<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hadisome</title>
	<atom:link href="https://hadisome.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://hadisome.wordpress.com</link>
	<description>Tentang Apa Saja dan Siapa Saja</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Sep 2015 02:29:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hadisome.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/071d09003e19fab99831b3d083dbeb7727b8147ca3364e2b1e5aa4b41cbaad83?s=96&#038;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Hadisome</title>
		<link>https://hadisome.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://hadisome.wordpress.com/osd.xml" title="Hadisome" />
	<atom:link rel='hub' href='https://hadisome.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>e-PUPNS yang Susah Diakses&#8230; Harus Bagaimanakah Kami?</title>
		<link>https://hadisome.wordpress.com/2015/09/09/e-pupns-yang-susah-diakses-harus-bagaimanakah-kami/</link>
					<comments>https://hadisome.wordpress.com/2015/09/09/e-pupns-yang-susah-diakses-harus-bagaimanakah-kami/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hadisome]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2015 02:29:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[catatan pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[BKN]]></category>
		<category><![CDATA[e-pupns]]></category>
		<category><![CDATA[e-pupns BKN]]></category>
		<category><![CDATA[pendaftaran ulang PNS]]></category>
		<category><![CDATA[PNS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hadisome.wordpress.com/?p=1648</guid>

					<description><![CDATA[Sejak beberapa minggu yang lalu, saya sudah mengetahui informasi tentang pendaftaran ulang pegawai negeri sipil. Beritanya waktu itu di muat di salah satu media cetak (entah Kompas atau Pikiran Rakyat). Dalam berita tersebut, disebutkan bahwa pendaftaran ulang ini wajib bagi para PNS di seluruh indonesia. Dan akan dibuka mulai tanggal 1 september 2015, dan berakhir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak beberapa minggu yang lalu, saya sudah mengetahui informasi tentang pendaftaran ulang pegawai negeri sipil. Beritanya waktu itu di muat di salah satu media cetak (entah Kompas atau Pikiran Rakyat). Dalam berita tersebut, disebutkan bahwa pendaftaran ulang ini wajib bagi para PNS di seluruh indonesia. Dan akan dibuka mulai tanggal 1 september 2015, dan berakhir 30 Desember 2015. Yang membuat saya sedikit terkejut adalah sanksi bagi PNS yang tidak mengisi pendaftaran ulang e-PUPNS tersebut, dinyatakan berhenti/pensiun.</p>
<p>Selain dari berita tersebut, <em>broadcast</em> pesan di laman facebook begitu cepat menyebar. Bahkan berita yang dibagikan dalam laman facebook tersebut menuliskan step by step e-PUPNS, serta apa apa saja yang perlu disiapkan dalam proses pendaftaran ulang tersebut.</p>
<p>Kemarin, delapan september dua ribu lima belas, saya mencoba untuk mendaftar ulang di laman <a href="http://epupns.bkn.go.id" rel="nofollow">http://epupns.bkn.go.id</a>. Saya sengaja memilih waktu mendaftar ulang pagi pagi di bawah jam sembilan. Dengan harapan saya akan lebih mudah mengakses website pendaftaran ulang tersebut. Namun apa daya, ternyata laman tersebut sangat sulit untuk diakses. Berulang kali saya mencoba mendaftar untuk mendapatkan nomer registrasi, berulang kali pula laman tersebut tidak bisa diakses. Hal yang sama juga dialami oleh rekan kantor saya. Kami sama sama kesulitan mengakses situs dari BKN tersebut. Beberapa waktu lalu, salah seorang kawan PNS di salah satu kementerian juga  mengeluhkan betapa susahnya akses untuk mendaftar ulang sebagai PNS tersebut. Beruntung, meskipun lambat, saya berhasil mendaftar dan mendapatkan nomer registrasi. Tinggal memasukan data-data yang wajib dimasukan saja.</p>
<p><a href="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/epupnslogin.jpg"><img data-attachment-id="1649" data-permalink="https://hadisome.wordpress.com/2015/09/09/e-pupns-yang-susah-diakses-harus-bagaimanakah-kami/epupnslogin/#main" data-orig-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/epupnslogin.jpg" data-orig-size="683,384" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="epupnslogin" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Tampilan Web Login Situs e-pupns.bkn.go.id&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/epupnslogin.jpg?w=300" data-large-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/epupnslogin.jpg?w=630" class="size-large wp-image-1649" src="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/epupnslogin.jpg?w=630&#038;h=354" alt="Tampilan Web Login Situs e-pupns.bkn.go.id" width="630" height="354" srcset="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/epupnslogin.jpg?w=630 630w, https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/epupnslogin.jpg?w=150 150w, https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/epupnslogin.jpg?w=300 300w, https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/epupnslogin.jpg 683w" sizes="(max-width: 630px) 100vw, 630px" /></a></p>
<p>Lagi-lagi, ketika akan mengisikan data-data, seharian ini saya kesulitan mengakses situs tersebut. Begitu pula dengan rekan-rekan saya di kantor. Hampir semua gagal untuk masuk website tersebut. Tidak heran sih, situs ini akan diakses oleh jutaan PNS di seluruh Indonesia. Apalagi sanksi yang diberikan tidak main-main. DINYATAKAN BERHENTI SEBAGAI PNS! Dan waktu yang diberikan untuk mendaftar ulang pun relatif pendek. Hanya empat bulan saja. Maka, seluruh PNS di Indonesia akan berlomba-lomba mendaftar agar tidak dihentikan sebagai PNS.</p>
<p>Saya tidak habis pikir (<span style="text-decoration:line-through;">makanya saya menuliskan ke-tidak habis pikir-an saya ini di sini</span>) seberapa besar keseriusan BKN dalam persiapan e-pupns ini? Dengan jumlah PNS yang mencapai hampir 4.5 juta yang tersebar di seluruh Indonesia, apakah BKN sudah memprediksi tentang situs yang kemungkinan akan down ketika diakses bersamaan? Apalagi dengan sanksi yang jelas menyatakan PNS dinyatakan BERHENTI jika tidak mengisi e-pupns tersebut, maka seluruh PNS akan berlomba-lomba untuk mendaftarkan dirinya agar tidak DIPECAT status kePNSannya.</p>
<p>Selain menanyakan keseriusan BKN dalam mengelola situs pendaftaran e-pupns tersebut, saya jadi turut berpikir dengan batas waktu yang diberikan oleh pihak BKN. Empat bulan, dengan kondisi server yang naik turun, ditambah jumlah PNS yang mencapai empat juta lima ratusan orang yang secara bersamaan harus mendaftar, maka itu akan membuka peluang bagi para PNS untuk tidak terdaftar. Pertanyaan saya, apakah ini yang diinginkan oleh pihak BKN atau Kemenpan? Kalo iya, untuk apa?</p>
<div data-shortcode="caption" id="attachment_1651" style="width: 310px" class="wp-caption alignleft"><a href="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/p1015665.jpg"><img aria-describedby="caption-attachment-1651" data-attachment-id="1651" data-permalink="https://hadisome.wordpress.com/2015/09/09/e-pupns-yang-susah-diakses-harus-bagaimanakah-kami/olympus-digital-camera-2/#main" data-orig-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/p1015665.jpg" data-orig-size="2560,1920" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;5.4&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;E-PL1&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;OLYMPUS DIGITAL CAMERA&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;-62169984000&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;38&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;800&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0.16666666666667&quot;,&quot;title&quot;:&quot;OLYMPUS DIGITAL CAMERA&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;1&quot;}" data-image-title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Kartu Pegawai Elektronik yang dibuat BKN pada tahun 2012, ada chipnya (HS.2015)&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/p1015665.jpg?w=300" data-large-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/p1015665.jpg?w=630" class="size-medium wp-image-1651" src="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/p1015665.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Kartu Pegawai Elektronik yang dibuat BKN pada tahun 2012, ada chipnya (HS.2015)" width="300" height="225" srcset="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/p1015665.jpg?w=300 300w, https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/p1015665.jpg?w=600 600w, https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/p1015665.jpg?w=150 150w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><p id="caption-attachment-1651" class="wp-caption-text">Kartu Pegawai Elektronik yang dibuat BKN pada tahun 2012, ada chipnya (HS.2015)</p></div>
<p>Saya masih ingat, beberapa tahun lalu, ada tim dari BKN yang datang ke kantor saya. Melakukan pemotretan dalam rangka pembuatan KPE (Kartu Pegawai Elektronik). Kartunya canggih, ada chip-nya. Tapi sampai sekarang saya belum pernah menggunakan KPE tersebut, dan tidak tahu manfaat KPE tersebut. Logika bodoh saya bertanya, kalau misalnya pada tahun 2012 BKN mengadakan proyek KPE, artinya data PNS ini ada di BKN. Dengan adanya chip dalam KPE tersebut, artinya data kami, para PNS, sudah tercantum dalam database BKN. Pertanyaan saya selanjutnya, kenapa jika tidak daftar ulang, maka akan dinyatakan berhenti dari PNS? Padahal sebenarnya data kami sudah terekam. Semudah itukah menghentikan status kepegawaian seorang PNS?</p>
<p>Di sini saya ingin bertanya juga, seandainya seorang PNS yang ditempatkan di pelosok daerah yang masih susah sinyal internet, apakah sanksi yang sama juga tetap berlaku? Padahal itu bukan kesalahannya tidak mendaftar, tapi karena sulitnya akses internet. Jangankan teman-teman sejawat yang kesulitan mencari sinyal internet, kami yang berada di ibukota provinsi pun, kesulitan mengakses dan login ke situs e-pupns tersebut. Bukan apa apa, tahun 2006 sampai 2009 saya pernah bertugas di pelosok Cianjur Selatan. Jangankan untuk akses internet waktu itu, sinyal HP aja masih timbul tenggelam. Mungkin sekarang sudah bisa akses internet, tapi daerah yang seperti itu, saya yakin, masih ada di seluruh Indonesia. Dan saya yakin pula, di daerah yang susah akses internet tersebut, ada satu dua orang PNS yang mengabdi dengan tulus demi kepentingan masyarakat di pelosok. Lalu jika mereka akhirnya tidak terdaftar, apakah serta merta mereka akan dihentikan sebagai PNS?</p>
<p>Selain itu, apakah sanksi pemberhentian status PNS ini manusiawi? Di kantor, saya melihat kegigihan seorang senior yang masa kerjanya mungkin tinggal dua tahun lagi menuju pensiun. Berulangkali bapak senior ini mendaftar, berulangkali pula situs tidak bisa diakses. Saya mengapresiasi kegigihannya dalam mendaftar e-pupns ini di saat yang lain masih belum <em>ngeh</em> dengan pendaftaran ulang PUPNS ini. Saya kira, Beliau sangat gigih untuk mendaftar karena tidak mau tiba-tiba pengabdiannya yang sudah berpuluh tahun sebagai PNS, kemudian dinyatakan berhenti hanya karena gagal mendaftar.</p>
<div data-shortcode="caption" id="attachment_1652" style="width: 521px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/pupns-login-error.jpg"><img aria-describedby="caption-attachment-1652" data-attachment-id="1652" data-permalink="https://hadisome.wordpress.com/2015/09/09/e-pupns-yang-susah-diakses-harus-bagaimanakah-kami/pupns-login-error/#main" data-orig-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/pupns-login-error.jpg" data-orig-size="511,383" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="PUPNS LOGIN ERROR" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;ini tampilan ketika kemarin, tadi malam, dan pagi ini mencoba akses situs e-pupns (capture dari website e-pupns.bkn.go.id)&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/pupns-login-error.jpg?w=300" data-large-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/pupns-login-error.jpg?w=511" class="wp-image-1652 size-full" src="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/pupns-login-error.jpg?w=630" alt="ini tampilan ketika kemarin, tadi malam, dan pagi ini mencoba akses situs e-pupns (capture dari website e-pupns.bkn.go.id)"   srcset="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/pupns-login-error.jpg 511w, https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/pupns-login-error.jpg?w=150&amp;h=112 150w, https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/pupns-login-error.jpg?w=300&amp;h=225 300w" sizes="(max-width: 511px) 100vw, 511px" /></a><p id="caption-attachment-1652" class="wp-caption-text">ini tampilan ketika kemarin, tadi malam, dan pagi ini mencoba akses situs e-pupns (capture dari website e-pupns.bkn.go.id)</p></div>
