<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>IDI PAMEKASAN</title><description>Warna Warni Dunia Kesehatan Pamekasan</description><managingEditor>noreply@blogger.com (idipamekasan)</managingEditor><pubDate>Wed, 11 Jun 2025 23:40:08 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">133</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://idipamekasan.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Warna Warni Dunia Kesehatan Pamekasan</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>10 Tips kesehatan</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/07/10-tips-kesehatan.html</link><category>Info Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Fri, 15 Jul 2011 20:25:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-2351588462022358490</guid><description>artikel-artikel kesehatan yg&amp;nbsp; sangat simple dan bisa anda lakukan sendiri di rumah..&lt;br /&gt;
mungkin ada yg bermanfaat.... so silahkan di baca baik-baik dan selamat mencoba  &lt;img align="bottom" border="0" height="18" name="graphics1" src="http://www.i-comers.com/images/smilies/happy.gif" width="18" /&gt; &lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.2in;"&gt;&lt;b&gt;Jaga Kesehatan Mata dengan  Biji Pepaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bagaimana  menjaga kesehatan mata? Menurut dr.  Rini Mahendra SpM cara yang mudah  dilakukan, salah satunya ialah  dengan mengonsumsi biji pepaya. Mengapa  biji pepaya? Konon biji  pepaya mengandung senyawa likopen yang penting  bagi kesehatan mata.  Bila Anda tidak tahan akan rasa getirnya, maka  Anda dapat  mengonsumsinya dengan ditambah madu, atau sebagai campuran  minum  teh. Selain itu bisa juga biji tersebut dijemur atau disangrai  untuk  kemudian dimakan sebagai snack. Konsumsilah secara teratur,   kira-kira tiga kali sehari sebanyak sepuluh butir.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0.2in; padding: 0.02in;"&gt;&lt;b&gt;Biji Tomat Cegah Penyakit Jantung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anda  suka minum jus  tomat tapi kerapkali membuang bijinya? Mungkin setelah  membaca  artikel ini kebiasaan itu harus diubah. Berdasarkan riset yang   dilakukan Rowett Research Institute di Scotlandia, ditemukan bahwa   cairan licin atau jelly berwarna kuning yang terdapat disekitar biji   tomat mengandung senyawa atau bahan campuran yang manjur untuk  melawan  stroke dan penyakit jantung. Bila Anda meminum jus tomat  tanpa membuang  bijinya, maka Anda telah mengurangi risiko terjadinya  penggumpalan  darah sekitar 72 persen, hingga dapat Anda dapat  terhindar dari  penyakit jantung.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0.2in; padding: 0.02in;"&gt;&lt;b&gt;Jangan Lama Mencelup Teh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Teh  diakui berkhasiat bagi  kesehatan tubuh. Teh juga telah menjadi  konsumsi khalayak luas  sebagai minuman sehari-hari. Teh dikemas dalam  bentuk teh celup juga  teh bubuk. Namun ada yang perlu diperhatikan pada  teh celup, yaitu  pemakaiannya. Teh celup sebaiknya tidak dicelupkan  terlalu lama. Ini  berlaku untuk semua teh, berwarna maupun teh hijau.&lt;br /&gt;
Ini   disebabkan adanya kandungan zat klorin dalam kantong kertas teh   celup. Zat ini fungsinya untuk disinfektan kertas sehingga kertas  akan  terbebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama. Kertas dengan  klorin  tampak lebih bersih. Namun disinfektan dalam jumlah besar  tidak berbeda  jauh dengan racun serangga.&lt;br /&gt;
Sehingga dianjurkan  jangan mencelupkan  teh celup dalam waktu lama. Jika mencelup kantong  teh lebih dari 3-5  menit, klorin akan ikut larut dalam teh. Agar  terhindar dari  kemungkinan-kemungkinan penyakit, sebaiknya jangan  mencelup kantong teh  lebih dari 3 menit.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0.2in; padding: 0.02in;"&gt;&lt;b&gt;Kumur-kumur Saat Asma&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Asma  merupakan salah satu penyakit  kronik terbanyak pasiennya di dunia.  Menurut dr. Tjandra Yoga  Aditama, SpP(K), MARS, DTM&amp;amp;H, diperkirakan  pada tahun 2005 ada  tambahan sekitar 100 juta pasien asma di dunia. &lt;br /&gt;
Pengobatan  asma  ada yang bersifat pelega (reliever), ada pula yang bersifat   pengontrol (controller). Obat asma yang paling aman dan efektif  adalah  yang diberikan dalam bentuk disemprot atau dihisap (inhaler)  karena  akan langsung masuk ke saluran nafas, efeknya cepat, efek  samping  minimal, dan dosisnya kecil.    &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0.2in; padding: 0.02in;"&gt;&lt;b&gt;Luka Sayat &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Si kecil mengalami luka akibat bermain pisau  hingga kulitnya tersayat?&lt;br /&gt;
Berikut langkah-langkah yang bisa  dilakukan: &lt;br /&gt;
•  Jika lukanya kecil, cukup ditekan saja beberapa  detik dengan kapas  atau perban steril untuk mengeringkan dan  menghentikan perdarahan. &lt;br /&gt;
•  Jangan mengoles luka dengan kapas  karena dapat merusak pinggiran luka  hingga perdarahan baru  bertambah. Berikan larutan antiseptik untuk  mencegah infeksi. &lt;br /&gt;
•  Kalau darah sudah mengering/berhenti baru ditutup dengan plester   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0.2in; padding: 0.02in;"&gt;&lt;b&gt;Pertolongan Pertama Demam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yang  penting dilakukan ialah  menurunkan suhu tubuh penderita, bisa dengan  mengompres menggunakan  air dingin, memberikan obat penurun panas, juga  disertai pengipasan  agar panas tubuh segera menguap. Kompreskan air  dingin di dada  sebelah kiri atau ubun-ubun kepala yang bermanfaat  menurunkan panas  lebih cepat. Lebih aman menggunakan obat penurun panas  jenis  parasetamol, yang banyak dijual bebas, terutama bagi anak usia   dibawah 5 tahun.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0.2in; padding: 0.02in;"&gt;&lt;b&gt;Perawatan Untuk Lingkaran Hitam di Sekitar Mata&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Parutan   kentang bisa mengurangi warna hitam di lingkaran mata. Kentang   mengandung enzim yang bernama catecholase, yang sering digunakan   sebagai bahan kosmetik dengan tujuan mencerahkan kulit. Blender  sebutir  kentang dan bungkus kentang yang diblender dengan kain  bersih.  Tempelkan langsung pada daerah di bawah mata, dan diamkan  selama 15-20  menit. Jangan biarkan kentang masuk ke dalam mata.  Bersihkan.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0.2in; padding: 0.02in;"&gt;&lt;b&gt;Mengurangi Kerutan di Wajah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk  mengurangi kerutan di  wajah, bisa digunakan cara mudah dan murah yaitu  dengan memanfaatkan  anggur berwarna hijau. Anggur jenis ini sering  digunakan sebagai  salah satu bahan kosmetik krim anti kerut. &lt;br /&gt;
Tapi  Anda bisa  membuat sendiri ramuan anti kerut, caranya belah anggur jadi  dua  kemudian gosokan ke wajah dan leher. Pastikan Anda menggosokannya  di  area di sekitar mulut. Diamkan selama 20 menit dan basuh dengan air   hangat-hangat kuku. &lt;br /&gt;
Lakukan setiap hari, dan Anda akan melihat   perubahan pada wajah Anda. Jangan lupa minum air putih minimal  delapan  gelas sehari. Dan makan makanan yang kaya mengandung vitamin  A seperti  wortel, seledri dan bayam. Usakan tidur delapan jam  sehari.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0.2in; padding: 0.02in;"&gt;&lt;b&gt;Masker Apel untuk Kulit Berminyak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Masker ini sangat cocok  untuk kulit berminyak, pembuatan dan pemakaiannya pun sangat mudah.  &lt;br /&gt;
Bahan-bahan:&lt;br /&gt;
• Satu buah apel ukuran sedang, diparut&lt;br /&gt;
•  Lima sendok makan madu&lt;br /&gt;
Campur parutan apel dan madu dengan baik.  Oleskan ke seluruh wajah dan biarkan selama 10 menit. Basuh dengan  air dingin.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0.2in; padding: 0.02in;"&gt;&lt;b&gt;Sauna Kulit Wajah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Perawatan  kulit yang baik salah satunya  dengan sauna wajah. Yang Anda butuhkan  adalah mangkuk yang diisi  dengan air panas yang ditambahkan dengan  beberapa minyak essential  yang disesuaikan dengan jenis kulit: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Normal: Mandarin dan  Lavender&lt;br /&gt;
Berminyak: Lemon dan Minyak Kayu Putih&lt;br /&gt;
Kering: Mawar  dan Camomile&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lilitkan  handuk di atas kepala, dan uapi wajah  Anda dengan jarak 30 cm dari  mangkuk selama kurang lebih dua menit.  Langkah ini akan membuka  pori-pori sehingga kulit siap untuk  dimasker. Sebaiknya Anda tidak  melakukan sauna wajah jika kulit  sensitif, sedang hamil atau menderita  asma. &lt;br /&gt;
Untuk minyak  essential, Anda bisa membelinya di gerai-gerai  khusus kosmetik.  Mustika Ratu dan Sari Ayu juga menjual minyak  essential jenis-jenis  di atas.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>9 Rahasia Membuat Anak Menjadi Jenius</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/07/9-rahasia-membuat-anak-menjadi-jenius.html</link><category>Info Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Fri, 15 Jul 2011 20:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-8189911108735784476</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ8oHnoUfTlzMrDi_ejPCPVHTLogAwO1YaGOPS5yU8AJ0tTki06O50usCoi_s3pgbgbfUzpF40hWwBO7uygFIt2b408HVrtOOPf1rMqcIrJwtfPlH_zbQUERehPCrx_10hWPtVsZPRIHA/s1600/genius.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ8oHnoUfTlzMrDi_ejPCPVHTLogAwO1YaGOPS5yU8AJ0tTki06O50usCoi_s3pgbgbfUzpF40hWwBO7uygFIt2b408HVrtOOPf1rMqcIrJwtfPlH_zbQUERehPCrx_10hWPtVsZPRIHA/s1600/genius.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setiap orang tua selalu mengharapkan  anaknya cerdik, pandai dan arif melebihi anak lain. Para pakar  menyatakan, sekalipun kearifan seorang anak sangat erat hubungannya  dengan genetika bawaan, namun banyak sekali penelitian ilmiah  menunjukkan bahwa pembinaan setelah lahir juga merupakan faktor sangat  penting yang tidak boleh diabaikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merangsang Pertumbuhan dengan Pendidikan dalam Kandungan&lt;br /&gt;
Para  dokter menyatakan, bayi dalam kandungan usia tiga bulan sudah mempunyai  perasaan, empat bulan sudah mampu merasakan suara dari luar. Suara dari  luar ini akan terus merangsang organ indera anak dalam kandungan dan  mendorong pertumbuhannya, mempunyai peran yang penting bagi pertumbuhan  intelegensi. Pada dasarnya cerebral cortex (bagian otak yang penting  untuk mengingat, memperhatikan, menyadari, berpikir, mengerti bahasa dan  lain sebagainya) bayi dalam kandungan sudah terbentuk pada usia 5 – 6  bulan, bila pada masa ini diperdengarkan musik ataupun dilakukan  pemijatan lembut pada bagian perut akan dapat meningkatkan pertumbuhan  intelegensi sang anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fondasi Perkembangan Intelegensi Ditentukan pada Masa Anak-Anak&lt;br /&gt;
Sejak  bayi dilahirkan, ayah-bunda sudah mempunyai peran penting untuk  mengajarkan pengetahuan dasar kepadanya. Kalau saja ayah bunda pada  tahap ini dapat membimbing sang anak dengan murah hati, hormat dan penuh  kasih sayang, maka bukan saja dapat meletakkan dasar kepribadian yang  unik bagi sang anak, bahkan dapat membuat anak memiliki kemampuan  belajar dan sikap bergaul yang baik. Dengan demikian, peran ayah bunda  bukan hanya membesarkan, bahkan juga memikul tanggung jawab besar  sebagai “guru pribadi”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pakar menyatakan, “Anak-anak pada  rentang usia 4 sampai dengan 13 tahun, karena belum banyak mengecap asam  garam dunia, hatinya masih murni, merupakan masa dengan daya ingat yang  paling kuat selama hidupnya. Jika pada masa keemasan ingatan ini  memperoleh pendidikan yang baik, akan sangat bermanfaat bagi sepanjang  hidupnya.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9 Rahasia Membuat Anak menjadi Pandai/Jenius&lt;br /&gt;
Penulis  rubik khusus pendidikan, Korey Capozza, menyarankan sembilan cara untuk  membina dan meningkatkan IQ (intelligence quotient ) anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Belajar Musik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Ini  merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan  dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto,  pelajaran musik dapat meningkatkan intelligence quotient dan prestasi  sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin  jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Beri minum Air Susu Ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Banyak  penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain  menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan  tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama  sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang  hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Tingkatkan kesehatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Tim  peneliti dari University of Illinois telah membuktikan hubungan antara  kesehatan dan pelajaran anak di sekolah. Penelitian dari Oppenheimer  Funds malah menunjukkan bahwa olah raga berkelompok bukan saja  meningkatkan rasa percaya diri, membangun spirit kebersamaan, bahkan  dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para  direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung  dalam suatu kegiatan organisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Permainan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Memang  ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik  ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat  meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada  yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih  kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga  menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam  menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Menolak junk food&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Kurangi  mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan  berlemak tinggi dan junk food yang lain. Sebaliknya, banyaklah  mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan  perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum  genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus  mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau  kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Memupuk rasa ingin tahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Para  pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai  pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang meng-arahkan mereka pada  pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap  minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka  pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan  cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut  pengetahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Membaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Sejalan  dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan pentingnya  membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient  seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk  anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan  semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang  anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Makan pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pepatah  yang mengatakan burung yang bangun pagi akan mendapatkan makanan  bukanlah tanpa dasar. Jauh sejak 1970, penelitian ilmiah menemukan  seorang anak yang sarapan pada pagi hari memiliki ingatan yang lebih  baik, lebih mampu berkonsentrasi dan juga mampu belajar lebih cepat.  Dari pada sama sekali tidak makan pagi, makanlah sepotong kue atau minum  segelas susu, hal ini akan sangat membantu dalam belajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Bermain permainan pengasah otak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Bermain  catur, teka-teki silang atau permainan lain dapat merangsang  intelegensi. Games Sudoku malah dapat memupuk cara berpikir yang  bijaksana dan memupuk kemampuan memecahkan masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain  hal-hal di atas, pada saat seorang anak masih sangat muda harus sering  diajak bercengkrama, mintalah anak mengingat perbendaharaan kata yang  sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari ataupun mintalah anak  menghafal, semua ini merupakan jurus piawai untuk membantu anak memupuk  intelligence quotient.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pakar menyatakan, “Matikan tv,  mintalah anak keluar rumah, mendekatkan diri dengan alam dan mengolah  tubuh, merupakan salah satu metode terbaik untuk melatih anak menjadi  pandai cekatan dan bertubuh sehat.”&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ8oHnoUfTlzMrDi_ejPCPVHTLogAwO1YaGOPS5yU8AJ0tTki06O50usCoi_s3pgbgbfUzpF40hWwBO7uygFIt2b408HVrtOOPf1rMqcIrJwtfPlH_zbQUERehPCrx_10hWPtVsZPRIHA/s72-c/genius.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Petugas PLN Tewas Tersengat Setrum</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/07/petugas-pln-tewas-tersengat-setrum.html</link><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Fri, 15 Jul 2011 20:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-3442195146730660332</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuHw6kBHO-oCq46kFdZtwHE682WgxwHRqwgH8NP6a_vnI-dcAA-l1oiq_I5TMs-ZCghKvpm3TRujfNh9eHjcpRR9NQTrUBcWkIwkuB76yF69O_h96_bB0u6qYmRvsFrFnbWUS-TOF39pY/s1600/pln.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuHw6kBHO-oCq46kFdZtwHE682WgxwHRqwgH8NP6a_vnI-dcAA-l1oiq_I5TMs-ZCghKvpm3TRujfNh9eHjcpRR9NQTrUBcWkIwkuB76yF69O_h96_bB0u6qYmRvsFrFnbWUS-TOF39pY/s320/pln.