<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Gunawan Rudy dot Com</title>
	
	<link>http://gunawanrudy.com</link>
	<description>A weblog of Gunawan Rudy: freelance web-designer and writer-wannabe. He talks too much about politic, belief, adventure, philosophy, literature, and design.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Nov 2009 11:29:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>A weblog of Gunawan Rudy: freelance web-designer and writer-wannabe. He talks too much about politic, belief, adventure, philosophy, literature, and design.</itunes:subtitle><creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/3.0/</creativeCommons:license><image><link>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/3.0/</link><url>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</url><title>Some Rights Reserved</title></image><xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /><meta xmlns="http://pipes.yahoo.com" name="pipes" content="noprocess" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/Gunawanrudydotcom" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId>Gunawanrudydotcom</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
		<title>Bahasa Nasional[is] dan Kebudayaan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Gunawanrudydotcom/~3/kC8MJy5Gig8/bahasa-nasionalis-dan-kebudayaan.html</link>
		<comments>http://gunawanrudy.com/2009/11/06/bahasa-nasionalis-dan-kebudayaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 11:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gunawan Rudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[article]]></category>
		<category><![CDATA[culture]]></category>
		<category><![CDATA[identity]]></category>
		<category><![CDATA[javanese]]></category>
		<category><![CDATA[social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunawanrudy.com/?p=1340</guid>
		<description><![CDATA[Momen yang disebut sebagai &#8220;Sumpah Pemuda&#8221; memang telah lewat. Ada hal yang menarik terkait dengan momen tersebut, sebagaimana adanya dengan fenomena-fenomena mutakhir: tak lain ialah bahasa.
Momen &#8220;Sumpah Pemuda&#8221; menyinggung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, selain menyoal bangsa dan tanahair yang satu. Momen tersebut tahun ini sedikit-banyak mengangkat persoalan bahasa terkait dengan &#8220;sengketa kebudayaan&#8221; antara Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify" class="dropcap-first">Momen yang disebut sebagai &#8220;Sumpah Pemuda&#8221; memang telah lewat. Ada hal yang menarik terkait dengan momen tersebut, sebagaimana adanya dengan fenomena-fenomena mutakhir: tak lain ialah bahasa.</p>
<p align="justify">Momen &#8220;Sumpah Pemuda&#8221; menyinggung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, selain menyoal bangsa dan tanahair yang satu. Momen tersebut tahun ini sedikit-banyak mengangkat persoalan bahasa terkait dengan &#8220;sengketa kebudayaan&#8221; antara Indonesia dan Malaysia, fenomena &#8220;bahasa alay&#8221; di kalangan generasi internet, serta &#8220;bahasa gado-gado&#8221; yang memakai berbagai macam bahasa dalam satu kalimat (seringkali menyisipkan bahasa Inggris dalam dialog berbahasa Indonesia), juga masalah-masalah klasik seperti berkurangnya pemakaian bahasa daerah dan punahnya beberapa bahasa daerah karena tidak ada lagi penutur aselinya.</p>
<p align="center"><img class="imgpost" src="http://betang.com/wp-content/uploads/bahasa-pantomim.jpg" alt="bahasa pantomim Bahasa Nasional[is] dan Kebudayaan"  title="Bahasa Nasional[is] dan Kebudayaan" /></p>
<p align="justify">Dari fenomena-fenomena di atas, salah satu wacana yang paling menonjol adalah bahasa Indonesia versus bahasa daerah atau bahasa lokal. Satu pihak mengklaim bahwa penggunaan bahasa Indonesia &mdash;entah sesuai EYD atau tidak&mdash; menandakan rasa nasionalisme yang tinggi, pihak lain ada yang menyatakan bahwa bahasa Indonesia adalah tidak aseli Indonesia tapi hampir semuanya berupa serapan dari berbagai bahasa [asing] (lihat Alif Dasya Munsyi alias Remy Sylado, 2003: 9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing), dan ada pula yang menggalakkan kampanye mengenai penggunaan bahasa daerah sebagai wujud pelestarian kebudayaan.</p>
<p align="justify">Mengenai perihal ini saya kurang-lebih sependapat &mdash;walau di lain pihak juga mengkritisi beberapa bagian&mdash; dengan guru saya, Prof. Heddy Shri Ahimsa-Putra dalam salah satu tulisannya. Izinkan saya untuk mengetik ulang petikan [bagian akhir] dari tulisan beliau tersebut, yang berjudul &#8220;Etnolinguistik: Beberapa Bentuk Kajian&#8221;, lebih tepatnya sub-bab &#8220;Etnolinguistik: Artinya Bagi Indonesia&#8221; bertarikh 1997.</p>
<p><span id="more-1340"></span></p>
<p align="center">***</p>
<h3>Etnolinguistik: Artinya Bagi Indonesia</h3>
<p align="justify">Berbagai contoh yang telah saya kemukakan di atas cukup kiranya untuk membuka mata kita akan pentingnya studi etnolinguistik bagi kita di Indonesia. Kita ingat bahwa salah sebuah <strong>slogan yang masih tetap penting hingga kini adalah slogan &#8220;melestarikan kebudayaan&#8221;</strong>. Slogan ini memang sangat menarik dan memang layak disetujui. Tetapi tampaknya hanya sedikit orang yang memikirkan betul-betul bagaimana hal ini bisa dilakukan. Di sinilah etnolinguistik dapat memainkan peranannya yang sangat penting.</p>
<p align="justify">Jika kita setuju bahwa bahasa adalah sistem simbol yang teramat penting dalam kehidupan dan perkembangan kebudayaan manusia; bahwa dalam bahasalah tersimpan khasanah pengetahuan suatu masyarakat atau suku bangsa; bahwa mengenai bahasalah sebenarnya orang &#8220;memandang&#8221; lingkungannya; kita tentunya akan setuju bahwa <strong>pelestarian kebudayaan dalam bentuknya yang paling konkret tidak lain adalah pelestarian bahasa-bahasa lokal di seluruh kawasan Indonesia</strong>. Pandangan ini mungkin akan segera membuat banyak orang berkata &#8220;itu suatu hal yang mustahil&#8221;. Oleh karena itu, perlu dijelaskan lebih lanjut, apa arti melestarikan bahasa lokal tersebut.</p>
<p align="justify">Pelestarian bahasa-bahasa lokal di sini <strong>tidaklah harus diartikan sebagai upaya untuk mempertahankan eksistensi bahasa-bahasa tersebut, artinya orang dipaksa untuk menggunakan bahasa daerahnya dalam kehidupan sehari-hari</strong> sebab hal semacam itu tidak akan mungkin dilakukan. Misalnya, orang boleh saja tidak bersedia belajar bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, tetapi dia akan merasakan sendiri bahwa ketidakmampuannya menggunakan bahasa-bahasa tersebut akan membuatnya tidak mampu bersaing dalam mencari pekerjaan dengan mereka yang menguasai bahasa-bahasa tersebut. Oleh karena itu, pelestarian bahasa lokal tidak harus diartikan bahwa bahasa tersebut harus digunakan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p align="justify">Pelestarian dalam konteks ini dapat diartikan sebagai segala upaya untuk <strong>mendeskripsikan berbagai bahasa lokal di Indonesia dengan segala seluk-beluknya, mulai dari soal tata bahasa, morfologi, semantik, hingga fonologinya</strong>. Pendokumentasian bahasa ini kelihatannya memang tidak begitu penting, tetapi sebenarnya akan sangat banyak memberikan manfaat jika kita memang menyadari manfaatnya serta dapat memetik manfaat tersebut. Manfaat ini tidak hanya akan dipetik oleh ahli-ahli bahasa, yang akan dapat menggunakannya untuk memperkaya khasanah bahasa Indonesia, tetapi juga akan dapat dipetik oleh para ahli ilmu pengetahuan yang lain.</p>
<p align="justify">Sebagai contoh, dengan menganalisis berbagai bidang pengetahuan yang dimiliki oleh suatu masyarakat lewat bahasa mereka, kita akan dapat mengetahui berbagai pandangan hidup mereka yang secara implisit ada di balik bahasa, yang tidak dapat diungkapkan oleh pemilik bahasa itu sendiri. Dengan mengetahui pandangan hidup yang implisit ini, paling tidak kita akan dapat memahami cara pandang mereka serta berbagai perilaku mereka yang berdasarkan pandangan hidup tersebut. Dengan begitu pula, kita akan dapat <strong>menghargai dan memberikan toleransi</strong> pada mereka.</p>
<p align="justify">Lebih lanjut dengan mengetahui budaya suatu masyarakat dari bahasa yang mereka miliki, serta penguasaan atas bahasa mereka, kita akan dapat melakukan dialog dengan para pendukung kebudayaan tersebut. Dari dialog ini akan tercipta suatu kerangka berpikir bersama, yang akan menjadi kerangka acuan bersama dalam kehidupan sehari-hari, dan ini akan mengurangi kemungkinan timbulnya salah pengertian, yang akan dapat membawa kita pada konflik yang membahayakan kehidupan kita sendiri.</p>
<p align="justify">Sayang sekali, bahwa hal semacam ini masih belum sepenuhnya disadari oleh banyak warga masyarakat kita. <strong>Banyak orang masih menganggap bahwa persoalan bahasa akan dapat terselesaikan dengan sendirinya asalkan sudah ada bahasa nasional</strong>; konflik dan kericuhan akan berkurang bilamana masalah ekonomi dapat terpecahkan; salah pengertian dan konflik yang diakibatkannya dapat dicegah bilamana orang semakin sadar akan agamanya, semakin tinggi pendidikannya, dan sebagainya. Mereka yang mengikuti pandangan semacam ini lupa bahwa semua itu akhirnya bermuara pada soal <strong>komunikasi antarkelompok dan antarindividu</strong>. Bagaimana komunikasi bisa berjalan dan salah pengertian bisa dijamin tidak terjadi jika kita tidak mengetahui bahasa masing-masing dengan baik?</p>
<p align="center">***</p>
<p align="justify">Salah satu yang saya kritisi adalah paragraf terakhir dalam sub-bab ini, yang kurang menjelaskan kalimat <em>&#8220;bagaimana komunikasi bisa berjalan dan salah pengertian bisa dijamin tidak terjadi jika kita tidak mengetahui bahasa masing-masing dengan baik?&#8221;</em> sehingga maksudnya ambigu, dan bisa saja orang akan menjawab: <em>&#8220;karena itu, agar lebih mudah, berkomunikasilah dengan satu bahasa, bahasa pemersatu&#8221;</em>.</p>
<p align="justify">Kalimat tersebut tentu tidak dapat langsung dimaknai sesederhana itu, karena menurut saya di situ Prof. Ahimsa-Putra bermaksud merujuk pada konteks bahasa dan cara [pemikiran] penuturnya memandang hidup, kenyataan, dan lingkungan. Kita ambil contoh yang cukup dekat, dalam bahasa Indonesia dikenal berbagai macam istilah padi, gabah, nasi yang dalam bahasa Inggris hanya dikenal sebagai <em>rice</em>. Dalam bahasa Jawa, istilah ini lebih kaya lagi dengan tambahan <em>sega</em>, <em>upa</em>, dan <em>intip</em>. Barulah istilah <em>paddy</em> kemudian lahir untuk menyesuaikan (mohon koreksinya). Di sini terlihat perbedaan pada masyarakat Indonesia dan Inggris dalam memandang padi, gabah, nasi, atau <em>rice</em> tersebut &mdash;yang dalam hal ini terkait pada Indonesia sebagai negara agraris yang mengenal bercocok tanam dengan sistem bersawah, yang mana hal ini tidak ditemukan di Inggris. Karena perbedaan kebudayaan (sistem mata pencaharian adalah salah satu unsur kebudayaan, menurut beberapa pandangan) tersebut, maka sangat tidak mungkin untuk dapat memahami satu sama lain sepenuhnya hanya dengan satu bahasa.</p>
<p align="justify">Semoga sedikit penjelasan ini dapat membantu atas pengertian terhadap tulisan di atas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="justify"><em>Tulisan ini juga diterbitkan di <a href="http://betang.com/artikel/humaniora/bahasa-nasionalis-dan-kebudayaan.html">Betang.COM</a>.</em></p>
<p align="justify"><em>* petikan tulisan &#8220;Etnolinguistik&#8221; oleh H. S. Ahimsa-Putra, foto oleh <a href="http://antobilang.wordpress.com/">antobilang</a></em></p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=kC8MJy5Gig8:MY27nfFdzys:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=kC8MJy5Gig8:MY27nfFdzys:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=kC8MJy5Gig8:MY27nfFdzys:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=kC8MJy5Gig8:MY27nfFdzys:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=kC8MJy5Gig8:MY27nfFdzys:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=kC8MJy5Gig8:MY27nfFdzys:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=kC8MJy5Gig8:MY27nfFdzys:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=kC8MJy5Gig8:MY27nfFdzys:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=kC8MJy5Gig8:MY27nfFdzys:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=kC8MJy5Gig8:MY27nfFdzys:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=kC8MJy5Gig8:MY27nfFdzys:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Gunawanrudydotcom/~4/kC8MJy5Gig8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunawanrudy.com/2009/11/06/bahasa-nasionalis-dan-kebudayaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://gunawanrudy.com/2009/11/06/bahasa-nasionalis-dan-kebudayaan.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Langkah, lagi…</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Gunawanrudydotcom/~3/KUb1u1b28BQ/langkah-lagi.html</link>
		<comments>http://gun.web.id/2009/09/21/langkah-lagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2009 11:57:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gun.Web.Id</dc:creator>
				<category><![CDATA[others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gun.web.id/?p=1394</guid>
		<description><![CDATA[
Ah, mana bangga kau di atas sana! Dua tahun kau pergi, harapanmu jauh dari kenyataan, keturunanmu ini kuliahnya tidak beres-beres juga. Ujarmu dulu, lulus cepat&#8211;kurang dari empat tahun, cari pekerjaan yang layak dan menghasilkan, serta [calon] istri yang setia. Nyatanya jauh, bung!
