<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672</id><updated>2014-10-16T17:17:03.872+07:00</updated><category term="Sejarah"/><category term="Tokoh"/><category term="Iket Buhun"/><category term="Isuk"/><category term="Sesepuh Bogor"/><category term="Barangbang Semplak"/><category term="Cirebon"/><category term="Ibo Zavasnoz"/><category term="Iket Kiwari"/><category term="Iket Praktis"/><category term="Kampung Adat"/><category term="Makutawangsa"/><category term="Motif"/><category term="Ngawangkong"/><category term="Rebo Nyunda"/><title type='text'>Iket Sunda Kiwari</title><subtitle type='html'>Mupusti Mustika Mastaka</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-3519100127563879023</id><published>2014-10-16T17:00:00.000+07:00</published><updated>2014-10-16T17:04:01.982+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cirebon"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iket Buhun"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Iket Khas Cirebon</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-KmooDod5EO8/VD-Vt7MdDYI/AAAAAAAAAPg/WkmZNwvSqp4/s1600/ISUK%2BIket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2Biket%2Bkhas%2Bcirebon.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-KmooDod5EO8/VD-Vt7MdDYI/AAAAAAAAAPg/WkmZNwvSqp4/s1600/ISUK%2BIket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2Biket%2Bkhas%2Bcirebon.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;209&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seniman dan Budayawan Cirebon, Elang Heri Komalahadi mengungkapkan masyarakat Cirebon harus memahami tentang ciri iket Cirebon yang harus dikenakan, ada perbedaan antara iket sunda dengan Cirebon, dan perbedaan tersebut bukan dari corak kainnya akan tetapi dilihat dari model iket itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elang Heri mengatakan bahwa iket cirebon ada beberapa macam diantaranya ada iket &lt;b&gt;Blarak Sengkle&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Blambang Semplak&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;Kutagaraan&lt;/b&gt; yang dipakai masyarakat dan para abdi dalam serta keluarga keraton pada jaman dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis iket Cirebon yang merupakan warisan para leluhur ini cukup beragam, semuanya dipengaruhi oleh budaya Cirebon, tradisi masyarakat Cirebon dan corak kain yang di kenakan adalah jenis kain batik yang di miliki oleh Cirebon itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu Elang Heri berharap kepada masyarakat agar dapat mengetahui ciri iket Cirebon agar supaya kita tidak akan salah memakai iket Cirebon atau iket dari daerah lain. ibz&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/3519100127563879023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/10/iket-khas-cirebon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/3519100127563879023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/3519100127563879023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/10/iket-khas-cirebon.html' title='Iket Khas Cirebon'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-KmooDod5EO8/VD-Vt7MdDYI/AAAAAAAAAPg/WkmZNwvSqp4/s72-c/ISUK%2BIket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2Biket%2Bkhas%2Bcirebon.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-2438810307410312710</id><published>2014-10-15T16:28:00.002+07:00</published><updated>2014-10-15T16:28:30.469+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Isuk"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rebo Nyunda"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sesepuh Bogor"/><title type='text'>ISUK Siap Berpartisipasi dalam Program Rebo Nyunda Di Kota Bogor</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-fgYfxO3cDFM/VD48NwN6_1I/AAAAAAAAAPQ/QzlUnC4Xwj8/s1600/Ibo%2BZavasnoz%2BIket%2BSunda%2BKiwari%2B(ISUK)%2Bdan%2BBudayawan%2BBogor.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-fgYfxO3cDFM/VD48NwN6_1I/AAAAAAAAAPQ/QzlUnC4Xwj8/s1600/Ibo%2BZavasnoz%2BIket%2BSunda%2BKiwari%2B(ISUK)%2Bdan%2BBudayawan%2BBogor.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gerakan sehari menggunakan pakaian dan bahasa Sunda &lt;i&gt;(Rebo Nyunda)&lt;/i&gt; di lingkungan Pemerintahan Kota Bogor, tampaknya akan segera terwujud, tidak hanya pembahasan namun sudah pada tingkat aplikatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Dinas Pendidikan Kota Bogor, program ini kini sudah dibahas di Sekretariat&amp;nbsp; Daerah Kota Bogor. Setidaknya hal itu yang mencuat dalam rapat koordinasi antara Pemkot Bogor yang dipimpin Kabag.Organisasi&amp;nbsp; dan Kabag. Hukum Setda Kota Bogor, yang dihadiri BKPP, Disbudpar Kota Bogor dan Disdik serta para seniman budayawan Kota Bogor, Senin (13/10),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemkot Bogor meminta sejumlah masukan tentang Rebo Nyunda. Menurut Kabag. Organisasi Setda Bogor. M Hasbi secara prinsip Rebo Nyunda sudah disetujui Pemkot Bogor untuk segera direalisasikan. persoalannya hanya tinggal pakaian yang akan digunakan&amp;nbsp; dalam Rebo Nyunda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dari pihak seniman dan budayawan tampak hadir, Ki. Wahyu&amp;nbsp; Affandi S, Ki Tjetjep Thoriq, Daniarti Saleh Danasasmita, Ki Dadang HP, Hendi Jaka Sunda, &lt;a href=&quot;http://facebook.com/ibozavasnoz&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ibo Zavasnoz&lt;/a&gt; dari &lt;a href=&quot;http://facebook.com/iketsundakiwari&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Iket Sunda Kiwari&lt;/a&gt; (ISUK) serta yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami sengaja mengundang sejumlah seniman budayawan serta para penggagas program Rebo Nyunda agar&amp;nbsp; meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, menjelang pembuatan Perwali,” ungkap&amp;nbsp; Hasbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ada sedikit perdebatan, sesuai dengan usulan Kabid. Kebudayaan Disbudpar Kota Bogor, ahirnya&amp;nbsp; disepakati bahwa aka nada surat edaran yang mengikat bagi sejumlah SKPD kecuali Satpol PP, DLLAJ dan Kantor Pemadam Kebakaran. Tapi bagi Non SKPD, berupa himbauan agar setiap hari&amp;nbsp; Rabu menggunakan bahasa dan pakaian Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan tersebut tentu saja disambut baik oleh seniman dan budayawan, salah satunya Ki Wahyu Affandi Suriadinata. Menurutnya, meskipun ada beberapa daerah yang sudah menerapkan, tidak kata terlambat. Apalagi, Kota Bogor secara historis pernah menjadi lokasi Kerajaan Sunda Galuh serta pusat budaya&amp;nbsp; Sunda pada waktu itu. Rencananya, launching Rebo Nyunda akan dilaksanakan pada November&amp;nbsp; yang akan datang, dengan&amp;nbsp; didahului surat edaran dari walikota Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanti setelah Bapak Walikota Bogor datang dari ibadah haji, segera kami laporkan hasilnya,” kata Hasbi. Namun, lanjutnya, tentu saja masih perlu pertemuan lagi guna memantapkan hasilnya.&amp;nbsp; Dibalik itu, program Rebo Nyunda sendiri sebenarnya sudah diterapkan di beberapa sekolah seperti di SD Gunung&amp;nbsp; Gede, SD Negeri Sindangbarang, SMA Mardiyuana serta sekolah lainnya.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/2438810307410312710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/10/isuk-siap-berpartisipasi-dalam-program.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/2438810307410312710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/2438810307410312710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/10/isuk-siap-berpartisipasi-dalam-program.html' title='ISUK Siap Berpartisipasi dalam Program Rebo Nyunda Di Kota Bogor'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-fgYfxO3cDFM/VD48NwN6_1I/AAAAAAAAAPQ/QzlUnC4Xwj8/s72-c/Ibo%2BZavasnoz%2BIket%2BSunda%2BKiwari%2B(ISUK)%2Bdan%2BBudayawan%2BBogor.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-5854255676776503035</id><published>2014-10-15T16:12:00.001+07:00</published><updated>2014-10-16T17:17:03.894+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Isuk"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ngawangkong"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sesepuh Bogor"/><title type='text'>ISUK: &quot;Ngawangkong&quot; bersama Kadisbudpar baru</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-MAZe0JdMMZQ/VD-a-KpVrkI/AAAAAAAAAPw/slov2AU1lM4/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B(ISUK)%2Bbersama%2BKadisbudpar%2BBogor.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-MAZe0JdMMZQ/VD-a-KpVrkI/AAAAAAAAAPw/slov2AU1lM4/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B(ISUK)%2Bbersama%2BKadisbudpar%2BBogor.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tak kurang dari 60 orang seniman dan budayawan Bogor dari berbagai kalangan dan komunitas mulai dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Bogor, Bagus Karyanegara, Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) H. Syafrudin Bustomi, Gabungan Rakyat Pakuan (Garapak) Wahyu Kujang, Persatuan Pedalanngan Indonesia (PEPADI) Kota Bogor, Dadang HP, Ibo Zavasnoz dari&amp;nbsp; Iket Sunda Kiwari (ISUK), Mama Haji Arief Hidayat, Paguyuban Pakuan Pajajaran (Paparan), Nasan Sujana (Jigprak), Tjetjep Thoriq (Wanti Diri), Eni Danasasmita (Bewara Bogor), Z. Susilowati (Kentring Pajajaran), Agung Badrudin (Bogor Heritage) serta&amp;nbsp; komunitas Sunda lainnya, berkumpul di gubug sederhana, Saung Sanajan Abah kaleng,&amp;nbsp; Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu malam (20/9).&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/5854255676776503035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/10/isuk-ngawangkong-bersama-kadisbudpar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/5854255676776503035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/5854255676776503035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/10/isuk-ngawangkong-bersama-kadisbudpar.html' title='ISUK: &quot;Ngawangkong&quot; bersama Kadisbudpar baru'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-MAZe0JdMMZQ/VD-a-KpVrkI/AAAAAAAAAPw/slov2AU1lM4/s72-c/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B(ISUK)%2Bbersama%2BKadisbudpar%2BBogor.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-1251128146657215099</id><published>2014-09-12T20:46:00.002+07:00</published><updated>2014-09-16T20:25:54.970+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Barangbang Semplak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iket Buhun"/><title type='text'>Cara Mengikat Iket Sunda Barangbang Semplak </title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-O5Bz2-GaTg8/VBL4ghMygEI/AAAAAAAAAO4/TWi4QztOcNU/s1600/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2B-%2Bmodel%2Biket%2Bsunda%2Bbarangbang%2Bsemplak.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-O5Bz2-GaTg8/VBL4ghMygEI/AAAAAAAAAO4/TWi4QztOcNU/s1600/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2B-%2Bmodel%2Biket%2Bsunda%2Bbarangbang%2Bsemplak.jpg&quot; height=&quot;229&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bentuk Iket Barangbang Semplak tergolong sederhana dan mudah membentuknya. Ciri khas bentuk dari Iket Barangbang semplak terletak pada bagian kain berbentuk segitiga yang menjuntai di bagian belakang kepala menyerupai &lt;i&gt;barangbang nu semplak&lt;/i&gt; (daun pohon kelapa atau enau yang rebah).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Barangbang Semplak berarti &lt;i&gt;dahan tangkal kelapa nu baralak atawa sintungna nu garing potong atawa ngampleh ka tukang&lt;/i&gt; (Dahan pohon kelapa yang patah). Pemakaian iket model ini umumnya berlaku dikalangan masyarakat kebanyakan terutama orang-orang yang berprofesi sebagai bandar kerbau, kusir delman, tukang adu domba. jawara atau oah (jagoan)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada pula sebagian masyarakat Sunda yang memakai Ike Barangbang Semplak pada bagian tengah kepala bagian atasnya terbuka. Iket jenis ini dalam tatakrama berbusana orang sunda, dianggap tidak sopan apabila digunakan untuk menghadap orang tua atau pembesar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Iket Barangbang Semplak dibentuk dengan cara:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kain untuk Iket dilipat dua secara diagonal hingga berbentuk segi tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-ZwZQbuvJZiA/VBL0D1yaT1I/AAAAAAAAAN8/nn-aJLtVl3c/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2BCara%2BMemakai%2BIket%2BSunda%2Bbarangbang%2Bsemplak%2B1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-ZwZQbuvJZiA/VBL0D1yaT1I/AAAAAAAAAN8/nn-aJLtVl3c/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2BCara%2BMemakai%2BIket%2BSunda%2Bbarangbang%2Bsemplak%2B1.