<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>IDI Denpasar | Ikatan Dokter Indonesia</title><description>Media informasi online tentang acara, seminar, dan semua hal yang berkaitan dengan Ikatan Dokter Indonesia Cabang Denpasar.</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Ratih)</managingEditor><pubDate>Tue, 10 Sep 2024 21:46:40 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">134</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://ididenpasar.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Media informasi online tentang acara, seminar, dan semua hal yang berkaitan dengan Ikatan Dokter Indonesia Cabang Denpasar.</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Puncak Acara HUT IDI Wilayah Bali</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/11/puncak-acara-hut-idi-wilayah-bali.html</link><category>Desember 2011</category><category>Event/Acara/Seminar Lokal</category><category>Info Anggota IDI Denpasar</category><author>noreply@blogger.com (Ratih)</author><pubDate>Sun, 13 Nov 2011 21:20:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-3054299410035802106</guid><description>Sebagai akhir dalam seluruh rangkaian perayaan HUT IDI Wilayah Bali tahun 2011, akan dilaksanakan Puncak Acara HUT IDI ke-61 Wilayah Bali dengan tema " &lt;b&gt;Kebersamaan dalam Kesejawatan&lt;/b&gt; ". Sesuai dengan tema kegiatan ini, panitia akan melaksanakan beberapa kegiatan dengan tujuan untuk meningkatkan kebersamaan para sejawat anggota IDI Se-Bali.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tempat&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Wantilan DPRD Provinsi Bali Renon Denpasar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hari/tanggal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Minggu, 11 Desember 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
07.30 Wita s/d selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kegiatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
- Lomba mewarnai tingkat Playgroup dan TK&lt;br /&gt;
- Lomba menggambar tingkat SD dan SMP&lt;br /&gt;
- Lomba-lomba ketangkasan antar sejawat yang mewakili IDI Cabang se-Bali dan RS se-Bali&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;i&gt;Info pendaftaran peserta lomba dan acara perayaan puncak HUT IDI&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
Dr. Suji Karnadi ( 085237238866 )</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Seminar : Profesi Dokter; antara Profesionalisme, Etika Profesi dan Menjaga Nilai-nilai Kesejawatan</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/11/seminar-profesi-dokter-antara.html</link><category>Event/Acara/Seminar Lokal</category><category>November 2011</category><author>noreply@blogger.com (Ratih)</author><pubDate>Sun, 13 Nov 2011 20:56:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-4272463080379140960</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Teater Widya Sabha FK Unud, Jl. PB. Sudirman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari/tanggal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Jumat, 25 November 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
08.00 s/d 12.00 wita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AKREDITASI&lt;br /&gt;
Peserta : 6 SKP IDI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;info lebih lanjut&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
Dr. Deddy Andaka (08174750822)</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>We were born in water</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/10/we-were-born-in-water.html</link><category>Artikel Kedokteran dan Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Tue, 25 Oct 2011 00:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-8150174499353918488</guid><description>Kontributor: &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1089083786"&gt;Dr. Hariyasa Sanjaya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia memang sempit, beberapa waktu yang lalu saat saya pergi ke sebuah mal saya bertemu dengan tiga orang  ibu dengan ketiga anak-anak mereka yang masih berusia antara 1-2 tahun. Mereka menyapa saya dan saya sadar mereka adalah pasien-pasien saya yang pernah saya bantu saat persalinan. Ketiga anak-anak mereka lahir di air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka nampak gembira dan sumringah menjumpai saya. Dan mereka menyodorkan anak-anak mereka yang saya tolong saat kelahirannya. Saya sangat gembira ketiga anak mereka sehat dan bugar.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Ibu-ibu tersebut kemudian bercerita tentang anak-anak mereka yang pintar, dan sangat suka bermain di air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan mereka memuji manfaat persalinan di air.Dan merencanakan untuk melahirkan di air kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka kemudian mengusulkan untuk membuat acara reuni atau pertemuan anak-anak yang lahir di air. Reuni berjudul: "&lt;b&gt;We were born in water&lt;/b&gt;".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usulan mereka saya amini. Dan saya janji untuk merealisasikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita melakukan sesuatu dengan relax dan nyaman maka sesuatu itu akan menghasilkan lebih baik. Keyakinan ini selalu saya pegang dalam setiap tugas menolong persalinan. Ketenangan dan kenyamanan pasien saat persalinan sangat dipengaruhi oleh ketenangan, kesabaran dan keyakinan dokter dan bidannya. Dan saya sangat percaya kekuatan sugestif dokter terhadap pasien sangat penting dan positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya selalu menanamkan keyakinan kepada seluruh tim saya saat di kamar bersalin untuk selalu menciptakan suasana yang nyaman, gembira, positif dan optimis. Selalu berbicara yang baik dan mengekspresikan bahasa tubuh yang positif. Saya melarang siapapun masuk di ruang bersalin dengan wajah tanpa senyum atau wajah negatif. Dan saya selalu mengajak untuk bernyanyi bila sang  bayi lahir dengan lagu "happy birthday". Karena saya percaya setiap kelahiran adalah peristiwa gembira yang mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menyarankan kepada semua rumah sakit (terutama di ruang bersalin) untuk menanggalkan poster, pamflet atau papan pengumuman yang menggunakan kata-kata negatif seperti awas, bahaya, risiko, waspadai. Kemudian menggantinya dengan kata-kata yang positif dan optimis seperti sabar, tabah, lembut, damai, cinta, kasih, berhasil, gembira. Kata-kata positif ini dapat ditempel di dinding. Sehingga semua orang yang membaca baik pasien, keluarganya, bidan dan dokter tersugesti menjadi positif dan optimis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sangat percaya dengan kekuatan ini. Dan saya selalu menyarankan kepada semua pasien saya untuk senang dan terus berdoa. Karena doa menuntun menuju tujuan. Doa bukanlah seperti ban serep yang  dipakai bila ada masalah. Namun doa berfungsi sebagai kemudi (stir) yang menuntun dan mengarahkan kemana kita menuju. Doa kemudian membawa persalinan mencapai kesempurnaan kelahiran dan persalinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sangat percaya persalinan dan kelahiran bukan hanya urusan medis semata. Namun sebuah peritiwa yang sarat dengan nilai serta kekuatan spiritualnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air adalah simbol kelembutan dan penerimaan. Simbol ketenangan dan kesabaran. Saya bisa melihat bagaimana pasien-pasien saya dan keluarganya jauh lebih tenang, lebih sabar dan menerima proses persalinan dengan menggunakan media air. Water birth telah membimbing saya menemukan ketenangan dan kesabaran dalam menolong persalinan. Ini adalah satu dari sekian manfaat water birth.&amp;nbsp;Semoga pikiran yang baik datang dari mana pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Face predict brain</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/10/face-predict-brain.html</link><category>Artikel Kedokteran dan Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Tue, 25 Oct 2011 00:06:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-6390079734066044849</guid><description>&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7uQGD3jk99ZBvb3lXLUWVr9x3Qv6_3kiQ8XmULQbr83pLsoQrwON9mADxOE1RyIe8ki8ZtSGMdOp9Mslh-U0KjV7RSCPZeTsvrEVXRZ_emRyAjvkQ3zbso4oSMFDAQAswr2yVw7yqhL4/s320/hariyasa.png" width="550" /&gt;&lt;br /&gt;
