<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117</atom:id><lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 11:22:24 +0000</lastBuildDate><category>Tips</category><category>Kesehatan Bayi</category><category>Bayi Baru Lahir</category><category>Penyakit</category><category>ASI</category><category>Perawatan Bayi</category><category>Pertumbuhan Bayi</category><category>Emosi Bayi</category><category>Imunisasi</category><category>Bayi Usia 2-3 Bulan</category><category>Bayi Usia 6-9 Bulan</category><category>Perkembangan Anak</category><category>Pola Tidur Bayi</category><category>Balita</category><category>Bayi Menangis</category><category>Posisi Tidur Bayi</category><category>Susu</category><category>Alergi</category><category>Bayi Prematur</category><category>Bayi Usia 1 Bulan</category><category>Bayi Usia 4-5 Bulan</category><category>Hepatitis B</category><category>Makanan Bayi</category><category>Makanan Padat</category><category>Menggendong Bayi</category><category>Muntah Bayi</category><category>Nama Bayi</category><category>Otak Bayi</category><category>Psikologi Bayi</category><category>Ruam Popok</category><category>Sembelit</category><category>Tips Memilih Nama Bayi</category><category>Vaksin</category><category>Alergi Susu Sapi</category><category>Asma</category><category>Baju Bayi</category><category>Bakteri</category><category>Batita</category><category>Bayi Stres</category><category>Diare</category><category>Gizi Bayi</category><category>Larutan Gula</category><category>Makan Bayi</category><category>Nutrisi Bayi</category><category>Obesitas</category><category>Rambut Bayi</category><category>Sesak Napas</category><category>Sleep Apnea</category><category>Takut Mandi</category><category>Atresia Bilier</category><category>Autis</category><category>BCG</category><category>Bayi Buang Air Besar</category><category>Bayi Buang Air Kecil</category><category>Bayi Tertawa</category><category>Berita</category><category>Campak</category><category>Diabetes</category><category>Eksem</category><category>Feces</category><category>Gendongan Bayi</category><category>Gigi Gusi</category><category>Hepatitis D</category><category>Hipertensi</category><category>Ibu</category><category>Infeksi</category><category>Jus Buah</category><category>Jus Buah Untuk Bayi</category><category>Kebersihan Rambut Kepala Bayi</category><category>Kematian Bayi</category><category>Kereta Dorong Bayi</category><category>Kesehatan Kulit Bayi</category><category>Manfaat Musik untuk Bayi</category><category>Memandikan Bayi</category><category>Mitos Bayi</category><category>Pelukan Orangtua</category><category>Penyebab Rambut Rontok Bayi</category><category>Perlengkapan Bayi</category><category>Pijat Bayi</category><category>Pola Makan Bayi</category><category>Polio</category><category>Popok Bayi</category><category>Postpartum OCD</category><category>Pusing</category><category>Resep Makanan Bayi</category><category>Risiko Bayi Gemuk</category><category>Susu Formula</category><category>Tetanus</category><category>Tips Memandikan Bayi</category><category>Virus</category><category>Vitamin Bayi</category><title>Ibu dan Bayi</title><description>Dunia Ibu dan Bayi | Info Ibu | Cara Merawat Bayi | Perawatan Bayi | Tips Bayi Sehat | Tahap Perkembangan Bayi | Tumbuh Kembang Bayi</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>87</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-7873008202645818802</guid><pubDate>Sat, 08 Oct 2011 13:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-08T20:48:35.370+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Batita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Psikologi Bayi</category><title>Bayi Bisa Membedakan Benar Salah Sejak Usia 15 Bulan</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNLSZukU2yRnzj_d47yIMhHyrLE9qOcOW7_7GTb0cenyw8RDdJjT6lDolcYOQYNvB2OQY98ZZ_4-QrZbOIEs0z7GYHAss70YIoFbX64HqSyi6JAm87EFwNPh28RDnsOSA4GuE9rn49HrD_/s1600/Bisa+Membedakan+Benar+Salah+Sejak+Usia+15+Bulan.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak yang berpikir seorang bayi belum mengerti apa-apa. Tapi studi  menunjukkan bahwa kemampuan untuk membedakan yang benar dan salah sudah  dimiliki sejak usia 15 bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para peneliti menuturkan dalam  penelitian ini bayi memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang adil  dan tidak adil seperti dalam pembagian makanan dengan orang lain. Hal  ini menunjukkan adanya kesadaran awal mengenai keadilan sehingga bisa  membedakan mana yang benar dan salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Temuan kami menunjukkan  bahwa norma-norma seperti keadilan lebih cepat diperoleh dari yang kita  duga, seperti bayi yang lebih sensitif terhadap pembagian makanan atau  mainan yang tidak adil,&quot; ujar Jessica Sommerville, profesor psikologi  dari University of Washington, seperti dikutip dari &lt;em&gt;Dailymail, &lt;/em&gt;Sabtu (8/10/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Studi yang hasilnya diterbitkan dalam jurnal &lt;em&gt;PLoS ONE&lt;/em&gt;  ini memperlihatkan 2 video singkat bayi berusia 15 bulan. Diketahui  bayi menghabiskan banyak waktu untuk melihat bagaimana distribusi suatu  makann dan melihat apakah ada seseorang yang mendapatkan lebih banyak  dibanding orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bayi mengharapkan adanya distribusi yang  sama dan adil dari makanan tersebut, dan mereka akan terkejut jika  melihat satu orang mendapatkan biskuit atau susu lebih banyak dibanding  yang lain,&quot; ujar Sommerville.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sommerville mengungkapkan bayi  cenderung melihat adanya keadilan dan ketidakadilan dengan cara  mengamati bagaimana seseorang memperlakukan satu sama lain. Bayi akan  terkejut jika ia melihat adanya perbedaan distribusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hasil  percobaan menunjukkan pemahaman mengenai keadilan dan salah benar sudah  ada sejak dini. Mereka bersedia berbagi dengan yang lain dan akan  benar-benar sensitif terhadap adanya pelanggaran keadilan tersebut,&quot;  ungkapnya.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/10/bayi-bisa-membedakan-benar-salah-sejak.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNLSZukU2yRnzj_d47yIMhHyrLE9qOcOW7_7GTb0cenyw8RDdJjT6lDolcYOQYNvB2OQY98ZZ_4-QrZbOIEs0z7GYHAss70YIoFbX64HqSyi6JAm87EFwNPh28RDnsOSA4GuE9rn49HrD_/s72-c/Bisa+Membedakan+Benar+Salah+Sejak+Usia+15+Bulan.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-7613629844920641354</guid><pubDate>Thu, 29 Sep 2011 22:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-30T05:36:29.366+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Alergi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bakteri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penyakit</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perawatan Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pertumbuhan Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><title>Melindungi Bayi Sebaiknya Tidak Ekstrim</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFYBYmZKC96SIgi2cTbAqU9sjQ8V87PA23fKjgb8UbuCwkZq7oxKu_j1V7iBx9PbSd20fc1RRxQq3jjwy2u1q3mErfuAgKw5DQ_Ynrlgi7H6MfQhF9a9m_RFFnsH95uGhtPnGmQ_pP5HVs/s320/Melindungi+Bayi+Sebaiknya+Tidak+Ekstrim.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para ibu selalu mensterilkan botol susu, menggunakan sabun anti bakteri,  pembersih, dan akan melakukan apapun demi kesehatan buah hati.  Sayangnya, pada waktu bersamaan, jumlah anak yang menderita alergi  bukannya menurun malah meroket jika dibandingkan 30-40 tahun silam.  Mengapa bisa demikian? Apakah ada kemungkinan hal ini dikarenakan kita  terlalu ekstrim dalam melindungi anak?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara kerja imun bayi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlu  ibu ketahui, agar dapat berkembang maksimal, sistem imun buah hati  (sayangnya) perlu berlatih &#39;memerangi&#39; kuman. Bayi yang baru lahir  memang mendapat perlindungan dari ASI yang ibu berikan, namun ASI  sendiri takkan mampu melindunginya dari semua jenis bakteri/ kuman  penyakit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika sistem imun bertemu dengan bakteri yang belum  pernah dihadapinya sebelumnya, maka imun tersebut akan mengirim antibodi  untuk melawan bakteri. Kadang bakterilah yang menang dan anak jadi  sakit, mungkin demam atau batuk. Namun setidaknya dari pengalaman  tersebut, sistem imun sudah &#39;merekam&#39; si bakteri, dan lain hari saat  bakteri itu menyerang lagi, maka sistem imun sudah lebih siap  menghadapinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suntikan imunisasi juga bekerja dengan prinsip  yang sama, memperkenalkan jenis bakteri/ kuman dengan sistem imun  sehingga imun bisa siap menghadapi serbuan kuman yang lebih besar  nantinya. Melihat cara kerja sistem imun di atas, boleh dikata bahwa  perlindungan yang terlalu ekstrim justru hanya akan melemahkan daya  tahan tubuh anak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lalu, bagaimana cara melindungi bayi dengan sewajarnya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Cuci tangan. Seiring bertumbuhnya buah hati, ajari ia untuk melakukannya juga, terutama setelah dari WC atau sebelum makan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.  Tetap sterilkan botol susu dan pentilnya. Susu merupakan sarang bakteri  yang bisa menyebabkan timbulnya radang lambung dan usus. Selalu buang  susu tersisa, tak perlu memanaskannya ulang karena bisa memicu  pertumbuhan bakteri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Bersihkan area pantat secara teratur  untuk mencegah timbulnya ruam dan infeksi akibat pemakaian popok. Untuk  bayi perempuan, cara membersihkannya adalah dari depan ke belakang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.  Hati-hati terhadap makanan. Biarkan makanan beku hingga kembali ke suhu  kamar sebelum diolah. Ibu juga perlu mewaspadai pengolahan telur,  selalu masak telur hingga matang untuk menghindari infeksi bakteri  salmonella. Sedapat mungkin jauhkan telur mentah dalam kulkas dari  makanan lainnya. Jika ibu memanaskan ulang makanan (lakukan hanya sekali  saja), panasi dengan temperatur tinggi, dan biarkan makanan hingga  benar-benar dingin sebelum disimpan dengan wadah di dalam kulkas.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/melindungi-bayi-sebaiknya-tidak-ekstrim.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFYBYmZKC96SIgi2cTbAqU9sjQ8V87PA23fKjgb8UbuCwkZq7oxKu_j1V7iBx9PbSd20fc1RRxQq3jjwy2u1q3mErfuAgKw5DQ_Ynrlgi7H6MfQhF9a9m_RFFnsH95uGhtPnGmQ_pP5HVs/s72-c/Melindungi+Bayi+Sebaiknya+Tidak+Ekstrim.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-3109418016731748807</guid><pubDate>Thu, 29 Sep 2011 22:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-30T05:30:08.156+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perkembangan Anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><title>Membuat Bayi Gemar Membaca</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;208&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCLfAX-dktBE1jnLMp8L1_5GxIn-pK1IvcFjJtbe059LJGH2_Kzz6iGyM1Qq6lu_UWubb3s3zcmnAryPrOnNwUxQKJ5qUT-iQqi4bQQ0tYQ9e8oFpPg1nwNEva0mCjTwjviNFZM2t9IXSH/s320/Membuat+Bayi+Dan+Balita+Gemar+Membaca.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membaca adalah jendela dunia, Anda bisa menjelajahi apapun tanpa batas  dalam sebuah buku. Tentunya akan sangat membanggakan bila buah hati Anda  tumbuh menjadi sosok yang gemar membaca dan menjelajahi dunia dalam  bantuan buku. Selain mendapa pengetahuan, banyak manfaat lain yang  didapatkan dari membaca, salah satunya adalah mengembangkan imajinasi  yang tidak didapat dari kegiatan menonton televisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak yang  memiliki imajinasi baik biasanya akan tumbuh menjadi sosok yang kaya  akan ide-ide baru, inspiratif dan kreatif. Anda bisa mulai mengenalkan  kegemaran membaca pada buah hati Anda sedini mungkin. Tidak akan sulit,  karena mengenalkan buku pada buah hati semudah memberinya mainan  plastik. Tentu saja mengenalkan buku akan jauh lebih bermanfaat  untuknya. Seperti dilansir situs &lt;i&gt;Parenting&lt;/i&gt;, inilah cara yang bisa Anda tempuh agar bayi dan balita Anda hobi membaca buku.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
1. Bicara Pada Bayi Sejak Lahir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekalipun bayi terlihat tidak  memberikan respon apapun saat Anda berbicara dengannya, tetapi apa yang  Anda ucapkan akan terekam di dalam otaknya. Saat dia mendengar banyak  kata yang Anda ucapkan, maka dia akan terbiasa dengan kata-kata tersebut  dan ini penting sebagai persiapan untuknya saat belajar membaca.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
