<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;CkANRXo4fCp7ImA9WhRUGEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399</id><updated>2012-01-29T22:26:34.434+07:00</updated><category term="Forum" /><category term="ASI" /><category term="gigi" /><category term="Psikologi Anak" /><category term="Kehamilan" /><category term="Kulit" /><category term="Infeksi" /><category term="Obat" /><category term="Rambut" /><category term="Pertumbuhan" /><category term="Pencernaan" /><category term="Penyakit" /><category term="Imunisasi" /><category term="Mata" /><title>Ikatan Dokter Anak Indonesia</title><subtitle type="html">Kesehatan Anak Adalah Kesehatan Masa Depan Kita!</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>156</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/IkatanDokterAnakIndonesia" /><feedburner:info uri="ikatandokteranakindonesia" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:browserFriendly>This is an XML content feed. It is intended to be viewed in a newsreader or syndicated to another site, subject to copyright and fair use.</feedburner:browserFriendly><entry gd:etag="W/&quot;CkANRXo_fip7ImA9WhRUGEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-2126407700157186871</id><published>2012-01-29T22:21:00.001+07:00</published><updated>2012-01-29T22:26:34.446+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-29T22:26:34.446+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pertumbuhan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak" /><title>10 TEKNIK BICARA Kepada Balita :</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://photoserver.ws/images/ohHd4dec634428957.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
10 TEKNIK BICARA&lt;br /&gt;
Kepada Balita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diajak bicara tak menoleh, bukan tanda si kecil tak tahu sopan santun. Di usia balita, perhatian mudah teralih dan anak belum paham dengan tata laksana berbicara dengan orang lain yang benar. Anda perlu membuatnya menatap Anda saat Anda mengajaknya bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Minta untuk menatap&lt;br /&gt;
Setiap anak terlihat tidak mendengar perkataan Anda, ulangi terus. Jika tetap tampak tidak mendengar, segera minta dia untuk menatap Anda. “Adik, lihat Bunda dong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunda sedang bicara dengan adik, lho!” Katakan dengan nada halus agar si kecil tidak merasa diintimidasi. Permintaan untuk menatap ini menjadi salah satu cara belajar anak, bahwa berbicara dengan orang lain harus dengan cara menatap lawan bicaranya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Posisi badan sejajar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt; Posisikan badan Anda sejajar dengan tinggi badan anak dengan jarak tidak terlalu jauh. Posisi seperti ini membantu anak fokus pada Anda. Ia dapat menangkap pesan yang Anda berikan dan berdialog dengan Anda. Ketika si kecil masih terlihat tidak menoleh atau memerhatikan Anda, sentuh pundaknya sebagai bentuk meminta perhatiannya.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Bila jarak Anda dan si kecil jauh, Anda akan kesulitan untuk menyentuhnya, bahkan ia bisa merasa Anda tidak menganggapnya sebagai lawan bicara yang penting, begitu juga dengan pesan yang Anda sampaikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Kontak mata&lt;br /&gt;
Anda sering mendengar “bicara empat mata” yang artinya pembicaraan yang membutuhkan kontak mata yang kuat. Kontak mata sangat dibutuhkan ketika Anda berbicara dengan anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kontak mata menandakan Anda bersungguh-sungguh mengajaknya berbicara. Si kecil juga merasa dirinya dianggap sebagai orang penting bagi Anda. Bukan hanya kalimat menegur atau perintah yang membutuhkan kontak mata dengan anak, dialog sederhana juga membutuhkan kontak mata. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Bermain peran berbicara dengan orang lain&lt;br /&gt;
Bisa jadi anak tidak paham bagaimana memperlakukan lawan bicaranya. Dia sebenarnya mengerti apa yang Anda bicarakan, dia juga mau melakukan apa yang Anda minta. Ajarkan cara berbicara pada orang lain dengan mengajaknya bermain peran. Gunakan boneka-boneka milik anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikan peran kepada masing-masing boneka. Posisikan wajah boneka berhadap-hadapan ketika sedang berbicara agar si kecil tahu begitulah sikap yang baik ketika berbicara dengan orang lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Cari perhatian anak&lt;br /&gt;
Kemampuan si kecil tentang pemahaman dan tingkat konsentrasi yang belum sempurna mengharuskan Anda selalu mencari perhatian anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu kali dipanggil tidak menengok, dua kali dan ketiga kali masih juga belum menengok ke arah Anda, segera cari perhatiannya, misalnya dengan menghampiri kemudian menyodorkannya satu barang yang membuat si kecil tertarik berbicara dengan Anda. Meski begitu hati-hati, jangan sampai barang tersebut malah terlalu mengalihkan perhatiannya. Jika ini terjadi, langsung jauhi barang tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Beri penjelasan&lt;br /&gt;
“Adik, lihat Bunda dong kalau diajak bicara?!” Anda sering mengucapkan kalimat ini ketika si kecil tak juga memerhatikan Anda. Berhasil?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak selalu! Ia bosan mengapa harus menatap Anda ketika berbicara dengan Anda. Dia tidak tahu kenapa itu harus dilakukannya. Anda perlu memberikan penjelasan mengapa Anda mengharapkan si kecil menatap Anda. Lengkapi kalimat “Lihat, Bunda dong” dengan “Lihat Bunda dong, karena kamu perlu melihat ini adalah mainan yang harus kamu bereskan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelaskan pula bahwa menatap orang yang sedang berbicara merupakan bentuk penghargaan dan bersikap santun kepada orang tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Ketahui kemampuan pemahaman anak&lt;br /&gt;
Setiap anak punya kemampuan pemahaman yang berbeda-beda. Ada yang sudah paham bila Anda bertanya “Alasan apa yang membuat kamu melakukan itu?” Namun, ada juga yang baru bisa paham bila Anda bertanya “Adik, Bunda ingin bertanya, kamu tadi kenapa membuang gelas-gelas itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan anak tidak menatap Anda ketika diajak berbicara, bisa saja karena dia tidak paham kepada siapa Anda bicara dan Anda bicara tentang apa. Gunakan kalimat pendek, dan sederhana sebab kemampuan konsentrasi anak usia 2-3 tahun masih belum berkembang sempurna. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Pilih momen&lt;br /&gt;
Menunggu momen yang tepat untuk berbicara dengan orang lain, termasuk si kecil, merupakan cara yang jitu. Orang dewasa saja tidak mau diganggu bila sedang asyik dengan aktivitasnya, begitu juga anak. Jika Anda bisa menunggu dia hingga tidak terlalu sibuk, mengapa tak menunggu? Kalau anak sudah selesai dengan aktivitasnya, mudah untuk Anda mengajaknya berbicara berhadapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengetahui, mulailah pendekatan terlebih dahulu sebagai bentuk interupsi. Cara ini membuat anak memiliki persiapan untuk menghentikan aktivitasnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Minta tolong&lt;br /&gt;
Percaya dengan salah satu dari 6 huruf ajaib, “TOLONG”? Coba, katakan “Tolong...” ketika berbicara pada anak sebelum mengemukakan kalimat perintah. Si kecil niscaya tidak merasa dipaksa dan diperintah sehingga ia tidak lagi mengulang perilaku tidak mau melihat, sebagai bentuk atau cara pura-pura tidak mendengar ucapan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara ini sekaligus mengajarkan anak bagaimana bersikap santun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Beri contoh&lt;br /&gt;
Mengajarkan bagaimana mendengarkan dan menatap si pembicara butuh contoh konkret. Jika anak merasa didengar dan ditatap ketika sedang berbicara, ia akan menyerap dan meniru bagaimana menjadi pendengar yang baik atau merespons sumber pembicara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6190888108589710868-4304027671813778311?l=gobaca.blogspot.com" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-2126407700157186871?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=-Ot6KM3abs0:LKqcxF2VOuA:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/-Ot6KM3abs0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/2126407700157186871/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2012/01/10-teknik-bicara-kepada-balita.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/2126407700157186871?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/2126407700157186871?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/-Ot6KM3abs0/10-teknik-bicara-kepada-balita.html" title="10 TEKNIK BICARA Kepada Balita :" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2012/01/10-teknik-bicara-kepada-balita.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU8MQnc4eSp7ImA9WhRUFkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-3096551074872104892</id><published>2012-01-27T16:48:00.001+07:00</published><updated>2012-01-27T16:51:23.931+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-27T16:51:23.931+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mata" /><title>Pentingnya Memeriksa Kesehatan Mata Anak</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="282" src="http://photoserver.ws/images/0pM54f1b031260152.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Deteksi dini pada mata anak sangat penting untuk mengetahui kondisi mata anak apakah mengalami gangguan penglihatan atau tidak. Ini penting untuk mencegah jangan sampai mata anak mengalami gangguan penglihatan dan sudah mencapai tahap yang sulit diobati. Selain dokter, sebagai orang tua kita berperan penting membantu mendeteksi kelainan mata pada anak dengan cara memahami tanda tandanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkembangan penglihatan anak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sistem visual anak berkembang sangat pesat pada 18 bulan pertama, yang kemudian menjadi sempurna pada usia 5 atau 6 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat lahir, bayi dapat melihat pola terang dan gelap, tetapi fokus masih kabur. Dunia bayi terdiri dari “ruang terbatas” yang tidak lebih jauh dari sekitar satu meter. Bayi yang berpenglihatan normal akan merespon wajah orang, khususnya wajah ibunya, yang menatapnya dari jarak dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antara usia 4-6 bulan bayi akan menggerakkan kepalanya, tidak hanya untuk mengikuti objek bergerak, tetapi juga ketika melihat ke arah objek lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada usia 6-8 bulan penglihatan bayi harus mantap dan lurus. Pada usia ini bayi sudah bisa melihat warna secara lengkap, meraih objek, dan kedua matanya sudah berkoordinasi dengan baik sehingga gerakan mata mulai terkontrol. Bayi Anda akan dapat memperoleh informasi visual dengan gerakan mata saja, sehingga gerakan kepala mengikuti benda sudah berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 8-12 bulan bayi Anda akan menggunakan kedua mata bersama-sama untuk menilai jarak dan mengembangkan persepsi kedalaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Seiring pertumbuhan anak di usia 1 – 3 tahun, koordinasi tangan-mata akan meningkat dan anak mulai lebih memahami lingkungannya. Pada tahap ini, anak-anak mulai mengeksplorasi lingkungan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img height="400" src="http://www.dokterumum.net/wp-content/uploads/2010/08/Penyebab-Mata-Anak-Sering-Berkedip1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Masalah kesehatan mata anak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada berbagai masalah mata yang bisa menimpa anak pada tiap tahap pertumbuhannya. Kelainan mata pada usia di bawah satu tahun umumnya bersifat bawaan/kongenital.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Retinopathy of prematurity (ROP) yaitu kondisi di mana retina belum sempurna perkembangannya dan hanya sebagian yang terliputi pembuluh darah sehingga mudah rusak dan terlepas, menyebabkan kebutaan. Kondisi ini lebih umum pada bayi yang lahir prematur. &lt;br /&gt;
Infeksi konjungtivitis gonore pada bayi yang lahir melalui vagina ibu yang terkena gonore. &lt;br /&gt;
Katarak infantil yaitu kekeruhan di mata bayi yang baru lahir. &lt;br /&gt;
Glaukoma kongenital yaitu kondisi bawaan di mana saluran drainase mata tidak terbentuk dengan benar sebelum lahir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img src="http://www.centroone.com/assets/Uploads/_resampled/main-girl-with-glasses.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Kelainan pada usia yang lebih lanjut disebabkan oleh gangguan perkembangan atau penyakit. Berikut adalah beberapa masalah kesehatan mata yang dapat menimpa anak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ambliopia (mata malas) adalah cacat kurangnya ketajaman visual yang tidak dapat sepenuhnya dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak. Dua penyebab umum ambliopia adalah persilangan mata dan perbedaan bias refraksi di antara kedua mata. Jika tidak diobati, ambliopia dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen pada mata yang terkena. Ambliopia harus dikoreksi pada usia pra-sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Strabismus (mata juling) adalah cacat visual di mana dua titik mata mengarah ke fokus yang berbeda. Salah satu mata bisa mengarah ke kanan, ke kiri, ke atas, atau ke bawah, sedangkan mata lainnya tertuju ke arah yang lain. Strabismus menyebabkan hilangnya persepsi kedalaman stereoskopik. Dengan deteksi dini, strabismus dapat dikoreksi dengan menutup mata yang berfokus benar sehingga memaksa mata yang tidak sinkron untuk bekerja. Operasi atau kacamata khusus juga dapat membantu penyelarasan mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelainan refraksi sehingga lensa mata tidak membiaskan atau memantulkan cahaya dengan benar, sehingga gambar tampak kabur. Rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisma/silindris adalah kesalahan refraksi yang paling umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Retinoblastoma adalah tumor ganas yang biasanya muncul dalam 3 tahun pertama kehidupan. Mata yang terkena mungkin kehilangan visual dan putih di pupilnya. &lt;br /&gt;
Tanda-tanda kelainan mata&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt; Jarang menggerakkan mata, tidak menutup mata ketika di sinar matahari cerah, atau kurangnya respon yang konsisten terhadap wajah ibu adalah tanda bayi memiliki masalah penglihatan di kedua mata. Keterlambatan tahapan penglihatan, keluhan mata, mata berair, suka menyipitkan/ mengedipkan mata atau mengerutkan alis, dan mata juling adalah tanda umum lainnya. Pemeriksaan oleh seorang ahli mata yang terlatih sangat dianjurkan jika tanda-tanda ini hadir. Terutama, waspadailah keterlambatan perkembangan berikut pada anak Anda:&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Pada minggu pertama setelah kelahiran, bayi tidak mengarahkan pandangan ke arah cahaya atau sebaliknya, justru menghindari cahaya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Pada usia satu sampai dua bulan belum menatap wajah ibunya. &lt;br /&gt;
Pada usia tiga sampai empat bulan tidak melihat tangannya. Dia tidak tersenyum pada wajah-wajah yang akrab. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Pada usia enam bulan tidak menangkap objek untuk dibawa ke mulutnya. Dia tampaknya tidak membedakan wajah-wajah akrab dengan orang asing. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada usia sembilan bulan tidak bereaksi terhadap gerakan tiba-tiba. Dia tidak mencari benda yang menghilang dari pandangannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img height="398" src="http://3.bp.blogspot.com/-wrYHgW7_p1Y/TacMtl9rFaI/AAAAAAAAAC0/_qMz9X5KLP8/s640/upload%2Bblog.jpg" width="640" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Pada anak-anak usia sekolah, tanda-tanda berikut dapat hadir:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Ketidakmampuan melihat objek dari jauh. &lt;br /&gt;
Ketidakmampuan membaca papan tulis. &lt;br /&gt;
Sering menyipitkan mata. &lt;br /&gt;
Kesulitan membaca. &lt;br /&gt;
Duduk terlalu dekat dengan TV. &lt;br /&gt;
Bagaimana menguji penglihatan anak Anda?&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Cobalah meletakkan sebuah objek menarik di depan salah satu matanya dan mengamati bagaimana anak bayi Anda bereaksi terhadap objek itu. Objek tersebut bisa wajah Anda atau mainan kecil, misalnya boneka berwarna cerah. Reaksinya akan menunjukkan keberadaan dan kualitas penglihatan pada mata yang diuji. Dalam hal ini sebaiknya Anda tidak menggunakan objek yang berbunyi, misalnya lonceng kecil, karena akan sulit menentukan apakah bayi melihat atau mendengar lonceng.&lt;br /&gt;
