<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3295304382440344831</atom:id><lastBuildDate>Mon, 07 Oct 2024 03:27:46 +0000</lastBuildDate><category>Artikel</category><title>Hidup Jadi Lebih Baik</title><description></description><link>http://talktodewi.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Dewi Q)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3295304382440344831.post-3525203523139880419</guid><pubDate>Fri, 20 Jan 2012 16:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-20T23:28:55.281+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>Jangan Asal Menempel Label Anak Bermasalah….</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari pertama masuk sekolah, setelah libur semester selama dua minggu,  Madrasah Tsanawiyah Negeri Batu menggelar forum dialog bertema  Mengelola Reinforcement dan Punishment di Sekolah. Program dari  Bimbingan Konseling (BK) MTs Negeri Batu ini mencoba menyamakan persepsi  para guru terkait dengan pemberian reinforcement dan punishment.  Narasumber adalah Drs Lutfi Fauzan MPd dari Universitas Negeri Malang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keberadaan ‘anak bermasalah’ di sekolah selama ini menjadi PR  tersendiri bagi para guru. Banyak guru mengeluh, telah melakukan upaya  dengan segala cara mengubah perilaku anak, tetapi sia-sia. Tak heran  label-label negatif sering diberikan pada si anak. Alhasil, yang terjadi  bukan perilaku bermasalah menjadi terhenti, malah menjadi-jadi. Dengan  kata lain butuh kepiawaian guru mengelola reinforcement dan punishment  agar perilaku anak bisa berubah seperti harapan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada empat hal yang biasanya menjadi tujuan anak berperilaku  bermasalah. Pertama; mencari kekuasaan, kedua; mencari perhatian,  ketiga; upaya balas dendam, dan keempat; penghindaran. Selain itu  kebutuhan dasar dari tiap manusia yaitu kebutuhan untuk survival, love  and belonging, power (harga diri), freedom, dan fun hendaknya juga  menjadi acuan guru untuk lebih memahami perilaku anak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Reinforcement dan punishment yang diberikan secara tak tepat hanya  akan membuahkan kegagalan dalam membentuk perilaku yang diharapkan.  Meskipun punishment diperlukan dalam upaya perubahan perilaku, tetapi  banyak penelitian yang mengungkap bahwa reinfocement lebih efektif dalam  membentuk perilaku yang diharapkan. Hal ini bukan berarti punishment  tidak penting, punishment tetap di perlukan dalam pendidikan karena  pendidikan yang terlalu lunak hanya akan membuat anak menjadi kurang  disiplin dan tidak memiliki keteguhan hati yang kuat. Hanya saja yang  tetap menjadi penekanan adalah bahwa pemberian punishment harus tetap  dilakukan dengan kasih sayang, jauh dari kebencian dan kemarahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk merubah perilaku anak, guru bisa melakukan berbagai metode  dalam mengelola reinfocement dan punishment. Tentu saja cara terbaik  adalah dengan memahami keinginan anak. Selain itu konsep bahwa “setiap  anak  terlahir secara fitrah dan hanif” harus menjadi pijakan dari para  guru, sehingga memahami benar bahwasanya pada hakekatnya “perilaku  bermasalah” yang dimunculkan oleh anak adalah karena konflik yang  dialami anak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam mengubah perilaku anak ada dua cara yang bisa dilakukan oleh  guru. Pertama; dengan cara melemahkan perilaku. Cara ini bisa dilakukan  lewat hukuman yaitu menghadirkan yang tidak disukai anak dan penalti  yaitu mencabut yang di sukai anak. Kedua; dengan cara memperkuat  perilaku yang dikehendaki. Cara ini bisa dilakukan dengan memberikan  ganjaran negative dan ganjaran positif. Ganjaran negative merupakan cara  yang dilakukan untuk menghilangkan apa yang tidak disukai anak,  sedangkan ganjaran positif merupakan cara yang dilakukan untuk  menghadirkan sesuatu yang disukai anak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalimat bijak mengatakan, tongkat memang  merupakan cara cepat dan  praktis untuk merubah perilaku anak, tetapi perubahan perilaku yang di  lakukan dengan cara ini tidak akan membuat perilaku yang diinginkan bisa  bertahan lama. Dengan kata lain, menurut Drs. Lutfi Fauzan MPd., ketika  kita akan merubah perilaku anak maka pikirkanlah metode yang tepat,  sehingga perubahan tersebut bisa berjalan secara berkelanjutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Forum dialog guru yang dilakukan di MTs Negeri Batu pada 9 Januari  2012 membawa harapan untuk tercapainya kemampuan guru dalam memberikan  pelayanan yang terbaik kepada siswa. Semoga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;sumber : &lt;a href="http://www.surya.co.id/2012/01/16/jangan-asal-menempel-label-anak-bermasalah%E2%80%A6"&gt;http://www.surya.co.id&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><link>http://talktodewi.blogspot.com/2012/01/jangan-asal-menempel-label-anak.html</link><author>noreply@blogger.com (Dewi Q)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>