2. Pangku Bayi Anda.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat bayi Anda sudah bisa dipangku, maka  ajaklah dia berkenalan dengan benda barunya, yaitu buku. Posisi yang  nyaman adalah dipangku karena si bayi akan merasa paling nyaman bila  dekat dengan ibunya, lakukan pada saat bayi merasa senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Biarkan Dia Memegang Bukunya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda  apapun yang Anda tawarkan pada bayi Anda, akan menjadi sesuatu yang  menarik perhatiannya, maka kemungkinan bayi Anda akan memegang dan  menggigit buku yang Anda berikan. Biarkan saja, biarkan bayi Anda  mengenal dan akrab dengan mainan barunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Pilih Buku Yang Tepat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena  bayi Anda baru mengenal buku, pilih buku yang sekiranya tidak membuat  si bayi merasa bosan. Misalnya buku dengan gambar 3D, atau buku dengan  tulisan yang bersajak (biasanya dalam buku anak berbahasa Inggris)  misalnya Hickory Dickory Dock. Ini akan lebih membantu si bayi melihat  tulisan besar dan mengingat apa yang Anda katakan dari tulisan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Perluas Kosa Kata&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat  bayi Anda telah sedikit besar, maka dia akan mulai mengucapkan  kata-kata yang lebih mirip bergumam. Anda harus mengarahkan si balita  dengan cara yang benar untuk memperbanyak perbendaharaan kata. Misalnya  balita Anda mengatakan &quot;Buu buu...&quot; saat melihat buku, maka jawablah  &quot;Iya benar, ini buku. Buku warna biru,&quot; Maka secara tidak langsung, dia  akan merekam kata-kata yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Jadilah Model Mereka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Balita  akan menyerap apa saja. Anda tidak bisa berharap balita Anda akan gemar  membaca jika Anda sendiri tidak pernah terlihat membaca di depannya.  Maka habiskan waktu Anda bersamanya dengan juga membaca. Contoh yang  Anda berikan akan meningkatkan motivasi balita untuk melakukan hal yang  sama dengan orang tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Buat Mudah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan  meletakkan buku terlalu tinggi atau meletakkannya di dalam lemari yang  terkunci. Pilah buku mana yang bisa diberikan untuk balita Anda, mana  yang tidak. Biasanya balita yang belum bisa membaca akan meminta Anda  untuk membacakan buku tersebut. Jika dia terus minta dibacakan buku  kesukaannya berulang-ulang, jangan bosan. Pengulangan akan membuat  balita semakin menyerap isi buku tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Buat Jadi Menyenangkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekalipun  penting, jangan membuat kegiatan membaca menjadi sesuatu yang  menakutkan bagi bayi Anda. Buatlah kegiatan ini menjadi kegiatan yang  menyenangkan seperti sebuah permainan. Nikmati kegiatan ini dengan  diselingi menyanyi atau bermain kata, pasti akan sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggu apalagi? Ajak bayi Anda berkelana di dalam sebuah buku dan biarkan imajinasinya mengembara.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/membuat-bayi-gemar-membaca.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCLfAX-dktBE1jnLMp8L1_5GxIn-pK1IvcFjJtbe059LJGH2_Kzz6iGyM1Qq6lu_UWubb3s3zcmnAryPrOnNwUxQKJ5qUT-iQqi4bQQ0tYQ9e8oFpPg1nwNEva0mCjTwjviNFZM2t9IXSH/s72-c/Membuat+Bayi+Dan+Balita+Gemar+Membaca.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-7268179183757711660</guid><pubDate>Wed, 28 Sep 2011 16:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-28T23:21:16.961+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ASI</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bayi Baru Lahir</category><title>Bayi Baru Lahir Bisa Bertahan 48 Jam Tanpa Menyusu</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJDbJSRRfxxrObY8xt1pchyphenhyphenigvc1-NanK7zitObDeb3mO97Irl-KuBIhR4B6SSIa_uUItn5NWm_RVwYGGuR_Ups5nt7hVJ76kju5IvfOo_ycNQVacrcjxW70xCBJJhhiGTDjKLIvrqER_O/s1600/Bayi+Baru+Lahir+Bisa+Bertahan+48+Jam+Tanpa+Menyusu.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu yang baru saja melahirkan bayi kadang bingung dan khawatir karena air susunya (ASI) belum keluar. Tapi sebenarnya bayi yang baru lahir bisa bertahan hingga 48 jam tanpa menyusu. Jika ASI belum keluar, ibu tetap harus menjaga kontak kulit dengan bayi agar ia merasa nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bayi bisa bertahan 24-48 jam, karena ia sudah dibekali dari kandungan. Tapi yang terpenting jangan dipisahkan dari ibunya,&quot; ujar Dr Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC, FABM saat ditemui disela-sela acara seminar &#39;Ibu Bekerja Bukan Alasan Menghentikan Pemberian ASI Eksklusif&#39; di Hotel Birawa, Jakarta, Selasa (27/9/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dr Tami menuturkan ketika mendengar bayi menangis pasti yang terlintas pertama kali adalah bayi tersebut lapar sehingga harus disusui. Padahal bayi yang dipisahkan 6 jam saja dari ibunya akan memiliki tingkat stres yang 2 kali lipat lebih tinggi yang bisa membuatnya menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini karena selama di kandungan bayi selalu dekat dengan ibunya, dan jika kadar hormon stresnya meningkat akan membuat daya tahan tubuhnya berkurang sebesar 50 persen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut Dr Tami mengungkapkan jika bayi menangis, maka gendonglah ia sehingga bisa mendapatkan skin to skin contact (kontak kulit) dengan ibu dan tetaplah berusaha menyusui agar bisa mendapatkan kolostrum meski hanya 1-2 tetes saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kolostrum ini berfungsi untuk membantu mematangkan usus bayi dengan menutup lubang-lubang yang ada di usus agar tidak diisi oleh benda-benda asing,&quot; ujar dokter yang berpraktek di di Klinik Lakstasi RS St Carolus Salemba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu hampir sekitar 50 persen keberhasilan menyusui bergantung pada pikiran si ibu. Sedikit saja si ibu memiliki pikiran negatif maka akan langsung membuat produksi ASI-nya menjadi drop.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dr Tami menjelaskan dari sisi kedokteran ada 2 hormon yang mempengaruhi ASI yaitu hormon prolaktin yang berfungsi memproduksi ASI dan hormon oksitosin yang berfungsi mengalirkan ASI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hormon oksitosin terpengaruh oleh pikiran ibu, jadi kalau ibu sedang sedih, stres, kesel atau mangkel maka hormon oksitosin akan berkurang yang mempengaruhi produksi ASI,&quot; ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk itu proses menyusui tidak hanya melibatkan 2 orang, tapi 3 orang yaitu ibu, bayi dan juga ayah. Dalam hal ini ayah memiliki kekuatan atau pengaruh yang cukup signifikan, atau disebut dengan breastfeeding gender.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/bayi-baru-lahir-bisa-bertahan-48-jam.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJDbJSRRfxxrObY8xt1pchyphenhyphenigvc1-NanK7zitObDeb3mO97Irl-KuBIhR4B6SSIa_uUItn5NWm_RVwYGGuR_Ups5nt7hVJ76kju5IvfOo_ycNQVacrcjxW70xCBJJhhiGTDjKLIvrqER_O/s72-c/Bayi+Baru+Lahir+Bisa+Bertahan+48+Jam+Tanpa+Menyusu.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-7659595300119227827</guid><pubDate>Tue, 27 Sep 2011 13:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-27T20:59:41.029+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Alergi Susu Sapi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nutrisi Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Susu</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Susu Formula</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><title>Cara Mengatasi Alergi Susu Sapi</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggGVfYYocr-9oFQx2gvNGex4doeLx2BlRK62F-vxeJ4OgtAEGY4q4-PXU_3aUyYHWK6JC9ShYISvx8JWe5_VKnCQeokV2PUucgNBKa7g2uNX7JbZzhnWNTUxL6T1vkqlEftPfFiE0vMlQo/s1600/mengatasi+alergi+susu+sapi.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;Harus Berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayi  ibu mengalami &lt;a href=&quot;http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/daftar-istilah-alergi-susu-sapi.html&quot;&gt;&lt;b&gt;alergi susu sapi&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;? Bila ini terjadi dan ibu telah  mengenali beberapa tibu-tibu bayi alergi susu bayi muncul pada bayi ibu,  maka sebaiknya ibu segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak  untuk menentukan susu bayi apa yang sebaiknya ibu pakai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa  ibu mungkin segera mengganti susu bayinya dengan merk lain yang setara  tingkatan nutrisinya. Beberapa dari mereka berhasil mengatasi keluhan  alergi pada bayinya namun tidak sedikit pula yang merasa bahwa setelah  ganti merk pun gejala alergi pada bayi tidak kunjung hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;Mengatasi Alergi dengan Susu HA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila  langkah menganti susu formula dengan susu formula merek lain tidak  berhasil, mungkin ada baiknya ibu melirik untuk menggunakan susu formula  Hypo-Allergenic (HA). Ada banyak kasus yang kami ketahui bahwa  penggunaan Susu HA (Hypo-Allergenic) tidak membuat bayi lepas dari susu  sapi. Ini artinya setelah beberapa waktu mereka yang menggunakan susu  formula HA dapat kembali lagi menggunakan susu formula biasa yang  mengandung susu sapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan Susu Formula HA dan Susu Formula  biasa adalah pada susu formula Hypo-Allergenic, protein telah  dipotong-potong sedemikian rupa sehingga bayi lebih mudah mencerna  kandungan protein yang diperlukannya dalam susu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda  dengan susu formula biasanya yang mengandung probiotik yang membantu  pencernaan bayi, ketika bayi diberi Susu HA pada minggu-minggu pertama  akan ada perubahan bentuk feses bayi. Feses menjadi lebih encer dan  lebih berbau dibandingkan sebelumnya. Ini kemungkinan terjadi karena  memang kalau ibu perhatikan larutan susu formula Hypo-Allergenic (HA)  lebih encer dibandingkan dengan susu formula yang biasa ibu gunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 130%;&quot;&gt;Bagaimana dengan Susu Soya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Susu  Soya juga merupakan salah satu pilihan bagi ibu yang anaknya menderita  alergi susu sapi. Sesuai dengan namanya, susu formula dengan bahan dasar  soy bean (kedelai) sama sekali tidak mengandung protein susu sapi.  Seluruh protein yang terkandung pada susu formula soya berbahan dasar  protein nabati sehingga menurunkan kemungkinan Alergi pada bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau  demikian karena susu soya biasanya lebih pekat dibandingkan dengan susu  HA maupun susu formula biasa, biasanya ada kasus dimana perut bayi  menjadi kembung karena tidak terbiasa dengan protein susu kedelai ini.  Bila bayi rewel karena kembung ibu bisa mengatasi hal ini dengan cara  memberikan minyak telon dan menggendongnya dengan posisi tegak agar bayi  nyaman dan angin di dalam perut bayi dapat segera dikeluarkan.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/cara-mengatasi-alergi-susu-sapi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggGVfYYocr-9oFQx2gvNGex4doeLx2BlRK62F-vxeJ4OgtAEGY4q4-PXU_3aUyYHWK6JC9ShYISvx8JWe5_VKnCQeokV2PUucgNBKa7g2uNX7JbZzhnWNTUxL6T1vkqlEftPfFiE0vMlQo/s72-c/mengatasi+alergi+susu+sapi.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-1798628543639106295</guid><pubDate>Tue, 27 Sep 2011 13:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-27T20:51:47.417+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Alergi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Alergi Susu Sapi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Asma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bakteri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Feces</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Infeksi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Susu</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Virus</category><title>Daftar Istilah Alergi Susu Sapi</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE0Ky2A-SfKdXM6LwbkH5yTa9fJDVwv6CUmpFsPMhfVlre6A5zARB_GoZyH6bjzuyldAbov5uWVj3Nru5b71s_XJkMwDAz7a0y5sRayqZInv83wSBgFudv0IaiqvB34vgLtxOanXTVitsD/s1600/Alergi+Susu+Sapi.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alergi pada bayi memang salah satu masalah yang merepotkan baik bagi orang tua maupun bayi sendiri. Bayi yang mengalami alergi susu sapi misalnya, dia tidak dapat menerima asupan susu sapi sedikitpun dan begitupula jenis makanan turunannya seperti keju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa dokter menyatakan alergi dapat hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-3 tahun, namun demikian terdapat penelitian baru yang mengindikasikan alergi susu sapi dapat bertahan hingga 8 tahun. Adalah hal yang patut dicoba untuk memberikan susu sapi setelah anak berumur 2 tahun, namun demikian kewaspadaan akan munculnya reaksi alergi tetap harus dijaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk lebih mengenal mengenai &lt;b&gt;alergi susu sapi&lt;/b&gt; dan alergi lainnya yang mungkin terjadi pada bayi, berikut adalah beberapa istilah yang digunakan dalam dunia &lt;b&gt;alergi susu sapi&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Alergi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi sistem kekebalan tubuh untuk menolak atau menyerang zat tertentu yang masuk ke dalam tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Allergen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Substansi /zat yang menyebabkan alergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Amino Acid&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unsur kimiawi yang membentuk protein. Kumpulan asam amino disebut protein. Sebagai contoh sederhana pengandaian: sebuah bangunan bisa diartikan sebagai protein, sedangkan semen, batu-bata, atap, jendela, pintu, kayu dan bahan yang membentuk bangunan tersebut diibaratkan sebagai asam amino.(Sama dengan Asam Amino)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Amino Acid Formula&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Formula yang mengandung rangkaian protein paling sederhana dan murni, sehingga bebas dari reaksi alergi susu sapi. (Sama dengan Asam Amino Formula atau Formula Asam Amino)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Asam Amino&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unsur kimiawi yang membentuk protein. Kumpulan asam amino disebut protein. Sebagai contoh sederhana pengandaian: sebuah bangunan bisa diartikan sebagai protein, sedangkan semen, batu-bata, atap, jendela, pintu, kayu dan bahan yang membentuk bangunan tersebut diibaratkan sebagai asam amino.