Hal terakhir yang kita sepakati hanya satu: penyakit yang sama.
Mari bersulang.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img src="http://gun.web.id/wp-content/uploads/ayah.jpg" alt="ayah Langkah, lagi..."  title="Langkah, lagi..." /></p>
<p align="justify">Ah, mana bangga kau di atas sana! <a href="http://gunawanrudy.com/2008/09/21/langkah.html"  title="Langkah">Dua tahun</a> kau pergi, harapanmu jauh dari kenyataan, keturunanmu ini kuliahnya tidak beres-beres juga. Ujarmu dulu, lulus cepat&#8211;kurang dari empat tahun, cari pekerjaan yang layak dan menghasilkan, <strike>serta [calon] istri yang setia</strike>. Nyatanya jauh, bung!</p>
<p align="justify">Hal terakhir yang kita sepakati hanya satu: penyakit yang sama.</p>
<p align="justify">Mari bersulang.</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=KUb1u1b28BQ:NHWsyZjcxVc:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=KUb1u1b28BQ:NHWsyZjcxVc:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=KUb1u1b28BQ:NHWsyZjcxVc:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=KUb1u1b28BQ:NHWsyZjcxVc:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=KUb1u1b28BQ:NHWsyZjcxVc:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=KUb1u1b28BQ:NHWsyZjcxVc:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=KUb1u1b28BQ:NHWsyZjcxVc:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=KUb1u1b28BQ:NHWsyZjcxVc:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=KUb1u1b28BQ:NHWsyZjcxVc:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=KUb1u1b28BQ:NHWsyZjcxVc:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=KUb1u1b28BQ:NHWsyZjcxVc:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Gunawanrudydotcom/~4/KUb1u1b28BQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gun.web.id/2009/09/21/langkah-lagi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://gun.web.id/2009/09/21/langkah-lagi.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kondom</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Gunawanrudydotcom/~3/utsCC2PvHyE/kondom.html</link>
		<comments>http://gun.web.id/2009/09/09/kondom.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 14:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gun.Web.Id</dc:creator>
				<category><![CDATA[others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gun.web.id/?p=1382</guid>
		<description><![CDATA[
orang menyatakan cinta lewat bunga
lewat senandung lewat sajak
aku menyatakan cinta lewat apa
jika bukan lewat kondom
apakah kau percaya tentang kondom
sebagai satu cita-cita
apa kau sangsi dia sebagai lelucon
yang memanjakan burung
indonesia padamu selamat pagi
dan halo
apa kondom itu pernyataan cinta
atau hanya dusta
kondom sobat mungil yang mengharukan
punyakah kau mata dan kuping
apa dewa tidak murka padamu
wallahualam bissawab

orang menyatakan cinta lewat bunga
lewat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img src="http://gun.web.id/wp-content/uploads/kondom.jpg" alt="kondom Kondom"  title="Kondom" /></p>
<p>orang menyatakan cinta lewat bunga<br />
lewat senandung lewat sajak<br />
aku menyatakan cinta lewat apa<br />
jika bukan lewat kondom</p>
<p>apakah kau percaya tentang kondom<br />
sebagai satu cita-cita<br />
apa kau sangsi dia sebagai lelucon<br />
yang memanjakan burung</p>
<p>indonesia padamu selamat pagi<br />
dan halo<br />
apa kondom itu pernyataan cinta<br />
atau hanya dusta</p>
<p>kondom sobat mungil yang mengharukan<br />
punyakah kau mata dan kuping<br />
apa dewa tidak murka padamu<br />
wallahualam bissawab</p>
<p><span id="more-1382"></span></p>
<p>orang menyatakan cinta lewat bunga<br />
lewat senandung lewat sajak<br />
aku menyatakan cinta lewat apa<br />
jika bukan lewat kondom</p>
<p>apakah kau percaya tentang kondom<br />
sebagai satu cita-cita<br />
apa kau sangsi dia sebagai lelucon<br />
yang memanjakan burung</p>
<p>indonesia padamu selamat pagi<br />
dan halo<br />
apa kondom itu pernyataan cinta<br />
atau hanya dusta</p>
<p>kondom sobat mungil yang mengharukan<br />
punyakah kau mata dan kuping<br />
apa dewa tidak murka padamu<br />
wallahualam bissawab</p>
<p>wallahualam bissawab<br />
wallahualam bissawab</p>
<p>indonesia padamu selamat pagi<br />
dan halo<br />
apa kondom itu pernyataan cinta<br />
atau hanya dusta</p>
<p>kondom sobat mungil yang mengharukan<br />
punyakah kau mata dan kuping<br />
apa dewa tidak murka padamu<br />
wallahualam bissawab</p>
<p>wallahualam bissawab<br />
wallahualam bissawab</p>
<p><strong>~ <a href="http://www.indowebster.com/Doel_Sumbang_Kondom__1.html" title="Doel Sumbang - Kondom @ Indowebster" >Kondom</a>, oleh <a href="http://www.last.fm/music/Doel+Sumbang" title="Doel Sumbang di Last.fm" >Doel Sumbang</a></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><object width="480" height="385"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/RhGwkOdc1Q8&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/RhGwkOdc1Q8&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"></embed></object></p>
<p align="center">Klik: <a href="http://www.indowebster.com/Doel_Sumbang_Kondom__1.html" title="Doel Sumbang - Kondom @ Indowebster" >Unduh!</a> | Bonus: <a href="http://www.flickr.com/photos/benheine/3392195499/" title="God is Love - Use Condoms" >God is Love &#8211; Use Condoms</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p class="credit">* foto &copy; micmol &#8211; www.flickr.com/photos/globevisions/493599307</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=utsCC2PvHyE:cy2b8A6WfSk:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=utsCC2PvHyE:cy2b8A6WfSk:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=utsCC2PvHyE:cy2b8A6WfSk:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=utsCC2PvHyE:cy2b8A6WfSk:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=utsCC2PvHyE:cy2b8A6WfSk:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=utsCC2PvHyE:cy2b8A6WfSk:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=utsCC2PvHyE:cy2b8A6WfSk:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=utsCC2PvHyE:cy2b8A6WfSk:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=utsCC2PvHyE:cy2b8A6WfSk:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=utsCC2PvHyE:cy2b8A6WfSk:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=utsCC2PvHyE:cy2b8A6WfSk:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Gunawanrudydotcom/~4/utsCC2PvHyE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gun.web.id/2009/09/09/kondom.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<enclosure url="http://www.youtube.com/v/RhGwkOdc1Q8&amp;#038;hl=en&amp;#038;fs=1&amp;#038;" length="1014" type="application/x-shockwave-flash" /><media:content url="http://www.youtube.com/v/RhGwkOdc1Q8&amp;#038;hl=en&amp;#038;fs=1&amp;#038;" fileSize="1014" type="application/x-shockwave-flash" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle> orang menyatakan cinta lewat bunga lewat senandung lewat sajak aku menyatakan cinta lewat apa jika bukan lewat kondom apakah kau percaya tentang kondom sebagai satu cita-cita apa kau sangsi dia sebagai lelucon yang memanjakan burung indonesia padamu sela</itunes:subtitle><itunes:summary> orang menyatakan cinta lewat bunga lewat senandung lewat sajak aku menyatakan cinta lewat apa jika bukan lewat kondom apakah kau percaya tentang kondom sebagai satu cita-cita apa kau sangsi dia sebagai lelucon yang memanjakan burung indonesia padamu selamat pagi dan halo apa kondom itu pernyataan cinta atau hanya dusta kondom sobat mungil yang mengharukan punyakah kau mata dan kuping apa dewa tidak murka padamu wallahualam bissawab orang menyatakan cinta lewat bunga lewat [...]</itunes:summary><itunes:keywords>others</itunes:keywords><feedburner:origLink>http://gun.web.id/2009/09/09/kondom.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Sesat-Pikir Logika Dalam Politik</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Gunawanrudydotcom/~3/97eLI1fHxTM/sesat-pikir-logika-dalam-politik.html</link>
		<comments>http://gunawanrudy.com/2009/04/14/sesat-pikir-logika-dalam-politik.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 16:38:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gunawan Rudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[article]]></category>
		<category><![CDATA[cyberworld]]></category>
		<category><![CDATA[dialogue]]></category>
		<category><![CDATA[discussion]]></category>
		<category><![CDATA[fallacy]]></category>
		<category><![CDATA[philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[politic]]></category>
		<category><![CDATA[social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunawanrudy.com/?p=1040</guid>
		<description><![CDATA[Logical fallacy atau sesat-pikir logis adalah suatu komponen dalam argumen, muncul dalam statement klaim yang mengacaukan logika. Sesat-pikir logis menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan karena klaim argumennya tidak disusun dengan logika yang benar.
