<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>cElotEhAnKu</title><link>http://akuinginmenulis.blogspot.com/</link><description></description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (h4rIsS)</managingEditor><lastBuildDate>Mon, 07 Dec 2009 00:01:53 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle></itunes:subtitle><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/H4riss" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId>H4riss</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item><title>Menghargai sebuah Nyawa</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/_boVxcXOzWg/menghargai-sebuah-nyawa.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Mon, 05 Oct 2009 10:50:36 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-1735138972980180764</guid><description>5 hari pasca gempa mengguncang Padang dan sekitarnya, 5 hari pula hati tergetar mendengar kabar ribuan korban telah berjatuhan, ribuan bangunan hancur luluh lantak, jalan &amp; jembatan rusak berat, Padang pun lumpuh total, tergolek lemah tak berdaya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana demi bencana menerpa, toh tidak membuat bangsa ini belajar banyak darinya. Jangankan untuk menyelami makna yang tersirat dibalik bencana ini, memperbaiki kesalahan demi kesalahan yang dilakukan dalam menangani pasca bencana pun sangat sedikit dilakukan, tak nampak perubahan yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai detik ini, bangsa ini tidak memiliki sistem penanggulangan bencana yang terpadu dan komprehensif. Manusia tidak bisa menghindarkan diri dari bencana yang datang, tapi manusia bisa berusaha untuk meminimalkan korban yang jatuh sekecil mungkin dan kerusakan yang mungkin terjadi serendah mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa dilakukan, sebelum bencana ataupun pasca bencana, misalnya pemerintah di pusat maupun daerah harus bersinergi mendukung penuh mengenai tata ruang dan bangunan yang tahan gempa, baik itu aturannya, kebijakan maupun pengawasan pelaksanaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian bagian penting lainnya yang sering diremehkan yaitu sosialisasi pengetahuan bencana dan penanggulangannya harus dilakukan, dengan cara edukasi &amp; latihan yang berkala. Sehingga masyarakat luas mengetahui apa yang harus mereka lakukan ketika bencana itu terjadi. Sayangnya, kita tidak pernah melakukan ini, kita tidak pernah mempersiapkan diri dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen dan koordinasi pasca bencana pun harus tertata dengan baik, sehingga tidak ada lagi kesimpang siuran mengenai data korban, korban yang masih terperangkap atau tertimbun gempa dapat segera ditolong dan dievakuasi karena detik demi detik sangat berarti bagi mereka, para pengungsi pun bisa tertangani dengan baik, distribusi bantuan dilakukan sesegera mungkin dan sampai ke tangan korban dalam cakupan area bencana seluas mungkin. Tidak ada lagi istilah &lt;em&gt;“sudah jatuh tertimpa tangga”&lt;/em&gt;, seperti bencana yang lalu dan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong, hargailah sebuah nyawa, tidak peduli nyawa tukang becak, supir angkot atau wakil rakyat sekalipun, nyawa adalah nyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-1735138972980180764?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-06T00:50:36.767+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">9</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2009/10/menghargai-sebuah-nyawa.html</feedburner:origLink></item><item><title>Mengundang Miyabi = Mengundang Azab?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/YyLqjxVRALQ/mengundang-miyabi-mengundang-azab.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Sun, 04 Oct 2009 03:44:22 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-6257863134060350498</guid><description>Untuk kesekian kalinya, negeri dengan penduduk muslim terbesar di jagat ini hendak "bertingkah" lagi, mereka lebih memilih diam &amp; bahkan (diam-diam) mendukung ketika segelintir orang yang jiwanya rusak hendak mengundang artis porno jepang untuk bermain film komedi di indonesia. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa urgensi mengundang Miyabi? apakah dia artis komedi? Tentu saja bukan, dia adalah artis porno terkenal jepang, peringkat 9 JAV idol. Dia tidak bisa berakting kecuali urusan tempat tidur. Lalu mengapa pula film komedi? Mungkin karena film komedi Indonesia saat ini, tidak jauh dari urusan dada, paha dan tempat tidur, maka mereka berupaya mendatangkan Miyabi yang merupakan artis porno terkenal -tentunya dengan iming-iming biaya yang tidak sedikit jumlahnya- agar meraup keuntungan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa ada saja orang yang mendukungnya? Sebabnya bisa macam-macam, mungkin jika dia laki-laki, orang ini sangat memendam hasrat, berangan-angan dan bercita-cita, anak perempuannya atau istrinya bisa seperti miyabi, Dan jika orang yang mendukung kedatangan Miyabi ini adalah perempuan, karena di dalam dadanya ada hasrat menggebu ingin hidup bergelimang harta, seperti yang dijalani Miyabi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa negeri dengan penduduk muslim terbesar sejagat raya ini gemar bermaksiat secara jemaah? Mengapa negeri ini  beramai-ramai berani “menantang” Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah..mungkin negeri ini memang sengaja mengundang adzab Allah, kita ingin Allah murka kepada kita dan menimpakan bencana lainnya. Padahal belum kering air mata para korban bencana di sumatera, belum kering pula darah yang tumpah di bumi yang terbelah itu, belum pula sembuh luka di hati para korban yang ditinggalkan kerabat tercintanya, bahkan masih banyak korban bencana yang belum dapat dikuburkan dengan layak karena masih terperangkap di reruntuhan bangunan. Lalu..Kita hendak “bertingkah” lagi, kemanakah perginya akal dan nurani ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: &lt;em&gt;"Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah menghalalkan turunnya azab Allah atas mereka sendiri".&lt;/em&gt; (HR Thabrani dan Al Hakim).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-6257863134060350498?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-04T17:44:22.158+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2009/10/mengundang-miyabi-mengundang-azab.html</feedburner:origLink></item><item><title>Sudahkah Kita...?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/LTuO5_6BW1k/sudahkah-kita.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Wed, 30 Sep 2009 05:28:05 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-3226525854041344653</guid><description>Baru-baru ini, di Jepang sedang giat-giatnya melakukan &lt;em&gt;“bousai kunren”&lt;/em&gt; atau latihan penanggulangan bencana seperti bencana gempa, kebakaran dll. Kali ini, Gempa menjadi perhatian serius dari warga Jepang, karena negeri ini termasuk yang paling sering “dihampiri” gempa, bahkan Kobe pernah dihantam gempa yang sangat dahsyat pada bulan januari 1995 yang menewaskan sekitar 5000 orang.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mereka sangat aktif melakukan antisipasi penanggulangan bencana gempa? Karena menurut perkiraan mereka, gempa besar biasa datang di bulan Oktober, November ini. Walaupun mereka sadar bahwa belum ada 1 teknologi pun yang mampu memprediksi dengan tepat kapan gempa itu akan terjadi, toh prinsip &lt;em&gt;“sedia payung sebelum hujan”&lt;/em&gt; benar-benar berlaku di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan latihan, mereka sangat serius, ketika sirine tanda bencana berdering, mereka segera memakai helm lalu merunduk di bawah meja. Setelah sirine berhenti, mereka berjalan keluar dengan tertib. Nyaris tidak ada canda-tawa atau gurauan walaupun ini hanya sebuah latihan.&lt;br /&gt;Kemudian setiap pimpinan regu mengabsen satu per satu anggotanya, setelah sekitar 30 menit kembali masuk ke kantor. Di dalam kantor, film tentang hal-hal berkenaan mengenai gempa dan tindakan pasca gempa pun diputar. Mereka melakukan persiapan dengan sangat baik dan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran apakah yang bisa kita petik dari kejadian di atas ? Apakah yang mereka takutkan? Gempa? apakah gempa sudah pasti akan datang? belum tentu, mereka pun sadar itu, tapi mereka tetap melakukan latihan dan mempersiapkan bekal untuk menghadapi bencana gempa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai muslim, seharusnya kita sadar bahwa sesungguhnya ada “sesuatu” yang selalu mengintai kita setiap saat, dia bisa datang kapan saja, baik pagi, siang, sore ataupun malam hari, tidak memandang apakah kita laki-laki atau perempuan, orang tua atau anak-anak, tidak pula peduli apakah kita sedang sakit ataupun sedang sehat. Ketika tiba saatnya, dia tidak akan menunda kedatangannya walau sedetik jua, sekedar untuk berpamitan kepada anak, istri atau suami sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah kematian, yang membuat para ahli debat bungkam selamanya, para raja terkulai tak berdaya, para saudagar -kaya raya- jatuh fakir seketika, dan mata alim ulama senantiasa sembab karena tangis &lt;em&gt;muhasabah&lt;/em&gt;nya di keheningan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita mempersiapkan kematian, yang pasti akan datang menemui kita semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-3226525854041344653?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-30T19:28:05.174+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2009/09/sudahkah-kita.html</feedburner:origLink></item><item><title>Lumpur Membawa Nestapa</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/VkOr4yerLTo/lumpur-membawa-nestapa.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Sun, 27 Sep 2009 00:55:52 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-6238298314687263065</guid><description>Lumpur..membawa nestapa dan kepedihan yang mendalam bagi orang-orang yang rumahnya, sawah, sekolah, harta bendanya, dan kampung halamannya lenyap selamanya. Begitu ganasnya sang Lumpur ini, bahkan kenangan maupun masa lalu mereka yang indah pun berusaha direnggut dan dirampas dari benak mereka.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu adalah sesuatu hal yang paling tidak mengenakkan. Apalagi menunggu penyelesaian hak kita yang terkatung-katung hingga tahunan, tak jelas hingga kapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah rumah, sawah, sekolah mereka lenyap tenggelam ditelan Lumpur, mereka harus menjalani kehidupan yang 180 derajat berbeda, yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, menjadi pengungsi di tanah kelahiran mereka sendiri, dipaksa mengemis dan mengiba kepada tuan-tuan saudagar yang dzolim menahan hak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang tuan-tuan saudagar yang dzolim ini, menari-nari di tengah penderitaan orang lain, tidur nyenyak di atas kasur empuk dibuai mimpi nan indah ketika para pengungsi bergulat dengan dinginnya angin setiap malam, Mereka bisa meminum susu segar dan roti empuk setiap pagi hari, sedangkan para korban Lumpur terpaksa menahan lapar sambil menatap pilu bentangan lumpur setiap pagi dan sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang dzolim yang mampu menawarkan uang 1 trilyun kepada suatu partai, tapi menunggak dan menahan hak para korban Lumpur, dimana akal dan nuranimu? Padahal para korban hanya menuntut ganti rugi fisik dan material, tidak lebih, yang saudagar-saudagar itu sendiri telah tentukan besarnya. Dengarlah harapan mereka, &lt;em&gt;"selesaikanlah hak mereka sesegera mungkin, &lt;strong&gt;LEBIH CEPAT LEBIH BAIK, JANGAN LANJUTKAN&lt;/strong&gt; penderitaan mereka!"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kalian pikir Allah tidur dan tidak menyaksikan perbuatanmu? Orang-orang teraniaya itu akan bersaksi di akherat nanti, mereka akan bersaksi tentang tiap detik derita dan nestapa yang telah mereka rasakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersiaplah wahai orang dzolim..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-6238298314687263065?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-27T14:55:52.494+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2009/09/lumpur-membawa-nestapa.html</feedburner:origLink></item><item><title>Sabar dan Ikhlas..</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/7HB88y6uzZU/sabar-dan-ikhlas.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Sun, 20 Sep 2009 23:47:56 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-3407836318341535250</guid><description>Apakah yang akan kita rasakan? Gerangan apa yang kita lakukan apabila sebuah kabar menakjubkan datang, melintasi bentangan samudera sejauh ribuan kilometer. Istri -sebuah anugrah yang baru saja beberapa waktu yang lalu  dilimpahkan oleh Allah swt- menyampaikan sebuah berita bahwa ada janin dalam perutnya. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Alhamdulillah ya Allah!”