Setelah balita mulai berbicara, dia dapat diajak berpartisipasi dalam proses pengujian. Gambar-gambar atau benda akrab, seperti mainan, boneka, dan lainnya dapat digunakan untuk menguji. Anak diminta mengidentifikasi objek yang ditunjukkan. Setiap mata harus diuji secara terpisah, dengan mata lain tertutup, karena itulah cara terbaik untuk mengetahui apakah ada perbedaan dalam kemampuan penglihatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Sebagai orang tua kita harus peka saat anak menunjukan gejala adanya masalah pada penglihatan matanya dan periksakan segera ke dokter ahli mata untuk mengetahui dan menangani masalah pada mata anak. Sebagai kunci utama keberhasilan dalam penyembuhan mata adalah deteksi dini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;Lihat yg lebih 'menarik' di sini !&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-3096551074872104892?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=1hcLKfcdOwg:d8wDlhtHKSw:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/1hcLKfcdOwg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/3096551074872104892/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2012/01/pentingnya-memeriksa-kesehatan-mata.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/3096551074872104892?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/3096551074872104892?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/1hcLKfcdOwg/pentingnya-memeriksa-kesehatan-mata.html" title="Pentingnya Memeriksa Kesehatan Mata Anak" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-wrYHgW7_p1Y/TacMtl9rFaI/AAAAAAAAAC0/_qMz9X5KLP8/s72-c/upload%2Bblog.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2012/01/pentingnya-memeriksa-kesehatan-mata.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEEMQHg6fip7ImA9WhRUFEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-5975885383874864066</id><published>2012-01-25T17:17:00.001+07:00</published><updated>2012-01-25T17:18:01.616+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-25T17:18:01.616+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak" /><title>Beberapa Penyebab Anak Malas Belajar</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memahami anak sebagai individu yang sedang menjalani tahapan-tahapan dalam masa pertumbuhannya, diperlukan kesabaran ekstra. Demikian pula ketika mendapati anak yang telah memasuki usia sekolah begitu malas belajar. Mengandalkan guru untuk menyelesaikan masalah? Tentu tak bisa begitu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Apalagi bila kita menyadari bahwa anak sesungguhnya memulai pendidikannya dari rumah. Sehingga, peran orangtua untuk membantu secara langsung kesulitan yang dialami anak merupakan hal yang sangat penting. Mencari penyebabnya adalah langkah awal untuk menerapkan solusi yang tepat.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;
Robert D. Carpenter MD adalah seorang peneliti yang pernah mengadakan pengamatan terhadap perkembangan belajar murid sekolah dasar di California, Amerika Serikat. Dalam pengamatannya ditemukan adanya penyebab mengapa anak-anak kerap mengalami masalah dalam belajar yang cenderung membuat mereka jadi malas. Berikut ini empat penyebab yang kerap terjadi dan menyebabkan anak malas belajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Komunikasi tidak efektif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://preventionindonesia.com/files/article/photo/60412_mom%20got%20mad_stockxpertcom_id803138_2.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingat, target kita berkomunikasi adalah memastikan bahwa ‘pesan’ yang ingin kita sampaikan kepada penerima pesan (anak) diterima dengan benar. Tentu orangtua ingin agar anak mengerti, menyukai dan melakukan apa-apa yang dipikirkan orangtua. Komunikasi yang efektif juga bisa mengungkapkan kehangatan dan kasih sayang orangtua, misalnya, “Ayah bangga sekali, kamu sudah berusaha keras belajar di semester ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba ingat-ingat bagaimana pola komunikasi yang kita bangun selama ini. Sudahkah anak-anak menangkap pesan yang kita sampaikan sesuai dengan yang kita maksud?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seringkali orangtua lupa menyampaikan ‘isi’ dari pesannya, tapi lebih banyak merembet pada hal-hal yang sebenarnya di luar maksud utamanya. Misal, nilai ulangan harian anak di bawah rata-rata teman sekelasnya. Tanpa bertanya terlebih dulu kepada anak kenapa nilainya jelek, Ibu langsung komentar, “Itulah akibatnya kalau kamu nggak nurut Ibu. Main melulu sih. Ibu tuh dulu waktu sekolah nggak pernah dapat nilai 6. Kamu kok nilainya jelek begini. Gimana sih?” Apa inti pesan yang disampaikan Ibu? Anak salah karena nilainya jelek dan semakin salah karena Ibu selalu membandingkan anak dengan keadaan Ibunya sewaktu sekolah. Akibatnya, anak akan berpendapat, “Ah, nggak ada gunanya bilang ke Ibu kalau nilai jelek. Nanti pasti dimarahin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal, mengetahui nilai anak yang di bawah rata-rata buat orangtua sangat penting untuk mengevaluasi penyebabnya. “Wah, nilai anak saya untuk mata pelajaran matematika kenapa selalu jelek ya? Apa yang perlu dibantu?” Sederet pertanyaan itu bisa terjawab bila kita berkomunikasi secara efektif, bukan menyalah-nyalahkan anak. Bila penyebab bisa segera diketahui, maka orangtua bisa mencari solusinya dan melakukan perbaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komunikasi yang tidak efektif yang berjalan selama bertahun-tahun, pastinya akan berdampak negatif pada pembentukan karakter anak. Padahal, salah satu fungsi komunikasi adalah untuk mengenal diri sendiri dan orang lain. Bisa dipastikan pola seperti itu akan membuat anak bingung dalam mengenali dirinya sendiri dan orangtuanya. ‘Apa sih sebenarnya maunya Ayah/Ibu?’ Kebingungan ini mengakibatkan dalam diri anak tidak tumbuh motivasi kuat untuk berprestasi, toh mereka tak tahu apa gunanya mereka belajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Tak terbantahkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;img alt="" border="0" src="http://www.kampungtki.com/wp-content/uploads/fatherangry2.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;
‘Pokoknya kamu harus ranking satu. Dulu, ayah sekolah jalan kaki, tapi selalu ranking satu. Kenapa kamu nggak bisa?’ Menekankan dengan kalimat, ‘pokoknya’, ‘seharusnya’, dan kata sejenis lainnya menunjukkan tidak adanya celah untuk pilihan lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orangtua yang tak terbantahkan membuat anak sulit mengemukakan pendapatnya. Bahkan, sulit mengetahui potensi dirinya sendiri, apalagi mengoptimalkan potensinya. Kecenderungan tak terbantahkan ini kalau berlanjut terus bisa menjurus pada upaya memaksakan kehendak orangtua pada anak. Misalnya, “Nanti kamu harus jadi dokter.” Kalaupun akhirnya anak mengikuti kehendak orangtuanya kuliah di fakultas kedokteran, ia akan menjalaninya dengan setengah hati. Bisa jadi, hanya setahun dijalani, selanjutnya keluar karena bertentangan dengan keinginannya. Tentu kita tak ingin ini terjadi bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Target tidak pas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Target yang tidak pas, bisa terlalu rendah atau terlalu tinggi dari kemampuannya. Jangan sampai memaksakan begitu banyak kegiatan pada seorang anak sehingga mereka jadi jenuh dan terlalu lelah. Akibat overaktivitas, banyak anak yang kemudian mulai meninggalkan belajar sebagai kegiatan yang seharusnya paling utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sinilah peranan orangtua sangat penting, jangan sampai terlalu memaksa anak dengan harapan agar mereka dapat menuai prestasi sebanyak-banyaknya. Mereka didaftarkan pada berbagai macam kursus atau les privat tanpa mengetahui bahwa batas IQ seorang anak tidak memungkinkannya menerima berbagai macam kegiatan yang disodorkan oleh orangtua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sebaliknya bagi anak yang memiliki IQ tinggi, juga perlu penanganan khusus, karena mereka tidak cukup dengan target regular untuk anak lainnya. Mereka membutuhkan tantangan lebih supaya potensinya teroptimalkan. Untuk mengetahui potensi ini, orangtua perlu bantuan psikolog.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Aturan dan hukuman yang tidak mendidik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlalu ketat dalam rutinitas harian bisa menyebabkan akhirnya anak malas belajar. Namun, sebaliknya tanpa membuat rutinitas harian anak tidak terbiasa memiliki jadwal belajar yang harus dipatuhinya. Jalan tengahnya, rutinitas tidak bisa ditetapkan secara sepihak oleh orangtua, namun dibangun bersama-sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuat aturan juga harus diikuti dengan konsekuensi. Jadi, anak dapat mengerti apa hubungannya antara kepatuhan menjalani aturan dengan konsekuensinya, bukan sekadar hukuman yang tidak mendidik, seperti hukuman cubitan bila dapat nilai jelek&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi anak usia SD ke atas, orangtua perlu mendiskusikannya dengan anak. Aturan tersebut ditandatangani dan dipasang di dekat meja belajar. Misal, 1) Belajar sehabis shalat Maghrib sampai Isya; 2) Boleh nonton Avatar pada minggu pagi; 3) Main PS paling lama 2 jam di hari libur; 4) dan seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan bosan juga untuk meng-up date kesepakatan dan mengingatkan kalau ada yang melanggar. Ingatkan juga akan konsekwensinya, misalnya “Belajar yuk! Kemarin kita sepakat kan kalau nggak belajar, gimana hayo?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarkan anak menjawab konsekwensinya. Jika aturan itu sudah dibuat bersama, pasti anak ingat akan konsekwensinya. Harapannya, kesadaran untuk belajar akan tumbuh dari dalam diri anak, bukan dipaksakan orangtua. Tidak ada lagi hukuman yang tidak mendidik, karena hukuman akan membuat anak berpikir “Ugh, belajar sangat tidak menyenangkan!”&lt;br /&gt;
Mewaspadai empat hal tersebut penting untuk mencegah kemalasan anak semakin parah. Yuk, bantu anak-anak kita agar rajin dan senang belajar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdrzknPqIZI/TMLmj8AhRRI/AAAAAAAAARU/-YgzpxW6SNU/s320/gambar+anak+dimarahi.jpg" /&gt;        &lt;img alt="" border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_mEllYJptNbk/SZlxZdHYCfI/AAAAAAAAAfc/qMdjKRs-sTE/s320/anak.jpg" /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-5975885383874864066?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=D0R-ZehQp_s:VgTCN2j4Iz0:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/D0R-ZehQp_s" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/5975885383874864066/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2012/01/beberapa-penyebab-anak-malas-belajar.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/5975885383874864066?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/5975885383874864066?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/D0R-ZehQp_s/beberapa-penyebab-anak-malas-belajar.html" title="Beberapa Penyebab Anak Malas Belajar" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_FdrzknPqIZI/TMLmj8AhRRI/AAAAAAAAARU/-YgzpxW6SNU/s72-c/gambar+anak+dimarahi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2012/01/beberapa-penyebab-anak-malas-belajar.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUcFQng4eyp7ImA9WhRUEUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-2034487127848229614</id><published>2012-01-21T21:41:00.001+07:00</published><updated>2012-01-21T21:43:33.633+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-21T21:43:33.633+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak" /><title>Ternyata Video Game Bikin Anak Lambat Membaca</title><content type="html">&lt;div style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-R5hKynBIxc8/TxpkETlJMSI/AAAAAAAADW8/TNWck6FiGYI/s320/game.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;SEBAIKNYA&lt;/b&gt; Anda harus berpikir ulang untuk memberikan hadiah video game bagi si buah hati. Sebab, mainan digital tersebut dapat mengganggu perkembangan akademis mereka. Sehingga, mereka jadi lambat membaca dan menulis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Video game tak sepenuhnya jahat. Tapi orang tua harus memantau penggunaan video game agar tak berlebihan. Jadi, orang tua tak harus menyingkirkan berbagai jenis vide game seperti Playstation.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah penelitian yang dilakukan Robert Weis, psikolog di Denison University di Ohio, memantau efek bermain video game pada kemampuan belajar anak laki-laki. Mereka tak melibatkan anak-anak perempuan karena tak bermain video layaknya bocah laki-laki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian bocah laki-laki itu diberikan video game di awal penelitian. Sedangkan sebagian lain hanya mendapat video game di akhir penelitian. Anak-anak yang mendapatkan video game di awal penelitian lebih sering menghabiskan waktu untuk bermain game ketimbang kelompok kedia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil survei menunjukkan anak-anak kelompok pertama lebih sulit mencapai prestasi bagus karena terlalu sering bermain video game. Mereka lebih senang bermain ketimbang mengerjakan pekerjaan rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bermain video game mungkin telah menggantikan kegiatan akademis tradisional, seperti pekerjaan rumah dan membaca. Nah, orangtua pun sangat berperan untuk membantu mendorong anak-anak mereka agar dapat berprestasi di sekolah, misalnya membantu mereka belajar, membahas apa yang mereka pelajari hari itu, atau orangtua membacakan cerita untuk mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi, hasil studi itu tidak menyebutkan bahwa video game tidak memiliki manfaat sama sekali. Sebagai contoh, permainan edukatif justru dapat membantu belajar anak, dan studi sebelumnya menyebutkan bahwa game laga dapat meningkatkan daya penglihatan. Dan game mungkin memiliki manfaat sosial juga, karena anak laki-laki tampaknya memiliki ikatan kuat dengan sesama rekannya sambil bermain video game.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Weis, diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah temuan ini berlaku selama jangka panjang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bisa jadi bahwa kebaruan video game mulai pudar setelah empat, enam atau delapan bulan, dan mereka pada dasarnya tidak bermain sebanyak yang mereka lakukan ketika mereka pertama kali mendapatkan game ini," katanya dalam jurnal Psychological Science.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Studi di masa mendatang juga perlu untuk melihat apakah temuan ini berlaku juga untuk anak perempuan, yang pada umumnya menghabiskan lebih sedikit waktu untuk bermain video game daripada anak laki-laki dan memilih permainan yang sedikit mengandung kekerasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;SUMBER &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6778062228091915167-1819074005198785387?l=cgeatpe.blogspot.com" width="1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;Lihat yg lebih 'menarik' di sini !&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-2034487127848229614?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=EKTmqg9-eEI:YzyLiSA88EQ:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/EKTmqg9-eEI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/2034487127848229614/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2012/01/ternyata-video-game-bikin-anak-lambat.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/2034487127848229614?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/2034487127848229614?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/EKTmqg9-eEI/ternyata-video-game-bikin-anak-lambat.html" title="Ternyata Video Game Bikin Anak Lambat Membaca" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-R5hKynBIxc8/TxpkETlJMSI/AAAAAAAADW8/TNWck6FiGYI/s72-c/game.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2012/01/ternyata-video-game-bikin-anak-lambat.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMMQH46fip7ImA9WhRUEUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-5985525450574642803</id><published>2012-01-21T20:59:00.001+07:00</published><updated>2012-01-21T21:01:21.016+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-21T21:01:21.016+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak" /><title>Mengenal Lebih Dekat Anak Perfeksionis</title><content type="html">&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;i style="font-family: Arial,'Nimbus Sans L',sans-serif; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;b style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normalfont-family:Arial,'Nimbus Sans L',sans-serif;"&gt;P&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="font-family: Arial,'Nimbus Sans L',sans-serif; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;erfeksionis ditunjukkan dengan keinginan anak untuk meraih nilai sesempurna mungkin dalam setiap hal.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Wajar bila setiap orang tua ingin anaknya mandiri dan terbaik dalam segala hal. Namun, perlu juga diwaspadai bila ternyata anak terus-menerus menuntut dirinya untuk melakukan segala sesuatunya dengan prima, sangat detail, dan tanpa kesalahan atau kekurangan sedikit pun. Untuk itu, kenali tanda-tandanya lebih dulu sebelum menyelami untung ruginya lebih jauh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b face="Arial,'Nimbus Sans L',sans-serif" style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;TANDA-TANDA PERFEKSIONIS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;PERFEKSIONIS, menurut &lt;b style="font-family: Arial,'Nimbus Sans L',sans-serif; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;Dra. Tisna Chandra, Psi&lt;/b&gt; ., direktur Lembaga Konsultasi Psikologi Keluarga Parents Partner, Bintaro, adalah perilaku di mana seseorang selalu ingin menjadi sempurna dalam berbagai hal. Inilah tanda-tandanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;* Serbabersih dan rapi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pada anak misalnya, ketika sedang menggambar dia tidak mau bukunya tercoret sedikit pun, ketika mewarnai dia tidak mau pewarnaannya melewati garis atau tidak mau tersobek sedikit pun, atau ketika ingin memakai baju dia tidak mau pakaiannya bernoda sedikit pun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;* Serbasepadan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dalam penampilan pun, anak perfeksionis ingin terlihat sempurna. Misalnya warna antara baju, celana, dan sepatu harus sesuai. Bila bajunya berwarna dominan kuning, maka celana dan sepatunya pun harus ada unsur kuningnya. Bila warnanya berbeda sama sekali, anak perfeksionis umumnya tidak akan mau memakainya. Aksesori dan tatanan rambutnya pun harus rapi, serasi, serta terpenuhi semuanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;* Kegagalan kecil dianggap fatal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ketika orang tua tidak mewujudkan keinginannya, berbagai perilaku negatif bakal timbul. Misalnya, ketika tidak puas dengan gambar dan mewarnai, anak akan menyobek kertas, membuang bukunya atau malah menangis karena menganggap bahwa dia telah melakukan kesalahan fatal. Bila pun kita memaksanya dengan berbagai alasan, timbul rasa tidak nyaman dan cemas yang berujung pada tidak optimalnya kretivitas anak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Namun, dikatakan Tisna, sikap perfeksionis hanya terjadi pada beberapa kasus dan tidak umum dimiliki anak balita. Kalau ia hanya cerewet saat memilih atau memakai baju, memilih media gambar, bersikap terlalu disiplin, tapi di lain waktu tidak bersikap demikian, maka belum tentu hal itu merupakan wujud sikap perfeksionis. Bisa saja ia hanya berkeinginan tampil lebih baik dalam sesaat. Sebaliknya, jika ia seorang perfeksionis sejati, keinginan untuk jadi lebih sempurna akan terus berlanjut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="font-family: Arial,'Nimbus Sans L',sans-serif; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;ASAL-USUL PERFEKSIONIS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;* Meniru orang tua yang perfeksionis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Menurut Tisna, banyak hal yang bisa membentuk anak menjadi perfeksionis. Yang paling utama, orang tua perfeksionis akan menciptakan anak perfeksionis pula. Prosesnya berhubungan erat dengan perilaku anak yang paling menonjol saat balita, yakni kekuatan peniruan. Anak akan meniru dari lingkungannya, terutama lingkungan terdekat, seperti orang tua dan keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;* Dituntut selalu berdisiplin tinggi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Selain itu, sejak anaknya masih bayi, orang tua perfeksionis biasanya menerapkan berbagai aturan yang kaku dan harus selalu dipenuhi. Hal inilah yang menurut Tisna juga berpengaruh terhadap pembentukan sikap anak yang perfeksionis. Contohnya penerapan kedisiplinan, pukul 6 pagi anak harus sudah bangun, pukul 7 makan pagi, pukul 9 tidur, pukul 12 makan siang, dan seterusnya. "Waktu yang terjadwal dan tidak boleh mulur sedikit pun akan memperkuat anak untuk berperilaku yang memupuknya menjadi perfeksionis."