Kontributor: &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1089083786" target="new"&gt;Dr.&amp;nbsp;Hariyasa Sanjaya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi ini saya mengikuti kuliah Manajemen Risiko. Pengajar berkomentar:"saya melihat wajah-wajah anda adalah wajah orang-orang cerdas". Sambil bercanda beliau berujar:"saya bisa melihat orang berbohong atau jujur dari ekspresi wajahnya". Wajah seperti  jendela untuk melihat karakter seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Dalam ilmu baru yang bernama Fetal Behavior ada pernyataan De Meyer yang sangat antusias:"face predict brain (wajah memprediksi otak)". Dan oleh kelompok Ian Donald School yang menulis banyak laporan penelitian tentang hal ini dalam satu kesimpulannya menulis:"Pola prilaku janin secara langsung merefleksikan proses perkembangan dan pematangan sistem saraf pusat. Observasi dengan ultrasonografi 4 dimensi pada janin dan evaluasi pada periode bayi baru lahir dapat menambah pemahaman tentang perkembangan saraf janin". Kesimpulan ini merupakan fakta yang memberi harapan bahwa kita akan mampu memprediksi kecerdasan, potensi intelektual atau prilaku janin di kemudian hari. Teori lingkungan (environment influence behavior) sangat kuat mengklaim bahwa lingkungan  sangat menentukan akan menjadi apa dan siapa janin tersebut kemudian bukan genetiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya lebih percaya pada teori multiple factor. Genetik ya, lingkungan juga ya (seed and soil theory). Dan prediksi potensi di saat kehidupan dalam rahim akan membantu kita untuk memulai melakukan stimulasi dan pengelolaan lingkungan hidup janin saat dalam kehamilan atau setelah lahir.&lt;br /&gt;
Upaya untuk mengetahui atau mengidentifikasi potensi kualitas intelektual janin sangat lah penting. Mempersiapkan SDM sejak dalam kandungan adalah hal yang sangat penting dan merupakan ibadah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sering bertanya kepada banyak pasien dan suaminya:"Bagaimana caranya mengetahui apakah janin dalam kandungan bahagia atau sedih?" Dan sebagian besar bingung menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapat saya:"untuk mengetahui janin gembira atau sedih hanya dengan melihat ibunya.Bila ibunya gembira maka janinya bahagia. Bila ibunya sedih maka janinnya sedih".&amp;nbsp;Pesan saya:"Jika ingin janinnya tumbuh sehat,bahagia dan cerdas maka buat ibunya sehat, bahagia dan cerdas".&amp;nbsp;Ibu adalah refleksi atau cermin janin yang dikandungnya. Hubungan ibu dan janin sangat kuat dan terikat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemulian seorang ibu salah satunya adalah hamil dan melahirkan. Namun kehamilan yang terjaga dan dipelihara dengan baik serta persalinan yang alamiah mengantarkan perempuan menemukan kesempurnaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam kasih</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7uQGD3jk99ZBvb3lXLUWVr9x3Qv6_3kiQ8XmULQbr83pLsoQrwON9mADxOE1RyIe8ki8ZtSGMdOp9Mslh-U0KjV7RSCPZeTsvrEVXRZ_emRyAjvkQ3zbso4oSMFDAQAswr2yVw7yqhL4/s72-c/hariyasa.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jangan jadikan persalinan hanya sekedar peristiwa biologis dan medis semata.</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/10/jangan-jadikan-persalinan-hanya-sekedar.html</link><category>Artikel Kedokteran dan Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 24 Oct 2011 23:56:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-485483675117122234</guid><description>Kontributor: &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1089083786" target="new"&gt;Dr. Hariyasa Sanjaya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Caroline M de Costa dan Stephen Robson dalam artikelnya berjudul “Throwing out the baby with the spa water? Memaparkan bahwa &amp;nbsp;sebelum abad ke 20, proses persalinan merupakan peristiwa sosial yang dilaksanakan di rumah. Sebagai sebuah tempat melahirkan, rumah sakit saat itu hanyalah menjadi tempat terakhir setelah semua usaha mengalami kegagalan. Sepanjang abad ke 20, terjadi peningkatan peranan pekerja medis dalam kehamilan dan persalinan yang mengakibatkan pergeseran perawatan menjadi ke rumah sakit bagi sebagian besar perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Saat ini intervensi-intervensi obstetri, terutama seksio sesarea meningkat sangat tajam (di Australia 1 dari 4 kelahiran melalui seksio sesarea). Hal ini menunjukkan suatu bukti intervensi yang tidak perlu dimana para ahli kebidanan harusnya mempertanggungjawabkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapat ini didukung oleh banyak penulis dengan sebuah pernyataan:”Westernisasi, medikalisasi, perawatan ibu bertekhnologi tinggi di bawah kendali obstetri sering kali medehumanisasi dan sering mengakibatkan dilakukannya intervensi obstetri yang tidak perlu, mahal, berbahaya, dan invasive.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi terhadap persepsi medikalisasi memunculkan harapan yang sangat bisa dipahami pada perempuan, dan keluarga mereka, para bidan dan juga banyak dokter untuk menciptakan lingkungan yang lebih alami pada persalinan tanpa komplikasi. &amp;nbsp;Meningkatnya pemahaman ini memberikan tempat bagi kualitas pengalaman perempuan saat melahirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Caroline M de Costa dan Stephen Robson mempertanyakan apakah medikalisasi dalam persalinan sudah bertindak terlalu berlebihan. &amp;nbsp;Pandangan yang penuh kekhawatiran ini akan terus muncul dan tumbuh semakin kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dahulu persalinan merupakan peristiwa domestik yang penuh relasi dan interaksi sosial. Dimana &amp;nbsp;para leluhur memaknai peristiwa persalinan dalam ranah dunia-akhirat (sekala-niskala) dan nilai-nilai kultural dan spiritualitas yang sangat kental. Namun jangan biarkan persalinan sekedar urusan biologis yang sekuler, komersiil dan medikalisasi semata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akankah kita membiarkan hal ini terus terjadi? Semoga tidak.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Workshop Kongres Nasional PEROSI Ke-16</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/09/workshop-kongres-nasional-perosi-ke-16.html</link><category>Event/Acara/Seminar Nasional</category><category>Oktober 2011</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 19 Sep 2011 22:12:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-1041979902089041058</guid><description>&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Tempat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Discovery Kartika Plaza Hotel Bali&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hari/ tanggal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jumat, 21 Oktober 2011&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
