<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>I Never Die Before</title><description>beobachtet, geglaubt und schrieb</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 18:18:33 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">62</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>beobachtet, geglaubt und schrieb</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Anak Jalanan, Anak Bangsa</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2010/01/anak-jalanan-anak-bangsa.html</link><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Tue, 26 Jan 2010 13:16:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-281751006964452384</guid><description>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Saat ini, permasalahan terkait anak semakin banyak dan beragam. Indikasinya adalah semakin banyaknya anak-anak terlantar dan yatim-piatu yang tidak terurus, pemberdayaan anak-anak yang tidak pada tempatnya seperti dipekerjakan dengan waktu kerja yang sangat keterlaluan dan gaji yang tidak masuk akal, dsb. Sedangkan kita semua mengetahui bahwa kehidupan anak-anak seharusnya diisi dengan bermain, belajar, dan bersuka ria. Begitu juga dengan permasalahan anak jalanan di perkotaan merupakan suatu hal yang dianggap wajar oleh masyarakat, padahal hal ini seharusnya merupakan suatu hal yang tidak wajar terjadi. Permasalahan anak jalanan merupakan salah satu dampak dari kurangnya kesadaran dan kepedulian sosial di masyarakat terhadap kondisi anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Undang-undang dasar mengatur bahwa &lt;em&gt;Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara (pasal 34 ayat 1), namun &lt;/em&gt;kenyataannya kemampuan pemerintah tidak sebanding dengan meningkatnya permasalahan anak, baik secara kuantitas maupun kualitas. Jumlah anak terlantar (dimana anak jalanan termasuk didalamnya) cenderung semakin meningkat, seiring dengan permasalahan kemiskinan yang belum dapat diatasi. Data PUSDATIN tahun 2006 menunjukkan bahwa anak terlantar di Indonesia mencapai 2.815.383 jiwa. Karena keterbatasan pemerintah itulah, peran aktif dari masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan ini sangat dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Apa yang dapat dilakukan masyarakat terkait anak jalanan tersebut? Pada dasarnya, kebutuhan individu dapat dibedakan menjadi 2 kelompok besar, yaitu kebutuhan fisiologis dan psikologis (Cole dan Bruce, 1959). Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan primer seperti makan, minum, tidur, seksual, atau perlindungan diri. Sedangkan kebutuhan psikologis yang disebut juga kebutuhan sekunder dapat mencakup kebutuhan untuk mengembangkan kepribadian seseorang, contohnya adalah kebutuhan untuk dicintai, kebutuhan mengaktualisasikan diri, atau kebutuhan untuk memiliki sesuatu, di mana kebutuhan psikologis tersebut bersifat lebih rumit dan sulit diidentifikasi segera. Begitu juga dengan anak jalanan tersebut, untuk dapat memupuk harga diri, perilaku dan aktualisasi dirinya, pertimbangan mengenai keunggulan dan kelemahan serta kebutuhan anak jalanan tersebut perlu dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Begitu juga dengan kondisi anak-anak jalanan (ANJAL) yang berada di sekitar pasar Ciroyom Bandung ini. Begitu banyak orang yang menilai negatif terhadap ANJAL tanpa mengetahui kondisi ANJAL tersebut dengan sesungguhnya. Mengelem, meminta-minta memang dianggap hina oleh masyarakat sekitar, bahkan oleh kaum terdidik seperti mahasiswa juga menganggap hal itu adalah perbuatan hina. Namun apakah kita mengetahui apa penyebab mereka melakukan perbuatan hina tersebut secara langsung? Pasti kebanyakan dari kita hanya berasumsi tanpa terjun secara langsung untuk mencari tahu penyebab mereka melakukan hal ini. Dengan menumbuhkan dan menunjukkan sedikit rasa kepedulian kita dengan cara mencari informasi mengenai kondisi anak jalanan itu dapat memberikan kontribusi dalam perubahan perilaku anak jalanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Sebagai contoh, di Rumah Belajar (RUBEL) Sahabat Anak Jalanan (SAHAJA) Ciroyom, para anak jalanan mendapatkan sedikit rasa kepedulian dari berbagai macam relawan yang datang dan pergi. Rasa kepedulian itu bermacam-macam bentuknya, ada yang mengajak mereka menggambar bersama, ada yang mengajarkan baca tulis dan berhitung, ada yang mengajak mereka jalan-jalan dan bahkan ada yang rela menginap barsama mereka untuk menunjukkan kepedulian mereka. Mungkin tidak semua orang sudah memiliki sekaligus merealisasikan rasa kepedulian mereka seperti yang diatas. Untuk mulai menumbuhkan rasa kepedulian dan merealisasikannya membutuhkan niat yang begitu luar biasa pada awalnya. Coba kita pikirkan, waktu kita dalam sehari ada 24 jam, tidak bisakah kita luangkan waktu kita lima menit dalam satu hari untuk menyapa dan menanyakan kabar mereka, atau mungkin setengah jam dalam sehari untuk mengajarkan arti dan makna hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Salah siapakah fenomena anak jalanan ini? Salah pemerintahkah yang sibuk berbicara bahasa saktinya tentang &lt;strong&gt;EKONOMI MAKRO &lt;/strong&gt;nya? Salah orang-orang terpelajarkah yang menjadikan diri mereka &lt;strong&gt;PELACUR INTELEKTUAL&lt;/strong&gt; dengan jargon-jargon &lt;strong&gt;KEBENARAN ILMIAH&lt;/strong&gt; yang akhirnya tidak membuat mereka melakukan apa-apa? Atau salah mereka kah &lt;strong&gt;KARENA TIDAK BISA MEMILIH UNTUK TIDAK DILAHIRKAN SEBAGAI ANAK JALANAN&lt;/strong&gt;? &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;mereka tidak butuh dikasihani, mereka tidak butuh harapan-harapan kalian.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;mereka hanya butuh sedikit perhatian dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;bantulah mereka membuat pilihan-pilihan baru dalam hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;agar mereka dapat merubah hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br/&gt;mereka juga anak bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;mereka juga adik-adik kita.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;walau mereka tidak seberuntung kita.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;tapi marilah kita buat mereka tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;dan memberikan sedikit arti kehidupan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;terkadang terlalu banyak alasan kita untuk menutup mata, kuping dan hati kita.&lt;span style='font-size:11pt'&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hingar bingar Politik, itu omong kosong</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2010/01/hingar-bingar-politik-itu-omong-kosong.html</link><category>our day</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Sun, 3 Jan 2010 12:13:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-3468433291479020851</guid><description>beberapa bulan lalu, aku selalu mendengar "cicak Vs buaya", semerbak kasus korupsi yang menurut saya disana terpampang jelas bahwa hal itu di politisi. Semua media, baik media elektronik maupun media cetak, atau bahkan abang-abang tukang bakso pun turut membicarakan kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mundur jauh kebelakang, tepatnya setelah presiden baru terpilih, walaupun saya sendiri tidak memilih satu pun calon yang terpampang. Semua partai besar berkoalisi untuk mendukung presiden yang baru terpilih tersebut, yaitu &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;yang mulia kaisar SBY&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Lalu kita kembali lagi ke kasus KPK, semua partai yang tadinya berkoalisi untuk mendukung SBY malah menyerang balik dia. Nama-nama yang tadi menghilang setelah kalah pemilu, mulai muncul di usung segelintir orang yang saya sendiri tidak tau itu sengaja atau kebetulan.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Rakyat pun dibuat bingung dengan segala bentuk hingar bingar politik yang terjadi in this &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;FUCKIN COUNTRY&lt;/span&gt;. Para politikus, yang layaknya tikus-tikus got mulai bergerilya menggerogoti otak-otak rakyat bangsa ini. Mereka mulai membuka skandal-skandal setelah kasus KPK ini mulai mereda. Ex, Kasus Bank Century.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah para petinggi negara ini begitu BODOHnya, atau mungkin rakyat ini yang telah akut di bodoh-bodohi nya dari jaman penjajahan belanda hingga penjajahan oleh saudara sebangsanya? Apakah mereka tidak melihat diluar sana lebih banyak kasus kemanusiaan yang harus diurus? dari kasus prita, terus kasus seorang nenek yang dituduh mencuri buah kakao lalu dipenjara (yang korupsi aja bisa bebas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyedihkan bangsa ini&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>pengamatan peristiwa pemboman 2 hotel di kuningan</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2009/07/pengamatan-peristiwa-pemboman-2-hotel.html</link><category>our day</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Thu, 23 Jul 2009 03:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-2919922839132028899</guid><description>tulisan ini terlepas dari keterpihakan saya terhadap siapa pun. ini murni karena hasil pengamatan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa waktu yang lalu kita sempat dihebohkan oleh peledakan bom di dua hotel yang terletak di daerah kuningan jakarta. ada beberapa keanehan yang saya lihat diperistiwa pemboman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. salah satu hotel yang dibom ternyata dulu pernah di bom.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;dengan peristiwa pemboman JW Marriott pada tahun 2003, seharusnya keamanan pada hotel ini sudah ditingkatkan oleh managemen hotel tersebut agar hotel tersebut tidak di cap buruk oleh costumer. siapakah yang bisa membobol keamanan hotel yang telah ditingkatkan tersebut? jika memang keamanan dihotel itu sudah ditingkatkan, bahkan pegawai pun akan diperiksa ketika akan memasuki hotel tersebut. jika asumsi peningkatan keamanan itu ternyata benar, maka hanya ada beberapa pengecualian khusus sehingga beberapa oknum tidak akan diperiksa dengan penuh ketika akan memasuki hotel tersebut. siapakah oknum-oknum tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.Reaksi berlebihan seorang presiden&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; ketika peristiwa ini telah terjadi, reaksi SBY seolah-olah menunjukkan kepada publik bahwa dia sedang diincar akan dibunuh oleh teroris dan dia tidak takut. apa ini perlu? justru ketika dia mengatakan hal seperti itu, maka stabilitas nasional bisa terganggu. saya secara pribadi melihat justru peristiwa ini dipolitisir habis-habisan. bahkan beliau (SBY) cenderung tampak menuduh lawan politiknya lah yang sengaja melakukan hal ini. bahkan data foto yang ditunjukan SBY dinyatakan sebagai data pada tahun 2004 (h t t p : / / n a s i o n a l . k o m p a s . c o m /read/xml/2009/07/22/15264&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;111/pengamat.intelijen.fot&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;o.yang.ditunjukkan.sby.tah&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;un.2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.orang-orang penting perusahaan jadi korban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;belasan eksekutif puncak perusahaan kelas kakap menjadi korban diantara puluhan korban di dua hotel tersebut. Mereka menjadi korban saat mengikuti breakfast meeting para CEO perusahaan multinasional yang digelar di restoran di Hotel JW Marriott, Mega Kunungan, Jakarta itu. berikut ini perusahaan-perusahaan tempat mereka bekerja :&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt; Freeport&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;Freeport adalah perusahaan tambang emas dan tembaga kelas dunia yang memiliki tambang di berbagai negara. Induk usahanya adalah Freeport-McMoran Copper and Gold merupakan perusahaan tambang publik terbesar di dunia yang berpusat di Amerika Serikat. Salah satu aset besarnya adalah tambang emas dan tembaga di Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Husky Energy&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;Husky merupakan perusahaan besar asal Kanada yang bergerak di bidang energi dan memiliki aset lebih dari US$ 21 miliar. Husky mengelola tambang migas di berbagai negara, terutama di Kanada dan Asia. Husky juga merangsek ke Indonesia, seperti di blok Madura dan Sumbawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Thiess&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;Thiess adalah perusahaan kontraktor pertambangan terkemuka asal Australia yang sudah berusia 75 tahun. Selain memiliki tambang di Australia, Thiess juga&lt;br /&gt;mengelola tambang batu bara di India dan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Anadarko Petroleum Company&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;Anadarko adalah salah satu produsen migas terbesar dunia dengan kapasitas produksi 2,28 miliar barel pada 2008. Produsen migas asal Amerika Serikat ini memiliki lapangan eksplorasi di