<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3400576181160418467</atom:id><lastBuildDate>Wed, 06 Nov 2024 02:56:59 +0000</lastBuildDate><category>Fauna</category><category>Indonesia Ku</category><category>Flora</category><title>Ian untuk Semua</title><description>Blog Sederhana Untuk Kalian Pencinta Alam ian-untuksemua.blogspot.com</description><link>http://ian-untuksemua.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Ian Untuk Semua)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400576181160418467.post-270976863208972558</guid><pubDate>Sat, 26 May 2012 14:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-26T07:12:56.958-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Flora</category><title>Jumlah Spesies Flora di Indonesia</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah spesies tumbuhan atau flora di Indonesia amatlah banyak. Sebagai negara negara megadiversity, kekayaan jumlah spesies flora&amp;nbsp;(tumbuhan) Indonesia tidak perlu diragukan. Diperkirakan di seluruh dunia terdapat 2 jutaan spesies tumbuhan yang telah dikenali dan 60 % dari jumlah tersebut terdapat di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun jumlah pasti berapa banyak tumbuhan di Indonesia hingga kini belum dapat ditentukan. Menurut Mustaid Siregar, Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan LIPI, meskipun Indonesia kaya akan keragaman flora, namun, saat ini baru ada 8.000 jenis yang sudah teridentifikasi. Jumlah tersebut diperkirakan baru 20 persen dari jumlah flora yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal Indonesia tercatat sebagai negara dengan keanekaragam hayati tertinggi di dunia, termasuk dalam jumlah spesies tumbuhan. Beberapa fakta yang bisa saya sajikan di antaranya adalah:&lt;br /&gt;
25% dari jumlah spesies tumbuhan berbunga yang ada di dunia terdapat di Indonesia. Jumlah ini setara dengan 20.000 spesies. Dan sekitar 40% di antaranya merupakan tumbuhan endemik atau asli Indonesia.&lt;br /&gt;
Indonesia memiliki sekitar 4.000 spesies Orchidaceae (anggrek-anggrekan).&lt;br /&gt;
Jumlah jenis tumbuhan berkayu dari famili Dipterocarpacea di Indonesia mencapai 386 spesies.&lt;br /&gt;
Jumlah jenis tumbuhan berkayu dari famili Myrtaceae (Eugenia) dan Moraceae (Ficus) mencapai 500 spesies.&lt;br /&gt;
Jumlah jenis tumbuhan berkayu dari famili Ericaceae mencapai 737 spesies.&lt;br /&gt;
Indonesia memiliki lebih dari 4.000 spesies paku-pakuan.&lt;br /&gt;
Jumlah jenis rotan&amp;nbsp;di Indonesia mencapai 332 spesies.&lt;br /&gt;
Dari 1.200 spesies bambu&amp;nbsp;yang tumbuh di bumi, 122 spesies di antaranya tumbuh di Indonesia.&lt;br /&gt;
Jumlah spesies pohon meranti&amp;nbsp;(Dipterocarpaceae) di Indonesia terbanyak di dunia dengan ebih dari 400 spesies.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img src=&quot;http://alamendah.files.wordpress.com/2011/02/pohon-kapur-dryobalanops-aromatica-2.jpg?w=350&amp;amp;h=467&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak sedikit dari jumlah tumbuhan (flora) di Indonesia tersebut merupakan tumbuhan endemik Indonesia yang tidak dapat ditemukan di negara lain.&lt;br /&gt;
Baru 20% yang teridentifikasi. Sayangnya meskipun Indonesia sangat kaya dengan ragam jenis tumbuhan, namun jumlah spesies yang telah dikenali dan teridentifikasi baru sekitar 20% saja. Ini artinya, masih terdapat 80-an persen jenis tumbuhan di Indonesia yang belum teridentifikasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantaran banyaknnya jenis tumbuhan Indonesia yang belum teridentifikasi menjadikan langkah konservasi terhadap berbagai jenis tumbuhan terasa kurang maksimal. Bahkan pemerintah hanya mampu menyebutkan 58 spesies tumbuhan saja dalam daftar tumbuhan yang dilindungi dalam Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999. Padahal berdasarkan data IUCN Redlist, Indonesia memiliki sedikitnya 397 spesies tumbuhan yang terancam punah. Jumlah tumbuhan Indonesia yang terancam punah tersebut tergolongkan dalam 2 spesies dengan status Extinct In the Wild (Punah di Alam Liar), 115 jenis dengan status Critically Endangered (Kritis), 74 jenis tumbuhan berstatusEndangered (Terancam), dan 206 spesies tumbuhan dengan status Vulnerable (Rentan). Baca; Tanaman (Tumbuhan) Langka Indonesia yang Terancam Punah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataan tentang jumlah spesies tumbuhan (flora) di Indonesia yang amat besar namun baru 20% saja yang telah teridentifikasi padahal memiliki tingkat keterancaman akan kepunahan yang tinggi seharusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk menggalakkan berbagai usaha penelitian dan konservasi flora Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peran Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang salah satunya sebagai pemegang kewenangan ilmiah dalam keanekaragaman hayati di Indonesia tampaknya perlu semakin ditingkatkan. Termasuk pemanfaatan dan penambahan jumlah Kebun Raya sebagai area khusus untuk mempermudah pelaksanaan berbagai penelitian dan konservasi tumbuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan kita semua sama; jangan sampai kita kehilangan berbagai spesies tumbuhan kita, apalagi tumbuhan-tumbuhan yang belum sempat kita kenali.</description><link>http://ian-untuksemua.blogspot.com/2012/05/jumlah-spesies-flora-di-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Ian Untuk Semua)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400576181160418467.post-4138755594934949067</guid><pubDate>Fri, 25 May 2012 05:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-24T22:58:12.103-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fauna</category><title>Spesies endemik pulau jawa yang hampir punah</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;border: 0px; clear: both; font-size: 20px; font-weight: normal; margin: 0.425em 0px; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/pulau-jawa.jpg&quot; style=&quot;border: 0px; color: #0071bb; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-2178&quot; height=&quot;107&quot; src=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/pulau-jawa.jpg?w=300&amp;amp;h=107&quot; style=&quot;border: none; display: block; height: auto; margin: 0px auto; max-width: 98%; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline; width: auto;&quot; title=&quot;Pulau Jawa&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
dibawah ini adalah beberapa&amp;nbsp;&lt;em style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;spesies&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(hewan)&amp;nbsp;&lt;em style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;endemik&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(asli) pulau jawa yang kini status atau keberadaannya&amp;nbsp;&lt;em style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;“endangered”&amp;nbsp;&lt;/em&gt;atau hampir punah, sangatlah penting bagi anda sekalian yang memiliki hobby main ke gunung untuk sedikit mengenal beberapa&amp;nbsp;&lt;em style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;spesies endemik&lt;/em&gt;&amp;nbsp;ini karena siapa tahu anda melihat atau berpapasan dengan beberapa spesies ini karena anda tertarik lalu anda memburunya, tapi dengan melihat web ini semoga anda menjadi sadar bahwa spesies ini mempunyai penting untuk alam kita dan kita patut melestarikan. dan&amp;nbsp;&lt;em style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;species&lt;/em&gt;&amp;nbsp;–&amp;nbsp;&lt;em style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;species&lt;/em&gt;&amp;nbsp;tersebut diantaranya :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Burung Elang Jawa (&lt;em style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Spizaetus bartelsi&lt;/em&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/elang-jawa.jpg&quot; style=&quot;border: 0px; color: #0071bb; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-2168&quot; height=&quot;195&quot; src=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/elang-jawa.jpg?w=300&amp;amp;h=195&quot; style=&quot;border: none; display: block; height: auto; margin: 0px auto; max-width: 98%; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline; width: auto;&quot; title=&quot;Elang Jawa&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Burung Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) adalah hewan&lt;span id=&quot;more-2167&quot; style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;asli pulau jawa yang statusnya hampir punah. elang jawa ini dalam setahun hanya bertelur 2 butir saja dan yang berhasil menetas hanya 1 butir telur saja. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia. IUCN (International Union For Conservation of Nature and Natural Resources) Redlist (Badan konservasi dunia perserikatan bangsa – bangsa) memasukan elang jawa dalam kategori “endangered” atau “genting / terancam punah”.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Macan Tutul Jawa (&lt;em style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Panthera pardus melas&lt;/em&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/macan-tutul-jawa.jpg&quot; style=&quot;border: 0px; color: #0071bb; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-2169&quot; height=&quot;199&quot; src=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/macan-tutul-jawa.jpg?w=300&amp;amp;h=199&quot; style=&quot;border: none; display: block; height: auto; margin: 0px auto; max-width: 98%; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline; width: auto;&quot; title=&quot;Macan Tutul Jawa&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Macan Tutul Jawa menjadi kucing besar terakhir yang tersisa di pulau Jawa setelah punahnya Harimau Jawa. Macan Tutul Jawa merupakan hewan langka yang dilindungi dani menjadi satwa identitas dari provinsi Jawa Barat. Macan Tutul Jawa yang dimasukkan dalam status konservasi “Critically Endangered” ini mempunyai dua variasi yaitu Macan Tutul berwarna terang dan Macan Tutul berwarna hitam yang biasa disebut dengan Macan Kumbang. Meskipun berwarna berbeda, kedua kucing besar ini adalah subspesies yang sama.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Banteng Jawa (&lt;em style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Bos javanicus&lt;/em&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/banteng-jawa.jpg&quot; style=&quot;border: 0px; color: #0071bb; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-2170&quot; height=&quot;210&quot; src=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/banteng-jawa.jpg?w=300&amp;amp;h=210&quot; style=&quot;border: none; display: block; height: auto; margin: 0px auto; max-width: 98%; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline; width: auto;&quot; title=&quot;Banteng Jawa&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Banteng Jawa (Bos javanicus) merupakan satu dari 5 (lima) spesies Banteng yang ada di dunia (satu spesies telah punah), dan Banteng pun sama termasuk hewan yang hampir punah karena popolasinya semakin mengalami penurunan. Oleh IUCN Redlist, Banteng dikategorikan dalam status konservasi “Endangered” atau “Terancam Kepunahan”.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Badak Jawa (&lt;em style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Rhinoceros sondaicus&lt;/em&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/badak-jawa.jpg&quot; style=&quot;border: 0px; color: #0071bb; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-2171&quot; height=&quot;194&quot; src=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/badak-jawa.jpg?w=300&amp;amp;h=194&quot; style=&quot;border: none; display: block; height: auto; margin: 0px auto; max-width: 98%; padding: 0px; vertical-align: baseline; width: auto;&quot; title=&quot;badak jawa&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Badak Jawa adalah salah satu spesies satwa terlangka di dunia yang perkiraan jumlah populasinya tak lebih dari 60 individu di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), dan sekitar delapan individu di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam. Badak Jawa adalah spesies badak yang paling langka diantara lima spesies badak yang ada di dunia dan termasuk dalam Daftar Merah badan konservasi dunia IUCN, yaitu dalam kategori sangat terancam atau critically endangered.