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang pekerja PLN tewas tergantung di tiang listrik jaringan udara  tegangan menengah (JTUM) di Desa Kadur, Kecamatan Kadur, Pamekasan.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Korban diketahui bernama Reban (40) asal Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang bekerja untuk CV. Galang Cipta, Pamekasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Korban  dan 18 rekannya melakukan perbaikan kabel listrik JUTM. Sejak pukul  08.00 WIB. Saat itu semua aliran listrik untuk wilayah Kadur dan  sekitarnya dipadamkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada pukul 11.30 WIB, korban pindah ke  tiang listrik di sebelah selatan Pasar Kadur. Saat korban naik ke atas  tiang listrik, tiba-tiba aliran listrik kembali menyala dan menyebabkan  korban tersengat listrik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Suadi (45), saksi mata kejadian,  salah satu teman korban berusaha untuk menolong korban dengan naik ke  tiang, namun dicegah karena tubuh korban dialiri listrik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kami  perintahkan dia agar turun. Takut korban bertambah," kata Suadi yang  juga anggota Koramil Kadur ini. Warga pun dilarang menolong karena  aliran listrik masih hidup.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Slamet, pemilik CV. Galang Cipta  menuturkan, sebelum pekerjaan perbaikan kabel listrik, semua aliran  listrik sudah dalam keadaan padam total. "Saya tidak tahu kenapa  tiba-tiba listriknya hidup mendadak," katanya, saat ditemui di lokasi  kejadian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evakuasi korban harus menunggu petugas teknik dari PLN  Area Pelayanan Jaringan (APJ) Pamekasan. Satu setengah jam kemudian,  petugas PLN baru datang ke lokasi kejadian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses evakuasi  tergolong lambat. Pasalnya petugas PLN masih harus memastikan apakah  kabel listrik masih dalam keadaan hidup atau sudah padam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat  proses evakuasi, tubuh korban sempat jatuh meskipun sudah diikat dengan  tali. Kejadian itu membuat ratusan orang yang berada di lokasi  menjerit.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;Jenazah korban langsung dibawa ke rumah sakit setempat  untuk divisum. Anggota kepolisian dari Polsek Kadur belum bisa dimintai  keterangan terakit kejadian ini.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuHw6kBHO-oCq46kFdZtwHE682WgxwHRqwgH8NP6a_vnI-dcAA-l1oiq_I5TMs-ZCghKvpm3TRujfNh9eHjcpRR9NQTrUBcWkIwkuB76yF69O_h96_bB0u6qYmRvsFrFnbWUS-TOF39pY/s72-c/pln.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>6 Bulan, 230 Kasus Baru TBC di Pamekasan</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/07/6-bulan-230-kasus-baru-tbc-di-pamekasan.html</link><category>Dinkes</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Fri, 15 Jul 2011 20:04:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-4835376324156317083</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvYbhfWOCg9IB9hYijqOlewD9sNVKva9db-RNbG8rHapQdkFCppWaGUuiJ8xEEJXgw0zXiP7uWWy-B5JDfc8z0nG4LwcKH_X4EVjJQlZ0lCoT9NIKYJHgoqp2r3MO9zJ18Aj748r7L998/s1600/tbc.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvYbhfWOCg9IB9hYijqOlewD9sNVKva9db-RNbG8rHapQdkFCppWaGUuiJ8xEEJXgw0zXiP7uWWy-B5JDfc8z0nG4LwcKH_X4EVjJQlZ0lCoT9NIKYJHgoqp2r3MO9zJ18Aj748r7L998/s320/tbc.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada semester pertama bulan Januari sampai  Maret 2011, di Kabupaten  Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sudah ditemukan 230 kasus baru  tuberkulosis (TBC).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kasus tersebut  menyerang penduduk di tiga  kecamatan, yakni Kecamatan Pasean, Kecamatan Palengaan, dan Kecamatan  Tlanakan.   Kasus tersebut, menurut Bambang Budiono, pengelola Program  TBC Dinas Kesehatan Pamekasan, merupakan kasus baru dan bukan sisa dari  kasus TBC tahun sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepanjang tahun 2010 ditemukan 759  kasus. Separuh dari mereka hingga kini masih tetap menjalani perawatan.    "Ada 380 orang yang masih menjalani pengobatan dan belum dipastikan   kesembuhannya," ungkap Bambang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika jumlah tersebut ditambah  dengan temuan kasus yang baru, maka pada semester pertama tahun ini ada  610 penderita TBC. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kabupaten  Pamekasan, jumlah penderita TBC terbilang tinggi. Di Jawa Timur,  Pamekasan menduduki peringkat kelima, di bawah Kabupaten Sumenep,  Lumajang, Kota Malang, dan Jember.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TBC, menurut Bambang, banyak  menyerang orang pada usia produktif 15 tahun sampai 55 tahun. Namun,  tidak menutup kemungkinan orang di bawah usia tersebut aman dari  serangan virus &lt;i&gt;Mycobactereum tubercolusis&lt;/i&gt;. Pada periode 2009 sampai 2010, korban meninggal akibat TBC mencapai delapan orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Biasanya,  lanjut Bambang, penderita TBC menjangkit kepada orang yang kondisi  lingkungannya kurang bersih. "Rumah yang lembab dan tidak ada  ventilasinya sangat mendukung penyebaran bakteri TBC kepada orang lain,"  ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ciri-ciri penderita TBC antara lain batuk secara  terus-menerus selama dua minggu. Penyakit TBC identik dengan batuk darah  bagi orang awam.   Menurut Bambang, jika satu penderita TBC tidak  diobati, potensi penyebaran mencapai 10 sampai 15 orang dalam satu  tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Namun, pihak dinas kesehatan sudah menyiapkan pelayanan di  20 puskesmas untuk mengobati penderita TBC. Hingga kini, 380 penderita  tahun 2010 masih terus dipantau perkembangannya di setiap puskesmas.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvYbhfWOCg9IB9hYijqOlewD9sNVKva9db-RNbG8rHapQdkFCppWaGUuiJ8xEEJXgw0zXiP7uWWy-B5JDfc8z0nG4LwcKH_X4EVjJQlZ0lCoT9NIKYJHgoqp2r3MO9zJ18Aj748r7L998/s72-c/tbc.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengumuman Lelang Non Eproc</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/07/pengumuman-lelang-non-eproc.html</link><category>Dinkes</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Thu, 14 Jul 2011 07:43:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-8275219526078496551</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;PENGUMUMAN SELEKSI SEDERHANA&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Nomor : 600/01.23.03/PAN/441.301/2011&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 20px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; padding-left: 10px; width: 120px;"&gt;Satuan Kerja&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; width: 10px;"&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 20px;"&gt;DINAS KESEHATAN KABUPATEN PAMEKASAN&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; padding-left: 10px; width: 120px;"&gt;Tahun Anggaran&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; width: 10px;"&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 20px;"&gt;2011&lt;/div&gt;&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" class="border" style="width: 650px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;      &lt;td class="titleTop" width="20"&gt;No.&lt;/td&gt;      &lt;td class="titleTop"&gt;Nama Paket&lt;/td&gt;      &lt;td class="titleTop" width="130"&gt;HPS&lt;/td&gt;      &lt;td class="titleTop" width="150"&gt;Sub Bidang&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td class="horizLine"&gt;1.&lt;/td&gt;      &lt;td class="horizLine"&gt;Pengadaan Konsultan Teknis Perencanaan Teknis  Pengadaan,Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas dan  Jaringannya Di Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan (DAK)&lt;/td&gt;                   &lt;td align="right" class="horizLine"&gt;Rp 70.538.000,00&lt;/td&gt;      &lt;td class="horizLine"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="height: 15px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 15px; padding-left: 10px;"&gt;&lt;b&gt;Pengambilan Dokumen&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; padding-left: 10px; width: 120px;"&gt;Tanggal&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; width: 10px;"&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 20px;"&gt;23 Juni 2011 08:00 s/d 30 Juni 2011 14:00&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; padding-left: 10px; width: 120px;"&gt;Tempat&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; width: 10px;"&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 15px;"&gt;Sekretariat Panitia Pengadaan Dinas Kesehatan Kab. Pamekasan   Jl. Jokotole 143 Pamekasaan&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 15px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 20px; padding-left: 10px;"&gt;&lt;b&gt;Persyaratan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="padding-left: 10px;"&gt;- Berbadan Usaha ; &lt;br /&gt;
- Akte Pendirian Perusahaan ; &lt;br /&gt;
- Memiliki Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi Nasional (IUJKN) yang masih berlaku; &lt;br /&gt;
- Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) Jasa Perencana Konstruksi  ( Kode : 11001 dan 12001 ) ;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 15px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 20px; padding-left: 10px;"&gt;&lt;b&gt;Keterangan Lain&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="padding-left: 10px;"&gt;1. Pendaftaran dan Pengambilan  Dokumen Pengadaan dapat diwakilkan dengan membawa surat tugas dari  Direktur / Pimpinan Perusahaan / Kepala Cabang dan Kartu Pengenal &lt;br /&gt;
2. Seorang dilarang mewakili lebih dari 1 (satu) perusahaan dalam  mendaftar dan mengambil Dokumen Prakualifikasi dan Dokumen Pengadaan &lt;br /&gt;
3.Dokumen Prakualifikasi dan Dokumen Pengadaan dapat diambil dalam bentuk cetakan &lt;br /&gt;
4. Lain-lain : Keterangan lebih lanjut dapat dilihat di tempat pendaftaran atau menghubungi Panitia pada jam kerja &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
website: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://www.pembangunanpamekasan.info &lt;br /&gt;
dan &lt;br /&gt;
http://lpse.jatimprov.go.id &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 15px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="padding2" style="margin-right: 150px;"&gt;TTD&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 25px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="padding2" style="margin-right: 100px;"&gt;Panitia ULP&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dinkes Akan Terbitkan Sertifikat DAM</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/07/dinkes-akan-terbitkan-sertifikat-dam.html</link><category>Dinkes</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Thu, 14 Jul 2011 07:41:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-4120542963544960636</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dinas kesehatan (Dinkes) Pamekasan akan segera melakukan sertifikasi depot air minum (DAM) yang beroperasi di Pamekasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dinas kesehatan (Dinkes) Pamekasan  berencana akan memulai pengawasan dan pengambilan sample kepada sejumlah  depot air minum (DAM) yang beroperasi di Pamekasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;AVIRA SULISTIAWATI Plt Kasi penyehatan  lingkungan dan pengawasan kualitas air Dinkes Pamekasan&amp;nbsp; mengatakan,  pengawasan DAM atau tempat isi ulang air bersih akan dilakukan dengan  pengawasan secara fisik dan pengambilan sample uji bakteorologi untuk  mengetahui kelayakan Hygiene Sanitasi DAM tersebut.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dijelaskan, rencana pengawasan DAM itu  sesuai dengan &amp;nbsp;Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 492 tahun  2010 tentang persyaratan kualitas Air Minum. Jika hasil pengawasan  nantinya telah memenuhi syarat maka Dinkes Pamekasan akan memberikan  sertifikat layak sehat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ Langkah pertama adalah melakukan  pengawasan kepada seluruh DAM yang ada dan memberikan penilaian  kelayakan, jika layak maka akan mendapatkan sertifikat”, ungkap AVIRA.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; AVIRA menjelaskan, berdasar hasil  pengawasan yang dilakukan Dinkes Pamekasan selama ini, ditemukan  sejumlah DAM yang tidak memenuhi syarat. Meski demikian pihaknya tidak  langsung menutup DAM itu melainkan diberi pembinaan, untuk menjaga  kualitas dan Hygiene Sanitasi DAM. Ia menghimbau, para pemilik DAM aktif  melakukan pemeriksaan kualitas air ke Laboratotium, karena dari 30 &amp;nbsp;DAM  se Pamekasan hanya sekitar&amp;nbsp; 10 persen yang aktif melakukan pemeriksaan  laboratorium. &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dinkes Pamekasan Himbau Masyarakat Waspada Penyakit Musiman</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/07/dinkes-pamekasan-himbau-masyarakat.html</link><category>Dinkes</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Thu, 14 Jul 2011 07:37:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-566585293227747474</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-0gcLXQ5754ywc0c5eYi3T8a5fvZWMDE8PopNVBaX5Y7OzCTkgKyUTNUeDXV036RIGI2O1JLpmi2hJeXGg4fTMKt85enzRrVkbEuT5pRCxQzqMVg3URWRW0k6_2KifYcaAWuhCoNaQYI/s1600/kadinkes.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-0gcLXQ5754ywc0c5eYi3T8a5fvZWMDE8PopNVBaX5Y7OzCTkgKyUTNUeDXV036RIGI2O1JLpmi2hJeXGg4fTMKt85enzRrVkbEuT5pRCxQzqMVg3URWRW0k6_2KifYcaAWuhCoNaQYI/s320/kadinkes.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adanya Pergantian cuaca dari musim hujan ke kemarau yang kerap ditandai  dengan merebaknya penyakit, masyarakat diminta untuk terus waspada dan  hati-hati. Permintaan itu disampaikan MOHAMMAD ISMAIL BEY Kepala Dinas  Kesehatan Pamekasan, Jumat (27/05).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurutnya, pihaknya sudah gencar melakukan himbauan dan antisipasi baik  melalui  media massa maupun juga melalui petugas Dinas Kesehatan  sendiri hingga ke tingkat desa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waspada penyakit  karena perubahan cuaca seperti diare, Ispa, dan DBD.  Kita sudah himbau masyarakat untuk selalu berperilaku hidup bersih dan  sehat (PHBS),”kata ISMAIL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indikasi perilaku hidup sehat itu, kata ISMAIL, seperti membuang sampah  tidak sembarangan atau mencegah hal-hal yang menyebabkan bersarangnya  penyakit. Dan melakukan 3M yakni mengubur, menguras dan menutup  barang-barang yang digenangi air. Selanjutnya kerja bakti membersihkan  lingkungan di tingkat RT/RW.&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-0gcLXQ5754ywc0c5eYi3T8a5fvZWMDE8PopNVBaX5Y7OzCTkgKyUTNUeDXV036RIGI2O1JLpmi2hJeXGg4fTMKt85enzRrVkbEuT5pRCxQzqMVg3URWRW0k6_2KifYcaAWuhCoNaQYI/s72-c/kadinkes.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>TUJUH KEMENTERIAN BERKOORDINASI TANGGULANGI MASALAH KESEHATAN JIWA DI INDONESIA</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/07/tujuh-kementerian-berkoordinasi.html</link><category>Depkes</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Thu, 14 Jul 2011 07:33:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-2232331637098227975</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pencapaian target MDG’s akan terhambat apabila masalah kesehatan jiwa  tidak mendapat perhatian yang serius, bahkan akan berpotensi menimbulkan  beban ekonomi yang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian disampaikan Menteri  Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, H. R. Agung Laksono saat  membuka Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang diselenggarakan di Kantor  Kemenkokesra (07/07).    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam rapat tersebut, Menteri Kesehatan RI, dr. Endang Rahayu  Sedyaningsih, MPH, Dr.PH memaparkan bahwa masalah kesehatan jiwa tidak  semata-mata berhubungan dengan aspek klinis, namun lebih banyak  menyangkut masalah psikososial seperti stigma masyarakat, kekerasan, dan  upaya bunuh diri. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya lintas sektor dalam  menanggulangi permasalahan kesehatan jiwa di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Data  Riskesdas tahun 2007 menunjukkan prevalensi nasional gangguan mental  emosional (depresi dan kecemasan) pada penduduk berusia di atas 15 tahun  mencapai 11,6% atau diderita oleh sekitar 19 juta orang. Daerah yang  memiliki angka prevalensi tertinggi yaitu Jawa Barat, Gorontalo dan  Sulawesi Tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, tantangan lainnya adalah kurangnya  akses layanan dan sumber daya kesehatan. Dari sejumlah rumah sakit umum  yang ada, baru sekitar 2% yang memiliki layanan psikiatri dan baru 10%  dari seluruh puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Jumlah  psikiater di seluruh Indonesia baru berjumlah 600 orang dan belum  terdistribusi secara merata.