<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563</id><updated>2024-09-14T23:11:27.466-07:00</updated><category term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><category term="AA GYM"/><category term="Manajemen Qolbu"/><category term="SINS ARE CONSIDERED TYPICAL"/><category term="Women&#39;s World"/><category term="Group path All Good People"/><category term="TAUHID"/><category term="LIFE HISTORY OF MUHAMMAD SAW"/><category term="MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL"/><category term="STORY EXEMPLARY"/><category term="STORY OF THE PROPHETS"/><category term="Some of the life story of Prophet Musa"/><category term="Articles"/><category term="HARUN YAHYA"/><category term="Some of the Life Story of Prophet Yusuf"/><category term="TIPS"/><category term="Signs of Death"/><category term="TAHUKAH ANDA ?"/><title type='text'>HUMUL MUFLIHUUN</title><subtitle type='html'>Precious life lessons from a book and author</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>514</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-435770861497999380</id><published>2012-11-02T01:46:00.000-07:00</published><updated>2012-11-02T01:46:07.909-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Women&#39;s World"/><title type='text'>HUKUM MEMBACA AL-QUR&#39;AN BAGI YANG SEDANG JUNUB</title><content type='html'>Pertanyaan &lt;br /&gt;Al-Lajnah Ad-Da&#39;imah Lil Ifta&#39; ditanya : Apa hukumnya membaca 
Al-qur&#39;an dengan hafalan atau dengan melihat mushaf bagi orang yang sedang 
junub?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Tidak boleh bagi orang yang sedang junub untuk membaca 
Al-Qur&#39;an sebelum ia mandi junub, baik dengan cara melihat Al-Qur&#39;an ataupun 
yang sudah dihafalnya. Dan tidak boleh baginya membaca Al-Qur&#39;an kecuali dalam 
keadaan suci yang sempurna , yaitu suci dari hadats yang paling besar sampai 
hadats yang paling kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUKUM MENYENTUH BUKU ATAU MAJALAH YANG DIDALAMNYA 
TERDAPAT AYAT-AYAT SUCI AL-QUR&#39;AN BAGI WANITA HAIDH&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;br /&gt;Syaikh 
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan &lt;br /&gt;Syaikh Muhammad 
Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah diharamkan bagi orang yang sedang junub, 
atau haidh untuk menyentuh buku-buku serta majalah-majalah yang didalamnya 
terdapat ayat-ayat suci Al-Qur&#39;an ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Tidak diharamkan bagi 
orang yang sedang junub atau sedang haidh atau yang tidak berwudhu untuk 
menyentuh buku atau majalah yang didalamnya terdapat ayat-ayat Al-Qur&#39;an , 
karena buku-buku dan majalah-majalah itu bukan Al-Qur&#39;an .&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/435770861497999380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/11/hukum-membaca-al-quran-bagi-yang-sedang.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/435770861497999380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/435770861497999380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/11/hukum-membaca-al-quran-bagi-yang-sedang.html' title='HUKUM MEMBACA AL-QUR&#39;AN BAGI YANG SEDANG JUNUB'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-466208785430427730</id><published>2012-08-15T07:03:00.000-07:00</published><updated>2012-08-15T07:03:36.694-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><title type='text'>FAKTOR-FAKTOR YANG MENDUKUNG WANITA DI BULAN RAMADHAN</title><content type='html'>Pertanyaan&lt;br /&gt;
Syaikh Shalih Al-Fauzan ditanya : Apakah faktor-faktor yang  mendukung wanita untuk mencapai ketaatan kepada Allah di bulan Ramadhan  ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Faktor-Faktor yang mendukung seorang Muslim, baik pria  maupun wanita untuk melakukan ketaatan di bulan Ramadhan adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[1].  Takut kepada Allah yang disertai keyakinan bahwa Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala  senantiasa mengawasi hamba-Nya dalam seluruh perbuatannya, ucapannya dan  niatnya, dan bahwa semua perbuatannya itu akan mendapat balasan. Jika seorang  Muslim telah memiliki perasaan ini maka ia akan menyibukkan dirinya dengan  segala macam ketaatan kepada Allah dan bersegera untuk bertaubat dari segala  macam maksiat.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
[2]. Memperbanyak dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala  dan membaca Al-Qur&#39;an, karena dengan demikian hatinya akan menjadi lunak, Allah  berfirman : &quot;Artinya : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi  tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati  menjadi tenteram&quot; [Ar-ra&#39;d : 28]. Dan firman-Nya juga : &quot; Artinya : Sesungguhnya  orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah  gemetarlah hati mereka&quot; [Al-Anfaal : 2]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[3]. Menghindari  perbuatan-perbuatan yang menyebabkan hati menjadi keras dan menjauhkan dirinya  dari Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala, yaitu seluruh perbuatan maksiat, bergaul dengan  orang-orang jahat, memakan yang haram, lalai dalam mengingat Allah dan  menyaksikan film-film yang rusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[4]. Hendaknya wanita tetap tinggal di  dalam rumahnya dan tidak keluar dari rumahnya kecuali untuk suatu kebutuhan  dengan segera kembali ke rumah jika keperluannya telah terpenuhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[5].  Tidur pada malam hari, karena hal yang demikian itu akan membantunya untuk bisa  bangun lebih cepat di penghujung malam, dan mengurangi tidur di siang hari  sehingga dapat melakukan shalat lima waktu tepat pada waktunya serta dapat  memanfaatkan waktunya untuk ketaatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[6]. Menjaga lidah dari ghibah  (menggunjing atau membicarakan aib orang lain), mengadu domba (menebarkan  provokasi), berdusta dan mengumbar perkataan haram lainnya sebagai penggantinya  hendaknya ia menyibukkan dirinya dengan berdzikir. </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/466208785430427730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/08/faktor-faktor-yang-mendukung-wanita-di.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/466208785430427730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/466208785430427730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/08/faktor-faktor-yang-mendukung-wanita-di.html' title='FAKTOR-FAKTOR YANG MENDUKUNG WANITA DI BULAN RAMADHAN'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-6807004107381761856</id><published>2012-08-03T21:21:00.000-07:00</published><updated>2012-08-03T21:21:31.454-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="TAHUKAH ANDA ?"/><title type='text'>Siapakah Dua Wanita Bejat dan Wanita Baik Yang Disebutkan Dalam Al-Qur&#39;an</title><content type='html'>Dua wanita bejat dan penghuni neraka adalah isteri Nabi Nuh as dan isteri nabi Luth as, sementara dua wanita baik adalah Maryam as dan isteri fir&#39;aun ( Surat ke 28, ayat ke-7)</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/6807004107381761856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/08/siapakah-dua-wanita-bejat-dan-wanita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/6807004107381761856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/6807004107381761856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/08/siapakah-dua-wanita-bejat-dan-wanita.html' title='Siapakah Dua Wanita Bejat dan Wanita Baik Yang Disebutkan Dalam Al-Qur&#39;an'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-2669235921729616480</id><published>2012-08-03T21:10:00.000-07:00</published><updated>2012-08-03T21:10:30.296-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="TAHUKAH ANDA ?"/><title type='text'>Jenis Air Apakah Yang Dicampurkan Pada Tanah (Penciptaan) Manusia</title><content type='html'>Dengan perintah Allah Swt. maka tertuanglah empat jenis air pada tanah (penciptaan ) Adam As :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Air manis&lt;br /&gt;
Dengan air inilah air mulut (enzim) anak Adam menjadi manis, sehingga setiap makanan yang dimasukan ke dalam rongga mulutnya menjadi manis dan lezat. Kerongkongannya juga sellalu segar dan tidak terluka saat dilalui makanan. Selain itu, enzim tersebut memberikan pengaruh cukup besar bagi pencernaan makanan didalam perut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Air asin&lt;br /&gt;
Dengan air inilah air mata anak Adam menjadi asin. Karena beberapa mata itu terdiri dari lemak, maka lemak didalam air asin ini tidak menjadi masak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Air pahit&lt;br /&gt;
Karena air telinga anak Adam menjadi pahit, maka binatang tidak akan masuk kedalamnya saat mereka sedang tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Air busuk&lt;br /&gt;
Dengan air ini otak anak Adam selalu segar; air ini terdapat di dalam otak.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/2669235921729616480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/08/jenis-air-apakah-yang-dicampurkan-pada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/2669235921729616480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/2669235921729616480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/08/jenis-air-apakah-yang-dicampurkan-pada.html' title='Jenis Air Apakah Yang Dicampurkan Pada Tanah (Penciptaan) Manusia'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-4159198509682429239</id><published>2012-08-03T02:50:00.002-07:00</published><updated>2012-08-03T02:50:52.019-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><title type='text'>SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP PERBEDAAAN MADZHAB</title><content type='html'>Pertanyaan.&lt;br /&gt;
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Bagaimana seharusnya sikap  seorang muslim terhadap perbedaan-perbedaan madzhab yang menyebar di berbagai  golongan dan kelompok?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban:&lt;br /&gt;
Yang wajib baginya adalah memegang  yang haq, yaitu yang ditunjukkan oleh Kitabullah dan Sunnah RasulNya serta loyal  terhadap yang haq dan mempertahankannya. Setiap golongan atau madzhab yang  bertentangan dengan yang haq, maka ia wajib berlepas diri darinya dan tidak  menyepakatinya.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Agama Allah hanya satu, yaitu jalan yang lurus, yakni  beribadah hanya kepada Allah semata dan mengikuti RasulNya, Muhammad Shallallahu  &#39;alaihi wa sallam Maka yang diwajibkan kepada setiap muslim adalah memegang yang  haq dan konsisten dalam melaksanakannya, yaitu mentaati Allah dan mengikuti  syari&#39;atNya yang telah diajarkan oleh Nabi-Nya, Muhammad Shallallahu &#39;alaihi wa  sallam, disertai ikhlas karena Allah dalam melaksanakannya dan tidak memalingkan  ibadah sedikit pun kepada selain Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala. Karena itu, setiap  madzhab yang menyelisihi yang haq dan setiap golongan yang tidak menganut aqidah  ini, harus dijauhi dan harus berlepas diri darinya serta mengajak para  penganutnya untuk kembali kepada yang haq dengan mengungkapkan dalil-dalil  syar&#39;iyyah yang disertai kelembutan dan menggunakan metode yang tepat sambil  menasehati yang haq pada mereka dengan kesabaran.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/4159198509682429239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/08/sikap-seorang-muslim-terhadap.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/4159198509682429239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/4159198509682429239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/08/sikap-seorang-muslim-terhadap.html' title='SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP PERBEDAAAN MADZHAB'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-3933100154515434090</id><published>2012-07-31T19:39:00.002-07:00</published><updated>2012-07-31T19:39:47.288-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Women&#39;s World"/><title type='text'>HARUSKAH WANITA MELAKSANAKAN SHALAT LIMA WAKTU DALAM MASJID</title><content type='html'>Pertanyaan&lt;br /&gt;