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Bila orang tua meminta anak untuk mematuhi segala peraturan dan tidak boleh sedikit pun melanggarnya, maka wujud perfeksionis akan muncul dengan sendirinya. Belum lagi dengan hal lain, misalnya harus selalu menjaga kebersihan kamar, harus bisa melakukan sesuatu sendiri sejak kecil, harus makan dengan posisi yang terbaik, dan segala macam peraturan lain yang harus dilakukan anak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;* Dituntut tanggung jawab di luar kemampuan usia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Asal tahu saja, anak yang terlalu dituntut bertanggung jawab terhadap hal-hal di luar kemampuan usianya, secara tidak langsung juga dibentuk berperilaku perfeksionis. Misalnya, anak usia 3 tahun harus bisa menjaga dan melindungi adiknya yang masih bayi, harus bisa membeli telur di warung, harus bisa membereskan tempat tidur sendiri, dan sebagainya. Lambat laun, karena terbiasa dengan berbagai tanggung jawab, sikap perfeksionis itu akan semakin terpupuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;* Selalu menerima kritik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Demikian pula dengan orang tua yang terlalu banyak mengkritik. Anak akan berusaha tampil atau menghasilkan sesuatu sesempurna mungkin demi menghindari kritikan dan memenuhi kemauan orang tuanya. Contoh kecil, ketika anak tidak mampu mengikat tali sepatunya, orang tua mengkritik, "Masak begitu saja tidak bisa!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Bila anak melakukan kesalahan, kemudian berbagai teguran diterimanya, ia akan ketakutan dan berusaha melakukan tugasnya dengan benar. Dengan kata lain, ia tidak akan berhenti mengerjakan atau meminta sesuatu sampai dia merasa terpuaskan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font: 12px Arial,'Nimbus Sans L',sans-serif; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font: 12px Arial,'Nimbus Sans L',sans-serif; margin-bottom: 5px; margin-top: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: xx-small;"&gt;&lt;a href="http://wisbenbae.blogspot.com/"&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6206175259870929123-5735703089180846463?l=ladang-hijau.blogspot.com" width="1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;Kalau artikel diatas bermanfaat, lebih baik anda berlangganan di bawah ini : &lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;form action="http://www.feedblitz.com/feedblitz.exe?BurnUser" method="post"&gt;&lt;label for="email"&gt;Enter your email to subscribe:&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;
&lt;input id="email" maxlength="255" name="email" size="26" type="text" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;input name="uri" type="hidden" value="http://feeds.feedburner.com/IkatanDokterAnakIndonesia" /&gt; &lt;input type="submit" value="Subscribe me!" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div id="poweredByFeedBlitz"&gt;Powered by &lt;a href="http://www.feedblitz.com/"&gt;FeedBlitz&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-5985525450574642803?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=jdmFlj5V7r0:flE_7yEJ3_o:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/jdmFlj5V7r0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/5985525450574642803/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2012/01/mengenal-lebih-dekat-anak-perfeksionis.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/5985525450574642803?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/5985525450574642803?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/jdmFlj5V7r0/mengenal-lebih-dekat-anak-perfeksionis.html" title="Mengenal Lebih Dekat Anak Perfeksionis" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2012/01/mengenal-lebih-dekat-anak-perfeksionis.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkUBQ3Y5eip7ImA9WhRUEUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-1333343780988522734</id><published>2012-01-21T20:55:00.001+07:00</published><updated>2012-01-21T20:57:32.822+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-21T20:57:32.822+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pertumbuhan" /><title>Berenang Bisa Bikin IQ Anak Tinggi</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ajaklah si kecil berenang. Sekalipun masih bayi, tak masalah. Bahkan, bayi baru lahir pun tak akan tenggelam kalau dicemplungkan ke dalam air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistik IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional, dan sosialnya pun lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian lain menunjukkan, bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang orang dewasa karena bayi tak pernah memiliki faktor X, semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang. Nah, hal ini membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam karena pada usia tersebut ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://media.picfor.me/001F021/Swimming-Baby-baby-swim-mmmmm-Kids-babe-twofit2quit69kullan%C4%B1c%C4%B1s%C4%B1n%C4%B1n-favorite-images-babies-kid-father_large.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan,” jelas Dr Karel Staa dari RS Pondok Indah, yang juga mantan perenang pemegang rekor 200 meter gaya dada pada 1960-1962.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, bila kita meletakkan bayi usia di bawah 3 bulan di dalam air, secara otomatis ia akan menggerak-gerakkan kakinya menyerupai paddle dog sehingga tak tenggelam. Bisa dikatakan, pada usia di bawah 3 bulan bayi sudah bisa berenang dengan gaya primitif. Bukan berarti setelah usia tersebut bayi tak bisa berenang lagi, lho.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://armcandyconfessions.files.wordpress.com/2010/07/swimming-babies-10.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Kendati refleksnya sudah menghilang, ia tetap bisa melakukan gerakan berenang walaupun tak terorganisasi atau acak-acakan. Soalnya, dengan ada gaya gravitasi, ia merasa ditekan dari bawah air sehingga ia bisa mengambang. Ia pun jadi senang. Apalagi sejak di perut ibu, bayi sebenarnya juga sudah berenang dalam air ketuban selama 9 bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah lahir, kemampuannya berenang tinggal ditingkatkan saja. Bahkan, saking populernya berenang ini, di luar negeri sampai ada proses melahirkan yang dilakukan di dalam air, lho.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Secara medis, hal ini tak akan menimbulkan masalah karena merupakan proses alami.” Jadi, tak ada alasan lagi untuk ragu-ragu mengajak si kecil berenang.”&lt;br /&gt;
Harus aman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang penting diperhatikan, ketika berenang, bayi harus merasa aman dan memang harus ada pengaman. Jadi, orangtua harus mendampinginya. “Jika orangtua sama-sama masuk ke dalam air dan sama-sama berenang dengan bayi, maka selain merasa aman, bayi pun bisa merasakan ada respons dari orangtua,” tutur Karel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping dengan orangtua mendampingi, juga bisa bermain dengan bayi sehingga ada interaksi antarmanusia. “Ini merupakan salah satu keunggulan berenang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img height="448" src="http://www.life-times.net/gallery/1/Swimming_Baby.jpg" width="640" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba bandingkan kala bayi baru belajar duduk atau berjalan, apakah orangtua akan mendampingi dan melakukan gerakan yang sama terus-menerus dengan anak? Kan, enggak. “Nah, berenang lain. Mereka sama-sama masuk air, sama-sama berenang sehingga rasa enjoy-nya lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini akan berguna untuk perkembangan psikologis anak.” Itulah mengapa, kedua orangtua sebaiknya ikut bersama bermain di dalam air. Tentunya, berenang juga berguna untuk pertumbuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Motoriknya berkembang lebih pesat ketimbang ia hanya bermain di lantai.” Bukankah saat berenang semua otot bekerja? Nah, kalau di lantai, hanya otot-otot tertentu yang bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi jika ibu memberikan baby walker sehingga bayi jadi terbiasa berjalan dengan alat itu. Akhirnya, gerakan-gerakan ototnya jadi terbatas karena hanya otot-otot tertentu yang bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;Lihat yg lebih 'menarik' di sini !&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-1333343780988522734?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=HFo64X2c9iA:K5HtcXuxVOA:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/HFo64X2c9iA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/1333343780988522734/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2012/01/berenang-bisa-bikin-iq-anak-tinggi.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/1333343780988522734?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/1333343780988522734?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/HFo64X2c9iA/berenang-bisa-bikin-iq-anak-tinggi.html" title="Berenang Bisa Bikin IQ Anak Tinggi" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2012/01/berenang-bisa-bikin-iq-anak-tinggi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0ENRXc-cSp7ImA9WhRVE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-3123556199322617634</id><published>2012-01-12T23:26:00.001+07:00</published><updated>2012-01-12T23:28:14.959+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-12T23:28:14.959+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pertumbuhan" /><title>Ternyata Bayi Bisa Mendeteksi Kebohongan</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Bayi ternyata lebih cerdas dari yang kita pikirkan. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa bayi yang berusia kurang dari setahun bisa mengetahui orang dewasa bisa dipercaya atau tidak. Penelitian itu diungkapkan di Infant Behavior and Development.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img border="0" height="365" src="http://1.bp.blogspot.com/-d7blebZOFrk/TwLgNZEiV3I/AAAAAAAAAag/XEdes35YMgE/s400/vmstwp.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Hmmm.... bohong nggak ya?" &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Bahkan di usia yang masih belia, anak-anak tidak menelan informasi dengan membabi buta," kata Diane Poulin-Dubois, ketua peneliti dan guru besar psikologi di Pusat Penelitian Perkembangan Manusia Universitas Concordia. Informasi yang meragukan atau berlawanan secara otomatis disaring oleh sistem kognisi anak-anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menentukan apakah bayi-bayi itu mencerna mentah-mentah atau melihat kredibilitas orang di sekitarnya, Poulin-Dubois dan koleganya melakukan sebuah percobaan menarik yang melibatkan 60 bayi berusia antara 13 dan 16 bulan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Separo bayi itu berinteraksi dengan orang dewasa "yang bisa dipercaya", sisanya berinteraksi dengan orang dewasa "yang tak bisa dipercaya". Mereka bermain dengan kotak yang dalam beberapa kasus berisi mainan dan lainnya kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada percobaan pertama, orang dewasa akan melihat di dalam kotak dan menampakkan keceriaan dan kebahagiaan. Kemudian bayi-bayi itu suruh melihat ke dalam kotak untuk mengetahui apa yang membuat orang dewasa bermimik seperti itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Orang dewasa "yang tidak dipercaya" berkomentar "ooo" dan "ah" jika melihat kotak kosong, sementara orang dewasa "yang bisa dipercaya" membuat keributan hanya jika di dalam kotak ada mainan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percobaan kedua menggunakan pasangan bayi-orang dewasa yang sama. Kali ini orang dewasa menggunakan dahi selain tangannya untuk menyalakan sebuah lampu. Idenya adalah bahwa bayi yang percaya kepada teman orang dewasanya akan mencoba meniru perilaku mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justifyfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"bayi-bayi lebih suka menggunakan dahi mereka"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-iBChwVmNisg/TwLgMmh8akI/AAAAAAAAAac/rJh3SgI03xM/s1600/Cute-Baby-babies-8777313-500-500.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-iBChwVmNisg/TwLgMmh8akI/AAAAAAAAAac/rJh3SgI03xM/s320/Cute-Baby-babies-8777313-500-500.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Benar saja, bayi-bayi lebih suka menggunakan dahi mereka untuk menyalakan lampu saat mereka bermain permainan "apa yang ada di dalam kotak?" dengan orang dewasa "yang bisa dipercaya" dibandingkan ketika mereka bermain dengan orang dewasa "yang tidak bisa dipercaya".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk anak kecil, itu semua berkaitan dengan bagaimana bertahan hidup. "Kita adalah makhluk sosial dan keturunan manusia tergantung pada pengasuh mereka untuk waktu yang lama. Belajar dari orang lain merupakan kunci untuk belajar budaya tetapi hal itu mengandung risiko juga seperti informasi yang tidak tepat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div color="black" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div color="black" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemampuan untuk melacak orang-orang 'tidak biasa' atau 'tak bisa dipercaya' menjadi senjata untuk melindungi bayi-bayi itu saat memperoleh informasi salah," jelas Poulin-Dubois.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div color="black" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div color="black" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nah, mulai sekarang berhati-hati deh, jangan suka membohongi anak kecil, ya bila tidak mau dicap orang yang tak bisa dipercaya... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_347143924"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_347143924"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img alt="" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6206175259870929123-8031294395196768047?l=ladang-hijau.blogspot.com" width="1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;Lihat yg lebih 'menarik' di sini !&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-3123556199322617634?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=3YK9D7uM1rI:SmEtCuzFRUY:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/3YK9D7uM1rI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/3123556199322617634/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2012/01/ternyata-bayi-bisa-mendeteksi.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/3123556199322617634?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/3123556199322617634?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/3YK9D7uM1rI/ternyata-bayi-bisa-mendeteksi.html" title="Ternyata Bayi Bisa Mendeteksi Kebohongan" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-d7blebZOFrk/TwLgNZEiV3I/AAAAAAAAAag/XEdes35YMgE/s72-c/vmstwp.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2012/01/ternyata-bayi-bisa-mendeteksi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4HRn8_fSp7ImA9WhRVEUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-1496763910918606158</id><published>2012-01-10T14:35:00.001+07:00</published><updated>2012-01-10T14:35:37.145+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-10T14:35:37.145+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak" /><title>Anak Kidal Jangan Dipaksa Berubah</title><content type="html">&lt;div style="background-color: white; clear: both; color: black; font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif; margin: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="302" src="http://www.kompas.com/data/photo/2011/01/03/1822216p.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; clear: both; color: black; font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif; margin: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;Sekitar tahun 2009, jika Anda memasuki kota Depok, Anda akan disambut dengan baliho yang menampilkan Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail. Foto sang Wali Kota disertai kalimat "Kembalikan Jati Diri Bangsa dengan Membiasakan Makan dan Minum Memakai Tangan Kanan".