Mudahkah menghindari sesat-pikir logika? Tidak. Justru itu sangat susah. Saya pun masih banyak melakukan kesalahan berlogika dan penyusunan argumen, baik disengaja (?) atau tidak.

Seringkali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify" class="dropcap-first">Logical fallacy atau sesat-pikir logis adalah suatu komponen dalam argumen, muncul dalam statement klaim yang mengacaukan logika. Sesat-pikir logis menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan karena klaim argumennya tidak disusun dengan logika yang benar.</p>
<p align="justify">Mudahkah menghindari sesat-pikir logika? Tidak. Justru itu sangat susah. Saya pun masih banyak melakukan kesalahan berlogika dan penyusunan argumen, baik disengaja (?) atau tidak.</p>
<p align="center"><img class="imgpost" src="http://i41.tinypic.com/rvaeyd.jpg" alt="rvaeyd Sesat Pikir Logika Dalam Politik"  title="Sesat Pikir Logika Dalam Politik" /></p>
<p align="justify">Seringkali sesat-pikir logika dilakukan oleh orang-orang yang kurang memahami tentang penalaran logis, orang yang tidak bisa menempatkan dirinya pada posisi orang lain, hingga orang-orang yang berpendapat bahwa ketika pendapat diserang maka egonya diserang. Golongan yang pertama ini disebut Paralogisme, yaitu pelaku sesat-pikir logis yang tidak menyadari sesat-pikir yang dilakukannya. Namun ada juga sesat-pikir logis yang disamarkan menjadi silat lidah, yang dilakukan oleh orang-orang yang berniat memperdaya, yang disebut Sofisme.</p>
<p align="justify">Sesat-pikir, terutama dalam politik, akan sangat efektif digunakan dalam provokasi, menggiring opini publik, debat perencanaan undang-undang, pembunuhan karakter, hingga menghindari jerat hukum. Memang, dengan memanfaatkan sesat-pikir logis sebagai silat lidah kita dapat memenangkan suatu diskusi, namun itu menjauhkan kita dari esensi permasalahan.</p>
<p align="justify">Di sini saya menuliskan beberapa logical fallacy atau sesat-pikir logika yang sering ditemukan dalam kampanye, debat, maupun diskusi politik&#8211;seperti halnya di <a href="http://politikana.com/" title="Politikana" target="_blank">Politikana</a>. Masih banyak sesat-pikir logika yang biasa ditemukan dalam politik yang ingin saya tuliskan, ini hanya sekelumit garis besarnya saja.</p>
<p><span id="more-1040"></span></p>
<p align="justify">Contoh yang saya berikan, walaupun terdapat nama tokoh atau unsur politik yang nyata (tidak fiktif), namun sebagian besarnya hanya karangan saya sendiri saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">***</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Argumentum ad Hominem</h3>
<p align="justify">Argumentum ad Hominem adalah bentuk argumen yang tidak ditujukan untuk menangkal argumen yang disampaikan oleh orang lain tetapi justru menuju pada pribadi si pemberi argumen itu sendiri. Argumen itu akan menjadi sesat-pikir ketika ia ditujukan menyerang pribadi lawan demi merusak argumen lawan. Kalimat populernya adalah: shoot the messenger, not the message.</p>
<p align="justify">Ada banyak bentuk ad hominem, namun yang paling umum dan dijadikan contoh di sini adalah ad hominem cercaan. Ad hominem termasuk dalah satu sesat-pikir yang paling sering dijumpai dalam debat dan diskusi politik, yang biasanya akan membawa topik ke dalam debat kusir yang tak ada ujung pangkal.</p>
<p align="justify">Catatan Tambahan: Ad hominem tidak sama dengan penghinaan, celaan, atau cercaan. Sejatinya, ad hominem ada dalam premis dan pengambilan kesimpulan berupa logika yang langsung mengarahkan argumennya pada seseorang dibalik suatu argumen. Dan tendensinya bisa saja bukan merupakan penghinaan, namun hanya mengkaitkan dua hal yang tidak berhubungan sama sekali. Sederhananya, bisa dikatakan ad hominem jika itu berupa premis dan kesimpulan, untuk menjatuhkan argumen lawan.</p>
<blockquote>
<p align="justify">Contoh:</p>
<p align="justify">Kepada anggota dewan yang terhormat, harus saya ingatkan bahwa ketika Bung anggota Fraksi Merdeka yang menanyai saya ini memegang jabatan, tingkat pengangguran berlipat ganda, inflasi terus-menerus melonjak, dan harga sembako naik drastis. Dan Bung ini masih berani menanyai saya tentang masa depan proyek sekolah gratis ini.</p>
<p align="justify"><em>(cara yang berbelit-belit untuk mengatakan &#8220;no comment&#8221;, namun juga sekaligus menyerang lawan)</em></p>
</blockquote>
<h3>Red Herring</h3>
<p align="justify">Red Herring adalah argumen yang tak ada sangkut-pautnya dengan argumen lawan, yang digunakan untuk mendistraksi atau mengalihkan perhatian orang dari perkara yang sedang dibahas, serta menggiring menuju kesimpulan yang berbeda.</p>
<p align="justify">Sesat-pikir ini biasanya akan keluar jika seseorang tengah terdesak. Ia akan langsung melemparkan umpannya ke topik lain, di mana topik lain ini sukar dihindari untuk tidak dibahas. Itu karena biasanya pemilihan topik lain itu &#8216;baunya&#8217; cukup kuat seperti perumpamaan ikan merah (red herring) atau terasi bagi orang Indonesia (meminjam istilah Herman Saksono), antara lain topik yang aktual atau isu yang cukup dengan lawan debat atau audiens.</p>
<blockquote>
<p align="justify">Contoh:</p>
<p align="justify">Andi: Polisi harusnya menindak tegas para aktivis lingkungan yang berdemo hingga menyebabkan macet di beberapa ruas jalan.</p>
<p align="justify">Badu: Anda merasa makin panas dan gerah saat macet kan? Kita harus peduli dengan isu global warming itu, bagaimana opini Anda?</p>
<p align="justify"><em>(ketika Andi mengemukakan opininya tentang global warming, maka jatuhlah ia ke dalam topik baru)</em></p>
</blockquote>
<h3>Straw Man</h3>
<p align="justify">Straw Man yaitu argumen yang membuat sebuah skenario yang dengan suatu imej yang menyesatkan, kemudian menyerangnya. Untuk membuat &#8216;manusia jerami&#8217; (straw man) adalah dengan membuat ilusi telah menyangkal suatu proposisi dengan mensubstitusinya dengan sesuatu yang mirip namun dangkal dan mudah diserang, tanpa pernah benar-benar menyangkal argumen lawan yang sebenarnya.</p>
<p align="justify">Seperti namanya, manusia jerami adalah sasaran yang empuk dan mudah untuk diserang. Menyerang manusia jerami yang diciptakan dari manipulasi argumen lawan akan membuat argumen diri sendiri terlihat kuat dan bagus. Pada umumnya, selain terdapat dalam kampanye, manusia jerami ini akan dikeluarkan setelah lawan selesai bicara mengenai perkara yang dibahas.</p>
<blockquote>
<p align="justify">Contoh:</p>
<p align="justify">Tono: Kita harus mengendurkan lagi status hukum ganja.</p>
<p align="justify">Rudi: Tidak. Obat-obatan terlarang itu akan merusak generasi muda kita.</p>
<p align="justify"><em>(kalimat &#8216;obat-obatan terlarang yang merusak&#8217; adalah manusia jerami untuk menggantikan menyerang &#8216;ganja&#8217;)</em></p>
</blockquote>
<h3>Guilt by Association</h3>
<p align="justify">Guilt by Association berciri-ciri tipe generalisasi umum&#8211;yang terlalu cepat mengambil kesimpulan&#8211;yang meyakini bahwa sifat-sifat suatu hal berasal dari sifat-sifat suatu hal lain. Sesat-pikir ini bisa berupa ad hominem, biasanya dengan menghubungkan argumen dengan sesuatu hal diluar argumen itu, kemudian menyerang si pembuat argumen.</p>
<p align="justify">Ini adalah bentuk ekstrim dari majas Totum pro parte yang mana berupa seolah-olah pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian. Intinya adalah mencari kesalahan seseorang dari apa saja yang berkaitan dengannya, lalu jadikan hal tersebut argumen untuk menjatuhkannya.</p>
<blockquote>
<p align="justify">Contoh:</p>
<p align="justify">Gusdur banyak bergaul dengan golongan sekuler. Golongan sekuler itu kebanyakan berasal dari Amerika. Pasti Gusdur adalah seorang liberal dan antek-antek Amerika.</p>
<p align="justify"><em>(lihat bagaimana dengan mudah menggeneralisasikan seseorang berdasarkan hubungannya dengan hal lain)</em></p>
</blockquote>
<h3>Perfect Solution Fallacy</h3>
<p align="justify">Perfect Solution Fallacy adalah sesat-pikir yang terjadi ketika suatu argumen berasumsi bahwa sebuah solusi sempurna itu ada, dan sebuah solusi harus ditolak karena sebagian dari masalah yang ditangani akan tetap ada setelah solusi tersebut diterapkan.</p>
<p align="justify">Asumsinya, jika tidak ada solusi sempurna, tidak akan ada solusi yang bertahan lama secara politik setelah diimplementasi. Tetap saja, banyak orang tergiur oleh ide solusi sempurna, mungkin karena itu sangat mudah untuk dibayangkan.</p>
<blockquote>
<p align="justify">Contoh:</p>
<p align="justify">Penerapan UU Pornografi ini tidak akan berjalan dengan baik. Pemerkosaan akan tetap terjadi.</p>
<p align="justify"><em>(argumen yang tidak memperhatikan penurunan tingkat kriminalitas asusila)</em></p>
</blockquote>
<h3>Argumentum ad Verecundiam</h3>
<p align="justify">Argumentum ad Verecundiam terjadi ketika mengacu pada seseorang yang dianggap positif sebagai pakar atau ahli sehingga apa yang diucapkannya adalah sebuah kebenaran.</p>
<p align="justify">Otoritas kepakaran seseorang yang mengucapkan suatu hal tersebut kemudian otomatis diakui sebagai sesuatu yang pasti benar, meskipun otoritas itu tidak relevan</p>
<blockquote>
<p align="justify">Contoh:</p>
<p align="justify">Banyak ahli mengakui kapitalisme itu telah runtuh dan banyak boroknya. Jadi mana yang sebaiknya saya percaya, para ahli terkemuka itu atau Anda yang kuliah saja belum lulus?</p>
<p align="justify"><em>(tembakan plus ad hominem, dan ya, bisa juga menambahkan sederet nama orang terkenal dalam argumennya)</em></p>
</blockquote>
<h3>Poisoning the Well</h3>
<p align="justify">Poisoning the Well adalah sesat-pikir yang mencegah argumen atau balasan dari lawan dengan cara membuat lawan dianggap tercela dengan berbagai tuduhan bahkan sebelum lawan sempat bicara.</p>