Syaikh Abdul Aziz bin Baaz ditanya : Seorang wanita muda yang  menutup auratnya serta konsisten dengan pakaian Islam yang disyari&#39;atkan yaitu  menutup seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya, jika ia  berkeinginan melaksanakan shalat lima waktu di masjid, apakah hal itu  diperbolehkan baginya ? Dan apakah setiap pergi ke masjid ia harus disertai oleh  suaminya .?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Dibolehkan bagi seorang wanita untuk melaksanakan  shalat di masjid jika ia menutup auratnya secara syar&#39;i, yaitu menutup wajahnya  serta kedua telapak tangannya serta menghindarkan dirinya dari penggunaan  perhiasan dan wewangian, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa  sallam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Janganlah kamu melarang kaum wanita untuk mendatangi  masjid-masjid Allah&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi perlu diingat bahwa shalat di rumah  adakah lebih baik baginya berdasarkan sabda Rasul Shallallahu &#39;alaihi wa sallam  pada akhir hadits yang telah disebutkan di atas :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Namun  rumah-rumah mereka adalah lebih baik bagi mereka&quot;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/3933100154515434090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/haruskah-wanita-melaksanakan-shalat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/3933100154515434090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/3933100154515434090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/haruskah-wanita-melaksanakan-shalat.html' title='HARUSKAH WANITA MELAKSANAKAN SHALAT LIMA WAKTU DALAM MASJID'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-1167329460654953062</id><published>2012-07-27T08:41:00.000-07:00</published><updated>2012-07-27T08:41:50.739-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><title type='text'>ISLAM DAN IMAN, APA BEDANYA ..?</title><content type='html'>Pertanyaan :&lt;br /&gt;
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : &quot;Apa definisi  Iman itu dan apa perbedaannya antara Iman dan Islam .?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban  :&lt;br /&gt;
Islam dalam pengertiannya secara umum adalah menghamba (beribadah) kepada  Allah dengan cara menjalankan ibadah-ibadah yang disyari&#39;atkan-Nya sebagaimana  yang dibawa oleh para utusan-Nya sejak para rasul itu diutus hingga hari  kiamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mencakup apa yang dibawa oleh Nuh &#39;Alaihis sallam berupa  hidayah dan kebenaran, juga yang dibawa oleh Musa &#39;Alaihis sallam, yang dibawa  oleh Isa &#39;Alaihis sallam dan juga mencakup apa yang dibawa oleh Ibrahim &#39;Alaihis  sallam, Imamul hunafa&#39; (pimpinan orang-orang yang lurus), sebagaimana  diterangkan oleh Allah dalam berbagai ayat-Nya yang menunjukkan bahwa  syari&#39;at-syari&#39;at terdahulu seluruhnya adalah Islam kepada Allah &#39;Azza wa  Jalla.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sedangkan Islam dalam pengertiannya secara khusus setelah  diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu &#39;alaihi wa sallam adalah ajaran yang dibawa  oleh beliau. Karena ajaran beliau menasakh (menghapus) seluruh ajaran yang  sebelumnya, maka orang yang mengikutinya menjadi seorang muslim dan orang yang  menyelisihinya bukan muslim karena ia tidak menyerahkan diri kepada Allah, akan  tetapi kepada hawa nafsunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang Yahudi adalah orang-orang muslim  pada zamannya Nabi Musa &#39;Alaihis salllam, demikian juga orang-orang Nashrani  adalah orang-orang muslim pada zamannya Nabi Isa &#39;Alaihis sallam. Namun ketika  telah diutus Nabi Muhammad Shallallahu &#39;alaihi wa sallam, kemudian ia  mengkufurinya, maka mereka bukan jadi orang muslim lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu  tidak dibenarkan seseorang berkeyakinan bahwa agama yang dipeluk oleh  orang-orang Yahudi dan Nashrani sekarang ini sebagai agama yang benar dan  diterima di sisi Allah sebagaimana Dienul Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan orang yang  berkeyakinan seperti itu berarti telah kafir dan keluar dari Dienul Islam, sebab  Allah Ta&#39;ala berfirman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Sesungguhnya Dien yang diterima di  sisi Allah hanyalah Islam&quot;. [Ali-Imran : 19].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Barangsiapa  mencari suatu dien selain Islam, maka tidak akan diterima (dien itu)  daripadanya&quot;. [Ali-Imran : 85]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Islam yang dimaksudkan adalah Islam yang  dianugrahkan oleh Allah kepada Muhammad Shallallahu &#39;alaihi wa sallam dan  umatnya. Allah berfirman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Pada hari ini telah Ku sempurnakan  untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepada nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai  islam itu jadi agamamu&quot;. [Al-Maidah : 3]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah nash yang amat jelas  yang menunjukkan bahwa selain umat ini, setelah diutusnya Nabi Muhammad  Shallallahu &#39;alaihis sallam, bukan pemeluk Islam. Oleh karena itu, agama yang  mereka anut tidak akan diterima oleh Allah dan tidak akan memberi manfaat pada  hari kiamat. Kita tidak boleh menilainya sebagai agama yang lurus. Salah besar  orang yang menilai Yahudi dan Nashrani sebagai saudara, atau bahwa agama mereka  pada hari ini sama pula seperti yang dianut oleh para pendahulu  mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita katakan bahwa Islam berarti menghamba diri kepada Allah  Ta&#39;ala dengan menjalankan syari&#39;at-Nya, maka dalam artian ini termasuk pula  pasrah atau tunduk kepada-Nya secara zhahir maupun batin. Maka ia mencakup  seluruh aspek ; aqidah, amalan maupun perkataan. Namun jika kata Islam itu  disandingkan dengan Iman, maka Islam berarti amal-amal perbuatan yang zhahir  berupa ucapan-ucapan lisan maupun perbuatan anggota badan. Sedangkan Iman adalah  amalan batiniah yang berupa aqidah dan amal-amalan hati. Perbedaan istilah ini  bisa kita lihat dalam firman Allah Ta&#39;ala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Orang-orang Arab  Badui itu berkata :&#39;Kami telah beriman&#39;. Katakanlah (kepada mereka) :&#39;Kamu belum  beriman, tetapi katakanlah, &#39;kami telah tunduk, karena iman itu belum masuk ke  dalam hatimu&quot;. [Al-Hujurat : 14].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai kisah Nabi Luth, Allah Ta&#39;ala  berfirman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang  berada di negeri kaum Luth itu. Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali  sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri&quot;. [Adz-Dzariyat :  35-36].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sini terlihat perbedaan antara mukmin dan muslim. Rumah yang  berada di negeri itu zhahirnya adalah rumah yang Islami, namun ternyata di  dalamnya terdapat istri Luth yang menghianatinya dengan kekufurannya. Adapun  siapa saja yang keluar dari negeri itu dan selamat, maka mereka itulah kaum  beriman yang hakiki, karena keimanan telah benar-benar masuk kedalam hati  mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan istilah ini juga bisa kita lihat lebih jelas lagi dalam  hadits Umar bin Khattab Radhiyallahu &#39;anhu, bahwa Jibril pernah bertanya kepada  Nabi Shallallahu &#39;alaihis sallam mengenai Islam dan Iman. Maka beliau menjawab  :&quot;Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan bersaksi bahwa  Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa  Ramadhan dan berhaji ke Baitullah&quot;. Mengenai Iman beliau menjawab :&quot;Engkau  beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Utusan-utusan-Nya,  hari Akhir, serta beriman dengan qadar yang baik dan yang  buruk&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walhasil, pengertian Islam secara mutlak adalah mencakup seluruh  aspek agama termasuk Iman. Namun jika istilah Islam itu disandingkan dengan  Iman, maka Islam ditafsirkan dengan amalan-amalan yang zhahir yang berupa  perkataan lisan dan perbuatan anggota badan. Sedangkan Iman ditafsirkan dengan  amalan-amalan batiniah berupa i&#39;tiqad-i&#39;tiqad dan amalan hati.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/1167329460654953062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/islam-dan-iman-apa-bedanya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/1167329460654953062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/1167329460654953062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/islam-dan-iman-apa-bedanya.html' title='ISLAM DAN IMAN, APA BEDANYA ..?'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-3820930358981649602</id><published>2012-07-23T21:04:00.000-07:00</published><updated>2012-07-23T21:04:57.854-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><title type='text'>APAKAH SYARAT WAJIBNYA ZAKAT?</title><content type='html'>Pertanyaan&lt;br /&gt;
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah syarat  wajibnya zakat ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Syarat wajibnya zakat adalah : Islam,  merdeka, memiliki (mencapai)nishab dan tetatpnya harta, serta telah lewat satu  tahun kecuali pada zakat Mu’syirat (buah atau bijian).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun Islam :  Karena seorang kafir tidak diwajibkan membayar zakat, tidak diterima darinya  kalau dia mengeluarkan hartanya dengan nama zakat, berdasarkan firman Allah  Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Artinya : Dan tidak ada yang menghalangi mereka  untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada  Allah dan RasulNya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan  malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan”  [At-Taubah : 54]&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Akan tetapi pernyataan kami bahwa zakat tidak diwajibkan  atas orang kafir dan tidak sah (diterima zakat) darinya tidak berarti bahwa dia  akan dimaafkan dari dosa itu di akhirat, bahkan dia akan disiksa karenanya,  berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;
“Artinya : Tia-tiap diri  bertanggung jawab atas apa yang telah dia perbuat, kecuali golongan kanan,  berada di dalam surga, mereka saling bertanya, tentang (keadaan) orang-orang  yang berdosa, “Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Saqar (neraka)?”, Mereka  menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan  kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang  batil bersama orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari  pembalasan, hingga datang kepada kami kematian” [Al-Muddatstsir :  38-47]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir disiksa disebabkan  pelanggaran mereka terhadap cabang-cabang ajaran Islam, sedangkan dia seperti  itu pula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Merdeka : Sebab seorang budak tidak memiliki harta,  karena harta si budak adalah milik tuannya, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu  ‘alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Artinya : Barangsiapa yang menjual budak yang  memiliki harta maka hartanya itu menjadi milik penjualnya, kecuali bila si  pembeli mempersyaratkannya” &lt;br /&gt;
Sehingga dia –kalau begitu- bukanlah si  pemilik harta yang menjadikannya terbebani kewajiban zakat, apabila ditakdirkan  bahwa seorang hamba sahaya mempunyai kepemilikan harta maka sungguh hartanya itu  pada akhirnya akan kembali kepada majikannya, karena sang majikan berhak  mengambil apa yang ada di tangannya, dengan dalil ini maka di dalam  kepemilikannya terdapat kekurangan, tidak tetap sebagaimana tetapnya harta orang  merdeka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun memiliki (mencapai) Nishab : Maknanya adalah bahwa  terdapat pada seseorang harta yang mencapai nishab sesuai dengan yang ditentukan  oleh syari’at, yang berbeda-beda sesuai perbedaan jenis harta, apabila tidak  didapati pada seseorang harta yang mencapai nishab maka tidak ada kewajiban  zakat atasnya, karena hartanya dianggap sedikit tidak cukup untuk menolong  lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nishab untuk binatang ternak didasarkan atas ukuran permulaan  dan akhir (batas bawah dan batas atas) sedangkan untuk selainnnya didasarkan  atas ukuran awal (batas bawah) sedangkan tambahannya dihitung berdasar  kelipatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan lewatnya waktu setahun (Haul) : Adalah karena  wajibnya zakat pada harta yang kurang dari setahun berakibat buruk pada  orang-orang kaya, sedangkan pewajiban zakat pada saat lebih dari setahun  mengakibatkan keburukan pada hak-hak orang yang berhak mendapat zakat (ahli  zakat). Dalam kaitan itu dengan haul (waktu setahun) akan menyeimbangkan antara  hak orang kaya dan hak ahli zakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasrkan itu, seandainya seorang  manusia mati misalnya, atau hartanya bangkrut sebelum genap setahun (haul),  gugurlah kewajiban zakat, kecuali bila termasuk hal yang dikecualikan dari  genapnya haul, yakni tiga macam ; laba perniagaan, hasil binatang ternak, dan  mu’syirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laba perniagaan haulnya adalah haul pokoknya, sedangkan hasil  binatang ternak haul hasilnya adalah haul induknya, adapun mu’syirat haulnya  adalah saat memanennya, mu’syirat adalah biji-bijian dan buah-buahan.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/3820930358981649602/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/apakah-syarat-wajibnya-zakat.