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Badak diyakini telah ada sejak jaman tertier (65 juta tahun yang lalu). Seperti halnya Dinosaurus yang telah punah, Badak pada 60 juta tahun yang lalu memiliki 30 jenis banyak mengalami kepunahan. Saat ini hanya tersisa 5 spesies Badak, 2 spesies diantaranya terdapat di Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Owa Jawa (&lt;em style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Hylobates moloch&lt;/em&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/owa-jawa1.jpg&quot; style=&quot;border: 0px; color: #0071bb; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-2174&quot; height=&quot;214&quot; src=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/owa-jawa1.jpg?w=300&amp;amp;h=214&quot; style=&quot;border: none; display: block; height: auto; margin: 0px auto; max-width: 98%; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline; width: auto;&quot; title=&quot;owa jawa&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Owa Jawa (Hylobates moloch) merupakan spesies asli pulau jawa, kera kecil tanpa ekor ini memiliki ciri rambutnya berwarna abu-abu dan memiliki nyanyian yang indah atau teriakan khusus. tubuhnya yang kecil, langsing, dan paling seksi dibanding jenis kera lainnya. dan gerakan owa ini sangat gesit namun sayangnya, Owa Jawa termasuk hewan yang mulai langka dan nyaris punah sehingga oleh IUCN Redlist dikategorikan dalam status konservasi “endangered” (Terancam Punah).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Lutung Jawa (&lt;em style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Trachypithecus auratus&lt;/em&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/lutung-jawa.jpeg&quot; style=&quot;border: 0px; color: #0071bb; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-full wp-image-2172&quot; src=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/lutung-jawa.jpeg?w=604&quot; style=&quot;border: none; display: block; height: auto; margin: 0px auto; max-width: 98%; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline; width: auto;&quot; title=&quot;Lutung Jawa&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Lutung jawa merupakan satwa endemik Indonesia yang hanya bisa dijumpai di pulau Jawa, Bali, Lombok, Palau Sempu dan Nusa Barung. lutung ini memiliki 2 warna rambut yaitu hitam dan merah. Lutung jawa dilindungi sejak tahun 1999, tertulis dalam undang-undang tentang satwa yang dilindungi berdasar SK Menhutbun nomor 733/Kpts-II/1999. International Union For Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) menggolongkan Lutung Jawa sebagai primata yang rentan (vulnerable) terhadap gangguan habitat dan perburuan untuk diperdagangkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Surili&amp;nbsp;&lt;em style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;(Presbytis Comata)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/surili.jpg&quot; style=&quot;border: 0px; color: #0071bb; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-2175&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/surili.jpg?w=239&amp;amp;h=300&quot; style=&quot;border: none; display: block; height: auto; margin: 0px auto; max-width: 98%; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline; width: auto;&quot; title=&quot;Surili&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Surili merupakan&amp;nbsp;&lt;em style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;spesies&lt;/em&gt;&amp;nbsp;yang hanya terdapat di Jawa Barat dan Banten. Surili tersebar di berbagai hutan terutama di kawasan konservasi ( Taman Nasional, Cagar Alam) dan hutan lindung. Surili tersebar mulai dari hutan pantai sampai hutan pegunungan mulai dari 0-2000 mdpl. Satwa ini dilindungi oleh perundang-undangan yang berlaku di Indonesia yaitu berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 301/Kpts/Um/1979 tanggal 5 April 1979, Sk Menteri Kehutanan No.301/Kpts-II/1991 tanggal 10 Juni 1991 dan UU No. 5 Tahun 1990.Spesies ini saat ini terdaftar pada IUCN daftar merah spesies yang terancam punah karena kehilangan habitat akibat aktivitas manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Kukang (&lt;em style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Nycticebus coucang&lt;/em&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/kukang.jpg&quot; style=&quot;border: 0px; color: #0071bb; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-2176&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/kukang.jpg?w=205&amp;amp;h=300&quot; style=&quot;border: none; display: block; height: auto; margin: 0px auto; max-width: 98%; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline; width: auto;&quot; title=&quot;Kukang&quot; width=&quot;205&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Kukang atau disebut juga Malu-malu merupakan primata yang gerakannya lambat, dan kukang ini adalah jenis hewan nockturnal (aktif dimalam hari). Di dunia terdapat 14 jenis (spesies) kukang yang 3 diantaranya terdapat di Indonesia. Ketiga jenis kukang yang hidup di Indonesia adalah kukang besar (Nycticebus coucang), kukang jawa (Nycticebus javanicus), dan kukang borneo (Nycticebus menagensis).karena ukurannya yang kecil, imut kukang sering menjadi buruan dan statusnya kini menjadi hampir punah dan dilindungi. Kukang ini merupakan primata endemik Pulau Jawa. Kukang jawa termasuk salah satu primata terlangka dan paling terancam kepunahan, karena itu oleh IUCN Redlist dikategorikan sebagai spesies Endangered.&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Burung Trulek Jawa (&lt;em style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Vanellus macropterus&lt;/em&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/trulek-jawa.jpg&quot; style=&quot;border: 0px; color: #0071bb; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-2177&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://getfreeartikel.files.wordpress.com/2011/09/trulek-jawa.jpg?w=300&amp;amp;h=200&quot; style=&quot;border: none; display: block; height: auto; margin: 0px auto; max-width: 98%; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline; width: auto;&quot; title=&quot;trulek jawa&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;border: 0px; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Burung Trulek Jawa adalah salah satu burung langka yang hanya terdapat (endemik) di Jawa. Burung dari famili Charadriidae ini pada tahun 1994 pernah dinyatakan punah (Extinct) oleh IUCN, namun sejak tahun 2000, statusnya direvisi menjadi “Kritis” (Critically Endangered; CR). Meskipun begitu, hingga kini keberadaan burung Trulek Jawa ini masih misteri antara punah atau belum. Burung yang terancam punah ini sering berada di sekitar daerah berair (tepi sungai, muara sungai, dan rawa) namun tidak menyukai air. Mereka sering terlihat justru sedang bertengger di tempat kering di sekitar lahan basah seperti ranting, bebatuan, dan rerumputan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;sharedaddy sd-rating-enabled sd-like-enabled sd-sharing-enabled&quot; id=&quot;jp-post-flair&quot; style=&quot;border-bottom-left-radius: 0px !important; border-bottom-right-radius: 0px !important; border-top-left-radius: 0px !important; border-top-right-radius: 0px !important; border: 0px; clear: both; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 12px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline; zoom: 1;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;sd-block sd-rating&quot; style=&quot;border-bottom-left-radius: 0px !important; border-bottom-right-radius: 0px !important; border-top-color: rgba(0, 0, 0, 0.125); border-top-left-radius: 0px !important; border-top-right-radius: 0px !important; border-top-style: solid; border-width: 1px 0px 0px; margin: 0px; padding: 10px 0px 5px; vertical-align: baseline; width: 604px; zoom: 1;&quot;&gt;
&lt;h3 class=&quot;sd-title&quot; style=&quot;background-color: white; background-image: none; border: none; clear: both; color: #4e4e4e; float: left; font-size: 12px; line-height: 1; margin: 3px 0px; padding: 0px; position: static; vertical-align: baseline; width: 94px;&quot;&gt;
Rate this:&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;pd-rating&quot; id=&quot;pd_rating_holder_3862313_post_2167&quot; style=&quot;background-color: white; border-bottom-left-radius: 0px !important; border-bottom-right-radius: 0px !important; border-top-left-radius: 0px !important; border-top-right-radius: 0px !important; border: 0px; color: #4e4e4e; display: inline-block; margin: 0px; min-height: 23px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div id=&quot;pd_rate_3862313_post_2167&quot; style=&quot;background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-left-radius: 0px !important; border-bottom-right-radius: 0px !important; border-top-left-radius: 0px !important; border-top-right-radius: 0px !important; border: 0px; float: left; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;br class=&quot;Apple-interchange-newline&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://ian-untuksemua.blogspot.com/2012/05/spesies-endemik-pulau-jawa-yang-hampir.html</link><author>noreply@blogger.com (Ian Untuk Semua)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400576181160418467.post-5528800406315806708</guid><pubDate>Wed, 23 May 2012 08:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-23T01:40:39.138-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Indonesia Ku</category><title>Taman Nasional Way  Kambas</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; border=&quot;0&quot; style=&quot;width: 750px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td width=&quot;365&quot;&gt;&lt;img border=&quot;2&quot; height=&quot;552&quot; src=&quot;http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/image/peta_kambas.jpg&quot; width=&quot;395&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width=&quot;10&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width=&quot;361&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Taman Nasional Way Kambas merupakan perwakilan ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Jenis tumbuhan di taman nasional tersebut antara lain api-api (&lt;em&gt;Avicennia marina&lt;/em&gt;), pidada (&lt;em&gt;Sonneratia&lt;/em&gt;sp.), nipah (&lt;em&gt;Nypa fruticans&lt;/em&gt;), gelam (&lt;em&gt;Melaleuca leucadendron&lt;/em&gt;), salam (&lt;em&gt;Syzygium polyanthum&lt;/em&gt;), rawang (&lt;em&gt;Glochidion borneensis&lt;/em&gt;), ketapang (&lt;em&gt;Terminalia cattapa&lt;/em&gt;), cemara laut (&lt;em&gt;Casuarina equisetifolia&lt;/em&gt;), pandan (&lt;em&gt;Pandanus&amp;nbsp;&lt;/em&gt;sp.), puspa (&lt;em&gt;Schima wallichii&lt;/em&gt;), meranti (&lt;em&gt;Shorea&amp;nbsp;&lt;/em&gt;sp.), minyak (&lt;em&gt;Dipterocarpus gracilis&lt;/em&gt;), dan ramin (&lt;em&gt;Gonystylus bancanus&lt;/em&gt;).&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Taman Nasional Way Kambas memiliki 50 jenis mamalia diantaranya badak Sumatera (&lt;em&gt;Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis&lt;/em&gt;), gajah Sumatera (&lt;em&gt;Elephas maximus sumatranus&lt;/em&gt;), harimau Sumatera (&lt;em&gt;Panthera tigris sumatrae&lt;/em&gt;), tapir (&lt;em&gt;Tapirus indicus&lt;/em&gt;), anjing hutan (&lt;em&gt;Cuon alpinus sumatrensis&lt;/em&gt;), siamang (&lt;em&gt;Hylobates syndactylus syndactylus&lt;/em&gt;); 406 jenis burung diantaranya bebek hutan (&lt;em&gt;Cairina scutulata&lt;/em&gt;), bangau sandang lawe (&lt;em&gt;Ciconia episcopus stormi&lt;/em&gt;), bangau tong-tong (&lt;em&gt;Leptoptilos javanicus&lt;/em&gt;), sempidan biru (&lt;em&gt;Lophura ignita&lt;/em&gt;), kuau (&lt;em&gt;Argusianus argus argus&lt;/em&gt;), pecuk ular (&lt;em&gt;Anhinga melanogaster&lt;/em&gt;); berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan insekta.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; border=&quot;0&quot; style=&quot;width: 750px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; border=&quot;0&quot; style=&quot;width: 750px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td width=&quot;257&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Gajah-gajah liar yang dilatih di Pusat Latihan Gajah (9 km dari pintu gerbang Plang Ijo) dapat dijadikan sebagai gajah tunggang, atraksi, angkutan kayu dan bajak sawah. Pada pusat latihan gajah tersebut, dapat disaksikan pelatih mendidik dan melatih gajah liar, menyaksikan atraksi gajah main bola, menari, berjabat tangan, hormat, mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td width=&quot;10&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width=&quot;478&quot;&gt;&lt;div align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Patroli Gajah di TN Way kambas&quot; border=&quot;4&quot; height=&quot;260&quot; href=&quot;#&quot; src=&quot;http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/image/kambas2.jpg&quot; usemap=&quot;#Map&quot; width=&quot;469&quot; /&gt;&lt;map name=&quot;Map&quot;&gt;&lt;/map&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; border=&quot;0&quot; style=&quot;width: 750px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Pusat latihan gajah ini didirikan pada tahun 1985. Sampai saat ini telah berhasil mendidik dan menjinakan gajah sekitar 290 ekor.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Pusat Latihan Gajah Karangsari. Atraksi gajah. Way Kambas. Untuk kegiatan berkemah.Way Kanan. Penelitian dan penangkaran badak sumatera dengan fasilitas laboratorium alam dan wisma peneliti.Rawa Kali Biru, Rawa Gajah, dan Kuala Kambas. Menyelusuri sungai Way Kanan, pengamatan satwa (bebek hutan, kuntul, rusa, burung migran), padang rumput dan hutan mangrove.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Atraksi budaya di luar taman nasional:&lt;/strong&gt;Festival Krakatau pada bulan Juli di Bandar Lampung.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Musim kunjungan terbaik: bulan Juli s/d September setiap tahunnya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Cara pencapaian lokasi :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Cara pencapaian lokasi: Bandar Lampung-Metro-Way Jepara menggunakan mobil sekitar dua jam (112 km), Branti-Metro-Way Jepara sekitar satu jam 30 menit (100 km), Bakauheni-Panjang-Sribawono-Way Jepara sekitar tiga jam (170 km), Bakauheni-Labuan Meringgai-Way Kambas sekitar dua jam.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; border=&quot;0&quot; style=&quot;width: 750px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;strong&gt;Kantor: Jl. Raya Way Jepara&lt;br /&gt;Labuan Ratu Lama, Lampung&lt;br /&gt;Telp. (0725) 44220&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; border=&quot;0&quot; style=&quot;width: 750px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Dinyatakan Menteri Pertanian, Tahun 1982&lt;br /&gt;
