<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Harian Duta</title>
	<atom:link href="https://harianduta.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://harianduta.com</link>
	<description>Berimbang &#38; Fakta</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Oct 2026 20:43:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://harianduta.com/wp-content/uploads/2023/12/HD-1-100x100.png</url>
	<title>Harian Duta</title>
	<link>https://harianduta.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Belum Dapat Kamar Hingga Tengah Malam, Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan RS Urip Sumoharjo</title>
		<link>https://harianduta.com/2026/10/10/belum-dapat-kamar-hingga-tengah-malam-keluarga-pasien-keluhkan-pelayanan-rs-urip-sumoharjo/</link>
					<comments>https://harianduta.com/2026/10/10/belum-dapat-kamar-hingga-tengah-malam-keluarga-pasien-keluhkan-pelayanan-rs-urip-sumoharjo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[harianduta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2026 20:43:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianduta.com/?p=14182</guid>

					<description><![CDATA[BANDAR LAMPUNG — Keluarga pasien Ny. Linda Wati mengeluhkan lambannya pelayanan di Rumah Sakit (RS)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BANDAR LAMPUNG — Keluarga pasien Ny. Linda Wati mengeluhkan lambannya pelayanan di Rumah Sakit (RS) Urip Sumoharjo, Bandar Lampung. Pasalnya, sejak pasien masuk rumah sakit pada Jumat (9/10/2026) menjelang siang hingga tengah malam, sekitar pukul 24.00 WIB, pasien disebut belum mendapatkan kamar rawat inap dan masih menunggu di ruang admission.</p>
<p>Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan bagi keluarga, terlebih pasien direncanakan menjalani operasi mata karena diduga mengalami tumor pada bagian mata.</p>
<p>Suami pasien, Roybomantoro, mengungkapkan bahwa keluarganya telah membawa Ny. Linda Wati ke rumah sakit sejak Jumat menjelang siang. Namun, hingga larut malam, belum ada kepastian mengenai kamar yang akan ditempati pasien.</p>
<p>“Dari siang kami sudah menunggu. Sekitar pukul 13.00 WIB, pihak rumah sakit sudah menghubungi keluarga untuk pengambilan darah pasien. Namun, sampai tengah malam, belum ada tindak lanjut yang jelas terkait kamar rawat inap,” keluh Roybomantoro.</p>
<p>Menurutnya, keluarga berharap pasien segera mendapatkan penanganan dan fasilitas perawatan yang dibutuhkan, mengingat adanya rencana tindakan operasi mata.</p>
<p>Berdasarkan pesan komunikasi yang diterima keluarga, pihak Laboratorium IGD RS Urip Sumoharjo sempat menghubungi keluarga Ny. Linda Wati untuk memastikan posisi pasien dan menyampaikan rencana pengambilan sampel darah.</p>
<p>Pesan tersebut menyebutkan bahwa petugas laboratorium akan melakukan pengambilan darah. Apabila pasien berada di luar ruang IGD, keluarga diminta menghubungi konter Laboratorium IGD.</p>
<p>Keluarga menyebut proses komunikasi mengenai pengambilan darah itu telah berlangsung sejak sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, hingga malam hari, mereka mengaku belum memperoleh kepastian mengenai kamar rawat inap.</p>
<p>“Harapan kami sederhana, pasien bisa segera mendapatkan kamar dan pelayanan yang jelas. Kami datang ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, apalagi ada rencana operasi,” ujar Roybomantoro.</p>
<p>Keluarga berharap pihak manajemen RS Urip Sumoharjo memberikan penjelasan mengenai keterlambatan penempatan kamar serta memastikan pasien memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan medisnya.</p>
<p><strong>BUTUH PENJELASAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT</strong></p>
<p>Persoalan ini membutuhkan klarifikasi dari pihak manajemen RS Urip Sumoharjo, terutama terkait ketersediaan kamar, alur pelayanan pasien dari ruang admission, serta tindak lanjut pemeriksaan laboratorium.</p>
<p>Keterlambatan memperoleh kamar tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran prosedur. Namun, keluarga pasien berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi, tahapan pelayanan, dan rencana penanganan medis pasien.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RS Urip Sumoharjo belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan keluarga pasien Ny. Linda Wati. Upaya konfirmasi kepada pihak rumah sakit juga belum berhasil dilakukan. Redaksi masih berupaya memperoleh penjelasan mengenai keterlambatan penempatan kamar dan tindak lanjut pelayanan medis terhadap pasien. Berita ini akan diperbarui setelah pihak rumah sakit memberikan keterangan resmi.</p>
<p>Keluarga berharap kejadian yang dialami Ny. Linda Wati menjadi perhatian pihak rumah sakit sehingga komunikasi dengan pasien dan keluarga, khususnya dalam situasi yang membutuhkan penanganan medis, dapat berjalan lebih jelas dan responsif. (*).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianduta.com/2026/10/10/belum-dapat-kamar-hingga-tengah-malam-keluarga-pasien-keluhkan-pelayanan-rs-urip-sumoharjo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Kakao dari Desa, Solar Dryer Jadi Pengungkit Nilai Tambah Petani</title>
		<link>https://harianduta.com/2026/10/09/gubernur-lampung-dorong-hilirisasi-kakao-dari-desa-solar-dryer-jadi-pengungkit-nilai-tambah-petani/</link>
					<comments>https://harianduta.com/2026/10/09/gubernur-lampung-dorong-hilirisasi-kakao-dari-desa-solar-dryer-jadi-pengungkit-nilai-tambah-petani/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[harianduta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2026 16:48:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianduta.com/?p=14179</guid>