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/3820930358981649602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/3820930358981649602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/apakah-syarat-wajibnya-zakat.html' title='APAKAH SYARAT WAJIBNYA ZAKAT?'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-6231570686549668538</id><published>2012-07-22T05:04:00.000-07:00</published><updated>2012-07-22T05:04:55.920-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Women&#39;s World"/><title type='text'>KERINGANAN BERDZIKIR KEPADA ALLAH BAGI WANITA HAID</title><content type='html'>Zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala merupakan suatu kewajiban bagi setiap  Muslim dan Muslimah. Sebagaimana yang difirmankan Allah Azza wa  Jalla.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Karena itu, berdzikirlah (ingat) kalian kepada-Ku  niscaya Aku akan ingat kepada kalian, dan bersyukurlah kepadaku, dan janganlah  kalian mengingkari (nikmat)-Ku&quot;. [Al-Baqarah : 152]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Dan  sesungguhnya berdzikir (mengingat) Allah adalah lebih besar (keutamaannya dari  ibadah-ibadah yang lain)&quot;. [Al-Ankabut : 45]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam mengisahkan Yunus  &#39;Alaihi al-Salam, Dia berfirman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Maka kalau sekiranya dia  (Yunus) tidak termasuk orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah, niscaya  dia akan tetap tinggal di dalam perut ikan itu sampai hari berbangkit&quot;.  [Al-Shaffat : 143-144]&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu  &#39;alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Perumpamaan orang yang berdzikir  kepada Rabbnya dengan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang hidup dan  orang mati&quot;. [Diriwayatkan oleh Muttafaqun &#39;alaih dari hadits Abu Musa  Al-Asy&#39;ari Radhiyallahu &#39;anhu].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara bentuk kemurahan Allah Subhanahu  wa Ta&#39;ala terhadap kaum wanita adalah memberikan keringanan kepada kaum wanita  untuk berdzikir kepada-Nya selama menjalani masa haid, meski pada saat itu  mereka tidak boleh mengerjakan shalat dan puasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ummu Athiyah  Radhiyallahu &#39;anha menceritakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Kami diperintahkan keluar  pada hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, juga wanita pingitan dan  gadis&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;Wanita-wanita haid keluar rumah dan menempati posisi di belakang  jama&#39;ah yang mengerjakan shalat, dan bertakbir bersama-sama mereka&#39;, Lanjut Ummu  Athiyyah&quot;. (Hadits Riwayat Muttafaqun &#39;alaih).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Nawawi Rahimahullah  juga mengatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ucapan Ummu Athiyyah, &#39;Wanita-wanita haid itu bertakbir  bersama jama&#39;ah menunjukkan dibolehkannya zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala  bagi wanita haid dan wanita sedang junub. Yang diharamkan baginya adalah membaca  Al-Qur&#39;an.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Oleh&lt;br /&gt;
Amr Bin Abdullah Mun&#39;im</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/6231570686549668538/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/keringanan-berdzikir-kepada-allah-bagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/6231570686549668538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/6231570686549668538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/keringanan-berdzikir-kepada-allah-bagi.html' title='KERINGANAN BERDZIKIR KEPADA ALLAH BAGI WANITA HAID'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-3345250175632227522</id><published>2012-07-21T05:42:00.000-07:00</published><updated>2012-07-21T05:42:20.848-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><title type='text'>HUKUM PUASA SUNNAH BAGI WANITA BERSUAMI</title><content type='html'>Pertanyaan&lt;br /&gt;
Syaikh Shalih Al-Fauzan ditanya : Bagaimanakah hukum puasa sunat  bagi wanita yang telah bersuami ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Tidak boleh bagi wanita  untuk berpuasa sunat jika suaminya hadir (tidak musafir) kecuali dengan  seizinnya, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari  Abu Hurairah Radhiallahu &#39;anhu bahwa Nabi Shallallahu &#39;alaihi wa sallam  bersabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Tidak halal bagi seorang wanita unruk berpuasa saat  suminya bersamanya kecuali dengan seizinnya&quot; dalam riwayat lain disebutkan :  &quot;kecuali puasa Ramadhan&quot;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Adapun jika sang suami memperkenankannya untuk  berpuasa sunat, atau suaminya sedang tidak hadir (bepergian), atau wanita itu  tidak bersuami, maka dibolehkan baginya menjalankan puasa sunat, terutama pada  hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa sunat yaitu : Puasa hari Senin dan  Kamis, puasa tiga hari dalam setiap bulan, puasa enam hari di bulan Syawal,  puasa pada sepuluh hari di bulan Dzulhijjah dan di hari &#39;Arafah, puasa &#39;Asyura  serta puasa sehari sebelum atau setelahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
APAKAH SUAMI BERHAK  UNTUK MELARANG ISTRINYA BERPUASA SYAWAL &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh&lt;br /&gt;
Syaikh Abduillah bin  Jibrin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan&lt;br /&gt;
Syaikh Abdullah bin Jibrin ditanya : Apakah  saya berhak untuk melarang istri saya jika ia hendak melakukan puasa sunat  seperti puasa enam hari Syawal ? Dan apakah perbuatan saya itu berdosa  ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Ada nash yang melarang seorang wanita untuk berpuasa sunat  saat suaminya hadir di sisinya (tidak berpergian/safar) kecuali dengan izin  sauminya, hal ini untuk tidak menghalangi kebutuhan biologisnya. Dan seandainya  wanita itu berpuasa tanpa seizin suaminya maka boleh bagi suaminya untuk  membatalkan puasa istrinya itu jika suaminyta ingin mencampurinya. Jika suaminya  itu tidak membutuhkan hajat biologis kepada istrinya, maka makruh hukumnya bagi  sang suami untuk melarang istrinya berpuasa jika puasa itu tidak membahayakan  diri istrinya atau menyulitkan istrinya dalam mengasuh atau menyusui anaknya,  baik itu berupa puasa Syawal yang enam hari itu ataupun puasa-puasa sunnat  lainnya.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/3345250175632227522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/hukum-puasa-sunnah-bagi-wanita-bersuami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/3345250175632227522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/3345250175632227522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/hukum-puasa-sunnah-bagi-wanita-bersuami.html' title='HUKUM PUASA SUNNAH BAGI WANITA BERSUAMI'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-1389125237931535806</id><published>2012-07-21T05:39:00.000-07:00</published><updated>2012-07-21T05:39:10.284-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><title type='text'>APAKAH MALAM LAILATUL QADAR ITU SUDAH PASTI PADA SUATU MALAM ATAUKAH BERPINDAH DARI SUATU MALAM KE MALAM LAINNYA PADA SETIAP TAHUNNYA</title><content type='html'>Pertanyaan,&lt;br /&gt;
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah malam  Lailatul Qadar itu suah pasti pada suatu malam ataukah berpindah dari suatu  malam ke malam lainnya pada setiap tahunnya ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Tidak diragukan  lagi bahwa Lailatul Qadar terjadi pada bulan Ramadhan. Allah  berfirman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Sesungguhnya kami telah menurunkan (Al-Qur&#39;an) pada  malam kemuliaan&quot; [Al-Qadar : 1]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala juga  menjelaskan dalam ayat yang lain bahwa Dia telah menurunkan Al-Qur&#39;an pada bulan  Ramadhan.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan  Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur&#39;an&quot; [Al-Baqarah :  185]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah pernah beri&#39;tikaf pada sepuluh malam pertama bulan  Ramadhan untuk mencari Lailatul Qadar, lalu beri&#39;tikaf pada sepuluh malam  pertengahan, hingga beliau Shallallahu &#39;alaihi wa sallam melihat Lailatul Qadar  ini pada sepuluh malam terkahir pada bulan Ramadhan.. Kemudian terjadi  persamaan mimpi di antara beberapa sahabat Nabi Shallallahu &#39;alaihi wa sallam  bahwa ia terjadi tujuh malam terakhir dari Ramadhan. Lalu beliau Shallallahu  &#39;alaihi wa sallam bersabda : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Saya melihat bahwa mimpi kalian  saling bersesuaian terjadi pada tujuh malam terakhir. Maka barangsiapa yang  ingin mencarinya hendaklah ia mencarinya pada tujuh malam  terakhir&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah pembatasan yang paling minimal dari penentuan dalam  waktu tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita memperhatikan dalil-dalil tentang Lailatul  Qadar, akan jelas bagi kita bahwa Lailatul Qadar itu berpindah dari satu malam  ke malam lainnya. Ia tidak terbatas dengan satu hari tertentu pada setiap  tahunnya. Nabi pernah diberi tahu dalam tidurnya tentang Lailatul Qadar.  Sedangkan pagi harinya beliau sujud di atas tanah yang tergenang air yang mana  malam itu adalah malam ke dua puluh satu&amp;nbsp; Nabi Shallallahu &#39;alaihi wa sallam  juga bersabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Carilah Lailatul Qadar pada hari ganjil di  sepuluh malam terakhir dari Ramadhan&quot; &lt;br /&gt;
Hal ini menujukkan bahwa  Lailatul Qadar tidak terbatas pada satu malam tertentu. Dari sini terkumpullah  dalil-dalilnya, sehingga seyogyanya seseorang selalu mengharap turunnya Lailatul  Qadar pada setiap malam dari sepuluh malam terakhir. Dan pahala Lailatul Qadar  itu diperoleh oleh siapa saja yang menghidupkan malam itu dengan penuh iman dan  ikhlas, baik itu mengetahuinya atau tidak. Nabi Shallallahu &#39;alaihi wa sallam  bersabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Barangsiapa bangun shalat pada malam Lailatul Qadar  karena iman dan keikhlasan maka dosanya yang telah lalu diampuni&quot;&lt;br /&gt;
Di  sini tidak dikatakan, jika ia tahu waktu turunnya. Jadi tidak disyaratkan untuk  mendapatkan pahala Lailatul Qadar orang yang beribadah harus mengetahui waktunya  dengan pasti. Tetapi barangsiapa beribadah pada setiap malam dari sepuluh malam  terkahir bulan Ramadhan, karena keimanan dan keikhlasan maka kami yakin bahwa ia  pasti mendapatkan Lailatul Qadar sama saja apakah terjadi di awalnya,  pertengahannya ataupun akhirnya. Allah lah yang memberi taufik.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/1389125237931535806/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/apakah-malam-lailatul-qadar-itu-sudah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/1389125237931535806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/1389125237931535806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/apakah-malam-lailatul-qadar-itu-sudah.html' title='APAKAH MALAM LAILATUL QADAR ITU SUDAH PASTI PADA SUATU MALAM ATAUKAH BERPINDAH DARI SUATU MALAM KE MALAM LAINNYA PADA SETIAP TAHUNNYA'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-6827635258518217286</id><published>2012-07-20T13:38:00.000-07:00</published><updated>2012-07-20T13:38:17.401-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><title type='text'>JIKA ORANG YANG SHAUM MIMPI BASAH DI SIANG HARI RAMADHAN, APAKAH SAHUMNYA BATAL ?</title><content type='html'>Pertanyaan&lt;br /&gt;
