnlwmCm6O6Olo6dANGhIOGVdxyFcNAYCenm0ENY55XpGxy4WMmwck51-LewieGvqJuiC6ozKfZmMUkrru4_g20q3qFKBk7lMb_zJ3BSuY/s72-c/PKL-300x180.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-1494544024862097997</id><published>2009-12-21T01:51:00.000+07:00</published><updated>2009-12-21T01:51:29.800+07:00</updated><title type='text'>Dengan Gedebok Pisang Punya 100 Karyawan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5u0d1NUQFVb5woQcI6_PTPcHuUXIZO0Rdg70JAFUQx8WFqTNDdy8mpPprWMTMFd8efgSYemIUGl3dKGELtKOC6FyqK2q4T_3AbHJ3-j8V5-smlhR1Nz6j4SR2S_I9ETCADtwMouWnLgI/s1600-h/0910332p.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5u0d1NUQFVb5woQcI6_PTPcHuUXIZO0Rdg70JAFUQx8WFqTNDdy8mpPprWMTMFd8efgSYemIUGl3dKGELtKOC6FyqK2q4T_3AbHJ3-j8V5-smlhR1Nz6j4SR2S_I9ETCADtwMouWnLgI/s320/0910332p.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Berkah pohon pisang tidak hanya buah atau daunnya. Tukimin (49) membuktikan bahwa dengan sentuhan kreativitas, gedebok pisang juga bisa menghasilkan sejumlah pemasukan dalam rupiah dengan menjadikannya kerajinan tangan yang digandrungi masyarakat internasional. Tinggal di lingkungan pedesaan membuat Tukimin akrab dengan alam sejak kanak-kanak. Ia yakin, alam menyediakan segala macam kebutuhan manusia untuk menyambung hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun berang dengan manusia yang menyia-nyiakan berkah alam. ”Di sekitar rumah saya banyak orang membuang gedebok (batang) pisang setelah memanen buahnya. Menurut saya, limbah batang itu pasti bisa dimanfaatkan,” katanya, Senin, 5 Oktober 2009.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kendati sudah menekuni profesi sebagai penganyam serat alam sejak tahun 1996, Tukimin yang menetap di Dusun Tanggulangin, Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo, itu belum dapat mewujudkan pikirannya. Pemilik CV Indo Seagrass itu sibuk menangani pesanan kerajinan anyaman serat pandan dan agel (gebang) yang sedang booming pascakrisis ekonomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tukimin menjadi lebih sibuk setelah terpilih sebagai Kepala Desa Tanjungharjo sejak 2003. Akhirnya baru pada tahun 2008 pria lulusan SMA itu baru bisa mengolah limbah gedebok pisang karena sebagian program kerjanya sebagai lurah sudah terlaksana.  ”Saya beralih ke bahan gedebok pisang agar beda dari perajin lain. Kalau saya tetap menganyam agel dan pandan, usaha saya tak akan berjalan karena banyak saingan,” ungkap Tukimin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, serat batang pisang juga memiliki tekstur yang berbeda dibanding serat alam lain. Serat gedebok lebih kuat, tetapi tetap halus dan empuk. Semakin muda usia batang pisang yang digunakan, semakin halus tekstur anyaman.  Mengolah gedebok pisang sesungguhnya tak sulit. Bilah-bilah batang tersebut hanya perlu dikeringkan dengan cara dijemur 10 hari. Dalam proses pengeringan, Tukimin tidak menggunakan oven karena akan merapuhkan serat, yang membuat mudah patah saat dipilin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil pilinan serat gedebok pisang kemudian dianyam atau dijalin sedemikian rupa sehingga menghasilkan produk kerajinan, seperti tas, keranjang, dan furnitur rumah tangga. Agar kuat, anyaman serat dilem dan diikat dengan benang kasur.  ”Tampilan serat gedebok pisang umumnya kusam sehingga untuk mencerahkannya saya menggunakan cat pernis berbahan dasar air dan sudah memenuhi standar keamanan internasional,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui distributor yang kerap memasok kerajinan anyaman di Nanggulan, Tukimin mempromosikan produknya. Tidak disangka, animo pembeli, khususnya luar negeri, begitu besar. Kerajinan buatan Tukimin laku keras di Spanyol, Hongkong, dan Jepang.  