					<description><![CDATA[PESAWARAN &#8212; Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mendorong hilirisasi komoditas kakao dimulai dari tingkat desa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PESAWARAN &#8212; Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mendorong hilirisasi komoditas kakao dimulai dari tingkat desa agar nilai tambah hasil perkebunan dapat dinikmati langsung oleh petani. Menurut Gubernur, keterbatasan fasilitas pengering selama ini membuat petani hanya dapat menjual kakao dengan harga tinggi pada musim kemarau.</p>
<p>&#8220;Strategi Provinsi Lampung ke depan adalah mendesain struktur ekonomi agar pertumbuhannya inklusif, ikut memakmurkan dan mengentaskan kemiskinan. Bagaimana caranya? Hilirisasi, nilai tambah harus dilakukan dari sumber bahan baku, yaitu ada di desa-desa,&#8221; ucap Gubernur Mirza saat kegiatan pemberdayaan desa wisata melalui pelatihan, penyerahan solar dryer, dan akselerasi pengembangan ekonomi daerah komoditas kakao di Pekon Ampai, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Kamis (8/10/2026).</p>
<p>Menurut Gubernur Mirza, solar dryer yang diserahkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan pengeringan kakao di tingkat petani. Teknologi tersebut dinilai sederhana, tetapi dapat membuka kesempatan bagi petani untuk menghasilkan kakao kering secara lebih konsisten sepanjang tahun.</p>
<p>Selama ini petani menghadapi persoalan ketika panen berlangsung pada musim hujan. Kakao yang belum kering harus segera dijual sehingga petani menerima harga lebih rendah karena tidak memiliki fasilitas pengering yang memadai.</p>
<p>Gubernur Mirza menyebut harga kakao basah dalam kondisi tertentu berada di kisaran Rp20.000-Rp30.000 per kilogram. Setelah dikeringkan, harganya dapat meningkat menjadi sekitar Rp70.000-Rp80.000 per kilogram, sehingga proses pengeringan menjadi titik penting dalam meningkatkan pendapatan petani.</p>
<p>&#8220;Cokelat mahal kalau kering. Benar mahal kalau jualnya sepanjang tahun bisa mahal. Tapi mereka hanya bisa jual tiga atau empat bulan secara mahal,&#8221; ujar Gubernur Mirza. Kondisi itu membuat pendapatan petani sangat bergantung pada cuaca dan musim panen.</p>
<p>Pemprov Lampung, lanjut Gubernur, tengah mendorong agar nilai tambah komoditas tidak berhenti pada penjualan bahan mentah. Dari total komoditas Lampung yang menurut Gubernur bernilai sekitar Rp150 triliun dalam struktur PDRB, baru sekitar Rp40 triliun yang mengalami hilirisasi atau tidak lebih dari 30 persen.</p>
<p>Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperkuat industri pengolahan berbasis komoditas lokal. Selama ini, sebagian besar nilai tambah justru dinikmati industri berskala besar, sementara bahan baku berasal dari desa-desa sentra produksi.</p>
<p>Karena itu, Gubernut Mirza berharap Pekon Ampai tidak hanya menjadi tempat pengeringan kakao, tetapi juga dapat menjadi pusat pengembangan dan produksi solar dryer. Alat tersebut diharapkan dapat ditiru, dikembangkan, kemudian didistribusikan ke sentra-sentra kakao di sepanjang pesisir Lampung.</p>
<p>&#8220;Yang saya harapkan nanti di Pekon Ampai bukan hanya bisa suplai, bukan hanya bisa mengeringkan, tapi bisa mencontoh, membuat pengering seperti ini, dan mendistribusikan, menjual pengering-pengering solar dryer ini di sepanjang pesisir Lampung,&#8221; kata Gubernur Mirza.</p>
<p>Potensi kakao di wilayah tersebut cukup besar. Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menyebut produksi kakao Pesawaran termasuk yang terbesar di Indonesia dan menjadi yang tertinggi di Lampung, khususnya di wilayah pesisir.</p>
<p>Data yang disampaikan Pelaksana Harian Kepala OJK Provinsi Lampung Eti Eliati memperkuat gambaran tersebut. Pesawaran disebut memiliki luas lahan kakao sekitar 25.000,8 hektar dengan produksi sekitar 21.000 ton per tahun.</p>
<p>OJK mendorong pengembangan kakao melalui ekosistem closed-loop yang menghubungkan sektor hulu dan hilir. Skema tersebut mencakup akses pembiayaan petani, mitigasi risiko oleh lembaga penjamin, kepastian pasar dan harga melalui offtaker serta industri pengolahan, hingga pendampingan pemerintah daerah dan akademisi.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, PNM juga akan merealisasikan pembiayaan sebesar Rp318 juta kepada 50 debitur pelaku usaha tani kakao. Pembiayaan itu diharapkan meningkatkan volume usaha sekaligus pendapatan petani.</p>
<p>Selain bantuan solar dryer, penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui pengembangan UMKM berbasis kakao. Pada kegiatan tersebut Gubernur meninjau sejumlah usaha UMKM milik warga dan mendorong agar semakin banyak pelaku usaha lokal mampu meningkatkan skala bisnisnya.</p>
<p>Dari sisi pembiayaan ultra mikro, PNM melaporkan telah memiliki sekitar 490.000 nasabah di Lampung. Hingga September 2026, outstanding pembiayaan mencapai sekitar Rp2 triliun, sedangkan penyaluran sepanjang 2026 telah mencapai Rp2,04 triliun.</p>
<p>Khusus di Pesawaran, jumlah nasabah PNM Mekaar tercatat 29.383 orang dengan outstanding sekitar Rp125,86 miliar. PNM juga memiliki 11 cabang, 148 pendamping, dan 1.940 kelompok nasabah di wilayah tersebut.</p>
<p>Gubernur juga mengaitkan pengembangan kakao dengan penguatan Desa Wisata Budaya Pekon Ampai. Pekon tersebut merupakan salah satu kawasan yang disebut sebagai Kampung Tua berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pesawaran Nomor 6 Tahun 2019, sekaligus memiliki potensi agroforestri kakao melalui perhutanan sosial.</p>
<p>Menurut Gubernur Mirza, posisi Pekon Ampai strategis karena berada di antara sejumlah destinasi wisata seperti Gigi Hiu, Kiluan, Pulau Wayang, Pahawang, Legundi, dan kawasan wisata lainnya. Karena itu, ia meminta masyarakat bersama pemerintah daerah menyiapkan Pekon Ampai sebagai tujuan wisata budaya sekaligus menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan.</p>