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Jika orang yang  shaum mimpi basah di siang hari Ramadhan, apakah membatalkan shaumnya ataukah  tidak ? Haruskah dia bersegera untuk mandi ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Mimpi basah tidak  membatalkan shaum, karena hal itu terjadi tanpa unsur kesengajaan dari orang  yang shaum tersebut. Dan dia wajib mandi janabah ketika melihat keluarnya air  mani.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Jika seseorang mimpi basah setelah shalat shubuh lalu dia  mengakhirkan mandinya hingga menjelang dhuhur maka tidak apa-apa. Demikian pula  jika seseorang menggauli istrinya di waktu malam dan dia belum mandi hingga  terbitnya fajar, hal itu tidak mengapa, karena disebutkan dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bahwa ketika subuh Nabi masih dalam keadaan junub karena  jima (di malam hari), kemudian beliau mandi dan shaum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian pula  halnya dengan orang yang haidh dan nifas, seandainya keduanya telah suci di  malam hari lalu baru mandi setelah terbit fajar, hal itu tidak mengapa, shaumnya  tetap sah. Akan tetapi tidak boleh bagi keduanya maupun bagi yang junub untuk  mengakhirkan mandi atau shalatnya hingga terbit matahari. Wajib bagi mereka  untuk bersegera mandi sebelum terbit matahari untuk menunaikan shalat tepat pada  waktunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi seorang laki-laki hendaknya bersegera untuk mandi janabah  sebelum shalat subuh sehingga memungkinkan baginya untuk menghadiri shalat  jama&#39;ah. Wallahu waliyut Taufiq</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/6827635258518217286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/jika-orang-yang-shaum-mimpi-basah-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/6827635258518217286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/6827635258518217286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/jika-orang-yang-shaum-mimpi-basah-di.html' title='JIKA ORANG YANG SHAUM MIMPI BASAH DI SIANG HARI RAMADHAN, APAKAH SAHUMNYA BATAL ?'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-2211821185697909451</id><published>2012-07-20T13:35:00.000-07:00</published><updated>2012-07-20T13:35:04.874-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><title type='text'>APA SAJA UDZUR YANG MEMBOLEHKAN ORANG BERBUKA PUASA?</title><content type='html'>Pertanyaan&lt;br /&gt;
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa saja udzur  yang membolehkan orang berbuka puasa ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Udzur yang membolehkan  seseorang untuk berbuka (tidak berpuasa) adalah : sakit, bepergian, seperti yang  diterangkan dalam Al-Qur’an, termasuk udzur pula seorang perempuan yang hamil  dan mengkhawatirkan keadaan dirinya dan janin yang dikandungnya. Termasuk udzur  pula seorang perempuan yang sedang menyusui, dia khawatir kalau dia berpuasa  akan membahayakan dirinya atau bayi yang disusuinya, juga saat seseorang  membutuhkan untuk berbuka guna menyelamatkan orang yang diselamatkan dari  kematian, misalnya dia mendapati seseorang tenggelam di laut, atau seseorang  yang berada diantara tempat yang mengelilinginya yang di dalamnya ada api  sehingga dia butuh –dalam penyelamatannya- untuk berbuka, maka dia diwaktu itu  boleh berbuka dan menyelamatkan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Demikian pula apabila seseorang  butuh berbuka puasa untuk menguatkannya dalam jihad fisabilillah, maka  sesungguhnya keadaan ini menjadi sebab kebolehan berbuka baginya, karena Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda kepada para sahabat beliau di dalam  perang Fathu Makkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Artinya : Sesungguhnya kalian pasti bertemu musuh  besok, sedangkan berbuka puasa akan lebih menguatkan kalian, maka berbukalah  kalian !” [1]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila didapatkan sebab yang membolehkan berbuka dan  seseorang berbuka karenanya, maka dia tidak lagi berkewajiban menahan diri dari  makan minum pada sisa harinya itu. Apabila ditetapkan bahwa seseorang boleh  berbuka untuk menyelamatkan yang diselamatkan dari kematian maka dia tetap  meneruskan keadaan berbuka (tidak puasa) walaupun sesudah penyelamatannya,  karena dia berbuka dengan sebab dibolehkannya berbuka bagi dia sehingga tidak  harus menahan diri dari makan minum ketika itu. Sebab keharaman hari itu telah  hilang disebabkan kebolehan berbuka puasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk ini kami akan mengatakan  sebuah pendapat yang kuat tentang masalah ini ; bahwa seorang yang sakit walau  telah sembuh di pertengahan siang sedangkan dia dalam keadaan berbuka maka dia  tidak harus menahan diri lagi, seandainya seorang musafir telah datang di  kampung halamannya kembali di pertengahan siang dia tidak berkewajiban menahan  diri (berpuasa) lagi, kalau seorang perempuan yang haidh telah suci di  pertengahan siang maka dia tidak harus berpuasa lagi di sisa harinya ; sebab  mereka semuanya berbuka dengan sebab kebolehan berbuka sehingga hari itu sudah  menjadi hak mereka, tidak ada lagi kewajiban puasa di dalamnya, karena adanya  kebolehan syariat untuk berbuka di dalamnya sehingga mereka tidak wajib  melanjutkan puasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berbeda bila seseorang mengetahui masuknya bulan  Ramadhan di pertengahan siang, maka wajib hukumnya menahan diri (tidak makan  minum) seketika itu juga. Perbedaan antara keduanya cukup jelas, karena apabila  bukti telah kuat di petengahan siang maka wajiblah atas mereka menahan diri di  hari itu, akan tetapi mereka menjadi orang-orang yang memperoleh udzur sebelum  tetapnya bukti masuknya bulan Ramadhan, dengan ketidak tahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena  inilah, seandainya mereka tahu bahwa hari ini sudah termasuk Ramadhan maka wajib  atas mereka menahan diri, adapun sekelompok kaum yang lain diperbolehkan berbuka  puasa berdasarkan ilmu mereka, ada perbedaan yang jelas antara mereka.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/2211821185697909451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/apa-saja-udzur-yang-membolehkan-orang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/2211821185697909451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/2211821185697909451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/apa-saja-udzur-yang-membolehkan-orang.html' title='APA SAJA UDZUR YANG MEMBOLEHKAN ORANG BERBUKA PUASA?'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-7365489825876573544</id><published>2012-07-20T13:29:00.001-07:00</published><updated>2012-07-20T13:29:48.475-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><title type='text'>BERBUKA PUASA</title><content type='html'>1]. Kapan Orang Yang Puasa Berbuka ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala  berfirman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam&quot;  [Al-Baqarah : 187]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam menafsirkan  dengan datangnya malam dan perginya siang serta sembunyinya bundaran matahari.  Kami telah membawakan (penjelasan ini pada pembasahan yang telah lalu,-ed) agar  menjadi tenang hati seorang muslim yang mengikuti sunnatul huda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahai  hamba Allah, inilah perkataan-perkataan Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam  ada di hadapanmu dapatlah engkau membacanya, dan keadaannya yang sudah jelas dan  telah engkau ketahui, serta perbuatan para sahabatnya, Radhiyallahu &#39;anhum telah  kau lihat, mereka telah mengikuti apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu  &#39;alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syaikh Abdur Razaq telah meriwayatkan dalam Mushannaf  7591 dengan sanad yang dishahihkan oleh Al-Hafidz dalam Fathul Bari 4/199 dan  al-Haitsami dalam Majma&#39; Zawaid 3/154 dari Amr bin Maimun Al Audi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Para  sahabat Muhammad Shallallahu &#39;alaihi wa sallam adalah orang-orang yang paling  bersegera dalam berbuka dan paling akhir dalam sahur&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[2]. Menyegerakan  Berbuka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahai saudaraku seiman, wajib atasmu berbuka ketika matahari  telah terbenam, janganlah dihiraukan oleh rona merah yang masih terlihat di  ufuk, dengan ini berarti engkau telah mengikuti sunnah Rasuullah Shallallahu  &#39;alaihi wa sallam dan menyelisihi Yahudi dan Nasrani, karena mereka mengakhirkan  berbuka. Pengakhiran mereka itu sampai pada waktu tertentu yakni hingga  terbitnya bintang. Maka dengan mengikuti jalan dan manhaj Rasulullah Shallallahu  &#39;alaihi wa sallam berarti engkau menampakkan syiar-syiar agama, memperkokoh  petunjuk yang kita jalani, yang kita harapkan jin dan manusia berkumpul  diatasnya. Hal-hal tersebut dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa  sallam pada pargraf-paragraf yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[a]. Menyegerakan Buka  Berarti Menghasilkan Kebaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Sahl bin Sa&#39;ad Radhiyallahu &#39;anhu,  Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Senantiasa  manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan bebuka&quot; [Hadits Riwayat Bukhari  4/173 dan Muslim 1093]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[b]. Menyegerakan Berbuka Adalah Sunnah Rasul  Shallallahu &#39;alaihi wa sallam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika umat Islamiyah menyegerakan berbuka  berarti mereka tetap di atas sunnah Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam dan  manhaj Salafus Shalih, dengan izin Allah mereka tidak akan tersesat selama  &quot;berpegang dengan Rasul mereka (dan) menolak semua yang merubah  sunnah&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Sahl bin Sa&#39;ad Radhiyallahu &#39;anhu, Rasulullah Shallallahu  &#39;alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Umatku akan senantiasa dalam  sunnahku selama mereka tidak menunggu bintang ketika berbuka (puasa)&quot; .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[c]. Menyegerakan Buka Berarti Menyelisihi Yahudi dan  Nashrani&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatkala manusia senantiasa berada di atas kebaikan dikarenakan  mengikuti manhaj Rasul mereka, memelihara sunnahnya, karena sesungguhnya Islam  (senantiasa) tetap tampak dan menang, tidak akan memudharatkan orang yang  menyelisihinya, ketika itu umat Islam akan menjadi singa pemberani di lautan  kegelapan, tauladan yang baik untuk diikuti, karena mereka tidak menjadi  pengekor orang Timur dan Barat, (yaitu) pengikut semua yang berteriak, dan  condong bersama angin kemana saja angin bertiup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Abu Hurairah  Radhiyallahu &#39;anhu, Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam  bersabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Agama ini akan senantiasa menang selama manusia  menyegerakan berbuka , karena orang-orang Yahudi dan Nasrani mengakhirkannya&quot;  [Hadits Riwayat Abu Dawud 2/305, Ibnu Hibban 223, sanadnya Hasan]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami  katakan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadits-hadits di atas mempunyai banyak faedah dan  catatan-catatan penting, sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemenangan agama ini dan  berkibarnya bendera akan tercapai dengan syarat menyelisihi orang-orang sebelum  kita dari kalangan Ahlul Kitab, ini sebagai penjelasan bagi umat Islam, bahwa  mereka akan mendapatkan kebaikan yang banyak, jika membedakan diri dan tidak  condong ke Barat ataupun ke Timur, menolak untuk mengekor Kremlin atau mencari  makan di Gedung Putih -mudah-mudahan Allah merobohkannya-, jika umat ini berbuat  demikian mereka akan menjadi perhiasan diantara umat manusia, jadi pusat  perhatian, disenangi oleh semua hati. Hal ini tidak akan terwujud, kecuali  dengan kembali kepada Islam, berpegang dengan Al-Qur&#39;an dan As-Sunnah dalam  masalah Aqidah dan Manhaj.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpegang dengan Islam baik secara global  maupun rinci, berdasarkan firman Allah : &quot;Artinya : Hai orang-orang yang  beriman, masuklah kamu dalam Islam secara kaffah&quot; [Al-Baqarah : 208] Atas dasar  inilah, maka ada yang membagi Islam menjadi inti dan kulit, (ini adalah  pembagian) bid&#39;ah jahiliyah modern yang bertujuan mengotori fikrah kaum muslimin  dan memasukkan mereka ke dalam lingkaran kekhawatiran. (Hal ini) tidak ada  asalnya dalam agama Allah, bahkan akhirnya akan merembet kepada perbuatan  orang-orang yang dimurkai Allah, (yaitu) mereka yang mengimani sebagian kitab  dan mendustakan sebagian yang lainnya ; Kita diperintah untuk menyelisihi mereka  secara global maupun terperinci, dan sungguh ! kita mengetahui buah dari  menyelisihi Yahudi dan Nasrani adalah tetap (tegak)nya agama lahir dan  batin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dakwah ke jalan Allah dan memberi peringatan kepada mukminin tidak  akan terputus, perkara-perkara baru yang menimpa umat Islam tidak menyebabkan  kita memilah syiar-syiar Allah, jangan sampai kita mengatakan seperti perkataan  kebanyak mereka : &quot;Ini perkara-perkara kecil, furu&#39;. khilafiyah dan hawasyiyah,  kita wajib meninggalkannya, kita pusatkan kesungguhan kita untuk perkara besar  yang memecah belah shaf kita dan mencerai beraikan barisan  kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatikan wahai kaum muslimin, da&#39;i ke jalan Allah di atas  basyirah, engkau telah tahu dari hadits-hadits yang mulia bahwa jayanya agama  ini bergantung pada disegerakannya berbuka puasa yang dilakukan tatkala  lingkaran matahari telah terbenam, Maka bertaqwalah kepada Allah (wahai) setiap  orang yang menyangka berbuka ketika terbenamnya matahari adalah fitnah, dan  seruan untuk menghidupkan sunnah ini adalah dakwah yang sesat dan bodoh,  menjauhkan umat Islam dari agamanya atau menyangka (hal tersebut) sebagai dakwah  yang tidak ada nilainya, (yang) tidak mungkin seluruh muslimin berdiri di  atasnya, karena hal itu adalah perkara furu&#39;, khilafiyah atau masalah kulit!!  