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Langkah Pertama&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2. Lipat kain yang terlah berbentuk segitiga pada bagian garis diagonalnya selebar 10 cm beberapa kali, Tumpukan lipatan simpan mengarah keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-CrVeKBy8Jrg/VBL03idz5wI/AAAAAAAAAOE/ItcXsQX1cmM/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2BCara%2BMemakai%2BIket%2BSunda%2Bbarangbang%2Bsemplak%2B2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-CrVeKBy8Jrg/VBL03idz5wI/AAAAAAAAAOE/ItcXsQX1cmM/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2BCara%2BMemakai%2BIket%2BSunda%2Bbarangbang%2Bsemplak%2B2.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Langkah Kedua&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;3. Bagian kain yang berbentuk segitiga diletakan dibagian depan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ujung kiri kain dipegang olet tangan kiri dan ujung kanan dipegang oleh tangan kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-FmU_y7Ft0kk/VBL1OeOhhtI/AAAAAAAAAOM/qCFWywFR0nM/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2BCara%2BMemakai%2BIket%2BSunda%2Bbarangbang%2Bsemplak%2B4%2B5.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-FmU_y7Ft0kk/VBL1OeOhhtI/AAAAAAAAAOM/qCFWywFR0nM/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2BCara%2BMemakai%2BIket%2BSunda%2Bbarangbang%2Bsemplak%2B4%2B5.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Langkah ketiga dan keempat&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;5. Tarik kedua ujung kain kedepan atau ujung iket sebelah kanan diputar ke sebelah kiri dan sebelah kanan dan simpulkan tepat didahi. Bagian ujung segitiga berada dibawah simpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-Ui_MCAFWpus/VBL1lsUefYI/AAAAAAAAAOU/mPyMw0qHpKo/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2BCara%2BMemakai%2BIket%2BSunda%2Bbarangbang%2Bsemplak%2B5.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-Ui_MCAFWpus/VBL1lsUefYI/AAAAAAAAAOU/mPyMw0qHpKo/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2BCara%2BMemakai%2BIket%2BSunda%2Bbarangbang%2Bsemplak%2B5.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Langkah kelima&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;6. Talikan kedua ujung iket dibelakang sebanyak dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-NjJDYDf1J1U/VBL19nB4VGI/AAAAAAAAAOc/Kpe8WdTNCRU/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2BCara%2BMemakai%2BIket%2BSunda%2Bbarangbang%2Bsemplak%2B6.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-NjJDYDf1J1U/VBL19nB4VGI/AAAAAAAAAOc/Kpe8WdTNCRU/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2BCara%2BMemakai%2BIket%2BSunda%2Bbarangbang%2Bsemplak%2B6.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Langkah keenam&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;7. Tarik Bagian segitiga didepan (selembar kain) kebelakang dan biarkan terlepas hingga bentuknya rebah kebelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-8lwTl-PK5NM/VBL2Nk9m8sI/AAAAAAAAAOk/lRvmvKLN5vk/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2BCara%2BMemakai%2BIket%2BSunda%2Bbarangbang%2Bsemplak%2B7.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-8lwTl-PK5NM/VBL2Nk9m8sI/AAAAAAAAAOk/lRvmvKLN5vk/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2BCara%2BMemakai%2BIket%2BSunda%2Bbarangbang%2Bsemplak%2B7.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Langkah ketujuh&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Model Iket Barangbang Semplak tampak dari depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-zqky-gWgLNI/VBL2fiOd64I/AAAAAAAAAOs/4o9oFINYMOg/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2BCara%2BMemakai%2BIket%2BSunda%2Bbarangbang%2Bsemplak%2B8.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-zqky-gWgLNI/VBL2fiOd64I/AAAAAAAAAOs/4o9oFINYMOg/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2BCara%2BMemakai%2BIket%2BSunda%2Bbarangbang%2Bsemplak%2B8.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/1251128146657215099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/cara-mengikat-iket-sunda-barangbang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/1251128146657215099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/1251128146657215099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/cara-mengikat-iket-sunda-barangbang.html' title='Cara Mengikat Iket Sunda Barangbang Semplak '/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-O5Bz2-GaTg8/VBL4ghMygEI/AAAAAAAAAO4/TWi4QztOcNU/s72-c/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2B-%2Bmodel%2Biket%2Bsunda%2Bbarangbang%2Bsemplak.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-2641957637889585878</id><published>2014-09-12T16:44:00.000+07:00</published><updated>2014-09-12T16:45:51.884+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Iket Bukan Sekadar Gaya</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-xXWXIPdZdv4/VBK_UsfIT0I/AAAAAAAAANs/dz9i9nyfDl8/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2BIket%2BSunda%2BBukan%2Bhanya%2BSekedar%2Bgaya.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-xXWXIPdZdv4/VBK_UsfIT0I/AAAAAAAAANs/dz9i9nyfDl8/s1600/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2BIket%2BSunda%2BBukan%2Bhanya%2BSekedar%2Bgaya.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Iket merupakan warisan budaya yang luhur nilainya, harus kukuh dipegang sebagai wujud simbolis keutuhan hidup. Begitu juga bagi urang Sunda sendiri, apakah hanya membanggakan luarnya saja sebagai bentuk indentitas, atau lebih mementingkan isinya. Menurut Dr. Ir. Thomas NIX, peneliti dari Belanda (Stedebouwin Indonesia Rotterdam, 1949), leluhur masyarakat Indonesia, hususnya Pulau Jawa, sudah mewariskan kearifan lokal dalam segala unsur kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Nu lima diopat keun, nu opat ditilu keun, nu tilu didua keun, nu dua dihiji keun, nu hiji jadi kasép“&lt;/i&gt; (yang lima dijadikan empat, yangempat dijadikan tiga, yang tiga dijadikan dua, yang dua dijadikansatu, yang satu jadi tampan), kalimat yang diucapkan budayawan Jakob Sumarjo ini, tentunya harus direnungi bagi setiap pemakainya. Bukan sekedar gaya, tapi harus dipahami makna dibalik lipatannya. Ketika dari lima menjadi satu, maka individu berusaha mendekatkan diri dengan Tuhan yang satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fenomena yang muncul kini, iket semakin tren di kalangan anak muda. Dengan berbagai motif dan gaya pemakaian. Bisa jadi dilator belakangi oleh kerinduan terhadap nilai tradisional yang semakin tergerus oleh modernisasi. Atau hanya sekedar pencitraan identitas tanpa pemaknaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, harus jadi kebanggaan bersama dengan diarahkan pertanggung-jawabannya, bahwa mengenal dan memaknai kembali kebudayaan Sunda tidak harus secara paksa. Tapi, diawali dengan kesadaran kecintaan melalui iket. Dengan cara itu, iket tidak akan kalah dengan ikat kepala/syal bergambar grup musik barat.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/2641957637889585878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/iket-bukan-sekadar-gaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/2641957637889585878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/2641957637889585878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/iket-bukan-sekadar-gaya.html' title='Iket Bukan Sekadar Gaya'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-xXWXIPdZdv4/VBK_UsfIT0I/AAAAAAAAANs/dz9i9nyfDl8/s72-c/Iket%2BSunda%2BKiwari%2B-%2BIket%2BSunda%2BBukan%2Bhanya%2BSekedar%2Bgaya.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-173410036644161954</id><published>2014-09-10T00:49:00.001+07:00</published><updated>2014-09-10T00:52:41.488+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Iket Sunda Dalam Pandangan Islam</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-UvivD2SDbGA/VA88iEiF85I/AAAAAAAAANc/WkgzmUfHJig/s1600/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2B-%2Biket%2Bsunda%2Bdalam%2Bislam.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-UvivD2SDbGA/VA88iEiF85I/AAAAAAAAANc/WkgzmUfHJig/s1600/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2B-%2Biket%2Bsunda%2Bdalam%2Bislam.jpg&quot; height=&quot;228&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Didalam konteks keberagaman, sesungguhnya ada keterkaitan erat antara nilai-nilai filosofi iket dengan fungsi penutup kepala dalam kaitan nilai Islam. Fungsi dari iket menurut Islam umumnya adalah bisa digunakan sebagai sajadah, pengganti tutup kepala.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hal itulah yang membentuk hubungan antara manusia dan Allah Sang Pencipta yang disebut Hablumminallah. Fungsi sebagai Hablumminanas adalah iket sebagai penyambung silaturahmi berdasarkan warisan budaya dan iket sebagai bagian dari cara saling memberi ilmu pengetahuan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam dunia Islam, dikenal serban atau sorban sebagai penutup kepala, sebagai bagian dari kelengkapan dalam salat atau beribadah. Memakai serban bagi umat Muslim adalah sunnah Nabi. Dalam beberapa hadis riwayat para sahabat Nabi Muhammad SAW, mereka menceritakaan bahwa Nabi selalu menganjurkan agar memakai penutup kepala sebagai bagian dari kelengkapan pakaian salat dan bahkan di luar salat. IBZ&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/173410036644161954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/iket-sunda-dalam-pandangan-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/173410036644161954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/173410036644161954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/iket-sunda-dalam-pandangan-islam.html' title='Iket Sunda Dalam Pandangan Islam'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-UvivD2SDbGA/VA88iEiF85I/AAAAAAAAANc/WkgzmUfHJig/s72-c/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2B-%2Biket%2Bsunda%2Bdalam%2Bislam.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-3006334779039627054</id><published>2014-09-09T23:36:00.001+07:00</published><updated>2014-09-09T23:36:43.395+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh"/><title type='text'>Acil Bimbo: Iket Sunda Dulu Tradisi, Sekarang Gaya Hidup</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-g6m8Bb_DCM4/VA8qnLtOhwI/AAAAAAAAANQ/eJDdh4wQ_vE/s1600/iket-sunda-kiwari-acil-bimbo.