<p>Saya bukan ingin mengkritik BKN. Tidak. Saya pernah bekerja di Subbagian Kepegawaian. Dan saya tau menata administrasi pegawai itu tidak mudah. Saya tau, ini adalah upaya BKN untuk menata ulang administrasi kepegawaian para PNS, soalnya ada ribuan PNS fiktif. Dan pendaftaran ulang ini untuk mengikis yang fiktif fiktif tersebut. Setau saya, memang penataan administrasi kepegawaian jutaan orang itu tidak mudah. Jangankan jutaan orang, di lingkungan kantor saya saja yang Cuma 200-an orang, kami kewalahan untuk menata administrasi kepegawaian agar rapih dan baik. Di sini saya hanya ingin menanyakan keseriusan BKN dan Kemenpan RB. Apakah e-pupns ini benar-benar sudah siap? Jika iya sudah siap, mengapa tidak ada sosialisasi dari berbulan-bulan lalu? Saya bertanya ke teman-teman di daerah, mereka bahkan belum tahu akan ada pendaftaran ulang PNS. Jika iya sudah siap, mengapa server selalu down ketika kami akses untuk mendaftarkan status kepegawaian kami? Kemana saya harus bertanya tentang hal ini? (HS. 2015)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Update: tadi malam saya coba akses situs e-pupns tersebut, tetep gak bisa diakses. Terus pagi ini akses mau login, tetep gak bisa masuk juga&#8230; Help. Gimana ini BKN?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hadisome.wordpress.com/2015/09/09/e-pupns-yang-susah-diakses-harus-bagaimanakah-kami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/78cd0468df2a956f5cc43356c91771c77b9e63d9824eac694697f7ca6a6e07f0?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadisome</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/epupnslogin.jpg?w=630" medium="image">
			<media:title type="html">Tampilan Web Login Situs e-pupns.bkn.go.id</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/p1015665.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kartu Pegawai Elektronik yang dibuat BKN pada tahun 2012, ada chipnya (HS.2015)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/09/pupns-login-error.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ini tampilan ketika kemarin, tadi malam, dan pagi ini mencoba akses situs e-pupns (capture dari website e-pupns.bkn.go.id)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Parade pamer ala media sosial</title>
		<link>https://hadisome.wordpress.com/2014/11/26/parade-pamer-ala-media-sosial/</link>
					<comments>https://hadisome.wordpress.com/2014/11/26/parade-pamer-ala-media-sosial/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hadisome]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2014 23:06:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Catatan rupa-rupa]]></category>
		<category><![CDATA[pamer]]></category>
		<category><![CDATA[status facebook]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hadisome.wordpress.com/?p=1643</guid>

					<description><![CDATA[Hihi judulnya sinis. Biarin ah. Da emang iya, medsos itu kadang jadi ajang pameran terselubung. Termasuk saya juga, kadang pamer pamer pergi kemana gitu, atau pamer pamer foto makanan apa gitu. Pamer pamer dikit masih mending lah, masih masuk akal, da emang namanya kebutuhan dasar manusia itu salah satunya ya pamer. Bener loh, ini bukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hihi judulnya sinis. Biarin ah. Da emang iya, medsos itu kadang jadi ajang pameran terselubung. Termasuk saya juga, kadang pamer pamer pergi kemana gitu, atau pamer pamer foto makanan apa gitu. </p>
<div style="width: 2010px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/11/wpid-img_20141015_144958.jpg"><img title="IMG_20141015_144958.jpg" class="alignnone size-full" alt="image" src="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/11/wpid-img_20141015_144958.jpg?w=630" /></a><p class="wp-caption-text">Pamer pamer foto di changi</p></div>
<p>Pamer pamer dikit masih mending lah, masih masuk akal, da emang namanya kebutuhan dasar manusia itu salah satunya ya pamer. Bener loh, ini bukan kata saya, tapi kata pakde maslow. </p>
<p>Menurut pakde maslow, kebutuhan manusia itu ada lima tingkatan. kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih sayang, kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Nah ajang pamer pamer itu adanya di tingkatan ke empat. Butuh penghargaan hihihi.</p>
<p>Tapi ada positifnya sih yang suka pamer pamer ini. Positifnya adalah kita sudah memenuhi tiga kebutuhan dasar sebelumnya. Kebutuhan fisiologis kayak makan minum udah terpenuhi. Kebutuhan rasa aman bisa jadi udah terpenuhi juga. Kebutuhan rasa memiliki dan kasih sayanh juga udah terpenuhi. Kalo tiga kebutuhan itu belum terpenuhi, boro boro mau pamer di profil picture bbm atau foto foto dan status facebook. Jadi, makin banyak yang pamer di antara kita kita, artinya makin banyak yang hidupnya sudah makmur. Iya kan? Hihihi&#8230;</p>
<p>Nah, yang berbahaya adalah kalo pamer tentang ibadah. Emang sih, bisa jadi pamer ibadah itu konteks nya positif, ngajak orang buat ibadah juga. Tapi bisa jadi berbahaya karena yang namanya ibadah itu ga boleh pamer pamer ntar jatuhnya jadi riya. Kan sayang, ga dapat pahala&#8230; Tapi urusan pahala mah urusan Tuhan ya? Hehehe.</p>
<p>Nah, jadi kata saya mah pamer pamer itu sah sah saja. Yang bikin geleng kepala itu adalah kalo pamer pengen dipujinya itu dilakukan tiap hari&#8230; Itu mah bikin ecapedeh yang liat.</p>
<p>Sekian.(HS, 26112014)</p>
<p>terinspirasi status fb dan foto2 fb orang orang wkwkwk</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hadisome.wordpress.com/2014/11/26/parade-pamer-ala-media-sosial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/78cd0468df2a956f5cc43356c91771c77b9e63d9824eac694697f7ca6a6e07f0?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadisome</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/11/wpid-img_20141015_144958.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_20141015_144958.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>#PersibJuara lagi</title>
		<link>https://hadisome.wordpress.com/2014/11/07/persibjuara-lagi/</link>
					<comments>https://hadisome.wordpress.com/2014/11/07/persibjuara-lagi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hadisome]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2014 15:12:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[catatan olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[liga super indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[persib]]></category>
		<category><![CDATA[persib juara]]></category>
		<category><![CDATA[persibjuara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hadisome.wordpress.com/?p=1640</guid>

					<description><![CDATA[1995 Saya masih smp waktu itu. Liga indonesia baru bergulir untuk pertama kali. Final mempertemukan persib bandung dan petrokimia gresik. Saya, ikut nonton di rumah bersama abah, dan keluarga lainnya. Pertandingan berlangsung ketat. Tidak ada gol tercipta. Hingga akhirnya, di babak kedua, sutiono&#160; berhasil merobek gawang petrokimia putra. 1-0 bertahan hingga akhir babak. #PersibJuara liga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>1995</p>
<p>Saya masih smp waktu itu. Liga indonesia baru bergulir untuk pertama kali. Final mempertemukan persib bandung dan petrokimia gresik. Saya, ikut nonton di rumah bersama abah, dan keluarga lainnya. </p>
<p>Pertandingan berlangsung ketat. Tidak ada gol tercipta. Hingga akhirnya, di babak kedua, sutiono&nbsp; berhasil merobek gawang petrokimia putra. 1-0 bertahan hingga akhir babak. #PersibJuara liga indonesia untuk pertama kali.</p>
<p>2014</p>
<p>Hari ini kuliah digeser ke jam 4. Sepulang kuliah, saya sengaja beli martabak telor dulu karena perut lapar. Melewati jalan tilil, tampak warga yang sedang nobar di lapang puter. Padahal cuaca sedang hujan rintik rintik. </p>
<p>Saya buru buru pulang ke kost. Rupanya final liga super sudah mulai. Final antara persib bandung melawan persipura jayapura. Saya nyalakan tv, nonton sendirian aja.<br />
persipura sudah unggul. Padahal waktu baru delapan menit. </p>
<p>Tetap optimis, toh baru delapan menit. Masih banyak waktu. Dan memang tim kebanggaan kota kembang ini berhasil menyamakan angka. Satu sama.</p>
<p>Persib unggul 2-1 di babak kedua. Tapi saya malah gregetan. Persib melemah. Seakan akan udah juara. Padahal waktu masih lima belas menit. Betul saja, persipura ngejar. Jadilah dua sama. Sampe menit sembilan puluh lebih sekian, angka masih sama. Huh&#8230;</p>
<p><a href="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/11/wpid-1415371222.jpg"><img title="1415371222.jpg" class="alignnone size-full" alt="image" src="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/11/wpid-1415371222.jpg?w=630" /></a></p>
<p>Perpanjangan waktu dua kali lima belas menit. Dua tim berjuang mati matian. Menunjukkan kualitas juara. Tidak ada kata menyerah. Masih penuh optimisme walaupun sudah terlihat letih. Skor masih tetap sama. Dua dua.</p>
<p>Adu pinalti jadi keputusan akhir yang harus dilalui oleh dua tim. Satu kosong untuk persib, satu sama, dua satu persib, dua sama, tiga dua persib, tiga sama, empat tiga buat persib, persipura mental, skor empat tiga buat persib, saya bersorak. Lima tiga persib. Saya bersorak lagi. Gembira. Terharu. Penantian panjang sembilan belas tahun, terbayar lunas. #PersibJuara.</p>
<p>Ada hal yang menjadi pelajaran buat saya dari final liga super tadi. Jadi, setidaknya, kalaupun harus kalah, dua tim ini telah bermain baik. Memberikan yang terbaik untuk timnya masing masing. Tidak ada kata menyerah hingga akhir. Intinya kita harus Memberikan yang terbaik demi hasil yang baik. Jangan pesimis kalau mau jadi juara. Proses adalah yang utama. Kalah menang adalah masalah hasil. </p>
<p>Selamat buat para bobotoh di manapun, buat viking, dan seluruh pendukung persib dan warga bandung. #PersibJuara lagi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hadisome.wordpress.com/2014/11/07/persibjuara-lagi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/78cd0468df2a956f5cc43356c91771c77b9e63d9824eac694697f7ca6a6e07f0?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadisome</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/11/wpid-1415371222.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1415371222.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dulu Jambul, Sekarang Sasak Sanggul</title>
		<link>https://hadisome.wordpress.com/2014/11/02/dulu-jambul-sekarang-sasak-sanggul/</link>
					<comments>https://hadisome.wordpress.com/2014/11/02/dulu-jambul-sekarang-sasak-sanggul/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hadisome]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2014 11:10:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Catatan rupa-rupa]]></category>
		<category><![CDATA[model rambut cowok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hadisome.wordpress.com/?p=1634</guid>

					<description><![CDATA[Saya bukan pemerhati mode. Tapi karena saya punya dua mata yang saya pake jelalatan melihat ke sana kemari, mau tidak mau, saya jadi ikut melihat perubahan mode dari jaman ke jaman. Yang namanya mode, bukan hanya pakaian saja ya, tapi juga model rambut. Nah ini yang ingin saya curcolkan. Model rambut. Bukan bukan.. bukan model [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bukan pemerhati mode. Tapi karena saya punya dua mata yang saya pake jelalatan melihat ke sana kemari, mau tidak mau, saya jadi ikut melihat perubahan mode dari jaman ke jaman. Yang namanya mode, bukan hanya pakaian saja ya, tapi juga model rambut. Nah ini yang ingin saya curcolkan. Model rambut.</p>