<p>&#8220;Pekon Ampai harus bisa memanfaatkan letak yang strategis ini. Saya berharap kalau kita bisa memajukan budaya, melestarikan budaya, membuat Pekon Ampai menjadi destinasi wisata budaya yang baik, maka semua orang akan datang ke Pekon Ampai untuk melihat indahnya budaya Lampung,&#8221; ujar Gubernur.</p>
<p>Pemprov Lampung, Pemkab Pesawaran, PNM, BUMN, dan pemangku kepentingan lainnya akan didorong berkolaborasi mengembangkan Pekon Ampai sebagai kawasan wisata budaya sekaligus sentra ekonomi masyarakat. Gubernur Mirza juga menyebut akses menuju kawasan tersebut telah diperbaiki sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan potensi wisata.</p>
<p>Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian menyambut bantuan solar dryer tersebut sebagai bentuk kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat. Dari 10 desa yang diusulkan, bantuan diberikan kepada tiga desa, yakni Sidodadi, Maja, dan Pekon Ampai.</p>
<p>Nanda meminta masyarakat dan pelaku UMKM penerima manfaat memaksimalkan sekaligus merawat fasilitas tersebut secara gotong royong. Dengan demikian, alat pengering dapat memiliki usia pakai panjang dan terus mendukung produktivitas pengolahan hasil bumi.</p>
<p>Pengembangan kakao juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hasil melalui pengolahan dan fermentasi. OJK menilai peningkatan kapasitas petani, peremajaan tanaman, pencegahan alih fungsi hutan, serta pengolahan dari biji mentah menjadi produk bernilai lebih tinggi menjadi bagian penting dari hilirisasi kakao Pesawaran.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, OJK juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan produk jasa keuangan. Masyarakat diminta menerapkan prinsip &#8216;legal dan logis&#8221;, yakni memastikan lembaga jasa keuangan berizin dan diawasi OJK serta tidak mudah tergiur tawaran keuntungan yang tidak masuk akal.</p>
<p>Selain penguatan ekonomi, kegiatan tersebut dirangkai dengan pelestarian budaya Lampung. Gubernur mengunjungi Rumah Adat Sai Batin Marga Punduh untuk mengikuti prosesi adat dan berdialog dengan tetua adat, sekaligus menyerahkan penghargaan kepada Masyarakat Adat Marga Punduh atas upaya perlindungan, pelestarian, pemanfaatan, dan pengembangan kebudayaan di Provinsi Lampung. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/400.3.1/3524/V.01/HK/2026.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung pada Kamis itu juga sejalan dengan kebijakan Hari Kamis Beradat di Lampung. Instruksi Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2025 memang mengatur penggunaan bahasa Lampung dan pemakaian batik khas Lampung setiap Kamis sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa dan budaya daerah.</p>
<p>Bagi Pemprov Lampung, pengembangan Pekon Ampai tidak berhenti pada pemberian bantuan alat. Integrasi antara pengeringan kakao, pembiayaan usaha, peningkatan kapasitas petani, pengembangan UMKM, pelestarian budaya, dan pariwisata diharapkan membentuk ekosistem ekonomi desa yang mampu menciptakan nilai tambah di daerah asalnya.</p>
<p>Dengan pengeringan yang lebih baik, petani memiliki peluang menjual kakao berkualitas dengan harga lebih tinggi dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada musim kemarau. Dalam jangka lebih panjang, hilirisasi di tingkat desa diharapkan memperluas sumber pendapatan masyarakat, membuka peluang usaha baru, memperkuat UMKM, serta membuat pertumbuhan ekonomi Lampung semakin dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa. (Pemerintah Provinsi Lampung).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianduta.com/2026/10/09/gubernur-lampung-dorong-hilirisasi-kakao-dari-desa-solar-dryer-jadi-pengungkit-nilai-tambah-petani/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jati Agung Juara Bupati Cup 2026, Lampung Selatan Siapkan Regenerasi Atlet Voli</title>
		<link>https://harianduta.com/2026/10/09/jati-agung-juara-bupati-cup-2026-lampung-selatan-siapkan-regenerasi-atlet-voli/</link>
					<comments>https://harianduta.com/2026/10/09/jati-agung-juara-bupati-cup-2026-lampung-selatan-siapkan-regenerasi-atlet-voli/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[harianduta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2026 06:45:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lampung Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianduta.com/?p=14176</guid>

					<description><![CDATA[Lampung Selatan, Harianduta.com-Kecamatan Jati Agung tampil sebagai juara Turnamen Bola Voli Putra Bupati Cup 2026...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Lampung Selatan, Harianduta.com-Kecamatan Jati Agung tampil sebagai juara Turnamen Bola Voli Putra Bupati Cup 2026 setelah menaklukkan Kecamatan Palas dengan skor telak 3-0 pada partai final di GOR Way Handak (GWH), Kalianda, Kamis (8/10/2026).</p>
<p>Kemenangan tersebut mengantarkan Jati Agung meraih gelar juara pertama dalam turnamen yang berlangsung pada 6-8 Oktober 2026 dan diikuti 16 tim hasil seleksi tingkat kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan pada September lalu.</p>
<p>Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, turnamen ini menjadi ajang untuk memetakan potensi atlet daerah sekaligus memperkuat pembinaan bola voli secara berkelanjutan, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.</p>
<p>Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lampung Selatan, Muhammad Yusup, mengatakan hasil turnamen menjadi salah satu dasar untuk mengidentifikasi atlet-atlet potensial yang dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.</p>
<p>“Melalui turnamen ini, kami memiliki data atlet potensial yang muncul dari kecamatan. Mereka akan didata, dibina, dan dilatih secara berkelanjutan untuk dipersiapkan membawa nama Lampung Selatan pada ajang Porprov maupun kompetisi lainnya,” ujar Yusup.</p>