(Sama dengan Amino Acid)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Asam Amino Formula&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Formula yang mengandung rangkaian protein paling sederhana dan murni, sehingga bebas dari reaksi alergi susu sapi. (Sama dengan Amino Acid Formula atau Formula Asam Amino)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Asma&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gangguan pernapasan yang sering bersifat alergis, ditandai dengan sulit bernapas dan rasa sesak dalam dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bakteri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makhluk hidup terkecil, terdapat di mana-mana, dapat berkembang biak dengan cepat, dapat menyebabkan peragian, pembusukan, dan penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Basic Formula&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Formula yang terbuat dari susu atau kedelai dengan rantai protein lengkap atau kompleks, sehingga dapat menyebabkan reaksi alergi susu sapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;CAP-RAST&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tes alergi jenis RAST yang lebih spesifik (lihat RAST) yang dapat mengukur tingkat IgE secara tepat dalam darah. IgE adalah protein dalam tubuh manusia yang memicu protein makanan untuk menimbulkan reaksi alergi. Tes ini tidak dapat menunjukkan seberapa parah reaksi alergi yang dialami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Casein&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Protein yang ditemukan pada hasil pengolahan susu yg mengendap dalam asam lemak, dan tidak larut dl air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dehidrasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi kehilangan cairan tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Diagnosis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penentuan jenis penyakit dengan cara meneliti atau memeriksa gejalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Eksim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit kulit, biasanya berasa amat gatal, yang menimbulkan bintik-bintik atau gelembung-gelembung kecil, bercak berwarna kemerah-merahan yg mengerisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Extensively Hydrolyzed Formula (eHF)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Formula dengan rantai protein yang terpecah beberapa bagian dan masih mengandung protein susu. Sehingga, masih dapat menyebabkan reaksi alergi susu. (Sama dengan Formula Hydrolysate)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Feces&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kotoran atau hasil buangan yg dikeluarkan dari alat pencernaan ke luar tubuh melalui dubur, mengandung zat-zat makanan yang tidak dapat dicernakan dan zat-zat yang bukan berasal dari makanan, misal jaringan yg aus, mikroba yg mati; tinja; kotoran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Formula Asam Amino&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Formula yang mengandung rangkaian protein paling sederhana dan murni, sehingga bebas dari reaksi alergi susu sapi. (Sama dengan Amino Acid Formula dan Asam Amino Formula)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Formula Hydrolysate (eHF)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Formula dengan rantai protein yang terpecah beberapa bagian dan masih mengandung protein susu. Sehingga, masih dapat menyebabkan reaksi alergi susu. (Sama dengan Extensively Hydrolyzed Formula)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hay Fever&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iritasi pada hidung, tenggorokan dan mata yang diakibatkan oleh debu atau benang sari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hipoalergenik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Produk yang cenderung tidak menimbulkan reaksi alergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Histamine&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zat kimia yang dilepaskan oleh sel tubuh pada saat sistem kekebalan tubuh bekerja untuk menolak atau menyerang zat tertentu yang masuk ke dalam tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hives&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit kulit yang berupa bercak dan benjol merah akibat reaksi alergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Infeksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemasukan bibit penyakit; ketularan penyakit; peradangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lactose&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gula susu yg keras, berupa bubuk putih berasa manis, tidak berbau, stabil di udara, larut dl air, berguna dl pembuatan makanan bayi, mentega, dan ragi; C12H22O11.2H2O&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Milk Allergy Gastrointestinal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alergi susu sapi yang berpengaruh pada sistem pencernaan, seperti muntah-muntah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mucus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cairan pekat dan licin (seperti dahak, ingus) yang dihasilkan oleh kelenjar pada selaput lendir, menyebabkan permukaan yg dilapisi selalu basah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Non-Alergenik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersifat tidak menimbulkan reaksi alergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Oral Antihistamines&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obat untuk meredakan reaksi alergi dengan cara diminum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;RAST&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Radio Allergo Sorbent Test adalah tes alergi dengan cara mendeteksi Immunoglobulin E (IgE) dalam darah. IgE adalah protein dalam tubuh manusia yang memicu protein makanan untuk menimbulkan reaksi alergi. Tes ini hanya menunjukkan bahwa tubuh terdapat IgE yang tidak dapat menerima allergen, tidak dapat menunjukkan apakah tubuh akan bereaksi alergi atau tingkat keparahan reaksi alergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Skin Prick Test&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikenal juga dengan istilah tes cukit. Tes alergi dengan cara mendeteksi Immunoglobulin E (IgE) dengan cara memberikan sejumlah kecil allergen, histamin dan saline pada kulit di bagian lengan. Apabila pada lengan timbul kemerahan atau benjol pada kulit, menunjukkan tubuh alergi terhadap allergen. IgE adalah protein dalam tubuh manusia yang memicu protein makanan untuk menimbulkan reaksi alergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Topical Antifungals&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengobatan yang diberikan pada kulit untuk mengobati infeksi kulit akibat jamur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Topical Steroids&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengobatan yang diberikan pada kulit untuk mengobati penyakit kulit, seperti eksim, radang kulit, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Virus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop biasa, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron, penyebab dan penular penyakit, seperti cacar, influenza, dan rabies.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Whey&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cairan dari sisa susu yang berubah bentuk menjadi padat.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/daftar-istilah-alergi-susu-sapi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE0Ky2A-SfKdXM6LwbkH5yTa9fJDVwv6CUmpFsPMhfVlre6A5zARB_GoZyH6bjzuyldAbov5uWVj3Nru5b71s_XJkMwDAz7a0y5sRayqZInv83wSBgFudv0IaiqvB34vgLtxOanXTVitsD/s72-c/Alergi+Susu+Sapi.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-7098379641294109576</guid><pubDate>Tue, 27 Sep 2011 13:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-27T20:33:46.932+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BCG</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Campak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hepatitis B</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hepatitis D</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Imunisasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Polio</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tetanus</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Vaksin</category><title>Efek Samping Imunisasi</title><description>&lt;img alt=&quot;efek samping imunisasi&quot; height=&quot;264&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA3IFoEZZWD6Migwj6_sE8ZSeXAi15hQsqUc6TI0QhVq2Jq3dw5QsSWkfnci4B3tJlSUv3hK_3XMcvhyphenhyphenIWweMT_fcxDRxnx9dFKadQjEBKk-IYWcNYhh3u-S7Pi64DTz0iKcplPhuAbqA/s320/imunisasi_www.parenting.co.id.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah  mengalami pertumbuhan yang ajaib selama masa kehamilan, Bayi terlahir  di dunia dengan membawa kekebalan/imunitas yang terbatas. Imunitas bayi  terhadap dunia luar akan terbantu dengan konsumsi ASI pada 6 bulan  pertamanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena alasan kurangnya imunitas inilah kemudian  para ahli sepakat bahwa bayi yang baru lahir pun wajib mendapatkan  vaksinasi hingga dia menginjak umur tertentu nantinya sesuai tabel  pemberian vaksin dari Ikatan Dokter Anak Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun  demikian rupanya pemberian vaksin ini dapat saja disertai dengan efek  samping ringan seperti demam/panas pada bayi dan dokter/bidan akan  memberikan penurun panas (parasetamol) untuk diminum bila perlu.  Sebetulnya apa saja sih yang harus kita ketahui tentang efek samping  menyusui? Apa arti dasar dari vaksinasi dan mengapa vaksinasi itu perlu?  Berikut adalah beberapa artikel yang menggambarkan mengenai arti  vaksinasi, mengapa vaksinasi itu perlu dan apa saja efek samping dari  vaksinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imunisasi bertujuan untuk memberikan kekebalan  terhadap penyakit : Poliomyelitis (kelumpuhan), Campak (measles),  Difteri (indrak), Pertusis (batuk rejan / batuk seratus hari), Tetanus,  Tuberculosis (TBC), Hepatitis B dan untuk mencegah penyakit dan kematian  bayi serta anak yang disebabkan oleh wabah yang sering berjangkit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Manfaat Imunisasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Manfaat untuk anak&lt;br /&gt;
Mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit, dan kemungkinan cacat atau kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Manfaat untuk keluarga&lt;br /&gt;
Menghilangkan  kecemasan dan biaya pengobatan bila anak sakit. Mendorong keluarga  kecil apabila si orang tua yakin bahwa anak-anak akan menjalani masa  anak-anak dengan aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Manfaat untuk negara&lt;br /&gt;
Memperbaiki  tingkat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat dan berakal sehat untuk  melanjutkan pembangunan negara dan memperbaiki citra bangsa Indonesia  diantara segenap bangsa di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Macam Vaksin dan Cara Pemberian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Vaksin Polio&lt;br /&gt;
Bibit  penyakit yang menyebabkan polio adalah virus, vaksin yang digunakan  oleh banyak negara termasuk Indonesia adalah vaksin hidup, berbentuk  cairan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Vaksin Campak&lt;br /&gt;
Bibit penyakit yang menyebabkan  campak adalah virus. Vaksin yang digunakan adalah vaksin hidup. Kemasan  dalam flacon berbentuk gumpalan yang beku dan kering untuk dilarutkan  dalam 5 cc pelarut. Sebelum menyuntikkan vaksin ini, harus terlebih  dahulu dilarutkan dengan pelarut vaksin (aqua bidest). Disebut beku  kering oleh karena pabrik pembuatan vaksin ini pertama kali membekukan  vaksin tersebut kemudian mengeringkannya. Vaksin yang telah dilarutkan  potensinya cepat menurun dan hanya bertahan selama 8 jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Vaksin BCG&lt;br /&gt;
Vaksin  BCG adalah vaksin hidup yang berasal dari bakteri. Vaksin BCG adalah  vaksin beku kering seperti campak berbentuk bubuk. Vaksin BCG melindungi  anak terhadap penyakit tuberculosis (TBC).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vaksin dibuat dari  bibit penyakit hidup yang telah dilemahkan, ditemukan oleh Calmett  Guerint. Sebelum menyuntikkan BCG, vaksin harus lebih dulu dilarutkan  dengan 4 cc cairan pelarut (NaCl 0,9%). Vaksin yang sudah dilarutkan  harus digunakan dalam waktu 3 jam. Vaksin akan mudah rusak bila kena  sinar matahari langsung. Tempat penyuntikan adalah sepertinya bagian  lengan kanan atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Vaksin Hepatitis B&lt;br /&gt;
Bibit penyakit yang  menyebabkan hepatitis B adalah virus. Vaksin hepatitis B dibuat dari  bagian virus yaitu lapisan paling luar (mantel virus) yang telah  mengalami proses pemurnian. Vaksin hepatitis B akan rusak karena  pembekuan dan pemanasan. Vaksin hepatitis B paling baik disimpan pada  temperatur 2,8°C.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Vaksin DPT, TT, dan DT&lt;br /&gt;
Terdiri toxoid  difteri, bakteri pertusis dan tetanus toxoid, kadang disebut “triple  vaksin”. Vaksin DPT disimpan pada suhu 2,8°C kemasan yang digunakan:&lt;br /&gt;
- 5 cc untuk DPT,&lt;br /&gt;
- 5 cc untuk TT,&lt;br /&gt;
- 5 cc untuk DT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemberian imunisasi DPT, DT, TT dosisnya adalah 0,5 cc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
f. Vaksin toxoid difteri&lt;br /&gt;
Vaksin  ini merupakan bagian dari DPT atau DT, difteri disebabkan oleh bakteri  yang memproduksi racun, vaksin terbuat dari toxoid yaitu racun difteri  yang telah dilemahkan. Vaksin difteri akan rusak jika dibekukan dan juga  akan rusak oleh panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
g. Vaksin pertusis&lt;br /&gt;
Merupakan bagian  dari vaksin DPT, penyebab penyakit pertusis adalah bakteri, vaksin  dibuat dari bakteri yang telah dimatikan, akan mudah rusak, bila kena  panas, sama seperti vaksin BCG, dalam vaksin DPT komponen pertusis  merupakan vaksin yang paling mudah rusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h. Vaksin tetanus&lt;br /&gt;
Vaksin  ini merupakan bagian dari vaksin DPT, DT atau sebagai tetanus toxoid  (TT). Tetanus disebabkan oleh bakteri yang memproduksi toxin. Vaksin  terbuat dari toxin tetanus yang telah dilemahkan, tetanus toxoid akan  rusak bila dibekukan dan akan rusak bila kena panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Efek Samping Imunisasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. BCG&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Reaksi normal&lt;br /&gt;
Bakteri  BCG ditubuh bekerja dengan sangat lambat. Setelah 2 minggu akan terjadi  pembengkakan kecil merah di tempat penyuntikan dengan garis tengah 10  mm.&lt;br /&gt;
Setelah 2 – 3 minggu kemudian, pembengkakan menjadi abses kecil  yang kemudian menjadi luka dengan garis tengah 10 mm, jangan berikan  obat apapun pada luka dan biarkan terbuka atau bila akan ditutup gunakan  kasa kering. Luka tersebut akan sembuh dan meninggalkan jaringan parut  tengah 3-7 mm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.Reaksi berat&lt;br /&gt;
Kadang terjadi peradangan  setempat yang agak berat atau abses yang lebih dalam, kadang juga  terjadi pembengkakan di kelenjar limfe pada leher / ketiak, hal ini  disebabkan kesalahan penyuntikan yang terlalu dalam dan dosis yang  terlalu tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.Reaksi yang lebih cepat&lt;br /&gt;
Jika anak sudah  mempunyai kekebalan terhadap TBC, proses pembengkakan mungkin terjadi  lebih cepat dari 2 minggu, ini berarti anak tersebut sudah mendapat  imunisasi BCG atau kemungkinan anak tersebut telah terinfeksi BCG.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. DPT&lt;br /&gt;
1. Panas&lt;br /&gt;
Kebanyakan  anak akan menderita panas pada sore hari setelah mendapat imunisasi  DPT, tapi panas ini akan sembuh dalam 1 – 2 hari. Anjurkan agar jangan  dibungkus dengan baju tebal dan dimandikan dengan cara melap dengan air  yang dicelupkan ke air hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Rasa sakit di daerah suntikan&lt;br /&gt;
Sebagian anak merasa nyeri, sakit, kemerahan, bengkak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Peradangan&lt;br /&gt;
Bila  pembengkakan terjadi seminggu atau lebih, maka hal ini mungkin  disebabkan peradangan, mungkin disebabkan oleh jarum suntik yang tidak  steril karena:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Telah tersentuh,&lt;br /&gt;
* Sebelum dipakai menyuntik jarum diletakkan diatas tempat yang tidak steril,&lt;br /&gt;