berbagai lokasi dan negara mulai dari Teluk Meksiko, Alaska, Algeria, Brazil, China, Indonesia, Mozambik, dan Afrika Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Holcim&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;Holcim adalah produsen semen raksasa dunia yang berasal dari Swiss, Eropa. Sebagai pemain besar dunia, Holcim memiliki pabrik semen di berbagai belahan dunia, salah satunya di Indonesia melalui akuisisi PT Semen Cibinong pada 2001 yang kemudian namanya diubah menjadi PT Holcim Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Castle Asia&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;CastleAsia dikenal sebagai perusahaan konsultan bisnis terkemuka asal Amerika Serikat namun berbasis di Indonesia. Di dunia bisnis, Castle adalah tukang lobi terkemuka bagi perusahaan asing yang ingin investasi di Indonesia. Castle Asia didirikan oleh James Castle pada 1980 memiliki banyak klien yang terdiri dari perusahaan multinasional, lembaga keuangan dunia hingga pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. adanya bom ketiga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;hal ini yang justru membuat saya paling heran. ketika presiden dilarang untuk mengunjungi TKP karena ditakutkan adanya bom susulan, tapi dengan langkah &lt;b&gt;heroik&lt;/b&gt;-nya justru dia tetap ngotot ke TKP. dengan terbukti adanya bom dengan daya ledak rendah yang ternyata tidak meledak di lantai 18. jika anda presiden, apa yang anda lakukan? pergi ke TKP tanpa peduli larangan bahwa TKP belum aman? atau anda akan pergi ke TKP setelah dinyatakan aman? saya yakin seseorang yang berpikiran sehat tanpa ada maksud untuk tampil &lt;b&gt;heroik&lt;/b&gt; didepan publik pasti akan memilih pilihan kedua, yaitu pergi ke TKP setelah TKP dinyatakan aman dari bom susulan. kenapa? karena jika terjadi apa-apa terhadap presiden (bom susulan itu meledak) maka keamanan dan stabilitas nasional akan langsung kacau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini masih berupa pengamatan-pengamatan yang saya lakukan, belum berupa kesimpulan-kesimpulan dari pengamatan saya.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>tulisan ga kelar-kelar</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2009/06/tulisan-ga-kelar-kelar.html</link><category>my day</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Tue, 9 Jun 2009 22:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-5472688694164408056</guid><description>wah.. udah lama sekali tidak menulis sesuatu hal yang dianggap "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berat&lt;/span&gt;" sama orang-orang di blog ini..&lt;br /&gt;apakah terlalu sibuk untuk mencari sesuatu untuk ditulis?&lt;br /&gt;apakah sisi jurnalis dan intelektualitas saya udah menurun? (maybe)&lt;br /&gt;hahahaha..&lt;br /&gt;tidak tidak tidak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya udah ada beberapa tulisan yang lagi dibuat, tapi.. lagi-lagi ada tapinya.. tapi setiap tulisan yang lagi dibuat malah stuck ditengah jalan.. entah kehabisan ide, bahan atau mood hilang..tapi tenang aja.. akan tetap muncul tulisan yang lagi benar-benar saya tulis.. yaitu "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hilangnya solidaritas dalam ibadah jamaah&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;apakah itu?&lt;br /&gt;hmmm...&lt;br /&gt;secara singkat saya memikirkan seharusnya ibadah berjamaah itu bisa memunculkan sisi solidaritas seorang manusia terhadap manusia lainnya..&lt;br /&gt;tapi melihat realita saat ini, hal itu menghilang dan tidak tampak dipermukaan..&lt;br /&gt;yaahh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;make a wish aja semoga nih tulisan bisa kelar.. :D</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tuhan Dan Manusia</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2009/05/tuhan-dan-manusia.html</link><category>our day</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Fri, 1 May 2009 17:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-3060276405040769083</guid><description>Kata Tuhan merujuk kepada suatu zat abadi dan supranatural, biasanya dikatakan mengawasi dan memerintah manusia dan alam semesta atau jagat raya. Hal ini bisa juga digunakan untuk merujuk kepada beberapa konsep-konsep yang mirip dengan ini misalkan sebuah bentuk energi atau kesadaran yang merasuki seluruh alam semesta, di mana keberadaan-Nya membuat alam semesta ada; sumber segala yang ada; kebajikan yang terbaik dan tertinggi dalam semua makhluk hidup; atau apapun yang tak bisa dimengerti atau dijelaskan. Banyak tafsir daripada nama "Tuhan" ini yang bertentangan satu sama lain. Meskipun kepercayaan akan Tuhan ada dalam semua kebudayaan dan peradaban, tetapi definisinya lain-lain. Istilah Tuan juga banyak kedekatan makna dengan kata Tuhan, dimana Tuhan juga merupakan majikan atau juragannya alam semesta. Tuhan punya hamba sedangkan Tuan punya sahaya atau budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep tuhan dan manusia diatas diambil dari konsep yang dituliskan di wikipedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah memang tuhan yang menciptakan manusia dimuka bumi ini dengan beragam perbedaan yang dimiliki oleh manusia tersebut? jika memang tuhan yang benar menciptakan manusia, kenapa beragam perbedaan itu sering menjadi konflik dikehidupan manusia? kenapa harus adanya perang saudara karena masalah SARA (Suku, Agama dan Ras) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak perlu jauh-jauh melihat dunia diluar sana, mari kita lihat kedalam kehidupan masyarakat kita sendiri yaitu indonesia. Dengan kondisi negara seluas ini, terdiri dari banyak pulau, dan berbagai macam kultur didalamnya. Isu SARA ini sangatlah rentan dan sering kali memicu konflik di negara ini. Apakah itu gunanya tuhan menciptakan manusia dengan perbedaanya? Untuk saling membunuhkah? atau untuk saling mengasihi dan melengkapi karena adanya perbedaan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini mari kita lihat perbedaan yang memang tidak bisa saling melengkapi untuk saat ini, perbedaan itu adalah agama. Kenapa harus ada berbagai macam agama dan kepercayaan diciptakan tuhan? bukankah mereka tetap menyembah suatu hal yang disebut tuhan juga, walaupun berbeda-beda dalam urusan ibadah dan nama panggilan untuk tuhannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama satu dengan yang lain saling memaksakan ajarannya. saling menunjukkan arogansi bahwa agamanya adalah agama yang paling benar. Bahkan kita bisa melihat, di parpol pun mereka sudah membawa-bawa agama, padahal indonesia ini adalah negara yang majemuk. tidak bisakah kita hidup berdampingan tanpa dihalang-halangi embel-embel SARA??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita disini percaya bahwa tuhan menciptakan manusia untuk menjadi penghuni bumi ini untuk hidup berdampingan dengan penuh kasih sayang dan saling mencintai antara satu dengan yang lain, maka tidak perlu lah kita masing-masing melihat perbedaan SARA tersebut!! jika memang manusia yang membuat keruhnya perbedaan itu sendiri, maka musnah saja seluruh manusia diseluruh dunia ini!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi jika tuhan yang ternyata menciptakan manusia untuk saling membenci sehingga manusia tidak bisa bersatu dan saling memusuhi dengan adanya perbedaan ini, maka saya akan mengatakan, bahwa tidak ada tuhan yang seperti itu!!</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">8</thr:total></item><item><title>gelap malam itu</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2009/04/gelap-malam-itu.html</link><category>my day</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Wed, 1 Apr 2009 16:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-6317213103623914725</guid><description>Kegelapan malam itu telah membawah diri ini kepada sebuah perasaan yang aneh. Perasaan yang baru pertama kali dirasakan, dan tidak dapat aku ungkapkan dengan kata-kata. Anda kegelapan kota malam itu tidak ada, maka perasaan ini pun tidak akan pernah muncul. haruskah aku bersyukur akan gelapnya malam itu? atau kah aku harus mencacinya? karena gelap itu telah memberikan perasaan aneh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;udara pagi kota ini terlalu dingin dan menusuk tulang ku ketika aku akan pulang dari kegelapan itu. namun, hanyalah kegelisahan tak menentu yang ada karena disebabkan perasaan aneh itu. rasa dingin pun menjadi sirna, menjadi rasa panas di dada ketika mengingat darimana perasaan itu muncul. entah kenapa ada perasaan aneh seperti ini? takdirkah ini? ataukah hanya kebetulan semata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika aku boleh meminta kepada gelap malam itu. kau tidak perlu datang wahai gelap malam! karena aku tau perasaan aneh itu tidak nyata. perasaan aneh itu hanyalah khayalan dan mimpi mimpi yang tak mungkin terwujud. terkutuklah wahai kau gelap malam itu. karena aku hanya bisa membuat aku menertawakan diri ku sendiri yang sedang dalam kebimbangan ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terbuang oleh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gredinov sumanta malsad</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title/><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2009/03/apakah-struktur-organisasi-itu-suatu.html</link><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Fri, 13 Mar 2009 16:58:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-739749131932667658</guid><description>Apakah Struktur Organisasi Itu?&lt;br /&gt;Suatu struktur organisasi menetapkan cara tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan dan dikoordinasi secara formal. Ada enam unsur yang perlu diperhatikan jika ingin merancang struktur organisasi. Elemen-elemen itu adalah spesialisasi pekerjaan, departementalisasi, rantai komando, rentang kendali, sentralisasi dan desentralisasi, serta formalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesialisasi Kerja&lt;br /&gt;Spesialisasi kerja adalah pembagian tenaga kerja untuk mendeskripsikan sampai tingkat mana tugas dalam organisasi dipecah-pecah menjadi pekerjaan-pekerjaan yang terpisah.&lt;br /&gt;Hakikat spesialisasi kerja adalah bahwa, daripada dilakukan oleh satu individu, lebih  baik seluruh pekerjaan itu dipecah-pecah menjadi sejumlah langkah, dengan tiap langkah diselesaikan oleh seorang individu yang berlainan. Pada hakikatnya, individu-individu berspesialisasi dalam mengerjakan bagian dari suatu kegiatan, bukannya mengerjakan seluruh kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departementalisasi&lt;br /&gt;Begitu kita membagi-bagi pekerjaan lewat spesialisasi kerja, anda perlu mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan ini sehingga tugas yang sama/mirip dapat dikoordinasikan. Dasar yang dipakai dalam pengelompokkan pekerjaan disebut departementalisasi.&lt;br /&gt;Salah satu cara yang populer untuk mengelompokkan kegiatan adalah menurut fungsi yang dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rantai Komando&lt;br /&gt;Rantai komando merupakan garis tidak putus dari wewenang yang terentang dari puncak organisasi ke eselon terbawah dan memperjelas siapa melapor ke siapa.&lt;br /&gt;Anda tidak dapat membahas rantai komando tanpa membahas konsep komplementer : wewenang dan kesatuan komando.&lt;br /&gt;Wewenang mengacu kepada hak-hak yang inheren untuk memberi perintah dan mengharapkan perintah itu dipatuhi.&lt;br /&gt;Asas kesatuan komando membantu mengamankan konsep garis wewenang yang tidak terputuskan. Kesatuan ini menyatakan bahwa semua mempunyai satu atasan kepada siapa ia harus bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentang Kendali&lt;br /&gt;Pertanyaan tentang rentang kendali ini sangat penting, karena sangat menentukan banyaknya tingkatan yang harus dimiliki oleh suatu organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentralisasi dan Desentralisasi&lt;br /&gt;Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang kepada sejumlah kecil pemimpin atau yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi. Sentralisasi banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia sebelum adanya otonomi daerah. &lt;br /&gt;Kelemahan dari sistem sentralisasi adalah di mana seluruh keputusan dan kebijakan di bawah dihasilkan oleh orang-orang yang berada di pusat, sehingga waktu yang diperlukan untuk memutuskan sesuatu menjadi lama. Kelebihan sistem ini adalah di mana pusat tidak harus pusing-pusing pada permasalahan yang timbul akibat perbedaan pengambilan keputusan, karena seluluh keputusan dan kebijakan dikoordinir seluruhnya oleh pusat.&lt;br /&gt;Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada orang-orang yang berada pada level bawah dalam suatu struktur organisasi. Pada saat sekarang ini banyak perusahaan atau organisasi yang memilih serta menerapkan sistem desentralisasi karena dapat memperbaiki serta meningkatkan efektifitas dan produktifitas suatu organisasi.