<p>Bukan bukan.. bukan model rambut cewek yang super banyak dan aneh-aneh itu. Bukan. Tapi model rambut kaum saya, para pria. Saya gatel pengen curcol tentang perubahan model rambut pria dari jadul hingga sekarang. Sepanjang yang saya ingat saja sih, dan yang saya alami juga.</p>
<p>Dulu, jaman saya masih piyik, saya hanya bisa pasrah ketika nenek saya membawa ke tukang potong rambut di belakang rumah. Model rambut saya waktu itu dicepak belakang sampai habis, dan hanya disisain sedikit di depan. Kakak saya yang jail, menyebutnya di CAPER. Lebih gampangnya, lihat deh model rambut komedian  bernama Margono. Ya, kurang lebih begitu rambut saya waktu masih piyik sebelum masuk TK. Bagian belakang dicepak sampe se-senti, bagian depan disisain agak banyak. Jadilah modelnya aneh. Apa? Masih belum ngeh juga gimana model rambut komedian bernama Margono? Itu loh, GOGON SRIMULAT. Begitu model rambut saya jaman piyik. -_-<span id="more-1634"></span></p>
<p>Masuk masa TK hingga SD, rambut saya berubah. Normal. Maksudnya tidak ada yang tipis atau tebal di satu bagian. Ah, tidak istimewa pokoknya. Dan sebagai anak kampung, saya tidak berani mengikuti trend rambut masa itu. Padahal tahun 80-an akhir atau 90-an booming banget model rambut LUPUS.  Jambul di depan, dan dikasih sedikit sisa kuncir di belakangnya. Ah, saya ga pede pokoknya. Lagian, saya tau diri, rambut saya dulu tipis, ga cocok buat dijambul hahaha.</p>
<p>Berbicara tentang model jambul ini, era 80-an sangat identik dengan model rambut begini. Disisir ke belakang macem disanggul, kemudian ditarik lagi ke depan pake tangan. Jadi bagian depannya itu antara jambul dan poni. Ah, susah ngejelasinnya. Pokoknya gitu lah.</p>
<div style="width: 249px" class="wp-caption aligncenter"><img class="" src="https://deasyelsara.files.wordpress.com/2011/02/mullet11.jpg?w=239&#038;h=291" alt="" width="239" height="291" /><p class="wp-caption-text">nih, model rambut Lupus (Foto dapet ngegugling)</p></div>
<p>Masa SMP-SMA, saya mulai ikut arus. Model rambut belah tengah yang diinspirasi Andi Lau jadi trend waktu itu. Siapa sih yang gak mau keren macem Andi Lau? Hahaha, saya juga mau. Rambut sayapun akhirnya dibelah tengah, padahal suwer se suwer suwernya, bentuk rambut dan muka saya bertolak belakang dengan model rambut belah tengah itu. Tempo hari, ketika saya mudik, saya nemuin foto jaman saya masih SMA kelas 1. Omaygat… model rambutnya. Aaak… pengen tutup muka rasanya hahaha. Saya masih inget nama model rambutnya, namanya gaya mandarin.</p>
<p>“mau digimanain nih modelnya?” kata si mamang tukang potong rambut.</p>
<p>“di mandarin”. #Jleb</p>
<p>Masuk era millennium, David Beckham akhirnya menyelamatkan model rambut pria. Beckham tampil ganteng dengan rambutnya yang dicepak kemudian diuwel uwel ke atas. Trend ini sempat bertahan lama. Kesan maskulin yang terpancar dari model rambut seperti ini akhirnya menjadi inspirasi para pria dan juga bapak-bapak barber shop untuk memakai gaya Beckham pada potongan rambutnya.  Sayapun ikut-ikutan  memberanikan diri memotong pendek seperti itu pada tahun 2008. Uhuk. Rasanya jadi ganteng kayak Beckham hahaha.</p>
<p>David Beckham agaknya memang menginspirasi banyak pria di dunia untuk memotong pendek rambutnya dengan gaya yang sama persis. Beckham potong rambut gaya A, seisi dunia turut motong rambut gaya A. Beckham motong rambut gaya B, seluruh pria ikut potong rambut gaya B. pokoknya, Beckham adalah trend setter potongan rambut pria.</p>
<div style="width: 298px" class="wp-caption aligncenter"><img src="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/11/64ebd-david2bbeckham.jpg?w=288&#038;h=400" alt="" width="288" height="400" /><p class="wp-caption-text">model rambut di taun 2000an pertengahan sampe 2010 (Foto dapet ngegugling juga)</p></div>
<p>Tapiii… belakangan ini Beckham malah menginspirasi para pria untuk menyasak dan menyanggul rambutnya. Oke, potongan rambut sasak sanggul si David Beckham, masih oke dan serasi dengan mukanya. Yang bikin saya geleng-geleng kenapa para pria di dunia… ikut-ikutan pake sasak sanggul.</p>
<p>Aakk… model rambut yang aneh.</p>
<p>Hingga saat ini, saya gak pernah tertarik dengan model sasak sanggul ini. Soalnya, saya masih meyakini, model sanggul ini hanya pantas dipake oleh ibu-ibu pejabat saja. Hahahahaha….</p>
<div style="width: 324px" class="wp-caption aligncenter"><img src="https://i0.wp.com/cdn.stylisheve.com/wp-content/uploads/2012/06/David-Beckham-Hair-2012-8.jpg" alt="" width="314" height="483" /><p class="wp-caption-text">cowok disanggul (foto dari gugle)</p></div>
<div style="width: 310px" class="wp-caption aligncenter"><img class="" src="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/11/38713-model-rambut-pria-undercut-2014.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" /><p class="wp-caption-text">kata saya sih namanya sasak sanggul hahaha (foto dari gugel yaa)</p></div>
<p>Just Intermezo, sebelum ngerjain seabreg tugas. (HS)</p>
<p>Bdg02112014</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hadisome.wordpress.com/2014/11/02/dulu-jambul-sekarang-sasak-sanggul/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/78cd0468df2a956f5cc43356c91771c77b9e63d9824eac694697f7ca6a6e07f0?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadisome</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deasyelsara.files.wordpress.com/2011/02/mullet11.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/11/64ebd-david2bbeckham.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://cdn.stylisheve.com/wp-content/uploads/2012/06/David-Beckham-Hair-2012-8.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/11/38713-model-rambut-pria-undercut-2014.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Susi Susi yang Saya Kagumi</title>
		<link>https://hadisome.wordpress.com/2014/10/31/susi-susi-yang-saya-kagumi/</link>
					<comments>https://hadisome.wordpress.com/2014/10/31/susi-susi-yang-saya-kagumi/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hadisome]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2014 03:29:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Catatan rupa-rupa]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri KKP]]></category>
		<category><![CDATA[menteri Susi]]></category>
		<category><![CDATA[susi pudjiastuti]]></category>
		<category><![CDATA[susi susanti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hadisome.wordpress.com/?p=1631</guid>

					<description><![CDATA[Pertama. Dulu, ada seorang Susi. Asal Tasikmalaya. Keturunan tionghoa namun mati-matian membela Indonesia. Susi ini prestasinya sangat mendunia. Potensinya  luar biasa, mentalnya juga baja. Susi ini memulai karir dari nol. Sejak umur 14 tahun, masih SMP kelas dua saat itu, dia memutuskan untuk menekuni bidang yang ia sukai. Mimpinya tidak sederhana, dia ingin menjadi juara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama.</p>
<p>Dulu, ada seorang Susi. Asal Tasikmalaya. Keturunan tionghoa namun mati-matian membela Indonesia. Susi ini prestasinya sangat mendunia. Potensinya  luar biasa, mentalnya juga baja. Susi ini memulai karir dari nol. Sejak umur 14 tahun, masih SMP kelas dua saat itu, dia memutuskan untuk menekuni bidang yang ia sukai. Mimpinya tidak sederhana, dia ingin menjadi juara dan mengharumkan nama bangsa. Jadilah ia hijrah ke Jakarta di usianya yang masih muda.</p>
<p>Susi ini out of the box. Ketika yang lain terbuai mimpi, Susi membangun mimpi mewujudkan cita-citanya. Berjauhan dari keluarga di usia masih belia, tidak menjadikan Susi patah semangat. Setiap hari Susi ini berlatih dengan tekun dan penuh kedisiplinan. Tidak ada waktu baginya untuk berleha-leha atau bergosip dengan teman sekamar menjelang tidur. Baginya, berlatih penuh kedisiplinan adalah sebuah kerja keras yang harus ia tempuh demi mewujudkan mimpinya. Susi ini sangat tekun berlatih. Dan latihan yang ia tekuni membuahkan hasil pada tahun 1989. Ia menjuarai Indonesia Open untuk pertama kalinya di tahun tersebut. Ia juga berhasil menjungkir balikkan lawannya dari Korea Selatan pada perebutan Sudirman Cup pada tahun yang sama.</p>
<p>Puncak karirnya selama beberapa tahun berhasil ia raih dengan menjuarai berbagai turnamen bulutangkis bergengsi. Momen terbaiknya adalah ketika ia berhasil memenangi medali emas olimpiade Barcelona pada tahun 1992. Gelar lain yang bergengsi, berderet dia raih sepanjang karirnya hingga tahun 1999. All England 4 kali. World Cup 5 kali. Indonesia Open 6 kali. Dan sederet gelar lainnya yang hingga saat belum bisa disamai atlet-atlet puteri lainnya.</p>
<p>Susi ini membuat saya kagum dengan prestasinya yang cemerlang. Kerja keras dan prestasinya yang luar biasa, sempat memotivasi saya untuk menyenangi bulutangis, hingga saya pun turut berlatih bulutangkis pada salah satu klub di kota kelahiran saya. Kalimat motivasi yang selalu saya ingat dari Susi yang satu ini adalah ‘<strong>Jangan pernah takut gagal sebelum bertanding</strong>’. Jangan nyinyir sebelum keliatan hasilnya. Sangat positif sekali, bukan?</p>
<p>Susi ini bernama lengkap Francisca Lucia Susi Susanti, atau lebih dikenal dengan nama Susi Susanti.</p>
<p><span id="more-1631"></span></p>
<p>Kedua</p>
<p>Susi Agustini</p>
<p>Siapa dia? Tak banyak yang tahu. Dia adalah salah satu mantan rekan senior di kantor lama saya. Idealismenya membuat saya tersuntik untuk berusaha menjadi pegawai yang baik. Pemikirannya yang tidak biasa, membuat saya termotivasi untuk memperbaiki nasib saya.</p>
<p>Bu Susi, saya menyebutnya demikian. Adalah salah satu sumber inspirasi saya ketika saya memutuskan untuk hijrah dari kantor lama, di daerah, ke kantor baru di ibukota provinsi. Bu Susi memberikan suntikan semangat kepada saya bahwa saya harus keluar dari zona nyaman jika ingin berhasil. Dan berkat inspirasi dari Bu Susi, saya bisa mewujudkan sesuatu yang tidak terpikirkan oleh teman-teman saya.</p>
<p>Ketiga</p>
<p>Susi yang ketiga ini sedang menjadi perbincangan hangat. Jadi media darling baru setelah diangkat menjadi menteri kelautan dan perikanan. Jadi perbincangan hangat karena merokok di depan awak media, dan mempunyai rajah bergambar phoenix pada betisnya.</p>
<p>Jauh sebelum media memberitakan tentang Susi ini, saya sudah memperoleh cerita dari kakak ipar yang kebetulan adalah orang Banjarsari, daerah yang sangat dekat dengan Pangandaran. Menurut cerita kakak ipar saya, Susi ini sangat kuat dan luar biasa. Dia jatuh bangun merintis usaha menjadi pedagang ikan. Susi bekerja keras, tidak mudah menyerah ketika  merintis dan membangun usahanya. Mewujudkan mimpi-mimpi masa kecilnya. Pemikirannya yang tidak biasa membawanya pada bisnis yang juga tidak biasa bagi orang Pangandaran waktu itu. Susi ini berhasil menguasai bisnis hasil laut di sepanjang wilayah selatan pulau Jawa. Bahkan, menurut kakak saya, Susi ini berhasil membangun sebuah landasan udara di Pangandaran demi membantu para nelayan di sana menjual hasil tangkapannya.</p>
<p>Saya makin kagum dengan Susi ini, setelah membaca beberapa artikel tentangnya. Saya yakin, meskipun ijazah yang dimiliki Susi secara de facto ‘hanya’ SMP, namun sekolah alam dan pengalamannya telah melebihi ijazah sarjana. Saya kagum bahwa di usianya yang masih SMA, Susi sudah mampu membaca buku-buku bertema berat. saya waktu SMA? Jangankan buku bacaan, buku pelajaran aja, jarang banget saya baca. Saya yakin, Susi ini diberikan kelebihan berupa otak yang encer dan pemikiran yang tidak biasa. Ini saya kagumi ketika membaca artikel yang menyebutkan bahwa <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/10/30/124000726/.Bu.Susi.itu.Fast.Learner." target="_blank">Susi ini bisa tiga bahasa</a>. Padahal, sekali lagi, ijazahnya ‘Cuma’ SMP.</p>
<p>Iya, saya kagum dengan Susi ini. Meskipun ‘hanya’ lulusan SMP, namun otaknya encer tak terkira. Pemikirannya <em>out of the box</em>. Begitu kata teman sekolahnya, yang kini menjabat wakil rektor UGM, Dwikorita Ratnawati. Kalau gak tau siapa Dwikorita, dia pernah menjadi moderator pada salah satu sesi debat capres. Dan saya baru tau, bahwa bu Dwikorita ini adalah teman se SMA nya bu Susi. Dan bu Dwikorita ini mengakui bahwa Susi yang sekarang menjadi menteri itu adalah orang yang… JENIUS!</p>