&lt;/span&gt;puji &amp; syukur seketika meledak. Rasa takjub &amp; haru memenuhi dada, air mata syukur meleleh membasahi pipi, sujud dan bersimpuh di hadapan Nya seraya memohon ampun atas segala dosa yang telah dilakukan, membayangkan tanggung jawab yang tiada taranya menanti di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu..gerangan apa yang terlintas dalam pikiran kita? Apa yang akan kita lakukan ketika dalam waktu yang tak lama berselang, segala harapan, asa itupun pupus, karena ternyata Allah swt berkehendak lain. Air mata pun menggantung di kelopak mata, sesekali menetes di pipi. Tenggorokan sakit menahan tangis. Hendaknya bibir mengucap &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“inna lillahi wa inna ilaihi Rojiun”&lt;/span&gt; seraya bersikap sabar dan ikhlas, memohon kepada Allah swt agar menggantinya dengan yang lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini, tidak akan lepas dari nikmat maupun cobaan, yang pada hakekatnya merupakan ujian dari Allah swt. Ujian sebagai sebuah kepastian atau bukti yang nyata, apakah kita merupakan hamba-hambaNya yang bersyukur, sabar &amp; ikhlas atau hamba-hambaNya yang kufur, berkeluh kesah dan berputus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik sebuah nikmat yang kita terima, seperti memperoleh jabatan, rezeki, ataupun dikaruniai anak, sesungguhnya semua itu merupakan ujian dari Allah. Namun ketika memperoleh nikmat seringkali kita lupa bahwa kita sedang berada dalam keadaan diuji. Kita tanpa sadar hanya merasa bahwa Allah swt sayang kepada kita, ketika limpahan nikmat itu, sedang kita rasakan, dan merasa Allah berlaku tidak adil dan membenci kita ketika musibah datang mendera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya tidak demikian, Allah swt telah mengaruniakan nikmat yang tidak akan pernah sanggup dihitung oleh manusia, dan Allah memberikan sedikit cobaan agar manusia mengambil hikmah dan pelajaran darinya, dan membuat manusia menjadi sabar dan ikhlas dalam menjalani hidup yang fana ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.&lt;/span&gt; (QS2:155-157)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-3407836318341535250?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-21T13:47:56.220+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2009/09/sabar-dan-ikhlas.html</feedburner:origLink></item><item><title>Ied di Negeri Sakura</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/mw4q7YMVRQw/ied-di-negeri-sakura.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Sun, 20 Sep 2009 23:47:20 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-519662659204686654</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/Srcfs2BL5JI/AAAAAAAAALs/jjHkSwCB78o/s1600-h/DSC04081.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/Srcfs2BL5JI/AAAAAAAAALs/jjHkSwCB78o/s320/DSC04081.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383806734819910802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SrcfsY_xy0I/AAAAAAAAALk/F98zYIk1TuM/s1600-h/DSC04083.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SrcfsY_xy0I/AAAAAAAAALk/F98zYIk1TuM/s320/DSC04083.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383806727029377858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa..1 bulan menjalani puasa Ramadhan di negeri orang telah berlalu, hari kemenangan pun tiba. Hari dimana umat muslim dibolehkan berbuka di siang hari setelah sebulan lamanya lapar dan dahaga wajib dirasakan, inilah hari yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fitri&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ifthor&lt;/span&gt;.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman sholat ied di negeri orang yang unik. Biasanya di kampung halaman sendiri, ied dilakukan serempak antara pukul 6.30-7.30 pagi. Dilakukan di tanah-tanah lapang atau mesjid-mesjid besar. Di sini, di negeri orang, ied dilakukan pada jam 9.30, karena aula gedung yang disewa oleh panitia ied, dibuka mulai jam 9.00 hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan ied kali ini jatuh pada hari minggu atau libur, jamaah yang ingin sholat ied membludak. Akibatnya, waktu pelaksanaan sholat mundur hampir 30 menit, suatu hal yang jarang terjadi di negeri jepang. Sambil menunggu waktu pelaksanaan sholat ied tiba, takbirpun berkumandang, sesekali diinterupsi oleh suara mic panitia yang bersusah payah mengatur jemaah yang datang dari bermacam-macam negara, dari Indonesia, Thailand, Pakistan, India, dan tentunya tuan rumah Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholatpun tiba, sebelumnya imam dan panitia memberikan pengumuman tata cara sholat ied, dengan 3 bahasa, Arab, Inggris, Jepang dan Indonesia. Ternyata pelaksanaan sholat ied di sini sedikit berbeda dengan yang biasa dilakukan di tanah air. Biasanya, takbir 7 kali pada rakaat 1 dan 5 kali takbir pada rakaat kedua. Ied kali ini, 3 kali takbir di rakaat pertama, dan 3 kali takbir di rakaat kedua sebelum rukuk. Mungkin perbedaan terjadi karena imam yang melakukan sholat berasal dari Pakistan atau India. Semua makmum wajib mengikuti imam dan tidak menyelisihinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam pun bertakbir, begitu syahdu. Dan membaca surat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;AL A´LAA&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;AL GHAASYIYAH&lt;/span&gt; dengan tartil dan indah. Sholat ied ditutup dengan sedikit khutbah dalam bahasa arab. Setelah itu jamaah dari Indonesia yang mayoritas saling bermaaf-maafan, sedangkan panitia membagi-bagikan makanan kecil. Suasana hangat pun terjalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap saja, lebaran di kampung sendiri lebih nikmat tiada taranya, bersama dengan orang-orang tercinta, handai taulan dan kerabat dekat. Rindu sekali berRamadhan dan berhari raya Ied di negeri sendiri, insya Allah tahun depan, masih berjumpa dengan Ramadhan dan Ied. Ramadhan dan Ied yang pertama bersama istri tercinta, menjadi imam dari makmum yang cantik. Insya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: Selamat hari Raya Ied Fitri, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Taqqaballhu minna wa minkum, Minnal aidin wal Faidzin&lt;/span&gt;, semoga Allah menerima amal kita semua dan mohon maaf lahir batin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-519662659204686654?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-21T13:47:20.983+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/Srcfs2BL5JI/AAAAAAAAALs/jjHkSwCB78o/s72-c/DSC04081.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2009/09/ied-di-negeri-sakura.html</feedburner:origLink></item><item><title>Repotnya sampah..</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/ErpKwiNtOyI/repotnya-sampah.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Sat, 20 Jun 2009 05:24:08 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-3437716959928829226</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SjzU3rFst0I/AAAAAAAAALc/SJXna6pby3E/s1600-h/DSC03573.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SjzU3rFst0I/AAAAAAAAALc/SJXna6pby3E/s320/DSC03573.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349384510333826882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hallo shibaraku ne…&lt;br /&gt;Tak terasa sudah hampir 2 bulan tinggal di negeri sakura. Ada cerita apa yah ?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengajarkan kepada umatnya bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Di sini mungkin dengan kaidah yang berbeda (entah apa yah..) kebersihan terjaga dengan baik sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengelola sampah adalah aspek terpenting yang harus di perhatikan untuk meraih kata ‘bersih’. Sampah di jepang diatur sangat ketat, aturan ini berlaku untuk semua orang, tidak ada diskriminasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, sampah harus dipisahkan,  apakah bisa dibakar seperti sisa makanan, kertas. Atau tidak bisa dibakar seperti plastic dan sejenisnya. Sampah yang tidak bisa dibakarkan, masih dipisahkan lagi, berdasarkan jenis sampahnya, apakah botol bekas minuman, plastic dll, ada 9 jenis sampah. &lt;br /&gt;Sampah yang telah kita pisahkan tersebut, dimasukkan ke dalam kantong plastik transparan yang telah di sediakan. Ingat sebelum dimasukkan, sampah harus dalam keadaan bersih, misalnya lunch box &amp; sejenisnya, harus dibersihkan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Jangan lupa pula, menuliskan nama kita &amp; alamat pada plastik transparans yang telah disediakan. Gunanya untuk apa? Hehe..jika sampah kita bermasalah, tidak mengikuti kaidah, sampah tersebut pasti akan dikembalikan lagi kepada pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, membuang sampah harus disesuaikan dengan waktunya. Sampah makanan dibuang 2x seminggu, sampah jenis plastik dibuang seminggu sekali. Jangan coba-coba membuang sampah tidak mengindahkan waktu buangnya, dijamin, sampah akan dikembalikan lagi kepada pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susah sekali bukan? Awalnya sih sangat menyusahkan, lama-lama sudah terbiasa koq.&lt;br /&gt;Hasilnya, lingkungan menjadi bersih, sangat bersih sekali. Sehingga malu membuang sampah sembarangan di tempat yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-3437716959928829226?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-20T19:24:08.550+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SjzU3rFst0I/AAAAAAAAALc/SJXna6pby3E/s72-c/DSC03573.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">30</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2009/06/repotnya-sampah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pejuang Sejati</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/Mm_XNHovHVM/pejuang-sejati.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Fri, 13 Feb 2009 14:56:21 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-4452345013716752444</guid><description>2 bulan terakhir ini, karena ‘terpaksa’ harus les bahasa jepang, seringkali pulang malam. Biasanya, bis &amp; angkot menjadi tumpuan harapan yang sangat diandalkan untuk pulang ke rumah. Namun karena malam semakin pekat, badan pun semakin penat, maka alternative lain harus menjadi solusi. Akhirnya, pulang ke rumah ‘terpaksa’ menggunakan taksi. Dalam bahasa jepangnya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“watashi wa takushi de uchi e kaerimasu”&lt;/span&gt;. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beraneka ragam sopir taksi, maka bermacam-macam pula sifat &amp; tingkah polahnya. Ada yang pendiam, ada pula yang suka mengobrol, ada yang hobi dangdutan, ada pula yang hobi mendengarkan lantunan lagu dari (alm) broery. Ah itulah hebatnya ALLAH, sang Pencipta Alam Semesta ini. Tapi berapa banyak manusia yang malah mengkufuri-Nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu, aku menumpang taksi dan kebetulan sopirnya suka mengobrol. Beliau menceritakan baru saja mendapat musibah, ban mobilnya terperosok ke dalam lubang. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya ada seorang bapak yang bersedia menolong, dengan dibantu beberapa orang pegawainya, taksi itu pun berhasil dikeluarkan dari lubang. Betapa senang hati sang sopir, antara sungkan &amp; rasa senang yang meluap-luap, ia raih beberapa lembar hasil jerih payahnya seharian, namun bapak &amp; pegawainya yang baik hati ini, menolak pemberiannya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Subhanallah…&lt;/span&gt;ternyata di Jakarta ini masih ada orang-orang yang tulus menolong sesamanya tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula  terima kasih.&lt;/span&gt; (QS76:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita pun berlanjut lagi, ketika musibah itu terjadi, pak sopir sedang melamun karena memikirkan anak lelakinya yang duduk di bangku SMP ‘ngotot’ minta dibelikan motor. Seorang sopir taksi tentu berat mengabulkan permintaan seperti itu, faktor ekonomi menjadi hambatan utama. Walaupun beliau sangat ingin membahagiakan anaknya.  Betapa seorang bapak sangat menyayangi anaknya, walau terkadang sang anak kurang memahami kasih sayang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatanku langsung melayang mundur beberapa tahun  yang lalu, wajah almarhum bapak membayang-bayang di hadapanku. Kerut di wajahnya pun terlihat jelas, bukti betapa berat beliau menopang beban hidup ini, kerja keras  tidak mengenal waktu, bahkan hingga larut pagi, padahal hanya satu saja keinginannya, membuat anak-anaknya bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang itu belum pun terbalaskan, kebaikan itu pun belum cukup terbayarkan. Namun kesempatan untuk itu telah hilang. Saat ini, hanya air mata &amp; doa di keheningan malam untuk bapak, pejuang sejati yang tiada bandingnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-4452345013716752444?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-14T05:56:21.723+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">18</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2009/02/pejuang-sejati.html</feedburner:origLink></item><item><title>Untukmu Palestina</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/wIDX5DmEYeI/untukmu-palestina.