<p align="justify">Teknik meracuni sumur ini lebih licik dari sekadar mencela lawan karena akan membuatnya menghina diri sendiri karena menyambut argumen yang telah diracuni tersebut.</p>
<blockquote>
<p align="justify">Contoh:</p>
<p align="justify">Kami menduga Sintong akan melakukan negative campaign untuk menjatuhkan Gerindra.</p>
<p align="justify"><em>(dan apa yang Sintong tulis tentang Prabowo dalam bukunya akan dianggap sebagai upaya menjatuhkan Gerindra)</em></p>
</blockquote>
<h3>Argumentum ad Temperantiam</h3>
<p align="justify">Argumentum ad Temperantiam adalah kesesatan yang menyatakan bahwa pandangan pertengahan adalah sesuatu yang benar tanpa peduli nilai-nilai lainnya. Serta juga menganggap jalan tengah sebagai pertanda kekuatan suatu posisi.</p>
<p align="justify">Meskipun dapat menjadi nasihat yang bagus, namun kesesatannya disebabkan karena ia tak punya dasar yang kuat dalam argumen karena selalu berpatokan bahwa jalan tengah adalah yang benar. Penggunaannya kadang dengan membuat-buat posisi lain sebagai posisi yang ekstrim.</p>
<blockquote>
<p align="justify">Contoh:</p>
<p align="justify">Daripada mendukung komunisme atau mendukung kapitalisme, lebih baik ideologi Pancasila yang merupakan jalan tengah keduanya.</p>
<p align="justify"><em>(sedikitpun tidak menjabarkan kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem)</em></p>
</blockquote>
<h3>Ipse-dixitism</h3>
<p align="justify">Ipse-dixitism adalah argumen dengan dasar keyakinan yang dogmatis. Seseorang yang menggunakan Ipse-dixitism mengasumsikan secara sepihak premisnya sebagai sesuatu yang disepakati, padahal tidak demikian.</p>
<p align="justify">Premis yang diajukan dalam argumen seolah-olah merupakan fakta mutlak dan telah disepakati bersama kebenarannya, padahal itu hanya dipegang oleh pemberi argumen, tidak bagi lawannya. Sesat-pikir ini akan berujung pada debat kusir.</p>
<blockquote>
<p align="justify">Contoh:</p>
<p align="justify">Ideologi liberalis dan kapitalis telah terbukti gagal dan hanya menyengsarakan rakyat, karena itu harus diganti dengan sistem spiritual.</p>
<p align="justify"><em>(ideologi yang gagal itu belum disepakati lawan bicaranya, jadi bagaimana langsung dapat menggulirkan solusi?)</em></p>
</blockquote>
<h3>Proof by Assertion</h3>
<p align="justify">Proof by Assertion adalah kesesatan dimana suatu argumen terus-menerus diulang tanpa mengacuhkan kontradiksi terhadapnya. Kadang ini diulang hingga diskusi pun jenuh, dan pada titik ini akan dianggap sebagai fakta karena belum dikontradiksi.</p>
<p align="justify">Sesat-pikir ini sering digunakan sebagai retorika oleh politikus, atau dalam debat sebagai usaha menggagalkan penetapan suatu undang-undang dengan pidato yang amat panjang dan tak habis-habis. Dalam bentuk yang lebih ekstrim lagi, juga bisa menjadi salah satu bentuk pencucian otak. Penggunaannya dapat diamati dari penggunaan slogan politik yang terus-menerus diulang.</p>
<blockquote>
<p align="justify">Contoh:</p>
<p align="justify">Tapi Bapak Menteri, seperti yang telah saya jelaskan selama dua bulan terakhir ini, tak mungkin kita memotong anggaran biaya departemen ini. Tiap posisi dan jabatan di dalamnya amat penting bagi efesiensi kerja dan prestasi departemen. Lihat saja office boy yang selalu mengantarkan kopi, atau mereka yang memunguti penjepit kertas di ruang kerja, maka blablablablablaaa&#8230; [dan seterusnya, berbelit-belit]</p>
<p align="justify"><em>(selama dua bulan cuek terhadap argumen balasan dan terus mengulang perkara yang sama)</em></p>
</blockquote>
<h3>Two Wrongs Make a Right</h3>
<p align="justify">Two Wrongs Make a Right adalah kesesatan yang terjadi ketika diasumsi bahwa jika dilakukan suatu hal yang salah, tindakan salah yang lain akan menyeimbanginya.</p>
<p align="justify">Sesat-pikir ini biasa digunakan untuk menggagalkan tuduhan dengan menyerang tuduhan lain yang juga dianggap salah.</p>
<blockquote>
<p align="justify">Contoh:</p>
<p align="justify">Dedi: Soeharto merebut kekuasaan dari Bung Karno dan akhirnya ia berkuasa dengan tangan besi.</p>
<p align="justify">Amir: Tapi Soekarno juga mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup!</p>
<p align="justify"><em>(ya, tapi itu bukan berarti apa yang dilakukan Soeharto itu benar)</em></p>
</blockquote>
<h3>Argumentum ad Novitam</h3>
<p align="justify">Argumentum ad Novitam muncul ketika sesuatu hal yang baru dapat dikatakan benar dan lebih baik, dengan mengasumsikan penggunaan hal yang baru berbanding lurus dengan kemajuan zaman dan sama dengan kemajuan baru yang lebih baik.</p>
<p align="justify">Sesat-pikir ini selalu menjual kata &#8216;baru&#8217;, dengan menyerang suatu hal yang lama sebagai hal yang gagal dan harus diganti dengan yang lebih baru.</p>
<blockquote>
<p align="justify">Contoh:</p>
<p align="justify">Mengganti golongan tua dengan golongan muda serta wajah baru di parlemen akan membuat negara ini lebih baik.</p>
<p align="justify"><em>(tapi masalah seperti korupsi bukan perkara tua atau muda)</em></p>
</blockquote>
<h3>Argumentum ad Antiquitam</h3>
<p align="justify">Kebalikan dari Argumentum ad Novitatem, ketika sesuatu benar dan lebih baik karena merupakan sesuatu yang sudah dipercaya dan digunakan sejak lama. Argumen ini adalah favorit bagi golongan konservatif. Nilai-nilai lama pasti benar. Patriotisme, kejayaan negara, dan harga diri sejak puluhan tahun silam.</p>
<p align="justify">Sederhananya, sesat-pikir ini adalah kebiasaan malas berpikir. Dengan selalu berpatokan bahwa cara lama telah dijalankan bertahun-tahun, maka itu dianggap sesuatu yang pasti benar.</p>
<blockquote>
<p align="justify">Contoh:</p>
<p align="justify">PDI-Perjuangan telah memperjuangkan nasib wong cilik sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu, maka pilihlah moncong putih.</p>
<p align="justify"><em>(berpuluh-puluh tahun berjuang, lalu apa hasilnya?)</em></p>
</blockquote>
<h3>False Dichotomy</h3>
<p align="justify">False Dichotomy atau False Dilemma terjadi apabila argumen hanya melibatkan dua opsi, yang seringkali berupa dua titik ekstrim dari beberapa kemungkinan, di mana masih ada cara lain namun tidak disertakan ke dalam argumen.</p>
<p align="justify">Biasanya sesat-pikir ini menyempitkan opsi menjadi dua saja, walaupun masih ada opsi lain. Bahkan kadang-kadang menyempitkan opsi menjadi satu, sehingga seolah-olah mau tidak mau harus menyetujuinya.</p>
<blockquote>
<p align="justify">Contoh:</p>
<p align="justify">Sistem pendidikan yang fraksi kami ajukan harus segera disahkan dan dilaksanakan, jika tidak, kemerosotan moral pasti akan menghinggapi generasi muda kita.</p>
<p align="justify"><em>(opsi lainnya tidak disertakan sehingga membuat argumennya mau tidak mau harus disetujui)</em></p>
</blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="justify"><strong>CATATAN:</strong><br />
Artikel yang hanya memuat sesat-pikir logika yang sering dijumpai dalam politik (kampanye, debat dan diskusi politik, dan sebagainya) ini khusus <a href="http://politikana.com/profil/gunawanrudy" title="gunawanrudy" target="_blank">saya</a> tulis untuk <a href="http://politikana.com/" title="Politikana" target="_blank">Politikana</a> dengan judul <a href="http://politikana.com/baca/2009/04/09/sesat-pikir-logika-dalam-politik" title="Sesat-Pikir Logika Dalam Politik" target="_blank">Sesat-Pikir Logika Dalam Politik</a>. Dan dirilis ulang di blog ini hanya sebagai dokumentasi saja. Segala perubahan dan pengembangan hanya dilakukan pada artikel yang sama di Politikana, tidak di blog ini. Namun walaupun begitu, komentar dan tanggapan di blog ini akan tetap dibuka dan berjalan seperti biasanya. Terima kasih atas perhatiannya. Salam!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="font-size:11px;"><em>~ foto <a href="http://denis2.deviantart.com/art/Debate-44961626" title="Debate..." target="_blank">debat</a> oleh <a href="http://denis2.deviantart.com/" title="Denis Grzetic" target="_blank">Denis Grzetic</a>.</em></p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=97eLI1fHxTM:2XLL7cimlhY:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=97eLI1fHxTM:2XLL7cimlhY:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=97eLI1fHxTM:2XLL7cimlhY:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=97eLI1fHxTM:2XLL7cimlhY:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=97eLI1fHxTM:2XLL7cimlhY:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=97eLI1fHxTM:2XLL7cimlhY:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=97eLI1fHxTM:2XLL7cimlhY:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=97eLI1fHxTM:2XLL7cimlhY:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=97eLI1fHxTM:2XLL7cimlhY:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=97eLI1fHxTM:2XLL7cimlhY:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=97eLI1fHxTM:2XLL7cimlhY:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Gunawanrudydotcom/~4/97eLI1fHxTM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunawanrudy.com/2009/04/14/sesat-pikir-logika-dalam-politik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>54</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://gunawanrudy.com/2009/04/14/sesat-pikir-logika-dalam-politik.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Batas Ruang</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Gunawanrudydotcom/~3/9pPHzhVla2Q/batas-ruang.html</link>
		<comments>http://portfolio.gunawanrudy.com/batas-ruang.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 09:22:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GRPortfolio</dc:creator>
				<category><![CDATA[themes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://portfolio.gunawanrudy.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[ URL: www.unclegoop.com
 Client: Sridewanto E. P.