* Sterilisasi kurang lama,&lt;br /&gt;
* Pencemaran oleh kuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Kejang-kejang&lt;br /&gt;
Reaksi yang jarang terjadi sebaliknya diketahui petugas, reaksi disebabkan oleh komponen dari vaksin DPT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Polio&lt;br /&gt;
Bila  anak sedang diare ada kemungkinan vaksin tidak bekerja dengan baik  karena ada gangguan penyerapan vaksin oleh usus akibat diare berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Hepatitis D&lt;br /&gt;
Efek samping: tidak ada&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Campak&lt;br /&gt;
Efek samping vaksin campak : panas dan kemerahan.&lt;br /&gt;
Anak-anak  mungkin panas selama 1 – 3 hari setelah 1 minggu penyuntikan, kadang  disertai kemerahan seperti penderita campak ringan.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/efek-samping-imunisasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA3IFoEZZWD6Migwj6_sE8ZSeXAi15hQsqUc6TI0QhVq2Jq3dw5QsSWkfnci4B3tJlSUv3hK_3XMcvhyphenhyphenIWweMT_fcxDRxnx9dFKadQjEBKk-IYWcNYhh3u-S7Pi64DTz0iKcplPhuAbqA/s72-c/imunisasi_www.parenting.co.id.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-6114239554143201599</guid><pubDate>Mon, 26 Sep 2011 15:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-26T22:38:39.614+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bayi Prematur</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kesehatan Kulit Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Popok Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><title>Bayi Prematur Lebih Baik Pakai Popok Sekali Pakai</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;164&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTr3qjndTbMypoyzQc3YlG22ecZOsTB9wDe0OP-voR4lnZOsWa1aeE9Wn3sw2eM0S53z0qE_l1n6RU2s9MPR2ddhRVhObeZMaEJr2lVZB4w2hNF3Aoxy3L5k_FG-ja9pLC1P72tbg6PFS-/s320/Bayi+Prematur+Lebih+Baik+Pakai+Popok+Sekali+Pakai.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda bebas memilih, lebih nyaman menggunakan popok sekali pakai atau  popok kain untuk si buah hati. Setiap produk yang dipilih tentunya  dilatari pertimbangan tertentu. Apa pun pilihan Anda, pastikan orangtua  lebih memerhatikan kebutuhan bayi, terutama bayi baru lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak  ibu khawatir menggunakan popok sekali pakai untuk bayi baru lahir.  Pasalnya kulit bayi baru lahir sangat peka, sehingga muncul kekhawatiran  bayi terkena risiko iritasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekhawatiran ini terjawab, dengan  pernyataan spesialis anak terkait perawatan medis bayi baru lahir  (Neonatologist) dr Rinawati Rohsiswatmo, SpA(K). &quot;Popok sekali pakai  bisa dipakaikan pada bayi baru lahir, begitu ia bisa  buang air kecil,  dan bisa terkena risiko teriritasi. Yang penting bagaimana ibu menjamin  kulit tetap bersih,&quot; lanjutnya,  menambahkan popok mulai tak lagi  digunakan, dan digantikan dengan  melatih anak belajar ke toilet ketika  anak sudah mulai bisa bicara,  sekitar usia 1-2 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
Bayi prematur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Dr Rina juga mengatakan, bayi baru lahir prematur, atau bayi berat lahir rendah, lebih baik menggunakan popok sekali pakai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Buat  bayi yang penting kering dan bersih. Mungkin buat ibu, kebutuhannya  kepraktisan, karena bekerja misalnya. Namun dalam memilih popok banyak  yang dipertimbangkan seperti biaya dan isu lingkungan. Mana yang lebih  mengena untuk ibu, kembali kepada masing-masing. Soal isu lingkungan,  dampaknya juga perlu dipikirkan. Seperti air yang digunakan untuk  mencuci popok kain juga lebih banyak. Satu kali cuci bisa untuk dipakai  empat kali mandi orang dewasa,&quot; jelas dr Rina di Hotel Gran Melia, Jakarta, Senin (26/9/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara,  khusus untuk bayi lahir prematur atau bayi berat lahir rendah, dr Rina  menjelaskan popok sekali pakai lebih tepat digunakan. Meski tak ada  ukuran yang sesuai untuk bayi-bayi ini, popok sekali pakai lebih  terukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Urine bayi bisa ditimbang jika menggunakan popok sekali  pakai, terutama untuk bayi prematur atau bayi kecil. Popok ukuran S  biasanya terlalu besar, jadi harus dipotong dan direkatkan sendiri,&quot;  jelas dr Rina yang juga adalah konsultan perinatologi RS Cipto  Mangunkusumo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Durasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Mengenai berapa kali  popok sekali pakai harus diganti, dr Rina menjelaskan tak pernah ada  standar pasti mengenai hal ini. Sejumlah faktor turut memengaruhi,  seperti iklim yang berpengaruh terhadap kulit, juga kebutuhan bayi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Yang  penting kering dan bersih. Karenanya popok perlu segera diganti, meski  tak ada angka pasti berapa kali dalam sehari harus diganti. Masalah  kulit juga tergantung iklim. Jika orang di Jepang mengganti popok bayi  lima kali sehari, di Indonesia bisa jadi hanya perlu empat kali, karena  kondisi iklim yang berbeda,&quot; jelasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dr Runa, oangtua  atau pengasuh harus peka dan perlu sering mengecek apakah popok sudah  perlu diganti atau tidak. Jika bayi selalu bersih dan kering (tidak  basah atau lembab pada area bokong, alat kelamin, paha bagian dalam),  iritasi bisa dihindari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Lebih baik fokus pada menghindari iritasi, daripada harus mengobati kulit bayi yang teriritasi,&quot; tambahnya.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/bayi-prematur-lebih-baik-pakai-popok.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTr3qjndTbMypoyzQc3YlG22ecZOsTB9wDe0OP-voR4lnZOsWa1aeE9Wn3sw2eM0S53z0qE_l1n6RU2s9MPR2ddhRVhObeZMaEJr2lVZB4w2hNF3Aoxy3L5k_FG-ja9pLC1P72tbg6PFS-/s72-c/Bayi+Prematur+Lebih+Baik+Pakai+Popok+Sekali+Pakai.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-248206351771707679</guid><pubDate>Mon, 26 Sep 2011 11:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-26T18:56:55.440+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Asma</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bayi Prematur</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Diabetes</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penyakit</category><title>Bayi Prematur Punya Risiko Mati Lebih Tinggi Saat Remaja</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEji6xcw2K6GUNjaRtbx6Uq_H1MJCiV4APWYfUqVQw7jhtBqhQDafVoHoFj2wZOmQP4R9QrS0uBL8C86xASCB9zjC1l5AFCHTwFKKGW0yZEZs9OphO85BDGJFkucQXGELuUFFcmA_JDr8hvE/s1600/Bayi+Prematur+Punya+Risiko+Mati+Lebih+Tinggi+Saat+Remaja.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelahiran bayi sebelum usia kehamilan penuh terkadang tidak dapat  dihindari. Bayi yang lahir prematur membutuhkan perawatan medis dan  perhatian maksimal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayi yang lahir prematur biasanya akan  sangat rentan mengalami beberapa masalah kesehatan. Menurut sebuah studi  baru, ketika bayi prematur tumbuh menjadi remaja, memiliki tingkat  kematian yang tinggi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umumnya bayi yang terlahir secara prematur  memang lebih rentan terkena berbagai masalah kesehatan jika  dibandingkan dengan bayi-bayi yang lahir dengan usia kandungan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian  sebelumnya menunjukkan risiko kematian bayi prematur berakhir setelah  si bayi berhasil melewati tahun pertama kelahirannya, setelah itu risiko  kematiannya normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun penelitian baru berlawanan dengan  penelitian sebelumnya, yang menemukan bahwa bayi prematur lebih rentan  mengalami kematian saat remaja karena penyakit  serius antara lain penyakit jantung, diabetes dan asma. Beberapa  penyakit tersebut memang memiliki perkembangan penyakit yang cukup lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hal  tersebut merupakan penemuan yang sama sekali baru. Bahkan bayi yang  lahir hanya beberapa minggu lebih awal juga tetap memiliki peningkatan  risiko kematian. Namun, angka kematian mutlak sekitar 1 per 1.000 orang  per tahun, sehingga masih termasuk sangat rendah,&quot; kata Dr Casey Crump  dari &lt;em&gt;Stanford University&lt;/em&gt; seperti dikutip dari &lt;em&gt;HealthNews&lt;/em&gt;, Senin (26/9/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil penelitian Dr. Crump telah dipublikasikan dalam &lt;em&gt;Journal of the American Medical Association&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian  ini melibatkan hampir 675.000 orang Swedia yang lahir antara tahun  1973-1979. Peneliti menemukan anak yang lahir sebelum usia 37 minggu  kehamilan memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk meninggal sebelum  usia 5 tahun jika dibandingkan bayi yang lahir dengan usia kandungan  penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun anak telah berhasil melewati masa kanak-kanak,  tetapi kemudian anak tersebut memiliki kemungkinan yang lebih tinggi  untuk mengalami kematian pada usia sekitar 18-36 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dr. Crump  mengatakan masalah kesehatan yang kemungkinan dapat terkait dengan  kematian bayi yang terlahir secara prmatur, antara lain penyakit jantung, diabetes, dan asma. Beberapa penyakit tersebut memang memiliki perkembangan penyakit yang cukup lama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saya  pikir hal ini penting untuk menyadari potensi peningkatan risiko  berbagai masalah kesehatan yang akan dialami bayi yang terlahir secara  prematur,&quot; katanya.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/bayi-prematur-punya-risiko-mati-lebih.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEji6xcw2K6GUNjaRtbx6Uq_H1MJCiV4APWYfUqVQw7jhtBqhQDafVoHoFj2wZOmQP4R9QrS0uBL8C86xASCB9zjC1l5AFCHTwFKKGW0yZEZs9OphO85BDGJFkucQXGELuUFFcmA_JDr8hvE/s72-c/Bayi+Prematur+Punya+Risiko+Mati+Lebih+Tinggi+Saat+Remaja.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-4961327958865299859</guid><pubDate>Fri, 23 Sep 2011 01:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-23T08:55:37.351+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bayi Baru Lahir</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bayi Usia 1 Bulan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bayi Usia 2-3 Bulan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bayi Usia 4-5 Bulan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bayi Usia 6-9 Bulan</category><title>Bayi Baru Bisa Bedakan Wajah Manusia &amp; Monyet di Usia 6 Bulan</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisMYyoil_r6KC8-aDZUCvkMl_BC4HkEAAGxFohCWQRtMgU5N3FJbs4AT7jkvPWtryeJ7eRAlR5NCyENORVZV2gTkssPltj0OrK6CEnmkLoysQmVTO8iWNI0Z45YjV6WvveWHaackGgpEBj/s1600/Bayi+Baru+Bisa+Bedakan+Wajah+Manusia+%2526+Monyet+di+Usia+6+Bulan.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayi yang baru lahir tidak dapat melihat dengan jelas, bahkan hampir  buta. Baru pada usia 4 minggu mata bayi mulai belajar mendeteksi di satu  lokasi dengan cara berkedip. Karena matanya belum bisa jelas membedakan  obyek, baru pada usia 6 bulan bayi mulai belajar membedakan wajah  manusia dan monyet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak lahir, bayi biasanya tertarik pada  wajah yang ditemuinya. Bayi cenderung melihat semua hal dalam bentuk  bulat yang memiliki 2 mata dan 1 mulut di tempat yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi  bayi belum dapat melihat dengan jelas, sehingga hanya dapat melihat  dengan samar-samar. Baru ketika sudah memasuki usia 4-5 bulan,  preferensi bayi lebih nyata, dan bayi telah mulai untuk memproses wajah  berbeda dari objek lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti dikutip dari &lt;em&gt;CNNHealth&lt;/em&gt;,  Rabu (21/9/2011), sensor terbaik dari sistem penglihatan bayi adalah  sensor gerak. Sensor gerak pada sistem penglihatan bayi, merupakan  sensor yang berkembang lebih awal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada usia 4 minggu, bayi  dapat mendeteksi stimulus berkedip dalam satu lokasi hampir sebaik orang  dewasa. Lalu sekitar usia 7 minggu, bayi dapat membedakan arah gerakan  dan perkembangan semakin cepat ketika usia 20 minggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penglihatan  gerak bayi yang dilihatnya seperti tetesan air hujan melalui kaca depan  mobil yang bergerak, akan meningkat pesat antara usia 3-5 bulan dan  kemudian terus berkembang perlahan-lahan hingga melalui tengah masa  kanak-kanak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat bayi usia 4-5 bulan, ia mulai belajar  pematangan area wajah fusiform, sebuah daerah di korteks temporal khusus  untuk pengolahan wajah. Hal ini memungkinkan spesialisasi otak orang  dewasa biasa dapat mengalahkan program terbaik di dunia komputer dalam  mendeteksi perbedaan halus antara wajah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Area wajah fusiform  mulai diaktifkan oleh wajah-wajah yang sudah sering dijumpai bayi saat  memasuki usia 2 bulan. Pengalaman visual mempengaruhi perkembangan wajah  yang dimulai pada masa bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika usia 6 bulan bayi mulai  membedakan antara monyet dan manusia meskipun masih belum jelas. Baru  ketika bayi sudah berusia 9 bulan, akan menjadi lebih baik dalam  mengidentifikasi orang dan kehilangan kemampuan untuk mengenali wajah  monyet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama periode ini, bayi juga menjadi lebih baik dalam  membedakan wajah-wajah dalam kelompok ras sendiri daripada dalam  kelompok-kelompok ras lain. Hal tersebut mungkin disebabkan karena  sebagian besar bayi memiliki lebih banyak pengalaman visual dengan  kelompok ras mereka sendiri dibandingkan ras yang lain. Proses ini  mungkin melibatkan proses menyempurnakan koneksi sinaptik oleh  pengalaman untuk menyempurnakan persepsi dengan karakteristik lingkungan  setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengalaman penglihatan bayi ini dalam pengolahan gerak  adalah yang paling rentan mengalami gangguan. Aspek pengolahan gerak  dapat terganggu dalam beberapa gangguan perkembangan, termasuk  disleksia, autisme, fragile-X syndrome, dan sindrom Williams.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak-anak  yang mengalami masalah penglihatan seperti katarak sejak lahir akan  memiliki perkembangan yang berbeda dibandingkan dengan bayi normal.  Kondisi tersebut menyebabkan sistem penglihatan bayi tidak dapat  berkembang seperti kondisi normal. Bahkan hingga usia 9 bulan, bayi yang  terlahir dengan katarak belum dapat melihat seperti bayi normal  lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pengalaman visual yang dialami bayi, dapat  menunjang perkembangan ketajaman penglihatan bayi yang kian meningkat.  