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 14/Menhut- II/1989 dengan luas 130.000 hektar&lt;br /&gt;
Ditetapkan Menteri Kehutanan, SK No. 670/Kpts-II/1999&lt;br /&gt;
dengan luas 125.621,3 hektar&lt;br /&gt;
Letak Kab. Lampung Tengah dan Kab. Lampung&lt;br /&gt;
Timur, Provinsi Lampung&lt;br /&gt;
Temperatur udara 28° - 37° C&lt;br /&gt;
Curah hujan 2.500 - 3.000 mm/tahun&lt;br /&gt;
Ketinggian tempat 0 - 60 m. dpl&lt;br /&gt;
Letak geografis 4°37’ - 5°15’ LS, 106°32’ - 106°52’ BT&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_waykambas.htm&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><link>http://ian-untuksemua.blogspot.com/2012/05/taman-nasional-way-kambas-taman.html</link><author>noreply@blogger.com (Ian Untuk Semua)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400576181160418467.post-5616464712470848593</guid><pubDate>Tue, 22 May 2012 02:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-21T19:19:14.540-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Indonesia Ku</category><title>Pesona Alam Lampung</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi__LK4qMMMGY9PsLBRiqvnwXiIdbYVutDRn5EDND1myYHwPW34X7sqgb-13AQNP0U6Vvy0s6pMZITTOD_utgQWQgeYg31nk9xM2D3ReZDWyS_N38yxXsIT8uq4Xh53spiYxGChlFfHnH4/s1600/9.+way+kambas.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi__LK4qMMMGY9PsLBRiqvnwXiIdbYVutDRn5EDND1myYHwPW34X7sqgb-13AQNP0U6Vvy0s6pMZITTOD_utgQWQgeYg31nk9xM2D3ReZDWyS_N38yxXsIT8uq4Xh53spiYxGChlFfHnH4/s1600/9.+way+kambas.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Provinsi Lampung lahir pada tanggal 18 Maret 1964 dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 3/1964 yang kemudian menjadi Undang-undang Nomor 14 tahun 1964. Sebelum itu Provinsi Lampung merupakan Karesidenan yang tergabung dengan Provinsi Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan luas 35.376,50 km² dan terletak di antara 105°45&#39;-103°48&#39; BT dan 3°45&#39;-6°45&#39; LS, Lampung beribu kotakan Bandar Lampung, yang merupakan gabungan kota kembar Tanjung Karang dan Teluk Betung. Daerah ini di sebelah barat berbatasan dengan Selat Sunda dan di sebelah timur dengan Laut Jawa. Beberapa pulau termasuk dalam wilayah Provinsi Lampung, yang sebagian besar terletak di Teluk Lampung, di antaranya: Pulau Darot, Pulau Legundi, Pulau Tegal, Pulau Sebuku, Pulau Ketagian, Pulau Sebesi, Pulau Poahawang, Pulau Krakatau, Pulau Putus dan Pulau Tabuan. Ada juga Pulau Tampang dan Pulau Pisang di yang masuk ke wilayah Kabupaten Lampung Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan alam Lampung, di sebelah barat dan selatan, di sepanjang pantai merupakan daerah yang berbukit-bukit sebagai sambungan dari jalur Bukit Barisan di Pulau Sumatera. Di tengah-tengah merupakan dataran rendah. Sedangkan ke dekat pantai di sebelah timur, di sepanjang tepi Laut Jawa terus ke utara, merupakan perairan yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampung memiliki total populasi 7.596.115 dengan kepadatan 214,7 /km2. Diisi dengan 25% suku lampung, 62% suku jawa, 9% suku sunda, dan sisanya ada juga suku bali. Agama Islam masih tetap mendominasi dengan 92% dan sisanya diisi dengan 4 agama lain. Untuk bahasa, masyarakat Lampung cukup sering menggunakan bahasa lampung, tetapi tetap saja penggunaan bahasa Indonesia tentu tidak dilupakan. Sering juga dijumpai penggunaan bahasa sunda, jawa, ataupun bali di lampung. Zona waktunya masuk ke dalam WIB. Lampung memiliki 12 kabupaten dengan 2 kota dan 162 kecamatan. Sementara untuk desa, lampung memiliki jumlah sebesar 2.072 desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mata pencaharian masyarakat lampung biasanya masyarakat pesisir lampung kebanyakan nelayan, dan bercocok tanam. sedangkan masyarakat tengah kebanyakan berkebun lada, kopi, cengkeh, kayu manis dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gerbang Sumatera, Lampung juga sangat potensial berkembang berbagai jenis industri. Mulai dari industri kecil (kerajinan) hingga industri besar, terutama di bidang agrobisnis. Industri penambakan udang termasuk salah satu tambak yang terbesar di dunia setelah adanya penggabungan usaha antara Bratasena, Dipasena dan Wachyuni Mandira. Terdapat juga pabrik gula dengan produksi per tahun mencapai 600.000 ton oleh 2 pabrik yaitu Gunung Madu Plantation dan Sugar Group. di tahun 2007 kembali diresmikan pembangunan 1 pabrik gula lagi dibawah PT. Pemuka Sakti Manis Indah (PSMI) yang diproyeksikan akan mulai produksi pada tahun 2008. Industri agribisnis lainnya: ketela (ubi), kelapa sawit, kopi robusta, lada, coklat, kokoa, nata de coco dan lain-lain. Maka ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian dari masyarakat Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepariwisataan prov. Lampung juga tidak dapat disepelekan, Lampung memiliki banyak tempat-tempat indah yang berpotensi besar menjadi aset pariwisata. Di Lampung kita dapat menemukan berbagai jenis pariwisata, pemerintah juga sudah cukup melihat potensi pariwisata yang dimiliki Lampung, sehingga beberapa diantaranya memang telah di kembangkan dan di perkenalkan kepada masyarakat baik asing maupun dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa contoh objek pariwisata di Lampung :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cagar Alam Laut Kepulauan Krakatau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6Ht5gefvhyfLwCh8OmBK-P2UE7JMCKEeklJmXRGfztWfY2d5MQkncbqcGf3QvfTIWa3PeAUxyaNqFrnRmv5ETws0UUQ1vajX-LihTzqKzjONqaa1MfdH81xsjoTBysyExp-OSzmi9vxI/s1600/1.+krakatau.JPG&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6Ht5gefvhyfLwCh8OmBK-P2UE7JMCKEeklJmXRGfztWfY2d5MQkncbqcGf3QvfTIWa3PeAUxyaNqFrnRmv5ETws0UUQ1vajX-LihTzqKzjONqaa1MfdH81xsjoTBysyExp-OSzmi9vxI/s1600/1.+krakatau.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepulauan ini berada di Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, yakni Selat Sunda, diantara Ujung Barat Pulau Jawa dan Ujung Selatan Pulau Sumatera. Kepulauan Krakatau terdiri dari beberapa pulau yaitu Pulau Sertung, Pulau Krakatau Kecil, Pulau Krakatau Besar dan Pulau Anak Krakatau yang masih aktif. Juga terdapat sumber air panas belerang yang dapat untuk mengobati penyakit. Untuk menuju kepulauan ini dapat ditempuh 3 jam perjalanan dari Canti (Lampung) dan 6 jam perjalanan apabila ditempuh melalui Carita (Jabar), semuanya ditempuh dengan kapal motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pantai Merak Blantung/Marina &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlWsZtMJSGpBneZ29ZU5u5XNJr53T4uGszpBU9kXYsXfTQm-4fkCrzQSeUYBvPHyWkuRm7LHDKyBps2dAX_Xx1fRIkHVZTxxt70SrVRPKcj-aFky4JPLFs-GJYm-TB5ft0BHzyoL-Djt0/s1600/2.+pantai+merak.JPG&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlWsZtMJSGpBneZ29ZU5u5XNJr53T4uGszpBU9kXYsXfTQm-4fkCrzQSeUYBvPHyWkuRm7LHDKyBps2dAX_Xx1fRIkHVZTxxt70SrVRPKcj-aFky4JPLFs-GJYm-TB5ft0BHzyoL-Djt0/s320/2.+pantai+merak.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hanya 1 jam berkendaraan berjarak 51 km. Disebelah selatan Bandar Lampung, terletak di tepi teluk kecil yang indah dan alami yaitu Teluk Blantung di dalam kawasan Teluk Lampung. Aktivitas wisata yang ditawarkan disini antara lain perkemahan, memancing, olah raga laut - wind surfing dengan fasilitas cottages, restoran, beach-club, dls-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pantai Wartawan &amp;amp; Gunung Botak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5LQEacxoCwP2RsEV70V8zBZmdz76cob1bI_Sre2ordxvurM97D09GaNGhY2bcWdoSmuoiY9c_xXMXRCYrT6j8g6-irIhMWu_WyetqKMlrvgssgtHpPYYJ6o10OSKD1m-aDlMvOgnU9Xk/s1600/3.+pantai+wartawan+%2526+gunung+botak.JPG&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5LQEacxoCwP2RsEV70V8zBZmdz76cob1bI_Sre2ordxvurM97D09GaNGhY2bcWdoSmuoiY9c_xXMXRCYrT6j8g6-irIhMWu_WyetqKMlrvgssgtHpPYYJ6o10OSKD1m-aDlMvOgnU9Xk/s320/3.+pantai+wartawan+%2526+gunung+botak.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Terletak di tepi selatan jalan lingkar Gunung Rajabasa, 30 menit dari kota Kalianda. Pantai ini merupakan pantai yang ideal untuk mandi dan menikmati panorama pulau-pulau termasuk Krakatau dan alam pegunungan. Sebuah sumber air panas mineral yang bercampur dengan air laut terdapat di kaki bukit sebelah timur pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pulau Condong &amp;amp; Pasir Putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYYJrhaU7yrq3KAHf8o51h0oSdqsRL3FDRAOyXH-gmiwBF84Q2WPj7mj7jnzem6GkP2PEA_NIS1qw0MJE6K493bcKZQTr_LCRQ-r8btV7ZAwgDaA4CvxGVcTGkauJSWs0ZtVyRzpS3AVw/s1600/4.+pulau+condong+pasir+putih.JPG&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYYJrhaU7yrq3KAHf8o51h0oSdqsRL3FDRAOyXH-gmiwBF84Q2WPj7mj7jnzem6GkP2PEA_NIS1qw0MJE6K493bcKZQTr_LCRQ-r8btV7ZAwgDaA4CvxGVcTGkauJSWs0ZtVyRzpS3AVw/s1600/4.+pulau+condong+pasir+putih.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terletak 16 km ke selatan Bandar Lampung di tepi jalan raya Bandar Lampung – Kalianda – Pelabuhan ferry Bakauheni. Pulau Condong merupakan pulau yang ideal untuk mandi, berenang, berjemur diri di sinar matahari. Kios-kios makan, minum tersedia di pantai pasir putih termasuk penyewaan perahu motor untuk menuju Pulau Condong (Pulau Condong Darat, Sulah, Laut) yang hanya memerlukan waktu 10 menit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Air Terjun Way Lalaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9jUoRNkMLEEy1aeF6mHeBt9ZxS-tjE3UOxMVl3pvYzsJMcyvNX5FmwOZ9P3tbvfzQGLaBDXf0gXsSZFTYmubvCBpAJqu4ALf0o8F6DDNCNF1UuRv5wu3P6ESk7yyAy-f2s-LWz0JpO4A/s1600/5.+air+terjun.JPG&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9jUoRNkMLEEy1aeF6mHeBt9ZxS-tjE3UOxMVl3pvYzsJMcyvNX5FmwOZ9P3tbvfzQGLaBDXf0gXsSZFTYmubvCBpAJqu4ALf0o8F6DDNCNF1UuRv5wu3P6ESk7yyAy-f2s-LWz0JpO4A/s1600/5.+air+terjun.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Obyek wisata ini menempati suatu lembah di kaki gunung Tanggamus yang berhawa sejuk dimana terdapat air terjun bertingkat yang jarak satu sama lainnya l.k. 200 m. Air terjun ini merupakan aliran dari sungai Lalaan yang bermuara ke Teluk Semangka. Sebuah tangga semen sepanjang l.k. 100 m menurun menuju lembah dibangun sejak zaman Belanda dahulu kala. Payung-payung peristirahatan, kamar ganti pakaian dan peralatan parkir tersedia bagi pengunjung yang datang. Way Lalaan terletak di sisi jalan raya Bandar Lampung ke Kota Agung 1,5 jam berkendaraan dari Bandar Lampung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Danau Ranau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEit5IPiuSuDlhr8AFYRBRO4JZ42N9amS_NFi4x1stMmwCSTV-Hb1PNY99Ke6or9L-_mvOwg6AL021pgJmn4bI8rNbAnlP4qRkSlayeHcn32iXFuxaAjan6VmQRfUej3XckEmt0TUPLmuMg/s1600/6.+danau+ranau.JPG&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEit5IPiuSuDlhr8AFYRBRO4JZ42N9amS_NFi4x1stMmwCSTV-Hb1PNY99Ke6or9L-_mvOwg6AL021pgJmn4bI8rNbAnlP4qRkSlayeHcn32iXFuxaAjan6VmQRfUej3XckEmt0TUPLmuMg/s1600/6.