&lt;br /&gt;Pada sistem pemerintahan yang terbaru tidak lagi banyak menerapkan sistem sentralisasi, melainkan sistem otonomi daerah atau otda yang memberikan sebagian wewenang yang tadinya harus diputuskan pada pemerintah pusat kini dapat di putuskan di tingkat pemerintah daerah atau pemda. Kelebihan sistem ini adalah sebagian besar keputusan dan kebijakan yang berada di daerah dapat diputuskan di daerah tanpa adanya campur tangan dari pemerintahan di pusat. Namun kekurangan dari sistem desentralisasi pada otonomi khusus untuk daerah adalah euforia yang berlebihan di mana wewenang tersebut hanya mementingkat kepentingan golongan dan kelompok serta digunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi atau oknum. Hal tersebut terjadi karena sulit untuk dikontrol oleh pemerintah di tingkat pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formalisasi&lt;br /&gt;Formalisasi mengacu pada suatu tingkat yang terhadapnya pekerjaan di dalam organisasi itu di bakukan. Jika suatu pekerjaan sangat diformalkan, maka pelaksana pekerjaan itu mempunyai kuantitas keleluasaan yang minimum mengenai apa yang harus dikerjakan, kapan harus dikerjakan, dan bagaimana ia harus mengerjakan.&lt;br /&gt;Jika formalisasi tinggi :&lt;br /&gt;- Terdapat uraian jabatan yang tersurat&lt;br /&gt;- Banyak aturan organisasi&lt;br /&gt;- Prosedur yang terdefinisi dengan jelas yang meliputi proses kerja dalam organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain Organisasi yang umum&lt;br /&gt;Struktur Sederhana&lt;br /&gt;Struktur sederhana adalah suatu struktur yang bercirikan tingkat departementalisasi sederhana, rentang kendali yang luas, wewenang yang dipusatkan dalam tangan satu orang dan formalisasi kecil.&lt;br /&gt;Kekuatan struktur sederhana :&lt;br /&gt;- Cepat&lt;br /&gt;- Luwes&lt;br /&gt;- Tanggung jawab yang jelas&lt;br /&gt;Kelemahan struktur sederhana :&lt;br /&gt;Keadaan semakin tidak memadai bila organisasi bertumbuh. Formalisasi yang rendah dan sentralisasi yang tinggi menyebabkan beban informasi berlebihan dan akhir-akhir dapat macet karena eksekutif tunggalnya mencoba terus mengambil semua keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Birokrasi&lt;br /&gt;Suatu struktur dengan tugas-tugas operasi yang sangat rutin yang dicapai lewat spesialisasi, aturan dan pengaturan yang sangat formal, tugas-tugas yang dikelompokkan ke dalam departemen-departemen fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali yang sempit dan pengambilan keputusan yang mengikuti rantai komando.&lt;br /&gt;Kekuatan utama dari birokrasi terletak dalam kemampuannya menjalankan kegiatan terbakukan secara sangat efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur matriks&lt;br /&gt;Suatu pilihan desain organisasi lain yang popular adalah struktur matriks. Pada hakikatnya, matriks menggabungkan dua bentuk departementalisasi: fungsi dan produk. &lt;br /&gt;Kekuatan matriks: &lt;br /&gt;- Memiliki koordinasi yang mudah bila organisasi itu memiliki keanekaragaman dari aktifitas yang rumit dan saling bergantung.&lt;br /&gt;- Memiliki komunikasi yang lebih baik dan lebih luwes.&lt;br /&gt;Kelemahan matriks:&lt;br /&gt;- Kesulitan mengkoordinasi tugas dari spesialisai fungsional yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelembagaan: suatu pelopor budaya&lt;br /&gt;Gagasan memandang organisasi sebagai budaya – dimana ada suatu system dari makna yang dianut bersama di kalangan para anggota. Namun organisasi sebenarnya lebih dari itu. Organisasi juga mempunyai kepribadian, persis seperti individu; bisa kaku atau fleksibel, tidak ramah atau mendukung, inovatif atau konservatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah budaya organisasi itu?&lt;br /&gt;Suatu definisi&lt;br /&gt;Budaya organisasi mengacu pada suatu system makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi itu dengan organisasi lain. Budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi; suatu system dari makna bersama.&lt;br /&gt;Tujuh karakteristik primer hakikat dari budaya suatu organisasi:&lt;br /&gt;1. Inovasi dan pengambilan resiko. Sejauh mana para anggota didorong untuk inovatif dan mengambil resiko.&lt;br /&gt;2. Perhatian kerincian. Sejauh mana para anggota diharapkan memperlihatkan presisi (kecermatan), analisis, dan perhatian pada rincian.&lt;br /&gt;3. Orientasi hasil. Sejauh mana pemimpin memusatkan perhatian pada hasil, bukan pada teknik dan proses yang digunakan untuk pemcapai hasil itu.&lt;br /&gt;4. Orientasi orang. Sejauh mana keputusan pemimpin memperhitungkan efek hasil-hasil pada orang-orang dalam organisasi itu.&lt;br /&gt;5. Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim bukannya individu-individu.&lt;br /&gt;6. Keagresifan. Sejauh mana orang-orang itu agresif dan kompetitif, bukannya santai-santai.&lt;br /&gt;7. Kemantapan. Sejauh mana kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya status quo daripada pertumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya merupakan istilah deskriptif&lt;br /&gt;Budaya organisasi itu berkaitan dengan bagaimana anggota mempersepsikan karakteristik dari budaya suatu organisasi, bukannya dengan apakah mereka menyukai budaya itu atau tidak. Artinya, budaya itu merupakan suatu istilah deskriptif. Ini penting karena hal ini membedakan konsep ini dari konsep kepuasan kerja, dimana kepuasan kerja adalah sesuatu yang evaluative. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya kuat vs buadaya lemah&lt;br /&gt;Dalam suatu budaya kuat, niali inti organisasi itu dipegang secara intensif dan diaunut bersama secara meluas. Makin banyak anggota yang menerima nilai-nilai inti dan makin besar komitmen mereka pada nilai-nilai itu, makin kuat budaya tersebut. Suatu hasil spesifik dari suatu budaya yang kuat adalah menurunnya tingkat keluarnya anggota.&lt;br /&gt;Suatu budaya yang kuat memperllihatkan kesepakatan yang tinggi di kalangan anggota mengenai apa yang dipertahankan oleh organisasi itu. Kebulatan yang dimaksud itu adalah membina kekohesifan, kesetiaan dan komitmen organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya organisasi vs budaya nasional&lt;br /&gt;Riset menunjukkan bahwa budaya nasional mempunyai dampak yang lebih besar pada para anggota daripada budaya organisasi mereka. Seberapa besarnya pengaruh budaya organisasi terhadap pemahaman perilaku orang di tempat kerja, budaya nasional malah lebih besar lagi pengaruhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi budaya&lt;br /&gt;Budaya menjalankan sejumlah fungsi dalam sebuah organisasi&lt;br /&gt;1. Budaya mempunyai suatu peran menetapkan tapal batas; artinya budaya menciptakan perbedaan yang jelas antara satu organisasi dengan yang lain.&lt;br /&gt;2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi&lt;br /&gt;3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada suatu yang lebih luas daripada kepentingan diri pribadi seseorang&lt;br /&gt;4. Budaya itu meningkatkan kemantapan system social; yaitu sebagai perekat social yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk apa yang harus dilakukan dan dikatakan oleh para anggota.&lt;br /&gt;5. Budaya berfungsi sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku para anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anggota Mempelajari Budaya&lt;br /&gt;1. Cerita&lt;br /&gt;2. Ritual&lt;br /&gt;3. Lambang materi&lt;br /&gt;4. Bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dorongan Untuk Berubah&lt;br /&gt;Dewasa ini makin banyak organisasi menghadapi suatu lingkungan yang dinamis dan berubah yang selanjutnya menuntut organisasi itu agar berubah menyesuaikan diri. “Berubah atau Mati!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengelola Perubahan Terencana&lt;br /&gt;Perubahan adalah Membuat suatu menjadi lain. Perubahan terencana adalah kegiatan perubahan yang disengaja dan berorientasi tujuan. Ada dua tujuan dari perubahan terencana, yaitu :&lt;br /&gt;1. Perubahan itu mengupayakan perbaikan kemampuan organisasi untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan dalam lingkungan.&lt;br /&gt;2. Perubahan itu mengupayakan perubahan perilaku anggota.&lt;br /&gt;Perubahan terencana berdasarkan urutan besarnya terdiri dari dua urutan, yaitu:&lt;br /&gt;1. Perubahan bersifat linear dan bersinambung. Perubahan ini menyiratkan tiadanya pergeseran yang mendasar dalam pengandaian yang di anut para anggota organisasi mengenai dunia atau bagaimana organisasi dapat memperbaiki fungsinya.&lt;br /&gt;2. Perubahan ini bersifat multidimensional, multi tingkatan, tidak bersinambung dan radikal yang mencakup pengkerakaan ulang atas pengandaian mengenai organisasi dan dunia tempat organisasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dapat diubah oleh para agen perubahan?&lt;br /&gt;Pada dasarnya, hal ini dapat dikelompokkan dalam empat kategori, yaitu :&lt;br /&gt;- Struktur&lt;br /&gt;- Teknologi&lt;br /&gt;- Penataan fisik&lt;br /&gt;- Orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keengganan terhadap perubahan&lt;br /&gt;Jika dilihat dari sisi positif, ini memberikan suatu tingkatan kemantapan, dan dapat diramalkannya perilaku. Tapi ada sisi buruk dari hal ini, yaitu keengganan ini merintangi penyesuaian dan kemajuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keengganan individual&lt;br /&gt;Ada 5 faktor yang menyebabkan keengganan individual ini muncul terhadap perubaha, yaitu :&lt;br /&gt;1. Kebiasaan; sebagai manusia, kita merupakan makhluk kebiasaan. Hidup itu cukup rumit; kita tidak perlu mempertimbangkan deretan lengkap pilihan-pilihan untuk ratusan keputusan yang harus kita ambil tiap harinya. Untuk mengatasi kerumitan ini, kita mengandalkan kepada kebiasaan-kebiasaan. Tetapi bila dihadapkan pada perubahan, kecenderungan untuk menanggapi dalam cara-cara kita yang terbiasa menjadi sumber keengganan.&lt;br /&gt;2. Keamanan; orang dengan kebutuhan yang tinggi akan keamanan kemungkinan besar akan menolak perubahan karena perubahan itu mengancam rasa aman mereka.&lt;br /&gt;3. Faktor-faktor ekonomi; perubahan dari tugas-tugas kerja atau kerutinan kerja yang telah mapan juga dapat membangkitkan rasa takut ekonomis jika orang-orang memprihatinkan bahwa mereka tidak akan mampu melakukan tugas atau kerutinan baru menurut standar mereka sebelumnya.&lt;br /&gt;4. Rasa takut akan hal yang tidak diketahui; perubahan menggantikan sesuatu yang telah diketahui dengan ambiguitas dan ketidakpastian.&lt;br /&gt;5. Pemrosesan informasi selektif; individu membentuk dunia mereka lewat persepsi mereka. Begitu mereka telah menciptakan dunia, dunia ini menolak untuk berubah. Mereka mendengar apa yang ingin mereka dengar. Mereka mengabaikan informasi yang menantang dunia yang telah mereka ciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keengganan organisasi&lt;br /&gt;Menurut kodratnya, organisasi itu bersifat konservatif. Secara aktif mereka menolak perubahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatasi keengganan terhadap perubahan&lt;br /&gt;Ada enam taktik untuk mengatasi keengganan ini, yaitu :&lt;br /&gt;1. Pendidikan dan komunikasi; keengganan dapat dikurangi lewat komunikasi dengan para anggota untuk membantu mereka melihat logika suatu perubahan. Pada dasarnya taktik ini mengandaikan bahwa sumber keengganan terletak dalam salah informasi atau komunikasi yang buruk.&lt;br /&gt;2. Partisipasi; sulit bagi individu-individu untuk menolak suatu keputusan perubahan kalau mereka juga berpartisipasi dalam keputusan tersebut. Sebelum melakukan suatu perubahan, mereka yang menentang dapat diajak untuk berpartisipasi dalam proses keputusan.&lt;br /&gt;3. Kemudahan dan dukungan; agen perubahan dapat menawarkan suatu deretan upaya dukungan untuk mengurangi keengganan. Bila rasa takut dan kecemasan anggota tinggi, penyuluhan dan terapi anggota, pelatihan ketrampilan baru dapat memudahkan penyesuaian.&lt;br /&gt;4. Perundingan;  suatu cara lain untuk agen perubahan menangani keengganan potensial terhadap perubahan adalah mempertukarkan sesuatu yang berharga untuk mengurangi keengganan itu.&lt;br /&gt;5. Manipulasi dan kooptasi; manipulasi mengacu kepada upaya pengaruh yang tersembunyi. Menghasut dan memutar balik fakta untuk membuat fakta itu lebih menarik, menahan informasi yang tidak diinginkan, dan menciptakan desas-desus palsu agar para anggota menerima suatu perubahan semuanya merupakan contoh manipulasi. Kooptasi berupaya menyuap pemimpin kelompok penolak dengan memberi mereka peran utama dalam keputusan perubahan.&lt;br /&gt;6. Pemaksaan; yaitu penerapan ancaman atau kekuatan langsung terhadap para penolak</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perlukah BHP?