Walaa haula walaa quwwata illa billah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[d]. Berbuka Sebelum Shalat  Maghrib&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam berbuka sebelum shalat  Maghrib karena menyegerakan berbuka termasuk akhlaknya para nabi. Dari Abu  Darda&#39; Radhiyallahu &#39;anhu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tiga perkara yang merupakan akhlak para nabi  : menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur dan meletakkan tangan di atas tangan  kiri dalam shalat&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;[3]. Berbuka Dengan Apa ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam  berbuka dengan korma, kalau tidak ada korma dengan air, ini termasuk  kesempurnaan kasih sayang dan semangatnya Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa  sallam (untuk kebaikan) umatnya dan dalam menasehati mereka. Allah  berfirman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul  dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan olehmu, sangat  menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi  penyayang terhadap orang-orang mukmin&quot; [At-Taubah : 128]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena  memberikan ke tubuh yang kosong sesuatu yang manis, lebih membangkitkan selera  dan bermanfaat bagi badan, terutama badan yang sehat, dia akan menjadi kuat  dengannya (korma). Adapun air, karena badan ketika dibawa puasa menjadi kering,  jika didinginkan dengan air akan sempurna manfaatnya dengan  makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketahuilah wahai hamba yang taat, sesungguhnya korma mengandung  berkah dan kekhususan -demikian pula air- dalam pengaruhnya terhadap hati dan  mensucikannya, tidak ada yang mengetahuinya kecuali orang yang berittiba&#39;. Dari  Anas bin Malik Radhiyallahu &#39;anhu (ia berkata) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Adalah  Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam berbuka dengan korma basah (ruthab),  jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan korma kering (tamr), jika tidak ada  tamr maka minum dengan satu tegukan air&quot;&lt;br /&gt;
[4]. Yang Diucapkan Ketika  Berbuka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketahuilah wahai saudaraku yang berpuasa - mudah-mudahan Allah  memberi taufiq kepada kita untuk mengikuti sunnah Nabi-Nya Shallallahu &#39;alaihi  wa sallam- sesungguhnya engkau punya do&#39;a yang dikabulkan, maka manfaatkanlah,  berdo&#39;alah kepada Allah dalam keadaan engkau yakin akan dikabulkan, -ketahuilah  sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do&#39;a dari hati yang lalai-. Berdo&#39;alah  kepada-Nya dengan apa yang kamu mau dari berbagai macam do&#39;a yang baik,  mudah-mudahan engkau bisa mengambil kebaikan di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari  Abu Hurairah Radhiyallahu &#39;anhu, Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam  bersabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Tiga do&#39;a yang dikabulkan : do&#39;anya orang yang  berpuasa, do&#39;anya orang yang terdhalimi dan do&#39;anya musafir&quot; &lt;br /&gt;
Do&#39;a  yang tidak tertolak ini adalah ketika waktu engkau berbuka berdasarkan hadits  dari Abu Hurairah Radhiyallahu &#39;anhu bahwasanya Nabi Shallallahu &#39;alaihi wa  sallam bersabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Tiga orang yang tidak akan ditolak do&#39;anya :  orang yang puasa ketika berbuka, Imam yang adil dan do&#39;anya orang yang  didhalimi&quot; &lt;br /&gt;
Dari Abdullah bin Amr bin Al &#39;Ash, Rasulullah Shallallahu  &#39;alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Sesungguhnya orang yang puasa  ketika berbuka memeliki doa yang tidak akan ditolak&quot; &lt;br /&gt;
Do&#39;a yang paling  afdhal adalah do&#39;a ma&#39;tsur dari Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam, bahwa  beliau jika berbuka mengucapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dzahaba al-dhoma&#39;u wabtali al-&#39;uruuqu  watsabbati al-ajru insya Allah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Telah hilang dahaga dan telah  basah urat-urat, dan telah ditetapkan pahala Insya Allah&quot; &lt;br /&gt;
[5].  Memberi Makan Orang Yang Puasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersemangatlan wahai saudaraku  -mudah-mudahan Allah memberkatimu dan memberi taufik kepadamu untuk mengamalkan  kebajikan dan taqwa- untuk memberi makan orang yang puasa karena pahalanya besar  dan kebaikannya banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam  bersabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Barangsiapa yang memberi buka orang yang puasa akan  mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi  pahalanya sedikitpun&quot; &lt;br /&gt;
Orang yang puasa harus memenuhi undangan  (makan) saudaranya, karena barangsiapa yang tidak menghadiri undangan berarti  telah durhaka kepada Abul Qasim Shallallahu &#39;alaihi wa sallam, dia harus  berkeyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan sedikitpun amal kebaikannya,  tidak akan dikurangi pahalanya sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang diundang  disunnahkan mendo&#39;akan pengundangnya setelah selesai makan dengan do&#39;a-do&#39;a dari  Nabi Shallallahu &#39;alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Telah makan makanan kalian  orang-orang bajik, dan para malaikat bershalawat (mendo&#39;akan kebaikan) atas  kalian, orang-orang yang berpuasa telah berbuka di sisi kalian&quot; &lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Ya Allah, berilah makan orang yang memberiku makan  berilah minum orang yang memberiku minum&quot; [Hadits Riwayat Muslim 2055 dari  Miqdad]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Ya Allah, ampunilah mereka dan rahmatilah, berilah  barakah pada seluruh rizki yang Engkau berikan&quot; [Hadits Riwayat Muslim 2042 dari  Abdullah bin Busrin]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Peringatan.&lt;br /&gt;
Apa yang ditambahkan oleh sebagian orang tentang hadits ini :  &quot;Allah menyebutkan di majlis-Nya&quot; adalah tidak ada asalanya. Perhatikan !!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Oleh&lt;br /&gt;
Syaikh Salim bin &#39;Ied Al-Hilaaly&lt;br /&gt;
Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/7365489825876573544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/7365489825876573544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/7365489825876573544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/1.html' title='BERBUKA PUASA'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-3424283848782351318</id><published>2012-07-14T07:10:00.000-07:00</published><updated>2012-07-14T07:10:27.338-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><title type='text'>ORANG YANG MENDAPATKAN BULAN RAMADHAN, TAPI DIA MASIH PUNYA HUTANG BEBERAPA HARI PUASA RAMADHAN TAHUN SEBELUMNYA</title><content type='html'>Pertanyaan&lt;br /&gt;
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Ada orang yang  ketika datang bulan Ramadhan dia masih punya hutang puasa Ramadhan tahun lalu.  Berdosakah dia dalam hal ini ? Haruskah dia membayar kifarat (denda)  ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Orang yang mempunyai hutang puasa Ramadhan dia wajib  mengqadlanya sebelum Ramadhan berikutnya. Dan dia boleh mengakhirkan puasa qadha  tersebut sampai bulan Sya’ban. Jika Ramadhan berikutnya telah tiba sementara dia  belum mengqadla puasa Ramadhan tahun lalu tanpa alasan yang syar’i, maka dia  berdosa.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Dalam hal ini dia harus mengqadla puasa tersebut dan memberi  makanan kepada fakir miskin, satu hari satu orang. Hal ini bedasarkan fatwa  sejumlah shahabat Radhiyallahu ‘anhum. Adapun jumlah makanan pokok tersebut  adalah setengah sha’ makanan pokok setempat untuk satu hari puasa. Diberikan  kepada orang-orang miskin walaupun satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun jika keterlambatan  mengqadla tersebut disebabkan karena sakit atau safar (musafir), maka dia hanya  wajib mengqadla saja dan tidak wajib memberi makan kepada fakir  miskin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa  Ta’ala&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Artinya : Barangsiapa yang sakit atau sedang bepergian, maka dia  boleh berpuasa di hari lain” [Al-Baqarah : 184]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Allah Subhanahu wa  Ta’ala Maha penolong</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/3424283848782351318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/orang-yang-mendapatkan-bulan-ramadhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/3424283848782351318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/3424283848782351318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/orang-yang-mendapatkan-bulan-ramadhan.html' title='ORANG YANG MENDAPATKAN BULAN RAMADHAN, TAPI DIA MASIH PUNYA HUTANG BEBERAPA HARI PUASA RAMADHAN TAHUN SEBELUMNYA'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-4453170087542032933</id><published>2012-07-14T07:04:00.002-07:00</published><updated>2012-07-14T07:04:53.589-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><title type='text'>SUAMI MENCIUM DAN MENCUMBUI ISTRINYA DI SIANG HARI RAMADHAN</title><content type='html'>Pertanyaan&lt;br /&gt;
Syaikh Abdul Aziz bin Baaz ditanya : Jika seorang pria mencium  istrinya di bulan Ramadhan atau mencumbuinya, apakah hal itu akan membatalkan  puasanya atau tidak .?&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Suami yang mencium istrinya dan  mencumbuinya tanpa menyetubuhinya dalam keadaan berpuasa, adalah dibolehkan dan  tidak berdosa, karena Nabi Shallallahu &#39;alaihi wa sallam pernah mencium istrinya  dalam keadaan berpuasa, dan pernah juga beliau mencumbui istrinya dalam keadaan  berpuasa. Akan tetapi jika dikhawatirkan dapat terjadi perbuatan yang diharamkan  Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala karena perbuatan itu dapat membangkitkan syahwat  dengan cepat, maka hal demikian menjadi makruh hukumnya. Jika mencium dan  mencumbui menyebabkan keluarnya mani, maka ia harus terus berpuasa dan harus  mengqadha puasanya itu tapi tidak wajib kaffarah baginya menurut sebagian besar  pendapat ulama, sedangkan jika mengakibatkan keluarnya madzi maka hal itu tidak  membatalkan puasanya menurut pendapat yang paling benar diantara dua pendapat  ulama, karena pada dasarnya hal tersebut tidak membatalkan puasa dan memang hal  tersebut sulit untuk dihindari.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/4453170087542032933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/suami-mencium-dan-mencumbui-istrinya-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/4453170087542032933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/4453170087542032933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/suami-mencium-dan-mencumbui-istrinya-di.html' title='SUAMI MENCIUM DAN MENCUMBUI ISTRINYA DI SIANG HARI RAMADHAN'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-1737186718135397085</id><published>2012-07-09T07:11:00.000-07:00</published><updated>2012-07-09T07:11:05.307-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><title type='text'>YANG BOLEH DILAKUKAN OLEH ORANG YANG PUASA</title><content type='html'>Seorang hamba yang taat serta paham Al-Qur&#39;an dan Sunnah tidak akan ragu bahwa  Allah menginginkan kemudahan bagi hamba-hamba-Nya dan tidak menginginkan  kesulitan. Allah dan Rasul-Nya telah membolehkan beberapa hal bagi orang yang  puasa, dan tidak menganggapnya suatu kesalahan jika mengamalkannya. Inilah  perbuatan-pebuatan tersebut beserta dalil-dalilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[1]. Memasuki Waktu  Subuh Dalam Keadaan Junub&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara perbuatan Shallallahu &#39;alaihi wa  sallam adalah masuk fajar dalam keadaan junub karena jima&#39; dengan isterinya,  beliau mandi setelah fajar kemudian shalat.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Aisyah dan Ummu Salamah  Radhiyallahu &#39;anhuma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Sesungguhnya Nabi Shallallahu &#39;alaihi wa  sallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima&#39; dengan isterinya,  kemudian ia mandi dan berpuasa&quot; [Hadits Riwayat Bukhari 4/123, Muslim  1109]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[2]. Bersiwak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam  bersabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku  suruh mereka untuk bersiwak setiap kali wudlu&quot; [Hadits Riwayat Bukhari 2/311,  Muslim 252 semisalnya].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam tidak  mengkhususkan bersiwak untuk orang yang puasa ataupun yang lainnya, hal ini  sebagai dalil bahwa bersiwak itu diperuntukkan bagi orang yang puasa dan  selainnya ketika wudlu dan shalat. [Inilah pendapat Bukhari Rahimahullah,  demikian pula Ibnu Khuzaimah dan selain keduanya. Lihat Fathul Bari 4/158,  Shahih Ibnu Khuzaimah 3/247, Syarhus Sunnah 6/298]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian pula hal ini  umum di seluruh waktu sebelum zawal (tergelincir matahari) atau setelahnya.  Wallahu &#39;alam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[3]. Berkumur Dan Istinsyaq&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena beliau  Shallallahu &#39;alaihi wa sallam berkumur dan beristinsyaq (memasukkan air ke  hidung) dalam keadan puasa, tetapi melarang orang yang berpuasa berlebihan  ketika beristinsyaq.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam  bersabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : ... Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq kecuali  dalam keadaan puasa&quot; &lt;br /&gt;