 Platform: WordPress
 Date: April 2009
 Works: All
 Status: Complete
View website
Pending&#8230;
show screenshot &#9660;





]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify" class="dropcap-first">
<p class="add"><img src="http://portfolio.gunawanrudy.com/wp-content/uploads/batasruang.jpg" align="left" width="100" height="100" alt="batasruang Batas Ruang"  title="Batas Ruang" /><strong> URL:</strong> <a href="http://unclegoop.com" title="Batas Ruang" >www.unclegoop.com</a><br />
<strong> Client:</strong> Sridewanto E. P.<br />
<strong> Platform:</strong> WordPress<br />
<strong> Date:</strong> April 2009<br />
<strong> Works:</strong> All<br />
<strong> Status:</strong> Complete</p>
<p><a class="more-link" href="http://unclegoop.com" title="View..." ><span class="readmore">View website</span></a></p>
<p align="justify">Pending&#8230;</p>
<div id="contact"><a href="javascript:void(null);" onclick="s_toggleDisplay(document.getElementById('SID700433629'), this, 'show screenshot &#9660;', 'hide screenshot &#9650;');">show screenshot &#9660;</a></p>
<div id='SID700433629' >
<p align="center"><img src="http://portfolio.gunawanrudy.com/wp-content/uploads/preview-batasruang.jpg" alt="preview batasruang Batas Ruang"  title="Batas Ruang" />
</div>
</p>
</div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=9pPHzhVla2Q:Kxl1yF0RQHo:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=9pPHzhVla2Q:Kxl1yF0RQHo:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=9pPHzhVla2Q:Kxl1yF0RQHo:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=9pPHzhVla2Q:Kxl1yF0RQHo:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=9pPHzhVla2Q:Kxl1yF0RQHo:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=9pPHzhVla2Q:Kxl1yF0RQHo:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=9pPHzhVla2Q:Kxl1yF0RQHo:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=9pPHzhVla2Q:Kxl1yF0RQHo:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=9pPHzhVla2Q:Kxl1yF0RQHo:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=9pPHzhVla2Q:Kxl1yF0RQHo:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=9pPHzhVla2Q:Kxl1yF0RQHo:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Gunawanrudydotcom/~4/9pPHzhVla2Q" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://portfolio.gunawanrudy.com/batas-ruang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://portfolio.gunawanrudy.com/batas-ruang.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gun.Web.Id</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Gunawanrudydotcom/~3/PPTg5EY3cgA/gunwebid.html</link>
		<comments>http://portfolio.gunawanrudy.com/gunwebid.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 08:59:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GRPortfolio</dc:creator>
				<category><![CDATA[themes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://portfolio.gunawanrudy.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[ URL: www.gun.web.id
 Client: Personal
 Platform: WordPress
 Date: March 2009
 Works: All
 Status: Complete
View website
Pending&#8230;
show screenshot &#9660;





]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify" class="dropcap-first">
<p class="add"><img src="http://portfolio.gunawanrudy.com/wp-content/uploads/gunwebid.jpg" align="left" width="100" height="100" alt="gunwebid Gun.Web.Id"  title="Gun.Web.Id" /><strong> URL:</strong> <a href="http://gun.web.id" title="Gun.Web.Id" >www.gun.web.id</a><br />
<strong> Client:</strong> Personal<br />
<strong> Platform:</strong> WordPress<br />
<strong> Date:</strong> March 2009<br />
<strong> Works:</strong> All<br />
<strong> Status:</strong> Complete</p>
<p><a class="more-link" href="http://gun.web.id" title="View..." ><span class="readmore">View website</span></a></p>
<p align="justify">Pending&#8230;</p>
<div id="contact"><a href="javascript:void(null);" onclick="s_toggleDisplay(document.getElementById('SID1223919005'), this, 'show screenshot &#9660;', 'hide screenshot &#9650;');">show screenshot &#9660;</a></p>
<div id='SID1223919005' >
<p align="center"><img src="http://portfolio.gunawanrudy.com/wp-content/uploads/preview-gunwebid.jpg" alt="preview gunwebid Gun.Web.Id"  title="Gun.Web.Id" />
</div>
</p>
</div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=PPTg5EY3cgA:hbIJDVKaSPE:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=PPTg5EY3cgA:hbIJDVKaSPE:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=PPTg5EY3cgA:hbIJDVKaSPE:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=PPTg5EY3cgA:hbIJDVKaSPE:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=PPTg5EY3cgA:hbIJDVKaSPE:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=PPTg5EY3cgA:hbIJDVKaSPE:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=PPTg5EY3cgA:hbIJDVKaSPE:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=PPTg5EY3cgA:hbIJDVKaSPE:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=PPTg5EY3cgA:hbIJDVKaSPE:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=PPTg5EY3cgA:hbIJDVKaSPE:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=PPTg5EY3cgA:hbIJDVKaSPE:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Gunawanrudydotcom/~4/PPTg5EY3cgA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://portfolio.gunawanrudy.com/gunwebid.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://portfolio.gunawanrudy.com/gunwebid.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pembenaran Di Dalam Belukar</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Gunawanrudydotcom/~3/z8NWlk9aHso/pembenaran-di-dalam-belukar.html</link>
		<comments>http://gunawanrudy.com/2009/03/13/pembenaran-di-dalam-belukar.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 11:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gunawan Rudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[literature]]></category>
		<category><![CDATA[history]]></category>
		<category><![CDATA[japanese]]></category>
		<category><![CDATA[philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[psychology]]></category>
		<category><![CDATA[struggle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunawanrudy.com/?p=987</guid>
		<description><![CDATA[Sampai di mana tingkat subjektivitas manusia dalam menyampaikan kebenaran lewat pembenarannya? Terlepas dari skizofrenia yang diderita serta gaya cerita yang berbeda setiap kali menulis, Ryunosuke Akutagawa mempertanyakan kemampuan atau keinginan manusia untuk menanggapi dan menyampaikan kenyataan yang objektif tersebut lewat cerita pendek karyanya, Yabu no Naka, Di Dalam Belukar.

Cerita pendek Akutagawa ini berisi tujuh kesaksian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify" class="dropcap-first">Sampai di mana tingkat subjektivitas manusia dalam menyampaikan kebenaran lewat pembenarannya? Terlepas dari skizofrenia yang diderita serta gaya cerita yang berbeda setiap kali menulis, Ryunosuke Akutagawa mempertanyakan kemampuan atau keinginan manusia untuk menanggapi dan menyampaikan kenyataan yang objektif tersebut lewat cerita pendek karyanya, Yabu no Naka, Di Dalam Belukar.</p>
<p align="center"><img src="http://gunawanrudy.com/wp-content/uploads/i30.photobucket.com/albums/c331/gunawanrudy/Rashomon_1.jpg" alt="Rashomon 1 Pembenaran Di Dalam Belukar" class="imgpost" title="Pembenaran Di Dalam Belukar" /></p>
<p align="justify">Cerita pendek Akutagawa ini berisi tujuh kesaksian yang berbeda mengenai kasus pembunuhan seorang samurai, Kanazawa no Takehiro, yang jasadnya ditemukan di hutan bambu pinggiran kota Kyoto. Tiap kesaksian mengklarifikasi  namun juga mengaburkan apa yang diketahui pembaca tentang peristiwa pembunuhan tersebut, hingga pada akhirnya menciptakan sebuah gambaran yang rumit dan penuh kontradiksi tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi.</p>
<p><span id="more-987"></span></p>
<p align="justify">Kisah ini bermula dengan empat laporan dan kesaksian minor dari seorang penebang kayu, rahib Buddha, agen polisi, dan wanita tua. Lalu menyusul kesaksian seorang bandit, pengakuan istri dari samurai yang terbunuh, hingga arwah sang samurai yang berbicara melalui perantara seorang dukun.</p>
<p align="justify">Si penebang kayu yang menemukan mayat seorang lelaki di hutan menyatakan bahwa lelaki tersebut kelihatannya meninggal karena satu sabetan pedang di dada. Keadaan di tempat kejadian perkara antara lain dedaunan yang terinjak di sekitar mayat menunjukkan bahwa telah terjadi sebuah perkelahian yang sengit. Yang ia temukan selain mayat hanya seuntai tali, suatu sisir, dan banyak darah.</p>
<p align="justify">Kesaksian selanjutnya diberikan oleh seorang rahib Buddha yang mengaku pernah bertemu dengan lelaki itu&#8211;yang sedang bersama seorang wanita yang menunggang kuda palomino&#8211;di jalan besar pada tengah hari sehari sebelum pembunuhan. Lelaki itu membawa sebilah pedang dan sebuah busur, serta tabung panah berwarna hitam. Semua ini tidak ada di lokasi ketika sang penebang kayu menemukan lelaki tersebut.</p>
<p align="justify">Seorang agen polisi yang menangkap seorang penjahat terkenal bernama Tajoumaru maju bersaksi. Ia menangkapnya ketika Tajoumaru terluka setelah terlempar dari punggung seekor kuda palomino, dan dia membawa sebuah busur dan tabung panah hitam. Senjata yang tidak biasanya dibawa oleh Tajoumaru. Ujarnya ini membuktikan bahwa Tajoumaru adalah pelakunya. Namun Tajoumaru tidak membawa pedang lelaki itu, yang juga hilang dari lokasi pembunuhan.</p>
<p align="justify">Sebuah laporan datang dari seorang wanita tua, yang menyatakan dirinya sebagai ibu dari wanita yang belum ditemukan itu. Putrinya adalah seorang wanita berusia sembilan belas tahun yang bernama Masago, dan menikah dengan Kanazawa no Takehiro, seorang samurai berusia dua puluh enam tahun dari Wakasa. Putrinya yang bertekad kuat itu, ujarnya, tidak pernah dekat atau bersama lelaki selain Takehiro. Dia memohon kepada polisi untuk menemukan Masago.</p>