&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;Baliho itu banyak mengundang kritik dari sebagian masyarakat. "Hari gini masak orang masih harus diberitahu bagaimana cara makan sih?" tukas Hana, seorang warga Depok. Sementara Dika, warga Depok yang kini menetap di Tangerang, menggerutu, "Kalau memang kidal bagaimana? Masak harus dipaksa pakai tangan kanan?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,sans-serif;"&gt;&lt;br style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;Di luar pemahaman Anda mengenai kidal, atau kecenderungan orang lebih banyak menggunakan tangan kiri untuk melakukan beberapa aktivitas tertentu, sebenarnya masih banyak dari masyarakat kita yang memang tidak paham mengenai kidal. Menggunakan tangan kiri selalu dimaknai sebagai tidak sopan, atau tidak pantas. Oleh karena itu, banyak orangtua yang mengkhawatirkan bila anak balitanya lebih dominan menggunakan tangan kirinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,sans-serif;"&gt;&lt;br style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;" /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8448873576292194853&amp;amp;postID=9131059577853169163" name="more" style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,sans-serif;"&gt;&lt;br style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;Menurut Dr dr Rini Sekartini SpA(K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia cabang DKI Jakarta, pada usia prasekolah kecenderungan kidal pada anak semakin jelas terlihat karena perkembangan  motorik tangan sudah matang. Kecenderungan kidal juga umumnya ditemui pada anak laki-laki.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;Ada beberapa kemungkinan penyebab kidal, yaitu faktor genetik. Ada yang mengatakan bila kedua orangtuanya, atau salah satu orangtuanya kidal, maka kemungkinan anak akan kidal. Kidal bisa juga karena kekuatan otak kanannya lebih dominan ketimbang otak kirinya. Kemungkinan lain yaitu anak meniru dari orangtua atau kakaknya yang kidal, dan orangtua membiarkan kebiasaan tersebut. Selain itu, bisa juga karena anak ingin mendapat perhatian orangtua. Jika ia menggunakan tangan kirinya, ia mendapat respons dari orangtuanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,sans-serif;"&gt;&lt;br style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;Bila memang anak cenderung kidal, tak perlu memaksanya untuk berubah. Orangtua tetap bisa menyarankan anak untuk beraktivitas menggunakan tangan kanan. Namun, jangan memaksa bila memang anak merasa tidak nyaman. Meski bukan suatu keharusan menggunakan tangan kanan bagi anak yang kidal, orangtua tetap melatihkan penggunaan tangan kanan. Hal ini bertujuan dapat menyeimbangkan fungsi otak kanan dan kiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,sans-serif;"&gt;&lt;br face="'Trebuchet MS',sans-serif" /&gt;&lt;br face="'Trebuchet MS',sans-serif" /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;Selain itu, ajarkan pula anak menggunakan tangan kanan pada hal-hal yang berkaitan dengan nilai dan budaya seperti untuk bersalaman dan mencium tangan. Orangtua hendaknya tidak merendahkan anak yang kidal, atau memarahinya bila menggunakan tangan kiri. Hal ini akan membuat anak tertekan dan berpengaruh pada konsep dirinya yang menjadi rendah dan kurang percaya diri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7376126977424152097-5287398647808671797?l=aneh92.blogspot.com" width="1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;Lihat yg lebih 'menarik' di sini !&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-1496763910918606158?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=x9BqM1-wK_Q:sTBk0n1eSrw:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/x9BqM1-wK_Q" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/1496763910918606158/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2012/01/anak-kidal-jangan-dipaksa-berubah.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/1496763910918606158?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/1496763910918606158?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/x9BqM1-wK_Q/anak-kidal-jangan-dipaksa-berubah.html" title="Anak Kidal Jangan Dipaksa Berubah" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2012/01/anak-kidal-jangan-dipaksa-berubah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk8GSHw4fip7ImA9WhRWFE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-1065838731302726715</id><published>2012-01-01T14:59:00.001+07:00</published><updated>2012-01-01T15:00:29.236+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-01T15:00:29.236+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehamilan" /><title>Terlambat Haid, Belum Tentu Hamil</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-qU31bgMRDhg/TgLHXKp1LFI/AAAAAAAAATY/4VT42KUeEpU/s400/haid_123rf.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Tidak mendapatkan tamu bulanan tidak berarti Anda hamil, namun bisa jadi karena kondisi tertentu tubuh Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Normalnya seorang wanita akan mendapatkan menstruasi 10 hingga 11 kali per tahun, bahkan sampai 13 kali. Namun pada kasus tertentu, wanita bisa mendapatkan siklus menstruasi lebih sering atau malah lebih sedikit. Jika normalnya menstruasi terjadi satu bulan sekali, pada beberapa wanita bisa terjadi 2-3 bulan sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun-tahun pertama dan terakhir wanita mendapatkan menstruasi, siklus yang tidak rutin adalah wajar. Namun jika hal ini terjadi di luar masa-masa itu, mereka yang mengalaminya mulai cemas karena mengalami sesuatu yang berbeda dengan wanita pada umumnya. Padahal sebenarnya hal ini normal saja. Berikut adalah penyebab jika menstruasi Anda mulai tidak lancar atau terhenti sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berat badan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pertambahan dan pengurangan berat badan secara cepat dan drastis membuat perubahan yang mendadak pada tubuh, dan hal ini mempengaruhi kondisi hormonal juga. Baik obesitas maupun berat badan yang rendah akan mengakibatkan gangguan pada siklus menstruasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Eating disorders&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Akhir-akhir ini semakin banyak wanita yang terjerumus ke anorexia, bulimia dan orthorexic nervosa, yaitu penyimpangan pola makan akibat ingin tubuh langsing dan--untuk yang terakhir-terlalu terobsesi ingin hidup sehat sempurna. Penyimpangan pola makan ini yang menyebabkan gangguan pada siklus bulanan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
Kerja kasar/latihan berat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Wanita yang melakukan kerja kasar seperti tukang bangunan, kuli barang dan juga mereka yang melakukan olahraga-olahraga berat berisiko mendapatkan menstruasi yang tidak teratur, bahkan bisa sama sekali tidak mendapatkan menstruasi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menyusui&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menyusui bisa menjadi penyebab seorang wanita tidak lagi mendapatkan menstruasi. Para wanita yang terus menyusui sampai lebih dari satu tahun setelah kelahiran bayinya, cenderung tidak rutin mendapatkan menstruasi. Namun hal ini bukan berarti Anda tidak bisa hamil selama tidak mendapatkan menstruasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Stress&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tekanan atau stres pada diri seorang wanita bisa mengganggu kinerja hormon metabolisme wanita tersebut sehingga menstruasi menjadi tidak teratur dan juga bermasalah, seperti pre menstruation syndrom(PMS) yang sangat parah hingga menstruasi yang terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
Perawatan kesehatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Siklus menstruasi juga bisa terganggu karena penyakit, metode pengendalian kehamilan, masalah hormonal, konsumsi obat tertentu dan berbagai masalah kesehatan lainnya yang menyebabkan hormon tubuh terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Anda mengalami salah satu penyebab di atas dan ingin siklus menstruasi Anda kembali normal, konsultasikan keadaan Anda pada dokter yang terkait.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;Lihat yg lebih 'menarik' di sini !&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-1065838731302726715?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=aOSjoGf8jp8:IO5689W9a0g:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/aOSjoGf8jp8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/1065838731302726715/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2012/01/terlambat-haid-belum-tentu-hamil.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/1065838731302726715?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/1065838731302726715?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/aOSjoGf8jp8/terlambat-haid-belum-tentu-hamil.html" title="Terlambat Haid, Belum Tentu Hamil" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-qU31bgMRDhg/TgLHXKp1LFI/AAAAAAAAATY/4VT42KUeEpU/s72-c/haid_123rf.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2012/01/terlambat-haid-belum-tentu-hamil.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4BSH4zeip7ImA9WhRWEUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-1782671751945515870</id><published>2011-12-29T14:48:00.001+07:00</published><updated>2011-12-29T14:49:19.082+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-29T14:49:19.082+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak" /><title>Ajari Si Kecil Mengucap Terima Kasih</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.tiket-pesawat-murah.web.id/2011/12/ajari-si-kecil-mengucap-terima-kasih.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Memiliki anak yang pandai dan santun menjadi impian setiap orangtua. Namun, mendidik anak untuk bersikap santun tidaklah mudah.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="No thumbnail found for this image." src="http://indogambar.com/images/8101108405p_tn.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sopan  santun sudah selayaknya diajarkan sejak dini agar menjadi kebiasaan  bagi si kecil. Salah satu sopan santun yang paling mudah untuk dilakukan  adalah mengucapkan terima kasih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski sebenarnya mudah, namun  kenyataannya kata-kata ini sangat jarang diucapkan anak-anak zaman  sekarang. Kata-kata ini dianggap biasa, padahal ucapan terima kasih  punya arti dan makna mendalam. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan  untuk membuat anak-anak tak segan mengucapkan terima kasih:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Beri contoh&lt;/b&gt;.  Anak adalah peniru ulung, maka sebaiknya berikanlah semua contoh baik  kepada anak-anak termasuk juga mengucapkan terima kasih. Sebuah studi  menyatakan bahwa anak-anak meniru setidaknya 25 persen perkataan orang  yang sering didengarnya. Biasakan anak mendengar kata "tolong" dan  "terima kasih" setiap harinya pada berbagai kondisi.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
2. Jelaskan artinya&lt;/b&gt;.  Sebagian besar anak-anak hanya kenal mengucapkan "terima kasih" sebagai  formalitas setelah diberi bantuan atau pada beberapa kondisi tertentu.  Sebaiknya beri pengertian anak-anak akan arti kata-kata tersebut dan apa  pengaruhnya bagi orang yang mendengarkan. Setelah mengerti arti kata  tersebut maka anak-anak dapat lebih menghargai orang lain dan  mengucapkannya dengan tulus.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
3. Gambarkan perasaan si pendengar. &lt;/b&gt;Ajak  anak untuk membayangkan dan mengalami sendiri berbagai perasaan yang  diakibatkan dari ucapan tersebut. Ajak mereka untuk membayangkan betapa  senangnya dan bahagianya perasaan seseorang mendengar ucapan tersebut  karena perbuatan mereka dihargai.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
4. Ekspresi rasa syukur.&lt;/b&gt;  Jelaskan juga kepada anak-anak, bahwa dengan mengucapkan terima kasih,  anak-anak secara tidak langsung juga mengekspresikan rasa syukur pada  Tuhan atas semua berkahnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-1782671751945515870?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=SXzhFnP7MyE:kh_bJuNsbdY:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/SXzhFnP7MyE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/1782671751945515870/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2011/12/ajari-si-kecil-mengucap-terima-kasih.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/1782671751945515870?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/1782671751945515870?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/SXzhFnP7MyE/ajari-si-kecil-mengucap-terima-kasih.html" title="Ajari Si Kecil Mengucap Terima Kasih" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2011/12/ajari-si-kecil-mengucap-terima-kasih.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkIEQHc6cSp7ImA9WhRWEE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-8137802227654702738</id><published>2011-12-27T23:47:00.001+07:00</published><updated>2011-12-27T23:48:21.919+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-27T23:48:21.919+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pertumbuhan" /><title>Ternyata Bayi mempelajari tata bahasa sejak lahir</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ketika berbicara mengenai bayi Anda, Anda sering dikejutkan melihat bagaimana mereka belajar memahami dari ekspresi raut wajah mereka. Jangan kaget, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa bayi ternyata belajar tata bahasa sejak mereka dilahirkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-hNhtow6Sl8s/TvnvXrpdZiI/AAAAAAAAHrA/GDmaFqqVxzQ/s1600/1.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti dikutip dari Daily mail, para peneliti menemukan bahwa di tahun pertama, para bayi akan mendengarkan secara dekat dan membangun pola kata-kata. "bayi selalu melihat tanda dalam konteks pernyataan dan suara," kata Professor Jill Lany dari Universitas Notre Dame.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut penelitiannya, ada beberapa petunjuk mengejutkan dalam aliran suara itu bahwa hal itu membantu bayi mempelajari makna kata-kata. "Mereka dapat membedakan tipe dari kata kerja dan kata benda dari sebuah informasi pada aliran suara mereka," ungkapnya menjelaskan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia menemukan bahwa anak berusia satu tahun itu dapat mengenali petunjuk tata bahasa untuk menduga hubungan dari kata yang digunakan bicara. Seperti memahami kata kata "ini" sebagai kata benda.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika anda memberitahu bayi anda kalimat "Lihat, ini makananmu," Anak anda tak akan mengerti makanan apa itu. Tetapi, ia tahu sebuah tanda dari kata "ini" dan memahami bahwa "makanan" adalah sebuah objek. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sama seperti seseorang mengatakan kata 'saya makan'. Prinsip yang sama juga bekerja dengan gestur dan pola kata-kata yang mengindikasikan kata kerja," ia menjelaskan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para bayi menggunakan pola ini sebagai petunjuk untuk memahami kata baru yang mereka pelajari. pada usia 15 bulan, mereka dapat melacak lebih banyak tata bahasa yang kompleks.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kami sering berpikir bahwa anak-anak akan mempelajari tata bahasa setelah mempelajari kata-kata.Tetapi kenyataannya, penelitian saya menunjukan bahwa semua informasi yang diperoleh di tahun pertama untuk seorang bayi adalah bagaimana kata-kata itu digunakan dalam bahasa. Inilah yang mendukung proses belajar mempelajari kata-kata sebelum menguasai bahasa," tambahnya.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;img alt="" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5659259568870731846-7034785710884040432?l=mypotik.blogspot.com" width="1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;Lihat yg lebih 'menarik' di sini !&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-8137802227654702738?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=zl29AmV9kH0:KUFCHWdYz5A:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/zl29AmV9kH0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/8137802227654702738/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2011/12/ternyata-bayi-mempelajari-tata-bahasa.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/8137802227654702738?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/8137802227654702738?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/zl29AmV9kH0/ternyata-bayi-mempelajari-tata-bahasa.html" title="Ternyata Bayi mempelajari tata bahasa sejak lahir" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-hNhtow6Sl8s/TvnvXrpdZiI/AAAAAAAAHrA/GDmaFqqVxzQ/s72-c/1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2011/12/ternyata-bayi-mempelajari-tata-bahasa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkUDQXc4cCp7ImA9WhRWEE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-2600849608506526632</id><published>2011-12-27T23:44:00.000+07:00</published><updated>2011-12-27T23:44:30.938+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-27T23:44:30.938+07:00</app:edited><title>Kulit Balita Terus Melepuh Karena Penyakit 'Sayap Kupu-kupu'</title><content type="html">&lt;div style="text-align:justify"&gt;Ponchatoula, Louisiana&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;, Rasa sakit tak pernah berakhir dirasakan Tripp Roth, balita yang baru berusia 2 tahun. Ia hidup lebih lama dari prediksi dokter karena penyakit fatal yang telah merengkut penglihatan, kemampuan bicara dan membuat kulitnya terus melepuh. Tripp menderita penyakit epidermolisis bulosa yang membuat kulitnya serapuh sayap kupu-kupu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align:justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align:justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align:justify"&gt;&lt;img src="http://images.detik.com/albums/detikhealth/2009/07/content/tripp.jpg" border="0" height="106" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align:justify"&gt;Melihat senyum balita yang lucu tentu akan membuat Anda gemas dan ingin mencubitnya. Namun hal itu tidak bisa dilakukan pada Tripp Roth (2 tahun). Wajah dan tangan balita kecil ini selalu melepuh dan mengalami lecet bila terkena sentuhan sejak usianya belum genap 1 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align:justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align:justify"&gt;Memiliki kulit rapuh seperti sayap kupu-kupu membuat Tripp harus menghabiskan hidupnya dengan terbungkus perban. Layaknya sayap kupu-kupu yang rusak bila disentuh, kulit Tripp bisa lecet hanya karena sentuhan kecil. Bahkan gesekan dari pakaian sendiri bisa menyebabkan kulitnya melepuh dan luka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align:justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align:justify"&gt;Tripp terlahir dengan epidermolisis bulosa, kelainan genetik yang mempengaruhi 1 dari 50.000 orang. Kelainan genetik langka ini membuat kulit kehilangan unsur protein yang sangat penting dan berfungsi untuk mengikat. Kondisi ini membuat kulit mudah terluka ketika disentuh, persis seperti ketika Anda menyentuh sayap kupu-kupu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;Lihat yg lebih 'menarik' di sini !