<p>Menurutnya, pembinaan tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem bola voli yang berkesinambungan, sehingga potensi atlet dari tingkat desa dan kecamatan dapat berkembang hingga mampu bersaing di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan lebih tinggi.</p>
<p>“Target akhirnya adalah terbentuknya ekosistem bola voli Lampung Selatan dari desa, kecamatan, hingga kabupaten, sekaligus memastikan adanya regenerasi atlet untuk masa mendatang,” kata Yusup.</p>
<p>Dalam turnamen tersebut, Kecamatan Jati Agung menempati posisi pertama, disusul Kecamatan Palas sebagai juara kedua. Sementara itu, Kecamatan Sidomulyo meraih juara ketiga dan Kecamatan Bakauheni menempati posisi keempat.</p>
<p>Para pemenang memperoleh trofi dan uang pembinaan. Juara pertama mendapatkan Rp10 juta, juara kedua Rp7,5 juta, juara ketiga Rp5 juta, dan juara keempat Rp3,5 juta.</p>
<p>Sementara itu, mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim dan atlet yang telah berpartisipasi serta menunjukkan kemampuan terbaik selama turnamen berlangsung.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi panitia, wasit, perangkat pertandingan, pelatih, ofisial, dan seluruh pihak yang mendukung kelancaran penyelenggaraan Bupati Cup 2026.</p>
<p>Supriyanto berharap turnamen tersebut menjadi momentum bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga disiplin, dan mengembangkan prestasi melalui latihan yang konsisten.</p>
<p>“Teruslah berlatih, tingkatkan kemampuan, dan jangan pernah berhenti berusaha untuk meraih prestasi terbaik,” ujar Supriyanto.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus mendorong pengembangan olahraga sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, dan berkarakter.</p>
<p>Melalui kompetisi dan pembinaan yang berkelanjutan, potensi atlet daerah diharapkan dapat berkembang dan melahirkan prestasi yang membanggakan Lampung Selatan di tingkat provinsi maupun nasional.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianduta.com/2026/10/09/jati-agung-juara-bupati-cup-2026-lampung-selatan-siapkan-regenerasi-atlet-voli/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gema HELAU Lampung Selatan Kembali Bergerak, Budaya Bersih Dimulai dari Kebiasaan Bersama</title>
		<link>https://harianduta.com/2026/10/09/gema-helau-lampung-selatan-kembali-bergerak-budaya-bersih-dimulai-dari-kebiasaan-bersama/</link>
					<comments>https://harianduta.com/2026/10/09/gema-helau-lampung-selatan-kembali-bergerak-budaya-bersih-dimulai-dari-kebiasaan-bersama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[harianduta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2026 06:42:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lampung Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianduta.com/?p=14173</guid>

					<description><![CDATA[Lampung Selatan, Harisnduta.com-Menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman tidak cukup dilakukan melalui kegiatan rutin pemerintah,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Lampung Selatan, Harisnduta.com-Menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman tidak cukup dilakukan melalui kegiatan rutin pemerintah, tetapi perlu menjadi kebiasaan bersama yang dimulai dari ruang publik hingga lingkungan rumah.</p>
<p>Semangat inilah yang terus dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Gerakan Bersama Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul (Gema HELAU), yang kembali digelar pada Jumat (9/10/2026).</p>
<p>Kali ini, aksi kebersihan menyasar sejumlah fasilitas umum, meliputi kawasan Gedung Olahraga Way Handak, sepanjang Jalan Cinta Kalianda, serta area sekitar Kantor Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lampung Selatan.</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan dan penataan lingkungan agar fasilitas umum tetap nyaman digunakan masyarakat.</p>
<p>Namun, Gema HELAU tidak hanya berorientasi pada kebersihan kawasan yang menjadi sasaran kegiatan. Gerakan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa lingkungan yang bersih dan terawat membutuhkan kepedulian serta keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.</p>
<p>Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Selatan, Dwi Jatmiko, mengatakan partisipasi masyarakat penting untuk menjadikan Gema HELAU sebagai budaya sehari-hari, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah.</p>
<p>“Selain enak dipandang, lingkungan yang bersih juga mendukung kesehatan dan kenyamanan kita bersama,” ujar Dwi Jatmiko di sela-sela kegiatan.</p>
<p>Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.</p>
<p>Dengan demikian, upaya menjaga kebersihan tidak hanya berlangsung ketika kegiatan gotong royong digelar, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian masyarakat.</p>
<p>Lingkungan yang bersih dan tertata tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga mendukung terciptanya ruang publik yang nyaman untuk beraktivitas. Karena itu, kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga fasilitas umum, serta merawat lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam membangun kawasan yang lebih sehat dan lestari.</p>
<p>Gema HELAU merupakan salah satu upaya Pemkab Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar untuk mewujudkan Lampung Selatan HELAU, yakni Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul.</p>
<p>Melalui pelaksanaan yang konsisten, semangat gotong royong dalam Gema HELAU diharapkan meluas dari fasilitas umum ke lingkungan permukiman warga.</p>
<p>Dengan dukungan dan partisipasi masyarakat, gerakan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan bersama dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Lampung Selatan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianduta.com/2026/10/09/gema-helau-lampung-selatan-kembali-bergerak-budaya-bersih-dimulai-dari-kebiasaan-bersama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BNI dan Unila Perkuat Kolaborasi Melalui KTM Co-Branding</title>