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Menkes, ada hubungan timbal  balik antara gangguan jiwa, gangguan fisik dengan kemiskinan. Adanya  permasalahan kesenjangan pengobatan dalam penanggulangan masalah  kesehatan jiwa, mengakibatkan banyak penderita yang tidak tertangani,  sehingga menjadi kronik dan seringkali diobati secara tradisional dengan  cara-cara yang kurang dapat dipertanggungjawabkan, atau menggunakan  pemasungan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk menanggulangi hal tersebut, Kementerian  Kesehatan saat ini sedang berupaya untuk mewujudkan Indonesia Bebas  Pasung” ujar Menkes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai program penanggulangan masalah  kesehatan jiwa lainnya yang dilakukan Kemkes, meliputi Meningkatkan  layanan kesehatan jiwa di puskesmas dan rumah sakit umum berupa  pelatihan bagi petugas dan kader; Peningkatan peran serta masyarakat  terutama keluarga penderita; Peningkatan sistem rujukan; dan Upaya  pengintegrasian dengan program kesehatan lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Turut hadir dalam  acara tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,  Linda Amalia Sari Gumelar; dan sejumlah pejabat eselon I perwakilan dari  berbagai Kementerian, yaitu Kementerian Dalam Negeri, Kementerian  Agama, Kementerian&amp;nbsp; Pendidikan Nasional, Kementerian Sosial, serta  Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertemuan tersebut  menghasilkan lima rekomendasi. Pertama, Potensi integrasi program  kesehatan jiwa ke dalam program lintas sektor, seperti PNPM Mandiri  dengan kemitraan hingga ke pelosok desa (Kemenkokesra); Pembentukan  hotline service number 500-454 (Kemkes); Rehabilitasi berbasis  masyarakat, dan tim reaksi cepat (Kemsos); Program Pelayanan Terpadu  Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan program Telepon Sahabat  Anak (Kementerian PP dan PA); dan Penguatan keluarga sakinah melalui  kursus calon pengantin (Kemenag).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, peningkatan pemberdayaan  masyarakat dengan mengikutsertakan pemberdayaan perempuan. Ketiga,  pengembangan model pembangunan kesehatan jiwa yang berfokus pada  perlindungan anak dan kelompok rentan, seperti Tenaga Kerja Indonesia  (TKI) Bermasalah, korban bencana alam, maupun korban kekerasan. Keempat,  peningkatan sistem rujukan kesehatan jiwa. Kelima, penguatan program  PNPM, baik PNPM Mandiri Pedesaan dan PNPM Generasi untuk pemberdayaan  orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) yang sudah sembuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai  tindak lanjut, perlu dibentuk regulasi (Perpres atau Kepres) untuk  memperkuat kapasitas baik pemerintah pusat, daerah maupun stakeholder  lainnya; intensifikasi koordinasi dan sinergi pelaksanaan kebijakan  melalui kelembagaan fungsional yang dikoordinasi oleh Kemenkokesra;  serta peningkatan mutu serta jumlah tenaga kesehatan jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diharapkan  peran serta seluruh stakeholder, kementerian, lembaga dan badan yang  terkait dengan kewajiban yang sama untuk menyukseskan program  penanggulangan masalah kesehatan jiwa di Indonesia” tegas Menkokesra  saat menutup pertemuan tersebut.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>HASIL SURVEI Enterobacter sakazakii PADA FORMULA BAYI YANG BEREDAR DI INDONESIA</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/07/hasil-survei-enterobacter-sakazakii.html</link><category>Depkes</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Thu, 14 Jul 2011 07:31:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-706481024544170195</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggM3rFxquM7KDn2-RgiwStztMB7b2oz-ZZ7Bub9IpWY_d8pur64MzjDUzWuDRXbOG0qO7Bay0wxE7AvBqKMfHEWhYAtuutOZkOZdCbGF3x9YaDInEzxriFtSc6Rx17Dt9tunCpjWK4Cks/s1600/menkes.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggM3rFxquM7KDn2-RgiwStztMB7b2oz-ZZ7Bub9IpWY_d8pur64MzjDUzWuDRXbOG0qO7Bay0wxE7AvBqKMfHEWhYAtuutOZkOZdCbGF3x9YaDInEzxriFtSc6Rx17Dt9tunCpjWK4Cks/s1600/menkes.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam rangka memberikan kepastian kepada  masyarakat tentang keamanan formula bayi, Kementerian Kesehatan, Badan  POM RI dan IPB, telah melakukan survei cemaran Enterobacter sakazakii  (E. sakazakii) terhadap semua nama dan jenis susu formula bayi yang  beredar di Indonesia tahun 2011. Tim Nasional Survei Cemaran Mikroba  pada Formula Bayi yang Beredar di Indonesia terdiri dari Badan  Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian  Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Institut Pertanian  Bogor (IPB). Dalam melaksanakan tugasnya Tim bertanggung jawab kepada  Menteri Kesehatan RI.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan survei ini adalah untuk mendapatkan informasi dan  konfirmasi tentang cemaran mikroba (E. sakazakii) pada susu formula bayi  yang beredar di Indonesia tahun 2011, karena masyarakat Indonesia perlu  dilindungi dari peredaran produk susu formula bayi. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengambilan  dan penanganan sampel susu formula bayi dilakukan oleh petugas Badan  POM sejak bulan Maret - April 2011 di seluruh Indonesia. Pengambilan  sampel susu formula bayi dilakukan di Pasar Swalayan dan Pasar  Tradisional terhadap seluruh nama merek dan jenis susu formula bayi&amp;nbsp;  yang beredar di Indonesia pada tahun 2011 yaitu sebanyak 47 merek yang  terdiri dari 88 bets, baik produk dalam negeri (MD) maupun impor (ML). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengujian  dari 88 sampel telah dianalisis di 3 laboratorium, dengan&amp;nbsp; 59 sampel  diuji di Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Badan Litbangkes Kementerian  Kesehatan, 60 sampel diuji oleh Badan POM dan 64 sampel diuji oleh IPB.  Untuk menjamin validitas pengujian, sampel susu formula bayi diuji  dengan menggunakan metode yang sama dan mengacu pada ISO/TS 22964 :  20006 (Milk and milk products – Detection of Enterobacter sakazakii). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari  hasil survei ketiga institusi tersebut menunjukkan bahwa produk formula  bayi yang beredar di Indonesia memenuhi standar yang dipersyaratkan  dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No. HK.  00.06.1.52.4011 tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan  Kimia dalam Makanan, dan Standar Codex (CAC/RCP 66-2008). Dalam arti  produk formula bayi yang beredar di Indonesia tidak mengandung bakteri  E. sakazakii (negatif)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian pernyataan Kepala Badan  Litbangkes Dr. dr. Trihono, M.Sc. selaku Pengarah&amp;nbsp; Tim Nasional Survei  Cemaran Mikroba pada Formula Bayi yang Beredar di Indonesia. Pernyataan  tersebut disampaikan pada acara jumpa pers mengenai pengumuman hasil  survei cemaran mikroba pada susu formula yang beredar di Indonesia, di  kantor Menkominfo (8/7).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan hasil survei tersebut  diatas, Pemerintah menegaskan bahwa formula bayi yang beredar di  Indonesia aman untuk dikonsumsi, dan dihimbau kepada masyarakat agar  mengikuti petunjuk penyimpanan, penyiapan dan penyajian sebagaimana  tercantum dalam label.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian Menkes dalam pengantarnya  tetap meminta kepada para ibu agar memberikan Air Susu Ibu (ASI)  eksklusif kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, dan  dilanjutkan sampai anak berumur 2 (dua) tahun dengan ditambah makanan  pendamping ASI, karena ASI 100 persen memenuhi kebutuhan gizi bayi,&amp;nbsp; dan  disamping itu dengan ASI bayi akan memperoleh kekebalan tubuh dari  ibunya tegas Menkes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemberian susu formula hanya diberikan pada  kondisi dengan indikasi medis tertentu, yaitu kondisi medis bayi  dan/atau kondisi medis ibu yang tidak memungkinkan dilakukan pemberian  ASI eksklusif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara menyajikan susu formula yang benar adalah  dengan menggunakan air yang dimasak sampai mendidih, lalu dibiarkan  selama 10-15 menit, agar suhunya turun menjadi tidak kurang dari 70  derajat Celcius. Siapkan susu sebanyak yang dapat dihabiskan bayi dan  sesuai takaran yang dianjurkan pada label. Apabila ada sisa, susu yang  telah dilarutkan namun tidak dikonsumsi harus dibuang setelah 2 jam.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggM3rFxquM7KDn2-RgiwStztMB7b2oz-ZZ7Bub9IpWY_d8pur64MzjDUzWuDRXbOG0qO7Bay0wxE7AvBqKMfHEWhYAtuutOZkOZdCbGF3x9YaDInEzxriFtSc6Rx17Dt9tunCpjWK4Cks/s72-c/menkes.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>SISTEM INFORMASI KESEHATAN DAERAH (SIKDA) ELEKTRONIK DIIMPLEMENTASIKAN DI INDONESIA</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/07/sistem-informasi-kesehatan-daerah-sikda.html</link><category>Depkes</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Thu, 14 Jul 2011 07:28:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-3475394939931349141</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu aspek penting dalam  pembangunan masyarakat sehat adalah sistem informasi kesehatan (SIK)  yang baik. SIK diperlukan untuk menjalankan upaya kesehatan dan  memonitoring agar upaya tersebut efektif dan efisien. Oleh karena itu,  data informasi yang akurat, pendataan cermat dan keputusan tepat kini  menjadi suatu kebutuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat  Data dan Informasi kementerian kesehatan, dr. Elizabeth Jane Soepardi,  MPH, DSc., dalam jumpa pers siang ini, Jumat (01/07).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kementerian  Kesehatan, melalui Pusat Data dan Informasi saat ini sedang menyusun  Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) elektronik yang berisi data  set yang diharapkan menjadi sebuah standar pencatatan dan pelaporan  setiap puskesmas di seluruh Kota/Kabupaten”, ujar dr. Jane.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dr. Jane, kegiatan pengembangan SIK ini meliputi  pengembangan regulasi dan standar (road map, peraturan pemerintah, dan  pengembangan petunjuk teknis SIK); pengembangan Bank Data Nasional; dan  pengembangan National Health Data Dictionary.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akan membuat  software SIKDA yang open source untuk puskesmas dan kabupaten, serta  bersifat inter-operable dengan sistem-sistem pencatatan dan pelaporan  yang sudah ada”, jelas dr. Jane.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Software SIKDA yang bersifat  generik ini direncanakan akan selesai pada akhir September tahun ini,  dan akan dibagikan ke seluruh puskesmas secara gratis. Selanjutnya  secara bertahap, akan dibuat komponen SIKDA untuk rumah sakit. Sehingga  diharapkan pada akhir tahun 2012, Indonesia telah memiliki SIK yang baik  yang merata sampai ke daerah, dimana seluruh unit pelayanan kesehatan  yang meliputi puskesmas dan rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta,  dapat terhubung dan memberikan gambaran kondisi kesehatan secara utuh  dan berdasarkan evidence based.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Manfaat SIKDA elektronik dalam  hal adminisntrasi, manfaat tersebut dapat dirasakan baik oleh masyarakat  secara langsung maupun oleh petugas sebagai penyelenggara kesehatan,  karena waktu tunggu pasien berkurang, alur lebih jelas, dan mengurangi  beban administrasi petugas kesehatan sehingga pelayanan menjadi lebih  efektif dan efisien. Selanjutnya, dalam hal medis, SIKDA elektronik  mampu meminimalisasi terjadinya kesalahan medis, dan secara tidak  langsung meningkatkan penggunaan obat generik di masyarakat”, ujar dr.  Jane.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kesempatan tersebut, disebutkan pula bahwa beberapa  daerah di Indonesia telah lebih dulu berinovasi dan merasakan manfaat  atas penggunaan e-health, yaitu penerapan teknologi informasi komunikasi  untuk sistem informasi kesehatan, antara lain Kabupaten Purworejo, Kab.  Bantul, Kab. Ngawi, Kab. Padang Pariaman, Kota Bandung, Kota Jembrana,  Kota Batam, Kota Balikpapan, kota Tomohon, Prov. DIY, Prov. NTB,  Prov.Aceh, juga di hampir seluruh RS tipe A, RS vertikal dan&amp;nbsp; RS swasta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam  jumpa pers tersebut, Erwin Susetyoaji SKM, M.Kes, Kepala Sie. Jaringan  Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kab. Purworejo, mendemonstrasikan  Sistem Informasi Kesehatan Kab. Purworejo yang telah berhasil  menghubungkan 27 Puskesmas di wilayah tersebut sejak tahun 2004. Dalam  lima tahun pertama, penggunaan SIK di Kab. Purworejo berhasil menghemat  23% dalam pemakaian kertas dan ATK, dan petugas kesehatan memiliki waktu  50% lebih banyak untuk melayani pasien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menanggapi pertanyaan  wartawan mengenai e-prescription, Kemkes sangat terbuka dan menerima  berbagai inovasi, baik komponen dari SIK maupun sistem secara  keseluruhan. Hal yang penting adalah, inovasi tersebut harus memenuhi  standar dan interoperable dengan SIKDA elektronik yang dibuat oleh  Kemkes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebagai upaya lebih lanjut, Kemkes akan membuat regulasi  resep elektronik, agar software-software yang saat ini terus berkembang  harus tetap sejalan dengan tujuan, yaitu meningkatkan keamanan pasien;  meningkatkan akurasi dan efisiensi peresepan; mengurangi biaya perawatan  karena reaksi obat yang tidak diinginkan (kesalahan pengobatan);  meningkatkan kepatuhan terhadap formularium; dan memudahkan pelaporan  dan evaluasi penggunaan obat”, tegas dr. Jane.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam implementasi  SIKDA elektronik, saat ini Kemkes mendapat dukungan teknis dari  Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Jerman. Peralihan  sistem informasi manual menjadi computerize based system, yang  menjadikan komputer sebagai urat nadi komunikasi, perlu didukung dengan  fasilitas yang memadai serta sumber daya manusia yang terlatih dalam  pengoperasiannya. Oleh karena itu, Indonesia juga mendapatkan bantuan  The Global Fund (GF) sebesar US$ 12 juta selama lima tahun, untuk  modernisasi puskesmas di daerah yang letaknya terpencil atau  infrastrukturnya tidak memadai untuk diterapkannya SIKDA elektronik.  Sedangkan untuk daerah lain, akan menggunakan dana APBN/APBD dalam  penerapan SIKDA elektronik.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>INFEKSI VIRUS HENDRA HANYA DI AUSTRALIA</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/07/infeksi-virus-hendra-hanya-di-australia.html</link><category>Info Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Thu, 14 Jul 2011 07:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-8729072566219146708</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSk_ryi3wTtgsqMRV2_VBKPoGxQAktA1TQToLYjz5jdZy_L8tgpypgiMRPlJJSFx2fm6c0Ve-HmEOQo4VZJfjr-ZdOLcv0u3UMDB-EPZKWSp055-bQL1BTVYFrPEXzNQ_W6IEZkynmLlQ/s1600/viruss+hendra.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSk_ryi3wTtgsqMRV2_VBKPoGxQAktA1TQToLYjz5jdZy_L8tgpypgiMRPlJJSFx2fm6c0Ve-HmEOQo4VZJfjr-ZdOLcv0u3UMDB-EPZKWSp055-bQL1BTVYFrPEXzNQ_W6IEZkynmLlQ/s1600/viruss+hendra.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kementerian Kesehatan telah  berkomunikasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengenai virus Hendra  menyusul laporan kasus di Queensland, Australia. Direktur Jenderal  Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga  Aditama, SpP(K), MARS, DTM&amp;amp;H, DTCE menyatakan, sejauh ini laporan  kasus akibat virus Hendra hanya ada di Australia.&lt;/div&gt;Menurut Prof. Tjandra Yoga, kasus pada manusia sangat jarang, namun  dari yang pernah ditemukan gejalanya sama seperti gejala penyakit  pernafasan berat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Salah satu kasus awal adalah dokter hewan dan  petugas yang menangani peternakan kuda di Australia yang kemudian  kudanya sakit dan menularkan ke manusia”, jelas Prof Tjandra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditambahkan,  virus Hendra merupakan anggota dari keluarga Paramyxoviridae, genus  Henipavirus yang punya dua anggota, yaitu virus Hendra dan virus Nipah.  Virus Hendra pertama kali diisolasi pada September 1994 dari spesimen  yang diperoleh selama wabah penyakit pernapasan dan neurologis pada kuda  dan manusia di Hendra, pinggiran Brisbane, Australia.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebar  virus ini secara alami adalah kelelawar dari genus Pteropus yang  ditemukan di Australia. Virus Hendra menyebabkan penyakit pada kuda di  Australia. Infeksi pada manusia terjadi karena paparan dari sekresi dari  kuda yang terinfeksi virus Hendra, ujar Prof. Tjandra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Virus  Hendra dapat didiagnosis melalui tes antibodi dengan ELISA (IgG dan  IgM), RT-PCR) dan isolasi virus, di laboratorium. Untuk mencegahnya,  hindari hewan yang diketahui terinfeksi virus Hendra dan menggunakan  alat pelindung diri yang aman bila akan kontak dengan hewan yang  dicurigai berpotensi terinfeksi. Ribavirin terbukti efektif melawan  virus in vitro”, kata Prof Tjandra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Prof. Tjandra Yoga,  di Australia, kasus pada kuda secara sporadik terus terjadi, namun  jumlah kasusnya tidak banyak. Infeksi pada manusia sangat jarang, namun  pernah terjadi infeksi pada manusia dari tahun 1996 sampai 2007. Virus  itu pertama kali ditemukan pada&amp;nbsp; September 1994 di sebuah properti di  daerah&amp;nbsp; pinggiran Brisbane Hendra. Sejak itu, empat dari tujuh orang  yang terinfeksi virus telah meninggal.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSk_ryi3wTtgsqMRV2_VBKPoGxQAktA1TQToLYjz5jdZy_L8tgpypgiMRPlJJSFx2fm6c0Ve-HmEOQo4VZJfjr-ZdOLcv0u3UMDB-EPZKWSp055-bQL1BTVYFrPEXzNQ_W6IEZkynmLlQ/s72-c/viruss+hendra.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>DEMAM SCARLET DI HONGKONG</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/07/demam-scarlet-di-hongkong.html</link><category>Info Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Thu, 14 Jul 2011 07:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-5045112850361043123</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9LuwLEz5IEvB2fV5pM8EDuO4IDRvk6mkdiPUUdjykZ2WHys9Y0w47HeHV4WLbugQtafsKdaL-EqLwLM6mP-Z3xKQOeJd8F3pdN182iJ1DrwjhkOeqSoL-DA9gI0XUgqXusRKg-u77zDM/s1600/demam+scarlet.