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-g6m8Bb_DCM4/VA8qnLtOhwI/AAAAAAAAANQ/eJDdh4wQ_vE/s1600/iket-sunda-kiwari-acil-bimbo.jpg&quot; height=&quot;216&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akulturasi budaya modern maupun daerah lain terhadap budaya setempat di masyarakat urban seperti Kota Bandung tidak akan dapat dihindari.Upaya menjaga dan melestarikan serta mengembangkan budaya tradisi akan mengalami banyak kendala dan bahkan sulit dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budayawan Acil Darmawan Hardjakusumah SH (Acil Bimbo) mengungkapkan hal tersebut pada Sarasehan Diskusi Budaya yang diikuti pengenalan Iket dan Selendang Sunda BCA di Gedung Kanwil I Bank BCA, Jalan Asia Afrika Bandung, Selasa (18/2). “Apapun upaya yang akan dilakukan tetap saja tidak akan mampu menahan arus deras akulturasi budaya, Kota Bandung ini khususnya sudah menjadi barometer budaya modern, karenanya akan sangat sulit mempertahankan budaya tradisi atau budaya asli dari budaya luar,” ujar Acil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Acil, hal yang perlu dilakukan oleh penggerak seni budaya, masyarakat dan pemerintah adalah menjadikan budaya luar sebagai bagian yang memperkaya budaya setempat. Seperti halnya dengan iket dan selendang Sunda yang kini banyak digunakan kembali oleh orang tua dan generasi muda serta dicanangkan oleh pemerintah daerah merupakan bentuk pergeseran baik dari fungsi maupun manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iket ataupun selendang Sunda yang biasanya menjadi bagian dari kelengkapan tradisi, kini telah bergeser menjadi bagian dari fashion dan gaya hidup, hingga muncul berbagai variasi model. Peristiwa budaya tersebut jangan dihalang-halangi bahkan harus didukung, karena selain akan mempertahankan ciri dan jati diri, juga memperkaya khasanah budaya,” tegas Acil. &lt;a href=&quot;http://www.pikiran-rakyat.com/node/270648&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Link&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/3006334779039627054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/acil-bimbo-iket-sunda-dulu-tradisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/3006334779039627054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/3006334779039627054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/acil-bimbo-iket-sunda-dulu-tradisi.html' title='Acil Bimbo: Iket Sunda Dulu Tradisi, Sekarang Gaya Hidup'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-g6m8Bb_DCM4/VA8qnLtOhwI/AAAAAAAAANQ/eJDdh4wQ_vE/s72-c/iket-sunda-kiwari-acil-bimbo.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-7145787198139105768</id><published>2014-09-09T22:50:00.001+07:00</published><updated>2014-09-09T22:50:30.663+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh"/><title type='text'>Ridwan Kamil: Sekitar 2000 Siswa SMK Mengenakan Iket Sunda</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-y-Z0WFR0oF8/VA8gEmgUFNI/AAAAAAAAANE/pZzf1te95II/s1600/iket-sunda-kiwari-ridwan-kamil.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-y-Z0WFR0oF8/VA8gEmgUFNI/AAAAAAAAANE/pZzf1te95II/s1600/iket-sunda-kiwari-ridwan-kamil.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sekitar 2000 siswa SMK Negeri 6 Bandung kompak mengenakan iket Sunda, Rabu (13/11/2013). Yang didominasi laki-laki itu terlihat kompak mengenakan kaos olahraga berwarna oranye, celana seragam abu-abu dan iket sunda beragam bentuk.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Emil tiba di SMKN 6 Bandung yang berada di Jalan Riung Bandung itu sekitar pukul 10.30 WIB dengan mobil pribadinya. Ia terlihat mengenakan pakaian pangsi hitam dan sendal jawara lengkap dengan iket Sunda. Selain menggunakan iket Sunda, setiap hari Rabu Pemkot Bandung juga memiliki program Rebu Nyunda alias menggunakan bahasa Sunda setiap hari Rabu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Saya ini merasakan perpaduan terharu dan bangga lihat ini. Baru pertama saya lihat yang pakai iket sampai seperti ini,&quot; katanya. Begitu Emil menyapa dengan sapaan Sunda, &#39;Sampurasun&#39; pun dijawab kompak, lantang dengan &#39;Rampes&#39; oleh para siswa. &lt;a href=&quot;http://news.detik.com/read/2013/11/13/123246/2411687/486/2/ridwan-kamil-terharu-lihat-2-ribu-siswa-smk-pakai-iket-sunda&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/7145787198139105768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/ridwan-kamil-sekitar-2000-siswa-smk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/7145787198139105768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/7145787198139105768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/ridwan-kamil-sekitar-2000-siswa-smk.html' title='Ridwan Kamil: Sekitar 2000 Siswa SMK Mengenakan Iket Sunda'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-y-Z0WFR0oF8/VA8gEmgUFNI/AAAAAAAAANE/pZzf1te95II/s72-c/iket-sunda-kiwari-ridwan-kamil.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-5965964516574254167</id><published>2014-09-09T15:30:00.000+07:00</published><updated>2014-09-09T17:05:31.491+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motif"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Struktur Bagian Dan Motif Iket Sunda</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-N9arIBXw9vc/VA64SRv7EuI/AAAAAAAAAM4/-MvvRWjU_t8/s1600/Iket%2Bsunda%2Bkiwari%2B-%2BStruktur%2BVisual%2BIket%2BSunda.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-N9arIBXw9vc/VA64SRv7EuI/AAAAAAAAAM4/-MvvRWjU_t8/s1600/Iket%2Bsunda%2Bkiwari%2B-%2BStruktur%2BVisual%2BIket%2BSunda.png&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;STRUKTUR BAGIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk lembar kain untuk iket Sunda adalah berbentuk segi empat sama sisi/bujur sangkar. Warna kain ada yang polos biasanya warna putih atau hitam. Beberapa kampung adat kain iketnya sudah memakai motif tertentu, kemungkinan dimulai ketika jaman mulai pembuatan batik di nusantara, dan sampai sekarang kain iket bermotif batik ini masih dipakai sebagai ciri khas iket kampung adat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Motif yang terdapat di kain iket mempunyai bagian khas yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. &lt;b&gt;PAGER&lt;/b&gt;: Sekeliling sisi kain diberi motif tertentu untuk estetika maupun pemaknaan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. &lt;b&gt;MODANG&lt;/b&gt;: Bentuk kotak bujur sangkar, dengan posisi diagonal terhadap sisi tepi kain.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. &lt;b&gt;WARUGA&lt;/b&gt;: Area yang kosong di selain bagian Pager dan Modang kadang hanya warna polos saja, juga kadang diberi motif tertentu, diseni batik biasanya semua bagian kain di penuhi motif yang gambarnya bermacam jenis berisi simbol-simbol dan kode-kode filosofi maupun catatan sejarah-cerita tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. &lt;b&gt;JURU&lt;/b&gt;: Adalah bagian sudut pertemuan Pager: di beberapa motif iket diberi aksen gambar, berupa logo, simbol atau bentuk pemaknaan yang mencirikan hal tertentu: bagian ini hanya dibeberapa iket kuno saja, dan dikembangkan saat ini di beberapa desain iket untuk organisasi tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ke-empat komponen diatas tentunya tidak semua ada di iket kampung adat Sunda, malah ada yang hanya polos saja (kampung adat Baduy Dalam/kampung adat Dukuh) atau iket batik ciri khas Kanekes Baduy Luar, tidak memakai bagian modang, hanya motif batik di bagian pager dan waruga-nya saja.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;STRUKTUR MOTIF&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Secara umum motif yang terdapat di iket Sunda adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Amotif/Polos (tanpa motif):&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kampung Adat Kanekes, Kampung adat Dukuh, tatar Sunda kulon, sampai saat ini memakai kain polos sebagai ciri khasnya; kain hitam biasanya dipakai unuk sehari-hari dan kain putih untuk upacara tertentu. Kain putih (pangsi/pakaian khas Sunda dan iket kepala) menjadi ciri khas Baduy Dalam.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Motif Batik:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Batik tulis, Batik Cap, Batik Print (babatikan); dari sejak jaman kerajaan /kesultanan masa lalu, iket kepala dengan memakai motif teknik batik sangat populer, sampai saat ini banyak peninggalan iket Sunda batik kuno dengan desain dan motif yang sangat indah. Ciri khas motif batik sunda sama dengan batik sunda pada umumnya, seperti motif Garutan, Tasik, Cirebonan, Indramayu, Kuningan, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Motif Kontemporer:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat ini mulai banyak di ciptakan inovasi-inovasi baru dalam membuat motif iket sunda, inovasi dari segi teknik produksinya maupun dari reka rupa motifnya. Beberapa teknik produksi yang sudah dilakukan adalah; lukis kuas seperti melukis di kanvas lukisan, media kain iket dengan motif klasik maupun motif modern; sablon, teknik cetak saring (screen printing), teknik Discharge (cabut warna); teknik Tiedye&amp;nbsp; (ikat celup), dan berbagai teknik lainnya sehingga secara visual, iket sunda kontemporer ini semakin kreatif dan beragam.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Motif Identitas Komunitas&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak dapat dipungkiri lagi saat ini iket sunda menjadi ciri khas organisasi terutama di tatar pasundan, sebab kreatifitas masyarakat saat ini tak dapat dibendung lagi, selalu mencari hal-hal baru, budaya semakin berkembang dan semakin banyak pilihan; kini iket sunda juga berfungsi sebagai ciri khas sebuah organisasi atau Komunitas yang mempunyai satu tujuan, terutama di kawasan kasundaan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Motif Kolaborasi:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semakin derasnya arus teknologi informasi memungkinkan terjadinya percampuran motif antar daerah/ budaya, ditambah lagi karakter sunda yang Someah (terbuka) menghasilkan percampuran/kolaborasi motif klasik dengan beberapa motif kekinian (kontemporer); motif Sunda dengan motif budaya lainnya seperti (Jawa, Padang, Bali, Indian, Eropa, dsb). Tentunya hal ini masih dianggap tabu oleh beberapa kalangan, ada kekhawatiran makin hilangnya ciri khas asli motif sunda, hal ini bisa diantisipasi dengan menjaga esensi filosofinya walaupun secara visual berubah beberapa bagian. Perpaduan tentunya bukan sesuatu yang negatif, kalau ditinjau dari makna dasar iket adalah “ikatan”, maka saling mengaitkan diri dengan budaya lainnya itu malah mempertegas makna ‘iket sunda’ itu sendiri. Semoga hal ini tetap terjaga!&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ke-lima pembagian diatas tentunya kedepannya akan bisa bertambah, dikarenakan produk budaya akan terus berkembang. Apapun bentuk motif yang dipakai di iket sunda tidaklah menjadi batasan yang terlalu mengikat, yang penting esensi filosofi dan karakteristik dasarnya tak berubah yaitu karakter khas sunda yang &lt;i&gt;Silih Asih Silih Asah Silih Asuh, Silih Wangi. &lt;a href=&quot;http://kisunda.mypangandaran.com/page/40/tentang-rupa-iket-sunda&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/5965964516574254167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/struktur-bagian-dan-motif-iket-sunda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/5965964516574254167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/5965964516574254167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/struktur-bagian-dan-motif-iket-sunda.html' title='Struktur Bagian Dan Motif Iket Sunda'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-N9arIBXw9vc/VA64SRv7EuI/AAAAAAAAAM4/-MvvRWjU_t8/s72-c/Iket%2Bsunda%2Bkiwari%2B-%2BStruktur%2BVisual%2BIket%2BSunda.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-1759547533365938795</id><published>2014-09-08T16:58:00.002+07:00</published><updated>2014-09-08T17:01:06.610+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh"/><title type='text'>Patih Rd. Sastranegara: Iket Sebuah Kelengkapan Berpakaian Urang Sunda</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-VUuuUXemCXE/VA17sLLPNuI/AAAAAAAAAMc/w96CzXKtbhs/s1600/Patih%2BRd%2BSastranegara%2B(1933)%2B-%2BDokumen%2BISUK.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-VUuuUXemCXE/VA17sLLPNuI/AAAAAAAAAMc/w96CzXKtbhs/s1600/Patih%2BRd%2BSastranegara%2B(1933)%2B-%2BDokumen%2BISUK.jpg&quot; height=&quot;250&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Iket tergambar dalam bentuk syair, bahwa sebuah iket menjadi kelengkapan berpakaian urang Sunda kala itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patih Rd. Sastranegara (1933) &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;..................&lt;br /&gt;Ari mungguh pamegetna,&lt;br /&gt;panganggona menak kuring,&lt;br /&gt;sinjang gincu sabuk jamlang,&lt;br /&gt;nyoren duhung tebeh gigir.&lt;br /&gt;Raksukan senting purikil,&lt;br /&gt;poleng atawa cit salur,&lt;br /&gt;nu pang alusna Madras,&lt;br /&gt;serta tara nganggo lapis,&lt;br /&gt;ari lain midang atawa&lt;br /&gt;angkat mah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udeng wedal Sukapura,&lt;br /&gt;batik hideung Sawungguling,&lt;br /&gt;mun soga Gunawijaya,&lt;br /&gt;atawa gambar saketi,&lt;br /&gt;modang beureum katumbiri,&lt;br /&gt;dasar koneng hurung ngempur,&lt;br /&gt;carecet koneng Banggala ....