09.00 Wita s/d Selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AKREDITASI&lt;br /&gt;
Peserta : 6 SKP IDI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;Info lebih lanjut&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SMF/Bag. Ilmu Penyakit Dalam FK UNUD/RSUP Sanglah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
T. (0361) 246274&lt;br /&gt;
F. (0361) 235982</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kedokteran Penerbangan</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/09/kedokteran-penerbangan.html</link><category>Artikel Kedokteran dan Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 19 Sep 2011 22:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-6665943884191487715</guid><description>&lt;u&gt;Kontributor&lt;/u&gt;: Dr. Made Indra Wijaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedokteran penerbangan (Aviation medicine) merupakan cabang ilmu kedokteran yang sudah berkembang sejak penerbangan mulai dikenal. Bali merupakan tujuan wisata bagi tamu-tamu dari semua benua. Dokter umum yang bekerja di Bali seringkali diminta untuk menentukan apakah seorang pasien layak untuk terbang atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sejauh ini, kedokteran penerbangan tidak banyak di bahas dalam perkuliahan di fakultas kedokteran. Padahal kenyataannya, dokter seringkali diminta menentukan kelayakan terbang seorang pasien.  Selain itu, dokter juga seringkali diminat untuk mendampingi pasien untuk repatriasi (kembali ke negara asal atau negara maju terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut).&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Singapore Airline dalam SQ MEDA-nya menyebutkan, “The principle factors to be considered when assessing a patient’s fitness for air travel are the effects of reduced atmospheric pressure and consequent reduction of oxygen tension” (“Faktor-faktor prinsip yang dipertimbangkan dalam menilai kelayakan seorang pasien untuk terbang adalah efek dari penurunan tekanan asmofir yang diikuti oleh penurunan tekanan oksigen”). Sepertinya sederhana, tetapi kenyataannya tidak sesederhana prinsipnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saran saya dalam menentukan kelayakan pasien untuk terbang sebaiknya kita mencai pedoman yang sudah ada. Selain lebih dapat dipercaya, seringkali penentuan kelayakan terbang lebih berupa kesepakatan. Berikut saya lampirkan salah satu contoh:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Infark Miokard Tanpa Komplikasi:&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Aviation Medicine 1999, Oxford ( AM ) : sampai 3 minggu dan mampu beraktivitas sebagaimana biasanya. Perlu dilakukan treadmill test. (Belakangan di AS, 10-14 hari diperbolehkan asalkan tanpa insiden)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;British Airways Health Services ( BAHS ) : pasien tidak boleh terbang sedikitnya selama 7 hari.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;British Heart Foundation ( BHF ) : bagi sebagian maskapai, diperbolehkan terbang 10 hari setelah serangan jantung akut asalkan tidak ada komplikasi . Jika pasien dapat berjalan sejauh 100 yards pada permukaan yang rata tanpa nyeri dada atau sesak napas.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
Dari contoh di atas, dapat kita lihat bahwa untuk keadaan yang sama, ada tiga rekomendasi yang berbeda. Rekomendasi mana pun boleh kita pilih. Tipsnya adalah jika pasien tidak tergesa-gesa untuk terbang, maka pilihlah rekomendasi yang paling lama. Namun, jika pasien berniat terbang sesegera mungkin, maka piilhlah yang terpendek tetapi masih aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam&lt;br /&gt;
Made Indra Wijaya</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Simposium Kongres Nasional PEROSI Ke-16</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/09/simposium-kongres-nasional-perosi-ke-16.html</link><category>Event/Acara/Seminar Lokal</category><category>Event/Acara/Seminar Nasional</category><category>Oktober 2011</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 19 Sep 2011 22:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-3126445924236992331</guid><description>&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Tempat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Discovery Kartika Plaza Hotel Bali&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hari/ tanggal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sabtu s/d Minggu, 22 s/d 23 Oktober 2011&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hari pertama (22 Oktober 2011) pukul 07.45 s/d 19.00 Wita&lt;br /&gt;
Hari kedua (23 Oktober 2011) pukul 08.30 s/d 15.40 Wita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AKREDITASI&lt;br /&gt;
Peserta : 10 SKP IDI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;Info lebih lanjut&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SMF/Bag. Ilmu Penyakit Dalam FK UNUD/RSUP Sanglah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
T. (0361) 246274&lt;br /&gt;
F. (0361) 235982</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Seminar: Perkembangan Terkini Diabetes</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/09/seminar-perkembangan-terkini-diabetes.html</link><category>Event/Acara/Seminar Lokal</category><category>September 2011</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 19 Sep 2011 22:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-2673813838844061998</guid><description>&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Tempat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gedung Widya Sabha, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hari/ tanggal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jumat, 24 September 2011&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
07.00 s/d 17.15 Wita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AKREDITASI&lt;br /&gt;
Peserta : 8 SKP IDI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;Info lebih lanjut&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PERKENI Cab. Bali&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
T. (0361) 246274&lt;br /&gt;
F. (0361) 235982&lt;br /&gt;
Email : perkeni_bali@yahoo.com</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Seminar: Travel Medicine di Bali Lambat tapi belum Terlambat</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/09/seminar-travel-medicine-di-bali-lambat.html</link><category>Event/Acara/Seminar Lokal</category><category>September 2011</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 19 Sep 2011 21:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-3515899026003700459</guid><description>&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Tempat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ruang Teater Lt. IV Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman Denpasar&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hari/ tanggal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sabtu, 24 September 2011&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
08.00 Wita s/d Selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AKREDITASI&lt;br /&gt;
Peserta : 4 SKP IDI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;Info lebih lanjut&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) Cab. Bali&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dewi Sutiari (085738041601)&lt;br /&gt;