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9LuwLEz5IEvB2fV5pM8EDuO4IDRvk6mkdiPUUdjykZ2WHys9Y0w47HeHV4WLbugQtafsKdaL-EqLwLM6mP-Z3xKQOeJd8F3pdN182iJ1DrwjhkOeqSoL-DA9gI0XUgqXusRKg-u77zDM/s1600/demam+scarlet.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Otoritas Kesehatan Hongkong telah  mengumumkan terjadi peningkatan kasus penyakit scarlet fever (demam  scarlet) di negaranya. Jumlah kasus mencapai 615 kasus dengan 2 kematian  yaitu pada anak perempuan berumur 7 tahun dan anak laki-laki berumur 5  tahun. Jumlah ini masih terus bertambah. Beberapa hari terakhir&amp;nbsp;  tercatat tambahan 40 kasus baru. Dari data yang ada 93 % kasus adalah  anak-anak usia dibawah 10 tahun.&lt;/div&gt;Demikian penjelasan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan  Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS,  DTM&amp;amp;H, DTCE mengenai munculnya scarlet fever (demam scarlet) di  Hongkong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Prof. Tjandra otoritas kesehatan setempat  menyatakan pada tahun ini kasus serupa ditemukan di Macau (49 kasus) dan  di daratan China mencapai lebih dari 9.000 kasus. Sejauh ini penyakit  ini hanya terlokalisir di Hongkong dan sekitarnya, belum ada laporan  peningkatan kasus serupa di negara lain. Kementerian Kesehatan terus  memantau situasi yang ada bekerjasama dengan WHO.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit  scarlet fever atau penyakit scarlatina disebabkan oleh bakteri group A  Streptococcus dan dapat menjadi berat karena toksin yang dikeluarkannya.  Penyakit ini banyak menyerang terutama pada anak-anak. Pada dasarnya  penyakit ini dapat menular langsung seperti kontak langsung dengan  penderita, terutama melalui cairan di mulut dan hidung. Selain itu  penularan dapat terjadi melalui penggunaan alat makan/minum bersama-sama  dengan orang yang sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala penyakit demam scarlet diawali  munculnya benjolan kecil berwarna merah di sekitar dada dan perut  kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Tanda lain adalah muncul warna  kemerahan di sekitar lipatan siku, ketiak dan daerah selangkangan; kulit  di ujung kaki dan tangan akan mengelupas setelah 2-7 hari kemudian;  demam; pucat di sekitar bibir, dan sakit pada tenggorokan disertai  adanya bercak putih atau kekuningan. Selain itu ada lapisan keputihan  pada permukaan lidah, kadang disertai munculnya benjolan pada lidah yang  tampak seperti stroberi. Bila ada anggota keluarga yang mengalami  gejala seperti ini, dianjurkan untuk memeriksakan kepada petugas  kesehatan di layanan kesehatan terdekat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit ini dapat  dicegah dengan menjaga kebersihan diri, mencuci tangan dengan sabun,  mencuci peralatan makanan, tidak meludah, bersin atau batuk sembarangan,  sebaiknya bila batuk/bersin dilakukan dengan menutup mulut dan atau  hidung. Sementara pengobatan dapat menggunakan antibiotika.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9LuwLEz5IEvB2fV5pM8EDuO4IDRvk6mkdiPUUdjykZ2WHys9Y0w47HeHV4WLbugQtafsKdaL-EqLwLM6mP-Z3xKQOeJd8F3pdN182iJ1DrwjhkOeqSoL-DA9gI0XUgqXusRKg-u77zDM/s72-c/demam+scarlet.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>UNTUK MENJAMIN KEAMANAN DAN KESELAMATAN PEREMPUAN YANG DISUNAT</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/07/untuk-menjamin-keamanan-dan-keselamatan.html</link><category>Depkes</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Thu, 14 Jul 2011 07:21:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-1968547636370071347</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menanggapi desakan agar Peraturan  Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 1636/MENKES/PER/2010 tentang Sunat  Perempuan dicabut, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa dalam  Permenkes itu justru untuk melindungi perempuan dari praktik sunat yang  tidak sehat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau tidak diatur, dikawatirkan sunat  perempuan yang&amp;nbsp; sudah menjadi tradisi sebagian masyarakat secara turun  temurun itu akan membahayakan kesehatan perempuan. Permenkes,&amp;nbsp; mengatur  agar khitan&amp;nbsp; dilakukan dengan benar dan hanya oleh tenaga kesehatan  tertentu untuk menjamin keamanan dan keselamatan perempuan sesuai  ketentuan agama,standar pelayanan dan standar profesi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permenkes tidak mengharuskan sunat bagi&amp;nbsp;  perempuan. Sunat perempuan&amp;nbsp; dapat dilakukan&amp;nbsp; hanya atas permintaan dan  atau persetujuan dari orang tua anak perempuan&amp;nbsp; atau wali. Jadi dalam  Permenkes tidak mengharuskan perempuan disunat, tetapi apabila ada  perempuan yang ingin disunat Permenkes itu digunakan sebagai standar  operating precedure (SOP) atau acuan oleh tenaga kesehatan tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sunat  perempuan adalah tindakan menggores kulit yang menutupi bagian depan  klitoris, tanpa melukai klitoris dan hanya dapat dilakukan oleh tenaga  kesehatan tertentu, yaitu dokter, bidan dan perawat yang telah memiliki  ijin praktik, atau surat izin kerja dan diutamakan yang berjenis kelamin  perempuan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam melaksanakan sunat perempuan, tenaga  kesehatan harus mengikuti prosedur tindakan antara lain&amp;nbsp; cuci tangan  pakai sabun, menggunakan sarung tangan, melakukan goresan pada kulit  yang menutupi bagian depan klitoris (frenulum klitoris) dengan  menggunakan ujung jarum steril sekali pakai dari sisi mukosa ke arah  kulit, tanpa melukai klitoris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi sunat perempuan yang diatur  dalam Permenkes tersebut bukan mutilasi genital perempuan (female  genetal multilation = FGM)&amp;nbsp; menurut klasifikasi WHO. Menurut WHO, ada  empat tipe FGM, yaitu pertama, pemotongan “prepuce” dengan atau tanpa  mengiris/menggores bagian atau seluruh klitoris. Kedua, pemotongan  klitoris dengan disertai pemotongan sebagian atau seluruh labia minora.  Ketiga, pemotongan bagian atau seluruh alat kelamin luar disertai  penjahitan/penyempitan lubang vagina. Keempat, tidak terklarifikasi,  termasuk penusukan, pelubangan atau pengirisan/penggoresan terhadap  klitoris dan atau labia.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak boleh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam  Permenkes disebutkan, sunat tidak boleh dilakukan pada perempuan yang  sedang menderita infeksi genitalia eksterna atau infeksi umum. Disamping  itu, juga mengatur larangan menggunakan cara mengkauterisasi klitoris;  memotong atau merusak klitoris baik sebagian maupun seluruhnya dan  memotong atau merusak labia minora, labia majora, hymen atau selaput  dara dan vagina baik sebagian maupun seluruhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menyusun  Permenkes, telah dilakukan berbagai pembahasan dan masukan dari berbagai  pihak seperti&amp;nbsp; Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama,  Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi  Indonesia (POGI), Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia  (Perdossi) dan lain-lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembinaan dan pengawasan dilakukan  oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota dengan melibatkan  organisasi profesi seusia dengan tugas, fungsi dan kewenangan  masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembinaan dan pengawasan diarahkan untuk menjamin  hak dan melindungi keselamatan pasien yang disunat oleh tenaga  kesehatan. Dalam rangka pembinaan dan pengawasan, menteri, kepala dinas  kesehatan provinsi, kabupaten/kota dapat mengambil tindakan  administratif terhadap tenaga kesehatan sesuai ketentuan peraturan  perundang-undangan. &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>IMPLEMENTASI PRIMARY HEALTH CARE DI INDONESIA</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/07/implementasi-primary-health-care-di.html</link><category>Depkes</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Thu, 14 Jul 2011 07:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-7216403749657722678</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Primary Health Care (PHC) diperkenalkan  oleh World Health Organization (WHO) sekitar tahun 70-an, dengan tujuan  untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang  berkualitas. Di Indonesia, PHC memiliki 3 (tiga) strategi utama, yaitu  kerjasama multisektoral, partisipasi masyarakat, dan penerapan teknologi  yang sesuai dengan kebutuhan dengan pelaksanaan di masyarakat”, ujar  Menkes saat membuka secara resmi the 14 Medical Association of South  East Asian Nation (MASEAN) Mid-term Meeting di Savoy Homann, Bandung  (17/06).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Deklarasi Alma Ata (1978) PHC adalah kontak pertama  individu, keluarga, atau masyarakat dengan sistem pelayanan. Pengertian  ini sesuai dengan definisi Sistem Kesehatan Nasional (SKN) tahun 2009,  yang menyatakan bahwa Upaya Kesehatan Primer adalah upaya kesehatan  dasar dimana terjadi kontak pertama perorangan atau masyarakat dengan  pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Menkes, dalam mendukung strategi PHC  yang pertama, Kementerian Kesehatan RI mengadopsi nilai inklusif, yang  merupakan salah satu dari 5 nilai yang harus diterapkan dalam  pelaksanaan pembangunan kesehatan, yaitu pro-rakyat, inklusif,  responsif, efektif, dan bersih.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Strategi PHC yang kedua, sejalan  dengan misi Kementerian Kesehatan, yaitu 1. Meningkatkan derajat  kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta  dan masyarakat madani; 2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan  menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata bermutu dan  berkeadilan; 3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya  kesehatan; dan 4. Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di  Indonesia, penyelenggaraan PHC dilaksanakan di Puskesmas dan jaringan  yang berbasis komunitas dan partisipasi masyarakat, yaitu Poskesdes dan  Posyandu yang ada di setiap wilayah kecamatan dan kelurahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk  strategi ketiga, Kementerian Kesehatan saat ini memiliki salah satu  program yaitu saintifikasi jamu yang dimulai sejak tahun 2010 dan  bertujuan untuk meningkatkan akses dan keterjangkauan masyarakat  terhadap obat-obatan. Program ini memungkinkan jamu yang merupakan  obat-obat herbal tradisional yang sudah lazim digunakan oleh masyarakat  Indonesia, dapat teregister dan memiliki izin edar sehingga dapat  diintegrasikan di dalam pelayanan kesehatan formal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menkes  menambahkan, untuk mencapai keberhasilan penyelenggaraan PHC bagi  masyarakat, diperlukan kerjasama baik lintas sektoral maupun regional,  khususnya di kawasan Asia Tenggara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena itu, tema pertemuan  “The Role of Primary Health Care Towards Population Health in ASEAN”&amp;nbsp;  sejalan dengan upaya yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan untuk  meningkatkan derajat kesehatan masyarakat” ujar Menkes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadir  dalam acara tersebut, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Prijo  Sidipratomo; Chairman of MASEAN, Prof. Kyaw Myint Naing; dan perwakilan  sekretariat ASEAN divisi Non Communicable Disease, dr. Ferdinal  Fernando; serta sejumlah delegasi asosiasi medis yang berasal dari 7  negara (Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, Myanmar dan  Indonesia).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MASEAN atau Medical Association of South East Asian  Nation dibentuk pada tahun 1980 di Penang, Malaysia dan mendapat  persetujuan dari ASEAN pada tanggal 30 Januari 1981 dengan status  kerjasama non-pemerintah.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PUSKESMAS SEBAGAI PENGGAGAS PEMBANGUNAN KESEHATAN SETEMPAT</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/07/puskesmas-sebagai-penggagas-pembangunan.html</link><category>Depkes</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Thu, 14 Jul 2011 07:19:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-9024101969596802818</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sistem rujukan pasien rumah sakit di Sulawesi Selatan belakangan ini  dinilai sudah baik. Rumah sakit yang ada di daerah bukan lagi sekadar  tempat pelayanan kesehatan semata, melainkan telah mengupayakan pada  peningkatan kualitas penanganan pasien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian pernyataan  Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH. Dr.PH pada acara Seminar  Nasional Eksistensi dan Peran Puskesmas Sebagai Penyelenggara Upaya  Kesehatan Tingkat Pertama di Makassar (28/6) Juni. Seminar digelar dalam  rangka penganugerahan Otonomi Awards 2011 oleh The Fajar Institute of  Pro Otonomi (FIPO).     Menkes menegaskan, keberadaan Puskesmas sebagai ujung tombak saat ini,  bukan lagi harus terfokus pada pelayanan kesehatan masyarakat saja. Akan  tetapi, juga harus berperan sebagai penggagas pembangunan kesehatan di  wilayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kesempatan tersebut Menkes memuji keberhasilan  layanan kesehatan melalui Brigade Siaga Bencana (BSB) di Kabupaten  Bantaeng, Sulawesi Selatan. Atas keberhasilan tersenut, Pemerintah  Kabupaten Bantaeng mendapat menghargaan untuk kategori Layanan Publik  bidang Kesehatan pada Anugerah Otonomi Award 2011 dari FIPO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keberhasilan  ini patut menjadi contoh bagi daerah lainnya. Tidak apa-apa kita  mencontoh keberhasilan yang sudah ditunjukkan daerah lain", kata Menkes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut  Menkes, selama ini, rumah sakit daerah kerap berperan sebagai tempat  transit pasien untuk selanjutnya di rujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat.  Bila sistem rujukan sudah baik RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta  dan RSUP dr Wahidin Sudirohusodo di Makassar tidak lagi menjadi  puskesmas raksasa.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menkes menegaskan, Puskesmas sebagai ujung  tombak pelayanan kesehatan diharapkan dapat menjadi penggerak  pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Upaya dalam Primary Health  Care yang akan dilaksanakan tidak akan terwujud bilamana tidak ada  dukungan dari masyarakat maupun pemangku kepentingan dari pelayanan  kesehatan itu sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kementerian&amp;nbsp; Kesehatan dalam Rencana  Pembangunan Jangka Menengah 2010-2014 telah menggariskan arah  kebijakannya untuk meningkatkan akses, keterjangkauan dan kualitas  pelayanan kesehatan melalui suatu sistim pelayanan kesehatan yang  terpadu dan berjenjang, kata Menkes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terdapat 3 jenjang  pelayanan kesehatan, yaitu primary prevention (health promotion,  specific protection), secondary prevention (early diagnosis,  prompt-treatment dan disability&amp;nbsp; limitation), serta tertiary prevention  (rehabilitation). Pelayanan ini dilaksanakan secara&amp;nbsp; komprehensif  terpadu”, ujar Menkes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai dengan Undang-undang No. 32 tahun  2004 tentang Pemerintahan Daerah, titik berat penyelenggaraan  pemerintahan dan pembangunan adalah pada Pemerintahan Kabupaten/ Kota.  Oleh karena itu, Pemerintahan Provinsi diharapkan mampu mengefektifkan  penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah masing-masing dan  sekaligus menjadi fasilitator bagi Pemerintahan Kabupaten/Kota. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menkes  berharap, Pemerintahan Provinsi dapat melakukan upaya optimal di  wilayahnya sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang  setinggi-tingginya. Masalah kesehatan bersifat multi dimensi, lintas  batas dan antar wilayah. Dengan demikian pembangunan kesehatan adalah  tanggung jawab bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah  bersama stakeholders terkait. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak selalu dapat  dipisah-pisahkan antara pembangunan kesehatan di tingkat Pusat,  Provinsi, Kabupaten/Kota dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan  dalam kesepakatan Millenium Development Goals (MDGs)”, tegas Menkes di  depan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Komisaris Utama  Media Fajar, Direktur Program The FIPO dan Advisor Pelayanan Publik dan  Kinerja USAID.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