Tetapi pada usia 3-8 bulan pertama bayi memiliki ketajaman penglihatan  kira-kira 3 kali lebih buruk dibandingkan bayi pada usia 5 tahun yang  normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persepsi gerak global dipengaruhi oleh katarak hanya  dalam 3 bulan pertama kehidupan. Jadi perkembangan ketajaman penglihatan  bayi, akan tetap berjalan baik. Namun orang tua perlu berhati-hati  untuk kasus-kasus yang luar biasa, yang biasanya memerlukan perhatian  lebih lanjut.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/bayi-baru-bisa-bedakan-wajah-manusia.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisMYyoil_r6KC8-aDZUCvkMl_BC4HkEAAGxFohCWQRtMgU5N3FJbs4AT7jkvPWtryeJ7eRAlR5NCyENORVZV2gTkssPltj0OrK6CEnmkLoysQmVTO8iWNI0Z45YjV6WvveWHaackGgpEBj/s72-c/Bayi+Baru+Bisa+Bedakan+Wajah+Manusia+%2526+Monyet+di+Usia+6+Bulan.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-1217412727735479397</guid><pubDate>Mon, 19 Sep 2011 04:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-19T11:20:36.132+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gendongan Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kematian Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sesak Napas</category><title>Waspada, Gendongan Bayi Sebabkan Kematian Mendadak</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg92C0IifUJzGq3sqrmMZ0nbgwv8cYdMOV_06xDafodkN1eT0zIQ50NhVqlncZKs3oJPqBS5ipbi8888K9-d42mNl4scZQwXI9c6MKUxzytmswCJ9ghm23ENumeF7rdGcmrkE-bZ5ntVFpG/s1600/Risiko+Kematian+Bayi+dalam+Gendongan.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orangtua yang suka menggendong bayinya diingatkan untuk waspada menyusul  kematian bayi di Australia. Gendongan bayi yang dijual di pasaran  dinilai bisa menyebabkan bayi sesak napas, sehingga lebih rentan  mengalami kematian mendadak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peringatan ini disampaikan menyusul  kematian bayi berusia 2 hari di Adelaide, baru-baru ini. Saat ditemukan  dalam kondisi lemas, bayi tersebut sedang digendong dengan sling atau  gendongan bayi yang banyak dijual di toko-toko peralatan bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti dipublikasikan dalam &lt;em&gt;Medical Journal of Australia&lt;/em&gt;, penyebab  kematian bayi tersebut memang belum bisa dipastikan. Namun diakui oleh  para ahli, penggunaan alat gendong yang cukup populer di kalangan  ibu-ibu masa kini merupakan faktor risiko pada kasus tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bayi  jika ditempatkan dalam posisi tertentu, termasuk pada kursi pengaman di  mobil, bisa mengalami peningkatan risiko kekurangan oksigen, atau  bahkan kematian,&quot; tulis Prof Roger Byard dan Dr John Gilbert dalam  jurnal tersebut seperti dikutip dari &lt;em&gt;News.com.au&lt;/em&gt;, Senin (19/9/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para  peneliti tersebut menduga, desain serta bahan yang lembut pada  gendongan bayi tersebut justru menyebabkan bayi mudah tertidur pada  posisi yang tidak sehat. Posisi yang dikatakan tidak normal bagi bayi  untuk tidur ini dapat menekan saluran napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, kematian  mendadak saat menggunakan sling atau gendongan bayi sudah sering  dilaporkan di negara lain seperti Amerika Serikat dan Kanada. Di kedua  negara tersebut, tercatat sudah 16 anak yang meninggal saat digendong  sehingga standar keamanan produknya kini makin diperketat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama  2010 saja, lebih dari 1 juta produk gendongan bayi buatan Infantio  ditarik dari peredaran dengan alasan keamanan menyusul kematian 3 bayi  saat memakai gendongan tersebut. Oleh karena itu, Komisi Keselamatan  Produk di Amerika Serikat menyerukan agar produk semacam itu tidak  dipakai pada anak usia di bawah 4 bulan.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/waspada-gendongan-bayi-sebabkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg92C0IifUJzGq3sqrmMZ0nbgwv8cYdMOV_06xDafodkN1eT0zIQ50NhVqlncZKs3oJPqBS5ipbi8888K9-d42mNl4scZQwXI9c6MKUxzytmswCJ9ghm23ENumeF7rdGcmrkE-bZ5ntVFpG/s72-c/Risiko+Kematian+Bayi+dalam+Gendongan.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-7281060775312936272</guid><pubDate>Sun, 18 Sep 2011 05:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-18T12:39:17.791+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perawatan Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Takut Mandi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips Memandikan Bayi</category><title>Tips Memandikan Bayi</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;194&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKxtKZCbiM1ELyRU4KJkX99w2giIsoq1eRAPb_FllfZoTIQwyZOiu1oUYpNGYmNMaZRqy7Uhwjc88SvyKvBRYoJNRUfGLooTzSRjd_WTtsedusfk51olkTvRGvlAF8Hqjp8ZFhIbBNa4rD/s320/Tips+Memandikan+Bayi.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/07/tips-atasi-anak-takut-mandi.html&quot;&gt;&lt;b&gt;Memandikan bayi&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; adalah pengalaman yang paling menyenangkan saat menjadi  ibu. Berikut adalah &lt;b&gt;tips memandikan bayi&lt;/b&gt; bagi ibu pemula seperti Anda.                                                   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekalipun  bayi tak banyak beraktivitas dan mengeluarkan keringat, tetap saja bayi  harus dimandikan setiap hari. Debu, kotoran dan bakteri masih tetap  berkembang dan akan mengganggu si buah hati kita. Entah lewat mainannya,  bantalnya, tempat tidurnya atau terbawa udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi ibu muda  merupakan tantangan bagi kita yang tak mudah dilewati. Karena baru anak  pertama, tentunya tak banyak info yang kita ketahui tentang memandikan  bayi. Jadi bagaimana sih memandikan bayi yang benar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Air mandi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Siapkan air mandi untuk si buah hati di dalam bak mandi yang aman, letakkan pula handuk kering di samping bak tersebut&lt;/li&gt;

&lt;li&gt;Jangan menggunakan air panas kecuali memang udara sangat dingin, sebaiknya gunakan saja air hangat&lt;/li&gt;

&lt;li&gt;Letakkan bayi di atas alas mandi saat menyekanya dengan sabun mandi (sebaiknya dibantu dengan washlap)&lt;/li&gt;

&lt;li&gt;Seka dengan handuk kecil yang sudah dibasahi sebelum badan bayi dibilas dengan air hangat&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sabun mandi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Selalu gunakan sabun bayi yang halus dan formulanya memang diciptakan khusus untuk kulit bayi yang cenderung sensitif&lt;/li&gt;

&lt;li&gt;Busakan sabun dengan tangan Anda, dan jangan langsung dibusakan pada tubuh bayi&lt;/li&gt;

&lt;li&gt;Selalu bilas dan cek lagi pada setiap lipatan tubuh bayi agar sabun benar-benar sudah bersih dari si buah hati&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Minyak kayu putih, lotion atau bedak?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Minyak kayu putih boleh dipergunakan jika si bayi sudah berumur  di atas 8 bulan. Gunakan sedikit mungkin karena kulit bayi sangat  sensitif dan mudah iritasi. Kandungan murni minyak kayu putih terkadang  membuat kulit menjadi kemerahan dan nyeri&lt;/li&gt;

&lt;li&gt;Hindari menaburkan bedak di area vital bayi, karena saat bayi  bergerak dan berkeringat, maka bedak akan bercampur dengan keringat. Di  situlah kemudian bakteri akan berkembang biak dengan subur, apalagi jika  bayi jarang dimandikan&lt;/li&gt;

&lt;li&gt;Berikan lotion hanya apabila udara sangat panas, karena pada umumnya cuaca dan udara di Indonesia relatif cukup lembab&lt;/li&gt;

&lt;li&gt;Aplikasikan bedak di tempat-tempat yang terbuka, seperti leher,  ketiak punggung dan dada. Namun selalu seka dengan handuk saat ia mandi  agar sisa bedak tidak tertinggal&lt;/li&gt;

&lt;li&gt;Cologne dan wewangian bukanlah hal yang primer bagi si bayi, untuk itu berikan saja pada mereka apabila mereka cukup dewasa&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
Nah sekarang si kecil sudah bersih dan wangi, jangan lupa berikan pelukan dan ciuman hangat kepadanya.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/tips-memandikan-bayi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKxtKZCbiM1ELyRU4KJkX99w2giIsoq1eRAPb_FllfZoTIQwyZOiu1oUYpNGYmNMaZRqy7Uhwjc88SvyKvBRYoJNRUfGLooTzSRjd_WTtsedusfk51olkTvRGvlAF8Hqjp8ZFhIbBNa4rD/s72-c/Tips+Memandikan+Bayi.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-8343577080748838732</guid><pubDate>Sun, 18 Sep 2011 05:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-18T12:30:25.417+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bayi Menangis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penyakit</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pusing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><title>Kenali Gejala Pusing Pada Bayi</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;208&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgISU6pWQqWl22WThGqGMlV53mp_GBOnQMFNcfID3k1jRqDP-hesADg6N90KYQmCJF-gLXDIIz-Kz93dENgoA2rTyFXTVWg8IVmHaAasBnd8cCrCdFJXKhfSZoWp6Z1s767vGMILZWy6FEf/s320/Kenali+Gejala+Pusing+Pada+Bayi.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bayi menangis terus, tapi Anda tidak tahu kenapa? Bisa jadi anak Anda pusing.                 &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak  hanya orang dewasa saja, bayi yang belum bicara juga bisa sakit kepala.  Tapi, bagaimana Anda bisa tahu kalau dia pusing? Lihat gejala yang ada  padanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Menghindari arah cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Kulitnya lebih pucat dari biasanya, dan ada lingkaran hitam di bawah matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Mengerutkan kening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Seperti ingin tidur tapi sulit memejamkan mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Suhu badannya agak panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pusing  bukanlah suatu penyakit yang harus dibawa ke ruang gawat darurat dengan  segera. Ada pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan di rumah. Coba  lakukan hal berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Redupkan lampu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Ajak anak berbaring dan menutup matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Kompres keningnya dengan air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Buat dia tetap tenang dengan membacakan cerita atau mendengarkan musik bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Beri obat sakit kepala dengan dosis yang sesuai dengan usianya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika  suhu badan anak semakin tinggi, pusing masih terasa setelah 24 jam,  muntah, dan muncul gejala lain, maka segera konsultasikan ke dokter.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/kenali-gejala-pusing-pada-bayi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgISU6pWQqWl22WThGqGMlV53mp_GBOnQMFNcfID3k1jRqDP-hesADg6N90KYQmCJF-gLXDIIz-Kz93dENgoA2rTyFXTVWg8IVmHaAasBnd8cCrCdFJXKhfSZoWp6Z1s767vGMILZWy6FEf/s72-c/Kenali+Gejala+Pusing+Pada+Bayi.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-1459292089190739890</guid><pubDate>Sat, 17 Sep 2011 06:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-17T13:13:55.835+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hipertensi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kesehatan Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penyakit</category><title>Waspadai Hipertensi Pada Bayi</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpzR0paY2WSlZBX5olUJe9hrt74RvJSGgLXaECIngJmdUl5j-q3iNV7gCjTWxzBAjNiMlefeDNYsWZUvhFIVk73cTfXxKw9lHGsNj3ZHrAPRBAwlpx9AGYR-pzJPdZo0skTekpJYbjhThA/s1600/Waspadai+Hipertensi+Pada+Anak+dan+Bayi.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa bilang penyakit tekanan darah tinggi atau &lt;b&gt;hipertensi&lt;/b&gt; hanya terjadi pada orang dewasa? Anak-anak atau bayi juga bisa memiliki tekanan darah tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hipertensi memang jauh lebih umum dikalangan orang dewasa, tapi diperkirakan jumlah anak yang mengalami hipertensi juga bisa meningkat seiring terjadinya peningkatan obesitas dikalangan anak-anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan pada bayi, hipertensi disebabkan oleh kelahiran prematur atau adanya masalah pada jantung atau ginjalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tekanan darah tinggi yang terjadi pada anak-anak atau remaja umumnya tidak memiliki masalah dengan kesehatan lainnya. Tapi jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada jantung, otak, ginjal dan mata. Jika kondisi ini dapat terdeteksi sejak awal, maka anak tetap bisa memiliki kehidupan yang normal dan aktif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umunya anak-anak yang memiliki hipertensi disebabkan oleh adanya riwayat hipertensi di keluarganya, gaya hidup tidak sehat, pola makan buruk, kelebihan berat badan, stres dan kurang aktivitas fisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila seseorang memiliki tekanan darah tinggi, maka jantung dan pembuluh darah memiliki beban kerja yang jauh lebih berat. Jantung harus memompa lebih keras dan arteri menjadi jauh lebih tertekan saat harus membawa darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, maka jantung dan pembuluh darah mungkin tidak bisa lagi bekerja secara optimal. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi organ lain yang menerima asupan darah dari jantung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski demikian umumnya hipertensi tidak selalu menimbulkan gejala. Tapi jika kondisi hipertensinya sudah berat, bisa saja timbul sakit kepala, perubahan penglihatan, pusing, mimisan, jantung berdebar-debar dan mual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti dikutip dari Kidshealth, Selasa (18/5/2010) tekanan darah yang normal tergantung dari jenis kelamin, usia dan tinggi badan si anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada anak-anak disebut mengalami hipertensi jika tekanan darahnya lebih tinggi 95 persentil untuk usia, tinggi dan jenis kelaminnya. Dengan kata lain tekanan darahnya 95 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan anak-anak lain pada usia, tinggi dan jenis kelamin yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak-anak yang diukur tekanan darahnya cenderung akan merasa gugup, sehingga dokter seringkali mengukur sebanyak tiga kali dan menggunakan angka di rata-ratanya untuk menentukan apakah seorang anak memiliki hipertensi atau berisiko mengembangkan kondisi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hipertensi yang terjadi pada anak-anak akibat penyakit tertentu, maka dengan mengobati penyakit tersebut tekanan darah normal akan bisa didapatkan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun jika tidak ada penyakit yang mendasari, maka dokter akan merekomendasikan untuk mengurangi berat badan, meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, mengurangi asupan garam, meningkatkan aktivitas fisk, mempelajari teknik-teknik relaksasi serta menghindari anak dari asap rokok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian besar dokter memilih untuk tidak memberikan resep obat bagi anak-anak yang memiliki hipertensi ringan. Namun jika perubahan gaya hidup ini tidak memberikan perbaikan dan kondisinya semakin parah, maka pemberian resep obat mungkin diperlukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu tak ada salahnya bagi para orangtua untuk selalu meminta dokter mengukur tekanan darah anaknya pada saat konsultasi atau pemeriksaan rutin lainnya, terutama bagi anak yang mengalami obesitas.