Dr. Aryani (081805664963)&lt;br /&gt;
Dr. Cintya Denny (081353380666)</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Seminar: Bayer Expert Forum</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/09/seminar-bayer-expert-forum.html</link><category>Event/Acara/Seminar Lokal</category><category>September 2011</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 19 Sep 2011 21:46:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-3532409634129087137</guid><description>&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Tempat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hotel Mercure Harvest Land&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hari/ tanggal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sabtu s/d Minggu, 24 s/d 25 September 2011&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
08.30 s/d 13. 00 Wita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AKREDITASI&lt;br /&gt;
Peserta : 8 SKP IDI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;Info lebih lanjut&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
CP : Sandi (0818430834)</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ketua IDI: Perekrutan Relawan Dokter Harus Ikuti Aturan Negara (Kasus Aisha Wardhana)</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/09/ketua-idi-perekrutan-relawan-dokter.html</link><category>Berita Buletin IDI</category><category>Info Anggota IDI Denpasar</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 9 Sep 2011 02:32:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-6497068343501638430</guid><description>&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyIPjA8JVH0MsKSAnSeSfkSqzq7fYyS3E_mtuWrroZqH9029ggZ-4-koU_AYtpd396Ewn82UftBKHfgYzHr4TsG9fWwXlLrlW0t7HT88f_h6dfXYzHGzIUKs3f-x5e_c30llrxMk6jUoY/s640/b%252825%2529.jpg" width="560" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) tidak menemukan nama Aisha Wardhana maupun Caroline Ruhning Tyassasanti dalam daftar keanggotaan. IDI pun mewanti-wanti kelompok relawan berhati-hati dalam merekrut relawan dokter agar tidak kebobolan dengan kasus dokter abal-abal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aisha Wardhana, yang disebut sebagai dokter, membuat heboh ranah media sosial twitter. Seseorang berakun @harintovardhan menyebarkan kabar Aisha diculik dan ditembak di Somalia. Kabar ini dikuatkan dengan tweet @aishawardhana yang mengabarkan dirinya tengah di Afrika dalam misi kemanusiaan di Somalia beberapa hari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Publik di twitter sejak Minggu (4/9) ramai-ramai mereka meretweet kabar tertembaknya Aisha. Belakangan Aisha malah mengaku tidak pergi ke Somalia setelah aneka kejanggalan terkuak. Publik di twitter kembali bereaksi, mempertanyakan dan menuding Aisha menyebarkan kabar bohong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Saya kira mestinya kembaga-lembaga relawan harus mengukuti tata aturan negara agar terhindar dari hal-hal seperti ini. Saya rasa pemerintah juga harus turun tangan dalam kasus ini. Lembaga relawan harus diregister agar tidak mengulangi kasus seperti ini lagi. Selain itu lembaga tersebut bisa juga kena sanksi karena mempekerjakan dokter ilegal," kata Ketua Umum Pengurus Besar IDI dr Prijo Sidipratomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini wawancara detikcom dengan Prijo di Sekretariat IDI, Jl Sunda, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/9/2011):&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apakah nama dr Aisha Wardhana atau Caroline Ruhning Tyassasanti terdaftar di IDI?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada. Kalau dia dokter di sini pasti ada namanya. Semua dokter yang praktik di Indonesia pasti terdaftar di sini. Kedua, kalau dia mau praktik dia harus punya surat praktik. Dan untuk mempunyai surat praktik dia harus punya rekomendasi, salah satu rekomendasinya adalah kartu tanda anggota IDI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu saya juga sudah tanya ke Konsil Kedokteran Indonesia, nama dia tidak terdaftar. Jadi kalau dia tidak terdaftar di sini dan di Konsil, sudah dipastikan dia dokter tidak sah atau ilegal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Yang bersangkutan menyebut dirinya lulusan Jepang. Apa boleh praktik tanpa harus punya surat dari IDI atau Konsil?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia lulusan luar negeri, ya harus ikut proses adaptasi di sini yang terdaftar di Konsil Kedokteran Indonesia. Makanya saya bilang kalau dia tidak terdaftar di dua-duanya itu pasti dokter abal-abal. Meskipun dia praktik untuk aksi relawan kemanusiaan. Dia harus tetap punya izin praktik, Karena ini kan menyangkut keselamatan pasien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apakah ada sanksi bagi yang mengaku sebagai dokter?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa kena UU Praktik Kedokteran No 29/2004. Saya kira prinsipnya walaupun dia kerja untuk lembaga apa pun, dia harus ikuti tata peraturan di sini. Walaupun dia pernah terdaftar sebagai relawan di negara lain, atau terdaftar sebagi dokter di negara lain, tetap harus ikuti standar di sini. Karena beda negara kan beda juga kondisinya. Misalnya jika dia dokter Indonesia dan bertugas di Amerika, dia harus ikuti standar di Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Proses adaptasi dokter dari luar negeri seperti apa?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita lihat dulu ijazahnya. Lalu kita lacak sekolahnya. Kalau dia spesialis bedah, dia akan dikirim lagi ke kolegium bedah untuk uji kompetensi. Kalau dia sudah memenuhi standar, dia butuh proses adaptasi selama 6 bulan. Setelah itu baru kita keluarkan surat rekomendasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Semua sekolah kedoteran di dunia ini bisa diterima di Indonesia?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak semua. Kalau sekolahnya kurang baik ya tidak bisa kita rekomendasikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Adakah sekolah dari Jepang ada yang di-blacklist?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Jepang, belum pernah dengar. Biasanya sih dari negara Rusia atau pecahan-pecahannya. Karena sitem mereka agak tertutup sehingga kita sulit melacak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Imbauan IDI pada lembaga relawan dalam merekrut petugas medis?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya kira mestinya lembaga-lembaga relawan harus mengikuti tata aturan negara agar terhindar dari hal-hal seperti ini. Saya rasa pemerintah juga harus turun tangan dalam kasus ini. Agar lembaga relawan harus diregister agar tidak mengulangi kasus seperti ini lagi. Selain itu lembaga tersebut bisa juga kena sanksi karena mempekerjakan dokter ilegal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena begini, masalah ini kan menyangkut pasien. Jika ada apa-apa terjadi dengan pasien siapa yang bisa menggaransikan. Apakah lembaga itu mau menggaransikan? Kalau dia terdaftar di sini atau Konsil Kedokteran setidaknya ada yang bisa menggaransikan. Negara juga bisa menggaransikan karena dia terdaftar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber : &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2011/09/08/175102/1718545/158/ketum-idi-perekrutan-relawan-dokter-harus-ikuti-aturan-negara"&gt;detik news&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyIPjA8JVH0MsKSAnSeSfkSqzq7fYyS3E_mtuWrroZqH9029ggZ-4-koU_AYtpd396Ewn82UftBKHfgYzHr4TsG9fWwXlLrlW0t7HT88f_h6dfXYzHGzIUKs3f-x5e_c30llrxMk6jUoY/s72-c/b%252825%2529.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Seminar : Advanced Laparoskopic Upper GI &amp; Workshop</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/08/seminar-advanced-laparoskopic-upper-gi.html</link><category>Event/Acara/Seminar Lokal</category><category>Event/Acara/Seminar Nasional</category><category>September 2011</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 31 Aug 2011 22:55:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-6158720654038202216</guid><description>&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Tempat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bali Traning Centre (BIDTEC)&lt;br /&gt;