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Thu, 01 Jan 2009 20:03:11 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-2334175580187569268</guid><description>Beberapa hari terakhir ini, kita disuguhi aksi keji nan biadab yang dilakukan zionis Israel yang terus memborbadir wilayah Gaza di palestina. 360-an syahid dan ribuan terluka, kebanyakan anak-anak dan wanita. Siang dan malam zionis menggempur Gaza, tidak peduli apakah itu fasilitas militer ataukah fasilitas umum. Bahkan sekolah, mesjid dan rumah sakit pun jadi sasaran, dalihnya hanya satu yakni mengejar pejuang-pejuang Hamas. Akibatnya, Gaza bagaikan neraka dunia.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, dunia arab, bangsa yang paling dekat dengan palestina mengeluarkan acting ‘pura-pura’ tidak tahu. Rezim Arab yang ‘berselingkuh’ dengan Amerika nyata-nyata membiarkan pembantaian ini berlangsung di depan mata mereka. Mereka tak berdaya dan pura-pura tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezim dunia merespon kejadian walau dengan sangat lambat. Dewan keamanan PBB baru bersidang hari ini (1/1/2009), padahal ratusan korban telah berjatuhan. Bandingkan dengan invasi yang dilakukan Irak kepada Kuwait, mereka langsung menjatuhkan sangsi secepatnya. Maka jangan harapkan dewan keamanan PBB yang cenderung membela kepentingan Amerika dan sekutunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan tergantung dari umat islam sendiri, sekarang saatnya muslim sedunia bersatu. Melepaskan semua perbedaan, kepentingan, bergandengan tangan membantu saudara yang tengah menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam.”&lt;/span&gt; (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palestina sedang menderita, sungguh kami di sini merasakan kepedihan yang sama. Bergetar hati ini menyaksikan serangan roket-roket zionis Israel menghancurkan Gaza dan membantai warga palestina. Geram dan sedih bercampur aduk, doa lirihku untuk kalian yang syahid dan yang terluka. Ya Allah..tabahkanlah hati-hati kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Nb: "Hidayatullah.com Peduli Palestina".   No Rek. BCA: 822 0279422 CP Redaksi 081-357342242&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-2334175580187569268?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-02T11:03:11.479+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">12</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2009/01/untukmu-palestina.html</feedburner:origLink></item><item><title>Surat Untuk Calon Bidadari Surga</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/B2htGcoA3SI/surat-untuk-calon-bidadari-surga.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Thu, 01 Jan 2009 20:04:22 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-5644649939109450082</guid><description>Miris...setelah membaca curahan hati seorang mantan reporter berita salah satu stasiun tv terkenal nasional. Aku menyebutnya sang Mujahid karena kegigihan dan keteguhan hatinya melawan tirani dan kebodohan akal yang membelenggu. Kebodohan akal dan matinya nurani bukan saja membuat orang menjadi gelap mata melawan perintah Allah sekaligus mengabaikan UUD yang mereka ‘berhala’kan sendiri. Bagitu naïf…tak habis pikir, bagaimana mungkin di negeri mayoritas muslim, ada salah seorang umatnya yang terpasung hak-haknya. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi teringat kisah-kisah yang menggetarkan hati di jaman Nabi, maupun setelahnya. Salah satunya adalah Bilal bin Rabah, budak hitam dari negeri etiopia, ketika keislamannya diketahui oleh majikannya, siksaan demi siksaan keji mendera tubuh dan batinnya. Penyiksaan dilakukan agar Bilal melepas keislamannya dan kembali pada kekafiran. Suatu ketika ia dijemur ditengah terik panas matahari, tidak ada kalimat yang terucap dari bibirnya kecuali &lt;em&gt;“ahad..ahad..ahad..!”&lt;/em&gt;. Bilal tetap teguh. Dialah Bilal yang membuat nabi saw bermimpi mendengar terompahnya di surga. Bilal sang pengumandang azan, begitu tinggi derajatnya di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berteguh hatilah ukhti, ganjaran yang setimpal telah menantimu. Tidakkah kamu mengetahui bahwa ridha Allah adalah segalanya. Semoga surga menanti untukmu, ukhti. Biarkan mereka yang mencibirmu dan berkata dengan pongahnya,” &lt;em&gt;Kamu tersesat. Semoga segera kembali ke jalan yang benar”.&lt;/em&gt; Sungguh merekalah yang sesat, mereka akan menerima ganjarannya pula, akibat perkataan yang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa Aisyah istri Rasulullah saw dan istri sahabat nabi, ketika mendengar ayat &lt;em&gt;“dan hendaklah mereka menutupkan "khumur" -jilbab- nya ke dada Mereka”&lt;/em&gt; maka para wanita segera mengambil kain sarung, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doaku..untukmu, wahai calon bidadari surga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.&lt;/em&gt; Al-Baqarah (2): 214&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-5644649939109450082?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-02T11:04:22.582+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2009/01/surat-untuk-calon-bidadari-surga.html</feedburner:origLink></item><item><title>Semu menjadi Nyata...</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/vQMPaENgSKo/semu-menjadi-nyata.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Tue, 04 Nov 2008 06:39:45 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-8274554073159687950</guid><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SRBdsalmH1I/AAAAAAAAALM/zsFu_mOcRUU/s1600-h/uang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 85px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SRBdsalmH1I/AAAAAAAAALM/zsFu_mOcRUU/s200/uang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264810982028746578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pernahkah kita memperhatikan lembaran uang kertas rupiah yang tersimpan rapi di dalam dompet kita masing-masing? Apakah tidak pernah terlintas di benak kita, mengapa selembar kertas yang diberi angka ini menjadi berharga dan bisa kita gunakan untuk membeli atau membayar sesuatu? Bukankah bentuk fisiknya hanya selembar kertas? Lalu apakah yang terjadi apabila kita merobek selembar uang lima puluh ribu rupiah ini menjadi 2 bagian yang sama, apakah kertas tersebut masih bernilai? Apakah 2 lembar uang kertas tersebut bernilai masing-masing 25.000 rupiah?  &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum di dunia mengikuti Hukum Allah, sesuatu yang sebenarnya tidak ada nilainya tapi dikemas atau dibuat seolah-olah bernilai, suatu saat pasti akan kembali ke bentuk asalnya yaitu tidak berharga lagi. Benda diam yang kita putar, perlahan tapi pasti, akan kembali diam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang kertas yang kita gunakan saat ini merupakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada nilai instrinsiknya alias nihil, tapi sengaja ditetapkan, dipaksakan dan direkayasa sehingga (seolah-olah) bernilai. Akhirnya nilai hasil 'rekayasa' ini pun tidak akan bertahan lama, berangsur-angsur, perlahan tapi pasti, nilainya akan berkurang terus, lama kelamaan akan kembali ke kondisi awalnya yaitu tidak bernilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika SD dulu, dengan uang senilai seratus atau dua ratus rupiah, aku bisa pulang sekolah dengan menggenggam es di tangan kiri dan cak weh di tangan kanan. Lalu bagaimana keadaan sekarang? Jangankan untuk membeli es atau cak weh, pengemis atau pengamen jalanpun akan cemberut jika kita berikan uang seratus atau dua ratus rupiah. Meminjam bahasa gaulnya aktor 3 jaman H (alm) Benyamin Sueb, “gembel aje kaga doyan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi berbasis uang kertaspun sangat rendah nilainya. Misalkan saat ini kita memiliki tabungan hari tua seperti jamsostek atau simpanan untuk pendidikan anak. Andaikan saja, saat ini anak kita baru lahir ke dunia, lalu kita membeli produk asuransi pendidikan senilai 50 juta yang akan cair ketika si anak akan masuk perguruan tinggi. Apakah kita yakin uang 50 juta tersebut, akan cukup untuk membiayai masuk perguruan tinggi, 18 tahun yang akan datang? &lt;br /&gt;Apalagi tabungan hari tua semacam jamsostek, gaji dipotong setiap bulannya. Lalu dana tabungan tersebut akan kita ‘nikmati’ setelah pensiun, apakah tabungan hari tua tersebut benar-benar bisa 'menjamin' hari tua kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun tidak pernah mendengar, cerita mengenai pemburu harta karun yang mengejar harta berupa uang kertas. Seberapapun besar &amp; banyaknya uang kertas tersebut. Pemburu harta karun dari masa ke masa, selalu memburu sesuatu yang bernilai nyata, seperti emas, perak dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah terlintas pertanyaan di dalam hati kita, mengapa uang yang dulu bisa kita gunakan untuk membeli sesuatu, saat ini tidak lagi mampu untuk membeli barang yang sama? Apakah harga barang tersebut yang naik atau nilai uangnya sendiri yang turun? Padahal es atau cak weh yang kita beli tidak ada perubahan kualitasnya, es nya tetap sama, cak weh nya pun tetap sama. Atau harga seekor kambing, beberapa tahun yang lalu berkisar 300 ratus ribuan, sekarang kita baru bisa mendapatkan seekor kambing jika kita mengeluarkan uang senilai 1 jutaan rupiah. Padahal kambingnya pun sama, tetap disebut kambing, yang tiap harinya makan rumput bukan burger, bukan pula kambing dengan badan seekor sapi. Mengapa harganya semakin ‘mahal’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sebagai agama yang sempurna yang diturunkan bagi kesejahteraan umat manusia, sudah tentu memiliki petunjuk untuk mengatur kehidupan umatnya. Di Jaman Rasulullah saw, Emas &amp; Perak digunakan sebagai mata uang yang disebut dinar dan dirham. Uang emas &amp; perak ini sudah lebih digunakan oleh bangsa-bangsa terdahulu seperti bangsa Persia bahkan digunakan juga di seluruh dunia, termasuk di kerajaan-kerajaan nusantara. Dan umat islam baru mencetak sendiri koin emas pada zaman kalifah Ustman dengan tulisan arab berlafadz &lt;em&gt;‘bismilillah’&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga kambing di jaman Rasulullah saw, berkisar antara 0.5–2 dinar, saat ini pun, kita bisa mendapatkan seekor kambing dengan koin emas 1 dinar saja. Jadi selama 1400 tahun, nilai emas dinar tidak berubah. Mengapa? Karena uang emas atau perak memiliki nilai tanpa direkayasa &amp; dipaksa oleh Negara. Emas merupakan ‘standar’ nyata bukan komoditas semu yang dispekulasikan. Emas dimanapun akan tetap berlaku, tidak memandang batas wilayah atau Negara. Emas tetap emas walaupun kita menemukannya 100 atau 200 tahun kemudian. Waktu-pun tidak mampu menggerus nilai emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Zaim saidi, Segala hal yang tidak memiliki pijakan nyata, atau komoditas semu yang dispekulasikan, adalah riba. Riba itu pangkal kehancuran masyarakat. Menurutnya, riba bukan sekadar rente atau bunga atas pinjaman uang. Sejatinya, uang kertas adalah riba karena nilainya adalah nilai semua. Maka, selembar kertas yang sama tiba-tiba punya nilai berbeda ketika yang menuliskan angkanya berbeda. Rp 100 tak dapat dipakai membeli apa-apa karena yang menuliskannya orang Indonesia. Sedangkan 100 dolar menjadi berharga karena angka seratus itu milik Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar saja, perlahan tapi pasti riba akan hancur atau dengan kata lain uang kertas akan hancur. Karena &lt;em&gt;“Allah-lah yang memusnahkan riba”&lt;/em&gt; (QS2:276)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amat disayangkan, potensi besar umat islam yang berjumlah 1 milyar lebih jika menggunakan uang emas atau perak, tentunya akan dengan mudah ‘menyingkirkan’ dominasi uang kertas yang dzolim, tidak adil dan cenderung spekulatif. Lalu mengapa kita –umat muslim- ‘takut’ meninggalkan uang kertas? Mengapa kita –umat muslim- tidak ingin menjauhi riba? Mengapa kita masih saja ragu mengubah sesuatu yang semu menjadi nyata…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-8274554073159687950?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-04T21:39:45.308+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SRBdsalmH1I/AAAAAAAAALM/zsFu_mOcRUU/s72-c/uang.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">24</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2008/11/semu-menjadi-nyata.html</feedburner:origLink></item><item><title>Jangan ikuti mereka…!!!</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/ndckgyOutLw/jangan-ikuti-mereka.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 01:29:37 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-4907083869397206323</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SP7i_nmI4gI/AAAAAAAAALE/jH2lQ9B43nQ/s1600-h/wadud1.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SP7i_nmI4gI/AAAAAAAAALE/jH2lQ9B43nQ/s200/wadud1.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259890997403902466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak henti-hentinya mengumbar aksi nyeleneh, kali ini salah seorang gerombolan liberal radikal mengulangi kebiasaannya. Amina Wadud menjadi imam sholat jumat (lagi) yang jamaahnya campur aduk antara laki-laki &amp;amp; perempuan. Sensasional bukan? Mereka memang selalu hobi tampil beda, walaupun pendapatnya, kelakuannya sangat jauh dari nilai-nilai kebenaran sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang menjadi alasan atau landasan berpikir sang Professor liberal radikal ini dalam melakukan aksi nyelenehnya?