<p>Saya kutip ya penuturan bu Dwikorita tentang Susi dari artikel dari laman <a href="http://regional.kompas.com/read/2014/10/30/06085141/.Susi.Itu.Jenius." target="_blank">kompas.com</a></p>
<p><em> Untuk anak berumur 16 tahun, menurut Dwikorita, Susi termasuk jenius. Buku-buku yang dibacanya itu, kata dia, lintas bidang, mulai dari filsafat sampai politik.</em><em></p>
<p>&#8220;Kebanyakan (buku) bahasa Inggris. Saya heran anak seusia 16 tahun mampu berbahasa inggris dengan lancar dan melahap buku-buku filsafat,&#8221; kenang Wakil Rektor UGM ini. </em></p>
<p>Kiprah dan bakti Susi ini terhadap Negara sudah tidak diragukan lagi. Ketika sebagian orang mencibir karena tattoo dan rokoknya, Jauh sebelum orang mengetahui siapa Susi ini, dia sudah memberikan hal-hal terbaiknya kepada negeri tempat tinggal para pembencinya. Bandara Nusa Wiru salah satunya. Bandara yang dia bangun demi memperlancar distribusi hasil tangkapan nelayan ke Jakarta. Kemudian, bakti lainnya adalah menembus Aceh pada saat tsunami menerjang. Tanpa pamrih, Susi menjadi orang pertama yang menembus isolasi Meulaboh dan sekitarnya pada tahun 2004 setelah bencana Tsunami menerjang.</p>
<p>Bakti lainnya adalah kepada tanah kelahirannya. Susi berupaya untuk membangun Pangandaran agar lebih maju dan diperhitungkan. Salah satunya adalah <a href="http://regional.kompas.com/read/2014/10/30/08300001/Susi.Pudjiastuti.Juga.Bangun.Masjid.Besar.di.Pangandaran" target="_blank">membangun masjid besar Pangandaran</a>. Susi membangun rumah ibadah ini dengan biaya sendiri. Bahkan tanah untuk mesjid tersebut, konon adalah wakaf dari orang tuanya.</p>
<p>Informasi lainnya tentang Susi ini adalah pecinta lingkungan dan ingin memajukan lingkungannya tanpa harus merusak alam. Susi pernah menentang pembangunan sodetan kali Citanduy, karena akan berdampak buruk terhadap alam Pangandaran. Selain itu, Susi juga membaktikan dirinya menjadi anggota DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan. Tatar Sunda), bersama tokoh Sunda Solihin GP.</p>
<blockquote><p>”<em> <strong><a href="https://www.facebook.com/mtaufans?fref=ufi">Taufan Suranto</a>:</strong><span> </span><span><span><span>Bu Susi sangat dekat dengan Mang Ihin karena pernah sama2 berjuang bersama DPKLTS pada tahun 2001-2003 ketika menolak rencana Sodetan Citanduy yg akan berdampak negatif thd Pangandaran. Bahkan Bu Susi pada saat itu sempat menjadi pengurus DPKLTS&#8230;</span></span></span></em>”</p></blockquote>
<p>Demikian komentar salah seorang di laman facebook tentang Susi ini.</p>
<p>Kemudian, Susi juga tidak ingin maju sendiri. Dia ingin kesejahteraan nelayan mitra kerjanya juga turut maju. Maka dari itu, dia <a href="http://regional.kompas.com/read/2014/10/30/07300081/Di.Mata.Nelayan.Susi.Dikenal.Paling.Berani.Beli.Ikan.dengan.Harga.Tinggi" target="_blank">berani membeli hasil tangkapan para nelayan tersebut dengan harga yang lebih tinggi</a> dibandingkan yang lain. Masuk akal, karena Susi ini akan menjualnya ke Luar Negeri, maka harga yang harus dibayar kepada para nelayan ini juga harga yang tidak murah. Sesuai lah dengan apa yang Susi peroleh dari hasil penjualannya ke luar.</p>
<p>Saya jadi bertanya-tanya, para HATERS bu Susi ini sudah bikin apa sih buat Negara selain mengacau dengan mulut bau kalian? Atau  pertanyaannya saya persempit, deh, sudah berbuat apa sih kalian buat lingkungan di sekitar rumah kalian? Atau hanya nyampah doang dan sok suci dengan bersuudzan kepada orang lain? Hihihi…</p>
<p>Susi ini adalah Susi Pudjiastuti. Menteri Kelautan dan Perikanan yang diangkat oleh Presiden Joko Widodo. Saya mendukung sepenuhnya bu Susi menjadi menteri. Meskipun hanya lulusan SMP, merokok dan bertato, setidaknya bu Susi ini tidak mengotori mulutnya dengan NYINYIR yang bikin bau. Saya bukan lovers yang buta. Saya akan tetap mengkritisi si ibu ini jika kebijakan yang diterapkannya ini tidak menguntungkan rakyat.</p>
<p>Jangan dengarkan ocehan para pakar yang sirik ga kepilih jadi menteri ya bu. Konon katanya, si Bapak dari sekolah terkenal itu sudah meralat statementnya, bahwa dia tidak menyebutkan ibu tidak kompeten karena lulusan SMP. Kasian… heuheuheu.</p>
<p>Ke empat</p>
<p>Susi siapa lagi ya? Ga ada deh kayaknya.</p>
<p>Susi Loe? *<em>sumpeh loe</em> hahaha*</p>
<p>Hahahaha masih ada ternyata. Dia adalah mantan pimpinan saya di masa pemerintahan kemaren. Ya, saya kagum sama susi yang keempat ini. Sebab dia berhasil membangun demokrasi di negeri ini. meskipun disayangkan, banyak pencitraan yang harus dia bangun. Dan, setidaknya saya kagum pada si Bapak ini karena pada masa pemerintahan dia, gaji saya naik beberapa kali hihihi. Terima kasih Pak Susilo atas sepuluh tahun pengabdiannya memimpin negeri ini.</p>
<p>Demikian, Susi Susi yang saya kagumi. Semoga saya bisa belajar banyak dari mereka. Setidaknya semoga saya bisa menjaga mulut dan hati saya untuk tidak berburuk sangka duluan. Dan semoga saya tidak mengotori otak saya dengan kenyinyiran yang baunya susah dihilangkan setengah mati. Iya, saya kagum dengan empat Susi ini. Walaupun persentase kekaguman saya untuk Susi yang ke empat jauh lebih kecil dibandingkan dengan tiga Susi perempuan yang saya ungkapkan sebelumnya. Sekian. (HS)</p>
<div data-shortcode="caption" id="attachment_1632" style="width: 310px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/10/pictures.jpg"><img aria-describedby="caption-attachment-1632" loading="lazy" data-attachment-id="1632" data-permalink="https://hadisome.wordpress.com/2014/10/31/susi-susi-yang-saya-kagumi/pictures/#main" data-orig-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/10/pictures.jpg" data-orig-size="5120,2880" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;Picasa&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;1414725591&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Pictures" data-image-description="&lt;p&gt;dua susi yang menginspirasi &#8211; foto dari berbagai sumber&lt;/p&gt;
" data-image-caption="&lt;p&gt;dua susi yang menginspirasi &#8211; foto dari berbagai sumber&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/10/pictures.jpg?w=300" data-large-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/10/pictures.jpg?w=630" class="size-medium wp-image-1632" src="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/10/pictures.jpg?w=300&#038;h=168" alt="dua susi yang menginspirasi - foto dari berbagai sumber" width="300" height="168" srcset="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/10/pictures.jpg?w=300 300w, https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/10/pictures.jpg?w=600 600w, https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/10/pictures.jpg?w=150 150w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><p id="caption-attachment-1632" class="wp-caption-text">dua susi yang menginspirasi &#8211; foto dari berbagai sumber.</p></div>
<p>Bdg-31102014</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hadisome.wordpress.com/2014/10/31/susi-susi-yang-saya-kagumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/78cd0468df2a956f5cc43356c91771c77b9e63d9824eac694697f7ca6a6e07f0?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadisome</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/10/pictures.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dua susi yang menginspirasi - foto dari berbagai sumber</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ekspektasi hantaman Gelombang</title>
		<link>https://hadisome.wordpress.com/2014/10/25/ekspektasi-hantaman-gelombang/</link>
					<comments>https://hadisome.wordpress.com/2014/10/25/ekspektasi-hantaman-gelombang/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hadisome]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2014 20:51:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[catatan buku]]></category>
		<category><![CDATA[dee lestari]]></category>
		<category><![CDATA[gelombang]]></category>
		<category><![CDATA[gelombang supernova]]></category>
		<category><![CDATA[review gelombang]]></category>
		<category><![CDATA[serial supernova]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hadisome.wordpress.com/?p=1627</guid>

					<description><![CDATA[Dewi lestari. Siapa yang tidak mengenal musisi yang sukses bermetamorfosis menjadi penulis ini. Beberapa karyanya terbilang sangat fenomenal di dunia sastra. Sebut saja perahu kertas, madre, dan serial kisah supernova. Tentang yang terakhir, artis yang punya nama pena Dee ini telah membuat beberapa judul serial supernova. Tahun ini Dee kembali meluncurkan buku serial supernova terbaru. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dewi lestari. Siapa yang tidak mengenal musisi yang sukses bermetamorfosis menjadi penulis ini. Beberapa karyanya terbilang sangat fenomenal di dunia sastra. Sebut saja perahu kertas, madre, dan serial kisah supernova. Tentang yang terakhir, artis yang punya nama pena Dee ini telah membuat beberapa judul serial supernova. </p>
<p>Tahun ini Dee kembali meluncurkan buku serial supernova terbaru. Gelombang judulnya. Cukup singkat judulnya, namun lumayan tebal bukunya. Total ada 465 halaman Dee bercerita tentang kisah Gelombang ini.</p>
<div style="width: 2010px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/10/wpid-img_20141023_171044.jpg"><img title="gelombang.jpg" class="aligncenter size-full" alt="image" src="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/10/wpid-img_20141023_171044.jpg?w=630" /></a><p class="wp-caption-text">Gelombang - photo by HS (2014)</p></div>
<p>              (Gelombang &#8211; photo by HS2014)</p>
<p>Sama seperti buku serial supernova lainnya, Dee membuka kisah Gelombang ini dengan menyisipkan kisah tentang Gio Alvarado yang masih kebingungan mencari Diva Anastasia, yang menghilang di belantara hutan di benua Amerika Selatan. Para penyuka kisah Supernova pasti hapal siapa Gio dan Diva. Saya curiga Gio dan Diva ini akan menjadi benang merah penghubung tokoh tokoh supernova seperti Bodhi (Akar), Elektra (Petir), Zarah (Partikel), seorang tokoh baru dalam Gelombang, serta satu atau dua tokoh baru dalam novel serial supernova berikutnya (Intelegensia Embun Pagi).</p>
<p>Selesai menyisipkan kisah kebingunan Gio, Dee langsung melompat ke tahun 1990 dengan setting sebuah desa tradisional di pedalaman Sumatera Utara. Sianjur mulamula nama desanya. Diceritakan, sekeluarga batak yang tinggal di desa tersebut memiliki tiga anak. Uton, Eten, dan Ichon, adalah tiga bersaudara bermarga Sagala yang tinggal di Sianjur Mulamula. Bapaknya merupakan salah seorang pelakon tradisi Gondang. Sebuah tradisi suku batak terkait pemanggilan arwah leluhur. Dari sinilah cerita seorang Alfa Sagala, tokoh utama dalam Gelombang, bermula.</p>
<p><span id="more-1627"></span></p>
<p>Ichon, anak bungsu Sagala,  sangat sensitif sekali ketika upacara Gondang dilaksanakan. Sebelum-sebelumnya, Ichon kecil selalu diungsikan apabila upacara Gondang dilakukan. Hingga berusia 12 tahun pada tahun 1990, Ichonpun mulai mengetahui upacara Gondang dari dekat, walaupun tidak terlibat langsung. Dan gara gara upacara Gondang di usia ke 12 itulah Ichon memulai petualangan aneh terkait jati dirinya.</p>
<p>Awalnya secara tiba tiba Ichon ditawari menjadi murid dukun sakti di kampungnya dan dukun sakti dari kampung sebelah. Ompu Togu Urat, dan Ompu Ronggur Panghutur. Kejadian yang sangat memusingkan bagi anak kelas enam sd yang belum paham apa apa. Ichon merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Yang ia tahu, dirinya mulai kesulitan untuk tidur karena dihantui &#8220;sesuatu&#8221; yang berkaitan dengan upacara mistis Gondangan tersebut. Hingga bagian ini, saya masih masih bertanya tanya ke mana arah cerita Dee ini. Apakah fiksi ilmiah seperti judul judul serial sebelumnya, ataukah cerita mistis yang mengandung unsur magis untuk menarik pembaca. </p>