<p align="justify">Setelah penyidikan keempat laporan minor tersebut, Tajoumaru akhirnya mengakui kesalahannya. Dia mengatakan bahwa dia bertemu dengan dua orang itu di sebuah jalan di luar Kyoto. Ia tertarik pada Masago dan ingin memperkosanya. Untuk memperkosa Masago tanpa halangan, ia mencoba memisahkan pasangan itu dengan memancing Takehiro ke dalam hutan dengan iming-iming harta karun. Setelah melumpuhkan Takehiro, ia menyumpal mulut Takehiro dengan dedaunan, mengikatnya di sebuah pohon, dan langsung mencari Masago. Ketika Masago melihat suaminya terikat pada pohon, ia menarik sebuah belati dari pakaiannya dan mencoba menusuk Tajoumaru. Tajoumaru lebih gesit dan berhasil merebut belati dari tangan Masago, dan dia pun berhasil memperkosanya. Pada awalnya, ia tidak bertujuan membunuh lelaki itu, tegasnya, namun setelah pemerkosaan, Masago memohon padanya untuk membunuh suaminya atau dirinya sendiri, karena dia tidak akan tahan bila dua lelaki mengetahui aibnya itu. Dia akan pergi dengan lelaki terakhir yang hidup. Tajoumaru tidak ingin membunuh Takehiro dengan cara pengecut, jadi ia melepaskannya dan mereka berduel pedang. Pada duel itu, Masago melarikan diri. Tajoumaru berhasil membunuh Takehiro, dan mengambil pedang, busur, serta tabung panahnya, juga kuda Masago. Dia menyatakan bahwa dia telah menjual pedangnya sebelum dia tertangkap oleh sang agen polisi.</p>
<p align="justify">Sementara di Kuil Shimizu, seorang wanita melakukan pengakuan dosa. Pengakuan yang sama juga dituturkannya ke polisi. Menurutnya, setelah pemerkosaan, Tajoumaru pergi, dan suaminya yang masih terikat di pohon menatapnya hina. Dia merasa malu karena telah diperkosa, dan tidak ingin lagi hidup, namun ia ingin suaminya mati bersamanya. Akhirnya ia menancapkan belati ke dada suaminya. Kemudian ia memotong tali yang mengikat suaminya yang telah tewas, dan lalu berlari ke hutan, dimana ia mencoba membunuh dirinya sendiri beberapa kali. Tetapi terus-menerus gagal, ada suatu hal yang membuatnya tak bisa mati saat itu: ia harus melakukan pengakuan tentang kejadian tersebut lebih dulu. Pada akhir pengakuannya, ia menangis.</p>
<p align="justify">Kesaksian terakhir berasal dari arwah Takehiro, yang melalui perantara seorang dukun. Dengan penuh emosi&#8211;sedih bercampur marah&#8211;arwah Takehiro mengatakan bahwa setelah pemerkosaan, Tajoumaru meyakinkan Masago untuk meninggalkan suaminya dan menjadi istri Tajoumaru sendiri, yang akhirnya disetujui Masago dengan satu kondisi: Tajoumaru harus membunuh Takehiro. Entah kenapa Tajoumaru marah mendengar usulan ini, menendangnya ke tanah, dan menanyakan Takehiro apakah dia harus membunuh wanita tanpa harga diri itu. Mendengar ini, Masago berlari ke hutan. Kemudian, Tajoumaru memotong tali yang mengikat Takehiro dan turut melarikan diri. Takehiro mengambil belati Masago yang terjatuh, dan menancapkannya ke dadanya sendiri. Sesaat sebelum kematiannya, dia merasa bahwa seseorang berjalan pelan mendekatinya dan mencabut belati dari dadanya.</p>
<p align="justify">Pasti ada kebenaran dari tujuh laporan dan kesaksian dalam cerita pendek tersebut, atau bisa juga kesemuanya berdusta. Dalam naskah cerita pendek aslinya, laporan yang banyak terdapat ketidaksesuaian dengan laporan lainnya adalah dari sang penebang kayu. Namun yang paling menarik dari cerita ini tentu bukanlah itu.</p>
<p align="justify">Akutagawa nampaknya sengaja menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar pembunuhan dan investigasi, yaitu ambiguitas manusia. Manusia, menurut Akutagawa, akan melihat pembenaran sebagai kebenaran melalui kaca mata perspektifnya masing-masing. Misalnya, mengambil satu perspektif dan percaya dengan itu. Akutagawa memang tidak berniat menyampaikan perkara siapa membunuh, dibunuh, atau bunuh diri, maupun menemukan kebenaran dalam kasus terbunuhnya sang samurai seperti layaknya cerita misteri dan detektif lainnya. Lebih dari itu, Akutagawa ingin menunjukkan bahwa manusia sangat sulit untuk mengutarakan kebenaran absolut. Yang ada hanya pembenaran.</p>
<p align="justify">Selain itu, jika ketiga pengakuan utama&#8211;Tajoumaru, Masago, dan Takehiro&#8211;terhadap kebohongan, apa faktor yang membuat mereka berbohong. Jika berpatokan pada budaya Jepang, terutama latar waktu peristiwa, yaitu berabad-abad yang lalu, sebuah jawaban bisa disodorkan: kehormatan.</p>
<p align="justify">Ketiga pengakuan itu sama sekali tidak bertujuan menghindari hukuman, namun untuk menempatkan diri di tempat yang terhormat. Membunuh lawan dengan berduel bagi Tajoumaru adalah sebuah kehormatan. Bunuh diri bersama suami&#8211;namun kemudian ia berpendapat bahwa ia harus memberikan kesaksian dulu sebelum mati&#8211;bagi Masago adalah sebuah kehormatan. Dan bunuh diri bagi Takehiro adalah sebuah kehormatan juga. Manusia memang memiliki banyak kelemahan, namun karena ego dan harga diri, kehormatan terkadang dipertahankan dengan pembenaran, atau bisa jadi kebohongan. Inilah salah satu ambiguitas yang dipertanyakannya.</p>
<p align="justify">&#8220;Hanya kegelisahan yang usulnya tak jelas&#8230;&#8221; ujar Akutagawa dalam surat kematian sebelum ia bunuh diri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="font-size:11px;"><em>~ foto diambil dari film Rashomon (1950) karya Akira Kurosawa.</em></p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=z8NWlk9aHso:NgtNLoYYzQs:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=z8NWlk9aHso:NgtNLoYYzQs:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=z8NWlk9aHso:NgtNLoYYzQs:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=z8NWlk9aHso:NgtNLoYYzQs:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=z8NWlk9aHso:NgtNLoYYzQs:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=z8NWlk9aHso:NgtNLoYYzQs:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=z8NWlk9aHso:NgtNLoYYzQs:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=z8NWlk9aHso:NgtNLoYYzQs:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=z8NWlk9aHso:NgtNLoYYzQs:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=z8NWlk9aHso:NgtNLoYYzQs:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=z8NWlk9aHso:NgtNLoYYzQs:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Gunawanrudydotcom/~4/z8NWlk9aHso" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunawanrudy.com/2009/03/13/pembenaran-di-dalam-belukar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://gunawanrudy.com/2009/03/13/pembenaran-di-dalam-belukar.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bragaweg</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Gunawanrudydotcom/~3/qe_ZfzAplh0/bragaweg.html</link>
		<comments>http://gunawanrudy.com/2009/03/05/bragaweg.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 13:03:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gunawan Rudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[article]]></category>
		<category><![CDATA[culture]]></category>
		<category><![CDATA[economy]]></category>
		<category><![CDATA[history]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunawanrudy.com/?p=980</guid>
		<description><![CDATA[Bukan. Bukan pusat jeans itu, bukan Cihampelas. Bukan pula dataran tingi yang sejuk itu, bukan Lembang. Bukan pula Jalan Dago, juga bukan Riau. Apalagi mall, pusat perbelanjaan, factory outlet, kafe serta tempat kongkow terkenal lainnya di Kota Bandung yang kini semakin menjamur dan membikin semarak kota pegunungan itu. Satu tempat yang dapat membuat saya jatuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify" class="dropcap-first">Bukan. Bukan pusat jeans itu, bukan Cihampelas. Bukan pula dataran tingi yang sejuk itu, bukan Lembang. Bukan pula Jalan Dago, juga bukan Riau. Apalagi mall, pusat perbelanjaan, factory outlet, kafe serta tempat kongkow terkenal lainnya di Kota Bandung yang kini semakin menjamur dan membikin semarak kota pegunungan itu. Satu tempat yang dapat membuat saya jatuh cinta pada kunjungan pertama itu adalah Bragaweg, sebuah kawasan kota tua di tengah-tengah Kota Bandung, yang kini dikenal sebagai Jalan Braga.</p>
<p align="center"><img src="http://i44.tinypic.com/2hi8j2x.jpg" class="imgpost" alt="2hi8j2x Bragaweg"  title="Bragaweg" /></p>
<p align="justify">Parijs van Java, julukan itulah yang melekat di benak orang-orang jika membicarakan soal Kota Bandung. Percakapan mulai dari kelas warung kopi hingga kafe terkait dengan julukan tersebut pasti tak lepas dari soal mode dan fashion hingga para mojangnya yang geulis. Memang mode dan fashion identik dengan Kota Paris di Eropa sana. Namun julukan ini sebenarnya tak baru lagi, karena sudah melekat sejak awal abad ke-20, hampir berbarengan dengan lahirnya julukan lawas lainnya seperti Bloemen Stad (Kota Kembang), de Bloem van Bergsteden (Bunganya Kota Pegunungan), serta Europa in de Tropen (Eropa di Wilayah Tropis). Catatan-catatan awal mengenai julukan ini misalnya ada pada Boekoe Penoendjoek Djalan boeat Plesiran di Kota Bandoeng dan Daerahnja, terbit tahun 1906. Di sana dituliskan Bandung sebagai &#8220;Parisnja Tanah Djawa&#8221;.</p>
<p><span id="more-980"></span></p>
<p align="justify">Namun julukan itu baru hidup dan terdengar gaungnya pada periode 1910 hingga 1940. Saat itu Bandung sebagai pemukiman warga Eropa terbesar di Hindia Belanda dikenal dengan kesemarakan dan kegemerlapannya, laiknya Kota Paris. Istilah &#8220;jaman ngalantrah van reup tot bray&#8221;, zaman kehidupan malam Bandung yang begitu gemerlap dengan hiburan di mana-mana, begitu melekat dengan kota tersebut.</p>
<p align="justify">Julukan Parijs van Java yang terkenal hingga Eropa sana tak selalu direspon positif. Dalam buku Guide to Java, Peter Hutton mengkritik bahwa Bandung tidak bisa disamakan dengan Paris. Bandung tidak punya sungai seperti Sungai Seine, alih-alih hanya punya Cikapundung yang sekarang tidak jernih lagi. Bandung juga ujarnya tak memiliki bangunan selevel Museum Louvre atau Notre Dame. Dan sebaliknya, Paris tidak berada di dataran tinggi dan beriklim tropis, dua hal yang dipunyai Bandung. Namun di luar semua itu Bandung dan Paris sama-sama identik dalam Rue de la Paix, jejeran pertokoan elit yang berbaris rapi di kedua sisi jalan sepanjang jalurnya dengan kegemerlapan yang menghiasinya.</p>
