HANITIS

Plot Twist : Mencela Cermin

Kamis, 08 November 2018

Bismillah...

Sekarang lagi jaman yah melabel orang lain sebagai toxic person, ketika kita dikecewakan atau melihat gelagat yang tidak kita sukai.

Kadang kita terlalu cepat menyimpulkan suatu kejadian dari sudut pandang protagonis atau "korban".

The biggest plot twist is...

Maybe you are the toxic person, but you don't realize it.

Maybe... the problem is you. It's not always the other person.

---

Setiap orang punya "blind spot" atau sisi kepribadian yang tidak disadari, karena tidak bisa dilihat sendiri secara langsung.

Nah, ada kalanya... blind spot itu justru terproyeksikan ke orang lain.

Jadi, seolah-olah orang lain yang toxic, padahal (tanpa sadar) kitalah yang bermasalah.

Mengerikan bukan?

Hanya karena belum ada yang menegur, bukan berarti kita "aman" lho.

Mungkin karena lisan kita nyelekit, tersinggungan, hobi menggosip, apa-apa suka dipasang di status, dst dst dst... akhirnya orang-orang jadi sungkan untuk menasihati kita.

---

What should I do?

Berdoa, minta hidayah dan pertolongan ke Allah 'Azza wa Jalla.

Kalau kita bisa kritis menyikapi orang lain, semestinya kita bisa lebih cermat mengamati diri kita sendiri.

Luangkan waktu untuk merenung dan jujur dengan diri sendiri.

Yang bisa kita perhatikan adalah...

(1) Perilaku dan kebiasaan kita sehari-hari,

(2) sudut pandang pada situasi tertentu dan respon kita (terutama saat stres/tertekan),

(3) prasangka, lintasan-lintasan pikiran, dan mood.

Sekarang kan banyak artikel "How To Spot Toxic People", jadi tinggal dicek ke diri kita sendiri.

Misal...

Apa kita punya sikap "me vs the world"?

Apa kita suka mendramatisir keadaan?

Apa kita lebih sering menerima (atau bahkan mengambil), daripada memberi?

Apa kita tidak menyaring kata-kata yang keluar dari lisan dan tulisan kita?

Apa kita cenderung mendominasi pembicaraan, mendikte dan mengontrol orang lain?

Apa kita susah saat orang lain senang dan senang saat orang lain susah?

Apa kita selalu menyalahkan orang lain dan sibuk mencari kambing hitam?

dst.

Kalau perlu, tulis insight-nya di jurnal atau notes hp. Dicatat jadi poin-poin, lalu kita evaluasi dari waktu ke waktu progres (perbaikan dirinya) sudah sejauh apa.

Bagi muslim, baca juga kisahnya orang-orang shalih di generasi yang direkomendasikan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu para sahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in. Kemudian jadikan parameter untuk introspeksi dan memperbaiki diri.
We have to be mature enough to understand that we have some toxic traits too. (Unknown)
---

Hanya Allah yang memberi taufik.

Pengingat diri sendiri sebelum orang lain.

Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading and have a nice day~

Perawatan Rambut Rontok & Patah-Patah

Minggu, 04 November 2018

Bismillah...

Beberapa waktu lalu kita sudah bahas tentang Mengatasi Build Up & Gatal di Kulit Kepala.

Kali ini kita bahas perawatan rambut rontok dan patah-patah. Karena biasanya problem build up (ketombe dkk) sepaket dengan rambut yang rapuh.

Ngomong-ngomong, meski kelihatannya sama, tapi rontok dan patah-patah itu beda bosku.

Kalau patah-patah, walau rambut kita gondrong, tapi yang jatuh-jatuh ke lantai atau nempel di bantal itu lebih pendek.

Sedangkan rambut rontok itu yaa kecabut seakar-akarnya. Biasanya mudah dilihat saat kita sisiran.

---

Penyebab

Penyebab rambut rontok bermacam-macam, di antaranya...

(1) Genetik,
(2) penuaan,
(3) ketidakseimbangan hormon (hamil, melahirkan, dst),
(4) kekurangan nutrisi tertentu,
(5) stres,
(6) penurunan dan kenaikan berat badan yang drastis,
(7) penyakit tertentu,
(8) pengobatan atau treatment tertentu,
(9) polusi, dst.