[4]. Bercengkrama Dan Mencium  Isteri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aisyah Radhiyallahu &#39;anha pernah berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Adalah  Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam pernah mencium dalam keadaan berpuasa  dan bercengkrama dalam keadaan puasa, akan tetapi beliau adalah orang yang  paling bisa menahan diri&quot; [Hadits Riwayat Bukhari 4/131, Muslim  1106]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kami pernah berada di sisi Nabi Shallallahu &#39;alaihi wa sallam,  datanglah seorang pemuda seraya berkata, &quot;Ya Rasulullah, bolehkah aku mencium  dalam keadaan puasa ?&quot; Beliau menjawab, &quot;Tidak&quot;. Datang pula seorang yang sudah  tua dan dia berkata : &quot;Ya Rasulullah, bolehkah aku mencium dalam keadaan puasa  ?&quot;. Beliau menjawb : &quot;Ya&quot; sebagian kami memandang kepada teman-temannya, maka  Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam bersabda : &quot;Sesungguhnya orang tua itu  (lebih bisa) menahan dirinya&quot;.&lt;br /&gt;
[5]. Mengeluarkan Darah dan Suntikan  Yang Tidak Mengandung Makanan. Hal ini bukan termasuk pembatal puasa, lihat  pada pembahasan halaman 50.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[6]. Berbekam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dahulu berbekam  merupakan salah satu pembatal puasa, namun kemudian dihapus dan telah ada hadits  shahih dari Nabi Shallallahu &#39;alaihi wa sallam, bahwa beliau berbekam ketika  puasa. Hal ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas Radhiyallahu  &#39;anhuma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Sesungguhnya Nabi Shallallahu &#39;alaihi wa sallam  berbekam, padahal beliau sedang berpuasa&quot; [Hadits Riwayat Bukhari 4/155-Fath,  Lihat Nasikhul Hadits wa Mansukhuhu 334-338 karya Ibnu Syahin]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[7].  Mencicipi Makanan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini dibatasi, yaitu selama tidak sampai di  tenggorokan berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas Radhiyallahu  &#39;anhuma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Tidak mengapa mencicipi sayur atau sesuatu yang lain  dalam keadaan puasa, selama tidak sampai ke tenggorokan&quot; [Hadits Riwayat Bukhari  secara mu&#39;allaq 4/154-Fath, dimaushulkan Ibnu Abi Syaibah 3/47, Baihaqi 4/261  dari dua jalannya, hadits ini Hasan. Lihat Taghliqut Ta&#39;liq  3/151-152]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[8]. Bercelak, Memakai Tetes Mata Dan Lainnya Yang Masuk Ke  Mata&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda-benda ini tidak membatalkan puasa, baik rasanya yang dirasakan  di tenggorokan atau tidak. Inilah yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu  Taimiyah dalam risalahnya yang bermanfaat dengan judul Haqiqatus Shiyam serta  murid beliau yaitu Ibnul Qayim dalam kitabnya Zadul Ma&#39;ad, Imam bukhari berkata  dalam shahhihnya : &quot;Anas bin Malik, Hasan Al-Bashri dan Ibrahim An-Nakha&#39;i  memandang, tidak mengapa bagi yang berpuasa&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[9]. Mengguyurkan Air Ke  Atas Kepala Dan Mandi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukhari menyatakan dalam kitab Shahihnya Bab :  Mandinya Orang Yang Puasa, Umar membasahi bajunya kemudian dia memakainya  ketika dalam keadaan puasa. As-Sya&#39;bi masuk kamar mandi dalam keadaan puasa.  Al-Hasan berkata : &quot;Tidak mengapa berkumur-kumur dan memakai air dingin dalam  keadaan puasa&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam mengguyurkan air  ke kepalanya dalam keadaan puasa karena haus atau kepanasan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Oleh&lt;br /&gt;
Syaikh Salim bin &#39;Ied Al-Hilaaly&lt;br /&gt;
Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/1737186718135397085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/yang-boleh-dilakukan-oleh-orang-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/1737186718135397085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/1737186718135397085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/yang-boleh-dilakukan-oleh-orang-yang.html' title='YANG BOLEH DILAKUKAN OLEH ORANG YANG PUASA'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-4511033135950542067</id><published>2012-07-04T03:22:00.000-07:00</published><updated>2012-07-04T03:22:13.296-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><title type='text'>MENGOBATI PILEK DENGAN OBAT YANG DIHIRUP MELALUI HIDUNG APAKAH MEMBATALKAN PUASA??</title><content type='html'>Pertanyaan&lt;br /&gt;
Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta ditanya : Ada sejenis obat untuk  penyakit pilek yang cara pennggunaannya dengan menghirupnya melalui hidung,  apakah menggunakan obat ini dapat membatalkan puasa atau tidak  .?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Obat pengakit pilek yang digunakan oleh penderita penyakit  itu dengan cara menghirupnya melalui hidung lalu masuk ke dalam paru-paru  melalui rongga tempat berlalunya pernafasan dan tidak menuju ke tempat perut  besar, maka hal ini tidak dinamakan memakan atau meminum atau yang serupa dengan  keduanya. Cara pengobatan seperti itu sama halnya dengan meneteskan obat melalui  suntikan untuk menuju pada badan tanpa menggunakan mulut atau hidung. Mengenai  masalah ini para ulama berbeda pendapat, apakah pengobatan dengan cara itu dapat  membatalkan puasa atau tidak, sebagian mereka ada yang berpendapat bahwa hal  tersebut tidak membatalkan puasa, walaupun demikian mereka semua bermufakat  bahwa hal tersebut tidak dinamakan makan ataupun minum, akan tetapi mereka yang  berpendapat bahwa hal itu dapat membatalkan puasa karena benda yang dimasukkan  itu masuk ke dalam tubuh, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa  sallam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Dan mantapkanlah dalam istinsyaq kecuali jika kami  sedang berpuasa&quot;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Perintah memantapkan ber-istinsyaq ini dikecualikan bagi  orang yang sedang berpuasa, karena dikhawatirkan air yang dihirup itu akan masuk  ke dalam kerongkongan lalu ke perut besar, sebab hal itu dapat membatalkan  puasa. Maka hadits ini menunjukkan bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam  tenggorokan yang bukan kerena keterpaksaan, dapat mebatalkan puasa. Adapun  golongan ulama yang berpendapat bahwa hal tersebut tidak membatalkan puasa, di  antara mereka adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah dan yang  sependapat denganya, menyatakan bahwa tidak benar mengkiaskan hal ini dengan  makan dan minum, karena dalil-dalil yanga ada tidak menunjukkan bahwa yang  membatalkan puasa adalah masuknya sesuatu yang sampai ke dalam otak atau ke  dalam tubuh, dan juga bukan yang masuk melalui suatu jalan yang sampai ke  tenggorokan. Karena tidak ada dalil syar&#39;i yang menjadikan salah satu proses itu  (istinsyaq atau berkumur) sebagai penyebab berlakunya hukum, yakni membatalkan  puasa. Jadi proses tersebut (istinsyaq atau berkumur) tidak dapat dikategorikan  dengan sampainya benda ke dalam tenggorokan atau perut sehingga membatalkan  puasa, baik itu sampainya melalui hidung maupun melalui mulut, sebab keduanya  hanyalah jalan. Karena itu, puasa seseorang tidak batal hanya karena berkumur  atau istinsyaq yang tidak dalam, bahkan hal ini tidak dilarang. Mulut itu  sendiri, hanya sebagai jalan masuk saja, tapi jalan ini tidak pasif, artinya  tidak semua yang masuk ke mulut mesti masuk ke tenggorokan, sebab mulut bisa  memuntahkan lagi. Jika masuknya sesuatu melalui hidung sama dengan yang melalui  mulut, kemudian adakalanya hidung sama dengan yang melalui mulut, kemudian  adakalanya hidung digunakan untuk memasukkan sesuatu, maka mulut dan hidung  mempunyai fungsi yang sama, yakni bisa sebagai jalan masuk, bisa menahan dan  bisa mengeluarkan kembali. Tampaknya pendapat yang benar adalah pendapat yang  menyatakan tidak membatalkan puasa bila menggunakan obat yang dihirup, karena  cara tersebut tidak sama dengan makan dan minum.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/4511033135950542067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/mengobati-pilek-dengan-obat-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/4511033135950542067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/4511033135950542067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/mengobati-pilek-dengan-obat-yang.html' title='MENGOBATI PILEK DENGAN OBAT YANG DIHIRUP MELALUI HIDUNG APAKAH MEMBATALKAN PUASA??'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-8269378779522567948</id><published>2012-07-02T01:16:00.000-07:00</published><updated>2012-07-02T01:16:07.487-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><title type='text'>NIAT PUASA</title><content type='html'>[1]. Wajibnya Niat Puasa Wajib Sebelum Terbit Fajar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika telah jelas  masuknya bulan Ramadhan dengan penglihatan mata atau persaksian atau dengan  menyempurnakan bilangan bulan Sya&#39;ban menjadi tiga puluh hari, maka wajib atas  setiap muslim yang mukallaf untuk niat puasa di malam harinya, hal ini  berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya :  Barangsiapa yang tidak niat untuk melakukan puasa sebelum fajar, maka tidak ada  puasa baginya&quot; [1]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sabda beliau Shallallahu &#39;alaihi wa  sallam.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Barangsiapa tidak niat untuk melakukan puasa pada  malam harinya, maka tidak ada puasa baginya&quot; [2]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Niat itu tempatnya di  dalam hati, dan melafazdkannya adalah bid&#39;ah yang sesat, walaupun manusia  menganggapnya sebagai satu perbuatan baik. Kewajiban niat semenjak malam harinya  ini hanya khusus untuk puasa wajib saja, karena Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi  wa sallam pernah datang ke Aisyah pada selain bulan Ramadhan, kemudian beliau  bersabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Apakah engkau punya santapan siang ? Maka jika tidak  ada aku akan berpuasa&quot; [Hadits Riwayat Muslim 1154]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini juga  dilakukan oleh para sahabat, (seperti) Abu Darda&#39;, Abu Thalhah, Abu Hurairah,  Ibnu &#39;Abbas, Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu &#39;anhum dibawah benderanya  Sayyidnya bani Adam [Lihatlah dan takhrijnya dalam Taghliqul Ta&#39;liq  3/144-147]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berlaku (hanya) pada puasa sunnah saja, dan hal ini  menunjukkan wajibnya niat di malam harinya sebelum terbit fajar pada puasa  wajib. Wallahu Ta&#39;ala a&#39;lam &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[2]. Kemampuan Adalah Dasar Pembebanan  Syari&#39;at&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tetapi dia tidak tahu  sehingga diapun makan dan minum, kemudian baru tahu, maka dia harus menahan diri  (makan, minum dan hal-hal yang membatalkan puasa lainnya, -ed) serta  menyempurnakan puasanya tersebut (tidak perlu di qadha&#39;). Barangsiapa yang belum  makan dan minum (tetapi tidak tahu sudah masuk bulan Ramadhan), maka tidak  disyaratkan baginya niat pada malam hari, karena hal itu tidak mampu  dilakukannya (karena dia tidak tahu telah masuk Ramadhan-ed) dan termasuk dari  ushul syari&#39;at yang telah ditetapkan : &quot;Kemampuan adalah dasar pembebanan  Syari&#39;at&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Aisyah Radhiyallahu &#39;anha, (dia berkata).