&lt;br /&gt;Mungguhing di cacah-cacah,&lt;br /&gt;totopong balangkrang sisi,&lt;br /&gt;sabuk sateng nyoren gobang ....&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terjemahan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;..................&lt;br /&gt;Sedang pihak laki-laki,&lt;br /&gt;memakai pakaian kebangsawanan,&lt;br /&gt;kain gincu sabuk jamblang,&lt;br /&gt;mengikatkan keris di sebelah pinggir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pakaian senting purikil,&lt;br /&gt;poleng atau cit salur,&lt;br /&gt;Madras yang paling bagus,&lt;br /&gt;serta tidak menggunakan lapis,&lt;br /&gt;kalau tidak bepergian atau&lt;br /&gt;jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iket asal Sukapura,&lt;br /&gt;batik hitam Sawunggaling,&lt;br /&gt;kalau soga Gunawijaya,&lt;br /&gt;atau gambar saketi,&lt;br /&gt;modang merah pelangi,&lt;br /&gt;dasarnya kuning bercahaya,&lt;br /&gt;saputangan kuning Banggala ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan rakyatnya,&lt;br /&gt;iket/tutup kepala balangkrang sisi,&lt;br /&gt;sabuk sateng nyoren gobang ....&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dari syair tersebut di atas, dapat kita ambil gambaran bahwa bagaimana masyarakat Sunda pada saat itu berpakaian terutama meragakan iket, udeng atau totopong, begitu pula golongan bangsawan atau masyarakat atas mengenakan pakaian dan golongan masyarakat kecil mengenakannya. Jadi apabila pakaian tersebut salah satunya ditiadakan, maka berpakaian tersebut tidaklah lengkap.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/1759547533365938795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/patih-rd-sastranegara-iket-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/1759547533365938795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/1759547533365938795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/patih-rd-sastranegara-iket-sebuah.html' title='Patih Rd. Sastranegara: Iket Sebuah Kelengkapan Berpakaian Urang Sunda'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-VUuuUXemCXE/VA17sLLPNuI/AAAAAAAAAMc/w96CzXKtbhs/s72-c/Patih%2BRd%2BSastranegara%2B(1933)%2B-%2BDokumen%2BISUK.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-5132130742152421347</id><published>2014-09-06T17:58:00.001+07:00</published><updated>2014-09-06T17:58:06.958+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh"/><title type='text'>Deddy Mizwar: Bangga Memakai Iket</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-X9Tm60ELvlc/VArnR4layeI/AAAAAAAAAMM/9cno-JAFEWY/s1600/dedy%2Bmizwar%2B-%2Biket%2Bsunda%2Bkiwari.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-X9Tm60ELvlc/VArnR4layeI/AAAAAAAAAMM/9cno-JAFEWY/s1600/dedy%2Bmizwar%2B-%2Biket%2Bsunda%2Bkiwari.jpg&quot; height=&quot;201&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Deddy Mizwar mengaku bangga dan terharu dipakaikan iket dan pakaian  Sunda. Memakai iket dalam keseharian menurutnya merupakan bentuk  ekspresi pribadi yang mencintai budaya. Hal ini disampaikannya saat  ditemui usai menggelar silaturahmi dengan para seniman di Aula Timur  Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (14/8/2013).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Saya bangga pakai iket, ini salah satu bentuk mempertahankan  nilai-nilai. Budaya lokal tidak hanya harus dilestarikan, tetapi harus  dikembangkan. Dengan memakai iket ini bisa jadi ajang promosi juga,”  katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meski begitu, memakai iket menurutnya seperti agama yang tidak bisa  dipaksakan. Sehingga siapa pun yang suka pakai bisa memakainya sebagai  bentuk ekspresi dalam lingkungan sehari-hari.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Kalau kerja juga bisa memakai iket tentunya. Tidak ada larangan  memakai iket dan tidak ada aturan kalau memakai iket nanti akan mendapat  hukuman. Ini ekspresi pribadi dan harus alami,” ujarnya.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/5132130742152421347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/deddy-mizwar-bangga-memakai-iket.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/5132130742152421347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/5132130742152421347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/deddy-mizwar-bangga-memakai-iket.html' title='Deddy Mizwar: Bangga Memakai Iket'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-X9Tm60ELvlc/VArnR4layeI/AAAAAAAAAMM/9cno-JAFEWY/s72-c/dedy%2Bmizwar%2B-%2Biket%2Bsunda%2Bkiwari.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-8855921329307309355</id><published>2014-09-06T16:22:00.000+07:00</published><updated>2014-09-06T16:32:18.693+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh"/><title type='text'>Aip Saripudin: Iket Simbol Karakter Filosofi Dan Estetika Si Pamakainya</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-rQAzq2sK97E/VArRS3H27WI/AAAAAAAAAL8/ww1vPcm3gbM/s1600/Aip%2BSaripudin%2BGaluh%2BCiamis.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-rQAzq2sK97E/VArRS3H27WI/AAAAAAAAAL8/ww1vPcm3gbM/s1600/Aip%2BSaripudin%2BGaluh%2BCiamis.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;266&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Budayawan Sunda asal Galuh Ciamis Aip Saripudin mengajak seluruh warga masyarakat, terutama kalangan pelajar dan mahasiswa untuk turut menjaga dan memilihara budaya tanah leluhur dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Kita harus bangga dengan budaya kita, jadikan budaya sendiri sebagai gaya hidup kita dalam sehari-hari dan tidak usah malu dengan budaya sendiri misalnya mengenakan iket Sunda,” kata Aip Saripudin.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aip Saripudin menuturkan,saat ini sejumlah budayawan Ciamis khususnya dan umumnya budayawan Sunda di Jabar tengah menghidupkan kembali tradisi menggunakan totopong (iket kepala sunda). Karena itu, besar harapan mahasiswa dan pelajar serta masyarakat tatar Galuh Ciamis dapat mendukung hal itu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Tradisi budaya dan kecintaan generasi muda terhadap budayanya harus terus dikembangkan.Kita bangsa yang kaya akan budaya,mari kita bersama-sama menjaga budaya bangsa agar tetap terjaga hingga generasi berikutnya,” ajak Aip Saripudin.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dijelaskan Aip Saripudin, iket merupakan tradisi dan ciri orang Sunda dimana menggunakan iket merupakan kehormatan bagi orang Sunda.Iket dalam budaya sunda memiliki filosofi dan secara tersurat bermakna produk yang diciptakan dan dipakai leluhur Bangsa Sunda sebagai ciri khas budayanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Secara tersirat,iket menjadi suatu simbol dari karakter, filosofi dan estetika si pemakainya, sementara fungsi dasarnya untuk merapihkan rambut, melindungi kepala dari cuaca panas, hujan dan lingkungan, membawa barang dan pelindung badan iket bisa juga dikatakan sebagai mahkota dan mencerminkan si pemakai tidak sombong” ungkap Aip Saripudin.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/8855921329307309355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/aip-saripudin-iket-simbol-karakter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/8855921329307309355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/8855921329307309355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/aip-saripudin-iket-simbol-karakter.html' title='Aip Saripudin: Iket Simbol Karakter Filosofi Dan Estetika Si Pamakainya'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-rQAzq2sK97E/VArRS3H27WI/AAAAAAAAAL8/ww1vPcm3gbM/s72-c/Aip%2BSaripudin%2BGaluh%2BCiamis.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-5343640576278314136</id><published>2014-09-04T13:57:00.001+07:00</published><updated>2014-09-04T21:46:25.479+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iket Kiwari"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iket Praktis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Makutawangsa"/><title type='text'>Iket Sunda: Makutawangsa</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-O6GrClRt-xg/VAgLoIED3_I/AAAAAAAAAIg/zotjeTGQgH4/s1600/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2B-%2Bmakutawangsa.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-O6GrClRt-xg/VAgLoIED3_I/AAAAAAAAAIg/zotjeTGQgH4/s1600/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2B-%2Bmakutawangsa.jpg&quot; height=&quot;238&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Digambarkan tahapan iket Makutawangsa, pada tahap pertama disebut Opat Kalima Pancer atau dapat juga diartikan diri menyatu dengan unsur-unsur utama alam yaitu: Angin, Cai (Air), Taneuh (Tanah) dan Seuneu (Api). Kemudian segi empat tadi dilipat menjadi bentuk segitiga yang merupakan refleksi Diri, Bumi dan Negeri. Refleksi ini dikenal dengan sebutan Tritangtu dalam falsafah sunda. Kemudian lakukan lipatan sebanyak lima kali, disebut sebagai Pancaniti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola iket Makutawangsa yang kalau dibalik menjadi Barangbang Semplak menghasilkan akhir pola ikatan ke atas dan ke bawah. Yang bermakna panceg ka luhur, tapi ulah pohang (melihat ke atas pada Sang Pencipta dan tidak sombong). Begitulah filosofi makutawangsa yang pada masanya dipakai oleh bangsawan kerajaan alias pemimpin yang tetap rendah hati, bentuk sosok pemimpin yang jarang ditemui pada masa ini.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/5343640576278314136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/iket-sunda-makutawangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/5343640576278314136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/5343640576278314136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/iket-sunda-makutawangsa.html' title='Iket Sunda: Makutawangsa'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-O6GrClRt-xg/VAgLoIED3_I/AAAAAAAAAIg/zotjeTGQgH4/s72-c/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2B-%2Bmakutawangsa.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-977629697243080457</id><published>2014-09-04T11:35:00.001+07:00</published><updated>2014-09-04T11:36:05.242+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kampung Adat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh"/><title type='text'>Abah Ilin Dasyah: Iket Sunda Di Kampung Adat Cikondang</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-rSgPf-KSyY4/VAfqqxBl0QI/AAAAAAAAAIQ/lkKg2yi7hiE/s1600/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2B-%2Babah%2Bilin%2Bdasyah%2Bpupuhu%2Bkampung%2Badat%2Bcikondang.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-rSgPf-KSyY4/VAfqqxBl0QI/AAAAAAAAAIQ/lkKg2yi7hiE/s1600/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2B-%2Babah%2Bilin%2Bdasyah%2Bpupuhu%2Bkampung%2Badat%2Bcikondang.