Solusinya disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, ngga jauh-jauh dari memperbaiki gaya hidup dan asupan gizi (banyak makan protein, sayur, buah).

Makanan yang baik untuk kesehatan rambut, yakni yang mengandung protein, Omega 3, zinc, iron, selenium, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E.

Sedangkan untuk perbaikan gaya hidup adalah olahraga, berhenti merokok, belajar mengelola stres, tidur cukup, jangan terlalu kencang mengikat rambut, dst.

---

Supaya Tidak Memperparah Kondisi Rambut...

#1 Memperhatikan Kesehatan Kulit Kepala

Perumpamaan kulit kepala dan batang rambut yang sehat itu seperti tanah yang gembur dan tanaman yang tumbuh subur.

Jadi, kalau rambut kita mudah rontok, rapuh, dan patah-patah, cek kesehatan kulit kepala kita.

Beberapa caranya sudah kita bahas yaa...

Baca juga : Mengatasi Build Up & Gatal Di Kulit Kepala

---

#2 Mengurangi Panas

Kalau rambut kita sudah sangat kering, cobalah untuk mengurangi penggunaan catok dan pengeriting rambut (curler)... karena berisiko membuat rambut jadi semakin crispy.

Kalau butuh hair dryer, gunakan setelan angin dingin.

Memang susah untuk meninggalkan alat penata rambut kalau sudah terbiasa. Tapi kalau kita sedang fokus menyehatkan rambut, baiknya sementara ditinggalkan dulu.


---

#3 Mengeringkan Rambut dengan Kain Kaos atau Handuk Microfiber

Kain handuk biasa memiliki serat yang kasar sehingga rambut jadi lebih mudah patah.

Oleh karena itu sering disarankan menggunakan bahan yang lebih lembut untuk mengeringkan rambut, seperti kain kaos dan handuk microfiber.

Cara ini dapat mencegah kerusakan yang lebih parah pada batang rambut.

Tutorial yang beredar biasanya menggunakan T-shirt kaos, tapi lebih mudah kalau kita menggunakan pashmina kaos.


---

#4 Sisir

Untuk mengatasi rambut yang kusut dan mengurangi kerusakan, coba gunakan detangling comb.

Yang paling populer di internet adalah Tangle Teezer (mahal haha).

Alhamdulillah dupe detangling comb sekarang sudah banyak. Ada yang merk Tammia (bisa beli di Matahari), Tuft, Elona Locoo Mocoo, dst.

Kalau rambut tidak begitu kusut, bisa menggunakan sisir keramas biasa (foto kiri). Harganya sangat terjangkau, sekitar Rp 4.000-10.000.


Bdw, waktu saya ke Ace Hardware ada sisir yang persis seperti sisir oren dan harganya lebih miring.

Model sisir seperti ini gagangnya nyaman untuk digenggam.

Di deskripsi produk tercantum fungsinya...

(1) Detangle,
(2) scalp massage,
(3) blood circulation,
(4) reduce damage.


Hanya saja, sisir plastik membuat rambut jadi berdiri-berdiri (keluar-keluar), karena ada efek statisnya. Tapi biidznillah bisa teratasi dengan menggunakan minyak rambut sebelum atau setelah sisiran.

Catatan!
Kalau kamu punya rambut yang sangat rapuh, jangan sering-sering sisiran.
Jika perlu menyisir rambut, gunakan sisir yang giginya renggang.

Selain itu, saat rambut basah, cukup sisir rambut dengan jari yang sudah dilumasi vitamin/serum/minyak rambut.

Detangling comb yang terbuat dari kayu sangat recommended. Terlebih kalau kamu ingin menghindari efek statis setelah sisiran.

Sependek pengetahuan saya, yang relatif mudah didapat itu sisir kayu-nya The Body Shop.

Ini awet banget lho sisirnya maasyaaAllah. Dulu saya beli sekitar tahun 2013.

Beberapa hari lalu saya tanya ke TBS, ternyata masih ada. Yang sudah discontinue itu sisir plastik hiijau (bentuknya sama).