Jl. Pantai Nyanyi Desa Nyanyi Tabanan Bali&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hari/ tanggal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kamis s/d Sabtu, 22 s/d 24 September 2011&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Day 1 (08.45 Wita s/d selesai)&lt;br /&gt;
Day 2 (09.00 Wita s/d Selesai)&lt;br /&gt;
day 3 (09.00 Wita s/d Selesai)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AKREDITASI&lt;br /&gt;
Peserta : 12 SKP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;Info lebih lanjut&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perhimpunan Bedah Endo-Laparoskopik Indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
T. 021-6685070, 6685006&lt;br /&gt;
F. 021-6684878</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Seminar : Indonesia Conference on Anti Aging and Regenerative Medicine</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/08/seminar-indonesia-conference-on-anti.html</link><category>Event/Acara/Seminar Internasional</category><category>Event/Acara/Seminar Nasional</category><category>Oktober 2011</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 31 Aug 2011 22:48:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-7432741834829267360</guid><description>&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Penyelenggara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
American Academy of Anti Aging (A4M) bekerjasama dengan :&lt;br /&gt;
Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung&lt;br /&gt;
Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dan didukung oleh :&lt;br /&gt;
World Anti Aging Academy of Medicine (WAAAM)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tempat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sanur Paradise Plaza Hotel Bali&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hari/ tanggal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jumat, 21 Oktober 2011&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
07.00 s/d 17.45 Wita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AKREDITASI&lt;br /&gt;
Peserta : 10 SKP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;Info lebih lanjut&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
VictusLife Longevity Institute&lt;br /&gt;
T. 08170553888, 085738533999, 081338120008&lt;br /&gt;
F. 0361-265049&lt;br /&gt;
Email : contact@a4m-world.asia</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Seminar : Waspadai Virus Hepatitis</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/08/seminar-waspadai-virus-hepatitis.html</link><category>Event/Acara/Seminar Lokal</category><category>September 2011</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 31 Aug 2011 22:29:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-495349782760594183</guid><description>&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Tempat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Lab. Klinik Prodia Denpasar&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hari/ tanggal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sabtu, 03 September 2011&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
10.00 s/d 13.00 Wita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AKREDITASI&lt;br /&gt;
Peserta : 3 SKP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;Info lebih lanjut&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Laboratorium Klinik Prodia&lt;br /&gt;
T. 0361-261001 (Hunting)&lt;br /&gt;
F. 0361-236349</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Akronim Medis</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/08/akronim-medis.html</link><category>Artikel Kedokteran dan Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 31 Aug 2011 22:22:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-3307440704145815384</guid><description>Kontributor : Dr. Made Indra Wijaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akronim medis (atau medical mnemonics) sangat membantu para dokter untuk mengingat hal-hal yang berkaitan dengan medis. Saya tamat tahun 1998, dan saya mendapatkan beberapa akronim (yang akan saya bahas) sangat membantu saya dalam mengingat secara cepat dan lama. Sayangnya, semua akronim masih menggunakan bahasa Inggris dan bila diterjemahkan tidak akan menjadi akronim lagi (tidak dapat dilantunkan!). Para sahabat terpaksa mesti belajar sedikit bahasa Inggris bila ingin menggunakannya. &lt;br /&gt;
Beberapa akronim itu antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;b&gt;MUDPILES&lt;/b&gt;” (kalau diterjemahkan menjadi TUMPUKAN LUMPUR!) untuk diagnosis banding anion gap acidosis&lt;br /&gt;
M: Metanol&lt;br /&gt;
U: Uremia&lt;br /&gt;
D: DKA (Diabetic ketoacidosis)&lt;br /&gt;
P: Paraldehyde&lt;br /&gt;
I: INH &lt;br /&gt;
L: Lactic acidosis&lt;br /&gt;
E: Ethylene glycol&lt;br /&gt;
S: Salicylates &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&lt;b&gt;SLUDGE&lt;/b&gt;” (kalau diindonesiakan menjadi LUMPUR!) untuk mengingat gejala-gejala overdosis cholinergic.&lt;br /&gt;
S: Salivation&lt;br /&gt;
L: Lacrimation&lt;br /&gt;
U: Urination&lt;br /&gt;
D: Diarrhea&lt;br /&gt;
G: Gastric upset&lt;br /&gt;
E: Emesis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&lt;b&gt;SITS&lt;/b&gt;” untuk mengingat rotator cuff muscles&lt;br /&gt;
S: Supraspinatus&lt;br /&gt;
I: Infraspinatus&lt;br /&gt;
T: Teres minor&lt;br /&gt;
S: Subscapularis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&lt;b&gt;SOAP BRAIN MD&lt;/b&gt;” (soap = sabun; brain = otak; MD = medical doctor) untuk mengingat gejala-gejala SLE&lt;br /&gt;
S: Serositis&lt;br /&gt;
O: Oral ulcers&lt;br /&gt;
A: Arthritis&lt;br /&gt;
P: Photosensitivity&lt;br /&gt;
B: Blood disorder&lt;br /&gt;
R: Renal involvement&lt;br /&gt;
A: ANA&lt;br /&gt;
I: Immunologic disorder&lt;br /&gt;
N: Neuropsychiatric disorder&lt;br /&gt;
M: Malar rash&lt;br /&gt;
D: Discoid rash&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&lt;b&gt;4D&lt;/b&gt;” untuk vertebro-basilar ischemia&lt;br /&gt;
D: Dizziness&lt;br /&gt;
D: Diplopia&lt;br /&gt;
D: Dysarthria&lt;br /&gt;
D: Dysphagia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada juga yang tidak murni akronim, tetapi dapat membantu kita memudahkan mengingat. Contohnya:&lt;br /&gt;
“&lt;b&gt;Some Lovers Try Position That They Can Handle&lt;/b&gt;” (karena alasan etika, tidak kami terjemahkan) untuk mengingat tulang-tulang yang menyusun carpals&lt;br /&gt;
Some: Scaphoid&lt;br /&gt;
Lovers: Lunate&lt;br /&gt;
Try: Triquetrum&lt;br /&gt;
Position: Pisiform&lt;br /&gt;
That: Trapezoid&lt;br /&gt;
They: Trapezium&lt;br /&gt;
Can: Capitate&lt;br /&gt;
