<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5221046972198105944</id><updated>2024-10-03T08:43:23.703-07:00</updated><category term="Info Peternakan"/><category term="Informasi peternakan Domba"/><category term="Kehutanan"/><category term="Kesehatan Lingkungan"/><category term="Sambuta HPDKI"/><category term="Sejarah"/><title type='text'>HPDKI Purwakarta</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5221046972198105944/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06624299684201984173</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5221046972198105944.post-2901895072887307125</id><published>2013-06-08T09:07:00.000-07:00</published><updated>2013-06-08T09:07:13.355-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Peternakan"/><title type='text'>Menunggu Minat dan Bakat Pecinta Domba Garut</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selamat malam dan selamat beristirahat, sekian lama saya tidak berpoting di blog. Kami sebagai kelompok pecinta seni ketangkasan Domba di kabupaten Purwakarta, di bawah bimbingan HPDKI ( Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia ) &amp;nbsp;mempunyai cita-cita untuk mengembangkan Himpunan ini bukan hanya didalam ruang lingkup Domba Tangkas saja tetapi kami ingin mengembangkan domba dan kambing pedaging .&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqdN000aeiTCkcdU7elGYFlb0MpqalpsSWuFaWE6c1MKM0Ar-eyvcepDPXqWeSpLshjh0z5sTUPnHPcW1JvPUtjPnhyphenhyphenhp8wxOfPT8AGsWWPCj1w9Guqo53pQAfhwi_1MI_ybZeAIEYBO4h/s1600/HPDKI.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqdN000aeiTCkcdU7elGYFlb0MpqalpsSWuFaWE6c1MKM0Ar-eyvcepDPXqWeSpLshjh0z5sTUPnHPcW1JvPUtjPnhyphenhyphenhp8wxOfPT8AGsWWPCj1w9Guqo53pQAfhwi_1MI_ybZeAIEYBO4h/s320/HPDKI.jpg&quot; width=&quot;266&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Makadari itu kami mempunyai rencana untuk mengembangkan hal tersebut melalui “Kontes Seni Ketangkasan &amp;nbsp;Domba” ruang lingkup kabupaten Purwakarta, untuk sementara waktu ini. Karena besar kemungkinan jiwa dan rasa sosialis seseorang yang mengikuti perlombaan ini bisa tergugah untuk berkomunikasi seputar Domba dan harga jual beli Domba dan Kambing yang berada di Indonesia umumnya, khususnya di kabupaten Purwakarta. Makadari itu kami Insyaallah kedepannya bisa mengembangkan ternak pengembangan domba pedaging yang layak untuk di konsumsi dan sebagai contoh dari peternak-peternak perorangan yang dikembangkan dilingkungannya masing-masing, sehingga dari sini kami ingin menjadi wadah bagi para petani atau peternak domba dan kambing yang kurang komunikasi untuk mengembangkan dan memanfaatkan hasil ternaknya, sebagai suatu kesempatan besar dimasa yang akan datang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Melihat bahwa ketidakmerataan dalam berternak domba dan kambing khususnya telah menyebabkan petani dan peternak domba menimbulkan sebuah kesenjangan sosial yaitu dalam pengelolaan ternak tersebut. Realita ini menggerakan hati kita sesama peternak, dan hal ini juga menjadi kewajiban kita sebagai peternak yang masih diberikan kemampuan dalam pengolahan ternak perorangan khususnya dan peternakan umumnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
Oleh karena itu,&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
HPDKI (Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia) kabupaten Purwakarta ingin bersama berbagi kepada saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan bantuan moral dan mengajak kepada seluruh peternak dan petani Domba dan Kambing untuk bersama-sama berbagi dan merasakan indahnya berbagi dalam kebersamaan untuk mencapai satu tujuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/feeds/2901895072887307125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/2013/06/menunggu-minat-dan-bakat-pecinta-domba.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5221046972198105944/posts/default/2901895072887307125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5221046972198105944/posts/default/2901895072887307125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/2013/06/menunggu-minat-dan-bakat-pecinta-domba.html' title='Menunggu Minat dan Bakat Pecinta Domba Garut'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06624299684201984173</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqdN000aeiTCkcdU7elGYFlb0MpqalpsSWuFaWE6c1MKM0Ar-eyvcepDPXqWeSpLshjh0z5sTUPnHPcW1JvPUtjPnhyphenhyphenhp8wxOfPT8AGsWWPCj1w9Guqo53pQAfhwi_1MI_ybZeAIEYBO4h/s72-c/HPDKI.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5221046972198105944.post-2864603120315273945</id><published>2012-12-12T09:08:00.001-08:00</published><updated>2012-12-12T09:08:13.736-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi peternakan Domba"/><title type='text'>Profil domba Kabupaten Purwakarta</title><content type='html'>Usaha ternak domba di Kabupaten Purwakarta telah lama diusahakan oleh petani ternak di pedesaan yang hamper tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Purwakarta, baik sebagai usaha pokok maupun usaha sampingan yang dipadukan dengan usaha tani. Oleh karena itu keberadaan usaha ternak domba dapat memberikan kontribusi nyata terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dalam memanfaatkan sumberdaya alam. Dilihat dari rata-rata tingkat&lt;br /&gt;kepemilikan ideal, dimana skala pemilikan ideal adalah 20 – 50 ekor per peternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternak domba umumnya dipelihara secara tradisional yang berfungsi sebagai tabungan, sumber pupuk kandang serta sumber pendapatan sebagai hewan kesayangan., rata-rata tingkat kepemilikan umumnya rendah yaitu dibawah 10 ekor per keluarga petani. Hal tesebut tidak mengurangi nilai keberadaan ternak domba di masyarakat karena keterampilan petani ternak tersebut dapat diandalkan bila mereka diberi motivasi usaha dan tingkat permodalan yang memadai. Hal ini karena selain cocok dengan lingkungan setempat juga sudah akrab dan menjadi tradisi yang turun temurun dengan masyarakat petani di daerah, khusus Domba Purwakarta sebagai domba laga atau sebagai hewan kesayangan, biasanya dipelihara oleh mereka yang memiliki tingkat permodalan yang kuat, karena harga domba tersebut sangat memiliki harga yang mhal dan unsure seni serta keindahan yang ditonjolkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan keberadan ternak domba yang beredar dimasyarakat selama ini, maka Pemerintahan kabupaten Purwakarta menjadikan ternak