<p>Kejutan kecil mulai terjadi ketika Ichon bertemu dengan Nai Gomgom, dukun beranak di desa tersebut,  yang memberi petunjuk tentang siapa yang harus dipilih Ichon untuk menjadi gurunya. Saya pikir, Dee akan menceritakan hal hal magis suku batak di bagian ini. Tapi ternyata tidak, adegan berikutnya cukup membuat pembaca sedikit terhenyak ketika salah satu dari dua dukun itu berusaha melenyapkan Ichon, yang diduga akan memiliki kekuatan magis di masa yang akan datang. Bagian ini akan berkaitan dengan ratusan halaman berikutnya yang menjelaskan tentang infiltran, peretas, dan savara.</p>
<p>Pasca kejadian itu, Ichon memulai pengalaman pencarian jati diri tentang siapa dirinya. Berbekal puzzle puzzle petunjuk, Ichon pun berkelana dari satu desa, ke kota lain, hingga menjelajah setengah bulatan bumi. </p>
<p>Lompatan yang diceritakan Dee tentang Ichon, membuat saya sedikit mengernyit bingung karena merasa apa yang ditulis Dee kurang runtut dan agak &#8220;nggak-masuk-akal&#8221;.  Ichon, yang dibawa merantau Bapak-Mamaknya ke Jakarta, mengalami perubahan drastis dalam hidupnya.  Tidak lama cerita bersetting di Jakarta, tiba tiba Dee membawa Ichon &#8220;terbang&#8221; ke New York. The City That Never Sleep. Never sleep, mungkin itu sebuah petunjuk dari Dee untuk menceritakan Gelombang ini sehingga memilih New York sebagai settingnya</p>
<p>Ichon, yang menjelma menjadi Alfa Sagala, diceritakan dengan mudahnya dibawa ke Amerika oleh seorang suku batak bermarga Gultom untuk menggantikan kakaknya yang tidak berani merantau ke negeri penuh mimpi tersebut. Di Amerika, petualangan Alfa Sagala dimulai. Kesulitan tidur yang dialami Alfa tetap berlangsung. Sosok yang menghantui Ichon kecil juga turut serta hingga kehidupan Alfa Sagala di Amerika. Tanpa ada clue di awal keberangkatan Alfa ke Amerika, Dee mengisahkan bahwa Alfa adalah pendatang haram di Amerika. Dan yang membuat saya berkerut kening &#8220;emang segampang itu ya masuk Amerika, bahkan menjadi pendatang harampun bisa dicapai melalui perjalanan udara&#8221;. Sampai bagian ini saya masih berusaha menikmati runutan kejadian yang menimpa Alfa Sagala. Alfa yang selalu menghindari tidur lebih dari dua jam, dan selalu berusaha terjaga di malam hari, memanfaatkan waktu meleknya untuk belajar apapun. Sehingga dia menjadi lebih pintar untuk pria muda seusianya. Alasan yang dibuat Alfa, dia takut tidur lama karena ada hal buruk yang sering menghantuinya pada saat tidur. Jaga Portibi namanya. Kepintaran Alfa mengantarkan dia ke gerbang kesuksesan yang diimpi-impikan setiap orang. Beasiswa penuh di salah satu universitas di Amerika, kemudian bekerja sebagai di Wall Street. Sehingga pada lompatan setting tahun selanjutnya, Alfa sudah menjelma menjadi eksmud yang tidak kekurangan uang. Padahal, di awal cerita ketika merantau ke Jakarta, keluarga Alfa harus berhutang ke sana sini untuk membiayai kepergian Alfa ke Amerika. Buat saya ini tidak masuk akal.</p>
<p>Oke, kita kesampingkan kemujuran-kemujuran yang diberikan Dee selaku pencipta tokoh Alfa Sagala kepada manusia karangannya itu. Kembali ke fokus cerita tentang gangguan tidur yang kerap dialami Alfa. Kondisi ini membawa Alfa berkenalan dengan dokter muda bernama Nicky Evans yang membantunya untuk therapi tidur. Perkenalan &#8220;tak sengaja&#8221; dengan Nicky membawa Alfa bertualang hingga ke negeri atas angin, Tibet. Berdasarkan petunjuk petunjuk yang diperoleh di mimpinya, Alfa mengunjungi Tibet untuk mencari seorang dokter di negeri Dalai Lama itu. Dokter yang dipercaya dapat menyembuhkan gangguan tidur Alfa ini bernama dokter Kalden. </p>
<p>Perjalanan Alfa setidaknya membuahkan hasil. Di Tibet, Alfa mulai menemukan jawaban atas kepingan kepingan puzzle yang senantiasa mengganggu malam malam tidurnya. Mimpi aneh yang ternyata bukan mimpi, melainkan dimensi lain, serta siapa jati diri Alfa sebenarnya, mulai terkuak pada bagian ini.</p>
<p>Ciri khas Dee dalam serial Supernova tidaklah hilang. Dee menyisipkan pengetahuan pengetahuan yang membuat saya sempat mencari informasinya melalui mesin google. Kata seperti oneironaut, lucid dream, REM, NREM, hingga kandungan kandungan zat dalam makanan yang berhubungan dengan hormon yang mendorong seseorang cepat terlelap.</p>
<p>Saya angkat jempol untuk kepiawaian Dee berimajinasi dan menuangkannya dalam diksi yang enak dicerna. Hanya satu jempol saja yang saya angkat untuk karya Dee yang satu ini. Entah berapa lama Dee menulis novel ini, saya tidak tahu persis. Menurut saya, novel ini diselesaikan Dee sedikit tergesa gesa. Saya sempat menyebut jalan cerita yang dijalin sedikit absurd. Namun demikian, meskipun lompatan lompatan cerita yang dialami Alfa Sagala terasa janggql di otak saya, saya cukup menikmati pilihan kata yang dituliskan Dee dalam Gelombang ini.</p>
<p>Oya, agar tidak terjadi distraksi informasi dan jalinan kisah, sebaiknya anda membaca rangkaian kisah sebelumnya. Meskipun tidak ada sangkut paut secara cerita antara satu seri dengan seri lain, namun benang merah dari cerita ini sudah mulai terlihat meskipun samar samar. Misalnya keterhubungan Alfa dan Bodhi dari sebuah sketsa perempuan bernama Ishtar. Dan di seri petir, Bodhi dan Elektra juga sudah mulai terhubung. Jadi kemungkinan Alfa juga akan terhubung kepada Elektra dan juga Zarah. Tinggal menantikan dua tokoh lainnya yang akan diciptakan Dee untuk menggenapkan para ksatria Supernova ini.</p>
<p>Sepertinya clue dalam judul &#8220;Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh&#8221; sedikit terkuak pada gelombang ini. Mungkin pada bagian &#8220;Intelegensia Embun Pagi&#8221; semua benang merah Supernova akan semakin jelas.</p>
<p>Akhirnya, saya memutuskan untuk merekomendasikan buku ini bagi anda yang mengikuti cerita Supernova dari awal.  Agar tidak terjadi kepenasaranan tentang para ksatria supernova, jika anda belum membaca seri sebelumnya, sebaiknya anda membaca dulu buku Supernova. (HS)</p>
<p>Bdg 24102014<br />
Ditulis dan diunggah via minote</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hadisome.wordpress.com/2014/10/25/ekspektasi-hantaman-gelombang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/78cd0468df2a956f5cc43356c91771c77b9e63d9824eac694697f7ca6a6e07f0?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadisome</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/10/wpid-img_20141023_171044.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gelombang.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemimpin itu&#8230;</title>
		<link>https://hadisome.wordpress.com/2014/10/03/pemimpin-itu/</link>
					<comments>https://hadisome.wordpress.com/2014/10/03/pemimpin-itu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hadisome]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2014 08:34:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[catatan pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[IQ]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[pejabat]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[SQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hadisome.wordpress.com/?p=1624</guid>

					<description><![CDATA[Assalamualaikum wr wb Kayaknya baru kemaren ya kita lepas dari hiruk pikuk pemilu yang membawa efek unfriend-unfriend-an temen facebook. Sekarang  situasi politik lagi memanas tentang ‘keberhasilan’ DPR mengesahkan UU Pilkada. Efek pemilu yang kemaren pun kembali terulang. Saling sindir di facebook, dan saling serang, antara ‘rakyat’ yang pro dengan pilkada langsung, dan ‘rakyat’ yang pro [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr wb</p>
<p>Kayaknya baru kemaren ya kita lepas dari hiruk pikuk pemilu yang membawa efek unfriend-unfriend-an temen facebook. Sekarang  situasi politik lagi memanas tentang ‘keberhasilan’ DPR mengesahkan UU Pilkada. Efek pemilu yang kemaren pun kembali terulang. Saling sindir di facebook, dan saling serang, antara ‘rakyat’ yang pro dengan pilkada langsung, dan ‘rakyat’ yang pro dengan hasil pengesahan UU pemilihan Kepala Daerah melalui mekanisme DPRD.</p>
<p>Tadi malem, anggota Dewan yang baru saja dipilih juga sudah langsung membuat kehebohan ketika memilih pemimpin yang akan mengetuai mereka di gedung wakil rakyat tersebut. Rupanya kehebohan di senayan juga merembet ke kehebohan di dunia maya dengan melahirkan hashtag #saveceupopong. Ceu popong adalah pimpinan sidang anggota dewan dalam menentukan pemilihan ketua DPR, beliau dipilih karena dianggap sebagai anggota DPR tertua di antara seluruh anggota DPR yang ada. Hashtag #saveceupopong ini masih ramai bertebaran hingga keesokan harinya. #saveceupopong menjadi menarik karena dalam proses pemilihan Pimpinan di DPR yang diwarnai kericuhan ini, Ibu Popong Otje Djundjunan mampu memimpin sidang hingga dini hari, meskipun harus diwarnai banyak interupsi.</p>
<p>Baik kasus RUU Pilkada, maupun kasus #saveceupopong, jika ditarik benang merah, keduanya memiliki kesamaan. Yakni sama-sama terkait dengan pemilihan PEMIMPIN. Memang, memilih pemimpin itu bukan perkara mudah. Ada banyak kepala yang menginginkan kriteria tersendiri dalam memilih seseorang untuk menjadi pimpinannya.  Makanya setiap orang akan mempertahankan pendapatnya agar pimpinan yang sesuai dengan kriterianya, bisa memimpin kelompoknya. Dan hendaknya ketika orang sudah dipilih untuk menjadi pemimpin, maka orang tersebut harus mampu melipatgandakan tanggung jawabnya untuk mengelola orang-orang yang dia pimpin. Mengelola itu kunci dari ilmu manajemen.</p>
<div style="width: 460px" class="wp-caption aligncenter"><img class="" src="https://i0.wp.com/image.shutterstock.com/display_pic_with_logo/89355/89355%2C1284312575%2C3/stock-photo-three-dimensional-render-of-a-pile-of-books-the-titles-of-these-books-are-the-character-traits-of-60834481.jpg" alt="" width="450" height="470" /><p class="wp-caption-text">Leader (Gambar dari Shutterstock photo)</p></div>
<p>Berbicara tentang menjadi pemimpin, ada baiknya kita sedikit belajar tentang kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi pemimpin. Siapa tau ada di antara kita yang akan menjadi pemimpin, atau malah sudah duduk di kursi jabatan di kantornya. Yaaa mau tidak mau harus belajar mengenai seni kepemimpinan.</p>
<p>Menurut dosen saya, menjadi seorang pemimpin itu bukanlah perkara yang mudah. Tanggung jawab yang dia emban adalah tanggung jawab dunia akhirat. Meskipun hanya memimpin lima atau enam orang dalam unit kerjanya, tanggung jawabnya akan tetap sama dengan memimpin seratus orang. Intinya menjadi pemimpin itu harus BERTANGGUNG JAWAB.</p>
<p><span id="more-1624"></span></p>
<p>Itu yang pertama. Yang kedua, masih kata dosen saya, menjadi pemimpin itu harus mempunyai KECERDASAN EMOSIONAL. Jangan ambekan untuk hal-hal yang seharusnya diketahui dan seharusnya benar.  Dan jangan ambekan ketika dikasih tau bawahan, gak mungkin bawahan ngasih tau sesuatu yang sifatnya salah. Kecuali emang bawahannya ingin menjerumuskan. Menurut penelitian, kecerdasan emosi ini menentukan keberhasilan kinerja seseorang hingga mencapai 80%, sedangkan IQ hanya 20% saja. Itu penelitian dari Profesor Daniel Dorbman (atau siapa gitu lah spellingnya kurang paham). Nah kata pak dosen, selain kecerdasan emosional, seorang pemimpin itu juga harus memiliki kecerdasan lainnya. Setidaknya ada lima kecerdasan yang harus dimiliki oleh seorang yang sudah menjadi atau akan menjadi pemimpin. Ya baik pemimpin di rumah, di kantor, pejabat esselon I, II, III, bahkan pejabat esselon IV sekalipun. Kecerdasan yang harus dimiliki mereka ini adalah:</p>
<p>IQ</p>
<p>Sudah pada tau kan, IQ itu apaan. Intinya IQ ini kecerdasan intelijensia. Tadi sudah disebutin, IQ ini hanya ngaruh sebesar 20 % saja terhadap kinerja seseorang.</p>
<p>EQ</p>
<p>Nah, EQ ini adalah kecerdasan emosional yang tadi sudah disinggung-singgung. EQ ini akan mempengaruhi kinerja seseorang pemimpin hingga 80%. Menurut pak dosen saya, ketika seseorang memiliki EQ yang kecil alias TIDAK CERDAS SECARA EMOSIONAL, maka dapat dipastikan bahwa dia memiliki SQ, MQ, dan AQ yang rendah.</p>
<p>Ciri-ciri orang yang punya EQ bagus itu, begini (kata pak dosen ya)</p>
<p>Yang pertama punya <strong>Self awareness</strong>. Artinya kesadaran yang tinggi yang bekerja. Jadi orang mengetahui hakikat bekerja untuk apa. Itu self awareness. Ini tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Jadi kata kalo kita sudah punya self awareness, artinya akan meniatkan bekerja sebagai IBADAH. BEKERJA BUKAN KARENA ATASAN.</p>