Jumlah pesanan pun terus naik. Jika tahun-tahun sebelumnya Tukimin hanya membuat 10.000 hingga 20.000 produk anyaman setiap bulan, kini ia sanggup menghasilkan 100.000 produk, khusus dari bahan serat batang pisang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah pegawai yang awalnya hanya 20 orang dirasa tidak lagi mencukupi. Kini, Tukimin mempekerjakan 50 pegawai. Itu belum termasuk jumlah pekerja tidak tetap sehingga totalnya bisa mencapai 100-an orang.  Selain mempekerjakan pemuda-pemuda lokal, Tukimin juga menampung tenaga kerja dari kabupaten lain, seperti Bantul dan Gunung Kidul. Tukimin mengatakan, gaji pegawainya hampir setara dengan upah minimum regional DIY, yakni Rp 500.000 per bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, Tukimin tidak bisa lagi mengandalkan suplai gedebok pisang lokal, tetapi didatangkan dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jumlahnya mencapai lima ton. Satu kilogram gedebok pisang kering dibelinya dengan harga Rp 6.000 hingga Rp 12.000.  Harga kerajinan beragam, mulai ribuan hingga jutaan rupiah, bergantung pada desain dan ukuran produk. Ia sengaja memasang harga dalam rupiah karena lebih tahan terhadap dampak krisis ekonomi. Terbukti pada krisis keuangan global pada akhir tahun lalu usaha kerajinan Tukimin tetap langgeng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mempermudah transaksi dan komunikasi dengan pembeli, kini Tukimin juga sudah memanfaatkan sarana internet dengan berkirim surat elektronik (e-mail). Ia merasa belum siap untuk membuat situs internet sendiri karena masih gagap teknologi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rata-rata omzet CV Indo Seagrass di atas Rp 100 juta per bulan dengan batas keuntungan 20 persen. Tukimin tidak menikmati keuntungan itu sendiri, melainkan ia membagi kepada para perajin lain dalam wujud pelatihan usaha.  ”Saya tidak mau pelit berbagi ilmu. Penjiplakan desain atau peniruan ide adalah hal biasa dalam usaha. Hal itu justru terus memicu saya agar tetap kreatif dan tampil beda,” ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Tukimin memang dipenuhi banyak cita-cita mulia. Selain mengurangi jumlah limbah alam, ia juga ingin membangkitkan usaha kecil Kulon Progo yang saat ini seolah jalan di tempat. Banyak pengusaha kecil tidak memiliki tekad dan kemauan sebesar Tukimin sehingga mereka setengah hati menjalankan usaha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tukimin optimistis, kerajinan serat gedebok pisang memiliki prospek cerah hingga beberapa tahun ke depan. Terlebih tren penggunaan produk-produk yang ramah lingkungan terus menggema dari waktu ke waktu.  Selain untuk ekspor, Tukimin juga mulai membidik pasar lokal. Menurut dia, konsumen dalam negeri sudah semakin jeli membedakan produk bagus dan berkualitas, serta tidak mempersoalkan merek.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/12/07/10023833/dengan.gedebok.pisang.punya.100.karyawan&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/1494544024862097997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/1494544024862097997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/dengan-gedebok-pisang-punya-100.html' title='Dengan Gedebok Pisang Punya 100 Karyawan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5u0d1NUQFVb5woQcI6_PTPcHuUXIZO0Rdg70JAFUQx8WFqTNDdy8mpPprWMTMFd8efgSYemIUGl3dKGELtKOC6FyqK2q4T_3AbHJ3-j8V5-smlhR1Nz6j4SR2S_I9ETCADtwMouWnLgI/s72-c/0910332p.JPG" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-1899396659647877598</id><published>2009-12-21T01:47:00.000+07:00</published><updated>2009-12-21T01:47:34.926+07:00</updated><title type='text'>Ben dan Hanafi, Bukan Sekadar Penjual Kaus</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifyA9uFrhMqn4OljxFXptdVS8EzUAGo5WHLltFvl9Gz4DynVTOgJjEoVg2ub-w2kL1hQBebzr7sEdQCEL9CnOcMEy9ZV_Okx8hL_DR_mQ3PadgAIvLfzMefhD8QmZHTn1Cd9SORcta1CI/s1600-h/1948475p.