FIPO merupakan organisasi yang dibentuk untuk  memantau, memonitor dan mengevaluasi penyelenggaraan otonomi daerah di  Provinsi Sulawesi Selatan. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang  dilakukan berbasis pada kinerja pemerintah kabupaten dan kota. FIPO  mengadopsi konsep dari JPIP (The Jawa Pos Institute of Pro Otonomi)  mendesain model monitoring yang memacu kompetisi antar kabupaten dan  kota se-provinsi. Untuk memberi efek kompetitif yang sehat bagi daerah  yang dimonitor, FIPO mempublikasikan hasil monitoring dan evaluasi  pelaksanaan otonomi daerah kabupaten dan kota dari tahun ke tahun  melalui surat kabar Fajar.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>SUNAT JIN</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/07/sunat-jin.html</link><category>Info Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Thu, 14 Jul 2011 06:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-5454184378893771252</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-3Dj1XJT4zGwTS4j48LphHP00Jl8GGM9yDdkKgTXKFp5z0Mwm_jAGqYZgYJSZO0P_rWTU7rj6oKJ3bSu5v9AjQNEZCKA3Q-xuzzOhuhE0J6LXkD66Opte7BbzmcQQqMulT_KMMvwSJt8/s1600/Hipospadia.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-3Dj1XJT4zGwTS4j48LphHP00Jl8GGM9yDdkKgTXKFp5z0Mwm_jAGqYZgYJSZO0P_rWTU7rj6oKJ3bSu5v9AjQNEZCKA3Q-xuzzOhuhE0J6LXkD66Opte7BbzmcQQqMulT_KMMvwSJt8/s1600/Hipospadia.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sunat Jin&lt;/span&gt; menjadi trend di  kalangan media dan masyarakat awam, padahal fenomena Sunat Jin adalah  suatu kelainan bawaan pada penis yang disebut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hipospadia&lt;/span&gt;. Tidak ada dalam dunia kedokteran anak sudah di khitan sejak lahir, namun fenomena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sunat Jin&lt;/span&gt; sudah sangat meresahkan apabila tidak diluruskan secara medis. Apabila kita lihat fenomena &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sunat Jin&lt;/span&gt;  apabila di ekspose terlalu luas tanpa penjelasan secara ilmiah tidak  akan mengedukasi masyarakat sendiri padahal kedua orangtua sudah senang  terlebih dahulu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sunat Jin&lt;/span&gt; sendiri adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hipospadia&lt;/span&gt;  dimana salah satu cirinya adalah kulit penis bagian bawah (kulup) tidak  ada. Karena itulah penis tampak seperti sudah disunat ataupun kelainan  bentuk penis yang diketahui sejak lahir dan tidak ada kaitannya dengan  unsur ghaib. Pada kelainan tersebut, kulup penis tidak sempurna, hanya  ada di bagian atas (dorsalhoot). Pada kelainan tersebut, lubang penis  tidak terdapat di ujung, melainkan di bawah, samping, atau dasar penis.  Penis juga membengkok. Bila bengkoknya berat dan tidak segera ditangani,  penis penderita tidak bisa dibuat bersenggama bila sudah dewasa nanti.  Karena itu, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hipospadia harus ditangani dengan operasi&lt;/span&gt;.  Idealnya, operasi Hipospadia dilakukan saat anak berusia 1-2 tahun.  Penyebab Hipospadia adalah terhentinya pertumbuhan pada penis.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, jika istilah sunat jin terjadi pada anak seumuran SD, biasanya mereka mengalami &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;paraphimosis&lt;/span&gt;.  Paraphimosis dalam ilmu medis, phimosis atau kelainan bentuk penis yang  terjadi akibat satu keadaan dimana preposium tidak bisa ditarik  kebelakang sampai kepala dan leher penis. kalaupun dipaksa ditarik  sampai kebelakang dapat menimbulkan ‘&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;paraphimosis&lt;/span&gt;’  atau gland penis dan colum terlihat  sehingga terlihat seolah-olah  seperti telah disunat.Kebanyakan terjadi lantaran penis sering dibuat  main-main pada anak dan tidak bisa dikembalikan. Untuk paraphimosis,  anak harus disunat untuk menghilangkan kulup yang menjerat penis. Dengan  begitu, saat anak masih kecil, kepala penis sudah terlihat dan oleh  masyarakat biasanya dianggap sudah disunat oleh jin atau makhluk halus  lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Idealnya, usia anak di khitan adalah antara umur 10-11  tahun, karena pada usia itu, si anak lebih mudah diajak berkomunikasi.  Fungsi khitan membawa manfaat baik bagi kesehatan, selain menurunkan  risiko terinfeksi HPV, khitan  bermanfaat menghilangkan tumpukan kotoran  akibat terhalang kulit sehingga mencegah peradangan kronis dan  menurunkan risiko kanker penis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fenomena Sunat Jin&lt;/span&gt;  semua itu kita serahkan kepada masyarakat, dan untuk mengubah sugesti  masyarakat diperlukan waktu dan pembuktian, serta peran orangtua anak  dan tentunya tenaga medis.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-3Dj1XJT4zGwTS4j48LphHP00Jl8GGM9yDdkKgTXKFp5z0Mwm_jAGqYZgYJSZO0P_rWTU7rj6oKJ3bSu5v9AjQNEZCKA3Q-xuzzOhuhE0J6LXkD66Opte7BbzmcQQqMulT_KMMvwSJt8/s72-c/Hipospadia.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Izin Operasional 2 RS dan Klinik Terancam Dicabut</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/07/izin-operasional-2-rs-dan-klinik.html</link><category>Dinkes</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Thu, 14 Jul 2011 06:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-1575918265067409890</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Izin operasional dua rumah sakit swasta dan klinik di Pamekasan  terancam dicabut. Pasalnya, dalam memberikan pelayanan kesehatan  disinyalir tidak sesuai dengan peruntukkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua rumah sakit  swasta dan klinik itu adalah RS As-Syifa, RS Larasati dan Klinik Aisyiah  sebagai pelayanan kesehatan dasar rawat inap di Jalan Mandilaras.  "Rumah sakit itu merupakan rumah sakit khusus. Di mana untuk Larasati  hanya bisa melayani ObsGyn (Kandungan), dan As-Syifa untuk Bedah. Nah,  untuk klinik Aisyiah, di sana hanya sebagai klinik pelayanan kesehatan  rawat inap," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Ismail Bey,  Sabtu (2/7/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diakuinya, jika dua rumah sakit dan klinik  itu tidak memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan peruntukannya,  maka pihaknya tidak segan-segan untuk mencabut izin operasionalnya. Akan  tetapi, sebelum melangkah ke arah sana, pihaknya akan memberikan surat  peringatan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dijelaskan, yang dimaksud tidak  menjalankan sesuai peruntukkannya, yakni rumah sakit itu tidak sesuai  dengan izin pendiriannya. Seperti, As-Syifa tetap menerima pasien non  bedah dan Klinik Aisyiah menerima operasi cesar bagi pasiennya serta RS  Larasati menerima pasien di luar pasien kandungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Ini yang tidak boleh. Makanya saya ingatkan agar tidak menjadi-jadi," tandasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ismail Bey menilai, dua rumah sakit swasta dan klinik tersebut, juga  ada indikasi masih belum melengkapi syarat-syarat seperti kelengkapan  dari aspek tenaga medis dokter yang ditetapkan. "Kami akan lihat  beberapa tahun ke depan. Jika belum bisa memenuhi ya sudah bisa  dipastikan izin operasionalnya dicabut," terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wakil Ketua  DPRD Pamekasan, Khairul Kalam mendukung langkah Dinkes setempat untuk  mencabut izin operasional dua rumah sakit swasta dan klinik jika memang  memberikan pelayanan kesehatan tidak sesuai dengan peruntukkannya. "Kok  baru sekarang, saya rasa itu sudah lama. Cabut saja, soalnya ini  merugikan rumah sakit daerah yang ada. Lembaga yang berwenang jangan  takut untuk mencabut izin-izin yang ada," pungkasnya.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ditelantarkan, Satu Bayi Tewas di RS</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/05/ditelantarkan-satu-bayi-tewas-di-rs.html</link><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Wed, 11 May 2011 19:41:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-4112485906949170156</guid><description>&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: small; line-height: normal;"&gt;&lt;img height="100" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/05/11/0813204620X310.jpg" width="200" /&gt;&lt;/span&gt;Seorang bayi jenis kelamin laki-laki, yang baru lahir dua hari lalu, tega ditelantarkan oleh kedua orangtuanya di ruang bersalin RSUD Pamekasan. Akibatnya, bayi tersebut meninggal, Rabu (11/5/2011) dini hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diketahui, kedua orangtua bayi tersebut berasal dari Surabaya bernama Aisyah dan Teguh. Keduanya menghilang entah ke mana. Saat pertama kali ditemukan oleh perawat rumah sakit, bayi tersebut sudah terbujur kaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para perawat kaget karena sebelumnya kedua orangtua bayi tersebut masih menungguinya. "Dari kemarin, kedua orangtuanya masih di samping si bayi. Entah ke mana mereka tega meninggalkan anaknya sampai meninggal," kata perawat yang enggan disebutkan identitasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar kejadian itu, aparat kepolisian dari Polsek Tlanakan langsung meninjau lokasi kejadian. Kepala Polsek Tlanakan Ajun Komisaris Bambang Sugiharto mengatakan, polisi masih mengalami kesulitan melacak keberadaan orangtua si bayi. Sebab, tidak ada identitas resmi yang disimpan di rumah sakit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu-satunya petunjuk adalah saat perawat sempat mencatat dalam buku rawat nama Aisyah dan Teguh, yang diyakini merupakan orangtua bayi itu. "Beberapa data penguat dari pihak rumah sakit terus kami kumpulkan untuk kepentingan penyelidikan," kata Bambang lagi.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejadian itu mengundang perhatian para keluarga pasien dan warga yang ada di RSUD Pamekasan. Sampai berita ini ditulis, bayi masih dibiarkan kaku di ruangan bersalin rumah sakit tersebut.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Apakah Anda Ingin Cepet Kaya....??????????</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/05/apakah-anda-ingin-cepet-kaya.html</link><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Tue, 10 May 2011 07:12:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-2311364105117918874</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;a href="http://www.program5milyar.com/?id=arudam" style="color: #0000cc;" target="_blank"&gt;http://www.program5milyar.com/&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;?id=arudam&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dua Bocah Tersiram Minyak Panas, Satu Tewas</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/05/sumatera-jawa-kalimantan-kawasan-timur.html</link><category>RSD Pamekasan</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Tue, 10 May 2011 07:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-7901254664950405946</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmfhISFuemcc5iiy_tNDq0R26idix4eiiOyKcrmmLk-mQ2MWe0gxALcv2tFlDjz93TflRaUvQrFA8HfIWfR_Rj8Ds8Y47HipdVTXpGuVK_zFkhy8gAeT8zagiwbbmvAq4WZwAQ6tQ6A9U/s1600/rsud.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmfhISFuemcc5iiy_tNDq0R26idix4eiiOyKcrmmLk-mQ2MWe0gxALcv2tFlDjz93TflRaUvQrFA8HfIWfR_Rj8Ds8Y47HipdVTXpGuVK_zFkhy8gAeT8zagiwbbmvAq4WZwAQ6tQ6A9U/s320/rsud.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;Dua bocah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, tersiram minyak goreng panas. Satu di antara dua bocah itu meninggal dunia, sementara bocah lainnya kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Pamekasan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;Keduanya merupakan anak kandung pasangan Babun dan Nurhasanah, warga Dusun Tengah, Desa Tlonto Ares, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;Firda, 2, yang mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya tewas seketika. Kakaknya, Faikotun, 6, segera dilarikan ke rumah sakit usai tersiram minyak goreng.&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (9/5) malam. Saat itu, kedua bocah sedang bermain&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sambil membantu orang tuanya memasak gorengan di dapur untuk dijual. Keluarga itu menggunakan tungku kayu bakar.&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;Tanpa disengaja, Faikotun menginjak salah satu kayu di tungku gorengan hingga menyebabkan wajan yang berisi minyak mendidih terpental dan mengenai tubuh Faikotun dan Firda.&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;Keduanya pun menjerit karena terkena minyak goreng yang panas. Kondisi tubuh dua bocah pun melepuh.&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;Orangtua korban yang menyaksikan anaknya meregang nyawa hanya bisa memberikan pertolongan seadanya, yakni membungkus korban dengan daun pisang.&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;Tak lama setelah itu, Firda langsung meninggal dunia. Sementara kakaknya, Faikotun dilarikan ke rumah sakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;"Kami sangat sedih. Tapi ini adalah pelajaran agar nanti lebih hati-hati dengan anak-anak," kata Lutfi, paman korban, yang ditemui di Rumah Sakit Pamekasan. (MG/OL-9)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmfhISFuemcc5iiy_tNDq0R26idix4eiiOyKcrmmLk-mQ2MWe0gxALcv2tFlDjz93TflRaUvQrFA8HfIWfR_Rj8Ds8Y47HipdVTXpGuVK_zFkhy8gAeT8zagiwbbmvAq4WZwAQ6tQ6A9U/s72-c/rsud.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dewan-Disperindag Pamekasan Pantau Makanan Kadaluwarsa</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/05/dewan-disperindag-pamekasan-pantau.html</link><category>Dinkes</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Tue, 10 May 2011 06:55:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-4892821887989418358</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqjmFewLokHJiEhhETJlm8okQvOQJeq2jY9MI4xDJxKpIp_WEYCQgeL6fqnFF6uoC_IyHQnQqYPOspz6_LGmR5Y7Pvwt89PFGT47mBGhiCiMwjM4ZbPuTjOiDgax9TcZLWeGfDL7BBQfw/s1600/bey.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqjmFewLokHJiEhhETJlm8okQvOQJeq2jY9MI4xDJxKpIp_WEYCQgeL6fqnFF6uoC_IyHQnQqYPOspz6_LGmR5Y7Pvwt89PFGT47mBGhiCiMwjM4ZbPuTjOiDgax9TcZLWeGfDL7BBQfw/s320/bey.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;Komisi B DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur, bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di wilayah itu sepakat akan melakukan pemantauan peredaran makanan dan minuman kadaluwarsa hingga di wilayah perdesaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Itu sesuai dengan hasil rapat koordinasi bersama antara Komisi B dengan Disperindag Pamekasan," kata Ketua Komisi B DPRD Pamekasan Hosnan Achmadi, Jumat.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hosnan menjelaskan, kesepakatan untuk memantau peredaran makanan dan minuman secara bersama-sama itu dilakukan, menyusul adanya kasus keracunan minuman terhadap santri putri salah satu pondok pesantren di Dusun Cendana, Desa Kadur, Pamekasan pada Selasa (3/5).&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemantauan dan pengawasan peredaran makanan dan minuman kadaluwarsa selama ini hanya dilakukan di wilayah perkotaan saja, sedangkan di perdesaan belum optimal. Sehingga masih ada produk makanan dan minuman kedaluarsa yang masih terjual di toko-toko dan warung.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hosnan menyatakan, peredaran makanan dan minuman di wilayah perdesaan perlu mendapatkan perhatian serius pemerintah, mengingat konsumen di perdesaan umumnya kurang mengerti tentang masa kadaluwarsa.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Berbeda dengan konsumen yang ada di perkotaan," kata Hosnan Achmadi menambahkan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karenanya, sambung Hosnan, Komisi B bersama Disperindag Kabupaten Pamekasan sepakat melakukan pemantauan secara bersama-sama terhadap peredaran makanan dan minuman di wilayah perdesaan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain bersama Disperindag, dewan nantinya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Pamekasan untuk ikut secara bersama-sama melakukan pemantauan di lapangan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kalau di Dinkes Pamekasan kami sudah memulai menerjunkan tim sehari setelah kejadian keracunan di Pondok Pesantren Darul Jihad," kata Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan Ismail Bey.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqjmFewLokHJiEhhETJlm8okQvOQJeq2jY9MI4xDJxKpIp_WEYCQgeL6fqnFF6uoC_IyHQnQqYPOspz6_LGmR5Y7Pvwt89PFGT47mBGhiCiMwjM4ZbPuTjOiDgax9TcZLWeGfDL7BBQfw/s72-c/bey.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PEMENANG LOMBA LOGO DENGUE DAY</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/05/pemenang-lomba-logo-dengue-day.html</link><category>Depkes</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Tue, 10 May 2011 06:49:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-6258287672473028344</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijuUyt_rUp_R66T5n7JDR7wEddwfYwqcz7a50tz-dmVDG4LWV9DtO4JMjSUJ4eaxbu4KCblzhxQgvGve0JPp1lChyphenhyphen_tF8J7C12LvVpHswCycpLfuTWooIIJewQPV_ijUSmzJ5IkVmax5g/s1600/Endang-Rahayu_medium.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijuUyt_rUp_R66T5n7JDR7wEddwfYwqcz7a50tz-dmVDG4LWV9DtO4JMjSUJ4eaxbu4KCblzhxQgvGve0JPp1lChyphenhyphen_tF8J7C12LvVpHswCycpLfuTWooIIJewQPV_ijUSmzJ5IkVmax5g/s1600/Endang-Rahayu_medium.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;Untuk mendukung Indonesia sebagai Ketua Penyelenggara ASEAN tahun 2011, Kementerian Kesehatan&amp;nbsp; menyelenggarakan tiga kegiatan yaitu Official Launch of the ASEAN Dengue Day, 3rd International Conference on Traditional Medicine dan 19th Meeting of ASEAN Task Force on AIDS/ATFOA.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;Terkait penyelenggaraan&amp;nbsp; ASEAN Dengue Day, dilakukan berbagai&amp;nbsp; kegiatan antara lain&amp;nbsp; Lomba logo ASEAN Dengue Day tingkat Nasional dan ASEAN pada Mei-Juni 2011.&amp;nbsp; Lomba Logo tingkat Nasional diselenggarakan tanggal 28 Februari&amp;nbsp; sampai dengan 29 April cap pos,&amp;nbsp; diikuti 289 peserta.&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;Untuk melakukan penilaian telah dibentuk dewan juri Lomba Logo ASEAN Dengue Day Tingkat Nasional, Lomba Poster dan HIV dan AIDS serta Lomba Debat Bahasa Inggris tentang DBD dan HIV/AIDS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;Setelah melakukan penilaian pada tanggal 6 Mei 2011, Dewan Juri yang diketuai dr. Lily S. Sulistyowati, MM, Kepala Pusat Promosi Kesehatan dengan anggota terdiri dari utusan&amp;nbsp; Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Persatuan Perusahaan Iklan Indonesia dan Institut Kesenian Jakarta, telah menetapkan satu pemenang dan 2 nominasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;Sebagai pemenang yaitu Rezky Nugraha, Alamat Gendeng GK IV/689 RT 71/17, Kec. Gondokusuman, Kel. Baciro, Yogyakarta dengan nilai 4668. Sedangkan sebagai nominasi pertama adalah Noval Rahman Y.P, ST, alamat Jl. Datuk Ribandang III No. 17, Makassar, Sulsel dengan nilai 4632 dan Ali Burhan, SPI, alamat RT 04 RW 01 Menguneng, Kec. Warungasem, Kab. Batang, Jawa Tengah dengan nilai 4610.