<p>Yang kedua adalah <strong>self management</strong>.  Seorang pemimpin harus memiliki konsep empat M. yakni Menerima diri, Memahami diri, Merealisasi diri, dan Mengendalikan diri. Tentang memahami diri, pak dosen saya bilang, kita harus paham bahwa kita punya KELEMAHAN, tapi kita juga harus yakin bahwa kita punya potensi yang bisa dikembangkan. Jika seseorang masih belum bisa menerima dirinya, secara fisik, maka pasti dia tidak akan pernah bisa percaya diri. Begitu katanya. Terus, jika dia tidak bisa menerima dirinya, maka Tuhan akan marah besar, karena kita adalah milik Tuhan. Nah, orang yang cerdas secara emosi, dia akan mampu me-manage dirinya dengan baik. Tidak bergantung kepada orang lain. Tidak marah-marah yang tidak jelas, tidak ujug-ujug ambekan, dsb.</p>
<p>Yang ketiga, <strong>self motivation</strong>. Artinya seorang pemimpin itu harus punya motivasi untuk membawa unit kerja atau organisasinya berhasil. Dia harus bisa menjadi pemimpin yang efektif agar bawahannya bisa bekerja dengan baik. Pemimpin yang efektif itu adalah pemimpin yang ketika memberikan tugas kepada bawahan, dan bawahannya merasa senang untuk melakukannya.</p>
<p>Yang keempat adalah <strong>self relationship</strong>. Seorang pimpinan harus mampu membangun hubungan relationship yang harmonis. Baik itu di rumah, maupun di kantor. Harus mau berkoordinasi. Jangan hanya mau didatangi saja. Apalagi ketika baru menjabat, koordinasi menjadi hal yang penting agar bisa belajar dari pengalaman orang lain.</p>
<p>Yang kelima adalah <strong>social awareness</strong>. Artinya seorang pimpinan itu harus memiliki kepedulian terhadap orang lain. Misalnya melihat anak buah sibuk tapi sudah masuk jam makan siang, mbok ya ditanya anak buahnya, udah makan apa belum. Jangan Cuma bisa nyuruh nyuruh atau nanya nanya tanpa mikirin kesehatan anak buahnya. Atau misalnya jam kerja sudah lebih dari seharusnya alias lembur, mbok ya langsung ditawarin mau makan apa atau mau snack apa. Kerja itu, walaupun Cuma di belakang meja, menguras tenaga dan pikiran loh!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hah… baru cerita dua hal aja udah panjang begini. Yang tiga lagi, SQ, MQ dan AQ diceritain lain pada postingan selanjutnya deh. Biar ada bahan mau ngomongin apa di postingan selanjutnya. Lol</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pokoknya ya, kalo sudah jadi pejabat, jangan lupakan teman. Jangan berubah keterlaluan. Jangan jaim naudubillah. Soalnya jabatan mah bukan apa-apa. Ibarat baju, bisa dicopot dan diganti sesuka hati. Begitu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Udah ah, mau ashar dulu…</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wassalam</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mejakantor-03102014</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>E iya, baru inget, tanggal 3 oktober itu hari lahir Abah saya. Semoga Abah tenang dan bangga di sana. Amiin.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hadisome.wordpress.com/2014/10/03/pemimpin-itu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/78cd0468df2a956f5cc43356c91771c77b9e63d9824eac694697f7ca6a6e07f0?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadisome</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://image.shutterstock.com/display_pic_with_logo/89355/89355,1284312575,3/stock-photo-three-dimensional-render-of-a-pile-of-books-the-titles-of-these-books-are-the-character-traits-of-60834481.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Belajar</title>
		<link>https://hadisome.wordpress.com/2014/09/26/belajar/</link>
					<comments>https://hadisome.wordpress.com/2014/09/26/belajar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hadisome]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2014 10:10:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[catatan pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hadisome.wordpress.com/?p=1621</guid>

					<description><![CDATA[Assalamualaikum&#8230; Apa kabar? sudah lama sekali saya tidak membuka blog ini, lama banget saya tidak menuangkan uneg-uneg di blog ini. alesan sibuk, jadi alibi saya untuk membiarkan blog ini bulukan. padahal dulu, blog ini jadi teman baik saya ketika pikiran saya mumet oleh urusan-urusan yang sama sekali bikin kepala saya pening. blog yang, kata temen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum&#8230;</p>
<p>Apa kabar? sudah lama sekali saya tidak membuka blog ini, lama banget saya tidak menuangkan uneg-uneg di blog ini. alesan sibuk, jadi alibi saya untuk membiarkan blog ini bulukan. padahal dulu, blog ini jadi teman baik saya ketika pikiran saya mumet oleh urusan-urusan yang sama sekali bikin kepala saya pening. blog yang, kata temen saya, ga jelas karena bermacam-macam tema saya tulis di sini. padahal memang tujuan saya membuat blog ini adalah untuk melarikan diri dari rutinitas dan keterikatan, makanya isinya beraneka macam.</p>
<p>Gimana kabarnya? saya masih tetap belajar nulis kok. sekarang sih meningkat ke belajar menulis dengan aturan. sumpah njlimet hehehe.</p>
<p>oya, ngomong-ngomong soal belajar, ada sedikit yang ingin saya tuliskan di sini. nih&#8230;.</p>
<div data-shortcode="caption" id="attachment_1622" style="width: 235px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/09/20140514_235727.jpg"><img aria-describedby="caption-attachment-1622" loading="lazy" data-attachment-id="1622" data-permalink="https://hadisome.wordpress.com/2014/09/26/belajar/20140514_235727/#main" data-orig-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/09/20140514_235727.jpg" data-orig-size="1920,2560" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;2.6&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;GT-I8262&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;1400111846&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;3.31&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;400&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0.125&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;1&quot;}" data-image-title="20140514_235727" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;orang ini sok sibuk. blognya gak pernah diupdate. &lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/09/20140514_235727.jpg?w=225" data-large-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/09/20140514_235727.jpg?w=630" class="size-medium wp-image-1622" src="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/09/20140514_235727.jpg?w=225&#038;h=300" alt="orang ini sok sibuk. blognya gak pernah diupdate. " width="225" height="300" srcset="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/09/20140514_235727.jpg?w=225 225w, https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/09/20140514_235727.jpg?w=450 450w, https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/09/20140514_235727.jpg?w=113 113w" sizes="(max-width: 225px) 100vw, 225px" /></a><p id="caption-attachment-1622" class="wp-caption-text">orang ini sok sibuk. blognya gak pernah diupdate.</p></div>
<p style="text-align:center;">BELAJAR</p>
<p>Belajar itu bisa dari mana saja. Dari orang tua, orang yang lebih tua, orang yang lebih tau, orang yang terlihat tidak tau tapi sebenernya tau, dari orang yang lebih muda, dari anak-anak, dari pengemis, dari tukang dagang, dari <strong>atasan</strong>, dari <strong>bawahan</strong>, dan tentu saja dari guru atau dosen.  Semua orang yang ada di sekitar kita adalah guru bagi kita. Jadi tak perlu malu untuk bertanya ketika kita tidak tau sesuatu. Dan tidak perlu merasa hina ketika orang yang (keliatannya) levelnya di bawah kita memberi tau kita tentang sesuatu yang kita tidak tau. Artinya mereka menginginkan kita untuk tau seperti mereka tau tentang sesuatu yang mereka tau (pusing ya?).</p>
<p>Hidup itu memang tidak pernah lepas dari pelajaran yang bisa kita ambil. Tak perlu malu atau gengsi untuk belajar. Karena dengan belajarlah kita menjadi tau perkara sesuatu yang awalnya kita tidak tau. Buang jauh-jauh gengsinya. Karena gengsi hanya akan menjadi blocking bagi mental kita. Buat apa gengsi dipiara? Mending miara sapi atau miara ayam. Kalo ga punya sapi atau ayam, bisa miara sapid an ayam di HP lewat game hayday (game ini yang bikin temen saya kecanduan heuheuheu).</p>
<p>Jangan sombong. Ketika kita sudah belajar, jangan lantas kita merasa bisa. Apa yang kita sebut bisa, bisa jadi hanya seujung kuku pengetahuan orang lain. Kalaupun kita memang bisa, apa salahnya kita tetap rendah hati, gak rugi juga bukan? Malah akan menaikan wibawa kita di mata orang lain. Ini sih pengalaman saya ya, sejak jaman SMP, saya sudah bisa memastikan, ketika saya terbersit rasa pongah atau sombong dengan berpikiran MERASA BISA, maka bisa dipastikan hasilnya akan BURUK. Dan itu selalu terbukti, ketika saya MERASA BISA, maka saya akan berleha-leha, tidak giat belajar, dan hasilnya akan anjlok. Sudah terbukti.</p>
<p>Ngomong-ngomong, sudah kelamaan blog ini tidak saya update. Mudah-mudahan postingan ini bisa menjadi awal baru untuk saya kembali belajar menulis. Karena dengan menulis saya banyak membaca, dan dengan membaca, artinya saya sedang belajar. Dengan belajar, artinya saya menambah pengetahuan saya. Biar ga dibilang goblok sama temen sendiri.</p>
<p>BTW, Besok saya mau uts matkul kepemimpinan. Dan sekarang saya terkapar tidak bisa belajar. Gara-garanya kecapean, hampir empat hari kurang tidur. Dan kalo besok saya tidak bisa mengerjakan soal, itu artinya saya memang goblok karena hari ini tidak belajar.</p>
<p>Sekian.</p>
<p>Kapan-kapan saya akan posting tentang materi kuliah kepemimpinan yang pernah saya dapet ya. Biar kita sama-sama belajar. Yaaa, ga usah gengsi, kalo memang belum punya jiwa kepemimpinan seperti saya, baca-baca lewat blog orang juga bisa menambah pengetahuan tentang kepemimpinan kok. J</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hadisome.wordpress.com/2014/09/26/belajar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/78cd0468df2a956f5cc43356c91771c77b9e63d9824eac694697f7ca6a6e07f0?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadisome</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/09/20140514_235727.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">orang ini sok sibuk. blognya gak pernah diupdate. </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Tahun berlalu: Memori Ramadhan Bersamamu</title>
		<link>https://hadisome.wordpress.com/2014/07/13/dua-tahun-berlalu-memori-ramadhan-bersamamu/</link>
					<comments>https://hadisome.wordpress.com/2014/07/13/dua-tahun-berlalu-memori-ramadhan-bersamamu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hadisome]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2014 08:42:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[catatan pribados]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hadisome.wordpress.com/2014/07/13/dua-tahun-berlalu-memori-ramadhan-bersamamu/</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Dua tahun berlalu.. semoga engkau mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya. Amin. Masih belum lekang dalam ingatan saya, pertengahan Ramadhan dua tahun yang lalu. Seorang anak manusia yang  telah memasuki usia sepuh, terbaring dengan mata terpejam. Beliau adalah sosok yang telah menjadikan saya serta saudara-saudara saya yang lain menjadi seperti sekarang. Beliau adalah sosok [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:right;">Dua tahun berlalu.. semoga engkau mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya. Amin.</p>
<p>Masih belum lekang dalam ingatan saya, pertengahan Ramadhan dua tahun yang lalu. Seorang anak manusia yang  telah memasuki usia sepuh, terbaring dengan mata terpejam. Beliau adalah sosok yang telah menjadikan saya serta saudara-saudara saya yang lain menjadi seperti sekarang. Beliau adalah sosok yang mendidik  kami dengan tegas dan penuh disiplin, sosok yang pada masa mudanya adalah pekerja keras, sosok yang menyayangi kami namun tidak pernah terlihat cengeng menunjukkan rasa sayangnya. Saat itu kami, lima dari tujuh bersaudara, beserta ibu kedua kami, berkumpul di ruang kamar yang tidak terlalu luas itu. Bergantian membisikan kalimat-kalimat tauhid. Bergantian melantunkan ayat suci di samping beliau. Bergantian memegang tangannya agar tidak terlepas barang sedetikpun dari genggaman kami. Bergantian meneteskan air zamzam agar tidak merasa haus. Saat itu, kami tidak tahu apa yang akan terjadi. Kami berkumpul dan berdoa memohon yang terbaik untuk beliau. Dalam kondisi puasa dalam bulan Ramadhan 1433 H waktu itu, kami berdoa untuk memohon kepada Sang Maha agar memberikan yang terbaik bagi beliau.  Satu dua orang tetangga datang bergantian untuk menengok dan turut berdoa untuk orang yang kerap kami panggil Abah tersebut.</p>