<p align="justify">Adalah Bragaweg, Rue de la Paix-nya Bandung, kawasan senta kemeriahan dan kegemerlapan Bandung saat itu. Bragaweg sebelumnya adalah jalan kecil yang menghubungkan gudang kopi milik seorang preangerplanter (tuan tanah atau kebun di Priangan) kaya, Andries de Wilde, dengan Grotepostweg (Jalan Raya Pos), jalan raya Daendels, yang menjadi jalan raya utama di Pulau Jawa. Jalan kecil ini kemudian ramai dilalui orang, alat transportasi yang paling sering melewatinya adalah pedati. Maka akhirnya jalan ini dikenal sebagai Pedatiweg atau Karrenweg dalam Bahasa Belanda. Saat itu Pedatiweg hanya memiliki sedikit bangunan.</p>
<p align="justify">Lambat laun Pedatiweg mulai ramai dengan gedung pertokoan, perkantoran, restoran, hingga tempat hiburan lainnya seperti bioskop dan kafe teras. Terlebih lagi karena dibangunnya Hotel Savoy Homann, Hotel Preanger, dan juga Societeit Concordia (sekarang Gedung Merdeka, atau Gedung Asia-Afrika) di persimpangan Pedatiweg dan Grotepostweg yang menjadi sebuah schouwburg sebagai pusat kesenian dan tempat berkumpulkan kalangan elit Eropa di Kota Bandung dan daerah sekitarnya. Pedatiweg yang mulai ramai sebagai koloni pemukiman Eropa dan pertokoan elit akhirnya dikenal sebagai Bragaweg.</p>
<p align="justify">Bagaimana akhirnya nama jalan ini berubah menjadi Bragaweg mempunyai banyak versi. Ada yang bilang nama tersebut berasal dari nama minuman khas Rumania yang disajikan di Societeit Concordia. Versi sejarawan dan sastrawan Sunda sendiri seperti menurut Soewarno Darsoprajitno dan M. A. Salmun, nama Braga berasal dari Bahasa Sunda &#8220;baraga&#8221; atau &#8220;ngabaraga&#8221;, yang berarti &#8220;berjalan berangin-angin menyusuri sungai&#8221;. Kebetulan Sungai Cikapundung bersebelahan dengan Pedatiweg ini. Namun versi yang cukup kuat hingga sekarang adalah nama Braga berasal dari kelompok orkes terkenal masa itu yang bernama Toneelvereeniging Braga. Orkes ini kerap manggung di Societeit Concordia hingga akhirnya menempati bangunan di ujung selatan Bragaweg, yang sekarang dikenal sebagai Museum Konferensi Asia-Afrika. Dan pertanyaan selanjutnya dari mana asal nama Braga pada kelompok musik ini. Bisa jadi diambil dari nama dewa kesusastraan Eropa Utara, Bragi. Atau nama kota kuno di Portugal yang masih berdiri megah hingga kini.</p>
<p align="justify">Gedung Societeit Concordia yang hanya bisa dimasuki oleh kaum Eropa, itupun yang kelas elit dan terpandang, uniknya pernah mengundang Ismail Marzuki (yang tentu seorang bumiputera, inlander) sebagai pemain musim paruh waktu di sana. Kala itu Ismail Marzuki dan grup musiknya Lief Java sangat populer terutama di kalangan Eropa, dengan lagu Als de Orchideen Bloien bahkan yang populer sampai Nederland. Namun demikian, Ismail Marzuki menolak tawaran Julius Foorman yang saat itu menjadi pimpinan orkes di Societeit Concordia.</p>
<p align="justify">Bangunan yang menyokong julukan Parijs van Java antara lain adalah rumah-rumah mode elit seperti Au Bon Marche dan Onderling Belang yang kini dikenal sebagai Toko Sarinah, hingga bangunan besar seperti DENIS Bank (sekarang Bank JaBar Banten) dan Gedung Gas. Tak ketinggalan pula kafe-restoran Maison Bogerijen yang sangat terkenal pada masanya, bahkan Kerajaan Belanda dan Gubernur Jenderal berlangganan di sini. Sekarang bangunan lama Maison Bogerijen sudah tak ada lagi, betrganti dengan Braga Permai. Meskipun serba Eropa yang bergaya art deco, di Bragaweg juga ditemukan gaya arsitektur Indo-Europeeschen architectuur stijl. Yaitu bangunan Eropa dengan corak Nusantara, misalnya Majestic Theater dan toko buku van Dorp yang memiliki ornamen kepala kala (biasa terdapat di gerbang candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur) ukuran besar di bagian depan gedung.</p>
<p align="justify">Karena saking Eropa-nya kawasan Bragaweg ini, maka yang terlihat wira-wiri hanyalah mereka dari golongan Eropa, dan juga sedikit dari saudagar Tionghoa. Itupun tidak semua bisa karena beberapa bangunan hanya diperuntukan bagi warga Eropa kelas atas. Bagi pribumi paling-paling hanya kalangan priyayi saja. Beberapa bangunan malah memasang papan peringatan &#8220;verboden voor honden en inlander&#8221;, dilarang masuk bagi anjing dan pribumi.</p>
<p align="justify">Hein Buitenweg memberikan pujian atas kebangkitan Bandung lewat Bragaweg ini, &#8220;werd er ergens ter wereld meer en beter gedanst dan in he oude indie&#8221;, bagian dunia mana yang sanggup mengalahkan kemeriahan Hindia Belanda di masa lalu.</p>
<p align="justify">Kini masa-masa kejayaan Hindia Belanda di masa lalu itu masih tersisa di Jalan Braga, seperti juga di Jalan Kayutangan Malang, Jalan Malioboro Yogyakarta. Walau sedikit ironi terasa ketika melihat bangunan tua yang tak terawat bersanding dengan bangunan modern yang telah mengganti wajah beberapa bangunan yang kini hanya tinggal nama saja.</p>
<p align="justify">Setelah kedatangan Jepang hingga proklamasi kemerdekaan, banyak warga Eropa dan Indo yang hengkang keluar Indonesia. Jalan Braga mulai sepi dan mati suri. Sebagian bangunan berganti kepemilikan dan beberapa telah direnovasi penuh hingga hampir tak menyisakan bentuk bangunan lamanya. Sebagiannya lagi dibiarkan kosong dan bangunan tuanya menjadi terlantar. Ironisnya lagi, walaupun sudah mengalami renovasi kawasan Braga tetap sepi konsumen walau lalu lintas kendaraan bermotor tetap cukup padat. Pembangunan mall Braga City Walk tetap belum terlihat hasilnya. Beberapa kali penyelenggaraan Festival Braga hanya menghidupkan Braga saat acara tersebut dan kembali mati suri setelahnya. Beberapa bulan terakhir terlihat upaya penggantian aspal jalan dengan batu andesit hitam, namun karena padatnya lalu lintas, banyak bagian jalan yang pecah-pecah.</p>
<p align="center"><img src="http://i42.tinypic.com/27y372r.jpg" class="imgpost" alt="27y372r Bragaweg"  title="Bragaweg" /></p>
<p align="justify">Ternyata memang satu bidang usaha yang tetap tidak ada matinya sejak zaman nabi-nabi hingga sekarang ini, hiburan malam, dan tentu saja akan merujuk kepada pelacuran. Lengkap dengan diskotik, karaoke, bar, bilyard, plus neng geulis yang siap melayani. Tempat-tempat ini terutama bisa ditemukan di sekitar simpang Bragaweg dengan Jalan Suniaraja dan Oude-Hospitalweg (sekarang Jalan Lembong).</p>
<p align="justify">Pramoedya Ananta Toer pernah menulis dalam Mereka Yang Dilumpuhkan, bahwa perempuan Sunda harganya paling tinggi. Menurut Pram itu karena perkebunan-perkebunan di Jawa Barat banyak dikuasai orang Eropa sehingga anak-anaknya banyak yang menjadi Indo. Ini masih terkait dengan kawasan Gang Coorde (sekarang Jalan Kejaksaan) atau bordeelsteeg (jalanan bordil). Gang Coorde yang simpangnya terletak di tengah Bragaweg ini adalah kompleks red light kelas atas yang menawarkan perempuan-perempuan Indo yang datang dari penjuru Priangan. Mereka adalah turunan tidak resmi dari para preangerplanters warga Eropa.</p>
<p align="justify">Sisi gelap Parijs van Java ini pernah dituliskan oleh seorang jurnalis Melayu-Tionghoa, Kim Lang, &#8220;soeda beroelang-oelang orang sohorken bahoewa Bandoeng itoelah apa Parisnja tanah Djawa. Tapi, sepandjang pengetahoean saja jang di seboet Paris itoe boekannja tentang hal kabaekan peratoeran politie, roema-roema dan toko-toko dan laen-laen sebaginja, hanjalah dari banjaknja koepoe-koepoe malem sadja, itoelah jang kenamaan Paris tanah Djawa&#8230;&#8221; Remy Sylado pun menggambarkan dunia malam Bandung era 1920-an ini lewat novel Parijs van Java.</p>
<p align="justify">Itulah mengapa jangan heran seabad yang lalu perkumpulan Bandoeng Vooruit mempromosikan Kota Bandung dengan disertai ungkapan &#8220;don&#8217;t come to Bandoeng if you left wife at home!&#8221; Para tuan-tuan Turis sebaiknya tidak mengunjungi Bandung apabila tidak membawa istri atau meninggalkan istri di rumah. Dan bisnis ini terus tetap hidup di dalam mati surinya Bragaweg.</p>
<p align="justify">Beginilah dunia yang sedang berubah dengan cepat, mengutip jargon&#8211;juga dijadikan guyon&#8211;Orde Baru, &#8220;lepas landas&#8221;. Tak hanya bangunan-bangunan tua yang ditumbuhi lumut, cat terkelupas, dan kadang hanya menyisakan puing dan pondasi bekas kejayaan masa lalunya, namun juga ideologi yang rontok, manipulasi yang terkuak, hingga agama yang kurang berhasil mencerahkan umatnya. Kehidupan berubah.</p>
<p align="justify">Dan seperti Resi Bisma dalam perwayangan, sesuatu yang &#8220;tua&#8221; tak harus selalu digantikan oleh yang &#8220;muda&#8221;, karena mereka punya porsi dan perannya masing-masing. Resi Bisma menjadi Senapati Agung Astina pertama di medan Kurusetra di usia yang sangat tua, itu porsinya, dan akhirnya nanti dia digantikan juga oleh Begawan Dorna, Prabu Salya, hingga Adipati Karna. Bangunan tua Bragaweg yang antara lain buah karya arsitek Wolff Schoemaker dan Richard Schoemaker tersebut menjadi saksi bisu penggalan-penggalan kisah masa lalu dan sebagai pengingat bahwa sebuah kota terus mengalami perjalanan sejarah yang panjang, itulah sedikit dari porsi mereka sekarang.</p>
<p align="justify">Bisa saja nasib Bragaweg akan masuk ke dalam bahasa Rendra dalam Kisah Perjuangan Suku Naga.</p>
<p><em>Kemarin dan esok<br />
adalah hari ini<br />
Bencana dan keberuntungan<br />
sama saja</em></p>
<p align="justify">Jammer dat je, Bragaweg!</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=qe_ZfzAplh0:xBnpqGFfTrw:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=qe_ZfzAplh0:xBnpqGFfTrw:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=qe_ZfzAplh0:xBnpqGFfTrw:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=qe_ZfzAplh0:xBnpqGFfTrw:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=qe_ZfzAplh0:xBnpqGFfTrw:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=qe_ZfzAplh0:xBnpqGFfTrw:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=qe_ZfzAplh0:xBnpqGFfTrw:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=qe_ZfzAplh0:xBnpqGFfTrw:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=qe_ZfzAplh0:xBnpqGFfTrw:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=qe_ZfzAplh0:xBnpqGFfTrw:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=qe_ZfzAplh0:xBnpqGFfTrw:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Gunawanrudydotcom/~4/qe_ZfzAplh0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunawanrudy.com/2009/03/05/bragaweg.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://gunawanrudy.com/2009/03/05/bragaweg.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>For My Borneo</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Gunawanrudydotcom/~3/BjBcSTd98QY/for-my-borneo.html</link>