Saya pribadi tidak menyarankan sisir kayu yang ada cushionnya kalau rambut kamu tebal dan gampang kusut. Karena batang rambut bisa nyangkut di sela gigi sisir dan cushion. Selain itu, bersihinnya juga susaaah.

Cara menyisir yang dianjurkan...

(1) Sisiran sebelum keramas.

(2) Menyisir rambut yang kusut dari bawah ke atas.

Kalau mulai menyisir dari dekat kulit kepala, nanti begitu di ujung malah tambah kusut.

(3) Bedakan sisir yang digunakan untuk harian dan sisir yang digunakan setelah keramas. Terutama untuk tipe kulit kepala yang berminyak dan mudah muncul build up.

---

#5 Shampoo

Saya merasa bersalah menulis poin ini, karena masih pake shampoo biasa, bukan yang Sulfate-free hehe. 

Kalau rambut kita rusak, rontok, patah-patah, tidak disarankan untuk keramas setiap hari (cukup 2-3 hari sekali).

Overcleansed menyebabkan rambut jadi kehilangan minyak alaminya. Akibatnya, rambut jadi semakin kering, rapuh, dan sulit diatur.

Oh iya, browsing juga tentang No Poo Method, yaitu keramas tanpa shampoo.

Banyak yang rambutnya jadi semakin subur, sehat, dan kuat maasyaaAllah.

Cuma pas masa transisi (penyesuaian) rambut bisa jadi lepek, kulit kepala juga bau dan gatal.

Mesti banyak stok sabar, karena prosesnya lumayan makan waktu.

---

#6 Vitamin/Serum/Minyak Rambut

Produk-produk tersebut berfungsi untuk menyehatkan batang rambut.

Kamu juga bisa menggunakan minyak kelapa (virgin coconut oil), minyak zaitun (extra virgin olive oil), argan oil, avocado oil, dst untuk perawatan rambut.

Kalau dari pengalaman saya pribadi, VCO dan EVOO itu pemakaiannya tricky dan cocok-cocokan. Sekalinya cocok, bisa cocok banget. Kalau ngga cocok malah bikin rambut semakin lepek dan kasar.

Minyak vitamin rambut yang sebagian besar reviewnya positif adalah L'OREAL Extraordinary Oil.

Sepertinya banyak yang klop dengan produk ini maasyaaAllah. Hasilnya sudah saya bahas sekilas di post Beauty On Budget.

Saya masukkan ke dalam post Beauty On Budget karena lumayan lama habisnya. Cukup digunakan 1-2 pump tergantung panjang rambut.

Borosnya kalau digunakan sebelum dan setelah menata rambut (dengan alat styling yang panas).

Extraordinary Oil terdiri dari tiga varian, yaitu kuning (untuk semua tipe rambut), merah (untuk rambut diwarnai), dan pink (untuk rambut kusam dan kusut).

Di sini saya bahas perbandingan antar dua varian saja yaa...


Meski volumenya sama-sama 100 ml, tapi kemasan Extraordinary Oil yang pink lebih besar dan mewah (botol kaca).

Sepertinya varian pink ini produk asli Jepang (cmiiw), karena deskripsi produknya hanya menggunakan label tempelan.


Deskripsi produk

French Rose Oil yang mewah menjadikan rambut terasa lebih lembut dan berkilau.

Extraordinary Oil Eclat Imperial diformulasikan khusus di Jepang untuk rambut orang Asia.

Mengandung ekstrak French Rose Oil yang mewah, perawatan rambut Extraordinary Oil Eclat Imperial dibuat khusus untuk rambut kusam dan kusut.

Setelah penggunaan, formula yang ringan dan tidak lengket ini akan meresap ke dalam rambut, membuat rambut Anda terasa lebih lembut dan terlihat lebih berkilau.

Khasiat formula dengan Precious French Rose Oil...

(1) Terserap hingga ke keratin rambut,
(2) merawat kekuatan serat rambut,
(3) melembabkan sampai ke inti rambut,
(4) memberi kilau pada rambut.

--

Deskripsi dan review produk Extraordinary Oil kuning bisa dicek di Beauty On Budget.

--

Quick Review

Kalau dari pengalaman saya, hasil yang kuning dan pink (Eclat Imperial) di rambut itu sama saja. Entah sayanya yang ngga peka atau gimana...