<div data-shortcode="caption" id="attachment_1131" style="width: 310px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/10/fotokeluarga2.jpg"><img aria-describedby="caption-attachment-1131" loading="lazy" data-attachment-id="1131" data-permalink="https://hadisome.wordpress.com/2010/10/03/untuk-bapak/fotokeluarga2/#main" data-orig-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/10/fotokeluarga2.jpg" data-orig-size="1210,939" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="fotokeluarga2" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;bapak dikelilingi anak mantu cucu &#8211; HS.2010&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/10/fotokeluarga2.jpg?w=300" data-large-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/10/fotokeluarga2.jpg?w=630" class="size-medium wp-image-1131" src="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/10/fotokeluarga2.jpg?w=300&#038;h=232" alt="bapak dikelilingi anak mantu cucu - HS.2010" width="300" height="232" srcset="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/10/fotokeluarga2.jpg?w=300 300w, https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/10/fotokeluarga2.jpg?w=600 600w, https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/10/fotokeluarga2.jpg?w=150 150w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><p id="caption-attachment-1131" class="wp-caption-text">Abah dikelilingi para cucu, pada Lebaran 2010 lalu- HS.2010</p></div>
<p style="text-align:center;">oOo</p>
<p>Abah, begitulah beliau dipanggil semenjak punya cucu. Sepanjang usia hidupnya, Abah adalah seorang yang dekat dengan Sang Pencipta. Bacaan Alqur’an senantiasa dikhatamkan apabila bulan Ramadhan tiba. Ketika terbangun dari tidurnya pun, bisa dipastikan bahwa jam dinding masih menunjukkan jam dua dini hari. Abah (dan juga ibu) akan segera mandi air hangat dan berwudhu untuk kemudian shalat tahajud hingga menjelang waktu Subuh. Aneka doa mereka panjatkan untuk kami putera-puterinya. Kemudian setelahnya Abah akan beranjak untuk mengimami shalat subuh berjamaah di mesjid dekat rumah kami. Banyak sekali pelajaran yang tidak terasa beliau tanamkan kepada kami. Beliau mendidik kami, tujuh orang anaknya, dengan pendidikan yang berfondasikan ajaran agama. Kami diajari untuk hidup sederhana. Kami diajari untuk hidup jujur. Kami diajari untuk selalu dekat dengan Sang Maha Pencipta melalui pelajaran-pelajaran ibadah yang diberikan Abah kepada kami semua. Saat ini kami mulai sadar bahwa mendidik anak bukanlah perkara yang gampang. Setiap waktu shalat, abah mengajak kami untuk shalat berjamaah. Masuk waktu maghrib dan Isya, beliau akan memerintahkan kami untuk tidak beranjak dari ruang loteng yang dijadikan madrasah untuk belajar membaca Alqur’an bersama puluhan anak tetangga lainnya. Apabila subuh tiba, kami akan dipaksa untuk bangun dan shalat shubuh berjamaah di Mesjid yang tidak terlalu jauh dari rumah kami. Lagi-lagi bersama anak tetangga yang turut mengaji di rumah kami, setelah shalat subuh, kami diajari berbagai kajian dari kitab kuning. Safinah, Zurumiah, dan Tizan, adalah tiga kitab kuning yang saya ingat pernah diajarkan Abah kepada kami. Walaupun waktu itu otak kanak-kanak kami belum memahami apa isi dan makna tiga kitab kuning tersebut, namun Abah berulang kali meyakinkan kami, murid mengajinya, bahwa suatu saat kami akan paham dengan apa yang kami pelajari saat itu.<span id="more-1615"></span> Memang, bisa dibilang, Abah adalah guru mengaji yang mempunyai jamaah di tingkat RW kami. Murid mengajinya sudah lintas generasi. Mulai dari ibu-ibu, anak si ibu, sampai si anak ibu tersebut punya anak lagi, juga turut mengaji di rumah Abah. Apabila Ramadhan tiba, seingat saya, ketika kami masih kanak-kanak kami akan diajak Abah untuk ngabuburit. Bukan main gembiranya kami diajak jalan-jalan ke jalan raya. Abah tahu, perut kecil kami waktu itu sudah meronta-ronta minta diisi. Namun demi menanamkan nilai dan arti penting ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, maka Abah akan meluangkan waktunya mengajak anak-anak kecilnya berjalan-jalan ngabuburit ke pasar malam. Kami pun lupa bahwa perut kami lapar. Kami bahagia sekali ketika Abah membelikan kami masing-masing satu cup ice cream woody. Ice cream yang tidak begitu mahal, namun cukup populer saat itu. Kadang, ketika ngabuburit tidak ke pasar malam, Abah cukup membawa kami berputar-putar dengan mobilnya keliling kota, mungkin ini adalah usahanya untuk mengalihkan perhatian kami dari rasa lapar di jam-jam rawan anak kecil merengek minta buka. Kemudian kami akan kembali berada di rumah sekitar setengah jam sebelum berbuka. Kami yang sudah bahagia dengan ngabuburit sambil membawa es wodi (begitu kami menyebut ice cream tersebut), akan segera berkumpul menyiapkan makanan menu buka. Masing-masing dari kami berkumpul dan membawa piring masing-masing serta memisahkan makanan yang dapat kami santap ketika berbuka puasa nanti. Setiap anak mendapatkan bagian yang sama. Tanpa kami sadari, ternyata kebiasaan-kebiasaan tersebut adalah cara Abah untuk mendidik kami supaya menjadi saudara yang kompak. Begitu beduk bertalu, suara adzan maghrib bergema, kami akan segera berbuka. Itu adalah saat-saat yang terasa meriah, meskipun sebenarnya menu buka puasa kami bukanlah makanan yang luar biasa. Sebagai seorang PNS yang juga petani, kadang Abah membawa hasil bumi dari sawah/kebun kami. Hasil bumi itulah yang diolah menjadi makanan lauk menu buka. Sayur jantung pisang, sayur kecipir, atau sayur asem melinjo adalah salah satu dari beberapa menu buka puasa kami yang berasal dari hasil tani beliau. Buka puasa menjadi meriah karena Abah berusaha menyiapkan aneka sajian. Selain sayur tersebut, abah akan menyiapkan gorengan tempe, atau tahu, dan ikan. Jadi menu karbohidrat, serat, dan protein kami tercukupi. Abah juga akan memerintahkan kakak sulung saya, yang memang mewarisi bakat pandai memasak Mamah, untuk membuat kolak sebagai menu yang wajib ada untuk tajil kami. Lagi-lagi, pisang nangka yang dijadikan kolak tersebut adalah hasil dari sawah Abah. Jika bosan dengan kolak pisang, Abah akan membawa kolang kaling dari pasar untuk dibuatkan kolak sebagai menu tajil. Lain hari, abah akan membuat es timun suri. Atau memasuki pertengahan Ramadhan, Abah akan membawa kurma yang dibeli dari jalan raya. Dulu, kurma adalah makanan yang sangat jarang, tidak seperti sekarang yang bisa didapat dengan gampang. Maka kami akan sangat senang ketika Abah menyediakan kurma sebagai menu tajil, karena tidak semua orang bisa menikmati buah kurma yang sudah diawetkan jadi manisan itu. Begitu adzan, kami tidak boleh langsung makan. Abah mengajarkan kami untuk berbuka dengan tertib. Tajil dan makanan ringan boleh mengisi perut kecil kami waktu itu. Kemudian kami akan diajak shalat berjamaah, di ruangan yang tidak jauh dari ruang makan. Selesai shalat maghrib berjamaah, barulah kami diperbolehkan makan berat. Lalu selesai makan, kami akan segera diajak bersiap-siap untuk taraweh ke mesjid. Ini adalah saat-saat terberat buat saya karena harus ikut taraweh dengan jumlah rakaat yang cukup banyak. Tapi Abah tidak mempermasalahkan berapa rakaat yang kami ambil saat taraweh tersebut, yang penting, anak-anak kecilnya ini ikut ke mesjid. Selesai taraweh, Abah tidak langsung pulang, tapi berkumpul dulu dengan para jamaah tarawehnya. Sekalian mengawasi saya dan kakak laki-laki saya yang diharuskan ikut membaca alquran secara tadarus. Pukul Sembilan lebih sekian, barulah kami boleh berada di rumah kembali dan harus segera tidur karena pukul tiga dini hari Abah akan membangunkan kami, anak-anak kecilnya, untuk ikut sahur bersama-sama. Belum ada siaran televisi seperti sekarang pada saat itu. Kami sahur ditemani keheningan, dan paling banter, siaran radio lokal yang cukup menghibur kami yang harus menahan kantuk. Disela-sela makan sahur, Abah sering sekali mengingatkan kami untuk membaca niat puasa biar puasanya kuat, begitu katanya. Setelah sahur, tidak ada yang boleh tidur lagi. Kami diajak ke mesjid untuk shalat subuh berjamaah, dan baru boleh pulang setelah kami ikut kegiatan kuliah subuh yang diisi dengan ceramah oleh ustad-ustad setempat serta beberapa teman Abah yang sengaja diundang untuk menjadi penceramah tamu. Begitulah, hari-hari Ramadhan kami diisi dengan kegiatan keagamaan yang menjadi salah satu warisan Abah yang tak ternilai. Pendidikan Agama menjadi fondasi hidup kami. Kemanapun kami melangkah sekarang, Alhamdulillah, apa yang Abah ajarkan tidak pernah kami tinggalkan. Shalat, puasa, zakat dan shodaqoh, adalah hasil didikan Abah yang cukup melekat pada diri kami.</p>
<p style="text-align:center;">oOo</p>
<div data-shortcode="caption" id="attachment_1614" style="width: 235px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/07/pa-haji.jpg"><img aria-describedby="caption-attachment-1614" loading="lazy" data-attachment-id="1614" data-permalink="https://hadisome.wordpress.com/pa-haji-2/" data-orig-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/07/pa-haji.jpg" data-orig-size="1200,1600" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;6300&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="abah" data-image-description="&lt;p&gt;Alm. Abah di masa sepuhnya (HS)&lt;/p&gt;
" data-image-caption="" data-medium-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/07/pa-haji.jpg?w=225" data-large-file="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/07/pa-haji.jpg?w=630" class="wp-image-1614 size-medium" src="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/07/pa-haji.jpg?w=225&#038;h=300" alt="abah" width="225" height="300" srcset="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/07/pa-haji.jpg?w=225 225w, https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/07/pa-haji.jpg?w=450 450w, https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/07/pa-haji.jpg?w=113 113w" sizes="(max-width: 225px) 100vw, 225px" /></a><p id="caption-attachment-1614" class="wp-caption-text">Alm. Abah di masa sepuhnya (HS.2009)</p></div>
<p>Dua tahun lalu, ternyata adalah Ramadhan terakhir Abah. Beliau yang kembali jatuh sakit sebelum bulan Ramadhan tiba, bersikeras untuk mengikuti ibadah puasa. Padahal setiap waktu sahur, abah tidak makan banyak. Hanya air putih, dan beberapa kunyah makanan. Begitupun waktu buka, tidak ada kemeriahan yang pernah beliau rasakan ketika kami kanak-kanak, karena saat itu kami sudah mempunyai kehidupan masing-masing. Saya sendiri waktu itu sudah beralih tugas ke Bandung. Kakak-kakak saya pun demikian, setelah berkeluarga, semuanya tinggal di rumahnya masing-masing. Bahkan dua kakak saya ada yang menetap di luar pulau Jawa. Menjelang hari-hari terakhirnya, Abah terlihat lebih bersih. Ini saya lihat ketika pertengahan Ramadhan dua tahun lalu, saya menyengajakan diri untuk mudik. Padahal, sebelumnya saya sudah berniat untuk tidak mudik selain menjelang idul fitri. Namun Sang Maha Kuasa menggerakan saya untuk menengok kondisi Abah yang tengah sakit. Saya sempat bertemu beliau sehari sebelum kepergiannya. Sempat berbincang dan memperlihatkan baju koko putih yang sengaja saya beli sebagai hadiah lebaran saya untuk beliau. “<em>Cukup ieu mah. Ukuranna pas.</em> (cukup kayaknya, ukurannya juga pas)” Begitu kata Abah ketika saya memperlihatkan baju koko putih yang saya beli. “<em>Teu boga duit mah, teu kudu bula beuli. Keunbae</em>. (kalau belum punya uang, jangan maksain beli ini itu)” Demikian Abah berujar ketika saya mengutarakan bahwa saya belum mampu membelikan apa yang Abah inginkan karena saat itu kondisi keuangan saya morat marit karena baru saja pindah tugas. Saya juga menyempatkan memaksa Abah untuk berbuka puasa saat itu. “<em>Kan saur Abah ge, orang sakit mah meunang buka puasa. Rukhsoh.</em> (kan kata Abah juga, orang yang sedang sakit itu boleh berbuka puasa. Rukhsoh/<em>keringanan</em>)” Abah pun nurut. Dua sendok cendol Elizab*th yang dibeli kakak saya di Pasar Baru Bandung, adalah makanan terakhir yang Abah nikmati. Saya beruntung bisa menyuapi Abah saat itu, Karena kemudian sekitar dua puluh empat jam setelahnya, Abah kembali ke haribaan Sang Pencipta. Menjelang detik-detik kepergian Abah, keesokan hari setelah saya berbincang dengan beliau, kami berkumpul di kamar dimana Abah terbaring. Satu persatu dari kami berganti-gantian membisikan kalimat tauhid. Kami berupaya mengawal Abah agar tidak terlepas sedetik pun dari Allah SWT. Satu orang menggenggam tangannya. Satu orang meneteskan air zamzam. Satu orang membisikan kata Allah berulang-ulang. Dan yang lain membacakan Alquran bersama ibu. Nafas Abah makin tersengal-sengal. Kami berusaha seikhlas mungkin melepas sosok tegas yang kelak ternyata saya rindukan kehadirannya. Abah pergi dengan tenang, tepat menjelang malam nuzulul qur’an 17 Ramadhan 1433 H atau 12 Agustus 2012. Selamat jalan Abah. Semoga tempat yang indah untukmu saat ini dan berkumpul kembali bersama Mamah disana. Amin…</p>