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;241&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifyA9uFrhMqn4OljxFXptdVS8EzUAGo5WHLltFvl9Gz4DynVTOgJjEoVg2ub-w2kL1hQBebzr7sEdQCEL9CnOcMEy9ZV_Okx8hL_DR_mQ3PadgAIvLfzMefhD8QmZHTn1Cd9SORcta1CI/s320/1948475p.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Bandung &lt;em&gt;pisan&lt;/em&gt;! (banget). Demikian &lt;em&gt;tagline &lt;/em&gt;besar yang  dibawa di dalam desain-desain kaus rancangan Ben Wirawan Sumardji (33)  dan Hanafi Salman (33). Mereka menjadikan oblong sebagai sebuah media  kampanye sosial dan budaya kota. Kaus bukan hanya sebagai alat &lt;em&gt;fashion&lt;/em&gt;,  melainkan juga ensiklopedia sejarah, &lt;em&gt;landmark&lt;/em&gt;, aksen, wisata,  dan berbagai seluk-beluk tentang Kota Bandung dan warganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak  berdiri akhir 2004, Mahanagari menghasilkan setidaknya 60 desain kaus  unik, menggelitik, dan kadang disertai kritik sosial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaus dengan  tulisan: &quot;F=V=P&quot; adalah salah satu yang sangat digemari dan banyak  dicari pembeli. Teks ini akan mengingatkan kita pada karakteristik &lt;em&gt;urang  &lt;/em&gt;Bandung dan umumnya Sunda asli yang sering kali kesulitan  melafalkan konsonan F, V, dan P saat bertutur kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bandung itu  berbeda dengan kota besar lainnya macam Yogyakarta dan Bali. Kota ini  mengalami percampuran budaya demikian besar. Jika tidak mulai  diperkenalkan, budaya lama akan hilang, tersubstitusi kultur-kultur baru  yang muncul,&quot; ujar Ben, Direktur CV Mahanagari Nusantara, perusahaan  pemilik merek Mahanagari yang melahirkan oblong-oblong rasa Bandung &lt;em&gt;pisan  &lt;/em&gt;itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia percaya, kaus bisa menjadi media berkampanye sosial  dan budaya. Kuncinya pada keunggulan desain. Berbeda dengan merek lain  yang sekadar menjual nama Bandung ataupun ikon kasatmata, Mahanagari  senantiasa menyisipkan pesan di setiap desain kaus buatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah  satunya, desain Menara Eiffel terbalik. Bandung yang dulu katanya  indah, dijuluki Parijs van Java, sekarang ini kan sudah berubah. Kota  ini punya banyak persoalan baru, tutur alumnus Desain Produk Institut  Teknologi Bandung yang akrab disapa Benben ini. Dia membalikkan ibu  jarinya dari atas ke bawah, menjelaskan makna Menara Eiffel terbalik di  kaus itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Brand &lt;/em&gt;Mahanagari ini diciptakan kala krisis  moneter melanda Tanah Air pada pengujung tahun 1998. Berbeda dengan anak  muda kreatif lainnya yang ketika itu ramai mendirikan industri &lt;em&gt;clothing  &lt;/em&gt;di distro, Ben justru melawan arus dengan memproduksi kaus  berdesain Bandung dan kekhasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ketika tahun 1998 ikut  pertukaran pelajar ke National University of Singapore (NUS), saya  bingung harus memberi suvenir khas apa dari Bandung, selain makanan pada  saat hari tukar kado. Kaus yang menampilkan kekhasan kota hanya ada di  Bali dan Yogya,&quot; kenang Benben.