+danau+ranau.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Danau Ranau merupakan danau alam yang luasnya l.k. 144 km2 dan menjadi batas Propinsi Lampung di bagian utara dengan Sumatera Selatan, 4 jam berkendaraan dari Kotabumi Lampung Utara. Penginapan terdapat di daerah Banding Agung di tepi danau (Pusri, Putri Gunung dan lain-lain). Pada beberapa tepi danau terdapat sumbersumber air panas mineral yang berasal dari kaki gunung Seminung di tepi selatan danau, yang merupakan daerah perkebunan tembakau rakyat zaman Belanda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bendungan Way Rarem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioOgtLTUE8b8EVcQkEt_rES9swmxw-8iLotWFBlAN-6yunbKJ8Vw6an-9H6eGrKCb7pQRCLh4OQvxtVYaimJJ5tD45Wb-KCT_aCOm8zY3NKx0xJ-3HhQT2V8OHQZA5pABUOhZWYppVh3Q/s1600/7.+bendungan+way+rarem.JPG&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioOgtLTUE8b8EVcQkEt_rES9swmxw-8iLotWFBlAN-6yunbKJ8Vw6an-9H6eGrKCb7pQRCLh4OQvxtVYaimJJ5tD45Wb-KCT_aCOm8zY3NKx0xJ-3HhQT2V8OHQZA5pABUOhZWYppVh3Q/s1600/7.+bendungan+way+rarem.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terletak di Desa Pekurun Kecamatan Abung Barat, dengan jarak tempuh dari Ibu Kota Kabupaten (Kotabumi) kurang lebih 16 km dan dari Ibu Kota Provinsi (Bandar Lampung) kurang lebih 116 km. Bendungan Way Rarem memiliki luas 49,20ha dengan genangan air seluas 1.200ha, tinggi bendungan 59m dan kedalaman air 32m , bendungan ini mampu mengairi sawah seluas kurang lebih 22.000ha. Pesona alam yang di berikan melalui Obyek Wisata ini sangat menarik. Hamparan air dengan latar belakang pegunungan yang hijau menyatu bernuansa keindahan dan kesejukan hati bagi setiap pengujung. Karenanya Bendungan Way Rarem merupakan Obyek Wisata andalan bagi Kabupaten Lampung Utara. Bendungan Way Rarem menjanjikan peluang investasi di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Gunung Rajabasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXnP0vFO_EmhFRHBflBU73aKZUwO-Sh-z5KgPjhCQjlqUg3Oawjf-qCcrCOzBA5MRspHy0EEypdy0h9P9miXS-WTOTzFMyD37R-JMtjHlpykSSBMzONM_6H-3WtXDst1JQTJ7_zC0727M/s1600/8.+gungung+rajabasa.JPG&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXnP0vFO_EmhFRHBflBU73aKZUwO-Sh-z5KgPjhCQjlqUg3Oawjf-qCcrCOzBA5MRspHy0EEypdy0h9P9miXS-WTOTzFMyD37R-JMtjHlpykSSBMzONM_6H-3WtXDst1JQTJ7_zC0727M/s1600/8.+gungung+rajabasa.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu kawasan hutan yang cukup banyak menyimpan kekayaan dan keindahan alam. Sumber air panas belerang dan mineral lain yang keluar pada beberapa pantai di kaki gunung sebelah barat daya yang berbatasan dengan garis pantai Teluk Lampung bagian timur. Peninggalan sejarah berupa benteng-benteng pertahanan dan Pahlawan Nasional Raden Intan menentang penjajahan Belanda pada abad XVIII. Suatu jalur jalan melingkar mengelilingi gunung yang dibuat sejak zaman Penjajahan dahulu berawal di Kota Kalianda (Ibukota Lampung Selatan) 51 km selatan Bandar Lampung, melewati daerah bagian selatan yang menyimpan serangkaian atraksi pemandangan laut dan pulau-pulaunya (termasuk Krakatau) serta atraksi wisata yang ada di Teluk Lampung bagian timur tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Taman Nasional Way Kambas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi__LK4qMMMGY9PsLBRiqvnwXiIdbYVutDRn5EDND1myYHwPW34X7sqgb-13AQNP0U6Vvy0s6pMZITTOD_utgQWQgeYg31nk9xM2D3ReZDWyS_N38yxXsIT8uq4Xh53spiYxGChlFfHnH4/s1600/9.+way+kambas.JPG&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi__LK4qMMMGY9PsLBRiqvnwXiIdbYVutDRn5EDND1myYHwPW34X7sqgb-13AQNP0U6Vvy0s6pMZITTOD_utgQWQgeYg31nk9xM2D3ReZDWyS_N38yxXsIT8uq4Xh53spiYxGChlFfHnH4/s1600/9.+way+kambas.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Terletak 80 km dari kota Bandar Lampung yaitu tepatnya di Kabupaten Lampung Timur,&lt;br /&gt;dengan luas 130.000 ha mempunyai keunikan dan daya tarik tersendiri dengan satwa liarnya, seperti Gajah Sumatera, Badak Sumatera, dan juga Harimau Sumatera. Juga merupakan pusat pelatihan gajah yang ada di Indonesia. Dapat juga untuk berekreasi dan pusat penelitian. Ditaman ini pengunjung dapat menikmati atraksi permainan gajah, disamping itu para pengunjung juga dapat menikmati menunggang gajah berkeliling taman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Taman Bumi Kedaton &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBhKOmfPjiSFXB8-ULW6cItCDFaahdQGQGLkNEHeaYpO6BfMxeYwpyFVvU18e41dd3goGFJDpKm5VBWePUaTcsdDFv0MfkhvjpDhgHfSlFheY-Lz_pa9K8HX3tq4MoARCgASD_E0pAYeo/s1600/10.+taman+kedaton.JPG&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBhKOmfPjiSFXB8-ULW6cItCDFaahdQGQGLkNEHeaYpO6BfMxeYwpyFVvU18e41dd3goGFJDpKm5VBWePUaTcsdDFv0MfkhvjpDhgHfSlFheY-Lz_pa9K8HX3tq4MoARCgASD_E0pAYeo/s1600/10.+taman+kedaton.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Disamping Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang terletak di Kabupaten Lampung Timur, saat ini bagi warga yang ingin menunggang gajah, tidak perlu lagi jauh-jauh menempuh perjalanan 80 km dari Bandar Lampung ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur. Pasalnya, sejak akhir tahun 2004 di pinggir Kota Bandar Lampung telah dibuka sebuah taman wisata yang diberi nama Taman Bumi Kedaton. Taman wisata ini lebih mirip kebun binatang karena menghadirkan sejumlah hewan mulai dari gajah sumatera (Elephas maxsimus sumatrensis) yang didatangkan dari Taman Nasional Way Kambas (TNWK), siamang (Symphalangus syndactylus), beruk (Macaca nemestrina), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), ayam hutan (Gallus gallus), elang (Folconidae), biawak (Varanus salvator), dan berbagai jenis ayam dari Cina, Arab, dan Australia. Kehadiran objek wisata ini menjadi salah satu hiburan tersendiri, bukan hanya bagi warga Bandar Lampung, juga warga dari luar kota yang selama ini harus ke TNWK untuk melihat gajah. Pada hari-hari libur di sini juga dipertunjukkan atraksi gajah seperti di TNWK. Lokasi Taman Bumi Kedaton terletak tujuh kilometer dari pusat Kota Bandar Lampung —arah Kampung Sukarame II, Batuputu, Kecamatan Telukbetung Barat, selama perjalanan menuju ke lokasi dapat pula menikmati suasana hutan yang terlihat di kiri kanan jalan menuju ke taman wisata ini. Wilayah yang terletak di dataran tinggi ini juga memberikan panorama tersendiri bagi pengunjungnya dengan melihat sebagian wilayah Bandar Lampung dari jalan yang menanjak dan berliku-liku. Selain itu, perjalanan menuju ke taman wisata ini juga didapati pedagang buah-buahan seperti durian dan pepaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Museum Sai Bumi Ruwa Jurai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR6pfe2KcXwnLfxmSRmFqhZZf6L9ODqA3ywDIxh9XFBwEkv2c8oDL6HQq9t-snQACIi6p9G933rP55vNIrw2EHCXhiGTuoqu9a148DG9gOLP1-UNaGWCkwx4T5iqbDimX1RZuKWc4DsVo/s1600/11.+musium+rawa+jurai.JPG&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR6pfe2KcXwnLfxmSRmFqhZZf6L9ODqA3ywDIxh9XFBwEkv2c8oDL6HQq9t-snQACIi6p9G933rP55vNIrw2EHCXhiGTuoqu9a148DG9gOLP1-UNaGWCkwx4T5iqbDimX1RZuKWc4DsVo/s1600/11.+musium+rawa+jurai.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Museum Lampung adalah salah satu tempat kunjungan wisata sejarah yang dapat digunakan sebagai sarana pendidikan, penelitian, dan rekreasi. Terletak di jalan Z.A. Pagaralam. 5km di sebelah utara pusat kota tanjungkarang dan hanya 400m dari terminal bus Rajabasa. Koleksi yang dapat dijumpai diantaranya adalah benda-benda hasil karya seni, keramik dari negeri siam dan China pada zaman Dinasti Ming, serta stempel dan mata uang kuno pada masa penjajahan Belanda. Koleksi-koleksi tersebut berjumlah 2.893 buah meliputi benda-benda geologi, biologi, etnografi, arkeologis, dan lainnya. Salah satu jenis koleksi yang berkaitan dengan kebudayaan Lampung adalah koleksi etnografika yang memperlihatkan ciri khas etnis tertentu melalui cara pembuatan dan pemakaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Menara Siger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgm-3mZxy1OKJ_MEzHpo9pZ9NvTFs-6pCo8OJiMYAoWsMm-9oFvAW-q7ltvrW_jDMouE2nRfCxA2YV6nEyCx2tfo4LEsHAgJbdSrO0B7wAR4uUyengYhCKhr2zDYTN332LTjKxH216brVo/s1600/12.+menara+siger.JPG&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgm-3mZxy1OKJ_MEzHpo9pZ9NvTFs-6pCo8OJiMYAoWsMm-9oFvAW-q7ltvrW_jDMouE2nRfCxA2YV6nEyCx2tfo4LEsHAgJbdSrO0B7wAR4uUyengYhCKhr2zDYTN332LTjKxH216brVo/s1600/12.+menara+siger.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Merupakan icon Lampung dan sebagai titik nol jalan lintas Sumatera (pintu gerbang Pulau Sumatera). Dengan bentuk architecture crawn yang indah berwarna kuning, menara ini dapat dilihat dari jauh ketika kapal akan berlabuh di Pelabuhan Bakauheni baik pagi maupun malam hari dengan lampu sorot dan sekaligus dijadikan menara lampu oleh kapal-kapal yang akan merapat di Pelabuhan. Di puncak menara, terdapat payung tiga warna (putih-kuning-merah) sebagai simbol tatanan sosial masyarakat Lampung. Menara yang mengusung adat budaya Lampung dan sekaligus landmark dari kawasan Bakauheni ini menyimpan prasasi kayu are sebagai simbol pohon kehidupan bagi masyarakat Lampung. Hal tersebut menjadikan menara siger sebagai mahkota budaya kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Pantai Mutun dan Pulau Tangkil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigi09rdhRmdcDmp8XrRppidnX5D-1L7YG9yqO3GHeKVW1qooJd6vblX_Kvm9ZseqnCJZWGflMNeZZnfQ6JV5A5NQcvYMUq4ed8L_WfuMl7y1Q6UKLFxSGAFGqPqLo_0WeiO_DyOja7dhI/s1600/13.+Pantai+Mutun+dan+Pulau+Tangkil.JPG&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigi09rdhRmdcDmp8XrRppidnX5D-1L7YG9yqO3GHeKVW1qooJd6vblX_Kvm9ZseqnCJZWGflMNeZZnfQ6JV5A5NQcvYMUq4ed8L_WfuMl7y1Q6UKLFxSGAFGqPqLo_0WeiO_DyOja7dhI/s1600/13.+Pantai+Mutun+dan+Pulau+Tangkil.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terletak di Lempasing, 25 km arah barat daya dari Bandar Lampung. Pantai ini menawarkan keindahan alam dengan pasir putih, air yang cukup jernih, dan bukit di sekitarnya. Di pantai ini wisatawan dapat berenang dan menikmati fasilitas kano, banana boat, dan menyewa perahu motor menuju Pulau Tangkil, yang memiliki kejernihan air melebihi di Pantai Mutun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinsQY3jVm29LSLFNSk-xfIZJk0Qa1R1zClsOBPMptGXDZKJCfRsVtxd3B2ZImKtrguGHZ7hes6QKwrUs69QcfJguYHU7m5FN8NIPZKbAlPvx2XGQCuVLraqdGbtHV9MGnDTg1AGR5XhV4/s1600/14.+Taman+Nasional+Bukit+Barisan+Selatan+%2528TNBBS%2529.JPG&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinsQY3jVm29LSLFNSk-xfIZJk0Qa1R1zClsOBPMptGXDZKJCfRsVtxd3B2ZImKtrguGHZ7hes6QKwrUs69QcfJguYHU7m5FN8NIPZKbAlPvx2XGQCuVLraqdGbtHV9MGnDTg1AGR5XhV4/s1600/14.+Taman+Nasional+Bukit+Barisan+Selatan+%2528TNBBS%2529.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Taman Nasional Bukit Barisan Selatan adalah sebuah taman nasional yang ditujukan untuk melindungi hutan hujan tropis pulau Sumatra beserta kekayaan alam hayati yang dimilikinya. UNESCO menjadikan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai Warisan Dunia. Bukit Barisan Selatan dinyatakan sebagai Cagar Alam Suaka Margasatwa pada tahun 1935 dan menjadi Taman Nasional pada tahun 1982. Pada awalnya ukuran taman adalah seluas 356.800 hektar . Tetapi luas taman saat ini yang dihitung dengan menggunakan GIS kurang-lebih sebesar 324.000 Ha</description><link>http://ian-untuksemua.blogspot.com/2012/05/pesona-alam-lampung.html</link><author>noreply@blogger.com (Ian Untuk Semua)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi__LK4qMMMGY9PsLBRiqvnwXiIdbYVutDRn5EDND1myYHwPW34X7sqgb-13AQNP0U6Vvy0s6pMZITTOD_utgQWQgeYg31nk9xM2D3ReZDWyS_N38yxXsIT8uq4Xh53spiYxGChlFfHnH4/s72-c/9.+way+kambas.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400576181160418467.post-9130605423099272184</guid><pubDate>Sat, 19 May 2012 10:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-19T03:15:03.579-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fauna</category><title>Fakta Keberadaan Harimau Jawa</title><description>&lt;br /&gt; Fakta Harimau Jawa (Panthera Tigris Sondaica)Indonesia Rainforest - Harimau Jawa masih ada? Harimau Jawa atau Javan Tiger dengan nama latin Panthera Tigris Sondaica atau disebut juga Panthera Tigris Javanica. Disebut Panthera Tigris Sondaica karena populasi terbanyak adalah di wilayah Jawa Barat atau di wilayah Sunda. Harimau loreng yang keberadaannya masih misterius ini telah beberapa kali dinyatakan punah. Pertama pada tahun 1972 dinyatakan punah, kemudian tahun 1980 dinyatakan punah yang kedua kalinya, penyebab kepunahan diperkirakan akibat perburuan dan hilangnya habitat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7Rfrc5kBLqKkN3I5f2pgmRzlua2MNuU8-1nFf5Wgxc768sJ_zFEvn14noP9ePBzQHzWC3QRXXeJLOeYKOl4bo4Amf5z6hgPFS0mw2142BtPah29SMRM1uYGSasu7_FzLFNsTZxAWn3srd/s1600/Harimau+Jawa1.