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;  &lt;o:AllowPNG/&gt; &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-weight: bold; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;Abah Ilin Dasyah (Kiri: Kasepuhan Kampung Adat Cikondang Bandung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kain yang dipakai sebagai penutup kepala yang mengandung arti ikatan (Beungkeutan), sa-Iket-an, sa-Beungkeut-an, yang bentuk dasarnya adalah persegi empat (wangun juru opat) sa-Beungkeutan dalam kehidupan, sa-Iketan dalam kebijakan. Berfungsi sebagai penutup kepala secara fisik, namun arti lain adalah untuk menutup dan melindungi kepala (mustika didalam mastaka) secara batiniah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bentuk dasar iket yang persegi (juru opat) 4 sisi dan 1 bidang kotak pada tengahnya (Modang), dengan posisi diagonal, terkandung makna :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Opat kalima Pancer (Api, Air, Tanah, Angin, dan Diri)&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;4 Sahabat (juru opat) dan 5 adalah Rasulallah (bagian tengahnya)&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;4 Madhab&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bentuk dasar Ka’bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Iket dilipat menjadi segitiga (juru 3) yang mengandung arti: Tritangtu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Adat Istiadat&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Agama&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kepemerintahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Kirata Tritangtu dari Kasepuhan Ilin Dasyah (kira kira nyata)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Adat = Asal Diri Adam Turunan&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Agama = Aturan Gawe Manusa&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Darigama = Kepemerintahan; Pamenta cumponan, Parentah Lakonan, Panyaur Temonan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau terdapat juga 3 Nur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Nur Allah&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Nur Adam&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Nur Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk di Kampung Adat Cikondang itu sendiri tidak ada penggolongan dalam motif atau corak iket, baik itu untuk Kucen, kepala Adat, sesepuh atau para penerus, bebas untuk memilih atau memakainya, dan tidak ada rupa iket khusus dalam pelaksanaannya. Bahkan terkadang mereka juga mendapatkannya dari pemberian para tamu yang datang, namun dalam pemakaian iket ini harus mengenal Wanci (waktu):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Peci digunakan Wanci masamoan (menghadapi) terhadap tamu (umum)&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Iket digunakan Wanci masamoan (menghadapi) terhadap Adat : Seren taun (Mitembeyan Tandur, Mitembeyan dibuat, Hajat Solokan, Hajat Paralon,Hajat Lembur, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak menutup kemungkinan juga, ketika menghadapi tamu dalam pelaksanaanya menggunakan Iket. Dikampung Adat Cikondang, ketika ada ada hajat lembur, Iket dipakai dan tidak ada rupa Iket yang ditentukan dalam penerapannya. Iket dikampung Cikondang, atas sepengetahuan sesepuh Abah Ilin, beliau mengingat sejak Anom Idil (Kuncen ke-3), iket dipakai oleh kuncen Kampung Adat dan tidak menutup kemungkinan sejak kuncen ke-1, Ma Empuh (Mama Sepuh) kemudian Mama Akung, sudah menggunakan Iket dalam kesehariannya di Kampung Adat Cikondang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupa Iket atas sepengetahuan dari Abah Ilin Dasyah dikenal ada 3 rupa Iket yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Barangbang Semplak&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Paros Jengkol&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kole Nyangsang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti yang lain ketika seseorang menggunakan Iket maka haruslah ber-elmu masagi, yang dulunya kurang baik maka sekarang haruslah lebih baik, dan ketika menginjak umur 40 tahun, disitulah segala hal yang telah kita lakukan harus beradaptasi dengan ilmu masagi/pasagi/ 4 sisi / juru opat, yang secara lahiriah adalah saatnya untuk berubah menjadi lebih baik, meninggalkan semua hal yang kurang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iket bisa menjadikan kepala menjadi satu kepalan, dan Iket juga mengepal alam dunya (Kepala), ketika kita menggunakan iket alam dunia kita yang berada dalam kepala akan tertutupi (karungkup).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal berpakaian serta dari sisi warna yang dikenal oleh Kampung Adat Cikondang ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Putih = yang mengandung arti Air / banyu = Ibun, Talaga, Walungan, Laut.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Hitam = yang mengandung arti Bumi = Keusik, Batu, Taneuh, Leutak, dst.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Merah = yang mengandung arti Api / Geni = Panon poe, Minyak Bumi, Gas, Kawah, dst.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kuning = yang mengandung arti Angin / Bayu = Halimun, Awan, Angin, Udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baju berwana putih yang artinya adalah suci dan bersih pikiran, mengetahui akan baik dan tidak baik, juga antara bagus dan kurang bagus dalam makna kesehariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celana hitam (hideung) : atinya hideng ( tanpa harus diperintah ) taat terhadap aturan Tritangtu (Adat, Agama, Darigama).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/977629697243080457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/abah-ilin-dasyah-iket-sunda-di-kampung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/977629697243080457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/977629697243080457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/abah-ilin-dasyah-iket-sunda-di-kampung.html' title='Abah Ilin Dasyah: Iket Sunda Di Kampung Adat Cikondang'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-rSgPf-KSyY4/VAfqqxBl0QI/AAAAAAAAAIQ/lkKg2yi7hiE/s72-c/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2B-%2Babah%2Bilin%2Bdasyah%2Bpupuhu%2Bkampung%2Badat%2Bcikondang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-4359179656179773035</id><published>2014-09-04T08:52:00.000+07:00</published><updated>2014-09-04T08:52:21.253+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Makna Dan Sejarah Iket Sunda</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-ljCYtyp9v1E/VAe_mkauQzI/AAAAAAAAAH0/Tte3asT1S4I/s1600/Iket%2Bsunda%2Bkiwari%2Blepasan%2B1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-ljCYtyp9v1E/VAe_mkauQzI/AAAAAAAAAH0/Tte3asT1S4I/s1600/Iket%2Bsunda%2Bkiwari%2Blepasan%2B1.png&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Iket atau totopong (Sunda) atau  udeng (Bali) adalah penutup kepala dari kain merupakan bagian dari  kelengkapan sehari-hari pria di pulau Jawa dan Bali, sejak masa silam  sampai sekitar awal tahun 1900-an dan mulai populer kembali pada tahun  2013. Penggunaan iket bagi pria akil balik pada masa lalu menjadi  keharusan karena dipercaya melindungi mereka dari roh-roh jahat, selain  untuk fungsi-fungsi praktis seperti wadah /pembungkus, selimut, bantalan  untuk mengangkut beban di kepala dsb, sedangkan saat ini lebih  diperuntukkan sebagai aksesoris dan upaya melestarikan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  Jawa Barat khususnya masyarakat Sunda, tutup kepala yang dibuat dari  kain dikenal dengan sebutan iket atau totopong atau udeng, semuanya  adalah pelindung kepala yang berfungsi sebagai kelengkapan berbusana. Di  samping itu ada pula dudukuy yaitu tutup kepala yang terbuat dari  tumbuh-tumbuhan seperti bambu, kayu dan daun yang hanya berfungsi  sebagai pelindung kepala dari panas dan hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  zaman dahulu iket juga mencerminkan kelas dalam masyarakat, hingga  tampak jelas perbedaan kedudukan seseorang (pria) dalam kehidupan  sehari-hari. Di samping itu iket Sunda juga sebagai bagian dari  kelengkapan berbusana yang digunakan juga untuk memenuhi kebutuhan  budaya yang dikaitkan dengan nilai budaya, adat istiadat serta pandangan  hidup masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Iket Sunda Pada mulanya kata  iket merupakan kata umum yang artinya ikat atau ikatan. Akan tetapi  karena sesuatu yang diikatnya itu kepala (pria) dan berlangsung saat  dangdan atau dangdos atau berdandan akhirnya kata iket itu menjadi kata  khusus atau istilah yang mengandung pengertian ikat kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iket  dipandang dan dianggap tepat sebagai benda yang dapat melindungi kepala  saat melakukan aktifitas dan sekaligus menjadi atribut sosial.  Bentuknya yang beragam diciptakan sebagai simbol yang berkaitan dengan  keagamaan, upacara adat, dan status sosial tokoh-tokoh masyarakat yang  dianggap mempunyai peranan dalam suatu kelembagaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iket  berpadanan kata dengan totopong dan udeng (bahasa Sunda halus).  Di-totopong berarti mengenakan tutup kepala menurut aturan tertentu.  Bentuk totopong itu ada yang disebut Bendo, Porténg, Lohén, Barangbang  Semplak atau Mantokan, Kuda Ngencar dan Paros Nangka atau Kebo Modol”.  Iket sebagai bagian dari kelengkapan anggoan pameget (busana pria)  memiliki nilai estetik tinggi. Iket sebagai tutup kepala memiliki nilai  yang lebih berharga dibandingkan dengan tutup kepala yang lain, karena  dalam proses pembentukannyamemerlukan kejelian, keterampilan, ketekunan,  kesabaran dan rasa estetika yang tinggi dari pemakainya. Hal ini akan  membuktikan bahwa iket dapat mencerminkan status simbol pemakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  itu iket juga memiliki makna secara ilmu pengetahuan dan  kepercayaan,iket sangat erat kaitannya dengan unsur tauhid dan budaya.  Iket memiliki makna mengikat seperti ikatan yang terbentuk dari tali.  Iket juga berarti totopong yang berasal dari kata tepung (bertemu) yang  mengalami pengulangan dan perubahan kata dasar te menjadi toto. Tepung  artinya bertemu, bertemu dalam hal ini maksudnya simbol dari bertemunya  ujung kain karena dibentuk simpul sebagai lambang silaturahmi. Iket  mengandung makna mengikat kepala. Obyek yang diikat adalah kepala  (pria). Kepala memiliki makna sebagai pemimpin tubuh dengan isinya yaitu  otak. Otak merupakan tempat pikiran dan organ manusia sebagai ciri  manusia makhluk mulia ciptaan Tuhan. Dengan otak ini manusia memiliki  cipta, karsa, rasa sehingga mampu berpikir. Dengan memakai iket, kepala  sebagai organ penting dapat dilindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iket dibentuk  dari kain berbentuk bujur sangkar yang memiliki empat sudut. Keempat  sudut itu memiliki makna sebagai sudut kereteg haté (kereteg = perasaan  atau suara yang timbul dengan sendirinya, haté = hati. kereteg haté  diartikan sebagai niat), ucapan (lisan), tingkah (sikap), dan raga  (badan) yang kemudian kain itu dilipat dua membentuk segitiga sama kaki  dengan tiga sudut. Ketiga sudut tersebut mencerminkan tiga azas  tritunggal kesetaraan dalam hidup kemasyarakatan yakni tritangtu yang  terdiri dari resi pemimpin agama, rama (pemimpin rakyat) dan perebu  (pemimpin wilayah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan azas ini dijalankan  dengan keharmonisan antara tekad, ucapan, tingkah laku yang terangkum  dalam raga manusia. Iket juga memiliki makna ngawengku (mengikat) segala  urusan yang berhubungan dengan keduniawian seperti yang disampaikan  bahwa iket digunakan oleh para Saéhu. Saéhu adalah seorang pemimpin  rakyat yang saé jadi hulu, saé hubungannana, tiasa ngiket kana sagala  persoalan kamasyarakatan jeung kahirupan (bagus untuk dijadikan ketua  atau pemimpin, bagus hubungan sosialnya, mampu mempersatukan dan  menyelesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iket Sunda pada masa dahulu merupakan  salah satu kelengkapan busana pria yang sangat penting. Penggunaan iket  bagi masyarakat Sunda berfungsi sebagai:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a. Penutup rambut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b. Pelindung kepala.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;c. Alat untuk melindungi diri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;d. Alat untuk membawa barang.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;e. Alat untuk menyimpan barang.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;f. Sebagai sajadah pada saat melaksanakan sholat lima waktu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;g.  Simbol status sosial pria atau sebagai simbol yang menunjukkan  identitas dalam lingkungan pergaulan sehari-hari. Simbol ini ditunjukkan  melalui model dan jenis kain yang digunakan untuk iket.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;h.  Penghormatan terhadap kedudukan seorang pria seperti digunakan apabila  menghadap priyayi, pejabat pemerintah setempat dan ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini fungsi iket Sunda secara umum sebagai:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a. Salah satu penanda etnis Sunda.