		<comments>http://portfolio.gunawanrudy.com/for-my-borneo.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 08:23:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GRPortfolio</dc:creator>
				<category><![CDATA[themes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://portfolio.gunawanrudy.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[ URL: www.sariyatno.com
 Client: Bintang Sariyatno
 Platform: WordPress
 Date: February 2009
 Works: All
 Status: Complete
View website
Weblog of Bintang Sariyatno, this website mainly containing informative articles on the area of Central Borneo, Indonesia, and the residents of it, such a the Dayak tribe. The specific topics of the articles vary; from culture, history and arts, to [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify" class="dropcap-first">
<p class="add"><img src="http://portfolio.gunawanrudy.com/wp-content/uploads/sariyatno.jpg" align="left" width="100" height="100" alt="sariyatno For My Borneo"  title="For My Borneo" /><strong> URL:</strong> <a href="http://sariyatno.com" title="Bintang Sariyatno" >www.sariyatno.com</a><br />
<strong> Client:</strong> Bintang Sariyatno<br />
<strong> Platform:</strong> WordPress<br />
<strong> Date:</strong> February 2009<br />
<strong> Works:</strong> All<br />
<strong> Status:</strong> Complete</p>
<p><a class="more-link" href="http://sariyatno.com" title="View..." ><span class="readmore">View website</span></a></p>
<p align="justify">Weblog of Bintang Sariyatno, this website mainly containing informative articles on the area of Central Borneo, Indonesia, and the residents of it, such a the Dayak tribe. The specific topics of the articles vary; from culture, history and arts, to the society itself and even the natural resources of Central Borneo. </p>
<p align="justify">The colour combination used is in accordance to the general theme of the writings: red as a colour often used by the Dayak tribe, green to symbolise the forests of Borneo, dark background to show how there is so much unknown to the general population about Borneo and the Dayak tribe, while the white text shows clear information on the topic. The layout is made to look ethnic, also to suit the theme.</p>
<div id="contact"><a href="javascript:void(null);" onclick="s_toggleDisplay(document.getElementById('SID1656154319'), this, 'show screenshot &#9660;', 'hide screenshot &#9650;');">show screenshot &#9660;</a></p>
<div id='SID1656154319' >
<p align="center"><img src="http://portfolio.gunawanrudy.com/wp-content/uploads/preview-sariyatno.jpg" alt="preview sariyatno For My Borneo"  title="For My Borneo" />
</div>
</p>
</div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=BjBcSTd98QY:tqoOJMpRKVw:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=BjBcSTd98QY:tqoOJMpRKVw:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=BjBcSTd98QY:tqoOJMpRKVw:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=BjBcSTd98QY:tqoOJMpRKVw:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=BjBcSTd98QY:tqoOJMpRKVw:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=BjBcSTd98QY:tqoOJMpRKVw:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=BjBcSTd98QY:tqoOJMpRKVw:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=BjBcSTd98QY:tqoOJMpRKVw:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=BjBcSTd98QY:tqoOJMpRKVw:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=BjBcSTd98QY:tqoOJMpRKVw:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=BjBcSTd98QY:tqoOJMpRKVw:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Gunawanrudydotcom/~4/BjBcSTd98QY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://portfolio.gunawanrudy.com/for-my-borneo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://portfolio.gunawanrudy.com/for-my-borneo.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Jimbo</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Gunawanrudydotcom/~3/dle5aT4Kqbs/jimbo.html</link>
		<comments>http://gunawanrudy.com/2008/12/25/jimbo.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 17:01:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gunawan Rudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[literature]]></category>
		<category><![CDATA[belief]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[japanese]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[peace]]></category>
		<category><![CDATA[xmas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunawanrudy.com/?p=972</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita mencari contoh yang (hampir mendekati) sempurna untuk karakter yang mempunyai perpaduan antara Barat dan Timur, antara teologi dan filosofi, atau lebih-lebih Kristianitas dan Buddhisme, mungkin salah satunya adalah Jimbo, tokoh fiktif buah pena penulis Jepang, Takashi Matsuoka. Yang menarik adalah ketika kita bertanya-tanya, bagaimana melihat dan menyikapi sebuah perbedaan, terlebih lagi dalam masalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify" class="dropcap-first">Jika kita mencari contoh yang (hampir mendekati) sempurna untuk karakter yang mempunyai perpaduan antara Barat dan Timur, antara teologi dan filosofi, atau lebih-lebih Kristianitas dan Buddhisme, mungkin salah satunya adalah Jimbo, tokoh fiktif buah pena penulis Jepang, Takashi Matsuoka. Yang menarik adalah ketika kita bertanya-tanya, bagaimana melihat dan menyikapi sebuah perbedaan, terlebih lagi dalam masalah agama dan keyakinan? Matsuoka menjawabnya dengan indah lewat Jimbo.</p>
<p align="center"><img src="http://i42.tinypic.com/11aefea.jpg" class="imgpost" alt="11aefea Jimbo"  title="Jimbo" /></p>
<p align="justify">Jimbo, rahib Zen mantan misionaris Kristen dalam novel Matsuoka berjudul &#8220;Samurai, Kastel Awan Burung Gereja&#8221;, seringkali menyebut nama Kristus dan Buddha dalam doanya. Untuk rahib kepala Sohaku ia nyanyikan Sutra, fasih dengan lidah Amerika. Dalam setiap doa dan ratapan sesalnya yang dalam, ia senantiasa mendoakan anak-anak yang hidupnya telah dia akhiri terlahir kembali di Kerajaan Tuhan atau di Tanah Murni, dalam pelukan Kristus Raja Damai atau Kannon Dewi Welas Asih.</p>
<p><span id="more-972"></span></p>
<p align="justify">Jimbo, sebelumnya James Bohannon, seorang misionaris Kristen yang dikirim ke Jepang untuk mewartakan <em>Gospel</em>. James Bohannon, sebelumnya Ethan Cruz, bandit <em>Wild West</em> yang tumbuh dari tempat pelacuran, perburuan ternak, dan letupan senjata api. Dari seorang koboi berwatak keras, yang kemudian mencari pengampunan Tuhan dan menjadi pelayanNya, dan berakhir sebagai seorang rahib yang menguasai filosofi dan teka-teki Zen. Jimbo mungkin saja telah mencapai pencerahan, yang ia akui belum ia dapatkan sama sekali.</p>
<p align="justify">&#8220;Mereka yang tidak menerima kata-kata Buddha mungkin mau menerima kata­kata Kristus dan mendapatkan keselamatan yang sama,&#8221; ujar Jimbo ketika menyanggupi diri untuk membantu pembangunan rumah misi dan gereja, sekalipun saat itu ia menjadi salah satu wakil rahib kepala di kuil Zen.</p>
<p align="justify">Riwayat perjalanan spiritual Jimbo berakhir saat pistol kaliber 44 Matthew Stark merobek jantungnya. Sebelum mati pun ia masih sempat mendoakan lelaki yang menghabisi nyawanya agar mendapat ampunan Tuhan serta senantiasa dilindingi Buddha dan sepuluh ribu dewa. Ia tak peduli ke mana ia akan pergi, ke Surga Kerajaan Tuhan atau Tanah Murni Sukhavati. Jimbo mati, tanpa ada sesal tersisa.</p>
<p align="justify">Ada sesuatu yang menarik mengenai pandangan Jimbo terhadap agama. Ia begitu terbuka dan sama sekali tidak menutup diri dari agama lain. Pernah suau ketika saat musim dingin, ia mencoba mengira-ngira apakah hari itu hari Natal. Baginya tak ada salahnya mengingat Natal, walau ia bukan lagi seorang Kristen. Yang ingin ia ingat bukanlah kapan tepatnya tanggal 25 Desember, namun hakikat dan pesan yang disampaikan lewat hari Natal tersebut.</p>
<p align="justify">Anand Khrisna pernah berujar, &#8220;jika kau menganggap agama dan kitab suci sebagai tujuan, kau akan menduakan Allah.&#8221; Dan begitu juga bagi Jimbo, kata-kata Kristus dan Buddha memang jauh berbeda, namun apakah pesannya juga berbeda? Tak terlalu jauh berbeda, menurutnya.</p>
<p align="justify">Mungkin inilah yang dimaksud oleh kalimat: damai di langit, damai di bumi. Itu tercipta ketika pesan-pesan dari para rasul, santo, atau orang-orang suci lainnya benar-benar diresapi ke dalam sanubari umat manusia.</p>
<p align="justify">Selamat Natal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="font-size:11px;"><em>* foto Maria-Kannon (Bunda Maria yang disamarkan dalam sosok Dewi Kannon) diambil dari <a href="http://homepage2.nifty.com/isso/aizu/aizu.html" target="_blank" title="Jibo Kannon, Aizu">situs tentang Aizu</a>.</em></p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=dle5aT4Kqbs:QwgiaCTKKi8:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=dle5aT4Kqbs:QwgiaCTKKi8:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=dle5aT4Kqbs:QwgiaCTKKi8:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=dle5aT4Kqbs:QwgiaCTKKi8:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=dle5aT4Kqbs:QwgiaCTKKi8:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=dle5aT4Kqbs:QwgiaCTKKi8:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=dle5aT4Kqbs:QwgiaCTKKi8:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=dle5aT4Kqbs:QwgiaCTKKi8:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=dle5aT4Kqbs:QwgiaCTKKi8:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?a=dle5aT4Kqbs:QwgiaCTKKi8:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Gunawanrudydotcom?i=dle5aT4Kqbs:QwgiaCTKKi8:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Gunawanrudydotcom/~4/dle5aT4Kqbs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunawanrudy.com/2008/12/25/jimbo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://gunawanrudy.com/2008/12/25/jimbo.html</feedburner:origLink></item>
	<media:rating>nonadult</media:rating></channel>
</rss><!-- Dynamic page generated in 0.390 seconds. --><!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2009-11-06 18:29:12 -->