domba sebagai komoditas unggulan serta menjadi kebanggaan nasiaonal karena memiliki khas yang tidak dimiliki oleh jenis/bangsa domba lainnya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Domba Purwakarta banyak dipelihara dipedesaan oleh para peternak di Jawa Barat, karena domba tersebut lahir dengan perkembangan usaha sampai sekarang bahwa Domba Purwakarta banyak tersebar di luar Jawa Barat seperti Sumatra Utara, Jawa Tengah namun perkembangannya belum menggembirakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keistimewaan ternak Domba Purwakarta yaitu ternak domba jantan dengan anatomi tanduknya yang bermacam-macam, tubuhnya serta tempramen/sifat-sifat yang spesifik sebagai domba adu dan terkenal dengan domba tangkas dan sekarang lebih dikenal dengan domba laga, karena domba adu memiliki konotasi yang kurang baik di masyarakat. Dikatakandomba tangkas karena memiliki seni ketangkasan yang dipadukanengan seni pancak silat, dan dikatakan domba laga karena berlaga dilapangan yang menarik perhatian orang banyak serta memiliki unsure seni yang indah dipandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berdirinya Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) istilah “adu” dihilangkan karena untuk tidak mengasosiasikan kata “adu” dengan permainan judi. Sebagai seni khas kebudayaan Jawa Barat terutama masyarakat Priangan, sejak jaman dahulu sampai sekarang dikenal dan digemari oleh masyarakat banyak, hal ini karena sebagai seni dan hiburan yang murah meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/feeds/2864603120315273945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/2012/12/profil-domba-kabupaten-purwakarta.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5221046972198105944/posts/default/2864603120315273945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5221046972198105944/posts/default/2864603120315273945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/2012/12/profil-domba-kabupaten-purwakarta.html' title='Profil domba Kabupaten Purwakarta'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06624299684201984173</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5221046972198105944.post-9006651750249449817</id><published>2012-12-12T02:46:00.000-08:00</published><updated>2012-12-12T02:46:22.826-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi peternakan Domba"/><title type='text'>Domba Garut sangat berpotensi pada ibadah Qurban dan Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Selain dari pada itu untuk banyak peternak domba yang ada di Jawa Barat saya ingin sekali memajukan peternakan antara Domba garut dan kambing, karena itu sangat luar biasa untuk mengurangi pengangguran. seperti halnya Perayaan hari raya besar Idul Adha tanpa terasa kian mendekat, ritual ibadah qurban bagi yang mampu melaksanakannya sebagai wujud ketakwaan umat muslim kepada Allah SWT seperti biasa tidak hanya saja akan mendatangkan rejeki bagi peternak akan tetapi juga para pedagang hewan qurban musiman yang selalu muncul saat perayaan hari raya Idul Adha menjelang, tak pelak harga ternak yang dijadikan hewan qurban pun akan melonjak, mulai dari sapi, kambing dan juga domba. Bagi yang berencana untuk melakukan kegiatan pemotongan hewan qurban pada tahun ini, sudahkah menentukan jenis ternak apa yang nantinya akan dibeli untuk diqurbankan? Ternak Domba Garut bisa dijadikan pilihan. Garut, ternak plasma nuftah Indonesia yang belum lama ini diusulkan kepada Unesco agar menjadi situs warisan dunia saat penyelenggaraan Gebyar Garut Festival pada beberapa bulan yang lalu. Dari sisi tampilan memang dapat dikatakan bilamana domba ini terbilang istimewa, selain postur tubuhnya yang terlihat kokoh dan gempal untuk domba jantan, aura ketampanan domba ini ditunjang keindahan tanduk yang dimilikinya adalah pantas mewakilkan bila inilah sesuatu terbaik yang Kita miliki untuk diqurbankan. Harga eksklusif pun pastinya juga adalah yang berlaku untuk domba ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosentase karkas atau gabungan tulang dan daging yang dihasilkan Domba Garut pun terbilang tinggi dibandingkan jenis ternak ruminansia kecil lainnya yang biasa dijadikan hewan qurban. Tidak lain ini dikarenakan Domba Garut dari sejarahnya juga berasal dari persilangan domba luar biasa. Bungkusan daging hewan qurban yang dibagikan pun akan jauh lebih banyak tentunya. Domba Garut dilihat dari sejarahnya tidak lain merupakan hasil persilangan dari 3 rumpun bangsa domba, pertama ialah domba Kaapstad dari Afrika yang dibawa oleh para pedagang Arab ke Indonesia, yang kemudian disilangkan dengan domba Merino dari Australia dan juga dengan jenis domba lokal yang ada di tatar Sunda. Populasi daripada domba ini pun saat ini sudah menyebar keberadaannya dalam arti tidak hanya sebatas pada wilayah kabupaten Garut, domba ini pun sekarang sudah mulai banyak dikembangkan antara lain di daerah kabupaten Bandung, Bogor, Tasikmalaya, Subang, Sukabumi, Purwakarta dan Sumedang wilayah provinsi Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya layak dikembangkan guna memenuhi kebutuhan pangsa pasar ternak qurban saja sebenarnya, khusus Domba Garut yang dapat memenuhi kriteria Standar Nasional Indonesia (SNI), kemudian juga domba tersebut dapat selaras dengan pakem yang berlaku di kalangan peternak mengenai kriteria Domba Garut unggulan yang antara lain dikenal istilah ules, rengreng dan adeg-adeg, domba yang memenuhi kriteria ini jangan kaget bila akan dihargakan lebih sangat mahal dibandingkan harga yang berlaku pada umumnya sebagai domba qurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niche market pun dalam hal ini terbentuk pada Domba Garut dan terjadi pula proses mekanisme seleksi produk di kalangan pecinta Domba Garut serta komunitas peternak (HPDKI, Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia), yang secara tidak langsung pula ini merupakan salah satu cara untuk dapat mempertahankan predikat Domba Garut sebagai jenis domba unggulan. Terlebih kondisinya semakin diperkuat dengan positioning Domba Garut sendiri di kalangan masyarakat Jawa Barat yang memiliki unsur prestise, akan sangat bangga seorang peternak manakala domba yang dimilikinya dapat meraih kemenangan pada suatu kontes yang rutin diadakan dengan nama Seni Ketangkasan. Kelestarian domba ini pun Insya Allah dapat terus terjaga melalui kegiatan seni yang secara rutin diadakan sebagai bagian dari warisan budaya yang ada di bumi tatar