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b. Penanda etnis Sunda pada busana adat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;c. Penanda etnis Sunda pada busana tari pertunjukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat  perbedaan model iket untuk di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ada beberapa  model iket yang diberi nama-nama seperti barangbang semplak, parekos,  atau porteng.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/4359179656179773035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/makna-dan-sejarah-iket-sunda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/4359179656179773035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/4359179656179773035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/makna-dan-sejarah-iket-sunda.html' title='Makna Dan Sejarah Iket Sunda'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-ljCYtyp9v1E/VAe_mkauQzI/AAAAAAAAAH0/Tte3asT1S4I/s72-c/Iket%2Bsunda%2Bkiwari%2Blepasan%2B1.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-3834838588119569491</id><published>2014-09-03T20:47:00.000+07:00</published><updated>2014-09-03T20:47:29.984+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iket Buhun"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Iket Sunda Buhun (kuno)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-MQfPOSF5yx4/VAWYVimVwEI/AAAAAAAAAB8/eKf99Hoxcls/s1600/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2Blogo.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-MQfPOSF5yx4/VAWYVimVwEI/AAAAAAAAAB8/eKf99Hoxcls/s1600/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2Blogo.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Iket adalah penutup kepala dari kain sebagai pakaian khas tradisional khususnya Jawa dan Bali. Istilah lain dari iket adalah totopong (Sunda, Jawa Barat) dan udeng (Bali). Umunya iket dipakai oleh kaum pria sebagai kelengkapan sehari-hari untuk menangkal roh-roh jahat, sebagai tanda kedewasaan pemakainya, dan sebagai atribut kelas dan kedudukan seseorang di masyarakat. Itu dulu, kini iket dikenal sebagai pakaian tradisonal budaya bangsa yang harus dilestarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jawa Barat dan Banten seperti di Bandung, Banten, Tasik, dan Garut, penutup kepala ini sering disebut Iket Sunda karena memang kental dengan tradisi dan budaya suku Sunda sejak jaman dulu. Awalnya nama iket diambil sebagai makna ikat atau ikatan yang erat hubungannya dengan budaya dan tauhid yang melambangkan ikatan silaturahim, tetapi karena dipakai dikepala, kini iket Sunda dikenal juga dengan ikat kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya fungsi iket Sunda bukan hanya itu, bentuknya yang persegi (bisa dibongkar pasang) dan karena terbuat dari kain, iket Sunda dapat digunakan untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup kepala sebagai pelindung dari panas matahari, dinginnya cuaca, dan angin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membawa dan membungkus barang bawaan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajadah (alas untuk ibadah shalat),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol status sosial bagi kaum pria (dulu),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda, bahwa si pemakai adalah orang Sunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis iket Sunda yang merupakan warisan para leluhur ini cukup beragam, semuanya dipengaruhi oleh budaya setempat, tradisi masyarakat, dan para wisatawan yang datang ke daerah tersebut. Itulah sebabnya kini iket Sunda cukup bervariasi mulai dari bentuk, cara mengikat, warna dan corak.&amp;nbsp; Hal ini pulalah yang menyebabkan perbedaan antara iket Sunda dan Iket Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan bentuk dan coraknya, iket Sunda dapat dibedakan menjadi tiga kategori yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iket Sunda Rekaan Baheula (model iket Sunda rancangan jaman dulu)&lt;br /&gt;a. Julang Ngapak&lt;br /&gt;b. Barangbang Semplak&lt;br /&gt;c. Parekos Nangka&lt;br /&gt;d. Kuda Ngencar&lt;br /&gt;e. Parekos Jengkol&lt;br /&gt;f. Kekeongan&lt;br /&gt;g. Porteng&lt;br /&gt;h. Maung Heuay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iket Sunda Rekaan Kiwari (model iket Sunda rancangan sekarang)&lt;br /&gt;a. Maung Leumpang (Harimau Berjalan)&lt;br /&gt;b. Candra Sumirat&lt;br /&gt;c. Hanjuang Nangtung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iket Sunda Praktis&lt;br /&gt;a. Makuta Wangsa&lt;br /&gt;b. Parekos&lt;br /&gt;c. Mancala Rupa&lt;br /&gt;d. Lawon Sonagar&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/3834838588119569491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/iket-sunda-buhun-kuno.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/3834838588119569491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/3834838588119569491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/iket-sunda-buhun-kuno.html' title='Iket Sunda Buhun (kuno)'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-MQfPOSF5yx4/VAWYVimVwEI/AAAAAAAAAB8/eKf99Hoxcls/s72-c/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2Blogo.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-8742612771521326623</id><published>2014-09-03T04:36:00.003+07:00</published><updated>2014-09-03T20:34:17.716+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ibo Zavasnoz"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh"/><title type='text'>Ibo Zavasnoz: Hapus Penomena Tak Beretika</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-BTzOFAZAafo/VAYhO_GGZoI/AAAAAAAAACM/2VA7oS9iEso/s1600/Ibo%2BZavasnoz%2B-%2BIket%2BSunda%2BKiwari.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-BTzOFAZAafo/VAYhO_GGZoI/AAAAAAAAACM/2VA7oS9iEso/s1600/Ibo%2BZavasnoz%2B-%2BIket%2BSunda%2BKiwari.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;usercontent&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Ibo  Zavasnoz sebagai pendiri Iket Sunda Kiwari menyerukan kepada generasi  muda dan khalayak umum untuk Hapus Penomena Tak Beretika!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;usercontent&quot;&gt;Pergeseran nilai budaya bangsa ini mengalami kemunduran yang notabene masuknya budaya-budaya asing yang lebih cenderung meng-invasi nilai estetika dan norma adab bangsa ketimuran khususnya Indonesia, di&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;textexposedshow&quot;&gt;tandai dengan bangganya sebuah generasi muda dalam explorasi nilai budaya asing tanpa membanggakan budaya bangsanya sendiri. Tentunya sangatlah tidak mudah dalam mengembalikan kejayaan budaya tanah leluhur ini bila saja generasi muda tidak lagi peduli terhadap kekayaan budaya serta kearifan lokal yang terkandung disetiap wilayah-wilayah itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;textexposedshow&quot;&gt;Masyarakat pada umumnya saat ini telah memiliki paradigma atau sudut pandang yang seolah &quot;Mengkerdilkan&quot; suatu budaya yang bernilai luhur dengan beranggapan apabila melihat seseorang dengan berpenampilan memakai baju adat (Pangsi) atau Ikat Kepala (iket) mereka akan beranggapan orang tersebut seolah &quot;Dukun&quot; dll ..(sungguh penomena yang tak beretika). Bisa ditarik kesimpulan bahwa anggapan mereka berdasarkan apa yang dilihat mungkin saja dari sebuah cerita piksi film, televisi, cerita majalah dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;textexposedshow&quot;&gt;Disinilah peranan penting para sesepuh dan budayawan suatu wilayah yang sejatinya selalu memberikan makna sejarah adat budaya leluhur yang agung kepada generasi muda berikutnya agar terus mencintai budaya-budaya bangsanya sendiri, mari sedikit demi sedikit kita hapus paradigma atau sudut pandang tersebut dengan tetap berpegang teguh kepada jatidiri budaya itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/8742612771521326623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/ibo-zavasnoz-hapus-penomena-tak-beretika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/8742612771521326623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/8742612771521326623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/ibo-zavasnoz-hapus-penomena-tak-beretika.html' title='Ibo Zavasnoz: Hapus Penomena Tak Beretika'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-BTzOFAZAafo/VAYhO_GGZoI/AAAAAAAAACM/2VA7oS9iEso/s72-c/Ibo%2BZavasnoz%2B-%2BIket%2BSunda%2BKiwari.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9217207425165482672.post-7103978356314207811</id><published>2014-09-03T03:15:00.000+07:00</published><updated>2014-09-03T20:35:32.470+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iket Buhun"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Filosofi Iket Sunda</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-MQfPOSF5yx4/VAWYVimVwEI/AAAAAAAAAB8/eKf99Hoxcls/s1600/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2Blogo.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-MQfPOSF5yx4/VAWYVimVwEI/AAAAAAAAAB8/eKf99Hoxcls/s1600/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2Blogo.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Saceundeung Kaen” yang terdapat dalam naskah kuno Bujangga Manik, isi naskah baris 36). Kalimat yang tertulis di atas merupakan sebuah penggalan yang terdapat dalam naskah kuno Bujangga Manik yang menceritakan perjalanan Prabu Jaya Pakuan, seorang Raja Pakuan Pajajaran yang memilih hidupnya sebagai Resi. Naskah diperkirakan ditulis sekitar abad ke-14. Isi naskah terdiri atas 29 lembar daun Nipah yang masing-masing berisi 56 baris kalimat, terdiri atas 8 suku kata.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Pemakaian Iket&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Saceundeung Kaen” mengandung arti selembar kain yang sering digunakan sebagai penutup kepala. Di tatar Sunda biasa disebut juga totopong, iket, atau udeng. Pemakaian iket berkaitan dengan kegiatan sehari-hari ataupun ketika ada acara kegiatan resmi seperti upacara adat dan musyawarah adat. Tidak ada bukti tertulis mengenai sumber sejarah tentang penamaan iket atau yang sekarang disebut rupa iket. Akan tetapi, dalam perkembangan zaman, penamaan untuk rupa iket menjadi bagian dari kebudayaan yang mengandung nilai dan makna tersendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Kategori Iket Buhun Dan Kiwari&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penamaan atau rupa iket dikategorikan sesuai zamannya, yaitu iket buhun (kuno) dan iket kiwari (sekarang). Untuk iket buhun sendiri ada yang berupa bentuk iket yang telah menjadi warisan secara turun-temurun dari para leluhur, ada pula rupa iket yang lahir dari kampung adat. Sementara itu, untuk iket kiwari, iket tersebut merupakan rekaan dari beberapa orang yang memiliki rasa kebanggaan sebagai bentuk kreatifitas terhadap budaya iket buhun dan kreativitas dari nilai kearifan lokal.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam rupaan iket, di dalamnya terkandung filosofi. Hal inilah yang membuat iket itu sendiri menjadi salah satu warisan leluhur yang mengandung nilai yang begitu tinggi adanya. Seperti filosofi yang terkandung dalam rupa iket Julang Ngapak yang konon dahulunya dipakai khusus oleh para Pandita kerajaan atau disebut Purahita. Filosofi yang terkandung berdasar kepada laku hidup seekor burung Julang &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;(Sundanese Wrinkled Hornbill)&lt;/i&gt;. Tipe burung ini sebelum mereka mendapatkan sumber air tersebut, mereka tidak akan berhenti mencari. Karakter inilah yang diadopsikan menjadi simbol Julang Ngapak, yaitu bahwa kita jangan pernah lelah mencari sumber kehidupan (ilmu, darma, dan jatidiri) sebelum mencapai hasil yang diinginkan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Awal Mulai Dikenal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Iket atau Totopong (ikat kepala) itu sendiri mulai dikenal sekitar tahun 1450 Masehi atau pada masa Kerajaan Pajajaran. Awalnya, totopong dikenakan untuk melindungi kepala dari panas terik dan sebagai identitas diri. Pada masa perang kemerdekaan, totopong digunakan sebagai identitas para pejuang. Pada era itu pula, totopong menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan. Totopong juga menjadi simbol pemersatu dan pengobar semangat orang Sunda kala itu.