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggandeng rekannya, Hanafi,  yang jago mendesain kaus, Benben memilih meninggalkan pekerjaan desainer  di sebuah perusahaan perlengkapan alam bebas. Dia merintis usaha  sendiri dengan modal awal dari pinjaman senilai Rp 5 juta. Ketika itu  baru lima desain sederhana yang diciptakan. Jualan dilakukan dengan  sistem titip di toko-toko di kawasan Jalan Braga dan Setiabudhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasar  utamanya saat itu adalah para turis asing dan ekspatriat. Pada awalnya  Ben dan Hanafi pun rela berjualan langsung di kereta api eksekutif  Bandung-Jakarta. Pascaperistiwa Bom Bali I, Oktober 2002, usaha mereka  sempat merugi. Itu karena Bandung sepi turis asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Tur  wisata budaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sempat berhenti berproduksi dua setengah  tahun, dengan suntikan modal mertuanya, Ben menghidupkan kembali  Mahanagari. Terobosan baru dalam dunia &lt;em&gt;clothing &lt;/em&gt;pun  dimunculkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahanagari, menurut Hanafi, membeli desain-desain  dari pihak luar, kebanyakan mahasiswa Seni Rupa dan Desain Produk ITB.  Desain itu dihargai senilai Rp 200.000 dan royalti yang bisa mencapai Rp  2 juta. Konsep ini adalah sebuah bentuk keuntungan simbiosis dalam  upaya ikut membesarkan almamater mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perkembangannya,  bidang-bidang usaha Mahanagari pun kemudian diperluas, yaitu juga  mencakup kegiatan tur wisata budaya, ekologi, dan sejarah macam  Lavatourm, yaitu tur menyusuri jejak geologi kawasan Bandung Purba serta  tur melihat bangunan bersejarah di Bandung. &quot;Ini merupakan bagian dari  upaya kampanye seutuhnya tentang budaya dan segala potensi Bandung,&quot;  ujar Benben.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahanagari ingin tidak dikenal sebatas penjual kaus,  tetapi sebagai perusahaan peduli pada lingkungan dan sosial Kota  Bandung. &quot;Belakangan saya baru tahu hal itu kini disebut &lt;em&gt;social  entrepreneur&lt;/em&gt;,&quot; kata penerima penghargaan Gubernur Jawa Barat untuk  Perusahaan Kreatif Prospektif tahun 2007 dan 2008 ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kampanye  itu antara lain perjalanan ke Pasir Pawon, tempat ditemukannya manusia  purba di kawasan Karst Padalarang. Selain itu, perjalanan ke sumber air  Bandung Selatan dan wisata sejarah Pangalengan. Pesertanya masyarakat  umum yang berminat terhadap sejarah dan peduli terhadap berbagai hal  aktual tentang Bandung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Ramah lingkungan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak  hanya kaus oblong, Mahanagari kemudian menciptakan desain unik, yaitu &lt;em&gt;paper  folder&lt;/em&gt; (tempat menyimpan kertas) pengganti plastik keresek.  Kemasan produk ini menjadi simpul jaringan kampanye antara Mahanagari  dan organisasi kemasyarakatan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inovasi pun dilakukan  dengan komponen utama dari kardus. Kardus dipilih karena praktis, murah,  dapat digunakan lagi, dan bisa didaur ulang. Atas desain kemasan yang  bernuansa ramah lingkungan ini, Mahanagari mendapatkan penghargaan Gold  Award Desain Terbaik Indonesia tahun 2008 kategori T-Shirt Packaging  Indonesia Good Design Selection yang diserahkan Presiden Susilo Bambang  Yudhoyono. &quot;Juri menilai gambar dan desain bukan sekadar alat pemanis  jualan, melainkan bisa dipakai untuk kepentingan dan kepedulian sosial,&quot;  katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Strategi ini ternyata diterima masyarakat Bandung.  