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Tidak ada larangan dalam Al-Quran”&lt;/span&gt; katanya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Penelitian teologisku dalam intisari agama Islam menunjukkan kebutuhan bagi kami untuk dapat berpindah jauh dari tradisi yang membatasi wanita dari kebiasaan praktek memimpin shalat.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban yang menunjukkan adanya kesalahan fatal dalam kerangka berpikir yang hinggap di kepala seorang professor studi islam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah menetapkan hukum-hukum dasarnya, yaitu asal segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mubah&lt;/span&gt;/boleh, kecuali ada nash Alquran maupun sunnah yang jelas dan tegas melarangnya.&lt;br /&gt;Sedangkan hukum dasar suatu ibadah adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TERLARANG&lt;/span&gt; kecuali ada nash Alquran maupun AsSunnah yang memerintahkannya atau dengan kata lain ibadah apapun bentuknya terlarang jika tidak diperintahkan oleh Allah dan RasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika Amina wadud meminta nash Alquran yang melarang (aksi nyelenehnya), jelas permintaan yang mengada-ada dan salah kaprah. Amina Wadud-pun tidak menikah dengan seekor monyet, mengapa? Apakah ada larangan dalam Alquran untuk menikahi seekor atau dua ekor monyet sekaligus? tidak ada khan, lalu mengapa Amina Wadud enggan menikah dengan seekor monyet atau beruk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya hal yang melandasi kelakuan nyeleneh dan asal beda dari kalangan liberal radikal hanyalah ‘kebutuhan’ untuk menyalurkan hawa nafsu yang menyimpang. Sama sekali tidak terkandung ilmu yang melandasi segala tindak-tanduk maupun pendapat mereka. Tidak mengherankan jika ulama-ulama dunia mengecam keras aksi ini. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Majma' Al-Fiqhi Al-Islami&lt;/span&gt; (MFI), rujukan tertinggi dalam masalah hukum fikih  Islam di dunia, mengecam keras aksi 'nyeleneh' ini dan menyebutnya sebagai hal baru yang menyesatkan dan musibah. ulama besar Syeikh Yusuf Al-Qardhawi juga mengecam keras aksi shalat Jum’at nyeleneh ala Wadud itu. Al-Qardhawi menyebutnya sebagai bid'ah yang munkar. Menurutnya, dalam sejarah Muslimin selama 14 abad tak dikenal seorang wanita menjadi khatib Jum’at dan mengimami laki-laki. Bahkan kasus seperti ini pun tak terjadi di saat seorang wanita menjadi penguasa pada era Mamalik di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah pemuja-pemuja aksi nyeleneh kaum liberal radikal ini akan berdiam diri dan tidak membela ‘tuan’nya dengan membabi-buta?&lt;br /&gt;Bahkan orang yang tidak jelas asal-usulnya (latar belakang pendidikan agamanya) tiba-tiba mengeluarkan komentar bernada bingung nan linglung, seperti ini, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Itu, kalau Wadud salah. Kalau Wadud ternyata benar, manfaatnya jelas: kita menemukan kebenaran baru. Karena itu, terlepas dari benar atau salah, pandangan Wadud yang kontroversial sangat penting untuk dijadikan agenda isu terbuka umat Islam.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah..manusia diberi karunia oleh Allah berupa  akal, penglihatan, pendengaran dan hati, tentunya akan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dan celakalah bagi orang-orang yang tidak mau menggunakan akal, mata, pendengaran dan hatinya, lalu mengikuti (perbuatan) mereka bahkan membela dengan membabi-buta perbuatan yang jelas-jelas kadar kemungkarannya ini, karena semua karunia Allah tersebut pasti akan diminta pertanggungjawabannya, tidak akan ada yang terlewat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.&lt;/span&gt; QS17:36 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-4907083869397206323?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-10-22T15:29:37.510+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SP7i_nmI4gI/AAAAAAAAALE/jH2lQ9B43nQ/s72-c/wadud1.gif" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">13</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2008/10/jangan-ikuti-mereka.html</feedburner:origLink></item><item><title>Jangan Sia-Siakan Sholat...</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/hhYaj0p11Bk/jangan-sia-siakan-sholat.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Sun, 12 Oct 2008 21:34:35 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-2275937251908344973</guid><description>&lt;object width="405" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Mr26EnQJRCk&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0x3a3a3a&amp;color2=0x999999"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Mr26EnQJRCk&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0x3a3a3a&amp;color2=0x999999" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="405" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Bacalah: "Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, mereka kelak akan menemui kesesatan."&lt;/span&gt; (QS19:59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saat ini, di zaman kita hidup, generasi-generasi buruk yang menyia-nyiakan sholat itu telah datang? Lalu siapakah orang-orang yang dimaksud dengan generasi-generasi buruk yang menyia-nyiakan sholat itu? Apakah kita termasuk di dalamnya? Apakah keluarga kita termasuk di dalamnya? Apakah saudara-saudara kita yang dimaksud oleh ayat tersebut?&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ayat ini turun kepada Rasulullah saw, beliau bertanya kepada Jibril as, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Wahai Jibril, apakah sepeninggalku nanti umatku akan mengabaikan sholat?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibril menjawab, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Benar, wahai Muhammad, kelak di akhir zaman akan datang sekelompok manusia dari umatmu yang mengabaikan sholat, mengakhirkan sholat (hingga keluar dari waktunya), dan memperturutkan hawa nafsu. Bagi mereka satu dinar (uang) lebih berharga daripada sholat."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat inilah yang membuat Rasulullah saw bersedih, menangis dan menyesali keadaan umatnya. Beliau saw berkata, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Ahh..., andaikan saja aku dapat hidup terus untuk melihat apa yang diperbuat oleh umatku terhadap sholat. Ahh..., aku sungguh menyesali umatku."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw sangat sayang kepada kita, sungguh beliau telah bersedih untuk kita…beliau telah menangisi keadaan kita…beliau telah menyesali perbuatan buruk yang kita lakukan. Lalu apakah kita telah menangisi diri sendiri? Apakah kita telah menyesali diri sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw pun bersabda : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ash shalaatu mi'rajul mu'miniin”&lt;/span&gt;. Bahwa, shalat itu adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mi'raj&lt;/span&gt;nya orang-orang yang beriman. Shalat diumpamakan sebagaimana halnya Nabi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mi'raj&lt;/span&gt;. Seorang hamba diperjalankan untuk datang, mendekat, menemui Tuhannya.&lt;br /&gt;Bukankah kita mengaku sebagai hamba yang mencintai Allah? lalu mengapa kita merasa malas, enggan dan berat hati untuk menemui dan mendekati sesuatu yang kita cintai? Cinta macam apakah yang kita miliki? apakah kita yang membutuhkan sholat? atau jangan-jangan kita merasa, Allah-lah yang butuh sholat kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita adalah generasi yang terpesona oleh gemerlap dunia hingga menjadi sebuah bencana apabila kita tidak mampu meraihnya, apalagi kehilangannya.  Dunia telah melalaikan kita, hawa nafsu begitu setia kita turuti kemauannya dan bujuk rayu syetan terasa indah dalam benak kita. Padahal, kita pasti akan meninggalkan dunia atau dunia yang akan meninggalkan kita, tidak ada sedikitpun keraguan tapi …mengapa kita sering meremehkan sholat? mengapa kita sering melalaikan dan mengakhirkan (pelaksanaan) sholat? Padahal tidak ada satu pun manusia yang mengetahui kapan sakratul maut datang menjemputnya. Mungkin saja, ketika kita terus menerus melalaikan dan mengakhirkan (pelaksanaan) sholat, tiba-tiba ajal datang menjemput. Setelah itu, tidak ada gunanya lagi penyesalan, tidak ada gunanya lagi apa-apa yang kita usahakan di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan?", dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan), kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau. Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat, tetapi ia mendustakan (Rasul) dam berpaling (dari kebenaran), kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong). Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu, kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu. &lt;/span&gt;(QS75:26-35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangislah…mudah-mudahan air mata yang menggenangi tempat sujud kita, membuat Allah mengampuni kita, membuat kita bukanlah termasuk orang-orang yang dihalau (menuju neraka), menyelamatkan kita dari azabnya yang kekal, yakni neraka jahannam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa yang disabdakan Rasulullah saw, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dua (jenis) mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka: Mata yang menangis akibat ketakutan kepada Allah dan mata yang tidak tidur berjaga di jalan Allah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-2275937251908344973?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-10-13T11:34:35.026+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">14</thr:total><media:content url="http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~5/I9Y9pXH1yoA/Mr26EnQJRCk&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0x3a3a3a&amp;color2=0x999999" fileSize="1071" type="application/x-shockwave-flash" /><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle> "Bacalah: "Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, mereka kelak akan menemui kesesatan." (QS19:59) Apakah saat ini, di zaman kita hidup, generasi-generasi buruk yang menyia-nyiakan</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</itunes:author><itunes:summary> "Bacalah: "Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, mereka kelak akan menemui kesesatan." (QS19:59) Apakah saat ini, di zaman kita hidup, generasi-generasi buruk yang menyia-nyiakan sholat itu telah datang? Lalu siapakah orang-orang yang dimaksud dengan generasi-generasi buruk yang menyia-nyiakan sholat itu? Apakah kita termasuk di dalamnya? Apakah keluarga kita termasuk di dalamnya? Apakah saudara-saudara kita yang dimaksud oleh ayat tersebut? Ketika ayat ini turun kepada Rasulullah saw, beliau bertanya kepada Jibril as, “Wahai Jibril, apakah sepeninggalku nanti umatku akan mengabaikan sholat?" Jibril menjawab, "Benar, wahai Muhammad, kelak di akhir zaman akan datang sekelompok manusia dari umatmu yang mengabaikan sholat, mengakhirkan sholat (hingga keluar dari waktunya), dan memperturutkan hawa nafsu. Bagi mereka satu dinar (uang) lebih berharga daripada sholat." Ayat inilah yang membuat Rasulullah saw bersedih, menangis dan menyesali keadaan umatnya. Beliau saw berkata, "Ahh..., andaikan saja aku dapat hidup terus untuk melihat apa yang diperbuat oleh umatku terhadap sholat. Ahh..., aku sungguh menyesali umatku." Rasulullah saw sangat sayang kepada kita, sungguh beliau telah bersedih untuk kita…beliau telah menangisi keadaan kita…beliau telah menyesali perbuatan buruk yang kita lakukan. Lalu apakah kita telah menangisi diri sendiri? Apakah kita telah menyesali diri sendiri? Rasulullah saw pun bersabda : “Ash shalaatu mi'rajul mu'miniin”. Bahwa, shalat itu adalah mi'rajnya orang-orang yang beriman. Shalat diumpamakan sebagaimana halnya Nabi mi'raj. Seorang hamba diperjalankan untuk datang, mendekat, menemui Tuhannya. Bukankah kita mengaku sebagai hamba yang mencintai Allah? lalu mengapa kita merasa malas, enggan dan berat hati untuk menemui dan mendekati sesuatu yang kita cintai? Cinta macam apakah yang kita miliki? apakah kita yang membutuhkan sholat? atau jangan-jangan kita merasa, Allah-lah yang butuh sholat kita? Kita adalah generasi yang terpesona oleh gemerlap dunia hingga menjadi sebuah bencana apabila kita tidak mampu meraihnya, apalagi kehilangannya. Dunia telah melalaikan kita, hawa nafsu begitu setia kita turuti kemauannya dan bujuk rayu syetan terasa indah dalam benak kita. Padahal, kita pasti akan meninggalkan dunia atau dunia yang akan meninggalkan kita, tidak ada sedikitpun keraguan tapi …mengapa kita sering meremehkan sholat? mengapa kita sering melalaikan dan mengakhirkan (pelaksanaan) sholat? Padahal tidak ada satu pun manusia yang mengetahui kapan sakratul maut datang menjemputnya. Mungkin saja, ketika kita terus menerus melalaikan dan mengakhirkan (pelaksanaan) sholat, tiba-tiba ajal datang menjemput. Setelah itu, tidak ada gunanya lagi penyesalan, tidak ada gunanya lagi apa-apa yang kita usahakan di dunia ini. Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan?", dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan), kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau. Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat, tetapi ia mendustakan (Rasul) dam berpaling (dari kebenaran), kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong). Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu, kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu. (QS75:26-35) Menangislah…mudah-mudahan air mata yang menggenangi tempat sujud kita, membuat Allah mengampuni kita, membuat kita bukanlah termasuk orang-orang yang dihalau (menuju neraka), menyelamatkan kita dari azabnya yang kekal, yakni neraka jahannam. Seperti apa yang disabdakan Rasulullah saw, "Dua (jenis) mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka: Mata yang menangis akibat ketakutan kepada Allah dan mata yang tidak tidur berjaga di jalan Allah." </itunes:summary><itunes:keywords>celotehanku</itunes:keywords><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2008/10/jangan-sia-siakan-sholat.html</feedburner:origLink><enclosure url="http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~5/I9Y9pXH1yoA/Mr26EnQJRCk&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0x3a3a3a&amp;color2=0x999999" length="1071" type="application/x-shockwave-flash" /><feedburner:origEnclosureLink>http://www.youtube.com/v/Mr26EnQJRCk&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0x3a3a3a&amp;color2=0x999999</feedburner:origEnclosureLink></item><item><title>‘Air Susu Dibalas Dengan Air Tuba'</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/_26Gp0vMvyM/air-susu-dibalas-dengan-air-tuba.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Sun, 12 Oct 2008 09:12:04 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-7596733505509481290</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;Pernahkah kita mengalami kejadian dimana seseorang yang seringkali kita berikan kebaikan kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkari kita dan membalasnya dengan kejahatan? Pernahkan kita mengalami peristiwa dimana budi baik yang telah kita tunjukkan kepada seseorang, tiba-tiba dicampakkan dan diremehkan begitu saja? Pernahkah kita mendengar peribahasa &lt;em&gt;‘air susu dibalas dengan air tuba’&lt;/em&gt;?&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Watak cenderung untuk mengingkari, tidak setia dan membangkang merupakan penyakit jiwa yang umum menghinggapi manusia. Bahkan tabiat buruk tersebut, dengan ‘tega’ mereka praktekkan kepada Allah SWT. Berapa banyak manusia yang mengingkari-Nya padahal setiap saat manusia senantiasa memperoleh limpahan nikmat dan kebaikan dari Allah? setiap saat…Allah senantiasa menjaga dan melimpahkan nikmatNya bahkan ketika kita sedang terlelap tidur sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), &lt;/em&gt; (QS16:53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah melimpahkan dan menjamin rejeki kita sejak lahir sampai meninggal nanti. Bahkan ketika kita masih menjadi bayi, yang tidak berdaya, tidak mampu menjaga dan mengurus diri sendiri, Allah telah mengirimkan kepada kita orang-orang yang menyayangi kita. Memberi makan, memandikan, mengasuh, hingga kita mandiri. Lalu Allah memberikan kepandaian, kekuatan dan rejeki terus menerus hingga kita menjadi dewasa seperti sekarang ini. Setelah kita hidup dan menikmati rejeki dari Allah, kenapa kita masih saja mengingkariNya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,  dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan  keingkarannya,&lt;/em&gt; (QS100:6-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, janganlah heran dan terkejut jika kita menyaksikan ada seorang manusia mengingkari dan mengkhianati kebaikan orang lain. Seringkali kita mendengar kisah dimana orang tua yang telah memberi makan, minum, pakaian, mengasuh dan menyayangi bahkan rela tidak tidur demi sang anak, rela tidak makan asalkan anaknya kenyang, rela pulang larut malam bahkan hingga pagi hari untuk mencari uang agar anaknya bisa mengecap pendidikan yang baik, rela bersusah payah agar anaknya senang dan bahagia, namun ketika sang anak besar dan kuat tulang-tulangnya, anak itu durhaka kepada orang tuanya. Sikap acuh, merendahkan dan menghina dengan perkataan dan perbuatan tidak henti-hentinya dialamatkan kepada orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kebanyakan manusia, yang tabiatnya buruk, wataknya sakit, dan jiwanya telah rusak. Maka janganlah kita terlalu mengharap orang lain untuk  berterima kasih atas kebaikan yang kita berikan. Janganlah kita terusik dengan segala kebencian mereka. Jadikan sikap sabar dan sholat menjadi penolong kita, seperti apa yang tertulis dalam ‘surat cinta’Nya kepada kita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, &lt;strong&gt;jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu&lt;/strong&gt;, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. &lt;/em&gt; (QS2:153)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tetaplah berbuat baik kepada sesama manusia, janganlah mengharapkan ucapan terima kasih dan balasan yang baik pula dari mereka, tapi ikhlaskan segala niat dan perbuatan, hanya untuk mencapai ridha Allah SWT, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula  terima kasih.&lt;/em&gt; (QS76:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, apapun perbuatan baik yang kita lakukan pasti akan dibalasNya kelak, hanya Allah yang selalu membalas kebaikan dengan kebaikan. Siapakah yang paling benar perkataan dan janjinya selain Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan. &lt;/em&gt; (QS55:60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu alam bish-shawab.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-7596733505509481290?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-10-12T23:12:04.159+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">8</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2008/10/air-susu-dibalas-dengan-air-tuba.html</feedburner:origLink></item><item><title>Malaikat Tidak Akan Pernah Bisa Mereka Suap!!!</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/ebRqbPHE9fs/malaikat-tidak-akan-pernah-bisa-mereka.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Wed, 08 Oct 2008 11:43:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-2242612776804530892</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SOw1sao5VMI/AAAAAAAAAKU/s6WAJWNaKuc/s1600-h/adil.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SOw1sao5VMI/AAAAAAAAAKU/s6WAJWNaKuc/s200/adil.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254633902415893698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah memerintahkan kepada segenap manusia untuk menegakkan keadilan, karena rasa adil lebih dekat kepada takwa. Orang yang bertakwa pasti akan bertindak adil, yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Tidak pernah memandang warna kulit, suku, ataupun keturunan. Keadilan tidak akan pernah goyah hanya karena diiming-imingi gelimang harta, wanita dan kedudukan.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt merupakan Tuhan Yang Maha Adil. Tidak ada sesuatu-pun yang layak dibandingkan dengan keadilanNya. Tidak ada satu mahkluk pun yang pantas meragukanNya. Manusia yang mulia di sisi Allah bukanlah manusia yang kaya atau yang miskin, bukan pula manusia yang rupawan atau buruk rupa, bukan pula manusia yang jabatannya tinggi ataupun buruh kasar, bukan pula anak keturunan darah biru ataupun anak seorang gelandangan melainkan orang-orang yang bertakwa. Bahkan keturunan atau keluarga nabi, jika durhaka kepadaNya, tidak akan selamat dari AzabNya. Allah swt telah mengabarkan hal ini berulangkali di dalam Alquran. Allah memerintahkan air bah untuk menggulung kaum Nabi Nuh as yang durhaka kepadaNya, termasuk anak Nabi Nuh as. Begitupula ketika negeri kaum Luth as dihujani dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, Istri Nabi Luth as juga tidak selamat dari azabNya. Inilah yang dinamakan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad saw -Rasul Allah- merupakan tauladan terbaik dalam segala aspek kehidupan bagi manusia. Beliau saw merupakan orang yang jujur, amanah dan adil. Keadilan ditegakkan seadil-adilnya, bahkan beliau dengan tegas akan memotong tangan putri kesayangannya –fatimah ra- jika kedapatan mencuri. Beliau bersabda, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“jika anakku Fatimah mencuri, aku akan potong tangannya” &lt;/span&gt;(hadist). Padahal Fatimah merupakan putri kesayangan Rasulullah saw. Putri yang sangat dicintai Nabi saw. Pernah suatu ketika Rasulullah saw marah besar ketika mendengar kabar bahwa putri beliau, Fatimah ra akan dimadu suaminya -Ali bin Abi Thalib ra-, ketika mendengar rencana itu, Rasulullah saw pun langsung masuk ke masjid dan naik ke atas mimbar, lalu berseru, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi aku tidak akan mengizinkan. Sungguh aku tidak izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, dan aku persilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku, apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduhai...betapa besar rasa cinta &amp; sayang Rasulullah saw kepada Fatimah ra, tapi tidak menyurutkan beliau untuk bertindak adil. Inilah keadilan yang bisa direguk &amp; dinikmati oleh siapapun, buah akhlak terbaik, akhlak manusia-manusia &lt;em&gt;Rabbani&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, di negeri dengan jumlah umat islam terbesar di jagat raya, keadilan adalah 'barang' yang mewah, bahkan bagi sebagian kalangan, keadilan bagaikan fatamorgana. Keadilan adalah sesuatu yang diimpi-impikan tapi tak pernah kunjung datang. Keadilan tak pernah sudi mengetuk pintu-pintu kaum miskin dan terpinggirkan. Sungguh, masih adakah sebutir keadilan di negeri ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, aparat penegak keadilan yang seharusnya bertugas menciptakan dan menegakkan keadilan di tengah masyarakat, malah bersikap khianat dan tidak adil. Keadilan bisa dibeli dengan uang, pada akhirnya yang benar bisa menjadi salah, dan yang salahpun bisa menjadi benar, kebenaran pun dibungkam, dan kejahatan merajalela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wata’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dan janganlah sebagaian kamu memakan harta kalian di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah)  kamu memberikannya kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda sebagian orang, dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui”&lt;/span&gt; (Al Baqarah: 188).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits marfu’ riwayat Abu Hurairah disebutkan :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Allah melaknat penyuap dan penerima suap dalam (urusan) hukum” &lt;/span&gt;(HR Ahmad, 2/387; shahihul jami’ : 5069).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah uang hasil pembungkaman kebenaran yang mereka kumpulkan tersebut akan berguna di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yaumul Akhir&lt;/span&gt;? Apakah mereka merasa mampu untuk menyuap malaikat agar tidak mendapat siksa di akherat nanti? Tidak tahukah mereka bahwa malaikat adalah mahkluk yang paling patuh kepada Allah swt sedangkan mereka sangat patuh kepada syetan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak...tidak, malaikat tidak akan pernah bisa mereka suap!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-2242612776804530892?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-10-09T01:43:00.723+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SOw1sao5VMI/AAAAAAAAAKU/s6WAJWNaKuc/s72-c/adil.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">11</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2008/10/malaikat-tidak-akan-pernah-bisa-mereka.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kita ‘Berhak’ untuk Membaca!</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/nLmjqwBaxUA/kita-berhak-untuk-membaca.