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7Rfrc5kBLqKkN3I5f2pgmRzlua2MNuU8-1nFf5Wgxc768sJ_zFEvn14noP9ePBzQHzWC3QRXXeJLOeYKOl4bo4Amf5z6hgPFS0mw2142BtPah29SMRM1uYGSasu7_FzLFNsTZxAWn3srd/s400/Harimau+Jawa1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Foto Harimau Jawa diambil pada tahun 1938 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Situs resmi departemen kehutanan RI tidak mencatat tentang spesifikasi untuk ukuran harimau Jawa. Beberapa laporan lain  mencatat data yang berbeda-beda untuk ukuran tubuh harimau Jawa, ada yang mengatakan bahwa harimau Jawa memiliki ukuran tubuh lebih besar dari harimau Sumatera dan Bali. Namun ada juga yang mencatat bahwa ukuran harimau Jawa adalah yang terkecil di antara subspesies harimau lainnya yang ada di Asia. Semua laporan tentang spesifikasi ukuran untuk harimau Jawa masih dipertanyakan. Menurut sebuah teori hukum tentang harimau, bahwa semakin menjauhi garis kathulistiwa maka ukuran harimau semakin besar. Namun teori ini juga masih dipertanyakan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pada mulanya di akhir abad ke 19 harimau Jawa masih banyak berkeliaran di hutan-hutan di seluruh pulau Jawa, dimana pada waktu itu harimau loreng ini dapat dengan mudah menemukan mangsanya karena habitat mereka belum terusik oleh manusia. Namun menjelang tahun 1940 harimau Jawa hanya ditemukan di hutan-hutan terpencil saja, diperkirakan mereka terusir karena habitatnya banyak yang dijadikan sebagai lahan pertanian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Selanjutnya diadakan upaya untuk menyelamatkan mereka dengan membuka taman nasional, namun tempat tersebut hanya mampu menyediakan sedikit mangsa hingga akhirnya populasi harimau Jawa semakin menyusut. Akhirnya pada tahun 1950 jumlah harimau Jawa yang masih tersisa diperkirakan hanya ada sekitar 25 ekor.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kemudian pada tahun 1972 ada sinyalemen bahwa harimau Jawa muncul lagi. Ketika di mulainya pembangunan waduk sutami di Karangkates, beberapa pekerja mengaku telah menjumpai beberapa ekor harimau Jawa di area pengambilan batu di hutan gunung lereng kendeng di Malang selatan. Belum lagi pengakuan-pengakuan warga lainnya yang menemukan bahwa harimau Jawa masih hidup. Akan tetapi pengakuan-pengakuan semacam ini tidak bisa diverifikasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Namun, pada tahun 1980 buku mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di sekolah dasar menerangkan bahwa harimau Jawa yang tersisa di pulau Jawa masih ada sekitar 2 ekor. Ini berarti tidak ada pihak yang berani menyatakan bahwa harimau Jawa sudah punah, dan kemungkinan harimau Jawa masih ada walau tinggal sedikit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sebuah temuan baru menemukan adanya jejak, guratan pohon, kotoran yang diyakini milik harimau Jawa. Dalam penelitian secara mikroskopis, struktur morfologi rambut harimau Jawa dapat dibedakan dengan rambut macan tutul. Oleh karena itu pada tahun 1998 diadakan seminar nasional harimau Jawa yang dilaksanakan di UC UGM dan menyepakati akan dilakukan &quot;Peninjauan Kembali&quot; untuk melakukan pembuktian eksisitensi atas keberadaan harimau loreng penyandang status punah ini, karena kemungkinan kecil satwa ini belum punah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Situs resmi departemen kehutanan Taman Nasional Meru Betiri menerangkan bahwa habitat terakhir harimau Jawa berada di taman nasional Meru Betiri  yang terletak di perbatasan kabupaten Jember dan Banyuwangi. Mereka tidak pernah menyatakan secara resmi bahwa harimau Jawa sudah punah, namum mereka hanya memperkirakan bahwa kemungkinan harimau loreng ini sekarang sudah punah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Spekulasi Harimau Jawa Belum Punah &lt;br /&gt; Spesies harimau di seluruh dunia ada 8 jenis, dan 3 subspesies diantaranya dinyatakan sudah punah, yaitu harimau Kaspia (Panthera Tigris Virgata) punah pada tahun 1950, binatang tersebut hidup di Iran, Afghanistan, Turki, Mongolia, Rusia dan harimau Bali (Panthera Tigris Balica) punah pada tahun 1937, hewan tersebut hidup di hutan-hutan di pulau Bali Indonesia, kemudian disusul harimau Jawa atau Javan Tiger (Panthera Tigris Javanica/Sondaica) yang hidup di pulau Jawa Indonesia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Namun klaim atas punahnya harimau Jawa masih banyak dibantah oleh beberapa saksi yang pernah melihat bahwa harimau Jawa masih ada walaupun mereka tidak berhasil menunjukkan bukti yang bisa diverifikasi. Menurut seorang mantan pekerja Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi yang bernama Lukman, pada tahun 2000 mereka pernah melihat seekor harimau Jawa di hutan tersebut. Oleh karena itu jika mendengar bunyi tembakan, para petugas penjaga hutan taman nasional alas purwo akan langsung mencari sumber suara tembakan tersebut sampai ketemu untuk menjaga keselamatan harimau Jawa yang menurut mereka masih ada disitu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Hal ini berbeda dengan pendapat seorang petugas Kebun Binatang Surabaya yang pernah bertugas dibagian Burung Jalak Bali di KBS Surabaya, dimana dia juga mengetahui tentang asal-usul berbagai satwa langka di Indonesia. Dia mengatakan bahwa harimau loreng yang dilihat oleh para petugas taman nasional alas purwo tersebut bukanlah harimau Jawa yang sebenarnya, melainkan harimau Sumatera yang kerdil, karena Belanda pernah mendatangkan beberapa ekor harimau Sumatera pada tahun 1939 dan dipelihara di tempat karantina di Alas Purwo untuk selanjutnya dilepas dialam bebas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penelitian Ilmuwan AsingDr. John Seidensticker Ph.D.seorang ahli konservasi biologi dan kepala pusat konservasi ekologi dari Smithsonian’s National Zoological Park di Amerika Serikat yang dampingi rekannya Ir. Suyono dari direktorat perlindungan dan pengawetan alam Indonesia melakukan penelitian secara khusus pada tahun 1970 dan berhasil mendapatkan beberapa foto harimau. Namun karena foto tersebut terlalu buram, akhirnya mereka tidak bisa memastikan bahwa itu benar-benar foto harimau Jawa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Selama tahun 1998-1999, yayasan The Tiger Foundation yang berpusat di Amerika Serikat terus menerima laporan dari penjaga taman nasional di Jawa Timur yang melaporkan bahwa sering terjadi penampakan harimau Jawa di dalam taman nasional dan di hutan-hutan sekitar taman nasional di Jawa Timur. Mereka juga memberikan bukti berupa foto jejak kaki, guratan pohon, bulu dan kotoran harimau, dan diteliti dilaboratorium di Amerika Serikat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; The Tiger Foundation segera memberikan dukungan kepada departemen kehutanan Indonesia dengan memasang kamera pengintai di hutan yang di duga ada harimau Jawa. Mereka berhasil mendapatkan foto-foto satwa liar, namun tidak menemukan adanya bukti foto harimau Jawa, kecuali hanya macan tutul dan beruang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Mereka menyimpulkan bahwa bukti-bukti  foto yang telah dicurigai sebagai milik harimau Jawa tersebut adalah kotoran beruang, dan bulu serta foto guratan pohon tersebut ternyata milik macan tutul. Dan mereka sangat meyakini dan sudah tidak meragukan lagi bahwa harimau Jawa telah benar-benar punah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbIvsOAcvET_xB09NGbLWlLCjJLyTWoEDNGER9PcVbrWBRgv0XsKtQMaioCOkR8B6zsNJqjFdj2FYcyA2N49zxFCuw9fCGOgLjjiXBv-GRVlllEHILxnVxvtVbO0rXPTVMxldB04L3a49s/s1600/Harimau+Jawa2.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbIvsOAcvET_xB09NGbLWlLCjJLyTWoEDNGER9PcVbrWBRgv0XsKtQMaioCOkR8B6zsNJqjFdj2FYcyA2N49zxFCuw9fCGOgLjjiXBv-GRVlllEHILxnVxvtVbO0rXPTVMxldB04L3a49s/s400/Harimau+Jawa2.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Foto Harimau Jawa ditembak mati pada tahun 1941 di Malingping, Banten &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Benarkah harimau Jawa yang sangat melegenda tersebut telah lenyap dari muka bumi? Bisakah putra putri Indonesia membuktikan bahwa harimau Jawa masih ada? Atau menyetujui klaim bahwa harimau loreng ini telah benar-benar punah?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Semoga anak negeri bisa menemukan bukti bahwa harimau Jawa masih ada sebelum peneliti asing yang mencintai satwa liar berhasil mengungkap fakta jika harimau Jawa memang masih ada.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.helofren.com/2012/03/fakta-tentang-harimau-jawa-javan-tiger.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;di kutip dari&lt;/a&gt;</description><link>http://ian-untuksemua.blogspot.com/2012/05/fakta-keberadaan-harimau-jawa.html</link><author>noreply@blogger.com (Ian Untuk Semua)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7Rfrc5kBLqKkN3I5f2pgmRzlua2MNuU8-1nFf5Wgxc768sJ_zFEvn14noP9ePBzQHzWC3QRXXeJLOeYKOl4bo4Amf5z6hgPFS0mw2142BtPah29SMRM1uYGSasu7_FzLFNsTZxAWn3srd/s72-c/Harimau+Jawa1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400576181160418467.post-346467958503988025</guid><pubDate>Thu, 17 May 2012 22:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-17T15:59:30.684-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fauna</category><title>Hewan Endemik Indonesia</title><description>&lt;br /&gt;Indonesia memiliki fauna yang sangat beragam. Yang tersebar di seluruh Indonesia mulai dari pulau Sumatera sampai Papua. Dan dari sekian banyak hewan yang tersebar di Indonesia, banyak hewan tersebut adalh hewan endemis Indonesia. Artinya hewan ini hanya dapat ditemukan di Indonesia.&lt;br /&gt;Dan beberapa lagi hanya dapat ditemukan di salah satu pulau di Indonesia. Inilah beberapa hewan endemik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3400576181160418467&quot;&gt;&lt;/a&gt;dri Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Cendrawasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjY2vUbt2ntySVxgWh2qntnQkAGsao13InEcq_ducicQy4fHGibBIuSRU2mCrKhp_tGig6_9poWwQ6yPbCMmmmMDYzeL3gp9x2zcn0TolAGNzKK-DcWkWeQ9uhTbKoYi1Qf2lp7qhZ7ROyQ/s1600/cendrawasih.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjY2vUbt2ntySVxgWh2qntnQkAGsao13InEcq_ducicQy4fHGibBIuSRU2mCrKhp_tGig6_9poWwQ6yPbCMmmmMDYzeL3gp9x2zcn0TolAGNzKK-DcWkWeQ9uhTbKoYi1Qf2lp7qhZ7ROyQ/s1600/cendrawasih.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cendrawasih atau cenderawasih adalah nama berbagai jenis burung pengicau (Passeriformes) dari famili Paradisaeidae. Burung Cendrawasih layak digelari sebagai Burung Surga (Bird of Paradise). Burung Cendrawasih yang merupakan burung khas Papua, terutama yang jantan, memiliki bulu-bulu yang indah layaknya bidadari yang turun dari surga (kayangan). Keindahan bulu Cendrawasih tiada duanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang Utan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd0Z-O3hlIAfR6jmMuZRsmtUmRMNbQZ1hw9MgDrseqVInM9cw4X1iFt_7GFZ7u_pTeYq1UGQ_ebL3uOoiATJmaSc-hTm8XbXrLRwqUMYasMVaFdN3YRY1Jlj004AOHO5Jvqob0b-t9Y67D/s1600/061026_koeln_orang_utan2_g.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd0Z-O3hlIAfR6jmMuZRsmtUmRMNbQZ1hw9MgDrseqVInM9cw4X1iFt_7GFZ7u_pTeYq1UGQ_ebL3uOoiATJmaSc-hTm8XbXrLRwqUMYasMVaFdN3YRY1Jlj004AOHO5Jvqob0b-t9Y67D/s320/061026_koeln_orang_utan2_g.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang utan (atau orangutan, nama lainnya adalah mawas) adalah sejenis kera besar dengan lengan panjang dan berbulu kemerahan atau cokelat, yang hidup di hutan tropika Indonesia dan Malaysia, khususnya di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Namun sangat disayangkan hewan yang terancam punah ini beberapa waktu lalu dibantai untuk kepentingan usaha kelapa sawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Komodo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgh2SdFcIsuLDDrrnVi_mkMFQvVfa1cS5_F4ZqRf6QUEt3Jmu6E1QDG3VFjCd_0h2gN5cbVZlNyWNsjapWOFvbf6pwHIOInlvH-2aFo7bb9sI8dh2iu0fy2T9JqSipwkdkfU9mEXzCxZeai/s1600/komodo-dragon_6771_600x450.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgh2SdFcIsuLDDrrnVi_mkMFQvVfa1cS5_F4ZqRf6QUEt3Jmu6E1QDG3VFjCd_0h2gN5cbVZlNyWNsjapWOFvbf6pwHIOInlvH-2aFo7bb9sI8dh2iu0fy2T9JqSipwkdkfU9mEXzCxZeai/s320/komodo-dragon_6771_600x450.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komodo atau Biawak Komodo (Varanus komodoensis), merupakan spesies reptil terbesar di dunia yang terdapat di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara, Indonesia. Komodo yang ditemukan pertama kali oleh peneliti barat pada tahun 1910. Habitat komodo yang hanya terdapat di beberapa pulau di Nusa Tenggara yang termasuk dalam wilayah Taman Nasional Komodo juga mendapat apresiasi di dunia internasional dengan lolosnya menjadi salah satu dari 28 finalis New 7 Wonders of Nature.