		<link>https://harianduta.com/2026/10/09/bni-dan-unila-perkuat-kolaborasi-melalui-ktm-co-branding/</link>
					<comments>https://harianduta.com/2026/10/09/bni-dan-unila-perkuat-kolaborasi-melalui-ktm-co-branding/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[harianduta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2026 06:41:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianduta.com/?p=14170</guid>

					<description><![CDATA[Bandar Lampung, Harianduta.com-Universitas Lampung (Unila) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menandatangani Perjanjian...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bandar Lampung, Harianduta.com-<a href="http://Unila.ac.id">Universitas Lampung (Unila)</a> dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang penerbitan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Co-Branding BNI-UNILA bagi mahasiswa baru Program Sarjana Tahun Angkatan 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 8 Oktober 2026, di Ruang Sidang Utama lantai dua Gedung Rektorat Unila.</p>
<p>Kegiatan dihadiri langsung oleh General Manager Divisi INS 2 BNI, Donny Chairuman, RCEO Wilayah 03, Department Head Divisi INS 2, serta Regional Area Head Lampung Bangka Belitung. Turut hadir jajaran pimpinan Universitas Lampung, di antaranya Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Dr. Habibulloh Jimad, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Sunyono, M.Si., para Dekan dan Wakil Dekan, serta para Kepala Biro.</p>
<p>Dalam sambutannya, General Manager Divisi INS BNI, Donny Chairuman, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara lembaga perbankan dengan institusi pendidikan tinggi, khususnya dalam mendukung kebutuhan layanan keuangan bagi sivitas akademika.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Lampung, Dr. Habibulloh Jimad, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama dengan BNI merupakan bentuk sinergi yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Universitas Lampung, khususnya dalam mendukung layanan bagi mahasiswa dan pegawai.</p>
<p>Melalui penerbitan KTM Co-Branding BNI-UNILA, mahasiswa baru Program Sarjana Angkatan 2026 diharapkan memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan yang terintegrasi dengan kebutuhan akademik dan layanan perbankan. Kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan layanan digital dan administrasi mahasiswa di lingkungan Unila.</p>
<p>Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengundian hadiah BNI Loyalty Program sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama payroll pegawai Unila dengan BNI. Program tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan kelembagaan antara Unila dan BNI serta memberikan nilai tambah bagi pegawai Unila.</p>
<p>Melalui kerja sama ini, Unila dan BNI berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan layanan yang memberikan kemudahan dan manfaat bagi sivitas akademika Unila</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianduta.com/2026/10/09/bni-dan-unila-perkuat-kolaborasi-melalui-ktm-co-branding/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PTPN I Raih Dua Penghargaan AHI 2026</title>
		<link>https://harianduta.com/2026/10/09/ptpn-i-raih-dua-penghargaan-ahi-2026/</link>
					<comments>https://harianduta.com/2026/10/09/ptpn-i-raih-dua-penghargaan-ahi-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[harianduta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2026 06:37:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianduta.com/?p=14167</guid>

					<description><![CDATA[SURAKARTA — PT Perkebunan Nusantara I (Persero) kembali mencatatkan prestasi di bidang komunikasi korporasi. Dua...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SURAKARTA — PT Perkebunan Nusantara I (Persero) kembali mencatatkan prestasi di bidang komunikasi korporasi. Dua penghargaan diraih di ajang The 8th Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026. Award diterima pada malam puncak AHI 2026 di Balai Tawangarum, Komplek Balai Kota Surakarta, Kamis malam (8/10/2026).</p>
<p>Penghargaan diraih PTPN I pada kategori majalah online internal (e-magazine) yang menempatkan Majalah OneMagz sebagai kampiun. Satu lagi, video profil perusahaan (company profile) memenangi award pada subkategori video profil. Keduanya berada dalam kategori Media Internal.</p>
<p>Capaian tersebut menjadi apresiasi atas upaya PTPN I menghadirkan media komunikasi yang tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga merekam perjalanan transformasi perusahaan, memperkuat budaya korporasi, serta membangun keterhubungan dengan insan perusahaan dan para pemangku kepentingan.</p>
<p>AHI 2026 yang mengusung tema “Membangun Transparansi, Menguatkan Kepercayaan Publik” dibuka CEO Humas Indonesia Asmono Wikan. Tentang tema ini, Asmono dalam pengantarnya mengatakan, Humas Indonesia menempatkan transparansi dan kepercayaan sebagai fondasi penting komunikasi publik di tengah derasnya arus informasi.</p>
<p>&#8221; Tantangan komunikasi saat ini semakin kompleks sehingga institusi dituntut membangun hubungan dengan publik melalui komunikasi yang terbuka, jelas, dan dapat dipercaya. Transparansi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Dan kepercayaan publik adalah aset paling mahal yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dibangun, namun bisa runtuh dalam sekejap,” kata Asmono.</p>
<p>AHI 2026 mencatat jumlah entri tertinggi sepanjang delapan tahun penyelenggaraannya, yakni 371 entri dari kementerian, lembaga pemerintah, BUMN/BUMD, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi. Dari jumlah tersebut, dewan juri menetapkan 178 trofi untuk 80 institusi, ditambah empat trofi khusus Platinum dan 18 penghargaan Kartini HUMAS INDONESIA (KaHI) 2026.</p>