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Mon, 06 Oct 2008 08:31:02 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-1737021184669354928</guid><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SOouIdIJs_I/AAAAAAAAAKM/QZvT1VCLXaE/s1600-h/AG00011_.GIF"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SOouIdIJs_I/AAAAAAAAAKM/QZvT1VCLXaE/s200/AG00011_.GIF" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254062638073754610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kebodohan merupakan salah satu hal yang paling dimusuhi dan dibenci oleh Islam. Oleh karenanya, agama ini mengajak manusia yang tenggelam dalam kebodohan (jahiliyah) yang gelap gulita kepada cahaya ilmu nan terang benderang. Kebodohan sangat dekat dengan kesesatan, sedangkan kemiskinan sangat dekat dengan kekufuran. Orang yang berilmu bagaikan pelita di tengah kegelapan, sinarnya sangat dibutuhkan untuk menerangi lingkungan sekitarnya. Tidakkah kita ingin menjadi cahaya? &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, hasrat menggebu untuk memperoleh ilmu seringkali ‘dihambat’ oleh beberapa faktor. Diantaranya faktor yang paling menonjol dan berpengaruh yakni negara yang berkewajiban menyelenggarakan kegiatan pendidikan untuk memenuhi hak &amp; kebutuhan seluruh rakyatnya sesuai dengan amanah konstitusi, seringkali lalai sehingga banyak anak bangsa yang tidak terlayani haknya dengan baik. Pembodohan seolah-olah menjadi hal yang biasa &amp;amp; lumrah, malah terkesan di’budi-daya’kan. Orang bodoh tentu sangat mudah ‘dikendalikan’, ‘dikelola’ dan dipengaruhi sedemikian rupa demi kepentingan sebagian elite bangsa yang haus akan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak perlu jauh-jauh datang ke Belitung, seperti yang dikisahkan film ‘Laskar Pelangi’, hanya sekedar untuk melihat betapa buruk &amp;amp; memprihatinkannya kondisi belajar-mengajar di negeri ini. Di Jakarta saja, yang merupakan ibukota Negara, rasanya tidak terlalu sulit untuk menemukan sekolah yang seharusnya dinyatakan tidak layak baik dari fasilitas maupun unsur penunjang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia merupakan negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Negeri yang penduduknya mayoritas sadar telah diperintahkan langsung oleh Allah SWT untuk belajar. Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah saw bukanlah perintah untuk mengerjakan sholat, zakat, atau naik haji. Melainkan perintah yang berbunyi, &lt;em&gt;“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan”&lt;/em&gt; (QS96:1). Intinya proses belajar dengan cara membaca atau menulis merupakan kuncinya ilmu pengetahuan. Kita tidak akan mampu menembus gerbang pengetahuan tanpa melalui proses belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya negeri yang mayoritasnya muslim ini menjadi panutan bagi umat lain, bukannya malah bangga hanya mampu membebek &amp;amp; membeo apa kata bangsa lain. Setiap muslim telah diberi amanah, langsung dari langit , amanah ini dibebankan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah negeri ini masih saja terus terlena hingga mengabaikan amanah nan agung ini?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-1737021184669354928?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-10-06T22:31:02.688+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SOouIdIJs_I/AAAAAAAAAKM/QZvT1VCLXaE/s72-c/AG00011_.GIF" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">10</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2008/10/kita-berhak-untuk-membaca.html</feedburner:origLink></item><item><title>Parade akhir Ramadhan &amp; Sholat Ied 1429H</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/fVHUGwLnzEk/parade-akhir-ramadhan-sholat-ied-1429h.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Sat, 04 Oct 2008 03:17:37 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-5027619945472625646</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;Tidak terasa bulan Ramadhan telah berakhir, rasanya baru kemaren kita memulai puasa &amp;amp; berbuka di hari pertama puasa. Waktu senantiasa bergulir dan yang telah terlewati, tidak akan pernah kembali lagi, maka perhatikanlah waktu, inilah salah satu tanda kebesaran Ilahi.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SOMF49hTlCI/AAAAAAAAAJ0/ejF0V9oY0jU/s1600-h/30092008431.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SOMF49hTlCI/AAAAAAAAAJ0/ejF0V9oY0jU/s200/30092008431.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252048066589201442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SOMF49M5gtI/AAAAAAAAAJ8/gkmAWYOVeY0/s1600-h/30092008433.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SOMF49M5gtI/AAAAAAAAAJ8/gkmAWYOVeY0/s200/30092008433.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252048066503606994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SOMF4-pEnzI/AAAAAAAAAKE/6VjeACnkGmc/s1600-h/30092008432.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SOMF4-pEnzI/AAAAAAAAAKE/6VjeACnkGmc/s200/30092008432.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252048066890211122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan memang telah berlalu, meninggalkan sejuta kenangan.  Parade akhir Ramadhan di sebuah Mal di bilangan Jakarta Selatan. Berbuka puasa dengan menu makanan yang pasti berbeda dari biasanya. Ketika adzan berkumandang, segelas &lt;em&gt;juice&lt;/em&gt; melon membanjiri keringnya tenggorokan, lalu beberapa lumpia dijejali ke mulut untuk mengganjal perut yang sedari pagi dibiarkan kosong keroncongan. Berbuka puasa selalu nikmat, salah satu Berkah &amp; Rahmat Allah yang tiada batasnya. &lt;em&gt;Alhamdulillah…&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, takbirpun bergema. Kalimat yang memuji kebesaran &amp; keagungan Allah dikumandangkan oleh kaum muslimin, dari mesjid-mesjid, radio, bahkan dari blog teman-teman, &lt;em&gt;subhanallah…&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi menjelang, derap kaki jemaah perlahan memenuhi tempat pelaksanaan sholat &lt;em&gt;Ied&lt;/em&gt;. Sholat &lt;em&gt;Ied&lt;/em&gt; yang dilakukan pada Hari Raya merupakan bentuk perwujudan rasa syukur kepada Allah swt atas segala RahmatNya, memberikan kesempatan kepada hambaNya untuk menyucikan diri di bulan penuh berkah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takbir 7x dikumandangkan imam, lalu suara merdu nan tartil membacakan ayat-ayat Allah,  menelusuk relung-relung hati jemaah. &lt;em&gt;Al Haaa….qqotu mal Haaa…qqoh, Wamaa adro kamal Haaa…qqoh, hari kiamat, apakah hari kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?&lt;/em&gt; (TQS69:1-3).&lt;br /&gt;Kemudian Imam bertakbir 5x, menandakan sholat memasuki rakaat kedua. Lagi, suara merdu nan tartil mengaduk-aduk perasaan jemaah dengan ayat-ayat Allah dari surat Al Ma’arij.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat dilanjutkan dengan ceramah &lt;em&gt;Ied&lt;/em&gt; yang intinya mengajak jemaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai madrasah &lt;em&gt;Ilaiah&lt;/em&gt;, untuk diterapkan pada 11 bulan lainnya. Jiwa-jiwa yang telah kembali &lt;em&gt;fitrah&lt;/em&gt;, senantiasa dipertahankan, dipupuk untuk menjalani kehidupan di bulan selain Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi yang penuh berkah ini, ditutup oleh untaian doa. Perlahan, airmata pun meleleh membasahi pipi, gerimis mengguyur hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parade Ramadhan pun berakhir, semoga kita berjumpa kembali dengannya di tahun depan, amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-5027619945472625646?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-10-04T17:17:37.501+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SOMF49hTlCI/AAAAAAAAAJ0/ejF0V9oY0jU/s72-c/30092008431.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2008/10/parade-akhir-ramadhan-sholat-ied-1429h.html</feedburner:origLink></item><item><title>‘Indahnya’ Tempat Sujudku</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/dpyeGG0vCHo/indahnya-tempat-sujudku.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Mon, 29 Sep 2008 03:23:31 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-5136526401413822628</guid><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SOCXSfWrH7I/AAAAAAAAAJU/Btj_H-xxQQg/s1600-h/sujud.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SOCXSfWrH7I/AAAAAAAAAJU/Btj_H-xxQQg/s320/sujud.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251363509424037810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masjid atau mesjid merupakan tempat ibadah umat islam, berakar dari kata &lt;em&gt;sajada&lt;/em&gt; yang berarti sujud atau tunduk. Mesjid berukuran kecil juga disebut musholla, langgar atau surau. Setiap muslim paling sedikit 17 kali menundukkan hati &amp;amp; wajahnya, serendah-rendahnya bersujud di ‘hadapan’ Sang Pencipta Alam Semesta. Sudahkah di negeri yang mayoritas muslim ini, masyarakatnya memperhatikan tempat sujudnya? &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, ketika berbuka puasa di suatu kawasan tempat makan di bilangan tebet. Lagi-lagi menemukan fenomena ‘tempat sujud’ yang tidak layak dan terkesan ala kadarnya. Bayangkan…’Tempat sujud’ tersebut hanya mampu menampung 2 shaf yang masing-masing berisi 4 orang. Jemaah pria &amp; wanita dicampur tanpa sekat. Tempat wudhunya pun berfungsi sekaligus sebagai kamar mandi beserta ‘wc’ nya, jadi bukan tempat yang diperuntukkan khusus untuk berwudhu. Padahal orang yang mengantri untuk sholat, cukup banyak, tapi sayang sekali perhatian pengelola tempat makanan tersebut terhadap fasilitas untuk beribadah konsumennya yang mayoritas muslim masih sangat rendah sekali. Tujuannya hanyalah mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, sangat menyedihkan sekali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar mengherankan hal ini bisa terjadi di negeri dengan 85% populasinya adalah muslim...setiap muslim menyadari bahwa sujud adalah posisi dimana seorang hamba dalam keadaan sangat dekat dengan PenciptaNya, tempat seorang hamba mengadu, mencurahkan segala keluh kesahnya, menyandarkan asa &amp; harapnya hanya kepada Allah swt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu...telah memudarkah rasa peduli terhadap tempat-tempat sujudnya, di segenap hati umat muslim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu alam bish-shawab.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-5136526401413822628?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-09-29T17:23:31.229+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SOCXSfWrH7I/AAAAAAAAAJU/Btj_H-xxQQg/s72-c/sujud.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">8</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2008/09/indahnya-tempat-sujudku.html</feedburner:origLink></item><item><title>Award Pertama Nich ^v^</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/ZhpSGAX20kA/award-pertama-nich-v.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Mon, 22 Sep 2008 00:42:44 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-5747001632123824457</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SNdMaDyAHJI/AAAAAAAAAJA/bFx8W5DbvYE/s1600-h/guesuka.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SNdMaDyAHJI/AAAAAAAAAJA/bFx8W5DbvYE/s320/guesuka.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248747901298941074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wah ga nyangka nich, kecipratan award dari &lt;a href="http://itsmyceloteh.blogspot.com/"&gt;Feta&lt;/a&gt;, makasich, kamsiah, arigato, syukron ya hehe..&lt;br /&gt;Karena aku masih gaptex mengenai seluk beluk award, kaya’na aturannya itu, barangsiapa yang kecipratan award wajib nyipratin lagi ke temen-temen yang laen, sebanyak 7 orang.  Wah milih siapa ya? Tanpa kategori yang jelas, dewan juri mencipratkan award kepada:&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://mygreenpaper.blogspot.com/"&gt;Venie &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://nandien.blogspot.com/"&gt;Nandien &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://akyunix.di-ta.com/"&gt;Dita&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://muhammad-rifqi.blogspot.com/"&gt;AbuRifq &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://www.achfall.co.cc/"&gt;Falla &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;a href="http://titanicknick.blogsome.com/"&gt;Tita &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;a href="http://auliahazza.belajar-islam.com/"&gt;AuliahAzza&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata cape juga bagi-bagi award hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nih gambar awardnya, silahkan disedot,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SNcSXQ77e8I/AAAAAAAAAIk/8x964PcOKZo/s1600-h/butterfly_award.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SNcSXQ77e8I/AAAAAAAAAIk/8x964PcOKZo/s200/butterfly_award.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248684081616223170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-5747001632123824457?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-09-22T14:42:44.928+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SNdMaDyAHJI/AAAAAAAAAJA/bFx8W5DbvYE/s72-c/guesuka.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">9</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2008/09/award-pertama-nich-v.html</feedburner:origLink></item><item><title>Awas Ada Setan!!!</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/DpBS8_IqwIs/awas-ada-setan.