Beragam desain laku dijual di pasaran. Hal itu dipengaruhi juga oleh  besarnya minat masyarakat ikut dalam kampanye Mahanagari ke berbagai  daerah bersejarah dan khas Kota Bandung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk tahun 2010, Ben  berencana membawa Mahanagari terbang lebih tinggi. Ia menyebut rencana  itu dengan istilah menjual otak. Menurut Ben, menjual otak diartikan  dengan lebih banyak berkreasi dan berinovasi lewat karya dengan harapan  bisa dilirik para pemegang modal, seperti perusahaan swasta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Apabila  sinergis dengan pemegang modal bisa tercapai, diharapkan bisa dapat  modal lebih besar guna mengembangkan Mahanagari sebagai perusahaan  kampanye sejarah dan pendidikan yang lebih besar,&quot; ujar Ben.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/12/17/1011013/ben.dan.hanafi.bukan.sekadar.penjual.kaus&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/1899396659647877598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/1899396659647877598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/ben-dan-hanafi-bukan-sekadar-penjual.html' title='Ben dan Hanafi, Bukan Sekadar Penjual Kaus'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifyA9uFrhMqn4OljxFXptdVS8EzUAGo5WHLltFvl9Gz4DynVTOgJjEoVg2ub-w2kL1hQBebzr7sEdQCEL9CnOcMEy9ZV_Okx8hL_DR_mQ3PadgAIvLfzMefhD8QmZHTn1Cd9SORcta1CI/s72-c/1948475p.JPG" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-5189078006288071729</id><published>2009-12-21T01:45:00.000+07:00</published><updated>2009-12-21T01:45:03.043+07:00</updated><title type='text'>Pisang Ijo Mbak Riezka Kian Mantap</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1u96MwX6kvtbZeHcPTo1ivVC1YfbQciIxyxC8IZ4clBL6ec_VoINU5cCdX18QfsEOi8BLu_WtN_4tYAdFVEp2nyTbWE_MYOkU7Eb4UWWYdWTvLDdQVobPgGn04ZC-f-FSksyiKnqGdPc/s1600-h/0818337p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;241&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1u96MwX6kvtbZeHcPTo1ivVC1YfbQciIxyxC8IZ4clBL6ec_VoINU5cCdX18QfsEOi8BLu_WtN_4tYAdFVEp2nyTbWE_MYOkU7Eb4UWWYdWTvLDdQVobPgGn04ZC-f-FSksyiKnqGdPc/s320/0818337p.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Jasmine memang berarti melati. Dalam plesetan yang dibuat perempuan Riezka Rahmatiana (23), kata ”jasmine” diubah menjadi ”JustMine” untuk mengangkat penganan tradisional pisang ijo asli Makassar ke masyarakat. Bahkan, pisang ijo ini dijadikan peluang usaha waralaba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mirip semerbak keharuman bunga melati, gadis kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 26 Maret 1986 ini mengawali usaha kecilnya pada saat duduk di bangku kuliah sebagai mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung. Kini, kartu namanya sudah tertulis Riezka Rahmatiana sebagai Presiden Direktur ”JustMine”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat kewirausahaan, begitulah yang mengawali Riezka. Awalnya, kata Riezka, adalah kesumpekan. Banting tulang orangtuanya dalam mencukupi kebutuhan keluarga, termasuk menyekolahkan anak-anak, mendasari pikiran Riezka untuk berupaya agar dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang tua bekerja sejak pagi hingga larut malam. Hasil banting tulang seharian dilakukan untuk meraih gaji. Kemandirian wirausaha itulah yang secara diam-diam tumbuh dalam diri Riezka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Saya tidak mau menyusahkan orangtua. Berbekal