<p>Proses penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari seleksi administrasi, penjurian presentasi hingga penilaian final oleh dewan juri secara daring dan luring pada 1–5 September 2026. Penjurian melibatkan praktisi komunikasi dan profesional media.</p>
<p>Bagi PTPN I, penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam memperkuat kualitas komunikasi korporasi di tengah transformasi bisnis dan organisasi.</p>
<p>Sekretaris Perusahaan PTPN I (Persero), Aris Handoyo, mengatakan penghargaan tersebut tidak semata-mata menjadi capaian, tetapi juga apresiasi terhadap proses yang terus dibangun perusahaan dalam menghadirkan komunikasi yang informatif, relevan, dan bernilai.</p>
<p>“Penghargaan ini kami maknai bukan semata sebagai pencapaian, tetapi sebagai apresiasi terhadap proses yang terus kami bangun dalam menghadirkan komunikasi korporasi yang informatif, relevan, dan memiliki nilai bagi insan PTPN I maupun para pemangku kepentingan,” kata Aris.</p>
<p>Menurut Aris, media internal memiliki posisi strategis dalam perjalanan transformasi PTPN I. Selain menjadi kanal informasi, media internal juga berperan membangun kesamaan pemahaman, memperkuat budaya perusahaan, dan mengomunikasikan kontribusi korporasi.</p>
<p>“Ke depan, kami ingin terus menghadirkan kanal komunikasi yang tidak hanya menyampaikan apa yang dilakukan perusahaan, tetapi juga mampu menghadirkan cerita, gagasan, dan nilai yang merepresentasikan perjalanan PTPN I sebagai korporasi agribisnis yang terus bertransformasi,” ujarnya.</p>
<p>VP Corporate Communication PTPN I, Hendrik Sastrawan, menilai penghargaan tersebut menjadi validasi atas kerja kolaboratif tim komunikasi dalam mengemas informasi perusahaan secara kreatif dan mudah dipahami.</p>
<p>“Bagi kami, OneMagz bukan sekadar majalah internal, melainkan ruang untuk merekam perjalanan transformasi PTPN I, menghubungkan insan perusahaan, sekaligus menyampaikan cerita tentang inovasi, bisnis, budaya, dan kontribusi perusahaan,” kata Hendrik.</p>
<p>Sementara itu, Company Profile dirancang untuk menyederhanakan perjalanan korporasi yang kompleks menjadi informasi yang lebih menarik, komunikatif, dan mudah dipahami oleh para pemangku kepentingan.</p>
<p>“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghasilkan karya komunikasi yang semakin kreatif, relevan, dan memiliki dampak,” ujarnya.</p>
<p>AHI 2026 turut mempertemukan berbagai institusi publik seperti Kementerian, Lembaga Pemerintah, BUMN/BUMD, Pemerintah Daerah, dan Perguruan Tinggi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianduta.com/2026/10/09/ptpn-i-raih-dua-penghargaan-ahi-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Junaedi: Berbagi Tak Harus Menunggu Kaya, Sisihkan Rezeki untuk Sesama</title>
		<link>https://harianduta.com/2026/10/09/junaedi-berbagi-tak-harus-menunggu-kaya-sisihkan-rezeki-untuk-sesama/</link>
					<comments>https://harianduta.com/2026/10/09/junaedi-berbagi-tak-harus-menunggu-kaya-sisihkan-rezeki-untuk-sesama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[harianduta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2026 06:36:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianduta.com/?p=14164</guid>

					<description><![CDATA[BANDAR LAMPUNG — Semangat kepedulian sosial mewarnai Jumat pagi di kawasan Tugu Adipura, Bandar Lampung,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BANDAR LAMPUNG — Semangat kepedulian sosial mewarnai Jumat pagi di kawasan Tugu Adipura, Bandar Lampung, Jumat (9/10/2026). Melalui program Sikambara Peduli, komunitas suporter sepak bola Sikambara membagikan nasi bungkus kepada pengemudi ojek online (ojol) dan masyarakat yang melintas.</p>
<p>Aksi sosial tersebut dipimpin Ketua Sikambara, Junaedi, yang juga menjabat Ketua Pajero Indonesia One Chapter Krakatau serta CEO Rumah Makan Minang Indah Grup. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian komunitas terhadap masyarakat, sekaligus ajakan untuk menjadikan berbagi sebagai kebiasaan yang terus tumbuh di tengah kehidupan sosial.</p>
<p>Sejumlah pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Lampung turut hadir dan membagikan nasi bungkus dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Umum (Sekum) PSSI Lampung, Olin, bersama jajaran pengurus lainnya.</p>
<p>Junaedi mengatakan, program Sikambara Peduli merupakan bentuk sederhana kepedulian kepada sesama, terutama masyarakat yang setiap hari bekerja keras mencari nafkah di jalanan.</p>
<p>Menurutnya, nasi bungkus yang dibagikan mungkin tidak seberapa dari sisi materi, tetapi diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat saling membantu.</p>
<p>“Bismillah, Jumat berkah. Melalui Sikambara Peduli, kami ingin sedikit berbagi rezeki kepada saudara-saudara kita, khususnya teman-teman ojol dan masyarakat yang melintas di kawasan Tugu Adipura Bandar Lampung,” ujar Junaedi.</p>
<p>Ia menegaskan, kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan para mitra bisnis Rumah Makan Minang Indah Grup serta rekan-rekan Sikambara yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama.</p>
<p>Junaedi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Ia berharap kebersamaan dan kepedulian seperti ini terus terjaga sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.</p>
<p>“Terima kasih kepada semua partner bisnis Rumah Makan Minang Indah Grup dan rekan-rekan Sikambara yang telah menyisihkan sedikit rezekinya. Semoga rezekinya dilipatgandakan, selalu diberikan keberkahan, kesehatan, dan kesuksesan untuk kita semua. Aamiin,” katanya.</p>
<p><strong>Rutin Setiap Jumat</strong></p>
<p>Junaedi menjelaskan, Sikambara Peduli diharapkan menjadi agenda rutin setiap Jumat sebagai bentuk komitmen komunitas untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Baginya, kegiatan sosial tidak harus menunggu memiliki kemampuan besar. Kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana, dilakukan bersama-sama, dan dijalankan secara konsisten.</p>