</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2009/03/perlukah-bhp.html</link><category>our day</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Mon, 9 Mar 2009 16:53:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-8231567358324991213</guid><description>Disini dapat terlihat bahwa pemerintah sangat tergesa-gesa dalam mengesahkan RUU BHP menjadi sebuah UU BHP, walaupun sudah melewati banyak revisi selama beberapa tahun ini. Seharusnya langkah awal yang dilakukan adalah melakukan evaluasi kepada perguruan tinggi yang sudah di BHMN-kan, ini merupakan langkah yang harus dilakukan pemerintah terlebih dahulu sebelum mengesahkan BHP menjadi Undang-undang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah seharusnya melihat apakah dengan mengubah Perguruan Tinggi Negeri menjadi BHMN telah memenuhi falsafah dasar negara kita yang terkandung dalam salah satu pancasila yaitu ”keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia” dalam hal pendidikan, begitu juga terkandung dalam pembukaan UUD 1945 yang mengatakan bahwa salah satu kewajiban Pemerintah yaitu ”..mencerdaskan kehidupan bangsa..” dan diturunkan menjadi sebuah pasal didalam UUD 1945 yaitu pasal 31 ayat 1 ”setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”, serta kewajiban pemerintah yang tertuang pada pasal 31 ayat 4 ”Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hal ini sudah terpenuhi dalam evaluasi BHMN maka evaluasi yang terakhir dilakukan pemerintah adalah evaluasi dari hasil pendidikan dari bentuk BHMN itu sendiri. Seperti yang terkandung di pasal 31 ayat 5 ”Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.”, yang bahwa hasil sebuah pendidikan adalah majunya ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia, bukan hanya sebagai pendukung nilai-nilai kapitalisme yang notabene hanya memajukan segelintir orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang yang diinginkan Pemerintah adalah tercapainya sistem pendidikan yang lebih baik, bukankah lebih efektif jika Pemerintah membenahi segala inefisiensi dan inefektivitas dari sistem pendidikan sekarang ketimbang mengubahnya menjadi sistem pendidikan lain yang menuai kontra dari banyak kalangan? Apakah BHP merupakan harga mutlak tercapainya suatu sistem pendidikan ideal? Pendidikan, di Negara manapun merupakan suatu hal esensial yang menjamin maju-tidaknya Negara tersebut. Perhatian yang buruk dari Pemerintah terhadap kebutuhan ini akan berakibat fatal pada keberadaan bahkan keberlangsungan Negara.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Negeri ini makan batu, tuan</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2009/03/negeri-ini-makan-batu-tuan.html</link><category>selingan</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Wed, 4 Mar 2009 15:02:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-1795250754600144744</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Negeri ini makan batu, tuan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;batu penjajahan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;batu kebodohan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;batu kemiskinan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Negeri ini makan batu, tuan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;batu-batu yang ditelan mentah-mentah..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;batu-batu yang akan terus ada,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;jika tidak kita singkirkan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Negeri ini makan batu, tuan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;batu-batu yang tidak pernah kita sadari..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;hingga kita tersedak batu-batu itu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Negeri ini makan batu, tuan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;batu-batu yang akan membuat kita,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;luluh lantah, tertiup oleh iblis kemunafikan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;hingga menjadi debu-debu di akhir jaman..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>apakah tujuan hidup ini?</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2009/02/apakah-tujuan-hidup-ini.html</link><category>my day</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Fri, 27 Feb 2009 23:45:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-3744680303642198334</guid><description>Terkadang saya berpikir, buat apa hidup ini. Kecil-kuliah-kerja-nikah-mempunyai anak, dan berulang kembali ke awal. Apakah manusia hanya menjalani siklus seperti ini saja dalam hidupnya? Ibarat kan sebuah siklus yang selalu berputar dan tidak akan ada kunjung usainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak orang berkata, ngapain terlalu dipikirkan..tapi saya kemudian terbesit dipikiran saya, buat apa manusia memiliki otak jika tidak digunakan untuk berpikir? Kemudian, ada yang berkata kepada saya "let it flow aja ger dihidup ini". Apakah kita akan tetap berkata "let it flow aja" ketika kita akan dibawa kecomberan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang hal ini agak memusingkan, tp apakah tujuan hidup ini sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Himpunan Ose</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>coretan ku</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2009/02/coretan-ku.html</link><category>selingan</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Fri, 20 Feb 2009 23:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-7150647349138682354</guid><description>coretan ku adalah luka tanpa kata&lt;br /&gt;luka bagi hati yang terhina&lt;br /&gt;coretan ku adalah duka yang mendalam&lt;br /&gt;duka bagi hati yang terbuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coretan ku adalah kemarahan&lt;br /&gt;kemarahan dalam tubuh kaku&lt;br /&gt;coretan ku adalah sebuah kesunyian&lt;br /&gt;kesunyian yang menutup telinga kita</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pendidikan gratis kaum miskin</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2009/02/pendidikan-gratis-kaum-miskin.html</link><category>Day Dream</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Fri, 20 Feb 2009 20:18:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-949744511587446223</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDqcDd3rKq09hT31z_leEoneksTpnxFNTL_3HIc-0AoLG__vD5TEktcwHIIWeiMOv8jmonUjguesT3xGmFyJEqfx7WW7EScWK99DxANMZLRVcvY_FFyq6X9qcCiz7miise1WslBK7N5Zc/s1600-h/miskin1dalam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 285px; height: 285px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDqcDd3rKq09hT31z_leEoneksTpnxFNTL_3HIc-0AoLG__vD5TEktcwHIIWeiMOv8jmonUjguesT3xGmFyJEqfx7WW7EScWK99DxANMZLRVcvY_FFyq6X9qcCiz7miise1WslBK7N5Zc/s320/miskin1dalam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304872367996727906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rumah andakah ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW9Gw2U6dph-T5qINWgma1PTtU96ldmkAb9nNnHPLbNPhulU-AiHpUKFxpdR1MTwTyqWIoGwbGLdELYTKUBZHesFgiLAavzN5NnvV75sxUJevrj6PJBnLDtHLJo7W_du6toE0PbnG85FI/s1600-h/09miskin20rahil_pikiranrakyat.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 281px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW9Gw2U6dph-T5qINWgma1PTtU96ldmkAb9nNnHPLbNPhulU-AiHpUKFxpdR1MTwTyqWIoGwbGLdELYTKUBZHesFgiLAavzN5NnvV75sxUJevrj6PJBnLDtHLJo7W_du6toE0PbnG85FI/s320/09miskin20rahil_pikiranrakyat.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304872363835521762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seperti ini kah orang tua anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivk_WX_JjpCAW7_cu7vGLIxkTL789P6fQCQqI7JfohHbNvMDOi8Q3uEacV7nuqcGVqB1fn1sjugysmcYkDnjClvY174kHSmqUamCmIC2s2UN0IKW4kBWKQqwpRv5zqzPfWo2iY6g-exi4/s1600-h/dinamika_pendidikan_400.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivk_WX_JjpCAW7_cu7vGLIxkTL789P6fQCQqI7JfohHbNvMDOi8Q3uEacV7nuqcGVqB1fn1sjugysmcYkDnjClvY174kHSmqUamCmIC2s2UN0IKW4kBWKQqwpRv5zqzPfWo2iY6g-exi4/s320/dinamika_pendidikan_400.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304870690904736530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendidikan seperti ini kah yang anda dapat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Mungkin sedikit miris bagi saya untuk melihat kenyataan seperti ini. Sebuah bangsa besar yang memiliki sumber daya alam melimpah tapi mayoritas di huni oleh kaum miskin, baik miskin jiwa atau miskin harta. Sebuah mimpi besar bagi saya untuk membuat pendidikan gratis bagi seluruh rakyat indonesia ini. Sebuah mimpi besar dan cita-cita saya untuk dapat membuat kaum miskin dapat merasakan pendidikan setinggi-tingginya. Sebuah mimpi besar dan cita-cita saya untuk mencerdaskan kehidupan para kaum miskin ini dan memberi kesempatan kepada mereka untuk menghapus kemiskinan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Akankah ini hanya menjadi mimpi saja? ataukah saya dapat mewujudkannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDqcDd3rKq09hT31z_leEoneksTpnxFNTL_3HIc-0AoLG__vD5TEktcwHIIWeiMOv8jmonUjguesT3xGmFyJEqfx7WW7EScWK99DxANMZLRVcvY_FFyq6X9qcCiz7miise1WslBK7N5Zc/s72-c/miskin1dalam.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>satu keluarga satu ikatan</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2009/02/satu-keluarga-satu-ikatan.html</link><category>my day</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Fri, 13 Feb 2009 19:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-493367516831387038</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini ketika sampai dibandung, gw sangat kesal banget ketika dengar berita tentang masalah di himpunan gw. Gw mendapat 'gosip' tidak enak mengenai kehimpunanan, dimana ada oknum-oknum yang tidak menghargai 'Jaket biru dongker himpunan'. Terutama oknum-oknum itu sendiri belum tau apa-apa tentang himpunan. Awalnya gw berusaha untuk positif thinking dan tetap stay cool aja menanggapi gosip yang gw dengar ini, tapi lama kelamaan emosi gw mulai terpancing. Jujur, gw akan sangat respek sama seseorang jika orang itu respek kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang membuat gw tidak respek terhadap seseorang itu antara lain :&lt;br /&gt;1. Mereka menjudge sesuatu yang tidak mereka ketahui secara pasti&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Justify Full" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. Mereka suka bermain belakang&lt;br /&gt;3. Orang yang tidak mau bertanggung jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang mungkin membuat gw tidak respok terhadap mereka suatu saat nanti jika ternyata gosip yang diberitakan ini terbukti benar. Belum lagi ternyata mereka tidak menghargai angkatan atas yang berusaha untuk mengumpulkan mereka untuk "kopi sore"&lt;br /&gt;, dengan cara tidak datang ke acara tersebut. Padahal demi acara perkenalan BP (badan pengurus) di acara kopi sore itu, gw bela-belain ke bandung naik motor dari jakarta, dan belum sempat makan sama sekali agar tidak telat dan dapat hadir di acara "kopi sore" tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kali ini, sikap mereka sudah kelewatan dan melunjak dibanding sebelum-belumnya. Entah bagaimana kedepannya jika awalnya saja mereka sudah seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Satu keluarga bukan berarti satu kepala kawan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi satu keluarga memiliki suatu ikatan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total></item><item><title>Lagu cinta Vs Lagu perjuangan</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2009/02/lagu-cinta-vs-lagu-perjuangan.html</link><category>my day</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Fri, 13 Feb 2009 00:17:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-880754221886997804</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;mungkin banyak yang bertanya, kenapa judulnya Lagu cinta Vs Lagu perjuangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Sebenarnya sih judul ini hanya sebagai perumpamaan, dimana gw dalam seminggu ini ketika di jakarta berpikir banyak tentang hidup gw. Lagu cinta menggambarkan sesuatu yang popular sehingga disukai banyak orang, sedangkan lagu perjuangan menggambarkan ketika gw berusaha memperjuangkan sesuatu yang gw anggap benar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dalam seminggu ini gw banyak memikirkan kehidupan gw kedepannya ingin seperti apa. Bahkan gw berusaha untuk feedback ke belakang. Well, memory gw ternyata ga cukup bagus untuk mengingat kenangan apa saja yang tersisa di masa SD, SMP, dan SMA. Ketika gw semakin berusaha keras mengingatnya, hasilnya adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;NOTHING!!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Tidak ada satu pun kenangan yang sangat berarti di otak gw ketika masa-masa itu. Bukan seperti kebanyakan orang diluar sana, yang memiliki sesuatu untuk di kenang di masa tua nya nanti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Yah, mungkin ini ga meaning banget buat kebanyakan seseorang. Ketika gw bertanya apa tujuan hidup gw, buat apa gw hidup, kenapa gw hidup dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Pertanyaan ini sumpah basi banget. Tapi setiap gw bertanya hal itu, semakin gw kehilangan arah. yeah, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:courier new;" &gt;"i lost in my way"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Semakin bingung gw memilih lagu cinta atau lagu perjuangan. Dimana ketika gw memilih lagu cinta, maka gw akan memiliki hidup normal seperti kebanyakan orang jaman ini. Tapi ketika gw memilih lagu perjuangan, maka gw akan berusaha memperjuangkan apa yang gw anggap benar walaupun belum tentu dianggap orang lain benar, lalu mungkin gw akan kehilangan kehidupan normal seperti kebanyakan orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati gw yang paling dalam, andaikan gw memilih lagu cinta, dan hidup seperti kebanyakan orang. Tapi ketika gw memilih lagu perjuangan, kebanyakan orang disekitar gw tidak menyukai hal itu. Mungkin cara memperjuangkan sesuatu yang gw anggap benar itu salah, atau gw terlalu radikal dalam memperjuangkannya. Semakin gw memilih lagu perjuangan ini, semakin gw merasa sendiri di dunia ini. Semuanya menghilang, teman-teman, masa depan, bahkan kenangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Hal ini begitu menyakitkan dan membingungkan buat gw. Terkadang ingin rasanya menyakiti diri sendiri karena gw udah muak dengan rasa sakit dan bingung gw ini. Menangis. Ingin sekali rasanya melakukan itu. Tapi aku cuma bisa pergi kebukit yang tinggi dan melihat pemandangan kota. Merenung disana. Dan bermelankolis disana. Menanti dan terus berjalan. Berharap ada seseorang yang datang memberikan ku sebuah jawaban.