sunda. Konotasi Domba Garut yang selama ini identik sebagai Domba Adu pun perlahan pencitraannya semakin positif kepada Domba Seni Ketangkasan yang bilamana terus dikemas dengan baik maka bisa menjadi potensi objek wisata budaya yang patut dipromosikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal menarik lainnya untuk dibahas seputar Domba Garut dan perayaan Idul Adha yang sebentar lagi akan datang, pemasaran dengan media bisnis online yang juga sudah mulai semakin banyak dimanfaatkan oleh para peternak sebagai suatu sarana promosi bagi produk peternakan yang dimilikinya, termasuk pola pemesanan hewan qurban sejak dini bagi konsumen yang berkeinginan berqurban melalui pelaksanaan program tabungan qurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan banyak peternak-peternak muda pun menjadi suatu hal yang menarik saat ini dan merupakan kondisi yang patut disyukuri, didukung program-program pemerintah melalui departemen dan dinas terkait yang semakin menunjang pengembangan sektor usaha peternakan seperti Sarjana Membangun Desa atau SMD misalnya, ini berarti kegiatan beternak telah dapat menjadi suatu kebanggaan tersendiri sebagaimana beternak adalah salah satu pekerjaan daripada para nabi. Semangat yang ada ini pula tentunya dengan tidak terlepas berkat banyaknya kehadiran buku-buku peternakan bermutu yang diterbitkan, mengangkat dan mengulas tentang potensi, nilai ekonomi dan history daripada Domba Garut, tayangan televisi yang bersifat edukatif tentang Domba Garut dan lainnya. Ayo, Petani Sejahtera maka Bangsa pun Berjaya!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/feeds/9006651750249449817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/2012/12/domba-garut-sangat-berpotensi-pada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5221046972198105944/posts/default/9006651750249449817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5221046972198105944/posts/default/9006651750249449817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/2012/12/domba-garut-sangat-berpotensi-pada.html' title='Domba Garut sangat berpotensi pada ibadah Qurban dan Idul Fitri'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06624299684201984173</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5221046972198105944.post-8120119908171960879</id><published>2012-12-12T02:41:00.002-08:00</published><updated>2012-12-12T03:54:49.876-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Sejarah Tentang HPDKI</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Assalamualaikum,, seiring berjalannya waktu HPDKI kabupaten Purwakarta ingin menulis tentang sejarah pada awal mulanya HPDKI Di Indonesia Didirikan.&lt;br /&gt;
1960 : Pekalangan bermunculan (Bojongloa, Sukasari)&lt;br /&gt;
Berdiri Organisasi penggemar Domba Garut&lt;br /&gt;
HIPDO (Himpunan Peternak Domba) di Tegalega&lt;br /&gt;
(R. Inlematapsa)&lt;br /&gt;
PERSATDO di majalaya (Ruhiat)&lt;br /&gt;
PETADO di Lembang (Endang Wiradikarta)&lt;br /&gt;
1970 : Terbentuk HPDI (Himpunan Peternak Domba Indonesia) diketuai oleh H. Husen Wangsaatmaja&lt;br /&gt;
1980 : Musda HPDI, di Padalarang Jawa Barat&lt;br /&gt;
Hasil yang diperoleh:&lt;br /&gt;
1. HPDI diubah menjadi HPDKI&lt;br /&gt;
2.Istilah adu domba diubah menjadi ketangkasan domba (untuk mengubah citra adu domba yang negatif dan terkesan terkait dengan perjugian, menjadi istilah yang memiliki konotasi positif)&lt;br /&gt;
Setiap tahun dan hari bersejarah mengadakan kontes antar Kota/Kab (Jawa Barat)&lt;br /&gt;
Tujuan :&lt;br /&gt;
Membina dan memelihara rasa persatuan dan kesatuan terhadap bangsa dan negara.&lt;br /&gt;
Meningkatkan hubungan kekeluargaan, kerjasama yang harmonis, dan pengabdian kepada masyarakat.&lt;br /&gt;
Memupuk rasa tanggung jawab dan daya cipta yang dinamis.&lt;br /&gt;
Melestarikan salah satu budaya atau tradisi sunda (Jawa Barat) yang telah ada secara turun temurun.&lt;br /&gt;
Melestarikan Domba Garut sebagai plasma nutfah Jawa Barat.&lt;br /&gt;
1983 : Rapat HPDKI di Kuningan (Mandirancan) dan hasil yang diperoleh:&lt;br /&gt;
Istilah kontes dan ketangkasan domba diubah menjadi Kontes Seni Ketangkasan Domba dengan kriteria penilaian :&lt;br /&gt;
adeg-adeg, keindahan ancang-ancang, pola serangan (teknik pukulan), teknik menghindar,dll yang menyangkut estetika.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/feeds/8120119908171960879/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/2012/12/sejarah-tentang-hpdki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5221046972198105944/posts/default/8120119908171960879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5221046972198105944/posts/default/8120119908171960879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/2012/12/sejarah-tentang-hpdki.html' title='Sejarah Tentang HPDKI'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06624299684201984173</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5221046972198105944.post-3247937939118606093</id><published>2012-12-04T10:05:00.003-08:00</published><updated>2012-12-24T08:07:57.940-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesehatan Lingkungan"/><title type='text'>Mengatasi bau kandang domba dan kambing (dombing)</title><content type='html'>Pada umumnya kandang dombing di masyarakat mengeluarkan aroma yang tidak sedap yang di rasa oleh lingkunganya karena dari segi pengelolaan kandang yang kurang efektif menjadi penyebab kandang yang tidak ramah lingkungan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian perlu adanya pemikiran yang lebih spesifik lagi dengan masalah ini, supaya dalam pengaflikasian di lapangan tidak terhambat dalam proses pengembangan peternakan baik yang berbentuk perusahaan maupun perorangan,karena apabila tidak terpikirkan dari sekarang kapan lagi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pengelolaan kandang ternak supaya terbebas dari aroma yang tidak di inginkan mungkin tidak ada salahnya apabila kita memikirkan bagaimana cara mengelola limbah ternak tersebut ramah lingkungan dan menjadi nilai poin lebih bagi peternak yang mengelolanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
makadari itu info ini sebenarnya mempunyai nilai dan banyak keuntungan dari dombing tersebut termasuk kandangpun tidak akan bau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