TAPI! Varian Eclat Imperial itu aromanya enak banget maasyaaAllah.

Wangi mawarnya mewah dan anggun. Gimana yah jelasinnya wkwk. Pokoknya dia tuh bukan wangi mawar yang nyolot atau nyebelin gitu lho.

Tapi kalau hanya incar aromanya, rada sayang juga... karena harganya lumayan (saya belum ketemu ukuran kecilnya) dan dapetinnya agak susah (cuma dijual di supermarket & drugstore tertentu).

Bdw, kalau cari wewangian rambut, teman saya ada yang coba parfum rambut-nya Makarizo.

Harganya jauh lebih terjangkau. Wanginya juga tahan lama.

Saking mantapnya, dia bilang bisa jadi pengharum ruangan hehe maasyaaAllah.
Noted : Buat muslimah, dipake di rumah aja yaa biar wanginya ngga nyebar.
Ini produknya... Screenshot diambil dari akun instagram Makarizo.


---

#7 Kain Satin

Kain satin dapat mengurangi kerusakan rambut akibat gesekan dengan sarung bantal saat kita tidur.

Membungkus rambut dengan kain satin saat tidur biasanya juga dianjurkan untuk rambut yang baru di-styling (catok/curly), diblow, atau untuk rambut biasa yang ingin teksturnya lebih rapi.


Tutorialnya seperti menggunakan turban. Tapi ini licin banget, jadi bisa lepas begitu saja pas tidur. Kalau kesulitan, kain satinnya dijadikan alas atau sarung bantal saja.

Kita ngga mesti beli kain satin yang mahal banget lho yaa.

Bisa pake kain satin kerudung segi empat (grosirannya lebih murah) atau beli yang meteran di toko kain (tinggal dineci atau sekalian dijahit jadi sarung bantal).

---

#8 Terakhir...

Jurus andalan kita semua : potong rambut.

Kalau hanya untuk trim (memotong/merapikan ujung-ujung rambut), mending potong rambut sendiri saja. Lebih hemat hehe.

Ada banyak tutorial potong rambut sendiri. Lagian kalau gagal ya ngga apa-apa. Namanya juga usaha...

Bahan yang disiapkan...

(1) Sisir klimis,
(2) ikat rambut,
(3) jepit rambut ukuran sedang,
(4) dan gunting.

Satu gunting biasa dan satunya gunting begini... kalau kamu mau berkreasi(?) membuat tekstur di ujung rambut.


---

Masih banyak tips-tips yang berfaidah kalau kamu browsing lebih lanjut.

Yang ada di postingan ini cuma segelintir dari saran-saran yang direkomendasikan di situs dan forum perawatan rambut.

Wallahu a'lam.
Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Mutiara Nasihat

Selasa, 30 Oktober 2018

Bismillah...

Salah satu tokoh yang sangat saya suka petuahnya adalah Al Hasan Al Bashri rahimahullah.

Karena keterbatasan akses, saya kumpulkan beberapa kutipannya untuk saya baca-baca ulang.

Link source terlampir. Ada pula yang dari buku Untaian Nasihat Hasan Bashri karya Syaikh Shalih Ahmad Asy-Syami.

Semoga bermanfaat juga buat yang lain.

---

Tidaklah gambaran kehidupan dunia seluruhnya dari awal hingga akhirnya, kecuali seperti seseorang yang tidur.

Dia melihat dalam tidurnya apa yang dia senangi, kemudian dia tersadar bangun.

(Al Mujalasah wa Jawabirul Ilmi, 227)

---

Wahai anak manusia, janganlah engkau melakukan suatu kebenaran karena riyaa' dan jangan meninggalkannya karena malu.

(Al-Bayan wa at-Tabyin, 3/135)

---

Hai anak manusia, juallah duniamu untuk akhiratmu, niscaya engkau meraih keduanya.

Dan jangan sekali-kali menjual akhiratmu untuk duniamu, hingga engkau tidak mendapatkan keduanya.