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"I'm an idealist. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:courier new;" &gt;I don't know where i'm going, but i'm on my way."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:courier new;" &gt;kata-kata ku adalah kebisuan yang terkekang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:courier new;" &gt;hingga kebisuan itu sirna ditelan hening malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Apa Guna-Wiji Thukul</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2009/02/apa-guna-wiji-thukul.html</link><category>selingan</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Thu, 12 Feb 2009 13:53:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-2893396166325373096</guid><description>&lt;blockquote&gt;. . .&lt;br /&gt;    apa guna punya ilmu tinggi&lt;br /&gt;    kalau hanya untuk mengibuli&lt;br /&gt;    apa guna banyak baca buku&lt;br /&gt;    kalau mulut kau bungkam melulu&lt;br /&gt;    di mana-mana moncong senjata&lt;br /&gt;    berdiri gagah kongkalikong&lt;br /&gt;    dengan kaum cukong . . .&lt;/blockquote&gt;Syair ini dinyanyikan oleh &lt;a href="http://www.budaya.org/"&gt;sanggar satu bumi&lt;/a&gt;. mungkin banyak yang belum mendengar lagu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="width:300px;"&gt;&lt;object width="300" height="110"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/EJ43T3UKFj/aus=false/"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/EJ43T3UKFj/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="110" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div style="background-color:#E6E6E6;padding:1px;"&gt;&lt;div style="float:left;padding:4px 4px 0 0;"&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/"&gt;&lt;img src="http://www.imeem.com/embedsearch/E6E6E6/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;form method="post" action="http://www.imeem.com/embedsearch/" style="margin:0;padding:0;"&gt;&lt;input type="text" name="EmbedSearchBox"&gt;&lt;input type="submit" value="Search" style="font-size:12px;"&gt;&lt;div style="padding-top:3px;"&gt;&lt;a href="http://ads.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=0&amp;amp;ek=EJ43T3UKFj"&gt;&lt;img src="http://ads.imeem.com/ads/bannerad/152/10/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://ads.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=1&amp;amp;ek=EJ43T3UKFj"&gt;&lt;img src="http://ads.imeem.com/ads/bannerad/153/10/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://ads.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=2&amp;amp;ek=EJ43T3UKFj"&gt;&lt;img src="http://ads.imeem.com/ads/bannerad/154/10/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://ads.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=3&amp;amp;ek=EJ43T3UKFj"&gt;&lt;img src="http://ads.imeem.com/ads/bannerad/155/10/EJ43T3UKFj/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/people/2oFDDKN/music/ST2B_vGA/sanggar_satu_bumi_apa_gunawiji_thukul/"&gt;Apa Guna-Wiji Thukul - Sanggar Satu Bumi&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>berduka atas musibah saat kaderisasi IMG ITB</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2009/02/berduka-atas-musibah-saat-kaderisasi.html</link><category>our day</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Tue, 10 Feb 2009 14:10:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-274183644341236981</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saya turut berduka atas musibah saat kaderisasi IMG ITB. Tapi menurut saya, panitia itu pasti telah berusaha menjalankan segala bentuk sesuai dengan prosedur yang berlaku. Yang sangat saya sesalkan disini, kenapa sesuatu yang bersifat 'kecelakaan' ini sangat di gembar-gemborkan media. Sedangkan hal-hal besar yang menyangkut nyawa banyak orang seperti "kasus korupsi jaman dulu yang sampai saat ini tidak disentuh, dan para pelakunya masih berleha-leha dirumahnya." tidak segembar-gembor ini diberitakan oleh media, atau bahkan masyarakat tidak terlalu antusias dalam menanggapinya. Padahal hal seperti itu jauh banyak memakan korban di bangsa kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;regards&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov sumanta malsad&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>apa yang akan kalian lakukan jika jadi presiden?</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2009/02/apa-yang-akan-kalian-lakukan-jika-jadi.html</link><category>selingan</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Sun, 1 Feb 2009 10:26:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-4285868314752686252</guid><description>Mungkin ini hanya sebuah aplikasi game di facebook, tp cukup menarik..&lt;br /&gt;mari kita liat hasilnya..&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;The Democratic Republic of Indonesian Socialism is dictated by Ruler &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1388591206" onclick="(new Image()).src = '/ajax/ct.php?app_id=7219203953&amp;amp;action_type=3&amp;amp;post_form_id=02077f9b722f51d80eadc2d3b0de9c45&amp;amp;position=3&amp;amp;' + Math.random();return true;"&gt;Gredinov Sumanta Malsad&lt;/a&gt;. A nation-wide game of 'King of the Mountain' has been adopted as the new electoral system. The people of Indonesian Socialism are so technologically advanced that each citizen does not physically go to work, but simply thinks of his/her office space and it materializes in whatever physical space they currently occupy. All citizens are afforded the right to free health care and the medical community frequently sponsors seminars on healthy living and dieting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Crime is non-existent due to the constant vigilance of a well organized policing force which exclusively uses capital punishment against all violators of the law. Indonesian Socialism has great pride in its powerful military force which does not hesitate to reprimand any violation of the law publicly and with unusually excessive force. Religious practice and public observances are allowed, but no policies may be created to advance any given expression of religious thought. In Indonesian Socialism, learning is held to the highest of virtues and any citizen may take free classes to further their education.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The citizens of Indonesian Socialism are so environmentally conscious they live entirely on the three day old droppings of vegetarian animals. Corporations are allowed to make decisions outside the control of the government given they pay and 'Independent Practices Tax' and report all dealings to a specified government official for quality assurance purposes, and citizens of Indonesian Socialism enjoy any freedom they deem appropriate, given it does not infringe upon the freedoms of any other citizen or offend any other citizen in practice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Recent News in Indonesian Socialism&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesian Socialism's military showed their love for wildlife today when two brigades were dispatched to save a beached whale.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Several members of Gredinov Sumanta Malsad's inner circle of advisors have died suddenly in unexplained freak accidents. In other news, an ongoing investigation of alleged government involvement in a break-in at the headquarters of the opposition party has been suspended indefinitely for lack of witnesses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A quickly spreading disease has plagued Indonesian Socialism and Gredinov Sumanta Malsad has quarantined all infected citizens for treatment and has forced immunization on all uninfected citizens!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When asked to pass legislation on same-sex marriage, Gredinov Sumanta Malsad reminds the citizens that marriage is a religious institution and asks them to take it up with their religious leaders, but civil unions are upheld as binding between two members of the same sex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When parents begin allowing their children to roam retail shops unchecked in Indonesian Socialism, Gredinov Sumanta Malsad instills a curfew which does not permit minors to be unattended after 7 pm!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sales of recreational watercraft plummet after Gredinov Sumanta Malsad declares that all boats must file their sailing routes 24 hours before departure and any craft caught not on it's approved course will be destroyed to curb piracy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad declare that Saturday is to be a "Day of Rest" for those citizens who seek time to practice their religious beliefs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When Indonesian Socialism sees an increase in shoplifting, Gredinov Sumanta Malsad uses government money to help install security cameras in businesses who do not already have them!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad outlaws outdated light bulbs in Indonesian Socialism and will only allow energy efficient bulbs to be used by the citizenship.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widows and widowers struggling to pay their bills were told today that their work week would be extended to allow them the opportunity to make more money!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When the influenza vaccine runs low in Indonesian Socialism, Gredinov Sumanta Malsad makes sure that each government official receives the medication and then sells what is left to the infirmed and elderly of the country!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When lawn care chemicals used in Indonesian Socialism were found to be harmful, Gredinov Sumanta Malsad promotes using fertilizers produced from compost which are much more environmentally friendly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When a marvelous wine made in Indonesian Socialism is found to be illegal due to the way in which the wine is produced, Gredinov Sumanta Malsad turns a deaf ear to the problem and takes no action, knowing that the wine is good for international acclaim and recognition!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leash laws were passed today and the institution of an animal pound was founded to control the rising population of vicious animals in Indonesian Socialism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The press sharply criticized Gredinov Sumanta Malsad today when a new international survey suggested that Indonesian Socialism lags behind its international peers in journalistic freedom. In a press conference, Gredinov Sumanta Malsad quipped, �The fact that these criticisms of supposed censorship were splashed across the front page is actually quite ironic.�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Following complaints by a small religious group, restaurants in Indonesian Socialism now contain a "meat-eater" and a "non-meat-eater" section. The only way to get a reservation in the more exclusive restaurants in Indonesian Socialism is to order a salad as a main course, and pay the same price as you would for a steak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A seven week stand off with Butterburnia ended today after Frank Butterbur ate his last Spam on Twinkie sandwich and rescinded his claims of independence from Indonesian Socialism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When an increase number of teenagers in Indonesian Socialism are found to suffer from eating disorders, Gredinov Sumanta Malsad hires a brigade of young people to walk around and compliment people on the streets to try and help raise self esteem!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad announced today that in light of consistently increasing gasoline prices in Indonesian Socialism, the government has started to research vehicles which require less gasoline to operate!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A newly commissioned "Safety Patrol Vehicle" was found broken down on the side of the highway today, and the driver said he had to wait for 17 hours until help finally arrived!