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Corak Iket&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Totopong merupakan ikat kepala terbuat dari kain polos atau kain batik. Ukuran kain pada umumnya kurang lebih sekitar 1 meter persegi. Khusus totopong, memiliki ukuran setengah meter dan bentuk kain terbelah tengah secara diagonal atau sering disebut setengah iket. Totopong biasanya memiliki motif batik khusus, misalnya batik Kangkung, Kumeli, Sida Mukti, Kawung Ece, Seumat Sahurun, Gjringsing, Manyingnyong, Katuncar Mawur, Kalangkang Ayakan, Porod, Eurih. Sebagai masyarakat agraris, para leluhur Sunda memanfaatkan totopong sebagai pelindung dari sengatan matahari dan gangguan hewan saat bekerja di sawah.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Beberapa Nama Iket:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Fungsi iket/totopong sebagai simbol identitas diri dilihat dari pola mengikatnya. Bentuk ikatan totopong menunjukkan status sosial, cara mengikat totopong antara bangsawan dan rakyat berbeda. Setidaknya ada 22 atau lebih cara mengikat totopong di kepala. Beberapa model ikat misalnya yang paling sederhana, Perengkos Nangka. Biasanya dipakai oleh orang tua yang sedang tergesa-gesa, jadi cukup dibelitkan di kepala. Kalangan jawara atau jagoan, lain lagi ikat kepalanya, yaitu mereka menggunakan model Barangbang Semplak atau Kuda Ngencar.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Barangbang Semplak &lt;/b&gt;: Iket ini seperti barangbang (dahan kering) yang patah tapi masih nempel dipohon. Culannya hampir menutupimata. Bagian atasnya terbuka (terlihat rambut).Bisanyaiket model ini duludipakai oleh para jawara.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Julang ngapak&lt;/b&gt; : Bentuk iket ini seperti sayap burung terbang.Dipakai oleh para orang tua.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Kekeongan&lt;/b&gt; : (di Banten disebut borongsong keong), bentuknya mirip seperti keong.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Kuda ngencar&lt;/b&gt; : Iket yangculanya dibelakang, ngampleh(tergerai) ke bawah. begitu mau ke bagian ujung (melengkung)naiklagi ke atas.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Maung Heuay&lt;/b&gt; : Bentuk iket ini seperti mulut harimau yang sedang nganga (terbuka).&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;6.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Parekos Nangka&lt;/b&gt; : Bentukiket ini sangat sederhana (basajan). Biasanya dipakai oleh orang yang sedang tergesa-gesa.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;7.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Porteng&lt;/b&gt; : Iket yang culanya berdiri di depan, dan ujung-ujung kainnya digulung ke belakang.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;8.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Talingkup&lt;/b&gt; : Iket yang culanya didahi sampai menutupi mata. Talingkup artinya bisa menutupi.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Iket Menyimbolkan :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Syahadat&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sholat&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Zakat&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Puasa&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Naik Haji (bagi yang mampu)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu dilipat menjadi &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;segitiga yang menyimbolkan :&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Alif&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Lam&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mim&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kalau di satukan dan dibaca jadi Alam. Kenapa Alam? Padahal bisa saja Ilmi, Ilmu, Ulum atau Alim? tidak akan ada Ilmi, Ilmu, Ulum dan Alim kalau tidak ada Alam. Alam yang mana? Alam yang sudah dan sedang akan terjadi, yang diciptakan oleh Allah SWT. Yang dilakoni/dihuni oleh Nabi Adam AS beserta keturunannya, yang diakhiri oleh Rosulullah SAW.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lipat dalam beberapa lipatan yang rapih, sedangkan besar kecilnya lipatan menyesuaikan besarnya pipi menyimbolkan: Tartib (mendahulukan yang memang harus didahulukan, mengakhirkan yang harus diakhirkan) semua pekerjaan harus dilakukan secara dewasa dan sesuai kemampuan. Lalu diikatkan ke kepala, agar kita Ingat:&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dari Mana&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Lagi Dimana&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mau Kemana&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Sebagai Kekayaan Budaya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Iket merupakan kekayaan budaya tutup kepala tatar Pasundan. Selain iket, urang Sunda mengenal beragam tutup kepala lainnya: Mahkota, Tudung/Cetok, Dudukuy, Kerepus/Kopiah, Peci, Topi, dll. Tapi, yang masih erat dan langgeng dipakai dalam keseharian sampai sekarang khususnya yang terdapat di masyarakat adat (Baduy, Ciptagelar, Kampung Naga, dll) adalah Iket.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Ralph L. Beals dan HarryHaijer&lt;/b&gt; dalam bukunya &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;An Introduction to Antropology&lt;/i&gt;, tutup kepala merupakan bagian kelengkapan busana suatu kelompok, yang bahan dan modelnya sangat besar dipengaruhi oléh lingkungan dan budaya yang mempunyai fungsi praktis, estetis, dan simbolis.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Fungsi Praktis, Estetis Dan Simbolis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Fungsi praktis merupakan alat penutup dari panas, hujan, benda yang membahayakan, serta pembungkus barang dan makanan. Fungsi estetis sebagai aksesoris (life style). Sedangkan fungsi simbolis merupakan ciri untuk membedakan identitas dengan suku lain, serta terkandung nilai-nilai luhur kajembaran palsafah hidup.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Bukti Peninggalan Sejarah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bukti masyarakat Sunda erat dengan tutup kepala yaitu adanya mahkota Binokasih peninggalan Kerajaan Pajajaran, yang kemudian diwariskeun kepada Kerajaan Sumedang Larang (sekarang menjadi koléksi Museum Geusan Ulun, Sumedang). Sedangkan iket terdapat pada arca megalitik di Cikapundung (sekarang daerah Kebun Binatang, Bandung), yang bentuknya menyerupai kepala memakai iket.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Sebagai Stratasosial&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam kehidupan masyarakat Sunda bihari/dulu, kelengkapan busana, termasuk iket, merupakan pembeda antara golongan ménak/bangsawan dan cacah/rakyat biasa. Khusus untuk iket, yang membedakannya adalah bahan, corak/ motif, dan beulitan/rupa iket. Golongan ménak menggunakan bahan kain batik halus dengan motif tertentu seperti Réréng dan Gambir Saketi yang menunjukkan stratasosial tinggi (feodalis). Sedangkan golongan cacah biasanya menggunakan kain batik sisian/batik kasar dan polos hitam (iket wulung).&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Falsafah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Secara filosofis, iket berasal dari kata saiket/satu ikatan, artinya sauyunan dalam satu kesatuan hidup. Ibarat lidi, jika sehelai tidak mempunyai fungsi, tapi jika dibentuk menjadi satu ikatan sapu, maka akan mampu membersihkan apa pun. Begitu pula manusia berlaku individual, tentu berat menghadapi suatu masalah. Lain ceritanya jika dilakukan bersama. Iket juga menandakan agar pemakainya tidak ingkah (lepas) dari jati diri Kasundaan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kepala merupakan subjek yang diikatnya, dan persoalan yang datang dari luar dan dalam dirinya merupakan objek yang harus dihadapi. Agar hidup senantiasa C&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;aringcing pegeuh kancing, Saringset pageuh iket&lt;/i&gt; (siap menghadapi segala kondisi dan situasi).&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagi urang Sunda, penghargaan terhadap kepala begitu luhur karena fungsinya sangat vital bagi kehidupan. Kata pamali merupakan larangan keras jika seseorang memukul atau menepuk kepala orang lain sekalipun. Hal tersebut bisa ditemukan dalam berbagai istilah keseharian seperti;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Huluwotan (mata air)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Hulubalang (pengawal raja)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Panghulu (penghulu)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Gedé hulu (sombong)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Asa Dicabakhulu (merasa dipermainkan)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;6.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Teu Puguh Hulu Buntutna (tidak jelas urusannya)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;7.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Nepi ka nyanghulu ngalér (sampai mati), dsb.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Bentuk Dan Bagian Iket&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagian dalam iket dibagi menjadi empat bagian, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Pager:&lt;/b&gt;Motif yang ada di sekeliling iket.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Modang:&lt;/b&gt;Bentuk kotak pada bagian tengah iket.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Waruga:&lt;/b&gt;Bagian tengah iket yang polos.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Juru:&lt;/b&gt;Motif yang ada di setiap sudut iket.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada dua bagian, yaitu persegi dan segitiga. Sebernarnya semua bentuk iket adalah persegi empat, menjadi segitiga karena dilipat atau dipotong dari bentuk asli untuk mempermudah pemakaian.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Iket Persegi (Kotak)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bentuk ini mempunyai falsafah hidup masagi/sempurna dalam arti pemikiran, dengan siloka opat kalima pancer atau opat pancer kalima diri urang. Pancer menunjukkan empat madhab/arah (utara, selatan, timur, barat) dan bahan yang menjadi dasar kehidupan (tanah, air, angin, api).&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Modang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam iket persegi empat &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;terdapat motif persegi empat kecil ditengah yang selalu berlawanan dengan bentuk iket (diagonal), untuk membedakan dengan kain lain yang sejenis. Jika iket dilipat jadi segitiga, maka bentuk modang ini akan lurus (horizontal). Hal ini menunjukkan panceg/konsisten terhadap pandangan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Iket Segi Tiga&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sedangkan bentuk segitiga itu sendiri adalah kesamaan konsep Tritangtu (ratu, rama, resi) yang harus dimaknai secara luas.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Jenis Iket&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Awalnya hanya dikenal tujuh bentuk pemakaian. Tapi, seiring dengan kreatifitas masyarakatnya, rupa iket semakin bervariasi, antaranya Barangbang Semplak, Parékos Nangka, Parekos Gedang, Koncér/Paitén, Julang Ngapak, Lohén, Ki Parana, Udeng, Pa Tua, Kolé Nyangsang, Porténg, dll.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Menunjukan Golongan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari rupa iket dapat digolongan, saperti rupa iket:&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Barangbang Semplak&lt;/b&gt; (di Cirebon disebut iket mantokan urung ceplakan) biasa dipakai oleh jawara.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Kuda Ngencar&lt;/b&gt;untuk remaja.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Parékos/Paros Nangka, Gedang&lt;/b&gt; (di Cirebon disebut iket duk liwet) dipakai oleh orang tua untuk kegiatan ritual.