Handle: Hamate&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Made Indra Wijaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kopi dapat mencegah Kanker Prostat</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/08/kopi-dapat-mencegah-kanker-prostat.html</link><category>Artikel Kedokteran dan Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 31 Aug 2011 00:05:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-1478333246522065019</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIPeTJD4GXaVdqDKckBPppNAjh1B3Clx7WYdMkOHRFgzvxRdLeQw3tE-QcYh_jhO4mJFzDT5tqfbpcpaAobkttcKllVF2QTOsJII1Ny6_a6RA4IDzYlhgegHPd2H488pVu034slMzahaA/s1600/63212_kopi_300_225.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIPeTJD4GXaVdqDKckBPppNAjh1B3Clx7WYdMkOHRFgzvxRdLeQw3tE-QcYh_jhO4mJFzDT5tqfbpcpaAobkttcKllVF2QTOsJII1Ny6_a6RA4IDzYlhgegHPd2H488pVu034slMzahaA/s1600/63212_kopi_300_225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Wah, artikel ini pasti akan membuat para pencinta kopi tersenyum. Studi yang dilakukan peneliti dari Harvard School of Public Health menunjukkan pria yang minum kopi secara teratur berisiko lebih rendah terkena kanker prostat. Kanker prostat adalah kanker penyebab kematian nomor dua di Amerika serikat; sekitar dua juta pria di AS dan 16 juta pria di seluruh dunia adalah survivor kanker prostat.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Penelitian ini menemukan, kopi dapat menurunkan risiko berkembangnya bentuk kanker prostat yang paling ganas. Kopi mengandung komponen yang berperan sebagai antioksidan, mengurangi peradangan, dan mengatur insulin; kesemuanya itu turut mempengaruhi kanker prostat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diteliti hubungan antara komsumsi kopi dan risiko kanker prostat, khususnya risiko terhadap kanker prostat agresif pada 49.911 pria di AS, melalui studi health Proffesionals Follow UP. Mereka melaporkan konsumsi kopi setiap 4 tahun sejak 1986 sampai 2008. Selama periode studi dilaporkan ada 5.035 kasus kanker prostat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasilnya, kelompok pria yang mengkonsumsi kopi paling banyak (&amp;gt;6 gelas/hari), beresiko 20% lebih rendah terhadap kanker prostat. Efek ini lebih kuat lagi terhadap kanker prostat ganas ; yakni 60% lebih rendah. Konsumsi 1-3 gelas kopi/hari menurunkan 30% risiko kanker ganas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya efek bukan dari kafein, karena risiko sama-sama berkurang, baik dengan kopi biasa maupun kopi rendah kafein. Tentunya, efeknya akan lebih maksimal bila kopi hanya diberi sedikit gula ataupun tidak sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIPeTJD4GXaVdqDKckBPppNAjh1B3Clx7WYdMkOHRFgzvxRdLeQw3tE-QcYh_jhO4mJFzDT5tqfbpcpaAobkttcKllVF2QTOsJII1Ny6_a6RA4IDzYlhgegHPd2H488pVu034slMzahaA/s72-c/63212_kopi_300_225.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>RSK BIMC Butuh 4 Tenaga Dokter</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/08/rsk-bimc-butuh-4-tenaga-dokter.html</link><category>Info Lowongan</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Tue, 30 Aug 2011 21:30:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-508834008617084805</guid><description>General Practitioners (4 doctors)&lt;br /&gt;
Pre-requisite requirements:&lt;br /&gt;
(1) Able to speak and write English&lt;br /&gt;
(2) Willing to work for at least 2.5 years&lt;br /&gt;
(3) Willing to work in Kuta and/or Nusa Dua&lt;br /&gt;
(4) Graduated from well-known School of Medicine and/or with substantial working experience&lt;br /&gt;
(5) Additional foregin language (i.e., French, Japanese) ability will be taken into account&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;Info lebih lanjut&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Cp : angri@bimcbali.com</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tahap Awal RS Pendidikan UNUD Siap Berikan Pelayanan Poliklinik</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/08/tahap-awal-rs-pendidikan-unud-siap.html</link><category>Berita Buletin IDI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 20 Aug 2011 07:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-9144739218091615096</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXjPqf9f0wupIKJ_0bLOYZucFbPO34Nlz9XW0AjvJjBQ26skfWm4gf4wMesvNbiXRJw4EaQer8tJvkdQ3KT561jCpCUMWbX0QFjkK3UNqceUDNpt07m2cBtE-O2qgFWxgcHYbjkiBrwi4/s1600/RS+Pendidikan+Universitas+Udayana.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXjPqf9f0wupIKJ_0bLOYZucFbPO34Nlz9XW0AjvJjBQ26skfWm4gf4wMesvNbiXRJw4EaQer8tJvkdQ3KT561jCpCUMWbX0QFjkK3UNqceUDNpt07m2cBtE-O2qgFWxgcHYbjkiBrwi4/s640/RS+Pendidikan+Universitas+Udayana.jpg" width="510" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Rancangan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Udayana&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Meski pembangunan rumah sakit pendidikan bertaraf internasional di Kampus Universitas Udayana (Unud) baru rampung 60 persen, September mendatang rumah sakit tersebut siap melayani masyarakat khususnya di wilayah Badung Selatan. Untuk tahap awal, dibuka poliklinik. Karena untuk SDM seperti perawat dan teknisi masih akan direkrut. Demikian dikatakan Rektor Unud Prof. Dr. dr. Made Bakta di sela-sela pamelaspas dan pecaruan Rumah Sakit Unud, Sabtu (20/8) kemarin. Pamelaspas dan pacaruan di-puput Ida Pedanda Gede Putra Telabah dan Ida Pedanda Istri Mayun Telabah.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Rumah sakit pendidikan dibangun di atas lahan seluas lima hektar di kompleks kawasan kampus Unud Bukit Jimbaran. Diharapkan bisa menjadi media untuk menambah wawasan dan pendidikan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran dan pendidikan lain yang berhubungan dengan kesehatan. ''Unud memiliki banyak staf medis/dokter. Paling tidak keberadaan rumah sakit ini dapat membantu memberi pelayanan kesehatan bagi masyarakat,'' katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembangunan rumah sakit pendidikan, penelitian berorientasi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Termasuk wisatawan saat berlibur di Bali. Sekaligus mengantisipasi perkembangan RS Sanglah yang semakin dipenuhi pasien. ''Unud mengantisipasinya sejak dini. Harapannya proses pendidikan tenaga dokter, medis dan paramedis terlaksana dengan baik,'' katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahap awal rumah sakit membuka pelayanan poliklinik. Sambil menyempurnakan sarana dan prasarana pendukung, terutama peralatan medis. Akan dibuka perawatan jalan dengan kapasitas 100 tempat tidur. Tahun berikutnya dibuka unit pelayanan kesehatan masyarakat. ''Bila sudah seluruhnya rampung, kapasitasnya 400 bed. Melayani pasien umum, JKBM, Jamkesmas, dan Askes. Pasien bervariasi, pendidikan mahasiswa akan lebih bagus,'' tambahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Total biaya yang dibutuhkan untuk merampungkan rumah sakit diperkirakan Rp 600 juta. Diharapkan terealisasi lima tahun ke depan dan beroperasi penuh tahun 2014.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