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When soaring costs of jet fuel make air travel in Indonesian Socialism too expensive, Gredinov Sumanta Malsad gives airlines some tax breaks to help keep plane tickets affordable!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Johny Russetsion, son of Jim Russetsion, one of Gredinov Sumanta Malsad's most trusted advisers, was sentenced to six months in jail when caught driving drunk last night! Jim Russetsion announced his resignation today and stated that things had become, "rocky between myself and Gredinov Sumanta Malsad".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The government has approved the funds to research alternative fuel sources which will be less hazardous to the environment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad announces today that a black-tie charity ball will be held for orphanages operating in Indonesian Socialism, and the government is sending out invitations to the nation's wealthy to remind them to be generous with their contributions!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad has been implicated in an assassination attempt against Warlord Ivan Knut after the Malosian Department of Internal Revenue, across the street from the royal palace, was blown up just after Warlord Knut made threatening remarks against Indonesian Socialism!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When radioactive ore is found in a local marble quarry, the government uses the source of energy to research nuclear power and have opened the nation's first nuclear power plant!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad passes laws today banning all foreign foods from being imported and sold in Indonesian Socialism. In related news, local farmers have joined the ranks of the wealthiest 1% in Indonesian Socialism!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad announces today that both parents are integral parts of the development of their children, and as such has forced companies in Indonesian Socialism to offer paid maternity for both women and men expecting new babies!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When scientists explain that learning more about Outer Space could help us learn more about Earth, Gredinov Sumanta Malsad increases the government funding toward the National Space Program!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parents in Indonesian Socialism complain that the popular music idolizes a generation of drug users, pimps and gang violence, so the government has created the National Music Monitoring Organization to censor lyrics which are found to be grossly inappropriate!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad ignores calls for cut-backs into alternative research. Out of the billions invested in the past few years the only useable pieces of research developed in Indonesian Socialism are the edible post-it note and bagless vacuum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When a hotel being built in Indonesian Socialism was found to be funded by a mob family, Gredinov Sumanta Malsad stepped in and shut down the construction, stating that no organized crime will be tolerated in Indonesian Socialism!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Super-human soldiers resembling Gredinov Sumanta Malsad were created to defend the nation from potential alien attacks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When secondhand smoke becomes a health issue in Indonesian Socialism, Gredinov Sumanta Malsad forces the smokers outside and bans the practice of smoking inside public establishments!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citizens in Indonesian Socialism are urged to plant more vegetation when Gredinov Sumanta Malsad confesses to the country that a chipmunk recently explained that it is the right time for things to grow!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terrorists in Indonesian Socialism have been thwarted, and Gredinov Sumanta Malsad has handed them over to the judicial system so that a fair trial can be arranged.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad announces today that the National Pride Parade is still on track for next week and that the government has done EVERYTHING to ensure that it is a peaceful and safe event!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citizens in Indonesian Socialism received packages of sunscreen and a pair of sunglasses today courtesy of Gredinov Sumanta Malsad to help raise awareness of UV Ray protection!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesian Socialism has woken up to the smell of rotting trash for the past week when garbage collectors go on strike but the garbage companies refuse to meet the strikers' demands!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When two medical schools in Indonesian Socialism are in conflict on findings of nutritional choices and infant mortality rates, Gredinov Sumanta Malsad forces the two schools to sit down and find an answer, resulting in a three year argument which has cost the schools millions in research!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad agrees to pay for new computers to be put in all the schools in Indonesian Socialism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad begins research on more efficient exhaust systems for personal vehicles in Indonesian Socialism when air quality becomes a serious concern!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The government has asked entrepreneurs in Indonesian Socialism to open rest stops on the country's major roadways to help spur tourism! Many have taken to the idea, but others are deterred due to the high start-up costs associated with such a venture.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When loud commercials aired on television in Indonesian Socialism begin to bother citizens, Gredinov Sumanta Malsad intervenes and forces the stations to regulate commercial volume which is allowing many partners to get a good night sleep as their significant other finishes watching that late night sporting event!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When some citizens in Indonesian Socialism decided that 11pm was the perfect time to mow their lawns, Gredinov Sumanta Malsad institutes a Noise Ordinance to keep people in line!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad has appropriated money from the orphan fund toward buying televisions for prisoners serving life sentences in Indonesian Socialism!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad starts the first government-run casino in Indonesian Socialism which features a wide array of table games, but a hefty tax on all winnings.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When Animal Rights activists complain that cosmetic companies are abusing animals to test their products, Gredinov Sumanta Malsad orders them to explore other testing methods for their products. In unrelated news, many Venus flytraps wearing this season's hottest lipgloss have been spotted throughout some of Indonesian Socialism's forests.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Criminal Rehabilitation Centers" have replaced prisons in Indonesian Socialism when it became evident that the criminal punishment methods in place were not reducing the number of crimes committed in the nation!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"If you gotta go, then you gotta go", is the slogan of the week here in Indonesian Socialism, when Gredinov Sumanta Malsad authorizes government funds to be put towards installing public restrooms throughout the country!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When Gredinov Sumanta Malsad learns that on the whole, the citizens of Indonesian Socialism struggle with dental hygiene, educational programs were immediately set up to teach children how to properly brush their teeth!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After a serious chemical accident in a government lab resulted in the release of a deadly toxin, Gredinov Sumanta Malsad enacted strict new safety standards to ensure that peaceful research can proceed without further danger. In light of the tragedy, Indonesian Socialism has released a new policy statement denouncing chemical weapons.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When the streets in Indonesian Socialism run brown with the stench of sewage, Gredinov Sumanta Malsad immediately dumps government funds into researching means to update the national sewer system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad has opened the public coffers to give the people of Indonesian Socialism a chance to express and share their opinions on a new public TV network!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When steep wheat prices in Indonesian Socialism force cereal makers to stop placing prizes in the boxes, Gredinov Sumanta Malsad uses the opportunity to "educate" the people with government sponsored toys.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today marks the beginning of hunting season, and all shops in Indonesian Socialism are closed when Gredinov Sumanta Malsad declares that work is optional on opening day of hunting season!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. I. Smitle was released from his position on Gredinov Sumanta Malsad's advisory board today, when he was discovered sleeping with a government intern in the broom closet of the capitol!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad places all citizens of Indonesian Socialism on a diet and exercise routine to combat rising statistics of heart disease.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A new android soldier has been created in Indonesian Socialism to help keep the peace and strengthen the national military force. Many are upset, however, that there is less need for actual people to work in light of the new robots!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad passes laws today which allow musicians to maintain the rights to their own music.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesian Socialism's most trusted general was seen today carrying a large sack with a dollar sign on the side of it as he made his way from the wealthy neighborhoods to a meeting with Gredinov Sumanta Malsad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad declares martial law today when local police forces could not catch the culprit of recent murders plaguing Indonesian Socialism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The World Golfing Organization held the championship tournament in Indonesian Socialism this past weekend, but were very disappointed. The course that was chose to be the tournament site only had 16 holes and the citizens from Indonesian Socialism who were in attendance broke out in a drunken brawl at one point!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today Gredinov Sumanta Malsad officially announces the creation of the Coalition of Street Walkers in Indonesian Socialism. This coalition funds boy scouts to walk elderly women across the street which the nation hopes will lessen congestion during rush-hour traffic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When a local manufacturer produces a toy which is potentially harmful for children, Gredinov Sumanta Malsad takes advantage of the situation and institutes a new "Unsafe Practices Fine" which forces companies to pay dearly for manufacturing mistakes!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The decaying areas of Indonesian Socialism have now become, due to proper legislation, a shinning example of modern urban areas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad has declared the use of marijuana immoral and supports the substance to be illegal in Indonesian Socialism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After an embarrassing, and expensive spectacle, Gredinov Sumanta Malsad informs Indonesian Socialism that the increase in UFO sightings are due to a rogue communication satellite.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Productivity in Indonesian Socialism is at an all time low after Gredinov Sumanta Malsad mandated 15 minute coffee breaks every hour. In addition to work time wasted on the new breaks, workers are twitching uncontrollably and are generally useless at the end of the day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The population of Indonesian Socialism explodes only to weigh down its budding economy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad has agreed to be the voice of the cartoon character "Lil' Leader" in the show "Bad Decisions", airing this fall on the NTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Grey Panther, a notorious bank robber, fled Indonesian Socialism with police hot on his trail. In other news, an anonymous cash donation was made to a government official last night around 12 midnight at the Saint Pascal Pier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When an oil tanker spills thousands of tons of crude oil in the waters near Indonesian Socialism, Gredinov Sumanta Malsad starts a cleanup initiative even though the spill was technically not in national waters!