<p>Semangat itulah yang ingin dibangun Sikambara, agar komunitas suporter sepak bola tidak hanya dikenal melalui dukungan terhadap tim kesayangan, tetapi juga melalui aksi nyata dalam membantu masyarakat.</p>
<p>Usai membagikan nasi bungkus di kawasan Tugu Adipura, kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama sebelum menunaikan salat Jumat di Rumah Makan Minang Indah, cabang Jalan Gajah Mada, Bandar Lampung.</p>
<p>Junaedi berharap kegiatan Sikambara Peduli dapat terus berlanjut pada Jumat-Jumat berikutnya dengan dukungan lebih banyak pihak.</p>
<p>“Sampai jumpa di Sikambara Peduli Jumat depan. Semoga kegiatan kecil ini menjadi ladang kebaikan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tutupnya. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianduta.com/2026/10/09/junaedi-berbagi-tak-harus-menunggu-kaya-sisihkan-rezeki-untuk-sesama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dukung Kebijakan Pajak Daerah, DPD KAMPUD Lampung Timur Hadiri Sosialisasi di Kantor Bapenda Setempat</title>
		<link>https://harianduta.com/2026/10/08/dukung-kebijakan-pajak-daerah-dpd-kampud-lampung-timur-hadiri-sosialisasi-di-kantor-bapenda-setempat/</link>
					<comments>https://harianduta.com/2026/10/08/dukung-kebijakan-pajak-daerah-dpd-kampud-lampung-timur-hadiri-sosialisasi-di-kantor-bapenda-setempat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[harianduta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2026 11:49:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Dan Kriminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianduta.com/?p=14161</guid>

					<description><![CDATA[Lampung Timur — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda untuk Demokrasi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Lampung Timur — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda untuk Demokrasi (KAMPUD) Kabupaten Lampung Timur, Fitri Andi, menghadiri acara sosialisasi yang digelar oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lampung Timur dengan tema &#8220;Peran Media dalam Mendukung Kebijakan Pajak Daerah&#8221;. Kegiatan berlangsung di Kantor Bapenda Kabupaten Lampung Timur pada Kamis, 8 Oktober 2026, siang.</p>
<p>Adapun acara ini bertujuan memperkuat pemahaman dan dukungan masyarakat serta pemuda terhadap kebijakan pajak daerah.</p>
<p>Sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), DPD KAMPUD Kabupaten Lampung Timur berperan penting membantu pemerintah daerah mengkampanyekan program dan kebijakan pajak daerah.</p>
<p>Organisasi ini berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat tentang arti dan pentingnya membangun daerah melalui kesadaran dan kepatuhan membayar pajak, menyebarkan informasi yang benar mengenai pajak daerah secara luas kepada masyarakat.</p>
<p>Dalam kesempatan ini Fitri Andi menegaskan bahwa DPD KAMPUD Kabupaten Lampung Timur memberikan apresiasi dan mendukung penuh atas terobosan Bapenda setempat dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dengan kolaborasi bersama unsur organisasi dari masyarakat.</p>
<p>Hadir dalam acara ini yaitu Agus Firmansyah, S.E, M.Si, M.M merupakan Kepala Bapenda Kabupaten Lampung Timur, Miklis, S.H sebagai Ketua PWI Kabupaten Lampung Timur, dan A. Zohiri ZA, S.Pd sebagai Ketua IWO Kabupaten Lampung Timur.</p>
<p>Agenda ini merupakan wujud sinergi antara Bapenda, media, dan organisasi masyarakat/LSM. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran serta kepatuhan pembayaran pajak daerah di Kabupaten Lampung Timur. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianduta.com/2026/10/08/dukung-kebijakan-pajak-daerah-dpd-kampud-lampung-timur-hadiri-sosialisasi-di-kantor-bapenda-setempat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HIPMI Bandar Lampung Dukung Penuh Implementasi EWIS untuk Iklim Usaha Aman dan Kondusif</title>
		<link>https://harianduta.com/2026/10/08/hipmi-bandar-lampung-dukung-penuh-implementasi-ewis-untuk-iklim-usaha-aman-dan-kondusif/</link>
					<comments>https://harianduta.com/2026/10/08/hipmi-bandar-lampung-dukung-penuh-implementasi-ewis-untuk-iklim-usaha-aman-dan-kondusif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[harianduta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2026 05:53:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianduta.com/?p=14156</guid>

					<description><![CDATA[BANDAR LAMPUNG – BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandar Lampung menyatakan dukungan penuh...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BANDAR LAMPUNG – BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandar Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi Early Warning and Intelligence System (EWIS) berbasis web digital di Kota Bandar Lampung.</p>
<p>Dukungan tersebut tertuang dalam Surat Pernyataan Dukungan yang ditandatangani Ketua BPC HIPMI Kota Bandar Lampung, Indra Fariza, S.Ak., pada Kamis (8/10/2026).</p>
<p>Aksi perubahan yang didukung HIPMI berjudul “Penguatan Tata Kelola Koordinasi dan Pertukaran Informasi Intelijen melalui Early Warning and Intelligence System (EWIS) Berbasis Web Digital di Wilayah Kota Bandar Lampung”.</p>
<p>Program inovatif tersebut digagas oleh Deny Permadi, S.Sos., Korwil Bandar Lampung BINDA Lampung selaku Action Leader atau Project Leader EWIS.</p>
<p>Ketua BPC HIPMI Kota Bandar Lampung, Indra Fariza mengatakan, sebagai pusat pemerintahan, perdagangan dan jasa, Kota Bandar Lampung membutuhkan tata kelola informasi yang cepat, akurat, aman dan terintegrasi.</p>
<p>Menurutnya, kondisi wilayah yang aman dan kondusif menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan usaha, investasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah.</p>