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;Kepada pemenang akan diberikan hadiah uang sebesar lima belas juta rupiah dan akan diikutkan dalam lomba Tingkat ASEAN bersama 9 negara anggota ASEAN lainnya yang pemenangnya akan diumumkan pada tanggal 15 Juni 2011 di Jakarta bersamaan dengan Launching Dengue Day. Sedangkan para nominasi juga diberikan hadian sebesar masing-masing lima juta rupiah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;Official Launch of the ASEAN Dengue&amp;nbsp; Day penting karena&amp;nbsp; DBD masih merupakan ancaman&amp;nbsp; jutaan orang di dunia dan yang paling serius terkena dampaknya adalah wilayah Asia Tenggara. Kegiatan ini penting untuk mendorong peningkatan komitmen pencegahan dan pengendalian DBD secara bersama-sama melalui kampanye dan advokasi tahunan di&amp;nbsp; tingkat nasional maupun kawasan ASEAN.&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, PTRC: 021-500567, atau alamat e-mail&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;a href="mailto:puskom.publik@yahoo.co.id" style="color: #5c5b5b; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;"&gt;puskom.publik@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;a href="mailto:info@depkes.go.id" style="color: #5c5b5b; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;"&gt;info@depkes.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px;"&gt;&lt;a href="mailto:kontak@depkes.go.id" style="color: #5c5b5b; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;"&gt;kontak@depkes.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijuUyt_rUp_R66T5n7JDR7wEddwfYwqcz7a50tz-dmVDG4LWV9DtO4JMjSUJ4eaxbu4KCblzhxQgvGve0JPp1lChyphenhyphen_tF8J7C12LvVpHswCycpLfuTWooIIJewQPV_ijUSmzJ5IkVmax5g/s72-c/Endang-Rahayu_medium.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>RUMAH SAKIT BOLEH BERIKLAN</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/05/rumah-sakit-boleh-beriklan.html</link><category>Depkes</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Tue, 10 May 2011 06:47:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-8265294658150891246</guid><description>&lt;table class="contentpaneopen" style="border-bottom-width: 0px; border-collapse: collapse; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #595959; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;tbody style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;tr style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;td colspan="2" style="color: #595959; font: normal normal normal 12px/14px Arial, Helvetica, sans-serif; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: top;" valign="top"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2rpKp7LIi6Q3L4ulMLYAB3XdBXTQuzOYpw-BQuJ0wFTMx6uPoxqpweHBuuhHgyOLWrclnLyD4CjCUoFimzYQgPb-3UpGaMEs4EwXOxbvagiF3fiyBLxxyiOL6t543Zbi3qy_zzdXQ3hY/s1600/depkes.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2rpKp7LIi6Q3L4ulMLYAB3XdBXTQuzOYpw-BQuJ0wFTMx6uPoxqpweHBuuhHgyOLWrclnLyD4CjCUoFimzYQgPb-3UpGaMEs4EwXOxbvagiF3fiyBLxxyiOL6t543Zbi3qy_zzdXQ3hY/s1600/depkes.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #595959; font: normal normal normal 12px/14px Arial, Helvetica, sans-serif; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 13px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Fasilitas kesehatan yang dimiliki Pemerintah maupun swasta boleh memasang iklan atau publikasi pelayanan kesehatan di media cetak, media elektronik, dan media luar dalam bentuk berita, banner,&amp;nbsp; tulisan berjalan, artikel, atau features. Ketentuan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.1787/Menkes/Per/XII/2010 tentang Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan tanggal 14 Desember 2010.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan (BUK), dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS dalam temu media dengan topik Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan serta Pengembangan Program Keperawatan di Indonesia yang diselenggarakan Pusat Komunikasi Publik, 6 Mei 2011 di Jakarta.&amp;nbsp;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Dalam beriklan, fasilitas pelayanan kesehatan harus memperhatikan etika iklan dan publikasi yang diatur dalam kode etik rumah sakit Indonesia, kode etik masing-masing tenaga kesehatan, kode etik pariwara, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Selain itu dalam beriklan, harus memuat data dan fakta yang akurat, berbasis bukti, informatif, edukatif dan bertanggungjawab serta mencantumkan nama dan alamat fasilitas pelayanan kesehatan dengan tanggal produksi wajib. Ruang lingkup pengaturan ini meliputi iklan dan publikasi pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kesehatan tradisional dan pengobatan komplementer-alternatif.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Dirjen BUK menambahkan iklan dan publikasi yang dilarang adalah yang bersifat menyerang atau pamer dengan merendahkan kehormatan dan profesi tenaga kesehatan, pemberian informasi yang tidak benar/palsu dan menyesatkan, pengenalan metode, obat, dan teknologi pelayanan kesehatan yang belum diterima oleh masyarakat kedokteran karena manfaat dan keamanannya masih diragukan dan belum terbukti, iklan pelayanan kesehatan atau tenaga kesehatan yang tidak berlokasi di Indonesia, iklan pelayanan kesehatan yang tidak memiliki izin.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Selain itu, dalam beriklan juga dilarang mengiklankan susu formula dan zat adiktif, obat keras, psikotropika dan narkotika, pemberian testimoni, dan penggunaan gelar akademis dan sebutan profesi di bidang kesehatan.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;“Tenaga kesehatan juga dilarang mengiklankan atau menjadi model iklan obat, alat kesehatan, perbekalan kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan kecuali dalam iklan layanan masyarakat. Namun tenaga kesehatan dapat melakukan publikasi atas pelayanan kesehatan dan penelitian kesehatan dalam majalah kesehatan atau forum ilmiah untuk lingkungan profesi,” ujar Dirjen BUK.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Untuk membina, mengawasi dan melakukan penilaian iklan dan publikasi pelayanan kesehatan, Menteri Kesehatan membentuk Tim Penilaian dan Pengawasan Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan di lingkungan Kementerian Kesehatan sebelum dan setelah ditayangkan iklan dan publikasi tersebut.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Berdasarkan penilaian tersebut, apabila iklan dan publikasi melanggar peraturan maka tim dapat memerintahkan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan untuk mengubah, menarik, menghilangkan atau menghentikan iklan dalam jangka waktu paling lama 7 hari kerja.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Jika dalam 7 hari pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan tidak mengubah, menarik, menghilangkan atau menghentikan iklan yang melanggar maka dikenakan tindakan administratif yang harus dilaksanakan dalam jangka waktu 30 hari kerja.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Tindakan administratif berupa pencabutan surat izin operasional/surat izin praktik/surat izin kerja/surat izin profesi untuk sementara waktu paling lama 1 (satu) tahun; dan pencabutan surat izin operasional/surat izin praktik/surat izin kerja/surat izin profesi untuk selamanya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, atau alamat e-mail&amp;nbsp;&lt;a href="mailto:puskom.publik@yahoo.co.id" style="color: #5c5b5b; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;"&gt;puskom.publik@yahoo.co.id&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="mailto:info@depkes.go.id" style="color: #5c5b5b; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;"&gt;info@depkes.go.id&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="mailto:kontak@depkes.go.id" style="color: #5c5b5b; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;"&gt;kontak@depkes.go.id&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2rpKp7LIi6Q3L4ulMLYAB3XdBXTQuzOYpw-BQuJ0wFTMx6uPoxqpweHBuuhHgyOLWrclnLyD4CjCUoFimzYQgPb-3UpGaMEs4EwXOxbvagiF3fiyBLxxyiOL6t543Zbi3qy_zzdXQ3hY/s72-c/depkes.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Info Seminar Dokter 2011: 6th Annual of Meeting Indonesian Symposium Pediatric Anesthesia and Critical Care</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/05/info-seminar-dokter-2011-6th-annual-of.html</link><category>Seminar Kedokteran</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Tue, 10 May 2011 06:44:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-9019289280498615233</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8Yapy6pNFYZM7hB9ny-vE0DEwgHeWbeIPLmhdsv8dKbi6oAQDFbDjGR5SgMUY1mWQ48ICzSdwGxe_zmIEC31wGF8HcxYW680l95NltclfsiQXPpI3nzp47bhg1NS8x435NPHekUT429o/s1600/anestesi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8Yapy6pNFYZM7hB9ny-vE0DEwgHeWbeIPLmhdsv8dKbi6oAQDFbDjGR5SgMUY1mWQ48ICzSdwGxe_zmIEC31wGF8HcxYW680l95NltclfsiQXPpI3nzp47bhg1NS8x435NPHekUT429o/s1600/anestesi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;6th Annual of Meeting Indonesian Symposium Pediatric Anesthesia and Critical Care&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Symposium May 19th-20th, Workshops May 20th-22nd&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Shangri-La Hotel Surabaya&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Scientific Programme (May 19th - 20th 2011, Rp.1.500.000,-)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Plenary Session Liver Transplantation in Children&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Plenary Session Ultrasound for Central Neuroaxial Blocks in Young Children&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Session 01 Pain Management in Neonates&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Session 02 Special Cases in Children&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Session 03 Pediatric Sepsis Management&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Session 04 Management of Pediatric Major Surgery&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Session 05 Premature Baby&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Session 06 Regional Block in Pediatric&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Session 07 Special Cases&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Session 08 Peripheral Nerve Block in Children&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Session 09 Anesthesia for Day Case Surgery&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Session 10 Management of Head Trauma in Pediatric&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Session 11 LMA in Pediatric&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Session 12 Resuscitation in Children&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Session 13 Anesthesia for Special Cases&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Session 14 Pediatric Burn Management&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Session 15 Pro Con Premedication; Muscle Relaxant&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Session 16 Pro Con Awake Intubation; Glucose Infusion&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Workshops 1 Pediatic Fundamental Critical Care (May 21st-22nd 2011, Rp.3.750.000,-)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diagnosis &amp;amp; Management of Respiratory Failure&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;cardiovascular Evaluation &amp;amp; Management of Shock&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diagnosis &amp;amp; Management of Acute Infectons&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Neurological Emergencies&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedation, Analgesia and Pharmacologic Management&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Post-Operative Care&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Management of Trauma in Children&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Transport of the Critically Ill Child&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skill Station : Airway Evaluation and Management&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skill Station : Mechanical ventilation I &amp;amp; II&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skill Station : Sedation and Periopetative Management&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skill Station : Invasive Device Evaluation and Potential Complication&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px; text-align: justify;"&gt;Workshops 2 Ultrasound Guided Regional Anesthesia (May 20th 2011, Rp.2.000.000,-)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px; text-align: justify;"&gt;USG Guidance in Regional Anesthesia&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px; text-align: justify;"&gt;USG Nerve Block in Pediatric&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px; text-align: justify;"&gt;Essentials of Musculoskletal Ultrasound Imaging in Regional Anesthesia&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px; text-align: justify;"&gt;Hands On (Live Demo in OT)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Workshops 3 Pediatric Mechanical Ventilation (May 21st 2011, Rp.2.000.000,-)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Physiology of Pediatric Lung&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Neonatal Respiratory Problems&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mechanical Ventilation : Common Basic Modes&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minimize VAP in Pediatric ICU : Practical Issues&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Initial Ventilatory Setting in Infant&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Weaning from Mechanical Ventilation : Pediatric Consideration&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skill Station : Suctioning - Culture Preparation&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skill Station : CPAP in Infant&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skill Station : Initial Setting - Weaning&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Workshops 4 Patient Care in NICU &amp;amp; PICU (May 21st 2011, Rp.1.000.000,-)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Assessment of the Critically Ill Neonates&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepsis in Neonates from Diagnose to Management&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cyanotic Neonates : What Should Be Done?&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sulfactant Therapy : What's the Indication, Medication, Complication&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Initial Setting in Mechanical Ventilation in RDS&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Broncho Pulmonary Dysplasia : What is it?