<blockquote>
<h2 style="text-align:center;">Yaa-ayatuhannafsul muthmainnah. irji’i ila robbiki rodhiyatam mardiyyah. Fadhuli fii ibadi. wadhuli jannati</h2>
</blockquote>
<p>“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku”</p>
<p>(QS. Alfajr: 27-30). Bandung, 15 ramadhan 1435 H/13 juli 2014 (HS)</p>
<p><em>Tulisan ini dibuat untuk memperingati dua tahun wafatnya Ayah saya. Ayah yang baru saya sadari ternyata beliau luar biasa. multitasking. Ayah yang selalu saya-menyangkal-merinduinya, padahal saya memang selalu merindukannya.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://youtu.be/wV8kpux5814?t=2s" rel="nofollow">http://youtu.be/wV8kpux5814?t=2s</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hadisome.wordpress.com/2014/07/13/dua-tahun-berlalu-memori-ramadhan-bersamamu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/78cd0468df2a956f5cc43356c91771c77b9e63d9824eac694697f7ca6a6e07f0?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadisome</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/10/fotokeluarga2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bapak dikelilingi anak mantu cucu - HS.2010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://hadisome.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/07/pa-haji.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">abah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembunuhan Sara dan Krisis Moral di Negeri Kita</title>
		<link>https://hadisome.wordpress.com/2014/03/08/pembunuhan-sara-dan-krisis-moral-di-negeri-kita/</link>
					<comments>https://hadisome.wordpress.com/2014/03/08/pembunuhan-sara-dan-krisis-moral-di-negeri-kita/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hadisome]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2014 03:11:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[gelang java jazz]]></category>
		<category><![CDATA[krisis moral]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan gelang java jazz]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan sara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hadisome.wordpress.com/?p=1612</guid>

					<description><![CDATA[Assalamualaikum&#8230; (gaya emak gaoel) Sudah lama sekali saya tidak memperbaharui blog ini. Dan sekarang saya sedang eling pengen meng-update dan menuangkan pendapat hasil pemikiran saya selama nongkrong pagi-pagi di kamar mandi hehehe. Opini ini lahir karena dua hari ini saya membaca berita tentang peristiwa yang mengerikan. Berita apa itu? Klik saja link ini. Membaca berita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum&#8230; (gaya <a href="http://emakgaoel.blogspot.com" target="_blank">emak gaoel</a>)</p>
<p>Sudah lama sekali saya tidak memperbaharui blog ini. Dan sekarang saya sedang eling pengen meng-update dan menuangkan pendapat hasil pemikiran saya selama nongkrong pagi-pagi di kamar mandi hehehe. Opini ini lahir karena dua hari ini saya membaca berita tentang peristiwa yang mengerikan. Berita apa itu? Klik saja <a title="pembunuhan ade sara angelina" href="http://www.liputan6.com/tag/bergelang-java-jazz" target="_blank">link ini</a>.</p>
<p><span style="line-height:1.5em;">Membaca berita terbaru beberapa hari ini membuat saya bergidik ngeri. Dua orang remaja yang belum genap berumur 20 tahun, tega melakukan pembunuhan keji hanya gara-gara permasalahan asmara segitiga. Tersangka pembunuh merupakan mantan pacar korban dan pacar barunya. Menurut beberapa berita yang saya baca, mereka terlibat hubungan asmara segitiga sejak jaman SMU.</span></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://cdn.production.liputan6.com/medias/648104/big/adesaraa-2-140307d.jpg"><img class="aligncenter" alt="foto capture dari http://news.liputan6.com/" src="https://i0.wp.com/cdn.production.liputan6.com/medias/648104/big/adesaraa-2-140307d.jpg" width="673" height="373" /></a></p>
<p style="text-align:center;">(Photo diambil dari link http://news.liputan6.com/)</p>
<p>Dalam beberapa berita, disebutkan bahwa pelaku menghabisi nyawa korban karena alasan sepele. Diputusin korban. Beberapa kali minta untuk ketemu, si korban tidak pernah mau dan tidak pernah menanggapi hingga akhirnya, pacar pelaku berhasil mengajak ketemu dan membawa korban berkeliling Jakarta. Dua pelaku membunuh korban dengan cara disetrum dan disumpal mulutnya dengan menggunakan Koran pada saat pingsan hingga menutup jalan nafas. Polisi menemukan adanya Koran di tenggorokan korban.</p>
<p>Saya tidak ingin panjang lebar menceritakan kronologisnya. Saya hanya ingin menyoroti mengapa kejadian seperti ini bisa berulang. Belum lekang dari ingatan mengenai peristiwa pembunuhan sadis seorang manajer cantik di Bandung, yang menyita perhatian publik karena pembunuhan terjadi pada bulan Ramadhan. Kemudian pembunuhan seorang mahasiswi yang dihanyutkan di sungai di daerah Bogor, tak berselang lama setelah kasus manajer cantik tersebut. Saya jadi bertanya-tanya apakah  ini menunjukkan gejala bahwa terjadi dekadensi moral di negeri ini?</p>
<p>Membaca beberapa komentar dari status seorang petinggi sebuah surat kabar, sepertinya memang telah terjadi kemunduran dan kemerosotan moral yang terjadi pada anak bangsa ini. Entah apa yang salah. Yang jelas, moral kaum muda sekarang tidak sama dengan moral generasi sebelumnya. Saya berpendapat, jangan-jangan kasus pembunuhan yang dilakukan dua orang remaja yang belum genap berumur 20 tahun ini karena kebanyakan nonton sinetron atau tayangan-tayangan televisi yang banyak mengandung unsur kekerasan?</p>
<p>Kita tahu sendiri bahwa sinetron dan tayangan televisi Indonesia saat ini sudah jauh dari nilai-nilai yang memberikan tuntunan. Adegan caci maki, bullying, dan kekerasan (walaupun itu dikemas dalam bentuk komedi) secara tidak langsung telah merasuk ke dalam kebudayaan Indonesia yang katanya ramah dan santun. Tontonan-tontonan tersebut sangat membahayakan apabila ditonton oleh kalangan awam yang belum bisa membedakan antara realita dan imajinasi. Dua pelaku remaja pembunuh bisa jadi terilhami tayangan yang mereka tonton. Secara tidak langsung, adegan demi adegan kekerasan merasuk ke dalam otak mereka, dan mereka cerna sebagai sesuatu yang lazim dan wajar untuk dilakukan. Opini ini saya kemukakan berdasarkan kenyataan bahwa pasca kejadian, kedua pelaku seolah-olah tidak merasa bersalah dengan memposting kicauan mereka di twitter dan melayat ke rumah duka.</p>
<p>Saya tidak tahu bagaimana latar belakang kedua pelaku sebelumnya. Apakah mereka dibesarkan di lingkungan yang penuh dengan krisis ataukah mereka terbiasa dengan tontonan yang tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak seusia mereka.</p>
<p>Misalnya memang mereka dibesarkan di lingkungan yang penuh dengan kasih saying dan pendidikan yang baik. Tetap saja ternyata itu tidak cukup. Ternyata tontontan yang mereka lihat, ataupun games yang mereka mainkan yang mengandung unsur kekerasan, masuk secara perlahan-lahan ke dalam otak mereka. Sehingga akhirnya mereka terhabituasi dengan kekerasan seperti itu. Mereka menjadikan kekerasan menjadi sesuatu yang tidak lagi tabu untuk dilakukan terhadap sesama manusia. Tentang bagaimana otak terhabituasi, analoginya bisa dibaca di <a title="habituasi otak karena efek dopamine" href="http://islamisfun.wordpress.com/2014/02/16/karena-bu-risma/" target="_blank">link ini</a>.</p>
<p>Bayangkan saja di usia 19 tahun, disaat remaja seusia mereka seharusnya berkarya dengan kegiatan positif, kedua pelaku ini sudah mempunyai otak kriminal untuk membunuh mantan pacar dengan cara sadis. Pastilah ada yang salah dengan keduanya. Alasan khilaf rasanya sudah tidak lagi masuk akal.</p>
<p>Di luar itu, ada faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap merosotnya moral bangsa ini. Itu  tidak lain adalah sistem pendidikan kita. Tidak ada lagi pendidikan moral yang mengajarkan cara bersopan santun terhadap sesama, tidak ada lagi pendidikan budi pekerti yang mengajarkan etika.</p>
<p><span id="more-1612"></span></p>
<p><span style="line-height:1.5em;">Jaman saya sekolah dulu, saya masih mendapatkan materi pelajaran pendidikan moral pancasila (PMP) di sekolah dasar selama enam tahun. Pendidikan moral seperti ini sangat penting diterapkan dalam system pendidikan negeri ini. Diakui atau tidak, Pendidikan Moral Pancasila memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak, setidaknya bagi anak-anak seangkatan saya waktu itu. Ada pendidikan budi pekerti yang terkandung dalam mata pelajaran tersebut, seperti bagaimana caranya berlaku sopan santun terhadap orang tua, guru, terhadap sesama teman. Budi pekerti ini menjadi salah satu faktor  penting dalam membentuk kepribadian seseorang.</span></p>
<p>Saya pernah membaca satu artikel tentang system pendidikan di luar negeri. Australia atau Jepang, kalau tidak salah, menerapkan system pendidikan moral dengan porsi yang lebih besar dibandingan mata pelajaran akademik lainnya pada grade pendidikan dasar. Menurut mereka, membentuk perilaku seorang manusia itu membutuhkkan waktu yang lebih lama tinimbang mempelajari matematika atau fisika. Tidak heran kalau pada akhirnya mereka mempunyai kebiasaan yang jauh lebih baik ketimbang negeri kita.</p>
<p>Sudah saatnya pemerintah membenahi sistem pendidikan kita. Kemerosotan moral yang terjadi di tengah-tengah bangsa ini bisa saja berawal dari lemahnya pendidikan moral yang diberikan kepada generasi muda.</p>
<p>Sudah saatnya system pendidikan negeri ini independent. Bebas dari campur tangan politik. Kurikulum yang selalu menjadi alasan untuk diperbaharui, seharusnya terbebas dari kepentingan politis pejabat tinggi negeri ini.</p>
<p>Saya yakin, apabila sistem pendidikan kita mampu berbenah, akan banyak dampak yang dihasilkannya. Tidak hanya moral dan budi pekerti saja. Tapi segala aspek kehidupan di negeri ini akan jauh lebih baik dari saat ini.</p>
<p>Last, saya mengucapkan turut berbela sungkawa terhadap mendiang Ade Sara Angelina Suroto (19) yang menjadi korban dalam peristiwa pembunuhan keji di Jakarta.</p>
<p>Saya juga berbela sungkawa atas hilangnya nurani dan akal sehat serta budi pekerti di sebahagian negeri ini. Semoga Tuhan bersama kita.</p>
<p>Wassalam. (HS)</p>
<p>Kampusstialan2014</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hadisome.wordpress.com/2014/03/08/pembunuhan-sara-dan-krisis-moral-di-negeri-kita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/78cd0468df2a956f5cc43356c91771c77b9e63d9824eac694697f7ca6a6e07f0?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadisome</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cdn.production.liputan6.com/medias/648104/big/adesaraa-2-140307d.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">foto capture dari http://news.liputan6.com/</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