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In response to the recent surge of underground fighting clubs, Gredinov Sumanta Malsad has created a government committee to investigate the matter and has put several hundred suspects on trail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. Fraunsworth, an adviser to Gredinov Sumanta Malsad, announces to the nation today that he has sworn an oath of loyalty to Gredinov Sumanta Malsad and to Indonesian Socialism and asks the nation to hold him accountable to his oath!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A silver-medalist diver from a neighboring nation has recently disappeared when he accused the gold-medalist, a diver for Indonesian Socialism, of abusing banned substances.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earlier today, a city on the coast of Indonesian Socialism was devistated by an attack from a submarine which slipped past naval defenses!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When prisoners begin to line the halls in Indonesian Socialism's county jails, Gredinov Sumanta Malsad gives the order to expand the existing facilities to accommodate all the offenders!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Schirley of the National University of Indonesian Socialism was fired today when the board of directors for the university met and found his new class on sexuality to be inappropriate, which many speculate is actually the feelings of the paying parents!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad drives a local manufacturing plant to close when a they start a class-action lawsuit against the company for leaking chemicals into a small town's water supply.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad announces today that government funding will go towards daycare programs to aid households in which all the adults work outside the home!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Police in Indonesian Socialism have begun beating street performers at will while the government has done nothing to stop the madness! In related news, the sidewalks do seem to be much less cluttered.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When some of Gredinov Sumanta Malsad's advisers retire from their positions, the most qualified citizens are sought out and appointed to fill the newly vacant posts!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad agrees to provide funding for an ally nation to research technological advancements in chemical warfare with the understanding that Indonesian Socialism will have access to information on all discoveries made!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When businesses in Indonesian Socialism had no sprinkler systems and were found to be below fire code standards, Gredinov Sumanta Malsad used government funding to install the needed sprinkler systems!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After receiving complaints about the high tariffs in Indonesian Socialism, citizens were instructed to toss all foreign goods into the harbors. Although the foreign companies learned not to complain to Gredinov Sumanta Malsad, many citizens question if the act was worth the ecological damage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad has replaced all the nation's medical administration staff with government officials to ensure the quality of care for patients.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In hopes to promote education, Gredinov Sumanta Malsad announced today that the government will start providing monetary assistance to those citizens who choose to go back and obtain advanced degrees from colleges and universities in Indonesian Socialism!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When FREE ROAM, a rambling association, complains that landowners in Indonesian Socialism are barricading traditional rights of way across property, Gredinov Sumanta Malsad offers landowners government subsidies in exchange for allowing ramblers free access to rights of way across their land. The landowners use 5% of the proceeds to plant large trees which loom intimidatingly on either side of the routes, so as to deter most tourists from actually visiting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When bad blizzards catch Indonesian Socialism unprepared and cripple transportation, Gredinov Sumanta Malsad invests in new snow plows to help keep things manageable!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gredinov Sumanta Malsad has enforced tax reform which takes from the rich and gives to the poor.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hasilnya jika saya mengambil keputusan seperti diatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;score (-100 sampai 100)&lt;br /&gt;&lt;table style="margin: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding: 25px; text-align: center;"&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;Political Freedom&lt;/div&gt;&lt;div class="border" style="margin: 5px auto; height: 10px; width: 201px;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;-87.94&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 25px; text-align: center;"&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;Economic Freedom&lt;/div&gt;&lt;div class="border" style="margin: 5px auto; height: 10px; width: 201px;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;+36.66&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding: 25px; text-align: center;"&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;Social Freedom&lt;/div&gt;&lt;div class="border" style="margin: 5px auto; height: 10px; width: 201px;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;+98.73&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 25px; text-align: center;"&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;Religious Freedom&lt;/div&gt;&lt;div class="border" style="margin: 5px auto; height: 10px; width: 201px;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;+61.32&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding: 25px; text-align: center;"&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;Environment&lt;/div&gt;&lt;div class="border" style="margin: 5px auto; height: 10px; width: 201px;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;+92.86&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 25px; text-align: center;"&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;Crime Control&lt;/div&gt;&lt;div class="border" style="margin: 5px auto; height: 10px; width: 201px;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;+98.42&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding: 25px; text-align: center;"&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;Technology&lt;/div&gt;&lt;div class="border" style="margin: 5px auto; height: 10px; width: 201px;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;+99.53&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 25px; text-align: center;"&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;Education&lt;/div&gt;&lt;div class="border" style="margin: 5px auto; height: 10px; width: 201px;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;+99.18&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" style="padding: 25px; text-align: center;"&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;Health&lt;/div&gt;&lt;div class="border" style="margin: 5px auto; height: 10px; width: 201px;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;+98.73&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" style="border-top: 1px solid rgb(204, 204, 204); height: 1px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding: 25px; text-align: center;"&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;Population Growth&lt;/div&gt;&lt;div class="border" style="margin: 5px auto; height: 10px; width: 201px;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;+97.53&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 25px; text-align: center;"&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;Military Strength&lt;/div&gt;&lt;div class="border" style="margin: 5px auto; height: 10px; width: 201px;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;+99.44&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding: 25px; text-align: center;"&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;Citizen Wealth&lt;/div&gt;&lt;div class="border" style="margin: 5px auto; height: 10px; width: 201px;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;+91.72&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 25px; text-align: center;"&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;Government Wealth&lt;/div&gt;&lt;div class="border" style="margin: 5px auto; height: 10px; width: 201px;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;-99.68&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding: 25px; text-align: center;"&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;Employment Index&lt;/div&gt;&lt;div class="border" style="margin: 5px auto; height: 10px; width: 201px;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;+97.68&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 25px; text-align: center;"&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;Happiness&lt;/div&gt;&lt;div class="border" style="margin: 5px auto; height: 10px; width: 201px;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="subtitle" style="padding-bottom: 0pt;"&gt;+98.57&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>gaza dan kemanusiaan</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2009/01/gaza-dan-kemanusiaan.html</link><category>our day</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Tue, 20 Jan 2009 17:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-4307902518272849195</guid><description>&lt;blockquote&gt;saat langit dan awan menjadi hitam&lt;br /&gt;malam pun menjadi siang&lt;br /&gt;gedung-gedung menjadi puing berserakan&lt;br /&gt;semua luluh lantah menjadi tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika harta telah sirna&lt;br /&gt;ketika nyawa telah melayang&lt;br /&gt;apalagi yang kita punya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kita bersenang-senang&lt;br /&gt;diseberang sana jeritan terdengar&lt;br /&gt;ledakan rudal menjadi kesenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika musik menjadi penghibur kita&lt;br /&gt;jauh disana, tangisan pilu terdengar&lt;br /&gt;hanya tangisanlah menjadi penghibur hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kita sibuk dengan hari kita&lt;br /&gt;ketika kita sibuk mau gaul kemana kita&lt;br /&gt;ketika kita sibuk mau belajar apa kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka disana sibuk menggotong mayat!&lt;br /&gt;mayat sodara mereka,&lt;br /&gt;mayat teman mereka...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya menonton lah kerjaan kita..&lt;br /&gt;hanya berdoa lah kerjaan kita..&lt;br /&gt;maka mereka akan tetap mati disana..&lt;/blockquote&gt;Buat tragedi kemanusiaan yang menyakitkan di Gaza sana.. Dengan alasan apa pun, itu tetap lah pembunuhan.. Dan kini, bangsa ini, negara ini... dulu pun pernah mengalami hal yang serupa.. Tapi apa yang dilakukan oleh bangsa ini?</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tuhan</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2008/12/tuhan.html</link><category>selingan</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Mon, 29 Dec 2008 02:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-7909668615016003353</guid><description>segala puji disembahkan umat kepadamu&lt;br /&gt;tapi mata mereka terbutakan.&lt;br /&gt;tidak melihat segala penindasan saudara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segala lantunan indah menyebut nama mu tuhan.&lt;br /&gt;tapi telinga mereka tertulikan&lt;br /&gt;tidak mendengar segala jerit tangis saudara mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidakkah pernah kau sentil hati umat mu tuhan.&lt;br /&gt;agar tersentuh atas penderitaan sesama umatnya.&lt;br /&gt;atau kah hati umat mu ini yang sudah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehingga agama mu, hanya sebagai pencuci dosa.&lt;br /&gt;menjadi alasan agar terhindar panas api neraka.&lt;br /&gt;tuhan tuhan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika umat mu tidak seperti kau inginkan..&lt;br /&gt;ubahlah mereka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika umat mu tidak mau berubah..&lt;br /&gt;maka musnahkanlah mereka..</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kehidupan, Kematian</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2008/12/kehidupan-kematian.html</link><category>my day</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Mon, 8 Dec 2008 02:19:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-8435260221195718156</guid><description>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kehidupan, Kematian..