<p>&#8220;HIPMI menilai EWIS sebagai inovasi yang mampu memperkuat koordinasi antarinstansi, mendeteksi dini potensi kerawanan, mempercepat early warning kepada pihak berwenang, hingga mendukung pemetaan kerawanan melalui digital hazard mapping,&#8221; kata Indra.</p>
<p>Ia menegaskan, dalam pelaksanaannya EWIS harus tetap menjunjung kewenangan masing-masing instansi, keamanan informasi, klasifikasi data, serta prinsip need-to-know agar berjalan secara bertanggung jawab.</p>
<p>&#8220;Dengan semangat Satu Informasi – Satu Peta Kerawanan – Satu Persepsi – Respons Lebih Cepat, EWIS dapat menjadi instrumen kolaboratif untuk membangun Bandar Lampung yang lebih aman, responsif, dan kondusif bagi dunia usaha,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianduta.com/2026/10/08/hipmi-bandar-lampung-dukung-penuh-implementasi-ewis-untuk-iklim-usaha-aman-dan-kondusif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Inspiratif Tauhidduddin, Nasabah BRI Unit Karang Pucung yang Sukses Ubah Modal Usaha Jadi Aset Produktif</title>
		<link>https://harianduta.com/2026/10/08/kisah-inspiratif-tauhidduddin-nasabah-bri-unit-karang-pucung-yang-sukses-ubah-modal-usaha-jadi-aset-produktif/</link>
					<comments>https://harianduta.com/2026/10/08/kisah-inspiratif-tauhidduddin-nasabah-bri-unit-karang-pucung-yang-sukses-ubah-modal-usaha-jadi-aset-produktif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[harianduta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2026 02:18:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianduta.com/?p=14152</guid>

					<description><![CDATA[BANDAR LAMPUNG – Kesuksesan tidak selalu datang secara instan. Bagi Tauhidduddin, ketekunan dalam menjalankan usaha...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BANDAR LAMPUNG – Kesuksesan tidak selalu datang secara instan. Bagi Tauhidduddin, ketekunan dalam menjalankan usaha dan keberanian untuk terus berkembang menjadi kunci hingga mampu meningkatkan taraf ekonominya. Berawal dari usaha warung sembako dan toko obat pertanian, kini ia berhasil memiliki aset sawah seluas 3 hektare.</p>
<p>Tauhidduddin merupakan nasabah mikro BRI Unit Karang Pucung yang menjalankan usaha toko obat pertanian di wilayah Sumberjaya, Karang Pucung. Usahanya dirintis dengan dukungan pembiayaan dari BRI yang kemudian dimanfaatkan untuk mengembangkan kegiatan usaha secara bertahap.</p>
<p>Sejak awal menjalankan usaha, Tauhidduddin melihat peluang dari kebutuhan masyarakat sekitar terhadap berbagai kebutuhan pertanian. Tidak hanya mengembangkan warung sembako, ia juga mengembangkan toko obat pertanian yang menyediakan berbagai kebutuhan bagi para petani di lingkungan sekitar.</p>
<p>Untuk memperkuat modal usaha, Tauhidduddin memperoleh dukungan pembiayaan dari BRI. Saat ini, ia tercatat telah mendapatkan pembiayaan hingga plafond Rp100 juta, yang telah digunakan dalam beberapa tahap pinjaman, mulai dari pinjaman pertama, kedua hingga pinjaman ketiga.</p>
<p>Tambahan modal tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan usaha Tauhidduddin. Dengan permodalan yang lebih kuat, ia dapat mengembangkan usaha sembako sekaligus memperluas toko pertanian yang dijalankannya.</p>
<p>“Awalnya modal usaha saya berasal dari pinjaman BRI. Modal tersebut saya gunakan untuk mengembangkan warung sembako dan toko pertanian. Alhamdulillah, dari usaha yang terus dijalankan dan dikembangkan, hasilnya bisa saya manfaatkan untuk memiliki aset sawah hingga sekitar 3 hektare,” ujar Tauhidduddin.</p>
<p>Perjalanan Tauhidduddin menunjukkan bagaimana pembiayaan produktif dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha. Keuntungan dari usaha tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga diupayakan kembali menjadi aset produktif yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.</p>
<p>Keberadaan toko obat pertanian milik Tauhidduddin juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Para petani di Sumberjaya dan wilayah Karang Pucung dapat lebih mudah memperoleh kebutuhan pertanian tanpa harus mencari ke lokasi yang jauh.</p>
<p>Pemimpin Cabang BRI Kanca Teluk Betung, Hutama Wiranegara Gunawan, mengatakan bahwa BRI terus berkomitmen mendukung pelaku usaha mikro melalui akses pembiayaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha produktif.</p>
<p>“BRI terus berupaya memberikan akses pembiayaan kepada pelaku usaha mikro agar mereka dapat mengembangkan bisnis dan meningkatkan kesejahteraan. Kisah Tauhidduddin menjadi contoh bahwa pembiayaan yang dimanfaatkan secara produktif dapat membantu usaha tumbuh sekaligus menciptakan aset yang bernilai untuk masa depan,” ujar Hutama.</p>
<p>Menurutnya, keberhasilan pelaku UMKM seperti Tauhidduddin juga menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya untuk berani mengembangkan usaha dan memanfaatkan akses pembiayaan secara bijak sesuai dengan kebutuhan bisnis.</p>
<p>BRI melalui jaringan unit kerja di berbagai wilayah terus hadir mendampingi pelaku UMKM, termasuk melalui BRI Unit Karang Pucung, untuk memberikan akses layanan dan pembiayaan yang mendukung pertumbuhan usaha masyarakat.</p>
<p>Kisah Tauhidduddin menjadi bukti bahwa usaha yang dirintis dari skala sederhana dapat berkembang apabila dikelola dengan tekun dan konsisten. Dari warung sembako dan toko pertanian, kini ia tidak hanya mampu mengembangkan bisnisnya, tetapi juga berhasil membangun aset sawah seluas 3 hektare.</p>
<p>Perjalanan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana semangat berusaha dan pemanfaatan pembiayaan secara produktif dapat menjadi jalan bagi pelaku UMKM untuk terus tumbuh dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianduta.com/2026/10/08/kisah-inspiratif-tauhidduddin-nasabah-bri-unit-karang-pucung-yang-sukses-ubah-modal-usaha-jadi-aset-produktif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