silahkan berkomentar untuk selanjutnya saya akan menjawab, apa yang menjadi permasalahnnya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/feeds/3247937939118606093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/2012/12/mengatasi-bau-kandang-domba-dan-kambing.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5221046972198105944/posts/default/3247937939118606093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5221046972198105944/posts/default/3247937939118606093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/2012/12/mengatasi-bau-kandang-domba-dan-kambing.html' title='Mengatasi bau kandang domba dan kambing (dombing)'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06624299684201984173</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5221046972198105944.post-6580696796659761883</id><published>2012-12-04T02:20:00.003-08:00</published><updated>2012-12-04T02:20:37.732-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehutanan"/><title type='text'>Hutan Sebagai Salah Satu Alternatif Lumbung Pangan</title><content type='html'>Didalam peternakan juga pertanian tak pernah lepas dari kehutanan yang ada di ruang lingkup tersebut. Hutan bagi masyarakat bukanlah hal yang baru, terutama bagi masyarakat yang masih memiliki nilai-nilai dan kultur tradisional. Sejak jaman dahulu, mereka tidak hanya melihat hutan sebagai sumber daya potensial saja, melainkan memang merupakan sumber pangan, obat-obatan, energi, sandang, lingkungan dan sekaligus tempat tinggal mereka.Bahkan ada sebagian masyarakat tradisional yang meyakini bahwa hutan memiliki nilai spiritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PEMBANGUNAN KEHUTANAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Paradigma Baru Pembangunan Kehutanan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan kehutanan di Indonesia selama ini ditengarai lebih berorientsi kepada penerimaan sebesar-besarnya bagi negara dengan prinsip-prinsip kelestarian. Kesejahteraan masyarakat sekitar hutan sendiri sebagai “pemilik” relatif terabaikan dengan digusurnya peran masyarakat dalam kegiatan pengelolaan hutan. Adanya fenomena bahwa masyarakat sekitar hutan yang selama ini identik dengan kemiskinan tetap saja pada predikat semula, miskin, adalah bukti yang lebih kongkrit lagi. Perkembangan tingkat pendidikan yang terjadi tidaklah menampakkan perbedaan yang berarti antara ada dan tidak adanya kegiatan pengusahaan hutan.&lt;br /&gt;Sebuah paradigma baru dalam pembangunan kehutanan Indonesia menapaki abad ke-21 membuka harapan baru bagi masyarakat sekitar hutan. Asas pembangunan kehutana yang berkeadilan dan berkelanjutan, meletakaan masyarakat sebagai subjek dalam kegiatan pengelolaan hutan secara aktif dan intrasistem.&lt;br /&gt;Orientasi pembangunan kehutanan tidak lagi dititik beratkan pada penerimaan yang sebesar-besarnya bagi negara, melainkan juga sebagai sumber pendapatan masyarakat melalui perannya baik secara individu maupun dalam bentuk koperasi.&lt;br /&gt;Demikian pula pengelolaan sumber daya hutan di Jawa Barat kedepan, dituntut untuk lebih memperhatikan keseimbangan aspek ekonomi, sosial, dan ekologi secara seimbang, sebagai indikator pengelolaansumber daya hutan lestari (sustanable forest management).&lt;br /&gt;Hal ini disadari karena adanya pergeseran paradigma pengelolaan hutan dari pengelolaan hutan untuk menghasilkan kayu (timber-based forest management) berbasis negara (state-based) kepada pengelolaan ekosistem sumber daya hutan untuk menghasilkan kayu, bukan kayu dan jasa lingkungan (ecosystem-based forest management) berbasis masyarakat (community-based).&lt;br /&gt;Disamping itu, tuntutan adanya pergeseran paradigma dan tatakelola pemerintahan yang baik (good governance) juga menjadi pemicu dan pendorong adanya pergeeran sistem pengelolaan hutan dari yang sudah dipraktekan sebelum era reformasi dan desentralisasi pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Revitalisasi Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Revitalisasi Pertanian Perikanan dan Kehutanan (RPPK) adalah komitmen dan program Kabinet Indonesia Bersatu sebagai salah satu dari triple track strategy pembangunan nasional yaitu : stabilitas ekonomi makro yang medukung pertumbuhan ekonomi 6,5 persen per tahun ; pembenahan sektor riil, khususnya UMKM, untuk mampu menyerap tambahan angkatan kerja dan menciptakan lapangan kerja baru ; dan revitalisasi sektor pertanian dan pedesaan untuk berkontribusi pada pengentasan rakyat dari kemiskinan. Dengan ketiga strategi ini ditargetkan berkurangnya tingkat kemiskinan dari 16,6 % tahun 2004 menjadi 8,2% tahun 2009 dan tingkat pengangguran turun dari 9,7% tahun 2004 menjadi 5,1% tahun 2009.&lt;br /&gt;RPPK merupakan kebijakan yang bersifat lintas sektoral dengan komitmen penuh para pimpinan negara untuk membangun pertanian, perikanan, dan kehutanan. Dengan demikian, RPPK merupakan suatu momentum yang penting dalam merumuskan dan melaksanakan usaha pembangunan pertanian secara lebih terarah, fokus dan berkesinambungan. &lt;br /&gt;Selama kurun waktu lima tahun pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu diharapkan pertumbuhan sektor pertanian dapat mencapai 3,3% per tahun.&lt;br /&gt;Tingkat pertumbuhan ini didukung oleh pertumbuhan sektor tanaman pangan 0,89 persen , hortikultura 3,38 persen, perkebunan 6,27 persen, dan peternakan 4,37 persen.&lt;br /&gt;Khusus untuk sektor kehutanan, untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi, maka dilakukan kegiatan : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penyiapan prakondisi bagi unit pengelolaan&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pembinaan kelembagaan usaha pemanfaatan huan alam&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pembinaan dan penertiban industri hasil hutan&lt;br /&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Optimalisasi PNBP dan dana reboisasi&lt;br /&gt;e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengembangan hutan tanaman&lt;br /&gt;f.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengembangan dan pemasaran serta pengendalian peredaran hasil hutan&lt;br /&gt;g.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengembangan hasil hutan non kayu&lt;br /&gt;h.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perencanaan dan pengembangan hutan kemasyarakatan&lt;br /&gt;i.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengembangan usaha kehutanan rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Amanat Presiden pada RAKERNAS DEPHUT Tahun 2008&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Presiden SBY membuka Rkernas Departemen Kehutanan 2008 yang diselenggarakan di Istana Negara pada Kamis tanggal 27 Maret 2008. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Departemen Kehutanan Tahun 2008&amp;nbsp; mengambil tema “ Membangun Kesepahaman dan Keterpaduan Langkah dalam Rangka Pembangunan Sektor Kehutanan “ ini bertepatan dengan peringantan seperempat abad Dephut. Presiden SBY mengajak masyarakat untuk merenungkan dalam hati dan pikiran tentang betapa penting dan strategisnya sektor kehutanan. “ Hutan adalah sumber kehidupan. Sumber daya hutan apabila dikelola dengan benar akan memberikan sumbangan bagi ekonomi dan kesejahteraan rakyat.”&lt;br /&gt;Dalam kesempatan tersebut Presiden SBY memberikan 9 (sembilan) instruksi dan ajakan kepada jajaran kehutanan dan masyarakat luas. Instruksi dan ajakan tersebut adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pembangunan sumber daya hutan yang memberikan manfaat nyata kepada negara dan rakyat&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ekonomi Lingkungan&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kelestarian sumber air&lt;br /&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pencegahan banjir dan tanah longsor&lt;br /&gt;e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pencegahan kebakaran hutan&lt;br /&gt;f.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemberantasan kejahatan kehutanan&lt;br /&gt;g.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Good governance&lt;br /&gt;h.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Membantu Rakyat di dalam dan sekitar area hutan&lt;br /&gt;i.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penghijauan&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/feeds/6580696796659761883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/2012/12/hutan-sebagai-salah-satu-alternatif.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5221046972198105944/posts/default/6580696796659761883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5221046972198105944/posts/default/6580696796659761883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/2012/12/hutan-sebagai-salah-satu-alternatif.html' title='Hutan Sebagai Salah Satu Alternatif Lumbung Pangan'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06624299684201984173</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5221046972198105944.post-1476368454118573956</id><published>2012-12-04T01:37:00.001-08:00</published><updated>2012-12-04T07:39:43.857-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Peternakan"/><title type='text'>Peluang usaha peternakan Domba Garut</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Masih banyak orang yang keliru ketika 
membedakan antara domba dan kambing. Yang kita tahu, paling, rasa sate 
kambing lebih lezat dibanding sate domba. Apakah betul domba dan kambing
 itu sama? Ternyata selain bisa untuk bahan membuat topi koboi, domba 
juga bisa menghasilkan devisa negara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada dasarnya domba dan 
kambing merupakan jenis hewan ternak pemakan rumput yang tergolong 
ruminansia kecil, keduanya pun populasinya hampir tersebar merata dan 
ada di seluruh dunia. Namun bila kita melihat visual fisiknya dengan 
cermat maka domba berbeda dengan kambing. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Postur tubuh domba 
cenderung lebih bulat dibandingkan dengan kambing yang ramping. Daun 
telinga kambing panjang dan terkulai. Bentuk bulu domba pun lebih ikal 
dan keriting sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bulu wool sedangkan 
lain halnya dengan kambing yang cenderung lurus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hewan ternak 
domba yang ada sekarang diduga merupakan hasil dometikasi manusia dari 3
 jenis domba liar: Domba Mouflon dari Eropa Selatan dan Asia Kecil, 
Domba Argali dari Asia Tenggara serta Urial dari Asia. Domba-domba ini 
awalnya diburu secara liar sampai akhirnya diternakkan oleh manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Lebih bernilai komersial&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan sapi, babi, kuda dan kerbau sebagai sesama hewan 
ruminansia, hewan ternak domba lebih dulu memiliki nilai komersial sejak
 abad 7000 SM. Bahkan di Indonesia keberadaan hewan ternak domba dapat 
dilihat pada relief Circa 800 SM pada Candi Borobudur. Oleh karenanya 
tidak heran bila jumlah populasi domba jauh lebih banyak dibandingkan 
dengan kambing di dunia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Data Food Agricultural Organization 
(FAO) tahun 2002, jumlah populasi domba dunia kurang lebih 1.034 milyar 
ekor sedangkan kambing hanya sekitar 743 juta. Populasi terbesar domba 
dan kambing dunia adalah di negara Tirai Bambu Cina, di mana negara 
kedua terbesar adalah Australia untuk domba dan India untuk kambing. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai bagian dari sektor usaha peternakan nasional, prosentase 
kebutuhan daging domba dan kambing masyarakat Indonesia adalah masih 
jauh di bawah sub sektor usaha peternakan lainnya seperti ayam/ unggas 
(56%), sapi (23%) serta babi (13%). Menurut data Ditjen. Peternakan â€“ 
Deptan RI tahun 2005, konsumsi daging domba dan kambing di masyarakat 
memang masih sangat rendah yaitu hanya sekitar 5%. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun bila 
melihat potensi kebutuhan daging hewan ternak ini yang pada tiap 
tahunnya kurang lebih sekitar 5,6 juta ekor untuk kebutuhan ibadah 
kurban saja, dan belum termasuk kebutuhan pasokan untuk aqiqah, industri
 restoran sampai dengan warung sate kaki lima yang membutuhkan 2 â€“ 3 
ekor tiap harinya, pertumbuhan populasi domba dan kambing adalah belum 
sebanding dengan angka permintaan yang terus meningkat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kebutuhan Pasar Meningkat&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Potensi ini belum dihitung kebutuhan pasar di kawasan Asia Tenggara 
seperti Malaysia dan Singapura, serta kawasan Timur Tengah yang tiap 
tahunnya membutuhkan kurang lebih 9,3 juta ekor domba. Di mana kebutuhan
 pasokan daging domba untuk kawasan Timur Tengah sampai saat ini masih 
dipenuhi oleh Australia dan Selandia Baru. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Miris memang, di 
mana Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi masyarakat muslim 
terbesar di dunia sebenarnya lebih memiliki peluang untuk itu. 