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/waspadai-hipertensi-pada-bayi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpzR0paY2WSlZBX5olUJe9hrt74RvJSGgLXaECIngJmdUl5j-q3iNV7gCjTWxzBAjNiMlefeDNYsWZUvhFIVk73cTfXxKw9lHGsNj3ZHrAPRBAwlpx9AGYR-pzJPdZo0skTekpJYbjhThA/s72-c/Waspadai+Hipertensi+Pada+Anak+dan+Bayi.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-3348783494043697208</guid><pubDate>Sat, 17 Sep 2011 06:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-17T13:04:10.570+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kebersihan Rambut Kepala Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perawatan Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rambut Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><title>Cara Menghilangkan Kerak di Kepala Bayi</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUr1GT_acy7RhZMHuP7etBBPc1waN2AnEIPY7W-gEserArJkmosQpyU1vrwjadagQTsRcV13ni0lT0QF7DN1g4eQLlyfEU5E_-WlBelpj5e8FnRYS1HGzhTV-EwpuKkhYmNiX_MokrRVC4/s1600/Menghilangkan+Kerak+di+Kepala+Bayi.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayi sering terlihat seperti memiliki ketombe atau disebut dengan kerak di kepala (&lt;em&gt;cradle cap&lt;/em&gt;). Meski hal ini sangat umum dijumpai, tapi bisa mengganggu penampilan si bayi. Bagaimana mengatasinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerak  di kepala yang terjadi pada bayi akan terlihat seperti kulit  mengelupas, kulit kering, ketombe, terkadang kulit menebal, berminyak,  terjadi pengerasan kulit dan berwarna coklat atau kekuningan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi  ini sebenarnya tidak berbahaya dan paling sering muncul dalam beberapa  bulan pertama kehidupan. Kondisi kerak di kepala biasanya akan hilang  sendiri pada usia 6-12 bulan, meskipun beberapa bayi tetap memiliki  kerak kepala hingga usia beberapa tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini tidak diketahui  dengan pasti apa penyabab dari kerak di kepala bayi. Tapi beberapa ahli  percaya bahwa hormon yang diterima bayi dari ibunya diakhir kehamilan  terlalu berlebihan sehingga mengakibatkan kondisi tersebut. Namun belum  ada kesepakatan mengenai penyebab yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu hal yang pasti kondisi ini tidak menular dan mungkin tidak akan mengganggu bayi kecuali sudah parah dan menimbulkan gatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya  tidak ada perlakuan khusus untuk menghilangkan kerak di kepala. Tapi  jika mulai mengganggu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk  menghilangkannya, seperti dikutip dari &lt;em&gt;Babycenter&lt;/em&gt;, Rabu (19/5/2010), yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Cobalah keramas lebih sering dengan menggunakan shampo yang lembut  sambil menggosok lembut kulit kepala bayi, setelah itu bilas dengan air  hangat hingga bersih dan tidak ada sisa shampo yang menempel di kepala.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah dicuci dengan shampo, sikat dengan lembut kepala bayi atau  menggunakan handuk untuk menghilangkan kerak ringan yang menempel di  kepala.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk menghilangkan kerak kepala yang keras, cobalah gunakan minyak  zaitun, minyak almond atau baby oil untuk membantu melepaskan kerak yang  menempel. Setelah dipijat dengan minyak dibiarkan selama 15 menit,  kemudian sisir dengan lembut untuk mengeluarkan kerak-kerak tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pastikan untuk tidak meninggalkan minyak terlalu lama di kepala,  karena bisa menyumbat pori-pori dan membuat kerak tetap ada serta sulit  dihilangkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika kerak tak kunjung hilang, cobalah untuk menggunakan shampo khusus bayi yang mengandung asam salisilat dan coal tar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan pernah sekali-kali menghilangkan kerak dengan cara  mengelupasnya menggunakan kuku, karena bisa menyebabkan luka di kulit  kepala dan infeksi.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
Jika kerak di kepala tak juga membaik setelah melakukan perawatan  selama beberapa minggu, keraknya menyebar ke daerah lain atau menjadi  berwarna merah, maka segera konsultasikan dengan dokter untuk mencegah  penyebaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kondisi yang sama terlihat di sekitar telinga,  alis, ketiak atau lipatan lainnya, maka kondisi ini disebut dengan  dermatitis seboroik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun jika kerak di kepala sudah benar-benar  hilang, maka usahakan untuk mencegahnya agar tidak datang kembali.  Usahakan untuk tidak berlebihan dalam memberikan shampo pada bayi,  karena hal ini dapat merangsang kelenjar minyak, serta membilas shampo  atau minyak di kepala hingga bersih sehingga pori-pori kepalanya tidak  tertutup.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/cara-menghilangkan-kerak-di-kepala-bayi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUr1GT_acy7RhZMHuP7etBBPc1waN2AnEIPY7W-gEserArJkmosQpyU1vrwjadagQTsRcV13ni0lT0QF7DN1g4eQLlyfEU5E_-WlBelpj5e8FnRYS1HGzhTV-EwpuKkhYmNiX_MokrRVC4/s72-c/Menghilangkan+Kerak+di+Kepala+Bayi.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-7745197194562820036</guid><pubDate>Thu, 15 Sep 2011 04:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-15T11:29:05.140+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Batita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><title>Agar Batita Disiplin, Pahami Cara Pikir Mereka</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgo_KSSJiU5RX3pUEhW_Dy2P2Shq-u4ZuLlQnWPnlM4jXh6wgZuVXU2DzftLcbCjAxVAHHWSLbSRHZBAbENQEgJ7mUUZ2lvfcrM174B53Mv-01MZOcD5l9Js50ig6Z2n75cu3YpYXdpHTfO/s1600/Agar+Batita+Disiplin%252C+Pahami+Cara+Pikir+Mereka.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda pasti setuju, anak perlu diajarkan disiplin sejak dini. Namun,  ternyata mengajarkan hal ini kepada anak berusia di bawah tiga tahun  (batita) tidaklah mudah. Di satu pihak, orangtua ingin mengajarkan  mereka untuk mengikuti aturan yang sudah dibuat demi kebaikan mereka. Di  lain pihak, anak-anak pada usia ini sudah menjadi lebih mandiri dan  mulai merasa diri mereka sebagai individu. Tetapi, mereka juga masih  belum dapat menyampaikan keinginan dan memiliki nalar yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Para  batita sudah paham bahwa segala yang mereka lakukan akan memberi hasil.  Mereka merasa punya kekuatan untuk melakukan sesuatu,&quot; kata Claire  Lerner, ahli perkembangan anak dan direktur organisasi yang bergerak di  bidang parenting, Zero to Three. &quot;Mereka tidak mau diperlakukan seperti  bayi lagi. Masalahnya, kendali diri mereka masih sangat rendah dan  kemampuan rasionalnya juga belum sempurna. Ini yang membuat para  orangtua jadi jengkel,&quot; tambahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar para orangtua dapat  mengajarkan batitanya disiplin, Lerner menyarankan untuk terlebih dulu  memahami jalan pikiran dan perasaan mereka. Para orangtua harus ingat  bahwa anak-anak bukanlah orang dewasa dalam bentuk mini. Mereka mungkin  masih belum dapat memahami apa yang Anda katakan maupun perintah yang  Anda sampaikan. Untuk itu Anda perlu menyatakan bahwa Anda tahu apa yang  mereka rasakan. Katakan bahwa Anda tahu dia tidak suka apabila diajak  mandi di saat sedang menonton, atau marah jika harus berhenti main dan  pergi tidur siang. Setelahnya, sertai dengan memberinya pengertian,  mengapa hal itu perlu dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Orangtua harus menentukan  batasan bagi anak. Namun, lakukanlah dengan cara yang baik, sehingga  memperlihatkan bahwa Anda menghargai anak. Dengan begitu, anak juga bisa  belajar menghadapi rasa frustrasi atau kesal, dan juga mematuhi  peraturan,&quot; kata Lerner.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, kata Lerner, Anda juga bisa  memberikan pilihan pada anak, untuk menunjukkan rasa respek Anda  terhadapnya dan bahwa Anda memahami perasaannya. Misalnya, dengan  bertanya pada anak apakah dia mau membawa buku favoritnya atau snack  saat akan pergi naik mobil. Ini akan membuat anak berpikir, mereka masih  bisa punya kendali atas dirinya sendiri, meskipun Anda juga tetap  memegang kendali utama.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/agar-batita-disiplin-pahami-cara-pikir.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgo_KSSJiU5RX3pUEhW_Dy2P2Shq-u4ZuLlQnWPnlM4jXh6wgZuVXU2DzftLcbCjAxVAHHWSLbSRHZBAbENQEgJ7mUUZ2lvfcrM174B53Mv-01MZOcD5l9Js50ig6Z2n75cu3YpYXdpHTfO/s72-c/Agar+Batita+Disiplin%252C+Pahami+Cara+Pikir+Mereka.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-6801128842799943878</guid><pubDate>Tue, 13 Sep 2011 16:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-13T23:25:31.636+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Autis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bayi Usia 6-9 Bulan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penyakit</category><title>Risiko Autis Bisa Dideteksi dari Kemampuan Motorik Bayi 7 Bulan</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3Lodv5rpWVvMW-dcjjxDVrh__p_ngIuTk3QIsZig6glxxg_ZASMrJBHiuS6y-nYCbcYyxvyoANDdpSpdoc-0RTSx8bQ4aFLireUf9fIxhqQ4onhwiko-LVauKtyO81aYP7BmgUG9k6F2X/s1600/Risiko+Autis+Bisa+Dideteksi+dari+Kemampuan+Motorik+Bayi+7+Bulan.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keterampilan motorik bayi usia 7 bulan antara lain mampu menahan kepala,  berguling, menggenggam dan memainkan benda-benda kecil. Jika seusia  tersebut keterampilan motorik bayi rendah, bisa berisiko tinggi  mengalami &lt;b&gt;Autistic Spectrum Disorder (ASD)&lt;/b&gt; daripada anak-anak di  populasi umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian temuan penelitian yang disajikan dalam Konferensi Perkembangan Anak &lt;i&gt;British Psychological Society &lt;/i&gt;di Newcastle seperti dirilis dari &lt;i&gt;ScienceDaily,&lt;/i&gt; Selasa (13/9/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian  ini dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Dr Elisabeth Hill (University  of London), Dr Hayley Leonard (Goldsmiths) dan British Autism Study of  Infant Siblings (BASIS) yang bermarkas di Birkbeck University of London.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Analisis  statistik menunjukkan bahwa kelompok yang berisiko ASD kurang memiliki  keterampilan motorik yang baik dan terdeteksi sejak usia 7 bulan.  Keterampilan motorik dapat berupa kemampuan motorik kasar seperti  kemampuan untuk menahan kepala, berguling, belajar berjalan, serta  keterampilan motorik halus seperti menggenggam dan memainkan benda-benda  kecil. Rendahnya kemampuan motorik ini masih terlihat hingga 24 bulan  penilaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Meskipun bayi yang berisiko ASD belum tentu  didiagnosis ASD, penelitian menunjukkan bahwa rendahnya perkembangan  motorik bisa memiliki dampak negatif pada kemampuan bahasa serta  perkembangan sosial dan kognitif dari waktu ke waktu. Rendahnya  perkembangan motorik dapat berdampak pada perkembangan keterampilan  sosial, prestasi sekolah dan performa jangka panjang,&quot; kata Dr Hayley  Leonard, salah seorang peneliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peneliti memeriksa bayi dengan  kakak yang didiagnosa memiliki ASD. Hubungan saudara selama ini  diketahui berisiko tinggi terkena gangguan autis. Para peneliti  mengamati kemampuan bayi pada usia 7, 14 dan 24 bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil dua  kelompok bayi yang berpartisipasi dalam penelitian itu adalah 54 bayi  yang didiagnosis berisiko ASD berdasarkan diagnosis saudaranya, serta 50  bayi berisiko rendah tanpa diagnosis berdasarkan saudara. Bayi-bayi  tersebut kemudian dievaluasi berbagai kemampuan motoriknya dan laporan  orangtuanya yang juga ikut didokumentasikan.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/risiko-autis-bisa-dideteksi-dari.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3Lodv5rpWVvMW-dcjjxDVrh__p_ngIuTk3QIsZig6glxxg_ZASMrJBHiuS6y-nYCbcYyxvyoANDdpSpdoc-0RTSx8bQ4aFLireUf9fIxhqQ4onhwiko-LVauKtyO81aYP7BmgUG9k6F2X/s72-c/Risiko+Autis+Bisa+Dideteksi+dari+Kemampuan+Motorik+Bayi+7+Bulan.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-5994500962723524362</guid><pubDate>Mon, 12 Sep 2011 09:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-12T16:41:36.738+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Makanan Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pola Makan Bayi</category><title>Daftar Makanan Ini Pantang Bagi Bayi</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;208&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYKsKD7jRt_YD3JCDbl-xA9-0lVDmwn0sV2hxnfycSf3OW2LnZ-7OedZ8L1ylzd95ZhqfFV0WmnnP9MRqV4zgjPDUkgtjjQYhriXhCnLTigizzayco2i5HnYQIly_C7k7vo-PWNVXXbt5M/s320/Daftar+Makanan+Ini+Pantang+Bagi+Bayi.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap ibu pasti ingin yang terbaik untuk buah hatinya. Dan, menyiapkan makanan sendiri merupakan salah satunya.                 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam  menyiapkan makanan untuk buah hati, harus kita ingat bahwa pola makan  bayi tidaklah sama dengan orang dewasa. Beberapa bahan makanan yang  biasa bagi orang dewasa, ternyata bisa menyebabkan alergi, masalah  pencernaan, keracunan, hingga membuat bayi tersedak. Dan, mayoritas  deretan bahan makanan berikut ini harus dihindari hingga usia anak  mencapai angka minimal 1 tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Alergi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Putih telur, protein telur seperti ovalbumin dan ovomucoid bisa menjadi ancaman bagi buah hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.  