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Macan Dahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7iYJV5NYkdd7-hOWs9CrFFm0uzll-LBC5zwfnzUXvdnw9SSciLCl-4NrBXxY3lp4O2l8E5GIpbpTIE5vZhfLpcUfxp1nBXEIlKGZZvTkcKTGpBp5IZQZX4fgfBwMWWh-Ab4sjzSVyroL3/s1600/neofelis_nebulosa1.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7iYJV5NYkdd7-hOWs9CrFFm0uzll-LBC5zwfnzUXvdnw9SSciLCl-4NrBXxY3lp4O2l8E5GIpbpTIE5vZhfLpcUfxp1nBXEIlKGZZvTkcKTGpBp5IZQZX4fgfBwMWWh-Ab4sjzSVyroL3/s320/neofelis_nebulosa1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Harimau dan Macan Tutul, Macan Dahan termasuk salah satu satwa langka yang dimiliki oleh Indonesia. Yang paling unik ternyata Macan dahan memiliki taring yang terbesar dan terpanjang diantara bangsa kucing lainnya. Bahkan lebih panjang dari taring Singa maupun Harimau. Macan Dahan (Neofelis diardi) terdiri atas dua subspesies yaitu Macan Dahan Borneo (Neofelis diardi borneensis) yang hidup di Pulau Kalimantan (Indonesia dan Malaysia) dan Macan Dahan Sumatera (Neofelis diardi diardi) yang hidup di pulau Sumatera, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lutung Jawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1viG-WdHOfG4Egew5Cwh2WoNj_oxSgpp9k3UB3G9QAR0tIPN-uPJaVjGpbgzFy4JgY6-TBALRbyieaTmEaa20OW4seDCM1YZi0EjlDLS9aGiXeN6PQKylrYnWa489JeNzRcvUAAXW_I_D/s1600/lutung-jawa.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1viG-WdHOfG4Egew5Cwh2WoNj_oxSgpp9k3UB3G9QAR0tIPN-uPJaVjGpbgzFy4JgY6-TBALRbyieaTmEaa20OW4seDCM1YZi0EjlDLS9aGiXeN6PQKylrYnWa489JeNzRcvUAAXW_I_D/s1600/lutung-jawa.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutung jawa, dalam bahasa latin disebut Trachypithecus auratus merupakan salah satu jenis lutung asli (endemik) Indonesia. Sebagaimana spesies lutung lainnya, lutung jawa yang bisa disebut juga lutung budeng mempunyai ukuran tubuh yang kecil, sekitar 55 cm, dengan ekor yang panjangnya mencapai 80 cm. Lutung jawa atau lutung budeng terdiri atas dua subspesies yaituTrachypithecus auratus auratus dan Trachypithecus auratus mauritius.Subspesies Trachypithecus auratus auratus (Spangled Langur Ebony) bisa didapati di Jawa Timur, Bali, Lombok, Palau Sempu dan Nusa Barung. Sedangkan subspesies yang kedua, Trachypithecus auratus mauritius (Jawa Barat Ebony Langur) dijumpai terbatas di Jawa Barat dan Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jalak Bali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUs4j-ERFlarftQe35Q1eMnVoS13vv5IJzyviruWeBmXhdktpDNd4s_W3eY1BlVPokiqgtzfkMihHOD2RWpow3OoLbNtN7oIw2xfJg2kLCx60X-z8edTdOqDcEX7i_0HKrrQtFvmvrFF-t/s1600/detik_Jalak_Bali7.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUs4j-ERFlarftQe35Q1eMnVoS13vv5IJzyviruWeBmXhdktpDNd4s_W3eY1BlVPokiqgtzfkMihHOD2RWpow3OoLbNtN7oIw2xfJg2kLCx60X-z8edTdOqDcEX7i_0HKrrQtFvmvrFF-t/s320/detik_Jalak_Bali7.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) atau disebut juga Curik Bali adalah sejenis burung sedang dengan panjang lebih kurang 25 cm. Burung pengicau berwarna putih ini merupakan satwa endemik Indonesia yang hanya bisa ditemukan di Pulau Bali bagian barat. Burung ini juga merupakan satu-satunya satwa endemik Pulau Bali yang masih tersisa setelah Harimau Bali dinyatakan punah. Sejak tahun 1991, satwa yang masuk kategori “kritis” (Critically Endangered) dalam Redlist IUCN dan nyaris punah di habitat aslinya ini dinobatkan sebagai fauna identitas (maskot) provinsi Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Beo Nias&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSDhf2pmBo8xOhzIzW4cJxPfPwQQU2TuoSVwC39F_v9b5LwfBUDDImxum4fmrCeYBIhIqsKBj5pvW9DMUKzzMcnQFLRTvVpNp9iBJPmRFj2xl8p5mUY9oojOmT7LwAoBEzMfqZ8LwIK76P/s1600/beo_1.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSDhf2pmBo8xOhzIzW4cJxPfPwQQU2TuoSVwC39F_v9b5LwfBUDDImxum4fmrCeYBIhIqsKBj5pvW9DMUKzzMcnQFLRTvVpNp9iBJPmRFj2xl8p5mUY9oojOmT7LwAoBEzMfqZ8LwIK76P/s1600/beo_1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beo nias merupakan salah satu subspesies (anak jenis) burung beo yang hanya terdapat (endemik) di pulau Nias, Sumatera Utara. Beo nias yang mempunyai ukuran paling besar dibandingkan subspesies beo lainnya paling populer dan banyak diminati oleh para penggemar burung beo lantaran kepandaiannya dalam menirukan berbagai macam suara termasuk ucapan manusia. Sayang, beo nias yang endemik Sumatera Utara ini semakin hari semakin langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Elang Jawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR2rk1ozF6G8td8Nq-tjFBp8qULD_FkqJPPcT9cS3aXtImt_UY6CaaaoiOdCOr_1jRpAeZnpmXnla7JfGGR2CIuncjyvcPLKILZeVBcBLrH42TW4qiBI-XaNNCL5FzKChBQnUzydH8coLW/s1600/elang-jawa2.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR2rk1ozF6G8td8Nq-tjFBp8qULD_FkqJPPcT9cS3aXtImt_UY6CaaaoiOdCOr_1jRpAeZnpmXnla7JfGGR2CIuncjyvcPLKILZeVBcBLrH42TW4qiBI-XaNNCL5FzKChBQnUzydH8coLW/s320/elang-jawa2.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elang Jawa atau dalam nama ilmiahnya Nisaetus bartelsi adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Badak Bercula Satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilzqWbLkdDPKO_bv3VddYS-3lxcyMJqJ3xgrqpQr-v4JWROBJjc9AkdVjUYUE0cLwEKKY_fFe8C0kFm7x86kXwAsJRVM0KyT0pDiOSo74fggYwWdCDJbOT_fwe7DEotSTAh2ff_PRpTjai/s1600/dseaedgds.gif&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilzqWbLkdDPKO_bv3VddYS-3lxcyMJqJ3xgrqpQr-v4JWROBJjc9AkdVjUYUE0cLwEKKY_fFe8C0kFm7x86kXwAsJRVM0KyT0pDiOSo74fggYwWdCDJbOT_fwe7DEotSTAh2ff_PRpTjai/s1600/dseaedgds.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badak jawa atau Badak bercula-satu kecil (Rhinoceros sondaicus) adalah anggota famili Rhinocerotidae dan satu dari lima badak yang masih ada. Badak ini masuk ke genus yang sama dengan badak india dan memiliki kulit bermosaik yang menyerupai baju baja. Badak ini memiliki panjang 3,1–3,2 m dan tinggi 1,4–1,7 m. Badak ini lebih kecil daripada badak india dan lebih dekat dalam besar tubuh dengan badak hitam. Ukuran culanya biasanya lebih sedikit daripada 20 cm, lebih kecil daripada cula spesies badak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Babirusa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7izGr9TgkrPg-Pb4Cd0babJaxGR7InuNt_eUUWfljvTwm8mpxeMM526CnORT4zTn7ov1ZbwelHafH8oWEzv_eyIg_TEfNfrGkp9QJgk1NkeA9Xp0DCGUdPjF9biqAwE6Sv52RzssrkiwW/s1600/babi%252BrusaBabirusa.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7izGr9TgkrPg-Pb4Cd0babJaxGR7InuNt_eUUWfljvTwm8mpxeMM526CnORT4zTn7ov1ZbwelHafH8oWEzv_eyIg_TEfNfrGkp9QJgk1NkeA9Xp0DCGUdPjF9biqAwE6Sv52RzssrkiwW/s1600/babi%252BrusaBabirusa.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Babirusa (Babyrousa babirussa) hanya terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku. Habitat babirusa banyak ditemukan di hutan hujan tropis. Hewan ini gemar melahap buah-buahan dan tumbuhan, seperti mangga, jamur dan dedaunan. Mereka hanya berburu makanan pada malam hari untuk menghindari beberapa binatang buas yang sering menyerang.  Panjang tubuh babirusa sekitar 87 sampai 106 sentimeter. Tinggi babirusa berkisar pada 65-80 sentimeter dan berat tubuhnya bisa mencapai 90 kilogram. Meskipun bersifat penyendiri, pada umumnya mereka hidup berkelompok dengan seekor pejantan yang paling kuat sebagai pemimpinnya. Binatang yang pemalu ini bisa menjadi buas jika diganggu. Taringnya panjang mencuat ke atas, berguna melindungi matanya dari duri rotan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Anoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjqWuT7lZhzTak3D8QuJqmTcx2jpihTUYRPjavIdyUgUdVM242nEBGQLrW1VGci19eqeQRHxjbjl3zqfYScs5FcesFJ9DfzfYWQp9B8vDPjscJ78UxVtFgh-iDijWJna3X2v3DQhZYKopg/s1600/anoa1.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjqWuT7lZhzTak3D8QuJqmTcx2jpihTUYRPjavIdyUgUdVM242nEBGQLrW1VGci19eqeQRHxjbjl3zqfYScs5FcesFJ9DfzfYWQp9B8vDPjscJ78UxVtFgh-iDijWJna3X2v3DQhZYKopg/s320/anoa1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anoa adalah hewan khas Sulawesi. Ada dua spesies anoa yaitu: Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis). Keduanya tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia. Penampilan mereka mirip dengan kerbau dan memiliki berat 150-300 kg. Anak anoa akan dilahirkan sekali setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua spesies tersebut dapat ditemukan di Sulawesi, Indonesia. Sejak tahun 1960-an berada dalam status terancam punah. Diperkirakan saat ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Anoa sering diburu untuk diambil kulitnya, tanduknya dan dagingnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan-hewan endemik tadi dalam keadaan terancam punah dan merupakan hewan dilindungi. Jadi kita harus berusaha untuk melestarikan hewan-hewan tersebut. Jangan memburunya hanya untuk kepentingan komersil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Cendrawasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjY2vUbt2ntySVxgWh2qntnQkAGsao13InEcq_ducicQy4fHGibBIuSRU2mCrKhp_tGig6_9poWwQ6yPbCMmmmMDYzeL3gp9x2zcn0TolAGNzKK-DcWkWeQ9uhTbKoYi1Qf2lp7qhZ7ROyQ/s1600/cendrawasih.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjY2vUbt2ntySVxgWh2qntnQkAGsao13InEcq_ducicQy4fHGibBIuSRU2mCrKhp_tGig6_9poWwQ6yPbCMmmmMDYzeL3gp9x2zcn0TolAGNzKK-DcWkWeQ9uhTbKoYi1Qf2lp7qhZ7ROyQ/s1600/cendrawasih.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cendrawasih atau cenderawasih adalah nama berbagai jenis burung pengicau (Passeriformes) dari famili Paradisaeidae. Burung Cendrawasih layak digelari sebagai Burung Surga (Bird of Paradise). Burung Cendrawasih yang merupakan burung khas Papua, terutama yang jantan, memiliki bulu-bulu yang indah layaknya bidadari yang turun dari surga (kayangan). Keindahan bulu Cendrawasih tiada duanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang Utan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd0Z-O3hlIAfR6jmMuZRsmtUmRMNbQZ1hw9MgDrseqVInM9cw4X1iFt_7GFZ7u_pTeYq1UGQ_ebL3uOoiATJmaSc-hTm8XbXrLRwqUMYasMVaFdN3YRY1Jlj004AOHO5Jvqob0b-t9Y67D/s1600/061026_koeln_orang_utan2_g.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd0Z-O3hlIAfR6jmMuZRsmtUmRMNbQZ1hw9MgDrseqVInM9cw4X1iFt_7GFZ7u_pTeYq1UGQ_ebL3uOoiATJmaSc-hTm8XbXrLRwqUMYasMVaFdN3YRY1Jlj004AOHO5Jvqob0b-t9Y67D/s320/061026_koeln_orang_utan2_g.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang utan (atau orangutan, nama lainnya adalah mawas) adalah sejenis kera besar dengan lengan panjang dan berbulu kemerahan atau cokelat, yang hidup di hutan tropika Indonesia dan Malaysia, khususnya di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Namun sangat disayangkan hewan yang terancam punah ini beberapa waktu lalu dibantai untuk kepentingan usaha kelapa sawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Komodo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgh2SdFcIsuLDDrrnVi_mkMFQvVfa1cS5_F4ZqRf6QUEt3Jmu6E1QDG3VFjCd_0h2gN5cbVZlNyWNsjapWOFvbf6pwHIOInlvH-2aFo7bb9sI8dh2iu0fy2T9JqSipwkdkfU9mEXzCxZeai/s1600/komodo-dragon_6771_600x450.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgh2SdFcIsuLDDrrnVi_mkMFQvVfa1cS5_F4ZqRf6QUEt3Jmu6E1QDG3VFjCd_0h2gN5cbVZlNyWNsjapWOFvbf6pwHIOInlvH-2aFo7bb9sI8dh2iu0fy2T9JqSipwkdkfU9mEXzCxZeai/s320/komodo-dragon_6771_600x450.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komodo atau Biawak Komodo (Varanus komodoensis), merupakan spesies reptil terbesar di dunia yang terdapat di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara, Indonesia. Komodo yang ditemukan pertama kali oleh peneliti barat pada tahun 1910. Habitat komodo yang hanya terdapat di beberapa pulau di Nusa Tenggara yang termasuk dalam wilayah Taman Nasional Komodo juga mendapat apresiasi di dunia internasional dengan lolosnya menjadi salah satu dari 28 finalis New 7 Wonders of Nature.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Macan Dahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7iYJV5NYkdd7-hOWs9CrFFm0uzll-LBC5zwfnzUXvdnw9SSciLCl-4NrBXxY3lp4O2l8E5GIpbpTIE5vZhfLpcUfxp1nBXEIlKGZZvTkcKTGpBp5IZQZX4fgfBwMWWh-Ab4sjzSVyroL3/s1600/neofelis_nebulosa1.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7iYJV5NYkdd7-hOWs9CrFFm0uzll-LBC5zwfnzUXvdnw9SSciLCl-4NrBXxY3lp4O2l8E5GIpbpTIE5vZhfLpcUfxp1nBXEIlKGZZvTkcKTGpBp5IZQZX4fgfBwMWWh-Ab4sjzSVyroL3/s320/neofelis_nebulosa1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Harimau dan Macan Tutul, Macan Dahan termasuk salah satu satwa langka yang dimiliki oleh Indonesia. Yang paling unik ternyata Macan dahan memiliki taring yang terbesar dan terpanjang diantara bangsa kucing lainnya. Bahkan lebih panjang dari taring Singa maupun Harimau. Macan Dahan (Neofelis diardi) terdiri atas dua subspesies yaitu Macan Dahan Borneo (Neofelis diardi borneensis) yang hidup di Pulau Kalimantan (Indonesia dan Malaysia) dan Macan Dahan Sumatera (Neofelis diardi diardi) yang hidup di pulau Sumatera, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lutung Jawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1viG-WdHOfG4Egew5Cwh2WoNj_oxSgpp9k3UB3G9QAR0tIPN-uPJaVjGpbgzFy4JgY6-TBALRbyieaTmEaa20OW4seDCM1YZi0EjlDLS9aGiXeN6PQKylrYnWa489JeNzRcvUAAXW_I_D/s1600/lutung-jawa.