modal awal Rp 13,5 juta, tahun 2007 bisnis makanan pisang ijo yang segar mulai menjadi pilihan untuk dipasarkan di Kota Bandung,” kata Riezka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mengambil keputusan berwirausaha di sela-sela kuliahnya, anak pertama dari dua bersaudara ini mengaku mendapat larangan keras dari orangtuanya. Mereka menganjurkan dia agar mencari pekerjaan yang aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Riezka pun menuturkan jatuh dan bangunnya mencicipi aneka pekerjaan di sela-sela kuliahnya. Mulai dari menjadi anggota jaringan pemasaran alias multi level marketing (MLM), penjual pulsa telepon seluler, hingga menjajal bekerja di sebuah kafe. Dari sebagian menyisihkan penghasilan bekerjanya selama itulah, Riezka memulai usaha pisang ijo khas Makassar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggal 16 Maret 2009 menjadi momentum perjalanan wirausahanya. Riezka memang belum pernah ke Makassar, tetapi ketekunannya mencari penganan tradisional dan kemauannya untuk belajar memproduksi pisang ijo itulah menjadi modal dasarnya. Tanya-tanya resep pun terus dilakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pisang dipandang sebagai bahan baku yang relatif murah dan selalu mudah diperoleh di pasar. Hanya dengan dibalut adonan tepung beras yang diberi warna hijau, sajian khas ini bisa mulai dipasarkan dengan nama tren Pisang Ijo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sanalah kreativitas Riezka bermunculan. Dari sajian pisang ijo orisinal, Riezka mengembangkannya dengan aneka rasa, seperti pisang ijo vanila, stroberi, coklat, dan durian. Semangkok pisang ijo yang disiram sedikit cairan fla yang gurih akan menjadi bertambah segar apabila ditambah pecahan es batu. Apalagi, kreativitasnya dilakukan dengan menambahkan serutan keju dan mesis coklat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penghasilan tak terbatas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dorongan menjadi entrepreneur terjadi justru ketika Riezka membaca buku berjudul Cashflow Quadrant bahwa tidak ada karyawan yang bisa memperoleh penghasilan tak terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah hipotesis tersebut? Riezka membuktikan lewat ketekunannya. ”Kalau orang atau setidaknya orangtua saya bekerja dari pagi hingga malam, untuk pada akhirnya mencari penghasilan, saya justru sebaliknya. Kita semestinya tidak bekerja mengejar penghasilan, tetapi biarlah uang mendatangi kita,” ujar Riezka yang akhirnya mewaralabakan usahanya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari usaha kecilnya ini, Riezka membuka peluang berinvestasi dengan sistem waralaba. Alhasil, dari satu gerai, kini ada 10 pewaralaba pisang ijo yang tersebar, terutama di kota Bandung, Jawa Barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilihan mitra pun dilakukan selektif karena visi yang diemban adalah ”Kepuasan konsumen adalah kepuasan kami. Kesuksesan mitra adalah kesuksesan kami.” Pemilihan gerai bukan sekadar melihat berkas yang diajukan calon mitra, apalagi uang waralaba yang disiapkan mitra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui penelitian lokasi pasar, Riezka berani mengambil keputusan diterima atau tidaknya seorang mitra. Dia pun memprediksi, besarnya potensi pasar terhadap produknya di lokasi tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Sasarannya tetaplah mahasiswa. Karena itu, lingkungan kampus menjadi target lokasi,” kata Riezka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama sahabatnya, Erwin Burhanudin, Riezka membangun sistem waralaba. Mereka