&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-2600849608506526632?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=K_mr_6WU51c:9Wnqw82JOLE:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/K_mr_6WU51c" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/2600849608506526632/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2011/12/kulit-balita-terus-melepuh-karena.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/2600849608506526632?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/2600849608506526632?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/K_mr_6WU51c/kulit-balita-terus-melepuh-karena.html" title="Kulit Balita Terus Melepuh Karena Penyakit 'Sayap Kupu-kupu'" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2011/12/kulit-balita-terus-melepuh-karena.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkEARHw5cSp7ImA9WhRXEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-3733259733159056175</id><published>2011-12-19T14:09:00.001+07:00</published><updated>2011-12-19T14:10:45.229+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-19T14:10:45.229+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehamilan" /><title>Kehamilan Pada Tiga Bulan (Trimester) Pertama</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://feedproxy.google.com/%7Er/Seksualitas/%7E3/lOZjnKojp9k/kehamilan-trimester-pertama.htm"&gt;&lt;/a&gt;Kehamilan adalah salah satu titik dalam kehidupan yang dinanti-nantikan oleh setiap pasangan suami istri. Agar bisa hamil, seorang wanita hendaknya mempersiapkan diri dengan tubuh yang sehat. Hentikan kebiasaan menghisap rokok, minum minuman beralkohol dan mengkonsumsi obat-obatan yang tidak penting. Sedangkan dari pihak lelaki juga harus ikut menjaga kesehatan agar sel sperma yang dihasilkan tidak mengalami cacat sel dan berada dalam jumlah yang cukup untuk mampu membuahi sel telur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="masa kehamilan trimester pertama" height="400" src="http://www.seksualitas.net/wp-content/uploads/2011/12/kehamilan-trimester-pertama-281x300.jpg" title="kehamilan trimester pertama" width="375" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sangat disarankan bagi pasangan muda untuk melakukan konsultasi genetik terlebih dulu sebelum memutuskan ingin hamil. Hal ini berguna untuk mengetahui kemungkinan riwayat penyakit menurun yang diberikan oleh silsilah keluarga dari kedua belah pihak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa penyakit yang biasanya diturunkan antara lain hemofili, fibrosis kistik dan perbedaan jenis golongan darah Rhesus. Setelah yakin kedua belah pihak dalam kondisi sehat, Anda bisa melanjutkan program memiliki anak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan kehamilan pada tiga bulan &lt;b&gt;(trimester) pertama&lt;/b&gt; dapat dijelaskan sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pembuahan Sel Telur Oleh Sel Sperma&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses kehamilan diawali dengan hubungan seksual antara suami dan isteri. Pada saat melakukan hubungan seksual, jutaan sel sperma lelaki masuk melalui liang vagina dan bergerak mencapai tuba falopi. Salah satu dari jutaan sel sperma akan membuahi satu sel telur yang dihasilkan oleh setiap wanita yang mengalami proses ovulasi setiap bulan. Pada saat sebuah sel sperma berhasil membuahi sel telur, maka secara alami akan terjadi perubahan kimiawi yang mencegah sel sperma lainnya memasuki sel telur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sel sperma yang telah berhasil membuahi sel telur akan terurai ke dalam sel telur. Inti sel sperma akan menyatu dengan kode genetik sel telur yang sudah dibuahi. Pada saat inilah wanita mulai menampakkan tanda-tanda kehamilan. Suhu tubuh basal seorang wanita akan mengalami peningkatan dari kondisi biasanya. Secara sederhana, suhu basal adalah temperatur tubuh seorang wanita pada saat baru bangun tidur di pagi hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Perkembangan Sel Telur Yang Telah Dibuahi Menjadi Morula&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Janin yang dikandung seorang wanita memiliki jenis kelamin berdasarkan 46 kromosom yang tersusun dalam gen. Gen adalah sifat dasar yang diturunkan manusia kepada anak cucunya. Sel sperma manusia laki-laki mengandung kromosom X dan Y. Sedangkan sel telur wanita memiliki kromosom X saja. Pertemuan sel telur dan sperma akan menghasilkan janin laki-laki bila sel sperma membawa kromosom Y. Sebaliknya, bila sperma laki-laki membawa kromosom X maka akan menghasilkan janin dengan jenis kelamin perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma, maka sel telur akan membelah menjadi dua sel, lalu empat sel, delapan sel dan seterusnya. Bersamaan dengan proses pembelahan ini, sel telur mulai bergerak dari tuba falopi menuju rahim. Makin lama pembelahan sel menghasilkan makin banyak sel. Pada saat sel telur yang telah dibuahi memiliki minimal 30 sel hasil pembelahan, maka kondisi ini disebut berada dalam tahap morula. Morula adalah fase pembelahan sel telur yang telah dibuahi oleh sel sperma dan berbentuk menyerupai segerombol buah anggur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Terbentuknya Embrio dan Dimulainya Proses Kehamilan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuh hari setelah terjadinya pembuahan (fertilisasi) dalam tubuh wanita, maka morula akan tertanam dalam rahim seorang wanita. Para ahli bidang kesehatan telah sepakat bahwa tahap ini sudah dapat disebut sebagai kehamilan. Pematangan kelompok sel tersebut akan membentuk blastokista dan mempengaruhi perubahan siklus alami dalam tubuh wanita. Siklus wanita yang terhenti dalam fase ini antara lain menstruasi atau datang bulan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kurun waktu beberapa minggu pada awal terjadinya kehamilan, calon bayi akan tumbuh dan berkembang dengan pesat. Setiap hari terjadi pembelahan sel sampai akhirnya terbentuk embrio sebagai cikal bakal janin. Perkembangan kehamilan pada trimester pertama berkembang sangat cepat dan ini berpengaruh pula pada tanda-tanda kehamilan. Misalnya mual di pagi hari, sensitif yang berlebihan kepada bau tertentu, keinginan makan makanan asam, sering buang air kecil dan pembengkakan payudara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika beberapa tanda-tanda awal kehamilan di atas sudah Anda alami, selamat Anda telah mengalami kehamilan dan sebentar lagi menjadi seorang ibu. Masa kehamilan pada tiga bulan pertama kerapkali menimbulkan stress pada wanita. Anda bisa mengurangi dampak perubahan ini dengan banyak berkonsultasi dengan para pakar kebidanan maupun berbagi cerita dengan ibu-ibu yang pernah mengalami kehamilan pertama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan lupa menjaga kesehatan tubuh pada masa kehamilan trimester pertama ini dengan makan makanan bergizi dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Harap diingat, Anda sekarang telah berbadan dua dan memerlukan kehati-hatian ekstra dalam menjaga kondisi tubuh agar selalu sehat dan bugar. Selamat menjelang masa kehamilan!&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;Lihat kehamilan yg lebih 'menarik' di sini !&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-3733259733159056175?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=HVT-NTz84ss:qSvshkM7HbQ:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/HVT-NTz84ss" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/3733259733159056175/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2011/12/kehamilan-pada-tiga-bulan-trimester.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/3733259733159056175?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/3733259733159056175?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/HVT-NTz84ss/kehamilan-pada-tiga-bulan-trimester.html" title="Kehamilan Pada Tiga Bulan (Trimester) Pertama" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2011/12/kehamilan-pada-tiga-bulan-trimester.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0MFRn08fip7ImA9WhRXEUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-2321216439942277102</id><published>2011-12-17T17:50:00.001+07:00</published><updated>2011-12-17T17:56:57.376+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-17T17:56:57.376+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehamilan" /><title>Otak Wanita Mengecil Saat Hamil</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan hanya anggota tubuh seperti perut dan ukuran badan yang  berubah saat kehamilan. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ukuran otak  perempuan juga mengecil saat hamil. Benarkah ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-_Y78Ty3DJoA/TuhlNVmwuCI/AAAAAAAAIII/fDn1l4lTmEs/s400/wanita-hamil.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://kotakhitamdunia.blogspot.com/" name="more"&gt;&lt;/a&gt;Penelitian menunjukan bahwa, otak perempuan menciut  sebanyak empat persen selama masa kehamilan. tulah yang menjadi alasan  mengapa ia mengatakan, tidak ada otak yang unisex.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu  perbedaannya adalah otak perempuan menciut selama hamil. Akibat  perubahan tersebut perempuan hamil cenderung menurun daya ingat dan daya  pikirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, perempuan juga tidur lebih banyak  selama hamil. Ini terjadi karena hormon progesteron yang membuat kantuk,  meningkat sampai 30 kali lipat selama delapan pekan pertama kehamilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun  tak perlu khawatir karena semua perubahan kondisi itu hanya berlangsung  sementara. "Kondisinya akan normal lagi enam bulan setelah kelahiran,"  kata Brizendine yang juga pakar psikiatri saraf dari Universitas  California San Francisco Amerika Serikat.&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt; Lihat ibu hamil yg lebih 'menarik' di sini !&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-2321216439942277102?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=F-dCAH6VVFU:m5cENvskKhM:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/F-dCAH6VVFU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/2321216439942277102/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2011/12/otak-wanita-mengecil-saat-hamil.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/2321216439942277102?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/2321216439942277102?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/F-dCAH6VVFU/otak-wanita-mengecil-saat-hamil.html" title="Otak Wanita Mengecil Saat Hamil" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-_Y78Ty3DJoA/TuhlNVmwuCI/AAAAAAAAIII/fDn1l4lTmEs/s72-c/wanita-hamil.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2011/12/otak-wanita-mengecil-saat-hamil.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0cNQ3oycSp7ImA9WhRXEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-6483874066703217959</id><published>2011-12-16T14:03:00.001+07:00</published><updated>2011-12-16T14:04:52.499+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-16T14:04:52.499+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigi" /><title>Gigi Berlubang di Cabut Atau di Tambal ?</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/08/18/1507483620X310.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Rasa nyeri dan berdenyut-denyut akibat sakit gigi memang sungguh menjengkelkan. Mencabut gigi sering dianggap sebagai solusi untuk mengenyahkan sakit pada gigi, padahal dalam kondisi tertentu gigi masih bisa diselamatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit terus-menerus pada gigi, termasuk saat mengunyah atau peka terhadap makanan, merupakan tanda abses gigi. Bisa juga disertai demam, pembengkakan kelenjar limfa di leher, dan tubuh terasa tidak enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abses gigi biasanya disebabkan karena gigi berlubang tidak dirawat dengan baik dan benar. Abses terjadi jika pulpa sebuah gigi terinfeksi bakteri sehingga pulpa membengkak dan meradang. Pembuluh darah dalam pulpa membesar dan menekan saraf sehingga terasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengurangi rasa sakit, sebelum ke dokter gigi, berkumur dengan air garam yang dilarutkan dalam segelas air hangat bisa mengurangi rasa sakit. Terkadang pencabutan merupakan satu-satunya cara untuk mengatasi abses gigi, tetapi dokter gigi umumnya lebih suka mempertahankan gigi dengan melakukan penambalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Infeksi gigi pada anak-anak juga tidak selalu harus dicabut. "Tergantung pada infeksinya dan kebersihan mulutnya. Jika infeksinya sudah luas dan tidak bisa ditolong maka harus dicabut," kata drg Eky Soeria Soemantri, Sp Ortho (K), Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menjelaskan, pencabutan gigi pada anak bisa membuat gigi yang tumbuh berikutnya tidak rata. "Hal ini bisa dicegah dengan penggunaan alat khusus untuk menjaga pergerakan gigi," ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mencegah infeksi gigi, ia mengingatkan pentingnya kebersihan gigi dengan cara menyikatnya secara saksama dua kali sehari dan kontrol teratur ke dokter gigi. "Infeksi gigi bisa mengganggu tumbuh kembang anak karena sebagian tenaganya dipakai untuk melawan infeksi itu. Penyerapan nutrisinya juga bisa terganggu jika giginya sakit," paparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;Lihat gigi yg lebih 'menarik' di sini !&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-6483874066703217959?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=SU5lgJxq4qI:UFgzljjeVTo:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/SU5lgJxq4qI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/6483874066703217959/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2011/12/gigi-berlubang-di-cabut-atau-di-tambal.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/6483874066703217959?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/6483874066703217959?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/SU5lgJxq4qI/gigi-berlubang-di-cabut-atau-di-tambal.html" title="Gigi Berlubang di Cabut Atau di Tambal ?" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2011/12/gigi-berlubang-di-cabut-atau-di-tambal.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A04GQ3w_fCp7ImA9WhRQFU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-4764445301319383082</id><published>2011-12-11T00:57:00.001+07:00</published><updated>2011-12-11T00:58:42.244+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-11T00:58:42.244+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak" /><title>Balita Masturbasi ? Ambilah Tindakan Ini...</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orangtua biasanya kaget ketika melihat si kecil melakukan masturbasi  karena mengira hal tersebut hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa.  Kenapa ada balita yang senang melakukan masturbasi? Anak-anak kecil yang  melakukan masturbasi memiliki alasan yang sama dengan orang dewasa,  yaitu mendapatkan kenikmatan tersendiri serta ingin mengeksplorasi  bagian tubuhnya terutama alat kelaminnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div dir="ltr"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" style="margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="343" src="http://1.bp.blogspot.com/-9pLhwYUyBu8/TkQKPxUQuyI/AAAAAAAACNM/yN-vogbQMys/s400/anak-ketauan-mastrubasi.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="400" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;Memarahi dan menghukum anak bukanlah jalan keluar terbaik, cobalah bina komunikasi yang baik dengan anak&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Karena pada usia tertentu terutama saat balita, alat kelamin menjadi  lebih peka terhadap suatu rangsangan sehingga memberikan sensasi  tersendiri yang menyenangkan bagi anak. Namun masturbasi yang dilakukan  oleh balita bukan didasari oleh fantasi seksual atau pikiran yang kotor,  tapi hanya untuk mendapatkan reaksi alamiah dengan mengeksplorasi alat  kelaminnya yang menjadi lebih peka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti dikutip dari Babycenter, jika orangtua melihat  anaknya melakukan masturbasi, maka sebaiknya tidak langsung memarahi  atau menghukum si anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk mengatasinya, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jangan panik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Meskipun melihat anak balita menyentuh alat kelaminnya akan membuat  orangtua merasa tak nyaman, tapi tak perlu panik. Karena masturbasi pada  anak-anak tidaklah berhubungan dengan seks, dan anak belum mengerti  tentang seks. Karenanya orangtua tidak perlu memarahi atau menghukum  anaknya jika tertangkap sedang melakukan masturbasi. Karena hukuman akan  membuat anak melakukan hal ini secara sembunyi-sembunyi dan menimbulkan  rasa bersalah yang mendalam pada diri si anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengalihkan perhatiannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Meskipun masturbasi pada balita adalah hal yang normal, tapi hal ini  akan menjadi sesuatu yang tidak pantas jika dilakukan di depan umum.  