source : &lt;a href="http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&amp;amp;kid=10&amp;amp;id=55297"&gt;Bali Post&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXjPqf9f0wupIKJ_0bLOYZucFbPO34Nlz9XW0AjvJjBQ26skfWm4gf4wMesvNbiXRJw4EaQer8tJvkdQ3KT561jCpCUMWbX0QFjkK3UNqceUDNpt07m2cBtE-O2qgFWxgcHYbjkiBrwi4/s72-c/RS+Pendidikan+Universitas+Udayana.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>RTD : Penatalaksanaan pada penyakit Ginjal Kronik fokus pada penggunaan Kayexilate</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/08/rtd-penatalaksanaan-pada-penyakit.html</link><category>Agustus 2011</category><category>Event/Acara/Seminar Lokal</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 15 Aug 2011 20:48:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-1232839505578153025</guid><description>&lt;b&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tempat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ruang pertemuan Lt. II Divisi Ginjal dan Hipertensi RSUP Sanglah Denpasar&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hari/ tanggal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sabtu, 20 Agustus 2011&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
11.00 Wita s/d Selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AKREDITASI&lt;br /&gt;
Peserta : 3 SKP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;i&gt;Info lebih lanjut&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
Divisi Ginjal dan Hipertensi Bag./SMF Penyakit Dalam FK UNUD/RSUP Sanglah&lt;br /&gt;
T. 0361-245733&lt;br /&gt;
F. 0361-29799</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Seminar : Advance Bioinformatic Workshop</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/08/seminar-advance-bioinformatic-workshop.html</link><category>Agustus 2011</category><category>Event/Acara/Seminar Lokal</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 15 Aug 2011 20:42:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-7402243464919133993</guid><description>&lt;b&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tempat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ruang Sidang FK UNUD&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hari/ tanggal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kamis - Jumat/ 18 - 19 Agustus 2011&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
09.00 Wita s/d selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AKREDITASI&lt;br /&gt;
Peserta : 6 SKP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;i&gt;Info lebih lanjut&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
Bag. Biomol FK UNUD&lt;br /&gt;
CP : Nyoman Mayasni (0361-262447)</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rektor Udayana Bantah Ada Kecurangan dalam Proyek RS</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/08/rektor-udayana-bantah-ada-kecurangan.html</link><category>Berita Buletin IDI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 15 Aug 2011 03:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-4941352780222142713</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiU2PYB0Hxb_f4EZSdVIUFtrrd6HyzX7ix2ggm3tqt8Ym0HPuQ3T1SPYHpI0oEtw7dRQjBUwRCukneOb5VU_j3u7A6Bw2o2Cx7dRGY873_4C9x9Dw_a1-jSYiO7jGeo0Mnfu61pqLx6Mk/s1600/rs_udayana_3_03.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiU2PYB0Hxb_f4EZSdVIUFtrrd6HyzX7ix2ggm3tqt8Ym0HPuQ3T1SPYHpI0oEtw7dRQjBUwRCukneOb5VU_j3u7A6Bw2o2Cx7dRGY873_4C9x9Dw_a1-jSYiO7jGeo0Mnfu61pqLx6Mk/s1600/rs_udayana_3_03.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Rancangan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Udayana&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Rektor Universitas Udayana Made Bakta menegaskan bahwa tidak ada tekanan dari siapa pun untuk memenangkan PT Duta Graha Indah dalam proyek Rumah Sakit Universitas Udayana. Proyek RS Universitas Udayana di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, merupakan salah satu proyek yang dimenangkan PT DGI yang disebut-sebut terkait mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Made Bakta mengatakan PT DGI menang tender sesuai prosedur untuk proyek RS Universitas Udayana Bali. PT DGI memberikan penawaran paling rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, Rektor memerkirakan proyek tersebut terancam molor menyusul adanya kasus yang melibatkan Nazaruddin. Rencana semula proyek itu ditargetkan rampung pada tahun 2012.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembangunan fisik rumah sakit sampai saat ini baru mencapai sekitar 40 persen atau baru selesai tahap ke-dua. Biaya tahap pertama Rp53 miliar dan tahap kedua sebesar Rp100 miliar. Dua tahap pembangunan rumah sakit dimenangkan PT DGI, dengan total biaya proyek mencapai Rp600 miliar.(DSY)Rektor Udayana Bantah Ada Tekanan dari DGI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rektor Universitas Udayana Made Bakta menegaskan PT DGI memenangkan tender proyek RS Udayana di Jimbaran, sesuai prosedur. PT DGI memberikan penawaran paling rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, Rektor memerkirakan proyek tersebut terancam molor menyusul adanya kasus yang melibatkan Nazaruddin. Rencana semula proyek itu ditargetkan rampung pada tahun 2012.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metrotvnews.com, Denpasar: Rektor Universitas Udayana Made Bakta menegaskan bahwa tidak ada tekanan dari siapa pun untuk memenangkan PT Duta Graha Indah dalam proyek Rumah Sakit Universitas Udayana. Proyek RS Universitas Udayana di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, merupakan salah satu proyek yang dimenangkan PT DGI yang disebut-sebut terkait mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Made Bakta mengatakan PT DGI menang tender sesuai prosedur untuk proyek RS Universitas Udayana Bali. PT DGI memberikan penawaran paling rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, Rektor memerkirakan proyek tersebut terancam molor menyusul adanya kasus yang melibatkan Nazaruddin. Rencana semula proyek itu ditargetkan rampung pada tahun 2012.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembangunan fisik rumah sakit sampai saat ini baru mencapai sekitar 40 persen atau baru selesai tahap ke-dua. Biaya tahap pertama Rp53 miliar dan tahap kedua sebesar Rp100 miliar. Dua tahap pembangunan rumah sakit dimenangkan PT DGI, dengan total biaya proyek mencapai Rp600 miliar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
source : &lt;a href="http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/08/15/134155/Rektor-Udayana-Bantah-Ada-Kecurangan-dalam-Proyek-RS"&gt;metro tv news&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiU2PYB0Hxb_f4EZSdVIUFtrrd6HyzX7ix2ggm3tqt8Ym0HPuQ3T1SPYHpI0oEtw7dRQjBUwRCukneOb5VU_j3u7A6Bw2o2Cx7dRGY873_4C9x9Dw_a1-jSYiO7jGeo0Mnfu61pqLx6Mk/s72-c/rs_udayana_3_03.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Unud Bangun RS Pendidikan Senilai Rp 125 Miliar</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/08/unud-bangun-rs-pendidikan-senilai-rp.html</link><category>Berita Buletin IDI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 12 Aug 2011 04:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-5331131228197134482</guid><description>&lt;br /&gt;
Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pendidikan Nasional, telah mengucurkan dana sebesar Rp 125 miliar untuk melanjutkan pembangunan rumah sakit pendidikan bertaraf internasional, di atas lahan seluas 5 hektar di komplek kampus Univesitas Udayana (Unud), bukit Jimbaran, Kabupaten Badung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kucuran dana tersebut dalam dua tahun terakhir, pertama 2010 sebesar Rp 75 juta dan yang kedua tahun ini sebesar Rp50 juta," kata Rektor Unud Prof Dr dr Made Bakta, di Denpasar, Jumat (12/8).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengatakan, dana tersebut khusus untuk pembangunan fisik yang sudah mencapai 80 persen dan masih harus disempurnakan dalam tahun-tahun mendatang.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Pembangunan rumah sakit pendidikan bertaraf internasional itu diperkirakan seluruhnya menghabiskan dana sebesar Rp600 juta yang diharapkan dapat terealisasi dalam lima tahun ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prof Bakta menambahkan, pembangunan rumah sakit pendidikan, penelitian yang berorientasi pada peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk wisatawan dalam menikmati liburan di Pulau Dewata mengantisipasi perkembangan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah yang semakin dipenuhi pasien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Unud mengantisipasinya sejak dini, dengan harapan proses pendidikan bagi tenaga dokter, medis dan para medis dapat terlaksana dengan baik," harap Made Bakta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengatakan, setelah pembangunan fisik rampung akhir tahun 2011 ini akan mulai membuka poliklinik pelayanan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menyempurnakan sarana dan prasarana pendukung, terutama peralatan medis, rumah sakit pendidikan Unud itu akan membuka perawatan jalan dengan kapasitas 100 tempat tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian pula dalam tahun-tahun berikutnya membuka unit pelayanan kesehatan dengan harapan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat secara maksimal, harap Prof Bakta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
source : &lt;a href="http://www.gatra.com/kesehatan/73-kesehatan/1675-unud-bangun-rs-pendidikan-senilai-rp-125-miliar"&gt;gatra news&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dokter Umum Perlu Dibekali Kompetensi Khusus</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/08/dokter-umum-perlu-dibekali-kompetensi.html</link><category>Berita Buletin IDI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Thu, 11 Aug 2011 23:04:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-5089562954819040597</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8FHw5YKYaEIzeC7xT6dSfSTX6PJchWFW45rCbQT6FlCkSZ-VTM9jO01ISliPvHi6jahIWy2p6v5t4v_faJ2UOI8eI9ZyFtaWgH4lOZTiN8I0qFJoIrema_VytBCTDiJs6aL0VYH6WDgc/s1600/1058042620X310.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="164" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8FHw5YKYaEIzeC7xT6dSfSTX6PJchWFW45rCbQT6FlCkSZ-VTM9jO01ISliPvHi6jahIWy2p6v5t4v_faJ2UOI8eI9ZyFtaWgH4lOZTiN8I0qFJoIrema_VytBCTDiJs6aL0VYH6WDgc/s320/1058042620X310.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pemberdayaan tenaga bidan di fasilitas-fasilitas kesehatan untuk menekan angka kematian ibu dan anak dinilai tidak efektif. Alternatif lain adalah meningkatkan kompetensi dokter umum yang bekerja di daerah agar bisa menangangi spesialisasi anak, obstetri dan ginekologi, serta anestesi.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Hal tersebut disampaikan &amp;nbsp;Prijo Sidipratomo, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), di sela-sela acara forum diskusi para stakeholder komunitas kesehatan Indonesia, Kamis, (11/8/2011), di Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekolah bidan itu banyaknya bukan main. Namun apakah akreditasinya sama ketatnya dengan pendidikan dokter, terutama yang di luar Jabodetabek," kata Prijo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sulistiono, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kementrian Kesehatan menambahkan, kewenangan tambahan pada dokter umum di daerah merupakan langkah tercepat yang bisa diambil untuk mengatasi pelayanan kesehatan yang belum merata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dokter yang telah dilatih akan diberi sertifikat untuk bekerja sesuai dengan kewenangan yang diberikan. Namun kewenangan tambahan itu hanya berlaku di satu daerah," kata Sulistiono dalam kesempatan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Prijo, pada ibu hamil memonitor perkembangan kesehatan janin adalah hal yang penting. Untuk itu dibutuhkan peran dan campur tangan dokter. "Tidak bisa jika hanya mengandalkan bidan saja, tanpa ada pendampingan dari dokter," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prijo menilai usaha penurunan angka kematian ibu dan anak yang sekarang dilakukan pemerintah lebih kepada program-program instan dan terobosan-terobosan. “Mereka berpikir kalau meletakkan tenaga bidan pasti murah, tapi celakanya kita kan juga mesti lihat kompetensinya,” cetusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menambahkan, setiap dokter pada dasarnya bersedia jika ditempatkan di daerah. Hanya saja, persoalan saat ini seringkali dokter tidak memiliki fasilitas untuk melakukan kewenangannya. "Memang investasi kesehatan itu mahal, tapi akan lebih mahal jika tidak menginvestasikannya," imbuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
source : &lt;a href="http://health.kompas.com/read/2011/08/12/10351597/Dokter.Umum.Perlu.Dibekali.Kompetensi.Khusus"&gt;kompas&amp;nbsp;health&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8FHw5YKYaEIzeC7xT6dSfSTX6PJchWFW45rCbQT6FlCkSZ-VTM9jO01ISliPvHi6jahIWy2p6v5t4v_faJ2UOI8eI9ZyFtaWgH4lOZTiN8I0qFJoIrema_VytBCTDiJs6aL0VYH6WDgc/s72-c/1058042620X310.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>IDI Desak Pelaksanaan SJSN</title><link>http://ididenpasar.blogspot.com/2011/08/idi-desak-pelaksanaan-sjsn.html</link><category>Berita Buletin IDI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Thu, 11 Aug 2011 01:31:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1712987475148545527.post-7545003703000761166</guid><description>&lt;br /&gt;
Ikatan Dokter Indonesia mendesak agar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional segera dilaksanakan. Hal itu akan turut memperbaiki sistem kesehatan dan menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan, termasuk mendorong pemerataan tenaga kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu dikemukakan Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prijo Sidipratomo seusai meninjau Indomedica Expo 2011, Kamis (19/5).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan adanya SJSN, termasuk jaminan kesehatan, biaya kesehatan akan tertangani sehingga akan mendorong pemerataan tenaga dan pelayanan kesehatan. ”Selama ini susah menempatkan dokter ke daerah lantaran masalah kesejahteraan tidak tertangani,” kata Prijo.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sekretaris Jenderal IDI Slamet Budiarto mengatakan, SJSN akan menguntungkan rakyat Indonesia karena biaya kesehatan dapat ditekan dengan pengelolaan model asuransi sosial. Tidak perlu lagi ada kekhawatiran pasien tidak dilayani di rumah sakit lantaran masalah biaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sistem rujukan juga lebih mudah berjalan karena semua dikendalikan sistem asuransi sosial. ”Dokter spesialis tidak terlalu berat menangani pasien. Selama ini masyarakat cenderung menemui dokter spesialis jika sakit. Padahal, sekitar 70 persen penyakit dapat ditangani di layanan primer, seperti puskesmas dan dokter keluarga,” kata dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prijo mengatakan, IDI mendorong pelaksanaan SJSN dengan membuat kajian ilmiah, antara lain terkait dampak jika SJSN terlambat diterapkan. ”Indonesia akan menanggung biaya kesehatan lebih besar lantaran ada beban ganda penyakit infeksi dan penyakit kronis, seperti diabetes, jantung, stroke, dan hati,”ujarnya. (INE)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
source : &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/05/21/04025361/IDI.Desak.Pelaksanaan.SJSN"&gt;kompas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>