pun mengaku tidak ingin gegabah memperoleh sebanyak-banyaknya pewaralaba. Kapasitas produksi tetap harus menjadi acuan usahanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cepat atau lambat, Riezka yang murah senyum kini sudah mulai menuai hasil. Enam karyawannya ikut bekerja keras menunjang usaha waralabanya dengan memproduksi sekitar 500 porsi setiap harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Soal keuntungan, pokoknya sangat menggiurkan. Sebagai wirausaha muda yang berhasil masuk sebagai finalis tingkat nasional Wirausaha Muda Mandiri 2008, Riezka hanya berharap, setitik perjalanan hidupnya bisa memberikan napas kehidupan masyarakat sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/11/28/08190377/pisang.ijo.mbak.riezka.kian.mantap&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/5189078006288071729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/5189078006288071729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/pisang-ijo-mbak-riezka-kian-mantap.html' title='Pisang Ijo Mbak Riezka Kian Mantap'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1u96MwX6kvtbZeHcPTo1ivVC1YfbQciIxyxC8IZ4clBL6ec_VoINU5cCdX18QfsEOi8BLu_WtN_4tYAdFVEp2nyTbWE_MYOkU7Eb4UWWYdWTvLDdQVobPgGn04ZC-f-FSksyiKnqGdPc/s72-c/0818337p.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-7683089010120936220</id><published>2009-12-21T01:42:00.000+07:00</published><updated>2009-12-21T01:42:45.318+07:00</updated><title type='text'>Facebook Pun Pengaruhi Keputusan Membeli</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyT-8UB7GqjmK7F8A4x9ZY7S4dVORKdB09Uthzjn4Jwj86E73M5nikVRRMyorz5DyqFIT2Uj1wxszBDqgruvFPDzuemFen1RPaOzmnvQvnUZgyG_sYJIychaL3gyv2sXAO7qsq2Ps0Hcg/s1600-h/1237186p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyT-8UB7GqjmK7F8A4x9ZY7S4dVORKdB09Uthzjn4Jwj86E73M5nikVRRMyorz5DyqFIT2Uj1wxszBDqgruvFPDzuemFen1RPaOzmnvQvnUZgyG_sYJIychaL3gyv2sXAO7qsq2Ps0Hcg/s320/1237186p.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Salah satu situs jejaring sosial, Facebook, ternyata dapat  memengaruhi keputusan seseorang untuk membeli suatu produk. Pasalnya,  seseorang dapat menuliskan rencana tersebut pada statusnya dan akan  ditanggapi oleh banyak pihak.&lt;br /&gt;
Demikian dikatakan Yoris Sebastian,  Chief Creative Officer dari OMG Creative Consulting, saat ditemui di  Jakarta Convention Center, Jumat (31/7). &quot;Contohnya saya, waktu itu saya  ingin menonton sebuah film dan saya tulis di status Facebook. Banyak  yang &lt;em&gt;comment&lt;/em&gt; film itu tidak bagus, akhirnya saya tidak jadi  nonton,&quot; terangnya.&lt;br /&gt;
Hal itu, lanjut dia, banyak juga dilakukan  oleh masyarakat luas. Bahkan, tak jarang masyarakat menuliskan kalimat  yang bernada sinisme. &quot;Kalau enggak suka dengan produk atau suatu  tinggal tulis saja, itu akan sangat berdampak pada penjualan,&quot; terang  dia.&lt;br /&gt;
Contoh lain, menurut Yoris, tindakan tersebut tidak dapat  dikenai UU ITE, asalkan apa yang disampaikan adalah fakta. Jika pembaca  tidak setuju dengan apa yang disampaikan maka mereka akan memberikan  pembelaan. &quot;Ini era keterbukaan, tidak bisa lagi hanya mendekati dengan  cara yang manis,&quot; ujar dia.&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, kata Yoris,  perusahaan dan agen iklan sebaiknya menerapkan strategi &lt;em&gt;warm  marketing&lt;/em&gt; dan menambahkan target &lt;em&gt;talker &lt;/em&gt;setidaknya 1  persen dari target market yang ada. Pasalnya, target &lt;em&gt;talker &lt;/em&gt;inilah  yang akan memasarkan produk ke konsumen lainnya. &quot;Inilah cara pemasaran  baru di negeri ini,&quot; tandasnya.