(Al-Hilyah, 2/143 dan Tahzib al-Hilyah, 1/329)

---

Al Hasan Al Bashri rahimahullah pernah ditanya tentang rahasia zuhud beliau di dunia ini, kemudian beliau pun menyebutkan 4 perkara:

(1) Aku tahu bahwa amalku tidak akan dikerjakan oleh orang lain, maka aku sibukkan diriku dengannya.

(2) Dan aku tahu bahwa rezekiku tidak akan pergi ke orang lain, maka tentramlah hatiku.

(3) Dan aku tahu bahwa Allah memantau diriku, maka aku malu jika Allah melihat kemaksiatanku.

(4) Dan aku tahu bahwa kematian menungguku, maka aku siapkan bekal untuk bertemu dengan Rabb-ku.


---

Aku sungguh merasa heran terhadap sebagian orang.

Dimana mereka diperintahkan untuk menyiapkan bekal dan diseru untuk segera berangkat (menuju akhirat), sementara mereka masih saja terus bermain-main.

(Aina Nahnu, 2/197)

---

Sungguh aneh...

Orang yang bisa tertawa-tawa, sedangkan di belakangnya adalah kobaran api neraka...

Dan orang yang bisa bergembira ria, sementara di belakangnya ada kematian selalu mengintai dirinya.


---

Yang kuketahui, bahwa sebagian dari orang-orang shalih itu berusaha keras agar Allah tidak melihatnya tertawa, sampai ia mendapatkan kepastian antara dua tempat kembalinya, di surga ataukah di neraka.


---

Seorang mukmin beramal taat dan ia dalam keadaan takut (akan siksa Allah).

Sedangkan ahli maksiat melakukan maksiat dan merasa aman (dari murka Allah).


---

Sesungguhnya seorang mukmin di pagi maupun petang hari selalu dalam kondisi sedih dan hal itu tidak terelakkan, karena dia berada di antara dua kekhawatiran.

(1) Berbagai dosa masa lalu yang ia tidak tahu apa yang akan Allah perbuat dengan dosa-dosa itu.

(2) Ajalnya yang menanti sementara ia tidak tahu kebinasaan apa yang akan menimpa saat ajal tiba.


---

Rasa takut itu harus lebih dominan daripada pengharapan, karena jika pengharapan mengalahkan rasa takut, maka rusaklah hati.

Aku heran terhadap orang yang takut siksa tapi tak berhenti (berbuat maksiat), dan orang yang berharap pahala tapi tidak mau beramal.

(Al-'Iqd al-Farid, 3/113)

---

Ada seseorang berkata kepada Al Hasan Al Bashri rahimahullah, "Hai Abu Sa'id, semalam aku hendak melaksanakan shalat (qiyamul lail), tapi tidak bisa."

Beliau berkata, "Engkau terbelenggu oleh dosa-dosamu."

(Al-'Iqd al-Farid, 3/152).

---

Demi Allah, mereka beramal dengan taat dan bersungguh-sungguh dalam melakukannya, serta takut jika ditolak.

Sesungguhnya orang beriman itu menggabungkan antara amal baik dan rasa takut.

Sedangkan orang munafik menggabungkan amal buruk dan rasa aman.

(Syarh al-Aqidah ath-Thawawiyah, nomor 382).

---

Sesungguhnya ada suatu kaum yang dibuat terlena oleh angan-angan terhadap ampunan dan harapan akan rahmat, hingga mereka meninggalkan dunia tanpa membawa amal shalih.

Seorang dari mereka berkata, "Aku berbaik sangka kepada Allah dan berharap rahmat-Nya," tapi ia berdusta.

Jika ia berbaik sangka kepada Allah, tentulah ia berbuat baik.

Andai ia berharap rahmat Allah, tentulah ia cari rahmat itu dengan amal shalih.

Hampir binasalah orang yang memasuki sahara tanpa bekal maupun air.

(Al-Bidayah wa an-Nihayah, 9/268)

---

Orang beriman adalah orang yang tahu bahwa apa yang difirmankan oleh Allah adalah seperti yang difirmankan.

Orang beriman adalah orang yang paling baik amalnya dan paling takut (kepada Allah).

Meskipun ia nafkahkan segunung harta, ia tak merasa aman sebelum menyaksikan (keselamatan setelah menyebrang di atas shirath).