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1viG-WdHOfG4Egew5Cwh2WoNj_oxSgpp9k3UB3G9QAR0tIPN-uPJaVjGpbgzFy4JgY6-TBALRbyieaTmEaa20OW4seDCM1YZi0EjlDLS9aGiXeN6PQKylrYnWa489JeNzRcvUAAXW_I_D/s1600/lutung-jawa.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutung jawa, dalam bahasa latin disebut Trachypithecus auratus merupakan salah satu jenis lutung asli (endemik) Indonesia. Sebagaimana spesies lutung lainnya, lutung jawa yang bisa disebut juga lutung budeng mempunyai ukuran tubuh yang kecil, sekitar 55 cm, dengan ekor yang panjangnya mencapai 80 cm. Lutung jawa atau lutung budeng terdiri atas dua subspesies yaituTrachypithecus auratus auratus dan Trachypithecus auratus mauritius.Subspesies Trachypithecus auratus auratus (Spangled Langur Ebony) bisa didapati di Jawa Timur, Bali, Lombok, Palau Sempu dan Nusa Barung. Sedangkan subspesies yang kedua, Trachypithecus auratus mauritius (Jawa Barat Ebony Langur) dijumpai terbatas di Jawa Barat dan Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jalak Bali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUs4j-ERFlarftQe35Q1eMnVoS13vv5IJzyviruWeBmXhdktpDNd4s_W3eY1BlVPokiqgtzfkMihHOD2RWpow3OoLbNtN7oIw2xfJg2kLCx60X-z8edTdOqDcEX7i_0HKrrQtFvmvrFF-t/s1600/detik_Jalak_Bali7.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUs4j-ERFlarftQe35Q1eMnVoS13vv5IJzyviruWeBmXhdktpDNd4s_W3eY1BlVPokiqgtzfkMihHOD2RWpow3OoLbNtN7oIw2xfJg2kLCx60X-z8edTdOqDcEX7i_0HKrrQtFvmvrFF-t/s320/detik_Jalak_Bali7.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) atau disebut juga Curik Bali adalah sejenis burung sedang dengan panjang lebih kurang 25 cm. Burung pengicau berwarna putih ini merupakan satwa endemik Indonesia yang hanya bisa ditemukan di Pulau Bali bagian barat. Burung ini juga merupakan satu-satunya satwa endemik Pulau Bali yang masih tersisa setelah Harimau Bali dinyatakan punah. Sejak tahun 1991, satwa yang masuk kategori “kritis” (Critically Endangered) dalam Redlist IUCN dan nyaris punah di habitat aslinya ini dinobatkan sebagai fauna identitas (maskot) provinsi Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Beo Nias&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSDhf2pmBo8xOhzIzW4cJxPfPwQQU2TuoSVwC39F_v9b5LwfBUDDImxum4fmrCeYBIhIqsKBj5pvW9DMUKzzMcnQFLRTvVpNp9iBJPmRFj2xl8p5mUY9oojOmT7LwAoBEzMfqZ8LwIK76P/s1600/beo_1.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSDhf2pmBo8xOhzIzW4cJxPfPwQQU2TuoSVwC39F_v9b5LwfBUDDImxum4fmrCeYBIhIqsKBj5pvW9DMUKzzMcnQFLRTvVpNp9iBJPmRFj2xl8p5mUY9oojOmT7LwAoBEzMfqZ8LwIK76P/s1600/beo_1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beo nias merupakan salah satu subspesies (anak jenis) burung beo yang hanya terdapat (endemik) di pulau Nias, Sumatera Utara. Beo nias yang mempunyai ukuran paling besar dibandingkan subspesies beo lainnya paling populer dan banyak diminati oleh para penggemar burung beo lantaran kepandaiannya dalam menirukan berbagai macam suara termasuk ucapan manusia. Sayang, beo nias yang endemik Sumatera Utara ini semakin hari semakin langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Elang Jawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR2rk1ozF6G8td8Nq-tjFBp8qULD_FkqJPPcT9cS3aXtImt_UY6CaaaoiOdCOr_1jRpAeZnpmXnla7JfGGR2CIuncjyvcPLKILZeVBcBLrH42TW4qiBI-XaNNCL5FzKChBQnUzydH8coLW/s1600/elang-jawa2.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR2rk1ozF6G8td8Nq-tjFBp8qULD_FkqJPPcT9cS3aXtImt_UY6CaaaoiOdCOr_1jRpAeZnpmXnla7JfGGR2CIuncjyvcPLKILZeVBcBLrH42TW4qiBI-XaNNCL5FzKChBQnUzydH8coLW/s320/elang-jawa2.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elang Jawa atau dalam nama ilmiahnya Nisaetus bartelsi adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Badak Bercula Satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilzqWbLkdDPKO_bv3VddYS-3lxcyMJqJ3xgrqpQr-v4JWROBJjc9AkdVjUYUE0cLwEKKY_fFe8C0kFm7x86kXwAsJRVM0KyT0pDiOSo74fggYwWdCDJbOT_fwe7DEotSTAh2ff_PRpTjai/s1600/dseaedgds.gif&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilzqWbLkdDPKO_bv3VddYS-3lxcyMJqJ3xgrqpQr-v4JWROBJjc9AkdVjUYUE0cLwEKKY_fFe8C0kFm7x86kXwAsJRVM0KyT0pDiOSo74fggYwWdCDJbOT_fwe7DEotSTAh2ff_PRpTjai/s1600/dseaedgds.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badak jawa atau Badak bercula-satu kecil (Rhinoceros sondaicus) adalah anggota famili Rhinocerotidae dan satu dari lima badak yang masih ada. Badak ini masuk ke genus yang sama dengan badak india dan memiliki kulit bermosaik yang menyerupai baju baja. Badak ini memiliki panjang 3,1–3,2 m dan tinggi 1,4–1,7 m. Badak ini lebih kecil daripada badak india dan lebih dekat dalam besar tubuh dengan badak hitam. Ukuran culanya biasanya lebih sedikit daripada 20 cm, lebih kecil daripada cula spesies badak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Babirusa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7izGr9TgkrPg-Pb4Cd0babJaxGR7InuNt_eUUWfljvTwm8mpxeMM526CnORT4zTn7ov1ZbwelHafH8oWEzv_eyIg_TEfNfrGkp9QJgk1NkeA9Xp0DCGUdPjF9biqAwE6Sv52RzssrkiwW/s1600/babi%252BrusaBabirusa.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7izGr9TgkrPg-Pb4Cd0babJaxGR7InuNt_eUUWfljvTwm8mpxeMM526CnORT4zTn7ov1ZbwelHafH8oWEzv_eyIg_TEfNfrGkp9QJgk1NkeA9Xp0DCGUdPjF9biqAwE6Sv52RzssrkiwW/s1600/babi%252BrusaBabirusa.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Babirusa (Babyrousa babirussa) hanya terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku. Habitat babirusa banyak ditemukan di hutan hujan tropis. Hewan ini gemar melahap buah-buahan dan tumbuhan, seperti mangga, jamur dan dedaunan. Mereka hanya berburu makanan pada malam hari untuk menghindari beberapa binatang buas yang sering menyerang.  Panjang tubuh babirusa sekitar 87 sampai 106 sentimeter. Tinggi babirusa berkisar pada 65-80 sentimeter dan berat tubuhnya bisa mencapai 90 kilogram. Meskipun bersifat penyendiri, pada umumnya mereka hidup berkelompok dengan seekor pejantan yang paling kuat sebagai pemimpinnya. Binatang yang pemalu ini bisa menjadi buas jika diganggu. Taringnya panjang mencuat ke atas, berguna melindungi matanya dari duri rotan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Anoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjqWuT7lZhzTak3D8QuJqmTcx2jpihTUYRPjavIdyUgUdVM242nEBGQLrW1VGci19eqeQRHxjbjl3zqfYScs5FcesFJ9DfzfYWQp9B8vDPjscJ78UxVtFgh-iDijWJna3X2v3DQhZYKopg/s1600/anoa1.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjqWuT7lZhzTak3D8QuJqmTcx2jpihTUYRPjavIdyUgUdVM242nEBGQLrW1VGci19eqeQRHxjbjl3zqfYScs5FcesFJ9DfzfYWQp9B8vDPjscJ78UxVtFgh-iDijWJna3X2v3DQhZYKopg/s320/anoa1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anoa adalah hewan khas Sulawesi. Ada dua spesies anoa yaitu: Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis). Keduanya tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia. Penampilan mereka mirip dengan kerbau dan memiliki berat 150-300 kg. Anak anoa akan dilahirkan sekali setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua spesies tersebut dapat ditemukan di Sulawesi, Indonesia. Sejak tahun 1960-an berada dalam status terancam punah. Diperkirakan saat ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Anoa sering diburu untuk diambil kulitnya, tanduknya dan dagingnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan-hewan endemik tadi dalam keadaan terancam punah dan merupakan hewan dilindungi. Jadi kita harus berusaha untuk melestarikan hewan-hewan tersebut. Jangan memburunya hanya untuk kepentingan komersil</description><link>http://ian-untuksemua.blogspot.com/2012/05/hewan-endemik-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Ian Untuk Semua)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjY2vUbt2ntySVxgWh2qntnQkAGsao13InEcq_ducicQy4fHGibBIuSRU2mCrKhp_tGig6_9poWwQ6yPbCMmmmMDYzeL3gp9x2zcn0TolAGNzKK-DcWkWeQ9uhTbKoYi1Qf2lp7qhZ7ROyQ/s72-c/cendrawasih.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>11</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400576181160418467.post-2974392124114095108</guid><pubDate>Thu, 17 May 2012 15:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-17T09:19:33.349-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Flora</category><title>Tumbuhan dan Manusia</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.ibujempol.com/wp-content/uploads/2009/09/sambiloto.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://www.ibujempol.com/wp-content/uploads/2009/09/sambiloto.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sobat Ian semuanya, sekarang Ian mau ngasih artikel terbaru Ian nih tentang Tumbuhan dan Manusia. Kita ketahui bahwa tumbuhan dan manusia saling ketergantungan dan saling membutuhkan. Tumbuhan banyak memberikan manfaat kepada manusia seperti, menghasilkan oksigen, untuk bahan makanan, untuk menghasilkan uang. Tapi satu yang sangat penting dan harus di ketahui oleh kita, ternyata tumbuhan juga dapat bermanfaat sebagai obat dalam tubuh kita. Berikut ini adalah beberapa contoh tanaman obat yang terdapat di Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; height=&quot;1&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td align=&quot;left&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;455&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
    &lt;td align=&quot;left&quot; class=&quot;p&quot; height=&quot;1&quot; rowspan=&quot;3&quot; width=&quot;245&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/gambar/ekor_kucing.jpg&quot; width=&quot;226&quot; /&gt;    &lt;/td&gt;
    &lt;td align=&quot;left&quot; class=&quot;p&quot; height=&quot;1&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;455&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;h2&gt;



&lt;b&gt;1. Ekor Kucing&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;(Acalypha hispida Burm. f.)&lt;/i&gt;     &lt;/blockquote&gt;
&lt;/td&gt;
    &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
   &lt;td align=&quot;center&quot; class=&quot;p&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;245&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sinonim :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
A. densiflora Bl.&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/td&gt;
   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td align=&quot;center&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;455&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;b&gt;Familia :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
euphorbiaceae&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/td&gt;
   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td align=&quot;center&quot; colspan=&quot;2&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;700&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td align=&quot;center&quot; colspan=&quot;2&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;700&quot;&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;b&gt;Uraian :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ekor kucing merupakan tanaman asli dari Hindia 
Barat. Umumnya, ditanam sebagai tanaman hias di halaman atau di 
taman-taman.
Perdu, tumbuh tegak, tinggi 1-3 m. Batang bulat, percabangan simpodial, 
permukaan kasar, berwarna cokelat kehijauan. Daun tunggal, bertangkai 
panjang, letak berseling. Helaian daun bentuknya bulat telur atau 
lonjong, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, pertulangan 
menyirip, panjang 12-20 cm, lebar 6-16 cm, berwarna hijau muda. Bunga 
berkelamin tunggal dalam satu pohon. Bunga betina berkumpul dalam 
karangan berbentuk bulir yang keluar dari ketiak daun, bentuknya bulat 
panjang berjuntai ke bawah, berdiameter 1-1,5 cm, panjang 20-50 cm, 
berwarna merah. Buahnya bulat, kecil, berambut, berwarna hijau. Biji 
berbentuk bulat, kecil, berwarna putih kotor. Ekor kucing dapat 
diperbanyak dengan biji. 
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td align=&quot;center&quot; colspan=&quot;2&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;700&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;b&gt;Nama Lokal :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
NAMA DAERAH 
Indonesia: buntut kucing, ekor kucing, ekor kera. Jawa: tali anjing 
(Sunda), wunga tambang, lancuran (Jawa), ikut lutung (Bali). Maluku: 
lofoti (Ternate).

NAMA ASING
Gou wei hong (C), kattestaart (B), chenille plant, monkey&#39;s tail, cat&#39;s 
tail (I).