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Bukankah itu pasti didapat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Kenapa kita harus menyesal?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Kehidupan, kematian..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Bukankah itu hal yang wajar?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Kenapa kita musti khawatir?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Kehidupan, Kematian..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Bukankah itu inti dari dunia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Kenapa kita musti takut?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Kehidupan, kematian..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Bukan sebuah awal dan akhir..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Kenapa kita musti ragu menjalaninya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Nb : tulisan ini aku persembahkan kepada almarhum Hj. Basri Tamim yang telah berpulang dari sebuah persinggahan yang bernama bumi ini pada tanggal 07 Desember 2008 jam 14.00. Beliau adalah kakek saya yang memberikan banyak masukan kepada saya. Semoga perjalanan beliau di bumi ini akan selalu dikenang oleh para sahabat, dan sanak saudara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Surat Keputusan Bersama 4 Menteri</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2008/11/surat-keputusan-bersama-4-menteri.html</link><category>our day</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Tue, 25 Nov 2008 23:08:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-3132235940527392629</guid><description>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMG%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pasti diantara kita semua banyak yang tidak mengerti apakah itu Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang Pemeliharaan Momentum Pertumbuhan Ekonomi Nasional Dalam Mengantisipasi Perkembangan Perekonomian Global. Sebenarnya kalau kita lihat dengan kacamata orang awam, SKB ini terlihat sebagai bentuk antisipasi pemerintah terhadapa kondisi ekonomi global yang sedang mengalami resesi, tapi SKB ini sangatlah tidak masuk akal kalau menurut saya pribadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mari kita lihat di bawah ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pasal 3 menyebutkan, &lt;em&gt;Gubernur dalam menetapkan upah minimum mengupayakan agar tidak melebihi pertumbuhan ekonomi nasional&lt;/em&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jika kita garis bawahi, disana dituliskan agar penetapan upah minimum agar tidak melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. Sebelum kita bahas lebih lanjut, marilah kita cari tau dulu apakah itu pertumbuhan ekonomi. Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah &lt;b style=""&gt;proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional&lt;/b&gt;. Faktor ekonomi yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau kewirausahaan. Sedangkan yang dimaksud dengan &lt;b&gt;Pendapatan nasional&lt;/b&gt; adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi selama satu tahun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jadi, pendapat nasional sangat tergantung oleh yang namanya RTK, yaitu pendapat per rumah tangga. Pendapatan per rumah tangga itu bisa kita katakan sebagai jumlah pendapat perkapita anggota keluarga yang berada didalam suatu keluarga. Sedangkan yang dimaksud pendapatan perseorangan adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jika upah minimum disarankan untuk tidak melebihi pertumbuhan ekonomi nasional, menurut saya itu sangatlah salah. Dikarenakan dengan banyaknya pendapatan yang dihasilkan buruh, secara tidak langsung itu akan menunjang pertumbuhan ekonomi nasional kita. Sekarang, permasalahan disini adalah kebanyakan dari perusahaan itu kesulitan dalam menjual barang hasil produksi mereka. Kenapa? Karena kebanyakan perusahaan itu mengekspor hasil produksi mereka ke luar negeri. Sekarang, kenapa tidak kita buat sebuah perekonomian yang berputar didalam negeri ini? Negeri ini butuh apa, yang silahkan buat dan jual di dalam negeri. Dengan seperti ini, kita tidak perlu pusing-pusing karena barang hasil produksi kita tidak di terima oleh negara luar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;NB : Kenapa yah mahasiswa dikit yang peduli dengan SKB 4 menteri ini?? Atau karena mereka bukan dari kaum buruh ya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>sajak kecil tentang cinta</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2008/11/sajak-kecil-tentang-cinta.html</link><category>selingan</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Mon, 17 Nov 2008 22:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-1650972086010050568</guid><description>&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;mencintai angin harus menjadi siut&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;mencintai air harus menjadi ricik&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;mencintai gunung harus menjadi terjal&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;mencintai api harus menjadi jilat&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;mencintai cakrawala harus menebas jarak&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;mencintaiMu(mu) harus menjadi aku&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;-------------------------------------------------------&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>Peresmian HOV (Hands Off Venezuela) Bandung</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2008/11/peresmian-hov-hands-off-venezuela.html</link><category>our day</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Sat, 15 Nov 2008 08:04:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-3381244580456048854</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRSlpFTGMHe5fNcdzRqKnWjNWNIgyD7Ktjq_1ePv575jifnydylTj0uc6XIxN1-539rCuvpIuGuYi8ABwt6EsrYAzxZR03nyEOE99m2ybt_UBU4oD31dCY67zWDrsZ6oWDqRNeib4d-mU/s1600-h/PB110069.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRSlpFTGMHe5fNcdzRqKnWjNWNIgyD7Ktjq_1ePv575jifnydylTj0uc6XIxN1-539rCuvpIuGuYi8ABwt6EsrYAzxZR03nyEOE99m2ybt_UBU4oD31dCY67zWDrsZ6oWDqRNeib4d-mU/s320/PB110069.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268685610746394242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumat, 14 November 2008 pada jam 15.00, bertempat di ruang dua sembilan Campus Center (CC) Barat kampus ITB diadakan diskusi publik dan peresmian HOV (Hands off Venezuela) yang di inisiasi oleh Majalah Ganesha ITB. Acara ini dimulai dengan pembacaan kata sambutan yang dilakukan oleh Feriandri (elektro 2004) sebagai ketua pelaksana sekaligus Pemimpin Umum (PU) Majalah Ganesha ITB (MG-ITB), kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film dokumenter “No Volverán - The Venezuelan Revolution Now”, film ini merupakan film dokumentasi tentang revolusi yang terjadi di venezuela yang dibuat oleh Hands off Venezuela (HOV). Didalam investigasi pembuatan film membawa kita pada masa pemilihan presiden tahun 2006, perjalanan menuju perkampungan kumuh yang bernama barrios, dan beberapa pabrik yang dikontrol secara langsung oleh karyawannya, untuk mencari tahu kenapa disana terjadi pergerakan melawan kapitalisme, apakah sosialisme abad ke 21 itu, dan bagaimana ini merubah kehidupan masyarakat. Setelah pemutaran film kurang lebih selama tiga puluh menit, acara ini dilanjutkan dengan diskusi publik dengan tema “Komparasi demokrasi representatif dan demokrasi partisipatoris”. Diskusi ini di isi oleh dua orang pembicara yaitu Jorge Martin (International Secretary of Hands Off Venezuela) yang didatangkan langsung dari spanyol, dan Agus Wahyuono (Ketua LMND Jabar). Setelah kurang lebih satu setengah jam diskusi berlangsung, acara ini diakhiri dengan peresmian HOV (Hands Off Venezuela) Bandung yang diresmikan oleh koordinator HOV (Hands Off Venezuela) Indonesia. HOV (Hands Off Venezuela) adalah sebuah program kampanye solidaritas jelata yang beroperasi di 30 negara lebih dan telah di mulai sejak tahun 2002 pasca kudeta gagal terhadap pemerintahan chavez dan mengakhiri revolusi bolivarian. Di Indonesia sendiri, HOV (Hands Off Venezuela) sudah dideklarasikan pertama kali pada maret 2008 di Jakarta oleh beberapa organisasi yang bersepakat terhadap prinsip kampanye HOV (Hands Off Venezuela), solidaritas ini kemudia berkembang luas ke beberapa kota lainnya.&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRSlpFTGMHe5fNcdzRqKnWjNWNIgyD7Ktjq_1ePv575jifnydylTj0uc6XIxN1-539rCuvpIuGuYi8ABwt6EsrYAzxZR03nyEOE99m2ybt_UBU4oD31dCY67zWDrsZ6oWDqRNeib4d-mU/s72-c/PB110069.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mimpi yang terbeli</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2008/11/mimpi-yang-terbeli.html</link><category>selingan</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Fri, 14 Nov 2008 21:55:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-6497082639731595023</guid><description>Berjalan di situ...di pusat pertokoan&lt;br /&gt;Melihat-lihat barang-barang yang jenisnya&lt;br /&gt;beraneka ragam&lt;br /&gt;Cari apa di sana....pasti tersedia&lt;br /&gt;Asal uang di kantong cukup&lt;br /&gt;Itu tak ada soal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin membeli..kamu ingin membeli&lt;br /&gt;Kita ingin membeli...semua orang ingin membeli&lt;br /&gt;Apa yang dibeli...mimpi yang terbeli...&lt;br /&gt;Tiada pilihan selain mencuri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan mimpi-mimpi itu kita beli&lt;br /&gt;Sampai nanti sampai habis terjual harga diri&lt;br /&gt;Sampai kapan harga-harga itu melambung tinggi&lt;br /&gt;Sampai nanti sampai kita tak bisa bermimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala produksi ada disini&lt;br /&gt;Menggoda kita tuk memiliki&lt;br /&gt;Hari-hari kita berisi hasutan&lt;br /&gt;Hingga kita tak tau diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat anak kecil mencuri mainan&lt;br /&gt;Yang bergaya tak terjangkau olh bapaknya&lt;br /&gt;Yang maling</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>21 tahun</title><link>http://nurmeinleben.blogspot.com/2008/11/21-tahun.html</link><category>my day</category><author>noreply@blogger.com (Gredinov Sumanta Malsad)</author><pubDate>Sun, 9 Nov 2008 02:55:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6517979884785335879.post-8053195446410915317</guid><description>21 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      sering membuat aku lupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      telah berkurang waktu ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      sering membuat aku lupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      bahwa aku sering melupakan Yang Kuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      terkadang aku tersadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      bahwa aku hanyalah manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      yang terlalu kecil dimata tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      selain tulang dan ruh ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      terkadang aku tersadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      bahwa Tuhan tidak melihat harta dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      melainkan jiwa yang ada bersama tulang ini&lt;br /&gt;21 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      terkadang aku tersadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      bahwa melewatinya tidak lah mudah&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      melainkan menjadi bijak dan dewasa lah jalannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau Einstein menemukan teori relativitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tergantung dalam keadaan apa kita berada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Tuhan telah berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya Akulah yang tahu umur manusia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekular barat berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktu adalah dollar di dalam kantung”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Hasan Al-Bana berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktu adalah pedang, potong atau terpotong”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Alam terus menari dalam simfoninya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Umur manusia didikte olehnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu….. setiap detaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      memakukan kita di persimpangan jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      jalan Tuhan atau jalan setan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 tahun…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      semoga tak melalaikan aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      tuk terus berjalan di jalan-Nya</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item></channel></rss>