Pertumbuhan populasi domba dan kambing di Indonesia adalah relatif kecil
 sedangkan permintaan terus meningkat seiring jumlah penduduk dan 
perbaikan pendapatan kesejahteraan masyarakat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan mustahil 
suatu saat akan terjadi kelangkaan produksi daging domba dan kambing 
sehingga pelaksanaan ibadah kurban akan mengimpor dari Australia ataupun
 Selandia Baru. Di Indonesia, keberadaan populasi domba dan kambing 
hampir tersebar dengan merata di seluruh wilayah. Namun sayangnya 
pemeliharaan ternak domba dan kambing di negeri ini sebagian besar masih
 dalam skala kecil dan tradisional. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan Australia, 
pola peternakan intensif dengan dukungan teknologi telah menjadikan 
negara tersebut dapat menghasilkan produksi domba skala besar dan 
berkualitas. Bayangkan saja, total ekspor daging domba Australia ke 
negara Saudi Arabia pada tahun 2006 adalah setara dengan 3,6 juta ekor. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Populasi hewan ternak domba dan kambing terbesar pada akhir tahun 2006 
ada di wilayah provinsi Jawa Barat yaitu kurang lebih 3,5 juta ekor atau
 sekitar 49% dari jumlah populasi nasional. Di provinsi ini bahkan 
terdapat jenis hewan ternak ruminansia kecil yang merupakan kekayaan 
plasma nutfah Indonesia serta menjadi ciri khas provinsi yang dikenal 
dengan julukan bumi parahyangan tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Domba Garut Terlangka di Dunia&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Domba Garut, Ovies Aries, adalah hasil persilangan dari 3 rumpun bangsa
 domba: Merino - Australia, Kaapstad dari Afrika dan Jawa Ekor Gemuk di 
Indonesia. Domba Jawa Ekor Gemuk sudah ada sebelumnya sejak lama sebagai
 jenis domba lokal, Domba Merino dibawa oleh pedagang Belanda ke 
Indonesia sedangkan Domba Kaapstad didatangkan para pedagang Arab ke 
tanah Jawa sekitar abad ke-19. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Domba Garut adalah jenis domba 
tropis bersifat proliflic yaitu dapat beranak lebih dari 2 (dua) ekor 
dalam 1 siklus kelahiran. Di mana dalam periode 1 tahun, Domba Garut 
dapat mengalami 2 siklus kelahiran. Domba ini memiliki berat badan 
rata-rata di atas domba lokal Indonesia lainnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Domba jantan 
dapat memiliki berat sekitar 60 â€“ 80 kg bahkan ada yang dapat mencapai
 lebih dari 100 kg. Sedangkan domba betina memiliki berat antara 30 â€“ 
50 kg. Ciri fisik Domba Garut jantan yaitu bertanduk, berleher besar dan
 kuat, dengan corak warna putih, hitam, cokelat atau campuran ketiganya.
 Ciri domba betina adalah dominan tidak bertanduk, kalaupun bertanduk 
namun kecil dengan corak warna yang serupa domba jantan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Domba 
Garut merupakan plasma nutfah terlangka di dunia karena postur hewan 
ternak ini nyaris menyerupai bison di USA. Populasi Domba Garut terbesar
 di Indonesia tentunya ada di wilayah provinsi Jawa Barat dengan lokasi 
daerah penyebaran antara lain: Garut, Majalengka, Kuningan, Cianjur, 
Sukabumi, Tasikmalaya, Bandung, Sumedang, Indramayu dan Purwakarta. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin hampir sebagian orang lebih mengenal hewan ternak Domba Garut 
identik dengan domba aduan yang berlaga di arena adu ketangkasan. Domba 
Garut adalah hewan ternak eksotis. Memang betul bila sampai saat ini di 
kalangan masyarakat provinsi Jawa Barat masih menggemari adu ketangkasan
 domba, akan tetapi perlu untuk diluruskan bahwa arena adu ketangkasan 
yang ada sekarang tidak memperbolehkan pertarungan 2 ekor domba jantan 
sampai titik darah penghabisan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah dilakukan perubahan 
peraturan oleh organisasi Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia 
(HPDKI) yang saat ini dipimpin Drs. H.A.M Sampurna, MM. selaku ketua 
umum dan Drs. H. Uu Rukmana selaku ketua wilayah provinsi Jawa Barat. 
Arena adu ketangkasan saat ini lebih menjadi arena seni dan budaya yaitu
 tempat bertemunya silaturahmi antar peternak, penghobi, show room, 
transaksi bibit domba berkualitas serta obyek wisata. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa 
nama seperti kang Ibing, dalang Asep Sunarya merupakan nama yang cukup 
dikenal sebagai penghobi dan pemilik Domba Garut berkualitas. Hobi 
memelihara ternak Domba Garut dijamin tidak akan kalah kepuasannya 
dengan memelihara jenis hewan lainnya seperti kucing, ikan dan 
sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Dari Topi Koboi sampai Sepatu Boot&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu kepuasan ketika tanduk Domba Garut jantan dapat terbentuk dan 
tumbuh maksimal ataupun dengan keindahan corak serta warna bulu yang 
dihasilkan. Sepatu boot, bertopi koboi, pakaian hitam adalah ciri 
penghobi ketika datang ke arena seni dan budaya adu ketangkasan. Dan 
jangan salah, harga 1 ekor ternak Domba Garut jantan berkualitas 
dikalangan penghobi dapat bernilai di atas 10 juta rupiah bahkan ada 
yang ratusan juta rupiah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun yang patut dikhawatirkan pada 
kondisi saat ini adalah populasi Domba Garut berkualitas yang kian 
menyusut dan dapat terancam punah di mana bertolak belakang dengan sifat
 profilik yang dimilikinya. Kurangnya perhatian serius terhadap sektor 
usaha pembibitan menjadikan populasi Domba Garut unggulan agak sukar 
ditemukan. Dan ini pula yang menjadikan hewan ternak Domba Garut untuk 
kebutuhan ibadah kurban kian mahal harganya. Seperti yang diutarakan 
oleh Drh. Abdul Jabbar Zulkifli selaku Sekretaris Jenderal Himpunan 
Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) dalam diskusinya dengan penulis
 belum lama ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi tersebut tentunya sangat disayangkan, 
terlebih bila kita tahu potensi ekonomis hewan ternak Domba Garut yang 
tidak hanya identik dengan domba aduan, kualitas daging Domba Garut juga
 memiliki nilai gizi yang cukup baik dibandingkan dengan kambing untuk 
memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Bahkan tidak hanya dimanfaatkan 
dagingnya saja, kulit Domba Garut dapat dijadikan bahan baku untuk 