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Tue, 16 Sep 2008 09:25:51 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-1464161285118267871</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SM_dO1B-GcI/AAAAAAAAAHs/HmuRb8L1ajU/s1600-h/setan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SM_dO1B-GcI/AAAAAAAAAHs/HmuRb8L1ajU/s200/setan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246655337733167554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peringatan di atas bukanlah judul sinetron atau film layar lebar, bukan pula canda atau senda gurau belaka. Setan adalah musuh abadi bagi manusia, celakanya musuh yang satu ini tidak terlihat &amp;amp; terdengar oleh panca indera kita bahkan mereka mampu melihat kita dari suatu tempat tanpa kita sadari. Mereka senantiasa mengamati gerak-gerik kita, mencari kesempatan sekecil apapun untuk menjerumuskan manusia. Sungguh tidak ada musuh bagi manusia yang paling berbahaya melainkan setan. Maka kenalilah musuh kita, bukan untuk disayangi tapi supaya kita mampu memberikan perlawanan yang setimpal.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan berasal dari kata kerja &lt;span style="font-style:italic;"&gt;syathana&lt;/span&gt; yang bermakna menyalahi atau menjauhi. Setan artinya pembangkang atau pendurhaka. Secara istilah, setan adalah makhluk durhaka yang perbuatannya selalu menyesatkan dan menghalangi manusia dari jalan kebenaran (al-haq). Makhluk durhaka seperti ini bisa dari bangsa jin dan manusia (QS114:1-6/QS6:112). Makhluk yang pertama kali durhaka kepada Allah adalah iblis. Maka iblis itu disebut setan. Keturunan iblis yang durhaka juga disebut setan (QS2:36/4:118).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas saja mengenai sejarah iblis, nenek moyangnya setan. Sebelum menjadi pembangkang &amp; pendurhaka sejati, iblis adalah makhluk yang taat beribadah kepada Tuhannya. Namanya pun cukup ‘indah’ yakni Azazil. Menurut perawi hadist terkenal, Thawus al-Yamani, azazil adalah salah satu kelompok malaikat yang dikenal sebagai jin, tak ada yang lebih pintar atau lebih banyak pengetahuannya selain azazil. Ketika dia durhaka kepada Allah, Allah melaknatnya dan menjadikannya setan dan menamakannya iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi setan dalam menyesatkan manusia sangat canggih dan beragam. Setan dari bangsa jin ini mampu masuk ke dalam diri manusia, membisikkan sesuatu yang jahat dan membangkitkan nafsu yang rendah (syahwat). Selain ‘bergerilya’ dari dalam diri manusia, setan juga rajin berkelana di luar tubuh manusia, menjadikan wanita, harta, tahta, pangkat dan kesenangan duniawi lain sebagai perangkap. Kesenangan duniawi itu dihiasi sedemikian menariknya hingga manusia tergoda, terlena, tertutup mata hatinya, lalu memandang semua yang haram jadi halal dan yang halalpun jadi haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin tinggi ‘tingkatan’ atau level iman &amp; amal seorang manusia, makin tinggi pula tingkatan setan yang menggodanya. Setan membisikkan 'nasehat' kepada orang tersebut agar berlaku seolah-olah dialah yang paling khusyu ibadahnya, dan akhirnya membuatnya tenggelam dalam ibadah yang berlebih-lebihan. Misalnya orang yang biasa puasa sunnah senin-kamis, dibisikkan agar puasa setiap hari bahkan tidak berbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi manusia yang level iman &amp; amalnya biasa-biasa saja, tingkatan setan yang menggodanya juga biasa-biasa saja. Setan membisikkan kepada orang tersebut agar malas beribadah atau setidaknya walaupun orang tersebut beribadah, nilai pahalanya-pun berkurang, karena rendah kualitas ibadahnya. Misalnya setan membisikkan orang tersebut agar menunda-nunda sholat, akhirnya sholat dilaksanakan di akhir waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip setan mirip peribahasa, “tidak ada rotan, akarpun jadi”.  Hebat bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya semakin bertambah karena setan memiliki bala tentara bukan hanya dari bangsa jin melainkan juga dari bangsa manusia juga. Bahkan tingkah laku setan jenis ini semakin hari semakin menjadi-jadi. Mereka namakan judi sebagai kuis sms berhadiah atau arisan, suap dinamakan hadiah, tari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;striptease&lt;/span&gt; sebagai kreatifitas seni &amp; budaya. Ada pula yang membolehkan minuman keras di tempat dingin, ada yang membolehkan wanita muslim dinikahkan tanpa wali. Ada pula yang selalu membela aliran sesat, dimana ada kesesatan pasti tak kan absen dibelanya. Ada pula yang mengaku sebagai aktivis perempuan, ternyata sangat mendukung jika ada perempuan berjalan berlenggak-lenggok dengan memamerkan pusar &amp; lekak-lekuk tubuhnya. Lebih dahsyat bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berhati-hati &amp; tetap waspadalah terhadap setan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah bulan penuh rahmat ini sebagai 'latihan' untuk membelenggu setan, dengan banyak-banyak berbuat amal kebajikan dan lebih mendekatkan diri kepada Allah swt, sehingga Allah swt melindungi dan menutup celah-celah  yang dapat dimanfaatkan oleh setan untuk menjerumuskan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.”&lt;/span&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin..!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-1464161285118267871?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-09-16T23:25:51.223+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SM_dO1B-GcI/AAAAAAAAAHs/HmuRb8L1ajU/s72-c/setan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">14</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2008/09/awas-ada-setan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pembagian Zakat Merenggut Nyawa</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/b0XZZa0xbNg/pembagian-zakat-merenggut-nyawa.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Mon, 15 Sep 2008 07:32:14 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-1168441636957194712</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SM5riRRqB2I/AAAAAAAAAHE/SUWRw9KNl8w/s1600-h/images1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SM5riRRqB2I/AAAAAAAAAHE/SUWRw9KNl8w/s200/images1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246248852430391138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inna Lillahi wa inna ilaihi Roji’un..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sebuah berita memilukan hati tersiar dari Pasuruan, zakat yang seharusnya membawa berkah &amp;amp; nikmat malah merenggut nyawa. Tidak tanggung-tanggung, 21 jiwa melayang dalam insiden ini, semuanya wanita, tua &amp;amp; muda meregang nyawa demi 30.000 rupiah. Sungguh memilukan…&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seribu tanya menyeruak seketika, mengapa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Muzakki&lt;/span&gt; (orang yang berzakat) ingin sekali membagi langsung zakatnya dengan cara mengundang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mustahiq&lt;/span&gt; (penerima zakat)? Bukankah jauh lebih baik apabila zakat diserahkan langsung dengan cara mendatangi para &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mustahiq&lt;/span&gt;? Atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;muzakki&lt;/span&gt; menyerahkan zakatnya kepada lembaga amil atau mesjid yang mengelola zakat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya pemerintah sebagai ulil amri memungut zakat dari para &lt;span style="font-style:italic;"&gt;muzakki&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. &lt;/span&gt;QS9:103.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau sebagai perwakilan pemerintah, seharusnya ada lembaga zakat yang berskala nasional yang mendistribusikan zakat ini atau setidaknya memperoleh ‘sertifikat’ resmi dari pemerintah. Jika tidak percaya atau malas berhubungan dengan lembaga zakat yang ditunjuk pemerintah, seharusnya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;muzakki&lt;/span&gt; mendatangi para &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mustahiq&lt;/span&gt;, cara ini jauh lebih maslahat daripada mengundang para &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mustahiq&lt;/span&gt; datang ke rumah kita. Siapa yang bisa menjamin ketika membagi zakat penyakit riya’ tidak hinggap di hati kita? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengundang para &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mustahiq&lt;/span&gt; datang menerima zakat jelas teramat besar mudharatnya baik bagi muzzaki itu sendiri, terlebih-lebih bagi mustahiq. Puluhan nyawa telah meregang di bulan penuh rahmat ini, semua ini harus segera dihentikan, jika tidak, akan ada lagi korban yang berjatuhan, akibat ego para &lt;span style="font-style:italic;"&gt;muzzaki&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-1168441636957194712?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-09-15T21:32:14.618+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SM5riRRqB2I/AAAAAAAAAHE/SUWRw9KNl8w/s72-c/images1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">12</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2008/09/pembagian-zakat-merenggut-nyawa.html</feedburner:origLink></item><item><title>Menangislah…</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/m_4Ga3PteZQ/menangislah.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Sun, 14 Sep 2008 08:40:50 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-5403969715156081537</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita seringkali berziarah kubur lalu pemandangan apakah yang kita saksikan di sana? Kubur seringkali terlihat indah di permukaan, dengan ‘hiasan’ rumput nan hijau, batu ukiran yang sedap dipandang mata, bahkan dipercantik dengan taburan bunga. Tahukah kita apa yang terjadi di dalam kubur? tahukah kita apa yang dialami penghuninya pada malam pertama dan malam-malam selanjutnya? Sungguh, tidak ada tempat kembali yang paling mengerikan, tidak ada ruang yang gelap gulita daripada kubur.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubur…adalah ruang yang membungkam lisan kaum cerdik pandai. Kubur pula yang melucuti kekuasaan raja-raja, membuat panglima perang gagah nan perkasa terkulai tak berdaya. Inilah kubur dengan liang lahat yang tersisa untuk segenap manusia. Hendak kemanakah kita berlari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita membayangkan, apa yang terjadi pada malam pertama di dalam kubur? Apakah kita merasa betah lalu tertidur pulas seperti malam-malam sebelumnya? Malam pertama yang sepi nan mencekam, tidak ada istri yang menemani, tidak pula anak yang menghibur, dimana pula sahabat karib, dimanakah gerangan teman main kita, semua lenyap, enggan menemani. Ooh apakah gerangan  yang akan mendatangi kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah saatnya, malam pertama tertidur di perut bumi, malam yang membuat alim ulama menangis tersedu-sedu, malam yang tiba-tiba datang tanpa permisi, tidak pula memilih yang tua atau yang muda, begitu cepatnya hingga membuat kita tak sempat meminta ijin kepada istri, anak ataupun orangtua kita? Ataupun menuliskan wasiat… Lalu mungkinkah kita bisa kembali ke malam-malam sebelumnya dimana istri, anak &amp;amp; sahabat karib menemani kita? Tidak, sekali-kali tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.&lt;/span&gt; QS23:99-100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka..beruntunglah orang-orang yang sering menangis tatkala berada di punggung bumi, semoga mereka tertawa ketika berada di perut bumi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.&lt;/span&gt;  QS9:82&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menangislah…karena kita akan menghadapi malam pertama di dalam kubur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-5403969715156081537?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-09-14T22:40:50.791+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">18</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2008/09/menangislah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Bukan Untuk Orang Yang Malas</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/xr2iHyJsue4/agama-bukan-untuk-orang-yang-malas_02.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Wed, 03 Sep 2008 09:21:13 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-7497024039397191238</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meraih surga yang dijanjikan oleh Allah swt adalah impian setiap muslim, tapi sayangnya 'kavling' surga tidak dibagikan secara gratis. Surga hanya diwariskan kepada hamba-hambaNya yang beriman (baca: berilmu) &amp;amp; beramal soleh. Iman tanpa amal merupakan sebuah dusta, dan amal tanpa iman merupakan perbuatan sia-sia. Amal yang diterima oleh Allah swt, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pertama&lt;/span&gt;, harus didasarkan rasa ikhlas, semata-mata sebagai bentuk implementasi pengabdian diri seorang hamba kepada Tuhannya dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kedua&lt;/span&gt;, harus benar ilmunya, yaitu sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Allah swt.&lt;span id="fullpost"&gt; Manusia tidak diberi sedikitpun hak untuk ‘menciptakan’ suatu bentuk ibadah apapun selain apa yang telah ditentukan dariNya baik melalui Kalam-Nya (Alquran) maupun perbuatan atau perkataan yang dicontohkan oleh RasulNya (asSunnah),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah mereka mempunyai para sekutu yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?”