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya  : Adalah Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam pernah memerintahkan puasa  Asyura, maka ketika diwajibkan puasa Ramadhan, maka bagi yang mau puasa Asyura  diperbolehkan, dan yang mau berbuka dipersilahkan&quot; [Hadits Riwayat Bukhari 4/212  dan Muslim 1135]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dari Salamah bin Al-Akwa&#39; Radhiyallahu, ia  berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Nabi Shallallahu &#39;alaihi wa sallam menyuruh seorang  dari bani Aslam untuk mengumumkan kepada manusia, bahwasanya barangsiapa yang  sudah makan hendaklah puasa sampai maghrib, dan barangsiapa yang belum makan  teruskanlah berpuasa karena hari ini adalah hari Asyura&quot; [Hadits Riwayat Bukhari  4/216, Muslim 1135]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puasa hari Asyura dulunya adalah wajib, kemudian  dimansukh (dihapus kewajiban tersebut), mereka telah diperintahkan untuk tidak  makan dari mulai siang dan itu cukup bagi mereka. Puasa Ramadhan adalah puasa  wajib, maka hukumnya sama dengan puasa Asyura ketika masih wajib, tidak berubah  (berbeda) sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[3]. Perbedaan Pendapat Sebagian  Ulama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketahuilah saudara seiman, bahwa seluruh dalil menerangkan bahwa  puasa Asyura ini wajib karena adanya perintah untuk puasa di hari tersebut  sebagaimana pada hadits Aisyah, kemudian kewajiban ditekankan lagi karena  diserukan secara umum, ditambah lagi dengan perintah orang yang makan untuk  menahan diri (tidak makan lagi) sebagaiamana dalam hadits Salamah bin Akwa&#39;  tadi, serta hadits Muhamamad bin Shaifi Al-Anshary : Rasulullah Shallallahu  &#39;alaihi wa sallam keluar menemui kami pada hari Asyura kemudian beliau bersabda  : &quot;Apakah kalian puasa pada hari ini ?&quot; sebagian mereka menjawab : &quot;Ya&quot; dan  sebagian yang lainnya menjawab : &quot;Tidak&quot; (Kemudian) beliau bersabda :  &quot;Sempurnakanlah puasa hari pada sisa hari ini&quot;. Dan beliau menyuruh mereka untuk  memberitahu penduduk Arrud (di) kota Madinah -untuk menyempurnakan sisa hari  mereka&quot; &lt;br /&gt;
Yang memutuskan perselisihan ini adalah perkataan Ibnu Mas&#39;ud&amp;nbsp; : &quot;Ketika diwajibkan puasa Ramadhan ditinggalkanlah Asyura&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan  ucapan Aisyah&amp;nbsp; : &quot;Ketika turun kewajiban puasa Ramadhan, maka Ramadhanlah  yang wajib dan ditinggalkanlah Asyura (berartti puasa Asyura tidak wajib lagi  hukumnya -pent)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun demikian sunnahnya puasa Asyura tidak  dihilangkan, sebagaimana yang dinukil Al-Hafidzh dalam Fathul Bari 4/264 dari  Ibnu Abdil Barr. Maka jelas lah bahwa sunnahnya puasa Asyura masih ada, sedang  yang dihapus hanya kewajibannya. Wallahu a&#39;lam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian (ahlul ilmi)  yang lainnya menyatakan : Jika puasa wajib telah mansukh (dihapus), maka dihapus  juga hukum-hukum yang menyertainya. Yang benar (bahwa) hadits-hadits tentang  Asyura menunjukkan beberapa perkara (yaitu) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[a]. Wajibnya puasa  Asyura&lt;br /&gt;
[b]. Barangsiapa yang tidak niat di malam hari ketika puasa wajib  sebelum terbitnya fajar karena tidak tahu, maka tidaklah rusak puasanya,  dan&lt;br /&gt;
[c]. Barangsiapa makan dan minum kemudian tahu di sisa hari tersebut,  maka tidak wajib mengqadha&#39;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang mansukh adalah perkara yang pertama,  hingga Asyura hanyalah sunnah sebagaimana yang telah dijelaskan. Dimansukhkannya  hukum tersebut bukan berarti menghapus hukum-hukum lainnya. Walalhu  a&#39;lam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdalil dengan hadits Abu Dawud 2447 dan Ahmad 5/409 dari  jalan Qatadah dari Abdurrahman bin Salamah dari pamannya, ia berkata : &quot;Bahwa  bani Aslam pernah mendatangi Nabi, kemudian beliau bersabda : &quot;Kalian puasa hari  ini?&quot; Mereka menjawab, &quot;Tidak&quot; Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam  bersabda, &quot;Sempurnakanlah sisa hari ini kemudian qadha&#39;lah kalian&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadits  ini lemah karena ada dua illat (cacat) yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[1]. Majhulnya (tidak  dikenalnya) Abdurrahman bin Salamah. Adz-Dzahabi berkata tentangnya di dalam  Al-Mizan 2/567 : &quot;(Dia) tidak dikenal&quot; Al-Hafidz berkata dalam At-Tahdzib 6/239  : &quot;Keduanya majhul&quot;. Dibawakan oleh Ibnu Abi Hatim di dalam Al-Jarhu wa Ta&#39;dil  5/288, tidak disebutkan padanya Jarh atau Ta&#39;dil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[2]. Ada &#39;an-anah  Qatadah, padahal dia seorang mudallis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Oleh&lt;br /&gt;
Syaikh Salim bin &#39;Ied Al-Hilaaly&lt;br /&gt;
Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/8269378779522567948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/niat-puasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/8269378779522567948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/8269378779522567948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/niat-puasa.html' title='NIAT PUASA'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-6161113747005068815</id><published>2012-07-02T01:11:00.000-07:00</published><updated>2012-07-02T01:11:14.432-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><title type='text'>KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN</title><content type='html'>Ramadhan adalah bulan kebaikan dan barokah, Allah memberkahinya dengan banyak  keutamaan sebagaimana dalam penjelasan berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[1]. Bulan  Al-Qur&#39;an&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah menurunkan kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi  manusia, obat bagi kaum mukminin, membimbing kepada yang lebih lurus,  menjelaskan jalan petunjuk. (Al-Qur&#39;an) diturunkan pada malam Lailatul Qadar,  suatu malam di bulan Ramadhan. Allah berfirman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : (Beberapa hari  yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan  (permulaan) Al-Qur&#39;an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan  mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu,  barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu,  maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam  perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari  yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan  bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan  bilangannya, dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang  diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur&quot; [Al-Baqarah : 185]&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Ketahuilah  saudaraku -mudah-mudahan Allah meberkatimu- sesungguhnya sifat bulan Ramadhan  adalah sebagai bulan yang diturunkan padanya Al-Qur&#39;an, dan kalimat sesudahnya  dengan huruf (fa) yang menyatakan illat dan sebab : &quot;Barangsiapa yang melihatnya  hendaklah berpuasa&quot; Memberikan isyarat illat (penjelas sebab) yakni sebab  dipilihnya Ramadhan adalah karena bulan tersebut adalah bulan yang diturunkan  padanya Al-Qur&#39;an.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[2]. Dibelengunya Syaithan, Ditutupnya Pintu-Pintu  Neraka dan Dibukanya Pintu-Pintu Surga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bulan ini kejelekan menjadi  sedikit, karena dibelenggu dan diikatnya jin-jin jahat dengan salasil (rantai),  belenggu dan ashfad. Mereka tidak bisa bebas merusak manusia sebagaimana  bebasnya di bulan yang lain, karena kaum muslimin sibuk dengan puasa hingga  hancurlah syahwat, dan juga karena bacaan Al-Qur&#39;an serta seluruh ibadah yang  mengatur dan mebersihkan jiwa. Allah berfirman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Diwajibkan  atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar  kamu bertaqwa&quot; [Al-Baqarah : 183]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu ditutupnya pintu-pintu  jahannam dan dibukanya pintu-pintu surga, (disebabkan) karena (pada bulan itu)  amal-amal shaleh banyak dilakukan dan ucapan-ucapan yang baik berlimpah ruah  (yakni ucapan-ucapan yang mengandung kebaikan banyak dilafadzkan oleh kaum  mukminin-ed).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa sallam  bersabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Jika datang bulan Ramadhan, maka dibukalah  pintu-pintu surga [dalam riwayat Muslim : &#39;Dibukalah pintu-pintu rahmat&quot;] dan  ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu syetan&quot; [Hadits Riwayat Bukhari 4/97  dan Muslim 1079]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya itu sempurna di awal bulan Ramadhan yang  diberkahi, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu &#39;alaihi wa  sallam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Jika telah datang awal malam bulan Ramadhan, diikatlah  para syetan dan jin-jin yang jahat, ditutup pintu-pintu neraka, tidak ada satu  pintu-pintu yang dibuka dan dibukalah pintu-pintu surga, tidak ada satu  pintu-pun yang tertutup, berseru seorang penyeru ; &quot;Wahai orang yang ingin  kebaikan lakukanlah, wahai orang yang ingin kejelekan kurangilah. Dan bagi Allah  mempunyai orang-orang yang dibebaskan dari neraka, itu terjadi pada setiap  malam&quot; [Diriwayatkan oleh Tirmidzi 682 dan Ibnu Khuzaimah 3/188 dari jalan Abi  Bakar bin Ayyasy dari Al-A&#39;masy dari Abu Hurairah. Dan sanad hadits ini  Hasan]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[3]. Malam Lailatul Qadar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Engkau telah mengetahui, wahai  hamba yang mukmin bahwa Allah Jalla Jallaluhu memilih bulan Ramadhan karena  diturunkan padanya Al-Qur&#39;an, dan mungkin untuk mengetahui hal ini dibantu qiyas  dengan berbagai cara, diantaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[a] Hari yang paling mulia di sisi  Allah adalah pada bulan diturunkannya Al-Qur&#39;an hingga harus dikhususkan dengan  berbagai macam amalan. Hal ini akan dijelaskan secara terperinci dalam  pembahasan malam Lailatul Qadar, Insya Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[b] Sesungguhnya jika satu  nikmat dicapai oleh kaum muslimin, mengharuskan adanya tambahan amal sebagai  wujud dari rasa syukur kepada Allah. Hal ini berdasarkan firman Allah setelah  menceritakan sempurnanya nikmat bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Dan hendaklah  kamu mencukupkan bilangannya, dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas  petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur&quot; [Al-Baqarah :  185]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Firman Allah Tabaraka wa Ta&#39;ala setelah selesai (menyebutkan) nikmat  haji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka  berdzikirlah (dengan menyebut) Allah. Sebagaimana kamu menyebut-nyebut  (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikir lebih banyak dari  itu&quot; [Al-Baqarah : 200]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Oleh&lt;br /&gt;
Syaikh Salim bin &#39;Ied Al-Hilaaly&lt;br /&gt;
Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/6161113747005068815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/keutamaan-puasa-ramadhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/6161113747005068815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/6161113747005068815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/07/keutamaan-puasa-ramadhan.html' title='KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-3189936257617207747</id><published>2012-06-24T17:16:00.000-07:00</published><updated>2012-06-24T17:16:10.589-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><title type='text'>BAGAIMANA MENJALANKAN PUASA ENAM HARI BULAN SYAWAL ?, PUASA ENAM HARI BULAN SYAWAL BAGI ORANG YANG PUNYA HUTANG PUASA WAJIB.</title><content type='html'>Pertanyaan.&lt;br /&gt;
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa cara yang  paling baik dalam menjalankan puasa enam hari bulan Syawal  ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Cara yang paling utama adalah berpuasa pada enam hari awal  bulan syawal sesudah hari Idul Fithri secara langsung, berturut-turut  sebagaimana yang ditetapkan oleh para ulama, karena cara itu lebih maksimal  dalam mewujudkan pengikutan seperti yang dituturkan dalam hadits, “Kemudian  mengikutinya”, dan karena cara itu termasuk bersegera menuju kebajikan yang  diperintahkan oleh dalil-dalil yang menganjurkannya dan memuji orang yang  mengerjakannya, juga hal itu termasuk keteguhan hati yang merupakan bagian dari  kesempurnaan seorang hamba Allah, sebab kesempatan tidak selayaknya dibiarkan  lewat percuma ; karena seseorang tidak tahu apa yang dihadapkan kepadanya di  kesempatan yang kedua atau akhir perkara.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Inilah yang saya maksudkan  dengan bersegera dalam beramal dan cepat-cepat mengambil kesempatan, sebaiknya  seseorang menjalankannya dalam segala urusannya di kala kebenaran telah jelas  nampak padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PUASA ENAM HARI BULAN SYAWAL BAGI ORANG YANG PUNYA  HUTANG PUASA WAJIB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan.&lt;br /&gt;