NAMA SIMPLISIA
Acalyphae hispidae Flos (bunga ekor kucing), Acalyphae hispidae Folium 
(daun ekor kucing).&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy; font-family: Verdana; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
   &lt;b&gt;Penyakit Yang Dapat Diobati :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bunga ekor kucing rasanya 
manis, kelat, sifatnya sejuk. Bunga ini berkhasiat untuk menghentikan 
perdarahan (hemostatis) dan peluruh kencing (diuretik). Akar dan daun 
berkhasiat hemostatis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; height=&quot;1&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td align=&quot;left&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;245&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
    &lt;td align=&quot;left&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;455&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
    &lt;td align=&quot;left&quot; class=&quot;p&quot; height=&quot;1&quot; rowspan=&quot;3&quot; width=&quot;245&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/gambar/kencur.jpg&quot; width=&quot;226&quot; /&gt;    &lt;/td&gt;
    &lt;td align=&quot;left&quot; class=&quot;p&quot; height=&quot;1&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;455&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;h2&gt;


&lt;b&gt;2. Kencur&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;(Kaempferia galanga, Linn.)&lt;/i&gt;     &lt;/blockquote&gt;
&lt;/td&gt;
    &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
   &lt;td align=&quot;center&quot; class=&quot;p&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;245&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sinonim :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/td&gt;
   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td align=&quot;center&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;455&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;b&gt;Familia :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Zingiberaceae&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/td&gt;
   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td align=&quot;center&quot; colspan=&quot;2&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;700&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td align=&quot;center&quot; colspan=&quot;2&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;700&quot;&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;b&gt;Uraian :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kencur (Kaempferia galanga) termasuk suku tumbuhan
 Zingiberaceae dan digolongkan sebagai tanaman jenis empon-empon yang 
mempunyai daging buah paling lunak dan tidak berserat. Kencur merupakan 
terna kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan 
yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Rimpang kencur 
mempunyai aroma yang spesifik. Daging buah kencur berwarna putih dan 
kulit luarnya berwarna coklat. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih 
dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan. Bunganya tersusun setengah 
duduk dengan mahkota bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah, bibir 
bunga berwara lembayung dengan warna putih lebih dominan. Kencur tumbuh 
dan berkembang pada musim tertentu, yaitu pada musim penghujan. Kencur 
dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak 
terlalu basah dan di tempat terbuka. &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td align=&quot;center&quot; colspan=&quot;2&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;700&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;b&gt;Nama Lokal :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kencur (Indonesia, Jawa), Cikur (Sunda), 
Ceuko (Aceh); Kencor (Madura), Cekuh (Bali), Kencur, Sukung (Minahasa); 
Asauli, sauleh, soul, umpa (Ambon), Cekir (Sumba); &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy; font-family: Verdana; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
   &lt;b&gt;Penyakit Yang Dapat Diobati :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Radang Lambung, Radang anak 
telinga, Influenza pada bayi; Masuk angin, Sakit Kepala, Batuk, 
Menghilangkan darah kotor; Diare, Memperlancar haid, Mata Pegal, 
keseleo, lelah; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; height=&quot;1&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td align=&quot;left&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;245&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
    &lt;td align=&quot;left&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;455&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
    &lt;td align=&quot;left&quot; class=&quot;p&quot; height=&quot;1&quot; rowspan=&quot;3&quot; width=&quot;245&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/gambar/jahe.jpg&quot; width=&quot;226&quot; /&gt;    &lt;/td&gt;
    &lt;td align=&quot;left&quot; class=&quot;p&quot; height=&quot;1&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;455&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;h2&gt;


&lt;b&gt;3. Jahe&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;(Zingiber officinale Rosc.)&lt;/i&gt;     &lt;/blockquote&gt;
&lt;/td&gt;
    &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
   &lt;td align=&quot;center&quot; class=&quot;p&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;245&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sinonim :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
--&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/td&gt;
   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td align=&quot;center&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;455&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;b&gt;Familia :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Zingiberaceae&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/td&gt;
   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td align=&quot;center&quot; colspan=&quot;2&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;700&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td align=&quot;center&quot; colspan=&quot;2&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;700&quot;&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;b&gt;Uraian :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tanaman herba semusim, tegak, tinggi 40-50 cm. 
Batang semu, beralur, membentuk rimpang, warna hijau. Daun tunggal, 
bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, warna hijau 
tua. Bunga majemuk, bentuk bulir, sempit, ujung runcing, panjang 3,5-5 
cm, lebar 1,5-2 cm, mahkota bunga bentuk corong, panjang 2-2,5 cm, warna
 ungu. Buah kotak, bulat panjang, warna cokelat.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td align=&quot;center&quot; colspan=&quot;2&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;700&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;b&gt;Nama Lokal :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
NAMA SIMPLISIA
Zingiberis Rhizoma; Rimpang Jahe.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy; font-family: Verdana; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
   &lt;b&gt;Penyakit Yang Dapat Diobati :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sifat Khas
Tajam dan sumelada.

Khasiat
Karminatif, stomakik, stimulans, dan diaforetik.

PENELITIAN
Latifah,1987. Jurusan Farmasi, FMIPA UNPAD.
Telah melakukan penelitian pengaruh analgesik perasan rimpang Jahe Merah
 pada mencit. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata perasan rimpang 
Jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi. 
Semakin besar dosis yang diberikan, semakin besar efek perpanjangan 
waktu reaksi (efek pengurangan sensitifikasi rasa sakit). Pemberian 
perasan rimpang Jahe Merah antara 199,8 mg/kg dan 218,0 mg/kg bb 
mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam 
salisilat 10 mg /kg bb.

Ema Viaza,1991. Jurusan Farmasi, FMIPA UI.
Telah melakukan penelitian efek antijamur Jahe terhadap jamur 
Tricophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum, dan Microsparum canis. 
Dari hasil penelitian tersebut, ternyata jamur Tricophyton 
mentagrophytes, Trichophyton rubrum, dan Microsparum canis memberikan 
kadar hambat minimum sebagai berikut: 6,25; 12,5 mg/ml. Berdasarkan zona
 hambatan yang diperoleh, efek antijamur tertinggi diberikan terhadap 
jamur Tricophyton mentagrophytes, kemudian disusul Trichophyton rubrum, 
dan Microsparum canis.

Catatan
Jahe dapat dibedakan atas dua jenis. 
1. Jahe Pahit.
2. Jahe Merah (sunti).
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; height=&quot;1&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
    &lt;td align=&quot;left&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;455&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
    &lt;td align=&quot;left&quot; class=&quot;p&quot; height=&quot;1&quot; rowspan=&quot;3&quot; width=&quot;245&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/gambar/kunyit.jpg&quot; width=&quot;226&quot; /&gt;    &lt;/td&gt;
    &lt;td align=&quot;left&quot; class=&quot;p&quot; height=&quot;1&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;455&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;h2&gt;


&lt;b&gt;4. Kunyit&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;(Curcuma longa Linn.)&lt;/i&gt;     &lt;/blockquote&gt;
&lt;/td&gt;
    &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
   &lt;td align=&quot;center&quot; class=&quot;p&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;245&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sinonim :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Curcuma domestica Val.
C. domestica Rumph.
C. longa Auct.&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/td&gt;
   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td align=&quot;center&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;455&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;b&gt;Familia :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Zingiberaceae&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/td&gt;
   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td align=&quot;center&quot; colspan=&quot;2&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;700&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td align=&quot;center&quot; colspan=&quot;2&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;700&quot;&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;b&gt;Uraian :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kunyit (Curcuma domestic) termasuk salah satu 
tanaman rempah dan obat, habitat asli tanaman ini meliputi wilayah Asia 
khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke 
daerah Indo-Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap 
orang Indonesia dan India  serta bangsa Asia umumnya pernah mengkonsumsi
 tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau 
untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td align=&quot;center&quot; colspan=&quot;2&quot; height=&quot;19&quot; width=&quot;700&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;b&gt;Nama Lokal :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saffron (Inggris), Kurkuma (Belanda), Kunyit (Indonesia); Kunir (Jawa), Koneng (Sunda), Konyet (Madura); &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy; font-family: Verdana; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
   &lt;b&gt;Penyakit Yang Dapat Diobati :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Diabetes melitus, Tifus, Usus
 buntu, Disentri, Sakit keputihan; Haid tidak lancar, Perut mulas saat 
haid, Memperlancar ASI; Amandel, Berak lendir, Morbili, Cangkrang 
(Waterproken); &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ian-untuksemua.blogspot.com/2012/05/tumbuhan-dan-manusia.html</link><author>noreply@blogger.com (Ian Untuk Semua)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3400576181160418467.post-3162354562297452968</guid><pubDate>Thu, 17 May 2012 08:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-17T09:10:29.811-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Indonesia Ku</category><title>Kekayaan Alam Indonesia</title><description>&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;


10 Keunikan Kekayaan Alam Indonesia
&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;post-header&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;post-header-line-1&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;post-author vcard&quot;&gt;
Diterbitkan Oleh Yan Bagus&lt;span class=&quot;fn&quot;&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;http://indo-template-blogger.blogspot.com/2011/01/hit-counter-for-blogger-posts.html&quot; title=&quot;get this posts counter&quot;&gt;
&lt;/a&gt;

&lt;ins style=&quot;border: none; display: inline-table; height: undefinedpx; margin: 0; padding: 0; position: relative; visibility: visible; width: undefinedpx;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ins id=&quot;aswift_0_anchor&quot; style=&quot;border: none; display: block; height: undefinedpx; margin: 0; padding: 0; position: relative; visibility: visible; width: undefinedpx;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;br /&gt;

&lt;center&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.binhakim.com/2012/03/10-keunikan-kekayaan-alam-indonesia.html&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwfLnjDDBuC71xq0tU7N9Z7-TOGZnq7Vbim6jb0fDWGh7QaeKE6DW8BTZJ8-8chjwE7RLnhTzLTJFnWgbszUh1GcPT40pjNzmNHf7xgdr93m5jYZNhyI4ntEFfF82b2PoVCLZyCsG4bRid/s400/sawah.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3400576181160418467&quot; name=&quot;more&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Berikut ini adalah 10 keunikan kekayaan alam Indonesia yang mungkin sering dilupakan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD2&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Republik&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;
 Indonesia merupakan  Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri 
dari 17.504 pulau,  termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 
6.000 pulau yang tidak&lt;a href=&quot;http://www.binhakim.com/2012/03/10-keunikan-kekayaan-alam-indonesia.html&quot;&gt;  &lt;/a&gt;berpenghuni.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.binhakim.com/2012/03/10-keunikan-kekayaan-alam-indonesia.html&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kaskus-forum.blogspot.com - 10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;325&quot; src=&quot;http://unikapik.blogdetik.com/files/2010/07/indonesia-300x244.gif&quot; title=&quot;10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;2.
 Indonesia memiliki 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu Pulau  
Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Pulau 
 Sumatera (473.606 km2) dan Pulau Papua (421.981 km2)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.binhakim.com/2012/03/10-keunikan-kekayaan-alam-indonesia.html&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kaskus-forum.blogspot.com - 10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://unikapik.blogdetik.com/files/2010/07/pulau-300x225.jpg&quot; title=&quot;10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;3. Indonesia adalah Negara &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD11&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;maritim&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;  terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai  sekitar 81&lt;a href=&quot;http://www.binhakim.com/2012/03/10-keunikan-kekayaan-alam-indonesia.html&quot;&gt; &lt;/a&gt;ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.binhakim.com/2012/03/10-keunikan-kekayaan-alam-indonesia.html&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kaskus-forum.blogspot.com - 10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://unikapik.blogdetik.com/files/2010/07/laut-300x225.jpg&quot; title=&quot;10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;4.
 Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di  dunia.
 Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja  
terdapat 270 suku. Menggunakan 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa  
induk yang digunakan berbagai suku bangsa tersebut&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.binhakim.com/2012/03/10-keunikan-kekayaan-alam-indonesia.html&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kaskus-forum.blogspot.com - 10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;197&quot; src=&quot;http://unikapik.blogdetik.com/files/2010/07/suku-suku-indonesia-300x148.jpg&quot; title=&quot;10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;
                          5. Indonesia adalah penghasil gas alam cair 
(LNG) terbesar di dunia (20%  dari suplai seluruh dunia) juga produsen 
timah terbesar kedua.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.binhakim.com/2012/03/10-keunikan-kekayaan-alam-indonesia.html&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kaskus-forum.blogspot.com - 10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;314&quot; src=&quot;http://unikapik.blogdetik.com/files/2010/07/lng-300x236.jpg&quot; title=&quot;10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&amp;nbsp;6. Indonesia memiliki Terumbu Karang (&lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD4&quot;&gt;Coral Reef&lt;/span&gt;) terkaya di dunia (18% dari total dunia) dan memiliki &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD9&quot;&gt;species&lt;/span&gt; ikan hiu terbanyak di dunia (150 species).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;                          &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.binhakim.com/2012/03/10-keunikan-kekayaan-alam-indonesia.html&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kaskus-forum.blogspot.com - 10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://unikapik.blogdetik.com/files/2010/07/coral-300x225.jpg&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; title=&quot;10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&amp;nbsp;7. Indonesia menempati &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD7&quot;&gt;peringkat&lt;/span&gt; pertama dalam produk pertanian, yaitu cengkeh (cloves) &amp;amp; pala (nutmeg), serta peringkat kedua dalam karet alam (&lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD5&quot;&gt;Natural Rubber&lt;/span&gt;) dan minyak sawit mentah (Crude &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD6&quot;&gt;Palm Oil&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.binhakim.com/2012/03/10-keunikan-kekayaan-alam-indonesia.html&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kaskus-forum.blogspot.com - 10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;288&quot; src=&quot;http://unikapik.blogdetik.com/files/2010/07/cengkeh-300x216.jpg&quot; title=&quot;10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;8. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (&lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD12&quot;&gt;plywood&lt;/span&gt;), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.binhakim.com/2012/03/10-keunikan-kekayaan-alam-indonesia.html&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kaskus-forum.blogspot.com - 10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;238&quot; src=&quot;http://unikapik.blogdetik.com/files/2010/07/kayu-lapis-300x179.jpg&quot; title=&quot;10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;9. Indonesia memiliki biodiversity 
Anggrek terbesar didunia yaitu  sekitar 6 ribu jenis anggrek, mulai dari
 yang terbesar (Anggrek Macan  atau Grammatophyllum Speciosum) sampai 
yang terkecil (Taeniophyllum,  yang tidak berdaun), termasuk Anggrek 
Hitam yang langka dan hanya  terdapat di Papua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.binhakim.com/2012/03/10-keunikan-kekayaan-alam-indonesia.html&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kaskus-forum.blogspot.com - 10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://unikapik.blogdetik.com/files/2010/07/bunga-anggrek-300x225.jpg&quot; title=&quot;10 Rekor kekayaan alam Indonesia&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;10. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan oleh air laut atau abrasi pantai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;</description><link>http://ian-untuksemua.blogspot.com/2012/05/kekayaan-alam-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Ian Untuk Semua)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwfLnjDDBuC71xq0tU7N9Z7-TOGZnq7Vbim6jb0fDWGh7QaeKE6DW8BTZJ8-8chjwE7RLnhTzLTJFnWgbszUh1GcPT40pjNzmNHf7xgdr93m5jYZNhyI4ntEFfF82b2PoVCLZyCsG4bRid/s72-c/sawah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>