Setiap bertambah kebaikan, kebajikan, dan ibadahnya, semakin bertambah pula kekhawatirannya. Ia berkata, "Aku tidak akan selamat."

Orang munafik berkata, "Kesalahan manusia itu banyak dan aku akan diampuni, aku aman-aman saja."

Ia lupa untuk beramal, tapi berharap kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

(Al-Hilyah 2/13, Tahdzib al-Hilyah, 1/338, Siyar A'lam an-Nubala')

---

Jika engkau renungkan, maka dunia hanya tiga hari.

Hari yang lalu tidak bisa engkau harapkan.

Hari yang sedang engkau jalani dan engkau harus memanfaatkannya.

Hari yang akan datang dimana engkau (bisa) menjumpainya atau tidak.

Hati-hatilah terhadap nestapa saat datangnya sakaratul maut.

Semoga Allah memberi nasihatNya kepada kami dan engkau.

Semoga Dia karuniakan akibat yang baik kepada kami dan engkau.

Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah selalu tercurah kepadamu.

---

Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading have a nice day!

Kaki Ini Bisa Tergelincir

Jumat, 26 Oktober 2018

Bismillah...
Kok bisa sih dia begitu? Ih, amit-amit! Hahahaha.
Saat diceritakan tentang aib orang lain, ada kalanya kita spontan tertawa. Merasa lebih baik dari orang lain, hanya karena dosa kita berbeda.

Ada kata-kata dari ummahat yang membekas bagi saya...
Tanda kerasnya hati adalah tertawa (gembira) dan mengolok-olok saat saudaranya jatuh dalam kesalahan.
Apalagi yang baru taubat dan hijrah. Sangat tidak pantas jika kita menertawakan orang lain.

Apa sudah lupa dengan dosa-dosa kita?

Maka jangan merasa aman.

Selama di dunia, kita masih bisa tergelincir meski sebelumnya telah berdiri kokoh.

Allahul musta'an.

---

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata (yang artinya) [1]...

"Setiap maksiat yang dijelek-jelekkan pada saudaramu, maka itu akan kembali padamu. Maksudnya, engkau bisa dipastikan melakukan dosa tersebut." (Madarijus Salikin 1:176)

"Engkau mencela saudaramu yang melakukan dosa, ini lebih besar dosanya daripada dosa yang dilakukan saudaramu dan maksiat yang lebih besar, karena menghilangkan ketaatan dan merasa dirinya suci." (Madarijus Salikin 1:177/178)

---

Kutipan tulisan Ustadz Musyaffa' Ad Dariny...

"Selama engkau hidup, jangan pernah merasa aman dari fitnah (ujian), atau mencela seorang pun dengan maksiatnya, atau merasa aneh terhadap dosa yang dilakukan orang lain, atau merasa sudah banyak melakukan kebaikan.

Karena engkau tidak tahu dengan apa Allah menutup hidupmu."

---

Semoga Allah jaga kita dalam kebaikan, aamiin.

Pengingat diri sendiri sebelum orang lain.

Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Teko Hanya Mengeluarkan Isinya

Kamis, 25 Oktober 2018

Bismillah...
Actions prove who someone is, words just prove who they want to be. (Unknown)
---

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya)...

"Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."

(QS. As-Shaff, ayat 2-3)

---

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata (yang artinya) [1]...

"Semua orang itu pintar bicara.

Oleh karenanya, siapa yang perbuatannya sejalan dengan ucapannya itulah orang yang dikagumi.

Akan tetapi bila lain ucapan lain perbuatan itulah orang yang mencela dirinya sendiri."

---

Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan (yang artinya)...

"Nilailah orang dengan amal perbuatannya, jangan dengan ucapannya.

Sesungguhnya semua ucapan itu pasti ada buktinya. Berupa amal yang membenarkan ucapan tersebut atau mendustakannya.

Jika engkau mendengar ucapan yang bagus, maka jangan tergesa-gesa menilai orang yang mengucapkannya sebagai orang yang bagus.

Jika ternyata ucapannya itu sejalan dengan perbuatannya itulah sebaik-baik manusia."

(Jami' Bayan Ilmi wa Fadhlih, Ibnu Abdil Barr)

---

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya)...

"Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati."

(HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)

---

Dari Ustadz Sufyan Baswedan, Al Imam Asy-Syatibi rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Amal-amal zhahir (yang tampak) dalam syariat merupakan ekspresi terhadap apa yang ada di dalam batin.

Jika amalan zhahir terlihat lurus, maka kita menghukumi perkara yang sama terhadap apa yang ada di dalam batin."

(Al Muwafaqat li Asy Syatibi)

---

Pengingat diri sendiri sebelum orang lain.

Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading and have a nice day.

Introspeksi

Rabu, 24 Oktober 2018

Bismillah...

Kita sering baca tentang introspeksi diri, tapi kadang masih samar yaa... Seperti apa sih pribadi yang giat meneliti dirinya sendiri?

Berikut ucapan-ucapan para Nabi dan orang-orang shalih pada generasi sebelumnya yang menjadi teladan kita.

(Link terlampir)

---

Nabi Adam 'alaihissalam berkata (yang artinya)...

"Ya Tuhan Kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."

(QS. Al A'raaf, ayat 23)

---

Nabi Yunus 'alaihissalam berkata (yang artinya)...

"Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zhalim."

(QS. Al Anbiyaa', ayat 87)

---

Juga dalam Sayyidul Istighfar yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam...

"Yaa Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Engkau.

Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu.

Aku selalu dalam perjanjian dan ketetapan dengan-Mu, sebatas yang aku mampu.

Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat.

Aku mempersaksikan dan mengakui nikmat-nikmat yang Engkau berikan kepadaku.

Dan aku pun mempersaksikan dan mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku.

Sesungguhnya hanya Engkaulah yang mengampuni dosa-dosa."

(HR. Bukhari 7/150)

---

Abu Bakar radhiyallahu 'anhu setelah dipuji, berdoa...

"Yaa Allah, Engkau lebih mengetahui kondisi diriku daripada aku sendiri, dan aku lebih tahu diriku daripada mereka yang memujiku.

Yaa Allah, jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangkakan.

Ampunilah kekuranganku yang tidak mereka ketahui.

Dan janganlah Engkau siksa aku atas apa yang mereka katakan."

(Syu'abul Iman 4/228)

---

Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berkata...

"Andaikan ada suara dari langit yang mengatakan, 'Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan masuk Surga kecuali seorang saja', sungguh aku takut jika itu adalah aku."

(Tahdzib Hilyatul Auliya, 1/72-73)

---

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah mengatakan (yang artinya)...

"Tidaklah aku mengobati suatu penyakit yang lebih sulit daripada masalah niatku, karena ia sering berbolak-balik."

(Adab al-'Alim wa al-Muta'allim, hal. 8)

---

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah apabila berkhutbah di atas mimbar, kemudian dia khawatir muncul perasaan ujub di dalam hatinya, dia pun menghentikan khutbahnya.

Demikian juga apabila dia menulis tulisan dan takut dirinya terjangkit ujub, maka dia pun menyobek-nyobeknya.

Lalu dia berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari keburukan hawa nafsuku."


---

Al Fudhayl bin Iyadh rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Jika ada yang mengetahui orang yang tidak ikhlas (orang yang riya'), maka lihatlah pada diriku."

(Ta'thirul Anfas, hal 299)

---

Muhammad bin Waasi' rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Seandainya dosa itu punya bau busuk, maka tidak seorang pun dari kalian yang sanggup untuk duduk bersamaku."

(Muhasabat an-Nafs wa al-Izra' 'alaiha, hal. 82)

---

Suatu saat ada seorang lelaki berkata kepada Malik bin Dinar rahimahullah, "Wahai orang yang riya'!"

Maka beliau menjawab, "Sejak kapan kamu mengenal namaku? Tidak ada yang mengenal namaku selain kamu."

(Al-Muntakhab min Kitab az-Zuhd wa ar-Raqaa’iq, hal. 93)

---

Hisyam ad-Dastuwa'i rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Demi Allah, aku tidak mampu untuk berkata bahwa suatu hari aku pernah berangkat untuk menuntut hadits dalam keadaan ikhlas karena mengharap wajah Allah 'Azza wa Jalla."