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin  ditanya : Bagaimana pendapat anda tentang puasa enam hari bulan Syawal bagi  orang yang berkewajiban membayar hutang puasa wajib ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Jawaban  terhadap pertanyaan ini adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa  sallam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Artinya : Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian  mengikutinya dengan enam hari dari bulan Syawal, seolah-olah dia berpuasa  sepanjang masa”[1]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun jika seseorang masih menanggung hutang puasa  lalu dia puasa enam hari, apakah dia boleh mengerjakannya sebelum pelunasan  hutang Ramadhan ataukah harus sesudahnya ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misalnya : Seorang laki-laki  berpuasa Ramadhan sebanyak dua puluh empat hari, masih terhutang atasnya enam  hari, apabila dia berpuasa enam hari di bulan Syawal sebelum mengerjakan enam  hari puasa pengganti Ramadhan, maka tidak bisa dikatakan : Sesungguhnya dia  berpuasa Ramadhan, dan dia mengikutinya dengan enam hari bulan Syawal ; sebab  dia tidak dianggap berpuasa Ramadhan kecuali bila dia menyempurnakannya, atas  dasar ini maka tidak ditetapkan pahala puasa enam hari bulan Syawal bagi orang  yang mengerjakannya padahal dia masih punya tanggungan hutang puasa  Ramadhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah ini bukanlah termasuk hal diperselisihkan ulama tentang  bolehnya puasa nafilah (sunah) bagi orang yang masih memiliki tanggungan puasa  wajib, karena perselisihan itu terjadi pada puasa selain enam hari tersebut,  sedangkan tentang enam hari yang mengikuti Ramadhan tidak mungkin ditetapkan  pahalanya kecuali bagi orang yang telah menyempurnakan puasa Ramadhan.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/3189936257617207747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/06/bagaimana-menjalankan-puasa-enam-hari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/3189936257617207747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/3189936257617207747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/06/bagaimana-menjalankan-puasa-enam-hari.html' title='BAGAIMANA MENJALANKAN PUASA ENAM HARI BULAN SYAWAL ?, PUASA ENAM HARI BULAN SYAWAL BAGI ORANG YANG PUNYA HUTANG PUASA WAJIB.'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-2979469650541458927</id><published>2012-06-24T17:11:00.000-07:00</published><updated>2012-06-24T17:11:07.713-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RELIGION EXPERTS ANSWER="/><title type='text'>APA YANG LAZIM DAN YANG WAJIB DILAKUKAN ORANG YANG BERPUASA?</title><content type='html'>Pertanyaan.&lt;br /&gt;
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa yang lazim  dan yang wajib dilakukan orang yang berpuasa ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Yang lazim bagi  orang yang berpuasa adalah memperbanyak ketaatan dan menghindari semua larangan.  Sedangkan yang wajib atasnya adalah memelihara kewajiban-kewajiban dan menjauhi  hal-hal yang diharamkan, yaitu melaksanakan shalat yang lima waktu pada waktunya  secara berjama’ah, meninggalkan dusta dan ghibah (menggunjing), meninggalkan  kecurangan dan praktek-praktek riba serta semua perkataan atau perbuatan haram  lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah  bersabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Artinya : Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong  dan amalan palsu serta perbuatan bodoh, maka Allah tidak membutuhkan dia agar  meninggalkan makan dan minumnya” [Hadits Riwayat Al-Bukhari, Kitab Al-Adabul  Mufrad (6057)]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
NILAI SOSIAL PUASA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan.&lt;br /&gt;
Syaikh  Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Adakah nilai sosial dalam ibadah puasa  ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Ada. Puasa memiliki nilai-nilai sosial, di antaranya  melahirkan rasa persamaan di antara sesama kaum muslimin, bahwa mereka adalah  umat yang sama, maka di waktu yang sama dan berpuasa di waktu yang sama pula.  Yang kaya merasakan ni’mat Allah sehingga menyayangi yang fakir. Menghindari  perangkap-perangkap setan yang ditujukan kepada manusia. Lain dari itu, puasa  bisa melahirkan ketakwaan kepada Allah yang mana ketakwaan tersebut dapat  memperkuat hubungan antar individu masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Fatawa Ash-Shiyam, Syaikh  Ibnu Utsaimin, hal.26]</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/2979469650541458927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/06/apa-yang-lazim-dan-yang-wajib-dilakukan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/2979469650541458927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/2979469650541458927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/06/apa-yang-lazim-dan-yang-wajib-dilakukan.html' title='APA YANG LAZIM DAN YANG WAJIB DILAKUKAN ORANG YANG BERPUASA?'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-4817540085231557321</id><published>2012-06-16T22:35:00.002-07:00</published><updated>2012-06-16T22:35:53.492-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Women&#39;s World"/><title type='text'>APAKAH HUKUM PUASA YANG DILAKUKAN OLEH WANITA HAMIL ATAU WANITA MENYUSUI</title><content type='html'>Pertanyaan&lt;br /&gt;
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya tentang hukum puasa  yang dilakukan oleh wanita hamil dan wanita menyusui .?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Wanita  yang sedang hamil atau wanita yang sedang menyusui bila berpuasa akan rentan  terhadap bahaya, berbahaya bagi dirinya atau bagi anaknya, maka kedua wanita itu  boleh tidak berpuasa saat hamil dan saat menyusui. Jika bahaya puasa berakibat  pada bayinya saja maka wanita itu harus mengqadha puasanya serta memberi makan  kepada orang miskin setiap harinya, sedangkan jika bahaya puasa berakibat pada  wanita itu, maka cukup bagi wanta itu mengqadha puasanya saja, hal itu  diakarenakan wanita hamil dan menyusui termasuk dalam keumuman hukum yang  terdapat pada firman Allah.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Dan wajib bagi orang-orang yang  berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu)  memberi makan seorang msikin&quot; [Al-Baqarah : 184]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[At-Tanbihat. Syaikh  Al-Fauzan, halaman 37]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
APAKAH BERBUKA UNTUK MENOLONG ORANG LAIN BISA  DIKIASKAN PADA WANITA HAMIL&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh&lt;br /&gt;
Syaikh Shalih bin Fauzan  Al-Fauzan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan&lt;br /&gt;
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan  ditanya : Apakah mungkin mengkiaskan orang yang berbuka karena menolong orang  lain dengan wanita hamil yang tidak puasa karena khawatir terhadap anaknya,  yaitu : diharuskan baginya untuk mengqadha puasanya serta memberi makan kepada  orang miskin .?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Ya, ia boleh berbuka untuk menolong orang lain  dari kebinasaan jika hal itu dibutuhkan, yakni tidak mungkin baginya untuk  menolong itu dari kebinasaan kecuali dengan berbuka pada saat demikian ia boleh  berbuka dan diharuskan mengqadha puasanya.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/4817540085231557321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/06/apakah-hukum-puasa-yang-dilakukan-oleh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/4817540085231557321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/4817540085231557321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/06/apakah-hukum-puasa-yang-dilakukan-oleh.html' title='APAKAH HUKUM PUASA YANG DILAKUKAN OLEH WANITA HAMIL ATAU WANITA MENYUSUI'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-6780662781391434242</id><published>2012-06-16T22:34:00.002-07:00</published><updated>2012-06-16T22:34:33.686-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Women&#39;s World"/><title type='text'>BAGAIMANA HUKUMNYA WANITA HAMIL YANG TIDAK PUASA KARENA KHAWATIR TERHADAP JANINNYA</title><content type='html'>Pertanyaan&lt;br /&gt;
Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya : Jika wanita hamil tidak berpuasa  karena khawatir terhadap janinnya, apa yang harus ia lakukan, apakah ada  perbedaan antara kekhawatiran terhadap dirinya dan kekhawatiran terhadap  janinnya menurut Imam Ahmad .?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Pendapat yang masyhur dalam  madzhab Imam Ahmad adalah bahwa, jika seorang wanita hamil tidak berpuasa karena  khawatir terhadap anaknya saja, maka ia harus mengqadha puasanya karena ia tidak  berpuasa, dan bagi orang yang bertanggung jawab pada anaknya harus memberi makan  seorang miskin setiap harinya, karena wanita itu tidak berpuasa untuk  kemaslahatan anaknya. Sebagian ulama berpendapat : Yang wajib bagi wanita hamil  itu adalah mengqadha puasanya saja, baik tidak berpuasanya itu karena khawatir  pada dirinya atau khawatir kepada anaknya atau khawatir kepada keduanya, dan  wanita itu dikategorikan sebagai orang yang sakit, dan tidak ada kewajiban bagi  wanita tersebut selain itu.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/6780662781391434242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/06/bagaimana-hukumnya-wanita-hamil-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/6780662781391434242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/6780662781391434242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/06/bagaimana-hukumnya-wanita-hamil-yang.html' title='BAGAIMANA HUKUMNYA WANITA HAMIL YANG TIDAK PUASA KARENA KHAWATIR TERHADAP JANINNYA'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5059406130569268563.post-8442663826195445426</id><published>2012-06-16T22:32:00.000-07:00</published><updated>2012-06-16T22:32:15.387-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Women&#39;s World"/><title type='text'>BAGAIMANA HUKUMNYA WANITA HAMIL DAN MENYUSUI JIKA TIDAK BERPUASA PADA BULAN RAMADHAN</title><content type='html'>Pertanyaan&lt;br /&gt;
Syaikh ibnu Utsaimin ditanya : Apa hukumnya bagi wanita hamil dan  menyusui jika ia tidak berpuasa di bulan Ramadhan .?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban&lt;br /&gt;
Tidak  boleh bagi wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa pada siang hari  Ramadhan kecuali ada udzur (halangan), jika wanita itu tidak berpuasa karena ada  suatu udzur, maka wajib bagi kedua wanita itu untuk mengqadha puasanya  berdasarkan firman Allah tentang orang sakit.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&quot;Artinya : Dan barangsiapa  sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa),  sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada akhir hari-hari yang lain&quot;  [Al-Baqarah : 185]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita menyusui dan wanita hamil ini bisa disamakan  atau diartikan sebagai orang sakit, akan tetapi jika udzur kedua wanita itu  karena ada rasa khawatir terhadap bayi atau janin yang dalam perut maka di  samping mengqadha puasa, kedua wanita itu diharuskan memberi makan kepada  seorang miskin setiap harinya berupa makanan pokok, bisa berupa gandum, beras,  korma atau lainnya. Sebagian ulama lainnya berpendapat : Tidak ada kewajiban  bagi kedua wanita itu kecuali mengqadha puasa, karena tentang memberi makan  orang miskin. tidak ada dalilnya dalam Al-Kitab maupun As-Sunnah, ini adalah  madzhab Abu Hanifah dan merupakan pendapat yang kuat.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/feeds/8442663826195445426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/06/bagaimana-hukumnya-wanita-hamil-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/8442663826195445426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5059406130569268563/posts/default/8442663826195445426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humulmuflihuun.blogspot.com/2012/06/bagaimana-hukumnya-wanita-hamil-dan.html' title='BAGAIMANA HUKUMNYA WANITA HAMIL DAN MENYUSUI JIKA TIDAK BERPUASA PADA BULAN RAMADHAN'/><author><name>HUMUL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16210034159540202984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Xdl2xJMt4ntSRKRXrGgaJajcQy63SpOi6ihyhqhvQdUeGhGwrCKQPM4s9hEnDS5TRmTngMLu8bsH-5TU9wpeIX-RnHBCiibyEGWQ1LE4c784D-pul76S5eRSZOIPJQ/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>