Karenanya cobalah untuk mengalihkan perhatiannya, misalnya dengan  mengajaknya bermain di luar rumah atau memberinya permainan yang  mengharuskannya untuk menggunakan tangan misalnya mainan balok kayu,  melempar bola atau permainan lain. Sehingga hal ini akan membuat tangan  anak keluar dari celana serta mengalihkan pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lihatlah reaksi dari orangtua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Percaya atau tidak, reaksi orangtua terhadap anaknya yang melakukan  masturbasi bisa membuat anak merasa sangat bersalah dan menganggap hal  yang dilakukannya adalah kotor, nakal dan menjijikkan. Hal ini akan  membuat anak berpikir perasaan seksual akan selalu berhubungan dengan  rasa bersalah dan malu, serta ada kemungkinan anak mengalami hambatan  seksual saat dewasa nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berikan perhatian lebih pada anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Memberikan perhatian lebih terutama dengan meningkatkan kontak fisik  akan membantu mengurangi perilaku masturbasi yang dilakukan anak. Karena  kontak fisik seperti pelukan, ciuman dan rangkulan dari orangtua akan  memberikan anak rasa nyaman, untuk itu pastikan anak mendapatkan kasih  sayang yang cukup dari orangtua setiap harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berikan batasan pada anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Usahakan untuk memberi pengertian pada anak bahwa aktivitas yang  dilakukannya tersebut bersifat sangat pribadi, sehingga anak tidak boleh  melakukannya di depan umum kecuali di kamar mandi atau kamar tidur.  Selain itu beritahu pada anak bahwa sebagian tubuhnya bersifat pribadi,  yang berarti tidak ada seorang pun kecuali dirinya, orangtua dan dokter  yang boleh menyentuhnya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6315705108454311146-8350309912124863719?l=kotakhitamdunia.blogspot.com" width="1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;Lihat yg lebih 'menarik' di sini !&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-4764445301319383082?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=hl9uV3p1kh8:8vsGztwA4ok:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/hl9uV3p1kh8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/4764445301319383082/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2011/12/balita-masturbasi-ambilah-tindakan-ini.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/4764445301319383082?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/4764445301319383082?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/hl9uV3p1kh8/balita-masturbasi-ambilah-tindakan-ini.html" title="Balita Masturbasi ? Ambilah Tindakan Ini..." /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-9pLhwYUyBu8/TkQKPxUQuyI/AAAAAAAACNM/yN-vogbQMys/s72-c/anak-ketauan-mastrubasi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2011/12/balita-masturbasi-ambilah-tindakan-ini.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUACQ3w-cSp7ImA9WhRQEUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-6204161702661787365</id><published>2011-12-06T16:28:00.001+07:00</published><updated>2011-12-06T16:29:22.259+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-06T16:29:22.259+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak" /><title>Cara Menghadapi Anak yang Gemar Berbelanja</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anak balita sering menginginkan semua hal yang dilihatnya di lingkungan sekitar, misalnya karena melihat teman-temannya memilikinya, atau hasil nonton televisi. Berdasarkan Asosiasi Industri Mainan di Amerika, penjualan mainan anak bisa mencapai Rp 177.300 milyar pada tahun 2010. Anak-anak masa kini sudah lebih pandai menempatkan dirinya sebagai konsumen, dan anak-anak berusia 4-12 tahun bisa menghabiskan Rp 8 milyar dalam setahun untuk membeli makanan siap saji, pakaian, dan mainan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;img height="290" src="http://us.images.detik.com/content/2011/11/28/1141/womankids.jpg" style="padding-bottom: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 8px;" width="362" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;
Yang menjadi masalah adalah ketika anak merengek jika permintaannya tidak dipenuhi. Hal ini bisa menjadi sebuah dilema. Jika Anda terus-menerus memenuhi semua kebutuhannya,anak akan menjadi manja dan Anda menghamburkan uang. Sedangkan jika tak dipenuhi maka rengekan bahkan tangisannya akan terus terdengar. Jadi, bagaimana cara menghadapi rengekan anak seperti ini..!? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dampingi ketika melihat iklan. Televisi merupakan salah satu penyebab mengapa anak-anak merengek tentang mainan dan meminta Anda membelikannya. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya Anda membatasi waktu anak untuk menonton tayangan di TV. Namun, ini bukanlah satu-satunya cara untuk mengatasinya, karena ada juga iklan yang bisa mendidik anak. Beri pengertian kepada anak, dan diskusikan baik-buruknya produk tersebut, agar anak bisa memilih dengan baik apa yang diinginkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Tidak terpengaruh rengekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu berbelanja bersama anak seringkali jadi saat yang kurang menyenangkan karena Anda harus mengeluarkan uang lebih untuk memenuhi keinginannya. Kini, begitu banyak toko dan restoran yang menjual paket makanan dan mainan yang bisa "menggoda" anak. Hal ini berakibat tak ada lagi tempat "aman" bagi orangtua untuk menghindari rengekan anak. Untuk mengatasinya, buat jadwal kapan Anda berbelanja tanpa anak-anak. Ketika cara ini pun tak bisa dilakukan, maka Anda harus berpegang teguh pada janji Anda untuk tak memenuhi keinginannya di luar daftar belanja. Ya, sekalipun karena itu anak jadi menangis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;img height="526" src="http://www.parenting.co.id/images/article/04/001/003/93/P" style="padding-bottom: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 8px;" width="300" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt; Agar anak tak terbiasa meminta jajanan atau mainan, kuncinya adalah membangun kebiasaan anak untuk berhemat dengan tidak selalu membeli barang baru ketika ikut berbelanja. "Adalah hal yang terpenting untuk mendidik anak sejak dini untuk tak terbiasa membeli barang baru. Sejak anak-anak kecil, saya tak pernah membelikannya berbagai barang yang tak perlu. Jadi pada titik ini, anak-anak akan terbiasa dengan cara orangtua untuk tidak membelikan berbagai barang yang tak dibutuhkannya," ( ungkap Juliet Schor, penulis buku Born to Buy. )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ajarkan menentukan prioritas. Setiap keluarga pasti memiliki aturan tersendiri dalam keuangan. Sangat penting bagi anak untuk mengetahui cara Anda mengatur keuangan. Hal ini sebaiknya dikenalkan sejak balita. Ketika berada di sebuah toko dan ia merengek meminta mainan, dari pada memarahinya lebih baik Anda tunjukkan barang lain yang bisa dibelinya sambil menjelaskan mengapa benda tersebut lebih layak dibeli. Misalnya, membeli buku bacaan. Jelaskan juga pentingnya menyimpan uang untuk tujuan jangka panjang. Anak mungkin belum mengerti manfaatnya, namun jika penjelasan ini sering dilakukan dan dilihatnya, perlahan ia akan mulai memahami pentingnya uang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ajak menabung. Ketika anak sudah lebih besar, sebaiknya ajarkan tentang pentingnya menabung. Misalnya ketika ingin membeli sebuah mainan, ajarkan dia untuk membelinya dari tabungannya sendiri. Saat berada dalam sebuah kesempatan spesial, tak ada salahnya untuk menghadiahinya uang untuk dibelanjakan sesuai keinginannya. Namun, beri beberapa masukan untuk menghabiskan uangnya tersebut.Misalnya, mana yang lebih baik: membeli makanan atau mainan? Mana yang akan lebih tahan lama, dan bisa dinikmatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Beri penjelasan. Ketika anak-anak menginginkan sesuatu, dengarkan alasannya dengan seksama. Ketika Anda memutuskan untuk tak memenuhinya, berikan juga penjelasan yang tepat. Jangan pernah menolak permintaan anak tanpa memberikan alasan yang tepat mengapa Anda menolaknya. Hal itu akan membuatnya merasa Anda adalah orangtua yang arogan dan tidak menghargai mereka.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;img height="323" src="http://www.surya.co.id/wp-content/uploads/2008/12/belanja-dengan-anak.jpg" style="padding-bottom: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 8px;" width="333" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalau artikel diatas bermanfaat, lebih baik anda berlangganan di bawah ini : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;form action="http://www.feedblitz.com/feedblitz.exe?BurnUser" method="post"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;label for="email"&gt;Enter your email to subscribe:&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;
&lt;input id="email" maxlength="255" name="email" size="26" type="text" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;input type="submit" value="Subscribe me!" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;input name="uri" type="hidden" value="http://feeds.feedburner.com/IkatanDokterAnakIndonesia" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div id="poweredByFeedBlitz"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Powered by &lt;a href="http://www.feedblitz.com/"&gt;FeedBlitz&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-6204161702661787365?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=3tclBUxEJzk:YbFMwneuL7I:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/3tclBUxEJzk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/6204161702661787365/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2011/12/cara-menghadapi-anak-yang-gemar.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/6204161702661787365?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/6204161702661787365?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/3tclBUxEJzk/cara-menghadapi-anak-yang-gemar.html" title="Cara Menghadapi Anak yang Gemar Berbelanja" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2011/12/cara-menghadapi-anak-yang-gemar.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUEARXY8eCp7ImA9WhRQEUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-6751151914613849506</id><published>2011-12-06T16:22:00.001+07:00</published><updated>2011-12-06T16:27:24.870+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-06T16:27:24.870+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak" /><title>Trik Mengajak si Kecil Berolahraga</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img height="263" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTM8S3JepeGXxWDpiWUClj94LxBcJneyCkOeixCt6se54rPuwM8I56SzhDV" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Jakarta,Anak kecil jaman sekarang lebih suka menonton televisi atau main komputer ketimbang bergerak dan olahraga. Tapi ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengajak si kecil beraktivitas fisik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurangnya aktivitas fisik ditambah dengan buruknya pola makan memicu terjadinya obesitas sejak masa anak-anak. Jika tidak segera dicegah maka obesitas ini dapat menjadi faktor risiko dari berbagai macam penyakit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak-anak terjebak dalam kebiasaan kurang aktivitas, maka ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengajak si kecil beraktivitas fisik, seperti dikutip dari Lifemojo, Jumat (2/12/2011) yaitu: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Mengontrol waktu untuk menonton televisi&lt;br /&gt;
Pastikan orangtua memberi batasan waktu anak menonton televisi sehari-hari, yaitu sekitar 1-2 jam sehari sudah cukup untuk hiburan. Sebaiknya hindari meletakkan televisi di kamar tidur, tapi cukup di ruang keluarga atau ruang bersama saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peletakan televisi di kamar anak, sangat tidak baik menurut saya. Karena kita sebagai orangtua tidak bisa mengontrol dan mengawasi apa yang dia tonton. Dan biasanya, si anak jadi males belajar karena pengennya nonton acara televisi tersebut. Selain males belajar, juga males untuk keluar kamar, karena pasti dia merasa nyaman di kamar seharian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Berikan video permainan yang mengharuskan anak bergerak&lt;br /&gt;
Jangan berikan video permainan yang hanya menyuruh anak-anak duduk di depan televisi atau komputer saja, tapi berikan permainan yang menuntut mereka untuk bergerak saat bermain seperti Wii.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila di rumah ada Play Station atau Wii atau Game PC, sebisa mungkin pilihlah game yang memungkinkan anak bergerak. Seperti Game dance&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://us.images.detik.com/content/2011/08/20/764/olahraga-anak-2-ts-dpn.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Untuk anak yang masih Balita, diusahakan ajak dan temenin dia saat bermain &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Berjalan kaki ke sekolah&lt;br /&gt;
Jika sekolah dekat dari rumah, maka tidak perlu diantar dengan mobil atau motor sehingga memberi kesempatan pada anak untuk bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naaah..., kalo ini pengalaman saya pribadi dulu waktu masih SD, ke sekolah jalan kaki rame-rame ama temen2&amp;nbsp; Jarak sekitar 1 KM PP Capeeek sih..., tapi menyehatkan dan menyenangkan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Berikan contoh sebagai orangtua yang senang berolahraga&lt;br /&gt;
Anak-anak selalu melihat orangtua sebagai role model, jika orangtua lebih sering duduk di sofa dan jarang bergerak maka anak akan mengikuti. Tapi jika anak melihat orangtua senang dan menikmati kegiatan fisik maka anak akan melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diawali dari kita sebagai orang tua&lt;br /&gt;
Saya biasanya melakukan gerakan olah raga kecil dirumah, seperti peregangan otot tangan dan kaki. Kalo di luar rumah, waktu jalan2 ama si kecil, biasanya saya ajak lari.... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://nurul071644249.files.wordpress.com/2010/01/olahraga.jpeg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
5. Memasukkan olahraga sebagai agenda keluarga&lt;br /&gt;
Melakukan olahraga atau aktivitas fisik bersama-sama akan membuat anak semakin termotivasi untuk mengikuti, mulailah dengan mengagendakan seminggu sekali berolahraga bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
setiap weekend bisa dijadikan pilihan yang tepat. Kebetulan saya 5 hari kerja , jadi bisa Sabtu atau minggu kita ke pantai, selain olahraga lari2 di sana, sekalian refreshing . Kadang juga maen ke Alun-alun (Jogjakarta) buat lari2 pagi disana, terus sekalian cari sarapan bubur ayam. Maknyuooozzz...... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Melakukan beberapa tugas rumah tangga bersama-sama&lt;br /&gt;
Beberapa tugas rumah tangga adalah cara yang bagus membuat tubuh berkeringat, seperti membersihkan kamar, mencuci mobil bersama atau bersih-bersih rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luangkan waktu setiap hari untuk membersihkan rumah. Yang saya lakuin biasanya menyapu dan mengepel lantai . Ajak si kecil untuk menyapu. Awal-awalnya sih dia malah bikin kacau.... kotoran-kotoran malah diobrak-abrik pake sapu ....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Kadang kala saya suruh bantu beres2 kamar, dianya angkatin bantal guling, narikin sprei. Atau beresin maenan dia.&lt;br /&gt;
*namanya juga anak kecil * &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Memberi kado ulang tahun yang berhubungan dengan olahraga&lt;br /&gt;
Banyak orangtua yang memberikan kado berupa mainan atau video permainan, tapi cobalah memberi kado berbeda seperti sepatu olahraga, sepatu sepakbola atau bola basket.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak saya paling demen tuh ama bola (sepak bola). Lari kesana-kemari nendangin bola . Saya biarin aja, sambil diawasin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Mencari kegiatan yang disukai anak&lt;br /&gt;