pembuatan jaket berkualitas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Data tahun 2005 yang didapat dari 
website kabupaten Garut, industri jaket berbahan baku kulit Domba Garut 
dapat menyerap 2.656 tenaga kerja dengan nilai ekspor Rp. 84,7 milyar ke
 berbagai negara tujuan seperti Singapura, Malaysia, Taiwan dan 
Australia. Kotoran ternak Domba Garut pun dapat memberikan keuntungan 
dan nilai manfaat bila diolah dengan baik yaitu sebagai bahan baku 
pembuatan pupuk organik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari hasil penelitian yang dilakukan, 
kebutuhan unsur hara pada tanaman dapat terpenuhi dengan pemberian pupuk
 organik hasil fermentasi berbahan baku kotoran domba yang sangat 
bermanfaat untuk meningkatkan hasil produksi pertanian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang
 peneliti utama lulusan Jepang dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan 
Aromatika â€“ Bogor, Dr. Ir. Mesak Tombe, saat ini berhasil menemukan 
teknologi yang sudah mendapatkan hak paten untuk meningkatkan kualitas 
pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran ternak, teknologi tersebut 
dinamakan Bio Triba. Dikemas dalam bentuk formula cair dengan kandungan 
mikroorganisme B. Pantotkenticus strain J2 dan T. Lactae strain TB1. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknologi yang ditemukan Dr. Ir. Mesak Tombe sangat membantu dalam 
proses pematangan kotoran ternak menjadi pupuk organik antara periode 1 
â€“ 2 minggu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pilihan Sektor Usaha Peternakan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya itu, teknologi ini juga dapat diaplikasikan pada pengolahan
 limbah organik pasar dan rumah tangga. Kelebihan lain teknologi ini 
adalah dapat berperan pula sebagai bio fungisida untuk pengendalian 
penyakit pada tanaman. Adalah tepat bila sektor usaha peternakan dan 
pertanian memang harus saling bersinergi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi saat 
ini petani dalam posisi sulit diantara kenaikan biaya produksi sebagai 
akibat harga pupuk yang terus melambung, di sisi lain petani tidak bisa 
seenaknya menaikkan harga jual sehingga perolehan pendapatan semakin 
menipis. Terbesit gagasan pula untuk mengkombinasikan ternak Domba Garut
 dengan sektor perikanan air tawar. Design kandang ternak domba dibuat 
panggung di atas kolam ikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara segmentasi pasar lokal, 
Domba Garut memiliki potensi pasar yang multi user. Seperti yang 
disampaikan oleh Agus Ramada selaku Direktur Utama Eka Agro Rama sebagai
 perusahaan agribisnis yang concern dalam usaha ternak Domba Garut dan 
pertanian organik. Dan ini yang menjadikan hewan ternak Domba Garut 
layak untuk dikembangkan sebagai pilihan dalam sektor usaha peternakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potensi pasar terbesar pertama adalah hewan ternak Domba Garut untuk 
memenuhi kebutuhan tahunan ibadah kurban. Kemudian menyusul kebutuhan 
konsumsi daging harian baik itu rumah tangga, restoran dan warung sate. 
Selanjutnya adalah kebutuhan aqiqah, dan terakhir adalah penghobi yang 
selalu mencari bibit Domba Garut jantan unggulan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan 
Dr. Ismeth Inounu, peneliti utama bidang pemuliaan dan genetika dari 
Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak â€“ Deptan 
RI), yaitu pada kunjungannya ke lokasi peternakan Domba Garut Eka Agro 
Rama, kabupaten Bandung, provinsi Jawa Barat bulan April lalu, 
pemerintah saat ini memberikan perhatian serius untuk pengembangan 
sektor usaha pembibitan dan perbanyakan hewan ternak domba serta kambing
 antara lain Domba Garut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya program pemuliaan galur 
murni untuk mengembalikan kualitas terbaik hewan ternak Domba Garut, 
akan tetapi program pengembangan domba komposit untuk dapat menghasilkan
 keturunan ataupun bibit unggulan baru juga sedang giat dilakukan. 
Berbagaimacam penemuan teknologi terkait reproduksi ternak domba terus 
dikembangkan untuk mempermudah upaya produksi dan perbanyakan domba 
berkualitas, sebagai contoh teknologi laserpuntur dan suntik hormonal 
yang akan sangat bermanfaat untuk sinkronisasi birahi dan perkawinan 
massal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberhasilan perkawinan domba lokal Sumatera dengan 
domba St. Croix dari Virgins Islands dan domba Barbados, kemudian Domba 
Garut dengan domba St. Croix serta Domba Moulton dari Prancis, adalah 
program pengembangan domba komposit yang berhasil dilakukan oleh 
Puslitbangnak â€“ Deptan RI dari aplikasi penemuan teknologi tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya sebatas itu, di lokasi peternakan Eka Agro Rama juga telah 
berhasil program pengembangan domba komposit berupa perkawinan Domba 
Garut betina dengan Domba Suffolk pejantan dari Inggris, kemudian Domba 
Garut betina dengan pejantan Merino â€“ Australia yang telah 
menghasilkan kualitas anakan dengan harapan akan jauh lebih baik 
sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumsi daging. Adalah Alam Yanuardi 
selaku Direktur Operasional yang dengan tangan dinginnya berhasil 
menjalankan program pengembangan domba komposit tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam
 pengembangan usaha ternak Domba Garut maka Eka Agro Rama tidaklah 
bergerak seorang diri. Terlebih dengan potensi menembus peluang pasar 
lokal dan dunia yang masih cukup besar. Dirintis pula upaya kerjasama 
mulai dari sektor hulu sampai dengan sektor hilir untuk dapat mencapai 
tujuan usaha ternak yang diinginkan. Salah satu rekanan kerjasama yang 
senantiasa membantu Eka Agro Rama dalam pengembangan usahanya antara 
lain adalah Kampoeng Ternak â€“ Dompet Dhuaâ€™fa Republika. Eksistensi 
Kampoeng Ternak â€“ Dompet Dhuaâ€™fa Republika patut diacungi jempol 
dalam pengembangan sub sektor usaha peternakan domba kambing di 
Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Program Tebar Hewan Kurban dan 1000 Aqiqah yang 
sedang dijalankan oleh Kampoeng Ternak tidak hanya bertujuan untuk 
memajukan usaha ternak domba dan kambing di Indonesia, akan tetapi 
bertujuan pula untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam 