&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skill Station : Chest Imaging Interpetation&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skill Station : Sulfactant Therapy&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Workshops 5 Neonatal Life Support (May 22nd 2011, Rp.1.500.000,-)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengantar Program&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah Awal Resusitasi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penggunaan Peralatan Resusitasi untuk Ventilasi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pijat Jantung&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Intubasi Endotracheal&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Obat - obatan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertimbangan Khusus&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Resusitasi pada bayi kurang bulan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Etika Resusitasi Neonatus&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Megacode&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Workshops 6 Perioperative Care of Pediatric Anesthesia (May 21st 2011, Rp.1000.000,-)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Introduction to PACU&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Preanesthesia Examination&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Equipment and Drugs&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perioperative Pain Management&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skill Station : Airway Management&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skill Station : Intravenous Access and I.O &amp;amp; C.V.C Placement&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skill Station : Dangerous Arrhythmia's &amp;amp; DC Shock&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skill Station : Temperature Regulation&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Foreign Speakers &amp;amp; Instructor:&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prof. MK. Karmakar (Hong Kong)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prof. Rebecca Jacobs (India)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ann Vijay M.D (India)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Serena Lim dr. (Singapore)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Local Speakers &amp;amp; Instructor:&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasanul Arifin, dr.SpAn.KAP.KIC (Medan)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asmin Lubis, dr.SpAn.KAP (Medan)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Endang Melati Maas, dr.SpAn.KIC.KAP (Palembang)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nazlina Santoso, dr.SpAn.KAP (Pekanbaru)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prof. Darto Satoto, dr.SpAn.KAR (Jakarta)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arif HM. Marsaban, dr.SpAn.KAA.KAP (Jakarta)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cindy Elfira Boom, dr.SpAn.KAKV.KAP (Jakarta)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hendrotomo, dr.SpAn.KAP (Jakarta)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nani Dharmasetiawani, dr.SpA (Jakarta)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Christopher Kapuangan, dr. SpAn (Jakarta)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prof. Dr. U. Kaswiyan, dr.SpAn.KAP (Bandung)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dr. Ikke Sri Redjeki, dr.SpAn.KIC.KMN (Bandung)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ezra Oktaliansah, dr.SpAn.KIC.KAP.M.Kes (Bandung)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Heru Dwi Djatmiko, dr.SpAn.KAP (Semarang)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Johan Arifin, dr.SpAn.KAP (Semarang)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdul Lian,dr.SpAn.KNA (Semarang)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Muhdar Abubakar, dr.SpAn.KAP (Jogyakarta)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Djayanti Sari, dr.SpAn.KAP (Jogyakarta)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sugeng Budi Santoso, dr.SpAn.KMN (Solo)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prof. Herlien H. Megawe, dr.SpAn.KIC.KAP (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prof. Siti Chasnak Saleh, dr.SpAn.KIC.KNA (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prof. Dr. Eddy Rahardjo, dr.SpAn.KIC (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prof. Koeshartono, dr. SpAn.KIC.,PGD.,Pall Med (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prof. Sri Wahjoeningsih, dr.SpAn.KIC.KAO (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prof. Dr. Subijanto Marto Sudarmo, dr.SpA(K) (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prof. Teddy Ontoseno, dr.SpA(K). SpJP (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prof. Darto Saharso, dr.SpA(K) (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prof. Dr. David Perdanakusuma, dr.SpBP (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Purwadi, dr.SpBA (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kustiyo Gunawan, dr.SpB.SpBA (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;M. Arifin, dr.SpBS (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agus Harijanto, dr.SpA (K) (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Connie untario, dr. SpA (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hj. Fatimah Indarso, dr. SpA(K) (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ira Dharmawati, dr. SpA (K) (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Landia Setiawati, dr. SpA(K) (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Risa Etika, dr. SpA(K) (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;L.Th.W.Widhyaningroem, dr. SpRad (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Elizeus Hanindito, dr.SpAn.KIC.KAP (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hardiono, dr.SpAn.KIC.KAKV (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bambang Wahyuprajitno, dr.SpAn.KIC.KAKV (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tommy Sunartomo, dr.SpAn.KIC (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kohar Hari Santoso, dr.SpAn.KAP (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;April Poerwanto basuki, dr.SpAn (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Herdy Sulistyono, dr. SpAn.KIC,.PGD.,Pall Med (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari Anggoro Dwianto, dr.SpAn.KAR (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Christrijogo Sumartono, dr.SpAn.KAR (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agustina Salinding, dr.SpAn (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arie Utariani, dr.SpAn. KAP (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Philia Setiawan, dr.SpAn.KIC.KAKV (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anna Surgean Veterini, dr.SpAn (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bambang Haryono, dr.SpAn (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bambang Pujo Semedi, dr. SpAn (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prananda Surya Airlangga, dr. Sp. An M.Kes ( Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lucky Andrianto, dr. SpAn (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Edward Kusuma, dr.SpAn.M.kes (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ira Pitaloka, dr.SpAn (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perawat Juni (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perawat Rostika (Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karmini Yupono, dr.SpAn.KAP (Malang)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wiwijaya, dr.SpAn (Malang)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;I Nyoman Gede Sasmara Astawa, dr.SpAn.KAP (Bali)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Muhammad Ramli Ahmad, dr.SpAn.KAP (Makassar)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahyudi, dr. SpAn.KAP (Makasar)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Information &amp;amp; Registration :&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ruang Divisi Anesthesi Pediatri - SMF Anesthesiologi &amp;amp; Reanimasi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gedung Pusat Diagnostik Lt.5 RSUD Dr.Soetomo&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jl.Prof.Dr.Moestopo 6-8 Surabaya&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;CP : Lila (085648582008; 031-91025655)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yani (031-5501500) Fax (031-5028952)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial, Sans-erif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Email : anestesipediatri@rocketmail.com&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8Yapy6pNFYZM7hB9ny-vE0DEwgHeWbeIPLmhdsv8dKbi6oAQDFbDjGR5SgMUY1mWQ48ICzSdwGxe_zmIEC31wGF8HcxYW680l95NltclfsiQXPpI3nzp47bhg1NS8x435NPHekUT429o/s72-c/anestesi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengatasi Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi</title><link>http://idipamekasan.blogspot.com/2011/05/mengatasi-tekanan-darah-tinggi-atau.html</link><category>Info Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (idipamekasan)</author><pubDate>Sat, 7 May 2011 20:58:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4842330194575949547.post-5804315073182839209</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwEe0w0x8ulxcO8JyS-dOnr9TQIYHwYW-7UvttgUrAqmeKkg4I2JtofJrcVB9tLP-AMEl7Ygfufs5qpiZpczZMKYrmehpJq37_s0QK85Va4KoPf7YGjV4gHrgEqQtv_wIFWikbVkAIcmI/s1600/hipertensi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwEe0w0x8ulxcO8JyS-dOnr9TQIYHwYW-7UvttgUrAqmeKkg4I2JtofJrcVB9tLP-AMEl7Ygfufs5qpiZpczZMKYrmehpJq37_s0QK85Va4KoPf7YGjV4gHrgEqQtv_wIFWikbVkAIcmI/s1600/hipertensi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="border-bottom-color: rgb(234, 83, 23); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 1px; color: #5c960b; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 20px; font-weight: normal; letter-spacing: 0px; line-height: 19px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="TekananDarah" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tekanan Darah&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'segoe ui', verdana, arial, sans-serif; font-size: small; line-height: 19px; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 7px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Sebelum membahas mengenai tekanan darah tinggi atau hipertensi, ada baiknya Anda mengenal terlebih dahulu tentang&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;tekanan darah&lt;/strong&gt;. Saat Anda melakukan pemeriksaan fisik atau pemeriksaan klinis ke dokter, biasanya ada alat khusus yang digunakan oleh dokter untuk memeriksa tekanan darah. Alat untuk memeriksa tekanan darah disebut&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;sphigmomanometer&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;atau dikenal juga dengan&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;tensimeter&lt;/strong&gt;. Ada tensimeter digital dan ada juga tensimeter air raksa yang masih umum digunakan untuk pemeriksaan klinis.&lt;/div&gt;&lt;div class="tipsbox" style="background-color: #feffb0; border-bottom-color: rgb(253, 210, 80); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(170, 17, 34); border-left-style: solid; border-left-width: 7px; border-right-color: rgb(253, 210, 80); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(253, 210, 80); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; clear: right; display: block; float: right; margin-bottom: 5px; margin-left: 5px; margin-right: 0px; margin-top: 5px; padding-bottom: 7px; padding-left: 7px; padding-right: 7px; padding-top: 7px; width: 300px;"&gt;&lt;h2 style="border-bottom-color: rgb(234, 83, 23); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 1px; color: #5c960b; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 20px; font-weight: normal; letter-spacing: 0px; line-height: 1.2em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="Periksa" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Memeriksa Tekanan Darah&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'Times New Roman'; font-size: small; line-height: 1.2em; text-align: justify;"&gt;Saat memeriksa&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;tekanan darah&lt;/strong&gt;, ada dua angka yang biasanya disebut misalnya 120/80. Apa yang dimaksud angka-angka tersebut?&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="color: #333333; font-family: 'Times New Roman'; font-size: small; line-height: 1.2em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;tbody style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;tr style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;td class="tipsbox1" style="border-bottom-color: rgb(190, 149, 37); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 3px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; padding-top: 3px; text-align: right;"&gt;&lt;h3 style="color: #0c3646; font-family: Helvetica, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 18px; font-weight: normal; letter-spacing: -1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sistolik&lt;/h3&gt;Angka pertama (120) yaitu&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;tekanan darah sistolik&lt;/strong&gt;, yaitu tekanan saat jantung berdenyut atau berdetak (sistol). Sering disebut tekanan atas.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;td class="tipsbox2" style="background-color: #fbd367; border-bottom-color: rgb(190, 149, 37); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 3px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; padding-top: 3px; text-align: right;"&gt;&lt;h3 style="color: #0c3646; font-family: Helvetica, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 18px; font-weight: normal; letter-spacing: -1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Diastolik&lt;/h3&gt;Angka pertama (90) yaitu&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;tekanan darah diastolik&lt;/strong&gt;, yaitu tekanan saat jantung beristirahat di antara saat pemompaan. Sering disebut tekanan bawah.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-size: x-small; line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'segoe ui', verdana, arial, sans-serif; font-size: small; line-height: 19px; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 7px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah dengan menyuruh Anda duduk atau berbaring, karena itu posisi terbaik untuk mengukur tekanan darah. Lalu dokter biasanya akan mengikat kantung udara pada lengan kanan kecuali pada lengan tersebut terdapat cedera. Setelah itu, dilakukan pengukuran tekanan darah. Perbedaan antara tekanan&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;sistolik&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;diastolik&lt;/strong&gt;disebut&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;tekanan denyut&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'segoe ui', verdana, arial, sans-serif; font-size: small; line-height: 19px; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 7px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Apa yang dimaksud dengan&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;tekanan darah&lt;/strong&gt;? Tekanan darah yaitu tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya terdapat dua angka yang akan disebut oleh dokter. Misalnya dokter menyebut 140-90, maka artinya adalah 140/90 mmHg. Angka pertama (140) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung atau pada saat jantung berdenyut atau berdetak, dan disebut&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;tekanan sistolik&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;atau sering disebut&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;tekanan atas&lt;/strong&gt;. Angka kedua (90) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;tekanan diastolik&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;atau sering juga disebut&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;tekanan bawah&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'segoe ui', verdana, arial, sans-serif; font-size: small; line-height: 19px; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 7px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Setelah mengetahui tekanan darah, pasti Anda ingin mengetahui apakah tekanan darah Anda termasuk rendah, normal atau tinggi. Berikut ini penggolongan tekanan darah berdasarkan angka hasil pengukuran dengan tensimeter untuk tekanan sistolik dan diastolik:&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="8" cellspacing="0" style="border-bottom-color: rgb(0, 37, 90); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(0, 37, 90); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(0, 37, 90); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(0, 37, 90); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; color: #333333; font-family: 'segoe ui', verdana, arial, sans-serif; font-size: small; line-height: 19px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;thead style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;tr style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;td class="headrowtb" style="background-color: #1062a1; color: white; font-size: 12px; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 10px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; text-align: center; vertical-align: middle;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tekanan Darah&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="headrowtb" style="background-color: #1062a1; color: white; font-size: 12px; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 10px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; text-align: center; vertical-align: middle;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sistolik&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;(angka pertama)&lt;/td&gt;&lt;td class="headrowtb" style="background-color: #1062a1; color: white; font-size: 12px; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 10px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; text-align: center; vertical-align: middle;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Diastolik&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;(angka kedua)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;&lt;tbody style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;tr style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;td class="evenrow" style="background-color: #ddeeff; border-top-color: rgb(170, 187, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 5px; vertical-align: top;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Darah rendah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;atau&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;hipotensi&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="evenrow" style="background-color: #ddeeff; border-top-color: rgb(170, 187, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 5px; vertical-align: top;"&gt;Di bawah 90&lt;/td&gt;&lt;td class="evenrow" style="background-color: #ddeeff; border-top-color: rgb(170, 187, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 5px; vertical-align: top;"&gt;Di bawah 60&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;td class="oddrow" style="background-color: white; border-top-color: rgb(170, 187, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 5px; vertical-align: top;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Normal&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="oddrow" style="background-color: white; border-top-color: rgb(170, 187, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 5px; vertical-align: top;"&gt;90 - 120&lt;/td&gt;&lt;td class="oddrow" style="background-color: white; border-top-color: rgb(170, 187, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 5px; vertical-align: top;"&gt;60 - 80&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;td class="evenrow" style="background-color: #ddeeff; border-top-color: rgb(170, 187, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 