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/07/31/15343372/facebook.pun.pengaruhi.keputusan.membeli&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/7683089010120936220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/7683089010120936220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/facebook-pun-pengaruhi-keputusan.html' title='Facebook Pun Pengaruhi Keputusan Membeli'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyT-8UB7GqjmK7F8A4x9ZY7S4dVORKdB09Uthzjn4Jwj86E73M5nikVRRMyorz5DyqFIT2Uj1wxszBDqgruvFPDzuemFen1RPaOzmnvQvnUZgyG_sYJIychaL3gyv2sXAO7qsq2Ps0Hcg/s72-c/1237186p.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8581974466293461185.post-6684215422147675499</id><published>2009-12-21T01:37:00.000+07:00</published><updated>2009-12-21T01:37:39.793+07:00</updated><title type='text'>Inilah 4 Kunci Sukses dalam Dunia Bisnis</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0I9kx15wB7a7fMzrILyI70RAsNx_CMsZMh_pN6dRUoq82YsRhWSa9yAds0YMJXqhIzuAXpbXGwhwQuIybB2GiqfW0QgLURF6w3sK_xjinu4-Pvw3Lb1gBUGBzKFXedPC_0QaQht6ZJCQ/s1600-h/0534486p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0I9kx15wB7a7fMzrILyI70RAsNx_CMsZMh_pN6dRUoq82YsRhWSa9yAds0YMJXqhIzuAXpbXGwhwQuIybB2GiqfW0QgLURF6w3sK_xjinu4-Pvw3Lb1gBUGBzKFXedPC_0QaQht6ZJCQ/s320/0534486p.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Dunia bisnis di Indonesia terus menggeliat, seolah tidak mempedulikan karut marut pemilu dan peristiwa Bom Mega Kuningan. Untuk itu perlu bagi para pelaku bisnis untuk menyusun strategi handal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Untuk memenangi pasar dalam dunia yang terus berubah ada 4 kunci sukses,&quot; kata Simon Jonatan, Konsultan Marketing, dalam acara Founder&#39;s Day di Ciputra World Jakarta Marketing Gallery, Senin (24/8).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat kunci tersebut adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Awareness: yang termasuk dalam poin ini adalah iklan yang gencar untuk membangkitkan kesadaran terhadap produk tersebut bagi konsumen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Attractiveness: apakah produk kita menarik. Harus ada sesuatu yang berbeda dipandingkan produk lain yang diproduksi kompetitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Availability: apakah produk juga dilengkapi oleh ketersedian yang menunjung. Misalnya, produk rumah dilengkapi dengan akses yang mudah dan strategis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Affordability: untuk menarik konsumen, penjualan produk disertai dengan berbagai macam potongan harga maupun kredit ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Simon, keempat kunci sukses ini bisa meningkatkan brand of mind konsumen. &quot;Ini penting. Karena kalau konsumen mau beli, di otaknya sudah mengingat satu produk yang dipercaya,&quot; ucapnya.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/08/24/17322795/inilah.4.kunci.sukses.dalam.dunia.bisnis&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/6684215422147675499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8581974466293461185/posts/default/6684215422147675499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gresruts.blogspot.com/2009/12/inilah-4-kunci-sukses-dalam-dunia.html' title='Inilah 4 Kunci Sukses dalam Dunia Bisnis'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0I9kx15wB7a7fMzrILyI70RAsNx_CMsZMh_pN6dRUoq82YsRhWSa9yAds0YMJXqhIzuAXpbXGwhwQuIybB2GiqfW0QgLURF6w3sK_xjinu4-Pvw3Lb1gBUGBzKFXedPC_0QaQht6ZJCQ/s72-c/0534486p.jpg" height="72" width="72"/></entry></feed>