Anak-anak akan melakukan sesuatu sesuatu yang ia sukai atau senangi dengan lebih bersemangat, pilihlah kegiatan yang disenangi si kecil seperti berenang atau kegiatan fisik lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_FSed8PjLdTY/S8kLO0BdBsI/AAAAAAAAAA4/ym4DWmkhM5U/s1600/Capture.JPG" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Jalan-jalan di pagi atau sore hari bisa dijadikan media untuk olahraga. Anak saya demen banget. Karena selain bisa ketemu temen-temen sebayanya (anak-anak tetangga), juga bisa bersosialisasi dengan mereka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.feedblitz.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-6751151914613849506?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=apK3Ydj2tAU:XvFkHrxn0oU:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/apK3Ydj2tAU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/6751151914613849506/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2011/12/trik-mengajak-si-kecil-berolahraga.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/6751151914613849506?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/6751151914613849506?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/apK3Ydj2tAU/trik-mengajak-si-kecil-berolahraga.html" title="Trik Mengajak si Kecil Berolahraga" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_FSed8PjLdTY/S8kLO0BdBsI/AAAAAAAAAA4/ym4DWmkhM5U/s72-c/Capture.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2011/12/trik-mengajak-si-kecil-berolahraga.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUFQH49fyp7ImA9WhRQEUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-7121326185545573727</id><published>2011-12-06T16:18:00.001+07:00</published><updated>2011-12-06T16:20:11.067+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-06T16:20:11.067+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak" /><title>Berteman Sejak Kecil Membuat Anak PD</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melatih anak untuk bersosialisasi dengan teman sebaya sedari dini akan membantu mereka saat sekolah nanti. Anak akan lebih siap untuk mulai sekolah. Yang paling penting, anak-anak itu nantinya akan tumbuh menjadi anak yang lebih bahagia dan percaya diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Kesiapan sekolah bukan dinilai dari kemampuan anak semata, baik dalam membaca, menulis, maupun berhitung. Kemampuan bersosialisasi juga menjadi bagian penting dalam kesiapan anak bersekolah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alangkah baiknya jika anak sudah mulai diajak bermain dengan teman sebayanya. Dalam situs National Health Service bahkan dijelaskan bahwa tidak ada kata terlalu dini bagi anak untuk mulai berteman. Apalagi bila mereka adalah anak tunggal. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_FHFS5pimgK8/THXtL8snY7I/AAAAAAAAACU/C-6lQjRY9v4/s1600/love-baby.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Saat bayi baru belajar merangkak sekalipun, orangtua bisa mulai bergabung dengan orangtua lain yang memiliki bayi seusia. Anda bisa berkenalan dengan orangtua lain saat berada di dokter anak. Anda juga bisa mencari teman kerja atau kuliah yang sudah mempunyai anak dengan usia tak jauh berbeda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuat pertemuan atau kunjungan rutin dengan para orangtua ini memiliki banyak manfaat. Selain bayi atau anak dapat bermain dan bersosialisasi dengan teman sebaya, Anda sebagai orangtua dapat bertukar informasi seputar pengasuhan bayi. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada kalanya orangtua memasukkan anaknya yang belum berusia satu tahun di taman bermain. Ini semata agar anaknya dapat bersosialisasi dengan anak-anak seusianya meskipun, misalnya, belum bisa bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski belum dapat berbicara, anak-anak tetap bisa berteman. Anak-anak tetap makhluk sosial dan menikmati saat mereka berada di dekat anak-anak lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum bisa berbagi &lt;br /&gt;
Hanya, kepada anak yang berusia 1,5 atau 2 tahun, jangan berharap mereka bisa langsung bermain dan dekat dengan anak lain. Hingga usia 2 tahun, anak belum benar-benar bermain dengan anak sebayanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img height="400" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRmeaHeAhcdBhuO-nwzLABxZZwPt3_5AcVMA1T5QpFrFIBrgZ0pYSMh-qGgrA" width="299" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Penyebabnya tak lain, mereka belum siap untuk melakukan pertemanan yang umumnya melibatkan kerja sama, mendengar, merespons, bergantian, dan berbagi. Yang baru bisa mereka nikmati adalah bermain dengan teman-teman yang ada di sekelilingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak akan saling memerhatikan dan meniru apa yang dilakukan dan dikatakan. Di sini, anak akan mengasah kemampuan sosialnya satu sama lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa saja anak belajar mengatakan "tolong" saat melihat temannya melakukan hal serupa dan mendapat respons yang menyenangkan. Selain itu, dari teman-teman yang ada di sekitarnya ini, anak juga dapat membangun kreativitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, bermain pada usia 2 tahun bisa menimbulkan masalah lain. Boneka atau mobil-mobilan yang sedang dipegang seorang anak bisa membuat anak lain juga ingin mencoba memainkannya. Masalahnya, biasanya anak belum mau berbagi mainan dengan anak lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan khawatir, konflik tersebut nantinya akan membuat anak belajar berbagi dan bekerja sama. Ketika anak menjelang usia tiga tahun, barulah mereka bisa bermain dan berbagi dengan satu atau dua teman spesialnya selama beberapa waktu tanpa pertengkaran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://gambar-lucu.com/userfiles/cache/funny-images/gambar-lucu-anak-kecil-rambut-pirang.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;Lihat yg lebih 'menarik' di sini !&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-7121326185545573727?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=-eAiuOikmT8:EkourZ2mEdI:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/-eAiuOikmT8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/7121326185545573727/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2011/12/berteman-sejak-kecil-membuat-anak-pd.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/7121326185545573727?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/7121326185545573727?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/-eAiuOikmT8/berteman-sejak-kecil-membuat-anak-pd.html" title="Berteman Sejak Kecil Membuat Anak PD" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_FHFS5pimgK8/THXtL8snY7I/AAAAAAAAACU/C-6lQjRY9v4/s72-c/love-baby.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2011/12/berteman-sejak-kecil-membuat-anak-pd.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A04MR3g9cSp7ImA9WhRRE0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-3835435412852859398</id><published>2011-11-27T20:18:00.001+07:00</published><updated>2011-11-27T20:19:46.669+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-27T20:19:46.669+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak" /><title>Anak Pemalu dan Penyebabnya</title><content type="html">&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anak ini senang sekali menyendiri dan melakukan sesuatu di dalam kamarnya,dan bahkan anak ini sangat cengeng sekali. Perasaan malu adalah perasaan gelisah yang dialami seseorang terhadap pandangan orang lain atas dirinya. Ada yang mengartikannya sebagai sesuatu yang "aneh", "hati-hati", "curiga" dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://www.metrotvnews.com/image.php?image=bank_images/actual/13266.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada umumnya sejak lahir manusia telah memiliki sedikit perasaan malu, namun bila perasaan itu telah berubah menjadi semacam rasa takut yang berlebihan, maka hal itu akan menjadi suatu fobia, yaitu takut mengalami tekanan dari orang lain atau takut menghadapi masyarakat. Anak yang pemalu selalu menghindar dari keramaian dan tidak dapat secara aktif bergaul dengan temannya yang lain.&lt;br /&gt;
Guru tidak mudah mengetahui apakah muridnya seorang pemalu, sebab pada umumnya mereka tidak suka berbuat kegaduhan atau masalah. Sifat pemalu dapat menjadi masalah yang cukup serius sebab akan menghambat kehidupan anak, misalnya dalam pergaulan, pertumbuhan harga diri, belajar, dan penyesuaian diri. Umumnya ciri anak pemalu ialah terlalu sensitif, ragu-ragu, terisolir, murung, dan juga sulit bergaul. Jadi mereka perlu diberi bantuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENYEBAB MASALAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Unsur Keturunan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini merupakan faktor yang tidak langsung dan belum pasti. Sejak lahir anak tersebut terlihat agak sensitif dan kemungkinan hal itu terjadi karena pembawaan saat ibu yang ketika sedang mengandung mengalami tekanan jiwa maupun fisik. Namun ini juga belum dapat menjadi suatu bukti yang kuat apakah kelak anak yang sensitif itu akan menjadi seorang pemalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Masa Kanak-kanak Kurang Gembira&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ada sebagian anak yang mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan pada masa kanak-kanaknya. Misalnya orangtua sering berpindah- pindah, orangtua bercerai, orangtua meninggal, dipaksa pindah sekolah atau dihina oleh teman dan sebagainya. Semua pengalaman itu mengakibatkan terganggunya hubungan sosial mereka dengan lingkungan, suka menghindar atau mundur, dan tidak berani bergaul dengan orang yang tidak dikenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Kurang Bermasyarakat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sifat pemalu akan terjadi bila anak hidup dengan latar belakang di mana ia diabaikan oleh orangtuanya, atau dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang mengasingkan diri, terlalu dikekang sehingga mereka tidak dapat mengalami hubungan sosial yang normal dengan masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Perasaan Rendah Diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mungkin perasaan malu itu timbul karena anak bertubuh pendek, bersikap kaku atau punya kebiasaan yang jelek, lalu berusaha untuk menutupinya dengan cara menyendiri atau menghindari pergaulan dengan orang lain. Karena kurang rasa percaya diri dan beranggapan dirinya tidak sebanding dengan orang lain, ia tidak suka memperlihatkan diri di keramaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Pandangan Orang Lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Banyak anak yang menjadi pemalu karena pandangan orang lain yang telah merasuk ke dalam dirinya sejak kecil. Mungkin orang dewasa sering mengatakan bahwa ia pemalu, bahkan guru dan teman-teman juga berpendapat sama, sehingga akhirnya ia benar-benar menjadi seorang pemalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-3835435412852859398?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=0M_UKn4yGB4:PhiQWGlvUjY:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/0M_UKn4yGB4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/3835435412852859398/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2011/11/anak-pemalu-dan-penyebabnya.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/3835435412852859398?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/3835435412852859398?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/0M_UKn4yGB4/anak-pemalu-dan-penyebabnya.html" title="Anak Pemalu dan Penyebabnya" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2011/11/anak-pemalu-dan-penyebabnya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YNSX49eyp7ImA9WhRSGEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-5701786471607268115</id><published>2011-11-21T16:50:00.001+07:00</published><updated>2011-11-21T16:53:18.063+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-21T16:53:18.063+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehamilan" /><title>Jangan Pernah Menggoncang Bayi</title><content type="html">&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img border="0" height="302" src="http://i459.photobucket.com/albums/qq320/ariestoishak/london.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img border="0" height="400" src="http://i459.photobucket.com/albums/qq320/ariestoishak/373809.jpg" width="333" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4 Desember 2007, Jessica Sherwood terpaksa harus melakukan apa yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang ibu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada pukul 2:29 pm Jessica membuat sebuah keputusan yang tepat meskipun sangat sulit yaitu mencopot alat pendukung kehidupan dari tubuh bayi perempuannya yang baru berumur 3 bulan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengenang London Marie yang mungil, saya ingin memulai sedikit cerita untuk diteruskan …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jessica memiliki sebuah pesan yang saya ingin setiap orang bisa mengetahuinya …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini yang dikatakan Jessica:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Jika Anda memiliki anak-anak, pastikan Anda memperhatikan mereka setiap waktu. Jangan mempercayakan mereka kepada orang yang tidak jelas. Percayalah, saya pikir saya bisa mempercayai Josh…. Tetapi sekarang, yaitu tanggal 4 Desembar 2007 pukul 2:29 AM, bayiku telah pergi…. Bayiku satu-satunya yang sangat kusayangi…. Josh akan membayar hal ini SEUMUR HIDUPNYA, meskipun dia bisa keluar dari penjara, dia pasti akan mati, dan kepada semua temanku yang mengenal London, Saya sangat marah dan kecewa bisa kehilangan bayi perempuanku yang sangat kusayangi. Dia meninggal pada hari ulangtahunnya yang ke tiga bulan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;London mengalami patah/retak pada enam tulang rusuknya, kedua kakinya patah, dan otaknya begitu rusak sehingga meskipun dia bisa selamat, dia akan sama seperti sayuran (keadaan seperti mati, vegetative state).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu, saya melakukan apa yang tepat dan apa yang terbaik bagi bayiku, … mencabut alat pendukung kehidupannya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang terjadi pada bayiku adalah apa yang disebut Shaken Baby Sydrome [SBS]"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi Anda yang tidak mengetahui apa itu Shaken Baby Syndrome perhatikan fakta-fakta mengenai hal ini ;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Mengguncang, menyentak, dan menggoyang bisa menyebabkan pembuluh darah di kepala sobek atau bocor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Shaken Baby Syndrome adalah mengguncang seorang bayi atau anak kecil pada tangan, kaki atau pundak dengan atau tanpa pengaruh langsung pada kepala.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Trauma ini (SBS) bisa menghasilkan pendarahan dan cedera pada otak tanpa kelihatan tanda-tandanya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seringkali orang yang kesal ketika menjaga bayi atau anak kecil mengguncang mereka untuk bisa menghentikan tangisan mereka. Mereka merasa hal tersebut tidak berbahaya. Namun, otak dan pembuluh darah seorang bayi amat sangat rapuh terhadap gerakan seperti mengguncang, menyentak, dan menggoyang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Otot leher dari seorang bayi atau anak kecil sangatlah lemah, kepala bayi relatif berat dan leher tidak bisa mensuport tekanan atau tegangan akibat goncangan atau goyangan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Mengguncang seorang anak yang masih sangat kecil, dengan atau tanpa pengaruh langsung pada kepala, bisa menyebabkan kerusakan otak, kebutaan, kelumpuhan syaraf, kehilangan pendengaran, cedera tulang belakang, kejang, hambatan dalam belajar, dan bahkan kematian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sangatlah tragis ketika bayi-bayi yang sehat dan normal menderita hal-hal yang telah disebutkan diatas hanya karena hal sederhana, yaitu orang yang menjaga mereka tidak tahu tentang bahaya yang berkaitan dengan Shaken Baby Syndrome&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diperkirakan 1,200 sampai 1,400 kasus Shaken Baby Syndrome (SBS) terjadi setiap tahun di Amerika Serikat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; Hanya 1 dari 4 bayi mati akibat Shaken Baby Syndrome&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;NAMUN, tiga bayi lainnya memerlukan perhatian medis secara terus menerus selama hidup mereka yang pendek.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;London di Rumah Sakit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img border="0" height="280" src="http://i459.photobucket.com/albums/qq320/ariestoishak/l_81115d69abbb9696d88fe9fe40d44e63.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
London after she passed&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img border="0" height="640" src="http://i459.photobucket.com/albums/qq320/ariestoishak/6uosjnm.jpg" width="432" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img border="0" height="272" src="http://i459.photobucket.com/albums/qq320/ariestoishak/l_5b120ba0e6aafdae44282a0891cf0714.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
Rest in Peace London Marie Sherwood&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
September 4th, 2007-December 4th, 2007&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-5701786471607268115?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=J63fWKGYjas:cq8E0e2K6OY:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/J63fWKGYjas" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/5701786471607268115/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2011/11/jangan-pernah-menggoncang-bayi.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/5701786471607268115?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/5701786471607268115?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/J63fWKGYjas/jangan-pernah-menggoncang-bayi.html" title="Jangan Pernah Menggoncang Bayi" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2011/11/jangan-pernah-menggoncang-bayi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0EDQ3czfCp7ImA9WhRSFko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-1362225668526415678</id><published>2011-11-19T12:13:00.001+07:00</published><updated>2011-11-19T12:14:32.984+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-19T12:14:32.984+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehamilan" /><title>7 Keajaiban Janin</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Proses pembelajaran janin sudah dimulai sejak dalam kandungan, janin ikut belajar pada trimester kedua dan ketiga, seperti di dalam ruang Amphitheater yang lebih canggih dari kelas mana pun di dunia.Berikut keahlian-keahlian bayi yang sudah dimiliki sejak dalam kandungan, menurut Fred J. Schwartz, MD, ahli anestesi dari Piedmont Hospital in Atlanta, Georgia.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;img height="305" src="http://3.bp.blogspot.com/_e5k3OrkhpyY/SQqCsZK5kaI/AAAAAAAAAQc/lGSrbS71MbQ/s400/mg+20.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Kebiasaan Menghisap Jempol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Wajar jika kebanyakan bayi suka mengisap jempol, karena ternyata kebiasaan ini sudah dimulai sejak dalam kandungan. Refleks isap ini membantu bayi saat akan menyusu, maka ibu tidak perlu lagi memaksakan untuk menyodorkan puting. Keahlian mengisap jempol ini sudah mulai sejak minggu ke-19 karena otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik sehingga ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Kebiasaan Berenang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sejak bayi di dalam kandungan ia sudah terbiasa berada di dalam air selama 9 bulan, yaitu cairan ketuban. Bayi sedang senang-senangnya berenang di usia kehamilan 20 minggu. Saat ini bayi sedang membuat gerakan-gerakan aktif yang dapat dirasakan ibu, mungkin karena panjangnya baru separuh dari panjang lahir dan beratnya baru sekitar 340 gram sehingga ia masih punya banyak ruang untuk berenang.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