5px; vertical-align: top;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pre-hipertensi&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="evenrow" style="background-color: #ddeeff; border-top-color: rgb(170, 187, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 5px; vertical-align: top;"&gt;120 - 140&lt;/td&gt;&lt;td class="evenrow" style="background-color: #ddeeff; border-top-color: rgb(170, 187, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 5px; vertical-align: top;"&gt;80 - 90&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;td class="oddrow" style="background-color: white; border-top-color: rgb(170, 187, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 5px; vertical-align: top;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Darah tinggi&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;atau&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;hipertensi&lt;/strong&gt;(stadium 1)&lt;/td&gt;&lt;td class="oddrow" style="background-color: white; border-top-color: rgb(170, 187, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 5px; vertical-align: top;"&gt;140 - 160&lt;/td&gt;&lt;td class="oddrow" style="background-color: white; border-top-color: rgb(170, 187, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 5px; vertical-align: top;"&gt;90 - 100&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;td class="evenrow" style="background-color: #ddeeff; border-top-color: rgb(170, 187, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 5px; vertical-align: top;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Darah tinggi&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;atau&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;hipertensi&lt;/strong&gt;(stadium 2 / berbahaya)&lt;/td&gt;&lt;td class="evenrow" style="background-color: #ddeeff; border-top-color: rgb(170, 187, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 5px; vertical-align: top;"&gt;Di atas 160&lt;/td&gt;&lt;td class="evenrow" style="background-color: #ddeeff; border-top-color: rgb(170, 187, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 5px; vertical-align: top;"&gt;Di atas 100&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'segoe ui', verdana, arial, sans-serif; font-size: small; line-height: 19px; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 7px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h2 style="border-bottom-color: rgb(234, 83, 23); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 1px; color: #5c960b; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 20px; font-weight: normal; letter-spacing: 0px; line-height: 19px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="Meningkat" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Mengapa Tekanan Darah Meningkat?&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'segoe ui', verdana, arial, sans-serif; font-size: small; line-height: 19px; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 7px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Apa yang menyebabkan tekanan darah bisa meningkat? Sebagai ilustrasi, jika Anda sedang menyiram kebun dengan selang. Jika Anda menekan ujung selang, maka air yang keluar akan semakin kencang. Hal itu karena tekanan air meningkat ketika selang ditekan. Selain itu, jika Anda memperbesar keran air, maka aliran air yang melalui selang akan semakin kencang karena debit air yang meningkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'segoe ui', verdana, arial, sans-serif; font-size: small; line-height: 19px; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 7px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Hal yang sama juga terjadi dengan darah Anda. Jika pembuluh darah Anda menyempit, maka tekanan darah di dalam pembuluh darah akan meningkat. Selain itu, jika jumlah darah yang mengalir bertambah, tekanan darah juga akan meningkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'segoe ui', verdana, arial, sans-serif; font-size: small; line-height: 19px; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 7px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h2 style="border-bottom-color: rgb(234, 83, 23); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 1px; color: #5c960b; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 20px; font-weight: normal; letter-spacing: 0px; line-height: 19px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="Penyebab" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Penyebab Darah Tinggi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'segoe ui', verdana, arial, sans-serif; font-size: small; line-height: 19px; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 7px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang memiliki tekanan&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;darah tinggi&lt;/strong&gt;. Ada faktor penyebab tekanan darah tinggi yang tidak dapat Anda kendalikan. Ada juga yang dapat Anda kendalikan sehingga bisa mengatasi penyakit darah tinggi. Beberapa faktor tersebut antara lain:&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'segoe ui', verdana, arial, sans-serif; font-size: x-small; line-height: 19px;"&gt;&lt;div style="display: inline-block; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 10px; padding-top: 0px; width: 500px;"&gt;&lt;ul style="margin-bottom: 0px; margin-left: 10px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;h3 style="color: #0c3646; font-family: Helvetica, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 18px; font-weight: normal; letter-spacing: -1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Keturunan&lt;/h3&gt;&lt;span style="color: #aa1122; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: #aa1122; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Jika seseorang memiliki orang-tua atau saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan ia menderita tekanan darah tinggi lebih besar. Statistik menunjukkan bahwa masalah tekanan darah tinggi lebih tinggi pada kembar identik daripada yang kembar tidak identik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah tekanan darah tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;h3 style="color: #0c3646; font-family: Helvetica, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 18px; font-weight: normal; letter-spacing: -1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Usia&lt;/h3&gt;&lt;span style="color: #aa1122; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: #aa1122; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Penelitian menunjukkan bahwa seraya usia seseorang bertambah, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang normal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;h3 style="color: #0c3646; font-family: Helvetica, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 18px; font-weight: normal; letter-spacing: -1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Garam&lt;/h3&gt;&lt;span style="color: #008030; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: #008030; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Faktor ini bisa Anda kendalikan.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi penderita&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/271-diabetes-penyakit-gula.html" style="color: #07519a; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;" title="diabetes"&gt;diabetes&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, penderita hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan mereka yang berkulit hitam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;h3 style="color: #0c3646; font-family: Helvetica, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 18px; font-weight: normal; letter-spacing: -1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/83-tips-mengontrol-kolestrol.html" style="color: #07519a; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;" title="kolesterol"&gt;Kolesterol&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="color: #008030; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: #008030; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Faktor ini bisa Anda kendalikan.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Kandungan lemak yang berlebih dalam darah Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan akibatnya tekanan darah akan meningkat. Kendalikan kolesterol Anda sedini mungkin. Untuk tips mengendalikan kolesterol, silahkan lihat artikel berikut:&amp;nbsp;&lt;a href="http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/83-tips-mengontrol-kolestrol.html" style="color: #07519a; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;" title="kolesterol"&gt;kolesterol&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;h3 style="color: #0c3646; font-family: Helvetica, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 18px; font-weight: normal; letter-spacing: -1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Obesitas / Kegemukan&lt;/h3&gt;&lt;span style="color: #008030; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: #008030; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Faktor ini bisa Anda kendalikan.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Orang yang memiliki berat badan di atas 30 persen berat badan ideal, memiliki kemungkinan lebih besar menderita tekanan darah tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;h3 style="color: #0c3646; font-family: Helvetica, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 18px; font-weight: normal; letter-spacing: -1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/92-anti-stress-walaupun-pekerjaan-menumpuk.html" style="color: #07519a; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;" title="stres"&gt;Stres&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="color: #008030; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: #008030; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Faktor ini bisa Anda kendalikan.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Stres dan kondisi emosi yang tidak stabil juga dapat memicu tekanan darah tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;h3 style="color: #0c3646; font-family: Helvetica, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 18px; font-weight: normal; letter-spacing: -1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/255-mengapa-berhenti-rokok.html" style="color: #07519a; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;" title="rokok"&gt;Rokok&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="color: #008030; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: #008030; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Faktor ini bisa Anda kendalikan.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi, merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;h3 style="color: #0c3646; font-family: Helvetica, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 18px; font-weight: normal; letter-spacing: -1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kafein&lt;/h3&gt;&lt;span style="color: #008030; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: #008030; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Faktor ini bisa Anda kendalikan.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Kafein yang terdapat pada&amp;nbsp;&lt;a href="http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/167-kopi-minuman-nikmat.html" style="color: #07519a; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;" title="kopi"&gt;kopi&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/115-manfaat-teh-untuk-tubuh-sehat.html" style="color: #07519a; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;" title="teh"&gt;teh&lt;/a&gt;maupun minuman cola bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;h3 style="color: #0c3646; font-family: Helvetica, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 18px; font-weight: normal; letter-spacing: -1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Alkohol&lt;/h3&gt;&lt;span style="color: #008030; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: #008030; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Faktor ini bisa Anda kendalikan.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Konsumsi alkohol secara berlebihan juga menyebabkan tekanan darah tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;h3 style="color: #0c3646; font-family: Helvetica, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 18px; font-weight: normal; letter-spacing: -1px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kurang Olahraga&lt;/h3&gt;&lt;span style="color: #008030; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: #008030; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Faktor ini bisa Anda kendalikan.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Kurang olahraga dan bergerak bisa menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga teratur mampu menurunkan tekanan darah tinggi Anda namun jangan melakukan olahraga yang berat jika Anda menderita tekanan darah tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'segoe ui', verdana, arial, sans-serif; font-size: small; line-height: 19px; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 7px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h2 style="border-bottom-color: rgb(234, 83, 23); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 1px; color: #5c960b; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 20px; font-weight: normal; letter-spacing: 0px; line-height: 19px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="Pencegahan" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Mencegah dan Mengatasi Darah Tinggi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'segoe ui', verdana, arial, sans-serif; font-size: small; line-height: 19px; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 7px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Untuk mencegah&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;darah tinggi&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;bagi Anda yang masih memiliki tekanan darah normal ataupun mengatasi darah tinggi bagi Anda yang sudah memiliki&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;tekanan darah tinggi&lt;/strong&gt;, maka saran praktis berikut ini dapat Anda lakukan:&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'segoe ui', verdana, arial, sans-serif; font-size: x-small; line-height: 19px;"&gt;&lt;div style="display: inline-block; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 10px; padding-top: 0px; width: 500px;"&gt;&lt;ul style="margin-bottom: 0px; margin-left: 10px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda. Jika Anda sudah menderita tekanan darah tinggi sebaiknya Anda menghindari makanan yang mengandung garam.&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium. Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah tinggi.&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Untuk pria yang menderita hipertensi, jumlah alkohol yang diijinkan maksimal 30 ml alkohol per hari sedangkan wanita 15 ml per hari.&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu.&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Makan sayur dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/109-konsumsi-buah-kesehatan-gizi-nutrisi.html" style="color: #07519a; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;" title="buah"&gt;buah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk.&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Jalankan terapi anti stres agar mengurangi stres dan Anda mampu mengendalikan emosi Anda.&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi.&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kendalikan kadar kolesterol Anda.&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kendalikan diabetes Anda.&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://i.kumpulan.info/ku.png); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Hindari&amp;nbsp;&lt;a href="http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/144-gunakan-obat-dengan-tepat-sesuai-dosis.html" style="color: #07519a; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;" title="obat"&gt;obat&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan ke dokter jika Anda menerima pengobatan untuk penyakit tertentu, untuk meminta obat yang tidak meningkatkan tekanan darah.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'segoe ui', verdana, arial, sans-serif; font-size: small; line-height: 19px; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 7px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h2 style="border-bottom-color: rgb(234, 83, 23); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 1px; color: #5c960b; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 20px; font-weight: normal; letter-spacing: 0px; line-height: 19px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Darah Tinggi dapat Dikendalikan&lt;/h2&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'segoe ui', verdana, arial, sans-serif; font-size: small; line-height: 19px; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 7px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tekanan darah tinggi&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;atau&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;hipertensi&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;bukan suatu penyakit yang tidak dapat dihilangkan. Anda bisa mengendalikannya dan mencegah&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;darah tinggi&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwEe0w0x8ulxcO8JyS-dOnr9TQIYHwYW-7UvttgUrAqmeKkg4I2JtofJrcVB9tLP-AMEl7Ygfufs5qpiZpczZMKYrmehpJq37_s0QK85Va4KoPf7YGjV4gHrgEqQtv_wIFWikbVkAIcmI/s72-c/hipertensi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>