&lt;/span&gt; QS42:21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa Ikhlas merupakan urusan antara seorang hamba dengan Allah swt, orang lain tidak akan mungkin mengetahui apakah seseorang yang sedang melakukan perbuatan amaliah, didasari rasa ikhlas atau tidak. Masalah hati adalah urusanNya, hanya Dialah yang menggenggam dan membolak-balikkan hati setiap manusia. Jadi lebih utama jika kita selalu mengedepankan sikap berbaik sangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan ikhlas, benar atau tidaknya suatu perbuatan amaliah dapat diketahui oleh setiap manusia. Tentunya manusia yang mengoptimalkan kerja akal dan panca inderanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu harus lebih diutamakan daripada amal, karena ilmu-lah yang memberikan petunjuk dan ‘mengawal’ arah amal yang kita lakukan agar tidak melenceng dari ‘garis’ yang telah ditentukan yaitu Alquran &amp;amp; asSunnah. Rasulullah saw bersabda, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ilmu, itu pemimpin, dan amal adalah pengikutnya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, hendaknya kita membekali diri dengan ilmu sebelum beramal, setidaknya kita mengetahui ‘dalil’nya, bukan hanya sekedar menuruti apa kata orang lain atau mengikuti apa yang sudah menjadi kebiasaan turun temurun,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. &lt;/span&gt;QS17:36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: ", tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari  nenek moyang kami". ", walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?".&lt;/span&gt; QS2:170&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, kita seringkali menuruti apa kata orang lain atau tidak jarang mengikuti apa yang sudah menjadi kebiasaan umum. Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam pelaksanaan sholat jamaah, seringkali kita jumpai, posisi antara imam dan makmum tidak mengikuti tauladan yang diberikan oleh Rasulullah saw, terutama untuk jamaah 2 orang lelaki. Posisi sholat berjamaah menurut Rasulullah saw dijelaskan oleh Ibnu Abbas ra, yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SLzKZ45cnFI/AAAAAAAAAFA/ECm3Zmg0LPk/s1600-h/ikhwanimam1.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SLzKZ45cnFI/AAAAAAAAAFA/ECm3Zmg0LPk/s200/ikhwanimam1.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241286612471290962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SLzKZwO4Z7I/AAAAAAAAAFI/mVFzqUHnPhU/s1600-h/ikhwanmakmum.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SLzKZwO4Z7I/AAAAAAAAAFI/mVFzqUHnPhU/s200/ikhwanmakmum.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241286610145273778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas ra berkata,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku shalat bersama Nabi SAW di suatu malam, aku berdiri di samping kirinya, lalu Nabi memegang bagian belakang kepalaku dan menempatkan aku di sebelah kanannya &lt;/span&gt;(HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim menyadari bahwa sholat yang mereka lakukan mengikuti apa yang Rasul ajarkan, seperti sabda beliau saw, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”&lt;/span&gt;. Tapi seringkali dalam prakteknya kita lebih condong untuk ‘mengikuti’ orang lain. Hal ini disebabkan antara lain karena kita seringkali malas mencari ilmu tentang agama, seolah-olah ilmu agama dapat kita ketahui secara alamiah, seolah-olah yang tahu masalah agama hanyalah ustadz atau ulama saja, seolah-olah sejak lahir kita telah pandai mengaji atau sholat, sehingga tidak perlu mengevaluasi sholat kita. Lucunya kita malah bersusah payah mencari ilmu dunia, meremehkan ilmu agama.&lt;br /&gt;Sebuah ironi ketika lisan berucap menginginkan surga tapi perbuatan kita lebih condong kepada cinta dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari ilmu adalah wajib hukumnya bagi setiap muslim, Alquran mendorong setiap muslim untuk menjadi orang yang berilmu, beramal dan mengajarkan ilmunya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"... akan tetapi (dia) berkata, 'Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani (yang sempurna ilmu dan taqwanya kepada Allah), karena kamu selalu mengajarkan al-Kitab dan disebabkan kamu telah mempelajarinya."&lt;/span&gt; QS3:79&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya kita optimalkan segenap anugrah yang Allah berikan kepada kita yaitu akal dan panca indera untuk meraih ilmu yang bermanfaat dunia-akhirat. Gunakan sepasang mata yang indah ini untuk banyak membaca, telinga untuk rajin mendengar, dan sepasang kaki yang dilangkahkan ke majelis-majelis, perpustakaan ataupun toko buku. Setiap muslim hendaknya jangan malu untuk bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan  jika kamu tidak mengetahui,&lt;/span&gt; QS16:43&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusahalah..karena agama ini diturunkan bukan untuk orang yang malas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu alam bish-shawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-7497024039397191238?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-09-03T23:21:13.876+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SLzKZ45cnFI/AAAAAAAAAFA/ECm3Zmg0LPk/s72-c/ikhwanimam1.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2008/09/agama-bukan-untuk-orang-yang-malas_02.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pernikahan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/ibiJNSXHHnE/hari-pernikahan-merupakan-salah-satu.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Thu, 11 Sep 2008 08:11:41 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-7024596605608970349</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SLbVvvJjDHI/AAAAAAAAAD4/BZmTWcyKZe8/s1600-h/23082008419.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SLbVvvJjDHI/AAAAAAAAAD4/BZmTWcyKZe8/s200/23082008419.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239610232579230834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari pernikahan merupakan salah satu peristiwa paling bermakna dalam perjalanan hidup seorang anak manusia. Perasaan haru, bahagia, tawa &amp;amp; airmata bercampur aduk menjadi satu. Pastinya, tidak ada satupun manusia yang enggan menikah, bahkan yang sudah pernah menikah saja, banyak yang ingin menikah kembali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi seorang muslim, pernikahan merupakan bukti nyata mengikuti sunnah Rasulullah saw, beliau saw bersabda, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Barang siapa telah mempunyai kemampuan untuk menikah kemudian ia tidak menikah maka dia bukan termasuk umatku".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernikahan di mata islam bukanlah semata sebagai sarana terhormat untuk mendapatkan anak yang sholeh, bukan semata cara untuk mengekang penglihatan, hendak menyalurkan biologis, atau semata menyalurkan naluri saja. Tapi Islam mempunyai pandangan bahwa pernikahan sebagai salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan yang lebih besar yang meliputi aspek kemasyarakatan berdasarkan islam yang mempengaruhi eksistensi umat islam di kemudian hari.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernikahan menurut islam berdasarkan kepada rukun &amp;amp; syarat-syaratnya. Salah satu hal yang penting, sah atau tidaknya sebuah pernikahan adalah adanya wali nikah bagi perempuan.&lt;br /&gt;Rasululllah saw bersabda, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Laa nikaha illa waliy&lt;/span&gt;, Tidak ada pernikahan tanpa wali.&lt;br /&gt;Bahkan pada hadist lain Rasulullah saw mengulangi peringatannya hingga 3 kali, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘ayyumam roatin nakahat ghoiri idzni waliyyaha fanika huwa bathil, fanika huwa bathil, fanika huwa bathil&lt;/span&gt;, Siapapun di antara wanita yg menikah tanpa seizin walinya maka nikahnya batal, nikahnya batal, nikahnya batal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu, janganlah kita mengikuti bisikan-bisikan jahat yang dihembuskan oleh aktivis feminis &amp;amp; kaum liberal yang mempromosikan ajaran bahwa wanita boleh menikah tanpa wali. Sesungguhnya mereka bukanlah hendak membela hak ataupun menaikkan derajat perempuan, melainkan mereka hendak menghina, melecehkan bahkan menjerumuskan wanita.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi wali nikah, merupakan pengalaman luar biasa bagiku. Luar biasa, karena aku belum pernah menjadi mempelai sebelumnya, langsung naik ‘pangkat’ menjadi wali. Rasa haru, sedih, bahagia bergejolak di dada ini. Peristiwa sakral yang tidak hanya ditatap oleh mata manusia, tapi disaksikan pula oleh Allah &amp;amp; malaikat-malaikatNya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teriring doa &amp;amp; asa, aku ‘serahkan’ adikku kepada ‘penjaga’nya, pengayomnya, dan pemimpinnya. Mataku basah ketika kalimat-kalimat dalam ijab mendesak keluar dari bibir ini, aku teringat almarhum bapak. Rasa haru ini tak tertahankan ketika aku memeluk adikku, seraya membisikkan beberapa pesan &amp;amp; nasehat untuknya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap laki-laki yang telah menikah bertanggungjawab terhadap 4 wanita di sekitarnya, yaitu ibunya, adik perempuannya, istrinya &amp; anak perempuannya. Allah azza wa jalla akan menuntut pertanggungjawaban laki-laki pada Yaumul Akhir kelak. Saat ini, aku hanya bertanggungjawab terhadap 2 wanita, sungguh aku ingin menyempurnakan ‘beban’ ini, bilakah mimpi itu menjadi nyata?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wallahu alam bish-shawab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-7024596605608970349?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-09-11T22:11:41.892+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SLbVvvJjDHI/AAAAAAAAAD4/BZmTWcyKZe8/s72-c/23082008419.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">11</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2008/08/hari-pernikahan-merupakan-salah-satu.html</feedburner:origLink></item><item><title>Marhaban Ya Ramadhan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/H4riss/~3/4g3oY4s2wXs/marhaban-ya-ramadhan_28.html</link><category>celotehanku</category><author>noreply@blogger.com (h4rIsS)</author><pubDate>Wed, 03 Sep 2008 07:03:25 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2887774367332372660.post-7202637980289186616</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SLbcXC0N5HI/AAAAAAAAAEA/vY45npJ3pC4/s1600-h/ramadan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SLbcXC0N5HI/AAAAAAAAAEA/vY45npJ3pC4/s200/ramadan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239617504943137906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bulan penuh ampunan, bulan penuh rahmat, sebentar lagi akan kita rasakan. Sebagai muslim sudah selayaknya kita menyambut bulan Ramadhan dengan penuh suka cita &amp;amp; asa yang membumbung tinggi hingga ke langit.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bulan dimana desah nafas kita bagaikan tasbih, tidur kita adalah ibadah, pahala-pahala dilipatgandakan, dosa-dosa dihapuskan. Sungguh beruntung orang yang menyempurnakan akhlaqnya di bulan ini, balasannya kelak di yaumul akhir adalah selamat ketika melewati shirath, dimana kaki-kaki banyak yang tergelincir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan penuh keistimewaan ini, Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"barangsiapa  yang melakukan sholat sunnah di bulan ramadhan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa yang melakukan sholat fardhu, baginya ganjaran seperti 70 sholat fardhu di bulan yang lain. Barang siapa yang pada bulan ini membaca satu ayat al-Qur’an, ganjarannya sama dengan menkhatamkan Al-Qur’an di bulan-bulan yang lain. Barang siapa yang memperbanyak shalawat kepadaKu di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga), 'Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu, 'pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam. "Beliau ditanya, 'Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar' Jawab beliau, 'Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya.' "&lt;/span&gt; (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marhaban ya Ramadhan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Astaghfirullooh lii wa lakum. wa Barokallooh lii wa lakum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala kerendahan hati, mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan, baik yang tersimpan di dalam hati, maupun yang terucap melalui kata-kata dan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menunaikan ibadah di bulan Ramadhan, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT, pahala kita dilipat gandakan oleh Allah SWTdan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2887774367332372660-7202637980289186616?l=akuinginmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-09-03T21:03:25.885+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_pKJL2J2GzQ4/SLbcXC0N5HI/AAAAAAAAAEA/vY45npJ3pC4/s72-c/ramadan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://akuinginmenulis.blogspot.com/2008/08/marhaban-ya-ramadhan_28.html</feedburner:origLink></item><media:rating>adult</media:rating></channel></rss>