3. Kebiasaan Cegukan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saat hamil, terkadang ibu merasakan gerakan continu di satu bagian perutnya. Bisa jadi saat itu janin sedang cegukan. Hal ini biasanya dirasakan sejak kandungan menginjak minggu ke-25. Hal ini menandakan bahwa janin sedang berlatih pernapasan. Saat ini janin menghirup dan mengeluarkan air ketuban, ketika air ketuban yang tertelan terlalu banyak maka ia akan cegukan. Hal ini sesuatu yang wajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Mendengar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Banyak yang menyarankan ibu hamil sering-sering berkomunikasi dengan janin dalam kandungannya. Hal ini benar, karena meski masih di dalam kandungan, janin sudah dapat mendengar suara ibunya sendiri dan suara orang lain di sekitarnya. Saat melakukan USG 4 dimensi, selain memeriksa kelengkapan organ tubuh, dokter juga akan meminta janin melakukan sesuatu dan melihat respon si janin. Misalnya, ketika janin sedang menunduk, ketika dokter meminta ia menegakkan kepala, ternyata janin bisa mengikuti perintah. Jadi sebaiknya ibu hamil berhati-hati dalam berkata-kata karena janin juga bisa mendengar jika ibunya sedang marah-marah. Hal ini terbukti dengan reaksi perut yang langsung mengencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Membedakan Terang dan Gelap&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi sejak dalam kandungan 27-28 minggu sudah bisa membuka matanya, sehingga sudah bisa membedakan antara gelap dan terang. Bisa terlihat ketika dokter menempelkan senter di perut, ia bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim. Bahkan janin bisa mengedipkan mata jika menurutnya terlalu silau atau terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Mengekspresikan Diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sejak dalam kandungan janin ternyata sudah bisa mengekspresikan diri sesuai dengan yang sedang dirasakan ibunya. Jika ibu dalam keadaan bahagia, duduk santai sambil mendengarkan musik, maka janin juga akan merasakan kebahagiaan tersebut sehingga ia akan tersenyum. Sebaliknya, jika ibu sedang stres, maka janin akan menyengitkan dahi. Lihat saja pada potret USG 4 dimensi bayi Anda.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
7. Belajar Dua Bahasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ternyata, bayi di dalam kandungan bisa belajar memahami bahasa yang sering ia dengar, bahkan hingga dua bahasa sekaligus. Dan kemampuan ini terbawa hingga mereka lahir. Dalam sebuah penelitian yang dimuat di Psychological Science, bayi yang terbiasa mendengar dua bahasa selama dalam rahim ibunya kelak akan lebih mudah belajar dua bahasa. Hal ini juga sesuai dengan hasil penelitian psikolog dari Universitas of British Columbia dan Organization for Economic Cooperation and Development di Perancis. &lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;Lihat yg lebih 'menarik' di sini !&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-1362225668526415678?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=enN0_HNQn4s:ANiOmFuTnSU:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/enN0_HNQn4s" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/1362225668526415678/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2011/11/7-keajaiban-janin.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/1362225668526415678?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/1362225668526415678?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/enN0_HNQn4s/7-keajaiban-janin.html" title="7 Keajaiban Janin" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_e5k3OrkhpyY/SQqCsZK5kaI/AAAAAAAAAQc/lGSrbS71MbQ/s72-c/mg+20.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2011/11/7-keajaiban-janin.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0QBQHcycSp7ImA9WhRSFk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-6975428458618399041</id><published>2011-11-18T16:42:00.001+07:00</published><updated>2011-11-18T16:42:31.999+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-18T16:42:31.999+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pertumbuhan" /><title>Ayah Gemuk, Anak Pun Akan Gemuk</title><content type="html">&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img alt="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/10/19/1226502620X310.jpg" height="248" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/10/19/1226502620X310.jpg" width="400" /&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak-anak yang memiliki ayah bertubuh gemuk lebih mungkin memiliki tubuh gendut pada usia delapan atau sembilan tahun dibandingkan dengan anak dari ayah dengan bobot tubuh sehat, demikian hasil penelitian para ahli dari Universitas Newcastle, Australia, Kamis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa peneliti di universitas itu mendapati fakta bahwa anak gendut empat kali lebih mungkin mengikuti jejak ayah mereka dibandingkan dengan mereka yang memiliki ayah berkategori bobot tubuh sehat. Namun, jika ibu yang lebih gemuk tidak memiliki dampak yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peneliti utama Emily Freeman mengaku belum diketahui alasan ayah yang gendut memiliki dampak yang sedemikian kuat pada berat anak mereka, demikian laporan &lt;i&gt;Xinhua&lt;/i&gt;, Kamis (10/11/2011).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ilmuwan itu melakukan studi terhadap 3.000 keluarga Australia antara 2004 dan 2008 untuk studi panjang. Mereka meneliti berat tubuh anak-anak tersebut ketika berusia empat sampai lima tahun lalu, kemudian meneliti lagi ketika mereka memasuki usia delapan dan sembilan tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Freeman, 25 persen anak Australia kelebihan berat atau gemuk. Dia menilai ayah bertubuh gemuk yang berusaha menurunkan berat badan akan ikut menyumbang dampak positif bagi (berat badan) generasi muda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4230058818953682500-9056951233985975581?l=www.hajsmy.us" width="1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;Lihat yg lebih 'kurus' di sini !&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-6975428458618399041?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=iMoOm8SaYtI:IfxGZSZ8tgY:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/iMoOm8SaYtI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/6975428458618399041/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2011/11/ayah-gemuk-anak-pun-akan-gemuk.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/6975428458618399041?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/6975428458618399041?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/iMoOm8SaYtI/ayah-gemuk-anak-pun-akan-gemuk.html" title="Ayah Gemuk, Anak Pun Akan Gemuk" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2011/11/ayah-gemuk-anak-pun-akan-gemuk.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0EMRno5fyp7ImA9WhRSE08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-8635895678379617554</id><published>2011-11-15T10:59:00.001+07:00</published><updated>2011-11-15T11:01:27.427+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-15T11:01:27.427+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehamilan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak" /><title>Stres Pada Wanita Cenderung Memberikan Bayi Perempuan</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;img height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-5477DwiUEh0/TpwXEAiAGvI/AAAAAAAABzk/y-MuuVGD-Fc/s400/article-0-0E38478C00000578-956_233x423.jpg" width="220" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Penelitian  menunjukan bahwa wanita yang sedang stres saat mencoba untuk memiliki  bayi lebih cenderung nantinya akan memiliki anak perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah  lebih lanjut lagi, Sebuah studi menemukan bahwa wanita yang memiliki  tekanan di rumah, pekerjaan atau dalam kehidupan cinta mereka saat  minggu-minggu atau bulan sebelum hamil mereka akan memiliki peluang  lebih tinggi melahirkan seorang putri dari pada putra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
American Society for Reproductive Medicine : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;"Dari  perempuan yang memiliki jumlah tertinggi kortisol sebelum kehamilan,  rasio       jenis kelamin jelas condong ke anak perempuan,&lt;br /&gt;
sedangkan  kortisol ini akan meningkat ketika orang menderita stres jangka panjang  seperti tekanan di tempat kerja dan hubungan yang buruk."&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tidah hanya itu, kekhawatiran uang juga dapat memainkan peran meningkatnya kortisol ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi  ada hal lain yang dapat terjadi. Dr Allan Pacey, seorang ahli kesuburan  Universitas Sheffield, mengatakan hal lain. bahwa stres tidak perlu  selalu berada di balik kurangnya anak laki-laki lahir.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kita  bisa mengantisipasinya dengan pasokan gizi, gizi akan menunjang  kualitas sperma, sehingga kortisol tadi tidak mempengaruhi pembuahan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8393158267358383217-6364514956684907201?l=jelajahunik.blogspot.com" width="1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;Lihat yg lebih 'menarik' di sini !&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-8635895678379617554?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=7hPQK7EC-m4:1MdUMEn7Dpw:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/7hPQK7EC-m4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/8635895678379617554/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2011/11/stres-pada-wanita-cenderung-memberikan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/8635895678379617554?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/8635895678379617554?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/7hPQK7EC-m4/stres-pada-wanita-cenderung-memberikan.html" title="Stres Pada Wanita Cenderung Memberikan Bayi Perempuan" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-5477DwiUEh0/TpwXEAiAGvI/AAAAAAAABzk/y-MuuVGD-Fc/s72-c/article-0-0E38478C00000578-956_233x423.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2011/11/stres-pada-wanita-cenderung-memberikan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YGRn0zeSp7ImA9WhRSE08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-19205399.post-5550959969490862309</id><published>2011-11-15T10:51:00.001+07:00</published><updated>2011-11-15T10:52:07.381+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-15T10:52:07.381+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehamilan" /><title>16 Kewajiban saat Hamil</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img height="266" src="http://www.metrotvnews.com/image.php?image=bank_images/actual/68545.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Verdana,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;
ANDA&lt;/span&gt; tengah hamil, inilah 15 hal yang Anda harus lalukan dan ingat untuk mnejalani kehamilan yang aman dan sehat.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Asam folat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Minumlah satu tablet asam folat setiap hari ketika hamil dan terus melakukannya sampai waktu Anda mengunjungi dokter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Jangan minum obat sembarangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Hindari obat tanpa resep dan informasikan dokter tentang kehamilan Anda sebelum meminum obat apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Prioritaskan kehamilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Jangan lewatkan pemeriksaan rutin, ikuti semua nasihat dokter, katakan tidak untuk lembur, dan ambil istirahat ekstra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Bergabung dengan program kehamilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Program  ini akan mendidik Anda tentang menu makan, olahraga, dan menyusui.  Serta, mempersiapkan Anda untuk melahirkan dan mengasuh anak,  menghilangkan ketakutan dan belajar dari pengalaman orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Makan yang benar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Lebih  pilih masakan rumah daripada junk food, produk gandum daripada gula  halus, makanan segar daripada makanan olahan, dan perbanyak jus buah  daripada kopi dan teh. Makan pula banyak kacang-kacangan, produk susu,  kecambah, sayuran, dan buah-buahan.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Olahraga ringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Manjakan  tubuh dengan latihan ringan seperti berjalan, bersepeda, berenang, atau  yoga kecuali bila dokter Anda melarangnya. Hindari mengangkat beban  berat dan menjaga diri agar selalu terhidrasi.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Pahami dan terima perubahan tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Tubuh  Anda berubah. Payudara lebih besar, stretch mark mulai muncul, dan  berat badan bertambah. Itu taka pa-apa, terima dan nikmati kebahagiaan  menjadi seorang ibu.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Jaga berat badan Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Penambahan berat badan biasanya dimulai dari bulan keempat. Anda akan menambah sekitar 450 gram per minggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Kunjungi dokter gigi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Kehamilan  membuat Anda rentan terhadap gusi berdarah dan penyakit gusi. Infeksi  gigi, jika tidak diobati, dapat memicu persalinan prematur. Jadi  rawatlah kebersihan mulut dan penuhi jadwal kunjungan ke dokter gigi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. Kenakan busana sesuai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pilih  gaun longgar dengan alas kaki bertumit rendah yang nyaman. Pilih bra  dengan baik dan pas. Taka pa bila sering mengubah ukuran sesuai dengan  kebutuhan.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;11. Tidak minum atau merokok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Merokok dan minun alkohol wajib dilarang saat hamil!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;12. Jalan-jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Trimester  kedua (4 sampai 6 bulan) adalah waktu paling aman untuk melakukan  perjalanan. Lebih pilih perjalanan dengan kereta api harus daripada  melalui udara atau mobil pribadi. Hindari mengunjungi tempat-tempat yang  tidak memiliki akses yang mudah untuk perawatan medis dan selalu bawa  salinan file medis Anda.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;13. Seks&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Trimester  kedua juga waktu paling aman untuk menikmati seks. Konsultasikan dengan  dokter Anda jika Anda memiliki komplikasi yang mengharuskan Anda untuk  abstain. Anda mungkin harus mengubah posisi untuk menghindari tekanan  pada perut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;14. Libatkan suami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Biarkan  pasangan Anda menemani Anda ke dokter, mendiskusikan nama-nama bayi,  dan biarkan dia merasa gerakan bayi Anda. Jangan mengabaikan dia  sehingga dia lebih termotivasi untuk memanjakan Anda!&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;15. Segera lapor dokter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Segeralah  melapor kepada dokter jika Anda mengalami sakit lebih dari perut bagian  bawah, berdarah, atau jika bayi Anda kurang bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;16. Pilih rumah sakit yang tepat &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Selain  dokter kandungan yang nyaman, pertimbangkan jarak rumah sakit dari  tempat tinggal Anda. Perhatikan pula kebersihan dan fasilitas medis  serta diskusikan anggaran dan fasilitas asuransi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8393158267358383217-221190556507184131?l=jelajahunik.blogspot.com" width="1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Wisbenbae/163279313697664"&gt;Lihat yg lebih 'menarik' di sini !&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19205399-5550959969490862309?l=dranak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:wF9xT3WuBAs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:wF9xT3WuBAs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?a=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:_hfjFD1KiG8"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IkatanDokterAnakIndonesia?i=jzl9CZuIaCA:T2KkptG8i-Q:_hfjFD1KiG8" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~4/jzl9CZuIaCA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dranak.blogspot.com/feeds/5550959969490862309/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://dranak.blogspot.com/2011/11/16-kewajiban-saat-hamil.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/5550959969490862309?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/19205399/posts/default/5550959969490862309?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/IkatanDokterAnakIndonesia/~3/jzl9CZuIaCA/16-kewajiban-saat-hamil.html" title="16 Kewajiban saat Hamil" /><author><name>x</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://dranak.blogspot.com/2011/11/16-kewajiban-saat-hamil.html</feedburner:origLink></entry></feed>