Susu sapi, kandungan proteinnya membuat sistem imun bayi &#39;berpikir&#39;  bahan tersebut adalah berbahaya, sehingga terjadi perlawanan. Alergi  susu merupakan salah satu alergi paling umum yang terjadi pada bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Cokelat &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Kerang dan ikan, orang dewasa saja ada yang alergi, apalagi anak-anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Susu kedelai, kebanyakan bayi yang alergi susu kedelai juga alergi terhadap susu sapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Strawberry dan tomat, bisa menyebabkan ruam. Lagipula tingkat keasamannya terlalu tinggi untuk sistem imun bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Jagung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Masalah pencernaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.  Produk gandum, gluten, dan ragi merupakan beberapa makanan yang sulit  dicerna oleh bayi. Bahkan produk tersebut bisa juga menimbulkan alergi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Keluarga jeruk, terutama jeruk dan nanas yang terlalu asam untuk sistem pencernaan bayi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.  Jagung ternyata juga bisa menimbulkan masalah dalam sistem cernanya,  karena bisa membuat perut bayi kembung dan kram. Hal ini dikarenakan  serat jagung tidak larut dalam air, sehingga bayi bisa kena diare. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Madu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Madu  memang bisa menjadi pemanis alami, namun madu mengandung spora bakteri  yang memproduksi bakteri Clostridium botulinum. Jika bayi mengonsumsi  madu, maka bayi bisa keracunan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tersedak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makanan  lain yang bisa menyebabkan bayi tersedak antara lain seperti potongan  buah, sayur, dan daging, buah ceri, popcorn, kacang-kacangan,  biji-bijian, dan kismis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada baiknya sebelum memberikan daftar makanan di atas, ibu hendaknya berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/daftar-makanan-ini-pantang-bagi-bayi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYKsKD7jRt_YD3JCDbl-xA9-0lVDmwn0sV2hxnfycSf3OW2LnZ-7OedZ8L1ylzd95ZhqfFV0WmnnP9MRqV4zgjPDUkgtjjQYhriXhCnLTigizzayco2i5HnYQIly_C7k7vo-PWNVXXbt5M/s72-c/Daftar+Makanan+Ini+Pantang+Bagi+Bayi.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-1265729899191355884</guid><pubDate>Sun, 11 Sep 2011 11:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-11T18:26:56.920+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Postpartum OCD</category><title>Terlalu Khawatir Pada Bayi Bisa Memicu Gangguan Obsesif</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjz8YjJpS3okT0bYZLZnJyEu1qXvZIL0cXQyx876ElT2M7uE3K7ycqlGVTyUrg7Rm_hqEsqSa_XT9I5-TI28Qr_rhElMTs_HvcO2G82NMtzzkQ3EahQD0xmWX8yFlJkGnKz-Nh2mgnjpVtx/s1600/Terlalu+Khawatir+Pada+Bayi+Bisa+Memicu+Gangguan+Obsesif.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap ibu yang baru melahirkan pasti merasa cemas karena takut tidak bisa merawat bayinya dengan baik. Tapi sebaiknya jangan berlebihan, karena terlalu cemas dan khawatir bisa memicu terjadinya gangguan obsesif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekhawatiran yang berlebihan bisa berkembang menjadi obsesi yang salah. Para ahli menyebut kondisi ini dengan &lt;i&gt;postpartum obsessive compulsive disorder&lt;/i&gt; (postpartum OCD). Hal ini bisa mendorong perempuan mengambil langkah ekstrem untuk mencegah ketakutannya menjadi nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu contohnya adalah tidak berhenti mencuci baju bayi karena ingin mencegah kuman agar si bayi tidak sakit, atau menolak menggendong bayinya karena takut membuatnya terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sangat normal bagi orangtua untuk mencoba melindungi dan menjaga anak-anaknya agar tetap aman. Tapi apa yang terjadi pada ibu dengan OCD adalah kewaspadaan dan kekhawatiran yang terlalu tinggi,&quot; ujar Kiara Timpano dari University of Miami di Florida, seperti dikutip dari HealthDay, Jumat (9/9/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Timpano menuturkan kondisi ini juga membuat ibu tertekan oleh pikirannya sendiri dan mencoba mengendalikannya melalui perilaku ritualistik atau berulang. Gejala yang timbul bisa mengganggu kehidupannya dan berbahaya bagi ibu dan anaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga saat ini tidak diketahui apa pemicunya, tapi perempuan yang pernah mengalami gangguan kecemasan atau OCD sebelum melahirkan lebih rentan mengalami postpartum OCD. Hal ini karena memiliki bayi adalah transisi kehidupan yang sangat besar dan disertai dengan perubahan fisiologis dan hormon yang bisa berkontribusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu beberapa orang ada yang keliru antara postpartum OCD dengan psikosis postpartum (bentuk parah dari depresi yang mana ibu mengalami delusi). Perbedaan yang paling jelas terlihat adalah pada ibu dengan psikosis postpartum ada risiko ia menyakiti bayinya sedangkan ibu dengan postpartum OCD berisiko kecil menyakiti bayinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
OCD umumnya sulit diobati, tapi terapi perilaku kognitif bisa membantu mengajarkan cara-cara mengatasi dan mengubah pikiran yang mengkhawatirkan. Sednagkan bagi ibu yang mengalami depresi dan postpartum OCD maka penggunaan antidepresan bisa mengurani gejala.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/terlalu-khawatir-pada-bayi-bisa-memicu.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjz8YjJpS3okT0bYZLZnJyEu1qXvZIL0cXQyx876ElT2M7uE3K7ycqlGVTyUrg7Rm_hqEsqSa_XT9I5-TI28Qr_rhElMTs_HvcO2G82NMtzzkQ3EahQD0xmWX8yFlJkGnKz-Nh2mgnjpVtx/s72-c/Terlalu+Khawatir+Pada+Bayi+Bisa+Memicu+Gangguan+Obsesif.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-7761535423300768573</guid><pubDate>Thu, 08 Sep 2011 09:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-08T16:33:01.670+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nama Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips Memilih Nama Bayi</category><title>Kiat Memilih Nama Bayi Perempuan</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgM9cCawOz4pVpGz0ylGqBqxdWwKJx1k9l0vZnKxb7eirNfzIttyfGTftSz2pR-WsivX7Kgt8AKKzlRY64UCJ_3rgZCxJiH3TPlAGvhCorb7QHVExo8KvF8bD7UMWKd7uQCh7foUJvnuGJJ/s320/Kiat+Memilih+Nama+Bayi+Perempuan.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilihan nama bayi perempuan lebih variatif. Namun justru karena terlalu  banyak pilihan, seringkali orangtua sulit menentukan nama yang  diinginkan. Sambil menunggu &lt;a href=&quot;http://hamilbersalinmenyusui.blogspot.com/search/label/Persalinan&quot;&gt;persalinan&lt;/a&gt;, dan tanpa perlu terburu-buru,  Anda bisa menyiapkan nama bayi perempuan. Kuncinya, tak perlu  tergesa-gesa memilih nama, apalagi memaksakan diri bahwa Anda harus bisa  menemukan nama sebelum persalinan. Pelan-pelan saja, meski seusai  persalinan Anda masih belum juga menentukan pilihan nama, tak apa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda bisa menemukan nama terbaik untuk bayi perempuan Anda dengan tips berikut ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Mencari inspirasi dari keluarga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anda  bisa mencari inspirasi nama bayi dari keluarga. Jika ingin memberikan  nama belakang dari nama keluarga, sah saja. Memberikan nama keluarga di  belakang nama bayi merupakan bentuk penghargaan bahwa si bayi perempuan  merupakan bagian penting dalam keluarga Anda. &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
2. Bersikap independen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebaiknya,  posisikan diri Anda dan pasangan sebagai pihak yang paling  berkepentingan dalam memberikan nama bayi. Jangan biarkan keluarga  mencampuri urusan keluarga Anda ini. Apalagi dengan banyaknya pilihan  nama bayi perempuan yang tersedia dan memiliki banyak makna positif.  Bersikaplah tegas kepada keluarga besar yang mendiktekan nama bayi  perempuan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Berani beda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam sebuah  keluarga biasanya ada nama-nama favorit yang selalu dipilih. Anda tak  harus bersikap sama dengan anggota keluarga besar dengan memilih  nama-nama favorit tersebut. Tak ada salahnya memiliki sikap berbeda,  termasuk dalam memilihkan nama untuk bayi perempuan Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Tak perlu merasa bersalah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pilihan  Anda dan pasangan sudah bulat, memilihkan nama berdasarkan penelusuran  mendalam. Kalau sudah begini, jangan mundur dan yakinlah dengan pilihan  Anda. Meski anggota keluarga lain tak terlalu menyukainya, tak perlu  meminta maaf atau mengubah nama sekadar untuk menyenangkan hati mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Eksplorasi inspirasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Temukan  inspirasi nama bayi dari apa yang Anda dan pasangan sukai. Jika Anda  menyukai buku, film, apa pun itu, sumber-sumber ini bisa menjadi  inspirasi untuk mencari nama bayi perempuan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber  inspirasi nama bayi lainnya bisa Anda temukan di situs pencari nama  bayi, termasuk arti nama dan asal katanya. Tahun lalu, nama  internasional yang paling populer untuk bayi perempuan adalah Emma,  Isabella, Emily, Madison dan Ava. Anda juga bisa menelusuri nama yang  unik, termasuk dalam ejaannya. Masukkan kata kunci yang lebih spesifik  saat mencari nama bayi melalui mesin pencari di internet. Misalnya, nama  bayi yang unik, eksotik, atau Anda bisa menyontoh nama bayi selebriti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Peran ayah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Calon  ayah dan ibu, keduanya punya peran yang sama dalam mencari nama.  Pasangan Anda juga perlu berkontribusi dalam mencari dan memilih nama  untuk bayi perempuan Anda. Berikan juga ruang untuk pasangan Anda dalam  memilihkan nama untuk anak perempuannya.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/kiat-memilih-nama-bayi-perempuan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgM9cCawOz4pVpGz0ylGqBqxdWwKJx1k9l0vZnKxb7eirNfzIttyfGTftSz2pR-WsivX7Kgt8AKKzlRY64UCJ_3rgZCxJiH3TPlAGvhCorb7QHVExo8KvF8bD7UMWKd7uQCh7foUJvnuGJJ/s72-c/Kiat+Memilih+Nama+Bayi+Perempuan.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-2941062127018690094</guid><pubDate>Thu, 08 Sep 2011 09:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-08T16:20:01.351+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nama Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips Memilih Nama Bayi</category><title>4 Trik Memilih Nama Bayi Laki-Laki</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeuRsWip8KstsYIfJlpumx5pLIWvHd-b8YFn6Qd3ssOMfKb0FbD1W94OVBJnfJ7fXWHQJaZoB8wcH3Rk5l_yjBb84cXI_A6OwEG_BTBt-CrjlNIvBDWyRoOZuhORlT9ZHqlJ-Qb7fEzaSw/s400/4+Trik+Memilih+Nama+Bayi+Laki-Laki.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Calon ayah dan ibu biasanya sibuk mempersiapkan berbagai keperluan  jelang kelahiran jabang bayi. Salah satu persiapan yang mulai dilakukan  sepanjang kehamilan adalah &lt;a href=&quot;http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/08/tips-memilih-nama-bayi.html&quot;&gt;&lt;b&gt;menyiapkan nama bayi&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Bagi Anda yang sudah  memeriksakan jenis kelamin bayi dan mendapati kabar bayi dalam kandungan  adalah laki-laki, nama apa yang Anda akan berikan untuknya? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencari  nama anak bukan pekerjaan mudah. Bahkan di Indonesia, ada penyedia jasa  khusus untuk merangkai nama bayi, yang membantu orangtua mencarikan  nama terbaik untuk anaknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda dan pasangan juga bisa  mencarikan nama terbaik untuk bayi laki-laki. Bahkan, calon orangtua  bisa menjadikan kegiatan mencari nama ini sebagai sesuatu yang  menyenangkan jelang persalinan. Proses menentukan nama bayi laki-laki  lebih sederhana dibandingkan mencari nama untuk bayi perempuan, simak  triknya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Buat daftar nama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Butuh waktu  untuk membuat daftar nama bayi yang Anda dan pasangan suka. Anda dan  pasangan bisa mencari melalui mesin pencari. Setelah melihat-lihat nama  bayi melalui buku atau internet, tuliskanlah beberapa nama pilihan Anda.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak perlu terburu-buru memilih nama. Berikan waktu pada diri  sendiri. Boleh jadi, Anda membutuhkan waktu satu minggu untuk sekadar  melihat-lihat nama yang menurut Anda baik dan bagus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk  mencari inspirasi nama bayi laki-laki, kunjungi mesin pencari di  internet dengan memasukkan kata kunci &quot;nama bayi laki-laki&quot;, atau &quot;nama  bayi laki-laki yang unik&quot;, bisa juga dengan mencari &quot;nama bayi laki-laki  yang eksotik&quot;. Atau bahkan Anda bisa mencari inspirasi nama bayi dari  &quot;nama bayi&amp;nbsp; laki-laki selebriti&quot;. Mencari nama melalui internet dengan  kata kunci yang spesifik bisa memuaskan hati Anda untuk menelusuri  nama-nama bayi yang unik dan berbeda dari biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Buat daftar nama utama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Nah,  Anda dan pasangan tentunya memiliki daftar nama masing-masing.  Sekarang, buat daftar nama utama. Caranya bandingkan daftar nama Anda  dan pasangan, cari kesamaannya untuk dimasukkan dalam daftar nama utama.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda dan pasangan sama-sama mempunyai hak untuk memasukkan nama favorit dalam daftar nama utama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Diskusikan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bersama  pasangan, diskusikan nama-nama pilihan dalam daftar nama utama  tersebut. Jika Anda dan pasangan memiliki nama belakang, cocokkan nama  depan apakah sesuai dengan nama belakang anak Anda nantinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada  anggapan, nama adalah doa. Karenanya, tak ada salahnya mengecek kembali  arti dan asal nama tersebut. Saat ini banyak tersedia situs pencari  nama termasuk arti dan asal nama. Situs ini banyak membantu Anda  menemukan nama terbaik yang memiliki arti positif. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kategorikan  pilihan nama menjadi dua, &quot;suka&quot; dan &quot;sangat suka&quot;. Mulailah mencoret  nama-nama yang masuk dalam kategori &quot;suka&quot; sehingga tersisa daftar nama  dalam kategori &quot;sangat suka&quot;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Beri jeda waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Diamkan  sejenak, jika perlu istirahat lah lebih dahulu sebelum memutuskan  menentukan nama anak. Berikan waktu untuk diri sendiri dan pasangan,  saling berpikir dan mencerna makna nama tersebut. Berikan jeda waktu dan  lakukan aktivitas lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah rehat, kembali lagi ke daftar  nama dalam kategori &quot;sangat suka&quot;. Lalu, Anda dan pasangan, memilih tiga  nama yang paling favorit dari daftar ini. Lalu, bernegosiasilah dengan  pasangan, nama mana yang lebih tepat untuk anak Anda.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/4-trik-memilih-nama-bayi-laki-laki.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeuRsWip8KstsYIfJlpumx5pLIWvHd-b8YFn6Qd3ssOMfKb0FbD1W94OVBJnfJ7fXWHQJaZoB8wcH3Rk5l_yjBb84cXI_A6OwEG_BTBt-CrjlNIvBDWyRoOZuhORlT9ZHqlJ-Qb7fEzaSw/s72-c/4+Trik+Memilih+Nama+Bayi+Laki-Laki.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-7378722572439370946</guid><pubDate>Wed, 07 Sep 2011 10:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-07T17:18:31.705+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gigi Gusi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kesehatan Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mitos Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penyakit</category><title>Demam Saat Bayi Tumbuh Gigi Hanya Mitos</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtJrt1C86Vw3ccjKYY76RQmevAx98kGWbk2bQUeNKS9gizxBUO1iLTvcIIDLBA51pL-VZZFy9qo6iHzStP9YSnEkeOb584JKXwecBy7wrr7GFARLzcYaS-Thn4735vPJvuTiXvwwSSXcGb/s1600/Demam+Saat+Bayi+Tumbuh+Gigi+Hanya+Mitos.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orangtua percaya bahwa saat anak tumbuh gigi biasanya disertai dengan munculnya demam. Padahal anak yang tumbuh gigi tak harus mengalami demam, karena demam yang timbul bisa jadi adanya indikasi infeksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orangtua seringkali menyalahkan berbagai penyakit yang timbul sebagai akibat dari tumbuhnya gigi baru, termasuk mengalami demam. Tapi studi menemukan bahwa proses tumbuh gigi tidak menyebabkan perubahan suhu tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Masyarakat sudah menyakini mitos tersebut. Sebenarnya usia 6 bulan sampai 3 tahun anak-anak berisiko mengalami peningkatan infeksi ringan seperti pilek atau flu yang bisa menyebabkan demam,&quot; ujar ike Morgan, ketua Program Kesehatan Mulut Melbourne Dental School di University of Melbourne seperti dikutip dari The Conversation, Selasa (6/9/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demam pada anak terjadi jika suhu tubuhnya naik hingga 38 derajat celsius yang menandakan adanya infeksi. Tapi jika suhunya mencapai 39 derajat celsius atau lebih maka menajdi indikasi adanya infeksi yang serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan gejala yang muncul pada anak selama tumbuh gigi sangat bervariasi, beberapa anak tidak memiliki reaksi apapaun tapi kebanyakan mengalami pembengkakan di gusi dan pipi yang memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketidaknyamanan yang timbul pada anak saat bisa diatasi dengan memberikan obat gel yang bisa meringankan rasa sakit ketika gigi tumbuh. Tapi jika bayi sedang menyusu maka hindari penggunaannya karena bisa membuat bayi mati rasa dan sulit menyusu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Setelah gigi pertama muncul, sebaiknya segera disikat dengan lembut untuk melindunginya dari pembusukan dan gunakan pasta gigi yang mengandung flouride rendah setiap harinya,&quot; ungkap Mike.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umumnya gigi pada bayi atau dikenal dengan gigi susu mulai terbentuk sejak awal kehamilan (sekitar 8 minggu setelah pembuahan). Gigi ini sudah ada di dalam tulang rahangnya saat dilahirkan, dan nantinya ia akan terdorong keluar ketika berusia 6 bulan dan memiliki gigi lengkap ketika berusia 3 tahun.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/demam-saat-bayi-tumbuh-gigi-hanya-mitos.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtJrt1C86Vw3ccjKYY76RQmevAx98kGWbk2bQUeNKS9gizxBUO1iLTvcIIDLBA51pL-VZZFy9qo6iHzStP9YSnEkeOb584JKXwecBy7wrr7GFARLzcYaS-Thn4735vPJvuTiXvwwSSXcGb/s72-c/Demam+Saat+Bayi+Tumbuh+Gigi+Hanya+Mitos.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-8741173726907687953</guid><pubDate>Mon, 05 Sep 2011 18:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-06T01:05:46.447+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Imunisasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Larutan Gula</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pelukan Orangtua</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Psikologi Bayi</category><title>Pelukan Lebih Ampuh Atasi Rasa Nyeri Bayi Usai Imunisasi</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-o8SdMVHAaZ6G4re_hflsoGsGpjQ6VfLnCw0dmjG_9bVGd9ZtZhe_nj9M8reifxj8zsbpO3vTPx7jgrCiaOclJkkXbM3CP1KKYTfXJjBHQGOcmYEhYvgrazmVWj0TNWHns0wVaMMwU5Xp/s1600/Pelukan+Lebih+Ampuh+Atasi+Rasa+Nyeri+Bayi+Usai+Imunisasi.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa nyeri timbul setelah bayi mendapat suntikan imunisasi atau  pengambilan sampel darah. Tapi dengan memberikan pelukan pada bayi, bisa  membantu mengurangi rasa nyeri tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika penelitian sebelumnya menemukan bahwa memberikan &lt;a href=&quot;http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/larutan-gula-cegah-bayi-menangis-saat.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;b&gt;larutan gula sebelum bayi disuntik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  bisa mengurangi rasa nyeri, kini sebuah penelitian menemukan bahwa  larutan gula ini tidak memberikan pengaruh pada beberapa rasa sakit yang  dialami oleh bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para peneliti di Inggris mengungkapkan bahwa  larutan gula tersebut hanya berfungsi sebagai bentuk pengalihan  perhatian. Tapi jika bayi diberikan pelukan oleh orangtuanya, maka  kondisi ini akan bekerja lebih baik untuk mengurangi nyeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam  studi ini peneliti lebih memfokuskan terhadap suntikan di tumit atau  darah diambil di kaki pada bayi berusia beberapa hari setelah kelahiran  untuk mendeteksi berbagai &lt;a href=&quot;http://tentangpenyakit.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;b&gt;penyakit&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; yang mengancam jiwa seperti cystic fibrosis dan sickle cell anemia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam  jurnal Lancet dilaporkan bahwa wajah bayi yang diberikan air gula  memang akan rileks lebih cepat, tapi pemeriksaan menunjukkan adanya  daerah di otak yang merasakan nyeri lebih banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil penemuan  ini menunjukkan bahwa sukrosa bukanlah obat penghilang rasa sakit yang  efektif. Tapi dengan memberikan pelukan pada bayi, akan jauh lebih  efektif untuk menghilangkan rasa nyeri atau sakit. Karena merupakan  suatu kebutuhan yang mendesak untuk segera menghilangkan rasa sakit pada  bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelukan yang diberikan akan memberikan kontak kulit antara  ibu dan bayinya, saat itu tubuh akan melepaskan hormon oksitosin  (hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan juga cinta) sehingga  akan mempengaruhi psikologis bayi itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu seluruh  bagian tubuh manusia memiliki daerah yang sensitif bila dipeluk,  karenanya bayi akan merasa tenang dan nyaman jika mendapatkan pelukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hal  ini sangat penting, karena adanya bukti yang menunjukkan bahwa rasa  sakit dapat menyebabkan efek buruk jangka pendek dan juga jangka panjang  terutama pada perkembangan saraf bayi,&quot; ujar Rebecca Slater dari  University College London, seperti dikutip dari &lt;i&gt;Dailymail,&lt;/i&gt; Kamis (2/9/2010).</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/pelukan-lebih-ampuh-atasi-rasa-nyeri.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-o8SdMVHAaZ6G4re_hflsoGsGpjQ6VfLnCw0dmjG_9bVGd9ZtZhe_nj9M8reifxj8zsbpO3vTPx7jgrCiaOclJkkXbM3CP1KKYTfXJjBHQGOcmYEhYvgrazmVWj0TNWHns0wVaMMwU5Xp/s72-c/Pelukan+Lebih+Ampuh+Atasi+Rasa+Nyeri+Bayi+Usai+Imunisasi.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-8657195544298333300</guid><pubDate>Mon, 05 Sep 2011 17:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-06T00:50:49.669+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bayi Menangis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Imunisasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Larutan Gula</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><title>Larutan Gula Cegah Bayi Menangis Saat Imunisasi</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNi8Y67zI5AuFEOcbh5g9jqI5Rtt87E23hkE1m-fAHrYkJ-k_rLjvpzltKdympCUEmaEe11-0OkNj-k-6Gom0Cctjzn8huBzcFWONWuNon7g_TBvb13O6MA_XYK-1QFWkVjZXYOV7UFJz0/s1600/Larutan+Gula+Cegah+Bayi+Menangis+Saat+Imunisasi.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat diimunisasi, biasanya bayi akan menangis karena suntikan  menyebabkan nyeri. Menurut sebuah penelitian, tangis si kecil bisa  dikurangi dengan cara memberikan larutan gula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikutip dari BBC, Kamis (13/5/2010), penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of &lt;em&gt;Toronto&lt;/em&gt;  menunjukkan beberapa tetes larutan gula bisa mengurangi jumlah bayi  yang menangis hingga 20 persen saat disuntik. Selain itu, larutan  tersebut dapat mengurangi lamanya bayi menangis hingga 10 persen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulan  ini berdasarkan data klinis dari 14 studi sebelumnya, yang mengamati  1.674 kali suntikan. Larutan gula yang digunakan memiliki kadar 30  persen, sedangkan usia bayi yang terlibat kurang dari 1 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Larutan  yang terdiri dari sukrosa dan glukosa itu hanya diberikan dalam jumlah  kecil, berkisar antara beberapa tetes hingga 1/2 sendok teh. Pemberian  dilakukan melalui mulut, sebelum bayi disuntik serta sesudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adam Finn, profesor dari &lt;em&gt;University of Britol&lt;/em&gt;  mendukung penelitian tersebut. Menurutnya segala bentuk upaya untuk  mengurangi rasa sakit saat imunisasi bisa diterima, karena bayi  cenderung menolak untuk disuntik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saya mendukung bila ada  penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Orang tua tentunya juga akan  senang jika bayinya tidak menangis,&quot; kata Finn.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian ini dipubliksaikan dalam jurnal &lt;em&gt;Archives of Disease in Childhood&lt;/em&gt;.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/larutan-gula-cegah-bayi-menangis-saat.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNi8Y67zI5AuFEOcbh5g9jqI5Rtt87E23hkE1m-fAHrYkJ-k_rLjvpzltKdympCUEmaEe11-0OkNj-k-6Gom0Cctjzn8huBzcFWONWuNon7g_TBvb13O6MA_XYK-1QFWkVjZXYOV7UFJz0/s72-c/Larutan+Gula+Cegah+Bayi+Menangis+Saat+Imunisasi.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4673389231291055117.post-7513579096281738062</guid><pubDate>Sat, 03 Sep 2011 08:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-03T15:01:00.644+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ASI</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kesehatan Bayi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Susu</category><title>Metabolisme Bayi Lebih Baik Berkat ASI</title><description>&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;208&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIGyBbzkjEtl5c2DUJgKna4-X_ZKScvcap5A4JZASTaEOgSNLCLYLXRLYcsid8AeM9RnkSLdRKTnQELhF4nHPhe-648mfzSwUPDpCBZFe_CEg9zicg8zJleBTQjAlWmMHD2wQjJeVxLxsx/s320/Metabolisme+Bayi+Lebih+Baik+Berkat+ASI.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyusui bayi yang baru lahir hanya dengan ASI terbukti meningkatkan metabolisme buah hati Anda.                 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita  semua tahu bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi bagi yang baru lahir  hingga mencapai usia enam bulan, semakin baik bila pemberian ASI  mencapai usia 2 tahun buah hati. Karena itulah, program pemberian ASI  eksklusif semakin gencar. Jika Anda memutuskan untuk menyusui bayi Anda  dan tidak bermasalah dengan jumlah ASI yang harus diberikan, inilah  manfaat ASI berdasarkan penelitian terbaru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah penelitian yang dilakukan di Perancis, seperti diberitakan oleh &lt;i&gt;Los Angeles Times&lt;/i&gt;  menyebutkan bahwa para peneliti menemukan hasil penelitian selama tiga  tahun bahwa bayi-bayi yang diberi ASI pada empat bulan setelah  dilahirkan memiliki perbedaan pertumbuhan dan metabolisme dibandingkan  bayi-bayi yang menerima asupan susu formula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian tersebut  dilakukan pada 234 bayi. Pada masa empat bulan awal setelah dilahirkan,  mereka dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok bayi pertama adalah  bayi-bayi yang hanya mengonsumsi ASI, sedangkan pada kelompok kedua  adalah bayi-bayi yang mengonsumsi susu formula yang memiliki kadar  protein rendah hingga tinggi. Hasil yang berbeda ditunjukkan pada dua  kelompok tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 15 hari setelah kelahiran, &lt;i&gt;Times&lt;/i&gt;  melaporkan bahwa bayi yang hanya meminum ASI menunjukkan level insulin  yang lebih rendah dalam darah mereka dibandingkan bayi yang meminum susu  formula. Sedangkan pada saat usia mereka menginjak tiga tahun, balita  yang pada saat bayi mengonsumsi susu formula protein tinggi memiliki  tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan bayi yang diberi ASI,  walaupun hasil tersebut masih dianggap normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil penelitian  tersebut tidak hanya bertujuan untuk membeberkan manfaat ASI bagi bayi,  tetapi juga pertimbangan para ibu yang memberikan susu formula. &lt;i&gt;Pediatric Academic Societies&lt;/i&gt;  yang melakukan pertemuan di Denver beberapa bulan lalu menyebutkan,  &quot;Jika memberikan ASI tidak memungkinkan, ada baiknya jika para orang tua  memilih susu formula yang memiliki kemampuan metabolisme yang dekat  dengan ASI,&quot; pada &lt;i&gt;Times&lt;/i&gt;.</description><link>http://ibudanbayinya.blogspot.com/2011/09/metabolisme-bayi-lebih-baik-berkat-asi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIGyBbzkjEtl5c2DUJgKna4-X_ZKScvcap5A4JZASTaEOgSNLCLYLXRLYcsid8AeM9RnkSLdRKTnQELhF4nHPhe-648mfzSwUPDpCBZFe_CEg9zicg8zJleBTQjAlWmMHD2wQjJeVxLxsx/s72-c/Metabolisme+Bayi+Lebih+Baik+Berkat+ASI.jpg" height="72" width="72"/></item></channel></rss>