(Ta’thirul Anfas, hal. 254)

---

Ayyub as-Sakhtiyani rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Apabila disebutkan tentang orang-orang shalih, maka aku merasa diriku teramat jauh dari kedudukan mereka."

(Muhasabat an-Nafs wa al-Izra' 'alaiha, hal. 76, Imam Ibnu Abid-Dunya)

---

Yunus bin 'Ubaid rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Sungguh aku pernah menghitung-hitung seratus sifat kebaikan dan aku merasa bahwa pada diriku tidak ada satu pun darinya."

(Muhasabat an-Nafs wa al-Izra' 'alaiha, hal. 80)

---

Imam Ahmad rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Kami memang orang-orang yang memiliki banyak kekurangan, seandainya bukan karena Allah yang menutupinya, tentu telah terbongkar aib-aib kami."

(Hilyatul Auliya 9/181)

---

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Wahai manusia, aku memberimu nasihat, tapi aku bukanlah yang terbaik dan yang paling shalih di antara kalian.

Aku sering berlebihan mengikuti nafsu dan tidak mengendalikannya. Tidak pula mengajaknya untuk melakukan kewajiban dalam berbuat taat kepada Allah.

Jika orang beriman tidak mau menasihati saudaranya sebelum mampu menyempurnakan dirinya, tentulah tak akan ada orang yang memberi nasihat; sedikit orang yang mau mengingatkan dan tak ada orang yang menyeru kepada Allah, mendorong untuk berbuat taat kepada-Nya dan mencegah berbuat maksiat kepada-Nya."

(Untaian Nasihat Hasan Bashri oleh Shalih Ahmad Asy-Syami)

---

Akhir kata...
Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berkata (yang artinya), "Hendaklah kalian menghisab diri kalian, sebelum kalian dihisab. Dan hendaklah kalian menimbang diri kalian, sebelum kalian ditimbang. Dan bersiap-siaplah untuk hari besar ditampakkannya amal." (Madarijus Salikin 1/319)
Sebenarnya banyak banget kutipan-kutipan dari orang shalih selain di post ini yang mencerminkan kalau mereka sangat introspektif, juga aware dengan apa yang mereka katakan dan perbuat.

Tawadhu'-nya ori, jadi kita tidak mendapati nuansa-nuansa...

(1) merendah untuk meninggi,

(2) merendah untuk menyindir (pasif agresif),

(3) merendah untuk menghindari kritik/feedback yang tajam.

dst.

Bdw, ini bukan untuk ditembakkan ke orang lain ya. Tapi bahan buat self check kita aja...  Karena semua orang punya potensi kepleset.

Semoga Allah jaga kita dalam kebaikan, aamiin.

Wallahul musta'an.
Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day!

Nasihat Pertemanan

Selasa, 23 Oktober 2018

Bismillah...

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya)...

"Seseorang berada di atas agama temannya. Maka hendaklah kalian melihat dengan siapa dia berteman akrab."

(HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

---

Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berkata (yang artinya)...

"Janganlah engkau berbicara sesuatu yang tidak ada faidahnya.

Kenalilah musuhmu, berhati-hatilah terhadap temanmu, kecuali yang tepercaya (amanah)...

Dan tidak ada orang tepercaya, kecuali yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Janganlah engkau berjalan (berteman) dengan orang yang jelek (pelaku maksiat), karena dia akan mengajarimu kejelekan tersebut.

Jangan pula engkau beri tahu rahasiamu kepadanya.

Janganlah engkau bermusyawarah tentang suatu urusan, kecuali dengan orang-orang yang takut kepada Allah 'Azza wa Jalla."

(Shifatu ash-Shafwah 1/149 via Shahih Fiqih)

---

Hasan Al Bashri rahimahullah berpesan (yang artinya)...

"Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman, karena mereka memiliki syafa'at pada hari Kiamat."

(Ma'alimut Tanzil 4/268)

---

Imam Syafi'i rahimahullah pun menasihati (yang artinya)...

"Apabila engkau memiliki teman yang membantumu dalam melakukan ketaatan, maka peganglah dia erat-erat dengan kedua tanganmu. Karena sungguh mencari teman itu sangatlah sulit. Namun berpisah dengannya sangatlah mudah."


Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.