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Porténg&lt;/b&gt;dipakai untuk kegiatan sehari-hari dalam bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Udeng&lt;/b&gt;dipakai golongan ménak.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Bukan Sekadar Gaya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Iket merupakan warisan budaya yang luhur nilainya, harus kukuh dipegang sebagai wujud simbolis keutuhan hidup. Begitu juga bagi urang Sunda sendiri, apakah hanya membanggakan luarnya saja sebagai bentuk indentitas, atau lebih mementingkan isinya. Menurut &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Dr. Ir. Thomas NIX&lt;/b&gt;, peneliti dari Belanda (Stedebouwin Indonesia Rotterdam, 1949), leluhur masyarakat Indonesia, hususnya Pulau Jawa, sudah mewariskan kearifan lokal dalam segala unsur kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“ &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Nu lima diopat keun, nu opat ditilu keun, nu tilu didua keun, nu dua dihiji keun, nu hiji jadi kasép “ &lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(yang lima dijadikan empat, yangempat dijadikan tiga, yang tiga dijadikan dua, yang dua dijadikansatu, yang satu jadi tampan), kalimat yang diucapkan budayawan &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Jakob Sumarjo&lt;/b&gt; ini, tentunya harus direnungi bagi setiap pemakainya. Bukan sekedar gaya, tapi harus dipahami makna dibalik lipatannya. Ketika dari lima menjadi satu, maka individu berusaha mendekatkan diri dengan Tuhan yang satu.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melihat fenomena yang muncul kini, iket semakin tren di kalangan anak muda. Dengan berbagai motif dan gaya pemakaian. Bisa jadi dilator belakangi oleh kerinduan terhadap nilai tradisional yang semakin tergerus oleh modernisasi. Atau hanya sekedar pencitraan identitas tanpa pemaknaan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meskipun demikian, harus jadi kebanggaan bersama dengan diarahkan pertanggung-jawabannya, bahwa mengenal dan memaknai kembali kebudayaan Sunda tidak harus secara paksa. Tapi, diawali dengan kesadaran kecintaan melalui iket. Dengan cara itu, iket tidak akan kalah dengan ikat kepala/syal bergambar grup musik barat.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Iket Buhun (kuno)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Generasi muda saat ini banyak yang gandrung dengan pemakaian “iket“. Mereka memiliki cara pandang yang berbeda dalam membentuk “iket”, tetapi tetap memiliki acuan terhadap satu garis penciptaan karya “buhun” (kuno). Di luar rupa atau penamaannya, iket Sunda sendiri mengandung nilai makna filosofi yang dikenal dengan sebutan Dulur Opat Kalima Pancer. Dulur Opat merupakan empat inti kehidupan yaitu api, air, tanah, dan angin. Dan Kalima Pancer mengandung makna yaitu berpusat pada diri kita sendiri. Secara garis besar, Dulur Opat Kalima Pancer memiliki arti bahwa empat elemen inti tersebut terdapat pada diri kita dan berpusat menyatu sebagai perwujudan diri.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Iket Kiwari (sekarang)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengenai iket kiwari yang telah berkembang saat ini, penamaan dan bentuk tetap berdasar kepada pola rupa iket buhun. Tanpa mengurangi nilai luhur dari warisan leluhur, begitu pun iket kiwari memiliki nilai-nilai filosofi di dalamnya. Hal inilah yang menjadi bagian dari pelestarian budaya yang bersifat kreatif, tetapi tetap memegang teguh nilai kearifan lokalnya. Terutama di kalangan generasi muda. Mereka memiliki cara pandang yang berbeda dalam membentuk iket tetapi tetap memiliki acuan terhadap satu garis penciptaan karya buhun (kuno).&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Iket Dalam Pandangan Islam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Didalam konteks keberagaman, sesungguhnya ada keterkaitan erat antara nilai-nilai filosofi iket dengan fungsi penutup kepala dalam kaitan nilai Islam. Fungsi dari iket menurut Islam umumnya adalah bisa digunakan sebagai sajadah, pengganti tutup kepala. Hal itulah yang membentuk hubungan antara manusia dan Allah Sang Pencipta yang disebut &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Hablumminallah&lt;/i&gt;. Fungsi sebagai &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Hablumminanas&lt;/i&gt;adalah iket sebagai penyambung silaturahmi berdasarkan warisan budaya dan iket sebagai bagian dari cara saling memberi ilmu pengetahuan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam dunia Islam, dikenal serban atau sorban sebagai penutup kepala, sebagai bagian dari kelengkapan dalam salat atau beribadah. Memakai serban bagi umat Muslim adalah sunnah Nabi. Dalam beberapa hadis riwayat para sahabat Nabi Muhammad SAW, mereka menceritakaan bahwa Nabi selalu menganjurkan agar memakai penutup kepala sebagai bagian dari kelengkapan pakaian salat dan bahkan di luar salat.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Iket Cakraningrat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di tatar nusantara sendiri, kita mengenal Wali Songo. Dari beberapa sumber sejarah, kesemuanya memakai penutup kepala. Menurut &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Oom Somara de Uci&lt;/b&gt;, sejarawan dari Rajagaluh, dahulu model rupa iket para wali diadopsi dari rupa iket Cakraningrat yang merupakan warisan Prabu Cakraningrat yang memiliki kekuasaan kerajaan sekitar Rajagaluh Majalengka. Iket yang dikemudian hari disebut iket Cakraningrat ini mengandung nilai filosofi yaitu iket yang melindungi Mustika yaitu Mastaka (kepala).&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ini bisa bermakna, mustika ini adalah kepala kita yang memiliki sumber dari sifat dan sikap kita di dunia dari sudut pandang manusia yang memiliki otak sebagai akal pikiran yang bisa memilih mana yang baik dan buruk. Bahkan, dalam perkembangan waktu, model iket Cakraningrat ini disebut pula iket para wali.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perbedaan iket Cakraningkat ini dengan iket Sunda lazimnya yaitu terlihat dari model kainnya. Iket Sunda pada umumnya berupa kain segi empat, sedangkan iket Cakraningrat ini memakai kain persegi panjang sejenis karembong (selendang). Cara pemakaiannya rata-rata hanya diselipkan, tidak diiket atau ditali. Cara yang sama seperti pemakaian serban di kepala. Memang tidak ada sejarah tertulis sebagai bukti yang mendukung tentang iket Cakranignrat ini, tetapi perbedaannya menjadi bagian dari kekayaan budaya Sunda.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Iket Dalam Hukum Pancadharma&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Apal jeung hormat ka Purwadaksi Diri (Menyadari dan menghormat kepada asal usul diri)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tunduk kana Hukum jeung Aturan (Tunduk akan hukum dantata tertib/ aturan)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Berilmu (Dilarang Bodoh)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mengagungkan Sang Hyang Tunggal (Allah SWT)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Berbakti kepada Bangsa dan Negara (Nusantara yang sesungguhnya, bukan Indonesia hari ini)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lima Hukum yang menjaga perilaku Bangsa Sunda yang ”dititipkan” melalui pola Iket Sunda/Totopong, maka Ikat Kepala bukan sekedar Gagayaan belaka.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Wastrana Iket Segi Empat.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Juru anu opat, ngawakilan dulur 4 ka 5 pancer:&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Amarah&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Lowamah&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sawiyah&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mutmainnah.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ari pancerna nya di lambing keun ku Modang segi opat di tengah na, maksudna diri pribadi sewang-sewangan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Wastrana Iket Segi Tilu.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Segi tilu perwujud tina hukum Tritangtu:&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Karama’an&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Karatuan&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Karesian (agama)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Mustika Maskata&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ikét dipasangna dina mastaka, kulantaran dina mastaka aya mustika (tempat ngolah sagala rupa pamikiran antara hade jeung goring jeung sajabana, anu tungtungna diputuskeun ku pancér hasil tina urun rembug antara dulur nu opat.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;usercontent&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Ibo Zavasnoz (Iket Sunda Kiwari)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;usercontent&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Mari Hapus Penomena Tak Beretika !!!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;usercontent&quot;&gt;Pergeseran nilai budaya bangsa ini mengalami kemunduran yang notabene masuknya budaya-budaya asing yang lebih cenderung meng-invasi nilai estetika dan norma adab bangsa ketimuran khususnya Indonesia, di&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;textexposedshow&quot;&gt;tandai dengan bangganya sebuah generasi muda dalam explorasi nilai budaya asing tanpa membanggakan budaya bangsanya sendiri. Tentunya sangatlah tidak mudah dalam mengembalikan kejayaan budaya tanah leluhur ini bila saja generasi muda tidak lagi peduli terhadap kekayaan budaya serta kearifan lokal yang terkandung disetiap wilayah-wilayah itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;textexposedshow&quot;&gt;Masyarakat pada umumnya saat ini telah memiliki paradigma atau sudut pandang yang seolah &quot;Mengkerdilkan&quot; suatu budaya yang bernilai luhur dengan beranggapan apabila melihat seseorang dengan berpenampilan memakai baju adat (Pangsi) atau Ikat Kepala (iket) mereka akan beranggapan orang tersebut seolah &quot;Dukun&quot; dll ..(sungguh penomena yang tak beretika). Bisa ditarik kesimpulan bahwa anggapan mereka berdasarkan apa yang dilihat mungkin saja dari sebuah cerita piksi film, televisi, cerita majalah dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;textexposedshow&quot;&gt;Disinilah peranan penting para sesepuh dan budayawan suatu wilayah yang sejatinya selalu memberikan makna sejarah adat budaya leluhur yang agung kepada generasi muda berikutnya agar terus mencintai budaya-budaya bangsanya sendiri, mari sedikit demi sedikit kita hapus paradigma atau sudut pandang tersebut dengan tetap berpegang teguh kepada jatidiri budaya itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;*Sudut Pandang:&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tentunya tulisan/rangkuman diatas adalah menggambarkan banyaknya persepsi sebagai individu atau sebagai masyarakat adat yang berada ditatar pasundan yang sampai saat ini tetap kukuh mempertahankan adat budaya leluhur kasundaan itu sendiri. Mungkin saja masih banyak lagi sudut pandang serta nilai keberagaman lainnya yang itu menjadikan bukti bahwa Sunda adalah budaya yang luhur dan agung.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;*Pelbagai Sumber&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.isuk.tk/feeds/7103978356314207811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/filosofi-iket-sunda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/7103978356314207811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9217207425165482672/posts/default/7103978356314207811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.isuk.tk/2014/09/filosofi-iket-sunda.html' title='Filosofi Iket Sunda'/><author><name>Iket Sunda Kiwari</name><uri>https://plus.google.com/115408955999920616049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-z4VgK_ikaME/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABE/kCXkrIDxKQg/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-MQfPOSF5yx4/VAWYVimVwEI/AAAAAAAAAB8/eKf99Hoxcls/s72-c/iket%2Bsunda%2Bkiwari%2Blogo.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>