kebutuhan konsumsi daging domba. Seperti yang dijelaskan Purnomo, SPt 
selaku Direktur Kampoeng Ternak â€“ Dompet Dhuaâ€™fa Republika. Eka Agro
 Rama sendiri saat ini lebih terfokus bergerak dalam sektor usaha 
pembibitan dan perbanyakan Domba Garut. Penyediaan Domba Garut 
berkualitas untuk kebutuhan kurban, aqiqah, restoran sampai dengan 
warung sate kaki lima adalah menjadi impian Kami, ucap Agus Ramada.&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Mengundang Devisa Negara&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan stok populasi Domba Garut yang semakin terbatas akibat banyak 
peternak yang enggan untuk membibitkan domba, Eka Agro Rama menerapkan 
sistem ban berjalan dengan penjualan Domba Garut lepas sapih. Domba 
Garut betina unggulan adalah mesin produksi dalam usaha ternak yang 
dijalankan. Namun tentunya usaha ini sangat memerlukan pula kerjasama 
dengan berbagai pihak baik itu dibidang produksi dan juga pemasaran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin selamanya Eka Agro Rama menambah kapasitas kandang dengan
 luas lahan yang terbatas. Peranan organisasi himpunan (HPDKI) di sini 
memiliki kontribusi yang besar untuk memetakan dan membina potensi 
jaringan produksi yang ada di mana selanjutnya dapat diarahkan pula 
kepada pintu pemasaran yang tersedia. Eka Agro Rama melalui kegiatan 
pelatihan yang diadakan bersama Agromania dan juga Kampoeng Ternak akan 
senantiasa mencari peternak-peternak baru yang tertarik dalam usaha 
pengembangan Domba Garut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya sekedar pelatihan, fungsi
 pendampingan dan bimbingan teknis budidaya serta akses pintu pemasaran 
juga menjadi bagian penting dari kegiatan pasca pelatihan. Di mana 
selain itu harus dirangkul pula media informasi sebagai public 
soundingsetiap program usaha peternakan yang dimiliki, tegas Agus 
Ramada. Peran Puslitbangnak bersama balai-balai yang ada dan dinas 
peternakan provinsi setempat sebagai basis ilmu pengetahuan juga tidak 
boleh diabaikan, hal ini amat diperlukan sehingga peternak tidak akan 
buta terhadap aplikasi teknologi terbaru. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidaklah kecil 
tentunya pendapatan devisa negara yang dapat diperoleh dari pengelolaan 
usaha ternak Domba Garut intensif. Terlebih dengan potensi pasar 
kebutuhan daging domba di kawasan Timur Tengah sebanyak 30 ribu ekor 
tiap minggunya. Bukan pekerjaan yang ringan dan mudah tentunya, akan 
tetapi bisa menjadi suatu peluang usaha yang menjanjikan bilamana kita 
mau mulai berpikir dan bergerak ke arah sana. Long journey is begins 
with the small step.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Peternak Domba Sehat! &lt;b&gt;&lt;i&gt;HPDKI Kabupaten Purwakarta&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/feeds/1476368454118573956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/2012/12/peluang-usaha-peternakan-domba-garut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5221046972198105944/posts/default/1476368454118573956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5221046972198105944/posts/default/1476368454118573956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/2012/12/peluang-usaha-peternakan-domba-garut.html' title='Peluang usaha peternakan Domba Garut'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06624299684201984173</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5221046972198105944.post-3750361188111234794</id><published>2012-12-03T09:12:00.001-08:00</published><updated>2012-12-04T02:14:54.721-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sambuta HPDKI"/><title type='text'>Ternak domba tangkas kab purwakarta</title><content type='html'>selama ini ternak domba tangkas Kabupaten Purwakarta sangatlah minim minat masyarakat terhadap ternak domba tangkas tersebut, karena selain harga&amp;nbsp; yang variatif mahal serta dalam segi pengurusanpun ada sedikit&amp;nbsp; berbeda dengan domba pedaging oleh karena itu masyarakat banyak memilih ternak domba pedaging selain dari pengurusanya relatif mudah dengan harga yang terjangkau, padahal ternak domba tangkas sangatlah menguntungkan untuk penunjang ekonomi masyarakat, karena dari segi bobot sudah terbukti jauh lebih unggul di banding dengan domba pedaging.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
oleh karena itu saya sebagai penggerak peternak domba tangkas sangat terancam keberadaanya karena anak muda sekarang lebih banyak bergaul yang bersifat mendekati arah negatif, tidak seperti orang sebelum kita di lahirkan dengan semestinya mempertahaankan ekosistem peternakan supaya berkelangsungan dalam menyikapi kehidupan di masa sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mudah mudahan dengan adanya artikel ini bisa menjadi acuan dalam peternakan kehidupan masyarakat Kabupaten Purwakarta dalam meningkatkan ternak domba tangkas umumnya bagi pembaca &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhsQsDAm44mF7m5bHnaYWdcQtkGgY5cvSRlzryOvX2EJGmxgnNvtc5tVNUHwBkwVmZ7x0bqAwU7n0dohxY7k8PHn_lUozrzAj7fDyMXK9Ya5uN_HJzXR60ezmg3egjfsZfJc4FXAul1d8e/s1600/IMG_1599.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhsQsDAm44mF7m5bHnaYWdcQtkGgY5cvSRlzryOvX2EJGmxgnNvtc5tVNUHwBkwVmZ7x0bqAwU7n0dohxY7k8PHn_lUozrzAj7fDyMXK9Ya5uN_HJzXR60ezmg3egjfsZfJc4FXAul1d8e/s320/IMG_1599.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/feeds/3750361188111234794/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/2012/12/ternak-domba-tangkas-kab-purwakarta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5221046972198105944/posts/default/3750361188111234794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5221046972198105944/posts/default/3750361188111234794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpdki-purwakarta.blogspot.com/2012/12/ternak-domba-tangkas-kab-purwakarta.html' title='Ternak domba tangkas kab purwakarta'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06624299684201984173</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhsQsDAm44mF7m5bHnaYWdcQtkGgY5cvSRlzryOvX2EJGmxgnNvtc5tVNUHwBkwVmZ7x0bqAwU7n0dohxY7k8PHn_lUozrzAj7fDyMXK9Ya5uN_HJzXR60ezmg3egjfsZfJc4FXAul1d8e/s72-c/IMG_1599.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>